MANAJEMEN KOROSI PIPELINE DENGAN PROTEKSI KATODIK

Taufiqurrahman Priambudi Pujihatma

0706174165 0706304920

TUGAS MATA KULIAH TRANSPORTASI DAN PEMANFAATAN GAS BUMI

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA 2008

Daftar Isi

Pendahuluan

1

Bab 1: Manajemen Korosi.................................................................................... A. Prinsip Dasar Manajemen Korosi...........................................................

2 2

B. Manajemen Korosi dengan Proteksi Katodik.......................................... 5 C. Keekonomian Sistem Proteksi Katodik................................................... 6

Bab 2: Korosi dan Pengendalian.......................................................................... B. Teknik Pengendalian Korosi...................................................................

8 9 11

A. Pengertian Korosi.................................................................................... 8

Bab 3: Teknik Proteksi Katodik...........................................................................

A. Sacrificial Anode..................................................................................... 11 A.1 Pengertian.................................................................................. 11 A.2 Prinsip Perancangan.................................................................. A.3 Detil Instalasi............................................................................ B. Impressed Current................................................................................... B.1 Pengertian.................................................................................. B.2 Prinsip Perancangan.................................................................. 12 15 18 18 18

B.3 Detil Instalasi............................................................................. 19

Bab 4: Studi Kasus Perancangan Proteksi Katodik........................................... B. Sistem Impressed Current.......................................................................

21 23

A. Sistem Sacrificial Anode......................................................................... 21

Referensi.................................................................................................................. 25

ii

Akibat kemajuan teknologi yang begitu pesat. pipeline bersifat statis dan kadang kehadirannya tidak disadari. Makalah ini menjelaskan mengenai proses terjadinya korosi dan proses penanggulangannya sebagai salah satu penerapan manajemen resiko sistem pipeline dengan menggunakan teknik proteksi katodik. lambat laun pipeline menjadi alternatif yang menarik. 1 . Untuk lifetime yang panjang. Mudah karena company cukup menyewa mobil tangki ataupun kapal tanker. pemilihan pipa sebagai media pendistribusian minyak & gas merupakan keputusan yang tidak populer. Isu keselamatan. Apabila minyak dan gas merupakan “darah” industri. pipeline telah menjadi jaringan transmisi dan distribusi yang vital. keamanan dan lingkungan hidup ikut memacu berkembangnya industri pipeline. and construction. pembangunan pipeline bukan lagi sebuah pemborosan. Tidak seperti sistem transportasi lain yang lebih kasat mata.Pendahuluan Pada pertengahan abad XX. Di dalam makalah ini akan dibahas mengenai manajemen korosi. procurement. Saat itu pengangkutan minyak/gas bumi dengan menggunakan mobil tangki ataupun kapal tanker lebih mudah dan murah untuk dilakukan. maka pipeline akan menjadi “urat nadi” dan penghubung yang penting antara penyedia dan pengguna energi. murah karena menyewa lebih murah dibanding membangun sebuah pipeline yang membutuhkan biaya engineering. Meski tidak terlihat. pipeline adalah sebuah investasi yang menguntungkan dibanding dengan kapal tanker. Seiring dengan meningkatnya permintaan minyak dan gas bumi.

Capcis Limited 2 . Mengurangi frekuensi kebocoran pipa b. Gambar 1. Kebocoran memiliki dampak yang besar.1 Corrosion Risk Assessment Dalam perencanaan. khususnya dari sisi linkungan (pencemaran) dan dari sisi ekonomi (process upset/ketidaklancaran pasokan gas). review dan perawatan yang berkaitan dengan kebijakan korosi. Risk assesment adalah proses untuk [1]. Oleh karena itu. Siklus dimulai dengan Risk Assessment dan diakhiri dengan Corrective Action. diperlukan sebuah proses untuk menganalisa kemungkinan sebuah fasilitas mengalami degradasi akibat korosi.[2] Review of corrosion management for offshore oil and gas processing.Bab 1: Manajemen Korosi Korosi berpotensi untuk mencemari lingkungan dan mengurangi keselamatan tempat kerja. Pengertian Manajemen Korosi[2] adalah bagian dari sistem manajemen yang mengelola perkembangan. Pengurangan breakdown/unplanned maintenance d. Pemenuhan aspek K3 dalam operasi Dalam bab ini dibahas prinsip-prinsip dasar mengenai manajemen korosi. A. implementasi. Faktor ini ternyata menempati peringkat kedua [1] sebagai penyebab bocornya hidrokarbon dari tempat penyimpanan/loss of containment (kegagalan flank dan joint adalah penyebab utama)[1]. Capcis Limited) A. risiko adanya korosi pada pipeline perlu dikelola menggunakan Manajemen Korosi. Meningkatkan ketersediaan/availability dan keandalan/reliability gas plant c. khususnya yang berkaitan dengan proteksi katodik. Prinsip-prinsip Dasar Manajemen Korosi Manajemen korosi adalah siklus kegiatan yang berlangsung terus menerus.1: Siklus Manajemen Korosi (Sumber: Review of corrosion management for offshore oil and gas processing. Siklus Manajemen Korosi ditunjukkan oleh Gambar 1.1. Manajemen korosi memiliki tujuan: a. Setiap siklus memiliki lesson learned yang dapat digunakan sebagai feedback untuk siklus selanjutnya.

Besaran risiko ini kemudian dibuat peringkat yang menjadi dasar dalam melakukan kegiatan inspeksi. yaitu: a. yaitu jangka pendek (1 tahun) dan jangka panjang (5 tahun). yaitu: a. A. Beberapa parameter Key Performance Indicator adalah: a. Sebaiknya perencanaan dibagi menjadi beberapa area. Jumlah kebocoran pertahun b.. Mengidentifikasi metode inspeksi yang paling tepat A. Risiko korosi dinyatakan sebagai perkalian atara dua variabel. Tujuan Risk Based Inspection adalah: a. sehingga kegiatan inspeksi terfokus pada area yang paling kritis. Prosedur: menjabarkan teknik pelaksanaan inspeksi secara tertulis. meliputi aspek keselamatan. Tujuannya adalah untuk membuat peringkat peralatan terhadap kecenderungan korosi lalu melakukan identifikasi untuk: a. Jeda waktu antara kerusakan dengan waktu perbaikan selesai e. Biasanya terdapat dua jangka perencanaan. Perencanaan jangka pendek disesuaikan dengan jadwal perawatan pipeline. proteksi katodik dan inhibitor kimiawi c. Mitigasi : melalui coating. Parameter penting yang menjadi indikator tingkat kesuksesan perencanaan disebut Key Performance Indicator. Perencanaan kerja: menyangkut teknik dan jadwal inspeksi b.melakukan review terhadap kemungkinan kegagalan yang berhubungan dengan korosi. Prosedur tertulis menjamin konsistensi data inspeksi. memberikan batasan yang jelas mengenai ketidaksesuaian. Konsekuensi: bergantung pada akibat kegagalan peralatan karena korosi. Perencanaan sumber daya: menyangkut peralatan. Melakukan optimasi jadwal inspeksi c. serta membagikan tanggung jawab yang jelas mengenai pelaporan dan tindak lanjut hasil inspeksi. semua kegiatan manajemen korosi dijadwalkan.2 Risk Based Inspection Adalah rencana inspeksi yang didasarkan pada perhitungan risiko suatu peralatan. Memfokuskan usaha inspeksi pada area kritis d. sumber daya manusia dan biaya c. lingkungan dan operasi Setelah kedua variabel dikalikan. didapat nilai risiko untuk setiap peralatan.3 Planning Dalam perencanaan. baik pada saat pelaksanaan maupun saat akhir. Inspeksi diprioritaskan pada peralatan yang memiliki risiko tinggi. Jumlah kegagalan pasokan/outage akibat korosi 3 . Diperlukan beberapa parameter untuk mengukur kesuksesan perencanaan. Mengelola risiko: melalui inspeksi dan monitoring. Jumlah ”near misses” atau nyaris terjadi kebocoran c. dan konsekuensinya jika kegagalan terjadi. Menghilangkan risiko : melalui perubahan disain b. sedangkan perencanaan jangka panjang disesuaikan dengan kebijakan perusahaan. Kemungkinan gagal: bergantung pada tipe kerusakan korosi sebuah komponen b. Presentase pelaksanaan inspeksi berjalan d. Mengurangi risiko serendah mungkin b.

4 . • Inline: o Weight Coupons: Metode ini menggunakan sebuah logam yang dimasukkan dalam kurun waktu tertentu ke dalam aliran fluida untuk mengukur laju korosi akibat aliran. Nilai tegangan divariasikan diikuti dengan pencatatan perubahan arus. • Reaktif: implementasi dilakukan setelah korosi terjadi. seperti diberikan oleh Tabel 1. • Offline: o Inspeksi Visual o Pengujian Ultrasonic: digunakan untuk mengukur ketebalan logam. Energi terukur mengindikasikan ketebalan / massa logam A. o Pengujian Radioaktif: permukaan logam dipaparkan dengan partikel energi tinggi yang berasal dari sinar ion. Contoh implementasi proaktif adalah inspeksi dan monitoring.4 Implementation Manajemen korosi dilakukan dengan menggunakan dua teknik implementasi: • Proaktif: implementasi dilakukan sebelum korosi terjadi. Implementasi online melibatkan alat monitor korosi yang terpasang langsung pada equipment. Nilai Rp dapat dikonversi menjadi laju korosi.6 Corrective Action Corrective action diperlukan untuk memperbaiki ketidaksesuaian yang ditemukan pada tahap Data Gathering. Laju korosi dapat dihitung dengan mengukur pengurangan berat logam tersebut. • Online: o Hambatan: hambatan sebuah logam berbanding terbalik dengan luas penampangnya. sedangkan implementasi offline meliputi inspeksi dan pengujian tidak merusak / NDT (Non Destructive Test) A. Implementasi inline menggunakan alat yang ditanam di dalam equipment. Data-data ini didapat dari hasil implementasi baik inline. sebagian kecil atom logam berubah menjadi isotop radioaktif. Logam yang akan dianalisa dipolarisasi (diberikan tegangan) dan diukur arus yang mengalir. dapat diketahui laju pengurangan luas penampang pipeline yang kemudian dapat dikonversikan menjadi laju korosi. Analysis dan Reporting. Isotop ini meradiasikan sinar gamma yang dapat diukur energinya. Dasar dari implementasi ini adalah hasildari Corrosion Risk Assessment atau pengamatan atas temattempat yang memiliki kemungkinan korsi yang tinggi.A.5 Data Gathering. online maupun offline. o Hambatan polarisasi linier: Metode ini dikembangkan oleh Stern dan Geary. Tipe tindakan yang dipilih tergantung dari tipe dan faktor penyebab korosi. Akibatnya. Analysis and Reporting Terdapat beberapa data yang dapat dijadikan bahan analisa. Dengan mengukur hambatan secara periodik. yang harus ditarik keluar untuk dianalisa. didapatkan besar hambatan polarisasi (Rp). online dan offline. Contoh implementasi reaktif adalah perbaikan kebocoran pipeline. Implementasi ini dibagi tiga yaitu inline. Dari gradasi tegangan dan gradasi arus.1.

metallic coating General Pemilihan coating. biocides. tangki Pemilihan jenis proteksi katodik. vessel. Menurut Peabody. H2S.1: Tindakan Perbaikan pada Manajamen Korosi (Sumber: Review of corrosion management for offshore oil and gas processing. jika dibuat kurva frekuensi kebocoran terhadap umur pipeline dalam tahun akan didapat hubungan yang linier seperti ditunjukkan oleh Gambar 1. tekanan.2: Grafik Frekuensi Kebocoran Pipeline (Sumber: Peabody’s Pipeline Corrosion) [3] Peabody’s Pipeline Corrosion 5 . vessel. tangki Dosing / takaran. vessel. pencampuran unsur Organic coating. sweetening. material non logam Pipeline. tanki. Manajemen Korosi dengan Proteksi Katodik Ketika pipeline mulai mengalami kebocoran. kadar air. sistem monitoring Monitoring pH. dehidrasi gas.Tabel 1. terdapat kecenderungan bahwa kebocoran lebih lanjut akan terjadi dengan frekuensi yang semakin meningkat[3].1. temperatur General Kontrol keasaman. Capcis Limited) Pilihan Material Lokasi Tindakan Pilihan Chemical Lokasi Tindakan Pilihan Coating Lokasi Tindakan Pilihan Proteksi Lokasi Katodik Tindakan Pilihan Proses Lokasi Kontrol Tindakan Besi C-Mn. Gambar 1. CO2. pengurangan tekanan fluida B. corrosion resistant alloy. oxygen scavengers Pipeline. valve Pemilihan jenis material yang tepat Corrosion inhibitor. inspeksi dan penjadwalan maintenance Sacirificial anode. impressed current Pipeline.

Kedua simulasi ini membuktikan bahwa biaya proteksi katodik sebanding dengan manfaat yang diberikan. dsb. Biaya ini bisa lebih besar daripada perbaikan kebocoran. Terdapat penghematan yang lebih besar dibanding dengan instalasi proteksi katodik di awal. • Biaya Proteksi Katodik : 10x7000US$ = 70000US$ • Biaya Kerusakan tanpa proteksi : 70x1500US$ = 105000US$ Dengan asumsi sederhana ini didapat penghematan biaya sebesar 35000US$. Dengan proteksi katodik. kegagalan produksi. dapat dilakukan perhitungan benefit jika proteksi katodik diaplikasikan setelah pipeline mengalami kebocoran pertama (pada tahun ke 12). pada Gambar 1. Jika diasumsikan biaya rata-rata tahunan untuk proteksi katodik dalah 400US$. selama 22 tahun lifetime pipeline adalah 80 kali. • Initial Cost: biaya investasi Sistem Proteksi Katodik terdiri dari: 6 . Biaya kerusakan diasumsikan kecil yaitu 1500US$. Dengan demikian biaya annual proteksi katodik adalah 7000US$/tahun. Dengan adanya proteksi katodik. Biaya ini terdistribusikan dalam 10 tahun (lifetime pipeline 22 tahun dikurangi dengan tahun instalasi yaitu 12). Kedua skema. Dari grafik terlihat jumlah kerusakan yang mungkin terjadi adalah 70 kali (80-10.Dari grafik. yaitu: lingkungan. Keekonomian Sistem Proteksi Katodik Terdapat dua jenis biaya dalam perancangan Sistem Proteksi Katodik. antara lain: • Biaya perbaikan kebocoran. transportasi • Biaya perbaikan kerusakan fasilitas sekitar akibat kebocoran. Penghematan ini bisa jauh lebih besar nilainya jika aspek lain selain biaya perbaikan juga dimasukkan. material. perusahaan dapat menghemat biaya operasional pipeline. • Biaya denda karena failure pipeline mengakibatkan kerugian konsumen Jika diasumsikan pada awal pertama telah diaplikasikan proteksi katodik pada pipeline. Nilai ini lebih kecil dari asumsi di bagian sebelumnya karena lifetime proteksi katodik yang lebih singkat. instlasi proteksi di awal atau di tengah lifetime pipeline. namun besarnya tidak signifikan. C. Sedangkan jumlah kerusakan. termasuk pekerja. Dengan demikian akan didapat benefit sebesar: • Biaya Proteksi Katodik : 22x4000US$ = 88000US$ • Biaya Kerusakan tanpa proteksi : 80x1500US$ = 120000US$ Dengan asumsi sederhana ini didapat penghematan biaya sebesar 32000US$. Reparasi kebocoran membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dengan asumsi yang sama. keselamatan kerja. perusahaan tidak perlu melakukan reparasi kebocoran yang akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia pipeline. biaya annual lebih kecil meski biaya capital tetap sama. Untuk biaya perbaikan kebocoran diasumsikan sama. yaitu 1500US$ perjumlah kerusakan. Dengan demikian dapat diperkirakan seberapa besar benefit yang diperoleh dari proteksi katodik.2. Biaya total untuk proteksi katodik diasumsikan 70000US$. menunjukkan adanya penghematan yang cukup berarti. ditandai dengan garis merah). terlihat proteksi katodik dapat mencegah munculnya kebocoran baru.

disain. perencanaan. Sebaliknya. Pada saat konstruksi juga diperlukan biaya untuk commissioning dan fine tuning converter. o Biaya inspeksi: kedua sistem membutuhkan biaya inspeksi. 7 . yang tertanam pada tanah dengan nilai resistansi yang rendah. Sistem ini memiliki sumber tegangan independen dari rectifier. Kerugian dari sistem ini adalah adanya biaya rutin untuk listrik dan perawatan inverter. impressed current lebih baik digunakan untuk pipeline berdiameter besar dan panjang. Sistem ini lebih ekonomis dalam skala kecil karena tidak membutuhkan perawatan dan biaya listrik. yang terletak / tertanam pada tanah dengan nilai resistansi yang tinggi. yang terdiri dari: o Biaya listrik: hanya dimiliki oleh impressed current. dan tes o Biaya material: anode. sistem galvanic sacrificial anode lebih baik digunakan untuk pipeline dengan diameter kecil dan pendek. kabel o Biaya right of way: sistem impressed current punya biaya right of way yang lebih besar daripada sacrificial karena dibutuhkan area bebas untuk peletakan panel. inverter.• o Manhour engineering. sehingga mampu melakukan injeksi arus secara efisien pada area yang luas. sacrificial anode tidak membutuhkan listrik o Biaya perawatan: dimiliki oleh impressed current. Secara ekonomi. Pembahasan yang lebih detail mengenai kedua jenis proteksi diberikan dalam Bab 2. o Biaya konstruksi unit Annual Cost: biaya untuk operasi dan perawatan. sacrificial anode tidak membutuhkan perawatan.

Reaksi terjadi secara natural jika ΔG bernilai negatif. F adalah konstanta Faraday dan E adalah gaya gerak listrik.Bab 2: Korosi dan Teknik Pengendalian A.2) Driving voltage berkaitan dengan energi Gibs yang dimiliki material. semakin besar kecenderungan unsur mengalami korosi.36 (anodik) 8 .= 4OH-) Hidrogen (H2) Besi (Fe/Fe2+) Zinc (Zn/Zn2+) Magnesium (Mg2+) Driving Voltage (V) +0. Fe → Fe 2+ + 2e − O2 + 2 H 2 O + 4e − → 4OH − oksidasi reduksi (2. Hilangnya salah satu proses akan mengakibatkan proses korosi terhenti. Tabel 2. Proses korosi diakibatkan oleh perpindahan elektron pada logam.34 +0. Persamaan hukum Gibs diberikan oleh: ΔG = − z FE (2. semakin negatif driving voltage sebuah unsur. seperti dinyatakan oleh: E = E o reduction − E o oxidation (2. gaya gerak listrik E bukanlah perbedaan tegangan antara pipeline dengan elektrolit.3) Dengan z adalah jumlah perubahan valensi akibat reaksi kimia.76 -2. E adalah perbedaan tegangan yang terjadi akibat proses oksidasi dan reduksi. yang akan diikuti konsumsi elektron tersebut elektrolit. Tabel 2.1 Driving Voltage Unsur Material Silver (Ag/Ag+) Tembaga (Cu/Cu2+) Air (O2+H20+4e.1) (2. Sebagai catatan. Kedua proses ini adalah prasarat terjadinya korosi. Korosi terjadi jika Eo metal lebih kecil daripada Eo elektrolit.4) o Dengan E adalah driving voltage yang dimiliki logam (relatif terhadap reduksi hidrogen. yang berarti E adalah positif. tanah lembab) akan mengalami korosi. Perpindahan elektron adalah proses oksidasi. Pengertian Korosi Logam yang mengalami kontak dengan elektrolit (air.401 0 (reference) -0. uap air.8 (katodik) +0.44 -0. Dapat disimpulkan. sedangkan konsumsi elektron adalah proses reduksi.1).

Bagian yang mengalami reduksi adalah katode. B. Bagian yang mengalami oksidasi adalah anode. Holiday atau celah pada insulator biasanya diakibatkan oleh proses fisika dan proses kimia.Gambar 2. b. berkebalikan dengan aliran arus listrik. Insulator elektrik yang baik.1: Proses Korosi pada Pipeline (sumber: Peabody’s Control of Pipeline Corrosion) Proses korosi pipeline dapat dijelaskan sebagai berikut. Penghalang kelembaban. Elektron mengalir di dalam pipa. Jadi.2 Proteksi Katodik 9 . yaitu pipeline itu sendiri d. Proses kimia yang menimbulkan holiday biasanya akibat ketidaktahanan coating terhadap kondisi asam dan basa tanah. Akibat oksidasi. Anode : bagian logam yang mengalami korosi b. terjadi aliran arus DC / aliran muatan positif dari permukaan logam ke elektrolit. Konduktor yang menyambungkan anode dan katode. Katode : bagian logam yang mengkonsumsi elektron c. di dalam proses korosi dibutuhkan empat komponen: a.1 Coating Fungsi Coating: a. c. Anode dan katode terendam dalam sebuah elektrolit (air atau tanah lembab). Resistansi yang tinggi sangat penting untuk menghambat proses elektrokimia seperti oksidasi dan reduksi. B. B. Perlindungan terhadap holiday. yaitu : • Coating: pipa diberikan isolasi agar tidak menyentuh elektrolit • Proteksi katodik: pipeline (yang merupakan anode natural) diubah menjadi sebuah katode. Teknik Pengendalian Korosi Terdapat dua cara pengendalian korosi. Aliran elektron menuju ke sebuah tempat di mana air dan oksigen akan tereduksi. Proses fisika penyebab holiday adalah stress yang terjadi pada tanah yang memiliki perbedaan yang mencolok antara daerah basah dan kering.

Pada area anode.2: Prinsip Proteksi Katodik (sumber: Peabody’s Control of Pipeline Corrosion) Arus DC dialirkan secara paksa menuju permukaan logam. laju korosi pipeline keseluruhan pasti akan berkurang. Pipeline akan terinjeksi oleh arus dan proses oksidasi hanya akan terjadi di logam aktif. Dengan cara yang sama. Impressed Current: pipeline diinjeksikan dengan arus DC menggunakan sumber tegangan independen. di sepanjang jalur pipeline terdapat area anode dan area katode. b. jika seluruh bagian pipeline menerima aliran arus. Prinsip ini yang digunakan di dalam proteksi katodik. yang pada akhirnya mengubah pipeline menjadi katode. Laju korosi dapat dihambat karena pada katode tidak terjadi oksidasi. dalam sistem ini seluruh permukaan pipeline berfungsi sebagai katode. arus mengalir dari pipeline menuju ke elektrolit dan pipeline mengalami korosi pada bagian tersebut. di mana pipeline adalah anode. Injeksi bertujuan untuk mengubah potensial pipeline menjadi negatif. sedangkan pipeline berubah menjadi katode. Galvanic Sacrificial Anode: pipeline disambungkan dengan logam aktif yang ditanam di sebuah groundbed melalui sebuah konduktor. Kebalikan dengan kondisi natural. arus mengalir menuju pipa dan memperlamban laju korosi di daerah tersebut. Logam aktif adalah logam dengan driving voltage lebih negatif daripada material pipa. logam aktif akan menjadi anode.Seperti dijelaskan sebelumnya. Akibatnya. Karena sifat ini. Pada akhirnya logam aktif yang akan habis terkonsumsi karat. Secara general terdapat dua jenis proteksi katodik: a. 10 . Pada area katode. Gambar 2. permukaan logam yang tadinya memiliki potensial positif bergeser nilainya menjadi negatif.

92 (3. Sebagai anode digunakan magnesiumdan zinc.44) = −1. Berat anode bervariasi dari 1.8 (katodik) +0.75kg/Amp/year. Dari tabel terlihat magnesium dan zinc mempunyai driving voltage yang lebih rendah dari besi.441 (3. Oleh karena itu kedua material ini digunakan sebagai sacrificial anode.76 -2. 11 . besar E untuk oksidasi besi adalah: E = E o reduction − E o oxidation = −2.44) = +0.. yang memiliki sifat lebih aktif daripada besi.36 − (−0.401 0 (reference) -0.401 − (−0. jika besi disambungkan dengan logam yang lebih aktif/ anodik seperti Magnesium. Sebagai rule of thumb. sednagkan zinc mempunyai laju konsumsi yang lebih cepat. sekitar 4. Pipeline disambungkan dengan logam anodik/aktif sehingga berubah sifatnya menjadi katode. anode zinc dipakai untuk tanah dengan tahanan rendah (di bawah 1500 Ωcm).3kg/Amp/year. jika digunakan pada tempat yang sama.44 -0.1 Sacrificial Anode Pengertian Sacrificial anode menggunakan sebuah elektrode aktif yang seolah “dikorbankan” untuk berkarat.1) E bernilai positif dan oksidasi pada besi / korosi secara natural terjadi.2) Dapat disimpulkan.4 kg sampai 30 kg.34 +0. pipeline mengalami proses reduksi.1 Driving Voltage Unsur Material Silver (Ag/Ag+) Tembaga (Cu/Cu2+) Air (O2+H20+4e-=4OH-) Hidrogen (H2) Besi (Fe/Fe2+) Zinc (Zn/Zn2+) Magnesium (Mg2+) Driving Voltage (V) +0. Anode juga tersedia dalam berbagai ukuran. Magnesium mampu memberikan perlindungan yang lebih lama. Berat akan menentukan lifetime sistem proteksi. sekitar 11. Ukuran berpengaruh terhadap resistansi sistem. Artinya. Tabel 3.36 (anodik) Besar GGL pada reaksi oksidasi besi dan reduksi air adalah: E = E o reduction − E o oxidation = +0. Sebagai contoh. Sebagai katode. Proses oksidasi terjadi pada logam aktif yang akhirnya akan habis karena korosi. Sebelumnya telah dijelaskan bahwa korosi terjadi jika selisih gaya gerak listrik antara proses reduksi dan oksidasi bernilai positif. Reaksi tidak akan terjadi jika E bernilai negatif. proses oksidasi pada besi tidak akan terjadi jika besi disambungkan dengan logam lain yang lebih aktif/anodik. Anode magnesium memiliki laju konsumsi yang sangat lamban. sedangkan magnesium dipakai untuk tanah dengan tahanan tinggi (antara 1500 s/d 10000 Ωcm). A. Ini adalah prinsip dasar sistem sacrificial anode.Bab 3: Teknik Proteksi Katodik A.

Langkah perancangan diberikan sebagai berikut. ketebalan dan kategori coating. sumber: DNV RP-B401) 12 . Untuk sistem proteksi dengan arus injeksi dan tahanan tanah yang besar. A. Kategori I : satu lapisan primer. tergantung jumlah dana yang tersedia. Jika dana terbatas. sehingga ditemukan efisiensi coating. minimum 450 μm DFT Kategori coating kemudian dibandingkan dengan lifetime sistem proteksi.2 Prinsip Perancangan Penggunaan sacrificial anode digunakan untuk tahanan tanah yang rendah (kurang dari 10000Ωcm) dan membutuhkan arus injeksi yang kecil (kurang dari 1A). Luas ini tergantung dari diameter pipeline. Gambar 3. Kategori II DFT c. minimum 300 μm DFT d. sistem impressed current lebih ekonomis karena tidak memerlukan banyak anode. panjang pipeline dan efisiensi coating. Kategori III : satu lapis primer.1. ketebalan 50μm DFT (dry film thickness) a.Instalasi sacrificial anode dapat dilakukan secara sebagian atau menyeluruh. yaitu: : satu lapisan primer.1: Diagram Efisiensi Coating vs Limetime (Kategori 1. 150-250 μm b. Terdapat empat kategori coating. ditambah satu lapisan sekunder. Menghitung Luas Permukaan Proteksi Tidak semua permukaan pipeline perlu diproteksi. tiga lapis sekunder/intermediate coating. seperti dinyatakan oleh Gambar 3. biasanya sacrificial anode hanya diinstal di di tempat yang pernah mengalami kebocoran pipa. 1. dua lapis sekunder / intermediate coating. Kategori IV : satu lapis primer. Efisiensi coating (fc) tergantung dari lifetime.

2. Tabel 3. Tabel 3. yaitu: Ip = ρ ⋅ Ac (3.3: Densitas Arus untuk Offshore *)Sumber: NACE 0176-1994 Setelah mengetahui densitas arus.2: Densitas Arus untuk Pipa Bawah Tanah Environment Neutral Soil Well Aerated Neutral Soil Wetsoil Highly Acidic Soil Heated Soil Stationary Freshwater Moving Freshwater Seawater Density (mA/sqft) 0. Sebagai contoh diberikan Tabel 3. 2. dapat dihitung total arus proteksi (Ip) yang dibutuhkan. Memilih Anode dan Menghitung Hambatan Anode dengan Elektrolit 13 .Setelah menemukan efisiensi coating. NACE memberikan daftar densitas arus sesuai dengan lokasi.5) dengan d dan l adalah diameter dan panjang pipeline.5 2 to 3 1 to 6 3 to 15 3 to 25 1 to 6 5 to 15 3 to 10 *) Sumber: TM-5-811-7 Technical Manual US ARMY Sedangkan untuk pipeline yang berada di offshore. luas area proteksi (Ap) dapat dicari dengan menggunakan rumus: Ap = fc ⋅ π ⋅ d ⋅ l (3. Mengetahui Densitas Arus dan Menghitung Arus Proteksi Densitas arus (ρ) adalah besaran yang telah disediakan nilainya oleh berbagai standard.6) dengan adalah ρ densitas arus dan Ac luas permukaan proteksi.4 to 1. 3.

Kriteria Inisial Jumlah anode dilihat dari keperluan polarisasi awal pipeline. Nilai tegangan yang lebih negatif menunjukkan bahwa pipeline semakin terlindungi. hanya dilihat perbandingan total arus dengan arus peranode yang dinyatakan dengan: Ip N= (3. Dalam kriteria ini. Mc Coy’s Equation dinyatakan dengan: 0. Kriteria Lifetime Jumlah anode dilihat juga dari masa dan laju konsumsi pertahun.3 ⋅ AnodeWeight dengan Ip: total arus proteksi. seperti dinyatakan oleh: 14 . arus per anode (Ia) dinyatakan dengan: Drivingvoltage − 0.8) Rae = A Persamaan ini digunakan jika anode memenuhi syarat: 4L/r <16. dan masa dalam pon.9) Ia = = Rae Rae dengan Rae: adalah hambatan anode elektrolit. Lifetime ⋅ Ip (3. Untuk praktisnya. Dengan demikian. 4.159 ⎡ 4 L ⎤ (3. 5. Lifetime dalam tahun. yaitu Dwight’s Equation dan Mc Coy’s. Dwight’s Equation dinyatakan dengan: 0.7) ln − 1⎥ Rae = ρ L ⎢ r ⎣ ⎦ Persamaan ini digunakan jika anode memenuhi syarat: 4L/r≥16. dengan L dan r adalah panjang dan radius anode. Tegangan polarisasi adalah tegangan minimum antara pipeline dengan elektrolit acuan agar pipeline bersifat katodik dan tidak berkarat. Pipeline dikatakan terlindung secara katodik jika tegangan antara pipeline dengan elektrode acuan (copper sulfate) adalah -0. nilai absolut driving voltage harus ditambah dengan tegangan polarisasi.10) Ia dengan Ip: total arus proteksi dan Ia: arus / anode. terdapat dua persamaan yang dipakai sebagai pendekatan. yaitu kriteria inisial dan kriteria lifetime. Setiap anode baiknya melindungi luas area yang sama.315ρ (3. dapat dihitung distribusi anode. dengan ρ adalah tahanan jenis tanah dan A adalah luas permukaan anode. Menghitung Arus per Anode Untuk menghitung arus.Setelah mengetahui jumlah. Menghitung Jumlah dan Distribusi Anode Terdapat dua kriteria yang harus dipenuhi. kemudian dipilih jumlah yang paling besar. Setiap standard memberikan persamaan yang spesifik terhadap bentuk anode.85V.85V ΔE (3.Hambatan sangat tergantung dari hambat jenis elektrolit dan bentuk anode.11) N= 49. Kedua kriteria ini dibandingkan.

A= (3.Ac N dengan Ac: luas area proteksi. A. dapat diketahui jenis.jumlah dan distribusi anode yang digunakan dalam sistem sacrificial. Jika menggunakan magnesium.2. Gambar 3.3 Detil Instalasi Instalasi sacrificial anode cukup sederhana seperti diberikan oleh Gambar 3. Sedangkan untuk zinc. Anode didistribusikan sepanjang jalur pipeline.5m) dari pipeline.12) Pada akhir langkah perancangan. jarak anode minimum adalah 5 feet (1. 15 . seperti dijelaskan oleh Persamaan Dwight dan Mc Coy dalam bagian Teknik Perancangan.2: Instalasi Sacrificial Anode (Sumber: Peabody’s Control of Pipeline Corrosion) Anode dapat diinstall tegak lurus dengan pipeline atau sejajar. dan setiap anode memberi perlindungan pada luas area yang sama. jarak anode minimum 15ft (5m) dari pipeline. Peletakan anode akan mempengaruhi tahanan sistem.

• Mencegah korosi local. Jika tidak menggunakan backfill. Akibatnya timbul stray current / arus yang hilang ke elektrolit dan arus injeksi tidak maksimal menuju pipeline. Dengan backfill. • Menjaga kelembaban tanah di sekitar anode. yang disebut dengan backfill. anode memiliki kontak yang lebih efektif ke pipeline.3: Instalasi Anode dengan Backfill (Sumber: Peabody’s Control of Pipeline Corrosion) Dalam prakteknya. Ada bahan kimia yang digunakan untuk mengisi area di sekitar anode. Fungsi dari backfill ini adalah: • Memberikan resistansi yang semakin kecil pada sistem proteksi. Stray current menyebabkan terjadinya korosi lokal akibat perbedaan komposisi tanah antara satu anode dengan yang lain. Komposisi kimia backfill adalah karbon dengan tahanan listrik yang rendah. resistansi anode ke pipeline menjadi semakin kecil. seluruh anode akan terekspos langsung ke tanah. anode tidak hanya dimasukkan begitu saja.Gambar 3.4: Testpoint Sacrificial Anode (Sumber: Peabody’s Control of Pipeline Corrosion) 16 . Gambar 3. Resistansi berbanding terbalik dengan diameter. Karena backfill menambah diameter dari anode.

Oleh karena itu. Instalasi testpoint diberikan oleh Gambar 3.85V. Fungsi dari terminal tes adalah: • Mengukur arus yang diinjeksikan anode.5: Pengukuran Tegangan Pipeline dengan Elektrode Acuan Copper Sulfate 17 .3. Tegangan antara potensial pipa dengan copper sulfate harus sama atau lebih negatif dari nilai -0.Untuk keperluan inspeksi. Arus hasil pengukuran tidak boleh berbeda jauh dengan disain. Hasil pengukuran yang lebih positif dari -0.5). hasil pengukuran voltmeter dapat dikonversi menjadi besaran arus. Elektrode acuan yang digunakan adalah copper sulfate. Pengukuran tegangan ini melalui terminal yang tidak dilengkapi resistor (ditunjukkan oleh Gambar 3. • Mengukur tegangan potensial pipa dengan elektrode acuan. Terminal tes dilengkapi dengan terminal parallel yang memiliki hambatan tertentu. pada beberapa titik didirikan test point.85V menunjukkan bahwa sistem proteksi katodik tidak bekerja. Testpoint memiliki sebuah kotak terminal untuk mengukur tegangan secara parallel tanpa menganggu sistem proteksi. Gambar 3.

Lifetime ⋅ Ip (3. semakin sedikit jumlah anode yang diperlukan. yang berfungsi untuk menyearahkan tegangan AC menjadi DC. Memilih Anode dan Menghitung Jumlah Anode Anode yang digunakan berbeda dengan sistem sacrificial. 4. Mengetahui Densitas Arus dan Menghitung Arus Proteksi Langkah satu dan dua tidak berbeda dengan prinsip perancangan Sacrificial Anode. yaitu kriteria batas arus dan kriteria lifetime. B. Sistem ini baiknya dipakai untuk area dengan tahanan tanah lebih dari 10000Ωcm dan kebutuhan arus lebih dari 1A. Semakin tinggi batas hantar arus. Dari kedua kriteria ini dipilih jumlah yang paling besar.13) Ai ⋅ Ic dengan Ip = arus proteksi total.00521ρ 8L 2L (3. Ip N= (3. Impressed Current B. Nilai hambatan groundbed dinyatakan dengan: 0.15) Rg = (ln −1+ ln 0.B. anode memiliki batas hantar arus maksimum. Sifat ini akan menentukan jumlah anode total. Kriteria Batas Arus Kriteria ini hanya memperhitungkan kapasitas arus maksimum anode. impressed current membutuhkan anode yang lebih sedikit daripada sacrificial anode. Rectifier berperan untuk ”menggantikan” fungsi sejumlah anode sebagai sumber tegangan. Kriteria Lifetime Kriteria ini memperhitungkan masa anode dan lifetime dari sistem. Pada sistem impressed current. jika dibandingkan pada aplikasi yang sama. Cara perhitungan ini diberikan di dalam studi kasus.14) N= 1000 ⋅ AnodeWeight dengan Ip= arus proteksi (mA). Ai: luas permukaan proteksi.1 Pengertian Impressed current menggunakan rectifier. Ic: kapasitas hantar arus.656 N ) L⋅N d S Dimana: ρ = hambat jenis tanah (ohm-cm) d = diameter anode dengan backfill (feet) S = jarak antar anode (feet) L= panjang anode dengan backfill (feet) N = jumlah anode 18 . Menghitung Luas Permukaan Proteksi 2. Menghitung Hambatan Groundbed dan Sistem Groundbed adalah tempat ditanamnya anode. 3. Jumlah anode dihitung berdasarkan dua kriteria.2 Prinsip Perancangan 1. Oleh karena itu. masa anode dalam pon. Untuk mengetahui spesifikasi rectifier perlu dihitung arus dan hambatan total sistem.

16) Srec = Vrec ⋅ Ip (3. Kedua nilai ini dapat dicari dengan: Vrec = Ip ⋅ Rg. Step down transformer memiliki beberapa level tapping.6: Rectifier (Sumber: Peabody’s Control of Pipeline Corrosion) Konfigurasi sumber tegangan dalam sistem impressed current dinyatakan dalam Gambar 3. Sebagai perlindungan terhadap petir. Jika hasil perhitungan melebihi nilai batas Rg. ada beberapa langkah yang dapat dilakukan. Tegangan output transformer harus sesuai dengan spesifikasi tegangan rectifier. beberapa trafo dilegkapi dengan shield. sehingga tegangan output lebih kecil daripada input. yaitu: a. (3. Tegangan AC disambungkan dengan step down transformer. Shield 19 . nilai hambatan groundbed Rg dibatasi. Pada akhir perancangan. serta spesifikasi rectifier yang diperlukan oleh sistem impressed current.17) Dengan Ip: arus proteksi dan Rg: hambatan sistem / groundbed. memperbesar jarak antar anode b.6.3 Detil Instalasi Gambar 3. Menghitung Spesifikasi Rectifier Spesifikasi rectifier adalah tegangan dan daya. 5. Jika hambatan kabel sangat kecil dibandingkan dengan groundbed. Hambatan sistem adalah total hambatan groundbed ditambah hambatan kabel. dapat diketahui jenis dan jumlah anode.Agar rectifier yang digunakan tidak besar kapasitasnya. dapat diasumsikan hambatan sistem sama dengan hambatan groundbed. Tapping mengatur agar tegangan keluaran trafo tetap konstan meski tegangan inputnya berubah-ubah. B. Tegangan yang stabil sangat penting agar arus injeksi juga stabil. memilih anode yang lebih panjang.

Jatuh tegangan tidak boleh melebihi nilai 2% dari tegangan rectifier. 19. Silikon membuat anode ini tahan lama. oli • Efisiensi : rasio daya keluaran DC dengan daya input AC • Daya. Laju konsumsi anode besi tanpa silikon adalah 20pon/A/tahun. Tegangan keluaran trafo akan disearahkan oleh rectifier. tegangan dan arus maksimum : tegangan rectifier dapat diubah-ubah dan rectifier biasanya memiliki sistem closed loop untuk menjaga tegangan output sesuai dengan setpoint. 20 . harus diperhitungkan luas penampang dan panjang yang optimum.disambungkan ke tanah melalui kabel ground. Pemilihan kabel harus dapat memenuhi dua kriteria: • Ampacity: luas penampang kabel harus cukup besar untuk menyalurkan arus proteksi. semakin kecil jatuh tegangan. 80 s/d 160 pon/A/tahun. laju konsumsi terbesar dari semua anode. Dengan penambahan silikon. laju konsumsi menjadi 0. Agar biaya kabel ekonomis. Selain rectifier. dan akan menyalurkan tegangan berlebih ke tanah tanpa merusak rectifier. Semakin luas penampang. air. • High silicon cast iron: terdiri dari 15% silikon dan logam-logam lain dalam presentase yang lebih kecil. Laju konsumsinya terkecil dari semua anode. 2 pon/A/tahun.5% niobium dan sebagian kecil platinum.25pon/A/tahun. Biaya kabel berbanding lurus dengan luas penampang dan panjang kabel. Anode yang digunakan dalam sistem ini adalah: • Graphite: getas. • Jatuh tegangan: adalah fungsi dari luas penampang dan panjang kabel. bagian sistem tenaga yang vital adalah kabel. Rectifier memiliki spesifikasi berupa: • Tegangan input AC : 120/240/400 V. • Platinum and platinized niobium: terdiri dari 80% tembaga. Semakin luas penampang semakin tinggi ampacity. • Frekuensi : 50/60 Hz • Sistem pendingin : udara.

682 A 21 . A. Pipa 1 inch: 1300m 4500 Ωcm 9mA/sqmm Magnesium.1 : Data Disain Sacrifical Anode Variabel Ukuran Pipa (d) Panjang Pipa (l) Tahanan tanah (average) Kerapatan Arus (ρ) Tipe Anode Efisiensi coating (n) Lifetime A. Gambar 4. Arus proteksi maksimum (Ip) Arus proteksi maksimum adalah perkalian kerapatan arus dengan luas permukaan. l = 53.54cm 50% 20 tahun Solusi a. Ip = ρ ⋅ Ac = 9mA / sqm ⋅ 75.613m 2 = 75. c.Bab 4: Studi Kasus Perancangan Proteksi Katodik A.1. Luas permukaan total pipa (Ap) Luas permukaan pipa dapat dicari dengan: Ap = Ap 2inch + Ap1inch = πdl 2inch + πdl1inch = π ⋅ 0.613m 2 b.0508m b.0508 ⋅ 300 + π ⋅ 0. Luas permukaan efektif (Ac) Ac tergantung pada efisiensi coating. 2 inch = 0. Pipa 2 inch: 300m b. Data yang diperlukan untuk merancang sistem tersebut diberikan oleh Tabel 4.89cm.806m 2 Berarti luas area yang harus dilindungi oleh sistem proteksi adalah 75. berat 9 pon.1: Sistem Distribusi City Gas Sederhana Tabel 4. r = 8.2 Nilai a. Untuk sistem sacrificial.254mA = 0.1.0254m a. perhitungan bertujuan untuk menentukan jumlah dan distribusi anode yang akan digunakan dalam sistem.806m 2 = 682.806 m2. 1 inch = 0.1 Sistem Sacrificial Anode Problem Studi kasus akan memberikan contoh perhitungan sacrificial anode pada sistem distribusi city gas sederhana seperti disajikan oleh Gambar 4. dinyatakan dengan: Ac = n ⋅ Ap = 50% ⋅151.0254 ⋅ 1300 = 151.

75anodes = 49. Tabel 4.5 ⋅ π ⋅ 0. perlu diketahui resistansi anode dengan elektrolit / tanah.55 − 0. yaitu kriteria inisial dan kriteria lifetime.806 A= = = 2. N adalah pembagian total arus injeksi sistem dengan arus per anode: Ip 0.0254m) 22 . anode: 21.159 ⎡ 4 L ⎤ 0.3 ⋅ 9 Note: massa anode dinyatakan dalam pon. Ip dinyatakan dalam mA Menurut kriteria lifetime. Ac 75.89 − 1⎥ = 29.254 N= = 30.93 : 2. jumlah anode yang dibutuhkan adalah 29 unit. dengan berat 9pon.Berarti sistem harus bisa menginjeksikan arus sebesar 1.935m 2 Jumlah Anode (Ac/A) 23. jumlah anode yang dibutuhkan adalah 31 unit. Lifetime ⋅ Ip 20 ⋅ 682. Diameter 1inch (0.445 = 21unit 31 unit Total Spasi peranode dapat dihitung dengan pembagian panjang/jumlah anode: • Pipa 2inchi : panjang 300m.614m2.87 m 2 51.024mA Rae Re sis tan ceAnodeElectrolyte 29.85 = = Ia = = 0.3 ⋅ AnodeWeight 49.2 Jenis Pipa dan Jumlah Anode Jenis Pipa Diameter 2inch (0. panjang 21inchi. Pipa dengan diameter 2inchi memerlukan 10 anode dengan jarak peranode 30 meter.445 = 10unit 0.15Ω L ⎣ ⎦ ⎣ ⎦ Note: satuan L dan R yang digunakan adalah cm.2.0508m) Luas Permukaan Efektif (Ac) 0. jarak peranode: 62m Kesimpulan.0254 ⋅1300 = 51. lifetime sistem dan kepadatan arus. N tergantung dari berat anode.445m 2 N 31 Satu anode akan memberikan proteksi katodik ke pipa dengan luas area 2. g. Jumlah anode yang dipilih adalah yang paling besar. Kriteria inisial.631 A. Layout Layout memberikan informasi tentang jumlah anode yang dipasang pada masing-masing jenis pipa seperti dinyatakan pada Tabel 4.54 ⎤ R=ρ ⎢ln r − 1⎥ = 4500 ⋅ 53. f.5 ⋅ π ⋅ 0. Arus per anode Ia dinyatakan dengan: DrivingVoltage − PolarisedsteelVoltage ΔE 1. yaitu 31 anode. Sistem sacrificial anode ini membutuhkan 31 jumlah anode jenis Magnesium. anode: 10. Arus proteksi per anode (Ia) Untuk menghitung arus.54 ⎢ln 8. d.Pipa 1inchi memerlukan 21 anode dengan jarak peranode 62 meter.5inchi.024mA Menurut kriteria inisial. jarak peranode: 30m • Pipa 1inchi: panjang 1300m.159 ⎡ 4 ⋅ 53.682 A N= = = 28. Jumlah anode (N) N harus memenuhi dua kriteria. Distribusi anode (A) Distribusi anode adalah luas daerah yang harus diproteksi untuk 1 anode.15 e.0508 ⋅ 300 = 23. yang dinyatakan dengan Dwight’s Equation: 0. Kriteria Lifetime.41anodes Ia 0.87 : 2. radius 3.

76 A/m2. Peran rectifier adalah memberi sumber tegangan agar arus yang diinjeksikan ke pipa cukup besar dengan jumlah anode yang lebih sedikit.03m 2 = 496. Data disain diberikan oleh Tabel 4. kapasitas hantar arus maksimal adalah 10. Untuk bahan dasar silikon.2 Nilai 6 inch = 0. Jika hanya menggunakan sacrificial anode.371m2). Dalam menghantarkan arus dari rectifier.88 A Berarti sistem harus bisa menginjeksikan arus sebesar 14. Tabel 4. Sistem Impressed Current B. Kriteria batas arus anode.32cm).3: Data Disain Impressed Current Variabel Ukuran Pipa (d) Panjang Pipa (l) Tahanan tanah (average) Kerapatan Arus (ρ) Tipe Anode Efisiensi coating (n) Impedansi Coating Hambatan Maksimum Groundbed Hambatan Kabel Lifetime B.3.015m 2 Berarti luas area yang harus dilindungi oleh sistem proteksi adalah 496.1524 m 6800 feet = 2072 m = 2. kriteria lifetime dan kriteria hambatan groundbed.15 Ω/km 15 tahun Solusi a. jumlah anode yang dibutuhkan akan terlalu banyak. anode impressed current memiliki kapasitas maksimal.45mA = 14. Arus Proteksi Maksimum (Ic) Ip = ρ ⋅ Ac = 30mA / sqm ⋅ 496. distribusi anode dan kapasitas rectifier yang akan dipasang. yaitu kriteria batas arus anode. Jumlah anode dapat dihitung dengan: 23 . dan luas permukaan 4 sqft (0.1524 ⋅ 2072 = 992.833 feet = 2. Impressed current biasanya digunakan untuk sistem proteksi dengan luas permukaan yang besar dan arus proteksi yang sangat tinggi. diameter 10 inchi (0. c.072 km 2000 Ωcm 30mA/sqmm Dinyatakan di section berikutnya 50% 25000Ω/m2 2Ω 0.54cm) dan panjang 84 inchi (7 feet = 20. anode yang digunakan berbahan dasar silikon.015 m2. Luas permukaan efektif (Ac) Ac = n ⋅ Ap = 50% ⋅ 992. Pemilihan Anode Untuk sistem impressed current.88 A. d.03m 2 b.015m 2 = 14880. Dalam perancangan ini dipilih anode dengan berat 110 pon. e. Studi kasus ini menggunakan jalur distribusi gas utama dengan diameter pipa 6inchi dan panjang 6800 feet.1 Problem Dalam sistem ini. perhitungan mencakup jumlah anode. Perhitungan Jumlah Anode Terdapat tiga kriteria yang harus dipenuhi. Luas permukaan pipa (Ap) Ap = πdl = π ⋅ 0.B.

Vrec = Ip ⋅ Rtot = 14.371m 2 ⋅10. Anode bahan dasar Silikon. D = 0. Rectifier dengan rating output 25VDC. berat 110pon.072) = 1. Tergantung dari lifetime.15Ω / km ⋅ 2.8333 feet.88 ⋅ 1. di bawah batas maksimal 2 Ω. arus proteksi dan batas hantar arus anode. diameter 10 inchi (0. yaitu 4 unit. Jika nilai batas terlewati. L = 7 feet. Srec = Vrec ⋅ Ip = 369.36Ω + (0. Untuk menghitung spesifikasi rectifier.656 ⋅ 4 ⎟ = 1.00521⋅ 2000 ⎛ 8 ⋅ 7 2⋅7 ⎞ Rg = −1+ ln 0.93W Kesimpulan. Impedansi groundbed dinyatakan dengan: 0. Perhitungan Hambatan Groundbed Groundbed adalah tempat anode ditanam. Rtot = Rg + Rcable = 1.N= m2 Menurut kriteria batas arus.833 feet).678 = 24. Perhitungan Tegangan dan Daya Rectifier Spesifikasi converter dinyatakan dengan tegangan dan daya.86V .02anode 1000 ⋅ AnodeWeight 1000 ⋅110 pon Note: massa anode dinyatakan dalam pon. Sistem impressed current ini membutuhkan: a. jarak antar anode dapat diperbesar atau dipilih anode yang lebih panjang. hambatan groundbed perlu ditambah dengan hambatan kabel. f. sehingga didapat: 0.36Ω. Ip dinyatakan dalam mA Ip 14.72anode Menurut kriteria lifetime.00521ρ 8L 2L Rg = (ln −1+ ln 0. Untuk kasus ini digunakan jarak anode sebesar S = 30 feet .656 N ) L⋅N d S Impedansi groundbed dapat dihitung dengan menetapkan jarak antar anode terlebih dahulu. diperlukan anode sebanyak 1 unit.36Ω ⎜ ln 7⋅4 30 ⎝ 0. luas permukaan 4 sqft.88 A = Ai ⋅ Ic 0. panjang 84 inchi (7 feet). 24 . Lifetime ⋅ Ip 15 ⋅14880mA N= = = 2. dengan jumlah anode 4 dan jarak antar anode 30 feet.833 ⎠ Hambatan groundbed adalah 1. Dipilih anode dengan jumlah terbanyak. diperlukan anode sebanyak 4 unit.76 A = 3. b. Kriteria Lifetime.678Ω g. 370W.

DNV-RP-B401: Cathodic Protection Design. NACE. Peabody.R. Woollam.. Houston. Washington. Capcis Limited.Referensi 1. Houston. 1993 25 . 1985 6.W. Manchester.S. Department of The Army USA. Nace 176-1994: Standard Recommended Practice: Corrosion Control of Steel Fixed Offshore Platforms Associated with Petroleum Production.. BP Amoco. TM 5-811-7: Technical Manual: Electrical Design Cathodic Protection. “Corrosion Monitoring Manual”. 2001 3. Det Norske Veritas. 1994 5. 1996 4. 2001 2. “Control of Pipeline Corrosion”. NACE. Review of corrosion management for offshore oil and gas processing. Webster. A.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful