PENDAHULUAN Hematemesis adalah muntah darah.

Darah bisa dalam bentuk segar ( bekuan / gumpalan atau cairan berwarna merah cerah ) atau berubah karena enzim dan asam lambung, menjadi kecoklatan dan berbentuk seperti butiran kopi. Memuntahkan sedikit darah dengan warna yang telah berubah adalah gambaran nonspesifik dari muntah berulang dan tidak selalu menandakan perdarahan saluran cerna atas yang bermakna. Hematemesis merupakan tanda adanya perdarahan saluran cerna atas, yaitu dengan batasan proksimal dari ligamentum Treitz. (m.suspensorius duodenii). Keadaan ini dapat disebabkan oleh adanya : 1. Varises esophagus; 2. Ulkus peptikum; 3. Robekan Mallory Weiss, yaitu robeknya pembuluh darah arteri mukosa pada batas esofago-gastrik.(1,2) Sedangkan melena adalah keluarnya tinja yang lengket dan hitam seperti aspal, dan lengket yang menunjukkan perdarahan saluran pencernaan bagian atas serta dicernanya darah pada usus halus. Warna merah gelap atau hitam berasal dari konversi Hb menjadi hematin oleh bakteri setelah 14 jam. sumber perdarahannya biasanya juga berasal dari saluran cerna atas, meskipun demikian dapat juga dimulai dari usus disebelah bawah ligamentum Treitz sampai dengan kolon proksimal.(1,2) A. IDENTITAS PASIEN Nama : Ny. D Umur : 42 tahun Jenis kelamin : Perempuan Status perkawinan : Sudah nikah Suku bangsa : Sunda Agama : Islam Pendidikan : SMP Alamat : KP.Xxx A. ANAMNESIS Diambil dari : Autoanamnesis dan Alloanamnesa tg 14 April 2007 Keluhan utama : Muntah dan Buang air besar berdarah sejak 1 hari sebelum masuk RS. Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien mengeluh muntah darah dan buang air besar berdarah sejak 1 hari SMRS. Darah yang keluar dari muntah dan berak berwarna merah kehitaman. Kurang lebih dalam sehari pasien mengalami muntah darah 5 kali dan berak darah 2 kali. Sebelumnya pasien juga pernah dirawat dengan keluhan yang sama. Berak darah tidak disertai dengan mencret. BAK baik. Pasien mengalami panas badan 1 hari ketika masuk RS. Pasien juga mengatakan nyeri pada perut tengah atas disertai rasa mual yang membuat pasien malas

¬ Saraf dan otot : t. Riwayat penyakit maag lama kurang lebih 1 tahun diakui.a.a.k Leher : t. Riwayat merokok disangkal. Riwayat penyakit darah tinggi disangkal.k Mulut : bibir kering ¬ Tenggorokan : t. tetapi nyeri perut tersebut mereda jika pasien minum obat sirup putih kental yang diberikan dokter sebelumnya.a.a. ¬ Abdomen (lambung/usus) : Mual.a.k ¬ Ekstremitas : t. Riwayat penyakit gula disangkal.k ¬ Hidung : t.a. Riwayat penyakit dahulu : Dispepsia kronis B. tinja berdarah. Riwayat sering mengkonsumsi alkohol disangkal.a. Riwayat penurunan berat badan diakui. Nyeri perut bagian tengah atas sering muncul jika pasien telat makan dan memberat jika pasien makan. Riwayat pernah sakit kuning disangkal.makan.a. ¬ Saluran kemih / alat kelamin : oligouri. Riwayat adanya penyakit perdarahan dari luka yang tidak sembuh-sembuh pada pasien dan keluarga disangkal.k BERAT BADAN : 50 kg Berat badan menurun : + RIWAYAT HIDUP : ¬ Tempat lahir : Di rumah ¬ Ditolong oleh : Paraji ¬ Riwayat imunisasi : RIWAYAT MAKANAN : ¬ Frekuensi : 2 x/hari Jumlah : cukup ¬ Variasi : kurang Nafsu makan : berkurang PENDIDIKAN : SLTP .k ¬ Dada (jantung/paru-paru) : Nyeri dada. ANAMNESIS SISTEM ¬ Kulit : t. Riwayat sering minum obat-obatan penurun panas atau pereda nyeri disangkal.k Telinga : t.k Kepala : pusing ¬ Mata : t. muntah darah.

darah : tidak melebar ¬ Suhu raba : normal Turgor : menrun ¬ Keringat umum : tidak ada Ikterus : tidak ada ¬ Setempat : tidak ada Edema : tidak ada ¬ Lapisan lemak : cukup KEPALA ¬ Expressi wajah : wajar Simetri muka : (+) ¬ Rambut : tebal Pemb.Oedem : ¬ Habitus : atletikus Cara berjalan : normal ¬ Mobilitas : pasif ASPEK KEJIWAAN : ¬ Tingkah laku : Wajar ¬ Alam perasaan : Biasa ¬ Proses pikir : Wajar KULIT : ¬ Warna : Sawo matang Efloresensi : tidak ada ¬ Jaringan parut : .KESULITAN : ¬ Keuangan : sulit Pekerjaan : Ibu rumah tangga ¬ Keluarga : Miskin PEMERIKSAAN JASMANI 1.Pigmentasi : tidak ada ¬ Pertumbuhan rambut : normal Pemb.darah Temporal : teraba MATA ¬ Exopthalmus : (-) Enopthalmus : (-) ¬ Kelopak : normal Lensa : (-) ¬ Konjungtiva : anemis Visus : (-) . Pemeriksaan Umum : ¬ TB : 158 cm BB : 50 kg ¬ TD : 110/70 mmHg Nadi : 80 x/mnt ¬ Suhu : afebris Pernafasan : 18 x/mnt ¬ Gizi : cukup Kesadaran : CM ¬ Sianosis : .

Wheezing -/JANTUNG ¬ Inspeksi : ictus cordis tidak terlihat ¬ Palpasi : ictus cordis tidak teraba . depan-belakang. normal LEHER ¬ Tekanan Vena jugularis : normal ( 5-2 cmH2O) ¬ Kelenjar Tyroid : tidak ada pembesaran ¬ Kelenjar lymfe : tidak ada pembesaran DADA ¬ Bentuk : simetris kanan-kiri ¬ Pembuluh darah : tidak ada pelebaran ¬ Buah dada : Tidak ada kelainan PARU-PARU ¬ Inspeksi : simetris hemitoraks kanan dan kiri. depan-belakang. depan-belakang ¬ Askultasi : Vesikuler +/+. saat fremitus taktil dan vocal ¬ Perkusi : sonor pada hemitoraks kanan-kiri. statis dan dinamis ¬ Palpasi : simetris hemitoraks kanan-kiri. Ronkhi -/-.¬ Sclera : tidak ikterik Gerakan mata : baik ¬ Lapang P’lihatan : baik Tekanan bola mata : normal ¬ Deviation konjungtiva : tidak ada Nystagmus : tidak ada TELINGA ¬ Tuli : (-) Selaput pendengaran : normal ¬ Lubang : baik Penyumbatan : (-) ¬ Serumen : normal Perdarahan : (-) ¬ Cairan : (-) MULUT ¬ Bibir : kering Tonsil n: T1-T2 ¬ Langit-langit : normal Bau pernafasan : Biasa ¬ Gigi geligi : normal Trismus : (-) ¬ Faring : tidak hiperemis Selaput lendir : (-) ¬ Lidah : tidak kotor.

¬ Perkusi : Batas jantung kiri ICS V linea midclavicula sinistra ν Batas jantung kanan ICS IV linea midparasternal dextra ν Batas jantung atas ICS III linea midparasternal dextra ¬ Auskultasi : BJ murni.Varises : -/¬ Otot tonus : +/+ Massa : -/¬ Sendi : +/+ Gerakan : +/+ ¬ Kekuatan : +/+ Edema : -/PEMERIKSAAN REFLEKS Tidak dilakukan pemeriksaan Colok dubur Tidak dilakukan pemeriksaan . Murmur (-) PEMBULUH DARAH ¬ Arteri Temporalis : teraba Arteri Karotis : teraba ¬ Arteri Brakhialis : teraba Arteri Radialis : teraba ¬ Arteri Femoralis : teraba Arteri poplitea : teraba ¬ Arteri Tibialis Posterior : teraba PERUT ¬ Inspeksi : cembung ¬ Palpasi : Hati tidak teraba membesar λ Lien tidak teraba membesar λ Ginjal Tidak teraba ¬ Perkusi : Timpani ¬ Auskultasi : Bising usus (+). normal ALAT KELAMIN Tidak dilakukan pemeriksaan ANGGOTA GERAK Lengan kanan/kiri ¬ Tonus otot : +/+ Massa : -/¬ Sendi : +/+ Gerakan : +/+ ¬ Kekuatan : +/+ Edema : -/Tungkai dan Kaki kanan-kiri ¬ Luka : -/. Gallop (-).

3 gr/dl Leukosit : 6300 /mm3 Trombosi : 335.000 /mm3 Hematokrit : 19.4 gr/dl Leukosit : 4000 /mm3 Trombosit : 257.LABORATORIUM Hasil Lab tanggal 29-03-2007 saat pasien dirawat di IGD Hb : 6. BAK baik.Ictus cordis tidak terlihat ¬ Gallop (-) Murmur (-) ¬ Ronkhi -/-. terutama timbul jika telat makan dan memberat jika makan.1 % RINGKASAN Pasien datang dengan keluhan muntah dan berak darah sejak 1 hari SMRS.000 /mm3 Ht : 28. Ada penurunan berat badan.c Ulcus gaster DD/: . Berdasarkan pemeriksaan hasil Laboratorium didapatkan : Hb : 6.Turgor menurun ¬ Nyeri tekan abdomen di epigastrium ¬ Hepatomegali (-) Asites (-) MASALAH Hematemesis melena e. Selain itu pasien juga mengeluh nyeri epigastrium disertai mual yang hilang timbul.3 % SGOT : 13 u/lt SGPT : 10 u/lu Hasil Lab tanggal 30-03-2007 saat pasien dirawat di IW Hb : 8. Sebelumnya pasien pernah dirawat dengan keluhan yang sama dan pernah didiagnosis maag kronis (dyspepsia kronis) oleh dokter sebelumnya. BAB tidak disertai mencret.3 gr/dl Leukosit : 6300 /mm3 Trombosi : 335.000 /mm3 Hematokrit : 19. wheezing -/.3 % SGOT : 13 u/lt SGPT : 10 u/lu Pemeriksaan Fisik : ¬ TD : 90/70 mmHg Nadi : 110 x/mnt ¬ Suhu : afebris Pernafasan : 18 x/mnt ¬ Konjungtiva anemis Lidah normal ¬ JVP .

Ulcus duodenal Sirosis hepatis Colitis Chron PENGKAJIAN MASALAH Hematemesis melena e.Asites (-) .Warna darah merah kehitaman .Muntah darah massif yang berwarna kehitaman Berdasarkan – : .Riwayat maag kronis .Riwayat pernah sakit kuning – .Riwayat sering merokok.Tidak dilakukan gastroskopi .Riwayat maag kronis .Riwayat sering merokok.c Ulcus gaster Berdasarkan + : . SGOT / SGPT dalam batas normal . dan minum obat-obatan AINS disangkal Ulcus duodenal Berdasarkan + : . dan minum obat-obatan AINS disangkal Sirosis Berdasarkan + : .Tidak dilakukan duodenoskopi . sering minum alkohol.Nyeri daerah epigastrium disertai mual + .Nilai trombosit.Warna darah merah kehitaman Berdasarkan – : .Nyeri epigastrium memberat jika makan .Nyeri daerah epigastrium disertai mual dan memberat jika makan .JVP tidak meningkat . mengkonsumsi alckhol.Tidak ada riwayat sering mengkonsumsi alcohol .Hepatomegali (-) .Darah lebih banyak keluar melalui muntah Berdasarkan – : .

Medikamentosa : . Dietetik : .Antasida suspensi diberikan sebelum makan 3 x 1 .Injeksi Ampicillin 3 x 1 3. kadar trombin dan fibrinogen.Darah keluar melalui muntah dan feses . jadi diberikan kurang lebih 3 labuh.Metoklopramid 2 x 1 . minum kopi PEMBAHASAN Pada kasus diatas saya berpendapat bahwa pada pasien tersebut telah menderita ulkus peptikum yang kronis sehingga menimbulkan komplikasi perdarahan massif saluran cerna yang berupa hematemesis Melena.Tidak teraba massa pada palpasi .Tidak ada tanda-tanda adanya fistula .Terdapat tanda-tanda obstruksi usus Berdasarkan – : . makan makanan yang asam.Observasi vital sign . atau osteoporosis .Injeksi Ranitidin 2 x 1 .Endoskopi . setelah transfusi dilanjutkan dengan infus RL 1100 cc/24 jam kurang lebih 11-12 tetes.Makan makanan lunak 3x/hr .Tidak dilakukan foto colon in loop RENCANA PENGELOLAAN Pemeriksaan penunjang tambahan : .Hindari faktor pencetus seperti obat-obatan AINS.Colitis Chron Berdasarkan + : . kelainan hati kemerahan di kulit. clotting time. pedas. bleeding time.Colon in Loop Terapi : 1. . 2. .Tidak ada gejala sistemik seperti nyeri persendian.Lab protombin time.Transfusi darah PRC sampai Hb mencapai 8 g/dl. Resusitasi perdarahan : .

Darah lebih banyak keluar melalui muntah DD/: Ulcus duodenal Sirosis hepatis Colitis Chron REFERENSI 1. Dalam : Safitri. h.Menurut saya yang mendukung diagnosis ini adalah dari anamnesa didapatkan : . 2005. h. 295. Jakarta : Bagian Penyakit Dalam FKUI. Davey P. Abdullah M. 2006. (editor).Riwayat maag kronis . Hematemesis dan Melena. Dalam : Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: EGC. At a Glance Medicine.Nyeri daerah epigastrium disertai mual dan memberat jika makan dan mereda jika minum obat sirup putih kental yang saya duga adalah antacid suspensi. . Jilid I. 2. 36-37. Perdarahan Saluran Cerna Bagian Bawah dan Perdarahan Samar. .Warna darah merah kehitaman .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful