You are on page 1of 2

ZINC UNTUK DIARE Kematian balita karena diare di Indonesia masih tinggi.

Setiap tahun sebanyak dua juta (80%) anak meninggal karena diare. Hasil riset kesehatan dasar (riskesdas) 2007, angka kesakitan karena diare pada umur 29 hari 11 bulan sebanyak 31,4%, umur 1 4 tahun sebanyak 25,2%, semua umur 13,2%. Oleh karena itu penanganan/tata laksana diare masih harus diperhatikan. Diare adalah suatu kondisi buang air besar seseorang berkonsistensi lembek atau cair, bahkan dapat berupa air saja dan frekuensinya lebih sering (biasanya tiga kali atau lebih dalam satu hari). Untuk penanganan diare, saat ini pemerintah Indonesia (Kementerian Kesehatan), menerapkan program LINTAS DIARE - Lima Langkah Tuntaskan Diare, yaitu : 1. Berikan oralit sampai diare berhenti, untuk mencgah dan mengatasi dehidrasi 2. Berikan obat Zinc selama 10 hari berturut-turut untuk mengurangi parah dan mempercepat sembuhnya, meningkatkan ketahanan tubuh agar mencegah berulangnya diare selama 2 3 bulan 3. Teruskan pemberian ASI / minum dan makan 4. Antibiotika diberikan selektif 5. Berikan nasihat pada ibu/keluarga ORALIT adalah campuran garam oralit, seperti natrium klorida (NaCl), kalium klorida (KCl) dan trisodium sitrat hidrat, serta glukosa anhidrat. *Pemberian oralit : satu bungkus oralit di masukan ke dalam satu gelas air matang (200 ml). *Pemberian pada anak: <1 tahun : diberi 50 100 ml cairan oralit setiap kali buang air besar >1 tahun : diberi 100 200 ml cairan oralit setiap kali buang air besar *Berikan oralit baru, karena oralit lama menyebabkan mual dan muntah. Oralit baru memiliki osmolar rendah dengan nilai 245 mmol/liter. Perbandingan komposisi oralit: No Oralit Lama Oralit formula baru 1. NaCl : 3,5 g NaCl : 2,6 g 2. NaHCO3 : 2,5 g Na Citrate : 2,9 g 3. KCl : 1,5 g KCl : 1,5 g 4. Glukose : 20 g Glukose : 13,5 g Dengan osmolar 1. Na+ : 90 mEq/l Na+ : 75 mEq/l 2. K+ : 20 mEq/l K+ : 20 mEq/l 3. HCO3 : 30 mEq/l Citrate : 10 mmol/l 4. Glukose : 111 mmol/l Glukose : 75 mmol/l Osmolar , 331 mmol/l Osmolar , 245 mmol/l

ZINC merupakan salah satu zat gizi (micro nutrient) yang penting untuk kesehatan dan pertumbuhan anak. Zinc yang ada dalam tubuh akan menurun dalam jumlah besar ketika anak mengalami diare. Untuk menggantikan zinc yang hilang selama diare, anak dapat diberikan zinc yang akan membantu penyembuhan diare serta menjaga agar anak tetap sehat. Manfaat zinc pada anak yang terkena diare: Pada saat diare, anak akan kehilangan zinc dalam tubuh, pemberian zinc mampu menggantikan kandungan zinc alami tubuh yang hilang tersebut dan mempercepat penyembuhan diare. Zinc berguna untuk mengurangi: (1) prevalensi diare sebesar 34%, (2) insiden pneumonia sebesar 26% (3) durasi diare akut sebesar 20%, (4) durasi diare persisten sebesar 24%, (5) kegagalan terapi atau kematian akibat diare persisten sebesar 42%. Memperbaiki dinding usus halus yang rusak, meningkatkan fungsi kekebalan , menurunkan keparahan diare untuk 2 3 bulan ke depan, membantu pertumbuhan anak, meningkatkan nafsu makan. Mekanisme kerja zinc dalam meningkatkan sistem imun. Zinc merupakan mineral penting bagi tubuh. Lebih 300 enzim dalam tubuh yang bergantung pada zinc. Zinc dibutuhkan oleh organ tubuh, seperti kulit dan mukosa saluran cerna. Semua yang berperan dalam fungsi imun, membutuhkan zinc. Jika zinc diberikan pada anak yang sistem kekebalan tubuhnya belum berkembang baik, dapat meningkatkan sistem kekebalan dan melindungi anak dari penyakit infeksi. Itulah sebabnya mengapa diberikan sampai 10 hari berturut-turut. Aturan penggunan zinc: a. Tablet zinc dilarutkan dalam satu sendok air yang telah dimasak atau ASI; Zinc syrup / bubuk kering : sesuai dosis Dosis: Balita umur < 6 bulan : tablet (10 mg)/hari; Balita umur > 6 bulan : 1 tablet (20 mg)/hari b. Zinc diberikan selama 10 hari berturut-turut, walau diare sudah berhenti c. Zinc dapat diberikan bersamaan dengan oralit, namun tidak dianjurkan dilarutkan dalam oralit. Produk zinc paling banyak tersedia dalam bentuk tablet dispersible (tablet yang larut dalam air selama + 30 detik), komposisinya zinc sulfat, acetate atau gluconate yang setara dengan zinc elemen. Pencegahan diare yang benar dan efektif: 1. Memberikan ASI Ekslusif selama 6 bulan dan diteruskan sampai 2 tahun 2. Memberikan makanan pendamping ASI sesuai umur 3. Memberikan minum air yang sudah direbus dan menggunakan air bersih yang cukup 4. Mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum makan dan sesudah buang air besar 5. Buang air besar di jamban 6. Membuang tinja bayi dengan benar 7. Memberikan imunisasi campak. Sumber: Buku saku Lintas Diare, Kementerian Kesehatan disampaikan dalam sosialisasi kemitraan organisasi masyarakat,9 Agustus 2011. -as-