P. 1
58095099-Hasil-Diskusi

58095099-Hasil-Diskusi

|Views: 1,742|Likes:
Published by Jung So Min

More info:

Published by: Jung So Min on Oct 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/21/2013

pdf

text

original

Bayi dan anak-anak merupakan resiko terbesar untuk mengalami kekurangan gizi

karena mereka membutuhkan sejumlah besar kalori dan zat gizi untuk

pertumbuhan dan perkembangannya.

Mereka bisa mengalami kekurangan zat besi, asam folat, vitamin C dan tembaga

karena makanan yang tidak memadai.

Kekurangan asupan protein, kalori dan zat gizi lainnya bisa menyebabkan

terjadinya kekurangan kalori protein (KKP), yang merupakan suatu bentuk dari

malnutrisi yang berat, yang akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan.

Kecenderungan untuk mengalami perdarahan pada bayi baru lahir (penyakit

hemoragik pada bayi baru lahir), disebabkan oleh kekurangan vitamin K, dan bisa

berakibat fatal.

Sejalan dengan pertumbuhannya, kebutuhan makanan anak-anak akan bertambah,

karena laju pertumbuhan mereka juga bertambah.

Pada wanita hamil atau wanita menyusui, kebutuhan zat gizi meningkat untuk

36

mencegah malnutrisi pada bayi dan dirinya sendiri.

Asam folat diberikan selama kehamilan untuk menurunkan resiko gangguan

perkembangan otak atau tulang belakang (spina bifida) pada bayi.

Meskipun pada wanita-wanita pemakai pil KB lebih mungkin untuk menderita

kekurangan asam folat, tidak ada bukti bahwa bayinya akan menderita defisiensi

asam folat.

Bayi yang berasal dari ibu peminum alkohol akan mengalami gangguan

keseimbangan fisik dan mental (sindroma alkohol pada janin), karena

penyalahgunaan alkohol dan malnutrisi yang disebabkannya, bisa mempengaruhi

pertumbuhan janin.

Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif, bisa mengalami kekurangan vitamin B12,

jika ibunya adalah seorang vegetarian.

Pada orang tua dapat terjadi malnutrisi karena:

- merasa kesepian

- fisik dan mental yang mulai menurun

- kurang bergerak

- penyakit kronik.

Kemampuan penyerapan zat gizi pada orang tuapun sudah menurun,

memungkinkan terjadi berbagai masalah seperti anemia karena kekurangan zat

besi, osteoporosis dan osteomalasia.

Proses penuaan disertai dengan kehilangan sejumlah massa otot yang tidak ada

hubungannya dengan penyakit atau kekurangan makanan. Berkurangnya massa

otot ini sekitar 11 kg untuk laki-laki dan 5,5 kg untuk wanita.

Perhitungan tersebut berdasarkan:

- berkurangnya kecepatan proses metabolisme

- berkurangnya berat badan total dan

- bertambahnya lemak tubuh sekitar 20-30% pada laki-laki dan 27-40% pada

wanita.

37

Karena perubahan-perubahan tersebut dan karena berkurangnya aktivitas fisik,

orang tua memerlukan lebih sedikit kalori dan protein.

Pada orang-orang yang mempunyai penyakit kronik yang menyebabkan

malabsorbsi, cenderung memiliki kesulitan dalam menyerap vitamin yang larut

dalam lemak (A, D, E dan K), vitamin B12, kalsium dan zat besi.

Penyakit hati mengganggu penyimpanan vitamin A dan B12, dan mempengaruhi

metabolisme protein dan glukosa (sejenis gula).

Penderita penyakit ginjal cenderung mengalami kekurangan protein, zat besi dan

vitamin D.

Sebagian besar vegetarian merupakan vegetarian ovo-lakto, yaitu mereka tidak

mengkonsumsi daging dan ikan, tapi mengkonsumsi telur dan produk olahan susu.

Satu-satunya resiko dari diet semacam ini adalah kekurangan zat besi.

Vegetarian ovo-lakto cenderung berumur lebih panjang dan memiliki resiko yang

lebih kecil untuk menderita penyakit kronik dibandingkan orang yang

mengkonsumsi daging.

Tetapi kesehatan mereka yang lebih baik, juga merupakan hasil dari menghindari

pemakaian alkohol dan tembakau, dan mereka cenderung berolah raga secara

teratur.

Vegetarian yang tidak mengkonsumsi produk hewan (vegan), memiliki resiko

untuk menderita kekurangan vitamin B12. Makanan bergaya oriental dan

makanan yang difermentasi lainnya (misalnya minyak ikan), bisa memenuhi

kebutuhan akan vitamin B12.

Banyak makanan yang dinyatakan dapat meningkatkan kesehatan atau

menurunkan berat badan. Tetapi pembatasan makanan yang sangat ketat,

berdasarkan ilmu gizi adalah tidak sehat, karena dapat menyebabkan:

Kekurangan vitamin, mineral dan protein

Gangguan jantung, ginjal dan metabolisme

Kematian .

Asupan kalori yang sangat rendah (kurang dari 400 kalori/hari) tidak dapat

38

mempertahankan kesehatan dalam waktu yang lama.

Ketagihan alkohol atau obat-obatan bisa merusak gaya hidup seseorang

sehingga asupan makanan yang cukup tidak terpenuhi, dan terdapat

gangguan pada penyerapan dan metabolisme zat-zat gizi.

Alkoholisme adalah bentuk ketagihan obat yang paling sering ditemukan,

yang memberikan efek serius terhadap status gizi seseorang. Pemakaian

alkohol dalam jumlah yang sangat besar merupakan racun yang akan

merusak jaringan, terutama pada saluran pencernaan, hati, pankreas dan

sistem saraf (termasuk otak).

Alkoholisme merupakan penyebab paling sering dari kekurangan vitamin

B1 (tiamin) di USA dan juga menyebabkan kekurangan magnesium, zat

besi dan vitamin lainnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->