Kelompok 5: “KRITIK SENI”

• Amelia sabrina (2215086470) • Faqih maulidi ( • Ferdianti rahayu (2215086463) • M Surya W (2215086480) • Noveta Ricci (221086477) • Puspita pradipta (2215086460) • Sovina ekananda P (2215086465)

Definitions
Kritik seni meliputi segala sesuatu yang berhubungan dengan persyaratan dan metodologi yang diperlukan dalm kegiatan mengapresiasi dan menilai karya seni.

Pendekatan kritik seni Berakar pada pendekatan filsafat metafisis yang melahirkan tipe kritik yang bersifat dogmatis. . Pendekatan empirik modern yang mempergunaka n data objektif sebagai basis penilaian karya seni.

Tujuan kritik seni • Evaluasi seni • Apresiasi seni • Pengembangan seni ke taraf yang lebih kreatif & inovatif .

Alat kritik seni Seorang kritikus seni harus: • Mempunyai cita rasa seni yang terbuka • Memerlukan studi formal • Berpengalaman menghayati & mengamati seni • Mampu merekapitulasi faktor teknik karya seni • Mengetahui segala hal tentang seni • Paham perbeadaan antara niat artistik & hasil artistik • Mampu melawan bias atau simpati .

Jenis kritik seni menurut Feldman ada empat jenis kritik seni yaitu: Kritik jurnalistik Kritik pedagogik Kritik Ilmiah Kritik populer • • • • .

Kritik jurnalistik merupakan upaya mengulas suatu karya seni biasanya ketika ada pameran. dll. ulasannya tidak mendalam tetapi singkat dan padat. konser. Kritik ini semacam berita dengan ulasan ringan ditujukan kepada pembaca berita surat kabar dan majalah sebagai informasi tentang peristiwa seni yang sedang berlangsung dengan tambahan ringkasan tentang tema yang diungkap dalam karya yang dipamerkan. Ciri-ciri dari kritik jurnalistik ini bahasanya mudah dimengerti. . pementasan.

. maka informasi yang disampaikan memiliki resiko tidak akurat.Ciri Kritik Jurnalistik • Tipe kritik ini ditulis untuk para pembaca surat kabar dan majalah berupa ulasan ringkasan • Karakteristik utama kritik Jurnalistik adalah aspek pemberitahuan • Menghindari penulisan yang panjang • Karena seringnya kritik tipe ini ditulis dan waktu penulisan yang terbatas.

Ulasan tidak keras. kriteria tidak terlalu berat tetapi bersifat mendorong semangat siswa untuk bekerja dan belajar meningkatkan memberikan prestasinya. .Kritik pedagogik biasanya kritik ini dilakukan oleh guru seni terhadap siswanya dengan tujuan meningkatkan kematangan teknik dan estetik siswa. dan mengarahkan siswa berdasarkan bakat dan kemampuannya yang tepat. Dalam hal ini guru dituntut memiliki kepekaan estetik yang lebih dibanding siswanya dan memberikan bimbingan selama dalam proses berkarya dan memberi kesimpulan pada akhirnya. kritik terhadap Tugas karya utama siswa guru adalah dalam dapat menunjukkan kelemahan-kelemahan siswa dalam hal teknis dan estetiknya.

tujuannya terutama mengembangkan bakat dan potensi estetik peserta didik • Ulasan tidak keras. kriteria tidak terlalu berat tetapi bersifat mendorong semangat siswa • guru dituntut memiliki kepekaan estetik yang lebih dibanding siswanya .Ciri Kritik Pedagogik • diterapkan dalam kegiatan proses belajar mengajar di lembaga pendidikan kesenian • dikembangkan oleh para dosen dan guru kesenian.

sistematis. mendalam.Kritik Ilmiah Kritik ilmiah atau kritik akademik adalah istilah yang di gunakan di indonesia sebagai alih bahasa dari scholary criticism sebagaimana disebutkan oleh Feldman Krtitik ilmiah biasanya melakukan pengkajian nilai seni secara luas. baik dalam menganalisis maupun dalam melakukan kaju banding .

• Krtik ini dapat mengangkat tokoh baru dalam sejarah seni • Kritik ini juga dapat membatalkan ketokohan seorang seniman • Penilauan kritik ilmiah bersifat mutlak .

mengganggap eksistensi selera pilihan terbaik diantara sekian pilihan konvensional .Kritik Popular • Kritik popular ditulis oleh sebgian besar penulis yang tidak menuntut keahlian kritis • Konsep avant grade atau kekompok seniman yang mengembangkan selera pop.

• Tipe kritik populer adalah satu gejala umum dan kebanyakan dihasilkan oleh para kritikus yang tidak ahli. termasuk di indonesia. . terutama dilihat dari aspek profesionalisme kritisisme seni. • Jenis kritik ini berkembang di seluruh dunia.• Dari hasil penelitian diketahui bahwa seorang kritikus yang tidak mengenal metodologi penulisan kritik dengan sendirinya menjadi penganut mimetik.

proses. Menurut Feldman (1967) dalam teori kritik seni dikenal empat tahap meliputi: deskripsi.Penyajian kritik seni Kritikus yang baik secara sadar memahami bentuk. bahkan sistem yang digunakannya untuk mencapai kesimpulan kritiknya. interpretasi dan evaluasi . analisis.

. Dalam pembuatan deskripsi perlu dihindari interpretasi terhadap karya seni. kesan pribadi kritikus ketika mengamati karya seni bukan termasuk bagian dari deskripsi. Deskripsi Deskripsi adalah suatu proses pengumpulan data karya seni yang tersaji langsung kepada pengamat.a.

volume dan ruang. tekstur. vokal dan instrumen musik yang dipakai untuk menyajikan sebuah pagelaran Deskripsi seni tari: kritikus akan menguraikan bagaimana aspek penari. . Deskripsi seni sastra: kritikus biasanya menyertakan data biografis seorang pengarang. arah. gerak. penggunaan baris. kutipan dialog. tampilan seorang penyair dan • • • • sajaknya. penggalan sajak. bentuk. dan penampilan aktor/aktris utama dan pemeran pembantu dalam sebuah pementasan teater atau pertunjukan film yang menjadi objek kritik. dan ilustrasi musik yang mengiringinya Deskripsi seni teater dan film: kritikus akan menguraikan sinopsis.• Deskripsi seni rupa: kritikus akan mengarahkan perhatiannya pada warna. Deskripsi seni musik: kritikus mendata bagaimana penyajian sebuah konser. termasuk aspek tokoh. ekspresi. baik aransemen. akting dialog. atau setting sebuah cerita.

. serta keunikan karya seni (orisinalitas) dalam sejarah kesenian.d. Sehingga dia mampu melakukan kaji banding kesejarahan dengan tepat. pengaruh komunikasi dalam pertukaran artistik modern. Kritikus perlu mengenali sebanyak mungkin gaya artistik. aliran seni. perluasan lahan kreativitas. Evaluasi Evaluasi karya seni dengan metode kritis berarti menerapkan ranking sebuah karya seni dalm hubungannya dengan karya seni sejenis. untuk mencari serangkaian makna dan kekuatan ekspresi karya seni yang maenjadi objek kritik.

Perbandingan dilakukan terhadap berbagai aspek yang terkait dengan karya tersebut baik aspek formal maupun aspek konteks. Mengevalusi atau menilai secara kritis dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: • a. Menetapkan sejauh mana karya yang ditetapkan “menyimpang” dari yang telah ada sebelumnya. • d. Mengkaitkan sebanyak-banyaknya karya yang dinilai dengan karya yang sejenis • b. Menelaah karya yang dimaksud dari segi kebutuhan khusus dan segi pandang . Menetapkan tujuan atau fungsi karya yang ditelaah • c.

Kritik formalistik berkaitan juga dengan kualitas teknik dan bahan yang digunakan dalam berkarya seni. maka sasaran kritik lebih tertuju kepada kualitas penyusunan (komposisi) unsur-unsur visual seperti warna.Pendekatan Formalistik Kajian kritik terutama ditujukan terhadap karya seni sebagai konfigurasi aspek-aspek formalnya atau berkaitan dengan unsur-unsur pembentukannya. . dan sebagainya yang terdapat dalam karya tersebut. tekstur. Pada sebuah karya lukisan. garis.

. Untuk memahami significant form.Kriteria kritik formalis untuk menentukan ekselensi karya seni adalah significant form (kapasitas bentuk seni yang melahirkan emosi estetik bagi pengamat seni). dan ruang tiga dimensional (Clive Bell). warna. seseorang cukup menggunakan bekal cita rasanya dalam mempersepsi bentuk.

Pendekatan expresivistik Kritik seni ekspresivistik menentukan kadar keberhasilan seni atas kemampuannya membangkitkan emosi secara efektif.dan penuh gairah. intensif. Intensitas pengalaman mengandung makna. Konsep ini berusaha kembali sekuat tenaga untuk menghidupkan viatalitas dan spontanitas dalam karya seni. bahwa karya seni yang baik dapat menggetarkan perasaan yang jauh lebih kuat dari pada perasaan keseharian pada saat kita melihat realitas yang sama. .

. yakni Pengalaman indivual seniman seperti : •Ekspresi diri •Komunikasi emosi •Pembahasan pengalaman estetik Konsep seni ekspresivisme menganggap karya seni sebagai sarana komunikasi dan rekaman pengalaman seniman. apresiasi dalam dan penilaiannya memakai kriteria yang sama.penganut melakukan kritik analisis ekspresivisme seni.

Keberhasilan karya seni berurusan dengan akibatdengan gagasan yang diekspresikan masyarakat.Pendekatan instrumentalistik para kritikus instrumentalis berpendapat bahwa kreasi artistiktidak terletak pada kemampuan seniman unyuk mengolah material seni ataupun pada masalah internal karya seni. .

Perasaan keindahan lebih bermakna jika seseorang menyerapnya secara tidak sadar. . idealnya tidak terlalu menonjol. Peran seni sebagai instrumen analog dengan ilustrasi musik pada sebuah film.namun tujuan senunya tercapai dan bermafaat. namun tetap berperan mendukung lakon dramatis yang kita saksikan. baik secara intelektual maupun emosional.sehingga eksistensinya hadir tanpa disadsari penonton.

/8.82:85.907..3 9.:5:3 024843.5 -07507./.12 /0.!07.98.8.35.43/7..8.53. 808047./79.. .3803:3.320307..80-:..3 -072.1.9/...:203434 803.750343943 3.7.2:3909./.303/.3897:203. 8.39009:.8.3.380380-.80.907..3 :897.2.7.08890383. !07.5.80. 9/.9 -.3./.2.2:39::.3203/::3.7 3./8.3.30--072.4/03.3 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful