You are on page 1of 6

Eksplorasi Logam Mangan (Mn) Nisa Logana Miranti 1006760506 Teknik Lingkungan FTUI Kimia Dasar 09

BAB LOGAM DAN PADATAN

Mangan adalah elemen kimia yang memiliki simbol Mn dan memiliki nomor atom 25. Mangan biasanya ditemukan di alam bebas dan terdapat di beberapa macam mineral, tetapi terkadang Mangan ditemukan dalam kondisi tercampur oleh besi. Sebagai unsur bebas, Mangan (Mn) adalah logam yang berperan penting dalam hal percampuran logam dalam bidang industri, khususnya pada stainless steels. Sebagai contoh, Mn3(PO4)2 dapat berfungsi untuk mencegah terjadinya karat atau korosi pada baja. Oksida mangan sering kali digunakan sebagai katoda untuk baterai alkali dan sel kering. Ion Mn2+ berfungsi sebagai kofaktor dalam enzim dan menjadi bahan dasar dalam proses detoksifikasi oleh superoksida radikal bebas. Apabila kita menghirup Mangan pada skala yang besar, jumlah yang banyak, dan intensitas yang tinggi, Mangan dapat menyebabkan keracunan, terkhususnya pada mamalia. Mangan memiliki karakteristik menyerupai besi. Seperti berwarna abu-abu silver. Mangan sangat keras tetapi sangat rapuh, susah untuk disatukan, tetapi mudah untuk dioksidasi. Sifat magnet yang dimiliki oleh Mangan adalah paramagnetik. Berdasarkan teori pengumpulan bintang-bintang besar sebelum ledakan supernova, Mangan adalah bagian dari kelompok besi-besian. Isotop dari Mangan mempunyai massa atom dari 46 (46Mn) sampai dengan 65 (65Mn). Walaupun pernah terobservasi bahwa bilangan oksidasi Mangan terdiri dari -3 sampai +7, bilangan oksidasi yang paling banyak digunakan oleh Mangan adalah +2, +3, +4, +6, dan +7. Mn2+ seringkali bersaing dengan Mg2+ dalam bidang biologi. Senyawa Mangan dengan Mn7+, seperti senyawa Mn2O7 dan senyawa anion

permanganate MnO4- (dengan warna ungu yang sangat mencolok) adalah oksidator yang sangat kuat. Senyawa dengan bilangan oksidasi +5(biru) dan +6(hijau) adalah oksidator yang kuat dan mudah bereaksi untuk reaksi disproporsionasi atau autoredoks. Bilangan oksidasi yang paling stabil diantara bilangan oksidasi Mangan yang lain adalah +2. Mn2+ memiliki warna merah muda pucat dan banyak sekali senyawa dari Mangan (II) yang diketahui orang banyak, seperti Mangan (II) sulfat (MnSO 4) dan Mangan (II) klorida (MnCl2). Bilangan oksidasi ini selalu ditemukan di dalam mineral Mangan (II) karbonat. Bilangan oksidasi +2 ini, seringkali digunakan oleh makhluk hidup untuk kebutuhan yang penting dan mendasar, karena Mangan dengan bilangan oksidasi selain +2 bisa menyebabkan keracunan pada tubuh manusia. Penyerapan cahaya tampak dari ion ini terjadi hanya karena transisi spin yang tak seharusnya terjadi di dalam subkulit d. Dalam subkulit d, semua elektron harus berpasangan, dan untuk itu terjadi pelepasan dua elektron. Bilangan oksidasi +3 ini dikenal pada senyawa Mangan (III) asetat. Mangan dengan bilangan oksidasi +3 dapat menjadi oksidator yang cukup baik dan juga cenderung berdisproporsionasi atau berautoredoks menjadi Mangan (II) dan Mangan (IV). Senyawa padat dari Mangan (III) mempunyai ciri ciri khusus yaitu koordinasinya berdistorsi oktahedral karena efek Jahn-Teller dan memiliki warna merah-ungu yang mencolok. Bilangan oksidasi +5 bisa diperoleh jika Mangan dioksida dilarutkan ke dalam larutan Natrium nitrit. Mangan (V) juga bisa dihasilkan dengan cara melarutkan senyawa Mangan seperti Mangan dioksida dilarutkan ke dalam larutan alkali yang dibiarkan bereaksi dengan udara. Permanganat (biloks +7) berwarna ungu. Potassium permanganat, Natrium permanganat, dan Barium permanganate adalah oksidator yang kuat. Potassium permanganat yang biasa disebut Condys crystals, sering digunakan sebagai reaktan dalam eksperimen yang dilakukan di dalam laboratorium. Hal ini dikarenakan kelebihannya dalam mengoksidasi dan berguna dalam pengobatan.

Mangan yang dihasilkan secara elektrolisis.

Mangan (II) karbonat.

Mangan (II) klorida

Potassium permanganat di dalam air.

Mangan bisa ditemukan di atas 1000 ppm (0,1 %) dari kerak bumi, oleh karena itu Mangan menjadi elemen yang melimpah urutan ke- 12. Tanah mengandung 79000 ppm dari Mangan dengan rata-rata 440 ppm. Dalam laut hanya terdapat 10 ppm dari Mangan dan di dalam atmosfer terkandung 0.01 g/m3. Mangan dikenal menjadi kandungan dalam pirolusit (MnO2), braunit (Mn2+, Mn3+)(SiO2), psilomelan dan MnCO3.

Mangan

Psilomelan

Spieleisen adalah perpaduan antara besi dengan mangan

Mangan oksida dalam skala millimeter. Mangan pertama kali diidentifikasi oleh penemu dari Swedish yang bernama K.W. Scheele pada tahun 1774. Bergmann juga ikut berkontribusi dalam mengolah ilmu pengetahuan tentang Mangan. Pada masa itu Mangan masih menjadi misteri yang mengundang keingintahuan dalam bidang kimia dengan tanpa kegunaan kecuali oksida dari mangan. Pada tahun 1740, Pott sudah menetapkan bahwa pirolusit tidak mengandung besi, tetapi mengandung senyawa Mangan. Struktur mangan dalam bentuk kristal sangatlah rumit. Terdapat kisah sejarah yang cukup menarik di balik nama Mangan. Pada zaman kuno, ada dua mineral hitam dari Magnesia dan dinamakan Magnes, tetapi mineral tersebut dibedakan berdasarkan gender. Magnes jantan dapat menarik besi, sehingga dia bersifat magnetik. Magnes betina tidak dapat menarik besi, dan akhirnya digunakan untuk mewarnai gelas. Magnes betina sering juga disebut Magnesia, yang sekarang digunakan untuk nama pirolusit atau Mangan dioksida. Pada abad ke- 16, pembuat kaca menyebut Mangan dengan sebutan Manganesum. Alkemis Camillus Leonardus menyebutnya Alabandicus (karena diambil dari lokasi di mana Mangan itu ditemukan) dan ada pula yang menyebutnya Braunstein. Mercati menyebutnya Manganesa dan akhirnya logam ini terkenal dengan sebutan Mangan. Alasan saya memilih Mangan untuk dijadikan bahan eksplorasi dalam pembuatan LTM pada bab logam dan padatan ini adalah karena saya sangat tertarik akan keunikan logam transisi yang satu ini. Warna yang dihasilkan oleh logam ini sangat berragam dan mencolok. Banyak juga kegunaan biologis atau dalam bidang kesehatan yang melibatkan Mangan. Untuk itu saya ingin menjelaskan apa yang saya tahu dan apa yang telah saya cari dari berbagai sumber akan Mangan itu sendiri.

Daftar pustaka Calvert, J.B. (2003-01-24). "Chromium and Manganese".

http://www.du.edu/~jcalvert/phys/chromang.htm. Retrieved 2009-04-30 Corathers, Lisa A. (2009). "Mineral Commodity Summaries 2009: Manganese" (PDF). United States Geological Survey. http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/manganese/mcs-2009-manga.pdf. Retrieved 2009-04-30. Corathers, Lisa A. (June 2008). "2006 Minerals Yearbook: Manganese" (PDF). Washington, D.C.: United States Geological Survey. http://minerals.usgs.gov/minerals/pubs/commodity/manganese/myb1-2006manga.pdf. Retrieved 2009-04-30.