1

BAB KALAM

ِ
1. ْ 'ا م`´ _ْ -َ ,ْ 'ِ '- ُ -,ِ --ْ 'ا ُ -´ ´ َ ¸ُ -'ْا ُ =ْ -´ '' ا
Kalam diartikan dalam bahasa Indonesia :
“ungkapan kata-kata (kalimat), dalam
definisi: Lafadz yang disusun yang memberi
faedah lagi disengaja.

ª,-'=ه'اف,رر='ا¸·-_'=.----'ا-,-'اا.,=-= --'·'ار-= ظ-'
2. Lafadz adalah suara yang mengandung
atas sebagian dari huruf hijaiyah,
Contoh ( ُ -ِ -'َ ·'َ ا َ ¸َ -َ = ) = telah hadir orang
yang ghaib (jauh)

Huruf hijaiyah adalah mulai dari alif
sampai ya (ي –ا )
»`-'ا¸`·أ,=-¸-´'·ن,--'´ن--´ر-'--´¸-'ا

3. Murakab adalah kata-kata yang disusun
dari dua kata atau lebih banyak (susunan
kata demi kata ) contoh ( َ مَ `َ -'َ ا ¸ْ ·َ أ ِ)
dari lafadz ( ِ ¸ْ ·َ أ ) dan lafadz ( َ -'َ ا َ مَ ` )
Yang disusun dari tiga kalimat. Contoh (
ً `ُ =َ ر َ ¸َ -َ = َ -َ =َ أ َ _َ - ُ -ْ -َ 'َ =) = Saya
duduk beserta sebelas orang laki-laki. Ini
disususun dari lafadz ( ْ¸َ 'َ = ) dan ( ُ ت ) dan
( َ _َ - ) dan ( َ -َ =َ أ ) dan ( َ ¸َ -َ = ) dan ( ً `ُ =َ ر )
ُ تْ,ُ ´´ -'ا ُ ¸ُ -ْ =َ , ً ة َ -ِ -َ '· َ د'·َ أَ '- ُ -,ِ -ُ -ْ 'َ ا ِ _ِ - '´ -'ا َ و ِ » 'َ ´-ُ 'ْا َ ¸ِ - 'َ +ْ ,َ 'َ = ُ ,ْ =َ - ٠
׃ ٌ_ِ ·'َ - ُ »ْ 'ِ ·ْ 'َ ا



2
4. Mufid adalah perkataan yang memberi
faedah dengan sebenar-benar faedah yang
lebih baik diam dari orang yang berbicara dan
orang yang mendengarkan pembicaraan itu
(tidak menimbulkan pembicaraan atau
pertanyaan lagi).
Contoh ( _-'-»'·'ا ) = ilmu itu bermanfaat.

¸ر·'ار·-,=-ª,-¸·'ا_-,_-,'ا
5. Wadha’ artinya menyengaja dengan
bahasa arab. Contoh ( ¸ر-'ار·- )= Telah
berjalan

kuda. Yang dimaksud menyengaja memakai
lafadz ( ¸ر-'ا ) yang

di dalam bahasa Arab yang bermakna kuda.
Pembagian kalam
Kalam terbagi kepada tiga = Isim, fi’il, dan
huruf
I, Isim atau kata benda → ( nomina/ nominal )
Tanda ( ciri-ciri ) isim ada delapan 8 :

a.1. Khofad ( ¸-= )
¸-='ا.-'=.,=---=--=-_-'اة¸-´'ا¸-='ا

Khofad adalah : kasrah yang muncul
ketika masuk amil ( yang bekerja )
mengkhofadkan.
Kashroh adalah baris di bawah.
Penganti dari kasroh ada 2:


3
1. Ya ( ¸ )
2. Fatah ( _-· )
Amil yang menkhofadkan ada 2:
1. Huruf. Yaitu huruf jar ada sembilan 9: (´-ُ¸ _ _-
_ _'= _ ْ¸= _ _'ِا _ ْ¸- _ ُ»`'َا _ ُف'='َا _ ُ-'-'َا_ )

Contoh : ( ِª-ْ,َ='ْا_'ِاِةَ¸--'اَ¸- )
2. Isim yaitu mengidhofatkan mudhof kepada
mudhofun ilaih.
Contoh: ( ِ-ُ-,- ) = Rumah allah ( ُ-,- ) mudof
menjarkan ( ِ-ا ) dalam bahasa Indonesia
disebut kata majemuk.

a.2 Tanwin (¸,,--)
==ْ--=-َ,ً`-َ,ُ--`-َر=َْ`اُ¸='-ٌª-´'-ٌ¸ْ,-ُ¸,ِ,--'َا ّ' ً '--َ,َ,
Tanwin adalah nun yang sakin yang
menghubungi akhir kalimat ditetapkan ketika
bersambung dan dihazafkan pada tulisan dan
ketika waqaf (baris dua ).contoh :
( ةأ¸-'- -ْ¸َ¸- _ ,َ¸--ِا اً¸--ُ- _-,-=-َ.=َ-)

a.3 Alif dan lam ( .أ )
Contoh: (ُ»َ`·'أ _ -·´'َأ ُª )
a.4 Huruf Qosam ( huruf yang dipakai untuk
sumpah ) Yaitu (ُ-'-'َأ , َ,ُأَ, )


4
waw, ba, ta, contoh (ُ-'- _ ُ-ا'- _ ِ-اَ, ) = Demi
Allah
a.5 Huruf jar. Telah berlalu pada nomor satu
a.6 Musnad yaitu : a. Menyandarkan fi’il pada
fa’il, contoh: ( ُ-'--ُ`ْاَ.=َ- ) =
Telah masuk Ustaz.
b. Menyandarkan Khabar
pada Mubtada. Contoh:
( ٌ¸·'-ُ.ه'=ْ'َا )
= Orang yang bodoh miskin.
a.7 Idhofat ( telah terdahulu pada nomor satu
bagian dua )

a.8 Munada ( panggilan ) dengan
memasukkan huruf nida yaitu ( ا, _ ', ) contoh:
( ْ¸-'=َ»َ`=', ) = Wahai anak pamanku dan (
ْ¸-ُأَن-', ) = Wahai anak ibuku.

B. Fi’il (kata kerja) → verba / (verbal)
Fi’il terbagi 3 :

1. Fi’il Madhi yaitu
(ِ»'´-'اِ¸-َ¸َ.--َ¸-ٍ-ْ¸-ِ-ُ-=_'=´.ُ-,'- : ِ¸'-'َا ) =
Kata kerja untuk masa yang telah lewat


5
Fi’il Madhi yaitu fi’il yang menunjukan
artinya pekerjaan yang telah berlalu sebelum
waktu pembicaraan. Contoh (َأَ¸-) = telah
membaca.

Pekerjaan membaca telah berlalu
sebelum mengatakannya.
Tanda tanda ( Ciri-ciri ) Fi’il Madhi :

Fi’il Madhi yaitu bisa menerima ta taknis
yang sakin atau “ ta
( ª-´'-'ا-,-'-'ا-'- )

yang mati “, contoh (ْ- أَ¸- ) = telah membaca
perempuan .

Hukum Fi’il Madhi dibina atas fatah
selama tidak berhubungan dengan waw
jamak dan dhamir rofa’ yang berharkat.
Contoh (َ-َ¸- _ ْ--َ¸- ). Kalau sdah dihubungi
waw jamak hukumnya dibina atas dhommah
contoh (ا -َ¸- ْو ). Dan kalau sudah di hubungi
dhomir rofa ‘ yang berharkat hukumnya dibina
atas sukun. Contoh : (ُ--َ¸- '--َ¸- _ )

Fi’il madhi terbagi kepada dua :


6
1) Fi’il madhi bina bagi fa’il ( kalimat aktif )
memakai awalan me, contoh
(َ_-- )= Telah membuka
2) Fi’il madhi bina bagi maf’ul ( kalimat
pasif ) memakai awalan di, contoh :
(َ_-- )= Telah dibuka
3) Fi’il Mudhorii yaitu :
(وَاِ»'´-'اِ¸-َ¸_-ٍ-ْ¸-ِ-َ-=_'=´.ُ-,'-ُعِ¸'--'َاُ-َ-·- )
( kata kerja untuk waktu – waktu
sekarang / yang akan datang ).
Fi’il mudhari’ yaitu fi’il yang menunjukan
kejadian sesuatu pada waktu berbicara
atau sesudahnya.


Tanda (ciri-ciri) fi’il mudhari’ mau
menerima (»') contoh:
(ْ-ِ¸-,ْ»') dan untuk menunjukan makna
yang akan datang dengan memasukan
( _ ْ¸َأ _ ْ¸ِإ _ ¸ _ َ-ْو- _ ْ¸' ).


7
Dan wajib didahului oleh salah satu huruf
mudhoro’ah yaitu (ُت,-َأ)
(ت _ ي_¸_أ)
Dan bisa dimasuki ( ْ--) ini pun berlaku
pada fi’il madhi.
Hukum fi’il mudhori’ adalah di Irabkan
dengan rofa’ selama belum masuk huruf nasab
dan huruf jazam. Contoh (َ ¸ِ 'ْ =َ ,). Kalau sudah
masuk huruf nasab hukumnya berubah
menjadi mansub. Contoh (َ ¸ِ 'ْ =َ , ْ¸َ ' ). Kalau sudah
masuk huruf jazam hukumnya berubah
menjadi majzum. Contoh (ْ¸ِ 'ْ =َ , ْ»َ ' ).
Huruf yang menasbakan ada 10: (ُ»َ` _
ْ_´ُ»َ` _ _´ _ ْ¸َ-ِا _ ' ْ¸ _ وَ'-ُ-اَو= َأ ْ¸ _ ِواَو''-
ُ-اَو= _ _-= _ ا ِ-==' )
Huruf yang sepuluh ini terbagi kepada
dua bagian yaitu:
1. Menasbakan fi’il mudhori’ dengan
dirinya sendiri.
2. Menasbakan fi’il mudhori’ dengan (ْ¸َا)
yang ddhamarkan (disembunyikan).


8
1.1. Yang menasbakan dengan dirinya ada
4, yaitu :
a. ( َأ ْ¸ ) dinamakan dia huruf nasab
karena dia menasakan fi’il mudhari
contoh: --ْ¸َأ ¸ َ-
( َأ ْ¸ ) dinamakan huruf masdar karena
dia menghancur kalimat yang
sesudahnya jadi masdar, contoh:
َ -¸--نا --=·, ي menjadi َ=-ْ¸-_--=·,
( َأ ْ¸ ) dinamakan huruf istiqbal karena
dia mengkhususkan makana fi’il
mudhari’ untuk masa yang akan
datang. Contoh (َ¸ْ,´, ْ¸َا) artinya
bahwa akan ada.
b. (ْن' ) dinamakan huruf nasab
sebagaimana yang terdahulu
(ْن' ) dinamakan huruf nafi (_-'-) karena
dia menafikan (menidakkan) ma’na fi’il
mudhari.
( ْ¸' ) dinamakan huruf istiqbal
sebagaimana yang terdahulu contoh


9
(َم'´-, ْ¸' )
Artinya tidak akan pernah bicara dia. (
dia tidak akan pernah bicara )
c.( ِإ ذ ْ¸ ) dinamakan huruf nasab
sebagaimana yang terdahulu.
( ِإ ذ ْ¸ ) dinamakan huruf jawab atau
jazak karena dia berfungsi sebagai
jawab dan karena bahwa
sesungguhnya sesuatu yang setelahnya
izan balaran
(jawab) bagi orang sebelumnya (izan)
Contoh : ( --'اَ_'--ْ¸َ-إَِر--'اَ¸·'-_-=َ-=-'ا َ- َ_'--
ْ¸')
Artinya : kamu tidak akan mencapai
kemuliaan hingga kamu mencicipi
Kepahitan kalau begitu kamu akan
sampai pada tujuan.
Contoh yang lain : ( َك-ِر´ُاْ¸َ-ِا ) pada
jawaban (اًر=ُرْ,ُ¸َا)
d. ( _´ ) dinamakan huruf nasab
sebagaimana yang terdahulu


10
( _´ ) dinamakan huruf masdhar
sebagaimana yang terdahulu.
Contoh : (ْ»´-'-'-اْ,-ْ'- َ`,´' )
Artinya : agar kamu tidak sedih
terhadap apa yang sudah hilang dari
kamu.
2.1 Yang menasobkan dengan (ْ¸َأ ) yang
diidhramkan terbagi pada dua :

1. Harus mengidhmarkan (ْ¸َأ ) dan
menuliskan (ْ¸َأ ) sesudah lam ta’lil
( ِ.,'·-'اُ»َ` / ْ¸´ُ»َ` )

Contoh : (َ_--َ`ُِ-ْر-=) dengan
membunyikan (ْ¸َأ ) dan boleh juga (
َ_--اْ¸َ`ُِ-ْر-= ) dengan menuliskan (ْ¸َأ )

2. Wajib mengidhmarkan (ْ¸َأ ) ini ada
lima (5) :

a. Sesudah lam juhud ( َ` ِ-=='ْاُ» )


11
Yaitu kalimat yang didahului oleh (َ¸'´ )
atau (ُ¸ْ,ُ´, ) yang menafi ( yang
dinafikan karena dengan ma ('- ) dan
dinafikan (ْ,', ) oleh lam
( ْ»' )
(ada ma’na menidakan) contoh :
(
َ-+·'اَ¸·--'ْن´-ْ»'َ,َ-=َ,'اَ-ِ'=ُ`ُِ--´'- )
'ُ-اَ¸'´'-َو ,'ُ-اِ¸´,ْ»'َ,ْ»+--·,
+'َر-· »
Artinya : Aku tidak akan menyalahi
janji dan engkau tidak akan merusak
janji.
( ِ َ-'=ُ` ) asalnya (َ-'=ُاْنَ` ) , (َ¸·--')
asalnya ( ِ ¸·--ْنَ` َ)
b. Sesudah ( أ ْ, ) yang berarti (_'ِإ )
hingga atau yang berarti ( ِا ´` )
kecuali.
Contoh: ( َأ ْ, ) dengan ma’na (_َ'ِإ )
hingga
( َ _--'ْاَكِ¸ْ-ُأْ,َاَ-·-'ا´ن'+---َ` )


12
Artinya : Sesungguhnya akan aku
anggap mudah segala kesukitan
hingga aku mencapai cita-cita.
Contoh : ( ْ,َأ ) dengan makna (_'ِإ )
kecuali.
( -َ'´َُ`َأ َ.-+,ْ,َأُª-- )
Artinya : Sesungguhnya akan
kuberikan dia kecuali kalau kurang
memperhatikannya.
(َ.-+,ْ,َأ ) asalnya (ُ.-+,ْنَأْ,َأ )
c. Sesudah ( _-= ) yang dengan arti ( ِإ _' )
atau ( ِ.,'·-'اُ»َ` ) (lam dengan arti
karena )
Contoh: ( _-= ) dengan arti (_'ِإ )
hingga.
( -,-`ا=,='ان-¸,-`ا=,='ا»´'¸,--,_-=او-ر-,ا,'´ )
Artinya : Makanlah dan minumlah kamu
hingga jelas bagi kamu benang putih
dari benang hitam.
( َن,--,_-= ) asalnya ( َن,--, ْنَأ _-= )


13
Contoh: ( _-= ) dengan arti (ِ.,'·-'ا ُ»َ` )
supaya.
( َ,=-- _-= ْ¸ِ¸-=اَ, )
Artinya : Berjaga – jagalah supaya kamu
selamat.
(َ,=-- _-= ) asalnya (َ,=-- ْنَأ _-= )
d. Sesudah ( ,--- ِª ُ-'- ) ( fasababiyah fa
dengan arti sebab ) yang didahului oleh
nafi (yang menidakkan), atau didahului
oleh (ْ-'= ) tuntunan.
Contoh fasababiyah yang didahului oleh
nafi :
( ´-=,- ´-=, ْ»' )
Artinya : dia belum mendapati sebab
akan mendapat dia.
( ´-=,- ) asalnya ( ´-=, ْنَ'- )
(ْ-'= ) ( tuntunan ) mencakupi :
1. Amar ( perintah ) ( ُر- َ` َا )
2. Nahi ( larangan ) ( - ه _ )
3. Irid ( anjuran ) ( ُ¸ْر·'َا )
4. Tahdid ( dorongan ) ( ُ-,ِ-=-'َا )


14
5. Tamany ( Angan – angan ) ( _--´-'َا )
6. Taraji (harapan ) ( _= ¸-'َا )
7. Istifham ( pertanyaan ) ( َ» '+---ِا )

Contoh Amar ( ا,ُ- ْ,--- ا,ُ- ْ,= ) asalnya ( ا,ُ- ,--
ْ¸َ'- )
Artinya : Dermawan maka karenanya kamu
akan jadi ikutan
Contoh Nahi ( »'---ِ--َ`اَ¸-ُن--َ` ) asalnya ( »'-- ن'- )
Artinya : Janganlah kamu dekati srigala maka
karenanya kamu selamat.
Contoh Irid ( َ»َ¸´--'-,َ-'--´.=-َ`َأ ) asalnya ( َ»َ¸´-ْنَ'- )
Artinya : Sebaiknya kamu bayar hutang pada
kami maka karenanya kamu akan
dihormati.
Contoh tahdid ( َر-=,-َ=,=َ`ِ---´َ`ه ) asalnya (
َر-=,ْنَ'- )
Artinya : Cobalah kamu berkirim surat pada
saudaramu maka karena akan datang dia
Contoh Tamany ( 'اَ-,' '+-ظ-ُ'-_'ْو---َ-´اَوَ´ ) asalnya
( '+-ظ-ُأْنَ'- )


15
Artinya : Wahai kiranya bintang – bintang itu
dekat pada ku maka aku akan
menyusunnya
Contoh Taraji (َ_'=ُ'·ِ-اَو--'اَ- '--َ`اَ_'-َأ_'·' )
asalnya ( _'=أ'· )
Artinya : Semoga aku samapi kepintu langit
maka karenaya aku akan melihat.
Contoh Istifham (ك`-=ُ'·_·--.ه) asalnya (ك`-=َأنَ'· )
Artinya : Adakah akan kamu dengarkan maka
karenanya aku akan menceritakannya
padamu.
e.Sesudah ( ,·-ُ,ا, ٍ ة ) ( artinya serta ) yang
didahului oleh nafi atau ( tholab )
seperi yang terdapat pada nomor d.
Contoh : (»+---َأا,--,َ,¸,=''-اور-',ْ»' ) asalnya
(ا ,--,¸َا, )
Artinya : Mereka belum menyuruh
berbuat baik beserta mereka
melapakan diri mereka.
Ma’na – ma’na huruf nasob


16
1. ( ْ¸َأ ) Kalau masuk pada fi’il madhori’
menjadikan ma’na madhori’ jadi ma’na
masdar
Contoh : ( ا,-,--ْ¸َا ) artinya bahwa
memuasakan kamu berubah menjadi
( »آ-',-)
Puasa kamu.
Dari kata kerja berubah menjadi kata
dasar.
( ¸' ) Kalau masuk pada fi’il mudhori’
memfaedah nafi fi’il madhori’ pada masa
yang akan datang serta takkid
(-´ْ'-'ا_-.-----ْا_-ِع¸'--'ا ¸-- ) yang yang artinya
tidak akan pernah. Contoh :
( ا,·--_-=-'--ْام-'´-َ,ْن' )
Artinya : Tidak akan pernah bicara
ustadz hingga kamu memperhatikannya.
( ن-إ ) masuk kepada fii’l mudhori’
memfaedahkan untuk jawab dan jazak


17
( ِإاَ¸='ا,-اَ,='' ) untuk jawaban sebagai
akibat dari perbuatan yang sudah atau yang
akan dilakukan artinya kalau begitu :
Contoh : (---'ا _'-- ¸ذِإ ¸--'ا ¸·'- _-= -=-'ا _'-- ¸' )
Artinya : Tidak akn pernah kamu mencapai
kemuliaan hingga kamu mencicipi kepahitan.
Kalau begitu kamu akan sampai pada tujuan.
(ْ_´ ) merubah ma’na fi’il mudhori’
menjadi berpengertian agar.
Contoh : (¸ز=-َ` _´ =' ¸,-ا)
Artinya : aku jelaskan pada kamu agar
kamu mengerti.
(ْ_´»' ) merubah makna fi’l mudhori’
menjadi berpengertian untuk
(.,'·- )
Contoh : (»'·-َأْ¸´'ُ--=)
Artinya : Saya datang untuk belajar.

JAZAM FI’IL MUDHORI’

Yang menjazamkan fi’il mudhori ada 18 yaitu :


18
( _-- _ '-+- _ '- _ ن- _ '--ِإ _ ْ¸ِإ _ ,ه'-َ` ª _ ¸-َأ ُ»' _ ْ»'َأ _
'-' _ ْ»' _ '-'َأ _ _-َأ _ َن,َأ _ '--,´ _ يَأ _ '-`,= _ ',َأ )

Huruf yang 18 ini terbagi pada dua
bagian yaitu :
1. Menjazamkan satu buah fi’il
2. Menjazamkan dua buah fi’il
1.1 Yang menjazamkan satu fi’il ada 6 yaitu
huruf :
(ª,ه'-َ` _ َأْ»' ٍ¸- _ »'َأ _ '-' _»' _'-'َأ )
a. (»') dinamakna huruf naïf karena dia
menafikan ( menidakkan ) arti fi’il
mudhori’.
Contoh : ( -ِ¸-,ْ»' ) tidak memukul.
( »' ) dimanakan huruf jazam karena dia
menjazamkan fi’il mudhori :
Contoh : ( »-,ْ»' )
( »' ) Dinamakan huruf qolab ( -'- ) karena
dia membalikkan aman fi’il mudhori’ ke
zaman madhi / masa yang lewat.


19
b. ( '-' ) sama dengan (ْ»' ) pada segi
nama
Bedanya pada segi makna. Kalau
(»' ) menafikan ( menidakkan ) masa yang
lewat saja.
Contoh : (¸-=,ْ»' ) belum hadir.
Dia belum hadir sebelum bicara dan
mungkin saja ketika bicara dan selesai
bicara dia hadir.
Dan kadang – kadang ada juga
untuk (»ا,- danٍ¸اَ¸---ِإ )
berkekalan dan berkelanjutan.
Contoh : ( -' ْ,,ْ»'َ, ْ-ِ'َ,ْ»' )
Artinya : “ Dia tidak beranak dan tidak di
peranakkan, selama – lamanya.
Sedangkan ('-' ) maknanya
menafikan perbuatan di masa yang lewat
tapi juga berlaku untuk zaman hal /
zaman bicara. Contoh : (¸-=َ,'-' )
Belum hadir pada masa yang lewat dan
juga pada waktu bicara.


20
c. (»'َأ ) adalah dasarnya (»' ) dimasukkan ke
dalamnya hamzah istifham, maka berubah
artinya menjadi takrir (¸,ِ¸·- ) artinya tetap.
Contoh :
(=َ¸--َ='ْح¸--ْ»'َأ ) Artinya : Adakah tidak aku
lapangkan dada kamu.
Pengertiannya : Aku sudah melapangkan
dada kamu.
d. ( '´ -َ 'َ أ ) adalah ('´ -َ ' ) yang
dimasukkan hamzah istifham sama dengan
no c.
Contoh : (-,َزْ»·,'-'َأ )
Artinya : Adakah tidak berdiri si Zaid.
Pengertiannya : Si Zaid telah berdiri.
e. (ِ-'= -'اَ,ِ¸-َ`اُ»' ) : Faedah /
kegunaannya menjadikan arti fi’il mudhori’
berupa tuntutan yang datang dari yang
lebih tinggi kepada yang lebih rendah.
Contoh : (اً¸,=ْلُ·,ْ.- )
Artinya : Maka hendak katakanlah akan
yang baik.


21
f. ( ِ-'=-'ا,ِ¸+-'َ` ) : Faedah / kegunaannya
melarang dari isi kalimat yang sesudah.
Contoh : (=-·-َ` )
Artinya : Janganlah kamu putus asa.
2. Yang menjazamkan dua fi’il, yaitu yang
tinggal.
Fi’il yang pertma dinamakan fi’il syarat
dan yang kedua di namakan jawab / jaza’
syarat. Contoh : (-ه-اْ-هْ--ْ¸ِا ) Artinya : Jika
kamu pergi, saya pergi.
(به-- ) fi’il syarat (به-َا ) jawab / jazak syarat.
Yang menjazamkan dua fi’il terbagi pada
dua, yaitu huruf dan isim.
2.1. Yang huruf adalah :
a) ( ¸ِا ) dinamakan huruf syarat dan huruf
jazam,
Contoh : ( ¸ِا »=ْ¸- )
Artinya : Jika kamu mengasihi, engkau
dikasihi.
b) ( '-ذِا ) dinamakan huruf syarat dan huruf
jazam


22
Contoh : (ِ¸َ-ْ¸-ِ¸-َ-'-ْذِا )
Artinya : Jika kamu bertaqwa, kamu
meningkat.
Fiil yang dijazam adalah ( ِ¸-- ) dan
(ِ¸-ْ¸- ) tanda jazamnya adalah hazaf ya (َ ي)
karena dia fi’il yang mu’tal akhir.
Faedah (نا ) dan ('-ذِا ) masuk kepada fi’il
mudhori hanya semata-mata menunjukkan
keterkaitan fi’il syarat dan jawab syarat.
2.2. Yang isim adalah
a) (ن- ) di pakai untuk yang berakal.
Contohnya : (ِª-َ¸=,َ-ْو-.-·,ْن- )
Artinya : Orang – orag yang
mengerjakan kejahatan di balasi
dengan kejahatan.
(.-·,) Fi’il syarat tanda jazamnya sukun (َ¸=, )
jawab syarat tanda jazannya hazaf karena fi’il
yang u’takhir.
b) ('- ) dipakai untuk yang tidak berakal
contoh: (ُ- ا ª-'·, ٍ¸,= ن- َن و'·-- '-)


23
Artinya : Apa – apa yang yang kamu perbuat
dari kebaikan, mengetahui Allah akan
kebaikan itu. (َنْو'·-- ) fi’il syarat tanda
jazamnya hazaf nun karena dia fi’il yang lima.
( ·, »' ) jawab syarat tanda jazamnya sukun
karena dia fi’il yang shohih akhir.
c) ('-+- ) dipakai untuk yang tidak berakal.
Contoh ( .·-, َ-'-'اْيِ¸-ْ'-'-+-َ=-َاَو )
“ Sesungguhnya apa – apa yang kamu
perintahkan terhadap hati pasti dia
memperbuatnya”
( يِ¸-'- ) Fi’il syarat tanda jazamnya hazaf nun
karena fi’il yang lima.
(.·-, ) jawab syarat tanda jazamnya sukun
karena fi’il yang shohih akhir.
d) (_-- ) dipakai untuk zaman contoh :
(.-َْ`اِ_'--َ.-·''اِن---_--)
artinya : Bila kamu meyakini pekerjaan, kamu
meyakini pekerjaan, kamu akan mencapai
cita – cita. (¸---) fi’il syarat tanda jazamnya
sukun yang ditakdirkan atas ghain diberi


24
harkat kasrah pada nun untuk bertemu dua
sakin.
(_'-- ) jawab syarat tanda jazamnya sukun
yang ditakdirkan atas ghain diberi harkat
kasrah karena pelepas bertemu dua yang
sakin.
e) (ن',َأ) dipakai untuk zaman, Contoh :
(.-َ`اِ_'ْ--َ.-·'ا¸·--َن',َأ ) artinya kapan kami
melindungi kamu, kamu akan aman dari
selain kami.
(¸- ْ--) Fi’il syarat tanda jazamnnya sukun. (¸-ْ'-
) jawab syarat tnda jazamnya sukun
f) (¸,َأ ) dipakai untuk tempat (ن'´-) contoh
(ت,-'ا»´´ِ¸-,اْ,-ْ,´-'--,َأ )
artinya : dimana saja kamu berada, kematian
akan menemukanmu.
(ن,´- ) Fi’il syarat tanda jazamnya hazaf nun
karena dia fi’il yang lima.

( ¸ْ-, ك ) Jawab syarat tanda jazamnya sukun
karena dia fi’il yang shahih akhir.


25
g) (_´ -َ أ) dipakaikan untuk tempat. Contoh ('-
َ-=-'-هْذَ-_-َأ) Artinya : kemana saja kamu
berdua pergi kamu akan dilayani.
( _-َأ ) fi’il syarat tanda jazamnya hazaf nun
karena fi’il yang lima.
( '-هذ- ) Jawab syarat tanda jazamnya hazah
nun karena dia fi’il yang lima.
h) ( '-`,= ) dipakaikan untuk makan (tempat).
Contoh : ('-¸´-َ`ز--'-`,=)
artinya : Dimana saja kamu singgahkamu
dimuliakan.
( `ز-- ) Fi’il syarat tanda jazamnya haaf nun
karena dia fi’il yang lima.
( '-¸´- ) jawab syarat tanda jazamnya hazaf
nun karena dia fi’il yang lima.
i) ( '--,´ ) dipakaikan untuk keadaan keadaan
(.'='َا ) contoh
( س'=َأْس'=-'--,´ )
artinya : Bagaimana saja kamu duduk saya
duduk.


26
j) ( َا ´¸ ) Pantas untuk keseluruhan keadaan,
melihat kemana dia diidafakan.
Contoh: (----- ْأ¸--ٍ-'-´´¸َا )
Artinya : mana saa buku yang kamu baca.
Kamu akan mendapatkan faedah.
( أ¸-- ) fi’il syarat tanda jazamnya sukun
karena fi’il shohih akhir.
(----- ) Jawab syarat tanda jazamnya sukun
karena shohih akhir.
Keseluruhan diatas adalah huruf atau izim
yang mengandung syarat dan menjazamkan
fi’il mudhari’
Adalagi huruf yang mengandung syarat tapi
tidak menjazamkan fi’il yaitu:
('-' _ '-'´ _ و' _ '-ْو' _ '-َأ _ اَذِإ )
('-' ) dan ('-'´) hanya bisa masuk pada fi’il
madhi.
Kalimat yang akan menjadi jawab harus fi’il
boleh fi’il madhi dan juga boleh fi’il mudhori.


27
Kalau kalimat itu tidak bisa menjadi jawab
karena dia jumlah ismiah atau karena dia fi’il
yang mengandung arti tholab ( tuntunan )
atau karena dia jamid atau karena disertai (
ْن' ) atau ( ْ-- ) atau ( ¸ ) atau ( -و- ) maka
wajib memasukan
( - ) kedalam.
Contoh :
Contoh jawab jumlah ismiyah
(¸,ِ-َ-ٍ_,-.آ_'=َ,+-ٍ¸,=-َ=---, )
Contoh jawaban disertai ('-)
م´-'َ'-'--ْ»-,'َ,-ْ¸ِ'-
Contoh jawaban yang mengandung
tholah :
( ُ-ا»آ--=,ْي- ِ,·--َ'-َ-اَ¸ا,-=-ْ»--آْ¸ِإ )
Contoh jawaban fi’il Jamid
(ا¸,=ِ¸,-ْؤ-ْ¸َأ_-¸_-·- ا-'َ,`'-َ=--.·َا'-َاِ¸َ¸-ْ¸ِا )


28
Contoh jawaban yang disertai (¸')
( ْ,'َ·--'-َ, ُ-اْ,¸َ-´-ْن'-ٍ¸,=ْن-ا )
Contoh jawaban disertai ( -· ) (
.--ْ¸-ُª'ٌخَأ¸َ¸-د--ْ¸ِ¸-,ْ¸ِإ )
Kita boleh menghazafkan fi’il syarat
kalau dia terletak sesudah (¸ِإ ) yang
diidghamkan pada ( َ` ) contoh (-´-'·´`ا,¸ْ,=-َ»'´-
) asalnya
(-´-'·¸ْ,=- َ ْ¸ا,¸,=-َ»'´ َ»'´--َ` )
Dan boleh juga menghafakan jawab
syarat kalau di dahului oleh sesuatu yang
pantas menjadi jawab. Conth (ت-َ--َاْ¸ِإُ-
ِ¸'=-َ--َا ) asalnya
( ت·َ¸'=َت-َ--َاْ¸إُفِ¸'=-َت-َا ) ketentuan fi’il
syaratnya harus fi’il madhi.
3. Fi’il Amar ( kata kerja perintah /
kalimat perintah )


29
Yaitu : (»'´-'اِن-َ¸-·-ٍئ,-ُ.و-=ِª-ُ-'=,'-ُ¸-َ`َْأ )
Artinya : Amar adalah fi’il yang dituntut hasil
pekerjaan sesudah masa bicara .
Contoh : (¸'=ِا ) duduklah kamu.
Tanda fi’il amar
1. Bisa menerima ya muannats
mukhotobah contoh (بِ¸-ِإ ) jadi
(_-ِ¸-ِإ)
2. Bisa menerima nun taukid contoh
(بِ¸-ِإ ) jadi ( ن-ِ¸-ِإ )
- Hukum fi’il amar adaadalah dibina dengan
apa mudhari nyu dijazamkan.
- Kalau mudhari’nya dijazamkan dengan sukun
contoh (¸--,ْ»' ) maka Amarnya dibina atas
sukun yaitu (¸--ُأ )


30
- Kalau mudhari’ dijazamkan dengan hazaf
nun contoh (ا¸--,ْ»' ) maka Amarnya dibina
atas hazaf nun yaitu (ا¸--ُأ )
- Kalau mudhari’nya dijazamkan dengan hazaf
akhir contoh (»¸,»' ) maka Amarnya
dibina atas haaf akhir yaitu (»¸ِإ )
2.3 Huruf ( Kata penghubung ) yaitu :
( ª,-,+--'ا'-.---,َ`'-ُفْ¸='ْاَ, )
Artinya : Huruf yaitu kalimat yang tidak
mempunyai pemahaman tersendiri
Contoh (»' ) – tidak. Ini tidak biaa
dipahami tanpa ada kalimat yang lain.
- Tanda bagi huruf adalah tidak ada
padanya tanda isim dan tanda fi’il
perbandingannya sama dengan ( خ _ ح
_ ج )


31
Tanda bagi jim adalah titik satu dibwah
Tanda bagi kho adalah titk satu diatas
. Tanda bagi ha adalah tidak ada titik
diatas dan tidak ada titik dibawah

BAB I’RAB
1. Pengertin I’rab
(
-ْ,َأ'ظً·َ''+,'=ِت'=ا´-'اِ.-اَو·اِفَ`-=`ِ»'´'اِ¸=اَوَأر,,·-َوهُ-اَ¸=ِ`ا
ا¸,ِ-- )
Artinya : Perubahan akhir kalimat karena
perbedaan amil yang memasukinya baik
secar lafadz ( nampak atau secara
takdir diperkirakan keberadaannya)
Conth perubahan secara lafadz
(nampak) : a. ( -,َزَ-'= )
Berubah akhir kalimat dari dun ( )
jadi b. ( ا-,َزُت,َاَ¸ )
Dan ( اً- ) dan jadi din ( ٍ- )
- Semua itu terjadi karena berbeda
amilyang memasukinya.


32
- Yang pertama amil yang memesukinya
adalah ( َ-'= ) dia fi’il dan dia
berkehendak kepada fail yang marfu’
maka rofa ’lah zaidun (-,َز )
- Yang kedua amil yang memasukinya
adalah (ت,َأَ¸ ) dia fi’il dan fail. Dan dia
berkehendak kepada fail yang maf’ul
yang mansub. Dan bi (-) dia huruf jar
dan dia berkehendak mengajarkn isim
yang sesudahnya maka jarlah Zaidun (-,َز
)
- Contoh perubahan secara takdir
(diperkirakan keberadaannya)
( _-·'ْاَ-'= )
( _-·'اُت,َأَ¸ )
( ت·'ِ'-ُت¸َ¸- )
(_-·'َا) yang pertama marfu’ karena dia
menjadi fail. Tanda rofa’ tidak


33
dinampakan (ditakdirkan) karena alif
uzur (kesulitan menerima harkat)
(_-·'َا) yang kedua mansub karena dia
maf’ul, tanda nasabnya tidak dinampakan
( ditakdirkan ) karena alif uzur menerima
harkat.
(_-·'َا) yang ketika majrur karena masuk bi
(ِ ب) huruf jar tanda jarnya tidak
dinampakkan (ditakdirkan) karena alif uzur
menerima harkat.
- Perubahan akhir kalimat dari rofa’ kepada
nasab dan kepada jar itulah dinamakn
denganI’rab .
2. Pembagian I’rab
- I’rab terbagi kepada empat pembagian :
a. Rofa’ (_·َ¸ ) b. Nasab (-- ) c. Khofad
(¸·= ) dan d. Jazam
(»¸=)
- I’rab yang ada pada isim hanya rofa’ –
nasab – khofad.
- I‘rab yang ada pada fi’il hanya rofa’ –
nasab – jazam.


34
- Isim tidak pernah jazam dan fi’il tidak pernah
khofad.
3. Tanda – tanda I’rab
a. Tanda yang asli bagi rofa’ adalah
dhommah (ª-- ) atau baris epan.
. Penganti dri dhommah adalah : 1)
(,اَ,'َا) ( huruf waw )
2) (-'َأ) (
huruf alif )
3) (ن,-'َا) (
huruf nun )
b. Tanda asli bagi nasab adalah fatah
(ª=-· ) Baris di atas.
Pengganti dari fthah adalah : 1) (-'َأ) (
alif )
2) (ة¸-´) (
kasrah )


35
3 ) (-',ْ'َا) ( huruf
ya )
4) ( ِ ¸ ّ ا ´ ل ْ- ْ , )
(membuang huruf nun )
c. Tanda asli bagi khofad adalah kasrah
( -' ةر ) baris dibawah :
Pengganti dari kasrah adalah : 1) ( ُ-''َا
) ( huruf ya )
2) (_-· ) ( baris
di atas )
d. Tanda asli dari jazam adalah sukun
( و- ¸آ ) tanda mati.
Pengganti dari sukun adalah (ُ ف-َ = ) (
membuang )
Hazaf terbagi kepada dua yaitu :
1 ) ( ُ ف-َ = ِ نْ,´ -' ) ( membuang nun )


36
2 ) ( ُ فْ-َ = ِ ¸=َ ' ) ( membuang huruf
yang di akhir )
4. Tempat-tempat tanda I’rab’
4.1 Tanda-tanda rofa’
a. Dhommah
Dhommah menjadi tanda bagi
rofa’ pada empat tempat :
1. Pada isim mufrad ( ُ »ْ - ِ دَ ¸ْ -ُ -' )
Isim mufrad yaitu ('=,-=- َ`, ¸`- َ¸,'َ'- )
Artinya : Kalimat yang bukan dua dan
bukan banyak dan bukan pula yang di
samakan denagn dua dan jamak.
( satu ) contoh : (-'--ُ`أ ذ -ه ) telah berfatwa
satu orang guru. ( '--ُ`َأ ُ ذ ) menjadi fail
hukumnya mrfu tanda rofa’nya adalah
dhommah karena dia isim mufrad.
2. Pada jamak ta’sir (¸,-´-' ا_-=)
Jamak taksir yaitu (--ا¸·-ُ-'--ِª,·َ¸,·-'- )


37
Artinya : Kalimat yang berubah dari
bentuk mufradnya. ( berubah dari satu
menjadi banyak )
Contoh (.'=¸'اَ-'= ) Telah datang beberapa
orang laki – laki.
(.'=¸'ا) menjadi fa’il, hukumnya marfu’ tanda
rofa’ nya dhommah karena dia jamak taksir.
Perubahan jamak taksir ada 6 yaitu :
1. Berubah dengan bertambah saja contoh
(,-- )→ satu orang sepupu jadi
(ناَ,-- ) Beberapa orang sepupu.
2. Berubah dengan berkurang saja contoh :
(ª-=- )→ satu pembatas jadi
( »=- ) beberapa pembatas.
3. Berubah dengan berubah baris / harkat
saja (--ا) → satu singa jadi (--ا)
beberapa singa.


38
4. Berubah denan bertambah serta berubah
baris (.=َ¸) → satu laki-laki
(.'=ِ¸ ) Beberapa orang laki-laki.
5. Berubah dengan berkurang serta beruah
baris contoh (.,-َ¸ ) → satu orang rasul
jadi (.-¸ ) beberapa orang rasul
6. Berubah dengan berkurang dan
bertambah serta berubah baris contoh
(»َ`=)→ Satu orang budak jadi (ن'-'=) →
beberapa orang budak.
3. Pada jamak muannas yang salim(
menunjukan banyak perempuan yang
bentuk mufradnya tidak berubah yaitu:
(ن,-َ-,ِ¸--'-َ,ف'َ'-َ_-='- )
Artinya : Kalimat yang dijamakan denan alif
dan ta, yang tambahan keduany.


39
Maksudnya. Ma’nanya menjadi banyak
kalau sudah di tambahkan alif dan ta di
akhirnya. Contoh (--ه ) satu orang Hindun
kalau (تا--ه ) banyak si Hindun,
( »'-- ) satu orang muslim dan (ت'-'-- )
banyak msulim.
- Muannas ada yang alam ada yang sifat.
- Muannas yang alam bisa dijamakkan
denan alif dan ta tanpa syarat.
- Muannas yang sifat bisa dijamakkan
dengan ditambah alif dan ta kalau
muddzakarnya dijamakkan denan waw
dan nun (»'-- )
4. Pada fi’il mudhari’ yang shohih akhr dan
tidak berhubungan dengan alif tasniah
atau waw jamak atau ya mu’annast
mukhotobah contoh : (ر--, )
(-ِر-, )


40
Kalau fi’il mudhari’ dihuungi oleh waw
jamak alif tasniyah atau ya mu’ anats
mukhotobah maka tanda rofa’nya adalah
tetap ( menuliskan nun ) diakhirnya.
Contoh : (َن,-ِر-- َنْ,-ِر-- _ َنْ,-ِر-, _ ِن'-ِر-- _
ن'-ِر-, )
- Fi’il ketika dinamakn dengan fi;il yang
lima.
b. Waw
Waw menjadi tanda bagi rofa’ penganti
dari dhommah pada dua tempat :
1. Pada jamak muzakar yang salim (
menunjukan banyak laki-laki ) yaitu :
ِª''=_-ِنْ,-'اَ,ِ,ا,'ا ِةَ-',ِ¸-ِن,-`اِن-َر`´َا_'=.-'- )
(ر='اَ,ِب--'ا_-''=ْ_· ِنْ,-'اَ,ِ-','اَ,ِ_·´ر'ا


41
Artinya : jamak muzakar yang salim adalah :
kalimat yang menunjukan lebih banyak
dari dua dengan tambahan waw dan
nun pada ketika rofa’ dan
tambahannya dan nun pada ketikan
nasab dan jar.
Jamak muzakar salim ada dua macam.
a. Berupa isim contoh (ن,-,¸'اَ-'=), I’rabnya
(َ-'=) adalah fi’il madhi, hukumnya dibina
atas fathah (َن,-,´¸'ا ) menjadi fa’il hukumnya
marfu’ tanda rafa’nya adalah waw karena
dia jamak muzakar yang salim. Tanda
jamaknya adalah tambahan waw dan nun
karena mufradnya adalah (-,َ¸)
b. Berupa sifat contoh (ن,-'--'اَ-'=) I’rabnya:
sama dengan di atas
- Syarat jamak muzakar dirofa’kan dengan
waw bahwa ada muzakar berakal dan
kosong dari ta.


42
2. Pada isim yang enam (6) (ª--'اِ-'--َا) yaitu
(=,-ه _ ٍ.'-,- _=,- _ =,-= _ ==َأ _ =,-أ )
- Isim yang enam : di rofa’kan dengan waw
: dinasabkan dengan alif
: dikhofadkan dengan ya.
Syaratnya ada 3 :
1. dia harus mufrad ( menunjukkan satu )
2. Dia mukabbarah (ة¸-آ- ) besar, maksudnya
tidak dimasuki oleh ya tasqir
(¸¸·--) yang menunjukkan makna kecil
contoh yang ya tasgir (=,-ُأ ) makna ya
adalah ya tasgir artinya bapak kecil
engkau.
Maka apabila masuk ya tasgir dia
diI’rabkan dengan harkat yang zohir


43
diakhirnya. Contoh : ( =,-'-ت¸¸- _ =,-ات,َاَ¸ _
=,-أ-'= )
3. Dia diidofatkan kepada selain yang
mutakallim (»'´--'ْاُ-',)artinya ya menunjukan
orang yang berbicara arti ya itu adalah
saya atau aku.
Contoh : ( '-,-َأ-'= _ 'ه,=َأ-'= _ =,-أَ-'= )
- Kalau diifotkan kepada ya mutakallim
maka dia di’irabkan denan harkat yang
ditakdirkan pada hurf yang seelum ya
mutakallim.
Contoh : (_-َأَ-'=) I’rab (_-َأ ) adalah fail
hukumnya adalah marfu’ tanda rofa’nya
dhommah yang ditakdirkan ( tidak
dintampakkan ) pada huruf ba (- )
karena berebutan harkat dengan ya.
Karena kehendak ya adalah kasrah.



44
(_-أت,َأ¸) maka (_-َأ ) majrur tanda jarnya
adalah kasrah yang ditakdirkan atas ba
(- )
c. Alif
Alif menjadi tanda bagi rofa’ pengganti
dari dhommah pada satu tempat yaitu :
- Pada mutsana ( tasniyah ) yang dirofa’kan
: Tasniyah artinya dua (2)
Tasniyah adalah (ِةَد',ِز-ِن,-`ا_'=.َد'-ِف'َ`ا
Artinya : Kalimat yang menunjukkan dua
dengan tambahan alif dan nun ketika rofa’
dan tambahan ya dan nun ketika nasob
dan jar.
Contohnya : (¸`=َ¸ َ.'-)
I’rabnya : ( َ.'َ·) fiil madhi hukumnya dibina
atas fathah (¸`=َ¸) fail hukumnya marfu’
tanda rofa’nya adalah alif penggani dari


45
dhommah karena dia tasniyah . Artinya :
Telah datang dua orag laki-laki.
- Tanda dia Tasniyah adalah alif dan nun
diakhirnya : karena mufradnya adalah
(.=َ¸)
d. NUN
Nun menjadi tanda bagi rofa’ pengganti
dari dhommah pada satu tempat yaitu
pada fiil yang lima.
- Fiil yang lima adalah
=ُواوْوَأِ¸,-`اف'َأِª-َ.--ِاعٍِ¸'--.·-.´
ª-='=-ُ-',وَأ_-
- Artinya : Fiil yang lima adalah : tiap-tiap fiil
mudhorik yang berhubungan dengan alif
tasniyah atau waw jamak atau ya
muannats mukhotobah.
Contoh : ( )


46
Keseluruhannya fiil mudhori hukumnya
marfu’ karena ia kosong dari huruf
nawasib ( yang menasabkan ) dan huruf
jawazim ( yang manjazamkan ).
4.2 Tanda-tanda nasab
Tanda nasab ada lima :
a.Fathah
Fathah menjadi tanda bagi nasob pada
tiga empat :
1 ) Pada isim mufrad. Telah berlalu
penjelasan tentang isim mufrad pada
halaman 16.
Contoh : (-آا,آ'ا- د-=َأ)
Artinya : Aku telah membilang bintang.


47
Ira’bnya (د-=َأ) fiil madhi, hukumnya
dibina atas sukun, karena dihubungi oleh
dhommir rofa’ yang berharkat.
(-) Isim dhommir dibina atas dhommah
pada tempat rofa’ menjadi fail.
(-آ,آ'َا) menjadi maful bih hukumnya
mansub, tenda nasabnya fathah
karen isim mufrad.
2 ) Pada jamak taksir telah berlalu pada
halaman sebelumnya.
Contoh : ( _¸'-`ا,.'=¸'ا-,َأ¸ )
3 ) Pada fiil mudhrik yang dimasuki oleh
salah satu nawasib dan tidak
berhubungan dengan akhirnya alif
tasniyah atau waw jamak, ya muannats
mukhotbah. Contohnya : (_-,ْ¸' - '=,ْ¸' َ س )
- Kalau akhirnya dihubungi oleh alif
tasniyah atau wawjamak atau ya


48
muannats mukhotobah maka tanda
nasabnya adalah haaf nun (membuang
nun).
Contoh : ('-'=,¸') asalnya (¸'-=َ,) dan
( -'=,ْ¸' او ) asalnya
( -'=, او ¸ ) dan (,-'=,¸' ) asalnya (¸,-'=, ).
b. Alif
Alif tanda bagi nasob pengganti dari
fathah pada isi yang enam, telah terdahulu
penjelasan serta syarat-syaratnya pada
halaman seelumnya.
Contoh : (ك'-ه َ-.'-اذ -ك'· -ك'-= -ك'=َأ -ك'-َأ َ)
c. Kasroh
kasroh tanda bagi nasab pengganti dari
fathah pada jamak muannast yang salim.
Telah terdahulu penjelasan jamak muannats


49
yang salim pada halaman sebelumnya.
Contoh : ( ,َأَ¸ ُ ت ا-نه'ا ِ ت )
I’ronya (¸أ¸) fiil madhi hukumnya dibina aras
sukun karena dihubungi oleh dhomir rofa’
menjadi fail. ( ا--+'َا ْت ) menjadi maful bih
hukumnya mansub tanda nasabnya adalah
kasroh, karena jamak muannats yang salim.
d. Ya
Ya menjadi tanda bagi nasab pengganti
dari fathah pada dua tempat.
1) Pada mutsanna yang mansub
Telah terdahulu penjelasan mutsanna
pada halaman sebelumnya.
Contoh : ( ,َأَ¸ ُ ت ,َز'ا د , ِ ن ) I’robnya ( ,َز'َا د , ِ ن )
adalah maful bih hukumnya mansub tanda
nasabnya adalah ya, karena ia tasniyah.
Artinya aku telah melihat dua orang Zaid.


50
2) Pada jamak muzakar yang salim yang
mansub
Contoh : ( ,ِ-,ز'اُ-,َأَ¸ ِ ن ) Irabnya ( ,ِ-,َز'َا َ ن )
menjadi maful bih hukumnya mansub tanda
nasabnya ya karena ia jamak. Artinya aku
telah bertemu beberapa orang Zaid.
- Perbedaan tasniyah dengan jamak
ketika nasab
- Kalau tasniyah di fathahkan harkat huruf
yang sebelumnya ya dan di kasrahkan
harkat yang sesudah ya, contoh : ( ,-'- ِ ن )
dua pena.
- Kalau jamak dikasrahkan harkat yang
sebelum ya dan di fathahkan harkat
huruf yang sesudah ya. Contoh : ( ,-'- َ ن )
beberapa pena.
e. Hazaf nun ( membuang nun )


51
Hazaf nun tanda bagi nasab pengganti
dari fathah pada fiil yang lima :
Contoh : ( ' ْن '=--, ) asalnya ( '=--, ِ ن )
( '=--- ' ْن ) asalnya ( '=--- ِ ن )
( =-ْ-, و ' ْن ) asalnya ( =--, َ نو )
( ' ْن =--- َ نو ) asalnya ( =--- َ نو )
( ' ْن =--- ى ) asalnya ( ,=--- َ ن )
4.3 Tanda tanda jazam
Tanda jaam ada dua :
a. Sukun
Sukun tanda bagi jazam pada fi’il mudhori’
yang shahih akhir. Fi’il mudhori’ yang shohih
akhir adalah : ( · ى ِ¸=َأ ِ - َ'=-¸= ٍ ة ¸,''- )
Artinya : Fiil yang tidak ada akhirnya huruf ilat
Contoh : (-ِ¸-,ْ»' - _-ْ-,ْ»' )


52
B. Hazaf
Hazaf tanda bagi yang jazam pada dua
tempat :
!) Fi’il mudhorik yang mu’tal akhir yaitu :
-',ْ,َا,اَ,ْ,َا-'َأ_-عِ¸'--.·-.آ
Artinya : Tiap – tiap fi’il mudhori’ yang
diakhirnya alif, atau waw, atau ya.
Contoh : (_-=, ) diakhirnya alif ketika jazam
(ش=,ْ»' )
(_-¸, ) diakhirnya ya ketika jazam
(»¸,»' )
(,ز·, ) diakhirnya ada waw ketika
jazam (ز·,ْ»' )
2) Pada Fi’il yang lima
Contoh : (ا¸--, ْ»' )


53
( ْ»' ا¸--- )
(ا,¸--,ْ»' )
(,¸---ْ»' )
(_¸---ْ»' )
4.4 Tanda – tanda khofad
Tanda khofad ada tiga (3) yaitu :
a. Kasroh tanda bagi khofad pada tiga
tempat :
!) Pada isim mufrad yang munshorif
(yang bertanwin )
Contoh : (-,َز-ُ-¸َ¸- )
- Kalau isim mufrad yang tidak bertanwin (
isim allazi la yansarif ), maka tanda
khofadnya fatnah contoh: (--=َ'-ُ-¸¸- )
2) Pada jamak taksir yang munshorif (
yang bertanwin ).


54
Contoh : (.'=ِ¸-ُ-¸¸- )
Kalau Jamak taksir yang tidak bertanwin (
isim allazi la yan sarif ). Maka tanda
khofadnya fathah. (-='--_-ُ-,َ'- )
3) Pada jamak muannats yang salim
yang masih kekal jamaknya, contoh :
(- ا--+- ُ-¸¸- ) Aku telah bertemu
dengan beberapa orang si Hindun.
- Kalau hilang makna jamaknya yang
dijadikan ia isim alam ( nama orang atau
nama negeri ) boleh bertanwin dan
boleh tidak bertanwin tanda khofadnya
kasrah dan kalau tidak bertanwin tanda
khofadnya fathah.
b. Ya
Ya tanda bagi ganti bagi kasroh pada tiga
tempat yaitu :


55
1) Pada mustasna yang dikhafadkan
contoh ; (¸,َ-,ز'ا'- -¸َ¸- )
2) Jamak mudzakar yang salim contoh :
(¸,ِ-,ز'ا'- -¸¸- )
3) Pada isim yang enam
Contoh (=,-ه _ ل'-¸- _ =,- _ =,-= _ =,=َأ _ =,-َأ )
- Telah berlaku penjelasan semuanya
pada isim ybg marfu’.
c. Fathah.
Fathah tanda bagi Khofad pengganti
kasroh pada isim allazi la yan sarif (-ر--,َ`_-'ا
م-ِا ) isim yang tidak bertanwin yaitu :

ن,-·'-=-
ِن,-,=ر· ِن,-'=_·َ.··'اَª--َأ'- )
َر=`ا_=ر-َو=-'ا'-ه-=ِا_=ر- ª,·ر-ْ,َأ_-·-'ا_
(ن,-,=ْر-'ا َ»'·-ُ»ْ,·-


56
Artinya : Isim yang menyerupai fi’il
dengan dua alasan yang furu’
keduanya, berbeda keduanya yang
kembali salah satu keduanya pada
lafadz dan kembali yang lain pada
ma’na atau satu furu’ yang menempati
dua furu’.
- Isim Allazi la yan sarif dua :
1. Terlarang bertanwin dengan satu
furu’ yang menempati tempat dua
furu’
2. Terlarang bertanwin dengan dua
furu’
1.1 Kalimat yang ada atas
setimbangan sighat muntahal jumu’.
(ع,-='ا_+---'اª·,- ) Yaitu :
'+=-,َاª`َ``,َا ن'·ر= -ر-´- -'َأ-·- _-=.´ )

(ن´'-


57
Artinya : Tiap- tiap jamak yang
sesudah alif taksirnya dua huruf atau
tiga huruf yang pertengahan sakin.
Contoh : Yang sesudah alif taksirnya
dua huruf
(_-ا,- _ -='-- )
Contoh : Yang sesudah alif taksirnya tiga
huruf (.,ِ-'-- _ _,-'-- )
- Shigat muntahal jumu’ terlarang
bertanwin karena dia menempati dua
furu’ / dua kali jamak. Yaitu : 1. Jamak
adalah furu’ dari mufrad
2. Kemudian jamak
di jamakkan lagi.
Atau 1. 1. Mufrad – 2. Jamak takrir – 3.
shighat muntahal jumu’


58
3. Kalimat yang diakhiri dengan alif ta’nis
maksurah.Yaitu alif yang
( َ -¸--ف' ِ ة )
Menunjukkan mufradah ( satu perempuan )
biarpun masuknya pada nakirah.
Ex : ى¸ْ ´ذ atau pada marifah ex : ر _-
_=¸= : ex katau jama
4. Kalimat yang diakhiri alif ta’nis mamdudah
yaitu ( '+'--ف'َأٌف'َأ )
ة¸-ه ¸ه -'--· )
Artinya : alif ta’nis yang mamdudah ialah
alif yang sebelumnya ada alif kemudian di
tukar dia dengan hamzah biarpun masuknya
pada nakirah ex : َ»اَ¸=- atau pada morifah ex
: ',¸آَ¸


59
- Alif ta’nis maksurah dan alif taknis
mamdudah melarang tanwin karena dia
menempati dua furu’ / dua kali ta’nis.
1. Taknis yang laim (yang sudah ada
2. Menempati taknis pada taknis yang lazim
berarti sudah dua kali taknis.
Atau 1. Takrir 2. Taknis 3. Alif ta’nis.
3. Terlarang bertanwin dengan dua
furu’ ini terbagi dua.
4. Terlarang bertanwin beserta alamiah
5. Terlarang bertanwin beserta wasfiah
2.1. Yang terlarang bertanwin beserta alamiah
ada 6 yaitu:
1. Alamiah serta tambahan alif dan nun
contoh ( ¸ا¸-= )


60
- dua furu’ yang melarang tanwinnya
adalah alamiyah furu’ dari nakirah dan
tambahan alif dan nun furu’ dari mazid
alaih / yang tambahan.
2. Alamiah serta tarkib majzi, contoh : (=-'·- )
- Dua furu’nya : alamiyah furu’ nakirah, dan
tarkib furu’ dari mufrad.
3. Alamiyah serta taknis contoh : (ª='= )
- Alamiyah furu’ nakirah, taknis furu’ dari
tazkir.
- Taknis terbagi tiga :
1) Ta’nis lafadz dan ma’na contoh : (ª-='- )
2) Ta’nis lafadz tidak ma’na contoh : ( ª='=
) untuk nama laki-laki.
3) Ta’nis ma’na tidak lafadz contoh : (--,¸ )


61
- Syarat taknis melarang tanwin ada : salah
satu dari 4 :
1) Bahwa ada hurufnya lebih dari tiga
contoh yang diatas.
2) Kalau tiga huruf berharkat ditengahnya.
Contoh : (¸·- )
3) Atau ‘ajam ( bukan bahasa Arab)
contoh :( --= ى )
4) Perpindahan dari muzakar kepada
muannats contoh : (-,َ¸) untuk nama
perempuan.
- Kalau tidak terdapat salah satu syarat di
atas boleh bertanwin. Kalau bertanwin
di khofatkan dengan kasrah contoh :
(--+- -¸¸- )
4. Alamiyah serta wazan fi’il ( setimbangan fi’il )
conth : (--=َأ ¸آ-, )


62
- Alamiyah furu’ nakirh wazan fi’il adalah
furu’ dari isim.
- Syarat wazan fi’il harus ada timbangan fi’il.
5. Alamiyah serta ‘udul contoh (¸-=) pada
taqdiri.
Alamiyah furu’ nakirah dan ‘udul furu’
dari ma’dul alaih( yang dipalingkan )
- (¸-= ) di palingkan dari (¸-'= ) karena di
kahwatirkan sama degan sifat.
6. Alamiyah serta ajam, contoh : (»,هاَ¸-ِإ )
Alamiyah furu’ dari nakirah ajam furu’
dari arab.
- Syarat ajam adalah :
1. Harus alam (nama orang atau nama
negeri) dalam bahasa ajam.
2. Lebih dari tiga huruf


63
- kalau tidak terdapat salah satu dua syarat
diatas boleh bertanwin dan boleh juga
tidak bertanwin.

4.2. Yang terlarang bertanwin serta wasfiyah
ada:
1) Wasfiyah serta ‘udul contoh: ( َ¸=ُا )
dipalingkan dari (َ¸=' ) pada hakiki (
tahqiqi).
- Wasfiyah furu’dari mausuf alaih ( yang
diberi sifat dan ‘udul furu’ dari ma’dul
alaih yang dipalingkan)
2) Wasfiyah serta tambahan alif dan nun
contoh : ( ¸ا¸آ- ) ( mabuk )
- Wasfiyah furu’ dari mausuf tambah
(ziadah) furu’ dari mazid alaih (yang
ditambah)


64
3) Wasfiyah serta wazan fi’il furu’ dari isim.
- Syarat wasaf :
a. Keadaannya asli
b. Tidak menerima ta.

BAB ISIM-ISIM YANG MARFU’
- Isim yang marfu’ adalah isim yang
dirofa’kan dengan salah satu tanda
rofa’ yang empat ( 4 ) yaitu dhommah,
waw, alif, dan nun.
- Isim – isim yang dirofa’kan itu ada tujuh (7)
:
1. Fail (pelaku pekerjaan)
2. Naibul fail (pengganti pelaku)
3. Mubtada (subjek)
4. khabar (prediket)


65
5. Isim kana (نَ'´ ) dan isim saudara –
saudara kana (¸ 'آ )
6. Khabar inna (¸ ِ ا) dan isim saudara –
saudara inna (ن ِ ا)
7.Tabi’ ( yang mengikut kepada yang
marfu’ ).
1) Naat ( sifat )
2) Ataf ( kata penghubung )
3) Taukid ( penguat/penegas )
4) Badal ( pengganti )
- Kalau da isim yang marfu’ I’rabnya adalah
salah satu dari ism yang 7 :
1.1 BAB FAIL ( PELAKU PEKERJAAN )
Fail adalah :



66
Artinya : Fail adalah yang didahului oleh fi’il
( yang dibina bagi fail ) atau yang
menyerupai fi;il dengan cara melekat fi’il
dengan fail atau dengan cara terjadi fi’il
dari fail.
- Isim terbagi dua :
1) Sharih ( benar – benar isim )
2) Muawwal ( Fi’il yang dipalingkan
ma’nanya kepada isim )
- Fi’il terbagi dua :
1) Lazim ( yang hanya berkehendak
kepada fail ) instransitif.
2) Mut’addi ( yang berkehendak kepada
fail ) transitif.
- Sabah fi’il terbagi empat :
1) Isim fail
2) Amtsilah muballagah
3) Sifat masyabahah


67
4) Isim tafdhil
Contoh : menyandarkan fi’il kepada fail
atas cara melekat fi’il pada fail :
Telah mengetahui si Zaid (»'=) fi’il madhi ( -,َ¸)
Fail
- Pengetahuan itu melekat pada diri si Zaid.
Contoh : Menyandarkan fi’il kepada fail
atas cara terjadi fi’il dan fail
-,َ¸م'·: telah berdiri si zaid (م'·) fi’il madhi
(-,َ¸ )fail.
- Perbuatan berdiri itu terjadi dari si Zaid
- Contoh fail dari isim fail ( او'َا-'-=- ª- ) artinya :
berbeda warnanya
I’rabnya (-'-= ) isim fail (ناَو'َا) fail dari (-'-=- )
dan ( ُ- ) mudhofun ilaih.
- Contoh Fail dari amtsilah mubalagah
(-,َ¸-ا¸-َا ) artinya adalah bersangatan
memukul si Zaid.
I’rabnya (َ أ ) istifamnya ( kalimat tanya )
(-ا¸- ) amtsilah mubalagah


68
( -,َ¸ ) fail dari ( -ا´¸- )
- Contoh fail sifat musyabhah (ª+=َو ن-= )
artinya yang baik wajahnya.
I’rabnya (ن-=)sifat musyabahah (ª=َو) fail
dari (ن-= ) dan ( ) mudhofun ilaih.
- Contoh fail dari isim tafdhil
( --ُ.=´'ا -,َزِن,=_-ُª ِª-,=_-َن-=َأً`=َ¸ُ-,َاَ¸'- )
Artinya : Aku tidak melihat seorang laki –laki
yang lebih baik dimatanya celak dari celak
yang ada pada mata si Zaid.
- I’rabnya ('-) huruf nafi ( huruf yang berarti
tidak ) ( ْيَأَر ) fi’il madhi ُ ت
Fail ( `=َر ) maf’ul bih (ن-=َأ ) isim tafdhil,
menjadi naat dari (`= َ ¸ ) dan
(ِ ف ) hurif jar ( ن,= ) dijarkan oleh (ِ ف ) dan (ِ- )
mudhofun ilaih


69
- Contoh fail yang berasal dari fiil yang
ditakwilkan ( yang diplingkan ma’nnya
kapada isim ) ( 'ِ-ْ',ْ»'َأ »+-َ_-=-ْنَأا,--َأَن,ِ-' )
Artinya : Apakah belum datang waktunya
bagi orang – orang yang beriman untuk
tunduk hati mereka.
I’rabnya : (أ) huruf istifam ( م' ) huruf nafi ( ِ ن ',
) fi’il mudhori’
( َنْ,ِ-´'ِ' )jar dan majrur (ا,--َأ) fi’il madhi (, )
fail (ن أ) huruf masdar dan huruf nasab (
_-=- ) fi’il mudhari ( ُ-,ُ'- ) fail ( »ه )
mudhofun ilaih.
- ( »+-ا,'-َ_-=-ْنَا ) ditakwilkan / dipalingkan
kepada isim yang menjadi fail dari (ن', )
takwilnya adalah
(»+-ا,'·ُع اْ,-=ا,--َأن,-''ِنْ', ْ»'َأ )
PEMBAGIAN FAIL


70
Fail terbagi dua :
1. Zahir ( tampak )
2. Mudhmar ( tersembunyi )
Zhohir ada delapan (8)
a. Isim mufrad contoh ( ¸'·َ.'· ) telah berkata
qdhi / -,ز-'=
b. Mutsanna muzakar ( نا-'ا, .·--, ) sedang
sibuk kedua orang tua / نا-,ز'اَ-'=
c. Jamak muzakar (ن-'--'ا_'-) telah shalat
orang yang muslim / َنْ,ُ-ْ,´ز'اَ-'= yang salim.
d. Jamak taksir muzakar ( -َ`ط'اُ»'·-, )sedang
belajar siswa – siswa / ل'=ر'ا-'= / untuk
muakkar
e. Mufrad mu’annast ( ُª-='-ْ-َ'= ) telah datng
fatimah / َ'= --ه-
f. Mutsana mu’annast (ن'-َ--,-'ا_'--) sedang
shalat dua perempuan ِنا--+'ا--'= / mukmin
g. Jamak mu’snnast yang salim (-'-'--'اِ--'-)
telah berdiri banyak perempuan
muslim / -ا--+'ا--'=


71
h. Jammak taksir mu’annast (-,-+'ا --'=) telah
datang beberapa si hindun / ُ-ْ,ُ-ُ+ْ'اِ-َ-'َ= /
untuk muannas
MUDHAMAR ADA 14
a. Murfad muzakkar ghaib ( َ »¸´أ ) failnya (,ه )
yang ditakdirkan.
b. Mussana muzakkar ghaib ( َ '-َ¸´أ ) failnya alif
( ا )
c. Jamak muzakar ghaib ( َ ا,-¸´أ ) failnya waw
(, )
d. Mufrad mu’annast ghaibah ( َ --َ¸´أ) failnya
( _ه ) yang ditakdirkan.
e Mutsanna mu’annast ghaibah ( َ -'- َ ¸´أ )
failnya alif ( ا )
f. Jamak mu’annast ghaibah ( َ ن-َ¸´أ ) failnya
nun ( ن )
g. Mufrad mukhotob muzakkar ( َ أ --¸´ )failnya
ta ( - )
h. Mutsana mukhotob muzakkar ( َ '---َ¸´أ )
failnya ta ( - )
i. Jamak mukhotob muzakkar (»-- َ ¸´أ ) failnya
ta ( - )


72
j. Mufrad mu’annast mukhotobah ( َ --َ¸´أ )
failnya ta ( - )
k. Mutsana muannats mukhotobah ( َ َ '---¸´أ )
failnya ta ( - )
l. Jamak muannast mukhotobah ( َ ن--َ¸´أ )
failnya ta (- )
m. Mutakallim wahdah ( َ --َ¸´أ ) failnya tu ( - )
n. Mutakallim ma’ghair ( َ '--َ¸´أ )failnya na ( '- )
- Huruf yang menghubungi ta ( - ) bukan
bagian dari fail, yang fail adalah ta satu –
satunya.

KETENTUAN FAIL
Bagi Fail ada tujuh (7) ketentuan.
1. Fail wajib rofa’
2. Fail wajib terlekat sesudah fi’il
3. Fail tidak boleh dibuang, apa saja
bentuk fi’il wajib pakai fail baik


73
madhi, maupun mudhori’ dan
amar
4. Fi’il harus dalam bentuk mufrad
sekalipun failnya mustanna atau
jamak.
5. Harus ditaknis fi’il bila failnya
muannast dan tidak terbatas
dengan fi’il dengan cara
menambahkan ta ta’nis pad fi’il
madhi.
Contoh : ( '='اِ-·=َ¸ ª-' )
Telah pulang murid perempuan dan
dengan memakaikan huruf mudhoro’ah ta
pada fi’il mudhori’.
Contoh : (-'-''='ا-·=¸ ) ( sedang atau
akan pulang murid – murid perempuan )


74
- Kalau antara fi’il dan fail ada yang
membatasi maka boleh menta’niskan
fi’il boleh juga tidak. Contoh :
- (-'-''طة¸-'=-'ا -'+--ا-·- _=¸ ) artinya telah
pulang setelah selesai muhadharah
murid – murid.
I’rabnya (_=¸ ) fi’il madhi (-·- ) zaraf (ِ-'+--إ
) mazruf
(ة¸-'=-ْا) mudhofun ilaih (ت'-''= ) fail dari
(_=¸ )
(_=¸ ) muzakar dan (ت'-''= ) muannats.
Dan kalau dikatakan
(ت·=َ¸ ) boleh juga.
6. Kalau fi’ilnya muta’addi sesudah
fi’il ada fail kemudian maf’ul.
Contoh : ('-¸دذ,-َ`-'اْ--´,) sedang
menulis murid – murid akan pelajaran.


75
I’rabnya (--´ ) fi’il mudhari’ (ذ--َ`-'ا )fail
( '-¸د ) maful.
- Tapi sering juga mafulnya didahului dari
fail.
Contoh : ( -ا»´¸--د· ) Sungguh telah
menolong akan kamu allah.
I’rabnya : (د· ) huruf tahqiq (¸-- ) fi’il
madhi (»´ ) maful bih ( -ا ) fail.
7. Boleh membuang fi’il bila ia
menjadi jawab
Contoh : (_'= ج¸=ن- ؟ ) Siapa yang keluar ?.
Ali
Takdirnya ( _'=ج¸=ج¸=ن- ) siapa yang
keluar ?. yang keluar Ali.
BAB NAIBUL FAIL
Naibul fail adalah


76
َ¸'--ُª-'·-َوهَ»,·ُاو'='-ª·-¸´-,»'ى-'اعو-¸-'»-ِ`ا,ه و-¸- -·-'=
ª'--ن'´نأ-·-ًة--=و'-و---َن'´نأ
.·-'ا_'=ª-,ِ-·-`وُª-=¸و=,َ`-
Artinya : Isim yang marfu’ yang tidk
disebutkan failnya dan ditempatkan dia
pada tempat fail, maka jadi isim itu marfu’
sesudah mansub dan jadi dia umdah (
pokok atau bagian dari fi’il ) sesudah ada
dia fudhlah ( pelengkap ), tidak boleh
dibuang dan tidak boleh terdahulu dari
failnya.
Naib fail hanya ada pada fi’il yang
muta’addi ( transitif )karena yang akan
menjadi naibul fail itu pada asalnya
adalah maful. Contoh :
( -'´'ا-,¸-¸- )
Artinya : Telah memukul si Zaib akan anjing.
I’rabnya : (-¸- ) fi’il madhi (-,َ¸) fail (-'´'َا)
maful bih
Caranya :


77
a. Dihazafkan fail yaitu ( -,¸ )
b. Diletakan maful pada tempat fail yaitu (
-'´'ا )
c. Dirubah fi’ilnya jadi dibina bagi maful (
kalimat pasif ) dengan cara
mendhommahkan awalnya dan
mengkhasrahkan huruf yang sebelum
akhirnya.
Maka jadi dia ( -'´'ا-¸- ) artinya telah
dipukul anjing
I’rabnya : (-¸-) fi’il dibina bagi maful /
bina bagi majhul ( kalimat pasif ).
(-'´'ا ) Naib fail ( pengganti pelaku ).
Cara membuat fi’il dibina bagi maful
pada fi’il mudhori’ yaitu
mendhommahkan huruf mudhoro’ah
dan memfathahkan huruf yang sebelum
akhir, contoh (¸--, ) Sedang / akan
menolong menjadi (¸--,) sedang / akan
ditolong.


78
- Naibul fail juga ada dari isim maful contoh :
(ª·'= -,-=-َ,ه) Artinya dia yang dipuji
akhlaknya
- I’rabnya (,ه) mubtaba ( َ -,-=- ) khabar
sigatnya isim maf’ul dan
(¸'= ) naib fail dari (-,-=- ) dan (- ) mudhafun
laih.
Alasan menghazafkan fail.
1. Karena sudah kenal dengan fail contoh
(ن'--ِ`ا¸'=) telah diciptakan manusia. Semua
orang tahu bahwa yng menciptakan adalah
Allah mka dihazafkan failnya yaitu Allah
asalnya adalah (ن'--ِ`ْا-ا¸'= )
2. Karena tidak tahu dengan si fail contoh
( ُ ت,-'اَ¸¸- ) telah dicuri rumah kita tidak tahu
siapa pelaku pencurian.
3. Ingin menyembunyikan fail supaya orang
ragu. Contoh ( ن'-='ا-´¸ ) telah dikendarai


79
kuda kita kenal dengan si pengendara tapi
tidak mau menyebutkan supaya orang ragu.
4. Karena takut dengan si fail contoh ( -,¸-¸- )
telah dipukul si zaid. Kita kenal siapa orang
yang memukul tapi takut menyebutkannya,
kalau disebutkan mungkin dia akan marah.
5. Untuk memulyakan si fail (¸´--.-=.-= ) telah
dikerjakan pekerjaan yang mungkar.
Kita tahu orang yang memperbuat yang
mungkar, karena selama Ini dia orang yang
terpandang untuk memuliakannya
dihazafkan supaya jangan jatuh harga
dirinya.
6. Karena tidak ada manfaat menyebutkannya
( ة¸,ُ--'ا_-- ) telah dihapus papan tulis.
Disebutkan atau tidak disebutkan orang yang
menghapuskannya tidak akan ada
faedahnya.


80
- Kalau pada kalimat itu ada beberapa
maf’ul maka yang akan dijadikan naib
fail adalah maful yang pertama, dan
yang lain tetap mansub menjadi maful
juga
Contoh : ( َ¸¸´-_==َا '-ه¸ِ-ا-, )
Artinya Telah memberikan aibakar akan
sizaid akan uang.
- I’rabnya : ( _==َا ) fi’il madhi (¸´- ) fail ( ا-,َ¸
) maful pertama
( '-ه¸- ) maful kedua.
- Dijadikan bina bagi mafil ( '-ه¸--,¸_==ا )
artinya telah diberi sizaid uang
- I’rabnya ( _==ا ) fi’il madhi bina bagi
maful ( -,َ¸ ) naib fail
( '-ه¸- ) mafulbih


81
- Kalau ingin membuat fi’il bina bagi
maful dari fi’il lazim boleh juga
syaratnya nibul failnya harus.
1. Jar majrur contoh ( ح¸- ª- )
2. Zhoraf contoh ( '´»,,¸,- ل- )
3. Masdar contoh (¸'+-'ا_- ل-=ل--·, )
- Ketentuan naib fail sama dengan
ketentuan – ketentuan fail
- Pembagian naib fail sama dengan
pembagian fail
- Penentuan muzakar dan muannats fi’il
yang dibina bagi majhul tergantu
pada maful bih yang akan menjadi naib
fail.
Terutama dalam memakai huruf
midhoro’ah jangan sampai tertipu
dengan
Huruf mudhoro’ah yang ada :
Contoh : (ª-ط'-'ا-¸-- ) kalau bina bagi fail


82
( ª-ط'-'اُ-,َزُ-ِ¸-, )

BAB MUBTADA ( SUBJEK ) DAN KHABAR (
PREDIKET )
- Mubtada sama dengan subjek atau
pokok kalimat
- Khabar sama dengan prediket atau
sebutan
- Mubtada dan khabar adalah dua isim
yang dari keduanya disusun kalimat
yang berfaedah :
- Mubtada ialah :
(ª,ظ-''ا.-ا,·'ان=يِ¸'·'ْاُعْ,-¸-'ام-`اا----'َا )
Artinya : Mubtada ialah isim yang marfu’
yang kosong dari amil lafziah.
- Yang merofa’kan mubtada adalah
ibtida ( permulaan ) `ان,´ ِ.-اَ,·'ْاِن=-¸=ْ`ا»
- Mubtada ada dua dua pembagian :
1. Zhohir
2. Mudhmar


83
- Kedua –duanya sudah terdahulu dalm
bab fail
- Mubtada zahir ada dua pembagian
1. Mubtada yang berkehendak
kepada khabar contoh : ( '--َ¸ُ-ا )
2. Mubtada yang berkehendak
kepda fail sadda masadda khobar ( fail
yang
Menempati tempat khobar, yang ini
kalau mubadanya terdiri dari isim
wasaf ( isim fail dan isim maful yang
didahului olh nafi atau istifham. )
Contoh : ( -,َ¸»-'·َا ) artinya adakah
yang berdiri si zaid.
‘Irabnya (َأ)istifham ( »-'- ) sighatnya
isim fail ‘Irabnya mubtada
( -,َ¸ ) fail sadda musadda khobar.
( ا-,َ¸'ا»-'-'- ِ ن ) artinya tidak yang berdiri
dua orang zaid.
‘Irabnya : ( '- ) huruf nafi ( »-'- ) isim
fail jadi mubtada
( ا-,َّ¸'َا ِ ن ) fail sadda musadda
khobar.


84


KETENTUAN – KETENTUAN MUBTADA
Ketentuan mubtada ada 5 :
1. Wajib rofa’ contoh : (¸,--- ْ¸='َا ) artinya
kebenaran itu di bela.
‘Irabnya : (¸='َا) murtada marfu’ (¸,--- )
khabar marfu’
2. Harus isim yang ma’rifah atau nakirah yang
berfaedah contoh :
(.,-¸--=--ا)
(--=-)mubtada dia ma’rifah dengan isim
alam (.,-¸) khabar (-ا) mudhofun ilaih.
3. Mubtada boleh di hafazkan kalau ada bukti
yang menunjukkan contohnya pada
jawab dari pertanyaan. ( َ = =''=-ْ, )
bagaimana keadaanmu.
Irabnya ( َ = َ-ْ, ) khabar muqaddam (
khabar yang di dahulukan )
( .'= ) mubtada muakhar ( mubtada yang
dikemudiankan )


85
(=) mudhofun alaih :
- Lalu dijawab dengan kalimat (¸,=-) artinya
baik-baik ‘irabnya khabar mudtadanya di
hafazkan seharusnya di jawab dengan
(¸ْ,=-'-ا ) saya baik.
('-ا) mubtada (¸,=- ) jar dan majrur menjadi
khabar.
- Maka menghafakan ( '-ا ) disini hukumnya
cuma boleh / harus kalau dituliskan juga
boleh tidak ada salahnya.
4. Wajib dihafazkan mubtada itu pada empat
tempat :
1) Kalau dia jadi jawab dari qosam ( sumpah )
contoh ( َ ن-ه-` _--ِ-_- ِ ) Artinya : pada
tanggunganku sunguah aku akan pergi.
I’rabnya (_- ) huruf jar
( ِ _--- ) dijarkan oleh fi (_-) tanda jarnya
kasrah.
(ي) mutakallim wahdah jadi mudhofun illaih.
(. ) huruf jawab dari qosam ( sumpah )
(¸-ه-ا) fi’il mudhori’ fiilnya ('-أ) yang
ditakdirkan, jumlah fi’il dan fail menjadi


86
khobar, mubtadanya dihazafkan yaitu
lafadz (»--) sumpah atau
(-+=) janji.
(¸ ) huruf taukid tsakilah ( penegas )
Kalimat (»--) / (-+=) mubtada disini wajib di
hazafkan tidak boleh dituliskan.
2)Kalau khobar terdiri dari masdar
pengganti fi’ilnya contoh : ( .,ض-=¸--)
Artinya : Kesabaran yang baik.
I’rabnya : (¸-- ) khabar, (ل,-=) naat.
Mubtada dihazafkan, yaitu kalimat
(=¸--) kesabaran engkau. ‘I rabnya (¸-- )
mubtada (= ) mudhofun ilaih
lengkapnya kalimat itu (.,-=¸--=¸--) tapi
tidak boleh menuliskan kalimat (=¸--)
3) Kalau khabarnya khusus pujian
dikhususkan pujian ( »·- ) atau celaan ( ¸-- )


87
Contoh : (--=-.=¸'ا »·- ) artinya : Sebaik –
baiknya lelaki Muhammad.
I’rabnya ( »·- ) fi’il mudah ( pujian ). ( .=¸'ا )
fail dari ni’ma.
( --=- ) khabar mubtadanya (,ه) yang di
takdirkan. Asal kalimatnya
adalah : ( --=-,ه.=¸'ا»·- )
Contoh celaan :
( ا¸-'ا---- ة --ه ) Sejahat – jahat perempuan
Hindun.
I’rabnya : ( ---- ) fi’il zam ( celaan ) ( ةا¸-'ا )
fail biksa.
( --ه ) khabar mubtadnya ( _ه ) tidak boleh
dituliskan.
Asal kalimat itu adalah ( --ه_هةا¸-'ا---- )


88
4) Kalau khabar hanya berupa sifat saja
contoh : ( ن,´--'ا-''=-¸-¸- )
Artinya : Kasihanilah oleh engkau si khalid
yang miskin.
I’rabnya : (¸-¸- ) fi’il Amar, failnya wajib
mentakhirkan anta (--ا)
(- ) huruf jar (-''=) dijarkan oleh bi ( - ) ( jar
dan majrur )
(ن,´--'ا) sifat dari (-''=) yang sudah
diputuskan hukumnya dari man’utnya,
namanya naat maqtu’ ( ع,=·- ) I’rabnya jadi
khabar mubtadanya adalah
(,ه ) yang dihazafkan lengkapnya kalimat
itu adalah :
( ن,آ--'ا,هٍ-''=-¸-َ¸- )
5) Wajib terdahulu dari khabar contoh
semua yang sudah disebutkan di atas,
kecuali pada beberapa tempat boleh


89
mentakhirkan mubtada dari khabar nanti
dijelaskan dalam penjelasan khabar.

- Kadang – kadang ada mubtada itu dijarkan
oleh huruf jar tambahan yaitu bi (-)
Min (ن-) dan rubba (-¸ ) contoh ( »ه¸-=--=- ِ
ِ )artinya cukuplah untuk engkau satu dirham.
I’rabnya ( --=- ) mubtada dijarkan oleh huruf
tamabahan ( ة--ِا¸ ) yang dijarkan hanya
lafadznya saja.
( »ه¸- ) khabar dari ( --=- )
- syarat – syarat bi (-) dikatakan sebagai
huruf tambahan ada lima :
1) Kalau dia menjadi fail dari kalimat ( _-آ )
contoh ( ن,-''- -ذآ,_-آ )
Artinya : telah mencukupi Allah akan jadi
saksi


90
I’rabnya ( _-آ ) fi’il madhi ( - -ا' ) jar majrur
menjadi fail majrur dangan
( - ) tambahan ( ا-,+- ) maf’ul bih.

2) Pada kalimat yang akan jadi maf’ul bih
contoh : (¸,-''- --´,ى-'ا )
Artinya : Orang – orang yang mendustakan
dia akan agama.
I’rabnya ( -'َا ى ) isim mausul mubtada ( ´, -- )
fi’il mudhori’ failnya (,ه ) jumlah fi’il dan fail
menjadi khabar.
( ن,-''- ) jar majrur menjadi maful bih.
( ن,-'ا ) hanya majrur lafadznya saja karena
ba ( - ) huruf jarnya tambahan.
3) Terletak pada mubtad contoh : ( »هر-=--=- )
artinya: cukup untuk kamu satu dirham


91
I’rabnya ( --=- ) mubtada dijarkan oleh ba
tambahan.
( = ) mudofun ilaih.
( »هر- ) khobar dari ( --=- )
4) Pada hal yang amuilnya didahului oleh nafi
contoh : (ٍ-ِ- 'َ=ِ-ُ-ْ-ِ='َ- )
Artinya : Tidak dating aku hal keadaan
kosong.
I’rabnya : ( '-) huruf nafi
( --= ) fi’il dan fail
( - ) bi huruf jar ( ٍ--'= ) menjadi hal yang
dijarkan oleh ba zaidah
( tambahan ) dia majrur pada lafadz tapi
mansub pada mahal ( tempat )
5) Pada khabar laysa (¸,') dan khabar ma ( '- )


92
Contoh khabarnya laysa ( َ ن,-´'=''ا»´='-ُ-ا¸,' أ)
Artinya : Adakah tidak ada Allah seadil – adil
orang yang menghukum.
I’rabnya : ( أ ) istifham
( ¸,' ) fi’il madhi yang naksis yang berkehendak
pada isim dan khabar.
( ُ-ا ) isim dari laisa ( ¸,' )
( »´='- ) khabar dari laia ( ¸,' ) majrur pada
lafadz karena masuk huruf jar tambahan tetepi
dia marfu’ pada mahal.
( ن,-´'='ا ) menjadi mudhofun ilaih.
Contoh khabar ma ( '- ) ( -,-·'' »`=-ُ-ا'-, ) artinya
dan tidak ada Allah aniaya bagi hambanya.
I’rabnya ( , ) ibtida.
( '- ) nafi ( ma nafi yang hijaiah yang eramal
merofa’kan isim dan mensabkan khabar.


93
( -ا ) isim dari ma ( '- )
( »`=- ) jar majrur menjadi khabar dari ma dan
hanya aidah
( -,-·'' ) jar dan majrur.
- Min ( ن- ) dikatakan huruf tambahan bila
mencukupi tiga syarat
1. Harus ada sebelumnya huruf nafi atau nahi
atau istifham.
2. Isim yang dijarkan harus nakirah
3. Isim yang dijarkan itu harus menjadi fail atau
maful bih atau mubtada.


Contoh yang didahului nafi ( '-,'ِإ-'='- -=ان- )
Artinya : Tidak datang kepada kami seseorang.
I’rabnya ( '- )nafi
( -'= ) fi’il madhi


94
( إ '-,' ) jar dan majrur.
( ن- أ -= ) jar majrur dengan ( ن- ) zaidah menjadi
fail dari ( -'= )
Contoh yang didahului nahi ( ن-ن--َ` أ »'----- )
Artinya : Jangan kamu akan singa maka
kamu akan selamat.
I’rabnya ( ` ) nahi
( ن-- ) fi’il mudhori failnya ( ت-ا ) yang ditakdirkan
( --ان- ) jar majrur dengan ( ن- ) zaidah jadi
maful.
( - ) rabithah ( penghubung ) bagi jawab nahi
( »'-- ) fi’il mudhori’ mansud oleh fa jawab.
Contoh yang didahului istfham ( -ار,=ق''=ن-.ه )
Artinya : Adakah Tuhan selain Allah.
I’rabnya : ( .ه ) istifham
( ق''=ن- ) jar majrur dengan ( ن- ) zaidah jadi
mubtada.
( ¸,= ) khabar dari ( ق''=ن- )
( ِ-ا ) mudhofun ilaih


95
- Kalau rubba ( -¸ ) bukan huruf zaidah tapi
hanya syabah zaidah ( serupa tambahan )
NAKIRAH MUFIDAH

Isim yang nakirah itu baru bisa berfaedah
kalau ada salah satu yang 12 yaitu :

1. Kalau dia diidofatkan contoh : ( ٌ '-,'=
ª-,¸--ا,'-¸-= )
Artinya : Lima sholat faardhu atas kami.
I’rabnya : ( ¸-= ) mubtada dia nakirah
boleh karena sudah brfaedah dengan
idhofat pada lafdaz ( -ا,'- )
(-ا,'-) Mudhofun ilaih
(ª-,¸- ) Khabar
( '-,'= ) Jar dan majrur
2. Kalau dia diberi sifat atau naat contoh : (
¸,=ن-,-د-= ) artinya budak yang beriman itu
baik. I’rabnya (د-= ) mubtada dia nakirah


96
yang berfaedah denan diberi naat, yaitu:
(ن-,- )
(ن-,- ) naat dari ( د-=)
(¸,= ) khabar
3. Bila didahului oleh khabar jar dan majrur
atau zharaf
Contoh : ( م,'ا-اذ=م+', ) artinya dan bagi
mereka azab yang pedih.
Irabnya : (, ) isti’naf.
( ' ه م ) jar dan majrur manjadi khabar
muqaddam ( yang didahulukan )
(-اذ= ) mubtada muakhar ( mubatdanya
dikemudiankan dia nakirah, boleh karena
sudah berfedah dengan didahului oleh
khabar jar dan majrur.
( م,'ا ) naat dari (-اذ= )
4. Kalau dia terletak sesudah nafi atau istifham
atau izan fijaiyah ( اذا ) dengan arti tiba- tiba
atau lawla ( `,' )
- Contoh yang didahului nafi ( ¸اد'ا_-د=ا'- )artinya
Tidak ada salah seorang di kampung


97
I’rabnya ( '- ) nafi.
(د=ا ) mubtada, nakirah, boleh karena
sudah berfedah denan sebab didahului
oleh nafi yaitu ( '- )
(ِ¸ا´د'ا_ِ- ) jar dan majrur jadi khabar (د=ا )
- Contoh yang didahului oleh istifham (
-ا_-ª'ِإَا ) artinya : Adakah Tuhan beserta
Allah?
Irabnya : ( َ أ ) istifham
( ª'ا ) mutada nakirah
( -اَ_- ) zharaf dan mazruf jadi
khabar dari ( َ ª'إ )
- Contoh yang didahului oleh ( ` ,' ) lawla (
س'-'ا.-'م'=`,' )

sekiranya tidak ada ilmu sungguh telah sesat
manusia.
I’rabnya : (,' ) syartiyah
( ` ) nafi
( م'= ) mubtada dia nakirah boleh
karena sudah berfaedah


98
( . ) huruf taukid
( .- ) fiil madhi
( س'-'َا ) fail, jumlah fiil dan fail jadi
khabar dari ( م'= )
- Contoh yang didahului oleh ( ا-ِإ ) fujaiyah
( -=ر= إ -'-'ا_-.=را- )
Artinya : Aku keluar tiba – tiba seorang laki-
laki dipintu :
I’rabnya : ( -=ر= ) fiil dan fail
( ا-إ ) fujaiyah
(.=ر ) mubtada nakirah yang
berfaedah
(-'-'ا_- ) jar dan majrur menjadi
khabar dari (.=ر )
5. Kalau dia ( nakirah ) itu beramal seperti
amalan fiil ( merofakan fail dan
menasabkan maful ) contoh ( ح,---
ن,´--''-'·=-'==ا )
Artinya : Pemberian makanan bagi orang
miskin terpuji.


99
I’rabnya : ( إ -'== ) mubtada dia nakirah boleh
karena berfaedah karena dia beramal (
bekerja sama dengan amalan fiil yaitu
merofakan fail. Failnya adalah
( ,ه )
Yang ditakdirkan. Dan mensabkan maful
yaitu ( '-'·= )
( '-'·= ) maful bih
(ن,´--' ) jar dan najrur
(ح,--- ) khabar dari (-'==ا )
6. Kalau nakirah itu berupa isim mibhan ( isim
yang umum pengertiannya ) seperti isim
syart, isim istifham, ma ( '- ) ta’ajjub ( kagum
) dan kam ( »´ ) khobariyah ( yang berarti
barapa banyak ).
Contoh : Isim syarat ( _=-, -+-=, ن- ) artinya :
Siapa – siapa yang bersungguh sungguh
menang dia.
I’rabnya : (ن- ) mubtada dia nakirah
yang berfaedah karena isim mubham.


100
(-+-=, )fiil mudhori’ failnya ( ,ه ) kembali
pada (ن- )
Jumlah fiil dan fail jadi na’at dari (ن- )
(_=-, ) fiil mudhori’ failnya (,ه ) kembali
kepada (ن- ) jumlah fiil dan fail menjadi
khabar dari (ن- )
Contoh isim istfham ( ك''-'-´ْ»آ ) artinya :
berapa kitab bagi engkau?.
Irabnya : ( »آ ) istifham dia nakirah jadi
mubtada boleh karena sudah berfaedah.
('-'-´ ) tamyiz.
(ك' ) jar dan majrur menjadi khabardari ( »آ )
Contoh ( '- ) ta’ajub ( ر-=.-=ا'- ) artinya
alangkah adil si Umar.
I’rabnya : ('- ) ta’ajub jadi mubtada dia
nakirah boleh karena sudah berfaedah.
(.-=ا' ) fiil madhi, failnya (,ه ) kembali
kepada ('- )
Jumlah fiil dan fail menjadi khabar dari ( '-
)
(ر-= ) maful bih.


101
Contoh : kam ( »آ ) khobariyah ( ي--=-'-´ن- »آ )
artinya : banyak kitab padaku.
I’rabnya : ( »آ )mubtada dia nakirah boleh
karena sidah berfaedah.
(-'-´ْن-) jar dan majrur
( ي--= ) zharaf dan mazhruf jadi khabar dari (
»آ )
7. Bila nakirah itu mengandung do’a kebaikan
atau kejelekan.
Contoh do’a kebaikan ( ك,'=»َ`- ) artinya
keselamatan atas engkau.
I’rabnya (»َ`- ) mubtada dia nakirah
boleh karena sudah berfaedah.
(ك,'= ) jar dan majrur menjadi khabar dari
(»َ`- )
8. Apabila diatifkan pada isim ma’rifah atau
isim ma’rifah diathafkan pada nakirah.
Contoh nakirah diathafkan pada ma’rifah.
( ن'-·-,-''=,ذ,-'- )
Artinya : Murid laki – laki dan kholid sedang
belajar keduanya.


102
I’rab ( ذ,-'- ) : mubtada dia nakirah boleh.
( , ) ataf (-''= ) diathafkan pada tilmizun
(ذ,-'- )
(ن'-·-, ) Fiil mudhori’ failnya alif. Jumlah fiil
dan fail jadi khabar dari
(ذ,-'- )
Contoh : ma’rifah diathafkan kepada
nakirah ( ن'-'·-,ذ,-'-,-''= ) artinya dan I’rabnya
sama dengan yang diatas hanya ibalikan
yang didepan tetap jadi mubtada.
9. Bila nakirah itu diathafkan pada isim yang
mempunyai sifat (naat) atau isim yang
diahtofkan pada nakirah yang mempunyai
sifat
( ح,---ف,¸·-.,·َ,ª='= )
Artinya : ta’at dan kata – kata yang baik
dipuji.
I’rabnya : (ª='= ) mubtada dia nakirah boleh
( , ) waw athaf (.,· ) diathafkan kepada
(ª='= )
(ف,¸·- ) sifat ( naat )


103
(ح,--- ) khabar dari(ª='= )
Contoh nakirah diberi sifat yang diathafkan
( ح,-ْ--ة¸-·-,ف,¸·-.,· ) artinya : Perkataan
yang baik dan maaf adalah baik.
I’rabnya (.,· ) mubtada dia nakirah
boleh
(ف,¸·- ) naat dari (.,· )
( , ) waw huruf athof ( ة¸··- )diathafkan
pada (.,· )
( ح,--- ) khabar dari ( .,· )
10. Bila yang dimaksud dengan nakirah
hakikat jenis ( zat )
Contoh : ( ª-¸,ن-¸,=ة¸-` ) artinya buah lebih baik
dari daun.
I’rabnya (ة¸-`) mubtada dia nikirh berfaedah
karena hakikat zat.
(¸,= ) khabar (ª-¸,ن- ) jar dan majrur.
11. Bila nakirah itu menjadi jawab dari
pertanyaan contoh :( -,-'- ؟ - ك-ا¸,ن )
Artinya siapa dibelakang engkau? Murid


104
I’rabnya : (ن- ) isim istfham jadi khabar
muqaddam
(-ا¸, ) zharaf makan jadi mudhaf
mubtada
( ك ) mazhruf mudhofun ilaih
(-,-'- ) menjadi mubtada dia nakirah
boleh karena jawabdari pertanyaan dan
khabarnya (_-ا ¸, ) yang ditakdirkan.
Sempurnanya kalimat itu adalah :
(_-اَ¸,-,-'- ؟ ك-ا¸,ن- )
12. Bila yang dimaksud oleh nakirah itu
menjelaskan secara terperinci
Contoh : ( ت·-¸,-·ُت--'¸,-· ) Artinya satu baju
aku pakai satu aku jual.
I’rabnya (¸,-· ) kedua menjadi mubtada
dia nakirah berfaedah karena dia
menjelaskan secara terperinci.
( ٌ ت--' ) dan (ت·- ) fiil dan fail jadi khabar.


KHABAR ( PREDIKET ATAU SEBUTAN )


105

Khabar yaitu : ( ----'ا_'ا----'اُ»-`ا,ه¸-='َا )
Artinya : Isim yang disandarkan kepada
mubtada
Contoh : (-,-=- .-'·'َا ) artinya : adil itu disukai.
I’rabnya : (.-'·'َا ) mubtada (-,-=-) khabar.

Khabar terbagi kepada dua ( 2 )
1. ( -¸-- ) satu
2. ( -¸--¸,= ) tidak satu
- Mufrad pada khabar adalah ( ً '++--َ`, ª'-= ¸,''- )
artinya kalimat yang bukan jumlah dan
bukan menyerupai jumlah.
- Ghoiru mufrad ada 4 :
a) Jumlah isimyah ( jumlah yang terdiri dari
mubtada dan khabar )
Contoh ( »-'·ُ-,-ا-,َز ) artinya : si Zaid bapaknya
orang berdiri.
I’rabnya (-,َز ) mubtada yang pertama
( َا -,- ) mubtada yang kedua (ُ- ) rabit (
penghubung antara mubtada dan khabar


106
(»-'· )
Khabar dari (-,-َا ) jumlah mubtada dan khabar
(»-'· ُ-ْ,ُ-َا ) menjadi khabar dari zaidun (-,َز )
b). Jumlah fi’ilyah ( jumlah yang terdiri dari fiil
dan fail )
Contoh ( ُ-,=َاَ-··-,َز ) artinya si Zaid telah berdiri
saudaranya.
I’rabnya (-,َز ) mubtada (-·· ) fiil madhi (ُ-,=ا ) fail
jadi mudhof ( ُ- ) robit mudhofun ilaih jumlah
fiil dan fail menjadi khabar dari (-,َز )
- Kalau khabar terdidri dari jumlah wajib
mempunyai robit
- Yang dikatakan robit ( ط-ار ) adalah yang
menghubungkan antara mubtada dan
khabar.
c) Zharaf makan ( menunjukan tampat ) atau
zharaf zaman ( waktu ) contoh zhorof makan (
=َ--=-,َز ) artinya si Zaid di sisi kamu.
I’rabnya ( -,َز ) mubtada (َ--= ) zharaf makan
mudhof


107
( = ) mudhofun ilaih ( mazhruf ) jumlah
zharafdan mazruf jadi khabar dai
(-,َز )
d) Jar dan majur contoh : ( ِرا-'ا_--,َز ) artinya si
Zaid dikampung
I’rabnya : (-,ز ) mubtada (_- ) huruf jar
(را-'ا ) dijarkan oleh (_- ) jumlah jar dan majrur
menjadi khabar dari aidun.
- Zharaf dan mazhruf / jar dan majrur
dinamakan syabah jumlah atau
menyerupai jumlah ( =--=-,¸ )
- Tiap – tiap zharaf dan mazhruf / jar dan
majrur berkehendak kepada tempat
mutaallaq ( ق'·-- ) atau tempat
mengaitkn hukum.
- Tempat muta’allaq pada contoh diatas
adalah ( ر·--- ) atau ( ر·--ا ) yang
ditaqdirkan asal kalimat pada contoh
diatas, (=--= ر·--ِاٌ-,َز ) atau ( َ=َ-ْ-ِ=
´رَ·َ-ْ-ُ- ٌ-ْ,َز ) dan pada jar dan majrur
( ِرا´-'ا_- ´ر·--ا-,َز ) atau (رِا-'ا_- ر·----,َز )


108

KETENTUAN – KETENTUAN DARI KHABAR

Ketentuan khabar ada 7 :
1. Harus rofa’ contoh ( ٌر=َ'--'-َا ) artinya saya
terlambat.
I’rabnya ( '-ا ) mubtada ( ٌر=َ'-- ) khabar.
2. Harus muthobaqoh (ª·-'=- ) / sesuai antara
mubtada denan khabar dari segi :
a. Mufrad contoh ( ¸,ر-وه )
b. Tasniyah contoh (ِن'-,ِر-ِناَذ'--ُ`َْا )
c. Jamak contoh ( نو-+-=-ُذ,-`-'َا )
d Muzakar contoh ( _='-ُذ,-'-'ا )
e. Muannast contoh ( ٌةَ-+-=-ٌª--'= )
3. Pada umumnya khabar terdiri dari isim
mustaq contoh (¸ْ,·=اَرَ¸ْ,ُذ-'-ُ`َْا َ( َ ¸ْ,·=اَر )
jadi khabar dari ( َ¸ْ,ُذ-'-َا ) dia mustaq dengan
isim fail kadang – kadang boleh juga isim yang
jamid contoh ( ٌ»-=َ='َذ ) ( ٌ»-= ) menjadi khabar
dari (َ='َذ ) dia jaid boleh.


109
4. Boleh menghazafkan / menyembunyikan
khabar bila ada bukti yang menunjukan
misalnya dia jadi jawab dari pertanyaan.
Contoh : ( -,·- ؟ -+-=- ¸- ) asalnya kalimat itu
(--=--,·- -+-=- ؟ ¸- ) ,( -+-=- ) yang kedua khabar
dari ( -,·- ) dia dihazafkan karena ada bukti
yaitu :
(-+-=- ) yang pertama.
5. Boleh banyak khabar untuk satu mubtada
contoh :
(ر,-= _ »,'= _ ¸-- _ _,-- ُ-ا )
6. Harus terletak sesudah mubtada
sebagaimana contoh :
7. Wajib membuang khabar pada empat
tempat :
a. Bila menunjukan keadaan yang mutlak atau
keadaan wujudnya umum ini terjadi pada dua
tempat.
1. Kalau dia menjadi tempat mutaalaq
dari zharaf dan mazhruf atau jar dan


110
majrur contohnya pada khabar yang
terdiri zharaf dan khabar dari majrur.
2. Sesudah lafadz ( `و' ) dan ( و' '- )
contoh : ( `و' )
Artinya : sekiranya tidak ada agama
sungguh telah sesat manusia.
I’rabnya : ( ,' ) huruf syartiyah ( ` ) nafi
( -'ا ن, ) mubtada ( . ) huruf taukid ( .- ) fiil
madhi (ن, ا د' ) di taqdirkan yaitu : (- ,= ,-
) asalnya (¸ ا '-' .-. د ,=و- ن, ا ' د ,' ` )
b.Apabila ada dia menjadi khabar dari
sumpah contoh : (ن و ا +-=`- د )
Artinya : Demi Allah sungguh aku akan rajin.
I’rabnya : ( و ا - ) mubtada, khabarnya adalah (
_--- ) yang ditakdirkan. ( . ) huruf taukid
(ن ا د+-= ) fiil mudhori yang dimasuki oleh
nun taukid.

c. Kalau mubtadanya terdiri dari masdar dan
sesudah mubtada itu terdapat kalimat


111
yang pantas menjadi hal dan tidak
pantas untuk jadi khabar.
Contoh : ( ',-- ¸-,د'- ا »`·' )
Artinya didikanku terhadap budak itu dalam
keadaan jelek.
I’rabnya ( '- د ¸-, ) mubtada hukumnya
marfu’ tanda rofaknya dhommah yang
ditakdirkan atas ba ( - ) karena istiqol (
berebutan harkat ) dengan ya ( ي ) mutakallim.
Dan ya ( ي ) fail dari masdar takdibi (¸-, '- د )
algulama ( »`·'ا ) maful dari ( '- د ¸-, ) dan ( ',-- )
menjadi hal, dan khabar dari (¸-, '- د )
ditakdirkan yaitu ( .-'= ) asalnya ( ',-- .-'=
»`·'ا¸-,د '- )
d. Bila khabar itu terltak sesudah waw ma’iyah
( waw dengan arti serta )
Contoh : (.·-'-,ر-أ .´ ) artinya tiap – tiap
orang beserta apa yang dia perbuat.
I’rabnya : (.´ ) mubtada (ر-أ ) mudhofun ilaih,
(, ) maiyah, ('- ) mausul (.·- ) fiil madhi failnya


112
adalah ( ,ه ) kembali pada ('- ) khabar dari (.´
) ditakdirkan yaitu
( نر-·- ) asalnya (.·- ن ر-´-, ر-أ .´ )
- Wajib mendahulukan khabar dari
mubtada pada 4 tempat :
1. Bila mubtadanya nakirah dan khabar
tediri dari jar dan majrur:
Contohnya : ( -`= ل--' ا_- ) dikelas
ada mahasiswa.
I’rabnya : (.--'ا_- ) jar dan majrur jadi
khabar muqaddam, ( khabar yang
didahulukan ) ( -`= ) mubtada
muakhar ( mubtada yang di
kemudiankan ).
2. Kalau khabar itu terdiri dari isim
istifham atau ism yang didhofatkan
pada istifham dan sesudahnya isim
yang marifah, Contoh isim istifam (
ت-أن- ) siapa engkau?.
I’rabnya: (ن-) khabar muqaddam (ت-أ)
mubtada muakhar.


113

Contoh yang diidofatkan pada isim istifham (ت-أ
ن- ن-ا )
Artinya : anak siapa engkau ?.
I’rabnya : (ن-ا) mubtada diidhofatkan
kepada (ن-) dan (ن-) adalah mudhofun
ilaih (ت-أ ) mubtada muakhar
3. kalau mubtada berhubungan dengan
dhomir yang kembali kepada khabar.
Contoh : ('+-='- را-'ا_- ) artinya : dalam
rumah pemiliknya rumah.
Irabnya : (_- ) huruf jar ( را-'ا ) dijarkan
oleh ( _- ) jar dan majrur jadi khabar
muqaddam.
(-='-) mubtada muakhar ('ه) isim
dhomir yang kembali pada (را-'ا) dan
( 'ه ) mudhofun ilaih.
4. Bila pengertian khabar terbatas /
tersimpan dalam mubtada
Contoh : ( -ا`إ¸''='- ) artinya tidak ada
pencipta kecuali Allah.


114
Irabnya ('- ) huruf ilaih nafi (¸''=)
khabar muqaddam. (`إ) huruf istisna
(-ا) mubtada muakhar.

BAB ISIM KANA ( ن'آ ) DAN SAUDARA –
SAUDARANYA

(ن'آ ) dan saudara – saudaranya adalah
fiil madhi yang naqis. Yang dikatakan disini
adalah sesuatu yang tidak sempurna dengan
marfu’ kecuali dengan marfu’ kecualidengan
mansub.
(ن'آ) dan saudara – saudaranya
berkehendak kepada isim yan marfu’ dan isim
yang mansub.
Isim yang marfuk disebut isim (ن'آ )
saudaranya
Isim yang mansub disebut kabar (ن'آ ) /
saudaranya.
Isim (ن'آ ) dan khabar (ن'آ ) itu berasal dari
mubtada dan khabar.


115
Contoh : ( '--'- -,ز ن'آ )
I’rabnya (ن'آ ) fiil madhi yang naqis
kerjanya merofakkan isim menasabkan khabar.
( -,ز ) isim dari (ن'آ ) hukumnya marfu’ tanda
rofaknya. Dhommah karena isim mufrad. ( '--'- )
khabar dari (ن'آ ) hukumnya mansub. Tanda
nasabnya fathah karena isim mufrad.
Asalnya sebelum masuk (ن'آ ) adalah (»-'-
-,ز ) ( -, ز ) mubtada (»-'- ) khabar. Ketentuan
dari isim (ن'آ ) keseluruhannya sama dengan
ketentuan mubtada tanpa ada perbedaan
karena asalnya adalah mubtada.
(ن'آ ) dan saudara – saudaranya ada 13
semuanya adalah fiil :
( ن'آ ) ( ¸-ا ) ( _--أ ) ( _=-ا )
( .= ) ( ت'- ) ( ¸'- ) ( ¸,' )
( .از'- ) ( _---'- ) ( ح¸-'- ) ( =--إ'- )
( » ا-'- )
Fiil yang tiga belas ini beramal ( bekerja )
terbagi kepada 3 bagian :


116
1. Beramal dengan tidak ada syarat yaitu 8
buah mulai dari ( ن'آ ) sampai ( ¸,' )
2. Beramal dengan syarat didahului oleh adat
nafi apa saja atau yang menyerupai nafi
(syabah nafi ) Syabah nafi adalah nahi,
istifham, dan do’a. Dia ad 4 :
Yaitu : ( .ا¸ ) ( _--- ) ( ح¸- ) ( ك·-إ )
3. Beramal dengan syarat didahului oleh ( '- )
masdariyah zharfiah yaitu ( » ا- ) saja.
Dinamai dia ( '- ) dengan masdariah
adalah karena ia memecahkn ( menjadikan
) fiil sesudhnya menjadi ma’na mazdar dan
dinamakan ( '- ) dengan izarfiyyah karena
ma itu degan ma’na ( ة-- ) relama
Ex : (=,'ا ا- -¸-- -,¸ » ا-'- =-=-ا` )
Ex : (=,'ا ا--¸-- -,¸»ا,- ة -- ك-=-ا` )
Contoh : ( ا -+-=- -','ان'´ ) adalah anak
itu orang yang rajin
(ن`-´ .=¸'ا _--أ ) pada waktu subuh
silaki – laki itu malas.


117
(-,-= .=¸'ا_=-أ ) pada waktu dhuha
laki – laki itu jadi dokter.
('-¸-- ةأ¸-'ات'ظ )pada waktu siang
perempuan itu jadi guru.
(_-'= _'--'ا ¸-أ ) pada waktu sore
orang yang sholat itu khusyu’.
('-,¸- ذ,-'-'ا ت'- ) pada waktu malam
murid itu sakit.
( `,·-- ¸ ¸--'ا¸'- ) telah jadi guru itu
sibuk.
( ا-+--- ذ'--`ا .از'- ) senantiasa guru itu
rajin / tidak hilang guru itu rajin.
(ا-+--- ذ,-'-'ا ح¸-'- ) senantiasa murid itu
rajin.
('·-'- »'·'ا _---'- ) senantiasa ilmu itu
bermanfaat
(ا¸-¸--'ا ك--إ'- ) senantiasa sabar itu
pahit.
(ك,'إادد¸-- د,¸ »اد'- ك-=-أ ) saya tidak
akan bersahabat dengan engkau selama
si Zaid pulang pergi menemui engkau.


118
Keseluruhan contoh diatas adalah ( ن'´ )
dan saudaranya beserta isim dan khabarnya.
Fiil yang 13 itu kalau ditasrifkan
semuanya akan beramal sama dengan fiil
madhinya.
Fiil yang 13 ini keseluruhan bisa beramal
sebagai fiil yang tam ( »'- ) kecuali tiga yaitu (
¸,' )-( ¸ .ا )-( _--- ) yang tiga ini selama- lamanya
adalah fiil yang naqis.
Yang dimaksud dengan fiil tam adalah
fiil yang bcukup marfu’ saja tidak berkehendak
pada mansub, dan jadilah dia fiil yang lazim.
- ( ن'´ ) kalau sudah jadi fiil tam ma’na menjadi
( د=, ) diperoleh.
Contoh : ( ة¸-=,- ن'´ ¸إ ) ( jika diperoleh
kesulitan )
- I’rabnya : ( ¸إ ) syariatnyah ( ( ن'´ ) ) fiil
madhi yang tam, ( , - ) fail dari (( ن'´ ) ) (
ة¸-= ) mudhofun ilaih.


119
- ( ن'´ ) disini fiil yang tam hanya berkehendak
kepada fail saja. Tidak berkehendak pada isim
dan khabar.
- ( ¸'- ) kalau jadi fiil tam ma’na menjadi
pindah.
Contoh : (ك,'إ ¸-`ا¸'- ) telah pindah urusan
kepada engkau
I’rabnya (ا¸'- ) fiil yang tam, (¸-`ا ) fail dari
shoro dan (ك,'إ ) jar majrur.
- ( _--ا ) kalau jadi fiil tam ma’nanya masuk
waktu subuh.
Contoh : ( _--- ¸,= _--'ا .- ) sholat subuhlah
kamu ketika masuk waktu subuh.
I’rabnya : (.- ) fiil amar failnya adalah ( ت-أ )
(_--'ا ) maful bih
(¸,= ) zharaf ( _--- ) fiil mudhori’ dari ( _--'ا
) yang tam yng hanya berkehendak
pada fail. Bukan pada isim dan khabar fail dari
(_--- ) adalah (ت-أ )
( _=-ا ) kalau jadi fiil tam ma’nanya masuk
waktu dhuha.


120
Contoh : (_=-أ ¸,= ت,'- ) aku sholat ketika
msuknya dhuha.
I’rabnya (ت,'- ) fiil dan fail (¸,= ) zharaf (_=-أ ) fiil
mudhori (_=-أ ) failnya adalah ('-أ )
( .ظ ) Kalau jadi fiil ma’nanya tetap dan
lama
Contoh : (-¸='ا لظ,اذإ »-·-- ن' ) ( kita tidak akan
maju bila tetap ada peperangan )
I’rabnya : ( ن' ) huruf nasab dan huruf nafi ( »-·-- )
fiil mudhori failnya adalah (ن=- ) ( اذإ )syartiyah (
.ظ, ) fiil mudhori’ dari ( .ظ ) ( -¸='ا ) fail dari (
.ظ, )
( ¸-ا ) kalau jadi fiil tam ma’nanya masuk
waktu sore.
Contoh : (¸,--- ن,= -ا¸'=-- ) Maha suci
Allah ketika kamu masuk pada waktu sore.
I’rabnya : ( '=-- ¸ ) lafadz ta’ ajjubiyah. (-ا )
mudhofun ilaih. (ن,= ) zharaf (¸,--- ) fiil mudhori’
dari ( ¸-أ ) failnya adalah (ت- أ,)
- ( ت'- ) kalau jadi fiil tam ma’nanya menginap
atau bermalam.


121
Contoh : (_-,- ¸-ت'- ي'= ن'´ ) adalah si Ali
bermalam dirumahku.
I’rabnya : (ن'´ )fiil madhi yang naqis ( _'= ) isim
dari (¸´ ), ( ت'- ) jar dan majrur.
( ,ه ).Jumlah fiil dan fail jadi khabar dari (ن'´ ), (
_-,-_- ) jar dan majrur.( حر- ) kalau jadi fiil tam
ma’nanya pergi / memisahkan diri.
Contoh : (_-= حر-, ,ه ) dia memisahkan diri
dariku.
I’rabnya : (,ه ) mubtada ( حر-, ) fiil mudhori’ dari
( حر- ) failnya (,ه ) jumlah fiil fan fail jadi khabar
dari (,ه ) (_-= ) jar majrur.
(ك-- إ ) kalau jadi fiil tam ma’nanya
terlepas
Contoh (ª'---'ا ن= ك--إ ¸-`اا-ه ) ( urusan ini
terlepas dari masalah itu )
I’rabnya : (ا-ه ) mubtada (¸-`ا ) badal dari
(ا-ه ) ( ك--إ ) fiil yang tam failnya adalah
(,ه ) (ª'---'ا ن= )jar majrur. Jumlah fiil dan
fail jadi khabar dari (ا-ه ) ( »ا- ) kalau jadi
fiil tam ma’nanya kekal / sia.


122
Contoh : (ت',='ا ت-ا- ¸ا,'ا,·-- ¸=- ) ( kita
disibukan ketinggalan hidup )
I’rabnya : (¸=- ) mubtada (¸ا,'ا,·-- )
khabar (ت-ا- ) fiil yang tam.
(ت',='ا ) fail dari (ت-ا- )
( »ا- ) menjadi fiil yang tam selama –
lamanya kalau tidak didahului oleh ( '- )
masdariyah zharfiyah.

BAB KHABAR INNA ( نا ) DAN SAUDARA –
SAUDARANYA

- Khabar (نا) dan khabar saudara – saudara (نا)
adalah salah satu dari isim marfu’ yang tujuh.
- Khabar (نا) itu pada mulanya berasal dari
khabar mutada setelah masuk (نا) irabnya
berubah menjadi khabar (نا)
Contoh : (»- '· -,ز ) I’rabnya : (-,ز) mubtada (»- '·
) khabar. Masuk (نا) jadi dia ( »- '· ا -,ز ا نا )
maka I’rabnya jadi (نا) huruf taukid atau amil
nawasekh


123
(ا -,ز ) isim dari (نا ) (»- '· ) khabar dari (نا)
- Karena khabar (نا ) itu berasal dari khabar
mubtada. Maka ketentuan dan pembagian
serta hukum – hukumnya sama dengan
khabar mubtada yang telah berlalu, lihat
kembali ketentuan khabar mubtada.
- (نا ) – ( ن'´ ) – ( ت--ظ ) ketiganya disebut amil
nawsekh ( orang yang bekerja
menghapuskan)
Yang dimaksud dengan bekerja
menghapuskan adalah bekerja
menghapuskan hukum mubtada dan khabar
yaitu marfu’ seperti hukum mubtada yang
semula marfu’ masuk (نا ) berubah jadi
mansub. Hukum khabar yang semula marfu’
masuk (ن'´ ) berubah jadi mansub. Mubtada
dan khabar yang marfu’ kalau masuk (ت--ظ )
berubah jadi mansub keduanya.
Contoh : (»-'· -,ز ) kalau masuk (ن'´ )
jadi (»-'· -,ز ن'´ )



124
: (»-'· -,ز ) kalau masuk (نا ) jadi ( »-'·
-,ز ¸ا )
: (»-'· -,ز ) kalau masuk ( ---ظ ) jadi (
'--'· ا -,ز ---ظ )
Karena itu dia dinamakan amil
nawasekh karena dia menghapus hukum
mubtada dan khabar yang sudah ada dulu
yaitu marfu’
- (نا ) dan saudara – saudaranya yang bekerja
menasabkan isim dan merafa’kan khabar itu
ada 6, keenamnya adalah huruf :
- (نا ), (نا ), ( ن´' ) ( ت,' ) ( ل·' ) ( ن'´ )
- (نا ) dan (نا ) adalah huruf taukid ( penegas /
penguat )hubungan anatara mubtada dan
khabar (ª--- -,´ ,- ) berguna untuk
menghilangkan keingkaran dari mubtada
dan khabar.
Contoh : ( ه'- ¸ ¸'='انإ ) ( sesungguhnya tukang
cukur itu mahir )


125
I’rabnya : (نا ) amil nawasekh atau huruf
taukid, (¸'='ا ) isim dari (نإ ) (¸ه'- ) khabar dari (
نإ )
( _= '- ا--=- نأ --'= ) ( saya yakin Muhammad
lulus )
I’rabnya : (--'= ) fiil dan fail (نإ ) huruf
taukid / amil nawasekh / huruf masdar, (ا--=- )
isim dari (نإ ) dan ( _= '- )khabar (نإ )
Perbadaan anatara (نإ ) dan (نأ ) kalau
(نإ ) letaknya diawal tidak didahului oleh amil
sedangkan ( نأ ) wajib ada amil yang
mendahuluinya seperti contoh diatas didahului
oleh kalimat (--'= )
Kalau terletak sesudah fa ( - ) yang
menjadi jawab
Kalau terletak sesudah (اذ إ ) fujiyah ( yang
berarti tiba – tiba )
Kalau terletak sesudah ( ث,= ) dan ( اذإ )
Maka pada empat 4 tempat ini boleh dibaca
(نإ ) dan boleh dibaca (نأ )


126
- Contoh yang sesudah ( - ) yang menjadi
jawab
( _=-, ª- '- »,--, ن- ) ( siapa – siapa yang lurus
maka ia akan lurus )
I’rabnya : (ن- ) syarthiah, (»,--, ) fiil
mudhori’ failnya ( ,ه ) jadi fiil syarat,
( ف ) rabith lil jawab maka disitu boleh dibaca (
نإ ) dan boleh juga (نأ )
dan ( - ) isim dari (نإ / نأ ) dan ( _=-, ) fiil
mudhari’ failnya (,ه ) jumlah fiil dan fail jawab
syarat.
Contoh : yang terletak sesudah ( اذإ )
(¸- '= ª-إ اذإ '-- '= ª---ظ ) ( aku sangka dia
absen tiba – tiba dia hadir )
I’rabnya : (ª---ظ ) fiil dan fail / amil
nasawekh kerjanya menaobkan isim dan
menasobkan khabar, (- ) menjadi isim dari (ª---ظ
) dan ('-- '= ) khabar dari (ª---ظ ) (اذإ )
fujaiyah (- ) isim dari (نإ / نأ ) amil nawasekh
maka disitu boleh dibaca


127
(نإ ) dan boleh dibaca (نأ ) karena terletak
sesudah (اذإ ) fijaiyah, (- ) isim dari (نإ / نأ ) dan
( ¸-'= ) khabar (نإ / نأ )
Contoh : yang terletak sesudah ( ث,= )
( »,·- ª-أ -,= » ,· أ ) ( aku bermukim dimana dia
bermukim )
I’rabnya : (» ,· أ ) fiil mudhari’ failnya
adalah ('-أ ), ( ث,= ) zhorof zaman
(نإ / نأ )huruf taukid amil nawasekh ( - ) ism
dari (نإ / نأ ). ( »,·- ) khabar dari (نإ / نأ )
Contoh : yang terletak sesudah ( ذإ )
( »,·- ª-أذإ»,·أ ) ( aku bermukim ketika dia
bermukim ). I’rabnya : sama dengan diatas
bedanya disini ( ذإ ) ( zhorof ) zaman.
3. ( ¸'´ ) adalah huruf tasbih ( penyerupa )
Undang – undang tasybih yaitu : (_-·- _-
ر- أ ªآ ¸ '-- _'= ª'`-'ا )
Artinya : Sesuatu yang menunjukan atas
berserikat satu pekerjaan bagi pekerjaan yang
lain pada makna.


128
Contoh : ( -- أ ا-,ز ن'´ ) ( seolah – olah si Zaid itu
singa )
I’rabnya : (ن'´ ) huruf tasbiyah. (ا-,ز ) isim
dari (ن'´ ) (-- أ ) khabar dari
(ن'´ )
4. ( ن´' ) adalah huruf istidrok ( susulan )
Undang – undang istidrok (كر --- إ ) yaitu
(ª,--,أ ª-,-` »ه ,-, '- _-¸- م`´' ا ¸,-·- )
Artinya : Mengiringi pembicaraan untuk
menghilangkan sesuatu yang diragui adanya
dan tidak adanya.
Contoh : ( ¸' '= ا-,ز ¸´' ¸'-'ا»'· ) ( telah bediri
manusia tetapi si Zaid duduk )
I’rabnya : ( »'- ) fiil madhi ( ¸'-'ا ) fail, ( ن´' )
huruf istidrok, (ا-,ز ) isim dari
( ن´' ) (¸' '= ) khabar dari ( ن´' )
5. ( ت,' ) adalah huruf tamanny ( angan –
angan )
Undang – undang tamany ( _--- ) yaitu
(¸-= ,- ª '- ,أ ª,- _-= ` '- -'= )


129
Artinya : Mengharap sesuatu yang tidak
mungkin terjadi atau sesuatu yang mungkin
terjadi tapi amat sulit,
Contoh : ('-,, -,·, -'--'ا ت,'', ) ( wahai
pemuda kembalilah suatu hari )
I’rabnya : ( ', ) huruf nida ( seruan ), (ت,' ) huruf
tamanny (-'--'ا ) isim dari (ت,' )
(-,·, ) fiil mudhori’ failnya ( ,ه ) kembali pada
(-'--'ا ), jumlah fiil dan fail jadi khabar dari (ت,' ),
('-,, ) zharaf zaman.
6. ( .·' ) adalah huruf taraji ( harapan )
Undang – undang tarji ( _=¸- ) yaitu (
-,-=-'ا¸-`ا -'= )
Artinya : Mngharap urusan yang disukai /
dicintai.
Contoh : ( »=ا¸ -ا .·' ) ( mudah – mudahan
Allah mengasihi )
I’rabnya ; ( .·' ) huruf taraji (-ا ) isim dari (.·' ),(
»=ا¸ ) khabar dari ( .·' )
- Bila ( نإ ) atau saudara – saudaranya
bersambung ma ( '- ) tambahan maka


130
ia terlarang beramal ( tidak lagi bekerja
menasobkan isim dan merofa’kan
khabar.)
- Huruf ( '- ) yang berhubungan dengan
( نإ ) atau saudara – saudarnya itu
disebut ( '- ) kaffah ( ) pencegah
beramal.
Contoh : ( ¸-- '-ا '-- إ ) ( Hanyasanya saya adalah
manusia biasa )
I’rabnya : ( نإ ) adat hasar ( ¸-= )
yaitu alat untuk pembatas pengertian yang
artinya hanya atau sanya, bukan berarti
sesungguhnya ( '- ) kaffah yaitu huruf yang
mencegah amalan dari ( نإ ) , ('-ا ) dhamir
mutakallim yang marfu’ jadi mubtada’. Bukan
isim( نإ ) , (¸-- ) khabar dari ('-ا ) ( khabar
mubtada’ ) bukan khabar dari ( نإ )

BAB ZONNA DAN SAUDARA – SAUDARANYA



131
Amil nawasekh yang ketiga adalah ( ت--ظ
) dan saudara – saudaranya dia bkerja
menasobkan isim dan khabar
Isim itu pada mulanya adalah mubtada,
dan khabar itu pada mulanya adalah khabar
dari mubtada’. Setelah masuk ( ت--ظ ) atau
salah satu saudaranya maka mubtada’ dan
khabar yang semula marfu’ berobah jadi
mansub, dan I’ rabnya pun berobah,
mubtada’ di’irabkan sebagai maf’ul pertam
dan khabar dii’rabkan sebagai maf’ul kedua.
Contoh : ( »-'- د,ز ) dii’ rabkan (د,ز ) mubtada.
(»-'- ) khabar.
Kemudian bila masuk ( ت--ظ ) atau salah
satu saudaranya jadi
('--'- اد,ز ت--ظ ). I’rabnya ( ت--ظ ) fiil dan fail,
(اد,ز ) maf’ul petama, ('--'-) maf’ul kedua.
Artinya : Aku menyangka akan siZaid akan
orang yang berdiri(ت--ظ ) dan saudara –
saudarnya ada 7 yaitu :


132
1. ( ت--ظ ) 3. ( ت-=¸ ) 5. ( ت-'= )
7. ( ت -=, )
2. ( ت--= ) 4. ( -'= ) 6. ( ت,ا¸
)
( ---ظ ) ( ت--= ) ( ت-=¸ ) ( -'= ) yang
empat ini memfaedahkan atau menunjukan
kuat terjadinya maf’ul yang kedua artinya : aku
menduga atau menyangka, ( -'-= ) ( ت,أ¸ ) (
--=, ) yang tiga ini memfaedahkan atau
menunjukan pasti terjadi maf’ul yang kedua
artinya : (-'-= ) aku meyakini, (ت,أ¸ )aku melihat
(--=,v ) aku memperoleh.
Contoh : ('-- '· ا-,¸ ت--= ) ( aku menduga si Zaid
orang yang berdiri )
('-,·- ا¸-= ---= ) ( aku menduga si Zaid
orang yang menetap )
( '· - '- ا-- ا¸ --=¸ ) ( aku menduga
orang yang cerdas itu orang yang
benar )
('·- ` . `='ات'= ) ( aku menduga bukan
telah muncul )


133
( '=- '-¸ '----'ا--'= ) ( aku meyakini orang
yang terkenal itu memberi nasehat
('- و-=- دو='ا ت,ا¸ ) ( aku melihat kejujuran
itu dicintai )
(',=-- ¸د-'ا تد=و ) ( aku memperoleh
kebenaran itu menguntungkan )
I’rabnya dari contoh diatas
keelurahnnya adalah : fiil dan fail,
maf’ul pertama dan maful kedua.

BAB MENGIKUT PADA YANG MARFU’

Yang dikatakan mengikut adalah (.-
'='ا ª·- '- -¸='- ب¸=أ ن '` --=--'ا,لآ )
Tiap – tiap yang kedua yang dii’rabkan
menurut I’rab yang telah terdahulu, yang telah
ada bisa berubah.
Yang mengikut pda yang marfu’ ada
empat macam
1. Naat ( -·- ) 3. Taukid (
-,´,- )


134
2. Ataf ( فط= ) 4. Badal (
.-- )

1. BAB NAAT ( SIFAT )
Naat dalam bahasa arab sama dengan
sifat dalam bahasa Indonesia undang –
undangnya adalah
(ª' ¸-=-'ا ,أ ª= ,---' _-,-'اة,·''- ,ا ل·-''- ق---' ا _- '-'ا ,ه
-·-'ا )
Artinya : Naat adalah sesuatu yang mengikut
yang mustaq dengan fiil atau mustaq dengan
kekuatan yang manjelaskan bagi mathu’ (
yang diikuti ) nya atau mengkhususkan bagi
matbu’nya ( yang diikutinya )
- Maksudnya, naad itu mengikut kepada
man’utnya, kalau man’utnya marfu’ dia
harus marfu’ kalau man’utnya mansub
dia harus mansud dan lain sebagainya.


SYARAT – SYARAT NAAT


135

Dan naat itu haru musytaq denan fiil,
mustaq dengan fiil ada 4 :
1. Isim fail
2. Isim maf’ul
3. Sifat musyabbahah
4. Isim tafdhil
Kalau tidak mumstaq enan fiil harus mustaq
dengan kekuatan, yang dimaksud musytaq
dengan kekuatan adalah isim jamid dita’wilkan
( dipalingkan ma’nanya pada yang musytaq.
Isim jamid yang ditaqwilkan pada musytaq
ada 9 macam ;
1. Masdar
2. Isim isyarah
3. Zhu / zhatu ( ,- / تا- ) dengan ma’na
shohibu. ( -= '- )
4. Isim mausul yang disertai oleh alif dan lm
5. Isim bilangan
6. Isim yang dimasuki oleh ya nisbah


136
7. Kalimar yang menunjukan tasybih (
penyrupaan )
8. Kalimat ( لآ ) dan ( يأ ) yang menunjukan
kesempurnaan dari mausuf ( yang diberi
sifat )
9. ( '- ) nakirah yang tammah ( kalimat ('- )
yang menunjukan umum )
1. Contoh naat yang mustaq dengan isim fail
(=- '- -',,ه ) ( dia anak yang cerdas )

I’rabnya : (,ه ) mubtada dibina atas fathah
tempat rofa’
(-', ) khabar hukumnya marfu’ tanda rofa’nya
dhommah karena isim mufrad dia man’ut (
yang diikut )
(=- '- ) naat hukumnya mengikuti pada
man’ut6 ketika rofa’ dan dia musytaq dengan
isim fail setimbag\ngan (.= '- )
2. Contoh naat musytaq dengan isim maf’ul
('-,-=-'ا ا-'= »¸´أ ) ( memuliakan oleh kamu si
Khalid yang dicintai )


137
I’rabnya ( أ »¸´ ) fiil amar hukumnnya
dibina atas sukun failnya adalah ( ت-أ )
(ا-'= ) maful bih hukumnya mansub tanda
nasobnya fathah karena isim mufrad, dia
man’ut ( yang diikuti ), ('-,-=-'ا ) naat hukumnya
mengikut pada man’ut ketika nasob tanda
nasobnya fathah dengan isim maf’ul
setimbangan ( .,·-- )
3. Contoh naat musytaq dengan sifat
musyabahah. (»,¸´ -', ','= ¸إ ) (
sesungguhnya si Ali, anak yang mulia )
I’rabnya : (¸إ ) huruf taukid atau amil
nawasekh, (','= ) isim dari
(¸إ )hukumnya mansub tanda nasobnya
fathah, (-', ) khabar dari (¸إ ) hukumnya marfu’
tanda rofa’ nya dhommah, (»,¸´ ) naat
hukumnya mengikuti pada man’ut ketika rofa’
nya dhommah, ( ) naat hukumnya mengikuti
pada man’ut ketika rofa’ dan dia musytaq
dengan sifat musyabbah setimbangan dengan
( .,·- )


138
4. Contoh naat musytaq dengan isim tafdhil
( _-- ¸-´أ .=¸ =' ذ ) Itu laki – laki yang lebih besar
dariku
I’rabnya :
(=' ذ ) Mubtada hukumnya dibina atas fathah
pada tempat rofa’ karena dia isim ijarat.
(.=¸ ) Khabar hukumnya marfu’ tanda rofa’
nya dhommah karena isim mufrad dia jadi
man’ut
(¸-´أ ) Na’at hukmnya mengikut pada man’ut
ketika rofa’ dan dia musytaq dengan isim
tafdhil setimbangan ( .--أ ) dan (¸-´أ ) isim
tafdhil beramal sama dengan fiil yaitu
merpfa’kan fail maka adalah ( ,ه ) kembali
kepada (.=¸ )
(_-- ) jar dan majrur
- Keempat contoh diatas adalah contoh
na’at yang mustaq.
- Berikut ini akan diuraikan 9 buah contoh
naat jamid yang dita’wilkan dengan
musytaq.


139
1. Contoh naat masdar (.-= .=¸ =' ذ ) itu laki- laki
yang adil.
I’rabnya :
(=' ذ ) mubtada
(.=¸ ) khabar
(.-= ) masdar dia jamid ditakwilkan (
dipalingkan ma’nanya pada yang
musytaq yaitu
( .-'= ) isim fail setimbangan (.= '- ) dia jadi
na’at.
2. Contoh na’at isim isyarat ( اذه -,·- -'=) Telah
datang laki –laki yan ini.
I’rabnya
(-'=) fiil madhi hukumnya marfu’ tanda rofa’
nya fayhah.
(-,·- ) fail hukumnya marfu’ tanda rofa’nya
dhommah.
(اذه ) naat dia jamid dita’wilkan pada yang
nusytaq, yaitu ( ª,'إ ¸'--'ا ) isim maf’ul
setimbangan dengan (ª,'ا ل '--'ا ) artinya yang
diisyaratkan kepadanya.


140
3. Contoh naat (,ذ / تاذ ) dengan ma’na ( -='-
)
( »'= , ذ ا¸-ا ,ه ) Dia manusia yang mempunyai
ilmu
I’rabnya
(,ه ) Mubtada
(ا¸-ا ) Khabar hukumnya marfu’ tanda rofa;nya
dhommah
(, ذ ) Naat dia musytaq maka ditakwilkan pada
yang musytaq takwilnya adalah
( -='- )Ma’nanya mempunyai
4. Contoh naat isim maushul yang disertai alif
lam
( -¸=--ا ىذ'ا ل= ¸'ا -'= ) Talah datang si laki- laki
yang aku tunggu
I’rabnya :
(-'= ) Fiil madhi
(ل= ¸'ا ) fail dia man’ut
(ىذ'ا ) Na’at dia jamid ditakwilkan pada
yan musytaq takwilnya adalah


141
( ª,'ا .,-,-'ا ) Isim maf’ul setimbangan (
ª,'إ ,·--' ا )
( ¸=--ا ) Fiil mudhori’ failnya ( '-ا ) yan
ditakdirkan
( - ) Maf’ul bih hukumnya dibina atas
dhommah pada tempat nasab karena
isim dhomir
5. Contoh na’at isim bilangan
( ª--= . '=¸ =-' ,ا ) ( meraka itu laki – laki
yang lima )
I’rabnya (=-' ,ا ) Mubtada hukumnya
dibina atas fathah pada tempat rofa’
karena dia isim isyarat
(. '=¸ ) khabar hukumnya marfu’ tanda
rofa’nya dhomah
Karena dia jama’ taksir dia adalah
man’ut
(ª--= ) Na’at dia jamid maka
ditakwilkandengan yang musytaq
Takwilnya adalah (ª--=- ¸,د·- ) isim
maf’ul


142
6. Contoh na’at yang dimasuki ya. Nisbah (ª---
ي )
(¸·-- - .=¸- -¸¸- ) ( Telah bertemu aku
dengan laki – laki yang bangsa
damsyiq )
I’rabnya : (-¸¸- ) fiil dan fail
(.=¸- ) jar dan majrur dia man’ut
(¸·-- - ) Na’at dia jamid ditakwilkan
dengan yang musytaq
Taqwilnya ( ¸-- - _'ا -,--- ) ( yang
dibangsakan kepad damsyiq ) isim
maf’ul
7. Contoh naat yang tasybih
(ا--أ .=¸ -,ا¸ ) ( telah melihat aku akan si laki-
laki yang singa
I’rabnya : ( -,ا¸ ) Fiil dan fail.
(.=¸ )m Maf’ul bih dia man’ut
(ا--أ ) Na’at dia jamid ditakwilkan dengan
yang musytaq


143
Takwilnya ( -- '´ '= '=- ) yang berani
sepeterti singa sifat musyabahah
setimbangan ( `'·- )
8. Contoh na’at dari kalimat ( ل´ ) dan ( يأ )
yang menunjukan kesempurnaan
Mansuf ( .=¸ .´ ل=¸ --أ ) ( kamu laki – laki
kewseluruhan laki –laki )
I’rabnya : (--أ ) Mubtada hukumnya dibina
atas fathah pada tempat rofa’ karena isim
dhomir.
(ل=¸ ) Khabar dia man’ut
(.´ ) Na’at dia jamid ditakwilkan dengan
yang musytaq takwilnya adalah
( ª,' و= ¸'ا _· ل- '´'ا ) yang sempurna
kelakiannya. Isim fa’il
9. Contoh na’at nakirah yang tammah ( umum
)
( '- =¸ ` »¸´ا ) ( Muliakanlah oleh kamu laki –
laki mana saja )
I’rabnya : (»¸´ا ) Fi’il amar failnya (--أ ) yang
ditaqdirkn


144
(`=¸ ) Maf’ulbih dia man’ut
( '- ) Na’at dia jamid di takwilkan dengan
yang musytaq takwilnya adalah ( '·'-- ) isim
maf’ul setimbangan ( `·-- )
Artinya yang dimuthlakkan

PEMBAGIAN NA’AT

Naat terbagi kepada dua :
1. Na’at haqyqy ( _·,·= ) → (_-·-'ا _- ª'وه ن-_'= ى
¸ '='ا )
2. Na’at sababy ( ¸--- ) → (_-·-'ا _- ª'وه ن- ¸,=
_'= ى ¸ '='ا )
1. Na’at haqyqy adalah (¸----'ا تو·--'ا --'ا ¸, _-ر, )
( Na’at yan merofa’kan dhomir man’ut yang
mustatir
( تو·--'ا _'= -و·, ا¸,-- _-¸ يذ'اوه _·,-=
ت·- )
Yang dimaksud dhomir man’ut mustatir
adalah isim dhomir yang tersembunyi yang
murja’ ( kembali dhomirnya man’ut )


145
Contoh : ( .- '= .=¸ -'= ) ( Telah datang silaki-
laki yang berakl dia )
I’rabnya : (-'= ) fiil madhi.
(.=¸ ) fail dia man’ut
(.- '= ) Na’at haqyqy dia isim fail bekerja
merofa’kan fail. Failnya adalah dhomir
( ,ه ) yang tersembunyi
Kembali dhomirnya pada man’ut yaitu
(.=¸ )
Ketentuan bagi na’at haqyqy wajib
mengikuti kepada man’utnya 4 dari 10
1. Disegi Rofa’ 2. Disegi mufraf
Nosab Tasniah
Khofadh Jama’
3. Disegi teknis 4. Disegi ma’rifah
Tazkir Narikah

Contoh ( .- '= .=¸ - '= )
1. Sama – sama rofa’
2. Sama – sama mufrad Ini
adalah 4 dari sepuluh


146
3. Sama – sama tazkir
4. Sama – sama nakirah
2. Na’at sababy adalah (¸ه'='ا »-إ _-¸, ) ( Na’at
yang merfo’kan ism zohir )
Contohnya : (ª-ا ª--'· .=¸- ت¸¸- ) ( Aku bertemu
dengan laki – laki yang berdiri ibunya )
Yang jadi na’at adalah (ª--'· ) dia isim fail
bekerja merofa’kan fail
Failnya sekarang adalah isim zohir yaitu (ª-ا )
Ketentuan bagi na’at sababy adalah dia wajib
mengikuti kepada man’utnya pada 2 dari lima
:
1. Disegi rofa’ 2. Disegi ma’rifah
Nasab Narikah
Khofadh
Sedang dua dari lima lagi harus mengikuti (
sesuai ) dengan yang di rofa’kan
Dua dari lima itu. 1. Disegi mufrad 2. Dari segi
taknis
Tasniah
tazkir


147
Jama’
Contoh (ª-ا ª--'· .=¸- ت¸¸- ) man’utnya adalah
(.=¸ ) dan na’atnya adalah
( ª--'· ) dia hanya mengikuti dua dari lima yaitu
1.Sama khofad 2 dari Lima
2.Samanakirah
Sedangkan dua dari lima lagi mengikuti
kepada yang merofa’kan yaitu (ª-ا ), (ª--'· )
dengan (ª-ا ) dia sam mufrad, sama muannats
( dua dari lima )
Isim Ma’rifah yang enam ( 6 ) dalam bab
naat terbagi kepada tiga
1. Tidak bisa menjadi man’ut dan tidak bisa
menjadi na’at yaitu isim dhomir
2. Bisa jadi man’ut dan tidak bisa jadi na’at
yaitu isim ‘alam
3. bisa jadi man’ut dan bisa jadi na’at yaitu
isim isyarat, isim maushul, ma’rifah
dengan alif lam, idofat kepada salah
satu yang lima.



148

NA’AT MAQTHU’ (عو=·- ت·- )

( Yang diputuskan dari man’utnya )

Kalau maushuf/ man’utnya ( yang di eri
sifat ) bisa dimaklumi tampa ada sifat / na’at
bleh sifat itu mengikuti kepada man’ut seagai
na’at dan boleh juga memutuskannya dari
na’at. Contoh : (-,-='ا- --='ا )maka kalimat ( -,-='ا
) bleh diaca ( -,-='ا ) guna i’irabnya jadi na’at
dari ( - ) dan boleh dibaca
( -,-='ا ) jadi maf’ul dari lafaz (_-=ا)yan
ditakdirkan berarti dia diputus dari man’utnya.
Dan boleh juga dibaca (-,-='ا ) guna
‘iranya jadi khabar dari ( وه ) yang ditaqdirkan
berarti dia man’utnya.






149
KEGUNAAN NA’AT

- Kalau na’at ma’rifat gunanya adalah untuk
menjelskan man’utnya
Contoh : (=',='ا د¸- ت¸¸- ) ( Telah bertemu aku
dengan si Zaid yang tukang jahit )
I’rabnya : ( ت¸¸- ) Fiil dan fail
(د¸- ) Jar dan majrur jadi man’ut
(=',='ا ) Na’at dia ma’rifah dengan alif lam,
maka dia datang untuk menjelaskan
man’utnya.
Kadang – kadang ada untuk pujian contoh (
م,= ¸'ا ¸-= ¸'ا -ا م-- )
( Dengan nama Allah yang maha pengasih
lagi maha penyanyang )
I’rabnya (م-- ) jar dan majrur
(-ا ) Mudofun ilaih jadi man’ut
( ¸-= ¸'ا ) Na’at yang pertama dia ma’rifah
denan alif lam


150
(م,= ¸'ا ) Na’at yang kedua dia juga ma’rifah
Kedua- duanya datan untuk memuji
man’utnya.
- Kadang – kadang ada juga na’at untuk
mencela man’utnya :
Contoh : (م,= ر'ا ن'=,-'ا ¸- -ا'- ذ,=أ ) ( Aku
berlindung dengan Allah dari syaithan yang
terkutuk )
I’rabnya : (ذ,=أ ) fiil mudhori failnya adalah ('-أ )
( -ا'- ) Jar dan majrur
(ن'=,-'ا ¸- ) Jar dan majrur jadi man’ut
(م,= ر'ا ) Na’at dia ma’rifat denan alif lam dia
encela an’utnya.
Kadang – kadang ada na’at itu untuk
menuntut kasih sayang contoh :
( ن,´--'ا =--= »= را »+''ا ) ( Ya Allah kasihanilah
hamba engkau yang miskin )
I’rabnya : (»+''ا ) : ( - ) Lafadz jalalah : munada
dibina atas domah dan (» ) ganti dari huruf
hida yang dihazafkan tidak beramahal bagi
I’rab.


151
(»= را ) fiil amar failnya adalah anta ( ت-ا )
(--= ) maf’ul bih jadi man’ut
( = ) Mudhofun ilaih
(ن,´--'ا ) Na’at dia ma’rifah datang untuk
menuntut supaya dikasihi
- Kalau na’at nakirah gunanya adalah untuk
mengkhususkan ( ص,-=- )
Bagi man’utnya. Contohnya :
( -- -- '´ .=ر- ترر- ) ( Telah bertemu aku
dengan si laki- laki yang penulis )
Irabnya : (ترر- )Fiil dan fail
(.=ر- ) Jar dan majrur jadi manut
( -- '´ ) Na’at dia nakirah maka dia
mengkhususkan man’utnya adalah umum
untuk semua laki- laki.
Lalu setelah diberi na’at denan lafaz (-- '´ )
dia jadi khusus untuk laki – laki yang penulis
saja.
Kadang- kadang ada na’at yang nakirh itu
untuk taukid ( penegas ) bagi man’utnya


152
Contoh (ª'- '´ ة¸-= ='- ) ( Demikian adalah
sepuluh yang sempurna )
I’rabnya : (='- ) Mubtada
(ة¸-= ) Khabar
(ª'- '´ ) Na’at dia nakirah dia mempertegas
bahwa puasa 3 hari di tanah suci 7 hari
dikampung halaman itu adalah 10 yang
sempurna.

BAB TAUKID ( PENEGAS )
Dalam suatu pembicaraan mungkin terjadi
keraguan atau diengkari oleh sipendengar,
dalam menhadapi itu kita perlu mempertegas
ucapan kita, maka kata penegasa itu dalam
bahasa arab disebut taukid ( د,´ ,- )
Taukid teragi dua
1. Taukid lafhy ( _ظ·' ) = lafadzh
2. Taukid a’nawi ( _,-·- ) = Ma’na
3. Taukid lafzhy (ª·-ا¸-- ,أ ªظ·'- ل,`ا ةد'=ا ) (
mengulang yang pertama denan lafazhnya


153
atau dengan muradifnya ( berbeda lafaz sama
ma’nanya )
Contoh : ( -,¸ -,¸ -'= ) ( telah datang sizaid,
sizaid )
I’rabnya : (-'= ) fiil madhi
I (-,¸ ) fa’il
II (-,¸ ) Taukid bagi zaidun yang petama
Contoh mengulang lafazh dengan murafidnya.
( --أ -,' -'= ) ( Telah datan singa – singa )
I’rabnya : (-'= ) fi’il madhi
(-,' ) fail
(--أ ) taukid (-,' ) dan (--أ ) berbeda lafanya
ma’nanya sama yaitu sina
- Taukid lafzhy ada pada 1. Isim contoh ( -,¸ -,¸
»'· )
2. Fiil contoh (-,¸ »'· »'· )
3. Huruf contoh (»·- _ »·- )
- Tujuan atau kegunaan dari tauid lafzhy
adalah
1. Sengaja mengulang – ngulang saja
2. Khawatir akan lupa


154
3. Tidak ada konsentrasi dari si pendengar
4. Tidak ada kepedulian dari si pendengar

2. Taukid ma’nawi ilaih :
'-- ¸ ,-='ا ةدا¸إ,أ ª=,--- _'ا ª- '-إ ¸, --- . '--=ا _-¸'ا _- '-'ا
»,-·'ا ) -¸ه 'ظ
Artinya : Yang mengikut mengangkat
kemudian takdir idhofat kepada matbu’nya (
yang diikutnya ) atau mengangkatkan
kemungkinan tujuan khusus dengan lafazh
yang nampak secara umum.
Tujuan dari taukid ma’nawinya ini ada dua :
1. Mengangkatkan kemungkinan
takdir idhafat kepada matbu’nya (
yang diikutnya ), yaitu mu’akkad.
2. Mengangkat kemungkinan tujuan
khusus dari lafadz yang nampak
secara umum.
Lafadz – lafadz taukid ma’nawi ada 9
:
1. ( ¸-- ) 4. ( `´ ) 7. ( -'·-= )


155
2. ( ن,= ) 5. ( '-'´ ) 8. ( ن,·-=ا )
3. ( .´ ) 6. (_-= ا ) 9. ( _-= )
Lafadz yang dipakai untuk
mengangkatkan kemungkinan takdir idhofat
adalah lafadz . ( ¸-- ) dan ( ن,= ) kedua –
duanya harus diidhofatnya kepada dhomir
yang kembali kepada mu’akad, dan wajib
menyesuaikan dhomir itu dengan muakadnya
di segi mufrad, tasniah, taknis contoh (ª--- د,ز -'=
_
'+-·- د-ه - -'=)
Kalau mu’akadnya musanna atau
jama’ mak lafadz nafsu dan lafadz ainu
dijama’kan jadi jama’ qillah setimbangan ( .··ا
)
Contoh : ('-+-·-أ ¸ ا د,ز'ا - '= ) – ('-+-,=أ تاد-ه'ات -'= )
(»+---أ ¸,د,ز'ا-'= ) – (ن+-,=أ تاد-ه'ا - -'= )

Kalau dikatakan ( د,ز -'= ) ( telah
datang siZaid ) kemungkinan dalam lafadz itu
ada mudhof yang ditakdirkan yaitu ( د,ز .,-¸ -'=


156
) ( telah datang utusan siZaid ) dan
sebagainya. Untuk mengangkatkan
kemungkinan itu maka didatangkanlah lafadz
taukid yaitu ( ª-·- د,ز = -' ) ( telah datang si Zaid
dirinya atau ( ª-,= )
Orangnya, maka hilanglah kemungkinan yang
datang utusan siZaid.
Lafazh ( ل´ ) sampai ( _-= ) gunanya adalah
untuk mengangkat ada kemungkinan tujuan
khusus dari lafah yang tampak umum.
Contoh (»,-'ا = -' ) ( telah datang kaum ) disini
ada kemungkinan yang datang hanya
sebagian dari kaum, karena itu didatang
lafazh ( ل´ ) jadi ( م+'´ »,-'ا -'= ) telah dah datang
sebagian kaum. Maka hilanglah kemungkinan
yang datang sebagian kaum.
Syarat taukid dengan ( ل´ )
1. Muakadnya bukan musanna ( dua )
2. Muakad itu bisa dibagi zatnya.
3. Berhubungan dengan ( ل´ ) itu dhomir
yang kembali pada muakad


157
Lafadz ( `´ ) dan ( '-'´ ) kedudukannya sama
dengan ( ل´ ) pada ma’na
Syarat taukid dengan ( `´ ) dan ( ل´ )
1. Muakadnya harus musanna
2. Syah menempati mufrad pada temapat
( `´ ) dan ( '-'´ )
3. Sesuatu yang disndarkn pada ( `´ ) dan
( '-'´ ) tidak erbeda pada ma’na
Lafadz ( _-=أ ) – ( -'·-= ) – ( ن,·-=ا ) – ( _-= ) ini
kebiasan diletakan sesudah lafadz karena itu
tidak perlu menghubungkannya dengan
dhomir
Contoh : (ن,·-=ا م+'آ ªآ- `-'ا -=-- )
Dan lafadh yang 4 ini tidak ditasniahkan dan
tidak dijama’kan

PERBEDAAN TAUKID DENGAN NA’AT

Perbedaan na’at dengan taukid
1. Boleh mengathafkan anatara beerapa
buah na’at boleh juga tidak


158
megathafkan sedangkan taukid tidak
boleh diathafkan satu sama lain
2. Na’at boleh mengikut pada nakirah
sedangkan taukid tidak
3. Na’at boleh terputus dari matbu’nya
sedangkan taukid tidak

BAB ATHOF ( KATA PENGHUBUNG )

- Athof menurut bahasa adalah ( ª-= -ا ¸-- ا-·-
_-,-'ا _'إ ع,=ر'ا ) artinya : kembali kepada sesuatu
sesudah meninggalkannya.
Athof terbagi kepada dua :
1. Athof bayan ( ¸',- -== ) = penjelasan
2. Athof nasaq ( ¸-- -== ) = Susunan
1). Atof bayan yaitu :
( ª-,-=-' ,أ ª=,--- ح'-,` ª- _-,= ي-'ا -- '='ا _- '-'ا )
Arinya : Yang mengikut yang jamid yang
didatangkan untuk menjelaskan matbu’nya
( Ma’thufnya / yang diatapkan ) atau untuk
mengkhususkan ma’thufnya.


159
Contoh : ( ر-= ص-= ,-أ -'- »-·أ ) ( Telah
bersumpah dengan Allah Abu hafash Umar )
I’rabnya (»-·أ ) fiil madhi
(-'-) jar dan majrur
(ص-= ,-أ ) Fail
(ر-= ) Athof bayan dari (ص-= ,-أ ), dia
menjelaskan bahwa yang bapak si Hafash
orangnya adalah Umar.
- Ketentuan bagi athof bayan keseluruhannya
dan kegunaannya sama dengan na’at
bedanya hanya kalau na’at dari isim yang
mustaq sedangkan athof bayan dari isim yang
jamid.

2. Athof nasaq ( ¸-- ) yaitu
( ف=·'ا -ور= -=أ ª=و--- ¸,-, ª-,- ط-,--'ا _-'-ا )
“ yang mengikut yang dibatasi antara yang
diikutnya oleh salah satu huruf athof “
Maksudnya : Athof nasaq, adalah antara
yang diathofkan dan tempat mengthafkan
dibatasi oleh salah satu huruf athof


160
Contoh : (ر-=و -,¸ -'= ) ( telah datang si Zaid dan
si Umar )
I’rabnya : ( -'= ) fiil madhi
(-,¸ ) fail dia tempat mengathafkan (ª,'= ·- فو= )
(و ) huruf athaf ( yang menghubungkan )
(ر-= ) yang diathafkan (فو=·- ) antara yang di
athafkan dan tempat mengathafkan di batasi
huruf athaf yaitu waw ( واو'ا )
Huruf athaf ada 10
1. Waw (واو'ا ) 4. Au ( وأ ) 7.
Bal ( .- ) 10. Hatta (_-=)
2. Fa ( -'·'ا ) 5. Am ( »ا ) 8. La (` )
3. Summa (»` ) 6. Imma ( '-إ ) 9. Lakin (
¸´' )



FAEDAH ( KEGUNAAN ) DARI HURUF-HURUF
ATHAF



161
Masing-masing athaf itu mempunyai
faedah yang berbeda-beda.
1. Waw (واو'ا )faedahnya adalah untuk
muthlaq jama’ ( _-='ا ق'=-'ا ) maksudnya
muthlaq jama’ adalah berhimpun hukum
pada yang diathafkan dan tempat
mengathafkan dengan tidak ada kaitan
mana yang dulu dan mana yang terakhir
atau sama.
Contoh : (ر-=و -,ز »'· ) ( telah berdiri si Zaid
dan si Umar ) di sini menetapkan hukum
Berdiri pda si aid dan si Umar tanpa
mempemasalahkan mana yang berdiri
dahulu dan yang terakhir.
2. Fa ( -'·'ا ) faedahnya untuk tertib dan takib
(-,-·-و -,-ر-' ) berurut dan beriring
Contoh : ( ر´-- ر-·- -,ز »'· ) ( telah berdiri si Zaid
kemudian si Umar kemudian si Bakar. Maka
dalam contoh ini yang dahulu berdiri adaah
i aid sesudah itu si Umar setelah itu si Bakar


162
dengan tidak mempunyai jarak waktu yang
panjang.
3. Summa (»` ) untuk terti dan tarakhy ( _=ر-و
-,-ر-' ) artinya :
Berurutan dan mempunyai jarak waktu
yang panjang
Contoh : ( ر´-»`ر-= »` -,ز »'· ) ( telah berdiri si
Zaid kemudian si Umar kemudian si Bakar
maka dalam contoh ini yang pertama kali
berdiri adalah si Zaid kemudian kemudian si
Umar, kemudian si Bakar dan proses berdiri
mereka satu sama lain mempunyai jarak
waktu yang lama.
4. Hatta (_-=) faedahnya untuk goyah dan
tajrid ( _,ر-- و ª,·' ) artinya :
Berkesudahan dan erangsur-angsur contoh :
( '+-أر _-= ª´--'ا ت'´أ ) ( aku telah makan ikan
hingga kepalanya ) proses dia memakan
ikan beragsur-angsur hingga habis sampai
ke kepalanya.


163
5. La (` )untuk menafikan / menidakkan
contoh : ( ر-= ` -,¸ -'= ) telah datang si Zaid
tidak si Umar )

Syarat (` ) dikatakan huruf athof
a. Mufrat yang di athofkan
b. Didahului oleh ijab ( kata yang enunjukkan
la ) atau amar ( perintah

6. Au (وأ )kalau dia terletak sesudah tholab (
tuntunan ) ma’nanya untuk takhyir
( ر,,=- ) memilih atau ibahah ( ª='-إ )
membolehkan perbedaan takhyir dengan
ibahah. Kalau ibahah boleh berhimpun
sedagkan takhyir tidak boleh berhimpun
contoh takhyir ( '+-=أ وأ ا--ه جور- ) ( nikahilah
oleh kamu si Hindun atau saudaranya )
hanya salah satunya bleh di nikahi.
Contoh : Ibahah ( '+--,أ ا,=- »'·- ) (
pelajarilah oleh kamu nahwu atau fiqif )
boleh dipelajari kedua-duanya


164
Kalau ( ,أ ) terletak sesudah khabar
faedahnya untuk syak atau ibham
perbedaan antara syak dan ibham
Kalau ibham ada pengetahuan.Kalau
syak tidak ada pengetahuan sama sekali
Contoh syak : ( »و, ض·-,أ '-و, '-`-' ) ( kami telah
menetap satu hari atau setengah hari )
Perkataan dari penduduk gua kahfi
ketika bangun dari tidur mereka enar-enr
tidak tahuberapa lama mereka di dalam
goa itu.

Contoh ibham :
( ¸,-- . `- _·,أ ى-ه _'·' »´',إ,أ'-أ, ) saya atau kamu
udah-mudahan mendapat petunjuk atau
pada kesesatan yang nyata ) ini perkataan
orang beriman kepada orang yang kafir
apakah saya atau kamu yang dalam
kesesatan sedangkan dia tahu bahwa yang
berada dalam kesesatan adalah orang
kafir.


165

8. Am ( »ا )faedahnya untuk menuntut
penjelsan sesudah hamzah yang masuk
atas salah satu dua yang sama. Contoh : (
¸-= »أ ك--= -,زأ ) ( adakah si zaid di samping
engkau atau si Umar )perkataan ini bila
kamu yakin bahwa salah satu dari
keduanya ada di situ tapi ragu orangnya.
9. bal ( .- ) untuk iddirab ( -¸-` ) berpaling
dari kesalahan. Contoh :
( ¸-= .- -,ز _-إ= ) ( telah datang padaku si Zaid
tapi si Umar ) Dia bermaksud mengatakan
yang datang si Umar dia salah dikatakan si
Zid kemudian ia palingkan dari si aid
kepada si Umar.

Syarat athof dengan ( .- )
1. Mufrat yang di athofkan
2. di dahului oleh ijab atau amar



166
9. lakin ( ¸´' ) faedahnya untuk istidrok ( =ر---إ )
susulan
Contoh : ( _' '=- ¸´' ح''-- ت¸¸-' ) aku tidak
bertemu dengan orang yang baik tetapi
dengan orang yang jahat )
Syarat athof dengan (¸´' )
1. Mufrat yang di athafkan
2. Di dahului oleh nafi ( kata tidak ) atau
nahi ( larangan )
3. Tidak di sertai leh waw ( ,ا,'ا )
Kalau ( ¸´' ) masuk kepada jumlah atau di
dahului oleh waw maka dia di sebut huruf
ibtida.

10. ( '-إ )mas’alah ( إ '- ) berselisih ahli nahwu
kebanyakan mereka tidak memasukkannya
kedalam bilangan huruf athof
Hanya jarjani orang yang mengatakan ('-إ ) (
itu huruf athof )
- Kalau kita mengathofkan kepada yang
marfu’ harus dirofa’kan. Contoh :


167
( .,·,, ر-=, -,ز»'- ) _(»,·, -,ز )
Atau kepada yang mansub harus
dinasabkan cotoh :
( ار-=,ا-,¸ ت,أر ) _ ( -·-,, م,-, ¸' -,ز )
Atau kepada yang mansub harus
dinasabkan cotoh : ( ر-=, -,ز- - رر- )

Atau kepada yan majzum harus
dijazamkan contoh : ( -·-,, ,-, م' -,¸ )


BAB BADAL ( PENGANTI )

Undang – undang badal adalah :
( )
Artinya : Yang mengikut yang dimaksud
dengan hukum tanpa ada perantara.
Yang dimaksud tidak ada perantara adalah
tidak ada huruf yang menghubungkannya.
Badal terbagi 4 :
1. Badal (.´ ¸- .´ ) / (_-,- ¸- _-,- ) / ( ¸-'=- )


168
2. Badal ( لآ ¸- ض·- )
3. Badal ( ل'--`ا )
4. Badal ( ='= )
1. Badal (.´ ¸- .´ ) adalah : ( ل,`ا ¸,= ª,- _- '`'ا '-=
ةر'-= )
Artinya : Ibarat pada yang kedua adalah ain
pada yan pertama contoh
(»+,'= ت-·-أ ¸,ذ'ا=ار- -'ا=ار-ا'- »,·-- -هإ ) ( tunjukilah
kami jalan yang lurus, jalan orang – orang yang
telah engkau beri n’mat atas mereka )
Lafadz (=ار- ) yang kedua adalah badal dari
afadz (=ار- ) yang pertama.
Yang dimaksud dengan (=ار- ) ( jalan ) yang
kedua adalah (=ار- ) ( jalan ) yang pertama
2. Badal ( .´ ¸- ¸·- ) adalah (.,`ا¸- أز= _-'`'ا ن,´,
¸أ )
Artinya : Bahwa ada yang kedua merupakan
bagian dari yan pertama
Contoh : ( ª`'` -,=ر'ات'´أ ) ( aku telah makan roti
sepertinya )


169
Lafadz (ª`'` ) jadi badal dari lafadz (-,=ر'ا )
badal ba’da minkul karena sepetiga roti
adalah dari satu roti
3 Badal ( .'---إ ) adalah (ª,- ز='ا ¸,·- ª-- `- _-'`'ا,
.,`ا¸,- ¸,´, ¸ا )
Artinya : Bahwa ada antara yang pertama dan
yan kedua saling terpakai tanpa ada jazuk
atau bagian contoh ( ª-'= د,ز أ _--== )
Mencengangkan bagiku si Zaid ilmunya
Lafadz ( »'= ) jadi badal dari lafadz (د,ز ) antara
ilmu dan siZaid saling memakaikan karena ilmu
berada pada siZaid dan si Zaid berada dalam
ilmu atau juzuk – juzuknya tidak ada.
4. Badal ( ='= ) adalah ( '='= ر´- ىذ'ا ظ-''ا ن- .-- )
Artinya : Pengganti dari lafadz – lafadz yan
disebutkan secara tersalah
Contoh ( ¸ر-'ااد,ز -,أر ) ( aku telah melihat siZaid
kuda )
Maksudnya ingin mengatakan melihat kuda
lalu terlancar tidaknya menyeutkan siZaid


170
Kemudian dia ingat dan ditukar dengan lafadz
(¸ر-'ا ) ( kuda )
- Hukum badal keseluruhannya mengikut
kepada mabdul ( yng digantikan ) kalau
yang digantikan ( mabdul ) marfu’ badal
juga marfu’
Kalau yang digantikan (mabdul )
mansub badal juga mansub
Kalau yang digantikan ( mabdul 0 majrur
badal juga majrur
Penyempurnaan
Na’at – Athof – Taukid – badal dinamai tabi’ (
_-'- ) artinya yang mengikut hukum
Keempat – empatnya mengikuti kepada
matbu’ ( ع,--- ) Artinya yang diikut
Matbu’ dari na’at adalah man’ut
Matbu’ dari taukid adalah mu’akad
Matbu dari athof adalah ma’thuf alaih
Matbu’ dari badal adalah mabdul

ISIM – ISIM YAN MANSUB ( YANG DINASABKAN )


171

Isim – ism yang dinasabkan ada 15
1. Mafu’ bih ( ª- ل,·-- ) .= '-'ا.·- ª,'= _· , يذ'ا »-`اوه
2. Maf’ ul muthlak (¸'=-'ا - ل,·- )
3. Mafhimin ajlih (ª'=أ ن- ل,·-- )
4. Maf’ ulfih ( ª,- ل,·-- )
5. Maf’ul ma’ah (ª·- ل,·-- )
6. Khabar kana (ن'´ ر,= )
7. Isim inna ( نإ »-ا )
8. Hal ( .'='ا )
9. Tamyiz ( ز,,-- )
10. Mustasna ( _-`--- )
11. Isim la ( `»-ا )
12. Munada ( ى-'-- )
13. Khabar kada ( -'´ر-= )
14. Khobar ma hijaziah (ª,ز'== '-ر-,= )
15. Mengikuti bagi yang mansub (-,---'' _-'- )
Kalau kita menemui isim yang mansub
maka I’rabnya adalah salah satu dari yang
diatas.



172
1. BAB MAF’UL BIH ( OBJEK PENDERITA )

Arti dari lafadz maf’ulbih ( ª- .و·-- ) adalah
yang diperbuat dengan dia kalau
Dalam bahsa Indonesia sama dengan objek
penderita atau sasaran dari perbuatan.
Contoh : ( -'´'ا --ر- ) ( saya memukul anjing )
Kalimat (-'´'ا ) disini mempunyai kedudukan
sebagai maf’ublih ( sasaran dari pukulan )
Maf’lbih itu hukumnya mansub tidak lain
Undang – undang maf’ulbih adalah ( .='-'ا .·-
ª,'= _- و ىذ'ا »-`ا )
Artinya : Isim yang terjadi atas dia perbuatan
sifa’ul ( pelaku perbuatan ) yang dimaksud
dengan terjadi perbuatan adalah ta’liq
perbuatan, maka termasuk maf’ulbih ( ا-,¸ )
dalam contoh (ا-,¸ --¸- '- ) ( tidak memukul aku
akan siZaid sekalipun pukulan tidal terjadi pada
siZaid ).

Maf’ul bih ada dua pembagian


173
1. Zhohir ( jelas )
2. Mudmar ( isim dhomir )
Contoh : ( ث,·'ا -ا .¸-ا ) ( telah menurunkan Allah
akan hujan )
I’rabnya (.¸-ا ) fiil madhi hukumnya dibina atas
fathah
(-ا ) Fail hukum nya marfu’ tanda rofa’nya
dhomah
(ث,·'ا ) maf’ulbih hukumnya mansub tanda
nasabnya fathah
Zhohir terbagi kepada 8 sebagaimana pada
fail dan naib fail mudhmar terbgai dua:
1. Muttasil ( .--- ) artinya bersambung
2. unfasil ( .--- ) artinya terpisah
- Muttasil ialah ( ر',-=`ا _- ( `إ ) _', `و ª'- '= _'= »-·-,
`'- )
( Sesuatu tidak bisa terdahulu dari amilnya dan
tidak bisa mengiringi huruf (`إ ), pada ketika
ikhtiar )
Yang dimaksud dengan amil adalah fiil


174
Yang dimaksud ikhtiar adalah bukan karena
terpaksa seperti dharurat syi’ir

Contoh : ( ª-رآا ) ( telah memuliakan dia
akannya )
- I’rabnya ( »ر´أ ) fiil madhi failnya adalah ( ,ه )
yang ditakdirkan. Dan ( - )
Muf’ulbih dia dhomir muttasil tidak bisa
terdahulu dari amilnya, amilnya adalah( »ر´أ )
Maka tidak sah dibaca (»ر´أ - )
- Munfasil ialah : (ر',-=`ا _- ( `إ ) _',, ª'- '= _'= »-·-, '-
)
Terdahulu atas amilnya dan bisa mengiringi
huruf ( `إ ) pada ketika ikhtiar )
Contoh : (مر´أ ي ',ا ) ( akan memuliakan dia )
I’rabnya (ي ',ا ) maf’ulbih hukumnya dibina
atas fathah karena isim dhomir
(مر´أ ) fiil madhi failnya adalah ( وه ) yang
ditrakdirkan dia adalah amil dari
(ي ',ا ) boleh mendahulukan dari ( ي',إ ) amilnya
yaitu ( مر´أ )


175
Muttasil dan munfasil masing – masing ada 12
yaitu :
Contoh muttasil yaitu :
´-- »' ª-='=- -='=- ª-'= --'=
_-¸´أ =-¸´أ =-ر´أ '+-¸´أ ª-¸´أ
'--¸´أ '-´-¸´أ '-´-¸´أ '-+-¸´أ '-+-¸´أ

ن´-¸´أ »´-¸´أ »+-¸´أ »+-¸´أ

I’rabnya : sama dengan contoh muttasil
Contoh munfasil yaitu :
»'´-- ª-='=- ب='=- ª--'= --'=
»¸´أي',إ »¸´أ=',إ »¸´أ=',إ »¸´أ'ه',إ »¸´أ-',إ
»¸´أ'-',إ »¸´أ'-´',إ »¸´أ'-´',إ »¸´أ'-ه',إ »¸´أ'-ه',إ
»¸´أن´',إ »¸´أ»´',إ »¸´أنه',إ »¸´أ'-ه',إ

I’rabnya sama dengan contoh munfasil diatas.
Pada asal susunan kalimat adalah fiil dahulu,
kemudian fail dan setelah itu maf’ul. Tapi ada


176
empat ( 4 ) wajib dahulu maf’ul bih dari fiil dan
failnya, yaitu :
1. Kalau maf’ul bih itu isim isyarat contoh : ( د'ه
ن- ª' '-- -ا .'-, ¸-)
“ Akan orang yang menyesatkan Allah
maka tidak ada bagi dia petunjuk “
( ¸- ) Maf’ul bih dari (.'-, ) wajib
mendahulukannya karena isim isyarat.
2. Kalau maf’ul bih isim istifham contoh : ( ¸,ر´--
-ا ت ',اي'- )
“ maka akan mana ayat Allah-kah yan
kamu ingkari “
( يا ) jadi maf’ul bih dari (¸,ر´-- ) wajib
mendahulukannya karena isim istifham,
3. Kalau maf’ul bih itu ( »´ ) atau ( ن,'´ )
khobariyah ( yang berma’na amat banyak )
atau diidhofatkan kepada (»´ ) khobariyah,
contoh ( تآ'- -'-´ »´ ) Amat banyak telah aku
miliki.
Lafadz (»´ ) jadi maful bih dari (تآ'- ) wajib
mendahulukannya karena dia (»´ )


177
Khobariyah. Contoh selengkapnya lihat (
Jami’usddurus halaman 13 juz3 )
4. Kalau maf’ul itu dinasabkan oleh jawab ('-أ )
contoh ( ر+·-`-»,-,'ا'- '· )
“ Maka adapun akan anak yatim maka
janganlah kamu menghardiknya “
Lafadz (»,-,'ا ) dinasabkan oleh (ر+·-`- ) dia
menjawab dari ('-أ )

II. BAB MAF’UL MUTHLAQ ( PENEGAS / PENJELAS
)

Undang – undangnya : ( ---·',ا ª=,-' ¸,--'ا ,ا ª'-''
-´,-'ا ر---'أ )
“ Maf’ul muthlaq adalah masdar yang
menguatkan menegaskan bagi amilnya atau
menjelaskannya macam – macam amilnya
atau menjelaskan bilangan amilnya. Kalau
amilnya kadang – kadang fiil kadang kadang
sifat dan kadang – kadang masdar.


178
Contoh amil fiil ('-,'´- _---ا»'´ ) “ Telah berbicara
Allah akan musa dengan sebenar- benarnya
bicara.
Lafadz ('-,'´- ) masdar dari (»'´ ) dia
mempertegas ma’na dari (»'´ ) yang menjadi
amilnya. Dan ('-,'´- ) jadi maf’ul muthlak dari (»'´
)
Contoh amilnya wasaf / sifat ('-¸- -¸ '-'-أ ) (
saya orang yang memukul dengan sebenar-
benar pukulan ('-¸- ) masdar dia jadi maf’ul
muthlaq mempertegas makna amilnya.
Amilnya adalah ( -¸'- ) wasf setimbangan (
.='- )
Contoh amilnya masdar ( '-ر- =-¸- ¸- --== ) “
Aku tercengang dari pukulan engkau dengan
sebenar – benar pukulan”
Lafadz ('-¸- ) masdar dari maf’ul muthlaq dari (
-ر- ) pada (=-¸- ) yang juga masdar dia
mempertegas makna amilnya.
- dan kalau penjelas bagi macam amilnya
kadang dengan memberi sifat kadang


179
dengan idhofat kadang denan isyarat
kepada masdar.
Contoh dengan memeberi sifat ( ا-, -- '-ر- --ر-
) “ Saya memukul semacam pukulan yang
sangat “, Lafadz ('-ر- ) maf’ul mutlaq dari
(--ر- ) dia menjelaskan macam pukulan
dengan lafadz (ا-, -- ) sangat yang lafadz (ا-, --
) itu menjadi sifat / naat dari ('-ر- )
Contoh dengan idhofat ( ¸,-`ا'-ر- --¸- ) saya
memukul semacam pukulan raja.
Lafadz ('-ر- ) maf’ul muthlaq dari (--¸- ) dia
menjelaskan macam pukulan dengan
diidhofatkan kepada lafadz (¸,-`ا ) dan (¸,-`ا )
mudhofun ilaih.
Contoh dengan isyarat, kepada masdar (-ر-'ا
='- ت-ر- ) “Aku memukul semacam demikian
pukulan “.
Lafadz (='- ) jadi maf’ul muthlaq dari (ت-ر- ) dia
bukan masdar tapi isyarat kepada masdar
yang sesudahnya yaitu (-ر-'ا ) dia
menjelaskan macam amilnya.


180
- Kalau menjelaskan bilangan ailnya dengan
lafadz ( ةر- ) / ( ن,-ر- ) /
( -ار-) satu kali/dua kali / beberapa kali.
Contoh ( ةد= او ª-ر- ت-ر- ) “ Aku memukul satu
kali pukulan “
Lafadz (ª-ر- ) jadi maf’ul muthlaq dari (ت-ر- )
dia berfungsi menjelaskan bilangan amilnya.
Hasil fungsi dari maf’ul mutlaq ada 3 yaitu :
1. Menegaskan Amil
2. Menjelaskan macam amil.
3. Menjelaskan bilangan amil

III. BAB MAFUL MIN AJLIH ( PENYEBAB KEJADIAN
)

Maf’ul min ajlih dinamai juga maf’ullah dan
maf’ul liajlih
Undang- undangnya adalah :
´ر'--د='ª'=رو´--'ار---'أ .='·'ا,¸'-ز'ا_-ª



181
Masdar yang disebutkan sebagai alasan bagi
kejadian ( peristiwa ) yang sama waktu dan
pelakunya.
Maksudnya : Maf’ul min jalih itu shighatnya
adalah masadar dan masdar nitu gunanya
sebagai alasan bagi kejadian ( fiil ), Waktu fiil
dengan waktu masdar harus sama fail ( pelaku
) dari masdar dengan pelaku fiil harus sama.
Contoh : _,-''``=إ ت-· ( aku berdiri karena
memuliakan bagi syekh ( orang tua)
I’rabnya : ت-· Fiil dan fail
``=إ Maf’ul min ajlih dia
menjadikan sebab dari ( ت-· ) ( berdiri ) Fail ( »· )
dengan fail (``=إ ) sama yaitu ( ت ) ( aku
) Waktu (»· ) dengan waktu (``=إ ) sama yaitu
disaat terjadi berdiri saat itu terjadi memuliakan
(_,-'' )jar dan majrur.
Hasil syarat dari maf’ul min ajlih
1. Masdar
2. Menjadi alasan bagi kejadian
3. Sama failnya dan zamannya


182
Kalau kurang salah satu dari yang tiga ini mak
dia harus dijarkan dengan lam ta’lil
( ل,'·-'ا»` )
Contoh yang tidak masdar firman Allah
'·,-= ¸¸`ا_-'- »´'¸'=ىذ'ا,ه
( Dia yang telah menjadikan bagi kamu apa
yang ada dibumi keseluruhan )
Lafadz ( »´' ) ( kamu ) adalah menjadi sebab
Allah menciptakan apa yang ada dibumi tapi
dia bukan masdar karena itu dimaksudkan
kedalamnya lam ta’lil.
Contoh yang tidak sama zamannya kata
penyair
.----'اª--'`إ¸--'ا ىد' * '+-',` »,-' ت-- -, د ت-=-
( aku telah datang pada hal sungguh telah
menanggalkan si perempuan akan
pakaiannya karena akan tidur disamping
penutup kecuali pakaian tipis)
Lafadz ( م,- ) ( tidur ) menjadi alasan bagi
menanggalkan pakaian masdar tapi
zamannya tidak sama karena zaman


183
menanggalkan pakain lebih dahulu dari
zaman tidur karena itu dijarkan dia dengan
lam ta’lil jadi dia ( م,-' )
Contoh yang tidak sama failnya
ª-,ز,'ه ,-´¸-'¸,-='ا,.'=-'ا,.,='ا,
(Allah telah menciptakan kuda, bugal,
keledai, agar kamu menungganginya dan
mengendalikannya hiasan )
Lafadz ( 'ه ,-´¸-' ) dengan takdir ( 'ه,-´ر-ن` ) dia
menjadi alasan bagi penciptaan kuda, bugol,
dan keledai. Tapi failnya berbeda karena fail
dari penciptaan kuda, bugol, dan keledai
adalah Allah. Sedangkan fail dari ( -´ر- , )
adalah manusia karena itu dijarkan dengan
lam ta’lil



4. BAB MAF’ULFIH / ZHOROF ( LINGKUNGAN /
WADAH )



184
Maf’ulfih ini menurut orang Basrah nmanya
adalah Zhorof ( wadah ) dari perbuatan
karena perbuatan terjadi pada waktu itu atau
pada tempat itu.
Kalau perbuatan terjadi pada waktu itu
dinamakan zhorof zaman. Kalau perbuatan
terjadi pada tempat itu dinamakan zhorof
makan.
Undang maf’ulfih adalah ( _- _-·- ن--'- ) (
sesuatu yang mengandung ma’na (_- ) pada
Hanya mengandung ma’na _- saja
sedangkan huruf _- nya tidak ada contoh
¸-='ا»,,---
( aku puasa pada hari kamis )
I’rabnya : --- fiil dan fail
»,, Maf’ulfih / Zohorof zaman
karena perbuatan puasa terjadi pada waktu
itu. Didalamnya terkandung _- yaitu pada hari
sedangkan huruf _- nya tidak ada
hukumnya mansub tanda nasabnya fathah.


185
¸-='أ Mudhofan ilaih / mahraf hukumnya
majrur tanda jarnya kasrah.
Contoh : =-'-أ --'= ( aku duduk dididepan )
I’rabnya : --'= Fiil dan fail
» '-أ Maf’ul fih / zhorof makan
sama dengan keterangan diatas
= Mudhofun ilaih hukumnya
dibina atas fathah pada
tempat jar karena isim
dhomir.
Semua isim zamn ( penunjuk waktu ) bisa
dii’rabkan sebagai zhorof atau mafulfih baik
yang mukhtas ( _-ت=- ) atau yang ma’dud (
د-·- ) atau yang mubham
( - »+- )
Yang dimaksud dengan mukthas adalah
sesuatu yang bisa menjadi jawab bagi
_-- ( bilakah ) contoh ( ¸,-='ا»,, ) ( seminggu )
bisa menjadi jawab kalau ditanya orang bila
kamu puasa ?


186
Yang dimaksud dengan ma’dud adalah
sesuatu yang bisa menjadi jawab bagi »´
( berapakah ) seperti ( ع,--ا ) ( seminggu ) bisa
menjadi jawab kalau ditanya orang berapa
hari kamu diperjalanan ?
Yang dimaksud dengan mubham adalah
sesuatu yang tidak bisa menjadi jawab dari
(»´ ) dan ( _-- ) seperti ( ن,= ) (ketika) dan (
-·,'أ ) (sewaktu- waktu)
Isim makan (penunjuk tempat ) yang bisa
dii’rabkan sebagai maf’ul fih atau zhorof haya
yang mubham saja ang lain tidak bisa.

Isim makan yang mubham ada tiga
1. Isim jihat yang 6 ( arah yang eam )
a. ¸,· ( diatas )
b. ¸=- ( dibawah )
c. ¸,-, ( sebelah kanan )
d. .'--'أ ( sebelah kiri )
e. -ا¸, ( dibelakang )
f. »'-ا ( didepan )


187
2. Isim muqadir ( ¸,-'·- ) = jarak seperti ( _-ر- )
( satu farsakh ) dan ( ل,- ) ( satu mil )
3. Sesuatu yang dishighati ( diambil dari
asdar amilnya )) contoh ::
د,¸ ¸'=- _-,'= ( Aku duduk pada tempat
duduk siZaid )
¸'=- Isim makan / maf’ul fih dia
juga bisa dii’rabkan dengan zhorof,
karena lafdz ¸'=- terambil dari '-,'=
masdar dari amilnya adalah ¸'=
د,¸ mudhofunilaih



5. BAB MAF’UL MA’AH ( PENYERTA PERBUATAN )

Undang – undang maf’ul adalah
ª,·»- -'-أ ل··- ª-,---'ا ª-='--'ا .··'ا_-·- ª-,ر=, ( ,ا,'اª'--'ا»-إ)




188
(I’sim yang fudhah ( bukan pokok ) yang
terletak sesudah waw (,ا, )yang
mempunyai arti beserta / bersama. Yang
didahului oleh fiil atau oleh isim yang
mempunyai ma’na fiil dan huruf fiil )
Hasil syarat – syarat yang ak jadi maf’ul
ma’ah itu
a. Dia harus isim yang fudhlah
b. Harus terletak sesudah waw
yang bermakna beserta
c. Harus didahului oleh fiil atau isim
yang mempunyai ma’a fiil dan
huruf fiil.

Contoh yang didahului oleh fiil ل,-'ا,-ر-
( aku berjalan beserta sungai nil )
I’rabnya : -ر- fiil dan fail
, Maiyah maksudnya waw
ma’na _- ( beserta )


189
ل,-'ا Maf’ul ma’ah dia penyerta
dari perbuatan ( Fiil ) yaitu lafaz
ر- ( berjalan ) hukumnya mansub
Contoh yang didahului oleh isim yang
mempunyai ma’na fiil dan huruf fiil
( ل,-'ا,ر- '-'-أ) ( saya orang yang berjalan
beserta sungai nil )
I’rab '-ا Mubtada.
ر-'- Khabar isim yan mempunyai
ma’na fiil dan huruf fiil, makna fi’ilnya yaitu
berjalan huruf fi’il _- fa fiil. Sain fiil ر lam
fiil
( , ) Maiyah
(ل,-'ا ) Maf’ul maah. Hukumnya ansub.

VI. BAB KHABAR KANA ( ن'´ ) DAN
SAUDARA- SAUDARANYA

Telah berlalu penjelasan tentang kana ( ن'´
) dan saudara – saudaranya baahwa dia
bekerja merofa’kan isim dan menasabkan


190
khabar dan asal dariisim dan khabar itu
mulanya adalah mubtada dan khabar yang
marfu’ setelah masuk (ن'´ ) khabarnya
berubah jadi mansub contoh : ('--'· -,ز ن'´).
Semua ketentuannya sama dengan khabar
mubtada dan khabar.

VII. BAB ISIM INNA ( ¸إ ) DAN SAUDARA –
SAUDARANYA

Ini juga sudah selesai pembahasan kita
disana. Bahwa ( ¸إ ) dan saudara –
saudaranya bekerja menasabkan isim dan
merofa’kan khabar. Isimnya itu berasal dari
mubtada dan khabarnya berasal dari khabar
yan kedua – duanya narfu’ kemudian setelah
masuk ( ¸إ ) mubtadanya berubah jadi
mansub. Contoh
(م-'·ا-,¸ ¸إ )
Karena dia berasal dari mubtada maka
ketentuan – ketentuannya semuanya sama


191
dengan ketentuan mubtada tanapa ada
perbedaan.


VIII. BAB HAL ( PENJELAS KEADAAN )

Undang – undang hal adalah ( ف,آ -ا,= _- _·,
ª'-· ف-, )
Wasaf ( sifat ) yangdifudlah ( bukan pokok )
yan terletak menjadi jawab dari (ف,آ )=
bagaimana
Hasil dari undang – undang bahwa syarat
hal ada tiga :
1. Dia harus isim wasaf ( sifat ) / mustaq
2. Dia harus fudhlah / jatuh sesudah
sempurna kalam
3. Bisa sebagai jawab dari pertanyaan (ف,آ
) bagaimana
4. Hal mesti ,akirah
5. Shahib hal itu harus ma’rifah


192
Contoh ( '-,-آ- ص''ا--¸- ) = aku telah
memukul pencuri hal keadan diikat.
I’rabnya : (--¸- ) Fi’il dan fail, (ص''ا )
maf’ul bih / dia shahib hal ( yang mempunyai
keadaan ), ( '-,-آ- ) hal dia mansub tanda
nasobnya fathah dia wasaf isim maf’ul dan dia
bisa jadi jawab dari pertanyaan, bagaimana
keadaan pencuri ketika dipukul ? Jawabnya
diikat.
Yang mempunyai keadaan disebut
shahib hal, dalam contoh diatas shahib hal
adalah lafadz ( ص''ا ) = pencuri
Yang akan jadi shahib hal itu adalah
1. Fail contoh ( '-´ا¸د,¸-'= )
2. Maf’ul contoh ( '=¸--¸ر-'ا--´¸ )
3. Kalimat yang dijar dengan huruf contoh (
ª-''= --ه-ت¸¸- )
4. Kalimat yang dijarkan dengan mudhaf
dengan syarat mudhaf harus bagian dari
mudhafun ilaih ( '-,-ª,=ا»='.´',نأ»´-=أ-,=-ا )


193
Kalimat yang akan jadi hal nakirah sepeti
contoh diatas, kalau ada hal ma’rifah maka
kita harus mentakwilkannya kepada nakirah
contoh ( .,`ا'·.,`اا,'=-أ ) “ Masiklah kamu hal
keadaan satu persatu.

I’rabnya : ( ا,'=-أ ) fiil amar, fa’ilnya
adalah( »--أ ) ( .,`ا'·ل,`ا ) menjadi hal dia
ma’rifah maka ditakwilkan pada yang nakirah
takwilnya adalah
( ا-¸·-- ) shahib halnya adalah fa’il dari ( ا,'=-أ )
yaitu (»--أ )


Syarat yang akan menjadi hal shahib hal
harus salah satu dari empat :
1. Ma’rifah Contoh ( ¸,=ر,=-»هر'--أ'·-= ) = sambil
menundukan pandangan mereka keluar.
I’rabnya : ( '·-= ) menjadi hal shahib halnya
adalah fail dari ( ¸,=¸,=- ) yaitu


194
( »ه ) dia ma’rifah ea isim dhamir ( '--أ ) fail dari
( '·-= ) dan (»ه )mudhafun ilaih
2. Taknis ( ¸,-=- ) mengkhususkan contoh (
¸,'-'-''أ,-»',أª·-رأ_- ) : pada empat hari sebagai
jawaban bagi oran yan bertanya.
I’rabya ( ª·-رأ_- ) : jar dan majrur muta’alaq
dengan ( .·= ) yang sebelumnya
( »',أ ) mudhafun ilaih ( أ,- ) hal dari ( ª·-¸أ ) dia
nakirah tapi mengkhususkan
( ¸,'-'-'' ) jar dan majrur
3. Ta’mim ( »,-·- ) umum contoh (
ن-'-´'هأ'-, ن,ذ-'ه`إª,ر· ) ( dan tidak kami hancurka
satu kampung kecuali bagi yang sudah diberi
perinatan )
I’rabnya : ( , ) isti’naf ( permulaan ), ( '- ) nafi
( menidakkan ) ( ا¸´'هأ ) fiil dan fail ( ن- ) jar dan
majrur pada mahal asab jadi maful bih, sohib
hal ( 'ها ) jar dan majrur jadi khabar muqaddam
( khabar yang didahulukan ) ( ن,¸--- ) mubtada
muakhar ( mubtada’ yang dikemudiankan )
jumlah mubtada’ dan khabar pada mahal


195
nasab menjadi hal dari ( ª,ر· ) - ( ª,ر· ) shohib
hal dia umum yaitu kampung mana saja.
4. Takhir ( kemudian ) dari hal contoh (
.'=ª-'´ح,',.'='-=,-ª,-ا )
( Bagi mayat puing hal keadaan sunyi
menyatakan seolah – olah rusak )
I’rabnya ( ª-,-ا ) jar dan majrur khabar
muqaddam, ( '-=,- ) hal yang didahulukan dari
shahibnya ( .'= ), mubtada muakhar shohib hal
terakhir dari halnya, ( ح,', ) fiil mudhari’ failnya
adalah ( ,ه ) – ( ن'´ ) saudara ( نإ ) kerjanya
menasobkan isim dan merofa’kan khabar
( - ) isim dari ( ن'´ )
( .'= ) khabar dari ( ن'´ ) Untuk contoh
nomor 2,3,4, shahib halnya nakirah boleh
karena dia memfaedahkan takhsis, ta’mim dan
takhir.
Hal dengan memandang kepada sifat terbagi
kepada dua :
1. Muntaqilah ( ª'·--- ) berpindah maksudnya
tidak selalu berada pada shahibnya seperti (


196
'-´ا¸-,ز-'= ) = telah datang siZaid hal keadaan
berkendaraan. SiZaid tidak selalu
berkendaraan kadang – kadang dia berjalan
kaki.
2. Lazimah ( ª-ز` ) mesti maksudnya selalu
berada pada shahibnya.
Contoh ( '·,---ا-,=- ) = aku berdoa pada
Allah hal keadaan mendengar.
Mendengar itu selalu ada pada Allah tidak
pernah terpisah
3. Muthiah ( ª´=,- ) → menjamidi mauruf
dengan mustaq contoh :
( ',_-ار--'+''`--_- ) hal memandang kepada
zaman terbagi dua :
1. Muqaronah fi zaman ( ن'-¸'ا_-ª-ر'·- ) artinya
disertai zaman
Contoh ( '=,-_'·-اذه ) = Ini suamiku hal
keadaan tua
2. Muqaddarah ( ةر-·- ) terkemudian contoh (
¸,-''='ها,'=دأ ) = masuklah kamu akan surga hal


197
keadaan kekal. Kekal dalam sorga
kemudian dari zaman masuk
3. Mahkiyah ( ª,´=- ) zaman yang lewat contoh
( '-´ا¸¸-أ-,ز-'= ) = telah datang siZaid kemarin
sore hal keadaan mengandarai.
Dalam kalimat, hal itu ada satu saja, ada
yang lebih dari satu, contoh yan satu semua
contoh diatas.
Contoh yang lebih dari satu ( ار-=--ا-·--ª-,·' ) = (
aku akan menemui dia hal keadaan naik hal
keadaan menghadap ), dalam kalimat ini ada
dua hal yaitu
( ا-·-- ) dan ( ار-=-- ) dan ada dua shahib hal
yaitu ( - ) fail dan ( - ) maf’ul, maka untuk
masing – masingnya ditaksir satu buah hal.

10. BAB TAMYIZ (PENJELAS ZAT / BENDA )

Undang–undang tamyiz adalah(
-----'=ة¸´-ª'-·»-إ-ا¸-'ا ن-»+--ا'-ا¸-· ) isim fadlah yang


198
nakirah yang jamid yang menjelaskan untuk
yang dikeragui dari zat – zat )
Hasil dari undang – undang bahwa
syarat tamyiz ada lima.
1. Isim
2. Fadhlah
3. Nakirah
4. jamid
5. Menjelaskan untuk yang dikeragui dari
zat – zat
Contoh ( ¸-=-=ا '-´و´ ) ( sebelas bintang ) kalimat
( '-´,´ ) penjelas dari kalimat
( ر-=-=ا )

Kegunaan tamyiz ada dua :
a. Menjelaskan mufrad
b. Menjelaskan untuk nisah (
pembangsaan )
1. Yang menjelaskan mufrad ada dua
a. Isim muqadir.
Isim muqadir ada tiga :


199
1.. Musahat ( -='-- ) ukuran contoh (
`=--,¸= ) – ( sekantong nakhal )
kata ( `=- ) tamyiz dari ( -,ر= )
2. Alkaylu ( ل,´'أ ) takaran contoh (
ا¸--ع'- ) – ( seliter tamar )
3. Wazan ( ن¸,'ا ) timbangan contoh (
`-=¸,,-- ) – ( dua sukat madu)
b. Isim bilangan contoh ( -=-=أ '-ه¸-ر )
sebelas dirham.
Termasuk kedalam tamyiz bilangan
tamyiz dari (»´ ) istifhamiah dan (»´)
khabariah. (»´ ) istifhamiah adalah (»´)
yang dipakai untuk bertanya erapa
bilangankah (»´ ) khabariah adalah ( »´)
yang berarti amat banyak.
Kalau tamyiz dari (»´ ) istifhamiah
dimufrad dan dinasabkan, contoh
( -´'-ا--=»´ )
- ( berapa budakkah yang telah engkau
miliki ), ( ا--= )jadi tamyi dari (»´ ) dia
mufrad dan dia.


200
Kalau tamyiz dari (»´ ) khabariah di
khafadkan selama –lamanya.
Contoh ( -´'---=»´ ) – ( amat banyak
budak yang telah aku miliki ),
(--=) jadi tamyiz dari (»´ ) khabariah maka
dikhafadkan dia.
Kalau dia tamyiz dari sepuluh keatas
dijama’kan, contoh :
( -´'---=»´ ) – ( berapa banyak budak
yang engkau miliki ? ) jawab.
( -´'---=أ¸-= ) – ( sepuluh budak yang
telah aku miliki )
( -,-= ) dan ( --=أ ) jadi tamyiz maka dia
dijama’kan. Yang mengkhafadka tamiyz
itu adalah ( ن- ) yang diidmarkan (
disembunyikan ).
c. Sesuatu yang menunjukan atas
mumasalah ( ª'`'-- ) perumpamaan
Contoh ( اد--ª'`--'--=,', ) sekiranya kami
datangkan perumpamaan sebanyak itu
juga.


201
I’rabnya : ( , ) isti’nafiah ( و' ) huruf
syartiyah ( '--= ) fiil dan fail
( .`-- ) jar dan majrur ( اد-- ) tamyiz.
d. Sesuatu yang menunjukan yang lain
contoh ( هر,='-'نإ `-إ' ) – ( sesungguhnya
bagi kami ada yan lain unta )
I’rabnya : (¸إ ) amil nawasekh huruf
taukid ( '-' ) khabar muqaddam dari

( ¸,= ) , ( ¸,= ) isim ( ¸إ ) dari ( 'ه ) mudhafun
ilaih ( `-إ ) tamyiz.
2. Menjelaskan untuk nisbah ada dua
a. Muhawwal ( ل,=- ) yang dipalingkan
b. Ghairu muhawal ( ل,=-ر,= ) tidak
dipalingkan
a. Muhawwal ada tiga
1. Muhawwal dari fa’il
maksudnya tamyiz itu mulanya adalah fa’il.
Contoh ('-,-¸أ¸' ا.·--إ ) – ( telah
cemerlang kepala nisbah uban )


202
I’rabnya ( -إ .·- ) fiil madhi ( ¸أ¸'ا
) fail ( '-,- ) tamyiz
Asal dari contoh itu adalah (
¸أر'ا-,-.·--إ ) – ( telah
cemerlang uban kepala )
dijadikan mudhafun ilaih jadi
fa’il dan fa’il dijadikan tamyiz
gunanya supaya timbul
keraguan karena kalau
dikatakan ( .·--إ ¸أر'ا ) – ( telah
cemerlang kepala ) tentu akan
ragu kita apa yang membuat
cemerlang maka didatangkan
lafadz ( '-,- ) menjelaskan.
Menyebutkan sesuatu sesudah
ada keraguan akan lebih
mantap dalam jiwa.
2. Dipalingkan dari maf’ul
contoh ( ¸¸`ا¸,,=¸ر`ا'-¸=·, ) – (
telah kami pancarkan akan
bumi nisbah mata air )


203
I’rabnya ( , ) ataf ( '-¸=· ) fi’il dan
fa’il ( ¸¸`ا ) maf’ul bih
( '-,,= ) tamyiz. Asalnya adalah (
¸ر`ا¸,,='-¸=·, ) – ( telah kami
pancarkan akn bumi nisbah
mata air. Dijadikan mudhafun
ilaih menjadi mf’ul dan maf’ul
jadi tamyiz.
3. Dipalingkan dari mubtada
contoh ( '-'==--¸`´أ-,¸ ) ( siZaid
lebih banyak dari engkau
nisbah harta )
I’rabnya : ( -,ز ) mubtada
( ¸`´ا ) khabar
( ¸'-'ا ) jar dan
majrur
( '-'= ) tamyiz
Asal dri kalimat itu ( =--ر`´أد,¸»'= ) (
ilmu sizaid lebih banyak dari
engkau) dijadikan mudhofun
ilaih jadi mubtada dan


204
mubtada jadi tamyiz tujuannya
sama dengan diatas
b. Goiru muawwal yaitui tidak dipalingkan
dari apapun meman dari dasarnya dia
sudah jadi tamyiz contoh :
( `=¸¸'-'ا»ر´أ-,¸ ) siZaid adalah semulia –
mulia manusia, nisab laki – laki.
( -,ز ) Mubtada
( »¸´أ ) Khabar
( ¸'-'ا ) Mudhafun ilaih
( `=¸ ) Tamyiz
Kadang – kadang ada hal dan tamyi
gunanya sebagai penguat ( taukid )
Contoh hal sebagai penguat ( ¸,--·-¸¸`ا_-,`·-` )
( janganlah kamu berjalan dimuka bumi hal
keadaan sombong ). Lafadz ( ¸,--·- ) menjadi
hal tapi faedahnya mempertegas )
Contoh tamyiz sebagai penguat
( =ن---=-ن,- ª,ر-'ان',-أ¸, ن'- --'= -·','-,- ) ( demi
sungguh aku mengetahui bahwasanya agama
Muhammad sebaik –baiknya agama


205
ketuhanan agama ) lafadz ( '-,- ) I’rabnya jadi
tamyiz tapi gunanya untuk mempertegas (
taukid / penguat )

10. BAB ISTISNA ( PENGECUALIAN )

Istisna artinya pengecualian
Artinya mengeluarkan sesuatu dari hukum
yang ditetapkan sebelumnya
Contoh : ( ا-,¸`إ»,·'ام'· ) ( telah berdiri kaum
kecuali siZaid )
Menetapkan hukum berdiri pada kaum
keudian mengeluarkan siZaid dari hukum
berdiri, keluarnya siZaid dari berdiri itu namanya
istisna, yang dikeluarkan atau dikecualikan dari
hukum sebelumnya namanya adalah
mustasna.
Alat yan dipakai untuk mengeluarkan atau
mengecualikan namanya adat istisn sesuatu
yang dari dia itu dikeluarkan mustasna
namanya mustasna minhu, dalam contoh


206
( م'·ا-,¸`ا»,·'ا ) ( telah berdiri kaum kecuali siZaid )
lafadz ( م,·'ا ) adalah mustasna minhu (`إ )
adalah adat istisna ( ا-,¸ ) mustasna.
Adat istisna ada 8 yaitu :
1. (`إ )
2. ( ¸,= )
3. ( ى,- )
4. ( ¸,' )
5. ( ¸,´` )
6. ( `= )
7. ( اد= )
8. ( '-'= )
Termasuk didalm lafadz ( ى,- ) yaitu lafadz (ى,-
) dan ( -ا,- )

Mustasna denan (`إ ) wajib nasob kalau
kalam ( pembicaran ) yang sebelum (`إ ) itu
tam lagi maujab ( '-=,-,'-'- )
Yang dimaksud dengan kalam tam adalah
mustasna minhu disebutkan sebelum yang
dimaksud dengan maujab adalah tidak


207
didahului oleh nafi atau sabah nafi ( yang
menyerupai nafi ) yang sabah nafi yaitu nahi
dan istifham.
Contoh : ( ¸,'-إ»+'´ª´`-اا-=-· ) ( maka telah sujud
malaikat keseluruhannya kecuali iblis )
I’rabnya : ( - ) isti’nafiah
( -=- ) fiil madhi
( ª´`-اا) fail dia mustasna minhu
( ل´ ) taukid
( »ه ) mudhafun ilaih
(`إ ) adat istisna
(¸,' -إ ) mustasna dia mansub karena
kalam sebelumnya tam lagi maujab.

Mustasna terbagi dua :
1. Musttasil yaitu sejenis mustasna dengan
mustasna minhu,
Contoh : ( ا-,ز`إ»,-'ا»'· ) mustasna minhunya
kaum mereka manusia dan
Mustasnanya siZaid juga manusia.


208
2. Munqoti’ tidak sejenis mustasna dengan
mustasna minhu
Cotoh : ( ا¸'-=`إ»,·'ا»'· ) ( telah berdiri kaum
kecuali keledai ), mustasna
Minhu kaum manusia, mustasna leledai jenis
manusia.
Bila kalam yang sebelum (`إ ) itu tidak
maujab ( ddahului leh nafi atau sabah nafi
), kalau mustasnanya muttasil boleh dua
cara.
1. Mengikut kepada mustasna minhu jadi
badal ba’da minkul ( .´ن-¸·- )
2. Mansub menurut hukum ashal yaitu
mustasna
Contoh : ( »+--ل,'·`إ-ا,'··'- ) ( tidak
memperbuat mereka kecuali sedikit
dari mereka )
I’rabnya ( '- ) huruf nafi
(ا,'·'· ) fi’il madhi fa’ilnya waw (
,ا, ) dia mustasna minhu
(`إ ) adat istisna


209
( ل,'· ) kalau dibaca ( ل,'· ) rofa’
I’rabnya jadi badal dari fa’il
( ا,'·'· ) dan kalau dibaca ( `,'· )
nasab I’rabnya jadi mustasna
( »+-- ) jar dan majrur
Kalau mustasnanya muntaqi’
- Menurut ahli Hijaz wajib nasab contoh (
ار'-=`إ-=أ'+,·'- ) ( tidak ada didalamnya
salah seorang kecuali keledai )
- Menurut banu tamim boleh nasab dan
boleh mengikut jadi badal dan boleh
juga ( ا¸'-= ) jadi mustasna, dan boleh
juga ( ¸'-= ) jadi badal.

Kalau kalam sebelumnya tidak tam artinya
terdahulu mustasna dari mustasna minhu wajib
nasab baik muttasil maupun munqati’
Contoh ( -=اا¸'-=`إ'+,·'- ) dan ( م,·'اا-,¸`إ»'·'- ) tidak
boleh disini mengikut jadi badal karena yang
mengikut tidak boleh terdahulu dari yang diikut


210
Kalau yang sebelum (`إ ) itu didahului oleh nafi
dan mustasna tidak disebutkan sebelumnya
maka yang sesudah(`إ ) diberikan kepadanya
apa yang menjadi hak sebelum (`إ ) kalau
yang sebelum (`إ ) berkehendak kepada yang
marfu’ dirofa’kan yang sesudah (`إ )
Contoh ( -,¸`إ»','- ) diberikan rofa’ pada (-,¸ )
karena yang sebelum ( -,¸ )
Berkehendak pada yang marfu’ yaitu fa’il
Kalau yang sebelum (`إ ) berkehendak
kepada yang mansub maka dinasabkan yng
sesudah (`إ ) contoh ( ا--¸`إيا¸'- ) diberikan
nasab kepada ( ا-,¸ ) karena yang sebelum (`إ )
berkehendak kepada yang mansub yaitu
maf’ul bih
Mustasna yang seperti ini disebut mustasna
mufariq ( menyelesaikan )
Karena yang sesudah (`إ ) menyelesaikan
kehendak yang sebelum (`إ )



211
Hukum mustasna dengan selain (`إ ) ada
3 macam :
1. Dikhofadkan selama – lamanya yaitu
mustasna dengan ( ¸,= ) dan ( ىو- )
Contoh : ( -,¸¸,=»,·'ام'· ) dan ( -,¸,-»,·'ا»'· )
sedangkan bacaan lafadz
( ¸,= )
Dan ( ىو- ) itu sama dengan bacaan
mustasna yang sesudah ( `إ ) keseluruhannya.
3. Dinasabkan selama – lamanya yaitu
mustasna dengan ( ¸,' ) – ( ¸,´,` ) –
( `='- )
( اد='- )
Contoh ( -,ز¸,'ا,-'· ) dan ( ,`ا,-'- -,زن,´ ) dan
( -,ز`='-ا,-'- ) dan
( -,زاد='-ا,-'- )

- Nasab yan sessudah ( ¸,' ) dan ( ¸,-,` )
adalah jadi khabar dari keduanya dan isim
dhomir mustatir


212
Nasab yang sesudah ( `='- ) dan ( ا-='- )
adalah jadi maf’ul dari keduanya dan failnya
domir mustatir yang kembali pada masdar
amilnya dalam contoh diatas amilnya ( »'- )
masdarnya ( »',·'ا )
3. Boleh nasab dan boleh khofad yaitu yang
sesudah ( `= ) - ( ا-= ) – ( ش'= ) kalau kita
menginginkan dia huruf adalah huruf khofad
maka yang sesudahnya dikhofadkan jadi jar
dan majrur.
Kalau kita menginginkan dia sebagai fi’il yaitu
fi’il madhi maka yang sesudahnya
dinasabkan jadi maf’ul failnya dhomir mustatir
contoh : ( د,ز`= م,·'ا»'· ) dan ( -,زا-=»,·'ا»'- ) dan
( -,ز¸'=»,·'ا»'· ) boleh nasab boleh jar
Boleh nosab dan jar ini selama tidak didahului
oleh ( '- ) kalau ada ( '- ) yang
mendahuluinya wajib nasab karena dia
sudah pasti fi’il sebab ( '- ) tidak pernah
masuk pada huruf jar



213
11. ISIM LA (`) YANG MENAFIKAN JENIS

La (`) itu bisa dikatakan la nafiatul jenis
bila ada tiga syarat
1. La (`) itu menafikan bagi jenis.
2. Ma’mulnya ( yang dimasukinya )
nakirah
3. Isimnya terdahulu dari khabarnya
Kalau kurang salah satu syarat yang tiga
ini bukan (`) nafiyatul jenis. Isim la
(`)
itu terdiri dari salah satu yan tiga
1. Diidofatkan ( -'-- )
2. Sabah mudhof ( -'--'اª-- )
3. Mufrad
Kalau isim la (`) itu mudhof atau sabah
mudhof maka dinosabkan
Contoh mudhof (-,·-- »'=-='-` ) ( tidak
ada yan mempunyai ilmu dibenci )
I’rabnya : (`) Nafiatul jenis


214
( -='¸ ) isim la (`) diidhofatkan
pada ( »'= )
( -,·-- ) khabar la (`)
Contoh sabah mudhof ( ح,---ª'·-'=,-·` ) (
tidak ada buruk perbuatan dipuji )
I’rabnya : (`) Nafiatul jenis
( '=,-· ) iaim la (`) dia sabah mudhof amsilah
mubalaqah berkehendak pada fail
( .·- ) fail
( - ) mudhofun ilaih
( ح,--- ) khabar la (`)
- Kalau isim la (`) itu mufrad / tidak
diiddofatkan maka isim (`) itu dibina dengan
apa dia di nasabkan.
- Kalau isim mufrad dinasabkan dengan fathah
maka dia dibina atas fathah
Contoh ( راد'ا_-'.=ر` )
- Kalau tasniah dinasabkan dengan ya maka
dia dibina atas ya
Contoh ( ي--=ن,'=ر` )


215
- Kalau jama’ muzakar yang salim dinasabkan
dengan ya maka dia dibina atas ya
Contoh ( -'--` ت,-'ا_-ن- )
- Kalau jama’ mua’nast yang salim dinasabkan
dengan kasrah maka dia dibina atas kasrah
Contoh ( -ت'-'--` _ .--'ا )
- Kalau berulang –ulang la (`) masuk pada
nakirah maka pada nakirah yang pertama
boleh fathah boleh rofa’
- Kalau kita menfathahkan yang pertama
maka nakirah yang kedua boleh tiga cara
yaitu fathah, rofa’ dan nasab.
Contoh : ( -ا'-`إة,-`,.,=` ) ( tiada daya dan
tiada kekutan kecuali dengan Allah )
- Kalau kita baca (.,= ) dengan fathah maka
(ة,- ) boleh dibaca dengan (ة,- ) dan boleh
juga (ة,- )
- Kalau kita baca yang pertama rofa’ (.,=` )
maka yang kedua boleh dibaca rofa’ dan
fathah maka boleh dibaca ( ة,-`, ) dengan
fathah dan boleh juga ( ة,-`, )


216
Dengan rofa’ tidak boleh nasab
- Kalau kita berulang –ulang la (`) beserta
nakirah yang kedua maka yang pertama
hsrus dibaca fathah dan yang kedua boleh
nasab dan boleh rofa’
Contoh : ( ة,-,.,=` ) dan boleh juga ( ة,-,.,=` )

Bila isim la itu diberi sifat / na’at dan tidak
berbatas antara dia dengan na’atnya maka
na’atnya boleh rofa’ dan boleh nasab dan
boleh fathah.

Contoh ( را-'ا_·-,ر=.=ر` ) ( tidak ada laki – laki
yang mulia dirumah )
I’rabnya : (`) Nafiatul jenis
(.=ر ) isim (`)
( -,¸= ) Na’at dari (.=ر ) boleh dibaca (
-,¸= ) dan boleh ( -,¸= ) dan boleh juga ( -,¸=
)
Kalau antara isim (`) dengan na’at berbatas
boleh rofa’ dan nasab dan tidak boleh fathah.


217
Contoh : ( -,¸=را-'ا_·.=ر` ) ( tidak ada silaki – laki
dikampung yang mulia )
I’rabnya : (`) nafiatul jenis
(.=ر ) isim la
( را-'ا_· ) jar dan majrur pembatas
antara pembatas antara na’at dan man’ut
( -,¸= ) Na’at dari ( .=ر ) maka (ف,¸= ) boleh
dibaca rofa’ dan boleh dibaca (ف,¸= ) dan
tidak boleh dibaca ( ف,¸= )

12. BAB MUNADA ( YANG DIPANGGIL )

Undang – undang munada’ adalah (
¸,-=--¸==ª''-·'-,'ط-'ا )
Artinya : Orang yang dipanggil menghadap
dengan huruf yang tertentu.
Huruf yan dipakai untuk memanggil namanya
huruf nida
Huruf nida ada 7 :
1. ( أ )
2. ( ىأ )


218
3. ( ', )
4. ( ا )
5. ( ',أ )
6. ( ',ه )
7. ( او )

Pemakaiannya : ( ىأ ) dan ( أ ) untuk
memanggil yang dekat
( ',أ ), ( ,ه ' ) dan ( ا ) untuk yang jauh
( ', ) untuk umum yang dekat dan
yang jauh
( ا, ) untuk nudbah ( ª- -- )
panggilan minta tolong melepaskan dari
Kesulitan

Munada termasuk kedalam golongan
maf’ul bih karena asal dari munada adalah
maf’ul bih contoh ( -ا--=', ) asalnya ( -ا--ا,=-أ ) (
aku merayu akan Abdullah )
I’rabnya ( ,=دأ ) fi’il mudhori’, fa’ilnya ( '-أ ) dan (
-اد-= ) maf’ul bih


219
Caranya : dihazafkan (,=دأ ) diganti dengan ( ',
) jadi dia (-ا--=', )
Munada yang dinasabkan ada pada 3 tempat
:
1. Bila munadanya mudhof / diidofatkan
contoh (-ا--=', ) ( wahai Abdullah )
I’rabnya : ( ', ) huruf nida
(د-= ) Munada dia mansub dan dia
diidofatkan pada (-ا )
(-ا ) Mudhofun ilaih
2. Bila munadanya sabah mudof / menyerupai
mudof contoh ( ª'··ا-,-=-', ) wahai orang yan
dipuji perbuatannya )
I’rabnya : (', ) Huruf nida
( ا-,-=- ) munada dia sabah mudof
dia mansub
( .·· ) naib fail dari (ا-,-=- ) karena
dia isim maf’ul berkehendak
pada naib fail
( - ) mudofun ilaih


220
3. Bila munadanya nakirah yang tidak
dimaksud / lafadz umum yang tidak tertentu
tujuannya. Contoh perkataan orang buta.
( ى-,--=.=ر', ) ( wahai laki – laki pegang
tanganku )
I’rabnya : ( ', ) huruf nida
(.=ر ) munada mansub karena dia
nakirah yang tidak dimaksud sebab orang
orang buta tidak mengetahui seseorang
yang dia maksud
(-= ) fi’il amar fa’ilnya ( ت-أ )
(ى-,- ) jar dan majrur
Yang dimaksud sabah mudof (
¸='ا,أ---'ا,أ_-¸'أ--·-'-,-.-='- )
( sesuatu yang beramal kepada yang
sesudahnya baik rofa’ atau nasab atau jar )
Kalau munada itu mufrad ma’rifah maka
dibina dengan apa dirofa’kan ketika
mu’rab. Contoh ( -,ز', ) dibina atas domah
karena ketika mu’rab dia dirofa’kan
dengan dhomah.


221
Dan (نا-,ز', ) dibina atas alif karena ketika
mu’rab dirofa’kan dengan alif dan (ن,-,ز', )
dibina atas waw karena ketika mu’rab
dirafa’kan dengan waw.
Kalau munada diidofatkan kepada ya
mutakallim ( »'´--اا-', ) seperti (_-`=', ) maka
boleh 6 bacaan
1. Dengan menskinkan ya seperti (_-`=', )
2. Dengan menghazafkan ya seperti (»`=', )
3. Dengan mendhmahkan huruf yang
sebelum ya dan menghazafkan ya ( »`=', )
4. Dengan memfathahkan ya seperti : (
_-`=', )
5. Dengan menukar yang kasrah jadi fathah
dan menukar ya jadi alif ( '-`=', )
6. Dengan memfathahkan yang sebelum ya
dan menghazafkan ya ( »`=', )


222
Apabila munada itu ( مأ ) dan ( -أ ) yang
diidofatkan kepada ya mutakallim boleh 6
bacaan.
1. Mengganti ya jadi ta dikhasrahkan (ت-أ', ) - (
--أ', )
2. Mengganti ya jadi ta di fathahkan ( ت-أ', )
3. Menetapkan ya dan mensakinkannya (_-أ', )
– ( ¸اأ', )
4. Memfathahkan yang sebelum ya dan
menukar ya jadi alif ( ', '-أ ) – ( '-أ', )
5. Dengan ta dan ya ( _-أ', ) – ( _اأ', )
6. Dengan ta dan menukar ya jadi alif ( '--أ', ) –
( '--أ', )
Kalau ada yang mengikut kepada munada
yang dibina baik na’at, ahtaf, taukid, atau
badal maka boleh dibaca rofa’ dan boleh


223
dibaca nasob contoh ( -,رظ'ا-,¸', ) kalau dibaca
(-,رظ'ا ) dengan rofa’ na’at atas lafadz
munada kalau dibaca (-,رظ'ا ) dengan nasab
na’at atas mahal munada.
Contoh takkid ( نو·-=أ»,--', ) dan boleh juga (
ن,·-=أ»,--', )
Contoh bayan ( ز¸´-,·-'', ) dan boleh juga (
ا¸¸´-,·-', )
- Kalau berulang munada mufrad yang
diidofatkan seperti
( -`-·,'اد,¸-,¸', )
Maka untuk yang pertama boleh
dibaca domah dan boleh dibaca fathah
- Kalau yang pertamanya dibaca
dhomah maka dia pada takdir adalah
munada mufrad maka yang kedua


224
I’rabnya boleh munada yang
dihazafkan huruf nidanya dan boleh
juga jadi athaf bayan dan boleh juga
jadi maf’ul dari
( _=أ ) yang ditakdirkan
- Kalau dibaca fathah yang pertama
atas asal yaitu
( ,ز',-`-·,'ا -,¸-`-·,'اا- )

13 BAB KHABAR KADA DAN SAUDARA -
SAUDARANYA

Kada dan saudara- saudaranya dinamakan
af’al muqorobah ( ª-¸--اا.··أ )
Perbuatan – perbuatan yang sudah dekat dia
terbagi pada tiga :
1. Dipakai untuk menunjukan sudah dekat
khabar dia ada tiga yaitu :


225
( -'´ ) – ( بر´ ) – ( '-,أ ك ) ma’nanya hampir

2. Dipakaikan untuk menunjukan harapan dia
ada tiga yaitu :
( ى¸= ) –( ¸','=إ ) – ( ¸= ) ma’na mudah –
mudahan
3. Dipakaikan untuk menunjukan memulai yaitu
:
( ¸'= ) –( .·= ) – ( -=أ ) – ( »'- ) – ( .+'ه ) – ( -ه ) – (
'--أ ) – ( ¸-= )

Kada ( -'´ ) dan keseluruhan saudara –
saudarnya beramal merofa’kan isim dan
menasobkan khabar sama dengan kana ( ن'´ )
bedanya
Khabar kada ( -'´ ) wajib jumlah fi’liyah dan
fi’ilnya wajib fi’il mudhori’
Contoh ( أ¸·,د,ز-'´ ) ( telah hampir siZaid
membaca )
I’rabnya : ( -'´ ) af’al muqorobah kerjanya
merofa’kan isim menasobkan khabar


226
( -,¸ ) isim dari( -'´ ) marfu’
( أ¸-, ) fi’il mudhori’ failnya ( ,ه )
jumlah fi’il dan fa’il pada mahal nosab jadi
khabar ( -'´ )
Memasukan ( نأ ) masdar iyah
kedalam khabar ( -'´ ) dan saudaranya ada
empat :
1. Wajib memasukan( نأ ) yaitu pada khabar (
ى¸= ) dan ( ¸','=إ )
2. Terlarang memasukkan ( نأ ) yaitu pada
khabar ( ¸'= )- ( .·= )-( -=أ )-( »'- )-( .+'ه )-( -ه )-( '--أ
)-( ¸-= )
3. Biasa / sering masuk pada khabar – ( ¸','=إ )
dan ( ¸= )
4. Sedikit masuk pada khabar ( -'´ ) dan ( -¸´ )





14 BAB KHABAR MA ( '- ) HIJAZIAH


227

- Ma Hijziah ( ª,ز'=='- ) maksudnya ( '- )
yang khusus mengamalkan / memakainya
penduduk Hijaz
- Ma Jijaziah ini bekerja sama dengan kerja (
س,' ) yaitu merofa’kan isim dan menasobkan
khabar. Contoh ( ا¸--اذه'- ) ( tidak ada ini
manusia )
I’rabnya : ( '- ) Hijaziah huruf nafi bekerja
merofa’kan isim menasobkan khabar
( ا-ه ) isim dari ( '- ) hukumnya dibina
atas sukun pada tempat rofa’
( ا¸-- ) khabar dari ( '- ) hukumnya
mansub
Ma hijaziah ini bisa beramal kalau terpenuhi
syarat yang tiga
1. isimnya wajib dahulu dari khabarnya


228
2. tidak terdapat didalamnya ( نإ ) zaidah /
( نإ ) tambahan
3. khabar tidak dimasuki oleh ( `إ )

15. BAB MENGIKUT BAGI YANG MANSUB

Sudah berlalu pembicaraan kita
bahwa yang mengikuti ada 4 yaitu :
1. Na’at
2. Athof
3. Taukid
4. Badal
Yang empat ini bila matbu’ ( yang
diikutinya ) mansub maka di akan mansub
pula.
Contoh na’at mansub ( .-'·'اا-,¸-أر )
Contoh ataf mansub ( ا¸-=,ا-,¸-,أر )
Contoh taukid mansub ( ª---ا-,ز-,أ¸ )
Contoh badal mansub ( ك'=اا-,ز-,أ¸ )



229
Yang menasabkan na’at, atof, dan
taukid adalah yang menasabkan matbu’ atau
yang diikutinya.
Yang menasobkan badal adalah : ditakdir
kalimat yang sama dengan menasabkan
matbu’nya, dalam contoh ( ز-,أ¸ ك'=اا-, )
Maka yang menasobkan ( اد,ز ) adalah ( -,أ¸ )
sedangkan yang menasobkan
( ك'=ا ) adalah ( -,أ¸ ) yang ditakdirkan.





ISIM – ISIM YANG MAJRUR

Isim – isim yang diarkan ada 5 :
1. dijarkan dengan huruf
2. dijarkan idhofat
3. dijarkan dengan sebab mengikuti kepada
yang majrur


230
4. dijarkan dengan sebab mujawarah (
harkat yang berdekatan )
5. dijarkan dengan sebab tawahum (
dugaan )

a. Yang dijarkan dengan huruf sudah
berlalu pembahasan kita pada tanda –
tanda isim
b. Majrur dengan idhofat ( mudofun ilaih
dijarkan oleh mudhof )
Mudhof terbagi kepada dua :
1. Idofat lafzi
2. idofat maknawi
1) idofat lafzi yaitu modof sifat dan mudofun
ilaih ma’mul dari sifat itu dia ada tiga :
a. idofat isim fa’il kepada fa’ilnya contoh (
ن`ا-,¸-ر'-اذه )
( ini orang yang memukul sizaid sekarang )
I’rabnya : ( ا¸ه ) mubtada


231
(-ر'- ) khabar dia isim fa’il atau sifat
berkehendak kepada fai’il, mudhof
(-,¸ ) mudhofun ilaih fa’il dari (-ر'- )
(ن`ا ) zhorof zaman
b. Idofat isim maf’ul kepada naib fa’ilnya,
contoh ( ا-=¸ا-'ا¸,-·-ا-ه ) ( ini orang meramaikan
kampung besok )
I’rabnya : ( ا¸ه ) Mubtada
(¸,-·-ا ) khabar isim maf’ul /isim yan
berkehendak kepada naib fa’il mudhof.
(¸ا-'ا ) naib fa’il, mudhofun ilaih
(ا-= ) zoraf zaman
c.Idofat sifat musyabbahah kepada fa’ilnya
contoh (ª=,'ان-=.=¸ا¸ه ) ( ini laki- laki yang baik
wajahnya )
I’rabnya : ( ا¸ه ) mubtada


232
(.=¸ ) khabar
(ن-= ) na’at sifat musyabbahah
berkehendak kepada fa’il dia mudof
(ª=,'ا ) mudhofun ilaih dia fa’il dari
(ن-= )
2 ). Idhofat ma’nawi ada tiga macam :
a. Bahwa tidak ada mudof sifat dan mudhofun
ialih ma’mul dari mudof
b. Bahwa ada mudhof sifat dan mudhofun ilaih
bukan ma’mul dari sifat itu
c. Mudafun ialih ma’mul bagi mudaf, dan
mudof bukan sifat
- Faedah dari mudof ini kalau mudhofun ilaih
ma’rifah maka dia berfungsi mema’rifahkan
mudof, contoh ( -,¸»`= ) ( budak siZaid )
( »`= ) pada asalnya nakirah karena
diidofatkan kepada (-,¸ ) yang ma’rifah dia jadi
ma’rifah


233
Kalau mudhafun ilaihnya nakirah dia berfungsi
mengkhususkan mdhof contoh
( ةأ¸-إ»`= ) ( budak siperempuan ), ( »`= ) maka
dia menjadi khusus budak – budak milik
perempuan.
- Untuk idhofat ma’nawi ini ada tiga
pembagian
1. Mengandung ma’na ( _- ) pada
Isyaratnya kalau mudhafun ilaih merupakan
zaraf atau wadah bagi mudhof contoh (
.,'ا¸´- ) ( gelap pada malam )
2. Menandung makna ( ¸- ) dari
Syaratnya kalau mudhofun ilaih sumber dari
mudhof dan mudhofun ilaih bisa menjadi
khabar dari mudhof contoh ( -,-=»-'= ) (
cincin dari besi ) dan bisa
( -,-=»-'='ا ) ( cincin adalah besi )


234
3. Mengandung makna ( »`'ا ) ( bagi / untuk )

Syaratnya kalau mudhofun ilaih dari mudhof
contoh ( -,¸-, ) ( tangan milik Zaid )
- Idhofat tidak boleh berhimpun dengan
tanwin dan nun tanda I’rab dan alif lam
- Idhofat dengan tanwin tidak boleh
berhimpun karena idhofat menunjukan
- Kurang isim sedangkan tanwin menunjuk
sempurna isim antara kurang dan
sempurna tidak mungkin berhimpun
- Idhofat dengan nun tanda I’rab tidak
boleh berhimpun karena nun tanda I’rab
kedudukannya sama dengan tanwin
- Idhofat dengan alif lam tidak boleh
berhimpun karena kedua – duanya
untuk ma’rifah dalam satu kalimat tidak
boleh ada dua tanda ma’rifah


235
- Boleh berhimpun antara alif lam dengan
idhofat kalau mudhof sifat dan
mudhofun ilaih ma’mul dari sifat itu
Hal yang seperti ini terdapat pada 5 tempat :
1. Bahwa ada mudhofnya mutsanna contoh (
-,¸'-¸'-'ا ) ( dua orang yang memukul siZaid )
lafadz (-¸'-'ا ) dia mudhof tapi pakai alif lam
boleh karena dia sifat dan ( -,¸ ) mudhofun ilaih
ma’mul dari (-¸'-'ا ) dan gia musanna
2. Bahwa ada mudhofnya jama’ muzakar yang
salim contoh (-,¸ا,-¸'-'ا )
( beberapa orang yng memukul siZaid ) halnya
sama dengan diatas
3. Bahwa ada mudhofun ialihnya memakai alif
lam contoh (.=¸'ا-¸'-'ا ) ( orang yang memukul
si laki - laki ) lafadz (-¸'-'ا ) mudhof pakai alif
lam boleh dia sifat yang diidhofatkan pada
ma’mulnya dan dia memakai alif lam
4. Bahwa ada mudhofun ilaih diidhofatkan
kepada sesuatu yang memakai alif lam contoh


236
(.=¸'ا¸أ¸-¸'-'ا ) ( orang yang memukul kepala
silaki – laki )
(-¸'-'ا ) mudhof pakai alif lam dia sifat yang
diidhofatkan kepada ma’mulnya
(¸أ¸ ) yang diidhofatkan kepada ( ل=¸'ا ) yang
memakai alif lam boleh
6. Bahwa ada mudhofun ilaih diidhofatkan
kepada dhomir yang kembali kepada
sesuatu yang memakai alif lam (
ª-`=-¸'-'ا.=¸''--ر¸- ) ( aku bertemu dengan
silaki – laki yang memukul budaknya si laki
– laki ) lafadz ( -ر'-'ا ) mudhof pakai alif
lam boleh karena dia sifat yang
diidhofatkan kepada ma’mulnya
yangdiidhofatkan kepada ma’mulnya
yang diidhofatkan kepada dhomir yang
kembali kepada kalimat yang memakai
alif lam yaitu dhomir ( - ) kembali kepada
lafadz
7. ( .=¸'ا ) yang memakai alif lam



237

III. Majrur dengan sebab mengikuti kepada
yang majrur telah berlalu pembicaraan yaitu
na’at, athaf, taukid, badal.
Kalau yang diikuti ( ع,--- ) nya yang empat ini
majrur maka dia dijarkan
IV. Majrur dengan harkat mujawarah
maksudnya harkat yang berdekatan
Contoh ( -ر=--¸==ا-ه ) ( ini lobang tanah yng
runtuh )
I’rabnya : (ا-ه ) mubtada
( ¸== ) khabar mudhof
(-- ) mudhofun ilaih
(-ر= ) na’at dari ( ¸== ) sepantasnya
dia baca (-ر= ) rofa’ karena man’utnya rofa’,
tapi dibaca (-ر= ) dengan jar boleh karena
harkat erdekatan dengan (-- ) yang majrur.
V. Majrur dengan tawahum maksudnya
diduga disitu ada maksud huruf jar ( -'-ا )
Kedalam khobar ( ¸,' ) contoh ( -='-`,'--'-ت-' ) (
aku bukan orang yang berdiri dan bukan


238
orang yang duduk ) lafadz ( -='- ) yan majrur
diathofkan pada lafadz ( '--'- ) yang mansub
karena dia khobar ( ¸,' ) yang sepantasnya
dbaca ( -='- ) karena khobar dari ( ¸,' ) yang
ditakdirkan tetapi dia dibaca ( -='- ) dengan jar
maka jarnya disini diduga ada huruf jar yang
ditakdirkan lengkapnya kalimat itu
(-='·---','--'·--' )

ISIM YANG BERAMAL SEPERTI FIIL
Isim yang beramal seperti fiil maksudnya
isim yang bekerja merofa’kan fa’il atau
menasabkan maf’ul.
Isim yang beramal seperti fiil ini ada 7 :
1. Isim fiil
2. Masdar
3. Isim fail
4. Isim maf’ul
5. Amsilah mubalaghah
6. Sifat musyabbahah
7. Isim tafdil


239






1). ISIM FIIL
Isim fiil adalah kalimat yang
menunjukan ma’na fiil dan tidak menerima
tanda – tanda fiil.
Isim ada tiga :
1. Isim fiil madi contoh ( -'+,ه ) ma’nanya ( -·- )
artinya telah jauh
( '- ª'-ا,-¸,-·' ª-ن-,¸,··'ا-'+,+·-'+,+· ٭ .=-'+,ه, )
( ت'+,ه ) isim fiil madhi merofa’kan fail, failnya
adalah ( ¸,··'ا )

2. Isim fiil amar contoh (ª- ) dengan makna (
-´-ا ) diamlah engkau
( -,·'-··ª--ط=,»'-`ا,=-='-'ت'·ذإ )


240
Lafadz (ª- ) Isim fiil amar merofa’kan fail yaitu
dhomir ( --أ ) yang ditakdirkan

3. Isim fiil mudhori’ Contoh ( ª- ) dengan
ma’na ( -==أ ) aku tercengang
( ¸,¸·'´'اح'·,`ª-'´,و )
Lafadz ( ى, ) isim fiil mudhori’ merofa’kan fail
yaitu dhomir ( '-ا ) yang ditakdirkan
Ketentuan –ketentuan isim fiil
1. Tidak boleh berakhir dari ma’mulnya
2. Kalua dia mengandung makna tolab (
tuntutan ) leh menjazamkan fiil mudhori’
yang jadi jawabnya.
3. Tidak mensobkan fiil yang sesudah fa
jawab

2. MASDAR ( KATA DASAR )
Masdar adalah ( =ى¸'=ا--=ا_'=.ا-'ا»-`ا .··'ا_' )
( isim yang menunjukan atas kejadian yang
berlaku atas perbuatan )


241
Masdar bisa beramal seperti fiil dengan 8
syarat :
1. ( ¸ا ) atau ( '- ) beserta fiilnya bisa
menempati tempat masdar itu,
Contoh : ( -,¸=-¸-¸-==أ ) bisa dikatakan
(-,¸=-¸-¸ا¸-==أ )
2. Tidak dimasuki oleh ya tasgir atau ya yang
bermakna kecil
3. Tidak ada ditukar dengan dhomir maka
tidak boleh dalam
Contoh : (ح,-·ا¸-=,ه,¸-=ا-,¸_'¸- ) lafadz (,ه )
pengganti lafadz
(_'¸-) yang diatafkan kepada ( _'¸- )
diawal ini tidak boleh
4. Dia tidak boleh dibatasi maka tidak boleh
( ك-¸-ى-==أ ) ( mencenangkan padaku satu
pukulan engkau )


242
5. Tidak boleh diberi naat sebelum beraal
maka tidak boleh
( ا-,¸-,--'ا ) lafadz ( د,--'ا ) naat ( -¸- ) dan (
ا-,ز ) maf’ul dari
( -¸- ) ini tidak boleh
6. Masdar itu tidak boleh dihazabkan
7. Tidak boleh berbatas oleh ma’mulnya
8. Tidak boleh kemudian dari ma’mulnya

Cara beramal masdar ada 3 yaitu :
1. Diidofat pada ma’mulnya ini yang banyak,
ini terbagi dua :
a. Idhofat pada fail contoh ( ¸'-'ا-ا_·-`,', )

I’rabnya : ( , ) isti’naf
( `,' ) syartiah
(_·- ) masdar, mudof
( -ا ) mudhofun ilaih fail dari ( _·-
)


243
( ¸'-'ا ) maf’ul bih dari ( _·- )
b. Idofat pada maf’ul contoh : (
ع'=--ا¸--,-'اج= )
I’rabnya : ( ج= ) Masdar, mudof
( ت,-'ا ) Mudhofun ilaih maf’ul
dari ( ج= )
( ¸- ) fail
( ع'=--ا ) fiil madhi failnya ( ,ه )
2. Diberi tanwin contoh ( ,أ -,-,ª-·--ىذ»,,_-»'·=إ ' )
3. Dima’rifahkan dengan alif lam (
ªها_--ا¸زر'ان---== ) lafadz ( ¸ز¸'ا )
Masdar pakai alif lam idofat kepada failnya
yaitu ( _--ا ) pakai alif lam





244


4. ISIM FAIL

Isim fail yaitu (
-,ع¸'--ا-'´¸=_'=ىر'=ا.='·'ا_'=.اد'ا,-,'ا ª-'-´ )
( sifat yang menunjukan atas orang yang
melakukan perbuatan yang berlaku atas
berkat mudhori’ dan sakin mudhori’ )
Isim fail adakalanya pakai alif lam, adakalanya
pakai alif lam.
- Kalau pakai alif lam beramal tanpa ada
syarat, contoh ( ,¸-¸'-'ا-'= ¸-أ- )
I’rabnya : ( ='= ) fiil madhi
( -ر'-'ا ) fail dia isim fail beramal
sama dengan fiil
( اد,¸ ) maf’ul bih dari ( -¸'-'ا ) failnya
adalah ( ,ه )

( ¸-أ ) zorof
- Kalau pakai alif lam beramal dengan dua
syarat.


245
1. Makna harus hal atau istiqbal / sekarang
atau yang akan datang
2. Mengandung nafi atau istifham atau
mubtada atau mausuf.

4. ISIM MAF’UL
Isim maf’ul sama dengan isim fail dalam
masalah beramal dan syarat beramal,
bedanya hanya kalau isim fail merofa’kan
sedangkan isim maf’ul merofa’kan naib fail.


5. AMSILAH MUBALAGAH

Amsilah mubalagah adalah ini sebenarnya
adalah isim fail lalu dirobah timbangannya
untuk tujuan ma’na mubalagah ( bersangatan
) timbangan amsilah mubalagah ada 5 yaitu :
1. ( .'·· )
2. ( ل,·· )
3. ( ل'··- )


246
4. ( .,·· )
5. ( ل·· )
Karena dasar amtsilah mubalagah adalah
isim fail maka ketentuan beramalnya sama
dengan isim fail.



6. SIFAT MUSYABBAHAH
Sifat musyabahhah yaitu :
(
¸,-'+·,-,-_اا--=اª---ة-'·`.,-·-'ار,·'ª=و--ااª--'ا--=ا ة-'·ا )
( sifat yang dibentuk selain tafdil untuk
memfaedah nisbah kejadian kepada
mausufnya bukan memfaedahkan
kejadian )
Contoh: ( ª=,'ا¸-=ل=ر-ت¸ر- ) (aku bertemu
dengan silaki– laki yang baik wajahnya)
Lafadz ( ¸-= ) sifat musabahah dia hanya
nisbah kejadian bukan kejadian karena baik
bukanlah kejadian.


247
Sifat musyabbahah ini beramal sama dengan
fi’il karena dia serupa dengan isim fail. Letak
penyerupaannya adalah sama- sama bisa
dita’niskan di tasniyahkan dan dijama’kan.
Contoh : ( ª--= ) ( ن-= )
( ¸'--= ) ( ¸'--= )
( -'--= ) ( ¸,--= )
Sama dengan isim fail ( ª-¸'- ) ( ب¸'- )
( ن'--¸'- ) ( ¸'-¸'- )
( -'-¸'- ) ( ¸,-ر'- )
Tetapi sifat musyabbahah hanya menasobkan
satu musyabbahah :
Perbedaan anatar isim fail dengan siaft
musyabbahah :
1. Sifat musyabbahah kadang – kadang
berlaku harkat mudhori’ dan sakin
mudhori’ kadang – kadang tidak
sedangkan isim fiil mesti berlaku harkat
mudhori’ dan sakin mudhori’
2. Isim fail menunjukan kejadian, sifat
musyabbhah menunjukan tetap.
3. Isim fail ada untuk zaman madhi ( yang
berlaku ), hal ( sekarang ) istiqbal (yang
akan datang ) sedangkan sifat


248
musyabbahah hanya uantuk hal selama
– lamanya.
4. Tidak boleh mendahulukan ma’mul sifat
musyabbahah dan boleh mendahulukan
ma’mul isim fail.
5. Ma’mul sifat musyabbahah tidak ajnaby
/ yang lain sedangkan isim fail ada.
Untuk ma’mul sifat musyabbahah ada 3
keadaan :
1. Rofa’ contoh : ( ª+=,¸-=ل=¸--ر¸- ) lafadz ( ª+=,
) dibaca rofa’. I’rabnya boleh jadi dari ( ¸-= )
dan boleh juga jadi badal dari dhomir yang
mustatir pada
(¸-= )
2. Nasob, contoh ( '+=,¸-=ل=¸--¸ر- ) lafadz ( '+=,
) dibaca nasob, I’rabnya boleh jadi tamyiz
atau sabah ( menyerupai / maf’ul ) kalau
dibaca ( ª=,'ا ) dengan nasab ma’rifah maka
I’rabnya hanya sabah maf’ul sebab tamyiz (
) tidak ada ma’rifah.


249
3. Jar contoh ( ª+=,--=.=¸--ر¸- ) dibaca jar
I’rabnya mudhofun ilaih yaitu idhofat sifat
kepada mausuf.
Diantara bacaan yang tiga ini pendapat yang
kuat adalah rofa’ kemudian nasob terakhir jar.


7. Isim tafdhil
Isim tafdhil yaitu : ( ا_'=ª'اد'اª·-'ا ا ة-',ز'اوª´¸'-- )
( Sifat – sifat yang menunjukan atas berserikat
dan berlebih )
Maksudnya ada dua atau lebih yang
mempunyai sifat yang sama tapi salah satunya
lebih dari yang lain contoh : ( ر-=ن-»'=أ-,¸ ) (
SiZaid lebih mengetahui dari siUmar )
Keduanya sama – sama mengetahui hanya
saja pengetahuan siZaid lebih dari si Umar.
Bagi isim tafdhil ada tiga keadaan yaitu :
1. Dimufradkan dan ditazkirkan selama-
lamanya. Ini ada dua tempat yaitu :


250
a. Bila sesudahnya ( ¸- ) yang menjarkan
contoh : ( ر-=ن-.-·أ-,¸ )
( ª-='·¸-ل-·ا--ه ) ( ¸-=¸-.-·أ¸ا--ه )
b. Bila dia diidhofatkan kepada nakirah
contoh : ( ل=¸ل-·أ-,¸ )
( ةا¸-ال-·أ--ه ) ( ة,--ل-·أ-ا--ها )

2. Mutabaqah ( sesuai ) dengan
mausufnya ini kalau dia pakai alif lam.
( ل-·`أ-,¸ ) ( ¸`-·`أ-ا-,¸'ا ) ( أ¸,-,¸'ا ¸,'-·` ) (
_'-·'ا--ه )
3. Boleh sesuai dengan mausufnya boleh
tidak, ini kalau dia diidhofatkan pada
yang ma’rifah. Contoh : ( »,-'ا.-·أ¸ا-,¸'ا )
dengan mufrad ( ل-·أ ) dan boleh juga (
-·أ¸ا-,¸'ا ` »,-'ا ) dengan tasniyah ( -·أ ` )
Isim tafdhil tidak pernah menasabkan
maf’ul bih.
Ahli nahwu sepakt bahwa isim tafdhil
bisa merofa’kan domir mustatir tapi
kalau merofa’kan isim zohir ada yang
berpendapat tidak bisa. Dalil bagi orang
yang mengatakan bisa.


251


( -,¸¸,=_-ª--.=´'أª-=_-¸-=أ`=¸-,¸'- )
Lafadz ( .=´'أ ) fail dari ( ¸-=ا ) Isim zohir.






















252

































253

































254

DAFTAR ISI


BAB
KALAM.......................................................................
................1
JAZAM
FI’IL.............................................................................
...........8
BAB
I’RAB..........................................................................
.................
BAB ISM – ISIM YANG
MARFU’.....................................................
BAB
FA’IL...........................................................................
................
PEMBAGIAN
FA’IL...........................................................................
...


255
KETENTUAN
FA’IL...........................................................................
..
BAB NAIB AL
FA’IL...........................................................................
.
BAB
MUBTADA..................................................................
................
KETENTUAN
MUBTADA..................................................................
NAKIRAH
MUFIDAH...................................................................
........
BAB
KHABAR.....................................................................
.................
KETENTUAN
KHABAR...................................................................


256
ISIM
KANA.........................................................................
..................
KHABAR
INNA..........................................................................
..........
ZHANNA DAN SAUDARA –
SAUDARANYA.................................
MENGIKUTI ADA YANG
MARFU’...................................................
NA’AT........................................................................
..............................
ATAF..........................................................................
.........................
TAUKID.......................................................................
...................
BADAL.......................................................................
.......................
BAB ISIM- ISIM YANG
MANSUB....................................................


257
MAF’UL
BIH..............................................................................
............
MAF’UL
MUTHLAQ..................................................................
...........
MAF’UL MIN
AJLIH..........................................................................
...
MAF’UL
FIH..............................................................................
..........
MAF’UL
MA’AH.......................................................................
..............
KHABAR
KANA.........................................................................
......
ISIM
INNA..........................................................................
.................


258
HAL............................................................................
...........................
TAMYIZ.......................................................................
.........................
ISTISNA.......................................................................
...........................
ISIM
LA...............................................................................
.....................
MUNADA...................................................................
............................
KHABAR KANA DAN SAUDARA-
SAUDARANYA.........................
KHABAR MA
HIJAZIYAH..................................................................
.
MENGIKUT BAGI YANG
MANSUB..................................................
ISIM – ISIM YANG
MAJRUR...............................................................


259
ISIM YANG BERAMAL SEPERTI AMALAN
FI’IL.............................
ISIM
FI’IL.............................................................................
..................
MASDAR....................................................................
............................
ISIM
MAF’UL......................................................................
..................
AMTSILAH
MUBALAGAH............................................................
......
SIFAT
MUSYABAHAH..........................................................
................

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful