ITATS

(Etika Rekayasa/Profesi)
Arifien Nursandah, ST.,MT. Fakultas Teknik Sipil & Perencnaan Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya Senin, 03 Oktober 2011

Engineering Ethics

Kholifah, Ibadah, Amanah, Pemimpin, Kebebasan, Hak, Kewajiban dan Tanggung Jawab.
Kholifah
Didalam Alqur’an kata kholifah antara lain tercantum di dalam surat Al-Baqoroh ayat 30 dan Al-an’am ayat 165. Menurut Ibnu Katsir (Tafsir jilid I), Kholifah adalah kaum yang silih berganti menghuni dan menguasai. Kholifah bumi berarti kaum (manusia) yang secara turun temurun akan bertempat tinggal di Bumi, dan menguasaianya. Alqur’an Surat Adz-Dzariat ayat 51 dikatakan bahwa tujuan penciptaan jin dan manusia hanyalah untuk beribadah kepada Allah. Manusia sebagai satu-satunya kholifah dimuka bumi harus menghuni dan menguasai bumi secara demikian rupa agar semua tindakannya bernilai ibadah.

1

ITATS

Kholifah, Ibadah, Amanah, Pemimpin, Kebebasan, Hak, Kewajiban dan Tanggung Jawab.
Ibadah Ibadah adalah semua perbuatan yang menghasilkan pahala maupun kerelaan dari Allah Swt. Suatu amalan atau perbuatan akan dipahalai bila sesuai dengan perintah Allah. Perintah Allah disampaikan melalui Alqur’an dan perkataan nabi saw. Secara garis besar ibadah terdiri dari 2 macam, yaitu : yang langsung (mahdhoh) dan tak langsung (ghoiru mahdhoh). Contoh ibadah langsung : sholat, puasa, haji. Contoh ibadah yang tak langsung : perkara-perkara yang berkaitan dengan hubungan (mu’amallah) antar manusia (mencari rezeki, perkawinan, menuntut ilmu, waris, perdagangan).

Kholifah, Ibadah, Amanah, Pemimpin, Kebebasan, Hak, Kewajiban dan Tanggung Jawab.
Amanah Amanah (amanat) adalah kepercayaan (bukan faham/isme). Orang yang bisa memegang amanat berarti bisa menunaikan apa saja yang dipercayakan kepadanya, misalnya semua nabi/rasul. Jadi semua nabi mempunyai sifat amanah yakni bisa dipercaya (tidak pernah bohong, tidak khianat). Albaqoroh (283) : “… maka hendaklah orang yang dipercayai (diamanati) itu menunaikan amanatnya …”. An-Nisa’ (4) ayat 58 : “Sesungguhnya Allah memerintahkan untuk menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya”. Al-Qoshosh (28) ayat 28 : “… Wahai bapakku, ambilah dia sebagai pekerja kita, sebab sebaik-baik pekerja adalah orang yang kuat dan bisa dipercaya (Qowiyyul Amin)”. Amanah adalah sesuatu yang dipercayakan (dititipkan) pada seseorang untuk disampaikan kepada pihak yang berhak, atau menunaikannya seperti yang dikehendaki oleh pemberi amanat. Jadi amanat itu bisa berupa barang, pesan, kekuasaan.

2

Pemimpin. Kholifah. dalam hadist riwayat Bukhori dan Muslim. Pemimpin. Pemimpin itu tidak harus mempunyai anak buah. Seorang anak adalah pemimpin dan bertanggung-jawab dalam penggunaan harta bapaknya”. Amanah. Ibadah. Pemimpin (Pemegang Kekuasaan) Pemimpin adalah siapa saja yang mengendalikan urusan yang berhubungan dengan orang lain atau masyarakat. dan menggunakan atau menuntut sesuatu.ITATS Kholifah. Panggilan kepada kemauan orang lain dengan perantaraan akalnya. Pemimpin adalah siapa saja yang diserahi amanat (tugas) dan bisa memikul tanggung jawab. Seorang suami adalah pemimpin keluarganya dan bertanggung jawab atas hal itu. perlawanan dengan kekuasaan atau kekuatan fisik untuk mengakui wewenang pihak. “semua kamu adalah pemimpin dan ditanyai (bertanggung-jawab) tentang kepemimpinannya. • Hak Subyektif : Wewenang atau kekuasaan itu sendiri. Hak selalu berhubungan dengan sesuatu : • Hak Obyektif : Sesuatu yang jadi sasaran hak. tindakan. Amanah. Kewajiban dan Tanggung Jawab. Hak. Seorang karyawan (pelayan) adalah pemimpin dan bertanggung-jawab atas harta majikannya. meninggalkan. Kewajiban dan Tanggung Jawab. Hak. memiliki. Pengertian hak Wewenang atau kekuasaan secara etis untuk mengerjakan. Definisi pemimpin telah dijelaskan oleh nabi saw. Kebebasan. ditujukan kepada hak obyektif. Hak adalah semacam kepemilikan meliputi benda. dan hasil pemikiran. fikiran. Ibadah. 3 . Kebebasan.

norma moral berarti standar (ukuran) moral. Moral. “su” artinya baik. Hak. Hak Obyektif : Sesuatu yang harus dilakukan ataupun ditinggalkan. Pengertian kewajiban Kewajiban adalah sisi lain dari hak. kesusilaan atau adat. Moral berasal dari kata Latin “mores”. bentuk jamak dari “mos” yang berarti adat atau cara hidup. Pengertian Etika. Tanggung-jawab adalah sikap atau pendirian yang menyebabkan ditunaikannya sesuatu kewajiban. 4 . aturan hidup yang lebih baik. Kebebasan.ITATS Kholifah. Susila berasal dari kata Sansekerta yang lebih menunjukan kepada dasar. Pemimpin. Contoh : membayar rekening listrik. Ibadah. Akhlak berasal dari kata Arab “Khuluq” yang berarti kelakuan atau perangai. Kewajiban dan Tanggung Jawab. mempunyai 2 pengertian : Hak Subyektif : Keharusan secara etis dan moral untuk melakukan atau meninggalkan sesuatu. merupakan tindakan untuk memenuhi orang lain. & Susila Secara Etimologi Etika berasal dari kata Yunani “ethos” yang berarti watak. Norma. tidak merusak fasilitas umum. Contoh : dalam perkara-perkara agama (perbuatan baik atau buruk). Norma berasal dari bahasa Inggris “Norm” artinya adalah standard. prinsip. Akhlak. Amanah.

ITATS Pengertian Etika. dan mutlak. apakah suatu perbuatan pantas atau tidak. Akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang mendorong lahirnya perbuatan dengan mudah dan ringan. misalnya pada acaraacara resmi menyangkut pakaian. terutama yang berkaitan dengan gerak gerik fikiran dan rasa yang dapat merupakan pertimbangan dan perasaan. 5 . Etiket berasal dari kata Perancis yang berarti tata cara melaksanakan suatu perhelatan. ada orang lain ataukah dalam kesendirian. sampai mengenai tujuannya yang dapat merupakan perbuatan (Hadjar Dewantara. Membina Hubungan Vertikal & Horisontal Sandaran Pemikran Ali-Imron ayat 112 : “Mereka selalu diliputi kehinaan dimanapun mereka berada. kecuali berpegeng kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) manusia. Etiket tidak sekedar formalitas tetapi memberi norma. Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling taqwa”. Hal itu disebabkan karena mereka itu kafir kepada ayat-ayat Allah. dll. Moral. Akhlak. tanpa pertimbangan dan pemikiran mendalam (Al-Ghazali). dan mereka kembali mendapat kemurkaan Allah. tempat duduk. 1962). & Susila Definisi Etika adalah ilmu yang mempelajari segala soal kebaikan (dan keburukan) di dalam kehidupan manusia. Al-Hujurot ayat 13 : “Wahai sekalian manusia sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan. dan diliputi kerendahan. Etiket bersifat lahiriah serta relatif. dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. sedangkan etika bersifat batiniah. Hal demikian itu disebabkan karena mereka durhaka dan melampaui batas”. dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling kenal mengenal. cara duduk. Norma.

Hadist Riwayat Muslim (6) halaman 168 : “Siapa yang telah membai’at (mengangkat) seorang pemimpin serta telah hati dan jabat tangannya maka hendaklah dia taat kepadanya dengan sekuat-kuatnya”. Hadist Riwayat Attirmizdi (6) halaman 163 : “Siapa yang menghina penguasa Allah dimuka bumi maka Allah juga akan menghinanya”. yang sedikit kepada yang banyak”. 6 . taatilah Allah dan taatilah Rasul. Hadist Riwayat Ath-Thobroni (6) halaman 262 : “Siapa saja yang rendah hati kepada saudaranya yang muslim maka Allah akan mengangkat derajatnya. Membina Hubungan Vertikal & Horisontal Sikap terhadap relasi Hadist Riwayat Al-Baihaqi (6) halaman 270 : “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. dan Ulil-Amri (pemegang kekuasaan) diantara kamu … “. yang lewat kepada yang duduk.ITATS Membina Hubungan Vertikal & Horisontal Sikap terhadap pemimpin An-Nisa’ ayat 59 :”Wahai orang-orang yang beriman. Hadist Riwayat Ad-Dailami (6) halama 266 : “Sesungguhnya Allah membenci orang yang selalu berwajah muram dihadapan kawan-kawannya”. Hadist riwayat Al-Bukhori (6) halaman 271 : “Yang muda mendahului memberi salam kepada yang tua. Bila seseorang keluar untuk menemui kawan-kawannya hendaklah merapikan dirinya”. dan siapa saja yang mengangkat diri terhadapnya maka Allah akan merendahkannya”.

Hadist riwayat An-Nasa’i : “Nabi Muhammad Saw. tetapi setelah menyelesaiakan pekerjaannya orang tersebut tidak memberikan upahnya”. Kedau : Orang yang menjaul orang merdeka lalu dia memakan hasilnya. Pertama : Seseorang yang berjanji setia kepadaku lalu dia ingkar (khianat). Hadist riwayat Muslim (6) halaman 262 : “Dekatkan dirimu kepadaku (Allah). bukanlah dari golongan kami”. Hadist riwayat Ahmad : “Menzalimi upah buruh termasuk dosa besar”. Hadist riwayat Al-Baihaqi : “Siapa yang merusak hubungan pelayannya dengan keluarganya. 7 . Siapa yang menjadi musuhku maka aku memusuhuhinya.ITATS Membina Hubungan Vertikal & Horisontal Sikap terhadap bawahan Hadist riwayat Ahmad (6) halaman 166 : “Barang siapa diserahi kekuasaan tentang urusan manusia lalu menghindar dari melayani kaum lemah dan orang yang membutuhkannya maka Allah akan mengabaikannya pada hari kiamat”. Hadist riwayat Muslim (Ibid) halaman 254 : “Berdosalah orang yang menahan pemberian pangan kepada yang menjadi tanggungannya”. karena sesungguhnya kamu memperoleh rezeki dari pertolongan karena dukungan kaum lemah diantara kamu sekalian”. Hadist riwayat Ibnu Majah (6) halaman 253 : “Ada tiga golongan yang menjadi musuhku di hari Kiamat. melarang memperkerjakan seseorang buruh sebelum jelas upah yang diterimanya”. Ketiga orang yang memperkejakan seseorang. Membina Hubungan Vertikal & Horisontal Sikap terhadap bawahan Hadist riwayat Abu Ya’la (Ibid) halaman 253 : “Bayarlah upah buruh sebelum kering keringatnya”. dekatkan dirimu kepada orang lemah dan berbuatlah ikhsan kepada mereka.

Pekerjaan adalah kegiatan. Pengetahuan khusus : Penguasaan teori. Standar moral tinggi. Khusus (semata-mata untuk mencari nafkah). dengan tujuan memperoleh nafkah (rejeki). standar moral dituangkan dalam suatu aturan main/kode etik (himpunan norma yang disepakati). pernyataan kesungguhan. 8 .ITATS Profesional Dalam Islam Pengertian Profesi Profesi berasal dari kata Latin “profssus” yang berarti pengakuan iman. c. Pengabdian kepada masyarakat. Penguasaan metode. e. Profesional Dalam Islam Ciri-ciri profesi a. Expert (berpengalaman). secara senang atau tidak. Kemampuan menyelesaikan program latihan (ijazah). Memiliki ijin khusus. d. Menjadi anggota organisasi profesi. janji di muka umum. b. Profesi berarti kegiatan pokok yang mengandalkan suatu keahlian untuk menghasilkan nafkah. Menjaga dan menjamin mutu pelayanan. dengan tujuan : Menjamin / melindungi kepentingan anggota. Kemampuan aplikasi dari teori ke dalam praktek. Memperluas ilmu dan ketrampilan dalam bidang yang sama. Profesi Luhur (disertai dengan pengabdian masyarakat).

Kebebasan : Memiliki otonomi dalam menjalankan profesi. Bebas dari campur tangan (yang kelewat batas) dari pihak lain Profesional Dalam Islam Prinsip – prinsip Etika Profesi d. Tidak melanggar hak pihak orang lain (lembaga. teman. c. Bertindak konsisten sesuai dengan ilmu yang dimiliki meskipun (mungkin) bertentangan dengan kemajuan klien. Tanpa Pamrih : Mendahulukan kepentingan klien dari pada kepentingan pribadi / keluarga. Kehidupan orang lain/masyarakat (pegawai. Keadilan : Menghormati hak orang lain/profesi lain.ITATS Profesional Dalam Islam Prinsip – prinsip Etika Profesi a. e. Dalam kondisi tertentu (darurat) bersedia memberikan layanan tanpa imbalan. generasi mendatang). 9 . Kesetiaan : Setia pada cita-cita luhur profesi. Memiliki kebebasan dalam mewujudkan kode etik profesi. b. buruh. Tanggung jawab terhadap : Pelaksanaan pekerjaan dan hasilnya. profesi).

Nabi menjawab : ‘Apabila amanat diabaikan’. Profesional Dalam Islam Ayat-ayat Alqur’an & Hadist tentang kerja & keahlian. bekerjalah sesuai dengan kesanggupan kamu masing-masing. sesungguhnya saya juga bekerja …”. Az-Zukhruf (43) ayat 32 : “… Kami yang membagibagi mata pencaharian diantara mereka dalam kehidupan dunia. kerjakanlah (urusan yang lain) dengan sungguh-sungguh”.ITATS Profesional Dalam Islam Ayat-ayat Alqur’an & Hadist tentang kerja & keahlian. tunggulah saat kehancurannya”. jawab beliau : ‘apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya’. Hadist riwayat Baihaqi (6) halaman 184 : “Apabial dibukakan bagi seseorang pintu rezeki maka hendaklah melestarikannya”. Al-an’am (6) ayat 135 : “Wahai kaumku. Al-Insyiroh (94) ayat 7 : “Maka apabila kamu telah selesai (dari satu urusan). Hadist riwayat Abu-Ya’la (ibid) halaman 185 : “Carilah rejeki di perut bumi”. dan kami tinggalkan sebagian di atas sebagian yang lain beberapa derajat agar sebagian dapat bekerja untuk yang lain. Hadist riwayat Ath-Thusi : “Allah memberi rejeki kepada hambanya sesuai dengan kegiatan dan kemauan kerasnya (ambisinya)”. tanyanya lagi : ‘Bagaimana hilangnya amanat itu ?’. Hadist riwayat Bukhori (ibid) halaman 38 : “Seorang arab dusun bertanya : ‘Kapan datangnya saat (kiamat)’. 10 . Adapun rahmat tuhanmu itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”.

Penghargaan Islam Terhadap Waktu Dasar Pemikiran . beramal saleh. dan jangan patah semangat. diberi ataupun tidak”. kecuali yang : beriman. Ketahuilah bahwa ucapan ‘andaikata’ itu membuka peluang bagi perbuatan syetan”. dan berwasiat dengan kesabaran” 11 . kemudian dengan uang itu ia cukupi kebutuhan dan nafkah dirinya. Hadist riwayat Bukhori dan Muslim (ibid) halaman 183 : “Seorang laki-laki yang membawa tali kemudian mencari kayu bakar lalu dibawanya ke Pasar untuk dijual. Jagalah apa yang menguntungkan kamu dan mohonlah pertolongan Allah. Hadist riwayat Muslim (6) halaman 34 : ”Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai Allah daripada seorang mukmin yang lemah dalam semua kebaikan. Firman Allah surat Al-‘Ashri yang menyatakan bahwa “semua manusia dalam keadaan rugi.ITATS Profesional Dalam Islam Ayat-ayat Alqur’an & Hadist tentang kerja & keahlian. tetapi katakanlah : ‘ini adalah takdir Allah dan apa yang dikehendaki Allah pasti akan terjadi’. berwasiat dengan kebenaran. Jika ditimpa suatu musibah janganlah berkata : ‘seandainya aku melakukan ini dan itu …. lebih baik dari pada seseorang yang minta-minta.

atau menyuruh perbuatan ma’ruf (baik). Hadist riwayat At-Turmudzi (ibid) halaman 261 : “Termasuk keislaman yang baik adalah bila seseorang bisa meninggalkan hal-hal yang tidak berkepentingan dengannya”. lalu dia berkata : Ya Tuhanku. 12 . Firman Allah dalam surat Al-Munafiqun (63) ayat 10 : “Dan belanjakanlah sebagian dari rejeki yang telah kami berikan kepadamu sebelum maut datang kepada salah seorang diantara kamu. Penghargaan Islam Terhadap Waktu Dalil Syari’ah tentang pemanfaatan waktu secara benar Hadist riwayat Bukhori (6) halaman 156 : “Dua kenikmatan yang membuat banyak orang terpedaya yaitu nikmat sehat dan waktu senggang” (artinya saat-saat sehat dan waktu senggang tidak digunakan untuk beramal saleh). Hadist riwayat Ad-Dailami (ibid) halaman 267 : “Alangkah baiknya orang yang disibukkan dengan aib dirinya sendiri daripada sibuk dengan aib orang lain”. Hadist riwayat Bukhori (ibid) halaman 265 : “Sesungguhnya Allah tidak menyukai banyak omong (ngobrol) menghamburhamburkan harta dan terlalu banyak bertanya”. atau mengadakan perbaikan (perdamaian) diantara manusia”. kenapa tidak engkau undurkan sampai saat yang dekat (sebentar) agar saya bersedekah dan termasuk golongan yang saleh”.ITATS Penghargaan Islam Terhadap Waktu Dalil Syari’ah tentang pemanfaatan waktu secara benar Firman Allah dalam surat An-Nisa’ (4) ayat 114 : “Tidak ada kebaikan di dalam sebagian besar sidang mereka kecuali yang : menyuruh agar bersedekan.

karena mereka itu memungkiri apa yang mereka janjikan kepada Allah dan karena mereka itu telah berdusta”. Al-Baraah (9) ayat 75. 13 . jika tuhan memberikan karunianya kepada kami. • “Tetapi setelah tuhan memberikan sebagian karuniannya kepada mereka. sungguh kami akan bersedekah dan kami akan termasuk orang-orang saleh”. Siapa yang melanggar janjinya maka bahaya perjanjian itu akan menimpa dirinya sendiri. Siapa yang memenuhi janjinya dengan Allah maka Allah akan memberi pahala yang besar kepadanya”. Tangan Allah di atas tangan mereka. • “Dan orang-orang yang lurus dalam persaksiannya”. 76. Al-Fath (48) ayat 10 : “Sesungguhnya orang-orang yang berjanji setia (bai’at) kepadamu maka sesungguhnya mereka itu adalah berbai’at kepada Allah. penuhilah semua janji”. Al-Isro’ (17) ayat 34 : “ … dan penuhilah perjanjian. lantas mereka menjadi kikir. berbalik kebelakang dan menentang”. sesungguhnya perjanjian itu akan ditanyakan (dimintai tanggung-jawabnya)”. • “Hal itu mengakibatkan kemunafikan didalam hati mereka sampai mereka bertemu dengan tuhan.ITATS Memenuhi Janji dan Membayar Hutang Menurut Islam Ayat-ayat Alqur’an tentang wajibnya memenuhi perjanjian Almaidah (5) ayat 1 : “Wahai orang-orang yang beriman. Memenuhi Janji dan Membayar Hutang Menurut Islam Ayat-ayat Alqur’an tentang wajibnya memenuhi perjanjian Al-Maarij (70) ayat 32 dan 33 : • “Dan orang-orang yang menjaga amanah serta perjanjiannya”. dan 77 : • “Dan diantara mereka ada yang berjanji kepada Allah : Demi.

yaitu : di dalam peperangan. dan bila diamanati dia berkhianat”. halaman 277) : “Tanda-tanda munafik itu ada tiga. halaman 198) : “Sebaik-baik kamu adalah yang paling baik dalam membayar hutang”. bila berjanji tidak ditepati. Riwayat Ahmad (ibid. halaman 378) : “Rasulullah saw. hutang dan dusta Riwayat Bukhori (ibid. Riwayat Ahmad (ibid. untuk mendamaikan antara orang-orang yang bersengketa. yaitu : bila berbicara dusta. Riwayat Al-Bukhori (ibid. hutang dan dusta Riwayat Ad-Dailami (6. dan pembicaraan seorang suami kepada istrinya”. apabila Allah hendak menghinakan seseorang hamba maka (bendera itu) diikatkannya dilehernya”. halaman 198) : “Hutang adalah bendera Allah dimuka bumi. 14 . memutuskan untuk mendahulukan penyelesaian hutang sebelum melaksanakan wasiat”. Riwayat Muslim (ibid. Riwayat Al-Hakim (ibid. halaman 197) : “Roh seorang mukmin masih tergantung (terkatung-katung) sampai hutangnya dilunasi”.ITATS Memenuhi Janji dan Membayar Hutang Menurut Islam Hadist-hadist tentang janji. membolehkan dusta dalam tiga perkara. Riwayat Al-Bazar (ibid. halaman 278) : “Seorang mukmin mempunyai tabiat atas segala sifat aib kecuali khianat dan dusta”. halaman 196) : “Rasulullah saw. halaman 192) : “Tiada beriman orang yang tidak memegang amanat dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janji”. Riwayat Al-Hakim (ibid. halaman 197) : “Orang kaya (mampu) yang menunda-nunda pembayaran hutangnya adalah kedzaliman”. Memenuhi Janji dan Membayar Hutang Menurut Islam Hadist-hadist tentang janji.

• “Dan timbanglah dengan timbangan yang lurus”. Surat Ar-Rahman (55) ayat 7. • “Yaitu mereka yang bila menerima takaran dari orang lain minta agar dipenuhi”. merugikan”. 15 . Surat Nuthoffifin (83) ayat 1. • “Dan janganlah kamu merugikan manusia tentang hak milik mereka dan janganlah kamu berkeliling dimuka bumi membuat kerusakan”. penuilah sukatan dan timbangan dengan lurus. Surat Al-Isro’ (17) ayat 35 : “Dan sempurnakanlah bila kamu menakar.ITATS Menimbang dan Menakar Dengan Benar Ayat-ayat Alqur’an tentang Menakar dan menimbang Surat Al-An’am (6) ayat 152 : “ … dan sempurnakanlah takaran dan timbangan itu dengan benar (lurus) …”. dan timbanglah dengan neraca yang benar. Demikian itulah yang lebih utama dan lebih baik kesudahannya”. • “Tetapi bila mereka itu menakar atau menimbang untuk orang lain. dan janganlah merugikan hak manusia dan janganlah berkeliling di Bumi berbuat kerusakan”. 182 dan 183 : • “Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan”. Menimbang dan Menakar Dengan Benar Ayat-ayat Alqur’an tentang Menakar dan menimbang Surat Hud (11) ayat 85 : “… dan (Syu’aib berkata) wahai kaumku. • “Dan tegakanlah timbangan dengan adil (lurus) dan jangan kamu kurangi timbangan itu”. 8. 2 dan 3 : • “Kecelakaanlah (neraka wail) bagi para pengicuh”. dan 9. • “Supaya kamu jangan melewati batas dalam hal timbangan”. dan kami letakkan neraca (keadilan)”. Surat As-Syuraa (26) ayat 181. • “Dan langit itu kami tinggikan.

nanti akan memikul barang yang digelapkannya itu dikuduknya pada hari Kiamat”. Suap Menyuap dan Kondisi Darurat Dasar Pemikiran Firman Allah Surat Ali Imron ayat 161 : “Dan tidak mungkin seseorang nabi itu akan menggelapkan (korupsi) harta rampasan perang. mengangkat seseorang lelaki suku As’ad bernama Ibnu Ludbiyah untuk memungut sedekah.ITATS Ketetapan Islam Tentang Korupsi. lalu menunggu adakah orang yang datang memberi hadiah kepadanya ?. dan berkata : ‘ini untuk kamu dan ini aku dihadiahkan orang kepadaku’. bersabda : siapa yang kami angkat suatu jabatan. seseorang yang mengambil sesuatu dengan tidak jujur. 16 . dan mereka tidak dianiaya sedikitpun juga”. : “Nabi saw. lalu digelapkannya satu jarum atau lebih maka dia akan membawanya nanti pada hari Kiamat”. Setelah selesai dia datang kepada Nabi saw. Hadist riwayat ‘Adi bin Amirah Al-Kindi ra. maka Nabi saw berdiri di mimbar kemudian bersabda : mengapa sampai terjadi seseorang yang aku utus untuk suatu urusan bisa mengatakan ini untuk aku dan ini dihadiahkan kepadaku. Kemudian disempurnakan pembalasan kepada setiap orang semua perbuatan mereka. : “Nabi saw. mengapa dia tidak tinggal saja di rumah bapak atau ibunya. demi tuhan yang diriku dalam genggamannya. Suap Menyuap dan Kondisi Darurat Hadist-hadist Tentang Korupsi (Penggelapan) Riwayat Muslim : dari Abu Humaid ra. Ketetapan Islam Tentang Korupsi. Siapa yang menggelapkan maka dia akan datang dengan apa yang digelapkannya itu pada hari Kiamat.

Tirmidzi dan Ibnu Hibban : “Laknat Allah ditimpakan kepada penyuap dan penerima suap dalam memutus suatu perkara”. Suap Menyuap dan Kondisi Darurat Dalil-dalil Nash Tentang Kondisi Darurat Surat Al-Ma’idah (5) ayat 2 : “… maka yang siapa terpaksa karena kelaparan dan tanpa sengaja untuk berbuat dosa maka sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang”. bukan karena sengaja untuk melanggar dan tidak melampaui batas maka sesungguhnya tuhanmu maha pengampun dan maha penyayang”. Riwayat Ahmad dan Hakim : “Rasulullah melaknat orang yang menyuap. dan orang yang menjadi perantaranya”. Surat Al-An’am (6) ayat 145 : “… Tetapi siapa yang terpaksa (darurat).ITATS Ketetapan Islam Tentang Korupsi. 17 . penerima suap. Suap Menyuap dan Kondisi Darurat Hadist-hadist Tentang Suap Menyuap Riwayat Ahmad. Ketetapan Islam Tentang Korupsi.

kecuali orang yang dipaksa sedangkan hatinya tetap beriman. 18 . halaman 192) : “Tiada beriman orang yang tidak memegang amant dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janji”. Keharusan Menulis Hutang dan Perlunya Saksi Dalam Perniagaan Hadist riwayat Al-Bazar (ibid.ITATS Ketetapan Islam Tentang Korupsi. karena lupa dan terhadap apa yang dipaksakan kepada mereka”. Hadist riwayat Ad-Dailami (ibid. • “Yang demikian itu disebabkan mereka itu mencintai dunia melebihi akherat. akan tetapi siapa yang membuka hatinya untuk kekafiran maka bagi mereka itu kemurkaan Allah dan siksaan yang besar”. Hadist riwayat Ath Thobari (6) halaman 24 : “Umatku dibebaskan (dari tuntutan) disebabkan karena kesalahan yang tak sengaja. Suap Menyuap dan Kondisi Darurat Dalil-dalil Nash Tentang Kondisi Darurat Surat An Nahl (16) ayat 106 dan 107 : • “Siapa yang kafir kepada Allah setelah beriman. Dan Allah tidak akan menunjuki orangorang yang tidak beriman”. Jujur Dalam Bisnis. halaman 278) : “Seorang mukmin mempunyai tabi’at atas segala sifat aib kecualai khianat dan dusta”.

Dan adakanlah saksi setiap kamu berjaul beli. Janganlah kamu malas menuliskan hutang itu. Tetapi bila yang satu mempercayai yang lain.ITATS Jujur Dalam Bisnis. Kalau kamu memperbuatnya. Siapa yang menyembunyikannya. lebih memperkuat persaksian. hendaklah yang dipercaya itu menunaikan amanatnya (bersikap jujur) dan bertaqwalah kepada Allah Robnya. Cara itu lebih lurus disisi Allah. Dan seorang penulis diantara kamu hendaklah mau menuliskannya sebagaimana yang diajarkan Allah kepadanya. dan Allah mengetahui segala sesuatu”. Allah mengetahui apa yang kamu perbuat”. lemah atau tak bisa membacakannya dengan jujur. siapa yang kamu sukai untuk menjadi saksi itu. Tetapi. Maka hendaklah ditulisnya! Orang yang berhutang itu hendaklah membacakan. Dan kalau orang yang berhutang itu kurang akal. Allah mengajar kamu sekalian. maka itu adalah kejahatan kamu. Kalau yang satu lupa. Bertaqwalah kepada Allah. Dan persaksikanlah dengan dua orang laki-laki diantara kamu. Janganlah saksi-saksi itu enggan memberikan persaksian bila dipanggil. sedikit ataupun banyak. Jujur Dalam Bisnis. Kalau tidak ada dua laki-laki maka boleh seorang laki-laki dan dua orang perempuan. pada perniagaan kontan yang sedang berputar diantara kamu sekalian maka tidak mengapa jika tak kamu tuliskan. sesuai dengan janji yang disepakati. 19 . Keharusan Menulis Hutang dan Perlunya Saksi Dalam Perniagaan Surat Al-Baqoroh ayat 282 : “Hai orang-orang yang beriman! kalau kamu berhutang piutang dengan perjanjian yang ditetapkan waktunya. hendaklah diingatkan oleh yang lain. dan lebih dekat untuk tidak ragu-ragu. hendaklah kamu tuliskan. dan janganlah mengurangkan hutangnya sedikitpun juga. Janganlah kamu memberi mudhorot kepada saksi dan penulis. dan hendaklah bertaqwa kepada Allah Robnya. sesungguhnya telah berdosa hatinya. Keharusan Menulis Hutang dan Perlunya Saksi Dalam Perniagaan Surat Al-Baqoroh ayat 283 : “Dan kalau kamu dalam perjalanan dan tidak memperoleh penulis maka adalkanlah rungguan (borg) yang dapat dipegang. dan janganlah kamu sembunyikan persaksian.

ITATS 20 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful