apr 20 20:34 eva riyanti: afrika bisa menjadi sasaran peluang pasar ukm indonesia jakarta (antara news) - wakil

ketua kadin bidang ukm, eva riyanti hutapea mengatakan potensi ukm indonesia masih terbuka luas untuk masuk ke pasar internasional khususnya afrika. "kondisi ukm saat ini pada posisi yang membaik, sehingga terbuka kesempatan untuk memperluas pasar ke negara-negara seperti afrika," kata eva, di sela asian african trade fair (aatf) memberikan kesempatan dan peluang untuk bisa memperluas pasar ke negara-negara asia termasuk afrika, menurut dia, sektor pertanian merupakan sektor yang mampu mendorong ukm secara keseluruhan, disusul sektor perikanan, kelautan, pariwisata dan perdagangan. meski demikian, katanya, ukm khususnya produk-produk pertanian juga melihat pasar di dalam negeri karena kebutuhan yang sangat besar. ia mencontohkan, selain mengisi ekspor produk olahan pisang misalnya, masih dibutuhkan di daerah lain, karena tanaman pisang umumnya berporoduksi baik di hanya 10 propinsi. "ini yang juga harus ditangkap peluangnya karena ada sekitar 23 propinsi lainnya yang membutuhkannya," kata eva, mantan ceo pt indofood ini. sebagai presiden direktur pt usaha kita makmur indonesia, eva riyanti melalui aatf, membuktikan bahwa potensi hasil pertanian indonesia yang dapat dikembangkan, dengan melakukan pameran kebun pisang, hingga aneka kripik pisang. stand ukm lainnya di aatf adalah mitra binaan bumn seperti tekstil dan produk tekstil, hasil kebun seperti markisa, appel, dan makanan ringan dari ikan yang siap mencari pasar di luar negeri. dari sisi pendanaan ukm, eva mengharap pemerintah dapat meningkatkan alokasi kredit sehingga dapat meningkatkan kualitas ukm tersebut. "yang perlu ada ukm berkualitas, bukan kuantitas, karena saat ini jumlah pengusaha sektor ukm mencapai 42 juta, sehingga perlu upaya khusus meningkatkan daya saing yang masih rendah. jangankan pasar afrika, jika produk berkualitas, pasar di negara maju juga bisa ditembus," tegasnya. untuk itu, kadin berupaya menjembatani para ukm melalui asoasiasi yang ada di kadin dengan mencari terobosan pasar untuk masuk ke negara-negara tujuan ekspor di negara asia dan afrika. "dengan ktt aa yang diselenggarakan deplu ini, maka para dubes ri untuk di negara asia dan afrika khsususnya dapat menjadi promotor, dengan cara mempromosikan produk-produk dalam negeri, sehingga hasil ukm dapat didengar, dilihat, bahkan disentuh dengan cara membelinya," katanya. (*)