NILAI KADAR NORMAL

Adieztyana Luky Gustiasih Widrati Rizkia Dara Febrina Master subtitle style Click to edit Sisca Anggreini POLTEKKES KEMENKES JAKARTA II JURUSAN GIZI

4/22/12

4/22/12

Nilai normal :   Albumin adalah protein yang larut air, membentuk • Dewasa: lebih dari 50% 3,8 - plasma, protein 5,1 gr/dl • ditemukan hampir Anak : di4,0 - 5,8 gr/dl setiap jaringan tubuh. • Bayi : Albumin 4,4 - 5,4 gr/dl diproduksi di hati, • 4/22/12 Bayi baru lahir:

Calsium (Ca)
Nilai normal : Merupakan elektrolit dalam • Dewasa serum, berperan 9-11 dalam mg/dl • keseimbangan Anak elektrolit, 9 -11,5 mg/dl pencegahan • Bayi  tetani, dan dapat dimanfaatkan 10 -12 mg/dl untuk mendeteksi • 4/22/12 Bayi baru lahir gangguan hormon

Natrium
Nilai normal dalam serum :    Natrium adaiah   salah satu Dewasa  mineral yang 135-145 mEq/L banyak terdapat pada cairan Anak  elektrolit 135-145 mEq/L ekstraseluler (di Bayi  luar sel), 134-150 mEq/L mempunyai efek menahan air, 4/22/12 berfungsi untuk

Nilai normal :   Kalium merupakan Dewasa elektrolit tubuh yang terdapat 3,5 - 5,0 mEq/L pada cairan Anak vaskuler (pembuluh 3,6 - 5,8 mEq/L darah), 90% Bayi  dikeluankan 3,6 - 5,8 mEq/L melalui urin, 4/22/12 rata-rata 40

Clorida (Cl)
Nilai normal : Merupakan elektrolit Dewasa   bermuatan 95-105 banyak negatif, mEq/L terdapat pada Anak  cairanmEq/L 98-110 ekstraseluler (di Bayi luar sel), tidak berada dalam 95 -110 mEq/L serum, berperan Bayi baru lahir 4/22/12 penting dalam

Calsium (Ca)
Nilai normal : Merupakan elektrolit dalam Dewasa serum, berperan dalam 9-11 mg/dl keseimbangan Anak elektrolit, pencegahan 9 -11,5 mg/dl tetani, dan dapat Bayi  dimanfaatkan 10 -12 mg/dl untuk 4/22/12 Bayi baru lahir mendeteksi

Hemoglobin (Hb)
Nilai normal Hemoglobin (H b) merupakan molekul protin di • Anak 6 bulan - 6 tahun dalam sel darah merah yang 11,0 bergabung • Anak 6 tahun - 14 tahun dengan oksigen 12,0  dan karbon dioksida untuk • Pria dewasa diangkut 13,0 4/22/12 melalui sistem

Lanjutan hemoglobin
Yang mempengaruhi kadar hemoglobin
1. 2.

Kecukupan Besi dalam Tubuh Metabolisme Besi dalam Tubuh

4/22/12

4/22/12

Kolesterol 
Kolesterol adala h metabolit yang mengandung lemak sterol (bahasa Inggris: waxy steroid) yang ditemukan pada membran 4/22/12 sel dan di

HDL (High Density Lipoprotein)
Nilai normal salah satu dari 3 Merupakan :  komponen lipoprotein (kombinasi protein dan lemak), mengandung • Pria  kadar protein tinggi, sedikit trigliserida >55 mg/dl dan fosfolipid, mempunyai sifat umum • protein dan terdapat dalam plasma Wanita darah. HDL sering disebut juga lemak >65 mg/dl baik, yang dapat membantu mengurangi penimbunan plak pada pembuluh darah.
4/22/12

LDL (Low Density Lipoprotein)
Nilai normal : Merupakan lipoprotein plasma yang mengandung sedikit trigliserida, fosfolipid sedang, protein sedang, dan LDL normal : kurang dari 100 mg/dl kolesterol tinggi. LDL mempunyai LDL di atas normal : pencetus peran utama sebagai 100 – 129 mg/dl terjadinya penyakit sumbatan LDL cukup tinggi (sebelum beresiko) : pembuluh darah yang mengarah ke 130 – 159 mg/dl serangan jantung, stroke, dan Iain-Iain. LDL tinggi (beresiko tinggi) : 160 – 189

o o o o

mg/dl

4/22/12

o

LDL sangat tinggi : lebih dari 190 mg/dl

Trigliserida
 Trigliserida  Nilai normal o o o o

adalah sejenis lemak Kurang dari 150 : Normal dalam darah Anda 150-199 : Batas normal- tinggi yang bermanfaat sebagai sumber 200-499 : Tinggi energi. Sama atau lebih dari 500 : Sangat tinggi

4/22/12

4/22/12

Tes Fungsi Hati
Tes fungsi hati termasuk ALT. 7 - 55 unit per liter (U/L) dalam kelompok tes  AST. 8 - 48 U/L darah yang bertujuan  ALP. 45 - 115 U/L untuk mengukur enzim  atau protein tertentu gram per desiliter 9g/dL) Albumin. 3,5 - 5,0 dalam darah. Tes ini  Total Protein 6,3 - 7,9 g/dL dapat membantu  mendeteksi, Bilirubin 0,1 - 1,0 mg/dL mengevaluasi, dan  GGT 0 - 30 U/L memonitor penyakit atau  LDH 122 hati. kerusakan - 222 micromole per liter (mcmol/L)  Peningkatan12,5 detik PT. 10,9 - atau penurunan kadar protein dan enzim tertentu dalam darah di luar kadar normal 4/22/12
 

4/22/12

Warna urine
 Hitam:

baru mengkonsumsi tablet besi (ferri sulfat), sedang minum obat parkinson (levodopa), methemoglobunuria. mengkonsumsi obat antidepresi (amitriptilin), antibiotik saluran kemih (nitrofurantoin), atau karena infeksi Pseudomonas pada saluran kemih. gangguan fungsi ginjal, mengkonsumsi antibiotik (sulfonamid atau metronidazol), dan konsumsi obat parkinson (levodopa). gelap (seperti 4/22/12 hepatitis fase akut, teh):

 Biru:

 Coklat:

 Kuning

Lanjutan warna urine

Oranye-merah: dehidrasi sedang, demam, konsumsi antikoagulan oral, trauma ginjal, konsumsi deferoksamin mesilat, rifampisin, sulfasalazin, laksatif (fenolftalein).

infeksi bakteri, kelebihan biliverdin, konsumsi vitamin tertentu. Bening (tidak berwarna sama sekali): terlalu banyak minum, sedang 4/22/12

Hijau:

Berat Jenis

Nilai normal: 1.003 s/d 1.030 g/mL jenis urin yang lebih dari normal menunjukkan gangguan fungsi ginjal, infeksi saluran kemih, kelebihan hormon antidiuretik, demam, diabetes melitus, diare / dehidrasi. jenis urin yang kurang dari normal menunjukkan gangguan fungsi ginjal berat, diabetes insipidus, atau konsumsi antibiotika (aminoglikosida). 4/22/12

 Berat

 Berat

pH
 Nilai  pH

normal: 5.0-6.0 (urin pagi), 4.5-8.0 (urin sewaktu) lebih basa: habis muntah-muntah, infeksi atau batu saluran kemih, dan penurunan fungsi ginjal. Dari faktor obat-obatan: natrium bikarbonat, dan amfoterisin B. lebih asam: diet tinggi protein atau diet tanpa kalori, diabetes melitus, asidosis tuberkulosis 4/22/12 dan ginjal,

 pH

Glukosa
 Nilai

normal: negatif

 Biasa

di uji dengan tes benedict yang menghasilkan warna-warna tertentu

4/22/12

Lanjutan
 Glukosa

urin positif tidak selalu berarti diabetes melitus, walaupun memang penyakit ini yang paling sering memberi hasil positif pada uji glukosa urin. Makna lain yang mungkin: Penyakit ginjal (glomerulonefritis, nefritis tubular, sindroma Fanconi). Penyakit hepar dan keracunan logam berat.
4/22/12 Faktor farmakologis (indometasin,

o o o

Protein
 Nilai

normal: negatif (uji semikuantitatif), 0.03-0.15 mg/24 jam (uji kuantitatif) dapat diuji dengan asam sulfosalisilat 20%, asam sulfat 6%, atau dengan reagen strip

 Protein

4/22/12

4/22/12

Lanjutan
Hasil abnormal (positif) dalam uji proteinuria dapat berarti:
 Masalah

nonginjal (gagal jantung kongestif, asites, infeksi bakteri, keracunan). (leukemia dan keganasan tulang yang bermetastasis). sementara (pada dehidrasi, 4/22/12

 Keganasan  Proteinuria

Keton
 Nilai  Uji

normal: negatif

ketonuria dimaksudkan untuk mendeteksi adanya produk sampingan penguraian karbohidrat dalam urin. Ketonuria dulu diperiksa dengan metode Rothera, dan sekarang digunakan dipstik. Hasil positif dapat ditemukan pada ketoasidosis diabetik, alkoholisme, diet tinggi lemak, penyakit glikogen, dan konsumsi obat-obatan tertentu (levodopa dan obat-obat anestetik).

4/22/12

4/22/12

Urobilinogen

Nilai normal: 0.1-1 Ehrlich U/dL (dipstik), atau positif s/d pengenceran 1/20 (Wallace-Diamond) dapat disebabkan oleh Penyakit hepar dan empedu (hepatitis akut, sirosis, kolangitis) ,infeksi tertentu (malaria, mononukleosis) Polisitemia vera ataupun anemia, Keracunan timah hitam ada urobilinogen sama sekali

 Urobilinogenuria

 Tidak

Bilirubin
 Nilai

normal: negatif, maksimal 0.34 μmol/L

Bilirubinuria dapat disebabkan oleh:
 Penyakit  Infeksi

hepar (sirosis, hepatitis alkoholik), termasuk efek hepatotoksisitas. atau sepsis. (terutama hepatoma dan karsinoma saluran empedu).

 Keganasan

4/22/12

Nitrit
 Nilai

normal: negatif (kurang dari 0.1 mg/dL, atau kurang dari 100.000 mikroorganisme/mL) urin digunakan untuk skrining infeksi saluran kemih.

 Nitrit

4/22/12

Eritrosit
 Nilai

normal: 0-3 sel per lapang pandang besar Eritrosit dalam urin yang berlebihan (mikrohematuria) dapat ditemukan pada urin wanita menstruasi dan perlukaan pada saluran kemih; baik oleh batu, infeksi, faktor trauma, maupun karena kebocoran glomerulus.

4/22/12

Leukosit
 Nilai

normal: 2-4 sel per lapang pandang besar yang berlebihan dalam urin (piuria) biasanya menandakan adanya infeksi saluran kemih atau kondisi inflamasi lainnya, misalnya penolakan transplantasi ginjal.

 Leukosit

4/22/12

Cast/inklusi
 Nilai  Cast

normal: ditemukan cast hialin dalam jumlah sedang, tanpa adanya inklusi. merupakan kumpulan sel-sel yang dikelilingi suatu membran. Biasanya cast selain hialin (misalnya cast eritrosit atau cast leukosit) menunjukkan kerusakan pada glomerulus (glomerulonefritis kronik). Inklusi sitomegalik menunjukkan infeksi sitomegalovirus (CMV) atau campak.

4/22/12

Kristal
 Nilai

normal: ditemukan kristal dalam jumlah kecil Kristal yang ditemukan dalam urin tergantung pada pH urin yang diperiksa. Pada urin asam dapat ditemukan kristal asam urat. Pada urin netral ditemukan kristal kalsium oksalat. Pada urin basa mungkin terlihat kristal kalsium karbonat dan kalsium fosfat. Ada juga sejumlah kristal yang dalam keadaan normal tidak ada; antara lain kristal tirosin, sistin, kolesterol, dan bilirubin.

4/22/12

Bakteri, jamur, dan parasit
 Nilai  Nilai

normal bakteri: negatif.

normal jamur dan parasit: negatif Bakteri yang dapat menimbulkan infeksi saluran kemih mungkin ditemukan dalam urinalisa, antara lain E.coli, Proteus vulgaris, Neisseria gonorrhoea dan Pseudomonas aeruginosa. Sedangkan parasit yang mungkin ditemukan dalam urin adalah Schistosoma haematobium dan mikrofilaria spesies tertentu.

4/22/12

NILAI KADAR NORMAL LABORATORIUM FESES

4/22/12

Pemeriksaan Feses
Meliputi: Pemeriksaan makroskopik (dapat dilihat dengan mata telanjang: konsistensi, warna, darah, lendir). Adanya darah dan lendir menandakan infeksi yang harus segera diobati, yaitu infeksi karena amuba atau bakteri shigella.

4/22/12

Bentuk dan Tekstur
Hino (1989), berdasarkan penampakannya feces dapat dikelompokan, menjadi enam kelompok, yaitu : feces bola keras, feces keras, feces normal seperti pisang, feces lunak seperti pasta, feces muddy, seperti lumpur, serta feces berair. Pada umunya feces normal mengandung air sebanyak 70 sampai 80%,

4/22/12

Warna Feces
Warna pigmen empedu, yaitu bilirubin, yang menyebabkan feces berwarna hijau, kuning, coklat, sampai hitam Bila fecesnya bersifat asam, feces berwarna kuning, dan bila feces mendekati kuning, dan neutral, warna berubah dari oranye menjadi coklat dan bila bersifat alkali (basa) fecesnya berwarna hijau atau hitam kecoklatan

4/22/12

Bau Feces
Senyawa yang menyebabkan bau feces sama dengan yang menyebabkan bau flatus, yaitu ; indole, skatol, hydrogen sulfida, amine,asam asetat dan asam butirat. Asam asetat dan asam butirat, terbentuk terutama dari hasil fermentasi gula yang terjadi didalam saluran pencernaan oleh bakteri usus.

4/22/12

4/22/12

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful