LKS PKN!

Yuliani Santoso XI.AK.

1 pkn
1. Carilah satu bentuk perjanjian internasional yang pernah dilakukan Indonesia! Kemudian analisis perjanjian tersebut dari sudut pandang klasifikasinya, istilahnya, tahap-tahap pembuatannya dan pelaksanaan perjanjian tersebut!  Ditandatanganinya perjanjian ekstradisi pada tanggal 28 April 2007 di Istana Tampak Siring, Bali, merupakan babak baru untuk membuka hubungan antara Indonesia Singapura setelah proses panjang penuh dinamika lebih dari 30 tahun. Sebelumnya Singapura hanya mengadakan perjanjian ekstradisi dengan negaranegara persemakmuran Inggris dan berinteraksi dengan negara-negara sekutu. Perjanjian ekstradisi tersebut menyangkut 31 jenis kejahatan antara lain terorisme, korupsi, penyuapan, pemalsuan, uang kejahatan perbankan, pelanggaran hukum perusahaan dan kepailitan. Namun, masih ada kemungkinan di masa depan ditambahkan tindak pidana lain khususnya jenis-jenis kejahatan baru. Melalui perjanjian ekstradisi, pemerintah berharap para penegak hukum baik Indonesia maupun Singapura mejadi lebih luas dalam melacak dan mengejar para tersangka khususnya tersangka kasus korupsi serta memulangkan aset-aset koruptor sejumlah 1300 triliun rupiah. Pada tanggal 28 April 2007, DCA (Defence Cooperation Agreement) dan MTA (Military Training Area) ikut ditandatangani sebagai timbal balik terhadap penandatanganan perjanjian ekstradisi. Salah satu isi perjanjian tersebut adalah Singapura diperbolehkan melakukan latihan militer dan dapat melaksanakan latihan bersama-sama dengan negara lain di daerah Indonesia. Singapura merupakan negara kecil yang memiliki kekuatan tempur yang besar. Ketersediaan lahan parkir seluruh armada tempur serta lahan untuk latihan militer merupakan hal yang mutlak dilakukan. Oleh karena itulah Singapura mau menandatangani perjanjian ekstradisi.
 Perjanjian ekstradisi ini termasuk ke dalam ke dalam klasifikasi perjanjian

internasional yang melahirkan kaidah hukum yang khusus berlaku bagi para pihak yang terikat. Perjanjian ini hanya terbatas bagi para pihak yang melakukan perundingan, maka kaidah hukum yang dilahirkannya juga berlaku hanya pada pihak-pihak yang bersangkutan saja. Perjanjian semacam ini dapat berbentuk perjanjian bilateral maupun perjanjian multilateral terbatas. Kaidah hukum yang terkandung dalam perjanjian semacam ini tidak akan berlaku bagi pihak lain, karena memang dalam perumusannya hanya ditujukan bagi negara yang menjadi pihak saja. Perjanjian ini dapat dikatakan sama dengan perjanjian khusus atau tertutup. Tetapi kaidah hukum yang terkandung dalam perjanjian ini juga dapat berkembang menjadi kaidah hukum yang berlaku umum, apabila substansi dari perjanjian khusus tersebut diikuti dengan materi yang sama maupun dengan melakukan praktik-

Penandatanganan merupakan tahap akhir untuk melegalisasi suatu naskah perjanjian internasional yang telah disepakati oleh kedua pihak. perdamaian. 2. Proses seperti inilah yang kemudian disebut perkembangan suatu perjanjian khusus menjadi kaidah hukum yang berlaku umum melalui proses pembentukan hukum kebiasaan internasional. 4. 5. Perundingan merupakan tahap kedua untuk membahas substansi dan masalah-masalah teknis yang akan disepakati dalam perjanjian internasional.praktik yang isi dan jiwanya sama dengan yang terkandung dalam perjanjian– perjanjian khusus mengenai masalah yang sama yang sudah ada dan berlaku sebelumnya. Pengesahan dengan undang-undang memerlukan persetujuan DPR. Dan pengesahan suatu perjanjian internasional dilakukan berdasarkan ketetapan yang disepakati oleh para pihak. Penjajakan merupakan tahap awal yang dilakukan oleh kedua pihak yang berunding mengenai kemungkinan dibuatnya suatu perjanjian internasional. Perumusan Naskah merupakan tahap merumuskan rancangan suatu perjanjian internasional. sebagai berikut: 1. Perjanjian ini mulai berlaku setelah terpenuhinya prosedur pengesahan yang diatur dalam undang-undang. pertahanan. Dan biasanya dilakukan dengan membubuhkan inisial atau paraf pada naskah perjanjian internasional oleh ketua delegasi masing-masing. Pengesahan (ratification) Merupakan suatu perbuatan hukum yang sangat penting karena mengikat negara dengan subjek hukum internasional lainnya.  Tahapan dalam pembentukan perjanjian internasional. Penerimaan merupakan tahap menerima naskah perjanjian yang telah dirumuskan dan disepakati oleh para pihak. 6. Pengesahan perjanjian ini dilakukan dengan undang-undang atau keputusan Presiden. Karena berkenaan dengan masalah politik.  Keuntungan dan Kerugian Perjanjian ini : Indonesia memperoleh keuntungan berupa pengembalian aset-aset negara. 3. penangkapan koruptor tanpa prosedur yang berbelit-belit serta peningkatan ketrampilan personel TNI dalam menggunakan peralatan tempur yang canggih milik . dan keamanan negara.

Jadi. ada negara yang ilmu pengetahuan dan teknologinya sudah sangat maju. Seperti organisasi seperti PBB secara rutin memberikan bantuan ekonomi kepada negara-negara miskin untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.hal yang tidak diinginkan sehingga tidak mengancam keamanan nasional negara. Kerugian bagi Indonesia adalah Singapura mengetahui kelebihan dan kekurangan kondisi geografi daerah latihan TNI. Kerja sama ekonomi antar negara apalagi dengan negara maju ataupun dengan sesama negara berkembang dapat mempercepat proses pembangunan ekonomi negara-negara berkembang seperti Indonesia. mengapa suatu negara perlu bekerja sama dengan negara-negara lain baik negara maju. Mereka memerlukan bantuan dan kerja sama dengan negara lain untuk ikut memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi.Singapura. atau pun negara miskin yang dapat hidup sendiri. tetapi ada juga negara yang keadaannya justru sebaliknya. Oleh karena itu dapat dipahami bahwa tidak ada satu pun negara di dunia baik negara maju. Keuntungan bagi Singapura adalah dapat meningkatkan kemampuan dan ketrampilan di bidang militer. ada negara yang memiliki banyak tenaga kerja. Di antara negara-negara yang ada di seluruh dunia negara Indonesia termasuk salah satu bagiannya. Berkaitan dengan hal tersebut sudah barang tentu sebagai warga negara perlu mendukung segala kebijakan pemerintah berkaitan dengan pelaksanaan hubungan internasional. dapat mengejar ketinggalan dari negara maju dan dapat memenuhi kebutuhan hidup penduduk yang tidak terpenuhi karena tidak mampu menghasilkan kebutuhan tersebut. Hubungan internasional dapat berbentuk perdagangan internasional ataupun kerja sama ekonomi. berkembang. Jadi. bagi negara-negara maju maupun berkembang sudah menjadi kewajiban untuk menolong negara-negara miskin tersebut. . Ada Negara yang kaya akan sumber alam. Lalu apakah Indonesia perlu bekerja sama dengan negara miskin? Sekarang ini kerja sama ekonomi selain mempunyai tujuan memperoleh keuntungan materi tapi juga diiringi dengan tujuan untuk meningkatkan persahabatan yang tercipta melalui kerja sama ekonomi inilah kedamaian regional maupun internasional diharapkan dapat terwujud sehingga dapat menigkatkan perdamaian dunia. 2. Masalah yang dihadapi Indonesia juga dialami oleh negara-negara lain di dunia. Tunjukan pendapat anda. atau negara miskin!  Kerja sama antar negara dilakukan karena setiap negara memiliki keunggulan dan kekurangan dibanding negara lain. Indonesia harus mengawasi peminjaman lahan latihan militer Singapura untuk menghindari hal. karena Singapura tidak mempunyai cukup lahan untuk melakukan latihan militer. berkembang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful