FILSAFAT PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

A. Pendahuluan Kita memahami bahwa berfilsafat sangat penting Ini dikarenakan bahawa yang kita fahami sumber dari pada pengetahuan adalah filsafat, tak terkecuali segala bentuk dari pendidikan, termasuk didalamnya pendidikan Islam walaupun sebenarnya sumber dari filsafat pendidikan adalah Al-Quran. Akan tetapi kesemuanya masih memerlukan pemikiran yang mandalam, teliti, analistis sebagaimana yang diungkapkan oleh para filosof. Maka dari itu dengan perkembangan zaman dan tegnologi yang semakin berkembang, nilai-nilai falsafah harus dapat dituangkan dalam ide-ide kreatif para penanggung jawab pendidikan Islam, agar hakikat dan tujuan pendidikan sesungguhnya dapat terwujudkan sesuai dengan Al-Quran, yaitu menjadikan manusia dalam hidup dan kehidupannya sebagai insan kamil. Dalam mencapai tingkatan tersebut hanya dapat dilakukan oleh ulul albab yang melakukan dengan sungguh-sungguh dan secara mendalam kegiatan berfilsafat. Juga dengan mengetahui fungsi dan metode pendekatan terhadap pendidikan Islam melalui falsafah Islam. Yang tenttunya tidak keluar dari jalur-jalur ke-islaman. B. Urgensi dan fungsi pendidikan filsafat pendidikan Islam Kita memahami bahwa filsafat merupakan satu paham ilmu yang mencakup terhadap segala pengertian, kebutuhan dan keperluan dalam menentukan arah perkembangan hidup dan kehidupan manusia. Arti dari pada

1

filsafat secara umum menurut narold h titus adalah suatu usaha untuk memahami alam semesta, maknanya dan nilainya.1 Menetukan suatu falsafah pendidikan sekalipun dengan makana yang sederhan seperti diatas, memepunyai kepentingany sangant besar bagi segenap sistem pendidikan yang berusaha ke arah perbaikan, kemajuan dan keteguhan bangunan dan dasar. Pendidikan seperti kata Dr. fauzi Al- najjar:” pendidikan tidak akan tumbuh berkembang dan selaras dalam bidang kemajuan selagi hal itu tidak bersandar pada pemikiran falsafah yang selalu disertai dengan pembaharuan dan daya cipta dalam dunia yang selalu bertarung dengan ilmu dan teknologi. Selagi kita masih bertanya : “ mengapa kita mngajar?, bagaimana kita mengajar? selama itu pendidikan masih membutuhkan falsafah. Falsafah pendidikan yang baik haruslah memberikan pedoman kepada perancang-perancang dan orang-orang yang bekerja dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Hal itu akan mewarnai segala perbuatan mereka dengan hikmah, menautkan usaha-usaha pendidikan mereka dengan falsafah umum untuk tuk negara dan bangsanya. Selain itu juga dapat menjauhkan nmereka dari sifat meraba-raba dan mencari penyelesaian cepat yang bersifat sementara dalam menyelesaikan masalah-masalah pendidikan. Untuk lebih tegas terhadap penjelasan kita terhadap kepentingan penentuan suatu falsafah pendidikan, maka baiklah kita tunjukkan beberapa kegunaan yang diperoleh dari penentuan falsafah ini. Diantara manfaat itu seperti berikut :
1

Drs M. Yatimin A, M.A, Studi Islam Kontemporer, Jakarta, Amzah, 2006

2

a. falsahah pendidikan itu dapat menolong perancang-perancang pendidikan dan orang-orang yang melaksanakannya dalam suatu negara untuk membentuk pemikiran sehat terhadap proses pendidikan. Di samping itu dapat menolong terhadap tujuan-tujuan dan fungsinya serta meningkatkan mutu prmyrlesaian masalah pendidikan dan peningkatan tindakan dan keputusan termasuk rancangan –rancangan pendidikan mereka, begitu juga untuk memperbaiki peningkatan pelaksanaan pendidikan serta kaedah dan cara mereka mengajar yang mencakup peniaian, bimbingan, dan penyuluhan. Hal itu juga dapat mewarnai tindakan mereka dengan tujuan terteentu dan memeberikan usaha-usaha pendidikan itu secara merat fikiran dan falsfah. Begitu juga hal itu dapat mengaitkan di antara berbagai segi kegiatan dan usaha-usaha yang dilakukannya untuk mencapai tujuantujuan pendidikan. Falsafah pendidikan yang menyeluruh yang dibatasi dalam rangka sejarah bangsa dan kebudayannya dan suasana kerohanian, sosial, ekonomi dan politik dapat menyebabkan pelajarnya, dan orang yang mendalaminya ”memandang proses pendidikan.” Dalam hubungan ini berkaitan juga dengan segala segi budaya ekonomi dan politik, serta memandang tujuan-tujuan proses ini dalam rangka budaya. Apabila hal itu terdapat pertauatan dan perpecahan terdapat pula kekuatan tradisional dan sikap revolusioner….. kajian falsfah pendidikan disamping memberikan pengkajian pandanhgan yang menyeluruh dan menda;lam juga

memberinya segi yang luas yang dapat memeandang kepada pendidikan .

3

dari situ filsafat dapat meneliti masalah-masalah dan menilai teori-teori, sikap dan usaha-usaha pendidikan. b. Dari segi lain falsafah pendidikan dapat membentuk azas yang dapat ditentukan pandangan pengkajian yang umum dan yang khas. Kurikulum di buat kaidah-kaidah pengjaran di pilih antara yang di gunakan disekolahsekolah, sekolah guru, universitas dan institut-institut. Begitu juga dengan kebijaksanaan cara-cara pelaksanaan yang ingin diikuti dalam

mengajarkan di sekolah-sekolah, sekolah guru dan universitas dalam usaha untuk menyelesaikan masalah-masalah pendidikan, dan membentuk rancangan-rancangan pendidikan dengan segala jenis dan tingkatan. Maka perancang pendidikan dan pengemabangan pendidikan tidak dapat melaksanakan apa yang diharapkan dari proses merancang, membimbing, menyelaras, meninjau, mengubah, dan mengembangkan kurikulum, kaidah-kaidah, cara-cara dan alat pengajaran yang bermacam-macam dengan mendalam. Selain itu wewenang dan dinamika keduanya memiliki falfasah pendidikan yang menyeluruh sert memiliki penguasaan yang cukup terhadap falsafah-falsafah serupa ini. c. Falsafah pendididkan dengan pandangan pendidikan sebenarnya dianggap sebagian dari padanya dapat menjadi azas terbaik untuk penilaian pendidikan dalam arti yang menyeluruh. Penilaian pendidikan itu di anggap yang perlu dan penting bagi setiap pengajaran yang baik. dalam pengertian yang baru, penilaian pendidikan meliputi segala usaha dan kegiatan yang dilakukan oleh sekolah, institusi pendidikan secar umum

4

untuk mendididk angkatan baru dan warga negara dan segala yang berkaitan itu. Jadi konsep penilaian tidak hanya penilaian penca[aian sekolah bagi murid-murid atau pelajar saja. Sudah tentu penialaian disertai ukuran-ukuran dan norma yang menjadi dasarnya dan ukuran-ukuran yang wajar bagi peroses penilaian sekoalah dan pendidikan suatu prinsip umum yang menjadi unsur-unsur falsafah pendidikan secara umum dan khusus.2 Dijelaskan pula oleh pendapat branameld babhwa latar belakang ide-ide filsafat menentukan pendidikan, karena tujuan filsafat bersumber dari filsafat sehingga pendidikan merupakan suatu proses pembinan kepribadian anak didik atas nilai–nilai filsafat. Jadi jika tiap-tiap pendidikan telah memahami azas-azas dan nilai filosofi serta menggunakannya dalam pendidikan, maka filsafat pendidikan menjadi norma pendidikan atau sebagai azas normatif di dalam pendidikan. Dan selanjutnya bagaiman peranan dan fungsi filsafat pendidikan bagi para pendidik sebagai yang dikeumukan oleh secara singkat tapi rinci Brubacher tersimpul dalam : a. Fungsi spekulatif: Untuk melaksankan fungsi spekulatif ini maka filsafat pendidikan berusaha : a. Menarik kesimpulan atau merangkum dari berbagai persoalan pendidikan kedalam duatu gambaran pokok atau Aksioma melalaui proses abstrak dan generalisasi.
2

Prof. Dr Omar Muhammad Al- Toumy Al- Syaibani, Falsafah Pendidikan Islam, Jakarta, Bulan Bintang, 1979 Hal 32-35

5

b. Memahami persoalan pendidikan secara keseluruhan dan dalam hubungannya dengan faktor-faktor lain yang memepengaruhi dunia pendidikan b. Fungsi normatif Dalam fungsi ini filsafat pendidikan adalah diharapkan memiliki tanggung jawab terhadap formulasi tujuan, norma, atau standart untuk mengarahkan proses pendidikan. c. Fungsi kritik Dengan fungsi ini filsafat pendidikan melakuikan penelitian secar cermat yang didasarkan atas pemikiran-pemikiran dan praktek-praktek pendidikan dalam hal : a. Menguji dasar-dasr pemikiean logis dimana kesimpulankesimpulan pendidikan berada didalamnya b. Menguji dengan teliti bahwa bahasa yang digunakan benarbenar dan jelas c. Memerlukan bukti-bukti yang bermacam-macam yang dapat diterima untuk menguatkan atau menyangkal ungkapanungkapan pendidikan. d. Fungsi teori bagi praktek Apa yang terdapat dalam filsafat pendidikan berupa konsep ide analisa, dan kesimpulan-kesimpulan adalah berfungsi sebagai teori, dan teori ini bagi para pendidik adalah merupakan dasar bagi suatu praktek dan pelaksanaan pendidikan. Dan filsafat memberikan prisnsip-prinsip

6

umum bagi suatu praktek sehingga nampak disini bahwa filsafat dan ilmu pendidikan dipndang sebagai bidang-bidang Ilmu yang saling melengkapi dan keduanya selali di perleukan oleh para pelaksana pendidikan. 3 Dengan memahami filsafat orang akan dapat mengembangkan ilmu-ilmu pengetahuan yang dipelajari secara konsisten. Filsafat mengkaji dan mimikirkan tentang segala sesuatu secara menyeluruh sistematis terpadu universal dan radikal, yang hasilnya menjadi pedoman dan arah bagi perkembangan bagi ilmu-ilmu yang bersangkutan. C. Pendekatan study filsafat pendidikan Islam Agar supaya semua fungsi dan tujuan tetap berhasil sebagai self realisation maupun pemberi jawaban terhadap hidup dan kehidupan manusia, yang dilandasi pemikiran-pemikiran dan pembaharuan dengan tanpa mengingkari segala obyek filsafat demi kelangsungan dan kemajuan masa depan generasi penerus, maka penetapannya diperlukan pendekatan terpadu yang mencakup; 1. pendekatan melalui analisa historis lembaga-lemabga sosial 2. pendekatan melalui analisa ilmiah tentang realita kehidupan yang aktual 3. pendekatan melalui normatif filosofis, nilai-nilai filsafat yang normatif,misalnya nilai filsafat negara, moral dan agama. Pendekatan melalui tiga aspek itu secara terpadu diperlukan untuk memperoleh segala penetapan dan tujaun yang lebih realistis. Akrena kalau
3

Drs Djumbransyah Endar, M. Ed, Filsafat Pendidikan, Surabaya, Karya Abdi Tama, Cet.Pertama Hal 48-50

7

dilakaukan secar terpisah hasilnya dianggap tidak mampu untuk mepredeksi dan merencanakan tentang dan bagaiman bentuk dannilai-nilai yang dikehendaki oleh ahri depan generasi mendatang. Lembaga-lembaga sekarang adalah perwujudan dan warisan masa silam, sampai seberapa jauh efektifitas lembaga ini untuk menyanggah hari depan dengan segala perkembangan IPTEK dan SOSBUD yang begitu pesat dan sukar untuk dijangkau. Pendekatan ilmiah memberikan gambaran kenyataan kehidupan sekarang sebenarnya lewat analisa diskriptif tentang keseluruhan hidup masyarakat dan aktivitas anak-anak dan orang dewasa motif dan latar belakang aktifitas tersebut bahkan juga minat dan tujuan kegiatan itu sehingga dapat dijabarkan perwujudan pendidikan yang aktif. Pendekatan normatif filosofis mendasari komitmen dan orientasi nilai-nilai fundamental pada suasana ideal yang diinginkan. Dengan senua itu tujuan pendidikan yang lebih representatif dapat ditetapkan4

4

Dra. Zuhairini, Dkk, Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta, Bumi Aksara, Cet. 2004. Hal.163

8

D. KESIMPULAN Dari uraian diatas sedikit kita pahami bahwa urgensi dan fungsi filsafat pendidikan sebagai berikut: a. Falsafah pendidikan itu dapat menolong perancang-perancang pendidikan dan orang-orang yang melaksanakannya dalam suatu negara untuk membentuk pemikiran sehat terhadap proses pendidikan. b. Falsafah pendidikan dapat membentuk azas yang dapat ditentukan pandangan pengkajian yang umum dan yang khas. c. Falsafah pendididkan dengan pandangan pendidikan dianggap sebagian menjadi azas terbaik untuk penilaian pendidikan dalam arti yang menyeluruh. Jika tiap-tiap pendidikan telah memahami azas-azas dan nilai filosofi serta menggunakannya dalam pendidikan, maka filsafat pendidikan menjadi norma pendidikan atau sebagai azas normatif di dalam pendidikan. Dan selanjutnya bagaiman peranan dan fungsi filsafat pendidikan bagi para pendidik sebagai yang dikeumukan oleh secara singkat tapi rinci Brubacher tersimpul dalam : 1. Fungsi spekulatif: Untuk melaksankan fungsi spekulatif ini maka filsafat pendidikan berusaha : a. Menarik kesimpulan atau merangkum dari berbagai

persoalan pendidikan kedalam duatu gambaran pokok atau Aksioma melalaui proses abstrak dan generalisasi.

9

b. dalam

Memahami persoalan pendidikan secara keseluruhan dan hubungannya dengan faktor-faktor lain yang

memepengaruhi dunia pendidikan 2. Fungsi normatif Dalam fungsi ini filsafat pendidikan adalah diharapkan memiliki tanggung jawab terhadap formulasi tujuan, norma, atau standart untuk mengarahkan proses pendidikan. 3. Fungsi kritik Dengan fungsi ini filsafat pendidikan melakuikan penelitian secar cermat yang didasarkan atas pemikiran-pemikiran dan praktek-praktek pendidikan dalam hal : a. Menguji dasar-dasr pemikiean logis dimana kesimpulankesimpulan pendidikan berada didalamnya b. Menguji dengan teliti bahwa bahasa yang digunakan benarbenar dan jelas c. Memerlukan bukti-bukti yang bermacam-macam yang dapat diterima untuk menguatkan atau menyangkal ungkapanungkapan pendidikan. Fungsi teori bagi praktek Apa yang terdapat dalam filsafat pendidikan berupa konsep ide analisa, dan kesimpulan-kesimpulan adalah berfungsi sebagai teori, dan teori ini bagi para pendidik adalah merupakan dasar bagi suatu praktek dan pelaksanaan pendidikan. Dan filsafat memberikan prisnsip-prinsip

10

umum bagi suatu praktek sehingga nampak disini bahwa filsafat dan ilmu pendidikan dipndang sebagai bidang-bidang Ilmu yang saling melengkapi dan keduanya selali di perleukan oleh para pelaksana pendidikan. Dengan memahami filsafat orang akan dapat mengembangkan ilmu-ilmu pengetahuan yang dipelajari secara konsisten. Filsafat mengkaji dan mimikirkan tentang segala sesuatu secara menyeluruh sistematis terpadu universal dan radikal, yang hasilnya menjadi pedoman dan arah bagi perkembangan bagi ilmu-ilmu yang bersangkutan.

11

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful