Pengertian Pembelajaran Kalam Kalam atau berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata

untuk mengekspresikan , menyatakan serta menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan secara lisan. 2.2. Tujuan Pembelajaran Kalam

Berbicara dengan bahasa asing merupakan keterampilan dasar yang menjadi tujuan dari beberapa tujuan pengajaran bahasa . Sebagaimana bicara adalah sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan orang lain. Kompetensi dalam pembelajaran kalam: 1. 2. 3. 4. 2.3. a)

Siswa mampu mengeluarkan bunyi arab dari mahrajnya yang benar. Siswa bisa membedakan ucapan antara harakat panjang dan pendek. Memperhatikan intonasi dalam berbicara. Mampu mengungkapkan ide dan pemikiran dengan bahasa yang mudah dipahami Model Pembelajaran Kalam Model Latihan Lisan[3] Model dialog

Model dialog adalah latihan meniru dan menghafalkan doalog-dialog tentang berbagai macam situasi dan kesempatan. Melalui latihan ini pelajar diharapkan dapat mencapai kemahiran yang baik dalam percakapan yang dilakukan secara wajar dan tidak dibuatbuat. Ungkapan yang harus diperkenalkan adalah seperti ucapan selamat,contohnya selamat pagi,selamat siang,selamat malam.

Pola Kalimat

Latihan ini terdiri dari pengungkapan pola-pola kalimat yang harus diulangulangsecara lisan dengan berbagai cara, secara garis besar ,pengulangan ucapan pola kalimat terdiri dari tiga unsure yaitu,namudzaj (model),talmih(cue call word),dan istijabah(pemberian respon). Seorang guru mengucapkan pola kalimat bisa juga melalui kaset yang dimasukkan kedalam alat perek am,dalam hal ini pola kalimat yang menjadi contoh latihan dibuat dan diucapkan oleh guru.lalu guru mengucapkan sebuah cue sebuah pecentus idea atau instruksi pendek sebagai petunjuk untuk membuat model seperti itu dihadapan siswa,setelah guru mengucapakn kalimat atau direkam kaset rekaman untuk memberi kalimat model,latihan pengucapan sudah dapat dilakukan.

Look and Say Exercises

Model ini menekankan pada latihan melihat dan mengucapkan,sebagai ganti alat rekaman dapat digunakan kartu bergambar atau bagan-bagan didinding untuk merangsang murid bercakap-cakap.

atau menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan isi teks yang telah siswa baca.4. Bagi pembelajar pemula 1) Guru mulai melatih bicara dengan memberi pertanyaan –pertanyaan yang harus dijawaboleh siswa.[4] Beberapa petunjuk umum berkenaan dengan pembelajaran kalam. menyusun kalimat dan mengungkapan pikiran. 1.2. Langkah-langkah Pembelajaran Kalam Adapun langkah-langkah yang bisa dilakukan guru dalam proses pembelajaran kalam adalah sebagai berikut: 1.yaitu sebagaimana berikut: 1) 2) 3) Belajar kalam yakni berlatih berbicara Hendaknya siswa mengungkapkan tentang pengalaman mereka Melatih memusatkan perhatian . menghafal percakapan. 1. 3) Guru mengurutkan pertanyaan –pertanyaan yang dijawab oleh siswa sehingga berakhir membentuk sebuah tema yang sempurna 4) Guru bisa menyuruh siswa menjawab latihan-latihan syafawiyah.atau lainlainnya.radio. 2) Pada saat yang bersamaan siswa diminta untuk belajar mengucapkan kata. Bagi pembelajar lanjutan 1) 2) 3) Belajar berbicara dengan bermain peran Berdiskusi tentang tema tertentu Bercerita tentang peristiwa yang terjadi pada siswa 4) Bercerita tentang informasi yang telah didengar dari televisi. Bagi pembelajar tingkat atas 1) 2) 3) Guru memilihkan tema untuk berlatih kalam Tema yang dipilih hendaknya menarik berhubungan dengan kehidupan siswa Tema harus jelas dan terbatas 4) Mempersilakan siswa memilih dua tema atau lebih sampai akhirnya siswa bebasmemilih tema yang dibicarakan tentang apa yang mereka ketahui.

Kegiatan berbicara di dalam kelas bahasa mempunyai aspek komunikasi dua arah. yakni antara pembicara dengan pendengarnya secara timbal balik. 3. yaitu: 1. mengetahui kapan pesan yang jelas diperlukan (transaksi atau pertukaran informasi) dan kapan pemahaman yang tepat tidak diperlukan (interaksi atau membangun hubungan). Keduanya merupakan syarat mutlak bagi sebuah komunikasi lisan yang efektif secara timbal balik. 2.siswa akan lebih termotivasi untuk berbicara jika temanya berhubungan dengan hal yang bernilai dalam kehidupan mereka.com/2011/06/19/pembelajaran-bahasa-arab-mi/ ‫الكلم هو اللفظ المر كب المفيد بالوضع‬ ْ َ ْ ِ ُ ْ ُِ ْ ُ ٌ َ ُ ْ ُ ْ ٌ َ ُ ُ َ َ َْ َ َ ‫و ا قسا مه ثل ثة : اسم و فعل و حرف جاء لمعنى‬ ْ َ ِ َ َ ٌ ْ َ َ ٌ ْ ِ َ ٌْ ِ ٌ َ َ َ ُ ُ َ ْ َ َ Al kalam (kalimat) adalah Lafadz yang tersusun yang berfaedah dengan bahasa arab. . dengan menggunakan bahasa sebagai medianya. Ketrampilan Berbicara (Kalam) Kemahiran berbicara merupakan salah satu jenis kemampuan berbahasa yang ingin dicapai dalam pengajaran bahasa modern termasuk bahasa Arab.4) 5) Tidak memutus percakapan dan sering membenarkan Bertahap 6) Kebermaknaan tema . Pembelajar bahasa perlu menyadari bahwa ketrampilan berbicara melibatkan tiga bidang pengetahuan.wordpress. dan huruf yang memiliki arti. http://yuliantifarida. Dengan demikian latihan berbicara harus terlebih dahulu didasari oleh kemampuan mendengarkan. fi’il.facebook. 3. dan kosakata). Pada tahap permulaan latihan berbicara dapat dikatakan serupa dengan menyimak akan tetapi tujuan akhir keduanya berbeda. Faktor lain yang penting dalam menghidupkan kegiatan berbicara ialah keberanian anak didik dan perasaan tidak takut salah. kecepatan berbicara. Sedangan menyimak adalah kemampuan memahami apa yang disimak. Berbicara merupakan sarana utama untuk membina saling pengertian dan komunikasi timbal balik. lamanya berhenti anatara pembicara. Latihan berbicara menekankan kemampuan eskpresi atau mengungkapkan ide pikiran pesan kepada orang lain. tata bahasa. guru hendaknya memberikan dorongan kepada anak didik agar berani berbicara kendatipun dengan resiko salah. dan penguasaan kosa kata serta ungkapan yang memungkinkan anak didik dapat mengkomunikasikan maksud atau fikirannya. Norma dan aturan sosila budaya (pengalihan pembicara. peran aktif pembicara). kemampuan mengucapkan.php?note_id=190067561011641&comments 2. http://www. Mekanik (pengucapan. Fungsi (transaksi dan interaksi). penggunaan kata-kata yang sesuai dengan susunan dan pengucapan yang benar. Penyusun kalimat itu ada tiga: Isim. Oleh karena itu.com/note.

2. 4. Percakapan Bebas. 4. yaitu: Diskusi kelas dengan dua kelompok berhadapan. Latihan percakapan. 3. Guru memberikan suatu model dialog secara tertulis untuk dihafalkan oleh siswa di rumah masingmasing. Diskusi. Bercerita 5. Berikut ini model-model latihan berbicara yang digunakan dalam melatih ketrampilan kalam anak didik yaitu. Tanya Jawab. alat peraga: baik berupa benda-benda alamiah maupun gambar-gambar yang dipakai untuk memberikan makna pada kalimat-kalimat yang dilatihkan. ada beberapa model diskusi yang bisa dilakukan di kelas kaitannya dengan latihan berbicara. dalam situasi yang bagaimana. 6. Latihan asosiasi dan identifikasi Dimaksudkan untuk melatih spontanitas siswa dan kecepatannya dalam mengidentifikasi dan mengasosiasikan makna ujaran yang didengarnya. Situasi kelas: benda-benda yang ada didalam kelas dapat dimanfaatkan untuk pemberian makna. Pengulangan sederhana 2. 7. 3. Latihan Mekanis. Percakapan Terpimpin.pemahaman tentang siapa yang berbicara kepada siapa. Latihan Pola kalimat 1. Pada minggu berikutnya siswa diminta secara berpasangan untuk tampil di depan kelas untuk memperagakan dialog tersebut. 1. Latihan komunikatif. 4. Latihan ini menumbuhkan daya kreasi siswa dan merupakan latihan yang sebenarnya. Latihan Bermakna. siswa diberi kesempatan untuk melakukan percakapan mengenai topic tersebut secara bebas. 3. Latihan ini bertujuan menanamkan kebiasaan dengan memberikan stimulus untuk mendapatkan respon yang benar. 2. Penggantian sederhana Penggantian berganda Tranformasi penggabungan kalimat dengan penambahan qowa’id 1. Diskusi kelas bebas. Ada bermacam-macam latihan mekanis diantaranya adalah: 1. Guru menetapkan topik. 2. 1. 8. 3. 4. 3. model-model latihan percakapan itu adalah sebagai berikut: 1. Guru menentukan situasi atau konteksnya. 1. dan untuk apa. Diskusi kelompok. tentang apa. siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya tentang masalah yang menjadi topik pembicaraan tersebut secara bebas. Diskusi panel. Wawancara Drama Berpidato . 2. siswa diharapkan mengembangkan imajinasinya sendiri dalam percakapan dengan lawan bicaranya sesuai dengan konteks atau situasi yang telah ditentukan. Menghafalkan Dialog. Guru hanya menentukan topik pembicaraan.

blogspot.html .http://remenmaos.com/2011/08/contoh-laporan-ptk-bahasa-arab-mts.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful