P. 1
Kel-5 Merintis Usaha Dan Model ya 2011

Kel-5 Merintis Usaha Dan Model ya 2011

|Views: 3,508|Likes:
Published by Muhammad Yuhdhi

More info:

Published by: Muhammad Yuhdhi on Oct 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/09/2013

pdf

text

original

Sections

  • Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah:
  • 1.1LATAR BELAKANG
  • 1.1RUMUSAN MASALAH
  • 1.2MANFAAT
  • MERINTIS USAHA BARU DAN MODEL PENGEMBANGANNYA
  • a.Cara-Cara Memasuki Dunia Usaha Dan Model Pengembangannya
  • A.MERINTIS USAHA BARU
  • Gam bar 1 Bagan Proses Bisnis
  • Gambar 2 Bagan Struktur Organisasi Perkembangan Usaha
  • Gambar 4 Fungsi Manajerial dan Kewirausahaan dalam Perusahaan Kecil dan Besar
  • B. Lingkungan Makro
  • f.Hambatan-hambatan dalam Memasuki Industri
  • (1)Paten
  • Langkah 1 : Tetapkan Bahwa yang Ditemukan Betul-betul Baru
  • Langkah 2 : Dokumentasikan Alat yang Ditemukan Tersebut
  • Langkah 3 : Telusuri Paten-paten yang Telah Ada
  • Langkah 5 : Mengajukan Lamaran Paten yang berisi :
  • (1)Merek Dagang
  • (2)Hak Cipta
  • Membeli Perusahaan yang Sudah Didirikan
  • h.Franchising (Kerja Sama Manajemen / Waralaba)
  • Gambar 7 Kerja Sama antara Franchisor dengan Franchisee
  • TABEL Persetujuan Antara Franchisor dan Franchisee
  • Franchisor setuju untuk : Franchisee setuju untuk :
  • A.PROFIL USAHA KECIL DAN MODAL PENGEMBANGANNYA
  • Gambar Lingkaran Ketergantungan Usaha Kecil
  • A.KERANGKA HIPOTETIS PENGEMBANGAN USAHA KECIL
  • 1.1KESIMPULAN
  • 1.1SARAN

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

:

Kewirausahaan (AKKC 574)

Dosen Pengasuh : Dra. Hj. St. H. Nurdiniah, M. Pd.

Oleh : Kelompok 5 Mohd. Norsalim Muhammad Yuhdhi Aditya Rahmat M. Ali Permadi M. Fitriyadi (A1C309007) No. Absen 32 (A1C309013) No. Absen 11 (A1C309032) No. Absen 10 (A1C309030) No. Absen 33 (A1C309034) No. Absen 22

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARMASIN 2011

1

BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG Wirausaha adalah seorang yang mengorganisir, mengelola dan memiliki keberanian menghadapi resiko. Sebagai pengelola dan pemilik usaha (business owner manager) atau pelaksana usaha kecil (small business operator) ia harus memiliki kecakapan untuk bekerja, kemampuan mengorganisir, kreatif dan lebih menyukai tantangan. Menurut hasil survei yang dilakukan oleh Peggy Lambing (2000:90), sekitar 43% responden (wirausaha) mendapatkan ide bisnis dari pengalaman yang diperoleh ketika bekerja dibeberapa perusahaan atau tempat-tempat profesional lainnya. Mereka mengetahui cara-cara mengoperasikan

perusahaan dari pengalaman tersebut. Sebanyak 15% responden telah mencoba dan mereka merasa mampu mengerjakannya dengan lebih baik. Sebanyak 1 dari 10 responden (11%) dari wirausaha yang disurvei memulai usaha untuk memenuhi peluang pasar, sedangkan sebanyak 46% lagi karena hobi. Memulai sebuah usaha, entah itu besar atau kecil memang gampanggampang susah. Apalagi bagi kita yang belum pernah atau belum berpengalaman dalam bisnis. Sehingga tidak jarang ada yang tidak jadi memulai usaha gara-gara terlalu banyak berpikir ini itu. Cara mudah mulai usaha. a. Hobi, adalah cara paling mudah, enjoy dan anda lebih paham dengan bidang yang ditekuni. Contoh: bisnis bunga, bengkel, dan catering. b. Terdesak kebutuhan, seperti PHK, menganggur, bisnis lesu atau orang tua meninggal, sehingga terpaksa jualan pakaian, kue, koran, dll. Ini adalah cara yang sulit, tetapi dengan kerja keras, sukses adalah mungkin. c. Diajak teman, keluarga atau kolega untuk ikut MLM. Dengan modal relatif kecil dan sistem network yang baik, anda berpeluang untuk sukses.

2

d. Inspirasi dari koran, TV, internet, obrolan teman kantor, rumpi-rumpi tetangga atau lagi jalan-jalan sore. Begitu anda melihat “WOW”, langsung anda sulit tidur untuk segera mewujudkan mimpi bisnis anda. e. Melanjutkan usaha keluarga, sehingga pada akhirnya dengan “tangan dingin” anda bisnis jadi lebih berkembang. f. Mengisi waktu luang, seperti pensiunan, penulis, dll, lalu membuka toko kelontong, counter voucher HP, refil aqua, dan usaha konsultan. g. Lihat peluang di tempat kerja, usaha teman, masalah yang berbau bisnis di sekitar rumah anda, seperti usaha laundry, rental PS, cleaning service, dll. h. Memanfaatkan ilmu dan skill anda, seperti usaha penerjemahan, konsultan properti,toko/service komputer dan bimbingan belajar. i. Ikut coaching, diklat, training, dan lokakarya, seperti sablon, elektronika dan salon. j. Tiru bisnis di tempat kerja, lalu buka usaha serupa.

1.2 RUMUSAN MASALAH a. Bagaimana merintis usaha baru b. Apa saja model yang diterapkan dalam merintis usaha baru

1.3 MANFAAT Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari hasil makalah ini antara lain: a. Sebagai bahan informai untuk merintis usaha baru dengan berbagai model pengembangannya b. Sebagai acuan dan pedoman untuk merintis usaha baru

3

konsultasi. Merintis usaha baru (starting). organisasi. yaitu: 1. pemilihan karyawan. pencatatan dan akuntansi. Membeli perusahaan orang lain (buying). pembalian peralatan. ide. 2. Kerja sama manajemen (franchising). nasihat hukum dan sumber-sumber permodalan. rencana bangunan. penetapan standar. Cara-Cara Memasuki Dunia Usaha Dan Model Pengembangannya Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk memulai atau memasuki dunia usaha. Kerja sama ini biasanya dengan dukungan awal seperti pemilihan tempat. pembukuan. Ada tiga bentuk usaha baru yang dapat dirintis : (a) perusahaan milik sendiri (sole propietorship) yaitu bentuk usaha yang dimiliki dan dikelola sendiri oleh seseorang. 3. yaitu dengan membeli perusahaan yang telah didirikan dan dirintis dan diorganisir oleh orang lain dengan nama (good will) dan organisasi usaha yang sudah ada. 4 . dan manajemen yang dirancang sendiri. riset. (b) persekutuan yaitu kerja sama (asosiasi) antara dua orang atau lebih yang secara bersama-sama menjalankan usaha bersama dan (c) perusahaan berbadan hukum (corporation) yaitu perusahaan yang didirikan atas dasar hukum dengan modal-modal saham-saham. yaitu membentuk dan mendirikan usaha baru dengan menggunakan modal. promosi.BAB II ISI MERINTIS USAHA BARU DAN MODEL PENGEMBANGANNYA a. yaitu kerja sama antara entrepreneur (franchisee) dengan perusahaan besar (franchisor/parent company) dalam mengadakan persetujuan jual-beli hak monopoli untuk menyelenggarakan usaha (waralaba). pengendalian kualitas. pola arus kerja.

yaitu pendekatan berdasarkan gagasan sebagai kunci yang menentukan keberhasilan usaha. Opportunity recognition tidak lain adalah pengamatan lingkungan (environment scanning) yaitu alat untuk pengembangan yang akan ditransfer menjadi peluang-peluang ekonomi. kemampuan. Menurut Norman scarborough. pendekatan “inside-out” atau disebut dengan “idea generation”. yaitu kemampuan tentang bagaimana memproduksi barang dan jasa serta cara menyajikannya. pendekatan “the out-side in” yang juga disebut “opportunity recognition”. bahwa untuk memulai usaha. latar belakang dan sebagainya yang menentukan jenis usaha yang akan dirintis. Publikasi pemerintah 5. MERINTIS USAHA BARU Untuk memasuki dunia usaha (business) seseorang harus berjiwa wirausaha. Berdasarkan pendekatan “in-side out” di atas. Jurnal perdagangan dan pameran dagang 4. kemampuan teknik. keunggulan dari pendatang baru di pasar adalah dapat mengidentifikasi “kebutuhan pelanggan” dan “kemampuan pesaing”. Berita-berita peluang tersebut menurut Lambing (2000:92) bersumber dari : 1. Informasi lisensi produk yang disediakan oleh broker. Menurut Lambing ada 2 pendekatan utama yang digunakan wirausaha untuk mencari peluang dengan mendirikan usaha baru : Pertama. Surat kabar 2. Laporan perodik tentang perubahan ekonomi 3. Mereka melihat keterampilan sendiri. kompetensi usaha yang diperlukan meliputi : 1. universitas dan perusahaan lainnya Menurut Lambing. Kedua.A. seorang calon wirausaha harus memiliki kompetensi usaha. 5 . yaitu pendekatan yang menekankan pada basis ide bahwa suatu perusahaan akan berhasil apabila menanggapi atau menciptakan suatu kebutuhan pasar.

Gambar 6. Seperti telah disinggung bahwa ide dan kemauan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk barang dan jasa yang laku dipasar. yaitu kemampuan tentang bagaimana memperoleh sumber-sumber dana dan cara menggunakannya. langkah berikutnya adalah mencari sumber dana dan fasilitas baik barang uang maupun orang. Kemampuan pemasaran. Apabila peluang pasar untuk barang dan jasa sudah tersedia. dan mengembangkan relasi. Kemampuan hubungan. Bidang dan jenis usaha yang dimasuki Bentuk usaha dan bentuk kepemilikan yang dipilih Tempat usaha yang akan dipilih 6 . 3. barang dan jasa yang akan dijadikan objek bisnis tersebut harus memiliki pasar. memelihara.1 merupakan bagan proses bisnis yang diawali dengan kepribadian dan ide. ada beberapa hal yang harus diperhatikan: 1. Sumber dana tersebut adalah berasal dari badanbadan keuangan seperti bank dalam bentuk kredit atau orang yang bersedia menjadi penyandang dana. Dalam merintis usaha baru. Gambar 1 Bagan Proses Bisnis Anda + Ide+ + Uang + Fasilitas Kredit Orang + Barang dan Jasa + Pasar + Uang Profit Pada gambar 1 diatas. yaitu kemampuan tentang bagaimana menemukan pasar dan pelanggan serta harga yang tepat. maka barang dan jasa akan mudah laku dan segera mendatangkan keuntungan. Oleh karena itu. tetapi juga harus memiliki ide dan kemauan. Tentu saja. Kemampuan finansial. 2. bahwa untuk memulai usaha harus diawali dengan ide. 3. mengamati peluang pasar merupakan langkah yang harus dilakukan sebelum produk barang dan jasa diciptakan. Dalam memasuki arena bisnis atau memulai usaha baru. seorang dituntut tidak hanya memiliki kemampuan.2. serta kemampuan komunikasi dan negosiasi. 4. yaitu kemampuan tentang bagaimana cara mencari.

Bidang Usaha Jasa Keuangan (Financial Service).4. meliputi usaha pengangkutan. 6. 8. 7. Bidang Usaha Perdagangan (Trade). pergudangan. asuransi dan koperasi.9/1990 tentang Kepariwisataan ada 86 jenis usaha wisata yang bisa dirintis yang terbagi ke dalam tiga kelompok usaha wisata. meliputi usaha perdagangan kecil (retailer). perikanan dan perkebunan. Bidang Usaha Konstruksi (Construction). jembatan. Bidang Jasa Wisata (Tourism). 9. galian tanah. agen dan ekspor-impor. pengairan dan jalan raya. kehutanan. 2. Kelompok usaha jasa pariwisata. Berdasrkan UU No. yaitu : a. 4. perakitan dan sintesis. 3. wartel dan distribusi. Organisasi usaha yang akan digunakan Jaminan usaha yang mungkin diperoleh Lingkungan usaha yang akan berpengaruh a. salon loundry dan catering. Bidang Usaha Pertanian (Agriculture). meliputi berbagai kelompok. batu dan bata. Bidang Jasa-jasa Umum (Public Service). Bidang usaha Jasa Perorangan (Personal Service). Bidang Usaha Pabrikasi (Manufacturing). meliputi:  Jasa biro perjalanan wisata  Jasa agen perjalanan wisata  Jasa pramuwisata  Jasa konvensi perjalanan intensif dan pameran  Jasa impresariat 7 . Grosir. Bidang dan jenis usaha yang dimasuki Beberapa bidang usaha yang bisa dimasuki. meliputi usaha industri. Bidang Usaha Pertambangan (Mining). meliputi usaha konstruksi bangunan. meliputi usaha galian pasir. 5. meliputi usah potong rambut. 5. 6. meliputi usaha perbankkan. meliputi usaha pertanian. diantaranya: 1.

(b) Sekutu terbatas (limited partner). yaitu suatu asosiasi yang didirikan oleh dua orang atau lebih yang menjadi pemilik bersama dari suatu perusahaan. yaitu anggota yang bertanggung jawab terbatas terhadap utang perusahaan sebesar modal yang disetorkannya dan orang tersebut tidak aktif dalam perusahaan. yang mempunyai tanggung jawab terbatas terhadap utang-utang perusahaan sebesar modal disetor. Persekutuan (partnership). yaitu suatu perusahaan yang dimiliki dan diselenggarakan oleh satu orang. meliputi:  Pengusahaan objek dan daya tarik wisata alam  Pengusahaan objek dan daya tarik wisata budaya  Pengusahaan objek dan daya tarik wisata minat khusus c. biaya operasi rendah. Bentuk usaha dan bentuk kepemilikan yang dipilih Setelah menentukan bidang dan jenis usaha yang akan dipilih. yaitu suatu perusahaan yang anggotanya terdiri atas pemegang saham (pesero/stockholder). 8 . 3. yang bisa dipilih. yaitu:(a) Sekutu Umum (general partner). Pengusahaan objek dan daya tarik wisata. Kelebihan dari bentuk perusahaan ini adalah mudah untuk didirikan. Usaha sarana wisata. diantaranya: 1. Perseroan (corporation). Dalam persekutuan ada dua macam anggota. meliputi:  Penyediaan akomodasi  Penyediaan makanan dan minuman  Penyediaan angkutan wisata  Penyediaan sarana wisata dan sebagainya b. 2. yaitu anggota yang aktif dan duduk sebagai pengurus persekutuan. Ada beberapa bentuk kepemilikan usaha. Jasa konsultan pariwisata  Jasa informasi pariwisata b. Perusahaan perorangan (soleproprietorship). bebas dalam pengelolaan dan memiliki daya rangsang yang lebih tinggi. langkah selanjutnya adalah menentukan bentuk kepemilikan usaha.

Pada lingkup atau skala usaha kecil. Membangun bila ada tempat yang strategis. Dalam firma terdapat tanggung jawab renteng antar anggota. perlu dipertimbangkan aspek efisiensi dan efektifitasnya. Tempat usaha yang akan dipilih Dalam menentukan tempat usaha harus dipertimbangkan beberapa hal dibawah ini: 1. maka keuntungan dibagi bersama. 3. Untuk menentukan lokasi atau tempat usaha ada beberapa alternatif yang kita bisa pilih yaitu : 1. Meskipun pengusaha usaha kecil identik dengan small busines owner manager jika skala dan lingkup usahanya semakin besar. Apakah tempat usaha tersebut mudah dijangkau oleh konsumen atau pelanggan atau pasar ? Bagaimana akses pasarnya ? 2. Lokasi perusahaan harus mudah dijangkau dan efisien baik bagi perusahaan maupun bagi konsumen. 2. Firma. Pengusaha kecil pada umumnya berperan sebagai small busines owner manager atau small business operator. sebaliknya bila rugi ditanggung bersama. Semakin besar lingkup usaha. bila mungkin. maka pengelolanya tidak bisa dikerjakan sendiri akan tetapi harus melibatkan orang lain.4. Sebaliknya semakin kecil lingkup usaha. maka semakin sederhana organisasinya. semakin kompleks organisasinya. Apakah tempat usahadekat ke sumber tenaga kerja ? Apakah dekat ke akses bahan baku dan bahan penolong lainnya seperti alat pengangkut dan jalan raya ? Dalam menentukan tempat usaha. Bagian-bagian kegiatan bisnis tertentu seperti 9 . Membeli atau menyewa bila lebih strategis dan menguntungkan. c. Kerja sama bagi hasil. Organisasi usaha yang akan digunakan Kompleksitas organisasi usaha tergantung pada lingkup atau cakupan usaha yang akan dimasuki. Bila untung. d. organisasi usaha pada umumnya dikelola sendiri. 3. yaitu suatu persekutuan yang menjalankan perusahaan dibawah nama bersama.

bagian administrasi dan bagian keuangan masing-masing memerlukan tenaga tersendiri dan perlu bantuan orang lain.bagian penjualan. bagian pembelian. (c) merupakan struktur organisasi intern sesuai dengan perkembangan perusahaan. Gambar 2 Bagan Struktur Organisasi Perkembangan Usaha A Struktur Organisasi Usaha Sederhana Wirausaha Karyawan B Struktur Organisasi Pertumbuhan Usaha Terbatas Wirausaha Manajer Karyawan Manajer C Struktur Organisasi Usaha Sistem Departemen Wirausaha Karyawan Pemasaran Keuangan Personalia Produksi 10 . (b). Gambar 2 (a).

dalam perusahaan kecil fungsi manajemen relatif tidak begitu besar. Dilihat dari fungsi kewirausahaan dan fungsi manajemen. semakin besar perusahaan. Gambar 3 menggambarkan struktur organisasi perusahaan besar dalam bentuk organisasi garis/lini. Rapat pemegang saham dalam perusahaan besar adalah pemegang kekuasaan tertinggi yang bertugas mengangkat dewan komisaris dan dewan direksi. maka organisasi perusahaan lebih kompleks lagi. maka semakin besar fungsi kewirausahaan karena yang mendasarinya adalah motivasi dan kemauan. dewan komisaris. Sebaliknya dalam perusahaan besar fungsi kewirausahaan relatif tidak begitu besar. Tugas dewan komisaris adalah mengawasi tindak-tanduk direksi dalam menjalankan perusahaannya. Gambar 4 garis diagonal menggambarkan kecenderungan semakin besar atau semakin kecilnya fungsi manajemen dan fungsi kewirausahaan dalam perusahaan kecil dan perusahaan besar. yaitu rapat umum pemegang saham. dewan direktur dan tim manajer. organisasi perusahaan terdiri dari beberapa tingkatan. Secara hierarkis. Untuk menjamin kelancaran perusahaan dalam melaksanakan tugasnya direksi mengangkat beberapa orang manajer.Dalam perusahaan yang lebih besar seperti Perseroan Terbatas (PT) dan (CV). Gambar 3 Struktur Organisasi Garis pada Perusahaan Besar Dewan Komisaris Direksi Manajer Produksi Manajer keuangan Manajer personalia Manajer pemasaran Divisi Bagian Bagian Cabang 11 . Oleh sebab itu. sedangkan fungsi kewirausahaan sangat besar peranannya karena dasarnya adalah kreatifitas dan inovasi. sedangkan fungsi manajemen sangat besar. karena dasarnya adalah fungsi-fungsi manajemen.

Pemasok (supplier). pemegang saham. direksi. Lingkungan yang dapat mempengaruhi jalannya usaha/perusahaan adalah lingkungan mikro dan lingkungan makro. Lingkungan Mikro Lingkungan mikro adalah lingkungan yang ada kaitan langsung dengan operasional perusahaan. Lingkungan usaha dapat menjadi pendorong maupun penghambat jalannya perusahaan. A. distributor . Lingkungan usaha Lingkungan usaha tidak bisa diabaikan begitu saja. majikan. di antaranya : 1.5 merupakan lingkungan mikro dan makro yang sangat berpengaruh terhadap jalannya perusahaan. Pemasok berkepentingan dalam menyediakan bahan baku kepada perusahaan. dan lainnya. seperti pemasok. Gambar 6. karyawan. manajer. Sejalan dengan pergeseran strategi pemasaran yaitu dari laba perusahaan (shareholder) ke manfaat bagi stakeholder. Agar perusahaan dapat memuaskan pembeli/pelanggan. pelanggan/konsumen. maka perusahaan tersebut harus memproduk barang dan 12 . maka lingkungan internal baik perorangan maupun kelompok yang mempunyai kepentingan pada perusahaan akan sangat berpengaruh.Karyawan Gambar 4 Fungsi Manajerial dan Kewirausahaan dalam Perusahaan Kecil dan Besar Perusahaan Besar MANAJERIAL KEWIRAUSAHAAN Perusahaan Kecil e. Yang termasuk perorangan dan kelompok yang berkepentingan terhadap perusahaan dan mengharapkan kepuasan dari perusahaan (stakeholder satisfaction).

dan akan merugikan perusahaan. maka karyawan akan bekerja kurang termotivasi. Jika tidak. sehingga barang akan terlambat datang ke konsumen atau pasar. akan cenderung untuk pindah dan berlangganan kepada perusahaan lain. Distributor. karena dapat memperlancar penjualan. Lingkungan Makro Sosiopolitik 13 . Pembeli atau Pelanggan. kurang produktif. dan kenaikan jenjang kepangkatan yang teratur. Hal ini bisa dicapai apabila banhan baku dari pemasok berkualitas dan tepat waktu dan cukup jumlahnya. Distributor merupakan lingkungan yang sangat penting dalam perusahaan. 2. dan produktivitas yang tinggi akan terjadi apabila mereka mendapat gaji yang cukup. Karyawan akan berusaha bekerja dengan baik bila memperoleh manfaat dari perusahaan. 4. Karyawan adalah orang pertama yang terlibat dalam perusahaan. Karyawan. 3. kurang kreatif. Pembeli atau pelanggan merupakan lingkungan yang sangat berpengaruh karena dapat memberi informasi bagi perusahaan.jasa yang bermutu tinggi. pelayanan yang baik. Konsumen yang kecewa karena tidak memperoleh manfaat dari perusahaan. harga dan waktu yang tidak memadai. masa depan yang terjamin. Gambar : 5 Lingkungan Usaha Inflasi Karyawan Teknologi Pemasok BISNIS Penyalur Pelanggan Demografi & Gaya Hidup B. Semangat kerja yang tinggi. Distributor yang kurang mendapat manfaat dari perusahaan akan menghambat pengiriman barang. misalnya akibat mutu.

Demikian juga kenaikan suku bunga dan fluktuasi mata uang asing akan menyulitkan perusahaan dalam mengkalkulasi keuangannya. (3) Lingkungan Sosiopolitik (Socio Environment) Kekuatan sosial dan politik. tingkat bunga dan fluktuasi mata uang asing baik langsung maupun tidak akan berpengaruh pada perusahaan. yang meliputi : (1) Lingkungan Ekonomi (Economic Environment) Kekuatan ekonomi lokal. Perubahan investasi pemerintah dalam bidang teknologi juga sangat berpengaruh pada kondisi ekonomi. regional. Perubahan teknologi yang secara drastis dalam abad terakhir ini telah memperluas skala industri secara keseluruhan. Demikian juga. Namun demikian. Misalnya dengan adanya kekacauan politik dan kerusuhan yang terjadi selalu membawa sentimen pasar. lingkungan ini akan 14 . dan secara tidak langsung berdampak pada perubahan ekonomi. Dalam beberapa hal. Oleh karena itu. kemampuan pesaing untuk menciptakan nilai tambah secara cepat melalui perubahan teknologi harus diperhatikan oleh perusahaan tersebut.Lingkungan makro adalah lingkungan di luar perusahaan yang dapat mempengaruhi daya hidup perusahaan secara keseluruhan. Inflasi atau kenaikan harga-harga akan mempersulit para pengusaha dalam memproyeksikan usahanya. Variabel-variabel ekonomi seperti tingkat inflasi. (2) Lingkungan Teknologi (Technological Environment) Kekuatan teknologi dan kecenderungan perubahannya sangat berpengaruh pada perusahaan. bidang usaha jasa telah banyak dipengaruhi oleh kemajuan teknologi. Hasil penjualan dan biaya perusahaan banyak dipengaruhi lingkungan ekonomi. nasional dan global akan berpengaruh terhadap peluang usaha. perubahan kekuatan politik berpengaruh terhadap perubahan pemerintahan. Kemajuan teknologi dalam menciptakan barang dan jasa telah mampu memenuhi kebutuhan dan permintaan pasar secara tepat. kecenderungan dan konteksnya perlu diperhatikan untuk menentukan seberapa jauh perubahan tersebut berpengaruh pada tingkah laku masyarakat. Teknologi baru telah menciptakan produk-produk baru dan modifikasi produk lainnya.

dan struktur masyarakat bisa menjadi peluang. (4) Lingkungan Demografi dan Gaya Hidup (Demography and Life Style Environment) Produk barang dan jasa yang dihasilkan sering kali dipengaruhi oleh perubahan demografi dan gaya hidup.sangat bermanfaat apabila wirausaha panai memanfaatkan peluang dari lingkungan tersebut. pendapatan. Zimmerer menganalisis peluang baru tersebut dalam bentuk analisis dampak silang (Cross-Impact Analysis) seperti tampak pada Gambar 6. Dari berbagai lingkungan seperti di ataslah peluang baru dalam bisnis diperoleh. Zimmerer (1996: 98) menganalisis peluang baru dari lingkungan tersebut dengan menyebutnya pengamatan lingkungan (environment scanning). Pada prinsipnya. dan diuji untuk menentukan pengaruh perubahan yang terjadi dalam lingkungan tersebut terhadap potensi perusahaan. gaya hidup. yaitu suatu proses di mana semua sektor kritis lingkungan yang mempengaruhi perusahaan baru diamati. kebiasaan. Kelompok-kelompok masyarakat.6 di bawah ini : 15 . dievaluasi. Maksud dari proses pengamatan ini adalah untuk mengidentifikasi peluangpeluang baru atau tantangan baru yang tercipta akibat perubahan lingkungan. semua lingkungan di atas bisa menciptakan peluang bagi wirausaha.

Sebaliknya perusahaan yang sudah ada justru lebih bertahan karena telah lama mengetahui sikap dan kebiasaan pelanggannya. identitas dan nama perusahaan. dan hak cipta sangat penting bagi perusahaan terutama untuk melindungi penemuan-penemuan. (3) Respons dari pesaing yang ada yang secara agresif akan mempertahankan pangsa pasar yang ada. dan Hak Cipta Paten. yaitu : (1) Sikap dan kebiasaan pelanggan. Merek Dagang. serta 16 . Hambatan-hambatan dalam Memasuki Industri Menurut Peggy Lambing (2000: 95) ada beberapa hambatan untuk memasuki industri baru. g. yaitu biaya-biaya yang diperlukan untuk pelatihan kembali para karyawan. Loyalitas pelanggan kepada perusahaan baru masih kurang. dan penggantian alat serta sistem yang lama. merek dagang. Paten. (2) Biaya perubahan (switching cost).Gambar 6 Analisis Dampak Silang Kecenderungan Ekonomi Faktor Demografi dan Gaya Hidup Pelua ng Kemajuan Teknologi Lingkungan Sosial Politik f.

Ada beberapa langkah untuk mendapatkan hak paten. tidak boleh diduplikasi dan dijual oleh siapa pun tanpa izin (lisensi) dari penemunya. yaitu : Langkah 1 : Tetapkan Bahwa yang Ditemukan Betul-betul Baru Untuk menetapkan bahwa sesuatu yang ditemukan betul-betul baru. Penemuan yang telah diberikan hak paten. Suatu alat tidak dapat diberikan hak paten apabila alat tersebut telah dipublikasikan sebelum mengajukan hak paten. penemu harus menganalisis dan menguji alat baru dengan menggunakan kriteria sebagai berikut : (a) Apakah alat ini telah digunakan oleh orang lain. Untuk mendapatkan hak paten. Perlindungan produk-produk perusahaan sangat penting untuk menghindari usaha-usaha meniru dan menduplikasi yang dilakukan oleh pihak lain. dipublikasikan dan dijual sebelum diberikan tanggal hak paten ? 17 . dan identitas perusahaan lainnya. bukan pada seseorang yang menemukan penemuan orang lain. (1) Paten Paten adalah suatu pengakuan dari lembaga yang berwewenang atas penemuan produk yang diberi kewenangan untuk membuat. sebelum penemuan ini diajukan untuk mendapat hak paten ? (b) Apakah telah diberikan paten sebelum temuannya diajukan ? (c) Apakah telah digunakan. Temuan yang tidak memiliki hak paten akan bebas ditiru dan diduplikasi bahkan menjadi produk pesaing dan mematikan perusahaan penemu. Pemberian hak monopoli atas produk tersebut dimaksudkan untuk mendorong kreativitas dan inovasi para penemu. merek dagang.keorisinilan produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan. menggunakan dan menjual penemuannya selama paten tersebut masih dalam jaminan. Beberapa hak perlindungan perusahaan yang bisa diperoleh adalah hak paten. alat yang diciptakan harus betul-betul baru (bukan lebih baik). Hak paten hanya diberikan kepada penemu yang sebenarnya. Banyak perusahaan yang tidak mengetahui pentingnya hak perlindungan perusahaan. hak cipta.

Langkah 5 : Mengajukan Lamaran Paten yang berisi : (a) Pernyataan yang memuat penemuan itu betul-betul asli. (c) Gambar penemuan. Jika paten yang telah ada betulbetul seperti paten yang akan diusulkan. Langkah 4 : Pelajari Hasil Telusuran Penemu harus mempelajari hasil telusuran terlebih dahulu sebelum memutuskan mengajukan lamaran hak paten. (2) Merek Dagang Merek dagang (brand name) merupakan istilah khusus dalam perdagangan atau perusahaan. yang mengidentifikasi sifat-sifat penemuan baru. Perlu diperiksa apakah alat yang ditemukan itu memiliki kesamaan dan telah memiliki hak paten. dan gambarnya. maka paten dapat dijamin. namun memiliki perbedaan dalam cara-cara dan macam-macamnya.Bila ketiga kriteria tersebut telah dilakukan sebelum diberikan hak paten. maka penemuan harus memverifikasi ide-ide penemuan sebelum alat tersebut ditemukan. Langkah 2 : Dokumentasikan Alat yang Ditemukan Tersebut Untuk melindungi hak paten dari klaim seseorang. misalnya tanggal ide itu tersirat. Merek dagang pada umumnya berbentuk 18 . Langkah 3 : Telusuri Paten-paten yang Telah Ada Hal ini dilakukan untuk memverifikasi apakah sesuatu yang baru kita temukan itu telah ada atau memiliki kesamaan. penjelasan alat yang digunakan. meskipun alat yang kita temukan itu memiliki fungsi yang sama dengan alat yang ada. Akan tetapi. (b) Deskripsi penemuan yang disebut spesifikasi dan batas penemuan yang disebut klaim. maka pihak yang berwewenang tidak akan menjamin hak paten bagi penemuan baru. maka penemuan itu akan kehilangan hak untuk memperoleh paten.

Beberapa pertanyaan mendasar dalam menghadapi lingkungan eksternal ini. logo. khususnya dalam harga dan kualitasnya ? Bagaimana segmen pasarnya ? Sejauh mana agresivitas pesaingnya ? Apakah ada industri yang dominan ? Bagaimana ukuran dan pertumbuhan pasarnya ? Apakah ada perubahan teknologi yang dapat mempengaruhi perusahaan yang dibeli ? 19 . mendistribusikan atau menjual. nama. Membeli Perusahaan yang Sudah Didirikan Banyak alasan mengapa seseorang memilih membeli perusahaan yang sudah ada daripada mendirikan atau merintis usaha baru. antara lain risiko lebih rendah. (3) Hak Cipta Hak cipta (copyright) adalah suatu hak istimewa guna melindungi pencipta dari keorisinilan ciptaannya. Misalnya. sedikit waktu. lebih mudah. diingat dan unik bagi pelanggan. karena kemungkinan gagal lebih kecil. dan tenaga yang diperlukan. yaitu lingkungan misalnya banyaknya pesaing dan ukuran peluang pasar. Merek dagang (trade mark) pada umumnya dijadikan simbol perusahan di pasar. mudah dikenal. Membeli perusahaan baru sedikit risikonya. Untuk menetapkan merek. lagu. Di samping itu. hak untuk memproduksi. membeli perusahaan yang sudah adapun memiliki peluang harga yang relatif lebih rendah dibanding dengan merintis usaha baru. slogan. musik. dan memiliki peluang untuk membeli dengan harga yang bisa ditawar. misalnya : apakah perusahaan yang dibeli memiliki daya saing harga di pasar. atau tempat dagang yang oleh perusahaan digunakan untuk menunjukkan keorisinilan produk atau untuk membedakannya dengan produk lain di pasar. memperbaiki. karangan. Namun demikian bahwa membeli perusahaan yang sudah ada juga mengandung kerugian dan permasalahan baik eksternal dan internal : (1) Masalah eksternal. sehingga menjadi merek terkenal.simbol. harus dipilih kata yang khas.

masalah lokasi. 20 . Pengalaman apa yang dimiliki untuk mengoperasikan perusahaan tersebut? b. Seorang wirausaha yang akan membeli perusahaan selain harus mempertimbangkan berbagai keterampilan. Mengapa perusahaan tersebut berhasil tetapi kritis ? c. Bank investor yang melayani perusahaan. (2) Masalah-masalah internal. ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkan dan dianalisis oleh pembeli. dan kepentingan pembelian perusahaan tersebut. Jaringan kerja sama bisnis dan sosial perusahaan yang akan dibeli. pembeli juga harus memperhatikan sumbersumber potensial perusahaan yang akan dibeli. d. Sebelum melakukan kontrak jual beli perusahaan yang aan dibeli. yaitu : masalah-masalah yang ada dalam perusahaan. distributor. c. dan yang lainnya yang erat kaitannya dengan kepentingan perusahaan yang akan dibeli. Di mana lokasi perusahaan tersebut ? d. Misalnya masalah karyawan. b. di antaranya : a. dan masalah masa depan perusahaan lainnya. e. masalah konflik antara manajemen dan karyawan yang sukar diselesaikan oleh pemilik yang baru. pelanggan. Daftar majalah dan jurnal perdagangan yang digunakan oleh perusahaan yang akan dibeli. Menurut Zimerer (1996) aspek-aspek itu meliputi : a. Apakah membeli perusahaan tersebut akan lebih menguntungkan daripada merintis sendiri usaha baru ? Tidaklah mudah untuk membeli perusahaan-perusahaan yang sudah ada. Berapa harga yang rasional untuk membeli perusahaan itu ? e. Pedagang perantara penjual perusahaan yang akan dibeli. kemampuan. misalnya masalah image atau reputasi perusahaan. Kontrak-kontrak perusahaan seperti pemasok.Setiap pembelian perusahaan harus memperhatikan lingkungan yang mempengaruhinya.

Bagaimana kondisi keuangan perusahaan yang akan dijual tersebut apakah sehat atau tidak ? Misalnya. (2) Komposisi dan karakteristik pesaing yang ada. 21 . Potensi produk dan jasa yang dihasilkan. lokasi. misalnya tangible asset (peralatan daftar piutang. dan kepribadian Anda. langkah-langkah yang harus diambil dalam pembeli dalam pembelian suatu perusahaan. kelemahan. paten. dan intangible asset (merek dagang. Alasan pemilik menjual perusahaan. ada lima hal kritis untuk menganalisis perusahaan yang akan dibeli. yaitu : a. bagaimana potensi keuntungan yang akan diperoleh ? Bagaimana laporan rugi labanya selama lima tahun terakhir ini ? Bagaimana pajak pendapatannya ? Bagaimana kompensasi laba bagi pemilik. Pertimbangkan alasan membeli perusahaan daripada merintis usaha-usaha baru atau franchising. dan penampilan. Setelah itu. Aspek legal yang dimiliki perusahaan. Potensi pasar apa yang dimiliki barang dan jasa yang dihasilkan ? Ada dua aspek yang harus dianalisis. yaitu : (1) Komposisi dan karakteristik pelanggan. business record). yaitu menyangkut prosedur pemindahan kekayaan dan balik nama dari penjual ke pembeli. hak cipta. susunan leasing. adalah : 1. c. Kondisi keuangan perusahaan yang akan dijual. good will). 2. Aspek legal yang harus dipertimbangkan. b. tujuan. Yakinkan bahwa Anda tidak akan merintis usaha baru.Zimmerer tampak lebih eksplisit daripada Lambing tentang alasan mengapa seseorang membeli perusahaan. Menurutnya. Apakah kekayaanya berbentuk nyata (tangible) atau tidak nyata (intangible) ? Apakah masih prospektif dan layak guna (up-to-date) serta efisien ? Ada beberapa jenis kekayaan yang harus diperhatikan. d. Tentukan jenis perusahaan yang diinginkan dan apakah Anda mampu mengelolanya ? Teguhkan kekuatan.

Format bisnis franchising telah memberikan fasilitas jasa yang luas bagi para dealer (franchisee) seperti pemasaran. 13. Bandung. bahkan sampai kota-kota kecil lainnya. Jangan lupa untuk menilai karyawan. Pertimbangkan gaya hidup yang Anda inginkan. Perusahaan yang memberi lisensi disebut franchisor dan penyalur disebut 22 . pelatihan. Apa yang diharapkan dari perusahaan tersebut ? Uang. Buatlah surat perjanjian dalam bentuk yang spesifik. 12. Dealerdealer mobil. motor. Pertimbangkan lokasi yang diinginkan. dan alat rumah tangga lainnya berkembang di seluruh dunia. Pertimbangkan kembali gaya hidup. kebebasan. Franchising (Kerja Sama Manajemen / Waralaba) Franchising merupakan cara memasuki dunia usaha yang sangat populer di seluruh dunia. Logologo dari usaha franchising terlihat di pusat-pusat perdagangan seperti di Jakarta. periklanan. 11. 8. atau fleksibilitas ? 4. Persiapkan bahwa Anda akan menjadi pedagang.3. standar produksi. Apa alasan menjual perusahaan tersebut ? 10. Yakinkan bahwa harga yang ditawarkan itu mencerminkan nilai perusahaan. Apakah Anda ingin memiliki perusahaan ini selama-lamanya atau hanya untuk kesenangan ? 6. h. dan pengerjaan manual. serta bimbingan pengawasan kualitas. Surabaya. Seperti telah dikemukakan bahwa franchise adalah suatu persetujuan lisensi menurut hukum antara suatu perusahaan (pabrik) penyelenggara dengan penyalur atau perusahaan lain untuk melaksanakan usaha. Pilihlah penjual terbaik. Franchising merupakan kerja sama manajemen yang biasanya berkembang dalam perusahaan eceran. Adakan penelitian sebelum Anda menyetujuinya. Produk-produk franchising telah menjadi produk global. Jajaki penyandang dana sebelumnya. 7. 9. misalnya jangka waktu pembayaran berakhir. Tetapkan perusahaan yang ingin dibeli. Tempat yang bagaimana yang Anda inginkan ? 5. bahan bakar.

3. 6. Pembelian peralatan. 7. bimbingan. Grafik. dan perbekalan material yang berlanjut. bantuan lain yang berlanjut dapat pula meliputi faktorfaktor sebagai berikut : 1. Perusahaan induk (franchisor) mengizinkan franchisee untuk menggunakan nama. tempat/daerah. Pemeriksaan dan standar. 23 . 8. Dukungan awal meliputi salah satu atau keseluruhan dari aspek-aspek berikut ini : 1. Material lainnya. merek dagang dan prosedur penyelenggaranya secara standar. Nasihat hukum. Rencana bangunan. 2. perusahaan yang diberi hak monopoli menyelenggarakan perusahaan seolah-olah merupakan bagian dari perusahaan pemberi lisensi yang dilengkapi dengan nama produk. Dalam franchising. Pemilihan karyawan. Riset. Bantuan pada acara pembukaan. Pemilihan tempat. 6. 4. 4. Konsultasi. latihan karyawan. Pola arus kerja. Pengendalian kualitas. 5. 2. Promosi. 7. 3. Periklanan. 5. 8. periklanan.franchisee. Selain dukungan awal. Pencatatan dan akuntansi.

misalnya McDonald’s. Bidang-Bidang yang perkembangannya cukup menonjol seperti rekreasi. jasa-jasa perusahaan 30. rental mobil. perusahaan induk memberikan bantuan manajemen secara berkesinambungan. hiburan. dan wisata dengan kenaikan 34. dan teknik pemasaran diberikan kepada perusahaan franchisee. Di bidang lain. agen pengumpul.8 %. suku cadang. Tidak sedikit bentuk franchising yang dilakukan antar-negara.Gambar 7 Kerja Sama antara Franchisor dengan Franchisee KERJA SAMA FRANCHISOR Manajemen Pelatihan Nama Perusahaan + Teknik + Ide + Pengalaman + Logo FRANCHISEE Energi Ide Lokasi + + + Uang Pengalaman Kemauan Know-how FRANCHISING Dalam kerja sama franchising. Keseluruhan citra (goodwill). dan pompa bensin.19 %. obat-obatan dan hotel.1 %. Coca Cola. dan jasa perusahaan umum 21. bentuk kerja sama yang mirip dengan franchising namun berbeda adalah “bapak angkat” atau “kemitraan”. perjalanan. Dalam kerja sama sistem bapak angkat 24 . Di Indonesia. Pizza Hut. misalnya dealer mobil dan motor. Hoka-hoka Bento. kredit. Bidang otomotif. percetakan dan foto kopi 20. franchising tumbuh cepat dan semakin meluas.7 %. pembuatan. Kentucky Fried Chicken. dan lain sebagainya. bentuk kerja sama ini adalah di bidang elektronik. Di negara-negara yang sudah maju seperti Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa. dan jasa-jasa lainnya. akuntansi. Pepsi Cola.

TABEL Persetujuan Antara Franchisor dan Franchisee Franchisor setuju untuk :  Memberikan penjualan yang suatu berdiri wilayah sendiri Franchisee setuju untuk :  Menyelenggarakan perusahaan sesuai dengan persyaratan yang diajukan franchisor. Perusahaan induk dapat saja membatalkan perjanjian tersebut apabila perusahaan yang diajak kerja sama tersebut melanggar persyaratan-persyaratan yang telah ditetapkan dalam persetujuan. bantuan finansial  Membeli persediaan dan material standar lainnya dari franchisor atau dari pemasok yang telah disetujui. Dasar hukum dari penyelenggaraan franchising adalah kontrak antara perusahaan franchisor dengan franchisee. pemasaran.  Membayar kepada franchisor suatu jumlah tertentu (sebagai honorarium yang tetap).  Memberikan nasihat kepada atau bila tidak fasilitas telah franchisee tentang lokasi perusahaan dan desain bangunan. dan bimbinga usaha.  Memberikan barang-barang dagangan kepada franchisee secara bersaing.  Membangun.  Menyediakan sejumlah latihan dan bantuan manajemen.1.  Memberikan menyediakan seperti yang disetujui oleh franchisor. Menurut Zimmerer (1996) keuntungan dari kerja sama franchising adalah : 25 . Secara umum persyaratan-persyaratan yang dikemukakan dalam kontrakkontrak franchise meliputi ketentuan-ketentuan seperti pada Tabel 6. franchisee perusahaan kepada franchisee. tertentu atau nasihat finansial kepada franchisee.  Menginvestasikan secara minimum jumlah tertentu pada perusahaan.atau kemitraan kebanyakan hanya diberikan bantuan permodalan.

merek. Perbaikan operasional. peralatan. 3. yaitu menyajikan prediksi dan pengujian tentang kemungkinan untuk menghasilkan keuntungan. sebulan. maka pembayaran untuk pembelian bahan baku. kerja sama franchising tidak selalu menjamin keberhasilan. analisis fasilitas layout. dan bantuan pelatihan. bantuan keuangan. seminggu. keuntungan franchising meliputi : 1. Diberikannya bantuan finansial. usaha franchising memiliki metode yang lebih efisien dalam perbaikan proses produksi. Bantuan awal yang memberi kemudahan. 5. 4. 6. 2. pelatihan manajemen. bahkan beberapa hari saja sudah dikenal. Program latihan tidak sesuai dengan yang diinginkan. Pembatasan kreativitas penyelenggaraan usaha franchisee. Pelatihan. Mendapat pengakuan yang segera. Sedangkan menurut Peggy Lambing (2000: 116-117). dan pengawasan yang berlanjut dari franchisor. produk yang telah dikenal.1. Keuntungan dari penggunaan nama. yaitu cepat dikenal karena sudah memiliki reputasi dan berpengalaman. 26 . pengarahan. jasa asuransi akan relatif murah. Cakupan periklanan dan pengalaman. sedangkan sumber modal dari perusahaan franchisee sangat terbatas. yaitu berupa jasa nasihat pemilihan lokasi. 2. Daya beli. 2. misalnya. seleksi karyawan. Periklanan secara nasional dengan pengalaman yang jauh lebih baik sehingga biaya periklanan menjadi sangat murah. Di samping beberapa keuntungan seperti di atas. Basis untuk mempertimbangkan prospek keberhasilan. Kerugian yang mungkin terjadi menurut Zimmerer adalah : 1. Biasanya biaya awal pembukaan sangat tinggi. Karena merupakan bagian dari organisasi yang besar. 3. karena sangat tergantung pada jenis usaha dan kecakapan para wirausaha. Sebagian dari organisasi yang besar.

Tidak mandiri. Menjadi interdependen.     KELEMAHAN Pangakuan nama kurang. Persaingan kurang diketahui.  nama. Fasilitas inefisien. 1984. PROFIL USAHA KECIL DAN MODAL PENGEMBANGANNYA Sampai saat ini batasan usaha kecil masih.2.  Lokasi sudah cocok. Kemungkinan sukses. Jackson.  Penggunaan nama dan merek yang sudah terkenal sumber: Vernon A. Karyawan dan  pemasok biasanya sudah mantap   Sudah siap operasi. masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan seperti tampak pada Tabel 6. Perusahaan yang dijual biasanya lemah. terdominasi. Baik merintis usaha baru. membeli maupun franchising. Peralatan tak efisien. Ninth Edia. metode teknik produksi.  teknik. Membeli (buying)    B. rentan terhadap perubahan franchisor. Kreativitas tidak berkembang. Burgess (1993: 14) bahwa "Small business has been defined in different 27 . Introduction to Modern Business. Sulit inovasi. bantuan modal. berbeda-beda tergantung pada fokus permasalahannya masing-masing. Musselman-John H. Franchisee jarang memiliki hak untuk menjual perusahaannya kepada pihak lain tanpa menawarkan terlebih dahulu kepada pihak franchisor dengan harga yang sama. Penuh ketidakpastian. Table 2: Kelebihan dan Kelemahan Merintis dan Kerja Sama Manajemen (Franchising) BENTUK Merintis Usaha (Starting)    KELEBIHAN Gagasan murni Bebas peroperasi Fleksibel dan mudah pengaturan. Seperti dikemukakan oleh Dan Steinhoff dan John F.  Kerja sama manajemen  Mendapat  (Franchising) pengalaman dan logo. Mahal. pelatihan.3.

and operating orientation". earning/share is low. Apabila hanya ada beberapa karyawan. and market position is weak. short term thinking. Di Indonesia sendiri belum ada batasan dan kriteria yang baku mengenai usaha kecil: Berbagai instansi menggunakan batasan dan kriteria menurut fokus 28 . Menurut "Small Business Development Centre" University of WinconsinMadison. Challenging. Banyak wirausaha yang cenderung untuk menggunakan manajemen mikro (micromanage) dalam usahanya. mengemukakan beberapa ciri pekerjaan manajerial dari usaha kecil dan rnenengah yang dikutip dari beberapa hasil studi yang dilakukan Porter (1963). authoritarian. Mintzberg (1973). misalnya dikemukakan "A small business is one which independently owned and operated and is not dominant In it’s field". Kusman Sulaeman (1988-1989: 43). one or few managers. Burgess (1993: 14). routine work. much operating. M. less formal work. limited access to capital. Clifford (1976) dan Scott (1973). and less able to survive major mistakes". and much more telephone. mixed works. perusahaan kecil memiliki ciri-ciri sebagai berikut: "Greater potential. satisfying. job is directly important. less conservative financing method. sales less than $200 m. Ciri-ciri tersebut ialah: "No training. greater risk. Dalam "Small Business Act" (1934) yang dikutip oleh Dan Steinhoff dan John F. Usaha kecil telah didefinisikan dengan cara yang berbeda tergantung pada kepentingan organisasi. direct cotact. maka deskripsi pekerjaan dan segala aturan secara tidak tertulis sebab wirausaha mudah menguasai segala aspek usahanya. Dilihat dari perangkat manajemennya. more operational.ways by different organization and agencies". Lambing (2000: 43) mengemukakan bahwa kontrol atau pengawasan pada usaha kecil biasanya informal. informal communication. lees diversified production.

9/1995 Pasal 5 tentang usaha kecil disebutkan beberapa kriteria usaha kecil sebagai berikut: (1) Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200. Perusahaan industri yang memiliki tenaga kerja kurang dari 5 orang diklasifikasikan sebagai industri rumah tangga (home industry). bahwa industri yang menyerap tenaga kerja 1-9 orang termasuk industri kerajinan rumah tangga. Biro Pusat Statistik Indonesia (BPS) (1988) mendefinisikan usaha kecil dengan ukuran tenaga kerja. persyaratan modal dan pengoprasian yang bersifat lokal. dan industri besar menyerap tenaga kerja 100 orang lebih. Berdasarkan terminologi di atas banyak kriteria yang digunakan. pekerja pemilik.000 (satu miliar rupiah). lndustri kecil menyerap 10-49 orang. oleh Stanley dan Morse. yailu rnanajemen. Usaha kecil pada umumnya memiliki jumlah karyawan yang sedikit. Pada usaha kecil. Beberapa usaha kecil menghasilkan produk untuk keperluan ekspor dengan skala yang relatif kecil. Jurnlah modal yang diperlukan juga biasanya relatif kecil dan hanya dari beberapa sumber saja. bahan baku lokal dan pemasarannya pun hanya pada lokasi/daerah tertentu. pada umumnya perusah kecil memiliki ciri-ciri khusus. maka daerah operasinya juga adalah lokal.000. majikan dan karyawan tinggal dalam suatu daerah yang sama.000. Dalam Undang-undang No. yaitu 5 sarnpai dengan 19 orang yang terdiri (terrnasuk) pekerja kasar yang dibayar. misalnya barang-barang untuk keperluan rumah tangga dan cinderamata scperti mebel. modal terbatas dan volume 29 . Karena permodalan relatif kecil dan dikelola secara mandiri.permasalahan yang dituju. majikan. tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. relatif spesifik atau kurang diversifikasi. Terlepas dari ukuran secara kuantitatif. hiasan dan mainan anak-anak.000. dan pekerja keluarga. atau (2) Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp l. industri sedang menyerap 5099 orang. dan investor yang mengambil berbagai keputusannya secara mandiri.000 (dua ratus juta rupiah). Berbeda dengan klasifikasi yang dikemukakan. manajer yang mengoperasika perusahaan adalah pemilik.

(2) Fleksibel. Bahkan bila bahan baku impor sangat mahal sebagai akibat tingginya nilai mata uang asing. dan kulit dapat rneraih keuntungan akibat kenaikan nilai mata uang asing. Bcberapa perusahaan kecil di antaranya mengunakan bahan baku dan tenaga kerja bukan lokal yaitu mendatangkan dari daerah lain atau Impor. mengemukakan kriteria usaha kecil sebagai berikut: (1) Manajemen berdiri sendiri. Sebagai contoh perusahaan cenderamata dan mebel yang sudah diekspor dan menggunakan bahan baku rotan. Perusahaan kecil sangat luwes. Komisi untuk Perkembangan Ekonomi (Commity for Econommi DevelopmentCED). (2) Modal disediakan oleh pernilik atau sekelompok kecil. usaha kecil memiliki kekuatan dan kelemahan tersendiri. tenaga kerja dan pemasara produk usaha pada umumnya menggunakau sumber-sumber setempat yang bersifat lokal. dan perubahan mesin baru. Sedangkan. usaha kecil bias bertindak dengan cepat untuk menyesuaikan dengan keadaan yang berubah tersebut. manajer adalah pemilik. ia dapat menyesuaikan dengan kebutuhan setempat. (3) Daerah operasi bersifat lokal. pada perusahaan besar. Bahan baku. teknologi baru. Bila ada perubahan misalnya perubahan produk baru. maka perusahaan kecil tidak rentang terhadap fluktuasi bahan baku impor. (4) Ukuran dalam keseluruhan relatif kecil. Perusahaan kecil bisa rnenggunakan 30 . Karena bahan baku dan sumber daya lainnya kebanyakan lokal. Beberapa kekuatan usaha kecil antara lain: (1) Memiliki kebebasan untuk bertindak. maka kenaikan mata uang asing tersebut dapat dijadikan peluang oleh perusahaan kecil yang menggunakan bahan baku lokal dengan memproduksi barang-barang untuk keperluan ekspor.penjualan yang rendah. Di samping ciri-ciri di atas. Akan tetapi. (3) Tiaak mudah goncang. secara keseluruhan merupakan sektor yang mampu menyerap tenaga kerja lokal yang cukup besar dan tersebar. kayu. tindakan cepat tersebut sulit dilakukan.

Oleh karena yang menguasai pasar banyak mengetahui dan langsung mengenal pasar baik standar kualitas. Akibatnya terjadi ketergantungan pada kekuatan pemilik modal. motif maupun jumlahnya. Akibat dari ketergantungan tersebut. kelemahan dalam mengadopsi dan penguasaan teknologi. otomatis harga jual produk yang dihasilkan usaha kecil secara tidak langsung ditentukan oleh penguasa pasar dan pernilik modal. Sedangkan kelemahan perusahaan kecil dapat dikategorikan ke dalam dua aspek: (I) Aspek kelemahan struktural. maka standar produk. harga Jual bahan baku dan bunga modal yang ditanggung oleh usaha kecil ditentukan oleh penguasa pasar dan modal. Karena pemilik modal juga lebih menguasai sumber-sumber bahan baku dan dapat mengusa hakan-bahan baku. Demikian juga. yaitu kelemahan dalam struktur perusahaan misalnya kelemahan dalam hidang manajemen dan organisasi. tenaga kerja masih lokal. maka terjadilah pasar monopsoni. maka pengusaha kecil memiliki ketergantungan pada pemilik modal yang sekaligus penguasa bahan baku. kelemahan da lam pengendalian mutu. dan dengan demikian ketergantungan usaha kecil terhadap bahan baku menjadi ketergantungan terhadap pasar. Karena harga jual barang-barang yang dihasilkan usaha kecil ditentukan oleh pemilik informasi pasar yang juga sebagai pemilik informasi bahan baku. kesulitan mencari permodalan. teknik produk. Secara struktural. desain produk. pemilik modal juga menguasai akses dan informasi pasar. salah satu kelemahan usaha kecil yang paling menonjol adalah kurangnya permodalan. Selain menguasai sumber-sumber bahan baku.produk barang dan jasa yang dihasilkannya untuk bersaing karena bahan baku dan sumber lokal harganya relatif lebih rendah daripada bahan baku irnpor. dan jumlah produk ditentukan oleh pcmilik informasi pasar yang sekaligus penyandang dana. maka ia akan menentukan harga 31 . dan terbatasnya akses pasar. Kelemahan faktor struktural yang satu saling berkait dengan faktor yang lain kemudian rnernbentuk lingkaran ketergantungan yang tidak berujung pangkalnya dan membuat usaha kecil terdominasi dan rentan.

(d) Informasi tentang tata cara pengembangan produk. (c) Informasi untuk memperoleh fasilitas dan bantuan pengusaha besar dalam menjalin hubungan kemitraan untuk memperoleh bantuan permodalan dan pemasaran. pemasaran.jual bahan baku (monopoli). rnurah. Kelernahan kultural mengakibatkan kelemahan struktural. seperti: (a) Informasi peluang dan cara memasarkan produk. Kondisi mengakibatkan ketergantungan pengusaha kecil yang menjadi buruh pada perusahaan sendiri dengan upah yang ditentukan olen batas keuntungan dari pemilik modal sekaligus penguasa pasar dan penguasa sumber-sumber bahan baku. Dengan kondisi ini. dan bahan baku. maupun kemasannya. kualitas. 32 . (b) Informasi untuk mendapatkan bahan baku yang baik. maka batas keuntungan pengusaha kecil ditentukan oleh batas harga jual produk dan batas harga beli bahan baku. Terjadilah usaha kecil repatriasi jumlahnya keuntungan tetap yang mengakibatkan tersebut permodalan kecil. dan mudah didapat. Kelemahan kultural mengakibatkan kurangnya akses informasi dan lemahnya berbagai persyaratan lain guna memperoleh akses permodalan. baik desain. Gambar Lingkaran Ketergantungan Usaha Kecil Ketergantungan Pemodal Ketergantungan Pemasaran Ketergantungan Bahan Baku Ketergantungan Teknik. Desain dan Standar (2) Kelemahan Kultural.

C. atau dari core competency (D' Aveni.lisasi. Dalarn teori persaingan Porter dikemukakan bahwa untuk menciptakan daya saing khusus. 1994). yaitu 33 . orientasi pertumbuhan.1994: 129).I996). walaupun dalam perkembangannya tidak sedikit yang mengkritik. 1992). Secara internal. Banyak konsep yang dikemukakan oleh para ahli ekonorni dan manajemen modern tentang cara meraih keberhasilan usaha kecil dalam mempertahankan eksistensinya secara dinarnis. Pada setiap tahap tersebut gaya kepemimpinan wirausaha dan keterarnpilan yang diperlukan cenderung berubah. Pandangan Michael P. Dalam berbagai konsep strategi bersaing dikemukakan bahwa keberhasilan suatu perusahaan sangat tergantung pada kemampuan internal. Porter (1980. perusahaan perlu memiliki kompetensi khusus (distinctive competency) yang dicari dan integrasi fungsional (design school) (Mintzberg. Teori Porter dirancang untuk menghadapi tantangan eksternal khususnya persaingan. survival. 1980) yung dibahas lebih lanjut pada Bab7. KERANGKA HIPOTETIS PENGEMBANGAN USAHA KECIL Hasil studi yang dilakukan oleh John Eggers dan Kim Leahy mengidentifikasi enam tahap pengembangan bisnis yaitu tahap konsepsi (conception). atau dari entrepreneur secret yaitu kreativitas dan inovasi (creativity and innovation) (Zimmerer. 1999) tentang teori competitivc strategy sampai saat ini tampak masih relevan.(e) Informasi untuk menambah sumber permodalan dengan persyaratan yang terjangkau. stab. pertumbuhan yang cepat. Atau yang lebih populer dari tantangan eksternal dynamic theory (Porter. perusahaan harus menciptakan keunggulan melalui strategi generik (generic strategic). 1990) atau dari kernampuan internal (resource-based theory) (Pandian. yaitu manajemen personal dan rnanajemen keuangan. atau dari strategic intent (Gary Hamel. Menurut Lambing (2000: 43) ada dua keterampilan yang sangat diperlukan oleh pemilik perusahaan dalam rangka pengembangan perusahaan. dan kematangan.

agar perusahaan. perusahaan harus dikembangkan melalui strategi yang berbasis pada pengembangan sumber daya internal seeara superior (internal resource-based strategy) untuk menciptakan kornpetensi inti (core competency) seperti yang disarankan oleh Mintzberg. perusahaan harus menekankan strategi yang berfokus pada pengembangan kompetensi inti (builtding core competency). Menurut Mahoney & Pandian (1992) dan D' Aveni (1994). diferensiasi (differentiation). Untuk menghadapi kondisi jangka panjang dan dinarnis. Menurut teori resources-based strategy ini. dan hanya wirausahalah yang mampu mencari peluang secara kreatif dalam menciptakan keunggulan. karena perusahaan kecil biasa memanfaatkan sumber daya lokalnya (V. Dalarn menghadapi krisis ekonomi nasiona1 seperti sekarang ini. baik teori dynamic strategy maupun teori resource-based strategy sangat relevan bila khusus diterapkan dalam pemberdayaan usaha kecil nasioanal dewasa ini. Dengar strategi ini perusahaan akan memiliki daya tahan (sustainability) hidup secara berkesinambungan. meraih keuntungan secara terus- 34 . dan fokus (focus). Dalamstrategi ini. Meskipun masih relevan. (1990). Perhatian utama harus ditekankan pada penciptaan nilai tambah untuk meraih keunggulan daya saing (cnmpetitivc advarttagcs) melalui pengembangan kapabilitas khusus (kewirausahaan). Albert Wijya. strategi Porter tersebut adalah berjangka pendek (short-life) dan statis. sehingga perusahaan kecil tidak lagi mengandalkan strategi kekuatan pasar (market power) melalui monopoli dan fasilitas pemerintah.strategi yang menekankan pada keunggulan biaya rendah (low cost). strategi Porter ini terus dikritik. pengetahuan dan keunikan intangible asset untuk menciptakan keunggulan. sekarang ini keadaannya sudah sangat cepat berubah. rnaka yang diperlukan adalah strategi jangka panjang (long-life) dan dinamis. 1993). Menurutnya. Menurut Richard D'Aveni (1994: 253) dan Gary Hamel (1994: 232). Strategi tersebut lebih murah dan ampuh dalam memberdayakan usaha kecil. perusahaan kecil harus mengarah pada keterampilan khusus secara internal yang bisa menciptakan core product yang unggul unluk memperbesar manufacturing share (muncul pada berbagai produk yang memiliki komponen penting yang sama).

usaha kecil harus sudah ventura capital (Yuyun Wirasasmita. dari tahap cash flow berubah menjadi tahap tighten financial control. dalam tahap take-off. yang tidak transparan. maka harus ada usaha-usaha khusus yang diarahkan untuk survival. Di bidang pemasaran. sukar ditiru atau dialihkan oleh pesaing dan memberi daya saing jangka panjang (futuristik) yang kuat dan melebihi tuntutan rnasa kini di pasar dan dalarn situasi eksternal yang bergejolak. dan didukung dengan nilai dan budaya perusahaan yang relevan. perusahaah harus menekankan pada strategi pengembangan kompetensi inti (building core competency). teknologi. Sumber daya perusahaan yang bisa dikembangkan secara khusus menurut Pandian (1992) adalah tanah. perusahaan harus mendesain strategi perusahaan yang "fit" antara peluang dan ancaman eksternal dengan kemampuan internal yang memadai yang didukung dengan rnenumbuhkan kapabilitas inti (core competency) yang merupakan kompetensi khusus (distinctive competency) dari pengelolaan sumber daya perusahaan. yaitu meraih semua pesaing di industri yang bersangkutan. yaitu dengan mengubah pemilik sebagai pengusaha (owners as businessman) yang merekrut tenaga yang diberi wewenang secara jelas. Secara spesifik. tenaga kerja (kapabilitas dan pengetahuannya) modal dan kebiasaan rutin. planning. maka perusahaan harus mengutamakan kapabilitas internal yang superior.1993: 2). yaitu pengetahuan 35 . dan expectation. ahli lain Bums (1990) menyarankan. Menurut teori the design school. Di bidang pendanaan. control. consolidation. Di bidang keuangan. Teori-teori generik tersebut dibahas secara khusus dalam Bab 7. Dalam konteks persaingan bebas yang semakin dinamis seperti sekarang ini. 1992). Kompetensi ini diciptakan melalui generic strategy-nya Porter (1980).menerus. Dalam tahapan ini diperlukan penguasaan manajemen. serta recession proof (Mahoney & Pandian. improve margin. and cotrol cost. bahwa agar perusahaan kecil berhasil take-off. menurut D’Aveni (1987). harus mengubah dari getting customer menjadi improve competitive situation.

36 . inti dari strategi New 7-3's adalah "vision for disruption. product/market tactics to deliver the disruption" untuk merebut persaingan. Sedangkan inti Slrategic intent menurut Gary Hamel (1994). (7) Simultanous and sequential strategic thrusts. sense of discovery and sense of destiny " untuk meraih persaingan melalui kapabilitas sumber daya yang ada. general capabilities for executing disruption. ialah lebih menekankan pada "sense of direction. yaitu membuat rangkaan penggerak/ pendorong strategi secara simultan dan berurutan. Menurut D' Aveni. Berdasarkan pandangan para ahli di atas. (4) Position for surprise. yaitu mengutamakan kepuasan st akehoder. yaitu mengindikasikan tujuan dari strategi. yaitu merancang strategi yang membuat kejutan atau yang mencengangkan. (3) Position for speed. yaitu posisi untuk mengutamakan kecepatan. (2) Strategic sooth saying. jelaslah bahwa kelangsungan hidup perusahaan baik kecil maupun besar pada umurnnya sangat tergantung pada strategi manajemen perusahaan dalam memberdayakan surnber daya internalnya. Keunggulan tersebut menurutnya diciptakan melalui "The New 7-S’ Strategy (The New 7-S’s)”. (5) shifting the role of the game.dan keunikan untuk mcnciptakan keunggulan seperti yang telah dikemukakan. yaitu strategi untuk mengadakan perubahan/pergeseran peran yang dimainkan. yaitu (1) Superior stakeholder satisfaction. (6) Signaling strategic intent. yaitu posisi untuk membuat kejutan.

Dalam memasuki area bisnis atau memulai usaha baru. Kelangsungan hidup perusahaan baik kecil maupun besar pada umumnya sangat tergantung pada strategi manajemen perusahaan dalam memberdayakan sumber daya internalnya 3.BAB III PENUTUP 3. Dalam merintis usaha baru.2 SARAN Setelah membaca makalah yang kami buat diharapkan para pembaca lebih mengetahui dan memahami mengenai merintis usaha baru dan model pengembangannya 37 . bentuk usaha dan bentuk kepemilikan yang dipilih. c. lingkungan usaha yang berpengaruh. organisasi usaha yang digunakan . jaminan usaha yang mungkin diperoleh. ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu bidang dan jenis usaha yang dimasuki. seorang dituntut idak hanya memiliki kemampuan .1 KESIMPULAN a. tetapi juga harus memiliki ide dan kemauan b. tempat usaha yang dipilih.

Buchari. Kiat-Kiat Membuka usaha (Online).com/2010/02/tips-buka-usaha-cara-buka-usahamodal.blogspot.DAFTAR PUSTAKA Alma. Jakarta: PT Raja Grafindo Perkasa 38 . 2007. 2010. http://bi. Kewirausahaan Edisi Revisi.html. 2007. (Diakses tanggal 8 Juli 2011) Anonim.html. http://besteasyseo. Bandung: Alfabeta Anonim. (Diakses tanggal 8 Juli 2011 Kasmir. Tips Memulai Usaha (Online). 2010. Kewirausahaan.com/tipsmemulai-usaha.konblog.

Kelangsungan hidup perusahaan baik kecil maupun besar pada umumnya sangat tergantung pada strategi manajemen perusahaan dalam memberdayakan sumber daya internalnya 1. jaminan usaha yang mungkin diperoleh. Dalam merintis usaha baru. bentuk usaha dan bentuk kepemilikan yang dipilih.BAB III PENUTUP 1.1 KESIMPULAN a. c. tetapi juga harus memiliki ide dan kemauan b.1 SARAN Setelah membaca makalah yang kami buat diharapkan para pembaca lebih mengetahui dan memahami mengenai merintis usaha baru dan model pengembangannya 39 . organisasi usaha yang digunakan . ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu bidang dan jenis usaha yang dimasuki. tempat usaha yang dipilih. Dalam memasuki area bisnis atau memulai usaha baru. seorang dituntut idak hanya memiliki kemampuan . lingkungan usaha yang berpengaruh.

(Diakses tanggal 8 Juli 2011 Kasmir. 2007. (Diakses tanggal 8 Juli 2011) Anonim. Tips Memulai Usaha (Online). http://bi. 2007.com/tipsmemulai-usaha. Kewirausahaan. 2010. Bandung: Alfabeta Anonim.html.html. Kiat-Kiat Membuka usaha (Online).DAFTAR PUSTAKA Alma.com/2010/02/tips-buka-usaha-cara-buka-usahamodal. Kewirausahaan Edisi Revisi. Buchari. 2010. http://besteasyseo.blogspot.konblog. Jakarta: PT Raja Grafindo Perkasa 40 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->