Authors

:

Lilik Kurniawan Yayan Akhyar Israr

Faculty of Medicine – University of Riau Pekanbaru, Riau 2010

© Belibis A-17.((http://www.Belibis17.tk 0

2 Alergen saluran napas di antaranya berupa tungau debu rumah. salah satunya adalah dengan sebisa mungkin menghindari tungau debu rumah seperti karpet. di daerah padat penduduk kota Bandung menunjukkan 6. di mana prevalensi pada usia 12-39 tahun.4 Peran lingkungan pada kejadian rhinitis alergi adalah sangat penting.2 Di Indonesia. dan menghabiskan biaya yang besar bila menjadi kronis. jauh dari orang yang sedang merokok. ventilasi yang baik di rumah atau kamar. rhinitis alergi harus dipikirkan sebagai keadaan yang cukup serius karena dapat mempengaruhi kualitas hidup penderita akibat beratnya gejala yang dialami dan juga dapat menyebabkan berbagai komplikasi. prevalensi rinitis alergi sebesar 18%. serpihan kulit hewan. kecoak. Sebagai upaya mengontrol lingkungan sehingga tidak membahayakan. 1 . polen. ditinjau dari faktor allergen yang mensensitisasi terjadinya penyakit ini. atau spora jamur. Penyakit ini masih sering disepelekan. Oleh sebab itu. Sebanyak 10% orang dewasa dan 40% anak-anak di Amerika Serikat (AS) terserang penyakit ini. bahan beludru pada sofa atau gordyn. sering meninggalkan sekolah atau pekerjaannya. rhinitis alergi merupakan satu dari sekian banyak penyakit yang ditangani para praktrisi sebagai perawatan primer. Penderita akan mengalami keterbatasan dalam melakukan aktifitas sehari-hari. pada siswa SMP umur 13-14 tahun di Semarang tahun 2001. Prevalensi rhinitis alergi perenial di Jakarta besarnya sekitar 20 %.PENDAHULUAN Rhinitis alergi (RA) secara klinis didefinisikan sebagai gangguan fungsi hidung yang terjadi setelah paparan alergen melalui peradangan mukosa hidung diperantarai Imunoglobulin E. untuk itu perlu diberikan beberapa informasi agar penderita tidak terlalu meremehkan dan dapat mengetahui berbagai upaya untuk mengurangi gejala dan mencegah komplikasi. angka kejadian rhinitis alergi yang pasti belum diketahui karena sampai saat ini belum pernah dilakukan penelitian multisenter.98 %. Penyakit ini merupakan alergi kronis yang paling umum dijumpai.2002.3 Berdasarkan survei dari ISAAC (International Study of Asthma and Allergies in Childhood). kapuk.1 Selain itu. sedangkan menurut Sumarman dan Haryanto tahun 1999.

Bahan korosif dapat merusak sistem olfaktorius dan menimbulkan obstruksi dan post-nasal drip yang permanen. asap rokok.5 Berbagai iritan di lingkungan kerja dapat merangsang membran mukosa nasal dan menimbulkan rinitis iritan non-alergi dengan gejala iritasi yang predominan. dan libur menunjang diagnosis rhinitis oleh iritan. makanan laut. Adanya perbaikan waktu malam. bau-bauan seperti wewangian. pewangi ruangan dan lainnya dapat pula menimbulkan eksaserbasi rhinitis. serta menghindari kecoak dan serpihan kulit binatang peliharaan. Di samping itu. telur. seperti susu.6 2 . cokelat. akhir minggu.menghindari makanan yang diketahui sering menyebabkan alergi.

kecuali bila ada komplikasi lain seperti sinusitis. asap. kemerahan dan gatal. keluar ingus cair seperti air bening. antara lain: debu. bersin-bersin.1 Etiologi Rinitis alergi dan atopi secara umum disebabkan oleh interaksi dari pasien yang secara genetik memiliki potensi alergi dengan lingkungan.7 Gambar 1. Genetik secara jelas memiliki peran penting. Pada 20 – 30 % semua populasi dan pada 10 – 15 % anak semuanya atopi. Gejala utama pada hidung yaitu hidung gatal.TINJAUAN PUSTAKA Definisi Rhinitis Alergi (RA) adalah inflamasi mukosa saluran hidung dan sinus yang disebabkan alergi terhadap partikel. yaitu : berair. Inflamasi pada rhinitis Alergi. Seringkali gejala meliputi mata. maka risiko atopi menjadi 4 3 . tersumbat. Onset pajanan alergen terjadi lama dan gejala umumnya ringan. Apabila kedua orang tua atopi.2 Rinitis alergi juga didefinisikan sebagai suatu gangguan fungsi hidung yang terjadi setelah terpajan alergen melalui inflamasi yang diperantarai oleh Imunoglobulin E yang spesifik terhadap alergen tersebut pada mukosa hidung. serbuk/tepung sari yang ada di udara.

umumnya terjadi di musim panas) Rhinitis Alergi jenis sepanjang tahun muncul disebabkan oleh reaksi alergi terhadap partikel udara seperti berikut ini: Bulu binatang peliharaan Debu dan tungau rumah Kecoa Jamur yang tumbuh di dinding. terpapar dan merangsang respon imun yang secara genetik telah memiliki kecenderungan alergi. karpet.kali lebih besar atau mencapai 50 %. Peran lingkungan dalam dalam rhinitis alergi yaitu sebagai sumber alergen. tanaman rumah. seperti alergi makanan atau eksim Paparan bekas asap rokok Gender laki‐laki. Alergi terhadap tepung sari 4 . yang terdapat di seluruh lingkungan. Rhitis alergi musiman (hay fever) umumnya disebabkan kontak dengan alergen dari luar rumah seperti benang sari dari tumbuhan yang menggunakan angin untuk penyerbukannya dan spora jamur. dan kain pelapis b. Faktor Risiko9 Sejarah keluarga alergi Setelah ada riwayat pernah terkena alergi lain.8 a. Sumber pencetus9 Rhinitis Alergi jenis musiman muncul disebabkan oleh reaksi alergi terhadap partikel udara seperti berikut ini: Ragweed – Bulu‐bulu rumput yang paling umum terdapat sebagai pencetus (di musim gugur) Serbuk sari rumput (di akhir musim semi dan musim panas) Serbuk sari pohon (di musim semi) Jamur (berbagai jamur yang tumbuh di daun‐daun kering.9 Klasifikasi Rhinitis alergi sering dibagi berdasarkan penyebab menjadi 2 tipe yaitu :2 1.

masalah saat bekerja dan sekolah. ditemukan dengan tidur normal.3. 2. rinitis alergi dibagi menjadi : 1. Karena. Persistent (menetap). yang membersihkan udara dari serbuk tersebut. dan saat santai terganggu. keduanya dapat dibagi berdasar tingkat keparahan pasien mulai dari ringan. berdasar waktu dan frekuensi gejala yang ada.8 5 . jamur. definisi di atas kurang sesuai bila diterapkan dalam kehidupan nyata. bulu binatang atau protein yang dikandung pada kelenjar lemak kulit binatang. Udara panas. Rhinitis alergi terus menerus (perennial).2 Namun. Jenis ini biasanya terjadi di Negara dengan 4 musim 2. aktivitas sehari-hari. dan gejala alergi tidak secara terus menerus terjadi. lembab dan hujan. ditemukan satu atau lebih gejala berikut . saat olah raga. ada keluhan yang menggangu. aktivitas sehari-hari. Sedang – berat (moderatesevere). diakibatkan karena kontak dengan allergen yang sering berada di rumah misalnya kutu debu rumah. Ringan (mild). dan tidak ada keluhan mengganggu. Intermittents (kadang-kadang). Intermittent Allergic Rhinitis dan Persistent Allergic Rhinitis.8 1. sedang hingga berat. tumbuhan kering. gejala yang ditemukan kurang dari 4 hari per minggu dan atau kurang dari 4 minggu. juga jumlah serbuk yang ada di dalam udara.berbeda-beda bergantung geografi dan jenis tanaman yang ada. serbuk sari banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. bekerja dan sekolah normal. gejala-gejala yang ditemukan lebih dari 4 hari Dan berdasarkan tingkat beratnya gejala.1 World Health Organization (WHO) merekomendasikan pembagian rhinitis alergi ke dalam dua klasifikasi :3. saat olah raga dan saat santai normal. kecoa. tidur terganggu (tidak normal). Karena itu the Allergic Rhinitis and its Impact on Asthma (ARIA) mengklasifikasi kembali pedoman Rhinitis alergika. kering dan angin mempengaruhi banyaknya serbuk di udara bila dibandingkan dengan saat udara dingin. 2. Protein ini dapat tetap berada di udara selama berbulan-bulan setelah binatang itu tidak ada diruangan.

Penyebab penyakit alergi dibidang THT-KL dapat digolongkan menjadi dua. yaitu spesifik dan non-spesifik :3. dapat dibedakan ke dalam fase sensitisasi dan elisistasi yang dapat dibedakan atas tahap aktifasi dan tahap efektor.4 Pengaruh Lingkungan Terhadap Kejadian Rhinitis Alergi.4 Gambar 2.10 6 . Skema pathogenesis rhinitis alergi.Patofisiologi Dalam patogenesis rhinitis alergi.

secara umum serpihan kulit anjing kurang kuat dan lebih bervariasi menyebabkan alergi dibandingkan dengan serpihan kulit kucing.pteronyssimus dan D. Sulit dihilangkan dan Sering terdapat pada rumah yang kotor. Kecoa. Pullularia.6 0C. Alergen inhalan merupakan alergen yang sering ditemukan dan sangat penting dalam kelompok alergen. d. terdapat di dalam dan di luar ruangan dan berkembang dengan baik pada daerah yang lembab di atas barang yang busuk. tanaman di dalam ruangan.10 7 . Aspergillus. yaitu perenial dan seasonal : 1. Allergen yang ada sepanjang tahun dan sulit dihindari..• Penyebab Spesifik Yang paling berperan adalah alergen hirupan (inhalan). tumpukan koran yang lama. Serpihan kulit anjing. e.1-26. farina hidup dari serpihan kulit manusia dan lebih suka pada suhu 21. komponen alergi tersering adalah kotoran tungau debu rumah D. debu kayu. alergen udara >10 µm dan mengendap dengan cepat yang berasal dari seprei dan sarung furniture dan sering pada ruang tertutup. Penyebab tersering Alternaria.sebagai contoh . c. dapat terjadi ketika manusia terpapar dengan hewan mamalia lainnya atau unggas pada keadaan normal. Penicillium dan Cephalosphorium. b. antigen Fel D1 diproduksi pada kelenjar sebasea kulit dan terdapat pada serpihan kulit kucing. Hormodendrum. Serpihan kulit binatang lainnya. peran kecoa terhadap sumber alergen inhalan sangat penting dan alergen berasal dari sekresi serangga. Serpihan kulit binatang Serpihan kulit kucing. Jamur. terdapat pada badan dan sayap. Debu rumah. Tidak ada pada ketinggian lebih dari 5000 kaki. Contoh : a. ruang bawah tanah. Alergen inhalan biasanya dibagi ke dalam 2 jenis berdasarkan kemampuan hidup dalam lingkungannya. Tungau debu rumah. alergi terhadap serpihan kulit kuda atau ternak sapi lebih sering terjadi pada orang yang tinggal di kawasan pertanian dan peternakan. Alergen perennial.

3 8 . Biasanya dari serbuk sari tanaman. Pohon : pada musim dingin dan musim semi . 5. Rumput : pada musim semi. dan musim gugur . meningkatnya emosi dan ketegangan jiwa pada orang yang berbakat alergi memudahkan kambuhnya manifestasi alergi.10 • 1. Risiko untuk menderita penyakit alergi adalah sebayak 30 % bila satu orang tua yang atopi dan lebih dari 30 % bila kedua orang tua atopi. Juli-Desember. Alergen seasonal. wanita yang mempunyai bakat alergi dapat kambuh gejala alerginya kalau sedang hamil karena minum pil KB atau menderita Hipertiroid. 4. infeksi memudahkan kambuhnya alergi demikian juga sebaliknya. Postulat Thommen menyatakan untk dapat menjadi alergen yang efektif. Infeksi. AprilDesember. Bersifat alergenik. Dapat diterbangkan angin. 6. Iritasi. dapat terbawa sampai jarak jauh (umumnya diameter lebih c. 3. perubahan suhu. Hormonal. c. b. Iklim ini secara tidak langsung berpengaruh terhadap penyebaran debu rumah dan tepung sari bunga. Terdistribusi luas e. Udara lembab. disamping memberi suasana yang baik untuk tumbuhnya berbagai macam jamur. kecil dari 38 µm) d. Demikian pula ibu yang atopi berperan lebih besar secara bermakna daripada ayah yang atopi. Februari-Mei b. karena banyak penderita berasal dari keluarga yang juga menderita penyakit alergi. 2. Genetik. rangsangan dapat pula menyebabkan kambuhnya alergi misalnya : asap rokok. Rumput liar : pada musim panas. angin. Ringan.2.musim panas dan musim gugur . Tipe dari alergen seasonal adalah : a. bahan-bahan polusi. tak diragukan lagi besarnya faktor genetik terhadap penyakit alergi. Psikis. serbuk sari harus : a. Penyebab nonspesifik Iklim.

Tes provokasi memiliki korelasi yang baik dengan riwayat alergi. dilakukan observasi. hasilnya ditunggu selama 5 menit. . harus berdasarkan pada aspek berikut : Tes kulit Sebelum dilakukan tes kulit. serta pembengkakan mukosa hidung. karena sebagian besar allergen pencetus terjadnya reaksi alergi adalah berasal dari lingkungan. sekret hidung. Disc kemudian ditempatkan pada konkha inferior pada hidung. Antigen yang diujikan akan menimbulkan reaksi kulit berupa (wheal) indurasi dan eritema. Diagnosis Untuk menegakkan diagnosis rhinitis alergi pada seorang pasien. Akan tetapi perlu alat dengan harga yang cukup mahal. Okuda melakukan tes provokasi menggunakan disc berdiameter 3 mm dan berisi ekstrak alergen/250 Ug. IgE spesifik dan efek imunoterapi. dan penderita harus bekerja sama secara kooperatif. Di samping itu. Tes provokasi hidung Tes ini dilakukan dengan memberikan alergen langsung ke mukosa hidung. infeksi. Dari hasil tes kulit. lebih dulu harus dilakukan anamnesis adanya riwayat alergi pada pasien. Tes prick hanya dilakukan untuk skrining karena mudah. psikis. Tes provokasi hanya dapat dilakukan oleh spesialis THT. Selama ini. perlu waktu 9 . menggunakan alergen. Sehingga penderita bisa kita berikan edukasi. Tes kulit dilakukan pada penderita alergi. Akan terjadi reaksi. dan genetic yang secara lansung bukan merupakan pengaruh lingkugan terhadap kejadian rhinitis alergi. akan didapatkan alergen penyebab. Hanya sebagian kecil seperti hormonal. sedangkan rhinomanometri dapat dilakukan tenaga paramedis atau dokter.Dilihat dari penjelasan di atas dapat diketahui seberapa pentingnya peran lingkungan terhadap kejadian rhinitis alergi. murah dan aman. dalam waktu 10-20 menit setelah alergen diujikan. terdapat 3 macam tes kulit yaitu tes kulit epidermal. baik menggunakan terapi medikamentosa mau pun imunoterapi. tes kulit tusuk (prick) dan tes kulit intra dermal. Dari target organ tersebut. Respon positif yang terjadi yaitu bersin.

Di samping itu juga direkomendasikan agar 10 .lama untuk pemeriksaan dan hanya digunakan sebagai evaluasi obstruksi pada hidung. Pemeriksaan IgE RAST (Radio Allergergosorbent Test) digunakan untuk mengukur IgE spesifik dalam serum. sejak tahun 1977. mikroskop elektron. terapi farmakologi. lavase hidung dan teknik canggih isap mikro. Peningkatan IgE total diperiksa dalam darah. Sekarang sistem ini sangat populer terutama bagi dokter spesialis THT. Test ini sering digunakan untuk menunjang diagnosis rhinitis alergi. suatu workshop yang diselenggarakan oleh panel pakar yang bekerja sama dengan WHO. untuk menegakkan diagnosis penyakit alergi. dapat dilihat dan dihitung menggunakan mikroskop biasa. Seseorang dengan IgE normal. dan mediator yang dilepaskan baik secara invivo mau pun in-vitro. Pemeriksaan IgE berguna untuk prediksi kemungkinan adanya alergi. Sistem modifikasi RAST (MRT) saat ini sudah dikembangkan. Dengan sistem ini dapat ditentukan dosis awal immunoterapi. MRT (Modified RAST Test) digunakan untuk mengukur sensititas setiap individu secara akurat. edukasi dan pembedahan. Penatalaksanaan Pedoman terapi rhinitis alergi (RA) yang selama ini dipakai adalah yang direkomendasikan oleh The Allergic Rhinitis and its Impact on Asthma (ARIA). Diagnosis in-vitro Dewasa ini banyak dikembangkan teknik untuk melakukan pemeriksaan sel-sel inflamasi. imunoterapi spesifik. Bahkan pada pemeriksaan sitologi. Pemeriksaan sel-sel inflamasi dan mediator atau sitokin. sampel dapat berasal dari sekresi sisih hidung (nasal blowing) apus mukosa (nasal smear) sikatan mukosa (brush methold) kerokan mukosa hidung (nasal scraping) biopsi. radio-immunoessay dan high performance chromatography. Dari workshop tersebut dihasilkan pedoman penanganan RA berdasarkan data dari berbagai randomized controlled trial. tidak berarti dia tidak menderita alergi. Penanganan yang direkomendasikan termasuk menghindari alergen.

penanganan dilakukan dengan pendekatan bertahap. Gambar 3. berdasarkan pada berat ringan penyakit (Mulyarjo. Skema penatalaksanaan rhinitis alergi 11 . 2006).

3 12 . dengan pengaruhnya masing – masing terhadap gejala rhinitis alergi. sehingga dapat dipilih obat yang sesuai dengan kebutuhan. baik berupa obat tunggal maupun kombinasi. yakni pengobatan dengan menggunakan medikamentosa. Pemilihan obat perlu mengacu pada simtom yang dirasakan oleh penderita. Medikamentosa yang sangat dibutuhkan penderita adalah medikamentosa yang dapat mengurangi gejala (terapi simtomatik) dan bekerja cepat. dekongestan. Beberapa jenis obat telah digunakan pada terapi rhinitis alergi seperti antihistamin. Obat – obat yang dapat menghilangkan atau mengurangi gejala bersin. stabilisator mastosit dan obat antikolinergik.Farmakoterapi pada rinitis alergi3 Meskipun allergen avoidance merupakan upaya utama dalam penanganan rhinitis alergi. tetapi dalam praktek tidak mudah untuk dilaksanakan sehingga terapi yang popular adalah farmakoterapi. kortikosteroid. rinore serta buntu hidung banyak digunakan dan laku keras karena dalam waktu singkat untuk sementara dapat mengatasi masalah penderita.

3 13 . Penyakit rinitis alergi ini secara menyeluruh berkurang dengan bertambahnya usia. remisi untuk rinitis alergi musiman/ intermiten lebih besar frekuensinya dibandingkan dengan rinitis alergi perennial/ persisten.Prognosis Prognosis penderita rhinitis alergi pada umumnya baik. Remisi spontan dapat terjadi sebanyak 15-25% selama jangka waktu 5-7 tahun. tetapi kemungkinan menderita asma bronkial meningkat.

. 3. Philadelphia : Lippincott Williams & Wilkins. 2.pdpersi. 2007.com/doc/24369014/Rhinitis-Alergi.com/disease. 2007. Parker MJ. Ethical Diggest – Semijurnal Farmasi dan Kedokteran. Indonesia. Tesis.XXXV.com/2009/10/diagnosisrhinitis-alergika. Pengobatan cara Medis. 2005 : 64-70. In : Indonesian Journal of Otorhinolaryngology. Rhinitis Alergi. Diunduh Kesadaran dari : Alergi http://www. Baratawidjaja K. Adam Malik Medan. Tohar BA.co.tanyadokter. Diunduh dari : http://www. Diunduh dari : http://www. (PERSI). Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI). The Prevalence of Allergic Rhinitis and Its Relation to some Risk Factors among 13-14 years old students in Semarang. 8. Nizar NW. untuk Alergi Rhinitis. Vol. Alergi dan Imunologipada Penyakit Akibat Kerja. Info Penyakit – Rhinitis Alergika. Medan : FK USU. Maryland : 2010. 4. 2009. In : Allergy and Immunology An Otolaryngc Approach.asp?id=1001485. no 1.scribd. 9. Perhimpunan Masyarakat Rumah Terhadap Sakit Seluruh Masih Indonesia Rendah. Distribusi Alergen pada Penderita Rinitis Alergi Di Departemen THT-KL FK USU / RSUP H. 2004. Cermin Dunia Kedokteran No. 2007.co.id/?show=detailnews&kode=16&tbl=galeri. 142. Herbal. 5.DAFTAR PUSTAKA 1. Krouse JH.html. Alternatif. Jakarta . 2010. 7. Lumbanraja PLH. Inhalant Allergy. Head and Neck Surgery.id/?show=detailnews&kode=905&tbl=kesling. Webmaster. Diunduh dari : http://physalin. 2008.pdpersi. 6. Diunduh dari : http://www. 10. Gordon BR . University of Maryland Medical Center. 2002 : 35-49 14 . Rinitis Alergi. Diagnosis Rhinitis Alergika. Suprihati.blogspot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful