P. 1
an Teori Pembangunan Ekonomi

an Teori Pembangunan Ekonomi

|Views: 4,420|Likes:
Published by younastya

More info:

Published by: younastya on Oct 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/29/2013

pdf

text

original

Sections

  • A.PENGANTAR
  • B.RUANG LINGKUP DAN TUJUAN INSTRUKSIONAL
  • E.TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI NEO-KLASIK
  • F.TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI MAZHAB HISTORISMUS
  • G.TEORI PEMBANGUNAN JOSEPH SCHUMPETER
  • J.TEORI PEMBANGUNAN WALT WHITMAN ROSTOW
  • K.TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI SIMON KUZNETS
  • N.TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI KELEMBAGAAN
  • O.EKONOMI PENGETAHUAN
  • P.RINGKASAN

A. PENGANTAR Teori pembangunan ekonomi tercipta melalui proses dialektika.

Teori ini dicipta dengan tujuan untuk menjelaskan berbagai fenomena dan perilaku ekonomi yang telah dan sedang terjadi, tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat. Dalam proses dialektika itu diintegrasikan secara padu dan sistematis berbagai hasil kontemplasi, petualangan dan pergulatan akademik serta berbagai dimensi, seperti logika, sistem, dan sejarah1 perkembangan kemajuan ekonomi ataupun keterbelakangan ekonomi suatu masyarakat. Selain melalui proses dialektika, teori pembangunan ekonomi juga tercipta dari adanya revolusi dalam ilmu pengetahuan (science) dan pengetahuan (knowledge) sebagai akibat dari pergeseran paradigma pembangunan ekonomi yang berlangsung secara tidak beraturan. Dalam hal ini, revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) menjadi inti dari proses perubahan teori pembangunan ekonomi. Ini berarti, perkembangan dan perubahan teori pembangunan ekonomi tidak berlangsung secara evolusioner dan tidak pula melalui sejumlah proses penilaian yang rasional. Dari literatur ilmu ekonomi dijumpai begitu banyak teori pembangunan ekonomi. Sebagai karya akademik, teori-teori pembangunan ekonomi itu memiliki pencirinya sendiri-sendiri, baik yang menyangkut konten dan konteksnya, maupun yang menyangkut kekuatan dan kelemahannya. Kehandalan dari masing-masing teori itu sangat ditentukan oleh keakuratan data yang dipergunakan sebagai basis, serta argumentasi dan postulat yang diajukan sebagai fondasi dari bangunan teori itu. Keberlakuan teori pembangunan ekonomi dapat dipertahankan manakala teori itu masih mampu menjelaskan berbagai dinamika dan perkembangan pembangunan ekonomi serta perubahan perilaku ekonominya. Teori pembangunan ekonomi tidak secara otomatis berlaku pada semua zaman. Misalnya, teori pembangunan ekonomi klasik ternyata gagal dalam mengatasi depresi besar tahun 1930-an karena ketidakmampuan pasar dalam merespons gejolak di pasar saham. Akibat dari gejolak itu, maka muncullah teori pembangunan ekonomi Keynes yang menekankan pentingnya

Sejarah yang dimaksudkan disini adalah sebuah rekam jejak tentang peristiwa pemikiran, peristiwa masalah, dan upaya-upaya pemecahan masalah dalam konteks dan kurun waktu tertentu seperti tidak adanya penghargaan terhadap subyek ekonomi, ketidakadilan, kemiskinan dan lain sebagainya.

1

intervensi pemerintah dalam perekonomian agar alokasi dan distribusi sumberdaya mencapai sasarannya secara optimal serta pasar selalu mampu menciptakan momentum keseimbangannya. Dalam mengkaji perkembangan dan perubahan mendasar teori pembangunan ekonomi yang melatari tingkat kemajuan pembangunan ekonomi di banyak negara ataupun sebaliknya secara lebih mendalam maka sangat diperlukan upaya penelusuran terhadap berbagai peristiwa masalah ekonomi, peristiwa pemikiran ekonomi, dinamika dan perkembangan peradaban umat manusia serta geliat pembangunan ekonomi yang terjadi pada zamannya, mulai dari teori pembangunan ekonomi klasik hingga ke teori pembangunan ekonomi kontemporer dengan segala variannya. Dalam kaitan ini, ada beberapa landasan teoritis yang dinilai cukup ampuh dan dapat dipergunakan, diantaranya: Pertama, landasan teori fungsionalis atau normatif yang diprakarsai oleh Hegel, seorang filosof dan sejarahwan Jerman terkemuka pada abad ke-19, tentang proses dialektika yang menjadi penggerak dari perubahan-perubahan pemikiran di berbagai bidang kehidupan dalam masyarakat. Dalam hal ini, Hegel memulainya dengan metode analisis these-antithese-senthese untuk memahami mengapa sebuah gagasan (these) yang mendominasi pada suatu periode waktu tertentu mendapat tantangan (antithese), dan kemudian menciptakan sebuah gagasan baru (sinthese) yang selanjutnya menjelma menjadi sebuah these baru yang mendominasi pada periode waktu berikutnya2. Kedua, landasan teoritis yang dibangun Thomas Kuhn pada tahun 1960-an mengenai paradigma dari himpunan segala hal yang terjadi dalam kehidupan masyarakat pada periode waktu tertentu, turut menentukan wujud ilmu pengetahuan (science) dan pengetahuan (knowledge) yang ada pada periode itu. Kuhn menjelaskan bahwa revolusi ilmu pengetahuan dan pengetahuan sebenarnya terjadi sebagai akibat dari pergeseran paradigma yang berlangsung secara mendadak. Sebagaimana halnya dilakukan Hegel, tampaknya Khun juga memanfaatkan pengetahuannya yang luas sebagai sejarahwan dan filosof untuk sampai kepada analisisnya tentang proses perubahan konsepsi yang terjadi dari masa ke masa. Namun berbeda dengan Hegel, analisis Khun menggunakan revolusi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) sebagai inti dari proses perubahan yang terjadi dalam masyarakat pada periode waktu tertentu.
Pandangan Hegelian tersebut menurut kelompok pakar yang sealiran faham dengan Karl Marx-Engels (kelompok Marxian, Pasca Marxian atau Neo-Marxian) dianggap merupakan kekeliruan yang fatal. Karena, peristiwa yang terjadi dalam masyarakat merupakan perubahan-perubahan pada kehidupan materialisme yang menyangkut hubungan diantara faktor-faktor produksi, yang menimbulkan perubahan cara berpikir dan bukan sebaliknya. Dan adalah keliru jika dikatakan perubahan cara pikir itu terjadi karena pergelutan these-antithese-sinthese pada tataran ide yang murni. Tampaknya, faham dialektika materialisme dari Karl Marx ini juga digunakan oleh Khun, namun hanya sejauh kenyataan kehidupan meterialisme pada tataran IPTEK saja, tidak pada keseluruhan struktur kehidupan masyarakat, seperti yang dijumpai pada analisis Karl Marx.
2

179

Pemanfaatan kedua landasan teoritis tersebut sebagai alat analisis untuk memahami berbagai dinamika pemikiran ekonomi, konsepsi pembangunan ekonomi, dan berbagai pergulatan akademik di seputar teori pembangunan ekonomi akan sangat membantu dalam memecahkan masalah-masalah nyata pembangunan ekonomi jangka panjang, dan akan diperoleh hasil analisis yang lebih tajam dan mendalam manakala ada upaya untuk selalu mengikuti perdebatan yang terus berlangsung hingga kini mengenai berbagai permasalahan mendasar, apakah konsepsi yang menggerakkan proses perubahan nyata di masyarakat ataupun sebaliknya, yaitu perubahan-perubahan nyata yang mendesak dibangunnya konsepsi baru. Paling tidak, pemanfaatan kedua landasan teoritis tersebut akan memudahkan dalam memilah-milah di antara konsep yang valid dan relevan dengan keadaan nyata yang dihadapi, dengan yang tidak. Selain kedua landasan teoritis tersebut di atas terdapat landasan teoritis lain yang dapat dipergunakan, terutama untuk mengkaji masalah-masalah fundamental ekonomi yang bersentuhan dengan masalah kesejahteraan dan kebaikan bersama serta keadilan. Landasan teoritis itu dikenal dengan ekonomi moralitas. Dalam perspektif ini, ekonomi moralitas menawarkan pemecahan masalah keadilan ekonomi dalam berbagai macam relasi antara manusia dengan alam, masyarakat, dan diri sendiri. Ini berarti ekonomi moralitas selalu berusaha memberi pertimbangan kongkrit bagaimana menciptakan ekonomi yang adil sesuai dengan kondisi yang dihadapi dalam masyarakat. Dalam pembahasan selanjutnya, penggunaan istilah teori ekonomi diidentikkan atau dipersamakan dengan istilah teori pembangunan eknomi. Hal ini perlu dikemukakan di sini agar dapat dibangun sebuah persepsi yang sama terhadap pengertian dari kedua istilah tersebut. Karena pada dasarnya, teori ekonomi itu dibangun berdasarkan praktik-praktik pembangunan ekonomi ataupun fakta-fakta di lapangan mengenai perilaku ekonomi yang ada dan hidup di masyarakat. B. RUANG LINGKUP DAN TUJUAN INSTRUKSIONAL Secara garis besar, materi yang disajikan pada bagian ini mencakup hasil penelusuran terhadap perkembangan teori pembangunan ekonomi yang dikonstruksi berdasarkan hasil kerja keras membongkar kliping, mengakses berbagai literatur, menyusun kembali mozaik-mozaik yang berserakan, dan dokumentasi dari berbagai sumber resmi tentang pembangunan ekonomi. Di awal bagian ini, disajikan hasil penelusuran terhadap perkembangan teori pembangunan ekonomi, mulai dari teori pembangunan ekonomi klasik hingga munculnya berbagai teori pembangunan ekonomi kontemporer. Pada bagian ini juga dibahas mengenai kegagalan teori

179

7) teori pembangunan ekonomi Post Keynesian. 179 . Konsep invisble hand kemudian direpresentasikan sebagai mekanisme pasar melalui harga sebagai instrumen utamanya. 6) teori pembangunan ekonomi John Maynard Keynes. melalui kemampuan memahami. menjelaskan dan menganalisis: 1) perkembangan teori pembangunan ekonomi mazhab klasik kapitalisme. C. 11) perdebatan dan perbandingan di seputar teori modernisasi dan teori dependensi. 3) perkembangan teori pembangunan ekonomi neo-klasik. Setelah membaca dan mencermati seluruh materi yang disajikan pada bagian ini. diharapkan mampu memahami alur perkembangan teori pembangunan ekonomi secara lebih sistematis dan komprehensif. TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI: mazhab klasik kapitalisme Secara garis besar. Selanjutnya. di akhir bagian ini akan ditutup dengan rangkuman atau ikhtisar dari keseluruhan materi yang telah dibahas dan beberapa latihan mandiri sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut. teori pembangunan ekonomi kelembagaan yang dikembangkan oleh Thorstein Veblen dan Douglass C. serta berbagai varian yang muncul akibat dari pertentangan kedua teori tersebut. seperti teori pertentangan kelas dari Karl Heindrich Marx dan Friedrich Engels.pembangunan ekonomi klasik yang diindikasikan oleh ketidakmampuan pasar merespons gejolak di pasar saham. Bahkan. 2) perkembangan teori pembangunan ekonomi mazhab klasik sosialisme. 8) teori pembangunan ekonomi Rostow. dan 13) teori pembangunan ekonomi pengetahuan dan perkembangannya. 5) teori pembangunan ekonomi Joseph Schumpeter. 9) teori pembangunan ekonomi Max Weber. perkembangan teori pembangunan ekonomi diawali dengan apa yang disebut sebagai teori pembangunan ekonomi klasik yang dimotori oleh Adam Smith. khususnya para mahasiswa. 12) teori pembangunan ekonomi kelembagaan baru. munculnya teori pembangunan eknomi Keynes dan teori pembangunan ekonomi historimus. 4) perkembangan teori pembangunan ekonomi mazhab historismus atau aliran etis. North serta berbagai pandangan dari teori pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan yang akhir-akhir ini banyak dibicarakan. para pembaca. Teori pembangunan ekonomi klasik mempercayakan sepenuhnya kepada kekuatan invisible hand dalam mengatur alokasi dan distribusi sumberdaya sehingga peran pemerintah menjadi sangat terbatasi. kehadiran dan peran dari para tokoh pemikir ekonomi dalam serangkaian proses perbandingan dan perdebatan beberapa teori pembangunan ekonomi juga turut disajikan disini. 10) teori pembangunan ekonomi dari perspektif modernisasi dan dependensi.

dimana sistem ekonomi liberal di saat itu sedang berkembang pesat.Kehandalan teori pembangunan ekonomi klasik ternyata gagal dalam mengatasi depresi besar tahun 1930-an. Berikut ini dijelaskan beberapa teori pembangunan ekonomi dari para ekonom klasik beraliran kapitalisme sebagai dasar untuk melihat perkembangan teori-teori pembangunan ekonomi. Akibat dari gejolak itu. Kondisi ini kemudian berbalik arah. Hal ini ditunjukkan oleh ketidakmampuan pasar dalam merespons gejolak di pasar saham. Teori Pembangunan Ekonomi Adam Smith 179 . Pembahasan mengenai teori pembangunan ekonomi Keynes ini akan disajikan tersendiri pada uraian selanjutnya. sedangkan tingkat keuntungan ini akan menurun setelah berlakunya hukum tambahan hasil yang semakin berkurang (the law of diminishing returns) karena keterbatasan sumberdaya alam. dimana kemajuan teknologi tidak mampu lagi mengimbangi percepatan pertambahan jumlah penduduk. Pertentangan kedua teori ini kemudian justeru memunculkan banyak variannya. bahkan dalam perkembangan selanjutnya. 1. Suasana di waktu itu sering disebut-sebut sebagai awal dari adanya perkembangan ekonomi. teori ini berkembang ke arah yang lain seperti teori pertentangan kelas dari Karl Heindrich Marx dan Friedrich Engels. muncullah teori pembangunan eknomi Keynes. Teori pembangunan ekonomi klasik beraliran kapitalisme muncul pada akhir abad ke-18 dan permulaan abad ke-19. Kecepatan pertumbuhan modal tergantung pada tinggi rendahnya tingkat keuntungan. sehingga menyebabkan perekonomian mengalami kemacetan. Teori ini menyatakan pasar tidak selalu mampu menciptakan keseimbangan. kemajuan teknologi bergerak lebih cepat dari gerakan pertambahan jumlah penduduk. North. yaitu di masa revolusi industri sedang berlangsung dan memperlihatkan kemajuannya. dan oleh karena itu intervensi pemerintah perlu dilakukan agar alokasi dan distribusi sumberdaya mencapai sasarannya. Kemajuan teknologi tersebut pada mulanya disebabkan oleh akumulasi modal (fisik). Pada awalnya. atau dengan kata lain kemajuan teknologi tergantung pada pertumbuhan modal. serta teori pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan(knowledge based economy) yang dikembangkan oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Perkembangan ini menurut aliran teori pembangunan ekonomi klasik disebabkan oleh berpacunya kemajuan teknologi dan perkembangan jumlah penduduk. teori pembangunan ekonomi kelembagaan yang dikembangkan oleh Thorstein Veblen dan oleh peraih Hadiah Nobel Douglass C.

Ia merespons kebijakan perdagangan di Eropa Barat yang saat itu peran sektor perdagangan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Banyak teori yang dipelajari dalam ilmu ekonomi diantaranya adalah teori pasar bebas. Disebut aliran klasik karena konsepsi pemikiran yang ia tulis sebetulnya sudah banyak dibahas dan dibicarakan oleh pakar-pakar ekonomi jauh sebelumnya. mestinya perhatian ditujukan pada produksi. Faham individualisme misalnya. informatic economy. briton woods. sehingga oleh kalangan masyarakat ekonomi Adam Smith dinobatkan sebagai bapak ilmu ekonomi. mainstream vs heterodox. politik. mengembangkan pemikirannya dan mengabdikan diri untuk kemajuan ilmu ekonomi. teori lingkaran ekonomi. Sebagai seorang ekonom. Hal ini membuat harga barang produksi dalam negeri lebih murah. Agar kepentingan mereka terjaga. Smith tidak melupakan akar moralitasnya terutama yang tertuang dalam The Theory of Moral Sentiments. pendidikan. dan sebagainya. Smith selalu berusaha mencari tahu sejarah perkembangan negara-negara di Eropa. keluarga dan lainnya. penelitian ilmiah. subyek ilmu ekonomi juga bisa dibagi menjadi positif (deskriptif) vs normatif. Akibat dari begitu besarnya peran perdagangan dalam perekomian. ditetapkanlah kebijakan proteksionisme (berupa penetapan tarif tinggi untuk barang impor) yang menyebabkan kompetisi menjadi sangat terbatas. Begitu juga pendapatnya agar pemerintah melakukan campur tangan seminimal mungkin dalam perekonomian (laissez faire laissez passer). aliran yang dikembangkan oleh Smith ini disebut sebagai Mazhab Klasik. daya tahan ekonomi. invisble hand. Beberapa pandangan Adam Smith hingga kini masih tetap mendapat perhatian dalam pemikiran ahli-ahli ekonomi. maka oleh Karl Marx.Adam Smith adalah seorang pemikir dan ahli ekonomi berkebangsaan Inggris. Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnya ekonomi — seperti yang disebutkan di atas — adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia. kesehatan. dan pemerintah. Secara umum. menjadikan kekuasaan terkonsentrasi pada sekelompok perusahaan dagang raksasa tertentu (misalnya The East India Company). Oleh karena gagasan-gagasan Smith banyak yang sudah klasik. yang paling terkenal adalah mikroekonomi vs makroekonomi. Ia berpandangan bahwa dengan pembagian kerja yang lebih spesifik akan dapat meningkatkan ketrampilan pekerja dan penghematan waktu 3 179 . kematian. Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang moneter. tidak banyak berbeda dengan faham hedonisme yang dikembangkan oleh Epicurus pada masa Yunani Kuno. bisnis. Ilmu ekonomi juga dapat difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga. setelah Adam Smith menerbitkan buku yang berjudul: An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations. 4 Pembagian kerja ini merupakan pemikiran awal dari teori pertumbuhan ekonomi Adam Smith. Selain itu. ilmu ekonomi mulai berkembang sejak Tahun 1776. seperti misalnya penelitian perilaku kriminal. Adam Smith tidak disangsikan lagi sebagai tokoh utama dari aliran ilmu ekonomi 3 yang kemudian dikenal sebagai aliran klasik. Karena kegigihannya. Selama hidupnya (1729-1790). sosok yang selalu kontra dengan pemikiran Smith. subyek ilmu ekonomi dibagi dalam beberapa cara. Menurut Adam Smith. sudah dibicarakan oleh Francis Quesnay sebelumnya. merkantilisme. Logikanya sederhana bahwa setiap terjadi peningkatan produksi maka akan disertai dengan pembagian kerja (division of labor)4 dan munculnya spesialisasi yang selanjutnya terjadi Sebagai satu bidang ilmu pengetahuan. dan lainnya.

Perlu dicatat bahwa akumulasi modal dan investasi di satu sisi sangat bergantung pada perilaku menabung masyarakat. modal memegang peranan penting. Dengan demikian. maka pelaku ekonomi dapat menginvestasikannya ke sektorsektor produktif untuk meningkatkan penerimaannya. bagi warga masyarakat yang mampu menabung pada dasarnya adalah kelompok masyarakat yang menguasai dan mengusahakan sumber-sumber ekonomi. Akumulasi modal akan menentukan cepat atau lambatnya pertumbuhan ekonomi suatu negara. Aktivitas ekonomi yang terus meningkat seiring dengan kebutuhan hidup masyarakat yang makin beragam. dan setiap ada perbaikan produktivitas maka ada perbaikan pertumbuhan ekonomi. Smith percaya individu bertindak mengikuti kepentingan pribadi. karena melalui perdagangan internasional itulah akan terbuka lebar jejaring bisnis yang akan menambah luasnya pasar. pegawai akan mencari pekerjaan yang lain. dan mereka itulah yang selanjutnya disebut para pengusaha dan tuan tanah. Pembagian kerja ini dimulai dari adanya akumulasi modal yang fokus untuk memperluas pasar sebagai penampung hasil produksi. menurut Adam Smith dapat terjadi karena adanya spesialisasi atau pembagian kerja secara lebih spesifik. Artinya. Dalam pembangunan ekonomi. Adanya akumulasi modal yang dihasilkan dari tabungan. sehingga produktivitas tenaga kerja dapat meningkat secara signifikan. 179 . pendekatan seperti ini disebut sebagai pendekatan pasar atau yang sering diistilahkan dengan laissez-faire economics. apabila suatu produk terlalu mahal harganya maka tidak ada yang membelinya dan penjual akan mengurangi harga atau menjual sesuatu yang lain. Sistem ekonomi akan diatur oleh the invisible hand of market. Perkembangan ekonomi. manakala gaji terlalu rendah. tahapan perkembangan ekonomi dibagi menjadi lima tahap secara berurutan. Sedangkan kelompok masyarakat yang lainnya tergolong sebagai pekerja. menuntut masyarakat untuk melakukan semua aktivitas ekonominya secara kolektif dengan pembagian kerja sesuai spesialisasinya. sedangkan di sisi lain kemampuan menabung masyarakat ditentukan oleh kemampuan menguasai dan mengeksploitasi sumberdaya yang ada. perdagangan internasional merupakan salah satu cara yang efektif. perdagangan dapat mencakup pasar dalam negeri (pasar domestik) dan pasar luar negeri (pasar ekspor). 3) bercocok dalam memproduksi barang. 2) berternak. Modal tersebut diperoleh dari tabungan yang dilakukan masyarakat. Dalam teori pembangunan ekonomi Adam Smith. Dengan ditemukan dan digunakannya mesin-mesin dalam proses produksi barang tersebut akan sangat menghemat tenaga dan pada gilirannya akan dapat meningkatkan daya produktivitas tenaga kerja.perbaikan/peningkatan produktivitas. Untuk memperluas pasar. dimulai dari: 1) tahap perburuan. Demikian halnya pada gaji atau upah. Dalam pembangunan ekonomi.

akumulasi modal. 4) semua sumberdaya memiliki mobilitas sempurna. Meningkatnya kinerja pada suatu sektor ekonomi misalnya. pertumbuhan ekonomi sebagai sebuah proses akan terjadi secara simultan dan memiliki keterkaitan dengan aktivitas ekonomi yang lain. maka kemampuan menabung akan turun. pertumbuhan ekonomi akan berada pada kondisi stasioner. Proses ini secara berantai akan mendorong pertumbuhan ekonomi semakin pesat. Menurut teori ini. 2) produk yang diperjualbelikan bersifat homogen. Dalam literatur ekonomi diketahui bahwa pasar dinyatakan dalam kondisi persaingan sempurna jika memenuhi beberapa asumsi:1) jumlah penjual dan pembeli di pasar sangat banyak. Sedangkan masyarakat pasar atau modern yaitu masyarakat yang lebih rasional ketimbang masyarakat bersahabat. 4) perdagangan. bahkan dalam perkembangannya dapat menurunkan pertumbuhan ekonomi. yaitu masyarakat bersahabat dan masyarakat pasar (modern). Menurut Adam Smith. Pertumbuhan ekonomi akan mulai mengalami perlambatan jika daya dukung alam tidak mampu lagi mengimbangi aktivitas ekonomi . Jika hal itu terjadi berarti laju investasi juga akan rendah dan akan menurunkan pertumbuhan ekonomi. dan investasi tetap terjalin dan berkaitan erat satu sama lain. masyarakat akan bergerak dari masyarakat tradisional ke masyarakat modern yang kapitalis. Masyarakat bersahabat terbentuk atas dasar simpati dimana setiap anggota masyarakat dapat saling berbagi perasaan (fellow sharing) satu sama lain. dan 5) tahap perindustrian. Fellow sharing ini bukan perasaan kolektif. dan memperluas pasar. Keterbatasan sumberdaya merupakan faktor penghambat pertumbuhan ekonomi. akan meningkatkan daya tarik bagi pemupukan modal. 179 . dan 5) baik pembeli maupun penjual memiliki informasi sempurna mengenai kondisi pasar.tanam. Proses pertumbuhan ekonomi sebagai suatu fungsi tujuan pada akhirnya harus tunduk kepada (subject to) fungsi kendala yaitu keterbatasan sumberdaya ekonomi. 3) tidak ada kolusi antara penjual maupun pembeli. Dalam konteks ini. Jika investasi rendah. mendorong kemajuan teknologi. sehingga akumulasi modal akan mengalami penurunan pula. meningkatkan spesialisasi. Semua tahap pembangunan di atas tidak lepas dari kondisi pasar. yaitu bahwa pasar yang dihadapi adalah pasar persaingan sempurna. Penurunan pertumbuhan ekonomi akan terus berlangsung manakala matarantai tabungan. Smith menggagas pentingnya masyarakat yang ideal. Dan akhirnya. masyarakat ini terbentuk karena kondisi pasar dan pembagian kerja yang mendasarkan pada spesialisasi atas dasar pengetahuan teknis dan ketrampilan yang dibutuhkan dalam bekerja. tetapi perasaan yang dimiliki oleh setiap individu untuk membagi perasaannya kepada orang lain.

sementara di sisi lain laba pengusaha demikian besarnya sehingga mereka mampu mengakumulasikan modalnya. Demikian halnya dengan tingkat pertumbuhan. yang berkaitan erat dengan diskriminasi kemampuan penguasaan faktor produksi dan konsumsi sumberdaya. Celakanya. Adam Smith mengasumsikan hanya para tuan tanah dan para pengusaha yang mampu menabung. Karena dalam kenyataannya. Suatu hal yang menyakitkan bahwa dalam suatu sistem yang diciptakan manusia terjadi eksploitasi manusia atas manusia yang lain. dalam sistem ekonomi kapitalis posisi tawar pekerja terhadap pengusaha relatif kecil. Jika hal ini terjadi maka konsekuensinya adalah terjadi ekploitasi terhadap para pekerja oleh para pengusaha. sekali pertumbuhan itu dapat dimulai maka ia akan bersifat kumulatif. artinya bila ada pasar dan ada akumulasi modal. dan suatu hal yang mustahil bagi perekonomian untuk berada pada kondisi di mana semua asumsi pasar persaingan sempurna berlaku. 179 . laju pertumbuhan akan terjadi sampai titik optimal tertentu dan akan menurun hingga mencapai titik nol. Pada titik inilah selanjutnya dinyatakan sebagai batas akhir dari kapitalisme. maka selanjutnya pembagian kerja akan terjadi dan akan menaikkan tingkat produktivitas tenaga kerja. Kelemahan lain dari teori pembangunan ekonomi Adam Smith adalah pembagian kelompok masyarakat yang secara eksplisit dapat menabung dan tidak dapat menabung hanya didasarkan pada jenis usaha yang digelutinya. Asumsi ini menunjukkan kekejaman teori Adam Smith dengan sistem ekonomi kapitalisnya. Adalah sangat tidak realistis jika para pekerja diasumsikan tidak memiliki kemampuan menabung. dan kemungkinan terjadinya gelombang konjungtur dalam perekonomian sangat kecil. Adam Smith sama sekali mengabaikan peran perbankan sebagai badan penghimpun dan penyalur dana masyarakat. dan hal ini merupakan salah satu kelemahan dari teori pembangunan ekonomi Adam Smith. Adam Smith secara implisit menyatakan bahwa gaji pekerja demikian kecilnya. Letak ketidakadilan sistem tersebut adalah pada diskriminasi kesempatan untuk menabung. untuk kemudian modal tersebut diinvestasikan ke sektor riil. Artinya. pasar persaingan sempurna itu tidak akan pernah ada di dunia ini. Teori pembangunan ekonomi Adam Smith tidak dapat dilepaskan dari evolusi pentahapan proses pembangunan yang terjadi secara berjenjang. dan juga mengabaikan adanya kecenderungan orang untuk menabung meski pendapatannya relatif sedikit. dimulai dari suatu titik tertentu hingga secara perlahan mulai meningkat. Berdasarkan fakta di lapangan dan kecenderungan umum yang terjadi. Dalam hal ini.Penetapan asumsi-asumsi tersebut sangat tidak realistis.

ia berproses dalam poros kemajuan yang disangga kuat oleh kepemilikan pengetahuan dan etos kerja yang tinggi. Keterkaitan antara pendapatan dan pertumbuhan penduduk dijelaskan dengan logika: jika rata-rata pendapatan per orang naik maka kebutuhan akan pangan dan kebutuhan lainnya harus tersedia dalam jumlah yang lebih banyak. Bukan hanya tidak meningkat. Keterkaitan antara pertumbuhan penduduk dengan kemiskinan dijelaskan dengan logika: batas tertinggi ekspansi penduduk adalah ketika lahan sudah tidak mampu lagi untuk menghasilkan pangan dalam jumlah yang cukup. 5. 4. yakni menurut angka 1. dan seterusnya. yakni jumlah penduduk tumbuh menurut angka 2. Pada poros kemajuan itulah kehadiran dan peran modal nir fisik akan sangat dibutuhkan. ketika upah meningkat di atas tingkat subsisten merupakan faktor utama untuk memahami mengapa kelas yang lebih miskin tetap miskin. 7. Manakala hal ini terjadi maka akan menyebabkan kelaparan. prinsip ini terjadi pada setiap generasi. pertumbuhan penduduk terjadi manakala pendapatan melebihi tingkat subsisten. 8. antara lain : Essay on The Principle of Population As It Affects The Future Improvement of Society (1818). 16. dan paradigma baru pembangunan ekonomi harus dapat dirumuskan dan diimplementasikan. 4. bahkan penurunan populasi. 512. populasi yang kian meningkat akan diperhadapkan dengan lebih lambatnya pertumbuhan produksi pangan. Menurut Malthus. Dalam hal ini Malthus mempercayai bahwa output pertanian hanya dapat meningkat dalam arithmetic progression. Titik keseimbangan (equilibrium) akan Thomas Robert Malthus selama hidupnya (1766-1834) banyak menghabiskan waktu untuk mengembangkan pemikiran-pemikirannya mengenai ekonomi. Selain itu. sehingga pertumbuhan output total akan lambat. 5 179 . Diantara buku-buku yang disebutkan di atas. Dalam formula Malthus. Cepat atau lambat. Pemikiran-pemikirannya tentang ekonomi politik dapat diikuti dari buku: Principles of Political Economy (1820) dan Definitions of Political Economy (1827). 8. 3. 10 dan seterusnya. 2. buku-buku lain yang ditulis Malthus cukup banyak. pendapatan per orang akan jatuh di bawah tingkat subsisten.024. Jika pendapatan dan pasokan pangan melebihi apa yang disyaratkan untuk kegiatan subsisten maka tambahan anak akan tetap ada. dan tentunya produksi pangan tidak dapat dijaga sesuai dengan ledakan penduduk. pertambahan penduduk mengikuti geometric progression.Namun perlu dipahami bahwa kecenderungan perkembangan ekonomi itu tidak bersifat otomatis. agaknya buku Principles of Population yang dikenal paling luas. 2. 6. 9. dan An Inquiry Into The Nature and Progress of Rent (1815). Bagi Malthus. 32. 1. 64. bahkan lebih dari itu. 256. 128. Teori Pembangunan Ekonomi Thomas Robert Malthus Thomas Robert Malthus5 adalah salah seorang pengikut utama mazhab pembangunan ekonomi klasik. Ketika lahan semakin sering ditanam maka produktivitas lahan akan menurun.

kepemilikan modal nir-fisik itu akan mampu mensubtitusi modal fisik yang makin terbatas adanya. Karena. Perkembangan ekonomi itu akan sangat ditentukan oleh adanya kenaikan jumlah modal untuk investasi secara terus menerus. manakala jumlah penduduk bertambah tanpa kendali maka akan menciptakan bencana kelaparan dan kematian. Malthus tidak menyadari kalau angka pertumbuhan populasi tergantung pada perbedaan antara angka kelahiran dan kematian. mengembangkan kreativitas dan mendorong inovasi) menjadi sangat diperlukan. maka persoalan rendahnya mutu modal manusia juga harus disegerakan upaya penangannya. 3. kenaikan jumlah penduduk yang terus menerus merupakan unsur penting yang diperlukan untuk meningkatkan tambahan permintaan. Menurut Malthus. Sebaliknya.terjaga manakala pertumbuhan populasi berjalan konsisten dengan peningkatan produksi pangan. akan tetapi kenaikan jumlah penduduk saja tanpa dibarengi dengan peningkatan mutunya dan kemajuan faktor-faktor atau unsur-unsur perkembangan yang lain sudah barang tentu tidak akan menaikan pendapatan dan tidak akan menaikkan permintaan. maka upaya memperkuat kepemilikan modal nir-fisik (seperti menguasai pengetahuan. Teori Pembangunan Ekonomi David Ricardo 179 . Selain pengendalian jumlah penduduk yang semakin mendesak untuk diprioritaskan. Kondisi dan perkembangan demografi yang terus meningkat secara kuantitatif itulah yang dikhawatirkan oleh para pemikir ekonomi akan menjadi kendala utama dalam menciptakan dan mempertahankan keberlanjutan pembangunan ekonomi. Setiap faktor yang mengurangi angka kelahiran dan/atau meningkatkan angka kematian akan cenderung memperlambat angka pertumbuhan penduduk. Penanganan masalah rendahnya mutu modal manusia dalam konteks upaya mempertahankan dan meningkatkan kinerja pembangunan ekonomi secara berkelanjutan.

karena pengalaman menekuni profesi di pasar modal yang digelutinya sejak berusia 14 tahun. Namun. 2) masyarakat tuan tanah. kemampuan memproduksi meningkat dan alokasi summberdaya dapat dilakukan secara lebih efektif. Dengan bermodalkan pengalaman bekerja di pasar modal. Ricardo menerbitkan Essay On the Influence of The Low Price of Corn on The Profit of Stock. Pandangan dari Smith ini kemudian oleh Ricardo dikembangkan menjadi teori harga-harga relatif berdasarkan biaya produksi. namun pertumbuhan ekonomi tetap terbatasi oleh kelangkaan lahan. Mereka yang percaya bahwa perdagangan itu harus dibebaskan tanpa campur tangan dari pihak manapun. 6 179 . sedangkan Ricardo lebih memperhatikan masalah pemerataan pendapatan di antara berbagai golongan dalam masyarakat. Dorongan Mill tersebut diwujudkan Ricardo setelah ia memutuskan pensiun dini dari bisnis di pasar modal. Melalui Principles of Political Economy and Taxation (1817) keraguan terhadap kemungkinan terjaganya pertumbuhan ekonomi dapat direduksi. David Ricardo juga termasuk pendukung perdagangan bebas dan pengembang teori keunggulan komparatif . Kalaupun ada perbedaan antara Smith dan Ricardo. dimana biaya tenaga kerja menjadi unsur utama. Buku ini pada Tahun 1817 diubah judulnya menjadi The Principles of Political Economy and Taxation. akan tetapi juga berperan penting dalam mempercepat proses produksi sehingga hasil produksi dapat dengan cepat dinikmati atau dikonsumsi. setelah pensiun kemudian ia memulai karirnya sebagai ekonom. Dalam masyarakat ekonomi terdapat tiga golongan masyarakat. Menurut teori ini. Ketika itu Ricardo baru berusia 42 tahun. setiap negara fokus pada persoalan produksi sehingga spesialisasi sangat diperlukan agar produksi menjadi lebih efisien. hanya dalam hal fokus dan penekanan. Dalam analisis Ricardo. David Ricardo tidak memiliki latar belakang pendidikan ekonomi yang memadai. yaitu 1) masyarakat pemilik modal. teori upah alami. teori nilai kerja. Pada golongan masyarakat pemilik modal. antara lain teori sewa tanah. Pengaruh ajaran Ricardo sampai ke Jerman. dan 3) masyarakat buruh. Ia sepaham dengan pandangan Smith bahwa tenaga kerja memegang peranan penting dalam perekonomian. seperti The High Price of Billion (1810) dan A Proof of the Deppreciation of the Bank Notes (1811). Aktivitas ini pada Dalam riwayat hidupnya (1772-1823). terdiri dari mereka yang memimpin produksi dan memegang peranan penting dalam perekonomian.David Ricardo6 adalah salah seorang pendukung utama mazhab ekonomi klasik. modal mendapat perhatian yang cukup besar sebab modal tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas tenaga kerja. membuatnya paham tentang dunia ekonomi. Smith lebih menekankan masalah kemakmuran bangsa dan pertumbuhan. James Mill. Selanjutnya. karena pada golongan masyarakat inilah yang selalu mencari keuntungan dan menginvestasikan kembali pendapatannya dalam bentuk akumulasi modal. disamping biaya modal. baik dari pemerintah maupun swasta. Dalam buku The Principles of Political Economy and Taxation (1817) Ricardo mengemukakan beberapa teori. teori uang dan satu lagi yang paling terkenal adalah teori keuntungan komparatif dari perdagangan internasionalBuku ini ternyata hampir setengah abad lamanya mendominasi teori-teori ekonomi klasik. tidak heran jika buku-bukunya banyak membahas tentang keuangan dan perbankan. ayah dari John Stuat Mill. adalah sosok yang paling berjasa mendorong Ricardo untuk menulis tentang masalah-masalah ekonomi. Tahun 1815.

terdiri dari mereka yang hidupnya selalu bergantung pada golongan masyarakat pemilik modal. Sementara. Dan disanalah seninya mengelola keterbatasan itu dan disana pulalah peran modal nir fisik menjadi sangat penting dan dibutuhkan kehadirannya. bukan dari kalangan akademis. Sedangkan pada golongan masyarakat buruh. Kontribusi pemikiran ekonomi yang paling besar diberikan oleh Say dalam perkembangan teori pembangunan ekonomi klasik adalah pandangannya bahwa setiap penawaran akan menciptakan permintaannya sendiri (Supply Creates Its Own Demand). Hukum ini mengasumsikan bahwa nilai produksi selalu sama dengan pendapatan. dan keberlanjutan industri manufaktur yang berbasis hasil-hasil pertanian menjadi semakin rentan. kapasitas memproduksi hasil-hasil pertanian sebagai pendukung utama kegiatan produksi manufaktur merosot tajam. Selain itu. pada golongan masyarakat tuan tanah adalah mereka yang hanya memikirkan sewa atas areal tanahnya yang disewakan kepada kelompok pemilik modal. Selanjutnya. maka untuk menjaga keberlanjutan pembangunan ekonomi perlu memperkuat kepemilikan pengetahuan. maka tanah yang subur menjadi kurang jumlahnya atau semakin terbatas. yang bahasanya relatif sulit dicerna oleh orang kebanyakan. 7 179 . Pandangan-pandangan yang dikemukakan oleh Say sangat membantu dalam memahami pemikiran-pemikiran Smith sebagaimana tertuang dalam buku The Wealth Of Nations. dimana keterbatasan faktor produksi tanah semakin tak terhindarkan. Ia sangat mengagumi pemikiran-pemikiran Smith. dan modal. Peningkatan Jean Baptiste Say adalah sosok pemikir ekonomi yang termasuk dalam aliran klasik. Manakala kondisi tersebut berlangsung dalam kurun waktu yang lama pada perekonomian maka kinerja dan keberlanjutan pembangunan ekonomi menjadi sangat rentan. Dalam kondisi keseimbangan produksi cenderung menciptakan permintaannya sendiri. Dalam situasi demikian. Kondisi inilah yang sedang terjadi di Indonesia.gilirannya akan dapat mendorong naiknya kapasitas produksi dan pendapatan nasional. mengembangkan kreativitas dan mendorong inovasi agar masalah keterbatasan tadi dapat dikelola dengan baik. Ia juga orang pertama yang berjasa mengklasifikasikan faktor-faktor produksi menjadi tiga bagian. yang selanjutnya disebut sebagai Hukum Say (Say’s Law). Selama hidupnya (1767-1832). 4. Teori Pembangunan Ekonomi Jean Baptiste Say Jean Baptiste Say7 adalah seorang tokoh pemikir ekonomi aliran klasik yang pertama kali berbicara tentang pentingnya entrepreneur dalam sebuah perekonomian. yaitu tanah. sebagai pendukung yang loyal Jean Baptiste Say sangat berjasa dalam menyusun dan melakukan kodifikasi terhadap pemikiran-pemikiran Smith secara sistematis. manakala jumlah penduduk terus bertambah dan akumulasi modal terus menerus terjadi. Beragam karya-karyanya terangkum secara runut dalam bukunya yang berjudul Trade D’economie Politique (terbit 1903). Kelompok masyarakat ini merupakan yang terbesar dalam struktur masyarakat. yang besarnya persis sama dengan nilai produksi tadi. tenaga kerja. Tiap produksi akan menciptakan pendapatan. Sosok yang satu ini berkebangsaan Perancis dan berasal dari kalangan pengusaha.

integrasi. ketika penawaran terlalu besar dibanding permintaan. Teori Pembangunan Ekonomi John Stuart Mill 179 . Say tersebut semakin diragukan. pandangan J. termasuk keamanan. telah menjadikan tantangan dan hambatan yang dihadapi dunia ekonomi semakin berat dan kompleks. kalaupun terjadi sifatnya hanya sementara. sebuah perekonomian tidak akan pernah terjadi kelebihan penawaran. B. yang berarti setiap terjadi kenaikan jumlah produksi maka secara otomatis akan diikuti oleh kenaikan permintaannya. B. kesehatan.produksi akan selalu diiringi oleh peningkatan pendapatan. Hal ini cukup beralasan karena faktor permintaan dan variasinya seperti meningkatnya interaksi. Dalam pasar persaingan sempurna. Dalam kondisi yang demikian itu. dan kelestarian lingkungan (sanitary dan phytosanitary). Kolaborasi antar pelaku ekonomi untuk memperkuat kepemilikan pengetahuan dalam rangka mendorong proses inovasi sangat dianjurkan. perkembangan ekonomi itu akan terjadi sesuai dengan keberlakuan hukum pasar. 5. Menurut J. dan meningkatnya kesadaran masyarakat (internasional) terhadap masalah-masalah di luar aspek perdagangan yang dikaitkan dengan perdagangan internsional suatu negara seperti HAM. dan regionalisasi ekonomi di satu sisi. tuntutan akan mutu barang dan jasa berstandar internasional. maka stock barang akan naik. meningkatnya aspirasi dan meluasnya pilihan-pilihan akan produk barang dan jasa yang makin beragam dan kompleks di sisi yang lain. Turunnya harga ini mendorong produsen untuk mengurangi produksi. Melalui mekanisme pasar yang dikendalikan oleh tangan-tangan tak kentara (invisible hand) akan mengatur dirinya kembali pada keseimbangan. sehingga pada gilirannya jumlah barang yang ditawarkan kembali sama dengan jumlah barang yang diminta. dan harga-harga di pasar pun akan turun. kinerja pembangunan ekonomi dan keberlanjutannya menjadi sangat rentan. karena pada hakekatnya kebutuhan manusia tidak terbatas. Keberlakuan hukum ini kemudian dikritik habis-habisan oleh kelompok penentangnya yang dianggap sebagai biang keladi terjadinya depresi besar pada tahun 1930-an. Implementasi dari Hukum Say sebagai pedoman dasar dalam kebijakan-kebijakan ekonomi berlangsung hampir seratus tahun lamanya. Misalnya. Dalam dunia ekonomi yang makin maju dan modern. Begitulah bekerjanya Hukum Say dalam perekonomian. Supply Creates Its Own Demand. dan pada gilirannya akan disertai oleh peningkatan permintaan. Say. Disanalah peran modal nir fisik menjadi sangat penting dan menentukan serta dibutuhkan kehadirannya untuk merangsang munculnya ide-ide cerdas yang inovatif. bahkan diharuskan.

Ia memiliki talenta menulis yang sangat luar biasa. selalu dikelompokkan ke dalam aliran klasik. Pembeda dari kedua pendekatan tersebut terletak pada perspektifnya terhadap struktur kekuasaan yang ada dalam masyarakat. Pada usia 12 tahun ia sudah mahir menulis tentang sejarah. meski sebetulnya sudah siap terbit pada Tahun 1829. dan sosialisme. Padahal. James MilL. bahwa Mill Jr. konsep return to scale adalah orisinil dari pemikirannya. buku itu populer sebagai versi modern dari The Wealth of Nations dari Adam Smith. Reputasinya diakui ketika ia menerbitkan buku pertamanya: A System of Logic Tahun 1843. sebab buku Mill inilah yang kemudian menjadi pegangan utama mahasiswa yang ingin belajar ilmu ekonomi hingga abad ke–19. Ia dikenal sebagai sosok yang rendah hati. Oleh ayahnya. Karya-karya orisinilnya dinyatakan bukan dari pemikirannya sendiri. instrumen-instrumen ekonomi seperti mekanisme pasar. Pada usia 13 tahun ia sudah bisa mengoreksi buku Elements of Political Economy yang ditulis oleh ayahnya sendiri. Mill Jr. Dua bukunya yang lain. produksi. Tidak berlebihan jika di tangan Mill Jr. David Ricardo dan Jean Baptiste Say. ajaran klasik mencapai puncak ketenarannya. Buku keduanya berjudul On the Liberty. ia dididik dengan disiplin tinggi. terbit Tahun 1859. Bukunya yang terakhir berjudul Principles of Political Economy. sewaktu ia berusia 23 tahun. Sebelum ilmu ekonomi berkembang seperti saat ini. belajar ilmu ekonomi dari ayahnya sendiri. pertukaran. Tokoh yang satu ini sering disebut sebagai pengembang ilmu ekonomi politik. baik yang menyangkut aspek dan proses maupun kelembagaan dengan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat atau yang diintroduksi oleh pemerintah. Mill Jr mengangkat berbagai isu yang menjadi pijakan penting bagi perkembangan teori pembangunan ekonomi. Terakhir. Buku ini dianggap sebagai apogee dari mazhab klasik. Buku ini terbit pada Tahun 1844. Dengan demikian.Pendukung ajaran klasik lainnya adalah John Stuart Mill (atau Mill Junior/Jr) 8. seperti teori nilai dan distribusi. harga. Dalam bukunya yang berjudul Principles of Political Economy. Mill Jr. Perlu juga dipahami bahwa pendekatan ini menempatkan bidang politik sebagai subordinat terhadap bidang ekonomi. tenaga kerja. Ia mulai belajar bahasa latin pada saat berusia tiga tahun. utang negara. Thomas Robert Malthus. yang dikenal lebih luas adalah: 1) Essay on Some Unsettled Questions of Political Economy. sementara ilmu ekonomi politik itu sendiri merupakan bagian dari ilmu filsafat. mengkonstruksikan berbagai ide dan hasil petualangan intelektualnya ke dalam banyak buku. peran negara. pendekatan ekonomi politik ini semakin jarang dipergunakan dan digantikan dengan pendekatan ilmu ekonomi murni sebagai alat analisis untuk mengenali gejala dan persoalan-persoalan kemasyarakatan. Dalam berbagai pernyataannya. dan investasi dianalisis dengan mempergunakan setting sistem politik ketika kebijakan atau peristiwa ekonomi itu terjadi. Jadi. juga yang pertama kali mengemukakan ide tentang konsep elastisitas permintaan yang kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Marshall. karena dalam pendekatan ini berusaha mengintegrasikan seluruh penyelenggaraan politik. John Stuart Mill (atau Mill Junior/Jr) menghabiskan waktunya melakukan petualangan intelektual. Pada pendekatan ilmu ekonomi politik meyakini bahwa struktur kekuasaan akan mempengaruhi pencapaian ekonomi. sebuah pengakuan tulus dari hati nurani tetapi berbeda dengan pengakuan banyak orang yang mengaguminya. pendekatan ini melihat ekonomi sebagai cara untuk Selama hidupnya (1806-1873). Pada usia 16 tahun ia telah mengorganisir sebuah perkumpulan yang disebut Utilitarian Society. meski di akhir hayatnya Mill Jr menyebut dirinya sebagai sosialis. Kehadiran buku ini dimaksudkan untuk menyarikan teori-teori ekonomi pada masanya. sesungguhnya ilmu ekonomi berinduk pada ilmu ekonomi politik (political economy). laizzes faire. Namun sayangnya. Ia tak pernah berhenti berkarya. mulai dari pandangan Adam Smith. 8 179 . pajak. Namun dalam kenyataannya. dan 2) Principles of Political Economy With Some of Their Applications to Social Philosophy (1848).

Struktur ekonomi terdiri atas dua bagian yang saling terkait: pertama. Sungguhpun demikian. mesin. Dalam model kebijakan ekonomi. sumberdaya alam. relasi produksi –manusia. seperti hubungan antara para pekerja dan pemilik modal atau antara para pekerja dan manajer.melakukan tindakan. setidaknya dikenal dua perspektif yang digunakan untuk menjelaskan proses pengambilan keputusan: pertama. sesungguhnya pendekatan ekonomi politik semakin relevan untuk dipakai karena struktur ekonomi tidak semata-mata ditentukan secara teknis. organisasi dan koordinasi kegiatan manusia. Berdasarkan pemahaman ini. dan pemenuhan kebutuhan manusia (Clark. setiap implementasi kebijakan ekonomi politik selalu mempertimbangkan struktur kekuasaan dan sosial yang hidup dalam masyarakat. dan teknologi. sumberdaya manusia. Pemahaman seperti ini penting untuk mengakhiri kesalahan dalam menafsir makna pendekatan tersebut bahwa pendekatan ekonomi politik berupaya mencampur aduk analisis ekonomi dan politik untuk mengkaji suatu persoalan. Pendeknya. pendekatan ini justeru berargumentasi bahwa negara sendiri sangat berpotensi untuk mengalami kegagalan. kedua. pendekatan ekonomi politik mempertemukan bidang ekonomi dan bidang politik dalam hal alokasi sumberdaya ekonomi dan politik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pendekatan ini menolak ide pendekatan pertama yang menempatkan pemerintah/negara sebagai aktor yang paling tahu sehingga dapat mengatasi kegagalan pasar. pendekatan yang berbasis pada maksimalisasi kesejahteraan konvensional. dan tenaga kerja dapat dialokasikan secara proporsional dengan biaya yang minimum. pendekatan ini menganggap pemerintah/negara sebagai aktor yang memiliki nilai-nilai kebijakan untuk memakmurkan masyarakat. 179 . khususnya terhadap masyarakat yang menjadi sasaran kebijakan. pengelolaan konflik. Sebaliknya. Kedua pendekatan ini memiliki perhatian yang sama terhadap isu-isu seperti alokasi sumberdaya. sedangkan politik menyediakan ruang bagi tindakan tersebut. Teknologi menentukan hubungan produksi yang sifatnya teknis sehingga pemaanfaatan bahan mentah. Maka dari itu. Dari uraian di atas. antara analisis ekonomi dan politik tidak dapat dicampur karena keduanya memiliki landasan dan logika yang berbeda. antara ekonomi dan politik dapat disandingkan dengan pertimbangan keduanya memiliki proses yang sama. Sedangkan pada pendekatan ekonomi murni menganggap struktur kekuasaan itu dalam masyarakat bersifat given. kedua. pendekatan yang didasarkan pada asumsi ekonomi politik atau yang sering disebut dengan ekonomi politik baru. 1998). Pendekatan ini berasumsi bahwa pemerintah/negara bersifat otonom dan eksogen terhadap sistem ekonomi sehingga setiap kebijakan yang diciptakan selalu berorientasi kepada kepentingan publik. kekuatan produksi material pabrik dan perlengkapannya (modal). Padahal. Begitulah struktur ekonomi tersusun dari elemen material-teknis dan hubungan manusia.

kesejahteraan pemilih. ketiga. Khususnya di Eropa. Jika pakar-pakar sebelumnya menganggap tabu campur tangan pemerintah. analisis kebijakan yang berfokus ke negara-negara berkembang tidak dapat mengadopsi secara penuh orientasi teoritis statis. sementara kelompok masyarakat yang lain justeru mendukungnya. oleh Mill Jr. analisis kebijakan akan memperkuat efektivitas sebuah rekomendasi karena mencegah pemikiran yang deterministik. kedua. analisis kebijakan lebih mampu menjelaskan interakasi manusia.Pendekatan ekonomi politik baru memfokuskan kepada alokasi sumberdaya publik dalam pasar politik dan menekankan kepada perilaku mementingkan diri sendiri dari politisi. Reaksi itu tidak hanya dalam bentuk perdebatan akademik. Selanjutnya. Bahkan ia memperbolehkan campur tangan pemerintah berupa regulasi yang mampu mendorong produktivitas. baik formal maupun informal. kelompok penekan. pemilih. Bahkan dengan pendekatan ini pula dapat dimengerti mengapa satu kelompok masyarakat menolak suatu kebijakan. Mill Jr memberikan fokus pada kekayaan (wealth) yang didefinisikan sebagai nilai tukar obyek atau yang sekarang disebut dengan harga. sedikit diperlonggar. Ringkasnya. D. melainkan juga dalam bentuk gerakan politik yang mengarah ke tindakan anarkis. dan kelima. peningkatan efisiensi dan penciptaan iklim yang lebih baik sehingga setiap aktivitas ekonomi menjadi lebih produktif dan bernilai tambah lebih besar. dan birokrat. kemunculan kelompok masyarakat baru dan kaum borjuis dengan semangat kapitalismenya. analisis kebijakan mencegah pengambilan kesimpulan terhadap beberapa alternatif tidakan berdasarkan kepada perspektif waktu yang sempit. setidaknya terdapat lima hal yang memperkuat dalam aplikasinya: pertama. khususnya dinamika sosial politik antarkelompok masyarakat. mazhab klasik kapitalisme telah mengundang berbagai reaksi. TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI: mazhab klasik sosialisme Sejak awal kemunculannya. Perilaku dari agen-agen tersebut diasumsikan rasional dan berusaha untuk memaksimalkan keuntungan pribadi melalui lobi. Dalam pendekatan ekonomi politik. Ia pun tidak terlalu kaku mengenai intervensi pemerintah. pendekatan ekonomi politik dipandang lebih mampu menangkap kondisi riil yang hidup di masyarakat. memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan ekonomi dan sosial 179 . keempat. dan dukungan politik. Dalam posisi itu. tidak dibenarkan membiarkan pemerintah/negara menguasai seluruh perangkat kebijakan karena hal itu berpotensi menimbulkan misalokasi sumberdaya ekonomi dan politik. penggunaan kerangka kerja ekonomi politik berupaya untuk menerima eksistensi dan validitas dari perbedaan budaya politik.

bahkan saling mematikan. Mereka melampiaskan amarahnya karena ditindas kaum borjuis yang hanya mementingkan diri mereka. Tindakan yang dilakukan oleh kaum borjuis itu tentu tidak semua orang bisa menerimanya. dan tidak peduli dengan nasib kaum proletar. Di banyak pabrik para pekerja mengamuk dan melakukan pengrusakan terhadap pabrik dan kelengkapannya. Kemudian kondisi berubah seratus delapan puluh derajad setelah diterapkannya ajaran kapitalisme oleh pemikir-pemikir klasik. Blake juga mengisahkan kondisi masa lalu Inggris yang indah dan damai. Mereka yang menolak tindakan kaum borjuis. Sosialisme merupakan bentuk perekonomian dimana pemerintah sebagai pihak yang dipercayai oleh seluruh warga masyarakat dalam menguasai (menasionalisasi) industri-industri besar seperti pertambangan. Dalam bukunya yang berjudul England Green and Pleasant Land. Teori Pembangunan Ekonomi Karl Heindrich Marx Pada uraian sebelumnya telah disinggung bahwa Mill Jr.masyarakat. Ia mengkonstruksikan apa yang dilihat. serta cabang-cabang produksi lain yang menyangkut hajad hidup orang banyak. Mengapa dia menyebut dirinya sebagai sosialis? Ternyata yang dimaksudkan sebagai sosialisme oleh Mill Jr. dan menghilangkan milik swasta (Brinton. 9 179 . 1981). dengan sesedikit mungkin bergantung dari bantuan pemerintah. memuat kecaman yang sangat pedas tentang akibat-akibat yang ditimbulkan oleh penerapan ajaran klasik kapitalisme bagi masyarakat Inggris. termasuk didalamnya tanah-tanah pertanian oleh negara. dimana setiap warga negara bisa hidup harmonis di daerah-daerah pertanian yang hijau dan subur. kemudian melakukan aksi balas dendam dengan tindakan anarkis. Dalam bentuk yang paling lengkap sosialisme melibatkan pemilikan semua alat-alat produksi. sungguhpun dalam berbagai bukunya mengenai perkembangan pemikiran ekonomi selalu dimasukkan ke dalam mazhab klasik kapitalisme. Kaum borjuis ini kemudian mulai menguasai dan menjadikan negara sebagai kekuatan dan alat pemaksa untuk mengatur organisasi ekonomi-politik dan kemasyarakatan guna memenuhi berbagai kepentingan mereka. tetapi pada akhir hayatnya ia menyebut dirinya sendiri sebagai seorang sosialis. William Blake memberikan perhatian yang besar terhadap kesejahteraan masyarakat setelah diimplementasikannya ajaran klasik kapitalisme dalam perekonomian di Inggris. jalan-jalan dan jembatan. dirasakan dan diharapkan oleh masyarakat kebanyakan dalam bukunya yang berjudul England Green and Pleasant Land . 1. ialah kegiatan menolong orang-orang yang tak beruntung dan tertindas. William Blake9 adalah salah seorang pendukung mazhab klasik sosialisme. Semasa hidupnya (1775-1827). dimana ajaran kapitalisme itu telah membawa masyarakat pada kondisi kehidupan yang sarat dengan persaingan tidak sehat. kereta api.

sosial. Salah seorang diantaranya adalah Joseph Proudhon (1808-1865). Karl Heindrich Marx mengawini anak seorang baron (gelar kaum bangsawan Jerman) yang memungkinkan ia bisa bergaul dengan banyak kalangan. yang kemudian ternyata banyak mempengaruhi pikiran-pikiran Marx. 1960). Hal ini dapat dilihat dari tulisan-tulisannya. Bagi Karl Marx. Proses ini berbasis pada pengelompokan masyarakat atas kaum pekerja dan kapitalis. Dalam riwayat hidupnya (1818-1883). membuatnya mustahil untuk memperoleh kedudukan di pemerintahan. Ia mempertanyakan: apakah yang dimaksud dengan kekayaan? Pertanyaan itu dijawabnya sendiri bahwa kekayaan itu adalah hasil curian. Maksudnya. manakala kaum proletar sudah tidak tahan lagi. mereka akan melancarkan revolusi. Pandangan Proudhon inilah yang sesungguhnya merupakan dasar pemikiran Marx tentang kapitalis. Akan tetapi sikap oposisinya terhadap pemerintah Jerman. Karl Marx di usia mudanya sangat tertarik untuk mempelajari bidang hukum karena ingin meniti karir di pemerintahan. kekayaan yang dimiliki kaum kapitalis pada hakekatnya merupakan hasil rampokan dari kaum buruh. Karena alasan itu. Karl Heindrich Marx atau yang populer dengan panggilan Karl Marx10. Teori-teorinya tidak hanya didasarkan atas pandangan ekonomi semata. Eksploitasi terhadap buruh tersebut telah memungkinkan terjadinya akumulasi kapital di pihak pemilik modal. Dengan definisi ini. Ajaran Karl Marx yang penuh dengan konflik ini boleh jadi sangat dipengaruhi oleh kehidupan pribadinya yang penuh dengan pertentangan. falsafah dan sebagainya. etika. politik. Menurutnya. Proudhon sangat membenci kaum kapitalis. sesuatu yang pasti akan terjadi. pangkal dari smua perubahan adalah karena eksploitasi dari para kapitalis terhadap kaum buruh. Argumentasi teoritis yang dikemukakan Karl Marx dalam berbagai tulisannya memang sangat dalam dan luas. 10 179 . Bagi Karl Marx. dengan harapan memperoleh karir di dunia kampus. Yang menonjol dari teori Karl Marx adalah hampir seluruh pandangannya dikemas dalam nuansa konflik. Dengan definisi ini maka sosialisme bisa mencakup asosiasi-asosiasi kooperatif maupun pemilikan dan pengoperasian oleh pemerintah. dialektika sejarah merupakan keniscayaan. terutama para penganut sosialis. Agar revolusi berjalan sukses. negara-negara seperti Uni Soviet (sekarang sudah menjadi kenangan sejarah) dan juga Inggris yang dikuasai oleh partai buruh dapat dimasukkan ke dalam sistem sosialis. sejarah. yaitu dengan menggaji mereka dengan tingkat upah yang sangat rendah. Yang jelas. melainkan juga melibatkan moral. akan tetapi menyebabkan pemiskinan di kalangan buruh. jelas bahwa pada awalnya sosialisme dimaksudkan untuk menunjukkan sistem-sistem pemilikan dan pemanfaatan faktor-faktor produksi (selain tenaga kerja) secara kolektif (Whittaker. Karl Marx menganjurkan kepada kaum komunis untuk mendukung setiap gerakan melawan tatanan sosial politik sistem kapitalis. Marx bergaul dan bersahabat dengan banyak kalangan. ia mengalihkan studinya ke bidang filsafat.Dari uraian di atas. adalah salah seorang pakar sosialis yang dianggap paling berpengaruh. proses pembangunan ekonomi melalui konflik merupakan proses dialektika.

pembangunan sebaiknya didekati dengan pendekatan dialektikal. moralitas. agama. Sebagai pelarian. politik maupun ekonomi. di saat Karl Marx dalam pembuangan karena banyak mengkritik pemerintahan Jerman. budaya. Pendekatan ini memandang proses pembangunan sebagai suatu gambar bergerak: mengamati fenomena sosial dengan cara mengkaji tempat dan proses perubahannya. Marx mengkritik pendekatan pembangunan yang bersifat ahistoris. dan Das Kapital. Para analis ekonomi klasik memandang proses pembangunan diibaratkan sebagai fotografi: hanya menggambar realitas pada waktu tertentu. oleh Engels naskah tulisan-tulisan Marx yang berserakan diedit kembali sehingga akhirnya volume kedua dari Das Kapital bisa diterbitkan Tahun 1885. Dalam bukunya Das Kapital. karena ternyata mereka sehaluan dalam berbagai pandangan. Sebagaimana diketahui. Dua diantara buku yang ditulis oleh Marx dan Engels yang sangat berpengaruh adalah Manifesto Komunis (The Communist Manifesto) yang terbit pada Tahun 1848. Karl Marx menulis disertasi doktoralnya tentang akar doktrin Stoic dan Epicurus sehingga membentuknya pada paham atheis. Konflik antara kekuatan produksi dan relasi produksi yang ada memberikan pergerakan yang dinamis dalam interpretasi materialis. Hampir sebagian besar karya-karya Karl Marx merupakan hasil kerja sama dengan Engels. Demikian akrabnya persahabatan mereka sehingga sulit untuk menelusuri mana yang merupakan karya Marx yang asli dan mana yang sebenarnya ditulis atau diedit oleh Engels. Volume pertama dari Das Kapital terbit Tahun 1867.Dalam perjalanan studinya. Kapitalisme hanya merupakan satu tahap perkembangan historis masyarakat. Mereka bertemu untuk pertama kalinya pada Tahun 1840 di Paris. Sahabat karib yang sangat dekat dengan Karl Marx adalah Friedrich Engels. sejarah. Namun. yang tulisan-tulisannya lebih banyak mengkritik pemerintah ketimbang memberikan saran-saran perbaikan. ia memutuskan menekuni profesi wartawan. Karena itu. Sebab topik yang sama sering muncul dalam tulisan-tulisan mereka. menyebabkan ia tersingkir dari dunia kampus. Interaksi antara kekuatan dan relasi produksi membentuk politik. Menurut Karl Marx. sejarah bergerak dari satu tahap ke tahap yang lain berdasarkan perubahan cara mengatur kelas-kelas sosial dan relasi antar kelas tersebut. sedangkan volume kedua tidak berhasil diselesaikan oleh Marx karena ia meninggal dunia Tahun 1883. hukum. dan gagasan-gagasan. Pertemuannya dengan Engels menjadikan mereka sangat akrab. kapitalisme tidak selamanya ada dalam sebuah masyarakat. dua tahun setelah kematian Marx. baik dalam bidang filsafat. 179 .

meskipun hal ini tidak dialami oleh semua negara pada saat yang sama. Marx percaya kapitalisme pada akhirnya akan menciptakan suatu sistem ekonomi sosialis, atau identik dengan komunis. Karl Marx mengagumi kekuatan kapitalisme sebagai suatu sistem yang telah berhasil menciptakan kesejahteraan dalam ratusan tahun. Namun yang mengganjal pemikiran Marx adalah faktor human cost dalam menghasilkan kesejahteraan dan distribusi. Marx percaya bahwa sebenarnya hanya kelas pekerja – proletariat – yang menghasilkan kesejahteraan melalui kekuatan buruhnya. Sedangkan kaum kapitalis memberikan kontribusinya semata-mata dari posisi sebagai pemilik sarana produksi. Atas pemikiran itu, Marx berkesimpulan bahwa ketidakmerataan distribusi kepemilikan faktor produksi adalah hasil dari suatu proses historis dimana petani kehilangan akses lahan dan dipaksa untuk masuk ke kota dan menjadi pekerja. Karenanya ia berkesimpulan bahwa distribusi pendapatan dalam masyarakat kapitalis tidak adil. Menurut Karl Marx, transisi menuju sosialisme dapat dicapai bila kapitalisme telah mencapai tahap perkembangan yang cukup tinggi. Tingkat pendapatan per kapita yang tinggi dalam ekonomi kapitalis merupakan prakondisi bagi masa depan ekonomi sosialis, dan sistem ekonomi komunis akan mengikutinya.
1) Sejarah Perkembangan Masyarakat

Perkembangan teori Karl Marx dapat dilihat dari pentingnya perubahan teknologi dan hubungan produksi dalam mempengaruhi kehidupan masyarakat, bukan kesadaran manusia yang menentukan keadaan tetapi sebaliknya justru keadaanlah yang menentukan kesadaran manusia. Untuk memahami dan mendalami teori Karl marx lebih lanjut, perlu terlebih dahulu mempelajari sejarah peradaban masyarakat, baik dari aspek perkembangan dan kemajuannya maupun dari aspek kemunduran dan kehancurannya. Dalam bukunya berjudul Das Kapital, Karl Marx menyatakan bahwa berdasarkan sejarah perkembangan suatu masyarakat, dikenal adanya kelompok-kelompok dalam masyarakat, yang sekaligus mencirikan tingkat peradabannya, yaitu 1) masyarakat primitif; 2) masyarakat perbudakan; 3) masyarakat feodal; 4) masyarakat kapitalis; dan 5) masyarakat sosial. Berikut ini akan dijelaskan secara singkat tentang bagaimana proses perkembangan itu terjadi:
(1)

Pada masyarakat primitif, kehidupan masyarakat di era itu menggunakan alat-alat untuk bekerja yang masih sangat sederhana. Alat-alat ini bukan milik perseorangan tetapi milik komunal. Dalam masyarakat ini tidak ada surplus produksi, karena orang melakukan aktivitas

179

produktifnya hanya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, akan tetapi secara perlahan-lahan dalam waktu yang lama, masyarakat semakin mengetahui alat-alat produksi yang lebih baik. Perbaikan dalam alat-alat produksi menyebabkan adanya perubahan-perubahan sosial dan kemudian terjadi pembagian kerja dalam produksi; (2) Pada masyarakat perbudakan, hubungan produksi antara orang-orang yang memiliki alat-alat produksi dengan orang-orang yang hanya bekerja untuk mereka merupakan dasar terbentuknya masyarakat perbudakan. Bentuk hubungan kerja seperti ini cenderung eksploitatif dan menyebabkan keuntungan para pemilik alat produksi semakin besar karena budak-budak hanya diberi nafkah sekedar cukup untuk dapat bekerja;
(3)

Pada masyarakat feodal, kepemilikan alat-alat produksi yang paling utama adalah tanah, dan pada umumnya tanah-tanah itu dikuasai oleh para kaum bangsawan, sedangkan para petani pada umumnya terdiri dari bekas budak yang dibebaskan. Para petani mengerjakan tanah itu untuk kaum feodal dan setelah itu baru tanah miliknya sendiri dapat dikerjakan. Perbaikan-perbaikan alat dan cara produksi banyak terjadi dalam sistem ini, dengan demikian ada dua golongan kelas: pertama, kelas feodal yang terdiri dari tuan-tuan tanah yang lebih berkuasa dalam hubungan sosial; dan kedua, kelas buruh yang bertugas melayani mereka. Kepentingan kedua kelas ini berbeda-beda. Kelas feodal lebih memikirkan keuntungan untuk mendirikan pabrik-pabrik, sedangkan kelas buruh yang memiliki alat-alat produksi menghendaki pasar yang lebih bebas serta hapusnya tarif dan rintangan lainnya dalam perdagangan yang diciptakan kaum feodal;

(4) Pada masyarakat kapitalis, kelompok masyarakat ini mempekerjakan kelas buruh yang tidak

memiliki alat produksi. Dalam proses ini, seringkali terjadi pertentangan karena perbedaan kepentingan antara kelompok masyarakat kapitalis dengan kepentingan kelompok masyarakat buruh, sehingga menyebabkan inferioritas di pihak buruh;
(5) Pada masyarakat sosial, pemilikan alat-alat produksi didasarkan atas hak milik sosial (social

ownership). Hubungan produksi merupakan hubungan kerjasama dan saling membantu di antara buruh yang bebas dari unsur eksploitasi. Sistem ini memberi kesempatan kepada manusia untuk maju, baik di lapangan produksi maupun di dalam kehidupan masyrakat. Evolusi perkembangan kehidupan masyarakat tersebut sejalan dengan proses pembangunan yang sedang berlangsung. Pada kehidupan masyarakat feodalisme, mencerminkan kondisi perekonomian yang ada masih bersifat tradisional. Para tuan tanah dan pemilik modal merupakan

179

kelompok pelaku ekonomi yang memiliki posisi tawar relatif tinggi terhadap pelaku ekonomi lain. Perkembangan teknologi menyebabkan terjadinya pergeseran di sektor ekonomi, masyarakat yang semula agraris-feodal kemudian mulai beralih menjadi masyarakat industri yang kapitalis. Seperti halnya dalam kehidupan masyarakat feodalisme, pada masyarakat kapitalisme para pengusaha merupakan pihak yang memiliki tingkat posisi tawar menawar yang relatif tinggi terhadap pihak lain khususnya kaum buruh. Marx menyesuaikan asumsinya terhadap cara pandang ekonomi klasik bahwa buruh merupakan salah satu input dalam proses produksi. Artinya buruh tidak memiliki posisi tawar menawar sama sekali terhadap para majikannya yang merupakan kaum kapitalis itu. Konsekuensi logis dari penggunaan asumsi tersebut adalah kemungkinan terjadinya eksploitasi besar-besaran yang dilakukan oleh para pengusaha terhadap buruh. Bersamaan dengan itu, pemupukan modal oleh para pemilik modal berlangsung secara cepat karena diyakini akumulasi modal menjadi kata kunci bagi upaya peningkatan pendapatan (nilai tambah) yang lebih besar di masa mendatang. Sejalan dengan perkembangan teknologi, para pengusaha yang menguasai faktor produksi berusaha memaksimalkan keuntungannya dengan menginvestasikan akumulasi modal yang diperolehnya pada input produksi yang bersifat padat modal. Secara sederhana dapat dipahami bahwa faktor kunci yang memegang peranan penting dalam mendorong perkembangan ekonomi ialah adanya nilai lebih (surplus value). Atau dengan kata lain, perkembangan ekonomi dapat terjadi manakala ada aktivitas ekonomi produktif yang memberikan nilai lebih. Dalam hal ini, nilai lebih selain merupakan ekspektasi juga sekaligus merupakan insentif bagi semua pelaku ekonomi yang mendorong mereka mau melakukan aktivitas ekonomi produktif atau melakukan aktivitas penanaman modal. Dan insentif inilah yang pada gilirannya akan mendorong mereka untuk secara optimal memanfaatkan potensi dan kapasitas yang mereka miliki, termasuk tenaga kerja yang sudah mampu bekerja tetapi belum memdapatkan pekerjaan. 2) Runtuhnya Sistem Kapitalis Sepanjang teori pembangunan yang dikemukakannya, Marx selalu mendasarkan argumennya pada asumsi bahwa masyarakat pada dasarnya terbagi menjadi dua golongan, yaitu masyarakat pemilik tanah dan masyarakat bukan pemilik tanah, masyarakat pemilik modal dan masyarakat bukan pemilik modal. Asumsi lain yang mendukung adalah bahwa diantara kedua kelompok masyarakat tersebut sebenarnya menghadapi atau terjadi konflik kepentingan. Oleh karena itu, Karl Marx selalu mendasarkan teorinya pada kondisi pertentangan antar kelas dalam masyarakat. Menurut Karl Marx,

179

Hal ini dapat diwujudkan melalui investasi pada peralatan-peralatan yang padat teknologi untuk meningkatkan produktivitas kerja. Artinya upah akan sama dengan nilai sarana kehidupan yang diperlukan seorang buruh untuk mempertahankan kehidupannya. Penurunan upah buruh nampaknya sulit untuk dilakukan mengingat tingkat upah yang terjadi pada masa kapitalisme semata-mata diberikan agar buruh tetap hidup dan dapat bekerja. peningkatan produktivitas kerja dan efisiensi produksi menjadi keharusan. Nilai buruh yang dinyatakan dalam bentuk upah merupakan jumlah tenaga yang diperlukan untuk menghasilkan tenaga buruh tersebut. Dengan kata lain. Akibat dari penggunaan mesin-mesin tersebut tingkat pengangguran akan semakin meningkat. Jika diasumsikan bahwa kualitas barang yang diperdagangkan adalah homogen. Selisih antara nilai produktivitas buruh dan nilai tenaga buruh yang dinyatakan dalam bentuk upah inilah yang kemudian disebut dengan nilai lebih. Artinya penetapan upah tidak lebih besar dari pada kebutuhan hidup pada tingkat subsisten. dan daya beli masyarakat akan semakin menurun akibat semakin banyaknya tingkat pengangguran yang terjadi. maka untuk memaksimalkannya para pengusaha tidak akan segan-segan mengeksploitasi pekerja. pengusaha akan menurunkan penggunaan tenaga buruh dan diganti dengan penggunaan mesin-mesin yang lebih produktif dan efisien. Nilai lebih merupakan keuntungan yang diperoleh para pengusaha.kemampuan para pengusaha untuk melakukan akumulasi modal terletak pada kemampuan mereka dalam memanfaatkan nilai lebih dari produktivitas buruh yang dipekerjakan. Karena tingkat keuntungan yang diperoleh para pengusaha adalah fungsi dari nilai lebih. Nilai lebih akan meningkat jika upah diturunkan atau produktivitas dinaikkan dengan asumsi semua faktor lain tidak berubah. hanya dapat dilakukan dengan cara meningkatkan produktivitas kerja. semakin sengitnya persaingan antar para pemilik modal akan menjurus pada upaya merebut pangsa pasar sebesar-besarnya. Hal ini merupakan dampak dari asumsi bahwa buruh dipandang seperti input yang lain. Upaya ini tidak terlepas dari kondisi pasar yang kian kompetitif. Upaya untuk memaksimalkan keuntungan yang nantinya akan diakumulasikan dalam bentuk modal melalui aktivitas investasi. maka produsen hanya dapat melaksanakan strategi penurunan harga output sebagai upaya menguasai pasar. menuntut sistem produksi yang efisien dan produktif. Konsekuensinya. Untuk itu. Pada kenyataannya nilai upah yang diberikan jauh lebih kecil dibandingkan dengan produktivitas buruh tersebut dalam suatu proses produksi. 179 .

pada akhirnya akan menyebabkan revolusi sosial yang dilakukan oleh kaum buruh. Akumulasi modal dalam sistem kapitalis akan diganti dengan pemerataan kesempatan pemilikan sumberdaya. individualis dalam masyarakat kapitalis akan berubah menjadi sistem kemasyarakatan yang sosialis. Dalam dunia nyata tidak dikenal adanya istilah nilai lebih ini. Jadi Karl Marx dalam hal ini telah menciptakan dunia nilai yang abstrak yang membuat teorinya agak sukar dan kaku untuk memahami bekerjanya kapitalisme (Jhingan. nampaknya sangat diwarnai subyektivitas dan kebencian Karl Marx terhadap sistem kapitalis. maka Karl Marx kemudian menyimpulkan bahwa kapitalisme akan berakhir dengan timbulnya revolusi sosial yang dilakukan oleh kaum buruh. Itulah sebabnya mengapa Karl Marx mendeskripsikan kehancuran kapitalis yang akan digantikan oleh sosialis harus melalui suatu revolusi. Revolusi ini akan membawa perubahan mendasar pada segala bidang. Kritik lain adalah adanya keharusan perubahan dari masyarakat kapitalis menuju sosialis hanya dapat dilakukan dengan jalan revolusi. Haruskah suatu upaya untuk menuju kepada suatu kondisi yang dianggap baik harus dilakukan dengan revolusi yang tentunya akan membawa korban yang besar? Apakah sudah tidak ada lagi kejernihan berpikir dari kedua belah pihak untuk berdialog satu dengan yang lain? Kekakuan Karl Marx dalam mendeskripsikan proses perubahan dari masyarakat agraris-feodal menuju masyarakat kapitalis dan terakhir adalah masyarakat sosialis. eksploitasi terhadap kaum buruh dan peningkatan pengangguran yang terjadi akibat subtitusi tenaga manusia dengan input modal yang padat modal. meningkatnya pengangguran.Menurut Karl Marx . Karl Marx menawarkan suatu sistem baru yaitu sistem perekonomian sosialis. karena memang di dunia nyata kita berkutat dengan harga yang terwujud dan nyata. Artinya Karl Marx tidak menginginkan 179 . yaitu tata masyarakat sosialis. Akumulasi ketertindasan kaum buruh dalam perekonomian kapitalis yang terus dieksploitasi. sebagai alternatif dari sistem kapitalis yang saat itu merupakan satu-satunya sistem perekonomian yang dikenal. Pada tahap ini. Fase ini merupakan tonggak baru bagi munculnya suatu tatanan sosial alternatif di samping tata masyarakat kapitalis. terutama pada sistem produksi dan pemilikan sumberdaya. dan ditambah konflik antar kelas masyarakat yang terus terjadi. 1988). Kritik terhadap teori Karl Marx terutama tertuju pada asumsi adanya nilai lebih dalam suatu perekonomian.

Kualitas kehidupan kaum buruh di negara kapitalis jauh lebih baik ketimbang pendapatan rata-rata masyarakat manapun. tidak ada perlakuan pengusaha yang berlebihan mengeksploitir kaum buruh sebagaimana dikhawatirkan Karl Marx. Amerika dan Jerman tidak terbukti. ternyata Karl Marx justru banyak menyumbang terhadap kelanggengan kehidupan ekonomi kapitalis. terutama terhadap buruh. Termasuk juga teori perjuangan kelas Karl Marx. Di negara-negara kapitalis. Kendati demikian. Akhirnya. Ini berarti menuntut perlunya revisi substansial terhadap teori-teori Karl Marx. akan tetapi dalam aplikasinya banyak mengalami perubahan dan modifikasi. terlebih dahulu harus melewati tahap depresi ekonomi akibat kapitalisme yang merajalela tanpa kendali. dapat diringkaskan bahwa secara teoritis pemikiran-pemikiran Karl Marx memang sangat menarik. maka hal tersebut justru menjadi masukan bagi ekonom kapitalis untuk menyempurnakan sistem yang ada hingga dampak negatif yang digambarkan Karl Marx dapat dihindari. Karl Marx merupakan orang pertama yang memberikan gambaran sisi negatif dari sistem kapitalisme jika sistem tersebut diterapkan berdasarkan perhitungan ekonomi semata tanpa mempertimbangkan unsur kemanusiaan dan nilai sosial kemasyarakatan. seperti di Inggris. Teori Karl Marx tentang depresi ekonomi inilah yang pada akhirnya justru memperkuat argumentasi Keynes yang merekomendasikan peningkatan peran pemerintah bagi upaya mengatasi depresi ekonomi yang ada. Dari berbagai aliran soialisme. Karl Marx menunjukkan kepada dunia bahwa tahap pembangunan ekonomi tidaklah semulus yang diperkirakan sebelumnya. Untuk mencapai perekonomian sosialis. E. hanya pemikiran-pemikiran kaum reformis yang mendekati kenyataan. TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI NEO-KLASIK 179 . Ramalannya tentang tidak terelakkannya kejatuhan kapitalisme tidak pernah jadi kenyataan.keberadaan para pengusaha yang berjaya di masa kapitalis untuk menghirup udara sosialisme. begitu juga dengan ramalannya tentang negara sosialis pertama akan muncul di negara kapitalis paling maju. Ramalan dan pemikiran-pemikiran dari aliran-aliran lain banyak yang tidak terbukti dalam kenyataan. mengingat revolusi kaum buruh jelas-jelas melawan kaum pengusaha tersebut. dinilai kurang solid. Dengan adanya kritik dan sinyalemen terhadap perkiraan dampak negatif sistem kapitalis.

mereka yang tergabung dalam mazhab ini adalah tokoh-tokoh pemikir ekonomi handal seperti Carl Menger (1840-1921). Ia adalah salah seorang dari beberapa penemu independen mengenai gagasan kepuasan marjinal. fokus kajian. Dengan pencirinya itu. Ia juga yang selalu mendorong para ahli ekonomi untuk memfokuskan diri pada 11 179 . Tokoh pemikir ekonomi yang dianggap menonjol dan sekaligus sebagai pendiri dari mazhab ini adalah Leon Walras11. serta kemampuannya dalam mengembangkan lebih lanjut sumber-sumber produksi baru itu. dan Eugen von Bohm Bawerk (1851-1914). baik dari kaum sosialis sendiri maupun dari pendukung mazhab kapitalisme. utamanya tentang teori keseimbangan umum yang dijelaskan dengan pendekatan matematis. masing-masing memiliki pencirinya sendirisendiri.Pada tahun 1870-an telah terjadi pengeseran dalam teori pembangunan ekonomi. Ludwig Edler von Mises (1881-1973). Hal ini terjadi karena analisis yang dipergunakan oleh Karl Marx untuk meramal kejatuhan sistem kapitalis bertitik tolak dari teori nilai kerja dan tingkat upah. Perancis. Friedrich von Weiser (1851-1920). Akan tetapi Warlas lebih terkenal karena membangun sebuah model keseimbangan ekonomi yang memandang sistem ekonomi sebagai rangkaian persamaan matematika yang saling berhubungan. Ia adalah salah seorang yang pertama dan terkuat dalam mendukung individualisme metodologis. Teori-teori yang dikembangkan oleh ketiga tokoh utama mazhab ini memiliki pencirinya sendiri dengan menerapkan kalkulus sebagai peralatan utamanya. Kemunculan mazhab teori pembangunan ekonomi Neo-Klasik tidak terlepas dari banyaknya kritik dari para pakar ekonomi terhadap teori-teori yang dikembangkan oleh Karl Marx dan Engels. Pertama. dan kerangka analisisnya. Kelompok penerus dari mazhab ini adalah Knut Wicksell (1851-1926). dan Friedrich August von Hayek (1899-1978). kemudian oleh banyak kalangan dikelompokkan kedalam beberapa aliran atau mazhab. Leon Walras yang lahir pada Tahun 1834 di Eveux. Kedua. Mazhab Austria. Dari sekian banyak pakar ekonomi Neo-Klasik. Semua itu terlihat jelas dan tertuang dalam karya-karyanya. Aliran teori pembangunan ekonomi baru ini kemudian dikenal sebagai mazhab teori pembangunan ekonomi Neo-Klasik. Pergeseran ini disebabkan oleh kemajuan teknologi yang peranannya begitu dominan dalam pencarian dan penemuan sumber-sumber produksi baru. khususnya dalam hal cara pandang. teori-teori yang dikembangkan oleh kelompok ini analisisnya lebih komprehensif. Warlas kemudian menjelaskan bagaimana memecahkan rangkaian persamaan ini untuk semua harga dan kuantitas. yakni keyakinan bahwa semua penjelasan fenomena ekonomi seharusnya berdasarkan tindakan individu dalam memilih. selalu berusaha memberikan sumbangan penting bagi perkembangan ilmu ekonomi. maka oleh para pakar ekonomi Neo-Klasik teori-teori tersebut dipelajari kembali secara mendalam. Bersama dengan Jevon dan Menger. Karya monumentalnya berjudul Elements of Pure Economics yang Dalam riwayat hidupnya (1834-1910). Mazhab Lausanne.

yang menentukan harga adalah sisi penawaran. Mereka sepakat bahwa yang menentukan harga adalah kondisi permintaan. melainkan karena utilitas marjinal yang besar. Karena itu orang mau menghargai intan lebih tinggi daripada air. Mazhab Cambridge. 179 . Sebagaimana diuraikan oleh Marshall dalam bukunya. termasuk bukunya yang berjudul Principles of Economics. tokoh pemikir ekonomi yang menonjol karya-karyanya dalam kelompok mazhab ini adalah Alfred Marshall12. Smith menjelaskan bahwa air sangat berfaedah tetapi mempunyai harga yang murah karena biaya yang diperlukan untuk memperoleh air kecil atau rendah sekali. dan Walras. tingginya harga intan ketimbang harga air bukan karena biaya untuk mendapatkan intan lebih besar dibanding biaya untuk mendapatkan air. Menurut kaum neo-klasik. utilitas marjinal. hubungan timbal balik antara pasar-pasar yang berbeda. dan utilitas rata-rata. Alfred Marshall aktif menulis. Mereka juga mengkritik para pakar ekonomi klasik yang gagal membedakan antara utilitas total. kemudian memformalkan gagasan keseimbangan umum dan menunjukkan kepada para ahli ekonomi bahwa adalah mungkin untuk mempelajari ekonomi yang saling berhubungan sebagai suatu rangkaian persamaan matematika. 12 Semasa hidupnya (1842-1924). Pendapat ini dengan tegas ditentang oleh kelompok neo-klasik lain seperti Jevons. Ia dianggap sebagai pendiri dan pengembang ilmu ekonomi matematika. Ia dianggap sangat berjasa dalam memperbaharui azas dan postulat pandangan-pandangan ekonomi yang dikemukakan pakar klasik dan pakar neoklasik sebelumnya. Pemikiran-pemikiran Walras ini kemudian diteruskan dan dikembangkan oleh Vilfredo Pareto. Ia mengangkat isu-isu tentang konvergensi penting ke arah keseimbangan dan stabilitas keseimbangan ekonomi. dan berusaha menjelaskan bagaimana ekonomi dapat mencapai keseimbangan umum. Ketiga. yaitu pada Tahun 1891. Sebaliknya intan yang kurang berfaedah bagi manusia nilainya sangat tinggi karena untuk memperolehnya dibutuhkan biaya yang besar. Buku ini sebetulnya sudah ditulis pada awal tahun 1870-an.terbit pada Tahun 1878. terutama dalam menjelaskan kondisi-kondisi yang harus dipenuhi agar sumberdaya-sumberdaya dapat dialokasikan dan memberikan hasil yang optimum dalam suatu model keseimbangan umum. harga barang menurut kaum klasik ditentukan oleh besarnya pengorbanan untuk menghasilkan barang tersebut. sehingga buku tersebut baru diterbitkan dua puluh tahun kemudian. Alfred Marshall adalah sosok ilmuwan dari Cambridge University yang sangat menghargai model matematika yang menjadikan pemikiran-pemikiran Walras kemudian dihargai. Model keseimbangan umum Walras ini ternyata tidak dikembangkan oleh para pakar ekonomi pada zamannya. dan oleh Wassily Leontief kemudian dikembangkan konsep analisis input-output atas dasar matematika yang dikembangkan Walras. dalam menjelaskan paradoks antara intan dan air. dan kira-kira 60 tahun kemudian dikembangkan oleh Frisch dan Tinbergen menjadi ilmu ekonometrika. Menger. tetapi ia termasuk orang yang sangat hat-hati dalam memberikan pendapat barunya. Dengan demikian. Misalnya.

Yang paling menentukan harga.Bagi Jevons. Selanjutnya. Karl Menger dari Austria menulis Principles of Economics in Germany pada Tahun yang sama. Analisis ini pada intinya merupakan aplikasi dari kalkulus differensial terhadap tingkah laku konsumen dan produsen serta penentuan harga-harga di pasar. Beberapa penulis ekonomi menyebut apa yang sudah dilakukan oleh para pakar ekonomi neoklasik tersebut sebagai marginal revolution. Analisis dengan konsep ini memiliki makna khusus bagi pengembangan ilmu ekonomi. Ini berarti. oleh Jevons Stanley Jevons dari University of Manchester (Inggris) menulis Theory of Political Economy Tahun 1871. Menurut Gossen. Tetapi jika ditelusuri ke belakang ternyata teori ini telah cukup lama dikembangkan oleh penulis terdahulu. Dengan keterbatasan ini maka kepuasan maksimum yang bisa diperoleh terjadi pada saat faedah marjinal sama untuk setiap barang yang dikonsumsi. Pernyataannya ini kemudian dijadikan semacam dalil yang lebih dikenal sebagai Hukum Gossen I. Menger dan Walras13. yaitu oleh Heindrich Gossen (1810-1858). Sejak terjadinya marjinal revolution analisis ekonomi makin bersifat makro. dengan syarat semua sumberdaya dan sumber dana terpakai habis seluruhnya. yaitu kepuasan marjinal dari mengkonsumsi satu unit barang terakhir. teori tentang harga yang dikembangkan oleh kaum marjinalis sangat berbeda dengan teori yang dikembangkan oleh kaum klasik. dalam Hukum Gossen II Ia menjelaskan bahwa sumberdaya dan dana yang tersedia selalu terbatas secara relatif untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang relatif tak terbatas. karena telah ditemukan suatau analisis baru yaitu pendekatan marjinal. Ia telah lama menggunakan konsep marjinal dalam menjelaskan kepuasan atau faedah (utility) dari mengkonsumsi suatu barang. Kaum klasik melihat harga hanya dari sisi produsen (jumlah pengorbanan yang dikeluarkan). sesuai dengan teori utilitas marjinal adalah utilitas yang diterima dari mengkonsumsi satu unit terakhir dari barang tersebut. biaya bukan satu-satunya faktor yang menentukan harga. sebab hasil penelitian mereka telah menciptakan aura baru bagi pengembangan teori ekonomi modern. Sayang pada masanya teori Gossen di atas tidak mendapat perhatian dari pakar ekonomi. Baru sekitar empat puluh tahun kemudian. Konsep marjinal ini diakui sebagai kontribusi utama dari mazhab Austria. faedah tambahan (marginal utility) dari mengkonsumsi suatu macam barang akan semakin berkurang jika barang yang sama dikonsumsi semakin banyak. Para pakar ekonomi neo-klasik sebagaimana disebutkan di atas dalam menganalisis ramalan Karl Marx mempergunakan konsep analisis marjinal. 13 179 . sedangkan kaum marjinalis melihatnya dari sisi konsumen. Leon Walras dari sekolah Lausanne (Swiss) menulis Elements of Pure Economics pada Tahun 1874.

maka akan menentukan tingginya tingkat investasi dan mendorong aktivitas ekonomi produktif meningkat. jika tingkat bunga rendah maka investasi akan tinggi dan pendapatan meningkat. Dalam hal ini. dalam teori ekonomi Neo-Klasik dipelajari tingkat bunga. sekaligus menyelamatkan sistem kapitalis dari kemungkinan tekanan depresi berat sebagaimana diramalkan Karl Marx. yang pada gilitannya akan mampu meningkatkan pendapatan. Bahkan perkembangan itu sering disebut sebagai proses yang harmonis dan kumulatif. Hasil penelitian dan pemikiran-pemikiran mereka menyimpulkan bahwa teori nilai lebih (surplus value) dari Karl Marx tidak mampu menjelaskan secara tepat tentang nilai komoditas sehingga teori tersebut dianggap tidak berkontribusi apa-apa dalam perkembangan teori ekonomi. internal economies timbul karena adanya kenaikan skala produksi yang tergantung pada sumber-sumber dan efisiensi dari para pelaku ekonomi itu sendiri. Kemudian. Perkembangan ekonomi yang demikian itu berproses secara gradual dan berkelanjutan. Teori ekonomi Neo-Klasik mengenai perkembangan ekonomi menganggap: 1) akumulasi modal merupakan faktor penting dalam perkembangan ekonomi. perkembangan itu berproses meliputi berbagai faktor yang tumbuh secara bersama-sama. dan 5) adanya aspek internasional dalam perkembangan tersebut. akumulasi modal berkaitan dengan tingkat bunga dan tingkat pendapatan. dan oleh karena itu dapat diabaikan.bwesama dengan Menger. Dalam perspektif teori ekonomi Neo-Klasik. Hal ini sejalan dengan pandangan Alfred Marshall. kesimpulan ini telah meruntuhkan seluruh bangunan teori sosialis yang dikembangkan oleh Karl Marx dan Engels. Sementara 179 . Sedangkan external economies timbul karena kenaikan produksi pada umumnya dan kenaikan ini berhubungan dengan tingkat perkembangan pengetahuan dan kebudayaan. 2) perkembangan itu merupakan proses yang gradual. Bohm Bawerk dan Von Weiser memberi pengakuan dan penghargaan atas karya Gossen tersebut. Mengapa? Karena. bahwa perekonomian itu merupakan sebuah kehidupan organik yang tumbuh dan berkembang perlahan-lahan sebagai proses yang gradual. Dengan demikian. dan begitu juga sebaliknya. Dengan sendirinya. 3) perkembangan merupakan proses yang harmonis dan kumulatif. Dengan tingkat bunga yang rendah. yaitu harga modal yang menghubungkan nilai pada saat ini dan saat yang akan datang. 4) aliran teori ekonomi Neo-Klasik optimis terhadap perkembangan. Marshall menggambarkan bahwa harmonisnya perkembangan itu karena adanya internal economies dan external economies.

Bagaimanapun. Kelompok pendukung mazhab historismus ini cukup banyak. Negara ini berada dalam tingkat debitur yang sudah mapan. F. diantaranya Henry Carey. teori ekonomi Neo-Klasik optimis bahwa pertumbuhan ekonomi tidak akan berhenti karena terbatasnya sumberdaya alam. negara itu dapat meningkatkan pendapatan nasionalnya dan dapat membayar dividend dan bunga atas pinjaman tersebut. Simon Nelson Patten. Dari Amerika serikat pendukung aliran ini juga ada. Karl Bucher. sebuah penamaan yang mengindikasikan ketidaksenangan kelompok pendukung mazhab ini terhadap hedonisme klasik. menjadikan sistem kapitalis kembali berkibar.itu. Hal ini dapat dijelaskan melalui lima aspek yang mempengaruhi tingkat perkembangan ekonomi suatu negara: 1) mula-mula negara itu meminjam modal. Wilhelm Roscher. mereka berasal dari beragam latar belakang disiplin. sebagaimana dinyatakan oleh Allen Young bahwa perkembangan industri itu tergantung pada baiknya pembagian kerja di antara para buruh. 179 . 3) setelah pendapatan nasional negara itu meningkat maka sebagian dari pendapatannya digunakan untuk melunasi utang dan sebagian lagi dipinjamkan ke negara lain yang membutuhkan. Dari perspektif yang lain. TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI MAZHAB HISTORISMUS Keberhasilan pemikir-pemikir ekonomi neo-klasik dalam memberikan argumentasi terhadap kritik pedas dari para pemikir sosialis/marxis. Sebagian besar dari mereka berasal dari Jerman. 4) kemudian negara itu mengalami surplus karena telah dapat menerima dividend dan bunga yang lebih besar dari pada beban bunga yang harus ditanggung atau dibayarkan. dan Daniel Reymond. Bruno Hildebrand. diantaranya: Friedrich List. negara dan bangsa. Ashley. Sedangkan tokoh pemikir ekonomi aliran ini yang berasal dari Inggris adalah William Cunningham dan J. Teori ini meyakini ada kemampuan manusia untuk mengatasi terbatasnya pertumbuhan itu. Namun keberhasilan ini tidak secara otomatis menjadikan sistem kapitalis dianut oleh semua negara di Eropa. 2) kemudian.W. sehingga berbeda dengan pandangan teori ekonomi klasik bahwa pertumbuhan ekonomi akan terhenti karena terbatasnya sumber daya alam. dan Werner Sombart. Max Weber. pada proses kumulatif. yang selanjutnya disebut sebagai debitur belum mapan. dan 5) akhirnya negara itu menjadi kreditur mapan karena telah menerima dividend dan bunga dari negara lain. perkembangan ekonomi suatu negara tidak terlepas dari pengaruh dunia internasional. karena bersamaan dengan itu berkembang suatu aliran ilmu ekonomi yang disebut mazhab historismus atau sering juga disebut sebagai aliran etis.

2) tahap beternak. 179 . 3) tahap pertanian. akan tetapi merupakan cara mendistribusikan. dan tidak memberi sumbangan yang berarti terhadap peralatan analitis di bidang ilmu ekonomi. 2) perekonomian kota ditandai oleh tingkat pertukaran yang sudah meluas. Ia menjadi terkenal karena keterlibatannya dalam perdebatan sengit dengan para pakar klasik tentang metodologi dalam pengembangan ilmu ekonomi. Schmoler juga menekankan perlunya fleksibilitas dalam perekonomian dan memberi ruang yang lebih leluasa kepada pemerintah untuk memperbaiki keadaan ekonomi. Sama halnya dengan tokoh mazhab historimus lainnya.Dalam sejarah perkembangan pembangunan ekonomi diketahui bahwa mazhab historismus ini dimulai di Jerman pada abad ke-19 hingga abad ke-20. Dalam hal ini. Friedrich List (1840) adalah salah seorang pelopor Historismus. List (1840) menyatakan bahwa tahap perkembangan ekonomi dapat dilihat dari tingkat perkembangan dan kemajuan dalam cara berproduksi. yaitu hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri. industri pengolahan dan perdagangan. Karl Bucher (1952) mencoba mensintesakan pendapat List dan Bruno ke dalam pentahapan perkembangan ekonomi sebagai berikut: 1) produksi bersifat subsistence. Mazhab ini kerangka teoritisnya dibangun berdasarkan pada perspektif historis. Pandangan List tersebut kemudian dikritisi oleh Bruno Hildebrand (1848). Tokoh pemikir lain yang mendukung mazhab historismus adalah Gustav Von Schmoler. Kelemahan yang menonjol dari pandangan Bruno adalah tidak jelas bagaimana proses perkembangan dari tahap tertentu ke tahap berikutnya. dan 3) perekonomian nasional. dimana peran pedagang menjadi semakin penting. dan pola pendekatan pembangunan ekonomi yang dipergunakan dalam memecahkan masalah-masalah ekonomi berpangkal pada perspektif historis-induktif empirisdengan mendasarkan pada fenomena ekonomi menyeluruh dan tahapan perkembangannya. dan 5) penggabungan dari tahap pertanian. Ia dianggap sebagai pendukung mazhab historimus yang paling gigih menyarankan agar metode deduktif klasik digantikan dengan metode induktif empirik. meliputi: 1) tahap primitif. 2) perekonomian uang. dan 3) perekonomian kredit. yaitu 1) perekonomian barter. 4) tahap industri pengolahan (manufacturing). bahwa sejarah perkembangan pembangunan ekonomi telah terjadi evolusi dalam masyarakat. ia mempelajari dokumen-dokumen negara untuk mendemontrasikan kemurahan hati birokrasi yang mampu membimbing dan menyatukan kekuatan-kekuatan masyarakat dan menjamin diberlakukannya keadilan yang diyakininya tidak akan pernah terwujud dalam sistem perekonomian yang mengandalkan mekanisme pasar. ia adalah salah satu dari sekian banyak eksponen nasionalisme ekonomi. Berdasarkan kelemahan-kelemahan dari teori Bruno tersebut. Bruno (1848) mengkritik pandangan List (1840) bahwa pembangunan ekonomi bukanlah cara berproduksi atau cara mengkonsumsi.

Dalam kegiatan ekonomi. Weber bertolak dari asumsi dasar bahwa rasionalitas adalah unsur pokok peradaban Barat yang mempunyai nilai dan pengaruh universal. bisa dilihat bahwa banyak peradaban dalam sejarah mengenal apa artinya mencari laba. sebab di negara-negara Eropa pada umumnya belum ada undang-undang perlindungan kaum buruh seperti yang dibuat di Jerman. Pelopor mazhab Historismus yang lain adalah Max Weber. Namun dalam berbagai tulisannya. Lebih jauh dari itu. Untuk hal ini. dan inilah akar utama sistem perekonomian kapitalisme. Jaminan sosial yang diberikan kepada kaum buruh sesuai undang-undang tersebut dianggap sangat maju untuk zamannya. Tetapi hanya di barat lah aktivitas mencari laba tersebut diselenggarakan secara lebih terorganisir secara rasional. Ia banyak membahas aspek sosiologi ekonomi dan sejarah pemikiran ekonomi. 179 . dan hasil kesimpulan dari pertemuan dalam forum disampaikan pada pemerintah sebagai bahan masukan. Dalam bukunya yang sangat terkenal The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism (1958) ia menjelaskan pengaruh nyata dari ajaran agama Protestan terhadap perilaku dan kemajuan ekonomi. Jika tokoh-tokoh dari mazhab historimus menghendaki berbagai kebijaksanaan di bidang ekonomi. Dalam riwayat hidupnya (18641920) Ia dikenal sebagai ahli sosiologi. Ia juga cukup intens dalam melihat pengaruh ajaran-ajaran agama tertentu. yang mewujudkan diri dalam perilaku ekonomi tertentu. juga kebijaksaan untuk meningkatkan kesejahteraan kaum buruh. Schmoler menganjurkan perlunya didirikan dan dibinanya organisasi-organisasi serikat pekerja. Misalnya untuk meningkatkan posisi tawar-menawar kaum buruh. Untuk mencapai tujuannya. Salah satu keberhasilan dari pertemuan-pertemuan untuk menghimpun masukan bagi pemerintah ini adalah diberlakukannya undang-undang perlindungan kaum buruh dari penindasan kaum pengusaha.Pandangan Schmoler di atas agak berbeda dengan pandangan para tokoh dari mazhab historimus lainnya. terhadap kemajuan ekonomi. Schmoler menghendaki agar kebijaksanaan juga menyangkut sosial dan politik. yaitu Protestan. Schmoler beserta rekan-rekannya mendirikan sebuah forum menghimpun pemikiran-pemikiran untuk menghadapi berbagai masalah ekonomi dan sosial.

yaitu dorongan berprestasi (Need Achievement). maka diharapkan masyarakat tersebut akan dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. dengan demikian menjadi sangat penting. Etos Kerja dan Perkembangan Ekonomi. menurut Weber adalah kunci utama dalam menentukan sikap hidup seseoran. Menurut McClelland. manakala dalam sebuah masyarakat terdapat begitu banyak warga yang memiliki dorongan berprestasi tinggi. akan menemukan pasangannya. keberhasilan adalah sebuah kehormatan diri ataupun kebanggaan bangsa (pride) yang sangat di hargai dan dijunjung tinggi oleh warga masyarakat. serta kondisi lingkungan sekitar yang oleh Max Weber dianggap sangat berpengaruh terhadap pembentukan sikap dan perilaku seseorang. Dalam kerangka pemikiran teologis seperti itu semangat kapitalisme yang bersandar pada cinta ketekunan. Bagi penganut Calvinis kerja adalah panggilan atau tugas suci. Sebagian besar dari pemimpin-pemimpin perusahaan. McClelland menyatakan bahwa selain nilai-nilai agama dan budaya. dapat disimpulkan bahwa doktrin mazhab historimus kurang jelas. terutama kaum Calvinis. Bagi masyarakat Jepang. perilaku ekonomi kapitalis berharap akan memperoleh keuntungan dengan melakukan aktivitas tukar menukar yang didasarkan pada kesempatan mendapatkan untung secara damai. dan sanggup menahan diri. Keberlakuan dari teori ini banyak penulis yang mencontohkan pada kehidupan masyarakat dan bangsa Jepang. Inilah yang mendorong mereka bekerja keras agar menjadi golongan orang-orang yang terpilih. ternyata dorongan berprestasi yang tinggi merupakan kunci sukses bagi Bangsa Jepang untuk mampu membangun negaranya menjadi negara maju dengan akselerasi yang lebih tinggi. Andrew Greely. Hasil pengamatan Weber menunjukkan bahwa golongan penganut agama protestan. Tempat yang paling baik untuk memupuk dorongan berprestasi adalah dalam keluarga melalui peran para orang tua. Tidak semua orang dapat menerima tesis Weber yang diuraikan di atas. Kritikan-kritikan tersebut antara lain dapat dibaca dalam buku yang diedit oleh Taufik Abdulah (1979): Agama. Para pemikir dari mazhab historimus lebih banyak hanya mengkritik metode deduksi klasik. misalnya Bryan S. Kurt Samuelson. melainkan merupakan nilai-nilai keutamaan yang bisa ditularkan dan ditumbuhkembangkan. tetapi tidak Memperkuat pandangan Max weber. Luar biasa.Menurut Weber14. pimpinan teknis dan komersial yang diamatinya di Jerman adalah orang-orang protestan. Menurut ajaran Calvin keselamatan hanya diberikan kepada orang-orang terpilih. adanya motif berprestasi yang tinggi akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. menduduki tempat teratas. bukan orang katolik. R. Tawney. Robert N. misalnya penelitian tentang masyarakat Islam dan penganut-penganut agama Tokugawa di Jepang.H. Dalam lingkup masyarakat yang lebih luas. 14 179 . Mereka tidak mengembangkan sebuah sistem melainkan lebih merupakan reaksi terhadap konsepsi klasik dan neo-klasik yang menghendaki tidak adanya campur tangan pemerintah dalam perekonomian. Bellah. dan oleh karena itu upaya pengembangan anak dan kreativitasnya harus diarahkan pada nilai-nilai yang melekat pada dorongan berprestasi yang tinggi. Pendidikan anak. Beberapa pakar mempertanyakan atau bahkan menentangnya. kegagalan adalah sebuah aib besar. Turner. dan tentu saja dari pakar-pakar lain yang pernah meneliti dampak ajaran agama lain terhadap kehidupan ekonomi. Dari uraian ini. hemat. Dorongan berprestasi ini bukanlah sesuatu yang lekat sejak seseorang dilahirkan. pemilik modal. Sebaliknya. masih terdapat nilai-nilai lain yang cukup efektif mengantar sukses seseorang. Ajaran Calvin tentang takdir dan nasib manusia. rasional.

Hal ini terlihat jelas dalam pemikiran-pemmikiran List dan Schmoler. Setelah mencermati secara lebih seksama terhadap pemikiran-pemikiran para tokoh aliran sejarah. 179 . Dengan demikian aliran pemikiran ssejarah tidak mampu membangun suatu sistem ekonomi tersendiri sebagaimana yang dilakukan oleh para pemikir klasik atau sosialis. namun tidak boleh dipungkiri bahwa jasa dan sumbangan mereka dalam melakukan berbagai penelitian empiris tentaang masalah ekonomi cukup bermanfaat dan bermakna. Namun perdebatan tentang metode induksi dan deduksi itu oleh Schumpeter dinilainya sia-sia belaka. bagaimanakah implikasi dari ajaran para pemikir sejarah bagi negara-negara berkembang. Kemudian. Mereka berpandangan bahwa manakala perekonomian diserahkan pada mekanisme pasar bebas sebagaimana digagas oleh kaum klasik. maka negara mereka akan kalah dalam bersaing dan perekonomian Jerman bisa hancur. misalnya melindungi industri dalam negeri dari serbuan produk-produk luar negeri. mereka mendesak agar pemerintah melakukan intervensi dalam perekonomian. Salah satu manfaat yang bisa dipetik dari kritik para pemikir aliran sejarah terhadap kaum klasik ialah dalam pengembangan metode penelitian ekonomi. bahwa dalam melakukan penelitian ekonomi sebaiknya dilakukan metode deduksi (reasoning from the general to the particular) dan induksi (reasoning from the particular to the general) secara timbal balik. yang kemudian dikenal sebagai metode reflektive thinking. termasuk Indonesia? Perekonomian kebanyakan negara berkembang didominasi oleh sektor pertanian. yang umumnya sulit untuk maju. Dengan metode induksi empiris kita hanya bisa menggambarkan berbagai persoalan ekonomi secara deskriptif. Terhadap penilaian Sshumpeter ini tentu tidak semua orang sependapat karena sebagaimana yang terbukti dari perdebatan ini lahir suatu kesadaran bagi para pemikir-pemikir ekonomi di kemudian hari.melihat kelemahan dari metode induksi-empiris mereka sendiri. Kondisi negara mereka pada waktu itu masih tertinggal dibelakang Inggris yang sudah lebih maju industrialisasinya. rinci dan terarah. Sungguhpun karya-karya dari para pemikir aliran sejarah masih memiliki banyak kelemahan dan kekurangan. jika ingin maju maka langkah awal yang perlu dilakukan ialah memacu industrialisasi. Oleh karena itu. Adapun kelemahan utama metode induksi-empiris itu ialah sulitnya mencapai suatu kesimpulan yang padu tentang ekonomi masyarakat. Olehnya itu. tetapi dari berbagai pengamatan dan penelitian deskriptif yang dilakukan secara terpencar-pencar ke segala arah tersebut sulit diramu dan dirangkum menjadi suatu perpaduan kerangka susunan atau struktur pemikiran ekonomi yang kokoh. maka yang menonjol dari pemikiran-pemikiran mereka adalah semangat nasionalismenya.

179 . Hasil produksi mereka tidak bisa bersaing dengan produk-produk luar negeri. Kondisi ini pada akhirnya hanya akan menjadi pemicu kecemburuan sosial. bagi negaranegara berkembang yang ingin memberikan proteksi harus diiringi dengan suatu mekanisme yang mampu mengatur agar proteksi secara bertahap dapat dikurangi. Yang lebih parah lagi. perlu ditambahkan bahwa pada masa-masa yang lalu kebijakan proteksi bisa dilakukan untuk melindungi industri dalam negeri. maka industri yang diberikan proteksi tersebut cenderung tidak efisien. Akan tetapi di masa-masa mendatang hal ini akan sulit dilaksanakan. Pengembangan industri ini lebih lanjut diharapkan untuk mampu mengangkat perekonomian masyarakat lebih luas ke berbagai bidang. pada tahap awal negara-negara itu boleh melakukan kebijakan proteksi untuk melindungi industri dalam negerinya. Dengan demikian untuk memajukan industri dalam negeri tidak bisa lagi dilakukan dengan menggunakan kebijakan proteksi. khususnya di negara-negara yang tingkat konspirasi antara pengusaha dengan penguasanya cukup tinggi. dan sesudah sekian lamanya waktu yang diberikan. yang terjadi adalah meluasnya distorsi dan perekonomian beroperasi dengan biaya tinggi (hight cost economy). Jauh dari yang diharapkan. di beberapa negara berkembang kebijakan proteksi hanya dinikmati oleh segelintir pengusaha yang berkolaborasi dengan penguasa. List juga menganjurkan agar proteksi hanya diberikan pada tahap-tahap awal pembangunan ekonomi suatu negara. Padahal List telah mengingatkan bahwa proteksi yang tidak bijaksana seperti ini hanya akan menjadi sumber pemborosan keuangan negara. mengingat telah ditandanganinya perjanjian GATT akhir Tahun 1993. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sebagaimana diuraikan diatas. Akan tetapi dalam praktiknya terdapat beberapa negara berkembang. Jika tidak ditempuh mekanisme seperti itu. sedangkan industrinya sendiri keropos dan tidak efisien. Beban import dan tarif secara berangsur-angsur harus dikurangi. Tindakan proteksi ini setelah melalui beberapa tahapan waktu tertentu. Perjanjian GATT mmenghendaki perdagangan global yang lebih bebas tanpa mendapat halangan dan rintangan dari semua negara anggota. proteksi tersebut diberikan secara terus menerus. dimaksudkan agar industri dalam negeri menjadi lebih mapan sehingga lebih kompetitif dalam bersaing. dalam upaya meningkatkan pembangunan ekonomi di negara-negara sedang berkembang. melainkan harus mengarah pada usaha-usaha yang dapat meningkatkan efisiensi produksi. Sebagai catatan akhir.Sebagaimana dianjurkan oleh List. proteksi tersebut harus dihentikan.

Implikasi kebijakan yang menarik untuk disimak dari pemikiran mazhab hirtorimus ini, terutama dari pemikiraan Schmoler, ialah perlunya negara memberikan perlindungan bagi kaum buruh. Banyak negara sedang berkembang mengabaikan hal ini, padahal masalah perlindungan kaum buruh perlu diperhatikan karena posisi tawar mereka sangat rendah dihadapan kaum pengusaha. Kalaupun ada organisasi serikat pekerja, kaum buruh belum mendapat perlindungan yang sewajarnya. H.TEORI PEMBANGUNAN KEYNES John Maynard Keynes15 adalah salah satu tokoh pemikir ekonomi dunia yang sangat tersohor. Karya-karya cerdas Keynes mengenai ekonomi dan keuangan begitu banyak. Diantara hasil karyanya: Indian Currency and Finance (1913); The Economic Consequences of the Peace (1919); A Treatise on Probability (1921), A Revision of Treaty (1922), A Tract on Monetaty Reform (1923); American ed., Monetary Reform (1924); A Short View of Russia (1925); The Economic Consequences of Mr Churchill (1925); The End of Laissez Fair (1926); dan Essays in Biography (1933).
15

Nama John Maynard Keynes adalah sebuah nama Inggris kuno. Dari hasil penelusuran mengenai asal usul tokoh pemikir ekonomi ini, sampai pada nama William de Cahagnes yang hidup pada Tahun 1066, ternyata Keynes ialah seorang tradisionalis. Kecakapan serta sifat-sifat baiknya diperoleh secara turun temurun. John Maynard Keynes yang lahir di Cambridge Inggris pada tanggal 5 Juni 1883, adalah salah satu tokoh pemikir ekonomi dunia yang sangat tersohor. Secara kebetulan tahun kelahiran Keynes bertepatan dengan tahun wafatnya Karl Marx yang juga sangat terkenal. Sungguhpun kedua tokoh pemikir ekonomi yang waktunya bersinggungan ini sangat berbeda pemikirannya, namun keduanya banyak mempengaruhi filsafat sistem kapitalis. Dilihat dari sifat hidupnya, Karl Marx adalah seorang pendendam, banyak mengalami kesulitan dalam hidupnya, pemurung dan kecewa. Ia adalah perencana hancurnya Kapitalisme. Sebaliknya Keynes, Ia sangat mencintai kehidupan, cara hidupnya selalu mewah, dan sering berbuat seenaknya. Ia benar-benar tokoh pemikir ekonomi yang kaya dengan pengalaman hidup, cerdas dalam berkarya, dan berhasil menjadi arsitek kapitalisme yang tahan hidup. Dalam perjalanan kariernya, Keynes tercatat sebagai dosen dalam mata kuliah ilmu ekonomi dan keuangan di Cambridge University, dan menjadi bendaharawan King’s College sejak Tahun 1908. Di samping itu Keynes juga menjadi anggota Royal Cominision, sebagai Treasury (1915-1919) dan pada bulan Januari 1919 Ia menjadi utusan utama Inggris ke Konferensi Perdamaian Paris. Sebagai utusan konferensi itu, Ia mengundurkan diri pada bulan Juni 1919. Kemudian Ia menjabat sebagai presiden komisaris dan National Mutual Life Assurance Society dan memimpin suatu perusahaan investasi dari Tahun 1921 sampai Tahun 1938. Pengunduran Keynes itu sebagai tindakan protesnya terhadap pasal perampasan dalam Perjanjian Versailles. Karena, menurut Keynes bahwa dalam Perjanjian Versailles itu terdapat rangsangan yang tidak disadari untuk kebangkitan yang lebih hebat lagi dari militerisme dan autarki Jerman. Ternyata apa yang diutarakan Keynes menjadi kenyataan, karena dalam kurun waktu 20 tahun ramalan Keynes itu benar-benar menjadi kenyataan. Munculnya Gerakan Nazi Fasis di bawah Hitler menjadi dominan di Jerman sejak tahun 1933, dan pada akhir tahun 1939 meletuslah Perang Dunia II yang jauh lebih dahsyat dari peperangan-peperangan sebelumnya. Keynes waktu itu berpendapat bahwa Konferensi Versailles itu sebagai suatu penyelesaian dendam politik tanpa perhitungan yang tidak mempedulikan masalah yang mendesak pada waktu itu, dan hanya akan menghidupkan kembali Eropa menjadi sebuah kesatuan yang lengkap serta berfungsi. Pada Tahun 1941 Keynes diangkat menjadi direktur Bank of England (Bank Sentral Inggris) dan pada Tahun 1942 Ia menjadi The First Baron Keynes of Tilton, yakni suatu gelar kerajaan yang sangat terhormat berkat sumbangan pikirannya yang sangat besar itu. Kemudian pada bulan Juli 1944, Keynes dipercayakan memimpin delegasi Inggris ke Konferensi Moneter dan Keuangan PBB di Bretton Woods, Amerika. Dari konferensi itu lahirlah apa yang dikenal dengan Dana Moneter International (International Monetary Fund/IMF) dan Bank Dunia (ZBRD yakni International Bank for Reconstruction and Development). Keynes juga pernah menjadi perunding utama dari Anglo-American Loan pada Tahun 1945.

179

Pada Tahun 1936, Keynes menerbitkan lagi buku hasil pemikirannya yang terpenting dan terkenal hingga sekarang, yakni The General Theory of Employment, Interest, and Money. Dalam buku itu diungkapkan bahwa pendapatan dan kesempatan kerja ditentukan oleh jumlah pengeluaran swasta dan negara. Pendapat ini dinilai para ahli ekonomi dunia sebagai sebuah penyimpangan dari tradisi Neo-Klasik dan akhirnya menciptakan mazhab baru, mazhab ekonomi modern yang biasa dikenal dengan sebutan mazbab Keynesian. Selain buku-buku tersebut, Keynes juga menerbitkan buku hasil pemikirannya tentang cara untuk menghindari terjadinya inflasi. Buku itu berjudul How to Pay for the War. Ia menawarkan suatu cara untuk menghindari terjadinya inflasi pada zaman perang yakni dengan jalan tabungan paksa atau tabungan penangguhan. Pengaruh dari segala pemikiran Keynes sangat terasa di dalam pembuatan anggaran pada zaman perang Inggris. Dalam tradisi klasik ataupun neo-klasik, analisis-analisis ekonomi lebih banyak bersifat mikro. Namun ketika John Maynard Keynes pada tahun 1920-an, mulai memisahkan ilmu ekonomi makro (macroeconomics) dari ilmu ekonomi mikro (microeconomics). Sejak saat itu tradisi klasik ataupun neo-klasik mulai ditinggalkan dalam berbagai analisis ekonomi. Kemudian pada tahun 1930an, pemisahan itu menjadi semakin jelas ketika muncul kesepakatan bersama antara Keynes dan para ekonom lain, terutama John Hicks. Dalam hal ini, analisis ekonomi makro dilakukan dengan melihat hubungan di antara variabel-variabel ekonomi secara agregat. Mereka menjadi begitu terkenal karena gagasan-gagasannya mengatasi great depression, dan Keynes adalah tokoh kunci yang mengusung gagasan mengenai pentingnya keberadaaan dan peran Bank Sentral serta campur tangan pemerintah dalam perekonomian. Ketika itu Keynes mengkritik ekonomi klasik dan mengusulkan sebuah metode untuk management of aggregate demand. Pada tahun 1930-an, sesudah great depression, negara semakin memainkan peranan pentingnya pada sistem kapitalism di sebagian besar kawasan dunia. Sistem ekonomi ini sering disebut dengan mixed economies. Sebagai contoh, pada Tahun 1929 total pengeluaran pemerintah Amerika Serikat kurang dari 10% terhadap GNP; pada tahun 1970-an jumlah itu telah mencapai lebih dari 30%. Peningkatan yang sama juga terjadi pada industrialized capitalist economies. Perancis misalnya, telah mencapai ratios of government expenditures dari GNP yang lebih tinggi ketimbang Amerika Serikat. Pandangan Keynes sering dianggap sebagai awal dari pemikiran ekonomi modern. Keynes banyak melakukan pembaharuan dan perumusan ulang doktrin-doktrin klasik dan neo-klasik. Karena Keynes menganggap pentingnya peran pemerintah dalam melaksanakan pembangunan, sehingga

179

Keynes sering disebut sebagai Bapak Ekonomi Pembangunan, dan sering juga disebut sebagai Bapak Ekonomi Makro. Untuk memperkuat pemikiran ekonominya, Keynes berpendapat bahwa pengeluaran masyarakat untuk konsumsi dipengaruhi oleh pendapatannya. Semakin tinggi tingkat pendapatan masyarakat mengakibatkan semakin tinggi pula tingkat konsumsinya. Selain itu, pendapatan masyarakat juga berpengaruh terhadap tabungan. Semakin tinggi pendapatan masyarakat, semakin besar pula tabungannya karena tabungan merupakan bagian pendapatan yang tidak dikonsumsi. Walaupun pendapatan penting peranannya dalam menentukan konsumsi, peranan faktor-faktor lain tidak boleh diabaikan. Di bawah ini dijelaskan beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi dan tabungan: Pertama, kekayaan yang terkumpul: Seseorang yang memperoleh harta warisan/tabungan yang banyak dari usaha di masa lalu, menjadikan seseorang itu memiliki kekayaan yang mencukupi. Dalam keadaan seperti itu, ia sudah tidak terdorong lagi untuk menabung lebih banyak, sebagian besar dari pendapatannya digunakan untuk konsumsi di masa sekarang. Sebaliknya, bagi kebanyakan orang yang tidak memperoleh warisan mereka memiliki hasrat menabung yang lebih besar dan lebih banyak di masa mendatang; Kedua,Tingkat bunga: tingkat bunga dapat dipandang sebagai pendapatan yang diperoleh dari menabung. Rumahtangga dan masyarakat pada umumnya akan menabung dalam jumlah yang lebih banyak apabila tingkat bunga tinggi, karena lebih banyak bunga yang akan diperoleh; Ketiga, Sikap berhemat: pada umumnya, masyarakat mempunyai sikap dan perilaku yang berbeda dalam menabung dan berbelanja. Ada masyarakat yang tidak suka berbelanja berlebih-lebihan dan lebih mementingkan tabungan. Dalam masyarakat seperti itu Average Propensity to Consume (APC) dan Marginal Propensity to Consume (MPC)-nya lebih rendah, namun ada pula masyarakat yang mempunyai kecenderungan mengkonsumsi yang tinggi, ini berarti APC dan MPC-nya adalah tinggi; Keempat, Keadaan Perekonomian: dalam perekonomian yang tumbuh dengan stabil dan tidak banyak pengangguran, pada umumnya masyarakat cenderung melakukan perbelanjaan lebih aktif. Mereka mempunyai kecenderungan berbelanja lebih tinggi pada masa kini dan kurang menabung. Sedangkan dalam keadaan perekonomian yang lambat perkembangannya, maka tingkat pengangguran menunjukkan tendensi meningkat, dan sikap masyarakat dalam menggunakan uang dan pendapatannnya makin berhati-hati; dan Kelima, Distribusi Pendapatan: dalam perekonomian yang distribusi pendapatan masyarakatnya tidak merata, maka akan lebih banyak tabungan yang dapat diperoleh. Dalam kondisi yang demikian, sebagian besar pendapatan nasional dinikmati oleh sekelompok kecil penduduk yang sangat kaya,

179

ia tidak dianggap sebagai guru yang sangat baik. sedangkan Schumpeter memiliki pandangan yang lain bahwa perkembangan ekonomi itu bukan merupakan proses yang harmonis ataupun gradual. Hal ini disebabkan karena pemikirannya kurang sesuai dengan pemikiran Keynes yang sedang naik daun pada masa itu. Karena jasa-jasanya yang besar terhadap pemikiran ekonomi. Ia termasuk pionir dan pemikir pembangunan ekonomi yang pertama meletakkan dasar pengembangan teori pertumbuhan ekonomi. maka tingkat tabungannya relatif sedikit karena mereka mempunyai kecondongan mengkonsumsi yang tinggi. kurang dari 30 tahun. Setidaknya diperlukan sistem dinamik yang non-linear yang telah dibakukan untuk menangkapnya. ia berusia 67 tahun. Menurut catatan. Ia memulai karirnya dengan mempelajari ilmu hukum di Universitas Vienna di bawah asuhan Eugen Von BohmBawerk di mana ia memperoleh gelar doctoral pada Tahun 1906. Berdasarkan pemikiran ekonomi dan berbagai pendapat yang melatarinya. sekarang Trest di Republik Ceko). Dari Tahun 1925 hingga 1932. Dalam usianya yang relatif muda. Ia kemudian menjadi presiden bank swasta Biederman pada periode 1920-1924. Ia dilahirkan di Triesch. ia menjabat pada posisi penting di Universitas Bonn. ia telah berhasil menunjukkan karya monumentalnya dengan judul The Theory of Economic Development. Jerman. menjadikannya sebagai salah satu ekonom paling berpengaruh di abad ke-20. Sayangnya bank itu bangkrut pada Tahun 1924. Moravia (bagian dari AustriaHungaria. Keynes kemudian berhasil membentuk suatu bangunan rumah utuh dalam struktur teori-teori ekonomi baru. ide Schumpeter mengenai siklus bisnis dan perkembangan ekonomi memang tidak ditangkap oleh ilmu matematika pada masa itu. Pandangan tokoh yang satu ini memang berbeda dengan pemikiran Keynes ataupun Alfred Marshall bahwa perekonomian itu merupakan sebuah kehidupan organik yang tumbuh dan berkembang secara perlahan-lahan sebagai proses yang gradual. Keynes berhasil melakukan escape dari masa lalu. melainkan seorang ekonom yang mencoba mengintegrasikan pengertian sosiologi pada teori ekonominya. Schumpeter bukan seorang ahli matematika. dia memutuskan untuk berangkat ke Harvard (dimana ia telah mengajar pada Tahun 1927-1928 dan 1930). melainkan merupakan Tokoh ini nama lengkapnya Joseph Alois Schumpeter. TEORI PEMBANGUNAN JOSEPH SCHUMPETER Joseph Schumpeter 16 adalah tokoh pembaharu dan pemikir ekonomi yang pertama memberi perhatian serius dalam mengembangkan teori pertumbuhan ekonomi. Ia merupakan murid yang luar biasa pintar dan sering dipuji oleh para gurunya. Pada Tahun 1919 hingga Tahun 1920. Tidak beberapa lama kemudian. Sebaliknya. Schumpeter menginspirasi beberapa ekonom matematika pada masanya dan bahkan menjadi presiden Econometric Society (1940-1941). sehingga terjadi revolusi baik dalam teori bahkan kebijakan ekonomi. setelah menjalani profesinya. begitu pula di Universitas Graz pada Tahun 1911. Schumpeter tidak begitu diakui di kalangan teman sejawatnya. dalam masyarakat yang distribusi pendapatannya lebih seimbang. dan kembali mengajar dari Tahun 1932 hingga Tahun 1950. David Richardo dan gurunya sendiri Alfred Marshall. Di saat meninggal dunia. Dalam konteks kekinian. Karena harus meninggalkan Eropa Tengah akibat kemunculan kaum Nazi. di mana ia menetap hingga Perang Dunia I. Sedangkan sebagian besar penduduk lainnya mempunyai pendapatan yang hanya cukup untuk membiayai konsumsi.dan golongan masyarakat ini mempunyai kecenderungan menabung yang tinggi. ia menjadi professor ilmu ekonomi dan pemerintahan di Universitas Czernowitz pada Tahun 1909. yaitu dari tradisi laissez faire yang dianut para pakar ekonomi masa silam seperti Adam Smith. 16 179 . dia menjadi Menteri Keuangan Austria yang sukses. Selama bertahun-tahun di Harvard. Pada kelompok masyarakat ini tabungannya kecil. G. Padahal. namun dia memiliki pengikut yang setia terhadap pemikirannya.

mulai dari tranformasi pengetahuan ke dalam invensi. Bahkan. jenis inovasi itu akan muncul bunga. tapi telah menjadi keharusan. ii) keuntungan lebih. kreasi dan inovasi ini lahir dari proses yang panjang. inovasi berpengaruh terhadap: i) temuan teknologi. Faktor utama penyebab perkembangan ekonomi adalah kualitas dari proses inovasi yang dilakukan oleh para entrepreuner. 2) adanya lingkungan sosial. Menurut Schumpeter. yang diintrepretasikan Schumpeter sebagai bagian dari pajak yang dibebankan pada entrepreneur oleh bankir sebagai gantinya inflasi. 3) tersedianya cadangan ide-ide baru secara 179 . politik dan teknologi untuk merangsang semangat inovasi dan pelaksanaan ide-ide untuk berinovasi. yaitu aplikasi dari ide-ide baru dalam tehnik dan organisasi yang akan membawa perubahan-perubahan dalam fungsi produksi. Itulah sebabnya mengapa inovasi ini membutuhkan proses yang lama dan berkelanjutan dalam pendayagunaan kreativitas individu dan transformasi proses kreativitas individu ke dalam kreativitas bersama. Dalam kehidupan ekonomi yang makin modern. dan 5) menjalankan organisasi baru dalam industri yang mampu menciptakan efisiensi. Kesemuanya itu dapat diwujudkan manakala dipenuhinya syarat-syarat seperti: 1) adanya calon pelaku inovasi dalam masyarakat. Ini sesuai dengan ragam dan sifat pekerjaan yang terus berubah. maka ekonomi tersebut akan jatuh dan hancur ( for an established company which in an age demanding innovation is not capable of innovation is doomed to decline and extinction). inovasi dapat berbentuk: 1) memperkenalkan barang-barang baru atau barang-barang berkualitas baru yang belum dikenal konsumen. sehingga seolah-olah menjelma menjadi faktor pengganggu terhadap keseimbangan yang telah ada. Dalam perekonomian yang dinamis. jika tidak mampu memenuhi tuntutan inovasi. 3) pembukaan pasar baru bagi perusahaan. bahwa dalam ekonomi yang telah maju sekalipun. dan segalanya menuntut do it better. Peter Drucker pernah mengingatkan. Tentunya. Dalam hal ini. Berbagai inovasi yang diprakarsai oleh imitator dan speculator akan membuat gerakan siklus. inovasi bukan sekedar jargon. 2) memperkenalkan metode produksi baru. faster and cheaper. iii) akumulasi modal. dan iv) proses peniruan (imitasi) teknologi. Unsur strategis dalam aktivitas entrepreneur adalah inovasi. kemudian berlanjut menjadi inovasi dalam output (barang dan jasa yang diproduksi) dan inovasi pada sumberdaya yang dimiliki. Inovasi akan mengerem siklus melingkar dari ekonomi stationer dan menghasilkan perkembangan ekonomi dengan posisi ekuilibrium baru pada tingkat pendapatan yang lebih tinggi. 4) penemuan sumber-sumber ekonomi baru.perubahan yang spontan dan terputus-putus dengan munculnya ide-ide baru yang kreatif dan inovatif.

Lebih jauh lagi. Wiraswasta dalam arti pemimpin individual tak lagi berhak menaikan peranannya dalam perekonomian. industri dan perdagangan ini secara ekonomis membantu rajaraja tadi. dalam ekonomi liberal sistem kapitalisme merupakan sistem yang paling baik dalam menciptakan pembangunan ekonomi. dimana ia memiliki kontak pribadi secara langsung. atau dengan kata lain fungsi wiraswasta sudah usang. dia melepaskan pengaruh gurunya dengan mengembangkan teori bunga yang berbeda dengan Bohm-Bawerk. Jika ekonom Austrian School seperti Hayek dan Mises merubah warisan dari guru mereka dengan cara mereka sendiri. menurut Schumpeter perusahan besar inilah yang akan mendorong perkembangan ekonomi yang lebih cepat. Tidak sekadar mengembangkan dan memperkuat beberapa kecenderungan dalam tulisan pendahulunya. maka Schumpeter mencoba lebih jauh dengan melepaskan diri dari batasan-batasan yang dibuat dalam hasil karya pendahulunya. 2) runtuhnya rangka kehidupan masyarakat kapitalis. Sementara runtuhnya golongan politikus dapat ditelusuri melalui sejarah perkembangannya. Ia juga menyukai beberapa pengikut tradisi Anglo-Amerika. Kemudian. Ketika berumur dua puluhan. Schumpeter sangat terbuka pada pemikiran Walras yang dia kagumi sebagai seorang ekonom teoritis terbaik. inovasi tidak lagi dilakukan oleh orang per orang tertentu ataupun merupakan pekerjaan rutin yang dipimpin oleh manejer yang ahli dalam perusahaan besar. dan besarnya perusahaan itu akan melemahkan kepemilikan swasta. Dalam hal ini. Memang. Demikian halnya dengan runtuhnya rangka kehidupan masyarakat kapitalis. Dalam konteks dimana usaha sebagai fungsi wiraswasta. Bahkan. melainkan lebih terbuka pada pengaruh-pengaruh di luar Austria. Schumpeter juga melepaskan 179 . namun dalam jangka panjang sistem kapitalisme itu akan mengalami stagnasi. dan 4) adanya sistem perkreditan yang menyediakan dana entrepreneur untuk merealisir ide tersebut menjadi kenyataan. bahwa pada mulanya raja-raja feodal membantu tumbuhnya industri dan perdagangan secara politis melalui aturan-aturan yang menguntungkan mereka. Joseph Schumpeter pernah berpendapat bahwa dasar-dasar ekonomi dan sosial sistem kapitalisme itu akan runtuh. tetapi dalam kapitalisme yang sudah maju kaum industrialis dan pedagang meruntuhkan kekuatan feodal karena mereka tidak mampu untuk mengatur atau memerintah karena memang mereka itu bukan ahli di bidang pemerintahan. Schumpeter menyatakan bahwa kemajuan teknologi itu dilakukan oleh para ahli dalam industri yang besar. dan 3) runtuhnya golongan-golongan politikus.memadai. Ia mendasarkan pendapatnya itu kepada tiga hal: 1) bahwa usaha itu adalah fungsi wiraswasta.

siklus bisnis dikonsepsikan sebagai krisis-krisis yang menganggu perkembangan ekonomi. permintaan industri dipengaruhi oleh kondisi ekonomi. dan tingkat bunga. Teori siklus bisnis memiliki peranan penting karena banyak orang yang mempercayai keberadaanya. Dalam konteks ini. dan biaya penggunaan pemasok atau sumberdaya asing. Pada abad ke-19. perubahan lingkungan bisnis tampaknya menjadi faktor dominan yang menentukan perubahan struktur eknomi. dan perubahan faktor lingkungan global. siklus bisnis. dan lingkungan regulator. dan karakteristik persaingan. 17 179 . kebutuhan akan ketrampilan. ada beberapa komponen kritis yang perlu diantisipasi. Dalam perkembangannya. keunggulan bersaing. pertumbuhan ekonomi secara tidak langsung mempengaruhi tingkat revenue perusahaan. Dalam hal ini. Sedangkan perubahan lingkungan global meliputi: kondisi ekonomi di beberapa negara mitra. Dalam hubungan ini. Socialism and Democracy (1942) yang menggambarkan tentang pentingnya elite entrepreneur untuk perubahan dan pertumbuhan. Dalam hal ini. kependudukan. Pada perubahan lingkungan industri. Pekerjaanya tidak hanya menyangkut pada jenis teori murni yang dibentuk oleh orang Austria sebelumnya. sedangkan faktor permintaan asing terhadap produk perusahaan dan biaya penggunaan sumberdaya Pandangan Schumpeter mengenai pengaruh entrepreneur dalam perekonomian dapat ditelusuri melalui ideide cerdasnya yang dituangkan dalam berbagai buku yang pernah ditulis. mulai dari The Theory of Economic Development (1912) hingga Business Cycles (1939) dan Capitalism. dan serikat kerja. kemudian menganalisis bagaimana kejadian dari krisis-krisis itu dapat dipisahkan dan dihubungkan dengan struktur ekonomi yang berubah. sedangkan faktor inflasi dan tingkat bunga dapat menentukan besaran biaya operasional dan biaya bunga. nilai tukar dan pergerakannya.tradisi Austria dengan membentuk pendekatannya sendiri. Perubahan lingkungan bisnis tersebut meliputi: perubahan faktor lingkungan ekonomi. para ekonom mulai mempercayai berulangnya krisis-krisis tersebut. komponen penting yang perlu diantisipasi adalah tingkat permintaan dan persaingan industri. dan selera pelanggan. Sedangkan pada tingkat persaingan industri dipengaruhi oleh tingkat konsentrasi industri. hal-hal yang perlu dicermati adalah: upah pekerja. permintaan asing terhadap produk perusahaan. lingkungan pekerja. tetapi lebih luas dan merefleksikan harapan yang tinggi yang diletakannya pada ilmu ekonomi matematika dan studi empiris berorientasi kuantitatif17. dan untuk keberlangsungan kapitalisme. yaitu pertumbuhan ekonomi. yang disebut sebagai salah satu toleransi metodologi. lingkungan industri. inflasi. Dalam hal perubahan faktor lingkungan ekonomi. Pada lingkungan pekerja. kondisi ekonomi di beberapa negara mitra dan nilai tukar berikut pergerakannya secara tidak langsung dapat berpengaruh pada penerimaan perusahaan. penguasaan pangsa pasar.

dapat dibedakan berdasarkan durasi waktu kejadiannya: 1) Siklus musiman – satu tahunan. 3) fase depresi. Menurut Nellis dan Parker (2000). 2) fase kontraksi. yang pada awalnya diciptakan Schumpeter (1939). secara tidak langsung dapat mempengaruhi biaya-biaya perusahaan. Ketika permintaan konsumen dan profitabilitas mengalami pertumbuhan yang menurun. Semangat itulah yang kemudian mendorong upaya pemulihan ekonomi seiring dengan tumbuhnya investasi dan kesempatan kerja. 2) Siklus Kitchin – tiga tahunan. Klasifikasi berikut. karena semua pelaku bisnis ingin secepatnya bangkit dari keterpurukan. akan semakin berfluktuasi besaran transaksi bisnis yang dihasilkan. Semisal. Dalam periode kontraksi atau resesi. Kondisi ini merupakan kondisi terburuk dalam suatu perekonomian atau yang kemudian disebut sebagai periode trough atau depresi. Sampai kapan periode depresi ini akan bertahan? Dalam kenyataannya. perubahan lingkungan bisnis memiliki implikasi praktis terhadap penyelenggaraan praktik-praktik bisnis. harga-harga yang stabil bahkan menurun. 3) Siklus Juglar – 9-10 tahunan. serta investasi. maka kemudian periode puncak berubah menjadi periode kontraksi. siklus bisnis merupakan fluktuasi tingkat aktivitas bisnis dalam perekonomian yang disebabkan oleh adanya perubahan pada kondisi permintaan. periode depresi tidak akan dapat bertahan lama. Siklus bisnis18 tersebut berproses melalui empat fase. kapasitas industri terpasang tidak dapat digunakan. yaitu 1) fase puncak. dan kepercayaan bisnis merosot tajam. tidak semua siklus ekonomi beroperasi dalam ukuran yang sama (the same yardstick).asing. masing-masing siklus bisnis tersebut bertalian dengan suatu periode puncak yang menunjukkan permintaan konsumen meningkat dengan cepat serta investasi dan laba bisnis adalah tinggi. jika tidak dapat dilakukan perbaikan ekonomi. praktik-praktik bisnis itu tidak akan berlangsung stabil dalam jangka panjang melainkan akan mengalami pasang surut karena berkaitan dengan dan ditentukan oleh perubahan faktor lingkungan bisnisnya. akumulasi nilai dari transaksi bisnis tersebut dalam jangka panjang akan membentuk sebuah tren bisnis yang terpola secara fluktuatif seiring dengan perubahan faktor-faktor lingkungan bisnis. khususnya naik turunnya investasi. produksi dan kesempatan kerja juga berkurang. 18 179 . maka aktivitas bisnis akan terus merosot dan berimbas pada meluasnya pengangguran yang semakin berat. Pola dari tren bisnis tersebut kemudian populer disebut sebagai siklus bisnis. dan 4) fase ekspansi. dan 5) Siklus Kondratiev – 48-60 tahunan. Sejak itu periode depresi segera berakhir dan kondisi Secara alami. Dengan demikian. 4) Siklus Kuznets – 15-20 tahunan. Secara agregat. Semakin intensif gelombang pasang surut perubahan lingkungan bisnis itu berlangsung. serta kembalinya kepercayaan dunia bisnis. Gelombang pasang surut perubahan lingkungan bisnis ini pada gilirannya akan menentukan besaran transaksi bisnis yang dihasilkan. Dalam hal ini.

perekonomian kembali mengalami pertumbuhan atau yang disebut sebagai periode ekspansi. creative destruction dan evolusi ekonomi juga menjadi perhatian Schumpeter. apakah siklus bisnis dapat dihindari? Seiring dengan berjalannya waktu. Di Amerika Serikat siklus bisnis sudah tidak terjadi. Dalam hal ini. ketika bisnis telah memasuki dunianya yang berbeda dengan sebelumnya. Mengenai monopoli. banyak dari kalangan ekonom menilai bahwa siklus bisnis telah mati. dan dengan skala yang besar itu. sehingga resesi dapat ditekan terjadinya. hingga pada gilirannya kondisi itu akan kembali menuntun pada suatu periode puncak yang baru dengan siklusnya yang akan berulang kembali. Hal ini ditunjukkan oleh pujian Schumpeter terhadap entrepreneur. siklus bisnis tampaknya semakin berkurang kualitasnya. tetapi di negara lain siklus bisnis masih muncul. kemudian muncul pertanyaan. yaitu suatu dunia kehidupan yang penuh dengan dinamika dan ketidakpastian. dengan memahami secara komprehensif tentang siklus bisnis dengan segala implikasinya. Di saat itulah berlangsung proses depersonalized. namun ia juga 179 . Seperti yang dikatakan dalam analisis Karl Max. Tentang kejatuhan kapitalisme. maka bisnis pun secara organisasional dan operasional telah berubah serta semakin menunjukkan identitas dan karakter sistemnya. Hingga pada dekade 1990. inovasi seakan merupakan hak dari pemimpin-pemimpin industri. menurut Schumpeter akan muncul sebagai hasil (bukan dari kegagalan) dari kesuksesan kapitalisme yang dikaitkan dengan takdir dari elite entrepreneur. Sungguhpun penyebab resesi sudah dikenali. yang membuat kapitalisme berkembang tetapi dihancurkan oleh sekat-sekat sosial yang terbentuk di dalamnya. dimana aktivitas inovasi ditransformasi menjadi kegiatan administrasi rutin yang dilakukan oleh orang-orang bergaji dan para pemegang saham. dan (3) pemahaman pemerintah yang semakin baik terhadap kondisi perekonomian dapat mencegah perekonomian menuju resesi. seperti yang dinyatakan oleh Schumpeter dalam bukunya Capitalism. (2) kebijakan pemerintah semakin terbuka dan dapat diprediksi. faktor yang menentukan di sini adalah kebangkitan rasionalisme. namun tidak akan ada kekuatan yang mampu menghadang terjadinya resesi itu. akan dapat mengantarkan para pelaku bisnis mengetahui tentang apa yang harus dilakukan dan bagaimana bertindak. Socialism and Democracy tidak sama dengan skema Karl Marx. Faktor-faktor penentu stabilitas seperti: (1) semakin sempurnanya aliran modal. Kecenderungan umum yang terjadi menunjukkan bahwa ketika perusahaan berkembang semakin besar maka perasaan kemanusiaan semakin tak dimiliki. Namun dalam perkembangan selanjutnya. Kejatuhan kapitalisme. Ringkasnya.

Schumpeter mengilustrasikan proses ekonomi yang tertuang dalam konsep creative destruction atau penghancuran kreatif.meminta kepada ekonomika Keynesian untuk memakluminya bahwa ia sangat menentangnya. dan untuk pertama kalinya dia menunjukkan konsep ini secara eksplisit dalam bukunya Capitalism: Butir penting untuk dimengerti ketika menghadapi kapitalisme yaitu kita berhadapan dengan proses evolusioner…(hal itu merupakan proses) yang terus menerus merevolusi struktur ekonomi dari dalam (from within) yang senantiasa menghancurkan bagian lama dan senantiasa menghasilkan bagian baru. Bahkan. kemunculan perusahaan-perusahaan baru yang jumlahnya cukup banyak. Ia tetap menentang implikasi kebijakan dari ide-ide Keynes yang dianggapnya sebagai ancaman bagi tumbuhnya inovasi yang merupakan faktor pendorong dalam ekonomi. Kekuatan dari analisis yang dilakukan Schumpeter sesungguhnya bisa diperoleh dengan mengkombinasikan ranah studi secara lebih sistematis. Schumpeter dengan mudah menunjukkan bahwa konsep tersebut menyebar pada seluruh trilogi evolusi. Ia melihat kekuatan monopoli sebagai insentif yang pas dan reward yang tepat bagi entrepreneur yang berinovasi. Dalam hal ini. Untuk alasan-alasan penolakannya terhadap follow the crowd. Pertama. Selanjutnya. Socialism. evolusi ekonomi ditandai oleh kreasi baru dan penghancuran terhadap produk dan proses lama. telah dituangkan dalam bukunya yang berjudul Evolutionary Trilogy: The Theory of Economic Development. dan Democracy. Namun dalam perkembangannya. Dalam konsep creative destruction. Business Cycles. dalam analisis kuantitatif mengenai evolusi gelombang ekonomi. dan Capitalism. Upaya Schumpeter membahas evolusi sosial dan ekonomi. yang akan menikmati kekuatan tersebut hanya pada jangka waktu yang terbatas. evolusi ekonomi itu bukan merupakan proses pertumbuhan sederhana dimana seluruh sektor dalam kehidupan ekonomi berekspansi secara seimbang. hingga kemudian dipatahkan dan digantikan dalam rantai creative destruction oleh monopoli dari inovator yang menyusul berikutnya. cenderung terspesialisasi dalam rutinitas ekonomi dan transformasi inovatif. Sebaliknya. Hal itu terkandung dalam kapitalisme dan harus dihadapi kapitalis yang ingin berlanjut (Schumpeter 1942: 82-83). Dalam ilustrasi ini. atau dalam koevolusi antara kehidupan ekonomi dan sosio-politis (capitalism). Proses penghancuran kreatif merupakan fakta penting mengenai kapitalisme. analisis-analisis yang ditemukan dalam buku-buku tersebut belum diintegrasikan dengan berbagai penelitian terkini. yaitu inisiatif swasta daripada kebijakan publik. oleh perusahaan-perusahaan lain tidak dibarengi dengan peningkatan kompetensi dan bahkan 179 . Schumpeter berusaha menjelaskan mengenai perubahan ekonomi dengan cara-cara di luar pola yang umum.

yang selanjutnya menjadi tantangan permanen bagi lembaga kapitalisme. Simon. karena masih merupakan pertanyaan terbuka apakah hal itu merupakan konsep yang operasional. namun masih terlalu umum untuk berbicara mengenai creative destruction dalam literatur strategi bisnis dan perubahan struktural. Dalam tulisan pada Tahun 1947.mengganti bidang spesialisasinya. Istilah creative destruction 19 menjadi ambigu jika dipertimbangkan dalam konteks dimana Schumpeter menggambarkannya secara terpisah-pisah. sehingga masalah destruction menjadi jelas. bahwa: Dari penghancuran. memaksa penemuan koka untuk Schumpeter pada Tahun 1942 menulis konsep creative destruction sebagai bagian utama dari kemajuan. kreasi merupakan kejadian yang relatif independen dan bukan merupakan respons adaptif terhadap kekurangan atau tekanan lainnya. Oleh sebab itu. Schumpeter (1949: 326) menyatakan: “kita harus meneliti berdasarkan sejarah. Oleh sebab itu. jiwa kreasi muncul. kurangnya kayu dan keperluan hidup sehari-hari… mendorong penemuan substitutis terhadap kayu. Akibatnya. Dia mengilustrasikan mengenai ini dengan mengambil contoh tentang destruction masal dari hutan Eropa. perusahaan-perusahaan itu tereliminasi dan lenyap dalam proses evolusioner. dan para pekerja yang kehilangan pekerjaannya menghadapi tekanan yang berat karena kehilangan kesejahteraan (welfare loss). anggota terkemuka dari German Historical School. namun pada Tahun 1947 dia memikirkan kembali konsep tersebut dan menggantinya dengan response kreatif. Karena paling sedikit ada tiga konsep creative destruction yang dapat saling menghubungkan konsep-konsep ini atas penemuan Sombart. Oleh sebab itu. proses creative destruction merupakan konsep yang merefleksikan perjuangan kompetitif dan fokus terhadap reaksi-reaksi atas hilangnya kesejahteraan sementara pada tingkat mikro dan makro. Dalam hubungan tersebut. Pemaknaan ini muncul dari Werner Sombar. inovasi enterepreneur muncul pertama kali melalui bekerjanya sistem ekonomi yang menyebabkan destruksi terhadap cara-cara lama. dan Schumpeter. Schumpeter menekankan respons kreatif karena dia terlibat dalam pendirian Harvard Research Center dalam Sejarah Entrepreneur. tetapi ia masih mempertimbangkannya sebagai suatu akspek terbatas dari keseluruhan proses destruksi kreatif. Oleh sebab itu. memaksa penggunaan batu bara untuk memanaskan. Sekalipun konsep creative destruction dari Schumpeter telah menggambarkan secara efektif mengenai evoulusi capitalis. memaksa penemuan substitusi dari kayu. Dia memakai konsep itu pada buku War and Capitalism. 19 179 . Hal ini mengindahkan fakta bahwa Schumpeter tidak pernah membuang visinya mengenai destruksi kreatif. Secara harafiah konsep creative destruction dalam beberapa aspek memiliki sifat creative. ada sedikit keraguan bahwa ia akan terus berfokus pada “proses destruksi kreatif” yang kita lihat sebagai inti dari kapitalisme (Schumpeter 1942:104). proses industri sebenarnya yang menghasilkannya dan dalam melakukannya merevolusi struktur ekonomi yang ada”. Helmstadter dan Perlman (1996:1) menyatakan bahwa konsep creative destruction merupakan suatu slogan yang asal-asalan (careless) yang tidak perlu diperhitungkan. Hal ini terlihat jelas pada keuntungan jangka panjang para kapitalis dari evolusi tersebut. Kurang dari dua bulan sebelum ia meninggal. di menjawab isu makroskopik mengenai siklus bisnis. dan saat itu ia harus kembali pada keseluruhan proses yang menghasilkan evolusi berbentuk gelombang. Dalam pandangan Schumpeter.

maka perusahaan-perusahaan itu akan membuang cara-cara kerja yang lama dan menghindari destruksi organisasi. Hal ini akan meningkatkan perekonomian. tampaknya tidak cukup hanya dengan berinovasi. 179 . dan tidaklah diragukan lagi oleh orang-orang yang berpengalaman (Sombart. perusahaan-perusahaan akan tetap mengikuti cara-cara kerja yang rutin manakala masih mampu mempertahankan kinerja yang memuaskan. Pandangan ini sesuai dengan transformasi mengenai cara bercocok tanam di masyarakat Belanda pada abad ke -19. creative merupakan kejadian yang relatif independen dan bukan merupakan respons adaptif terhadap kekurangan atau tekanan lainnya. hanya cara-cara lama yang dibaharui yang dapat bertahan dan eksis dalam perekonomian. Pada akhirnya. Bahwa peristiwa-peristiwa ini memungkinkan perkembangan yang luar biasa dari kapitalisme pada abad 19. Menurut skema ini.menghasilkan besi. Menurut model Simon. Namun. ketika hal tersebut tidak lagi terjadi. Jika berhasil. Herbert Simon (1982) berpendapat bahwa destruction itu bukan destruksi sumberdaya yang sesungguhnya. Sistem ini diasumsikan memiliki equilibrium yang membiarkan beroperasinya agen-agen ekonomi dalam cara-cara kerja yang biasa dilakukan. maka perusahaan-perusahaan itu mulai mencari inovasi atau imitasi cara-cara yang lebih baik. inovasi enterepreneur muncul pertama kali melalui bekerjanya sistem ekonomi yang menyebabkan destruksi terhadap cara-cara lama. 1913: 207). perusahaan-perusahaan tua dipilih dan yang lain bertahan dari cara-cara lama yang merusak. Mengenai konsep creative destruction ini oleh Schumpeter diformulasikan dengan skema analitis evolusi dalam pembangunan dan siklus ekonomi. Terkait dengan creative destruction ini. misalkan karena tekanan kompetitif. namun secara perlahan arus inovasi menghilang karena terbatasnya kemampuan berinovasi dalam kondisi di luar equilibrium awal. (2) Inovation: kondisi equilibrium awal akan hancur ketika inovator-inovator memulai usahanya. Dalam pandangan Schumpeter. karena proses kompetitif dalam creative destruction ini mengalami penurunan yang cukup tajam. Oleh sebab itu. (3) Ekuilibrium yang diperbarui melalui creative destruction: untuk dapat mempertahankan suatu perekonomian yang terus meningkat. evolusi dari cara-cara kerja dalam perekonomian akan terjadi melalui rangkaian kejadian-kejadian berikut: (1) Initial equilibrium: bahwa titik equilibrium awal dari suatu sistem ekonomi didasarkan pada cara-cara kerja yang solid. Dari kejadian ini. akan tetapi ancaman potensial bagi keberlangsungan perusahaan hingga menyebabkan munculnya perubahan dalam cara-cara kerja yang rutin.

Arthur Lewis. dalam aliran Post Keynesian dikenal beberapa teknik/ model analisis yang relevan untuk digunakan. I. dan selera dalam perspektif jangka pendek. Kedua model analisis ini akan dijelaskan secara komprehensif sebagai berikut: 179 . H. Zchenery dan Moises Syrquin.E. teknologi. dan 2) Apakah pendapatan itu benar-benar bertambah pada tingkat sedemikian rupa sehingga dapat mencegah terjadinya inflasi secara terus menerus. Menurut Schumpeter. Ringkasnya. persoalan penting yang dihadapi adalah: 1) Syarat-syarat apakah yang diperlukan untuk mempertahankan pertumbuhan yang mantap pada tingkat kesempatan kerja penuh tanpa mengalami deflasi ataupun inflasi. Hicks (1904-1984). Harrod dan Evsey Domar. Wassily Leontief (1906-1981). Proses ini menciptakan reaksi sosio-politis yang dapat mengubah fungsi masa depan secara radikal. Mereka yang tergabung dalam kelompok ini diantaranya: Alvin Hrvey Hansen (1887-1975). dan 2) analisis mengenai perubahan struktural. John R. dari skema Schumpeter mengenai evolusi ekonomi hanya terdapat dua konsep yang saling berhubungan. Teori Post Keynesian mendasarkan teorinya pada keadaan waktu sekarang seperti tingkat bunga.B. diantaranya adalah 1) analisis mengenai pertumbuhan yang mantap. yaitu koevolusi perekonomian dan sistem sosio-politik. Menghadapi dua persoalan tersebut. konsep destruksi kreatif dapat dipandang sebagai alat utama untuk menghubungkan ilmu ekonomi dan sosiologi dalam masyarakat kapitalis. TEORI POST-KEYNESIAN Sebutan Neo-Keynesian atau Post Keynesian sebenarnya dialamatkan kepada para pemikir ekonomi yang tergabung dalam kelompok penerus ajaran Keynes. Reaksi sejenis itu mendorong tindak kekerasan yang terus meningkat terhadap setiap pencapaian dari evolusi kapitalis dari para pekerja yang didukung oleh kaum intelektual. berbagai teori yang mereka kembangkan disebut dengan Teori Post Keynesian. W. Simon Kuznets (1901-1985). namun reaksi sosiopolitis tetap ada. dan masih banyak lagi tokoh pemikir lainnya. Orang-orang yang merasa kehilangan akan cenderung bereaksi dengan kebencian dan melupakan isu penerimaan kaum kapitalis jangka panjang. Argumentasinya jelas. Dalam teori ini.(4) Evolusi ekonomi sebagai proses creative destruction: evolusi ekonomi dan cara-cara lama dalam sistem perekonomian pada kondisi equilibrium dapat merusak daya inovatif. bahwa sungguhpun konsekuensi dari evolusioner adalah kenaikan dalam standar umum kehidupan. Oleh karena itu. Reaksi-reaksi ini dipengaruhi oleh kenyataan bahwa kapitalisme masih mengandung instabilitas dari creative destruction. R. tenaga kerja.

yaitu R. analisis Keynes dianggap kurang lengkap. Model analisis Harrod-Domar20 merupakan perluasan dari model analisis Keynes mengenai kegiatan ekonomi secara nasional. Pandangan inilah yang membedakan pandangan kaum Klasik dan Keynes yang memberikan perhatian hanya pada satu aspek saja dari pembentukan modal. Dengan anggapan ini. Harrod-Domar memberikan perhatian yang serius terhadap pembentukan modal dalam kegiatan ekonomi. Akan tetapi karena inti dari teori tersebut sama. bahwa bertambahnya barang-barang modal yang terdapat dalam masyarakat akan dengan sendirinya menciptakan pertambahan produksi nasional dan pembangunan ekonomi. karena ia menganggap tingkat kegiatan ekonomi ditentukan oleh tingkat pengeluaran seluruh masyarakat dan bukan pada kesanggupan barang-barang modal dalam memproduksikan barang-barang dan jasa. ataupun sebagai pengeluaran yang akan menambah permintaan efektif masyarakat. Oleh karena itu dalam menganalisis penanaman modal. Harrod dan Evsey Domar.Journal. kemudian menyusul Domar pada Tahun 1947 dengan mengemukakan teorinya dalam American Economic Review. karena tidak mengatasi masalah-masalah ekonomi dalam jangka panjang. Keadaan ini bisa terjadi karena berlakunya hukum supply creates its own demand. kegiatan tersebut terutama dipandang sebagai tindakan untuk memperbesar pengeluaran masyarakat. maka selanjutnya dikenal sebagai teori Harrod-Domar. Sebenarnya teori tersebut dikembangkan oleh kedua ahli ekonomi itu secara terpisah. Menurut mereka. Teori Harrod-Domar untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh dua orang ahli ekonomi sesudah Keynes. pembentukan modal merupakan pengeluaran yang akan meningkatkan jumlah barang-barang modal dalam masyarakat. Dalam hal ini. maka kaum klasik tidak memberikan perhatian kepada fungsi kedua dari pembentukan modal dalam perekonomian. yaitu akan mempertinggi tingkat pengeluaran masyarakat. pembentukan modal dipandang sebagai pengeluaran yang akan menambah kesanggupan suatu perekonomian untuk menghasilkan barang. Dalam analisis Keynes perhatian lebih ditekankan pada masalah kekurangan pengeluaran masyarakat. maka dengan sendirinya produksi dan pendapatan nasional akan meningkat dan pembangunan ekonomi akan tercipta.1) Analisis Pertumbuhan yang Mantap (Steady Growth) Dalam pandangan kaum klasik. Manakala barang-barang modal tersebut bertambah. 20 179 . Dalam analisisnya.E. Harrod mengemukakan teori tersebut pada Tahun 1939 dalam Economic . Kondisi yang sebaliknya terdapat dalam analisis Keynes. Tujuan dari analisis Harrod-Domar adalah untuk menutup kelemahan tersebut. yaitu mengabaikan sama sekali peranan pembentukan modal sebagai pengeluaran yang akan mempertinggi kesanggupan sektor perusahaan untuk menghasilkan barang-barang yang diperlukan masyarakat.

Bagian proporsional yang dimaksud dapat dinyatakan sebagai nisbah tabungan terhadap pendapatan nasional (ratio of saving to national income. Hal ini berarti bahwa hasrat menabung itu berlangsung dengan laju yang konstan. sepadan dengan laju pertumbuhan pendapatan. Model analisis Harrod-Domar dibangun berdasarkan beberapa postulat. Sifat eksogen mengandung arti bahwa pertumbuhan tenaga kerja tidak dipengaruhi oleh variabel-variabel yang lainnya dalam suatu perekonomian. bahwa apabila pada suatu waktu tertentu dilakukan sejumlah pembentukan modal.Analisis ini mampu menunjukkan suatu kenyataan yang diabaikan dalam analisis Klasik ataupun dalam analisis Keynes. Selanjutnya. sehingga n = ΔL/L. s mencerminkan hasrat menabung (propensity to save) baik dalam arti rata-rata maupun dalam arti tambahan (incremental or marginal propensity to save). Dalam hal ini. tabungan yang direncanakan (tabungan ex-ante) seluruhnya dapat terealisasi. keduanya terwujud dalam periode t itu. (2) Selama periode tertentu t. Dengan demikian. diantara adalah: (1) Tabungan (S) sebagai fungsi dan bagian proporsional yang konstan dari pendapatan nasional (Y). (4) Tenaga kerja atau faktor L dianggap sebagai faktor eksogen. S=∫(Y) dan S = sY. baik tabungan ex-ante maupun ex-post akan sama dengan investasi ex-post ( atau Sa=Sp=Ip). dibandingkan dengan investasi ex-post (Ip) yang terlaksana selama periode t itu juga? (3) Dalam model Harrod. begitupun dengan teknologi. sehingga (Sa = Sp). tabungan ex-post selalu sama dengan investasi ex-post. 179 . Dalam konteks ini. Postulat ini digunakan oleh Harrod untuk menyederhanakan kerangka pemikiran selanjutnya. Dengan kata lain. savings-ratio) yang bersifat konstan: s = S/Y. tabungan ex-ante (Sa) seluruhnya dapat dicapai dan kemudian menjadi tabungan ex-post (Sp) pada akhir periode t. tidak megalami perubahan. Permasalahan yang muncul kemudian adalah bagaimana investasi ex-ante (Ia) yang semula direncanakan pada awal periode t. Dengan kata lain. jumlah C dan L yang diperlukan untuk menghasilkan tingkat produksi tertentu (O=Y) dianggap telah berada dalam kondisi keseimbangan yang ajeg. maka pada masa berikutnya perekonomian tersebut mempunyai kesanggupan yang lebih besar untuk menghasilkan barang dan jasa. (5) Dalam Model Harrod. cadangan modal atau faktor C dianggap tidak mengalami depresiasi. hal-hal yang diketahui sekarang sebagai pangkal tolak dalam kerangka pemikiran Harrod adalah bahwa selama periode t. pertumbuhan tenaga kerja dengan laju yang konstan itu dinyatakan dengan huruf n.

179 . gagasan Harrod didasarkan atas capital-output ratio (C/Y) dan labour-output ratio (L/Y) yang konstan. Dengan memperhatikan serangkaian postulat dalam model Harrod. (7) Labour-output ratio (LOR) yang bersifat konstan dinyatakan dengan huruf u dan mencerminkan nisbah penggunaan jumlah tenaga kerja terhadap hasil produksi total. maka laju pertumbuhan produksi dan pendapatan Y/Y tidak mungkin melebihi laju pertambahan tenaga kerja n yang sifatnya konstan. hal yang penting bagi para investor adalah agar mereka puas dan dapat mempertanggungjawabkan tambahan investasi yang dilakukannya selama periode t. ICOR. walaupun hal itu tidak dinyatakan secara eksplisit. akan tetapi hanya untuk sementara waktu dan tidak secara permanen. Artinya. ICOR ditafsirkan dalam dua pengertian: (i) sebagai nisbah tambahan modal (ΔCt) yang terlaksana dalam periode t ( Ipt=investasi ex-post) terhadap tambahan pendapatan yang diperoleh dalam periode t itu juga (ΔYt). karena hal itu telah membawa tambahan pendapatan pada tingkat yang memang diperkirakan semula. Namun. maka laju maksimal dari pertumbuhan produksi dan pendapatan ditentukan oleh laju pertambahan tenaga kerja (yang bersifat eksogen). Dengan kata lain ΔCt = Ipt dibagi ΔYt atau Ipt/ΔYt. Oleh karena nisbah tersebut sifatnya konstan. Sebab. Dalam hal ini. maka kini dapat disimak kesimpulan-kesimpulan pokok yang menonjol dari gagasan teoritisnya. Jika pada awal suatu periode semua tenaga kerja digunakan secara penuh. dengan mengacu dalil LOR yang konstan. yaitu ΔC/ΔL. dan (ii) tambahan cadangan modal (ΔC) atau investasi neto dalam arti ex-ante (Ia) dikaitkan dengan tambahan pendapatan yang diharapkan dan dianggap memadai oleh para usahawan/calon investor. jika semua tenaga kerja digunakan secara penuh. Hal itu telepas sama sekali dari besar kecilnya stock modal. Artinya ΔC = Iat dan ICOR adalah Iat/Yat. dalam pemikiran Harrod ternyata lebih mengutamakan peranan ICOR (ΔC/ΔL). Dalam hal ini. Maka dari itu. ΔCat = Iat dan ICOR adalah ΔCat/ΔYat atau Iat/ΔYat. average capital-output ratio dianggap sama dengan incremental capital-output ratio. Pada saat jumlah tenaga kerja bertambah dengan laju n. maka hasil produksi maksimal adalah L/u.fungsi produksi dalam Model Harrod mengacu kepada pola produksi dengan koefisien tetap (fixed coefficients). (6) Dalam model analisis Harrod. maka tingkat produksi maksimal masih bisa meningkat. Pada akhir periode t. Perbedaan antara dua pengertian mengenai ICOR tersebut penting untuk diperhatikan karena menjadi pertimbangan dalam menentukan tingkat investasi (ex-ante). maka setiap tingkat produksi senantiasa digunakan tenaga kerja dengan jumlah L/u.

2) Laju Pertumbuhan. maka laju pertumbuhan produksi dan pendapatan juga konstan. Perlu diingat disini bahwa perhatian Harrod berkisar pada pertumbuhan produksi dan pendapatan yang berproses dalam perkembangan dan perubahan keadaan equilibrium. Satu sama lain memiliki arti bahwa laju pertumbuhan adalah sama dengan hasrat menabung dibagi COR. capital coefficient atau Incremental Capital-Output Ratio (ICOR) disimbolkan dengan k (Istilah capital coefficient atau Incremental Capital-Output Ratio menunjuk pada hubungan antara penggunaan modal dan tambahan pendapatan yang diperoleh dari penggunaan modal itu). sehingga s = S/Y = I/Y. Persamaan dasar ini menunjukkan suatu perimbangan yang diperlukan untuk mempertahankan equilibrium antara tabungan dan investasi dalam perkembangan waktu. ΔY/Y = I/Y: I ΔY. Dalam hal ini. Dalam pembahasan selanjutnya. sehingga laju pertumbuhan g = s/k. atau secara kuantitatif dinyatakan bahwa laju pertumbuhan adalah sama dengan savings ratio dibagi COR. Tabungan tergantung dari pendapatan dan bagaimana mengenai investasi? Investasi dilakukan oleh pihak golongan yang lain berdasarkan pertimbangan-pertimbangan sendiri. khususnya berkenaan dengan ekonomi pembangunan dan kebijaksanaan pembangunan negara-negara berkembang. laju pertumbuhan disimbolkan dengan huruf g dan g = ΔY/Y. disimbolkan dengan huruf s dan s = S/Y. dan seluruh tabungan yang ada tersalur sebagai investasi neto. investasi yang terlaksana dalam suatu periode tertentu (investasi ex-post) dianggap sama dengan tabungan ex-ante maupun tabungan ex-post dalam periode yang bersangkutan sehingga Sa = Sp = Ip. Penjelasan mengenai hubungan antara laju pertumbuhan. 179 . Dalam suatu perekonomian. Dalam model Harrod. Tabungan dan Capital-Output Ratio Dalam pembahasan ini. hasrat menabung sebagai bagian proporsional dari pendapatan nasional. Karena s dan k dianggap konstan. yaitu meningkatkan savings ratio disertai dengan penurunan COR. S = ΔC = I. bahwa g = s/k. hal itu satu sama lain memiliki arti peningkatan efisiensi dalam penggunaan sumberdaya dan dana secara efektif dalam produksi nasional. pertumbuhan dapat ditingkatkan dengan menambah tabungan sebagai bagian dari pendapatan nasional (meningkatkan savings ratio) atau dengan menurunkan COR ataupun dengan kedua-keduanya. dan COR seperti diuraikan di atas merupakan penafsiran pokok yang paling sederhana dalam kesimpulan teori Harrod. dan selanjutnya rumus g = s/k ini menjadi persamaan dasar dalam model analisis Harrod. Cara-cara semacam ini mengandung ramifikasi penting. savings ratio. Seperti diketahui. Sebab. k = C/Y ataupun k = I/ΔY (karena C = I). tabungan-investasi.

Dengan begitu. dalam model analisis Domar dibentuk susunan formal dengan mempergunakan formula yang penggunaannya mirip dengan model Harrod. Selanjutnya. q = 1/kr. besar kecilnya tambahan investasi sangat terkait dengan peningkatan pendapatan nasional yang dianggap memadai. Dalam konteks model analisis Domar hal itu ditafsirkan sebagai produktivitas potensial (dan maksimal). k. yaitu 1) investasi menentukan tingkat pendapatan secara aktual melalui proses multiplier. dimana kr mencerminkan COR yang dianggap perlu (required COR). hasrat menabung. Laju pertumbuhanh pendapatan yang memadai sebagaimana dimaksud oleh Harrod disebut sebagai warranted of growth. Keduanya dianggap sebagai besaran yang konstan. produksi dan pendapatan potensial yang dapat dicapai secara maksimal (maximum potensial level of national income). perihal peranan investasi. dan q = 1/kr dianggap sebagai besaran konstan. Dalam hubungan inilah muncul arti dan relevansi konsepsi Harrod mengenai warranted rate of growth dan natural rate of growth maupun mengenai azas acceleration. Sebab. Arus investasi produktivitas investasi potensial. 179 . baik dalam arti rata-rata (average propensity to save) maupun dalam arti tambahan (marginal propensity to save). para investor dapat mempertanggungjawabkan pelaksanaan dari tambahan investasi itu. sebagai berikut: Y= Y= s= I= Q= tingkat produksi dan pendapatan aktual (yang secara nyata ada). Sedangkan pada model analisis Domar berkisar pada peran ganda dari investasi dalam proses ekonomi. Pengertian ini analog dengan natural rate of growth versi Harrod. laju pertumbuhan pendapatan di masa datang mengandung berbagai kemungkinan untuk tambahan balas jasa yang memadai atas tambahan investasi yang hendak direalisasikan. Memadai disini dimaknai bahwa laju pertumbuhan di masa datang harus memberi imbalan jasa yang memuaskan bagi tambahan investasi. Pengertian ini merupakan kebalikan dari COR. Dalam pandangan para investor. Dalam kondisi ini. dan 2) investasi menambah persediaan stock modal sehingga akumulasi modal yang bersangkutan meningkatkan potensial kemampuan berproduksi di masa datang untuk mencapai tingkat pendapatan secara maksimal. sehingga Y/C = 1/k. Azas ini menunjuk pada hubungan (relation) antara kenaikan pendapatan dan kenaikan investasi: jumlah investasi yang dikehendaki atau dianggap perlu dalam suatu periode tertentu tergantung dari tingkat kenaikan produksi (atau laju pertumbuhan pendapatan). pengertian ini mencerminkan produktivitas modal Y/C. yaitu produksi atau pendapatan dibagi jumlah modal yang terkait dengan hasil produksi per unit modal.Bagaimana dengan investasi ex-post yang sudah terlaksana dibandingkan dengan investasi ex-ante pada awal periode? Investasi ex-ante mencerminkan pertimbangan dan harapan para investor mengenai laju pertumbuhan pendapatan yang dianggap memadai dari sudut investasi yang hendak dilaksanakan. Laju pertumbuhan itu menambah investasi melalui azas akselerasi.

equilibrium memerlukan laju pertumbuhan investasi Ϊ/I harus sama denga q/s. Dengan cara mensubtitusi satu identitas dengan identitas yang lain.. kini tampak adanya identifikasi formal antara dua persamaan dasar yang dimaksud di atas... Dalam hal ini.. Jika Y = Y hendak dipertahankan. ataupun dengan Dalam analisisnya... sehingga Y = Ϋ.. Laju pertumbuhan investasi yang dimaksud terletak pada tingkat sq yang proporsional dan konstan. maka implikasinya ialah bawa Ϋ = Ϋ. Maksud utama kajian Domar adalah untuk menentukan laju pertumbuhan investasi yang diperlukan agar dapat dipertahankan kondisi Y = Ϋ itu. Equilibrium dalam pertumbuhan. bagi Harrod memerlukan persyaratan agar ΔY/Y = gr = sr/kr (required growth = required saving ratio dibagi required capital output ratio). (1) . (2) Tingkat pendapatan aktual ditentukan melalui proses multiplier adalah Y = I/s * I. Nilai q merupakan produktivitas investasi atau nilai kebalikan dari capital output ratio (k). Dari ulasan ini juga nampak analogi persamaan (3): Ϊ/I = sq dengan persamaan dasar dalam model Harrod: g =s/k ataupun dengan memandang pada perubahan dalam perkembangan waktu g = Y/Y = s/k... Dengan memperhatikan persamaan (1) dan (2) diperoleh qΪ = 1/s*I. laju pertumbuhan investasi sangat diperlukan agar tingkat pendapatan aktual tetap sama dengan tingkat pendapatan potensial dan maksimal.. Dalam model Domar. dan 2) COR adalah besaran yang konstan. 3) Persamaan dan Perbedaan dari Model Harrod dan Model Domar Analogi hasil pemikiran Harrod dan hasil pemikiran Domar menyebabkan kepustakaan internasional mengenal pertumbuhan mengacu kepada model Harrod-Domar. (Domar) (Harrod) 179 . yang lebih penting adalah bagaimana agar ΔI/I=sr/kr. maka Ϋ = qL adanya perubahan pendapatan dalam perkembangan waktu: Ϋ = I/s*I .. Oleh karena q adalah besaran konstan.. atau Ϊ/I = sq . sehingga q = 1/k. yaitu : g = ΔY/Y = s/k Dalam hal ini: ΔI/I = s/k ΔI/I = s*q Dalam hal ini q = 1/k Postulat yang mendasari model Harrod dan model Domar adalah: 1) kondisi equilibrium ditandai oleh laju pertumbuhan yang proporsional dan konstan dalam perkembangan ekonomi. Dari persamaan (3).Tingkat perubahan pada kapasitas produksi yang potensial bersangkut paut dengan tingkat investasi tertentu. Domar mendasarkan pada kondisi ekonomi yang equilibrium dengan kesempatan kerja penuh. yaitu q = Ϋ/L. (3).

Kedua model ini mengungkapkan kesulitan dan kendala terhadap berlangsungnya pertumbuhan dalam keadaan equilibrium yang ditandai oleh kestabilan pendapatan dan kesempatan kerja penuh. sedangkan dalam model Domar menganggap teknologi tetap konstan dalam jangka waktu tertentu (jangka pendek).Dalam model Harrod hal itu dikaitkan dengan tingkat bunga yang bersifat kaku dalam jangka pendek. dan kesempatan kerja penuh dapat dipertahankan. Harrod-Domar menyatakan bahwa investasi dapat menaikan kapasitas produksi dan pendapatan. akan tetapi sering juga meleset. 3) tidak ada keterlambatan penyesuaian (lag of adjustment) atau ada penyesuaian yang cepat. Dalam model Harrod. hal itu terkait dengan kesulitan mencapai persamaan antara laju pertumbuhan yang memadai (warranted rate of growth) dengan laju pertumbuhan yang ditentukan oleh keadaan obyektif-struktural (natural rate of growth). Dalam model Domar diulas masalah yang serupa. sehingga tingkat kenaikan investasi harus dipertahankan agar supaya kenaikan pendapatan sama dengan kenaikan kapasitas produksi. 2) tidak ada pemerintah dan perdagangan luar negeri. pendapatan nasional baru akan bertambah —dan pertumbuhan ekonomi tercipta— jika pengeluaran masyarakat mengalami kenaikan dibandingkan dengan masa sebelumnya. Sesuai dengan pendapat Keynes. ia berpendapat bahwa investasi yang dilakukan cenderung berada di bawah tingkat yang diperlukan untuk mencapai pertumbuhan pendapatan yang potensial dan maksimal. 5) hasrat menabung marjinal (marginal propensity to save) dan capital coefficient (rasio antara capital dan output) adalah tetap. Dalam analisisnya. 179 . Perkiraan itu bisa tepat. Tidak ada dasar yang kuat untuk menganggap investasi yang dilakukan secara nyata akan selalu sama jumlahnya dengan investasi yang dianggap memadai. walaupun kapasitas produksi bertambah. Asumsi-asumsi yang digunakan dalam analisisnya adalah 1) perekonomian sudah berada dalam kondisi tingkat kesempatan kerja penuh (full employment income). melainkan oleh kenaikan pengeluaran masyarakat. Pertumbuhan yang dianggap memadai secara inheren mengandung faktor ketidakstabilan yang berkaitan dengan fungsi investasi. teori Harrod-Domar juga menganggap bahwa pertambahan roduksi ini tidak secara otomatis menciptakan pertambahan produksi dan kenaikan pendapatan nasional. 4) hasrat menabung marjinal (marginal propensity to save) sama nilainya dengan hasrat menabung rata-rata (average propensity to save). Hal terakhir ini tergantung dari perkiraan dan ekspektasi para investor mengenai laju pertumbuhan pendapatan di masa datang. Harrod-Domar sependapat dengan Keynes bahwa pertambahan produksi dan pendapatan nasional bukan ditentukan oleh pertambahan kapasitas produksi. Dengan demikian.

Walaupun Domar mengandalkan berlakunya azas multiplier. yaitu 1) nilai perbandingan antara seluruh tambahan produksi yang diciptakan oleh sejumlah penanaman modal dalam satu periode waktu tertentu dengan jumlah modal yang ditanamkan tersebut. Nilai inilah yang menunjukkan pertambahan efektif kapasitas memproduksi suatu negara dalam satu tahun tertentu. Perbedaan diantara kedua model tersebut terletak pada postulat dalam pendekatan masingmasing pemikir. dan 2) nilai perbandingan antara jumlah pertambahan produksi dengan penanaman modal yang dilakukan atau yang merupakan kebalikan dari rasio modal produksi (capital output ratio). Faktor ketidakstabilan itu menyebabkan terjadinya penyimpangan dari jalur equilibrium. Berbagai penyimpangan cenderung berlangsung secara kumulatif ke arah yang sama. Dalam hubungan ini. dalam memperbandingkan jumlah pertambahan produksi dengan penanaman modal yang dilakukan.Inti dari analisis Harrod-Domar adalah bahwa penanaman modal yang dilakukan masyarakat dalam satu periode waktu tertentu digunakan untuk dua tujuan. Tingkat investasi yang diperlukan tergantung dari perkiraan/ekspektasi para investor tentang laju pertumbuhan pendapatan di masa datang. Kesimpulan pokok dari analisis dalam kedua model tersebut berkaitan dengan unsur ketidakstabilan yang secara inheren melekat pada proses pertumbuhan. Dalam kerangka analisis Domar tidak tercakup peranan fungsi investasi. Sedangkan Domar memandang laju pertumbuhan investasi — melalui azas multiplier 179 . Kecenderungan itu menjadi pertimbangan dasar bagi Harrod dan Domar agar dilakukan intervensi kebijaksanaan dalam proses ekonomi masyarakat. Harrod mengarahkan perhatiannya kepada pertumbuhan produksi dan pendapatan yang lajunya dapat mendorong —melalui azas akselerasi— para investor untuk melaksanakan investasi yang diperlukan guna memelihara equilibeium. sedangkan di pihak lain Harrod di dalam kerangka analisisnya memasukkan secara spesifik peranan fungsi investasi yang dikaitkannya dengan azas akselerasi. yaitu untuk mengganti barang-barang modal yang tidak dapat dipergunakan lagi dan untuk memperbesar jumlah barang-barang modal yang tersedia dalam masyarakat. Dalam pemikirannya equilibrium pertumbuhan ada berkaitan dengan laju pertumbuhan investasi yang dapat membawa pendapatan aktual pada tingkat yang sama dengan pendapatan potensial. Oleh sebab itu. tidak diungkapkan tentang faktor-faktor determinan yang mempengaruhi tingkat investasi. akan diperoleh dua nilai penting. dapat dikatakan bahwa pendekatan Domar menekankan pada konsistensi internal mengenai peranan dinamika dan dampaknya terhadap interaksi diantara variabel-variabel yang terkandung di dalam modelnya. hendak dilaksanakan. yaitu sejauh mana laju pertumbuhan itu dianggap memadai investasi yang — dapat meningkatkan pendapatan guna mencapai keadaan equilibrium (Y = Ϋ).

3) perencanaan pembangunan ekonomi untuk ekonomi berencana. dan sangat didominasi oleh sektor industri dan jasa (Todaro. Ekonomi seperti itu terjadi pada negara yang berpenduduk padat dibandingkan dengan ketersediaan sumberdaya alam dan sumber daya modalnya sehingga produktivitas marginal tenaga kerjanya tidak berarti. yaitu 1) perencanaan pembangunan ekonomi untuk faktor geografis. Lewis21 mengasumsikan bahwa perekonomian suatu negara pada dasarnya terbagi menjadi: Pertama. 21 179 . Selain dari pada itu. teori ini lebih memfokuskan pada proses pembangunan antara daerah kota dan desa. Teori utama yang memakai pendekatan perubahan struktural yang akan dibahas disini adalah teori pembangunan ekonomi yang dikemukakan oleh Arthur Lewis dengan teori migrasi. 2) perencanaan pembangunan ekonomi untuk penggunaan dana pemerintah di masa datang. 1991: 68). dan Hollis-Chenery dengan teori transformasi struktural. Artinya. dan sebagainya. teori ini juga mengulas model investasi dan sistem penetapan upah pada sistem modern yang juga berpengaruh pada arus urbanisasi yang ada. Hal ini ditandai oleh nilai produk marginal tenaga kerja yang bernilai nol. Kondisi ini menunjukkan bahwa setiap penambahan tenaga kerja justru akan mengurangi Dalam bukunya yang berjudul Development Planning. (1) Teori Arthur Lewis Profesor W. Di NSB. perencanaan tata guna tanah (Land-use Planning). bahkan negatif.4) Analisis Perubahan Struktural Analisis mengenai perubahan struktural menitikberatkan pada mekanisme transformasi ekonomi yang dialami oleh negara sedang berkembang. Arthur Lewis atau yang akrab dipanggil Lewis dalam mengawali teorinya menegaskan bahwa teori klasik mengenai penawaran tenaga kerja yang elastis dengan upah subsisten benar-benar terjadi di sejumlah negara terbelakang. dan 6) perencanaan pembangunan ekonomi untuk menggambarkan sarana pemerintah. yang semula lebih bersifat subsisten dan fokus pada sektor pertanian menuju ke struktur ekonomi yang lebih modern. Arthur Lewis (1966) membagi perencanaan pembangunan ekonomi ke dalam 6 (enam) kategori peruntukan. tempat tinggal. bangunan. perekonomian tradisional: dalam perekonomian ini Lewis mengasumsikan di daerah perdesaan dengan ekonomi tradisionalnya mengalami surplus tenaga kerja. dan perencanaan kota & daerah (Urban & Regional Planning). Dalam pembahasan selanjutnya. 4) perencanaan pembangunan ekonomi untuk penentuan sasaran produksi pemerintah. 5) perencanaan pembangunan ekonomi untuk penetapan sasaran perekonomian secara keseluruhan. perencanaan fisik (Physical Planning). fungsi produksi pada sektor pertanian telah sampai pada tingkat berlakunya hukum the law of diminishing return . bioskop. diikuti proses urbanisasi antara kedua daerah tersebut. Kondisi kehidupan masyarakat pada umumnya masih berada pada taraf kesejahteraan yang rendah sebagai akibat dari perekonomian yang masih bersifat subsisten. perencanaan pembangunan mencakup perencanaan kota dan negara (Town & Country Planning). Surplus ini erat kaitannya dengan basis utama ekonomi tradisional.

Dalam proses modernisasi. Dengan demikian. Setiap penambahan tenaga kerja pada sektor industri akan diikuti oleh peningkatan output yang diproduksi. Produktivitas sektor ini sangat tinggi termasuk input dan tenaga kerja yang digunakan. Keban. Karena alasan itu maka kemudian kota menjadi daya tarik bagi penduduk desa dalam melakukan urbanisasi. nilai upah riil ditentukan oleh nilai rata-rata produk marginal. urbanisasi dipandang sebagai perubahan dari orientasi tradisional ke orientasi modern.total produksi. Untuk kepentingan makro. Dalam proses itu terjadi difusi modal. Menurut Lewis. perekonomian industri: sektor industri dalam sebuah perekonomian memegang peranan penting. bahkan kecenderungan migrasi ke perkotaan terus meningkat. Nilai marginal tenaga kerja bernilai positif. dan Kedua. Dengan demikian. Dalam teori migrasi klasik. pangsa semua pekerja terhadap output yang dihasilkan adalah sama. Hampir sebagian besar dari kegiatan di sektor ini beroperasi di daerah perkotaan. teknologi. suku. nilai-nilai. dalam rangka meningkatkan pendapatan nasional. Selain itu. khususnya bagi perekonomian Indonesia yang saat ini sedang bergerak dari perekonomian tradisonal menuju ke perekonomian industri. sektor modern yang terdapat di daerah perkotaan jauh lebih produktif dari pada sektor tradisional yang biasanya terdapat di perdesaan. merupakan daerah tujuan bagi para pencari kerja dari daerah perdesaan. (1995) mencoba menjelaskan pandangan Arthur Lewis dan Myrdal tentang dampak yang bertolak belakang tersebut. Berdasarkan uraian di atas. Selain menyediakan lapangan kerja dalam jumlah yang cukup besar juga memberi upah yang lebih tinggi (mencapai 30%) dibandingkan dengan tingkat upah di perdesaan. agama dan mata pencaharian. Lewis menyarankan agar tenaga kerja 179 . pengelolaan kelembagaan dan orientasi politik dari dunia modern ke masyarakat yang lebih tradisional. kecenderungan urbanisasi itu sulit dihindari. sehingga daerah perkotaan dimana sebagian besar sektor ini beroperasi. Dalam kondisi perekonomian seperti itu. Sungguhpun ubanisasi itu merupakan dampak ikutan dari proses pembangunan ekonomi. dan bukan oleh produk marginal dari tenaga kerja itu sendiri. namun urbanisasi itu sendiri pada gilirannya akan menimbulkan dampak (baik dampak negatif maupun dampak positif) secara berantai terhadap aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. sebaliknya dengan mengurangi tenaga kerja justru tidak mengurangi total produksi (hal ini terjadi sebagai akibat dari proporsi input variabel tenaga kerja yang terlalu besar). juga terjadi proses intensifikasi pada beragam etnis. perpindahan ini disebabkan oleh dua faktor utama yaitu faktor pendorong (push factor) dari daerah asal dan faktor penarik (pull factor) dari daerah tujuan. sektor industri di perkotaan masih menyediakan lapangan pekerjaan bagi penduduk desa.

Sejalan dengan makin berkembangnya proses pengkotaan daerah sekitar kota. Jika tidak. Konsekuensinya adalah tenaga kerja pertanian akan beralih ke sektor industri dan sektor jasa. Secara agregat. dengan demikian sektor pertanian akan terhambat. Kondisi ini akan mempengaruhi produktivitas pertanian yang semakin menurun. Dengan demikian daerah-daerah perdesaan didorong pertumbuhannya agar memiliki ciri-ciri kekotaan. Akan tetapi sektor formal dan informal menunjukkan angka yang tidak mencolok. dan lain-lain. yaitu dengan melakukan beberapa terobosan yang bersifat non-ekonomi. Pendekatan kedua berupaya mengembangkan kota-kota kecil dan sedang yang selama ini telah ada untuk mengimbangi pertumbuhan kota-kota besar dan metropolitan. Penduduk desa tersebut dapat dikategorikan sebagai orang kota walaupun sebenarnya mereka masih tinggal di suatu daerah yang berciri perdesaan. urbanisasi akan mendatangkan masalah besar yang menghambat jalannya proses pembangunan. Faktor yang paling besar kontribusinya dalam hal ini adalah konversi lahan pertanian produktif menjadi lahan pemukiman.yang kurang atau tidak produktif di perdesaan harus pindah ke kota dan bekerja pada sektor modern. Dampak yang lebih luas. industri dan rekreasi. maka pertumbuhan GNP akan menurun. juga akan mempengaruhi industri yang berkembang di kota yang membutuhkan produk pertanian perdesaan. semua tenaga kerja ini akan mampu menyumbang terhadap total pendapatan nasional. Hal ini sejalan dengan istilah wisata pantai atau kota pantai. 179 . Perubahan tingkat urbanisasi tersebut diharapkan akan memacu tingkat pertumbuhan ekonomi. Pendekatan pertama berupaya untuk mempercepat tingkat urbanisasi tanpa menunggu pertumbuhan ekonomi. menerapkan kebijaksanaan urbanisasi melalui dua pendekatan: 1) mengembangkan daerah-daerah perdesaan agar lebih maju dengan memiliki ciri-ciri sebagai daerah perkotaan yang dikenal dengan urbanisasi perdesaan. Indonesia dalam menghadapi masalah urbanisasi sebagaimana diuraikan di atas. Sebaliknya. Kedua pendapat ini penting sehingga urbanisasi harus dikendalikan. Myrdal memberikan pemahaman tentang dampak negatif yang ditimbulkan oleh urbanisasi bahwa daerah perdesaan (daerah belakang) akan kehilangan tenaga kerja. dan 2) mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang dikenal dengan daerah penyangga pusat pertumbuhan. karena kesulitan mencari tenaga kerja di perdesaan. Jika pengaruhnya besar bagi industri. Pada kenyataannya sektor jasa menjadi sektor yang cukup diminati dibandingkan dengan sektor industri. maka penyerapan angkatan kerja di sektor pertanian pun mengalami penurunan. desa wisata agribisnis.

alih fungsi lahan yang terus meningkat menimbulkan gejala baru yang menyebabkan petani harus berpindah ke kota-kota yang tumbuh dengan pesat. Ribuan petani di perdesaan kehilangan tanah karena mekanisasi pertanian yang belum waktunya.Masalah klasik yang dihadapi dalam pembangunan ekonomi selalu pada urbanisasi tidak terkendali. Dapat dijelaskan lebih lanjut bahwa pola pembangunan yang terjadi pada saat pertumbuhan ekonomi akan memiliki dua ciri khas sebagai berikut: 1) transformasi struktur sosial ekonomi yang terjadi meliputi banyak hal. Kepadatan penduduk di daerah perkotaan yang semakin 179 . Permasalahan teknis yang timbul pada tahap selanjutnya akan mengikuti gerak perubahan ini. kebijakan mengimpor teknologi padat modal secara besar-besaran untuk mencapai industrialisasi dengan segera telah menyebabkan pertumbuhan kesempatan kerja di kota tidak sesuai dengan jumlah orang yang mencari pekerjaan. Proses pertumbuhan ekonomi tersebut pada tahap selanjutnya akan mempengaruhi aspek-aspek yang secara langsung berkaitan dengan kehidupan masyarakat. kebijakan pembangunan yang mengabaikan sektor pertanian telah menimbulkan tidak memadainya pertumbuhan pendapatan di daerah perdesaan. Akibatnya tidak mampu menyediakan pemenuhan kebutuhan dasar bagi penduduk kota maupun penduduk desa. Arus urbanisasi yang pesat juga merupakan kelemahan masyarakat yang tidak mampu menciptakan prasarana dalam negeri yang memadai untuk mendorong produksi (baik pertanian maupun industri). Di sisi lain. tetapi apa yang diharapkan mereka ternyata tidak terwujud. (2) Analisis Chenery dan Syrquin Mengenai Transformasi Struktur Ekonomi Chenery dan Syrquin (1975) mendefinisikan pembangunan sebagai proses pertumbuhan ekonomi yang disertai dengan variasi perubahan dalam struktur sosial dan ekonomi. hanya beberapa perubahan yang bersifat struktural dalam kerangka makro dan sifatnya mendasar. termasuk Indonesia. salah satu transformasi yang terjadi pada saat pertumbuhan ekonomi adalah meningkatnya pangsa sektor industri pengolahan dalam perekonomian. Variasi perubahan ini dapat diamati sebagai suatu transformasi yang sistematis. Misalnya. yang pada tahap selanjutnya hal ini akan mendorong terjadinya proses urbanisasi. Bagi banyak negara berkembang. Ini terjadi sebagai akibat dari praktik pembangunan ekonomi yang terlalu mementingkan modernisasi industri di kota dan telalu mengutamakan sektor modern di kota. berada dalam suatu keteraturan yang membentuk pola yang normal dan bersifat umum. Industrialisasi akan membawa akibat pada perbedaan dalam tingkat pendapatan masyarakat yang bertempattinggal di kota dan di desa. berjangka panjang. akan tetapi dari sekian banyak perubahan itu.

kesehatan. karena ada pendapat yang menyangsikan relevansi penggunaan model-model makro yang dibuat oleh ahli-ahli dari barat. Akan tetapi. urbanisasi dan lain-lain juga pernah dihadapi oleh negara maju. Perubahan-perubahan tersebut memang bervariasi antara satu negara dengan negara lain. tampaknya ada benang emas yang menghubungkan keduanya bahwa pada prinsipnya perubahan struktural yang terjadi pada masa pembangunan bisa digeneralisasi untuk semua negara. 179 .meningkat pada gilirannya akan menimbulkan masalah-masalah yang langsung berkaitan dengan kepentingan masyarakat luas. seperti pengadaan perumahan. terutama pada saat mereka mulai tumbuh. Generalisasi suatu variasi akan sangat membantu dalam analisis berbagai permasalahan yang terjadi. Masalah-masalah yang berkaitan dengan masalah kependudukan. maka akan tampak pola yang teratur dan sistematis. kebersihan dan tata-tertib kota. Pendapat yang sama sebenarnya juga telah banyak dilontarkan oleh para ahli ekonomi pembangunan lainnya. sehubungan dengan penjelasan dari permasalahan pembangunan yang terjadi di negara-negara sedang berkembang. kriminalitas dan lain-lain. secara tegas menyatakan kritiknya terhadap teori-teori yang berasal dari negara-negara Barat. pada kenyataannya pola pembangunan yang terjadi di negera-negara sedang berkembang secara umum memiliki kesamaan-kesamaan dengan pengalaman negara-negara maju. penanggulangan masalah teknis sebagai akibat perubahan tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi objektif pada masing-masing negara. akan tetapi bila dihubungkkan dengan kondisi kemakmuran masing-masing negara. namun dalam suatu kerangka makro. Ini berarti perubahan yang terjadi dapat digeneralisasikan sebagai suatu gejala dan kecenderungan umum dengan pola yang normal. Todaro (1989) dalam bukunya berjudul Economic Development in the Third World. Walaupun demikian. transportasi perkotaan. pengangguran. Sungguhpun dalam mengatasi masalah yang ada menjadi suatu hal yang spesifik untuk masing-masing negara. dan 2) variasi perubahan yang terjadi merupakan gejala yang sistematis. Kritik ini tampaknya lebih ditujukan pada asumsi-asumsi yang melandasi teori-teori barat tersebut. pembangunan pertanian. bantuan peralatan yang berciri seperti di atas sangat diperlukan. Justeru hal ini perlu mendapat perhatian. Penyesuaian-penyesuaian semacam itu sebenarnya bukan merupakan hal yang harus dipersoalkan. Bertolak dari dua pernyataan di atas. baik dilihat dari suatu rentang waktu tertentu atau dilihat dari perbandingan antarnegara dalam suatu perjalanan waktu tertentu. yang oleh Todaro dianggap terlampau menekankan pada proses pemupukan modal dan tidak memperhatikan aspek kultur yang membedakan masyarakat barat dan timur. distribusi pendapatan.

Sebagian ahli ekonomi mengartikan pembangunan ekonomi adalah pertumbuhan ekonomi yang diikuti oleh perubahan dalam struktur dan corak kegiatan ekonomi...Dalam hal pertumbuhan ekonomi. peningkatan nilai dari input menjadi output disebut sebagai nilai tambah (value added). Konsep pertumbuhan ekonomi sebagaimana dimaksudkan di atas.. Istilah pembangunan ekonomi biasanya dikaitkan dengan perkembangan ekonomi di negara-negara berkembang. Untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi suatu negara atau daerah. Dalam analisis ekonomi perlu dibedakan arti pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi. sementara untuk level daerah provinsi dan atau kabupaten/kota digunakan ukuran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).. Istilah pertumbuhan ekonomi mengukur prestasi perkembangan perekonomian. PDB atau PDRB pada dasarnya merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha (sektor-sektor ekonomi) dalam suatu negara atau daerah tertentu. dapat dihitung dengan menggunakan ukuran Produk Domestik Bruto (PDB) untuk level nasional. PDB atau PDRB terbagi menjadi dua ukuran yaitu PDB atau PDRB atas dasar harga berlaku dan PDB atau PDRB atas dasar harga konstan (harga tahun dasar). Perbedaan penting lainnya adalah dalam pembangunan ekonomi tingkat pendapatan per kapita terus-menerus meningkat.. Dalam kegiatan perekonomian yang sebenarnya pertumbuham ekonomi berarti perkembangan fisikal produk barang dan jasa yang berlaku di suatu negara. 2000: 422-423). Dalam terminologi ekonomi. (04) 179 . sedangkan pertumbuhan ekonomi belum tentu diikuti oleh kenaikan pendapatan per kapita (Sukirno. suatu perekonomian dikatakan mengalami pertumbuhan jika jumlah produksi barang dan jasa-jasa mengalami peningkatan. oleh Harrod-Growth diformulasikan sebagai berikut: s g = c dalam hal ini: g = laju pertumbuhan pendapatan s = Average Propensity to Save (APS) c = Incremental Capital Output Ratio (ICOR) . Kedua konsep ini mempunyai pengertian yang sedikit berbeda. atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. atau dengan kata lain peningkatan nilai tambah dari suatu bahan baku menjadi produk atau dari input menjadi output menunjukkan adanya perkembangan perekonomian suatu wilayah.

2) berapa besar laju pertumbuhan sektoral yang diinginkan sehubungan dengan butir 1) di atas.. (08) .. ICOR yang tinggi bisa disebabkan oleh: 1) .. 3) alokasi investasi kepada setiap sektor. dan 3) besarnya ICOR per sektor. Berapa besar peningkatan pendapatan nasional itu akan sangat tergantung kepada: 1) besarnya investasi.1 Cara di atas sangat sensitif dalam menghitung ICOR Nasional. Sementara itu.. oleh karena tidak semua investasi memiliki grace period satu tahun...PDB 2004 Formula yang direkomendasikan untuk menghitung ICOR multi year dengan grace period 1 tahun adalah dengan persamaan regresi sebagai berikut : Yt = a + b I t-1 Dalam hal ini: Y = Pendapatn Nasional I t-1 = Investasi tahun t-1 b = 1/ICOR Perlu diingat dalam menghitung ICOR..+ PMTDB 2009 ICOR 2004-2009 = PDB 2009 . 2) besarnya ICOR per sektor.. (06) 179 .Sedangkan ICOR dapat dihitung dengan formula : ∂K ICOR = ∂Y I = ∂Y . namun dengan suatu jangka waktu tertentu.1 ICORt = PDB t – PDB t.. semua data harus menggunakan harga konstan pada tahun tertentu. maka dapat digunakan formula berikut (contoh untuk menghitung ICOR selama RPJMN 2004-2009): PMTDB 2004 + PMTDB 2005+ ... (05) Untuk lebih operasionalnya.... (07) . dan 4) NTB setiap sektor. formula di atas dapat dirumuskan sebagai berikut: PMTDBt..... Dari formula di atas dapat digambarkan bahwa dengan investasi —baik oleh pihak swasta maupun pihak pemerintah— pendapatan nasional dapat ditingkatkan..... Untuk menghitung ICOR pada tenggang waktu tertentu.. besarnya Investasi yang dibutuhkan oleh sesuatu negara pada suatu tahun tertentu tertentu tergantung kepada: 1) berapa besar laju pertumbuhan pendapatan nasional yang diinginkan secara rasional..

Perkiraan ICOR di masa depan sangat dipengaruhi oleh: 1) komposisi sektoral GDP yang direncanakan. untuk mencukupi kebutuhan bagi pembiayaan laju pertumbuhan pendapatan nasional tertentu maka bukan saja digunakan potensi yang ada di dalam negeri. untuk membiayai suatu laju pertumbuhan pendapatan tertentu. Menurut Keynes. karena 179 . ICOR meningkat.penggunaan kapasitas produksi yang terlalu rendah. bila K naik karena adanya I. akan tetapi juga diupayakan penggunaan potensi yang ada di luar negeri baik dalam bentuk bantuan luar negeri maupun penanaman modal asing (PMA). Dengan demikian. sebaliknya pada saat pertumbuhan ekonomi cepat. Dalam hal terjadinya unfull utilized investment. Masalahnya adalah. tabungan (s) adalah fungsi dari pendapatan (Y) atau s = f (Y). 3) time lag (tenggang waktu) yang terlalu lama. 2) komposisi investasi dalam berbagai kegiatan (karena ICOR pada berbagai kegiatan berbeda-beda. diantaranya: 1) investasi belum tuntas. tabungan yang tersedia tidak cukup. sementara investasi adalah fungsi dari pendapatan atau I = f (Y). Dalam model makro ekonomi dua sektor. Artinya. ada beberapa faktor yang menyebabkannya. dari sisi demand dimana Y = C + I. ada yang tinggi dan ada yang rendah). maka pendapatan nasional naik dan atau bila pendapatan nasional naik maka tabungan akan naik. Oleh karena itu. 3) melakukan investasi dengan perkiraan permintaan akan meningkat. dan 4) pemanfaatan kapasitas produksi yang ada. ICOR menurun. ICOR tinggi karena belum menghasilkan nilai tambah (karenanya. akan tetapi apakah investasi tersebut digunakan atau tidak untuk meningkatkan kapasitas produksi. Hal ini harus dilakukan. dari sisi supply. 2) penggunaan teknologi yang capital intensive. namun hal itu tidak terwujud. antara Investasi dan pendapatan nasional. Jadi salah satu fungsi bantuan luar negeri dan PMA tersebut adalah untuk menutupi resources gap. dimana Y = C + S. Devisa dibutuhkan untuk mengimpor barang modal dan bahan pembantu dalam rangka peningkatan pendapatan nasional. 4) pertumbuhan ekonomi. terdapat hubungan sebab akibat dan hubungan tersebut bersifat positif. demikian halnya dengan investasi juga akan naik. pada saat pertumbuhan ekonomi lambat. Dalam hal ini tidak hanya tergantung pada investasinya. pendapatan nasional dapat dilihat dari dua sisi: Pertama. 2) investasi masa lalu yang tidak memiliki daya saing. dan Kedua. Dimensi kedua dari investasi adalah bahwa investasi dapat dilihat dalam bentuk mata uang dalam negeri (Rp) dan dalam bentuk devisa. prioritas harus pada investasi yang telah ada). dan 4) arah investasi yang banyak ke sektor-sektor yang memang ICOR normalnya sudah tinggi. yang berarti terdapat resources gap. 3) jenis teknologi yang akan dipakai.

Kenaikan pendapatan nasional selanjutnya mengakibatkan kenaikan konsumsi swasta (Ks) dan konsumsi pemerintah (Kp). 2) pola perubahan struktur produksi menurut Chenery dan Taylor. 2) proses alokasi. jembatan dan lain-lain. Kebocoran tersebut dalam bentuk interest. 3) proses demografi. Untuk itu. Dengan adanya kenaikan konsumsi swasta dan konsumsi pemerintah terhadap barang luar negeri.seperti diketahui masih sangat banyak ragam dan jenis barang modal dan bahan pembantu yang belum dapat dihasilkan di dalam negeri sedangkan keberadaan barang dan bahan tersebut sangat dibutuhkan. akan disertai berbagai proses perubahan struktural dalam perekonomian. kenaikan dalam pendapatan akan mengakibatkan kenaikan konsumsi dalam jumlah yang lebih kecil daripada kenaikan pendapatan tersebut. Pengertian disertai disini dimaksudkan bukan karena sebab akibat atau timbulnya proses perubahan tersebut bukan karena kenaikan pendapatan per kapita. paling sedikit ada tiga model yang lazim dipergunakan dalam membahas model pertumbuhan ekonomi menurut sektor produksi. Oleh karena investasi itu sebagian besar berwujud fisik seperti gedung. Keempat proses tersebut akan dibahas setelah pembahasan mengenai model-model pertumbuhan ekonomi menurut sektor produksi yang mendasari pembentukan model untuk menganalisis keempat proses tersebut. Setelah investasi berproduksi. dan 4) proses distribusi. maka berarti kenaikan pendapatan nasional memperbesar kebutuhan akan devisa dan hal ini terutama ditutupi oleh ekspor.B. (London. sehingga investasi juga mempengaruhi secara langsung lapangan usaha bangunan (konstruksi) dalam pendapatan nasional. repayments dan lain-lain. Seiring dengan terjadinya pertumbuhan PDB atau PNB per kapita dalam jangka panjang. lebih baik keduanya dipisahkan. jalan. profit. dan 3) pola perubahan struktur produksi menurut Chenery dan Syrquin. Dalam peningkatan tersebut. Didalam buku tersebut proses ketiga dan keempat disatukan. baik terhadap konsumsi barang dan jasa dalam negeri maupun konsumsi barang dan jasa produksi luar negeri. maka pendapatan nasional meningkat. Chenery dan Moises Syrquin. Adapun proses22 perubahan struktural tersebut adalah 1) proses akumulasi. H. terdapat kebocoran karena sebagian dibiayai oleh bantuan luar negeri dan PMA. yaitu 1) model elastisitas pertumbuhan. 1975). Oxford University Press. wages. 22 179 . Berdasarkan hipotesis Keynes. Patterns of Development 1950-1970. namun untuk lebih mempertajam analisis.

koefisien dalam model ini disebut sebagai koefisien elastisitas pertumbuhan dan bukan sebagai elastisitas pendapatan. Y ßi. 179 . serta pertumbuhan jumlah penduduk selama berlangsungnya pertumbuhan ekonomi... yang menunjukkan berapa persen NTB sektor i akan meningkat bilamana jumlah penduduk naik dengan satu persen.... Model elastisitas pertumbuhan ini adalah: Vi = α i. Itulah sebabnya.. ia menunjukkan bagaimana hubungan antara pola pertumbuhan ekonomi menurut sektor produksi dengan perubahan yang terjadi dalam penawaran faktor-faktor produksi dan pola permintaan terhadap barang dan jasa... Di dalam model tersebut. pertambangan. PNB per kapita Elastisitas besarnya pasar (size elasticity) diwakili oleh jumlah penduduk untuk sektor i. Pop atau Ln Vi = Ln α i + ßi Ln Y + γ Dalam hal ini: Vi : i i α i . tingkat pendapatan per kapita tidak saja mewakili variabel tingkat permintaan dan variabel komposisi permintaan. yang menunjukkan berapa persen NTB sektor i akan meningkat kalau PNB per kapita naik dengan satu persen. Model ini kemudian oleh ECAFE digunakan sebagai model untuk melakukan proyeksi pertumbuhan ekonomi jangka menengah dan ke jangka panjang berdasarkan sektor produksi. pengangkutan dan jasa) Konstan untuk sektor i Elastisitas pertumbuhan (growth elasticity) sektor i. Untuk pertama kalinya model elastisitas pertumbuhan ini diperkenalkan oleh Chenery pada Tahun 1960. model ini adalah yang paling sederhana. (10) α ßi : : Y γ i : : Pop : NTB sektor i (i = terdiri atas pertanian.Dalam hal model elastisitas pertumbuhan.. Jumlah penduduk pertengahan tahun. industri pengolahan bangunan.. khususnya bagi negara-negara yang data statistik pendapatan nasionalnya dianggap masih sederhana. (09) Ln Pop . akan tetapi juga mewakili variabel keadaan penawaran faktor produksi dan tingginya tingkat teknologi yang ada di suatu negara.

dimaksudkan untuk mengatasi kemungkinan penurunan elastistas pendapatan atau pertumbuhan secara kontinu dengan semakin tingginya pendapatan per kapita. ... diformulasikan sebagai berikut : Ln xi = α i + ßi Ln Y Dalam hal ini: xi Y k θ : Peranan NTB sektor i dalam PDB : PNB per kapita. yakni : Ln xi = α i+ß1i LnY+ß2i (LnY)2+γ i Ln Pop +δ i Ln k +ϕ 1iLn θ p+ϕ i 2i Lnθ m . dan sektor jasa... Mengenai pola perubahan struktur produksi. meliputi LU sisanya. Mengenai pola perubahan struktur produksi. Chenery dan Syrquin memilah struktur produksi ke dalam empat sektor. meliputi LU industri manufaktur dan bangunan....... Chenery dan Taylor membagi struktur produksi menjadi tiga sektor...Mengenai pola perubahan struktur produksi.. perbedaan lain antara model Chenery dan Taylor dengan model Chenery dan Syrquin ini terletak pada jumlah dan jenis variabel yang menjelaskan tentang pola perubahan struktur produksi serta fungsi yang menghubungkan struktur produksi dengan variabel yang mempengaruhinya. US $ 1960 : Peranan pembentukan modal tetap domestik bruto dalam PDB : Peranan ekspor bahan mentah dalam PDB p : Peranan ekspor industri pengolahan dalam PDB θ m Po : Jumlah penduduk pertengahan tahun (dalam juta jiwa) p Digunakannya variabel (Ln Y)2 sebagai salah satu variabel untuk menjelaskan perubahan struktur produksi selama pertumbuhan ekonomi. sektor industri..(12) . Selain itu. atau untuk lebih jelasnya. meliputi lapangan usaha (LU) pertanian dan pertambangan..... (14) 179 ... yang terdiri atas sektor primer.(13) Ln Pop Khusus untuk data deret berkala (time series).(11) Ln xi = α i + ß1i Ln Y + ß2i (Ln Y)2 + γ Ln xi = α i + ßi Ln Y + γ i Ln Pop . model persamaan regresinya adalah formula (10) dengan menghilangkan variabel penduduk sebagai variabel yang menjelaskan perubahan dalam struktur produksinya. oleh Chenery dan Taylor dikedepankan tiga macam persamaan regresi untuk data penampang silang antarnegara.

Y :GNP perkapita ( dalam US $ 1964 ).(15) xi = α i +ß1i LnY + ß2i (LnY)2 +γ 1i LnPop +γ 2i (Ln Pop)2 +Σ δ jiTj + ε j=1 i F . 2. N = Populasi (juta jiwa)... yang mereka teliti dalam kurun waktu 1950-1970. maka diperkirakan pemasukan modal asing lebih banyak digunakan di luar sektor primer.. 179 .. Studi Chenery dan Syrquin ini berusaha menganalisis perubahan mendasar dalam struktur ekonomi yang lazimnya menyertai pertumbuhan ekonomi. xi =α i +ß1i LnY +ß2i (LnY)2 + γ 1i LnPop +γ 2i j=1 (Ln Pop)2 + Σ δ jiTj 4 4 . Yang menarik dari hasil regresi ini adalah tanda negatif untuk koefisien regresi variabel pemasukan modal asing bagi sektor primer dan tanda positif untuk sektor industri. 3. Fokus utama analisis mobilisasi dan alokasi sumberdaya.(16) Sedangkan untuk data deret berkala.Untuk menganalisis data penampang silang antar negara. khususnya aspek yang memungkinkan pertumbuhan yang berkelanjutan... Dengan memperhatikan pemasukan modal asing untuk keperluan : 1) mengisi kekurangan dana tabungan bagi investasi... digunakan dua buah model regresi seperti di bawah ini.. digunakan formula : xi = α i + ß1i Ln Y + ß2i (Ln Y) + Σ ε jiTj 2 j=1 4 . Identifikasi dan pengukuran pola pembangunan dimaksud mencakup 10 proses pokok dari 27 variabel untuk menggambarkan berbagai dimensi transformasi struktur yang terjadi pada 101 negara. (17) dalam hal ini: X :Variabel bebas merupakan variabel-variabel yang ingin dianalisis perubahannya sesuai dengan keempat proses di atas.dalam hal ini rasionya terhadap GDP Tj : Periode waktu ( j = 1. 26 negara diantaranya berpenduduk lebih dari 10 juta jiwa.. F :Net resources inflow (impor dikurangi ekspor dari pada barang-barang dan jasa non-faktor produksi) atau pemasukan modal dari luar negeri..... 4 )... dan 2) membiayai impor yang tidak bisa ditanggulangi oleh penerimaan devisa dari ekspor.

struktur produksi. Pilihan strategis suatu negara tidak hanya dipengaruhi oleh corak dari struktur ekonomi. harus diusahakan melebihi tingkat pertumbuhan angkatan kerja. baik berupa modal fisik maupun modal manusia. 179 . 2) perubahan dalam struktur ekonomi sebagai perubahan dalam proses alokasi sumberdaya. didominasi oleh penurunan pangsa pangan dan peningkatan pangsa barang manufaktur. dan 4) akses pada perdagangan internasional dan pemasukan modal. Dari ketiga komponen tersebut. Studi Chenery dan Syrquin memisahkan pengaruh dari faktor universal yang mempengaruhi semua negara dari corak khusus. yaitu 1) perubahan dalam struktur ekonomi sebagai perubahan dalam proses akumulasi. termasuklah proses perubahan dalam faktor-faktor berikut: alokasi tenaga kerja dalam berbagai sektor. dan struktur perdagangan. 3) Akses teknologi serupa untuk semua negara. tingkat kelahiran dan kematian. dan 3) pengaruh sejarah. faktor-faktor yang dianalisis oleh Chenery dan Syrquin dimaksudkan untuk menggambarkan perubahan-perubahan struktur ekonomi dalam proses pembangunan. 2) akumulasi modal. Dari keseluruhan analisis Chenery dan Syrquin menunjukkan corak dari sepuluh jenis perubahan dalam struktur ekonomi yang berlaku dalam proses pembangunan di negara-negara berkembang. Kegiatan-kegiatan ekonomi yang termasuk sebagai proses akumulasi meliputi kegiatan pembentukan modal.1. tujuan sosial politik pemerintahan. urbanisasi. dan distribusi pendapatan. Sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 2. dibangun berdasarkan asumsi-asumsi: 1) variasi dalam komposisi permintaan konsumen yang mengiringi peningkatan pendapatan per kapita. dan kebijaksanaan yang ditempuh (kesediaan untuk menggunakan berbagai peralatan kebijaksanaan) masing-masing negara. dan 3) perubahan dalam struktur ekonomi sebagai perubahan dalam proses demografi dan distribusi. Yang tergolong sebagai alokasi sumberdaya adalah struktur permintaan domestik (pengeluaran masyarakat atas produksi dalam negeri). 2) pengaruh faktor umum seperti luas pasar dan sumber yang berada di luar penguasaan pemerintah.Model umum mengenai perubahan struktural yang diterapkan pada semua negara. Dalam golongan yang ketiga. maka setiap aspek pola pembangunan suatu negara dapat digambarkan sebagai akibat dari beberapa faktor yang terdiri atas tiga komponen. dua komponen pertama merupakan perhatian utama dari studi Chenery dan Syrquin. yaitu proses demografi dan distribusi. yaitu 1) pengaruh normal dari faktor universal yang berhubungan dengan tingkat pendapatan. Perubahan-perubahan tersebut dibedakan menjadi tiga golongan. pengumpulan tabungan pemerintah dan kegiatan menyediakan pendidikan kepada masyarakat. Sejauh sasaran itu tercapai.

Tingkat pemasukan anak-anak ke sekolah dasar dan sekolah menengah II PROSES ALOKASI SUMBERDAYA 1 Struktur Permintaan Domestik a. Tingkat kematian 4 Distribusi Pendapatan a. Pembentukan modal domestik bruto c. penduduk daerah urban 3 Transisi Demografis a. Bagian dari 20 persen penduduk yang menerima pendapatan paling tinggi b. Tingkat kelahiran b. Impor II PROSES DEMOGRAFIS DAN DISTRIBUSI I 1 Alokasi tenaga kerja a. Dalam sektor industri c. Pendapatan dari pajak 3 Pendidikan a. Konsumsi atas bahan makanan 2 Struktur Produksi a. Produksi sektor industri c. Konsumsi pemerintah d. Aliran masuk modal (di luar impor brg & jasa) 2 Pendapatan Pemerintah a. Produksi sektor utilities d.Tabel 2. Pendapatan pemerintah b. Melihat jumlahnya dan dinyatakan sebagai persentase dari keseluruhan jumlah penduduk Dengan melihat perubahan jumlahnya dan dinyatakan sebagai persentase dari keseluruhan jumlah penduduk Dengan melihat perubahan persentase PDB yang diterima oleh masing-massing golongan pendapatan tersebut. Bagian dari 40 persen penduduk yang menerima pendapatan paling rendah CARA-CARA UNTUK MENUNJUKKAN PERUBAHAN YANG TERJADI Melihat perubahan pada nilai-nilainya dan dinyatakan sebagai persentase dari PDB Menunjukkan perubahan persentase GDP untuk pendidikan. Dalam sektor jasa 2 Urbanisasi a.1 Cara-cara Untuk Menunjukkan Corak Perubahan Struktur Ekonomi Dalam Proses Pembangunan FAKTOR-FAKTOR YANG DIANALISIS I PROSES AKUMULASI 1 Pembentukan ModaL a. Ekspor barang-barang industri d. Ekspor b. dan perubahan persentase anakanak yang bersekolah di sekolah dasar dan sekolah menengah Melihat perubahan nilai-nilainya dan dinyatakan sebagai persentase dari PDB Melihat perubahan jumlahnya dan dinyatakan sebagai persentase dari keseluruhan jumlah tenaga kerja. Produksi sektor primer b. 179 . Konsumsi rumahtangga c. Pembentukan modal domestik bruto b. Pengeluaran untuk pendidikan b. Dalam sektor primer b. Produksi sektor jasa 3 Struktur Perdagangan a. Ekspor bahaan mentah c. Tabungan domestik bruto b.

Oxford University Press.202 0. Aliran Modal Masuk 2 Penerimaan Pemerintah a.000 0.233 0.254 0.549 0. perubahan struktur ekonomi dapat ditinjau melalui pertumbuhan pendapatan masyarakat.153 0.9 Selanjutnya.203 0. published by Oxford University Press for the World Bank.035 0.171 0.158 0.219 0. Pembentukan Modal c.2. Chenery dan M.637 0. Dalam proses akumulasi. dan 3) perubahan pengeluaran pemerintah untuk membiayai sektor pendidikan yang akan mempengaruhi tingkat pendidikan penduduk. Pendapatan dari Pajak 3 Pendidikan a. London.190 0.220 0. Pendapatan Pemerintah b. Patterns of Development 1950-1970.006 0.1 dalam proses pembangunan ekonomi di negara berkembang ditunjukkan pada Tabel 2. 1975.210 0. Dua hal yang pertama merupakan indikator dari peningkatan kapasitas 179 .213 0.203 0.041 0.Pengeluaran Pendidikan b.375 0. melainkan digunakan untuk investasi.2 Struktur Ekonomi Pada Berbagai Tingkat Pembangunan Dalam Proses Akumulasi Deskripsi Faktor No 1 Pembentukan Modal a.181 0. Chenery & M.034 0. dimana sebagian dari pendapatan itu dialokasikan bukan untuk tujuan konsumsi akhir.694 0.202 0. London. Persentase anak-anak yang bersekolah Nilai tiap faktor pada berbagai tingkat Pembangunan $100 $200 $300 $400 $500 $800 $1.023 0. Patterns of Development 1950-1970.189 0.012 0.735 0.129 0. Proses Akumulasi Dalam proses akumulasi. yang menggambarkan bentuk-bentuk perubahan yang diharapkan akan terjadi dalam perekonomian suatu negara berkembang yang mengalami proses peningkatan pendapatan per kapitanya sebesar US$ 100 menjadi US$ 1000. Syrquin. hasil analisis Chenery dan Syrquin mengenai corak perubahan dari berbagai faktor yang terdapat dalam Tabel 2.Sumber: H.188 0.009 0. Tabel 2.240 0. Syrquin.043 0.010 0.033 0.234 0.016 0.234 0.033 0.236 0.006 0. Proses ini disebut sebagai proses akumulasi yang selanjutnya didefinisikan sebagai proses penggunaan sumberdaya dan dana untuk meningkatkan kapasitas produksi masyarakat di masa yang akan datang dalam suatu perekonomian. hlm.842 Sumber : Hollis B. yaitu 1) perubahan struktur tabungan dan investasi akan berpengaruh terhadap kemampuan menabung dan investasi. Terjadinya proses ini dapat dilihat dari tiga hal. a. Tabungan b.287 0.135 0.226 0.037 0.B.153 0. 2) perubahan struktur penerimaan negara yang berasal dari pajak yang berpengaruh terhadap kemampuan penerimaan pemerintah. terdapat investasi fisik dan investasi nir-fisik (Human Investment).173 0. 1975.810 0.203 0.

sedangkan satu hal yang terakhir merupakan indikator peningkatan kapasitas produksi dari sumberdaya dalam bentuk piranti lunak. Artinya. perdagangan. Dari hasil penelitian mereka. ditunjukkan bahwa dengan meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat maka tabungan masyarakat dalam bentuk proporsi terhadap pendapatan nasional akan mengalami peningkatan yang 179 . Gejala semacam ini dapat dijelaskan melalui logika berpikir sebagai berikut: 1) bahwa sesuai dengan Hukum Engel. komposisi resources endowment akan mengalami perubahan yang pada gilirannya dapat mengubah keunggulan komparatif dalam memproduksi barang dan jasa. yang dalam hal ini menyangkut kemampuan manusianya (human instrument). sebaliknya nisbah rata-rata konsumsi terhadap pendapatan akan menurun jika pendapatan nasional menjadi semakin besar secara riel. Pergeseran komposisi ini akan terlihat dari komposisi barang yang diproduksi. dan (2) efek tak langsung yang terjadi pada sektor produksi. maka pola produksi yang mengikuti arus permintaan akan mengalami pergeseran komposisi. bagian dari pendapatan yang digunakan untuk tujuan konsumsi (δ C/δ Y) akan lebih kecil daripada kenaikan pendapatan itu (0<MPC<1). Karena proporsi tabungan dalam PDB (S/PDB) akan meningkat maka proporsi investasi dalam PDB (I/PDB) pun diharapkan akan meningkat. lebih cepat dibandingkan dengan kenaikan pendapatan nasional itu sendiri. pada kelompok masyarakat yang telah mampu memenuhi kebutuhan pokoknya. Atau dengan kata lain. mengenai pengaruh peningkatan PDB per kapita terhadap kemampuan menabung dapat ditelusuri melalui terbentuknya pola perubahan struktur tabungan masyarakat sebagai akibat dari peningkatan pendapatan. Chenery dan Syrquin telah membuktikan validitas dari teori ini. Pola yang terbentuk dari hubungan tersebut direpresentasikan oleh nisbah rata-rata tabungan terhadap pendapatan akan meningkat. semakin makmur suatu masyarakat (manakala kebutuhan pokoknya terpenuhi) maka bagian dari pendapatan yang ditabung (δ S/δ Y) akan semakin meningkat. Kemudian. lokasi dan berbagai komposisi struktural lainnya. Ini merupakan efek langsung dari peningkatan pendapatan nasional ditinjau dari sisi rumah tangga. tabungan akan berhubungan positif dengan kenaikan pendapatan. Menurut Hekcsher-Ohlin dan Samuelson. kenaikan PDB per kapita menaikkan kemampuan menabung dan atau kemampuan investasi. Hal ini disebabkan karena kenaikan pendapatan nasional yang tidak digunakan untuk konsumsi masa sekarang (melainkan untuk ditabung).produksi dari sumberdaya-sumberdaya berbentuk piranti keras (physical instrument). sehingga kemungkinan untuk melakukan reinvestasi dari pendapatan menjadi besar. Dalam hal ini. maka ketika pendapatannya meningkat. dimana dengan adanya kenaikan pendapatan masyarakat. Pergeseran semacam ini memungkinkan efisiensi yang semakin meningkat.

Dengan meluasnya perdagangan dan volume perdagangan. untuk melakukan analisis terhadap beberapa perubahan struktur ekonomi. Hal ini wajar. bukan hanya untuk dirinya melainkan untuk melayani pihak lain dalam jumlah yang lebih banyak (besar).3% pada saat pendapatan per kapita US$ 100 menjadi 0. mereka mengasumsikan pergeseran pendapatan perkapita dari US$ 100 menjadi US$ 1. Pada pajak langsung terdapat dua ciri utama.cukup besar.000. Oleh karena itu. yaitu persentase pengenaan pajak yang semakin tinggi dengan semakin tingginya pendapatan seseorang. peranan modal yang berasal dari luar negeri terhadap pembentukan modal domestik menurun dari 2. setiap kenaikan sebesar 1% pada PDB perkapita. bentuk penerimaan pemerintah dapat dibedakan menjadi: 1) pajak langsung.3% pada pendapatan perkapita masyarakat sebesar US$ 1. Proses ini selanjutnya akan diikuti oleh semakin besarnya unit usaha di dalam perekonomian yang menjurus kepada timbulnya spesialisasi. Dalam hal pengaruh peningkatan PDB per kapita terhadap penerimaan pemerintah.000 menunjukkan pendugaan konkrit dari adanya peningkatan hasil pembangunan. maka pajak tidak langsungpun meningkat.0 % pada saat pendapatan per kapita US$ 1. Dalam konteks ini. Artinya.000. karena dana pembentukan modal domestik bruto pada dasarnya berasal dari tabungan masyarakat. yaitu dari 13.6% ketika pendapatan per kapita US$ 1. Seperti diketahui. maka elastisitas pajak langsung terhadap perubahan pendapatan adalah lebih besar dari 1 (satu). yaitu: 1) adanya batas minimum pendapatan yang dikenai pajak. menjadi 23. dan 3) penerimaan bukan pajak. Spesialisasi mengakibatkan unit usaha menghasilkan barang dan jasa. 2) pajak tidak langsung. Selain itu.5% untuk masyarakat dengan pendapatan perkapita US $ 100. Indirect tax elasticity of income adalah lebih 179 . dan 2) pada umumnya pajak-pajak itu bersifat progresif. Kenaikan PDB perkapita mengakibatkan kenaikan permintaan atas barang dan jasa. Proses ini meningkatkan volume perdagangan. Seperti diketahui bahwa indirect tax atau pajak tidak langsung itu sangat dipengaruhi oleh volume perdagangan. akan mengakibatkan kenaikan pajak langsung sebesar lebih dari 1%. Dengan kenaikan PDB perkapita maka akan semakin banyak wajib pajak dan akan semakin banyak orang yang dikenai pajak dengan persentase pengenaan yang lebih tinggi. pada dasarnya dapat ditelusuri melalui bentuk dan ciri-ciri dari penerimaan pemerintah. Hal lain yang memperkuat adalah bahwa pembentukan modal domestik bruto juga meningkat dari 15.000.8% pada saat pendapatan per kapita US$ 100 menjadi 24.

Hasil penelitian mereka ini belum sampai pada pembuktian mengenai perubahan struktur pajak. Potensi pajak dipengaruhi oleh determinan 1.2).000 (lihat Tabel 2. jelaslah 179 . yaitu tergantung apakah pemerintah telah memiliki cukup kekuatan untuk melakukan pemungutan secara paksa. sekolah dan lain-lain.3% menjadi 28. Argumen yang diberikan adalah bahwa perubahan struktur pajak tersebut lebih merupakan refleksi komitmen politik.besar dari satu. Seperti diketahui. dan 3) demi pertimbangan praktis. dan berarti pula meningkatnya pemerimaan pemerintah dalam bentuk bukan pajak. yaitu pada masing-masing pendapatan perkapita US$ 100 dan US$ 1.000. jembatan.9% pada pendapatan perkapita sebesar US$ 100. Dengan demikian. 2 dan 3. dan 4) biasanya dikenakan terhadap barang dan jasa yang diperdagangkan melalui batas nasional/ internasional dan pelabuhan. untuk jenis-jenis pajak langsung. ada empat determinan yang berkaitan dengan pajak.7%. Artinya. maka ada alasan bagi pemerintah untuk memetik bayaran. dan 4) baik buruknya administrasi perpajakan serta dilaksanakan tidaknya hukuman terhadap para pelanggar pajak (law enformcement). 2) ketimpangan dalam distribusi pendapatan. Peningkatan volume perdagangan mengakibatkan meningkatnya penggunaan berbagai infrastruktur publik. setiap kenaikan PDB perkapita sebesar 1% akan mengakibatkan kenaikan pajak tidak langsung sebesar lebih dari 1%. maka potensi pajaknya ditentukan oleh berat tidaknya hukuman (determinan 4).4% pada pendapatan perkapita sebesar US$ 1. naik dari 12. sifatnya lebih sensitif terhadap pemerataan. pelabuhan. diban dingkan dengan pemungutan jenis pajak tidak langsung. Hasil penelitian Chenery dan Syrquin menunjukkan bahwa dengan meningkatnya pendapatan perkapita masyarakat. Oleh karena orang cenderung menghindari pajak. 2) biasanya dikenakan terhadap barang dan jasa yang dianggap bukan kebutuhan pokok. maka persentase penerimaan pemerintah (secara keseluruhannya) naik dari 15. sementara khusus untuk penerimaan dari pajak. dan peranan sektor industri manufaktur yang besar maka pajak juga akan besar. yaitu 1) pendapatan perkapita. biasanya dikenakan terhadap barang dan jasa yang diproduksi dengan satuan ekonomi (kapasitas produksi) yang relatif besar. hal-hal yang menyangkut mengenai tata-cara pemungutan pajak langsung. menjadi 25. Ciri-ciri yang menonjol pada pajak tidak langsung ini adalah 1) biasanya hanya dikenakan terhadap barang dan jasa yang diperdagangkan. Menurut Meier (1980). Dalam hal penyediaan infrastruktur oleh pemerintah. Perluasan dan peningkatan volume perdagangan memerlukan berbagai infrastruktur yang pada umumnya disediakan oleh pemerintah dalam bentuk jalan. 3) struktur perekonomian bagi negara dengan volume perdagangan luar negeri yang besar.

Pemerintah yang dalam hal ini sebagai pengemban misi pembangunan. Peningkatan ini pada gilirannya akan menciptakan keharusan untuk meningkatkan pengeluaran di bidang pendidikan yang lebih besar lagi pada tahun-tahun selanjutnya sehingga dapatlah 179 .educated) lebih memiliki kesempatan untuk mendapat pekerjaan dengan upah yang tinggi. Hal ini dapat dijelaskan baik dari tinjauan sisi demand maupun dari tinjauan sisi supply. perkembangan pengeluaran pemerintah bidang pendidikan yang diiringi oleh peningkatan PDB/kapita. Selama komitmen untuk terus memenuhi keinginan masyarakat terhadap pendidikan masih kuat maka pengeluaran pemerintah untuk pendidikan di tahun-tahun awal pembangunan akan mengakibatkan semakin tingginya permintaan akan pendidikan. pada kondisi awal pembangunan. expected private benefit untuk pendidikan semakin tinggi. Akibat dari peningkatan PDB/kapita juga dapat ditelusuri perngaruhnya terhadap pengeluaran pemerintah di bidang pendidikan. Tuntutan masyarakat untuk mencapai pendidikan yang lebih tinggi dan berkualitas. Akan tetapi. ada yang menghawatirkan. Sedangkan permintaan riil pendidikan lebih ditentukan oleh besar-kecilnya perbedaan antara expected private benefit pendidikan dan cost of education. Kelompok masyarakat terdidik (well. dapat dijelaskan sebagai berikut: bahwa permintaan yang tinggi terhadap pendidikan merupakan derived demand dari peningkatan upah di sektor modern. Hal ini diakibatkan oleh peningkatan akan kebutuhan buruh yang terampil. menyebabkan kebutuhan investasi di bidang pendidikan semakin besar. Bagi masyarakat keseluruhan. ditunjukkan oleh besarnya pengeluaran di bidang pendidikan. yaitu adanya intervensi pemerintah di bidang pendidikan yang akan mengakibatkan private cost of education cenderung menjadi rendah. Ini merupakan variabel dari besarnya permintaan masyarakat terhadap pendidikan. adalah sejalan dengan kemampuan anggaran pemerintah. besarnya daya tampung murid di sekolah adalah lebih tergantung pada kemampuan anggaran pemerintah dan yang lebih penting lagi adalah ditentukan oleh pressure politik. Sebagaimana diketahui.sudah bahwa melalui proses akumulasi. Komitmen untuk memenuhi permintaan pendidikan yang semakin tinggi. Ini berarti bahwa intervensi pemerintah di bidang pendidikan yang mengiringi perkembangan ekonomi merupakan penyebab dari semakin tingginya permintaan masyarakat terhadap pendidikan. peningkatan PDB perkapita akan meningkatkan penerimaan negara lebih besar dari pada peningkatan PDB perkapita itu sendiri. ini berarti dengan semakin bertumbuhnya perekonomian. Semakin besar perbedaan ini maka permintaan terhadap pendidikan akan semakin tinggi. Sedangkan dari sisi supply. Bagi pemerintah sendiri akan menerima akibat berganda. sangat diharapkan untuk memenuhi tuntutan ini. Dari sisi demand.

dimengerti mengapa dengan semakin tingginya pendapatan nasional. pengeluaran pemerintah untuk pendidikan hanya meningkat dari 3.3% menjadi 4. maka secara berangsur-angsur mengakibatkan terjadi perbaikan dan peningkatan daya tampung fasilitas pendidikan yang pada gilirannya akan terefleksi pada peningkatan secara tajam pada nisbah partisipasi sekolah atau school enrollment ratio.masing diukur dengan membandingkan jumlah siswa atau mahasiswa pada tiap jenjang pendidikan itu terhadap jumlah penduduk berusia 13-15 tahun (untuk SMTP). 16-18 tahun (untuk SMTA) dan 19-24 tahun (untuk Perguruan Tinggi).2% pada saat pendapatan perkapita menjadi US$ 1. Tentu saja hal ini akan mengembalikan besarnya cost of education pada proporsi semula dan sebagai dampaknya.5% pada saat pendapatan perkapita US$ 100 menjadi 84. Diduga. Demikianlah alur pikir dari 179 . yaitu 940/1000 x 100% = 94%. Tentang school enrollment ratio ini dapat diberikan contoh sebagai berikut: jumlah penduduk berusia 7-12 tahun adalah 1. pengeluaran pemerintah di bidang pendidikan juga mengalami kenaikan dengan tajam. seperti yang telah disebutkan sebelumnya.000) terhadap PDB.000. dengan tersedianya sarana dan prasarana pendidikan disamping adanya ketentuan tentang batas minimal pendidikan yang ditamatkan. oleh karena dengan semakin meningkatnya pendapatan masyarakat (yang mengiringi peningkatan pendapatan nasional tersebut). maka School Enrollment Ratio untuk tingkat SD adalah sebesar 94%. permintaan pendidikan tidak sebesar yang dibayangkan. SMTA dan Perguruan Tinggi.3% (masing-masing untuk pendapatan perkapita US$ 100 dan US$ 1. Walaupun demikian. Hasil penelitian Chenery dan Syrquin mengenai School Enrollment Ratio memperlihatkan suatu peningkatan yang sangat tajam yaitu dari 37. setelah sebelumnya mengalami kenaikan.000 orang. School Enrollment Ratio-nya masing . Di satu pihak permintaan sudah tidak begitu besar dan di lain pihak peranan swasta sudah bisa diandalkan. Argumen yang dikedepankan atas hasil tersebut. maka penyediaan sarana dan prasarana pendidikan semakin banyak. Hal ini bisa dimengerti. kemungkinan rendahnya angka ini adalah karena menyurutnya komitmen yang diharapkan setelah terjadi peningkatan pendapatan nasional. sedangkan jumlah murid Sekolah Dasar (SD) adalah 940 orang. kemampuan pihak swasta untuk turut serta dalam bisnis pendidikan juga semakin tinggi. maka pengeluaran pemerintah untuk bidang pendidikan pada titik tertentu justeru akan menurun. Untuk tingkat SMTP. Chenery dan Syrquin dalam penelitiannya membuktikan lain bahwa dengan meningkatnya pendapatan per kapita. Dengan masuknya pihak swasta yang mendukung (sebagian) pembiayaan di bidang pendidikan. Sementara itu. bahwa besarnya pengeluaran pemerintah di bidang pendidikan ini pada dasarnya lebih tergantung pada komitmen politik.

yaitu bertambahnya keuntungan komparatif yang timbul sebagai akibat dari proses akumulasi yang menyertai peningkatan pendapatan perkapita. Dalam hal ini. Proses ini selanjutnya disebut sebagai proses alokasi sumberdaya. dan 3) pola perdagangan luar negeri. terutama dari aspek produksi dan kewilayahan. baik sumber daya fisik maupun sumber daya manusia. Sektor yang dipilih atau menjadi sektor kunci adalah sektor yang mempunyai kaitan ke depan (forward linkage) dan kaitan ke belakang (backward linkage) yang kuat. Hirschman mengusulkan perlunya strategi pembangunan ekonomi yang mengkonsentrasikan pada sektor-sektor yang relatif sedikit ketimbang ke sektor-sektor yang banyak tetapi tersebar. Oleh karenanya. di lain pihak penawaran dipengaruhi oleh perubahan proporsi penggunaan sumberdaya dan perubahan teknologi. kemampuan penerimaan pemerintah dan peningkatan taraf pendidikan masyarakat. Perubahan ini pada dasarnya merupakan hasil akhir dari interaksi antara permintaan dan penawaran. Permintaan lebih dipengaruhi oleh perkembangan pendapatan masyarakat yaitu perubahan dalam pola konsumsi. Proses Alokasi Perubahan struktur ekonomi dapat juga ditinjau dari proses alokasi. b. Untuk memperkuat sisi penawaran dalam konteks pembangunan ekonomi. 2) struktur produksi dalam negeri.peningkatan PDB/kapita melalui proses akumulasi yang mengakibatkan peningkatan kemampuan menabung. Pertumbuhan di sektor tersebut akan mendorong pertumbuhan sektor lain sehingga sektor tersebut 179 . terjadi pergeseran di dalam penggunaan sumber-sumber daya. maka proses ini secara sistematis akan mengakibatkan perubahan pada: 1) struktur permintaan dalam negeri (domestic). Sebagai akibat dari adanya interaksi tersebut maka proses peningkatan pendapatan per kapita dalam kurun waktu yang lama biasanya akan disertai dengan berubahnya struktur produksi dan struktur barang dan jasa yang diperdagangkan melalui batas-batas nasional. dengan meningkatnya pendapatan masyarakat. Hal ini dapat pula didefinisikan sebagai proses yang terjadi karena adanya interaksi antara proses akumulasi yang pada gilirannya merubah keunggulan komparatif dalam memproduksi barang dan jasa di satu pihak serta berubahnya pola konsumsi yang biasanya menyertai proses peningkatan pendapatan per kapita di lain pihak.

Selanjutnya kemajuan wilayah akan tercapai jika terdapat konsentrasi Menurut Myrdall (1969) terdapat dua kekuatan yang bekerja pada pertumbuhan ekonomi yaitu bachwash effect dan spread effect. mekanisme pendorong pembangunan (inducement mechanism) yang tercipta akibat dari adanya hubungan berbagai industri dalam penyediaan input yang digunakan sebagai bahan mentah dalam industri lainnya dibedakan menjadi dua macam: 1) kaitan ke belakang (backward linkage effects) dan 2) kaitan ke depan (forward linkage effects). Konsep Hirschman hampir sama dengan konsep Myrdal23.akan menjadi sektor unggulan bagi sektor lainnya. sebaliknya di dalam hal keterkaitan menyangkut kegiatan industri di tahap yang mendahului (industri hulu) maka hal tersebut disebut backward linkage. Jika komplementaris kuat akan terjadi proses penyebaran pembangunan ke arah belakang dan sebaliknya bila komplementaris lemah akan terjadi proses polarisasi. Teori Hirschman lebih optimis dalam memandang dampak di masa depan daripada teori Myrdal. Dari proses ini. Dampak yang paling penting dari penetesan ke bawah dari pusat pertumbuhan menuju daerah belakangnya adalah meningkatnya proses pembelian dan investasi di belakangnya oleh adanya kutub pertumbuhan. yang nantinya akan meningkatkan produksi tenaga kerja dan pendapatan per kapita dengan terserapnya pengangguran tersembunyi di daerah belakang. Hirschman selanjutnya mengungkapkan segi keterkaitan diantara berbagai ragam kegiatan ekonomi. Dalam hal keterkaitan itu dengan kegiatan industri di tahap menyusul (indusri hilir) maka keterkaitan tersebut bersifat forward linkage. Setiap proyek investasi di suatu industri tertentu selalu terkait dengan kegiatan di tahap menyusul dan atau di tahap yang mendahuluinya. 23 179 . Perbedaannya adalah cara pandang setiap teori dalam memandang dampak pembangunan dari suatu pusat pertumbuhan terhadap wilayah di belakangnya pada masa-masa sesudahnya. Selanjutnya Hirschman juga mengemukakan bahwa dalam sektor produktif. Hal ini menyangkut keterkaitan antarsektor (misalnya antara sektor pertanian dan sektor industri) maupun kerterkaitan yang berlaku di lingkungan satu sektor tertentu (intrasector). Kekuatan spread effect mencakup penyebaran pasar hasil industri bagi wilayah yang belum berkembang. Menurut Hirschman hubungan antara pusat pertumbuhan dengan daerah belakangnya tergantung pada keseimbangan antara dampak positif dengan negatif bagi daerah belakang. Hirschman mengembangkan konsep polarisasi dan efek penetesan (trickle down effect) yang pengertiannya hampir sama dengan backwsh effect dan efek penyebaran (spread effect) yang dikembangkan oleh Myrdal. menyebabkan sumber daya di daerah belakang terserap oleh daerah pusat pertumbuhan dan hal ini akan menghabat kemajuan di daerah belakangnya. kekuatan efek balik negatif (backwash effect) biasanya melampau efek penyebaran dengan ketidakseimbangan aliran modal dan tenaga kerja dari daerah tidak berkembang ke daerah berkembang.

pembangunan pada sektor-sektor kunci yang ditentukan bacward linkage dan forward linkage. dapat dijelaskan melalui mekanisme hukum Engel bahwa income elasticity of demand pada kelompok makanan adalah lebih kecil dari satu (inelastis). Hal lain yang dapat menjelaskan tentang perubahan strktur permintaan domestik ini adalah : pertama. Ini berarti. Menurut mereka. terdapat kecenderungan menurunnya pengeluaran konsumsi swasta secara relatif terhadap PDB. Sedangkan dari segi penawaran. Pola perubahan struktural tersebut selanjutnya akan dijelaskan sebagai berikut: Pertama. maupun sebagai akibat dari pengaruh perkembangan teknologi. Akibat dari penguatan sisi permintaan dan sisi penawaran sebagaimana diuraikan di atas maka struktur produksi dan struktur perdagangan mengalami perubahan. Kemajuan teknologi akan menghasilkan peningkatan efisiensi penggunaan sumber daya. latar belakang teoritis dari perubahan pola permintaan. latar belakang teoritis dari perubahan penawaran sebagai akibat adanya perubahan proporsi penggunaan sumber daya dan teknologi. terjadinya perbedaan proporsi sumberdaya yang dimiliki oleh suatu negara akan mempengaruhi harga relatif dari sumberdaya tersebut. melalui mekanisme yang telah dikemukakan oleh Heckser-Ohlin. semakin tinggi PDB perkapita maka relatif makin kecil yang digunakan untuk mengkonsumsi makanan. atau dengan lain perkataan. sejalan dengan terjadinya kenaikan pendapatan perkapita. Efek penetesan yang diharapkan terjadi karena adanya pertukaran investasi di wilayah hinterland. Dampaknya. Terjadinya perbedaan dalam keuntungan komparatif ini akan mendorong spesialisasi produksi dan pada gilirannya akan mempengaruhi struktur dari produk-produk yang diperdagangkan ke luar negeri. dari segi perubahan dalam struktur permintaan dalam negeri (domestik): sama halnya dengan proses akumulasi. baik sebagai akibat dari adanya interaksi antara permintaan dan penawaran dari sumberdaya-sumberdaya yang bersangkutan. di masing-masing negara akan terjadi comparative advantage pada produk-produk yang spesifik. yang lazimnya bersifat parsial pada produk tertentu saja. δ C/δ Y dari kebutuhan pokok (makanan) akan menurun dan sebaliknya δ C/δ Y untuk bukan kebutuhan pokok tersebut akan meningkat. Kondisi ini berjalan secara dinamis. maka dari itu konsumsi untuk makanan dihitung secara relatif terhadap PDB akan menurun. dimana harga relatif dari sumberdaya-sumberdaya yang dimiliki juga akan berubah. Hal ini sebagai konsekuensi dari proses akumulasi dimana peningkatan PDB/kapita akan 179 . sehingga akan mempengaruhi terjadinya comparative advantage pada masing-masing negara.

086 0. Ekspor Bahan Mentah 0.079 0.085 0.105 0. published by Oxford University Press for the World Bank.156 0.2% menjadi 17. Dari segi perubahan struktur produksi. Ekspor Barang Industri 0.720 0.667 0.244 0. Sektor Primer 0.267 No 1 2 3 Sumber : Hollis B. Hasil studi Chenery dan Syrquin sebagaimana disajikan pada Tabel 2.Konsumsi rumah 0.102 d.260 b. Ekspor 0.625 0.053 0.048 0.137 0.7% . Hal ini juga menunjukkan adanya alokasi pendapatan masyarakat untuk aktivitas produktif. Bila dibandingkan dengan kenaikan penerimaan pemerintah yang cukup tinggi (dari 15.3 Struktur Ekonomi Pada Berbagai Tingkat Pembangunan Pada Proses Alokasi Nilai Tiap Faktor Pada Berbagai Tingkat Pembangunan Deskripsi Faktor $100 $200 $300 $400 $500 $800 $1.263 0.338 0. Bila NTBag/PDB cenderung menurun maka berarti laju 179 . Impor 0. akan terjadi alokasi dana ke arah yang lebih produktif.031 0.148 Struktur Produksi b.243 0.3. Syrquin.8%.051 0. 1975.3% menjadi 28. dapat dinyatakkan bahwa dengan meningkatnya pendapatan nasional.096 c.251 0.lihat proses akumulasi). maka hal ini menunjukan bahwa alokasi penerimaan pemerintah lebih diarahkan untuk tujuan-tujuan produktif.136 0. Sementara itu konsumsi rumah tangga (swasta). Tabel 2.7% menjadi 14.249 0.452 0. dapat dilihat dari adanya kecenderungan penurunan pangsa sektor pertanian terhadap PDB dan sebaliknya pangsa sektor di luar pertanian.617 Tangga b.215 0.138 0.7% dan konsumsi untuk bahan makanan juga menurun dari 39.276 0.menaikkan pangsa tabungan dalam PDB (S/PDB).089 0.120 0. Sektor Jasa-jasa 0. mengungkapkan bahwa dengan meningkatnya pendapatan nasional maka konsumsi pemerintah secara relatif menunjukkan peningkatan.5% (persentase terhadap PDB).134 0.056 0. Sektor Utilitis 0.135 0.331 0.416 0.238 0.137 0. Ekspor Jasa-jasa 0.686 0.065 0.202 0.218 0. yaitu dari 13.415 0.254 0.0% menjadi 61.131 0.Konsumsi pemerintah 0. Berdasarkan kenyataan di atas.385 0.098 0. menurun dari 72. Sektor Industri 0.645 0. Patterns of Development 1950-1970.125 0.149 0.403 0.019 0.056 0.072 0.000 Struktur permintaan Domestik a.046 0.234 0.042 0. kedua.057 e.136 0. pengeluaran konsumsi pemerintah terhadap PDB secara relatif cenderung meningkat sampai pada batas tertentu.411 0.218 0.266 0.294 0.230 0.034 0.327 0.144 0.228 0.195 0. Chenery & M.061 0.097 d.247 c.138 b.654 0. terutama proporsi sektor industri terhadap PDB cenderung meningkat dengan pesat.413 Struktur Perdagangan a. London.255 0.

pertumbuhan NTB sektor pertanian lebih kecil daripada laju pertumbuhan PDB. Mengapa demikian? Jawabannya dapat diperoleh baik dari sisi permintaan maupun dari sisi penawaran. Dari sisi permintaan; seperti diketahui bahwa sektor pertanian menghasilkan bahan makanan dengan income elasticity of demand terhadap makanan yang lebih kecil dari satu (inelastic) sehingga peningkatan pendapatan (PDB/kapita) secara relatif menurunkan permintaan terhadap makanan (perlu hati-hati, sebab yang menurun adalah marginal propensity to consume untuk makanan dan bukan permintaan absolutnya). Disamping itu, makin banyak komponen dari makanan yang jatuh ke sektor di luar pertanian, misalnya ke sektor jasa dan sektor industri. Untuk sektor pertanian yang menghasilkan bukan makanan, sebagai akibat perubahan teknologi, maka: (a). penggunaan bahan baku cenderung semakin efisien; dan (b). cenderung menghasilkan barang subsitusi (karet alam ---> karet sintetis, arang ----> listrik, kuda ----> mobil), sebagai dampaknya adalah permintaan hasil sektor pertanian bukan bahan makanan relatif semakin kecil (income inelastic). Berbeda dengan permintaan terhadap hasil pertanian, permintaan terhadap hasil industri manufaktur secera keseluruhan elastik. Dari sisi penawaran; dilihat dari segi keuntungan komparatif maka ada pergeseran dari sektor pertanian kepada sektor pengolahan karena keuntungan komparatif sektor pertanian lebih rendah daripada sektor industri pengolahan. Mengapa proporsi sektor non-pertanian meningkat dengan meningkatnya PDB perkapita? Ada tiga faktor penyebabnya; (i). Income elasticit of demand terhadap hasil industri pengolahan adalah lebih besar dari satu (>1), (ii). Berubahnya keuntungan komparatif dalam memproduksi barang dan jasa, umumnya lebih menguntungkan memproduksi hasil industri pengolahan; dan (iii). Bergesernya kegiatan yang tadinya masuk sebagai kegiatan sektor pertanian dan rumah tangga menjadi masuk ke sektor industri pengolahan. Hasil penelitian Chenery (tahun 1960-an) menunjukkan bahwa ternyata meningkatnya proporsi industri pengolahan dalam PDB karena meningkatnya PDB/kapita, 50% bisa diterangkan karena perubahan keuntungan komparatif, dan 32% karenakeuntungan permintaan, sedangkan 18% bisa diterangkan karena pergeseran proses produksi. Keuntungan komparartif tercermin pada hasil produksi pengolahan yang sifatnya subsitusi impor. Gejala ini sering disalah artikan di negara-negara berkembang, mereka mengira bahwa dalam rangka industrialisasi perlu dikembangkan industri subsitusi impor. Sebenarnya subsitusi impor yang dimaksud oleh Chenery berbeda dengan pengertian subsitusi impor di negara sedang berkembang. Subsitusi impor yang dimaksud Chenery adalah subsitusi impor karena adanya keuntungan komparatif, jadi sifatnya alamiah, sedangkan subsitusi

179

impor yang dipahami di negara-negara sedang berkembang adalah industri subsitusi impor dengan proteksi. Sebagai akibat dari perubahan struktur produksi, khususnya dengan makin membesarnya peran industri pengolahan dalam PDB di negara-negara yang belum maju yang pangsa sektor industri pengolahannya relatif kecil. Sedangkan studi Chenery dan Syrquin yang menyangkut pola perubahan struktur produksi ini menunjukkan penurunan pada produksi sektor primer dari 45,2% menjadi 13,8%; sektor industri meningkat dari 14,9% menjadi 34,7%; sektor utilities meningkat dari 6,1% menjadi 10,2% dan sektor jasa meningkat dari 33,8% menjadi 41,3%. Fakta ini mengindikasikan alokasi penggunaan sumber daya yang digunakan untuk produksi, telah dialokasikan seperti pola di atas, yaitu untuk sektor pertanian menurun, sementara untuk sektor-sektor lainnya di luar sektor pertanian meningkat, terutama sektor industri. Ini berarti penggunaan sumberdaya-sumberdaya bergeser dari sektor pertanian ke sektor lain dan yang paling banyak menyerap penggunaan sumberdaya akibat dari pergeseran tersebut adalah sektor industri. Terkait dengan meningkatnya pangsa industri pengolahan dalam PDB, seperti yang telah diuraikan di atas, oleh United Nation Industrial Organization (UNIDO) dikenal empat tahapan industrialisasi dalam suatu negara:
a. Non industrial, disebut demikian bagi negara yang NTB sektor industri pengolahannya dalam

PDB sebesar lebih kecil dari 10%.
b. Industrilizing, disebut demikian bagi negara yang NTB sektor industri pengolahannya dalam

PDB sebesar 10-20%.
c. Semi industrilized, disebut demikian bagi negara yang NTB sektor industri pengolahannya dalam

PDB sebesar 20-30%.
d. Industrilized, disebut demikian bagi negara yang NTB sektor industri pengolahannya dalam

PDB lebih besar 30%. Oleh karena di sebagian negara sektor jasa membesar maka sekarang ini sulit menggunakan kriteria di atas, sehingga ada negara yang pada mulanya sudah masuk kategori Industrialized (pangsa sektor industri terhadap PDB lebih besar dari 30%), turun menjadi Semi industriliazed (pangsa sektor industrinya terhadap PDB antara 20 - 30%). Olehnya adalah penting memeprhatikan struktur Nilai Tambah Bruto sektor Industri berdasarkan klasifikasi International Standard Industrial Classification (ISIC) seperti yang telah diuraikan pada bagian pertama.

179

Berdasarkan klasifikasi ISIC tersebut, UNIDO membagi sektor industri manufaktur ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok industri ringan dan kelompok industri berat. Kelompok industri ringan meliputi industri-industri yang produksinya untuk kebutuhan pokok dan barang yang tidak tahan lama, dalam hal ini secara rinci adalah industri makanan, minuman dan tembakau (ISIC 31); industri tekstil, pakaian, kulit dan barang dari kulit (ISIC 32); industri kayu, barang dari kayu serta perabot rumahtangga dari kayu, rotan dan bambu (ISIC 33) industri percetakan dan penerbitan (ISIC 342); industri barang dari karet (ISIC 355); industri barang dari plastik (ISIC 356) dan industri yang menghasilkan barang yang tidak dikelompokkan dimana-mana (ISIC 39). Adapun yang masuk dalam klasifikasi industri berat adalah industri yang memproduksi bahan baku, barang konsumsi tahan lama dan peralatan bagi profesional, dalam hal ini secara rinci adalah, industri kertas dan barang dari kertas (ISIC 341); Industri kimia dan kimia dasar (ISIC 351 dan 352); Industri pengilangan minyak bumi, gas alam cair, pengolahan lebih lanjut dari hasil pengilangan minyak bumi dan Industri yang mengolah batubara (ISIC 353 dan 354); Industri keramik, kaca dan barang dari mineral bukan logam dan bukan migas (ISIC 36); Industri logam dasar besi dan baja serta logam dasar bukan besi (ISIC 37); Industri barang dari logam, mesin, alat pengangkutan, peralatan untuk tenaga profesional dan ilmu pengetahuan, peralatan fotografi, dan barang optik dan alat pengukur waktu (ISIC 38). Ditinjau dari pola konsumsi, permintaan produk industri ringan meningkat pada waktu pendapatan masih relatif rendah, sebaliknya untuk hasil produk industri berat, permintaannya meningkat ketika pendapatan relatif tinggi. Dari sisi intensitas penggunaan faktor produksi, industri ringan adalah industri yang padat tenaga kerja dan kurang menggunakan energi, keadaan sebaliknya pada industri berat umumnya padat modal, banyak menggunakan energi dan umumnya menghasilkan bahan baku. Ditinjau dari sisi pengaruh economic of scale, industri ringan tidak terlalu sensitif sedangkan industri berat sangat sensitif terhadap economic of scale. Pada umumnya hasil produk industri ringan adalah untuk konsumen akhir, sedangkan industri berat adalah konsumen untuk industri hilir. Tentu saja tingkat teknologi pada industri berat lebih tinggi dan cepat berubah ketimbang pada industri ringan. Memperhatikan sifat-sifat tersebut di atas, maka dapat diduga bahwa kontribusi industri ringan dalam industri manufaktur menurun dengan makin tingginya tingkat pendapatan, dan tentu saja sebaliknya, industri mengalami peningkatan. Struktur di negara berkembang, umumnya didominasi oleh ISIC 31 dan 32, sedangkan di negara maju didominasi oleh ISIC 38.

179

maka kedua sisi tersebut perlu diuraikan secara rinci. impor bahan baku/mentah (raw material goods.Dari segi perubahan struktur perdagangan luar negeri. Mbk). biasanya dibedakan kedalam ekspor ekspor bahan mentah (primary product. Mbb dan Mbp mempunyai ciri. dapat dilihat dari dua sisi yaitu. sisi ekspor dan sisi impor. Dari segi penawaran. Xj). artinya kalau 179 . Mbp) disamping impor jasa-jasa (Mj). Dari proses akumulasi telah diketahui bahwa kenaikan I lebih tinggi daripada kenaikan PDB sehingga kenaikan Mbm lebih tinggi dari pada kenaikan PDB. Karena laju pertumbuhan NTB industri pengolahan lebih tinggi dari pada laju pertumbuhan PDB maka Mbb dan Mbp mempunyai laju pertumbuhan yang lebih tinggi dari pada laju pertumbuhan PDB. skala produksinya relatif besar. artinya kemungkinan untuk di produksi di dalam negeri jauh lebih sulit. sedangkan pada sisi impor. Pada sisi ekspor. dari sisi penawaran. Suatu negara yang melakukan subsitusi impor bahan baku dan bahan penolong disebut sebagai subsitusi impor tahap kedua. biasanya dibedakan kedalam impor barang yang dirinci menurut: impor barang komsumsi (consumption goods. Xip). serta konsumen pemakainya adalah industri hilir. besarnya impor barang modal (Mbm) dari segi permintaan dipengaruhi oleh Investasi (I). bisa dilihat dari dalam negeri dan bisa pula dilihat dari luar negeri. Permintaan impor barang konsumsi adalah konsumen akhir sehingga multiplier effect -nya tidak besar. skala produksinya besar dan sangat peka (biaya per satuannya relatif mahal). artinya perbedaan produksi per unit antara skala besar dan kecil tidaklah terlalu besar. Impor barang konsumsi (Mbk) dipengaruhi oleh pendapatan masyarakat berpendapatan tinggi. terutama bila kenaikan pendapatan golongan ini lebih tinggi dari pada kenaikan pendapatan golongan berpendapatan rendah. Impor bahan baku (Mbb) dan bahan penolong (Mbp) dari segi permintaan erat kaitannya dengan peran NTB industri pengolahan dalam PDB. dan c). Tingkat teknologinya tidak terlalu tinggi dan perkembangan teknologinyapun tidak terlalu cepat. Kurang peka terhadap skala produksi. serta konsumennya hampir semua kegiatan ekonomi. Xbm). bisa dilihat dari dalam negeri maupun luar negeri. Dalam menganalisis perubahan struktur perdagangan luar negeri sebagai akibat dari adanya peningkatan PDB perkapita. impor barang modal (capital good. Mbb) dan impor bahan penolong (auxiliary goods. Mbm mempunyai ciri: umumnya padat modal. tingkat teknologinya relatif tinggi dan perubahan teknologinya cepat. sehingga industri semacam ini dikembangkan setelah PDB relatif besar. Sementara itu. Barang-barang konsumsi ini (lebih-lebih yang bukan barang konsumsi tahan lama) memiliki ciri-ciri sebagai berikut : a).s Mbm). Dilihat dari sisi impor. b). padat modal dan teknologi tinggi. ekspor hasil industri pengolahan (manufacturing product. dan ekspor jasa-jasa (services.

7 %. Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa dengan adanya perubahan Comparatif Advantage. Dengan cara ini maka proses pertumbuhan ekspor (Xip) dapat dimulai.7% sedangkan ekspor bahan mentah menurun dari 13. kemudian landai dan ada kemungkinan turun.9% menjadi 9. maka kemampuan impor juga semakin besar. Ekspor barang-barang industri meningkat dari 1. mulai dari suatu batas tertentu diperuntukan ekspor. Berdasarkan SITC satu digit barang ekspor dan impor dikelompokkan menjadi: 179 . oleh karena keterbatasan persediaan barang-barang modal dan produksi barang modal di dalam negeri pada negara sedang berkembang. Dengan adanya peningkatan devisa sebagai dampak dari adanya peningkatan penerimaan ekspor.5% menjadi 26. di ekspor keluar negeri. Disini terlihat bahwa perdagangan luar negeri akan bergeser dari eksportir bahan mentah berangsur menjadi eksportir barang industri dan jasa. Pangsa ekspor bahan mentah terhadap PDB cenderung turun. Dengan meningkatnya PDB/kapita. akan mempengaruhi pola perdagaangan luar negeri. Dalam keadaan normal. peranan ekspor jasa meningkat dari 3. maka dari sisi penawaran lebih besar atau menghampiri keseluruhan dari total ekspor negara tersebut. Itulah sebabnya dalam proses subsitusi impor yang mula-mula dikembangkan adalah impor subsitusi untuk barang konsumsi yang sering disebut sebagai Subsitusi impor tahap I. mula-mula pangsa ekspor terhadap PDB menaik. baik dalam bentuk barang setengah jadi maupun barang jadi. Ini merupakan salah satu alasan mengapa dalam perencanaan pembangunan sasaran ekspor harus lebih tinggi (besar) daripada impor.0%.6%. Secara keseluruhan.8 % menjadi 26.7%.seandainya di produksi dalam negeri biayanya lebih tinggi dan yang harus membayar adalah konsumen akhir. Dari sisi ekspor. Peningkatan lebih lanjut investasi akan lebih memperluas dan memperkokoh struktur produksi industri pengolahan di dalam negeri sehingga dengan keuntungan komparatif yang dimiliki sebagian dari hasil industri pengolahan.1% menjadi 5. dari sisi impor telah dapat diketahui bahwa laju pertumbuhan impor lebih cepat dari pada laju pertumbuhan PDB. sebagai akibat adanya alokasi sumber daya. Perubahan struktur ekspor dan impor sering dikaitkan dengan perubahan struktur ekspor dan impor barang dalam perdagangan luar negeri menurut Standard International Trade Classification (SITC). mengakibatkan investasi makin meluas sehingga persediaan barang-barang modal di dalam negeri bertambah pesat dan hal ini meningkatkan kemampuan dalam negeri untuk mengolah lebih banyak bahan-bahan mentah menjadi barang setengah jadi. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan impor dari 21. sebaliknya pangsa ekspor barang hasil manufaktur dan jasa-jasa terhadap PDB cenderung naik. Hasil studi Chenery dan Syrquin memperlihatkan bahwa total ekspor meningkat dari 19.7% menjadi 9.

dan 899 (barang buatan pabrik lainnya). 3) Differentiated goods (industri manufaktur dengan tingkat keterampilan tinggi) yang meliputi: SITC 71 (mesin pembangkit tenaga). Ini memberi pengertian bahwa umumnya hasil produksi industri dari ISIC 31 (makanan).SITC 0 : Bahan makanan dan binatang hidup SITC 1 : Minuman dan tembakau SITC 2 : Bahan mentah SITC 3 : Bahan bakar dan minyak pelumas SITC 4 : Minyak/lemak nabati dan hewani SITC 5 : Bahan kimia SITC 6 : Hasil industri menurut bahan SITC 7 : Mesin dan alat pengangkut SITC 8 : Hasil industri lain SITC 9 : Barang dan transaksi khusus lainnya Dalam perdagangan luar negeri yang dianggap sebagai hasil industri manufaktur adalah SITC 5 sampai dengan SITC 9 kecuali 68 (logam yang tidak mengandung besi. SITC 691 (bangunan dan bahan bangunan dari logam). dan SITC 68. kain tekstil dan hasilnya). SITC 699 (produk logam tidak mulia lainnya). SITC 334 (hasil pengilangan minyak bumi). tetapi ada pula yang menganggap bahwa hanya sebagian dari ISIC 31 yang bukan hasil industri manufaktur. yaitu : 1) Resources intensive (industri manufaktur yang padat kekayaan alam). Berdasarkan intensitas penggunaan faktor produksi. 335. SITC 692 (tangki untuk penyimpanan dan pengangkutan barang). SITC 72 (mesin industri khusus). timah dan aluminium). ISIC 354 (gas alam cair) dan ISIC 371 (industri dasar besi dan baja) tidak dianggap sebagai hasil industri manufaktur. akan tetapi ada pula yang menganggap SITC 251 (pulp dan sisa kertas). 2) Labor intensive (industri manufaktur padat karya) yang meliputi SITC 65 (barang tenun. 334. seperti nikel. SITC 73 (mesin untuk 179 . SITC 4 dan SITC 68 masuk dalam hasil industri manufaktur. ekspor barang hasil industri manufaktur menurut tahapan pembangunan diperbedakan menjadi lima kelompok. ISIC 353 (pengilangan minyak bumi). SITC 662 (barang konstruksi). SITC 697 (perabot rumahtangga dari logam). SITC 696 (pisau dan alat potong lainnya). SITC 641 (kertas dan kertas karton). Ini terdiri atas SITC 251. SITC 663 (produk dari bahan mineral). 34. SITC 898 (alat musik dan kelengkapannya). SITC 661 (semen kapur dan bahan bangunan). SITC 63 (barang dari kayu dan gabus). SITC 34 (gas alam cair). SITC 695 (perkakas pertukangan tangan). 4 dan 61 (kulit disamak dan barang dari kulit). SITC 335 (sisa hasil pengilangan minyak bumi).

SITC 75 (mesin kantor dan pengolah data). SITC 693 (kawat dan produk ikutannya). SITC 792 (alat pengangkutan udara dan perlengkapannya). SITC 892 (barang cetakan). SITC 67 (besi dan baja). SITC 664 (kaca atau gelas). Dengan begitu dapat dihindarkan 179 . aparat dan alatnya). SITC 78 (kendaraan bermotor jalan raya). SITC 74 (mesin industri dan perlengkapannya). SITC 666 (barang porselen dan pecah belah lainnya). SITC 54 (bahan obat-obatan dan hasilnya). berskala besar dan padat modal serta pada akhirnya didominasi oleh ekspor hasil industri manufaktur yang padat ilmu pengetahuan dan teknologi. pipa dan selang dari bahan plastik). SITC 694 (paku. c. alokasi. Ini terdiri atas: SITC 51 (kimia organik). SITC 55 (bahan wangi-wangian dan parfum). dan ini tercermin dari adanya perubahan komposisi ekspor hasil industri manufaktur yang pada awalnya didominasi oleh ekspor hasil produksi industri manufaktur yang padat kekayaan alam dan padat karya. SITC 665 (barang dari kaca). SITC 642 (barang kertas lainnya). SITC 629 (barang dari karet lainnya). SITC 581 (tabung. SITC 621 (bahan-bahan dari karet). SITC 625 (ban luar dan ban dalam untuk segala jenis roda). mur. Yang masuk dalam kelompok ini: SITC 533 (bahan pewarna lainnya). kedokteran dan sebagainya). dan SITC 88 (aparat fotografi dan perlengkapannya). SITC 76 (telekomunikasi). 4) Scale intensive (industri manufaktur yang skala ekonominya relatif besar dan padat modal). distribusi dan proses demografi dilihat dalam kerangka acuan yang mencakup dinamika proses transformasi secara menyeluruh selama masa transisi. baut dan semacamnya). SITC 53 kecuali 533 (bahan celup). SITC 893 (barang plastik buatan). dan 87 (instrumen ilmu pengetahuan. SITC 77 (mesin listrik. mainan anak dan lain-lain). 5) Science based (industri manufaktur yang padat ilmu pengetahuan dan teknologi). Proses Distribusi dan Proses Demografi Proses distribusi dan proses demografi. Atau dengan kata lain. dan SITC 894 (kereta bayi. kemudian secara bertahap berubah dan didominasi oleh hasil ekspor industri manufaktur berketerampilan tinggi. proses akumulasi. kecuali alat peng angkutan udara). Seiring dengan terjadinya perubahan komposisi faktor produksi selama pembangunan berlangsung maka keunggulan komparatif berubah. SITC 52 (kimia an-organik).mengerjakan logam). dalam uraian ini dilihat dalam satu kerangka acuan analisis dengan proses akumulasi dan proses alokasi. SITC 79 kecuali 792 (alat pengangkutan lainnya.

sementara distribusi pendapatan absolut menganalisis batas pendapatan minimum yang layak diterima seseorang. diantaranya: 1) memaksimumkan pertumbuhan pdb melalui peningkatan tabungan dan alokasi sumberdaya yang lebih efisien yang mampu memberikan manfaat pada semua kelompok masyarakat. Hasil penelitian williamson menunjukkan bahwa: (1) disparitas pendapatan antardaerah akan berkurang dengan meningkatnya perekonomian nasional. Dalam hal ini. terutama kepemilikan barang modal (capital stock). lazimnya distribusi pendapatan24 secara relatif cenderung memburuk. Manakala setelah proses tersebut masih ada perbedaan pendapatan yang cukup timpang. terlepas dari segi-segi pokok lainnya dalam proses pembangunan. dan 4) pengalihan aset yang tersedia kepada kelompok miskin seperti halnya dengan kebijakan land-reform. Dalam hal ini. adanya intervensi pemerintah melalui berbagai peraturannya. Ditinjau dari proses distribusi. Dengan proses tersebut hasil pembangunan akan menetes dan menyebar sehingga menimbulkan keseimbangan baru.pandangan yang menganggap seolah-olah proses distribusi dan proses distribusi ini merupakan proses yang berdiri sendiri. pihak yang memiliki barang modal lebih banyak akan memperoleh pendapatan yang lebih banyak pula dibandingkan dengan pihak yang memiliki sedikit barang modal. maka masalah ini dapat dipecahkan dengan mempergunakan beberapa pendekatan. Distribusi pendapatan relatif membandingkan pendapatan antar kelompok golongan pendapatan. distribusi pendapatan dapat dibedakan atas: 1) distribusi antargolongan pendapatan. perubahan struktur ekonomi dapat dijelaskan bahwa pada tahap awal pembangunan. terdiri atas distribusi absolut dan relatif. dan adanya konspirasi negatif antara beberapa pelaku ekonomi dengan pemerintah (hal ini sering ditemui atau seringkali terjadi di negara sedang berkembang). Ketidakmerataan dalam pembagian pendapatan dapat terjadi karena ketidaksempurnaan pasar. Gangguan-gangguan tersebut selain berupa perbedaan dalam kepemilikan sumberdaya juga dalam bentuk perbedaan dalam kepemilikan informasi. 3) melalui sistem pajak atau alokasi langsung barangbarang konsumen. Hal ini diartikan sebagai adanya gangguan yang mengakibatkan persaingan dalam pasar tidak dapat bekerja secara sempurna. Kondisi ini disebabkan oleh banyak faktor. dan (2) disparitas antardaerah di nergara sedang berkembang lebih tinggi daripada disparitas antardaerah di negara maju. Perbedaan pendapatan karena perbedaan kepemilikan awal faktor produksi tersebut menurut teori pembangunan ekonomi neo-klasik akan dapat dihilangkan atau dikurangi melalui suatu proses penyesuaian otomatis. dan 2) distribusi antardaerah. diantaranya oleh perbedaan dalam kepemilikan sumber daya dan faktor produksi. 2) mengarahkan investasi pada masyarakat miskin dalam bentuk pendidikan dan atau akses pada kredit yang lebih mudah. 24 179 .

rasio pekerja dengan upah dan gaji terhadap seluruh angkatan kerja akan meningkat pula. Seiring dengan perubahan itu. Dengan bertambahnya sektor formal. Fenomena ini oleh Johnston & Kilby (1975) yang pernah mengkaji transformasi struktural di amerika. Pada dekade 179 . serta beberapa hal yang terkait dengan ketenagakerjaan seperti pengangguran. manakala terjadi penurunan cepat dari jumlah angkatan kerja dalam sektor pertanian. gizi serta pendidikan yang timbul seiring dengan pertumbuhan pendapatan per kapita. TEORI PEMBANGUNAN WALT WHITMAN ROSTOW Walt Whitman Rostow atau yang lebih populer dengan panggilan Rostow. jepang dan taiwan disebut sebagai structural turning point. angka kelahiran dan kematian. migrasi/urbanisasi. kemudian mengubah proses fundamental dan memberi nilai tambah pada setiap tahap dalam memproduksi barang atau jasa. yang selanjutnya disebut sebagai rantai nilai pekerjaan. adalah tokoh pemikir ekonomi yang cukup dikenal pemikiran-pemikirannya. dan percepatan perubahan itu menuntut dunia pendidikan dapat mempersiapkan dan menghasilkan lulusannya yang berdaya saing.Proses pembangunan ekonomi biasanya tidak hanya ditandai oleh perubahan atau pergeseran pada struktur permintaan dan penawaran barang dan jasa. Proses perubahan ini oleh chenery dan syrquin diistilahkan sebagai proses demografi. Terakhir adalah peningkatan rasio tenaga spesialis dan manajer terhadap seluruh angkatan kerja. Proses ini terjadi sebagai akibat dari perubahan pada struktur permintaan. Teori pertumbuhan ekonomi yang dikemukakan oleh Rostow merupakan garda depan dari linear stage of growth theory. Yang menarik dari perubahan dan pergerakan ekonomi serta ragam pekerjaan baru itu adalah adanya peran yang begitu penting dari teknologi informasi dan modal intelektual sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi. Dalam sektor ketenagakerjaan. jenis pekerjaan. Indikator yang terakhir ini berhubungan erat dengan skala unit usaha. Hal ini memungkinkan terjadinya peningkatan produktivitas tenaga kerja dan upah riil di sektor tersebut. semakin banyak unit-unit usaha berskala besar maka semakin banyak diperlukan tenaga spesialis dan manajer. Proses ini juga mencakup peralihan berbagai hal yang terkait dengan tempat tinggal penduduk. akan tetapi juga ditandai oleh perubahan yang terjadi dalam struktur penduduk dan ketenagakerjaan. pada gilirannya akan terjadi penurunan rasio penduduk yang bekerja di sektor pertanian terhadap keseluruhan angkatan kerja. maka transformasi ekonomi dan pekerjaan pun ikut bergerak dengan sangat cepat. tingkat partisipasi angkatan kerja dan tingkat upah. struktur produksi dan perbaikan fasilitas kesehatan. J. Berawal dari structural turning point.

2) perubahan pandangan masyarakat mengenai jumlah anak dalam keluarga yaitu kesadaran untuk membina keluarga kecil. dan oleh kebiasaan yang telah berlaku secara turun temurun. Masih rendahnya pemanfaatan teknologi dalam proses produksi menyebabkan barang-barang yang diproduksi sebagian besar adalah komoditas pertanian dan bahan mentah lainnya. 2) prakondisi tinggal landas. dan 5) tahap konsumsi massa tinggi. seperti kurang menghargai waktu kerja dan orang lain. Kemampuan penguasaan sumberdaya yang ada sangat dipengaruhi oleh hubungan darah dan keluarga. Bentuk perekonomian pada masyarakat ini cenderung bersifat subsisten dimana pemanfaatan teknologi dalam sistem produksi masih sangat terbatas. Dalam masyarakat tradisional seperti itu. karena sebagian besar sumberdaya 179 . ciri yang menonjol adalah 1) tingkat produksi per kapita dan tingkat produktivitas per pekerja masih sangat rendah. Masing-masing tahapan tersebut kemudian dijelaskan sebagai berikut: 1.negara Eropa. 3) perubahan dalam kegiatan investasi masyarakat dari melakukan investasi yang tidak produktif menjadi investasi yg produktif. Rostow (1960) menyatakan bahwa pembangunan ekonomi merupakan suatu proses yang dapat menyebabkan: 1) perubahan orientasi ekonomi. dan 4) perubahan sikap hidup dari adat istiadat yang kurang merangsang pembangunan ekonomi. Teori Rostow didasarkan pada pengalaman pembangunan yang telah dialami oleh negara-negara maju terutama di Eropa. Dalam bukunya yang berjudul The Stages of Economics Growth. Rostow membagi proses pembangunan ekonomi suatu negara menjadi lima tahap: 1) tahap perekonomian tradisional. teori Rostow banyak mempengaruhi pandangan dan persepsi para ahli ekonomi mengenai strategi pembangunan yang harus dilakukan. mulai dari abad pertengahan hingga abad modern. Tahap Perekonomian Tradisional Pada tahap masyarakat tradisional (the traditional society) ditunjukkan oleh suatu masyarakat yang strukturnya berkembang di arus kehidupan ekonomi yang masih menggunakan cara-cara berproduksi relatif primitif dan cara-cara hidup masyarakat masih sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai yang dicetuskan oleh cara berpikir yang tidak rasional. Dalam perekonomian semacam ini sektor pertanian memegang peranan penting. Kemudian.1950-1960. Struktur sosial kemasyarakatan dalam sistem masyarakat seperti ini bersifat berjenjang. Rostow memformulasikan pola pembangunan menjadi tahap-tahp evolusi dari suatu pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh negara-negara tersebut. 4) menuju kedewasaan. 3) tinggal landas. politik dan sosial yang pada mulanya berorientasi kepada suatu daerah menjadi berorientasi keluar. Dengan mengamati proses pembangunan di negara.

Pada saat itu terjadi perubahan radikal dalam masyarakat Eropa dengan munculnya semangat Renaissance. serta terjadi investasi besar-besaran terutama pada industri manufaktur.masyarakat masih digunakan untuk kegiatan sektor pertanian. dan perubahan struktur ekonomi yang bersifat multidimensi. dan 2) tahap prasyarat tinggal landas yg dialami negara born free (daerah imigran seperti Amerika Serikat. Asia. Tahap kedua ini merupakan tahap yang menentukan bagi persiapan menuju tahap-tahap pembangunan berikutnya. Untuk mencapai perubahan-perubahan tersebut. Menurut pengamatan Rostow. masyarakat diperhadapkan kepada suatu masa transisi tertentu untuk mempersiapkan diri mencapai pertumbuhan atas kekuatan sendiri (self sustained growth). yaitu tahap tinggal landas. yaitu perubahan dalam sistem politiknya. industri-industri bermunculan. Tahap Prakondisi Tinggal Landas Pada tahap prakondisi tinggal landas. dan tanpa harus merubah sistem masyarakat tradisional yg sudah ada. 2. nilai-nilai masyarakatnya. Tahapan ini memiliki dua corak yang amat berbeda: 1) tahap prasyarat tinggal landas yang dialami oleh negara-negara Eropa. Tahap kedua dari proses pertumbuhan Rostow ini pada dasarnya merupakan proses transisi dari masyarakat agraris menuju masyarakat industri. Kondisi ini selanjutnya disebut sebagai tonggak dimulainya industrialisasi. 2) struktur sosial masyarakat bersifat sangat hirarkis dengan tingkat mobilitas vertikal masyarakat sangat kecil. perekonomian mulai bergerak dinamis. 179 . dan 3) kegiatan politik dan pemerintahan di daerah-daerah didominasi oleh para tuan tanah. perkembangan teknologi cukup pesat. Perubahan paradigma berfikir nampaknya merupakan istilah yang lebih tepat untuk menilai fenomena itu. Timur Tengah dan Afrika. pembangunan ekonomi sebagai sebuah proses telah menyebabkan perubahan ciri-ciri penting dari suatu masyarakat. Pada tahap ini. Semangat ini telah membalikkan semua tatanan nilai masyarakat Eropa saat itu yang cenderung statis menjadi sangat dinamis. Australia dan Selandia Baru). dan kedudukan masyarakat tidak berbeda dengan nenek moyang. yaitu perombakan terhadap masyarakat tradisional yg sudah ada untuk mencapai tahap tersebut. Kanada. negara-negara di Eropa mengalami tahap kedua ini kira-kira pada abad ke-15 sampai ke-16. diperlukan adanya semangat baru dari masyarakat. struktur sosialnya. Sebagai tahapan yang berfungsi mempersiapkan dan memenuhi prasyaratprasyarat pertumbuhan swadaya. dan lembaga keuangan resmi sebagai penggerak dana masyarakat mulai bermunculan. Sektor industri mulai berkembang di samping sektor pertanian yang masih memegang peranan penting dalam perekonomian.

tingkat pendapatan per kapita makin lama akan menjadi makin bertambah besar. Dalam hubungan itu. 3. Tahap ini merupakan tahap yang menentukan dalam keseluruhan proses pembangunan bagi kehidupan masyarakat. Faktor –faktor penyebab dimulainya tahap tinggal landas itu amat beragam dan berbeda-beda satu sama lainnya. 2) terjadi revolusi teknologi di bidang pertanian untuk memenuhi peningkatan permintaan penduduk kota yang semakin besar. termasuk impor modal. Pengalaman negara-negara Eropa menunjukkan bahwa tahap ini berlaku dalam waktu yang relatif pendek. Tahap Tinggal Landas Awal dari tahap tinggal landas pada umumnya ditandai oleh perubahan-perubahan yang sangat dramatis dalam kehidupan masyarakat suatu bangsa. Prasyarat pertama dan kedua sangat berkaitan erat satu sama lain. dan institusional yang menimbulkan hasrat ekspansi di sektor modern. terjadinya revolusi politik dan kehidupan demokrasi secara luas. dan dampak eksternalnya akan memberikan daya dorong pada pertumbuhan ekonomi. sekitar dua dasawarsa. Dengan demikian. Proses pembangunan dan industrialisasi yang berkelanjutan akan terjadi jika keuntungan yang diperoleh diinvestasikan kembali pada sektor yang menguntungkan. serta semangat dan etos kerja yang kuat untuk maju dari suatu bangsa. tinggal landas didefinisikan sebagai tiga kondisi yang saling berkaitan sebagai berikut: 1) kenaikan laju investasi produktif antara 5-10 persen dari pendapatan nasional. Sektor 179 . terbukanya pasar-pasar baru. namun yang jelas perubahan-perubahan itu muncul dan terus berkembang karena disangga oleh kekuatan nilai-nilai dan budaya yang luhur.Industrialisasi dapat dipertahankan jika dipenuhi prasyarat sebagai berikut: 1) peningkatan investasi disektor infrastruktur/prasarana terutama prasarana transportasi. dan revolusi industri yang berhubungan erat dengan revolusi metode produksi dan lain sebagainya. khususnya sektor manufaktur. dan 3) perluasan impor. sosial. dan 3) hadirnya secara cepat kerangka politik. Dan pada gilirannya penanaman modal yang makin bertambah tinggi akan berdampak pada pertambahan yang cepat pada pendapatan nasional melebihi pertambahan pada jumlah penduduk. 2) perkembangan salah satu atau beberapa sektor manufaktur penting dengan laju pertumbuhan tinggi. yang dibiayai oleh produksi yang efisien dan pemasaran sumber alam untuk ekspor. Akibat dari perubahan-perubahan tersebut maka secara teratur akan tercipta pembaharuan-pembaharuan dan peningkatan penanaman modal. Kenaikan laju investasi produktif antara 5-10 persen dari GNP pada akhirnya akan menyebabkan pertumbuhan yang tinggi pada sektor-sektor dalam perekonomian. seperti terciptanya kemajuan yang pesat dalam inovasi.

Jika sektor manufaktur berkembang pesat. 179 . Pada akhirnya pertumbuhan yang tinggi pada semua sektor akan berakibat pada perkembangan GNP yang lebih tinggi dari kondisi semula.4 Urutan Negara Tinggal Landas & Leading Sector Menurut Perkiraan Walt Whitman Rostow No Urut Negara Tahun 1783-1802 1830-1860 1833-1860 1843-1860 1850-1873 1868-1890 1878-1900 1890-1914 1896-1914 1935 1937 1952 1952 Leading Sector Industri Tekstil Jaringan KA Jaringan KA Jaringan Jalan KA Jaringan Jalan KA Industri Kayu Industri Sutera Jaringan Jalan KA Jaringan Jalan KA Industri Subst Impor - 1 Inggris 2 Perancis 3 Belgia 4 USA 5 Jerman 6 Swedia 7 Jepang 8 Rusia 9 Kanada 10 Argentina 11 Turki 12 India 13 RRC Sumber: Sadono Sakirno (2006. dan 4) pembangunan dan transformasi teknologi sektor pemimpin harus bisa diciptakan kebutuhan akan adanya perluasan kapasitas dan modernisasi sektor-sektor lain. USA pada Tahun 1900. Selama masa tinggal landas. Rostow menyatakan negara-negara yang telah mencapai tahapan lepas landas ini adalah: Inggris pada Tahun 1850. Swedia pada Tahun 1930.manufaktur diharapkan memiliki tingkat pertumbuhan tertinggi karena sektor tersebut merupakan indikator bagi perkembangan industrialisasi yang yang dilakukan. yaitu 1) harus ada kemungkinan perluasan pasar bagi barang-barang yg diproduksi yang mempunyai kemungkinan untuk berkembang dengan cepat. sektor manufaktur adalah sektor yang memiliki keterkaitan terbesar dengan sektor-sektor lain. Dalam studinya. Rusia dan Kanada pada Tahun 1950. Tabel 2. paling tidak ada empat faktor yang perlu dicermati. berkembangnya sektor industri pemimpin dengan tingkat pertumbuhan tinggi (leading sector). Jerman dan Perancis pada Tahun 1910. 2) dalam sektor tersebut harus dikembangkan teknik produksi yang modern dan kapasitas produksi harus bisa diperluas. maka sektor-sektor lain pun akan terpengaruh untuk berkembang pesat pula. Di samping itu. Jepang pada Tahun 1940. 3) harus tercipta tabungan dalam masyarakat dan para pengusaha harus menanamkan kembali keuntungannya untuk membiayai pembangunan sektor pemimpin.173).

Pada saat itu tenaga kerja telah berubah dari tidak terdidik menjadi tenaga kerja terdidik. Tahap Konsumsi Massa Tinggi 179 . Tanpa terpenuhinya prasyarat ketiga. 2) sifat kepemimpinan dalam perusahaan mengalami perubahan. Sektor pemimpin baru akan bermunculan menggantikan sektor pemimpin yang mengalami kemunduran. dan peranan manajer professional semakin penting dan menggantikan kedudukan pengusaha pemilik. Tahap ini merupakan tahapan jangka panjang di mana produksi dilakukan secara swadaya. 4. Tahap Menuju Kedewasaan Pada tahap menuju kedewasaan (the drive to maturity). kecuali Inggris yang sudah mencapainya pada akhir abad sebelumnya dengan masa tinggal landas berkisar antara 20 sampai 30 tahun. 5. lklim kondusif tersebut adalah perubahan faktor-faktor non ekonomi dari masyarakat yang sejalan dengan proses pertumbuhan ekonomi yang terjadi. praktis prasyarat pertama dan kedua tidak akan terpenuhi. yang ditandai dengan munculnya beberapa sektor penting yang baru. dan 3) masyarakat telah jenuh terhadap industrialisasi dan menginginkan perubahan lebih jauh.Seperti ditunjukkan pada Tabel 2. dan sektor pertanian menurun peranannya. Prasyarat ketiga merupakan kondisi yang harus dipenuhi agar prasyarat pertama dan kedua dapat terpenuhi dengan baik. Pada saat negara berada pada tahap kedewasaan teknologi. atau dengan kata lain telah terjadi perubahan watak pengusaha dari pekerja keras dan kasar berubah menjadi manager yang cerdas. Artinya perubahan ekonomi dalam skala besar tidak akan terjadi selama tidak ada iklim kondusif yang memungkinkan perubahan tersebut. yaitu 1) struktur dan keahlian tenaga kerja berubah. sektor indusri bertambah penting peranannya. Prasyarat ketiga merupakan iklim yang memungkinkan terpenuhinya prasyarat pertama dan kedua terpenuhi.4 bahwa pada umumnya negara-negara barat mencapai tahap tinggal landas pada abad ke-19. Prasyarat ketiga ini menunjukkan kesadaran Rostow bahwa perubahan perekonomian pada dasarnya merupakan konsekuensi dari perubahan motif dan inspirasi non ekonomi dari seluruh lapisan masyarakat. beretika dan sopan. kepandaian dan keahlian pekerja bertambah tinggi. penerapan teknologi modern secara efektif sudah merambah di hampir semua kegiatan produksi dan pemanfaatan kekayaan alam. terdapat tiga perubahan penting yang terjadi.

Terlepas dari permasalahan di atas terdapat tiga kekuatan utama yang cenderung meningkatkan kesejahteraan dalam tahap konsumsi besar-besaran ini (Jhingan. 2) ingin memiliki satu negara kesejahteraan (welfare state) dengan pemerataan pendapatan nasional yang lebih adil melalui peningkatan jaminan sosial. Penggunaan alat transportasi pribadi maupun yang bersifat transportasi umum seperti halnya kereta api merupakan suatu hal yang sangat dibutuhkan. 3) keputusan untuk membangun pusat perdagangan dan sektor penting seperti mobil.Tahap konsumsi massa tinggi (the age of high mass consumption) merupakan akhir dari tahapan pembangunan yang dikemukakan oleh Rostow25.188). papan) menjadi konsumsi terhadap barang tahan lama dan barang-barang mewah. Ketika Rostow diundang Bank Dunia (1984) untuk dimintai tanggapannya mengenai hal ini. Pada saat itu. dan berbagai peralatan rumah tangga yang menggunakan listrik dan sebagainya. Amerika merupakan satu-satunya negara yang pertama kali mencapai era konsumsi massa tinggi ini. 25 179 . yang hanya dipecahkan dengan mengkonsumsi barang secara individu sebanyak mungkin. makin tinggi pendapatan makin besar pula tingkat pajak atas pendapatan itu. Sementara itu terjadi pula pergeseran perilaku ekonomi yang semula lebih banyak menitikberatkan pada sisi produksi. namun lebih dari itu mereka memandang kesejahteraan dalam cakupan yang lebih luas yaitu kesejahteraan masyarakat bersama dalam arti luas. fasilitas hiburan bagi para pekerja dan sistem pajak progresif26. Hal ini sejalan dengan makin meningkatnya konsumsi masyarakat melebihi kebutuhan pokok (sandang. Pada fase ini terjadi perubahan orientasi dari pendekatan penawaran (supply side) menuju ke pendekatan permintaan (demand side) dalam sistem produksi yang dianut. akibat pembangunan pusat kota sebagai sentral bagi tempat bekerja. yaitu sekitar Tahun 1920. jaringan rel kereta api. pangan. Cara ini berbeda dengan di negara-negara persemakmuran (comment wealth). kini beralih ke sisi konsumsi. yaitu 1) penerapan kebijakan nasional guna meningkatkan kekuasaan dan pengaruh melampaui batas-batas nasional. Pada tahap ini akan ditandai dengan terjadinya migrasi besar-besaran dari masyarakat pusat perkotaan ke pinggiran kota. Tidak mengherankan bila ia menambahkan syarat tinggal landas bagi negara sedang berkembang sebagai berikut (Rostow dalam Meier dan Seers. masyarakat mulai berpikir bahwa kesejahteraan bukanlah permasalahan individu. 26 Dalam sistem perpajakan seperti ini. rumah murah. ia menilai bahwa bantuan luar negeri merupakan salah satu faktor kritis dalam pembangunan negara sedang berkembang. ditempuh dengan cara mengusahakan terciptanya pembagian pendapatan yang telah merata melalui sistem pajak progresif (semakin banyak semakin besar). Hal yang sama kemudian diikuti oleh beberapa negara Eropa Salah satu aspek yang terlupakan dalam teori Rostow adalah peran sentral bantuan luar negeri yang berfungsi sebagai penutup kesenjangan tabungan-investasi dan kesenjangan devisa. 1988: h. 1984:239): The concept of take-off suggested the possibility that developing countries would eventually move to self-sustained growth when soft loan would no longer berequired.

Tahap-tahap pembangunan yang dijelaskan oleh Rostow merupakan sistem pentahapan yang berfifat prosedural bersyarat. Pertama. Kedua. di mana penduduknya adalah orang-orang Eropa yang kemudian mentransfer ilmu dan pengetahuannya ke benua tersebut. menyebabkan tahapan dalam teori Rostow terjadi secara simultan. Pertanyaan kritisnya adalah: bagaimana mungkin suatu desain sederhana dapat menjadi suatu rangkuman deskriptif atau klasifikasi analitik dari suatu perubahan historis yang beragam dan bervariasi? Kusnetz juga mencatat kemiripan dan perbedaan antara teori Rostow dengan Karl Marx. Amerika Serikat dan Australia merupakan negara yang mengalami pola pertumbuhan ini. Negara yang pertama mencapai tahap ini adalah USA (Tahun 1920). Inggris (Tahun 1930). Pada dasarnya terdapat beberapa kesamaan antara teori Karl Marx dan Rostow. Interaksi kebudayaan Barat. sementara itu di daerah perdesaan sistem perekonomian dan kemasyarakatan masih berada pada tahap tradisional. tahap ketiga tidak akan terjadi tanpa tahap kedua dan seterusnya. baik Karl Marx maupun Rostow telah mencoba mengeksplorasi permasalahan dan konsekuensi dari pembangunan sosial yang dilakukan.Barat. Ketika di daerah perkotaan modern di negara sedang berkembang sudah berada pada tahap tinggal landas. Ketiga. di mana Rostow menawarkan Communism Manifesto. bahkan lebih tinggi lagi. Simon Kuznets (1979) telah melancarkan suatu kritik tajam terhadap teori Rostow. Bahkan dalam kenyataannya. tahap kedua tidak dapat terjadi tanpa tahap pertama. namun langsung menginjak tahap kedua. ada negara-negara di dunia ini yang tidak pernah melewati tahap pertama dari pertumbuhan ekonomi Rostow. pada kedua teori tersebut dengan berani menginterpretasikan evolusi sosial khususnya di sektor ekonomi. akibat kolonialisme. Kondisi tersebut tentu sulit terjadi pada negara-negara di Asia dan Afrika yang belum memiliki sistem sosial yang teratur. Satu-satunya negara di Asia yang telah mencapai tahap tersebut adalah Jepang. Hal ini terjadi karena keduanya merupakan benua temuan orang-orang Eropa. Sampai sejauh ini. Misalnya. dalam kebudayaan Timur (negara sedang berkembang di Asia dan Afrika). Jepang dan Eropa Barat (Tahun 1950) Rusia (Pasca Stalin). teori pembangunan Rostow masih terus diperdebatkan dan menuai kritik. Konsep dan pola pertumbuhan ini semacam ini dibangun berdasarkan sejarah pembangunan yang dilakukan di negara-negara di Eropa yang memiliki struktur sosial dan budaya yang mapan. Karl Marx dan Rostow menyadari bahwa perubahan sistem ekonomi pada dasarnya merupakan konsekuensi logis dari perubahan yang 179 . Teori Rostow pada dasarnya merupakan alternatif bagi teori Karl Marx.

Rostow mempersempit dimensi manusia menjadi satu yaitu sebagai homo economicus. termasuk di Indonesia. Artinya perubahan ekonomi hanyalah merupakan fenomena yang hanya dipengaruhi oleh perubahan motif dan inspirasi ekonomis kelas masyarakat penguasa sumberdaya saja. Sementara di sisi lain perubahan sistem ekonomi akan berpengaruh juga terhadap kehidupan politik. kebudayaan. Sungguhpun demikian.terjadi di bidang politik. Demikian banyaknya kritik terhadap teori Rostow. namun satu sama lain tetap memiliki perbedaan. K. sedangkan Rostow memandang perubahan ekonomi pada dasarnya merupakan konsekuensi logis dari perubahan motif dan inspirasi non-ekonomi yang terjadi pada seluruh lapisan masyarakat. yaitu 1) Karl Marx memandang bahwa manusia bersifat sangat kompleks yang memiliki berbagai dimensi kebutuhan dari ekonomi sampai budaya. kondisi budaya dan sosial masyarakat. Meski kedua teori tersebut memiliki banyak kesamaan. eksploitasi satu kelompok manusia terhadap kelompok yang lain. 3) Karl Marx mengasumsikan bahwa keputusan yang diambil oleh masyarakat semata-mata hanyalah fungsi dari siapa pemilik sumberdaya. sehingga tidak berlebihan bila dikatakan kritik-kritik tersebut melebihi teori Rostow itu sendiri. Di sisi lain. sedangkan Rostow lebih implisit dalam memandang interaksi kelas masyarakat dalam sistem kapitalis mengingat Rostow sendiri adalah ekonom yang berkiblat ke kapitalis. dan adanya tekanan-tekanan semacam itu yang melekat pada sistem kapitalis. harus diakui bahwa pola pemikiran maupun istilah-istilah Rostow telah mempengaruhi pola pemikiran di banyak negara sedang berkembang. Meski demikian Rostow sadar bahwa perubahan ekonomi yang sangat besar harus dipandang sebagai konsekuensi dari perubahan motif dan inspirasi dimensi non ekonomi dari manusia. 2) Karl Marx mendasarkan teorinya pada sistem konflik antar kelas masyarakat. TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI SIMON KUZNETS 179 . dan sosial.

Di tempat inilah Kuznets melanjutkan studinya di Columbia University. 27 179 . Growth. karya Kuznets tidak hanya mengukur gejala ekonomi. Propotion of Capital Formation to National Product (1952). Population and Income Distribution: Selected Essays (1979). mempelajari lingkaran pertumbuhan yang dilewati ekonomi. sebuah kota yang terkenal karena kehidupan intelektualnya. sekarang masuk wilayah Belarusia) pada Tahun 1901. Selama hidupnya (1901-19855). Scular Movements In Production and Prices (1930). Ketika revolusi Rusia menutup universitas dan mengakibatkan perang sipil. Setelah memperoleh gelar doktor. Kuznets sangat memahami bahwa pendapatan sebagai indikator kekayaan atau kesejahteraan memiliki keterbatasan. a summary of findings (1946). Meskipun komite hadiah Nobel memberinya penghargaan karena karyanya di bidang pertumbuhan ekonomi dan struktur perubahan sosial. dan masih banyak lagi temuan-temuan yang lainnya. bersama orang tuan dan keluargaya ia pindah ke KHarkov. khususnya perpustakaan di universitas-universitas yang menyelenggarakan pendidikan ekonomi. melainkan juga berusaha mencari tahu akar penyebab pertumbuhan ekonomi dan perubahan kesenjangan pendapatan. Population. Sosok yang satu ini sangat produktif. Setelah lulus dari sekolah umum lokal. ia kemudian pindah ke Turki dan akhirnya menetap di Amerika Serikat. dan masih banyak lagi karya-karya lainnya.Simon Kuznets27 adalah salah seorang penerima hadiah Nobel di bidang ekonomi. Ia terkenal karena karya-karyanya telah memberikan kontribusi yang sangat positip bagi perkembangan teori pembangunan ekonomi. kemudian ia menggeluti profesi sebagai dosen di Universitas Pennsylvania dengan berbagai jabatan yang dilakoninya. namun sebenarnya kontribusi terpenting dari karya Kuznets adalah dalam mengembangkan sistem akuntansi pandapatan nasional yang diterapkan semua negara untuk mengukur kegiatan ekonomi. ia bekerja selama tiga tahun lamanya sebagai peneliti ekonomi di Biro Penelitian Ekonomi Nasional. dan menggunakan perbedaan ini untuk menghindari persoalan perhitungan ganda. dalam setiap kali menjelaskan metodologi yang dipakai menyusun pengukuran kegiatan ekonomi nasional dan beberapa masalah yang dihadapi dalam membuat estimasi. Economic Growth and Structure: Selected Essays (1965). National Income: Encylopedia of The Social Science (1933). National Income. Kuznets mendaftar di Universitas Kharkov. Mungkin itu sebabnya. Capital and Growth (1973). Economic Growth and Income Inequality (1955). dan pada Tahun 1926 ia berhasil menamatkan studi doktoralnya. berusaha memahami konsekuensi dari pertumbuhan ekonomi terhadap distribusi pendapatan. Misalnya sebuah Kuznets lahir di Pinsk (waktu itu menjadi bagian dari Uni Soviet. National Income and Its Composition (1941). Di sanalah ia mempelajari ekonomi dan mengenal teori inovasi dan siklus bisnis dari Joseph Schumpeter. Sejal awal Perang Dunia I. berbagai karya yang dihasilkan banyak ditemui di hampir semua perpustakaan. Demikian halnnya ketika Kuznets membedakan barang akhir (final good) dengan barang perantara (intermediate good). keluarga Kuznets meninggalkan Rusia. Kuznets selalu melakukannya dengan sangat hati-hati. banyak buku dan karya-karya akademik yang telah dihasilkan Kuznets: Cyclical Fluctuation and Variable Trade (1926). Sebagaimana diketahui. Dalam hal ini Kuznets menyederhanakan pemahaman tentang pendapatan nasional itu sebagai penjumlahan dari nilai barang dan jasa (product) yang dihasilkan oleh keseluruhan perusahaan dalam ekonomi selama periode tertentu.

ketika rumahtangga memasak daging. Tetapi warga yang baru ini segera menjadi bagian dari angkatan kerja yang besar. Untuk menghitung nilai ban yang dijual kepada pabrik otomotif dan juga nilai dari mobil keseluruhan. 10% penerima 28 Kuznets sangat menyadari bahwa estimasi pendapatan nasional tidak memasukkan barang dan jasa yang tidak dipasarkan dan dijual. tetapi barang dan jasa ini tidak dihitung dalam angka aktivitas ekonomi pemerintah. tentu nilai ban yang diproduksi akan terhitung dua kali. jelas bahwa mobil itu adalah barang jadi yang dijual ke konsumen. kaca. atau menghitung nilai yang ditambahkan oleh pembuat mobil. mesin. ditambah kemampuan untuk mengambil keuntungan dari ekonomi skala. Tambahan permintaan mendorong investasi usaha tambahan. Apapun penyebabnya. dan membersihkan rumah. Dengan mengambil perbedaan ini. pengeluaran dan investasi juga turun. Salah satu karya Kuznets mengenai pengukuran pendapatan nasional telah membawanya pada studi siklus bisnis. Saat upah jatuh. Untuk mendapatkan ukuran aktivitas ekonomi yang lebih akurat maka perlu mengurangi nilai semua bagian dari harga akhir mobil yang dijual kepada konsumen.mobil. dan peralatan-peralatan lainnya. 179 . mobil itu dirakit dari barang-barang perantara seperti ban. rem. ia meneliti bagian dari total pendapatan yang diterima oleh setiap sepuluh kelompok pendapatan (10% penerima pendapatan teratas. berperan daam mempercepat pertumbuhan produktivitas. atau ekspansi dan kontraksi periodik dari aktivitas ekonomi. 1955) menguji dampak pertumbuhan ekonomi terhadap distribusi pendapatan dan mempelopori pengukuran distribusi pendapatan. Demikian halnya dengan kegiatan illegal seperti prostitusi dan perdagangan obat bius. Akibatnya. dan hal ini membawa pada tekanan penurunan upah. pada akhirnya dapat ditetapkan standar pengukuran pendapatan nasional yang sampai sekarang prosedur ini masih dipakai dan terus dikembangkan28. khususnya perumahan. maka sulit atau tidak mungkin diukur sehingga tidak dapat dimasukkan dalam estimasi aktivitas ekonomi keseluruhan. Kuznets berpendapat bahwa perubahan demografi dapat menjelaskan siklus 20 tahun ini. Misalnya. standar hidup naik ketika populasi tumbuh. Hal ini. Peningkatan populasi dapat berasal dari gelombang imigrasi atau dari angka pertumbuhan kelahiran karena adanya keadaan ekonomi yang mendukung. Dalam studi fluktuasi ekonominya. pertumbuhan populasi akan mengakibatkan permintaan yang lebih besar untuk barangbarang konsumen. Kuznets (1953. sesungguhnya rumahtangga ini telah memproduksi barang dan jasa. Siklus ini kemudian dinamakan “siklus Kuznets” untuk menghormati penemuannya (Abramovitz. 1961). Kuznets (1930) menemukan siklus menengah dari pertumbuhan dan penurunan yang bertahan sekitar 20 tahun. menyiangi rumput. dan fase penurunaan siklus ekonomi dimulai. Dengan menggunakan data pajak pendapatan IRS dan data survei Biro Sensus Amerika Serikat.

Dengan mempelajari pertumbuhan produktivitas. Kuznets sangat menekankan pada perubahan dan inovasi teknologi sebagai cara meningkatkan pertumbuhan produktivitas. 179 . dan seterusnya) untuk setiap tahun antara 1913 -1948. Perputaran yang lebih singkat sekitar 10 tahun. Ia juga menemukan penurunan dalam kesenjangan pendapatan di Amerika pada masa dan setelah perang dunia II. namun pola itu kemudian naik lagi pada tahap perkembangan selanjutnya dan karena itu menguntungkan mereka yang berpendapatan rendah. Kondratieff memperhatikan bahwa ada periode reguler sepanjang 20-30 saat harga naik dan periode 20-30 tahun saat harga turun. Perancis dan Jerman (ditambah data produksi besi.5% dari seluruh pendapatan dan 5% teratas menerima 18% dari total pendapatan. Ia (Kuznets. dengan 1% teratas hanya mendapat 8. 10% penerima ketiga. Hal ini merupakan perluasan dari fokusnya pada pertumbuhan ekonomi karena pertumbuhan ini bertkaitan dengan perpaduan efek dari produktivitas yang tinggi dan populasi yang besar. Siklus bisnis. Kuznets bisa menggabungkan minatnya pada perubahan dalam populasi. Pada saat yang sama suku bunga yang rendah dan pajak pendapatan yang tinggi mengurangi bagian pendapatan yang jatuh ke tangan kelompok yang paling kaya. Kuznets (1953) 29 menemukan bahwa dalam masa perang. Perubahan ekonomi jangka panjang ini dinamakan “gelombang kondratieff”. pola itu menurun pada tahap awal perkembangan ekonomi yang membuat keadaan orang miskin bertambah buruk. Karena teknologi merupakan faktor yang lebih penting 29 Sebelum Kuznets. seorang ahli ekonomi Rusia.kedua. Dengan menguji beberapa ratus tahun dari data harga untuk Amerika. dihubungkan dengan perubahan dalam investasi bisnis. Pengangguran yang rendah pada masa dan setelah perang dunia II meningkatkan bagian dari pendapatan total yang jatuh ke tangan kelompok berpendapatan rendah. dan produk-produk lain di seluruh dunia). menurut Kuznets. 1% populasi teratas dari penduduk Amerika menerima 15% dari seluruh pendapatan nasional dan 5% teratas dari penduduk Amerika menerima antara 25-30% dari semua pendapatan. Kuznets mencurahkan perhatiannya pada faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan produktivitas. pada pembuatan estimasi empiris yang tepat. pertumbuhan produktivitas inilah yang akan menghasilkan peningkatan dalam standar kehidupan. Dari kedua faktor ini pertumbuhan produktivitas jelas lebih penting. Nikolai Kondratieff (1925). 1946) memperkirakan bahwa selama lebih dari 50 tahun tiga perlima keuntungan dalam produktivitas Amerika terkait dengan kemajuan teknologi dan dua perlimanya terkait dengan redistribusi tenaga kerja dari sektor yang kurang produktif ke sektor yang lebih produktif. mencatat bahwa eksistensi perputaran jangka panjang berlangsung antara 45-60 tahun. Dengan melihat data selama jangka waktu yang panjang dan data dari berbagai negara. Kuznets (1955) menemukan bahwa pemerataan pendapatan mengikuti pola bentuk U. karena seperti yang ditunjukkan oleh adam smith. dapat menjelaskan perubahan ini. dan pada peningkatan standar hidup. batu bara.

. masing-masing dan atau secara bersamaan.. bagaimanapun Kuznets telah mengembangkan cabang pengetahuan substansial tentang pertumbuhan dan perkembangan ekonomi. Dalam model ini dioperasikan beberapa faktor produksi seperti modal (Capital=C). v menunjukkan produktivitas marjinal modal. sumberdaya alam (Natural Resources=N). Dari karyanya.. yang selanjutnya diformulasikan sebagai berikut: Y= ∫(C. Terakhir.. Y= v..Δ L + Y’ . L. Mengenai produktivitas marjinal modal v. TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI SOLOW Robert M. Perbedaan yang serupa juga berlaku antara produktivitas marjinal dari tenaga kerja denga labour output ratio.secara historis. (18) Dari model persamaan (18).. Kondisi seperti ini tidak berlaku dalam hal incremental capital-output ratio (ICOR). 179 . Karena. sedangkan di pihak lain modal dan tenaga kerja bertambah disertai oleh kemajuan teknologi. seperti tanah menjadi terbatas adanya dalam keadaan tertentu dan selama beberapa waktu. Kuznets juga telah menghasilkan jumlah data yang sangat besar yang dapat diuji oleh para ahli ekonomi. dan perkembangan teknologi dalam perjalanan waktu (Technology=T). Sebab v menunjukkan peningkatan hasil produksi berkenaan dengan tambahan satuan (unit) modal. L. dengan semua faktor produksi lainnya dalam kondisi ceterus peribus. dan karena redistribusi tenaga kerja menjadi kurang penting.. maka perubahan pada hasil produksi (pendapatan) dapat dinyatakan dalam rumus perubahan faktor-faktor sebagai berikut. Dan karya tersebut juga membuat pemerintah dapat menyusun dan melaporkan data ekonomi makro berdasar basis reguler.ΔC + w. menyederhanakan teori pembangunan ekonomi sebagai sebuah model fungsi produksi... w menunjukkan produktivitas marjinal tenaga kerja dan Y’ mencerminkan peningkatan produksi yang berkaitan dengan perkembangan teknologi.. maka ia berpendapat bahwa usaha untuk meningkatkan produktivitas harus difokuskan pada terobosan dan kemajuan teknologi. jika diasumsikan sumberdaya alam (N) adalah konstan. T) . N. Ketika orang Amerika yang bekerja di pertanian semakin kurang. (19) Dari model persamaan (19). perubahan hasil produksi terjadi bisa disebabkan oleh adanya perubahan pada semua faktor produksi. Solow (1956) dalam tulisannya yang berjudul Contribution to the Theory of Economic Growth. ini berbeda pengertiannya dengan incremental capital-output ratio (ΔC/Δ Y). tenaga kerja (Labour=L).

Dalam kerangka pemikiran ini. tanpa adanya fungsi investasi yang terlepas dari fungsi tabungan. Dalam model Neo-Klasik. baik postulat itu terungkap secara tersurat ataupun secara tersirat. Pendapat ini adalah sama seperti dalam model Harrod dan model Domar. 179 . ataupun sebaliknya. Tidak ada fungsi investasi secara tersendiri dan tabungan secara otomatis menjadi tambahan pada cadangan modal. dibeberkan beberapa postulat yang mendasari model Solow. tidak akan ada penyimpangan investasi ex-post (yang sama dengan tabungan ex-post) dari investasi ex-ante. 1) Tabungan dianggap identik dengan investasi. Tabungan dianggap akan tersalur secara otomatis dan seluruhnya sebagai investasi. modal. Sejalan dengan pemikiran Harrod-Domar sebagaimana dijelaskan di atas. Lebih lanjut.. maka begitu pula dalam model Solow. tenaga kerja dan kemajuan teknologi. Artinya dalam model Neo-Klasik tidak dimasukkan fungsi investasi dimana investasi ditentukan oleh serangkaian faktor determinan seperti tingkat bunga. dan ΔY’/Y mewakili laju pertumbuhan secara proporsional pada pendapatan. Berbeda halnya dengan investasi. fleksibilitas dan mobilitas faktor-faktor produksi serta kemungkinan substitusi diantara faktor-faktor produksi yang bersangkutan seperti yang telah disinggung di atas.. Keputusan untuk menabung dianggap identik dengan keputusan untuk investasi. ΔC/C + w. v C/Y mencerminkan elastisitas produksi terhadap modal. angkatan kerja bertambah dengan laju yang konstan dan ditentukan oleh kekuatan-kekuatan yang bersifat eksogen.. ΔY/Y. akumulasi cadangan modal dengan adanya investasi baru dalam konsep Neo-Klasik tidak tergantung dari keputusan investasi secara tersendiri. Dengan kata lain penduduk dan angkatan kerja yang bertambah dengan tingkat yang konstan itu tidak peka terhadap dan tidak dipengaruhi oleh faktorfaktor kekuatan ekonomis. Δ L/L + ΔY’/Y . dan w.. (20) Dalam hal ini. Δ L/L. Selain itu. terdapat perbedaan mengenai serangkaian postulat yang menyangkut persaingan bebas..Laju pertumbuhan produksi dan pendapatan dalam kerangka analisis Neo-Klasik dapat dinyatakan sebagai laju pertumbuhan seluruh faktor produksi yang terlibat dalam proses produksi: g = ΔY/Y = v C/Y. Perbedaan yang bersifat mendasar antara pendekatan Neo-Keynes (Harrod-Domar) dan pendekatan Neo-Klasik terletak pada saran pendapat bahwa tabungan akan tersalur secara otomatis dan seluruhnya sebagai investasi.L/Y. perkiraan tingkat laba di masa depan. dan lain sebagainya. Hal yang penting ialah adanya hasrat untuk menabung.L/Y menunjukkan elastisitas produksi terhadap perubahan tenaga kerja. ΔC/C.

Dalam modelnya sama sekali tidak ada peranan bagi perilaku investor dengan ekspektasinya tentang masa depan sehingga juga tidak ada fungsi investasi secara independen. Y/L = ∫(C. Pendapat mengenai constant return to scale itu berimplikasi terhadap hasil produksi per tenaga kerja menjadi fungsi dari jumlah modal per tenaga kerja. 4) Angkatan kerja bertambah dengan laju yang konstan dan proporsional. C/L.L). Solow berpangkal pada pendapat bahwa segenap tabungan secara otomatis akan tersalurkan sebagai investasi. 3) Investasi neto adalah sama dengan tingkat pertambahan pada cadangan modal: I=ΔC. Solow juga menyederhanakan gagasan Harrod dan Domar dengan menghindarkan permasalahan yang terkait dengan kemungkinan ketimpangan antara tabungan ex-ante dan investasi ex-ante. Hasil produksi per tenaga kerja dianggap sebagai fungsi dari modal per tenaga kerja: Y/L = ∫(C. Masalah mendasar di sekitar peranan capital-labour ratio dalam perkembangan waktu: meningkat atau menurun ataukah tetap konstan? Hal itu satu sama lain menjadi penting untuk menunjukkan ciri-ciri pokok pada laju pertumbuhan semua variabel dalam proses ekonomi.2) Tabungan dianggap bagian proporsional dari pendapatan. Oleh karena investasi identik dengan tabungan. yaitu n yang bersifat eksogen: L/L = n. maka: I = ΔC = S = sY. 5) Perkembangan ekonomi berdasarkan fungsi produksi yang kontinu dan ditandai oleh imbalan jasa yang konstan dan sepadan dengan skala produksi (canstant returns to scale): Y=∫(C. kini ditonjolkan salah satu kesimpulan pokok dalam gagasan Solow bahwa proses pertumbuhan pada hakekatnya adalah stabil dan berlangsung dalam keadaan equilibrium. Persamaan dasar model Neo-klasik berbeda dari apa yang terkandung dalam model Harrod. 179 . Jelas di sini bahwa postulat mengenai fungsi produksi yang kontinu berdasarkan constant returns itu berbeda sekali secara mendasar dari konsep perimbangan-perimbangan tetap (fixed coefficients) di antara faktorfaktor produksi sebagaimana hal itu digunakan dalam Model Harrod dan Model Domar. Dalam hal ini persamaan dengan Model Harrod. Perhatian Solow sebenarnya berkisar pada capital-labour ratio. Dalam struktur ekonomi sendiri terkandung kekuatan-kekuatan yang masingmasing dan secara bersamaan bergerak secara konvergen ke arah laju pertumbuhan yang memadai equilibrium dengan kestabilan dalam perkembangan ekonomi. Dari pemikiran Solow di atas beserta persamaan dasarnya dan dengan latar belakang sejumlah postulat yang diungkapkan sebelumnya. nisbah pertambahan modal terhadap bertambahnya tenaga kerja.L). S=sY dan s (saving ratio) = S/Y.L). Selain itu.

Hal ini berlainan sekali dengan postulat dalam Model Harrod mengenai fungsi produksi berdasarkan fixed coeficients. Hal yang konstan adalah capital-labour ratio. apapun bentuk dan tujuannya serta berapapun jumlahnya. konsep capital-output ratio tidak mengandung ciri besaran yang konstan. M. diakui oleh sementara kalangan NeoKlasik sendiri bahwa proses demikian memang bisa memakan waktu yang cukup lama. Dalam konteks ekonomi. Misalnya. Fakta sejarah menunjukkan bahwa syahwat ekonomi 179 . pertumbuhan yang stabil seperti diungkapkan oleh Solow dan para pengikutnya. Teori ini juga mencermati keterkaitan negara terbelakang dengan negara-negara maju di Barat sebagai bentuk hubungan yang tak berimbang dan karenanya hanya menghasilkan akibat yang merugikan negara terbelakang. Teori ini memberi kritik tajam terhadap arus pemikiran utama persoalan pembangunan yang didominasi oleh teori modernisasi. perhatikan lagi postulatnya mengenai fungsi produksi yang berdasarkan constant return to scale. Pengamatan yang dilakukan oleh para ahli sejarah telah memberikan gambaran penting serta bukti empirik terhadap kegagalan teori modernisasi. Dalam pada itu.Melalui proses interaksi antara tingkat tabungan (investasi) per tenaga kerja dengan tingkat capital labour ratio dan berdasarkan postulat tentang mobilitas faktor-faktor produksi beserta substitusi di antara faktor-faktor produksi. Satu sama lain membawa ramifikasi yang berbeda bagi perkembangan pemikiran dalam masing-masing model (sebagai konsekuensi dari konsistensi logika internal). melainkan ada berbagai tingkat capital-output ratio. oleh para pakar Neo-Klasik ditekankan adanya mekanisme dalam proses ekonomi yang memungkinkan konvergensi kekuatan-kekuatan ekonomi pada laju pertumbuhan dalam keadaan equilibrium. lambannya pembangunan dan ketergantungan dari negara terbelakang. memandang konsep capital-labour ratio sebagai besaran yang konstan. Dalam model Neo-Klasik. dianggap telah turut menciptakan berbagai ketergantungan baru bagi negara-negara terbelakang kepada negara-negara maju di Barat. Teori dependensi muncul setelah teori modernisasi diterapkan di banyak negara terbelakang. berbeda dengan kerangka analisis Neo–Keynes berdasarkan fungsi produksi dengan fixed coefficients.Teori dependensi dengan tegas menyatakan bahwa hambatan pembangunan justru disebabkan oleh intervensi dari negara-negara maju di Barat.TEORI DEPENDENSI Teori dependensi merupakan antitesis dari teori modernisasi. Teori ini memberikan perhatian pada persoalan keterbelakangan. berbagai bantuan dari negaranegara maju di Barat. khususnya di Amerika Latin.

budaya dan intelektual dari negara–negara maju di Barat30. Ia pernah memberikan kritik tajam tentang keusangan konsep pembagian kerja internasional (international division of labour/IDL). Kerangka teori dependensi pada mulanya merupakan paradigma pembangunan yang khas di Amerika Latin. dan 4) Referensi historis yang mengarah kepada masa penjajahan dan hegemoni ekonomi global sebagai sebab kemacetan perkembangan di sebagian Dunia Ketiga harus dilihat sebagai hal yang sangat problematis. hampir bersamaan waktunya muncul masalah-masalah yang akut pada neraca pembayaran di hampir semua negara terbelakang. menyebabkan program-program KEPBBAL tidak berhasil dan tidak mampu merealisasikan beberapa gagasan lainnya yang lebih radikal. justru menentang kesimpulan-kesimpulan utama teori hegemoni dan dependensi (Rullmann 1996). Oleh karena itu. Menurut skema IDL. barang-barang ekspor konvensional tidak terperhatikan lagi dalam suasana hiruk pikuk industrialisasi. sehingga negara berkembang terpaksa mengadopsi budaya Barat. 3) Teori hegemoni dan dependensi ternyata gagal dalam mengusulkan solusi-solusi yang bermanfaat dalam konteks global (ibid). termasuk imperialisme struktural (Johan Galtung) dan imperialisme kultural (Herbert Schiller). sampai sekarang tetap tidak mampu berkembang. dilihat tidak hanya dari perspektif model demokrasi Barat. Dalam konteks pembangunan. konsep Gramsci memang sangat dekat dengan dasar pemikiran teori dependensi (Cardoso). terutama kesuksesan ekonomi beberapa negara berkembang dengan menggunakan strategi yang berorientasi pada pasar dunia. yang tidak pernah dijajah oleh negara Barat. Amerika Latin akan memperoleh banyak keuntungan apabila di satu pihak lebih memfokuskan pada upaya memproduksi bahan pangan dan bahan mentah yang diperlukan oleh Konsep hegemoni yang dikembangkan oleh Antonio Gramsci menyimpulkan bahwa budaya Barat sangat dominan terhadap budaya di negara-negara berkembang. Perlu kita ingat bahwa Afghanistan misalnya. struktur patrimonial dan eksploitasi di negara-negara berkembang sendiri (Servaes. termasuk diantaranya program pembagian tanah. politik. Namun karena kebijaksanaan KEPPBBAL ini kurang mendapat respons dan dukungan dari Pemerintah Amerika Latin. dan optimisme pertumbuhan berganti dengan depresi yang mendalam. teori ini dengan tegas menantang hegemoni ekonomi. 1995). meyakinkan negara-negara terbelakang bahwa negara-negara maju di Barat akan selalu menindasnya dengan berusaha menjaga aliran surplus ekonomi dari negara-negara terbelakang ke negara-negara maju di Barat.Model-model pembangunan tersebut gagal karena empat faktor: 1) Proses diferensiasi di dunia ketiga sendiri. Salah satu kelemahan dari kebijaksaan ISI ini adalah tidak efektifnya mengurangi ketergantungan terhadap impor. karena impor terhadap barang-barang modal tak dapat dihadiri. stagnasi ekonomi tak dapat dihindari dan represi politik muncul secara meluas kepermukaan pada tahun 1960-an. Ketika itu ditunjukkan dan dijelaskan berbagai kelemahan dari kebijaksanaan industralisasi subsitusi impor (ISI) yang dijalankan oleh Amerika Latin. 30 179 . Akibatnya. Sementara. Akibatnya. 2) Teori-teori tersebut memanfaatkan sebuah perspektif global dan dengan demikian tidak menyadari adanya ketidakseimbangan sosial. Ketika Prebisch menjabat ketua KEPBBAL. Hal ini tidak terlepas dari keberadaan Komisi Ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Amerika Latin (KEPBBAL) yang selanjutnya dikenal sebagai Manifesto KEPBBAL.yang begitu besar dari negara-negara maju di Barat untuk menguasai sumberdaya-sumberdaya ekonomi.

iv) ketergantungan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses polarisasi regional ekonomi global. para penganut aliran teori dependensi cenderung menggunakan asumsi dasar: i) kondisi ketergantungan dilihat sebagai suatu gejala yang sangat umum. iii) ketergantungan lebih dilihat sebagai masalah ekonomi yang terjadi akibat mengalirnya surplus ekonomi dari negara dunia ketiga ke negara maju. teori dependensi lahir sebagai paradigma baru untuk memberikan jawaban atas kegagalan program KEPBBAL. disamping tetap memperhatikan dan menjaga. dan menurunnya kepercayaan terhadap teori modernisasi di Amerika Serikat. ii) ketergantungan dilihat sebagai kondisi yang di akibatkan oleh faktor luar. Sebagaimana diketahui. Kehadiran teori dependensi tentunya harus dapat menguraikan berbagai kelemahan teori modernisasi dan menawarkan pendapat baru yang mampu menutup berbagai kelemahan tersebut. berlaku bagi seluruh negara Dunia Ketiga.negara-negara industri. Namun faktor rendahnya daya beli masyarakat menyebabkan pasar domestik tidak mampu menunjukkan ekspansinya. Dalam konteks ini. Ringkanya. negara-negara industrri tersebut menyediakan keperluan barang-barang industri yang dibutuhkan Amerika Latin. Pada garis besarnya. disimpulkan ada enam inti pembahasan: 179 . dan v) kondisi ketergantungan dilihat sebagai suatu hal yang mutlak bertolak belakang dengan pembangunan. Dalam hal ini penciri (karakteristik) suatu negara dapat dikaji dari perspektif historis. pemahaman terhadap sejarah ekonomi. paling tidak untuk sementara. dan Amerika Latin harus melakukan pembangunan industri untuk menjamin kebutuhan dalam negeri. meskipun barang-barang kebutuhan dalam negeri telah tersedia dalam jumlah yang cukup. krisis teori marxis ortodoks. Dari perdebatan panjang mengenai teori dependensi. kemampuan ekspor bahan pangan dan bahan mentahnya. Gagasan Prebisch ini tampaknya disambut baik oleh pemerintah Amerika latin dan diimplementasikan melalui serangkaian kebijakan-kebijakan ekonominya. Di lain pihak. sosial dan politik menjadi suatu hal yang penting untuk menentukan kebijakan pembangunan suatu negara. Namun perbedaan sejarah antara negara maju dan negara bekas koloni atau daerah jajahan tetap ada dan bahkan sangat mendasar sehingga menyebabkan struktur sosial masyarakatnya juga berbeda. Prebisch mengajukan gagasan dasar bahwa pembagian kerja internasional yang hanya menguntungkan negara industri harus dihentikan. dan pendekatan pembangunan yang ditempuh oleh banyak negara terbelakang hingga saat ini tidak terlepas dari pengalaman sejarah negara maju yang kapitalis seperti negara-negara Eropa dan Amerika Utara.

seperti Cardoso. Dalam hal ini Frank adalah penganut teori voluntaristik. Menurutnya kapitalisme negara-negara pusat berbeda dengan kapitalisme negara pinggiran. 179 . Ada yang beranggapan faktor eksternal lebih ditekankan. (3) analisis ekonomi versus analisis sosio politik: Raul Plebiech memulai analisisnya dengan menggunakan analisis ekonomi dan penyelesaian yang ditawarkannya juga bersifat ekonomi. seperti Frank Des Santos. Cardoso. Para pemikir teori dependensi seperti Dos Santos. Masyarakat akan berkembang sesuai tahapan dari feodalisme ke kapitalisme dan akan menuju ke sosialisme. Sedangkan kelompok lainya menekankan analisis kelas. sifat dan keterbatasan dari pembangunan yang terjadi dalam konteks ketergantungan. kelompok sosial dan peran pemerintah di negara pinggiran. Kapitalisme negara pinggiran adalah keterbelakangan karena itu perlu di ubah menjadi negara sosialis melalui sebuah revolusi. yang menempatkan negara pinggiran hanya sebagai pelengkap.(1) pembahasan menyeluruh melalui pendekatan kasus: gejala ketergantungan dianalisis dengan pendekatan menyeluruh yang memberi tekanan pada sistem dunia. Analisis sosiopolitik menekankan pada analisis kelas. dan (6) voluntarisme versus determinisme: penganut marxis klasik melihat perkembangan sejarah sebagai suatu yang deterministik. Yang perlu dijelaskan adalah sebab. Dalam pendekatan ini. dalam analisisnya memakai disiplin ilmu sosial. (5) keterbelakangan versus pembangunan: teori dependensi sering disamakan dengan teori tentang keterbelakangan dunia ketiga. Tokoh yang banyak bergulat dalam pembahasan ini adalah Andre Gunder Frank. Dengan demikian teori dependensi dimulai sebagai masalah ekonomi kemudian berkembang menjadi analisis sosial politik dimana analisis ekonomi hanya merupakan bagian dari pendekatan yang multidisipliner dan interdisipliner. (2) faktor eksternal versus faktor internal: para pengikut teori dependensi tidak sependapat dalam penekanan terhadap kedua faktor ini. Sebaliknya ada yang menekankan faktor internal sebagai penyebab munculnya ketergantungan. terutama sosiologi dan politik. dan Evans menyatakan bahwa ketergantungan dan pembangunan bisa berjalan seiring. seperti Cordosa dan Faletto. ketergantungan adalah akibat dari proses kapitalisme global. Penganut Neo Marxis seperti Frank kemudian mengubahnya melalui teori dependensi. (4) analisis kontradiksi regional: salah satu kelompok penganut teori dependensi sangat menekankan analisisnya tentang hubungan negara-negara pusat dengan pinggiran. Andre Gunder Frank seorang ekonom.

teori dependensi menuduh ajaran teori modernisasi tidak lebih dari sekadar akrobat akademik yang berusaha memberikan pembenaran ilmiah dari ideologi negara-negara maju untuk mengeksploitasi negara-negara terbelakang. bahwa para penguasa yang telah mapan. petani kaya dan tuan tanah. dan pengambil keputusan untuk mengikuti tesis-tesis yang diajukan. pembahasan mengenai teori dependensi akan difokuskan pada teori dependensi klasik. maka ketergantungan negara dunia ketiga tetap tak terselesaikan. yakni dengan revolusi sosialis.Selanjutnya. dan implikasi kebijakan yang selama ini dimiliki oleh teori dependensi klasik. Masing-masing teori ini memiliki latar belakang pemikiran serta pendekatan analisis yang berbeda sebagai berikut: 1. serta para elit yang lain kemungkinan besar tidak akan menyetujui kebijakan pembangunan yang mencoba untuk memutuskan hubungan dengan negara maju yang selama ini telah terbina dengan baik. teori ini mengajukan usulan yang radikal untuk mengubah situasi ketimpangan ini. Namun tidak serta merta para pendukung teori dependensi klasik menerima kritik tersebut. Maka dari itu. menghendaki untuk meninjau kembali pengertian pembangunan. para pemimpin organisasi keagamaan. Pada dasarnya kritik tersebut dialamatkan kepada kelemahan-kelemahan yang terkandung dalam metode kajian. pemimpin informal msayarakat. Justeru sebaliknya. Teori ini berpendapat. Ketergantungan dan keterbelakangan Indonesia mencerminkan kerakteristik yang khas teori dependensi dalam usahanya menguji persoalan pembangunan Dunia Ketiga. Dari padanya diharapkan dapat dilihat secara lebih jelas dan oleh karena itu dapat dicari kekuatan teori dependensi dalam mengarahkan pola pikir peneliti. Teori Dependensi Baru 179 . Implikasi kebijakan teori dependensi klasik secra filosofis. teori dependensi telah secara tegas dan detail menguraikan akibat buruk dari kolonialisme dan pembagian kerja internasional. para perencana kebijaksanaan. 2. Sejak dari awal penjelasannya. pemilik modal besar. selama hubungan pertukaran yang tidak berimbang tetap bertahan sebagai landasan hubungan internasional. sebagai akibat dari telah demikian erat keterkaitan kepentingan politik-ekonomi mereka dengan kepentingan negara maju. dan teori dependensi baru. teori dependensi klasik telah demikian banyak menerima kritik. Teori dependensi menyadari sepenuhnya. konsep. Teori Dependensi Klasik Sejak tahun 1970-an.

pemaknaan baru ini telah mampu membuka jendela untuk melihat persoalan baru. aliansi tiga kelompok pembangunan yang dinamis. Ketergantungan. lebih dari itu. situasi ketergantungan merupakan situasi yang memiliki nilai kesejarahan yang khas. dan oleh karenanya ketergantungan juga merupakan persoalan politik sosial. Teori ini tidak lagi menganggap situasi ketergantungan sebagai suatu keadaan yang berlaku umum dan memilki karakteristik yang serupa tanpa mengenal batas ruang dan waktu.Teori dependensi baru telah mengubah berbagai asumsi dasar yang dimiliki oleh teori dependensi klasik. Lebih dari itu. teori dependensi baru ini tidak memberlakukan lagi situasi ketergantungan sebagai persoalan ekonomi yang akan mengakibatkan adanya polarisasi regional dan keterbelakangan. Situasi ketergantungan juga tidak lagi semata disebabkan oleh faktor eksternal. 5 Persamaan dan Perbedaan Teori Dependensi Klasik dengan Teori Dependensi Baru 1 Persamaan pokok perhatian 2 Level analisis 3 Konsep pokok implikasi 4 Kebijakan 5 Perbedaan metode 6 Faktor pokok TEORI DEPENDENSI KLASIK Negara dunia ketiga Nasional Sentral-pinggiran Ketergantungan Ketergantungan bertolak belakang dengan pembangunan Abstrak pola umum ketergantungan TEORI DEPENDENSI BARU Sama Sama Sama Sama Historis-struktural situasi konkrit ketergantungan Internal negara dan konflik kelas Fenomena sosial Koeksistensi Pembangunan yang bergantung Eksternal kolonialisme dan ketidakseimbangan nilai tukar 7 Ciri-ciri politik ketergantungan Fenomena ekonomis 8 Pembangunan dan Bertolak-belakang ketergantungan Hanya menuju pada keterbelakangan Dengan perubahan pendekatan seperti yang telah diuraikan. yang 179 . negara birokratik otoriter. Sebagai akibatnya. tidak heran jika teori dependensi baru telah melahirkan berbagai kategori ilmiah baru yang sebelumnya tidak dimiliki oleh teori dependensi klasik seperti misalnya pembangunan yang bergantung. Karenanya selalu memiliki ciri yang unik. Dari uraian di atas dapat distrukturkan beberapa persamaan dan perbedaan dari kedua teori tersebut sebagai berikut: Tabel 2. menurut teori yang telah diperbaharui ini lebih dikonsepkan sebagai sesuatu yang memiliki batas ruang dan waktu. Dengan kata lain. atau paling tidak dengan pisau analisis baru. faktor internal memilki andil lahirnya suasana ketergantungan.

Indonesia adalah salah satu contoh negara yang menjadi korban atas pembagian kerja internasional dan adanya keuntungan komparatif tersebut. Presbich menentang pandangan mengenai pembagian kerja internasional dan adanya keuntungan komparatif. Menurutnya negara-negara di dunia ini terbagi menjadi dua. 2) Teori Andre Gunder Frank tentang Pembangunan Keterbelakangan Menurut Gunder Frank. Namun yang terjadi negara–negara terbelakang semakin tertinggal bila dibanding dengan negara-negara maju. politik dan sosial sebagai implikasi dari Kesimpulan ini dibangun berdasarkan teori pembagian kerja secara tradisional. ketertinggalan dan kemiskinan di negara-negara terbelakang bukanlah sebuah gejala alamiah dan bukan pula karena kekurangan modal. Antara kedua kelompok negara tersebut kemudian melakukan hubungan dagang. Akibatnya terjadi defisit pada neraca perdagangan di negara-negara terbelakang. 31 179 . dan (ii) negara yang memproduksi barang industri. Pandangan dari masing-masing teori tersebut diuraikan sebagai berikut.pada gilirannya telah menghasilkan tidak sedikit karya penelitian baru yang menguji secra lebih teliti persoalan pembangunan dan ketergantungan di negara-negara terbelakang. Dua negara ini saling berhubungan dan seharusnya saling diuntungkan. dan menjalin kerjasama yang saling menguntungkan31. dan teori keuntungan komparatif yang dimiliki oleh masing-masing Negara. yaitu negara maju yang menghasilkan barang-barang produksi dan negara terbelakang yang memproduksi hasil pertanian. yaitu (i) negara yang memproduksi hasil pertanian. Ketertinggalan dan kemiskinan merupakan akibat dari proses ekonomi. sehingga semakin tertinggal dibanding dengan Jepang dan negara-negara lain yang telah lebih maju industrinya. Andre Gunder Frank. 1) Teori Raul Presbich tentang industri substitusi import Dalam konteks teori pembangunan ekonomi. di dunia ini terdapat dua kelompok negara. Hal ini disebabkan oleh menurunnya nilai tukar barang-barang hasil pertanian terhadap barang hasil produksi. dan Theotonia Dos Santos. Sebagaimana diketahui bahwa teori dependensi berpangkal pada teori-teori imperialisme dan kolonialisme yang dipelopori oleh Raul Presbich.

Negara metropolis bekerjasama dengan elit lokal negara satelit untuk melakukan dominasi di negara satelit. yaitu isolasi temporer yang disebabkan oleh krisis perang atau melemahnya ekonomi dan politik negara metropolis. Perkebunan yang dirintis oleh negara pusat ini menjadi cikal bakal munculnya industri kapitalis yang sangat besar yang berdampak pada eksploitasi lahan. Ciri pertanian subsisten pada negara satelit menjadi hilang dan diganti menjadi pertanian yang kapitalis. Frank megajukan bukti empirik untuk mendukung tesisnya ini yaitu pada saat Spanyol mengalami kemunduran ekonomi pada abad 17.globalisasi dan sistem kapitalis. Meksiko. Gunder Frank membagi negara–negara menjadi dua yaitu negara metropolis dan negara satelit. (iii) negara terbelakang dan terlihat feodal saat ini merupakan negara yang memiliki kedekatan ikatan dengan negara metropolis pada masa lalu. Selanjutnya. (ii) kemampuan negara satelit dalam pembangunan ekonomi terutama pembangunan industri kapitalis meningkat pada saat ikatan terhadap negara metropolis sedang melemah. sumberdaya alam dan tenaga kerja negara satelit. Brasil dan Chili. dan (v) eksploitasi yang menjadi ciri khas kapitalisme menyebabkan menurunnya kemampuan berproduksi pertanian di negara satelit. perang dunia pertama. kemiskinan di negara-negara terbelakang disebabkan oleh adanya pembangunan di negara-negara maju. Gunder Frank menyajikan lima tesis tentang dependensi: (i) terdapat kesenjangan pembangunan antara negara metropolis dan satelitnya. pembangunan pada negara satelit sangat terkendala oleh status negara satelit. kemunduran ekonomi pada Tahun 1930 dan perang dunia kedua telah menyebabkan pembangunan industri yang pesat di Argentina. 179 . (iv) kemunculan perkebunan besar di negara satelit sebagai usaha pemenuhan kebutuhan dan peningkatan keuntungan ekonomi negara metropolis. Negara satelit tersebut hanya sebatas sebagai penghasil produk primer yang sangat dibutuhkan sebagai modal dalam sebuah industri kapitalis di negara metropolis. Tesis ini merupakan antitesis dari teori modernisasi yang menyatakan bahwa kemajuan negara satelit hanya dapat dilakukan melalui hubungan dan difusi dengan negara metropolis. Tesis ini juga dapat dijelaskan dengan menggunakan dua pendekatan. Dalam hal ini. Pengertian isolasi yang kedua adalah isolasi secara geografis dan ekonomi yang menyebabkan ikatan antara metropolis-satelit menjadi melemah dan kurang dapat menyatukan diri pada sistem perdagangan dan ekonomi kapitalis. pada negara satelit yang memiliki hubungan sangat erat telah menjadi sapi perah bagi negara metropolis. Frank menjelaskan. perang Napoleon.

ketika negara metropolis mengalami kemajuan maka negara satelit akan maju pula. Akan tetapi kemajuan dan atau kemiskinan tersebut bukanlah indikator pembangunan di negara satelit. dan 2) pembangunan dan industrialisasi yang terjadi merupakan bayangan dari apa yang terjadi di negara-negara metropolis. meskipun perkembangan ini merupakan perkembangan yang tergantung. Pola ekpansi yang dilakukan memberikan dampak negatif berupa 179 . 3) Teori Theotonia Dos Santos tentang Struktur Ketergantungan Menurut Dos Santos bahwa negara-negara satelit itu merupakan negara bayangan dari negara metropolis. Namun menurut Santos. Frank memperkuat pendapatnya dengan menunjukkan buktibukti empirik dan menggunakan metode historis struktural. Begitu juga sebaliknya ketika negara metropolis mengalami krisis maka negara satelit akan terkena dampaknya. Dalam teori dependensi.Beberapa pendapat yang disampaikan Frank sangat kental dengan nuansa pemikiran Marx tentang kapitalisme dan eksploitasi. Bagaimanapun juga negara satelit tetap tenggelam dalam ketergantungan terhadap negara metropolis. Simpul dan dinamika perkembangan ini tidak datang dari negara satelit. Bukti empirik yang dikumpulkan Frank berupa hasil penelitian sejarah perkembangan sosial dan ekonomi negara-negara Amerika Latin. Contoh konkritnya adalah negara–negara persemakmuran Inggris yang berkembang menjadi negara maju. Walaupun hanya sebagai refleksi negara metropolis. Sebagaimana diketahui bahwa keterbatasan sumber daya pada negara-negara maju mendorong mereka untuk melakukan ekspansi besar-besaran ke negara-negara terbelakang yang melimpah kekayaan alamnya. Ditegaskan lebih lanjut bahwa bentuk dasar ekonomi dunia memiliki aturan-aturan perkembangannya sendiri. tipe hubungan ekonomi yang dominan di negara-negara metropolis adalah kapitalisme sehingga menyebabkan munculnya usaha melakukan ekspansi keluar dan tipe hubungan ekonomi pada negara satelit merupakan bentuk ketergantungan yang dihasilkan oleh ekspansi kapitalisme oleh negara-negara metropolis. khususnya industrialisasi. tetapi dari negara induknya. terdapat dua pendapat yang berbeda: 1) struktur ketergantungan yang ada di negara satelit tidak akan memungkinkan negara ini melakukan pembangunan. Santos juga menyatakan bahwa negara satelit bisa juga berkembang. karena hal itu hanyalah refleksi dari negara metropolis saja. hubungan tersebut tidak selamanya besifat negatif. atau perkembangan ikutan. Pandangan ini bertentangan dengan pendapat Frank yang menyatakan hubungan negara satelit dengan negara metropolis selalu bersifat parasitisme atau merugikan negara satelit. Dalam hal ini.

Perbandingan Teori Modernisasi dengan Teori Dependensi Kedua teori ini berbeda dalam memberikan jalan keluar terhadap persoalan pembangunan dan ketertinggalan negara-negara terbelakang. Ketergantungan kolonial merupakan bentuk ketergantungan yang paling awal dan kini telah dihapuskan. Konsep inilah yang lebih dikenal dengan istilah pusat . Santos mengajukan tesis tentang pembagian ketergantungan menjadi tiga jenis yaitu ketergantungan kolonial. ketimpangan kekayaan. sedemikian rupa sehingga kemampuan bersaing dari industri dalam negeri meningkat dan dianggap telah mampu untuk bersaing. maka dapat distrukturkan perbandingan teori modernisasi dengan teori dependensi sebagai berikut: Tabel 2. Sedangkan ketergantungan industri keuangan yang lahir pada akhir abad 19. sementara nilai tambah yang diperoleh kecil. Dari berbagai perbedaan yang berhasil dikaji. menjadikan ekonomi negara tergantung. Pada saat itulah industri dalam negeri sudah saatnya beroperasi dan bersaing tanpa adanya proteksi. Sumbangan pemikiran Santos terhadap teori dependensi sebenarnya berada pada bentuk ketergantungan teknologi industri.periferi. Negara-negara ini akan selalu menjadi negara yang terbelakang dalam pembangunan karena tidak dapat mandiri serta selalu tergantung dengan negara maju. Ekspor bahan mentah menyebabkan terkurasnya sumber daya negara. Negara maju identik menjadi negara pusat. eksploitasi tenaga kerja. sedangkan negara terbelakang menjadi satelitnya. 3. Dampak dari ketergantungan ini terhadap negara terbelakang adalah ketimpangan pembangunan. Teori modernisasi berpandangan bahwa industrialisasi perlu dipercepat dengan cara memproduksi sendiri kebutuhan barang-barang dalam negeri untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan sama sekali beban penyediaan devisa negara yang selama ini diperlukan untuk membayar impor barang-barang tersebut. dan terbatasnya perkembangan pasar domestik negara terbelakang itu sendiri.adanya ketergantungan yang dialami oleh negara-negara terbelakang. Dalam hubungan ini. lebih terpusat pada ekspor bahan mentah dan produk pertanian. 6 Perbandingan Teori Modernisasi dengan Teori Dependensi 179 . Ketergantungan kolonial merupakan bentuk ketergantungan yang dialami oleh negara jajahan. ketergantungan industri keuangan dan ketergantungan teknologi industri. Strategi industrialisasi ini pada awalnya ditempuh dengan memberikan proteksi kepada industri dalam negeri dan mengenakan tarif yang tinggi terhadap barang-barang luar negeri (import).

Teori Dependensi Sama Sama Sama Sentral (metropolis) Pinggiran (satelit) Program KEPBALL Marxis Ortodoks Merugikan negara dunia ketiga Pesimis Mengurangi keterkaitan dengan negara sentral revolusi sosialis. 32 179 . hidupnya sering berpindah-pindah karena mengikuti Ayahnya yang seorang manajer dari perusahaan asuransi Metropolitan Life. Ketika North sedang tumbuh remaja. teori modernisasi menganjurkan untuk lebih mempererat keterkaitan hubungan kerjasama negara-negara terbelakang dengan negara-negara maju melalui bantuan modal. Berkeley. diantaranya: 1) mengintroduksi metode statistik untuk studi sejarah ekonomi. Tiga tahun di lautan memberikan North kesempatan untuk mengisi waktunya dengan membaca dan merenung. Ottawa. Douglas Cecil North32. dan di Long Island. North bergabung dengan armada niaga. karena ayahnya dipindahkan ke San Francisco dan North tidak ingin berada jauh-jauh dari keluarganya. ekonomi. selama hidupnya (1920-1989) telah banyak berkontribusi penting dalam pengembangan bidang ilmu ekonomi melalui beberapa kegiatan risetnya. pertukaran budaya dan lain sebagainya. 2) menguji dan menjelaskan peran institusi dalam mengatur tingkah laku manusia. sekolah North juga berpindah-pindah dari satu kota ke kota yang lain. Karena perasaan North yang kuat untuk tidak (ingin) membunuh orang. namun pecahnya Perang Dunia II. Dia masuk di perguruan tinggi di Universitas California. North pernah sekolah di Connecticut. Lausanne. membuat ia membatalkan rencana ini. yaitu mengupayakan secara terus menerus mengurangi ketergantungan negara–negara terbelakang dari negara-negara maju sehingga memungkinkan tercapainya pembangunan yang dinamis dan otonom. N. Sedangkan teori dependensi memberikan anjuran yang sama sekali berbeda. Ketiga rangkaian penelitian ini berusaha Douglas Cecil North lahir di Cambridge Massachusetts pada Tahun 1920.Elemen Perbandingan Persamaan fokus perhatian (keprihatinan) Metode Dwi-Kutub struktur ekonomi Perbedaan warisan teoritis Hubungan Internasional Masa depan Dunia Ketiga Kebijakan Pembangunan (Pemecahan Masalah) Teori Modernisasi Pembangunan Dunia Ketiga Sangat Abstrak Perumusan Model-model Tradisional dan Modern (Maju) Teori Evolusi Teori Fungsionalisme Saling menguntungkan Optimis Lebih mendekatkan keterkaitan negara maju. dan 3) memahami kekuatan historis yang membuat ekonomi menjadi kaya atau miskin. Ia secara serius mempertimbangkan untuk melanjutkan ke jurusan hukum setelah lulus nanti. TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI KELEMBAGAAN Pemikir ekonomi yang satu ini. Di Berkeley. sekalipun proses dan pencapaian tujuan ini mungkin memerlukan revolusi sosialis. dan dia memutuskan untuk menjadi seorang ahli ekonomi ketimbang menjadi seorang pengacara. Keterangan: KEPBALL = Komisi Ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Amerika Latin Selanjutnya. North mengambil tiga bidang yaitu ilmu politik. dan filsafat. Karena itu. peralihan teknologi. New York City.

Ia menilai pengaruh keadaan dan lingkungan sangat besar terhadap tingkah laku ekonomi masyarakat. kesepakatan. Schumpeter (1883-1950). dan selalu ada insentif bagi individu untuk berperilaku menyimpang sehingga sistem ekonomi tidak bisa dibiarkan hanya dipandu oleh pasar. Bagi North. Salah satu pesan Myrdal kepada para ahli ekonomi ialah agar ikut membuat value judgement. Ia berjasa dalam mengembangkan metode-metode kuantitatif dalam menjelaskan peristiwa-peristiwa ekonomi. Hadiah Nobel yang diperolehnya itu kemudian menjadi pemicu perkembangan ilmu ekonomi kelembagaan baru saat ini. dan lain-lain. Dalam hal ini. (4) Joseph A. Lebih jelas lagi. sumber kemakmuran terletak dalam jiwa entrepreneurship para pelaku ekonomi yang merancang pembangunan. Intinya. Ia menyatakan bahwa sumber utama kemakmuran bukan terletak dalam domain ekonomi itu sendiri. Oleh karena itu asumsi-asumsi tersebut harus dibatalkan. serta aturan informal berupa norma. yakni dengan jalan mendesain aturan main/kelembagaan. kalau tidak mau disebut fatal. Dalam hal ini diperlukan kelembagaan non pasar (NonMarket Institution) untuk melindungi agar pasar tidak terjebak pada kegagalan yang tidak berujung pangkal. Seluruhnya merupakan penentu terbentuknya karakter dan struktur masyarakat serta kinerja ekonominya. institusi adalah peraturan perundang-undangan berikut sifat-sifat pemaksaan dari peraturan-peraturan tersebut serta norma-norma perilaku yang membentuk interaksi antara manusia Beberapa pemikir ekonomi yang masuk kedalam kelompok mazhab ekonomi kelembagaan ini diantaranya: (1)Thorstein Bunde Veblen (1857-1929). North adalah tokoh pemikir dan pengembang ekonomi kelembagaan baru (New Institutional Economics)33 yang memperoleh hadiah Nobel Ekonomi pada Tahun 1993. North juga membedakan institusi dengan organisasi. North menyatakan bahwa kelembagaan ekonomi dibentuk oleh aturan-aturan formal berupa rules. Ekonomi klasik yang mengasumsikan semua manusia adalah rasional dan bekerja berdasarkan insentif ekonomi ternyata dalam praktiknya banyak faktor-faktor sosial. seperti tidak adanya biaya transaksi (Zero Transaction Cost) dan rasionalitas instrumental (Instrumental Rationality). (3) Gunnar Karl Myrdal (1898-1987) dari Swedia. 33 179 . ekonomi dan politik yang mempengaruhi individu dalam keputusan ekonominya. Jika tidak dilakukan struktur-struktur teoritis ilmu ekonomi akan menjadi tidak realistis. melainkan berada di luarnya. Salah satu karyanya adalah Business Cycle and Their Causes (1913). sedangkan organisasi bermakna sebagai their entrepreneurs are the players. Itulah sebabnya. institusi dimaknai sebagai the rules of the game. Pemikir ekonomi kelembagaan baru pada umumnya menolak sebagian asumsi ajaran ekonomi klasik/neoklasik karena dianggap tidak realistis. keputusan ekonomi tidak bisa menyandarkan sepenuhnya pada kekuatan rasionalitas. Sebagai tokoh ekonomi kelembagaan baru (New Institutional Economics). laws dan constitutions. dengan menggunakan bermacam data statistik ia kemudian menjelaskan masalah fluktuasi ekonomi.menjelaskan pertumbuhan ekonomi dari segi institusi dengan mempergunakan teknik statistik untuk menguji teori institusionalnya tentang penyebab pertumbuhan ekonomi. (2) Wesley Clair Mitchel (1874-1948). ekonomi kelembagaan sejak diploklamirkan bekerja di luar mekenisme dan cara pandang pemikiran ekonomi klasik/neoklasik. yaitu dalam lingkungan dan institusi masyarakat.

hukum. insentif untuk melakukan kolaborasi (teori tindakan kolektif). studi tentang ekonomi kelembagaan begitu menarik dan bahkan memperoleh tempat di kalangan pemikir ekonomi dan sosiologi. klub-klub). budaya. organisasi ekonomi (perusahaan. satuan-satuan perdagangan. Institusi ini merupakan wadah atau lingkungan dimana organisasi-organisasi sosial hidup dan berkembang (Institutions determine social organization). Agar reformasi berhasil. maka dibutuhkan dukungan seperangkat institusi yang mampu memberikan insentif yang tepat kepada setiap pelaku ekonomi. DPR. kehadiran ekonomi kelembagaan dimaksudkan untuk mewartakan bahwa kegiatan ekonomi sangat dipengaruhi oleh tata letak antarpelaku ekonomi (teori ekonomi politik). politik. baik di Barat maupun di dunia Timur. organisasi sosial (gereja. Dalam khazanah ilmu ekonomi. desain aturan main (teori ekonomi biaya transaksi). dan DPRD). political and social interactions. Dalam perkembangannya. hukum kontrak dan pemilikan tanah. model kesepakatan yang dibuat (teori kontrak). kooperasi dan sebagainya). seperti aspek sosial. Para penganut ekonomi kelembagaan percaya bahwa pendekatan multidisipliner sangat penting untuk memotret masalah-masalah ekonomi. Definisi yang hampir sama juga diberikan oleh Robin (2005) bahwa institusi merupakan the rules of the game in economic. termasuk di Indonesia. maka sejak itu pula muncul berbagai pandangan yang pro dan kontra. dan organisasi pendidikan (sekolah. norma dan keyakinan suatu individu/ komunitas (teori modal sosial). Ekonomi kelembagaan adalah cabang ilmu ekonomi yang percaya adanya peran besar dari lembaga-lembaga dalam kinerja ekonomi suatu masyarakat. pilihan atas kepemilikan aset fisik maupun non fisik (teori hak kepemilikan). Beberapa contoh institusi yang mampu memberikan insentif tersebut adalah hukum paten dan hak cipta. Menurut Yustika (2008). dan organisasi-organisasi penyelenggara pelatihan). universitas. ketika Adam Smith telah berhasil membumikan teori ekonominya dalam kehidupan masyarakat. kelompok yang kontra terhadap teorinya Adam Smith itu lazim dikenal dengan ekonomi kelembagaan lama (Old Institutional Economics). Sedangkan yang dimaksud sebagai organisasi disini adalah organisasi politik (misalnya partai politik.secara berulang-ulang. dan 179 . Di masa lampau. Perkembangan studi ekonomi kelembagaan yang demikian dinamis memunculkan pertanyaan-pertanyaan mendasar mengenai konsep ekonomi kelembagaan dan falsafah keilmuannya serta mengapa akhir-akhir ini ilmu ekonomi kelembagaan banyak diminati? Di dunia Barat. kajian mengenai kelembagaan sebenarnya bukan merupakan hal yang baru. karena batasan dan aturan yang dibuat masyarakat yang bersangkutan dipatuhi atau dipaksakan pemenuhannya. North (1993) menyatakan bahwa reformasi yang dilakukan tidak akan memberikan hasil nyata hanya dengan memperbaiki kebijakan ekonomi makro belaka. dan lain-lain.

Lewat premis partikularitas tersebut. Kedua. Ketiga. Karena itu lebih mendekatkan diri pada situasi dan kondisi yang ada pada sumber data. dengan berusaha menempatkan diri serta berpikir dari sudut pandang orang dalam atau yang dalam ranah antropologi disebut dengan emic. subyektif dan. Jadi titik tekannya adalah menjelaskan secara utuh proses dibalik sebuah fenomena. Oleh karena itu. termasuk beberapa diantaranya memenangkan hadiah nobel. maka ekonomi kelembagaan mencari kemungkinan-kemungkinan tindakan bersama (collective action) dan kerjasama antarmanusia (human cooperation) untuk mengatasi konflik ekonomi sosial yang ada. dan 2) penelitian kualitatif secara rendah hati telah memproklamasikan keterbatasannya (Yustika. simbol. ilmu ekonomi kelembagaan kemudian menjadi bagian dari ilmu ekonomi yang cukup penting peranannya dalam perkembangan ilmu pengetahuan sosial humaniora. partikular dimaknai sebagai heterogenitas karakteristik dalam masyarakat. nonprediktif. Maka dari itu. Dengan demikian. ekonomi. definisi. metafora. untuk mendekati gejala ekonomi maka pendekatan ekonomi kelembagaan menggunakan metode kualitatif yang dibangun dari tiga premis penting yaitu: partikular. Jika ekonomi ortodoks percaya bahwa persaingan bebas akan menghasilkan harmoni dan efisiensi. Peranan kelembagaan bersifat penting dan strategis karena ternyata ada dan berfungsi di segala bidang kehidupan. dan deskripsi atas sesuatu.yang lain sebagai satu kesatuan analisis (Yustika. konsep. Ilmu ekonomi kelembagaan terus berkembang semakin dalam karena ditekuni oleh banyak ahli ilmu ekonomi dan ilmu sosial lainnya. karakteristik. 2008: 69). Artinya setiap fenomena sosial selalu spesifik merujuk pada kondisi sosial tertentu (dan tidak berlaku untuk kondisi sosial yang lain). Pertama. sebetulnya penelitian kualitatif langsung berbicara dua hal: 1) keyakinan bahwa fenomena sosial tidaklah tunggal. ekonomi kelembagaan berusaha mempelajari dan memahami peranan kelembagaan dalam sistem dan organisasi ekonomi atau sistem terkait yang lebih luas. Kelembagaan yang dipelajari biasanya tumbuh spontan seiring dengan perjalanan waktu atau kelembagaan yang sengaja dibuat oleh manusia. budaya dan terutama ekonomi politik. yang dimaksud nonprediktif ialah bahwa dalam paradigma penelitian kualitatif sama sekali tidak masuk ke wilayah prediksi ke depan. yang dimaksud dengan subyektif sesungguhnya bukan berarti peneliti melakukan penelitian secara subyektif tetapi realitas atau fenomena sosial. tetapi yang ditekankan ialah bagaimana pemaknaan. Dalam ekonomi kelembagaan menekankan bahwa manusia menciptakan dan menggunakan lembaga-lembaga tertentu untuk memecahkan berbagai konflik ekonomi dalam masyarakat. 2008: 55). Penghargaan 179 .

titik pijak atau landasan filosofisnya sangat berbeda. Walaupun kedua kubu sama-sama memiliki kelembagaan yang kuat. Hanya saja dari ketiga komponen tersebut praktis hanya satu komponen yang memadai yaitu aturan non-formal yang berlaku didalam masyarakat. Teori ekonomi konvensional yang bertumpu pada paradigma persaingan bebas kini terbukti tidak mampu untuk menyelesaikan masalah perekonomian karena mekanisme dan praktik-praktik ekonomi telah mereduksi hak-hak rakyat. 2002). kedua kubu tersebut menghasilkan tingkat kemakmuran yang tinggi. Oleh karena itu. menjadikan mainstream ekonomi yang berpijak pada pendekatan ekonomi klasik semakin dipertanyakan eksistensinya. Kepercayaan (trust) yang merupakan pilar utama modal sosial menjadi variabel penting dalam aturan non-formal. namun dengan “wajah kemanusiaan” cukup kontras. dan 3) paksaan pematuhan terhadap keduanya (enforcement of both). tetapi juga pada bidang keilmuannya. selain membangun institusi formal yang kredibel. bukan kepada masayarakat kecil. kasus Undang-Undang Migas Nomor 22 Tahun 2001 tentang liberalisasi sektor perminyakan terbukti hanya akan menguntungkan pihak investor asing dalam mengeksplorasi minyak di Indonesia. dibandingkan teori ekonomi konvensional yang lebih mengandalkan kompetisi. Faktor terpenting yang membedakan negara-negara Eropa yang menganut welfare state dengan Amerika Serikat yang menganut pasar bebas adalah kerangka kelembagaan (institutional framework). 2) aturan-aturan formal (formal rule). misalnya aturan adat yang telah disepakati oleh masayarakat. Selain harus merancang aturan formal yang memadai. Budaya suatu bangsa akan sangat mempengaruhi dan merupakan faktor utama pembentuk lembaga yaitu aturan yang mengatur segala tindakan seseorang. oleh karena itu studi ekonomi kelembagaan semakin memperoleh tempat sebagai pendekatan alternatif bagi ekonomi dunia saat ini. masyarakat tampaknya lebih mengutamakan aturan-aturan informal ketimbang regulasi formal yang dibuat pemerintah. dalam memenuhi target pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak bisa hanya dengan mengutak-atik indikator makro ekonomi. dalam hal ini investor asing. Memang. North menegaskan tiga komponen lembaga yaitu 1) batasan-batasan informal (informal constrain). Misalnya. 179 . yakni ilmu ekonomi kelembagaan (Rachbini.tersebut tidak hanya tertuju langsung kepada ahli dan orangnya. Demikian juga dengan krisis keuangan global yang menerpa dunia saat ini. Hal ini disebabkan oleh aturan formal yang dikeluarkan pemerintah saat ini lebih berpihak kepada pasar. Di tengah-tengah dehumanisasi teknologi dan arus informasi saat ini. Sebenarnya sudah cukup lama hadir aliran baru teori ekonomi yang lebih mengandalkan upaya koperatif (kerjasama).

kedua.kebijakan pemerintah juga harus mempengaruhi tindakan para aktor ekonomi. EKONOMI PENGETAHUAN Kini kita telah memasuki era ekonomi baru. yaitu era ekonomi pengetahuan (knowledge economy). paling tidak menghasilkan dua hal: pertama. Hanya dengan bermodalkan kepercayaan Muhammad Yunus kepada nasabah. Misalnya dalam membuat aturan formal dan aturan non-formal serta dalam penyaluran jaring pengaman sosial. kebijakan pemerintah masih berhenti pada formalitas aturan dan belum sampai memengaruhi tindakan para aktor ekonomi. karena di era desentralisasi saat ini. seperti untuk 179 . Di era ini. Praktik-praktik ekonomi yang memberikan peran kepada lembaga-lembaga keuangan mikro secara lebih proporsional seperti yang ditempuh oleh Muhammad Yunus (peraih Hadiah Nobel perdamaian Tahun 2009) menjadikan trust sebagai modal utama dalam membangun Grameen Bank. pemerintah daerah seharusnya lebih banyak terlibat dan membuat formulasi khusus untuk itu. segala lapisan masyarakat memperoleh ruang gerak yang luas untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi. Banyak bukti empirik menunjukkan bahwa kelembagaan merupakan penentu utama kesejahteraan dan pertumbuhan jangka panjang. Memang terbukti bahwa negara yang memiliki landasan kelembagaan lebih baik pada masa lalu adalah negara yang sekarang lebih makmur. para elite. yaitu suatu perekonomian yang benar-benar telah berubah dari sebelumnya. Korupsi yang masih terus terjadi merupakan bukti. pemerintah daerah-lah yang lebih mengetahui kondisi masyarakatnya. Hal tersebut terbukti di negara-negara eropa yang menganut welfare state. Berbagai gagasan mengenai alternatif pembangunan ekonomi saat ini lagi-lagi membutuhkan keseriusan dari pihak pemerintah dan dukungan dari berbagai stakeholder yang ada. Dukungan yang paling dibutuhkan untuk konteks ke-Indonesiaan sekarang adalah dari pihak pemerintah daerah. maka Grameen Bank mampu mengatasi masalah kemiskinan di Bangladesh. O. termasuk para menteri yang terlibat korupsi. dan kelompok-kelompok kekuatan lain tak bisa leluasa mengambil alih pendapatan dan investasi pihak lain. Kelembagaan yang lebih baik. Hukuman berat bagi para koruptor. teknologi informasi berkembang begitu cepat sehingga berbagai produk teknologi informasi dapat diperoleh dengan mudah dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan. politisi. akan membantu mendisiplinkan para aktor ekonomi dan modal sosial lah yang merupakan variabel utama dalam membangun perekonomian yang berdasarkan ekonomi kelembagaan.

dan APEC. diantaranya: 1) dikendalikan oleh teknologi. kaya fungsi. dan sangat fleksibel. akibatnya. dan menetrasi ke semua aspek kehidupan manusia dan menciptakan masyarakat informasi. lintas kawasan. Secara lebih spesifik lagi. teknologi dan budaya. distribusi. terutama teknologi informasi dan komunikasi (ICT). ekonomi. teknologi informasi dan knowledge akan menjadi sumberdaya yang sangat vital. Lalu. tidak hanya peluang-peluang bisnis baru seperti electronic banking. tetapi juga telah memungkinkan dilakukannya kegiatan networking dan partnership antarpelaku bisnis secara lintas industri. dan liberalisasi. virtulal shopping/ business. apa yang dimaksudkan dengan ekonomi pengetahuan itu? Para pakar maupun institusi global seperti OECD. pendidikan dan sosial-budaya. Pada perekonomian yang senantiasa memperluas jaringan ekonominya dan teguh mentaati segala norma-norma yang berlaku serta meningkatkan kapasitas aset nir fisiknya. (2006) menyebutkan beberapa dimensi knowledge economy. Berbagai software dan resources lain yang diperlukan dapat juga diakses secara bebas bahkan gratis melalui internet. ia merupakan sesuatu yang sangat kompleks dan merupakan fenomena yang terus merambah luas ke semua aspek kehidupan. 2) telekomunikasi dan networking distimulir oleh pertumbuhan ICT yang cepat. ekonomi pengetahuan didefinisikan sebagai suatu ekonomi yang secara langsung didasarkan pada produksi. Setiap negara akan memperoleh manfaat dari pembangunan knowledge economy dan meraih kemajuan menuju kesejajaran dalam proses pembangunan global. dan bahkan lintas negara dengan lebih cepat dan efektif. Sehingga produk barang dan jasa yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari condong padat pengetahuan. 4) dimungkinkan dilakukannya integrasi dan pooling intellectual untuk memacu pembangunan suatu negara. Perkembangan internet yang demikian marak saat ini telah menjangkau jutaan pemakai. 3) pengetahuan yang berbasis informasi didukung oleh budaya dan nilai-nilai spiritual telah menjadi kekuatan independen dan faktor penting dalam transformasi sosial. World Bank. dan semacamnya yang tumbuh dan berkembang. Dahlman. dan penggunaan 179 . Dalam ekonomi seperti itu. memberikan definisi ekonomi pengetahuan sangat beragam. dan 5) berdampak terhadap aktivitas sosial di setiap negara termasuk sistem institusi dan inovasi serta pengembangan sumberdaya manusia. Dan disanalah peran ekonomi pengetahuan itu ada. namun pada intinya ekonomi pengetahuan itu ditandai oleh penciptaan dan eksploitasi pengetahuan yang memainkan peran dominan dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. mobilitas modal. et al.kepentingan studi. maka akan makin besar peluang inovasi yang dapat dilakukan dan ditumbuhkembangkan. dan proses ekonomi akan banyak dihela oleh peran dari digitalisasi. Knowledge economy bukan semata digital economy.

kemampuan kewirausahaan. smart leadership. ide-ide dan pemikiran baru. Terkait dengan hasil elaborasi di atas perlu diketahui. Knowledge Organization:membuat. skill. bahwa pengetahuan itu adalah bentuk primer dari modal. reputasi. Uang misalnya. mesin. Knowledge Service: Produk jasa yang memiliki muatan kreativitas. brand. serta adanya siklus memperluas pengetahuan yang terus-menerus untuk penciptaan kesejahteraan. hanyalah selembar kertas yang hampir-hampir tidak ada nilainya. diantaranya dapat dielaborasi sebagai berikut: Aktivitas Ekonomi Pengetahuan: 1. Sedangkan modal yang lain seperti uang. 2. 3. kemampuan inovatif. pengetahuan dapat memberikan kehidupan dan makna bagi semua bentuk modal itu sehingga bernilai dan berguna bagi manusia. ide baru. 4. menyebarkan. Komponen Ekonomi Pengetahuan: 1. 3. 179 . Knowledge Production: aktivitas produksi didasarkan pengetahuan dan ide baru. Tingkat kebermaknaan dari setiap bentuk modal tersebut bagaimanapun akan sangat ditentukan oleh kepemilikan pengetahuan. Definisi ini diperkuat lagi oleh Hossain dan Cheng Ming (2004) bahwa ekonomi pengetahuan merupakan kegiatan ekonomi di mana proses produksi. dan gedung hanyalah sekumpulan material bahan bangunan. brain power.know-what. Implementasi dan peningkatan keunggulan dalam ekonomi pengetahuan melibatkan beberapa aktivitas dan komponen. ketrampilan baru. Knowledge Distribution: aktivitas penyebaran pengetahuan di antara anggota masyarakat. menerima. 3w). 2. dan konsumsi pengetahuan berlangsung secara berkelanjutan. know-why.knowledge dan informasi. pengakuan. Knowledge Worker: kemampuan kreatif dan inovatif orang untuk menggunakan Knowledge Goods: Barang-barang yang berisi pengetahuan. semua bentuk modal tersebut nyaris tak berarti apaapa. serta know how. Dengan demikian. dan memanfaatkan pengetahuan. gedung dan lainnya hanyalah derivasi dari pengetahuan. Knowledge Consumption: penggunaan pengetahuan untuk menciptakan nilai dan membuat pengetahuan baru dari pengetahuan yang ada. distribusi. hak cipta. Mesin hanyalah sekumpulan besi-besi. 5. Tanpa pengetahuan. dan know-who (know 1 h. pengetahuan. mengelola. dan Knowledge Asset: mencakup kreativitas.

Sedangkan informasi hanya mencakup komponen know-what dan know-why. Kow-how sulit untuk dikodifikasi dan ditiru oleh pesaing karena menyatu pada individu dan perusahaan. tingkat pengangguran dan sebagainya. 3) Know-how: merujuk pada skill atau kapabilitas dalam melakukan sesuatu. produk atau proses pada area industri atau organisasi yang spesialistik seperti riset di laboratorium. wawasan/ pengetahuan yang mendalam. jumlah pekerja menurut sektor ekonomi. dan 2) pengetahuan yang bersifat sebagai pengetahuan organisasional (explicit knowledge). seperti pertanyaan tentang jumlah rumah tangga miskin. pengetahuan mencakup komponen: knowwhat. yaitu: 1) Know-what: merujuk pada knowledge tentang fakta yang menjawab pertanyaan-pertanyaan yang relatif sederhana. dan know-who. Pengetahuan adalah suatu konsep yang lebih luas dari pada informasi. know-why. dan intuitif yang 179 . pelaku ekonomi harus berinteraksi atau mempekerjakan tenaga spesialis yang terlatih baik atau pelaku ekonomi membeli pengetahuan tertentu. diukur dan disebarluaskan. 2) Know-why: merujuk pada scientific knowledge dari principles and laws of nature. yaitu 1) pengetahuan yang bersifat individual dan subyektif (tacit knowledge). Dua komponen yang terakhir ini merupakan tacit knowledge yang diperoleh dari pengalaman yang sulit untuk dikodifikasi. Jadi knowledge jenis ini lebih dekat dengan apa yang disebut dengan informasi. Tacit knowledge dimaksudkan sebagai pengetahuan personal yang sulit untuk diformalisasikan atau dikomunikasikan pada orang lain. Dalam hal ini. Kow-who sangat penting dalam ekonomi karena informasi dapat terdispersi secara luas dan tidak seimbang karena pembagian kerja yang luas dan adanya perubahan teknologi yang cepat. tingkat inflasi. Masing-masing dari komponen pengetahuan tersebut memiliki makna dan kegunaannya sendiri. know-how. Pengtahuan ini terdiri dari ketrampilan teknis yang bersifat subyektif. Aplikasi knowledge jenis ini terutama pada pilihan dan pengembangan teknologi.Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) sebagaimana dirujuk oleh Lee dan Gibson (2002) membedakan pengetahuan dengan informasi. Pengetahuan. kemudian dikelompokkan menjadi dua. Kow-how adalah tipikal knowledge yang dikembangkan berdasarkan pengalaman pelaku ekonomi atau perusahaan secara spesifik. Untuk memperoleh akses pada knowledge jenis ini. tingkat pertumbuhan ekonomi. 4) Kow-who: merujuk pada informasi tentang “siapa tahu apa” dan “siapa tahu bagaimana melakukan apa”.

Sepanjang tetap bersifat pengetahuan individu maka bagi organisasi tacit knowledge hanya akan menjadi nilai yang terbatas. peraturan-peraturan. Keempat. transformasi pengetahuan itu berproses melalui tahapan sebagai berikut: Pertama. harus dapat menjadikan knowledge creating company yang bermanfaat bagi organisasi. Oleh karena itu. spesifikasi-spesifikasi dan sebagainya. bagaimana caranya? Menurut Choo (1998). yaitu proses penciptaan pengetahuan explicit dengan cara mengajukan pengetahuan explicit dari sejumlah sumberdaya secara bersamaan. yaitu suatu proses mendapatkan tacit knowledge melalui berbagai pengalaman. dari pengetahuan tacit ke pengetahuan explicit melalui eksternalisasi. Sebaliknya. Sedangkan explicit knowledge adalah pengetahuan formal yang mudah untuk disebarkan kepada pihak lain. apapun bentuknya. dari pengetahuan explicit ke pengetahuan explicit melalui kombinasi. dari tacit knowledge ke explicit knowledge melalui proses sosialisasi. dari pengetahuan eksplicit ke pengetahuan explicit melalui internalisasi. Eksternalisasi pengetahuan tacit merupakan intisari dari aktivitas penciptaan pengetahuan dan yang paling banyak terlihat dalam fase penciptaan konsep pengembangan produk baru. sehingga setiap individu bisa menukar dan mengkombinasi pengetahuan explicit nya. Eksternalisasi dipicu melalui dialog atau pemikiran bersama. Kedua. yaitu suatu proses menanamkan pengetahuan explicit menjadi pengetahuan tacit. Dinamika interaksi kedua bentuk pengetahuan tersebut akan menghasilkan inovasi dan selanjutnya akan menjadi organizational knowledge. Misalnya karyawan suatu perusahaan yang mempelajari keahlian baru melalui kegiatan on-the-job training. yaitu suatu proses mengubah pengetahuan tacit menjadi konsep yang explicit melalui penggunaan analogi-analogi dan modelmodel. Kedua kategori pengetahuan tersebut bersifat saling melengkapi. explicit knowledge tidak akan muncul secara spontan. Pengetahuan ini seringkali ditandai dalam bentuk rumus matematis. Lalu. Hal ini penting dilakukan karena tanpa inovasi kehidupan organisasi akan berhenti. dibandingkan dan dipilih dengan cara tertentu sehingga bisa menghasilkan pengetahuan explicit baru. Informasi yang sudah ada kemudian dikategorikan. organisasi ekonomi. Ketiga.terjadi pada seseorang karena telah terlibat dalam suatu aktivitas untuk suatu periode yang lama. yaitu terampil dalam mengubah tacit knowledge menjadi explicit knowledge sehingga dapat mendorong inovasi dan pengembangan produk baru. 179 . tetapi dengan memelihara dan melatih benih-benih tacit knowledge yang telah dimiliki.

pada industri-industri yang memiliki basis pengetahuan yang kuat. Karena itu. maka akan menjadikan perekonomian itu lebih inovatif. universitas dan institusi riset publik termasuk co-patenting dan co-publishing. peran aset nir-fisik atau sumberdaya unik dan sulit ditiru ini dalam meningkatkan daya saing semakin penting dan menentukan. Dan tentunya. Realitas ini kemudian mendorong terjadinya transformasi yang mempengaruhi basis keunggulan kompetitif. Inggris. Integrasi pengetahuan dan informasi dalam aktivitas ekonomi dan bisnis telah sedemikian besar sehingga mempengaruhi perubahan-perubahan struktural dan operasional ekonomi dan bisnis. inovasi ini lahir dari proses yang panjang. 2) kerjasama riset diantara perusahaan. ekonomi dan industri di negara-negara tersebut dapat tumbuh dan berkembang pesat serta berkelanjutan karena ditopang oleh knowledge society dan knowledge worker yang memiliki kemampuan yang tinggi dalam menghadapi globalisasi yang bergerak sangat cepat. yaitu 1) interaksi diantara perusahaan melalui aktivitas kerjasama riset (joint research activities). dioptimalkan pengelolaan dan pemanfaatannya secara terus menerus agar menjadi sumber utama pembaharuan dan inovasi dalam sebuah perekonomian. Bersamaan dengan itu. Dalam perspektif ekonomi pengetahuan. Pada Tahun 2005. industriindustri semacam ini akan mendominasi pasar global. Sebuah studi di Amerika Serikat dan di negara-negara maju menunjukkan bahwa kontribusi teknologi maju pada pertumbuhan ekonomi jangka panjang hampir mendekati 50%. Menurut OECD ada empat bentuk alur pengetahuan. akan memiliki platform yang tangguh dalam melakukan inovasi secara terus menerus sehingga menghasilkan proses dan produk baru yang lebih berninilai dan demanding. Implikasinya. keberhasilan ekonomi atau bisnis menghadapi persaingan lebih tergantung pada strategi manajemen pengetahuan daripada strategi alokasi aset fisik dan keuangan. aset tersebut harus ditingkatkan kualitasnya. Denmark.Internalisasi suatu pengalaman diperoleh melalui model penciptaan pengetahuan ke dalam basis pengetahuan tacit dalam bentuk penyebaran mental model atau latihan. lebih dari 40% tenaga kerja di Eropa bekerja pada industri-industri yang berbasis pengetahuan. Karena itu. Alur ilmu pengetahuan (knowledge flows) bertalian erat dengat proses inovasi. Dengan demikian. Manakala proses transformasi pengetahuan itu dapat dibudayakan melalui praktik-praktik manajemen pengetahuan secara optimal. 3) difusi knowledge dan teknologi 179 . dan Finlandia merupakan negara yang sebagian besar tenaga kerjanya (lebih dari 50%) bekerja pada industri-industri yang berbasis pengetahuan. Negara-negara seperti Swedia.

diadaptasi. Inovasi akan tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan jika ditopang dan mengakarkan dirinya pada kekuatan mutu aset nir fisik. 5) perdagangan intangible assets berkembang pesat dalam ekonomi pengetahuan. dan 4) mobilitas personal yang membawa tacit knowledge khususnya antara sektor publik dan privat. ekonomi pengetahuan pada awalnya dikembangkan melalui networking antara dunia kampus dengan dunia bisnis dan pemerintah. 4) berbeda dengan ekonomi tradisional. investasi dan teknologi membuat keduanya lebih bernilai yang menyebabkan tingkat pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dan berkelanjutan. 4) intangible assets yang dimiliki jauh lebih besar nilainya dibandingkan dengan tangible assets. termasuk didalamnya mutu modal manusia. Invesrtasi pada R & D untuk inovasi teknologi dapat menciptakan peluang yang lebih besar dalam memperoleh return karena dicapai monopoli teknologi yang sulit ditiru oleh pesaing. Sebagaimana diidentifikasi oleh Skyrme (1999) dalam Sampurno 2007. Siklus dalam memproduksi pengetahuan berlangsung secara terus menerus sehingga terjadi akumulasi kapabilitas pengetahuan sebagai sumber keunggulan daya saing yang berkelanjutan (sustainable competitive advantage). dan kemudian diaplikasikan dalam berbagai industri yang menghasilkan produk-produk inovatif dengan nilai tambah yang besar. Pertumbuhan ekonomi sangat tergantung pada akumulasi pengetahuan. Sebagaimana dinyatakan oleh Lee dan Gibson (2002). Dalam konteks ekonomi pengetahuan. 3) informasi memainkan peran penting dalam sistem ekonomi. Melalui networking itulah. knowledge didiseminasikan. mengapa pengetahuan memiliki peran dominan? Ada beberapa alasan yang mendasari. ada lima megatrend dalam ekonomi pengetahuan: 1) industri menjadi lebih padat pengetahuan (knowledge intensive). diantaranya: 1) pengetahuan adalah bentuk dasar dari kapital. 2) upaya pengembangan teknologi baru dapat menciptakan technical platform untuk inovasi lebih lanjut yang memainkan peran kunci dalam pertumbuhan ekonomi. Dalam proses aplikasi ini diperoleh feedback yang menghasilkan knowledge baru yang dapat menciptakan nilai yang lebih besar. Makin besar akumulasi pengetahuan di suatu negara maka ekonominya akan tumbuh berkelanjutan. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa inovasi bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri. 3) teknologi dapat meningkatkan nilai pengembalian investasi yang tidak dapat dilakukan bila hanya menambah tenaga kerja dan sumberdaya material. 2) penggunaan informasi dan knowledge pada produk dengan fungsi dan kemanfaatan yang lebih baik sehingga dapat membentuk harga premium. Dalam hubungannya 179 .kepada perusahaan melalui adopsi mesin dan peralatan baru. Aktivitas ini berlangsung di sekitar kawasan universitas-universitas dan pusat-pusat riset terkemuka pada sebagian besar negara maju di dunia.

dan modal spiritual. yaitu modal sosial. melainkan oleh tingkat pengetahuan yang tertanam di dalam produk dan jasa itu. P. sehingga faktor-faktor kekuatan dinamika dengan berjalannya waktu tetap dapat berperan secara bersamaan dalam interaksinya satu dengan yang lain. modal intelektual. RINGKASAN Kajian terhadap perkembangan teori pembangunan ekonomi sebagaimana diuraikan di atas berpangkal pada kondisi keseimbangan umum (general equilibrium). kini mulai terjadi pergeseran pola produksi dari padat modal ke padat pengetahuan. Akan tetapi. Olehnya itu.dengan pengembangan inovasi. kajian tersebut telah memberi manfaat bagi upaya memahami secara lebih komprehensif mengenai teori pembangunan ekonomi. 179 . dan stylized facts. nilai tambah suatu barang dan jasa bukan hanya semata ditentukan oleh besarnya modal yang tertanam dalam produksinya. Upaya-upaya tersebut sangat strategis dan bahkan mendesak karena saat ini kita tengah memasuki era ekonomi pengetahuan yang mengandalkan olah pikir. mereka telah menyadari lebih awal terhadap nilai penting teknologi informasi bagi anak bangsa di masa depan terkait dengan akselerasi kemajuan bangsa Indoneisa sendiri untuk dapat maju dan bersaing dengan negara-negara lain. Pendekatan teoritis yang dipergunakan untuk mengetahui proses perkembangan teori pembangunan ekonomi itu bersifat elektis-selektif sehingga hal-hal yang dianggap terbaik dari berbagai mazhab pemikiran ekonomi dapat dipilih secara selektif. akan menjadi amat disayangkan karena bangsa Indonesia hanya menjadi bangsa pemakai dan bukan bangsa penghasil. khususnya dalam hal mentransformasikan diri dari hanya sekadar pengguna menjadi penghasil informasi dan ilmu pengetahuan. seperangkat peralatan analisis ekonomi. terlebih karena kajian ini didukung dan diperkuat oleh serangkaian postulat. ilmu pengetahuan. teknologi dan kualitas SDM sebagai faktor kunci sukses dalam bersaing. Bagaimanapun. Inisiatif dari berbagai pihak yang telah membangun dan memperkuat ekonomi pengetahuan yang diarahkan melalui pembangunan infrastruktur teknologi informasi di Indonesia perlu diberikan apresiasi secara khusus. manakala pembangunan infrastruktur teknologi informasi itu tidak dibarengi dengan upaya-upaya penyadaran dan penanaman nilai-nilai penting teknologi informasi kepada anak bangsa sejak sekarang. Karena. Selain daripada itu. menurut hemat saya ada beberapa komponen aset nir fisik yang perlu mendapat perhatian dan perlakuan lebih.

Strategi pembangunan ekonomi didasarkan pada sasaran-sasaran selektif yang ingin dicapai berdasarkan skala prioritas dalam pentahapan waktu dan perkembangan keadaan. pemikiran dan pembangunan ekonomi. ada beberapa landasan teoritis yang dinilai cukup ampuh dan dapat dipergunakan: pertama. landasan teoritis ini selalu berusaha memberi pertimbangan kongkrit bagaimana menciptakan ekonomi yang adil sesuai dengan kondisi yang dihadapi masyarakat. terjadinya revolusi ilmu pengetahuan dan pengetahuan itu sebagai akibat dari pergeseran paradigma yang berlangsung secara cepat dan mendadak. Dalam konteks perubahan struktural. diperlukan penelusuran terhadap berbagai peristiwa masalah. Demikian pula dalam lingkup yang lebih terbatas. berlangsung di tengah-tengah arus dinamika dan pergulatan ekonomi sesuai dengan tuntutan kebutuhan pada zamannya. dan stylized facts dengan hasil vertifikasi empiris dan kuantifikasi yang terkandung dalam gagasan dari setiap pakar ekonomi. Kombinasi tersebut menjadi tolok ukur kuantitatif. Untuk mengkaji berbagai perubahan yang melatari munculnya teori pembangunan ekonomi dan kemajuan pembangunan ekonomi di banyak negara. dan satu sama lain merupakan komponen-komponen penting yang saling melengkapi dalam kerangka analisis masalah-masalah pembangunan ekonomi. turut menentukan wujud ilmu pengetahuan (science) dan pengetahuan (knowledge) yang ada pada periode itu. menawarkan berbagai pendekatan namun tetap dijaga konsistensi dalam analisisnya. perubahan teori pembangunan ekonomi berproses dalam batas ruang dan waktu. dan ketiga. landasan teori fungsionalis atau normatif tentang proses dialektika yang menjadi penggerak dari perubahan-perubahan pemikiran di berbagai bidang kehidupan dalam masyarakat. kedua. Untuk memahami proses perubahan itu. Dalam hal ini. mulai dari pemikiran dan teori pembangunan ekonomi mazhab klasik hingga ke pemikiran dan teori pembangunan ekonomi mazhab kontemporer berikut segala variannya. Kombinasi ini satu sama lain menjadi semakin jelas manakala diperhatikan lingkup dan sifat permasalahan dalam proses perubahan struktural. 179 .Kombinasi antara postulat. landasan teoritis mengenai paradigma dari himpunan segala hal yang terjadi dalam kehidupan masyarakat pada periode waktu tertentu. Penggunaan konsep fungsi produksi yang menunjukkan hasil produksi dari kombinasi faktor-faktor produksi yang terlibat dalam proses produksi dianggap relevan sebagai dasar kajian. sehingga penggunaan fungsi produksi sebagai peralatan analisis pembangunan ekonomi sebagaimana dipaparkan dalam mazhab pembangunan ekonomi klasik masih dianjurkan. peralatan analisis ekonomi. landasan ekonomi moralitas.

karena pemakaian alat analisis ini sangat bermanfaat untuk menilai sampai seberapa jauh telah diupayakan kombinasi yang optimal dalam pola penggunaan faktor-faktor produksi. Kombinasi peralatan analisis ekonomi yang mencakup unsur-unsur pokok kerangka pemikiran Harrod-Domar. Untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif dan rinci. doktrin dari mazhab historimus ini disimpulkan kurang jelas. Leontief. perlunya kebijakan negara memberi perlindungan bagi kaum buruh. Mazhab ini kerangka teoritisnya dibangun berdasarkan perspektif historis. mengenai penggunaan konsep capital output rasio (COR) yang bersumber dari model Harrod-Domar dianggap sangat bermanfaat untuk menjaga konsistensi dalam analisis pembangunan ekonomi dan sebagai tolok ukur produktivitas investasi modal sehingga perlu ditopang oleh analisis input-output (Leontief) dan analisis berdasarkan time series (Kuznets). padahal 179 . Banyak negara sedang berkembang mengabaikan hal ini. Implikasi dari pemikiran mazhab hirtorimus: pertama. Namun. maka hal itu satu sama lain mengindikasikan penggunaan faktor-faktor produksi telah optimal dan efisiensi ekonomi secara menyeluruh masih tinggi. Efisiensi ekonomi berdasarkan efektivitas dalam penggunaan faktor-faktor produksi mengandung relevansi terhadap upaya pemerataan dan perwujudan keadilan sosial. karena tidak mengembangkan sebuah sistem melainkan lebih merupakan reaksi terhadap konsepsi klasik dan neo-klasik yang menghendaki tidak adanya campur tangan pemerintah dalam perekonomian. dan Kuznets yang dilengkapi dengan teknik analisis statistikmatematis dan peralatan analisis lainnya dalam hubungannya dengan kajian di atas sangat dianjurkan untuk dipergunakan. COR dan beban tanggungan. dan pola pendekatan pembangunan ekonomi yang dipergunakan dalam memecahkan masalah-masalah ekonomi berpangkal pada perspektif historis —induktif empiris— dengan mendasarkan pada fenomena ekonomi menyeluruh dan tahapan perkembangannya. karena di dataran ini telah berkembang suatu aliran pemikiran ekonomi yang disebut mazhab historismus atau yang dikenal sebagai aliran etis. sehingga fungsi produksi juga mengandung fungsi kesejahteraan masyarakat.pemikiran mazhab Neo-Klasik dan pemikiran mazhab Neo-Keynes mengenai teori pertumbuhan ekonomi dianggap masih relevan. manakala keduanya dan masing-masing masih berada pada tingkatan yang tinggi. Keberhasilan teori pembangunan ekonomi neo-klasik tidak secara otomatis menjadikan sistem kapitalis dianut oleh semua negara di Eropa.

yang dalam hal ini menyangkut kemampuan manusianya. dan 4) proses distribusi. Perubahan struktur ekonomi dapat juga ditinjau dari proses alokasi. Menurut Samuelson dan Hekcsher-Ohlin. melainkan digunakan untuk investasi. Pengertian disertai disini dimaksudkan bahwa timbulnya proses perubahan tersebut bukan karena kenaikan pendapatan per kapita. yaitu proses yang terjadi karena adanya interaksi antara proses akumulasi yang pada gilirannya merubah keunggulan 179 . Jika ingin maju maka langkah awal yang perlu dilakukan ialah memacu industrialisasi. Dua hal yang pertama merupakan indikator dari peningkatan kapasitas produksi dari sumberdaya-sumberdaya berbentuk piranti keras. sangat didominasi oleh sektor pertanian. yaitu 1) perubahan struktur tabungan dan investasi akan berpengaruh terhadap kemampuan menabung dan investasi.masalah perlindungan kaum buruh perlu diperhatikan karena posisi tawar mereka sangat rendah dihadapan kaum pengusaha. akan disertai berbagai proses perubahan struktural dalam perekonomian. perekonomian di kebanyakan negara sedang berkembang. sedangkan satu hal yang terakhir merupakan indikator peningkatan kapasitas produksi dari sumberdaya dalam bentuk piranti lunak. Dalam proses akumulasi atau yang selanjutnya didefinisikan sebagai proses penggunaan sumberdaya dan dana untuk meningkatkan kapasitas produksi masyarakat di masa depan. komposisi resources endowment akan mengalami perubahan yang pada gilirannya dapat mengubah keunggulan komparatif dalam memproduksi barang dan jasa. kenaikan pendapatann per kapita dapat menaikkan kemampuan menabung dan atau kemampuan investasi. 2) perubahan struktur penerimaan negara yang berasal dari pajak berpengaruh terhadap kemampuan penerimaan pemerintah. yang umumnya sulit untuk maju. dan 3) perubahan pengeluaran pemerintah untuk membiayai sektor pendidikan yang akan mempengaruhi tingkat pendidikan penduduk. dimana sebagian dialokasikan bukan untuk tujuan konsumsi akhir. kaum buruh belum mendapat perlindungan yang sewajarnya. termasuk di Indonesia. 2) proses alokasi. Adapun proses perubahan struktural tersebut adalah 1) proses akumulasi. Dengan kata lain. Studi empiris terhadap perubahan struktur ekonomi dan berbagai proses yang menyertai akibat dari pertumbuhan pendapatan per kapita menyimpulkan bahwa seiring dengan pertumbuhan pendapatan per kapita dalam jangka panjang. Terjadinya proses akumulasi dapat dilihat dari tiga hal. Dalam proses ini. 3) proses demografi. kedua. Kalaupun ada organisasi serikat pekerja. terdapat investasi fisik dan investasi nir-fisik (Human Investment). perubahan struktur ekonomi dapat ditinjau melalui pertumbuhan pendapatan masyarakat.

Ditinjau dari proses distribusi. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor. yaitu bertambahnya keuntungan komparatif yang timbul sebagai akibat dari proses akumulasi yang menyertai peningkatan pendapatan per kapita. Proses alokasi sumberdaya ini secara sistematis akan mengakibatkan perubahan pada: 1) struktur permintaan dalam negeri (domestic). dapat dilihat dalam satu kerangka acuan analisis dengan proses akumulasi dan proses alokasi. Dengan begitu dapat dihindarkan pandangan yang menganggap seolah-olah proses distribusi dan proses distribusi ini merupakan proses yang berdiri sendiri. Manakala setelah proses tersebut masih ada perbedaan pendapatan yang cukup timpang. baik sumber daya fisik maupun sumber daya manusia. Pihak yang memiliki barang modal lebih banyak akan memperoleh pendapatan yang lebih banyak pula dibandingkan dengan pihak yang memiliki sedikit barang modal. maka masalah ini dapat 179 . terlepas dari segi-segi pokok lainnya dalam proses pembangunan. Sebagai akibat dari adanya interaksi tersebut maka proses peningkatan pendapatan per kapita dalam kurun waktu yang lama biasanya disertai dengan berubahnya struktur produksi dan struktur barang dan jasa yang diperdagangkan melalui batas-batas nasional. di lain pihak penawaran dipengaruhi oleh perubahan proporsi penggunaan sumberdaya dan perubahan teknologi. 2) struktur produksi dalam negeri. Ketidakmerataan dalam pembagian pendapatan juga dapat terjadi karena ketidaksempurnaan pasar dan adanya gangguan yang menyebabkan persaingan dalam pasar tidak bisa bekerja secara sempurna. Perubahan ini pada dasarnya merupakan hasil akhir dari interaksi antara permintaan dan penawaran. Menurut teori pembangunan ekonomi neo-klasik perbedaan pendapatan dapat dihilangkan atau dikurangi melalui suatu proses penyesuaian otomatis. Permintaan lebih dipengaruhi oleh perkembangan pendapatan masyarakat yaitu perubahan dalam pola konsumsi. pada tahap awal pembangunan lazimnya distribusi pendapatan secara relatif cenderung memburuk. Melalui proses ini penetrasi hasil pembangunan akan menyebar secara alamiah sehingga menimbulkan keseimbangan baru. Pada proses distribusi dan proses demografi. terjadi pergeseran di dalam penggunaan sumber-sumber daya. Dengan meningkatnya pendapatan masyarakat. dan 3) pola perdagangan luar negeri. diantaranya perbedaan dalam kepemilikan sumber daya dan faktor produksi. Proses ini selanjutnya disebut sebagai proses alokasi sumberdaya. terutama kepemilikan barang modal (capital stock).komparatif dalam memproduksi barang dan jasa di satu pihak serta berubahnya pola konsumsi yang biasanya menyertai proses peningkatan pendapatan per kapita di lain pihak.

Indikator yang terakhir ini berhubungan erat dengan skala usaha. yang selanjutnya disebut sebagai rantai nilai pekerjaan.dipecahkan dengan mempergunakan beberapa pendekatan. Proses pembangunan ekonomi biasanya tidak hanya ditandai oleh perubahan atau pergeseran struktur permintaan dan penawaran barang dan jasa. Yang menarik dari perubahan dan pergerakan ekonomi serta ragam pekerjaan baru itu adalah adanya peran yang begitu penting dari teknologi informasi dan modal intelektual sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi. Terakhir adalah peningkatan rasio tenaga spesialis dan manajer terhadap seluruh angkatan kerja. angka kelahiran dan kematian. Proses ini terjadi sebagai akibat dari perubahan struktur permintaan. akan tetapi juga ditandai oleh perubahan yang terjadi dalam struktur penduduk dan ketenagakerjaan. kemudian mengubah proses fundamental dan memberi nilai tambah pada setiap tahap dalam memproduksi barang atau jasa. 2) mengarahkan investasi pada masyarakat miskin dalam bentuk pendidikan dan atau akses pada kredit yang lebih mudah. Proses ini juga mencakup peralihan berbagai hal yang terkait dengan tempat tinggal penduduk. Dengan bertambahnya sektor formal. urbanisasi. dan 4) pengalihan aset yang tersedia kepada kelompok miskin seperti halnya dengan kebijakan land-reform. Dalam sektor ketenagakerjaan. semakin banyak unit-unit usaha berskala besar maka semakin banyak diperlukan tenaga spesialis dan manajer. dan percepatan perubahan itu menuntut dunia pendidikan mempersiapkan dan menghasilkan lulusannya yang lebih berdaya juang dan berdaya saing. rasio pekerja dengan upah dan gaji terhadap seluruh angkatan kerja akan meningkat pula. Proses perubahan ini diistilahkan sebagai proses demografi. maka transformasi ekonomi dan pekerjaan pun ikut bergerak dengan sangat cepat. tingkat partisipasi angkatan kerja dan tingkat upah. diantaranya: 1) memaksimumkan pertumbuhan PDB melalui peningkatan tabungan dan alokasi sumberdaya yang lebih efisien yang mampu memberikan manfaat pada semua kelompok masyarakat. manakala terjadi penurunan cepat dari jumlah angkatan kerja dalam sektor pertanian maka akan memungkinkan terjadinya peningkatan produktivitas tenaga kerja dan upah riil di sektor tersebut. pada gilirannya akan terjadi penurunan rasio penduduk yang bekerja di sektor pertanian terhadap keseluruhan angkatan kerja. gizi serta pendidikan seiring dengan pertumbuhan pendapatan per kapita. Berawal dari structural turning point. 3) melalui sistem pajak atau alokasi langsung barang-barang konsumen. 179 . serta hal-hal yang terkait dengan ketenagakerjaan seperti pengangguran. Fenomena ini disebut sebagai structural turning point. struktur produksi dan perbaikan fasilitas kesehatan. Seiring dengan perubahan itu.

jenis inovasi itu akan muncul bunga. Inovasi dapat berbentuk: 1) memperkenalkan barang-barang baru atau barang-barang berkualitas baru yang belum dikenal konsumen. dan 4) proses peniruan (imitation) teknologi. 4) penemuan sumber-sumber ekonomi baru. Tentunya.Dalam hubungannya dengan pembahasan dan pendalaman tentang teori pertumbuhan ekonomi. kemudian berlanjut menjadi inovasi dalam output dan inovasi pada sumberdaya yang dimiliki. dan menuntut agar produk dari pekerjaan-pekerjaan itu serba lebih bagus. inovasi bukan sekedar jargon. politik dan teknologi yang kondusif untuk merangsang tumbuhnya ide-ide cerdas yang kreatif dan semangat untuk berinovasi. inovasi berpengaruh terhadap: 1) temuan teknologi. dan 5) mengoperasikan model atau struktur organisasi baru dalam industri yang mampu menciptakan efisiensi. Kesemuanya itu dapat diwujudkan manakala dipenuhinya syarat-syarat: adanya calon pelaku inovasi dalam masyarakat. Dalam hal ini. jika tidak mampu memenuhi tuntutan inovasi. Itulah alasan yang melatari pendapatnya Peter Drucker bahwa dalam ekonomi yang telah maju sekalipun. 2) keuntungan lebih. tidak terlepas dari peran dan kontribusi pemikiran Joseph Schumpeter. yang oleh Schumpeter diintrepretasikan sebagai bagian dari pajak yang dibebankan kepada entrepreneur. Faktor utama penyebab perkembangan ekonomi adalah kualitas dari proses inovasi yang dilakukan oleh para entrepreuner. lebih cepat dan lebih murah. adanya lingkungan sosial. 3) pembukaan pasar baru bagi perusahaan. 3) akumulasi modal. sebagai unsur strategis dalam aktivitas entrepreneur. Inovasi akan menghentikan siklus melingkar dari ekonomi stationer dan menghasilkan perkembangan ekonomi dengan posisi equilibrium baru pada tingkat pendapatan yang lebih tinggi. mulai dari tranformasi pengetahuan ke dalam invensi. ide-ide baru yang kreatif dan inovatif ini lahir dari proses yang panjang. Inovasi. melainkan merupakan perubahan yang spontan dan terputus-putus dengan munculnya ide-ide baru yang kreatif dan inovatif. Ia berpandangan bahwa perkembangan ekonomi itu bukan merupakan proses yang harmonis ataupun gradual. 2) memperkenalkan metode produksi baru. tapi telah menjadi keharusan. dimaksudkan sebagai aplikasi dari ide-ide baru dalam tehnik produksi dan organisasi yang akan membawa perubahan-perubahan dalam fungsi produksi. Ini sesuai dengan ragam dan sifat pekerjaan yang terus berubah. sehingga seolah-olah menjelma menjadi faktor pengganggu terhadap keseimbangan yang telah ada. Dalam kehidupan ekonomi yang makin modern. maka ekonomi tersebut akan jatuh dan hancur. tersedianya cadangan ide-ide 179 . Dalam perekonomian yang dinamis.

maka aktivitas bisnis akan terus merosot dan berimbas pada meluasnya pengangguran yang semakin berat. Sejak itu periode depresi berakhir dan kondisi ekonomi kembali mengalami pertumbuhan atau yang disebut sebagai periode ekspansi. periode depresi tidak akan dapat bertahan lama. dan 4) fase ekspansi. hingga pada gilirannya kondisi itu akan kembali menuntun pada suatu periode puncak yang baru dengan siklusnya yang akan berulang kembali. melainkan merupakan pekerjaan rutin yang dipimpin oleh manejer yang ahli dalam perusahaan besar. Siklus bisnis tersebut berproses melalui empat fase. Dalam konteks usaha sebagai fungsi wiraswasta. serta investasi. kemajuan teknologi yang dilakukan oleh para ahli dalam industri besar. 3) fase depresi. karena fungsi wiraswasta sudah usang. karena teori ini memiliki peranan penting dalam mengelola perekonomian. Dalam periode kontraksi atau resesi. dan kepercayaan bisnis merosot tajam. Kondisi ini merupakan kondisi terburuk dalam suatu perekonomian atau yang kemudian disebut sebagai periode trough atau depresi. Siklus bisnis dikonsepsikan sebagai krisis-krisis yang mengganggu perkembangan ekonomi. yaitu 1) fase puncak. inovasi tidak lagi dilakukan oleh orang per orang. karena semua pelaku bisnis ingin secepatnya bangkit dari keterpurukan. Masing-masing siklus bisnis tersebut bertalian dengan suatu periode puncak yang menunjukkan permintaan konsumen meningkat dengan cepat serta investasi dan laba bisnis adalah tinggi. serta kembalinya kepercayaan dunia bisnis. kapasitas industri terpasang tidak dapat digunakan. harga-harga yang stabil bahkan menurun.baru secara memadai. Schumpeter juga memberi perhatian terhadap teori siklus bisnis. maka kemudian periode puncak berubah menjadi periode kontraksi. Dalam kenyataannya. inovasi seakan merupakan hak dari pemimpin-pemimpin industri. maka wiraswasta dalam arti pemimpin individual tak lagi berhak memainkan peranannya dalam perekonomian. Di saat itulah berlangsung proses 179 . Dalam pada itu. Ketika permintaan konsumen dan profitabilitas mengalami pertumbuhan yang menurun. dan adanya sistem perkreditan yang menyediakan dana bagi entrepreneur untuk merealisir ide tersebut menjadi kenyataan. Semangat itulah yang kemudian mendorong upaya pemulihan ekonomi seiring dengan tumbuhnya investasi dan kesempatan kerja. 2) fase kontraksi. Kecenderungan umum yang terjadi menunjukkan bahwa ketika perusahaan berkembang semakin besar maka perasaan kemanusiaan semakin tak dimiliki. produksi dan kesempatan kerja juga berkurang. jika tidak dapat dilakukan perbaikan ekonomi. dan dengan skala yang besar itu.

Selanjutnya. evolusi ekonomi itu bukan merupakan proses pertumbuhan sederhana dimana seluruh sektor dalam kehidupan ekonomi berekspansi secara seimbang. perihal creative destruction dan economic evolution juga menjadi perhatian Schumpeter. Mengenai monopoli. Upaya Schumpeter membahas economic evolution. dan para pekerja yang kehilangan pekerjaannya menghadapi tekanan yang berat karena kehilangan kesejahteraan. maka dari itu kepada mereka perlu diberi insentif yang sesuai dan reward yang tepat. evolusi ekonomi ditandai oleh kreasi baru dan penghancuran terhadap produk dan proses lama. dimana aktivitas inovasi ditransformasi menjadi kegiatan administrasi rutin yang dilakukan oleh orang-orang bergaji dan para pemegang saham. Terkait dengan konsep creative destruction ini. Jika berhasil. Schumpeter tetap menentang implikasi kebijakan dari ide-ide Keynes yang dianggapnya sebagai ancaman bagi tumbuhnya inovasi yang merupakan faktor pendorong dalam ekonomi. Namun. Oleh sebab itu. Ia melihat kekuatan monopoli sangat ditentukan oleh para entrepreneur yang berinovasi.depersonalized. hingga kemudian pemberian insentif yang sesuai dan reward yang tepat itu beralih dan digantikan melalui rantai creative destruction oleh monopoli dari inovator baru yang menyusul berikutnya. Pertama. proses creative destruction merupakan konsep yang merefleksikan perjuangan kompetitif dan fokus terhadap reaksi-reaksi atas hilangnya kesejahteraan sementara pada tingkat mikro dan makro. ditempuh dengan menjelaskan perubahan ekonomi dengan cara-cara di luar pola yang umum. Untuk alasan-alasan penolakannya terhadap follow the crowd. yaitu inisiatif swasta. Sebaliknya. misalkan karena tekanan kompetitif. akan tetapi ancaman potensial bagi keberlangsungan perusahaan hingga menyebabkan munculnya perubahan dalam cara-cara kerja yang rutin. maka perusahaan-perusahaan itu mulai mencari inovasi atau imitasi cara-cara yang lebih baik. perusahaan-perusahaan akan tetap mengikuti cara-cara kerja yang rutin manakala masih mampu mempertahankan kinerja yang memuaskan. Herbert Simon (1982) berpendapat bahwa destruksi itu bukan destruksi sumberdaya yang sesungguhnya. 179 . ketika hal tersebut tidak lagi terjadi. perusahaan-perusahaan itu tereliminasi dan lenyap dalam proses evolusioner. Akibatnya. maka perusahaan-perusahaan itu akan membuang cara-cara kerja yang lama dan menghindari destruksi organisasi. oleh perusahaan-perusahaan lain tidak dibarengi dengan peningkatan kompetensi dan bahkan mengganti bidang spesialisasinya. Menurut model Simon. kemunculan perusahaan-perusahaan baru yang jumlahnya cukup banyak.

kreasi merupakan kejadian yang relatif independen dan bukan merupakan respons adaptif terhadap kekurangan atau tekanan lainnya. evolusi dari cara-cara kerja dalam perekonomian akan terjadi melalui rangkaian kejadian-kejadian: 1) bahwa titik equilibrium awal dari suatu sistem ekonomi didasarkan pada cara-cara kerja yang solid. Oleh sebab itu. Reaksi-reaksi ini dipengaruhi oleh kenyataan bahwa kapitalisme masih mengandung instabilitas dari creative destruction. karena proses kompetitif dalam destruksi kreatif ini mengalami penurunan yang cukup tajam. Selanjutnya. Pada akhirnya. yaitu koevolusi perekonomian dan sistem sosio-politik. namun reaksi sosiopolitis tetap ada. tidak cukup hanya dengan berinovasi. konsep creative destruction dapat dipandang sebagai alat utama untuk menghubungkan ilmu ekonomi dan sosiologi dalam masyarakat kapitalis.Dalam pandangan Schumpeter. Dari skema Schumpeter mengenai evolusi ekonomi hanya terdapat dua konsep yang saling berhubungan. Reaksi sejenis itu mendorong tindak kekerasan yang terus meningkat terhadap setiap pencapaian dari evolusi kapitalis dari para pekerja yang didukung oleh kaum intelektual. Sistem ini diasumsikan memiliki equilibrium yang membiarkan beroperasinya agen-agen ekonomi dalam cara-cara kerja yang biasa dilakukan. dan 4) bahwa evolusi ekonomi dan cara-cara lama dalam sistem perekonomian pada kondisi equilibrium dapat merusak daya inovatif. hanya cara-cara lama yang dibaharui yang dapat bertahan dan eksis dalam perekonomian. Adalah sebuah penyimpangan dari tradisi Klasik ataupun Neo-Klasik. inovasi enterepreneur muncul pertama kali melalui bekerjanya sistem ekonomi yang menyebabkan destruksi terhadap cara-cara lama. ketika John Maynard Keynes mengemukakan gagasan-gagasannya mengatasi great depression. bahwa sungguhpun konsekuensi dari evolusioner adalah kenaikan dalam standar umum kehidupan. Proses ini menciptakan reaksi sosio-politis yang dapat mengubah fungsi masa depan secara radikal. Ketika itu Keynes 179 . 2) bahwa kondisi equilibrium awal akan hancur ketika inovator-inovator memulai usahanya. Dari kejadian ini. Orang-orang yang merasa kehilangan akan cenderung bereaksi dengan kebencian dan melupakan isu penerimaan kaum kapitalis jangka panjang. Menurut Schumpeter. Argumentasinya jelas. namun secara perlahan arus inovasi menghilang karena terbatasnya kemampuan berinovasi dalam kondisi di luar equilibrium awal. 3) bahwa untuk mempertahankan suatu perekonomian yang terus meningkat. Hal ini akan meningkatkan perekonomian. perusahaan-perusahaan tua dipilih dan yang lain bertahan dari cara-cara lama yang merusak. Menurut skema ini. creative destruction ini oleh Schumpeter diformulasikan dengan skema analitis evolusi dalam pembangunan dan siklus ekonomi.

Pada tahun 1930-an. mulai memisahkan ilmu ekonomi makro (macroeconomics) dari ilmu ekonomi mikro (microeconomics). Untuk memperkuat pemikiran ekonominya. dan sering juga disebut sebagai Bapak Ekonomi Makro. Karena Keynes menganggap pentingnya peran pemerintah dalam melaksanakan pembangunan. mazhab ekonomi modern yang biasa dikenal dengan sebutan mazbab Keynesian. David Richardo dan gurunya sendiri Alfred Marshall. tingkat bunga. Pandangan Keynes ini sering dianggap sebagai awal dari pemikiran ekonomi modern. Dalam tradisi ekonomi klasik ataupun neo-klasik. peranan faktor-faktor lain tidak boleh diabaikan. sesudah great depression. pemisahan itu menjadi semakin jelas ketika muncul kesepakatan bersama antara Keynes 179 . diantaranya kekayaan yang terkumpul. Keynes berpendapat bahwa pengeluaran masyarakat untuk konsumsi dipengaruhi oleh pendapatannya. pendapatan masyarakat juga berpengaruh terhadap tabungan. Kemudian pada tahun 1930-an. Ketika itu Keynes menyampaikan kritiknya terhadap ekonomi klasik dan mengusulkan sebuah metode untuk management of aggregate demand. yaitu dari tradisi laissez faire yang dianut para pakar ekonomi masa silam seperti Adam Smith. sikap berhemat. Keynes berhasil melakukan escape dari masa lalu. Karena pandangan itu berbeda dengan aliran ekonomi Klasik ataupun Neo-Klasik maka akhirnya pandangan-pandangan itu menjadi mazhab baru. Sejak saat itu tradisi klasik ataupun neo-klasik mulai ditinggalkan dalam berbagai analisis ekonomi. Semakin tinggi pendapatan masyarakat. Namun ketika John Maynard Keynes pada tahun 1920-an. Semakin tinggi tingkat pendapatan masyarakat mengakibatkan semakin tinggi pula tingkat konsumsinya. Walaupun pendapatan penting peranannya dalam menentukan konsumsi.mengusung gagasan mengenai pentingnya keberadaaan dan peran Bank Sentral serta campur tangan pemerintah dalam perekonomian. negara semakin memainkan peranan pentingnya pada sistem kapitalism di sebagian besar kawasan dunia. keadaan perekonomian. dan distribusi pendapatan. Berdasarkan pemikiran ekonomi dan berbagai pendapat yang melatarinya. Selain itu. semakin besar pula tabungannya karena tabungan merupakan bagian pendapatan yang tidak dikonsumsi. Sistem ekonomi ini sering disebut dengan mixed economies. analisis-analisis ekonomi lebih banyak bersifat mikro. sehingga terjadi revolusi baik dalam teori maupun pada kebijakan ekonomi. Begitu juga pandangannya mengenai pendapatan dan kesempatan kerja ditentukan oleh jumlah pengeluaran swasta dan Negara. sehingga Keynes sering disebut sebagai Bapak Ekonomi Pembangunan. Keynes kemudian berhasil membentuk suatu bangunan rumah utuh dalam struktur teori-teori ekonomi baru.

politik. seperti aspek sosial. yang dimaksud dengan subyektif sesungguhnya bukan berarti peneliti melakukan penelitian secara subyektif tetapi realitas atau fenomena sosial. Jadi titik tekannya adalah menjelaskan secara utuh proses dibalik sebuah fenomena. Dalam hal ekonomi kelembagaan. definisi. Para penganut ekonomi kelembagaan percaya bahwa pendekatan multidicipliner sangat penting untuk memotret masalah-masalah ekonomi. ketika teori ekonomi konvensional terbukti tidak mampu lagi menyelesaikan masalah perekonomian karena mekanisme dan praktik-praktik ekonomi telah mereduksi hak-hak rakyat. hukum. dan 2) penelitian kualitatif telah memproklamasikan keterbatasannya. analisis ekonomi makro dilakukan dengan melihat hubungan di antara variabel-variabel ekonomi secara agregat. Lewat premis partikularitas. pendekatan ekonomi kelembagaan menggunakan metode kualitatif yang dibangun dari tiga premis penting yaitu: partikular. budaya. partikular dimaknai sebagai heterogenitas karakteristik dalam masyarakat. Karena itu lebih mendekatkan diri pada situasi dan kondisi yang ada pada sumber data. karakteristik. Dalam hal ini.dan para ekonom lain. simbol. 179 . metafora. Untuk mendekati gejala ekonomi. dan deskripsi atas sesuatu. Kedua. Oleh karena itu studi ekonomi kelembagaan semakin memperoleh tempat sebagai pendekatan alternatif bagi ekonomi dunia saat ini. Artinya setiap fenomena sosial selalu spesifik dan merujuk pada kondisi sosial tertentu. dengan berusaha menempatkan diri serta berpikir dari sudut pandang orang dalam atau yang dalam ranah antropologi disebut dengan emic. Ekonomi kelembagaan yang dimaksudkan adalah cabang ilmu ekonomi yang percaya adanya peran besar dari lembaga-lembaga dalam kinerja ekonomi suatu masyarakat. tetapi yang ditekankan ialah bagaimana pemaknaan. dan yang lain sebagai satu kesatuan analisis. subyektif dan. sebetulnya penelitian kualitatif langsung berbicara dua hal: 1) fenomena sosial tidak bersifat tunggal. karena batasan dan aturan yang dibuat masyarakat yang bersangkutan dipatuhi atau dapat dipaksakan pemenuhannya. yang dimaksud nonprediktif ialah bahwa dalam paradigma penelitian kualitatif sama sekali tidak masuk ke wilayah prediksi ke depan. konsep. nonprediktif. Ketiga. dan ketika krisis keuangan global yang menerpa dunia saat ini telah memporakporandakan tatanan ekonomi. Pertama. menjadikan mainstream ekonomi yang berpijak pada pendekatan ekonomi klasik semakin dipertanyakan eksistensinya.

kesepakatan. institusi adalah peraturan perundang-undangan berikut sifat-sifat pemaksaan dari peraturan-peraturan tersebut serta norma-norma perilaku yang membentuk interaksi antara manusia secara berulang-ulang. organisasi sosial. Hanya dengan bermodalkan kepercayaan itulah maka Grameen Bank mampu mengatasi masalah kemiskinan di Bangladesh. Bagi North. Dalam hal ini. organisasi ekonomi. Intinya. hukum kontrak dan pemilikan tanah. yakni dengan jalan mendesain aturan main/kelembagaan. keputusan ekonomi tidak bisa menyandarkan sepenuhnya pada kekuatan rasionalitas.Dalam ekonomi kelembagaan menekankan bahwa manusia menciptakan dan menggunakan lembaga-lembaga tertentu untuk memecahkan berbagai konflik ekonomi dalam masyarakat. North juga membedakan institusi dengan organisasi. maka ekonomi kelembagaan mencari kemungkinan-kemungkinan tindakan bersama dan kerjasama antar manusia untuk mengatasi konflik ekonomi sosial yang ada. Beberapa contoh institusi yang mampu memberikan insentif tersebut adalah hukum paten dan hak cipta. 179 . model kesepakatan yang dibuat (teori kontrak). laws dan constitutions. norma dan keyakinan individu/komunitas. institusi dimaknai sebagai the rules of the game. North menyatakan bahwa kelembagaan ekonomi dibentuk oleh aturan-aturan formal berupa rules. Sedangkan yang dimaksud sebagai organisasi disini adalah organisasi politik (misalnya partai politik. Seluruhnya merupakan penentu terbentuknya karakter dan struktur masyarakat serta kinerja ekonominya. dan organisasi pendidikan. insentif untuk berkolaborasi. serta aturan informal berupa norma. DPR. Jika ekonomi ortodoks percaya bahwa persaingan bebas akan menghasilkan harmoni dan efisiensi. Sebagai tokoh ekonomi kelembagaan baru. dan pilihan atas kepemilikan aset fisik atau non fisik (teori hak kepemilikan). dan DPRD). dan lain-lain. sedangkan organisasi bermakna sebagai their entrepreneurs are the players. Praktik-praktik ekonomi yang memberikan peran kepada lembaga-lembaga keuangan mikro secara lebih proporsional seperti yang ditempuh oleh Muhammad Yunus (peraih Nobel perdamaian Tahun 2009) menjadikan trust sebagai modal utama dalam membangun Grameen Bank. dan selalu ada insentif bagi individu untuk berperilaku menyimpang sehingga sistem ekonomi tidak bisa dibiarkan hanya dipandu oleh pasar. desain aturan main. Dalam hal ini diperlukan kelembagaan non pasar untuk melindungi agar pasar tidak terjebak pada kegagalan yang tidak berujung pangkal. Kehadiran ekonomi kelembagaan ini salah satunya dimaksudkan untuk mewartakan bahwa kegiatan ekonomi sangat dipengaruhi oleh tata letak antarpelaku ekonomi.

dan gedung hanyalah sekumpulan material bahan bangunan.Banyak bukti empirik menunjukkan bahwa kelembagaan merupakan penentu utama kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang. paradigma pembangunan ekonomi telah menjurus kepada munculnya kesadaran baru tentang peran pengetahuan. dan kelompok-kelompok kekuatan lain tak bisa leluasa mengambil alih pendapatan dan investasi pihak lain. dan APEC. segala lapisan masyarakat memperoleh ruang gerak yang luas untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi. Para pakar maupun institusi global seperti OECD. Kelembagaan yang lebih baik. memberikan definisi knowledge economy sangat beragam. Dari pemahaman dan kesadaran itulah kemudian muncul istilah knowledge economy. dan kemudian diaplikasikan dalam berbagai industri yang menghasilkan produk-produk inovatif dengan nilai tambah yang besar. Aktivitas ini berlangsung di sekitar kawasan universitasuniversitas dan pusat-pusat riset terkemuka pada sebagian besar negara maju di dunia. gedung dan lainnya hanyalah derivasi dari pengetahuan. Uang misalnya. Knowledge economy pada awalnya dikembangkan melalui networking antara dunia kampus dengan dunia bisnis dan pemerintah. Kini. World Bank. Memang terbukti bahwa negara yang memiliki landasan kelembagaan lebih baik pada masa lalu adalah negara yang sekarang lebih makmur. mesin. Dengan demikian. diadaptasi. knowledge didiseminasikan. Tingkat kebermaknaan dari setiap bentuk modal tersebut bagaimanapun akan sangat ditentukan oleh kepemilikan pengetahuan. Melalui networking itulah. namun pada intinya knowledge economy itu ditandai dengan penciptaan dan eksploitasi pengetahuan yang memainkan peran dominan dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Tanpa pengetahuan. Perlu ditegaskan disini bahwa pengetahuan itu adalah bentuk primer dari modal. Dalam proses aplikasi ini diperoleh feedback yang menghasilkan knowledge baru yang dapat menciptakan nilai yang lebih besar. paling tidak menghasilkan dua hal: pertama. para elite. sehingga keberadaannya makin mendapat perhatian oleh banyak kalangan dan dipandang menjadi faktor penggerak yang utama dalam pembangunan ekonomi. Mesin hanyalah sekumpulan besi-besi. Sedangkan modal yang lain seperti uang. 179 . kedua. politisi. semua bentuk modal tersebut nyaris tak berarti apa-apa. pengetahuan dapat memberikan kehidupan dan makna bagi semua bentuk modal itu sehingga bernilai dan berguna bagi manusia. hanyalah selembar kertas yang hampir-hampir tidak ada nilainya.

diantaranya: 1) dikendalikan oleh teknologi. 3) teknologi dapat meningkatkan nilai pengembalian investasi yang tidak dapat dilakukan bila hanya menambah tenaga kerja dan sumberdaya material. Ada beberapa alasan yang mendasari mengapa pengetahuan memiliki peran dominan. ekonomi. integrasi pengetahuan dan informasi dalam aktivitas ekonomi dan bisnis telah sedemikian besar sehingga mempengaruhi perubahan-perubahan struktural dan operasional ekonomi dan bisnis. Beberapa dimensi dari Knowledge economy. Makin besar akumulasi pengetahuan di suatu negara maka ekonominya akan tumbuh berkelanjutan.Siklus dalam memproduksi pengetahuan berlangsung secara terus menerus sehingga terjadi akumulasi kapabilitas pengetahuan sebagai sumber keunggulan daya saing yang berkelanjutan. dan 5) berdampak terhadap aktivitas sosial di setiap negara termasuk sistem institusi dan inovasi serta pengembangan sumberdaya manusia. terutama teknologi informasi dan komunikasi (ICT). Setiap negara akan memperoleh manfaat dari pembangunan knowledge based economy dan meraih kemajuan menuju kesejajaran dalam proses pembangunan global. 2) upaya pengembangan teknologi baru dapat menciptakan technical platform untuk inovasi lebih lanjut yang memainkan peran kunci dalam pertumbuhan ekonomi. Dalam perpektif knowledge economy. diantaranya: 1) pengetahuan adalah bentuk dasar dari kapital. Investasi pada R & D untuk inovasi teknologi dapat menciptakan peluang yang lebih besar dalam memperoleh return karena dicapai monopoli teknologi yang sulit ditiru oleh pesaing. 4) dimungkinkan dilakukannya integrasi dan pooling intellectual untuk memacu pembangunan suatu negara. Pertumbuhan ekonomi sangat tergantung pada akumulasi pengetahuan. 2) telekomunikasi dan networking distimulir oleh pertumbuhan ICT yang cepat. Realitas ini kemudian mendorong terjadinya transformasi yang mempengaruhi 179 . teknologi dan budaya. Akhir-akhir ini. dan menetrasi ke semua aspek kehidupan manusia dan menciptakan masyarakat informasi. Knowledge economy bukan semata digital economy. 3) pengetahuan yang berbasis informasi didukung oleh budaya dan nilai-nilai spiritual telah menjadi kekuatan independen dan faktor penting dalam transformasi sosial. keberhasilan ekonomi atau bisnis menghadapi persaingan lebih ditentukan oleh strategi manajemen pengetahuan daripada strategi alokasi aset fisik dan keuangan. ia merupakan sesuatu yang sangat kompleks dan merupakan fenomena yang terus merambah luas ke semua aspek kehidupan. dan 4) berbeda dengan ekonomi tradisional. investasi dan teknologi membuat keduanya lebih bernilai yang menyebabkan tingkat pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dan berkelanjutan.

2) kerjasama riset diantara perusahaan. 3) difusi knowledge dan teknologi kepada perusahaan melalui adopsi mesin dan peralatan baru. Menurut OECD ada empat bentuk alur pengetahuan. 5) perdagangan intangible assets berkembang pesat dalam knowledge economy. Kajian mutakhir terhadap berbagai dimensi dan peran pengetahuan menyimpulkan lima megatrend yang sedang mengemuka dalam pembangunan ekonomi: 1) industri menjadi lebih padat pengetahuan (knowledge intensive). Karena itu. industri-industri semacam ini akan mendominasi pasar global. Karena itu. 4) intangible assets yang dimiliki perusahaan jauh lebih besar nilainya dibandingkan dengan tangible assets. universitas dan institusi riset publik termasuk co-patenting dan co-publishing. pada suatu perekonomian yang senantiasa meningkatkan kapasitas aset nir fisiknya. Implikasinya. modal intelektual. penguasaan pengetahuan yang disertai dengan kepemilikan aset nir-fisik atau sumberdaya unik dan sulit ditiru menjadi sangat diperlukan dalam meningkatkan daya saing dan daya juang. dioptimalkan pengelolaan dan pemanfaatannya secara terus menerus agar menjadi sumber utama pembaharuan dan inovasi dalam sebuah perekonomian. Dalam hubungannya dengan pengembangan inovasi. dan 4) mobilitas personal yang membawa tacit knowledge khususnya antara sektor publik dan privat. yaitu modal sosial. akan memiliki platform yang tangguh dalam melakukan inovasi secara terus menerus sehingga menghasilkan proses dan produk baru yang lebih berninilai dan demanding. Dari pemahaman ini dapat disimpulkan bahwa inovasi bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri. Alur ilmu pengetahuan bertalian erat dengat proses inovasi. pada industri-industri yang memiliki basis pengetahuan yang kuat. menurut hemat saya ada beberapa komponen aset nir fisik yang perlu mendapat perhatian dan perlakuan lebih. dan modal spiritual. pengetahuan dan aset tersebut harus ditingkatkan kualitasnya. Ringkasnya. memperluas jaringan ekonomi dan bisnisnya serta teguh mentaati prinsip-prinsip etika bisnis 179 .basis keunggulan kompetitif. 2) penggunaan informasi dan knowledge pada produk dengan fungsi dan kemanfaatan yang lebih baik (smart products) sehingga dapat membentuk harga premium. 3) informasi memainkan peran yang sangat penting dalam sistem ekonomi. Dengan demikian. Inovasi akan tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan jika ditopang dan mengakarkan dirinya pada kekuatan mutu aset nir fisik. yaitu 1) interaksi diantara perusahaan melalui aktivitas kerjasama riset.

maka akan makin besar peluang inovasi yang dapat dilakukan dan ditumbuhkembangkan dalam perekonomian tersebut. Kemukakanlah pendapat saudara tentang paradigma baru pembangunan ekonomi? 2.dalam kegiatan bisnis yang dilakukannya. Apa yang saudara ketahui tentang variabel-variabel utama pembangunan ekonomi? 5. Jelaskan keterkaitan antara pertumbuhan ekonomi dengan keberlanjutan pembangunan ekonomi! 9. Dan disanalah peran ekonomi pengetahuan itu dapat dibuktikan. Jelaskanlah konsep dan dimensi pembangunan ekonomi! 4. Sebutkan dan jelaskan sumber-sumber baru pertumbuhan ekonomi untuk kasus pembangunan ekonomi di Indonesia! 7. Kemukakanlah pendapat saudara tentang praktik-praktik pembangunan ekonomi di Indonesia dari perspektif paradigna baru pembangunan ekonomi! 179 . konstruksikanlah pengetahuan saudara dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini: 1. LATIHAN Setelah mempelajari keseluruhan materi pada bab ini. faktor-faktor apa saja yang menentukan keberhasilan pembangunan ekonomi? 8. Konstruksikan kembali konsep pembangunan ekonomi yang saudara anggap paling ideal untuk kasus Indonesia! 3. Telusurilah hambatan-hambatan dalam pembangunan berkelanjutan dan upaya-upaya yang telah dilakukan untuk kasus di Indonesia! 10. Bedakanlah modal fisik dan modal nir fisik menurut karakteristiknya! 6. Menurut saudara.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->