BAB IV PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN

A. Paparan Data 1. Letak Geografis dan Sejarah Singkat Berdirinya MI Al Ishlah Glanggang Beji. a. Letak Geografis Madrasah Ibtidaiyah Al Ishlah berada di wilayah Kabupaten Pasuruan bagian barat, lebih kurang 15 km dari pusat kota Pasuruan. Tepatnya di Desa Glanggang Kecamatan Beji. Madrasah ini berlokasi di Kecamatan Beji dengan batas– batas adalah sebagai berikut: 1) Sebelah utara madrasah Ibtidaiyah Al Ishlah masih berupa

sawah yang terhampar luas. Sawah–sawah ini adalah milik dari penduduk sekitar Al Ishlah. Suasana ini adalah cermin yang bahwa sebagian besar penduduk adalah bertani. 2) Di sebelah selatan dari sekolah ini berbatasan dengan jalan

yang menghubungkan wilayah Beji dan Bangil. Jalan ini juga lewat depan Madrasah Aliyah Negeri Bangil. 3) Untuk sebelah barat dari madrsah ini berbatasan denganpabrik

krupuk yang juga berperan ikut memberikan dukungan kepada madrsah ini..

83

4)

Sebelah timur SDN Glanggang I (satu halaman tanpa batas

pagar). Dulu SD tersebut juga menempati gedung dan menggunakan fasilitas dari madrasah Al Ishlah. Semenjak Al Ishlah berdiri menjadi MI yang murni masuk pagi. SD Glanggang I keluar dari Gedung Al 82 Ishlah. Letak Madrasah Ibtidaiyah Al Ishlah mudah dijangkau oleh siswa, oleh karena letaknya sangat dekat dengan jalan raya, dimana siswa tidak perlu bersusah payah dalam menjangkau madrasah tersebut. Tetapi di sana ada SDN Glanggang I yang merupakan instansi milik pemerintah dan menjadi salah satu sebab terjadinya persaingan dalam kualitas dan kuantitas pendidikan terutama di tingkat sekolah dasar. b. Sejarah Singkat Berdirinya MI Al Ishlah Glanggang Beji Kabupaten Pasuruan Sebelum didirikannya MI Al Ishlah, di desa Glanggang telah banyak tersebar majlis ta'lim-masjlis ta'lim yang bersifat pribadi yang pusatnya adalah di musholla-musholla di kelurahan Glanggang. Kegiatan majlis-majlis tersebut adalah mendidik dan membimbing anak-anak dan remaja putra maupun putri tentang bagaimana cara membaca dan menulis Al Qur'an yang baik dan juga tentang syari'at agama Islam. Kemudian pada sekitar tahun 1970-an Bapak Modin mendaftarkan masjlis ta'limmajlis ta'lim tersebut ke PPAI dengan nama Madrasah Diniyah Al Ishlah dengan maksud agar pendidikan di desa tersebut terkoordinir dengan baik. Seiring dengan perkembangan jaman dan pertambahan siswa yang

84

semakin lama makin bertambah banyak, maka pada tahun 1982 Bapak Soenandar selaku kepala desa mengajukan status Madrasah Diniyah Al Ishlah menjadi Madrasah Ibtidaiyah Al Ishlah. Dan mulailah MI Al Ishlah melaksanakan kegiatan KBM-nya sejak diturunkannya izin operasional pada tahun 1982. Dan disepakati bahwa Bapak Soenandar Hakim Rahman sebagai pendiri Madrasah, dan juga Madrasah masuk siang dan bertempat di SDN Glanggang I. seiring dengan adanya peraturan pemerintah yang berkaitan dengan pendidikan tahun 2004, bahwa yang berstatus MI harus masuk pagi dan yang tidak mau masuk pagi maka statusnya akan berubah menjadi Madrasah Diniyah. Maka pada tahun tersebut pula MI Al Ishlah yang dipimpin oleh Kepala Madrasah Bapak Nur Wahyu Hidayat, dengan ucapan Bismillahir Rohmanir Rohim MI Al Ishlah dimasukkan pagi biarpun gedungnya masih satu halaman dengan SDN Glanggang I, tapi demi peningkatan kemajuan MI Al Ishlah yang dipimpinnya sejak tahun 2004 sampai sekarang MI Al Ishlah tetap masuk pagi dan terus berpacu dalam meningkatkan prestasi dan mutu pendidikan, sehingga pemasaran jasa pendidikan berjalan baik dengan bukti jumlah muridnya semakin tahun semakin meningkat biarpun lokasi tetap masih tidak berbatasan pagar dengan SDN Glanggang I (satu halaman dua lembaga). Dan untuk tahun pelajaran 2010/2011 ini yang masuk pagi adalah kelas 1, kelas 2 dan kelas 3, sedangkan kelas 4, kelas 5, dan kelas 6 masih masuk siang. 2. Keadaan Guru, Karyawan, dan Siswa

85

a. Keadaan Guru Mengenai keadaan guru dan Karyawan MI Al Ishlah Glanggang Beji Kabupaten Pasuruan dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 4.1 Daftar Guru dan Karyawan MI Al Ishlah Glanggang Beji Pasuruan
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 NAMA Nur Wahyu Hidayat, M.PdI. Mokh Ma’ruf, S.Pd. Mohammad Rofiq, S.Pd. Nur Choliss, SPDI Drias Koeswara , SPD Nikmatul Umroh, SPDI Rokhmawati, SPDI Mila Widi Lestari Lilik Suhartiningsih, A.MA Nurul Istiqomah Siti Mutmainah Indah Susiati, S.Pd. Fatimah Eva Rizqiyatul Mufarohah Abdur Rohman IJAZAH TERAKHIR S2 S1 S1 S1 S1 S1 S1 SMA D2 MAN MAN S1 MA S1 SD JABATAN Kepala Madrasah Guru Mapel Guru Mapel Guru Ekstra (BTQ) Guru Penjas Guru Kelas 1 Guru Kelas 2 Guru Kelas 3/ B.Ing Guru Kelas 4 Guru Kelas 5 Guru Kelas 6 Guru Mapel Guru Mapel/TU Guru Komp. PPMI

Sumber data: Dokumen MI Al Ishlah Glanggang Beji Pasuruan b. Keadaan Siswa Tabel 4.2 Keadaan Siswa MI Al Ishlah Glanggang Beji Pasuruan
NO 1 2 3 4 5 6 Kelas I II III IV V VI Jumlah Jumlah Rombel 1 1 1 1 1 1 Jumlah Siswa Laki-laki Perempuan 5 10 11 8 8 10 10 8 9 10 6 10 54 51

Sumber data: Dokumen MI Al Ishlah Glanggang Beji Pasuruan Dari tabel keadaan siswa tersebut yang perlu dijelaskan adalah bahwa masing-masing dari tingkat kelas atau rombongan belajar terbagai menjadi 6 kelas dari kelas 1 sampai dengan 6.

86

3. Sarana Prasarana Dalam rangka penyelenggaraan pendidikan, suatu lembaga pendidikan sudah barang tentu memerlukan fasilitas yang memadai dalam rangka melancarkan proses pendidikan, baik itu fasilitas yang berupa fisik maupun non fisik. Sehingga untuk menjadi lembaga pendidikan yang baik secara kualitas, tuntutan akan fasilitas yang lengkap/memadai dalam rangka pemenuhan kebutuhan anak didik menjadi hal yang tak bisa diabaikan. Adapun fasilitas yang ada di MI Al Ishlah adalah : a. Fasilitas Bangunan Gedung MI Al Ishlah berada diatas tanah seluas + 462 m2 (luas total dari lokasi, tanpa SDN Glanggang I) yang berstatus milik sendiri. Adapun perincian ruangnya dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 4.3. Keadaan Bangunan MI Al Ishlah Glanggang Beji. NO 1 2 3 4 5 6 RUANGAN / BANGUNAN Ruang Kelas Kantor Guru Mushollah Kamar Mandi Ruang Kamad/TU Ruang Perpustakaan Jumlah JUMLAH 6 buah 1 buah 1 buah 2 buah 1 buah 1 buah 12 buah

b. Sarana Belajar Mengajar Para siswa MI Al Ishlah sudah memiliki alat-alat belajar seperti buku, ball point, penggaris dan lain-lain. Disamping sekolah juga menyediakan alat-alat yang dapat menunjang kegiatan sekolah seperti kapur tulis, penghapus, papan tulis, penggaris besar, alat peraga, dan sebagainya. Yang mana alat-alat tersebut didapat dari dari bantuan BP3

87

maupun pemerintah yang dapat digunakan secara efektif dan sistematis. Disamping itu sekolah juga menyediakan buku pegangan siswa dan buku–buku literatur. Untuk buku pegangan mata pelajaran, setiap siswa diberi pinjaman yang bisa dibawa pulang dan dikembalikan setiap akhir tahun pelajaran yang pendistribusiannya melalui perpustakaan. Selain alat-alat yang menunjang dalam proses belajar mengajar seperti yang telah tersebut diatas, guru juga menyiapkan alat pengajaran seperti protah (program tahunan), promes (program semester) dan perangkat lainnya yang disesuaikan dengan kurikulum yang ada. c. Sarana Olah Raga Untuk fasilitas ini MI Al Ishlah memiliki beberapa peralatan yang lengkap sebagai berikut : 1) Bola volley, bola sepak, bola takrow, 2) Net volly, net bulu tangkis, peluit, 3) Cakram, bola peluru, lembing, 4) Peralatan tenis meja dan sebagainya. Dalam rangka kegiatan olah raga MI Al Ishlah belum mempunyai lapangan sendiri. Selama ini lapangan yang dipakai adalah lapangan milik SDN Glanggang I, tepatnya di sebelah timur MI. d. Fasilitas Perpustakaan Perpustakaan merupakan sarana penunjang pendidikan di MI Al Ishlah. Perpustakaan ini ditangani oleh 2 orang petugas yang melayani kebutuhan siswa maupun guru MI Al Ishlah. Adapun cara peminjamannya, siswa diberi kartu yang bisa dimanfaatkan untuk

88

meminjam buku-buku yang disediakan perpustakaan. Keterlambatan pengembalian buku maka siswa didenda 1 buku Rp. 100,00 perhari. Sedangkan untuk peminjaman buku pegangan sudah dipaket dari sekolah (tidak menggunakan kartu pinjam). e. Sarana Ibadah Untuk sarana ibadah, lembaga ini memiliki 1 buah musholla. Musholla ini digunakan untuk kegiatan rutin jama’ah sholat dhuhur (dengan jadwal yang sudah diatur oleh pembina keagamaan). 4. Struktur Organisasi Dalam rangka memudahkan tugas kepala sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan, maka kepala sekolah memberi tugas staffnya. Struktur organisasi MI Al Ishlah Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan adalah sebagai berikut : STRUKTUR ORGANISASI MI AL ISHLAH GLANGGANG BEJI PASURUAN
Yayasan Ahmad Khuba’iyah Kepala Madrasah

Nur Wahyu Hidayat, M.PdI.

Komite Madrasah Soenandar

Wakamad Mokh. Ma’ruf, A.Ma

Tata Usaha Fatimah

Dewan Guru

Guru Kelas 1 Nikmatul Umroh

Guru Kelas 4 Lilik Suhartiningsih

Guru Kelas 2 Rokhmawati

Guru Kelas 5 Nurul Istiqomah

Guru Kelas 3 / B.Ing Mila Widi Lestari

Guru Kelas 6 Indah Susiati

Siswa

89

: garis komando : hubungan kerjasama Gambar 4.1 Stuktur MI Al Ishlah Glanggang Beji. a. Kepala Madrasah Kepala madrasah berfungsi sebagai educator, manajer, administrator dan supervisor, pemimpin atau leader, innovator dan motivator. 1) Kepala Madrasah selaku Educator bertugas melaksanakan

tugas belajar secara efektif dan efisien. 2) Kepala Madrasah selaku manajer mempunyai tugas: (a)

Menyusun perencanaan, (b) Mengorganisasikan kegiatan, (c) Mengarahkan kegiatan, (d) Mengkoordinasikan kegiatan, (e) Melaksanakan pengawasan, (f) Melakukan evaluasi terhadap kegiatan, (g) Menentukan kebijaksanaan, (h) Mengadakan rapat, (i) Mengambil keputusan, (j) Mengatur proses belajar mengajar, (k) Mengatur administrasi ketata usahaan, sarana prasarana, dan keuangan.,(l) Mengatur hubungan sekolah dengan masyarakat dan instansi terkait. 3) Kepala Madrasah selaku administrator bertugas

menyelenggarakan administrasi: (a) Perencanaan, (b) Pengorganisasian, (c) Pengarahan, (d) Pengkordinasian, (e) Pengawasan, (f) Kurikulum, (g) Kesiswaan, (h) Ketatausahaan, (i) Ketenangan, (j) Kantor, (k) Keuangan, (l) Perpustakaan, (m)

90

Laboratorium, (n) Ketrampilan/kesenian, (o) Bimbingan, (p) Konseling, (q) UKS, (r) OSIS, (s) Serbaguna, (t) Media, (u) Gudang, (v) 7 K. 4) Kepala Madrasah sebagai supervisor bertugas

menyelenggarakan supervisi mengenai: (a) Proses belajar mengajar, (b) Kegiatan belajar dan konseling, (c) Kegiatan ekstra kurikuler, (d) Kegiatan ketatausahaan, (e) Kegiatan kerjasama dengan masyarakat dan instansi terkait, (f) Sarana dan prasarana, (g) Kegiatan OSIS, (h) Kegiatan 7 K. 5) Kepala Madrasah sebagai pemimpin, yaitu: (a) Dapat

dipercaya, jujur dan bertanggung jawab, (b) Memahami kondisi guru, karyawan dan siswa, (c) Memiliki visi dan memahami misi sekolah, (d) Mengambil keputusan urusan intern dan ektern sekolah, (e) Membuat, mencari, dan memilih gagasan baru. 6) Kepala Madrasah sebagai innovator, antara lain: (a)

Melakukan pembaharuan di bidang KBM, BK, ekstra kurikuler dan pengadaan, (b) Melaksanakan pembinaan guru dan karyawan, (c) Melakukan pembaharuan dalam mengambil sumber daya BP 3 dan masyarakat. 7) Kepala Madrasah sebagai motifator, antara laian: (a) Mengatur

ruang kantor yang kondusif untuk bekerja, (b) Mengatur ruang kantor yang produktif untuk KBM/BK, (c) Mengatur ruang kantor yang kondusif untuk praktikum, (d) Mengatur ruang kantor yang kondusif

91

untuk belajar, (e) Mengatur halaman atau lingkungan sekolah yang sejuk dan teratur, (f) Menciptakan hubungan kerja yang harmonis sesama guru dan karyawan, (g) Menciptakan hubungan kerja yang harmonis antara sekolah dan lingkungan. b. Wakil Kepala Madrasah 1) Wakil Kepala Madrasah Urusan Kurikulum Wakil kepala madrasah urusan kurikulum mempunyai tugas-tugas sebagai berikut : (a) Menyusun dan menyebarkan kalender pendidikan., (b) Menyusun pembagian tugas guru dan jadwal pelajaran, (c) Mengatur penyusunan program pengajaran (program semester, program satuan pelajaran, persiapan mengajar, penjabaran dan penyesuaian kurikulum, (d) Mengatur pelaksanaan kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler, (e) Mengatur pelaksanaan program penilaian kriteria kenaikan kelas, kriteria lulusan dan laporan kemajuan belajar siswa serta pembagian raport dan STTB. (f) Mengatur pelaksanaan program perbaikan dan pengajaran, (g) Mengatur pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar, (h) Mengatur perkembangan MGMPP dan koordinator mata pelajaran, (i) Melakukan seperti isi adinistrasi dan akademis, (j) Menyusun laporan 2) Wakil Kepala Madrasah Urusan/Bidang Kesiswaan Wakil kepala madrasah urusan bidang kesiswaan mempunyai tugas membantu kepala madrasah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut : (a) Mengatur program dan pelaksanaan bimbingan dan konseling, (b)

92

Mengatur dan mengkoordinasikan pelaksanaan 7 K (keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kekeluargaan, kesehatan dan kerindangan), (c) Menyusun program pembinaan kesiswaan/OSIS, (d) Menyusun program pesantren kilat, (e) Menyusun dan mengatur pelaksanaan pemilihan siswa teladan sekolah.Menyelenggarakan cerdas cermat dan olah raga prestasi, (f) Menyeleksi calon untuk diusulkan mendapat besiswa 3) Wakil Kepala Madrasah Bidang Hubungan Kerjasama dengan Masyarakat Wakil kepala madrasah urusan/bidang hubungan kerjasama dengan masyarakat mempunyai tugas membantu kepala madrasah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut : (a) Mengatur dan menyelenggarakan hubungan madrasah dengan BP3 dan peran BP3, (b) Menyelenggarakan Bakti Sosial dan Karya Wisata, (c) Menyelenggarakan pameran hasil pendidikan dan sekolah (gebyar pendidikan), (d) Menyusun laporan pelaksanaan hubungan masyarakat secara berkala. 4) Wakil Kepala Madrasah Urusan Sarana dan Prasarana Wakil kepala madrasah urusan sarana dan prasarana mempunyai tugas membantu kepala madrasah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut : (a) Merencanakan kebutuhan sarana dan prasarana madrasah untuk menunjang proses belajar mengajar, (b) Merencanakan program pengadaannya, (c) Mengadministrasikan pendayagunaan sarana

93

prasarana, (d) pengelolaan pembiayaan alat-alat pengajaran, (e) Mengelola perawatan, perbaikan dan pengisian, (f) Mengatur pembaharuannya, (g) Menyusun laporan pelaksanaan urusan sarana prasarana secara berkala.

c. Guru Guru bertanggung jawab kepada kepala madrasah dan mempunyai tugas melaksanakan proses belajar mengajar secara efektif dan efisien. Tugas dan tanggung jawab seorang guru meliputi :1) Membuat program pengajaran/rencana kegiatan belajar mengajar semester/tahunan, 2) Membuat satuan pelajaran (persiapan mengajar), 3) Melaksanakan kegiatan belajar mengajar, 4) Melaksanakan kegiatan penilaian belajar semester/tahunan, 5) Mengisi daftar nilai siswa, 6) Melaksanakan analisis hasil evaluasi belajar, 7) Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengajaran, 8) Melaksanakan kegiatan membimbing guru dalam kegiatan proses belajar mengajar, 9) Membuat alat pengajaran/alat program, 10) Membuat alat pengajaran/alat peraga, 11) Menciptakan karya seni, 12) Mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum, 13) Melaksanakan tugas tertentu di sekolah, 1 4) Mengadakan pengembangan setiap bidang pengajaran yang menjadi tanggung jawabnya, 15) Membuat Lembar Kerja Siswa (LKS), 16) Membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar masing-masing siswa, 17) Meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pelajaran, 18) Mengatur kebersihan ruang kelas dan ruang

94

praktikum, 19) Mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan pangkatnya. d. Wali Kelas Wali kelas membantu kepala madrasah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut :1) Pengelolaan kelas, 2) Penyelenggaraan administrasi kelas yang meliputi : denah tempat duduk siswa, papan absensi siswa, daftar pelajaran kelas, daftar piket kelas, buku absensi siswa, buku kegiatan belajar mengajar, dan tata tertib kelas, 3) Penyusunan / pembuatan statistik bulanan siswa, 4) Pengisian daftar kumpulan nilai siswa (leger), 5) Pembuatan catatan khusus tentang siswa, 6) Pencatatan mutasi siswa, 7) Pengisian buku laporan pendidikan (raport), 8) Pembagian buku laporan pendidikan (raport). e. Pustakawan Madrasah Pustakawan madrasah membantu kepala madrasah dalam kegiatankegiatan sebagai berikut : 1) Perencanaan pengadaan buku/bahan pustaka, 2) Pengurusan pelayanan perpustakaan, 3) Perencanaan pengembangan perpustakaan, 4) Pemeliharaan dan perbaikan buku/bahan pustaka, 5) Inventarisasi buku-buku/bahan pustaka. f. Tata Usaha Madrasah Tata Usaha madrasah mempunyai tugas melaksanakan ketata-usahaan madrasah dan bertanggung jawab kepada kepala madrasah meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut :1) Penyusunan program tata usaha madrasah, 2) Pengelolaan keuangan madrasah, 3) Pengurusan

95

administrasi pegawai, guru, dan siswa, 4) Pembinaan dan pengembangan karir pegawai tata usaha madrasah, 5) Penyusunan administrasi perlengkapan madrasah, 6) Penyusunan dan penyajian data/statistik madrasah, 7) Mengkoordinasikan dan melaksanakan 7 K, 8) Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketata-usahaan secara berkala. Selanjutnya untuk mencapai tujuan pendidikan, Madrasah Ibtidaiyah Al Ishlah Glanggang Beji juga menetapkan visi dan misi sebagai berikut : a. Visi

Terwujudnya madrasah yang berprestasi dalam bidang Iptek dan Imtaq dengan dilandasi akhlaqul karimah. b. Misi 1) Melaksanakan pengembangan kurikulum. 2) Melaksanakan pengembangan proses pembelajaran 3) Meningkatkan dalam kompetensi lulusan. 4) Melaksanakan pengembangan SDM yang berakhlaqul karimah. 5) Melaksanakan pengembangan fasilitas pendidikan. 6) Melaksanakan pengembangan manajemen madrasah. 7) Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pendidikan. 8) Melaksanakan peningkatan penilaian prestasi akdemik. 9) Memaksinalkan pemanfaatan biaya pendidikan. B. Temuan Penelitian 1. Kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Al Ishlah Glanggang Beji

96

Seorang kepala madrasah adalah aktor utama pembaharuan di lembaga yang dipimpinnya. Maju mundurnya madrasah tergantung kemampuan kepala madrasahnya. Tidak pernah ada lembaga yang unggul dan bermutu memiliki pemimpin yang bermutu rendah, namun sebaliknya kepala yang professional yang mampu membawa sebuah lembaga menuju kemajuan. Di dalam perannya sebagai seorang pemimpin, kepala madrasah harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan, meningkatkan kemampuan tenaga kependidikan membuka komunikasi yang sehat dan mendelegasikan tugas-tugas dan kelembagaan di madrasah yang dipimpinnya. Bapak Nur Wahyu Hidayat, M.Pd.I, sebagai kepala madrasah di MI Al Ishlah Glanggang Beji memiliki tipe kepemimpinan yang demokratis. Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Bapak Mokh. Ma'ruf, A.Ma, selaku Wakil Kepala Madrasah kepada kami pada tanggal 09 Januari 2011, sebagai berikut: "Kalau bicara soal kepemimpinan Bapak Nur Wahyu Hidayat sebagai kepala madrasah, saya rasa cukup baik dan bagus, dengan programprogram yang jelas dan bagus, juga beliau sangat demokratis dan sabar dalam menjalankan tugasnya juga rela berkorban untuk kepentingan madrasah. Dan semenjak beliau diangkat menjadi PNS maka beliau tidak pernah meminta gaji dari madrasah, malah sebaliknya beliau keluarkan gajinya untuk membantu kesejahteraan anak buahnya." Senada dengan komentar di atas adalah pernyataan dari Ibu Rita Wahyulillah selaku TU kepada kami pada tanggal 10 Januari 2011, dia menjelaskan: "Kepemimpinan Bapak Nur Wahyu Hidayat, kalau saya biasanya menyebut Ustadz Nur karena guru saya, saya nilai sangat bagus. Di dalam pembagian tugas sangat jelas dan tegas. Juga di dalam

97

pergaulan dengan anak buahnya atau bawahannya beliau tidak pernah membeda-bedakan dalam masalah perhatian dan pengayomannya. Biarpun saya ini muridnya tapi beliau tetap menghormati saya." Penulis juga mewawancarai orang tua murid yang sedang mengantar anaknya masuk madrasah, yaitu ibu Khusnul Khotimah wali murid kelas 1 dia menuturkan kepada kami pada tanggal 09 Januari 2011, sebagai berikut: "Menurut saya Kepemimpinan Bapak Kepala Madrasah di MI Al Ishlah Glanggang ini sangat bagus, orangnya ramah tamah, murah senyum dan supel terhadap wali murid, kadang-kadang kami juga dimintai pendapat dan saran-saran demi kemajuan MI Al Ishlah Glanggang ini." 2. Strategi Kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Al Ishlah Glanggang Beji dalam Meningkatkan Pemasaran Jasa Pendidikan. Kepemimpinan dalam dunia pendidikan, merupakan faktor yang sangat penting, karena berjalan tidaknya sebuah lembaga pendidikan sangat bergantung pada kepemimpinan. Wujud pentingnya kepemimipinan tersebut dapat dilihat dari beberapa kasus mengenai kegagalan pendidikan yang disebabkan oleh pemimpinnya. Lebih lanjut kepala madrasah harus bertanggung jawab atas proses kelancaran dan keberhasilan semua urusan pengaturan dan pengelolaan madrasah secara formal kepada atasannya atau secara informal kepada masyarakat yang telah menitipkan anak didiknya. Kepala madrasah sebagai seorang pendidik, administrator, pemimpin, dan supervisor, diharapkan dengan sendirinya dapat mengelola lembaga pendidikan ke arah perkembangan yang lebih baik dan dapat menjanjikan masa depan. Sehingga

98

dengan kepemimpinan kepala madrasah pula mutu pendidikan dalam sebuah lembaga pendidikan dapat terpenuhi. Bahwa dalam kepemimpinan ada tiga unsur yang saling berkaitan yaitu adanya unsur manusia, unsur sarana dan unsur tujuan. Dan untuk dapat memperlakukan ketiga unsur tersebut secara seimbang, seorang pemimpin harus memiliki pengetahuan atau kecakapan dan keteampilan yang diperlukan dalam melaksanakan kepemimpinannya. Pengetahuan dan keterampilan dapat diperoleh dari pengalaman belajar secara teori ataupun dari pengalamannya dalam praktek selama menjadi pemimpin. Namun secara tidak disadari seorang pemimpin dalam menempatkan ketiga unsur tersebut dalam rangka menjalankan kepemimpinannya menurut caranya sendiri dan cara yang digunakan merupakan pencerminan dari sifat-sifat dasar kepribadian seorang pemimpin. Cara atau teknik seseorang dalam menjalankan suatu kepemimpinan dikatakan sebagai strategi kepemimpinan seseorang. Adapun strategi kepemimpinan Kepala MI Al Ishlah Glanggang Beji adalah sebagai berikut : Kepala Madrasah Ibtidaiyah Al Ishlah Glanggang Beji dalam kepemimpinannya memposisikan dirinya bukan sebagai seorang pejabat, melainkan sebagai pemimpin yang berada di tengah-tengah anggota kelompoknya. Hubungan kepala Madrasah Ibtidaiyah Al Ishlah dengan anggota kelompoknya bukan sebagai pemimpin ke bawahan. Hal ini dapat dilihat dari beberapa hasil wawancara dan observasi yang peneliti lakukan.

99

Sebagaimana hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan kepala madrasah sebagai berikut : "………Ya itu kan dalam teori kepemimpinan. Dalam prakteknya, Kami memandang semuanya sama, tidak ada perbedaan antara pemimpin dan yang dipimpin, kecuali adanya satu tanggungjawab terhadap lembaga. Rasa tanggung jawab itupun kami sadari sebagai wujud penghambaan kami kepada Tuhan sekaligus wujud pengabdian kami pada lembaga. Semuanya sama, oleh karena itu kami selalu berusaha meningkatkan kualitas diri dengan melakukan perbaikan secara menyeluruh. Dan kuncinya adalah bagaimana kami tidak memandang mereka sebagai pekerja yang harus kami pekerjakan." Hal senada disampaikan oleh TU: "Itulah kenyataannya, meskipun kami masih baru di lingkungan MI ini, akan tetapi Bapak sudah memperlakukan kami sebagai rekan dalam seperjuangan……. Apalagi beliau termasuk kader muda yang punya semangat bagus dalam usaha meningkatkan pemasaran jasa pendidikan." Hasil observasi penulis waktu berkunjung di MI Al Ishlah pada tanggal 10 Januari 2011, waktu itu peneliti mendatangi ke lokasi penelitian dalam rangka untuk mendapatkan data lokasi penelitian. Secara tidak sengaja penulis mendapati kepala MI Al Ishlah Glanggang Beji ini sedang berkeliling melakukan supervisi dan bantuan kepada para bawahan. Peneliti mendapati kepala madrasah sedang memberikan arahan kepada para bawahan dengan seksama, seperti bapak memberikan pengarahan kepada anaknya kepala madrasah tidak kelihatan seperti seorang atasan. Tetapi demikian ternyata para bawahannyapun kelihatan sangat menghormati dia. Berdasarkan uraian di atas, dapat dijelaskan bahwa strategi kepemimpinan yang diterapkan oleh kepala Madrasah Ibtidaiyah Al Ishlah Glanggang Beji dalam peningkatan pemasaran jasa pendidikan adalah strategi kepemimpinan yang demokratis. Dalam melaksanakan tugasnya, kepala

100

Madrasah Ibtidaiyah Al Ishlah Glanggang Beji selalu mengedepankan kerjasama dengan bawahan dan para guru untuk mencapai tujuan bersama. Ia selalu memupuk rasa kekeluargaan dan persatuan, dan senantiasa berusaha membangun semangat anggota-anggotanya (Guru dan Bawahan) dalam menjalankan dan mengembangkan daya kerjanya. Sebagaimana hasil wawancara dengan Waka Kurikulum: "………Itu kan pendapat banyak orang. Tetapi kamipun demikan kenyatannya. Dalam melaksanakan tugasnya, Bapak selalu mengedepankan kerjasama dengan para bawahan. Hal ini Bapak lakukan dalam rangka memberikan pengertian untuk meningkatkan pemasaran jasa pendidikan. Bapak selalu memberi contoh, selalu memberi dorongan, selalu memupuk rasa kekeluargaan dan persatuan, dan senantiasa berusaha membangun semangat anggota-anggotanya. Alhasil, ini bisa dilakukan mulai awal Bapak menginjakkan kakinya di lembaga ini " Data di atas juga didukung oleh hasil wawancara dengan guru Agama: "Ya itu jawabannya…. Bapak selalu memberikan dorongan kepada para bawahan dan para guru secara praktis, memberikan suri tauladan yang baik (uswatun hasanah) kepada para bawahan. Beliau berupaya semaksimal mungkin dengan memberikan keefektifan kepada para anggota dan bawahannya untuk melaksanakan kinerja secara bersamasama dalam mencapai pemasaran jasa pendidikan yang bersaing di lembaga ini." Dalam meningkatkan pemasaran jasa pendidikan juga, kepala Madrasah Ibtidaiyah Al Ishlah Glanggang Beji ketika bertindak selalu bertolak pada kepentingan dan kebutuhan para guru dan bawahannya dan mempertimbangkan kesanggupan serta kemampuannya. Ia selalu tanggap akan keberadaan para guru dan bawahan, selalu bertanya keberadaan mereka seputar kompetensi pendidikan lembaga. Sebagaimana hasil wawancara dengan kepala madrasah:

101

"Sebagai seorang pemimpin, kami sadar akan keberadaan para bawahan. Untuk itu ketika kami bertindak selaku seorang kepala, ya kami selalu bertolak pada kepentingan dan kebutuhan para guru dan bawahan dan mempertimbangkan kesanggupan serta kemampuan mereka. Kami selalu tanggap kepada mereka, misalnya dengan bertanya-tanya mengenai keadaan mereka, kompetensi pengajaran dan kami memulai untuk menciptakan suasana yang praktis dan komunikatif." Selain itu dalam meningkatkan pemasaran jasa pendidikan di MI Al Ishlah Glanggang Beji, kepala Madrasah selalu menerima pendapat, saran, masukan bahkan kritikan dari para guru dan bawahannya. Lebih jauh ia sangat mengharapkan pendapat, saran, masukan dan kritikan mereka. Dalam konteks ini, kepemimpinan kepala madrasah dalam peningkatan pemasaran jasa pendidikan terlihat dari keberadaan dan keberlangsungan kelas tambahan (bimbingan) di sore hari sebagai kebijakan Kepala Madrasah sebelumnya. Sebagaimana hasil wawancara dengan Wakil Kepala Madrasah sebelumnya: "….dan inilah kelebihan beliau. Beliau selalu terbuka, selalu bisa menerima pendapat, saran, masukan bahkan kritikan dari para guru dan bawahannya. Bahkan beliau juga sangat mengharapkan pendapat, saran, masukan dan kritikan dari para bawahan. Hal ini ditunjukkan oleh Kepala Madrasah ketika sepakat akan keberadaan dan keberlangsungan kelas tambahan (bimbingan) di sore hari, hal ini perlu dicermati karena pada dasarnya kelas tambahan ini merupakan kebijakan saya ketika menjadi Kepala MI Al Ishlah sebelumnya." Hal ini juga peneliti temukan dalam observasi penelitian yang dapat disajikan sebagai berikut Pada waktu itu, tanggal 12 Januari 2011 peneliti mengikuti rapat terbuka dengan seluruh komponen guru kelas tambahan. Dalam memimpin rapat tersebut, sangat terasa rasa kekeluargaan yang yang muncul. Dengan arif, kepala madrasah dari awal sampai akhir

102

memberikan waktu kepada peserta untuk dapat memberikan masukan bagi keberlangsungan dan kebaikan kegiatan kelas tambahan. Dan yang mengharukan bagi peneliti adalah ketika kepala madrasah yang memberikan kesempatan kepada beberapa tutor muda (termasuk peneliti) untuk memberikan ktitik dan masukan kepada keberadaan pemasaran jasa pendidikan di lembaga. Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Ishlah Glanggang Beji dalam upaya peningkatan pemasaran jasa pendidikan juga mempunyai kepercayaan terhadap diri sendiri dan menaruh kepercayaan pula pada anggota-anggotanya bahwa mereka punya kesanggupan bekerja dengan baik dan bertanggung jawab, khususnya dalam usaha meningkatkan pemasaran jasa pendidikan. Yang paling mencolok dari kepemimpinan Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Ishlah Glanggang Beji adalah ia selalu mengusahakan agar para guru dan bawahan dapat lebih sukses daripada dirinya. Ia beranggapan bahwa keberhasilan kepemimpinan dalam sebuah lembaga (terlebih MI Al Ishlah) tidak sekedar hanya kesuksesan dalam meningkatkan pemasaran jasa pendidikannya, lebih jauh ia melihat bahkan keberhasilan dari sebuah kepemimpinan adalah bagaimana seorang pemimpin bisa menghasilkan para pemimpin yang secara kualitas lebih baik dari dirinya. Sebagaimana hasil wawancara dengan kepala madrasah: "Bagi kami satu hal yang ingin kami perjuangkan. Bahwa kami selalu mengusahakan agar para guru dan bawahan dapat lebih sukses daripada kami. Dan itulah kesuksesan dalam memimpin, bahwa keberhasilan kepemimpinan dalam sebuah lembaga tidak sekedar hanya kesuksesan dalam meningkatkan mutu pendidikannya, akan tetapi keberhasilan dari sebuah kepemimpinan adalah bagaimana

103

seorang pemimpin bisa menghasilkan para pemimpin yang secara kualitas lebih baik dari dirinya.” 3. Upaya Kepala Madrasah Ibtidayah (MI) Al Ishlah Glanggang Beji Pasuruan Melalui Strategi Kepemimpinannya Dapat Meningkatkan Pemasaran Jasa Pendidikan

a. Mewujudkan Hasil Pendidikan Sebagai madrasah yang berhadapan langsung dengan SDN, MI. Al Ishlah berusaha untuk dapat terus bertahan dan meningkatkan pemasaran jasa pendidikan yang di tawarkan. “Kami berusaha untuk selalu memberikan bukti bahwa pendidikan di madrasah ini dapat dilihat hasilnya.” Ucapan kepala madrasah ini rupanya bukan hanya ucapan belaka, tetapi diwujudkan dengan nyata. Seperti kegiatan sholat dhuha berjamaah dan baca Al Quran sebelumnya merupakan sebuah upaya dalam mewujudkan hasil nyata dalam pendidikan yang ada dalam MI. Al Ishlah. Selain itu MI. ini sering mengikuti berbagai lomba. Dengan beberapa kemenangan itu diharapkan bahwa pendidikan madrasah tidak kalah mutu dengan sekolah yang lain. “Sebab sulit untuk mengetahui hasil sebenarnya dari pendidikan itu, maka kita giat untuk mengikuti berbagai lomba sebagai bukti akan keberhasilan” Kepala MI. Al Ishlah. “Sebab masyarakat lebih senang melihat prestasi langsung dari pada melihat pembelajaran yang kita lakukan, meskipun sudah kita buat dengan sebaik-baiknya.”

104

Ini adalah salah satu cara yang di tempuh oleh kepala dalam mempromosikan lembaga yang dipimpinnya. Masyarakat lebih cenderung melihat hasil secara cepat, maka upaya untuk mempraktekan kegiatan keagamaan dan prestasi sekolah selalu ditingkatkan. b. Meringankan Biaya Pendidikan Bagi Siswa Dengan melihat keadaan masyarakat yang berada disekitar MI. Al Ishlah yang menurut pendapat dari sekolah termasuk sedang. Biaya untuk pendidikan yang murah tetap menjadi perhitungan bagi wali murid. Sehingga sekolah yang murah masih menjadi perhatian. Menjawab hal itu, kepala sekolah berupaya bagaimana sekiranya biaya sekolah digratiskan. Melalui berbagai pandangan dan pertimbangan dengan pemanggku pendidikan dan orang-orang yang berkompeten dengan MI. Al Ishlah diambil sebuah kebijakan: • • • Menggratiskan seragam bagi yang daftar (siswa baru), Menggratiskan SPP, Menggratiskan LKS.

Bukan hanya itu saja yang dilakukan, bagi guru RA Al Ishlah pun sudah diperhatikan sehingga terjalin hubungan yang erat. Biaya dari itu semua diambilkan dari Bos pemerintah dan juga para donator pasti, baik itu dalam kota sendiri maupun dari luar kota. Mengingat sebagian guru sudah PNS sehingga agak ringan biaya untuk gaji. c. Mengedepankan Nilai – nilai Agama

105

Madrasah adalah tetap identik dengan agama, meskipun didalamnya tak lepas juga mengajarkan pelajaran umum. Rupanya hal ini tetap menjadi daya pikat bagi masyarakat memasukkan anaknya ke MI. Al Ishlah. Nilai agama juga menjadi perhatian bagi madrasah untuk digarap agar menjadi pemikat masyarakat tetap memilih Al Ishlah untuk anaknya. Selain itu nilai agama dikembangkan sebagai ciri khusus bagi madrasah. Karena nilai – nilai agama tetap menjadi perhatian masyarakat yang agamis di Glanggang. d. Promosi Media promosi ini adalah sebagai wahana mengkomunikasikan manfaat dan hasil yang di dapat ketika menyekolahkan anaknya di MI. Al Ishlah. Orang tua tentu ingin memperoleh informasi tentang apa yang didapat ketika anaknya menjadi peserta didik di MI. Al Ishlah. Adapun lahan yang dijadikan promosi: 1. 2. Media cetak berupa brosur, Jam’iyah, karena baik kepala maupun para guru juga pengurus dari

jam’iyah, maka melalui media ini MI. Al Ishlah diperkenalkan. 3. Ketokohan, secara nyata bahwa para guru dan pengurus adalah tokoh

di daerahnya maka MI. Al Ishlah mempunyai kepercayaan di mata penduduk setempat. 4. Kekeluargaan, banyaknya guru yang diambil dari lingkungan sekitar

dan masih ada hubungan saudara satu sama lain. Memberikan untungan

106

tersendiri dalam mempromosikan madrasah. Meskipun itu berlangsung dari mulut ke mulut. e. Kemudahan informasi dan Keramahan Bagi kemudahan ini, telah diprogram seperti kantor kepala berada paling dekat dengan pintu gerbang. Selain itu guru piket telah dipersiapkan untuk selalu siap menyambut dan membantu tamu. Keramahan dan keakraban dari seluruh guru dalam melayani wali murid atau tamu yang berkunjung ke madrasah ini bisa dikatakan bagus. Selain itu rumah pribadi kepala madrasah berdekatan dengan madrasah. Sehingga konsultasi wali murid atau guru dapat dilakukan di dalam jam dinas maupun di luar jam dinas. f. Memberikan Bukti Hasil MI. Al Ishlah berupaya memberikan hasil yang terbaik bagi wali murid. Sebab paling yang dinantikan adalah hasil yang baik. Hasil yang baik dalam hal ini bisa melanjutkan ke sekolah SMP negeri. Maka untuk mewujudkan hal itu kepala madrasah membagi tugas sesuai dengan keahliannya masing-masing. 4. Kendala yang dihadapi oleh Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Ishlah Glanggang dalam meningkatkan pemasaran jasa pendidikan. Dalam meningkatkan pemasaran jasa pendidikan di atas masih mengalami beberapa kendala. a. Sulit Meraih Kepercayaan Tentang Hasil

107

Pendidikan adalah hasilnya tidak semuanya dapt dilihat secara nyata. perlu waktu yang lama untuk melihat hasil pendidikan. Sedangkan di masyarakat masih berkembang bahwa madrasah masih dianggap sebagai kelas nomer dua. Apalagi antara madrasah Al Ishlah dan SDN Glanggang I dalam satu kompleks dengan garapan yang sama, yaitu anak usia sekolah dasar. Sehingga masih mengalami kesulitan dalam memasarkan jasa pendidikan, karena hasil pendidikan tidak dapat langsung dirasakan oleh wali murid. b. Biaya Untuk saat ini biaya tidak menjadi masalah yang begitu serius dalam MI. Al Ishlah. Tetapi yang jadi pikiran adalah dana itu adalah bersifat donatur pribadi yang dalam pencairannya tergantung orang yang memberikan. Selain itu dana ini mungkin suatu saat dihentikan oleh yang memberi. Akibat dari pemberhentian dana itu akan berakibat kepada banyak kebijakan yang sudah dijalankan seperti LKS gratis. c. Berkurangnya Pengaruh Ketokohan Dengan banyaknya penduduk pendatang dari luar Glanggang ini mempunyai dampak tersendiri bagi madrasah. Pertama lunturnya nilai ketokohan dalam masyarakat. Karena banyaknya munculnya pemukiman baru, maka nilai ketokohan daerah berkurang. Banyak hilangnya hubungan emosional yang ada dalam masyarakat pendukung madrasah. “Dulu masih belum banyak pendatang, kita agak mudah mendatangkan murid, jika satu tokoh bicara sudah banyak yang mendaftar.”

108

Belum kuatnya pengaruh ketokohan dalam penduduk baru di sekitar MI. Al Ishlah turut berpengaruh dalam memasarkan jasa pendidikan MI. Al Ishlah. 5. Solusi yang dilakukan oleh Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Ishlah Glanggang dalam Menghadapi Kendala Peningkatan Pemasaran Jasa Pendidikan. Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan di atas, maka Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Ishlah Glanggang Beji melakukan kiat-kiat sebagai berikut: a. Menggalakkan media informasi (promosi) Dengan mempublikasikan prestasi yang diraih oleh para siswa, diharapkan akan dapat menarik masyarakat yang diharapkan nantinya meningkat nilai kepercayaan masyarakat. Meskipun hasil pendidikan tidak dapat dilihat secara nyata dan langsung. Kepala Madrasah berusaha agar hasil pendidikan tetap dapat dilihat secara langsung dengan bukti prestasi yang telah dicapai. b. Menggali Sumber Dana Yang Lain Biaya meskipun masih bersifat pribadi dan tak terikat mungkin juga akan di hentikan oleh yang bersangkutan. Pihak sekolah berusaha mencari pundi-pundi lain yang dapat digunakan sebagai sumber dana cadangan. Selain itu pihak kepala menjalin kerjasama dengan beberapa Yayasan yang memungkinkan menjadi penompang dana. Selain itu juga berusaha

109

membuka usaha-usaha yang nantinya bisa menjadi sumber dana bagi madrasah. Selain itu agar beban anggaran tidak mengembang perlu adanya penambahan tenaga PNS sehingga biaya untuk membyar gaji berkurang. c. Meningkatkan Citra Madrasah Gedung adalah kesan pertama ketika orang melihat madrasah. Melihat itu perlu adanya upaya pencitraan melalui gedung yang memadai. Gedung yang terlihat bagus dan bersih akan memberika kesan sekolahan itu maju. Maka pihak sekolah berupaya mengadakan perawatan, paling tidak mengecat tembok yang sudah kusam. Peningktan kesadaran akan pentingnya kebersihan sehingga sekolah tampak asri dan nyaman. Guru juga turut memberikan kesan maju. Guru yang berpendidikan tinggi dan dari Universitas terkemuka turut meningkatkan citra madrasah di dalam masyarakat. Untuk itu kepala madrsah berusaha meningkatkan jenjang pendidik untuk layak mengajar di madrasah. d. Kemudahan akses dan budaya ramah Di madrasah ini diberikan kemudahan akses bagi tamu atau lembaga yang membutuhkan informasi selain letaknya di tepi jalan umum. Selain itu budaya ramah juga ditanamkan. Demikian cara-cara yang ditempuh oleh kepala madrasah dalam meningkatkan pemasaran jasa pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Al Ishlah.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.