You are on page 1of 6

UUK STANDAR PROFESI ASISTEN APOTEKER

D I S U S U N

OLEH KELOMPOK 7 Achmad Raufi David Cristian Muhammad Anshorrudin Rendy Aprilian

SMK FARMASI TENGGARONG KUTAI KARTANEGARA
TAHUN AJARAN 2010/2011

Tujuan umum terdapatnya Standar Profesi Asisten Apoteker adalah? A. Terdapatnya unit kompetensi bidang farmasi komunitas.A. D. Standar Profesi Asisten Apoteker D. Tenaga Kesehatan B. 5. A dan C saja yang betul 6. Terdapatnya unit kompetensi bidang farmasi komunitas. B dan C betul. C. B dan C saja yang betul E. Tenaga kesehatan B. B dan C saja yang betul. A dan C betul E. B. Terdapatnya Standar Kompetensi dan Kode etik Profesi Asisten Apoteker di Indonesia. Standar Profesi Dokter E. pengawasan dan penelitian bagi AA di Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 573/MENKES/SK/VI/2008 membahas tentang ? A. Standar Profesi Asisten Apoteker D. industri. Salah semua. Standar Profesi Apoteker 4. Standar Profesi Apoteker 2.farmasi. DIII. Untuk digunakan sebagai pedoman bagi peningkatan pelayanan kesehatan bidang kefarmsian di Indonesia. Registrasi dan Izin Kerja Asisten Apoteker E. C. Seorang yang telah mengikuti dan menyelesaikan proses pendidikan pada sekolah Asisten Apoteker (SAA) atau Sekolah Menengah Farmasi (SMF) D. Untuk digunakan sebagai pedoman bagi peningkatan pelayanan kesehatan bidang kefarmasian di Indonesia B. . Terdapatnya Standar Kompetensi dan Kode etik Profesi Asisten Apoteker di Indonesia. Apa yang dimaksud dengan Standar Profesi Asisten Apoteker? A. Standar Profesi Apoteker 3. Tenaga kesehatan B. DIII. pengawasan dan penelitian bagi AA di Indonesia. Rumah sakt. Rumah sakt. Tujuan khusus terdapatnya Standar Profesi Asisten Apoteker? A. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 679/Menkes/SK/V/2003 membahas tentang? A. Standar Pelayanan C. Standar pelayanan C. E. Standar minimal bagi AA di Indonesia dalam menjalankan tugas profesinya sebagai tenaga kesehatan di bidang kefarmasian C. Standar Profesi AA berdasarkan unit kompetensi bagai lulusan sekolah menengah farmasi. Standar Profesi Asisten Apoteker D. Pilihan ganda 1. Standar pelayanan C. Registrasi dan Izin Kerja Asisten Apoteker E. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1457/Menkes/SK/X/2003 membahas tentang? A. industri.Analisa Farmasi dan Makanan B. D.

DIII. 8. Lulusan Politeknik Kesehatan Jurusan Farmasi C. A. C dan D yang betul 10. Dibawah ini jenjang pendidikan tinggi yang termasuk diploma III farmasi? A. Seorang yang telah mengikuti dan menyelesaikan proses pendidikan pada sekolah Asisten Apoteker (SAA) atau Sekolah Menengah Farmasi (SMF) D. Kewajiban terhadap profesi . Seorang yang telah lulus sekolah E. Hak untuk mendapatkan posisi kemitraan dengan profesi tenaga kesehatan lain. Apa yang dimaksud dengan Asisten Apoteker / Sekolah Menengah Farmasi? A. DIII.Analisa Farmasi dan Makanan B. Standar minimal bagi AA di Indonesia dalam menjalankan tugas profesinya sebagai tenaga kesehatan di bidang kefarmasian C. Lulusan Politeknik Kesehatan Jurusan Analisa Farmasi Dan Makanan E. Mukadimah B. Hak untuk mendapatkan kesempatan menambah meningkatkan ilmu pengetahuan baik melalui pendidikan lanjut (S1). 11. Dibawah ini jenjang pendidikan tinggi yang termasuk Diploma III Analisa Farmasi clan Makanan? A. Lulusan Politeknik Kesehatan Jurusan Analisa Farmasi Dan Makanan E. D. Lulusan Akademi Analisa Farmasi Dan Makanan. B. Lulusan Politeknik Kesehatan Jurusan Farmasi C.farmasi. Salah semua. Pelayanan di toko obat B. kecuali? A. Lulusan Akademi Analisa Farmasi Dan Makanan. dan C yang betul E. B dan c yang betul 12. Pelayanan di Apotek C. Lulusan Akademi Farmasi B. serta instalansi farmasi dinas Propinsi/ Kabupaten/ Kota. Yang termasuk dalam Kode etik? A. Pelayanan di Puskesmas. pedagang besar farmasi. B. Standar Profesi AA berdasarkan unit kompetensi bagai lulusan sekolah menengah farmasi. D. Hak untuk memperoleh jabatan yang tinggi D.7. A dan B yang betul 9. Dibawah ini yang termasuk dalam ruang lingkup hak dari pekerjaan kefarmasian. Dibawah ini termasuk dalam bidang farmasi komunitas meliputi? A. Lulusan Akademi Farmasi B. Hak untuk memperoleh pengurangan beban studi bagi yang melanjutkan pendidikan ke enjang S 1 Farmasi E. Hak untuk mendapatkan jasa profesi sesuai dengan kewajiban jasa professional kesehatan C. D. pelatihan maupun seminar.

C. dan kab/ kota di seluruh wilayah NKRI B. Salah semua 15. A dan C betul 14. dan C betul E. E. D. mempertebal rasa sehinnga percaya dalam menunaikan tugas. serta hanya memberikan kepada pihak yang berhak C. Benar semua E. provinsi. Seorang AA senantiasa meningkatkan kerjasama dan menumpuk kebutuhan martabat jabatan kefarmasia. Kecuali? A. Pembentukan organisasi ini juga didasari oleh suatu keinginan untuk membangun bangsa lewat keahlian yang dimiliki oleh suatu membangun bangsa lewat keahlian yang dimiliki oleh farmasi Indonesia. Terlaksananya pendidikan AA sesuai perkembangan dan ilmu pengetahuan dan teknolgi C. Seorang Asisten Apoteker harus menjaga rahasia kedokteran dan rahasia kefarmasian. D. Kewajiban terhadap teman sejawat A. B. Kewajiban terhadap teman sejawat adalah kecuali? A. Seorang Asisten Apoteker harus bertanggung jawab dan menjaga kemampuannya dalam memberikan pelayanan kepada pasien/ pemakai jasa secara professional. hal ini dengan tujuan PAFI. Tertatanya berada AA di semua sarana kefarmasian melalui peraturan perundangundangan D. B. A. PC (Pengurus Cabang) kab/kota. Dibawah ini yang termasuk dalam kewajiban Pasien / pemakai jasa? A. PCK (Pengurus Cabang Khusus) Dinas kes provinsi. Seorang AA sementara menghindari perbuatan yang merugikan teman sejawat secara material maupun moril C. B dan C yang betul Hanya C saja yang salah 13. Seorang AA harus bisa bekerjasama dengan teman sejawat untuk melayani pasien E. yaitu. Terwujudnya manajemen dan jaringan yang kuat professional dari PP (Pengurus Pusat). Salah semua . PD (Pengurus Daerah). Seorang Asisten Apoteker dapat berkonsultasi/ merujuk kepada teman sejawat atau teman sejawat profesi lain untuk mendapatkan hasil yang akurat atau baik. D. Seorang AA memandang teman sejawat sebagaiman dalam member penghargaan B.

Lulusan SAA (sekolah Asisten Apoteker) b.farmasi. Standar Kompetensi C. Standar Profesi Asisten Apoteker adalah standar minimal bagi Asisten Apotekerr di Indonesia dalam menjalanan tugas profesinya sebagai tenaga kesehatan di bidang kefarmsian. Terdapat pemetaan jenis kompetensi bagi lulusan SMF. B. Terdapat unit kompetensi bidang farmasi komunitas. RS. Lulusan SMF 2) Jenjang pendidikan tinggi a. Kualifikasi pendidikan AA berdasarkan keputusan menteri kesehatan RI No 679/Menkes/SK/V/2003. menyimpulkan bahwa? Jawab 1) Jenjang pendidikan mengah a. 2. Hak untuk mendapatkan posisi kemitraan dengan profesi tenaga kesehatan lain b. Hak untuk memperoleh pengurangan beban bagi yang melanjutkan pendidikan ke jenjang SI Farmasi d. Esay 1. Hak untuk mendapatkan perlindungan hukum pada saat pelaksanaakan Praktek sesuai dengan standar yang ditetapkan c. DIII-Analisa Fasrmasi dan makanan C. Standar Profesi Asisten Apteker B. Standar kompetensi adalah bagian dari standar profesi Asisten Apoteker berdasarkan unit kompetensi bagi lulusan SMF. D III – Analisa Farmasi dan mkanan di Indonesia. Hak untuk mendapatkan jasa profesi sesuai dengan kewajiban jasa professional kesehatan . Asisten Apoteker / sekolah menengah farmasi Jawab A. D III. Industri Pengawasan dan Penelitian Bagi AA. Asisten Apoteker / sekolah menengah farmasi adalah seorang yang telah mengikuti dan menyelesaikan proses pendidikan pada sekolah Asisten Apoteker (SAA) atau Sekolah Menengah Farmasi (SMF) 3.B. DIII-Farmasi. Lingkup Hak dari pekerjaan kefarmasian meliputi? Minimal 3 a. Apa yang dimaksud A. Diploma III Analisa Farmasi dan makanan 4. Diploma III Farmasi b. Tuliskan tujuan umum dan khusus standar profesi AA? Jawab: Tujuan umum Digunakan sebagai pedoman bagi peningkatan mutu pelayanan kesehatan bidang kefarmasian di Indonesia Tujuan khusus Terdapat standar kompetensi dank ode etik profisi AA di Indonesia.

penyimpanan dan distribusu obat atas resep dokter. pelatihan maupun seminar 5. Hak untuk mendapatkan kesempatan menambah meningkatkan ilmu pengetahuan baik melalui pendidikan lanjut (S1). pengamanan pengadahan.e. Tuliskan isi lingkup pekerjaan kefarmasian AA sesuai keputusan mentri kesehatan No 679/MENKES/SK/V/2003 pada BAB III pasal 8 ayat 2 yaitu? 1) Melaksanakan pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi. 2) Pekerjaan kefarmasian yang dilakukan oleh AA dilakukan dibawah pengawasan Apoteker/ pimpinan unit .

 @  f½f°f°¯½  °¾  f°–€f¯f¾¯°f¾ ¯f¾f ° ¾  ½ °–ff¾f° f°½ ° f° f– ° ° ¾f     f°.

¾f©ff°–     ff¾ ¯f     @©f°¾¾  f½f°ff° f9€ ¾¾¾ °½  "   D° –°ff°¾ f–f½ ¯f° f–½ °°–ff°½ ff°f° ¾ ff°  f°–  €f¯¾f° ° ° ¾f   @  f½f°ff° f¯½  °¾ f°  9€ ¾¾¾ °½   ° ° ¾f  .

 @  f½f°f°¯½  °¾  f°–€f¯f¾¯°f¾ ¯f¾f ° ¾  ½ °–ff¾f° f°½ ° f° f– ° ° ¾f     f°.

¾f©ff°–     f°.

ff°f°  f° f¯°¯f f– ° ° ¾f ff¯¯ °©ff°f°–f¾½€ ¾°f¾ f–f  °f–f ¾ ff°   f°– €f¯f¾f° .¾f©ff°–     ½ff°– ¯f¾  °–f°f° f9€ ¾¾¾ °½  "   f° f9€ ¾  f¾ff°°¯½  °¾ f–f¾f°¾ f¯ ° °–f €f¯f¾  €f¯f¾  °f¾ff¯f¾ f°.

  f°–f°– f¯ °– f°¯ °  ¾ff°½¾ ¾½ °  f°½f f¾ f¾¾ ° ½  %%ff f.%    f°. ° °–ff¯f¾%.

     f°.

    .

  ½ff°– ¯f¾  °–f°¾¾ °½  $ f. ° °–ff¯f¾"   f° f9€ ¾  f¾ff°°¯½  °¾ f–f¾f°¾ f¯ ° °–f €f¯f¾  €f¯f¾  °f¾ff¯f¾ f°.ff°f°  f° f¯°¯f f– ° ° ¾f ff¯¯ °©ff°f°–f¾½€ ¾°f¾ f–f  °f–f ¾ ff°   f°– €f¯f¾f° .

  f°–f°– f¯ °– f°¯ °  ¾ff°½¾ ¾½ °  f°½f f¾ f¾¾ ° ½  %%ff f. ° °–ff¯f¾%.%    f°–f°– f¾¾ f   ff¾ ¯f      ff°© °©f°–½ °  f°°––f°– ¯f¾ ½¯f€f¯f¾"   ¾f°f ¯f¯f¾  ¾f°9 ° ¾ ff°¾f°f¯f¾ .

ff°f°    f° f°–      ff°© °©f°–½ °  f°°––f°– ¯f¾½¯f°f¾ff¯f¾nf° .  ¾f°f ¯°f¾ff¯f¾f°.ff°f°    ¾f°9 ° ¾ ff°¾f°°f¾ff¯f¾f°.ff°f°"   ¾f°f ¯f¯f¾  ¾f°9 ° ¾ ff°¾f°f¯f¾ .

 ¾f°f ¯°f¾ff¯f¾f°.ff°f°    ¾f°9 ° ¾ ff°¾f°°f¾ff¯f¾f°.ff°f°   .

 f°f°–     ff°f°– ¯f¾ ff¯f°–°–½f f½  ©ff° €f¯f¾f°  nf"   f°¯ ° f½ff°½¾¾ ¯ff° °–f°½€ ¾ °f–f ¾ ff°f°   f°¯ ° f½ff°©f¾f½€ ¾¾ ¾f °–f° f© f°©f¾f½€ ¾¾°f  ¾ ff° .

 f°¯ ¯½  ©f ff°f°–°––   f°¯ ¯½  ½ °–f°–f° f°¾  f–f°–¯ f°©f°½ °  f°  °©f°–f¯f¾   f°¯ ° f½ff° ¾ ¯½ff°¯ °f¯ f¯ °°–ff°¯½ °– ff° f ¯ f½ °  f°f°©%% ½ ff°¯f½°¾ ¯°f     ff° ¯f¾ ff¯  f°–€f¯f¾¯°f¾¯ ½"   9 ff°f°  f  9 ff°f° ½  .

 9 ff°f° 9¾ ¾¯f¾ ½ f–f°– ¾f€f¯f¾ ¾ f°¾ff°¾€f¯f¾ °f¾ 9½°¾$f ½f °$f       f°.

f°–     f°nf°–   f°– ¯f¾ ff¯  "   .f ¯f   f© f° f f½½€ ¾ .

.

  f© f° f f½ ¯f°¾ ©ff      f°.

f°–    f°f.

¾f©ff°–¾ff    ff°f°– ¯f¾ ff¯ f© f°9f¾ °$½ ¯ff©f¾f"    f°–¾¾ °½  f¾ f°––°–©ff  f°¯ °©f–f ¯f¯½f°°f ff¯¯ ¯ f°½ ff°f° ½f f½f¾ °$½ ¯ff©f¾f¾ nff½€ ¾¾°f    f°–¾¾ °½  f¾¯ °©f–fff¾f  f° f°ff¾f €f¯f¾f°  ¾ ff°f¯ ¯ f° ½f f½ff°– f .

  f°–¾¾ °½   f½f °¾f¾$¯ © ½f f ¯f°¾ ©ffff  ¯f°¾ ©ff½€ ¾f°°¯ ° f½ff°f¾f°–ffff f       f°.

     f°.

    9 ¯ °f°–f°¾f¾°©–f  f¾f ¾f °–°f°°¯ ¯ f°–° f°–¾f  f ff°f°– ¯ ¾f¯ ¯ f°–° f°–¾f f ff°f°– ¯  €f¯f¾° ° ¾f f° °–f°©f°9 f  nf"   @ © °f¯f°f© ¯ ° f°©f°–f°f°–f½€ ¾¾°f f99%9 °–¾9¾f%  9%9 °–¾f f% ½°¾ 9.

%9 °–¾.

f f°–%f $f 9.

%9 °–¾.

f f°– ¾¾%°f¾ ¾½°¾  f°f $f ¾ ff-  @ f¾f°f°f½ °  f°¾ ¾f½  ¯ f°–f° f°¯½ °– ff° f° °– .

 @ ff°f f f ¾ ¯f¾ff°f €f¯f¾f°¯ f½ ff°½ ° f°– ° f°–f°   °f¾ ¯f   ff¾ ¯f    f© f° f f½ ¯f°¾ ©fff ff nf"    f°–¯ ¯f° f°– ¯f°¾ ©ff¾ f–f¯f° ff¯¯ ¯ ½ °–f–ff°   f°–¾ ¯ °ff¯ °–° f½  ff°f°–¯ –f° ¯f°¾ ©ff¾ nff ¯f f¯f½°¯ .

  f°–¾ °f°f¾f¯ °°–ff° ©f¾f¯f f°¯ °¯½ f°¯ff f ©f ff° €f¯f¾f ¯ ¯½  ff¾f¾ °°–f½ nff ff¯¯ °°ff°–f¾     f°–f¾ ¾f  ©f¾f¯f °–f° ¯f°¾ ©ff°¯ ff°½f¾ °   ff¾ ¯f            .

 ¾f   @¾f°©f°¯¯ f°¾¾¾f° f½€ ¾" ff  @©f°¯¯ –°ff°¾ f–f½ ¯f° f–½ °°–ff°¯½ ff°f° ¾ ff°  f°–  €f¯f¾f° ° ° ¾f @©f°¾¾ @  f½f¾f° f¯½  °¾ f°  ½€¾ ° ° ¾f  @  f½f½ ¯ ff°© °¾¯½  °¾ f–¾f°.  €f¯f¾  °f¾ff¯f¾ f°¯f°f° ° ° ¾f  @  f½f°¯½  °¾  f°–€f¯f¾¯°f¾  ° ¾9 °–ff¾f° f°9 ° f° f–     ½ff°– ¯f¾    f° f9€ ¾¾¾ °½    f° f¯½  °¾ .

 ¾¾ °½  $¾ f¯ ° °–f€f¯f¾ ff    f° f9€ ¾¾¾ °½  f ff¾f° f¯°¯f f–¾¾ °½    ° ° ¾f ff¯¯ °©ff°f°–f¾½€ ¾°f¾ f–f °f–f ¾ ff°   f°–  €f¯¾f°   f° f¯½  °¾f ff f–f° f¾f° f½€ ¾¾¾ °½    f¾ff°° ¯½  °¾ f–¾f°.  f¯f¾  °f¾ff¾¯f¾ f°¯ff°f° .

 %  °©f°–½ °  f°°–– f  ½¯ff¯f¾  ½¯f°f¾ff¯f¾ f°¯ff°f°    °–½f f½  ©ff° €f¯f¾f°¯ ½". ° ¾$$I$ ¯ °¯½f° ff" ff  %  °©f°–½ °  f°¯ °–f f  ¾f°%¾ f¾¾ °½  %  ¾f°. ° °–ff¯f¾%.  ¾¾ °½  $¾ f¯ ° °–f€f¯f¾f ff¾ f°–f°– f¯ °– f° ¯ °  ¾ff°½¾ ¾½ °  f°½f f¾ f¾¾ °½  %%ff f .°¯f f  f°¯ ° f½ff°½¾¾ ¯ff° °–f°½€ ¾ °f–f ¾ ff°f°  f°¯ ° f½ff°½ ° °–f°¯½f f¾ff½ f¾f°fff°9f ¾ ¾f °–f°¾f° ff°–  f½f° n  f°¯ ¯½  ½ °–f°–f° f° f–f°–¯ f°©f°½ °  f°  © °©f°–f¯f¾  f°¯ ° f½ff°©f¾f½€ ¾¾ ¾f °–f° f© f°©f¾f½€ ¾¾°f  ¾ ff° .%    f€f¾½ °  f°  f¾ff° ½¾f°¯ °  ¾ ff°- $.

 f°¯ ° f½ff° ¾ ¯½ff°¯ °f¯ f¯ °°–ff°¯½ °– ff° f ¯ f½ °  f°f°©%% ½ ff°¯f½°¾ ¯°f    @¾f°¾°–½½  ©ff° €f¯f¾f°¾ ¾f ½¾f°¯ ° ¾ ff°- $. f¾f°ff°½ ¯ ff° ¯f¾½ °– ° ff°¯¾ ff°€f¯f¾ ½ °–f¯f°f° ½ °–f ff° ½ °¯½f°f° f° ¾ ¾ fff¾ ¾ ½    % 9  ©ff° €f¯f¾f°f°– ff°  ff°  ff½ °–ff¾f° ½  $½¯½°f°° .-$$I$½f f  ½f¾ffff" % .