P. 1
CR008-10- TAHIYAT AKHIR DAN BACAANNYA

CR008-10- TAHIYAT AKHIR DAN BACAANNYA

3.75

|Views: 31,051|Likes:
Published by api-3764563

More info:

Published by: api-3764563 on Oct 16, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPS, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2014

pdf

text

original

TAHIYAT AKHIR

PENJELASAN TATA CARA SHALAT Bagian 10/13

Yaa_Siin_36@yahoo.co. id

GERAKAN ZAHIR

DALIL TENTANG TATA CARA DUDUK TASYAHUD AKHIR
Dari Muhammad bin Amr bin Atha’, bahwasanya ia duduk dengan sekelompok sahabat Nabi SAW. Lalu kami menyebutkan tentang shalat Nabi SAW, maka Abu Humaid As Sa’idi berkata: “Aku adalah orang yang paling hafal di antara kalian tentang shalat Rasulullah SAW, aku melihat beliau bertakbir seraya menempatkan kedua tangannya sejajar dengan kedua pundaknya. Apabila ruku’ beliau menempatkan kedua tangannya pada kedua lututnya, kemudian beliau meratakan belakangnya (punggungnya). Apabila mengangkat kepalanya, beliau tegak hingga setiap ruas tulang belakang kembali pada tempatnya. Apabila sujud, beliau meletakkan kedua tangannya tanpa menelungkupkan dan tidak pula merapatkannya, dan menghadapkan jari-jarinya ke kiblat. Apabila duduk pada dua rakaat, beliau duduk di atas kaki kirinya dan menegakkan kaki kanannya. Apabila duduk pada rakaat terakhir beliau memajukan kaki kirinya dan menegakkan kaki yang satunya, seraya duduk dengan pantatnya. [Bukhari]

DUDUK TAHIYAT AKHIR YANG BENAR

Kecuali jika ada uzur (halangan), maka boleh tidak menegakkan kaki kanan.

MENUNJUK & MENGGERAKKAN JARI TANGAN

TATA CARA MENUNJUK

Rasulullah menunjuk dengan jarinya, maka beliau meletakkan ibu jarinya pada jari tengahnya. [Muslim dan Abu Uwanah]

Rasulullah membuat lingkaran dengan keduanya (ibu jari dan jari tengah). [Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu’l Jarud, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban]

TATA CARA MENUNJUK
 Dari Amir bin Abdullah bin Zubair dari bapaknya, katanya : “Apabila Rasulullah SAW duduk mendoa (tasyahud dalam shalat) diletakkannya tangan kanan diatas paha kanan, tangan kiri diatas paha kiri. Beliau menunjuk dengan telunjuk, meletakkan ibu jari di jari tengah serta meletakkan telapak tangan kiri di atas lutut.” [Muslim]

 Rasulullah melebarkan telapak tangan yang kiri di atas lututnya, dan menggenggamkan jari-jemari tangan kanan semuanya. Lalu menunjuk ke arah kiblat dengan jarinya yang berada setelah ibu jari (telunjuk) sambil mengarahkan pandangan kepadanya. [Muslim, Abu Uwanah, Ibnu Khuzaimah, Al Humaidi dan Abu Ya’la]

TATA CARA MENGGERAKKAN JARI

Diriwayatkan bahwa beliau SAW membuat lingkaran dengan keduanya (ibu jari dan jari tengah). Dan beliau menggerak-gerakkan jarinya (telunjuknya) sambil berdoa dengannya. [Abu Dawud, Nasa’i dan Ibnu’l Jarud dalam Al Muntaqa, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya, dishahihkan pula oleh Ibnu’l Mulaqqin dan ia mempunyai saksi dalam Ibnu ‘Adi] Perbedaan pendapat tentang hal ini sudah kita jelaskan pada CR008-9 (tahiyat awal)

BACAAN TASYAHUD AKHIR

Bacaan tasyahud awwal adalah sama dengan bacaan pada tasyahud akhir, perbedaannya hanya pada adanya anjuran berdoa sesudah membaca kalimat tahiyat dan shalawat Nabi beserta keluarga beliau. Jadi urutan yang dibaca pada tasyahud akhir adalah: 1. Membaca kalimat tahiyat (salah satu bacaan “attahiyatullillahi…” sebagaimana pada file CR0008-9-Tahiyat Awal)

3. Membaca shalawat atas Nabi Muhammad dan keluarga beliau (salah satu bacaan “allaahumma shalli ‘ala Muhammad…” sebagaimana pada file CR0008-9-Tahiyat Awal)

5. Membaca doa (doa ini boleh sekehendak kita, namun yang dianjurkan adalah berlindung dari 4 perkara)

“Penghormatan dan shalat serta kebaikan itu bagi ALLAH. Wahai Nabi, salam atasmu dan rahmat ALLAH serta berkat-NYA. Salam atas kita dan hamba-hamba ALLAH yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain ALLAH. Akupun bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-NYA.” [dari Ibnu Mas’ud, riwayat Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmed bin Hanbal]

Ya ALLAH, curahkanlah shalawat atas hamba dan Rasul-MU Muhammad, Nabi yang buta huruf. Dan atas keluarganya dan istri-istrinya serta keturunannya, sebagaimana ENGKAU curahkan shalawat atas Ibrahim dan keluarganya. Dan berkatilah Muhammad, Nabi yang buta huruf dan keluarganya beserta keturunannya, sebagaimana ENGKAU memberkati Ibrahim dan keluarganya, di seluruh alam sesungguhnya ENGKAU Maha Terpuji lagi Maha Mulia. [dari Kaab bin Ajrah, riwayat Bukhari, Muslim, Abu Uwanah, Ibnu Abi Syaibah, Abu Dawud dan Al Hakim]

DOA SESUDAH TASYAHUD AKHIR

SUNAT BERDOA SESUDAH MEMBACA TAHIYAT AKHIR
Dari Abdullah bin Mas’ud ra dia berkata: Ketika kami bermakmum di belakang Rasulullah SAW kami membaca: “Keselamatan tetap kepada Allah, keselamatan tetap kepada si fulan.” Suatu hari Rasulullah SAW bersabda kepada kami: Sesungguhnya Allah adalah keselamatan itu sendiri. Jadi apabila salah seorang di antara engkau duduk (membaca tasyahud) hendaknya membaca: “Segala kehormatan, semua rahmat dan semua yang baik itu milik Allah. Semoga keselamatan, rahmat Allah dan berkah-Nya dilimpahkan kepadamu, wahai Nabi. Semoga keselamatan dilimpahkan kepada kami dan kepada para hamba Allah yang saleh.” Apabila dia telah membacanya, maka keselamatan itu akan menyebar kepada semua hamba Allah yang saleh baik yang di langit maupun yang di bumi. (kemudian membaca): “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad hamba-NYA dan Rasul-NYA” kemudian berdoalah sesukanya. [Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmed bin Hanbal]

1

DOA SESUDAH TAHIYAT AKHIR

“Ya ALLAH, aku berlindung kepada-MU dari siksa neraka, siksa kubur, fitnah dimasa hidup dan sesudah mati, dan dari fitnah Al Masih Ad Dajjal.” [dari Abu Hurairah, riwayat Bukhari & Muslim]

2

DOA SESUDAH TAHIYAT AKHIR

“Ya ALLAH, aku berlindung kepada-MU dari siksa kubur, dan aku berlindung kepada-MU dari fitnah Al Masih Ad Dajjal. Dan aku berlindung kepada-MU dari fitnah dimasa hidup dan sesudah mati. Ya ALLAH, aku berlindung kepada-MU dari dosa dan hutang.” [dari Aisyah, riwayat Bukhari & Muslim]

3

DOA SESUDAH TAHIYAT AKHIR

“Ya ALLAH, ampunilah dosaku yang telah lampau dan yang akan datang, yang tersembunyi dan yang terang-terangan dan berlebih-lebihan serta yang lebih ENGKAU ketahui daripada aku. ENGKAU yang mendahulukan dan ENGKAU yang mengakhirkan. Tidak ada Tuhan selain ENGKAU.” [dari Ali bin Abu Thalib, riwayat Muslim]

4

DOA SESUDAH TAHIYAT AKHIR

“Ya ALLAH, sesungguhnya aku telah berbuat aniaya kepada diriku dengan penganiayaan yang banyak dan tiada yang bisa mengampuni dosa selain ENGKAU. Maka ampunilah aku dengan ampunan dari-MU dan kasihanilah aku, sesungguhnya ENGKAU Maha Pengampun lagi Penyayang.” [dari Abdullah bin Amr Ibnu Ash & Abu Bakar Siddiq, riwayat Bukhari & Muslim]

Bersambung ke:

 Bagian

11: “Qunut’”

Ditulis bersama:

dan

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->