P. 1
AA KOMPLIT 1.1

AA KOMPLIT 1.1

4.65

|Views: 5,316|Likes:
Published by api-26177238

More info:

Published by: api-26177238 on Oct 16, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2014

pdf

text

original

Pra “1” are you

Bukanlah sesuatu yang penting untuk dibaca Namun sangat rugi bila ditinggalkan ...... ........ “Pengarap” buku ini bukanlah seorang penulis yang baik, bukan pula seorang direktur, bukan seorang pengemar burung tekukur, bukan seorang mediator (meditasi), bukan psikolog ................... juga bukan seorang dokter, apalagi seorang suster heee... : ) ................................ aQ adalah seorang “pengumpul” yang selalu haus dengan hal baru “pengumpul” yang ingin selalu tahu banyak hal, tentang ini, tentang itu “tentang kita” nya ariel ini, dan tentang goreng : ) (makanan atu…!!) .............................................. Terimakasih untuk saya sendiri yang telah selesai menyatukan artikel dalam buku ini. Tak lupa saya ucapkan matur suwun yang banyak, mentok, dan biri-biri ... :  ............... keseluruhan hasil “penjualan” dari buku ini akan disumbangkan kepada... SAYA SENDIRI.... Terimakasih untuk anda yang telah bersifat dermawan.... (pada saya)

Ini nomor Hp. Saya yg sebetul-betulnya dan sesingkat-singkatnya 081 33570 5684 ato’ 108, en blang “operator tolong carikan no hp orang yang caem”

thenmustputut@yahoo.com

Mirror the world ™
production Malang, Agustus 2005

putut_2002@plasa.com

DAFTAR ISI….. !!! (biar cepet cari yg mau dibaca)

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 Cerita penyegaran sebelum anda membaca tuntas seluruh buku ini.. (mungkin sebagian dari anda sudah pernah pernah mendengar kisah ini, namun sekedar untuk menyegarkan suasana, maka, tidak ada salahnya anda membaca lagi kisah ini...) nb : cerita ini saya dengar sewaktu masih duduk di SMA yang juga akhirnya mengilhami dasar pemikiran saya, bahwa segala masalah seberapaun sulitnya, kalo kita mau berfikir dan mengunakan NALAR-iah kita maka,....... (   )

Nasruddin Hoja Dan Sholat Jumat
“Hoja adalah seorang tokoh agama yang sangat nyleneh, bagaimana tidak.... ( simak dengan baik...) “Suatu waktu, ketika dia diminta untuk menjadi khotib pada sholat jumat di kampungnya. Beliau layaknya seorang khotib yang lihai, padahal, dia sebenarnya tidaklah terampil dalam berkhotbah. Diapun berpikir bagaimana caranya agar harga dirinya tidak turun, sedangkan dia tetap berkhotbah.....?????”. Jumat pertama, ketika khotbah akan dimulai, dia berkata “ wahai jamaahku sekalian, apakah kalian tahu apa yang akan aku bicarakan pada khotbah kali ini” jemaah menjawab “ tidak ya mullah ”, “ ah....kalo begitu, percuma aku berbicara pada orang yang tidak tahu, aku akan berkhotbah jumat depan” jawab mullah (hoja), maka diapun lolos dari jumat pertama. Jumat kedua, karena para jemaah PAHAM, kalo mereka menjawab tidak tahu, maka, mullah tidak akan berkhotbah, maka ketika mullah bertanya “ wahai jamaahku sekalian, apakah kalian tahu apa yang akan aku bicarakan pada khotbah kali ini” jemaah menjawab “ kami tahu tidak ya mullah ” “ ah....kalo begitu, percuma aku berbicara pada orang yang tahu, aku akan berkhotbah jumat depan” jawab mullah (hoja), maka diapun lolos dari jumat kedua. Jumat terakhir, jemaah pun berfikir, jika menjawab “tidak” maka mullah tidak akan berkhotbah, namun jika menjawab “tahu” maka mullah juga tidak akan berkhotbah, maka mereka sebelum sholat jum’at mereka sepakat untuk separoh jemaah menjawab belum tahu dan separoh menjawab sudah tahu. Mereka berfikir mullah pasti tidak akan berkutik. Tiba saatnya mullah mulai berkhotbah “Wahai jamaahku sekalian, apakah kalian sudah tahu apa yang akan aku bicarakan pada khotbah kali ini” separoh jemaah menjawab “ belum tahu ya mullah ” dan separoh lagi berkata “sudah ya mullah” maka hoja pun berkata” bagus... sebagai ummat rosul, maka kewajiban kita untuk memberitahu orang lain apabila kita sudah tahu, maka bagi kalian yang sudah tahu saya harap memberitahu pada kalian semua yang belum tahu akan apa yang akan aku katakana” jawab mullah (hoja) dengan senyum santai , maka diapun lolos dari khotbah jumat. Dan mereka kapok untuk menyuruh HOJA /mullah mengisi khotbah jumat.

thenmustputut@yahoo.com

Gado gado artikel 3

putut_2002@plasa.com

7 Cara Membugarkan Otak
Otak adalah piranti paling vital dalam tubuh Anda. Cacat sedikit saja, atau "tak bugar" bisa jadi pasokan ingatan akan terhambat, dan Anda bisa "hang" selamanya, stroke, atau bahkan mati. Otak memang sangat kuat, tapi juga rentan. Karena itu, perlu kiat cermat untuk terus membugarkannya. Berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membugarkan otak Anda. Pertama jaga makanan atau diet. Makanan yang asal-asalan bisa membuat tubuh rusak. Hindari kegemukan karena bias menyebabkan munculnya penyakit seperti diabetes, jantung, hipertensi dan lainnya. Kedua hindari minum alkohol dan mengkonsumsi narkotika karena bisa meracuni bisa otak. Ketiga waspadalah bila Anda memasak menggunakan panci, ketel, atau pembungkus alumunium foil karena alumunium yang berlebih dalam darah bisa menurunkan daya ingat. Selain alumunium, zat besi dan silikon juga bisa meracuni otak. Keempat berolahragalah secara teratur. Kalau tidak memungkinkan, minimal lakukan jalan kaki setiap hari selama 30 menit. Usahakan untuk latihan pernapasan dan melakukan senam otak. Kelima, jauhi tempat-tempat yang berpolutan tinggi karena CO (karbonmonoksida) yang terkandung dalam asap mobil bisa meracuni otak. Keenam asah otak, misalnya dengan main catur, bridge, mengisi teka-teki silang, mengajari cucu, mempelajari sesuatu dan mempraktekkannya. Ketujuh tanggulangi stres dengan baik. Bisa dengan rileksasi, meditasi atau menggeluti hobi. Dan yang paling penting, lakukan ketujuh hal di atas, ya?

Tujuh ''B'' yang Dihindari Lansia
ADA tujuh tanda proses penuaan yang bakal dialami oleh semua orang, yakni tulang belakang bongkok, mata buram, telinga budek, rambut botak, tangan buyuten, beser (kencing tak tertahankan atau ngompol-Red), dan -akhirnya pikiran pun menjadi bingung. Nah, jika tujuh ''B'' itu sudah menggejala, berarti tanda-tanda usia senja sudah tampak. Kalau tidak hatihati menjaga tubuh, pikun sudah tampak di depan mata. Pikun, menurut dokter Damayanti Salundung MPH SS bukan berasal dari faktor keturunan atau tertular orang lain. Namun, merupakan akibat mengonsumsi makanan yang tidak baik untuk otak dan gaya hidup yang tak sehat.''Pikun terjadi karena life style (gaya hidup-Red) waktu muda yang tak sehat seperti jarang berolahraga, mengonsumsi minuman beralkohol, dan sejenisnya. Selain itu, otak tidak terlatih untuk berpikir mendukung aktivitas sehari-hari. Tak aneh, ada orang yang bergelar professor tapi mengalami kepikunan,'' ujar dia dalam "Seminar Kiat-kiat Bugar Ingatan Cegah Kepikunan" di Kampus Universitas Katolik Pikun yang dalam istilah medis dementia itu terjadi karena otak yang mengecil, terjadi kekacauan dan penyusutan dalam memori. Akibatnya, informasi yang diterima orang yang bersangkutan tak tersimpan dalam otak. Pikun berbeda dengan lupa, sebab dalam pikun terjadi gangguan memori, gangguan intelektual, dan gangguan kepribadian. Pada kasus stadium ringan, ujar dia, terjadi gangguan memori seperti sudah makan tapi lupa hingga minta makan lagi, bingung, hingga marah-marah. Makanan

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 yang tidak mengandung kolesterol tinggi, mengonsumsi oksigen melalui makanan atau minuman, vitamin, dan makan makanan tak berlemak menurut Damayanti merupakan makanan yang sehat untuk otak sehingga bisa menjauhkan diri dari kepikunan. Damayanti menyarankan seseorang yang sudah beranjak senja untuk membiasakan kegiatan senam otak. Senam tersebut dilakukan dengan memijat dahi secara berlahan dengan kedua belah jari-jari tangan ke arah luar sehingga bisa menyegarkan kepala dan me-recall ulang informasi yang telah tersimpan dalam otak. Dokter Yahya Wardoyo SKM dari RSU Immanuel menyarankan permainan tenis meja. ''Tenis meja memiliki keunggulan membutuhkan kecerdikan otak dan energi fisik.''

Gado gado artikel 5

putut_2002@plasa.com

10 Kiat Mempertahankan Daya Ingat
BANYAK orang yang mengeluh bahwa mereka mulai mudah lupa halhal kecil atau mengalami penurunan daya ingat. Sebenarnya otak tidak pernah kehilangan daya ingat. Otak dapat merekam segala sesuatu seperti halnya komputer. Meskipun, masalah kehilangan daya ingat bisa terjadi karena kita tidak mempraktekan untuk mengingat informasi sehingga memori yang kita miliki bisa hilang. Otak seperti bagian tubuh yang lain membutuhkan latihan fisik dan mental bersamasama dengan nutrisi khusus untuk meningkatkan kekuatan daya ingat. Nah, jika Anda ingin agar otak dapat berfungsi dengan maksimal, berikut 10 hal yang bisa dilakukan untuk menjaga daya ingat tetap baik: 1. Kedelai Menurut Prof. Sandra File dari Guy's Hospital, London, kedelai mengandung isoflavones yang dapat bertindak sebagai reseptor estrogen dalam otak manusia, terutama dalam hippocampus sebagai area penting untuk memori sehingga bentuk hubungan saraf baru lebih siap. 2. Zat besi Penelitian di Kings College, London dan Universitas Rochester New York menunjukkan bahwa penurunan konsumsi zat besi dapat memiliki dampak detrimental pada tingkat IQ dan fungsi kognitif karena zat besi memainkan peranan penting dalam merubah signal dalam otak. 3. Kopi Kopi dapat meningkatkan penampilan mental dan memori karena kopi dapat merangsang banyak daerah dalam otak yang dapat mengatur tetap terjaga, rangsangan, mood dan konsentrasi. Penelitian di Universitas Arizona ditemukan bahwa orang dewasa yang minum kopi sebelum test memori menunjukkan perkembangan yang signifikan dibanding mereka yang minum kopi tanpa kafein. 4. Latihan Mental Penelitian menunjukkan bahwa rangsangan mental dapat menjaga otak sehat dan meningkatkan kekuatan daya ingat. Orang yang memiliki daya ingat bagus cenderung memiliki berbagai keinginan dan dapat mengatasi tantangan latihan mental. Latihan mental dapat menggunakan teknik seperti puzzle, tekateki dan minat pada bidang sosial dan budaya. 5. Latihan fisik Setengah jam melakukan latihan fisik sebanyak tiga kali dalam seminggu cukup berdampak pada peningkatan kekuatan otak. Olah raga dapat memperbaiki kemampuan jantung untuk memompa darah lebih efektif. 6. Mengunyah permen karet Para peneliti Jepang menemukan bahwa aktifitas dalam hippocampus mengalami peningkaan saat orang sedang mengunyah permen karet. Tetapi Dr. Andrew Scholey dari Universitas Nothumbria mengatakan bahwa mengunyah permen karet dapat meningkatkan denyut jantung sehingga memperbaiki oksigen yang dikirim ke otak dan meningkatkan kekuatan kognitif. 7. Ginkgo biloba Ginkgo biloba digunakan sebagai obat penguat daya ingat selama beriburibu tahun yang lalu. Menurut Dr. George Lewith ginkgo dapat memperbaiki sirkulasi darah ke otak dengan membesarkan pembuluh darah sehingga meningkatkan suplai oksigen. 8. Minyak ikan Minyak ikan banyak mengandung asam lemak omega 3 yang merupakan komponen penting dari membran sel otak dan dapat memperbaiki kekuatan daya ingat. 9. Rosemary dan sage Minyak dari tumbuhan ini dapat merangsang memori, memperkuat kejernihan dan kesadaran dan membantu menyembuhkan kecapaian mental. 10. Vitamin B Vitamin B berfungsi mengirimkan oksigen ke otak dan memberikan perlindungan terhadap kerusakan bebas. Vitamin B mempertajam dan meningkatkan daya ingat. Niacin atau B3 sangat baik untuk memperkuat otak, sementara B6 penting untuk memproduksi neurotransmitter terutama untuk meningkatkan mood. B12 baik untuk kesehatan otak secara keseluruhan. Vitamain B juga dibutuhkan untuk membantu

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 tubuh membentuk acetylcholine, suatu bahan kimia otak yang dibutuhkan untuk daya ingat.(m18/WIAsC) (sh)

Gado gado artikel 7

putut_2002@plasa.com

11 cara Jitu Mempertahankan Daya Ingat
Mungkin banyak diantara kita yang tidak menyadari adanya gangguan pada daya ingat kita hingga saat kita menyadarinya, biasanya keadaan itu sudah berkembang dengan tingkat yang lumayan berat. Namun memelihara menerapkan sesuatu dan baik. tak perlu khawatir, para ahli setuju banyak diantara kita dapat daya ingat saat usia bertambah dan lebih mudah ketika Anda teori dalam praktek, itu lebih baik. Sehingga berhentilah mengkuatirkan cobalah beberapa tips berikut ini untuk mendapatkan daya ingat lebih

1. Olah raga. Kegiatan fisik membuat jantung memompa dan otot bergerak-bahkan hanya dengan jalan kaki sehari-hari akan meningkatkan supply darah dan nutrisi ke otak. 2. Tidur yang cukup. Keletihan akan menggangu informasi yang telah kita simpan, begitu juga kemampuan Anda untuk mempelajari sesuatu yang baru. Tetapi tidur yang cukup di malam hari akan membantu daya ingat Anda berfungsi. 3. Hati-hati dengan suplemen. Banyak klaim dibuat tentang kehebatan vitamin C, E suplemen herbal ginkgo biloba untuk meningkatkan daya ingat, tetapi para ilmuwan tidak dengan suara bulat mengakui khasiat suplemen tersebut. Alih-alih, dapatkan vitamin yang Anda perlukan melalui cara makan yang sehat dan konsultasi ke ahli diet atau dokter sebelum mencoba suplemen tersebut. 4. Mengontrol stress. Stres membuat Anda berpikir tidak jelas dan dapat menggangu daya ingat yang baik. Sementara sumber stress mungkin diluar kontrol Anda, Anda dapat mengajari tubuh untuk merespon situasi secara berbeda dengan latihan yoga atau therafi relaksasi 5. Mengobati depresi. Jika Anda memiliki masalah daya ingat dengan insomnia dan merasa gelisah dan putus asa, Anda mungkin menderita depresi. Ketika situasi ini diobati dengan efektif, daya ingat Anda seharusnya membaik. 6. Mengawasi pengobatan. Beberapa antidepressant, antihistamin dan obat-obat darah tinggi dapat melemahkan daya ingat. Jika Anda menemukan masalah ini, berbicaralah ke dokter Anda. Jangan pernah berhenti menerima resep obat tanpa nasehat medis 7. Lakukan berulang.Katakan sesuatu dengan keras dan ulangi beberapa kali akan membantu untuk mengingat. 8. Permainan. Untuk merangsang daya ingat cobalah untuk mencoba permainan seperti catur atau scrabble. 9. Terus belajar. Belajar bahasa baru, mengikuti kursus dan menghadiri perkuliahan adalah salah satu cara untuk mengasah daya ingat. 10. Belajar dengan angka. Mengingat nomor telepon, nomor kartu kredit atau passward adalah cara untuk tetap menumbuhkan daya ingat Anda 11. Belajar konsentrasi. Duduk di dapur dan buatlah daftar dalam pikiran Anda tentang segala sesuatu yang ad di tempat tidur. Tujuan dari latihan ini untuk membangun perhatian dan konsentrasi dengan memfokuskan pada sekitarnya. Selamat mencoba!

Ampuhnya Musik Sebagai Terapi
Barangkali sulit dipercaya, namun musik ternyata berpotensi menyembuhkan stroke. Meski prosesnya baru sebagian dapat dikuakkan, paling tidak kabar ini cukup menyegarkan bagi dunia kesehatan. Tubuh Nathalie yang berusia tiga tahun tergeletak di tempat tidur yang berpagar jeruji. Ia lahir dengan kelainan kepala besar (hydrocephalus). Karena tekanan, otaknya rusak. Beberapa waktu lalu, tiba-tiba dia harus mendapatkan bantuan pernapasan. Anehnya, ketika ada benda asing di saluran pernapasannya, si kecil bisa protes dengan kaki dan tangannya. Dokter segera menenangkan Nathalie dengan obat-obatan. Di New Yorker Beth Israel Medical Center, para dokter mencoba memberinya pengobatan alternatif. Dr. Joanne Loewy yang saat bertugas tidak mengenakan pakaian dokternya, tampak seperti dukun. Saat masuk ke kamar si kecil Nathalie, dia merundukan kepalanya ke pasien kecilnya itu. Lalu, dia mengelilingi tempat tidurnya sambil membunyikan peralatan musik dengan aneka nada. Saat "bermandikan" musik, Nathalie kelihatan sedikit tenang. Otot-ototnya pun tidak lagi kaku dan dari monitor tampak grafik denyut jantungnya menurun. Setelah mengelus-elus kepala Nathalie,

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 Joanne meninggalkan kamar itu, napas si kecil tampak teratur dan wajahnya tampak tenang. Selain mengurus Nathalie, Joanne memimpin tiga penelitian di Beth Israel Medical Center untuk mengetahui bagaimana musik bisa memperingan penderitaan anak AIDS, leukemia, asma, dan gangguan otak yang berat. Joanne melihat musik bisa banyak meringankan keadaan mereka. Menurut penelitian terbaru - seperti pada Nathalie - musik berpengaruh langsung ke otak dan berakibat ke proses kerja tubuh. Pasien pilih musik sendiri Di AS dan Jerman, dengan metode yang lebih modern sekelompok peneliti secara intensif mengamati musik yang sejak ratusan tahun diketahui punya kekuatan menyembuhkan. Musik sebagai terapi sudah sering dipakai, lewat walkman mini kondisi pasien kecil yang berada di inkubator distabilkan, untuk menenangkan mereka yang kesakitan di kursi dokter gigi atau yang sedang berada di ruang bersalin, bahkan juga dipakai di pusat rehabilitasi pasien stroke. Pada penyakit yang tidak dapat disembuhkan seperti alzheimer, musik membantu kondisi mental sang pasien agar tidak makin mundur. Salah seorang pioner terapi musik adalah dr. Ralph Spintge, seorang ahli anestesi dari rumah sakit olahraga Hellersen di Ludenscheid, Jerman. Di Hellersen, bukan cuma kamar saja yang dilengkapi musik, tetapi juga ruang operasinya. Dari peralatan teknologi modern yang terdiri atas enam saluran, pasien yang cuma dibius lokal bisa memilih irama musik yang dia sukai, mulai dari Big-Band-Sound ala Glenn Miller sampai musik klasik. Di ruang operasi ini, headphone boleh dipakai. Selama ini kebanyakan dokter bedah menilai positif penggunaan musik. Dalam suatu penelitian di State University of New York di Buffalo, dengan mendengarkan musik para pelaku operasi merasa rileks saat mengerjakan "tugasnya" - tekanan darah dan denyut jantung mereka memang naik karena tugas berat itu tapi cuma sedikit. "Setelah empat tahun kami melakukan investasi musik, banyak yang dihemat!" ujar Ralph Spintge. Kebutuhan akan obat penenang turun sampai 50%. Selain itu, karena kebanyakan pasien lebih rileks saat dioperasi, komplikasi jarang terjadi sehingga masa rawat inap bisa diperpendek. Spintge, dokter di Ludenscheid yang juga profesor tamu di Institut Penelitian Musik Universitas San Antonio, Texas, mempunyai beberapa pertanyaan berkaitan dengan pengaruh musik terhadap manusia. Mengapa musik bisa berperan dalam pengobatan? Sifat musik yang mana yang dapat mempengaruhi tubuh manusia, terutama sekali otak? Apakah mungkin ada jenis musik tertentu untuk penyakit tertentu? Sampai di antariksa Menurut penelitian terakhir dan pengamatan klinisnya, memang ada hubungan antara musik dan pengobatan. "Di dalam tubuh kita pun ada musik, mulai dari irama detak jantung, pernapasan, sampai berbagai aktivitas otak. Selain itu, tubuh juga terpapar musik dari luar," katanya. Dasar penelitiannya sampai saat ini memang masih harus dilengkapi. Namun, dia melihat musik sering dipakai sebagai pengatur kegiatan manusia. Roket, kapal selam, pesawat ruang angkasa MIR Rusia pun dilengkapi peralatan musik dengan program khusus untuk mengatur agar para penumpangnya mengantuk atau jangan mengantuk. Berdasarkan data-data penelitiannya, Spintge bersama para ahli matematika dan fisika, masih menyelidiki metronom biologis apa yang berdetak dalam diri kita dan bagaimana musik dapat berpengaruh dalam pengobatan. Dari hasil EKG (elektrokardiogram), dalam keadaan tenang dan tidak kesakitan, grafik jantung seseorang tidak melompat-lompat. Sebaliknya, pada saat sedang ketakutan, kesakitan, atau dilanda stres, ritme jantungnya "membeku" di frekuensi tertentu. Berdasarkan hal ini, para medis merasa perlu membuat rileks para pasien dengan memperdengarkan musik. Ternyata cukup berhasil. Musik sebagai alat terapi yang dapat menyembuhkan bisa terlihat pada Imme Kramer. Warga Frankfurt ini menderita penyakit keturunan yang amat menyakitkan dan sampai saat ini belum ada obatnya. Jaringan ikatnya melemah hingga mengganggu organ dalam lainnya, termasuk jantung. Sudah tiga kali ia mengalami serangan jantung ringan. Dr. Ralph Spintge merasa, wanita yang berusia 48 tahun ini perlu dirilekskan. Pada mulanya dibutuhkan paparan musik dari headphone selama

Gado gado artikel 9

putut_2002@plasa.com 15 menit untuk membebaskan dia dari keadaan stres, berdasarkan pantauan terhadap aktivitas ototnya. Setelah tiga minggu dirawat dengan terapi musik, cuma lima menit mendengarkan musik, dia sudah bisa tenang kembali. Prof. Thaut menganggap, musik merupakan komponen penting dalam terapi. Prof. Thaut yang kelahiran Hamburg dan direktur pusat penelitian musik untuk biomedis dan rehabilitasi saraf di Colorado State University di Fort Collins meneliti pengaruh musik terhadap organ alat gerak. Dia melihat, para penari langsung menggoyangkan kaki begitu mendengar musik. "Keajaiban" untuk pasien stroke Baru-baru ini, para ilmuwan mulai mengamati mekanisme fisiologis yang menghubungkan alat pendengar dengan sistem motorik manusia. "Baru sekarang dapat dilakukan karena baru kini tersedia teknologi komputer yang menciptakan irama tertentu, dan juga video yang bisa merekam setiap gerakan para sukarelawan. Dengan video ini bisa dilihat setiap perubahan gerakan sekecil apa pun," ujar Thaut. Ternyata organ pendengaran pada manusia lebih baik daripada organ penglihatan. Pada zaman nenek moyang, hanya manusia yang punya pendengaran baik yang bisa bertahan hidup. Karena dengan mengandalkan pendengaran yang baik itu, mereka bisa menghindar dari serangan binatang-binatang buas. Salah satu kemampuan dasar indera pendengaran adalah mendengar irama. Sejak berupa embrio, manusia sudah mendengar irama, yakni irama detak jantung sang ibu. Menurut kelompok kerja Michael Thauts pada Fort Collins, otak manusia sangat cepat menerima ritme dari luar dan mengubahnya menjadi gerakan. Hal ini terlihat pada para sukarelawan yang gerakannya direkam dengan video. Menurut Thaut, "Otak sangat cepat menerima irama dan segera memerintahkan gerak motorik untuk bekerja." Dari sudut pandang medis, Thaut mempertanyakan apakah mekanisme yang merangsang ini tetap bisa berpengaruh terhadap manusia yang otaknya rusak? Banyak pasien stroke atau pasien parkinson tidak bisa melangkahkan kakinya atau mengkoordinasikan langkah mereka. Anehnya, menurut kelompok kerja Prof. Thaut, mereka bisa melangkahkan kaki kembali setelah mendengarkan musik dengan irama tertentu. Seperti ada suatu kekuatan yang memungkinkan mereka dapat berjalan kembali. "Mereka tidak perlu belajar lagi jalan!" ujar Prof. Thaut.Di pusat rehabilitasi di AS, para pasien stroke disuruh berbaris sambil mendengarkan musik mars yang berirama dua dan empat ketukan lewat walkman. Ternyata, jenis musik ini mampu menstimulasi otak. Tujuan perawatan ini agar si pasien terbiasa dengan irama dan kebutuhan telinga dalam bisa terpenuhi. Dengan ini, lama kelamaan mereka dapat bergerak normal lagi walau tanpa musik. Hasil penyelidikan menunjukkan, kemampuan koordinasi motorik otak yang terlatih tadi lama kelamaan akan menunjukkan perbaikan. Contoh lain tentang kehebatan musik tampak pada seorang pasien alzheimer yang sudah tak ada harapan di pusat rehabilitasi New Yorker Beth Abraham. "Pasien ini menderita parkinson hebat, tubuhnya gemetar seperti orang kedinginan. Walau demikian, dia masih berusaha untuk bermain piano. Dia memainkan lagu-lagu dari komponis favoritnya, yakni Frederic Chopin. Kalau sudah demikian, dia bisa duduk berjam-jam di depan piano dan lupa akan penyakitnya. Rupanya, saat dia bermain dan terbuai oleh lagunya itu, tubuhnya bereaksi," ujar Concetta Tomaino, direktur program terapi musik pada rumah sakit Beth Abraham.Berdasarkan pengamatan di kliniknya, Concetta Tomaino melihat musik mampu "menggali" ingatan pasienpasiennya. "Saya pernah mencobanya pada pasien alzheimer yang kemampuan berpikirnya hampir hilang sama sekali. Ketika saya memainkan musik yang dia kenal sewaktu mudanya, tiba-tiba dia jadi ingat akan tempat dan orang-orang yang pernah dia kenal." Memang fenomena seperti itu sampai sekarang belum jelas seluruhnya. Yang penting musik telah berhasil mengaktifkan kembali otak. Concetta Tomaino yang bekerja sama dengan para ahli saraf dan otak dari New Yorker Albert Einstein College of Medicine memperkirakan, "stimulasi total" dengan musik bisa memperbaiki minimal sebagian daerah fungsi otak yang rusak. Hal ini juga terjadi pada pasien stroke. Mereka tidak bisa bicara, tapi bisa sedikit bernyanyi. Ini berhubung daerah otak yang mengendalikan kedua jenis aktivitas itu memang berbeda. Pada beberapa kasus, fungsi bicara bisa diaktifkan kembali dengan nyanyian, tetapi butuh waktu yang agak lama. "Tampaknya jaringan saraf yang 'lumpuh' bisa diaktifkan kembali dengan stimulasi yang tepat. Yakni dengan musik," ujar Concetta Tomaino.

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005

Antioksi dan Hindarkan Pikun
Kepikunan adalah salah satu kondisi yang dihindari pada usia lanjut. Keadaan ini dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan bergizi pada saat orang masih muda. Anda tentu pernah mendengar kisah tentang seorang bos pikun yang marah besar pada semua orang di kantornya karena kehilangan kacamata. Padahal kacamata itu dengan tenang sedang bertengger di dahinya. Di tingkat yang lebih parah, penyakit pikun ini bisa berubah menjadi Alzheimer, yakni penyakit susunan syaraf pusat yang berhubungan dengan umur tua. Penyakit ini disebabkan kerusakan sebagian dari sel saraf pusat dan kurangnya produksi zat kimia yang diperlukan untuk mengirimkan sinyal (neurotransmitters).Untuk kelancaran tugasnya neurotransmitters ini memanfaatkan sejumlah komponen dari makanan tertentu yang disebut precursors. Dalam Journal of The American Medical Association diungkapkan temuan ada hubungan antara antioksidan dengan kepikunan. Terbukti bahwa antioksidan yang banyak terdapat pada bahan makanan tinggi kandungan vitamin E dan C, selain mampu mengusir dan mencegah serangan kanker ternyata juga mampu menghambat datangnya kepikunan di usia senja. Menurut Marianne J. Engelbert, MD, MSc, epidemiologis dari Erasmus Medical Center di Rotterdam, Belanda, vitamin E dan C yang terdapat pada buah dan sayuran segar sangat ampuh melawan gejala pikun. Hasil studi ini telah dibuktikan pada 5.000 responden pria dan wanita berusia sekitar 55 tahun. Penelitian dilakukan secara dua tahap dengan cara mengatur pola makan mereka. Pada penelian pertama, selama enam tahun pada awal penelitian, data responden tidak menunjukkan gejala apa-apa. Tetapi pada enam tahun kemudian 197 orang responden menunjukkan gejala yang baik, 147 lainnya menunjukkan gelaja penyakit pikun. Penelitian kedua, dilakukan pada pria dan wanita yang berusia 65 tahun, hasilnya sungguh luar biasa. Para peneliti tidak menemukan gejala pikun. Menurut para peneliti, keampuhan makanan segar yang mengandung vitamin E dan C ternyata tidak kalah ampuhnya dengan suplemen antioksidan yang banyak dijual di pasaran bebas. Justru makanan segar ini lebih berkhasiat dan dipastikan tidak mengandung bahan-bahan kimia yang membahayakan tubuh. Fakta lain ditemukan UCLA, sebuah organisasi dunia yang bergerak di bidang kesehatan di India yang menemukan bahwa kunyit ternyata mengandung sejumlah bahan kimia yang mampu mengurangi terjadinya peradangan pada otak dan mencegah kepikunan. Di India sendiri menambahkan bumbu kunyit dalam hidangan sehari-hari adalah hal biasa. Itulah sebabnya, bahwa hampir sebagain besar penduduknya terbebas dari gejala radang otak maupun pikun. Selain itu makanan yang mengandung sejumlah besar boron yang mampu memberikan efek elektrik dalam otak. Menurut Dr. James Penland dari Human Nutrition Research Center, US Dept of Agriculture setidaknya otak kita membutuhkan 3 mg mineral boron perhari untuk menjaga agar otak dapat bekerja dengan baik. Mineral hebat ini dapat diperoleh dari kacang-kacangan, brokoli dan buah-buahan seperti anggur, apel, pir dan peach. Makanan ini adalah sumber zinc (seng). Contohnya, dalam 100 gram tiram ternyata dapat memasok kebutuhan zinc sebesar 20 mg. Mineral ini dapat meningkatkan kemampuan otak dalam menyimpan memori sehingga daya ingat bertahan lebih lama. Bonus lainnya, otak menjadi lebih mudah berkonsentrasi. Protein dapat memberikan efek menenangkan pada otak. Baik itu protein nabati maupun hewani. Demikian juga dengan makanan yang mengandung karbohidrat. Protein dapat membantu otak bekerja dengan cepat dalam menerima pesan.

Minuman pencegah pikun
Sedangkan untuk minuman yang mampu mencegah pikun seperti disebut dalam jurnal akademik Phytotherapy Research dikatakan orang yang minum teh secara rutin kemungkinan memiliki ingatan yang lebih baik dan dapat menghindari berkembangnya penyakit Alzheimer. Para peneliti di Pusat Penelitian Tumbuhan Obat di Universitas Newcastle meneliti kandungan kopi, teh hijau dan teh hitam dalam satu seri penelitian menunjukkan bahwa teh dapat menghambat aktivitas enzim tertentu di otak. Mereka menemukan bahwa teh hitam dan hijau dapat menghambat aktivitas enzim yang berhubungan dengan perkembangan penyakit Alzheimer, sedangkan kopi tidak memiliki pengaruh yang nyata. Kedua jenis teh itu menghambat aktivitas enzim asetil cholin esterase (AChE), yang dapat merusak senyawa kimia pembawa pesan, atau neurotransmiter, asetilcholin. Alzheimer biasanya dicirikan dengan menurunnya kadar asetilcholin. Teh hijau dan teh hitam juga menghambat aktivitas enzim butiril cholin esterase (BuChE) yang diketahui ada

Gado gado artikel 11

putut_2002@plasa.com dalam lapisan protein yang ditemukan pada otak pasien berpenyakit Alzheimer. Bahkan teh hijau memiliki pengaruh yang lebih jauh lagi, yakni menghambat aktivitas betasekretase yang memiliki peranan penting dalam produksi lapisan protein di otak yang berkaitan dengan penyakit Alzheimer. Para ilmuwan menemukan pengaruh penghambatan oleh teh hijau berlangsung selama sepekan, sedangkan kemampuan menghambat enzim oleh teh hitam hanya selama satu hari. Peneliti utama, Ed Okello mengatakan, "Walaupun tidak ada obat untuk Alzheimer, teh dapat menjadi senjata alternatif dalam memerangi penyakit itu dan memperlambat perkembangannya," seperti dikutip dari Antara. "Penemuan kami sangat menarik, karena teh telah menjadi minuman yang sangat populer, tidak mahal, dan sepertinya jika dikonsumsi tidak memiliki efek negatif apapun." Okello mengatakan penelitian itu membuktikan teh dapat meningkatkan kemampuan mengingat orang yang meminum teh secara rutin. Sementara itu, Professor Clive Ballard, Direktur penelitian di Alzheimer's Society, mengatakan, "Penelitian yang menarik ini dibangun dari bukti awal yang mengatakan bahwa teh hijau kemungkinan memiliki kelebihan." Para peneliti dari Universitas Newcastle sekarang mencari dana untuk melanjutkan pengujian pada teh hijau dan diharapkan dapat sampai pada percobaan klinis.Selain itu James Penland dari Human Nutrition Research Center, US Dept. of Agriculture juga mengatakan diet yang dilakukan secara serampangan berpotensi mengurangi daya kerja otak Dalam penelitiannya juga diketahui penyakit pikun ini paling rentan dialami oleh para perokok berat. Hal ini dikarenakan tubuh para perokok biasanya pertahanan tubuhnya lemah.

Nah, kapan Anda berhenti merokok?
ATASI LUPA DENGAN LUPA

"Penyakit" lupa makin perlu diwaspadai sebab, seperti yang dilansir oleh The Straits Times (TST), edisi 9 Januari 1998, otak generasi tahun 50-an yang kini mulai menginjak usia paruh baya, mengalami kemunduran. Apa penyebab kemunduran itu dan bagaimana solusinya? Klinik Memori maupun pelbagai suplemen ditawarkan untuk membantu. Sungguh keterlaluan sifat pelupa Peter (27). Setiba di rumah kontrakannya sehabis berbelanja, ia kaget setengah mati. Soalnya mobilnya tak terparkir digarasi. Ia lalu bertanya kepada teman-temannya, apakah ada yang melihat siapa yang memakai mobilnya. Ia semakin bingung karena tak memperoleh jawaban. Mereka baru saja pulang dan mobilnya sudah tidak ada di garasi. Ketika seorang teman bertanya, ia dari mana dan Peter menjawab baru dari BIP (sebuah pusat perbelanjaan di Bandung), ia langsung disambar dengan pertanyaan, "Naik apa?" Peter langsung memukul jidatnya. Segera ia balik ke BIP untuk mengambil mobilnya yang masih berada di tempat parkir BIP. Bukan sekali itu Peter melakukan hal yang membuat rekan-rekannya gelenggeleng kepala. Ada kejadian yang lebih menggelikan dan fatal akibatnya. Waktu itu ujian akhir semester. Entah karena capai atau pusing mengerjakan soal, sepulang ujian ia langsung tidur. Malam harinya ketika ingin mengecek jawaban, kontan ia teriak-teriak. Ternyata lembar jawaban soal tidak terkumpul bersama soalnya. Justru kertas corat-coret dan kerpekan yang terkumpul. Seketika ia langsung lemas dan pasrah kalau tidak lulus. Lain lagi dengan David Moobs. Ia juga seperti Peter, sering lupa di mana memarkir mobilnya. Gawatnya lagi, hampir setiap hari ia menduga mobilnya telah dicuri. Suatu kali pernah ia pergi ke toko membeli susu, tapi yang terbawa sampai rumah malah roti dan coklat. Tak jarang ia lupa memperbarui paspornya padahal kopor sudah siap menemani ia berlibur. Menyerang manula Mungkin Peter atau David bertanya-tanya, mengapa memori sering mengkhianati mereka? Seseorang mengalami lupa jika informasi yang masuk tidak mendapat perlakuan sebagaimana mestinya. Lupa dapat merupakan proses yang masih normal (fisiologis), tapi dapat pula menjadi proses yang abnormal (patologis). Ada beberapa macam bentuk lupa, yakni mudah lupa (forgetfulness), amnesia, dan demensia. Mudah lupa terjadi bilamana informasi yang diterima berhasil melalui proses normal dan akhirnya tersimpan di dalam memori jangka panjang. Sayangnya sukar diambil atau diingat kembali saat dibutuhkan. Mudah lupa masih tergolong normal. Meskipun begitu tidak jarang hal ini merupakan tanda-tanda keadaan abnormal.

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 Mudah lupa dapat terkait dengan penambahan usia yang sering dihubungkan dengan inefisiensi proses memori, seperti proses berpikir menjadi lamban, kurang menggunakan strategi memori yang baik, kesulitan memusatkan perhatian dan mengabaikan distraktor, membutuhkan waktu lebih lama untuk mempelajari sesuatu yang baru, dan lebih banyak dibutuhkan isyarat untuk mengingat kembali informasi yang telah tersimpan. Mudah lupa akan semakin berat jika menyerang manula dan disebut sebagai age-associated memory impairment (AAMI). Pada amnesia, informasi hanya sampai di memori jangka pendek. Dengan kata lain, terjadi kegagalan atau kesulitan belajar yang berarti sudah bersifat patologis. Namun, perhatian terhadap informasi yang masuk, mengingat kembali informasi yang sudah lama, fungsi kognisi, bahasa, dan kepribadian masih berjalan dengan normal. Hanya proses penerusan informasi dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang yang gagal sehingga informasi baru tersebut tidak dapat diingat kembali. Sedangkan demensia gangguan yang paling berat. Informasi sama sekali tidak dapat masuk dalam proses memori. Bisa disebabkan oleh berbagai kelainan di otak seperti: gangguan vaskuler (stroke) dan degeneratif (sindrom Alzheimer). Mirip RAM Otak manusia berbeda dengan komputer, meski analoginya memang mirip. Sama seperti komputer di meja Anda, otak dipersenjatai dengan dua memori dasar: memori jangka pendek dan memori jangka panjang. Bertentangan dengan pemahaman umum, otak manusia tidak merekam segala kejadian tanpa pilih-pilih, sebagian ada yang terkubur sampai dibangunkan kembali oleh psikiater. Memori jangka pendek, demikian bahasa Prof. Sidiarto Kusumoputro, pengajar bidang neurologi FKUI/RSCM, bisa dianalogikan dengan RAM (Random-Access Memory). Informasi yang diterima oleh panca indera menunggu dengan singkat di memori kerja ini, semacam play group mental yang kemudian menguapkannya dengan segera. Informasi baru tersimpan setelah terjadi proses perubahan kimia dan listrik pada sel-sel saraf atau neuron. Memori jangka pendek memungkinkan Anda untuk membuat hitungan sederhana di kepala atau mengingat nomor telepon cukup lama, meski begitu selesai menelepon Anda mungkin sudah lupa. Maka, sama seperti RAM, ia juga bisa menganalisa dan menyimpan informasi tanpa membuat rekaman yang abadi. Sedangkan memori jangka panjang bertindak sebagai hard drive, secara fisik menyimpan pengalaman yang telah lewat di daerah otak yang disebut cerebral cortex (kulit luar otak). Cortex merupakan rumah bagi belukar 100 miliar neuron yang tampangnya mirip tumbuhan merambat. Komunikasi antarsel terjadi lewat pancaran impuls-impuls kimia dan listrik. Setiap kita merasakan sesuatu pandangan, suara, ide - impuls unik dari sebagian sel-sel saraf tersebut langsung aktif. Ada yang lalu tidak kembali ke bentuk asalnya, karena mereka memperkuat koneksi satu dengan lainnya. Musababnya, "Memori memang adalah pelbagai pola koneksi antarneuron," kata Dr. Barry Gordon, kepala klinik gangguan memori di Sekolah Kedokteran Johns Hopkins, AS. Bila suatu memori baru diperoleh, pengkodeannya bisa melibatkan ribuan neuron yang tersebar di seluruh cortex. Tapi jika informasi baru itu tidak digunakan, pola koneksi yang baru terbentuk itu akan segera pupus kembali. Sebaliknya, jika kita berulang-ulang mengingatnya lagi, pola koneksi itu akan semakin kokoh terbentuk dalam jaringan otak. Meski demikian, keputusan untuk menyimpan atau membuang informasi biasanya dilakukan tanpa sadar, karena berada di bawah kendali hippocampus, berdasarkan pada dua pertanyaan. Pertama, apakah informasi tersebut memiliki arti emosional bagi yang bersangkutan? Nama mantan pacar akan lebih tertanam dalam memori kita daripada nama seorang menteri tertentu dalam kabinet yang usianya hanya 2 bulan. Minat khusus, atau berkadar sensasional, oke. Hal yang biasa-biasa saja, sori! Pertanyaan kedua, apakah informasi yang masuk berhubungan dengan hal yang sudah kita ketahui? Otak memang selalu sibuk berusaha membuat asosiasi. Hal-hal yang dianggap takkan berguna tidak akan disimpan di dalam memori. Alias, lupakan saja. Dengan sistem filter ini, manusia sanggup menguasai dan melakukan analisis terhadap informasi yang diperoleh. Pada beberapa kasus istimewa, neurolog kadang menemukan orang-orang dengan memori super. Data yang betapa ruwet pun dapat mereka ingat. Namun, jangan kagum dulu. Umumnya daya pikir abstrak orangorang macam ini sangat lemah. Ibarat kenal angka, mereka tak kenal makna.

Gado gado artikel 13

putut_2002@plasa.com Menurut Dr. Murray Grossman (45), ahli saraf dari Pusat Medis Universitas Pennsylvania, AS, bila ditelusuri lebih teliti berdasarkan jangka waktu keawetannya, ada lima jenis memori. Masing-masing: Semantik, Implisit, Remote, Working, dan Episodik. Semantik merupakan memori tentang makna simbol dan kata. Dengan memori ini kita bisa membedakan anjing dengan kucing. Memori Implisit biasanya menyangkut kecakapan tertentu, seperti bersepeda, berenang. Memori Remote merupakan gudang data, umumnya melemah sejalan dengan bertambahnya usia. Sedangkan Memori Working adalah memori jangka pendek, yang kita andalkan saat melakukan kegiatan sehari-hari, seperti mengingat bagian kalimat pertama saat lawan bicara kita sedang mengucapkan bagian kalimat kedua, sehingga kita dapat memahami apa yang ia maksud. Terakhir, Memori Episodik ialah memori yang menyangkut pengalaman yang belum lama terjadi. Apa nama film yang ditonton minggu lalu, apa nama restoran yang dipesan untuk berkencan Sabtu mendatang, di mana Anda letakkan kacamata barusan, dst. Memori Episodik juga mundur dengan bertambahnya usia. 100.000 sel mati per hari Yang masih menjadi persoalan adalah bagaimana informasi yang ditangkap manusia bisa tersimpan di otak. "Proses mengingat tak bisa dilepaskan dari belajar, learning," kata Prof. Sidiarto. Belajar merupakan proses untuk memperoleh informasi atau pengetahuan baru. Sedangkan daya ingat (memori) adalah proses yang menyimpan pengetahuan yang diperoleh itu dalam waktu lama serta dapat mengingatnya kembali sewaktu dibutuhkan. Jelas, dalam mencerap informasi dari lingkungan, kita amat bergantung kepada kemampuan daya ingat ini. Banyak pertanyaan tentang proses mengingat masih belum terjawab. Soalnya, "Belajar dan memori merupakan fenomena yang kompleks," kata John Byrne, Ph. D., guru besar dan ketua jurusan neurobiologi dan anatomi Sekolah Kedokteran Universitas Texas di Houston, AS. Sebab melibatkan seluruh bagian otak. Para peneliti meyakini berkurangnya secara alami jumlah neuron di otak memberikan kontribusi dalam kemunduran ingatan. "Dengan laju 100.000 sel per hari," ujar Dr. Daniel Alkon (55), kepala laboratorium ilmu saraf Institut Kesehatan Nasional di AS. Karena neuron memang tidak membelah seperti sel-sel lain. Maka sejalan dengan waktu, saat seseorang mencapai umur 65 atau 70, ia sudah akan kehilangan 20% dari 100 miliar neuronnya. Faktor lain kemunduran memori bisa jadi lantaran melemahnya neuron, sehingga transmisi listrik pada sel-sel tersebut tak memadai lagi. Buktinya nampak dari penelitian yang pernah dilakukan oleh sebuah perusahaan asuransi di Massachusetts yang menyimpulkan, gugatan malpraktek lebih banyak ditujukan kepada dokter tua dibandingkan dengan dokter muda. Dean K. Whitla (71), ahli ilmu jiwa Harvard, pernah menguji 1.000 dokter berumur antara 30 dan 80 tahun. Hasilnya, secara rata-rata dokter berusia 80-an hanya bisa mengingat setengah informasi dibandingkan dengan mereka yang berusia 30-an. Ketika kita berusaha mengingat suatu informasi tertentu, diperlukan beberapa langkah. Pertama, kemampuan untuk mencatat (register), lalu menyimpan, dan kemudian mengambilnya. Pencatatan yang efektif memerlukan perhatian dan motivasi terhadap informasi tersebut. Informasi disimpan lebih gampang jika sering diingat-ingat kembali. Maka memudahkan pula pemindahan suatu informasi baru, dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang. Di dalam memori jangka panjang ini, informasi diatur, disortir, dan dipadatkan sehingga mudah ditata menurut petunjuk (clue) tertentu, yang bisa dipanggil sewaktu-waktu. Tapi proses itu tidaklah semulus jalan tol. Banyak pengalang yang membuat informasi tidak mengendap sebagaimana mestinya. Terlebih bagi mereka yang sedang memasuki gerbang umur 50-an. Overload Menurut Jed Diamond, terapis dan pengarang Male Menopause, penyakit lupa sebagian disebabkan oleh gangguan hormonal yang ditandai dengan beberapa gejala seperti sifat lekas marah. Untunglah, hal itu bersifat sementara, "Dan bisa diredakan dengan penambahan hormon di bawah pengawasan dokter, olahraga, serta pelbagai bentuk pengurangan stres." Gerald Celente (51), pendiri Trends Research Institute di Rhinebeck, New York, yang mengaku sering kelupaan sesuatu sehingga tiap kali harus kembali ke kantor, berpendapat, meski umur membuat kemunduran itu, "tapi kerja keras dan terlampau sibuk juga pegang peranan."

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 Memang abad informasi saat ini pada akhirnya membawa implikasi tersendiri, sehubungan dengan terbatasnya kapasitas otak. Overload. Seperti yang dituturkan oleh Pamela Boyd (48), seorang guru SD di Olympia, Washington, "Saya harus ingat kode angka untuk mematikan alarm di rumah. Kemudian kode pos daerah saya diperbarui. Untuk masuk ke lobi apartemen saya yang baru, saya juga harus memencet-mencet kode dulu. Belum lagi nomor Jaminan Sosial saya (di AS ini amat penting), e-mail, nomor telepon, dan faksimili," kata Boyd. Beberapa gangguan lain, medik maupun bukan, juga bisa menyebabkan orang jadi pelupa. Tekanan darah tinggi, kurang tidur atau kebanyakan minum pil tidur, kebanyakan minuman keras, disfungsi kelenjar tiroid. Gangguan psikologis macam depresi, kecemasan, atau sekadar kurang stimulasi, juga bisa jadi pengalang terciptanya memori baru. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti RS Ninewells di Dundee memperoleh kesimpulan senada, bahwa pengobatan (khususnya obat tidur), gangguan kelenjar tiroid, dan kekurangan vitamin juga bisa memicu timbulnya penyakit lupa. Hanya saja, hal itu biasanya terjadi setelah usia 55 tahun. Orang muda juga Tepatlah apa yang dikatakan oleh Cynthia Green, ahli ilmu jiwa yang mengajar di Sekolah Kedokteran Mount Sinai, New York, memori akan menjadi bom krisis baru. Hal itu diperkuat oleh tim Pusat Riset Rank Xerox, sebuah laboratorium di Manchester, Inggris, produsen berbagai alat untuk mengatasi kegagalan memori. Hasil riset tersebut, kemunduran memori sudah dialami oleh orang-orang muda, usia akhir 20-an. Mereka, misalnya, sering lupa wajah dan nama seseorang selama beberapa saat. Atau mau mengerjakan sesuatu tiba-tiba lupa sama sekali. Tim Xerox menuding semakin kompetitifnya kehidupan masa kini sebagai salah satu penyebabnya. Ini bisa ditengarai dengan semakin panjangnya jam kerja kantor. Tuntutan kehidupan juga membuat orang menjadi bunglon pekerja alias mendobel. Entah menjadi dosen luar biasa atau konsultan. "Kehidupan yang sangat sibuk memungkinkan Anda manjadi pelupa," kata Dr. Abigail Sellen, salah seorang peneliti. Sellen mengacu kepada penelitian yang dilakukannya terhadap 15.000 manajer dan eksekutif di Insead, sebuah sekolah bisnis di Eropa. Selama lima tahun, angka yang menyatakan memori dan konsentrasi merupakan persoalan besar meningkat dari 15% menjadi 25%. Kesibukan, seperti diungkapkan oleh dr. Michael McGannon, kepala bagian Pendidikan Bisnis Kesehatan Insead, bisa menenggelamkan seseorang dalam suasana tertekan yang bisa berakibat buruk, yakni kegagalan memori. Ancaman lainnya adalah lingkungan. Profesor James Reason dari Universitas Manchester mengatakan, timah hitam yang terdapat dalam bensin dan sumbersumber lain dapat merusak inteligensia dan daya ingat anak-anak. "Memori seorang anak yang dalam masa pertumbuhan bisa rusak karena banyak menghirup zat beracun," katanya. Hal ini diamini oleh Prof. Dr. Soemarno Markam, ahli saraf FKUI - RSCM. Menurut dia, polusi bisa menyebabkan perkembangan saraf otak terganggu. Ia memberi contoh orang-orang Rusia pedesaan yang hidup di lingkungan bersih. "Hingga usia 100 pun mereka tidak pikun," ujarnya. Studi terbaru malah menunjukkan, bedah operasi menggunakan bius total juga bisa menimbulkan masalah berkaitan dengan memori dan konsentrasi. Apa yang terjadi dengan otak mereka? Stimulasi dan obat Berbagai persoalan di atas mendorong para peneliti untuk menyelidik apa penyebab hilangnya atau mundurnya daya ingat. Apalagi, seperti yang diungkapkan oleh Dr. Arnold Scheibel, direktur Institut Penelitian Otak UCLA, "Masih sedikit sekali yang kami ketahui tentang otak yang kecil itu, meski penelitian telah riuh-rendah begitu." Dana memang mengalir deras. Sehubungan dengan AAMI, misalnya, The Charles A. Dana Foundation telah mengucurkan dana untuk kelangsungan sebuah penelitian sebesar AS $ 8,4 juta kepada lima pusat medis universitas utama. Para peneliti memperoleh bantuan peralatan yang bernama pelarik PET (positron emission tomography) yang dapat mendeteksi perubahan kimiawi yang terjadi saat otak sedang melakukan berbagai tugas, semisal menghafalkan daftar kosa kata. Beberapa penelitian telah menunjukkan hasil meski baru diterapkan kepada binatang. William Greenough, peneliti di Universitas Illinois, bisa jadi memberikan seberkas lilin untuk menyibak kegelapan yang dialami para manula. Greenough

Gado gado artikel 15

putut_2002@plasa.com mengurung tikus bersama beberapa mainan seperti bola, boneka, dsb., serta luncuran dan terowongan. Ketika ia kemudian membedah otaknya, ia mendapati jumlah sel otak yang lebih banyak dibandingkan dengan tikus-tikus yang tidak memiliki mainan dan alat permainan. "Apakah hal itu juga akan berlaku bagi manusia, dalam arti jika dirangsang akan tumbuh sel otak baru?" tanya Greenough. Penelitian yang mirip juga dilakukan di La Jolla, Kalifornia. Para peneliti menempatkan tikus-tikus pada lingkungan tertentu yang lebih luas dilengkapi dengan sejumlah mainan tertentu. Hasilnya, volume sel otak tikus yang bertanggung jawab terhadap kemampuan belajar dan mengingat ternyata bertambah 15% dibandingkan dengan tikus yang ditempatkan dalam keadaan normal. Ini menunjukkan bahwa tikus-tikus yang ditempatkan pada kondisi tertentu itu lebih pintar dibandingkan dengan sesamanya. Para ahli sebenarnya sudah lama mengetahui bahwa "lingkungan yang diperkaya" dapat meningkatkan kinerja otak. Stimulasi, yang muncul dari lingkungan, mampu membuat otak bekerja secara lebih efisien dan meningkatkan koordinasi antarsel. Kalau mengacu kepada kesamaan struktur otak tikus dengan otak manusia, maka semestinya hal itu bisa terjadi pada manusia juga. "Saya justru terkejut kalau hal itu tidak terjadi pada manusia," papar Fred Gage, peneliti sel otak yang memimpin penelitian di Institut Salk. Otak manusia memang mempunyai sel-sel cadangan, seperti yang diujarkan ilmuwan dari Institut Riset Stanford bahwa kita hanya menggunakan 10% otak kita. Selebihnya nganggur gur! Cadangan tersebut dipakai untuk mengantisipasi rangsangan tertentu dengan mengembangkan daya komputasi melalui peningkatan jumlah sel yang tersedia. Akan tetapi jika seseorang hidup dalam lingkungan yang rendah stimulasi dan tak pernah menggunakan sel-sel cadangan, maka sel-sel itu akan mati. Selain penelitian soal stimulasi, para ahli bidang farmasi pun berusaha menciptakan obat yang mampu meningkatkan kinerja otak. Salah satu pemainnya adalah Cortex, perusahaan yang didirikan oleh tiga ahli ilmu syaraf dari Universitas Kalifornia di Irvine. Mereka mengklaim telah menemukan ampakine yang dapat menyegarkan saraf yang lelah. Yang lainnya, Helicon Therapeutics di Cold Spring Harbor, New York, mengembangkan obat-obatan yang ditujukan untuk molekul otak. Peneliti di sana menemukan adanya protein yang diberi nama CREB, yang kadarnya pada lalat buah berdampak nyata terhadap kemampuan belajar dan mengingat.

-Istirahat- kan otak Anda
Penelitian untuk menemukan unsur baru dalam otak yang bisa diberi perlakuan obat-obatan masih terus berlanjut. Di pihak lain, banyak terapis yang menawarkan metode lain. Dengan motivasi yang kuat, serta mengaitkan informasi dengan yang telah ada di memori jangka panjang, ternyata orang bisa menjadi super dalam ingatmengingat. Peneliti di Universitas Carnegie Mellon mencoba hal itu terhadap beberapa siswanya. Dengan memfokuskan mereka kepada deretan panjang angka, para siswa tersebut pada akhirnya menemukan pola yang mereka hubungkan dengan sejumlah bilangan yang telah mereka kenal, semisal hari ulang tahun. Cara lain diajarkan oleh Harry Lorayne (71), pelatih memori yang terkenal di kalangan penderita insomnia. Ia mengingat nama seseorang dengan mengasosiasikan salah satu ciri tubuh yang gampang diingat. Tak bisa disepelekan juga adalah jembatan keledai. Sebagai contoh, memori adalah WIRES, yang diambil dari huruf depan Working, Implisit, Remote, Episodik, Semantik. Prof. Sidiarto pun mengembangkan pola serupa. "Ingatlah LUPA, maka kamu tidak akan lupa," ujarnya. LUPA versi Prof. Sidiarto ini adalah Latihan, Ulangan, Perhatian, dan Asosiasi. Jadi, supaya informasi yang masuk tahan lama harus dilatih, diulang, diberi perhatian, dan kita asosiasikan. Tapi, yang patut diperhatikan juga adalah dalam mencerna informasi harus bermodalkan KAMU, "Konsentrasi, Atensi, Motivasi, Upaya," tambahnya. Dengan menjalankan LUPA sejak usia muda, otak manusia akan lebih lama menyimpan informasi karena informasi yang diterimanya tersimpan di ingatan jangka panjang. Bagaimanapun juga otak manusia terbatas kemampuannya. Sementara informasi yang tersebar di dunia ini tak terbatas. Oleh sebab itu McGannon memberi nasihat, "Biasakan berkonsentrasi pada satu hal. Kemudian istirahat untuk menjernihkan pikiran dan baru mulai yang lain." Ia juga mengusulkan agar kita tidak

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 perlu mencemaskan banyak hal. Sebagai manusia modern, orang sering terjebak pada pemikiran bahwa membaca koran merupakan keharusan. Apalagi dalam situasi yang tidak menentu seperti saat ini. Tapi, apakah hidup kita tergantung kepada semua yang tertulis di koran tersebut? Menurut McGannon, ketika Anda cemas, pikiran dipenuhi berbagai hal. Lahan untuk memori menjadi tersita dan akhirnya lupalah Anda akan beberapa hal. McGannon kemudian menambahkan, cara terbaik untuk mengatasi penyakit lupa adalah beristirahat yang cukup untuk memberikan kesempatan otak berelaksasi. Ini bisa dilakukan, semisal, dengan tidur selama lima menit, mengambil napas dalam-dalam, melakukan meditasi pagi dan malam, serta berolahraga agar pusat-pusat memori otak dipenuhi darah yang kaya oksigen. Tapi, tambahnya, yang terpenting adalah menghilangkan perasaan cemas dan jangan terlalu mempersoalkan masalah yang tengah dihadapi.

Ayam dan Dinosaur sepupu jauh alat pengesan serangan jantung
Protin telur dinosaur menunjukkan tali persaudaraan dengan si ayam, (dan) alat pengesan serangan jantung. Akhir sekali cip komputer membaca fikaran manusia.Kita mulakan dengan satu penemuan kaji purba. Bukti menunjukkan dinosaur T-Rex mungkin saudara-jauh dengan si ayam. Ini didedahkan oleh sekumpulan saintis yang ketemukan telur-telur dinosaur dari Argentina. Telur-telur itu dikatakan sudah berusia 70 juta tahun dan apa yang menakjubkan ialah masih terdapat kesan-kesan protin di dalam telur-telur itu. Dari kajian ke atas protin itu, para saintis mengatakan mungkin dinosaur yang menghasilkan telur-telur itu ada talian darah dengan ayam, kerana adanya kesamaan antara protin telur ayam dengan yang dijumpai dalam telur-telur dinosaur itu. Telur-telur itu dipercayai telah tertanam semasa satu banjir besar dan terus menjadi fosil dengan cepat, lantas memelihara tisu-tisu lembut dan tulang-tulang kecil didalam telur itu. Para saintis sedang mendalami kajian ke atas penemuan tersebut, setiap fasa memberikan lebih maklumat mengenai haiwan silam itu. Saudara bagi seorang pesakit jantung, amatlah perlu mereka diberikan rawatan segera apabila sedang menghadapi serangan jantung. Oleh kerana itu, kondisi jantung mereka mestilah dipantau selalu supaya langkah berjaga-jaga dapat diambil. Kini para doktor dapat memantau pesakit-pesakit mereka dengan terciptanya sebuah alat yang membolehkan mereka memerhatikan kondisi pesakit mereka 24jam sehari. Sistem ‘Cardio-Smart’ yang telah dihasilkan oleh sekumpulan pengkaji Sepanyol mempunyai keupayaan memantau kesihatan jantung seseorang pesakit secara jauh. Dengan menggunakan teknologi ‘wireless’ dan sebuah terminal peribadi bergerak yang dipasang kepada sensor-sensor jantung, sistem cardio-smart ini memantau secara berterusan kadar degupan jantung. Jika ada kesulitan, doktor dapat diberitahu secara otomatik. Dengan gabungan sistem kedudukan global atau GPS pula, ia berupaya mengenalpasti lokasi seseorang pesakit yang sedang mengalami serangan jantung, supaya rawatan medikal dapat dikerah secepat mungkin. Dr Jose Chiero dari Universiti Seville, Sepanyol, seorang dari pengkaji yang menghasilkan sistem smart cardio ini menerangkan kelemahan sistem yang digunakan sekarang : ‘Kebanyakan sistem hanya mencatatkan maklumat kemudian di kirimkan kepada para doktor. Ini memakan masa. Lagipun seorang doktor mungkin hanya melihat maklumat itu beberapa hari kemudian. Ada juga yang menggunakan alat dimana seorang pesakit akan hanya mencatatkan data jika dia berasa kurang sihat. Ini memerlukan usaha dari pesakit itu sendiri’ Seorang pesakit yang menggunakan sistem cardio-smart ini perlu membawa ke sana-sini sebuah alat seperti ‘blackbox’, yang mencatatkan degupan jantungnya dan secara langsung menghantarnya ke sebuah simpanan data. Para doktor kemudiannya boleh memantau data itu dan jika ada kesulitan, akan diberitakan dalam masa 6 saat. “Kita menggunakan teknologi yang meniru gaya otak kita menganalisis dan mengenal pasti isyarat-isyarat dan dapat menentukan jika ada kesulitan pada jantung si pesakit. Ia kemudiannya menghantarkan segala maklumat itu menggunakan teknologi bergerak”

Gado gado artikel 17

putut_2002@plasa.com Tidak kesemua pesakit memerlukan pemantauan 24jam berterusan. Sistem ini boleh mengesan jika ada masalah dan akan hanya menghantar maklumat itu apabila ada kesulitan degupan berlaku. Sememangnya sistem cardio-smart ini memudahkan seorang pesakit jantung. Mereka tidak perlu sering ke klinik lagi, untuk mendapatkan rawatan doktor. Sistem ini juga mungkin dapat menyelamatkan nyawa kerana rawatan medikal dapat diberikan denga segera apabila ada serangan jantung. Dan kadang-kala pula, ada pesakit yang tidak dapat menjelaskan kondisi mereka sendiri, tetapi dengan sistem ini, kadar degupan dan rentak degupan jantung mereka sudah pun tercatat sebelum mereka ke hospital untuk dapatkan rawatan. Dengan ini, doktor akan dapat gambaran yang lebih tepat tentang kondisi jantung si pesakit. “Kadang-kala pesakit tidak dapat mengesan sebarang kesulitan dengan jantung mereka. Tetapi sistem ini dapat mengesannya, jadi itu adalah satu kelebihan. Ia juga berupaya mendapatkan maklumat itu tanpa pesakit melakukan apa-apa. Apatah lagi maklumat ini semua adalah yang terkini, secara langsung atau ‘real time’, jadi pesakit tidak perlu berada di hospital untuk kita dapatkan maklumat terbaru kondisi jantung mereka. Dia boleh berada di rumah dan jika ada kesulitan, kita tetap boleh mengesannya , seperti dia sedang berada di hospital” Dr Jose Chiero dari Universiti Seville, Sepanyol, seorang dari pengkaji yang menghasilkan sistem smart cardio. Sistem smart-cardio ini dijangkakan dipasarkan lewat tahun ini dan ada juga rencana ia dipasarkan di Asia. Seterusnya, kita mendalami dunia teknologi komputer. Sekeping cip komputer yang dapat membaca fikiran manusia. Seorang warga Amerika yang hilang kegunaan anggota badannya disebabkan lumpuh seluruh badan, baru-baru ini telah dapat menhidupkan televisyennya, membesarkan suaranya, menukar saluran dan mematikan alat tersebut setelah tamat menontonnya. Semua ini dapat beliau lakukan dengan bantuan komputer yang mengawal operasi televisyen itu dari tafsiran fikiran pemuda itu. Ya saudara, komputer dapat memahami fikiran anda! Dan baru-baru ini empat orang yang berkerusi roda dan lumpuh separuh badan, berjaya mengawal komputer mereka dengan hanya memikirkan perbuatan itu sambil menggunakan alat berupa topi yang mempunyai sejumlah elektrode yang dapat membaca otak. Alat, BrainGate, yang digunakan oleh pemuda warga Amerika yang lumpuh tadi pula, mempunyai 100 keping elektrode setebal seutas rambut yang diimplankan se milimeter ke dalam bahagian otaknya yang mengawal pergerakan. Melalui wayar yang menyalurkan informasi dari elektrode itu tadi ke dalam komputer yang kemudiannya menganalisa isyarat-isyarat dari otak. Isyarat-isyarat itu ditafsirkan dan diterjemahkan untuk menggerakkan kursor di komputer beliau. Profesor John Donoghue, pakar bidang sainssaraf di Universiti Brown Rhode Island, merupakan saintis disebalik alat BrainGate itu. Layar komputer itu merupakan satu panel remote-control TV, dan untuk membuat pilihan, beliau perlu menggerakkan kursor ke salah satu ikon. Ini disamakan dengan satu klik tetikus biasa. Itu dia saudara alat yang dapat membaca fikiran kita, pada masa depan Profesor John Donoghue berharap dengan bantuan ciptaannya itu, mereka yang lumpuh dapat menggerakkan anggota badan mereka semula.

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005

Belajar Bagaimana Belajar
Untuk dapat mengendarai mobil dengan baik tentu saja kita harus mengerti segala macam fungsi peralatan kendaraan tersebut dengan baik seperti fungsi stir, kopling, rem, gas, lampu sen, weaper, lampu depan dan peralatan pendukung lainnya. Hal yang sama sebenarnya juga harus kita lakukan pada saat kita akan berpikir (belajar=berpikir) dengan baik dan benar kita harus mengerti bagaimana fungsi dan cara kerja alat pikir kita tersebut yang kita namakan otak. Hal inilah yang seringkali tidak diperhatikan oleh setiap orang, sehingga hasilnya tidak maksimal. Bila kita mengerti dan memahami fungsi otak kita dengan baik maka kita baru akan mengerti bahwa kemampuan otak kita yang sebenarnya adalah tidak terbatas. Selama ini, kemampuan otak manusia yang sering digunakan baru sekitar 20% nya saja dari kemampuan yang sebenarnya. Seperti diketahui tetapi tidak dipahami banyak orang bahwa otak terdiri dari 2 bagian besar yaitu otak kiri dan otak kanan. Otak kiri disebutnya sebagai kemampuan intelejensia atau IQ (Intellectual Quality) dan otak kanan disebut sebagai kemampuan emosional atau EQ (Emotional Quality). Otak kiri menangani hal-hal yang berkaitan dengan logika, perhitungan, bahasa, algoritma dan otak kanan menangani hal-hal yang berkaitan dengan perasaan, rasa, imajinasi, emosi, warna, seni, apresiasi dan sebagainya. Sebenarnya ada banyak lagi fungsi dari otak tetapi hal ini sudah cukup untuk kita pahami guna memaksimalkan penggunaan otak kita. Sistem pendidikan yang kita kenal (indonesia) belum memaksimalkan penggunaan otak sehingga kita manusia-manusia yang dihasilkannya kebanyakan berotak “miring”. Sebagai contohnya adalah bahwa hampir semua mata pelajaran di tingkat dasar sampai dengan menengah atas lebih banyak dikhususkan untuk penggunaan otak kiri seperti pelajaran matematika, bahasa, fisika, logika sedangkan pelajaran yang bersifat apresiasi seperti puisi, menggambar, bernyanyi, musik, dan lainnya mendapat pandangan sebelah mata atau dengan kata lain dianggap rendah. Akibatnya adalah konsep pemberdayaan otak kita dengan baik dan benar menjadi tidak seimbang mengakibatkan ketidakseimbangan dalam berpikir. Kesalahan kedua adalah bahwa masih saja kita melatih pelajar atau mahasiswa untuk menghafal (di sini saya menganggap menghafal tidak sama dengan berpikir) . Menghafal artinya memberi sesuatu hal untuk diingat, mengenai materi apa itu yang harus diingat orang tidak perlu tahu, “pokoknya” ingat saja nanti kalalu ditanya “muntahkan” kembali. Akhirnya otak yang seharusnya sebagai pemroses menjadi penampung atau buffer. Ya, setiap pelajar di Indonesia oleh sistem pendidikan dari tingkat TK sampai dengan tingkat universitas otaknya hanya sebagai buffer saja. Apa yang salah ? Ya itu tadi kesimbangan antar otak kanan dan kiri tidak terjadi. Kreativitas adalah otak kanan di sana terjadi proses bukan hafalan, menggambar adalah imajinasi bukan menyalin, mencipta lagu adalah membuat sesuatu yang baru dari apa yang ada bukan menghafal lagu lain, memainkan musik adalah mengkombinasikan dan bukan membawakan, semuanya adalah proses yang yang berarti aktif. Menghafal adalah pasif seperti mendengar dan menonton, berpikir adalah aktif seperti menulis hal baru (bukan menyalin), mengambar, berpuisi, berbicara, dan bernyanyi.

Gado gado artikel 19

putut_2002@plasa.com

Cara Mempertajam Memori
Siapa bilang penyakit lupa alias tidak ingat itu cuma konsumsi para lansia. Karena mereka yang masih muda-muda pun bisa saja mengidap penyakit tulalit alias pelupa layaknya yang tua-tua. Malu kan dibilang tulalit sama pacar? Banyak faktor yang menjadi biang keladi munculnya gangguan kelupaan tersebut, mulai dari makanan yang dikonsumsi, pekerjaan yang menumpuk serta kesibukan-kesibukan lainnya. Belum lagi dengan keakraban orang muda dengan berbagai perangkat teknologi moderen. Telepon selular, komputer, e-mail, hingga internet, disebut-sebut sebagai piranti teknologi yang bisa memaksa tubuh dan otak terus bekerja selama 24 jam. Nah, hiruk-pikuknya aktivitas tersebutlah yang konon bisa memicu hilangnya kemampuan otak untuk mengingat-ingat. Namun begitu, gangguan kelupaan tersebut tetap bisa diatasi, kok. Dengan mengikuti beberapa tip sederhana ini, mudah-mudahan penyakit lupa tersebut bisa dihindari: 1. Fokuskan diri untuk mendengar dan kurangi berbicara. Pasalnya, dengan mendengar akan mendorong kita untuk lebih berkonsentrasi. 2. Disiplin berdiet. Melakukan diet sehat dengan mengkonsumsi makanan yang kaya protein, di samping juga buah dan sayuran, akan memberikan suntikan 'tenaga' bagi otak. 3. Usahakan untuk mengurangi bahkan mungkin menghindari pergaulan dengan mereka yang selalu berpikiran negatif. Sebaliknya kembangkan selalu pemikiran positif. Karena berpikir positif itu bisa menstimulir proses kerja otak. 4. Hindari mengkonsumsi makanan berlemak tinggi. Pasalnya lemak-lemak tersebut bisa menyumbat saluran arteri yang tengah menyuplai darah ke otak. 5. Baca, baca, dan baca. Banyak membaca dengan diselingi bermain puzzle merupakan latihan yang sangat baik bagi otak. Karenanya, isilah waktu senggang Anda dengan berbagai jenis bacaan, dari yang fiksi hingga yang berat sekalipun nggak apa-apa kok. 6. Minumlah vitamin, khususnya vitamin E dan suplemen yang mengandung unsur seng. Berbagai penelitian menunjukkan kalau kedua unsur tersebut bisa membantu memperlambat proses penuaan dini serta meningkatkan kemampuan ingatan. 7. Jangan mengkonsumsi alkohol secara berlebihan. Terlalu banyak alkohol konon akan membunuh sel-sel otak secara perlahan-lahan, lho. 8. Rencanakan selalu aktivitas berinteraksi dengan orang lain. Karena yang namanya bersosialisasi itu konon bisa mengusir rasa malas pada otak. 9. Hindari mengkonsumsi obat-obatan yang tidak perlu. Menurunkan berat badan, tekanan darah, serta kadar kolesterol dalam tubuh terkadang lebih ampuh dengan diet dan olahraga ketimbang obat-obatan. Selain itu usahakan untuk mempelajari dan mengetahui efek samping dari obat-obatan yang Anda minum. Obat tidur misalnya, konon bisa mengakibatkan hilangnya memori. 10. Cobalah untuk menjadwalkan olahraga secara rutin dalam agenda Anda. Pasalnya, aktivitas tersebut bisa melancarkan sirkulasi darah ke otak.

Nah, selamat mencoba ya... biar nggak lagi disindir, "Masih muda kok pelupa sih".

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005

Classic AlistApart in Bahasa Indonesia Proses Kreatif
Pikiran Adalah Lebih Dari Apa Yang Anda Kira Oleh: Mathias Konradson diterjemahkan dengan ijin AlistApart, belum seijin Mathias Konradson oleh Yenn Madyanto PENDAHULUAN Kreatifitas dan inovasi terus menerus memaksa kita untuk maju. Saya bicara tentang kemajuan ilmu pengetahuan seperti: keju krim, filosofi filosofi baru: "Dengan ini saya memproklamirkan bahwa saya malas," dan semangka tanpa biji. Tapi suruhlah teman anda untuk berpikir sesuatu yang kreatif dan dia akan terlihat seperti sedang makan semangkuk es krim tergesa gesa. Namun memang itu proses yang sulit. Kreatifitas dan ide-ide tidak datang dari perintah, mereka sepertinya muncul ketika kita tidak mengharapkan mereka datang - seperti tali sinar yang melingkari pikiran kita pada arah yang tidak diharapkan, menuntun jalan kita. KIRI DAN KANAN Para pakar percaya bahwa masing masing belahan otak kita mengatur "mode" pikiran yang berbeda. Hipotesa ini disebarluarkan oleh Roger Sperry, yang memenangkan Hadiah Nobel untuk penelitiannya pada tahun 1981. "Mode-mode" itu secara kasar terbagi seperti berikut: Otak Kiri Logis Berurutan Rasional Analisa Obyektif Sebagian Otak Kanan Intuitif Acak Holistik Sintesa Subyektif Menyeluruh

Otak kiri berhubungan dengan pikiran logik, analisa, dan ketepatan, sementara otak kanan berfokus pada keindahan, perasaan dan kreatifitas. Sepertinya bagian sebelah kanan adalah teman kreatifitas kita. Ide-ide baru datang dari keadaan yang tak normal, tanpa mengacuhkan batas dan fakta, berkelana ketempat dimana orang belum pernah pergi sebelumnya, untuk mencari galaksi baru dan peradaban.. eh maaf (catatan Editor: Seseorang terlalu banyak menonton Startrek :). Otak kiri, dilain pihak, menganalisa, mengatur, dan berurusan dengan detail, secara umum mensabotase kreatifitas pemikiran kita. Ini tentunya berita buruk untuk mereka yang tidak dianugrahi tangan-kidal, karena itu berarti anda tidak memimiliki dominasi otak-kanan. Tangan-kidal: otak-kanan, tangan-kanan: otak-kiri. Membingungkan kah ? Tapi sebelum memutuskan untuk melakukan segala sesuatu secara kidal, dengar apa yang akan saya katakan. GUNAKAN OTAK KANAN ANDA Pada dasarnya kita ingin mempekerjakan otak kanan dan mengistirahatkan sebelah kiri sebanyak mungkin. Ingat, ini 'brainstorming', kita tidak sedang dalam tahap produksi, segala sesuatu tidak perlu benar benar masuk akal. Kita perlu mengeluarkan semuanya dari otak dan menaruhnya pada tempat yang selayaknya - untuk menemukan benih-benih ide yang akan menghasilkan sebuah Ferari pada garasi kita.

Gado gado artikel 21

putut_2002@plasa.com .. Trik-nya adalah memberi pelajaran pada diri anda untuk tidak memperhatikan aturan aturan, konvensi konvensi, dan keharusan keharusan . Jika ingin membuat karya seni atau menulis, mulailah dengan mencorat coret. jika anda seorang pengacara, gantilah pekerjaan. Bahkan jika anda tidak tahu sama sekali apa yang sedang dilakukan, anda tidak bisa lari dari ketidaksadaran. Hal itu akan bergerak secara misterius. Setelah beberapa saat, ide-ide indah akan mulai muncul. Ini mungkin tidak akan terjadi segera; sering, anda perlu melatih otak sampai pada pemikiran seperti ini (khususnya jika anda tangan-kanan). Jadi tetaplah begitu. Jika ide-ide bagus itu murah kita semua pasti sudah sangat kaya. Pada saatnya, anda akan mempunyai banyak ide. Beberapa mungkin akan terwujud, beberapa akan menghancurkan reputasi anda berkeping keping. AMBIL SATU LANGKAH KE BELAKANG Ketika anda sudah 'brainstorming' untuk beberapa saat, anda perlu mengambil selangkah kebelakang dan biarkan segalanya diam di pikiran anda. Tidur sangat baik untuk hal ini. Sementara anda bermimpi, alam bawah sadar anda akan mengkaji informsi informasi yang telah terbentuk, mengurutnya dan mengunyahnya. Ketika anda bangun esok paginya, kemungkinan besar anda akan sudah mendapatkan jawaban. Serupa kalau anda sudah terlalu lama bekerja pada satu proyek, hal hal yang semestinya jelas-jelas terlihat jadi tidak terlihat lagi. Misalnya ada sesuatu yang tak benar, anda sulit memastikan apa itu dan akhirnya berpikir hal itu bukan masalah, dan membiarkannya namun setelah beberapa hari anda baru mendapatkan kesalahan menyebalkan itu. Jadi istirahatlah, santai, dan biarkan otak kita melakukan tugasnya. BEKERJALAH SEPERTI INI Ketika saya mulai menulis sebuah artikel saya tidak menulis dengan urutan-urutan tertentu, saya tidak peduli tentang ejaan, tata bahasa atau kata-kata. Saya tulis cepat dan tetap menulis tanpa melihat kebelakang. Saya membiarkan detail-detailnya belakangan karena itu perkerjaan otak kiri. Dengan cara ini saya membiarkan otak kanan bekerja dengan gigi (persneling) tinggi. Serupa apabila saya mencoba untuk menggambar grapik baru saya tidak berpikir: "Sepertinya saya akan membuat tampang-sedih anjing dengan rambut berantakan." Tapi saya langsung aja ambil 'airbrush', mengecet seperti orang gila (lucu juga melihat ekspresi seorang rekan jika mereka melihat pekerjaan pada tahap ini), gunakan beberapa filter, crop, blend, campur dan kocok semuanya.Menggunakan proses ini, biasanya anda akan mencipkatan sesuatu dimana anda melihat secercah bentuk atau konsep yang layak dilanjutkan.Ketika melihat hasil 'seni' itu, saya hampir tak tahu begaimana saya menciptakannya. Saya tahu kira kira bagaimana itu dilakukan, tapi saya tidak jelas apa langkah-langkah yang saya ambil untuk mendapatkannya. YA!! PERTEMUAN!! Teknik ini dijelaskan pada kurus yang belum lama ini saya ikuti dan hasilnya menakjubkan.dengan adalah mengumpulkan satu kelompok orang, bikin topik dan biarkan ide-ide mengalir. Apapun ide itu, tiap orang harus berusaha tuk berkata: "Ya!" Hal ini membantu untuk mengurangi rasa takut dipermalukan; hilangnya rasa takut akan membantu anda untuk mengarang sesuatu. Ide-ide aneh dan mustahil tidak hanya ditoleransi namun juga diusahakan. Ketika orang mengendor, topik sepertinya akan menuju kearah sex, peruntungan, dan pengaruh yang besar. Tapi ini merupakan konsep-konsep paling laris (menjual), jadi anda tak perlu kuatir. SAMPAI KETEMU LAGI

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 Jangan jadi depresi jika anda tangan-kanan. Kami orang-orang tangan-kidal memiliki kehidupan lebih singkat 10 tahun, dan hidup dalam lingkungan yang dibangun untuk orangorang bertangan- kanan yang kemungkinan besar disebabkan oleh pendahulu kita. Namun, anda tahu apa yang mereka katakan, ".. Lebih baik terbakar habis daripada meenghilang perlahan-lahan .. " - MATTIAS KONRADSON

Fenomena Bunyi Alam Indonesia SEPINTAS Hari Musik Nasional seperti sebuah fenomena yang sangat fenomenal. Ia lahir di saat musik Indonesia tengah dilanda derita panjang pembajakan kaset, CD, VCD yang mematikan usaha lebih dari delapan puluh persen produser musik domestik. Fenomena tadi akhirnya hanya menyisakan Aquarius, Sonny Musik serta Musica Studio's sebagai perusahaan yang masih cukup rajin memproduksi album-album baru. Selebihnya dari sisasisa produser yang ada paling banyak hanya membuat satu album dalam setahun di samping menyeleksi lagu-lagu usang untuk dijual kembali dalam kemasan "Album Lagu-lagu Terbaik si A, si B, si C, dst atau "Album lagu-lagu populer" "Top Indonesia 2003 dan 2004", "Indonesia Best Seller" dst. Tahun musik kenyataannya masih berupa wacana politik, sebab hingga kini masih belum bisa dilihat sejauh mana keseriusan aparat penegak hukum, pemerintah dan wakil rakyat kita dalam menindaklanjuti dunia pembajakan kaset.

Gado gado artikel 23

putut_2002@plasa.com

BERMUSIK tidak selalu mengandalkan peralatan musik yang seharusnya. Bunyi-bunyian yang sengaja ditimbulkan dari perlengkapan di sekitar kita pun bisa dijadikan sebagai sarana bermusik seperti pertunjukan sekelompok anak muda yang mengandalkan "tatalu" dalam menciptakan harmoni suara.*DUDI SUGANDI/"PR"

Musik fitrah manusia

Manusia dilahirkan dengn membawa musik. Tangisan setiap bayi yang baru lahir adalah tangisan musikal yang sangat impressif, tidak sumbang dan dibawakan dalam teknik yang baik dan benar. Tangisan musikal bayi yang disertai teknik alack atau ancang-ancang, teknik powering diafrogma secara berirama, teknik permainan palatal, teknik pemanfaatan tiga resonansi dsb. merupakan teknik bernyanyi tingkat tinggi. Dengan teknik vokal yang baik tadi suara sang bayi tidak akan cepat serak walau dilakukan dalam ampitudo keras dalam waktu yang cukup lama. Sesekali anda yang tidak pernah belajar teknik bernyanyi dengan baik bisa mencoba berduet teriak dengan sang bayi. Suara anda pasti akan lebih cepat serak dibanding teman duet tadi. Tuhan pasti punya harapan mengapa musik dibekalkan kepada setiap manusia sejak anak pertama Nabi Adam yaitu Qobil dan kembaran perempuannya dilahirkan dari rahim Siti Hawa. Tuhan telah menciptakan dua otak bagi manusia. Otak kiri yang lebih berfungsi sebagai otak rasio dan otak kanan sebagai otak intuisi merupakan semacam mesin turbo yang bisa membuat manusia lebih survive dan dalam memberi berbagai manfaat terhadap dunia dan seluruh isinya, sebab manusia yang diharapkan. Tuhan mengharapkan agar semua manusia yang diciptakannya bisa membangun dan memelihara damainya kehidupan jagat raya. Oleh sebab itu otak kiri dan kanan dibekalkan kepada manusia agar selain sebagai bekal berpikir juga sebagai bekal untuk bertindak dengan hati nurani. Namun adakalanya manusia sering merasa lebih hebat dari Tuhannya. Institusi seringkali diabaikan dengan cara memandang rasio atau pikiran sebagai kekuatan yang maha hebat. Gaya berpikir Galileo Galilei, Newton, Descartes, Copernicus di abad pertengahan yang mengabaikan intuisi banyak dipandang sebagai sikap yang paling benar, padahal sikap yang sangat mempertuhan keilmuan kian hari kian terasa merugikan. Kembali kepada ketidakacuhan para wakil rakyat, pemerintah dan para penegak hukum dalam mengatasi dunia pembajakan kaset sesungguhnya merupakan sebuah indikasi bahwa soal hati nurani masih belum dipandang sebagai hal yang sangat serius. Mayoritas para pemuka negeri ini masih sangat dipengaruhi. Descartes yang menganggap dunia dan seisinya semata-mata sebagai komoditi alam yang kahir untuk dieksportir dalam penambangan material secara besar-besaran. Soundscape Pada saat bangsa ini miskin dengan apresiasi musik dengan berbagai pilihan, suara alam bebas atau soundscape sesungguhnya bisa menjadi salah satu alternatif yang sangat menarik. Suara alam bebas di hutan, gunung dan laut yang sepi dari keramaian manusia akan bisa memberikan manfaat yang hebat bagi para pendengarnya. Sebagai mana halnya berkesenian atau berapresiasi seni, suara alam bebas pun akan sangat berarti dalam memberdayakan intuisi yang terdapat dalam otak kiri tadi. Alam bebas tidak hanya memberi kita soundscape luar yang bisa ditangkap sistim pendengaran melainkan juga soundscape dalam yang hanya bisa didengarkan oleh pendengaran bathin. Beberapa hari setelah peringatan Hari Musik Nasional tahun ini Indonesia akan lebih banyak memperdengarkan soundscape kampanye puluhan partai peserta pemilu 2004 dan pemilihan presiden dalam proses yang sangat panjang sekitar delapan bulan. Kita semua maklum, bahwa suasana kampanye partai peserta pemilu sangat memiliki legalitas yang amat tinggi dalam urusan hingar bingarnya suara knalpot yang berbaur dengan berbagai teriakan massal di jalanan. Fenomena semacam itu bukanlah suara alam bebas yang nyaman melainkan sangat tidak menyehatkan bagi sistem pendengaran kita. Malah lebih jauh lagi akan semakin memicu potensi stress orang-orang di sekitarnya. Saya perrnah berndai-andai. Apabila jadi caleg di masa-masa kampanye tidak akan banyak terlibat pada berbagai kampanye politik. Alasannya karena khawatir jika setelah menjadi wakil rakyat nanti telinga saya tidak lagi bisa mendengar jeritan rakyat, termasuk tidak bisa lagi mendenagr soundscape dalam suara rakyat dalam bentuk jeritan hati nurani mereka. Untuk lebih memelihara kesehatan sistim pendengaran saya akan memilih lebih banyak tinggal di suatu tempat sepi sambil mendengarkan suara alam bebas pegunungan yang bisa membangun kejujuran, kedamaian, kesederhanaan bahkan

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 kebersahajaaan. Kalau sudah tidak kuat ingin mendengar musik maka yang pertama kali dipilih adalah musik tradisi yang identik dengan kedamaian, kejujuran serta kebersahajaan alam itu tadi. Saya berharap tulisan ini pun bisa dibaca oleh sobat-sobat saya. Setia Permana, Fery Kurnia dll. Kepada sobat-sobat di KPU tadi saya ingin mengusulkan agar membuat catatan rekomendasi untuk para petugas KPU mendatang. Catatannya adalah supaya para caleg 2009 nanti harus mengikuti kegiatan mendengar soundscape alam pegunungan sekaligus belajar kearifan dari masyarakat di sana. Pengaruh mendengar suara alam bebas bukan main manfaatnya. Hal tersebut sudah banyak dibuktikan oleh para leluhur pemimpin kita yang sering bersemedi atau bertafakur di alam luas sehingga senantiasa dikenang sebagai para pemimpin dan pemuka rakyat yang arif dan bijaksana. Sound Art dan musik-etnik Masih dalam rangka mengkritisi Hari Musik Nasional dalam keadaan negeri yang dalam krisis hati nurani ini maka Sound Art dan musik etnik perlu dipandang sebagai media musikal yang sangat penting. Sound Art adalah jenis seni bunyi yang menggunakan materi dari bahan bunyi alam bebas atau soundcape. Melalui Sound Art masyarakat akan lebih mudah untuk diimpressi oleh beragam kenyataan yang dapat mengasah kepekaan hati nurani. Apalagi mengingat sound art biasanya disajikan dalam bunyi suara yang tidak keras. Jenis kesenian seperti ini memang belum lazim bagi negeri ini. Tetapi dan berbagai pertunjukkan yang pernah digelar di negeri ini Sound Art ternyata selain bisa menarik perhatian juga bisa lebih membuat peka hati nurani. Harry Roesli adalah orang yang paling jagoan dalam urusan pertunjukkan Sound Art ini. Melalui berbagai siasat, terutama dengan berbagai trick banyolannya ia bisa menjadikan musik yang tidak lazim ini menjadi sangat menarik dan menyentuh hati. Industri musik kita yang sedang amat lesu menjadikan tayangan musik di televisi hanya menampilkan lagu itu-itu lagi. Padahal di tengah-tengah menurunnya daya beli masyarakat kita, televisi adalah media massa yang paling efektif untuk apresiasi musik. Media televisi seharusnya memiliki tanggung jawab moral yang tinggi terhadap keberadaan musik di negerinya, itu bisa diupayakan dengan menyajikan keragaman kreatifitas musik yang dimiliki negerinya. Yang tidak kalah pentingnya adalah tayangan televisi kita perlu lebih mengangkat berbagai musik etnis atau musik tradisi, sebab selain jenis musik ini sangat beragam proses penciptaannya pun sangat dipengaruhi aura alam yang masih sangat murni. Orang-orang Yunani Kuno telah banyak memberikan pelajaran berharga bagi peradaban saat ini. Mereka adalah masyarakat pencipta musik yang handal, sebab musik dianggapnya sebagai kekuatan kedua setelah agama yang bisa membangun kenyamanan rohani. Bahkan bagi mereka musik merupakan sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dengan berbagai kegiatan ritual keagamaan. Bangsa Indonesia pun sebetulnya tidak kalah hebat. Selain banyak memiliki corak musik Hymne atau pemujaan maka musik hiburannya pun sering menunjukkan banyak fenomena. Jangankan para penyanyi dan musisi fenomenal semacam Iwan Fals, Ebiet, Bimbo, Melly Goeslaw, Nike Ardilla, Rhoma Irama, Nano S, Didi Kempot, Inul Darasista, dst. Bahkan artis-artis amatir cetakan Akademi Fantasi Indosiar (AFI) pun dalam waktu yang singkat tanpa mencetak album rekaman lebih dulu sudah berhasil menjadi fenomena yang luar biasa. Tapi tujuan diadakannnya Hari Musik Nasional tentunya bukan sekadar bagaimana mencetak penyanyi dan musisi profesional sebanyak-banyaknya, melainkan juga harus disertai manfaat yang lebih mendalam dan lebih menyeluruh bagi bangsanya. Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap para pejuang Hari Musik Nasional termasuk terhadap Presiden Megawati yang telah memutuskannya saya ingin mengusulkan agar presiden mendatang memutuskan pula Hari Sastra Nasional, Hari Tari Nasional, Hari Lukis Nasional dsb. Tapi bila terlalu banyak sebaiknya Hari Nusik Nasional dirubah menjadi Hari Kesenian Nasional saja.

(MASALAH LUPA, DEMENSIA DAN ALZHEIMER)* FENOMENA LUPA

GAMPANG INGAT DI USIA SENJA

Gado gado artikel 25

putut_2002@plasa.com Lupa adalah hal yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Sejauh mana lupa masih dianggap wajar dan lupa sudah mengarah pada gangguan (penyakit) tidak selalu tegas batasnya. Apalagi jika usia bertambah lanjut masalah lupa semakin mudah terjadi. Mengapa orang bisa lupa ? Mengapa daya ingat orang berbeda-beda? Menurut para ahli lupa terjadi karena informasi yang diterima tidak diolah dan disimpan dalam otak. Bisa juga terjadi karena ada kesulitan dalam memanggil kembali informasi yang sudah tersimpan. Memang tidak semua informasi perlu disimpan, hanya hal-hal penting yang menarik perhatianlah yang tersimpan baik dalam otak. Memori jangka pendek umumnya tidak bertahan lama dan mudah terhapus ditimpa memori yang baru terjadi. Melalui proses kimiawi yang rumit, ada ingatan jangka pendek yang diolah menjadi ingatan menetap (jangka panjang). Daya ingat seseorang dipengaruhi oleh tingkat perhatian, minat, daya konsentrasi, emosi, dan kelelahan. Semakin kuat minat dan atensi maka semakin melekat informasi yang diterima. Emosi yang menyenangkan, atau menyedihkan mempunyai kontribusi dalam daya ingat seseorang terhadap suatu peristiwa. Orang yang selalu mengandalkan orang lain biasanya tidak merasa perlu mengingat karena bisa bertanya jika perlu. LUPA NORMAL SESUAI USIA (AGE ASSOCIATED MEMORY IMPAIRMENT) Memasuki usia tujuh puluhan biasanya orang maklum jika daya ingatnya mulai turun. Apakah gejala ini masih termasuk normal atau merupakan gangguan yang disebabkan penyakit? Istilah forgetfulness (pelupa) ditujukan bagi orang yang mudah melupakan nama benda, nama orang dan mempunyai kesulitan dalam mengingat kembali (recall) atau mengambil kembali informasi yang sudah tersimpan (retrieval). Biasanya ia masih mampu mengenali sesuatu jika diberikan tanda tertentu (cue) dan lebih mudah mendeskripsikan bentuk dan fungsi suatu benda dari pada menyebutkan namanya. Mengapa terjadi kemunduran dalam daya ingat? Apakah semua orang pada akhirnya akan menjadi linglung dan pikun? Bagaimana caranya agar gampang mengingat pada usia senja? Mudah lupa seperti apa yang mengarah pada demensia? Penyakit apa saja yang dapat menyebabkannya? Adakah cara mencegah dan mengobatinya? Bagaimana jika saya didiagnosis sebagai demensia dan tidak mampu hidup mandiri lagi? Sebelum membahas pertanyaan tersebut diatas ada baiknya kita pahami perubahan kognitif (termasuk memori) apa saja yang terjadi seiring dengan penambahan usia. Menurut penelitian, kemampuan kognitif umum seorang usia lanjut normal tidak menurun sampai usia 90 tahun (Waite et al, 1996). Sedangkan forgetfulness terjadi mulai usia pertengahan. Cummings dan Benson (1992) memperkirakan 39 % orang berusia 50 - 59 tahun mengalami forgetfulness. Pada usia lebih dari 80 tahun forgetfulness frekuensinya meningkat menjadi 85 %. Hal ini terjadi berhubungan dengan proses menua sel-sel otak yang bekerja untuk fungsi mengingat (memori). Memori yang menurun adalah kemampuan menyebut nama benda (naming) dan kecepatan mencari kembali informasi yang tersimpan maupun mempelajari hal-hal baru. Kemampuan kognitif lainnya seperti daya pikir, abstraksi, kemampuan berbahasa, kemampuan visuopasial tidak menurun dengan penambahan usia. Lupa normal yang masih sesuai dengan penambahan usia adalah jika terjadinya hanya sesekali, hanya sebagian peristiwa saja yang terlupa (tidak seluruhnya), ada perlambatan dalam mengingat namun masih sanggup mengingat jika diberikan catatan bantuan. Dari segi fungsional biasanya individu masih mandiri dan aktif.

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 Beberapa hal yang dapat dilakukan agar gampang ingat di usia senja: 1. Mengecek apa-apa saja yang perlu diingat 2. Gunakan ceklis, catatan khusus (memory prompt) 3. Rencanakan urut-urutan apa yang akan dikerjakan 4. Letakkan segala sesuatu di tempatnya semula 5. Sadarilah jika perhatian anda mulai teralih! 6. Usahakan agar anda tetap sehat (mental dan fisik) 7. Jadilah orang yang selalu siap menolong orang lain

GANGGUAN KOGNITIF RINGAN (PRA- DEMENSIA) Gangguan kognitif ringan oleh para ahli disebut Mild Cognitive Impairment (MCI). Kondisi ini merupakan fase peralihan antara menua normal dengan demensia. Individu mempunyai keluhan penurunan fungsi memori yang mulai mengganggu kehidupannya namun masih sanggup melakukan aktivitas harian yang biasa. Secara umum fungsi kognitifnya baik (daya nalar, judgment, berbahasa dll) sehingga belum dapat dikatakan demensia (pikun). Pada pemeriksaan didapatkan penurunan fungsi memori dari yang semestinya untuk usianya. Jadi kondisi MCI ini bukan fenomena yang normal, tetapi sebagian dapat berkembang menjadi demensia dan sebagian lagi menetap. Ada baiknya pada penderita MCI dilakukan evaluasi fungsi kognitif secara berkala agar dapat dipantau perkembangannya sehingga dapat cepat diketahui bila ada tanda-tanda kearah demensia. DEMENSIA Demensia adalah istilah untuk menjelaskan gejala-gejala dari sekelompok penyakit yang menyebabkan fungsi kognitif seseorang merosot terus semakin lama semakin buruk (progresif). Fungsi kognitif yang dimaksud adalah kehilangan daya mengingat, daya nilai (judgment) intelektual, ketrampilan sosial (berbahasa, merawat diri, kecakapan khusus dsb) dan reaksi emosi yang normal. Orang dengan demensia dapat tampak sehat-sehat saja akan tetapi fungsi otaknya tidak lagi bekerja dengan baik. Penyandang demensia umumnya masih berinteraksi sosial namun mengalami banyak kesulitan dalam menjalankan fungsi kehidupannya sehari-hari (activity of daily living). Penyandang demensia juga dapat mengalami perubahan perilaku seperti mudah curiga, apatis, hiperaktif, mengacak-acak isi lemari, marah-marah, bicara melantur atau ngotot dengan pendapatnya yang tidak realistik. Apa yang akan anda lakukan jika ibu anda (penyandang demensia) memaksa anda untuk menjemput nenek anda yang dikatakannya sedang belanja dipasar (sebenarnya telah meninggal) untuk dibawa kerumahnya ? Gejala seperti ini sering membuat stres anggota keluarga jika mereka tidak paham bahwa itu adalah problem perilaku yang timbul akibat demensia. Bagaimana cara mengenali demensia? Pada stadium dini kadang tidak begitu jelas gejalanya, hampir mirip dengan lupa sesuai usia (AAMI) atau gangguan kognitif ringan (MCI). Lupa yang mengarah pada demensia adalah lupa yang terjadi terus menerus atau sering, dan yang dilupakan adalah seluruh peristiwanya (the whole event). Lupa seperti ini tidak dapat dibantu dengan catatan, isarat (cue), dan secara bertahap ia tidak mampu lagi mengikuti instruksi lisan / tertulis, mengikuti cerita, dan merawat diri sendiri. Demensia berkembang perlahan tapi pasti, semakin lama semakin berat gejalanya dan bukan hanya aspek memori yang terganggu. Daya nilai realitas, intelektual dan kemampuan berbahasa juga mengalami gangguan secara bertahap. Akibatnya aktivitas dan perilaku individu juga mengalami gangguan yang berarti. Apa tanda-tanda dini demensia? Seseorang patut dicurigai demensia jika ia mempunyai kesulitan dalam mengingat peristiwa yang belum lama terjadi (recent event), sering kebingungan di tempat yang telah dikenal baik sebelumnya (disorientasi), menjadi apatis dan menarik diri dari aktivitas yang biasa dilakukannya, kepribadiannya mendadak berubah, dan kehilangan kemampuan dalam melakukan pekerjaan rutin hariannya. Aktivitas harian yang perlu dipantau adalah kemampuan pasien mengelola keuangan, bepergian sendiri, menyiapkan makanan (memasak), menggunakan telepon, menyimpan surat berharga, membersihkan rumah, berbelanja, mengemudi kendaraan, melakukan hobinya, mengingat waktu minum obat atau menepati janji. Dalam berkomunikasi orang dengan demensia dini (khususnya tipe Alzheimer) akan kehilangan orientasi waktu, cepat lupa informasi yang baru diperoleh, hilang kemampuan memahami pembicaraan yang cepat atau yang kompleks / abstrak, lupa ide yang sedang dibicarakan, tampak ragu-ragu dan tersendat bicaranya, kadang salah menggunakan kata yang dimaksud, mudah marah dan suka mencari-cari alasan. Bilamana aktivitas, perilaku dan kognitif (memori dll) seseorang terganggu, maka dapat disimpulkan ia mengalami demensia. Demensia yang paling terkenal dan sering dijumpai adalah demensia tipe Alzheimer (50-70 %). Penyebabnya adalah penyakit Alzheimer, suatu penyakit degeneratif yang mengakibatkan kerusakan sel-sel otak (terjadi bercak-bercak dan

Gado gado artikel 27

putut_2002@plasa.com kekusutan serabut saraf). Lama kelamaan otak jadi mengkerut dan mengecil (atrofi). Jenis demensia yang kedua setelah Alzheimer adalah demensia vaskular yang disebabkan oleh gangguan di pembuluh darah otak (stroke). Demensia lainnya yang lebih jarang adalah: penyakit Pick, Lewy body, Korsakof alkohol, gangguan metabolik (kurang vitamin B12, Folat, gangguan kelenjar Gondok dll).

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 ADAKAH PENGOBATAN UNTUK DEMENSIA? Seorang penderita demensia perlu mendapat pertolongan medis agar mendapat perawatan yang semestinya. Jangan sampai dibiarkan saja karena dianggap wajar sebagai bagian dari proses menua. Demensia adalah kondisi penurunan mental yang didasari oleh penyakit yang menyebabkan gangguan fungsi otak. Pengobatan demensia tergantung kepada penyebabnya, beberapa kondisi dapat pulih namun kebanyakan tidak dapat pulih kembali seperti sedia kala. Meskipun demikian, proses kemunduran mental ini dapat ditunda dan dipertahankan pada kondisi optimal ketika demensia didiagnosa dan diterapi. Saat ini telah tersedia obat-obatan maupun sarana penunjang perawatan pasien demensia seperti klinik memori, pusat aktivitas siang hari (day care), kelompok support dari caregiver (kelompok pendukung pramuwerda demensia), rumah perawatan lansia, layanan informasi dari LSM, Asosiasi Alzheimer dll. Dalam merawat pasien dengan demensia sangat penting peran dari caregiver. Apakah ia anggota keluarga atau tenaga yang diupah, ia harus mempunyai pengetahuan yang memadai tentang demensia dan mau belajar terus untuk mendapatkan cara-cara efektif dalam mengasuh pasien. Caregiver perlu berdiskusi dan berkonsultasi dengan dokter yang merawat pasien sehingga dapat dibuat suatu program pengobatan yang tepat. Pemberian obat anti demensia pada fase demensia dini akan lebih jelas manfaatnya dibandingkan demensia fase berat. Karenanya semakin cepat didiagnosa adalah semakin baik hasil terapinya. Kadang-kadang orang takut mengetahui kondisi yang sebenarnya, lalu menunda mencari pertolongan dokter. Pemeriksaan kondisi mental dan evaluasi kognitif yang rutin (6 bulan sekali) sangat dianjurkan bagi orang yang berusia sekitar 60 tahun supaya dapat segera diketahui jika ada kemunduran kognitif yang mengarah pada demensia, dan dapat segera dilakukan intervensi guna mencegah kondisi yang lebih parah. *Seminar Asosiasi Psikogeriatri Indonesia (API) untuk PEPABRI, 12 Agustus 2002, Jakarta. **Dr. Martina Wiwie Nasrun adalah staf pengajar Bagian Psikiatri FKUI, sub bag Psikogeriatri.

thenmustputut@yahoo.com

Gejala Pelupa
Mudah lupa merupakan gejala yang paling sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari warga lanjut usia (lansia). Tapi, mudah lupa tak jarang ditemukan pada usia setengah baya, bahkan umur belia. Mudah lupa (forgetfulness) memang bisa dianggap gejala wajar atau alamiah. Tapi, kita tetap harus waspada, sebab mudah lupa (terutama pada usia belia) bisa saja merupakan stadium awal dari demensia (dementia) atau kepikunan, yang merupakan gangguan otak akibat penyakit atau kondisi lainnya. Bahkan, bukan mustahil, itu tanda-tanda awal penyakit (kepikunan) Alzheimer, yang kini mulai "ditakuti". Itu sebabnya, Anda sangat dianjurkan segera memeriksakan diri ke dokter, bila mulai dihinggapi penyakit kelupaan. Makin dini diagnosis ditegakkan, makin besar peluang keberhasilan tindakan, khususnya dalam konteks menekan progresivitas penyakit tersebut. "Gangguan memori berupa mudah lupa tidak boleh diremehkan, dan perlu dievaluasi lanjut," tegas Prof Dr Sidiarto Kusumoputro dari Bagian Neurologi FKUI/RSCM di sela-sela seminar "Permasalahan Mudah Lupa Sampai Kepikunan (Alzheimer)" di Jakarta, baru-baru ini. Ada sejumlah kriteria mudah lupa, yakni: Mudah lupa nama benda, nama orang dan sebagainya. Juga gangguan dalam mengingat kembali (recall), gangguan dalam mengambil kembali informasi yang telah tersimpan dalam memori (retrieval). Gangguan mengenali kembali sesuatu apabila diberi isyarat atau cue (recognition), dan lebih sering menjabarkan fungsi atau bentuk sesuatu daripada menyebutkan namanya. Bertambahnya usia membawa akibat menurunnya kemampuan memori secara wajar (fisiologis) dan dianggap tidak ada kaitannya dengan kepikunan alzheimer. Berbagai penelitian menemukan angka kejadian mudah lupa sebesar 35 persen pada usia di atas 65 tahun. Ada pula studi yang menemukan angka kejadian 39 persen pada usia 50-59 tahun, dan 85 persen pada usia di atas 80 tahun. Namun, gangguan memori juga bisa merupakan kondisi abnormal (patologis), yang sukar diketahui awal perjalanan penyakitnya, sehingga, diagnosis dan penanggulangannya baru dapat dibuat dan diberikan pada saat penderita sudah mengidap kepikunan, kendati masih dalam stadium ringan. Gangguan memori demikian merupakan gejala utama kepikunan alzheimer. Beberapa tahun terakhir ini, para pakar (Mayo Clinic, 1999) telah menemukan kondisi baru yang juga menunjukkan gangguan memori. Letaknya di antara forgetfulness yang fisiologis dan demensia alzheimer yang patologis. Jadi, ada fase transisi (transitional state) yang disebut

Gado gado artikel 29

putut_2002@plasa.com Mild Cognitive Impairment (MCI). Fenomena MCI ini dipergunakan sebagai "peringatan" bahwa penyandangnya berisiko tinggi mengidap demensia. Mudah Lupa Dengan bertambahnya usia (apalagi pada lansia), kemunduran daya ingat secara wajar lazim terjadi karena proses berpikir menjadi lamban, kurang menggunakan strategi memori yang tepat, kesulitan memusatkan perhatian dan konsentrasi, mengabaikan hal yang tidak perlu (distraktor), memerlukan lebih banyak waktu untuk belajar sesuatu yang baru, memerlukan lebih banyak isyarat (cue) untuk mengingat kembali apa yang pernah diingat. Selanjutnya, penurunan daya ingat memori deklaratif semantik (kemampuan mengingat pengetahuan dan pengalaman). Terakhir, penurunan daya ingat memori prosedural (kemampuan mengingat keterampilan motorik yang pernah dipelajari, seperti naik sepeda, main alat musik, komputer, dan lain-lain). Bagi lansia, strategi "LUPA" (latihan, ulangan, perhatian, asosiasi) bisa dilakukan dalam penanganannya, yakni latihan mengingat, mengulang, memperhatikan dan mengasosiasikan. MCI Dalam majalah Archives of Neurology edisi Maret 1999, sekelompok peneliti Mayo Clinic membahas masalah gangguan memori, yang berkaitan dengan penuaan otak normal dan penyakit alzheimer. Ditemukan, 76 penderita mengalami gangguan memori di bawah usia normal, tapi tidak menderita demensia alzheimer. Kelompok "kasus baru" inilah yang kemudian disebut MCI. Menurut Ronald C Pietersen, pakar saraf dan ketua kelompok peneliti Mayo Clinic, dengan menggunakan kriteria klinik yang dikembangkan dari penelitian tersebut, pihaknya kini bisa membedakan pasien MCI dari mereka yang sehat dan dari penderita alzheimer ringan. Penelitian itu juga berhasil menemukan, penderita MCI berisiko lebih tinggi untuk mengalami kepikunan alzheimer, dengan tingkat risiko 10-15 persen per tahun. Dengan adanya kemampuan mengidentifikasi MCI, penelitian kini dapat difokuskan pada upaya mencari pengobatan yang bisa memperlambat progresivitas alzheimer. Di AS, sebanyak 4 juta orang dilaporkan menderita alzheimer dan 2,7 juta MCI. Data Mayo Clinic 1999 menyebutkan, MCI potensial menjadi alzheimer dengan laju 2 persen per tahun, lebih rendah daripada laju 1-2 persen pada orang normal. Sekitar 50 persen kasus MCI berkembang menjadi alzheimer dalam kurun waktu 3 tahun, dan 80 persen untuk kurun waktu 8 tahun. Umumnya, kata Sidiarto, diagnosis MCI dibuat bila pada seseorang ditemukan kriteria: Ada gangguan memori, fungsi memori abnormal untuk usia dan pendidikan, aktivitas sehari-hari normal, fungsi kognisi umum normal dan tidak ada demensia. "Penderita MCI terutama mengalami gangguan memori jangka pendek (recent memory). Mereka masih mampu berfungsi normal dalam kehidupan sehari-hari, mampu memperoleh kemampuan kognisi seperti berpikir, pemahaman dan membuat keputusan," kata Sidiarto. Penyakit Alzheimer Sedangkan alzheimer didefinisikan sebagai gangguan intelektual dan kemampuan kognitif, yang progresif serta cukup mengganggu performan sosial dan pekerjaan. Gejala yang muncul adalah akibat proses degeneratif yang menyebabkan kematian masif sel-sel neuron (otak) pada korteks serebral (kulit otak). Kematian sel-sel neuron pada proses penyakit tersebut, baru menimbulkan gejalagejala klinis dalam kurun waktu 30 tahun. Relatif lambat. Awalnya, muncul gejala mudah lupa, di mana penderita tidak mampu menyebut kata yang benar, berlanjut dengan kesulitan mengenal benda, dan akhirnya tidak mampu menggunakan barang-barang, yang termudah sekalipun, seperti memakai pensil. Pada demensia ringan, penderita masih dapat hidup mandiri, dengan gangguan minimal pada aktivitas sosial dan pekerjaan. Pada demensia sedang, kemampuan tersebut masih ada, tetapi kemandirian dalam hidup terganggu, misalnya tidak peduli akan pakaian, mengabaikan pekerjaan dan tanggung jawab keluarga. Pada demensia berat, sudah diperlukan supervisi. Ada sejumlah tanda klasik yang diidap oleh kebanyakan penderita pada stadium awal, dan dapat digunakan sebagai petunjuk kebutuhan esesmen penyakit alzheimer. Yakni, tanda awal berupa short-term memory loss, kemunduran fungsi memori. Learning and retaining new information, kesulitan untuk belajar hal baru, mengulang-ulang sesuatu, serta lupa pembicaraan dan janji. Reasoning and abstaktive thought, kesulitan membaca kalender, memahami lelucon atau menentukan waktu; kesukaran menghitung buku cek, memasak atau tugas yang membutuhkan langkah berurutan.

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 Judment and planning, kesulitan mengantisipasi atau mempertimbangkan akibat suatu peristiwa atau tindakan, tidak mampu memecahkan masalah sehari-hari, seperti bagaimana harus bertindak apabila kompor menyala, kesulitan mengikuti arah atau menemukan jalan kembali. Dalam berbicara, sangat sulit menemukan kata yang benar dalam mengungkapkan pikiran, bahkan dalam mengikuti konversasi. "Gejala-gejala tersebut tidak dengan sendirinya menetapkan diagnosis alzheimer. Masih diperlukan riwayat keluarga, pemeriksaan fisik, fungsional, esesmen status mental, pemeriksaan penunjang, penetapan kriteria diagnostik, dan evaluasi diagnostik," jelas Sidiarto. Kendati belum banyak dikenal di Indonesia, jenis gangguan ini secara kasuistik telah ditemukan di negara ini. Alzheimer sangat ditakuti di AS dan Eropa, karena merupakan penyebab kematian nomor empat setelah kanker, penyakit jantung dan stroke. Selain itu, demensia alzheimer menunjukkan gejala gangguan perilaku yang berat dan berdampak buruk bagi penderita dan lingkungannya. Para pakar di Indonesia kini mulai menyadari perlunya dibentuk badan khusus, yang mengurusi kepikunan (alzheimer) dan masalah lain yang terkait, seiring dengan bertambahnya jumlah lansia dan adanya faktor-faktor pencetus lain. Asosiasi ini diharapkan bersifat multidisiplin, karena masalah kepikunan adalah masalah yang kompleks. Banyak negara yang sudah memiliki wadah sejenis, termasuk di Singapura. Digelarnya seminar alzheimer itu sendiri dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan dokter tentang masalah kepikunan. Masalahnya kemudian, terutama jika wadah sudah terbentuk, adalah bagaimana kebutuhan dana dan tenaga dapat dihimpun dengan baik, untuk mengatasi masalah biaya untuk mengatasi kasus-kasus gangguan memori yang muncul. Ini, tentu saja, terutama bagi mereka yang ekonomi lemah. Biayanya memang relatif besar. Untuk demensia Alzheimer misalnya, dibutuhkan obatobatan yang harus diminum setiap hari, yang harganya jauh di atas kemampuan golongan ekonomi lemah. Belum lagi untuk perawatan atau asuhan (caregiving) pasien.

Gado gado artikel 31

putut_2002@plasa.com

GINKGO BILOBA MEMPERBAIKI DAYA INGAT SIAPA?
Oleh : PROF. DR. ALI KHOMSAN Ms. Guru Besar Ilmu Pangan dan Gizi Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga IPB Seorang ekskutif muda mengaku bahwa dia merasa terbantu daya ingatnya setelah minum ginkgo biloba. Sementara seorang Bapak menyatakan bahwa anakanaknya yang masih sekolah juga rajin mengkonsumsi ginkgo biloba, dengan harapan agar mereka bisa lebih mudah mengikuti pelajaran di sekolah karena ginkgo biloba akan melancarkan peredaran darah di otak. Sejauh mana ginkgo biloba ini penting bagi kaum muda? Dan benarkah dengan minum ginkgo biloba, maka daya ingat menjadi lebih tajam? Ginkgo adalah nama tanaman hias besar yang tumbuh subur di daerah beriklim sedang mulai dari daratan Eropa sampai Amerika Serikat. Daun-daunnya terbagi menjadi dua lobus, oleh karena itu namanya sering disebut dengan tambahan kata biloba. Ginkgo memang mempunyai kemampuan untuk memperbaiki peredaran darah. Gangguan peredaran darah sebenarnya lebih sering menimpa orang lanjut usia yang pembuluh darahnya sebagian telah kaku dan tersumbat. Prevalensi orang muda yang mengalami gangguan peredaran darah tentu tidak sebesar orang lanjut usia. Ginkgo mempunyai kemampuan menerobos pembuluh darah yang paling sempit dan paling kecil untuk memberi makan jaringan yang kekurangan oksigen di otak, jantung, dan bagian tubuh lainnya. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa ginkgo mempunyai aktivitas antioksidan. Seperti halnya vitamin E, maka ginkgo dapat melumpuhkan radikal-radikal bebas yang sering merusak sel tubuh. Dr Drieu dalam penelitiannya menemukan fungsi ginkgo untuk meremajakan sel-sel otak yaitu dengan cara memulihkan reseptor-reseptor di dalam otak serta meningkatkan serotonin. Seiring dengan meningkatnya usia, kemampuan tubuh untuk mendapatkan oksigen dalam aliran darah semakin berkurang. Padahal oksigen ini merupakan makanan otak untuk dapat berfungsi dengan baik. Di dalam British Journal of Clinical Pharmacology (1992) dikutip studi di Jerman yang dilakukan pada tahun 1991 terhadap 99 pasien lanjut usia yang telah menderita gangguan otak selama lebih dari dua tahun. Setelah tiga bulan mengkonsumsi ginkgo, maka 72% mengalami perbaikan dibandingkan hanya 8% yang mengkonsumsi tablet plasebo (pil bohongan). Dosis efektif sebagaimana diterapkan dalam studi tersebut adalah 120 mg setiap hari. Ginkgo tampaknya lebih manjur untuk orang-orang lanjut usia yang memang sudah mengalami kemunduran fungsi otak. Bagi orang muda yang sel-sel tubuhnya masih optimal, termasuk sel-sel otaknya, tentu tidak terlalu membutuhkan ginkgo. Penelitian yang dilakukan di Italia membuktikan bahwa ekstrak ginkgo dapat meningkatkan aliran darah di otak sebesar 70% pada orang lanjut usia, tetapi untuk orang-orang yang lebih muda (30-50 tahun) peningkatan tersebut hanya sekitar 20%. Temuan lainnya adalah bahwa ginkgo memerlukan waktu yang lebih panjang untuk menunjukkan khasiatnya pada orang-orang muda. Ginkgo dapat berfungsi sebagai antioksidan untuk menekan radikal bebas. Radikal bebas adalah elektron yang tidak berpasangan, dan dalam rangka mencari pasangannya tersebut dia merusak sel-sel tubuh. Radikal bebas terdapat di alam, khususnya di lingkungan yang mengalami polusi udara. Mereka yang tinggal di kota besar seperti Jakarta dan setiap hari menghisap asap kendaraan umum berpeluang besar untuk menjadi korban radikal bebas. Kaum muda yang mempunyai kebiasaan merokok berarti dia menciptakan radikal bebas di sekitarnya. Proses penuaan dini terjadi karena orang berada dalam lingkungan yang dipenuhi radikal bebas. Menu makanan yang kaya antioksidan merupakan penangkal ampuh untuk mencegah akibat buruk dari radikal bebas. Beberapa jenis vitamin dikenal sebagai sumber antioksidan seperti vitamin E, vitamin C, dan vitamin A. Vitamin-vitamin tersebut banyak terdapat dalam buah-buahan, kacang-kacangan, dan sayuran berdaun hijau tua. Minuman teh juga mengandung antioksidan kuat yaitu katekin, baik dalam teh hijau maupun teh hitam. Dosis ginkgo 120 mg per hari atau lebih diketahui mendatangkan efek sampingan mual dan pusing pada sebagian orang. Disarankan agar konsumsi ginkgo dimulai dengan dosis rendah sehingga terhindar dari efek sampingan tersebut. Juga dianjurkan untuk menghubungi dokter bila mengalami gangguan akibat minum ginkgo. Kesibukan pekerjaan sebenarnya tidak harus melalaikan kita untuk selalu memperhatikan asupan gizi. Sesibuk apapun orang bekerja di kantor, biasanya tersedia jeda waktu 0,5-1 jam di siang hari untuk sekedar beristirahat dan makan

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 siang. Oleh karena itu gunakan waktu tersebut dengan sebaik-baiknya untuk memberi makan sel-sel tubuh yang sudah kelaparan karena gula darah yang mulai menurun. Bila pola makan kita teratur maka sebenarnya berbagai health foods supplement nyaris tidak diperlukan oleh tubuh kita. Kebutuhan akan energi, protein, lemak, vitamin dan mineral dapat dengan mudah bisa dipenuhi bila kita mengatur pola makan seharihari dengan baik. Sayang sekali, banyak kendala yang harus dihadapi ketika orang bersiap-siap untuk mulai makan teratur. Pagi hari mereka sudah harus meninggalkan rumah dan berangkat bekerja, bahkan ketika matahari belum lagi terbit. Terpaksa mereka meninggalkan sarapan pagi di rumah. Demikian pula siang hari, mereka sering mengabaikan makan siang karena pekerjaan yang masih bertumpuk sehingga makan siang baru dilakukan sore hari. Malam hari badan sudah merasa kelelahan dan akhirnya berangkat tidur tanpa makan malam. Hidup dengan pola makan tidak teratur dan disertai dengan stres pekerjaan serta stres lingkungan yang tinggi akan membuat tubuh menjadi rentan terhadap proses penuaan dini. Sel-sel kulit lebih mudah keriput dan akhirnya banyak orang muda yang kelihatan lebih tua dari usia sebenarnya. Pola makan orang Asia biasanya menekankan makan siang sebagai makan terpenting dan terlengkap. Sebaliknya orang Barat lebih mementingkan makan malam. Bagi kaum eksekutif muda dengan kesibukan yang tinggi, barangkali pola makan ala Barat bisa diterapkan. Makan pagi dengan sereal plus susu dan sari buah, makan siang dengan menu tidak terlalu berat sehingga bisa diselesaikan dalam waktu singkat, dan makan malam dengan menu terbaik. Yang penting adalah makan siang jangan terlalu didominasi oleh fast food.. Telah banyak disadari bahwa meski fast food adalah makanan bergizi namun konsumsi terlalu sering dapat menimbulkan ketidakseimbangan gizi karena umumnya fast food miskin sayuran yang merupakan sumber serat dan terlalu tinggi protein untuk setiap porsinya. Di samping itu fast food juga diperkirakan tinggi natrium. Menyadari akan ketidakteraturan hidup dan pola makan, mendorong para kaum eksekutif muda untuk mengkonsumsi suplemen-suplemen yang diklaim akan mengembalikan stamina dan fungsi otak.. Ditambah dengan unsur sugesti maka lengkaplah ketergantungan kaum muda ini dengan berbagai health foods supplement. Sebenarnya bagi orang-orang yang selalu memperhatikan konsumsi gizinya, tidak berlebihan dan tidak kekurangan, maka mereka mempunyai peluang untuk hidup lebih sehat meski tanpa mengkonsumsi suplemen. Gizi seimbang juga harus disertai gaya hidup yang baik seperti menghindari stres, mengendalikan amarah, dan hidup di lingkungan alam yang bersih. Stres diketahui akan mengurangi efektivitas pemanfaatan antioksidan di dalam tubuh, demikian pula amarah yang meledak akan menguras cadangan antioksidan. Nasihat orang tua: jangan suka marah nanti cepat tua ternyata ada benarnya. Antioksidan yang terkuras ketika kita marah akan mempercepat proses penuaan dini. HEALTHTREND : Senam Otak, Penyegar Pikiran Otak kita terdiri dari dua belahan, kiri dan kanan. Anehnya, 85 persen orang di dunia ini ternyata hidup dengan mengandalkan otak kiri saja. Sebagian dari sisanya menggunakan kombinasi keduanya, dan sebagian lagi memakai otak kanan. Itulah kesimpulan beberapa penelitian tentang otak. Dari segi fungsi, otak yang terdiri dari dua belahan kiri dan kanan itu seolah memiliki tiga dimensi yang saling berhubungan. Dengan mengoptimalkan penggunaan seluruh bagian ini, fungsi otak dapat dioptimalkan. Sayang, tak semua orang mampu melakukannya. Salah satu cara mengoptimalkan penggunaan semua dimensi otak adalah senam otak. Tak Perlu Waktu Khusus Senam otak atau brain gym adalah serangkaian latihan berbasis gerakan tubuh sederhana. Gerakan itu dibuat untuk merangsang otak kiri dan kanan (dimensi lateralitas); meringankan atau merelaksasi belakang otak dan bagian depan otak (dimensi pemfokusan); merangsang sistem yang terkait dengan perasaan/emosional, yakni otak tengah (limbis) serta otak besar (dimensi pemusatan). Sebagai pemula, Anda bisa melakukannya lewat gerakan sederhana sambil melakukan kegiatan sehari-hari. “Senam ini bisa dilakukan tanpa waktu khusus. Sambil nonton televisi juga bisa,” ujar Dra. Hj. Kartika Sapardjiman, pempimpin Kelas Brain Gym di Rumah Sakit Kartika, Pulo Mas, Jakarta Timur. Tapi, imbuh Kartika yang saat ini membimbin tujuh peserta, termasuk seorang ibu hamil, sebelum mempraktikkan sendiri Anda perlu bimbingan instruktur khusus.

Gado gado artikel 33

putut_2002@plasa.com Populer di Amerika dan Eropa Menurut Paul E. Denisson Ph.D., ahli senam otak dari lembaga Educational Kinesiology, Amerika Serikat, meski sederhana, brain gym mampu memudahkan kegiatan belajar dan melakukan penyesuaian terhadap ketegangan, tantangan, dan tuntutan hidup sehari-hari. Pakar penelitian otak inilah yang pertama kali memperkenalkan metode terapi ini di Amerika, 19 tahun silam. Awalnya senam otak dimanfaatkan untuk anak yang mengalami gangguan hiperaktif, kerusakan otak, sulit konsentrasi dan depresi. Namun dalam perkembangannya setiap orang bisa memanfaatkannya untuk beragam kegunaan. Saat ini, di Amerika dan Eropa brain gym sedang digemari. Banyak orang yang merasa terbantu melepaskan stres, menjernihkan pikiran, meningkatkan daya ingat, dsb. Berminat? Selamat mencoba! PG Macam Gerakan Brain Games 1. Gerakan Sakelar Otak: Sakelar otak (jaringan lunak di bawah tulang selangka di kiri dan kanan tulang dada) dipijat selama 20-30 detik dengan satu tangan, sementara tangan lainnya memegang atau memijat sebelah kanan dan kiri pusar. Mengoptimalkan pengiriman pesan dari otak kiri ke kanan atau sebaliknya, meningkatkan penerimaan oksigen, dan menstimulasi aliran darah agar lebih lancar mengalir ke otak. Guna: mengoptimalkan keterampilan motorik halus, memperbaiki sikap tubuh, meningkatkan energi, mengurangi stres visual dan relaksasi tengkuk serta bahu. 2. Gerakan Silang: Gerakan ini mengaktifkan hubungan kedua sisi otak dan merupakan gerakan pemanasan untuk semua keterampilan yang memerlukan penyeberangan garis tengah bagian lateral tubuh. * Mengaktifkan gerakan mata dari kiri ke kanan, meningkatkan harmonisasi penglihatan (binokular). * Guna: mengoptimalkan pekerjaan menulis, mendengar, membaca dan memahami, meningkatkan stamina, memperbaiki pernapasan, pendengaran dan penglihatan. 3. Tombol Bumi: Ujung salah satu tangan menyentuh bawah bibir, ujung jari lainnya di pinggir atas tulang kemaluan (15 cm di bawah pusar). Di sentuh selama 30 detik atau 4-6 kali tarikan napas penuh. * Meningkatkan koordinasi dan konsentrasi (melihat secara vertikal dan horizontal sekaligus tanpa keliru, seperti saat membaca kolom dalam tabel). * Guna: mengurangi kelelahan mental (stres), mengoptimalkan jenis pekerjaan seperti organisasi, perancangan seni, pembukuan. 4. Tombol Imbang: Gerakan ini akan mengembalikan tiga dimensi keseimbangan tubuh (kiri-kanan, atasbawah, depan-belakang). Tekan ’tombol imbang’ -— 4-5 cm ke kiri dan ke kanan dari garis tengah/lekukan di batas rambut antara tengkorak dan tengkung di atas tulang belakang -— sementara tangan satunya menyentuh pusar, selama 30 detik. * Meningkatkan konsentrasi, pengambilan keputusan, pemikiran asosiatif, kepekaan indrawi untuk keseimbangan, menjernihkan pikiran dan menjaga badan tetap relaks. * Guna: mengerti konsep yang tersirat (saat membaca), mengkritisi, mengurangi mabuk perjalanan dan tekanan di kuping karena perubahan ketingian, mengoptimalkan pekerjaan menulis laporan, memakai telepon atau komputer. 5. Kait Relaks: Tumpangkan kaki kiri di atas kaki kanan, dan tangan kiri di atas tangan kanan dengan posisi jempol ke bawah. Jemari kedua tangan saling menggenggam, kemudian tarik tangan ke arah pusar dan terus ke depan dada. Pejamkan mata dan saat menarik napas, lidah ditempelkan ke langit-langit mulut dan lepaskan saat mengembuskan napas. Berikutnya, buka silangan kaki, dan ujung-ujung jari tangan saling bersentuhan secara halus di dada atau di pangkuan, sambil mengambil napas dalam 1 menit lagi. * Meningkatkan koordinasi motorik halus dan pemikiran logis, dan pemusatan emosional. * Guna: mendengar aktif, berbicara lugas, menghadapi tes dan bekerja dengan papan ketik, pengendalian diri dan keseimbangan. Catatan: Untuk mencegah ketegangan otot, sebelum memulai latihan Anda sebaiknya minum beberapa gelas air putih. Jumlah air yang harus dikonsumsi sekitar sepertiga kali berat tubuh.

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 IRAMA DALAM JANTUNG SAYA Mengapa musik bisa membuat orang merasa enak sekali atau sebaliknya, tidak enak? Ada apa di dalam musik yang mempengaruhi ini? Itu keadaan di seluruh dunia, karena semua bangsa merasa sama. Mereka mendengarkan musik yang berbeda, tetapi semua musik menghasilkan banyak emosi yang sama. Misalnya, kesedihan, kegembiraan, nostalgia, dan mungkin percintaan. Apakah ada alasan besar untuk pertanyaan yang di atas? Atau apakah semua orang suka musik apa saja dan tidak ada alasan besar untuk suka musik tertentu dan emosi yang menyertai lagu tertentu? Musik bisa didengarkan dalam banyak situasi. Ada konser musik untuk remaja dan juga untuk dewasa. Orang-orang mendengarkan musik di kamar duduk dan kadang-kadang di kamar mandi. Musik selalu dimainkan pada pesta-pesta dan di klub malam. Tetapi mengapa musik bermain peran yang lebih besar? Mungkin ini adalah karena masing-masing keadaan menghasilkan emosi. Misalnya ketika remaja bersiap untuk pergi ke klub malam atau untuk pesta, mereka biasanya mendengarkan musik. Mengapa mereka mendengarkan musik dan menjadi sangat gembira? Mengapa mereka tidak mendengarkan musik? Yang sangat penting adalah pilihan musik. Untuk yang mana emosi yang diinginkan, seseorang harus memilih musik yang sesuai dengan situasi. Dengan situasi di atas, kalau remaja memilih musik yang lambat atau sedih, mereka tidak menjadi gembira. Ini karena ketika orang mendengarkan musik yang lambat dan sedih, mereka juga merasa sedih. Kalau remaja mendengarkan musik yang cepat dan bahagia, mereka akan menjadi bahagia. Ini adalah alasan untuk mendengarkan musik sebelum orang pergi ke pesta. Orang ingin menjadi sangat gembira jadi untuk ini mereka mendengarkan musik. Ini masih tidak menjawab pertanyaan, yaitu, "Mengapa musik menghasilkan emosi?" Salah satu jawabannya adalah bahwa mungkin musik punya hubungan dekat dengan saraf emosi. Itu pendapat Marni Bekkadal dari Rollins College di Amerika Serikat. Penelitian dia belum selesai, tetapi itu memperlihatkan banyak informasi tentang musik dan hubungannya dengan emosi. Yang pertama, ada teori bahwa mungkin sebabnya untuk “Autism” dalam anak adalah anak punya sangat perasa (hypersensitivity) dengan bunyi. Penelitian mencoba mengurangi perasanya untuk bunyi. Penelitian lain memperlihatkan bahwa otak adalah "lebih banyak tergerak oleh musik sedih daripada musik bahagia". Ketika orang mengalamani emosi negatip, otak perlu lebih banyak kekuatan daripada emosi positip. Ini karena dengan emosi negatip, Anda ingin menghilangkan, dan ini menggunakan banyak kekuatan. Kalau ada emosi positip, Anda tidak perlu menghilangkan jadi Anda tidak menggunakan kekuatan, Anda menikmatinya saja. Walaupun penelitihan itu memperlihatkan bahwa musik ada hubungan dengan emosi negatip, banyak orang berkata bahwa mereka mendengarkan musik jadi meraka merasa bahagia. Seseorang di internet, berkata bahwa ketika dia mendengarkan musik klasik, kemudian dia merasa "Sudah menemukan surganya". Seseorang yang lain di internet, berkata bahwa dia mendengarkan "musik bahagia untuk menaikan murung hati". Namun, juga ada seseorang yang suka tinggal dalam murung hati, oleh karena itu, mereka mendengarkan musik sedih. Tempo adalah penting sekali untuk kenikmatan musik. Banyak orang mengatakan bahwa mereka suka lagu tertentu karena ada tempo yang kuat dan bagus untuk menari. Semua orang punya pendapat yang sama, sekalipun semua orang suka lagu-lagu yang berbeda. Mengapa? Kalau ada lagu alternatip yang disukai oleh satu orang, dan dia suka karena ada tempo bagus dan membuat dia menari, mengapa seorang lain tidak suka lagu itu. Mungkin dia suka musik tari karena itu ada tempo dan membuat dia menari. Ada 2 lagu yang berbeda, tetapi satu alasan untuk sukanya. Ini membingungkan sekali. Mungkin alasan adalah pilihan pribadi saja, misalnya, beberapa orang tidak suka penyanyi dalam band atau kelompok. Ketika diwawancarai, satu orang berkata dia tidak suka band Soundgarden karena dia tidak suka penyanyi utama bernama Chris Cornell. Mungkin kalau band punya penyanyi utama berbeda, dia suka. Situasi ini ada pengaruh pada emosi. Rupanya kalau seseorang tidak suka band atau lagu tertentu, dia juga tidak merasakan emosi yang kuat. Mungkin dia akan merasa nostalgia bila

Gado gado artikel 35

putut_2002@plasa.com pengalaman penting terjadi sementara mendengarkan itu, tetapi dia tidak akan merasa gembira sekali. Biasanya lagu akan dihentikan. Alasan untuk tidak suka lagu tertentu adalah, tidak ada tempo, dan tidak ada menghargai untuk band itu. Kalau band tidak punya status, seseorang mungkin tidak suka band itu dan musiknya. Status dan penghargaan adalah penting sekali. Misalnya ketika kelompok Milli Vanilli mulai karir mereka, banyak orang suka musiknya. Masalahnya mulai ketika dunia mengetahui bahwa Milli Vanilli tidak benar-benar menyanyi. Kemudian orang kehilangan kepercayaan pada kelompok itu. Status juga begitu. Status dibentuk oleh kerja keras. Banyak orang merasa bahwa band tertentu harus menarik para pendengar dengan cara tertentu, yaitu, menulis lirik, menyanyikan lagu dan mengadakan tur. Kalau band bekerja dengan cara ini, mereka berhak mendapat lebih banyak penghargaan. Dan kalalu band atau kelompok tidak bekerja dengan cara ini, misalnya mereka punya lagu yang ditulis oleh orang lain, kemudian mereka tidak mendapat penghargaan besar. Semua ini memberi status kepada band-band. Musik sudah hidup sejak jaman dulu. Musik punya arti yang berbeda untuk bangsa yang berbeda. Mereka juga punya alasan berbeda untuk bermain dan mendengarkan musik. Tetapi sepanjang masa, emosi adalah alasan besar untuk menikmati musik. Kalau seseorang punya emosi seperti bahagia, sedih atau nostalgia terhadap lagu tertentu, seringkali orang akan suka lagunya. Dan sebaliknya, kalau seseorang tidak merasa emosi tertentu mungkin mereka tidak suka lagu tertentu. Mungkin ide ini tidak cocok untuk setiap orang, tetapi ada cocok untuk kebanyakan orang. Mungkin kita harus menikmati musik saja dan jangan kuatir tentang alasan. Tidak ada dua orang yang suka semua musik yang sama, jadi kita harus merayakan musik dan berbedanya. Silakan pulang dan mendengarkan musik yang ada favorit Anda dan … menikmati.

Iwang Gumiwang, "Dokter Jazz"
Sehari-hari, ia bekerja sebagai dokter dan pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Tentu saja profesinya itu telah merebut sebagian besar waktunya. Namun di tengah kesibukan yang luar biasa itu, Dokter Iwan Gumiwang MSc, SpPD, KKV yang sehari-hari dikenal sebagai ahli penyakit dalam (internist) dan konsultan cardiovascular, masih bisa menyempatkan diri bermain perkusi dengan para pemusik profesional. Ia tampil satu panggung dengan Gilang Ramadhan, Indra Lesmana, Arief Setiadi, Mates, Aksan, Riza Arsad, Benny Likumahua, Jeffry Tahalele, Topan dan Sam. Mereka adalah musisi jazz yang telah mempunyai nama besar di Tanah Air. Iwang memang telah menjadi pemain perkusi profesional. "Apa tidak boleh dokter main perkusi, main musik?" tanyanya ketika ditanyakan mengenai dua profesinya itu. "Apa bedanya dengan dokter yang mempunyai hobi main golf? Sama saja, to. Buat saya, main musik betul-betul hobi dan, secara kebetulan, antara profesi dengan musik bisa sejalan. Saya beruntung, selama ini bisa berbagi waktu untuk profesi, hobi dan keluarga. Ada sesuatu yang hilang kalau sampai tidak bisa mencurahkan hobi saya. Saya merasa tenang mengerjakan sesuatu jika bisa main musik," kata Iwang yang ikut bermain dalam album jazz dari gitaris Donny Suhendra. Selain itu, Iwang juga terlibat dalam pembuatan album Indra Lesmana berjudul Reborn. Saat ini mobil pribadi dokter ini tak hanya diisi dengan peralatan kedokteran, tetapi juga bongo, conga dan beberapa alat perkusi lainnya. Maksudnya, begitu selesai dengan praktek dokternya, ia bisa langsung menuju ke tempat pertunjukan. Perkusi "Dokter Jazz" ini sudah tertarik pada musik sejak duduk di bangku SLTA. Namun ia baru memainkan perkusi tahun 1978. Ketika itu, secara tidak sengaja, Iwang yang masih mahasiswa tingkat III Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia berkumpul dengan mahasiswa lainnya yang sedang main musik. "Saya melihat ada conga ngangur. Hati saya tergerak, lalu menabuh conga itu, main bersama rekan lain. Temanteman bilang bagus. Kemudian mereka mendorong saya mempelajari perkusi. Maka, jadilah saya pemain perkusi," tutur suami Gadis Darusman, adik kandung Jaksa Agung Marzuki Darusman. Kiprah Iwang di dunia musik kemudian hari menjadi tidak main-main. Ia sempat main bersama Jack Lesmana, Bubi Chen, Benny Mustafa, Karim dan Dullah Suweleh serta musisi lainnya. Ia juga bergabung dengan Band Caseiro yang dipimpin Candra Darusman. Band ini cukup mempunyai nama sekitar tahun delapan puluhan. Iwang juga terlibat dalam membidani pergelaran Jazz Goes To Campus di Universitas Indonesia. Sampai sekarang acara itu masih digelar secara rutin. Untuk mengembangkan minatnya pada musik, Iwang tak selamanya melewati jalan yang mulus. Lulus menjadi dokter tahun 1980, Iwang harus mengikuti wajib militer selama empat tahun dan sempat menyandang pangkat letnan satu polisi. Tetapi profesi polisi dilepasnya. Setelah itu, ia mengambil sekolah spesialis penyakit dalam (internist) selama lima tahun dan kembali harus memenuhi ikatan dinas selama satu tahun di Ketapang, Kalimantan. Pulang ke Jakarta tahun 1991 ia bertugas sebagai staf pengajar di Fakultas Kedokteran UI. Ia harus mengambil sekolah lagi selama lima tahun sampai mendapat gelar KKV (cardiovascular consultant).

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005
"Praktis selama 14 tahun saya tidak main musik bersama teman-teman. Tidak ada waktu. Hati saya tergerak lagi ketika melihat Java Jazz latihan tahun 1999 di rumah Gilang Ramadhan. Selain itu, banyak rekan musisi yang berobat kepada saya menyarankan saya untuk kembali lagi main musik. Saya pikir, kenapa tidak? Secara kebetulan Donny Suhendra yang dekat dengan Gilang, meminta saya ikut membantu menangani albumnya. Belakangan saya banyak main bersama Indra Lesmana," kata pengagum pemain perkusi dunia, Paulinho Da Costa itu. Musik dan Jantung Lantas, adakah hubungannya musik dengan jantung manusia? Menurut Iwang ada. Sebagai contoh, setiap orang yang ingin mengenal dirinya harus merenung. Saat itulah ia mendengar rhythm atau irama jantungnya yang sedang marah atau senang. Perkusi juga bisa dimanfaatkan sebagai terapi latihan psychomotor (keseimbangan otak). Musik juga membantu mengeluarkan energi yang tidak sehat. "Contoh lain, musik yang diolah Yani atau Kitaro bisa dijadikan terapi penyembuhan penyakit tertentu. Seseorang bisa langsung merasakan rileks ketika mendengarkan musik mereka. Untuk ini, pemain perkusi berperan besar karena mereka yang mampu menyuguhkan suara atau musik seperti gemericiknya air, jangkrik dan sebagainya. Suara alam menenangkan hati orang," kata Iwang, ayah dari tiga orang anak saat ditemui di rumahnya, Pondok Indah. Iwang mengaku, waktunya banyak tersita untuk mengajar. Hal itu menuntutnya selalu berada di sekitar kampus. Selain itu, ia harus menggali ilmunya terus-menerus. Sedangkan untuk latihan, tak ada masalah baginya. Di mana dan kapan saja ia bisa melakukannya. Saat mengemudi pun ia suka melatih dengan "menabuh" setir mobil. Saat menunggu pasien berobat ia "menabuh" meja praktek. "Tangan ini tidak pernah bisa diam. Menabuh meja terus. Jadi, itu juga termasuk latihan, 'kan?" katanya. - EDDY KOKO

Gado gado artikel 37

putut_2002@plasa.com

Jagat "Matrix" segera terwujud di alam nyata?
Penggemar film fiksi-ilmiah gaya laga model Matrix yang akhir Desember 2003 akan segera menyaksikan akhir trilogi film "The Matrix Revolution" mungkin sebagian besar beranggapan peristiwa manusia yang terjun beraksi di alam maya dengan menyambungkan langsung otak manusia dengan komputer adalah khayalan semata. Namun aksi yang fantastik itu tidaklah cuma fantasi belaka bagi kalangan ilmuwan dan perekayasa teknologi 'neuroprotheses' atau 'neural prosthetics' di dunia maju seperti di AS, Canada dan Jepang. Di AS beberapa Universitas ternama kini tengah berupaya keras guna merealisasikan eksperimen model 'neuroprotheses'. Riset ini mendapat berbagai limpahan dana riset dari institusi seperti National Science Fondation , Institusi Riset Departemen Pertahanan atau "Defence Advanced Research Project Agency". Kalangan ilmuwan yang sejak lama menggeluti penelitian teknologi rekayasa canggih bidang 'neuroprotheses' -yakni eksperimen kajian tentang penelitian 'interfaces' guna mengintegrasikan otak manusia dengan komputer- sangat yakin akan segera terealisasikannya fenomena serupa model film "Matrix". Hal yang akan sama mengejutkan agaknya dengan kemajuan eksperimen "Finger Whispering Phone" karya peneliti NTT-DoCoMo Jepang yang yakin tahun 2005 y.a.d akan dapat merealisasikan suatu model perangkat telepon seleluler yang elemen pengantar suara untuk bicara cukup disalurkan lewat rongga tulang lengan dan jari tangan manusia. Sementara perangkat terminal /IC hand-set pun cukup berupa arloji digital. Untuk 'on-off' mengaktivasikan ponsel cukup dengan menjentikkan ujung jari telunjuk dengan jempol yang lalu dicucukkan ke telinga kemudian memanggil lawan bicara dengan menyebutkan nama lewat fitur 'voice recognition'. Sesederhana itulah untuk mulai bertelepon. Hingga apabila menggunakan ponsel eksperimen model buatan Media Computing Lab NTT-DoCoMo, maka adegan para bintang selagi in-action dalam film "Matrix" mestinya tidak terlihat lagi menenteng telepon seluler model konvensional - apakah Nokia atau Samsung seperti pada masing-masing film trilogi kesatu dan kedua. Akan halnya rekayasa teknologi perangkat 'neuroprosthese' memiliki beberapa jenis kegunaan dengan prinsip kerjanya masing-masing , yakni: > Perangkat bantu pendengaran 'hearing aid' bagi orang yang menderita kelainan atau gangguan pendengaran. > Perangkat bantu kerja otot bagi orang yang mengalami kelumpuhan sebagian otot anggota tubuh akibat cedera pada syaraf sumsum tulang belakang. Perangkat untuk membantu meminimalisasikan aktivitas otak yang tidak normal, misalnya untuk kasus epilepsi atau penyakit Parkinson's. Sedangkan penelitian 'neuroprotheses' yang merepresentasikan fenomena paling mirip dengan aksi dalam film "Matrix", yakni penggunaan perangkat rangkaian IC mikro-elektronik yang dirancang untuk menjalin inter-aksi langsung antara otak dengan komputer. Sistem yang terjalin antara otak manusia dengan komputer.bekerja dengan menerapkan prinsip 'microelectrode arrays' hingga menghasilkan interaksi yang : langsung, seketika, dan independen. Riset terkini 'neuroprotheses' amat terdorong dengan kemajuan teknologi mikroelektronik yang memungkinkan didapatkannya mikrochip berukuran mikroskopik namun berkinerja yang amat tinggi. Kemajuan lain yang juga menunjang a.l: teknologi pembedahan mikro dalam dunia kedokteran, teknologi miniatur robotik, keandalanan jaringan wireless, artificial intelligent, dll. Kecanggihan praktek bedah syaraf terkini dengan mengikuti metode bedah 'noninvasive' memungkinkan perangkat chip / IC dapat disematkan ke dalam jaringan simpul syaraf atau bahkan di otak manusia sekalipun. Simpul syaraf pada otak dihubungkan sedemikian rupa dengan miniatur kabel sensor elektronik yang memungkinkan terjadinya interaksi antara setiap aksi yang bekerja pada otak untuk diproses pada perangkat elektronik untuk diteruskan ke komputer. Komputer terhubung dan mengendalikan peralatan robot yang berfungsi menggantikan kerja anggota tubuh atau panca-indera pasien yang lumpuh tak berdaya atau 'immobile pasien'. Dalam penerapannya maka seseorang yang mengalami kecelakaan atau terserang penyakit kelumpuhan total pada syaraf tulang belakang namun otaknya masih

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 berfungsi baik, dapat terbantu dengan perangkat bantu teknologi berkemampuan untuk menjalin kerja 'otak dengan mesin' hingga memungkinkannya berinteraksi dengan lingkungan sekeliling dengan perantaraan komputer dan alat bantu berupa mesin/robot terkontrol. Riset terkini di Universitas Arizona State University di AS dan University of Alberta di Calgary, Canada tengah mengalami kemajuan amat berarti dalam riset tentang penggunaan sinyal otak untuk menggerakkan cursor komputer. Selama 20 tahun lebih kalangan ilmuwan telah menghasilkan riset ilmiah mengamati cara kerja sel otak atau neuron dalam menggerakkan anggota tubuh manusia. Keberhasilan riset dalam bidang yang pelik luar biasa seperti halnya 'neuroprotheses' benar-benar akan membuka pemanfaatan yang tak terbatas bagi manusia guna mendayagunakan 'brain-computer interfaces' dalam berbagai aktivitas manusia.

Gado gado artikel 39

putut_2002@plasa.com

JANGAN BIARKAN ORTU CEPAT PIKUN
Manusia usia lanjut alias manula tak harus jompo dan cepat pikun, asal ditunjang peran anak atau cucu. Tahun 1999, yang dicanangkan sebagai "Tahun Internasional untuk Manula", mengajak kita agar tidak bikin ortu (orang tua) cepat loyo di usia tuanya dengan sikap kita yang kelewat protektif.

Perilaku orang muda terhadap para manula agaknya perlu terus digugat. Demi alasan kemanusiaan dan kasih sayang, sering kita melarang orang tua kita yang manula melakukan ini-itu, jangan begini dan jangan begitu. Sikap dan perilaku seperti itu justru "menjerumuskan" para manula ke dalam jurang kejompoan. Tengok saja Ibu Tien Sidiadinoto, misalnya. Meski usianya sudah menginjak angka 80, ia belum menunjukkan gelagat ingin "pensiun". Tinggal sendiri di rumahnya yang cukup besar di Semarang, Jawa Tengah, ibu yang sudah 24 tahun hidup menjanda ini masih 100% menjadi nakhoda rumah tangganya sendiri. Mulai dari mengurus anak-anak indekos, menu makanan, uang belanja, membayar listrik-PAM-telepon, merawat kebun, sampai membeli, membungkus, dan mengirim kado ulang tahun untuk anak, menantu, dan kemenakan. Semua ia lakukan sendiri. Tidak jarang nenek berpendidikan MULO (setingkat SLTP di zaman Belanda) ini menyempatkan diri berdandan di salon kecantikan. Di saat lain, ia pergi ke Jakarta sendiri naik pesawat terbang untuk menengok anak-cucu. Bahkan bukan persoalan besar kalau ia harus bertandang ke Yogyakarta, yang jaraknya sekitar 120 km, dengan naik taksi gara-gara langkanya angkutan saat berlangsung demonstrasi besar-besaran di kota itu. Tengok pula kiprah Prof. Dr. Mahar Mardjono, pakar neurologi dan mantan rektor Universitas Indonesia, yang awal tahun ini genap berusia 76 tahun. Dua hari sekali, ia mengawali harinya dengan jalan pagi paling tidak selama setengah jam. Seminggu sekali bermain golf. Setiap hari masih datang ke kantornya di bagian neurologi RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Sementara sore harinya praktik di RS St. Carolus. Tidak jarang ke Prof. Dr. Mahar Mardjono. mana-mana ia menyetir mobil sendiri. Melatih otak dengan terus berfikir Mahar Mardjono merasa biasa saja menjadi manula meskipun ia mengaku merasa cepat lelah. "Kadang saya harus membaca dua kali (untuk memahami sesuatu)," katanya. Toh ia masih sanggup menghadiri pelbagai seminar di dalam maupun di luar negeri. "Ini juga cara untuk bersosialisasi," tuturnya. Para manula dapat aktif dengan seribu satu macam cara sesuai dengan tingkat pendidikan dan latar belakang sosialnya. Pengertian usia ada dua yaitu usia kronologis dan usia biologis. Usia kronologis adalah usia menurut kalender. Dalam pengertian ini ada kelompok usia tua muda (60 - 75 tahun), tua (76 - 80 tahun), dan sangat tua (81 tahun ke atas). Sedangkan usia biologis ditentukan oleh kondisi otak. Berkaitan dengan usia biologis ini, ada orang yang berusia 50 tahun sudah mulai pikun; sebaliknya ada yang sudah amat tua tapi masih mempunyai daya pikir tajam. Bisa sampai 90 tahun Use it or lose it. Itulah kata kuncinya. Kalau otak jarang "dipakai", lama-kelamaan akan kethul, makin menurun fungsinya. Itu sebabnya Prof. Dr. Sidiarto Kusumoputro, Sp.S. dalam seminar "Menjaga Potensi Fungsi Otak dalam Proses Penuaan" di RS Husada Jakarta, Februari lalu, berharap agar kita termotivasi untuk tetap menggunakan otak

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005

sampai usia lanjut. Belajar dan terus melakukan aktivitas, menurut dokter ahli saraf dari RSUPNCM-FKUI ini, merupakan kunci stimulasi terhadap otak. Kalau rangsangan itu diberikan terusmenerus dan terarah, dapat meningkatkan intelegensi manusia sampai usia 80 - 90 tahun.Bukan berarti seorang manula mesti mengingkari kodratnya sebagai orang lanjut usia. Kenyataannya, otak yang menjadi tua memang mengalami berbagai perubahan struktur maupun kimiawi yang khas. Kita pasti akan mengalami penurunan berbagai fungsi. Mudah lupa, menurut Sidiarto, adalah fenomena yang paling menonjol. Belum lagi mudah bingung walaupun masih dalam batas normal. Fungsi otak dapat dirinci dan dipilah-pilah. Otak belahan kiri mempunyai fungsi yang berbeda dengan otak belahan kanan. Kalau belahan kiri tugasnya lebih pada pusat kemampuan bacahitung-tulis yang logis analitis, belahan kanan pada pusat pemantauan dan perlindungan diri terhadap lingkungan, sosialisasi, spiritual, musik, kesenian, peribahasa, dan emosi. Jadi, setiap belahan otak mempunyai spesialisasi untuk melaksanakan tugas spesifik. Kedua belahan saling berkonsultasi dan bekerja sama laksana sebuah konser. Menari, latihan fisik untuk manula Aktivitas dua belahan otak itu dikoordinasi yang juga menghibur. secara fisiologis melalui korpus kalosum atau "jembatan emas". Melalui serabut saraf "jembatan emas" inilah stimulus dari kedua belahan berlalu-lalang sehingga memungkinkan orang menggunakan kedua belahan secara bergantian serta komplementer, menurut situasi dan kondisi tertentu. Mekanisme ini memungkinkan penggunaan otak secara keseluruhan. Dikatakan oleh Sidiarto, penurunan fungsi belahan kanan lebih cepat daripada yang kiri. Tidak heran bila pada para lansia terjadi penurunan berupa kemunduran daya ingat visual (misalnya, mudah lupa wajah orang), sulit berkonsentrasi, cepat beralih perhatian. Juga terjadi kelambanan pada tugas motorik sederhana seperti berlari, mengetuk jari, kelambanan dalam persepsi sensoris serta dalam reaksi tugas kompleks. Tentu sifatnya sangat individual, tidak sama tingkatnya satu orang dengan orang lain. Namun, kebanyakan proses lanjut usia ini masih dalam batas-batas normal berkat proses plastisitas. Proses ini adalah kemampuan sebuah struktur dan fungsi otak yang terkait untuk tetap berkembang karena stimulasi. Sebab itu, agar tidak cepat mundur proses plastisitas ini harus terus dipertahankan. Stimulasi untuk meningkatkan kemampuan belahan kanan perlu diberikan porsi yang memadai, berupa latihan atau permainan yang prosedurnya membutuhkan konsentrasi atau atensi, orientasi (tempat, waktu, dan situasi), memori visual, dll.

Olahraga apapun bisa dilakukan asalkan sesuai kemampuan

Di samping itu, pengenalan serta pemahaman sastra sangat relevan. Contoh latihan dalam bentuk permainan yang bermanfaat: teka-teki silang, computer games, puzzle, figjig. Jadi, para lansia perlu latihan otak yang terprogram, baik secara individual maupun kelompok. Rasa sayang yang keliru

Gado gado artikel 41

putut_2002@plasa.com Selain itu, masih perlu diprogramkan aktivitas yang mengandung unsur komunikasi sosial, musikal, artistik, dan spiritual. Maka kita pun diingatkan pada adat dan budaya kita yang cenderung bersikap protektif terhadap orang tua yang memasuki usia lanjut. "Larangan dari anak-anak untuk berbuat ini-itu membuat seorang manula makin susah," ungkap Mahar Mardjono. Kondisi semakin sulit, bila ia "mondok" di rumah anaknya. Maka, bila kondisi fisik dan mental masih memungkinkan, sebaiknya manula tinggal di rumah sendiri, atau di penampungan orang tua yang masih aktif. Bukan di panti jompo. Itulah pula sikap Ir. M. Nugroho Sidiadinoto terhadap ibunya Ny. Tien Sidiadinoto pada contoh di atas. "Kami memberi kebebasan kepada ibu untuk mengambil keputusan, karena orang harus senantiasa ditantang untuk memutuskan bagi dirinya sendiri," tuturnya. Bagaimana ibunya bisa tetap tampil bugar secara fisik dan mental, karena, "Secara fisik, ia terus bergerak. Secara mental, ia berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Seseorang bisa saja tidak tergolong pandai secara intelektual, namun bila dibiarkan berkembang, kekuatan-kekuatan kepribadiannya yang lain muncul dan turut memelihara kewaspadaan mentalnya," kata Nugroho. Ia juga memahami, membaca amat baik untuk memelihara kewaspadaan mental. Namun untuk ibunya yang daya konsentrasinya sudah memudar, pendekatan interaksi sosial tampaknya lebih mudah. Ny. Tien, menurut Mahar Mardjono, merupakan contoh orang tua yang terhindar dari yang dia sebut "rasa eman yang keliru". Demi alasan kemanusiaan dan rasa sayangnya, misalnya karena takut kehujanan, tertabrak motor, dll., kita cenderung melarang orang tua pergi sendiri ke suatu tempat. Padahal si orang tua masih bisa melakukannya sendiri. Oleh karena itu, kalau orang tua masih memiliki keinginan untuk belajar lagi, seyogyanya beri mereka kesempatan. Menurut Mahar, pengetahuan atau keterampilan apa pun dapat dipelajari sendiri, terutama yang tidak perlu diuji, seperti bermain piano, membaca, berbahasa asing, atau otak-atik mobil. Selain sebagai hobi, keahlian itu bisa untuk memperoleh penghasilan tambahan. Andaikan tak punya hobi, Mahar menganjurkan agar memberikan kesempatan seluasluasnya kepada manula untuk berkomunikasi, entah dengan orang luar ataupun cucu. Ia menilai positif kebiasaan mengajak orang tua tinggal di rumah bersama cucu. Memelihara sambungan antarsel otak diibaratkannya seperti memelihara jalan tol. Pemikiran dilakukan oleh banyak sel otak yang saling berhubungan. Jalur hubungan itu harus dirawat dengan cara dipakai untuk berpikir. Bila tidak, jalur sambungan itu lambat laun rusak. Mahar menyebut contoh, seorang kenalannya yang 15 tahun menderita kelumpuhan tetap berpraktik sebagai dokter. Stephen Hawking, fisikawan top dari Inggris, tetap menghasilkan gagasan cemerlang, meski menderita kelumpuhan nyaris total akibat kelainan cerebral palsy. Dalam kondisi tubuh yang tak sempurna, otak yang aktif tetap memungkinkan manusia untuk terus produktif. Tua karena kurang gerak Dalam jurnal Nature Neuroscience, seperti dikutip Harian The Straits Times (24/2), dimuat temuan ilmuwan bahwa pada tikus yang banyak berolahraga, sel-sel otak baru yang tumbuh jumlahnya dua kali lipat ketimbang pada tikus yang hanya santai di kandang. Pengamatnya, neurolog Fred Gage dari Salk Institute di La Jolla, Kalifornia, AS, juga telah melaporkan temuan yang bertentangan dengan yang dipercaya selama ini, sel-sel otak manusia ternyata terus membelah dan tumbuh. Di sinilah "senam otak", dalam arti melakukan latihan tertentu yang merangsang otak, menjadi semakin relevan. Menurut penelitian di Inggris terhadap 10.255 orang, pada lansia di atas usia 75 tahun

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005

terdapat gangguan-gangguan fisik seperti anthrosis atau gangguan sendi (55%), keseimbangan berdiri (50%), fungsi kognitif pada susunan saraf pusat (45%), penglihatan (35%), pendengaran (35%), kelainan jantung (20%), sesak napas (20%), serta gangguan niksi (ngompol) (10%). Gangguan-gangguan itu, menurut dr. Ruswaldi Munir, Sp.KO, dari RSUPNCM-FKUI, antara lain karena kurangnya cadangan fungsi-fungsi tubuh serta timbulnya satu atau lebih kelainan pada bidang rohani, jasmani, atau sosial. Salah satu upaya untuk menghambat proses penuaan, menurut pakar kesehatan olahraga ini, dengan melakukan gerakan atau latihan fisik secara teratur. "Seseorang bukannya tidak mau bergerak karena tua, tapi menjadi tua karena tidak mau bergerak," tegasnya. Munir memberikan dua macam latihan yang dapat meningkatkan potensi kerja otak yakni meningkatkan kebugaran secara umum dan melakukan senam otak (brain gym). Namun, sebelum melakukan latihan kebugaran disarankan agar lansia terlebih dulu memeriksakan kesehatan secara menyeluruh. Bila ditemukan kelainan, latihan hendaknya dilakukan di bawah pengawasan dokter. Latihan kebugaran meliputi latihan daya tahan yang bersifat aerobik. Untuk para lansia yang paling tepat adalah berjalan kaki. Umumnya, kelenturanlah yang pertama mengalami kemunduran dengan bertambahnya usia. Mengerutnya kapsula persendian mengakibatkan daerah gerak persendian berkurang. Sebab itu alangkah baiknya bila para lansia juga berlatih menggerakkan sendi pada daerah geraknya yang maksimal, sekali sehari selama 5 - 10 menit. Intensitas dan waktu tidak perlu berlebihan karena dikhawatirkan menyebabkan hipermobilitas. Selain kelenturan, koordinasi harus selalu dilatih, misalnya dengan memainkan alat musik, menyetir mobil, dll. Kecepatan tentu tidak perlu dipaksakan. Seorang pemain basket yang andal dengan cepat bisa memasukkan bola, karena mempunyai intuisi dan perkiraan jarak yang pas. Pemain sepak bola ulung, secara cepat dan tepat mengetahui gerak kaki lawan, arah lari, dan tendangan. Semua itu dimungkinkan karena kerja sama antara akal oleh belahan otak kiri dan budi (rasa) oleh belahan otak kanan. Senam otak dalam bentuk latihan yang disebut Edu-K (Educational Konestetics) ini dipelopori Paul E. Dennison, peneliti dari Universitas Kalifornia Selatan, AS. Meski semula ditujukan untuk melatih anak-anak dengan kesulitan belajar, ternyata latihan ini bermanfaat untuk segala umur. Senam ini berupa gerakan silang atau gerakan saling bergantian. Gerakan silang, menurut Dennison, akan mengaktifkan dua belahan otak secara bersamaan serta memudahkan penyeberangan garis tengah. Latihan ini akan menunjang sistem belajar seseorang karena mengaktifkan kedua belahan otak, meningkatkan penglihatan dan pendengaran, menunjang pekerjaan menulis, membaca, mendengar, dan pemahaman tentang bacaan, serta meningkatkan koordinasi belahan kiri dan kanan. (Lily Wibisono/Shinta Teviningrum/Nanny Selamihardja)

Jurus Untuk Mengobati Penyakit Lupa Gado gado artikel 43

putut_2002@plasa.com Pernah keluar dari supermarket dengan melenggang dan hanya menenteng plastik belanjaan di tangan? Kemudian sampai di mobil Anda langsung menepuk jidat karena teringat kantung belanjaan yang Anda titip di counter penitipan barang belum diambil?

Atau pernah berangkat ke kantor dengan mengenakan sendal jepit kamar mandi dan bukannya high heels Anda karena terburu-buru sudah ditunggui supir taksi? Bila semua hal di atas pernah Anda lakukan, selamat! Berarti Anda adalah salah satu dari sekian banyak koloni orang pelupa.

Lupa tampaknya memang bukan penyakit berbahaya. Tapi bila lupanya sudah parah,maka bukan tidak mungkin Anda direpotkan dan dirugikan sendiri. Penyakit satu ini tidak hanya dialami orang lanjut usia yang memang daya ingatnya sudah menurun tapi seringkali "penyakit" ini dialami oleh orang-orang yang masih terbilang muda.Agar anda tidak mengalami kesulitan mengingat sesuatu yang kecil dan sederhana, sedikit latihan mental berikut bisa digunakan untuk menajamkan daya ingat anda..

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005

Menjaga pikiran tetap siap Segala kegiatan yang kita lakukan sehari-hari kadang membuat jenuh dan stress. Belum lagi bila otak kita dikondisikan untuk tidak berpikir yang membutuhkan kinerja lebih,bisa-bisa jadi mudah lupa dan malahan tumpul. Latihlah otak Anda dengan membaca, mengerjakan teka teki silang, merencanakan perjalanan menyenangkan. Melakukan hobi atau belajar kemampuan baru seperti komputer dan bahasa asing akaan sangat membantu menajamkan memori.

Interaksi sosial Penelitian mengataka bahwa lebih banyak seseorang berinteraksi sosial, maka semakin kecil mereka mengalami kerusakan fungsi kognitif. Menjalin hubungan sosial dengan teman dan keluarga akan membantu terhindar dari penyakit lupa

Olahraga Tahukan Anda bahwa lahraga seperti berenang, jalan kaki dan sepeda dapat memompa oksigen ke dalam otot. Dari sini aliran darah dalam otakakan meningkat sehingga otak lebih mudah mengingat sesuatu.

Makan makanan peningkat daya ingat Bersyukurlah untuk Anda penggemar wortel. Wortel mentah dna buahbuahan segar adalah jenis makanan yang dapat menstimulus fungsi otak, antara lain adalah daya ingat. Gula alam yang terkandung dalam buahbuahan sebenarnya dapat membantu kita berpikir dan mengingat kembali informasi lebih cepat.

Buat petunjuk sistem memori pribadi Karena semakin banyak informasi semakin besar peluang kita menjadi lupa. Untuk mengingatkan diri sendiri mengenai hal-hal penting, sebaiknya siapkan pengaturan memori Anda. Cara yang paling sederhana adalah menulis dalam buku catatan hal-hal atau tanggal penting yang harus Anda ingat.

Pecayalah, hidup akan menjadi jauh lebih baik bila penyakit lupa Anda hilang, atau minimal berkurang deh..

Gado gado artikel 45

putut_2002@plasa.com Kamera Untuk Orang Buta Disiarkan: 21 Januari 2000 VOA (VOICE OF AMERICA) Satu lagi kemajuan teknologi dicatat minggu ini: orang buta bisa melihat dengan bantuan kamera dan elektroda yang dipasang langsung dalam otak manusia. Laporan yang menarik itu dimuat oleh majalah sains bernama American Society of Artificial Internal Organs, atau Perkumpulan Pakar Organ Buatan. Kata William Dobelle, ketua Lembaga Dobelle, perusahaan yang membuat alat-alat medis di New York, seorang laki-laki buta berumur 62 tahun bisa melihat huruf-huruf sebesar lima sentimeter dan berjalan dalam ruangan untuk mengambil sebuah topi yang tergantung di dinding. Sejak berumur 36 tahun, laki-laki yang bernama Jerry itu buta kedua matanya, dan dia ikut secara sukarela dalam usaha riset untuk memulihkan penglihatannya yang hilang itu. Pakar-pakar pada lembaga Dobelle memasang beberapa elektroda pada otak Jerry, pada bagian yang memproses informasi supaya manusia bisa melihat. Secara umum, orang mengatakan kita melihat dengan mata; tapi sebetulnya, mata hanyalah alat untuk menangkap gambar, seperti alat potret; dan gambar itu baru bisa dilihat setelah filmnya di proses. Gambar yang ditangkap oleh mata itu dikirim ke otak, untuk diproses, dan baru setelah itu kita bisa melihat. Tapi kalau matanya yang rusak, tidak ada gambar yang dikirim ke otak, sehingga orang yang bersangkutan tidak bisa melihat apapun. Kalau dibandingkan dengan kamera, apabila lensanya tidak berfungsi, maka film yang terdapat dalam kamera itu tidak merekam gambar apapun. Sebuah kamera elektronik kecil dipasang pada kacamata khusus yang dikenakan oleh Jerry. Gambar yang ditangkap oleh kamera itu dikirim lewat kawat-kawat halus kepada elektroda yang ditanam dalam otaknya. Gambar itu, yang berupa titik-titik hitam pada latar belakang putih, merangsang sel-sel otak yang mengatur penglihatan; sehingga Jerry bisa melihat titik-titik cahaya. Teknologi ini memang masih pada tingkat permulaan, karena apa yang bisa dilihat oleh Jerry itu hanyalah bentuk kasar dan datar sesuatu benda yang ditangkap oleh kamera, artinya bukan gambar stereo seperti yang dilihat oleh orang yang kedua matanya masih bagus. Jerry belum bisa membedakan bagian mana yang lebih dekat dan mana yang lebih jauh. Kata William Dobelle, para pakar yang bekerja di lembaga risetnya sedang membuat alat penglihat yang lebih maju dari yang ada sekarang, dan berharap akan bisa menjualnya di luar negeri tahun ini juga. Food and Drug Adminstration, atau Lembaga Bahan Makanan dan Obat-obatan di Amerika harus memberikan izin sebelum obat-obatan ataupun peralatan medis bisa dijual untuk umum di negara itu; dan untuk itu prosesnya mungkin memakan waktu panjang. Pemasangan elektroda langsung pada otak manusia menyangkut proses medis, yang dianggap bisa membahayakan kesehatan seseorang, sebab itulah percobaannya hanya bisa diadakan pada seorang sukarelawan. Richard Normann, pakar artificial vision atau penglihatan buatan pada Universitas Utah, terkesan akan apa yang bisa dilakukan oleh Jerry dengan alat bantu penglihatan itu. Katanya, alat itu, walaupun hanya mengirim data sederhana ke otak, akan memungkinkan orang buta untuk melakukan tugas-tugas yang sedianya membutuhkan penglihatan. Kemungkinan dalam masa depan yang tidak begitu jauh, orang-orang buta akan bisa berjalan sendiri tanpa menggunakan tongkat, karena dia akan bisa melihat dengan bantuan kamera khusus seperti itu.

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005

KAPAN ANAK BELAJAR BAHASA INGGRIS?
Ada anggapan, semakin muda usia semakin mudah anak belajar bahasa daripada orang dewasa. Ada pula yang berpendapat, belajar bahasa asing sejak dini bukan jaminan. Sementara yang lain bilang, keberhasilan belajar bahasa asing sangat ditentukan oleh motif atau kebutuhan berkomunikasi dalam lingkungannya. Mana yang benar? E. Kosasih, mahasiswa Pengajaran Bahasa pada Program Pascasarjana IKIP Bandung, dan wartawan Intisari A. Hery Suyono menuturkannya berikut ini. Belakangan ini aneka kursus bahasa asing, terutama Inggris, kian semarak. Tidak hanya untuk orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Lembaga persekolahan pun tak mau ketinggalan zaman. Pengajaran bahasa Inggris yang semula hanya dikenal di tingkat SMTP, kini diberikan kepada siswa SD, bahkan murid Sekolah Taman Kanak-Kanak. Fenomena seperti itu antara lain terpacu oleh obsesi orang tua yang menghendaki anaknya cepat bisa berbahasa asing. Mereka berpandangan, semakin dini anak belajar bahasa asing, semakin mudah ia menguasai bahasa itu. Lalu, bagaimana pendapat para pakar bahasa? Masa emas belajar bahasa Beberapa pakar bahasa mendukung pandangan "semakin dini anak belajar bahasa asing, semakin mudah anak menguasai bahasa itu". Misalnya, McLaughlin dan Genesee menyatakan bahwa anak-anak lebih cepat memperoleh bahasa tanpa banyak kesukaran dibandingkan dengan orang dewasa. Demikian pula Eric H. Lennenberg, ahli neurologi, berpendapat bahwa sebelum masa pubertas, daya pikir (otak) anak lebih lentur. Makanya, ia lebih mudah belajar bahasa. Sedangkan sesudahnya akan makin berkurang dan pencapaiannya pun tidak maksimal. Dr. Bambang Kaswanti Purwo, ketua Program Studi Linguistik Terapan Bahasa Inggris, Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta, dalam tulisannya Pangajaran Bahasa Inggris di SD dan SMTP, menyebut bahwa usia 6 - 12 tahun, merupakan masa emas atau paling ideal untuk belajar bahasa selain bahasa ibu (bahasa pertama). Alasannya, otak anak masih plastis dan lentur, sehingga proses penyerapan bahasa lebih mulus. Lagi pula daya penyerapan bahasa pada anak berfungsi secara otomatis. Cukup dengan pemajanan diri (self-exposure) pada bahasa tertentu, misalnya ia tinggal di suatu lingkungan yang berbahasa lain dari bahasa ibunya, dengan mudah anak akan dapat menguasai bahasa itu. Masa emas itu sudah tidak dimiliki oleh orang dewasa. Namun, bukan berarti orang dewasa tidak mampu menguasai bahasa kedua (bahasa asing). Lenneberg mengemukakan, orang dewasa dengan inteligensia rata-rata pun mampu mempelajari bahasa kedua selewat usia 20 tahun. Bahkan ada yang mampu belajar berkomunikasi bahasa asing pada usia 40 tahun. Kenyataan itu tidaklah bertentangan dengan hipotesis mengenai batasan usia untuk penguasaan bahasa karena penataan bahasa pada otak sudah terbentuk pada masa kanakkanak. Hanya saja lewat masa pubertas terjadi "hambatan pembelajaran bahasa" (language learning blocks). "Jadi, maklum bila belajar bahasa selewat masa pubertas, justru lebih repot daripada ketika usia lima belas atau lima tahun," ujar Bambang. Pada penguasaan bahasa pertama dikenal istilah "masa kritis" (critical period). Pada penguasaan bahasa kedua (bahasa asing) terdapat istilah "masa peka" (sensitive period). Berdasarkan penelitian Patkowski, masa peka penguasaan sintaksis bahasa asing adalah masa sampai usia 15 tahun. Anak yang dihadapkan pada bahasa asing sebelum usia 15 tahun mampu menguasai sintaksis bahasa asing seperti penutur asli. Sebaliknya, pada orang dewasa hampir tak mungkin aksen bahasa asing dapat dikuasai. Lebih detail dipaparkan oleh peneliti lain. Penelitian Fathman terhadap 200 anak berusia 6 15 tahun yang belajar bahasa Inggris sebagai bahasa kedua di sekolah di AS, menunjukkan bahwa anak yang lebih muda (usia 6 - 10 tahun) lebih berhasil pada penguasaan fonologi (tata bunyi) bahasa Inggris. Sedangkan pada anak lebih tua (11 - 15 tahun) lebih berhasil pada penguasaan morfologi (satuan bentuk bahasa terkecil) dan sintaksisnya (susunan kata dan kalimat). Masih tentang penguasaan aspek tertentu dari bahasa asing dalam kaitannya dengan faktor usia, Scovel menyebutkan, kemampuan untuk menguasai aksen bahasa asing berakhir sekitar usia 10 tahun. Sedangkan penguasaan kosa kata dan sintaksis, menurut catatannya, tidak mengenal batasan usia.

Gado gado artikel 47

putut_2002@plasa.com Pro-kontra periode kritis Masa ideal anak belajar bahasa bertolak dari apa yang disebut periode kritis bagi penguasaan bahasa ibu. Periode kritis sebenarnya masih berupa hipotesis bahwa dalam perjalanan hidup manusia terdapat jadwal biologis yang menentukan masa-masa kegiatan seseorang (Brown, 1994). Periode kritis sering dihubung-hubungkan dengan proses pembelahan antara otak kiri dengan otak kanan. Hasil penelitian neurologis menyebutkan, pada usia menjelang dewasa, fungsi-fungsi kemanusiaan terbagi atas dua bagian. Fungsi intelektual, logika, analisis, dan kemampuan berbahasa berada pada otak bagian kiri. Sedangkan fungsi yang berhubungan dengan emosi dan fungsi lain yang bersifat sosial dikendalikan oleh belahan otak kanan. Ketika memasuki proses pembelahan otak itulah, menurut para pakar anatomi bahasa, masa peka bahasa itu berlangsung. Setelah proses "penyebelahan" (lateralization) otak selesai, menurut hipotesis Lenneberg, perkembangan bahasa cenderung menjadi "beku". Keterampilan dasar yang belum dapat dicapai pada masa itu (kecuali untuk artikulasi) biasanya akan tetap tidak sempurna. Kapan tepatnya proses terjadinya masa pembelahan otak, masih terdapat ketidaksepakatan di antara para ahli. Pandangan-pandangan yang berseberangan antara lain dikemukakan oleh Sorenson dan Jane Hill. Menurut penelitian Sorenson terhadap suku Tukaro di Amerika Selatan, menjelang usia dewasa masyarakat Tukaro paling tidak sudah menguasai dua atau tiga dari 24 bahasa yang biasanya mereka pergunakan. Yang lebih mengherankan lagi, jumlah penguasaan bahasa itu malahan semakin banyak dan lebih sempurna ketika mereka menjelang usia tua. Bukti lain. Berdasarkan penelitian yang dilakukannya terhadap masyarakat Barat, Jane Hill berkesimpulan bahwa dalam perkembangan normal seseorang dapat mempelajari bahasa asing dengan sempurna, terlepas dari apakah ia berusia muda atau tua. Proses pembelahan otak, menurut Eric Lenneberg, terjadi sejak anak berusia dua tahun dan berakhir menjelang pubertas. Sedangkan Norwan Geshwind berpendapat, pembelahan otak (periode kritis) usai jauh sebelum masa pubertas. Lebih ekstrem lagi pendapat Stephen Krashen, yakni proses pembelahan itu berakhir sewaktu anak berusia lima tahun. Dengan demikian, jelas bahwa hipotesis periode kritis tidak bisa dijadikan kriteria keberhasilan pengajaran bahasa kedua atau bahasa asing. Keberhasilan seseorang belajar bahasa asing, menurut Gardner dan Lambert, tidak tergantung pada kemampuan intelektual atau kecakapan bawaan berbahasa, tetapi sangat ditentukan oleh motif atau kebutuhan berkomunikasi dalam lingkungannya. Bukan jaminan Sejak masuk SD bahkan TK, anak sudah "dituntut" menguasai lebih dari satu bahasa; bahasa daerah dan Indonesia. Keduanya dipakai sebagai bahasa pengantar dalam proses belajar-mengajar. Betapa beratnya beban mereka, bila kemudian masih ditambah lagi belajar bahasa Inggris. Empat bahasa harus mereka kuasai dalam satu periode, misalnya. Kenyataan itu bukannya menambah cepat anak menguasai bahasa asing. Di samping akan menimbulkan beban psikologis, tak tertutup kemungkinan laju perkembangan bahasa daerah dan nasional anak pun malahan terhambat, atau justru merusak sistem-sistem bahasa yang terlebih dahulu dia kuasai. Hal seperti itu tidak jauh berbeda dengan anak yang sedang belajar bola tangan. Sebelum ia mahir bermain bola tangan, lalu ditimpa lagi dengan permainan bola basket dan sepak bola. Pelatih tidak perlu heran apabila kemudian si anak memasukkan bola dengan tangan ketika bertanding sepak bola, atau menyundul dan menendang bola ketika anak bermain bola basket. Jeperson jauh-jauh sebelumnya memperingatkan bahwa anak yang mempelajari dua bahasa tidak akan dapat menguasai kedua bahasa itu dengan sama baiknya. Juga tak akan sebaik mempelajari satu bahasa. Kerja otak untuk menguasai dua bahasa akan menghambat anak untuk mempelajari hal lain yang harus dia kuasai. Perkembangan bahasa anak terganggu, baik dalam penggunaan kosa kata, struktur tata bahasa, bentuk kata, dan beberapa penyimpangan bahasa lainnya. Tidak terelakkan, dalam era global penguasaan bahasa Inggris hukumnya wajib. Siapa yang ingin luas pergaulan, sukses berbisnis, maupun menguasai ilmu pengetahuan mau tidak mau harus menguasai bahasa yang satu ini. Namun, dalam penanaman kita dituntut sikap bijak dan tidak tergesa-gesa.

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 Di samping perlu mempertimbangkan kemampuan anak, para orang tua hendaknya memperhatikan pula kepentingan anak akan penguasaan bahasa daerah dan nasional. Kedua bahasa itu tidak bisa dilepaskan begitu saja dari fungsi keseharian dan tanggung jawab sosial anak. Sebab itu, akan lebih baik bila bahasa Inggris atau bahasa asing lain diberikan setelah bahasa daerah dan bahasa nasional terkuasai secara mantap. Pengajaran bahasa asing dalam usia dini toh bukan jaminan mutlak keberhasilan berbahasa pada anak.

KEAJAIBAN MUSIC
Music bukan cuma hiburan, musik bukan cuma sarana berekspresi tapi lebih dari itu. Ternyata alunan musik juga bisa mempengaruhi daya ingat seseorang, lho. Konon, yang lebih menonjol adalah musik klasik. Sebab Musik yang satu ini terbukti mampu memacu daya kerja otak. Hal itu disebabkan karena musik klasik punya irama yang bervariatif. Sehingga membuat otak untuk lebih giat bereaksi. Selain itu, juga musik klasik ini mampu menunjang ide, penguat IQ, meningkatkan daya imajinasi, bisa dibarengi sambil belajar bahasa. Woow. Asyik, tuh. Kalau bicara musik klasik untuk kesehatan tidak terlepas dari yang namanya The Mozart Effect, sebuah penelitian yang menyimpulkan bahwa karya-karya musik yang dikomposisi oleh maestro bernama Wolfgang Amadeus Mozart dari penelitian itu didapat kesimpulan bahwa hasil karya komponis asal Austria tersebut mampu membantu meningkatkan kerja otak. Maka nggak heran kalu mereka yang sering ngedengerin alunan musik klasik ini punya daya ingat ketimbang mereka yang nggak pernah atau jarang ngedengerin alunan musik klasik. Penelitian tadi ditunjang oleh penelitian serupa yang menyatakan bahwa rythm, melody, dan harmony turut pula dalam meningkatkan daya ingat. <BR><BR>Lalu, gimana dengan aliran musik yang diluar musik klasik, seperti musik hip-hop, R &amp; B, rock, jazz, pop, disco, metal ataupun dangdut sekalipun? Nggak usah khawatir, buat yang suka aliran lain diluar musik klasik masih ada, kok, harapan untuk nggak jadi pelupa. Sebab selama nuansa musik bervariasi, dan bikin semangat kita hingga mengebu-gebu, selama itu pula kerja otak kita terpacu jadi lebih giat lagi. Dengan begitu kinerja daya ingatpun ikutin meningkat. So, apapun aliran musik yang kamu suka, nggak masalah, kok. <BR><BR>Mungkin goresan tulisan ‘gak terlalu panjang, kan yang penting singkat dan mudah dipahami ataupun dicerna S NEVER ENDING

Gado gado artikel 49

putut_2002@plasa.com

Keajaiban Dalam Rahim Ibu
HARUN YAHYA AWALNYA HANYA BERSEL SATU Makhluk hidup bersel satu yang tak terhitung jumlahnya mendiami bumi kita. Semua makhluk bersel satu ini berkembang biak dengan membelah diri, dan membentuk salinan yang sama seperti diri mereka sendiri ketika pembelahan ini terjadi. Embrio yang berkembang dalam rahim ibu juga memulai hidupnya sebagai makhluk bersel satu, dan sel ini memperbanyak diri dengan cara membelah diri, dengan kata lain membuat salinan dirinya sendiri. Dalam kondisi ini, tanpa adanya perencanaan khusus, sel-sel yang akan membentuk bayi yang belum lahir ini akan memiliki bentuk yang sama. Dan apabila ini terjadi, maka yang akhirnya muncul bukanlah wujud manusia, melainkan gumpalan daging tak berbentuk. Tapi ini tidaklah terjadi karena sel-sel tersebut membelah dan memperbanyak diri bukan tanpa pengawasan. SEL YANG SAMA MEMBENTUK ORGAN YANG BERBEDA Sperma dan sel telur bertemu, dan kemudian bersatu membentuk sel tunggal yang disebut zigot. Satu sel tunggal ini merupakan cikal-bakal manusia. Sel tunggal ini kemudian membelah dan memperbanyak diri. Beberapa minggu setelah penyatuan sperma dan telur ini, sel-sel yang terbentuk mulai tumbuh berbeda satu sama lain dengan mengikuti perintah rahasia yang diberikan kepada mereka. Sungguh sebuah keajaiban besar: sel-sel tanpa kecerdasan ini mulai membentuk organ dalam, rangka, dan otak. Sel-sel otak mulai terbentuk pada dua celah kecil di salah satu ujung embrio. Sel-sel otak akan berkembang biak dengan cepat di sini. Sebagai hasilnya, bayi akan memiliki sekitar sepuluh milyar sel otak. Ketika pembentukan sel-sel otak tengah berlangsung, seratus ribu sel baru ditambahkan pada kumpulan sel ini setiap menitnya. Masing-masing sel baru yang terbentuk berperilaku seolah-olah tahu di mana ia harus menempatkan diri, dan dengan sel mana saja ia harus membuat sambungan. Setiap sel menemukan tempatnya masing-masing. Dari jumlah kemungkinan sambungan yang tak terbatas, ia mampu menyambungkan diri dengan sel yang tepat. Terdapat seratus trilyun sambungan dalam otak manusia. Agar sel-sel otak dapat membuat trilyunan sambungan ini dengan tepat, mereka harus menunjukkan kecerdasan yang jauh melebihi tingkat kecerdasan manusia. Padahal sel tidak memiliki kecerdasan sama sekali. Bahkan tidak hanya sel otak, setiap sel yang membelah dan memperbanyak diri pada embrio pergi dari tempat pertama kali ia terbentuk, dan langsung menuju ke titik yang harus ia tempati. Setiap sel menemukan tempat yang telah ditetapkan untuknya, dan dengan sel manapun mereka harus membentuk sambungan, mereka akan mengerjakannya. Lalu, siapakah yang menjadikan sel-sel yang tak memiliki akal pikiran tersebut mengikuti rencana cerdas ini? Profesor Cevat Babuna, mantan dekan Fakultas Kedokteran, Ginekologi dan Kebidanan, Universitas Istanbul, Turki, berkomentar: Bagaimana semua sel yang sama persis ini bergerak menuju tempat yang sama sekali berbeda, seolah-olah mereka secara mendadak menerima perintah dari suatu tempat, dan berusaha agar benar-benar terbentuk organ-organ yang sungguh berbeda? Hal ini jelas menunjukkan bahwa sel yang identik ini, yang tidak mengetahui apa yang akan mereka kerjakan, yang memiliki genetika dan DNA yang sama, tiba-tiba menerima perintah dari suatu tempat, sebagian dari mereka membentuk otak, sebagian membentuk hati, dan sebagian yang lain membentuk organ yang lain lagi. Proses pembentukan dalam rahim ibu berlangsung terus tanpa henti. Sejumlah sel yang mengalami perubahan, tiba-tiba saja mulai mengembang dan mengkerut. Setelah itu, ratusan ribu sel ini berdatangan dan kemudian saling bergabung membentuk jantung. Organ

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005

ini akan terus-menerus berdenyut seumur hidup. Hal yang serupa terjadi pada pembentukan pembuluh darah. Sel-sel pembuluh darah bergabung satu sama lain dan membentuk sambungan di antara mereka. Bagaimana sel-sel ini mengetahui bahwa mereka harus membentuk pembuluh darah, dan bagaimana mereka melakukannya? Ini adalah satu di antara beragam pertanyaan yang belum terpecahkan oleh ilmu pengetahuan. Sel-sel pembuluh ini akhirnya berhasil membuat sistem tabung yang sempurna, tanpa retakan atau lubang padanya. Permukaan bagian dalam pembuluh darah ini mulus bagaikan dibuat oleh tangan yang ahli. Sistem pembuluh darah yang sempurna tersebut akan mengalirkan darah ke seluruh bagian tubuh bayi. Jaringan pembuluh darah memiliki panjang lebih dari empat puluh ribu kilometer. Ini hampir menyamai panjang keliling bumi. Perkembangan dalam perut ibu berlangsung tanpa henti. Pada minggu kelima tangan dan kaki embrio mulai terlihat. Benjolan ini sebentar lagi akan menjadi lengan. Beberapa sel kemudian mulai membentuk tangan. Tetapi sebentar lagi, sebagian dari sel-sel pembentuk tangan embrio tersebut akan melakukan sesuatu yang mengejutkan. Ribuan sel ini melakukan bunuh diri massal. Mengapa sel-sel ini membunuh diri mereka sendiri? Kematian ini memiliki tujuan yang amat penting. Bangkai-bangkai sel yang mati di sepanjang garis tertentu ini diperlukan untuk pembentukan jari-jemari tangan. Sel-sel lain memakan sel-sel mati tersebut, akibatnya celah-celah kosong terbentuk di daerah ini. Celah-celah kosong tersebut adalah celah di antara jari-jari kita. Akan tetapi, mengapa ribuan sel mengorbankan dirinya seperti ini? Bagaimana dapat terjadi, sebuah sel membunuh dirinya sendiri agar bayi dapat memiliki jari-jari pada saatnya nanti? Bagaimana sel tersebut tahu bahwa kematiannya adalah untuk tujuan tertentu? Semua ini sekali lagi menunjukkan bahwa semua sel penyusun manusia ini diberi petunjuk oleh Allah. Pada tahap ini, sejumlah sel mulai membentuk kaki. Sel-sel tersebut tidak mengetahui bahwa embrio akan harus berjalan di dunia luar. Tapi mereka tetap saja membuat kaki dan telapaknya untuk embrio. Ketika embrio berumur empat minggu, dua lubang terbentuk pada bagian wajahnya, masing-masing terletak pada tiap sisi kepala embrio. Mata akan terbentuk di kedua lubang ini pada minggu keenam. Sel-sel tersebut bekerja dalam sebuah perencanaan yang sulit dipercaya selama beberapa bulan, dan satu demi satu membentuk bagian-bagian berbeda yang menyusun mata. Sebagian sel membentuk kornea, sebagian pupil, dan sebagian yang lain membentuk lensa. Masing-masing sel berhenti ketika mencapai batas akhir dari daerah yang harus dibentuknya. Pada akhirnya, mata, yang mengandung empat puluh komponen yang berbeda, terbentuk dengan sempurna tanpa cacat. Dengan cara demikian, mata yang diakui sebagai kamera paling sempurna di dunia, muncul menjadi ada dari sebuah ketiadaan di dalam perut ibu. Perlu dipahami bahwa manusia yang bakal lahir ini akan membuka matanya ke dunia yang berwarna-warni, dan mata yang sesuai untuk tugas ini telah dibuat. Suara di dunia luar yang akan didengar oleh bayi yang belum lahir juga telah diperhitungkan dalam pembentukan seorang manusia dalam rahim. Telinga yang akan mendengarkan segala suara tersebut juga dibentuk dalam perut ibu. Sel-sel tersebut membentuk alat penerima suara terbaik di dunia. Semua uraian ini mengingatkan kita bahwa penglihatan dan pendengaran adalah nikmat besar yang Allah berikan kepada kita. Allah menerangkan hal ini dalam Alquran sebagaimana berikut: Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (QS. An-Nahl, 16:78)

Gado gado artikel 51

putut_2002@plasa.com PENCIPTAAN KEDUA Berbagai peristiwa yang telah dikisahkan dalam tulisan ini dialami oleh semua orang di dunia. Setiap manusia dipancarkan ke rahim sebagai sebuah sel sperma yang kemudian bersatu dengan sel telur, dan kemudian memulai kehidupan sebagai sel tunggal. Semua ini terjadi karena adanya kondisi yang secara khusus diciptakan di tempat tersebut. Bahkan sebelum manusia mulai mengetahui keberadaan dirinya sendiri, Allah telah memberi bentuk pada tubuh mereka, dan menciptakan manusia normal dari sebuah sel tunggal. Adalah kewajiban bagi setiap orang di dunia untuk merenungkan kenyataan ini. Dan kewajiban Anda adalah untuk memikirkan bagaimana anda lahir ke dunia ini, dan kemudian bersyukur kepada Allah. Jangan lupa bahwa Tuhan kita, yang telah menciptakan tubuh kita sekali, akan mencipta kita lagi setelah kematian kita, dan akan mempertanyakan segala nikmat yang telah diberikanNya kepada kita. Hal ini amatlah mudah bagi-Nya. Mereka yang melupakan penciptaan diri mereka sendiri dan mengingkari kehidupan akhirat, benar-benar telah tertipu. Allah berfirman tentang orang-orang ini dalam Alquran: Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata. Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?” Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya pada kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk.” (QS. Yaasiin, 36:77-79)

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005

Kebohongan Bisa Dideteksi Lewat Otak
Hati-hati bicara bohong, karena kebohongan akan mengaktifkan suatu area di otak, dan perubahan itu bisa dilihat menggunakan foto fMRI atau functional magnetic resonance imaging. Demikian diungkapkan para ilmuwan AS di Philadelphia. Metode pendeteksi kebohongan ini dianggap lebih akurat dibanding sistem yang ada sekarang. Meski begitu, karena membutuhkan piranti pemindai besar, maka pemanfaatannya masih kalah praktis dibanding sistem konvensional. Seperti diketahui, detektor kebohongan konvensional, atau polygraph, masih menimbulkan kontroversi dalam hal keakuratannya. Polygraph bekerja dengan mengukur respon fisik tubuh terhadap tekanan yang timbul ketika seseorang berbohong. Menggunakan polygraph, operator yang terlatih bisa mengetahui seseorang berbohong atau tidak, dengan mengukur laju pernafasan, tekanan darah, dan keluarnya keringat. Tetapi meski beberapa badan pemerintah masih menggunakan tes tersebut, Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional AS, mempublikasikan sebuah laporan yang mengatakan bahwa instrumen itu kurang akurat. Menurut laporan, dengan berlatih, seseorang bisa mengatur respon fisiknya sehingga kebohongan mereka tidak terdeteksi. Oleh sebab itu, para ilmuwan mencari alternatif lain untuk mendeteksi kebohongan. fMRI mungkin akan merupakan kunci masalah ini, kata Scott Faro, seorang radiolog di pusat foto otak, Universitas Temple diPhiladelphia, Pennsylvania. Faro mempresentasikan penelitian baru itu tanggal 29 November pada pertemuan tahunan Radiological Society of North America di Chicago. "Saya yakin ini adalah pendekatan penting untuk memahami perilaku kognitif yang amat kompleks," katanya. Dalam uji coba, Faro dan rekan-rekannya meminta enam sukarelawan untuk menembakkan pistol mainan. Mereka kemudian di-scan otaknya menggunakan fMRI dan diminta berbohong telah menembakkan senjata. Sukarelawan juga menjalani tes polygraph setelah itu. Lima orang sukarelawan lagi, yang tidak menembakkan senjata, menempuh tes serupa sebagai perbandingan. Baik tes fMRI maupun polygraph berhasil mendeteksi para pembohong dan mereka yang bicara benar. Pada scan fMRI terlihat ada area khusus di otak yang aktif ketika seseorang berbohong, termasuk bagian-bagian frontal, temporal dan limbic lobes. Adapun fMRI bekerja dengan mendeteksi sinyal magnetis dari atom-atom oksigen yang menempel pada besi di lairan darah sukarelawan. Bila aktivitas otak meningkat, aliran darah akan mengikuti dan membawa lebih banyak oksigen bersamanya. Hal ini akan meningkatkan kekuatan sinyal. Teknik yang biasanya dipakai dalam scan medis ini bisa memetakan aktivitas bagian-bagian otak dalam skala milimeter. Menurut para periset, teknik ini akan sangat berguna untuk mendeteksi orang-orang yang telah dilatih mengakali tes polygraph. Namun harus diingat bahwa metode fMRI harus dibuat lebih murah dan praktis sebelum bisa diterapkan secara rutin. Yang jelas, mesin fMRI senilai jutaan dollar bukan solusi yang tepat untuk digunakan di bandara atau lokasi-lokasi lain. (nature.com/Rtr/wsn)

Gado gado artikel 53

putut_2002@plasa.com

Kecerdasan Buatan
TEKNOLOGI kecerdasan buatan semakin melingkari kehidupan manusia saat ini. Contoh sederhananya adalah pada permainan komputer yang dirancang untuk membuat manusia berpikir keras untuk mengalahkannya. Kemudian pada industri otomotif adalah sistem peringatan dini yang mampu memberi tahu pengemudi bila mobil berpotensi mengalami tabrakan dengan kendaraan di depannya. Rahasianya terletak pada teknologi komputer yang mampu mengolah data dengan cepat. Superkomputer saat ini mampu memproses data sebanyak 100 triliun per detik. Bahkan beberapa ahli komputer percaya dalam waktu dekat teknologi komputer dapat mendekati kemampuan otak manusia dalam mengolah data. Pesatnya teknologi komputer telah membuat semakin pintarnya robot-robot, seperti Asimo yang bisa menari dan berjalan, karena sudah dilengkapi kecerdasan buatan. Intelenjensia buatan atau artificial intelligence (AI) sudah diteliti sejak puluhan tahun yang lalu. Baru pada tahun 1980-an difokuskan pada membuat mesin yang dapat menyelesaikan masalah sekaligus dengan alasannya seperti manusia. Namun begitu memang riset AI tidak berkembang seperti yang diharapkan karena berbenturan dengan masalah perasaan. Robot hanya bisa melakukan pekerjaan dalam jumlah yang terbatas, dan tidak bisa dibebani dengan perasaan untuk membuat sesuatu yang yang bagus. Pekerjaan cenderung standar. Karenanya sejak tahun 1990-an, para ahli pun memilih untuk berkonsentrasi dalam merancang robot kecil yang lebih fleksibel dalam bergerak dan bukan melakukan pekerjaan yang berat. (ovi/newscientist.com)**

Alzheimer Belum Ada Obatnya
PENYAKIT Alzheimer, seperti yang dialami mantan Presiden AS Ronald Reagan adalah penyakit yang sampai saat ini belum ditemukan obatnya. Penyakit yang biasanya menyerang para orang tua ini, membuat penderitanya kehilangan daya ingat, dan segala kenangan yang dimilikinya. Diperkirakan ada 4 juta orang AS yang menderita Alzheimer dan masih akan terus meningkat. Asosiasi Alzheimer memprediksi sampai pertengahan abad ini akan ada 14 juta orang AS yang terkena. Penyebab dari penyakit ini belum diketahui, meskipun diyakini, usia adalah faktor utamanya. Kemungkinan untuk menderita Alzheimer meningkat setelah berusia 65 tahun dan di atas 85 tahun risikonya naik hampir dua kali lipat. Penyakit ini telah merenggut manusia dari berbagai aktivitas pribadinya. Uniknya banyak orang terkenal yang mengalaminya, seperti mantan perdana menteri Inggris Harold Wilson, penyanyi Perry Como, artis Rita Hayworth dan mantan Menteri Luar Negeri AS Cyrus Vance. Kehadiran penyakit ini dirasakan dengan menurunnya fungsi otak terutama yang mengatur daya ingat dan berpikir. Setelah terkena Alzheimer, biasanya penderita dapat bertahan antara 8 sampai dengan 10 tahun. Meskipun beberapa di antaranya dapat meninggal lebih cepat atau bahkan bertahan selama 20 tahun. Hilangnya sel di otak bisa menyebabkan kegagalan fungsi lain pada organ tubuh. Inilah yang kerap kali menjadi penyebab kematian lebih cepat. Dengan menggunakan miskroskop, para ahli kesehatan mendeteksi penyebab dari Alzheimer adalah sejenis protein abnormal di otak. (ovi\ap)**

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005

Cugnot Mobil Pertama Bertenaga Uap
MOBIL layaknya penemuan lainnya tidak diciptakan dalam waktu singkat, namun secara bertahap. Desainnya secara teoritis sudah dikemukakan oleh Leonardo da Vinci dan Isaac Newton, beberapa abad sebelum kendaraan pertama yang memakai mesin, meluncur di jalanan. Kendaraan tersebut berbentuk traktor militer yang dibuat Nicolas Joseph Cugnot (1725-1804) tahun 1769. Penemuan ini diakui oleh dua organisasi otomotif Eropa yaitu British Royal Automobile Club dan Automobile Club de France, sebagai mobil pertama yang memenuhi prinsip kendaraan bermotor. Pembuatan Cugnot berdasarkan pesanan tentara Prancis yang memakainya untuk menarik meriam. Traktor militer memiliki kecepatan sekira 2,5 mph (mil per jam) dan berdiri di atas tiga roda. Modelnya lebih mirip gerobak yang ditarik mesin, daripada mobil. Meskipun begitu desain yang dipikirkan Cugnot di kemudian hari banyak diadopsi oleh pabrikan mobil dunia dengan menempatkan mesin di bagian depan. Sistem kerjanya amat sederhana, memakai uap air sebagai tenaga pendorong piston yang kemudian menggerakkan kruk as pemutar roda depan. Selain tercatat sebagai pencipta mobil, Cugnot adalah orang pertama yang terlibat dalam kecelakaan, ketika traktornya menabrak dinding pada tahun 1771. Dalam perkembangannya mesin uap tidak populer sebagai tenaga penggerak kendaraan, karena mesinnya yang relatif besar. Mesin uap lebih banyak digunakan sebagai tenaga penggerak lokomotif kereta api. Teknologi mesin bakar seperti yang digunakan pada mobil saat ini ditemukan pertama kali tahun 1885 oleh Karl Benz. Yang kemudian bergabung dengan Gottlieb Daimler mendesain mobil yang penggunaannya jauh lebih praktis dibandingkan mobil Cugnot.(ovi/inventors.about.com)**

Teknologi Kartu Kredit Suara
SEMAKIN maraknya kejahatan dengan memakai kartu kredit telah mendorong dikembangkannya teknologi yang membuat kartu tersebut dapat berbicara. Tentu saja tidak asal berbicara, namun berhubungan dengan otoritas penggunaan kartu kredit tersebut. Jika biasanya untuk mengesahkan pembayaran, kartu tersebut harus digesekkan pada mesin, maka kartu model baru ini baru sah bila mendengar suara asli dari pemiliknya. Saat ini prototipe kartu tersebut sedang dikembangkan perusahaan Beepcard di Santa Monica, California. Di dalamnya selain tersimpan data pemilik, juga ditempatkan chip komputer pengenal suara, microphone, loudspeaker dan baterai. Ukuran panjangnya masih tetap mungil seperti kartu kredit umumnya. Namum lebarnya yang tiga kali lipat membuat penelitian terus dilanjutkan. Menurut Alan Sege, CEO Beepcard, perusahaannya sedang merencanakan untuk memakai chips yang lebih kecil untuk membuat ukurannya tetap standar. Kartu bersuara ini dirancang dengan memakai teknologi transaksi online perbankkan lewat telefon. Di Indonesia teknologi ini sedang tren saat ini dan memudahkan nasabah bank untuk melakukan transfer dana, pembayaran dan mencari informasi di saat hari libur. Bedanya kalau transaksi online menyebutkan PIN, maka kartu rancangan Beepcard memakai sistem pengenal suara. Untuk mencegah pencuri merekam suara asli pemilik kartu, Beepcard memasang teknologi pengacak suara di server mereka. Dibandingkan kartu kredit konvensional yang relatif sukar untuk mengganti PIN, kartu bersuara ini memiliki keunggulan di mana pemiliknya dapat mengganti kata-kata yang direkam pada chips. Meskipun begitu pencuri tidak dapat mengganti suara asli pemiliknya, karena data suara tersebut tersimpan rapi pada komputer.

Gado gado artikel 55

putut_2002@plasa.com EI (EMOTIONAL INTELLIGENCE) ATAU KECERDASAN EMOSIONAL ? BPPSDMK, Jakarta - Apa itu kecerdasan emosional ? dan apa bedanya dengan IQ (Intelligence Quotient) atau yang disebut dengan kecerdasan? IQ atau kecerdasan biasanya atau sering digunakan sebagai patokan tingkat kecerdasan seseorang dan sering digunakan sebagai salah satu persyaratan waktu akan mencari pekerjaan atau akan memasuki dunia pendidikan. Intelegensi dapat diartikan sebagai daya atau kemampuan manusia untuk menyesuaikan diri dengan keadaan baru dengan menggunakan alat-alat berpikir (otak) yang dimilikinya. Disini dapat dilihat bahwa kecerdasan erat kaitannya dengan masalah penyesuaian diri terhadap masalah yang dihadapinya. Orang yang memiliki intelegensi tinggi akan lebih cepat dan lebih tepat di dalam menghadapi masalah-masalah baru dibandingkan dengan orang yang kecerdasannya kurang. IQ digolongkan menjadi 4 (empat) kategori yaitu: kecerdasan rata-rata dengan angka IQ 90 - 109; diatas rata-rata dengan angka IQ 110-119; cerdas dengan angka IQ 120-129 dan IQ diatas 130 untuk kategori jenius (cerdas sekali). Kecerdasan emosional (Emotional Intelligence) Apakah orang dengan IQ yang rendah atau rata-rata tidak akan seberhasil orang dengan IQ yang tinggi? Pemikiran inilah yang kemudian memunculkan pentingnya kecerdasan emosi untuk menandingi kecerdasan. Inilah tantangan bagi mereka yang menganut pandangan sempit tentang kecerdasan dengan mengatakan bahwa IQ merupakan masalah keturunan atau bawaan (genetik) yang tidak bisa diubah lagi, sekalipun oleh pengalaman hidup seseorang. Lalu bagaiman dengan adanya kenyataan bahwa orang yang ber IQ tinggipun bisa gagal sedangkan orang yang ber IQ rata-rata menjadi sangat sukses dalam hidupnya. Disinilah kecerdasan emosional memegang peranan penting, dimana ia mencakup pengendalian diri, semangat dan ketekunan, serta kemampuan untuk memotivasi diri sendiri. Keterampilanketerampilan seperti ini dapat diajarkan kepada anak-anak sejak dini, untuk memberi mereka peluang yang lebih baik dalam memanfaatkan potensi yang ada dalam diri mereka. Apakah emosi itu? Emosi adalah setiap kegiatan atau pergolakan pikiran, perasaan, nafsu atau setiap keadaan mental (psikologis) yang hebat atau meluap-luap. Walaupun bentuk emosi itu bermacammacam yang bahkan terkadang sulit untuk kita definisikan karena terkadang emosi itu bercampur aduk menjadi satu. Berbagai macam emosi tersebut dapat dikategorisasikan menjadi amarah, kesedihan, rasa takut, kenikmatan, cinta, terkejut, jengkel dan malu. Keterampilan mengelola emosi ? Keterampilan dalam mengelola emosi meliputi: 1. mampu mengidentifikasi serta mendefinisikan perasaan yang muncul 2. mampu mengungkapkan perasaan, mampu menilai intensitas (kadar) perasaan 3. mampu mengelola perasaan 4. mampu mengendalikan diri sendiri 5. mampu mengurangi stres 6. mampu mengetahui perbedaan antara perasaan dan tindakan. Selain keterampilan emosional, keterampilan yang berkaitan dengan kecerdasan (kognitif) juga penting. Keterampilan seperti melakukan monolog (berbicara kepada diri sendiri) atau melakukan dialog batin untuk menghadapi suatu masalah; dapat membaca atau menafsirkan isyarat-isyarat sosial, misalnya megenali pengaruh sosial terhadap perilaku kita dan melihat dampak perilaku kita tidak hanya dengan kacamata probadi akan tetapi dengan pandangan (perspektif) yang lebih luas yaitu masyarakat dimana kita tinggal; menggunakan langkah-langkah yang tepat dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan memperhitungkan resiko-resiko yang mungkin akan terjadi; mampu memahami sudut pandang orang lain; memahami sopan santun, perilaku mana yang dapat diterima dan mana yang tidak dapat diterima oleh orang lain atau masyarakat bersikap positif dan optimistis; serta mampu mengembangkan harapan-harapan yang realistis tentang diri

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 sendiri dan masa depan kita. Keterampilan berperilaku Untuk melengkapi keterampilan emosional dan kognitif, ada satu lagi keterampilan yang harus kita kuasai untuk dapat berhasil dalam kehidupan kita, yaitu keterampilan dalam berperilaku. Perilaku kita mencakup dua hal yaitu perilaku verbal dan perilaku non-verbal. Perilaku verbal adalah perilaku yang diwujudkan dengan kata-kata, misalnya mampu mengajukan permintaan-permintaan dengan jelas; menanggapi kritik secara efektif, mampu bersifat asertif (tegas dan terbuka) untuk menolak pengaruh-pengaruh negatif dan mampu mendengarkan orang lain. Sedangkan perilaku non-verbal adalah perilaku yang diwujudkan dengan sikap tubuh, ekspresi wajah (seperti cemberut, tersenyum, dsb), pandangan mata dll. Manusia dikaruniai Tuhan tiga kemampuan tersebut yaitu kecerdasan, emosi dan perilaku, tinggal bagaimana kita mengelolanya sehingga mampu melengkapi satu sama lain.

Gado gado artikel 57

putut_2002@plasa.com

Kelemahan Kognisi Ringan sebagai Awal Pikun Alzheimer pada Usia Lanjut
Sidiarto Kusumoputro PENYAKIT Alzheimer yang menyebabkan gejala demensia atau pikun, dulu sukar dikenali pada tahap awalnya sehingga diagnosisnya selalu terlambat dibuat dan akibatnya terlambat pula penanganannya. Penyakit Alzheimer yang disebabkan oleh proses degeneratif otak merupakan salah satu batu sandungan dalam perjalanan hidup para lanjut usia di samping, kanker, stroke, dan penyakit jantung. Beberapa tahun terakhir ini timbul sebuah konsep baru tentang diagnosis sangat awal penyakit Alzheimer yaitu kelemahan kognisi ringan (KKR)-Mild Cognitive Impairment/MCI. KKR yang merupakan gangguan untuk mengenal dan menafsirkan lingkungan dan terjadi pada warga usia setengah baya dan lanjut yang tentunya akan mempengaruhi kualitas hidup mereka. "Apakah kemampuan kognisi saya harus mundur hanya karena saya makin menjadi tua?". Itulah pertanyaan yang sering dikemukakan dan dicemaskan. Dengan kata lain, apakah proses menjadi tua itu identik dengan mengalami kelemahan kognisi atau menjadi pikun? Soal kepikunan atau kelemahan kognisi yang berat (medis: dementia) kini menjadi pusat perhatian para pakar gerontologi (ilmu usia lanjut) dalam 5 tahun terakhir ini karena konsep kepikunan terkini sudah berubah. Pikun/demensia akibat Penyakit Alzheimer (PA) amat ditakuti oleh para warga lanjut usia, setidak-tidaknya di negara maju yang telah lama mengenalnya. Perjalanan PA terkenal sebagai proses yang sangat menahun tetapi progresif. Seseorang yang tampak sehat-sehat saja, "tiba-tiba" menjadi pikun Alzheimer tanpa diketahui sebelumnya. Ini disebabkan karena selama ini tidak teramati bahwa sebenarnya sebelum pikun telah terjadi proses perantara, yang disebut KKR. Saat itu KKR belum dianggap sebagai entitas sebuah penyakit. Kini masalahnya telah berubah. Perkembangan menjadi pikun terutama PA, berlangsung secara bertingkat melalui tahapan tertentu. Tahap awal dimulai dari gejala mudah lupa, cepat lupa (medis: forgetfulness) yang banyak dijumpai pada lanjut usia (28-38 persen dari populasi lanjut usia, Hanninen, 1986). Dulu tahap awal mudah lupa ini tidak dipermasalahkan. Tetapi kini, kenyataannya tahap awal itu dapat berlanjut menjadi pikun, sebuah penyakit otak yang medisnya disebut sebagai demensia, sebuah kondisi yang dikenal sejak lama (prevalensinya satu persen dari populasi warga usia 60-65 tahun dan meningkat setiap pertambahan Umur lima tahun dan menjadi 16.8 persen di atas 85 tahun). Istilah demensia itu berasal dari bahasa asing emence yang pertama kali dipakai oleh Pinel (1745-1826). Jabaran demensia sekarang adalah "kehilangan kemampuan kognisi yang sedemikian berat hingga mengganggu fungsi sosial dan pekerjaan". Penyandang demensia selain mengalami kelemahan kognisi secara bertahap, juga akan mengalami kemunduran aktivitas hidup sehari-hari (activity of daily living/ADL) Ini pun terjadi secara bertahap dan dapat diamati. Awalnya, kemunduran aktivitas hidup sehari-hari ini berujud sebagai ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas hidup yang kompleks (complex activity of daily living) seperti tidak mampu mengatur keuangan, melakukan korespondensi, bepergian dengan kendaraan umum, melakukan hobi, memasak, menata boga, mengatur obat-obatan, menggunakan telepon, dan sebagainya. Lambat laun penyandang tersebut tidak mampu melakukan aktivitas hidup sehari-hari yang dasar (basic activity of daily living) berupa ketidakmampuan untuk berpakaian, menyisir, mandi, toileting, makan, dan aktivitas hidup sehari-hari yang dasar (basic ADL). Jadi proses demensia terjadi secara bertingkat dalam tahapan-tahapan yang dapat diamati dan dikenali kalau saja orang dekatnya waspada. Konsep baru

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 Sejak akhir tahun 1980-an dan awal tahun 1990-an para pakar gerontologi (ilmu usia lanjut) dan geriatri (ilmu penyakit usia lanjut) mengamati bahwa warga lanjut usia yang mudah lupa (forgetful) yang masih wajar-wajar saja (benign senescent forgetfulness) ternyata sebagian dapat berkembang lanjut menjadi mudah lupa yang tidak wajar lagi, malignant senescent forgetfulness dan sebagian lagi dari yang terakhir ini dapat berkembang lanjut lagi menjadi kondisi demensia. Inilah yang perlu diinformasikan. Pengamatan satu dekade itu meliputi observasi para warga lanjut usia berdasarkan kemampuan kognisi dipadukan dengan kemampuan aktivitas hidup sehari-hari yang kompleks dan dasar. Secara bersinambung para pakar menemukan dan menjabarkan beberapa kondisi yang awalnya disebut sebagai Age-Associated Memory Impairment (AAMI) tahun 1986, selanjutnya berkembang pesat dan akhirnya Cognitively Impaired Not Demented/CIND, 1995. Dinamakan sebagai tahap perantara (in-between group). Saat inilah konsep pikun/demensia mulai berubah; begitu pula sikap para pakarnya. Ternyata demensia dapat diamati sebelumnya, dapat dihambat, dapat dicegah, malahan dapat diobati kalau saja tahapannya dikenali. Oleh karena itu, kemampuan kognisi para lanjut usia perlu diamati untuk mengenali keadaan yang dapat berkembang menjadi apa yang disebut sebagai pra-pikun (predementia) tersebut. Ternyata bahwa seseorang yang mengalami demensia pada tahap akhir penyakitnya, baik itu akibat stroke ataupun penyakit Alzheimer, dalam proses perkembangannya menunjukkan sebuah tahap yang disebut sebagai kelemahan kognisi tanpa demensia-cognitively impaired not demented (CIND). Kelompok lanjut usia yang berada dalam tahap ini disebut sebagai ’inbetween group’ atau kelompok perantara yang berada antara warga lanjut usia yang normal dan yang demensia. Kelompok perantara ini merupakan ’warning’ atau peringatan adanya kemungkinan akan berkembang lanjut menjadi demensia. Kelemahan kognisi ringan Pada awal tahun 2000-an, kelompok perantara yang seolah-olah ’sehat tidak, pikun pun tidak’ mulai diperhatikan dan dijabarkan. Baru tahun 2000 inilah terbit sebuah konsensus tentang kelompok perantara yang disebut sebagai KKR atau MCI. yang berkaitan dengan penyakit Alzheimer. Penyandang KKR perlu diberi perhatian karena mereka seringkali masih tampak sehat, masih aktif bekerja, tidak mengeluh, tetapi secara samar menunjukkan kelemahan kognisi. Mereka dapat merugikan diri sendiri karena pengetahuan dan performa dalam kehidupan sehari-hari mulai mundur. Malahan dapat pula merugikan lingkungan kalau mereka melakukan kesalahan pola pikir dan tindakan tanpa disadarinya. Paling merepotkan adalah bahwa mereka pada awal penyakit menunjukkan gejala penyangkalan (agnosia), menyangkal bahwa dirinya telah mengalami KKR, tidak mau berkonsultasi kepada profesional. Kasarnya, mereka tidak sadar berada dalam kondisi ’sehat tidak, pikun-pun belum. Setengah pikunlah’. Karena itulah, masyarakat lanjut usia perlu diawasi agar tidak terjerumus ke dalam kondisi ini. Dalam hal ini peran masyarakat lebih besar daripada medis karena mereka masih berada dalam Sidiarto Kusumoputro Guru Besar Neurologi, tinggal di Jakarta

Kolaborasi Otak Manusia dan Komputer
Selama ini, para peneliti bermimpi untuk menyambung otak manusia secara langsung dengan komputer. Terutama bagi penderita lumpuh mulai leher ke bawah. Bila penderita lumpuh ini dapat mengoperasikan komputer hanya dengan memikirkannya, maka mereka

Gado gado artikel 59

putut_2002@plasa.com akan dapat menyalakan tombol lampu dan televisi. Suatu hal yang diidamkan kurang lebih 160.000 penderita lumpuh di Amerika Serikat (AS). Teknologi brain-computer interface (BCI) sebenarnya telah diperkenalkan sejak lima tahun lalu. Bahkan, lebih dari setengah jumlah buletin ilmiah di AS, mempublikasikannya sejak dua tahun lalu. Dengan menghubungkan otak pasien langsung ke sebuah komputer, para ilmuwan telah melihat sebuah peningkatan di dalam kemampuan pasien untuk mengendalikan cursor. Adalah Cyberkinetics yang mengembangkan riset menggunakan BCI ini. Tahun ini, Cyberkinetics menempatkan pasien pertamanya, Matthew Nagle, di sebuah klinik. Nagle akan diujicoba untuk menggunakan sistem BrainGate. Dari kursi rodanya, Nagle dapat membuka e-mail, mengganti saluran TV, menyalakan lampu, dan memainkan video game seperti Tetris, hanya dengan memikirkannya. "Ini tidak jelek juga," ujar Nagle dalam sebuah video saat dia menggunakan teknologi BrainGate. Dengan teknologi tersebut, Nagle dapat menggerakkan tangannya untuk pertama kalinya sejak lehernya ditikam dalam perkelahian di Wessagussett Beach, Massachusetts. Para peneliti menanam alat di bawah tengkorak, di lapisan kulit luar. Alat tersebut terdiri dari chip komputer berukuran 2 x 2 mm yang berisi 100 elektroda. Para ahli bedah menempelkan susunan elektroda pada saraf di lapisan kulit luar otak Nagle, sedikit di atas telinga kanan. Susunan elektroda diikat dengan seutas benang ke sebuah plug yang menonjol di atas kepala Nagle. Elektroda tersebut bertugas mengirim informasi dari 50 hingga 150 saraf manusia melalui kabel fiber-optik ke sebuah alat yang berukuran sebesar kaset VHS. Dengan alat tersebut, data yang terkirim akan diubah menjadi data digital. Kabel lain menyambungkan digitizer, pengubah data digital, ke komputer yang kemudian menerjemahkan sinyal tersebut. Para ilmuwan lain kini tengah mengembangkan BCI noninvasive yang lebih sederhana. Jonathan Wolpaw, profesor di Wadsworth Center, New York, memublikasikan sebuah jurnal ilmiah pada Desember 2004 di Proceedings of the National Academy of Sciences. Dalam jurnal tersebut, Wolpaw mencoba menunjukkan bahwa noninvasive electroencephalogram (EEG) miliknya yang berwujud topi, dapat menangkap sinyal otak. Paling tidak hampir sama seperti teknologi Cyberkinetics. Teknologi BCI yang sengaja dipasang di luar kepala ini juga memberikan keuntungan lain. Di antaranya, mampu menerima sinyal dari banyak titik di otak daripada BCI yang ditanam di tempat yang spesifik

Elektroda yang ditanam memang sangat spesifik. Sehingga, dapat merekam aktivitas gerakan otot," kata Charles Anderson, peneliti di Colorado State University. "Tapi, kami ingin mengidentifikasi aktivitas yang lebih tinggi levelnya. Seperti aktivitas yang melibatkan mental. Bila demikian adanya, akan dibutuhkan banyak elektroda," lanjut Anderson. Sementara itu, Cyberkinetics sedang berusaha mendapatkan pengakuan. Perusahan ini membutuhkan lebih dari empat pasien untuk melengkapi pendaftaran legalisasi pemeriksaan klinis BrainGate oleh lembaga Food and Drug Administration (FDA), BPOM-nya AS. Selain itu, Cyberkinetics juga tengah berusaha mendapatkan izin untuk sebuah studi pengujian bagi pasien penderita amyotrophic lateral sclerosis (ALS) atau lebih dikenal dengan penyakit Lou Gehrig. Mereka berharap bisa mendaftarkan satu pasien akhir tahun ini.

MAGIC BRAIN Maraknya Penemuan dan Inovasi Rangsangan Pada Pusat Pikir Serta Hasilnya
Kursus Metode Silva Dunia semakin maju, mengikuti perkembangan atau evolusi, teristimewa yang menyangkut

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 peningkatan dari kemampuan kesempurnaan manusia. Dorongan atau motivasi apakah yang telah membangkitkan gairah kearah yang merangsang setiap cendekiawan masa kini ? Sudah tentu hal itu yang bersangkutan dengan ke-TIDAK mampuan manusia untuk dapat menanggulangi adanya banyak MASALAH yang semakin banyak timbul, tanpa dapat dicegah dengan suatu penanggulangan atau solusi yang tuntas. Banyak sekali kekurangan-kekurangan yang terdapat didalam melaksanakan penyelesaian masalah tersebut. Dan kenyataannya adalah, bahwa sumber dari permasalahannya terletak pada kekurang perhatian yang mendalam yang menyangkut NASIB dan cara mengaturnya bagi umum. Kita kini makin tahu, bahwa segala sesuatu yang menyangkut aktiviatas suatu keputusan dan tindakan akhir, merupakan suatu PENGELOLAAN dari Pusat Pikir, tanpa mana kita tak dapat beraktivitas. Me-manage atau mengelola cetusan pikiran tersebut juga merupakan suatu keterampilan yang harus dipunyai oleh seseorang yang bisa disebut sebagai PAKAR pembedah persoalan, sampai yang paling rumit sekalipun. Untuk itu diperlukan ke-MAHA-PENGETAHUAN pada tingkatan manusia, yang memang pada hakekatnya telah di-CIPTAKAN dengan SEMPURNA oleh MAHA PENCIPTA kita, bukan begitu, para pembaca ? Apakah sebenarnya PENYEBAB dari kekurangan-kekurangan kita itu ? Tidak lain, adalah tidak adanya KEPEKAAN INTUITIF yang telah ada pada diri kita, tapi yang harus bisa DIKENDALIKAN bila dibutuhkan. Disinilah para pakar penyelidik OTAK MANUSIA lalu mencoba mencari JALAN KELUAR dari keterbatasan yang masih saja belum ter-ATASI oleh manusia hingga saat terkini ! Sebagai manusia kita dididik melalui suatu cara tertentu untuk menjadi sosok yang BERSIH, BERKUALITAS, BERMORAL serta ETIS didalam segala bentuk tindakannya. Inilah yang didambakan oleh kita semua. Merobah INTI JIWA manusia memang tidak akan bisa cepat, mudah dan akan selalu memakan waktu yang panjang sekali. Dengan ‘maraknya’ masalah-masalah yang timbul dalam banyak negara yang sedang berkembang, yang tak ketinggalan pula adanya berbagai bentuk masalah pada negara yang TELAH berkembang, mendesak para PAKAR RISET Otak manusia untuk menemukan suatu cara yang AMPUH untuk bisa merubah bentuk JIWA yang telah lama TERCEMAR dengan frekuensi gelombang-gelombang yang NEGATIF selama beberapa millennium. Sifat manusia yang telah dianugerahi kebebasan menentukan NASIB, yang tak ditunjang oleh KESEIMBANGAN berpikir serta pengendalian EMOSI-nya, telah banyak membawa ke-NISTAAN yang kelihatannya men-DOMINASI daripada ke-SEIMBANGAN POSITIF yang seharusnya dapat dialami oleh kita semua. Usaha apapun yang dilaksanakan dengan cara-cara yang baik, tanpa mendesak dan tidak mengenyampingkan mereka yang kurang beruntung, akan memberikan ARAH KEHIDUPAN yang sangat dicita-citakan oleh kita semua, bukan demikian ? Dasar dari pendidikan pada masa lampau, memang kurang sempurna sekali, dan hanya berpedoman kepada kemampuan dari Otak bagian KIRI saja. Sedangkan pengertian yang menyangkut kemampuan Otak bagian KANAN pada saat itu belumlah muncul dan dapat dipahami oleh UMUM. Bahkan hingga saat terkini masih diRAGU-kan akan menfaatnya. Rupanya, didalam banyak riset telah ditemukan suatu TENDENSI adanya kebutuhan manusia yang menyangkut penggunaan BAWAH SADAR atau NIRSADAR. Mungkin sulit untuk bisa dijelaskan tanpa dialami sendiri. Suatu teori memang didasarkan atas PRAKTEK beserta pengalaman penetrapannya. Yang banyak sekali menghambat adalah KEBIASAAN yang telah BERKARAT didalam OTAK. Kita ketahui, bahwa membersihkan karat pada benda fisik memerlukan cara yang tak mudah. Sungguhpun kelihatan sudah hilang karat itu, tapi BEKAS-nya akan tetap TINGGAL dan dapat dilihat. Banyak mengira, bahwa dalam keadaan MENTAL kejadian seperti itu akan bisa dihilangkan dengan tuntas. Tapi, melalui banyak penyelidikan, bekas dari sesuatu yang ter-GORES dalam bilangan MENTAL akan juga tetap bisa tinggal, sungguhpun orang berkata, bahwa kejadian negatif, makin lama akan bisa tidak diingat kembali. Waktu, akan menghilangkan noda dan luka, itu pendapat kebanyakan orang. Namun kenyataannya TIDAK DEMIKIAN. Waktu akan mengobati luka, kata orang, tapi dengan mental akan jauh lebih sulit daripada yang fisik. Apa CARA untuk menghilangkan noda dan luka MENTAL, para pembaca ? Inilah yang saat kini sedang diselidiki dengan cermat dan tuntas oleh para ‘scientist’ atau cendekiawan, didalam memberikan kemudahan-kemudahan untuk didalam waktu yang sesingkatnya dapat membebaskan diri seseorang dari desakan pikiran yang berbentuk FRUSTRASI dan STRES. Hanya saja, penemuan-penemuan baru kini, banyak mengarahkan kepada PENDEKATAN FISIK, yaitu bagaimana bisa merangsang Otak untuk mempunyai getaran frekuensi yang ternyata dapat

Gado gado artikel 61

putut_2002@plasa.com mengadakan perubahan didalam proses kimiawi didalam tubuh, yang melestarikan berjalannya proses KESEHATAN secara sempurna, tanpa menggunakan stimulasi obat-obatan yang non-alami. Kekerasan kepala pada banyak orang yang merasa dirinya lebih pintar dari sesamanya melalui penggunaan fungsi Otak bagian Kiri, membuktikan secara IMPERIS, bahwa keterbatasan merupakan HAMBATAN yang sulit diatasi. Masalah ke masalah akhirnya tertimbun menjadi BISUL besar, yang sudah sulit sekali untuk dicegah pembengkaannya tersebut. Akhirnya akan MELETUS dengan segala akibatnya, bukan ? Mungkin naskah ini akan memberikan dampak sepertinya diulang kembali segala sesuatu yang telah dibentangkan didalam naskah-naskah sebelumnya. Justru, para pembaca, pengulanganpengulangan itu akan memberikan pengertian, yang pada akhirnya akan memberikan kecerahan dan keleluasan PERSEPSI. Dan bukankah pengulangan-pengulangan itupun telah para pembaca alami didalam menerima PENDIDIKAN apapun caranya, ini kenyataanya, bukan ? Namanya melaksanakan ‘refreshing’ atau penyegaran dari pengetahuan yang telah pernah dicerna beberapa saat yang lalu. Sebagai manusia kita menganggap LUMRAH untuk melupakan sesuatu. Ketahuilah, bahwa melupakan sesuatu, MAKIN LAMA akan mengarah kepada penyakit yang dinamakan ALTZHEIMER (Kepikunan yang PARAH) ! Belajar pelatihannya Metode Silva pun, memerlukan penyegaran sebanyak minimal tiga kali dari seluruh bimbingannya. Tapi didalam hal pelatihan fisik akan memerlukan jauh lebih banyak pengulangan-pengulangan, itu kenyataan dari perbedaan antara pelatihan mental dan pelatihan fisik. Mengapakah ada perbedaan itu ? Karena bimbingan pelatihan mental dilaksanakan didalam KONDISI NIRSADAR, TANPA melaksanakan gerakan, misalnya: pernapasan, gerak tubuh dan mengikuti bentuk tertentu pada tubuh, seperti sila, menyilang kaki dan macam bentuk yang terdapat pada sitem-sistem lain. apapun yang menyangkut bentuk LUAR tubuh kita. Tanpa pernapasan yang diidolakan sebagai sesuatu yang membangkitkan yang dinamakan ‘tenaga dalam’. Pendekatan fisik akan selalu menjadi hal yang akan merupakan cara utama didalam meningkatkan kemampuan mental. Ini yang selalu diharapkan oleh kebanyakan diantara kita. Para leluhur kita juga menggunakan penggemblengan mental melalui PENDEKATAN FISIK, bukan ? Ketahuilah, para pembaca, bahwa MENTAL itu, bila dikendalikan dengan sempurna, akan selalu menjadi pengaruh yang UTAMA didalam pengembangan FISIK. Bila dibalikkan, artinya pelatihan fisik yang diarahkan untuk seakan ‘menggembleng mental’ sudah tak pada tempatnya diikuti lagi, setelah kini diketahui dengan adanya fenomena penemuan pengendalian NIRSADAR, yang akan mampu sekali memberikan pelestarian proses kesehatan, yang selalu diserang oleh berjangkitnya frustrasi dan stres yang melanda PIKIRAN pada kebanyakan diantara kita. Bentuknya sangat HALUS, tak disadari dan tak diketahui, dan tak dapat dilihat serta DIRASAKAN dengan NYATA, tapi pada suatu saat terjadilah turunnya pembuatan ANTIBODY dari tubuh kita. Makin maju zaman dimana kita hidup kini, apalagi bagi anda-anda yang masih dibawah umur dewasa, SAAT-nya sudah TIBA untuk merubah diri dengan cara pendidikan SUBYEKTIF. Hasil dari pendidikan seperti yang dijelaskan setelah sekian lama melalui naskah-naskah pada ‘magic brain’, secara berangsur telah diakui oleh mereka yang melalui web Indosiar menghubungi penulis dan banyak bertanya dengan tatap muka, apa sebenarnya penyelidikan penggunaan jalur Otak bagian Kanan itu. Setelah banyak diberikan penjelasan, yang mungkin lebih tercerna daripada membaca suatu naskah, karena persepsi akan selalu tergantung dari tingkatan pengalaman dan pendidikan yang telah dialami sebagai latar belakangnya, maka mereka mengambil keputusan yang sangat bijak, untuk mengikuti pelatihan Metode Silva. Dengan sendirinya penulis selalu akan menekankan kepada MOTIVASI-nya yang harus TINGGI. Kemudian menanamkan disiplin serta menghilangkan kemalasan yang menjadi penghambat besar bagi kemajuan kita pada umumnya. Sifat-sifat yang merugikan melalui Metode Silva dapat dikikis habis melalui teknik-teknik yang langsung dapat dipraktekkan dan kemudian di-PELIHARA dengan seksama, karena hanya dengan demikian, keterampilan akan tetap terjaga pada kondisi OPTIMAL. Suatu lembaga riset yang sudah beroperasi sejak tahun 1985, telah memulai dengan gelombang suara yang demikian halusnya dengan frekuensi yang sangat rendah, yang tak dapat ditangkap oleh telinga fisik kita, salah satu indra yang digunakan pada kondisi BANGUN SADAR. Seperti penulis pernah ungkapkan, bahwa nirsadar juga mempunyai indra-indra yang serupa dengan yang fisik, tapi ber-operasi secara NON-FISIK, kini telah terbukti. Gelombang frekuensi yang sangat halus itu, dapat di-INDUKSI-kan pada indra pendengaran mental pada kondisi nirsadar. Ini yang dinamakan SUBLIMINAL PROGRAMMING. Didalam suatu alunan gelombang musik, di-TUMPANGKAN frekuensi yang sangat rendah itu, untuk merangsang. Otak mengikutinya pada frekuensi Alpha, Theta dan Delta. Tahap kemudian adalah untuk men-sublimasi atau seperti ‘mengisi’ getaran frekuensi rendah itu dengan programprogram yang akan PASTI dapat merubah sifat-sifat kita yang mempunyai NUANSA NEGATIF. Hal

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 itu, karena cetusan pikiran POSITIF manusia terkelola justru pada KONDISI nisrsadar tersebut. Sudah tentu hal rangsangan dari luar itu, yang direkam pada kaset atau kepingan CD, tak dapat begitu saja didengar secara ramai-ramai, karena pantulan dari frekuensi-frekuensi yang balik kepada telinga kita, akan menghilangkan FOKUS-nya. Gelombang frekuensi itu harus didengar melalui alat dengar STEREO (stereo headphone) langsung pada telinga kita untuk merangsang secara mendalam sekali pada penerimaan indra mental, sehingga akan memberikan hasil yang diinginkan serta didambakan. Perekaman seperti ini akan menjadi patokan tunggal dari KEPEKAAN INTUITIF kita ! Menurut riset yang cukup lama, sekitar 10 tahun, maka cara seperti itu, dapat memberikan, yang mengikuti PROGRAM-nya, hasil yang melebihi mereka atau pakar meditasi yang membutuhkan waktu minimal 15 tahun untuk mencapai tingkatan PENCERAHAN atau ENLIGHTENMENT. Mereka mempelajarinya untuk dapat SELALU pada kondisi nirsadar, tapi dengan waktu yang lama sekali. Menurut uraian mereka, yang menggunakan teknologi suara, waktu yang diperlukan dalam mencapai hasil OPTIMAL adalah satu setengah sampai dengan dua tahun pelatihan serta mendengarkan CD-nya setiap harinya dengan keteraturan satu kali dalam sehari selama satu jam. Melebihi hal itu akan menurunkan ke-optimalannya. Hal itu seperti ketentuan yang dinyatakan oleh Metode Silva, bahwa melatih teknik-tekniknya hanya memerlukan minimal TUJUH menit dan maksimal LIMA BELAS menit untuk mendapatkan rangsangan optimal tersebut. Inilah KELEBIHAN dari Metode Silva terhadap semua sistem yang rangsangannya dilaksanakan dengan pendekatan fisik. Bila dihitung biaya investasinya, akan jauh melebihi investasi dari Metode Silva pada proporsi jangka panjang, yang pada Metode Silva, hanya sekali saja untuk mendapatkan dasar cara PENGENDALIAN DIRI. Dimatangkan dalam 21 hari, setelah bimbingan 15 jam minimal, serta pemeliharaan setelah enam bulan praktek, dengan melatih hanya tujuh dari yang dua puluh teknik, selama SATU HARI SEBULAN SEUMUR HIDUP ! Ketergantungan pada rangsangan LUAR tidak ada sama sekali. Bagaimana para pembaca, tinggal menentukan pilihannya, karena penentuan NASIB berada pada DIRI pembaca SENDIRI. Demikianlah Kenyataannya. H.Rd.Lasmono Abdulrify Dyar, Dipl.Sys.Ing., Ph.D adalah Guru Besar dan Direktur Metode Silva Untuk Indonesia, yang berpusat di Laredo - Texas - United States of America HEALTHTREND "Mencegah SARS dengan Kekuatan Pikiran" Wabah SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) telah menimbulkan ketakutan yang luas di masyarakat. Reaksi ketakutan pun beragam. Perdana Menteri Singapura, Goh Cok Tong, kabarnya mengubah gaya bersalaman. Tadinya menjabat tangan, kini cukup mengatupkan tangan di dada. Orang pun berbondong-bondong pakai masker di tempat umum seperti mal dan perkantoran serta mengantongi cairan antiseptik ke mana-mana. Rumah sakit juga dijauhi pengunjung, karena dianggap ’sarang’ virus corona -– penyebab SARS. Reaksi ketakutan tak berhenti sampai di situ. Orang jadi panik bila sesak napas, demam, dan sakit tenggorokan sedikit saja. Padahal, sebelumnya gejala seperti itu cenderung dianggap enteng. Ah, cuma flu! Di Jakarta Utara, belum lama ini, seorang wanita pengusaha yang sering bepergian ke luar negeri nyaris diusir warga karena diduga mengidap SARS. Betapa dahsyatnya wabah ini menyulut ketakutan masyarakat. Siapa pun tentu tak ingin sakit. Apalagi penyakit yang terbukti sampai merenggut nyawa ratusan orang, seperti SARS. Jadi, wajar bila orang takut terjangkiti. Masalahnya, bagaimana bila rasa takut tertular SARS ini sampai berlebihan? Dampak Ketakutan Berlebihan Kemajuan ilmu pengetahuan mengenai otak telah menemukan, kondisi tubuh yang stabil (sehat) tak lepas dari pengaruh otak atau pikiran. Salah satu konsep yang ‘menyatukan’ otak, tubuh, dan stabilitas lingkungan di dalam tubuh, adalah konsep homeostasis. Konsep ini pertama kali dikenalkan oleh ilmuwan Prancis, Claude Bernard (1813-1878) dalam studinya mengenai pengelolaan stabilitas pada ’bagian dalam suatu lingkungan’. Tapi istilah homeostasis itu sendiri diciptakan ahli fisiologi Amerika, Walter Cannon, penulis buku The Wisdom of the Body (1932).

Gado gado artikel 63

putut_2002@plasa.com Homeostasis berasal dari kata-kata Yunani yang berarti ‘sama’ dan ‘stabil’. Istilah ini merujuk pada ’cara tubuh bertindak untuk mengelola lingkungan internal yang stabil, meski ada pengaruh berupa gangguan dan variasi lingkungan’. Otak maupun tubuh sangat terbantu oleh banyaknya mekanisme otomatis yang mampu melawan pengaruh yang cenderung menyebabkan ketidakseimbangan. Stabilitas homeostasis menguntungkan dalam hal osmoregulasi (kemampuan tubuh mempertahankan konsentrasi unsur-unsur dalam larutan tubuh terhadap medium di sekelilingnya), pengontrolan suhu tubuh, dan pengaturan tingkat gula darah. Stabilitas ini sulit dicapai mereka yang menderita kecemasan tinggi berkepanjangan. Virus SARS yang masuk ke dalam tubuh bisa mempengaruhi stabilitas lingkungan internal tubuh. Secara alami, tubuh sebenarnya bisa melawan virus dengan stabilitas homeostasis. Tapi, kecemasan tinggi yang disebabkan rasa takut berlebihan terhadap virus ini membuat stabilitas homeostasis sulit tercapai. Akibatnya, berbagai mekanisme otomatis pertahanan tubuh yang ada di dalam tubuh tak bekerja secara optimal. Dengan kata lain, pertahanan tubuh justru melemah sehingga risiko terjangkit penyakit SARS makin besar. Kekuatan Pikiran Ketakutan berlebihan terhadap SARS sebenarnya tak lain adalah pikiran negatif, yang merupakan respons terhadap informasi seputar SARS. Pikiran negatif cepat sekali muncul di benak banyak orang, karena informasi yang beredar mengenai SARS memang didominasi hal-hal negatif. Misalnya, jumlah korban meninggal yang begitu besar, penularan yang mudah dan cepat, area penyebaran yang luas, dsb. “Ketakutan berlebihan terhadap SARS adalah salah satu pikiran negatif. Makin takut Anda, makin tersugestilah Anda untuk terkena penyakit itu,” ujar Nurcahyo Adikusumo, parapsikolog dari Mahadibya Mind Tune Up Center. Benarkah pikiran bisa mensugesti ketahanan tubuh kita? Susana (33 tahun) -– bukan nama sebenarnya -- semasa kuliah di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, pernah mengalami radang usus besar yang parah, yang membuat dokter memerintahkannya bedrest paling tidak 2 minggu. Padahal 2 minggu lagi adalah ujian semester. Merasa pasrah, Susana akhirnya hanya bisa menyemangati diri dengan berulang-ulang membatin dan berucap: “Saya sehat. Perut saya tidak sakit, kok. Saya pasti akan segera sembuh....” Namun apa yang terjadi beberapa hari kemudian benar-benar di luar dugaan. Susana merasa membaik, perutnya tidak sakit dan kotorannya tak lagi menyisakan bercak darah. Tak sampai seminggu, ketika minta diantar kontrol ke dokter, ia diizinkan mengikuti kuliah awal minggu berikutnya sambil berobat jalan. Jika pikiran positif begitu kuat mensugesti tubuh Susana untuk melawan penyakitnya, jangan heran bila pikiran negatif pun memiliki kekuatan sugesti yang sama untuk membuat tubuh jadi sakit. Membangun Pertahanan Alami Menyikapi wabah SARS, selama ini berbagai pihak lebih menekankan pencegahan yang sifatnya fisik: pakai masker, mengkonsumsi vitamin C dosis tinggi, minum air rebusan kacang hijau dan gula merah, jus jambu biji merah, ramuan Pan Lan Ken dari Cina, dsb. Semua ini tentu positif. Tapi pasti akan lebih efektif jika disertai upaya pencegahan dari dalam diri masing-masing. Caranya? “Upayakanlah agar tubuh mencapai kondisi homeostasis, sehingga tercipta pertahanan alami terhadap berbagai penyakit,” saran Dr. Amarullah H. Siregar, ahli naturopati dari Klinik Naturo, Jakarta. “Bersikaplah tenang dan lebih banyak beristirahat,” imbuhnya. Selain itu, ia juga menyarankan kita agar berusaha membentuk pribadi yang tak terlalu ekstrem, membangun jiwa yang penuh toleransi, selalu bersahabat dan realistis. Terakhir, yang terpenting, adalah berdoa. “Doa adalah simbol restu Tuhan dan kekuatan diri dalam melakukan segala sesuatu agar lancar,” kata Nurcahyo. Dan

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 jangan lupa, doa itu sendiri sebenarnya adalah salah satu bentuk pikiran positif. Bukankah di antara etika berdoa adalah memohon hal-hal positif dan berprasangka positif terhadap Sang Penerima Doa? PG Tips Meningkatkan Pikiran Positif Terhadap SARS 1. Perbanyak pengetahuan tentang SARS. Pikirkan dan sikapi SARS dengan positif: akui dan terima wabah ini sebagai sebuah permasalah. Tapi jangan perbesar masalah jika tak tahu benar. 2. Berhentilah ikut-ikutan menyebarkan peringatan ‘waspada terhadap SARS’ tanpa pemahaman yang benar. Ini bisa menimbulkan ketakutan pada diri sendiri. 3. Perbanyak konsumsi sayur dan buah (misal, jambu biji merah, tomat merah, apel, semangka, pisang) untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Di dalam makanan tersebut terkandung beberapa nutrisi yang bisa meningkatkan kemampuan bagian otak yang menciptakan otosugesti dan efek plasebo..................................     Terapi dilakukan dengan memaksa pasien menggunakan bagian tubuh yang lumpuh akibat kerusakan sel otak secara berulang-ulang selama empat jam sehari dan lima hari selama sepekan. Upaya itu terus dilakukan secara intensif. Alabama (Liputan6)--- Otak dikenal sebagai pusat koordinasi tubuh. Namun jika terjadi kerusakan pada jaringan otak, akan berakibat terganggunya sistem koordinasi terhadap bagian tubuh tertentu. Sejumlah pakar saraf di Alabama, Amerika Serikat, baru-baru ini, mengaku gangguan itu bisa disembuhkan. Itu didasari pada pemikiran bahwa organ-organ tubuh mampu untuk menyembuhkan diri, tidak terkecuali otak. Langkah itu ditempuh dengan memaksa pasien menggunakan bagian tubuh yang lumpuh secara berulang-ulang selama empat jam setiap hari dan lima hari selama sepekan. Gerakan berulang-ulang itu diyakini mampu merangsang jaringan yang rusak untuk membangun jaringan baru. Bila dilakukan secara intensif dan dengan kesabaran penuh maka peluang pasien dapat kembali normal dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama sangatlah terbuka Para pakar saraf itu memegang prinsip--seperti anggota tubuh lainnya--otak dapat dikondisikan dengan pemberian rangsangan untuk mengembalikan fungsi yang rusak. Metode tersebut sejauh ini masih dalam tahap pengembangan. Salah seorang pasien--sebut saja Linda--kehilangan kemampuan koordinasi tubuh bagian kanan akibat tindakan medis berupa penyinaran radiasi tinggi. Saat itu upaya tersebut dilakukan untuk membunuh sel tumor yang tumbuh pada otaknya. Meski pada akhirnya pemberian radiasi berhasil, tak urung sebagian jaringan sel otak Linda rusak. Karena itu, ia kini tidak dapat menggerakkan sebagian organ tubuhnya. Upaya terapi pun dijalani. Ia dapat mulai berjalan. Tapi tingkat keberhasilannya masih setengah-setengah karena pada bagian tangan dan kaki kanan Linda terlihat kaku untuk bergerak Sejak dua tahun silam ia mulai mengikuti terapi lanjutan dengan metode rangsangan baru dan mendapat hasil yang cukup mengagumkan. Menurut Dokter Edward Taub, metode baru yang diperkenalkannya membuktikan bahwa otak mampu beradaptasi lebih cepat dari yang diperkirakan. Mengenai dugaan sel otak yang rusak akan menjadi tidak aktif secara permanen ternyata tidak benar. Sebab, ada cara lain untuk mengembalikannya.(AIS/Ijx)

Gado gado artikel 65

putut_2002@plasa.com Memancarkan Gambar dan Suara Langsung ke Otak Jika Anda berpikir video game sekarang cukup mengasyikkan, maka tunggulah. Produsen PlayStation Sony telah mendapatkan paten untuk mengirimkan (beaming) sensor informasi langsung ke Cara ini, kelak akan menciptakan video game bisa dibaui, dirasakan, dan disentuh. Bahkan, pula dipakai membantu orang buta atau tuli. sudah

otak. yang bisa

Paten Amerika Serikat tersebut diberikan kepada ilmuwan Sony, Thomas Dawson. Teknik yang dipakai menggunakan sinyal ultrasonik pada wilayah tertentu di otak. Tujuannya untuk menginduksi penginderaan, seperti bau, suara, dan gambar-gambar. "Sinyal ultrasonik tadi mengubah timing syaraf di bagian korteks," terang Sony dalam rilis persnya. "Tak diperlukan pembedahan invasif untuk membantu orang buta agar bisa melihat gambar atau mendengar suara yang telah direkam." Menurut majalah New Scientist yang pertama kali melaporkan paten itu, penemuan Sony ini membuat teknik nonbedah transcranial magnetic stimulation menjadi semakin baik. Cara ini mengaktifkan syaraf manusia dengan menggunakan medan magnet yang berubah-ubah dengan cepat. Namun kelemahannya, tidak dapat difokuskan pada sebagian kecil sel-sel otak. Niels Birbaumer, ilmuwan syaraf (neuroscientist) di University of Tuebingen, Jerman, yang telah melihat paten teknologi Sony, menyatakan kalau kreasi raksasa elektronik dari Jepang itu masuk akal. Birbaumer sendiri telah menciptakan peranti yang memungkinkan orang cacat bisa berkomunikasi dengan cara saling membaca gelombang otak. Namun, juru bicara Sony Electronics menegaskan, sejauh ini belum ada eksperimen yang dilakukan. Paten tersebut, katanya adalah "berdasarkan inspirasi yang kelak akan membawa kita ke arah teknologi itu."

Mencermati Pengaruh Musik pada Kecerdasan Anak
Pengaruh musik pada kecerdasan anak, tidak hanya kecerdasan berpikir saja, namun juga kecerdasan emosi. Tapi yang pasti, orang tua perlu cermat memilih jenis musik bagaimana yang positif dampaknya dalam menstimulasi otak si kecil. Musik yang dapat dipergunakan untuk pendidikan dan alat mempertajam kecerdasan manusia adalah musik yang mempunyai keseimbangan 3 unsur: 1. Melody 2. Ritme 3. Timbre (tone colour) Hasil penelitian Prof. Gordon Shaw dari Universitas California, Los Angeles, membagi sekelompok anak menjadi 3 kelompok: - Belajar Musik - Belajar Komputer - Belajar Keterampilan Ternyata kelompok pertama menunjukkan perkembangan yang dramatis, yaitu 35% lebih cerdas dari kelompok kedua maupun ketiga. Usia 3-4 sampai 6 tahun adalah masa yang paling tepat untuk mulai belajar musik, karena masa ini adalah masa terbaik pada perkembangan pendengaran. Music Wonderland Course Apakah Music Wonderland itu? Kaya di dalam musik serta rancangan kurikulum yang menarik untuk kursus ini dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi anak-anak untuk belajar musik, membuat

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 perkenalan pertama terhadap musik menjadi menarik dan menyenangkan. Kursus ini memadukan kedinamisan musik dengan aktivitas fisik dan mental yang menstimulasi indraindra musik mereka dan menolong mempersiapkan mereka untuk berbagai macam variasi pendidikan musik di kemudian hari. Apa keuntungan yang didapat anak anda dari Music Wonderland? Mengembangkan/menumbuhkan minat anak terhadap musik, mengembangkan imajinasi dan kreativitas anak, memperdalam apresiasi terhadap musik bagi anak, mendorong komunikasi terhadap sesama, memberikan dasar yang kuat dalam diri anak untuk dapat lebih mudah menguasai musik di masa depan. KMA (Kursus Musik Anak-anak) Metode belajar di KMA merupakan metode yang sangat efektif untuk diterapkan pada usia 4-5 tahun, dimana anak-anak dirangsang untuk mencintai musik, dan melalui kursus ini juga dikembangkan minat mereka untuk mempelajari musik, dengan cara bermain. Bermain merupakan dunia yang tidak dapat dipisahkan dari anak-anak. Agar anak-anak bisa menikmati suasana learning by hearing, singing, playing and reading, maka pelajaran KMA setiap minggu dirancang seperti sebuah acara "REKREASI KE DUNIA MUSIK" dengan berbagai imajinasinya, sehingga perkenalan pertama terhadap musik menjadi menarik dan menyenangkan. Sambil bermain, anak-anak akan memperoleh pengetahuan dasar musik secara bertahap, sehingga akhirnya dapat memainkan musik dengan penuh rasa percaya diri. KMJ (Kursus Musik Junior) Kurikulumnya dirancang untuk dapat menciptakan lingkungan yang nyaman bagi anak untuk belajar musik dan disesuaikan dengan anak usia 6-8 tahun, dimana pada usia tersebut anak-anak cenderung memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap segala hal. Jika saat itu diimbangi dengan belajar musik, niscaya keingintahuannya tersalurkan sehingga kecerdasan dan kepekaannya meningkat. Rangsangan pada otot di ujung jari saat berlatih musik ikut memacu perkembangan otaknya. Didalam kursus yang diajarkan dengan mudah dan menyenangkan ini, materi edukasi (buku-buku, kaset & CD) yang disusun sebagai materi pelajaran yang disesuaikan dengan kondisi psikologis anak-anak, dengan lagu-lagu seperti "Mari Ke Kebun Binatang", dll. Mereka juga dibimbing untuk belajar bernyanyi dan melatih pendengaran, membuat aransemen serta membuat lagu. Pasti banyak manfaat yang diambil oleh putra-putri anda. KGJ (Kursus Gitar Junior) Untuk siswa berusia 7-10 tahun, dapat mengikuti Kursus Gitar Junior (KGJ) yang menggunakan gitar Yamaha tipe CS-40 berukuran junior (3/4 kali ukuran standart) dan tipe CGS-102 (1/2 kali ukuran standar) untuk memudahkan anak-anak memegang dan memainkannya. Metodenya efektif dan efisien dengan sistem belajar group lesson yang terdiri dari 3-4 anak tiap groupnya. Sedangkan bagi yang berusia di atas 10 tahun, dapat mengikuti Guitar Course dengan memilih kelas group atau privat Menciptakan Anak Pintar Sejak Dalam Kandungan ADALAH hal yang sangat naif, ketika seorang anak menjadi bodoh, nakal, pemberang, atau bermasalah, lalu orang tua menyalahkan guru, pergaulan di sekolah, dan lingkungan yang tidak beres. Tiga faktor itu hanya berperan dalam proses perkembangan anak, sedangkan bakat anak itu menjadi bodoh, nakal, atau pemberang justru terletak dari bagaimana orang tua memberikan awal kehidupan si anak tersebut. Bukan hal aneh bahwa seorang anak dapat dididik dan dirangsang kecerdasannya sejak masih dalam kandungan. Malah, sejak masih janin, orang tua dapat melihat perkembangan kecerdasan anaknya. Untuk bisa seperti itu, orang tua harus memperhatikan

Gado gado artikel 67

putut_2002@plasa.com beberapa aspek, antara lain terpenuhinya kebutuhan biomedis, kasih sayang, dan stimulasi. Hal ini diungkap dokter spesialis anak, dr Sudjatmiko, MD SpA. Bicara tentang kecerdasan, tentu saja tidak bisa lepas dari masalah kualitas otak, sedangkan kualitas otak itu dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Secara prinsip, menurut Sudjatmiko, perkembangan positif kecerdasan sejak dalam kandungan itu bisa terjadi dengan memperhatikan banyak hal. Pertama, kebutuhan-kebutuhan biologis (fisik) berupa nutrisi bagi ibu hamil harus benar-benar terpenuhi. Seorang ibu hamil, gizinya harus cukup. Artinya, asupan protein, karbohidrat, dan mineralnya terpenuhi dengan baik. Selain itu, seorang ibu hamil tidak menderita penyakit yang akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak dalam kandungannya. Kebutuhan nutrisi itu sendiri, sebenarnya bukan hanya ketika ibu mengandung, melainkan ketika ia siap untuk mengandung pun sudah harus memperhatikan gizi, makanan, dan komposisi nutrisinya harus lengkap, sehingga ketika ia hamil, dari segi fisik sudah siap dan proses kehamilan akan berlangsung optimal secara nutrisi. Tapi, memang di Indonesia atau di negara-negara berkembang pada umumnya-boleh dikatakan sangat jarang ada keluarga yang mempersiapkan kehamilan. Malah, kerap kehamilan dianggap sebagai suatu yang mengejutkan. Berbeda dengan yang terjadi di negara-negara maju. Inilah yang cenderung menjadi penyebab awal mengapa anak-anak yang lahir kemudian tidak berkualitas, karena orang tua seakan tidak siap dalam segala hal untuk memelihara anaknya. Faktor kedua adalah kebutuhan kasih sayang. Seorang ibu harus menerima kehamilan itu, dalam arti kehamilan yang benar-benar dikehendaki. Tanpa kasih sayang, tumbuh kembangnya bayi tidak akan optimal. "Si ibu hamil harus siap dan dapat menerima risiko dari kehamilannya," kata mantan Sekretaris Jenderal Ikatan Dokter Anak Indonesia itu. "Risiko itu, misalnya, seorang wanita karier yang hamil, merasa terbebani dan khawatir akan mengganggu pekerjaannya. Ia sebenarnya ingin hamil, tapi juga merasa terganggu dengan kehamilannya itu. Kondisi seperti ini tidak kondusif untuk merangsang perkembangan bayi dalam kandungannya," tambahnya. Selain itu, menurut Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini, ada faktor psikologis yang memengaruhi perkembangan kecerdasan bayi, yaitu apakah si ibu hamil menikah secara resmi atau kawin lari. Pernikahannya direstui atau tidak, dan apakah ada komitmen antara istri dan suami. Tanpa komitmen di antara keduanya, kehamilan itu bisa dianggap mengganggu. Juga harus ada support (dukungan). Tanpa support, walaupun ada komitmen dari suami dan orang tua dapat mengurangi perkembangan dan rangsangan kecerdasan bayi dalam kandungan. "Jadi, variabel kasih sayang tadi adalah komitmen dengan suami, serta support dari orang tua dan keluarga, sehingga seorang ibu dapat menerima kehamilannya dengan hati tenteram," lanjut Sudjatmiko. Faktor ketiga adalah adanya perhatian penuh dari si ibu hamil terhadap kandungannya. Ia dapat memberikan rangsangan dan sentuhan secara sengaja kepada bayi dalam kandungannya. Karena secara emosional akan terjadi kontak. Jika ibunya gembira dan senang, dalam darahnya akan melepaskan neo transmitter zat-zat rasa senang, sehingga bayi dalam kandungannya juga akan merasa senang. Sebaliknya, bila si ibu selalu merasa tertekan, terbebani, gelisah, dan stres, ia akan melepaskan zat-zat dalam darahnya yang mengandung rasa tidak nyaman tersebut, sehingga secara tidak sadar bayi akan terstimuli juga ikut gelisah. "Yang paling baik adalah stimuli berupa suara-suara, elusan, dan nyanyian yang disukai si ibu. Hal ini akan merangsang bayi untuk ikut senang. Berbeda jika si ibu melakukan hal-hal yang tidak disukainya, karena itu sama saja memberikan rangsangan negatif pada bayi," ujar Sudjatmiko. Tapi, stimuli itu sendiri lebih efektif bila kehamilan sudah menginjak usia di atas enam bulan. Sebab, pada usia tersebut jaringan struktur otak pada bayi sudah mulai bisa berfungsi. Untuk mendapatkan kondisi-kondisi itulah, seorang ibu hamil harus tetap menjaga nutrisi yang didapat dari makanan sehari-hari. Bahkan, perlu diimunisasi, misalnya dengan suntik TT. Lakukan juga konsultasi rutin dengan dokter secara berkala. Mula-mula sekali sebulan, dan pada bulan terakhir menjelang kelahiran (partus), diperketat menjadi tiga minggu sekali, lalu dua minggu sekali, dan bahkan mendekati partus menjadi setiap minggu. Sudjatmiko juga menyarankan untuk tidak meminum obat-obatan yang katanya bisa merangsang perkembangan dan kecerdasan otak bayi. Obat-obatan semacam itu hanya omong kosong. "Pemberian obat semacam itu percuma saja, dan tidak berpengaruh apaapa," katanya. "Yang penting, ciptakan saja lingkungan mendidik, yaitu tiga faktor tadi. Sementara itu, psikolog anak Dra Surastuti Nurdadi juga mengungkapkan pendapat yang sama. Stimulasi positif, menurutnya, memang dapat meningkatkan kecerdasan anak sejak dalam kandungan. Dari stimulasi ini, diharapkan ketika anak tumbuh, bukan hanya menjadi

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 cerdas, melainkan dapat bersosialisasi dengan lingkungannya. "Stimulasi menimbulkan kedekatan antara ibu dan anak. Bahkan, lanjut Surastuti, bayi masih dalam kandungan bisa distimuli dengan diperdengarkan musik klasik, diajak berbicara, dan diberikan elusan penuh kasih sayang. Orang tua juga harus siap dan berusaha mengajarkan cara anaknya bersosialisasi dengan dunia luar ketika ia masih di dalam rahim. Tapi, mengapa musik klasik? Pendapat semacam ini memang terus menjadi topik bahasan. Musikus hebat seperti Adhi MS, pimpinan Twilite Orchestra, juga meyakini musik klasik dapat merangsang kecerdasan bayi sejak dalam kandungan. Bahkan, untuk jenis musik yang 'merangsang bayi' ini sudah banyak dijual di toko-toko kaset tertentu. Tapi, untuk lebih tuntasnya kupasan mengenai hal itu, coba kita simak penuturan Surastuti yang juga dosen di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini. Musik klasik, katanya, memiliki berbagai macam harmoni yang terdiri dari nada-nada. Nada-nada inilah yang memberikan stimulasi berupa gelombang alfa. Gelombang ini memberikan ketenangan, kenyamanan, dan ketenteraman, sehingga anak dapat lebih berkonsentrasi. "Menurut beberapa penelitian, musik klasik memang termasuk metode yang tepat. Anak menjadi siap menerima sesuatu yang baru dari lingkungannya," ujar pengasuh rubrik konsultasi di Klinik Anakku ini. Tapi, jangan coba-coba memperdengarkan musik-musik keras kepada bayi dalam kandungan. Konon, justru menyebabkan timbulnya kebingungan pada si jabang bayi! (*/V-1)

Mendayakan Fungsi Belahan Otak Kanan dalam Pengajaran Bahasa Indonesia
PoEtoet PERMASALAHAN / LATAR BELAKANG Empat masalah yang sering dihadapi :

1. Masyarakat dan sistem pendidikan terlalu menekankan aktivitas mental
belahan otak kiri. Masyarakat umumnya lebih mementingkananalisis,logika, matematikadanjarang sekali memperhatikan atau kurang mengoptimalkan fungsi belahan otakkanan dalam pembelajaran(Khoo, Adam 1999). Pada kenyataannya memang sejak awal pendidikantidak lebihdari 10 %matapelajaran yang memakai fungsi belahan otak kanan, sepertikeseniandanmusik.Bagaimana caramendayagunakan belahan otakkananatau memaksimalkan fungsi belahan otak kanan untuk pembelajaran?

2. Materi pengajaran dan pembelajaran yang kurang menarik.
Mahasiswasudahmemilikipengalaman belajarpalingsedikit12tahun. Sayangnyapengalamanbelajar mereka tidak selalumenyenangkan dan menarik (Malouf Doug,2000).Banyakyang mengeluh materinya membosankan, kering, danpembelajaran hanya di belakangmeja,sangat formal. Bagaimana merancang materi pengajaran yang menarik? Ini berkaitan denganpendekatanataustrategipembelajaran.

3. Hambatan mencapai target belajar bahasa, bahasa ekspresif.
Winitz (1981,1982), Nord (1981) dan Krashen (1978) dalam Asher (1996) mengatakan bahwa “production cannot be taught”. “Production can be shaped perhaps, but not directly taught”.Pengalaman membuktikan bahwa terlalu dini mengharapkan mahasiswa untuk berbicara, bisa membuat mereka stress dan selanjutnya menghambat aspek komunikatif para pembelajar. Bagaimana pendekatan yang lebih baik untuk mencapai kemampuan berkomunikasi ?

4. Langkanya bahan ajar untuk penutur asing.
Beberapabahanajar bisa didapatkandiSingapura namun penulis ingin memperkayanya,juga denganmengajarkan budaya melalui bahasa.Mengajarkanbudaya Indonesia pada penuturasing sama pentingnya dengan mengajarkan bahasa Indonesia itu sendiri.

Gado gado artikel 69

putut_2002@plasa.com Bagaimanapembelajaranyang kreatifdan bervariasi ? TUJUAN Berdasarkan 4 masalah di atas, Erlin Barnard, Fanny Loe, Lucia Lawu dan penulis merancang paket materi pengajaran dengan pendekatan yang bervariasi untuk mencapai tujuan akhir (target bahasa) yang sama. Sebelum mahasiswa diharapkan berbicara, mahasiswa diberi berbagai masukan untuk mencapai pemahaman bahasa. Masukan dan respons mahasiswa dibuat sedemikian rupa agar kedua belahan otak kiri dan kanan berfungsi optimal, bisa dalam bentuk permainan, peragaan, menggambar, menyanyi , drama, bercerita dan berimajinasi. Paket pengajaran ini merupakan bahan ajar yang dikembangkan dari materi pengajaran “oral proficiency” ciptaan Erlin Barnard dan Luciawati Suharni. Bahan ajar ini diujicobakan pada mahasiswa National University of Singapore semester satu dan dua. Pembelajar dibagi dalam dua kelompok, yang satu diberi bahan ajar ketrampilan oral, dan kelompok kedua diberi bahan ajar “baru”. KAJIAN TEORI BELAHAN OTAK KIRI DAN KANAN. Setiap belahan otak (kiri atau kanan) mempunyai fungsi yang berbeda. Belahan otak kiri berhubungan dengan logika, analisa, bahasa, rangkaian (sequence) dan matematika. Jadi belahan otak kiri berespons terhadap masukan-masukan di mana dibutuhkan kemampuan mengupas/meninjau (critiquing), menyatakan (declaring), menganalisa, menjelaskan, berdiskusi dan memutuskan (judging).Belahan otak kanan berkaitan dengan ritme, kreativitas, warna, imajinasi dan dimensi. Jadi belahan otak kanan berfungsi kalau manusia menggambar, menunjuk, memeragakan, bermain, berolahraga, bernyanyi, dan aktivitas motorik lainnya.Sebenarnya kedua belahan otak kiri dan kanan sama penting dan sama kuatnya. Mereka saling melengkapi satu dengan yang lain. Kalau sampai saat ini pembelajar lebih banyak menggunakan belahan otak kiri, apa yang terjadi kalau sekarang mereka memakai kedua belahan itu sekaligus ? Tentunya secara teoritis pembelajar akan memiliki kekuatan otak yang ganda, karena memakai semua kapasitas otak yang dimilikinya. Bahan ajaryang diciptakan inimemakai strategi mengoptimalkan seluruh kapasitas otak pembelajar. PEMBELAJARAN YANG MENARIK. Pembelajar khususnya orang dewasa biasanya takut untuk berbuat kesalahan. Sudah tentu semua proses belajar ada kemungkinan gagal atau membuat kesalahan. Tapi sebagai pengajar kita bisa membuat resiko ini seminimal mungkin. Hal ini agak sulit dicapai kalau pembelajar diminta untuk berbicara dalam bahasa target. Di lain pihak ada pendapat bahwa orang akan belajar secara optimal kalau dia ikut berpartisipasi (Malouf, Doug 2000). Tugas pengajar untuk memikirkan aktivitas apa yang paling optimal, menarik, dinamis dan relatif lebih kecil resikonya. Malouf (2000) mengajukan format bahan ajar untuk pembelajar dewasa :

1. Tahap pemberian informasi.
Sebelum diberi dialog,pengajarmempersiapkan kerangkaberpikir pembelajar dengan memberikan latarbelakang situasi atau mengajukan pertanyaan- pertanyaan pradialog. Hal ini bisa dihubungkan dengan budaya atau kebiasaan masyarakat Indonesia. Asher(1966)mengatakan : “pembelajaran melalui pancainderapenglihatan lebih efisien dan bertahanlebihlamadalam ingatandibandingkandengan pendengaran”. Denganpertimbangan di atas,penulismengombinasi pemberian dialog melalui audio denganbenda-bendakonkrit,gambar,gerakanfisikdan ekspresi emosi. 2. Tahap peragaan.

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 Asher (1966)percayabahwakondisiyang optimaluntukbelajar adalah bagaimana pembelajar pertama kali perkenalkan dengan bahan ajar. Menurutnya,ketrampilan menebak sangat penting dalambelajar dan erat Kaitannya dengan lamanya bertahan dalam ingatan. Implikasinya, jangan berikan terjemahan atau arti langsung kepada pembelajar, tapi biarkan mereka memprosesnya secara mendalam dan menebaknya melalui konteks. Selain itu Asher mengemukakan :“Semakin tepat pembelajar menebak arti kata,semakin cepat dia belajar kosakata baru, menyerapnya,mengerti kalimat atau konteksnya dan bertahan lebih lama dalam ingatan”.Artinya, jangan biarkan pembelajar menerka-nerka sendiri, tetapi pengajar harus memperkecil kesalahan menebak dengan memberikan gerakan, ekspresi dan cara konkrit lainnya yang memudahkan pemahaman kosa kata baru. 3. Tahap pelaksanaan. Sesudah pemahaman terjadi,pembelajar diharapkan bisamemproduksi secara terbatasmelaluiaktivitas yangsederhana. Sesudahitubisa mengaplikasikannya dalam situasi yang lebih majemuk. BAHASA RESEPTIF DAN EKSPRESIF Dalam setiap kebudayaan sepanjang sejarah manusia, anak-anak berbicara dalam “bahasa ibu” setelah lebih dari setahun ibu atau orang2 di sekitarnya berkomunikasi dengan anak itu. Seseorang harus mencapai tahap pemahaman lebih dulu sebelum dia mulai berbicara. Bahkan dapat dikatakan bahwa pemahaman adalah kondisi yang diperlukan sebelum perkataan muncul. Dan pemahaman ini bisa dipercepat melalui pemberian instruksi. Pendekatan ini dipakai oleh Asher untuk mengajarkan bahasa melalui “learning another language through actions”. Usaha yang optimal dilakukan dengan cara yang menarik perhatian pembelajar untuk menangkap makna pesannya. Hal ini berguna untuk menguatkan pengertian bahasa dalam waktu singkat karena pengajaran dilakukan terkonsentrasi, bervariasi, menarik dan direncanakan secara khusus. Alat2 peragapun hendaknya bertahap, mulai dari benda2 konkrit, gambar2 sampai akhirnya ke kata2 yang tertulis.Kalau pemahaman ini sudah benar2 meresap, maka bahasa ekspresif akan muncul secara spontan (Asher, James, 1996). Masa pubertas adalah masa kritis yang menentukan apakah seseorang akan mencapai kemampuan berkomunikasi yang hampir sama dengan penutur asli atau tidak. Dalam belajar bahasa ada pendapat, kalau pengajar sejak awal membiarkan kesalahan2 dalam produksi (bahasa ekspresif), maka pembelajar akan terus menerapkan “kebiasaan buruk” ini, dan akhirnya kesalahan makin sulit untuk diperbaiki. Di lain pihak Asher and Garcia (1969, 1982, 1986) dalam penelitiannya pada imigran Cuba di San Francisco Bay menemukan bahwa sangat jarang pendatang yang tiba setelah masa pubertas bisa berkomunikasi mendekati penutur asli. Tetapi pendatang ini mampu mencapai kemampuan menyimak atau pemahaman bahasa seperti penutur asli. Inilah yang mendasari penciptaan bahan ajar dengan pendekatan yang lebih mengutamakan kemampuan menyimak dan pemahaman bahasa sebagai dasar yang kuat sebelum mengharapkan tercapainya bahasa ekspresif. MENGAJARKAN BUDAYA INDONESIA PADA PENUTUR ASING Melalui dialog mahasiswa diperkenalkan pada autentisitas aspek budaya yang melatar belakangi konteks dialog atau bahasa itu sendiri. Hal ini bisa ditunjukkan melalui peragaan, terutama kalau pengajar mau menunjukkan pentingnya keramahtamahan untuk suksesnya berkomunikasi. Sebelum dialog diperdengarkan, bisa dilakukan tanya jawab pradialog untuk memudahkan pembelajar masuk dalam konteks budaya yang melatarbelakangi dialog. Hal ini perlu ditumbuhkan dalam pikiran pembelajar sebelum mereka mulai mendengar dialog. Pemahaman tentang isi dialog bisa dipermudah dengan bantuan gerakan. Ini akan meningkatkan semangat pembelajar, karena bukan hanya pembelajar saja tapi juga pengajar turut berpartisipasi sehingga proses belajar menjadi lebih dinamis, terbuka, dan interaktif.

Gado gado artikel 71

putut_2002@plasa.com HASIL PENELITIAN Umpan balik mahasiswa. Beberapa cuplikan respons mahasiswa : 1. Pembelajaran berlangsung melalui aktivitas yang padat dan bervariasi di mana dibutuhkan kesigapan seluruhpancaindera, namun pembelajar merasa senang dan menikmatinya. 2. Banyak interaksi yang membuat pembelajaran menarik, walaupun kadang-kadang aktivitasnya dirasa lebihcocokuntukanak-anak. Tetapiini yang membuat pembelajar tidak tegang dan bisa tertawa lepas. 3. Aktivitasnya menggairahkan dan menantang sehingga meningkatkan motivasi belajar. 4. Suasana belajar sangat hidup sehinggapembelajar tidak sabar menunggu kelas berikutnya. 5. Meningkatkan rasa ingin tahu karena harus menebak sendiri dan melalui peragaan sangat membantu tercapainya proses pemahaman. 6. Pembelajaran ini bervariasi dan menyegarkan, tidak sebagaimana kuliah dan kelas tutorial lainnya. 7. Semakin lama semakin mencintai pelajaran bahasa Indonesia. Hasil-hasil lainnya sedang dalam proses. PENUTUP 1. Tidak ada satu pendekatan yangpalingefisienuntuksetiap pembelajar.Namun untuk meningkatkan dan mempertahankan motivasipembelajar,jugauntuk mencapai pemahaman yang optimal,sebagaidasar yang kuat untuk mencapai bahasa ekspresif, pendekatan ini sangat efektif. 2. Untuk pembelajartingkatdasar dan menengah, pendekatan ini sangat disarankan karenatelah terbukti bisamemberikan suasana belajar yang menyenangkan. 3. Bahan ajar denganpendekatanini dirancang untuk digunakan bersamaan dengan bahan ajar pendekatan “oral proficiency” danwebsiteyangsedang dalam proses untuk pembelajar belajar secara mandiri. CONTOH MATERI PENGAJARAN PELAJARAN 9D Dalam pelajaran ini akan dipelajari :

I. II. III. IV.

Statement for doing two things at the same time : “………sambil..………” Expressing that something still needs to be done : “……masih harus……” Expressing possibility : “Barangkali ada ……………yang…… ………..” Responding to kind offer : “Tidak usah…………….,biar.………….……”

KEGIATAN PENGANTAR A. Pra-aktivitas Bagaimana tradisi di sini kalau orang pindah rumah ? Di Indonesia, kalau orang baru pindah rumah biasanya …….. Susi datang ke rumah bu Ida yang baru pindah rumah. Kira-kira percakapan apa yang terjadi antara Susi dengan bu Ida ? B. Siapkan 1. Gambar rumah, gambar perabot. 2. Jam dinding. C. Mendengarkan seluruh dialog.

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005

PERABOT Susi kembali dari mengantar makanan ke rumah Bu Bandi. Ibu Ida : ………………………………………………………………… Susi : ………………………………………………………………… dst. I. …………………….SAMBIL……………………. A. Pra-aktivitas Susi menolong mengantarkan nasikuningdanlaukpauknyakerumah tetanggabuIda,buBandi.Diasedangapa waktu Susi ke rumahnya ? B. Siapkan 1. Majalah 2. Gambar orang di terminal bis untuk latihan 1. 3. Kaset rekaman dansatu set gambar untuk latihan 2 dan 3. 4. Gambar untuk latihan 4. C. Mendengarkan rekaman bagian 1 D. Latihan

1. Mendengar dan memperhatikan.
Pengajar memeragakan / menunjukkan 2 hal sekaligus. Saya berjalan sambil melihat majalah. Saya menelepon sambil membuat kue. Orang ini membaca surat kabar sambil menunggu bis. Mendengarkan narasi sambil memasangkan gambar. Teks narasi : PAK TOMO DAN KELUARGANYA.

2.

3. Membuatkombinasi lain dengangambar-gambaryang sama.
Pembelajar bisa mulai membuat kalimat sederhana.

4. Membuat satu paragraf pendek.
Pembelajar diberi gambar dan disuruh membuat paragraf pendek. II. …………….MASIH HARUS …………………. A. Pra-aktivitas. Rumah bu Ida besar, ya (tunjukkan gambar interior rumah yang besardan kosong). Jadi diaperlu banyak perabot untuk rumahnya. Barangapa saja yang masih harus dibeli ? B. Siapkan 1. Gambar rumah, jam dinding, perabot 2. Gambar untuk latihan 3 C. Mendengarkan rekaman bagian 2 D. Latihan

1. Mendengar dan memperhatikan.
Sambil memeragakan pengajar bertanya : “Barang-barangapasajayangmasih harus dibeli / ditambahdi ruang ini ?”

Gado gado artikel 73

putut_2002@plasa.com ----- kursi, meja. Kursi masih harus dibeli. Meja masih harus dibeli / ditambah. “Barang-barang apa saja yang masih harus dipindah / dibuang dari ruang ini ?” ----- komputer, poster. Komputer masih harus dipindah. Poster masih harus dibuang.

2. Mendengar instruksi dan mahasiswa memeragakan.
Kursi masih harus dipindah dari ruang tamu ke ruang makan. Meja masih harus diambil dari rumah lama. Lampu masih harus dibeli di toko. Lukisan masih harus dipasang di dinding. Komputer masih harus dipindah dari ruang tamu ke kamar.

3. Bermain peran.
Lihat gambar – Barang-baranginimasihharusAndaapakan ? Situasi : Anda baru pindah rumah,barang-barangnya masih berantakan. Pakai kata kerja : antar, bayar, telepon, kembalikan, kirim, ambil. Pakailah pola : “………….masih harus……………” III. BARANGKALI ADA …………………….YANG…………..

A. Pra-aktivitas Bu Ida mau membeli jam dinding. Di mana dia bisa mendapatkannya ? Bagaimana kira-kira respon Susi ? B. Siapkan. 1. Gambar iklan handphone. 2. Kaset rekaman dan kertas untuk menggambar (latihan 2). 3. Set gambar untuk latihan 3. C. Mendengarkan rekaman bagian 3. D. Latihan 1. Mendengar dan memperhatikan Sambil menunjuk pada iklan handphone pengajar berkata : Teman saya mau membeli handphone dengan nomer khusus. Barangkali ada nomer yang dicari teman saya di toko ini. Saya dengar ada model handphone yang terbaru. Barangkali ada model terbaru yang dijual di toko ini. 2. MendengarrekamanpercakapanbapakdanibuAlidan mahasiswa menggambar. Judul : PANTAI PANGANDARAN. 3. Membuat dialog singkat untuk setiap gambar. Dalam dialog harus ada pola :”Barangkali ada…….yang……” IV. TIDAK USAH ………………BIAR………………….. A. Pra-aktivitas WaktuRatihmaumengantarkan jam dinding ke rumah bu Ida, apa yang dikatakan bu Ida ? Apa situasiataudialog seperti ini sering Anda jumpai di negara Anda ? Pengajarbisa menerangkanlatarbelakangbudaya Indonesia.

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 B. Siapkan Set pernyataan untuk latihan 2. C. Mendengarkan rekaman bagian 4 D. Latihan

1. Mendengar dan memperhatikan.
Pengajar melakukansesuatuyangmenimbulkan respon mahasiswa. Misalnya sengaja menjatuhkan bolpen di depan mahasiswa. Waktu mahasiswa mau mengambil,pengajar berkata: “Tidak usah diambilkan, biar saya ambil sendiri”. Pengajar mau memberikan kertas kerja kepada mahasiswa. Waktu mahasiswa mau berdiri, pengajar berkata : “Tidak usah kemari, biar saya yang ke situ saja”.

2. Kegiatan berkelompok.
Mencocokkan kalimat-kalimat di kolom A, B dan C. 3. Berpasangan : berdialog Situasi : Di toko kue. Berilah respon memakai pola :”Tidak usah..……..biar..………” Pegawai toko : Saya akan mengantar kueulangtahunnyabesok ke rumah Anda. Anda : …………………………………………………………dst Situasi : Di rumah teman Anda. Teman Anda : Ayo, saya antar ke rumah Anda. Hari ini saya ada mobil. Anda : ………………………………………………………...dst. RANGKUMAN 1. Mainkan peran antara Tanti dengan pacar barunya. (A : Tanti ; B : pacar baru). Situasi : Tanti seorang yangsenangpestadanminggu depan diaakanberulang tahun yang ke-21. Diamaumengadakanpesta, tapimingguini dia sibuk, banyaktugasdanprojekyangharusdiselesaikan.Ibunyajuga masih sakit. Anda sekarang menelepon pacarbaruAnda mendiskusikan rencana pesta minggu depan.Anda memulai percakapan.

2. Mainkan peran antara Anda (orang Singapura) dan teman pena Anda di Indonesia. (A: Orang Singapura ; B : Orang Indonesia). Situasi : Anda mau berlibur ke Jogja selama 2 minggu. Di sana Anda akan tinggal dengantemanpenaAnda. Diskusikanlahdengan teman pena Anda itu, barang-barang apa saja yang perlu dibawa. Pakai kata-kata / phrasa : ………….masih harus…………. barangkali ada………….yang ……………. tidak usah …………..biar ……………… sambil bawa beli antar

Mengapa tidak baik mengkonsumsi MSG berlebihan ? Gado gado artikel 75

putut_2002@plasa.com Sejak ditemukannya asam glutamat atau yang sering disebut dengan MSG (Monosodium Glutamat) pada tahun 1940, asam glutamat telah digunakan di berbagai macam jenis produk makanan di berbagai negara, khususnya dalam kurun waktu 40 tahun terakhir. Asam glutamat merupakan salah satu dari 20 asam amino yang ditemukan pada protein dan MSG merupakan monomer dari asam glutamat. MSG memberikan rasa gurih dan nikmat pada berbagai macam masakan, walaupun masakan itu sebenarnya tidak memberikan rasa gurih yang berarti. Penambahan MSG ini membuat masakan seperti daging, sayur, sup berasa lebih nikmat dan gurih. MSG dijual dalam berbagai bentuk produk dan kemasan, produk penyedap rasa seperti Ajinomoto atau Royco mengandung MSG sebagai salah satu bahan penyedap rasa. Produk makanan siap saji, makanan beku maupun makanan kaleng juga mengandung MSG dalam jumlah yang cukup besar. Selain lada dan garam, botol berlabel penyedap rasa yang mengandung MSG juga dapat dengan mudah ditemukan di rak bumbu dapur maupun di atas meja restoran. Umumnya, Restoran Cina banyak menggunakan MSG untuk menyedapkan masakan-masakannya. Walaupun sebagian besar orang dapat mengkonsumsi MSG tanpa masalah, beberapa orang memiliki alergi bila mengkonsumsi berlebihan yaitu gejala seperti pening, mati rasa yang menjalar dari rahang sampai belakang leher, sesak nafas dan keringat dingin. Secara umum, gejala-gejala ini dikenal dengan nama sindrom restoran cina. Di dalam otak, enzim mengkatalis dekarbosilasi asam glutamat menjadi gamma-asam aminobutrat :

Asam glutamat dan gamma-asam aminobutrat mempengaruhi transmisi signal didalam otak. Asam glutamat meningkatkan transmisi signal dalam otak, sementara gamma-asam aminobutrat menurunkannya. Oleh karenanya, mengkonsumsi MSG berlebihan pada beberapa individu dapat merusak kesetimbangan antara peningkatan dan penurunan transmisi signal dalam otak. Oleh karena itu, pada akhir tahun 1970, perusahaan-perusahaan makanan bayi bersepakat untuk tidak memasukkan unsur MSG ke produk-produk makanan bayi.

Mengatasi Lumpuh dengan Chip Pembaca Pikiran
Hanya dengan pikiran, Matthew Nagle bisa bermain tetris di komputer. Ia mengontrol kursor permainan di layar komputer dengan bantuan chip yang dicangkokkan di otaknya. Saat uji coba setelah pencangkokan, Nagle juga bisa menggambar di komputer, membuka email, dan bermain pong sebaik ia bermain tetris. Selanjutnya, ia bermain game Super Mario Brothers. Kini, kualitas hidup pria berusia 25 tahun ini memang bertambah baik. Setelah melihat kemajuan yang ditunjukkan Nagle, kini, empat orang lainnya mengikuti jejak Nagle. Dua orang di antaranya lumpuh sebagian tubuh dan memakai kursi roda. Keempat orang tersebut dapat menggerakkan kursor komputer ketika dipasangi topi yang dilengkapi dengan 64 elektroda penangkap gelombang otak. Sebelumnya, keseharian Nagle amat bergantung pada orang lain. Pada tahun 2001, seorang penjahat menghujamkan pisaunya ke tubuh warga Amerika Serikat itu. Kelumpuhan yang menimpa leher ke bawah membuat ia tidak bisa berbuat banyak di atas kursi roda. Sekarang, banyak hal yang dapat dikerjakan pria yang pernah menjadi bintang sepak bola Weymouth High School itu. Kemampuan itu tidak diraihnya dengan mudah. Namun, Nagle bersedia mengambil risiko untuk menjadi orang pertama di muka bumi yang dibantu chip otak untuk membaca pikirannya. Operasi Nagle berlangsung di New England Sinai Hospital, Massachusetts, pada Oktober tahun lalu. Chip otak itu membaca pikiran Nagle dan

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 mengirimkan sinyalnya ke komputer melalui sebuah alat penerima yang disebut decipher. Lewat chip tersebut ia bisa menghidupkan dan mematikan televisi, mengganti saluran, dan menyesuaikan volume televisi dengan bantuan software yang dihubungkan dengan peranti elektronik di rumahnya. Para ilmuwan telah melakukan beragam percobaan yang amat memakan waktu untuk menemukan alat yang dapat membuat orang cacat bisa mengendalikan perangkat elektronik dengan perintah otak. Sebelumnya, dalam beberapa penelitian yang melibatkan monyet terlihat harapan yang menjanjikan. Otak monyet percobaan itu mampu mengendalikan sebuah komputer dengan bantuan elektroda yang telah dicangkokkan ke otaknya. Alat yang dipasang di otak Nagle disebut sebagai BrainGate. Chip itu terdiri dari 100 elektroda setipis helaian rambut. BrainGate dicangkokkan sedalam satu milimeter di otak bagian korteks yang mengendalikan gerakan. ''Kemampuan alat itu cukup mengesankan,'' kata Dr Richard Apps, pakar neuropsikologi dari Bristol University. Kumpulan elektroda itu mengambil informasi dari otak Nagle dan menyalurkannya ke kabel yang tersambung dengan komputer. Komputer itulah yang menganalisis sinyal otak Nagle. Sinyal otak diinterpretasikan dan diterjemahkan menjadi gerakan kursor. Pada dasarnya, layar komputer tidak berbeda dengan panel remote control TV. Ada serangkaian ikon yang tersedia untuk dipilih. Untuk menunjukkan opsi yang dipilih oleh otak Nagel, kursor harus diarahkan ke ikon yang dimaksud. Langkah ini sama artinya dengan mengklik ikon. Selain bisa mengatur televisi, BrainGate buatan Cyberkinetics ini juga mampu membantu menggerakkan lengan robotik dan tangan palsu Nagle untuk mengambil permen dari tangan orang lain dan meletakkannya di tangan yang lain. Selaku pengembang chip otak, Profesor John Donoghue, berharap nantinya pasien lumpuh dapat kembali beraktivitas dengan lengannya. ''Suatu saat mereka akan bisa menggerakkan tangannya,'' kata pakar neuroscience dari Brown University, Rhode Island. Donoghue mengatakan tujuan jangka panjang penelitian ini adalah untuk mendesain paket seukuran ponsel yang bertenaga baterai untuk merangsang otot pasien secara elektrik. Oleh Apps, harapan Donoghue dianggap sebagai sesuatu yang sangat mungkin untuk dicapai. Namun, BrainGate dipastikannya tidak akan mampu menggantikan fungsi korteks motorik. BrainGate, lanjut Apps, hanya bisa membantu orang lumpuh melakukan gerakan sederhana. Itu pun tidak akan berlangsung sempurna seperti aslinya. ''Sebab, sekalipun sederhana, gerakan simpel tetap melibatkan sejumlah sinyal elektrik nan kompleks yang sangat sulit untuk ditiru,'' jelas Apps. Untuk melakukan gerakan, ada jutaan neuron yang terlibat. Chip otak hanya merepresentasikan sedikit neuron. ''Terlepas dari fakta tersebut temuan BrainGate tetap bermanfaat untuk membantu pasien yang tidak bisa bergerak,'' komentarnya.

Metode Ampuh Mengoptimalkan Otak
Otak manusia terbagai menjadi dua bagian, yaitu otak kanan dan kiri. Belahan kanan otak berkaitan dengan sisi kiri tubuh, dan belahan kiri dengan sisi kanan. Kita akan menganggap kebahagiaan tercatat secara lebih kuat di sisi kanan wajah. Sementara rasa muak, kemarahan, dan ketakutan di sisi kiri. Meskipun belahan kiri tidak mendominasi dalam mengalami emosi positif, belahan kanan tampaknya terlibat dalam pengenalan dan pemrosesan kedua sinyal emosi positif dan negatif itu. Otak kanan juga mengambil ekspresi-ekspresi wajah positif lebih dari yang kita kira berdasarkan dominasi otak kiri dalam merasakan emosi-emosi positif. Meski begitu, otak kiri benar-benar memainkan peran dalam memproses sinyal-sinyal positif serta mengalaminya Otak menyediakan beberapa jenis pengalaman secara tak terhapuskan, langsung, dan tanpa usaha sengaja. Ia membaca jenis pengalaman itu sedemikian rupa sehingga pikiran sadar kita harus menyisih agar insting yang memicu emosi dapat mengambil alih. Data lain yang kurang penting disimpan sandinya secara permanen dengan menyampaikan pengalaman itu melalui gulungan latihan berulangulang. Ada bukti bahwa itulah yang terjadi dalam mimpi. Saat tidur, sementara konteks tidak sibuk menyeleksi data yang berdatangan memalui berbagai indra, ia dapat menyampaikan potongan-potongan pengalaman mutakhir untuk membantu mereka

Gado gado artikel 77

putut_2002@plasa.com menjadi ingatan permanen. Ingatan adalah mitra dalam mengembangkan semua keterampilan mental lain. Kunci untuk belajar adalah kemampuan otak untuk mengubah pengalaman yang ada sekarang menjadi sandi dan menyimpannya agar di kemudian hari, pengalaman tersebut dapat dipanggil kembali. Buku ini layak dibaca oleh semua orang yang menjaga pikiran mereka agar tetap aktif. Terutama mereka yang telah memanfaatkannya untuk mengeksplorasi sarana kelangsungan hidup dan kegembiraan yang sangat menarik, yaitu otak manusia. Jika kita sadari, sesungguhnya otak menghasilkan zat kimia yang dinamakan acetylcholine untuk membawa pesan-pesan di antara sel-sel yang terlibat dalam ingatan dan penyusunan strategi. Adanya zat kimia neurotransmiter semacam itu ternyata meningkat di dalam otak yang sering digunakan untuk menghadapi tantangan-tantangan yang membutuhkan pemecahan masalah. Ini mungkin karena sesungguhnya sebagian orang yang lebih tua tidak kehilangan kemampuan ini sebanyak orang lain saat mereka menua. Ketidakmampuan untuk mengingat kejadian-kejadian yang belum lama berlalu merupakan tanda pertama penurunan fungsi otak yang semakin lama semakin parah, yang disertai oleh timbulnya pola "plak" amyloid protein. Itu kemudian di dalam konteks di sepanjang sisi dalam cuping temporal, yang hanya ada di hipokampus. Selanjutnya ia menyebar ke sirkuit-sirkuit lain termasuk ingatan akan kejadian-kejadian pada masa yang sudah lama berlalu. Kemampuan untuk menemukan kata-kata untuk menyebut objek-objek yang biasa mulai melemah, diikuti dengan ketidakmampuan untuk mengenali orang-orang dan tempat-tempat yang sudah diakrabi atau bahkan tidak mengetahui kegunaan cangkir kopi. Wanita yang menjaga agar pikirannya selalu aktif sampai tua lebih kecil kemungkinannya untuk menderita Alzheimer ini. Namun "serangan awal" Alzheimer, yang biasanya muncul pada awal usia 50-an, merupakan suatu kondisi yang diwarisi secara genetis dan tidak dapat diperlemah atau ditunda dengan hanya menjaga pikiran tetap aktif (hlm. 126). Dalam buku yang berjudul asli Building Mental Muscle: Conditioning Exercises for The Six Intellgence Zones David Gamon dan Allen D. Bragdon membeberkan temuantemuan terbaru tentang kinerja dan struktur otak. Terdapat enam zona kecerdasan pada otak, yaitu pengambilan keputusan dan sosial, ingatan, emosi, bahasa, matematika, dan spasial. Semua zona kecerdasan ini kita butuhkan karena saling membantu dalam kegiatan berpikir kita. Jika salah satu dari keenam zona ini jarang digunakan, niscaya ia akan mengalami kemunduran. Oleh karena itu, otak --seperti halnya otot-- perlu dilatih agar tidak kendur dan semakin kuat. Permainan-permainan dalam buku ini dirancang untuk merangsang sel-sel pada enam zona otak, yang sebagian di antaranya mungkin tidak kita gunakan secara teratur dalam kehidupan pribadi atau kehidupan profesional kita. Jadi, ayo, senam otak!

Menghindari Stroke
Stroke memang merupakan salah satu penyebab kematian terbesar saat ini, bahkan di Amerika Serikat stroke dan penyakit-penyakit pembuluh darah merupakan penyebab kematian nomor satu. Stroke adalah keadaan di mana sel-sel otak mengalami kerusakan karena tidak mendapat pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup. Sel-sel otak harus selalu mendapat pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup agar tetap hidup dan dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Oksigen dan nutrisi ini dibawa oleh darah yang mengalir di dalam pembuluh-pembuluh darah yang menuju sel-sel otak. Apabila karena sesuatu hal aliran darah atau aliran pasokan oksigen dan nutrisi ini terhambat selama beberapa menit saja, maka dapat terjadi stroke. Penghambatan aliran oksigen ke sel-sel otak selama 3 atau 4 menit saja sudah mulai menyebabkan kerusakan sel-sel otak. Makin lama penghambatan ini terjadi, efeknya akan makin parah dan makin sukar dipulihkan. Sehingga tindakan yang cepat dalam mengantisipasi dan mengatasi serangan stroke sangat menentukan kesembuhan dan pemulihan kesehatan penderita stroke. Stroke ada dua macam. Jenis yang pertama disebut ischemic stroke, merupakan jenis stroke yang lebih banyak terjadi. Ischemic stroke terjadi jika aliran darah ke otak terhambat atau tersumbat. Aterosklerosis, yaitu keadaan di mana terjadi pengkakuan dan penyempitan pembuluh darah karena bertumpuknya zat-zat lemak di dinding pembuluh darah, merupakan salah satu penyebab utama ischemic stroke. Penyempitan pembuluh darah menuju sel-sel otak menyebabkan aliran darah dan pasokan nutrisi ke otak akan berkurang. Selain itu, endapan zat-zat lemak tersebut dapat terlepas dalam bentuk gumpalan-gumpalan kecil yang suatu saat dapat

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 menyumbat aliran darah ke otak, sehingga sel-sel otak kekurangan oksigen dan nutrisi. Jenis yang kedua disebut haemorrhagic stroke, yaitu stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak, sehingga terjadi perdarahan di otak. Haemorrhagic stroke umumnya terjadi karena tekanan darah yang terlalu tinggi. Hampir 70 persen kasus haemorrhagic stroke terjadi pada penderita hipertensi (tekanan darah tinggi). Hipertensi menyebabkan tekanan yang lebih besar pada dinding pembuluh darah, sehingga dinding pembuluh darah menjadi lemah dan pembuluh darah rentan pecah. Namun demikian, hemorrhagic stroke juga dapat terjadi pada bukan penderita hipertensi. Pada kasus seperti ini biasanya pembuluh darah pecah karena lonjakan tekanan darah yang terjadi secara tiba-tiba karena suatu sebab tertentu, misalnya karena makanan atau faktor emosional. Pecahnya pembuluh darah di suatu tempat di otak dapat menyebabkan sel-sel otak yang seharusnya mendapat pasokan oksigen dan nutrisi yang dibawa melalui pembuluh darah tersebut menjadi kekurangan nutrisi dan akhirnya mati. Darah yang tersembur dari pembuluh darah yang pecah tersebut juga dapat merusak sel-sel otak yang berada di sekitarnya. Walaupun terjadi lebih jarang dari ischemic stroke, hanya 20 persen dari kasus stroke yang terjadi, namun haemorrhagic stroke lebih serius tingkat bahayanya dibandingkan ischemic stroke. Apakah stroke dapat disebabkan faktor keturunan? Para ahli kesehatan meyakini, ada hubungan antara risiko stroke dengan faktor keturunan, walaupun tidak secara langsung. Pada keluarga yang banyak anggotanya menderita stroke, kewaspadaan terhadap faktor-faktor yang dapat menyebabkan stroke harus lebih ditingkatkan. Namun demikian stroke bukan merupakan penyakit keturunan. Banyaknya kasus stroke dalam keluarga Anda mungkin lebih disebabkan faktor pola makan, gaya hidup, dan watak yang hampir sama. Makanan bersantan asal tidak berlebihan sebetulnya tidak berbahaya. Namun jika setiap hari mengonsumsi makanan berlemak, terutama lemak hewani dalam jumlah berlebihan, apalagi kurang makan sayur dan buah-buahan segar, tentu akan meningkatkan risiko stroke. Cepat marah, panik, dan stres, apalagi perokok, kurang olah raga, berat badan berlebih dan kurang tidur akan melipat gandakan kemungkinan Anda terkena stroke. Apa yang harus dilakukan untuk menghindari stroke? Dari apa yang diuraikan tadi, dapat dipahami bahwa hipertensi (tekanan darah tinggi) dan aterosklerosis (penyumbatan/pengkakuan pembuluh darah karena tertimbunnya zat-zat lemak termasuk kolesterol di dinding pembuluh darah) merupakan dua faktor utama yang dapat menyebabkan stroke. Oleh sebab itu semua faktor yang dapat memperbesar risiko Anda menderita hipertensi dan/atau aterosklerosis harus dihindari untuk mencegah atau menghindari terjadinya stroke. Makanan yang berlemak, kurang olah raga, obesitas (kegemukan), merokok, dan stres merupakan hal-hal yang dapat meningkatkan risiko stroke. Oleh sebab itu perbanyaklah makan sayur, buah-buahan segar, dan makanan yang berserat. Olah raga yang dilakukan secara teratur, misalnya lari pagi dan berenang, akan mengurangi risiko terkena stroke. Jaga berat badan Anda agar berkisar di sekitar berat badan ideal. Jika Anda perokok atau minum alkohol, segera hentikan kebiasaan buruk itu. Merokok atau minum alkohol akan meningkatkan risiko stroke sampai 200 persen. Bekerja dan menikmati hidup dengan santai juga sangat penting untuk menghindari stroke. Stres akan meningkatkan kadar radikal bebas di dalam tubuh Anda, yang dapat merusak berbagai jaringan dan organ-organ tubuh yang vital. Untuk penderita hipertensi seperti Ibu Anda, selain hal-hal yang sudah disebutkan tadi, rutinlah memeriksakan tekanan darah dan juga kadar kolesterol darah paling tidak sebulan sekali. Sayang Anda tidak menceritakan seberapa tinggi tekanan darah Ibu. Jika sudah cukup tinggi, mungkin pemeriksaan rutin tekanan darah sebaiknya dilakukan dua minggu atau seminggu sekali. Untuk ini berkonsultasilah dengan dokter yang merawat Ibu Anda. Jangan lupa, patuhi jadual minum obat sebagaimana yang ditetapkan dokter. Jika Anda merasa pola makan, olahraga dan gaya hidup Anda kurang ideal, apa lagi jika Anda menderita obesitas (kegemukan), hipertensi, aterosklerosis dan/atau kadar kolesterol tinggi, Anda dapat mengonsumsi suplemen makanan yang mengandung antioksidan. Zat-zat antioksidan dapat mengurangi kadar radikal bebas di dalam tubuh, sehingga dapat mengurangi risiko terkena stroke. Saat ini sangat

Gado gado artikel 79

putut_2002@plasa.com banyak dijual suplemen makanan yang mengandung antioksidan, pilihlah yang terdaftar di BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dan direkomendasikan oleh dokter atau apoteker. Meski begitu, perlu juga Anda ketahui bahwa sebenarnya zat-zat antioksidan ini banyak terdapat dalam makanan sehari-hari, misalnya dalam sayur dan buah-buahan segar. Jika Anda selalu makan makanan sehat dengan pola berimbang kemungkinan besar kebutuhan antioksidan Anda suduh terpenuhi. Namun tidak ada salahnya juga Anda mengonsumsi suplemen antioksidan asal tidak berlebihan. Akan tetapi harus Anda pahami bahwa konsumsi suplemen antioksidan ini tidak akan cukup bermanfaat mencegah stroke jika Anda tidak berupaya menjaga pola makan, olahraga dan gaya hidup sehat sebagaimana yang tadi diuraikan. Demikian penjelasan singkat yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat.

MENUMBUHKAN KREATIVITAS BERPIKIR
SEBUAH UPAYA MEMANFAATKAN FUNGSI OTAK “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal”. (Ali Imran: 190) Kata Al Albab’ adalah bentuk jamak dari “lubb” yaitu saripati sesuatu. Kacang misalnya, memiliki kulit yang menutupi isinya. Isi kacang dinamai “lub”. Ulul Albab adalah orang yang mempunyai akal yang murni. Ayat ini menunjukkan pentingnya akal bagi kehidupan manusia. Salah satu hal yang mempengaruhi akal adalah otak. Apabila otak difungsikan secara optimal maka akal pun akan berfungsi optimal.Menurut ahli neurologi otak manusia terbagi menjadi dua, yaitu otak kiri dan otak kanan yang memiliki fungsi yang berbeda. Secara garis besar, otak kanan dan otak kiri mempunyai kemampuan sebagai berikut: Otak kanan Mendengar musik, memanfaatkan paduan warna menarik, ciptakan aneka symbol baru, belajar kelompok, teka-teki, humor, lelucon dan krea-tifitas. Otak kiri Membaca, berhitung, membuat rangkuman, mengerjakan PR, menganalisa, membuat penalaran dan menghafal. Teori pendidikan terbaru mengatakan otak akan bekerja optimal apabila kedua belahan otak ini dipergunakan secara bersama-sama; otak kanan, yang memiliki spesifikasi berpikir dan mengolah data seputar perasaan, emosi, seni dan musik. Sementara otak kiri berfungsi meng-olah otak seputar sains, bisnis dan pendidikan. Penggunaan otak kiri, me-rupakan spesifikasi cara berfikir yang logis, sekuensial, linear dan rasional. Cirinya ia sangat teratur, sangat tepat untuk meikirkan keteratutan dalam ber-ekspresi secara verbal, tulisan, membaca, penempatan data dan fakta. Sementara cara berfikir anak yang hanya menggunakan otak belahan kanannya adalah sifatnya acak, tidak teratur, intuitif dan holistik, ia mewakili cara berfikir non verbal, seperti perasaann dan emosi, kesadaran spasial, penggunaan bentuk dan pola, musik, seni, kepekaan warna, kreatifitas dan visualisasi. Jika anak belajar dengan hanya memanfaatkan otak kiri, sementara otak kanannya tidak diaktifkan, maka mudah timbul perasaan jenuh, bosan dan mengantuk. Begitu juga mereka yang hanya memanfaatkan otak ka-nan tanpa diimbangi dengan pemanpaatan otak kiri, bisa jadi ia akan banyak menyanyi, mengobrol atau menggambar tetapi hanya sedikit ilmu yang bisa masuk ke otaknya. Maka mengembangkan pemanpaatan otak kiri dan otak kanan menjadi penting dalam penciptaan suasana belajar. Caranya dengan memperbanyak paduan antara spesipikasi fungsi otak kanan dan otak kiri. Misalnya mengerjakan pekerjaan rumah dengan menciptakan aneka gambar yang memiliki arti khusus ketika menghapal pelajaran atau menggunakan sistem diskusi dalam proses pembelajaran. Belajar kelompok bersama teman, dapat pula menjadi alternatif. Demikian juga dengan menggunakan sistem membaca cepat, sistem hapalan, menggunakan lagu, permainan dan sebagainya merupakan alternatif untuk mengktifkan otak kanan dan otak kiri. Kelemahan sebagian sistem pembelajaran selama ini adalah kurangnya memberikan kesempatan berkembang pada kedua belahan otak secara maksimal. Otak kanan dibiarkan menganggur sehingga in-telektual anak berkembang kurang “seimbang”. Anak hanya pandai berfikir dan menilai, tepi kurang intuitif apalagi kreatif. Rasulallah Shalallahu Alaihi Wa sallam adalah contoh terbaik dalam proses pen-cerdasan anak didik dengan menye-imbangkan otak kanan dan otak kiri. Ketika beliau akan mengutus Sahabat muda, Muadz Bin Jabal ke Yaman, beliau mengajukan pertanyaan dan bukannya memberi penjelasan : Dengan Apakah engkau me-mutuskan suatu perkara ? “Dengan kitabullah, “ Jawab Muadz. “ Jika tidak Ada ? “ Dengan Sunnah Rasulallah “ “ Jika belum ada ? “Kami akan berijtihad”, Jawab Muadz. (HR. Abu Daud) Pertanyaan di atas membuat Muadz Bin Jabal menjadi aktif berfikir dan sekaligus melatih artikulasi psi-kologinya ke dalam tatanan logika dan verbal (kata-

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 kata) Uqbah bin Amr berkata, “Pada suatu hari Rasulallah keluar rumah, sementara kami berada di Shuffah, beliau bersabda “ Siapa diantara kalian yang suka pergi ke lembah Batkhan atau Aqiq dan membawa pulang dua unta berpunggung besar tanpa harus berdosa dan memutus hubungan kekerabatan ? kami menjawab ,”Kami semua suka ya Rasulallah, Beliau bersabda, “ mengapa kamu tidak pergi ke masjid belajar atau membaca dua ayat Allah yang itu jauh lebih baik dari pada dua unta. Tiga ayat lebih baik daripada tiga unta, dan empat ayat lebih baik daripada empat unta Pada hadits ini Rasulallah shallalhu alaihi wa Sallam mengajak para sahabat (Ahli Shufah) untuk tidak hanya berfikir linear. Beliau mendekatkan kenyataan yang abstrak dalam bentuk nyata yang dapat dilihat dan diraba (konkrtit). Pembelajaran Dengan Musik Kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan dengan irama. Denyut nadi dan degup jantung manusia pun memiliki irama khusus. Belahan otak kanan menunjukan aktivitas kerja ketika di-perdengarkan musik. reaksi yang di-perlihatkan otak tergantung dengan jenis musik yang mempengaruhinya. Musik keras seperti rock memberikan pengaruh keras kepada orang yang menyanyikan maupun yang mendengarnya oleh karena itu ketika Cate Steven yang semula pemusik rock berpindah agama menjadi muslim, berubah pula ke-pribadiannya menjadi seorang Yusuf Islam yang lembut dan tenang. Musik Pop dan dangdut yang diirngi lirik cinta penuh asmara cenderung menumbuhkan gairah cinta yang tidak terkontrol bagi penggemarnya. Musik keroncong yang terkesan pasif membuat pendengarnya menjadi mengantuk pasif dan bersikap ‘nrimo’. Pengaruh Musik Bagi Jiwa Manusia Dengan musik yang tepat : • Denyut nadi dan tekanan darah menurun, Gelombang otak melambat, Otot-otot rilek Tanpa Musik : Denyut nadi dan tekanan darah meningkat, Gelombang otak semakin cepat, Otot-otot menegang Mengingat adanya pengaruh musik yang baik bagi jiwa manusia Islam mem-perbolehkan musik dan nyanyian asal tidak kotor, cabul dan berbuat mengajak maksiat. Bahkan disunahkan dalam situasi gembira guna melahirkan perasaan ria dan menghibur hati, misalnya pada waktu hari raya, persepsi perkawinan, waktu kelahiran anak, aqiqah dan sebagainya. Demikian menurut Yusuf Al Qaradlawi. Hal ini berdasarkan beberapa hadits antara lain yang diriwayatkan oleh Al Bukhari dari Aisyah r.a bahwa ketika dia mengantar pengantin perempuan ke tempat llelaki Anshar, Nabi Saw bertanya, ”Wahai Aisyah apakah mereka diirirngi hiburan, karena orang Anshar suka hiburan. Imaam Al Ghazaki berkata, “Semua hadit tentang bernyanyi itu terdapat dalam shahih bukhari dan muslim dan ini merupakan nash yang jelas bahwa menyanyi dan bermain itu tidak haram. Al Qadli Abu Bakar, Ibnu Arabi berkata, ”Tidak ada satupun hadits yang shahih yang mengharamkan nyanyian. Ibnu Hazm berkata, “Semua riwayat yang mengharamkan nyanyian adalah bathil dan maudlu (palsu)”.. Sebagian ulama mengatakan bahwa nyanyian itu termasuk Lahwal Hadits (perkataan yang tidak berguna) yang disebut dalam firman Allah (QS. Luqman:06). Mengomentari pendapat ini Ibnu Hazm berkata, ”Ayat tersebut menyebutkan suatu sifat yang apabila dilakukan menyebabkan pelakunya menjadi kafir dengan tidak diperselisihkan lagi, yaitu apabila dia menjadikan jalan Allah sebagai olok-olokan. Kalau seseorang membeli mushaf Al Quran untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah dan menjadikannya olok-olokan, maka dia kafir. Hal demikian inilah yang dicela oleh Allah. Tetapi Allah tidak mencela orang yang membeli lahwal hadits untuk hiburan dan mengembirakan hati kecuali jika di pergunakan untuk menyesatkan manusia dari jalan ‘Allah Azza Wa Jalla’

Kesehatan - Musik Dan Kesehatan
Apa hubungan musik dan kesehatan? Ternyata musik dan kesehatan memiliki kaitan erat dimana tidak diragunakan lagi mendengarkan musik favorit dapat dengan cepat membawa Anda dalam mood yang baik. Para ilmuwan saat ini menemukan bahwa musik dapat melakukan lebih terhadap Anda dari sekedar meningkatkan semangat. Penelitian menunjukkan musik memiliki berbagai keuntungan kesehatan. Berikut enam fakta dimana musik dapat membantu kesehatan Anda dan keluarga: Menyembuhkan sakit punggung kronis Musik bekerja pada sistem sarap autonomic yaitu bagian sistem saraf yang bertanggung jawab mengotrol tekanan darah, denyut jantung dan fungsi otak yang mengotrol perasaan dan emosi. Menurut penelitian, kedua sistem tersebut bereaksi sensitif terhadap musik.

Gado gado artikel 81

putut_2002@plasa.com Ketika kita merasa sakit, kita menjadi takut, frustasi dan marah yang membuat kita menegangkan ratusan otot dalam punggung. Mendengarkan musik secara teratur membantu tubuh relaks secara fisik dan mental, sehingga membantu menyembuhkan dan mencegah sakit punggung. Para ahli yakin setiap jenis musik klasik seperti Mozart atau Beethoven dapat membantu sakit otot. Musik lambat dan santai juga dapat membantu. Meningkatkan olahraga Para ahli mengatakan mendengarkan musik selama olahraga dapat memberikan olahraga yang lebih baik dalam beberapa cara, diantaranya meningkatakan daya tahan, meningkatkan mood dan mengalihkan Anda dari setiap pengalaman yang tidak nyaman selama olahraga. Jenis musik terbaik untuk olah raga adalah musik dengan musik tempo tinggi seperti hip hop atau musik dansa. Mencegah kehilangan daya ingat Bagi banyak orang yang mengalami kehilangan daya ingat dimana berbicara dengan bahasa menjadi tidak berguna. Musik dapat membantu pasien mengingat nada atau lagu dan berkomunikasi dengan sejarah mereka. Ini karena bagian otak yang memproses musik terletak sebelah memori. Para peneliti menunjukkan bahwa orang dengan kehilangan daya ingat merespon lebih baik terhadap jenis musik pilihannya. Membantu melahirkan Ibu hamil yang mengalami rasa sakit saat melahirkan , mendengarkan musik akan sangat membantu. Bentuk ekspresi ini dapat menyembuhkan sakit dalam tubuh dan membantu otot relaks. Dokter menganjurkan jenis musik klasik atau musik masa kini tetapi mendengarkan musik pilihan sendiri juga baik. Menyembuhkan depresi Musik terbukti dapat menurunkan denyut jantung. Ini membantu menenangkan dan merangsang bagian otak yang terkait ke aktivitas emosi dan tidur. Peneliti dari Science University of Tokyo menunjukkan bahwa musik membantu menurunkan tingkat stress dan gelisah. Penelitian menunjukan bahwa jenis musik klasik adalah terbaik dalam membantu mengatasi depresi. Membantu anak sebelum operasi Mendengarkan musik bagi anak yang tengah menunggu operasi dapat membantu menyembuhkan ketakutan dan gelisah karena musik membantu menenangkan ketegangan otot. Meskipun tidak ada musik khusus, musik-musik yang akrab bagi anak-anak jelas yang terbaik.

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 Musik dan Senam Rangsang Kecerdasan Anak Selain masalah gizi, senam hamil dan musik ternyata dapat pula membantu proses kecerdasan anak. Senam hamil dibutuhkan untuk memperlancar persalinan, karena proses kelahiran yang macet bisa merusak otak, dan berdampak pada kecerdasan anak kelak. Begitu juga dengan musik berguna untuk merangsang saraf-saraf kecerdasan di otak. Menurut dr Hardi Susanto, spesialis obstetri dan ginekologi, bila plasenta berfungsi baik dalam mengalirkan darah, maka suplai makanan, dan oksigen dari ibu ke anak juga baik. Dampaknya pada ibu hamil tentu tidak ada komplikasi saat persalinan, misalnya perdarahan, persalinan macet, gawat janin, gangguan suplai oksigen pada janin. Proses persalinan baik dan lancar itu, ternyata dapat memengaruhi fungsi otak dan kecerdasan anak di kemudian hari. "Salah satu cara untuk memaksimalkan fungsi plasenta dan juga memperlancar proses persalinan ialah dengan senam hamil, karena pengaruh senam hamil membantu ibuibu agar dapat melahirkan dengan baik dan membantu suplai makanan ke janin," kata Hardi dari Siloam Graha Medika Hospital, Jakarta. Hardi mengatakan, ketidakmampuan ibu untuk mengatur pernapasan akan menghambat proses persalinan, atau akan berlangsung lebih lama dari seharusnya. Kemudian hal tersebut akan mengganggu suplai darah dan oksigen ke otak janin, sehingga dapat menyebabkan rusaknya sel-sel otak pada janin, dan akhirnya berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan anak. Manfaat senam hamil, antara lain: Meningkatkan stamina ibu hamil - Melatih kekuatan otot perut, panggul, dan otot-otot penunjang lainnya agar tidak kaku dan terkoordinasi dengan baik, serta dapat melahirkan dengan normal. Membantu melancarkan sirkulasi darah, - Melatih pernapasan dan teknik-teknik melahirkan yang baik dan benar. - Mempercepat proses pemulihan pascapersalinan agar saat melahirkan tidak kaku dan rileks - Membentuk dan mempertahankan postur tubuh dan tulang belakang, Musik Sementara itu, psikolog Lidwina Banowati mengatakan bayi dapat mendengar dan merespons segala bunyi dan suara yang didengarnya. Bahkan ketika janin masih berusia 24 minggu di kandungan, telinganya sudah bisa berinteraksi dengan bunyibunyian. "Dalam pengobatan tradisional Ayurveda di India, terapi musik dapat memacu perkembangan otak kanan dan kiri. Otak kiri merupakan tempat melakukan fungsi akademik, yakni kemampuan berbahasa, baca, tulis, hitung, dan daya ingat, serta berperan dalam mempelajari matematika, tata bahasa, berpikir kritis, kemampuan analisis, dan sintesis. Otak kanan terutama berkaitan dengan artistik, kreatif, perasaan, gaya bahasa, irama musik, imajinasi, sosialisasi, dan perkembangan kepribadian,'' jelas Lidwina pada seminar soal kecerdasan anak di Siloam Graha Medika Hospital, Jakarta beberapa waktu lalu. Sebenarnya, lanjutnya, tingkat kecerdasan anak yang terutama bergantung dari segi keturunan, gizi selama dalam kandungan dan sesudah lahir. Terakhir barulah rangsangan psikososial yang harus diberikan sedini mungkin sesuai dengan perkembangan otaknya, termasuk memberi rangsangan musik. Lidwina mengatakan terapi musik dapat berguna sebagai relaksasi bagi ibu hamil, stimulasi dini pada janin, menjalin keterikatan emosional antara ibu hamil dan janinnya, serta dapat membantu ibu-ibu hamil agar dapat mempertahankan keseimbangan kesehatan jasmani, pikiran, dan emosi. Terapi musik ini juga dapat menyembuhkan, merehabilitasi, mendidik, melatih anakanak dan orang dewasa yang menderita gangguan fisik dan mental atau emosional. Mempersatukan seni, ilmu pengetahuan, dan emosi seperti perasaan cinta dan kasih sayang, juga dapat ditimbulkan oleh terapi musik. ''Perkembangan otak anak pada usia 0 sampai 5 tahun meningkat secara cepat sebanyak 80%. Baru setelah melewati usia tersebut, perkembangannya hanya 20%.'' Untuk itu, lanjut Lidwina, terapi musik dibutuhkan untuk perkembangan kecerdasan janin karena manfaatnya bagi ibu hamil atau sesudah melahirkan dapat menimbulkan reaksi psikologis seperti relaksasi dan stimulasi, mendorong untuk berpikir positif, dan lebih menahan emosi. Musik juga dapat menyongsong masa depan bayi atau anak

Gado gado artikel 83

putut_2002@plasa.com yang lebih cemerlang, dan kelak anak akan tumbuh menjadi kepribadian yang kuat dan mampu menyerap dalam beberapa hal. "Terapi musik juga dapat mengubah, dan memelihara tingkah laku. Atau menjaga kemampuan yang telah dicapai, sehingga tidak terjadi kemunduran.'' Mendengarkan musik pada janin bisa di mana dan alat musik apa saja. Instrumen musik, seperti seruling, harpa, genderang, dan juga bernada irama musik yang teratur seperti mars, religius, dan klasik baik untuk janin. Lebih lanjut, Lidwina mengatakan ada dua tahap yang dilakukan dalam terapi musik. Pertama, tahap relaksasi fisik atau progressive relaxation, di mana ibu hamil mengendurkan dan mengencangkan 9 jenis otot-otot sambil mengatur napas. Kedua, relaksasi mental, yang menganjurkan ibu hamil untuk berkonsentrasi penuh untuk terapi dan mendengarkan alunan musik dengan rileks dan menyenangkan.

Musik Pengaruhi Perkembangan Manusia dan Tumbuhan
BENARKAH musik berpengaruh pada perkembangan anak? Penelitian ini masih banyak dilakukan orang. Meskipun demikian para ahli mempercayai bahwa ada hubungan antara musik dengan perkembangan kepribadian, fisik dan psikis seorang. Pengaruh musik terhadap perkembangan anak tidak hanya dimulai setelah anak lahir dan mendengar saja, tetapi sejak anak masih berada di dalam kandungan ibu. Bila pernyataan ini dapat diterima, maka akan terjadi perubahan yang sangat mendasar terhadap proses belajar seorang anak, sudah harus dimulai sejak masih dalam kandungan. Alasannya, telinga adalah panca indera pertama yang berkembang ketika anak masih dalam kandungan. Jadi, bunyi merupakan sumber informasi awal tentang dunia yang diterima janin. Begitu lahir, fungsi pendengaran itulah yang pertama kali bekerja. Seorang psikolog Monty P. Satiadarma menyebutkan keampuhan musik. Dikatakan, musik itu masuk lewat pendengaran, tetapi menimbulkan kesan visual. Di sini prinsip yang berlaku adalah prinsip asosiasi. Misalnya musik tertentu membuat anda merasa bahagia karena musik itu mengingatkan Anda pada suatu pengalaman yang indah. Tetapi, orang lain mungkin merasa sebal mendengar lagu itu karena teringat pada peristiwa yang tidak menyenangkan. Hal senada dituturkan oleh seorang psikolog, Alfa Handayani S.Psi. Ia juga menyebutkan, musik mampu meningkatkan pertumbuhan otak anak, karena musik itu sendiri merangsang pertumbuhan sel otak. Musik bisa membuat kita rileks dan senang hati, yang merupakan emosi positif. Emosi positif inilah membuat fungsi berpikir seseorang menjadi maksimal. Selain itu, musik juga bagus untuk emosional anak. Misalnya, jika didengarkan musik lembut, maka anak akan tenang, kalau musik yang riang, anak pun akan terlihat gembira. Biasanya, seorang anak yang sejak dalam kandungan biasa diperdengarkan musik, ketika dalam perkembangan pertumbuhannya nanti, anak itu dapat dengan mudah beradaptasi dan belajar soal musik. Menurut Alfa, ibu satu orang anak itu, musik memiliki fungsi terapik. Oleh karena itu, memanfaatkan fungsi musik di rumah, akan sangat bagus bagi perkembangan anak, karena membuat atmosfer rumah lebih bersemangat, tergantung musik yang dipasang. Sayangnya, musik tidak banyak dilibatkan dalam kurikulum sekolah, bahkan kerap kali dipandang remeh. Berangkat dari pemahaman betapa musik berfungsi terapi, di sekolah yang ia pimpin, Alfa memasukkan unsur musik dalam proses belajarmengajar. Orang yang sebaiknya mengikuti terapi musik di antaranya ialah orang yang mengalami gangguan jiwa, cacat fisik, lanjut usia (lansia), penderita penyakit stadium akhir (tidak ada harapan hidup), degradasi mental, perkembangan yang terhambat dan yang mengalami kesulitan kesulitan belajar. Banyak hal yang bisa diperoleh dari terapi musik. Terapi musik bisa meningkatkan keterampilan berkomunikasi, mengurangi perilaku yang tidak selaras, memperbaiki prestasi anak didik, memeperbaiki gerakan psikomotorik, menambah perhatian, memperbaiki hubungan interpersonal, pengelolaan nyeri dan mengurangi stres. Sampai saat ini ada anggapan musik yang bisa memberi pengaruh positif dan mencerdaskan otak adalah musik klasik. Suka Hardjana, etnomusikolog yang pernah mengajar di IKJ, mengatakan bahwa baru musik klasiklah yang sudah diteliti para ahli, sehingga musik klasik dianggap bisa mengasah otak. ''Tetapi sebenarnya, musik apa pun, menurut saya, bisa mencerdaskan. Musik kan abstrak, tidak tersentuh, hanya

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 bisa dirasakan. Semua yang bersifat abstrak, mendorong otak kiri kita menjadi lebih aktif. Dengan cara itu kita jadi lebih cerdas,'' ujarnya. Dari hasil penelitian, ternyata musik etnik Bali, Semar Pegulingan, Kebyar Gamelan Bali bisa juga dijadikan satu alternatif pilihan musik untuk meningkatkan daya konsentrasi. Musik vs Makan Makan sambil mendengarkan musik harus dilakukan hati-hati. Pemilihan musik yang salah bisa membuat orang menjadi gemuk tanpa disadari. Musik mempengaruhi pola makan. Jenis musik bertempo lambat cenderung mendorong orang mengunyah secara perlahan. Ini menyebabkan makanan bisa dicerna lebih baik dan lebih cepat kenyang. Konon perut lebih cepat kenyang setelah mengunyah selama 15-20 menit. Kebiasaan ini dapat membuat pencernaan lebih baik dan orang makan dalam jumlah yang lebih sedikit. Suatu cara yang aman dan sehat untuk menuju langsing. Sementara musik ingar-bingar merangsang orang makan cepat, asal mengunyah, dan melahap makanan lebih banyak sebelum merasa kenyang. Akibatnya, bila jadi kebiasaan ini membuat berat tubuh bertambah tanpa disadari. Karenanya, bagi yang berdiet harus benar-benar memilih musik yang sesuai. Musik Bagi Tanaman Musik tak hanya bermanfaat bagi manusia. Tanaman ternyata menyukai musik pula. Bahkan orang-orang zaman dulu mengetahui bahwa musik berpengaruh terhadap kesehatan tanaman. Tak heran bila di berbagai budaya ada irama pengiring tarian dalam upacara musim tanam atau menjelang panen. Seorang peneliti dari Minnesota, Amerika, Dan Carlson mengikuti cara seperti ini. Dia menggunakan bunyi-bunyian berfrekuensi tinggi pemancing energi kepada tanaman. Bunyi tersebut berfrekuensi 5.000 Hz (sama dengan frekuensi nyanyian burung), mirip suara jangkrik raksasa yang dipadukan dengan musik Baroque dan musik klasik lain. Setiap sore, sambil menyemprotkan pupuk, ia menyetel musik ini. Ternyata hasilnya tanaman mampu menyerap pupuk 700 persen lebih banyak dan tumbuh dengan kecepatan 99 persen lebih daripada biasanya. Tanaman purple plant (tanaman merambat) yang biasanya hanya tumbuh sepanjang 4,5 cm per tahun bisa mencapai 3,5 meter setelah selama dua tahun menerima "suplemen" musik dari Carlson. Kegemilangan teknik ini membuatnya tercatat dalam Guiness Book of Record. Teknik Carlson itu juga "dipinjam" Pangeran Charles dari Inggris untuk menangani tanaman mawarnya. Dia yang terkenal fanatik pada musik selalu memperdengarkan musik klasik pada tanaman mawarnya di kebun Istana Sudley. Ulah unik ini ternyata bisa meningkatkan pertumbuhan bunga mawar. Satu batang mawar yang semula hanya menghasilkan lima kuntum setiap cabangnya, mampu memekarkan 60 mawar setelah mendapat pupuk dan musik. (ari/berbagai sumber) Salah satu gangguan yang sering menimpa lambung adalah meningkatnya produksi asam lambung secara berlebihan. Hal ini dapat menyebabkan luka pada dinding lambung yang secara populer biasa disebut sebagai gejala penyakit Maag. Ada tulisan menarik yang membahas seputar penyakit Maag serta hubungannya dengan ibadah puasa Ramadhan yang sedang dijalani kaum Muslimin saat ini: Lambung adalah pusat sistem pencernaan dari umumnya mahluk vertabrata, termasuk juga pada manusia. Letaknya di perut, di antara saluran esophagus (tenggorokan) dengan usus halus. Pada manusia, lambung berupa organ dengan penampang mirip botol. Panjangnya kurang dari 20 cm dengan berat hanya sekitar 1% total berat badan pemiliknya. Permukannya cukup elastis sehingga mampu mengembang untuk menampung makanan yang cukup banyak tanpa menaikkan tekanan pada dindingnya. Lambung memproduksi sejumlah besar asam hydrochloric (hydrochloric acid) yang dapat mengaktifkan pepsinogen dari enzim pepsin. Asam hydrochloric dan pepsin secara bersamaan dimanfaatkan untuk mencernakan makanan berupa daging dan protein lainnya. Disamping itu, asam hydrochloric juga berguna untuk membunuh bakteri yang masuk ke lambung bersama dengan makanan. Saat kita mengkonsumsi makanan, lambung mengeluarkan getah lambung yang terdiri dari acid (asam lambung), mucus (lendir), dan pepsinogen. Asam lambung diproduksi dari area kelenjar oxyntic pada mucosa (selaput lendir) pada getah lambung, dimana sel-sel lain dalam daerah ini juga memproduksi mucus dan pepsinogen. Mucus berfungsi sebagai semacam pelumas untuk melindungi dinding

Gado gado artikel 85

putut_2002@plasa.com lambung dari luka akibat gesekan dengan makanan yang sedang dicerna dan mencegah asam lambung untuk mencerna dinding lambung itu sendiri. Mucosa yang berada pada area sepertiga bagian lambung (disebut sebagai antrum) memproduksi hormon gastrin. Gastrin merangsang pengeluaran asam lambung dan penyebaran mucosa di saluran pencernaan. Melihat, membaui, atau mencicipi makanan akan mengaktifkan saraf vagus, yang selanjutnya akan merangsang produksi asam, dan antral (rongga) pada sel gastrin untuk melepaskan gastrin dalam aliran darah. Saraf vagus selanjutnya akan memulai proses pelepasan pepsinogen dan mucus. Masuknya makanan membuat dinding lambung mulai mengembang. Proses pencernaan makanan dimulai, dan proses ini ditambah dengan mengembangnya dinding lambung juga akan merangsang pengeluaran asam dan pelepasan hormon gastrin. Canopus, bintang cemerlang kedua di langit malam setelah Sirius ini sebenarnya menyimpan banyak kisah menarik. Penamaannya saja sudah unik karena diambil dari nama orang yang tidak dikenal dalam mitologi Yunani-Mesir Kuno. Konon Canopus adalah nama seorang pimpinan iring-iringan kapal dari Raja Menealus, seorang raja dari Sparta yang mengumpulkan pria-pria di Sparta untuk berperang melawan ratu Helen di Troya. Canopus sendiri dikisahkan meninggal di Mesir setelah kejatuhan kota Troya. Terletak hampir 53 derajat di langit belahan selatan, Canopus tidak dapat terlihat dari lokasi dengan latitud diatas 37 derajat lintang utara. Sekalipun demikian, di posisi dimana bintang ini dapat dilihat, penampakannya juga termasuk jarang. Sedemikian jarangnya sehingga di negeri Cina bintang ini disebut sebagai "Bintang Orang Tua". Menurut legenda rakyat disana, barangsiapa yang berkesempatan untuk melihat bintang ini akan dikaruniai umur panjang. Di Indonesia sendiri, bintang ini sebenarnya tidak terlampau sulit untuk diamati. Kita dengan mudah dapat mengamati bintang ini pada bulan-bulan di musim penghujan sebagai sebuah titik cemerlang di langit bagian selatan, nyaris berjejer dengan bintang Sirius. Bagi penghuni Bumi yang tinggal di belahan selatan, titik kulminasi Canopus yang berlangsung setiap tanggal 27 Desember juga menandai tibanya awal musim panas. Canopus merupakan bagian dari rasi Carina, sebuah rasi yang merupakan salah satu pecahan dari rasi Argo dalam ilmu astronomi kuno. Karena ia merupakan bintang paling cemerlang di rasi ini, maka Canopus juga disebut sebagai Alpha Carinae. Dalam dunia penerbangan antariksa, Canopus memegang peranan penting sebagai semacam mercusuar di antariksa. Karena kecemerlangan dan kestabilan pancaran cahayanya, maka wahana antariksa Voyager 1 dan 2 memanfaatkan Canopus sebagai bintang navigasi untuk "menerangi" perjalanan wahana tersebut dalam mengarungi ruang tanpa batas yang masih berlangsung hingga kini. Bintang-bintang yang kita lihat di langit malam itu sebenarnya tidaklah diam ditempat (statis). Bintang yang merupakan bagian dari galaksi Bimasakti bergerak mengorbit pusat galaksi, mirip seperti planet yang mengorbit bintang induknya dalam tata surya. Sementara itu nebula atau galaksi lain yang dapat dilihat dari Bumi bergerak saling menjauh satu sama lainnya. Pergerakan benda langit ini memunculkan suatu fenomena khas yang disebut dengan gerak diri, yaitu suatu perubahan kecil dalam posisi bintang selama jangka waktu tertentu. Gerak diri dari suatu bintang dalam arah radial (mendekat ataupun menjauh) dari bumi kita tidak dapat diobservasi secara langsung. Dengan pertolongan spektroskop, dapat dilihat pada spektrum setiap bintang terdapat beberapa garis gelap. Dalam ilmu fisika kita mengenal efek Doppler yang dicetuskan oleh Christian Johann Doppler (1803-1853), yaitu bilangan getar gelombang udara (baca: bunyi) ataupun gelombang elektromagnet (baca: cahaya) akan meninggi jika sumber bunyi ataupun sumber cahaya mendekat, sebaliknya merendah jika menjauh. Maka garis gelap pada spektrum suatu bintang yang bergerak mendekat, akan bergeser ke arah warna ungu (bilangan getarnya tertinggi dalam spektrum), sebaliknya akan bergeser ke arah warna merah (bilangan getarnya terendah dalam spektrum), jika bintang itu menjauh. Makin jauh garis gelap itu bergeser dari posisi normal, makin cepat gerak diri dari bintang itu. Sekelompok bintang di sekitar Vega gerak dirinya -20 km per detik, sedangkan sekelompok bintang dekat Sirius yang letaknya pada belahan bola langit 180 derajat dari Vega, mempunyai gerak diri +20 km per detik (tanda - dan + menunjukkan gerak mendekat dan menjauh). Apa artinya itu? Pertama, matahari mempunyai gerak diri yang diikuti semua satelitnya mendekati Vega sambil menjauh dari Sirius dengan laju 20 km per detik. Jadi satelit-satelit matahari mempunyai kombinasi gerak mengedari matahari sambil mengikuti gerak matahari menuju Vega. Kedua, matahari hanyalah sejenis bintang, seperti bintang-bintang tetap yang lain. Pada umumnya gerak diri bintang-bintang berkisar antara 20 hingga 60 km per detik.

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 Sangat jarang bintang yang mempunyai gerak diri 100 km per detik. Bintang dengan gerak diri terbesar yang pernah tercatat adalah Bintang Barnard. Selama jangka waktu 180 tahun bintang ini telah berubah posisinya sebesar diameter tampak bulan. Gerak diri bintang pada akhirnya akan mengubah pola rasi yang sudah dikenal. Ini juga menjelaskan mengapa pola rasi yang tertera pada naskah-naskah Astronomi jaman dulu seringkali berbeda dengan yang bisa kita lihat sekarang ini. Under a Tropical Sky: A History of Astronomy in Indonesia, paper Dr. Bambang Hidayat tentang sejarah perkembangan astronomi "modern" di Indonesia ini bisa didownload melalui halaman ini atau langsung di sini (1,8 MB PDF Format). Apabila ada masalah, dapat juga diakses melalui mirrornya di situs ini. Paper ini juga mengungkap sejarah berdirinya observatorium Bosscha dan perkembangannya hingga saat ini (kebetulan beberapa hari yang lalu ada pengunjung web ini yang nyari informasi seputar Bosscha). Penulisnya, Dr. Bambang Hidayat adalah peneliti dan mantan kepala di Obs. Bosscha, Lembang. Walaupun secara ilmiah keberadaan efek Mozart cenderung ditanggapi secara skeptis, tapi tidak demikian halnya di dunia komersial. Kalau kita jalan-jalan ke music store, dengan mudah kita bisa menemukan CD musik klasik dengan cover yang bergambar ibu hamil atau pola-pola yang mengingatkan kita dengan dunia kanak-kanak atau balita. Konon mendengarkan CD semacam ini (yang biasanya berisi komposisi light classic, tentu saja didominasi oleh Mozart) dianggap bermanfaat sebagai semacam terapi bagi janin maupun ibu hamil itu sendiri. Kalau melihat latar belakang ilmiah tentang efek Mozart yang tidak seberapa kuat itu, seharusnya terapi ini juga perlu dilihat dengan kacamata sedikit pesimis. Sebagai sarana relaksaksi sih tidak mengapa. Masuk akal kalau si Ibu melewatkan masa kehamilannya dengan tenang tanpa dibebani stress maka itu akan berpengaruh baik kepada janin yang dikandungnya. Tapi karena pengaruh latar belakang budaya, maka mendengarkan musik klasik bisa menjadi siksaan tersendiri untuk telinga yang tidak terbiasa. Ujung-ujungnya ini bisa mendatangkan stress yang akhirnya malahan berpengaruh buruk terhadap janin. Satu-satunya pengaruh yang masuk akal dari terapi musik ini adalah mengasah kepekaan estetis yang memang berpengaruh langsung terhadap EQ. Tetapi kepekaan estetis untuk itu tentunya tidak mesti dilatih lewat musik klasik, apalagi harus Mozart. Masih seputar pengaruh terhadap EQ. Karena EQ lebih banyak berkaitan dengan fungsi-fungsi non-akademik, maka bisa ditebak bahwa EQ banyak berkorelasi dengan perkembangan belahan kanan pada otak (lihat catatan dua hari lalu). Fungsi estetis hanyalah salah satu diantara sekian banyak fungsi yang di-handle oleh otak di belahan kanan, karenanya terapi lewat musik saja belumlah cukup. Bagi kaum Muslimin, tentunya kenal dengan anjuran kepada ibu hamil untuk menjaga perkataan dan perbuatan, serta memperbanyak ibadah. Sebenarnya, kegiatan religius semacam ini akan memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap EQ jabang bayi yang dikandung daripada terapi apapun! Lagipula, bukankah mengenalkan kegiatan keagamaan secara dini kepada anak adalah sangat dianjurkan dalam ajaran Islam? Heboh soal efek Mozart ini bermula dari buku berjudul The Mozart Effect yang ditulis oleh John Campbell. Dalam bukunya, Campbell merangkum beberapa hasil penelitian mengenai efek positif dari beberapa jenis musik, diantaranya menenangkan anak-anak hiperaktif, meningkatkan kreatifitas dan daya ingat, mensinkronkan kinerja otak kiri dan otak kanan, dan bahkan meningkatkan IQ hingga 9 point! Banyak fakta-fakta menarik yang diungkap Campbell dalam bukunya ini berkaitan dengan efek positif musik klasik, khususnya komposisi Mozart. Namun sebagaimana teori kontroversial lain yang lebih banyak mengandalkan bukti empiris ketimbang hasil penelitian yang memperhatikan kaidah-kaidah ilmiah, topik seputar efek Mozart ini perlu dibaca dengan kacamata yang sedikit skeptis. Para pendukung teori efek Mozart percaya bahwa stimulasi dengan komposisi karya Mozart kepada bayi maupun janin dalam kandungan mampu memberikan efekefek positif sebagaimana disebutkan diatas pada sang bayi. Lantas kenapa harus Mozart? Konon beberapa komposisi karyanya, diantaranya Sonata in D major for Two Pianos, K488 dianggap memiliki efek stimuli yang paling kuat. "Anda dapat mengaktifkan bagian-bagian yang berbeda dari otak, tergantung jenis musik yang anda dengarkan. Karena itu, musik dapat menstimulasi bagian dari otak yang tidak aktif karena gangguan neurologis semacam kelainan mental atau emosi," demikian menurut ahli saraf, Anne Blood dari McGill University, Kanada, yang secara khusus mempelajari efek musik terhadap otak manusia. Sementara itu, beberapa penelitian menunjukkan efek positif dari musik (umumnya musik klasik),

Gado gado artikel 87

putut_2002@plasa.com mulai dari memudahkan seseorang belajar bahasa asing, sebagai sarana terapi untuk penderita epilepsi, bahkan untuk memutar letak janin yang sungsang! Namun demikian, secara ilmiah, teori tentang efek Mozart ini sebenarnya kurang bisa dipertanggung jawabkan, bahkan dianggap menjurus kepada pseudosains. Misalnya menurut teori ini, mendengarkan komposisi Mozart dipercaya memiliki efek positif terhadap kesehatan tubuh secara fisik. Para penentang teori ini gampang saja menyangkal, "kalau memang komposisi Mozart baik untuk kesehatan, kenapa sepanjang hidupnya Mozart selalu sakit-sakitan, bahkan meninggal di usia muda?" Satu seri Nutcracker dari Tchaikovsky hari ini menambah perbendaharaan koleksi audio saya. FYI, sebelum saya dianggap "sok tua", balet Nutracker pernah dipentaskan di Jakarta bulan April lalu ... untuk konsumsi anak-anak (siapa bilang musik klasik cuma untuk konsumsi orang tua-tua saja?). Btw, bicara soal musik klasik, pernah dengar yang namanya Efek Mozart? Itu lho, efek positif bagi perkembangan otak yang konon merupakan hasil stimulasi dengan komposisi-komposisi klasik, khususnya karya dari Wolfgang Amadeus Mozart (17561791), seorang komposer klasik dari periode Baroque.Sebelum fenomena efek Mozart ini kita bahas lebih lanjut, terlebih dahulu kita perlu tahu sedikit tentang struktur otak manusia. Otak kita terbagi menjadi dua belahan, kanan dan kiri dengan fungsi yang berbeda. Otak kanan berkaitan dengan perkembangan artistik dan kreatif, meliputi perasaan, gaya bahasa, imajinasi, pengembangan diri dan kepribadian, sosialisasi, serta selera musik dan warna. Sementara itu, otak kiri merupakan tempat untuk melakukan fungsi akademik seperti baca, tulis, berhitung, daya ingat, logika, dan analisis. Secara simpel, anda bisa membayangkan kerja kedua belahan ini lewat proses penggarapan situs ini. Untuk perancangan tampilan, grafis, tata warna dan tata letak, saya lebih banyak mengandalkan otak belahan kanan, sementara itu untuk menyusun content, saya harus melakukan pengumpulan bahan, penerjemahan (apabila mengandalkan literatur berbahasa asing), penyusunan dan penulisan halaman, termasuk juga menulis script PHP dan HTML, yang semuanya itu mengandalkan fungsi otak belahan kiri. Kedua fungsi otak tersebut tentunya bukan sekedar "bawaan orok", tetapi membutuhkan perangsangan agar fungsi kedua belahan otak pada seseorang bisa berkembang sejak ia masih kanak-kanak. Para psikolog beranggapan bahwa apabila stimulasi secara seimbang terhadap kedua belahan otak tersebut, akan berdampak positif tidak hanya terhadap kecerdasan namun juga kepribadian seseorang. Kita tahu bahwa yang digunakan sebagai standar pengukuran tingkat kecerdasan adalah IQ (Intelligent Quotient), namun demikian IQ yang tinggi juga bukan jaminan karena masih ada EQ (Emotional Quotient). Beda dengan IQ, EQ tidak bisa diukur dengan besaran berupa angka tertentu. EQ seseorang bisa dinilai dari kepribadian dan hubungan sosial dengan lingkungannya. Nah, konon EQ ini justru lebih menentukan ketimbang IQ. Keseimbangan antara otak kiri dan kanan diyakini tidak hanya menghasilkan pribadi dengan IQ tinggi, namun juga EQ yang memadai. Lantas apa kaitannya dengan efek Mozart? Ini akan kita bahas di kesempatan mendatang. Sekarang istirahat dulu, ntar tengah malam harus bangun sahur :) Bulan suci Ramadhan sudah diambang pintu. Selamat menunaikan ibadah Shaum Ramadhan, semoga Allah SWT meringankan langkah kita untuk meningkatkan amal ibadah di bulan penuh rahmat dan maghfirah ini. Mohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan. Akhirnya pemerintah menetapkan awal Ramadhan di wilayah Indonesia jatuh pada Sabtu, 17 November 2001, sementara Muhamadiyah menyatakan akan memulai puasa Ramadhan pada hari ini, Jum'at 16 November 2001. Seperti prediksi saya bulan lalu di halaman ini, memang terjadi perbedaan dalam penentuan awal Ramadhan kali ini. Karena persoalan ini bukanlah hal yang perlu dibesar-besarkan, jadi saya rasa tidak perlu kita bahas lagi disini. Saya sendiri memutuskan untuk mulai puasa pada Sabtu nanti. Bukan karena saya fanatik ru'yat, tapi karena merasa lebih "sreg" apabila mengikuti pengumuman dari pemerintah. Dalam mitologi Yunani kuno, Orion adalah seorang pemburu yang suatu saat kedapatan mengintip dewi Artemis yang sedang mandi. Ini adalah dosa besar bagi Orion, karena sesungguhnya Artemis adalah putri Zeus, sang Mahadewa. Sebagai hukuman atas kelancangan Orion, maka Artemis mengirimkan kalajengking untuk menyengat Orion. Zeus yang merasa kasihan terhadap kedua mahluk tersebut kemudian melemparkan keduanya ke angkasa. Hingga saat ini keduanya masih mengorbit sebagai rasi Orion dan Scorpius (kalajengking). Dalam orbitnya, Orion selalu diikuti oleh Sirius, anjingnya yang setia (walaupun sering dikaitkan dengan Orion, namun sesungguhnya Sirius adalah bukan bagian dari rasi Orion, melainkan bagian dari rasi Canis Major, Beruang Besar). Berbeda dengan orang Yunani Kuno, orang

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 Mesir kuno membayangkan rasi Orion sebagai perwujudan dari Osiris, salah satu Dewa mereka yang sedang memegang tongkat kebesarannya. Dalam kepercayaan Mesir Kuno, Osiris bersemayam di Alnitak, salah satu bintang di Sabuk Orion, sedagkan permaisurinya, Isis, dipercaya menetap di Sirius. Ketiga primida besar yang dibangun di Gizeh (Giza) oleh Firaun kedua dari Dinasti ke-4, masing-masing: Khufu (orang Yunani menyebutnya Cheops), Khafre (Chepren), dan Menkaure (Mycerinus) dibangun dengan berderet mengacu pada posisi ketiga bintang anggota Sabuk Orion. Konon, karena Osiris adalah Dewa Kematian bangsa Mesir Kuno, maka diharapkan dengan cara ini, roh dari mereka yang dikubur di piramid tersebut tidak akan tersesat dalam perjalanannya menghadap Osiris. Bagaimana dengan kita di Indonesia? Orang Jawa biasa menyebut rasi Orion sebagai Waluku. Kemunculannya di awal musim hujan dianggap menandai awal periode bercocok tanam bagi para petani. Sampai saat ini saya masih belum menemukan mitologi khas Indonesia tentang rasi yang satu ini, tapi rasanya kemungkinan besar ada. Bukankah bangsa kita memang paling hobby dengan yang namanya mitos? Bahkan setelah bangsa Yunani dan Mesir berkembang menjadi masyarakat yang modern, bangsa kita masih senang berkutat dengan cerita-cerita semacam Nyai Roro Kidul dan sejenisnya itu :). Dini hari tadi, iseng-iseng saya bikin observasi kecil-kecilan untuk menentukan posisi rasi Leo, lokasi yang menandai pusat hujan meteor Leonid yang akan terjadi beberapa hari lagi. Tadinya saya berharap bisa mengenali rasi ini lewat bagian "kepala" yang ditandai dengan formasi segi tiga dengan Denebola, salah satu bintang utama Leo di ujungnya. Kenyataannya, setelah beberapa lama mengamati langit di sebelah timur, Leo malahan berhasil saya kenali lewat tiga bintang redup yang menandai "bokong" rasi itu. Regulus, bintang utama lainnya yang membentuk rasi Leo di bagian ini ternyata kelihatan tidak terlalu cemerlang. Sementara Denebola sendiri berhasil saya identifikasi, tapi pola segi tiga yang membentuk "kepala" terlalu samar untuk bisa diamati dengan mata telanjang (kemungkinan karena pengaruh "polusi cahaya"). Apa yang kita kenal sebagai hujan meteor Leonid ini terjadi akibat Bumi melintasi orbit partikel jejak komet 55P/Tempel-Tuttle. Komet berdiameter sekitar 4 km dengan periode orbit sekitar 33,25 tahun tersebut ditemukan oleh Wilhelm Tempel (Perancis, Desember 1865) dan Horace Tuttle (Amerika Serikat, Januari 1866) secara terpisah. Komet ini terakhir kali mencapai titik terdekatnya dengan Bumi pada 28 Februari 1998. Jejak yang ditinggalkannya berupa partikel-partikel kecil yang terdiri dari debu dan batuan kecil dengan berat rata-rata kurang dari 1 gram akan menghujam bumi dengan kecepatan 71 kilometer per detik. Saat itu kita akan melihat banyak kilatan cahaya dari debu-debu tersebut yang mulai terbakar pada ketinggian 100-150 km di atas permukaan bumi dan habis pada ketinggian 50-100 km. Ada yang menarik di rasi Orion ini. Kalau kita perhatikan, relatif di selatan dari salah satu ujung sabuk Orion, saat langit sedang cerah, kita bisa melihat sebuah bercak samar. Orang Yunani kuno membayangkan bercak ini sebagai pedang Orion. Bercak tersebut sebenarnya adalah sebuah nebula (kabut yang terdiri dari debu dan gas). Para astronom mengenalnya sebagai Nebula Orion. Terletak sejauh 1500 tahun cahaya dari Bumi kita, konon nebula Orion adalah benda terjauh yang bisa dilihat dengan mata telanjang. Nebula Orion adalah tempat pembentukan bintang-bintang muda yang masih aktif hingga kini. Lantas apa artinya jarak sejauh 1500 tahun cahaya itu? Simpel saja, karena terminologi "tahun cahaya" ekuivalen dengan jarak yang ditempuh suatu pancaran cahaya dalam waktu setahun, maka perjalanan menuju nebula Orion bisa dibayangkan akan memakan waktu selama 1500 tahun apabila ditempuh dalam kecepatan cahaya. Artinya lagi, cahaya yang kita lihat memancar dari nebula Orion sebenarnya adalah cahaya yang dipancarkannya 1500 tahun lalu! Pemandangan apa yang cukup menarik di langit malam kali ini? Bagi saya sih, salah satu yang menarik adalah rasi Orion. Rasi ini gampang dikenali dari tiga bintang yang berjajar lurus dengan formasi yang khas di sekitar khatulistiwa langit. Ketiga bintang ini dikenal sebagai Sabuk Orion. Bintangbintang di "sabuk" ini namanya agak ke Arab-Araban: Alnitak, Alnilam, dan Mintaka. "Sabuk" ini berada didalam sebuah persegi empat imajiner yang terbentuk dari empat buah bintang: Betelgeuse, Bellatrix, Saiph, dan Rigel. Perhatikan juga di arah tenggara (relatif terhadap sabuk orion), kita bisa melihat bintang Sirius, bintang paling terang di langit malam. Di sebelah timur, menjelang tengah malam kita bisa melihat rasi Leo. Tiap bulan November, hujan meteor yang dikenal sebagai Leonid Meteorid Shower (LMS) akan muncul dari rasi ini. Untuk tahun ini, puncak LMS akan dicapai pada 18 November 2001, 18:19:00 UT (19 November 2001, 01:19:00 WIB tengah malam).

Gado gado artikel 89

putut_2002@plasa.com Konon, LMS tahun ini tidak cuma sekedar "hujan", malahan udah "badai". So, jangan sampai ketinggalan. Catat tanggal mainnya :).

Terlalu serius juga nggak baik. Kali ini, untuk mencairkan suasana, setelah halaman ini saya "bombardir" dengan topiktopik serius,

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005

sekarang kita nyanyi ajah ... Sahabatku bintang, terang cemerlang, bertebaran di angkasa. Sahabatku bulan terangi malam, sang purnama mulai tiba. Temani aku dalam lelap tidurku. Temani aku dalam mimpi indahku. Menari-nari di alam semesta. Sahabatku alam terima kasih, Esok kujelang bersamamu.
Banyak aplikasi pengambilan keputusan (decission-making) dan penyelesaian masalah (problem-solving) yang terlalu kompleks untuk diolah secara kuantitatif. Dalam kehidupan sehari-hari, kita biasa berhubungan dengan terminologi semacam "besar", "kecil", "sedang", "berat", atau "ringan"; dimana semuanya merupakan besaran-besaran relatif yang tidak bisa begitu saja ditransformasikan dalam bentuk bilangan. Seorang pembalap motor, contohnya, tahu persis seberapa besar sudut kemiringan yang perlu diambil saat ia harus menikung dalam kecepatan tinggi. Tentu saja apabila si pembalap adalah seorang penggemar Fisika, ia bisa menghitung-hitung untuk memperoleh besaran yang tepat, tapi niscaya dia bakalan keburu menghantam dinding pembatas lintasan sebelum sempat menyelesaikan perhitungannya :). Pada sekitar tahun 1960-an, Lotfi Zadeh (hmm ... seperti nama Yahudi, yah?) mengembangkan teori yang disebut Fuzzy Logic. Fuzzy Logic didasarkan pada logika Boolean yang umum digunakan dalam komputasi. Secara ringkas, Teorema Fuzzy memungkinkan komputer "berpikir" tidak hanya dalam skala hitam-putih (0 dan 1, mati atau hidup), tetapi juga dalam skala abu-abu. Dalam Fuzzy Logic, suatu preposisi dapat direpresentasikan dalam derajat kebenaran (truthfulness) atau kesalahan (falsehood) tertentu. Sebagai contoh sederhana, pernyatan "cuaca hari ini cerah" dapat berarti 100% bernilai benar (true) apabila cuaca sama sekali tidak berawan, 80% benar apabila ada sedikit awan, 50% benar apabila mendung, dan 0% benar apabila cuaca hujan sepanjang hari Penggunaan Fuzzy Logic sangat ideal untuk menangani informasi-informasi yang membutuhkan pengolahan secara sistematik, dan karenanya sangat cocok untuk menangani aplikasi-aplikasi kontrol yang sifatnya non-linear, juga untuk aplikasi permodelan (modelling) pada sistem yang kompleks. Dewasa ini, Fuzzy Logic banyak digunakan dalam berbagai aplikasi kontrol, termasuk didalamnya kontrol untuk pengolahan bahan kimia, manufaktur, dan bahkan produk peralatan rumah tangga seperti mesin cuci, video kamera, dan kendaraan bermotor. Para ilmuwan sudah lama "terobsesi" untuk meniru cara berpikir manusia untuk diimplementasikan pada komputer. Salah satu pendekatan yang sering dipakai adalah Artificial Intelligence (AI). AI yang dalam bahasa Indonesia biasa disebut sebagai "kecerdasan buatan" ini didefinisikan oleh John McCarthy dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) pada tahun 1956 sebagai "cabang ilmu komputer yang berfokus pada pengembangan (program) komputer yang dapat bersifat sebagaimana halnya manusia". Aplikasi AI yang populer antara lain: • Experts System: pemrograman komputer yang memungkinkan komputer "bertindak" sebagaimana halnya pada keadaan sebenarnya (real-life). Contoh aplikasinya adalah aplikasi untuk membantu seorang dokter melakukan diagnosa berdasarkan gejala suatu penyakit yang ditemui pada pasien • Natural Language: pemrograman komputer yang memungkinkan komputer dapat "mengerti" bahasa yang digunakan oleh manusia.

Gado gado artikel 91

putut_2002@plasa.com • Neural Networks: sistem yang men-simulasikan kemampuan berpikir manusia dengan meniru tipe koneksi fisik pada otak manusia. • Robotik: Pemrograman komputer yang memungkinkan komputer dapat "melihat", "mendengar", dan "bereaksi" terhadap stimuli (rangsangan) yang didapat dari perangkat sensorik. • Games: Memungkinkan komputer untuk mampu menjalankan permainan seperti halnya catur Kalau kemarin-kemarin kita masih berbincang soal memori pada manusia, sekarang untuk sedikit menambah wawasan, perbincangan kita lanjutkan dengan membahas memori pada mesin, khususnya pada komputer (PC). Berbeda dengan memori pada mahluk hidup, memori pada komputer hanya terbatas sebagai pusat penyimpanan data, baik yang bersifat temporer maupun permanen, sedangkan untuk pengolahan data merupakan tanggung jawab prosesor dibantu dengan peripheral-peripheral lain yang terkait. Kita sudah mengetahui bahwa pada mahluk hidup memori diolah dalam bentuk impuls-impuls listrik dan kimiawi pada sel-sel neuron di otak. Nah, di komputer, memori diolah sebagai sinyal-sinyal elektris yang diterjemahkan sebagai kode-kode bilangan biner yang secara populer biasa kita sebut sebagai sinyal digital itu. Secara garis besar, memori pada komputer terbagi menjadi memori statik dan memori dinamik. Memori statik biasa kita kenal sebagai ROM (Read Only Memory), yaitu memori yang sifatnya hanya-baca (istilahnya: WORM, Write Once Read Many). Implementasinya biasanya pada ROM BIOS maupun ROM pada peripheral penunjang lainnya. Berbeda dengan memori statik, memori dinamik membuka kesempatan untuk untuk ditulis, dibaca, dan dihapus berulangkali. Berdasarkan sifatnya, memori dinamik dibagi lagi menjadi memori yang bersifat tetap (fixed) maupun sementara (temporer). Memori yang bersifat fixed--kita tahu dari namanya--adalah memori yang sifatnya menetap. Walaupun komputer dalam keadaan mati sekalipun, memori fixed tidak akan berubah dan selalu siap dipanggil dan dimodifikasi seiap saat ketika komputer dihidupkan. Bisa ditebak, media penyimpanan semacam disket, hard disk, dsb. termasuk dalam memori jenis ini. Sedangkan memori yang bersifat temporer bisa kita jumpai contohnya pada RAM (Random Access Memory). Berlawanan dengan memori fixed, memori ini hanya digunakan sebagai penyimpan data sementara dan akan segera hilang begitu komputer dimatikan. Jenis lain dari memori dinamik yang bersifat temporer adalah memori cache. Cache berupa memori berkecepatan tinggi yang biasanya digunakan sebagai semacam buffer (penyangga) dalam lalu lintas data antara prosesor dan memori utama (RAM). Komponen ini, khususnya cache eksternal, terbilang lumayan penting sehingga sering dikutak-katik oleh para produsen prosesor untuk mendongkrak kinerja prosesornya. Mulai dari teknologi pipelined-burst yang dikembangkan untuk mendukung prosesor Pentium generasi awal dan Pentium-MMX, hingga yang dimasukkan dalam keping prosesor dalam rangkaian yang terpisah pada arsitektur prosesor Pentium-Pro. Pada prosesor Pentium II dan Pentium III generasi awal, cache dikemas terpisah dari prosesor namun diletakkan pada slot yang sama dengan yang ditempati oleh prosesor. Belakangan arsitektur ini dirubah sehingga cache ini dikemas secara built-in pada keping prosesor. Ini bisa kita lihat pada generasi terbaru dari prosesor pentium III dan juga prosesor Pentium 4. Melanjutkan tulisan kemarin tentang otak. Otak memang selalu sibuk berusaha membuat asosiasi-asosiasi. Hal-hal yang dianggap takkan berguna tidak akan disimpan dalam memori, alias langsung dilupakan. Dengan sistem filter ini, maka manusia sanggup menguasai dan melakukan analisis terhadap informasi yang diperolehnya. Pada beberapa kasus istimewa, neurolog kadang-kadang menemukan orang dengan memori super. Data yang sangat rumit sekalipun dapat mereka ingat dengan baik. Namuin umumnya daya pikir abstrak orang semacam ini sangat lemah. Ibaratnya, kenal angka tapi tidak kenal makna. Menurut dr. Murray Grossman, ahli saraf dari pusat medis Univ of Pensylvania, AS, bila ditelusuri dengan lebih teliti, berdasarkan jangka waktu keawetannya, memori terbagi menjadi 5 jenis: Semantik: Memori tentang makna simbol dan kata. Dengan memori ini, misalnya, kita bisa membedakan antara anjing dengan kucing. Memori ini disimpan pada bagian yang disebut Gyrus pada otak. Implisit: Memori yang menyangkut kecakapan tertentu, seperti bersepeda atau berenang. Memori ini disimpan di Cerebum. Working: Memori jangka pendek, yang kita andalkan saat melakukan kegiatan sehari-hari seperti mengingat bagian kalimat pertama saat lawan bicara sedang

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 mengucapkan bagian kalimat kedua, sehingga kita bisa mengerti apa yang ia maksudkan. Memori ini disimpan di Prefrontal Cortex pada otak. Episodik: Memori yang menyangkut pengalaman yang belum lama terjadi, misalnya judul film yang kita tonton di TV semalam, dimana kita memarkir kendaraan, dsb. Memori episodik akan mengalami kemunduran seiring dg bertambahnya usia. Memori ini disimpan di Hippocampus. Remote: merupakan gudang data yang umumnya juga melemah seiring dengan bertambahnya usia. Data-data seperti urutan nama presiden RI dari yang pertama hingga yang sekarang menjabat, ibukota propinsi di Indonesia, dsb. disimpan di bagian ini. Lokasi di otak yang bertanggung jawab terhadap memori Remote adalah Celebral Cortex.

-

-

NEUROSAINTIFIK FRENOLOGI
Kita telah terbiasa dengan pembagian otak kiri atau kanan, pembagian area-area yang dominan buat penglihatan, pendengaran, bahasa, yang masing-masing diwakili oleh struktur-struktur khusus di otak. Sebut saja pandangan ini 'lokalisasionalisme serebral'. Kelanjutannya, saya sering mendengar bahwa stimulasi bagian spesifik di otak akan berefek ke performa intelijensi tertentu (kecekatan berhitung, menulis puisi, bermain bola, etc.), dan sebaliknya, performa intelijensi tertentu dipengaruhi bagian otak tertentu. Seorang seniman dan seorang ilmuwan konon mempunyai perkembangan hemisfer yang saling bertolak belakang. Maka teringatkanlah kita ke sebuah sains palsu (dilengkapi metodologi yang sistematis tetapi hasil temuannya tidak bisa di-refute, misalnya astrologi) dari abad XIX: frenologi. Jauh sebelum berkembangnya teknologi pencitraan, otak telah dipetak-petak. Yang mengawalinya adalah Franz Joseph Gall yang percaya bahwa otak terdiri dari banyak sekali 'organ' khusus, masing-masing bertanggungjawab terhadap satu aspek mental seseorang. Maka, makin besar ukuran organ 'kebijaksanaan', makin bijaksana pulalah seseorang. Lebih anehnya, pertumbuhan organ ini tak hanya dari dalam, tapi bisa dirangsang dari luar, dari batok kepala. Mengapa frenologi tidak saintifik? Gall dan pengikut-pengikutnya benar bahwa ada area fungsional tertentu di otak, walau prosedur pengujian teori ini belum ada pada jamannya. Tapi penampang luar tengkoran serta dimensi otak, dengan bantuan tomografi, terbukti sama sekali tak ada hubungannya dengan bentuk didalamnya. Meski demikian, frenologi telanjur menyebar dan menjadi pengetahuan pseudosaintifik populer seperti astrologi, numerologi, telepati atau aura. Ada masanya, frenologi menjadi mimpi buruk bagi sejarah manusia, karena digunakan Nazi untuk membedakan ras Aria dan non-Aria berdasarkan ukuran kranium. Hasilnya, banyak orang dikirim ke kamp-kamp konsentrasi yang salah karena prosedur yang juga salah. Mungkin ini sebab dari ketidakpopuleran pendekatan biologis untuk fenomenafenomena psikologis (tidak harus psikiatris) di berbagai penjuru bumi di paruh kedua abad lalu. Tapi yang bisa disimpulkan sejauh ini--Gall mungkin akan terkejut--adalah bahwa ternyata ada bagian yang lebih elementer di sistem syaraf pusat, yaitu neuronneuron yang nyaris seragam, terhubung secara kompleks, tetapi terlalu sederhana jika secara individual dianggap bertanggungjawab terhadap munculnya kognisi. Lebih parah, penyelidikan frenologi bahkan tidak berusaha menyentuh neuronnya.

Gado gado artikel 93

putut_2002@plasa.com Serba Serbi - Kesehatan

Nonton TV Bisa Hambat Pertumbuhan Otak Anak
Sejumlah penelitian menyebutkan terlalu banyak menonton televisi bisa menghambat pertumbuhan otak anak. Penelitian terkini di Amerika Serikat bahkan menyebutkan anak umur nol sampai dua tahun sebaiknya tidak dibiarkan menonton televisi sama sekali. "Karena televisi, meskipun 'edutainment' sekalipun hanya memberikan rangsangan yang bersifat satu arah saja sehingga anak tidak bisa tercipta reaksi timbal balik," kata seorang psikolog anak, Dra. Mayke Tedjasaputra pada Diskusi Interaktif tentang perkembangan kecerdasan anak di Jakarta, Sabtu (9/10). Selain itu menurut dia, tayangan televisi juga hampir selalu menampilkan efek sinar, gerak dan suara secara bersamaan. "Hal itu tidak bisa selalu dilihat oleh anak dalam dunia nyata sehingga mempersulit penyesuaian dirinya terhadap lingkungan," kata staf pengajar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) itu. Tampilan adegan yang tidak disajikan secara utuh dalam tayangan televisi menurut dia juga menyebabkan anak tidak bisa memperoleh gambaran yang utuh tentang suatu kegiatan atau benda. "Sehingga anak tidak memahami suatu hal secara menyeluruh," katanya. Akibat lainnya menurut Konsultan Tumbuh Kembang Anak dari Rumah sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr.Hartono Goenardi, Sp.A pertumbuhan sel-sel syaraf otak pada anak tidak bisa optimal, demikian juga dengan tingkat pembentukan hubungan antar sel syarafnya (synaps). "Padahal dua sampai tiga tahun pertama merupakan periode emas pertumbuhan otak anak yang seharusnya tidak boleh disia-siakan," katanya. Saat itu sel syaraf otak tumbuh dengan cepat bahkan volumenya meningkat dari 400 gram ketika lahir menjadi 1.100 gram pada umur tiga tahun. Karena itu menurut dr.Hartono anak harus secara aktif mendapatkan stimulasi atau rangsangan dengan memberikan nutrisi yang cukup dan suasana yang menyenangkan, di antaranya dengan permainan. Permainan yang baik akan merangsang kerja syaraf motorik dan sensorik anak sehingga akan meningkatkan kemampuan fisik, kemampuan berbahasa dan kemampuan anak untuk berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Tiga kegiatan bermain yang terpenting menurut Mayke adalah bermain dengan gerakan (sensori motor), bermain dengan khayalan (simbolik) dan bermain menyusun benda-benda (konstruktif). "Jika ketiga jenis permainan ini dilakukan secara seimbang maka hasilnya akan efektif," katanya. Dia juga mengatakan tempat, waktu dan adanya teman bermain bagi anak sangat penting bagi perkembangan anak. "Karena dengan seorang teman anak juga bisa belajar untuk berinteraksi dengan orang lain," katanya.(ant) (am)

OBAT ALAMI DARI NEGARA SENDIRI PIKUN DAN UBI MERAH
Jangan karena harganya yang murah meriah lantas Anda merasa turun gengsi ketika membelinya di pasar atau supermarket besar. Sebab, ditilik dari kandungan gizinya, ubi merah memberikan manfaat segudang. Jadi, selain enak dan mengenyangkan, ubi merah ini pun menyehatkan. Masih tak percaya? Dari berbagai penelitian, ubi jalar merah ini ternyata memiliki kandungan yang tak terhingga. Keunggulan itu antara lain: mengurangi risiko terkena penyakit jantung dan kanker; mengontrol kenaikan kadar gula darah bagi penderita diabetes, dan dapat menjaga daya ingat (anti pikun). Bisa dikata, ubi merah adalah gudangnya antioksidan. Di dalamnya terkandung trio antioksidan yaitu vitamin C, vitamin E, dan betakaroten. Jadi, kalau Anda penggemar ubi, lebih baik pilih ubi yang berwarna merah. Sebab, semakin merah atau jingga warnanya, semakin tinggi kandungan betakarotennya. Dengan tingginya antioksdian dalam ubi merah, maka bahan pangan ini bisa diandalkan untuk mencegah radikal bebas, menekan risiko penyakit jantung, dan anti kanker. Ubi merah

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 kaya akan kandungan serat, karbohidrat kompleks, dan rendah kalori. Hal ini sangat menguntungkan bagi penderita diabetes karena bisa mengontrol atau memperlambat peningkatan kadar gula dalam darah penderita diabetes. Kelebihan lain dari ubi merah ialah kandungan vitamin B yaitu B6 dan asam folat yang cukup mengesankan. Kedua vitamin in sangat dibutuhkan untuk mengopimalkan kerja otak sehingga daya ingat dapat dipertahankan. Dan Anda pun terhindar dari kepikunan. Jadi, dahsyat kan?

Gado gado artikel 95

putut_2002@plasa.com QUANTUM LEARNING BAGI PENDIDIKAN JURNALISTIK (Studi pembelajaran jurnalistik yang berorientasi pada life skill) Oleh: Septiawan Santana Kurnia*) Abstrak: Orientasi pembelajaran life skills kini menjadi dimensi penting proses pendidikan di Indonesia. Pembelajaran life skills ialah proses pendidikan yang melatih individu-belajar agar memiliki kapasitas sosial tanpa jenjang pendidikan yang berkelanjutan. Studi ini mengusulkan wacana life skills bagi pendidikan jurnalistik yang selama ini proses pembelajarannya dikritik. Banyak wartawan berasal dari lulusan nonjurnalistik. Banyak wartawan lulusan SLTA yang tidak memahami jurnalisme walaupun telah dilatih beberapa lama. Orientasi pembelajaran life skills dikembangkan melalui metode pengajaran quantum learning yaitu pengondisian proses belajar aktif hingga siswa memiliki knowledge dan skills (pengetahuan dan keterampilan) tertentu serta potensi bagi pengembangan skills lebih lanjut. Kompetensi kewartawanan dirujuk sebagai materi pembelajaran. Metode quantum learning berkaitan dengan model pembelajaran life skills bagi siswa-siswa jurnalistik yang siap bekerja dan mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya di industri media. Model pembelajaran ini bersifar terbuka bagi lulusan SLTA ataupun universitas. Kata Kunci: life Skills, quantum learning, kompetensi profesi jurnalistik, kapasitas sosial.
*)

Pengajar urnalistik di FIKOM UNISBA

1. Pendahuluan 1.1. Latar Belakang John Irby (2001), profesor jurnalistik di Washington State University, memberikan pernyataan yang menarik ketika membahas ketidakrelevanan pendidikan jurnalistik dari realitas pekerjaan jurnalisme. Para jurnalis harus sungguh-sungguh memikirkan soal training jurnalistik. "Mereka harus mendapatkan pelatihan," tegasnya. Para pendidik jurnalistik harus mere-evaluasi, dan memodifikasi pendekatan pendidikan jurnalistik yang dilakukannya selama ini. Berbagai pelatihan jurnalisme yang diselenggarakan selama ini memang menampilkan berbagai topik yang menarik. Semuanya memberikan hal-hal penting yang dibutuhkan jurnalisme saat ini, seperti pelatihan menulis, penggunaan komputer dalam peliputan, berbagai etika jurnalistik, desain surat kabar, cara membuat pelaporan yang mendalam, kredibel, bermutu, kebebasan pers, serta pendidikan jurnalistik lainnya. Hal ini bisa disimak melalui model pelatihan dari The Columbia Publishing Course's. Para siswanya, seusai mengikuti pelatihan, telah menyebar bekerja di berbagai tempat, dari Amerika Utara, Eropa, dan Asia. Mereka rata-rata memiliki ciri individu jurnalisme yang mencintai buku-buku, selalu bersemangat untuk belajar, sangat menghargai pekerjaan menulis, dan selalu bersentuhan dengan wacana aktual masyarakat. Melalui program pelatihan jurnalistik selama enam minggu, para siswanya diajak terlibat dalam proses simulatif dari kegiatan memproduksi media cetak. Dari sejak dini, pelatihan telah mengarahkan belajar masing-masing siswa dengan pilihan karir yang akan ditekuninya kelak, sesuai dengan resume minat yang mereka aplikasikan. Di dalam pelatihan, para siswa telah disimulasikan ke dalam model pembelajaran aplikatif dari kegiatan penerbitan media cetak. Mereka juga diajak untuk mengenali talenta dan energi diri sendiri. Para siswa ditarik ke dalam suasana pembelajaran yang mencintai literatur dan bahasa, dunia penerbitan, menyenangkannya berada dalam proses industri media, menjadi individu yang well informed, dan entertains. Mereka telah diarahkan untuk berkarir di bidang penerbitan media secara alami, yakni memadukan minat personal dengan sikap positif seorang profesional. Pelatihan jurnalisme di Columbia Publishing Course memberi peralatan dan pembelajaran tentang seluk beluk penting dunia publishing, para profesional top penerbitan, catatancatatan pengalaman mereka, perbandingan tipe-tipe penerbitan.

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 1.2. Perumusan Masalah Di dalam pendidikan jurnalistik Indonesia, masih dibutuhkan upaya menangani pembelajaran jurnalistik yang bukan saja terkait dengan aspek praksis, akan tetapi juga model pelatihan yang dapat menyiapkan pesertanya memiliki kemampuan dan konfidensi profesi dari jurnalistik itu sendiri. Pelatihan menjadi tidak hanya berkisar pada tujuan untuk melatih komunitas-komunitas yang berminat dan ingin belajar jurnalistik. Pelatihan jurnalistik harus memberikan konsepsi dan kemampuan praksis yang dapat digunakan di dalam kehidupan keseharian dari peserta usai mengikuti pelatihan. Di sisi lain, adalah efek domino dari pelatihan, yakni membuat peserta pelatihan yang tidak memiliki peluang ataupun kemampuan untuk melanjutkan studi atau kursus tertentu, akan tetap dapat memanfaatkan proses belajarnya di dalam pelatihan sebagai sebuah keterampilan yang berguna bagi keseharian hidupnya. Ia memiliki kemampuan untuk berkarya yang dihargai oleh masyarakatnya. Ia memiliki kemampuan life skills yang bisa dikembangkan lebih lanjut di dalam profesi jurnalistik. Untuk mencapai itu, dibutuhkan konsep pelatihan yang dapat membekali siswa sampai ke tingkat pemilikan pengetahuan yang menjadi bagian dari dirinya sendiri. Peserta diajak terlibat secara kognitif, afektif, dan konatif. Ia bukan hanya menjadi pengoleksi pemahaman, tapi juga merasa mendapatkan sesuatu yang berharga dan tak mungkin lepas dalam hidupnya, serta berkeingingan untuk dipraktikkan dalam hidup kesehariannya. Quantum learning adalah model pembelajaran yang hendak membekali siswa dengan target seperti itu. Melalui teknik dan metoda belajar yang bersuasana persuasif, quantum learning mempola kognisi, afektif, dan konatif peserta didik agar terlibat dalam proses belajar aktif.

1. Dengan berlatar pemikiran penciptaan konsep pembelajaran yang dapat
menumbuhkan orientasi life skills, studi ini coba memaparkan proses pembelajaran bermetoda quantum learning bagi pelulusan peserta didik jurnalistik. Orientasi kapasitas life skills dikaitkan dengan penciptaan model belajar bagi sebuah pelatihan. Dengan kisaran waktu belajar bulanan, model pembelajaran ini terbuka bagi peserta didik tanpa mengenal strata jenjang pendidikan. 2. Orientasi pembelajarannya mengikuti alur konsep pengajaran life skills yang meliputi materi-materi kecakapan berpikir, kecakapan individu, kecakapan soial, kecakapan akademik, dan kecakapan vokasional. Fokus akhirnya terletak pada pemberian kecakapan vokasional. Peserta didik, setelah mengikuti model pembelajaran quantum learning, diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mampu bekerja dan berusaha secara mandiri. 3. Konsep pembelajarannya mengembangkan keterampilan dasar seperti keterampilan verbal (membaca, menulis, mendengarkan, dan bercerita atau mengungkapkan gagasan), keterampilan menganalisis (kemampuan menghubungkan satu fakta dengan fakta lainnya), dan keterampilan analogi . 1.3. Tujuan Banyaknya berdiri lembaga pendidikan jurnalistik selama ini tampaknya hanya mampu menjawab kebutuhan akan kuantifikasi lulusan sarjana bagi masyarakat. Akan tetapi, belum dapat menyentuh esensi dari pendidikan yang membekali siswa pengetahuan dan keterampilan bagi hidupnya selepas ia lulus dan terjun ke masyarakat. Peningkatan jumlah wartawan sendiri bagi kehidupan pers, selepas reformasi politik berlangsung masih dikendalai oleh ketidakmampuan pekerja pers dalam melaksanakan kerja di profesi jurnalistik. Berbagai mutu pelaporan pers masih dinilai banyak yang tidak profesional. Sementara itu, di kalangan masyarakat kerap diadakan upaya-upaya membuat pelatihan jurnalistik. Modus pembelajarannya hanya sampai tingkat workshop, pelatihan yang hanya memberi ruang pemahaman simulatif. Para pengajarnya masih memakai teknik dan metoda didaktif yang menyampaikan pengetahuan teknis kejurnalistikan. Belum mencapai tingkat pembelajaran yang mampu mengajak keterlibatan siswa dari tahap koginitif, afektif, dan konatif.

Gado gado artikel 97

putut_2002@plasa.com 1. Dengan pemikiran tentang model pembelajaran quantum learning ini, diharapkan dapat mengisi lemahnya pendidikan jurnalistik di perguruan tinggi dalam mengatasi kebutuhan masyarakat. Di samping itu, memberi alternatif model pembelajaran melalui pelatihan yang lebih tertuju kepada target pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang bersifat life skills. 2. Studi ini dilakukan berdasarkan pemikiran tentang perlunya dibuat model pembelajaran yang lebih melibatkan keaktifan peserta dalam pelatihan jurnalistik. Di sisi lain, dalam rangka mencoba menelusuri kemungkinan model pembelajaran melalui pelatihan yang dapat membekali peserta didik di tatatan life skills. Bukan hanya membuat modus pelatihan yang berhenti saat usai pembelajaran. Tujuan lain ialah mencoba membuat modus pelatihan yang dapat mengisi kekosongan model pembelajaran yang tidak mampu diikuti oleh masyarakat bergolongan sosial-ekonomi rendah. 3. Pada titik ini, siswa setingkat umur SLTA diharapkan mendapat kelengkapan hasil belajar. Mereka bukan hanya mengoleksi pengetahuan akan tetapi juga memiliki keterampilan jurnalistik. Di samping itu, mereka dapat mengembangkan potensi kejurnalistikannya untuk bidang-bidang kerja yang lain. Hal ini terkait dengan materi pengajaran jurnalistik yang tidak sekadar berorientasi kepada kegiatan kewartawanan. Jurnalistik adalah bidang keilmuan yang bersentuhan dengan kompleksitas kepentingan masyarakat, khususnya dalam bidang komunikasi sosial. Segala aspek komunikasi kemasyarakatan dengan demikian terkait dengan jurnalistik. Filsafat jurnalistik yang tertuju kepada kegiatan pelaporan peristiwa kemanusiaan bukan hanya tersangkut dengan pelaporan berita melainkan juga mencakup segala dimensi pelaporan tekstual kemasyarakatan. Skills penulisan misalnya dapat pula dimanfaatkan siswa untuk mengerjakan tugas-tugas bagi bidang pelaporan administratif, publikasi yang bersifat promosi, atau teks-teks lain yang terkait dengan kebutuhan masyarakat dalam berkomunikasi sosial. 4. Orientasi pencapaian kapasitas siswa yang memiliki potensi life skills memang tidak hanya dikontekskan kepada ruang-ruang pengajaran di sekitar usia belajar setingkat SLTA. Titik beratnya pada ruang pengajaran jurnalistik yang tidak hanya berhenti di ruang kelas. Bagi dunia pers Indonesia, yang masih diindikasikan dengan kapasitas kewartawan yang belum mengetahui dan menguasai seluk beluk pekerjaan jurnalistik secara komprehensif, terkait dengan usulan dasar pemikiran pelatihan jurnalistik yang hendak dipaparkan dalam studi ini. 2. Kajian Literatur Kebijakan pendidikan kerap memerikan beberapa tujuan pendidikan. Secara klasik, beberapa tujuan pendidikan itu antara lain merumuskan tujuan realisasi diri (self-realitation) dan perhubungan kemanusiaan (human relationship) serta efisiensi ekonomi (economic efficiency). Tujuannya adalah mendidik siswa agar mampu melakukan tindak realisasi diri, diantaranya: menjadikan mereka untuk tahu pentingnya belajar, mampu berbahasa, membaca, menulis, menghitung, dan mengobservasi. Dalam kaitan tujuan perhubungan kemanusiaan, siswa diharapkan paham akan kegunaan hubungan sosial, dapat bekerja dan adaptif dengan lingkungan sosial, tahu akan fungsi keluarga sebagai unit sosial terkecil, dan mampu berhubungan sosial di dalam sebuah keluarga. Sedangkan tujuan efisiensi ekonomi tertuju kepada siswa yang antara lain: (1) mengetahui arti sebuah pekerjaan yang baik, (2) mengetahui persyaratan dan kesempatan untuk bekerja, (3) mampu menjalani karir kerja yang dipilihnya, dan (4) tahu harga sosial dari pekerjaanya. Oleh karena itu, secara elementer wacana klasik edukasi mengatur metoda dan proses pendidikan seperti teknik tanya-jawab, penuturan pengalaman, memberi petunjuk-petunjuk, membuat pelaporan, atau diskusi informal. Lalu, pemikiran Benyamin S. Bloom dkk (1956) dalam Taxonomy of Educational Objectives pun kerap dikutip untuk memetakan tiga tujuan pendidikan: (1) Cognitive domain (pengetahuan, pengertian, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi), (2) Affective domain (sikap, nilai, minat, dan apresiasi), (3) psycho-motor domain (keterampilan, kemampuan, dan kebiasaan). Tujuan pendidikan itu diantaranya diarahkan kepada pencapaian empat kemampuan dasar belajar yang, menurut Ace Suryadi, adalah sebagai berikut. Pertama, kemampuan verbal, seperti kemampuan memahami gagasan tertulis (reading ability), kemampuan menangkap isi pembicaraan (listening comprehension), dan kemampuan mengungkap gagasan lisan

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 maupun tertulis (verbal expression). Kedua, kemampuan memahami logika angka, bidang, dan ruang – seperti berhitung, mengukur bidang, dan mengukur ruang (mathematical reasoning ability), untuk melatih ketajaman berpikir. Ketiga, kemampuan analitis, yaitu menghubungkan satu gejala dengan gejala lain. Keempat, kemampuan berpikir kritis dan evaluatif, yaitu menyimpulkan dan melakukan evaluasi terhadap permasalahan pada tingkatan yang lebih abstrak, serta mencari solusi. Setiap jenjang pendidikan mengajarkan siswa agar menguasai semua dimensi kemampuan belajar. Pada pendidikan tinggi, muatan kemampuan belajar berubah menjadi kemampuan untuk meneliti dan inovasi sedangkan konten pendidikannya semakin terspesialisasikan. 2.1 Life Skill Dalam perkembangan masyarakat, wacana pendidikan kerap tak mampu mengikuti akselerasi dinamika masyarakat. Perubahan masyarakat, akibat pelbagai temuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tidak dapat segera diantisipasi. Lembaga pendidikan tertinggal untuk memberi proses belajar yang relevan. Kompas (30/1/2002) melaporkan tentang kecakapan vokasional yang kurang dihasilkan dari lembaga pendidikan. Melanjutkan permasalahan reformasi sosial-politik Indonesia, dunia pendidikan SLTA menyisakan lulusan sebanyak 60 persen siswanya yang tak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Jumlah itu amat rentan bila dikaitkan dengan ketiadaan kecakapan sosial mereka dalam memasuki kehidupan kemasyarakatan. Untuk mengatasi itu, kini masyarakat dikenalkan dengan konsep pendidikan life skills (LS), serta broad-base education (BBE), school-base quality improvement (SBQI), dan school-base management (SBM). Suryadi menyatakan, "Kita bisa menganggap bahwa broad-base education adalah landasan paradigmanya, life skills substansinya, school-base quality improvement pendekatan pembelajarannya, dan school-base management sebagai bentuk pengelolaannya." Konsep life skills menjadi landasan pokok kurikulum, pembelajaran, dan pengelolaan semua jalur, jenis, dan jenjang pendidikan yang berbasis masyarakat. Hal ini terkait dengan paradigma broad-base education yang mewacanakan muatan dan pengelolan pendidikan berdasarkan keadaan dan permasalahan masyarakat. Pendidikan menyatu dengan keadaan dan permasalahan masyarakat. Dengan demikian, orientasi life skills menghindari sistem pendidikan yang hanya sebatas formalitas, pembakuan, dan kaku. Gambaran ketidakformalan itu tampaknya bisa dilihat dari model Targeting Life Skills yang dibuat Pat Hendricks, dari Iowa State University, seperti ditunjukkan oleh Gambar 1. Model Hendricks ini dibuat dari konsep pendidikan yang dikembangkan Family Living and 4-H Youth Development ketika melaksanakan program pendidikan anak kapabel, kompeten, dan menghargai masyarakat. Model Targeting Life Skills (TLS) ini terdiri dari 35 faktor kemampuan life skills (LS). Semua faktornya saling terhubung dan terintegrasi. Masingmasing faktor merujuk pada kompetensi individual yang dibutuhkan lingkungan sosialnya. Pihak Washinton State University kePlease do not use illegal software...mudian mengeleminirnya menjadi delapan indikator LS. Kedelapan indikator yang menjadi acuan program pendidikan LS 1999 tersedbut terdiri dari:

1. Decision making (kemampuan membuat keputusan) – membuat pilihan diantara
berbagai alternatif, kemampuan membuat daftar pilihan sebelum membuat keputusan, mampu memikirkan akibat dari putusan yang akan diambil, dan mampu mengevaluasi pilihan yang telah dibuat. Wise use of resources (kemampuan memanfaatkan sumber daya) – menggunakan referensi, bermanfaat, punya nilai responsibilitas, berdasarkan prioritas, a. Mendayagunakan sumber daya yang ada di sekitar dirinya. b. Memanfaatkan sumber daya finansial sendiri secara terencana. c. Memanfaatkan pengaturan waktu dengan baik. d. Berhati-hati dengan personalitas diri. Communication (komunikasi) – kemampuan menyampaikan pendapat, informasi, atau pesan dengan berbagai orang melalui pembicaran, penulisan, gerak tubuh, dan ekspresi yang efektif.

2.

3.

Gado gado artikel 99

putut_2002@plasa.com a. Membuat presentasi b. Mendengarkan dengan seksama apa yang dikatakan orang c. Jelas dalam menyampaikan pendapat, perasaan, atau ide kepada yang lain d. Tidak emosional dalam menjelaskan ketidaksepakatan 4.Accepting differences (menerima perbedaan) – kemampuan mengatur dan menerima kesenjangan atau perbedaan dengan pelbagai pihak a. Menghargai orang yang berbeda b. Bekerja sama dengan orang yang berbeda c. Menjalin hubungan dengan orang yang berbeda 5.Leadership (kepemimpinan) – mampu mempengaruhi dan menjelaskan sesuatu kepada pelbagai pihak di dalam kelompok. a. Mengatur kelompok kepada tujuan yang telah ditetapkan b. Menggunakan gaya kepemimpinan yang variatif c. Saling berbagi dengan yang lain dalam kepemimpinan 6.Useful/marketable skills (kemampuan yang marketable) – kemampuan menjadi pekerja dan dibutuhkan oleh lapangan kerja a. Memahami permasalahan b. Mengikuti instruksi c. Memberi kontribusi pada kerja tim d. Siap bertanggung jawab pada tiap tugas yang diberikan e. Menghindari kesalahan dan mencatat prestasi f. Siap melamar pekerjaan 8. Healthy lifestyle choices (kemampuan memilih gaya hidup sehat); kemampuan memilih gaya hidup sehat bagi tubuh dan pikiran, menghindari penyakit dan luka-luka a. Memilih makanan sehat b. Memilih aktifitas yang sehat bagi tubuh dan mental c. Mengatur stress secara positif di dalam kehidupan pribadi d. Menghindari perilaku beresiko 9. Self-responsibility (bertanggung jawab pada diri sendiri);mampu menjaga diri; menghargai perilaku diri dan dampaknya; mampu memilih posisi diantara salah dan benar a. b. c. d. Mengerjakan sesuatu yang benar bagi diri sendiri ketika di dalam kelompok Selalu mengingatkan diri akan kesalahan yang bisa dibuat Mencoba memahami betul sebelum membuat komitmen Mengontrol tindakan diri berdasarkan tujuan/masa depan

Dari penjelasan tersebut dapat terlihat dimensi khusus dari pendidikan life skills. menurut Syamsul Hadi Thumbany, pendidikan life skills mengorientasikan siswa untuk memiliki kemampuan dan modal dasar agar untuk hidup mandiri dan survive di lingkungannya. Thumbany menilik kegunaan pendidikan life skills bila diterapkan di Indonesia karena muatan kurikulum di Indonesia yang cenderung hanya memperkuat kemampuan teoritisakademik (academic skills). Pelbagai kebutuhan dan persoalan empirik lingkungan tempat siswa tumbuh kurang diperhatikan. Hal ini menyebabkan siswa tak mampu mengaplikasikan kemampuan belajarnya dengan kebutuhan dan persoalan masyarakatnya. Esensi sekolah sebagai wahana pengembangan kepribadian individu yang cerdas secara intelektual, moral, dan sosial, bahkan, tereduksi menjadi sarana pencari status sosial semata. Karenanya, tidak mengherankan apabila output yang dihasilkan, meskipun terlihat pintar dan menguasai teori, tetapi miskin pengalaman dan kreativitas. Karena itu, ilmu yang dipelajari tidak bisa menghasilkan banyak manfaat, apalagi untuk melakukan perubahan terhadap penyimpangan di masyarakat.

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 Kenyataan itu terjadi pula di dalam dunia pendidikan jurnalistik. Perkembangan industri media kerap tidak mampu diikuti oleh para lulusan jurnalistik baik dari perguruan tinggi maupun sekolah diploma dan kursus-kursus. Laporan Jurnal Media Wacth (edisi 15/Nop-Des 2001) menyebutkan pelanggaran kode etik di dalam pemberitaan media. Walaupun kodifikasi etik jurnalistik, peralatan teknologi jurnalistik, dan pemasukan iklan, telah cukup memodali peralatan pencarian berita, akan tetapi berbagai pelanggaran masih dilakukan. Berbagai pihak kerap menyesalkan kekurangakuratan dan ketidakmampuan wartawan dalam mengolah pemberitaan. Bahkan, reformasi kebebasan pers kini malah dibebani dengan fenomena wartawan "amplop", khususnya di daerah-daerah, dari berbagai media beroplah kecil yang dikelola oleh keredaksian yang kebanyakannya lulusan SLTA atau tidak mengenyam pendidikan jurnalistik secara serius. Hal ini dikarenakan sumber daya manusia di bidang kewartawanan Indonesia yang belum komprehensif pengetahuan dan keterampilan jurnalistiknya. Hal ini disebabkan antara lain, oleh lemahnya kompetensi profesional dari pelaku pers. Lemahnya kompetensi itu diantaranya disebabkan oleh ketidakpekaan lembaga dan pengajar jurnalistik dengan kompleksitas kebutuhan dan persoalan masyarakat. Keadaan itu oleh John Irby (2001) dinyatakan melalui pertanyaan-pertanyaan tentang masih banyaknya pertanyaan yang belum bisa dijawab oleh lembaga pendidikan jurnalistik: 1. Has inferior journalism education contributed to the newspaper industry’s greatest sickness of eroding credibility? 2. Are universities and educators effectively preparing students for the workforce? 3. Do educators have an understanding of what newspapers are looking for in future reporters and editors? 4. Does the newspaper industry have a responsibility in the division between educators and professionals? 5. Are journalism educators "discounted" by professionals who believe those that teach couldn’t succeed in newspapers, as is sometimes suggested?" Karenanya, diperlukan sebuah model pembelajaran yang dapat menjawab permalasahan tersebut. 2.2 Quantum Learning Quantum learning ialah kiat, petunjuk, strategi, dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat. Beberapa teknik yang dikemukakan merupakan teknik meningkatkan kemampuan diri yang sudah populer dan umum digunakan. Namun, Bobbi DePorter mengembangkan teknik-teknik yang sasaran akhirnya ditujukan untuk membantu para siswa menjadi responsif dan bergairah dalam menghadapi tantangan dan perubahan realitas (yang terkait dengan sifat jurnalisme). Quantum learning berakar dari upaya Georgi Lozanov, pendidik berkebangsaan Bulgaria. Ia melakukan eksperimen yang disebutnya suggestology (suggestopedia). Prinsipnya adalah bahwa sugesti dapat dan pasti mempengaruhi hasil situasi belajar, dan setiap detil apa pun memberikan sugesti positif atau negatif. Untuk mendapatkan sugesti positif, beberapa teknik digunakan. Para murid di dalam kelas dibuat menjadi nyaman. Musik dipasang, partisipasi mereka didorong lebih jauh. Poster-poster besar, yang menonjolkan informasi, ditempel. Guru-guru yang terampil dalam seni pengajaran sugestif bermunculan. Prinsip suggestology hampir mirip dengan proses accelerated learning, pemercepatan belajar: yakni, proses belajar yang memungkinkan siswa belajar dengan kecepatan yang mengesankan, dengan upaya yang normal, dan dibarengi kegembiraan. Suasana belajar yang efektif diciptakan melalui campuran antara lain unsur-unsur hiburan, permainan, cara berpikir positif, dan emosi yang sehat. "Quantum learning mencakup aspek-aspek penting dalam program neurolinguistik (NLP), yaitu suatu penelitian tentang bagaimana otak mengatur informasi. Program ini meneliti hubungan antara bahasa dan perilaku dan dapat digunakan untuk menciptakan jalinan pengertian siswa dan guru. Para pendidik dengan pengetahuan NLP mengetahui bagaimana menggunakan bahasa yang positif untuk meningkatkan tindakan-tindakan posistif – faktor

Gado gado artikel 101

putut_2002@plasa.com penting untuk merangsang fungsi otak yang paling efektif. Semua ini dapat pula menunjukkan dan menciptakan gaya belajar terbaik dari setiap orang (Bobby De Porter dan Hernacki, 1992) Selanjutnya Porter dkk mendefinisikan quantum learning sebagai "interaksi-interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya." Mereka mengamsalkan kekuatan energi sebagai bagian penting dari tiap interaksi manusia. Dengan mengutip rumus klasik E = mc2, mereka alihkan ihwal energi itu ke dalam analogi tubuh manusia yang "secara fisik adalah materi". "Sebagai pelajar, tujuan kita adalah meraih sebanyak mungkin cahaya: interaksi, hubungan, inspirasi agar menghasilkan energi cahaya". Pada kaitan inilah, quantum learning menggabungkan sugestologi, teknik pemercepatan belajar, dan NLP dengan teori, keyakinan, dan metode tertentu. Termasuk konsep-konsep kunci dari teori dan strategi belajar, seperti: teori otak kanan/kiri, teori otak triune (3 in 1), pilihan modalitas (visual, auditorial, dan kinestik), teori kecerdasan ganda, pendidikan holistik, belajar berdasarkan pengalaman, belajar dengan simbol (metaphoric learning), simulasi/permainan. Beberapa hal yang penting dicatat dalam quantum learning adalah sebagai berikut. Para siswa dikenali tentang "kekuatan pikiran" yang tak terbatas. Ditegaskan bahwa otak manusia mempunyai potensi yang sama dengan yang dimilliki oleh Albert Einstein. Selain itu, dipaparkan tentang bukti fisik dan ilmiah yang memerikan bagaimana proses otak itu bekerja. Melalui hasil penelitian Global Learning, dikenalkan bahwa proses belajar itu mirip bekerjanya otak seorang anak 6-7 tahun yang seperti spons menyerap berbagai fakta, sifatsifat fisik, dan kerumitan bahasa yang kacau dengan "cara yang menyenangkan dan bebas stres". Bagaimana faktor-faktor umpan balik dan rangsangan dari lingkungan telah menciptakan kondisi yang sempurna untuk belajar apa saja. Hal ini menegaskan bahwa kegagalan, dalam belajar, bukan merupakan rintangan. Keyakinan untuk terus berusaha merupakan alat pendamping dan pendorong bagi keberhasilan dalam proses belajar. Setiap keberhasilan perlu diakhiri dengan "kegembiraan dan tepukan." Berdasarkan penjelasan mengenai apa dan bagaimana unsur-unsur dan struktur otak manusia bekerja, dibuat model pembelajaran yang dapat mendorong peningkatan kecerdasan linguistik, matematika, visual/spasial, kinestetik/perasa, musikal, interpersonal, intarpersonal, dan intuisi. Bagaimana mengembangkan fungsi motor sensorik (melalui kontak langsung dengan lingkungan), sistem emosional-kognitif (melalui bermain, meniru, dan pembacaan cerita), dan kecerdasan yang lebih tinggi (melalui perawatan yang benar dan pengondisian emosional yang sehat). Bagaimana memanfaatkan cara berpikir dua belahan otak "kiri dan kanan". Proses berpikir otak kiri (yang bersifat logis, sekuensial, linear dan rasional), misalnya, dikenakan dengan proses pembelajaran melalui tugas-tugas teratur yang bersifat ekspresi verbal, menulis, membaca, asosiasi auditorial, menempatkan detil dan fakta, fonetik, serta simbolisme. Proses berpikir otak kanan (yang bersifat acak, tidak teratur, intuitif, dan holistik), dikenakan dengan proses pembelajaran yang terkait dengan pengetahuan nonverbal (seperti perasaan dan emosi), kesadaran akan perasaan tertentu (merasakan kehadiran orang atau suatu benda), kesadaran spasial, pengenalan bentuk dan pola, musik, seni, kepekaan warna, kreatifitas dan visualisasi. Semua itu, pada akhirnya, tertuju pada proses belajar yang menargetkan tumbuhnya "emosi positif, kekuatan otak, keberhasilan, dan kehormatan diri." Keempat unsur ini bila digambarkan saling terkait. Dari kehormatan diri, misalnya, terdorong emosi positif yang mengembangkan kekuatan otak, dan menghasilkan keberhasilan, lalu (balik lagi) kepada penciptaan kehormatan diri. Dari proses inilah, quantum learning menciptakan konsep motivasi, langkah-langkah menumbuhkan minat, dan belajar aktif. Membuat simulasi konsep belajar aktif dengan gambaran kegiatan seperti: "belajar apa saja dari setiap situasi, menggunakan apa yang Anda pelajari untuk keuntungan Anda, mengupayakan agar segalanya terlaksana, bersandar pada kehidupan." Gambaran ini disandingkan dengan konsep belajar pasif yang terdiri dari: "tidak dapat melihat adanya potensi belajar, mengabaikan kesempatan untuk berkembang dari suatu pengalaman belajar, membiarkan segalanya terjadi, menarik diri dari kehidupan." Dalam kaitan itu pula, antara lain, quantum learning mengonsep tentang "menata pentas: lingkungan belajar yang tepat." Penataan lingkungan ditujukan kepada upaya membangun dan mempertahankan sikap positif. Sikap positif merupakan aset penting untuk belajar. Peserta didik quantum dikondisikan ke dalam lingkungan belajar yang optimal baik secara

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 fisik maupun mental. Dengan mengatur lingkungan belajar demikian rupa, para pelajar diharapkan mendapat langkah pertama yang efektif untuk mengatur pengalaman belajar. Penataan lingkungan belajar ini dibagi dua yaitu: lingkungan mikro dan lingkungan makro. Lingkungan mikro ialah tempat peserta didik melakukan proses belajar (bekerja dan berkreasi). Quantum learning menekankan penataan cahaya, musik, dan desain ruang, karena semua itu dinilai mempengaruhi peserta didik dalam menerima, menyerap, dan mengolah informasi. Ini tampaknya yang menjadi kekuatan orisinalitas quantum learning. Akan tetapi, dalam kaitan pengajaran umumnya di ruang-ruang pendidikan di Indonesia, lebih baik memfokuskan perhatian kepada penataan lingkungan formal dan terstruktur seperti: meja, kursi, tempat khusus, dan tempat belajar yang teratur. Target penataannya ialah menciptakan suasana yang menimbulkan kenyamanan dan rasa santai. Keadaan santai mendorong siswa untuk dapat berkonsentrasi dengan sangat baik dan mampu belajar dengan sangat mudah. Keadaan tegang menghambat aliran darah dan proses otak bekerja serta akhirnya konsentrasi siswa. Lingkungan makro ialah "dunia yang luas." Peserta didik diminta untuk menciptakan ruang belajar di masyarakat. Mereka diminta untuk memperluas lingkup pengaruh dan kekuatan pribadi, berinteraksi sosial ke lingkungan masyarakat yang diminatinya. "Semakin siswa berinteraksi dengan lingkungan, semakin mahir mengatasi sistuasi-situasi yang menantang dan semakin mudah Anda mempelajari informasi baru," tulis Porter. Setiap siswa diminta berhubungan secara aktif dan mendapat rangsangan baru dalam lingkungan masyarakat, agar mereka mendapat pengalaman membangun gudang penyimpanan pengertahuan pribadi. Selain itu, berinteraksi dengan masyarakat juga berarti mengambil peluang-peluang yang akan datang, dan menciptakan peluang jika tidak ada, dengan catatan terlibat aktif di dalam tiap proses interaksi tersebut (untuk belajar lebih banyak mengenai sesuatu). Pada akhirnya, interaksi ini diperlukan untuk mengenalkan siswa kepada kesiapan diri dalam melakukan perubahan. Mereka tidak boleh terbenam dengan situasi status quo yang diciptakan di dalam lingkungan mikro. Mereka diminta untuk melebarkan lingkungan belajar ke arah sesuatu yang baru. Pengalaman mendapatkan sesuatu yang baru akan memperluas "zona aman, nyaman dan merasa dihargai" dari siswa. Dalam studi ini, metode quantum learning hanya dipelajari pada tingkatan dasar. Tidak sampai kepada seluk beluk keseluruhannya. Hal ini mengingat tujuan studi adalah pada penyiapan peserta didik pada proses pendidikan jurnalistik. Pendidikan jurnalistik diarahkan pada pembelajaran yang lebih terkait dengan kebutuhan kapasitas lulusan yang mampu memahami beberapa elemen jurnalistik seperti pencarian fakta dan pelaporan berita. Selain itu, juga terkait dengan upaya penerobosan pengajaran yang lebih favorabel dalam ruang kelas atau kuliah. 2.3 Kompetensi Profesi Jurnalistik Kompetensi jurnalistik telah mematok persyaratan kemampuan profesional tertentu. Kitty Yancheff (2000) menilik ukuran profesionalisme jurnalis di era milenium. Menurutnya, pada fase milenium, profesionalisasi wartawan membutuhkan multi-kompetensi. Karakteristik performanya menekankan kekuatan penulisan dan kemampuan oral, ketekunan kerja, dan pemilikan dasar pengetahuan yang mengombinasikan aplikasi lintas-disiplin (penguasaan pelbagai format media cetak, siaran, interaktif dan multimedia) yang dibutuhkan dalam kerja memasok informasi di dunia profesional industri. Untuk itu, ia mengajukan sepuluh kompetensi wartawan profesional yang terdiri dari:

1. Kompetensi-kompetensi penulisan (writing competencies
2. 3. 4. 5. 6. 7. Kompetensi-kompetensi performa oral (oral performance competencies Kompetensi-kompetensi rset dan ivestigatif (rsearch and ivestigative competencies Kompetensi-kompetensi pengetahuan dasar (broad-based knowledge competencies) Kompetensi-kompetensi dasar web (web-based competencies) Kompetensi-kompetensi audio visual (audio visual competencie) Kompetensi-kompetensi aplikasi dasar keterampilan komputer (skills-based computer application competencies) 8. Kompetensi-kompetensi etika (ethics competencies) 9. Kompetensi-kompetensi legal (legal competencies) 10. Kompetensi-kompetensi karir (career competencies)

Gado gado artikel 103

putut_2002@plasa.com Kompetensi-kompetensi penulisan ialah kapasitas untuk melaporkan secara akurat, jelas, kredibel, dan reliabel. Kemampuan menulis yang mudah dipahami pembaca. Laporan berita bagi suratkabar online memiliki pembaca yang bersifat internasional.Maka itu, kemampuan di sini terkai t juga dengan penguasaan dalam memakai tata bahasa, kata-kata, dan tanda-tanda baca, serta pemahaman terhadap vocabulary. Selain itu, kapasitas menyusun dan menulis paragraf-paragraf lead, kelengkapan data-data sumber berita, dan sebagainya. Kompetensi-kompetensi performa oral ialah kemampuan menyampaikan pengertian, respon yang baik, secara konfiden dan bertanggung jawab. Kemampuan wawancara memerlukan berbagai teknik dan metoda ketika mewawancarai anak-anak, kelompok etnik, korban kekerasan, dan sebagainya. Selain itu, kemampuan mengenali nuansa dari wacana publik. Kompetensi-kompetensi riset dan investigatif ialah kemampuan menyiapkan pelbagai bahan, pengembangan, akurasi kisah atau mengidentifikasi topik-topik potensial; melalui sumber kepustakaan, referensi virtual online, dan catatan-catatan publik. Kompetensi-kompetensi pengetahuan dasar ialah kemampuan memiliki pengetahuan dasar seperti ekonomi, statistik, matematik, sejarah, sains, perawatan kesehatan, bisnis, dan struktur pemerintahan. Dunia kewartawanan mensyaratkan proses belajar seumur hidup, dan keluasan lintas disiplin. Kompetensi-kompetensi dasar web ialah kemampuan menguasai internet, email, mailing lists, newsgroups, dan pemberitaan dalam format on the web. Khususnya pemberitaan yang bersifat breaking news and information, yang memiliki nilai otentisitas, akurasi, dan reliabiliti informasi on the web. Kompetensi-kompetensi audio visual ialah kemampuan menggunakan peralatan seperti kamera 35mm, kamera video, men-scan foto ke dalam komputer, serta audio tape recorder. Kompetensi-kompetensi aplikasi dasar keterampilan komputer ialah kemampuan mengaplikasikan komputer dalam kegiatan melaporkan pemberitaan; seperti: word processing, pengembangan database (terutama bagi investigative reports), dan aplikasi multimedia, termasuk Pagemaker, Quark XPress, and Printshop, dan sebagainya, bagi kerja kewartawanan. Kompetensi-kompetensi etika ialah kemampuan memahami tanggung jawab profesi, seperti: kode etik, konsideran nilai-nilai etika, pelanggaran, dan plagiarisme. Kompetensi-kompetensi legal ialah kemampuan memahami ihwal undang-undang kebebasan berpendapat, seperti yang tercantum dalam the Freedom of Information Act (FOIA), the First Amendment, hak cipta, dan sebagainya.Serta, keterkaitannya dengan tugas-tugas profesi kewartawanan dan dampaknya terhadap masyarakat. Kompetensi-kompetensi karir ialah kemampuan memahami dunia karir profesional di dalam jurnalistik. Kemampuan bekerja di dalam manajemen pers, dan bersikap positif di dalam kerja peliputan. Termasuk aspek-aspek dari komponen manajerial pasar, analisis khalayak, dan producing and editing the news. Serta, keterlibatan dalam pelbagai asosiasi dan jaringan profesional dari dunia jurnalisme. 3. Metodologi Berkaitan dengan latar belakang, masalah, dan tujuan studi adalah kajian literatur yang mengetengahkan ihwal model pembelajaran quantum learning dan kemungkinannya bila dikaitkan dengan peraihan kompetensi profesi jurnalistik. Metoda quantum learning akan ditelusuri pada beberapa konsep dasarnya. Tidak keseluruhan metodanya dijadikan sebagai dasar pemikiran bagi konsep pembelajaran jurnalistik. Hal ini terkait dengan fokus studi yang hendak mencoba melihat potensi belajar quantum learning sebagai sarana pencapaian proses belajar yang dapat menghasilkan siswa-siswa yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang bersifat life skills.

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 Untuk melengkapinya, beberapa kajian teoritik proses belajar dan mengajar dikutip pula sebagai wacana tambahan. Pada kajian jurnalistik, yang dipetik adalah pencapaian yang hendak diraih dari konsep pembelajaran jurnalistik. Karena itu, kompetensi profesi jurnalistik menjadi salah satu alat ukur. Pada beberapa alat ukur, baik di dalam ruang kurikulum jurnalistik maupun di dalam ruang praktek kewartawanan, kerap dimunculkan beberapa unsur, seperti kompetensi penulisan, performa oral, penguasaan alat dan teknis media, pemahaman nilai-nilai etik, dan sebagainya. Kedua wacana literatur itu di dalam pembahasan akan diuraikan. Bagaimana keterkaitan poin-poin dasar dari pengajaran quantum learning dimanfaatkan bagi proses pembelajaran jurnalistik. Bagaimana kompetensi jurnalistik dapat lebih dioptimalkan di dalam proses pembelajaran yang memakai metoda quantum learning. Bagaimana target life skills bagi realitas pendidikan jurnalistik di Indonesia dapat diraih melalui pembelajaran ini. Pelatihan direncanakan menggunakan konsep learning by doing. Para peserta diajak untuk mendalami teori-teori jurnalistik, sebagai dasar pemahaman tentang esensi jurnalistik yang hendak dipelajarinya. Pelbagai teknik jurnalistik yang berkaitan dengan yang dilakukan para pekerja pers, juga disampaikan. Model pembelajaran quantum learning memerikan proses belajar secara menyenangkan, terlibat penuh, tidak linear, dan membekali peserta akan sikap memliki pengetahuan dan keterampilan jurnalistik yang tidak usai di pelatihan. Peserta dimotivasi untuk terus mengembangkan pengetahuan dan keterampilan jurnalistiknya, serta memanfaatkannya di dalam hidup kesehariannya ketika memasuki ruang-ruang sosial kemasyarakatan. Siswa memiliki kemampuan untuk mempresentasikan pengetahuan dan keterampilan jurnalistiknya bukan hanya di tataran penulis ataupun kerja kewartawanan melainkan juga bagi ruang kehidupan kemasyarakatan lainnya. Siswa dapat, misalnya, memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan jurnalistiknya bagi pekerjaan pelaporan teks kerja ataupun publikasi dari kegiatan sosial, lembaga kemasyarakatan, atau institusi kerja seperti perusahaan – yang belum memiliki staf kehumasan, misalnya. 4. Hasil, Kajian, dan Bahasan Pengajaran jurnalistik membutuhkan kiat, petunjuk, strategi bagaimana memahami dan mengingat fakta-fakta yang terjadi di dalam peristiwa masyarakat. Peristiwa kemasyarakatan memberikan banyak dimensi dan unsur yang perlu dicatat, dijelaskan, dan dilaporkan secara sederhana. Kesederhanaan pelaporan peristiwa tidak berarti meniadakan kompleksitas persoalan kemasyarakatan yang kini semakin rumit, terkait dengan banyak faktor penyebab. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman peserta didik jurnalistik yang mampu menangkap berbagai dimensi persoalan kemanusiaan. Siswa memerlukan proses pembelajaran yang hasil akhirnya memiliki tiga nilai kompetensi. Pertama, pemahaman dan keterampilan tentang penulisan (writing), performa oral (oral performance), riset dan investigatif (research and investigative), dan pengetahuan dasar (broad-based knowledge) jurnalisme. Kedua, pemahaman dan keterampilan tentang Dasardasar web (web-based), audio visual, dan aplikasi dasar keterampilan komputer (skills-based computer application). Ketiga, pemahaman tentang etika (ethics), legal, dan karir (career) jurnalistik. Seluruh proses belajar jurnalistik, membutuhkan ruang-ruang pengajaran yang berisi tuturan materi yang punya daya jelajah terhadap kerangka kehidupan kemasyarakatan dan kemajuannya. Pencapaian kompetensi pengetahuan tentang penulisan, performa oral, riset dan investigatif, dan pengetahuan dasar jurnalistik memerlukan proses belajar-mengajar yang menyenangkan dan efektif. Proses penulisan jurnalistik merupakan proses penyampaian pikiran berbasis fakta. Fakta-fakta didapat antara lain melalui wawancara, riset, investigasi, dan referen pengetahuan umum. Untuk mengarahkan siswa pada pencapaian pengetahuan itu, proses belajar mesti dilaksanakan dalam model pembelajaran tidak sekadar membacakan teks semacam diktat. Kekakuan didaktif pengajaran dapat membuat pengiriman materi menjadi membosankan. Pendidikan jurnalistik memerlukan wacana fleksibel dan keluasan wawasan serta kesiapan mental dalam menjumput rangkaian peristiwa dan menembus berbagai nara sumber berita. Ketegangan kerap dialami wartawan, dari sejak awal peliputan, ketika berhadapan dengan

Gado gado artikel 105

putut_2002@plasa.com pihak-pihak yang harus diwawancarai. Pendidikan jurnalistik diharapkan telah dapat membimbing siswa untuk berada dalam suasana mental yang nyaman, menyenangkan, dalam memahami tingkat stres dari proses peliputan. Pada sisi inilah, nilai manfaat pengajaran terbentuk dan terakumulasi. Nilai manfaat pengajaran seperti itu dibutuhkan dalam menumbuhkan kapasitas mental dan pikiran siswa yang responsif dan bergairah dalam menghadapi tantangan dan perubahan. Sikap responsif diperlukan peserta didik ketika berhadapan dengan peristiwa atau pihakpihak terkait yang harus diinvestigasi tingkat kebenaran informasinya. Pasifnya sikap wartawan dapat menyebabkan rendahnya nilai akurasi pelaporan. Hal itu merugikan masyarakat dan mengurangi kredibilitas fungsi jurnalistik sebagai pelapor "kebenaran" persoalan masyarakat. Pelbagai tantangan dalam menggali data dan fakta telah menjadi pola kerja jurnalistik. Tantangan itu terkait dengan karakter jurnalistik yang "membongkar" jalannya peristiwa kemasyarakatan secara tidak biasa. Dari rincian peristiwa sampai berbagai pihak yang terlibat mesti diungkap dengan jelas dan tegas. Kelugasan pelaporan macam ini kerap mendapat tentangan. Oleh karena itu, ruang pengajaran jurnalisme mesti menyiapkan peserta didik yang memiliki ketahanan mental dalam menghadapi tantangan-tantangan jurnalistik. Proses sosial kemasyarakatan tidak berjalan statis. Dinamika konflik, misalnya, di masyarakat mempunyai koneksitas yang tinggi dengan perubahan-perubahan kemasyarakatan. Pelbagai perubahan terjadi oleh pelbagai kepentingan masyarakat sendiri ketika mengembangkan ruang sosial kepada tingkat-tingkat kemajuan peradaban. Dengan demikian, ruang pendidikan jurnalistik harus menyediakan pengajaran mengenai kesiapan wartawan terhadap perkembangan masyarakat yang membawa banyak perubahan di berbagai dimensi unsurnya. Pengajar yang sugestif dibutuhkan agar dapat menstimulir siswanya. Sugesti positif diperlukan peserta didik agar mampu memiliki referensi teori dan praktek jurnalistik. Para siswa dibuat nyaman dan berpartisipasi aktif dalam tiap momen belajar. Kenyamanan psikis diharapkan dapat membuat siswa bergairah untuk memahami teknik-teknik pencarian dan pelaporan berita. Pemasangan musik tentu saja tidak bisa begitu saja disiapkan bagi proses pengajaran pendidikan di Indonesia. Akan tetapi, yang dapat diacu dalam hal ini ialah mengondisikan siswa untuk merasakan kesenangan tertentu ketika belajar. Melalui proses sugestif, pemercepatan belajar jurnalisme lebih mudah terjadi. Kegembiraan mendorong para siswa menjadi mudah menerima apa-apa yang diberikan pengajar. Kegembiraan tumbuh melalui pengajaran yang mengandung hiburan, permainan, emosi yang sehat, dan cara berpikir positif. Keempat unsur ini berperan penting dalam mengaitkan seluk beluk jurnalisme yang bersifat aplikasi teoritik. Perlu diberikan contoh dalam pengajaran materi penulisan berita. Siswa dibuat lebih enjoy ketika menerima pemahaman mengenai apa yang disebut berita. Sifat berita tidak mudah digambarkan secara linear. Tidak setiap peristiwa bisa diberitakan. Ada unsur-unsur yang disebut news value (nilai berita) yang mensyaratkan sebuah peristiwa dapat dilaporkan kepada masyarakat. Hal ini antara lain yang menyebabkan seorang ahli jurnalistik mendefinisikan berita sebagai peristiwa yang dilaporkan. Karena jika tidak dilaporkan maka peristiwa tersebut belum menjadi berita. Menjabarkan apa yang dimaksud nilai berita, melalui unsur-unsurnya, bukanlah pekerjaan mudah. Perlu perluasan keterangan, disertai contoh-contoh, dalam menerangkannya. Ketika menerangkan, diperlukan upaya pengajaran yang bersifat menghibur, dalam tanya-jawab yang tidak didaktik tapi mengandung simulasi permainan tertentu, dan membawa keterlibatan emotif siswa untuk merasakan apa yang dialami wartawan di lapangan, serta tetap mengajak siswa untuk nalar, logis dalam mengerangka pemahamannya. Menggambarkan unsur proksimitas (keterdekatan), sebagai salah satu unsur nilai berita, tidak hanya digambarkan lewat contoh peristiwa berita. Pengajar perlu menyeleksi contoh berita dari ukuran yang amat serius sampai yang mengandung humor. Sekadar mengambil contoh berita yang sedang aktual, hanya akan membuat kelas menjadi kering. Siswa hanya akan mendapat pemahaman teoritik. Lain halnya, bila disandingkan dengan contoh-contoh berita yang menghibur. Dialog disisipkan, dalam proses tanya-jawab, yang mensimulasikan gambaran realitas bila siswa berada dalam situasi riil kewartawanan di lapangan. Dengan

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 mengajak mereka merasakan benar bagaimana memilih angle peristiwa keseharian yang bisa dijadikan berita. Suasana afektif tumbuh dengan cara pengajaran seperti ini. Keterlibatan emotif siswa terdorong. Pada saat inilah, pengajar memasukan cara berpikir siswa ke arah penemuan apa yang dimaksud proksimitas. Penalaran siswa diajak larut ke dalam wacana riil yang ia sendiri temukan, sesuai dengan kerangka pemahaman yang disodorkan pengajar. Bahasa menjadi sarana bertukar pikiran yang lebih mendalam daripada sekadar kerangka teks buku-buku acuan. Hidupnya suasana kelas terbangun dengan sendiri melalui bahasa yang tercipta dalam proses two way communication. Tidak searah hanya dari bahasa si pengajar. Situasi behavioral pun ikut terbangun dalam proses komunikasi pengajaran ini. Tindakan-tindakan postif, yang sesuai dengan kerangka silabi materi perkuliahan, tercipta. Logika siswa terpaut dengan perilaku belajar yang diminta pengajar ketika kesamaan pikiran tercipta. Proses enkoding siswa dalam menyerap pesan tidak dihalangi oleh barier ataupun noise. Kesalahan persepsi dan kesalahan penafsiran selama pengajaran berlangsung tidak terjadi. Siswa menemukan sendiri gaya belajarnya. Aspek-aspek penting neurolinguistik tumbuh dalam proses pengajaran ini. Mereka berpartisipasi aktif dalam menemukan pemahaman tentang materi yang diajarkan. Pengajar hanya menjadi seorang tutor. Ia hanya menjadi pengarah kerangka berpikir peserta didik. Jurnalistik memerlukan hal ini. Pekerjaan jurnalistik menekankan kemandirian. Tiap proses kegiatan jurnalistik diiming-imingi hasil prestasi individual. Dalam merancang tampilan halaman koran, misalnya, dibutuhkan kreatifitas individu yang paham tentang fungsi garis, ruang kosang, ilustrasi menarik, ataupun pemasangan foto-foto. Jika ia tidak menemukan sendiri logika kerja seorang layouter, ia hanya akan memasang-masang tampilan desain yang kaku atau tidak menarik. Pengajaran memang harus menerakan pelbagai hal tentang aturan teknis mendesain. Akan tetapi, pemahaman siswa untuk bekreasi dan berinovasi menjadi target pengajaran jurnalistik. Metode quantum learning, yang mengutip rumus E = mc2 dan mengamsalkan tubuh pelajar "adalah materi", hendak membuat peserta didik menghasilkan "energi cahaya" pencerahan bagi dirinya sendiri. Ini sesuai dengan wacana jurnalistik. Proses belajar jurnalistik terpola kepada bangunan pemaparan yang interaksional dan inspiratif, serta hubungan-hubungan yang "mencerahkan" wacana siswa. Mental set peserta didik diarahkan ke dalam bentuk yang tidak hanya memfotokopi materi-materi pengajaran, melainkan lebih ditujukan kepada pembentukan mental set yang terbuka terhadap kemajuan masyarakat. Dengan begitu, dibutuhkan bangunan mental dan penalaran yang kapabel dalam mengembangkan intelektualitas. Akselerasi modernitas, yang kian cepat menemukan kecanggihan teknologi, memerlukan kredibilitas pekerja media dalam menentukan sikap dan pemikiran. Tidak setiap temuan teknologi mesti diserap dan diaplikasikan di dalam kegiatan jurnalistik, tapi tidak setiap temuan teknologi ditolak. Gabungan sugestologi, teknik pemercepatan belajar, dan NLP, dari quantum learning, maka itu, punya nilai kecocokan dengan strategi pembelajaran jurnalisme. Termasuk pemakaian konsep-konsep kunci dari strategi belajar seperti teori otak kanan/kiri, teori otak triune (3 in 1), pilihan modalitas (visual, auditorial, dan kinestik), teori kecerdasan ganda, pendidikan holistik, belajar berdasarkan pengalaman, belajar dengan simbol (metaphoric learning), simulasi/permainan. Kekuatan pikiran adalah ciri penting para pekerja jurnalistik. Melalui metode quantum learning, para siswa jurnalistik diajak mengenali kekuatan pikiran yang seperti "spons menyerap berbagai fakta, sifat-sifat fisik, dan kerumitan bahasa yang kacau dengan cara yang menyenangkan dan bebas stres". Hal ini terkait dengan area reportase jurnalistik. Wartawan mesti memiliki kecerdasan dalam menyerap berbagai fakta. Tiap peristiwa berita dicatat wartawan. Catatan wartawan menampilkan deskripsi fisikal dari peristiwa yang dipersepsinya. Kerumitan membahasakan peristiwa ke dalam pelaporan berita mesti dikerjakan dengan perasaan yang menyenangkan, tidak di bawah ketegangan. Selain itu, kesiapan diri yang dengan wajar menerima berbagai tanggapan dari lingkungan, sebagai umpan balik, adalah kebiasaan yang mesti dipelajari sejak dari masa pembelajaran.

Gado gado artikel 107

putut_2002@plasa.com Pada keseluruhan hidup kewartawanan ditegaskan tentang perlunya untuk mau belajar secara terus-menerus. Kegagalan dalam menembus sumber berita bukanlah akhir dari segalanya. Keyakinan untuk tidak mudah menyerah mesti menjadi alat pendorong dan pendamping jurnalis dalam menapak karirnya. Model pembelajaran quantum yang mendorong peningkatan kecerdasan linguistik, matematika, visual/spasial, kinestetik/perasa, musikal, interpersonal, intarpersonal, dan intuisi, amatlah diperlukan. Ini terkait dengan upaya mendorong siswa memiliki keterampilan tentang web-site, audio visual, dan aplikasi dasar komputer. Sifat pembelajaran skills ini bukan hanya bersifat tuturan teknis penggunaan alat kamera atau komputer. Dengan dasar pengenalan siswa sendiri terhadap peningatkan kecerdasan, proses pembelajaran akan lebih mudah. Penjelasan akan menyangkut pentingnya kreatifitas dan inovasi dalam mengaplikasikan teknik-teknik teknologi jurnalisme yang kian kini kian canggih. Pentingnya kreatifitas terkait dengan pekerjaan seperti merancang web-site, misalnya, yang penuh dengan hitungan tidak hanya menariknya tampilan situs atau indahnya tangkapan kamera. Dari sana, siswa dididik untuk mengenali bagaimana proses kecerdasan diasah. Bagaimana intelektualitas indvidu jurnalistik mengembangkan fungsi motor sensorik, emosional-kognitif, dan kecerdasannya. Bagaimana proses berpikir logis, sekuensial, linear dan rasional akan ditemukan melalui kegiatan seperti menulis, membaca, dan menempatkan detil dan fakta serta simbolisme. Bagaimana menajamkan proses berpikir yang bersifat acak, tidak teratur, intuitif, dan holistik, melalui kegiatan seperti mendengarkan musik dan melakukan aktifitas kreatif. Akhirnya, siswa menemukan rangkaian pola pemilikan emosi yang positif, dari kekuatan nalar, keberhasilan, dan kehormatan diri, di dalam hidup kewartawanan. Tahu bagaimana mendapatkan cara menumbuhkan motivasi, minat, dan sikap untuk belajar aktif. Sikap mau belajar apa saja dari setiap situasi, untuk pengembangan diri, serta selalu mengusahakan terlaksananya tugas-tugas yang diberikan institusi kerja jurnalisme, sebagai bagian dari visi kehidupan kewartawanan. Pada titik ini, diharapkan siswa mendapatkan pemahaman yang esensial tentang etika, legal, dan karir jurnalistik. Nilai-nilai etik merupakan nilai-nilai yang bersifat abstrak. Ia hanya dikenali ketika berhadapan dengan realitas persoalan kemasyarakatan. Masalah etis dan tidak-etis bukan hanya menyangkut soal kesopanan bersikap dan berperilaku. Ini menyangkut kehormatan diri dalam memakai label statur dari profesi kewartawanan. Pelanggaran hukum merupakan lanjutannya. Ketika data-data dari nara sumber sengaja disembunyikan, pemahaman tentang hukum amatlah diperlukan. Di hadapan hukum, wartawan tidak punya kekebalan. Jika ia dengan sengaja mencuri data-data dari nara sumber maka tindakan itu masuk ke dalam tindak pencurian: profesi kewartawanannya tidak dapat menjadi pembelaan sebagai pencari kebenaran. Tatkala menemukan keberhasilan di dalam melaksankan tugas-tugas kewartawanan, tanpa cacat etika dan hukum, ia pun mesti telah dapat mengukur peningkatan jenjang karirnya. Berbagai asosiasi dan organisasi kewartawanan merupakan sarana untuk menunjukkan kehormatan diri atas berbagai keberhasilan yang telah dicapainya. Proses belajar-mengajar jurnalistik mesti menerangkan dengan tuntas ihwal semua itu. Ruang belajar yang efektif untuk menjelaskannya ialah ruang yang tidak membuat siswa pasif, amat tergantung kepada pengajar, dan terpuruk dalam sikap rendah diri. Metoda quantum akan menyentuh para siswa untuk beremosi positif, berpikir jernih, dan memiliki keyakinan untuk berhasil melaksanakan pelbagai kegiatan jurnalistik. 5. Simpulan dan Saran 5.1. Simpulan Dari pemaparan pembelajaran quantum learning di dalam pendidikan jurnalisme, kita menemukan penciptaan peserta didik yang mengenali cara mengembangkan life skills jurnalistik sebagai bagian dari kapasitas diri dalam berinteraksi dengan masyarakat. Efek life skills ini menjadi bagian dari dirinya sendiri.

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 Pembelajaran yang dialaminya, selama pendidikan, telah membentuk sikap, pemikiran, dan perilaku diri yang tidak cuma lulus hapalan tekstual. Siswa bukan hanya berhasil, dan mendapat sertifikasi pelulusan, dengan angka-angka indeks prestasi akumulatif yang dipersyaratkan. Akan tetapi, lebih dari itu, siswa menjadi tahu kemampuan dirinya, mampu menggunakan kemampuannya, serta siap mengembangkan kemampuannya di dalam kehidupannya sendiri. Hal ini menyentuh dua manfaat bagi proses pendidikan. Pertama, setelah totalitas individu siswa dilibatkan secara penuh di dalam proses belajar, ia dapat mengembangkan dirinya untuk belajar aktif secara otodidak. Ia telah diberi bekal yang mendasar untuk mengembangkan diri dalam proses belajar sendiri. Ketika kondisi sosial-ekonominya tidak mampu untuk melanjutkan studinya, ia dapat bertahan dari ketidakpercayaan diri menghadapi persyaratan kelembagaan kerja masyarakat. Ia tidak perlu memaksakan diri untuk masuk ke bidang akademik dari kelembagaan formal institusi pendidikan. Keyakinannya akan kemampuan diri dapat pula mengarahkan wacana kegiatan hidupnya di dalam area yang positif. Ia dapat menolak ajakan-ajakan negatif lingkungannya. Ia tidak terjebak frustasi lingkungan yang kehilangan keyakinan untuk berinteraksi dengan tuntutan kapasitas sumber daya manusia yang siap kerja, menuntut sertifikasi ijazah, maupun referen-referen kemampuan kerja lainnya. Kedua, ketika standar mutu dan globalisasi ditetapkan masyarakat, ia pun masih dapat menjawab tantangannya. Metode quantum learning, dalam proses pengajaran jurnalistik yang diikutinya, memberi nilai akhir lulusan pada kekuatan individu. Setiap siswa dibekali kesiapan untuk mau belajar dengan tantangan dan peluang yang ada, tidak terpuruk dalam ketidakyakinan berakselerasi dengan persyaratan mutu dan globalisasi dari kemajuan masyarakat. Bekal pemilikan pengetahuan dari pembelajaran jurnalistiknya memiliki nilai representatif bila disajikan di hadapan petugas-petugas institusi mutu dan globalisasi. Penanaman sikap dan perilaku belajar aktif, yang ditempa dalam pengajaran jurnalistik bermetoda quantum learning, merupakan kapasitas yang tidak akan mudah menyerah untuk ditantang persaingan kerja kompetitif. 5.2. Saran Model pembelajaran ini membutuhkan ruang dan waktu pengajaran yang khusus. Khusus dalam arti, prasarana dan sarana pendidikan yang cukup representatif bagi pemotivasian siswa ke dalam ajakan pembelajaran. Untuk itu, diperlukan perencanaan yang matang. Selain itu, kesiapan kelembagaan dalam mengolah proses pembelajaran yang optimal di tiap tahapnya. Pada sisi lain, kesiapan ruang sosial masyarakat pun perlu dibina. Pengajaran jurnalistik yang hanya siap di unsur kelembagaan pendidikan akan menjadi sia-sia jika kelembagaan kerja (pelbagai lembaga media massa) masih diganduli tradisi senioritas, primordial, dan berbagai sikap negatif lain yang menghambat proses pengembangan individu muda dalam berkarir.

Otak Pun Sebenarnya Bermusik
SEMUA orang di dunia ini tentu suka akan musik. Bahkan anak bayi sekalipun, bila dikasih mainan yang bermusik, secara spontan ia akan bereaksi. Memang, musik -- dalam hubungannya dengan manusia -- memiliki sejarah yang tua. Salah satu bukti, di dinding goa Trois Freres, Prancis bagian selatan, terdapat lukisan tua berusia 40.000 tahun yang menggambarkan sosok bertopeng tengah memainkan alat musik bersenar satu. Sejak zaman perunggu di Sumeria, alat musik harpa sangat dikenal. Sementara di Cina, musik lonceng sudah ada sejak 500 tahun SM. Bicara soal musik, belakangan ini para ilmuwan berhasil mengorek kekuatan musik yang lain di balik kemampuannya dalam memengaruhi jiwa seseorang. Musik ternyata dapat juga

Gado gado artikel 109

putut_2002@plasa.com digunakan untuk menyelidiki misteri otak. Dengan bantuan teknologi komputer yang canggih, para peneliti itu mampu menciptakan nada-nada khayali. Salah satu penemuan dari riset itu adalah adanya kaitan antara mekanisme mental -- yang memproses musik -dengan fungsi-fungsi dasar otak seperti persepsi, ingatan, maupun bahasa. Diana Deutsch, dari Universitas California, San Diego, dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan menyatakan, persepsi musik seseorang dipengaruhi oleh suara orang itu ketika bicara. Dengan bantuan seperangkat alat yang mampu menghasilkan bunyi-bunyian secara konstan, Deutsch menemukan, pola nada (pitch) seseorang untuk sebagian berbeda dengan orang lain. Menurut peneliti itu, setiap orang -- secara sadar -- tidak dapat menentukan not-not yang sebenarnya biasa, seperti kunci F atau B, misalnya. Kesanggupan untuk mengenali pola nada yang sempurna ada pada otak. Namun untuk mengategorisasi nada-nada tersebut, ingatlah yang melakukannya. Dalam arti lain, setiap orang memiliki lembar pola nada yang sempurna dalam bawah sadarnya. Mereka yang telah menjalani uji coba dalam eksperimen ini ternyata berubah sedemikian rupa sesuai suara yang dihasilkan. Lebih lanjut, para mahasiswa U.C. San Diego itu mendapatkan, nada-nada yang dipersepsi sekelompok orang Swedia dan Austria berubah dengan cara yang berbeda. Deutsch kemudian menjelaskan, pola nada yang ada dalam alam bawah sadar manusia tak berlaku untuk ekspresi musik saja. Tapi juga berfungsi sebagai komposisi kunci dari strategi survive seseorang. Jika seseorang merasa terdesak maka pola nadanya akan semakin tinggi. Nada tinggi seperti itu mengindikasikan sang pembicara tengah dalam keadaan tertekan. Lebih seru lagi, skala pola nada seseorang di atas ternyata juga dipengaruhi oleh komunitas (masyarakat) tempat orang itu hidup dan bertempat tinggal. Studi mengenai daya pikiran seseorang terhadap musik memberikan penjelasan mengenai hal itu. Telinga manusia menerima suara dari berbagai jurusan, dan masuk ke dalam otak yang kemudian menyortir untuk dijadikan sesuatu yang akrab. Sehingga suara anjing menyalak dan bunyi alat pendingin pun dapat dibedakan dengan baik. Penelitian Deutsch di atas memperlihatkan, bagaimana otak memilih dan memilah suara bising yang datang dari arah yang sama, dan kemudian mengelompokkannya. Dan ternyata bunyi yang sampai atau terdengar adalah bunyi yang memiliki pola nada yang tinggi. Not yang tinggi takkan melewati jarak yang sama jauhnya dengan not rendah. Karena itulah suara bass sebuah drum band akan terdengar lebih lama ketimbang bunyi piccolo

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005

Otak Wanita Terkena Depresi dan Stres Lebih Besar Dibanding Pria
Dalam soal intelejensiamungkin otak wanita tidak jauh berbeda dengan otak pria ,tetapi dalam hal-hal tertentu ,misalnya jika wanita menanggapi stres berbeda,karena ,kenapa wanita lebih mudah terserang penyakit depresi berkepanjangan di bandingkan dengan kaum pria .Demikianlah konsep baru tentang perbedaan otak pria dan wanita yang belakangan ini mendapat perhatian khusus dari pakar peneliti otak atau para ilmuwan dibilang suaraf ( neoroscientist ). Salah satu temuan yang terpentingdan mungkin terbesar adalah terkuaknya misteri pengelolaan emosi didalam otak manusia ,baik pria mau pun wanita .Kini berkat kehadiran perangkat teknalogi kedokteran baru separti MRI (Maganetic Recornance Imaging ) .PET (Positron Emssion Tomography) tingkah laku manusia dapat diketahui dengan jelas ,dengan thenik itulah manusia dapat mengetahui dan menganalisa nebgenai apa yang sedang terjadi dalam otak ketika menangis,berpikir merenung , bersedih mau pun genbira . Dalam bidang profesi mungkin wanita bisa memegang suatu jabatan pria ,misalnya sebagai perdana menteri ,astronout ,pimpinan atau komandan militer yang membawahi pria ,menjadi co-pilot atau pilot pesawat terbang .Berbagai profesi yang disebutkan diatas ,menunjukkan bahwa otak wanita ternyata mampu juga memegang pekerjaan yang dilakoni pria . Tetapi dalam segi tertentu ,misalnya mengantisipasi stres atau depresi ,justru ada perbedaan .Hal ini telah dibuktikan oleh kelompok riset Australia yang melakukan penelitian terharap sepasang suami istri,yang suaminya memiliki WIL.Uji eksperimen yang dilakukan kepada sejumlah tikus jantan dan betina memperlihatkan adanyaperbedaan yang suginifikan terharap otak jantan dan betina ,dalam riset yang dipimpin oleh Prof Graham Jhonston dari Universitas Sydney itu ,selama stres mengganggu otak jantan memperlihatkan peningkatan aktivitas ,sebaliknya otak tikus betina tidak menunjukkan peningkatan kegiatan yang berarti malah bisa berkonsentrasi .Penelitian yang lain tentang reaksi otak pria dan wanita tengah menganggur atau sedang aktif berkerja .dilaporkan ,ketika manusia tengah bekerja mau pun menganggur telah terjadiperbeddan susunanneuron otak . penelitian baru melaporkanbahwa otak wanita begerja lebih giatsaat ia sedang bersedih . selain itu pada saat seperti iniwanita memiliki kemampuannalar yang rendah .bagai mana emosi pria dan wanita?dari hasil penelitian Dr george dan sejawatnya bisa dilaporkan-pengolahan emosi yang terjadi pada pria memang berbeda pada wanita "sistem limbic interior pada wanitalebih aktif ketimbang yang terjadi pria waktu sedang bersedih ;" jika wanita sedang bersedih aktifitas bagian itumeningkat hingga dua kalidibanding pria . barang kali ini bisa menjawab pertanyaan ,kenapa wanita berisiko dua kali lipat menderita depresi dibanding pria . belakangan ini sedang berkembang ilmu tentang otak yang sedang merambah ke indonesia , khususnya jakarta . perkembangan ilmu tentang otak sangat perlu , sebagaimana penemuan PET atau MRI seperti di sebutkan diatas . ilmu tentang otak memungkinkan para akhli mengetahui lebih banyakmengenai kesehatan dan penyakit mental , gangguan kejiwaan dan saraf . Berbeda dasawarsa sebelumnya orang menganggap otak sebagai organ tunggal , berikut seluruh neurondi dalamnya berfungsi tunggal pula . ini menyulitkan perkembanganya upaya pengobatan medus, seperti pemakaian elektrosock therapy Tapi sekarang mereka telah mengetahui bahwa otak memiliki struktur yang kompleks , terdiri dari banyak jaringan saraf, masing-masing melaksanakan fungsi yang berbeda .dengan cara menganalisa jaringan-jaringan itu, akan dapat di pelajari masalah khusus dalam otak. dengan demikianberbagai bentuk pengobatan akan lebih memberi harapan , termasuk misalnya penyisipan tissue dalam otak , yang mungkin dapat merangsang produksi dopamine untuk menyembuhkan berbagai penyakitparkison, alzemer's bahkan untuk menyambung pembuluh-pembuluh syaraf yang rusak akibat luka

Gado gado artikel 111

putut_2002@plasa.com

Pembedahan Otak
RAMAI berpendapat, pembedahan satu-satunya jalan keluar bagi mengatasi masalah pendarahan otak atau darah beku yang berlaku dalam otak. Tetapi, bukan semua masalah ini boleh diselesaikan dengan jalan pembedahan. Sebetulnya, dalam menangani masalah ini ia bergantung kepada saiz, lokasi, jenis dan tahap kesedaran pesakit. Jika pendarahan yang dialami hanya mengakibatkan gangguan pada sesetengah fungsi otak seperti lemah separuh anggota badan dan pesakit dalam keadaan sedar, maka doktor akan memantau perkembangan pesakit dari semasa ke semasa. Pembedahan hanya dilakukan apabila keadaan pesakit dianggap serius seperti koma. ``Bukan semua kes pendarahan otak akan dibedah, lebih-lebih lagi bagi kes-kes yang menyebabkan kesan setempat seperti pesakit tidak boleh menggerakkan tangan atau kaki. ``Ini kerana, pendarahan atau darah beku pada otak ini biasanya akan larut dan meresap dalam otak dengan sendirinya dalam tempoh dua atau tiga minggu,'' kata Ketua Jabatan Neurosurgeri dan Pakar Perunding Bedah Otak dan Saraf, Jabatan Neurosurgeri, Hospital Kuala Lumpur (HKL), Dr. Mohd. Saffari Hj. Mohd. Haspani. Pendarahan otak adalah satu keadaan terdapatnya darah atau darah beku pada mana-mana bahagian luar saluran darah dalam otak. Keadaan ini berlaku sama ada berpunca daripada kecederaan akibat kemalangan atau secara spontan (semula jadi). Menurut beliau, biasanya doktor sendiri dapat meramalkan peluang pesakit untuk hidup cerah atau sebaliknya apabila mereka dimasukkan ke wad. Sehubungan itu, pembedahan akan dilakukan apabila pesakit berada dalam keadaan koma dan setelah ujian CT Scan dilakukan. ``Pembedahan juga dilakukan sekiranya saiz darah beku atau pendarahan lebih daripada tiga sentimeter. ``Selain itu, kriteria lain yang diambil kira jika ada kesan pembengkakan yang serius pada bahagian tisu otak di sekeliling darah beku tersebut,'' jelas beliau. Otak diselaputi kulit, selaput otak dan dilindungi tengkorak. Ia mengandungi sejenis cecair otak yang dipanggil cerebrospinal fluid, darah dan tisu otak. Tisu ini terlalu lembut dan sensitif. Mohd. Saffari menjelaskan, pesakit yang masih dalam keadaan sedar ketika dibawa berjumpa doktor, akan dipantau selama 48 jam. Sekiranya tahap kesedarannya menurun dalam tempoh tersebut, ujian imbasan ke atas otak pesakit akan dilakukan bagi mengenal pasti masalah pesakit. Beliau memberitahu, sebahagian besar kes pesakit pendarahan otak berpunca daripada tekanan darah tinggi atau hipertensi. ``Biasanya, ia berlaku di luar saluran darah otak misalnya pendarahan boleh terjadi dalam tisu otak yang dikenali Intra Cerebral Hematoma,'' jelas beliau. Pendarahan jenis ini, berlaku di sebabkan oleh darah tinggi. Jelasnya, pendarahan juga boleh berlaku pada bahagian bawah selaput subaraknoid. Pendarahan jenis ini selalunya disebabkan aneurisme. Aneurisme adalah pembengkakan yang terjadi pada saluran darah otak utama yang berbentuk seperti belon. Ia disebabkan kelemahan dalam dinding pembuluh darah akibat penyakit atau kecacatan sejak individu itu dilahirkan. Aliran darah dengan kelajuan tinggi menyebabkan terbentuknya belon pada dinding pembuluh darah tersebut. Belon tersebut membesar dan boleh pecah yang menyebabkan pendarahan otak. Menurut Mohd. Saffari, berdasarkan kajian di Amerika Syarikat (AS), dianggarkan antara sembilan hingga 15 dalam 100,000 orang menghadapi masalah pendarahan otak setiap tahun. Pada tahun 2002, Hospital Kuala Lumpur (HKL), sebanyak 86 kes pembedahan otak untuk mengeluarkan darah beku telah dilakukan manakala pada tahun 2003 pula sebanyak 120 kes. Di Malaysia, peratusan tertinggi dicatatkan ke atas pesakit yang menjalani pembedahan otak terdiri daripada kalangan orang Melayu sejumlah 46 peratus, Cina, 30 peratus dan sembilan peratus India. Secara etiologinya, 64 peratus pendarahan berpunca daripada darah tinggi, aneurisme 13 peratus dan 10 peratus kecacatan arteriovena (AVM). Kadar kematian dalam tempoh 30 hari selepas pembedahan dianggarkan sebanyak 48 peratus. Selain darah tinggi dan aneurisme, lain-lain punca yang mengakibatkan pendarahan otak ialah: - Kecacatan arteriovena (AVM) - Ketumbuhan otak - Kelainan kecairan darah

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 Menurut Mohd. Saffari, mereka yang didiagnos mengalami pendarahan otak tergolong dalam kumpulan yang memerlukan rawatan kecemasan bergantung kepada keadaan semasa si pesakit. Ini kerana, apabila pendarahan berlaku, darah yang membeku di sekeliling tisu otak atau di bahagian bawah selaput otak boleh menyebabkan tekanan dalam otak meningkat. ``Apabila tekanan meningkat, ia akan memberi kesan pada lokasi berlakunya pendarahan. Biasanya, pendarahan otak akibat tekanan darah tinggi berlaku di bahagian basal ganglia,'' katanya. ``Pendarahan yang berlaku pada bahagian inilah yang boleh menyebabkan pesakit lumpuh pada sebelah tubuh, keadaan muka senget sebelah dan mengalami masalah pertuturan,'' jelasnya. Lebih membahayakan, jika pendarahan yang berlaku pada saluran darah kecil. Ini kerana tekanan darah yang tinggi boleh menyebabkan saluran darah tersebut pecah. Sehubungan itu, Mohd. Saffari menegaskan supaya jangan mengambil mudah jika secara tiba-tiba anda mengalami sakit kepala yang teramat sangat. Gejala ini merupakan salah satu daripada punca pendarahan otak dan ia sangat berbeza dengan sakit kepala seperti migrain. Selain sakit kepala, pesakit akan muntah-muntah, pengsan atau tidak boleh menggerakkan anggota tubuh. Dalam keadaan begini, kata Mohd. Saffari, pesakit memerlukan rawatan kecemasan. Keadaan ini boleh menyebabkan tahap kesedaran pesakit semakin menurun dan akhirnya mengakibatkan kematian. Bagaimanapun, ada sesetengah kes seperti transient ischemic attack yang berlaku secara tiba-tiba, boleh juga menyebabkan keadaan pesakit semakin pulih. ``Sebaliknya, bagi keadaan pesakit yang tidak pulih lebih baik menjalani pemeriksaan rapi di hospital bagi memastikan tahap angin ahmar yang dialami,'' kata Mohd. Saffari. Ini kerana, kemungkinan peluang untuk pesakit dipulihkan adalah cerah. Tetapi, jika dibiarkan, lama-kelamaan tisu otak akan rosak sekali gus akan menghilangkan fungsinya. Tekanan pada otak, boleh merosakkan `fungsinya' yang akhirnya mengakibatkan tahap kesihatan pesakit menurun. Menurut Mohd. Saffari, pendarahan otak boleh dirawat jika pesakit segera dibawa berjumpa dengan doktor bagi mendapatkan rawatan yang sewajarnya. ``Kes-kes seperti pesakit yang koma secara tiba-tiba mesti dibawa berjumpa doktor dengan segera. Kita akan mengesyaki kemungkinan pesakit mengalami pendarahan otak, tetapi kita tidak tahu setakat mana tahap keseriusan keadaannya. ``Kemungkinan, pendarahan yang dialami oleh pesakit berada pada tahap sedikit, sederhana atau serius,'' kata beliau. Rawatan Bergantung kepada keadaan pesakit. Jika pesakit yang mengalami pendarahan otak ini disebabkan hipertensi dan dalam keadaan koma, darah beku perlu dikeluarkan segera. Selain pembedahan, rawatan fisioterapi dan terapi pertuturan amat penting untuk pemulihan bagi pesakit-pesakit yang mengalami pendarahan otak. Mengawal tekanan darah dengan mengambil ubat penting untuk mengelakkan berulangnya pendarahan otak. Sekiranya pendarahan berpunca daripada: - Aneurisme - pilihan rawatan yang biasa ialah dengan membuat pembedahan dan memasang clip pada leher aneurisme tersebut untuk menutup laluan darah dari- pada pembuluh darah utama. - Rawatan lain yang semakin banyak digunakan sekarang adalah coiling pada aneurisme terbabit. - Kecacatan arteriovena (AVM) - ujian dilakukan de- ngan angiogram untuk memastikan keadaan ini. Antara rawatan pilihan termasuklah: a. Pembedahan b. Pancaran radiasi bertenaga tinggi (Radiosurgery) untuk mengecutkan AVM c. Rawatan Endovascular atau Embolization - menyekat aliran darah ke saluran darah AVM dengan sejenis ubat. Selain itu, pesakit juga memerlukan pemulihan yang khusus bergantung kepada tahap kesihatan pesakit. Komplikasi pembedahan

Gado gado artikel 113

putut_2002@plasa.com Seperti pembedahan lain, pembedahan otak untuk mengeluarkan darah beku juga boleh mengakibatkan pendarahan semula dan jangkitan kuman. Pesakit juga boleh mendapat komplikasi serangan sawan tetapi boleh dikawal dan peratusnya juga rendah. Tahukah anda? - Mamalia, burung, reptilia, ikan, amfibia semuanya mempunyai otak. Tetapi, otak manusialah yang paling unik. - Ia memberi kita kuasa untuk berfikir, merancang, bertutur, berilusi dan sebagainya. Otak mempunyai pelbagai tanggungjawab yang menakjubkan antaranya: - Mengawal suhu badan, tekanan darah, pernafasan, degupan jantung - Menerima berjuta-juta maklumat tentang dunia di sekeliling daripada deria seperti mata, telinga, hidung dan lain-lain - Mengendalikan pergerakan fizikal seperti berjalan, bercakap, berdiri dan duduk - Membolehkan kita berfikir, mimpi, melakukan per- timbangan dan emosi.

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005

Penanganan Anak Hiperaktif
Belum diketahui apa penyebab pasti anak-anak menjadi hiperaktif. Namun, menurut dunia kedokteran, itu terkait dengan faktor biologis dan genetis, serta lingkungan. Anak yang hiperaktif sering diartikan sebagai anak-anak yang nakal. Pemahaman seperti itu tidak benar. Bila ada anak yang hiperaktif dan sulit berkonsentrasi itu berarti ada masalah pada otaknya. Kondisi hiperaktif ini disebut sebagai attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) yang merupakan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas. Masalah utama yang dialami penderita ADHD adalah sulit mengontrol hiperaktivitas, impulsivitas, dan kurang dapat memusatkan perhatian. Menurut Dr Hardiono D Pusponegoro SpA(K), kepala Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ADHD merupakan gangguan tingkah laku yang paling sering ditemui pada anak-anak. Prevalensinya sekitar 3-19 persen. ''Gejalanya mudah dikenali setelah anak bersekolah. Pada anak laki-laki kejadiannya tiga kali lebih sering dibandingkan perempuan. Alasannya belum jelas,'' katanya pada diskusi masalah ADHD di Jakarta, beberapa waktu lalu. ADHD pada anak-anak ini bisa terbawa sampai usia dewasa. Dari 50-60 persen anak dengan ADHD, gejalanya akan terus berlanjut hingga saat dewasa. Penyebab pasti belum diketahui. Namun, papar Hardiono, ada bukti bahwa faktor biologis dan genetis berperan dalam ADHD. Faktor biologis berpengaruh pada dua neurotransmiter di otak, yaitu dopamin dan norepinefrin. Dopamin merupakan zat yang bertanggung jawab pada tingkah laku dan hubungan sosial, serta mengontrol aktivitas fisik. Norepinefrin berkaitan dengan konsentrasi, memusatkan perhatian, dan perasaan. Faktor lainnya yang berpengaruh adalah lingkungan. Karakter dalam keluarga juga dapat berperan menimbulkan gejala ADHD. Bahkan, dari penelitian di beberapa rumah tahanan, sebagian besar penghuninya ternyata pernah ADHD pada masa kecilnya. Demikian juga terjadi pada para pengguna narkoba. ''Selain masalah perilaku anak ADHD sering mengalami kesulitan dalam perkembangannya, seperti kesulitan bicara, mengungkapkan ide, atau emosi,' 'sambung Hardiono. Dr Ika Widyawati SpKJ dari FKUI mengatakan, jika tak didiagnosa sejak dini, ADHD dan gejalanya dapat menetap sampai usia remaja dan dewasa. Berdasarkan penelitian, orang tua yang mengidap ADHD akan mengalami stres yang tinggi karena mereka merasa seolah-olah dikucilkan teman-temannya. Mereka juga akan merasa depresi, rendah diri, lalu tergantung pada alkohol, dan akhirnya bisa terancam masalah perceraian. Sesudah sekolah Ika mengungkapkan, terapi bagi penderita ADHD ditujukan untuk mengurangi perilaku yang mengganggu, memperbaiki prestasi sekolah dan hubungan dengan lingkungannya, serta lebih mandiri di rumah dan di sekolah. ''Di samping itu, terapi ditujukan untuk meningkatkan kepercayaan diri anak dan perilaku yang lebih aman di komunitas.'' Saat dilaksanakan terapi Ika menyarankan keluarga penderita dilibatkan agar terapi dapat berlangsung dengan lebih efektif. Keterlibatan anggota keluarga lainnya dan guru sangat diperlukan dalam penanganan ADHD. Dalam hal ini dokter berperan sebagai edukator dan konsultan bagi penderita dan keluarga penderita. Terapi farmakologis dilakukan dengan cara mengontrol zat-zat yang ada dalam otak yang terlibat dalam ADHD. Pilihan utama terapi adalah obat dari golongan psikostimulan. Salah satunya adalah methylphenidate. ''Obat tersebut diberikan bila gejalanya cukup mengganggu, terjadinya hambatan fungsi sosial, edukasi, dan emosional. Dengan memberi obat terapi lain bisa lebih berhasil. Biasanya pengobatan diberikan sesudah jam sekolah,'' ujar Ika. Berdasarkan penelitian, methylphenidate tepat dipakai sebagai pengobatan dan sudah digunakan lebih dari 40 tahun untuk ADHD. Efektivitas tinggi pada lebih dari 75 persen anak ADHD. Seminggu sejak pengobatan terjadi perbaikan tingkah laku dan memperbaiki produktivitas, akurasi, dan efisiensi. Pengobatan ini direkomendasikan oleh banyak kalangan dan yayasan yang menangani ADHD. Mekanisme kerja methylphenidate adalah meningkatkan pelepasan dopamin dan noradrenalin di dalam otak. Zat tersebut juga memblokir masuknya kembali kedua

Gado gado artikel 115

putut_2002@plasa.com neurotransmiter itu ke dalam otak. Saat ini methylphenidate dikembangkan dengan teknologi mutakhir yang disesuaikan dengan tingkat kebutuhan penderita ADHD dalam mengontrol kadar neurotransmiter. Salah satu teknologinya dengan OROS (osmotic release oral system). Teknologi OROS terdapat pada obat yang diminum sekali sehari dan dapat bekerja efektif selama 12 jam. Obat ini disetujui oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di bawah resep dokter dan ditujukan untuk anak berusia 6 tahun ke atas. Teknologi OROS yang diterapkan Janssen-Cilag PT Johnson & Johnson Indonesia pada produk methylphenidate berupa tablet dengan sistem pelepasan obat secara bertahap. Bagian luarnya terdiri dari methylphenidate lepas cepat yang berkerja segera setelah obat masuk ke lambung. Menurut Dr Yanwar Hadiyanto dari Janssen-Cilag, pada teknologi ini, pada setiap tablet terdapat tiga kompartemen yang dibatasi oleh membran semipermeabel (dapat ditembus air - Red). Dua kompartemen berisi obat berkonsentrasi rendah dan konsentrasi tinggi, sedangkan kompartemen ketiga merupakan kompartemen pendorong. ''Saat tablet masuk ke saluran cerna, air akan masuk ke kompartemen pendorong dan mengembang sehingga mendorong isi obat ke luar. Di ujungnya ada lubang kecil yang dibuat dengan sinar laser. Teknologi ini menjamin kadar obat itu stabil dalam darah dan tak terganggu dengan ada atau tidaknya makanan di saluran cerna,'' rinci Yanwar. Pemberian obat secara bertahap membantu kontrol pada ADHD. Dosis yang diatur itu membantu mengatasi hiperaktivitas, impulsivitas, dan kurang konsentrasi pada pagi hari dengan obat dosis rendah hingga siang hari dalam dosis tinggi.

Tiga Gejala ADHD 1. Gangguan pemusatan perhatian (inattention) dengan ciri kurang dapat memusatkan perhatian, sering melakukan kesalahan akibat kecerobohan, kesulitan menerima pelajaran, sering gagal menyelesaikan tugas, perhatian mudah teralihkan, dan sering kehilangan barang-barang. 2. Hiperaktivitas dengan ciri sukar duduk diam, selalu tergesa-gesa, sering menggerakgerakkan kaki dan tangannya, sering meninggalkan tempat duduknya di kelas, sulit bermain dengan tenang, serta berlebihan berbicara. 3. Impulsivitas (mudah terangsang). Cirinya adalah sulit untuk menunggu giliran, menjawab pertanyaan sebelum pertanyaan selesai diajukan, sering mengganggu teman, sering menginterupsi pembicaraan orang lain. Berdasarkan gejala utamanya ADHD dibagi menjadi beberapa subtipe, seperti tipe dominan hiperaktivitas/impulsivitas, tipe dominan kurang perhatian, dan tipe campuran antara kedua tipe. Terapi ADHD dilakukan dengan beberapa cara, yaitu terapi farmakologi/medikasi, terapi perilaku, edukasi pasien dan keluarga, dan terapi kombinasi.

PENDIAGNOSAN HIDROSEFALUS DI KALANGAN PESAKIT MUDA DAN PERTENGAHAN UMUR
Buku untuk pesakit dan keluarga Buku ini ditulis bertujuan untuk memberi maklumat tentang diagnosis dan rawatan hidrosefalus Pengenalan: Sudah sekian lama penghidap hidrosefalus, keluarga dan para doktor berusaha untuk menyedarkan masyarakat tentang hidrosefalus, penyebabnya dan rawatan. Banyak perubahan yang berlaku di dalam rawatan hidrosefalus. Hidrosefalus bertekanan normal yang biasanya berlaku di kalangan orang dewasa telah mendapat perhatian media dan perubatan yang membawa kepada keberkesanan dari segi masa untuk mendiagnosis penyakit dan rawatan. Sekarang ini, penyakit hidrosefalus boleh dikesan sejak dari awal lagi iaitu dari dalam kandungan ibu lagi. Dengan rawatan yang canggih seperti shunt dan endoskopi, membolehkan pengidapnya diubati.

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 Bab 1: Mengenai Hidrosefalus Anatomi Dan Fisiologi Otak, Saraf Tunjang dan Lapisan Pelindung Otak dan saraf tunjang membentuk sistem saraf tunjang utama. Kedua-dua struktur ini dilindungi oleh tulang belakang dan tengkorak. Tengkorak kepala juga dikenali sebagai kranium. Tempat di mana tulang bertemu dan membesar dipanggil suture. Tulang belakang yang berfungsi untuk melindungi saraf tunjang terdiri daripada tulang yang dikenali sebagai vertebra. Struktur penting otak terdiri daripada serebrum, serebelum dan batang otak. Serebrum merupakan pusat memproses maklumat yang diterima dan dihantar keseluruh anggota badan. Ia juga bertanggung jawab terhadap percakapan, ingatan dan pemikiran. Serebelum pula berfungsi sebagai pusat untuk mengkoordinasi pergerakan badan. Batang otak bertindak sebagai pusat yang mengawal denyutan jantung, tekanan darah dan pernafasan Saraf tunjang bermula daripada batang otak melalui satu bukaan besar (foramen magnum) pada dasar tengkorak, sehingga ke spina. Pada setiap vertebra di dalam spina, fiber saraf bermula daripada saraf tunjang Ventrikel CSF (cecair serebrospina (cerebrospinal fluid)) dihasilkan di dalam kaviti otak yang dikenali sebagai ventrikel. Bayangkan ventrikel seperti suatu ruang yang dipenuhi oleh cecair. Terdapat 4 ventrikel semuanya; 2 ventrikel lateral, ventrikel ketiga dan ventrikel keempat. Semua ventrikel tersebut bersambung di antara satu sama lain oleh suatu saluran yang sempit. Keadaan pesakit dapat diketahui dengan melihat saiz dan bentuk ventrikel tersebut secara terperinci dengan menggunakan alatan CT Scan dan MRI (magnetic resonance imaging). Peredaran cecair serebrospinal (CSF) dan penyerapan Bermula dari dalam ventrikel lateral, CSF mengalir melaui saluran ke dalam ventrikel ketiga. Kemudian, ianya mengalir ke ventrikel keempat melalui saluran panjang yang sempit (Aqueduct of Sylvius). Seterusnya, daripada ventrikel keempat, CSF akan mengalir melalui tiga bukaan kecil (foramina) ke dalam ruang subrachnoid meliputi otak dan saraf tunjang. Kebanyakan CSF akan diserap melalui kelompok sel yang spesifik iaitu Vili Arachnoid berhampiran bahagian atas dan garis tengah otak. CSF melalui Vili Arachnoid ke dalam vena superior (Superir Sagittal Sinus) dan diserap ke dalam salur darah. Sistem ventrikular merupakan laluan utama untuk pengaliran CSF. Hidrosefalus Tubuh badan kita menghasilkan lebih kurang 500ml cecair CSF sehari tanpa henti untuk menggantikan CSF yang telah diserap. Pada keadaan normal, terdapat keseimbangan yang sensitive di antara kadar penghasilan dan penyerapan cecair CSF. Hidrosefalus terjadi apabila keseimbangan ini terganggu dan kadar penyerapan adalah kurang daripada kadar penghasilan cecair CSF. Walaupun terdapat banyak faktor yang dapat menyebabkan gangguan pada keseimbangan ini, faktor utama ialah halangan atau penyekatan pada mana-mana bahagian laluan pengaliran CSF. Halangan atau penyekatan ini mungkin terhasil daripada beberapa sebab seperti tumor otak, sist, parut dan jangkitan. Sebab-sebab yang spesifik akan dibincangkan dengan lebih mendalam. Disebabkan oleh penghasilan cecair CSF yang berterusan, apabila pengalirannya terhalang, ia akan mula berkumpul di bahagian permulaan dari tempat halangan. Seterusnya, apabila penghasilan cecair semakin bertambah, ia akan menyebabkan ventrikel membesar dan meningkatkan tekanan di dalam kepala. Keadaan inilah yang dikenali sebagai HIDROSEFALUS. Etiologi (Penyebab) Hidrosefalus congenital (hadir semasa lahir) kemingkinan disebabkan oleh interaksi secara kompleks faktor persekitaran dan genetic. Contohnya stenosis aqueductal dan spina bifida. Sesetengah pesakit SHYMA telah diklasifikasikan sebagai hidrosefalus kongenital dekompensasi. Ianya bermakna , hidrosefalus itu mungkin telah ada sewaktu dilahirkan dan

Gado gado artikel 117

putut_2002@plasa.com kemungkinan ianya juga telah dirawat pada waktu awal pembesaran tetapi masih dan asimptomatik selama beberapa tahun. Hidrosefalus kongenital boleh didiagnos dengan cara menilai ukurlilit kepala. Sekiranya ukurlilit kepala adalah lebih besar daripada ukuran normal; berdasarkan carta piawai dan rujukan, ianya boleh dianggap bahwa hidrosefalus telah ada semenjak dari bayi walaupun mungkin ianya tidak simptomatik sewaktu bayi. Hidrosefalus perolehan berlaku setelah lahir, berlaku disebabkan oleh pendarahan intraventrikular, meningitis, kecederaan kepala, ensefalitis, tumor atau sist. Kadang-kadang para doctor tidak dapat menentukan sebab hidrosefalus itu berlaku. Dalam keadaan ini, hidrosefalus tersebut akan dikatakan sebagai idiopatik (idiopathy) iaitu tanpa sebab. Adalah tidak dapat dipastikan samada faktor genetik ada memainkan peranan di dalam SHYMA, walaupun corak pewarisan hidrosefalus secara virtual adalah tidak diketahui. Penyebab berlakunya SHYMA adalah sama dengan penyebab hidrosefalus pada semua peringkat umur, termasuklah proses yang menyekat dan menghalang ventrikel seperti sist atau tumor, serta proses yang mengganggu pengaliran cecair spinal melalui ruang subarachnoid seperti meningitis, ensefalitis, gegaran, kecederaan kepala atau sesetengah jenis strok dan pendarahan otak. Hidrosefalus biasanya tidak berlaku secara spontan selepas berlakunya salah satu daripada keadaan yang mempradispos. Dalam kebanyakan kejadian, symptom SHYMA hanya dapat dikesan selepas beberapa tahun atau pun dekad. Bab 2: Simptom dan Diagnosis Simptom SHYMA adalah lebih kurang sama dengan hidrosefalus bertekanan normal (NPH; normal pressure hydrocephalus) pada orang tua tetapi kebiasannya adalah lebih lemah. Namun begitu, ianya dapat memberi kesan yang jelas pada kehidupan pesakit, menyebabkan mereka tidak dapat bekerja atau melakukan kerja harian dengan sempurna. Simptom Simptom SHYMA yang paling kerap dikenal pasti ialah gangguan gaya jalan, kognisi dan kawalanpundi kencing. Sakit kepala yang kronik juga biasa dilaporkan. Gangguan gaya jalan adalah seperti tindakan gopoh (cluminess) dan kesukaran untuk berjalan di atas permukaan yang tidak sama-rata atau tangga. Ketidak normalan gaya jalan yang lemah dapat dilihat sewaktu pemeriksaan klinikal dijalankan dengan teliti. Walau bagaimanapun, gangguan gaya jalan yang jelas atau apraksia adalah jarang, Aduan kognitif biasanya dilaporkan sebagai Diagnosis Pendiagnosan SHYMA dilakukan dengan menggunakan kombinasi skan otak, pengawasan tekanan intrakranial dan penilaian simptom secara klinikal. Apabila simptom gangguan gaya jalan, dementia yang lemah atau kawalan pundi kencing telah dikenal pasti, seseorang doktor yang mengesyaki hidrosefalus mungkin akan mencadangkan beberapa ujian tambahan. Pada peringkat ini; dalam proses diagnostik, adalah penting bagi pakar neuro (saraf) dan pakar bedah neuro terlibat di dalam proses perawatan ini. Penglibatan mereka adalah penting seperti dalam menginterpretasi keputusan ujian, pemilihan jenis shunt, jenis pembedahan serta rawatan susulan. Ujian yang perlu dilakukan adalah mengikut kesesuaian dan kepakaran doktor yang terlibat. Ujian yang dilakukan adalah seperti tomografi berkomputer (computerized tomography; CT), pengimejan magnetic resonance (magnetic resonance imaging; MRI), lumbar puncture, continuous lumbar CSF dainage, intracranial ressure (ICP) monitoring. CT Scan (Skan Otak) MRI (skan otak yang menggunakan teknik berlainan) Lumbar Puncture (pengambilan air tulang belakang) Intracranial Pressure Monitoring ( alat menyukat tekanan otak) Neurophysiological Testing (alat mengukur fisiologi saraf) Bab: 3 Rawatan Dalam kebanyakan kes, rawatan awal boleh mengurangkan tanda-tanda atau simptom hidrosefalus, membantu mengembalikan daya fikir dan kekuatan fizikal.

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 Sekiranya rawatan tidak dilakukan, ia boleh menyebabkan kecacatan kekal (fizikal dan kognitif). Kejayaan sesuatu rawatan bergantung kepada masa yang diambil dari tarikh pesakit mengalami tanda-tanda dan apabila ia didiagnoskan. Selain daripada itu faktor seperti kecederaan otak samada kekal atau sebaliknya juga mempengaruhi keputusan akhir sesuatu rawatan. Jenis-jenis rawatan a) Shunt Shunt ialah tiub khas yang dimasukkan ke otak (sistem ventrikel) dan mengalihkan pengaliran cecair serebrospinal ke bahagian lain badan seperti jantung dan kaviti peritoneal. Shunt diperbuat daripada plastik khas yang lembut dan mudah dilenturkan. Rawatan shunt ini hanya dilakukan oleh pakar bedah otak dan kebiasannya tidak mengambil masa yang lama. Pesakit dibawa ke bilik bedah dan diberi bius sepenuhnya. Kulit kepala dan bahagian abdomen akan dicuci dengan antiseptic. Torehan kecil di kulit kepala dilakukan, ini diikuti dengan tebukan lubang kecil di tengkorak. Pembedahan yang sama juga akan dilakukan di abdomen. Satu lubang kecil akan ditebuk. Satu hujung shunt akan dimasukkan ke ventrikel melalui lubang kecil ditengkorak. Kemudiannya shunt akan ditolak dan dimasukkan dibawah kulit sehingga ke lubang diabdomen dimana hujung shunt akan ditempatkan di ruang peritoneal. Sila lihat rajah. Komplikasi: Diantara komplikasi- komplikasi shunt yang sering dilihat ialah: a. Shunt tidak berfungsi -disebabkan shunt tersumbat . Ianya boleh berlaku samada didalam ventrikel atau tiub (shunt) itu sendiri atau didalam ruangan peritoneal. Antara penyebab-penyebabnya ialah: i. Darah beku ii. Rangkaian choroids iii. Kaparan-kaparan b. Jangkitan kuman -kebiasaannya disebabkan kuman yang mendiami dikulit dan kelenjar peluh seperti S epidermidis dan bukannya datang daripada pesakit lain. - pada kebiasaanya jangkitan kuman ini berlaku satu hingga tiga bulan selepas pembedahan dan kadang-kadang sehingga enam bulan.Apabila berlakunya jangkitan kuman, rawatan segera mesti dilakukan untuk mengelak kecederaan otak yang kekal. c. Komplikasi lain - Kegagalan mekanikal disebabkan injap tidak berfungsi - Pengaliran cecair serebrospinal yang terlalu cepat atau perlahan Tanda-tanda jangkitan kuman dan shunt tidak berfungsi Tanda-tanda mungkin berlainan untuk setiap pesakit Antara tanda-tanda: a. Muntah-muntah b. Sakit kepala c. Penglibatan kabur/kurang d. Letih e. Pertukaran personaliti f. Hilang kawalan atau koordinasi g. Bengkak atau merah-merah sepanjang laluan shunt h. Cepat mengantuk /susah untuk jaga dari tidur i. Tidak waras atau hilang daya berfikir j. Demam panas b. Penebukkan Lubang Ventrikel Ketiga Secara Endoskopic

Gado gado artikel 119

putut_2002@plasa.com - merupakan teknik pembedahan terbaru dalam rawatan hidrosefalus. Ianya melibatkan penebukan lantai ventrikel ketiga untuk membolehkan cecair serebrospinal dialirkan terus ke cisterna asas (basal cistern) - rawatan ini sesuai untuk hidrosefalus jenis tidak berhubung (non communicating). Walau bagaimanapun, ada sesetengah pakar bedah otak yang menggunakan rawatan ini keatas pesakit hidosefalus yang berhubung (communicating hydrocephalus) dengan jayanya .Satu lubang kecil dibuat ditengkorak. Pakar bedah akan memasukkan kamera kecil ke dalam ventrikel. Alat khas akan digunakan untuk menebuk lantai ventrikel ketiga.

Pengaruh Musik pada Anak
Penelitian membuktikan bahwa musik, terutama musik klasik sangat mempengaruhi perkembangan IQ (Intelegent Quotien) dan EQ (Emotional Quotien). Seorang anak yang sejak kecil terbiasa mendengarkan musik akan lebih berkembang kecerdasan emosional dan intelegensinya dibandingkan dengan anak yang jarang mendengarkan musik. Yang dimaksud musik di sini adalah musik yang memiliki irama teratur dan nada-nada yang teratur, bukan nada-nada "miring". Tingkat kedisiplinan anak yang sering mendengarkan musik juga lebih baik dibanding dengan anak yang jarang mendengarkan musik. Grace Sudargo, seorang musisi dan pendidik mengatakan, "Dasar-dasar musik klasik secara umum berasal dari ritme denyut nadi manusia sehingga ia berperan besar dalam perkembangan otak, pembentukan jiwa, karakter, bahkan raga manusia". Penelitian menunjukkan, musik klasik yang mengandung komposisi nada berfluktuasi antara nada tinggi dan nada rendah akan merangsang kuadran C pada otak. Sampai usia 4 tahun, kuadran B dan C pada otak anak-anak akan berkembang hingga 80 % dengan musik. "Musik sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Musik memiliki 3 bagian penting yaitu beat, ritme, dan harmony", demikian kata Ev. Andreas Christanday dalam suatu ceramah musik. "Beat mempengaruhi tubuh, ritme mempengaruhi jiwa, sedangkan harmony mempengaruhi roh". Contoh paling nyata bahwa beat sangat mempengaruhi tubuh adalah dalam konser musik rock. Bisa dipastikan tidak ada penonton maupun pemain dalam konser musik rock yang tubuhnya tidak bergerak. Semuanya bergoyang dengan dahsyat, bahkan cenderung lepas kontrol. Kita masih ingat dengan "head banger", suatu gerakan memutarmutar kepala mengikuti irama music rock yang kencang. Dan tubuh itu mengikutinya seakan tanpa rasa lelah. Jika hati kita sedang susah, cobalah mendengarkan musik yang indah, yang memiliki irama (ritme) yang teratur. Perasaan kita akan lebih enak dan enteng. Bahkan di luar negeri, pihak rumah sakit banyak memperdengarkan lagu-lagu indah untuk membantu penyembuhan para pasiennya. Itu suatu bukti, bahwa ritme sangat mempengaruhi jiwa manusia. Sedangkan harmony sangat mempengaruhi roh. Jika kita menonton film horor, selalu terdengar harmony (melodi) yang menyayat hati, yang membuat bulu kuduk kita berdiri. Dalam ritual-ritual keagamaan juga banyak digunakan harmony yang membawa roh manusia masuk ke dalam alam penyembahan. Di dalam meditasi, manusia mendengar harmony dari suara-suara alam disekelilingnya. "Musik yang baik bagi kehidupan manusia adalah musik yang seimbang antara beat, ritme, dan harmony", ujar Ev. Andreas Christanday. Seorang ahli biofisika telah melakukan suatu percobaan tentang pengaruh musik bagi kehidupan makhluk hidup. Dua tanaman dari jenis dan umur yang sama diletakkan pada tempat yang berbeda. Yang satu diletakkan dekat dengan pengeras suara (speaker) yang menyajikan lagu-lagu slow rock dan heavy rock, sedangkan tanaman yang lain diletakkan dekat dengan speaker yang memperdengarkan lagu-lagu yang indah dan berirama teratur. Dalam beberapa hari terjadi perbedaan yang sangat mencolok. Tanaman yang berada di dekat speaker lagu-lagu rock menjadi layu dan mati, sedangkan tanaman yang berada di dekat speaker lagu-lagu indah tumbuh segar dan berbunga. Suatu bukti nyata bahwa musik sangat mempengaruhi kehidupan makhluk hidup. Alam semesta tercipta dengan musik alam yang sangat indah. Gemuruh ombak di laut, deru angin di gunung, dan rintik hujan merupakan musik alam yang sangat indah. Dan sudah terbukti, bagaimana pengaruh musik alam itu bagi kehidupan manusia.

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 Wulaningrum Wibisono, S.Psi mengatakan, "Jikalau Anda merasakan hari ini begitu berat, coba periksa lagi hidup Anda pada hari ini. Jangan-jangan Anda belum mendengarkan musik dan bernyanyi".

Pengaruh Televisi pada Perubahan Perilaku (Beberapa Pokok Pikiran)
Sebagai makhluk sosial, perilaku kita banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari dalam diri kita (organismic forces) maupun dari luar diri kita (environmental forces). Kita berfikir, merasa, bersikap dan bertindak karena adanya rangsangan dari luar diri kita. Perilaku kita ditentukan oleh otak kita. Dengan 10 trilyun sel syarafnya, otak membantu kita menentukan apa yang kita pikirkan, rasakan, pelajari dan lakukan. Perilaku apa dan bagaimana yang akan kita tampilkan ditentukan oleh cortex, lapisan teratas dari otak kita. Informasi dari luar masuk ke dalam diri kita lewat jalur inderawi (sensory pathways). Lewat mata, telinga, hidung, kulit dan lidah informasi tentang apa-apa yang terjadi di sekitar kita dan di dalam diri kita disampaikan. Selanjutnya cortex memproses informasi inderawi tersebut, dengan pertimbangan-pertimbangan kemampuan, logika dan moral, mencek file memory yang ada apa yang harus dilakukan, pikirkan, atau rasakan dalam situasi-situasi tertentu. Apabila cortex telah memutuskan lalu memerintahkan lewat jalur motorik (motor pathways) ke otot-otot tubuh apa-apa yang harus dilakukan. Sejak lahir hingga mati seseorang secara langsung atau tidak akan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh tingkah laku orang lain atau benda serta peristiwa di sekitarnya. Hanya lewat interaksi inilah seseorang (anak) akan menjadi dewasa dan mendapatkan kepribadiannya. Tanpa ini dia tak lebih dari seekor binatang. (Brown, 1969) Sebagai sebuah lembaga sosial keluarga adalah lingkungan yang kuat sekali pengaruhnya (baik untuk hal-hal yang baik maupun yang jelek) dalam mengembangkan sifat-sifat dasar anak. Peranan keluarga penting sekali dalam mengubah seorang individu menjadi manusia, dari original nature ke human nature. Dalam keluarga kita dapati berbagai aktor/pelaku yang potensial untuk menjadi tokoh identifikasi diri seorang anak. Lewat identifikasi diri inilah terjadi pula internalisasi nilai-nilai dalam diri seseorang anak. Perilaku bukanlah karakteristik yang kekal sifatnya tetapi dapat berubah, diubah dan berkembang sebagai hasil dari interkasi individu dengan lingkungannya. Perubahan bisa bersifat positif dan negatif. Sifat perubahan yang terjadi ditentukan oleh diri individu yang bersangkutan dan lingkungannya. Proses perubahan perilaku bukanlah proses yang sekali jadi tetapi memerlukan waktu yang relatif sifatnya. Perilaku bukan pula bawaan atau turunan tetapi lebih merupakan produk belajar, yang mencakup kawasan-kawasan kognitif, afektif dan psikomotor. Frekuensi dan intensitas informasi yang kita peroleh akan menentukan apakah perilaku kita akan terpengaruh oleh informasi tersebut (Thorndike, Law of Repetition). Informasi yang sama, senada atau serupa yang masuk secara berulang-ulang ke dalam diri seseorang akan memberikan pengaruh yang berbeda dengan apabila informasi tersebut hanya diterima sekali. Seringkali tanpa disadari informasi tersebut terinternalisasi ke dalam diri kita dan selanjutnya terealisasikan dalam bentuk perilaku tertentu. Bahkan sesuatu informasi yang salah karena berulang-ulang disampaikan tanpa disadari akan dianggap sebagai suatu kebenaran. Pola tingkah laku kita peroleh lewat pengalaman langsung atau lewat pengamatan terhadap tingkah laku orang lain. Kegiatan, tindakan dan tingkah laku sedikit banyak ditentukan oleh konsekuensi-konsekuensi yang kita bayangkan akan datang, baik positif maupun negatif. Apa dan bagaimana akibat yang ditimbulkan oleh suatu perbuatan akan menentukan apakah perbuatan tersebut akan diulang oleh yang bersangkutan atau tidak. Perilaku atau tindakan yang mendatangkan efek yang positif dan menyenangkan cenderung untuk dilakukan kembali di masa mendatang. Sebaliknya, perilaku atau tindakan yang memberikan efek negatif dan tidak enak cenderung untuk tidak diulangi lagi.

Gado gado artikel 121

putut_2002@plasa.com Pola tingkah laku kita juga kita peroleh dengan jalan mengamati tingkah laku orang lain dan melihat akibat-akibat dari tingkah laku tersebut, tanpa harus ada ganjaran maupun hukuman secara eksplisit. (Lazerson, 1975). Perbuatan/perilaku yang mendatangkan efek positif dan menyenangkan cenderung untuk ditiru. Sebaliknya, perilaku atau tindakan yang mendatangkan efek negatif cenderung untuk tidak ditiru. Perlu diingat bahwa apabila perilaku atau tindakan negatif yang seharusnya mendapatkan akibat negatif dan tidak menyenangkan tetapi kenyataannya tidak atau malah sebaliknya juga cenderung untuk ditiru. Namun bagaimanapun deras dan berulang-ulangnya informasi yang disampaikan kepada seseorang cenderung tidak akan banyak membawa pengaruh pada perilaku-nya apabila yang bersangkutan belum/tidak siap baik secara mental maupun fisik untuk menerima dan mencerna informasi tersebut. Televisi adalah media yang potensial sekali tidak saja untuk menyampaikan informasi tetapi juga membentuk perilaku seseorang, baik ke arah positif maupun negatif, disengaja ataupun tidak. Sebagai media audio vsiual TV mampu merebut 94 % saluran masuknya pesan-pesan atau informasi ke dalam jiwa manusia yaitu lewat mata dan telinga. Televisi mampu untuk membuat orang pada umumnya mengingat 50 % dari apa yang mereka lihat dan dengar di layar televisi walaupun hanya sekali ditayangkan. Atau, secara umum orang akan ingat 85 % dari apa yang mereka lihat di TV, setelah 3 jam kemudian dan 65 % setelah 3 hari kemudian. (Dwyer, 1988). Semakin lama televisi semakin terasa sebagai bagian dari kehidupan keluarga kita. Dalam kelompok masyarakat tertentu televisi mutlak harus ada dan sulit membayangkan hidup tanpa televisi. Karena televisi, ritme dan kegiatan dalam hidup kita banyak diatur (suka atau tidak, sadar ataupun tidak) olehnya. Televisi adalah jendela dunia di rumah kita, yang tidak aman sama sekali. Anggota kelompok sosial yang kita sebut keluarga "bertam-bah" dengan hadirnya tokoh-tokoh lain dari luar rumah, luar kota, luar negeri bahkan luar angkasa. Pesan-pesan dan informasi baik yang bersifat hiburan maupun penerangan dan pendidikan makin deras membanjiri kita. Model perilaku dan tokoh identifikasi diri semakin banyak ditawarkan kepada kita dan keluarga kita. Totally unsecured electronic windows in most Asian countries ini seringkali "diam-diam" mengajari, memberi contoh model-model perilaku tertentu dan selanjutnya (sengaja ataupun tidak) mengajak anggota keluarga kita untuk menirunya. Televisi adalah media komuni-kasi, sedangkan komunikasi adalah suatu bisnis yang besar. Sebagai layaknya setiap bisnis, motivasi dan kebutuhannya adalah untuk mendapatkan keuntungan, bukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan (Cross, 1983) Namun perlu diingat bahwa televisi hanyalah sebagian dari sekian banyak faktor di luar diri individu yang akan berpengaruh pada perubahan perilakunya. Dibandingkan dengan faktor lain, televisi adalah the most seductive, the most pervasive, the most influential form of mass communication (Fred Allen, dalam Cross, 1983) Telah banyak bukti dan penelitian yang dilakukan atas pengaruh televisi pada perilaku manusia, mulai dari tindakan-tindakan fisik yang sederhana hingga sikap, pandangan dan nilai serta norma yang lebih mendalam. - Pada waktu film Airport ditayangkan, PAM di Lafayette, Lousiana, melaporkan bahwa selama setengah jam terakhir tidak ada orang yang beranjak dari depan TV. Tetapi begitu sajian tersebut selesai 20.000 orang mengguyurkan sebanyak 80.000 galon air di kamar kecil pada waktu yang sama. Hal yang serupa pernah terjadi pula di tanah air kita. Pada waktu Mohammad Ali masih jaya, setiap kali ada pertandingan pasti jalan raya jadi sepi, kantor lumpuh. Begitu pula kemudian Mike Tyson. - Chu dan Schramm (1979) sudah sejak lama telah mengadakan studi metaanalisi dan melaporkan betapa televisi mempunyai contribusi yang besar dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas belajar manusia, meningkatkan daya retensi siswa.

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 - Bohari (1993) melaporkan betapa televisi dapat mengubah perilaku sebagian penduduk Tg. Karang (sekitar 90 km dari Kuala Lumpur) dari perokok berat menjadi berhenti merokok (32,4 %), bertahap selama 6 bulan berhenti merokok (51,4 %) dan sisanya berjanji akan mengurangi porsi rokoknya. - Rahim dan Basri (1993) juga melaporkan bahwa televisi telah membantu usaha rekayasa sosial di sebagian masyarakat Malaysia. Masyarakat pedesaan telah berubah sikap mereka terhadap pekerjaan dan produtivitas. Mereka telah pula berimigrasi untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik. Walaupun mungkin belum ada penelitian yang menyeluruh atas mempengaruhi siaran televisi dapat perilaku positif masyarakat (pedesaan) kita namun rasanya dapat kita lihat indikatorindikator ke arah itu. - Sementara itu pengaruh yang negatif juga tidak kalah menariknya untuk disimak. Pada tahun 1975 yang lalu, data statistik di Amerika menyebutkan bahwa setiap tahun terjadi 15.000 pembunuhan, 30.000 perkosaan dan 300.000 korban kekerasan/kebrutalan. Tindak membunuh tersebut dijumpai kebanyakan oleh anak muda, rata-rata usia 20 tahun, sementara korbannya rata-rata di bawah 30 tahun. Tindak pembunuhan tersebut kebanyakan dengan menggunakan senjata api. Di Amerika orang boleh memiliki senjata api. Sementara itu di Inggris, dengan penduduk 50 juta jiwa hanya dijumpai 150 peristiwa pembunuhan. Di Inggris orang tidak bebas memiliki senjata api. Bagaimana pengaruh TV ? Dr.Jesse Steinfield melaporkan studinya bahwa 94,3 % film kartun menyajikan adegan kekerasan, 81, 6 % sajian-sajian prime time menyuguhkan hal serupa. Selanjutnya diperkirakan anak-anak normal yang tumbuh di tahun 60 an dan awal 1970 an telah menelan 20.000 sajian kekerasan di TV saat mereka berusia 19 tahun. - Dr. Robert M. Liebert, menegas-kan setelah meneliti 50 studi tentang perilaku 10.000 anak usia 3 - 19 tahun bahwa : the more violence and aggression a youngster regardless of his age, sex or social background, the more aggressive he is likely to be in his own atitude and behaviors. Selanjutnya dikatakan bahwa It was not a boys home life, not his school performance, not his family background, but the amount of TV violence he viewed at age 9 wich was the single most important determinant of how aggressive he was 10 years latter, at age 19. - Zhao Yuhui, melaporkan bahwa pada tahun 1986 ada seri TV berjudul Garrison’s Gorillas di TV China. Karena tayangan tersebut kemudian banyak bermunculan kelompok-kelom-pok Garrison’s Gorillas di SMP bahkan SD. Mereka melempar batu-batu ke jendela sekolah dan merusak bangku. Banyak guru dan orangtua protes sehingga tayangan di China Central TV tersebut kemudian distop. (Unesco, 1994). Walaupun tidak sejelek itu, kasus serupa sering kita jumpai di suatu daerah di Jawa tengah. Anak-anak tidak mau mengaji apabila sarung dan kopiahnya bukan yang bercap KBH (Ksatria Baja Hitam) - Pada tahun 1994, koran-koran di Singapura melaporkan poling pendapat yang dilakukan oleh pihak kepolisian kepada 50 pemuda yang terlibat pada tindak kekerasan. Ditemukan bahwa kebanyakan dari mereka suka menikmati film-film kekerasan di TV, melihat orangorang dipukul atau dibunuh di layar kaca tersebut (Unesco, 1994) Masih banyak contoh-contoh atau temuan betapa televisi benar-benar merupakan media yang ampuh untuk mempengaruhi perilaku orang. Sebagaimana upaya mengubah perilaku yang lain siaran TV memulainya dengan membuat orang tahu dan sadar akan adanya informasi yang ingin disampaikan. Selanjutnya memberi kesempatan penonton untuk menilai informasi tersebut dan menerima atau menolaknya. Dengan kemasan hiburan, pesan yang disampaikan jauh lebih mudah untuk membuat penonton tahan melihat dan berinteraksi dengan sajian televisi. Mau menonton dan berinteraksi tersebut berarti jendela dunia di keluarga tersebut telah terbuka. Dengan dibukanya jendela tersebut masuklah pesan-pesan dengan segala muatannya. Adalah tugas kita untuk mendayagunakan kemampuan televisi untuk mengubah dan membentuk perilaku penonton seperti yang kita inginkan. Tantang ini perlu kita jawab dengan sungguh-sungguh. Sumber Bacaan

Gado gado artikel 123

putut_2002@plasa.com Bohari, Hashami, Appication of New Coomunication Media to Rural health Programme, Jakarta, 1993. Bryant, Jennings and Daniel R. Anderson (Ed), Children’s Under-standing of Television, Research on Attention and Comprehension, San Diego : Academic Press, Inc., 1983. Brown, Francis J., Educational Psychology, New York : Greenwood Press, Publishers, 1969. Chu, Godwin C, and Wilbur Schramm, Learning from Television : What Research Says, Washington DC, NAEB, 1979. Cross, Donna Woolfolk, Media-speak, How Television Makes Up Your Mind, New York, New Amercian Library, 1983. Lazerson, Arlyne (ed), Psychology Today, An Introduction, New York : random House, Inc., 1975. Lindgreen, Henry Clay, Educational Psychology in the Classroom, Toronto : John Wiley & Sons, Inc., 1976. McConnel, James V., Understanding Human Behavior, New York : Holt, Rinehart and Winston, 1977. Rahim, Samsudin A, dan Fauziah Kartini Hasan Basri, The Impact of New Communication Technologies on the Cultural Identities of Rural Malaysia, Jakarta, 1993. Unesco, Non-Violence, Tolerance and Television Report to The Chairman, New Delhi, 1994

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005

Penyembuh Stroke dan Alzheimer
Barangkali sulit dipercaya, namun musik ternyata berpotensi menyembuhkan stroke. Meski prosesnya baru sebagian dapat dikuakkan, paling tidak kabar ini cukup menyegarkan bagi dunia kesehatan. Di pusat rehabilitasi di AS, para pasien stroke disuruh berbaris sambil mendengarkan musik mars yang berirama dua dan empat ketukan lewat walkman. Ternyata, jenis musik ini mampu menstimulasi otak. Tujuan perawatan ini agar si pasien terbiasa dengan irama dan kebutuhan telinga dalam bisa terpenuhi. Dengan ini, lama-kelamaan mereka dapat bergerak normal lagi walau tanpa musik. Hasil penyelidikan menunjukkan, kemampuan koordinasi motorik otak yang terlatih tadi lama-kelamaan akan menunjukkan perbaikan. Prof. Thaut menganggap musik merupakan komponen penting dalam terapi. Prof. Thaut yang kelahiran Hamburg dan direktur pusat penelitian musik untuk biomedis dan rehabilitasi saraf di Colorado State University di Fort Collins meneliti pengaruh musik terhadap organ alat gerak. Dia melihat para penari langsung menggoyangkan kaki begitu mendengar musik. Baru-baru ini, para ilmuwan mulai mengamati mekanisme fisiologis yang menghubungkan alat pendengar dengan sistem motorik manusia. ''Baru sekarang dapat dilakukan karena baru kini tersedia teknologi komputer yang menciptakan irama tertentu, dan juga video yang bisa merekam setiap gerakan para sukarelawan. Dengan video ini bisa dilihat setiap perubahan gerakan sekecil apa pun,'' ujar Thaut. Ternyata organ pendengaran pada manusia lebih baik daripada organ penglihatan. Pada zaman nenek moyang, hanya manusia yang punya pendengaran baik yang bisa bertahan hidup. Karena dengan mengandalkan pendengaran yang baik itu, mereka bisa menghindar dari serangan binatang-binatang buas. Salah satu kemampuan dasar indera pendengaran adalah mendengar irama. Sejak berupa embrio, manusia sudah mendengar irama, yakni irama detak jantung sang ibu. Menurut kelompok kerja Michael Thauts pada Fort Collins, otak manusia sangat cepat menerima ritme dari luar dan mengubahnya menjadi gerakan. Hal ini terlihat pada para sukarelawan yang gerakannya direkam dengan video. Menurut Thaut, "Otak sangat cepat menerima irama dan segera memerintahkan gerak motorik untuk bekerja." Dari sudut pandang medis, Thaut mempertanyakan apakah mekanisme yang merangsang ini tetap bisa berpengaruh terhadap manusia yang otaknya rusak? Banyak pasien stroke atau pasien parkinson tidak bisa melangkahkan kakinya atau mengkoordinasikan langkah mereka. Anehnya, menurut kelompok kerja Prof. Thaut, mereka bisa melangkahkan kaki kembali setelah mendengarkan musik dengan irama tertentu. Seperti ada suatu kekuatan yang memungkinkan mereka dapat berjalan kembali. "Mereka tidak perlu belajar lagi jalan,'' ujar Prof. Thaut. Contoh lain tentang kehebatan musik tampak pada seorang pasien alzheimer yang sudah tak ada harapan di pusat rehabilitasi New Yorker Beth Abraham. ''Pasien ini menderita parkinson hebat, tubuhnya gemetar seperti orang kedinginan. Walau demikian, dia masih berusaha untuk bermain piano. Dia memainkan lagu-lagu dari komponis favoritnya, yakni Frederic Chopin. Kalau sudah demikian, dia bisa duduk berjam-jam di depan piano dan lupa akan penyakitnya. Rupanya, saat dia bermain dan terbuai oleh lagunya itu, tubuhnya bereaksi," ujar Concetta. Berdasarkan pengamatan di kliniknya, Concetta Tomaino, direktur program terapi musik pada rumah sakit Beth Abraham. melihat musik mampu "menggali" ingatan pasienpasiennya. ''Saya pernah mencobanya pada pasien alzheimer yang kemampuan berpikirnya hampir hilang sama sekali. Ketika saya memainkan musik yang dia kenal sewaktu mudanya, tiba-tiba dia jadi ingat akan tempat dan orang-orang yang pernah dia kenal''. Memang fenomena seperti itu sampai sekarang belum jelas seluruhnya. Yang penting musik telah berhasil mengaktifkan kembali otak. Concetta Tomaino yang bekerja sama dengan para ahli saraf dan otak dari New Yorker Albert Einstein College of Medicine memperkirakan, "stimulasi total" dengan musik bisa memperbaiki minimal sebagian daerah fungsi otak yang rusak.

Gado gado artikel 125

putut_2002@plasa.com Hal ini juga terjadi pada pasien stroke. Mereka tidak bisa bicara, tetapi bisa sedikit bernyanyi. Ini berhubung daerah otak yang mengendalikan kedua jenis aktivitas itu memang berbeda. Pada beberapa kasus, fungsi bicara bisa diaktifkan kembali dengan nyanyian, tetapi membutuhkan waktu yang agak lama.

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 Pasien Pilih Musik Sendiri Di AS dan Jerman, dengan metode yang lebih modern sekelompok peneliti secara intensif mengamati musik yang sejak ratusan tahun diketahui punya kekuatan menyembuhkan. Musik sebagai terapi sudah sering dipakai, lewat walkman mini kondisi pasien kecil yang berada di inkubator distabilkan, untuk menenangkan mereka yang kesakitan di kursi dokter gigi atau yang sedang berada di ruang bersalin, bahkan juga dipakai di pusat rehabilitasi pasien stroke. Pada penyakit yang tidak dapat disembuhkan seperti alzheimer, musik membantu kondisi mental sang pasien agar tidak makin mundur. Salah seorang pioner terapi musik adalah dr. Ralph Spintge, seorang ahli anestesi dari rumah sakit olah raga Hellersen di Ludenscheid, Jerman. Di Hellersen, bukan cuma kamar saja yang dilengkapi musik, tetapi juga ruang operasinya. Dari peralatan teknologi modern yang terdiri atas enam saluran, pasien yang cuma dibius lokal bisa memilih irama musik yang dia sukai, mulai dari Big-Band-Sound ala Glenn Miller sampai musik klasik. Di ruang operasi ini, headphone boleh dipakai. Selama ini kebanyakan dokter bedah menilai positif penggunaan musik. Dalam suatu penelitian di State University of New York di Buffalo, dengan mendengarkan musik para pelaku operasi merasa rileks saat mengerjakan "tugasnya" - tekanan darah dan denyut jantung mereka memang naik karena tugas berat itu tapi cuma sedikit. ''Setelah empat tahun kami melakukan investasi musik, banyak yang dihemat," ujar Ralph Spintge. Kebutuhan akan obat penenang turun sampai 50%. Selain itu, karena kebanyakan pasien lebih rileks saat dioperasi, komplikasi jarang terjadi sehingga masa rawat inap bisa diperpendek. Spintge, dokter di Ludenscheid yang juga profesor tamu di Institut Penelitian Musik Universitas San Antonio, Texas, mempunyai beberapa pertanyaan berkaitan dengan pengaruh musik terhadap manusia. Mengapa musik bisa berperan dalam pengobatan? Sifat musik yang mana yang dapat mempengaruhi tubuh manusia, terutama sekali otak? Apakah mungkin ada jenis musik tertentu untuk penyakit tertentu? Sampai di Antariksa Menurut penelitian terakhir dan pengamatan klinisnya, memang ada hubungan antara musik dan pengobatan. ''Di dalam tubuh kita pun ada musik, mulai dari irama detak jantung, pernapasan, sampai berbagai aktivitas otak. Selain itu, tubuh juga terpapar musik dari luar,'' katanya. Dasar penelitiannya sampai saat ini memang masih harus dilengkapi. Namun, dia melihat musik sering dipakai sebagai pengatur kegiatan manusia. Roket, kapal selam, pesawat ruang angkasa MIR Rusia pun dilengkapi peralatan musik dengan program khusus untuk mengatur agar para penumpangnya mengantuk atau jangan mengantuk. Berdasarkan data penelitiannya, Spintge bersama para ahli matematika dan fisika, masih menyelidiki metronom biologis apa yang berdetak dalam diri kita dan bagaimana musik dapat berpengaruh dalam pengobatan. Dari hasil EKG (elektrokardiogram), dalam keadaan tenang dan tidak kesakitan, grafik jantung seseorang tidak melompat-lompat. Sebaliknya, pada saat sedang ketakutan, kesakitan, atau dilanda stres, ritme jantungnya "membeku" di frekuensi tertentu. Berdasarkan hal ini, para medis merasa perlu membuat rileks para pasien dengan memperdengarkan musik. Ternyata cara ini cukup berhasil.

Gado gado artikel 127

putut_2002@plasa.com

Pesona di Alam Raya RANCANGAN PARU-PARU YANG MENGESANKAN
Paru-paru Anda adalah organ yang menyesuaikan dirinya berdasarkan gerakan Anda. Bila Anda berlari, paru-paru bekerja lebih cepat dan memenuhi kebutuhan oksigen Anda yang meningkat, sementara itu paru-paru bekerja lebih lambat bila Anda sedang santai, tetapi paru-paru tidak pernah berhenti. Sepanjang hidup Anda, paru-paru terus-menerus bekerja seperti pompa udara. Paru-paru memompa udara keluar-masuk. Sambil melakukan ini, paru-paru bekerja selaras dengan bagian-bagian lain dari sistem pernafasan karena, untuk bernafas, paru-paru saja tidak cukup. Seseorang membutuhkan kekuatan dari luar agar paru-paru dapat bekerja. Kekuatan ini berasal dari otot yang terletak di antara tulang rusuk dan diafragma, tepat di bawah rangka tulang rusuk. Perhatikan diri Anda saat bernafas. Anda akan melihat bahwa rusuk Anda mengembang. Pada saat itu, diafragma di bawah paru-paru mengembang ke bawah dan paru-paru membesar. Paru-paru menarik udara dari batang tenggorokan. Saat dihembuskan, rangka tulang rusuk tertarik ke arah dalam dan diafragma di bawah tulang rusuk bergerak ke atas. Sewaktu paru-paru mengecil, udara yang ada di dalam kantung udara kecil-kecil terdorong ke luar melalui batang tenggorokan. Berlari, tertawa, berjalan, berbaring… Anda melakukan gerakan-gerakan ini tanpa berpikir, namun selama berlangsungnya semua gerakan ini, sistem pengendali pernafasan otomatis bekerja di dalam paru-paru Anda; proses ini menentukan kebutuhan oksigen tubuh Anda. Selama bergerak, kegiatan sel tubuh meningkat dan sel memakai daya dan tenaga yang lebih banyak. Karena itulah, sekitar 100 triliun sel di dalam tubuh memerlukan oksigen lebih banyak dari biasanya. Selain peningkatan kebutuhan oksigen, karbondioksida yang dihasilkan sel harus segera dibuang dari tubuh. Jika peningkatan kebutuhan oksigen tidak dipenuhi, seluruh tubuh akan menderita. Akibatnya, pernafasan meningkat. Dengan kata lain, paru-paru bekerja lebih cepat. Keadaan yang sangat penting ini sekali lagi diwujudkan melalui sebuah sistem yang ajaib. Wilayah yang disebut “batang otak” mengandung reseptor (alat penerima sinyal) yang terus-menerus mengendalikan kadar karbondioksida di dalam darah. Jika kadar karbondioksida menjadi terlalu tinggi, reseptor di batang otak memberi sinyal kepada pusat pernafasan untuk meningkatkan laju dan kedalaman bernafas. Selain batang otak, ada pula berbagai reseptor di dalam paru-paru yang mengubah proses pernafasan. Reseptor ini bereaksi bila paru-paru dan dinding dada membesar akibat tekanan dari dalam, sedemikian rupa sehingga mencegah penghirupan nafas. Dalam hal ini, reseptor mengirimkan sinyal kepada pusat pernafasan untuk menurunkan kedalaman pernafasan. Proses ini diulangi setiap hari, setiap detik, dan setiap saat tanpa pernah berhenti. Sudah jelas tidak mungkin untuk menyatakan bahwa sistem ini, yang terdiri dari berbagai keseimbangan yang saling melengkapi satu sama lain, muncul dengan sendirinya sebagai akibat dari kebetulan tak sengaja semata. Sistem pernafasan tubuh manusia hanyalah salah satu contoh seni mencipta Allah. PUSAT KENDALI: OTAK Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan? (QS. Adz Dzaariyaat, 51: 20-21) Otak manusia memiliki sistem yang dapat menjalankan beberapa tugas sekaligus pada saat bersamaan. Misalnya, karena struktur otak yang sempurna, seseorang, saat mengendarai mobil, dapat sekaligus menyetel radionya dan memutar kemudi dengan mudah. Walaupun dia melakukan sejumlah hal berbeda pada waktu bersamaan, dia tidak menabrak mobil atau orang lain. Selain itu, dia dapat mengoperasikan pedal gas dengan kakinya. Dia dapat memahami berita yang didengarnya dari radio. Dia dapat menyambung kembali pembicaraannya dari tempat pembicaraan itu terhenti. Dan, yang terpenting, dia dapat mengatur semua hal ini secara sempurna, pada waktu yang bersamaan. Singkatnya, dengan

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 kemampuan otak manusia yang luar biasa, orang dapat menangani berbagai hal sekaligus. Keselarasan ini dimungkinkan oleh adanya hubungan antar sel saraf di dalam otak. Berjuta-juta, bahkan bermiliar-miliar, rangsangan yang sampai ke otak dari dunia luar diuraikan di dalam otak dengan selaras, lalu diperiksa dan dinilai. Otak kemudian memberikan tanggapan kepada setiap sumber rangsangan. Operasi sistem yang rumit ini terus berfungsi dalam kehidupan seseorang tanpa berhenti. Dengan begitu, kita melihat, mendengar, merasakan, dan kehidupan kita pun terus berlangsung. Salah satu unsur terpenting yang menyusun sistem sempurna di dalam otak adalah sel-sel saraf, yang berjumlah sekitar 10 miliar.44 Sel-sel saraf otak, tidak seperti sel-sel lainnya, mengirimkan dan mengolah informasi dengan cara menciptakan dan menyalurkan arus listrik lemah. Gaya yang menyebabkan terjadinya hubungan di antara sel-sel dan, karenanya, menghasilkan keselarasan di dalam otak, terdapat di dalam struktur khusus pada sel saraf. Sekitar 10 miliar sel di dalam otak memiliki sekitar 120 triliun hubungan. Dan 120 triliun jaringan ini benar-benar berada di tempat yang tepat. Jika salah satu jaringan terletak di tempat yang salah, akibatnya akan sangat berat. Bila demikian, orang sebenarnya jadi tidak mungkin menjalankan fungsi vitalnya. Namun hal seperti ini tidak terjadi, dan manusia, kecuali saat sakit yang sangat parah, menjalani kehidupan dengan sangat alami, sementara dalam kenyataannya, ada bertriliun-triliun proses ajaib yang berlangsung di balik semua yang tampak ini. Struktur yang bekerja saling terkait di dalam otak ini, seperti juga sistem-sistem lainnya dalam tubuh manusia, memiliki rancangan sempurna di setiap tahap. Kenyataan bahwa otak dapat menjalankan berjuta fungsinya tanpa kesalahan atau kekacauan menjadi bukti bahwa Allah, Pemilik kebijaksanaan tanpa batas, telah menciptakannya dilengkapi semua ciricirinya yang khas.

PEMBAWA PESAN DI TUBUH MANUSIA: SISTEM HORMON
Saat Anda membaca halaman ini, proses-proses yang tidak terhitung banyaknya sedang berlangsung di dalam tubuh Anda tanpa kesulitan apa pun, dan kesibukan rumit yang sebenarnya terjadi tidak Anda rasakan sedikit pun. Jumlah detak jantung Anda setiap detik, laju kalsium di tulang Anda, kadar gula di dalam darah Anda, jumlah air yang disaring ginjal setiap menit dan berbagai hal-hal rinci lainnya, terjadi sebagai hasil karya yang selaras-sejalan dari sel-sel di tubuh Anda. Tidak hanya seratus, seribu atau sejuta jumlahnya; ada sekitar 100 triliun sel di dalam tubuh Anda. Lalu, bagaimana keselarasan di antara sejumlah sel ini dapat berlangsung? Jawabannya adalah berkat sistem hormon tubuh Anda. Kelenjar bawah-otak atau kelenjar lendir (pituitary gland) yang berukuran sebesar kacang polong berfungsi mengendalikan dan menyesuaikan produksi berbagai hormon di dalam tubuh. Kelenjar ini juga mengawasi dan mengatur kelenjar-kelenjar lainnya serta mengendalikan kadar hormon. Kelenjar ini bekerja di bawah kendali wilayah otak yang disebut “hipotalamus.” Kelenjar lendir tampak seperti sepotong daging. Kelenjar ini dapat mengetahui, berdasarkan data dari hipotalamus, hal yang dibutuhkan dalam setiap keadaan. Kelenjar ini menentukan sel khusus mana pada organ khusus apa yang perlu bekerja untuk memenuhi kebutuhan ini, mekanisme kimiawi sel-sel ini, struktur fisiknya, bahan yang perlu diproduksi dan kapan produksi ini harus dihentikan. Selain itu, melalui sistem komunikasi yang amat khusus, kelenjar ini memberikan perintah kepada semua unit agar kebutuhan ini dipenuhi. Misalnya, tubuh manusia masih terus berkembang sampai akhir masa remaja. Bertriliuntriliun sel berlipat ganda dengan membelah diri, sehingga pertumbuhan jaringan dan organ dapat disempurnakan. Saat ukuran tertentu dicapai, aktivitas pertumbuhan di dalam organ terhenti. Kelenjar lendir inilah yang merasakan sampai kapan kita butuh tumbuh dan yang

Gado gado artikel 129

putut_2002@plasa.com menghentikan pertumbuhan bila kita sudah mencapai ukuran yang sesuai. Kelenjar lendir, pada saat yang sama, juga menyesuaikan metabolisme zat tepung dan lemak di dalam tubuh. Bila diperlukan, kelenjar ini meningkatkan produksi protein di dalam sel. Jika Anda merasa pusing atau mengalami kesedihan, Anda hanya perlu beristirahat sebentar dan kesedihan Anda seharusnya menghilang. Jika penyebab kesedihan ini adalah turunnya tekanan darah Anda, kelenjar lendir akan segera bereaksi. Molekul-molekul yang dikeluarkan oleh kelenjar lendir menyebabkan otot-otot di sekitar pembuluh balik (vena) mengalami kontraksi (mengerut). Kontraksi berjuta-juta otot dan penyempitan pembuluh vena meningkatkan tekanan darah sehingga Anda merasa lebih tenang. Kelenjar lendir hanyalah salah satu dari beberapa wilayah yang mengeluarkan sejumlah hormon sekaligus. Selain itu, wilayah seperti kelenjar thyroid, kelenjar parathyroid, kelenjar adrenalin, pankreas, indung telur dan testis mengeluarkan hormon yang sangat penting bagi kelangsungan kehidupan. Jika terjadi kehilangan atau kesalahan fungsi di dalam salah satu wilayah ini, kehidupan tidak mungkin berlanjut. Sistem hormonal, seperti sistem-sistem lainnya di dalam tubuh, bekerja dalam keselarasan yang sempurna. Tidak diragukan lagi, Allah, yang Mahakuasa, yang membuat keterpaduan ini dan menciptakan sistem komunikasi sempurna ini di dalam tubuh manusia. PENJAGA YANG WASPADA: MEMBRAN SEL Bayangkanlah sebuah gedung yang diberi tindakan keamanan sangat ketat; tidak boleh ada hal-hal berbahaya masuk ke dalamnya, pengendalian yang luar biasa diterapkan sehingga pendatang-baru hanya boleh masuk apabila telah diperiksa. Namun, anggaplah bahwa gedung ini menjalankan berbagai fungsi ini sendirian. Anggaplah gedung ini bertindak seperti makhluk hidup tanpa ada campur tangan atau bantuan. Dengan teknologi masa kini, sudah dapat dibuat sebuah gedung yang mampu bertindak sebagai suatu makhluk yang punya kesadaran, dengan kata lain, mampu menjalankan pengendalian keamanan dengan bantuan komputer dan mampu melakukan pemeriksaan identitas. Lalu bagaimana tanggapan Anda bila kami beri tahu bahwa sistem yang seperti itu sebenarnya telah ada di suatu tempat yang berukuran hanya satu per seratus ribu milimeter? Dengan teknologi masa kini pun, prestasi seperti ini jelas masih berada di luar jangkauan kita. Namun, hal ini tidak berarti bahwa sistem sedemikian tidak ada di mana pun di seluruh penjuru bumi. Sistem yang luar biasa ini, yang dalam benak Anda seolah mustahil saat Anda mula-mula mendengarnya, telah ada sejak sistem ini pertama kali muncul. Sistem seperti itu sudah ada di dalam setiap membran (selaput pembungkus) sel yang berjumlah sekitar 100 triliun, yang menyusun tubuh manusia. Selaput sel memiliki kemampuan seperti membuat keputusan, mengingat, dan menghitung, yang merupakan sebagian sifat dasar manusia. Selaput sel menjaga hubungan dengan sel yang bersebelahan dan juga mengendalikan lalu-lintas aliran zat yang masuk dan keluar sel dengan amat peka. Karena kemampuan pengambilan keputusan yang hebat, ingatannya dan kebijaksanaan yang ditunjukkannya, membran sel dianggap sebagai otak dari sel. Namun, membran sel ini begitu tipis sehingga hanya dapat dikenali dengan menggunakan mikroskop elektron. Membran ini tampak seperti dinding dua-sisi. Dinding ini dilengkapi dengan pintu gerbang sebagai jalan masuk dan keluar, serta dengan reseptor (alat penerima) yang memungkinkan selaput sel mengenali keadaan di luar sel. Semua ini terletak pada dinding sel dan mengendalikan semua aliran keluar-masuk sel dengan hati-hati. Tugas utama selaput sel adalah untuk menjaga agar organel (bagian-bagian di dalam sel) tidak terpisah-pisah, dengan cara membungkus semua bagian sel tersebut. Selain itu, melalui selaput ini pula masuk zat-zat yang diperlukan dari luar, yang memungkinkan semua organel itu berfungsi dengan baik. Dalam mempertukarkan zat, selaput sel bertindak sangat ekonomis, tidak membiarkan pertukaran zat melebihi jumlah yang diperlukan. Selaput dapat dengan seketika mengenali bahan buangan yang berbahaya dan segera membuangnya. Peran selaput sel sangatlah penting; tidak boleh ada sedikit kekeliruan pun pada selaput ini, karena setiap kekeliruan atau cacat akan menyebabkan kematian sel Nyatalah bahwa tindakan cerdas seperti ini dan pengambilan keputusan dengan sadar oleh selaput sel, suatu lapisan yang tersusun dari molekul lemak dan protein, tidak timbul dari

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 dirinya sendiri. Setiap orang yang memiliki kebijaksanaan dan kesadaran dapat dengan mudah melihat bahwa sistem seperti ini tidak dapat muncul secara kebetulan. Baik sel maupun selaput yang membungkusnya telah diciptakan oleh Allah, pemilik sumber pengetahuan tertinggi. Dan mereka menjalani perintah yang telah ditentukan bagi mereka oleh Allah, Yang telah menciptakan mereka dengan sempurna. PUSAT PENYIMPANAN DATA BERUKURAN MUNGIL: DNA DNA adalah basis data tubuh manusia. Perhatikanlah orang-orang di sekitar Anda dan cobalah berpikir sejenak tentang ciri-ciri macam apa saja yang mereka miliki. Sebenarnya, warna mata, tinggi tubuh, warna dan jenis rambut, suara, dan warna kulit mereka serta seluruh data yang sejenisnya direkam di dalam DNA mereka. Basis data ini mengandung segala jenis informasi tentang struktur dan kebutuhan sel tempat DNA itu berada maupun semua sel lainnya di dalam tubuh. Bila kita membandingkan tubuh manusia dengan sebuah struktur, kita akan menemukan cetak-biru yang lengkap dari tubuh, termasuk setiap sifat dan setiap detil, tidak terkecuali yang terkecil sekali pun, dalam nukleus (inti) setiap sel, yaitu di dalam DNA. DNA berada di tempat yang amat terlindung dalam inti di pusat sel. Bila seseorang ingat bahwa garis tengah rata-rata sel adalah satu per seratus milimeter, dia akan sadar betapa kecilnya wilayah yang sedang dibicarakan. Molekul yang ajaib ini merupakan bukti nyata akan kesempurnaan dan kemegahan cita rasa seni Allah dalam penciptaan. Informasi yang dikandung di dalam DNA tidak hanya menentukan ciri-ciri fisik tetapi juga mengendalikan beribu sistem dan proses yang berbeda-beda di dalam sel dan tubuh. Tekanan darah yang rendah atau tinggi, misalnya, bergantung pada informasi yang terkandung di dalam DNA.

Para ilmuwan sudah mengembangkan berbagai teori untuk menekankan jumlah informasi yang terkandung di dalam struktur genetis seorang manusia. Informasi di dalam DNA begitu melimpah, sehingga bila buku-buku yang berisi informasi ini ditumpukkan, tumpukan buku akan mencapai ketinggian sampai 70 meter (230 kaki). Para ilmuwan juga telah menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengetik peta gen seorang manusia dan mereka menyimpulkan bahwa seseorang yang mengetik 60 kata per menit dan bekerja 8 jam sehari akan memerlukan waktu setengah abad penuh untuk menyelesaikan tugas besar ini. Mereka juga menyatakan bahwa hampir 200 buku telepon, masing-masing setebal 500 halaman, dapat disetarakan dengan informasi yang terkandung di dalam DNA. Rantai yang tersusun dari atom yang berbaris berdampingan, yang masing-masing bergaris tengah sepersejuta milimeter ini, menyimpan informasi dan memori dalam jumlah yang sangat besar sehingga dapat digunakan makhluk hidup untuk menjalankan seluruh fungsi kehidupannya. Ini adalah bukti penciptaan. Dengan informasi yang diletakkan-Nya di dalam DNA, Allah sekali lagi menghadirkan kekuatan-Nya yang tidak terbatas dan fakta bahwa Dia tidak punya sekutu di dalam mencipta. Pengetahuan Allah yang tidak terbatas dinyatakan dengan perbandingan sebagai berikut di dalam sebuah ayat: Katakanlah: “Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimatkalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimatkalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”. (QS. Al Kahfi, 18: 109) MOLEKUL: SUMBER CITA-RASA DAN KEINDAHAN Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampuan lagi Maha Penyayang. (QS. An Nahl, 16: 18) Berbagai zat atau bahan tampak berbeda dan memiliki ciri yang berlainan walaupun mengandung atom yang sama. Menurut Anda, apa yang membuat benda-benda di sekitar

Gado gado artikel 131

putut_2002@plasa.com Anda berbeda? Apa yang membuat benda berbeda-beda dalam warna, bentuk, bau, dan rasa dan apa yang menjadikannya lembut atau keras? Penyebab semua perbedaan ini adalah karena atom-atom membentuk ikatan kimia yang berbeda dalam pembentukan molekul. Setelah atom, yang merupakan tahap pertama dalam penyusunan zat, tahap berikutnya adalah molekul. Molekul merupakan satuan terkecil yang menentukan sifat kimia suatu zat. Sebagian dari struktur yang kecil ini terdiri dari satu atau lebih atom, tetapi sebagian lainnya mengandung beribu-ribu kelompok atom. Keanekaragaman yang kita lihat di sekitar kita terjadi karena molekul terbentuk secara berlainan. Kita dapat melihat ini dengan mengambil contoh dari indra pengecap dan penciuman kita. Sebenarnya, konsep seperti “rasa” dan “bau” adalah tidak lebih dari persepsi (pencerapan) alat pancaindra kita terhadap molekul-molekul yang berlainan. Bau makanan, minuman, serta beraneka buah dan bunga, semuanya terdiri dari molekul yang mudah menguap, salah satu contohnya dapat kita lihat pada gambar dalam kotak kecil di halaman sebelah kanan. Atom menyusun benda hidup dan benda tak-hidup, serta membentuk rasa dan keindahan pada benda-benda tersebut. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Molekul-molekul yang mudah menguap seperti bau vanila dan wangi bunga tulip menembus reseptor yang berupa rambut-rambut kecil di wilayah hidung yang disebut epithelium dan berinteraksi (saling mempengaruhi) dengan reseptor ini. Interaksi ini dirasakan sebagai bau di dalam otak kita. Serupa dengan itu, ada empat jenis reseptor kimia yang berbeda di bagian depan lidah manusia. Ini berkaitan dengan rasa asin, manis, asam, dan pahit. Molekul-molekul yang sampai ke reseptor pada semua indra kita diterima sebagai sinyal kimiawi oleh otak kita. Dewasa ini, kita telah memahami bagaimana rasa dan bau diterima oleh indra kita dan bagaimana cara terbentuknya. Namun, para ilmuwan tidak dapat mencapai kesepakatan tentang mengapa sejumlah zat berbau lebih menyengat sedangkan sebagian lainnya berbau lebih lembut, atau mengapa sebagian di antaranya berbau tidak enak sedangkan sebagian yang lain memiliki bau yang menyenangkan. Keberadaan rasa dan bau bukanlah kebutuhan mendasar bagi ummat manusia. Namun, beratus-ratus jenis buah dan sayur-mayur yang lezat, dengan bau-bauan yang menggiurkan, dan beribu jenis bunga dengan warna, bentuk, dan keharuman yang berbeda-beda, semua timbul dari dalam tanah. Semuanya menambahkan keindahan yang jelas pada dunia kita selaku produk seni yang menakjubkan. Dari sudut pandang ini, warna dan bau, seperti semua nikmat Allah lainnya, adalah dua di antara segenap keindahan, yang dilimpahkan oleh Allah, Yang Maharamah dan Magaagung, kepada manusia tanpa terhitung. Ketidakhadiran dua indra perasa ini cukup untuk menjadikan kehidupan manusia terasa hambar. Sebagai balasan dari semua nikmat yang diberikan kepadanya, seseorang tentulah harus berusaha untuk menjadi abdi Allah, Yang meliputi manusia dengan pengetahuan-Nya.

KEKUATAN TERSEMBUNYI DALAM STRUKTUR ATOM
Udara, air, pegunungan, hewan, tumbuhan, tubuh kita, kursi tempat Anda duduk, pendeknya, segala sesuatu, dari benda yang paling kecil sampai yang paling besar yang Anda lihat, sentuh, dan rasakan, terbuat dari atom. Tangan Anda maupun buku yang Anda pegang ini terbuat dari atom. Atom adalah partikel yang sedemikian kecilnya sehingga mustahil kita bisa melihat salah satu saja dari atom walaupun sudah menggunakan mikroskop yang paling kuat. Garis tengah sebuah atom tunggal adalah satu per sejuta milimeter. Seseorang tidak mungkin melihat ukuran yang luar biasa kecil ini. Karenanya, marilah kita mencoba memahaminya dengan menggunakan contoh. Anggaplah Anda memegang kunci di tangan Anda. Tidak diragukan lagi, Anda tidak mungkin melihat atom penyusun kunci ini. Agar dapat melihat atom tersebut, mari kita anggap ukuran kunci ini sama dengan ukuran bumi. Saat kunci menjadi sebesar bumi, maka setiap atom di dalam kunci adalah seukuran buah anggur, jadi barulah kita dapat melihatnya.45

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 Lalu, apa yang berada dalam struktur yang sangat kecil ini? Walaupun berukuran kecil, di dalam atom terdapat sistem rumit yang khas dan sempurna. Setiap atom terdiri dari sebuah inti di pusat dan elektron yang mengitari inti pada jalur lintasan (orbi)t yang sangat jauh. Inti atom terletak di pusat atom dan mengandung proton dan netron dalam jumlah tertentu, tergantung dari sifat atau karakteristik atom. Jari-jari inti atom adalah sekitar sepersepuluh ribu jari-jari atom. Sekarang, mari kita selidiki nukleus dari atom berukuran-buah anggur saat kita memperbesar kunci menjadi seukuran bola bumi ini sebagaimana telah disebutkan tadi. Namun penyelidikan ini sia-sia karena pada ukuran ini pun jelas tidak mungkin kita mengamati nukleus, yang masih luar biasa kecilnya. Agar kita dapat melihat nukleus, buah anggur yang melambangkan atom harus diperbesar sekali lagi sehingga menjadi bola raksasa yang bergaris tengah 200 meter (656 kaki). Walaupun ukuran bola sudah sangat luar biasa, nukleus atom tidak akan lebih besar daripada sebutir debu.46 Namun, cukup menakjubkan bahwa, walaupun volume nukleus hanya sekitar sepersepuluh miliar volume atom, massanya mencapai 99,5% massa atom. Tetapi bagaimana bisa, sesuatu, di satu sisi, memiliki hampir seluruh massa benda, sementara, di sisi lain, hanya sedikit sekali mengisi ruang benda tersebut? Alasannya adalah massa jenis (densitas) atom, yang menyusun massanya, terpusat dalam nukleus atom. Ini dapat terjadi karena adanya gaya yang disebut gaya nuklir yang kuat. Dengan adanya gaya ini, nukleus atom tetap bersatu tanpa terpencar. Hal-hal yang sudah kita uraikan sejauh ini hanyalah sekelumit perincian tentang sistem sempurna yang terdapat di dalam sebuah atom. Sebenarnya, sebuah atom berisi struktur yang amat luas yang dapat ditulis dalam berjilid-jilid buku. Namun, sedikit perincian yang kita sebutkan di sini saja sudah cukup bagi kita untuk melihat penciptaan atom yang menakjubkan dan kenyataan bahwa Allah adalah pencipta semua ini. KESEIMBANGAN ANTARA PROTON DAN NETRON Kita perlu meninjau lebih jauh ke perincian tentang struktur sempurna yang berada di dalam sebuah atom. Seperti yang Anda ketahui, elektron terus berputar mengelilingi inti atom karena muatan listriknya. Semua elektron bermuatan negatif (-) dan semua netron bermuatan positif (+). Muatan positif (+) dari inti atom menarik elektron kepadanya. Karena alasan ini, elektron tidak meninggalkan inti, meskipun ada gaya sentrifugal yang terjadi akibat kecepatan elektron. Atom memiliki elektron di bagian luarnya dan proton dalam jumlah sama di bagian pusatnya. Maka, muatan listrik atom berada dalam keadaan seimbang. Namun, baik volume maupun massa proton lebih besar daripada elektron. Jika kita membandingkannya, perbedaan di antara kedua partikel ini adalah seperti perbedaan antara manusia dengan sebutir kacang kenari. Walaupun demikian, muatan listrik total keduanya tetap sama besar. Apa yang akan terjadi jika muatan listrik proton dan elektron tidak sama besar? Dalam hal ini, semua atom di alam semesta, karena ada kelebihan muatan listrik positif (+) di dalam proton, akan menjadi bermuatan positif (+). Sebagai akibatnya, semua atom akan saling bertolakan satu sama lain. Apa yang akan terjadi jika situasi seperti ini berlangsung? Apa yang akan terjadi jika semua atom di alam semesta saling bertolakan? Hal yang akan terjadi adalah sangat tidak lazim. Begitu terjadi perubahan seperti itu di dalam atom, tangan Anda yang saat ini sedang memegang buku, begitu pula lengan Anda, akan hancur berantakan. Tidak hanya tangan dan lengan, tetapi juga tubuh, kaki, kepala, gigi Anda, singkatnya setiap bagian tubuh Anda akan terpisah-pisah saat itu juga. Ruangan yang Anda tempati, pemandangan di luar yang terlihat dari jendela juga akan berantakan. Semua laut di bumi, gunung-gunung, semua planet di dalam tata surya dan semua bendabenda langit di jagat raya akan musnah, hancur secara serempak. Tidak ada satu benda pun yang akan tersisa. Peristiwa seperti ini dapat terjadi jika keseimbangan antara muatan listrik elektron dan proton berbeda sekecil satu per 100 miliar.47 Perusakan seluruh alam semesta akan terjadi

Gado gado artikel 133

putut_2002@plasa.com bila ada penyimpangan satu per 100 miliar dari keseimbangan ini. Dengan kata lain, keberadaan dunia dan semua makhluk hidupnya hanya mungkin terjadi dengan adanya keseimbangan yang teramat sangat halus dan teliti ini. (Untuk informasi lebih lanjut, lihatlah The Creation of the Universe oleh Harun Yahya, Al-Attique Publications, 2001) Kebenaran yang diungkapkan dalam keseimbangan ini adalah alam semesta tidak terjadi secara tidak sengaja tetapi sebenarnya direncanakan untuk alasan yang jelas. Satu-satunya kekuatan Yang telah menciptakan alam semesta dari ketiadaan, dan kemudian merancang dan menyusun alam semesta ini seperti yang diinginkan-Nya, jelas adalah Allah, Tuhan dari seluruh alam, dengan ungkapan di dalam Al Qur’an. Seperti yang dinyatakan di dalam Al Qur’an: “Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membinanya, Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya” (QS. An Naazi’aat, 79: 27-28) 44- Beberapa terbitan merujuk kepada 100 miliar sel saraf di dalam otak. Sebenarnya, hanya ada 10 miliar, tetapi dikelilingi oleh 90 miliar sel neuroglial (seperti saraf, tetapi memiliki kemampuan fungsional yang lebih terbatas.) 45- Jean Guitton, Dieu et La Science: Vers Le Métaréalisme, Grasset, Paris, 1991, hal. 62. 46- Jean Guitton, Dieu et La Science: Vers Le Métaréalisme, Grasset, Paris, 1991, hal. 62. 47- George Greenstein, The Symbiotic Universe, William Morrow, New York, 1988, hal. 64-65

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005

Play Station Hambat Kepikunan!
Play Station (PS), mesin permainan elektronik buatan Jepang, telanjur menjadi monopoli anak-anak dan kaum remaja. Kecanggihan teknologi permainan ini memang bisa membuat siapa pun betah berjam-jam menikmatinya. Namun, tahukah Anda jika PS ternyata juga bermanfaat untuk melatih kebugaran otak para lanjut

PS membantu mempertahankan fungsi otak, refleks, dan kemampuan gerak di usia lanjut

usia?

Menurut Dr. Adre Mayza, Sp.S(K), dari bagian Neurologi FKUI RSCM, jenis permainan tertentu dalam PS, seperti strategi maupun permainan sederhana, dapat membantu mempertahankan fungsi otak, refleks, dan kemampuan gerak di usia lanjut. Dikatakan, pemanfaatan PS sebagai media senam otak ini telah diujicobakan di beberapa tempat terapi maupun di puskesmas-puskesmas di Jakarta sebagai bagian usaha untuk mencegah kepikunan. "Kesalahan pemanfaatan PS yang terjadi selama ini lebih karena waktu dan kepintaran seseorang untuk memanfaatkannya. Alat ini, bagi anak, selain sebagai media rekreasi, juga bermanfaat untuk melatih kreativitas dan ketajaman merespon suatu rangsangan melalui koordinasi gerak dan pikiran. Hal ini juga berlaku bagi lansia. Adanya tuntutan koordinasi gerak tangan dan pikiran ini bagi lansia akan merangsang otak untuk terus bekerja,sehingga kepikunan dapat diperlambat," paparnya. Dr. Adre menjelaskan bahwa bertambahnya usia merupakan suatu proses fislologis yang tidak bisa dicegah dengan cara apa pun yang berakibat terhadap seluruh fungsi sel, termasuk fungsi sel otak. Penurunan fungsi otak tentu saja akan mempengaruhi fungsi sosial manusia dan kualitas hidup. Kasus paling menonjol tentu saja pikun-demensia atau keadaan terjadinya penurunan fungsi kognitif (kecerdasan yang diperlukan untuk menjalankan kehidupan sehari-hari dengan normal) secara perlahan atau kronis. Terdapat dua tipe demensia, yakni alzheimer dan demensia vaskular. Penyakit alzheimer biasanya menyerang mereka yang berusia di atas 65 tahun dan tidak didahului stroke. Sebaliknya, demensia vaskular tidak tergantung usia dan biasanya terjadi tiga bulan setelah serangan stroke pada daerah otak tertentu yang tidak cepat atau segera diatasi pada saat akut. Gejala yang mudah diketahui di antaranya gangguan memori, kesukaran menghitung uang kembalian, kesulitan melakukan rutinitas sehari-hari (mandi, berpakaian, menelepon, dan mengancingkan baju), tidak dapat menemukan jalan pulang ke rumah saat berpergian, sulit berkonsentrasi, serta lebih banyak menyendiri. Jika kondisi ini terus berlanjut tentu akan menjadi beban bagi para lansia dan keluarga maupun lingkungannya. Selain memanfaatkan PS, usaha yang mudah dilakukan untuk menghambat kepikunan di antaranya adalah mengembangkan hobi (musik, memancing, atau berkebun), berdiskusi, dan bersosialisasi. Usaha intensif untuk menjaga kebugaran otak dan tubuh dilakukan dengan olahraga dan latihan vitalisasi otak melalui koordinasi gerak dan pernapasan.

Gado gado artikel 135

putut_2002@plasa.com

Pseudo-euthanasia
CHRISDIONO M. ACHADIAT Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan Dalam MEDIKA edisi Januari 2002, penulis menyampaikan beberapa pandangan berkaitan dengan masalah euthanasia dalam artikel bertajuk "Euthanasia Yang (Semakin) Kontroversial". Pada kenyataannya, perdebatan tentang euthanasia memang sejak dulu telah diperkirakan oleh para ahli hukum dan kedokteran, seperti beberapa hal lain: transplantasi organ tubuh manusia, inseminasi buatan, sterilisasi, bayi tabung, dan abortus provokatus (pengguguran kandungan). Perdebatan atau kontroversi masalah-masalah tersebut justru terfokus pada aspek-aspek moralitas, etika, dan hukum. Perkembangan teknologi dan ilmu kedokteran yang begitu pesat akhir-akhir ini ternyata tidak diikuti dengan kemajuan yang memadai di bidang hukum, misalnya. Terminologi dan Definisi Dalam bahasa Yunani, Eu artinya baik, sedangkan thanatos berarti mati atau meninggal. Suetonius dalam Vitaceasarum merumuskan bahwa euthanasia adalah mati cepat tanpa derita. Pada perkembangan selanjutnya, istilah euthanasia diartikan sebagai pengakhiran kehidupan karena belas kasihan (mercy killing) dan membiarkan seseorang untuk mati (mercy death). Kemudian, ada juga yang mengartikannya sebagai a good or happy death. Dalam Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI), dikenal tiga pengertian yang berkaitan dengan euthanasia, yakni: (1) Berpindah ke alam baka dengan tenang dan aman, tanpa penderitaan, untuk yang beriman dengan nama Allah di bibir; (2) Ketika hidup berakhir, diringankan penderitaan si sakit dengan memberikan obat penenang; dan (3) Mengakhiri derita dan hidup seseorang yang sakit dengan sengaja atas permintaan pasien sendiri dan keluarga. Menurut Lamerton dan Thiroux, ada empat kategori yang berkaitan dengan euthanasia, yaitu membiarkan seseorang mati, kematian belas kasihan, pembunuhan belas kasihan, dan kematian otak/batang otak. Secara umum, dunia kedokteran mengenal 3 jenis euthanasia, yaitu: 1. Euthanasia aktif, yakni secara sengaja melakukan tindakan/langkah mengakhiri atau memperpendek hidup penderita. 2. Euthanasia pasif, yakni secara sengaja tidak (lagi) memberikan perawatan atau bantuan medik yang dapat memperpanjang hidup penderita. 3. Auto-euthanasia, yakni penolakan secara tegas dan sadar oleh pasien untuk memperoleh bantuan atau perawatan medik terhadap dirinya, walaupun pasien itu tahu secara pasti bahwa hal itu akan memperpendek atau mengakhiri hidupnya. Lafal sumpah dokter maupun KODEKI (pasal 10 beserta penjelasannya) dengan jelas melarang dokter untuk melakukan euthanasia, seperti halnya dengan abortus provokatus (pengguguran kandungan). Sedangkan KUHP mengatur masalah euthanasia ini melalui beberapa pasalnya (khususnya pasal 344 yang sering disebut-sebut sebagai "pasal euthanasia"), walaupun pasal-pasal tersebut tidak menyebut istilah euthanasia secara eksplisit. Pasal 344 KUHP berbunyi "Barang siapa menghilangkan nyawa orang lain atas permintaan orang itu sendiri, yang disebutkannya dengan nyata dan dengan sungguhsungguh, dihukum penjara selama-lamanya dua belas tahun." Hubungan hukum dokter-pasien dapat pula dikaji dari sudut perdata, yakni berkaitan dengan perjanjian/perikatan yang diatur dalam pasal-pasal 1313, 1314, 1315, dan 1319 KUHP Perdata. Pasal 1320, misalnya, mengatur mengenai syarat-syarat sahnya suatu perjanjian,antara lain kemauan (yang bebas tentunya) dari kedua belah pihak yang membuat perjanjian. Selain itu, harus diingat pula adanya pasal 351 KUHP. Dalam pengertian pasal ini, suatu tindakan yang dilakukan terhadap pasien tanpa izin, dapat dikategorikan sebagai penganiayaan. Dengan demikian, sepintas terkesan dokter berada pada posisi "serba salah" terhadap kasus-kasus euthanasia tadi. Jika pasien dibiarkan meninggal atau tidak dilakukan sesuatu tindakan medis, dokter dapat dituntut berdasarkan pasal 304 KUHP. Pasal itu berbunyi "Barang siapa dengan sengaja menempatkan atau membiarkan seseorang dalam keadaan sengsara, padahal menurut hukum yang berlaku baginya atau karena persetujuan ia wajib memberi kehidupan, perawatan, atau pemeliharaan kepada orang itu, diancam dengan pidana penjara…". Sebaliknya, jika dilakukan sesuatu tindakan medik lalu pasien meninggal,

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 dokter itu bisa dituntut karena menghilangkan nyawa orang lain, berdasarkan pasal-pasal euthanasia tadi. Benarkah demikian?

Gado gado artikel 137

putut_2002@plasa.com Pseudo-euthanasia Apabila seorang dokter bertindak dengan memenuhi unsur-unsur yang disebutkan dalam pasal-pasal KUHP di atas (khususnya pasal 344), maka dokter itu telah melakukan euthanasia dan sebagaimana telah dibahas di atas, menurut hukum merupakan tindak pidana. Namun, Van Wijmen (1985) mengetengahkan beberapa keadaan yang tidak dapat dimasukkan dalam rumusan pasal-pasal KUHP tersebut, yaitu:

1. Abstinence, of which the essence is that treatment in medical respects is useless. 2. Refusing treatment by the patient, in which case the patient’s decision must be fully
respected.

3. Brain-death, in which case the duty to treat ceases to exit.
Kajian dan telaah dari sudut medis, etika, moral, maupun hukum oleh masing-masing pakarnya akhirnya menyimpulkan adanya beberapa bentuk pengakhiran kehidupan yang sangat mirip dengan euthanasia, tetapi sebenarnya ternyata bukan euthanasia. Oleh Leenen, kasus demikian disebut sebagai Pseudo-euthanasia dan secara hukum tidak dapat diterapkan sebagai euthanasia. Dalam Bahasa Indonesia, mungkin istilah yang tepat adalah euthanasia semu. Bentuk-bentuk pseudo-euthanasia sebagaimana diuraikan oleh Leenen ialah:

1. Pengakhiran perawatan medik karena gejala mati otak atau batang otak. Dahulu,
berakhirnya pernapasan dan detak jantung merupakan gejala utama yang menentukan kematian seseorang. Tetapi, dengan perkembangan kedokteran yang sangat pesat, kini telah dibedakan antara mati klinis dan mati vegetatif (yakni mati yang sebenarnya atau true death). Dengan adanya teknologi kedokteran, sekarang juga dimungkinkan jantung dan paru-paru tetap berfungsi (secara otonom), walaupun fungsi otak telah berhenti. Fungsi berpikir, kognitif, komunikasi dengan lingkungan, atau merasakan, dapat berlangsung jika otak masih berfungsi dengan baik. Walaupun pernapasan dan detak jantung masih ada, jika otak tidak alagi berfungsi maka kehidupan secara intelektual dan psikis/kejiwaan telah berakhir. Mati otak menjadi tanda bahwa seseorang telah meninggal dunia dalam proses kematiannya. Ilmu hukum menyebutkan tentang mati, namun tidak pernah ada penjelasan lebih lanjut mengenai hal itu. Teknologi dan ilmu kedokteran yang berkembang demikian pesat mendorong perlunya perumusan soal ini. Dewan Kesehatan Belanda pada 1974 pernah mengusulkan kriteria mati otak, yaitu otak yang mutlak tak lagi berfungsi dan fungsi otak mutlak tidak dapat dipulihkan lagi. Dalam keadaan seperti itu, tidak ada tindak euthanasia karena sebenarnya pasien telah meninggal dunia dengan tidak berfungsinya otak, walaupun (mungkin) pernapasan dan detak jantungnya masih ada (karena fungsi otonomnya). Dalam kaitan ini, penting sekali menentukan kriteria mengenai mati otak/batang otak berdasarkan pengetahuan iptek. 2. Pasien menolak perawatan atau bantuan medik terhadap dirinya. Sebagaimana telah disinggung di atas, KUH Perdata telah mengatur tentang perikatan atau perjanjian. Demikian juga dengan syarat-syarat sahnya perjanjian tersebut. Salah satu syarat yang harus dipenuhi, menurut pasal 1320 KUH Perdata, ialah kehendak bebas. Artinya, perjanjian atau perikatan itu bebas dari paksaan, tipuan, atau salah pengertian. Selain itu, suatu tindakan yang dilakukan tanpa izin pasien dapat dikategorikan sebagai penganiayaan sebagaimana diatur dalam pasal 351 KUHP. Secara umum, dapat dikatakan bahwa dokter tidak berhak melakukan tindakan apapun terhadap pasien jika tidak diizinkan atau dikehendaki oleh pasien tersebut. Beberapa ahli berpendapat bahwa jika pasien memberi izin seperti ini maka tetap digolongkan sebagai auto-euthanasia, yang hakikatya adalah euthanasia pasif atas permintaan pasien. Kategori yang mirip dengan ini adalah euthanasia aktif tidak langsung , yakni memberikan obat penenag atau penghilang rasa sakit dengan dosis terapi setiap kali pasien kesakitan. Tujuan utama langkah ini sama sekali bukanlah untuk memperpendek hidup pasien, melainkan mengurangi atau menghilangkan penderitaannya, namun dengan efek samping/risiko hidupnya dipersingkat.

3. Berakhirnya kehidupan akibat keadaan darurat karena kuasa tidak terlawan (force
majeure). Keadaan ini sebenarnya telah diatur dalam pasal 48 KUHP. Misalnya, di suatu RS hanya ada dua buah alat bantu napas (respirator) yang telah terpakai oleh pasien yang membutuhkan. Jika kemudian datang pasien ketiga yang juga memerlukan respirator tersebut, dokter harus memilih kepada siapa respirator

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 dipasang. Harus diingat bahwa dokter tidak berhak melepaskan respirator dari kedua pasien pertama tanpa izin. Seandainya pasien ketiga meninggal karena tidak mendapat respirator, dokter tidak mungkin disalahkan karena ia berada dalam situasi darurat dan tidak melakukan sesuatu tindakan yang dapat dihukum. 4. Penghentian perawatan/pengobatan/bantuan medik yang diketahui tidak ada gunanya lagi. Bagaimanapun juga, ilmu kedokteran tetap mempunyai batas. Hal ini erat hubungannya dengan kompetensi seorang dokter. Sesuatu yang berada di luar batas ilmu kedokteran, bukan merupakan kewenangan dokter untuk menanganinya. Bagi dokter yang bekerja di luar kompetensinya dan apalagi tanpa izin pasien, maka dapat dikatakan ia telah melakukan penganiayaan terhadap pasien. Yang penting diketahui, kriteria mediklah yang harus selalu dijadikan pedoman untuk menentukan apakah suatu langkah pengobatan atau perawatan berguna atau tidak. Tentunya semua itu berdasarkan pengetahuan, kemampuan, teknologi, maupun pengalaman yang dimiliki oleh dokter atau rumah sakit tersebut. Dengan demikian, seyogyanya seorang dokter tidak memulai atau meneruskan suatu pengobatan/perawatan, jika secara medik telah diketahui tidak dapat diharapkan hasil apapun, walaupun langkah ini akan mengakibatkan kematian pasien. Penghentian perawatan seperti ini tidak dimaksudkan untuk mengakhiri atau memperpendek hidup pasien, melainkan untuk menghindari dokter bertindak di luar kompetensinya. Dapat pula dikatakan bahwa langkah tersebut mencegah terjadinya penganiayaan terhadap pasien, berdasarkan pasal 351 KUHP tadi. Dorongan dalam diri dokter untuk selalu berusaha menolong pasiennya, harus diimbangi dengan sikap rasional terhadap kemungkinan kesulitan dari segi etika, moralitas, maupun hukumnya. Penutup Almarhum Fred Ameln, salah seorang pakar etika dan hukum kedokteran Indonesia, menyatakan bahwa dalam hal euthanasia tidak akan pernah dicapai kesatuan pendapat etis sepanjang masa. Namun, hal ini tentu tidak berarti bahwa kita berhenti berupaya mencari pedoman etika, moral, maupun hukum terhadap masalah euthanasia yang tampaknya akan sering dihadapi para dokter. Sebagai perbandingan, di AS tercatat 80% dokter menyetujui dan bahkan pernah mempraktikkan euthanasia negatif dan 18% lainnya menyatakan setuju terhadap euthanasia serta akan melakukannya jika memperoleh kesempatan. Yang terpenting sebenarnya adalah "rambu-rambu" etika, moral, dan hukum yang tegas bagi para dokter, agar diperoleh kejelasan tentang euthanasia. Kemajuan ilmu dan teknologi masa kini sudah saatnya diantisipasi secara dini dengan rumusan-rumusan etika dan hukum secara tegas dan bermoral. Langkah yang ditempuh oleh dokter semacam dr. Jack Kevorkian (yang dijuluki "Doctor Death") di Amerika, seyogyanya sejak dini diantisipasi secara bijaksana, dengan menetapkan rambu-rambu dan tuntunan etika serta moralitas secara jelas. Dengan demikian, maksud dan tujuan menolong pasien benar-benar dapat diwujudkan, sebagai cerminan keluhuran profesi kedokteran dan bukan malah menjadikan profesi dokter sebagai "monster" pencabut nyawa. Diakui atau tidak, disukai atau tidak, dan sengaja atau tidak, peristiwa serta masalah euthanasia hampir selalu dihadapi oleh para dokter ketika bertugas. Rasanya kurang tepat jika masih saja mengatakan "belum waktunya" atau "belum saatnya" membicarakan tentang etika, moral, dan khususnya hukum yang berkaitan dengan euthanasia. Akhirnya, perlu kiranya direnungkan kutipan filsafat dari George Santayana berikut ini: "If not we, then who? If not now, then when?"

Gado gado artikel 139

putut_2002@plasa.com

Radang Selaput Otak dan Sumsum Tulang Belakang dan Penanggulangannya
Radang selaput otak dan sumsum tulang belakang adalah radang selaput otak bakterial yang ditimbulkan oleh kokus radang selaput otak, berjangkit terutama pada musim dingin dan musim semi, menular melalui udara dan ludah. Radang selaput otak dan sumsum tulang belakang yang menyebar di Tiongkok pada tahun 1960-an terutama adalah jenis kelompok A. Seiring dengan semakin bertambahnya komunikasi internasional, bertambah pula kemungkinan penyebaran masuk dan keluarnya penyakit tersebut. Selama beberapa tahun ini, dilaporkan adanya kasus radang selaput otak dan sumsum belakang kelompok C di Tiongkok dan penyebaran secara lokal, dengan tingkat kematian yang tinggi. Dibandingkan dengan ensefalomielitis epidemik kelompok A yang lebih sering ditemukan sebelumnya, kelompok C lebih mudah penyebarannya, lebih tinggi tingkat penularan latennya, cepat menunjukkan gejala penyakit dan tinggi tingkat kematiannya. Dalam praktek klinis termanifestasi sebagai tipe eksplosif, dan penderita meninggal dalam waktu 24 jam. Cara terbaik pencegahan ensefalomielitis ialah mengadakan pencegahan terhadap kelompok manusia rawan dengan menggunakan vaksin ensefalomielitis multi valensi. Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) menganjurkan penggunaan vaksin ensefalomielitis dwivalensi A+C. Begitu terjadi peledakan penyakit ensefalomielitis, segera dilakukan vaksinasi vaksin polisakarida kokus ensefalomielitis kelompok A+C sebagai cara pencegahan yang efektif untuk mengontrol tingkat kejangkitan dan tingkat kematian penyakit tersebut. Di Tiongkok, vaksin tersebut diproduksi hanya oleh sebuah institut di Provinsi Gansu, Tiongkok barat. Selanjutnya kita bicarakan cara efektif vaksinasi ensefalomielitis epidemik. Baru-baru ini, di sejumlah daerah di Tiongkok berjangkit penyakit ensefalomielitis epidemik. Menurut pakar terkait, cara efektif untuk mencegah penyakit tersebut adalah melakukan vaksinasi. Akan tetapi, para pakar juga, ada 3 jenis kelompok manusia yang tidak boleh divaksinasi vaksin ensefalomielitis epidemik kelompok A+C. Gejala penyakit itu sebagai berikut; pada stadium dini gejalanya seperti flu. Pasien mulamula demam rendah, tenggorokan sakit, kemudian suhu badan naik, takut dingin, kepala pening, muntah-muntah, pada selaput lendir kulit muncul ruam kulit yang besarnya tidak sama dan penyebarannya tidak rata. Ketika penyakitnya menjadi berat terjadi gejala sakit kepala yang hebat, muntah yang sering dan menyembur, takut cahaya, mania, nyeri dan kaku di bagian belakang leher, kalau tidak segera diberi pertolongan, kemungkinan pasien akan meninggal dalam waktu 24 jam, bagi bayi dan anak yang menderita penyakit tersebut lebih berbahaya. Ensefalomielitis epidemik merupakan penyakit yang menular terutama melalui air ludah lewat saluran pernapasan, daya hidup bakteri di luar badan sangat lemah, maka kecil sekali kesempatan menular melalui sentuhan tidak langsung antara barang-barang keperluan hidup sehari-hari. Diplokok hidup membenalu di dalam hidung atau selaput tenggorokan penderita atau orang sehat, dam ketika batuk, berbicara atau bersin, air ludah yang membawa banyak bakteri tersembur keluar dan mencemari udara, begitu orang sehat menghirupnya, dalam kondisi menurunnya imunitas tubuh seseorang, diplokok ensefalomielitis akan memasuki aliran darah melalui saluran pernapasan, kemudian masuk ke dalam rongga tempurung kepala, mengakibatkan selaput otak mengalami perubahan radang, dan muncul serentetan gejala klinis. Orang yang sekamar dengan penderita atau langsung kontak dengan sekresi rongga mulut penderita, misalnya berciuman, mudah sekali tertular. Ensefalomielitis epidemik terbagi 13 kelompok, antara lain A, B, C dan D berdasarkan jenis serumnya. Yang paling umum ialah kelompok A, sedangkan kelompok B dan C relatif sedikit, dan kelompok-kelompok lainnya lebih jarang lagi. Wabah ensefalomielitis kelompok C yang berjangkit di sejumlah daerah di Tiongkok baru-baru ini termasuk kelompok C yang mudah menyebar, tinggi tingkat penularan latennya, sulit pengontrolan sumber penularannya, dan tidak mudah untuk memutus jalur penyebarannya.

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 Dewasa ini, di Tiongkok telah memasuki musim berjangkitnya penyakit ensefalomielitis dan penyakit menular saluran pernapasan lainnya, ditambah jumlah pergerakan manusia yang bertambah secara drastis sekitar Tahun Baru Imlek, mudah mengakibatkan penyebaran dan penularan penyakit. Cara paling efektif untuk mencegah ensefalomielitis epidemik ialah melakukan vaksinasi. Akan tetapi, pakar memperingatkan ada 3 kelompok manusia yang dilarang menerima vaksin ensefalomielitis kelompok A+C, pertama mereka yang mempunyai sejarah ayan, kejang klonus, penyakit bagian otak dan alergi; kedua, mereka yang mengidap penyakit ginjal, penyakit jantung serta penderita TBC aktif; ketiga, penderita penyakit menular akut serta demam. Penderita yang divaksinasi ensefalomielitis kelompok A+C dalam waktu tiga tahun tak perlu di vaksinasi lagi. Pakar memperingatkan, orang tua anak harus mempunyai kesadaran tentang pencegahan penyakit, selama musim berjangkitnya ensefalomielitis sebaiknya tidak membawa anak ke tempat umum yang padat orangnya, sirkulasi udara ruang kamar harus lancar, baju dan selimut sering dijemur, mainan anak-anak harus disteril secara berkala. Anak-anak diharuskan memperhatikan kebersihan dan mengadakan latihan olah raga untuk meningkatkan daya tahan terhadap penyakit. Kalau kepala terasa pening, demam dan muncul bintik-bintik pada kulit harus waspada dan segera berobat ke rumah sakit. Kalau belum divaksinasi, dan sudah ada penderita ensefalomielitis di kalangan orang-orang sekitar, boleh minum obat anti radang sesuai petunjuk dokter.

RELAKSASI JIWA & RAGA MENGUSIR RASA LELAH
Aktivitas sehari-hari yang banyak menyita waktu dan intensitas tinggi dari pikiran, perasaan, serta tubuh tanpa kita sadari kian hari membuat kekuatan diri kita melemah. Itulah sebabnya relaksasi menjadi penting. "Aduuuh, bete nih...!!! Badan pegal-pegal pula. Kalau sudah begini, bawaannya mau marah terus, malas, bad mood," keluh Laras suatu ketika. Bete. Kata dalam bahasa prokem itu belakangan praktis sering meluncur dari bibir seseorang untuk melukiskan kondisi diri yang tidak pada performa prima. Relaksasi untuk mengendurkan urat syaraf dan ketegangan tubuh sebenarnya merupakan kuncinya. Ke Puncak? Ke Anyer? Ke luar kota? Atau ke luar negeri? Sayangnya, kondisi kebugaran sering kali tidak bisa berkompromi dengan timing kesibukan sehari-hari untuk mengambil cuti atau bahkan untuk sekadar menghabiskan week-end guna relaksasi. Mau tahu bagaimana langkah mudah mencapai titik kebugaran Anda kembali dalam waktu singkat dan tanpa harus bingung mengambil cuti di tengah kesibukan mengejar dead line Anda? Relaksasi jiwaraga jawabannya. Apa sebenarnya relaksasi jiwaraga itu? Yang dimaksud relaksasi jiwaraga adalah selain raga (fisik) kita yang dilatih untuk rileks, juga unsur jiwa kita, yaitu nalar (pikiran) yang artinya otak tidak memerintah tubuh. Menurut professional trainer terapi penyehatan aura Lianny Hendranata, relaksasi terjadi bila badan kasar yang terdiri dari tiga unsur jiwa istirahat. Tiga unsur jiwa tersebut terdiri dari alat gerak (otot), alat cerna (usus, paru), dan alat pikir (otak). "Berarti, kalau keadaan tenaga luar dalam kondisi istirahat, maka keadaan ini disebut keadaan alfa atau Alpha State yang juga dinamakan hypnostate," ujar wanita yang sembuh dari kanker leher rahim lewat penyehatan aura ini. Manusia, kata dia, diciptakan dengan kelebihan yang sempurna dibanding dengan makhluk hidup lainnya, namun acap lupa menjaga keseimbangan aspek dirinya. Manusia adalah makhluk rohani, berjasmani kasar (fisik), serta berjasmani halus atau tubuh bioplasmik (aura).

Gado gado artikel 141

putut_2002@plasa.com Lianny menambahkan, aura medan energi elektromagnetik tubuh yang berfungsi sebagai pelindung yang kasat mata, sebab berada empat oktaf di bawah frekuensi sinar yang bisa dilihat oleh mata fisik memiliki gelombang 6-14 mikron. Aura yang sehat memberi ketenangan batin, juga mengharmoniskan interaksi dengan sesama, sehingga penting untuk memperbaiki medan aura untuk meraih sukses dalam kesehatan, bisnis, dan relasi. Aura menjadi lemah dan tidak mampu melindungi tubuh fisik, kala seseorang dalam keadaan sakit fisik dan psikis atau stres berkepanjangan. Aura bisa disehatkan dengan berbagai cara, yang paling mudah adalah dengan perasaan yang tenang dan relaks dengan menyeimbangkan tiga unsur jiwaraga yaitu: alat gerak, alat cerna, alat pikir. Relaksasi tiga unsur jiwa raga tersebut bisa digunakan untuk menyehatkan aura, sehingga tubuh fisik mendapat energi elektromagnetik yang optimal. "Dan menjadikan diri tampil bugar dan tentu saja menarik, sebab orang yang sehat fisik maupun auranya, senantiasa menampilkan pesona tersendiri," lanjut penulis buku Pengalamanku: Melepaskan Diri dari Kanker dengan Menyehatkan Aura dan Kala Dua menjadi Satu ini.

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005

Rider Penyakit Kritikal
PENGENALAN Melalui rider ini, peserta akan mendapat manfaat tambahan yang komprehensif setelah didiagnosa oleh doktor pakar, menghidapi salah satu daripada 28 jenis penyakit kritikal yang disenaraikan Definasi Diagnosis Mengenal pasti penyakit yang dilakukan oleh pakar perubatan berasaskan kepada bukti terperinci yang diperlukan bagi setiap definasi Penyakit Dilindungi seperti yang disenaraikan di bawah, disokong oleh bukti radiology, klinikal, histology atau maklumat yang dipersetujui dan diterima oleh Takaful Nasional. Sekiranya timbul sebarang kekeliruan sesuatu diagnosis, TN berhak melantik doktor perubatan yang lain untuk menjalankan pemeriksaan ke atas sebarang bukti-bukti perubatan yang menyebabkan tercapainya diagnosis penyakit tersebut. Pendapat doktor perubatan yang dipilih ini akan menjadi sebahagian daripada bukti-bukti yang menjadi pengikat kontrak diantara Peserta Dilindungi dan Syarikat. Definasi Doktor Perubatan Seorang pengamal perubatan berdaftar dalam bidang perubatan dan pembedahan secara moden. Tidak termasuk peserta Sijil ini, suami atau isteri peserta, saudara mara, rakan kongsi, rakan sejawat, ahli dalam perkonsian atau pekerja kepada Peserta yang dilindungi. PENGECUALIAN 1 Syarikat tidak akan bertanggungjawap sekiranya Penyakit Kritikal wujud sebelum atau pada tarikh penegeluaran Kontrak Asas atau Kontrak Tambahan atau tarikh ia dihidupkan semula atau dalam tempoh 180 hari. Syarikat tidak akan bertanggungjawap sekiranya Penyakit Kritikal yang disebabkan secara langsung atau tidak langsung daripada sebarang kejejasan fizikal dan kesihatau atau penyakit yang wujud sebelum tarikh penegeluaran Kontrak Asas Tambahan atau tarikh ia dihidupkan semula Kontrak Tambahan tidak melindungi sebarang penyakit selain daripada yang dinyatakan dan diterangkan dalam appendix A, tidak juga melindungi sebarang Penyakit Kritikal, tanda-tandanya yang berlaku sebelum penegeluaran Kontarak Asas atau Kontrak Tambahan ini atau tarikh ia dihidupkan semula, atau dalam tempoh 180 selepasnya Orang yang dilindungi mestilah mengidap Penyakit Kritikal untuk tempoh minimum 30 hari sebelum sebarang tuntutan bayaran dijelaskan. Sekiranya orang yang Dilindungi itu mati akibat Penyakit Kritikal dalam tempoh 30 hari daripada tarikh diagnoskan, tiada sebarang bayaran akan dilunaskan dibawah kontrak tambahan ini Takaful Nasional tidak akan bertanggungjawap sekiranya Penyakit Kritikal tersebut disebabkan oleh mana-mana satu sebab yang dinyatakan dalam kalusa 7 Peruntukan Am (Penegecualian) Kehilangan Orang yang Dilindungi samada di darat, laut, atau udara, miski pun kehilangan itu sebelum tuntutan untuk Kontrak Tambahan dikemukakan kepada Syarikat.

2

3

4

5

6

PENYAKIT – PENYAKIT YANG DILINDUNGI 1. Penyakit Koronori Arteri Atas cadangan Pakar Perunding Kardialogi, pembedahan jantung dilakukan untuk memperbaiki arteri koronari yang sempit atau tersumbat dengan menggunakan graf bypass Bukti angiografik untuk penyakit tersebut mestilah diserahkan. Angiografik dan Pengkateran Kordiak adalah dikecualikan

Gado gado artikel 143

putut_2002@plasa.com 2. Penyakit Koronari Arteri Serius Pengecualian pada lumen arteri pada tahap minimum sebanyak tujuh puluh lima peratus (75 %) untuk sekurangkurangya tiga arteri koronari. Bukti angiografik untuk penyakit tersebut mestilah diserahkan Pengantian satu atau lebih injap jantung sebagai rawatan kepada penyakit injap jantung. Pembetulan atau pembaikan injap jantung dan valvotomi adalah dikecualikan Merujuk kepada pembedahan sebenar untuk penyakit dibahagian aorta yang memerlukan pemotongan atau pembedahan untuk penukaran aorta (yang dikenalpasti berpenyakit) dengan graf. Aorta disini didefinasikan sebagai aorta torasik dan aorta abdominal dan bukan rangkaian-rangkaian aorta Pengesahan diagnosis penyakit kardiomiopati oleh pakar perunding jantung dimana terdapatnya gangguan fungsi ventrikular jantung akibat pelbagai punca mengakibatkan kekurangan fizikal sekurang-kurangnya pada tahap III atau IV pada klasifikasi Persatuan Jantung New York Mengenai Kerosakan Kordiak Inflamasi parah pada kandungan otak yang menyebabkan gangguan nyata dan kekal pada neurologi (Permanent neurological sequele) seperti yang disahkan oleh pakar undang-undang Neurologi Radang Otak yang berpunca daripada jangkitan kuman HIV adalah dikecualikan Merujuk kepada perihal ketumbuhan otak yang bukan barah, Sista, granulomas, malformasi di dalam atau pada arteri atau vena pada otak, hematorma-hematoma, atau tumor-tumor dalam kelenjar pitulari atau spina adalah dikecualikan Meningitis bakteria yang menyebabkan inflamasi pada membran otak atau saraf tunjang (Korda spina) yang mengakibatkan kekurangan neurologikal yang kekal, penyakit perlulah didiagonosa dan mendapat pengesahan Pakar Perunding Nerologi (Kaji saraf)

3.

Penggantian Injap Jantung (Heart Valve Replacement) Pembedahan Aorta

4.

5.

Kardiomiopati

6.

Radang Otak (Encephalitis)

7.

Ketumbuhan Otak Benigna

8.

Meningitis Bakteria (Radang pada membran otak & Saraf Tunjang Akibat Serangan Bakteria

9.

Penyakit Neuron Motor Pengesahan dari Pakar Perunding Neurologi diperlukan untuk diagnosisPenyakit Neuron Motor. Punca penyakit ini tidak dapat dikenalpasti. Ciri-cirinya adalah berterusan pada trak kortikospinal & sel exterior horn atau neuron bulbar efference. Ini termasuk spinal muscular dystrophy, progressive bulbar palsy, amyotropic lateralscierosis dan primary scierosis Pengesahan oleh pakar Neurologi (Kajisaraf) berkenaan diagnosis Parkinson (Paralysis agitan) yang timbul secara spontan (Idiopatik) dan memerlukan rawatan prekursor dopomin. Lain-lain jenis penyakit Parkinson adalah dikecualikan

10. Penyakit Parkinson

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 11. Penyakit Alzheimer’s Diagnosis penyakit Alzhemerls (Pra-demintia seni) yang disahkan secara klinikal yang mengakibatkan ketidakupayaan untuk melakukan secara bebas daripada aktiviti-aktiviti berikut i Perpindahan pergerakan Keupayaan untuk bergerak dari satu bilik ke satu bilik berdekatan, atau dari satu sudut yang lain di dalam ruang bilik, atau naik atau turun daripada katil atau kerusi tanpa memerlukan bantuan fizikal daripada orang lain. ii Pengawalan Otot Usus dan Pundi Kencing keupayaan untuk mengawal pembuangan air besar dan kecil dalam menjaga kebersihan diri. iii Pemakaian Merujuk kepada keupayaan untuk memakai atau meninggalkan pakaian sendiri tanpa bantuan orang lain. iv Ke tandas Keupayaan untuk masuk dan keluar tandas tanpa bantuan orang lain dan lain-lain penjagaan diri yang berkaitan seperti mandi. v Makan Keupayaan untuk menyuap makanan tersendiri dengan sendiri tanpa dibantu. 12. Pollomielitis yang

Diagnosis pasti oleh Pakar Perunding Neurologi (Kaji saraf) berkenaan jangkitan kuman polio yang menyebabkan penyakit yang boleh membawa kelumpuhan yang mana ia dibuktikan oleh kerosakan fungsi motor atau sistem pernafasan yang lemah. Kes yang tidak melibatkan kelumpuhan adalah tidak layak mendapat manfaat ini. Pengesahan oleh Pakar Perunding Neurologi (Kaji saraf) diperlukan bagi mengenal pasti penyakit Multiple Scelerosis disokong oleh bukti yang klinikal yang menghasilkan defisit neurology dengan tanda-tanda yang melibatkan saraf optik. Stemotak (Brain stem) & saraf tunjang (Spinal cord), bersama-sama dengan ketidakupayaan koordinasi di antara fungsi motor dan deria yang berlanjutan selama enam (6) bulan. Kematian keseluruhan sel-sel pada lapisan luar otak (Kortex otak), yang mana pangkal otak adalah sempurna dan tidak rosak. Pengesahan pakar Perunding Neurologi (Kajisaraf) diperlukan bagi diagnosis penyakit tersebut. Penyakit ini mestilah didokumentasikan secara perubatan sekurangkurangya tiga puluh (30) hari. Kehilangan keupayaan kekal dan keseluruhan pada penggunaan dua atau lebih anggota. Bukti – bukti perubatan mengesahkan keaadaan ini yang diterima mestilah diserahkan Suatu keadaan tidak sedar (pengsan), tanpa sebarang reaksi terhadap rangsangan luaran atau pergantungan sistem dalaman yang berterusan kepada sistem sokongan

13. Multiple Sclerosis

14. Sindrom Apallik

15. Kelumpuhan / Paraplegia

16. Koma

Gado gado artikel 145

putut_2002@plasa.com hidup (life support system) untuk jangkamasa sekurangkurangnya sembilan puluh enam (96) jam dan mengakibatkan kekurangan neurologi kekal. Bukti menyatakan kekurangan neurologikal kekal yang dapat diterima oleh syarikat mestilah diserahkan. Koma yang berpunca secara langsung akibat penyalahgunaan dadah atau alkohol adalah dikecualikan. 17. Hilang Keupayaan Bebas Pengesahan dari Pakar Perubatan terdapatnya kehilangan Keupayaan bebas yang menyebabkan ketidakupayaan kekal untuk melakukan sekurangkurangnya tiga (3) aktiviti-aktiviti harian berikut samada dengan bantuan atau tanpa bantuan alatan mekenikal, rekaan khas atau lain-lain alat bantuan dan adaptasi yang biasa digunakan oleh orang-orang kurang upaya. Untuk tujuan manfaat,’Kekal’ di sini merujuk kepada ketiadaan harapan untuk sembuh dengan bantuan teknologi dan pengetahuan perubatan terkini. i Perpindahan pergerakan Keupayaan untuk bergerak dari satu bilik ke satu bilik berdekatan, atau dari satu sudut yang lain di dalam ruang bilik, atau naik atau turun daripada katil atau kerusi tanpa memerlukan bantuan fizikal daripada orang lain ii Penawalan Otot Usus dan Pundi Kencing Leupayaan untuk mengawal pembuangan air besar dan kecil dalam menjaga kebersihan diri. iii Pemakaian Merujuk kepada keupayaan untuk memakai atau meninggalkan pakaian sendiri tanpa bantuan orang lain. iv Ke tandas Keupayaan untuk masuk dan keluar tandas tanpa bantuan orang lain dan lain-lain penjagaan diri yang berkaitan seperti mandi. v Makan Keupayaan untuk menyuap makanan tersendiri dengan sendiri tanpa dibantu. 18. Hilang Upaya Melihat yang

Kehilangan keupayaan kekal dan keseluruhan untuk melihat menggunakan kedua-dua belah mata samada dari penglihatan yang diperbetulkan (Corrected vision) atau tidak (Uncorrec vision). Bukti yang dapat diterima mengesahkan hilang upaya melihat mestilah diserahkan. Kehilangan Keupayaan Kekal dan keseluruhan untuk mendengar menggunakan kedua-dua belah telinga. Bukti yang dapat diterima mengesahkan hilang upaya mendengar mestilah diserahkan Kehilangan Keupayaan Kekal dan keseluruhan untuk bertutur berpunca dari kerosakan fizikal ke atas kord pertuturan (Vocal cord). Bukti yang dapat diterima mengesahkan hilang upaya bercakap mestilah diserahkan Merujuk kepada manifestasi tumor malignan (Tumor yang tidak berkapsul dan berupaya menyerap/merebak dan menyebabkan metastasis) termasuk leukaemia dan

19. Hilang Daya Pendengaran

20. Hilang daya Percakapan

21. Kanser

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 penyakit haruslah malignan. disokong dengan bukti histologi

Pengecualian daripada manfaat ini adalah semua jenis kanser kulit kecuali melanomasi malgnan, semua jenis tumor yang secara histologi disenaraikan sebagai pramalignan atau menunjukkan peringkat awal pertukaran malignan, kanser-in-situ dan kanser papilari pada pundi kencing 22. Anaemia Aplastik Kerosakan pasti pada sumsum tulang yang disahkan oleh Pakar Perunding Haematologi (darah) sebagai anaemia aplastik yang mengakibatkan anaemia, pengurangan bilangan neutrophil (Sel darah putih) dalam darah (neutropenia) dan pengurangan bilangan platelet dalam darah (thrombocytopenia) yang memerlukan sekurangkurangnya salah satu daripada rawatan-rawatan berikut; i. Transfusi darah ii. Agen peransang sum-sum iii. Agen imunosupresif iv. Pemindahan sumsum tulang 23 Trauma Kepala Kecederaan pada kepala akibat dari kemalangan menyebabkan kerosakan pada bahagian celebral (Seperti yang ditunjukan oleh alat pengesan dan imaging moden serta disahkan oleh Pakar Perunding Neurologi) mengakibatkan kerosakan fungsi kekal dan ketidakupayaan melakukan tanpa bantuan sekruang-kurangaya tiga (3) dari aktiviti-aktiviti harian berikut; Mandi, memakai pakaian, makan, keupayaan untuk bergerak dari atau ke katil atau ke kerusi dan keupayaan mengawal membuang air besar atau kecil samada menggunakan atau tidak alat-alat mekanikal, alat bantuan khas atau bantuan lain dan penyesuaian yang digunakan untuk orang kurang upaya. Bagi tujuan manfaat ini, perkataan ‘kekal’ (Permanent) membawa maksud di luar harapan untuk sembuh dengan pengetahuan perubatan dan teknologi terkini. 24 Kelecuran Utama Merujuk kepada luka terbakar Tahap Ketiga yang meliputi sekurang-kurangya 20 % bahagian permukaan badan Merujuk kepada pemindahan sebenar jantung (Termasuk jantung mekanikal), paru-paru, hepar, pankreas atau sumsum tulang sebagai penerima bukan sebagai penderma

25. Pemindahan Organ Utama 26

Kerosakan Renal (Buah Kerosakan renal pada peringkat akhir yang dilihat sebagai Pinggang) kerosakan kronik yang kekal pada kedua-dua buah pinggang yang mengakibatkan ketidakfungsian, dimana akibatnya rawatan dialisis yang rutin atau pembedahan pemindahan renal diperlukan Penyakit Hepar (Hati) Diagnosis peringkat akhir kerosakan hepar/hati dibuktikan yang kronik dengan tanda-tanda berikut; i. Penyakit kuning yang kekal ii. Bengkak pada abdomen (asiles) dan iii. Gangguan pada fungsi otak disebabkan oleh bahanbahan toksik yang dikumuh oleh hepar (hepatic encephalopathy)

27

Gado gado artikel 147

putut_2002@plasa.com Penyakit hepar yang disebabkan oleh penggunaan arak dan pengambilan dadah yang berlebihan adalah dikecualikan 28 Virus Hepatitis Fulminan Merujuk kepada virus hepatitis Fulminan yang mengakibatkan kegagalan hepar, yang boleh dilihat sebagai nekrosis, hepar yang berluasa yang mana puncanya adalah selain percubaan membunuh diri, keracunan, pengambilan dadah berlebihan dan pengambilan alkohol berlebihan. Ciri-ciri penyakit yang perlu dikenalpasti ialah; i. Pengecilan saqiz hepar yang ketara ii. Nekrosis yang melibatkan keseluruhan lobul, hanya meninggalkan rangka retikular yang runtuh. iii. Kerosakan fungsi hepar yang ketara iv. Joundis (penyakit demam kuning) yang berpanjangan. copyright (c) 2004 Khanz Enterprise All rights reserved. administrator @ takaful.com.my

Ronald Reagan, Bertahan 5 Tahun Lebih Lama "Bila Tuhan memanggil saya pulang, kapan pun, saya akan pergi dengan kasih yang paling dalam bagi negeri kita dan optimisme yang terus menerus akan masa depannya..." Demikian mantan Presiden AS Ronald Reagan (93) mengakhiri suratnya yang ditujukan kepada rakyat Amerika 10 tahun lalu. Dalam surat dengan tulisan tangan tertanggal 5 November 1994 itu, Reagan mengatakan dirinya telah dinyatakan mengidap penyakit Alzheimer. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada rakyat Amerika, yang telah memberikan kehormatan besar dengan mengijinkannya melakukan pengabdian sebagai presiden dalam dua periode sekaligus dari tahun 1981 sampai 1988. Alzheimer yang menggerogoti Reagan memang penyakit maut. Penyebabnya belum diketahui, mungkin berasal dari faktor genetik, mikroba, infeksi, keracunan, ketidaknormalan perut, atau kerusakan disebabkan zinc. Penyakit yang biasa menimpa orang berusia 70 tahun ke atas ini belum ada obatnya dan akan berkembang terus dengan kerusakan otak yang tak bisa diobati. Ditandai dengan kehilangan ingatan secara bertahap, disorientasi, perubahan kepribadian dan penderitaan fungsi-fungsi kognitif. Alzheimer dianggap penyebab utama senile dimentia (semacam pikun). Akibatnya, orang akan pikun, semakin pikun, dan pikun. Beberapa tahun setelah Reagan mengumumkan dirinya terkena penyakit pikun tak tersembuhkan itu, ia masih bisa menghabiskan waktunya beberapa jam setiap hari di kantornya di distrik Century City, Los Angeles, atau bermain golf, berjalan sepanjang pantai dengan pengawal-pengawalnya dari Dinas Rahasia AS. Namun sejak tahun 2000, hal itu tak lagi bisa dilakukannya. Reagan, menghabiskan hariharinya dalam perawatan istrinya, di rumah mereka di St Cloud Road, kawasan Bel Air. Ketika ditanya, apakah Reagan mengenali istrinya, Nancy dalam wawancara dengan stasiun televisi CBS dalam acara "60 Minutes II" ketika itu mengatakan tidak tahu. Dokter pribadi Reagan, John Hutton dalam pernyataannya Maret 2000 bahkan meragukan apakah Reagan masih bertahan hidup sampai lewat tahun 2000. Prediksi dokter Hutton tersebut beralasan. Dalam laporan yang diungkapkan kepada publik April 2004 disebutkan wanita yang baru didiagnosa menderita Alzheimer rata-rata bertahan hidup 5,7 tahun, sedangkan penderita pria hanya mampu bertahan sampai 4,2 tahun kemudian. Namun, Reagan yang meninggal 5 Juni 2004 mematahkan semua prediksi tersebut. Ia hidup sampai 10 tahun terhitung sejak pertama kali didiagnosis menderita Alzheimer. Artinya, Reagan bertahan lebih lama dari yang diperkirakan dokter pribadinya atau 5,8 tahun lebih

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 lama dari rata-rata penderita Alzheimer lainnya. Sayangnya, meski mampu bertahan begitu lama hilangnya daya ingat Reagan merusak kebahagiaan yang seharusnya terjadi pada saat-saat penting, seperti peringatan ulang tahun perkawinannya ke-50 yang jatuh tanggal 4 Maret 2002. Ia pun tak menyadari kepergian putrinya Maureen Reagan (60), buah perkawinannya dengan aktris Jane Wyman, yang meninggal 9 Agustus 2001 setelah berjuang melawan penyakit melanoma, kanker kulit yang mematikan. Penyakit yang sangat progresif • Ahli-ahli kedokteran memperkirakan kebanyakan orang berusia 65-85 tahun menderita kehilangan ingatan dan melemahnya konsentrasi. Satu dari lima orang di dunia berusia lebih dari 80 tahun menderita kepikunan. Sejumlah pasien hidup dengan penyakit ini selama bertahun-tahun atau meninggal karena sebabsebab tak pasti. Pada stadium ringan penyakit Alzheimer akan menunjukkan kelambanan daya ingat, yang paling menonjol berupa kelambanan mengingat-ingat sesuatu (nama orang, benda atau peristiwa) baru (delayed recall). Kelambanan ini dalam waktu singkat disusul oleh penurunan daya ingat. Lambat laun terdapat kesulitan dalam berbahasa terutama gramatika dan semantik serta gangguan visuosspasial berupa disorientasi waktu dan tempat sehingga ada ancaman untuk orang tersesat. Gangguan personalitas terutama dimulai dari menurunnya inisiatif dan hobi. Proses penyakit otak dengan gejala-gejala tersebut berlangsung sangat progresif dan tampak dalam waktu sekitar enam bulan. Oleh karenanya perlu diwaspadai jika orang mulai sering lupa, saat bicara artikulasi dan kelancarannya berkurang, sering mengulang, salah mengerti, sulit mengikuti pembicaraan. Pada fase lanjut, bicara mulai tak teratur, kehilangan keterampilan, misalnya tak bisa memegang sesuatu, tak mampu berpakaian, walau tak lumpuh. Penderita mulai tak mengenal orang dan lingkungan, seringkali kepribadiannya berubah, misalnya menjadi apatis, mudah tersinggung. Akhirnya, penderita tak bisa meninggalkan tempat tidur sampai meninggal. Penyakit Alzheimer mempunyai beberapa faktor risiko. Usia lanjut adalah faktor risiko utama, selanjutnya adanya riwayat demensia atau sindrom Down pada salah satu anggota keluarga, ada riwayat cedera kepala (antara lain petinju), ada riwayat hipotiroidi atau depresi. Lingkungan juga dapat menjadi faktor risiko antara lain kandungan aluminium dalam air minum. (Reuters/zrp)

Senam Otak Memperlambat Kepikunan
Menjadi tua merupakan anugerah. Itu artinya Tuhan memberi kepercayaan pada diri kita untuk menikmati hidup lebih panjang. Namun, anugerah yang sangat luar biasa itu tak akan berarti apa-apa jika harus dilalui dengan kepikunan (dimensia) yang kini makin melanda kalangan tua, tidak saja di Indonesia tetapi juga masyarakat dunia. Padahal, kepikunan itu bisa diperlambat loh! Menurut Menteri Kesehatan, dr Achmad Sujudi, kepikunan bisa diperlambat dengan menerapkan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan bergizi, rajin berolahraga, tidak stress, cukup istirahat dan tidak merokok. Upaya itu harus dilakukan sejak dini, sehingga sel-sel dalam tubuh tetap dinamis dan sehat. "Dengan pola hidup yang sehat sejak muda, ketika ia memasuki hari tua tidak segera mengalami kepikunan dan masih dapat mandiri, bahkan produktif," kata dr Achmad Sujudi dalam sebuah seminar yang diselenggarakan Yayasan Pelita Usila, di Jakarta, Sabtu (15/5).

Gado gado artikel 149

putut_2002@plasa.com Ditambahkan Menkes, semua orang akan mengalami masa tua karena hal itu merupakan proses alam yang tidak dapat dihindari. Pada usia tersebut akan terjadi kemunduran sel-sel yang dapat mempengaruhi fungsi dan kemampuan sistem tubuh, termasuk syaraf, jantung dan pembuluh darah. Saat ini jumlah penduduk usia lanjut (diatas 60 persen) sekitar 7 persen, namun angkanya diperkirakan akan meningkat terus yang mana pada tahun 2010 mendatang jumlahnya akan menyamai jumlah balita (dibawah usia 5 tahun) sekitar 11 persen atau 21 juta jiwa. Peningkatan jumlah penduduk lansia akan berdampak pada pengeluaran di bidang kesehatan, karena bertambahnya penyakit yang berhubungan dengan proses penuaan di otak yaitu penyakit kepikunan. "Masalah kepikunan perlu mendapat perhatian karena tercatat ada sekitar 15 persen penduduk lansia yang menderita penyakit itu. Angka ini sungguh di luar dugaan mengingat, selama ini kita hanya fokus pada penyakit-penyakit degeneratif seperti kanker, jantung, reumatik, osteoporosis dan diabetes melitus atau kencing manis," katanya. Hal senada dikemukakan pula dr Silvia F Lumempouw dari divisi Neurobehaviour FKUI/RSCM. Katanya, problema itu tidak saja dialami Indonesia tetapi juga negara-negara maju. Berdasarkan penelitian di Amerika dan Eropa Barat, menunjukkan, hampir sebagian besar kepikunan yang melanda kalangan tua di negara tersebut disebabkan penyakit Alzheimer, sedangkan kepikunan vaskuler akibat penyakit pembuluh darah di otak sebesar 20-30 persen. Di Jepang dan Cina, kondisi terjadi sebaliknya, kepikunan vaskuler justru angkanya tinggi mencapai 50-60 persen, dan sisanya akibat penyakit Alzheimer. "Kepikunan bisa juga terjadi akibat cedera otak, infeksi otak, keracunan, kekurangan zat-zat nutrisi, gangguan oto-imun, gangguan metabolik dan endoktrin, stress, penyakit degenerasi otak seperti penyakit Pick, dimensia kortikobasal, palsi supranuklear progresif," ujarnya. Menurut dr Silvia, kepikunan yang disebabkan penyakit degenerasi otak berlangsung secara lambat dan akan semakin memburuk. Sementara kepikunan yang disebabkan oleh faktor lain dapat dicegah perburukannya bila faktor risiko penyebabnya dapat diatasi. "Gangguan kongnitif pada kepikunan tergantung pada penyebab dan tingkat kerusakan di otak. Kondisi ini bisa menyebabkan perubahan tingkat laku mulai dari yang sederhana hingga mengganggu yang bisa menimbulkan kelelahan fisik bagi yang merawatnya," ucapnya. Tentang Alzheimer, dr Silvia menjelaskan, jumlah penderitanya kini terus meningkat. Penyakit tersebut merupakan penyebab paling umum dari gangguan intelektual yang berat pada usia lanjut. Alzheimer dapat berlangsung progresif, gangguan yang tidak dapat membaik yang menyerang otak dan akibatnya kehilangan daya ingat, kebingungan, gangguan penilaian dan perubahan kepribadian. "Saat ini penyebabnya belum diketahui, demikian pula pencegahan dan pengobatannya. Namun, telah ada kemajuan untuk mengurangi gejala itu dan memperbaiki fungsi kemampuan otak yang menurun serta perawatannya di rumah," tutur dr Silvia yang meminta segera berobat ke dokter bila ada salah stau keluarganya yang memiliki ciri-ciri jadi mudah lupa, kesulitan mengikuti perintah dan melakukan kegiatan sehari-hari seperti berbelanja, memasak, gangguan penilaian, kebingungan, gelisah, mudah curiga, halusinasi suara, penglihatan dan penciuman serta kehilangan kemampuan untuk mengurus diri sendiri. Senam Otak Menurut dokter ahli saraf dari FKUI/ RSCM, dr Adre Mayza, ada sejumlah cara untuk memelihara dan menjaga kesehatan otak. Pertama, mempertahankan keutuhan struktur otak melalui olahraga. Karena melalui kegiatan olahraga akan tercapai suplai oxigen dan darah yang cukup ke seluruh tubuh. Kedua, pentingnya mengkonsumsi nutrisi seimbang dan sejauh mungkin menghindari penyakit-penyakit yang terkait dengan gangguan otak. "Keutuhan struktur otak saja tidak cukup untuk memelihara otak secara keseluruhan karena itak adalah organ yang fungsional. Bagaimana mengoptimalkan fungsi-fungsi otak, dengan cara memaksimalkan fungsi dasar dan fungsi luhur otaknya," katanya. Bentuk kegiatan yang dapat memaksimalkan fungsi otak, disebutkan dr Adre Mayza, ada 3 kelas yang disesuaikan dengan hasil pemeriksaan fisik, pemeriksaan neurologi dan

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 pemeriksaan neurologi khusus. Kelas A yang disebut Brain Learning yang ditujukan untuk orang-orang yang belum mengalami fungsi fisik dan fungsional otak. Selain itu, ada kelas B Brain Exercise yang ditujukan kepada orang-orang yang mengalami salah satu gangguan dari fungsi dasar dan fungsi luhur. Sedangkan kelas C adalah Brain Rehabilitation yang ditujukan bagi orang-orang yang mengalami fungsi sosial. Ia menilai perlunya para perempuan/ laki-laki paruh baya rajin melakukan kegiatan yang menyelaraskan gerak dan pernapasan. Gerakan-gerakan tersebut melibatkan berbagai fungsi orak yang bisa diambil dari tarian-tarian dari berbagai wilayah Nusantara. Selain itu, sering-sering pula menggunakan dan melibatkan fungsi dasar otak seperti fungsi gerak, rasa, menelan, mendengar, sistem pencernaan, pernafasan, peredaran darah/pembuangan. Dan kegiatan yang tak kalah penting adalah bagaimana melibatkan fungsi luhur otak seperti berpikir, belajar, emosi, berbahasa dan berprilaku. Mengisi teka teki silang (TTS) merupakan salah satu cara menjaga daya ingat yang bisa dilakukan para lansia, selain juga menggambar maupun mendongeng. "Termasuk kegiatan-kegiatan yang memberi pendalaman spiritual sehingga hari tuanya bisa dijalaninya dengan lebih baik," tandasnya.

Senam OTAK untuk Merangsang Kecerdasan Bayi
Selain faktor genetik, kecerdasan seorang bayi atau anak juga tergantung pada faktor lingkungan. Di antaranya, nutrisi yang baik, imunisasi, dan stimulasi atau rangsangan. Bayi yang mendapat rangsangan secara tepat dan berkesinambungan tentu akan mempengaruhi perkembangan otaknya. Dengan begitu diharapkan perkembangan fisik, mental, dan intelektualnya akan melampaui kemampuan dasar atau potensi genetiknya. PENELITIAN membuktikan bahwa pengalaman dan rangsangan yang diterima pada tahun pertama kehidupan akan berpengaruh pada perkembangan dan fungsi otaknya di kemudian hari. Kartini Sapardjiman, Ketua Senam Otak Indonesia, mengatakan, kecerdasan bayi juga bisa dioptimalkan dengan senam otak. Senam otak adalah latihan yang terangkai atas gerakangerakan tubuh yang dinamis dan menyilang. Senam ini mendorong keseimbangan aktivitas kedua belahan otak secara bersamaan. Diharapkan, potensi kedua belahan otak akan seimbang sehingga kecerdasan anak pun menjadi maksimal. "Selama ini banyak orang hanya menggunakan otak kirinya saja sehingga potensi otak kanannya tidak dimanfaatkan secara maksimal," kata Kartini, dalam seminar "Senam Otak Ibu Hamil dan Bayi Merangsang Potensi Otak Sejak Dini" yang diselenggarakan atas kerja sama Klub Brain Gym Omni Medical Center (OMC) Kelapa Gading dan RS OMC Pulomas, Jakarta. Pada kesempatan yang sama, ahli anak RS Omni Medical Center, dr Caroline Mulawi, mengatakan, stimulasi pada bayi bisa dilakukan sejak bayi dalam kandungan, yaitu sejak usia kehamilan tiga bulan. "Stimulasi bisa berupa suara dan taktil (rabaan). Dari beberapa penelitian menunjukkan, bayi yang mendapat stimulasi ketika dalam kandungan memiliki tingkat inteligensia lebih tinggi 14 poin daripada yang tidak mendapatkan stimulasi," kata Caroline. Stimulasi harus dilakukan tiap hari pada setiap kesempatan berinteraksi dengan bayi, misalnya ketika memandikan, mengganti popok, menyusui, menyuapi makanan, menggendong, mengajak berjalan-jalan, bermain, menonton TV, bahkan menjelang tidur. Stimulasi harus dilakukan dalam suasana aman, nyaman, menyenangkan, penuh kasih sayang, dan gembira. Pada prinsipnya, semua ucapan, sikap, dan perbuatan ibu atau pengasuh yang berulangulang akan terekam dalam otak bayi sehingga akan berisiko ditiru oleh bayi. Apa yang bayi lihat, dengar, atau rasakan akan menjadi pengalaman baru bagi bayi sehingga dia akan

Gado gado artikel 151

putut_2002@plasa.com mencoba melakukannya sendiri. SEJAK tahun 2001 sudah ditemukan senam otak yang bisa mengoptimalkan perkembangan dan potensi otak. Otak terbagi menjadi dua, otak belahan kanan dan otak belahan kiri. Otak kanan berfungsi untuk intuitif, merasakan, bermusik, menari, kreatif, melihat keseluruhan, dan ekspresi badan. Sedangkan otak belahan kiri bertugas untuk berpikir logis dan rasional, menganalisa, bicara, berorientasi pada waktu, dan hal-hal rinci. Senam otak dengan metode latihan Edu-K atau pelatihan dan kinesis (gerakan) akan menggunakan seluruh otak melalui pembaruan pola gerakan tertentu untuk membuka bagian-bagian otak yang sebelumnya tertutup atau terhambat. Senam otak ini bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk bayi. Senam otak pada bayi sebenarnya sangat sederhana. Contohnya, menggerakkan anggota badan secara menyilang dengan perantara mainan. Bisa berbentuk robot, boneka, bola, balon, atau apa saja yang sesuai dengan usia anak. Hal yang penting, gerakan yang dilakukan anak melewati garis tengah antara tubuh bagian kanan dan tubuh bagian kiri. Kemampuan belajar paling tinggi tercapai jika dua belah otak, dua mata, dan dua telinga aktif serta bisa bekerja sama dengan baik. Selain itu, gerak badan juga terkoordinasi dan seimbang. Pertemuan gerakan yang menyilang ini merupakan pusat dari senam otak. Senam otak dilakukan melalui tiga dimensi, yakni lateralitas komunikasi, pemfokusan pemahaman, dan pemusatan pengaturan. Lateralitas komunikasi (dimensi kiri-kanan) bertujuan untuk mengoptimalkan kemampuan belajar. Gerakannya menyangkut mendengar, melihat, menulis, bergerak, dan sikap positif. Gerakan-gerakan itu menyerap kemampuan komunikasi yang lebih cepat. Misalnya, bola digerakkan ke kiri ke kanan di depan bayi, atau bayi memegang mainan lalu digerakkan ke kiri ke kanan. Bisa juga mainan yang berbunyi digerakkan ke kiri ke kanan secara menyilang. Bertepuk-tepuk tangan juga melatih pendengaran bayi. Bayi memegang jari kita lalu digerakkan ke kiri ke kanan, atau membentuk angka delapan tidur. Apa pun gerakannya asal berdimensi ke kiri ke kanan. Pemfokusan pemahaman (dimensi muka-belakang) bermanfaat membantu kesiapan dan konsentrasi untuk menerima hal-hal baru dan mengekspresikan apa yang sudah diketahui. Gerakan berupa latihan meregangkan otot menyangkut konsentrasi, pengertian, dan pemahaman. Misalnya dengan melipat lutut dan sikut bayi berulang kali atau mengangkat tangan ke atas lalu digerakkan ke muka ke belakang. Pemusatan pengaturan (dimensi atas-bawah) membantu meningkatkan energi yang menyangkut berjalan, mengorganisasi, tes atau ujian. Hal ini bermanfaat untuk membantu seluruh potensi dan keterampilan yang dimiliki serta mengontrol emosi, seperti menggerakkan kepala ke atas ke bawah, mengangkat beban ringan atau benda lainnya, kemudian digerakkan ke atas ke bawah.

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005

SENAM PEMANASAN DENGAN POCO-POCO
Ratusan Orang Bergembira Bersama, Berolahraga, Menikmati Hidup Sehat Cara NurSyifa'.

Bergembira Bersama Keluarga di Alam Terbuka !

SENAM GAIB NURSYIFA' UNTUK KESEHATAN
Juni 2004

Gado gado artikel 153

putut_2002@plasa.com

METODE DAN MANFAAT SENAM GAIB Prakata : Sebagai Manusia, kita harus memiliki tiga unsur dalam kesatuan yaitu, Raga / Tubuh, Jiwa / Roh, dan Fikiran. Bilamana salah satu unsur ini lenyap atau rusak maka namanya bukan manusia lagi, tetapi menjadi orang gila, bila fikirannya rusak, jenazah, bila Roh-nya telah pergi. Tubuh, Jiwa dan Fikiran membentuk manusia sempurna ciptaan Allah SWT, yang pada awalnya berupa manusia yang sehat. Dalam perjalanan hidupnya, banyak faktor lainnya memasuki dan mempengaruhi diri manusia yang menyebabkan seseorang menjadi sakit, seperti : stress, depresi,terganggu jiwanya, hingga merasa menderita...... Atau karena kesibukan bekerja hingga lupa mengurus dirinya, tenggelam dalam berbagai masalah yang menimbulkan strees yang berkepanjangan hingga menjadi jenuh, kurang bersemangat, tidak bergairah, semua seakan rutinitas yang Membosankan...... Hal-hal itu menyebabkan keseimbangan metabolisme dalam tubuh orang itu menjadi kacau, kepribadian seseorang yang tadinya baik berubah menjadi pemarah, keras kepala, pemalas, galak, temperamental, hal tersebut bisa menyebabkan rusaknya tubuh, dan berbagai penyakit merasuki dirinya seperti : sakit kepala, maag, jantung, darah tinggi, lever, ginjal, gangguan pada organ-organ tubuh, penyakit yang tak terdeteksi oleh medis, dll. Tubuh manusia memiliki banyak unsur-unsur penunjang yang menyebabkan tubuh itu hidup, yaitu : otak, jantung, darah, paru-paru, dan unsur-unsur lainnya seperti ginjal, hati, lambung, usus, dll. Bilamana salah satu dari unsur pedukung kehidupan itu rusak, maka tubuhnya terasa sakit. Hidup menjadi beban dan hanya terisi oleh penderitaan.... Selain itu, telah banyak yang mengetahui bahwa manusia ternyata memiliki kekuatan tersembunyi yang kadang-kala aktif bilamana dalam keadaan terdesak, misalnya : seseorang bisa melompati pagar yang tinggi pada saat terjadi kebakaran, pertanyaannya adalah, bagaimana kekuatan tersembunyi yang maha dahsyat itu bisa digunakan untuk diri kita, memanfaatkannya. Dengan kekuatan fikiran, dan kemauan yang kuat, maka kekuatan tersembunyi itu bisa di-aktifkan dan digerakkan untuk menyembuhkan dirinya, agar tubuhnya yang sakit itu sembuh.***

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 Metode Senam Gaib : Sebelum melakukan senam gaib, pasrahkan diri kita pada Tuhan Yang Maha Kuasa, mohon perlindunganNYA, dan niatkan keinginan kita mengikuti senam gaib ini untuk berbagai manfaat seperti : kesembuhan, awet muda, bersemangat, dll. Pertama-tama lakukan pemanasan dengan menggerak-gerakkan seluruh tubuh kita. Bangkitkan kekuatan yang tersembunyi dalam diri dengan gerak pernafasan, ibarat memompa air ke tangki diatas, hingga tangki penuh, hingga terasa kepala agak pusing (ngeliyeng), tanda enerji telah terisi penuh, kemudian lakukan pelepasan dengan mengalirkan enerji yang telah bangkit dan terkumpul dirongga kepala itu keseluruh tubuh dengan niat untuk : misalnya kesembuhan bagian tubuh yang sakit, meningkatkan vitalitas, semangat, kekuatan, melenyapkan rasa sakit dan stress yang diderita, dll. Sebarkan enerji keseluruh tubuh hingga tubuh terasa segar dan hangat. Rasakan bahwa penyakit, rasa sakit, stress lenyap dan terganti perasaan nyaman dan enak. Lakukan gerak senam gaib berikutnya secara santai dan menikmati setiap gerak yang dilakukan dan niatkan apa keinginannya pada setiap gerak tersebut. Dan dapatkan berbagai manfaat dengan melakukan senam gaib ini. Kami dari Yayasan NurSyifa' ingin menyebar luaskan senam gaib ini dengan harapan agar siapapun yang mengikutinya, dari berbagai agama, mendapatkan manfaatnya yang sangat banyak dan luas spektrumnya ini, bisa hidup lebih bahagia dan sehat, energik, dan potensi yang selama ini tersembunyi Insya Allah bisa dibangkitkan agar hidup lebih sukses dan sejahtera. Kami memulai senam gaib ini di Monas secara gratis, dan merupakan kegiatan sosial, bagi yang tertarik untuk membantu baik secara moril maupun materil, sangat kami harapkan agar bisa tersebar luasnya senam yang unik ini. Unik karena menyehatkan dengan menggunakan enerji Ilahi Yang Maha Dahsyat yang berada dalam diri setiap manusia dan disekitar kita ( Alam Semesta ), dengan Nuansa Ketuhanan, meningkatkan Ibadah kepada Tuhan, apapun Agama yang dianut, berapapun umurnya. Marilah Kita ikuti Senam Gaib Nursyifa, dan peroleh manfaatnya....... Apa saja manfaat yang bisa didapat ? Setiap orang memiliki kekuatan / enerji Ilahi yang tersembunyi, yang dengan latihan khusus bisa diaktifkan, digerakkan, sesuai keinginan diri sendiri. Kekuatan tersembunyi yang dibangkitkan adalah enerji yang tidak terlihat akan tetapi nyata dan bisa dirasakan kekuatannya dan bisa digunakan untuk bermacam manfaat antara lain : Kekuatan tersebut bisa digunakan untuk melindungi diri-sendiri dari niat jahat orang lain. Bisa digunakan untuk menyembuhkan diri-sendiri atau menyembuhkan orang lain. Mengetahui sesuatu yang tidak terlihat oleh mata biasa. Menggerakan, mengatur fungsi dari setiap organ tubuh seperti otot, urat, bahkan syaraf, jantung dan reflex Anda. Gambar diatas memperlihatkan seseorang yang telah berhasil membangkitkan enerji tersembunyinya, dengan kekuatan fikirannya, menyelaraskan otot dan urat diseluruh tubuhnya sedemikian hingga menegang dan menjadi jembatan diantara dua kursi. Bila bisa demikian tentunya masuk diakal bila kita bisa menggetarkan, menggerakkan otot - urat disekitar pinggang - perut agar perut menjadi kencang dan langsing.

Gado gado artikel 155

putut_2002@plasa.com Dan tentunya bisa juga menggetarkan otot - urat di wajahnya agar kembali kencang dan tampak awet muda. ( semacam Face Lifting ) dan berbagai manfaat lainnya. Tentu saja bisa juga untuk mengatur fungsi otot-otot jantung sedemikian agar normal dan menurunkan darah tinggi, menyembuhkan hipertensi. Bila ada Otot dan urat yang melemah akibat stroke, wajarlah kalau kemudian bisa aktif dan berfungsi lagi secara bertahap. Bisa bergerak lagi. Masuk diakal bila ada virus / bakteri dalam tubuh, maka dengan meng-aktifkan sel-sel darah putih untuk menyerang dan memakan virus / bakteri tersebut maka penyakit bisa diusir pergi - dilenyapkan, dan tubuh sembuh kembali. Bila ada batu di ginjal - empedu - organ tubuh lainnya, maka otot - urat bisa diperintah untuk menumbuk - menghancurkan batu itu dan mengeluarkannya dari tubuh. Bisa mengatur metabolisme tubuh agar makan sedikit saja sudah kenyang, menghentikan kebiasaan merokok ( ini tentu tidak disukai pabrik rokok, Ha ha ha ) dan kebiasaan buruk lainnya ( ini pasti disukai para Isteri / suami, mungkin ! ). Bisa melenyapkan rasa stress - depresi, was-was, dan menimbulkan ketenangan, rasa tenteram dalam diri, dll.Bayangkan, ini memang supra rasional, mengapa ? Karena awalnya sulit untuk mencerna secara rasional bahwa hal-hal tersebut bisa Anda lakukan, akan tetapi setelah Anda melihat sendiri kenyataannya, dan kemudian mempraktekkannya sendiri, baru akan percaya dan akan membawa keluarga - teman Anda untuk ikut mendapatkan manfaat ini. Kami memang menghendaki agar setiap orang bisa mendapatkan manfaatmanfaat ini secara gratis di Tugu Monas Tenggara setiap minggu pagi jam 06:00 WIB. Dan menyebar-luaskannya kepada masyarakat ramai agar mereka bisa hidup sehat tanpa ketergantungan pada obat-obatan ( Wah, pabrik Farmasi pasti marah nich ), mengingat harga obat sudah tak terjangkau lagi karena mahalnya. Apa salahnya untuk mencobanya toch gratisan !!! Manfaatkan kesempatan ini..... BAYANGIN SENAM GAIBNYA SAJA SEGINI CANGGIHNYA, BAGAIMANA TERAPI PENGOBATANNYA !

PENGOBATAN MASAL DI MONAS Juni 2004

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005

Do'a - Usaha - Iman - Taqwa pada Allah SWT. Tingkatkan Ibadah Dengan Berzikir....

Siapkan Tumbuh Kembang Anak Sejak di Kandungan
SETIAP orang tua menginginkan anaknya tumbuh sempurna, baik secara fisik maupun nonfisik. Secara fisik, seorang anak diharapkan tumbuh sehat sesuai tahapan yang sudah ditentukan para ahli. Selain itu, anak juga diharapkan sehat secara intelektual dan kejiwaan, bahkan hampir semua orang tua menginginkan anaknya cerdas di kemudian hari. Tetapi, untuk memperoleh sosok anak yang sehat lahir dan batin tidak bisa instan. Jauh sebelum kelahirannya harus sudah dipersiapkan. Untuk itulah ketika ibu mulai dinyatakan positif hamil, dokter atau bidan menganjurkan para ibu untuk memenuhi segala kebutuhan janin, yaitu gizi yang cukup. Kebutuhan ibu hamil terhadap kalsium meningkat mencapai 50% atau 20 kali lebih tinggi dibandingkan orang dewasa yang jumlahnya 800 mg per hari.

Gado gado artikel 157

putut_2002@plasa.com Jika kurang terpenuhi, maka janin akan mengambil (menyerap) persediaan kalsium dari ibunya, sehingga si ibu berisiko mengalami gangguan kerapuhan tulang. Dengan sendirinya, janin juga mengalami kelainan dalam pertumbuhan tulang maupun pembentukan. Dan, itu berpengaruh pada saat bayi tumbuh menjadi anak. Karena itu, ibu hamil dianjurkan agar mengonsumsi makanan yang banyak mengandung kalsium sejak masa kehamilan awal. Sumber makanan tersebut antara lain dari tempe, tahu, susu, keju, serealia, teri maupun udang kering, kacang-kacangan berikut hasil olahannya, ataupun sayuran yang berdaun hijau. Selain makanan, saat ini para ibu hamil pun dianjurkan mengikuti senam hamil, mendengarkan musik, dan lain sebagainya. Semua itu untuk mendukung pertumbuhan janin, dan mendapatkan bayi yang sehat ketika dilahirkan. Senam hamil dibutuhkan untuk memperlancar persalinan, karena proses kelahiran yang macet bisa merusak otak, dan berdampak pada kecerdasan anak kelak. Senam hamil membantu ibu-ibu agar dapat melahirkan dengan baik dan membantu suplai makanan ke janin. Begitu juga dengan musik berguna untuk merangsang saraf-saraf kecerdasan di otak. Terapi musik dapat berguna sebagai relaksasi bagi ibu hamil, stimulasi dini pada janin, menjalin keterikatan emosional antara ibu hamil dan janinnya, serta dapat membantu ibu-ibu hamil agar dapat mempertahankan keseimbangan kesehatan jasmani, pikiran, dan emosi. Terapi musik ini juga dapat menyembuhkan, merehabilitasi, mendidik, melatih anak-anak dan orang dewasa yang menderita gangguan fisik dan mental atau emosional. Mempersatukan seni, ilmu pengetahuan, dan emosi seperti perasaan cinta dan kasih sayang, juga dapat ditimbulkan oleh terapi musik. Ketika bayi telah lahir, ASI (air susu ibu) adalah makanan paling ideal dan lengkap untuk bayi. ASI mengandung semua yang dibutuhkan bayi, berimbang dan secara fisiologis membantu pencernaan bayi. Distribusi energi dari ASI ialah protein 8%, karbohidrat 42%, dan lemak 50%. Selain mengandung zat-zat gizi, ASI juga mengandung zat-zat non-gizi untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit. Zat gizi yang selama ini dikatakan makanannya otak, seperti AA (asam arakhidonat) dan DHA (asam dukosa heksanoat) sudah terkandung di dalam ASI dan tidak mustahil, pada masa-masa mendatang akan terungkap kandungan ASI yang sampai saat ini belum diketahui. Setiap bayi membutuhkan 2 - 2,2 gr/kg protein yang terdapat dalam ASI, daging, ikan, susu, telur, dan keju. Karbohidrat juga merupakan sumber energi yang terdapat di dalam produk nabati seperti beras, kacang-kacangan, buah-buahan, dan umbi-umbian. Glukosa yang terdapat dalam karbohidrat merupakan sumber energi utama di otak dan menjaga integritas fungsi saraf. Bayi juga memerlukan lebih banyak lemak dibanding orang dewasa. Fungsi utama lemak membantu ketersediaan dan penyerapan vitamin, dan memberikan rasa kenyang pada pencernaan. Lemak yang mengandung DHA dan AA, berperan sebagai penunjang proses tumbuh kembang anak, terutama dalam hal kecerdasan. Lemak tersebut bisa diperoleh dari ASI, susu, mentega, kuning telur, daging, kedelai, dan jagung.

Strategi Mengasah Daya Ingat
Nah Anda nggak mau kan jadi pelupa? So, Anda yang mulai dihantui gejala-gejala pelupa, waspadalah. Segera lakukan strategi untuk mengasah daya ingat Anda. Berikut ini adalah strategi untuk mempertajam daya ingat Anda: enam

- Olahraga secara teratur Para dokter dan pakar kesehatan mengatakan bahwa olahraga dapat melancarkan dan memperbaiki sirkulasi darah ke otak. Hal ini akan memberi pengaruh positif pada otak. Otak dapat bekerja lebih segar sehingga akan memudahkan Anda untuk mengingat segala sesuatu yang akan dan sudah Anda lakukan. - Jangan terjebak oleh rutinitas Carilah dan lakukan hal-hal baru. Rutinitas yang menjemukan membuat otak Anda jenuh.

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 Sedangkan pengalaman dan hal-hal baru akan menyegarkan pikiran Anda. Dan Andapun terhindar dari penyakit lupa. Bahkan ahli medis mengklaim bahwa pengalaman baru dapat mencegah penyakit alzheimer's. - Jangan panik Saat Anda dilanda stres akibat pekerjaan yang menumpuk atau deadline yang mendesak atau dalam keadaan yang membingungkan, jangan panik. Atasi kepanikan Anda dengan bersikap tenang, hirup nafas dalam-dalam dan katakan pada diri sendiri "Don't worry be happy.." Sikap yang tenang mempengaruhi daya kerja otak Anda. - Hiduplah secara teratur dan terencana Kondisi ini akan membuat Anda mengingat sesuatu dengan mudah. Misalnya Anda terbiasa berangkat ke kantor jam 7 pagi, Anda selalu meletakkan kunci mobil di tempat yang sama setiap hari, dsb. - Lakukan visualisasi Lakukan visualisasi yang berhubungan dengan sesuatu yang Anda ingat. Misalnya ketika Anda mengingat seminar yang akan diselenggarakan besok, bayangkanlah suasana seminar dengan jumlah peserta sekian dan siapa saja pembicara yang hadir dalam seminar itu. - Biasakan mencatat Biasakan mencatat hal-hal penting yang berhubungan dengan janji. Tempelkan catatan tersebut di meja kerja Anda atau di cermin rumah Anda. Ini merupakan cara yang paling efektif agar Anda tidak lupa dengan semua janji yang telah Anda buat. Satu hal lagi yang cukup penting agar daya ingat Anda senantiasa 'fresh' adalah berpikir positif. Jangan bebani pikiran Anda dengan hal-hal negatif tentang hidup ini dan orang lain. So Anda akan terhindar dari penyakit kelupaan dini!

Gado gado artikel 159

putut_2002@plasa.com Title : Telefon selular dan kanser News : KEMUDAHAN teknologi terkini, seperti penggunaan telefon selular sering dikaitkan dengan penyakit yang serius seperti kanser otak. Andaian demi andaian yang dicetuskan berhubung kesan buruk telefon selular ini sedikit sebanyak menimbulkan kegelisahan pengguna. Kenyataan ini disokong pula dengan beberapa data kes-kes kanser yang semakin meningkat di sesetengah negara yang banyak menggunakan telefon selular. Baru-baru ini, Medical Journal Australia melaporkan terdapat kemungkinan bahawa pertambahan mendadak dalam kes ketumbuhan otak di negara itu mempunyai kaitan dengan penggunaan telefon selular yang kerap. Menurut Pakar Kanser, Andrew Davidson dari Hospital Fremantle di Western Australia, daftar kes kanser di negeri itu menunjukkan kenaikan 50 peratus di kalangan lelaki, 62.5 peratus di kalangan wanita dalam tempoh 10 tahun sejak 1982. Ini bermakna data tersebut menunjukkan kadar kes ketumbuhan otak ialah 6.4 bagi 100,000 lelaki dan 4.0 bagi 100,000 wanita. Penggunaan telefon selular tidak hanya tertumpu di sesebuah negara, malah ia digunakan secara meluas di negara-negara yang kaya hasil minyak. Penggunaan yang amat berleluasa ini, menimbulkan rasa kebimbangan pakar-pakar perubatan berhubung kesan sampingannya terhadap kesihatan. Penolong Pengarah Pusat Kanser Hussein Mekki al-Jomaa, Dr. Hussein al-Jazzaf dari Kuwait, yang turut menyokong kenyataan di atas, memberi amaran bahawa penggunaan telefon selular boleh menyebabkan sakit kepala, hilang ingatan dan sakit telinga yang serius. Beliau mendakwa, terdapat pengguna yang mengalami masalah sakit kepala, hilang ingatan, tidur tidak nyenyak dan masalah pendengaran kronik. Sehubungan itu, beliau menasihatkan orang ramai supaya tidak menggunakan telefon selular kecuali jika berada dalam kecemasan dan tidak menggunakannya melebihi 30 minit dalam satu-satu masa. Beliau menjelaskan, pancaran gelombang mikro telefon selular ini memberi kesan sampingan terhadap sistem saraf pusat. Bergantung kepada keadaan tubuh masing-masing, pengguna berkemungkinan menghadapi risiko seperti masalah jantung, peredaran darah, kesuburan, perubahan genetik, kecacatan pada kelahiran dan kanser otak. Persoalannya sejauh manakah kebenarannya bahawa telefon selular yang memberi kemudahan kepada orang awam ini boleh menjejaskan status kesihatan seseorang? Adakah wajar hanya dengan mengaitkan peningkatan kes-kes kanser dengan penggunaan telefon selular yang semakin berleluasa tanpa kajian saintifik yang jelas merupakan satu alasan kukuh? Satu persatu teori terus dilontarkan menuduh telefon selular penyebab berlakunya kanser otak atau gangguan pada kesihatan. Desakan demi desakan diasak supaya kajian saintifik diteruskan bagi membuktikan bahawa penggunaan telefon selular benar-benar selamat. Kajian saintifik ke atas tikus di makmal Kolej Perubatan Wisconsin, Milwaukee, Amerika Syarikat menunjukkan petanda bahawa penggunaan telefon selular boleh menyebabkan kanser walaupun ia tidak dapat dibuktikan. Kajian yang mengambil masa 18 bulan itu mendedahkan tikus dengan pancaran gelombang radio sama seperti telefon selular. Hasilnya, kebarangkalian tikus diserang kanser adalah dua kali ganda. Ini merupakan bukti pertama di dunia yang mendapati frekuensi radio boleh menyebabkan kanser pada waktu-waktu tertentu. Namun, kajian ini juga tidak mampu mengubah kenyataan bahawa telefon selular tidak berbahaya kepada kesihatan kerana masih belum ada bukti kukuh.

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005

Beberapa penyelidik di University of Washington, Seattle yang membuat kajian ke atas haiwan-haiwan selain tikus di makmal juga gagal membuat sebarang kaitan antara isyarat gelombang radio dengan kanser. Kenyataan yang selama ini digembar-gemburkan oleh pihak-pihak tertentu yang mendakwa telefon selular punca meningkatnya kes-kes kanser hanyalah satu andaian. Sehubungan itu, pakar-pakar perubatan menolak dakwaan yang mengatakan bahawa penggunaan telefon selular sebagai punca bertambahnya kes-kes kanser otak. Ini kerana peningkatan kes-kes tersebut hanya dikaitkan dengan penggunaan teknologi terkini tanpa satu bukti yang kukuh. Kementerian Kesihatan dan Kementerian yang bertanggungjawab untuk Orang-orang Tua, British Columbia, menjelaskan produk seperti selular telefon, gelombang mikro, kelui dan radar yang menggunakan tenaga elektromagnet hanya mengeluarkan tahap radiasi yang telah memenuhi standard kebangsaan dan antarabangsa. Kajian yang dijalankan terhadap telefon selular menjelaskan standard keselamatan ini diperoleh selepas beratus-ratus analisis berhubung gelombang radio frekuensi dan gelombang mikro dijalankan. Kajian Institut Penyelidikan Teknologi Nuklear Malaysia (MINT), mendapati penggunaan telefon selular tidak memberi kesan buruk kepada kesihatan manusia. Ini kerana pengukuran kekuatan gelombang daripada telefon selular berada pada paras jauh lebih rendah daripada had yang ditetapkan oleh Jawatankuasa Antarabangsa Perlindungan Radiasi Tanpa Pengionan (ICNIRP). Kesan buruk atau bahaya radiasi ini bergantung kepada tenaga, frekuensi dan dos serta keupayaannya menembusi sel atau tisu manusia. Pakar Bedah Saraf, Jabatan Surgeri, Pusat Pengajian Sains Perubatan, Hospital Universiti Sains Malaysia (HUSM), Kubang Krian, Dr. Jafri Malin Datuk Abdullah menyangkal dakwaan tersebut kerana kejadian kanser otak tidak mempunyai kaitan dengan penggunaan telefon selular. Beliau memberitahu, kejadian kanser biasanya dikaitkan dengan pelbagai faktor (multifactorial) dan bukannya dengan satu faktor sahaja. Kejadian kanser otak tidak boleh berasaskan hanya kepada satu punca penyebab, sebaliknya banyak sebab lain yang menyebabkan berlakunya kanser otak. Kajian menunjukkan kanser otak biasanya disebabkan oleh faktor genetik, mutasi atau perubahan pada sel-sel Deoxyribonucleic acid (DNA) seseorang seperti pencemaran udara atau air. Malah, sekiranya seseorang itu kekurangan oksigen, atau jatuh yang mengakibatkan pendarahan juga boleh menyebabkan berlakunya kanser otak. Justeru, katanya tuduhan yang mengatakan bahawa telefon selular mengakibatkan punca berlakunya kanser otak adalah tidak berasas. Dr. Malin berkata, jika dibuat perbandingan telefon selular dengan penggunaan telefon biasa yang digunakan di pejabat-pejabat dan di rumah, ia juga mempunyai frekuensi yang tinggi. Ramai menyangka alat-alat teknologi terkini seperti telefon selular, ketuhar mikro, televisyen, bateri kereta, rumah yang berhampiran kabel elektrik sering dikaitkan dengan kejadian kanser. Namun, hingga kini tiada bukti kukuh yang dapat menjelaskan bahawa penggunaan alat-alat yang mengeluarkan frekuensi tinggi ini punca berlakunya kanser. Sehubungan itu, katanya orang ramai tidak seharusnya meletakkan satu keyakinan berdasarkan pada satu kajian yang belum pasti kesahihannya.

Gado gado artikel 161

putut_2002@plasa.com Dr. Malin menambah, beberapa kajian yang telah dilakukan di Singapura yang mengatakan bahawa penggunaan telefon selular punca kanser otak juga tidak dapat dibuktikan dengan jelas. Katanya lagi, jika telefon selular dikatakan penyebab kanser otak, penggunaan sakarin iaitu pemanis dan pewarna dalam makanan juga boleh dikaitkan sebagai punca berlakunya kanser otak. Namun, kajian tersebut tidak mempunyai satu bukti yang jelas mengatakan bahawa sakarin yang didapati dalam tomato, air sirap, kicap dan lain-lain lagi penyebab kanser. Jelasnya, konsep penyakit kanser ini terlalu luas kerana terdapat kemungkinan, mereka yang menggunakan telefon selular ini meningkatkan risiko mendapat kanser. Antara risiko yang meningkatkan seseorang itu mendapatkan kanser ialah kemungkinan mereka juga meminum minuman keras, merokok, tinggal di tempat yang mempunyai frekuensi yang tinggi dan tidak mengawal pemakanan mereka. Pakar Perunding Neurologi, Hospital Universiti Kebangsaan Malaysia (HUKM), Prof. Madya Dr. Raymond Azman Ali turut menyangkal dakwaan tersebut kerana tidak ada satu bukti jelas mengatakan bahawa frekuensi gelombang telefon selular meningkatnya kanser otak. Katanya, hingga kini, belum ada lagi keputusan muktamad dari pertubuhan kesihatan yang menyatakan bahawa telefon selular penyebab meningkatnya kanser otak. Beliau memberitahu, laporan tersebut hanya cuba mengaitkan data kejadian kanser yang meningkat tetapi ia bukanlah satu kajian. ''Data-data yang diperoleh juga berdasarkan daripada aduan pesakit yang mungkin secara kebetulan menggunakan telefon selular. ''Penggunaannya yang agak berleluasa dalam tempoh lima hingga enam tahun kebelakangan ini tidak dapat dipastikan sejauh manakah kebenarannya bahawa ia meningkatkan risiko kanser otak,'' katanya. Sehubungan itu, pengguna tidak perlu panik dengan dakwaan sedemikian kerana ia hanyalah kaitan tanpa satu bukti kukuh. Kajian menyeluruh berhubung peningkatan ketumbuhan otak dengan telefon selular masih memerlukan kajian mendalam. Meskipun, pelbagai andaian dan tuduhan yang dilontarkan pada telefon selular kerana menghasilkan haba sehingga menjejaskan sel manusia, namun hingga kini tiada sokongan saintifik. Apa yang pasti, sehingga saat ini, belum ada saintis yang berani mengesahkan penggunaan telefon selular boleh menyebabkan kanser. Source : http://www.utusan.com.my/utusan/archive.asp?y=1998&dt=0115&pub=utusan_malaysia&s ec=rencana&pg=ot_03. Date Source: 01/15/1998

Telepon Seluler “AMAN UNTUK OTAK”
Menggunakan telepon seluler tidak akan menaikan resiko terkena tumor otak khususnya pada anak-anak. Demikian kesimpulan dari hasil penelitian yang dipimpin oleh Dr Christoffer Johansen dari `the Danish Cancer Registry`. Namun memang disarankan penggunaan telepon seluler untuk anak-anak agar dibatasi. Penelitian dampak penggunaan telepon seluler pada anak-anak ini melibatkan 1000 sukarelawan dan hasil penelitian dipublikasiakn melalui The journal Neurology. Meski dalam kesimpulan penelitianya menyatakan telepon seluler tidak menimbulkan dampak bagi otak namun Dr Johansen menyatakan untuk penggunaan jangka panjang masih diperlukan penelitian lanjutan. Karena Dr Johansen berkeyakinan tekologi berkembang sangat cepat dan belumlah cukup

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 untuk mendapatkan kepastian apakah telepon seluler aman bagi kesehatan sang pengguna. Dr Johansen menyarankan agar para pengguna telepon seluler menggunakan `hands-free kits` untuk mengurangi tingkat radiasi telepon seluler pada otak. Pernyataan tim pimpinan Dr Johansen oini hampir senada dengan tim yang dipimpin oleh Sir Williams Stewart yang menyatakan bahwa penggunaan telepon seluler pada anak-anak juga perlu dibatasi. Secara umum penelitian kedua tim ini menyimpulkan bahwa telepon seluler tidak merusak kesehatan sang pengguna. Debat dampak penggunaan telepon seluler atas kesehatan selalu terjadi karena berpangkal pada satu pijakan yaitu apakah radiasi elektromagnetik tidak merusak kesehatan manusia khususnya pada otak. Sebelumnya disebut-sebut, telepon seluler mampu menimbulkan resiko terjadinya kerusakan sel, otak, penurunan kekebalan tubuh dan berjangkitnya kanker. Secara khusus Dr Christoffer Johansen melakukan pertanyaan kepada 427 penderita penyakit tumor otak, 822 yang tanpa penyakit yang bisa menggunakan telepon seluler setiap harinya. Untuk memastiskan mereka pengguna aktif, tim peneliti juga melakukan pengecekan atas tagihan telepon seluler setiap bulannya.

TERTAWALAH KALAU MAU SEMBUH ALTERNATIF Terapi tertawa rupanya mulai dipraktikkan di Indonesia. Selain Paul Toar, Armand Archisaputra(60 tahun), seorang pensiunan karyawan Kelompok Sinar Mas, malah sudah membantuk klub tertawa. Banyak yang mengaku sembuh dari hipertensi dan terbebas dari stres berkat terapi ini. Karena hipertensi sejak usia 20 tahun Tati Hosete punya gangguan hipertensi. Gangguan hipertensi juga dialami Imawati (49). Ima ketahuan mengidap tekanan darah tinggi sejak 2 tahun lalu. Bila sedang kumat, tensinya mencapai angka 170/110. Selama ini obat antihipertensi yang menemaninya setiap hari. Beruntung Tati (kini 57 tahun) dan Ima (49) bertemu Armand Archisaputra, terapis senam otak dan senam tawa di rumah sakit khusus Dharma Graha Serpong. banten, Armand kemudian mempresentasikan senam tawa. Lewat praktik gerakan senam tawa, Tati dan Ima merasa gangguan hipertensinya bisa terkendali. Lalu, lewat komunitas senam jantung sehat, Armand membentuk klub tawa Seuri Euy di tempat tinggal Tatidan Ima. Seuri Euy sendiri mempunyai arti "ayo tertawa". Menurut Armand, terapi tawa sama khasiatnya dengan meditasi karena itu sering disebut juga dengan yoga tawa. "Terapi ini dapat membuat hidup kita lebih sehat, tenang dan nyaman serta menunjukkan getaran otak pada frekuensi gelombang alfa yang membuat orang merasa rileks dan santai," tutur bapak bercucu 3 ini. Katanya lagi, terapi tawa adalah suatu cara untuk menanggulangi stres di dalam hidup dengan cara tertawa alami. Tertawa alami adalah tawa yang datang dengan sendirinya dari dalam diri kita tanpa bantuan atau rangsangan dari luar seperti banyolan, joke, nonton dagelan atau lawakan. Kata Armand, semua orang dari segala usia dapat tertawa alami dengan mengikuti pelatihan tawa yang terprogram dan berkesinambungan. Hormon Endorfin Terapi tertawa mempunya banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Dijelaskan Armand, manfaat terapi ini antara lain membuat otot wajah menjadi rileks dan awet muda. Terapi ini juga meningkatkan kekebalan tubuh guna menghindari infeksi, alargi dan kanker. Trtawa

Gado gado artikel 163

putut_2002@plasa.com juga merangsang pengeluaran endorfin, seretonin, dan melantonin yang membuat perasaan menjadi tenang, tentram, nyaman dan bahagia. Selain itu, tertawa dapat juga menurunkan tekanan darah tinggi, mencegah serta mengendalikan penyakit jantung, memperbaiki sirkulasi darah, meningkatkan pasokan oksigen ke seluruh tubuh dan otak, sebagai penghilang rasa sakit, mempercepat penyembuhan penyakit, serta menangkal stres. Manfaat ini pun dialami Tati, setelah ikut senam tawa, ia merasa lebih rileks. Keteganganketegangan di kepala sirna. Ima pun mengalami hal serupa. Setelah melatih terus-menerus senam tawa di kub maupun di rumah, badannya terasa lebih segar, persendiannya lebih lemas, keringatpun mengucur deras ketika menjalani terapi. Hal ini membuatnya terasa lebih enjoy dan tekanan darahnya selalu 150/90. Klub tertawa Seuri Euy yang dipimpin Armand masuh tergolong muda. Meski demikian, ia mengaku banyak mendapat tawaran untuk mengajar di berbagai kota, sebut saja Bandung dan Cirebon. Armand mengaku selama ini ia mengajar senam otak dan senam tawa pada guru-guru TK AL Azhar. Armand bekerja sama dengan Dr. Yul Iskandar, Ph.D, pimpinan rumah sakit khusus (RSK) Dharma Graha, telah melatih sekitar 400 lebih guru. Escape From Stres Kata Armand terapi tawa yang diajarkan kepada pasiennya adalah bagian dari program escape from stress di RSK Dharma Graha, Serpong Banten. Program lainnya adalah senam otak, meditasi, dan rileksasi. Selama ini terapi tawa lebih banyak diajarkan pada orangtua yang mengalami stres ketika sedang mengantar anaknya berobat di RSK Dharma Graha. Sebenarnya kasus yang banyak ditangani di RSK Dharma Graha adalah pasien dengan ketergantungan obat. "Selain anak-anaknya, orangtua pun ikur diterapi tawa supaya tidak mengalami stres," katanya sedikit berpromosi soal RSK Dharma Graha. Lebih lanjut, Armand mengungkapkan terapi tawa untuk penyembuhan, ia mengharapkan para pasiennya untuk berkumpul, sedikitnya 10 orang dan maksimal 50 orang. Hal ini dimaksudkan supaya ia bisa menciptakan tawa yang maksimal bagi orang-orang yang diterapinya. "Dengan jumlah terbatas akan lebih mudah mengontrol ekspresi orang yang hendak tertawa maupun yang belum tertawa", ujarnya. Karena karakter orang berbeda-beda, Armand harus pandai-pandai menciptakan suasana agar pasiennya tertawa serentak. Untuk itu ia mengaku punya sejumlah trik permancing tawa yang ampuh. Bila dengan cara itu belum berhasil, Armand biasa menggunakan autosugesti pada pasiennya. "Autosugesti ini digunakan untuk memompa semangat pasien. Misalnya, dengan mengatakan "Seuri euy, bisa'. Kata-kata itu diucapkan sebanyak 3 kali sambil mengepalkan tangan kiri. Pola ini adalah teori crossing pada terapi otak. Tertawa sendiri datangnya dari otak sebelah kanan. Maka untuk membuat tawa, tangan kiri harus diaktifkan untuk meminta perintah dari otak kanan," katanya. Setelah memberi autosugesti Armand mengajakk pasiennya untuk mengucapkan "Ha ha hahi hi hi ho ho ho. "Ucapan itu dilakukan sebanyak 3 kali. Biasanya setelah usai, pasien akan tertawa lepas. Bila masih belum ada yang tertawa juga, Armand akan meminta pasiennya mengajak tertawa tetangga sebelah kiri atau kanannya. 10 Menit Ayunan sepeda Menurut Armand, total terapi tawa yang diberikan pada pasiennya berkisar 1 jam, sedang di setiap program pasien diharapkan dapat tertawa selama 1 menit. Menurutnya, tawa selama 1 menit sama saja dengan mengayuh sepeda selama 10 menit. Setelah tawa selama 1 menit itu badan akan mengucurkan keringat banyak. Saat diterapi tawa, pasien juga diminta saling melihat mata teman-temannya ketika sedang tertawa. Hal ini merupakan salah satu rangsangan untuk mengajak pasiennya yang sukar tertawa dapat tertawa lepas. Selain itu, cara ini bisa menambah efektifitas stimulasi dan menghasilkan tawa yang alamiah. Namun, terapi tawa bukan berarti tak mempunyai efek negatif pada kasus-kasus tertentu. Menurut Armand, "Orang-orang yang menderita hernia, wasir parah, penyakit janting dengan sesak napas, pasca operasi, peranakan turun, hamil, flu, TBC dan gloukoma, saya

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 tidak menganjurkan untuk mengikuti terapi tawa kelompok atau sendiri di rumah. Larangan itu lebih kepada tekanan-tekanan dalam perut ketika tawa itu sudah dimulai. Terlebih iu yang sedang hamil, jangan sekali-kali ikut terapi ini. Hal itu akan menimbulkan kontraksi pada kandungan. Sedang pada penderita TBC< saya kasihan kepada pasien lainnya. Saya takut ketika mengucapkan lafal "Ha ha ho ho hi hi', kuman TBC akan menyebar ke sekeliling ruangan." Kepada setiap pasiennya Armand selalu menganjurkan untuk membentuk klub-klub tawa di sekitar rumahnya. Ketika klub tawa sudah mulai banyak berdiri, klub tawa Seuri Euy hanya tinggal mengunjungi saja kegiatan yang sedang berlangsung. Untuk mengikuti terapi tertawa dengannya, Armand mengenakan biaya Rp 50.000.AYO TERTAWALAH, SEBELUM DILARANG. Seseorang hanya perlu melihat dengan seksama pada makhluk hidup untuk mendapatkan beberapa konsep kerumitan mereka yang sangat luar biasa. Jika anda punya seekor binatang peliharaan, pertimbangkan kerumitan yang ada didalamnya - membuat "paket masalah" itu untuk bergerak, bermain, mengingat, menunjukkan tanda-tanda kasih, makan dan berkembang biak! Jika itu tidak cukup untuk mengejutkan pikiraan anda, bayangkan diberi tugas untuk membuat seekor binatang peliharaan hidup yang mirip dari karbon, kalsium, hidrogen, oksigen, dsb - bagian-bagian unsur dasar binatang. Jika anda pernah punya seekor binatang peliharaan kesayangan, lumpuh dan mati, anda mungkin punya pengertian ketidak berdayaan yang mungkin menimpa ilmuwan yang paling pandai dan berpengalaman ketika dia punya masalah untuk menciptakan kehidupan. Sebaliknya, alam tidak mempunyai sisi keuntungan yang dibawa manusia pada masalah tersebut. Di alam, hanya ada zat, energi, waktu, perubahan dan hukum fisika - tidak ada kekuatan penuntun, tidak ada maksud dan tidak ada tujuan. Kemudian, bahkan dengan semua pengetahuan manusia modern, perlengkapan canggih, dan berpengalaman, kita masih dibanjiri oleh kerumitan. Hal ini merupakan kenyataan bahwa kita tidak dengan yakin memulai segalanya dari nol dalam masalah ini, karena ada berjuta-juta contoh kehidupan yang sesungguhnya untuk diteliti dengan cermat. Semua makhluk hidup benar-benar rumit. Bahkan "organisme paling sederhana yang hanya bisa tergantung hidupnya, sel bakteri prokaryote merupakan sebuah karya agung dari kerumitan miniatur yang membuat sebuah pesawat ruang angkasa terlihat bertekhnologi rendah." Bagaimanapun, tidak ada yang melebihi kerumitan manusia. Bukan saja setiap orang terdiri dari miliaran molekul dan sel, tetapi otak manusia sendiri dengan berjuta-juta sel membentuk bermiliar-miliar sambungan. Bentuk otak manusia benar-benar mengagumkan dan diluar pengertian kita. Setiap inci kubik dari otak manusia terdiri dari paling The design of the sedikit 100 juta sel saraf disambungkan dengan 10 ribu mil serabut. human brain is truly awesome. (Photo from the Telah dikatakan bahwa tiga pon otak manusia merupakan yang video series, paling rumit dan bahan yang tersusun rapi di seluruh jagat raya ini! ORIGINS.) Jauh lebih rumit daripada komputer, otak manusia mampu menyimpan dan secara kreatif memanipulasi sejumlah besar informasi yang pasti. Kemampuannya dan kekuatannya melebihi pikiran. Semakin banyak kita gunakan, semakin bagus hasilnya. Kemampuan otak bahkan untuk serangga yang paling kecil mengejutkan pemikiran. Bintik kecil dari otak ditemukan pada seekor semut kecil, kupukupu atau lebah memampukan mereka bukan hanya melihat, mencium, merasa dan bergerak, bahkan terbang dengan ketelitian yang luar biasa. Kupu-kupu secara rutin terbang dalam jarak-jarak yang luar biasa. Lebah-lebah dan semut-semut membuat

Gado gado artikel 165

putut_2002@plasa.com hubungan sosial yang rumit, membangun proyek, dan berkomunikasi. Otak-otak kecil ini membuat komputer kita dan ahli elektonik pada penerbangan malu, dengan perbandingan itu. Keajaiban dari tubuh binatang dan manusia jelas tidak ada akhir. Dr. A.E membuat pernyataan yang menimbulkan pemikiran dan kerendahan hati:

Imagine being given the task of constructing any living "Ketika seseorang menganggap bahwa seluruh informasi animal from scratch, using kimia membentuk seorang manusia, seekor gajah, katak, carbon, calcium, water, etc. It atau setangkai anggrek dipadatkan menjadi dua sel boggles the mind. Now reproduksi (sperma dan sel telur), orang hanya bisa imagine miniaturizing the terheran-heran. program to grow it and run it. All the chemical information needed to construct an Sebagai tambahan dari ini, seluruh informasi tersedia elephant is contained in a pada gen untuk memperbaiki tubuh (bukan hanya tiny speck (the fertilized egg membentuknya saja) saat dia terluka. Jika seseorang cell). meminta seorang insinyur untuk menyempurnakan prestasi dari informasi miniaturisasi, orang itu akan dianggap cocok untuk klinik jiwa." Hal ini benar-benar nyata bahwa sebuah mesin secara hati-hati dibuat oleh seorang pembuatnya mencerminkan keberadaan si penciptanya. Sangatlah bodoh menyarankan bahwa waktu dan kesempatan dapat membuat sebuah komputer atau sebuah oven microwave atau bahwa bagian-bagian seseorang dapat membentuk dirinya sendiri menjadi mekanisme yang kompleks ini mengingat fisik zat itu. Jadi, kehidupan ini jauh, bahkan sangat jauh lebih kompleks daripada mesin buatan manusia manapun juga. Semakin para ilmuwan mempelajari kehidupan, semakin mereka terkesan lebih dalam lagi. Alam penuh dengan design yang rumit dan indah. Sebaliknya obyek buatan manusia yang nampak kasar dalam penyelesaiannya dan menggambarkan lebih dekat lagi apa yang mereka pikirkan ( misalnya melalui mikroskop yang kuat), semakin dekat kehidupan dilihat semakin kompleks dan menakjubkan nampaknya. Ahli biologi terus membuat penemuan yang menarik bahkan pada tingkat design dan kompleksitas yang lebih besar. Panet Bumi dipenuhi banyak sekali kehidupan dalam berbagai bentuk, masing-masing dengan tingkat kerumitan yang hebat. Kaum materialis percaya bahwa kehidupan dalam semua bentuknya yang menakjubkan hanya terdiri dari atom dan molekul. Mereka percaya bahwa atom dan molekul ini membentuk jutaan intrik binatang dan tanaman. Pandangan ini lahir pada masa ilmu pengetahuan terdahulu dan lebih naif saat kerumitan yang ekstrim dari sistem kehidupan tidak dimengerti. Bahkan jika alam secara alamiah dapat membangun protein dan enzym digunakan oleh makhluk hidup, pekerjaan ini tidak akan dilakukan. Perlu waktu yang lebih dari ini untuk memproduksi kehidupan. Ada sebuah perbedaan yang sangat besar antara memproduksi blok bangunan dan memproduksi sebuah gedung pencakar langir yang beroperasi penuh dan melayani bangunan bertingkat 100 dari blok-blok bangunan itu. Bangungan memerlukan tenaga pembangun; program memerlukan ahli pembuat program. Hari ini, kebanyakan ilmuwan yakin bahwa kehidupan tidak pernah ada tanpa seorang pembuat yang sangat pandai. [ Jika informasi ini berguna, pertimbangkanlah dalam doa untuk memberi sumbangan guna membantu menutupi biaya-biaya agar menjadikan pelayanan yang membangun iman ini tersedia bagi Anda dan keluarga Anda! Sumbangan bersifat tax-deductible (di Amerika).

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005

Tips Mudah Atasi LUPA
Lupa tidak hanya dialami orang lanjut usia yang memang daya ingatnya sudah menurun tapi seringkali penyakit ini dialami oleh orang-orang yang masih terbilang muda. Agar anda tidak mengalami kesulitan mengingat sesuatu yang kecil dan sederhana, cobalah latihan mental berikut ini untuk menajamkan daya ingat anda: 1. Menjaga pikiran tetap siap Kekurangan tidur, stres, jenuh, tidak ada aktivitas dan alkohol merupakan musuh bagi memori, oleh karena itu stimulus intelektual menjadi kunci meningkatkan daya ingat. Membaca, mengerjakan teka teki silang, merencanakan perjalanan menyenangkan, melakukan hobi atau belajar skil baru seperti komputer dan bahasa asing akaan sangat membantu menajamkan memori. 2. Interaksi sosial Berhubungan sosial dengan teman dan keluarga juga dapat membantu terhindar dari penyakit lupa. Penelitian bahkan menujukan lebih banyak seseorang berinteraksi sosial, semakin kecil mereka mengalami kerusakan fungsi kognitif. 3. Makan makanan peningkat daya ingat Ini mungkin tidak termasuk dalam latihan mental, tetapi wortel mentah dan buah-buahan segar merupakan makanan yang memiliki peran besar menstimulus fungsi otak seperti daya ingat. Gula alam yang terkandung dalam buah-buahan sebenarnya dapat membantu kita berpikir dan mengingat kembali informasi lebih cepat. 4. Olahraga Olahraga aerobik seperti berenang, jalan kaki dan sepeda dapat memompa oksigen ke dalam otot dan meningkatkan aliran darah dalam otak sehingga hasilnya otak lebih mudah mengingat sesuatu. 5. Buat petunjuk sistem memori Karena semakin banyak informasi semakin besar peluang kita menjadi lupa. Untuk mengingatkan diri sendiri mengenai hal-hal penting, cobalah petunjuk memori berikut ini: a. Siapkan agenda atau organizer dekat dengat anda dan segera tulis segala hal penting termasuk tanggal, sesuatu yang perlu dilakukan dan lain-lain sebelum anda lupa. b. Dengar baik-baik informasi penting dan buat catatan kecil untuk mengingatkan apa yang terkait. Kembali sisihkan waktu untuk menuliskannya jika anda perlu. c. Jika anda harus mengembalikan sesuatu atau memberi seseorang sesuatu, simpan ditempat yang selalu anda lihat atau dekat sesuatu yang setiap hari anda bawa, seperti kunci mobil.

Gado gado artikel 167

putut_2002@plasa.com

Tips Praktis Merawat Kemampuan Kreativitas Otak
by: Rima Olivia, EXPERD Consultant Sulit mengeluarkan ide segar saat meeting? Sukar mencari cara terefisien melakukan pekerjaan Anda? Tidak mampu melihat cara lain dari penyelesaian masalah praktis? Keadaan di atas boleh jadi merupakan tanda-tanda benak Anda membutuhkan ‘makanan baru’. Rutinitas pekerjaan, tekanan produksi dan tenggat waktu yang ketat seringkali membuat kita melupakan kesempatan me-recharge baterai alami sekaligus prosesor komputer tercanggih yang kita miliki: Otak. Kebiasaan beraktivitas, pola makan dan teman-teman gaul Anda, perlu diperiksa lagi agar kecanggihan mesin ajaib di tubuh kita ini dalam keadaan terawat. Kebiasaan lama ibarat jalan tol sepanjang 100 km menuju lokasi tujuan yang dilalui oleh ribuan kendaraan. Namun, aktivitas baru dapat dianalogikan dengan jalan setapak sangat mungkin berjarak 50 km ke lokasi yang Anda tuju. Jadi mendengar musik yang itu-itu saja dan membaca surat kabar yang sama setiap hari membuat Anda merasa jalan tol ini adalah rute paling ‘dekat’ menuju tujuan Anda. Berikut ini beberapa tips yang dapat membuat Anda lebih cepat membangun dan menemukan ‘jalan setapak’ baru yang lebih singkat: 4. Baca majalah/ surat kabar / buku dengan topik yang belum pernah Anda kenali sebelumnya. Informasi yang sama sekali baru, adalah bahan bakar dari proses kreatif Anda. 5. Ikuti kelas-kelas keterampilan baru, seperti: kursus fotografi, keterampilan menulis kreatif, kursus mematung, kursus menggambar atau kursus menari India. Aktivitas motorik yang sama sekali baru dapat memberi perspektif baru dalam kegiatan sehari-hari yang Anda jalani. 6. Hasilkan sesuatu: artikel, tulisan, gambar, sketsa dan lukisan. Anda dapat juga membuat coretan berupa simbol-simbol dari alur pekerjaan Anda. Coretan berupa simbol dapat membantu Anda berpikir secara simbolis dan visual. Bila Anda terbiasa berpikir dengan kata-kata, berpikir dengan gambar, akan memudahkan lahirnya ide baru. Perasaan produktif juga dapat memacu Anda untuk menghasilkan hal lain lagi.

7. Lakukan Olahraga ritmis dan bersifat aerobik secara teratur. Berenang, jogging dan
jalan cepat bermanfaat jika kita sedang tersendat saat berpikir suatu masalah. Aktivitas repetitif semacam ini memudahkan kegiatan berpikir di bawah sadar ‘meloncat’ keluar.

8. Nikmati musik. Dengarkan lagu-lagu dari jenis musik yang berbeda dari yang biasa
Anda dengar. Ingin melakukan aktivitas mental yang lebih rumit? Belajar untuk memainkan instrumen musik baru. 9. Memasak. Ini serius! Mengolah makanan yang mentah menjadi sajian yang matang dan menggoda dengan seluruh proses prosedur memasak melibatkan seluruh otak Anda. Jika ingin sekalian menikmatinya, jangan lupakan kerang, ikan laut. Makanan berprotein tinggi, adalah amunisi andalan bagi otak Anda. 10. Bertemu dan bersosialisasi dengan orang baru. Membangun hubungan dengan orang baru menambah persepsi baru tentang hidup dan kehidupan. Pelajari cara orang lain memandang masalah dan menyelesaikannya. 11. Lalui rute baru di perjalanan Anda. Secara aktif mencari jalur alternatif baru selain menambah peluang menghidari kemacetan juga dapat melatih kemampuan keruangan dan daya ingat. Jadi jangan biarkan sel-sel otak Anda diam sehingga lama-kelamaan menyusut. Rawat dan kembangkan kemampuan Anda agar benda ajaib ini dapat berproduksi optimal.

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005

Tumbuhkan Anak Dalam Dua Bahasa
Bikin Anak Kreatif atau Lahirkan Malapetaka? Bukan hanya di Bali, konsep "bilingual baby" menumbuhkan bayi dalam dua bahasa kini sedang jadi trend di AS. Tengoklah ke toko-toko buku, perpustakaan, atau pergi online barang sejenak. Banyak betul produk, mulai dari buku sampai video yang menawarkan program ini di AS. SEBAGIAN bahan tersebut merupakan sumber referensi bagi orangtua, sebagian lagi berupa program singkat-praktis yang dapat dicerna anak. Katakanlah video berdurasi 50 menit yang dirancang untuk memperkenalkan bahasa Portugis untuk anak. Film singkat ini dikemas menarik, mulai dari pemilihan objek, warna, tema, hingga musiknya, sehingga perhatian anak tercuri penuh. Sita, seorang anak berumur 1 tahun, sama sekali tak berkedip memandang anjing yang berguling di atas rumput. Agaknya, ia pun tertarik pada bunyi atau bahasa baru yang didengarnya, yang menyebut "anjing itu sedang bermain" dalam bahasa Portugis. Sekalipun sedang jadi trend, konsep ini memunculkan banyak konsekuensi kontroversial. Dukungan pada konsep ini lahir dari hasil riset yang menunjukkan bayi bilingual umumnya lebih kreatif, kemampuan intelektualnya lebih tinggi, pun dalam problem pemecahan masalah kapasitas mereka konon lebih baik. Di lain pihak, ada yang menyanggah, menganggap konsep ini sebagai niat ambisius yang hanya akan melahirkan malapetaka pada anak yang sedang tumbuh. Yang terjadi bukan "bayi jenius", tetapi anak yang bingung dan terlambat perkembangan bahasanya. "Wong saya yang 35 tahun saja belajar bahasa Inggeris nggak bisa-bisa, apalagi bayi disuruh belajar dua bahasa, bisabisa stres," kata Nyoman. Lalu, benarkah ide memperkenalkan dan menumbuhkan anak dalam dua bahasa adalah hal yang kontraproduktif? Jawabnya tidak. Ketika seorang anak diperkenalkan dua bahasa, otaknya yang sedang tumbuh tidak pernah menyadari bahwa sesungguhnya ia sedang mempelajari dua bahasa yang berbeda. Otak menerima keduanya sebagai satu sistem. Satu bukti yang disodorkan oleh para ahli ialah hasil pemeriksaan otak yang menunjukkan dua bahasa tersebut disimpan dalam tempat yang sama. Lebih Kreatif Proses ini tidak terjadi pada orang dewasa. Katakanlah Nyoman tadi, yang jatuh cinta pada keindahan bahasa Prancis. Otak akan merekam bahasa yang baru dipelajarinya itu pada tempat yang berbeda dengan bahasa ibu, yang ia gunakan dalam percakapan sehari-hari. Melalui ketekunan yang luar biasa, ia dapat saja fasih berbahasa Prancis, namun prosesnya jauh lebih alot ketimbang anak. Bayi memiliki kapasitas yang luar biasa dalam pendengaran. Mereka sanggup membedakan perbedaan-perbedaan bunyi, yang sangat mirip sekalipun, dalam berbagai macam bahasa. Ketajaman itu tak lagi dimiliki oleh orang dewasa. Ketajaman dalam mendengarkan perbedaan tinggi suara, warna suara, dan bunyi-bunyi yang sangat tidak familiar dalam bahasa yang berbeda. Faktor berikutnya ialah struktur mulut, terutama langit-langit yang sedang tumbuh dan demikian elastisnya pada anak-anak. Karenanya, bayi lahir dengan kemampuan menirukan segala bentuk bunyi dalam semua bahasa. Namun, begitu satu atau dua bahasa diserap atau dikuasai, langit-langit pun tumbuh mengadaptasi dengan bahasa dominan tersebut. Dan kemampuan untuk menirukan segala bentuk bunyi menjadi terbatas. Terus, apakah upaya memperkenalkan bayi dengan dua bahasa tidak justru membingungkan bayi? Jawabnya pun, tidak. Hasil observasi para ahli menunjukkan, ada kalanya bahasa anak bilingual terdengar bercampur aduk pada awalnya. Mereka kadangkadang bingung menentukan bahasa mana yang mesti mereka gunakan, dan kapan menggunakannya. Namun, percayalah, sambil memperdalam kemampuan berbahasa, pada usia tiga tahun mereka sanggup menentukan kapan dan dengan siapa satu bahasa mesti digunakan, begitu sebaliknya dengan bahasa yang satunya. Otak mereka yang sangat elastis dan mirip plastik sanggup mengatasi problem ini. Jika memang betul bayi lahir dengan kemampuan menirukan bunyi yang luar biasa, keuntungan apa yang bisa ditarik dari pengembangan sistem bilingual? Riset menyodorkan data bahwa siswa yang menguasai dua bahasa atau lebih punya kemampuan memecahkan persoalan yang lebih tinggi. Demikian pula dengan daya analisis dan skor akademik mereka. Para ahli juga melaporkan anak bilingual lebih kreatif karena mereka terbiasa dengan beberapa pilihan atau jalan untuk mengekspresikan

Gado gado artikel 169

putut_2002@plasa.com perasaan atau pikiran mereka. Dari perspektif sosial, kemampuan ini tentu sangat menguntungkan. Bahasa adalah jembatan, maka, jalur komunikasi menjadi lebih terbuka. Mereka dapat berkomunikasi dengan orang-orang dari kultur dan bahasa yang berbeda. Dengan begitu atmosfir mereka menjadi lebih luas dan kaya.

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 Banyak Pilihan Upaya apa yang bisa dikerjakan untuk menumbuhkan kemampuan ini? Anak bilingual tidaklah harus berasal dari perkawinan campur. Menumbuhkan kemampuan berbahasa Inggris pada anak tidak berarti anak harus besar dan tumbuh di negeri yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa ibu. Terdapat banyak pilihan yang bisa dikerjakan untuk melahirkan kemampuan ini. Melalui Play Group atau kelompok bermain dengan anak-anak yang berbahasa lain. Melalui program sekolah yang memperkenalkan bahasa kedua. Dan, hal ini memang sedang jadi trend. Banyak Play Group sampai Taman Kanak-kanak (TK) yang kini memasukkan bahasa kedua dalam kurikulum mereka. Halini diakui AA Dewi Dharmapatni, Kepala TK Handayani Denpasar Timur. Dari 54 TK di Denpasar Timur, hampir seluruhnya mulai memperkenalkan bahasa Inggris. Menurut Dewi, salah satu media yang sangat efektif ialah buku cerita. Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) wilayah Denpasar Timur telah menerbitkan majalah Kumara Dewata yang memperkenalkan tiga bahasa yakni Bali, Indonesia, dan Inggris. Tema yang diangkat adalah sesuatu yang simpel dan hanya bersifat pengenalan. Dewi mencontohkan, seperti pengenalan bagian tubuh seperti mata, hidung, telinga, kulit, dll. Pun pengenalan lingkungan sekolah atau keluarga sebagai bagian unit kehidupan terkecil anak. "Tentu dalam dosis yang ringan, sebab sifatnya hanya pengenalan," lanjut Dewi. Metode pengajarannya boleh dikata seperti pyramid. Menurut Dewi, jika hanya mendengar maka akan lupa (puncak pyramid), dengan melihat kita akan tahu (tengah pyramid), dengan melakukan misalnya si anak sekaligus menggambar mata sambil mengucapkan "eye"daya ingat terhadap objek menjadi lebih dalam. Dewi mengingatkan, usia anak 2-7 tahun sebagai "masa peka" dalam perkembangan bahasa anak. Maka tak berlebihan jika periode ini juga disebut masa "lapar bahasa", sebab perkembangan bahasa anak sedang demikian pesatnya. Anak sangat rajin dan banyak bertanya dalam fase ini. Karena itu, kesempatan ini sangatlah efektif untuk mengembangakan kosa kata dan menumbuhkan kemampuan berbahasa anak. Selain buku, lagu-lagu asing, acara televisi yang disuguhkan dalam bahasa asing, berbagai permainan yang menggunakan istilah asing, dapat digunakan sebagai jembatan perkenalan.

Gado gado artikel 171

putut_2002@plasa.com

Uluran Musik bagi Tuna-grahita
"Hidup yang terindah adalah ketika ia bisa memperindah kehidupan orang lain". TIDAK semua anak lahir beruntung mendapatkan kesempurnaan karunia Tuhan. Sebagian di antara mereka menderita kelainan yang lalu sering menjadi halangan bagi perkembangannya. Di antara mereka lalu menjadi tunagrahita, mengalami keterbelakangan mental, gangguan emosi ringan, keterlambatan bicara, kekakuan otot ringan, dan lainnya. Sayangnya masih cukup sering muncul anggapan bahwa mereka ini lalu dipandang tidak berguna dan tidak dapat menolong diri sendiri. Padahal dengan melakukan intervensi khusus, kemampuan mereka dapat ditingkatkan. Ilmu kedokteran tentu saja kini telah dapat mengetahui apa penyebab kondisi tunagrahita yang dilihat sebagai kelainan genetik berkaitan dengan kromosom, dan disebabkan karena pembelahan sel pascapembuahan tidak sempurna. Sekadar memberi gambaran situasinya, dewasa ini tunagrahita dapat dikelompokkan dalam tiga kategori. Yang pertama adalah kategori berat (severely retarded), kategori sedang (middle grade), dan kategori ringan (feeble minded). Kategori yang terakhir disebut pula mampu didik, dengan tingkat kecerdasan (IQ) 50 sampai 77. Mereka bisa dikatakan punya inteligensi, penampilan fisik, dan kemampuan bersosialisasi mendekati anak normal. Para ahli sendiri punya keyakinan bahwa semua penyandang kelainan tersebut dapat dididik sesuai dengan keterbatasan kemampuan yang ada pada mereka. Ini pula yang rupanya ada di dalam pemikiran Sekolah Musik Modern Kawai. Pimpinan Sekolah ini, Elizabeth S Honoris, ingin menyumbangkan apa yang ada pada lembaga yang ia pimpin untuk membantu anak- anak tunagrahita ini. Ia tidak mengada-ada, karena pernah ada riwayat seorang anak bernama Leslie di Milwaukee, Amerika Serikat, yang semula diperkirakan akan meninggal karena tunagrahita dan cacat fisik lain, lalu bisa diselamatkan oleh perawat bernama May Lemke. Kisah Joseph P Blank yang dimuat di Reader’s Digest (November 1982) ini demikian menyentuh, karena sang perawat melimpahinya dengan kasih sayang dan membuatnya terekspos pada musik secara intensif. May bahkan membeli piano dan meletakkannya di kamar tidur Leslie. Sampai satu hari tiba-tiba muncul keajaiban ketika terdengar melodi Konserto Piano No 1 Tchaikovsky. Ajaib, karena sebelumnya Leslie tidak pernah bangkit dari tidurnya sendiri. Ia juga tidak pernah duduk sendiri di kursi piano, ia juga tidak pernah memperlihatkan ide untuk menekan tuts piano. Kini tiba-tiba ia memainkan Konserto Tchaikovsky dengan percaya diri. Leslie lalu dianalisa, dan diyakini telah mendengarkan musik dan dengan konsentrasi penuh. Sepeti halnya komputer, otaknya menyimpan setiap komposisi yang datang ke telinganya. Setelah itu, Leslie punya repertoar yang terdiri dari musik klasik, rock, ragtime, countrywestern, dan gospel. Riwayat Leslie ini dikisahkan kembali oleh psikolog Iesye Widodo, pelopor dan pakar terapi musik bagi anak bermasalah dalam sebuah seminar "Metode Pendidikan Musik bagi Kebutuhan Khusus" di Sekolah Modern Kawai di kawasan Pondok Indah, 31 Januari 2004. Iesye Widodo lebih jauh lagi memaparkan kiat bagaimana menggali dan membentuk kepribadian mandiri dan kreatif melalui pendidikan musik bagi anak-anak tunagrahita. Presentasi dihadiri oleh pengamat musik dan orangtua yang memiliki problem dengan anakanaknya yang tunagrahita. Sementara pembicara kedua dalam seminar yang dipandu oleh psikolog Dewiarti Sumantri ini juga menampilkan Dr Adre Mayza, neurolog dan pengajar jurusan pendidikan luar biasa di Universitas Negeri Jakarta. Dalam paparannya, Dr Adre menyampaikan bahwa keberadaan musik sebagai satu alternatif terapi sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu dan hampir di seluruh dunia. Selain meninjau aspek historik, Dr Adre juga menjelaskan bagian otak mana dan bagaimana ia dapat dipengaruhi oleh musik. Ia menyimpulkan bahwa peran otak pada stimulasi musik berkaitan erat dengan fungsi otak pada pengaturan tubuh dalam kehidupan manusia, sehingga terjadi perubahan fisik dan mental pendengarnya. Stimulasi musik juga berdampak langsung secara mekanik melalui gelombang getar yang akan berpengaruh terhadap perubahan potensial permukaan membran, yang akan memperbaiki kondisi fisiologis. Hal itu pada gilirannya juga merangsang fungsi saraf sensorik rasa getar yang berpengaruh terhadap perubahan fungsi koordinasi otot (visuospatial). Karena ada pusat musik di otak, secara neurologis bermusik merupakan satu kebutuhan bagi otak, sebagaimana kebutuhan akan makan dan lainnya

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005

Gado gado artikel 173

putut_2002@plasa.com

Sekitar 15 Persen Penduduk Usia Lanjut Menderita Dementia atau Pikun
Saat ini penduduk yang berusia lanjut (diatas 60 tahun) di Indonesia terus meningkat jumlahnya bahkan pada tahun 2005-2010 nanti diperkirakan menyamai jumlah Balita (usia bawah lima tahun) yaitu sekitar 8,5% dari jumlah seluruh penduduk atau sekitar 19 juta jiwa. Peningkatan itu seiring meningkatnya umur harapan hidup (UHH) yaitu 67 tahun untuk perempuan dan 63 tahun untuk laki-laki. Hal ini mencerminkan salah satu hasil dalam upaya pembangunan kesehatan di Indonesia. Tetapi di sisi lain merupakan tantangan bagi kita semua untuk dapat mempertahankan kesehatan dan kemandirian para lanjut usia agar tidak menjadi beban bagi dirinya, keluarga maupun masyarakat. >Dari jumlah itu sekitar 15% diantaranya mengalami dementia atau pikun, disamping penyakit degeneratif lainnya seperti penyakit kanker, jantung, reumatik, osteoporosis, katarak dan lain-lain. Dementia atau pikun adalah salah satu penyakit yang ditandai gangguan daya pikir dan daya ingat yang bersifat progresif disertai gangguan bahasa, perubahan kepribadian dan perilaku. Demikian penegasan Menkes Dr. Achmad Sujudi ketika membuka Seminar "Tua Boleh, Pikun Jangan" yang diselenggarakan Yayasan Pelita Usila dalam menyambut Hari Lanjut Usia ke-6 di Jakarta tanggal 15 Mei 2004. Dementia atau pikun perlu dikenali dan dipahami cara pencegahannya melalui pola hidup sehat seperti makan dengan gizi seimbang, cukup istirahat dan olah raga, tidak merokok dan lain-lain agar pada saatnya nanti para usia lanjut tidak segera mengalami kepikunan dan masih dapat mandiri bahkan produktif. Lebih lanjut ditegaskan semua orang akan mengalami masa tua atau usia lanjut yang secara alami tidak dapat dihindarkan. Pada usia tersebut akan terjadi kemunduran sel-sel yang dapat mempengaruhi fungsi dan kemampuan sistem tubuh termasuk syaraf, jantung dan pembuluh darah. Berbagai masalah yang dihadapi usia lanjut antara lain penyakit yang biasanya bersifat kronis dan memerlukan penanganan spesialistik sehingga membutuhkan waktu relatif lama dan biaya tinggi. Keterbatasan gerak dan kelincahannya serta usia pensiun yang menyebabkan usia lanjut cenderung menurun dan kemudian akan mempengaruhi mental serta kehidupan sosialnya. Karena itu para usia lanjut membutuhkan perhatian khusus dari keluarganya dan masyarakat. Namun kondisi saat ini menyebabkan para anggota keluarga banyak yang bekerja maupun mempunyai kegiatan di luar rumah menyebabkan para usia lanjut merasa tersisihkan. Sesuai dengan status kesehatannya, kondisi ekonomi, sosial, budaya, pendidikan maupun lingkungannya, usia lanjut mempunyai pola hidup yang berbeda satu dengan lainnya. Dengan demikian kebutuhan usia lanjut pun dapat berbeda, termasuk kebutuhan kesehatannya. Mengingat hal itu, perlu dilakukan pengkajian kebutuhan kesehatan usia lanjut, agar sesuai dengan kebutuhannya. Menkes mengharapkan seminar-seminar berikutnya dapat diselenggarakan dengan topik lain yang berkaitan dengan peningkatan kualitas hidup usia lanjut. Selain itu dapat dikembangkan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan sumber daya manusia melalui pelatihan bagi keluarga, pengasuh usia lanjut, petugas panti wredha, serta penyediaan buku-buku, leaflet, booklet ataupun poster tentang upaya kesehatan lanjut usia. Selain itu Menkes berharap, LSM atau organisasi masyarakat lainnya yang peduli usia lanjut seperti Pelita Usila ini dapat mengembangkan ataupun memfasilitasi pembentukan kelompok usia lanjut binaan sebagai suatu wadah kegiatannya sebagai model kegiatan dalam rangka peningkatan kualitas hidup usia lanjut. Di dalam kelompok, usia lanjut dapat saling berdiskusi tentang pengalaman kesehatannya, saling bertukar pikiran, senam bersama, berdansa/berjoged atau melakukan kegiatan apa saja yang dibutuhkan. Dengan demikian mereka tidak merasa kesepian dan akan mendapatkan banyak pengetahuan tentang kesehatan di samping menerima pelayanan kesehatan secara sederhana yang dilakukan oleh tenaga kesehatan/Puskesmas.

Odag – odag edisi : MIND MANAGENENT 2005 Para usia lanjut yang terpaksa harus tinggal di rumah karena lemah atau pasca perawatan dan membutuhkan perawatan kesehatan dapat dibantu dengan "Perawatan Kesehatan Usia Lanjut di rumah" yang biasa dikenal dengan Home Care melalui pemberdayaan keluarga dan masyarakat. Sementara itu Ketua Panitia Seminar Drg. Kuswartini M. Suhel menyatakan , seminar yang diselenggarakan Yayasan Pelita Usila mengenai kepikunan atau dementia ini merupakan ketiga kalinya. Dalam seminar ke-3 ini akan dibahas 4 topik yaitu Apa yang disebut Pikun akan disampaikan oleh Prof. Dr. Jusuf Misbach, Sp.S (K), FAAN, Dapatkah Pikun Dicegah oleh Dr. Abdul Bar Hamid, Sp.S (K), Bagaimana Memelihara Kesehatan Otak oleh Dr. Adre Mayza, Sp.S (K) dan Bagaimana Merawat Penderita Pikun oleh Dr. Silvia F. Lumempouw, Sp.S (K). Pada akhir sesi akan diperagakan Gerak Latih Otak.

Gado gado artikel 175

putut_2002@plasa.com

A Anak 47, 66, 67, 68, 69, 80, 83, 94, 115, 120, 123, 141, 157, 169, 171 Atasi.................................................159, 167 B Belajar..............8, 14, 19, 41, 62, 66, 80, 168 D Daya ingat..................................................26 Daya Ingat................................................6, 8 G Gejala.......27, 29, 30, 31, 113, 116, 135, 140 I Ingatan....................................................4, 78 K Kamera Untuk Orang Buta........................46 Keajaiban.....................................10, 50, 166 Kiat...........................................................4, 6 L Lansia...........................................................4 Lupa...............12, 26, 27, 29, 30, 43, 44, 167 M Membugarkan Otak.....................................4 MEMPERBAIKI DAYA INGAT...............32
Indeks nih yeee…

Musik 8, 9, 23, 24, 25, 35, 36, 37, 49, 66, 67, 69, 81, 82, 83, 84, 85, 101, 109, 120, 127, 172 N Nasruddin.....................................................3 Nasruddin Hoja Dan Sholat Jumat...............3 O Obat....................11, 20, 46, 68, 80, 115, 116 Otak................................................................ kanan...4, 6, 10, 13, 15, 16, 19, 21, 24, 33, 34, 40, 41, 53, 59, 61, 62, 64, 65, 66, 69, 77, 80, 83, 88, 92, 94, 109, 111, 112, 114, 117, 118, 125, 128, 129, 140, 144, 149, 150, 151, 158, 166, 168, 169, 175 P Penyakit...11, 12, 26, 30, 43, 44, 54, 58, 135, 136, 143, 144, 145, 147, 148, 150 Pikun................................4, 11, 58, 174, 175 S Senam.5, 33, 43, 83, 149, 150, 151, 155, 158 Strategi Mengasah Daya Ingat.................158 T Terapi..........8, 65, 83, 84, 115, 116, 158, 163

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->