You are on page 1of 14

TUGAS MATA KULIAH EVALUASI DAN SUPERVISI DIKJASOR (INOVATION REPORT

)

DOSEN PEGAMPU Drs. SUROTO.M.A.,P.h.D

Oleh : RISFANDI SETYAWAN NIM : 107805030

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA PROGRAM PASCASARJANA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN OLAHRAGA 2011

A. Latar Belakang Pembuatan Software Test TKJI masalah-malasah yang di dapati oleh peneliti saat melakukan survey lapangan tentang keberadaan pendidikan jasmani di sekolah-sekolah misalnya : penilaian hasil test yang kurang tepat, kurangnya perhatian guru penjasorkes terhadap perkembangan psikomotor peserta didik. Maka peneliti berinisiatif membuat software tentang Test TKJI yang mempermudahkan melakukan perhitungan tentang tes TKJI bagi guru penjasorkes dan peserta didik. Dari pembuatan software ini Guru Penjasorkes sebagai pendidik dapat mengontrol langsung perkembangan peserta didik mengenai kesehatan jasmani mereka,

disamping itu guru penjasorkes juga mempermudah mengevalusi hasil test ini tanpa harus membuka buku atau menghitung dengan alat hitung.

B. Pengertian Kesegaran Jasmani

Arti kesegaran jasmani telah dijelaskan dalam buku ”Petunjuk Praktis Pendidikan Jasmani ( Bersatu Membangun Manusia yang Sehat Jasmani dan Rohani )” (Nurhasan, dkk, 2005 : 17 ) menyatakan bahwa : Istilah kebugaran jasmani sebenarnya merupakan terjemahan dari istilah Physical Fitness. Dalam bahasa Indonesia istilah tersebut diterjemahkan menjadi Kebugaran Jasmani, Kesegaran Jasmani dan Kemampuan Jasmani serta ada yang menerjemahkan dengan kesemaptaan Jasmani. Kesegaran jasmani sangat penting dalam kehidupan manusia untuk memenuhi tuntutan dalam kehidupan mereka. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Nurhasan ( 2005 : 17) Kebugaran jasmani merupakan kondisi tubuh seseorang yang mempunyai peranan penting dalam kegiatan atau aktivitas sehari – hari. Setiap individu perlu memiliki tingkat kesegaran jasmani yang ideal, sesuai dengan tugas dalam kehidupannya masing – masing. Seorang karyawan kantor akan dapat menyelsaikan tugas – tugas yang telah diberikannya tanpa kelelahan yang berarti seperti mengetik, rapat dan sebagainya. Ibu rumah tangga dapat menyelsaikan tugasnya tanpa kelelahan yang berarti seperti mencuci,

masak, menyapu itu semua karena mereka memiliki tingkat kesegaran jasmani yang memadai. Mereka dengan aktifitas yang sedang saja memerlukan suatu tingkat kesegaran jasmani yang memadai, bagaimana dengan atlet pencak silat yang tingkat aktifitasnya tinggi disetiap latihan atau disaat pertandingan. Tentu saja mereka sebagai seorang atlet membutuhkan tingkat kesegaran jasmani yang memadai untuk menjalankan aktifitas latihan tanpa mengalami suatu kelelahan yang berati sehingga mereka dapat menyerap semua materi latihan teknik maupun taktik dengan baik meskipun harus dilakukan secara berulang – ulang. Menurut pusat kesegaran jasmani den rekreasi Depdikbud RI (1996:2) semakin tinggi derajat kesegaran jasmani seseorang, maka semakain besar kemampuan fisiknya dan produktifitas kerjanya. Salah satu cara mencapai derajat kesegaran jasmani yang prima yaitu dengan cara melakukan latihan – latihan fisik yang disenanginya seperti renang, lari, jalan dan sebagainya. Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kesegaran jasmani sangat diperlukan oleh semua kalangan untuk memenuhi kegiatan sehari – hari tanpa disertai kelelahan yang berarti. Atlet pencak silat juga memerlukan kesegaran jasmani yang baik, dengan kesegaran jasmani yang baik mereka dapat menjalani latihan yang berat tanpa mengalami suatu kelelahan yang berarti. Dengan begitu seorang atlet pencak silat dapat mencapai prestasi yang maksimal. 1. Komponen Kesegaran Jasmani Kesegaran jasmani memiliki beberapa komponen penting yang mana komponen tersebut memiliki ciri khusus dan berfungsi pada kesegaran jasmani seorang. Menurut Nur Hasan ( 2003: 2.9) kesegaran jasmani mempunyai beberapa unsur atau komponen yaitu : 1. Strength ( Kekuatan) 2. Power ( Daya) 3. Speed ( Kecepatan)

4. Flexibility ( Kelentukan) 5. Agility ( Kelincahan ) 6. Endurance ( Daya tahan ) Sedangkan menurut Clark dalam Nur Hasan (2003 :2.10) unsur – unsur yang terdapat dalam physical fitness meliputi 3 hal yaitu : 1. Musculus strength 2. Musculus endurance 3. Cardiorespiratory endurance Ketiga unsur tersebut merupakan komponen inti dalam Physical Fitness. Beberapa komponen yang berkaitan dengan tingkat kesegaran jasmani menurut Faruq (2009:27) ada tujuh komponen yakni: 1. Daya Tahan 2. Kecepatan 3. Kekuatan 4. Keseimbangan 5. Kelincahan 6. Koordinasi 7. Kelentukan

2. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Kesegaran Jasmani Menurut Afriwardi (2010:41) ada 6 faktor yang mempengaruhi kesegaran jasmani yaitu : 1. Umur 2. Jenis Kelamin 3. Keturunan 4. Makanan 5. Kebiasaan Merokok 6. Latihan

Nur Hasan (2005, 21) berpendapat bahwa Kesegaran jasmani pada umumnya dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor internal dan eksternal. Yang dimaksud faktor internal adalah sesuatu yang sudah terdapat dalam tubuh seseorang yang bersifat menetap, misalnya genetik, umur, jenis kelamin. Sedangkan faktor eksternal diantaranya adalah aktivitas fisik, status gizi, status kesehatan, kadar Hemoglobin, kecukupan istirahat dan kebiasaan merokok. 1). Genetik Faktor keturunan adalah sifat –sifat bawaan dibawa sejak lahir, yang didapat dari sifat kedua orang tua. Pengaruh keturunan terhadap kekuatan otot dan ketahanan otot pada umumnya berhubungan dengan banyaknya serabut otot dan komposisi serabut otot merah dan putih. 2). Umur Umur mempengaruhi hampir semua komponen kebugaran jasmani. Pada daya tahan kardiovaskuler ditemukan sejak usia anak – anak sampai sekitar usia 20 tahun, daya tahan kardiovaskuler meningkat maksimal di usia 20 – 30 tahun. Daya tahan tersebut akan semakin menurun sejalan dengan bertambahnya usia, tetapi penurunan ini dapat berkurang apabila seseorang berolahraga secara teratur sejak dini. 3). Jenis Kelamin Nilai kebugaran jasmani yang dicerminkan melalui Volume Oksigen Maximal ( V02 Max) laki - laki lebih besar dari nilai VO2Max perempuan berkisar antara 15 – 30 % walaupun antar atlet yang terlatih sekalipun. Pada umumnya perbedaan ini disebabkan oleh perubahan komposisi tubuh dan perbedaan kandungan Hb. 4). Aktivitas Fisik Kegiatan fisik sangat mempengaruhi semua komponen kebugaran jasmani.

5). Kebiasaan Olahraga Olahraga adalah suatu kegiatan fisik menurut cara dan aturan tertentu dengan tujuan meningkatkan efisiensi fungsi tubuh yang akhirnya adalah meningkatkan kesegaran jasmani. 6). Status Gizi Status gizi merupakan ukuran keadaan gizi pada seseorang dan juga pada sekelompok masyarakat dengan memperhitungkan kecakupan zat-zat gizi yang diperoleh dari mkanan sehari – hari. Selain itu status gizi akan mencerminkan kualitas fisik. Status gizi kurang mencerminkan kualitas fisik yang rendah dan akan memberi dampak pada tingkat kebugaran jasmani, yang berakibat terhadap rendahnya kemampuan kerja. 7). Kadar Hemoglobin Hemoglobin merupakan molekul utama yang bertanggung jawab untuk transport oksigen dan karbondioksida dalam darah. Faktor yang mempunyai kemampuan pemberian olsigen kejaringan adalah sel – sel darah merah dan haemoglobin yang terkandung di dalamnya. Semakin tinggi kadar hemoglobinnya, maka semakin banayak oksigen yang dapat dieadarkan ke berbagai jaringan tubuh sehingga akan meningkatkan kebugaran jasmani. 8). Status Kesehatan Bebas dari suatu penyakit belum berarti tingkat kesegaran jasmaninya baik, tetapi karena adanya suatu penyakit akan menurunkan satatus kesegaran jasmani seseorang. Demikian juga dengan tekanan darah dan denyut nadi juga sangat berpengaruh tyerhadap hasil terhadap hasil tes kebugaran jasmani seorang atlet.

9). Kebiasaan Merokok.

Kebiasaan merokok juga berpengaruh terhadap daya tahan Cardiovaskuler. Pada asap tembakau terdapat 4% karbonmonoksida ( CO). Afinitas CO pada Heamoglobin sebesar 200 – 300 lebih kuat dari pada oksigen ( O2). Ini berarti CO tersebut lebih cepat meningkat Heamoglobin dari pada oksigen. Sebagaimana kita ketahui bahwa Heamoglobin berperan penting dalam transport O2 untk diedarkan keseluruh tubuh. Namun demikian, karena adanya ikatan CO pada Heamoglobin akan menghambat pengangkutan O2 kejaringan tubuh yang membutuhkannya. Bila seseorang merokok 10 – 12 batang sehari, maka dalam Heamoglobinnya akan mengandung sekitar 4,9 % CO, sehingga kadar O2 yang diedarkan kejaringan tubuh menurun sekitar 5%. 10). Kecukupan Istirahat Secara ilmiah telah dibuktikan bahwa kurang tidur mempunyai efek yang sangat besar pada mental dan penampilan fisik pada segala usia. Otot, kekuatan dan istirahat atau tidur yang cukup sangat diperlukan, disamping pengaturan makan dan latihan. Apabila semua komponen – komponen kesegaran jasmani diatas terpenuhi dengan baik dan juga memperkecil dampak yang menyebabkan tejadinya penurunan kesegaran jasmani terutama faktir eksternal dengan baik maka seseorang mampu mempertahankan kemampuan fisik dan kesehatan serta tidak mudah lelah dalam setiap aktifitas. C. Komponen Kesegaran Jasmani yang Berhubungan Dengan TKJI Dalam TKJI ada lima item tes yang dijadikan alat uji yaitu sprint, angkat dan gantung siku, baring duduk, lompat tegak, lari 1000 meter dan 800 meter. Dari kelima macam tes tersebut terdapat beberapa komponen kesegaran jasmani yaitu : 1. Kecepatan atau speed

Olahraga dan permainan pencak silat kecepatan sangat dibutuhkan karena dengan kecepatan gerak yang tinggi akan sulit diduga lawan kemana tangan dan kaki bergerak, atau dengan kecepatan yang tinggi lawan terlambat untuk melakukan tendangan maka akan sulit dibendung atau ditangkis. Dengan pukulan yang cepat akan menyebabkan sulit untuk dihadang. Sajoto (1988: 58) berpendapat tentang pengertian kecepatan : Adalah kemampuan seseorang dalam melakukan gerakan gerakan berkesinambungan, dalam bentuk yang sama dalam waktu sesingkat – singkatnya. Seperti gerak lari cepat atau sprint, gerak pukulan dalam tinju, gerak mengayuh pedal dalam balap sepeda dan lain-lain. Dalam masalah kecepatan ini, ada kecepatan gerak dan kecepatan explosive. Maka dari itu seorang atlet silat harus mempunyai kecepatan yang tinggi dalam setiap gerakannya agar dapat mengecoh lawan dan dapat memenangkan pertandingan. 2. Kekuatan atau Strength Dalam permainan dan olahraga pencak silat kekuatan merupakan faktor penting untuk melakukan gerakan-gerakan apakah itu menendang, memukul, menangkis dan mengunci. Tendangan yang tidak mempunyai cukup kekuatan akan mudah ditangkis oleh lawan sehingga tendangan itu tidak mempunyai efek apa-apa bagi lawan, dalam melakukan tendangan diperlukan kekuatan yang cukup sehingga bisa menaklukkan lawan. Selain kekuatan pada otot kaki dan tangan, kekuatan pada otot perut juga sangat diperlukan karena jika kekuatan otot perut mereka bagus maka mereka akan siap menerima serangan sah dari lawan yang mengarah langsung kedaerah perut. Sajoto (1988 : 58) tentang pengertian kekuatan : Kekuatan atau strength adalah komponen kondisi fisik, yang menyangkut masalah kemampuan seseorang atlit pada saat mempergunakan otot-ototnya, menerima beban dalam waktu kerja tertentu.

Dalam usaha menaklukkan lawan salah satunya adalah dengan mempunyai serangan baik tendangan maupun pukulan yang cukup tenaga. Untuk itu penting sekali seorang atlet pencak silat mempunyai kekuatan pada otot kaki maupun tangan untuk melakukan serangan dan kekuatan otot perut untuk menahan serangan lawan yang sah. 3. Daya ledak otot atau power Bagi seorang pesilat daya ledak otot mempunyai peranan yang sangat penting. Dalam melakukan serangan hendaknya tidak hanya cepat saja akan tetapi harus diimbangi dengan kekuatan sehingga tendangan maupun pukulannya menjadi benarbenar mantab. Serangan yang hanya mengandalkan cepat saja tidak akan membuat lawan menjadi takluk, akan tetapi jika tendangan tersebut cepat dan diimbangi oleh kekuatan maka akan menjadikan tendangan yang mantab dan dapat menaklukkan lawan. Serta tendangan tersebut tidak mudah ditangkap oleh lawan. Berikut pengertian daya ledak otot atau muscular power yang diungkapkan oleh Sajoto (1988 : 58) : Adalah kemampuan seseorang untuk melakukan kekuatan maksimum, dengan usaha yang dikerahkan dalam waktu yang sependek-pendeknya. Dalam hal ini dapat dikemukakan bahwa, daya ledak otot atau power = kekutan atau force X kecepatan atau velocity ( P = F X T ). 4. Daya tahan atau Endurance Dalam hal ini daya tahan terbagi menjadi dua yaitu daya tahan otot dan daya tahan jantung. Dengan mempunyai daya tahan otot yang bagus seorang pesilat akan mampu menggunakan ototnya untuk digunakan untuk menyerang dengan waktu yang lama. Dalam kaitannya dengan seorang atlet pencak silat akan mampu melakukan serangan saat pertandingan dengan menggunakan otot tangan atau kaki dalam tiga babak dan selama dua menit setiap babaknya. Sedangkan kemampuan daya tahan jantungnya seorang pesilat akan mampu mempergunakan sistem jantugnya dengan baik dan bisa memperlancar sirkulasi darah sehingga tidak mengalami suatu kelelahan yang berarti saat melakukan pertandingan dalam tiga babak dan selama dua menit

setiap babaknya. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Sajoto (1988 : 58) tentang pengertian daya tahan atau endurance : Daya tahan atau endurance dibedakan menjadi dua golongan, masing – masing adalah : Daya tahan otot setempat atau Local endurance, adalah kemampuan seseorang dalam mempergunakan suatu kelompok ototnya, untuk berkontraksi terus menerus dalam waktu relatif cukup lama, dengan beban tertentu. Daya tahan umum atau Cardiorespiratory Endurance adalah kemampuan seseorang dalam mempergunakan sistem jantung, pernapasan dan peredaran darahnya, secara efektif dan efisien dalam menjalankan kerja terus menerus. Yang melibatkan kontraksi sejumlah otot-otot besar, dengan intensitas tinggi dalam waktu yang cukup lama.

Tabel Nilai TKJI (Untuk Putra Usia 13 -15 Tahun)
Lari Nilai 50 meter 5 4 S.d – 6,7” 6.8” – 7,6” Gantung angkat tubuh 16 – Keatas 11 – 15 Lari Baring duduk Loncat tegak 1000 meter s.d – 3’04” 3’05” – 3’53” 3’54” – 4’46” 4’47” – 6’04” 6’05” - dst Nilai

38 - Keatas 28 – 37

66 Keatas 53 – 65

5 4

3

7,7” – 8,7”

6 – 10

19 – 27

42 – 52

3

2 1

8,8” – 10,3” 10,4”- dst

2–5 0–1

8 – 18 0–7

31 – 41 0 – 30

2 1

Tabel Nilai TKJI Putra (TKJI, 2003: 27)

Tabel Nilai TKJI (Untuk Putri Usia 13 -15 Tahun)
Lari Nilai 50 meter 5 4 S.d – 7.7” 7.8” – 8,7” Gantung Siku Tekuk 41” – Keatas 22” – 40” Baring duduk 28 - Keatas 19 – 27 Loncat tegak 50 Keatas 39 – 49 Lari Nilai 800 meter s.d – 3’06” 3’07” – 3’55” 3’56” – 4’58” 4’59” – 6’40” 6’41” - dst 5 4

3

8,8” – 9,9”

10” – 21”

9 – 18

30 – 38

3

2 1

10,0” – 11,9” 12,0”- dst

3” – 9” 0” – 2”

3–8 0–2

21 – 29 0 – 20

2 1

Tabel Nilai TKJI Putri ( Depdiknas, Pusat Pengembangan Kualitas Jasmani 2003: 27)

NORMA TES KESEGARAN JASMANI INDONESIA UNTUK REMAJA UMUR 13-15 TAHUN PUTRA DAN PUTRI (Untuk Putera dan puteri)

No 1. 2. 3. 4. 5.

Jumlah nilai 22 – 25 18 – 21 14 – 17 10 – 13 5–9

Klasifikasi Kesegaran Jasmani Baik sekali Baik Sedang Kurang Kurang sekali ( BS ) (B) (S) (K) ( KS )

Norma Kesegaran Jasmani

D. Cara TKJI JAVA 1. instalizing java pada komputer anda 2. pastikan terah terinstal Java Jdk6. 3. buka pilihan test (open di java teks) 4. save As sesuai dengan nama contoh : nama class NORMA maka disave di Directori D namai sesuai dengan file yang anda buka tambahkan (.java) *huruf kecil

Contoh tampilan

5. buka cmd dengan menekan windows + R 6. ketik direktori D (:D) 7. compile dengan mengetik javac NORMA. java tekan enter 8. running dengan mengetik java NORma tekan enter 9. masukan nilai 10. gunakan tombol navigator untuk memulai kembali

Contoh tampilan

E. Hasil Uji Coba Produk Dari Hasil uji produk yang di dapat dari hasil angket yang di berikan kepada guru Penjasorkes di SMPN bungah dapat di simpulkan : 1. Guru Penjasorkes di SMPN1 bungah belum pernah memanfaatkan product software seperti ini sebelumnya. 2. Guru Penjasorkes di SMPN1 Bungah lebih memilih perhitungan manual dalam test

Saran dari Hasil Uji coba Untuk SOFTWARE 1. Dari segi tampilan perlu dibuat lebih menarik 2. Dibuat lebih mudah dalam penggunaannya 3. Kelengkapan data lebih lengkap