Burger Butho

Hari Sabtu SMAN 1 Bululawang pulang pagi, karena guru-guru mengadakan rapat. Karena hari itu Ien baru jadian sama Dika, ia mempunyai ide untuk mentraktir sahabatnya di burger butho. Andam, Ieka, Uni, Dini, Oci, Irent, dan Pipi sangat setuju karena bisa makan gratis dan enak. Mereka pergi ke burger butho yang tempatnya di JalanKaliwungu- Malang. Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit mereka sampai di burger butho tapi apa yang terjadi??? burger butho baru buka jam 12.00 , sedangkan sekarang masih jam 10.00. Mereka harus menunggu selama 2 jam. “Hey!!! Dari pada kita nunggu disini, gimana kalu kita ke rumah bude ku di Joyo Grend” kata Dini. “Wah ide bagus tuh Din...” kata Ien “Hah....!!!!!! Joyo Grend????” kata Pipi sambil melotot “Iya... daripada kita disini nganggur mendingan kita jalan-jalan kesana”kata Dini sambil tersenyum “Mendingan kita ke hutan Malabar aja yuk????,kita bisa foto-fot disana” kata Ieka sambil tersenyum tanpa rasa bersalah “Wah...iya..iya betul kata Ieka, kita ke hutan Malabar aja!!!”kata Oci sambil mengeluarkan hp “Ah... Ieka ama Oci nih nanrsis banget sih???” kata Irent “Iya nih anak dua ini pengen eksis ya???” kata Uni sambil menarik tas Oci dan Ieka dari belakang “Sudah...sudah jangan ribut sendiri!!!. Sekarang kita kemana ini???sambil nunggu jam 12.00???” kata Andam agar dapat mencairkan suasana “Kalau aku sih terserah aja!, yang penting kita bisa bersama-sama”kata Uni sambil tersenyum dan melihat teman-temannya “Pokoknya aku gak mau ke Joyo Grend.!!!, jauh tau!!!”kata Pipi dengan nada tinggi

“Ayolah Pi...jangan egois gitu...semua udah setuju lho kalau ke rumah budenya Dini yang di Joyo Grend.”kata Andam “Iyakan teman-teman kita setuju”kata Ieka dengan muka sok imut “Aduh... iya...iya... aku ikut...terpaksa deh, daripada aku pulang sendiri dan gak jadi di trakti”kata Pipi sambil manyun “Nah..gitu dong....kan jadi enak, senyum dong Pi...”kata Ien “Ok!!! Din kamu sebagi petunjuk jalan,dan kamu harus di depan, jangan sampai ninggallin kita-kita”kata Oci “Ah... Oci penakut” kata Irent “Sudah...sudah... iya aku bakalan jadi penunjuk jalan” kata Dini sambil menggunakan helemnya “Ayo...jalan...”kata Ieka sambil menyalakan motornya Sekitar jam 11.00 mereka sampai di Joyo Grend. Bude menerima hangat kedatangan mereka. Bude juga memberikan makanan ringan. Disana mereka beristirahat untuk menghilangkan rasa lelah sambil bersenda gurau. Tak terasa ternyata jam sudah menunjukkan pukul 12.00. Mereka bergegas berpamitan dengan bude, dan mereka juga berterimakasih karena bude sudah mau menerima mereka. Di perjalanan mereka terjebak macet yang amat panjang, karena mereka berada ditengah kota tepat di hari Sabtu. Kurang lebih 1jam mereka tiba di burger butho tempat yang mereka inginkan. Segera mereka mengambil meja di bagian tengah dan memesan minuman dan beberapa burger yang ukurannya sangant besar. Tidak kurang dari 20 menit burger dan minuman telah tersedia di atas meja. Mereka dengan lahap memakannya. Tetapi karena ukurannya sangat besar mereka tidak sanggup untuk menghabiskan burgernya. Karena tidak habis, Dini mengeluarkan jurus andalannya, yaitu menyuapi temantemannya. Andam pun ikut membantu misi dari Dini. Korban yang pertama adalah Ieka. Ieka di suapain dengan paksa, walupun Ieka sudah berusaha untuk menolak karena perutnya sudah tidak cukup lagi. Korban yang ke dua adalah Oci, namun dia berusaha menolak dengan alasan yang sama. Demikan juga dengan Uni, Ien, Irent, dan Pipi mereka juga menjadi korban dari ulah Dini dan Andam. Burger akirnya bisa di habiskan walau ada paksaan dari

Dini dan Andam. Setelah beberapa menit mereka beristirahat karena kekenyangan, Ien bergegas menuju kasir untuk membayar burger butho.

1. Tema 2. Nama-nama tokoh 3. Alur 4. Sudut Pandang 5. Latar

: Persahabatan : Dini, Andam, Ieka, Irent, Oci, Uni, Ien, dan Pipi : Maju : Orang ke-3 : a. Tempat : SMA 1 Bululwang, Rumah bude, dan burger buto b. Waktu : Pagi dan siang
c. Suasana : Menegangkan, Lucu

6. Penokohan

: 1. Ien (protagonis) sifatnya sabar 2. Dini (protagonis) sifatnya mudah mengalah,sabar 3. Ieka (protagonis) sifatnya lucu, narsis 4. Oci ( protagonis) sifatnya penakut, narsis 5. Pipi (antagonis) sifatnya egois, jahat 6. Uni (protagonis) sifatnya sabar, sebai penegah 7. Andam (protagonis) sifatnya sabar, sebai penegah 8. Irent (protagonis) sifatnya sabar, sebai penengah

7.

Konflik

: Perbedaan pendapat antara Pipi dan Dini Rizka Rahma G XII-IPA2/ 25

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful