KELOMPOK 1

Angga N.P X7/01 Annisa R.F. X7/02 Aprillia H.T. X7/03 Ardantyo S.H. X7/04 Astrid R. N. X7/05 Aziiz Dwi W. X7/06 Carissa H. X7/07 Dzikri S.A. X7/08 Ester I. Y. P. X7/09

Warga Negara Indonesia menurut Pasal 26 UUD 1945 adalah : Orang-orang bangsa Indonesia asli dan bangsa lain yang disahkan Undang-undang sebagai warga negara. Warga Negara secara umum : Anggota suatu negara yang mempunyai keterikatan timbal balik dengan negaranya. besar. berdomisili. berkarya di Indonesia. (Lahir. 2. 3.Pengertian Warga Negara 1. serta mengakui . Bangsa Indonesia asli adalah Orangorang pribumi / penduduk asli Indonesia yang .

Warga Negara Indonesia Menurut ( Pasal 4 UU No.4. >Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari ibu WNI dan ayah WNA. 12 Tahun 2006 Tentang Kewarganeggaraan ) yaitu: >Setiap orang yang berdasarkan peraturan perundangan dan/atau berdasarkan perjanjian pemeirntah RI dengan negara lain sebelum Undangundang ini berlaku sudah menjadi WNI. . >Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari ayah dan ibu WNI >Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari ayah WNI dan ibu WNA.

dan jika ayahnya WNA maka harus disertai pengakuan dari ayahnya. > Anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 hari setelah ayahnya meninggal dunia dari perkawinan yang sah dan ayahnya WNI. .>Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu WNI. > Anak yang lahir diluar perkawinan yang sah dari ibu WNI. tetapi ayahnya tidak mepunya kewarganegaraan atau hukum asal ayahnya tidak memberiikan kewarganegaraan pada anak tersebut. >Anak yang lahir di wilayah RI yang pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah ibunya.

Asas Kewarganegaraan 1. . Asas Kelahiran  Ius Soli : adalah asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan Negara tempat kelahiran. bukan berdasarkan negara tempat kelahiran.  Ius Sanguinis : adalah asas yang menentukan kewarganegaran seseorang berdasarkan keturunan kewarganegaraan dari orangtuanya.

2. Naturalisasi : Adalah suatu perbuatan hukum yang dapat menyebabkan seseorang memperoleh status kewarganegaraan  Naturalisasi Biasa  Naturalisasi Istimewa : Naturalisasi ini dapat diberikan bagi mereka (warga asing) yang telah berjasa kepada negara RI dengan penyataan sendiri (permohonan) untuk menjadi WNI. atau dapat diminta oleh negara .

Apatride adalah Seseorang yang tidak memiliki status kewarganegaraan. maka dianggap warga negara C. Multipatride : Seseorang yang memiliki dua atau lebih kewarganegaraan Contoh : Seorang yang bipatride juga menerima pemberian status .karena ia lahir di negara D c. tetapi negara D juga menganggapnya sebagai warga negara. Contoh : Seorang keturunan bangsa C (Ius Sanguinis) lahir di negara D (Ius Soli). Sehingga karena ia keturunan negara C. Contoh : Seorang keturunan bangsa A (Ius Soli) lahir di negara B (Ius Sanguinis) Maka orang tersebut bukan warga negara A maupun warga negara b.Status Kewarganegaraan a. Bipatride adalah Seseorang yang memiliki kewarganegaraan rangkap.

Pewarganegaraan/Naturalisasi (Berbeda antar negara tergantung filsafat. kebijakan dan hukum yg berlaku) • Sistem Aktif : Seseorang dapat menggunakan hak opsi yaitu memilih atau mengajukan permohonan diri menjadi warga negara dari suatu negara • Sistem Pasif : Seseorang dapat menolak pemberian kewarganegaraan. Hak ini disebut repudiasi .

Karena pernyataan . Karena dikabulkan permohonan 4. Karena kelahiran 2. 62 tahun 1958) 7 cara memperoleh kewarganegaraan Indonesia : 1. Karena turut ayah dan atau ibu 7. Karena pengangkatan 3.Prosedur Pewarganegaraan Di Indonesia (diatur Undang Undang No. Karena perkawinan 6. Karena pewarganegaraan 5.

 .

9 °– f°Jf–f- –ff  Jf–f- –ff¾ nff¯¯ °––f¾f ° –fff°–¯ ¯½°f  ff°¯ f f °–f°° –ff°f  Jf–f- –ff° ° ¾f¯ °9f¾fDD f ff f°– f°– f°–¾f° ° ¾ff¾ f° f°–¾ff°f°– ¾ff°D° f°– ° f°– ¾ f–ff–f° –ff   f°–¾f° ° ¾ff¾f fff°– f°– ½ ¯$½ °  f¾° ° ¾ff°– %f  ¾f   ¯¾  ff ° ° ¾f ¾ f ¯ °–f° ° ¾f¾ f–ff°ff°f% .

°%9f¾fDD - @f°@ °f°– f–f° ––fff°% f   f½f°–f°–  f¾ff°½ ff° ½ ° f°–f° f°$ff  f¾ff°½ ©f°©f° ½ ¯ °f °–f°° –fff°¾ ¯ D° f°– ° f°–° f¾ f¯ °©f J- °ff°–f f½ f°f°f°–¾f f ff f° J- °ff°–f f½ f°f°f°–¾f f ffJ- f° J- °ff°–f f½ f°f°f°–¾f f  J- f°ffJ- . Jf–f- –ff° ° ¾f.

°ff°–f f½ f°f°f°–¾f f ¾ f°– J-  f½ff°f f¯ ½°f  f–f° –fff°ff¯f¾fff°f f ¯ ¯ f° f–f° –fff°½f ff°f  ¾  °ff°–f f½ f°f°f°–¾f f  J-  f°©fff°fJ-¯fff¾ ¾ f½ °–ff° fff°f °ff°–f ff¯ °––f°–ff ¾  fff°f¯ °°––f °f f½ f°f° f°–¾f f°ff°fJ-  °ff°–f fff°–½f ff f f© f¾¾f¾ f–f° –fff°ff  °f .

¾f¾ f–f° –fff°  ¾f¾ ff° ¾ f fff¾f¾f°–¯ ° °f°  f–f° –fff°¾ ¾ f°–  f¾ff°- –ff  ¯½f ff° ¾f°–°¾ f fff¾f¾f°–¯ ° °f°  f–f° –ff°¾ ¾ f°–  f¾ff°  °f° f–f° –fff° ff°–f°f  f°  f¾ff°° –ff ¯½f ff° .

 -ff¾f¾  ff¾f½  ff°¯ f°– f½f¯ ° f f°¾ ¾ f°– ¯ ¯½  ¾f¾ f–f° –fff° -ff¾f¾ f¾f -ff¾f¾¾¯ f -ff¾f¾° f½f  f° f–¯  f%f–ff¾°–%f°– f ©f¾f ½f f° –ff °–f°½ °fff° ¾ ° %½ ¯°f°%°¯ °©f J- ff f½f ¯°f ° –ff .

f¾ f–f° –fff° f ½f f ff ¾ f°–f°– f¯ ¯¾f¾  f–f° –fff° .

fff°– ¾  f°f–f° –ff¯f½°f–f° –ff ½f f ff ¾ f°–f°–¯ ¯ f–f° –fff° f°–f½ .°  f°– °f° f°–¾f%¾ %f ° –ff %¾f°–°¾%.

°  f°– °f° f°–¾f.

%¾f°–°¾% f ° –ff%¾%  °––ff °ff °f° ° –ff.

¯ff f°––f½f–f° –ff.

½f   ¾ f°–f°–¯ ¯ fff   f–f° –fff°.  f½° –ff©–f ¯ °–f°––f½°f¾ f–ff–f° –ff f °fff ° –ff  .

°  f°–f°– ½f ©–f ¯ ° ¯f½ ¯ f°¾f¾ f–f° –fff°f° f f  f f¾f  ¯f°f¾ff¯ ° ¯f f–f° –fff°f°– ff f¯  ½f¾f°¾f¾ ½f °f n .

9 f–f° –fff°$-ff¾f¾ %  ff°f° –ff –f°°–€¾f€f  ©ff° f°¯– f% W ¾ ¯€  ¾ f°– f½f¯ °––°ff°f ½¾f¯ ¯ff¯ °–f©f°½ ¯°f° ¯ °©f f–f° –ff f¾f° –ff W ¾ ¯9f¾€  ¾ f°– f½f¯ °f½ ¯ f°  f–f° –fff° f° ¾  ½ f¾ .

9¾  9 f–f° –fff° ° ° ¾f % f D° f°– D° f°– - f° % f° nff ¯ ¯½    f–f° –fff° ° ° ¾f nff  f °f  ff°  f °f ½ °–f°–ff°  f °f f f° ½ ¯°f°  f °f ½ f–f° –fff°  f °f ½ f°f°  f °f  ff f° ff   ff f°  f °f ½ °fff° .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful