Sosiologi Hukum Sosiologi hukum adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara hukum dengan gejala

-gejala sosial lainnya secara empiris analitis. Menurut Brade Meyer

Sociology af the law – Menjadikan hukum sebagai alat pusat penelitian secara sosiologis yakni sama halnya bagaimana sosiologi meneliti suatu kelompok kecil lainnya. Tujuan penelitian adalah selain untuk menggambarkan betapa penting arti hukum bagi masyarakat luas juga untuk menggambarkan proses internalnya hukum. Sociology in the law – Untuk memudahkan fungsi hukumnya, pelaksanaan fungsi hukum dengan dibantu oleh pengetahuanatau ilmu sosial pada alat-alat hukumnya. Gejala social lainnya – Sosiologi bukan hanya saja mempersoalkan penelitian secara normatif (dassollen) saja tetapi juga mempersoalkan analisa-analisa normatif didalam rangka efektifitas hukum agar tujan kepastian hukum dapat tercapai.

Sejarah Lahirnya Sosiologi Hukum Sebagai Mata Kuliah Sebelum tahun 1976 di Unpad lahir suatu mahzab yang digagas oleh Mochtar Kusumaatmadja yang waktu itu sebagai Menteri Kehakiman dan Guru Besar Unpad diminta menyusun konsep hukum yang mendukung pembangunan oleh Bapenas, maka dari itu kemudian lahirlah konsep pembinaan hukum. Konsep pembinaan hukum menurut Mochtar Kusumaatmadja diantaranya yaitu : 1. Hukum tidak meliputi asas dan kaidah yang mengatur kehidupan manusia dalam masyarakat termasuk lembaga dan proses didalam mewujudkan kaedah itu dalam kenyataan. 2. Hukum adalah keseluruhan kaedah dan asas yang mengatur kehidupan manusia dalam masyarakat, termasuk lembaga dan proses dalam mewujudkan berlakunya hukum. Penjelasan :
   

Pada pengertian yang pertama kata kaedah mengandung makna yaitu Undangundang Normatif Positivisme Kata asas dan kaedah menggambarkan hukum sebagai gejala normative (hukum alam) Kata lembaga dan proses menggambarkan hukum sebagai gejala social (sociological yurispudence) Gejala social adalah gejala-gejala yang terdapat dalam masyarakat yang berkaitan dengan kebutuhan pokok manusia (kemakmuran, kekuasaan, kedudukan, keadilan, kepastian, kegunaan dan kebahagiaan).

GBHN 1973 : Hukum tidak boleh menghambat proses pembangunan yang merupakan suatu proses yang menyangkut seluruh aspek-aspek kehidupan manusia. GBHN 1978 : Hukum dapat berfungsi sebagai sarana pembaharuan

tokohnya Eugen Ehrlich (hukum yang dibuat harus sesuai dengan hukum yang hidup di dalam masyarakat atau living law) 4. Hal tersebut merupakan perwujudan dari kesadaran hukum masyarakat. Mazhab utility. Jerome Frank. GBHN 1983 : Hukum sebagai sarana rekayasa masyarakat Ex : Dalam Undang-Undang Hak Cipta. Aliran pragmatical legal realism. tokohnya Carl Von Savigny (hukum itu tidak dibuat. Justice Oliver (hakimhakim tidak hanya menemukan huhum akan tetapi bahkan membentuk hukum) 2. 2. tokohnya Jeremy Bentham (hukum itu harus bermanfaat bagi masyarakat guna mencapai hidup bahagia). 1Filsa. Soiologi Hukum Sebagai Ilmu Pada lahirnya sosiologi hukum dipengaruhi oleh 3 (tiga) disiplin ilmu. Mazhab sejarah. perkembangan hukum dari statu ke control sejalan dengan perkembangan masyarakat sederhana ke masyarakat modern. Aliran sociological jurisprudence. yaitu filsafat hukum. Dimana manusia bertindak untuk memperbanyak kebahagiaan dan mengurangi penderitaan dan pembentuk hukum harus membentuk hukum yang adil bagi segenap warga-warga masyarakat secara individual). ilmu hukum dan sosiologi yang berorientasi dibidang hukum. Rudolph von Ihering (social utilitarianism yaitu hukum merupakan suatu alat bagi masyarakat untuk mencapai tujuan) 3.Ex : Dalam Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan tidak terdapat atau melarang adanya perkawinan anak-anak. akan tetapi tumbuh da berkembang bersama-sama masyarakat). Karl Llewellyn. dimana hal tersebut merubah pemikiran masyarakat industri menjadi masyarakat informasi. Ilmu hukum . Dimana urutannya yaitu : Grundnorm (dasar social daripada hukum) Konstitusi Undang-undang dan kebiasaan Putusan badan pengadilan Dalam filsafat hukum terdapat beberapa aliran yang mendorong tumbuh dan berkembangnya sosilogi hukum. fat hukum Konsep yang dilahirkan oleh aliran positivisme (Hans Kelsen) yaitu “stufenbau des recht” atau hukum bersifat hirarkis artinya hukum itu tidak boleh bertentangan dengan ketentuan yang lebih atas derajatnya. hal tersebut merubah pemikiran masyarakat agraris menjadi masyarakat industri. diantaranya yaitu 1. tokohnya Roscoe Pound (law as a tool of social engineering).

psikologi . Pendapat ini didasarkan pada pengertian tentang disiplin yaitu suatu ajaran tentang kenyataan yang meliputi : .  Aliran hukum alam (Aristoteles. Grotius) − Hukum dan moral − Keepastian hukum dan keadilan sebagai tujuan dari sistem hukum .Disiplin hukum (perspektif): ilmu hukum normative dan kenyataan (ilmu hukum kenyataan. kaidah kaidah dari pola perikelakuan yang berkisar pada kebutuhan kebutuhan pokok manusia dan saling mempengaruhi. oleh karena didasarkan pada wahyu atau ramalan) Rasional materil (keputusan-keputusan para pembentuk undang-undnag dan hakim menunjuk pada suatu kitab suci. Sosiologi hukum merupakan refleksi dari inti pemikiran pemikiran tersebut. sosiologi hukum. antropologi hukum Hukum secara sosiologi merupakan suatu lembaga kemasyarakatan yang diartikan sebagai suatu himpunan nilai nilai. Sosiologi yang berorientasi dibidang hukum Menurut Emile Durkhain mengungkapkan bahwa dalam masyarakat selalu ada solideritas social yang meliputi : Solideritas social mekanis yaitu terdapat dalam masyarakat sederhana dimana kaidah hukumnya bersifat represif (yang diasosiasikan dalam hukum pidana) Solideritas social organis yaitu terdapat dalam masyarakat modern dimana kaidah hukumnya bersifat restitutif (yang diasosiasikan dalam hukum perdata). Max Weber dengan teori ideal type. Aquinas. 3. kebijaksanaan-kebijaksanaan penguasa atau ideologi) Rasional formal (hukum dibentuk semata-mata atas dasar konsep-konsep abstrak dari ilmu hukum) Kedudukan dan Letak Sosiologi Hukum Dibidang Ilmu Pengetahuan Sosiologi adalah merupakan cabang dari ilmu hukum Menurut Soerjono Soekanto sosiologi hukum adalah cabang ilmu hukum yaitu ilmu hukum tentang kenyataan.Yang mendukung ilmu soiologi hukum adalah ilmu hukum yang menganggap bahwa hukum itu adalah gejala social. mengungkapkan bahwa hukum meliputi : Irasionil materil (pembentuk undang-undang mendasarkan keputusankeputusannya semata-mata pada nilai-nilai emosional tanpa menunjuk pada suatu kaidahpun) Irasionil formal (pembentuk undang-undang dan hakim berpedoman pada kaidah-kaidah diluar akan.Disiplin analitis : sosiologi.

penerapan dan pengadilan. Pound) − Konsekuensi konsekuensi sosial dari hukum ( w. Eurlich. kelsen) − Logika hukum − Fungsi keajegan dari pada hukum − Peranan formal dari petugas hukum  Mazhab kebudayaan dan sejarah (Carl von savigny. llewellyn. . maka sosiologi hukum juga mempelajari. Bentham. Friedman ) − Penggunaan yang tidak wajar dari pembentuk undang undang − Klasifikasi tujuan tujuan mahluk hidup dan tujuan tujuan social  Aliran sociological jurisprudence (Eurlich. Jhering. Apabila praktik praktik tersebut dibedakan ke dalam pembuatan peraturan perundang undangan. termasuk hubungan antara hukum dan sistem nilai nilai − Hukum dan perubahan perubahan social  Aliran utilitarianisme dan sociological jurisprudence (J. Pound) dan legal realism (holmes. bagaimana praktik yang terjadi pada masing masing kegiatan hukum tersebut. Maine) − Kerangka budaya dari hukum. Ilmu yang mempelajari fenomena hukum. frank) − Hukum sebagai mekanisme pengendalian sosial − Faktor faktor politis dan kepentingan dalam hukum. dari sisinya tersebut dibawah ini disampaikan beberapa karakteristik dari studi hukum secara sosiologis  Memberikan penjelasan mengenai praktik praktik hukum baik oleh para penegak hukum maupun masyarakat. termasuk hukum dan stratifikasi sosial − Hubungan antara kenyataan hukum dengan hukum yang tertulis − Hukum dan kebijaksanaan kebijaksanaan hukum − Segi perikemanusiaan dari hukum − Studi tentang keputusan keputusan pengadilan dan pola pola perikelakuannya Sosiologi hukum adalah merupakan cabang sosiologi Menurut Satjipto Rahardjo mengungkapkan bahwa sosiologi hukum adalah merupakan cabang sosiologi yaitu sosiologi bidang hukum. Madzhab formalisme (austin.

Pengendalian sosial mencakup semua kekuatan-kekuatan yang menciptakan serta memelihara ikatan sosial. melainkan mendekati hukum dari segi objektivitas semata dan bertujuan untuk memberikan penjelasan terhadap fenomena hukum yang nyata Konsep-Konsep Sosiologi Hukum 1. Fungsinya masalah penginterasian tampak menonjol. Hukum merupakan sarana pemaksa yang melindungi warga masyarakat dari perbuatan dan ancaman yang membahayakan dirinya dan harta bendanya. yang bertujuan terciptanya suatu keadaan yang serasi antara stabilitas dan perubahan di dalam masyarakat. 2. Hal ini dimaksudkan dalam rangka memperkenalkan lembaga-lembaga hukum modern untuk mengubah alam pikiran masyarakat yang selama ini tidak mengenalnya. apabila hal itu dirumuskan dalam suatu pertanyaan. Berbeda dengan ilmu hukum. Perilaku yang mentaati hukum dan yang menyimpang dari hukum sama sama merupakan objek pengamatan yang setaraf. sosiologi hukum tidak melakukan penilaian terhadap hukum. Mencakup semua kekuatan yang menciptakan serta memelihara ikatan sosial yang menganut teori imperative tentang fungsi hukum. Hukum Berfungsi Sebagai Sarana Social Control (Pengendalian Sosial) Hukum sebagai sosiol control : kepastian hukum. yang kaitannya menuju modernisasi dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. Hukum Berfungsi Sebagai Sarana Social Engineering Hukum dapat bersifat sosial engineering : merupakan fungsi hukum dalam pengertian konservatif. apakah kenyataan memang seperti tertera pada bunyi peraturan? Terdapat suatu perbedaan yang bvesar antara pendekatan tradisional yang normative dan pendekatan sosiologis yaitu bahwa yang pertama menerima saja apa yang tertera pada aturan hukum. sebagai konsekuensi Negara sedang membangun. Perhatian yang utama hanyalah pada memberikan penjelasan terhadap penjelasan terhadap objek yang dipelajari. Sosiologi hukum tidak menilai yang satu lebih dari yang lain. fungsi tersebut diperlukan dalam setiap masyarakat. hukum harus menjalankan usahanya sedemikian rupa sehingga konflik konflik serta kepincangan kepincangan yang mungkin timbul tidak mengganggu ketertiban serta produktivitas masyarakat Pengendalian sosial adalah upaya untuk mewujudkan kondisi seimbang di dalam masyarakat. Sosiologi hukum tidak memberikan penilaian. Maksudnya adalah hukum sebagai alat memelihara ketertiban dan pencapaian keadilan.  Senantiasa menguji keabsahan empiris dari suatu peraturan atau pernyataan hukum. pertanyaan itu adalah : bagaimanakah dalam kenyataannya peraturan tersebut?. termasuk dalam masyarakat yang sedang mengalami pergolakan dan pembangunan. . dalam artian UU yang dilakukan benar-benar terlaksana oleh penguasa. sedang yang kedua senantiasa menguji dengan data empiris. penegak hukum. dengan terjadinya perubahan perubahan pada faktor tersebut diatas.

hukum yang dibentuk terlalu progresif sehingga dirasakan sebagai norma norma asing bagi rakyat Tidak ada kesadaran hukum dan kesadaran norma yang semestinya Pejabat pejabat hukum tidak sadar akan kewajibannya yang mulia untuk memelihara hukum negara. dalam arti hukum tersebut harus mencerminkan rasa keadilan bagi para pihak yang terlibat/diatur oleh hukum tersebut. adanya kekuasaan dan wewenang. Hukum yang baik harus dapat dimengerti atau dipahami oleh para pihak yang diaturnya. agama dan jenis kelamin − Bersifat universal dan dilaksanakan secara umum − Adanya hirarkis yang tegas − Melaksanakan hukum sesuai dengan prosedur − Rasional . Wibawa Hukum Melemahnya wibawa hukum menurut O. tidak ada kesadaran hukum dan kesadaran norma yang semestinya. melemahnya value sistem dalam masyarakat pada umumnya sebagai akibat dari modernisasi Norma norma hukum tidak batau belum sesuai dengan norma norma sosial yang bukan hukum. Ciri ciri hukum modern : − Terdiri dari peraturan yang isi dan pelaksanaannya seragam − Sistem hukum yang transaksional dimana hak dan kewajiban dalam perjanjian tidak memandang usia. diantaranya karena hukum tidak memperoleh dukungan yang semestinya dari norma-norma sosial bukan hukum. Hukum tersebut harus sesuai dengan kondisi masyarakat yang diaturnya. Hukum dapat berperan dalam mengubah pola pemikiran masyarakat dari pola pemikiran yang tradisional ke dalam pola pemikiran yang rasional/modern.Maksudnya adalah hukum sebagai sarana pembaharuan dalam masyarakat. lalu mengkorupsikan. kelas. Dalam artian sebagai berikut :      Hukum tidak memperoleh dukungan yang semestinya dari norma norma sosial bukan hukum. Hukum tersebut harus dibuat sesuai dengan prosedur yang ditentukan. 3. malah menghianati hkum yang berlaku 4. Ciri-ciri Sistem Hukum Modern Sistem hukum yang modern haruslah merupakan hukum yang baik. merusak hukum negara itu Pemerintah pusat dan daerah berusaha membongkar hukum yang berlaku untuk madsud maksud tertentu. norma-norma hukum belum sesuai dengan norma-norma sosial yang bukan hukum. pejabat-pejabat hukum yang tidak sadar akan kewajibannya untuk memelihara hukum Negara. ada paradigma hubungan timbal balik antara gejala sosial lainnya dengan hukum. Notohamidjoyo. Dapat terjadi bahwa pemerintah yang seharusnya mendukung hukum sebagai kewajibannya.

Jujur . Menurut Suryono efektifitas dari hukum diantaranya : a.Tepat waktu .Secara sosiologis (dapat diterima oleh masyarakat) .Tidak status symbol (gengsi) 5.rientasi ke masa depan .Secara yuridis (keseluruhan hukum tertulis yang mengatur bidang bidang hukum tertentu harus sinkron) .Rasional . Efektifitas Hukum dan Peranan Sanksi Merupakan naskah yang berisikan sorotan sosial hukum terhadap peranan sanksi dalam proses efektivikasi hukum. karena mereka memegang kekuasaan dan wewenang yang dapat mengintervensi para penegak hukum. hal ini berakibat bahwa mereka yang berstrata tinggi seolah kebal hukum dan sebaliknya hukum hanya dipergunakan untuk mereka yang berstrata rendah. Efektivikasi hukum merupakan proses yang bertujuan agar supaya hukum berlaku efektif.Efisien . 6. Hukum itu harus baik . Keadaan tersebut dapat ditinjau atas dasar beberapa tolok ukur efektivitas.Secara filosofis . Suatu kenyataan bahwa hukum hanya diperlukan untuk mereka yang stratanya rendah sedangkan strata tinggi seolah kebal hukum.− Dilaksanakan oleh orang yang berpengalaman − Spesialisasi dan diadakan penghubung diantara bagian bagian − Hukum mudah berubah sesuai dengan perkembangan masyarakat − Penegak hukum dan lembaga pelaksana hukum adalah lembaga kenegaraan. Hingga saat ini banyak pelaku kejahatan kelas atas atau yang disebut kejahatan Kerah Putih (White Colour Crime) yang dihukum sangat ringan bahkan tidak sedikit yang divonis bebas. artinya negara memonopoli kekuasaan − Perbedaan yang tegas diantara 3 lembaga negara (eksekutif – legislative – yudicatif) Ciri manusia modern : .

Indicator kesadaran hukum : 1. pemahaman hukum . nilai nilai yang terdapat dalam manusia tentang hukum yang ada atau tentang hukum yang diharapkan ada. 7. tentang keserasian antara ketertiban dan ketentraman yang dikehendaki atau sepantasnya. Kesadaran hukum sering dikaitkan dengan pentaatan hukum. c. dan budaya rasa bersalah bilamana seseorang melakukan pelanggaran terhadap hukum hukum yang berlaku Cara mengatasinya : 1. pengetahuan hukum 2. hal yang membedakannya yaitu dalam kepatuhan hukum ada rasa takut akan sanksi. dan efektivitas hukum. Kesadaran hukum berkaitan dengan kepatuhan hukum. pembentukan hukum. dalam artian betul betul telah melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagaimana digariskan oleh hukum yang berlaku. Fasilitas tersedia yang mendukung dalam proses penegakan hukumnya d. Lembaga mpr sesuai dengan ketentuan uud 1945 melakukan pengawan terhadap kerja lembaga lembaga negara. Kesadaran hukum merupakan kesadaran/nilai-nilai yang terdapat dalam manusia tentang hukum yang ada atau tentang hukum yang diharapkan. yang telah dilakukan secara ilmiah. Para penegak hukumnya harus betul betul menjalankan tugas kewajiban sesuai dengan hukum hukum yang berlaku dan tidak boleh pandang bulu 3. Kesadaran hukum masyarakat Syarat kesadaran hukum masyarakat :     Tahu hukum (law awareness) Rasa hormat terhadap hukum (legal attitude) Paham akan isinya (law acqium tance) Taat tanpa dipaksa (legal behaviore) e.  kesadaran : tidak ada sanksi. Kesadaran Hukum dan Kepatuhan Hukum Sadar : dari hati nurani Patuh : Takut sanksi yang negatif Kesadaran hukum merupakan konsepsi abstrak didalam diri manusia. Eksekutif harus banyak membentuk hukum dan selalu mengupdate. Budaya hukum masyarakat Perlu ada syarat yang tersirat yaitu pandangan Ruth Benedict tentang adanya budaya malu.b. 2. merupakan perumusan dari kalangan hukum mengenai penilaian tersebut. Penegak hukumnya harus baik.

petani diajak berpikir rational) 1. akan tetapi agar ke anggotaan kelompok tetap terjaga serta ada hubungan baik dengn mereka yang diberi wewenang untuk menerapkan kaidah kaidah hukum tersebut Internalization. Soiologi Teoritis dan Praktis . ketaatan merupakan variable tergantung. Isinya sesuai dengan nilai nilainya dari pribadi yang bersangkutan. Kepentingan-kepentingan para warga yang terjamin oleh wadah hukum yang ada Faktor penghambat perkembangan sosiologi hukum      Tidak samanya bahasa kerangka pemikiran yang digunakan antara ahli sosiologi dengan ahli hukum Sulitnya bagi para sosiologi hukum untuk menempatkan dirinya dialam yang normatif Pada umumnya para sosiolog dengan begitu saja menerima pendapat bahwa hukum merupakan himpunan peraturan-peraturan yang statis.3. Kadangkala seorang sosiolog merasakan adanya kesulitan-kesulitan untuk menguasai keseluruhan data tentang hukum yang demikian banyaknya yang pernah dihasilkan oleh beberapa generasi ahli-ahli hukum Para ahli hukum lebih memusatkan perhatian pada kejadian-kejadian konkret sedangkan para sosiolog menganggap kejadian konkret tersebut sebagai refleksi dari gejala-gajala atau kecenderungan-kecenderungan umum Cabang Sosiologi Hukum (Soeryono) 1. ketaatan hukum tersebut didasarkan kepada kepuasan diperoleh dengannn dukungan sosial Faktor yang menyebabkan masyarakat mematuhi hukum :     Compliance. Identification. Paradigma (the genetic sociology of law) − − − Sampai sejauh mana hukum dapat mempengaruhi tingkah laku manusia Bagaimanakah cara yang paling efektif dari hukum dala pembentukan perilaku Apakah hukum yang membentuk perilaku atau sebaliknya Contoh : UU Nomor 1 tahun1974 (kawin muda). seseroang mematuhi kaidah kaidah hukum dikarenakan secara intrinsic kepatuhan tadi mempunyai imbalan. yaitu kepatuhan yang didasarkan pada harapan akan suatu imbalan dan usaha untuk menghidarkan diri dari hukuman yang mungkin dikenakan apabila seseorang melanggar ketentuan hukum. Adanya pengawasan yang ketat terhadap kaidah hukum tersebut. pola perilaku hukum  kepatuhan : ada sanksi positif dan negative. terjadi bila kepatuhan terhadap kaidah hukum ada bukan karena nilai intrinsiknya. sikap hukum 4. UU Narkotika (orang tua diajak berpikir rational.

Sosiologi praktis − − Sosiologi teoritis yaitu meneliti dasar sosial dari hukum positif tertulis Mempelajari tentang tumbuh dan berkembangnya hukum positif tertulis − Lebih ditekankan pada penelitian bertujuan untuk mneghasilkan generalisasi atau hipotesa Contoh : UU bagi hasil Sosiologi praktis − − Sosiologi praktis yaitu meneliti efektifitas dari hukum dalam masyarakat Dapat menganalisa konstruksi terhadap efektifitas hukum dalam masyarakat Contoh : Kasus pungutan liar. Contoh : UU Nomor 1 tahun1974 pasal 2 UU Narkotika UU Lingkunga hidup Ruang lingkup Sosiologi Hukum Dasar sosial dari hukum dengan anggapan bahwa hukum timbul dan tumbuh dari proses sosial lainnya (the genetic sociology of law) Efek hukum terhadap gejala-gejala social lain (the operational sociology of law)    Antropologi hukum adalah ilmu yang mempelajari pola-pola sengketa dan penyelesaiannya pada masyarakat sederhana dan modern sesuai dengan budaya masing-masing Psikologi hukum adalah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari hukum sebagai suatu perwujudan jiwa manusia dengan tujuan penyerasian terhadap hukum Perbandingan hukum adalah ilmu pengetahuan yang memperbandingkan sistem hukum yang berlaku didalam satu atau beberapa mayarakat dengan tujuan melakukan pembinaan hukum . UU tentang pungutan tidak jalan Hukum-gejala social yaitu UU Penanaman Modal Hukum-politik yaitu UU Pemilu Hukum-budaya yaitu UU Peerguruan Tinggi 2. Soiologis Empiris Yaitu hipotesa dicocokan dengan keadaan yang sebenarnya atau melihat hukum yang erat kaitannya dengan gejala sosial lainnya.

Unsur kebudayaan yang mempengaruhi hukum . Pendapat-pendapat lain menyatakan bahwa kegunaan sosiologi hukum adalah justru dalam bidang penerangan dan pengkaidahan. yaitu sebagai berikut : 1.    Sejarah hukum adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hukum masa lampau (masa penjajahan kolonial belanda) sampai dengan sekarang dengan tujuan pembinan terhadap hukum Politik hukum adalah memilih nilai-nilai dan menerapkannya dalam kehidupan Nilai yaitu konsepsi abstrak dalam pikiran manusia tentang sesuatu hal yang baik atau buruk Disiplin yaitu suatu ajaran yang menentukan apakah yang seharusnya atau seyogyanya dilakukan dalam menghadapi kenyataan Perihal perspektif dari pada sosiologi hukum. Didalam fungsi tersebut maka hukum dapat memperoleh bantuan yang tidak kecil dari sosiologi hukum didalam mengidentifikasi konteks sosial dimana hukum tadi diharapkan berfungsi. Sosiologi hukum memberikan kemungkinan-kemungkinan serta kemampuan untuk mengadakan evaluasi terhadap efektifitas hukum didalam masyarakat.Sosiologi dan falsafah hukum (perencana dan penegak hukum) . dimana sosiologi hukum dapat mengungkapkan data tentang keajegan-keajegan mana didalam masyarakat yang menuju pada pembentukan hukum (baik melalui keputusan penguasa maupun melalui ketetapan bersama dari para warga masyarakat terutama yang menyangkut hukum fakultatif). maka secara umum ada dua pendapat utama. Pendapat-pendapat yang menyatakan bahwa kepada sosiologi hukum harus diberikan suatu fungsi yang global. artinya sosiologi hukum harus menghasilkan suatu sintesa antara hukum sebagai sarana organisasi sosial dan hukum sebagai sarana dari keadilan. 2.Golongan mana yang diuntungkan dan golongan mana yang dirugikan . Dari perspektif sosiologi hukum tersebut maka dapatlah dikatakan bahwa kegunaan sosiologi hukum adalah sebagai berikut :    Sosiologi hukum berguna untuk memberikan kemampuan-kemampuan bagi pemahaman terhadap hukum didalam konteks sosial. Manfaat mempelajari Sosilogi Hukum Hal-hal yang dapat diketahui mempelajari sosiologi hukum .Golongan masyarakat yang mempengaruhi hukum . Penguasaan konsep-konsep sosiologi hukum dapat memberikan kemampuan kemampuan untuk mengadakan analisa terhadap efektivitas hukum dalam masyarakat baik sebagai sarana untuk mengubah masyarakat atau sarana untuk mengatur interaksi sosial agar mencapai keadaan-keadaan sosial tertentu.Mengtahui kesadaran hukum dan dapat diukur frekuensinya .

Metoda untuk meneliti hukum    Idiologis (melihat hukum sebagai nilai-nilai). pedoman hukum yang menunjuk pada pengetahuan di luar ilmu hukum.Memahami hukum dalam konteks sosialnya . dari mana hukum datang atau muncul. Misal Pasal 1338 BW (Perencanaan dilakukan dengan itikad baik) dan Pasal 1536 BW (Onrecht matige daad atau perbuatan mmelawan hukum) Dapat mengadakan konkritisasi terhadap pengertian-pengertian hukum yang tidak jelas atau kurang jelas.. filosofis.Mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap berfungsinya hukum Kemampuan-kemampuan yang diperoleh setelah mempelajari Sosiologi Hukum . Dapat membentuk dan merumuskan kaidah hukum yang mempunyai dasar sosial Mampu merumuskan RUU dengan bahasa hukum yang mudah dicerna.Mengetahui hukum yang dapat mengubah perilaku . Ilmu hukum yaitu ilmu yang mencakup dan membahas segala hal yang berhubungan dengan hukum. apa yang dilakukannya dan dengan cara-cara atau saranasarana apa hukum malakukan hal itu ( sejarah hukum) Mempelajari tentang apakah keadilan itu dan bagaimana keadilan itu diwujudkan melalui hukum (filsafat hukum) . yuridis Melihat hukum sebagai sistem atau pengaturan yang abstrak lepas dari hal-hal di luar peraturan-peraturan tersebut (dogmatis) Sosiologis (melihat hukum sebagai alat untuk mengatur masyarakat/efektivitas hukum) Masalah yang di teliti Ilmu Hukum       Mempelajari asas-asas pokok dari hukum (filsafat hukum) Mempelajari sistem formal dari hukum (sosiologi hukum dan dogmatik hukum) Mempelajari konsepsi-konsepsi hukum dan arti fungsionalnya dalam masyarakat (sosiologi hukum) Mempelajari kepentingan-kepentingan sosial apa saja yang dilindungi oleh hukum (sosiologi hukum) Ingin mengetahui tentang apa sesungguhnya hukum itu.Melihat efektivitas hukum baik social control maupun social engineer .Menilai efektivitas hukum Kegunaan Sosiologi Hukum Praktis bagi Praktisi Hukum     Kegunaan dalam menggunakan konkritisasi terhadap kaidah-kaidah hukum tertulis (referensial) yakni kaidah hukum..Mengetahui mentalitas dan perilaku penegak hukum .

budaya dsb (sosiologi hukum) . apakah sejak dulu sama denga sekarang. apakah hukum itu.   Mempelajari tentang perkembangan hukum. sosial. bagaimana hubungan atau kaitannya antara hukum dengan subsub sistem lain dalam masyarakat baik dalam bidang ekonomi. bagaimana sesungguhnya hukum itu berubah dari masa ke masa (sejarah hukum) Mempelajari pemikiran-pemikiran orang mengenai hukum sepanjang masa (filsafat hukum) Mempelajari bagaimana sesungguhnya kedudukan hukum itu dalam masyarakat. politik.

3 .7.39:.5.25:.3 9::.2.8907.. :39: 203. ./.3 8:.843908848. 8..3:9::21. 502.3-071:38    !03/.-07:9   !03/./..7.8.5. 3..3 20307./.2 2.3907. :897: /.3203..3 039.2 2.9 20250740 -.5..9 ..33.3 2.7.47. /./.2.7.91  .3/./.9 203:3.9.3 .38:..3 -. .3 203.0:3.: 0909..32.8..3 -.::2 50703. -0.3::2/. .5..3:8. 80.25:. //.3 /.9.5::2//. 503/..8848.  O !03:.9 503/..8.7.5.3 O !07..2203. 0.. 02.9/09./. . 50785091 /. 2: 50309.7 5.-897.3.9:83908./.7.//./.920250.9. 84844 ::2 .. 502-039:.. .2 203/0391.. /.9: 8:.5..8 848.3 02:33.3907. 8.3/.7:8 /-07. 84844 ::2 /.3 8079.3 0.:.3 203:: 5.8.7.9 503/.9:.5.9.:5:3 20.9039.3.31.:20250.3 203039:.7:::2 443.257.3 /03..3 808:../.3202503.8.8.7.0.7.  8.3 02.3.. .9 907:9.3.8.9: 1:38 .3 -.3..3. /03.7.././.3 443.:08.-07:9 $4844 ::2 -07:3.3 50307.5 0109. 0:3. . /.7.5./.7 84844 ::2 //.35030.3 /.2..3 ::2 80-.3.2.5.30.9/::7170:0383.3  /.. 907..::2  &38:70-:/. 20.7 ::2 2.9 ...::29.25:.9. ./..7. 2.9 :9.: 05:9:8./.9.25:.3203.3 :39: 203. 05. 84844 ::2 .0. 9039.3/:39:3. 9079039:  O $4844 ::2 202-07.3 02.. .25:...3 -078. 202 3./.5.3 .7:::2 443.9 202-07.38./. :2:2 .5.3 80.8 ::2 /. 80-..31.5. 2..243908848.8.3.9.3/..8.:.5..32.3 9/.7.3 O .3 84844::2..5...7 5. /.. /.384844::2.9:438058. :39: 203:-../2.7$484::2 .7.2 -/.8..3.7.3 503:.. 2.3 2. 503.3 ::2 -..9 -.9 .5010919..7...3 :39:203.793.3202503.3.2 0/:5.9.5::2 O !49 ::2 .784844::2 $4844/.:.3/..3 0.503..:9. /.: 8..:-:7: O 853 .8.3. :39: 202-07.7:83.3 43805 43805 84844 ::2 /.7.3.9. /:.5. 0. . /..9  O .9./. ::2 .8.5.7 203./.$0.3 4-./..3502-3.22..39./.25.7.7:8 203..3  /2.8::2//.3 503.: 804.7 50785091 84844 ::2 90780-:9 2..9:80-.9: .1.. ::2 /.7 0..2 1:38 90780-:9 2.8..25.3-.::280-..3443..  .7././..3 20250.3.32.9.3 02.80-.3 .9:7 3907.3/7:./.9.8./.3 848.3/.3...3 80.3 0.3 02:33.3 . 84844 ::2  2.3 02.3 -..: 2.5.

 /.3 9/.3 43798./-.3/03..  O 2:::2.3/.3.507.0./.7 848.25:.3./..90/.::7.3 507.3::2  094/.3 203:3: 5.88902.9.3.....5-071:383...9:7.8.3507.20250.3 2025:3.8. . !..3-07:-:3.::2 02./.  .3-07503. .7$4844::2 02.073.90109. ::2 .3 ::2 . /:.8.243908848.:1.9.3 ::2 .9:7 2.. 3.033007 03.:5030.3 207:2:8.3203.::2 0309..8::2 0:3.3/507408090.98  O $48448 20.8 907.:2039. 0309..8/././.9.9.7507.8  O ..3 .   !0703.3 43798.3.3::2  O .32:/.9.:5:384.9 :39: 203.84.!7./. 148418 :7/8 0.9:7.9.9 203.98::2 0:3.8.947.3 503079.92.3#&&/03../..3 /..439742.:503..8/.8::2-. 50309.::2.25:207:2:8./.9.8.3 / :.390780-:9 /42.:5/. ::2  50/42.:::2.9 202-039: /.2 203:3.8.5.2::2/.0109.9::280-.05.8 907..30.5 .25:.:39:20309::2 /448 20./..3 .: 0309. . 0.7 2: ::2  8.7.3 /./.3 02.5.9:2:. ::2 9079:8 70107038.3.5.3220.3-.5 503079.3 /03.9..3.. 370.3!.3202-.7.9203:-.: 507-:.39. O ..7:907.9::280-.-897.9:7./.98-.880..:.9 ::2 80-.3$4844::2!7...:.. /.

:.7.320.3 ..3 .8 .5. .8::2  O O .3 .:.7 050393.9.9 ::2  0250./.7 438058 438058 ::2 /..7 88902 1472.33.3.:::2 18.3.9::2  0250.9 84844::2  0250. ::2 9:  /.7::2 18.7 ::2 84844 ::2 /.3 /3/:3 40 ::2 84844::2  33 20309.3.1.3..2.79 1:3843.3..7 2.3/9092:::2 O O O O O O 0250....:8.7 9039..::2  0250./.3/03.8. ::2 /.3 9: /::/. 0.2 2. /...9. 8. 808:3:3.3.::22..7.7.1.7. 8. 0.8544/.5.3 /42.3 -.7.: 9039.5.5.9.7.0109..8..3. /.3/.9..8..:2:3.. .3 9: /.9: 80../.8..9::2  .3.3 050393.3 848.7.5. .: .

..7 2. ::2 805.7.8.33./8- 84844::2  O  .8.::29:-07:-. .0250.3/.02..5.3.39.9::2  O 0250..7.3 2.3 47.80..::2  O 0250./..3.7 5027.80.. ::2 9: .8.7.8. 18. 808:3:3.3 20303.3 8:- 8:-88902.3 .3 5027.3::2 ...7.9  -.9-. :-:3.2 2.: ..8..3.3 ::2 9: /..304342 549 848.9.2./03./.7.9.79039. ::2 /03.7 -.2.3. /::8.22.350702-.808:3:3.2. 0/:/:.1.3. 80.5.2..3 -.2-/.  -:/..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful