P. 1
Teori-Penduduk1

Teori-Penduduk1

|Views: 168|Likes:
Published by Kundrat Marteen

More info:

Published by: Kundrat Marteen on Oct 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/16/2015

pdf

text

original

TEORI PENDUDUK

PENDAHULUAN Pertumbuhan penduduk dunia mengalami peningkatan sangat cepat mulai tahun 1960. Dalam dua abad, jumlah penduduk di negara-negara Eropa, Amerika Serikat, Amerika Tengah dan Amerika Selatan telah bertambah menjadi tiga kali lipat dari 113 juta jiwa pada tahun 1750 menjadi 325 juta jiwa pada tahun 1850. Sedangkan di benua Asia dan Afrika jumlah penduduknya mengalami pertambahan dua kali lipat dalam rentang waktu yang sama. Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi di beberapa belahan dunia telah menyebabkan peningkatan jumlah penduduk dengan cepat. Gejala ini diikuti munculnya fenomena kemiskinan dan kekurangan pangan yang melanda beberapa tempat di dunia. Hal ini menjadi keprihatinan beberapa ahli, sehingga mereka tertarik mencari faktor-faktor penyebab kemiskinan tersebut dengan harapan dapat mengatasi masalah ini di kemudian hari. Umumnya para ahli dikelompokkan menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama terdiri dari penganut aliran Malthusian. Aliran Malthusian dipelopori oleh Thomas Robert Malthus dan aliran Neo Malthusian dipelopori oleh Garreth Hardin dan Paul Ehrlich. Kelompok kedua terdiri dari penganut aliran Marxist yang dipelopori oleh Karl Marx dan Friedrich Engels. Kelompok ketiga terdiri dari pakarpakar teori kependudukan mutakhir yang merupakan reformulasi teori-teori

1

Godwin. and Other Writers”. Condorcet. Aliran Malthusian umumnya dianut di negara-negara kapitalis dan aliran Marxist dianut di negara-negara sosialis. 1992). Inilah sumber dari kemelaratan dan kemiskinan manusia. Pada permulaan tahun 1798 lewat karangannya yang berjudul “Essai on Principle of Populations as it Affect the Future Improvement of Socienty. Aliran Malthusian Aliran ini dipelopori oleh Thomas Robert Malthus. hidup pada tahun 1766 hingga tahun 1834. Tingginya pertumbuhan penduduk ini disebabkan karena hubungan kelamin antara laki-laki dan perempuan tidak bisa dihentikan. maka manusia akan mengalami kekurangan bahan makanan. seorang pendeta Inggris. Beberapa pakar tersebut yang akan dibicarakan di sini adalah John Stuart Mill. Apabila tidak diadakan pembatasan terhadap pertumbuhan penduduk. (Malthus. Di bawah ini secara singkat pandangan dari masing-masing aliran tersebut. 1948) 2 . A. menyatakan bahwa penduduk (seperti juga tumbuhtumbuhan dan binatang) apabila tidak ada pembatasan. ALIRAN MALTHUSIAN DAN NEO MALTHUSIAN 1. edisi Fogarty.kependudukan yang ada. akan berkembang biak dengan cepat dan memenuhi dengan cepat beberapa bagian dari permukaan bumi ini (Weeks. Arsene Dumont dan Emile Durkheim (Weeks. M. 1992). with Remarks on the Specculations of Mr. sedangkan laju pertumbuhan bahan makanan jauh lebih lambat dibandingkan dengan laju pertumbuhan penduduk. Disamping itu Malthus berpendapat bahwa manusia untuk hidup memerlukan bahan makanan.

promiscuity. Apabila disuatu wilayah jumlah penduduk melebihi jumlah persediaan bahan pangan. pembunuhan orangorang cacat. Proses ini akan berlangsung sampai jumlah penduduk seimbang dengan persediaan bahan pangan. Bagi Malthus moral restraint merupakan pembatasan kelahiran yang paling penting. Vice (kejahatan) ialah segala jenis pencabutan nyawa sesama manusia seperti pembunuhan anak-anak (infanticide). Menurut Malthus pembatasan tersebut. homoseksuil. pertumbuhan penduduk harus dibatasi. dan vice pengurangan kelahiran seperti: pengguguran kandungan. dan orang-orang tua. Preventive checks ialah pengurangan penduduk melalui penekanan kelahiran. yaitu: moral restraint dan vice. 3 . Preventive checks dapat dibagi menjadi dua. penggunaan alat-alat kontrasepsi. bencana alam.Untuk dapat keluar dari permasalahan kekurangan pangan tersebut. Positive checks adalah pengurangan penduduk melalui proses kematian. 1990). (Yaukey. wabah penyakit dan lain sebagainya. Moral restraint (pengekangan diri) yaitu segala usaha untuk mengekang nafsu seksual. sedangkan penggunaan alat-alat kotrasepsi belum dapat diterima. dapat dilaksanakan dengan dua cara yaitu preventive checks dan positive checks. maka tingkat kematian akan meningkat mengakibatkan terjadinya kelaparan. adultery. kekurangan pangan dan peperangan (Tabel 2). Positive checks dapat dibagi lagi menjadi dua jenis yaitu: vice dan misery. kelaparan. Misery (kemelaratan) ialah sesegala keadaan yang menyebabkan kematian seperti berbagai jenis penyakit dan epidemi.

1992) Sumber: Weeks (1992) yang disesuaikan . Australia dan Asia) dengan sumber daya yang berlimpah.Penggunaan alatalat kontrasepsi* *Thomas Robert Malthus hanya percaya checks (Weeks. Asumsi yang mengatakan bahwa dunia akan kehabisan sumber daya alam karena jumlah penduduk yang selalu meningkat.Segala usaha mengekang nafsu seksual .Tabel 2. Pembatasan Pertumbuhan Penduduk Preventive Checks (Lewat Penekanan Kelahiran) Moral Restraint Vice (Usaha (Pengekangan Diri) Pengurangan Kelahiran) Positive Checks (Lewat Proses Kematian) Vice (Segala Jenis Misery (Keadaan Pencabutan Nyawa) yang menyebabkan kematian) .pembunuhan orang-orang cacat .pembunuhan anak-anak . 4 . Beberapa kritik terhadap teori Malthus adalah sebagai berikut: a) Malthus tidak memperhitungkan kemajuan-kemajuan transportasi yang menghubungkan daerah satu dengan yang lain sehingga pengiriman bahan makanan ke daerah-daerah yang kekurangan pangan mudah dilaksanakan.pengguguran kandungan . tidak dapat diterima oleh akan sehat.Adultery . baru saja terbuka untuk para migran dari dunia lama (misalnya Eropa Barat).Promiscuity .pembunuhan orang-orang tua - epidemis bencana alam peperangan kelaparan kekurangan pangan pada Moral Restraint sebagai preventive Pendapat Malthus banyak mendapat tanggapan para ahli dan menimbulkan diskusi yang terus menerus. Mereka memperkirakan bahwa sumber daya alam di dunia baru tidak akan dapat dihabiskan. Dunia baru (Amerika.Penundaan perkawinan . Pada umumnya gagasan yang dicetuskan Malthus dalam abad ke-18 pada masa itu dianggap sangat aneh.Homoseksual . Afrika.

Aliran Neo-Malthusians Pada akhir abad ke-19 dan permulaan abad ke-20. pengguguran kandungan (abortions). 1976). Kelompok ini tidak sependapat dengan Malthus bahwa mengurangi jumlah penduduk cukup dengan moral restraint saja. Jadi produksi pertanian dapat pula ditingkatkan secara cepat dengan mempergunakan teknologo baru. terutama dalam bidang pertanian.. menggambarkan penduduk dan lingkungan yang ada di dunia dewasa ini sebagai 5 .the only way to avoid that scenario is to bring the birth rate under controlperhaps even by force (Week.b) Dia tidak memperhitungkan kemajuan yang pesat dalam bidang teknologi. Hal ini tidak diperhitungkan oleh Malthus. teori Malthus mulai diperdebatkan lagi. d) Fertilitas akan menurun apabila terjadi perbaikan ekonomi dan standar hidup penduduk dinaikkan. Untuk keluar dari perangkap Malthus.. Paul Ehrlich dalam bukunya “The Population Bomb” pada tahun 1971. Paul Ehrlich mengatakan : . mereka menganjurkan menggunakan semua cara-cara “preventive checks” misalnya dengan menggunakan alat-alat kotrasepsi untuk mengurangi jumlah kelahiran. 1992). 2... Kelompok yang menyokong aliran Malthus tetapi lebih radikal disebut dengan Neo-Malthusianism. c) Malthus tidak memperhitungkan usaha pembatasan kelahiran bagi pasanganpasangan yang sudah menikah. Usaha pembatasan kelahiran ini telah dianjurkan oleh Francis Place pada tahun 1822 (Flew.

produksi industri. produksi pertanian. sumber daya dan polusi (Gambar 1). Kerusakan dan pencemaran lingkungan yang parah karena sudah terlalu banyaknya penduduk sangat merisaukan mereka. Pada tahun 1990 Ehrlich dan istrinya merevisi buku tersebut dengan judul yang baru “The Population Explotion”.the poor are dying of hunger. kedua. ketiga. Dalam gambar tersebut jelas terbaca bahwa pada waktu persediaan sumber daya alam masih berlimpah.. Pada tahun 1972. yaitu dunia yang penuh kesuraman dan pesimisme. Pertumbuhan ini akhirnya menurun sejalan dengan 6 . Pandangan mereka (Ehrlich dan Hardin) tentang masa depan dunia ini sangat suram. kini sewaktuwaktu akan dapat meletus.. namun demikian isu kependudukan ini sangat penting bagi seluruh generasi terutama bagi penduduk di negara maju (developed world). 1992). hasil industri dan penduduk bertambah dengan cepat.. Tulisan Meadow memuat hubungan antara variabel lingkungan yaitu penduduk. yang isinya bahwa bom penduduk yang dikhawatirkan tahun 1968. Bagi penganut Malthus. keadaan bahan makanan yang sangat terbatas. Selanjutnya Ehrlich menulis: . tetapi bagi penentang teori Malthus buku ini dapat mempengaruhi manusia dalam melihat masa depan dari dunia ini. karena terlalu banyak manusia di dunia ini lingkungan sudah banyak yang rusak dan tercemar. dunia ini sudah terlalu banyak manusia. Pertama. while rich and poor alike are dying from the by-products of affluence-pollution and ecological disaster (Week. buku ini merupakan karya yang terbaik yang pernah diterbitkan. maka bahan makanan per kapita. Meadow menerbitkan sebuah buku dengan judul “The Limit to Growth”.berikut.

Ahli-ahli biologi dan ahli-ahli lingkungan menyambut baik buku The Limit to Growth ini. dari The Limit to Growth. karena karena mempunyai kesamaan dengan dunia binatang dan tumbuhan-tumbuhan dimana pertumbuhannya sangat dibatasi oleh daya tampung alam. Walaupun dibuat asumsi yang bervariasi dari laju perkembangan kelima variabel diatas. hanya waktunya dapat tertunda. 7 . 1981). atau manusia itu membatasi pertumbuhannya dan mengelola lingkungan alam dengan baik (Jones. terjadinya malapetaka (kelaparan. Hubungan Antara Sumberdaya Alam. Sebaliknya ahli-ahli ilmu sosial memberi kritikan terhadap karya Meadow karena tidak memasukkan unsur-unsur sosial-budaya dalam pembuatan modelnya.menurunnya persediaan sumber daya alam yang akhirnya menurut model ini habis pada tahun 2100. Penduduk. dan habisnya sumber daya alam) tidak dapat dihindari. Gambar 1. Ada dua kemungkinan yang dapat dilakukan. hasil industri perkapita dan polusi. Meadow mengasumsikan bahwa faktor sosial-budaya dianggap sama dan konstan. polusi. yaitu membiarkan malapetaka itu terjadi. Makanan perkapita.

Mesarovic dan Pestel (1974) merevisi model Meadow ini. Aliran Marxist Aliran ini dipelopori oleh Karl Marx dan Friedrich Engels.Dengan memperhatikan kritik-kritik diatas. Kaum kapitalis akan mengambil sebagian pendapatan dari buruh sehingga menyebabkan kemelaratan buruh tersebut. Sebagai contoh seorang buruh yang bekerja di bengkel kendaraan bermotor selama 8 jam. Selanjutnya Marx berkata. Kemelaratan terjadi bukan disebabkan karena kesalahan masyarakat itu sendiri seperti yang terdapat pada negara-negara kapitalis. Semakin banyak kaum kapitalis memotong gaji buruh tersebut semakin rendah pendapatan yang diterima oleh buruh yang menyebabkan mereka semakin melarat. tetapi ia hanya dibayar hanya untuk kerja selama 6 jam karena upah selama 2 jam digunakan untuk membayar sewa alat-alat bengkel yang dipunyai oleh bengkel itu sendiri. Mereka memperhatikan adanya variasi unsur-unsur lingkungan antara satu tempat dengan yang lain sehingga masalah lingkungan yang akan menimpa daerah-daerah datangnya tidak bersamaan. Menurut Marx tekanan penduduk yang terdapat disuatu negara bukanlah tekanan penduduk terhadap bahan makanan. Marx dan Engels tidak sependapat dengan Malthus yang mengatakatan bahwa apabila tidak diadakan pembatasan terhadap pertumbuhan penduduk. maka manusia akan kekurangan bahan makanan. kaum kapitalis membeli mesin-mesin untuk menganti pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh buruh. Jadi penduduk yang 8 . B. tetapi tekanan penduduk terhadap kesempatan kerja.

Sama dengan Thomas Robert Malthus di mana teorinya banyak dianut. seperti Uni Soviet. Menurut Marx dalam sistim sosialis alat-alat produksi dikuasai oleh buruh. 1992). Canada dan Amerika Latin. Setelah Perang Dunia II. negara-negara kapitalis yang umumnya cenderung membenarkan teori Malthus seperti Amerika Serikat. tetapi karena kaum kapitalis mengambil sebagian dari pendapatan mereka. dunia dibagi menjadi tiga kelompok. Korea Utara dan Vietnam. Selanjutnya dia berpendapat bahwa semakin banyak jumlah manusia semakin tinggi produksi yang dihasilkan. Inggris. Buruh akan menikmati seluruh hasil kerja mereka dan oleh karena itu masalah kemelaratan akan dihapuskan. jadi dengan demikian tidak perlu diadakan pembatasan pertumbuhan penduduk: Marx dan Engels menentang usaha-usaha moral restraint yang disarankan oleh Malthus (Weeks. pertama. maka pendapat Marx pun banyak pula mendapat pengikut. Jadi menurut Marx dan Engels sistem kapitalislah yang menyebabkan kemelaratan tersebut. Untuk mengatasi hal-hal tersebut maka struktur masyarakat harus diubah dari sistim kapitalis ke sistim sosialis. Perancis. negara yang menganut sistim sosialis. negara-negara nonblok seperti India. Republik Rakyat Cina. Beberapa kritik yang telah dilontarkan terhadap teori Marx ini diantaranya adalah sebagai berikut: Marx mengatakan bahwa hukum kependudukan di negara sosialis merupakan antithesa hukum kependudukan di negara kapitalis. mEsir dan Indonesia. dimana mereka menguasai alat-alat produksi. ketiga. Menurut 9 .melarat bukan disebabkan karena kekurangan bahan pangan. sehingga gaji buruh tidak akan terpotong. Australia. negara-negara Eropa Timur. kedua.

Pada tahun 1953 pemerintah RRC mulai membatasi jumlah pertumbuhan penduduknya dengan menggunakan alat-alat kontrasepsi dan membolehkan pengguguran kandungan (abortion). 2) teori teknologi. RRC sebagai negara sosialis tidak dapat mentolerir lagi pertumbuhan penduduk yang tidak dihambat sesuai dengan ajaran Marxist. tetapi dalam buku ini hanya diuraikan pendapat beberapa tokoh saja. 1) kelompok teori fisiologis dan sosial ekonomi. John Stuart Mill John Stuart Mill. Teori-teori ini dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu. tingkat penduduk di negara Uni Soviet hampir sama dengan negara maju yang sebagian besar merupakan negara kapitalis. karena di beberapa wilayah jumlah makanan sudah sangat terbatas. Beberapa Teori Kependudukan Mutakhir Pada akhir abad ke-19 dan permulaan abad ke-20 diadakan formulasi kembali (Reformulations) beberapa teori kependudukan terutama teori Malthus dan Marx yang merupakan rintisan teori kependudukan mutakhir. Teori Fisiologi dan Sosial Ekonomi a. 1.hukum ini apabila di negara kapitalis tingkat kelahiran dan tingkat kematian samasama rendah maka di negara sosialis akan terjadi kebalikannya yaitu tingkat kelahiran dan kematian sama-sama tinggi. Namun kenyataannya tidaklah demikian. seorang ahli filsafat dan ahli ekonomi berkebangsaan Inggris dapat menerima pendapat Malthus mengenai laju pertumbuhan penduduk melampaui 10 . C. Ada beberapa tokoh yang ikut mengambil bagian dalam formulasi ini.

atau memindahkan sebagian penduduk wilayah tersebut ke wilayah lain... Jadi taraf hidup (standard of living) merupakan determinan fertilitas.. 11 . Pemecahannya ada dua kemungkinan yaitu: mengimport bahan makanan. Disamping itu Mill berpendapat bahwa umumnya perempuan tidak menghendaki anak yang banyak. dan apabila kehendak mereka diperhatikan maka tingkat kelahiran akan rendah. not the injustice of society.the niggardlines of nature. Dengan meningkatnya pendidikan penduduk maka secara rasional mereka mempertimbnagkan perlu tidaknya menambah jumlah anak sesuai dengan karier dan usaha yang ada. Kalau pada suatu waktu di suatu wilayah terjadi kekurangan bahan makanan. Selanjutnya ia mengatakan apabila produktivitas seseorang tinggi ia cenderung ingin mempunyai keluarga kecil. Dalam situasi seperti ini fertilitas akan rendah. Namun demikian dia berpendapat bahwa pada situasi tertentu manusia dapat mempengaruhi perilaku demografinya.. Tidaklah benar bahwa kemiskinan tidaklah dapat dihindarkan (seperti dikatakan Malthus) atau kemiskinan itu disebabkan karena sistim kapitalis (seperti pendapat Marx) dengan mengatakan: .. maka Mill menyarankan untuk meningkatkkan tingkat golongan yang tidak mampu. is the cause of the fenalty attached to overpopulation (Week. maka keadaan ini hanya bersifat sementara saja. 1992). Memperhatikan bahwa tinggi rendahnya tingkat kelahiran ditentukan oleh manusia itu sendiri.laju pertumbuhan bahan makanan sebagai suatu aksioma...

b. Kapilaritas sosial mengacu kepada keinginan seseorang untuk mencapai kedudukan yang tinggi di masyarakat. seorang ahli demografi bangsa Perancis yang hidup pada akhir abad ke-19. c. Emile Durkheim Emile Durkheim adalah seorang ahli sosiologi Perancis yang hidup pada akhir abad ke-19. Untuk dapat mencapai kedudukan yang tinggi dalam masyarakat. sistem kapilaritas sosial tidak dapat berjalan dengan baik. misalnya: seorang ayah selalu mengharapkan dan berusaha agar anaknya memperoleh kedudukan sosial ekonomi yang tinggi melebihi apa yang dia sendiri telah mencapainya. dimana tiap-tiap individu mempunyai kebebasan untuk mencapai kedudukan yang tinggi di masyarakat. dimana sistim demokrasi sangat baik. Ia melancarkan teori penduduk baru yang disebut dengan teori kapilaritas sosial (theory fo sosial capilarity). Konsep ini dibuat berdasarkan atas analogi bahwa cairan akan naik pada sebuah pipa kapiler. Di negara Perancis pada abad ke-19 misalnya. Di negara sosialis dimana tidak ada kebebasan untuk mencapai kedudukan yang tinggi di masyarakat. Arsene Dumont Arsene Dumont. keluarga yang besar merupakan beban yang berat dan perintang. tiap-tiap orang berlomba-lomba mencapai kedudukan yang tinggi dan sebagai akibatnya angka kelahiran turun dengan cepat. Teori kapilaritas sosial dapat berkembang dengan baik pada negara demokrasi. Pada tahun 1890 ia menulis sebuah artike berjudul Depopulation et Civilization. Apabila Dumont menekankan perhatiannya pada faktor-faktor yang 12 .

Apabila dibandingkan antara masyarakat tradisional dan masyarakat industri. dan mengambil spesialisasi tertentu. Ia mengatakan. pada suatu wilayah dimana angka kepadatan penduduknya tinggi akibat dari tingginya laju pertumbuhan penduduk. bahwa daya reproduksi manusia dibatasi oleh jumlah penduduk yang ada disuatu negara atau wilayah. tetapi pada masyarakat industri akan terjadi sebaliknya. daya reproduksi manusia akan menurun. d. 1992). Jika kepadatan penduduk tinggi. maka Durkheim menekankan perhatiannya pada keadaan akibat dari adanya pertumbuhan penduduk yang tinggi (Weeks. Keadaan seperti ini jelas terlihat pada masyarakat perkotaan dengan kehidupan yang kompleks.mempengaruhi pertumbuhan penduduk. sebaliknya jika kepadatan penduduk rendah. akan terlihat bahwa masyarakat tradisional tidak terjadi persaingan yang ketat dalam memperoleh pekerjaan. daya reproduksi manusia akan meningkat. Hal ini disebabkan karena ada masyarakat industri tingkat pertumbuhan dan kepadatan penduduknya tinggi. akan timbul saingan diantara penduduk untuk dapat mempertahankan hidup. Dalam usaha memenangkan persaingan tiap-tiap orang berusaha untuk meningkatkan pendidikan dan ketrampilan. 13 . Salder mengemukakan. Tesis dari Durkheim ini didasarkan atas teori evolusi daro Darwin dan juga pemikiran dari Ibn Khaldun. Michael Thomas Sadler dan Doubleday Kedua ahli ini adalah penganut teori fisiologis.

seringkali terdiri dari penduduk dengan keluarga besar. Dalam golongan masyarakat yang berpendapatan rendah. maka Doubleday berpendapat bahwa daya reproduksi penduduk berbanding terbalik dengan bahan makanan yang tersedia. kekurangan bahan makanan akan merupakan perangsang bagi daya reproduksi manusia. 1980). tetapi dalam pertumbuhan alaminya rendah karena tingginya tingkat kematian. penduduk tidak dapat mempunyai fertilitas tinggi. Jika suatu jenis makhluk diancam bahaya. tetapi penduduk dengan tingkat kesuburan tinggi dapat juga fertilitasnya rendah.Thomson (1953) meragukan kebenaran dari teori ini setelah melihat keadaan di Jawa. Jadi kenaikan kemakmuran menyebabkan turunnya daya reproduksi manusia. hanya titik tolaknya berbeda. 14 . Teori Doubleday hampir sama dengan teori Sadler. sedang kelebihan pangan justru merupakan faktor pengekang perkembangan penduduk. mereka akan mempertahankan diri dengan segala daya yang mereka miliki. Mereka akan mengimbanginya dengan daya reproduksi yang lebih besar (Iskandar. Namun demikian. India dan Cina dimana penduduknya sangat padat. Kalau Sadler mengatakan bahwa daya reproduksi penduduk berbanding terbalik dengan tingkat kepadatan penduduk. tetapi pertumbuhan penduduknya juga tinggi. Dalam hal ini Malthus lebih kongkret argumentasinya daripada Sadler. Menurut Doubleday. Malthus mengatakan bahwa penduduk di suatu daerah dapat mempunyai tingkat fertilitas tinggi. apabila tidak mempunyai kesuburan (fecunditas) yang tinggi.

sampai akhirnya dunia ketiga mengakhiri masa transisi demografinya. Teori ini dapat pula menjelaskan bahwa semakin tinggi tingkat mortalitas penduduk semakin tinggi pula tingkat produksi manusia. Penganut Kelompok Teknologi yang Optimis Pandangan yang suram dan pesimis dari Malthus beserta penganutpenganutnya ditentang keras oleh kelompok teknologi. Dalam beberapa dekade tidak akan terjadi lagi perbedaan yang mencolok diantara umat manusia di dunia ini. Mereka beranggapan manusia dengan ilmu pengetahuannya mampu melipatgandakan produksi pertanian. Rupa-rupa teori fisiologi ini banyak diilhami oleh teori aksi dan reaksi dalam meninjau perkembangan penduduk suatu negara atau wilayah. Ahli futurologi Herman Karn (1976) mengatakan bahwa negara-negara kaya akan membantu negara-negara miskin. Proses pengertian dan recycling akan 15 . Dengan tingkat teknologi yang ada sekarang ini mereka memperkirakan bahwa dunia ini dapat menampung 15 miliun orang dengan pendapatan melebihi Amerika Serikat dewasa ini.sebaliknya orang yang mempunyai kedudukan yang baik biasanya jumlah keluarganya kecil. Dunia tidak akan kehabisan sumber daya alam. Mereka mampu mengubah kembali (recycling) barang-barang yang sudah habis dipakai. karena seluruh bumi ini terdiri dari mineral-mineral. dan akhirnya kekayaan itu akan jatuh kepada orang-orang miskin. 2.

16 . Kelompok Malthus dan kelompok teknologi mendapat kritik dari kelompok ekonomi. karena kedua-duanya tidak memperhatikan masalah-masalah organisasi sosial di mana distribusi pendapatan tidak merata. Mereka mengkritik bahwa The Limit to Growth bukan memecahkan masalah tetapi memperbesar permasalahan tersebut.terus terjadi dan era ini di sebut era Substitusi. karena tidak meratanya distribusi pendapatan di negara-negara tersebut. Kejadian seperti di Brasilia. dimana pendapatan nasional (GNP) tidak dinikmati oleh rakyat banyak adalah salah satu contoh dari ketimpangan organisasi sosial tersebut. Orang-orang miskin yang kelaparan.

Teori Malthus menjadi pelopor munculnya teori pertumbuhan penduduk. Pernyataannya yang terkenal bahwa jika penduduk dibiarkan terus tumbuh tanpa ada pembatasan akan memunculkan bencana kemiskinan dan kelaparan luar biasa telah menggugah kesadaran para ahli demografi dunia guna mencegah bencana kemelaratan ini. Berbagai upaya mencegah terbuktinya teori Malthus terus dilakukan terutama oleh negara-negara kapitalis dengan memperluas wilayah yang akan dijadikan pemasok sumber daya alam. revolusi industri dan revolusi hijau.Komentar Terhadap Teori Penduduk “Implementasi Teori Penduduk Dalam Kebijakan Kependudukan di Indonesia” Munculnya teori-teori penduduk dilatarbelakangi fenomena kelaparan dan kemiskinan di beberapa belahan dunia akibat pesatnya pertumbuhan penduduk pada abad 17 – 18 di Amerika Serikat. Sanggahan-sanggahan akan teori Malthus bermunculan terutama berkaitan dengan upaya penurunan fertilitas dengan peningkatan status ekonomi masyarakat serta distribusi dan peningkatan produksi pangan dari seluruh dunia. Amerika Selatan dan negara-negara Eropa yang tidak diimbangi dengan pertambahan jumlah persediaan bahan makanan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup semua orang. 17 . Ekspansi besar-besaran ini dilaksanakan mulai dari penjelajahan samudera untuk menemukan lahan baru.

Dalam perkembangannya. maka aliran Malthusian banyak mempengaruhi kebijakan kependudukan yang diterapkan. mengubah struktur tanah sehingga tidak lagi subur. penggunaan pupuk kimia berlebih yang justru merusak komposisi kimia tanah. pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto pada era Orde Baru waktu itu berhasil meraih penghargaan dari PBB. Indonesia tetap bertahan dengan kebijakan antinatalis dengan mendukung program-program penggunaan alat kontrasepsi. Sebagaimana diketahui bahwa aliran marxisme yang justru pro-natalis atau mendukung jumlah penduduk yang besar sebagai penyedia sumber tenaga kerja murah dianggap tidak sesuai dengan Indonesia karena menyebabkan biaya pembangunan sumber daya manusia yang besar dianggap 18 . namun tidak banyak mewarnai kebijakan kependudukan di Indonesia. Di bidang pertanian kita kenal ekstensifikasi dan intensifikasi pertanian guna meningkatkan produktivitas pangan. Meskipun pada akhirnya revolusi hijau di Indonesia banyak melanggar prinsip pembangunan berkelanjutan antara lain lewat kasus sawah sejuta hektar di lahan gambut di Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Aliran Marxisme juga mendapat tempat di Indonesia. Oleh karena keberhasilan mencapai swasembada pangan. pemberian penghargaan bagi pasangan KB lestari. Kebijakan pembatasan kelahiran melalui program keluarga berencana bahkan pernah dilaksanakan secara represif oleh pemerintah Orde Baru.Di Indonesia dengan sistem pemerintahan yang banyak dipengaruhi sistem demokratis ala Amerika. desinsentif untuk anak ke-3 dari keluarga pegawai negeri sipil.

sangat merugikan. Implementasi aliran marxisme lebih tampak pada kebijakan di bidang pembangunan ekonomi antara lain dengan membantu meningkatkan daya saing usaha kecil dan menengah. mempermudah akses modal bagi pengusaha kecil serta menjaga iklim usaha yang sehat dan kondusif. pembukaan lapangan kerja. 19 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->