Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR

)

B.7

Materi Pengaturan Kotamadya Jakarta Barat

kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi. Karena keterbatasan daya dukung lahan maka pada kawasan perkotaan diupayakan adanya intensifikasi lahan pada lahan dengan kepadatan penduduk atau kegiatan tinggi, dilakukan ekstensifikasi pada kawasan cadangan pengembangan kawasan perkotaan. Pengembangan tersebut diupayakan semaksimal mungkin sesuai dengan potensi yang ada. Namun perlu dijaga agar pengembangan kawasan perkotaan tidak meluas dan mengganggu kawasan dengan fungsi lindung. Pengembangan di kawasan perkotaan terutama di pusat kota tetap memperthatikan agar kekompakan penggunaan lahan terjaga dan tidak menjadi homogen. Kebijakan kawasan budidaya dibagi menjadi beberapa sektor, diantaranya yaitu :

B.7.1 Tujuan, Kebijakan dan Strategi Kecamatan Grogol Petamburan B.7.1.1 Tujuan
Rencana rinci tata ruang Kecamatan Kecamatan Grogol Petamburan merupakan wujud pemanfaatan ruang yang menggambarkan susunan lokasi pusat perdagangan jasa dan ikatan fungsi antar sub-sub pusat kegiatan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Sesuai dengan hasil identifikasi serta kecenderungan struktur tata ruang masa depan yang akan terbentuk maka tujuan rencana rinci tata ruang Kecamatan Grogol Petamburan yaitu : Menyiapkan dan mengarahkan Kecamatan Grogol Petamburan sebagai Pusat DKI Jakarta dan sebagai pusat perdagangan dan jasa Kotamadya Pendidikan provinsi

Jakarta Barat dengan membangun sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan pendidikan dan perdagangan dan jasa. Memenuhi kebutuhan perumahan dengan membangun rumah susun sederhana sewa tingkat tinggi di Kelurahan Wijaya Kusuma dan Jelambar Baru yang mengacu pada Peraturan Menteri PU No. 5 tahun 2007. Meningkatkan kondisi dan kapasitas jaringan jalan regional yang berguna memantapkan fungsi Kecamatan Grogol Petamburan sebagai salah satu pusat pergerakan Kota madya Jakarta Barat dan Tangerang. Mewujudkan Kecamatan Grogol Petamburan sebagai kawasan pendukung kelengkapan Peningkatan layanan sarana jalan dengan pelebaran jalan-jalan utama. Mewujudkan pembangunan dan pengembangan Kecamatan Grogol Petamburan yang fasilitas dan utilitas di Jakarta Barat.

1)
-

Sektor Perumahan Penerapan penggunaan campuran dalam rangka mengintesifkan penggunaan Program perbaikan lingkungan dan permajaan lingkungan pada kawasan kumuh Pembangunan rumah susun sederhana untuk memenuhi kebutuhan perumahan Sektor Perdagangan dan Jasa
-

lahan dan bangunan, baik secara vertikal maupun horisontal

2)

Pengembangan sistem ribbon sedikit dibatasi, kecuali pada sisi – sisi jalan yang

mengalami peningkatan fungsi dan kualitas dengan memperhatikan kelancaran arus lalu lintas dengan pemenuhan penyediaan tempat parkir Pengembangan pada sentra – sentra lokal diprioritaskan untuk mengurangi Program perbaikan lingkungan dan peremajaan lingkungan pada wilayah yang Sektor Industri Membatasi kegiatan industri dengan hanya memperbolehkan pada kegiatan dan merelokasi kegiatan industri yang tidak sesuai dengan industri rumahan kemacetan lalu lintas cukup padat serta pembangunan baru pada lahan yang relatif kosong

berpihak pada kepentingan masyarakat, dengan memposisikan peran masyarakat sebagai pemrakarsa pembangunan, Memanfaatkan peluang dan mampu menempatkan kendala pengembangan sebagai

3)

komponen modal dasar pengembangan dan pembangunan Kecamatan Grogol Petamburan guna mewujudkan kehidupan yang lebih baik.

kegiatan industri tersebut

B.7.1.2 Kebijakan B.7.1.2.1 Kawasan Budidaya
Kawasan budidaya merupakan kawasan yang dikembangkan secara intensif dengan pusat pengembangan yang ada di Kecamatan Grogol Petamburan, secara umum pengembangan tersebut berorientasi pada optimalisasi sumber daya dan tetap mempertahankan kelestarian lingkungan guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Strategi rencana kawasan budidaya berdasarkan ciri kegiatan perkotaan adalah Kawasan perkotaan merupakan kawasan yang mempunyai arahan kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi

4)
-

Sektor Ruang Terbuka Hijau Melaksanakan dan mencadangkan serta mengamankan ruang terbuka hijau sepanjang kali dan memanfaatkannya untuk taman dan hortikultura yang dapat dinikmati masyarakat. Mengadakan penghijauan maksimum pada pekarangan-pekarangan individu Mengadakan penghijauan maksimum pada ROW (lebar badan jalan) arteri dan melalui program penyuluhan pembinaan. kolektor.
III-36

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

5)
-

Sektor Transportasi Peningkatan dan pembangunan jalan arteri dan kolektor arah timur – barat Pengembangan jaringan jalan kolektor pada setiap kelurahan dengan ataupun utara – selatan memperhatikan kualitas dan kapasitas

B.7.1.2.2 Kawasan Strategis
Pengembangan kawasan diprioritaskan karena keberadaannya dapat mendukung pengembangan sekktor strategis di atasnya dengan berdasar atas pertimbanganpertimbangan. Pengembangan kawasan tersebut mempunyai dampak regional maupun nasional karena memiliki kontribusi tinggi. Pengembangan sektor sosial ekonomi di atasnya membutuhkan lahan dalam skala besar. Sektor yang akan dikembangkan mempunyai prioritas tinggi dalam lingkup regional dan nasional. Kawasan memliki prospek ekonomi yang cerah untuk menarik investasi dan memacu pengembangan wilayah sekitar. Pengembangan secara intensif potensi sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan. Pengembangan prasarana perhubungan yang lebih dapat diandalkan. Peningkatan hubungan sosial ekonomi dengan pusat kegiatan terdekat.

6)
-

Sektor Fasilitas Umum Pengembangan dan peningkatan fasilitas umum, baik kuantitas maupun kualitas Guna mengatasi keterbatasan lahan, masih dimungkinkan untuk pengembangan

secara vertikal dan penggabungan kegiatan lainnya yang sejenis dalam satu bangunan

7)
-

Sektor Utilitas Umum Penambahan gardu-gardu listrik dan penambahan/peningkatan jaringan pelayanan listrik serta lampu-lampu penerangan jalan Penambahan telepon umum pada lokasi-lokasi strategis Koordinasi terpadu antara PLN, Telkom dan Pemda DKI Jakarta dalam Sektor Air Minum dan Sumber Air Bersih Menambah/memperluas jaringan air bersih dan meningkatkan kualitas jaringan pipa – pipa induk dan distribusi Penganjuran pengurangan penggunaan air tanah guna mengatasi penurunan Penambahan hydrant umum Sektor Drainase dan Pengendalian Banjir Melaksanakan normalisasi sungai dan saluran drainase serta mengamankan tepian sungai dari kegiatan yang dapat menganggu fungsi sungai (pengamanan terhadap bangunan liar dan pembuangan sampah) Melaksanakan pembangunan/peremajaan drainase makro dan mikro ke dalam Sektor Sanitasi dan Sampah Pengadaan septick tank kelompok pada lokasi-lokasi permukiman yang dihuni oleh penduduk yang berpenghasilan rendah. Sistem perencanaan yang dipakai yaitu perencanaan yang diintegrasikan terhadap sistem sewerage. Meningkatkan kondisi MCK yang ada serta pengadaan baru sesuai kebutuhan Pengelolaan sampah dengan menyediakan container dan dipo-dipo sampah sistem pengendalian banjir makro muka air tanah dan intruisi air laut
-

B.7.1.2.3 Penanganan Lingkungan
Strategi penanganan kawasan ini dititik beratkan pada pemeliharaan lingkungan guna mempertahankan ekosistem setempat dan kelestarian lingkungan alam. Hal ini termasuk juga pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup serta peraturan tentang adanya penetapan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).

perencanaan dan pelaksanaan pengadaan instalasi listrik, telepon dan gas

8)

B.7.1.3 Strategi
Strategi rencana rinci tata ruang Kecamatan Grogol Petamburan adalah : Meningkatkan peran dan fungsi serta menata pusat-pusat kegiatan yang sudah Memperbaiki dan merencanakan kawasan-kawasan yang cenderung kumuh dengan Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH khususnya di Merealisasikan pembangunan sarana dan prasarana yang mampu berkembang. membangun rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya. bantaran sungai, pinggiran Jalan Rel kereta api yang dijadikan permukiman kumuh. meningkatkankapasitas perdagangan dan jasa . Merealisasikan pembangunan jalan lingkungan di dalam lingkungan yang telah berkembang guna menyediakan ruang perumahan kota yang dapat menampung perkembangan penduduk.

9)

10)

B.7.2 Rencana Pengelolaan Kependudukan Kecamatan Grogol Petamburan
Berdasarkan perkembangan wilayah yang semakin pesat di Kecamatan Grogol Petamburan maka diperlukan rencana pengelolaan kependudukan yang tepat dengan menggunakan perhitungan berdasarkan daya tampung penduduk pada tahun 2030. Sesuai hasil perhitungan
III-37

lingkungan permukiman padat. sesuai kebutuhan.

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

analisis

kependudukan dengan metode daya tampung menunjukkan

bahwa dengan

B.7.3.2 Pusat Kegiatan Sekunder Pusat Kegiatan Sekunder di Kecamatan Grogol Petamburan antara lain adalah : a. RS.Sumber Waras dengan kegiatan pelayanan kesehatan b. Roxy Square dengan kegiatan pelayanan perdagangan dan jasa c. Univ.Trisakti (Fakultas Kedokteran Gigi) dengan kegiatan pelayanan pendidikan

menggunakan KDB, KLB, serta standar luas kavling ideal, maka jumlah daya tampung penduduk ideal Grogol Petamburan direncanakan sebesar 286.462 jiwa dengan jumlah kepadatan penduduk sebesar 254 jiwa/ha, dengan kepadatan tertinggi terdapat di Kelurahan Jelambar Baru sebesar 382 jiwa/ha, maka untuk mengatasi keterbatasan lahan Kecamatan Grogol Petamburan direncanakan dengan membangun perumahan secara vertikal. Sedangkan rumah – rumah kumuh yang masih terdapat di Kecamatan Grogol Petamburan akan dihilangkan. Pembangunan wisma kecil akan dibatasi di Grogol Petamburan. Kepadatan permukiman direncanakan tidak terlalu padat/sedang untuk menjaga kelayakan sebagai kawasan tempat tinggal. Untuk lebih jelasnya mengenai daya tampung penduduk tahun 2030 di Kecamatan Grogol Petamburan dapat dilihat pada Tabel 7.1 Tabel 7.1 Rencana Jumlah dan Kepadatan Penduduk Kecamatan Grogol Petamburan Tahun 2030
No Kelurahan Penduduk 2006 27,209 18,105 35,874 27,619 41,092 26,683 36,715 213,297 Daya Tampung Penduduk 2030 36,542 24,315 48,180 37,093 55,187 35,836 49,309 286,462 Kepadatan Penduduk 2006 204 133 191 225 284 102 255 189 2030 274 178 257 303 382 137 343 254

B.7.3.3 Pusat Kegiatan Tersier
Pusat Kegiatan Tersier di Kecamatan Grogol Petamburan antara lain adalah : a. Kantor Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Barat dengan kegiatan pelayanan kebencanaan b. Ukrida dan BPK Penabur dengan kegiatan pelayanan pendidikan c. Pusat Perkantoran Sentra Latumenten dengan kegiatan pelayanan perdagangan dan jasa

B.7.3.4 Pusat Kegiatan Sub Tersier
Pusat Kegiatan Sub Tersier di Kecamatan Grogol Petamburan antara lain adalah : a. Pasar Tomang Barat, Pasar Grogol dan Pasar Wijaya Kusuma dengan kegiatan pelayanan perdagangan dan jasa b. Kantor Kecamatan Grogol Petamburan dengan kegiatan pelayanan pemerintahan c. YP Pendidikan Yadika, SMPN 89, Madrasah Aliyah Al Isra dengan kegiatan pelayanan pendidikan Untuk lebih jelasnya mengenai rencana struktur ruang Kecamatan Grogol Petamburan tahun 2030 dapat dilihat pada Tabel 7.2

1 2 3 4 5 6 7

Tanjung Duren Utara Tanjung Duren Selatan Tomang Grogol Jelambar Wijaya Kusuma Jelambar baru Jumlah

Sumber : Hasil Rencana

B.7.3 Rencana Struktur Ruang Kecamatan Grogol Petamburan B.7.3.1 Pusat Kegiatan Primer
Pusat Kegiatan Primer di Kecamatan Grogol Petamburan antara lain adalah : a. Universitas Tarumanegara dan Trisakti dengan kegiatan pelayanan pendidikan b. Mall Ciputra, Mall Taman Anggrek dan Podomoro City dengan kegiatan pelayanan perdagangan dan Jasa c. Terminal bus Grogol dengan kegiatan jasa pelayanan transportasi d. RS.Jiwa Grogol dan RS.Royal Taruma dengan kegiatan Pelayanan Kesehatan
III-38

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Tabel 7.2 Rencana Struktur Ruang Kecamatan Grogol Petamburan
Lokasi Persimpangan Grogol dan sekitarnya Fungsi Pelayanan kegiatan pendidikan, kesehatan, transpotasi, komersil yaitu adanya pusat perkantoran serta perdagangan dan Jasa Jl.S.Parman Pelayanan Perdagangan dan Jasa Pelayanan kegiatan kesehatan serta perdagangan dan jasa Pelayanan perdagangan dan jasa Pelayanan kegiatan Pendidikan, Perdagangan dan Jasa serta pelayanan terhadap bencana kebakaran Jl. Kyai Tapa (antara RS.Sumber Waras dan Roxy Square) Jl. Latumenten Jl. Tanjung Duren Utara Keterangan Univ. Trisakti dan Univ Tarumanegara RS.Jiwa Grogol dan RS.Royal Taruma Mal Ciputra Terminal Bus Grogol Mall Taman Anggrek Podomoro City RS. Sumber Waras Roxy Square Rukan Sentra Latumenten Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Barat YP.BPK Penabur Banian Boulevard Hotel Kantor Kecamatan Grogol Petamburan Kantor Kelurahan Tanjung Duren Utara Pasar Tomang Barat Pasar Grogol Pasar Inpres Jelambar Skala/Kekhasan Pusat kegiatan pelayanan kesehatan dan pendidikan skala Nasional

B.7.4 Rencana Transportasi Kecamatan Grogol Petamburan
Rencana pengembangan jaringan jalan di Kecamatan Grogol Petamburan adalah sistem jaringan jalan, simpang susun, fasilitas pejalan kaki dan jembatan penyeberangan. Pengembangan transportasi di Kecamatan Grogol Petamburan mempertimbangkan faktor-faktor berikut : a. b. c. d. e. Pembangunan jalan baru disesuaikan dengan program DKI Jakarta keseluruhan Perbaikan/pelebaran jalan sesuai dengan prioritas pengembangan, dikaitkan Pengembangan jalan layang pada persimpangan yang diperkirakan akan Pengembangan angkutan umum kapasitas besar dengan pembatasan serta dikaitkan dengan peremajaan lingkungan
Pusat kegiata pelayanan perdagangan dan jasa skala Nasional Pusat kegiatan pelayanan kesehatan serta perdagangan skala Provinsi Pusat kegiatan pelayanan perdagangan dan jasa skala kota Pusat kegiatan pelayanan pendidikan, perdagangan dan jasa, penanggulangan kebencanaan skala Kota

dengan usaha mengatasi kemacetan lalu-lintas menimbulkan kemacetan yang parah kendaraan pribadi Penyediaan angkutan umum dengan memberikan kebebasan memilih bagi penumpang dengan peningkatan kecepatan perjalanan serta peningkatan sarana-sarana pemberhentian f. g. h. i. j. Pembatasan daerah operasi angkutan yang dikaitkan dengan perencanaan route Pematasan jalur dan jam operasi angkutan barang skala besar, agar tidak Penyediaan parkir di luar jalan dan pengawasan pelaksanaan pengadaan parkir Perbaikan, pengembangan dan pengadaan sarana pejalan kaki, dikaitkan Pengaturan route angkutan umum untuk mempercepat waktu perjalanan dan kendaraan umum untuk kemudahan penumpang

-

Jl. Tanjung Duren Raya

Pelayanan kegiatan pemerintahan dan perdagangan Pelayanan kegiatan pemerintahan dan perdagangan Pelayanan kegiatan perdagangan Pelayanan kegiatan perdagangan

-

Pusat kegiatan pelayanan pemerintahan dan perdagangan skala Kecamatan Pusat kegiatan pelayanan pemerintahan dan perdagangan skala Kecamatan Pusat kegiatan pelayanan perdagangan skala Kecamatan Pusat kegiatan pelayanan perdagangan skala Kecamatan

memperlambat kecepatan lalu lintas bangunan umum untuk menghapus parkir di tepi jalan dengan pelebaran dan pembangunan jalan baru megurangi biaya perjalanan, dikaitkan dengan tempat-tempat pemberhentian/halte Sistem jaringan jalan di Kecamatan Grogol Petamburan hingga tahun 2030 direncanakan sebagai berikut :

Jl. Tanjung Duren Raya

-

Jl. DR. Muwardi 2 Jl. Inpres

-

Sumber : Hasil Rencana 2009

III-39

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

B.7.5.1 Persampahan
Tabel 7.3 Rencana Jaringan Jalan Kecamatan Grogol Petamburan Tahun 2030
No Nama jalan Tingkatan jalan Tol/Arteri Primer Arteri Sekunder Arteri Primer Tol Arteri Sekunder Arteri Sekunder Arteri Sekunder Arteri Sekunder Arteri Sekunder Arteri Sekunder Kolektor Primer Kolektor Primer Kolektor Primer Kolektor Primer Kolektor Primer Kolektor Primer Kolektor Primer Kolektor Primer Kolektor Primer 2006 69 40 50 52 40 47 16 21 21 10 6 8 7 6 8 7 7 9 8 2030 85 47 60 52 50 50 26 26 26 18 12 12 12 12 12 12 12 12 12

Rencana pengelolaan persampahan di Kecamatan Grogol Petamburan adalah sebagai berikut: Program pemilahan sampah sebelum dibuang ke LPS (Lokasi pembuangan sampah) melalui pemilahan sampah organik (basah) dan non-organik (kering) akan memudahkan proses pembuatan kompos sebelum dibakar di dalam insinerator; Pengembangan prasarana sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) dan dilakukan Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan penerapan Meningkatkan mutu, kapasitas dan jumlah armada sampah yang dapat masuk Mencegah dan menindak tegas pembuangan sampah ke sungai, saluran. Caranya dengan teknologi tepat guna; konsep 3R (reduced, reused, recycling); kelingkungan yang padat penduduk; dengan mencegah tumbuhnya perumahan liar,bedeng di sepanjang tepi sungai.

1 Jl.S.Parman 2 Jl.Tomang Raya 3 Jl.Prof.DR.Latumenten 4 Jl.Tol Jakarta-Merak 5 Jl.Daan Mogot 6 Jl.Kyai Tapa 7 Jl.Tubagus Angke 8 Jl.Tanjung Duren Raya 9 Jl.Tanjung Duren Utara 10 Jl.Arjuna Utara 11 Jl.Tanjung Duren Timur 11 Jl.Jelambar Baru 12 Jl.Jelambar Selatan 2 13 Jl.Jelambar Utama 1 14 Jl.Jelambar Utama Sakti 15 Jl.Amanah 16 Jl.Indraloka 2 17 Jl.DR.Muwardi Raya 10 Jl.DR.Susilo Raya Sumber : Hasil Rencana 2009

B.7.5.2 Drainse dan Pengendali Banjir
Rencana pengendalian drainase di Kecamatan Grogol Petamburan adalah sebagai berikut : Melaksanakan normalisasi sepanjang aliran sungai dan mengamankan sungai dari kegiatan yang dapat menggangu fungsinya (Pengamanan terhadap bangunan liar dan pembuangan sampah); Penataan kembali (GSS) garis sempadan sungai sejalan dengan penataan sungai Peningkatan dan pengembangan fungsi situ-situ sebagai lokasi tempat penampungan air Pengerukan sampah di sepanjang kali yang bisa menimbulkan banjir.

B.7.5 Rencana Pengembangan Utilitas Kecamatan Grogol Petamburan
Rencana pengembangan utilitas di Kecamatan Grogol Petamburan memperhatikan jejaring yang telah ada dan peningkatan kebutuhan, diantaranya adalah : Pembatasan pemakaian air tanah terutama di zona kritis air tanah agar terpeliharanya Perluasan jaringan pelayanan air bersih melalui peningkatan distribusi yang belum sumber daya air tanah dan air permukaan sebagai air baku terlayani air bersih terutama di pemukiman yang padat penduduk Perluasan kawasan resapan air melalui penambahan ruang terbuka hijau (RTH) Peningkatan kualitas air bersih yang layak bagi penduduk

menurut fungsinya yaitu sebagai pengendali banjir, drainase dan penggelontor; di Kelurahan Grogol dan Tanjung duren utara;

Sistem jaringan drainase yang diusulkan mengikuti sistem hierarki jalan sebagai berikut : Saluran primer yang merupakan saluran yang akan mengalirkan air ke saluran alam atau sungai yang ada. Ditempatkan pada setiap jalan primer. Bentuk penampang berupa saluran segiempat tertutup pada kawasan yang relatif padat untuk menghindari masuknya sampah dan mencegah terjadinya genangan air pada permukaan jalan. Bentuk penampang saluran segi empat terbuka pada kawasan yang relatif kosong.
III-40

Berikut ini adalah rencana pengembangan jaringan utilitas di Kecamatan Grogol Petamburan yang meliputi jaringan listrik, persampahan, air bersih, telekomunikasi dan air limbah

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

-

Saluran sekunder yang merupakan saluran yang mengalirkan air ke saluran primer.

minum pejompongan. Untuk lebih jelasnya mengenai rencana kebutuhan air bersih di Kecamatan Grogol Petamburan tahun 2030 dapat dilihat pada Tabel 7.4

Ditempatkan pada setiap jalan sekunder. Saluran pelimpasan utama menggunakan drainase primer atau jaringan sungai terdekat. Bentuk penampang saluran adalah trapesium terbuka. Saluran tersier yang merupakan saluran yang mengalirkan air ke saluran sekunder. Saluran ini berfungsi sebagai saluran penampung aliran dari limpasan air hujan baik dari halaman maupun dari permukaan jalan. Ditempatkan pada setiap jalan lingkungan. Bentuk penampang saluran adalah segi empat atau setengah lingkaran.

Tabel 7.4 Analisis Proyeksi Air Bersih Kecamatan Grogol Petamburan Tahun 2030
No 1 2 3 4 5 6 7 Kelurahan Tanjung Duren Utara Tanjung Duren Selatan Tomang Grogol Jelambar Wijaya Kusuma Jelambar baru Penduduk (jiwa) 36,542 24,315 48,180 37,093 55,187 35,836 49,309 286,462 Kebutuhan Air Bersih ( Ltr/Hr) 6,394,897 4,255,195 8,431,420 6,491,258 9,657,800 6,271,271 8,629,080 50,130,922 Kebutuhan Air Bersih ( M3/Hr) 6,394.90 4,255.20 8,431.42 6,491.26 9,657.80 6,271.27 8,629.08 50,130.92

B.7.5.3 Listrik
Rencana pengembangan jaringan listrik dengan indikasi-indikasi pengembangan tersebut merupakan suatu terapan pada kesesuaian pembangunan pada setiap kawasan yang membutuhkan pemerataan pelayanan, dengan tujuan agar sistem jaringan listrik pada Kecamatan Grogol Petamburan dapat berfungsi dengan baik serta memperindah lingkungan sekitar. Adapun rencana pengembangan adalah, sebagai berikut : Rencana pemenuhan kebutuhan listrik untuk rumah susun sewa (Rusunawa) Meningkatkan pembangunan sistem jaringan listrik yang aman untuk kawasan Peningkatan kebutuhan listrik akibat pertambahan penduduk dan kegiatan Mempertahankan dan menata kondisi sistem jaringan listrik yang telah ada serta

perumahan terutama mencakup kawasan pemukiman padat

Jumlah Sumber : Hasil Rencana

memperbaiki kendala-kendala yang terjadi pada sistem jaringan listrik tersebut

B.7.5.6 Rencana Sistem Pembuangan Air Limbah
Rencana sistem pembuangan air limbah di Kecamatan Grogol Petamburan tahun 2030 adalah dengan sistem on-site. Diperkirakan tahun 2030 akan dihasilkan air limbah sebesar 14.717 ltr/hari yang berasal dari air limbah perumahan dan perdagangan/jasa. Untuk lebih jelasnya mengenai timbulan air kotor (sludge) di Kecamatan Grogol Petamburan tahun 2030 dapat dilihat pada Tabel 7.5 Tabel 7.5 Timbulan Limbah Air Kotor Kecamatan Grogol Petamburan Tahun 2030
No Kelurahan Penduduk ( jiwa) Timbulan Air Limbah ( M3/Hr)) 5,115.92 3,404.16 6,745.14 5,193.01 Timbulan Sludge ( Ltr/Hr) Timbulan Sludge ( M3/Hr)

B.7.5.4 Telekomunikasi
Rencana jaringan telekomunikasi di Kecamatan Grogol Petamburan adalah sebagai berikut : Pengembangan sistem pelayanan telekomunikasi melalui penerapan teknologi telekomunikasi yang memadai; Pembangunan jaringan telekomunikasi baru pada kawasan pemukiman padat, dengan Menciptakan jaringan telekomunikasi yang aman dan menjaga struktur lingkungan kota tujuan untuk memfasilitasi masyarakat dalam melakukan aktifitas bersosial; di Kecamatan Grogol Petamburan.

B.7.5.5 Rencana Jaringan Air Bersih
Rencana jaringan primer pipa air bersih di Kecamatan Grogol Petamburan tahun 2030 adalah melintasi jalan-jalan S.Parman/Latumenten, Jl.Tubagus Angke, Jl.Daan Mogot/Kyai Tapa, Jl.Tomang Raya. Kebutuhan air bersih untuk tahun 2030 di Kecamatan Grogol Petamburan tahun 2030 adalah sebesar 50.130,92 ltr/hari, kebutuhan tersebut dipenuhi dari instalasi air

1 2 3 4

Tanjung Duren Utara Tanjung Duren Selatan Tomang Grogol

36,542 24,315 48,180 37,093

2,521 1,678 3,324 2,559

2.52 1.68 3.32 2.56 III-41

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Rencana pengembangan fasilitas kesehatan di Kecamatan Grogol Petamburan berdasarkan
No 5 6 7 Kelurahan Jelambar Wijaya Kusuma Jelambar baru Penduduk ( jiwa) 55,187 35,836 49,309 286,462 Timbulan Air Limbah ( M3/Hr)) 7,726.24 5,017.02 6,903.26 40,104.74 Timbulan Sludge ( Ltr/Hr) 3,808 2,473 3,402 19,766 Timbulan Sludge ( M3/Hr) 3.81 2.47 3.40 19.77

hasil analisis proyeksi fasilitas kesehatan yang masih kurang memadai jumlahnya, maka dengan demikian rencana pengembangan fasilitas kesehatan di Kecamatan Grogol Petamburan lebih di utamakan untuk fasilitas kesehatan yang masih kurang dan diperlukan lagi penambahan lahan dan bangunan fasilas kesehatan.

Jumlah Sumber : Hasil Rencana

B.7.6 Rencana

Pengembangan

Fasilitas

Umum

dan

Sosial

Kecamatan

Grogol
Tabel 7.7 Rencana Fasilitas Kesehatan Kecamatan Grogol Tahun 2030
No 1 2 3 4 5 6 7 8 Rincian Jenis Fasilitas Balai Pengobatan BKIA Rumah Bersalin Puskesmas Pembantu Puskesmas Rumah Sakit Wilayah Tempat Praktek Dokter Apotik Standar Kebutuhan (Jiwa) 3,000 10,000 30,000 30,000 30,000 480,000 6,000 30,000 Luas Lahan (m2) 200 1,600 3,000 500 650 10,000 150 400 Kebutuhan Sarana (Unit) 2030 95 29 10 10 10 0 48 10

Petamburan
Rencana Pengembangan fasilitas umum dan sosial di Kecamatan Grogol Petamburan terdiri dari empat jenis fasilitas, yaitu : Fasilitas Pendidikan Fasilitas Kesehatan Fasilitas Peribadatan Fasilitas Olah Raga

B.7.6.1 Pendidikan
Rencana pengembangan fasilitas pendidikan di Kecamatan Grogol Petamburan lebih di utamakan untuk fasilitas pendidikan yang masih kurang dan diperlukan lagi penambahan lahan dan bangunan fasilitas pendidikan. Rencana pengembangan fasilitas pendidikan di Kecamatan Grogol Petamburan akan lebih diarahkan untuk tingkat TK yang berdasarkan analisis proyeksi fasilitas pendidikan tersebut jumlahnya masih kurang dan masih diperlukan penambahan beberapa fasilitas pendidikan. Tabel 7.6 Rencana Fasilitas Pendidikan Kecamatan Grogol Petamburan Tahun 2030
Rincian Jenis Fasilitas 1 TK 2 SD 3 SLTP 4 SLTA Sumber : Hasil Rencana No Standar Kebutuhan (Jiwa) 1,250 2,500 15,000 30,000 Luas Lahan (m2) 170 3,000 4,000 4,800 Kebutuhan Sarana (Unit) 2030 229 115 19 10

Sumber : Hasil Rencana

B.7.6.3 Peribadatan
Rencana pengembangan fasilitas peribadatan di Kecamatan Grogol Petamburan lebih di utamakan untuk fasilitas peribadatan yang masih kurang dan diperlukan lagi penambahan lahan dan bangunan serta perbaikan fasilitas peribadatan. Rencana pengembangan fasilitas peribadatan di Kecamatan Grogol Petamburan akan lebih diarahkan untuk fasilitas peribadatan pura yang berdasarkan analisis proyeksi fasilitas peribadatan tersebut jumlahnya masih kurang dan masih diperlukan penambahan sedangkan untuk fasilitas peribadatan lainnya hanya pada rencana perbaikan dan peremajaan. Tabel 7.8 Rencana Fasilitas Peribadatan Kecamatan Grogol Tahun 2030
No Rincian Jenis Fasilitas Gereja Katolik Gereja Protestan Standar Kebutuhan (Jiwa) 60,000 60,000 Luas Lahan (m2) 2,000 2,000 Kebutuhan Sarana (Unit) 2030 5 5 III-42

B.7.6.2 Kesehatan
1 2

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

No 3 4 5 6

Rincian Jenis Fasilitas Mushalla Masjid Vihara Pura

Standar Kebutuhan (Jiwa) 3,000 30,000 60,000 60,000 60,000

Luas Lahan (m2) 300 2,000 2,000 2,000 2,000

Kebutuhan Sarana (Unit) 2030 95 10 5 5 5

Untuk lebih jelasnya mengenai rencana pola ruang Kecamatan Grogol Petamburan tahun 2030 dapat dilihat pada Tabel 7.11

B.7.7.1 Permukiman
Bila dibandingkan dengan fungsi lain, permukiman merupakan jenis peruntukkan lahan yang paling banyak memanfaatkan/menyerap lahan di suatu wilayah, sehingga pengembangan area perumahan akan menentukan pola dan bentuk terbangun suatu wilayah dimasa yang akan datang. Kriteria untuk kawasan permukiman perkotaan adalah memperhitungkan kecenderungan

7 Kelenteng Sumber : Hasil Rencana

B.7.6.4 Olah Raga
Kebutuhan akan fasilitas olah raga yang ada di Kecamatan Grogol Petamburan saat ini sebagian besar telah cukup terpenuhi jumlahnya dan mayoritas kondisinya masih cukup baik hanya saja kebutuhan fasilitas seperti tempat bermain dan lapangan serba guna masih kurang jumlahnya dan masih diperlukan penambahan fasilitas. Untuk lebih jelasnya mengenai rencana kebutuhan fasilitas olahraga di Kecamatan Grogol Petamburan tahun 2030 dapat dilihat pada Tabel 7.9 Tabel 7.9 Rencana Fasilitas Olah Raga Kecamatan Grogol Petamburan Tahun 2030
No 1 Rincian Jenis Fasilitas Standar Kebutuhan (Jiwa) 250 3,000 30,000 120,000 30,000 60,000 Luas Lahan (m2) 250 1,500 4,000 1,000 9,000 2,000 Kebutuhan Sarana (Unit) 2030 1146 95 10 2 10 2

perkembangan pembangunan permukiman perkotaan baru, memperhitungkan daya tampung perkembangan penduduk dan fasilitas dan prasarana yang dibutuhkan dengan mempertimbangkan kebijaksanaan yang ada. Rencana pengembangan kawasan permukiman berkepadatan tinggi direncanakan melalui cara rehabilitasi atau program dan perbaikan dan peningkatan kualitas lingkungan. Sedangkan untuk unit lingkungan permukiman yang berkepadatan sedang dan rendah dilakukan persiapan dengan pembangunan kawasan permukiman berskala besar pada lahan yang masih kosong. Daerah permukiman direncanakan menyebar di seluruh wilayah Kecamatan Grogol Petamburan pada semua kelurahan baik dalam bentuk vertikal atau apartemen dan landed house dengan memperhatikan kebutuhan perumahan penduduk Kecamatan Grogol Petamburan dimasa yang akan datang dengan memperhitungkan kecenderungan perkembangan dan aksesbilitas. Rencana pengembangan kawasan perumahan kepadatan tinggi di Kecamatan Grogol Petamburan diarahkan pada Kelurahan Tanjung Duren Utara, Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Kelurahan Tomang, Kelurahan Jelambar, Kelurahan Jelambar Baru, Kelurahan Wijaya Kusuma. Rencana pengembangan kawasan perumahan kepadatan sedang di Kecamatan Grogol Petamburan diarahkan pada Kelurahan Tanjung Duren Utara, Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Kelurahan Tomang, Kelurahan Jelambar, Kelurahan Jelambar Baru, Kelurahan Wijaya Kusuma. Rencana pengembangan kawasan perumahan kepadatan rendah tidak diarahkan di Kecamatan Grogol Petamburan. Sedangkan rencana pengembangan kawasan perumahan susun di

Tempat Bermain Untuk 250 Jiwa Penduduk Tempat Bermain Untuk 3.000 Jiwa 2 Penduduk 3 Kolam Renang 4 Gedung Olah Raga Lapangan Olah Raga Untuk 30.000 5 Jiwa Penduduk Lapangan Serba Guna Untuk 120.000 6 Jiwa Penduduk Sumber : Hasil Rencana

B.7.7 Rencana Pola Ruang Kecamatan Grogol Petamburan
Rencana pola ruang menggambarkan letak, ukuran, fungsi dari kegiatan budidaya dan lindung, isi rencana pola pemanfaatan ruang adalah deliniasi (batas - batas) kawasan kegiatan sosial ekonomi, budaya dan kawasan lainnya di dalam kawasan budidaya dan deliniasi kawasan lindung.

III-43

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Kecamatan Grogol Petamburan diarahkan pada Jl. Amanah (Kelurahan Wijaya Kusuma), Jl. Jelambar Selatan 2 dan Jl.Prof.DR.Latumenten.

B.7.7.5 Kawasan Lindung
Pada kawasan ini dapat dibudidayakan untuk kegiatan masyarakat untuk kegiatan budidaya pertanian rakyat, papan penyuluhan dan peringatan serta rambu – rambu pekerjaan, pemasangan rentangan kabel listrik, kabel telepon dan pipa air minum, penyelenggaraan kegiatan yang bersifat sosial, olahraga, pariwisata dan kemasyarakatan yang tidak menimbulkan dampak merugikan bagi kelestarian dan keamanan fungsi serta fisik sungai dan danau. Kawasan sempadan sungai ditentukan sekurang-kurangnya 100 meter di kiri kanan sungai besar dan 50 meter di kiri kanan anak sungai yang berada di luar permukiman. Sedangkan untuk sungai di kawasan permukiman berupa sempadan sungai yang diperkirakan cukup untuk dibangun jalan inspeksi antara 10 – 15 meter. Kawasan sempadan sungai di Kecamatan Grogol Petamburan berada pada kawasan Kali Grogol, Kali Angke, Kali Banjir Kanal Barat. Sedangkan kawasan sekitar danau – danau yang berada di Kecamatan Grogol Petamburan perlu dijaga kelestariannya dan tidak boleh ada permukiman di sekitarnya.

B.7.7.2 Perdagangan dan Jasa
Aktifitas perkotaan ditentukan oleh dominasi kegiatan non pertanian yang ada di suatu wilayah. Semakin banyak kegiatan non pertanian, semakin tinggi karateristik kota yang dimiliki wilayah tersebut. Kawasan fungsi perdagangan dan jasa pada Kecamatan Grogol Petamburan dituntut harus ada sebagai sarana utama bagi distribusi dan koleksi barang dan jasa yang ada di Kecamatan Grogol Petamburan, karena dengan semakin mantapnya fungsi perdagangan dan jasa akan semakin mendukung perkembangan Kecamatan Grogol Petamburan sehingga dapat berfungsi pula sebagai pusat pelayanan bagi daerah di sekitarnya. Pola pengembangan kawasan perdagangan dan jasa di Kecamatan Grogol Petamburan adalah: a. Pengembangan Sentra – sentra Pengembangan sentra jasa/komersil di prioritaskan pada persimpangan Grogol dan sekitarnya yang merupakan pusat sentra kegiatan di Kecamatan Grogol Petamburan b. Pengembangan Ribbon Pengembangan jasa/komersil di sepanjang Jalan Letjend S.Parman, Jl. Prof.DR.Latumenten, Jl. Daan Mogot, Jl. Kyai Tapa Pengembangan jasa/perkantoran dan campuran di sepanjang Jalan Letjend. S.Parman, Jl. Daan Mogot

B.7.8 Rencana Intensitas Pemanfaatan Ruang Kecamatan Grogol Petamburan
Komponen intensitas ruang meliputi angka dan presentase dari KLB, KDB, KB. Tingkatan besaran ruang atau luas seluruh lantai bangunan yang diperkenankan untuk di bangun dalam perpetakan atau persil atau daerah perencanaan (DP) yang telah ditetapkan batas-batasnya berdasarkan fungsi tertentu rencana tata ruang yang terdiri dari tingkatan nilai KLB, sebagai berikut : 1. Nilai KLB rata-rata 1,0 merupakan nilai KLB antara angka 0,4 sampai dengan 1,6 2. Nilai KLB rata-rata 2,0 merupakan nilai KLB antara angka lebih besar dari 1,6 sampai dengan 2,4 3. Nilai KLB rata-rata 3,0 merupakan nilai KLB antara angka lebih besar dari 2,4 sampai dengan 3,5 4. Nilai KLB rata-rata 4,0 Nilai KLB 1,0 sampai dengan 4,0 diarahkan pada kawasan-kawasan permukiman, kawasan bangunan umum, bangunan umum KDB rendah, kawasan campuran serta kawasan industri/pergudangan di Kecamatan Grogol Petamburan. Rencana intensitas lahan dimaksudkan untuk mengarahkan kepadatan bangunan, untuk memberi keseimbangan lingkungan antara lahan terbangun dan ruang terbuka secara tiga dimensi, pengaturan intensitas lahan lebih detail akan terdapat pada peraturan permintakan.

B.7.7.3 Kawasan Perindustrian dan Pergudangan
Kawasan Kecamatan Grogol Petamburan telah berkembang kawasan permukiman dan perdagangan mantap. Keberadaan industri dan pergudangan di Kecamatan Grogol Petamburan pada kondisi eksisting telah terjepit diantara permukiman sehingga harus direlokasi di tempat lain dikarenakan menimbulkan pencemaran tanah, air, dan udara, sehingga tidak ada pengembangan kegiatan industri dalam rencana pola ruang wilayah Kecamatan Grogol Petamburan

B.7.7.4 Pelayanan Umum dan Sosial
Fungsi ini merupakan pendukung aktifitas kawasan, sehingga fasilitas ini peruntukkannya disesuaikan dengan aktifitas pada tiap – tiap pusat kegiatan. Fasilitas yang dialokasikan disini terdiri dari fasilitas pendidikan, kesehatan, peribadatan, olah raga/ruang terbuka yang merupakan fasilitas pendukung pemukiman.

III-44

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Rencana

intensitas

lahan

disesuaikan

dengan

kondisi

lingkungan

serta

kebutuhan
No 17 18 Lokasi Jalan Jelambar Selatan 2 Jalan Amanah Peruntukkan Rusunawa Jelambar Baru Rusunawa Wijaya Kusuma KDB (%) 30 30 KLB 4 4

pengembangan, baik kebutuhan struktur kota maupun nilai ekonomis lahan pada penggal jalan tertentu, Rencana intensitas lahan meliputi rencana ketinggian bangunan, KDB dan KLB. Rencana intensitas lahan di Kecamatan Grogol Petamburan tahun 2030 dapat di lihat pada tabel dibawah ini :

Ketinggian bangunan (lantai) 15 16

Sumber : Hasil Rencana

Tabel 7.10 Rencana Intensitas Lahan Kecamatan Grogol Petamburan
No 1 2 3 4 5 Lokasi Jl. S Parman (Sisi Barat) Jl. S Parman (Sisi Timur) Jl. Latumeten - Rel KA Jl. Daan Mogot Jl. Kyai Tapa Jl. Kyai Tapa (Univ. Trisakti & Tarumanegara) Jl. Tomang Raya Sisi Jl Tol Jakarta Merak Jl. Tomang Angke Persimpangan Jl. Tubagus Angke Sisi Utara (Persimpangan Jl. Wijaya sampai Jl. Latumeten) Jl.Tanjung Duren Barat I Jl. Tanjung Duren Barat 4 Jl. Rasa Sayang Jl.Dana Real Estate Cahaya Lestari Santosa Sebelah Utara Jl.Latumetan Peruntukkan Karya Taman dan Fasilitasnya Suka Umum dan Fasilitasnya Karya Bangunan Umum Suka Umum, Wisma Bangunan Umum, Karya Bangunan Umum Suka Umum dan Fasilitasnya Karya Bangunan Umum dan Wisma Wisma Bangunan Umum Karya Bangunan Umum dan Fasilitasnya Karya Bangunan Umum dan Fasilitasnya Wisma dan Fasilitasnya Suka Umum dan Wisma Taman Karya Bangunan Umum dan Fasilitasnya Karya Umum Taman Karya Bangunan Umum Karya Bangunan Umum dan Fasilitasnya 50 60 60 60 20 60 45 3 2,4 2,4 2,4 1,6 2,4 4 8 4 4 4 8 4 24 KDB (%) 20 45 50 55 60 60 55 50 60 KLB 4 4 3,5 3 3,5 4 3 3,5 2,4 Ketinggian bangunan (lantai) 24 24 16 8 16 24 8 16 4

KLB rata-rata 1,0 diarahkan pada : a) Kawasan permukiman b) Kawasan permukiman KDB rendah c) Kawasan bangunan umum d) Kawasan bangunan umum KDB rendah e) Kawasan campuran f) Kawasan industri / pergudangan

6 7 8 9

KLB rata-rata 2,0 diarahkan pada : a) Kawasan permukiman b) Kawasan permukiman KDB rendah c) Kawasan bangunan umum d) Kawasan bangunan umum KDB rendah e) Kawasan campuran f) Kawasan industri / pergudangan

10 11 12 13 14 15 16

KLB rata-rata 3,0 diarahkan pada : a) Kawasan permukiman b) Kawasan permukiman KDB rendah c) Kawasan bangunan umum d) Kawasan bangunan umum KDB rendah e) Kawasan campuran
III-45

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

KLB rata-rata 4,0 diarahkan pada : a) Kawasan permukiman b) Kawasan bangunan umum c) Kawasan bangunan umum KDB rendah d) Kawasan campuran e) KLB lebih besar dari 5,0 sampai dengan 10,0 diarahkan pada kawasan Sentra Primer Baru Barat Tabel 7.11 Rencana Pola Ruang Kecamatan Grogol Petamburan Tahun 2030
Peruntukan Tanah (Ha) Kaw.Perkantoran Swasta Kaw.Penyempurna Hijau Lindung Kaw.Perkantoran Taman Kaw.Jalur Hijau & Hutan Kota Pelayanan Umum/Sosial Kaw.Perum Kepadatan Sedang Kaw.Perum Kepadatan Tinggi Kaw.Perum Kepadatan Rendah

Kaw. Perum Susun

Kaw.Perdagangan

No

Kelurahan

Kaw.Terbuka Biru

Kaw.Pemakaman

Kaw.Perkantoran Pemerintahan

Campuran Besar

Campuran Kecil

Kaw.Industri

Kaw.Taman

Olah Raga

Total (Ha)

1 2 3 4 5 6 7

Tanjung Duren Selatan Tanjung Duren Utara Tomang Grogol Jelambar Wijaya Kusuma Jelambar baru Kecamatan %

18.993 18.99 2.31

38.608 50.067 75.54 38.036 73.903 81.824 57.511 415.49 50.50

2.338 1.838 8.647 5.451 3.651 4.732 26.66 3.24

0.00 0.00

15.135 0.739 1.357 1.359 0.297 2.597 2.156 23.64 2.87

9.603 4.042 4.497 6.593 1.01 6.394 4.21 36.35 4.42

1.393 0.972 6.808 0.144 1.979 0.168 11.46 1.39

0.98 7.546 4.32 2.631 15.688 26.485 19.74 77.39 9.41

0.947 1.974 4.029 1.895 3.001 11.85 1.44

1.254 1.25 0.15

1.306 5.795 6.49 13.59 1.65

2.188 8.156 20.703 5.071 11.074 14.586 2.478 64.26 7.81

9.749 6.047 3.637 5.047 2.477 7.348 6.493 40.80 4.96

0.295 1.06 3.981 3.885 4.736 1.01 14.97 1.82

0.00 0.00

0.00 0.00

0.288 0.29 0.04

2.773 13.705 8.425 14.84 1.485 14.17 10.402 65.80 8.00

104.013 101.464 139.023 79.597 115.27 174.515 108.9 822.782 100.00

III-46

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

B.7.10 Tujuan, Kebijakan dan Strategi Kecamatan Palmerah B.7.10.1 Tujuan
Rencana rinci tata ruang Kecamatan Kecamatan Palmerah merupakan wujud pemanfaatan ruang yang menggambarkan susunan lokasi pusat perdagangan jasa dan ikatan fungsi antar sub-sub pusat kegiatan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Sesuai dengan hasil identifikasi serta kecenderungan struktur tata ruang masa depan yang akan terbentuk maka tujuan rencana rinci tata ruang Kecamatan Palmerah yaitu : Menyiapkan dan mengarahkan Kecamatan Palmerah sebagai pusat perdagangan dan jasa provinsi DKI Jakarta dan sebagai pusat perdagangan dan jasa Kotamadya Jakarta Barat dengan membangun sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan perdagangan dan jasa. Memenuhi kebutuhan perumahan dengan membangun rumah susun sederhana Meningkatkan kondisi dan kapasitas jaringan jalan regional yang berguna sewa tingkat tinggi yang mengacu pada Peraturan Menteri PU No. 5 tahun 2007.

B.7.9

Arahan Pemanfaatan Ruang Kecamatan Grogol Petamburan

memantapkan fungsi Kecamatan Palmerah sebagai salah satu pusat pergerakan Kotamadya Jakarta Barat dan Tangerang. Mewujudkan Kecamatan Palmerah sebagai kawasan pendukung kelengkapan Peningkatan pelayanan sarana jalan dengan pelebaran jalan-jalan utama. Mewujudkan pembangunan dan pengembangan Kecamatan Palmerah yang fasilitas dan utilitas di Jakarta Barat.

Rencana pemanfaatan ruang menguraikan rencana program pemanfaatan ruang masing-masing kegiatan kota di wilayah serta rencana pengelolaan lingkungan. Berbagai kawasan yang terdapat di dalam suatu kecamatan memerlukan penanganan yang terpadu karena di dalam mengelola suatu kecamatan diperlukan keterlibatan dari berbagai sektor/komponen. Secara umum, rencana pengelolaan dan sifat perencanaan tiap tipe kawasan dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 7.12 Kriteria Rencana Pengelolaan dan Sifat Perencanaan Kawasan
Tipologi Kawasan Mantap Peralihan Menuju Mantap Peralihan Menuju Dinamis Dinamis
Keterangan :
 Rencana Rigid berarti perubahan peruntukan / fungsi kawasan tidak dapat dilakukan, kecuali memang diperlukan hanya dapat dilakukan secara sangat terbatas mengikuti ketentuan yang berlaku  Rencana Fleksibel berarti peruntukan / fungsi kawasan dapat dilakukan untuk memenuhi perkembangan kota, dilaksanakan mengikuti ketentuan yang berlaku.

berpihak pada kepentingan masyarakat, dengan memposisikan peran masyarakat sebagai pemrakarsa pembangunan, Memanfaatkan peluang dan mampu menempatkan kendala pengembangan
Rigid Rigid Fleksibel Fleksibel

Rencana Pengelolaan Lingkungan Pemeliharaan Pemugaran Pemugaran Perbaikan Lingkungan Perbaikan Lingkungan Peremajaan Peremajaan Pembangunan Baru

Sifat Perencanaan

sebagai komponen modal dasar pengembangan dan pembangunan Kecamatan Palmerah guna mewujudkan kehidupan yang lebih baik.

B.7.10.2 Kebijakan B.7.10.2.1 Kawasan Budidaya
Kawasan budidaya merupakan kawasan yang dikembangkan secara intensif dengan pusat pengembangan yang ada di Kecamatan Palmerah, secara umum pengembangan tersebut berorientasi pada optimalisasi sumber daya dan tetap mempertahankan kelestarian lingkungan guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Strategi rencana kawasan budidaya berdasarkan ciri kegiatan perkotaan adalah Kawasan perkotaan merupakan kawasan yang mempunyai arahan kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa
III-47

Usulan pengelolaan berbagai kawasan di Kecamatan Grogol Petamburan sesuai dengan tipe kawasan diuraikan pada indikasi program dengan kriteria rencana yang sudah ditentukan sesuai dengan tipologi kawasan, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikutnya.

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi. Karena keterbatasan daya dukung lahan maka pada kawasan perkotaan diupayakan adanya intensifikasi lahan pada lahan dengan kepadatan penduduk atau kegiatan tinggi, dilakukan ekstensifikasi pada kawasan cadangan pengembangan kawasan perkotaan. Pengembangan tersebut diupayakan semaksimal mungkin sesuai dengan potensi yang ada. Namun perlu dijaga agar pengembangan kawasan perkotaan tidak meluas dan mengganggu kawasan dengan fungsi lindung. Pengembangan di kawasan perkotaan terutama di pusat kota tetap memperthatikan agar kekompakan penggunaan lahan terjaga dan tidak menjadi homogen. Tabel 7.13 Indikasi Program Pengembangan Kecamatan Grogol Petamburan
Aspek/Sektor I. Penataan Ruang A. Permukiman Kegiatan/Program Lokasi Sumber Pembiayaan Instansi/Dinas Pelaksana 1 * 2 * Tahun Pelaksanaan 5th 3 4 5 ke II * * * 5th ke III 5th ke IV

Kebijakan kawasan budidaya dibagi menjadi beberapa sektor, diantaranya yaitu :

1)
-

Sektor Perumahan Penerapan penggunaan campuran dalam rangka mengintesifkan penggunaan lahan dan bangunan, baik secara vertikal maupun horisontal

- Pembangunan Baru (Pembangunan Rumah Susun)

-

Permukiman Padat Jl.Amanah, Kel. Wijaya Kusuma Jl. Jelambar Selatan 2 dan Jl.Prof.DR.Latumenten, Kel.Jelambar Permukiman Padat Sekitar Waduk Grogol, Kel Grogol Kel.Tanjung Duren Selatan Kel.Grogol Kel.Jelambar Kel.Jelambar Baru Kel.Wijaya Kusuma Kel.Tanjung Duren Selatan Kel.Tomang Kel.Grogol Kel.Jelambar Kel.Jelambar Baru Kel.Wijaya Kusuma Kel.Tanjung Duren Utara Kel.Tomang Kel.Grogol Kel.Jelambar Kel.Jelambar Baru Kel.Wijaya Kusuma Kel.Tanjung Duren Utara Kel.Tanjung Duren Selatan Kel.Tomang Kel.Grogol Kel.Jelambar Kel.Jelambar Baru Kel.Wijaya Kusuma Kel.Tanjung Duren Utara Kel.Tanjung Duren Selatan Kel.Tomang Kel.Grogol Kel.Jelambar Kel.Jelambar Baru Kel.Wijaya Kusuma

APBD +APBN

Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta Dep. PU, Kementerian Perumahan Rakyat

- Pembangunan Baru (Pembangunan Apartemen Murah Bersubsidi) - Peremajaan

APBD

Pemkot. Jakarta Barat, Dinas Perumahan

*

*

*

*

*

-

Perbaikan Lingkungan

APBD

Pemkot. Jakarta Barat, Dinas Perumahan

*

*

*

*

*

-

Penataan

APBD

Pemkot. Jakarta Barat, Dinas Perumahan

*

*

*

*

*

*

-

Pemeliharaan

APBD

Pemkot. Jakarta Barat, Dinas Perumahan

*

*

*

*

*

*

*

*

B. Perdagangan dan Jasa

-

Pengembangan dan Pembangunan Baru Penataan Pemeliharaan

APBD

Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, Swasta

*

*

*

*

*

*

*

*

III-48

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Aspek/Sektor C. Penyempurna Hijau -

Kegiatan/Program Penetapan dan Rehabilitasi -

Lokasi Persimpangan Tomang (Depan Mall Taman Anggrek), Jl.Kyai Tapa (Sisi Utara) Sepanjang Kali Banjir Kanal Barat Sepanjang Rel KA Seluruh RTH yang Kec.Grogol Petamburan ada Di

Sumber Pembiayaan APBD

Instansi/Dinas Pelaksana Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, Dinas Pertamanan Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, Dinas Pertamanan Pemkot. Jakarta Barat, Dinas Pertamanan

1 *

2 *

Tahun Pelaksanaan 5th 3 4 5 ke II * * *

5th ke III

5th ke IV

-

Pembangunan Baru Pemeliharaan

-

APBD +APBN APBD

* *

* *

* * * * * * *

II. Sarana Lingkungan A. Pendidika n

-

Pembangunan baru Perbaikan Pemeliharaan

B. Peribadat an

-

Pembangunan baru Perbaikan Pemeliharaan

C. Kesehatan

-

Pembangunan baru Perbaikan Pemeliharaan

D. Olahraga

-

Pembangunan baru Perbaikan Pemeliharaan

-

Kel.Tanjung Duren Utara Kel.Tanjung Duren Selatan Kel.Tomang Kel.Grogol Kel.Jelambar Kel.Jelambar Baru Kel.Wijaya Kusuma Kel.Tanjung Duren Utara Kel.Tanjung Duren Selatan Kel.Tomang Kel.Grogol Kel.Jelambar Kel.Jelambar Baru Kel.Wijaya Kusuma Kel.Tanjung Duren Utara Kel.Tanjung Duren Selatan Kel.Tomang Kel.Grogol Kel.Jelambar Kel.Jelambar Baru Kel.Wijaya Kusuma Kel.Tanjung Duren Utara Kel.Tanjung Duren Selatan Kel.Tomang Kel.Grogol Kel.Jelambar Kel.Jelambar Baru Kel.Wijaya Kusuma

APBD +APBN

Pemkot. Jakarta Pemprov. DKI Jakarta, Depdiknas

Barat,

*

*

*

*

*

*

*

*

APBD

Pemkot. Jakarta Pemprov. DKI Jakarta

Barat,

*

*

*

*

*

*

*

*

APBD +APBN

Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, Dep. Kesehatan/Dinas Kesehatan

*

*

*

*

*

*

*

*

APBD

Pemkot. Jakarta Pemprov. DKI Jakarta

Barat,

*

*

*

*

*

*

*

*

III. Prasarana Lingkungan

III-49

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Aspek/Sektor A. Jaringan Jalan

Kegiatan/Program - Peningkatan Jalan -

Lokasi Jl.S.Parman Jl.Tomang Raya Jl.Prof.DR.Latumenten Jl.Daan Mogot Jl.Kyai Tapa Jl.Tubagus Angke Jl.Tanjung Duren Raya Jl.Tanjung Duren Utara Jl.Arjuna Utara Jl.Tanjung Duren Timur Jl.Jelambar Baru Jl.Jelambar Selatan 2 Jl.Jelambar Utama 1 Jl.Jelambar Utama Sakti Jl.Amanah Jl.Indraloka 2 Jl.DR.Muwardi Raya Jl.DR.Susilo Raya Seluruh ruas - ruas jalan yang kondisinya sudah baik di Kec.Grogol Petamburan Seluruh jaringan jalan yang kondisinya masih kurang baik di Kec.Grogol Petamburan Terminal Bus Grogol

Sumber Pembiayaan APBD +APBN

Instansi/Dinas Pelaksana Pemkot. Jakarta Pemprov. DKI Jakarta, Dep. PU Barat,

1 *

2 *

Tahun Pelaksanaan 5th 3 4 5 ke II * * * *

5th ke III

5th ke IV

- Pemeliharaan Rutin dan Berkala

APBD +APBN

Pemkot. Jakarta Pemprov. DKI Jakarta, Dep. PU Pemkot. Jakarta Pemprov. DKI Jakarta, Dep. PU Pemkot. Jakarta Pemprov. DKI Jakarta, Dephub DKI Jakarta Pemkot. Jakarta Barat, Dephub DKI Jakarta Pemkot. Jakarta Pemprov. DKI Jakarta, Dephub DKI Jakarta Pemkot. Jakarta Pemprov. DKI Jakarta Pemkot. Jakarta Pemprov. DKI Jakarta Pemkot. Jakarta Barat, Dep. PU Pemkot. Jakarta Pemprov. DKI Jakarta, Dep. PU

Barat,

*

*

*

*

*

*

*

*

- Perbaikan Jaringan Jalan B. Transportasi - Pemindahan lokasi terminal bus AKAP dari Terminal Bus Grogol ke Terminal Bus Rawa Buaya - Penertiban Terminal Bayangan - Pengembangan Jalur Busway

APBD +APBN APBD

Barat, Barat,

* *

* *

* *

* *

*

*

*

*

-

Simpang Grogol

APBD APBD

* Barat, *

* *

C. Pedestrian D. Peparkiran E. Drainase & Tata Air

F. Listrik

- Penyediaan - Pengembangan - Perbaikan - Penertiban - Penyediaan 1. Saluran Air/Drainase - Peningkatan - Perbaikan 2. Kali/Sungai - Normalisasi - Penataan - Peningkatan - Perbaikan - Pemeliharaan 3. Waduk - Pembangunan Baru - Peningkatan - Perbaikan - Pemeliharaan - Penambahan/Perluasan Jaringan - Peningkatan Kualitas Pelayanan

Jl.S.Parman Jl.Daan Mogot Jl.Kyai Tapa Jl.Tomang Raya Seluruh jaringan jalan yang ada terutama pada jalan kolektor dan arteri di Kec.Grogol Petamburan Seluruh jaringan jalan kolektor dan arteri yang ada di Kec. Grogol Petamburan Seluruh jaringan drainase yang ada di Kec.Grogol Petamburan Kali Banjir Kanal Barat Kali Grogol Kali Angke

APBD APBD APBD APBN +APBD

Barat, Barat,

* * *

* * * *

* * * *

*

*

*

*

*

* *

* *

* *

* *

* *

Barat,

*

APBD Waduk Jelambar Waduk Tomang Waduk Wijaya Kusuma Waduk Grogol Seluruh jaringan listrik yang ada di Kec.Grogol Petamburan

Pemkot. Jakarta Pemprov. DKI Jakarta, Dep. PU Pemkot. Jakarta Pemprov. DKI Jakarta,

Barat, * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

APBN +APBD

Barat,

* *

*

*

*

III-50

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Aspek/Sektor

Kegiatan/Program

Lokasi

Sumber Pembiayaan

Instansi/Dinas Pelaksana PLN Pemkot. Jakarta Pemprov. DKI Jakarta, PDAM Pemkot. Jakarta Pemprov. DKI Jakarta, Dinas Kebersihan

1 * *

2 * *

Tahun Pelaksanaan 5th 3 4 5 ke II * * * * *

5th ke III *

5th ke IV *

G. Air Bersih H. Sampah

-

Penambahan/Perluasan Jaringan Peningkatan Kualitas Perbaikan Jaringan Pipa Air Bersih Penambahan Armada Sampah Peningkatan Kapasitas TPS

Seluruh jaringan Air Bersih yang ada di Kec.Grogol Petamburan Seluruh TPS yang ada di Kec.Grogol Petamburan

APBD APBD

Barat, Barat,

-

Membatasi kegiatan industri dengan hanya memperbolehkan pada kegiatan dan merelokasi kegiatan industri yang tidak sesuai dengan

industri rumahan

kegiatan industri tersebut

4)
-

Sektor Ruang Terbuka Hijau Melaksanakan dan mencadangkan serta mengamankan ruang terbuka hijau sepanjang kali dan memanfaatkannya untuk taman dan hortikultura yang dapat dinikmati masyarakat. Mengadakan penghijauan maksimum pada pekarangan-pekarangan individu Mengadakan penghijauan maksimum pada ROW (lebar badan jalan) arteri dan Sektor Transportasi Peningkatan dan pembangunan jalan arteri dan kolektor arah timur – barat Pengembangan jaringan jalan kolektor pada setiap kelurahan dengan ataupun utara – selatan melalui program penyuluhan pembinaan. kolektor.

5)

-

Program perbaikan lingkungan dan permajaan lingkungan pada kawasan kumuh Pembangunan rumah susun sederhana untuk memenuhi kebutuhan perumahan Sektor Perdagangan dan Jasa

-

memperhatikan kualitas dan kapasitas

2)
-

6)
-

Sektor Fasilitas Umum Pengembangan dan peningkatan fasilitas umum, baik kuantitas maupun kualitas Guna mengatasi keterbatasan lahan, masih dimungkinkan untuk pengembangan

Pengembangan sistem ribbon sedikit dibatasi, kecuali pada sisi – sisi jalan yang

mengalami peningkatan fungsi dan kualitas dengan memperhatikan kelancaran arus lalu lintas dengan pemenuhan penyediaan tempat parkir Pengembangan pada sentra – sentra lokal diprioritaskan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas Program perbaikan lingkungan dan peremajaan lingkungan pada wilayah yang Sektor Industri cukup padat serta pembangunan baru pada lahan yang relatif kosong

secara vertikal dan penggabungan kegiatan lainnya yang sejenis dalam satu bangunan

7)
-

Sektor Utilitas Umum Penambahan gardu-gardu listrik dan penambahan/peningkatan jaringan pelayanan listrik serta lampu-lampu penerangan jalan Penambahan telepon umum pada lokasi-lokasi strategis
III-51

3)

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

-

Koordinasi terpadu antara PLN, Telkom dan Pemda DKI Jakarta dalam Sektor Air Minum dan Sumber Air Bersih

B.7.10.2.3 Penanganan Lingkungan
Strategi penanganan kawasan ini dititik beratkan pada pemeliharaan lingkungan guna mempertahankan ekosistem setempat dan kelestarian lingkungan alam. Hal ini termasuk juga pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup serta peraturan tentang adanya penetapan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).

perencanaan dan pelaksanaan pengadaan instalasi listrik, telepon dan gas

8)
-

Menambah/memperluas jaringan air bersih dan meningkatkan kualitas jaringan Penganjuran pengurangan penggunaan air tanah guna mengatasi penurunan

pipa – pipa induk dan distribusi muka air tanah dan intruisi air laut
-

B.7.10.3 Strategi
Strategi rencana rinci tata ruang Kecamatan Palmerah adalah : Meningkatkan peran dan fungsi serta menata pusat-pusat kegiatan yang sudah Memperbaiki dan merencanakan kawasan-kawasan yang cenderung kumuh Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH Merealisasikan pembangunan sarana dan prasarana yang mampu berkembang. dengan membangun rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya. khususnya di bantaran sungai yang dijadikan permukiman kumuh. meningkatkankapasitas perdagangan dan jasa . Merealisasikan pembangunan jalan lingkungan di dalam lingkungan yang telah berkembang guna menyediakan ruang perumahan kota yang dapat menampung perkembangan penduduk.

Penambahan hydrant umum Sektor Drainase dan Pengendalian Banjir Melaksanakan normalisasi sungai dan saluran drainase serta mengamankan

9)
-

tepian sungai dari kegiatan yang dapat menganggu fungsi sungai (pengamanan terhadap bangunan liar dan pembuangan sampah) Melaksanakan pembangunan/peremajaan drainase makro dan mikro ke dalam Sektor Sanitasi dan Sampah Pengadaan septick tank kelompok pada lokasi-lokasi permukiman yang dihuni oleh penduduk yang berpenghasilan rendah. Sistem perencanaan yang dipakai yaitu perencanaan yang diintegrasikan terhadap sistem sewerage. Meningkatkan kondisi MCK yang ada serta pengadaan baru sesuai kebutuhan Pengelolaan sampah dengan menyediakan container dan dipo-dipo sampah lingkungan permukiman padat. sistem pengendalian banjir makro

10)

B.7.11 Rencana Pengelolaan Kependudukan Kecamatan Palmerah
Kecamatan Palmerah dengan perkembangan wilayah yang semakin pesat maka diperlukan rencana pengelolaan kependudukan yang tepat dengan menggunakan perhitungan berdasarkan daya tampung penduduk pada tahun 2030. Sesuai hasil perhitungan analisis kependudukan

sesuai kebutuhan.

B.7.10.2.2 Kawasan Strategis
Pengembangan kawasan diprioritaskan karena keberadaannya dapat mendukung pengembangan sekktor strategis di atasnya dengan berdasar atas pertimbanganpertimbangan. Pengembangan kawasan tersebut mempunyai dampak regional maupun nasional karena memiliki kontribusi tinggi. Pengembangan sektor sosial ekonomi di atasnya membutuhkan lahan dalam skala besar. Sektor yang akan dikembangkan mempunyai prioritas tinggi dalam lingkup regional dan nasional. Kawasan memliki prospek ekonomi yang cerah untuk menarik investasi dan memacu pengembangan wilayah sekitar. Pengembangan secara intensif potensi sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan. Pengembangan prasarana perhubungan yang lebih dapat diandalkan. Peningkatan hubungan sosial ekonomi dengan pusat kegiatan terdekat.

dengan metode daya tampung menunjukkan bahwa dengan menggunakan KDB, KLB, serta standar luas kavling ideal, maka jumlah daya tampung penduduk ideal Palmerah direncanakan sebesar 269.057 jiwa, maka untuk mengatasi keterbatasan lahan Kecamatan Palmerah direncanakan dengan membangun perumahan secara vertikal. Sedangkan rumah – rumah kumuh yang masih terdapat di Kecamatan Palmerah akan dihilangkan. Pembangunan wisma kecil akan dibatasi di Palmerah. Kepadatan permukiman direncanakan tidak terlalu padat/sedang untuk menjaga kelayakan sebagai kawasan tempat tinggal. Untuk lebih jelasnya mengenai daya tampung penduduk tahun 2030 di Kecamatan Palmerahdapat dilihat pada Tabel berikut.

III-52

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Tabel 7.14 Daya Tampung dan Kepadatan Penduduk Per Kelurahan Kecamatan Palmerah Tahun 2030
No 1 2 3 4 5 6 Kelurahan Palmerah Slipi Kemanggisan Kota Bambu Utara Kota Bambu Selatan Jati Pulo Jumlah Sumber : Rencana 2009 Penduduk 2030 (jiwa) 54,650 18,235 36,319 24,713 22,677 33,466 190,060 Kepadatan Penduduk 2030 (jiwa/Ha) 259 187 156 364 392 382 252

Tabel 7.15 Rencana Struktur Ruang Kecamatan Palmerah
Lokasi Jl.Brigjend Katamso Jl.Kemanggisan Utama Jl.Palmerah Tengah Jl.Palmerah Barat Fungsi Kawasan perkantoran Pelayanan kegiatan perdagangan Pelayanan kegiatan pemerintahan Pelayanan kegiatan pemerintahan Keterangan Gedung BCA Menara Peninsula Pasar Slipi Kantor Kecamatan Palmerah Kantor Polsek Palmerah Skala/Kekhasan Kawasan perkantoran dengan skala tersier Pusat pelayanan perdagangan skala subtersier Pusat pelayanan pemerintahan skala subtersier Pusat pelayanan pemerintahan skala subtersier

Sumber : Hasil Rencana 2009

B.7.12 Rencana Struktur Ruang Kecamatan Palmerah B.7.12.1 Pusat Kegiatan Tersier
Pusat Kegiatan Tersier di Kecamatan Palmerah antara lain adalah Menara Peninsula dan Gedung BCA dengan kegiatan perdagangan dan jasa

B.7.13 Rencana Transportasi Kecamatan Palmerah
Rencana pengembangan jaringan jalan di Kecamatan Palmerah adalah sistem jaringan jalan, simpang susun, fasilitas pejalan kaki dan jembatan penyeberangan. Sistem jaringan jalan di Kecamatan Palmerah hingga tahun 2030 direncanakan sebagai berikut : Tabel 7.16 Rencana Jaringan Jalan Kecamatan Palmerah Tahun 2030
No Nama jalan 1 Jl.S.Parman 2 Jl.Tomang Raya 3 Jl. KS.Tubun 4 Jl.Tol Jakarta-Merak 5 Jl.Palmerah Utara 6 Jl Palmerah Barat 7 Jl.Palmerah Tengah 8 Jl.Batu Sari 9 Jl.Brigjen Katamso 10 Jl.Kemanggisan Utama 11 Jl.Kemanggisan Raya 12 Jl.Kota Bambu Utara 13 Jl.Kota Bambu Selatan 14 Jl.Rawa Belong Sumber : Hasil Rencana 2009 Tingkatan jalan Tol/Arteri Primer Arteri Sekunder Arteri Primer Tol Arteri Sekunder Kolektor Primer Kolektor Primer Arteri Sekunder Arteri Sekunder Arteri Sekunder Kolektor Primer Kolektor Primer Kolektor Selatan Arteri Sekunder 2006 69 40 30 52 18 18 18 14 18 22 10 10 10 12 85 47 47 52 30 25 20 25 18 26 15 15 15 15 2030

B.7.12.2 Pusat Kegiatan Subtersier
Pusat Kegiatan Subtersier di Kecamatan Palmerah antara lain adalah : a. Pasar Slipi dengan kegiatan pelayanan perdagangan dan jasa Kantor Kecamatan Palmerah dengan kegiatan pelayanan pemerintahan Kantor POLSEK Palmerah dengan kegiatan pelayanan pemerintahan

b.
c.

Untuk lebih jelasnya mengenai rencana struktur ruang Kecamatan Palmerah tahun 2030 dapat dilihat pada Tabel berikut.

Pengembangan transportasi di Kecamatan Palmerah mempertimbangkan faktor-faktor berikut :

a. Pembangunan jalan baru disesuaikan dengan program DKI Jakarta keseluruhan serta
dikaitkan dengan peremajaan lingkungan;

b. Perbaikan/pelebaran jalan sesuai dengan prioritas pengembangan, dikaitkan dengan
usaha mengatasi kemacetan lalu-lintas;
III-53

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

c. Pengembangan jalan layang pada persimpangan yang diperkirakan akan menimbulkan
kemacetan yang parah;

-

Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan Meningkatkan mutu, kapasitas dan jumlah armada sampah yang dapat masuk Mencegah dan menindak tegas pembuangan sampah ke sungai, saluran.

penerapan konsep 3R (reduced, reused, recycling) kelingkungan yang padat penduduk Caranya dengan mencegah tumbuhnya perumahan liar,bedeng di sepanjang tepi sungai

d. Pengembangan angkutan umum kapasitas besar dengan pembatasan kendaraan
pribadi;

e. Penyediaan angkutan umum dengan memberikan kebebasan memilih bagi penumpang
dengan peningkatan kecepatan perjalanan serta peningkatan sarana-sarana pemberhentian;

f. Pembatasan daerah operasi angkutan yang dikaitkan dengan perencanaan route
kendaraan umum untuk kemudahan penumpang;

B.7.14.2 Rencana Pengendalian Drainase
Melaksanakan normalisasi sepanjang aliran sungai dan mengamankan sungai dari kegiatan yang dapat menggangu fungsinya (Pengamanan terhadap bangunan liar dan pembuangan sampah) Penataan kembali (GSS) garis sempadan sungai sejalan dengan penataan Pengerukan sampah di sepanjang yang bisa menimbulkan banjir sungai menurut fungsinya yaitu sebagai pengendali banjir, drainase dan penggelontor

g. Pematasan jalur dan jam operasi angkutan barang skala besar, agar tidak
memperlambat kecepatan lalu lintas;

h. Penyediaan parkir di luar jalan dan pengawasan pelaksanaan pengadaan parkir
bangunan umum untuk menghapus parkir di tepi jalan;

i. Perbaikan, pengembangan dan pengadaan sarana pejalan kaki, dikaitkan dengan
pelebaran dan pembangunan jalan baru;

j. Pengaturan route angkutan umum untuk mempercepat waktu perjalanan dan megurangi
biaya perjalanan, dikaitkan dengan tempat-tempat pemberhentian/halte.

Sistem jaringan drainase yang diusulkan mengikuti sistem hierarki jalan sebagai berikut : Saluran primer yang merupakan saluran yang akan mengalirkan air ke saluran alam atau sungai yang ada. Ditempatkan pada setiap jalan primer. Bentuk penampang berupa saluran segiempat tertutup pada kawasan yang relatif padat untuk menghindari masuknya sampah dan mencegah terjadinya genangan air pada permukaan jalan. Bentuk penampang saluran segi empat terbuka pada kawasan yang relatif kosong. primer. Saluran sekunder yang merupakan saluran yang mengalirkan air ke saluran Ditempatkan pada setiap jalan sekunder. Saluran pelimpasan utama

B.7.14 Rencana Pengembangan Utilitas Kecamatan Palmerah
Rencana pengembangan utilitas di Kecamatan Palmerah memperhatikan jejaring yang telah ada dan peningkatan kebutuhan, diantaranya adalah : Pembatasan pemakaian air tanah terutama di zona kritis air tanah agar terpeliharanya Perluasan jaringan pelayanan air bersih melalui peningkatan distribusi yang belum Perluasan kawasan resapan air melalui penambahan ruang terbuka hijau (RTH) Peningkatan kualitas air bersih yang layak bagi penduduk sumber daya air tanah dan air permukaan sebagai air baku terlayani air bersih terutama di pemukiman yang padat penduduk

menggunakan drainase primer atau jaringan sungai terdekat. Bentuk penampang saluran adalah trapesium terbuka. Saluran tersier yang merupakan saluran yang mengalirkan air ke saluran sekunder. Saluran ini berfungsi sebagai saluran penampung aliran dari limpasan air hujan baik dari halaman maupun dari permukaan jalan. Ditempatkan pada setiap jalan lingkungan. Bentuk penampang saluran adalah segi empat atau setengah lingkaran.

Berikut ini adalah rencana pengembangan jaringan utilitas di Kecamatan Palmerah yang meliputi jaringan listrik, persampahan, air bersih, telekomunikasi dan air limbah.

B.7.14.1 Rencana Pengelolaan Persampahan
Program pemilahan sampah sebelum dibuang ke LPS ( Lokasi pembuangan sampah ) melalui pemilahan sampah organik (basah) dan non-organik (kering) akan memudahkan proses pembuatan kompos sebelum dibakar di dalam insinerator Pengembangan prasarana sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) dan dilakukan dengan teknologi tepat guna

B.7.14.3 Rencana Jaringan Listrik
Rencana pengembangan jaringan listrik dengan indikasi-indikasi pengembangan tersebut merupakan suatu terapan pada kesesuaian pembangunan pada setiap kawasan yang membutuhkan pemerataan pelayanan, dengan tujuan agar sistem jaringan listrik pada Kecamatan Palmerah dapat berfungsi dengan baik serta memperindah lingkungan sekitar. Adapun rencana pengembangan adalah, sebagai berikut :
III-54

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

-

Rencana pemenuhan kebutuhan listrik untuk rumah susun sewa (Rusunawa) Meningkatkan pembangunan sistem jaringan listrik yang aman untuk kawasan Peningkatan kebutuhan listrik akibat pertambahan penduduk dan kegiatan Mempertahankan dan menata kondisi sistem jaringan listrik yang telah ada serta

B.7.14.6 Rencana Sistem Pembuangan Air Limbah
Rencana sistem pembuangan air limbah di Kecamatan Palmerah tahun 2030 adalah dengan sistem on-site. Diperkirakan tahun 2030 akan dihasilkan air limbah sebesar 26.608 M3/hari yang berasal dari air limbah perumahan dan perdagangan/jasa. Untuk lebih jelasnya mengenai timbulan air kotor (sludge) di Kecamatan Palmerah tahun 2030 dapat dilihat pada Tabel berikut.

perumahan terutama mencakup kawasan pemukiman padat

memperbaiki kendala-kendala yang terjadi pada sistem jaringan listrik tersebut

B.7.14.4 Rencana Jaringan Telekomunikasi
Pengembangan sistem pelayanan telekomunikasi melalui penerapan teknologi Pembangunan jaringan telekomunikasi baru pada kawasan pemukiman padat,
No Kelurahan

telekomunikasi yang memadai

Tabel 7.18 Timbulan Air Kotor Kecamatan Palmerah Tahun 2030
Timbulan Air Limbah ( M3/Hr) 7,651.00 2,552.90 5,084.66 3,459.82 3,174.78 4,685.24 26,608.40

-

dengan tujuan untuk memfasilitasi masyarakat dalam melakukan aktifitas bersosial. Menciptakan jaringan telekomunikasi yang aman dan menjaga struktur lingkungan kota di Kecamatan Palmerah.

Penduduk ( jiwa) 54,650 18,235 36,319 24,713 22,677 33,466 190,060

Timbulan Sludge ( Ltr/Hr) 3,771 1,258 2,506 1,705 1,565 2,309 13,114

Timbulan Sludge ( M3/Hr) 3.77 1.26 2.51 1.71 1.56 2.31 13.11

1 2 3 4 5 6

Palmerah Slipi Kemanggisan Kota Bambu Utara Kota Bambu Selatan Jati Pulo Jumlah

B.7.14.5 Rencana Jaringan Air Bersih
Rencana jaringan primer pipa air bersih di Kecamatan Palmerah tahun 2030 adalah penambahan jaringan air bersih yang terdapat di sepanjang Jl.S.Parman, Jl.Tomang Raya. Kebutuhan air bersih untuk tahun 2030 di Kecamatan Palmerah tahun 2030 adalah sebesar 33.260 ltr/hari, kebutuhan tersebut dipenuhi dari instalasi air minum Pejompongan I. Untuk lebih jelasnya mengenai rencana kebutuhan air bersih di Kecamatan Palmerah tahun 2030 dapat dilihat pada Tabel berikut. Tabel 7.17 Kebutuhan Air Bersih Kecamatan Palmerah Tahun 2030
No 1 2 3 4 5 6 Kelurahan Palmerah Slipi Kemanggisan Kota Bambu Utara Kota Bambu Selatan Jati Pulo Penduduk ( jiwa) 54,650 18,235 36,319 24,713 22,677 33,466 190,060 Kebutuhan Air Bersih ( Ltr/Hr) 9,563,750 3,191,125 6,355,825 4,324,775 3,968,475 5,856,550 33,260,500 Kebutuhan Air Bersih ( M3/Hr) 9,563.75 3,191.13 6,355.83 4,324.78 3,968.48 5,856.55 33,260.50

Sumber : Rencana 2009

B.7.15 Rencana Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Kecamatan Palmerah B.7.15.1 Pendidikan
Rencana pengembangan fasilitas pendidikan di Kecamatan Palmerah lebih di utamakan untuk fasilitas pendidikan yang masih kurang dan diperlukan lagi penambahan lahan dan bangunan fasilitas pendidikan. Rencana pengembangan fasilitas pendidikan di Kecamatan Palmerah akan lebih diarahkan untuk tingkat TK, SD dan SMP yang berdasarkan analisis proyeksi fasilitas pendidikan tersebut jumlahnya masih kurang dan masih diperlukan penambahan beberapa fasilitas pendidikan. Untuk lebih jelasnya mengenai kebutuhan fasilitas pendidikan tahun 2030 di Kecamatan Palmerah dapat dilihat pada Tabel berikut.

Jumlah Sumber : Rencana 2009

Tabel 7.19
III-55

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Rencana Fasilitas Pendidikan Kecamatan Palmerah Tahun 2030
No Rincian Jenis Fasilitas TK SD SLTP Standar Kebutuhan (Jiwa) 60,000 60,000 3,000 30,000 Luas Lahan (m2) 170 3,000 4,000 4,800 Kebutuhan Sarana (Unit) 2030 152 67 13 6

dan masih diperlukan penambahan sedangkan untuk fasilitas peribadatan lainnya hanya pada rencana perbaikan dan peremajaan. Untuk lebih jelasnya mengenai kebutuhan fasilitas peribadatan tahun 2030 di Kecamatan Palmerah dapat dilihat pada Tabel berikut. Tabel 7.21 Rencana Fasilitas Peribadatan Kecamatan Palmerah Tahun 2030
No Rincian Jenis Fasilitas Standar Kebutuhan (Jiwa) 60,000 60,000 3,000 30,000 60,000 60,000 60,000 Luas Lahan (m2) 2,000 2,000 300 2,000 2,000 2,000 2,000 Kebutuhan Sarana (Unit) 2030 3 3 63 6 3 3 3

1 2 3

4 SLTA Sumber : Rencana 2009

B.7.15.2 Kesehatan
Rencana pengembangan fasilitas kesehatan di Kecamatan Palmerah berdasarkan hasil analisis proyeksi fasilitas kesehatan yang masih kurang memadai jumlahnya, dengan demikian rencana pengembangan fasilitas kesehatan di Kecamatan Palmerah lebih di utamakan untuk fasilitas kesehatan yang masih kurang dan diperlukan lagi penambahan lahan dan bangunan fasilas kesehatan. Untuk lebih jelasnya mengenai kebutuhan fasilitas kesehatan tahun 2030 di Kecamatan Palmerah dapat dilihat pada Tabel berikut.

1 Gereja Katolik 2 Gereja Protestan 3 Mushalla 3 Mesjid 4 Vihara 5 Pura 6 Kelenteng Sumber : Rencana 2009

B.7.16 Rencana Pola Ruang Kecamatan PalmeraH
Tabel 7.20 Rencana Fasilitas Kesehatan Kecamatan Palmerah Tahun 2030
No 1 2 3 4 5 6 7 8 Rincian Jenis Fasilitas Balai Pengobatan BKIA Rumah Bersalin Puskesmas Pembantu Puskesmas Rumah Sakit Wilayah Tempat Praktek Dokter Apotik Standar Kebutuhan (Jiwa) 3,000 10,000 30,000 30,000 30,000 480,000 6,000 30,000 Luas Lahan (m2) 200 1,600 3,000 500 650 10,000 150 400 Kebutuhan Sarana (Unit) 2030 63 19 6 6 6 0 32 6

Rencana pola ruang menggambarkan letak, ukuran, fungsi dari kegiatan budidaya dan lindung, isi rencana pola pemanfaatan ruang adalah deliniasi (batas - batas) kawasan kegiatan sosial ekonomi, budaya dan kawasan lainnya di dalam kawasan budidaya dan deliniasi kawasan lindung. Aktifitas perkotaan ditentukan oleh dominasi kegiatan non pertanian yang ada di suatu wilayah. Semakin banyak kegiatan non pertanian, semakin tinggi karateristik kota yang dimiliki wilayah tersebut. Kawasan fungsi perdagangan dan jasa pada Kecamatan Palmerah dituntut harus ada sebagai sarana utama bagi distribusi dan koleksi barang dan jasa yang ada di Kecamatan Palmerah, karena dengan semakin mantapnya fungsi perdagangan dan jasa akan semakin mendukung perkembangan Kecamatan Palmerah sehingga dapat berfungsi pula sebagai pusat pelayanan bagi daerah di sekitarnya.

Sumber : Rencana 2009

B.7.15.3 Peribadatan
Rencana pengembangan fasilitas peribadatan di Kecamatan Palmerah lebih di utamakan untuk fasilitas peribadatan yang masih kurang dan diperlukan lagi penambahan lahan dan bangunan serta perbaikan fasilitas peribadatan. Rencana pengembangan fasilitas peribadatan di Kecamatan Palmerah akan lebih diarahkan untuk fasilitas peribadatan pura yang berdasarkan analisis proyeksi fasilitas pendidikan tersebut jumlahnya masih kurang Pola pengembangan kawasan perdagangan dan jasa di Kecamatan Palmerah adalah : a. Pengembangan Sentra – sentra Pengembangan sentra jasa/komersil di prioritaskan pada sentra perdagangan Pasar Slipi dan sekitarnya yang merupakan sentra tingkat kecamatan

III-56

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

b. Pengembangan Ribbon Pengembangan jasa/komersil di sepanjang Jalan Palmerah Barat, Jl.Palmerah Utara, Jl.Rawa Belong, Jl.KS.Tubun. Pengembangan jasa/perkantoran dan campuran di sepanjang Jalan Letjend.S.Parman

Kriteria untuk kawasan permukiman perkotaan adalah memperhitungkan kecenderungan perkembangan pembangunan permukiman perkotaan baru, memperhitungkan daya tampung perkembangan penduduk dan fasilitas dan prasarana yang dibutuhkan dengan mempertimbangkan kebijaksanaan yang ada. Rencana pengembangan kawasan permukiman berkepadatan tinggi direncanakan melalui cara rehabilitasi atau program dan perbaikan dan peningkatan kualitas lingkungan. Sedangkan untuk unit lingkungan permukiman yang berkepadatan sedang dan rendah dilakukan persiapan dengan pembangunan kawasan permukiman berskala besar pada lahan yang masih kosong. Daerah permukiman direncanakan menyebar di seluruh wilayah Kecamatan Palmerah pada semua kelurahan baik dalam bentuk vertikal atau apartemen dan landed house dengan memperhatikan kebutuhan perumahan penduduk Kecamatan Palmerah dimasa yang akan datang dengan memperhitungkan kecenderungan perkembangan dan aksesbilitas.

B.7.16.2 Budidaya Kawasan Perindustrian dan Pergudangan
Kawasan Kecamatan Palmerah telah berkembang kawasan permukiman dan perdagangan mantap. Keberadaan industri dan pergudangan di Kecamatan Palmerah pada kondisi eksisting telah terjepit diantara permukiman sehingga harus direlokasi di tempat lain dikarenakan menimbulkan pencemaran tanah, air, dan udara, sehingga tidak ada pengembangan kegiatan industri dalam rencana pola ruang wilayah Kecamatan Palmerah.

B.7.16.3 Budidaya Kawasan Permukiman
Bila dibandingkan dengan fungsi lain, permukiman merupakan jenis peruntukkan lahan yang paling banyak memanfaatkan/menyerap lahan di suatu wilayah, sehingga pengembangan area perumahan akan menentukan pola dan bentuk terbangun suatu wilayah dimasa yang akan datang.

Tabel 7.22 Rencana Pola Ruang Kecamatan Palmerah Tahun 2030 Peruntukan Tanah (Ha) Kaw.Penyempurna Hijau Lindung Kaw.Perkantoran Pemerintahan Kaw.Perum Kepadatan Rendah Kaw.Perum Kepadatan Sedang Kaw.Perum Kepadatan Tinggi Kaw.Jalur Hijau & Hutan Kota Kaw.Perkantoran Swasta

Kaw.Perkantoran Taman

Pelayanan Umum/Sosial

Kaw. Perum Susun

Kaw.Perdagangan

Kaw.Terbuka Biru 7.10 2.48 3.11 0.42

Kaw.Pemakaman

Campuran Besar

Campuran Kecil

Kaw.Industri

Kaw.Taman

Olah Raga

No

Kelurahan

Total (Ha)

1 2 3 4 5 6

Jatipulo Kemanggisan Kotabambu Selatan Kotabambu Utara Palmerah Slipi

-

42.65 94.39 20.20 38.39 79.95 28.72

13.76 16.12 8.25

0.72 5.69 -

3.03 3.74

1.91 25.40 6.54 3.72 6.95 6.38

0.06 2.57 3.03 0.05 3.17 0.75

6.01 2.80 6.86 4.30 14.36 12.09

0.17 0.32 0.50

-

0.58 4.92

1.30 11.19 4.46 9.43 9.20

4.33 4.60 2.59 0.99 3.46 0.16

1.22 2.68 -

1.48 -

-

63.35

3.28 164.62 46.73 60.00

1.32

5.56 153.69 72.56
III-57

1.03 10.51

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Kecamatan % Sumber: Rencana, 2009

0.00 304.30 0.00 54.25

38.13 6.80

6.40 1.14

6.78 1.21

50.90 9.07

9.63 1.72

46.41 8.27

0.99 0.18

0.00 0.00

6.53 46.09 1.16 8.22

16.13 2.88

3.91 0.70

1.48 0.26

0.00 0.00

1.32 0.23

21.94 560.93 3.91 100.00

B.7.16.1 Budidaya Kawasan Perdagangan dan Jasa
Rencana pengembangan kawasan perumahan kepadatan tinggi di Kecamatan Palmerah diarahkan pada: Kelurahan Palmerah Kelurahan Slipi Kelurahan Kemanggisan Kelurahan Kota Bambu Utara Kelurahan Kota Bambu Selatan

Pada kawasan ini dapat dibudidayakan untuk kegiatan masyarakat untuk kegiatan budidaya pertanian rakyat, papan penyuluhan dan peringatan serta rambu – rambu pekerjaan, pemasangan rentangan kabel listrik, kabel telepon dan pipa air minum, penyelenggaraan kegiatan yang bersifat sosial, olahraga, pariwisata dan kemasyarakatan yang tidak menimbulkan dampak merugikan bagi kelestarian dan keamanan fungsi serta fisik sungai dan danau. Kawasan sempadan sungai ditentukan sekurang-kurangnya 100 meter di kiri kanan sungai besar dan 50 meter di kiri kanan anak sungai yang berada di luar permukiman. Sedangkan untuk sungai di kawasan permukiman berupa sempadan sungai yang diperkirakan cukup untuk dibangun jalan inspeksi antara 10 – 15 meter. Kawasan sempadan sungai di Kecamatan Palmerah berada pada kawasan Kali Grogol, Kali Banjir Kanal Barat.

Rencana pengembangan kawasan perumahan kepadatan sedang di Kecamatan Palmerah diarahkan pada : Kelurahan Palmerah Kelurahan Slipi Kelurahan Kemanggisan Kelurahan Kota Bambu Utara Kelurahan Kota Bambu Selatan

B.7.17 Rencana Intensitas Pemanfaatan Ruang Kecamatan Palmerah
Komponen intensitas ruang meliputi angka dan presentase dari KLB, KDB, KB. Tingkatan besaran ruang atau luas seluruh lantai bangunan yang diperkenankan untuk di bangun dalam perpetakan atau persil atau daerah perencanaan (DP) yang telah ditetapkan batas-batasnya berdasarkan fungsi tertentu rencana tata ruang yang terdiri dari tingkatan nilai KLB, sebagai berikut : 1. Nilai KLB rata-rata 1,0 merupakan nilai KLB antara angka 0,4 sampai dengan 1,6 2. Nilai KLB rata-rata 2,0 merupakan nilai KLB antara angka lebih besar dari 1,6 sampai dengan 2,4 3. Nilai KLB rata-rata 3,0 merupakan nilai KLB antara angka lebih besar dari 2,4 sampai dengan 3,5 4. Nilai KLB rata-rata 4,0 Nilai KLB 1,0 sampai dengan 4,0 diarahkan pada kawasan-kawasan permukiman, kawasan bangunan umum, bangunan umum KDB rendah, kawasan campuran serta kawasan

Rencana pengembangan kawasan perumahan kepadatan rendah tidak diarahkan di Kecamatan Palmerah. Sedangkan rencana pengembangan kawasan perumahan susun di Kecamatan Palmerah diarahkan pada Jl. Brigjend Katamso.

B.7.16.4 Budidaya Fungsi Pelayanan Sosial
Fungsi ini merupakan pendukung aktifitas kawasan, sehingga fasilitas ini peruntukkannya disesuaikan dengan aktifitas pada tiap – tiap pusat kegiatan. Fasilitas yang dialokasikan disini terdiri dari fasilitas pendidikan, kesehatan, peribadatan, olah raga/ruang terbuka yang merupakan fasilitas pendukung pemukiman.

B.7.16.5 Kawasan Lindung

industri/pergudangan di Kecamatan Palmerah.

III-58

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Rencana intensitas lahan dimaksudkan untuk mengarahkan kepadatan bangunan, untuk memberi keseimbangan lingkungan antara lahan terbangun dan ruang terbuka secara tiga dimensi, pengaturan intensitas lahan lebih detail akan terdapat pada peraturan permintakan. Rencana intensitas lahan disesuaikan dengan kondisi lingkungan serta kebutuhan pengembangan, baik kebutuhan struktur kota maupun nilai ekonomis lahan pada penggal jalan tertentu, Rencana intensitas lahan meliputi rencana ketinggian bangunan, KDB dan KLB. Rencana intensitas lahan di Kecamatan Palmerah tahun 2030 dapat di lihat pada tabel dibawah ini : Tabel 7.23 Rencana Intensitas Bangunan Kecamatan Palmerah Tahun 2030
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 15 Lokasi Jl. S Parman Jl. Arjuna Selatan Jl. Palmerah Barat – Jl. Palmerah Utara Jl. Palmerah Utara Jl. Rawa Belong Raya Jl. Batu Sari Jl. Brigjend Katamso Jl. Tomang Raya Jl. Kota Bambu Selatan (Sekitar RS.Harapan Kita) Jl. Anggrek Neli Murni 1 Jl. Kota Bambu Utara Jl. Kota Bambu Selatan Kelurahan Slipi Kelurahan Palmerah Kelurahan Kemanggisan Museum Tekstil Sekitarnya dan Peruntukkan Karya Bangunan Umum Fasilitasnya Wisma Bangunan Umum Fasilitasnya Wisma Bangunan Umum Fasilitasnya Wisma Bangunan Umum Fasilitasnya Wisma Bangunan Umum Fasilitasnya Suka Umum dan dan dan dan dan KDB (%) 45 50 50 50 50 40 55 50 40 40 60 60 60 60 60 45 KLB 4,2 3 3 3 3 3 3 3,5 3 2,4 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 4 Ketinggian bangunan ( lantai ) 32 4 4 4 4 4 8 6 16 4 2 2 2 2 2 6

c) Kawasan bangunan umum d) Kawasan bangunan umum KDB rendah e) Kawasan campuran f) Kawasan industri / pergudangan

KLB rata-rata 2,0 diarahkan pada : a) Kawasan permukiman b) Kawasan permukiman KDB rendah c) Kawasan bangunan umum d) Kawasan bangunan umum KDB rendah e) Kawasan campuran f) Kawasan industri / pergudangan

KLB rata-rata 3,0 diarahkan pada : a) Kawasan permukiman b) Kawasan permukiman KDB rendah c) Kawasan bangunan umum d) Kawasan bangunan umum KDB rendah e) Kawasan campuran KLB rata-rata 4,0 diarahkan pada : a) Kawasan permukiman b) Kawasan bangunan umum c) Kawasan bangunan umum KDB rendah d) Kawasan campuran e) KLB lebih besar dari 5,0 sampai dengan 10,0 diarahkan pada kawasan Sentra Primer Baru Barat

Karya Bangunan Umum dan Wisma Bangunan Karya Bangunan Umum dan Fasilitasnya Suka/Fasilitas Umum Suka/Fasilitas Umum Wisma dan Fasilitasnya Wisma dan Fasilitasnya Wisma dan Fasilitasnya Wisma dan Fasilitasnya Wisma dan Fasilitasnya Karya Bangunan Umum dan Fasilitasnya

B.7.18 Arahan Pemanfaatan Ruang Kecamatan Palmerah
Rencana arahan pemanfaatan ruang menguraikan rencana program pemanfaatan ruang masing-masing kegiatan kota di wilayah serta rencana pengelolaan lingkungan. Berbagai kawasan yang terdapat di dalam suatu kecamatan memerlukan penanganan yang terpadu karena di dalam mengelola suatu kecamatan diperlukan keterlibatan dari berbagai sektor/komponen. Secara umum, rencana pengelolaan dan sifat perencanaan tiap tipe kawasan dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Sumber : Rencana 2030

KLB rata-rata 1,0 diarahkan pada : a) Kawasan permukiman b) Kawasan permukiman KDB rendah

III-59

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Tabel 7.24 Kriteria Rencana Pengelolaan dan Sifat Perencanaan Kawasan
Tipologi Kawasan Mantap Peralihan Menuju Mantap Peralihan Menuju Dinamis Dinamis
Keterangan :
• • Rencana Rigid berarti perubahan peruntukan / fungsi kawasan tidak dapat dilakukan, kecuali memang diperlukan hanya Rencana Fleksibel berarti peruntukan / fungsi kawasan dapat dilakukan untuk memenuhi perkembangan kota, dapat dilakukan secara sangat terbatas mengikuti ketentuan yang berlaku dilaksanakan mengikuti ketentuan yang berlaku.

Rencana Pengelolaan Lingkungan Pemeliharaan Pemugaran Pemugaran Perbaikan Lingkungan Perbaikan Lingkungan Peremajaan Peremajaan Pembangunan Baru

Sifat Perencanaan Rigid Rigid Fleksibel Fleksibel

Usulan pengelolaan berbagai kawasan di Kecamatan Palmerah sesuai dengan tipe kawasan diuraikan pada indikasi program dengan kriteria rencana yang sudah ditentukan sesuai dengan tipologi kawasan, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikutnya. Tabel 7.25 Indikasi Program Pengembangan Kecamatan Palmerah
Aspek/Sektor I. Penataan Ruang A. Permukiman Kegiatan/Program Lokasi Sumber Pembiayaan APBD +APBN Tahun Pelaksanaan Instansi/Dinas Pelaksana 1 * 2 * 3 * 4 * 5 * 5th ke II 5th ke III 5th ke IV

- Pembangunan Baru (Pembangunan Rumah Susun) Peremajaan

-

Jl. Brigjend Katamso

Kemanggisan Bambu Utara -

Kelurahan Palmerah Kelurahan Slipi Kelurahan Kelurahan Kota

APBD

Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta Dep. PU, Kementerian Perumahan Rakyat Pemkot. Jakarta Barat, Dinas Perumahan

*

*

*

*

*

-

Perbaikan Lingkungan

Kelurahan Kota Bambu Selatan Kelurahan Palmerah Kelurahan Slipi Kelurahan Kemanggisan

APBD

Pemkot. Jakarta Barat, Dinas Perumahan

*

*

*

*

*

III-60

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Aspek/Sektor

Kegiatan/Program Bambu Utara Penataan Pemeliharaan -

Lokasi Kelurahan Kota Kelurahan Kota Bambu Selatan Kelurahan Palmerah Kelurahan Slipi Kelurahan Kemanggisan Kelurahan Kota Bambu Utara Kelurahan Kota Bambu Selatan Kelurahan Palmerah Kelurahan Slipi Kelurahan Kemanggisan Kelurahan Kota Bambu Utara Kelurahan Kota Bambu Selatan Kelurahan Palmerah Kelurahan Slipi Kelurahan Kemanggisan Kelurahan Kota Bambu Utara Kelurahan Kota Bambu Selatan Sepanjang Kali Banjir Kanal Barat Sepanjang Rel KA Seluruh RTH yang ada Di Kec.Palmerah Kelurahan Palmerah Kelurahan Slipi Kelurahan Kemanggisan Bambu Utara Kelurahan Kota Kelurahan Kota Bambu Selatan Kelurahan Palmerah Kelurahan Slipi Kelurahan Kemanggisan Kelurahan Kota Bambu Utara Kelurahan Kota Bambu Selatan Kelurahan Palmerah Kelurahan Slipi Kelurahan Kemanggisan Kelurahan Kota Bambu Utara

Sumber Pembiayaan

Tahun Pelaksanaan Instansi/Dinas Pelaksana 1 2 3 4 5 5th ke II 5th ke III 5th ke IV

APBD

Pemkot. Jakarta Barat, Dinas Perumahan

*

*

*

*

*

*

APBD

Pemkot. Jakarta Barat, Dinas Perumahan

*

*

*

*

*

*

*

*

B. Perdagangan dan Jasa

- Pengembangan dan Pembangunan Baru - Penataan - Pemeliharaan

-

APBD

Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, Swasta

*

*

*

*

*

*

*

*

C. Penyempurna Hijau

-

Pembangunan Baru Pemeliharaan

-

APBD +APBN APBD

Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, Dinas Pertamanan Pemkot. Jakarta Barat, Dinas Pertamanan Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, Depdiknas

* *

* *

* * * * * * *

II. Sarana Lingkungan E. Pendidikan

-

Pembangunan baru Perbaikan Pemeliharaan

-

APBD +APBN

*

*

*

*

*

*

*

*

F. Peribadatan

-

Pembangunan baru Perbaikan Pemeliharaan

-

APBD

Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta

*

*

*

*

*

*

*

*

G. Kesehatan

-

Pembangunan baru Perbaikan Pemeliharaan

-

APBD +APBN

Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, Dep. Kesehatan/Dinas Kesehatan

*

*

*

*

*

*

*

*

III-61

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Aspek/Sektor

Kegiatan/Program -

Lokasi Kelurahan Kota Bambu Selatan Kelurahan Palmerah Kelurahan Slipi Kelurahan Kemanggisan Kelurahan Kota Bambu Utara Kelurahan Kota Bambu Selatan

Sumber Pembiayaan

Tahun Pelaksanaan Instansi/Dinas Pelaksana 1 2 3 4 5 5th ke II * 5th ke III * 5th ke IV *

H. Olahraga

-

Pembangunan baru Perbaikan Pemeliharaan

-

APBD

Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta

*

*

*

*

*

III. Prasarana Lingkungan A. Jaringan Jalan

- Peningkatan Jalan

Kemanggisan Bambu Utara -

Kelurahan Palmerah Kelurahan Slipi Kelurahan Kelurahan Kota

APBD +APBN

Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, Dep. PU

*

*

*

*

*

*

- Pemeliharaan Rutin dan Berkala

Kelurahan Kota Bambu Selatan Seluruh ruas - ruas jalan yang kondisinya sudah baik di Kec.Palmerah Seluruh jaringan jalan yang kondisinya masih kurang baik di Kec.Palmerah Jl.S.Parman Jl.Tomang Raya Seluruh jaringan jalan yang ada terutama pada jalan kolektor dan arteri di Kec.Palmerah Seluruh jaringan jalan kolektor dan arteri yang ada di Kec. Palmerah Seluruh jaringan drainase yang ada di Kec.Palmerah Kali Banjir Kanal Barat Kali Grogol

APBD +APBN

Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, Dep. PU Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, Dep. PU Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, Dephub DKI Jakarta Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta Pemkot. Jakarta Barat, Dep. PU Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, Dep. PU

*

*

*

*

*

*

*

*

- Perbaikan Jaringan Jalan B. Transportasi C. Pedestrian D. Peparkiran E. Drainase & Tata Air - Pengembangan Jalur Busway - Penyediaan - Pengembangan - Perbaikan - Penertiban - Penyediaan 4. Saluran Air/Drainase - Peningkatan - Perbaikan 5. Kali/Sungai - Normalisasi - Penataan - Peningkatan - Perbaikan - Pemeliharaan - Penambahan/Perluasan Jaringan - Peningkatan Kualitas Pelayanan - Penambahan/Perluasan Jaringan - Peningkatan Kualitas - Perbaikan Jaringan Pipa Air Bersih - Penambahan Armada Sampah - Peningkatan Kapasitas TPS

APBD +APBN APBD APBD APBD APBD APBN +APBD

* * * * * *

* * * * * *

*

*

*

*

*

*

* * * *

*

*

*

*

*

* *

* *

* *

* *

* *

F. Listrik G. Air Bersih

Seluruh jaringan listrik yang ada di Kec.Palmerah Seluruh jaringan Air Bersih yang ada di Kec.Palmerah Seluruh TPS yang ada di Kec.Palmerah

APBN +APBD APBD

Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, PLN Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, PDAM Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, Dinas Kebersihan

* *

* *

* *

* *

* * * * *

H. Sampah

APBD

*

*

*

III-62

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

B.7.19 Tujuan, Kebijakan dan Strategi Kecamatan Kebon Jeruk B.7.19.1 Tujuan
Rencana rinci tata ruang Kecamatan Kecamatan Kebon Jeruk merupakan wujud pemanfaatan ruang yang menggambarkan susunan lokasi pusat perdagangan jasa dan ikatan fungsi antar sub-sub pusat kegiatan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Sesuai dengan hasil identifikasi serta kecenderungan struktur tata ruang masa depan yang akan terbentuk maka tujuan rencana rinci tata ruang Kecamatan Kebon Jeruk yaitu : Menyiapkan dan mengarahkan Kecamatan Kebon Jeruk sebagai Pusat Pendidikan provinsi DKI Jakarta dan sebagai pusat perdagangan dan jasa Kotamadya Jakarta Barat dengan membangun sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan pendidikan dan perdagangan dan jasa. Meningkatkan kondisi dan kapasitas jaringan jalan regional yang berguna memantapkan fungsi Kecamatan Kebon Jeruk sebagai salah satu pusat pergerakan Kota madya Jakarta Barat dan Tangerang. Mewujudkan Kecamatan Kebon Jeruk sebagai kawasan pendukung

tersebut berorientasi pada optimalisasi sumber daya dan tetap mempertahankan kelestarian lingkungan guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Strategi rencana kawasan budidaya berdasarkan ciri kegiatan perkotaan adalah Kawasan perkotaan merupakan kawasan yang mempunyai arahan kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi. Karena keterbatasan daya dukung lahan maka pada kawasan perkotaan diupayakan adanya intensifikasi lahan pada lahan dengan kepadatan penduduk atau kegiatan tinggi, dilakukan ekstensifikasi pada kawasan cadangan pengembangan kawasan perkotaan. Pengembangan tersebut diupayakan semaksimal mungkin sesuai dengan potensi yang ada. Namun perlu dijaga agar pengembangan kawasan perkotaan tidak meluas dan mengganggu kawasan dengan fungsi lindung. Pengembangan di kawasan perkotaan terutama di pusat kota tetap memperthatikan agar kekompakan penggunaan lahan terjaga dan tidak menjadi homogen. Kebijakan kawasan budidaya dibagi menjadi beberapa sektor, diantaranya yaitu :

kelengkapan fasilitas dan utilitas di Jakarta Barat. Peningkatan layanan sarana jalan dengan pelebaran jalan-jalan utama. Mewujudkan pembangunan dan pengembangan Kecamatan Kebon Jeruk yang

1)
-

Sektor Perumahan Penerapan penggunaan campuran dalam rangka mengintesifkan penggunaan Program perbaikan lingkungan dan permajaan lingkungan pada kawasan kumuh Pembangunan rumah susun sederhana untuk memenuhi kebutuhan perumahan Sektor Perdagangan dan Jasa
-

lahan dan bangunan, baik secara vertikal maupun horisontal

berpihak pada kepentingan masyarakat, dengan memposisikan peran masyarakat sebagai pemrakarsa pembangunan. Memanfaatkan peluang dan mampu menempatkan kendala pengembangan

2)

sebagai komponen modal dasar pengembangan dan pembangunan Kecamatan Kebon Jeruk guna mewujudkan kehidupan yang lebih baik.

Pengembangan sistem ribbon sedikit dibatasi, kecuali pada sisi – sisi jalan yang

mengalami peningkatan fungsi dan kualitas dengan memperhatikan kelancaran arus lalu lintas dengan pemenuhan penyediaan tempat parkir Pengembangan pada sentra – sentra lokal diprioritaskan untuk mengurangi Program perbaikan lingkungan dan peremajaan lingkungan pada wilayah yang

B.7.19.2 Kebijakan B.7.19.2.1 Kawasan Budidaya
Kawasan budidaya merupakan kawasan yang dikembangkan secara intensif dengan pusat pengembangan yang ada di Kecamatan Kebon Jeruk, secara umum pengembangan

kemacetan lalu lintas cukup padat serta pembangunan baru pada lahan yang relatif kosong
III-63

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

3)
-

Sektor Industri Membatasi kegiatan industri dengan hanya memperbolehkan pada kegiatan industri rumahan dan merelokasi kegiatan industri yang tidak sesuai dengan kegiatan industri tersebut

cerah

untuk

menarik

investasi

dan

memacu

pengembangan

wilayah

sekitar.

Pengembangan secara intensif potensi sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan. Pengembangan prasarana perhubungan yang lebih dapat diandalkan. Peningkatan hubungan sosial ekonomi dengan pusat kegiatan terdekat

4)
-

Sektor Transportasi Peningkatan dan pembangunan jalan arteri dan kolektor arah timur – barat Pengembangan jaringan jalan kolektor pada setiap kelurahan dengan

B.7.19.2.3 Penanganan Lingkungan
Strategi penanganan kawasan ini dititik beratkan pada pemeliharaan lingkungan guna mempertahankan ekosistem setempat dan kelestarian lingkungan alam. Hal ini termasuk juga pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup serta peraturan tentang adanya penetapan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).

ataupun utara – selatan memperhatikan kualitas dan kapasitas

5)
-

Sektor Fasilitas Umum Pengembangan dan peningkatan fasilitas umum, baik kuantitas maupun kualitas Guna mengatasi keterbatasan lahan, masih dimungkinkan untuk pengembangan

B.7.19.3 Strategi
Strategi rencana rinci tata ruang Kecamatan Kebon Jeruk adalah : Meningkatkan peran dan fungsi serta menata pusat-pusat kegiatan yang sudah Memperbaiki dan merencanakan kawasan-kawasan yang cenderung kumuh Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH berkembang.

secara vertikal dan penggabungan kegiatan lainnya yang sejenis dalam satu bangunan

6)
-

Sektor Drainase dan Pengendalian Banjir Melaksanakan normalisasi sungai dan saluran drainase serta mengamankan tepian sungai dari kegiatan yang dapat menganggu fungsi sungai (pengamanan terhadap bangunan liar dan pembuangan sampah) Melaksanakan pembangunan/peremajaan drainase makro dan mikro ke dalam Sektor Air Minum dan Sumber Air Bersih Menambah/memperluas jaringan air bersih dan meningkatkan kualitas jaringan Penganjuran pengurangan air tanah guna mengatasi penurunan muka air tanah pipa – pipa induk dan distribusi dan intruisi air laut
-

dengan membangun rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya. khususnya di bantaran sungai, pinggiran Jalan Rel kereta api yang dijadikan permukiman kumuh. Merealisasikan pembangunan sarana dan prasarana yang mampu meningkatkankapasitas perdagangan dan jasa . Merealisasikan pembangunan jalan lingkungan di dalam lingkungan yang telah berkembang guna menyediakan ruang perumahan kota yang dapat menampung perkembangan penduduk.

sistem pengendalian banjir makro

7)

B.7.20 Rencana Pengelolaan Kependudukan Kecamatan Kebon Jeruk
Berdasarkan perkembangan wilayah yang semakin pesat di Kecamatan Kebon Jeruk maka diperlukan rencana pengelolaan kependudukan yang tepat dengan menggunakan perhitungan berdasarkan daya tampung penduduk pada tahun 2030. Sesuai hasil perhitungan analisis diprioritaskan karena keberadaannya dapat mendukung kependudukan dengan metode daya tampung menunjukkan bahwa dengan menggunakan KDB, KLB, serta standar luas kavling ideal, maka jumlah daya tampung penduduk ideal Kecamatan Kebon Jeruk direncanakan sebesar 289.876 jiwa dengan jumlah kepadatan penduduk sebesar 162 jiwa/ha, dengan kepadatan tertinggi terdapat di Kelurahan Duri Kepa sebesar 325 jiwa/ha dengan jumlah penduduk sebesar 47.415, maka untuk mengatasi keterbatasan lahan Kecamatan Kebon Jeruk direncanakan dengan membangun perumahan secara vertikal.
III-64

Penambahan hydrant umum

B.7.19.2.2 Kawasan Strategis
Pengembangan kawasan pengembangan sekktor strategis di atasnya dengan berdasar atas pertimbanganpertimbangan. Pengembangan kawasan tersebut mempunyai dampak regional maupun nasional karena memiliki kontribusi tinggi. Pengembangan sektor sosial ekonomi di atasnya membutuhkan lahan dalam skala besar. Sektor yang akan dikembangkan mempunyai prioritas tinggi dalam lingkup regional dan nasional. Kawasan memliki prospek ekonomi yang

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Kepadatan permukiman direncanakan tidak terlalu padat/sedang untuk menjaga kelayakan sebagai kawasan tempat tinggal.

Pengumben, Perbaikan Jl. Meruya Illir, Pelebaran Jl. Kebon Jeruk Raya, Perbaikan Jl. Ratu Melati, Pelebaran Jl. Green Ville, Pelebaran Jl. Adhikarya. c. Jalan Kolektor Primer yaitu Pelebaran Jl. Kedoya Raya (bagian Utara), Pelebaran Jl. Arjuna Utara, Pelebaran Jl. Arjuna Selatan, Pelebaran Jl. Haji Muhajar, Pelebaran Jl. Kebon Raya, Pelebaran Jl. Pasak – Jl. Daud – Jl. Salam.

B.7.21 Rencana Struktur Ruang Kecamatan Kebon Jeruk
Berdasarkan rencana tata ruang wilayah Propinsi DKI Jakarta tahun 2010-2030, pusat-pusat kegiatan pembentuk ruang kecamatan Kebon Jeruk hanya didasarkan kepada pusat kegiatan tersier, sedangkan pusat kegiatan primer Kecamatan Kebon Jeruk mengacu berdasarkan struktur pembentuk ruang Kotamadya Jakarta Barat yang terletak di wilayah kecamatan terdekat yaitu sentra primer barat Kecamatan Kembangan dan pusat kegiatan sekunder Kecamatan Kebon Jeruk mengacu berdasarkan struktur ruang Kotamadya Jakarta Barat yang terletak di wilayah Kecamatan Taman sari yaitu kawasan glodok dan wilayah Kecamatan Grogol yaitu stasiun terpadu dengan konsep Transit Oriented Development (TOD). Untuk lebih jelasnya Rencana struktur ruang Kecamatan Kebon Jeruk adalah sebagai berikut.

B.7.23 Rencana Pengembangan Utilitas Kecamatan Kebon Jeruk
Pengembangan jejaring utilitas umum memperhatikan hal-hal berikut : Jejaring yang sudah ada Peningkatan kebutuhan akibat pertambahan penduduk dan kegiatan

Dengan demikian, pengembangan jejaring utilitas umum adalah dengan : Memanfaatkan jejaring utilitas yang telah ada Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Memperhatikan estetika lingkungan dan keamanan

Pusat Kegiatan Tersier di Kecamatan Kebon Jeruk antara lain adalah :

Berikut ini adalah rencana pengembangan jaringan utilitas di Kecamatan Kebon Jeruk yang meliputi persampahan, drainase, listrik, telekomunikasi, gas, air bersih, air limbah, telekomunikasi dan air limbah.

a. Stasiun RCTI dengan kegiatan jasa pelayanan informasi/hiburan b. Rumah Sakit Siloam dengan kegiatan pelayanan kesehatan c. ISTA (Institut Sains dan Teknologi Al Kamal) dengan kegiatan pelayanan pendidikan d. Stasiun Indosiar dengan kegiatan jasa pelayanan informasi/hiburan e. Stasiun Metro TV dengan kegiatan jasa pelayanan informasi/hiburan f. Rumah Sakit Al Kamal dengan kegiatan pelayanan kesehatan g. Kantor Kecamatan Kebon Jeruk dengan kegiatan pelayanan pemerintahan
h. Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk dengan kegiatan pelayanan pendidikan

B.7.23.1 Persampahan
Produksi buangan sampah di Kecamatan Kebon Jeruk sampai tahun 2030 diperhitungkan sebesar 773,969 lt/hari, dengan lokasi LPS yang dibangun direncakan di masing-masing kelurahan sebanyak satu unit Rencana pengelolaan persampahan di Kecamatan Kebon Jeruk adalah sebagai berikut: Program pemilahan sampah sebelum dibuang ke LPS ( Lokasi pembuangan sampah ) melalui pemilahan sampah organik (basah) dan non-organik (kering) akan memudahkan proses pembuatan kompos sebelum dibakar di dalam insinerator Pengembangan prasarana sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) dan Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan Meningkatkan mutu, kapasitas dan jumlah armada sampah yang dapat masuk dilakukan dengan teknologi tepat guna penerapan konsep 3R (reduced, reused, recycling) kelingkungan yang padat penduduk

B.7.22 Rencana Transportasi Kecamatan Kebon Jeruk
Rencana pembangunan jaringan jalan mencakup sistem jaringan jalan. Sistem jaringan jalan di wilayah Kecamatan Kebon Jeruk sampai dengan tahun 2030 direncanakan sebagai berikut : a. Jalan Arteri Primer yaitu Rencana jalan baru di Jl. Kebayoran Lama s/d Jl. Cileduk (Kelurahan Sukabumi Selatan), Perbaikan Jl. Daan Mogot Raya, Pelebaran Jl. Panjang (dari Jl. Daan Mogot Raya s/d Jl. Kebayoran Lama). b. Jalan Arteri Sekunder yaitu Pelebaran Jl. Kedoya Raya, Pelebaran Jl. Kedoya Duri, Pelebaran Jl. Kebayoran Lama – Jl. Rawa Belong – Jl. Batusari, Perbaikan Jl. Pos

III-65

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

-

Mencegah dan menindak tegas pembuangan sampah ke sungai, saluran.

Rencana jaringan telekomunikasi di Kecamatan Kebon Jeruk adalah sebagai berikut: Pengembangan sistem pelayanan telekomunikasi melalui penerapan teknologi Pembangunan jaringan telekomunikasi baru pada kawasan pemukiman padat, Menciptakan jaringan telekomunikasi yang aman dan menjaga struktur telekomunikasi yang memadai

Caranya dengan mencegah tumbuhnya perumahan liar,bedeng di sepanjang tepi sungai

B.7.23.2 Drainse dan Pengendali Banjir
Rencana pengendalian drainase di Kecamatan Kebon Jeruk adalah sebagai berikut : Melaksanakan normalisasi sepanjang aliran sungai dan mengamankan sungai dari kegiatan yang dapat menggangu fungsinya (Pengamanan terhadap bangunan liar dan pembuangan sampah) Penataan kembali (GSS) garis sempadan sungai sejalan dengan penataan Peningkatan dan pengembangan fungsi situ-situ sebagai lokasi tempat Pengerukan sampah di sepanjang kali yang bisa menimbulkan banjir

dengan tujuan untuk memfasilitasi masyarakat dalam melakukan aktifitas bersosial. lingkungan kota di Kecamatan Kebon Jeruk.

B.7.23.5 Rencana Jaringan Air Bersih
Kebutuhan akan air bersih di Kecamatan Kebon Jeruk sampai tahun 2030 adalah sebesar 50,728 ltr/hari, jumlah tersebut merupakan kebutuhan untuk pelayanan air bersih pada kawasan permukiman. Rencana jaringan primer pipa air bersih di Kecamatan Kebon Jeruk tahun 2030 adalah

sungai menurut fungsinya yaitu sebagai pengendali banjir, drainase dan penggelontor penampungan air

Saluran primer yang merupakan saluran yang akan mengalirkan air ke saluran alam atau sungai yang ada. Ditempatkan pada setiap jalan primer. Bentuk penampang berupa saluran segi empat tertutup pada kawasan yang relatif padat untuk menghindari masuknya sampah dan mencegah terjadinya genangan air pada permukaan jalan. Bentuk penampang saluran segi empat terbuka pada kawasan yang relatif kosong

melintasi: Jl. Pos Pengumben – Jl. Kebayoran lama – Jl. Rawa Belong – Jl. Batusari – Jl. Jl. Kedoya Raya – Jl. Kedoya Duri; Jl. Kebon Jeruk Raya; Jl. Mesjid Assurur. Tanjung Duren Barat/Utara – Jl. Daan Mogot – Jl. Kedoya Raya dan Jl. Puri Kembangan;

B.7.23.3 Listrik
Rencana pengembangan jaringan listrik dengan indikasi-indikasi pengembangan tersebut merupakan suatu terapan pada kesesuaian pembangunan pada setiap kawasan yang membutuhkan pemerataan pelayanan, dengan tujuan agar sistem jaringan listrik pada Kecamatan Grogol Petamburan dapat berfungsi dengan baik serta memperindah lingkungan sekitar. Adapun rencana pengembangan adalah, sebagai berikut : Memperbaiki jaringan listrik yang telah ada Meningkatkan daya transmisi yang sudah ada Mencegah kebocoran atau kebakaran listrik dengan mendistribusikan kabel-kabel Menempatkan gardu-gardu listrik secara terpadu dengan sektor lain serta

B.7.23.6 Rencana Sistem Pembuangan Air Limbah
Rencana sistem pembuangan air limbah di Kecamatan Kebon Jeruk tahun 2030 adalah dengan sistem on-site. Diperkirakan tahun 2030 akan dihasilkan air limbah sebesar 20.001 ltr/hari yang berasal dari air limbah perumahan dan perdagangan/jasa.

B.7.24 Rencana Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Kecamatan Kebon Jeruk
Rencana Pengembangan fasilitas umum dan sosial di Kecamatan Kebon Jeruk terdiri dari empat jenis fasilitas, yaitu Fasilitas Pendidikan, Fasilitas Kesehatan, Fasilitas Peribadatan, Fasilitas Olah Raga, dan Fasilitas pengendali Bencana

PLN dengan kabel isolasi mempertimbangkan segi estetika lingkungan. jaringan listrik sesuai dengan jaringan jalan. Mengamankan jaringan listrik pada kawasan perumahan padat.

B.7.24.1 Pendidikan
Hingga tahun 2030 Kecamatan Ciracas membutuhkan 290 unit fasilitas pendidikan dengan skala kelurahan yang terdiri dari TK, SD, dan SLTP. Untuk memenuhi kebutuhantersebut maka diperlukan penambahan 158 unit fasilitas pendidikan yang terdiri dari 133 unit TK dan 25 unit SD. Selain fasilitas pendidikan dengan skala kelurahan pada Kecamatan Ciracas
III-66

B.7.23.4 Telekomunikasi

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

terdapat pula fasilitas pendidikan dengan skala kecamatan. Total kebutuhan fasilitas pendidikan dengan skala pelayanan kecamatan di Kecamatan Ciracas sampai tahun 2030 adalah sebanyak 8 unit SLTA, namun untuk memenuhi kebutuhan tersebut tidak diperlukan penambahan unit fasilitas pendidikan karena jumlah fasilitas yang ada pada kondisi eksisting telah melebihi jumlah kebutuhan hingga tahun 2030. B.7.24.2

B.7.25 Rencana Pola Ruang Kebon Jeruk
Rencana pola ruang di Kecamatan Kebon Jeruk tidak jauh berbeda dengan kondisi eksisting 2007. Kecamatan Kebon Jeruk sebagian besar diarahkan menjadi kawasan permukiman yang dilengkapi dengan fasilitas pendukung kegiatan permukiman.

Kesehatan
Hingga tahun 2030 Kecamatan Ciracas membutuhkan 85 unit fasilitas kesehatan dengan skala kelurahan yang terdiri dari balai pengobatan dan puskesmas kelurahan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut diperlukan 78 unit fasilitas kesehatan berupa balai pengobatan. Selain fasilitas kesehatan dengan skala kelurahan pada Kecamatan Ciracas, terdapat pula fasilitas kesehatan dengan skala kecamatan.

B.7.25.1 Permukiman
Kawasan permukiman dikembangkan merata di Kelurahan Sukabumi Utara, Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Duri Kepa, Kelapa Dua, Kedoya utara dan Kedoya Selatan. Permukiman yang dikembangkan pada kecamatan ini adalah permukiman yang dapat menampung penduduk dengan kepadatan sedang hingga tinggi, yaitu kawasan perumahan kepadatan bangunan rendah, kawasan perumahan kepadatan bangunan sedang, kawasan perumahan kepadatan bangunan tinggi dan kawasan perumahan susun. Sedangkan untuk pengembangan kawasan campur kecil direncanakan pada daerah yang cenderung berkembang menjadi daerah perdagangan dan jasa, pada umumnya terdapat pada jalan arteri dan kolektor. Konsep pengembangan permukiman adalah melalui pembangunan permukiman baru dan penataan permukiman lama. Permukiman yang telah ada dan memiliki kejelasan struktur jalan dan tata bangunan akan cenderung dipertahankan, namun untuk permukiman yang padat, kumuh, serta tidak memiliki keteraturan struktur jalan dan tata bangunan akan cenderung dialih fungsikan menjadi fungsi permukiman yang lebih baik. Dalam rencana pemanfaatan ruang pada Kecamatan Kebon Jeruk pemanfaatan permukiman merupakan penggunaan lahan paling terbesar yaitu seluas 891,26 Ha. Rencana pemanfaatan lahan wisma, terbagi menjadi beberapa pemanfaatan lahan yaitu : Kawasan perumahan kepadatan bangunan rendah pemanfaatan lahan seluas 26,91 Ha Kawasan perumahan kepadatan bangunan sedang pemanfaatan lahan seluas 80,94 Ha Kawasan perumahan kepadatan bangunan tinggi pemanfaatan lahan seluas 702,8 Ha Kawasan perumahan susun dengan pemanfaatan lahan seluas 23,22 Ha Kawasan campuran kecil dengan pemanfaatan lahan seluas 58,4 Ha

B.7.24.3 Peribadatan
Rencana pengembangan fasilitas peribadatan di Kecamatan Kebon Jeruk, berdasarkan analisa yaitu lebih di utamakan untuk fasilitas peribadatan yang masih kurang serta perbaikan fasilitas peribadatan. Fasilitas yang perlu penambahan yaitu berupa mesjid kelurahan, mesjid kecamatan, tempat ibadah lainnya untuk 60.000 jiwa penduduk dan tempat ibadah lainnya untuk 200.000 jiwa penduduk.

B.7.24.4 Olah Raga
Kebutuhan akan fasilitas olah raga yang ada di Kecamatan Kebon Jeruk saat ini sebagian besar telah cukup terpenuhi jumlahnya dan mayoritas kondisinya masih cukup baik hanya saja kebutuhan fasilitas seperti tempat bermain, taman dan lapangan serba guna masih kurang jumlahnya dan masih diperlukan penambahan fasilitas.

B.7.24.5 Pengendali Bencana
Sistem pengendali bencana di Kecamatan Kembangan direncanakan dengan beberapa sistem pengendali bencana yang meliputi banjir dan kebakaran, yaitu sebagai berikut : 1. Perbaikan daerah sempadan sungai melalui penghijauan. 2. Peningkatan kapasitas danau dan sungai. 3. Perbaikan saluran air yang tertutup perkerasan serta membuat saluran air baru pada lokasi-lokasi yang belum memiliki saluran air. 4. Sebaran distribusi sarana dan prasana kebakaran pada setiap kelurahan. 5. Perbaikan lingkungan berupa pelebaran jalan lingkungan sehingga mempermudah evakuasi ketika terjadi kebakaran.

Rencana pengembangan permukiman di Kecamatan Kebon Jeruk mengacu kepada: Rencana penyebaran dan kepadatan penduduk tahun 2030 Kemampuan lahan yang ada dan nilai lahan yang tinggi Kemampuan dana masyarakat dan pemerintah untuk membangun
III-67

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Ruang terbuka hijau memegang peranan penting dalam menciptakan kondisi perkotaan

B.7.25.2 Perdagangan dan Perkantoran
Kawasan perdagangan dan perkantoran yang dikembangkan di Kecamatan Kebon Jeruk terdapat dua pola pengembangan yaitu pengembangan ribbon dan pengembangan sentra. Umumnya di Kecamatan Kebon Jeruk pola pengembangannya memiliki pola ribbon yang berada di sepanjang jalan arteri. Kawasan perdagangan yang memiliki pola ribbon ini lokasinya berada ditengah-tengah kawasan permukiman. Kemudian pengembangan pola sentra secara khusus di Kecamatan Kebon Jeruk yaitu sentra perdagangan dan jasa terletak di Kelurahan Duri Kepa, kemudian sentra perdagangan dan perkantoran terletak di sepanjang sisi jalan Tol Jakarta-Merak. Untuk setiap fungsi perdagangan yang ada diarahkan untuk menyediakan fasilitas pedestrian dan parkir sehingga meskipun menimbulkan tarikan dan bangkitan yang besar namun tidak menyebabkan permasalahan lalu lintas. Dalam rencana pemanfaatan ruang pada Kecamatan Kebon Jeruk pemanfaatan lahan perdagangan dan perkantoran merupakan pemanfaatan lahan terbesar kedua, yaitu dengan luas lahan sebesar 201,05 Ha. Rencana pemanfaatan lahan perdagangan dan perkantoran, terbagi menjadi beberapa pemanfaatan lahan yaitu : Kawasan Perkantoran Pemerintah dengan pemanfaatan lahan seluas 7,51 Ha Kawasan Perkantoran Swasta dengan pemanfaatan lahan seluas 13,27 Ha Kawasan Perdagangan dengan pemanfaatan lahan seluas 128,91 Ha Kawasan Perkantoran Taman dengan pemanfaatan lahan seluas 51,35 Ha

yang selaras antara kegiatan penduduk dan lingkungannya. Fungsi ruang terbuka hijau antara lain sebagai berikut : Pemeliharaan keseimbangan antara lingkungan alam dan lingkungan binaan Sarana memperkecil polusi udara, air, visual dan suara Sarana peresapan hujan Potensi dasar untuk menunjang ekosistem dan ekologi kota.

Pada dasarnya pengembangan ruang terbuka hijau ditekankan pada pengembangan ruangruang terbuka yang ada, sedangkan pada lingkungan yang padat dilakukan dilakukan peremajaan. Rencana pengembangan ruang terbuka hijau di Kecamatan Kebon Jeruk diarahkan pada daerah sempadan sungai yaitu di sepanjang Kali Sekretaris (Kali Grogol) dan Kali Pesanggarahan. Ruang terbuka hijau yang akan dikembangkan adalah berupa jalur hijau tepi sungai, jalur hijau tepi jalan, pemakaman umum, tanah Dinas Pertanian dan taman di lingkungan perumahan Real Estate, pelestarian dan pengembangan jumlah ruang terbuka hijau juga menjadi salah satu arahan kebijakan RRTRW DKI Jakarta 2010. Dalam rencana pemanfaatan ruang pada Kecamatan Kebon Jeruk, pemanfaatan lahan Ruang Terbuka Hijau merupakan pemanfaatan lahan terbesar ketiga, yaitu dengan pemanfaatan lahan seluas 83,38 Ha. Rencana pemanfaatan lahan Penyempurna, terbagi menjadi beberapa pemanfaatan lahan yaitu : Kawasan Jalur Hijau dan Hutan Kota dengan pemanfaatan lahan seluas 27,77 Ha Kawasan Taman dengan pemanfaatan lahan seluas 50,09 Ha Kawasan Pemakaman dengan pemanfaatan lahan seluas 1,45 Ha Kawasan Terbuka Lapangan Olahraga dengan pemanfaatan lahan seluas 4,07 Ha

B.7.25.3 Pelayanan Umum dan Sosial
Dalam rencana pemanfaatan ruang pada Kecamatan Kebon Jeruk, pemanfaatan lahan Kawasan Pelayanan Umum merupakan pemanfaatan lahan terkecil, yaitu dengan pemanfaatan lahan seluas 61,8 Ha. Rencana pemanfaatan lahan kawasan pelayanan umum, terbagi menjadi beberapa pemanfaatan lahan yaitu : Kawasan Pelayanan Umum Pendidikan dengan pemanfaatan lahan seluas 40,04 Ha Kawasan Pelayanan Umum Kesehatan dengan pemanfaatan lahan seluas 5,85 Ha Kawasan Pelayanan Umum Ibadah dengan pemanfaatan lahan seluas 8,91 Ha Kawasan Pelayanan Umum dengan pemanfaatan lahan seluas 3,71 Ha Kawasan Pelayanan Umum Rekreasi & Olahraga pemanfaatan lahan seluas 3,3 Ha

B.7.26 Rencana Kawasan Strategis Kecamatan Kebon Jeruk
Pengembangan kawasan strategis di Kecamatan Kebon Jeruk ditentukan berdasarkan peranan dan fungsi strategis bagi pengembangan kegiatan ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan kota. Berdasarkan RDTR Propinsi DKI Jakarta tahun 2030 pada tingkatan Kotamadya Jakarta Barat khususnya Kecamatan Kebon Jeruk ditentukan sebagai kawasan strategis yang diarahkan pada pengembangan kawasan sentra bunga rawa belong sebagai pusat pemasaran bunga dan tanaman hias.

B.7.25.4 Ruang Terbuka Hijau

III-68

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

B.7.27 Rencana Intensitas Pemanfaatan Ruang Kecamatan Kebon Jeruk
Intensitas pemanfaatan ruang yang direncanakan adalah dengan membagi Kecamatan Kebon Jeruk menjadi empat wilayah yaitu barat, timur, utara, dan selatan. untuk wilayah barat. Untuk kawasan yang direncanakan sebagai kawasan perdagangan direncanakan memiliki intensitas KDB 40 % dengan ketinggian bangunan maksimal 6 lantai. Untuk kawasan

-

Memanfaatkan peluang dan mampu menempatkan kendala pengembangan

sebagai komponen modal dasar pengembangan dan pembangunan Kecamatan Kembangan guna mewujudkan kehidupan yang lebih baik.

B.7.28.2 Kebijakan B.7.28.2.1 Kawasan Budidaya
Kawasan budidaya merupakan kawasan yang dikembangkan secara intensif dengan pusat pengembangan yang ada di Kecamatan Kembangan, secara umum pengembangan tersebut berorientasi pada optimalisasi sumber daya dan tetap mempertahankan kelestarian lingkungan guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Strategi rencana kawasan budidaya berdasarkan ciri kegiatan perkotaan adalah Kawasan perkotaan merupakan kawasan yang mempunyai arahan kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi. Karena keterbatasan daya dukung lahan maka pada kawasan perkotaan diupayakan adanya intensifikasi lahan pada lahan dengan kepadatan penduduk atau kegiatan tinggi, dilakukan ekstensifikasi pada kawasan

perkantoran/perdagangan taman dan kawasan perumahan dengan kepadatan rendah direncanakan memiliki KDB 20 % dengan ketinggian bangunan maksimal 2 lantai, untuk kawasan perumahan susun direncanakan memiliki KDB 50 % dengan ketinggian bangunan 15 lantai. Sedangkan untuk wilayah lain yang diarahkan sebagai kawasan perumahan dengan kepadatan sedang dan tinggi direncanakan memiliki KDB 60% dengan ketinggian bangunan maksimal 2 lantai.

B.7.28 Tujuan, Kebijakan dan Strategi Kecamatan Kembangan B.7.28.1 Tujuan
Rencana rinci tata ruang Kecamatan Kecamatan Kembangan merupakan wujud pemanfaatan ruang yang menggambarkan susunan lokasi pusat perdagangan jasa dan ikatan fungsi antar sub-sub pusat kegiatan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Sesuai dengan hasil identifikasi serta kecenderungan struktur tata ruang masa depan yang akan terbentuk maka tujuan rencana rinci tata ruang Kecamatan Kembangan yaitu : Menyiapkan dan mengarahkan Kecamatan Kembangan sebagai Pusat Pendidikan provinsi DKI Jakarta dan sebagai pusat perdagangan dan jasa Kotamadya Jakarta Barat dengan membangun sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan pendidikan dan perdagangan dan jasa. Meningkatkan kondisi dan kapasitas jaringan jalan regional yang berguna memantapkan fungsi Kecamatan Kembangan sebagai salah satu pusat pergerakan Kota madya Jakarta Barat dan Tangerang. Mewujudkan Kecamatan Kembangan sebagai kawasan pendukung kelengkapan Peningkatan layanan sarana jalan dengan pelebaran jalan-jalan utama. Mewujudkan pembangunan dan pengembangan Kecamatan Kembangan yang fasilitas dan utilitas di Jakarta Barat.

cadangan pengembangan kawasan perkotaan. Pengembangan tersebut diupayakan semaksimal mungkin sesuai dengan potensi yang ada. Namun perlu dijaga agar pengembangan kawasan perkotaan tidak meluas dan mengganggu kawasan dengan fungsi lindung. Pengembangan di kawasan perkotaan terutama di pusat kota tetap memperthatikan agar kekompakan penggunaan lahan terjaga dan tidak menjadi homogen. Kebijakan kawasan budidaya dibagi menjadi beberapa sektor, diantaranya yaitu :

1)
-

Sektor Perumahan Penerapan penggunaan campuran dalam rangka mengintesifkan penggunaan Program perbaikan lingkungan dan permajaan lingkungan pada kawasan kumuh Pembangunan rumah susun sederhana untuk memenuhi kebutuhan perumahan Sektor Perdagangan dan Jasa
-

lahan dan bangunan, baik secara vertikal maupun horisontal

2)

Pengembangan sistem ribbon sedikit dibatasi, kecuali pada sisi – sisi jalan yang

mengalami peningkatan fungsi dan kualitas dengan memperhatikan kelancaran arus lalu lintas dengan pemenuhan penyediaan tempat parkir Pengembangan pada sentra – sentra lokal diprioritaskan untuk mengurangi Program perbaikan lingkungan dan peremajaan lingkungan pada wilayah yang
III-69

kemacetan lalu lintas cukup padat serta pembangunan baru pada lahan yang relatif kosong

berpihak pada kepentingan masyarakat, dengan memposisikan peran masyarakat sebagai pemrakarsa pembangunan.

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

3)
-

Sektor Industri Membatasi kegiatan industri dengan hanya memperbolehkan pada kegiatan industri rumahan dan merelokasi kegiatan industri yang tidak sesuai dengan kegiatan industri tersebut

cerah

untuk

menarik

investasi

dan

memacu

pengembangan

wilayah

sekitar.

Pengembangan secara intensif potensi sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan. Pengembangan prasarana perhubungan yang lebih dapat diandalkan. Peningkatan hubungan sosial ekonomi dengan pusat kegiatan terdekat

4)
-

Sektor Transportasi Peningkatan dan pembangunan jalan arteri dan kolektor arah timur – barat Pengembangan jaringan jalan kolektor pada setiap kelurahan dengan

B.7.28.2.3 Penanganan Lingkungan
Strategi penanganan kawasan ini dititik beratkan pada pemeliharaan lingkungan guna mempertahankan ekosistem setempat dan kelestarian lingkungan alam. Hal ini termasuk juga pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup serta peraturan tentang adanya penetapan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).

ataupun utara – selatan memperhatikan kualitas dan kapasitas

5)
-

Sektor Fasilitas Umum Pengembangan dan peningkatan fasilitas umum, baik kuantitas maupun kualitas Guna mengatasi keterbatasan lahan, masih dimungkinkan untuk pengembangan

B.7.28.3 Strategi
Strategi rencana rinci tata ruang Kecamatan Kembangan adalah : Meningkatkan peran dan fungsi serta menata pusat-pusat kegiatan yang sudah Memperbaiki dan merencanakan kawasan-kawasan yang cenderung kumuh Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH berkembang.

secara vertikal dan penggabungan kegiatan lainnya yang sejenis dalam satu bangunan

6)
-

Sektor Drainase dan Pengendalian Banjir Melaksanakan normalisasi sungai dan saluran drainase serta mengamankan tepian sungai dari kegiatan yang dapat menganggu fungsi sungai (pengamanan terhadap bangunan liar dan pembuangan sampah) Melaksanakan pembangunan/peremajaan drainase makro dan mikro ke dalam Sektor Air Minum dan Sumber Air Bersih Menambah/memperluas jaringan air bersih dan meningkatkan kualitas jaringan Penganjuran pengurangan air tanah guna mengatasi penurunan muka air tanah pipa – pipa induk dan distribusi dan intruisi air laut
-

dengan membangun rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya. khususnya di bantaran sungai, pinggiran Jalan Rel kereta api yang dijadikan permukiman kumuh. Merealisasikan pembangunan sarana dan prasarana yang mampu meningkatkankapasitas perdagangan dan jasa . Merealisasikan pembangunan jalan lingkungan di dalam lingkungan yang telah berkembang guna menyediakan ruang perumahan kota yang dapat menampung perkembangan penduduk.

sistem pengendalian banjir makro

7)

B.7.29 Rencana Pengelolaan Kependudukan Kecamatan Kembangan
Berdasarkan perkembangan wilayah yang semakin pesat di Kecamatan Kembangan maka diperlukan rencana pengelolaan kependudukan yang tepat dengan menggunakan perhitungan berdasarkan daya tampung penduduk pada tahun 2030. Sesuai hasil perhitungan analisis diprioritaskan karena keberadaannya dapat mendukung kependudukan dengan metode daya tampung menunjukkan bahwa dengan menggunakan KDB, KLB, serta standar luas kavling ideal, maka jumlah daya tampung penduduk ideal Kecamatan Kembangan tahun 2030 direncanakan sebesar 328.875 jiwa dengan jumlah kepadatan penduduk sebesar 136 jiwa/ha, dengan kepadatan tertinggi terdapat di Kelurahan Kembangan Utara sebesar 289 jiwa/ha dengan jumlah penduduk sebesar 100.797, maka untuk mengatasi keterbatasan lahan Kecamatan Kembangan direncanakan dengan membangun perumahan
III-70

Penambahan hydrant umum

B.7.28.2.2 Kawasan Strategis
Pengembangan kawasan pengembangan sekktor strategis di atasnya dengan berdasar atas pertimbanganpertimbangan. Pengembangan kawasan tersebut mempunyai dampak regional maupun nasional karena memiliki kontribusi tinggi. Pengembangan sektor sosial ekonomi di atasnya membutuhkan lahan dalam skala besar. Sektor yang akan dikembangkan mempunyai prioritas tinggi dalam lingkup regional dan nasional. Kawasan memliki prospek ekonomi yang

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

secara vertikal. Kepadatan permukiman direncanakan tidak terlalu padat/sedang untuk menjaga kelayakan sebagai kawasan tempat tinggal. Tabel 7.26 Rencana Jumlah dan Kepadatan Penduduk Kecamatan Kembangan 2030
No Kelurahan Penduduk 2006 Daya Tampung Penduduk 2030 Kepadatan Penduduk 2006 1 2 3 4 5 6 Joglo Srengseng Meruya Selatan Meruya Utara Kembangan Selatan Kembangan Utara 24.128 29.042 21.198 27.625 15.653 23.449 141.095 43006 57237 35429 46921 44474 100797 328875 50 59 74 58 47 67 58 2030 89 116 124 99 134 289 136

2. Pusat Kegiatan Tersier Pusat Kegiatan Tersier di Kecamatan Kembangan antara lain adalah :

a. b.
c.

Pertokoan sentra Puri dengan kegiatan pelayanan perdagangan dan jasa Pasar tradisional Puri dengan kegiatan pelayanan perdagangan dan jasa Kantor Kecamatan Kembangan dengan kegiatan pelayanan pemerintahan

B.7.31 Rencana Transportasi Kecamatan Kembangan
Berdasarkan letak geografis dan administratifnya, Kecamatan Kembangan merupakan wilayah yang memerlukan pengembangan sistem transportasi umum yaitu berupa penyediaan fasilitas terminal antar kota dan antar provinsi, rencana pengembangan terminalnya terletak di Jalan Lingkar luar barat yang berada di wilayah administratif Kelurahan Kembangan Selatan. Rencana pembangunan jaringan jalan mencakup sistem jaringan jalan. Sistem jaringan jalan di wilayah Kecamatan Kembangan sampai dengan tahun 2030 direncanakan sebagai berikut : a. Jalan Tol yaitu Pemeliharaan Jl. Tol Jakarta-Merak, Rencana pembangunan jalan tol baru Lingkar Luar Barat. b. Jalan Arteri Primer yaitu Pemeliharaan jalan pos pengumben raya, Pelebaran jalan Kembangan Raya, Pelebaran jalan Joglo Raya c. Jalan Arteri Sekunder yaitu Pelebaran jalan Puri Kemabangan, Pemeliharaan jalan Puri Kencana, Pemeliharaan jalan Permata Buana, Pemeliharaan jalan Puri Indah Raya, Pemeliharaan jalan Puri Kembangan Barat, Pemeliharaan jalan Kembang Kerep, Pelebaran jalan Srengseng Raya, Pemeliharaan jalan Pesanggrahan Raya, Pemeliharaan jalan Meruya Ilir, Pelebaran jalan Meruya Utara, dan Pelebaran jalan Meruya Selatan. d. Jalan Kolektor Primer yaitu Pelebaran jalan Kembangan Karang Tengah, Pelebaran jalan Perkaplingan Meruya, Pemeliharaan jalan taman Kebon Jeruk Utama, Pelebaran jalan Taman Paem Raya, Pemeliharaan jalan utama Taman Alfa Indah, Pelebaran jalan Haji Saaba. Tabel 7.27 Rencana Jaringan Jalan Kecamatan Kembangan Tahun 2030
No 1 2 3 4 Nama jalan Jl. Tol Tomang, Jl. Tol Jakarta - Merak Jl. Lingkar luar Barat Jl. Kembangan Raya Jl. Pos Pengumben Tingkatan jalan Tol Arteri primer &Tol Arteri primer Arteri primer ROW 70 26 12 26 Rencana 70 80 30 26 III-71

Jumlah Sumber : Rencana, 2009

B.7.30 Rencana Struktur Ruang Kecamatan Kembangan
Pusat-pusat kegiatan yang membentuk struktur ruang Kecamatan Kembangan akan dipertahankan. Tidak terdapat rencana penambahan pusat kegiatan karena pusat-pusat kegiatan yang ada saat ini dirasa telah dapat melayani kebutuhan masyarakat khususnya masyarakat Kecamatan Kembangan dan telah menimbulkan tarikan serta bangkitan yang cukup besar bagi kecamatan ini. Untuk mencegah serta mengurangi permasalahan yang terjadi akibat bangkitan dan tarikan berbagai pusat kegiatan tersebut, maka diperlukan pembatasan pertumbuhan pusat-pusat kegiatan tersebut serta peningkatan kualitas dan kuantitas fasilitas pendukungnya. Berikut merupakan rencana pusat-pusat kegiatan yang akan membentuk struktur ruang Kecamatan Kembangan : 1. Pusat Kegiatan Primer Pusat Kegiatan Primer di Kecamatan Kembangan antara lain adalah : a. Puri Indah Mall dengan kegiatan perdagangan dan jasa Carefour dengan kegiatan perdagangan dan jasa Hypermart dengan kegiatan perdagangan dan jasa Kantor Walikota Jakarta Barat dengan kegiatan pelayanan pemerintahan Gecung CNI dengan kegiatan perkantoran Rumah Sakit Internasional Puri dengan kegiatan pelayanan kesehatan

b. c. d. e.
f.

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

No 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Jl. Joglo Raya

Nama jalan

Tingkatan jalan Arteri primer Arteri Sekunder Arteri Sekunder Arteri Sekunder Arteri Sekunder Arteri Sekunder Arteri Sekunder Arteri Sekunder Arteri Sekunder Arteri Sekunder Arteri Sekunder Arteri Sekunder Kolektor Primer Kolektor Primer Kolektor Primer Kolektor Primer Kolektor Primer Kolektor Primer

ROW 12 12 26 26 26 26 12 12 26 26 12 12 8 12 26 12 20 8

Rencana 26 26 26

Berikut ini adalah rencana pengembangan jaringan utilitas di Kecamatan Kembangan yang meliputi persampahan, drainase, listrik, telekomunikasi, gas, air bersih, air limbah, telekomunikasi dan air limbah.

Jl. Puri Kembangan Jl. Puri Kencana Jl. Permata Buana Jl. Puri Indah Raya Jl. Puri Kembangan Barat Jl. Kembang Kerep Jl. Raya Srengseng Jl. Raya Pesanggrahan Jl. Meruya Ilir Jl. Meruya Utara Jl. Meruya Selatan Jl. Kembangan Karang Tengah Jl. Perkaplingan Meruya Jl. Taman Kebon Jeruk Utama Jl. Taman Palem Raya Jl. Utama Taman Alfa Indah Jl. H. Saaba

B.7.32.1 Persampahan
26 26 26 12 30 30 26 15 15 30 18 26 26 20 18 No 1 1 2 3 4 5 6

Produksi buangan sampah di Kecamatan Kembangan sampai tahun 2030 diperhitungkan sebesar 875,397 lt/hari, dengan lokasi LPS yang dibangun direncakan di masing-masing kelurahan sebanyak satu unit. Untuk lebih jelasnya lihat pada tabel 7.28

Tabel 7.28 Rencana Jumlah Timbulan Sampah Kecamatan Kembangan
Kelurahan 2 Kembangan Utara Kembangan Selatan Joglo Srengseng Meruya Utara Meruya Selatan Jumlah Penduduk ( jiwa) 3 100797 44474 43006 57237 46921 35429 328.875 Timbulan Sampah (Ltr/Hr) 4 269,128 118,746 114,826 152,823 125,279 94,595 875,397 Timbulan Sampah (M3/Hr) 5 269.13 118.75 114.83 152.82 125.28 94.60 875.40

Sumber : Rencana, 2009

Sumber : Rencana, 2009

B.7.32 Rencana Pengembangan Utilitas Kecamatan Kembangan
Pengembangan jejaring utilitas umum memperhatikan hal-hal berikut : Jejaring yang sudah ada Peningkatan kebutuhan akibat pertambahan penduduk dan kegiatan

Rencana pengelolaan persampahan di Kecamatan Kembangan adalah sebagai berikut: Program pemilahan sampah sebelum dibuang ke LPS ( Lokasi pembuangan sampah ) melalui pemilahan sampah organik (basah) dan non-organik (kering) akan memudahkan proses pembuatan kompos sebelum dibakar di dalam insinerator. Pengembangan prasarana sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) dan Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan Meningkatkan mutu, kapasitas dan jumlah armada sampah yang dapat masuk dilakukan dengan teknologi tepat guna. penerapan konsep 3R (reduced, reused, recycling). kelingkungan yang padat penduduk.
III-72

Dengan demikian, pengembangan jejaring utilitas umum adalah dengan : Memanfaatkan jejaring utilitas yang telah ada Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Memperhatikan estetika lingkungan dan keamanan

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

sungai.

Mencegah dan menindak tegas pembuangan sampah ke sungai, saluran.

-

Mencegah kebocoran atau kebakaran listrik dengan mendistribusikan kabel-kabel PLN dengan kabel isolasi Menempatkan gardu-gardu listrik secara terpadu dengan sektor lain serta mempertimbangkan segi estetika lingkungan.

Caranya dengan mencegah tumbuhnya perumahan liar, bedeng di sepanjang tepi

B.7.32.2 Drainase
Rencana pengendalian drainase di Kecamatan Kembangan adalah sebagai berikut : Melaksanakan normalisasi sepanjang aliran sungai dan mengamankan sungai dari kegiatan yang dapat menggangu fungsinya (Pengamanan terhadap bangunan liar dan pembuangan sampah) Penataan kembali (GSS) garis sempadan sungai sejalan dengan penataan Peningkatan dan pengembangan fungsi situ-situ sebagai lokasi tempat Menyediakan kantong-kantong air untuk wilayah yang rawan banjir Pengerukan sampah di sepanjang kali yang bisa menimbulkan banjir sungai menurut fungsinya yaitu sebagai pengendali banjir, drainase dan penggelontor

jaringan listrik sesuai dengan jaringan jalan. Mengamankan jaringan listrik pada kawasan perumahan padat.

B.7.32.4 Telekomunikasi
Rencana jaringan telekomunikasi di Kecamatan Kembangan adalah sebagai berikut : Pengembangan sistem pelayanan telekomunikasi melalui penerapan teknologi telekomunikasi yang memadai Pembangunan jaringan telekomunikasi baru pada kawasan pemukiman padat, dengan tujuan untuk memfasilitasi masyarakat dalam melakukan aktifitas bersosial. Menciptakan jaringan telekomunikasi yang aman dan menjaga struktur lingkungan kota di Kecamatan Kembangan.

penampungan air

Sistem jaringan drainase yang diusulkan mengikuti sistem hierarki jalan sebagai berikut : Saluran primer yang merupakan saluran yang akan mengalirkan air ke saluran alam atau sungai yang ada. Ditempatkan pada setiap jalan primer. Bentuk penampang berupa saluran segi empat tertutup pada kawasan yang

B.7.32.5 Air Bersih
Kebutuhan akan air bersih di Kecamatan Kembangan sampai tahun 2030 adalah sebesar 328,875 ltr/hari, jumlah tersebut merupakan kebutuhan untuk pelayanan air bersih pada kawasan permukiman. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel B.7.29. Tabel 7.29 Rencana Jumlah Kebutuhan Air Bersih Kecamatan Kembangan
No 1 1 2 3 4 5 6 Kelurahan 2 Kembangan Utara Kembangan Selatan Joglo Srengseng Meruya Utara Meruya Selatan Jumlah Penduduk (jiwa) 3 100797 44474 43006 57237 46921 35429 328.875 Kebutuhan Air Bersih (Ltr/Hr) 5 = (4)*(3) 17,639,475 7,782,950 7,526,050 10,016,475 8,211,175 6,200,075 57,376,200 Kebutuhan Air Bersih (M3/Hr) 6 = ( 5 ) /(1000) 17,639.48 7,782.95 7,526.05 10,016.48 8,211.18 6,200.08 57,376.20

relatif padat untuk menghindari masuknya sampah dan mencegah terjadinya genangan air pada permukaan jalan. Bentuk penampang saluran segi empat terbuka pada kawasan yang relatif kosong.

B.7.32.3 Listrik
Rencana pengembangan jaringan listrik dengan indikasi-indikasi pengembangan tersebut merupakan suatu terapan pada kesesuaian pembangunan pada setiap kawasan yang membutuhkan pemerataan pelayanan, dengan tujuan agar sistem jaringan listrik pada Kecamatan Kembangan dapat berfungsi dengan baik serta memperindah lingkungan sekitar. Adapun rencana pengembangan adalah, sebagai berikut : Memperbaiki jaringan listrik yang telah ada Meningkatkan daya transmisi yang sudah ada

Sumber : Rencana, 2009

B.7.32.6 Air Limbah
III-73

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Rencana sistem pembuangan air limbah di Kecamatan Kembangan tahun 2030 adalah dengan sistem on-site. Diperkirakan tahun 2030 akan dihasilkan air limbah sebesar 22,623 ltr/hari yang berasal dari air limbah perumahan dan perdagangan/jasa. Sedangkan instalasi penampungan atau pembuangan limbahnya terdapat di Duri Kosambi. Tabel 7.30 Rencana Jumlah Timbulan Air Kotor Kecamatan Kembangan
No 1 1 2 3 4 5 6 Kelurahan 2 Kembangan Utara Kembangan Selatan Joglo Srengseng Meruya Utara Meruya Selatan Jumlah Penduduk ( jiwa) 3 100797 44474 43006 57237 46921 35429 328.875 Timbulan Sludge (Ltr/Hr) 4 6,955 3,069 2,967 3,949 3,238 2,445 22,623 Timbulan Sludge ( M3/Hr) 5 6.95 3.07 2.97 3.95 3.24 2.44 22.62 No 1 2 3 4 5 6 Rincian Jenis Fasilitas TK SD SLTP SLTA Perpustakaan Akademi

Rencana Fasilitas Pendidikan Kecamatan Kembangan Tahun 2030
Standar Kebutuhan (Jiwa) 1,250 2,500 15,000 30,000 30,000 480.000 Luas Lahan (m2) 500 3,000 2,900 3,000 500 5,000 Kebutuhan Sarana (Unit) 2030 263 132 22 11 11 1

Sumber : Rencana, 2009

Didalam pengembangannya jika terjadi keterbatasan terhadap jumlah luas lahan yang ada di Kecamatan Kembangan, maka Keterbatasan lahan dapat dipenuhi dengan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada dengan memperluas sekolah yang ada baik secara vertikal maupun horisontal, maupun perbaikan mutu dan fisik fasiltas pendidikan tersebut.

Sumber : Rencana, 2009

B.7.33.2 Kesehatan B.7.33 Rencana Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Kecamatan Kembangan
Rencana Pengembangan fasilitas umum dan sosial di Kecamatan Kembangan terdiri dari empat jenis fasilitas, yaitu : Fasilitas Pendidikan Fasilitas Kesehatan Fasilitas Peribadatan Fasilitas Olah Raga Fasilitas Pengendali Bencana
No

Rencana pengembangan fasilitas kesehatan di Kecamatan Kembangan berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka pada Kecamatan Kembangan terdapat beberapa jenis fasilitas kesehatan yang masih diperlukan namun jumlahnya belum memadai. Jika dilakukan perbandingan dengan kondisi eksisting 2006, maka hingga tahun 2030 diperlukan penambahan jumlah fasilitas kesehatan yaitu balai pengobatan, puskesmas dan apotik. Tabel 7.32 Rencana Fasilitas Kesehatan Kecamatan Kembangan Tahun 2030
Rincian Jenis Fasilitas Balai Pengobatan Rumah bersalin Puskesmas Kelurahan Puskesmas Kecamatan Rumah sakit pembantu tipe c Laboratorium Apotek Standar Kebutuhan (Jiwa) 3.000 30.000 30.000 200.000 480.000 30.000 30.000 Luas Lahan (m2) 200 3.000 500 2.400 10.000 300 400 Kebutuhan Sarana (Unit) 2030 110 11 11 2 1 11 11

B.7.33.1 Pendidikan
Rencana pengembangan fasilitas pendidikan di Kecamatan Kembangan lebih di utamakan untuk fasilitas pendidikan yang masih kurang dan diperlukan lagi penambahan lahan dan bangunan fasilitas pendidikan. Rencana pengembangan fasilitas pendidikan di Kecamatan Kebon Jeruk akan lebih diarahkan untuk tingkat TK, SD, dan Perpustakaan yang berdasarkan analisis proyeksi fasilitas pendidikan tersebut jumlahnya masih kurang dan masih diperlukan penambahan beberapa fasilitas pendidikan. Tabel 7.31

1 2 3 4 6 8 9

Sumber : Rencana, 2009

B.7.33.3 Peribadatan
III-74

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Rencana pengembangan fasilitas peribadatan di Kecamatan Kembangan, berdasarkan analisa yaitu lebih di utamakan untuk fasilitas peribadatan yang masih kurang serta perbaikan fasilitas peribadatan. Fasilitas yang perlu penambahan yaitu berupa mesjid kelurahan, mesjid kecamatan, tempat ibadah lainnya untuk 60.000 jiwa penduduk dan tempat ibadah lainnya untuk 200.000 jiwa penduduk.

No 10

Jenis Fasilitas Rekreasi dan Olah Raga

Standar Kebutuhan (Jiwa) 120,000

Luas Lahan (m2) 10,000

Kebutuhan 2030 3

Gedung Olah Raga Untuk 120.000 Jiwa Penduduk Sumber : Rencana, 2009

B.7.33.5 Pengendali Bencana
Tabel 7.33 Rencana Fasilitas Peribadatan Kecamatan Kembangan Tahun 2030
No 1 2 3 4 5 6 Jenis Fasilitas Peribadatan Musholla Masjid Kelurahan Masjid Kecamatan Masjid Untuk 480.000 Jiwa Penduduk Tempat Ibadah Lainnya Untuk 60.000 Jiwa Penduduk Tempat Ibadah Lainnya Untuk 200.000 Jiwa Penduduk Standar Kebutuhan (Jiwa) 3.000 30,000 60,000 200,000 480,000 200,000 Luas Lahan (m2) 200 2,000 2,000 5,000 12,000 1,600 Kebutuhan 2030 110 11 2 1 5 2

Sistem pengendali bencana di Kecamatan Kembangan direncanakan dengan beberapa sistem pengendali bencana yang meliputi banjir dan kebakaran, yaitu sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. Perbaikan daerah sempadan sungai melalui penghijauan. Peningkatan kapasitas danau dan sungai. Perbaikan saluran air yang tertutup perkerasan serta membuat saluran air baru Sebaran distribusi sarana dan prasana kebakaran pada setiap kelurahan. Perbaikan lingkungan berupa pelebaran jalan lingkungan sehingga

pada lokasi-lokasi yang belum memiliki saluran air.

Sumber : Rencana, 2009

mempermudah evakuasi ketika terjadi kebakaran.

B.7.33.4 Olah Raga
Kebutuhan akan fasilitas olah raga yang ada di Kecamatan Kembangan saat ini sebagian besar telah cukup terpenuhi jumlahnya dan mayoritas kondisinya masih cukup baik hanya saja kebutuhan fasilitas seperti tempat bermain, taman dan lapangan serba guna masih kurang jumlahnya dan masih diperlukan penambahan fasilitas. Untuk lebih jelasnya mengenai rencana kebutuhan fasilitas olahraga di Kecamatan Kembangan tahun 2030 dapat dilihat pada tabel berikut.

B.7.34 Rencana Pola Ruang Kecamatan Kembangan
Rencana pola ruang di Kecamatan Kembangan tidak jauh berbeda dengan kondisi eksisting 2007. Kecamatan Kembangan sebagian besar diarahkan menjadi kawasan permukiman yang dilengkapi dengan fasilitas pendukung kegiatan permukiman.

B.7.34.1 Permukiman
Tabel 7.34 Rencana Fasilitas Olah Raga Kecamatan Kembangan Tahun 2030
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Jenis Fasilitas Rekreasi dan Olah Raga Tempat Bermain Untuk 250 Jiwa Penduduk Lapangan Olah Raga/Tempat Bermain/Taman Untuk 3.000 Jiwa Penduduk Lapangan Olah Raga Untuk 30.000 Jiwa Penduduk Lapangan Serbaguna Untuk 120.000 Jiwa Penduduk Kolam Renang Untuk 30.000 Jiwa Penduduk Bioskop Untuk 30.000 Jiwa Penduduk Taman Untuk 30.000 Jiwa Penduduk Taman Untuk 120.000 Jiwa Penduduk Gedung Olah Raga Untuk 30.000 Jiwa Penduduk Standar Kebutuhan (Jiwa) 250 3,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 120,000 120,000 Luas Lahan (m2) 250 1,500 8,400 1,000 4,000 2,000 1,500 10,000 10,000 Kebutuhan 2030 1316 110 11 3 11 11 11 3 11

Kawasan permukiman dikembangkan merata di Kelurahan Kembangan Utara, Kembangan Selatan, Joglo, Srengseng, Meruya Utara dan Meruya Selatan. Permukiman yang dikembangkan pada kecamatan ini adalah permukiman yang dapat menampung penduduk dengan kepadatan sedang hingga tinggi, yaitu kawasan perumahan kepadatan bangunan rendah, kawasan perumahan kepadatan bangunan sedang, kawasan perumahan kepadatan bangunan tinggi dan kawasan perumahan susun. Sedangkan untuk pengembangan kawasan campuran kecil direncanakan pada daerah yang cenderung berkembang menjadi daerah perdagangan dan jasa, pada umumnya terdapat pada jalan arteri dan kolektor. Konsep pengembangan permukiman adalah melalui pembangunan permukiman baru dan penataan permukiman lama. Permukiman yang telah ada dan memiliki kejelasan struktur jalan dan tata bangunan akan cenderung dipertahankan, namun untuk permukiman yang
III-75

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

padat, kumuh, serta tidak memiliki keteraturan struktur jalan dan tata bangunan akan cenderung dialih fungsikan menjadi fungsi permukiman yang lebih baik. Dalam rencana pemanfaatan ruang pada Kecamatan Kembangan pemanfaatan lahan permukiman merupakan penggunaan lahan paling terbesar yaitu seluas 1.269,38 Ha. Rencana pemanfaatan lahan permukiman, terbagi menjadi beberapa pemanfaatan lahan yaitu : a. Kawasan perumahan kepadatan bangunan rendah pemanfaatan lahan seluas 6,4 Ha b. Kawasan perumahan kepadatan bangunan sedang pemanfaatan lahan seluas 388,89 Ha c. Kawasan perumahan kepadatan bangunan tinggi pemanfaatan lahan seluas 794,05 Ha d. Kawasan perumahan susun dengan pemanfaatan lahan seluas 22,8 Ha e. Kawasan campuran kecil dengan pemanfaatan lahan seluas 57,23Ha

fasilitas bagi pejalan kaki. Pola pengembangan memanjang/ribbon terletak di Jl. Pesanggrahan, Jl. Meruya Ilir, Jl. Puri Lingkar luar, Jl. Kembangan Raya dan sisi luar kanan kiri Jalan Tol Jakarta Merak. Dalam rencana pemanfaatan ruang pada Kecamatan Kembangan pemanfaatan lahan perdagangan dan perkantoran merupakan pemanfaatan lahan terbesar kedua, yaitu dengan luas lahan sebesar 164,56 Ha. Rencana pemanfaatan lahan perdagangan dan perkantoran, terbagi menjadi beberapa pemanfaatan lahan yaitu : a. Kawasan Perkantoran Pemerintah dengan pemanfaatan lahan seluas 10,59 Ha b. Kawasan Perkantoran Swasta dengan pemanfaatan lahan seluas 18,56 Ha c. Kawasan Perdagangan dengan pemanfaatan lahan seluas 1,54 Ha d. Kawasan Perkantoran Taman dengan pemanfaatan lahan seluas 23,87 Ha

B.7.34.3 Pelayanan Umum dan Sosial
Rencana pengembangan permukiman di Kecamatan Kembangan mengacu kepada : Rencana penyebaran dan kepadatan penduduk tahun 2030 Kemampuan lahan yang ada dan nilai lahan yang tinggi Kemampuan dana masyarakat dan pemerintah untuk membangun Dalam rencana pemanfaatan ruang pada Kecamatan Kembangan, pemanfaatan lahan pelayanan umum dan sosial merupakan pemanfaatan lahan terbesar ketiga, yaitu dengan pemanfaatan lahan seluas 114,54 Ha. Rencana pemanfaatan lahan kawasan pelayanan umum dan sosial, terbagi menjadi beberapa pemanfaatan lahan yaitu : a. Kawasan Pelayanan Umum Pendidikan dengan pemanfaatan lahan seluas 65,59 Ha b. Kawasan Pelayanan Umum Kesehatan dengan pemanfaatan lahan seluas 3,16 Ha c. Kawasan Pelayanan Umum Ibadah dengan pemanfaatan lahan seluas 7,4 Ha d. Kawasan Pelayanan Umum dengan pemanfaatan lahan seluas 7,38 Ha e. Kawasan Pelayanan Umum Rekreasi & Olahraga pemanfaatan lahan seluas 7,63 Ha f. Kawasan Pelayanan Umum Terminal dengan pemanfaatan lahan seluas 16,74 Ha g. Kawasan Pelayanan Umum Utilitas Kota dengan pemanfaatan lahan seluas 6,64 Ha

B.7.34.2 Perdagangan dan Perkantoran
Kawasan perdagangan dan perkantoran yang dikembangkan di Kecamatan Kembangan terdapat dua rencana pola pengembangan yaitu pengembangan pengembangan sentra dan linier/ribbon. Sedangkan untuk jenis karya yang dikembangkan terdiri dari empat jenis yaitu Kawasan Perkantoran Pemerintah, Kawasan Perkantoran Swasta, Kawasan Perdagangan dan Kawasan Perkantoran Taman. Pengembangan sentra Rencana pola pengembangannya terpusat kepada pengembangan sentra primer baru barat yang wilayahnya terletak di tengah-tengah Kecamatan Kembangan yaitu di Kelurahan Kembangan Selatan. Kemudian pola terebut berkembang mengikuti jaringan jalan arteri primer yang ada di Kecamatan Kembangan dan Jalan tol Jakarta–Merak sebagai pintu gerbang pergerakan menuju kawasan tersebut dan pengembangan sentra terletak di Kecamatan Meruya utara dan Meruya Selatan. Pengembangan Ribbon Rencana pola pengembangan kegiatannya mengikuti fungsi jaringan jalan utamanya yaitu arteri primer dan disepanjang pinggir jalan tol Jakarta-Merak Kecamatan Kembangan. Dalam pengembangan ribbon harus diupayakan agar tidak menimbulkan problem transportasi yaitu dengan penyediaan parkir yang memadai serta penyediaan

B.7.34.4 Ruang Terbuka Hijau
Ruang terbuka hijau memegang peranan penting dalam menciptakan kondisi perkotaan yang selaras antara kegiatan penduduk dan lingkungannya. Fungsi ruang terbuka hijau antara lain sebagai berikut : Pemeliharaan keseimbangan antara lingkungan alam dan lingkungan binaan Sarana memperkecil polusi udara, air, visual dan suara Sarana peresapan hujan Potensi dasar untuk menunjang ekosistem dan ekologi kota.

III-76

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Pada dasarnya pengembangan ruang terbuka hijau ditekankan pada pengembangan ruangruang terbuka yang ada, sedangkan pada lingkungan yang padat dilakukan dilakukan peremajaan. Rencana pengembangan ruang terbuka hijau di Kecamatan Kembangan diarahkan pada daerah sempadan sungai yaitu Kali Pesanggarahan. Ruang terbuka hijau yang akan dikembangkan adalah berupa jalur hijau tepi sungai, jalur hijau tepi jalan, pemakaman umum dan taman di lingkungan perumahan Real Estate, pelestarian dan pengembangan jumlah ruang terbuka hijau juga menjadi salah satu arahan kebijakan RRTRW DKI Jakarta 2010. Dalam rencana pemanfaatan ruang pada Kecamatan Kembangan, pemanfaatan lahan Ruang Terbuka Hijau merupakan pemanfaatan lahan terkecil, yaitu dengan pemanfaatan lahan seluas 60,59 Ha. Rencana pemanfaatan lahan RTH, terbagi menjadi beberapa pemanfaatan lahan yaitu : a. Kawasan Jalur Hijau dan Hutan Kota dengan pemanfaatan lahan seluas 0,92Ha b. Kawasan Taman dengan pemanfaatan lahan seluas 31,68 Ha c. Kawasan Pemakaman dengan pemanfaatan lahan seluas 27,63 Ha d. Kawasan Terbuka Lapangan Olahraga dengan pemanfaatan lahan seluas 0,36 Ha

3. Nilai KLB rata-rata 3,0 merupakan nilai KLB antara angka lebih besar dari 2,4 sampai dengan 3,5 4. Nilai KLB rata-rata 4,0 Nilai KLB 1,0 sampai dengan 4,0 diarahkan pada kawasan-kawasan permukiman, kawasan bangunan umum, bangunan umum KDB rendah, kawasan campuran serta kawasan industri/pergudangan di Kecamatan Kembangan. Rencana intensitas lahan dimaksudkan untuk mengarahkan kepadatan bangunan, untuk memberi keseimbangan lingkungan antara lahan terbangun dan ruang terbuka secara tiga dimensi, pengaturan intensitas lahan lebih detail akan terdapat pada peraturan permintakan. Rencana intensitas lahan disesuaikan dengan kondisi lingkungan serta kebutuhan

pengembangan, baik kebutuhan struktur kota maupun nilai ekonomis lahan pada penggal jalan tertentu, Rencana intensitas lahan meliputi rencana ketinggian bangunan, KDB dan KLB. Rencana intensitas lahan di Kecamatan Kembangan tahun 2030 dapat di lihat pada tabel berikut.

B.7.35 Rencana Kawasan Strategis Kecamatan Kembangan
Pengembangan kawasan strategis di Kecamatan Kembangan ditentukan berdasarkan peranan dan fungsi strategis bagi pengembangan kegiatan ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan kota. Berdasarkan RDTR Propinsi DKI Jakarta tahun 2030 pada tingkatan Kotamadya Jakarta Barat khususnya Kecamatan Kembangan ditentukan sebagai kawasan strategis yang diarahkan pada pengembangan kawasan Sentra Primer Barat sebagai pusat Pemerintahan wilayah kota administrasi, perdagangan dan jasa.
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Tabel 7.35 Rencana Intensitas dan Kepadatan Bangunan Kecamatan Kembangan Tahun 2030
Lokasi Keseluruhan Kecamatan Kembangan dan Kantor Kecamatan Jl. Puri Kembangan dengan Jl. Puri Indah Raya Pada perempatan Jl. Meruya Ilir Raya dengan Jl. Lingkar Luar Barat Sepanjang Jl. Meruya Udik dan Meruya Ilir Jl. Meruya Indah-Jl. Kembang Kerep sampai Perempatan Jl. Pesanggrahan Jl. Pos Pengumben-Jl. Srengseng Sekitar Jl. Kembangan Raya dan sisi luar areal kantor Walikota Jakarta Barat Jl. Taman Kebon Jeruk Jl. Lingkar luar Barat Sekitar Jl. Simpang susun Kembangan Sekitar perempatan Joglo Raya dengan Jl. Pos Pengumben Sekitar areal kampus Mercu Buana Peruntukan - Wisma - Suka - Kkt/Kpd Kkt/Kpd Wkt/Wdg Kkt/Kpd Wkt/Wdg Kkt/Kpd Wkt/Wdg Wkt/Wdg Kkt/Kpd Kkt/Kpd Suka Wkt/Wdg Ketinggian maks (lantai) 2 2 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 KDB (%) 60 60 60 60 60 50-60 50 50 60 50 60 60 KLB (%) <1,2 1,6 1,6 2,4 2,4 2,4 2,4 2,4 2,4 2,4 2,4 2,4 III-77

B.7.36 Rencana Intensitas Pemanfaatan Ruang Kecamatan Kembangan
Komponen intensitas ruang meliputi angka dan presentase dari KLB, KDB, KB. Tingkatan besaran ruang atau luas seluruh lantai bangunan yang diperkenankan untuk di bangun dalam perpetakan atau persil atau daerah perencanaan (DP) yang telah ditetapkan batas-batasnya berdasarkan fungsi tertentu rencana tata ruang yang terdiri dari tingkatan nilai KLB, sebagai berikut : 1. Nilai KLB rata-rata 1,0 merupakan nilai KLB antara angka 0,4 sampai dengan 1,6 2. Nilai KLB rata-rata 2,0 merupakan nilai KLB antara angka lebih besar dari 1,6 sampai dengan 2,4

- Suka

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

No 13 14 15 16 17

Lokasi Pada perempatan Jl. SrengsengJl.Pesanggrahan dengan Jl. Meruya ilir Pada sisi barat Perempatan Jl. Puri Indah Raya–Jl. Puri Kembangan dengan Jl. Pesanggrahan Jl. Kencana raya-Jl. Puri Indah raya dan Jl. Puri Permai Kawasan di Sekitar kantor Walikota Jakarta Barat dan sisi bagian selatan Jl. Tol Jakarta Merak Areal sepanjang sisi utara dan sebagian Tol Jakarta Merak (antara perempatan Jl. Kembang Kerep s/d Perempatan Jl. Pesanggarahan-Jl. Puri Kembangan. Areal kantor Walikota dan sekitarnya

Peruntukan - Kkt/Kpd - Kkt/Kpd - Wkt/Wdg - Suka - Kkt/Kpd - Wkt/Wdg - Kkt/Kpd - Wkt/Wdg

Ketinggian maks (lantai) 4 4 4 4 4

KDB (%) 60 60 60 50 40

KLB (%) 2,4 2,4 2,4 3,5 3,5

a. Kawasan permukiman b. Kawasan permukiman KDB rendah c. Kawasan bangunan umum d. Kawasan bangunan umum KDB rendah e. Kawasan campuran KLB rata-rata 4,0 diarahkan pada : a) Kawasan permukiman b) Kawasan bangunan umum c) Kawasan bangunan umum KDB rendah d) Kawasan campuran e) KLB lebih besar dari 5,0 sampai dengan 10,0 diarahkan pada kawasan Sentra Primer Baru Barat

18

19 20

Areal gardu PLN Kembangan Areal puri kencana dan Taman aries

- Karya pemerintahan - Kkt/Kpd - Wkt/Wdg - Suka - Penyempurna hijau Binaan - Kkt - Kkt/Kpd

16

40

>5

B.7.37 Arahan Pemanfaatan Ruang Kecamatan Kembangan
Dalam mengaktualisasikan pendekatan pengembangan yang sedemikian rupa maka konsepkonsep pengembangan kecamatan yang dibuat dituangkan ke dalam rencana-rencana
20 40 1,2 3,5

pengembangan dalam berbagai aspek meliputi pengembangan kependudukan, pengembangan aspek struktur dan pola pemanfaatan ruang, aspek sarana prasarana, pengembangan transportasi dan aspek lainnya. Selanjutnya dari rencana-rencana pengembangan ini dapat diturunkan ke dalam indikasi program pengembangan Kecamatan Kembangan. Indikasi program pembangunan merupakan penjabaran kebijakan dan rencana pengembangan ruang yang telah ditentukan ke dalam program-program pembangunan yang akan menjadi acuan serta komitmen Pemerintah dalam melaksanakan pembangunan. Perumusan indikasi program ini tidak terlepas dari program-program yang telah disusun oleh secara multisektoral dalam pengembangan Kecamatan Kembanganini. Dengan demikian, diharapkan fungsi indikasi program ini sebagai acuan instansi pusat, Pemerintah Daerah Propinsi dan Kecamatan Kembangandalam menyusun dan melaksanakan program lima tahunan dalam kurun waktu duapuluh tahun. Program-program dibawah ini pada dasarnya masih bersifat indikatif, yang diharapkan dapat memberikan indikasi bagi penyusunan program membangun sektoral serta pembangunan pada wilayah kecamatan yang diprioritaskan pembangunannya.

Sumber : Rencana, 2009

KLB rata-rata 1,0 diarahkan pada : a) Kawasan permukiman b) Kawasan permukiman KDB rendah c) Kawasan bangunan umum d) Kawasan bangunan umum KDB rendah e) Kawasan campuran f) Kawasan industri / pergudangan KLB rata-rata 2,0 diarahkan pada : a) Kawasan permukiman b) Kawasan permukiman KDB rendah c) Kawasan bangunan umum d) Kawasan bangunan umum KDB rendah e) Kawasan campuran f) Kawasan industri / pergudangan KLB rata-rata 3,0 diarahkan pada :

III-78

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Tabel 7.36 Indikasi Program Pengembangan Kecamatan Kembangan
TAHUN IMPLEMENTASI 5 Th I 5 Th II 5 Th III 5 Th IV

NO I

PROGRAM STRUKTUR RUANG

KEGIATAN

LOKASI

SUMBER DANA

PIHAK TERKAIT

A. Permukiman

Penataan permukiman dengan perbaikan lingkungan Mengembangkan kawasan permukiman baru Mempertahankan kawasan permukiman yang teratur Pengendalian pembangunan permukiman Bantuan Rehabilitasi Permukiman Kumuh Peningkatan penghijauan pada jalur jalan antara lain di sepanjang jalan tol, Jalan Arteri serta di sepanjang daerah aliran sungai yang menjorok ke dalam kota Peningkatan Penyempurna Hijau Makam (Phm) Peningkatan Penyempurna Hijau Taman (Pht), Penyempurna Hijau Rekreasi (Phr) dan Penyempurna Hijau Umum (Phu) Peningkatan kawasan perdagangan Peningkatan kawasan perkantoran dan jasa

Kecamatan Kembangan Kecamatan Kembangan Kecamatan Kembangan Kecamatan Kembangan Semua kelurahan Jalan Tol Jagorawi, Jalan Lingkar Luar Jakarta, PHU tepi Kali Sunter dan Kali Cilangkap, serta kawasan Mabes Hankam TPU Pondok Rangon di Kelurahan Pondok Rangon Semua Kelurahan Jl. Lubang Buaya, Jl. KembanganRaya dan Jl. Munjul Sepanjang Jalan Arteri

X

X X X X

X X X X X X X X X X

X X X X X X APBD APBD APBD APBD APBD X X X APBD Swasta, DTK DTK DTK Dinas Pekerjaan Umum Propinsi DKI dan JakSel, Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI dan Jak-Sel Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI dan Jak-Sel Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI dan Jak-Sel Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI dan Jak-Sel Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI dan Jak-Sel

X X X X

X X X X X

B. Ruang Terbuka Hijau

C.Komersial/Jasa/Perkanto ran II

X

X

FASILITAS UMUM DAN SOSIAL Pembangunan dan pemeliharaan sarana dan sarana pendidikan pra sekolah, SD/MI, SLTP, SLTA Penambahan fasilitas pendidikan berupa TK,SD, SLTP dan SLTA. Peningkatan dan pemeliharaan sarana dan Semua Kelurahan Kecamatan Kembangan Semua kelurahan X X X X X X X X X X X APBD, Swasta APBD, Swasta APBD, Dinas Pendidikan Propinsi DKI dan Jak-Sel Dinas Pendidikan Propinsi DKI dan Jak-Sel Dinas Kesehatan Propinsi DKI dan Jak-Sel III-79

A. Pendidikan B. Kesehatan

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

NO

PROGRAM

KEGIATAN prasarana kesehatan yang sudah ada. Penambahan fasilitas kesehatan berupa balai pengobatan, puskesmas serta rumah sakit Peningkatan kawasan sehat/bersih.

LOKASI

TAHUN IMPLEMENTASI 5 Th I 5 Th II 5 Th III 5 Th IV

SUMBER DANA Swasta

PIHAK TERKAIT

Kecamatan Kembangan Semua kelurahan X

X X

X X

X X

APBD, Swasta

Dinas Kesehatan Propinsi DKI dan Jak-Sel Dinas Kesehatan Propinsi DKI dan Jak-Sel

III

TRANSPORTASI Perbaikan ruas-ruas jalan yang kondisinya rusak Pembangunan fasilitas, sarana dan prasarana transportasi yang terpadu dengan sistem angkutan umum Pengembangan angkutan transportasi massal Peningkatan Kualitas Jalan dan Jembatan Akses Ke Jalan-jalan utama Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Jaringan Air Bersih di semua kelurahan Kerjasama dengan Swasta untuk Pengembangan Sumber Air Bersih Pembangunan dan pemeliharaan Jaringan Sistem Sanitasi Mendorong pembangunan Jaringan Sistem Sanitasi Komunal pada pusat-pusat kegiatan Peningkatan Jaringan Listrik Pengembangan dan pemeliharaan Jaringan Drainase Perkotaan Peningkatan Kapasitas Drainase Mikro yaitu Kali Sunter Penataan Ruang Kawasan sekitar DAS dan normalisasi sungai Pengembangan jaringan telekomunikasi terutama bagi wilayah yang belum terlayani Pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kecamatan Kembangan Kecamatan Kembangan Kecamatan Kembangan Kecamatan Kembangan X X X X X X X X X X X X X X X APBD APBN/ APBD APBN/ APBD APBD Dinas Pekerjaan Umum Propinsi DKI dan JakSel Dinas Pekerjaan Umum Propinsi DKI dan JakSel, Dinas Perhubungan DKI Dinas Perhubungan DKI Dinas Pekerjaan Umum Propinsi DKI dan JakSel, Dinas Pekerjaan Umum Propinsi DKI dan JakSel, Dinas Pekerjaan Umum Propinsi DKI dan JakSel, Dinas Pekerjaan Umum Propinsi DKI dan JakSel, Dinas Pekerjaan Umum Propinsi DKI dan JakSel, PLN Dinas Pekerjaan Umum Propinsi DKI dan JakSel, Dinas Pekerjaan Umum Propinsi DKI dan JakSel, Dinas Pekerjaan Umum Propinsi DKI dan JakSel, Telkom Dinas Pekerjaan Umum Propinsi DKI dan JakSel,

Pengembangan Sistem Transportasi

IV

PENGEMBANGAN UTILITAS DASAR Semua kelurahan Kecamatan Kembangan Semua kelurahan Kecamatan Kembangan Kecamatan Kembangan Semua kelurahan Kecamatan Kembangan Kecamatan Kembangan Semua kelurahan X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X APBD APBD/ Swasta APBD APBD APBD APBD APBD APBD APBD/ Swasta APBD A. Air Bersih

B. Air Limbah

C. Jaringan Listrik

D. Jaringan Drainase

E. Jaringan Telekomunikasi F. Jaringan Persampahan

B.7.38 Tujuan, Kebijakan dan Strategi Kecamatan Cengkareng B.7.38.1 Tujuan
Rencana rinci tata ruang Kecamatan Kecamatan Cengkareng merupakan wujud pemanfaatan ruang yang menggambarkan susunan lokasi pusat perdagangan jasa dan ikatan fungsi antar sub-sub pusat kegiatan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Sesuai dengan hasil identifikasi serta kecenderungan struktur tata ruang masa depan yang akan terbentuk maka tujuan rencana rinci tata ruang Kecamatan Cengkareng yaitu :

-

Menyiapkan

dan

mengarahkan

Kecamatan

Cengkareng

sebagai

pusat

perdagangan dan jasa provinsi DKI Jakarta dan sebagai pusat perdagangan dan jasa Kotamadya Jakarta Barat dengan membangun sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan perdagangan dan jasa. Memenuhi kebutuhan perumahan dengan membangun rumah susun sederhana sewa tingkat tinggi yang mengacu pada Peraturan Menteri PU No. 5 tahun 2007.

III-80

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

-

Meningkatkan kondisi dan kapasitas jaringan jalan regional yang berguna

-

Pembangunan rumah susun sederhana untuk memenuhi kebutuhan perumahan Sektor Perdagangan dan Jasa Pengembangan sistem ribbon sedikit dibatasi, kecuali pada sisi – sisi jalan yang

memantapkan fungsi Kecamatan Cengkareng sebagai salah satu pusat pergerakan Kotamadya Jakarta Barat dan Tangerang. Mewujudkan Kecamatan Cengkareng sebagai kawasan pendukung kelengkapan Peningkatan pelayanan sarana jalan dengan pelebaran jalan-jalan utama. Mewujudkan pembangunan dan pengembangan Kecamatan Cengkareng yang fasilitas dan utilitas di Jakarta Barat.

2)
-

mengalami peningkatan fungsi dan kualitas dengan memperhatikan kelancaran arus lalu lintas dengan pemenuhan penyediaan tempat parkir Pengembangan pada sentra – sentra lokal diprioritaskan untuk mengurangi Program perbaikan lingkungan dan peremajaan lingkungan pada wilayah yang Sektor Industri Membatasi kegiatan industri dengan hanya memperbolehkan pada kegiatan dan merelokasi kegiatan industri yang tidak sesuai dengan industri rumahan kemacetan lalu lintas cukup padat serta pembangunan baru pada lahan yang relatif kosong

berpihak pada kepentingan masyarakat, dengan memposisikan peran masyarakat sebagai pemrakarsa pembangunan, Memanfaatkan peluang dan mampu menempatkan kendala pengembangan

3)

sebagai komponen modal dasar pengembangan dan pembangunan Kecamatan Cengkareng guna mewujudkan kehidupan yang lebih baik.

kegiatan industri tersebut

B.7.38.2 Kebijakan B.7.38.2.1 Kawasan Budidaya
Kawasan budidaya merupakan kawasan yang dikembangkan secara intensif dengan pusat pengembangan yang ada di Kecamatan Cengkareng, secara umum pengembangan tersebut berorientasi pada optimalisasi sumber daya dan tetap mempertahankan kelestarian lingkungan guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Strategi rencana kawasan budidaya berdasarkan ciri kegiatan perkotaan adalah Kawasan perkotaan merupakan kawasan yang mempunyai arahan kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi. Karena keterbatasan daya dukung lahan maka pada kawasan perkotaan diupayakan adanya intensifikasi lahan pada lahan dengan kepadatan penduduk atau kegiatan tinggi, dilakukan ekstensifikasi pada kawasan cadangan pengembangan kawasan perkotaan. Pengembangan tersebut diupayakan semaksimal mungkin sesuai dengan potensi yang ada. Namun perlu dijaga agar pengembangan kawasan perkotaan tidak meluas dan mengganggu kawasan dengan fungsi lindung. Pengembangan di kawasan perkotaan terutama di pusat kota tetap memperthatikan agar kekompakan penggunaan lahan terjaga dan tidak menjadi homogen. Kebijakan kawasan budidaya dibagi menjadi beberapa sektor, diantaranya yaitu :

4)

Sektor Ruang Terbuka Hijau Melaksanakan dan mencadangkan serta mengamankan ruang terbuka hijau sepanjang kali dan memanfaatkannya untuk taman dan hortikultura yang dapat dinikmati masyarakat.

Mengadakan penghijauan maksimum pada pekarangan-pekarangan individu Mengadakan penghijauan maksimum pada ROW (lebar badan jalan) arteri dan

melalui program penyuluhan pembinaan.

kolektor.

5)
-

Sektor Transportasi Peningkatan dan pembangunan jalan arteri dan kolektor arah timur – barat Pengembangan jaringan jalan kolektor pada setiap kelurahan dengan ataupun utara – selatan memperhatikan kualitas dan kapasitas

6)
− −

Sektor Fasilitas Umum Pengembangan dan peningkatan fasilitas umum, baik kuantitas maupun kualitas Guna mengatasi keterbatasan lahan, masih dimungkinkan untuk pengembangan

secara vertikal dan penggabungan kegiatan lainnya yang sejenis dalam satu bangunan

1)
-

Sektor Perumahan Penerapan penggunaan campuran dalam rangka mengintesifkan penggunaan Program perbaikan lingkungan dan permajaan lingkungan pada kawasan kumuh

7)

Sektor Utilitas Umum Penambahan gardu-gardu listrik dan penambahan/peningkatan jaringan
III-81

lahan dan bangunan, baik secara vertikal maupun horisontal

pelayanan listrik serta lampu-lampu penerangan jalan

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

− −

Penambahan telepon umum pada lokasi-lokasi strategis Koordinasi terpadu antara PLN, Telkom dan Pemda DKI Jakarta dalam Sektor Air Minum dan Sumber Air Bersih

Strategi penanganan kawasan ini dititik beratkan pada pemeliharaan lingkungan guna mempertahankan ekosistem setempat dan kelestarian lingkungan alam. Hal ini termasuk juga pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup serta peraturan tentang adanya penetapan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).

perencanaan dan pelaksanaan pengadaan instalasi listrik, telepon dan gas

8)
-

Menambah/memperluas jaringan air bersih dan meningkatkan kualitas jaringan

pipa – pipa induk dan distribusi Penganjuran pengurangan penggunaan air tanah guna mengatasi penurunan Penambahan hydrant umum Sektor Drainase dan Pengendalian Banjir

B.7.38.3 Strategi
Strategi rencana rinci tata ruang Kecamatan Cengkareng adalah : Meningkatkan peran dan fungsi serta menata pusat-pusat kegiatan yang sudah Memperbaiki dan merencanakan kawasan-kawasan yang cenderung kumuh Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH Merealisasikan pembangunan sarana dan prasarana yang mampu berkembang. dengan membangun rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya. khususnya di bantaran sungai yang dijadikan permukiman kumuh. meningkatkankapasitas perdagangan dan jasa . Merealisasikan pembangunan jalan lingkungan di dalam lingkungan yang telah berkembang guna menyediakan ruang perumahan kota yang dapat menampung perkembangan penduduk.

muka air tanah dan intruisi air laut
-

9)

Melaksanakan normalisasi sungai dan saluran drainase serta mengamankan

tepian sungai dari kegiatan yang dapat menganggu fungsi sungai (pengamanan terhadap bangunan liar dan pembuangan sampah)

Melaksanakan pembangunan/peremajaan drainase makro dan mikro ke dalam Sektor Sanitasi dan Sampah

sistem pengendalian banjir makro

10)

Pengadaan septick tank kelompok pada lokasi-lokasi permukiman yang dihuni

oleh penduduk yang berpenghasilan rendah. Sistem perencanaan yang dipakai yaitu perencanaan yang diintegrasikan terhadap sistem sewerage.

Meningkatkan kondisi MCK yang ada serta pengadaan baru sesuai kebutuhan Pengelolaan sampah dengan menyediakan container dan dipo-dipo sampah

B.7.39 Rencana Pengelolaan Kependudukan Kecamatan Cengkareng
Kecamatan Cengkareng dengan perkembangan wilayah yang semakin pesat maka diperlukan rencana pengelolaan kependudukan yang tepat dengan menggunakan perhitungan berdasarkan daya tampung penduduk pada tahun 2030. Sesuai hasil perhitungan analisis kependudukan dengan metode daya tampung menunjukkan bahwa dengan menggunakan KDB, KLB, serta standar luas kavling ideal, maka jumlah daya tampung penduduk ideal Cengkareng direncanakan sebesar 269.057 jiwa, maka untuk mengatasi keterbatasan lahan Kecamatan Cengkareng direncanakan dengan membangun perumahan secara vertikal. Sedangkan rumah – rumah kumuh yang masih terdapat di Kecamatan Cengkareng akan dihilangkan. Pembangunan wisma kecil akan dibatasi di Cengkareng. Kepadatan permukiman direncanakan tidak terlalu padat/sedang untuk menjaga kelayakan sebagai kawasan tempat tinggal. Untuk lebih jelasnya mengenai daya tampung penduduk tahun 2030 di Kecamatan Cengkareng dapat dilihat pada Tabel berikut. Tabel 7.37 Daya Tampung dan Kepadatan Penduduk Per Kelurahan Kecamatan Cengkareng Tahun 2030
III-82

lingkungan permukiman padat.

sesuai kebutuhan.

B.7.38.2.2 Kawasan Strategis
Pengembangan kawasan diprioritaskan karena keberadaannya dapat mendukung pengembangan sekktor strategis di atasnya dengan berdasar atas pertimbanganpertimbangan. Pengembangan kawasan tersebut mempunyai dampak regional maupun nasional karena memiliki kontribusi tinggi. Pengembangan sektor sosial ekonomi di atasnya membutuhkan lahan dalam skala besar. Sektor yang akan dikembangkan mempunyai prioritas tinggi dalam lingkup regional dan nasional. Kawasan memliki prospek ekonomi yang cerah untuk menarik investasi dan memacu pengembangan wilayah sekitar. Pengembangan secara intensif potensi sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan. Pengembangan prasarana perhubungan yang lebih dapat diandalkan. Peningkatan hubungan sosial ekonomi dengan pusat kegiatan terdekat.

B.7.38.2.3 Penanganan Lingkungan

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

No 1 2 3 4 5 6

Kelurahan Cengkareng Kapuk Duri Kosambi Cengkareng Timur Cengkareng Barat Kedaung Jumlah

Penduduk 2030 (jiwa) 54,650 18,235 36,319 24,713 22,677 33,466 190,060

Kepadatan Penduduk 2030 (jiwa/Ha) 259 187 156 364 392 382 252

B.7.41 Rencana Transportasi Cengkareng
Rencana pengembangan jaringan jalan di Kecamatan Cengkareng adalah sistem jaringan jalan, simpang susun, fasilitas pejalan kaki dan jembatan penyeberangan. Sistem jaringan jalan di Kecamatan Cengkareng hingga tahun 2030 direncanakan sebagai berikut : Tabel 7.39 Rencana Jaringan Jalan Kecamatan Cengkareng Tahun 2030
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Nama jalan Jl.S.Parman Jl.Tomang Raya Jl. KS.Tubun Jl.Tol Jakarta-Merak Jl.Cengkareng Utara Jl Cengkareng Barat Jl.Cengkareng Tengah Jl.Batu Sari Jl.Brigjen Katamso Jl.Duri Kosambi Utama Jl.Duri Kosambi Raya Jl.Cengkareng Timur Jl.Cengkareng Barat Jl.Rawa Belong Tingkatan jalan Tol/Arteri Primer Arteri Sekunder Arteri Primer Tol Arteri Sekunder Kolektor Primer Kolektor Primer Arteri Sekunder Arteri Sekunder Arteri Sekunder Kolektor Primer Kolektor Primer Kolektor Selatan Arteri Sekunder 69 40 30 52 18 18 18 14 18 22 10 10 10 12 2006 85 47 47 52 30 25 20 25 18 26 15 15 15 15 2030

Sumber : Rencana 2009

B.7.40 Rencana Struktur Ruang Kecamatan Cengkareng B.7.40.1 Pusat Kegiatan Tersier
Pusat Kegiatan Tersier di Kecamatan Cengkareng adalah kegiatan perdagangan dan jasa

B.7.40.2 Pusat Kegiatan Subtersier
Pusat Kegiatan Subtersier di Kecamatan Cengkareng antara lain adalah : a. Pasar Kapuk dengan kegiatan pelayanan perdagangan dan jasa Kantor Kecamatan Cengkareng dengan kegiatan pelayanan pemerintahan Kantor POLSEK Cengkareng dengan kegiatan pelayanan pemerintahan

b. c.

Sumber : Hasil Rencana 2009

Untuk lebih jelasnya mengenai rencana struktur ruang Kecamatan Cengkareng tahun 2030 dapat dilihat pada Tabel berikut. Tabel 7.38 Rencana Struktur Ruang Kecamatan Cengkareng Lokasi Jl.Brigjend Katamso Jl.Duri Kosambi Utama Jl.Cengkareng Tengah Jl.Cengkareng Barat Fungsi Kawasan perkantoran Pelayanan kegiatan perdagangan Pelayanan kegiatan pemerintahan Pelayanan kegiatan pemerintahan Keterangan Gedung BCA Menara Peninsula Pasar Kapuk Kantor Kecamatan Cengkareng Kantor Polsek Cengkareng Skala/Kekhasan Kawasan perkantoran dengan skala tersier Pusat pelayanan perdagangan skala subtersier Pusat pelayanan pemerintahan skala subtersier Pusat pelayanan pemerintahan skala subtersier

Pengembangan transportasi di Kecamatan Cengkareng mempertimbangkan faktor-faktor berikut: a. Pembangunan jalan baru disesuaikan dengan program DKI Jakarta keseluruhan serta dikaitkan dengan peremajaan lingkungan b. Perbaikan/pelebaran jalan sesuai dengan prioritas pengembangan, dikaitkan dengan usaha mengatasi kemacetan lalu-lintas c. Pengembangan jalan layang pada persimpangan yang diperkirakan akan menimbulkan kemacetan yang parah d. Pengembangan angkutan umum kapasitas besar dengan pembatasan kendaraan pribadi e. Penyediaan angkutan umum dengan memberikan kebebasan memilih bagi penumpang dengan peningkatan kecepatan perjalanan serta peningkatan sarana-sarana pemberhentian f. Pembatasan daerah operasi angkutan yang dikaitkan dengan perencanaan route kendaraan umum untuk kemudahan penumpang

Sumber : Hasil Rencana 2009

III-83

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

g. Pematasan jalur dan jam operasi angkutan barang skala besar, agar tidak memperlambat kecepatan lalu lintas h. Penyediaan parkir di luar jalan dan pengawasan pelaksanaan pengadaan parkir bangunan umum untuk menghapus parkir di tepi jalan i. j. Perbaikan, pengembangan dan pengadaan sarana pejalan kaki, dikaitkan dengan Pengaturan route angkutan umum untuk mempercepat waktu perjalanan dan megurangi pelebaran dan pembangunan jalan baru biaya perjalanan, dikaitkan dengan tempat-tempat pemberhentian/halte

-

Mencegah dan menindak tegas pembuangan sampah ke sungai, saluran.

Caranya dengan mencegah tumbuhnya perumahan liar,bedeng di sepanjang tepi sungai

B.7.42.2 Rencana Pengendalian Drainase
Melaksanakan normalisasi sepanjang aliran sungai dan mengamankan sungai dari kegiatan yang dapat menggangu fungsinya (Pengamanan terhadap bangunan liar dan pembuangan sampah) Penataan kembali (GSS) garis sempadan sungai sejalan dengan penataan Pengerukan sampah di sepanjang yang bisa menimbulkan banjir sungai menurut fungsinya yaitu sebagai pengendali banjir, drainase dan penggelontor

B.7.42 Rencana Pengembangan Utilitas Kecamatan Cengkareng
Rencana pengembangan utilitas di Kecamatan Cengkareng memperhatikan jejaring yang telah ada dan peningkatan kebutuhan, diantaranya adalah : Pembatasan pemakaian air tanah terutama di zona kritis air tanah agar terpeliharanya Perluasan jaringan pelayanan air bersih melalui peningkatan distribusi yang belum Perluasan kawasan resapan air melalui penambahan ruang terbuka hijau (RTH) Peningkatan kualitas air bersih yang layak bagi penduduk sumber daya air tanah dan air permukaan sebagai air baku terlayani air bersih terutama di pemukiman yang padat penduduk

Sistem jaringan drainase yang diusulkan mengikuti sistem hierarki jalan sebagai berikut : Saluran primer yang merupakan saluran yang akan mengalirkan air ke saluran alam atau sungai yang ada. Ditempatkan pada setiap jalan primer. Bentuk penampang berupa saluran segiempat tertutup pada kawasan yang relatif padat untuk menghindari masuknya sampah dan mencegah terjadinya genangan air pada permukaan jalan. Bentuk penampang saluran segi empat terbuka pada kawasan yang relatif kosong. primer. Saluran sekunder yang merupakan saluran yang mengalirkan air ke saluran Ditempatkan pada setiap jalan sekunder. Saluran pelimpasan utama

Berikut ini adalah rencana pengembangan jaringan utilitas di Kecamatan Cengkareng yang meliputi jaringan listrik, persampahan, air bersih, telekomunikasi dan air limbah.

menggunakan drainase primer atau jaringan sungai terdekat. Bentuk penampang saluran adalah trapesium terbuka. Saluran tersier yang merupakan saluran yang mengalirkan air ke saluran sekunder. Saluran ini berfungsi sebagai saluran penampung aliran dari limpasan air hujan baik dari halaman maupun dari permukaan jalan. Ditempatkan pada setiap jalan lingkungan. Bentuk penampang saluran adalah segi empat atau setengah lingkaran.

B.7.42.1 Rencana Pengelolaan Persampahan
Program pemilahan sampah sebelum dibuang ke LPS ( Lokasi pembuangan

B.7.42.3 Rencana Jaringan Listrik
Rencana pengembangan jaringan listrik dengan indikasi-indikasi pengembangan tersebut merupakan suatu terapan pada kesesuaian pembangunan pada setiap kawasan yang membutuhkan pemerataan pelayanan, dengan tujuan agar sistem jaringan listrik pada Kecamatan Cengkareng dapat berfungsi dengan baik serta memperindah lingkungan sekitar. Adapun rencana pengembangan adalah, sebagai berikut : Rencana pemenuhan kebutuhan listrik untuk rumah susun sewa (Rusunawa) Meningkatkan pembangunan sistem jaringan listrik yang aman untuk kawasan Peningkatan kebutuhan listrik akibat pertambahan penduduk dan kegiatan
III-84

sampah ) melalui pemilahan sampah organik (basah) dan non-organik (kering) akan memudahkan proses pembuatan kompos sebelum dibakar di dalam insinerator Pengembangan prasarana sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) dan Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan Meningkatkan mutu, kapasitas dan jumlah armada sampah yang dapat masuk dilakukan dengan teknologi tepat guna penerapan konsep 3R (reduced, reused, recycling) kelingkungan yang padat penduduk

perumahan terutama mencakup kawasan pemukiman padat

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

-

Mempertahankan dan menata kondisi sistem jaringan listrik yang telah ada serta
No 6 Kelurahan Kedaung Penduduk (jiwa) 33,466 190,060 Kebutuhan Air Bersih (Ltr/Hr) 5,856,550 33,260,500 Kebutuhan Air Bersih (M3/Hr) 5,856.55 33,260.50

memperbaiki kendala-kendala yang terjadi pada sistem jaringan listrik tersebut

B.7.42.4 Rencana Jaringan Telekomunikasi
Pengembangan sistem pelayanan telekomunikasi melalui penerapan teknologi Pembangunan jaringan telekomunikasi baru pada kawasan pemukiman padat, Menciptakan jaringan telekomunikasi yang aman dan menjaga struktur telekomunikasi yang memadai

Jumlah Sumber : Rencana 2009

-

B.7.42.6 Rencana Sistem Pembuangan Air Limbah
Rencana sistem pembuangan air limbah di Kecamatan Cengkareng tahun 2030 adalah dengan sistem on-site. Diperkirakan tahun 2030 akan dihasilkan air limbah sebesar 26.608 M3/hari yang berasal dari air limbah perumahan dan perdagangan/jasa. Untuk lebih jelasnya mengenai timbulan air kotor (sludge) di Kecamatan Cengkareng tahun 2030 dapat dilihat pada Tabel berikut. Tabel 7.41 Timbulan Air Kotor (Sludge) Kecamatan Cengkareng Tahun 2030
No 1 2 3 4 5 6 Kelurahan Rawa Buaya Kapuk Duri Kosambi Cengkareng Timur Cengkareng Barat Kedaung Jumlah
Sumber : Rencana 2009

dengan tujuan untuk memfasilitasi masyarakat dalam melakukan aktifitas bersosial. lingkungan kota di Kecamatan Cengkareng.

B.7.42.5 Rencana Jaringan Air Bersih
Rencana jaringan primer pipa air bersih di Kecamatan Cengkareng tahun 2030 adalah penambahan jaringan air bersih yang terdapat di sepanjang Jl.S.Parman, Jl.Tomang Raya. Kebutuhan air bersih untuk tahun 2030 di Kecamatan Cengkareng tahun 2030 adalah sebesar 33.260 ltr/hari, kebutuhan tersebut dipenuhi dari instalasi air minum Pejompongan I. Untuk lebih jelasnya mengenai rencana kebutuhan air bersih di Kecamatan Cengkareng tahun 2030 dapat dilihat pada Tabel berikut.

Penduduk ( jiwa) 54,650 18,235 36,319 24,713 22,677 33,466 190,060

Timbulan Air Limbah ( M3/Hr) 7,651.00 2,552.90 5,084.66 3,459.82 3,174.78 4,685.24 26,608.40

Timbulan Sludge ( Ltr/Hr) 3,771 1,258 2,506 1,705 1,565 2,309 13,114

Timbulan Sludge ( M3/Hr) 3.77 1.26 2.51 1.71 1.56 2.31 13.11

Tabel 7.40 Kebutuhan Air Bersih Kecamatan Cengkareng Tahun 2030
Kebutuhan Air Bersih (Ltr/Hr) 9,563,750 3,191,125 6,355,825 4,324,775 3,968,475

B.7.43 Rencana Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Keacmatan Cengkareng
Kebutuhan Air Bersih (M3/Hr)

No

Kelurahan

Penduduk (jiwa)

B.7.43.1 Pendidikan
Rencana pengembangan fasilitas pendidikan di Kecamatan Cengkareng lebih di utamakan untuk fasilitas pendidikan yang masih kurang dan diperlukan lagi penambahan lahan dan bangunan fasilitas pendidikan. Rencana pengembangan fasilitas pendidikan di Kecamatan Cengkareng akan lebih diarahkan untuk tingkat TK, SD dan SMP yang berdasarkan analisis proyeksi fasilitas pendidikan tersebut jumlahnya masih kurang dan masih diperlukan
III-85

1 2 3 4 5

Rawa Buaya Kapuk Duri Kosambi Cengkareng Timur Cengkareng Barat

54,650 18,235 36,319 24,713 22,677

9,563.75 3,191.13 6,355.83 4,324.78 3,968.48

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

penambahan beberapa fasilitas pendidikan. Untuk lebih jelasnya mengenai kebutuhan fasilitas pendidikan tahun 2030 di Kecamatan Cengkareng dapat dilihat pada Tabel berikut. Tabel 7.42 Rencana Fasilitas Pendidikan Kecamatan Cengkareng Tahun 2030
No Rincian Jenis Fasilitas TK SD SLTP SLTA Standar Kebutuhan (Jiwa) 60,000 60,000 3,000 30,000 Luas Lahan (m2) 170 3,000 4,000 4,800 Kebutuhan Sarana (Unit) 2030 152 67 13 6 No 4 5 6 7 8

Rincian Jenis Fasilitas Puskesmas Pembantu Puskesmas Rumah Sakit Wilayah Tempat Praktek Dokter Apotik

Standar Kebutuhan (Jiwa) 30,000 30,000 480,000 6,000 30,000

Luas Lahan (m2) 500 650 10,000 150 400

Kebutuhan Sarana (Unit) 6 6 0 32 6

Sumber : Rencana 2009

1 2 3 4
Sumber : Rencana 2009

B.7.43.3 Peribadatan
Rencana pengembangan fasilitas peribadatan di Kecamatan Cengkareng lebih di utamakan untuk fasilitas peribadatan yang masih kurang dan diperlukan lagi penambahan lahan dan bangunan serta perbaikan fasilitas peribadatan. Rencana pengembangan fasilitas peribadatan di Kecamatan Cengkareng akan lebih diarahkan untuk fasilitas peribadatan pura

B.7.43.2 Kesehatan
Rencana pengembangan fasilitas kesehatan di Kecamatan Cengkareng berdasarkan hasil analisis proyeksi fasilitas kesehatan yang masih kurang memadai jumlahnya, dengan demikian rencana pengembangan fasilitas kesehatan di Kecamatan Cengkareng lebih di utamakan untuk fasilitas kesehatan yang masih kurang dan diperlukan lagi penambahan lahan dan bangunan fasilas kesehatan. Untuk lebih jelasnya mengenai kebutuhan fasilitas kesehatan tahun 2030 di Kecamatan Cengkareng dapat dilihat pada Tabel berikut.

yang berdasarkan analisis proyeksi fasilitas pendidikan tersebut jumlahnya masih kurang dan masih diperlukan penambahan sedangkan untuk fasilitas peribadatan lainnya hanya pada rencana perbaikan dan peremajaan. Untuk lebih jelasnya mengenai kebutuhan fasilitas peribadatan tahun 2030 di Kecamatan Cengkareng dapat dilihat pada Tabel berikut. Tabel 7.44 Rencana Fasilitas Peribadatan Kecamatan Cengkareng Tahun 2030
No 1 2 3 3 4 5 6 Rincian Jenis Fasilitas Gereja Katolik Gereja Protestan Mushalla Mesjid Vihara Pura Kelenteng Standar Kebutuhan (Jiwa) 60,000 60,000 3,000 30,000 60,000 60,000 60,000 Luas Lahan (m2) 2,000 2,000 300 2,000 2,000 2,000 2,000 Kebutuhan Sarana (Unit) 2030 3 3 63 6 3 3 3

Sumber : Rencana 2009

Tabel 7.43 Rencana Fasilitas Kesehatan Kecamatan Cengkareng Tahun 2030
Rincian Jenis Fasilitas Balai Pengobatan BKIA Rumah Bersalin Standar Kebutuhan (Jiwa) 3,000 10,000 30,000 Luas Lahan (m2) 200 1,600 3,000 Kebutuhan Sarana (Unit) 2030 63 19 6

B.7.44 Rencana Pola Ruang Kecamatan Cengkareng
Rencana pola ruang menggambarkan letak, ukuran, fungsi dari kegiatan budidaya dan lindung, isi rencana pola pemanfaatan ruang adalah deliniasi (batas - batas) kawasan kegiatan sosial ekonomi, budaya dan kawasan lainnya di dalam kawasan budidaya dan deliniasi kawasan lindung.

No 1 2 3

III-86

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

B.7.44.1 Budidaya Kawasan Perdagangan dan Jasa
Aktifitas perkotaan ditentukan oleh dominasi kegiatan non pertanian yang ada di suatu wilayah. Semakin banyak kegiatan non pertanian, semakin tinggi karateristik kota yang dimiliki wilayah tersebut. Kawasan fungsi perdagangan dan jasa pada Kecamatan Cengkareng dituntut harus ada sebagai sarana utama bagi distribusi dan koleksi barang dan jasa yang ada di Kecamatan Cengkareng, karena dengan semakin mantapnya fungsi perdagangan dan jasa akan semakin mendukung perkembangan Kecamatan Cengkareng sehingga dapat berfungsi pula sebagai pusat pelayanan bagi daerah di sekitarnya. Pola pengembangan kawasan perdagangan dan jasa di Kecamatan Cengkareng adalah : a. Pengembangan Sentra – sentra Pengembangan sentra jasa/komersil di prioritaskan pada sentra perdagangan Pasar Kapuk dan sekitarnya yang merupakan sentra tingkat kecamatan b. Pengembangan Ribbon Pengembangan jasa/komersil di sepanjang Jalan Cengkareng Barat, Jl.Cengkareng Utara, Jl.Rawa Belong, Jl.KS.Tubun. Pengembangan Letjend.S.Parman jasa/perkantoran dan campuran di sepanjang Jalan

Kriteria untuk kawasan permukiman perkotaan adalah memperhitungkan kecenderungan perkembangan pembangunan permukiman perkotaan baru, memperhitungkan daya tampung perkembangan penduduk dan fasilitas dan prasarana yang dibutuhkan dengan mempertimbangkan kebijaksanaan yang ada. Rencana pengembangan kawasan permukiman berkepadatan tinggi direncanakan melalui cara rehabilitasi atau program dan perbaikan dan peningkatan kualitas lingkungan. Sedangkan untuk unit lingkungan permukiman yang berkepadatan sedang dan rendah dilakukan persiapan dengan pembangunan kawasan permukiman berskala besar pada lahan yang masih kosong. Daerah permukiman direncanakan menyebar di seluruh wilayah Kecamatan Cengkareng pada semua kelurahan baik dalam bentuk vertikal atau apartemen dan landed house dengan memperhatikan kebutuhan perumahan penduduk Kecamatan Cengkareng dimasa yang akan datang dengan memperhitungkan kecenderungan perkembangan dan aksesbilitas. Rencana pengembangan kawasan perumahan kepadatan tinggi di Kecamatan Cengkareng diarahkan pada: a. Kelurahan Rawa Buaya b. Kelurahan Kapuk c. Kelurahan Duri Kosambi d. Kelurahan Cengkareng Timur kawasan permukiman dan e. Kelurahan Cengkareng Barat Rencana pengembangan kawasan perumahan kepadatan sedang di Kecamatan

B.7.44.2 Budidaya Kawasan Perindustrian dan Pergudangan
Kawasan Kecamatan Cengkareng telah berkembang perdagangan mantap. Keberadaan industri dan pergudangan di Kecamatan Cengkareng pada kondisi eksisting telah terjepit diantara permukiman sehingga harus direlokasi di tempat lain dikarenakan menimbulkan pencemaran tanah, air, dan udara, sehingga tidak ada pengembangan Cengkareng. kegiatan industri dalam rencana pola ruang wilayah Kecamatan

Cengkareng diarahkan pada : a. Kelurahan Rawa Buaya b. Kelurahan Kapuk c. Kelurahan Duri Kosambi d. Kelurahan Cengkareng Timur e. Kelurahan Cengkareng Barat Rencana pengembangan kawasan perumahan kepadatan rendah tidak diarahkan di Kecamatan Cengkareng. Sedangkan rencana pengembangan kawasan perumahan susun di Kecamatan Cengkareng diarahkan pada Jl. Brigjend Katamso.

B.7.44.3 Budidaya Kawasan Permukiman
Bila dibandingkan dengan fungsi lain, permukiman merupakan jenis peruntukkan lahan yang paling banyak memanfaatkan/menyerap lahan di suatu wilayah, sehingga pengembangan area perumahan akan menentukan pola dan bentuk terbangun suatu wilayah dimasa yang akan datang.

B.7.44.4 Budidaya Fungsi Pelayanan Sosial
Fungsi ini merupakan pendukung aktifitas kawasan, sehingga fasilitas ini peruntukkannya disesuaikan dengan aktifitas pada tiap – tiap pusat kegiatan. Fasilitas yang dialokasikan
III-87

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

disini terdiri dari fasilitas pendidikan, kesehatan, peribadatan, olah raga/ruang terbuka yang merupakan fasilitas pendukung pemukiman.

untuk dibangun jalan inspeksi antara 10 – 15 meter. Kawasan sempadan sungai di Kecamatan Cengkareng berada pada kawasan Kali Grogol, Kali Banjir Kanal Barat.

B.7.44.5 Kawasan Lindung
Pada kawasan ini dapat dibudidayakan untuk kegiatan masyarakat untuk kegiatan budidaya pertanian rakyat, papan penyuluhan dan peringatan serta rambu – rambu pekerjaan, pemasangan rentangan kabel listrik, kabel telepon dan pipa air minum, penyelenggaraan kegiatan yang bersifat sosial, olahraga, pariwisata dan kemasyarakatan yang tidak menimbulkan dampak merugikan bagi kelestarian dan keamanan fungsi serta fisik sungai dan danau. Kawasan sempadan sungai ditentukan sekurang-kurangnya 100 meter di kiri kanan sungai besar dan 50 meter di kiri kanan anak sungai yang berada di luar permukiman. Sedangkan untuk sungai di kawasan permukiman berupa sempadan sungai yang diperkirakan cukup Tabel 7.45 Rencana Pola Ruang Kecamatan Cengkareng Tahun 2030 Peruntukan Tanah (Ha) Kaw.Penyempurna Hijau Lindung Kaw.Perkantoran Pemerintahan Kaw.Perum Kepadatan Rendah Kaw.Jalur Hijau & Hutan Kota

Kaw.Perkantoran Swasta

Kaw.Perkantoran Taman

Kaw.Perum Kepadatan Sedang

Kaw.Perum Kepadatan Tinggi

Pelayanan Umum/Sosial

Kaw. Perum Susun

Kaw.Perdagangan

Kaw.Terbuka Biru 7.10 2.48 3.11 0.42

Kaw.Pemakaman

Campuran Besar

Campuran Kecil

Kaw.Industri

Kaw.Taman

Olah Raga

No

Kelurahan

Total (Ha)

1 2 3 4 5 6

Jatipulo Duri Kosambi Kotabambu Selatan Kotabambu Utara Rawa Buaya Kapuk

-

42.65 94.39 20.20 38.39 79.95 28.72

13.76 16.12 8.25

0.72 5.69 -

3.03 3.74

1.91 25.40 6.54 3.72 6.95 6.38

0.06 2.57 3.03 0.05 3.17 0.75

6.01 2.80 6.86 4.30 14.36 12.09

0.17 0.32 0.50

-

0.58 4.92 1.03

1.30 11.19 4.46 9.43 9.20 10.51

4.33 4.60 2.59 0.99 3.46 0.16

1.22 2.68 -

1.48 -

-

63.35

3.28 164.62 46.73 60.00

1.32

5.56 153.69 72.56
III-88

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Kecamatan % Sumber: Rencana, 2009

0.00 0.00

304.30 54.25

38.13 6.80

6.40 1.14

6.78 1.21

50.90 9.07

9.63 1.72

46.41 8.27

0.99 0.18

0.00 0.00

6.53 1.16

46.09 8.22

16.13 2.88

3.91 0.70

1.48 0.26

0.00 0.00

1.32 0.23

21.94 560.93 3.91 100.00

B.7.45 Rencana Intensitas Pemanfaatan Ruang Kecamatan Cengkareng
Komponen intensitas ruang meliputi angka dan presentase dari KLB, KDB, KB. Tingkatan besaran ruang atau luas seluruh lantai bangunan yang diperkenankan untuk di bangun dalam perpetakan atau persil atau daerah perencanaan (DP) yang telah ditetapkan batas-batasnya berdasarkan fungsi tertentu rencana tata ruang yang terdiri dari tingkatan nilai KLB, sebagai berikut : 1. Nilai KLB rata-rata 1,0 merupakan nilai KLB antara angka 0,4 sampai dengan 1,6 2. Nilai KLB rata-rata 2,0 merupakan nilai KLB antara angka lebih besar dari 1,6 sampai dengan 2,4 3. Nilai KLB rata-rata 3,0 merupakan nilai KLB antara angka lebih besar dari 2,4 sampai dengan 3,5 4. Nilai KLB rata-rata 4,0 Nilai KLB 1,0 sampai dengan 4,0 diarahkan pada kawasan-kawasan permukiman, kawasan bangunan umum, bangunan umum KDB rendah, kawasan campuran serta kawasan industri/pergudangan di Kecamatan Cengkareng.

Rencana intensitas lahan dimaksudkan untuk mengarahkan kepadatan bangunan, untuk memberi keseimbangan lingkungan antara lahan terbangun dan ruang terbuka secara tiga dimensi, pengaturan intensitas lahan lebih detail akan terdapat pada peraturan permintakan. Rencana intensitas lahan disesuaikan dengan kondisi lingkungan serta kebutuhan

pengembangan, baik kebutuhan struktur kota maupun nilai ekonomis lahan pada penggal jalan tertentu, Rencana intensitas lahan meliputi rencana ketinggian bangunan, KDB dan KLB. Rencana intensitas lahan di Kecamatan Cengkareng tahun 2030 dapat di lihat pada tabel dibawah ini :

III-89

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

b. Kawasan permukiman KDB rendah c. Kawasan bangunan umum Tabel 7.48 Rencana Intensitas Bangunan Kecamatan Cengkareng Tahun 2030
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 LOKASI Jl. S Parman Jl. Arjuna Selatan Jl. Cengkareng Barat – Jl. Cengkareng Utara Jl. Cengkareng Utara Jl. Rawa Belong Raya Jl. Batu Sari Jl. Brigjend Katamso Jl. Tomang Raya Jl. Cengkareng Barat (Sekitar RS.Harapan Kita) Jl. Anggrek Neli Murni 1 Jl. Cengkareng Timur Jl. Cengkareng Barat Kelurahan Kapuk Kelurahan Cengkareng Kelurahan Duri Kosambi dan PERUNTUKKAN Karya Bangunan Umum Fasilitasnya Wisma Bangunan Umum Fasilitasnya Wisma Bangunan Umum Fasilitasnya Wisma Bangunan Umum Fasilitasnya Wisma Bangunan Umum Fasilitasnya Suka Umum dan dan dan dan dan KDB (%) 45 50 50 50 50 40 55 50 40 40 60 60 60 60 60 45 KLB 4,2 3 3 3 3 3 3 3,5 3 2,4 1,2 1,2 1,2 1,2 1,2 4 KETINGGIAN BANGUNAN ( LANTAI ) 32 4 4 4 4 4 8 6 16 4 2 2 2 2 2 6

d. Kawasan bangunan umum KDB rendah e. Kawasan campuran f. Kawasan industri / pergudangan

KLB rata-rata 3,0 diarahkan pada : a. Kawasan permukiman b. Kawasan permukiman KDB rendah c. Kawasan bangunan umum d. Kawasan bangunan umum KDB rendah e. Kawasan campuran KLB rata-rata 4,0 diarahkan pada : a. Kawasan permukiman b. Kawasan bangunan umum c. Kawasan bangunan umum KDB rendah d. Kawasan campuran e. KLB lebih besar dari 5,0 sampai dengan 10,0 diarahkan pada kawasan Sentra Primer Baru Barat

Karya Bangunan Umum dan Wisma Bangunan Karya Bangunan Umum dan Fasilitasnya Suka/Fasilitas Umum Suka/Fasilitas Umum Wisma dan Fasilitasnya Wisma dan Fasilitasnya Wisma dan Fasilitasnya Wisma dan Fasilitasnya Wisma dan Fasilitasnya Karya Bangunan Umum dan Fasilitasnya

B.7.46 Arahan Pemanfaatan Ruang Kecamatan Cengkareng
Rencana arahan pemanfaatan ruang menguraikan rencana program pemanfaatan ruang masing-masing kegiatan kota di wilayah serta rencana pengelolaan lingkungan. Berbagai kawasan yang terdapat di dalam suatu kecamatan memerlukan penanganan yang terpadu karena di dalam mengelola suatu kecamatan diperlukan keterlibatan dari berbagai sektor/komponen. Secara umum, rencana pengelolaan dan sifat perencanaan tiap tipe kawasan dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Museum Tekstil 15 Sekitarnya Sumber : Rencana 2030

KLB rata-rata 1,0 diarahkan pada : a. Kawasan permukiman b. Kawasan permukiman KDB rendah c. Kawasan bangunan umum d. Kawasan bangunan umum KDB rendah e. Kawasan campuran f. Kawasan industri / pergudangan

KLB rata-rata 2,0 diarahkan pada : a. Kawasan permukiman
III-90

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Tabel 7.49 Kriteria Rencana Pengelolaan dan Sifat Perencanaan Kawasan
Tipologi Kawasan Mantap Peralihan Menuju Mantap Peralihan Menuju Dinamis Dinamis
Keterangan : • • Rencana Rigid berarti perubahan peruntukan / fungsi kawasan tidak dapat dilakukan, kecuali memang Rencana Fleksibel berarti peruntukan / fungsi kawasan dapat dilakukan untuk memenuhi perkembangan diperlukan hanya dapat dilakukan secara sangat terbatas mengikuti ketentuan yang berlaku kota, dilaksanakan mengikuti ketentuan yang berlaku.

Rencana Pengelolaan Lingkungan Pemeliharaan Pemugaran Pemugaran Perbaikan Lingkungan Perbaikan Lingkungan Peremajaan Peremajaan Pembangunan Baru

Sifat Perencanaan Rigid Rigid Fleksibel Fleksibel

Usulan pengelolaan berbagai kawasan di Kecamatan Cengkareng sesuai dengan tipe kawasan diuraikan pada indikasi program dengan kriteria rencana yang sudah ditentukan sesuai dengan tipologi kawasan, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikutnya. Tabel 7.50 Indikasi Program Kecamatan Cengkareng
Aspek/Sektor I. Penataan Ruang A. Permukiman Kegiatan/Program Lokasi Sumber Pembiayaan APBD +APBN Tahun Pelaksanaan Instansi/Dinas Pelaksana 1 * 2 * 3 * 4 * 5 * 5th ke II 5th ke III 5th ke IV

- Pembangunan Baru (Pembangunan Rumah Susun) Peremajaan

-

Jl. Brigjend Katamso

Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta Dep. PU, Kementerian Perumahan Rakyat Pemkot. Jakarta Barat, Dinas Perumahan

Buaya Kosambi -

Kelurahan

Rawa

APBD

*

*

*

*

*

Kelurahan Kapuk Kelurahan Duri Kelurahan Cengkareng Timur Kelurahan Cengkareng Barat Kelurahan Rawa Buaya Kelurahan Kapuk Kelurahan Duri Kosambi Kelurahan Cengkareng Timur

-

Perbaikan Lingkungan

-

APBD

Pemkot. Jakarta Barat, Dinas Perumahan

*

*

*

*

*

III-91

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Aspek/Sektor

Kegiatan/Program Penataan Pemeliharaan -

Lokasi Kelurahan Cengkareng Barat Kelurahan Rawa Buaya Kelurahan Kapuk Kelurahan Duri Kosambi Kelurahan Cengkareng Timur Kelurahan Cengkareng Barat Kelurahan Rawa Buaya Kelurahan Kapuk Kelurahan Duri Kosambi Kelurahan Cengkareng Timur Kelurahan Cengkareng Barat Kelurahan Rawa Buaya Kelurahan Kapuk Kelurahan Duri Kosambi Kelurahan Cengkareng Timur Kelurahan Cengkareng Barat Sepanjang Kali Banjir Kanal Barat Sepanjang Rel KA Seluruh RTH yang ada Di Kec.Cengkareng Kelurahan Buaya Kosambi Kelurahan Cengkareng Timur Kelurahan Cengkareng Barat Kelurahan Rawa Buaya Kelurahan Kapuk Kelurahan Duri Kosambi Kelurahan Cengkareng Timur Kelurahan Cengkareng Barat Kelurahan Kapuk Kelurahan Duri Rawa

Sumber Pembiayaan

Tahun Pelaksanaan Instansi/Dinas Pelaksana 1 2 3 4 5 5th ke II * 5th ke III 5th ke IV

APBD

Pemkot. Jakarta Barat, Dinas Perumahan

*

*

*

*

*

APBD

Pemkot. Jakarta Barat, Dinas Perumahan

*

*

*

*

*

*

*

*

B. Perdagangan dan Jasa

- Pengembangan dan Pembangunan Baru - Penataan - Pemeliharaan

-

APBD

Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, Swasta

*

*

*

*

*

*

*

*

C. Penyempurna Hijau

-

Pembangunan Baru Pemeliharaan

-

APBD +APBN APBD

Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, Dinas Pertamanan Pemkot. Jakarta Barat, Dinas Pertamanan

* *

* *

* * * * * * *

II. Sarana Lingkungan I. Pendidikan

-

Pembangunan baru Perbaikan Pemeliharaan

-

APBD +APBN

Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, Depdiknas

*

*

*

*

*

*

*

*

J. Peribadatan

-

Pembangunan baru Perbaikan Pemeliharaan

-

APBD

Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta

*

*

*

*

*

*

*

*

III-92

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Aspek/Sektor K. Kesehatan -

Kegiatan/Program Pembangunan baru Perbaikan Pemeliharaan Cengkareng Kosambi -

Lokasi Kelurahan Kelurahan Kapuk Kelurahan Duri Kelurahan Cengkareng Timur Kelurahan Cengkareng Barat Kelurahan Rawa Buaya Kelurahan Kapuk Kelurahan Duri Kosambi Kelurahan Cengkareng Timur Kelurahan Cengkareng Barat

Sumber Pembiayaan APBD +APBN

Tahun Pelaksanaan Instansi/Dinas Pelaksana Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, Dep. Kesehatan/Dinas Kesehatan 1 * 2 * 3 * 4 * 5 * 5th ke II * 5th ke III * 5th ke IV *

L. Olahraga

-

Pembangunan baru Perbaikan Pemeliharaan

-

APBD

Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta

*

*

*

*

*

*

*

*

III. Prasarana Lingkungan A. Jaringan Jalan - Peningkatan Jalan

Buaya Kosambi -

Kelurahan

Rawa

APBD +APBN

Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, Dep. PU

*

*

*

*

*

*

Kelurahan Kapuk Kelurahan Duri

B. Transportasi C. Pedestrian D. Peparkiran E. Drainase & Tata Air

F. Listrik

G. Air Bersih

Kelurahan Cengkareng Timur Kelurahan Cengkareng Barat - Pemeliharaan Rutin dan Seluruh ruas - ruas jalan yang Berkala kondisinya sudah baik di Kec.Cengkareng - Perbaikan Jaringan Seluruh jaringan jalan yang kondisinya Jalan masih kurang baik di Kec.Cengkareng - Pengembangan Jalur Jl.S.Parman Busway Jl.Tomang Raya - Penyediaan Seluruh jaringan jalan yang ada - Pengembangan terutama pada jalan kolektor dan arteri - Perbaikan di Kec.Cengkareng - Penertiban Seluruh jaringan jalan kolektor dan - Penyediaan arteri yang ada di Kec. Cengkareng 6. Saluran Air/Drainase Seluruh jaringan drainase yang ada di - Peningkatan Kec.Cengkareng - Perbaikan 7. Kali/Sungai - Normalisasi Kali Banjir Kanal Barat - Penataan Kali Grogol - Peningkatan - Perbaikan - Pemeliharaan - Penambahan/Perluasan Seluruh jaringan listrik yang ada di Jaringan Kec.Cengkareng - Peningkatan Kualitas Pelayanan - Penambahan/Perluasan Seluruh jaringan Air Bersih yang ada Jaringan di Kec.Cengkareng

APBD +APBN APBD +APBN APBD APBD APBD APBD APBN +APBD

Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, Dep. PU Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, Dep. PU Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, Dephub DKI Jakarta Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta Pemkot. Jakarta Barat, Dep. PU Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, Dep. PU

* * * * * * *

* * * * * * *

* *

* *

* *

* *

* *

* *

* * * *

*

*

*

*

*

* *

* *

* *

* *

* *

APBN +APBD

Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, PLN Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, PDAM

*

*

*

*

*

APBD

*

*

*

*

*

*

*

* III-93

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Aspek/Sektor

Kegiatan/Program - Peningkatan Kualitas - Perbaikan Jaringan Pipa Air Bersih - Penambahan Armada Sampah - Peningkatan Kapasitas TPS

Lokasi

Sumber Pembiayaan

Tahun Pelaksanaan Instansi/Dinas Pelaksana 1 2 3 4 5 5th ke II 5th ke III 5th ke IV

H. Sampah

Seluruh TPS Kec.Cengkareng

yang

ada

di

APBD

Pemkot. Jakarta Barat, Pemprov. DKI Jakarta, Dinas Kebersihan

*

*

*

B.7.47 Tujuan, Kebijakan dan Strategi Kecamatan Tamansari B.7.47.1 Tujuan
Rencana rinci tata ruang Kecamatan Kecamatan Tamansari merupakan wujud pemanfaatan ruang yang menggambarkan susunan lokasi pusat perdagangan jasa dan ikatan fungsi antar sub-sub pusat kegiatan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Sesuai dengan hasil identifikasi serta kecenderungan struktur tata ruang masa depan yang akan terbentuk maka tujuan rencana rinci tata ruang Kecamatan Tamansari yaitu : Menyiapkan dan mengarahkan Kecamatan Tamansari sebagai Pusat Pendidikan provinsi DKI Jakarta dan sebagai pusat perdagangan dan jasa Kotamadya Jakarta Barat dengan membangun sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan pendidikan dan perdagangan dan jasa. Meningkatkan kondisi dan kapasitas jaringan jalan regional yang berguna memantapkan fungsi Kecamatan Tamansari sebagai salah satu pusat pergerakan Kota madya Jakarta Barat dan Tangerang. Mewujudkan Kecamatan Tamansari sebagai kawasan pendukung kelengkapan Peningkatan layanan sarana jalan dengan pelebaran jalan-jalan utama. Mewujudkan pembangunan dan pengembangan Kecamatan Tamansari yang fasilitas dan utilitas di Jakarta Barat.

-

Memanfaatkan peluang dan mampu menempatkan kendala pengembangan

sebagai komponen modal dasar pengembangan dan pembangunan Kecamatan Tamansari guna mewujudkan kehidupan yang lebih baik.

B.7.47.2 Kebijakan B.7.47.2.1 Kawasan Budidaya
Kawasan budidaya merupakan kawasan yang dikembangkan secara intensif dengan pusat pengembangan yang ada di Kecamatan Tamansari, secara umum pengembangan tersebut berorientasi pada optimalisasi sumber daya dan tetap mempertahankan kelestarian lingkungan guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Strategi rencana kawasan budidaya berdasarkan ciri kegiatan perkotaan adalah Kawasan perkotaan merupakan kawasan yang mempunyai arahan kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi. Karena keterbatasan daya dukung lahan maka pada kawasan perkotaan diupayakan adanya intensifikasi lahan pada lahan dengan kepadatan penduduk atau kegiatan tinggi, dilakukan ekstensifikasi pada kawasan cadangan pengembangan kawasan perkotaan. Pengembangan tersebut diupayakan semaksimal mungkin sesuai dengan potensi yang ada. Namun perlu dijaga agar pengembangan kawasan perkotaan tidak meluas dan mengganggu kawasan dengan fungsi lindung. Pengembangan di kawasan perkotaan terutama di pusat kota tetap memperthatikan agar kekompakan penggunaan lahan terjaga dan tidak menjadi homogen.

berpihak pada kepentingan masyarakat, dengan memposisikan peran masyarakat sebagai pemrakarsa pembangunan.

III-94

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Kebijakan kawasan budidaya dibagi menjadi beberapa sektor, diantaranya yaitu :

7)
-

Sektor Air Minum dan Sumber Air Bersih Menambah/memperluas jaringan air bersih dan meningkatkan kualitas jaringan Penganjuran pengurangan air tanah guna mengatasi penurunan muka air tanah Penambahan hydrant umum pipa – pipa induk dan distribusi dan intruisi air laut
-

1)
-

Sektor Perumahan Penerapan penggunaan campuran dalam rangka mengintesifkan penggunaan Program perbaikan lingkungan dan permajaan lingkungan pada kawasan kumuh Pembangunan rumah susun sederhana untuk memenuhi kebutuhan perumahan Sektor Perdagangan dan Jasa
-

lahan dan bangunan, baik secara vertikal maupun horisontal

2)

Pengembangan sistem ribbon sedikit dibatasi, kecuali pada sisi – sisi jalan yang

B.7.47.2.2 Kawasan Strategis
Pengembangan kawasan diprioritaskan karena keberadaannya dapat mendukung pengembangan sekktor strategis di atasnya dengan berdasar atas pertimbanganpertimbangan. Pengembangan kawasan tersebut mempunyai dampak regional maupun nasional karena memiliki kontribusi tinggi. Pengembangan sektor sosial ekonomi di atasnya membutuhkan lahan dalam skala besar. Sektor yang akan dikembangkan mempunyai prioritas tinggi dalam lingkup regional dan nasional. Kawasan memliki prospek ekonomi yang cerah untuk menarik investasi dan memacu pengembangan wilayah sekitar. Pengembangan secara intensif potensi sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan. Pengembangan prasarana perhubungan yang lebih dapat diandalkan. Peningkatan hubungan sosial ekonomi dengan pusat kegiatan terdekat

mengalami peningkatan fungsi dan kualitas dengan memperhatikan kelancaran arus lalu lintas dengan pemenuhan penyediaan tempat parkir Pengembangan pada sentra – sentra lokal diprioritaskan untuk mengurangi Program perbaikan lingkungan dan peremajaan lingkungan pada wilayah yang Sektor Industri Membatasi kegiatan industri dengan hanya memperbolehkan pada kegiatan industri rumahan dan merelokasi kegiatan industri yang tidak sesuai dengan kegiatan industri tersebut kemacetan lalu lintas cukup padat serta pembangunan baru pada lahan yang relatif kosong

3)

4)
-

Sektor Transportasi Peningkatan dan pembangunan jalan arteri dan kolektor arah timur – barat Pengembangan jaringan jalan kolektor pada setiap kelurahan dengan

B.7.47.2.3 Penanganan Lingkungan
Strategi penanganan kawasan ini dititik beratkan pada pemeliharaan lingkungan guna mempertahankan ekosistem setempat dan kelestarian lingkungan alam. Hal ini termasuk juga pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup serta peraturan tentang adanya penetapan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).

ataupun utara – selatan memperhatikan kualitas dan kapasitas

5)
-

Sektor Fasilitas Umum Pengembangan dan peningkatan fasilitas umum, baik kuantitas maupun kualitas Guna mengatasi keterbatasan lahan, masih dimungkinkan untuk pengembangan

B.7.47.3 Strategi
Strategi rencana rinci tata ruang Kecamatan Tamansari adalah : Meningkatkan peran dan fungsi serta menata pusat-pusat kegiatan yang sudah Memperbaiki dan merencanakan kawasan-kawasan yang cenderung kumuh Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH berkembang.

secara vertikal dan penggabungan kegiatan lainnya yang sejenis dalam satu bangunan

6)
-

Sektor Drainase dan Pengendalian Banjir Melaksanakan normalisasi sungai dan saluran drainase serta mengamankan tepian sungai dari kegiatan yang dapat menganggu fungsi sungai (pengamanan terhadap bangunan liar dan pembuangan sampah) Melaksanakan pembangunan/peremajaan drainase makro dan mikro ke dalam sistem pengendalian banjir makro

dengan membangun rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya. khususnya di bantaran sungai, pinggiran Jalan Rel kereta api yang dijadikan permukiman kumuh. Merealisasikan pembangunan sarana dan prasarana yang mampu
III-95

meningkatkankapasitas perdagangan dan jasa .

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

-

Merealisasikan pembangunan jalan lingkungan di dalam lingkungan yang telah

Tamansari mengacu berdasarkan struktur ruang Kotamadya Jakarta Barat yang terletak di wilayah Kecamatan Taman sari yaitu kawasan glodok dan wilayah Kecamatan Grogol yaitu stasiun terpadu dengan konsep Transit Oriented Development (TOD).

berkembang guna menyediakan ruang perumahan kota yang dapat menampung perkembangan penduduk.

B.7.48 Rencana Pengelolaan Kependudukan Kecamatan Tamansari
Berdasarkan perkembangan wilayah yang semakin pesat di Kecamatan Tamansari maka diperlukan rencana pengelolaan kependudukan yang tepat dengan menggunakan perhitungan berdasarkan daya tampung penduduk pada tahun 2030. Sesuai hasil perhitungan analisis kependudukan dengan metode daya tampung menunjukkan bahwa dengan menggunakan KDB, KLB, serta standar luas kavling ideal, maka jumlah daya tampung penduduk ideal Kecamatan Tamansari direncanakan sebesar 289.876 jiwa dengan jumlah kepadatan penduduk sebesar 162 jiwa/ha, dengan kepadatan tertinggi terdapat di Kelurahan Duri Kepa sebesar 325 jiwa/ha dengan jumlah penduduk sebesar 47.415, maka untuk mengatasi keterbatasan lahan Kecamatan Tamansari direncanakan dengan membangun perumahan secara vertikal. Kepadatan permukiman direncanakan tidak terlalu padat/sedang untuk menjaga kelayakan sebagai kawasan tempat tinggal. Tabel 7.51 Rencana Jumlah dan Kepadatan Penduduk Kec.Tamansari 2030
No Kelurahan Sukabumi Selatan Sukabumi Utara Kelapa Dua Tamansari Duri Kepa Kedoya Utara Kedoya Selatan Penduduk 2006 19.000 27.530 18.226 39.266 47.415 18.919 29.880 200.236 Daya Tampung Penduduk 2030 9644 9847 15386 20512 125534 37350 71603 289,876 Kepadatan Penduduk 2006 121 172 126 125 123 62 93 112 2030 61 62 106 65 325 122 221 162

B.7.50 Rencana Transportasi Kecamatan Tamansari
Rencana pembangunan jaringan jalan mencakup sistem jaringan jalan. Sistem jaringan jalan di wilayah Kecamatan Tamansari sampai dengan tahun 2030 direncanakan sebagai berikut : a. Jalan Arteri Primer
-

Rencana jalan baru di Jl. Kebayoran Lama s/d Jl. Cileduk (Kelurahan Sukabumi Selatan). Perbaikan Jl. Daan Mogot Raya Pelebaran Jl. Panjang (dari Jl. Daan Mogot Raya s/d Jl. Kebayoran Lama) Pelebaran Jl. Kedoya Raya Pelebaran Jl. Kedoya Duri Pelebaran Jl. Kebayoran Lama – Jl. Rawa Belong – Jl. Batusari Perbaikan Jl. Pos Pengumben Perbaikan Jl. Meruya Illir Pelebaran Jl. Tamansari Raya Perbaikan Jl. Ratu Melati Pelebaran Jl. Green Ville Pelebaran Jl. Adhikarya Pelebaran Jl. Kedoya Raya (bagian Utara) Pelebaran Jl. Arjuna Utara Pelebaran Jl. Arjuna Selatan Pelebaran Jl. Haji Muhajar Pelebaran Jl. Kebon Raya Pelebaran Jl. Pasak – Jl. Daud – Jl. Salam Tabel 7.52 Rencana Jaringan Jalan Kecamatan Tamansari Tahun 2030

-

b. Jalan Arteri Sekunder
-

1 2 3 4 5 6 7

c. Jalan Kolektor Primer -

Jumlah Sumber : Hasil Perhitungan 2009

B.7.49 Rencana Struktur Ruang Kecamatan Tamansari
Berdasarkan rencana tata ruang wilayah Propinsi DKI Jakarta tahun 2010-2030, pusat-pusat kegiatan pembentuk ruang kecamatan Tamansari hanya didasarkan kepada pusat kegiatan tersier, sedangkan pusat kegiatan primer Kecamatan Tamansari mengacu berdasarkan struktur pembentuk ruang Kotamadya Jakarta Barat yang terletak di wilayah kecamatan terdekat yaitu sentra primer barat Kecamatan Kembangan dan pusat kegiatan sekunder Kecamatan
1 No

Nama jalan Rencana jalan baru di Jl. Kebayoran Lama s/d Jl. CIleduk

Tingkatan jalan 2006 Arteri Primer 0

ROW 2030 47 III-96

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

No 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

Nama jalan Jl. Panjang (dari Jl. Daan Mogot Raya s/d Jl. Kebayoran Lama) Jl.Tol Jakarta-Merak Jl. Kedoya Raya Jl. Kedoya duri Jl. Kebayoran Lama – Jl. Rawa Belong – Jl. Batusari Jl. Tamansari Raya Jl. Green Ville Jl. Adhikarya Jl. Kedoya Raya (bagian Utara) Jl. Arjuna Utara Jl. Arjuna Selatan Jl. Haji Muhajar Jl. Kebon Raya Jl. Pasak – Jl. Daud – Jl. Salam

Tingkatan jalan 2006 Arteri Primer Tol Arteri Sekunder Arteri Sekunder Arteri Sekunder Arteri Sekunder Arteri Sekunder Arteri Sekunder Kolektor Primer Kolektor Primer Kolektor Primer Kolektor Primer Kolektor Primer Kolektor Primer 30 52 12 12 12 12 8 6 15 15 10 7 12 12

ROW 2030 47 52 26 20 26 26 26 20 20 20 20 10 20 26

B.7.51.1 Persampahan
Produksi buangan sampah di Kecamatan Tamansari sampai tahun 2030 diperhitungkan sebesar 773,969 lt/hari, dengan lokasi LPS yang dibangun direncakan di masing-masing kelurahan sebanyak satu unit. Untuk lebih jelasnya lihat pada tabel berikut. Tabel 7.51 Rencana Jumlah Timbulan Sampah Kecamatan Tamansari
No 1 1 2 3 4 5 6 7 Kelurahan Penduduk (jiwa) 3 9644 9847 15386 20512 125534 37350 71603 289,876 Timbulan Sampah ( Ltr/Hr) 4 25,749 26,291 41,081 54,767 335,176 99,725 191,180 773,969 Timbulan Sampah ( M3/Hr) 5 25.75 26.29 41.08 54.77 335.18 99.72 335.18 917.96

2 Sukabumi Selatan Sukabumi Utara Kelapa Dua Tamansari Duri Kepa Kedoya Utara Kedoya Selatan Jumlah Sumber : Hasil Perhitungan 2009

Rencana pengelolaan persampahan di Kecamatan Tamansari adalah sebagai berikut: Program pemilahan sampah sebelum dibuang ke LPS ( Lokasi pembuangan sampah ) melalui pemilahan sampah organik (basah) dan non-organik (kering) akan memudahkan proses pembuatan kompos sebelum dibakar di dalam insinerator Pengembangan prasarana sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) dan Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan Meningkatkan mutu, kapasitas dan jumlah armada sampah yang dapat masuk Mencegah dan menindak tegas pembuangan sampah ke sungai, saluran. dilakukan dengan teknologi tepat guna penerapan konsep 3R (reduced, reused, recycling) kelingkungan yang padat penduduk

Sumber: Hasil Analisa, 2009

B.7.51 Rencana Pengembangan Utilitas Kecamatan Tamansari
Rencana pengembangan jejaring utilitas umum memperhatikan hal-hal sebagai berikut: Jejaring yang sudah ada Peningkatan kebutuhan akibat pertambahan penduduk dan kegiatan

Dengan demikian rencana pengembangan jejaring utilitas umum melalui : Memanfaatkan jejaring utilitas yang telah ada Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Memperhatikan estetika lingkungan dan keamanan

Caranya dengan mencegah tumbuhnya perumahan liar,bedeng di sepanjang tepi sungai

-

Berikut ini adalah rencana pengembangan jaringan utilitas di Kecamatan Tamansari yang meliputi persampahan, drainase, listrik, telekomunikasi, gas, air bersih, air limbah, telekomunikasi dan air limbah.

B.7.51.2 Drainse dan Pengendali Banjir
Rencana pengendalian drainase di Kecamatan Tamansari adalah sebagai berikut :

III-97

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

-

Melaksanakan normalisasi sepanjang aliran sungai dan mengamankan sungai

B.7.51.4 Telekomunikasi
Rencana jaringan telekomunikasi di Kecamatan Tamansari adalah sebagai berikut: Pengembangan sistem pelayanan telekomunikasi melalui penerapan teknologi Pembangunan jaringan telekomunikasi baru pada kawasan pemukiman padat, Menciptakan jaringan telekomunikasi yang aman dan menjaga struktur telekomunikasi yang memadai dengan tujuan untuk memfasilitasi masyarakat dalam melakukan aktifitas bersosial. lingkungan kota di Kecamatan Tamansari.

dari kegiatan yang dapat menggangu fungsinya (Pengamanan terhadap bangunan liar dan pembuangan sampah) Penataan kembali (GSS) garis sempadan sungai sejalan dengan penataan Peningkatan dan pengembangan fungsi situ-situ sebagai lokasi tempat Pengerukan sampah di sepanjang kali yang bisa menimbulkan banjir sungai menurut fungsinya yaitu sebagai pengendali banjir, drainase dan penggelontor penampungan air

Sistem jaringan drainase yang diusulkan mengikuti sistem hierarki jalan sebagai berikut : Saluran primer yang merupakan saluran yang akan mengalirkan air ke saluran Ditempatkan pada setiap jalan primer. Bentuk penampang berupa saluran segi empat tertutup pada kawasan yang alam atau sungai yang ada.

B.7.51.5 Rencana Jaringan Air Bersih
Kebutuhan akan air bersih di Kecamatan Tamansari sampai tahun 2030 adalah sebesar 50,728 ltr/hari, jumlah tersebut merupakan kebutuhan untuk pelayanan air bersih pada kawasan permukiman. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 7.52 Rencana Jumlah Kebutuhan Air Bersih Kecamatan Tamansari
No 1 1 2 3 4 5 6 7 Kelurahan Penduduk (jiwa) 3 9644 9847 15386 20512 125534 37350 71603 289,876 Kebutuhan Air Bersih (Ltr/Hr) 4 1,687,700 1,723,225 2,692,550 3,589,600 21,968,450 6,536,250 12,530,525 50,728,300 Kebutuhan Air Bersih (M3/Hr) 5 1,687.70 1,723.23 2,692.55 3,589.60 21,968.45 6,536.25 12,530.53 50,728.30

relatif padat untuk menghindari masuknya sampah dan mencegah terjadinya genangan air pada permukaan jalan. Bentuk penampang saluran segi empat terbuka pada kawasan yang relatif kosong.

B.7.51.3 Listrik
Rencana pengembangan jaringan listrik dengan indikasi-indikasi pengembangan tersebut merupakan suatu terapan pada kesesuaian pembangunan pada setiap kawasan yang membutuhkan pemerataan pelayanan, dengan tujuan agar sistem jaringan listrik pada Kecamatan Grogol Petamburan dapat berfungsi dengan baik serta memperindah lingkungan sekitar. Adapun rencana pengembangan adalah, sebagai berikut : Memperbaiki jaringan listrik yang telah ada Meningkatkan daya transmisi yang sudah ada Mencegah kebocoran atau kebakaran listrik dengan mendistribusikan kabel-kabel Menempatkan gardu-gardu listrik secara terpadu dengan sektor lain serta Jaringan listrik sesuai dengan jaringan jalan. Mengamankan jaringan listrik pada kawasan perumahan padat.

2 Sukabumi Selatan Sukabumi Utara Kelapa Dua Tamansari Duri Kepa Kedoya Utara Kedoya Selatan Jumlah Sumber : Hasil Perhitungan 2009

Rencana jaringan primer pipa air bersih di Kecamatan Tamansari tahun 2030 adalah melintasi: Jl. Pos Pengumben – Jl. Kebayoran lama – Jl. Rawa Belong – Jl. Batusari – Jl. Jl. Kedoya Raya – Jl. Kedoya Duri; Jl. Tamansari Raya; Jl. Mesjid Assurur. Tanjung Duren Barat/Utara – Jl. Daan Mogot – Jl. Kedoya Raya dan Jl. Puri Kembangan;

PLN dengan kabel isolasi mempertimbangkan segi estetika lingkungan.

B.7.51.6 Rencana Sistem Pembuangan Air Limbah

III-98

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Rencana sistem pembuangan air limbah di Kecamatan Tamansari tahun 2030 adalah dengan sistem on-site. Diperkirakan tahun 2030 akan dihasilkan air limbah sebesar 20.001 ltr/hari yang berasal dari air limbah perumahan dan perdagangan/jasa. Tabel 7.53 Rencana Jumlah Timbulan Air Kotor Kecamatan Tamansari
No 1 1 2 3 4 5 6 7 Kelurahan 2 Penduduk (jiwa) 3 9644 9847 15386 20512 125534 37350 71603 289,876 Timbulan Sludge (Ltr/Hr) 4 665 679 1,062 1,415 8,662 2,577 4,941 20,001 Timbulan Sludge (M3/Hr) 5 0.67 0.68 1.06 1.42 8.66 2.58 4.94 20.00 No 1 2 3 4 5

Rincian Jenis Fasilitas TK SD SLTP SLTA Perpustakaan

Standar Kebutuhan (Jiwa) 1,250 2,500 15,000 30,000 30,000 480.000

Luas Lahan (m2) 500 3,000 2,900 3,000 500 5,000

Kebutuhan Sarana (Unit) 2030 232 116 19 10 10 1

6 Akademi Sumber : Hasil Perhitungan 2009

Sukabumi Selatan Sukabumi Utara Kelapa Dua Tamansari Duri Kepa Kedoya Utara Kedoya Selatan Jumlah Sumber : Hasil Perhitungan 2009

B.7.52.2 Kesehatan
Rencana pengembangan fasilitas kesehatan di Kecamatan Tamansari, berdasarkan analisis yang telah dilakukan, diketahui bahwa pada Kecamatan Tamansari terdapat beberapa jenis fasilitas kesehatan yang masih diperlukan namun jumlahnya belum memadai. Jika dilakukan perbandingan dengan kondisi eksisting 2006, maka hingga tahun 2030 diperlukan penambahan jumlah fasilitas kesehatan yaitu balai pengobatan, puskesmas dan apotik. Tabel 7.55 Rencana Fasilitas Kesehatan Kecamatan Tamansari Tahun 2030
No 1 2 3 4 6 8 Rincian Jenis Fasilitas Balai Pengobatan Rumah bersalin Puskesmas Kelurahan Puskesmas Kecamatan RS pembantu tipe c Laboratorium Standar Kebutuhan (Jiwa) 3.000 30.000 30.000 200.000 480.000 30.000 30.000 Luas Lahan (m2) 200 3.000 500 2.400 10.000 300 400 Kebutuhan Sarana (Unit) 2030 97 10 10 1 1 10 10

B.7.52 Rencana Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Kecamatan Tamansari
Rencana Pengembangan fasilitas umum dan sosial di Kecamatan Tamansari terdiri dari empat jenis fasilitas, yaitu : Fasilitas Pendidikan Fasilitas Kesehatan Fasilitas Peribadatan Fasilitas Olah Raga Fasilitas Pengendali Bencana

B.7.52.1 Pendidikan
Rencana pengembangan fasilitas pendidikan di Kecamatan Tamansari lebih di utamakan untuk fasilitas pendidikan yang masih kurang dan diperlukan lagi penambahan lahan dan bangunan fasilitas pendidikan. Rencana pengembangan fasilitas pendidikan di Kecamatan Tamansari akan lebih diarahkan untuk tingkat TK, SD, SLTP, Perpustakaan dan Akademi yang berdasarkan analisis proyeksi fasilitas pendidikan tersebut jumlahnya masih kurang dan masih diperlukan penambahan beberapa fasilitas pendidikan.

9 Apotek Sumber : Hasil Perhitungan 2009

B.7.52.3 Peribadatan
Rencana pengembangan fasilitas peribadatan di Kecamatan Tamansari, berdasarkan analisa yaitu lebih di utamakan untuk fasilitas peribadatan yang masih kurang serta perbaikan fasilitas peribadatan. Fasilitas yang perlu penambahan yaitu berupa mesjid kelurahan, mesjid kecamatan, tempat ibadah lainnya untuk 60.000 jiwa penduduk dan tempat ibadah lainnya untuk 200.000 jiwa penduduk.

Tabel 7.54 Rencana Fasilitas Pendidikan Kecamatan Tamansari Tahun 2030

Tabel 7.56 Rencana Fasilitas Peribadatan Kecamatan Tamansari Tahun 2030
III-99

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Jenis Fasilitas Peribadatan Musholla Masjid Kelurahan Masjid Kecamatan Masjid Untuk 480.000 Jiwa Penduduk Tempat Ibadah Lainnya Untuk 60.000 Jiwa Penduduk Tempat Ibadah Lainnya Untuk 200.000 Jiwa Penduduk Sumber : Hasil Perhitungan 2009

Standar Kebutuhan (Jiwa) 3.000 30,000 60,000 200,000 480,000 200,000

Luas Lahan (m2) 200 2,000 2,000 5,000 12,000 1,600

Kebutuhan 2030 97 10 5 1 1 1

2. 3. 4. 5.

Peningkatan kapasitas danau dan sungai. Perbaikan saluran air yang tertutup perkerasan serta membuat saluran air baru Sebaran distribusi sarana dan prasana kebakaran pada setiap kelurahan. Perbaikan lingkungan berupa pelebaran jalan lingkungan sehingga

pada lokasi-lokasi yang belum memiliki saluran air.

mempermudah evakuasi ketika terjadi kebakaran.

B.7.53 Rencana Pola Ruang Kecamatan Tamansari B.7.52.4 Olah Raga
Kebutuhan akan fasilitas olah raga yang ada di Kecamatan Tamansari saat ini sebagian besar telah cukup terpenuhi jumlahnya dan mayoritas kondisinya masih cukup baik hanya saja kebutuhan fasilitas seperti tempat bermain, taman dan lapangan serba guna masih kurang jumlahnya dan masih diperlukan penambahan fasilitas. Untuk lebih jelasnya mengenai rencana kebutuhan fasilitas olahraga di Kecamatan Tamansari tahun 2030 dapat dilihat pada Tabel B.7.57. Tabel 7.57 Rencana Fasilitas Olah Raga Kecamatan Tamansari Tahun 2030
Standar Jenis Fasilitas Rekreasi dan Olah Raga Tempat Bermain Untuk 250 Jiwa Penduduk Lapangan Olah Raga/Tempat Bermain/Taman Untuk 3.000 Jiwa Penduduk Lapangan Olah Raga Untuk 30.000 Jiwa Penduduk Lapangan Serbaguna Untuk 120.000 Jiwa Penduduk Kolam Renang Untuk 30.000 Jiwa Penduduk Bioskop Untuk 30.000 Jiwa Penduduk Taman Untuk 30.000 Jiwa Penduduk Taman Untuk 120.000 Jiwa Penduduk Gedung Olah Raga Untuk 30.000 Jiwa Penduduk Gedung Olah Raga Untuk 120.000 Jiwa Penduduk
Sumber : Hasil Perhitungan 2009

Rencana pola ruang di Kecamatan Tamansari tidak jauh berbeda dengan kondisi eksisting 2007. Kecamatan Tamansari sebagian besar diarahkan menjadi kawasan permukiman yang dilengkapi dengan fasilitas pendukung kegiatan permukiman.

B.7.53.1 Permukiman
Kawasan permukiman dikembangkan merata di Kelurahan Sukabumi Utara, Sukabumi Selatan, Tamansari, Duri Kepa, Kelapa Dua, Kedoya utara dan Kedoya Selatan. Permukiman yang dikembangkan pada kecamatan ini adalah permukiman yang dapat menampung penduduk dengan kepadatan sedang hingga tinggi, yaitu kawasan perumahan kepadatan bangunan rendah, kawasan perumahan kepadatan bangunan sedang, kawasan perumahan kepadatan bangunan tinggi dan kawasan perumahan susun. Sedangkan untuk pengembangan kawasan campur kecil direncanakan pada daerah yang cenderung berkembang menjadi daerah perdagangan dan jasa, pada umumnya terdapat pada jalan arteri dan kolektor. Konsep pengembangan permukiman adalah melalui pembangunan permukiman baru dan penataan permukiman lama. Permukiman yang telah ada dan memiliki kejelasan struktur jalan dan tata bangunan akan cenderung dipertahankan, namun untuk permukiman yang padat, kumuh, serta tidak memiliki keteraturan struktur jalan dan tata bangunan akan cenderung dialih fungsikan menjadi fungsi permukiman yang lebih baik. Dalam rencana pemanfaatan ruang pada Kecamatan Tamansari pemanfaatan permukiman merupakan penggunaan lahan paling terbesar yaitu seluas 891,26 Ha. Rencana pemanfaatan lahan wisma, terbagi menjadi beberapa pemanfaatan lahan yaitu : a. Kawasan perumahan kepadatan bangunan rendah pemanfaatan lahan seluas 26,91 Ha b. Kawasan perumahan kepadatan bangunan sedang pemanfaatan lahan seluas 80,94 Ha c. Kawasan perumahan kepadatan bangunan tinggi pemanfaatan lahan seluas 702,8 Ha
III-100

Luas Lahan (m2) 250 1,500 8,400 1,000 4,000 2,000 1,500 10,000 10,000 10,000

Kebutuhan (Jiwa) 250 3,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 120,000 120,000 120,000

Kebutuhan 2030 1160 97 10 2 10 10 10 2 10 2

B.7.52.5 Pengendali Bencana
Sistem pengendali bencana di Kecamatan Kembangan direncanakan dengan beberapa sistem pengendali bencana yang meliputi banjir dan kebakaran, yaitu sebagai berikut : 1. Perbaikan daerah sempadan sungai melalui penghijauan.

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

d. Kawasan perumahan susun dengan pemanfaatan lahan seluas 23,22 Ha e. Kawasan campuran kecil dengan pemanfaatan lahan seluas 58,4 Ha Rencana pengembangan permukiman di Kecamatan Tamansari mengacu kepada: Rencana penyebaran dan kepadatan penduduk tahun 2030 Kemampuan lahan yang ada dan nilai lahan yang tinggi Kemampuan dana masyarakat dan pemerintah untuk membangun

pemanfaatan lahan seluas 61,8 Ha. Rencana pemanfaatan lahan kawasan pelayanan umum, terbagi menjadi beberapa pemanfaatan lahan yaitu : a. Kawasan Pelayanan Umum Pendidikan dengan pemanfaatan lahan seluas 40,04 Ha b. Kawasan Pelayanan Umum Kesehatan dengan pemanfaatan lahan seluas 5,85 Ha c. Kawasan Pelayanan Umum Ibadah dengan pemanfaatan lahan seluas 8,91 Ha d. Kawasan Pelayanan Umum dengan pemanfaatan lahan seluas 3,71 Ha e. Kawasan Pelayanan Umum Rekreasi & Olahraga pemanfaatan lahan seluas 3,3 Ha

B.7.53.2 Perdagangan dan Perkantoran
Kawasan perdagangan dan perkantoran yang dikembangkan di Kecamatan Tamansari terdapat dua pola pengembangan yaitu pengembangan ribbon dan pengembangan sentra. Umumnya di Kecamatan Tamansari pola pengembangannya memiliki pola ribbon yang berada di sepanjang jalan arteri. Kawasan perdagangan yang memiliki pola ribbon ini lokasinya berada ditengah-tengah kawasan permukiman. Kemudian pengembangan pola sentra secara khusus di Kecamatan Tamansari yaitu sentra perdagangan dan jasa terletak di Kelurahan Duri Kepa, kemudian sentra perdagangan dan perkantoran terletak di sepanjang sisi jalan Tol Jakarta-Merak. Untuk setiap fungsi perdagangan yang ada diarahkan untuk menyediakan fasilitas pedestrian dan parkir sehingga meskipun menimbulkan tarikan dan bangkitan yang besar namun tidak menyebabkan permasalahan lalu lintas. Dalam rencana pemanfaatan ruang pada Kecamatan Tamansari pemanfaatan lahan perdagangan dan perkantoran merupakan pemanfaatan lahan terbesar kedua, yaitu dengan luas lahan sebesar 201,05 Ha. Rencana pemanfaatan lahan perdagangan dan perkantoran, terbagi menjadi beberapa pemanfaatan lahan yaitu : a. Kawasan Perkantoran Pemerintah dengan pemanfaatan lahan seluas 7,51 Ha b. Kawasan Perkantoran Swasta dengan pemanfaatan lahan seluas 13,27 Ha c. Kawasan Perdagangan dengan pemanfaatan lahan seluas 128,91 Ha d. Kawasan Perkantoran Taman dengan pemanfaatan lahan seluas 51,35 Ha

B.7.53.4 Ruang Terbuka Hijau
Ruang terbuka hijau memegang peranan penting dalam menciptakan kondisi perkotaan yang selaras antara kegiatan penduduk dan lingkungannya. Fungsi ruang terbuka hijau antara lain sebagai berikut : Pemeliharaan keseimbangan antara lingkungan alam dan lingkungan binaan Sarana memperkecil polusi udara, air, visual dan suara Sarana peresapan hujan Potensi dasar untuk menunjang ekosistem dan ekologi kota.

Pada dasarnya pengembangan ruang terbuka hijau ditekankan pada pengembangan ruangruang terbuka yang ada, sedangkan pada lingkungan yang padat dilakukan dilakukan peremajaan. Rencana pengembangan ruang terbuka hijau di Kecamatan Tamansari diarahkan pada daerah sempadan sungai yaitu di sepanjang Kali Sekretaris (Kali Grogol) dan Kali Pesanggarahan. Ruang terbuka hijau yang akan dikembangkan adalah berupa jalur hijau tepi sungai, jalur hijau tepi jalan, pemakaman umum, tanah Dinas Pertanian dan taman di lingkungan perumahan Real Estate, pelestarian dan pengembangan jumlah ruang terbuka hijau juga menjadi salah satu arahan kebijakan RRTRW DKI Jakarta 2010. Dalam rencana pemanfaatan ruang pada Kecamatan Tamansari, pemanfaatan lahan Ruang Terbuka Hijau merupakan pemanfaatan lahan terbesar ketiga, yaitu dengan pemanfaatan lahan seluas 83,38 Ha. Rencana pemanfaatan lahan Penyempurna, terbagi menjadi beberapa pemanfaatan lahan yaitu :

B.7.53.3 Pelayanan Umum dan Sosial
Dalam rencana pemanfaatan ruang pada Kecamatan Tamansari, pemanfaatan lahan Kawasan Pelayanan Umum merupakan pemanfaatan lahan terkecil, yaitu dengan a. Kawasan Jalur Hijau dan Hutan Kota dengan pemanfaatan lahan seluas 27,77 Ha b. Kawasan Taman dengan pemanfaatan lahan seluas 50,09 Ha c. Kawasan Pemakaman dengan pemanfaatan lahan seluas 1,45 Ha
III-101

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

d. Kawasan Terbuka Lapangan Olahraga dengan pemanfaatan lahan seluas 4,07 Ha

Rencana Intensitas dan Kepadatan Bangunan Kecamatan Tamansari Tahun 2030
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Lokasi Lingkungan pemukiman di setiap kelurahan Areal disekitar perumahan mutiara kedoya SMA Katolik diareal Perumahan Tomang City Garden Areal disekitar Jl. Prisma Raya-Jl. Prisma I dan Jl. Prisma II Areal didalam kawasan perumahan Green Vile Areal sekitar kantor Kelurahan Duri Kepa Areal sekitar komplek DPR/Jl. Kelapa dua Areal sekitar Jl. Mangga Utama 3-Jl. Mangga utama 4 pada perumahan Green Ville Areal sepanjang Jl. Kedoya Raya Jl. Kedoya Duri Areal sekitar kantor kecamatan Tamansari dan Jl. Meruya ilir Areal disekitar sisi kanan dan kiri jl. Jeruk Manis (bagian selatan RCTI) Areal pada sisi kanan kiri Jl. Pos pengumben Areal disekitar institut Al-Kamal Rencana pembuatan jalan baru searah Barat laut-Timur laut pada Kelurahan Sukabumi Selatan Sepanjang Jl. Kebayoran Lama-Jl. Rawa Belong dan Jl. Batusari Sepanjang Jalan Pejuangan Sebagian areal pada sisi kanan kiri Jl. Tamansari Raya Areal sekitar Jl. Daan Mogot bagian selatan Sepanjang sisi kanan kiri Jl. Tol Jakarta Merak (Jl. Arjuna UtaraJl.Arjuna Selatan) Peruntukan Wisma dan fasilitasnya Karya taman dengan fasilitasnya Fasilitas umum Karya Taman & suka Karya taman dengan fasilitasnya Karya pemerintahan dan suka Suka dan karya bangunan umum Karya bangunan umum Karya bangunan umum Campuran : Karya pemerintah, karya bangunan umum & suka Karya taman dengan fasilitasnya Campuran : karya bangunan umum dan wisma bangunan umum Suka Karya bangunan umum Wisma bangunan umum & sebagian karya bangunan umum Karya bangunan umum & wisma bangunan umum Karya bangunan umum & wisma bangunan umum Karya bangunan umum Campuran : karya bangunan umum, wisma bangunan umum, suka & karya taman Ketinggian (lantai) 2 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 8 KDB (%) 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 60 KLB (%) < 1,2 Maks 1,6 Maks 1,6 Maks 1,6 Maks 1,6 Maks 1,6 Maks 2,4 Maks 2,4 Maks 1,6 Maks 2,4 Maks 2,4 Maks 2,4 Maks 2,4 Maks 2,4 Maks 2,4 Maks 3 Maks 2,4 Maks 3 Maks 3,5

B.7.54 Rencana Kawasan Strategis Kecamatan Tamansari
Pengembangan kawasan strategis di Kecamatan Tamansari ditentukan berdasarkan peranan dan fungsi strategis bagi pengembangan kegiatan ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan kota. Berdasarkan RDTR Propinsi DKI Jakarta tahun 2030 pada tingkatan Kotamadya Jakarta Barat khususnya Kecamatan Tamansari ditentukan sebagai kawasan strategis yang diarahkan pada pengembangan kawasan sentra bunga rawa belong sebagai pusat pemasaran bunga dan tanaman hias.

B.7.55 Rencana Intensitas Pemanfaatan Ruang Kecamatan Tamansari
Komponen intensitas ruang meliputi angka dan presentase dari KLB, KDB, KB. Tingkatan besaran ruang atau luas seluruh lantai bangunan yang diperkenankan untuk di bangun dalam perpetakan atau persil atau daerah perencanaan (DP) yang telah ditetapkan batas-batasnya berdasarkan fungsi tertentu rencana tata ruang yang terdiri dari tingkatan nilai KLB, sebagai berikut : Nilai KLB rata-rata 1,0 merupakan nilai KLB antara angka 0,4 sampai dengan 1,6 Nilai KLB rata-rata 2,0 merupakan nilai KLB antara angka lebih besar dari 1,6 sampai Nilai KLB rata-rata 3,0 merupakan nilai KLB antara angka lebih besar dari 2,4 sampai Nilai KLB rata-rata 4,0 Nilai KLB 1,0 sampai dengan 4,0 diarahkan pada kawasan-kawasan permukiman,

dengan 2,4 dengan 3,5

-

kawasan bangunan umum, bangunan umum KDB rendah, kawasan campuran serta kawasan industri/pergudangan. Rencana intensitas lahan dimaksudkan untuk mengarahkan kepadatan bangunan, untuk memberi keseimbangan lingkungan antara lahan terbangun dan ruang terbuka secara tiga dimensi, pengaturan intensitas lahan lebih detail akan terdapat pada peraturan permintakan. Rencana intensitas lahan disesuaikan dengan kondisi lingkungan serta kebutuhan

pengembangan, baik kebutuhan struktur kota maupun nilai ekonomis lahan pada penggal jalan tertentu, Rencana intensitas lahan meliputi rencana ketinggian bangunan, KDB dan KLB. Rencana intensitas lahan di Kecamatan Tamansari dapat di lihat pada tabel 7.60. Tabel 7.58

Sumber : Rencana, 2009

KLB rata-rata 1,0 diarahkan pada : a. Kawasan permukiman b. Kawasan permukiman KDB rendah
III-102

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

c. Kawasan bangunan umum d. Kawasan bangunan umum KDB rendah e. Kawasan campuran Kawasan industri / pergudangan KLB rata-rata 2,0 diarahkan pada : a. Kawasan permukiman b. Kawasan permukiman KDB rendah c. Kawasan bangunan umum d. Kawasan bangunan umum KDB rendah e. Kawasan campuran f. Kawasan industri / pergudangan

Indikasi program pembangunan merupakan penjabaran kebijakan dan rencana pengembangan ruang yang telah ditentukan ke dalam program-program pembangunan yang akan menjadi acuan serta komitmen Pemerintah dalam melaksanakan pembangunan. Perumusan indikasi program ini tidak terlepas dari program-program yang telah disusun oleh secara multisektoral dalam pengembangan Kecamatan Tamansari ini. Dengan demikian, diharapkan fungsi indikasi program ini sebagai acuan instansi pusat, Pemerintah Daerah Propinsi dan Kecamatan Tamansari dalam menyusun dan melaksanakan program lima tahunan dalam kurun waktu duapuluh tahun. Program-program dibawah ini pada dasarnya masih bersifat indikatif, yang diharapkan dapat memberikan indikasi bagi penyusunan program membangun sektoral serta pembangunan pada wilayah kecamatan yang diprioritaskan pembangunannya.

B.7.57 Tujuan, Kebijakan dan Strategi Kecamatan Tambora
KLB rata-rata 3,0 diarahkan pada : a. Kawasan permukiman 4 b. Kawasan permukiman KDB rendah c. Kawasan bangunan umum d. Kawasan bangunan umum KDB rendah e. Kawasan campuran KLB rata-rata 4,0 diarahkan pada : a. Kawasan permukiman b. Kawasan bangunan umum c. Kawasan bangunan umum KDB rendah d. Kawasan campuran e. KLB lebih besar dari 5,0 sampai dengan 10,0 diarahkan pada kawasan Sentra Primer Baru Barat

B.7.57.1 Tujuan
Rencana rinci tata ruang Kecamatan Kecamatan Tambora merupakan wujud pemanfaatan ruang yang menggambarkan susunan lokasi pusat perdagangan jasa dan ikatan fungsi antar sub-sub pusat kegiatan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Sesuai dengan hasil identifikasi serta kecenderungan struktur tata ruang masa depan yang akan terbentuk maka tujuan rencana rinci tata ruang Kecamatan Tambora yaitu : Terselenggaranya pengaturan pemanfaatan ruang kawasan lindung dan kawasan Terwujudnya Terwujudnya keterpaduan, keterikatan dan keseimbangan antar wilayah budi daya. kecamatan serta keserasian antar sektor. rencana tata ruang mempertimbangkan aspek optimalisasi pemanfaatan ruang yang ada, serta memperhatikan kemungkinan-kemungkinan pemanfaatan ruang bawah tanah pada bagian-bagian tertentu di wilayah Kecamatan Ciracas. Tercapainya pemanfaatan ruang yang berkualitas untuk : o o o Mewujudkan kehidupan masyarakat Kecamatan Ciracas yang sejahtera lahir dan Mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan sumber daya alam Meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya buatan secara berhasil-guna dan tepat-guna untuk meningkatkan kualitas batin

B.7.56 Arahan Pemanfaatan Ruang Kecamatan Tamansari
Dalam mengaktualisasikan pendekatan pengembangan yang sedemikian rupa maka konsepkonsep pengembangan kecamatan yang dibuat dituangkan ke dalam rencana-rencana pengembangan dalam berbagai aspek meliputi pengembangan kependudukan, pengembangan aspek struktur dan pola pemanfaatan ruang, aspek sarana prasarana, pengembangan transportasi dan aspek lainnya. Selanjutnya dari rencana-rencana pengembangan ini dapat diturunkan ke dalam indikasi program pengembangan Kecamatan Tamansari.

berdaya-guna, o o

sumberdaya manusia Mewujudkan perlindungan fungsi ruang dan mencegah serta menanggulangi Mewujudkan keseimbangan kepentingan kesejahteraan dan keamanan
III-103

dampak negatif terhadap lingkungan

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

-

Tersusunnya arahan lokasi investasi yang akan dilaksanakan pemerintah dan Tersusunnya arahan pelaksanaan pemanfaatan ruang dan merupakan dasar

cadangan pengembangan kawasan perkotaan. Pengembangan tersebut diupayakan semaksimal mungkin sesuai dengan potensi yang ada. Namun perlu dijaga agar pengembangan kawasan perkotaan tidak meluas dan mengganggu kawasan dengan fungsi lindung. Pengembangan di kawasan perkotaan terutama di pusat kota tetap memperthatikan agar kekompakan penggunaan lahan terjaga dan tidak menjadi homogen.

masyarakat. dalam mengeluarkan perijinan lokasi pembangunan.

B.7.57.2 Kebijakan B.7.57.2.1 Kawasan Budidaya
Kawasan budidaya merupakan kawasan yang dikembangkan secara intensif dengan pusat pengembangan yang ada di Kecamatan Tambora, secara umum pengembangan tersebut berorientasi pada optimalisasi sumber daya dan tetap mempertahankan kelestarian lingkungan guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Strategi rencana kawasan budidaya berdasarkan ciri kegiatan perkotaan adalah Kawasan perkotaan merupakan kawasan yang mempunyai arahan kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi. Karena keterbatasan daya dukung lahan maka pada kawasan perkotaan diupayakan adanya intensifikasi lahan pada lahan dengan kepadatan penduduk atau kegiatan tinggi, dilakukan ekstensifikasi pada kawasan Tabel 7.59 Indikasi Program Pengembangan Kecamatan Tamansari
No I Aspek STRUKTUR RUANG A. Permukiman Program Mengembangkan perbaikan lingkungan permukiman yang tidak memiliki pola bangunan dan jalan yang jelas Melakukan perenmajaan lingkungan kumuh melalui pembangunan vertikal Mempertahankan fungsi perumahan pada kawasan mantap Melengkapi fasilitas umum di kawasan permukiman Membatasi pertumbuhan permukiman baru untuk mengurangi tingkat kepadatan dan memperluas daerah resapan air. Menata kawasan resapan air Mempertahankan lahan pemakaman dan lapangan olah raga yang ada Menata jalur hijau di sepanjang jalur rel KA milik PJKA, di sepanjang Kali dan sungai, serta jalanjalan arteri Mendorong penanaman pohon-pohon besar / pelindung pada halaman rumah, ruas jalan, pinggir sungai terutama pada lingkungan padat. Memperbaiki kawasan sempadan sungai sebagai daerah resapan Lokasi Kelurahan Kedoya Utara & Duri Kepa X Kelurahan Kedoya Utara dan Duri Kepa Kelurahan Tamansari, Kedoya Selatan, sebagaian wilayah kelurahan Duri Kepa & Kedoya Utara Tersebar di setiap kelurahan Kecamatan Tamansari Kelurahan Kelapa dua & KedoyaSelatan Tersebar di setiap kelurahan Kecamatan Tamansari Tersebar di setiap kelurahan Kecamatan Tamansari Kali Pesanggrahan, Kali Sekretaris dan tersebar di setiap kelurahan Kecamatan Tamansari Tersebar di setiap kelurahan Kecamatan Tamansari Jeruk Kali Pesanggrahan dan Kali Sekretaris X X X X X X X X X APBD APBD DTK Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI dan JakBar APBD/APBN dan swasta Swasta, PERMUNAS 5 Th I Tahun Implementasi 5 Th II 5 Th III 5 Th IV Sumber Dana Pihak Terkait

Kebijakan kawasan budidaya dibagi menjadi beberapa sektor, diantaranya yaitu :

1)
-

Sektor Perumahan Penerapan penggunaan campuran dalam rangka mengintesifkan penggunaan Program perbaikan lingkungan dan permajaan lingkungan pada kawasan kumuh Pembangunan rumah susun sederhana untuk memenuhi kebutuhan perumahan lahan dan bangunan, baik secara vertikal maupun horisontal

B. Ruang Terbuka Hijau

III-104

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

No

Aspek C. Komersial/Jasa/Perkantoran

Program Menata kawasan perdagangan dan perkantoran Meningkatkan prasarana pendukung kegiatan perdagangan dan perkantoran seperti lahan parkir

Lokasi Sepanjang jalan arteri Tersebar di setiap kelurahan Kecamatan Tamansari

5 Th I

Tahun Implementasi 5 Th II 5 Th III X

5 Th IV

Sumber Dana APBD

Pihak Terkait Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI dan JakBar

X

II

III

FASILITAS UMUM DAN SOSIAL A. Pendidikan Meningkatakan jumlah fasilitas pendidikan yaitu TK, • Kel. Sukabumi Utara pembangunan TK, SD, SLTP, SMU dan Perpustakaan sesuai dengan • Kel. Selatan pembangunan TK, kebutuhan masyarakat Kecamatan Tamansari • Kel. Kelapa Dua pembangunan TK, & perpustakaan • Kel. Tamansari pembangunan TK & Perpustakaan • Kel. Duri Kepa pembangunan TK, SD & Perpustakaan • Kel. Kedoya Utara pembangunan TK, SD & Perpustakaan • Kel. Kedoya Selatan pembangunan TK, SD & Perpustakaan Meningkatkan kualitas fisik fasilitas pendidikan yang Kelurahan Sukabumi Selatan ada di Kecamatan Tamansari serta mutu pendidikannya Meningkatkan prasarana pendukung fasilitas Jalan Panjang Di Kelurahan Kelapa Dua pendidikan seperti lahan parkir yang tersedia B. Kesehatan Meningkatakan jumlah fasilitas kesehatan yaitu • Kel.Kelapa Dua pembangunan Apotik balai pengobatan, rumah bersalin, puskesmas • Kel. Duri Kepa pembangunan rumah kelurahan, puskesmas kecamatan, rumah sakit, bersalin, Puskesmas Kelurahan, laboratorium dan apotek sesuai dengan kebutuhan puskesmas Kecamatan, Apotik & masyarakat Kecamatan Tamansari. laboratorium • Kel. Kedoya Utara pembangunan Apotik • Kel. Kedoya Selatan pembangunan Apotik, Laboratorium & Balai Pengobatan Meningkatkan kualitas fisik fasilitas kesehatan yang Kelurahan Kedoya Utara, Kelurahan ada di Kecamatan Tamansari serta mutu Sukabumi Selatan & Kelurahan Kedoya pendidikannya Utara C. olahraga dan rekreasi Meningkatkan jumlah fasilitas olah raga dan Tersebar di setiap kelurahan Kecamatan rekreasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat Tamansari Kecamatan Tamansari. Meningkatkan kualitas fisik fasilitas olahraga dan Tersebar di setiap kelurahan Kecamatan rekreasi yang ada di Kecamatan Tamansari. Tamansari Meningkatkan prasarana pendukung fasilitas Tersebar di setiap kelurahan Kecamatan olahraga dan rekreasi seperti lahan parkir yang Tamansari tersedia PENGEMBANGAN SISTEM TRANSPORTASI Transportasi Perbaikan ruas-ruas jalan yang rusak Peningkatan Kualitas Jalan dan Jembatan Akses Ke Jalan-jalan utama Pembangunan fasilitas, sarana dan prasarana transportasi yang terpadu dengan sistem angkutan umum Pengembangan Angkutan Transportasi massal Pembangunan jalan baru Tersebar di setiap kelurahan Kecamatan Tamansari Tersebar di setiap kelurahan Kecamatan Tamansari Kelurahan Kedoya Utara, Duri Kepa, Tamansari, Kelapa Dua & Sukabumi Selatan Jl. Kebayoran Lama s/d Jl. Cileduk (Kelurahan Sukabumi Selatan)

X

X

X

X APBD dan Swasta Dinas Diknas Propinsi DKI dan JakBar

X X

X X

X X

X X

X

X

X

X

APBD dan Swasta

Dinas Kesehatan Propinsi DKI dan JakBar

X X X X

X X X X

X X X X

X X X X APBD dan Swasta Dinas Pertamanan Propinsi DKI dan JakBar

X X X X X X X X X X X X X X

APBD dan masyarakat APBD dan masyarakat APBD/APBN APBD/APBN APBD/APBN

Dinas PU dan masyarakat Dinas PU dan masyarakat Departemen Perhubungan dan Departemen PU Departemen Perhubungan dan Departemen PU Departemen Perhubungan dan Departemen PU III-105

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

No IV

Aspek

Program

Lokasi Tersebar di setiap kelurahan Kecamatan Tamansari Tersebar di setiap kelurahan Kecamatan Tamansari

5 Th I X

Tahun Implementasi 5 Th II 5 Th III X X X

5 Th IV X

Sumber Dana

Pihak Terkait

PENGEMBANGAN UTILITAS DASAR A. Air Bersih Meningkatkan jaringan air bersih sehingga dapat melayani kebutuhan seluruh Kecamatan Tamansari Identifikasi dan Pembangunan Potensi Air Bersih dari Sumur-Sumur Artesis B. Air Limbah Meningkatkan jaringan air limbah sehingga dapat melayani kebutuhan seluruh Kecamatan Tamansari Mendorong pembangunan Jaringan Sistem Sanitasi Komunal pada pusat-pusat kegiatan C. Jaringan Listrik Memperbaiki jaringan listrik yang ada Meningkatkan daya transmisi yang sudah ada Mencegah kebocoran atau kebakaran listrik dengan mendistribusikan kabel-kabel PLN dengan kabel isolasi Menempatkan gardu-gardu listrik secara terpadu dengan sektor lain, serta mempertimbangkan segi estetika lingkungan Menempatkan jaringan listrik sesuai dengan jaringan jalan dan untuk keamanan pembangunan jalan baru sebaiknya ditempatkan di bawah tanah Menambah jaringan listrik hingga dapat melayani wilayah yang pada kondisi eksisting 2008 belum terlayani listrik D. Jaringan Drainase Pengerukan dan pelebaran saluran air dilakukan secara rutin agar dapat memecahkan permasalahan banjir dan genangan di wilayah Kecamatan Tamansari Pembuatan saluran baru pada setiap pembuatan jalan baru baik kolektor maupun lingkungan Peningkatan/penataan saluran tersier pada kawasan padat penduduk Menyiapkan rencana jaringan telepon yang diselaraskan dengan jaringan jalan Menyiapkan penyebaran telepon umum yang diselaraskan dengan lokasi fasilitas umum Menggunakan kabel bawah tanah sehingga tidak ada pemakaian ruang. Peningkatan alat dan tenaga untuk pengangkutan ke Tempat Penampungan Sementara (TPS)

APBD X APBD X X X X X X

Dinas PU Propinsi DKI dan JakBar Dinas PU Propinsi DKI dan JakBar

Tersebar di setiap kelurahan Kecamatan Tamansari

X X X

APBD

PLN

X Tersebar di setiap kelurahan Kecamatan Tamansari

X

X

X Masyarakat dan APBD Dinas PU Propinsi DKI dan JakBar

X X X Tersebar di setiap kelurahan Kecamatan Tamansari Tersebar di setiap kelurahan Kecamatan Tamansari X X X X APBD Dinas PU Propinsi DKI dan JakBar APBD/Swast a Telkom

E. Jaringan Telekomunikasi

F. Jaringan Persampahan

2)
-

Sektor Perdagangan dan Jasa Pengembangan sistem ribbon sedikit dibatasi, kecuali pada sisi – sisi jalan yang mengalami peningkatan fungsi dan kualitas dengan memperhatikan kelancaran arus lalu lintas dengan pemenuhan penyediaan tempat parkir Pengembangan pada sentra – sentra lokal diprioritaskan untuk mengurangi Program perbaikan lingkungan dan peremajaan lingkungan pada wilayah yang

3)
-

Sektor Industri Membatasi kegiatan industri dengan hanya memperbolehkan pada kegiatan industri rumahan dan merelokasi kegiatan industri yang tidak sesuai dengan kegiatan industri tersebut

4)
-

Sektor Transportasi Peningkatan dan pembangunan jalan arteri dan kolektor arah timur – barat ataupun utara – selatan
III-106

kemacetan lalu lintas cukup padat serta pembangunan baru pada lahan yang relatif kosong

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

-

Pengembangan

jaringan

jalan

kolektor

pada

setiap

kelurahan

dengan

Strategi penanganan kawasan ini dititik beratkan pada pemeliharaan lingkungan guna mempertahankan ekosistem setempat dan kelestarian lingkungan alam. Hal ini termasuk juga pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup serta peraturan tentang adanya penetapan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).

memperhatikan kualitas dan kapasitas

5)
-

Sektor Fasilitas Umum Pengembangan dan peningkatan fasilitas umum, baik kuantitas maupun kualitas Guna mengatasi keterbatasan lahan, masih dimungkinkan untuk pengembangan

secara vertikal dan penggabungan kegiatan lainnya yang sejenis dalam satu bangunan

B.7.57.3 Strategi
Strategi rencana rinci tata ruang Kecamatan Tambora adalah : Meningkatkan peran dan fungsi serta menata pusat-pusat kegiatan yang sudah Memperbaiki dan merencanakan kawasan-kawasan yang cenderung kumuh Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH berkembang.

6)
-

Sektor Drainase dan Pengendalian Banjir Melaksanakan normalisasi sungai dan saluran drainase serta mengamankan tepian sungai dari kegiatan yang dapat menganggu fungsi sungai (pengamanan terhadap bangunan liar dan pembuangan sampah) Melaksanakan pembangunan/peremajaan drainase makro dan mikro ke dalam Sektor Air Minum dan Sumber Air Bersih Menambah/memperluas jaringan air bersih dan meningkatkan kualitas jaringan Penganjuran pengurangan air tanah guna mengatasi penurunan muka air tanah pipa – pipa induk dan distribusi dan intruisi air laut
-

dengan membangun rumah susun beserta fasilitas-fasilitasnya. khususnya di bantaran sungai, pinggiran Jalan Rel kereta api yang dijadikan permukiman kumuh. Merealisasikan pembangunan sarana dan prasarana yang mampu meningkatkankapasitas perdagangan dan jasa . Merealisasikan pembangunan jalan lingkungan di dalam lingkungan yang telah berkembang guna menyediakan ruang perumahan kota yang dapat menampung perkembangan penduduk.

sistem pengendalian banjir makro

7)

B.7.58 Rencana Pengelolaan Kependudukan Kecamatan Tambora
Kecamatan Tambora diarahkan dapat menampung penduduk dengan intensitas sedang hingga tinggi. Daya tampung penduduk di kecamatan ini pada tahun 2030 adalah sebanyak 333.425 jiwa penduduk dengan kepadatan 596 jiwa diprioritaskan karena keberadaannya dapat mendukung wilayah kecamatan yang telah per hektar. Dengan tingkat kepadatan sedang sebagai kawasan pemukiman. Untuk

Penambahan hydrant umum

B.7.57.2.2 Kawasan Strategis
Pengembangan kawasan pengembangan sekktor strategis di atasnya dengan berdasar atas pertimbanganpertimbangan. Pengembangan kawasan tersebut mempunyai dampak regional maupun nasional karena memiliki kontribusi tinggi. Pengembangan sektor sosial ekonomi di atasnya membutuhkan lahan dalam skala besar. Sektor yang akan dikembangkan mempunyai prioritas tinggi dalam lingkup regional dan nasional. Kawasan memliki prospek ekonomi yang cerah untuk menarik investasi dan memacu pengembangan wilayah sekitar.

hingga rendah maka persebaran penduduk di Kecamatan Tambora diarahkan merata ke seluruh direncanakan menghilangkan keberadaan perumahan kumuh namun tetap dapat menampung penduduk dalam jumlah banyak, maka pada kecamatan ini direncanakan pembangunan rumah susun dan rumah flat.

B.7.59 Rencana Struktur Ruang Kecamatan Tambora
Rencana struktur ruang tidak berbeda dengan struktur ruang eksisting 2008 dan arahan RTRW DKI Jakarta. Pada Kecamatan Tambora direncanakan terdapat dua belas pusat kegiatan yang yang dapat mendukung perkembangan kecamatan karena tarikan dan bangkitan yang ditimbulkan. Berikut merupakan lokasi pusat-pusat kegiatan yang ada di Kecamatan Tambora :

Pengembangan secara intensif potensi sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan. Pengembangan prasarana perhubungan yang lebih dapat diandalkan. Peningkatan hubungan sosial ekonomi dengan pusat kegiatan terdekat

B.7.57.2.3 Penanganan Lingkungan
III-107

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

1. Pusat Kegiatan Skala Pelayanan Sub Tersier I Kantor Kecamatan Tambora dengan kegiatan pelayanan pemerintahan Komplek Pasar Perniagaan dengan kegiatan pelayanan perdagangan Kantor Kelurahan Kali Anyar dengan kegiatan pelayanan pemerintahan Kantor Kelurahan Duri Selatan dengan kegiatan pelayanan pemerintahan Kantor Kelurahan Tanah Sareal dengan kegiatan pelayanan pemerintahan Kantor Kelurahan Duri Utara dengan kegiatan pelayanan pemerintahan Kantor Kelurahan Krendang dengan kegiatan pelayanan pemerintahan Kantor Kelurahan Jembatan Besi dengan kegiatan pelayanan pemerintahan Kantor Kelurahan Angke dengan kegiatan pelayanan pemerintahan Kantor Kelurahan Jembatan Lima dengan kegiatan pelayanan pemerintahan Kantor Kelurahan Tambora dengan kegiatan pelayanan pemerintahan Kantor Kelurahan Roa Malaka dengan kegiatan pelayanan pemerintahan Kantor Kelurahan Pekojan dengan kegiatan pelayanan pemerintahan 2. Pusat Kegiatan Skala Pelayanan Sub Tersier II

b. Jalan Kolektor Pelebaran Jl. Kemenangan II Pelebaran Jl. Kampung Krandang Pelebaran Jl. TSS Pelebaran Jl. Jembatan Besi

Selain peningkatan lebar jalan, untuk meningkatkan kinerja jalan di Kecamatan Tambora diperlukan pula beberapa program pendukung seperti : 1. Perbaikan ruas-ruas jalan yang rusak 2. Peningkatan kualitas jalan dan jembatan akses ke jalan-jalan utama 3. Pembangunan fasilitas, sarana, dan prasarana transportasi yangn terpadu dengan sistem angkutan umum 4. Pengembangan angkutan transportasi massa

B.7.61 Rencana Pengembangan Utilitas Kecamatan Tambora
Pengembangan jejaring utilitas umum memperhatikan hal-hal berikut : Jejaring yang sudah ada Peningkatan kebutuhan akibat pertambahan penduduk dan kegiatan

Pada setiap pusat kegiatan yang ada, perlu diperhatikan perkembangannya supaya tidak menimbulkan permasalahan di kawasan sekitarnya. Supaya tidak terjadi permasalahan lalu lintas, maka setiap pusat kegiatan berupa pasar direncanakan akan dikembangkan perbaikan dan penyediaan fasilitas parkir serta pedistrian, sedangkan pada pusat kegiatan berupa stasiun akan dilakukan peningkatan kualitas pelayanan fasilitas pendukung di stasiun.

Dengan demikian, pengembangan jejaring utilitas umum adalah dengan : Memanfaatkan jejaring utilitas yang telah ada Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Memperhatikan estetika lingkungan dan keamanan

B.7.60 Rencana Transportasi Kecamatan Tambora
Untuk meningkatkan kualitas pelayanan Kecamatan Tambora dalam melayani kebutuhan masyarakatnya maupun masyarakat dari luar Kecamatan Tambora, maka dilakukan perbaikan pola jalan dan pelebaran ruas jalan. Pelebaran ruas jalan ini dilakukan dengan pertimbangan adanya beberapa lokasi kemacetan. Rencana pembangunan jaringan jalan mencakup sistem jaringan jalan. Sistem jaringan jalan di wilayah Kecamatan Tambora sampai dengan tahun 2030 direncanakan sebagai berikut : a. Jalan Arteri Pelebaran Jl. Tubagus Angke Pelebaran Jl. Prof. Dr. Latumeten Pelebaran Jl. K.H. Moh. Mansyur Pelebaran Jl. Perniagaan Pelebaran Jl. Jembatan Lima -

Berikut ini adalah rencana pengembangan jaringan utilitas di Kecamatan Tambora yang meliputi persampahan, drainase, listrik, telekomunikasi, gas, air bersih, air limbah, telekomunikasi dan air limbah.

B.7.61.1 Air Bersih
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, persediaan air bersih yang harus disediakan di Kecamatan Tambora adalah sebanyak 927,170 liter/detik air bersih. Selain peningkatan jumlah persediaan air bersih oleh PDAM, terdapat beberapa program pengembangan prasarana air bersih yaitu : 1. Perluasan jaringan pelayanan air bersih melalui peningkatan kegiatan pendistribusian dan penyediaan hidran umum di lokasi yang belum terlayani air bersih, terutama pada kawasan perumahan yang padat penduduk
III-108

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

2. 3. 4.

Pembatasan pengambilan air tanah dangkal di kawasan perumahan secara Pelarangan pengambilan air tanah dalam terutama di zona kritis air tanah Perluasan kawasan resapan air melalui penambahan ruang terbuka hijau

2. 3. 4. 5. 6. 7.

Meningkatkan daya transmisi yang sudah ada Mencegah kebocoran atau kebakaran listrik dengan mendistribusikan kabel-kabel Menempatkan gardu-gardu listrik secara terpadu dengan sektor lain, serta Menempatkan jaringan listrik sesuai dengan jaringan jalan Mengamankan jaringan listrik pada kawasan perumahan padat Memenuhi kebutuhan listrik pada kawasan rumah susun

bertahap

PLN dengan kabel isolasi mempertimbangkan segi estetika lingkungan

B.7.61.2 Drainse
Direncanakan terdapat empat jenis jaringan drainase di Kecamatan Tambora yaitu jaringan drainase primer yang berupa sungai, jaringan drainase sekunder yang berada di sepanjang jalan arteri, jaringan drainase tersier yang berlokasi di sepanjang jalan kolektor, serta jaringan drainase lokal. Pola pengembangan utilitas drainase direncanakan melalui : 1. 2. 3. Pengerukan dan pelebaran saluran air dilakukan secara rutin agar dapat Pembuatan saluran baru pada setiap pembuatan jalan baru baik kolektor maupun Peningkatan/penataan saluran tersier pada kawasan padat penduduk memecahkan permasalahan banjir dan genangan di wilayah Kecamatan Tambora. lingkungan

B.7.61.6 Telekomunikasi
Rencana pengembangan jaringan telepon di Kecamatan Tambora adalah sebagai berikut: 1. 2. umum 3. Menggunakan kabel bawah tanah sehingga tidak ada pemakaian ruang. Menyiapkan rencana jaringan telepon yang diselaraskan dengan jaringan jalan Menyiapkan penyebaran telepon umum yang diselaraskan dengan lokasi fasilitas

B.7.61.3 Limbah
Timbulan limbah air kotor per hari di Kecamatan Tambora pada tahun 2030 adalah sebanyak 0,365 liter/detik. Hal tersebut merupakan hasil perhitungan dengan asumsi jumlah air kotor 0,069 liter/orang/hari. Dengan mengetahui jumlah timbulan air kotor per hari di Kecamatan Tambora, maka diperlukan penanganan supaya limbah tersebut dapat diangkut dan ditampung pada tempat yang telah disediakan, serta dapat diolah sehingga limbah tersebut tidak menimbulkan pencemaran. Pada kawasan perumahan baru dan kawasan perumahan susun diarahkan pengelolaan limbah secara komunal.

B.7.62 Rencana Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Kecamatan Tambora
Rencana Pengembangan fasilitas umum dan sosial di Kecamatan Tambora terdiri dari empat jenis fasilitas, yaitu : Fasilitas Pendidikan Fasilitas Kesehatan Fasilitas Peribadatan Fasilitas Olah Raga Faslititas Pengendali Bencana

B.7.61.4 Persampahan
Jumlah sampah yang ditimbulkan di Kecamatan Tambora merupakan timbulan sampah non domesti. Jumlahnya adalah sebesar 14,146 liter per detik. Oleh karena itu, untuk penangannya perlu diperhatikan supaya jumlah timbulan sampah tersebut dapat terakomodir sehingga tidak terjadi penumpukan di suatu titik pembuangan. Selain itu peru diperhatikan pula jumlah ketersediaan sarana pengangkut sampah yang tersedia apakah telah sesuai denagn kebutuhan masyarakat Kecamatan Tambora.

B.7.62.1 Pendidikan
Hingga tahun 2030 Kecamatan Tambora membutuhkan 422 unit fasilitas pendidikan dengan skala kelurahan yang terdiri dari TK, SD, dan SLTP. Untuk memenuhi kebutuhan hingga tahun 2030 diperlukan penambahan 292 unit fasilitas pendidikan yang terdiri dari TK, SD, dan SLTP. Selain fasilitas pendidikan dengan skala kelurahan pada Kecamatan Tambora terdapat pula fasilitas pendidikan dengan skala kecamatan. Total kebutuhan fasilitas pendidikan dengan skala pelayanan kecamatan di Kecamatan Tambora sampai tahun 2030 adalah sebanyak 12 unit SLTA dan akademi, untuk memenuhi kebutuhan tersebut dibutuhkan penambahan 1 unit akademi.

B.7.61.5 Listrik
Arahan pengembangan jaringan listrik adalah : 1. Memperbaiki jaringan listrik yang ada

B.7.62.2 Kesehatan
III-109

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

Hingga tahun 2030 Kecamatan Tambora membutuhkan 121 unit fasilitas kesehatan dengan skala kelurahan yang terdiri dari balai pengobatan dan puskesmas kelurahan. Untuk memenuhi kebutuhan hingga tahun 2030 diperlukan penambahan 112 unit fasilitas kesehatan yang terdiri dari balai pengobatan dan puskesmas kelurahan. Selain fasilitas kesehatan dengan skala kelurahan pada Kecamatan Tambora, terdapat pula fasilitas kesehatan dengan skala kecamatan. Hingga tahun 2030, di Kecamatan Tambora diperlukan 2 unit puskesmas kecamatan dan 1 unit rumah sakit. untuk memenuhi kebutuhan akan fasilitas kesehatan denan skala kecamatan diperlukan penambahan 1 unit rumah sakit.

B.7.63 Rencana Pola Ruang Tambora
Pemanfaatan pola ruang Kecamatan Tambora terbagi menjadi beberapa pemanfaatan lahan, yaitu : a. Pemanfaatan lahan Kawasan Perumahan b. Pemanfaatan Lahan Perdagangan dan Perkantoran c. Pemanfaatan Lahan Pelayanan Umum dan Sosial d. Pemanfaatan Lahan Pruang Terbuka Hijau

B.7.62.3 Peribadatan
Hingga tahun 2030 Kecamatan Tambora membutuhkan 58 unit fasilitas peribadatan dengan skala kelurahan yang terdiri dari musholla. Namun demikian tidak diperlukan fasilitas peribadatan karena ketersediaan pada kondisi eksisting telah melebihi jumlah kebutuhan hingga tahun 2030.

B.7.63.1 Perumahan
Luas kawasan perumahan di Kecamatan Tambora adalah sebesar 173,07 hektar. Kawasan perumahan dikembangkan merata di Kelurahan Kali Anyar, Duri Selatan, Tanah Sareal, Duri Utara, Krendang, Jembatan Besi, Angke, Jembatan Lima, Tambora, dan Pekojan. Perumahan yang dikembangkan pada kecamatan ini adalah : hektar Konsep pengembangannya adalah melalui pembangunan perumahan baru dan penataan perumahan lama. Perumahan yang telah ada dan memiliki kejelasan struktur jalan dan tata bangunan akan cenderung dipertahankan, namun untuk perumahan yang padat, kumuh, serta tidak memiliki keteraturan struktur jalan dan tata bangunan akan cenderung dialih fungsikan menjadi fungsi perumahan yang lebih baik. Kawasan perumahan kepadatan sedang, dengan pemanfaatan lahan sebesar Kawasan perumahan kepadatan tinggi, dengan pemanfaatan lahan sebesar Kawasan perumahan susun, dengan pemanfaatan lahan sebesar 43,94 hektar Kawasan perumahan susun taman, dengan pemanfaatan lahan sebesar 1,02

B.7.62.4 Olah Raga
Hingga tahun 2030 Kecamatan Tambora membutuhkan 1445 unit fasilitas olah raga dengan skala kelurahan yang terdiri dari taman bermain dan lapangan olah raga. Untuk memenuhi kebutuhan hingga tahun 2030 diperlukan penambahan 2820 unit fasilitas olah raga yang terdiri dari taman bermain dan lapangan olah raga Selain fasilitas olah raga dengan skala kelurahan pada Kecamatan Tambora, terdapat pula fasilitas olah raga dengan skala kecamatan. Total kebutuhan fasilitas olah raga dengan skala pelayanan kecamatan di Kecamatan Tambora sampai tahun 2030 adalah sebanyak 25 unit fasilitas olah raga yang terdiri dari lapangan olah raga, gedung olah raga, dan kolam renang.

1,38 hektar 126,73 hektar

B.7.62.5 Pengendali Bencana
Sistem pengendali bencana di Kecamatan Tambora direncanakan dengan beberapa sistem pengendali bencana yang meliputi banjir dan kebakaran, yaitu sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. Perbaikan daerah sempadan sungai melalui penghijauan. Peningkatan kapasitas danau dan sungai. Perbaikan saluran air yang tertutup perkerasan serta membuat saluran air baru Sebaran distribusi sarana dan prasana kebakaran pada setiap kelurahan. Perbaikan lingkungan berupa pelebaran jalan lingkungan sehingga

B.7.63.2 Perdagangan dan Perkantoran
Luas kawasan perdagangan di Kecamatan Tambora adalah sebesar 105,40 hektar. Kawasan perdagangan yang dikembangkan di Kecamatan Tambora memiliki pola ribbon yang berada di sepanjang jalan arteri serta di kawasan Kota Tua. Pada kawasan Kota Tua Kelurahan Roa Malaka, hanya terdapat dua buah fungsi yaitu perdagangan dan perkantoran dengan fasilitasnya. Kawasan perdagangan yang memiliki pola ribbon ini lokasinya mengelilingi kawasan perumahan. Jenis perdagangan yang dikembangkan terdiri dari dua
III-110

pada lokasi-lokasi yang belum memiliki saluran air.

mempermudah evakuasi ketika terjadi kebakaran.

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

jenis yaitu kawasan perdagangan dan kawasan campuran kecil. Untuk setiap fungsi perdagangan yang ada diarahkan untuk menyediakan fasilitas pedestrian dan parkir sehingga meskipun menimbulkan tarikan dan bangkitan yang besar namun tidak menyebabkan permasalahan lalu lintas.

pengembangan jumlah ruang terbuka hijau juga menjadi salah satu arahan kebijakan RRTRW DKI Jakarta 2010.

B.7.64 Rencana Kawasan Strategis Kecamatan Tambora
Luas kawasan perkantoran di Kecamatan Tambora adalah sebesar 2,04 hektar. Kawasan perkantoran yang diarahakan untuk dikembangkan di Kecamatan Tambora adalah : hektar Kawasan perkantoran diarahkan berada di wilayah utara Kecamatan Tambora tepatnya pada Kelurahan Roa Malaka dan sebagian Kelurahan Pekojan. Meskipun pada kedua kelurahan tersebut diarahkan menjadi kawasan perkantoran, namun bangunannya eksisting harus dipertahankan karena merupakan bagian dari kawasan Kota Tua. Kawasan perkantoran swasta, dengan pemanfaatan lahan sebesar 0,32 hektar Kawasan perkantoran pemerintahan, dengan pemanfaatan lahan sebesar 1,72 Pengembangan kawasan strategis di Kecamatan Tambora ditentukan berdasarkan peranan dan fungsi strategis bagi pengembangan kegiatan ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan kota. Berdasarkan RDTR Propinsi DKI Jakarta tahun 2030 pada tingkatan Kotamadya Jakarta Barat khususnya Kecamatan Tambora ditentukan sebagai kawasan strategis yang diarahkan pada pengembangan kawasan kota tua.

B.7.65 Rencana Intensitas Pemanfaatan Ruang Kecamatan Tambora
Kecamatan Tambora direncanakan memiliki intensitas kepadatan sedang hingga tinggi. Hal ini diarahkan berdasarkan pertimbangan bahwa Kecamatan Tambora merupakan kecamatan yang diperuntukkan sebagai kawasan perumahan dan perdagangan. Untuk kawasan perumahan, ketinggian bangunan yang direncanakan tergantung pada jenis masing-masing rumah. Kawasan perumahan susun direncanakan memiliki ketinggian bangunan 20 lantai dengan KDB 75 % untuk jenis rumah susun, 60 % untuk rumah flat, dan 20 % untuk rumah susun taman, sedangkan kawasan perumahan dengan kepadatan tinggi dan sedang direncanakan memiliki KLB 2. Kawasan perkantoran dan perdagangan direncanakan memiliki intensitas 50 % dengan KLB 2-24. Dengan adanya rencana intensitas pemanfaatan ruang ini diharapkan Kecamatan Tambora dapat menjadi kawasan perumahan dan perniagaan yang lebih teratur tata letak bangunannya.

B.7.63.3 Pelayanan Umum dan Sosial
Kawasan pelayanan umum dan sosial yang direncanakan di Kecamatan Tambora berada di dalam kawasan perumahan yang tersebar di seluruh kelurahan yang ada di Kecamatan Tambora. Kawasan pelayanan umum dan sosial sebagian besar dipertahankan keberadaannya karena sifatnya yang tidak mengganggu dan hanya menjadi fasilitas yang melayani kebutuhan masyarakat umum. Kawasan pelayanan umum dan sosial yang tidak dipertahankan adalah yang lokasinya pada kondisi eksisting tidak strategis atau berada di kawasan industri. Luas kawasan pelayanan umum dan sosial yang direncanakan adalah sebesar 15,70 hektar.

B.7.66 Arahan Pemanfaatan Ruang Kecamatan Tambora
Dalam mengaktualisasikan pendekatan pengembangan yang sedemikian rupa maka konsepkonsep pengembangan kecamatan yang dibuat dituangkan ke dalam rencana-rencana pengembangan dalam berbagai aspek meliputi pengembangan kependudukan, pengembangan aspek struktur dan pola pemanfaatan ruang, aspek sarana prasarana, pengembangan transportasi dan aspek lainnya. Selanjutnya dari rencana-rencana pengembangan ini dapat diturunkan ke dalam indikasi program pengembangan Kecamatan Tambora. Indikasi program pembangunan merupakan penjabaran kebijakan dan rencana pengembangan ruang yang telah ditentukan ke dalam program-program pembangunan yang akan menjadi acuan serta komitmen Pemerintah dalam melaksanakan pembangunan. Perumusan indikasi program ini tidak terlepas dari program-program yang telah disusun oleh secara multisektoral
III-111

B.7.63.4 Ruang Terbuka Hijau
Luas kawasan ruang terbuka hijau di Kecamatan Tambora adalah sebesar 20,75 hektar. Rencana pengembangan ruang terbuka hijau di Kecamatan Tambora diarahkan pada daerah sempadan sungai yaitu di sepanjang Kali Jelakeng, Jl. Bandengan Utara, sepanjang Banjir Kanal Barat, sepanjang rel kereta, dan di persimpangan Jl. perniagaan dan Jl. Pejagalan. Ruang terbuka hijau yang akan dikembangkan adalah berupa jalur hijau tepi sungai, jalur hijau tepi jalan dan rel, serta taman. Pengembangan ruang terbuka hijau sangat penting di Kecamatan Tambora karena pada kondisi eksisting 2007, jumlah ruang terbuka hijau yang ada sangat terbatas. Selain karena kondisi eksiting, pelestarian dan

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

dalam pengembangan Kecamatan Tambora ini. Dengan demikian, diharapkan fungsi indikasi program ini sebagai acuan instansi pusat, Pemerintah Daerah Propinsi dan Kecamatan Tambora dalam menyusun dan melaksanakan program lima tahunan dalam kurun waktu duapuluh tahun. Program-program dibawah ini pada dasarnya masih bersifat indikatif, yang diharapkan dapat memberikan indikasi bagi penyusunan program membangun sektoral serta pembangunan pada wilayah kecamatan yang diprioritaskan pembangunannya.

-

Meningkatkan kondisi dan kapasitas jaringan jalan regional yang berguna

memantapkan fungsi Kecamatan Kalideres sebagai salah satu pusat pergerakan Kotamadya Jakarta Barat dan Tangerang. Mewujudkan Kecamatan Kalideres sebagai kawasan pendukung kelengkapan Peningkatan layanan sarana jalan dengan pelebaran jalan-jalan utama. Mewujudkan pembangunan dan pengembangan Kecamatan Kalideres yang fasilitas dan utilitas di Jakarta Barat.

B.7.67 Tujuan Kebijakan dan Strategi Kecamatan Kalideres B.7.67.1 Tujuan
Rencana rinci tata ruang Kecamatan Kecamatan Kalideres merupakan wujud pemanfaatan ruang yang menggambarkan susunan lokasi pusat perdagangan jasa dan ikatan fungsi antar sub – sub pusat kegiatan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Sesuai dengan hasil identifikasi serta kecenderungan struktur tata ruang masa depan yang akan terbentuk maka tujuan rencana rinci tata ruang Kecamatan Kalideres yaitu : Menyiapkan dan mengarahkan Kecamatan Kalideres sebagai Pusat Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dan sebagai pusat perdagangan dan jasa Kotamadya Jakarta Barat dengan membangun sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan pendidikan dan perdagangan dan jasa. Memenuhi kebutuhan perumahan dengan membangun rumah susun sederhana sewa tingkat tinggi di Kelurahan Wijaya Kusuma dan Jelambar Baru yang mengacu pada Peraturan Menteri PU No. 5 tahun 2007.

berpihak pada kepentingan masyarakat, dengan memposisikan peran masyarakat sebagai pemrakarsa pembangunan, Memanfaatkan peluang dan mampu menempatkan kendala pengembangan sebagai komponen modal dasar pengembangan dan pembangunan Kecamatan Kalideres guna mewujudkan kehidupan yang lebih baik.

Tabel 7.60 Indikasi Program Pengembangan Kecamatan Tambora
No. I Sektor STRUKTUR RUANG A. Perumahan Program Lokasi Tahun Implementasi 5 Th I 5 Th II 5 Th III 5 Th IV Sumber Dana Pihak Terkait

Mengembangkan perbaikan lingkungan perumahan yang tidak memiliki pola bangunan dan jalan yang jelas Melakukan perenmajaan lingkungan kumuh melalui pembangunan vertikal Melengkapi fasilitas umum di kawasan perumahan Membatasi pertumbuhan perumahan baru

Tersebar di kelurahan yang ada di Kecamatan Tambora Kelurahan Pekojan, Kelurahan Jembatan Lima, Kelurahan Angke, Kelurahan Kali Anyar, Kelurahan Duri Selatan, Kelurahan Tanah Sareal, dan Kelurahan Tambora. Tersebar di kelurahan yang ada di Kecamatan Tambora Tersebar di kelurahan yang ada di Kecamatan Tambora Tersebar di kelurahan yang ada di Kecamatan Tambora Tersebar di kelurahan yang ada di Kecamatan Tambora Sepanjang Banjir Kanal Barat, Kali Jelakeng, dan Kali Besar.

X APBD/APBN dan swasta Swasta dan PERUMNAS

X X X X X X

APBD

DTK

B. Ruang Terbuka Hijau

Mempertahankan lahan pemakaman dan lapangan olah raga yang ada Menata jalur hijau di sepanjang jalan Mendorong penanaman pohon-pohon besar / pelindung pada halaman rumah, ruas jalan, pinggir sungai terutama pada lingkungan padat

APBD

Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI dan Jakbar

III-112

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

No.

Sektor

Program Memperbaiki kawasan sempadan sungai sebagai daerah resapan Menata kawasan perdagangan dan perkantoran Meningkatkan prasarana pendukung kegiatan perdagangan dan perkantoran seperti lahan parkir Membatasi pertumbuhan perdagangan secara linear di kawasan perumahan

Lokasi Sepanjang Banjir Kanal Barat, Kali Jelakeng, dan Kali Besar. Tersebar di kelurahan yang ada di Kecamatan Tambora Tersebar di kelurahan yang ada di Kecamatan Tambora Tersebar di kelurahan yang ada di Kecamatan Tambora Tersebar di kelurahan yang ada di Kecamatan Tambora Tersebar di kelurahan yang ada di Kecamatan Tambora Tersebar di kelurahan yang ada di Kecamatan Tambora Tersebar di kelurahan yang ada di Kecamatan Tambora Tersebar di kelurahan yang ada di Kecamatan Tambora Tersebar di kelurahan yang ada di Kecamatan Tambora Tersebar di kelurahan yang ada di Kecamatan Tambora

Tahun Implementasi 5 Th I X X X X 5 Th II 5 Th III 5 Th IV

Sumber Dana

Pihak Terkait

C. Komersial/Jasa/Perkantoran

APBD

Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI dan Jakbar

II

FASILITAS UMUM DAN SOSIAL A. Pendidikan

B. Kesehatan

Meningkatakan jumlah fasilitas pendidikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kecamatan Tambora. Meningkatkan kualitas fisik fasilitas pendidikan yang ada di Kecamatan Tambora serta mutu pendidikannya Memindahkan perguruan tinggi / universitas yang berlokasi di jalan lokal atau kolektor ke lahan yang peruntukkannya masih sesuai tetapi berlokasi di jalan arteri. Meningkatkan prasarana pendukung fasilitas pendidikan seperti lahan parkir yang tersedia Meningkatakan jumlah fasilitas kesehatan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kecamatan Tambora. Meningkatkan kualitas fisik fasilitas kesehatan yang ada di Kecamatan Tambora serta mutu pendidikannya Meningkatkan prasarana pendukung fasilitas kesehatan seperti lahan parkir yang tersedia

X X APBD dan Swasta X X X X X APBD dan Swasta Dinas Kesehatan Propinsi DKI dan Jakbar

Dinas Diknas Propinsi DKI dan Jakbar

III

PENGEMBANGAN SISTEM TRANSPORTASI Perbaikan ruas-ruas jalan yang rusak Peningkatan Kualitas Jalan dan Jembatan Akses Ke Jalan-jalan utama Pembangunan fasilitas, sarana dan prasarana transportasi yang terpadu dengan system angkutan umum Pengembangan Angkutan Transportasi massal

Tersebar di kelurahan yang ada di Kecamatan Tambora Tersebar di kelurahan yang ada di Kecamatan Tambora Tersebar di kelurahan yang ada di Kecamatan Tambora Tersebar di kelurahan yang ada di Kecamatan Tambora Tersebar di kelurahan yang ada di Kecamatan Tambora

X X X APBD/APBN X APBD dan masyarakat Dinas PU dan masyarakat Departemen Perhubungan dan Departemen PU

IV

PENGEMBANGAN UTILITAS DASAR A. Air Bersih Meningkatkan jaringan air bersih sehingga dapat melayani kebutuhan seluruh Kecamatan Tambora Identifikasi dan Pembangunan Potensi Air Bersih dari Sumur-Sumur Artesis B. Air Limbah Meningkatkan jaringan air limbah sehingga dapat melayani kebutuhan seluruh Kecamatan Tambora Mendorong pembangunan Jaringan Sistem Sanitasi Komunal pada pusat-pusat kegiatan

X APBD X

Dinas PU Propinsi DKI dan Jakbar

Tersebar di kelurahan yang ada di Kecamatan Tambora

X APBD X

Dinas PU Propinsi DKI dan Jakbar

III-113

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

No.

Sektor C. Jaringan Listrik

Program Memperbaiki jaringan listrik yang ada Meningkatkan daya transmisi yang sudah ada Mencegah kebocoran atau kebakaran listrik dengan mendistribusikan kabel-kabel PLN dengan kabel isolasi Menempatkan gardu-gardu listrik secara terpadu dengan sektor lain, serta mempertimbangkan segi estetika lingkungan Menempatkan jaringan listrik sesuai dengan jaringan jalan dan untuk keamanan pembangunan jalan baru sebaiknya ditempatkan di bawah tanah Menambah jaringan listrik hingga dapat melayani wilayah yang pada kondisi eksisting 2008 belum terlayani listrik Pengerukan dan pelebaran saluran air dilakukan secara rutin agar dapat memecahkan permasalahan banjir dan genangan di wilayah Kecamatan Tambora. Pembuatan saluran baru pada setiap pembuatan jalan baru baik kolektor maupun lingkungan Peningkatan/penataan saluran tersier pada kawasan padat penduduk Menyiapkan rencana jaringan telepon yang diselaraskan dengan jaringan jalan Menyiapkan penyebaran telepon umum yang diselaraskan dengan lokasi fasilitas umum Menggunakan kabel bawah tanah sehingga tidak ada pemakaian ruang. Pembangunan TPS

Lokasi Tersebar di kelurahan yang ada di Kecamatan Tambora

Tahun Implementasi 5 Th I X X X 5 Th II 5 Th III 5 Th IV

Sumber Dana

Pihak Terkait

APBD

PLN

X

X Tersebar di kelurahan yang ada di Kecamatan Tambora

D. Jaringan Drainase

X Masyarakat dan APBD X X Dinas PU Propinsi DKI dan Jakbar

E. Jaringan Telekomunikasi

Tersebar di kelurahan yang ada di Kecamatan Tambora

X X X APBD/Swasta Telkom

F. Jaringan Persampahan

Tersebar di kelurahan yang ada di Kecamatan Tambora

X

APBD

Dinas PU Propinsi DKI dan Jakbar

B.7.67.2 Kebijakan B.7.67.2.1 Kawasan Budidaya
Kawasan budidaya merupakan kawasan yang dikembangkan secara intensif dengan pusat pengembangan yang ada di Kecamatan Kalideres, secara umum pengembangan tersebut berorientasi pada optimalisasi sumber daya dan tetap mempertahankan kelestarian lingkungan guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Strategi rencana kawasan budidaya berdasarkan ciri kegiatan perkotaan adalah Kawasan perkotaan merupakan kawasan yang mempunyai arahan kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi. Karena keterbatasan daya dukung lahan maka pada kawasan perkotaan diupayakan adanya intensifikasi lahan pada lahan dengan kepadatan penduduk atau kegiatan tinggi, dilakukan ekstensifikasi pada kawasan cadangan pengembangan kawasan perkotaan. Pengembangan tersebut diupayakan semaksimal mungkin sesuai dengan potensi yang ada. Namun perlu dijaga agar

pengembangan kawasan perkotaan tidak meluas dan mengganggu kawasan dengan fungsi lindung. Pengembangan di kawasan perkotaan terutama di pusat kota tetap memperthatikan agar kekompakan penggunaan lahan terjaga dan tidak menjadi homogen. Kebijakan kawasan budidaya dibagi menjadi beberapa sektor, diantaranya yaitu :

1)
-

Sektor Perumahan Penerapan penggunaan campuran dalam rangka mengintesifkan penggunaan Program perbaikan lingkungan dan permajaan lingkungan pada kawasan kumuh Pembangunan rumah susun sederhana untuk memenuhi kebutuhan perumahan Sektor Perdagangan dan Jasa
-

lahan dan bangunan, baik secara vertikal maupun horisontal

2)

Pengembangan sistem ribbon sedikit dibatasi, kecuali pada sisi – sisi jalan yang

mengalami peningkatan fungsi dan kualitas dengan memperhatikan kelancaran arus lalu lintas dengan pemenuhan penyediaan tempat parkir
III-114

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

-

Pengembangan pada sentra – sentra lokal diprioritaskan untuk mengurangi Program perbaikan lingkungan dan peremajaan lingkungan pada wilayah yang

-

Penganjuran pengurangan penggunaan air tanah guna mengatasi penurunan Penambahan hydrant umum Sektor Drainase dan Pengendalian Banjir Melaksanakan normalisasi sungai dan saluran drainase serta mengamankan

kemacetan lalu lintas cukup padat serta pembangunan baru pada lahan yang relatif kosong

muka air tanah dan intruisi air laut
-

9)
-

3)
-

Sektor Industri Membatasi kegiatan industri dengan hanya memperbolehkan pada kegiatan dan merelokasi kegiatan industri yang tidak sesuai dengan industri rumahan

tepian sungai dari kegiatan yang dapat menganggu fungsi sungai (pengamanan terhadap bangunan liar dan pembuangan sampah) Melaksanakan pembangunan/peremajaan drainase makro dan mikro ke dalam Sektor Sanitasi dan Sampah

kegiatan industri tersebut

4)

Sektor Ruang Terbuka Hijau Melaksanakan dan mencadangkan serta mengamankan ruang terbuka hijau

sistem pengendalian banjir makro

10)

sepanjang kali dan memanfaatkannya untuk taman dan hortikultura yang dapat dinikmati masyarakat.

Pengadaan septick tank kelompok pada lokasi-lokasi permukiman yang dihuni

oleh penduduk yang berpenghasilan rendah. Sistem perencanaan yang dipakai yaitu perencanaan yang diintegrasikan terhadap sistem sewerage.

Mengadakan penghijauan maksimum pada pekarangan – pekarangan individu Mengadakan penghijauan maksimum pada ROW (lebar badan jalan) arteri dan Sektor Transportasi

melalui program penyuluhan pembinaan.

Meningkatkan kondisi MCK yang ada serta pengadaan baru sesuai kebutuhan Pengelolaan sampah dengan menyediakan kontainer dan dipo – dipo sampah

lingkungan permukiman padat.

kolektor.

5)
-

sesuai kebutuhan.

Peningkatan dan pembangunan jalan arteri dan kolektor arah timur – barat

ataupun utara – selatan Pengembangan jaringan jalan kolektor pada setiap kelurahan dengan memperhatikan kualitas dan kapasitas

B.7.67.2.2 Kawasan Strategis
Pengembangan kawasan diprioritaskan karena keberadaannya dapat mendukung pengembangan sektor strategis di atasnya dengan berdasar atas pertimbanganpertimbangan. Pengembangan kawasan tersebut mempunyai dampak regional maupun nasional karena memiliki kontribusi tinggi. Pengembangan sektor sosial ekonomi di atasnya membutuhkan lahan dalam skala besar. Sektor yang akan dikembangkan mempunyai prioritas tinggi dalam lingkup regional dan nasional. Kawasan memliki prospek ekonomi yang cerah untuk menarik investasi dan memacu pengembangan wilayah sekitar. Pengembangan secara intensif potensi sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan. Pengembangan prasarana perhubungan yang lebih dapat diandalkan. Peningkatan hubungan sosial ekonomi dengan pusat kegiatan terdekat.

6)
-

Sektor Fasilitas Umum Pengembangan dan peningkatan fasilitas umum, baik kuantitas maupun kualitas Guna mengatasi keterbatasan lahan, masih dimungkinkan untuk pengembangan

secara vertikal dan penggabungan kegiatan lainnya yang sejenis dalam satu bangunan

7)

Sektor Utilitas Umum Penambahan gardu-gardu listrik dan penambahan/peningkatan jaringan Penambahan telepon umum pada lokasi-lokasi strategis Koordinasi terpadu antara PLN, Telkom dan Pemda DKI Jakarta dalam Sektor Air Minum dan Sumber Air Bersih Menambah/memperluas jaringan air bersih dan meningkatkan kualitas jaringan pipa – pipa induk dan distribusi pelayanan listrik serta lampu – lampu penerangan jalan
− −

B.7.67.2.3 Penanganan Lingkungan
Strategi penanganan kawasan ini dititik beratkan pada pemeliharaan lingkungan guna mempertahankan ekosistem setempat dan kelestarian lingkungan alam. Hal ini termasuk juga pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup serta peraturan tentang adanya penetapan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).

perencanaan dan pelaksanaan pengadaan instalasi listrik, telepon dan gas

8)

III-115

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

c.

Terminal bus Grogol dengan kegiatan jasa pelayanan transportasi Rumah Sakit Jiwa Grogol dan Rumah Sakit Royal Taruma dengan kegiatan

B.7.67.3 Strategi
Strategi rencana rinci tata ruang Kecamatan Kalideres adalah : Meningkatkan peran dan fungsi serta menata pusat-pusat kegiatan yang sudah berkembang. Memperbaiki dan merencanakan kawasan – kawasan yang cenderung kumuh Mempertahankan RTH yang sudah ada dan mengembalikan fungsi RTH dengan membangun rumah susun beserta fasilitas – fasilitasnya. khususnya di bantaran sungai, pinggiran jalan rel kereta api yang dijadikan permukiman kumuh. Merealisasikan pembangunan sarana dan prasarana yang mampu meningkatkan kapasitas perdagangan dan jasa . Merealisasikan pembangunan jalan lingkungan di dalam lingkungan yang telah berkembang guna menyediakan ruang perumahan kota yang dapat menampung perkembangan penduduk.

d.

Pelayanan Kesehatan

B.7.69.2 Pusat Kegiatan Provinsi
Pusat Kegiatan Provinsi di Kecamatan Kalideres antara lain adalah : a. b. c. Rumah Sakit Sumber Waras dengan kegiatan pelayanan kesehatan Roxy Square dengan kegiatan pelayanan perdagangan dan jasa Universitas Trisakti (Fakultas Kedokteran Gigi) dengan kegiatan pelayanan

pendidikan

B.7.69.3 Pusat Kegiatan Kota
Pusat Kegiatan Kota di Kecamatan Kalideres antara lain adalah : a. b. Kantor Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Barat dengan kegiatan pelayanan Ukrida dan BPK Penabur dengan kegiatan pelayanan pendidikan Pusat Perkantoran Sentra Latumenten dengan kegiatan pelayanan perdagangan kebencanaan c.

B.7.68 Rencana Pengelolaan Penduduk Kecamatan Kalideres
Berdasarkan perkembangan wilayah yang semakin pesat di Kecamatan Kalideres maka diperlukan rencana pengelolaan kependudukan yang tepat dengan menggunakan perhitungan berdasarkan daya tampung penduduk pada tahun 2030. Sesuai hasil perhitungan analisis kependudukan dengan metode daya tampung menunjukkan bahwa dengan menggunakan KDB, KLB, serta standar luas kapling ideal, maka jumlah daya tampung penduduk ideal Kalideres direncanakan sebesar 286.462 jiwa dengan jumlah kepadatan penduduk sebesar 254 jiwa/ha, dengan kepadatan tertinggi terdapat di Kelurahan Jelambar Baru sebesar 382 jiwa/ha, maka untuk mengatasi keterbatasan lahan Kecamatan Kalideres direncanakan dengan membangun perumahan secara vertikal. Sedangkan rumah – rumah kumuh yang masih terdapat di Kecamatan Kalideres akan dihilangkan. Pembangunan wisma kecil akan dibatasi di Kalideres. Kepadatan permukiman direncanakan tidak terlalu padat/sedang untuk menjaga kelayakan sebagai kawasan tempat tinggal.

dan jasa

B.7.69.4 Pusat Kegiatan Kecamatan
Pusat Kegiatan Kota di Kecamatan Kalideres antara lain adalah : a. b. c. Pasar Tomang Barat, Pasar Grogol dan Pasar Wijaya Kusuma dengan kegiatan Kantor Kecamatan Kalideres dengan kegiatan pelayanan pemerintahan YP Pendidikan Yadika, SMPN 89, Madrasah Aliyah Al Isra dengan kegiatan pelayanan perdagangan dan jasa

pelayanan pendidikan

B.7.70 Rencana Transportasi Kecamatan Kalideres
Rencana transportasi di Kecamatan Kalideres meliputi rencana pengembangan jaringan jalan di Kecamatan Kalideres adalah sistem jaringan jalan, simpang susun, fasilitas pejalan kaki dan jembatan penyeberangan. Pengembangan transportasi di Kecamatan Kalideres

B.7.69 Rencana Struktur Ruang Kecamatan Kalideres B.7.69.1 Pusat Kegiatan Nasional
Pusat Kegiatan Nasional di Kecamatan Kalideres antara lain adalah : a. b. Universitas Tarumanegara dan Trisakti dengan kegiatan pelayanan pendidikan Mall Ciputra, Mall Taman Anggrek, dan Podomoro City dengan kegiatan

mempertimbangkan faktor-faktor berikut : a. Pembangunan jalan baru disesuaikan dengan program DKI Jakarta keseluruhan serta dikaitkan dengan peremajaan lingkungan b. Perbaikan/pelebaran jalan sesuai dengan prioritas pengembangan, dikaitkan dengan usaha mengatasi kemacetan lalu-lintas
III-116

pelayanan perdagangan dan Jasa

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

c. Pengembangan jalan layang pada persimpangan yang diperkirakan akan menimbulkan kemacetan yang parah d. Pengembangan angkutan umum kapasitas besar dengan pembatasan kendaraan pribadi e. Penyediaan angkutan umum dengan memberikan kebebasan memilih bagi penumpang dengan peningkatan kecepatan perjalanan serta peningkatan sarana-sarana pemberhentian f. Pembatasan daerah operasi angkutan yang dikaitkan dengan perencanaan route

No 17

Nama jalan Jl.DR.Muwardi Raya

Tingkatan jalan Kolektor Primer Kolektor Primer

2006 9 8

2030 12 12

10 Jl.DR.Susilo Raya Sumber : Hasil Rencana 2009

B.7.71 Rencana Pengembangan Utilitas Kecamatan Kalideres
Rencana pengembangan utilitas di Kecamatan Kalideres memperhatikan jejaring yang telah ada dan peningkatan kebutuhan, diantaranya adalah : Pembatasan pemakaian air tanah terutama di zona kritis air tanah agar terpeliharanya sumber daya air tanah dan air permukaan sebagai air baku Perluasan jaringan pelayanan air bersih melalui peningkatan distribusi yang belum terlayani air bersih terutama di pemukiman yang padat penduduk Perluasan kawasan resapan air melalui penambahan ruang terbuka hijau (RTH) Peningkatan kualitas air bersih yang layak bagi penduduk

kendaraan umum untuk kemudahan penumpang g. Pematasan jalur dan jam operasi angkutan barang skala besar, agar tidak memperlambat kecepatan lalu lintas h. Penyediaan parkir di luar jalan dan pengawasan pelaksanaan pengadaan parkir bangunan umum untuk menghapus parkir di tepi jalan i. j. Perbaikan, pengembangan dan pengadaan sarana pejalan kaki, dikaitkan dengan Pengaturan route angkutan umum untuk mempercepat waktu perjalanan dan megurangi pelebaran dan pembangunan jalan baru biaya perjalanan, dikaitkan dengan tempat-tempat pemberhentian/halte

Berikut ini adalah rencana pengembangan jaringan utilitas di Kecamatan Kalideres yang meliputi Sistem jaringan jalan di Kecamatan Kalideres hingga tahun 2030 direncanakan sebagai berikut : Tabel 7.61 Rencana Jaringan Jalan Kecamatan Kalideres Tahun 2030 jaringan listrik, persampahan, air bersih, telekomunikasi dan air limbah

B.7.71.1 Air Bersih
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 11 12 13 14 15 16 Nama jalan Jl.S.Parman Jl.Tomang Raya Jl.Prof.DR.Latumenten Jl.Tol Jakarta-Merak Jl.Daan Mogot Jl.Kyai Tapa Jl.Tubagus Angke Jl.Tanjung Duren Raya Jl.Tanjung Duren Utara Jl.Arjuna Utara Jl.Tanjung Duren Timur Jl.Jelambar Baru Jl.Jelambar Selatan 2 Jl.Jelambar Utama 1 Jl.Jelambar Utama Sakti Jl.Amanah Jl.Indraloka 2 Tingkatan jalan Tol/Arteri Primer Arteri Sekunder Arteri Primer Tol Arteri Sekunder Arteri Sekunder Arteri Sekunder Arteri Sekunder Arteri Sekunder Arteri Sekunder Kolektor Primer Kolektor Primer Kolektor Primer Kolektor Primer Kolektor Primer Kolektor Primer Kolektor Primer 2006 69 40 50 52 40 47 16 21 21 10 6 8 7 6 8 7 7 2030 85 47 60 52 50 50 26 26 26 18 12 12 12 12 12 12 12 1 2 3 4 5 Tanjung Duren Utara Tanjung Duren Selatan Tomang Grogol Jelambar No Kelurahan

Rencana jaringan primer pipa air bersih di Kecamatan Kalideres tahun 2030 adalah melintasi jalan-jalan S.Parman/Latumenten, Jl.Tubagus Angke, Jl.Daan Mogot/Kyai Tapa, Jl.Tomang Raya. Kebutuhan air bersih untuk tahun 2030 di Kecamatan Kalideres tahun 2030 adalah sebesar 37.327 ltr/hari, kebutuhan tersebut dipenuhi dari instalasi air minum pejompongan. Untuk lebih jelasnya mengenai rencana kebutuhan air bersih di Kecamatan Kalideres tahun 2030 dapat dilihat pada Tabel 7.64 Tabel 7.62 Analisis Proyeksi Air Bersih Kec.Kalideres Tahun 2030
Penduduk (jiwa) 36.542 24.315 48.180 370093 55.187 Kebutuhan Air Bersih ( Liter/Hari) 6.394.897 4.255.195 8.431.420 6.491.258 9.657.800 Kebutuhan Air Bersih ( m3/Hari) 6.394,90 4.255,20 8.431,42 6.491,26 9.657,80 III-117

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

No 6 7

Kelurahan Wijaya Kusuma Jelambar baru

Penduduk (jiwa) 35.836 49.309 286.462

Kebutuhan Air Bersih ( Liter/Hari) 6.271.271 8.629.080 50.130.922

Kebutuhan Air Bersih ( m3/Hari) 6.271,27 8.629,08 50.130,92

B.7.71.3 Limbah Air Kotor
Rencana sistem pembuangan air limbah di Kecamatan Kalideres tahun 2030 adalah dengan sistem on-site. Diperkirakan tahun 2030 akan dihasilkan air limbah sebesar 14.717 ltr/hari yang berasal dari air limbah perumahan dan perdagangan/jasa. Untuk lebih jelasnya mengenai timbulan air kotor (sludge) di Kecamatan Kalideres tahun 2030 dapat dilihat pada Tabel 7.63

Jumlah Sumber : Hasil Rencana

B.7.71.2 Drainase
Rencana pengendalian drainase di Kecamatan Kalideres adalah sebagai berikut : Melaksanakan normalisasi sepanjang aliran sungai dan mengamankan sungai dari kegiatan yang dapat menggangu fungsinya (Pengamanan terhadap bangunan liar dan pembuangan sampah) Penataan kembali (GSS) garis sempadan sungai sejalan dengan penataan Peningkatan dan pengembangan fungsi situ-situ sebagai lokasi tempat Pengerukan sampah di sepanjang kali yang bisa menimbulkan banjir Tabel 7.63 Timbulan Limbah Air Kotor Kec.Kalideres Tahun 2030
No 1 2 3 4 5 6 7 Kelurahan Tanjung Duren Utara Tanjung Duren Selatan Tomang Grogol Jelambar Wijaya Kusuma Jelambar baru Penduduk ( jiwa) 36.542 24.315 48.180 37.093 55.187 35.836 49.309 286.462 Timbulan Air Limbah ( m3/Hari) 5.115,92 3.404,16 6.745,14 5.193,01 7.726,24 5.017,02 6.903,26 40.104,74 Timbulan Sludge ( Liter/Hari) 2.521 1.678 3.324 2.559 3.808 2.473 3.402 19.766 Timbulan Sludge ( m3/Hari) 2,52 1,68 3,32 2,56 3,81 2,47 3,40 19,77

sungai menurut fungsinya yaitu sebagai pengendali banjir, drainase dan penggelontor penampungan air di Kelurahan Grogol dan Tanjung Duren Utara

Sistem jaringan drainase yang diusulkan mengikuti sistem hierarki jalan sebagai berikut: Saluran primer yang merupakan saluran yang akan mengalirkan air ke saluran alam atau sungai yang ada. Ditempatkan pada setiap jalan primer. Bentuk penampang berupa saluran segiempat tertutup pada kawasan yang relatif padat untuk menghindari masuknya sampah dan mencegah terjadinya genangan air pada permukaan jalan. Bentuk penampang saluran segi empat terbuka pada kawasan yang relatif kosong. primer. Saluran sekunder yang merupakan saluran yang mengalirkan air ke saluran Ditempatkan pada setiap jalan sekunder. Saluran pelimpasan utama

menggunakan drainase primer atau jaringan sungai terdekat. Bentuk penampang saluran adalah trapesium terbuka. Saluran tersier yang merupakan saluran yang mengalirkan air ke saluran sekunder. Saluran ini berfungsi sebagai saluran penampung aliran dari limpasan air hujan baik dari halaman maupun dari permukaan jalan. Ditempatkan pada setiap jalan lingkungan. Bentuk penampang saluran adalah segi empat atau setengah lingkaran.

Jumlah Sumber : Hasil Rencana

B.7.71.4 Persampahan
Rencana pengelolaan persampahan di Kecamatan Kalideres adalah sebagai berikut: Program pemilahan sampah sebelum dibuang ke LPS (Lokasi pembuangan sampah) melalui pemilahan sampah organik (basah) dan non-organik (kering) akan memudahkan proses pembuatan kompos sebelum dibakar di dalam insinerator
III-118

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

-

Pengembangan prasarana sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) dan Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan

-

Fasilitas Peribadatan Fasilitas Olah Raga

dilakukan dengan teknologi tepat guna penerapan konsep 3R (reduced, reused, recycling) Meningkatkan mutu, kapasitas dan jumlah armada sampah yang dapat masuk Mencegah dan menindak tegas pembuangan sampah ke sungai, saluran. kelingkungan yang padat penduduk Caranya dengan mencegah tumbuhnya perumahan liar,bedeng di sepanjang tepi sungai

B.7.72.1 Pendidikan
Rencana pengembangan fasilitas pendidikan di Kecamatan Kalideres lebih di utamakan untuk fasilitas pendidikan yang masih kurang dan diperlukan lagi penambahan lahan dan bangunan fasilitas pendidikan. Rencana pengembangan fasilitas pendidikan di Kecamatan Kalideres akan lebih diarahkan untuk tingkat TK yang berdasarkan analisis proyeksi fasilitas pendidikan tersebut jumlahnya masih kurang dan masih diperlukan penambahan beberapa fasilitas pendidikan. Tabel 7.64 Rencana Fasilitas Pendidikan Kecamatan KalideresTahun 2030
No Rincian Jenis Fasilitas Standar Kebutuhan (Jiwa) 1.250 2.500 15.000 30.000 Luas Lahan (m2) 170 3.000 4.000 4.800 Kebutuhan Sarana (Unit) 229 115 19 10

B.7.71.5 Listrik
Rencana pengembangan jaringan listrik dengan indikasi-indikasi pengembangan tersebut merupakan suatu terapan pada kesesuaian pembangunan pada setiap kawasan yang membutuhkan pemerataan pelayanan, dengan tujuan agar sistem jaringan listrik pada Kecamatan Kalideres dapat berfungsi dengan baik serta memperindah lingkungan sekitar. Adapun rencana pengembangan adalah, sebagai berikut : Rencana pemenuhan kebutuhan listrik untuk rumah susun sewa (rusunawa) Meningkatkan pembangunan sistem jaringan listrik yang aman untuk kawasan Peningkatan kebutuhan listrik akibat pertambahan penduduk dan kegiatan Mempertahankan dan menata kondisi sistem jaringan listrik yang telah ada serta

perumahan terutama mencakup kawasan pemukiman padat

1 TK 2 SD 3 SLTP 4 SLTA Sumber : Hasil Rencana

B.7.72.2 Kesehatan
Rencana pengembangan fasilitas kesehatan di Kecamatan Kalideres berdasarkan hasil analisis proyeksi fasilitas kesehatan yang masih kurang memadai jumlahnya, maka dengan demikian rencana pengembangan fasilitas kesehatan di Kecamatan Kalideres lebih di utamakan untuk fasilitas kesehatan yang masih kurang dan diperlukan lagi penambahan lahan dan bangunan fasilas kesehatan. Tabel 7.65 Rencana Fasilitas Kesehatan Kecamatan Kalideres Tahun 2030
No 1 2 3 4 5 6 7 Rincian Jenis Fasilitas Balai Pengobatan BKIA Rumah Bersalin Puskesmas Pembantu Puskesmas Rumah Sakit Wilayah Tempat Praktek Dokter Standar Kebutuhan (Jiwa) 3.000 10.000 30.000 30.000 30.000 480.000 6.000 30.000 Luas Lahan (m2) 200 1.600 3.000 500 650 10.000 150 400 Kebutuhan Sarana (Unit) 95 29 10 10 10 0 48 10 III-119

memperbaiki kendala-kendala yang terjadi pada sistem jaringan listrik tersebut

B.7.71.6 Telepon
Rencana jaringan telekomunikasi di Kecamatan Kalideres adalah sebagai berikut : Pengembangan sistem pelayanan telekomunikasi melalui penerapan teknologi Pembangunan jaringan telekomunikasi baru pada kawasan pemukiman padat, Menciptakan jaringan telekomunikasi yang aman dan menjaga struktur telekomunikasi yang memadai dengan tujuan untuk memfasilitasi masyarakat dalam melakukan aktifitas bersosial. lingkungan kota di Kecamatan Kalideres.

B.7.72 Rencana Pengembangan Fasilitas Umum dan Sosial Kecamatan Kalideres
Rencana Pengembangan fasilitas umum dan sosial di Kecamatan Kalideres terdiri dari empat jenis fasilitas, yaitu : Fasilitas Pendidikan Fasilitas Kesehatan

8 Apotik Sumber : Hasil Rencana

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

B.7.73 Rencana Pola Ruang Kecamatan Kalideres B.7.72.3 Peribadatan
Rencana pengembangan fasilitas peribadatan di Kecamatan Kalideres lebih di utamakan untuk fasilitas peribadatan yang masih kurang dan diperlukan lagi penambahan lahan dan bangunan serta perbaikan fasilitas peribadatan. Rencana pengembangan fasilitas peribadatan di Kecamatan Kalideres akan lebih diarahkan untuk fasilitas peribadatan pura yang berdasarkan analisis proyeksi fasilitas peribadatan tersebut jumlahnya masih kurang dan masih diperlukan penambahan sedangkan untuk fasilitas peribadatan lainnya hanya pada rencana perbaikan dan peremajaan. Tabel 7.66 Rencana Fasilitas Peribadatan Kecamatan Kalideres Tahun 2030
Rincian Jenis Fasilitas 1 Gereja Katolik 2 Gereja Protestan 3 Mushalla 4 Masjid 5 Vihara 6 Pura 7 Kelenteng Sumber : Hasil Rencana No Standar Kebutuhan (Jiwa) 60.000 60.000 3.000 30.000 60.000 60.000 60.000 Luas Lahan (m2) 2.000 2.000 300 2.000 2.000 2.000 2.000 Kebutuhan Sarana (Unit) 5 5 95 10 5 5 5

Rencana pola ruang menggambarkan letak, ukuran, fungsi dari kegiatan budidaya dan lindung, isi rencana pola pemanfaatan ruang adalah deliniasi (batas - batas) kawasan kegiatan sosial ekonomi, budaya dan kawasan lainnya di dalam kawasan budidaya dan deliniasi kawasan lindung.

B.7.73.1 Budidaya Kawasan Perdagangan dan Jasa
Aktifitas perkotaan ditentukan oleh dominasi kegiatan non pertanian yang ada di suatu wilayah. Semakin banyak kegiatan non pertanian, semakin tinggi karateristik kota yang dimiliki wilayah tersebut. Kawasan fungsi perdagangan dan jasa pada Kecamatan Kalideres dituntut harus ada sebagai sarana utama bagi distribusi dan koleksi barang dan jasa yang ada di Kecamatan Kalideres, karena dengan semakin mantapnya fungsi perdagangan dan jasa akan semakin mendukung perkembangan Kecamatan Kalideres sehingga berfungsi pula sebagai pusat pelayanan bagi daerah di sekitarnya. dapat

B.7.72.4 Olah Raga dan Rekreasi
Kebutuhan akan fasilitas olah raga yang ada di Kecamatan Kalideres saat ini sebagian besar telah cukup terpenuhi jumlahnya dan mayoritas kondisinya masih cukup baik hanya saja kebutuhan fasilitas seperti tempat bermain dan lapangan serba guna masih kurang jumlahnya dan masih diperlukan penambahan fasilitas. Untuk lebih jelasnya mengenai rencana kebutuhan fasilitas olahraga di Kecamatan Kalideres tahun 2030 dapat dilihat pada Tabel B.7.67.

Pola pengembangan kawasan perdagangan dan jasa di Kecamatan Kalideres adalah : a. Pengembangan Sentra – sentra Pengembangan sentra jasa/komersil di prioritaskan pada persimpangan Grogol dan sekitarnya yang merupakan pusat sentra kegiatan di Kecamatan Kalideres b. Pengembangan Ribbon Pengembangan jasa/komersil di sepanjang Jalan Letjend S.Parman, Jl. Prof.DR.Latumenten, Jl. Daan Mogot, Jl. Kyai Tapa Pengembangan jasa/perkantoran dan campuran di sepanjang Jalan Letjend. S.Parman, Jl. Daan Mogot
Luas Lahan (m2) 250 1,500 4,000 1,000 9,000 2,000 Kebutuhan Sarana (Unit) 1146 95 10 2 10 2

Tabel 7.67 Rencana Fasilitas Olah Raga Kecamatan Kalideres Tahun 2030
No Rincian Jenis Fasilitas Standar Kebutuhan (Jiwa) 250 3,000 30,000 120,000 30,000 60,000

B.7.73.2 Budidaya Kawasan Perindustrian dan Pergudangan
Kawasan Kecamatan Kalideres telah berkembang kawasan permukiman dan perdagangan mantap. Keberadaan industri dan pergudangan di Kecamatan Kalideres pada kondisi eksisting telah terjepit diantara permukiman sehingga harus direlokasi di tempat lain dikarenakan menimbulkan pencemaran tanah, air, dan udara, sehingga tidak ada pengembangan kegiatan industri dalam rencana pola ruang wilayah Kecamatan Kalideres.

1 Tempat Bermain Untuk 250 Jiwa Penduduk 2 Tempat Bermain Untuk 3.000 Jiwa Penduduk 3 Kolam Renang 4 Gedung Olah Raga 5 Lapangan Olah Raga Untuk 30.000 Jiwa Penduduk 6 Lapangan Serba Guna Untuk 120.000 Jiwa Penduduk Sumber : Hasil Rencana

III-120

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

-

Kelurahan Wijaya Kusuma

B.7.73.3 Budidaya Kawasan Permukiman
Bila dibandingkan dengan fungsi lain, permukiman merupakan jenis peruntukkan lahan yang paling banyak memanfaatkan/menyerap lahan di suatu wilayah, sehingga pengembangan area perumahan akan menentukan pola dan bentuk terbangun suatu wilayah dimasa yang akan datang. Kriteria untuk kawasan permukiman perkotaan adalah memperhitungkan kecenderungan perkembangan pembangunan permukiman perkotaan baru, memperhitungkan daya tampung perkembangan penduduk dan fasilitas dan prasarana yang dibutuhkan dengan mempertimbangkan kebijaksanaan yang ada. Rencana pengembangan kawasan permukiman berkepadatan tinggi direncanakan melalui cara rehabilitasi atau program dan perbaikan dan peningkatan kualitas lingkungan. Sedangkan untuk unit lingkungan permukiman yang berkepadatan sedang dan rendah dilakukan persiapan dengan pembangunan kawasan permukiman berskala besar pada lahan yang masih kosong. Daerah permukiman direncanakan menyebar di seluruh wilayah Kecamatan Kalideres pada semua kelurahan baik dalam bentuk vertikal atau apartemen dan landed house dengan memperhatikan kebutuhan perumahan penduduk Kecamatan Kalideres dimasa yang akan datang dengan memperhitungkan kecenderungan perkembangan dan aksesbilitas. Rencana pengembangan kawasan perumahan kepadatan tinggi di Kecamatan Kalideres diarahkan pada: Kelurahan Tanjung Duren Utara Kelurahan Tanjung Duren Selatan Kelurahan Tomang Kelurahan Jelambar Kelurahan Jelambar Baru Kelurahan Wijaya Kusuma Rencana pengembangan kawasan perumahan kepadatan rendah tidak diarahkan di Kecamatan Kalideres. Sedangkan rencana pengembangan kawasan perumahan susun di Kecamatan Kalideres diarahkan pada Jl. Amanah (Kelurahan Wijaya Kusuma), Jl. Jelambar Selatan 2 dan Jl.Prof.DR.Latumenten.

B.7.73.4 Budidaya Fungsi Pelayanan Sosial
Fungsi ini merupakan pendukung aktifitas kawasan, sehingga fasilitas ini peruntukkannya disesuaikan dengan aktifitas pada tiap – tiap pusat kegiatan. Fasilitas yang dialokasikan disini terdiri dari fasilitas pendidikan, kesehatan, peribadatan, olah raga/ruang terbuka yang merupakan fasilitas pendukung pemukiman.

B.7.73.5 Kawasan Lindung
Pada kawasan ini dapat dibudidayakan untuk kegiatan masyarakat untuk kegiatan budidaya pertanian rakyat, papan penyuluhan dan peringatan serta rambu – rambu pekerjaan, pemasangan rentangan kabel listrik, kabel telepon dan pipa air minum, penyelenggaraan kegiatan yang bersifat sosial, olahraga, pariwisata dan kemasyarakatan yang tidak menimbulkan dampak merugikan bagi kelestarian dan keamanan fungsi serta fisik sungai dan danau. Kawasan sempadan sungai ditentukan sekurang-kurangnya 100 meter di kiri kanan sungai besar dan 50 meter di kiri kanan anak sungai yang berada di luar permukiman. Sedangkan untuk sungai di kawasan permukiman berupa sempadan sungai yang diperkirakan cukup untuk dibangun jalan inspeksi antara 10 – 15 meter. Kawasan sempadan sungai di Kecamatan Kalideres berada pada kawasan Kali Grogol, Kali Angke, Kali Banjir Kanal Barat. Sedangkan kawasan sekitar danau – danau yang berada di Kecamatan Kalideres perlu dijaga kelestariannya dan tidak boleh ada permukiman di sekitarnya.

B.7.74 Rencana Intensitas Pemanfaatan Ruang Kecamatan Kalideres
Rencana pengembangan kawasan perumahan kepadatan sedang di Kecamatan Kalideres diarahkan pada : Kelurahan Tanjung Duren Utara Kelurahan Tanjung Duren Selatan Kelurahan Tomang Kelurahan Jelambar Kelurahan Jelambar Baru
III-121

Komponen intensitas ruang meliputi angka dan presentase dari KLB, KDB, KB. Tingkatan besaran ruang atau luas seluruh lantai bangunan yang diperkenankan untuk di bangun dalam perpetakan atau persil atau daerah perencanaan (DP) yang telah ditetapkan batas-batasnya berdasarkan fungsi tertentu rencana tata ruang yang terdiri dari tingkatan nilai KLB, sebagai berikut :

1. Nilai KLB rata-rata 1,0 merupakan nilai KLB antara angka 0,4 sampai dengan 1,6.

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

2. Nilai KLB rata-rata 2,0 merupakan nilai KLB antara angka lebih besar dari 1,6 sampai
dengan 2,4.

No

Lokasi Jl. Tubagus Angke Sisi Utara (Persimpangan Jl. Wijaya sampai Jl. Latumeten) Jl.Tanjung Duren Barat I Jl. Tanjung Duren Barat 4 Jl. Rasa Sayang Jl.Dana Real Estate Cahaya Lestari Santosa Sebelah Utara Jl.Latumetan Jalan Jelambar Selatan 2 Jalan Amanah

Peruntukkan

KDB (%)

KLB

Ketinggian Bangunan (Lantai)

3. Nilai KLB rata-rata 3,0 merupakan nilai KLB antara angka lebih besar dari 2,4 sampai
dengan 3,5. 4. Nilai KLB rata-rata 4,0.
11 10

Karya Bangunan Umum dan Fasilitasnya Wisma dan Fasilitasnya Suka Umum dan Wisma Taman Karya Bangunan Umum dan Fasilitasnya Karya Umum Taman Karya Bangunan Umum Karya Bangunan Umum dan Fasilitasnya Rusunawa Jelambar Baru Rusunawa Wijaya Kusuma 50 60 60 60 20 60 45 30 30 3 2,4 2,4 2,4 1,6 2,4 4 4 4 8 4 4 4 8 4 24 15 16

Nilai KLB 1,0 sampai dengan 4,0 diarahkan pada kawasan-kawasan permukiman, kawasan bangunan umum, bangunan umum KDB rendah, kawasan campuran serta kawasan industri/pergudangan di Kecamatan Kalideres. Rencana intensitas lahan dimaksudkan untuk mengarahkan kepadatan bangunan, untuk memberi keseimbangan lingkungan antara lahan terbangun dan ruang terbuka secara tiga dimensi, pengaturan intensitas lahan lebih detail akan terdapat pada peraturan permintakan. Rencana intensitas lahan disesuaikan dengan kondisi lingkungan serta kebutuhan

12 13 14 15 16 17 18

Sumber : Hasil Rencana

pengembangan, baik kebutuhan struktur kota maupun nilai ekonomis lahan pada penggal jalan tertentu, Rencana intensitas lahan meliputi rencana ketinggian bangunan, KDB dan KLB. Rencana intensitas lahan di Kecamatan Kalideres tahun 2030 dapat di lihat pada tabel dibawah ini : KLB rata-rata 1,0 diarahkan pada : a. Kawasan permukiman b. Kawasan permukiman KDB rendah c. Kawasan bangunan umum d. Kawasan bangunan umum KDB rendah Tabel 7.68 Rencana Intensitas Lahan Kecamatan Kalideres
No 1 2 3 4 5 Lokasi Jl. S Parman (Sisi Barat) Jl. S Parman (Sisi Timur) Jl. Latumeten - Rel KA Jl. Daan Mogot Jl. Kyai Tapa Jl. Kyai Tapa (Univ. Trisakti & Tarumanegara) Jl. Tomang Raya Sisi Jl Tol Jakarta Merak Jl. Tomang Angke Persimpangan Peruntukkan Karya Taman dan Fasilitasnya Suka Umum dan Fasilitasnya Karya Bangunan Umum Suka Umum, Wisma Bangunan Umum, Karya Bangunan Umum Suka Umum dan Fasilitasnya Karya Bangunan Umum dan Wisma Wisma Bangunan Umum Karya Bangunan Umum dan Fasilitasnya KDB (%) 20 45 50 55 60 60 55 50 60 KLB 4 4 3,5 3 3,5 4 3 3,5 2,4 Ketinggian Bangunan (Lantai) 24 24 16 8 16 24 8 16 4

e. Kawasan campuran f. Kawasan industri / pergudangan KLB rata-rata 2,0 diarahkan pada : a. Kawasan permukiman b. Kawasan permukiman KDB rendah c. Kawasan bangunan umum d. Kawasan bangunan umum KDB rendah e. Kawasan campuran f. Kawasan industri / pergudangan

6 7 8 9

KLB rata-rata 3,0 diarahkan pada : a. Kawasan permukiman b. Kawasan permukiman KDB rendah c. Kawasan bangunan umum d. Kawasan bangunan umum KDB rendah
III-122

Laporan Akhir Penyusunan Naskah Akademis dan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

e. Kawasan campuran KLB rata-rata 4,0 diarahkan pada : a. Kawasan permukiman b. Kawasan bangunan umum c. Kawasan bangunan umum KDB rendah d. Kawasan campuran e. KLB lebih besar dari 5,0 sampai dengan 10,0 diarahkan pada kawasan Sentra Primer Baru Barat

III-123

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful