TEORI PENUAAN PENDAHULUAN Dahulu para ilmuan telah membuat teori tentang penuaan seperti Aristoteles dan Hipocrates

yang berisi tentang suatu penurunan suhu tubuh dan cairan secara umum. Sekarang dengan seiring jaman banyak orang yang melakukan penelitian dan penemuan dengan tujuan supaya ilmu itu dapat semakin jelas, komplek dan variatif. Ahli teori telah mendeskripsikan proses biopsikososial penuaan yang kompleks. Tidak ada teori yang menjelaskan teori penuaan secara utuh. Semua teori masih dalam berbagai tahap perkembangan dan mepunyai keterbatasan. Namum perawat dapat menggunakannnya untuk memahami fenomena yang mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan klien lansia. Proses menjadi tua itu pasti akan dialami oleh setiap orang dan menjadi dewasa itu pilihan.penuaan bukan progresi yang sederhana, jadi tidak ada teori universal yang diterima yang dapat memprediksi dan menjelaskan kompleksitas lansia. Penuaan dapat dilihat dari 3 perspektif yaitu : 1. Usia biologis Berhubungan dengan kapasitas fungsi system organ 2. Usia psikologis Berhubungan dengan kapasitas perilaku adaptasi 3. Usia social Berhubungan dengan perubahan peran dan perilaku sesuai usia manusia. Peran teori dalam memahami penuaan adalah sebagai landasan dan sudut pandang untuk melihat fakta, menjawab pertanyaan filosofi, dan dasar memberikan asuhan keperawatan pada pasien. Penuaan pada seseorang dipengaruhi oleh beberapa bagian seperti biologi, psikologi, social, fungsional dan spiritual. TEORI BIOLOGI Teori ini berfokus pada proses fisiologi dalam kehidupan seseorang dari lahir sampai meninggal. Perubahan pada tubuh dapat secara independen atau dapat dipengaruhi oleh faktor luar yang bersifat patologis. Teori biologi dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu : 1. Teori Stokastik/ Stochastic Theories Bahwa penuaan merupakan suatu kejadian yang terjadi secara acak/ random dan akumulasi setiap waktu. Teori ini terdiri dari : a) Error Theory Teori kesalahan didasarkan pada gagasan di mana kesalahan dapat terjadi di dalam rekaman sintese DNA. kesalahan ini diabadikan dan secepatnya didorong kearah sistem yang tidak berfungsi di tingkatan yang optimal. Jika proses transkripsi dari DNA terganggu maka akan mempengaruhi suatu sel dan akan terjadi penuaan yang berakibat pada kematian. b) Free Radical Theory/ teori radikal bebas Teori ini menyatakan bahwa penuaan disebabkan akumulasi kerusakan ireversibel akibat senyawa pengoksidan. Radikal bebas adalah produk metabolisme selular yang merupakan bagian molekul yang sagat reaktif. Molekul ini mempunyai muatan ekstraselular kuat yang dapat menciptakan reaksi dengan protein, mengubah bentuk dan sifatnya ; molekul ini juga dapat bereaksi dengan lipid yang berada dalam membran sel, mempengaruhi permeabilitasnya, atau dapat berikatan dengan organel sel lainnya (Christiansen dan Grzybowsky, 1993). Proses metabolisme oksigen diperkirakan menjadi sumber radikal bebas terbesar (Hayflick, 1987), secara spesifik, oksidasi lemak, protein dan karbohidrat dalam tubuh menyebabkan formasi radikal bebas. Polutan lingkungan merupakan sumber eksternal radikal bebas. c) Cross-Linkage Theory Teori ini seperti protein yang metabolisme tidak normal sehingga banyak produksi sampah didalam sel dan kinerja jaringan tidak dapat efektif dan efisien. d) Wear and Tear Theory Teori ini mengatakan bahwa manusia diibaratkan seperti mesin. Sehingga perlu adanya perawatan. Dan penuaan merupakan hasil dari penggunaan. 2. Teori Nonstokastik/ NonStochastic Theories Proses penuaan disesuaikan menurut waktu tertentu a) Programmed Theory Pembelahan sel dibatasi oleh waktu, sehingga suatu saat tidak dapat regenerasi kembali. b) Immunity Theory Mutasi yang berulang atau perubahan protein pasca translasi, dapat menyebabkan berkurangnya kemampuan system imun tubuh mengenali dirinya sendiri. Mutasi somatic menyebabkan terjadinya kelainan pada antigen permukaan sel, maka hal ini dapat menyebabkan system imun tubuh mengalami perubahan, dan dapat dianggap sebagai sel asing. Hal inilah yang menjadi dasar terjadinya peristiwa autoimun. Dilain pihak, system imun tubuh sendiri daya pertahanannya mengalami penurunan pada proses penuaan dan daya serangnya terhadap sel kanker mengalami penurunan. TEORI PSIKOLOGI (PSYCHOLOGIC THEORIES AGING) Teori ini akan menjelaskan bagaimana seseorang berespon pada tugas perkembangannya. Pada dasarnya perkembangan seseorang akan terus berjalan meskipun orang tersebut telah menua. Teori Hierarki Kebutuhan Manusia Maslow (Maslow’s Hierarchy of Human Needs) Dari hierarki Maslow kebutuhan dasar menusia dibagi dalam lima tingkatan dari mulai yang terendah kebutuhan fisiologi, rasa aman, kasih sayang, harga diri sampai pada yang paling tinggi yaitu aktualisasi diri. Seseorang akan memenuhi kebutuhan tersebut dari mulai tingkat yang paling rendah menuju ke tingkat yang paling tinggi. Menurut Maslow semakin tua usia individu maka individu tersebut akan mulai berusaha mencapai aktualisasi dirinya. Jika individu telah mencapai aktualisasi diri maka individu tersebut telah mencapai kedewasaan dan kematangan dengan semua sifat yang ada di dalamnya; otonomi, kreatif, independent dan hubungan interpersonal yang positif. Teori Individualism Jung (Jung’s Theory of Individualism) Menurut Carl Jung sifat dasar menusia terbagi menjadi dua yaitu ekstrovert dan introvert. Individu yang telah mencapai lansia dia akan cenderung introvert, dia lebih suka menyendiri seperti bernostalgia tentang masa lalunya. Menua yang sukses adalah jika dia bisa menyeimbangkan antari sisi introvertnya dengan sisi ekstrovertnya namun lebih condong kearah introvert. Dia tidak hanya senang dengan dunianya sendiri tapi juga terkadang dia ekstrovert juga melihat orang lain dan bergantung pada mereka. Teori Delapan Tingkat Perkembangan Erikson (Erikson’s Eight Stages of Life) Menurut Erikson tugas perkembangan terakhir yang harus dicapai individu adalah ego integrity vs disapear. Jika individu tersebut sukses mencapai tugas ini maka dia akan berkembang menjadi individu yang arif dan bijaksana (menerima dirinya apa adanya, merasa hidup penuh arti, menjadi lansia yang bertanggung jawab dan kehidupannya berhasil). Namun jika individu tersebut gagal mencapai tahap ini maka dia akan hidup penuh dengan keputusasaan (lansia takut mati, penyesalan diri, merasakan kegetiran dan merasa terlambat untuk memperbaiki diri). Optimalisasi Selektif dengan Kompensasi (Selective Optimization with Compensation) Menurut teori ini, kompensasi terhadap penurunan tubuh ada 3 elemen yaitu: a. Seleksi. Adanya penurunan dari fungsi tubuh karena proses penuaan maka mau tidak mau harus ada peningkatan pembatasan terhadap aktivitas sehari-hari. b. Optimalisasi. Lansia tetap menoptimalkan kemampuan yang masih dia punya guna meningkatkan kehidupannya. c. Kompensasi. Aktivitas-aktivitas yang sudah tidak dapat dijalakan arena proses penuaan diganti dengan aktifitas-aktifitas lain yang mungkin bisa dilakukan dan bermanfaat bagi alnsia. TEORI KULTURAL Ahli antropologi menjelaskan bahwa tempat kelahiran seseorang berpengaruh pada budaya yang dianut oleh seseorang. Hal ini juga dipercaya bahwa kaum tua tidak dapat mengabaikan sosial budaya mereka. Jika hal ini benar maka status tua dalam perbedaan sosial dapat dijelaskan oleh sejarah kepercayaan dan tradisi. Blakemore dan Boneham yang melakukan penelitian pada kelompok tua di Asia dan Afro – Caribbean menjelaskan bahwa kaum tua merupakan komunitas yang minoritas yang dapat menjamin keutuhan etnik, ras dan budaya. Sedangkan Salmon menjelaskan tentang konsep “ Double Jeoparoly “ yang digunakan untuk karakteristik pada penuaan.

Disamping itu karena permeabilitas kolagen yang ada di dalam sel telah sangat jauh berkurang. Sebaliknya. atau tidak dapat berkarya lagi pada usia sekitar 70 tahun. Menurut Burnet dalam Kimbal (1983) mutasi gen somatik yang tidak dengan cepat diperbaiki oleh enzim DNA polimerase akan menumpuk pada sel sehingga gen-gen tersebut mulai menghasilkan protein yang tidak sempurna yang mengakibatkan efisiensi sel berkurang. yaitu proses terjadinya perubahan anatomi maupun penurunan fungsi dari sel. Sel tidak dapat mengelak dari penumpukan ini karena kolagen sebagai protein struktural yang merupakan selubung ekstraseluler sebagian besar sel tubuh menjadi tidak lentur dan tidak mudah larut. ternyata secara individu pun kedua jenis mahluk tersebut mempunyai usia yang mencapai ribuan tahun. Sejarah telah mencatat bahwa bumi pernah ditempati oleh dinosaurus selama 65 juta tahun dan oleh ichtyosaurus (ikan purba) selama 150 juta tahun. hanya hormon testoteron yang mengalami penurunan. (1993) telah mengadakan penelitian tentang perubahan hormon yang dialami pria mulai usia 30 tahun sampai 80 tahun. yang merupakan kelompok minoritas yang memiliki kekuatan atau pengaruh pada nilai budaya. 1983) sehingga sel-sel lebih cepat mengalami penuaan. Teori Pertama Teori pertama menyatakan bahwa semakin cepat suatu organisme hidup maka semakin cepat pula mereka menua. perasaan. Akibat lain penuaan adalah merangsang mutasi DNA mitokondria (Fukagawa et al. DAMPAK MENJADI TUA Ketiga teori di atas merupakan teori biologi yang dianggap mampu menjelaskan berbagai penurunan kondisi baik penurunan bentuk anatomis maupun secara fisiologis (fungsi tubuh) apabila seorang manusia mengalami penuaan. Penumpukan tersebut secara berangsurangsur mengurangi kemampuan sel untuk berfungsi sehingga akhirnya menjadi tua. Keberadaan dan perubahan hormon berhubungan erat dengan usia (Vermuelen. Proses menjadi tua merupakan keadaan yang harus dilalui oleh semua mahluk hidup. Sesungguhnya proses perubahan di atas hampir terjadi di setiap sel. setiap orang akan berupaya menjadi lebih arif dan akan mengembangkan dirinya ke labih yang berarti : melalui prestasi yang diraihnya di kala muda. telah hidup manusia dari berbagai generasi dan bangsa. hal ini ditandai dengan berhentinya menstruasi yang menunjukkan telah berhentinya kemampuan reproduksi dari wanita tersebut. Disamping secara populasi kedua mahluk tersebut mampu hidup dalam waktu yang panjang. hanya saja karena sel kulit (sistem integumen) merupakan lapisan luar tubuh yang berhubungan dengan dunia luar. Dampak Secara Anatomis Penuaan akan mengakibatkan penurunan kondisi anatomis dari sel akibat terjadinya penumpukan metabolit yang terjadi di dalam sel (Teori II). 1994). Dalam kurun waktu tersebut.Penelitian umum pada kelompok Afrika – Amerika dan Mexican American yaitu jika budaya membantu umtuk menjelaskan karakteristik penuaan. Dalam makalah ini akan disampaikan tiga buah teori. 1999). peningkatan usia tidak selalu diiringi dengan penurunan hormon.. Ada berbagai macam fungsi dipengaruhi oleh tubuh yang mengalami penuaan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pria. Kejadian seperti menopause ini sesungguhnya tidak pernah terjadi pada pria. maka kekenyalan dan kekencangan dari otot. Proses ini kadang-kadang merupakan momok yang paling ditakuti oleh yang mengalaminya sehingga berbagai upaya dilakukan untuk menghambat atau bahkan kalau bisa menghindari proses ini. Namun demikian teori ini tidak menjelaskan bagaimana proses tersebut dapat terjadi pada tingkat seluler sehingga pengambilan kesimpulan yang hanya didasarkan pada teori ini banyak memiliki kekurangan.Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa budaya yang dimiliki seseorang sejak lahir akan tetap dipertahankan sampai tua. Berbeda dengan dinosaurus maupun ichtiosaurus. sel akan mati (merupakan proses penuaan) atau bahkan mengalami kanker. apabila memiliki usia yang panjang. b. Suatu usia yang secara individu tidak akan pernah dicapai oleh umat manusia.000 tahun lalu. Apabila disandarkan pada teori ini maka pertumbuhan seorang manusia yang terlalu cepat. Bahkan mempengaruhi orang – orang disekitaryauntuk mengikuti budaya tersebut sehingga tercipta kelestarian budaya. terutama pada bagian integumen akan sangat jauh menurun. maka hal ini merupakan tuntutan untuk dapat digunakan dalam pemeriksaan lebih lanjut.. a. b. Hal yang sama dapat juga kita amati bahwa banyak orang tua yang hidup sebelum kita mampu bekerja sampai usianya mencapai 100 tahun. keperawatan-gun. Hal ini terjadi karena kehidupan cepat didefinisikan sebagai proses differensiasi dari pertumbuhan yang cepat serta metabolisme yang tinggi (Kimbal. 1998). Teori Kedua Teori kedua menyatakan bahwa setiap sel tidak dapat mengelak dari penumpukan sisa metabolit yang bersifat racun. DASAR PEMIKIRAN Penuaan sesungguhnya merupakan proses dediffensiasi (de-growth) dari sel. kehidupan umat manusia di bumi sesungguhnya baru dimulai 100. maka sel inilah yang jelas dapat langsung dilihat.blogspot. Seperti diketahui. Teori Ketiga Teori ketiga menyatakan bahwa penuaan terjadi sebagai akibat kondisi lingkungan yang merugikan gen-gen yang berhubungan dengan sel badan atau sel-sel somatik (Kanungo. dengan berdoa demi kententraman hidup pribadi dan orang lain Menuju penyempurnaan diri dan mengarah pada pencerahan atau pemenuhan diri untuk dapat mengarah pada kemanunggalan dengan Illahi Melalui pengalaman hidup. Madersbacher et al. III. 1999) walaupun tidak ada hubungan antara penuaan tersebut dengan perubahan komposisi asam lemak sel (Stulnig et al. Akibatnya. seseorang akan berupaya meraih nilai-nilai luhur di hari tua – khususnya keserasian hidup dengan lingkungannnya. nilai . Permasalahannya kini. Yang sangat menarik adalah kualitas hidup umat manusia terus mengalami penurunan seiring peningkatan usianya dari waktu ke waktu. pelibatan diri dalam kondisi dan situasi yang sesuai dengan kitab suci dan diaplikasikan dalam kehidupan masa kini Kegiatan-kegiatan di atas tersebut menyiapkan usia lanjut untuk kembali secara sempurna dan utuh ke pangkuan Illahi. Sebagai contoh Nabi Nuh mampu terus bekerja dan berkarya sampai usia beliau mencapai 1000 tahun. II. tidak baik bagi manusia tersebut karena dia akan cepat mengalami penuaan.. ketika kolagen pertama kali dibentuk. Padahal umat manusia saat ini banyak yang telah menjadi tua. PENDAHULUAN Bumi yang kita tempati saat ini sesungguhnya telah silih berganti ditempati oleh berbagai mahluk hidup.html . dengan berani dan terbuka mengakui kesalahan dan melakukan pertaubatan Kotemplasi. ketika seseorang menjadi tua akan menjadi : Menjauhkan diri dari hawa nafsu duniawi Melaksanakan amanah agama yang dianut. zat ini bersifat lentur dan mudah larut dan hal ini menunjukkan bahwa sel belum menua. Akibat pengurangan permeabilitas ini maka lalu lintas bahan antar-sel mengalami banyak hambatan. Apabila protein yang tidak sempurna ini menjadi enzim maka proses mutasi somatik akan terjadi secara lebih cepat. Budaya adalah attitude.166k MENGAPA HARUS TAKUT MENJADI TUA I. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa seiring perubahan usia. dan kepercayaan yang terdapat pada suatu daerah atau yang dianut oleh sekelompok orang kaum tua . a. sedangkan luteinizing hormone (LH) dan follicle stimulating hormon (FSH) tetap mengalami peningkatan. Dari . TEORI SPIRITUAL Pada dasarnya. Kemungkinan ini pula yang dijadikan dasar dalam pemunculan hipotesis bahwa penuaan mengakibatkan terjadinya perubahan hormon (Hermann dan Berger.com/2007/07/teori-penuaan. 1996). antara lain : 1) Fungsi Seksualitas Fungsi seksualitas sangat terkait dengan hormon seks yang ada di dalam tubuh. Hal inilah yang secara kasat mata dapat dilihat berupa kulit keriput pada manusia yang mengalami proses penuaan. Namun demikian lama-kelamaan rantai polipeptida yang terbuat dari kolagen terikat terus bersama sehingga kelarutan dan kelenturan (permeabilitas) dari bahan tersebut berkurang. wanita yang mengalami masa tua akan mengalami menopause. apa yang sebenarnya terjadi sehingga apabila berumur panjang kita menjadi tua dan benarkah penuaan ini merupakan proses yang menakutkan karena kulit semakin mengeriput dan berbagai fungsi yang ada di dalam tubuh semakin menurun. Ada banyak teori yang menjelaskan masalah penuaan. c. Metabolit yang menumpuk tersebut tentunya bersifat racun terhadap sel sehingga bentuk dan komposisi pembangun sel sendiri akan mengalami perubahan. Dampak Secara Fisiologis Perubahan anatomis yang terjadi dalam suatu sel baik secara bentuk maupun komposisi zat pembangunnya dipastikan akan mempengaruhi fungsi dari sel maupun organisme tersebut secara keseluruhan. Kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan oleh usia lanjut sebagai upaya dalam meniti dan meningkatkan taraf kehidupan spiritual yang baik antara lain : Mendalami kitab suci sesuai agama masing-masing supaya kekurangan dan kesalahan yang sudah dilakukan dapat diperbaiki Melakukan latihan meditasi Berdoa untuk menjalin hubungan yang lebih dalam dengan Tuhan YME.

Salah satu contoh adalah proses terjadinya penurunan pendengaran (penulian) pada telinga. lemak. INDUKSI DAN DEDUKSI DALAM FENOMENA PENUAAN Penuaan masih bersifat fenomenal setidaknya dalam arti bahwa belum cukup kepastian untuk menyatakan proses penuaan secara universal. b. Pemaparan suara bising yang terlalu lama dan berintensitas tinggi akan menjadikan seseorang berangsur-angsur menjadi tuli. metabolit dapat dikeluarkan lebih cepat sehingga tidak menumpuk pada sel. namun tetap terus terbuka untuk ditemukan kebenaran baru terhadap teori-teori tersebut. 3)Fungsi Rasio dan Naluri Fungsi rasio maupun naluri sangat terkait dengan sistem syaraf dan otak. atau dengan kata lain kemampuan reproduksi pria tidak pernah berhenti sama sekali. falsifikasionis justru mensyaratkan bahwa suatu hipotesa ilmiah harus falsiafiabel. 2) Fungsi Indera Seperti juga fungsi seksual fungsi indera akan menurun setelah manusia mengalami penuaan. maka hipotesa harus falsifiabel (dapat dinyatakan sebagai tidak benar atau salah). Jumlah observasi yang membentuk dasar untuk generalisasi harus besar. Hal ini muncul karena selama proses kehidupan. Observasi harus diulang-ulang pada variasi kondisi yang luas c. aktivitas seksual pada pria akan mengalami penurunan. Menghindari stress Secara fisiologis. ada kecendrungan bahwa manusia memahami siapa dirinya dan mau kemana dia pada akhirnya. Teori-teori baru tersebut baik berupa “koreksi” terhadap teori terdahulu maupun sesuatu yang benar-benar baru. penuaan adalah kondisi yang pasti tidak disukai. Secara keseluruhan. V. Dengan demikian masih sangat luas obyek-obyek yang dapat dilakukan oleh para peneliti biologi. Terus menggunakan otak untuk berfikir Seperti juga adanya proses latihan pada sel. vitamin dan mineralnya. Walaupun kemampuan reproduksinya tidak sama sekali terhenti. IV. Kecuali setelah mengalami pikun. Dengan demikian tidaklah mengherankan apabila kondisi lingkungan pada jaman dulu yang tidak tercemar diduga menjadi penyebab bahwa umur manusia jaman dulu lebih lama daripada umur manusia masa kini dan kualitas hidupnya pun lebih baik daripada kualitas hidup manusia masa kini (catatan: pengertian kualitas hidup disini lebih dititikberatkan pada kesehatan). karena pendekatan induktif bertumpu pada pengalaman. proses pembelajaran dan pengalaman terjadi. namun masih terus bersifat falsifiabel. atau terbentuknya protein yang tidak sempurna sehingga efisiensi sel berkurang. kualitas makanan yang sesuai adalah makanan yang seimbang secara gizi. Mencegah kegemukan atau kekurusan Kegemukan atau kekurusan merupakan kondisi yang tidak ideal bagi tubuh. sedangkan kekurusan akan mengakibatkan tidak terpenuhinya matriks sel yang diperlukan sel untuk berada pada kondisi normal. tetapi dari pengalaman. tidak diperoleh data yang valid yang dapat menunjukkan adanya penurunan fungsi nurani maupun instuisi akibat adanya proses penuaan. Metabolisme yang tidak normal akan mempercepat penumpukan metabolit. proses penuaan pun biasanya berlangsung secara cepat. juga masih memiliki sifat falsifiabel. Dengan didasarkan pada teori proses penuaan ada. Contoh lain adalah pengakumulasian antibiotik yang menjadikan seseoran resisten terhadap antibiotik. e. Hidup dalam lingkungan tidak tercemar Kondisi lingkungan yang tercemar merupakan kondisi lingkungan yang merugikan gen-gen yang berada dalam sel. f. Suatu hipotesa falsifiabel apabila terdapat suatu keterangan observasi atau suatu perangkat keterangan observasi yang tidak konsisiten dengannya. c. kemampuan berfikir pun harus terus dilatih. apabila kedua kondisi tidak ideal ini terjadi. Karena umumnya manusia yang mengalami stress malas untuk berolah raga. maka secara secara otomatis fungsi indera pun akan mengalami penurunan. Apabila sel tersebut terpapar lama pada lingkungan tercemar maka sel akan cepat mengalami penuaan. .falsifiabel 2. Hal ini terkait erat dengan ketersediaan hormon androgen yang terdapat di dalam tubuh. Mereka harus memenuhi : a. Di Bogor sedang hujan ataupun sedang tidak hujan -. sedangkan jaringan sendiri merupakan kumpulan sel yang mempunyai fungsi yang sama. maka dalam konteks tulisan ini kita dapat memulainya dengan pertanyaan seperti : benarkah hidup dalam lingkungan tidak tercemar dapat menghambat penuaan ?. Jadi dalam konteks penuaan ini kita dapat membuat sejumlah besar upaya membangun ilmu baru melalui pendekatan induktif. atau menghindari stress dapat menghambat penuaan ? Apabila ditemukan suatu fakta yang tidak sesuai dengan kebenaran yang telah diakui/diyakini tersebut maka artinya kebenaran tersebut menjadi tidak benar.tidak falsifiabel karena tidak ada keterangan observasi logis yang dapat menyalahkannya. Kegemukan akan mengakibatkan penumpukan metabolit pada sel. Hal ini dapat dilihat pada orang tua yang secara berangsur-angsur mengalami penurunan kemampuan pendengaran dan penglihatan serta kemampuan inderawi lainnya. Secara umum. b.fenomena ini (biasa disebut cross of andropause) beberapa ahli menyatakan bahwa tidak ada andropause yang sesungguhnya (Herman and Berger. Ketulian ini dipicu oleh penebalan sel-sel pada dinding alat pendengaran. Jadi kalau dalam hal penuaan kita temukan pernyataan : Penuaan akan mengakibatkan penurunan kondisi anatomis dari sel. maka dipastikan kemampuan seseorang dalam pengembangan ilmu-ilmu fisik material akan sangat jauh menurun atau bahkan terhenti sama sekali. metabolitnya menumpuk relatif cepat dalam sel dan memperbesar peluang protein yang tidak sempurna untuk menjadi enzim. Di lain pihak . FALSIFIKASI POPPER DALAM TEORI PENUAAN Kaum falsifikasionis memandang ilmu sebagai suatu perangkat hipotesa yang dikemukakan secara tiba-tiba dengan tujuan melukiskan secara akurat perilaku dunia atau alam semesta. Bagi peneliti dengan pendekatan induktif. Melaksanakan olah raga secara teratur Terdapat dua keuntungan yang diperoleh apabila seseorang melakukan olah raga secara teratur. sungguhpun hanya satu kasus. sel menjadi terlatih sehingga keluar masuknya bahan antar sel atau permeabilitas kolagen akan lebih terjaga. maka upaya menghambat penuaan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: a. Karena dalam falsifikasi pada intinya mempersoalkan sesuatu untuk mendapatkan kebenaran . Karena sel telah mengalami perubahan bentuk maupun komposisi zat pembangun (sel tidak normal) ketika mengalami proses penuaan. Walaupun dilain pihak bukti-bukti kebenaran telah dapat diungkapkan para ilmuwan dibidangnya. Buktinya. artinya ia dapat difalsifikasi bila ditemukan bahwa penuaan tidak mengakibatkan penurunan kondisi anatomis sel. Dalam ilmu fisiologi fenomena ini dibahas dalam fisiologi latihan (Exercise Physiology). Bila ditinjau dari fungsi nurani. 1999). benarkah terus menggunakan otak untuk berpikir. Indera pada hakekatnya merupakan suatu organ yang tersusun dari jaringan. Dalam hal ini yang penting diperhatikan bagi para penelitinya adalah agar disiplin dalam menggunakan setiap pendekatan yang dipilih. Pendekatan induktif dan deduktif masih terbuka untuk mengungkap proses. Selanjutnya seluruh upaya menghambat penuaan yang telah banyak diakui bahkan diyakini banyak orang. naluri dan indera sangat terkait dengan pengembangan ilmu-ilmu fisik material. banyak upaya yang dilakukan manusia untuk menghambat proses penuaan tersebut. namun apabila semua manusia berkata jujur. Hal ini berarti bahwa seluruh teori tentang penuaan tersebut adalah benar. dampak maupun upaya pencegahan penuaan. Begitupun tentu dampak penuaan secara fisiologis yang disajikan pada tulisan ini semuanya bersifat falsifiabel. Karena sel menuntut asupan matriks yang sesuai dengan kebutuhannya. Pada gilirannya. baik jumlah karbohidrat. Proses ini mendidik rasionya untuk selalu bekerja dan berfikir. mereka berupaya menemukan kebenaran bukan bersandar dari logika . ini berarti falsifiabel. yakni apabila ia dinyatakan sebagai benar maka ia akan memfalsifikasi hipotesa itu. Keterangan observasi yang sudah dapat diterima tidak boleh bertentangan dengan hukum universal yang menjadi kesimpulannya. Kedua hal inilah yang dipastikan akan menghambat penuaan sel. d. protein. Contoh : 1. Sesungguhnya proses berfikir adalah proses latihan (olah raga) pada sel otak sehingga membuat kondisi sel-sel otak lebih terjaga sehingga proses penuaan atau pikun akan dapat dihambat. Kedua. UPAYA MENGHAMBAT PENUAAN Walaupun bukan sesuatu yang ditakuti semua orang. Namun demikian untuk membuat generalisasi tidaklah mudah. 4)Fungsi Nurani dan Intuisi. Karena telah terjadi penurunan fungsi akibat penuaan. Fungsi rasio. Perlu diingat bahwa pendekatan induktif ini memerlukan sumberdaya yang tidak kecil serta waktu yang lama untuk mencapai suatu kesimpulan yang bersifat universal. VI. konsekuensinya adalah bahwa makanan harus mempunyai kualitas yang sesuai dengan kebutuhan sel tersebut. Mengkonsumsi makanan yang bergizi Makanan yang masuk ke dalam tubuh merupakan penentu utama tingkat pertumbuhan maupun kualitas matriks sel. sel akan cepat mengalami penuaan dan manusianya pun akan cepat tua. Tidak pernah hujan pada hari minggu -. Pertama. Untuk menjadi suatu teori ilmiah. stress akan mengakibatkan proses metabolisme berjalan secara tidak normal.

http://nutrisijiwa. Photoaging bertanggung jawab atas perubahan – perubahan penampilan kulit yang terkait usia seperti bintik pigmentasi ( aging spot ). Merokok juga menyumbang efek penuaan melalui perubahan – perubahan biokimiawi yang terjadi di jaringan ikat kulit. Mayoritas lansia pada studi ini memperlihatkan adaptasi yang efektif terhadap kebutuhan ini. Jika ini tidak tercapai maka akan mengakibatkan terjadinya gangguan. Dari sinilah akhirnya memicu perkembangan ilmu-ilmu yang harus dilakukan baik untuk melengkapi teori penuaan yang sudah maupun yang akhirnya membantah ilmu penuaan yang sudah ada sekalipun. sehingga menjadi tua. 2. Para peneliti menemukan bahwa periode krisis psikologis pada saat dewasa tidak akan terjadi pada interval regular. Stress-Adaptasi Theory Teori adaptasi stres ini menegaskan efek positif dan negatif dari stres pada perkembangan biopsikososial. c. perilaku dan situasi membutuhkan respon tingkah laku yang baru. Teori ini berpendapat bahwa pusat proses siklus kehidupan adalah perubahan sistem hubungan dengan orang lain untuk medukung fungsi masuk. psikologis. akibatnya kulit menjadi kendor. c. Teori Biologis a. Terdapat stereotype yang kuat dari teori ini termasuk ide bahwa lansia merasa nyaman bila berhubungan dengan orang lain seusianya. kognitif. trauma. Melakukan olah raga secara teratur dan mengkonsumsi makanan yang bergizi.Konsep penuaan ini memperlihatkan penerimaan terhadap mitos dan stereotif penuaan. Disengagement Theory Postulat pada teori ini menyatakan bahwa lansia dan penarikan diri dari lingkungan sosial merupakan bagian dari proses penuaan yang normal. Wear and Tear Theory Teori wear and tear ini menyatakan bahwa perubahan struktur dan fungsi dapat dipercepat oleh perlakuan kejam dan diprlambat oleh perawatan. b.com/journal/item/4 MEKANISME DASAR PROSES AGING Dengan meningkatnya kemajuan ilmu dan teknologi khususnya di bidang kesehatan. Tidak ada satu teoripun dapat memasukan semua variable yang menyebabkan penuaan dan respon individu terhadap hal itu. 3. luka. Sebagai efek positif. baik secara fisiologi. Ketakutan menghadapi proses ini merupakan hal yang wajar. Biological Programming Theory Teori program biologis merupakan suatu proses sepanjang kehidupan sel yang terjadi sesuai dengan sel itu sendiri. teori psikologis. maka kulit juga menjadi lebih kering. Teori waktu kehiduan makhluk memperlihatkan adanya kemunduran biologis. gangguan metabolik dan imunologi. a. dengan menjaga kesehatan individu maupun kesehatan lingkungannya. Masalahmasalah yang berkaitan dengan penuaan merupakan hasil dari akumulasi stres. Memelihara kesehatan lingkungan sekitar selalu bersih dan bebas dari .Bagi peneliti dengan pendekatan deduktif. keluar dan perkembangan anggota keluarga. orang menjadi cepat tua. Tetapi dapat dipastikan pula bahwa peranan keduanya adalah sama pentingnya. jaringan ikat yang membuat kulit kita kencang dan elastis. Maka ramalan logis yang dapat dijelaskan adalah semakin banyak dan cepat terjadinya penumpukan sisa metabolit bersifat racun. Stres sering di asumsikan dapat mempercepat proses penuaan. Jika dicermati lebih lanjut. Teori psikologis. dan fungsi psikomotor yang tidak dapat dihindari dan diperbaiki. Efek negatif dari stres bisa menjadi ketidakmampuan fungsi karena perasaan yang terlalu berlebihan. Secara garis besar teori penuaan dibagi menjadi teori biologis. Penuaan adalah konsekuensi yang harus ditanggung apabila kita berumur panjang. Misalnya pada teori penuaan kedua yang menyatakan bahwa setiap sel tidak dapat mengelak dari penumpukkan sisa metabolit yang bersifat racun yang berangsur-angsur mengurangi kemampuan sel. Program genetik untuk setiap orang berbeda.net/702_04212/kel6a_0212. dan kepuasan dalam hidup. The Family in Later Life Teori keluarga berfokus pada keluarga sebagai unti dasar perkembangan emosi seseorang. dan sosial dipercaya merupakan repleksi dari masalah negosiasi dan transisi pada siklus kehidupan keluarga. stres menstimulasi seseorang untuk melakukan sesuatu yang baru. Perubahan peran. Stability of Personality Perubahan kepribadian secara radikal pada lansia dapat mengakibatkan penyakit otak. ini diidentifikasi sebagai integritas ego. 1. dan pelebaran pembuluh darah. Hasil diskusi terakhir tentang proses ini menemukan bahwa melihat kembali kehidupan sebelumnya merupakan salah satu strategi untuk merawat masalah kesehatan jiwa pada lansia. berdoalah kepada Tuhan agar diberi umur yang pendek saja. Semakin meningkat pengetahuan masyarakat tentang kesehatan juga meningkatkan kualitas hidupnya. Gejala fisik.multiply. sekali seorang ilmuwan memiliki hukum-hukum dan teori-teori universal. Stres dapat mempengaruhi kemampuan penerimaan seseorang.html Proses penuaan kronologis yang terprogram secara genetic menyebabkan perubahan – perubahan biokimiawi pada kolagen dan elastin. PENUTUP Penurunan fungsi maupun anatomis tubuh dari kondisi sebelumnya merupakan bentuk dari proses penuaan. berhubungan dengan refleksi tentang kehidupan seseorang dan pencapaiannya. Tugas terakhir. kerutan halus yang hilang bila direnggangkan. walaupun selalu saja terjadi perdebatan diantara para pengikutnya. Teori ini memperlihatkan efek positif dari aktivitas terhadap kepribadian lansia. dan perlakuan kasar yang lama. Photoaging merupakan efek pancaran sinar matahari berlebihan dan kronik pada kulit sehingga penuaan akan menjadi lebih cepat.blogspot. Life Review Theory Pada lansia. Ketika kulit menjadi kurang elastis. b. kesehatan jiwa. permukaan kasar. http://roemahcantikviena. Activity Theory Teori aktivitas berpendapat bahwa penuaan harus disertai dengan keaktifan beraktifitas sebisa mungkin.com/2008/04/keperawatan-jiwa-pada-lansia. melihat kembali kehidupan sebelumnya merupakan proses yang normal berkaitan dengan pendekatan terhadap kematian. sehingga apabila kita takut menghadapi penuaan. jalan adaptasi yang lebih efektif. kedua pendekatan tersebut pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. lentigines merupakan bintik – bintik hitam pada tangan. c. Kulit mungkin menjadi gatal ketika kulit bertambah kering. Bersamaan dengan proses penuaan yang terprogram secara genetik. sehingga hilangnya kekencangan dan elastisitas kulit terjadi pada kecepatan dan saat yang berbeda pada seseorang bila dibandingkan dengan orang lain. maka baginya dapat menarik konsekuensi-konsekuensi yang bisa digunakan untuk memberikan penjelasan-penjelasan dan ramalan-ramalan.htm Teori Penuaan Gerontologis tidak setuju tentang adaptasi penuaan. jaringan lemak dibawah kulit mulai berkurang. Teori Sosiokultural a. infeksi. nutrisi yang tidak adekuat. Reintegrasi yang sukses dapat memberikan arti dalam kehidupan dan mempersiapkan seseorang untuk mati tanpa disertai dengan kecemasan dan rasa takut. b. Hal ini dapat berakibat sakit atau injuri. emosi. http://tumoutou. sosial dan ekonomi. dan teori sosiokultural. walaupun perubahan diet atau hipotermi dalam waktu yang lama dapat menunda proses tersebut. VII. Erikson’s Stage of Ego Integrity Teori Erikson tentang perkembangan manusia mengidentifikasi tugas yang harus dicapai pada setiap tahap kehidupan. semakin meningkat pula kualitas hidup masyarakat.

Dengan demikian angka kesakitan dan angka kematian dapat dikurangi.  Menciptakan rasa aman dan nyaman : menganjurkan pada keluarga : Menjaga lantai tetap kering dan tidak licin (terutama kamar mandi). d. sehingga dapat melihat dengan baik. Membuat rujukan atau membawa ke tempat pelayanan kesehatan (Puskesmas) untuk mendapatkan pelayanan medis. mental. munculnya berbagai macam penyakit.kira 8 tahun lebih lama). Untuk membuktikan apakah nukleus atau sitoplasma yang mengontrol replikasi . Bagi keluarga dengan lansia di rumahnya dapat mempekerjakan seorang perawat untuk memberikan asuhan keperawatan pada lansia di rumah. stress menghadapi kematian. maka dilakukan transplantasi silang dari nukleus. Puskesmas. yang menunjukkan bahwa ada hubungan antara kemampuan membelah sel dalam kultur dengan umur spesies. Proses menua berbeda pada setiap individu. Saat ini sudah banyak dikembangkan produk – produk makanan dan minuman yang telah dilengkapi dengan zat – zat anti oksidan yang dapat menekan atau menghambat proses penuaan. arteritis. Orang yang mempunyai orang tua dan kakek nenek yang berusia panjang. Panjang usia maksimal sudah terprogram. minum air putih 2 – 3 liter per hari. buah dan mengurangi makanan yang berlemak. proses penuaan telah terprogram secara genetik untuk spesies-spesies tertentu. Diketahui pula bahwa wanita mempunyai harapan hidup yang lebih lama dari pria (kira . Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh faktor keturunan. Pelayanan yang diberikan antara lain mencakup upaya . Bila jam tersebut terhenti maka seseorang akan meninggal dunia. 2.negara berkembang. pengecapan atau pencernaan mulai menurun. sayur. Tetapi seluruh aspek kehidupannya yang meliputi aspek bio-psiko-sosial spiritual. banyak ditemukan obat-obatan dan teknik pengobatan yang lebih baik.  Olah raga ringan secara teratur. Usia harapan hidup di Indonesia saat ini adalah 65 tahun. dimana betina lebih panjang umurnya didapatkan pada mencit. Dari hasil penelitian tersebut jelas bahwa nukleus yang menentukan jumlah replikasi.pencemaran. pendengaran. Mengatur ruangan tetap terang. maupun dokter praktek. dan lain . perlahan tapi pasti. Meskipun demikian tidak sedikit kaum lansia yang masih produktif dan mampu untuk melaksanakan aktivitas sehari – harinya dengan baik. ditinggal pasangan hidup. Kulit menjadi keriput. Ditandai dengan adanya proses degenerasi sel dan sistem yang dibentuknya secara keseluruhan. Setiap tahun jumlah lansia di seluruh dunia semakin bertambah karena semakin meningkatnya usia harapan hidup.kira 8 tahun daripada mereka yang orang tuanya meninggal sebelum usia 50 tahun. B. bukan sitoplasma (suhana. Rehabilitatif :  Melakukan cek up secara teratur  Mengajarkan Range of Motion (ROM) atau pergerakan sendi untuk mencegah kekakuan sendi. 1994). dan amiloidosis) dan fenomena menua.  Menghindarkan faktor – faktor yang dapat meningkatkan stress. . Menyiapkan peralatan sehari – hari berada di dekatnya dan mudah dijangkau.upaya kuratif. Pelayanan Sosial Usaha pemerintah dalam rangka membantu meringankan beban para lansia adalah dengan memberikan fasilitas lebih bagi para lansia antara lain :  Kartu tanda penduduk yang berlaku seumur hidup. baik stressor fisik. e. dan penambahan unsur calsium untuk mencegah terjadinya osteoporosis. osteoporosis. 3.  Memberikan potongan harga tiket perjalanan. kemampuan sel untuk membuat enzim juga terganggu dan mengakibatkan kematian sel. Kerusakan pada DNA Informasi yang dibutuhkan sel untuk membangun protein esensial tergantung pada bangunan molekul DNA. Karena sel-sel mengalami degeneratif maka fungsi dari sistem organ juga mengalami penurunan. Sel-sel tertentu hanya dapat membelah sampai jumlah tertentu. Begitu kompleksnya masalah yang dihadapi oleh lansia maka dalam manangani masalah lansia ini juga membutuhkan pananganan secara multi dimensi. Teori Radikal Bebas Radikal bebas mengandung oksigen dengan aktivitas tinggi yang dengan cepat bereaksi dengan molekul lain. 1. 2. kemudian menua dan mati. Pelayanan Kesehatan. Pengontrolan genetik umur dilakukan dalam tingkat seseluler. jumlah lansia rerlatif lebih besar dibanding dengan negara . Jam ini akan menghitung mitosis. seperti berkebun. setelah itu akan mati. Proses penuaan adalah suatu proses fisiologi umum yang sampai saat ini masih sulit untuk dipahami. kemampuan fisik maupun mental mulai menurun. Promotif :  Menganjurkan untuk mengkonsumsi makanan bergizi. Terdapat beberapa teori mengenai proses menua : 1. stress. Dengan kemajuan di bidang kesehatan. preventif. Pelayanan Kesehatan dan Sosial Masalah yang dirasakan oleh lansia bukan sekedar kelemahan secara fisik saja. Pelayanan kesehatan dapat di peroleh melalui pusat-pusat pelayanan kesehatan yang ada seperti Rumah Sakit. Perbedaan harapan hidup. usaha wiraswasta. c. Jenis kelamin ditentukan oleh kromosom XY bagi pria dan XX bagi wanita. 4. memasuki masa pensiun. Teori Genetik Teori ini didasarkan atas asumsi bahwa lama hidup ditentukan oleh informasi yang ada pada molekul DNA pada gen. Di satu sisi batas usia ditentukan oleh fator genetik. Tiap spesies dalan nuclei (inti sel) memiliki suatu jan genetik yang diputar menurut suatu replikasi tertentu. Berdasarkan teori ini.lain. tikus dan anjing. nadi. Preventif :  melakukan cek up secara rutin : tekanan darah. Ini terjadi karena kegagalan mengenal sel normal dan pembentukan antibodi yang salah. fungsi penglihatan. meski tanpa disertai kecelakaan lingkungan atau penyakit akhir. menghindari rokok dan alkohol. tidak mampu lagi melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih berat. promotif dan rehabilitatif. Sejalan dengan bertambahnya umur mereka. sehingga bereaksi terhadap sel normal disamping sel normal menstimulasi pembentukannya. Di negara – negara yang sudah maju. dan memerlukan kerja sama lintas program maupun lintas sektoral. Lebih panjangnya usia pada wanita mungkin dipengaruhi oleh lebih banyaknya kromatin X. Sebagai akibatnya enzim dan protein dapat berubah. karena tingkat perekonomian yang lebih baik dan fasilitas pelayanan kesehatan sudah memadai. diabetes. gigi berlubang dan tanggal. Masalah lansia ini bukan hanya menjadi tanggung jawab keluarga yang mempunyai anggota keluarga dengan lansia tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. b.  Mengajarkan cara berjalan dengan : kursi roda dan tongkat. sosial dan spiritual. Mengenai hal ini Hayflick (1980) melakukan penelitian melalui kultur sel in vitro. rambut putih dan menipis. nutrisi. mereka sudah tidak tidak produktif lagi. dan menghentikan replikasi sel bila tidak diputar. Bila rantai molekul DNA rusak. Teori ini mendapat sokongan dari kenyataan bahwa jumlah antibodi autoimun meningkat pada usia lanjut dan terdapat persamaan antara penyakit imun (artritis rematoid. Informasi ditransfer dari molekul DNA melalui berbagai langkah pada pembentukan protein yang diperlukan untuk fungsi sel secara normal. gangguan sistem kardiovaskuler dan lain-lain. dan sel hewan muda sampai 40 – 50 X. pernafasan. Sel hewan yang tua dapat membelah sampai 20 – 25 X. gaya hidup dan faktor lingkungan. dan lain-lain. Sehingga akan meningkatkan usia harapan hidup masyarakat. keadaan sosial ekonomi dan lingkungan mempunyai peranan penting dalam menentukan umur yang dapat dicapai secara aktual. Pembentukan radikal bebas dapat dpercepat oleh radiasi dan dihambat oleh zat anti oksidan. Pelayanan Keperawatan Selain pelayanan keperawatan di rumah sakit maupun tempat pelayanan kesehatan yang lain saat ini juga banyak dikembangkan adanya istilah “Home Care” atau perawatan di rumah. Menghindarkan barang – barang yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan dengan mengatur barang agar tidak mudah ditabrak atau membuat lansia kesandung. rata-rata hidupnya lebih panjang kira . Teori Oto-Imun Teori ini mengemukakan bahwa proses penuaan diakibatkan oleh antibodi yang bereaksi terhadap sel normal dan merusaknya. Asuhan keperawatan yang dapat diberikan mencakup usaha – usaha : a.  Lebih mendekatkan diri pada Tuhan. tiroiditis. Hal ini juga akan menimbulkan masalah pelayanan kesehatan terutama pada kaum lansia. dan suhu. namun faktor lain seperti nutrisi.

Pada tahap denial seseorang akan menolak kenyataan / menimbulkan rasa ketidakpercayaan bahwa dia sakit.(1) Seseorang yang mengalami sakit tertentu untuk menuju sehat melalui suatu proses yaitu proses penyembuhan. Dalam proses penyembuhan ini sangat dipengaruhi oleh karakteristik spiritual si sakit. iklim . menyulam dan lain-lain. yaitu aspek agama. mental sosial dan bebas dari penyakit atau kecacatan. spiritualitas meliputi aspek : 1.(2) Prof. Harmonis meliputi berbagi waktu. Dengan berbekal keterampilan tersebut diharapkan mereka masih tetap produktif di usia lanjut. Kalau dirawat di rumah sendiri lebih mudah. Bagi keluarga yang mempunyai anggota keluarga dengan lansia. sekaligus bisa membalas budi kepada orang tua. dengan lingkungan sekitar mereka dan dengan Tuhan. kondisi bio – psiko – sosial dan spiritual mulai menurun. dan bagaiman berkomunikasi dengan alam (bertanam. Kristen. Menemukan arti dan tuuan hidup. Dalam konsep kepercayaan terdapat dua pengertian yaitu : 1. Para lansia juga dilatih untuk tetap bisa mandiri sesuai dengan kemampuan dan keterampilannya. orang yang memiliki wewenang atau kuasa. C. Di tempat tersebut para lansia mendapatkan fasilitas berupa rumah beserta fasilitasnya. Tujuan penulisan artikel ini adalah agar setiap orang mampu menampilkan aspek spiritual dalam proses penyembuhan dengan jalan membangun karakteristik spiritual yang positif dari dalam diri si sakit sendiri serta dukungan dari pihak-pihak yang ada disekitarnya. Keyakinan tentang pemahaman agama dapat memberikan dukungan dalam upaya mempercepat proses penyembuhan. Memberikan potongan biaya pelayanan kesehatan. perkembangan dan bisa mengurangi sesuatu yang kurang menguntungkan. suatu kelanjutan yang sifatnya berupa kebaikan. Kemarahan biasanya ditumpahkan melalui reaksi alamiah dan sering . budha dan lainlain. Mempunyai perasaan keterikatan dengan diri sendiri dan dengan Tuhan Yang Maha Tinggi. dan dapat menikmati masa tuanya dengan tenang. anger. Hubungan dengan alam membentuk harmoni yang meliputi mengetahui tentang tanaman.Berhubungan dengan seseuatu yang tidak diketahui. mental. berjalan kaki). 3.(3) Pendekatan spiritual pada proses penyembuhan dapat dilihat dari beberapa aspek. perkawinan dan keselamatan / penyelamatan (salvation). Selain itu agama dapat membangkitkan kebahagiaan batin yang paling sempurna dan juga erasaan takut dan ngeri.  Dan lain-lain. mudah mengalami gangguan. Dari masalah diatas melalui artikel ini diharapkan agar setiap orang mampu menampilkan aspek spiritual dalam proses penyembuhan dengan jalan membangun karakteristik spiritual yang positif dari dalam diri si sakit sendiri serta dukungan dari pihak-pihak yang ada disekitarnya. Tetapi sejak tahun 1984 definisi tersebut sudah berubah yaitu dengan memasukkan unsur spiritual / kerohanian / agama. suatu perasaan yang memberikan alasan tentang keyakinan (belief) dan keyakinan sepenuhnya (action).4) Kepercayaan / keyakinan. Hubungan dengan keTuhanan yang terwujud agamais dan tidak agamais seperti sembahyang / berdoa / meditasi. Para lansia diberi pelatihan keterampilan seperti berkebun. Didefinisikan sebagai kultur atau budaya dan lembaga keagamaan seperti islam. tetapi seseorasng dikatakan sehat adalah sehat secara menyeluruh termasuk didalamnya sehat secara spiritual. 2. sehingga semua kebutuhannya dapat dibantu. Dulu WHO mendefinisikan orang sehat adalah keadaan sejahtera baik fisik. ketenangan pikiran. pengetahuan dan sumber secara timbale balik . Selain itu juga para lansia juga mendapatkan pelayanan kesehatan dari Puskesmas setempat dengan melakukan olah raga misalnya senam jantung sehat. Seseorang ketika menghadapi kenyataan bahwa dia sakit tidak seutuhnya langsung menerimaapa yang ada dihadapannya saat itu juga. Orang akan merasa syok. psikologisya saja atau sosial budayanya saja. meyakini kehidupan dan kematian. PENDAHULUAN Seseorang dikatakan sehat tidak hanya dilihat dari badan atau fisiknya saja. Semakin banyak masalah – masalah yang dihadapi terutama masalah kesehatan. akal dan hati nurani (qolb). Merupakan suatu sistem ibadah yang terorganisir atau teratur. pertukangan. Hampir di seluruh propinsi di Indonesia telah mempunyai tempat penampungan bagi para lansia. karena merasa repot dan tidak sanggup mengurus. Dengan adanya keyakinan keberadaan Tuhan dapat mempengaruhi harapan-harapan si sakit terhadap kesembuhannya. Tetapi ada juga keluarga yang tidak mau menitipkan orang tuanya pada Panti Wredha. aturan dan ritual tertentu. sumberkekuatan dan penyembuhan berkaitan denghan karakteristik spiritual seseorang.(2. Agama. Untuk itu perlu lebih meningkatkan pelayanan kesehatan pada lansia agar dapat hidup secara optimal. penyakit fisik ataupun kematian.(2) Proses Penyembuhan Penyembuhan meupakan proses peralihan dari sakit menuju sehat. percaya pada kehidupan / masa depn. antara diri dengan orang lain. begaining. Sejalan dengan bertambahnya usia. mengasuh anak. dekat dengan anak cucu. Kondisi sakit dapat mempengaruhi hubungsan pasien dengan orang lain. Seseorang dengan karakteristik spiritual positif cenderung mampu uyntuk mengartikan sakit sebagai hal positif sehingga dapat memunculkan motivasi bagi dirinya untuk berupaya segera keluar dari keadaan sakitnya. Karakteristik spiritual pada seseorang dapat positif atau negatif. nilai. Denial . Anger. pemantauan kesehatan secara berkala dan program pengobatan.  Memberikan penghargaan atas jasa – jasanya terhadap negara. depression dan acceptance. Elizabeth K Nottingham mendefinisikan agama sebagai gejala yang begitu sering terdapat dimana-mana dan agama berkaitan dengan usaha-usaha manusia untuk mengukur dalamnya makna keberadaan diri sendiri dan keberadaan alam semesta. sosial dan spiritual / kerohanian.  Menampung dan mengurus lansia di Panti Wredha. Jadi sekarang istilah sehat ditinjau dari empat aspek yaitu fisik. menjahit. Menurut Burkhardt (1993). Kebutuhan spiritual diyakini dapat menuntun kebiasaan sehari-hari. dengan harapan kekuatan spiritual seseorang dalam upaya kesehatan membangkitkan rasa percaya diri dan optimisme. Kemudian mereka akan menjadi anger atau timbul kemarahan dan respon yang melebihi denial. kekuasaan tertinggi. 2. Hubungan dengan diri sendiri sebagai kekuatan dalam dan self reliance yang meliputi : pengetahuan diri (siapa dirinya. (5) Harapan. Agama mempunyai peraturan-peraturan tertentu yang dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari yang meemberikan kepuasan bagi yang menjalankannya. yang disebut Panti Wredha. PENDEKATAN SPIRITUAL DALAM PROSES PENYEMBUHAN Manusia sebagai makhluk bio-psiko-sosio-kultural dan spiritual memiliki kepercayaan sebagai kebutuhan spiritual untuk mempertahankan keyakinan dan memenuhio kewajiban agama. yang merupakan dua hal esensial bagi kesembuhan penyakit disamping obat-obatan dan tindakan medis. Agama mempunyai keyakinan sentral. margasatwa. Perkembangan keagamaan individu merujuk pada penerimaan keyakinan. Menurut Hawari (1996). dan sikap (percaya pada diri sendiri. Meskioun perhatian tertuju kepada adanya suatu dunia yang tidak dapat dilihat (akhirat) namun agama melibatkan dirinya dalam masalah-masalah kehidupan sehari-hari. alam dan hubungan dengan keTuhanan. mengabadikan dan melindungi alam. maka dapat menitipkannya pada Panti Wredha tersebut. Harapan juga merupakan energi yang bisa memberikan motivasi kepada individu untuk mencapai suatu prestasi dan orientasi ke depan. orangtua dan orang sakit . harmoni / keselarasan dengan diri sendiri).(3) Karakteristik Spiritual Karakteristik spiritual manusia terdapat pada bentuk hubungan rasa keharmonisan saling kedekatan dalam diri. Klubber Ross (1969) mengklasifikasikan tahapan sakit kedalam lima tahap yaitu denial. tetapi adakalanya melalui suatu proses terlebih dahulu. perlengkapan keagamaan dan bersatu dengan alam. hindu. Sedangkan seseorang dengan karakteristik spiritual negatif memiliki kecenderungan menganggap sakit sebagai hal yang buruk atau negatif sehingga dia akan mengalami kesulitan untuk memotivasi dirinya sendiri untuk segera sembuh. kekuatan yang timbul diluar kekuatan manusia. Orang yang sakit akan merasa iri terhadap orang lain yang masih dapat menikmati kehidupan. apa yang dapat dilakukannya) . 4. biasanya diikuti dengan perasaan putus asa dan pasrah tanpa usaha. berjuang untuk menjawab atau mendapatkan kekuatan ketika sedang menghadapi stress emosional. ritual dan praktik yang biasanya berhbungan dengan kematian. Hubungan dengan orang lain meliputi harmonis / suportif dan tidak harmonis. Kesimpulan Dengan semakin meningkatnya usia harapan hidup akan meningkat pula jumlah usia lanjut (lansia). Ali Yahfi dalam sebuah tulisan menyebutukan bahwa spiritual adalah sisi bsati atau sisi rohani manusia dan sisi kekuatan yaitu nafs. dan dengan harapan itu dapat meningkatkan motivasi untuk kembali ke keadfaan normal. Didefinisikan sebagai sesuatu yang berhubungan dengan keTuhanan. Kemarahan terjadi ketika orang yang sakit merasa rencana dan kegiatannya terganggu. Mempunyai kepercayaan / keyakinan berarti mempercayai atau memiliki komitmen terhadap sesuatu atau seseorang. Merupakan konsep multidimensi. ISI Spiritualitas Dimensi spiritual berupaya untuk mempertahankan keharmonisan atau keselarasan dengan dunia luar. Menyadari kemampuan untuk menggunakan sumber-sumber dan kekuatan dalam diri sendiri. pohon. Tidak harmonis meliputi konflik dengan orang lain dan resolusi yang menimbulkan ketidakharmonisan dan friksi. kepercayaan / keyakinan (faith) dan harapan.

terpaksa berurusan dengan penegak hukum. diantaranya setelah menajalani masa pensiun. sosial. Seseorang telah mampu meneima bahwa ia sakit. Disinilah karakteristik spiritual mulai berperan baik dalam hubungan dengan dirinya sendiri. Ada 4 ciri yang dapat dikategorikan sebagai pasien Geriatri dan Psikogeriatri. hubungan dengan orang lain dan yang tertinggi adalah hubungan dengan Tuhan. kematian sanak keluarga dekat. Adapun beberapa faktor yang dihadapi para lansia yang sangat mempengaruhi kesehatan jiwa mereka adalah sebagai berikut: Penurunan Kondisi Fisik Penurunan Fungsi dan Potensi Seksual Perubahan Aspek Psikososial Perubahan yang Berkaitan Dengan Pekerjaan Perubahan Dalam Peran Sosial di Masyarakat Penurunan Kondisi Fisik Setelah orang memasuki masa lansia umumnya mulai dihinggapi adanya kondisi fisik yang bersifat patologis berganda (multiple pathology). Manusia sebagai makhluk holistik yang meliputi biopsikososiokultural dan spiritual yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. tranquilizer. b) Mengisolasi diri atau menarik diri dari kegiatan kemasyarakatan karena berbagai sebab. melengkapi tujuan hidup. misalnya kematian pasangan hidup. Pada kondisi seperti ini aspek spiritual seseorang benar-benar diuji. orang lain dan Tuhan terdapat hubungan yang saling berkaitan. Apakah ia mampu menggunakan agama. yaitu : Keterbatasan fungsi tubuh yang berhubungan dengan makin meningkatnya usia Adanya akumulasi dari penyakit-penyakit degeneratif Lanjut usia secara psikososial yang dinyatakan krisis bila : a) Ketergantungan pada orang lain (sangat memerlukan pelayanan orang lain). dsb. Seringkali seseorang yang mengalami sakit tertentu belum sembuh total meskipun telah dilakukan berbagai macam cara. Secara umum kondisi fisik seseorang yang sudah memasuki masa lansia mengalami penurunan secara berlipat ganda. Ia tidak dapat melakukan fungsi tangannya dengan normal. Pada tahap ini seseorang kemungkinan mengalami kecemasan yang dapat membawa menuju keputusasaan. meliputi aspek fisiologis. serta Faktor psikologis yang menyertai lansia antara lain : Rasa tabu atau malu bila mempertahankan kehidupan seksual pada lansia Sikap keluarga dan masyarakat yang kurang menunjang serta diperkuat oleh tradisi dan budaya Kelelahan atau kebosanan karena kurang variasi dalam kehidupannya Pasangan hidup telah meninggal Disfungsi seksual karena perubahan hormonal atau masalah kesehatan jiwa lainnya misalnya cemas. sehingga mau tidak mau harus ada usaha untuk mengurangi kegiatan yang bersifat memforsir fisiknya. hubungan dengan alam. atau trauma psikis. istirahat dan bekerja secara seimbang. Dan masih ada waktu untuk berdoa. setelah kematian pasangan hidup dan lain-lain. misalnya tenaga berkurang. keyakinan atau kepercayaan untuk memunculkan motivasi dan harapan untuk terus melawan penyakitnya dengan tabah dan terus berusaha untuk sembuh dengan selalu berserah diri dan tawakal kepada Tuhan atau sebaliknya orang akan semakin menjauh karena putus asa maupun depresi. Aspek biopsikososiokultural dapat dipenuhi melalui pengobatan secara medical maupun terapi jiwa oleh psikolog. Masalah Kesehatan Jiwa Lansia Proses menua (aging) adalah proses alami yang disertai adanya penurunan kondisi fisik.dilakukan terhadap siapapun yang ada disekitarnya. yang selanjutnya dapat menyebabkan suatu keadaan ketergantungan kepada orang lain. Upayakan agar si sakit memperoleh ketenangan batin sehingga ia mampu mengendalikan diri dan pikirannya untuk meningkatkan motivasi untuk keluar dari masalahnya yaitu segera sembuh dari sakit. psikologik maupun sosial. Hal-hal yang dapat menimbulkan gangguan keseimbangan (homeostasis) sehingga membawa lansia kearah kerusakan / kemerosotan (deteriorisasi) yang progresif terutama aspek psikologis yang mendadak. enerji menurun. misal diabetes millitus Vaginitis Baru selesai operasi : misalnya prostatektomi Kekurangan gizi. Seseorang dengan karakteristik spiritual yang positif akan mampu memunculkan motivasi dari dalam dirinya sendiri yang mampu meningkatkan harapan kesembuhan. Hal itu biasanya bersumber dari munculnya stressor psikososial yang paling berat. Pada keadaan ini seseorang sangat memerlukan bantuan dari orang lain untuk memenuhi kebutuhan biologis. Hal ini kebanyakan terjadi pada orang-orang yang berada pada kondisi terminal yaitu suatu keadaan yang cenderung menurun terus-menerus dan hanya terdapat kemungkinan sembuh yang sangat kecil atau dengan kata lain hanya menunggu saat ajal atau kematian tiba. Antara diri. . Salah satu penyebabnya dapat berupa ketidak yakinan pada diri si sakit yang menyebabkan rendahnya harapan untuk sembuh dari sakit. Depresion. Sementara Psikogeriatri adalah cabang ilmu kedokteran jiwa yang mempelajari masalah kesehatan jiwa pada lansia yang menyangkut aspek promotof. panik. preventif. Orang seperti ini sangat memerlukan dukungan yang lebih dari orang lain yang berada disekitarnya terutama dukungan dari keluarga atau orang terdekat melalui pendekatan baik kepercayaan / keyakinan. Penurunan Fungsi dan Potensi Seksual Penurunan fungsi dan potensi seksual pada lanjut usia sering kali berhubungan dengan berbagai gangguan fisik seperti : Gangguan jantung Gangguan metabolisme. kuratif dan rehabilitatif serta psikososial yang menyertai kehidupan lansia. sosial cultural dan kebutuhan spiritual. kultural. Ada beberapa faktor yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan jiwa lansia. ekonomi dan lain-lain (Depkes. karena pencernaan kurang sempurna atau nafsu makan sangat kurang Penggunaan obat-obat tertentu. Seorang lansia harus mampu mengatur cara hidupnya dengan baik. golongan steroid. Apabila ia telah mendapat cukup waktu dan telah dibantu dalam menjalani tahap-tahap sebelumnya. seorang pasien paska operasi pencangkokan tulang pada ekstremitas atas. psikologis. maka ia akan tiba pada suatu keadaan tidak merasa depresi maupun marah terhadap nasibnya. misalnya bingung. seperti antihipertensi. depresif. depresi. preventif. gigi makin rontok. kuratif dan rehabilitatif serta psikososial yang menyertai kehidupan lansia. setelah sakit cukup berat dan lama. maka perlu menyelaraskan kebutuhan-kebutuhan fisik dengan kondisi psikologik maupun sosial. Hal ini semua dapat menimbulkan gangguan atau kelainan fungsi fisik.RI. Sebagai contoh. 1992:6) Geriatri adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari masalah kesehatan pada lansia yang menyangkut aspek promotof. pikun dsb. psikologis. tidur. Dalam kehidupan lansia agar dapat tetap menjaga kondisi fisik yang sehat. misalnya makan. Masalah kesehatan jiwa lansia termasuk juga dalam masalah kesehatan yang dibahas pada pasien-pasien Geriatri dan Psikogeriatri yang merupakan bagian dari Gerontologi. Bangun sikap percaya pada diri sendiri dan arahkan untuk kembali mengingat harapan-harapannya tentang masa depan. Keadaan itu cenderung berpotensi menimbulkan masalah kesehatan secara umum maupun kesehatan jiwa secara khusus pada lansia. yaitu ilmu yang mempelajari segala aspek dan masalah lansia. apatis dsb. Kondisi ini juga mempengaruhi peran sosialnya terhadap lingkungan sekitar. psikologis maupun sosial yang saling berinteraksi satu sama lain. tulang makin rapuh. Namun kadangkala pengobatan yang dilakukan tidak seratus persen menghasilkan harapan yang diinginkan yaitu kesembuhan. Sedangkan bagi mereka yang memiliki karakteristik spiritual negatif akan cenderung sulit keluar dari keadaan dan statis yang biasanya diikuti rasa putus asa. Orang seperti ini memiliki keyakinan yang kuat berdasarkan perilaku agamis yang dimiliki sehingga memiliki rasa optimis.(2) PEMBAHASAN Seseorang yang mengalami sakit tertentu seringkali mengalami pergeseran spiritualitas yang besar dan manifestasinya bergantung pada bagaimana orang tersebut dalam menghadapi suatu permasalahan. Bergaining atau tawar-menawar. Pendekatan keyakinan / kepercayaan dapat dilakukan dengan jalan membantu si sakit untuk meningkatkan konsep diri atau pengetahuan diri dan pengalaman dirinya bersama tubuhnya. Seseorang akan berjanji memperbaiki cara hidup dan akan lebih sering berdoa. Faktor-faktor tersebut hendaklah disikapi secara bijak sehingga para lansia dapat menikmati hari tua mereka dengan bahagia. Atau setidaknya membangkitkan kembali konsep diri karena kecenderungan orang yang sakit pada tahap awal terutama pada tahap disbelief dan agree seseorang mengalami gangguan konsep diri seperti timbulnya stress karena ketidakmampuan menerima kenyataan bahwa ia sakit. agama dan juga harapan. Seseorang akan mencoba menunda atau memesan saat-saat sakit. kulit makin keriput. komunikasikan kepada si sakit tentang siapa dirinya dan apa yang dapat dilakukannya. Acceptance / penerimaan. alam.

Perubahan Aspek Psikososial Pada umumnya setelah orang memasuki lansia maka ia mengalami penurunan fungsi kognitif dan psikomotor.htm#dua . cara membuka usaha sendiri yang sangat banyak jenis dan macamnya. Misalnya badannya menjadi bungkuk. Dengan adanya penurunan kedua fungsi tersebut. Bagaimana menyiasati pensiun agar tidak merupakan beban mental setelah lansia? Jawabannya sangat tergantung pada sikap mental individu dalam menghadapi masa pensiun. peran. Untuk merencanakan kegiatan setelah pensiun dan memasuki masa lansia dapat dilakukan pelatihan yang sifatnya memantapkan arah minatnya masing-masing. Model pelatihan hendaknya bersifat praktis dan langsung terlihat hasilnya sehingga menumbuhkan keyakinan pada lansia bahwa disamping pekerjaan yang selama ini ditekuninya. ada yang takut kehilangan. Persiapan tersebut dilakukan secara berencana. persepsi. Karena jika keterasingan terjadi akan semakin menolak untuk berkomunikasi dengan orang lain dan kdang-kadang terus muncul perilaku regresi seperti mudah menangis. pada tipe ini setelah memasuki lansia tetap merasa tidak puas dengan kehidupannya. penghasilan berkurang dan sebagainya. pada lansia tipe ini umumnya terlihat sengsara. mengumpulkan barang-barang tak berguna serta merengek-rengek dan menangis bila ketemu orang lain sehingga perilakunya seperti anak kecil. terorganisasi dan terarah bagi masing-masing orang yang akan pensiun. Fungsi kognitif meliputi proses belajar. tetapi jika pasangan hidup meninggal maka pasangan yang ditinggalkan akan menjadi merana. Meskipun tujuan ideal pensiun adalah agar para lansia dapat menikmati hari tua atau jaminan hari tua. namun dalam kenyataannya sering diartikan sebaliknya. Disinilah pentingnya adanya Panti Werdha sebagai tempat untuk pemeliharaan dan perawatan bagi lansia di samping sebagai long stay rehabilitation yang tetap memelihara kehidupan bermasyarakat. bukan hanya diberi waktu untuk masuk kerja atau tidak dengan memperoleh gaji penuh. lansia juga mengalami perubahan aspek psikososial yang berkaitan dengan keadaan kepribadian lansia. apalagi jika tidak segera bangkit dari kedukaannya. Dampak positif lebih menenteramkan diri lansia dan dampak negatif akan mengganggu kesejahteraan hidup lansia. cucu. seringkali menjadi terlantar. Namun bagi mereka yang tidak punya keluarga atau sanak saudara karena hidup membujang. Misalnya cara berwiraswasta. baik positif maupun negatif. Jika perlu dilakukan assessment untuk menentukan arah minatnya agar tetap memiliki kegiatan yang jelas dan positif. pada tipe ini ada kecenderungan mengalami post power sindrome. Perubahan yang Berkaitan Dengan Pekerjaan Pada umumnya perubahan ini diawali ketika masa pensiun. sanak saudara bahkan kerabat umumnya ikut membantu memelihara (care) dengan penuh kesabaran dan pengorbanan. jabatan. (jp) http://www. Perubahan Dalam Peran Sosial di Masyarakat Akibat berkurangnya fungsi indera pendengaran. mengurung diri.com/usia/160402. Sementara fungsi psikomotorik (konatif) meliputi hal-hal yang berhubungan dengan dorongan kehendak seperti gerakan. kegiatan. Agar pensiun lebih berdampak positif sebaiknya ada masa persiapan pensiun yang benar-benar diisi dengan kegiatan-kegiatan untuk mempersiapkan diri. apalagi hidup dalam perantauan sendiri. penglihatan. agar tidak merasa terasing atau diasingkan. perhatian dan lain-lain sehingga menyebabkan reaksi dan perilaku lansia menjadi makin lambat. Tipe Kepribadian Mandiri (Independent personality). pengertian. pemahaman. tenang dan mantap sampai sangat tua. sehingga lansia tidak membayangkan bahwa setelah pensiun mereka menjadi tidak berguna. Dalam menghadapi berbagai permasalahan di atas pada umumnya lansia yang memiliki keluarga bagi orang-orang kita (budaya ketimuran) masih sangat beruntung karena anggota keluarga seperti anak. karena perilakunya sendiri sulit dibantu orang lain atau cenderung membuat susah dirinya. pendengaran sangat berkurang. Tipe Kepribadian Kritik Diri (Self Hate personalitiy). karena pensiun sering diartikan sebagai kehilangan penghasilan. biasanya tipe ini tidak banyak mengalami gejolak. apalagi jika pada masa lansia tidak diisi dengan kegiatan yang dapat memberikan otonomi pada dirinya Tipe Kepribadian Tergantung (Dependent personalitiy). Beberapa perubahan tersebut dapat dibedakan berdasarkan 5 tipe kepribadian lansia (lihat artikel MemahamiTipe Kperibadian Lansia)sebagai berikut: Tipe Kepribadian Konstruktif (Construction personalitiy). Hal itu sebaiknya dicegah dengan selalu mengajak mereka melakukan aktivitas. cicit. Tipe Kepribadian Bermusuhan (Hostility personality). masih ada alternatif lain yang cukup menjanjikan dalam menghadapi masa tua. gerak fisik dan sebagainya maka muncul gangguan fungsional atau bahkan kecacatan pada lansia. ada yang merasa senang memiliki jaminan hari tua dan ada juga yang seolah-olah acuh terhadap pensiun (pasrah). pada tipe ini biasanya sangat dipengaruhi kehidupan keluarga. menganggur. atau punya pasangan hidup namun tidak punya anak dan pasangannya sudah meninggal. Disisi lain perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa hidup dan kehidupan dalam lingkungan sosial Panti Werdha adalah lebih baik dari pada hidup sendirian dalam masyarakat sebagai seorang lansia. status dan harga diri. tindakan. Dalam kenyataan ada menerima. Reaksi setelah orang memasuki masa pensiun lebih tergantung dari model kepribadiannya seperti yang telah diuraikan pada point tiga di atas. selama yang bersangkutan masih sanggup. apabila kehidupan keluarga selalu harmonis maka pada masa lansia tidak bergejolak. banyak keinginan yang kadang-kadang tidak diperhitungkan secara seksama sehingga menyebabkan kondisi ekonominya menjadi morat-marit.e-psikologi. yang berakibat bahwa lansia menjadi kurang cekatan. kedudukan. koordinasi. penglihatan kabur dan sebagainya sehingga sering menimbulkan keterasingan. Masing-masing sikap tersebut sebenarnya punya dampak bagi masing-masing individu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful