TESIS

USULAN BENTUK KEMITRAAN STRATEGIS (PARTNERSHIP) ANTARA PIHAK INTERNAL DAN EKSTERNAL PUSKESMAS SEBAGAI UPAYA PENURUNAN INCIDENCE RATE DBD DAN PENINGKATAN ANGKA BEBAS JENTIK (ABJ) DI KOTA SURABAYA

RED CAMARADE

UNIVERSITAS AIRLANGGA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT PROGRAM MAGISTER PROGRAM STUDI ADMINISTRASI DAN KEBIJAKAN KESEHATAN SURABAYA 2010

RINGKASAN Usulan Bentuk Kemitraan Strategis (Partnership) antara Pihak Internal dan Eksternal Puskesmas sebagai Upaya Penurunan Incidence Rate DBD dan Peningkatan Angka Bebas Jentik (ABJ) di Kota Surabaya Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah utama kesehatan di Indonesia di mana jumlah penderitanya cenderung meningkat, dan semakin luas penyebarannya sejak ditemukan pada tahun 1968. Salah satu bentuk penanganan penyakit DBD adalah pengupayaan program pemberatasan DBD yang dilaksanakan melalui kerja sama kemitraan (partnership) antara Puskesmas dengan berbagai pihak lain. Salah satu indikator dari besaran masalah DBD adalah nilai Incidence Rate DBD dan Angka Bebas Jentik (ABJ). Berdasarkan kondisi tersebut maka yang menjadi latar belakang dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh program kemitraan (partnership) dalam pemberantasan DBD yang dilakukan oleh pihak internal dan eksternal Puskesmas selama ini, terhadap nilai Incidence Rate DBD dan Angka Bebas Jentik (ABJ) di kota Surabaya tahun 2006. Tujuan dari penelitian ini adalah menyusun rekomendasi bentuk kemitraan strategis (partnership) antara pihak internal dan eksternal Puskesmas dalam upaya penurunan Incidence Rate DBD dan peningkatan Angka Bebas Jentik (ABJ) di Surabaya. Penelitian ini termasuk studi observational analytic dengan rancang bangun cross sectional. Sampel penelitian adalah 53 petugas sanitasi dari 53 Puskesmas pada 31 Kecamatan di kota Surabaya (total population). Penelitian dilaksanakan pada periode bulan September 2007 hingga Pebruari 2008. Analisis pengaruh pola penerapan partnership (unsur, bentuk, dan pelaksanaan) sebagai independent variable terhadap Incidence Rate DBD dan Angka Bebas Jentik (ABJ) sebagai dependent variable, dilakukan menggunakan uji multiple linear regression dengan tingkat kemaknaan 5%. Selain itu juga dilakukan identifikasi terhadap tingat pengetahuan petugas sanitasi mengenai konsep partnership, dan juga eksplorasi kendala yang dialami dalam pelaksanaan program kemitraan untuk pemberantasan DBD yang telah berjalan selama ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola penerapan partnership (unsur, bentuk, dan pelaksanaan) tidak memiliki pengaruh yang bermakna, baik terhadap Incidence Rate DBD (f test 0,590 < f table 2,76) maupun Angka Bebas Jentik (ABJ) (f test 0,590 < f table 2,76). Tingkat pengetahuan petugas sanitasi mengenai konsep partnership masih sangat rendah. Sementara untuk kendala dalam pelaksanaan partnership adalah keterbatasan alokasi anggaran, keterlambatan distribusi anggaran, kurangnya partisipasi mitra kerja, masyarakat yang kurang kooeperatif, beberapa kendala teknis (keterbatasan tenaga pelaksana, beban kerja petugas terlalu tinggi, program kerja tumpang tindih, dan masalah sinkronisasi waktu kegiatan), dan juga kendala lain yaitu penguasaan teknik partnership kurang memadahi. Sebagai kesimpulan akhir adalah, program kemitraan (partnership) dalam pemberantasan DBD yang dilakukan oleh pihak internal dan eksternal Puskesmas tidak memiliki pengaruh terhadap nilai Incidence Rate DBD dan Angka Bebas Jentik (ABJ) di Surabaya. Namun demikian, dengan menimbang bahwa secara

umum program kemitraan masih memegang peranan penting terhadap penanganan masalah DBD, maka usulan mengenai bentuk kemitraan strategis (partnership) tetap akan dirumuskan. Bentuk kerja sama kemitraan dalam program pemberantasan DBD di Surabaya yang menjadi usulan penelitian adalah partnership bentuk 2. Bentuk ini merupakan bentuk kemitraan strategis jangka panjang dengan keterlibatan secara aktif (perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi) dari berbagai sektor kemitraan, di mana setiap pihak kemitraan memiliki tanggung jawab terhadap keberhasilan program.

SUMMARY Recommendation of Strategic Partnership Program between Internal and External Partner of Puskesmas in Order to Increase Incidence Rate of DHF and Decrease Percentage Number of Free Larva (ABJ) in Surabaya DHF disease is one of the primary health problems in Indonesia which patients has tendency to increase and became wider since it has found in 1968. One of the ways to overcome DHF problem is developing a partnership program of DHF between internal partner (Puskesmas) and external partner (other sectors). The indicators of DHF problem are Incidence Rate of DHF (IR DBD) and Percentage Number of Free Larva (ABJ). Based on those conditions the research was developed to measure the influence level of partnership implementation pattern in DHF program between internal partner (Puskesmas) and external partner (other sectors), to Incidence Rate of DHF (IR DBD) and Percentage Number of Free Larva (ABJ) in Surabaya city during 2006. The main objective of this research was to arrange the recommendation of a strategic partnership program between internal partner (Puskesmas) and external partner (other sectors) as an effort to decrease Incidence Rate of DHF (IR DBD) and also to increase Percentage Number of Free Larva (ABJ) in Surabaya. This was an observational analytic research conducted cross sectional design. Sample of this research were 53 sanitation officers of 53 Puskesmas from 31 Kecamatan in Surabaya city (total population). This research held on September 2007 to February 2008. A multiple linear regression test was used as a statistical analysis method to measure the influence level of partnership implementation pattern (unsure, type, and implementation) as an independent variable, to Incidence Rate of DHF (IR DBD) and Percentage Number of Free Larva (ABJ) as an dependent variable, by 5% significant degree. Moreover this research also indentified knowledge of sanitation officers on partnership concept, and explored partnership implementation problems in DHF program recently. The result of this research shown that the partnership implementation pattern (unsure, type, and implementation) has no significant influence to both of Incidence Rate of DHF (IR DBD) (f test 0,590 < f table 2,76) and Percentage Number of Free Larva (ABJ) (f test 0,590 < f table 2,76). Most of sanitation offices have a poor level of knowledge on partnership concept. Many problems of partnership program were occurred during the implementation, and listed as a fund allocation and distribution problem, less participation of working partner, uncooperativeness of the society, technical problems (less number of field workers, too much variance of jobs, overlapping working programs, and problem of time synchronization), and also other problem which is less supported skill of partnership technique. And as a final conclusion was, the partnership program of DHF between internal partner (Puskesmas) and external partner (other sectors) has no influence to both of Incidence Rate of DHF and Percentage Number of Free Larva (ABJ) in Surabaya. Otherwise the partnership program of DHF still has an important role as an effort to overcome DHF disease, therefore the recommendation of a

strategic partnership program still has arranged. Research recommendation for an ideal type of strategic partnership program of DHF in Surabaya was partnership type 2. This type conduct a long term strategic partnership program which required an active contribution (planning, implementing, monitoring, and evaluating) from every sectors, and also each partner has a full responsibility to accomplish the objective of the program.

ABSTRACT Recommendation of Strategic Partnership Program between Internal and External Partner of Puskesmas in Order to Increase Incidence Rate of DHF and Decrease Percentage Number of Free Larva (ABJ) in Surabaya DHF disease is one the health problems in Indonesia. The number of patient has fluctuated every years but the trend of illness has step up. DHF caused by Dengue virus and contagious by mosquito especially Aedes aegypt. The best control of vector is modify and manipulate the environment so than cannot be applied by mosquito nest. Public need to be entangled to take care of their environment remained clean and fight against mosquito nest. DHF is together responsibility with an entangles public, so that is important to invite public cooperates to overcome DHF disease. This research aim to analyses the role and partnership constraint till now between sanitary landfill officer primary health care (Puskesmas) with the outsider of primary health care as a effort to reduce Incidence Rate DHF in Surabaya. This was an observational analytic research conducted cross sectional design. The sample was all of the sanitary landfill officer primary health care (Puskesmas) in Surabaya (53 officers). The research held on held on September 2007 to February 2008. The research shown that the partnership implementation pattern (unsure, type, and implementation) has no affect to both of Incidence Rate of DHF and Percentage Number of Free Larva (ABJ) in Surabaya. Most of sanitation officer have a poor level of knowledge on partnership concept, and so many problems occurred during the implementation of partnership program. Research recommendation for an ideal type of strategic partnership program of DHF in Surabaya is partnership type 2, which is a long term strategic partnership program which required an active contribution (planning, implementing, monitoring, and evaluating) from every sectors, and also each partner has a full responsibility to accomplish the objective of the program.

Keywords : Partnership, DHF Disease, Incidence Rate DHF, ABJ

DAFTAR ISI SAMPUL LUAR SAMPUL DALAM PERSYARATAN GELAR LEMBAR PENGESAHAN LEMBAR PERSETUJUAN KATA PENGANTAR RINGKASAN SUMMARY ABSTRACT DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR LAMBANG DAN SINGKATAN BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah 1.2. Kajian Masalah 1.3. Rumusan Masalah 1.4. Tujuan Penelitian 1.4.1 Tujuan Umum . 1.4.2 Tujuan Khusus . 1.5. Manfaat Penelitian TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Demam Berdarah Dengue 2.2. Penyakit DBD dan Pencegahannya 2.2.1 Metode Penatalaksanaan Lingkungan . 2.2.2 Pengendalian Secara Kimiawi . 2.2.3 Kelompok Kerja Operasional Pemberantasan DBD . 2.3. Partnership (Jaringan Kemitraan Kerja) 2.3.1 Model Partnership . 2.3.2 Tujuan Partnership dan Hasil yang Diharapkan . 2.3.3 Prinsip, Landasan, dan Pengembangan Partnership . 2.3.4 Indikator Keberhasilan Partnership . i ii iii iv v vi viii x xii xiii xvi xvii xviii xix 1 1 6 15 16 16 17 17 19 19 21 22 23 24 27 33 35 35 36

BAB 2

2.4. BAB 3 BAB 4

2.3.5 Dimensi Partnership . 2.3.6 Partnership Pemerintah dengan Swasta . 2.3.7 Manfaat dan Biaya Kerja Sama Interorganisasional . 2.3.8 Kompleksitas Penerapan Partnership 2.3.8 Contoh Partnership dalam Kesehatan . Teori Blum (Determinant Factors of Health)

37 38 41 42 46 49 50 51 53 53 53 53 53 53 54 55 55 55 56 58 58 58 59 62 62 62 63 63 64 65 65 67

KERANGKA KONSEPTUAL 3.1. Kerangka Konseptual Penelitian METODE PENELITIAN 4.1. Rancangan Penelitian 4.2. Lokasi dan Waktu Penelitian 4.3. Populasi dan Sampel Penelitian 4.3.1 Populasi Penelitian . 4.3.2 Sampel Penelitian . 4.4. Kerangka Operasional 4.5. Variabel Penelitian 4.6. Instrumen Penelitian 4.7. Uji Validitas dan Reliabilitas 4.8. Definisi Operasional 4.9. Teknik Pengumpulan, Pengolahan, dan Analisis Data 4.9.1 Teknik Pengumpulan Data . 4.9.2 Teknik Pengolahan Data . 4.9.3 Teknik Analisis Data . HASIL DAN ANALISIS DATA 5.1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 5.1.1 Kondisi Geografis . 5.1.2 Kondisi Demografis . 5.1.3 Sarana Pelayanan Kesehatan . 5.1.4 Tenaga Kesehatan . 5.1.5 Kegiatan Petugas Sanitasi Puskesmas . 5.2. Gambaran Umum Karakteristik Responden 5.3. Pengetahuan Partnership

BAB 5

5.4.

5.5. 5.6.

5.7. BAB 6

Pola Partnership 5.4.1 Unsur Kemitraan . 5.4.2 Bentuk Kemitran . 5.4.3 Pelaksanaan Kemitraan . Kendala Partnership Pengaruh Pola Partnership terhadap IR DBD dan ABJ 5.6.1 Analisis Pengaruh Pola Partnership terhadap IR DBD . dan ABJ 5.6.2 Tabel Silang antara Pola Partnership dengan IR DBD . dan ABJ Isu Strategis dan Telaah Peneliti

67 68 69 69 70 72 72 78 82 87 87 89 89 90 92 94 98 100 105 105 106 108 111

PEMBAHASAN 6.1. Pengetahuan Partnership 6.2. Pola Partnership 6.2.1 Unsur Kemitraan . 6.2.2 Bentuk Kemitran . 6.2.3 Pelaksanaan Kemitraan . 6.3. Kendala Partnership 6.4. Pengaruh Pola Partnership terhadap IR DBD dan ABJ 6.5. Usulan Bentuk Kemitraan Strategis KESIMPULAN DAN SARAN 7.1. Kesimpulan 7.2. Saran

BAB 7

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

DAFTAR TABEL Nomor 1.1. 1.2. 4.1. 5.1. 5.2. 5.3. 5.4. 5.5. 5.6. 5.7. Judul Tabel Incidence Rate Penyakit Demam Berdarah Dengue di Kota Surabaya Tahun 2001 s/d 2006 Studi Pendahuluan Penelitian Definisi Operasional Penelitian Sarana Pelayanan Kesehatan di Kota Surabaya Tahun 2006 Tenaga Kesehatan di Kota Surabaya Tahun 2006 Distribusi Responden berdasarkan Kelompok Usia Distribusi Responden berdasarkan Tingkat Pendidikan Distribusi Responden berdasarkan Tingkat Pengetahuan tentang Partnership Distribusi Jumlah Unsur Partnership Distribusi Sektor Mitra Kerja dalam Partnership Halaman 3 14 56 64 64 66 66 67 68 68

5.8. 5.9. 5.10. 5.11. 5.12. 5.13. 5.14. 5.15. 5.16. 5.17. 5.18.

Distribusi Responden berdasarkan Bentuk Partnership Distribusi Responden berdasarkan Pelaksanaan Partnership Distribusi Responden berdasarkan Kendala Partnership Cakupan Incidence Rate DBD Angka Bebas Jentik (ABJ) Puskesmas di Kota Surabaya Tahun 2006 Tabel Silang antara Unsur Partnership dengan IR DBD Tabel Silang antara Unsur Partnership dengan ABJ Tabel Silang antara Bentuk Partnership dengan IR DBD Tabel Silang antara Bentuk Partnership dengan ABJ Tabel Silang antara Pelaksanaan Partnership dengan IR DBD Tabel Silang antara Pelaksanaan Partnership dengan ABJ Isu Strategis dan Telaah Peneliti

69 70 72 78 78 79 79 80 80 81 82

DAFTAR GAMBAR Nomor 1.1. 2.1. 3.1. 4.1. 5.1. 5.2. 5.3. 5.4. 6.1. Judul Gambar Determinan Faktor Incidence Rate DBD dan Angka Bebas Jentik (ABJ) Teori Blum (Determinant Factors of Health) Kerangka Konseptual Penelitian Kerangka Operasional Penelitian SPSS Output Multikolinearitas Variabel Bebas SPSS Output Autokorelasi Durbin Watson Test SPSS Output Multiple Linear Regression Pola Partnership dengan Incidence Rate DBD SPSS Output Multiple Linear Regression Pola Partnership dengan Angka Bebas Jentik (ABJ) Jaringan Kemitraan Strategis Pemberantasan DBD Halaman 7 49 50 54 74 75 77 77 103

DAFTAR LAMPIRAN No. Lampiran Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Judul Lampiran Pernyataan Kesediaan Menjadi Responden Kuesioner Penelitian Form Studi Pendahuluan Kunci Jawaban Kuesioner Data Penelitian Uji Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Uji Normalitas Uji Regresi Linier Berganda Uji Chi Square

DAFTAR LAMBANG DAN SINGKATAN Daftar Arti Lambang > < ≥ ≤ = s/d x / % sig. α n ρ r x : : : : : : : : : : : : : : : : Lebih Besar Lebih Kecil Lebih Besar atau Sama Dengan Lebih Kecil atau Sama Dengan Sama Dengan Sampai Dengan Sampai Dengan Kali Bagi Persentase Signifikansi Nilai Alpha Jumlah Sampel Probabilitas Koefisien Korelasi Nilai Rerata (Mean)

X2

: Chi Square Value

Daftar Singkatan IR DBD ABJ Depkes RI Dinkes Puskesmas Pokjanal DBD Bumantik DO Promkes UU WHO : : : : : : : : : : : Incidence Rate Demam Berdarah Dengue Angka Bebas Jentik Departemen Kesehatan Republik Indonesia Dinas Kesehatan Pusat Kesehatan Masyarakat Kelompok Kerja Operasional Demam Berdarah Dengue Ibu Pemantau Jentik Definisi Operasional Promosi Kesehatan Undang Undang World Health Organization

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful