ROLE, DUTY, AND FUNCTION OF A GENERAL PRACTITIONER Role, duty, and function of a general practitioner dapat diartikan sebagai

peran, tugas dan fungsi dokter umum. Sampai saat ini, dokter umum di Indonesia berjumlah sekitar lima puluh ribu orang. Untuk mengumpulkan dokter umum tersebut dalam suatu wadah, dibentuklah Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) yang berinduk ke Ikatan Dokter Indonesia. PDUI didirikan dengan tujuan untuk mengangkat harkat, martabat, dan kehormatan dokter umum. Ini dilakukan melihat kondisi dokter umum yang seperti terjepit di kalangan masyarakat. Untuk tingkat kesulitan yang rendah, diambil tenaga kesehatan yang lain (bidan) dan untuk tingkat kesulitan yang tinggi masyarakat memilih dokter spesialis. Padahal, setelah menjalani pendidikan dokter selama 5-6 tahun, seorang dokter umum jelas telah memiliki kompetensi dalam pelayanan kesehatan. Demikian dikatakan Dr. Mawari Edy, M.Epid, dalam acara Temu Media “The 1st Indonesia General Practicioner’s Exhibition & Conference 2010” di Jakarta Convention Center, 12 Maret 2010. Kementrian Kesehatan (Kemenkes) merevitalisasi peran dokter umum dengan mengembalikan mereka sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan. Mereka bakal dioptimalkan untuk memberi pelayanan promotif dan preventif kesehatan. Untuk deteksi dini dan terapi awal cukup dilakukan dengan peran dokter umum. Seperti kasus DBD (demam berdarah dengue) yang selalu memakan korban jiwa ini, mestinya bisa ditanggulangi dengan baik bila dokter umum lebih dilibatkan untuk mengedukasi masyarakat agar hidup bersih dan peduli terhadap lingkungan.
A. PENGETAHUAN YANG HARUS DIMILIKI SEORANG DOKTER YANG

BAIK DALAM MELAYANI PASIEN Landasan Ilmiah Ilmu Kedokteran Seorang dokter harus mampu mengidentifikasi, menjelaskan dan merancang penyelesaian masalah kesehatan secara ilmiah menurut ilmu kedokteran kesehatan mutakhir untuk mendapat hasil yang optimum.

1

• Mengembangkan strategi untuk menghentikan sumber penyakit. • Menjelaskan faktor-faktor non biologis yang berpengaruh terhadap masalah kesehatan. klinik. farmakologis. 2 . • Menjelaskan masalah kesehatan baik secara molekular maupun selular melalui pemahaman mekanisme normal dalam tubuh. uji laboratorium dan prosedur yang sesuai • Menjelaskan (patofisiologi atau terminologi lainnya) data klinik dan laboratorium untuk menentukan diagnosis pasti. fisiologi. serta risiko spesifik secara efektif • Menjelaskan tujuan pengobatan secara fisiologis dan molekular • Menjelaskan berbagai pilihan yang mungkin dilakukan dalam penanganan pasien. beserta patogenesis dan patofisiologinya. diet. • Menjelaskan prinsip-prinsip pengambilan keputusan dalam mengelola masalah kesehatan 2.1. poin-poin patogenesis dan patofisiologis. olah raga. Menerapkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip ilmu biomedik. akibat yang ditimbulkan. Merangkum dari interpretasi anamnesis. fisiologis. cara kerja obat. dosis. perilaku. waktu paruh. pemeriksaan fisik. dan ilmu kesehatan masyarakat sesuai dengan pelayanan kesehatan tingkat primer • Menjelaskan prinsip-prinsip ilmu kedokteran dasar yang berhubungan dengan terjadinya masalah kesehatan. atau perubahan perilaku • Menjelaskan pertimbangan pemilihan intervensi berdasarkan farmakologi. gizi. • Menjelaskan secara rasional dan ilmiah dalam menentukan penanganan penyakit baik klinik. serta penerapannya pada keadaan klinik • Menjelaskan kemungkinan terjadinya interaksi obat dan efek samping • Menjelaskan manfaat terapi diet pada penanganan kasus tertentu • Menjelaskan perubahan proses patofisiologi setelah pengobatan. epidemiologis. ataupun perubahan tingkah laku • Menjelaskan indikasi pemberian obat.

based medicine. sosial serta riwayat lain yang relevan 2. Memperoleh dan mencatat informasi yang akurat serta penting tentang pasien dan keluarganya Menggali dan merekam dengan jelas keluhan-keluhan yang disampaikan (bila perlu disertai gambar). kebutuhan pasien dan sesuai kewenangannya 1. Seorang dokter harus mampu melakukan prosedur klinis sesuai masalah. medis.• Menjelaskan alasan hasil diagnosis dengan mengacu pada evidence. riwayat penyakit saat ini. lulusan dokter perlu menguasai keterampilan klinis yang akan digunakan dalam mendiagnosis maupun menyelesaikan suatu masalah kesehatan. Dalam melaksanakan praktik dokter. B. 3. KETERAMPILAN YANG HARUS DIMILIKI SEORANG DOKTER YANG BAIK DALAM MELAYANI PASIEN : Keterampilan adalah kegiatan mental dan atau fisik yang terorganisasi serta memiliki bagian-bagian kegiatan yang saling bergantung dari awal hingga akhir. • Menjelaskan perlunya evaluasi lanjutan pada penanganan penyakit. Menentukan efektivitas suatu tindakan • Menjelaskan bahwa kelainan dipengaruhi oleh tindakan • Menjelaskan parameter dan indikator keberhasilan pengobatan. Keterampilan klinis ini perlu dilatihkan sejak awal pendidikan dokter secara berkesinambungan hingga akhir pendidikan dokter. Melakukan prosedur klinik dan laboratorium • Memilih prosedur klinis dan laboratorium sesuai dengan masalah pasien • Melakukan prosedur klinis dan laboratorium sesuai kebutuhan pasien dan kewenangannya • Melakukan pemeriksaan fisik dengan cara yang seminimal mungkin menimbulkan rasa sakit dan ketidaknyamanan pada pasien • Melakukan pemeriksaan fisik yang sesuai dengan masalah pasien • Menemukan tanda-tanda fisik dan membuat rekam medis dengan jelas dan benar 3 . keluarga.

takut. seorang dokter harus membuat pasien merasa nyaman untuk menceritakan semua keluhan yang dirasakan oleh pasien. penuh hormat. Pemeriksaan fisik mempunyai nilai yang sangat penting untuk memperkuat temuantemuan dalam anamnesis. sesuai dengan kewenangannya • Mengevaluasi dan melakukan tindak lanjut Dalam melayani pasien. untuk memastikan apakah ada bagian tubuh yang terasa nyeri. Ini untuk memastikan apakah ada kelainan. misalnya benjolan. Kedua. jelaskan kepada pasien apa yang ingin anda lakukan. dokter harus memperkenalkan dirinya dan menanyakan identitas pasien. pasien dapat membawa pendamping. Pastikan pasien merasa nyaman dan ada privasi. Saat bertemu pasien. atau kesakitan. Inspeksi adalah melihat kondisi pasien secara teliti dan menyeluruh pada bagian-bagian yang diperlukan. memilih dan menentukan pemeriksaan laboratorium yang sesuai • Melakukan pemeriksaan laboratorium dasar • Membuat permintaan pemeriksaan laboratorium penunjang • Menentukan pemeriksaan penunjang untuk tujuan penapisan penyakit • Memilih dan melakukan keterampilan terapeutik. Jika diperlukan. dokter harus memiliki keterampilan dalam melakukan anamnesis dan pemeriksaaan fisik. perkusi yaitu dengan cara mengetuk menggunakan jari. pencahayaan atau suara. dan posisi pasien.• Mengidentifikasi. Ingat bahwa pasien mungkin merasa cemas. Dalam melakukan pemeriksaan fisik. palpasi yaitu dengan meraba bagian tubuh pasien. serta tindakan prevensi sesuai dengan kewenangannya 3. Hal yang harus dioptimalkan pada saat pemeriksaan fisik adalah daerah yang ingin diperiksa terlihat jelas. Dokter harus selalu bersikap sopan. dan tegas. Pemeriksaan fisik yang pertama adalah inspeksi. Ketiga. malu. Maka dari itu. untuk membedakan perbedaan 4 . Melakukan prosedur kedaruratan klinis • Menentukan keadaan kedaruratan klinis • Memilih prosedur kedaruratan klinis sesuai kebutuhan pasien atau menetapkan rujukan • Melakukan prosedur kedaruratan klinis secara benar dan etis.

Hindarkan membuka pakaian pasien yang tidak diperlukan. dan urogenital sebaiknya dilakukan atas indikasi. Hindarkan segala tindakan yang dapat mengakibatkan rasa tidak nyaman pada diri pasien. Pasal 2 Seorang dokter harus senantiasa berupaya melaksanakan profesinya sesuai dengan standar profesi yang tertinggi. anorektal. Sebaliknya. Pasal 5 Tiap perbuatan atau nasehat yang mungkin melemahkan daya tahan psikis maupun fisik hanya diberikan untuk kepentingan dan kebaikan pasien. Pemeriksaan pada daerah sensitif. auskultasi yaitu memeriksa menggunakan stetoskop untuk mendengarkan detak jantung maupun laju respirasi. C. Kode etik kedokteran terdiri dari pasal-pasal sebagai berikut: KEWAJIBAN UMUM Pasal 1 Setiap dokter harus menjunjung tinggi. setelah memperoleh persetujuan pasien. pemeriksaan jantung. misalnya payudara. mulai dari melihat keadaan umum pasien. seorang dokter tidak boleh dipengaruhi oleh sesuatu yang mengakibatkan hilangnya kebebasan dan kemandirian profesi. dan ekstremitas. Pasal 4 Setiap dokter harus menghindarkan diri dari perbuatan yang bersifat memuji diri. paru. menghayati dan mengamalkan sumpah dokter.bunyi pada dua sisi. Pasal 6 5 . tanda-tanda vital. ATURAN YANG DIMILIKI SEORANG DOKTER Aturan yang dimiliki seorang dokter tertuang dalam kode etik kedokteran. pemeriksa juga tidak boleh bersikap kaku dan canggung. Keempat. Pasal 3 Dalam melakukan pekerjaan kedokterannya. Periksalah pasien secara sistematis dan senyaman mungkin. abdomen.

baik fisik maupun psiko-sosial. Pasal 9 Setiap dokter dalam bekerja sama dengan para pejabat di bidang kesehatan dan bidang lainnya serta masyarakat. harus saling menghormati. hak-hak sejawatnya. dalam setiap praktik medisnya. Pasal 7b Seorang dokter harus bersikap jujur dalam berhubungan dengan pasien dan sejawatnya. serta berusaha menjadi pendidik dan pengabdi masyarakat yang sebenar-benarnya. dalam menangani pasien Pasal 7c Seorang dokter harus menghormati hak-hak pasien. Pasal 7a Seorang dokter harus. disertai rasa kasih sayang (compassion) dan penghormatan atas martabat manusia. Pasal 7 Seorang dokter hanya memberi surat keterangan dan pendapat yang telah diperiksa sendiri kebenarannya. preventif. 6 . Pasal 8 Dalam melakukan pekerjaannya seorang dokter harus memperhatikan kepentingan masyarakat dan memperhatikan semua aspek pelayanan kesehatan yang menyeluruh (promotif. dan harus menjaga kepercayaan pasien Pasal 7d Setiap dokten harus senantiasa mengingat akan kewajiban melindungi hidup makhluk insani. memberikan pelayanan medis yang kompeten dengan kebebasan teknis dan moral sepenuhnya. kuratif dan rehabilitatif). dan berupaya untuk mengingatkan sejawatnya yang dia ketahui memiliki kekurangan dalam karakter atau kompetensi.Setiap dokter harus senantiasa berhati-hati dalam mengumumkan dan menerapkan setiap penemuan teknik atau pengobatan baru yang belum diuji kebenarannya dan hal-hal yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat. atau yang melakukan penipuan atau penggelapan. dan hak tenaga kesehatan lainnya.

Dalam hal ini ia tidak mampu melakukan suatu pemeriksaan atau pengobatan. bahkan juga setelah pasien itu meninggal dunia. maka atas persetujuan pasien. Pasal 11 Setiap dokter harus memberikan kesempatan kepada pasien agar senantiasa dapat berhubungan dengan keluarga dan penasehatnya dalam beribadat dan atau dalam masalah lainnya. 7 . Pasal 17 Setiap dokter harus senantiasa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran/kesehatan. supaya dapat bekerja dengan baik. Pasal 15 Setiap dokter tidak boleh mengambil alih pasien dan teman sejawat. KEWAJIBAN DOKTER TERHADAP DIRI SENDIRI Pasal 16 Setiap dokter harus memelihara kesehatannya. Pasal 12 Setiap dokter wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang seorang pasien. kecuali dengan persetujuan atau berdasarkan prosedur yang etis.ia wajib menujuk pasien kepada dokten yang mempunyai keahlian dalam penyakit tersebut. kecuali bila ia yakin ada orang lain bersedia dan mampu memberikannya. Pasal 13 Setiap dokter wajib melakukan pertolongan darurat sebagai suatu tugas perikemanusiaan.KEWAJIBAN DOKTER TERHADAP PASIEN Pasal 10 Setiap dokter wajib bersikap tulus ikhlas dan mempergunakan segala ilmu dan ketrampilannya untuk kepentingan pasien. KEWAJIBAN DOKTER TERHADAP TEMAN SEJAWAT Pasal 14 Setiap dokter memperlakukan teman sejawatnya sebagaimana ia sendiri ingin diperlakukan.

E. hal-hal yang bersifat pribadi. dokter berupaya melaksanakan profesinya sesuai dengan standar profesi yang tertinggi. kolega dan profesi lain Berkomunikasi dengan pasien serta anggota keluarganya Bersambung rasa dengan pasien dan keluarganya • Memberikan salam • Memberikan situasi yang nyaman bagi pasien • Menunjukkan sikap empati dan dapat dipercaya • Mendengarkan dengan aktif (penuh perhatian dan memberi waktu yang cukup pada pasien untuk menyampaikan keluhannya dan menggali permasalahan pasien) • Menyimpulkan kembali masalah pasien.D. TUGAS YANG DIMILIKI SEORANG DOKTER YANG BAIK DALAM MELAYANI PASIEN Seorang dokter tentunya bertugas melakukan pelayanan medis yang baik. dan kerahasiaan pasien sepanjang waktu. Seorang dokter harus mampu menggali dan bertukar informasi secara verbal dan non verbal dengan pasien pada semua usia. • Memperlakukan pasien sebagai mitra sejajar dan meminta persetujuannya dalam memutuskan suatu terapi dan tindakan. anggota keluarga. Dalam membuat keputusan memilih tindakan yang akan diterapkan pada seorang pasien. dokter harus mempertimbangkan berbagai konsekuensi dari pengambilan tindakan tersebut. Mengumpulkan Informasi 8 .maupun harapannya • Memelihara dan menjaga harga diri pasien. kekhawatiran. Dalam melakukan pelayanan medis. Setiap dokter harus senantiasa berhati-hati dalam mengumumkan dan menerapkan setiap penemuan teknik atau pengobatan baru yang belum diuji kebenarannya dan hal-hal yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat. masyarakat. PERILAKU YANG HARUS DIMILIKI SEORANG DOKTER YANG BAIK DALAM MELAYANI PASIEN Seorang dokter harus memperhatikan etika medis dalam melayani pasiennya.

bingung. dan harapannya • Melakukan fasilitasi secara profesional terhadap ungkapan emosi pasien (marah. malu. meringkas informasi. sedih. Memberi Penjelasan dan Informasi • Mempersiapkan perasaan pasien untuk menghindari rasa takut dan stres sebelum melakukan pemeriksaan fisik • Memberi tahu adanya rasa sakit atau tidak nyaman yang mungkin timbul selama pemeriksaan fisik atau tindakannya 9 .• Mampu menggunakan open-ended maupun closed question dalam menggali informasi (move from open to closed question properly) • Meminta penjelasan pada pasien pada pernyataan yang kurang dimengerti • Menggunakan penalaran klinik dalam penggalian riwayat penyakit pasien sekarang. maupun pasien dengan hambatan komunikasi misalnya bisu-tuli. pilihan penanganan serta prognosis. gangguan psikis) • Mampu merespon verbal maupun bahasa non-verbal dari pasien secara profesional • Memperhatikan faktor biopsikososiobudaya dan norma-norma setempat untuk menetapkan dan mempertahankan terapi paripurna dan hubungan dokter pasien yang professional • Menggunakan bahasa yang santun dan dapat dimengerti oleh pasien (termasuk bahasa daerah setempat) sesuai dengan umur. takut. eforia. menjelaskan hasil diagnosis. tingkat pendidikan ketika menyampaikan pertanyaan. riwayat keluarga. atau riwayat kesehatan masa lalu • Melakukan penggalian data secara runtut dan efisien • Tidak memberikan nasehat maupun penjelasan yang prematur saat masih mengumpulkan data Memahami Perspektif Pasien • Menghargai kepercayaan pasien terhadap segala sesuatu yang menyangkut penyakitnya • Melakukan eksplorasi terhadap kepentingan pasien. kekhawatirannya.

operasi. mungkin sah-sah saja untuk rumah sakit swasta. atau menganjurkan rujukan untuk permasalahan yang sulit. superior (kelas 1). persamaan hak dan antidiskriminasi. manfaat. jelas. taktik “marketing” dengan memperbanyak kelas itu. Siapa mau fasilitas yang lebih baik. Namun menjadi risi ketika rumah sakit pemerintah melakukan hal yang sama. Rumah sakit diselenggarakan berasaskan Pancasila dan didasarkan kepada nilai kemanusiaan. prognosis. perlindungan dan keselamatan pasien. keadilan. standar (kelas 2). Menurut Pasal 2 UndangUndang Rumah Sakit. Sebenarnya. pelayanan medisnya dijamin dilakukan sesuai standar. etika. manfaat. Rumah sakit pemerintah yang 10 . lengkap. sesuai kemampuan pasien. sewa kamar yang lebih tinggi. Banyaknya kelas itu mencerminkan keragaman tingkat sosio ekonomi penduduk Indonesia. Pada saat ini. Kepada pasien ditawarkan kelas penhouse (super VIP dan VIP). dan bahkan substandard (kelas 3). Apapun kelasnya. rujukan) sebelum dikerjakan • Menjawab pertanyaan dengan jujur. rumah sakit di Indonesia sudah lama menerapkan konsep “hotel” dalam menagih pembayaran pasien. keperluan. memberi konsultasi. untuk menjangkau segmen yang lebih luas. risiko prosedur diagnostik dan tindakan medis (terapi. Kalau kemampuan pas-pasan. pakai kelas yang lebih rendah. • Memberikan edukasi dan promosi kesehatan kepada pasien maupun keluarganya • Memastikan mengkonfirmasikan bahwa informasi dan pilihan-pilihan tindakan telah dipahami oleh pasien • Memberikan waktu yang cukup kepada pasien untuk merenungkan kembali serta berkonsultasi sebelum membuat persetujuan • Menyampaikan berita buruk secara profesional dengan menjunjung tinggi etika kedokteran • Memastikan kesinambungan pelayanan yang telah dibuat dan disepakati Ada suatu dilema dalam penerapan kelas di rumah sakit yang biasanya dikaitkan dengan pelayanan rumah sakit dan jasa medis terhadap pasien.• Memberi penjelasan dengan benar. pemerataan. Setidaknya begitulah teorinya. dan jujur tentang tujuan. serta mempunyai fungsi sosial. dan profesionalitas.

Seringkali jasa medis juga dikaitkan dengan kelas perawatan.ditugasi untuk menjalankan fungsi pelayanan medis di wilayahnya. terutama rumah sakit pemerintah di zaman dulu. pasien menyatakan bahwa pasien yang dirawat di kelas bawah kurang mendapatkan pelayanan medis dibandingkan dengan mereka yang dirawat di kelas atas. tenaga medis sudah bersumpah untuk tidak mendiskriminasi pasien. Yang terjadi kemudian adalah pasien kelas bawah “ikhlas” kalau mereka mendapat urutan belakangan dalam mendapatkan pelayanan. karena sistem (dalam hal ini kaitan jasa medis dan kelas) tidak mendukung etika yang ingin ditegakkannya maka apakah sumpah dan etika tidak dijalankan dalam praktik. sangat tergantung pada dokter itu sendiri. baik dalam hal perhatian. Jadi. 11 . Dengan rasa hormat pada beberapa dokter yang tetap berintegritas tinggi. Karena rentang kelas dari super VIP sampai ke kelas tiga sangat lebar maka rentang jasa medis juga sangat lebar. Namun. Sebuah konsep yang tampaknya lebih baik dibanding konsep gaji di rumah sakit. namun tidak diberi anggaran yang cukup untuk menjalankan tanggung jawabnya. rumah sakit pemerintah harus sibuk mencari tambahan pendapatannya sendiri. ikut berkompetisi dengan rumah sakit swasta. kita tentunya tidak boleh membeda-bedakan pelayanan medis berdasarkan kelasnya. tetapi juga dari kelas mana pasien itu berasal. Inilah masalah besar dengan adanya macam-macam kelas. seperti namanya. adalah penghargaan terhadap tenaga medis yang selesai melakukan pelayanan merawat atau mengobati pasien. dokter yang lebih banyak merawat/mengobati pasien mestinya ya mendapat jasa medis yang lebih banyak dibanding yang kurang merawat atau mengobati pasien. maupun dalam memberikan waktu pemeriksaan dan penjelasan kesehatan yang diperlukan. Kelas perawatan menjadi benar-benar perbedaan kelas di masyarakat. Demikian juga etika yang ditegakkan rumah sakit. Sebagai seseorang yang kelak akan menjadi seorang dokter. kini besarnya jasa medis yang diterima oleh seorang dokter tidak hanya tergantung dari jumlah. ketanggapan. Akibatnya. yang kurang membedakan rajin tidaknya ataupun jumlah pasien yang dirawat maupun diobati. Maklum. karena meskipun diberi tanggung jawab pelayanan medis terstandar. Jasa medis. Jadi. Nah. Masalah baru timbul karena besarnya jasa medis dikaitkan dengan tingkat kelas perawatan.

tanpa memandang status sosial • ·Berperan serta dalam kegiatan yang memerlukan kerja sama dengan para petugas kesehatan lainnya • ·Mengenali dan berusaha menjadi penengah ketika terjadi konflik • ·Memberikan tanggapan secara konstruktif terhadap masukan dari orang lain • ·Mempertimbangkan aspek etis dan moral dalam hubungan dengan petugas kesehatan lain. serta bertindak secara professional • ·Mengenali dan bertindak sewajarnya saat kolega melakukan suatu tindakan yang tidak profesional 3. HAL-HAL YANG INGIN DICAPAI KETIKA MAHASISWA NANTINYA MENJADI DOKTER KELAK 1. Berperilaku profesional dalam bekerja sama • ·Menghormati setiap orang tanpa membedakan status sosial • ·Menunjukkan pengakuan bahwa tiap individu mempunyai kontribusi dan peran yang berharga. Berperan sebagai anggota Tim Pelayanan Kesehatan yang Profesional • Berperan dalam pengelolaan masalah pasien dan menerapkan nilai-nilai profesionalisme 12 .F. Memiliki Sikap profesional • ·Menunjukkan sikap yang sesuai dengan Kode Etik Dokter Indonesia • ·Menjaga kerahasiaan dan kepercayaan pasien • ·Menunjukkan kepercayaan dan saling menghormati dalam hubungan dokter pasien • ·Menunjukkan rasa empati dengan pendekatan yang menyeluruh • ·Mempertimbangkan masalah pembiayaan dan hambatan lain dalam memberikan pelayanan kesehatan serta dampaknya • ·Mempertimbangkan aspek etis dalam penanganan pasien sesuai standar profesi • ·Mengenal alternatif dalam menghadapi pilihan etik yang sulit • ·Menganalisis secara sistematik dan mempertahankan pilihan etik dalam pengobatan setiap individu pasien 2.

sakit atau surat kematian • Proses di pengadilan • Memahami UU RI No.• Bekerja dalam berbagai tim pelayanan kesehatan secara efektif • Menghargai peran dan pendapat berbagai profesi kesehatan • Berperan sebagai manager baik dalam praktik pribadi maupun dalam sistem pelayanan kesehatan • Menyadari profesi medis yang mempunyai peran di masyarakat dan dapat melakukan suatu perubahan • Mampu mengatasi perilaku yang tidak profesional dari anggota tim pelayanan kesehatan lain 4. Hak pasien 2. gender. 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran • Memahami peran Konsil Kedokteran Indonesia sebagai badan yang mengatur praktik kedokteran • Menentukan. dan budaya dari pasien dan sejawat • Memahami heterogenitas persepsi yang berkaitan dengan usia. kecacatan dan status sosial ekonomi 5. orientasi seksual. Mendidik pasien dan keluarga 13 . etnis. Melakukan praktik kedokteran dalam masyarakat multikultural di Indonesia • Menghargai perbedaan karakter individu. Aspek keselamatan pasien dalam praktik kedokteran Menerapkan standar keselamatan pasien : 1. menyatakan dan menganalisis segi etika dalam kebijakan kesehatan 6. gaya hidup. Aspek Medikolegal dalam praktik kedokteran Memahami dan menerima tanggung jawab hukum berkaitan dengan : • Hak asasi manusia • Resep obat • Penyalahgunaan tindakan fisik dan seksual • Kode Etik Kedokteran Indonesia • Pembuatan surat keterangan sehat.

Cegah cidera melalui implementasi sistem keselamatan pasien 7. Belajar dan berbagi pengalaman tentang keselamatan pasien 7. Menerapkan mawas diri • Menyadari kemampuan dan keterbatasan diri berkaitan dengan praktik kedokterannya dan berkonsultasi bila diperlukan • Mengenali dan mengatasi masalah emosional. 14 . dan penyelia • Mengelola umpan balik hasil kerja sebagai bagian dari pelatihan dan praktik • Mengenali nilai dan keyakinan diri yang sesuai dengan praktik kedokterannya 8. Mendidik staf tentang keselamatan pasien 7. Libatkan dan berkomunikasi dengan pasien 6. Peran kepemimpinan dalam meningkatkan keselamatan pasien 6.3. Keselamatan pasien dan kesinambungan pelayanan 4. Memimpin dan mendukung staf 3. Penggunaan metoda peningkatan kinerja untuk melakukan evaluasi dan program peningkatan keselamatan pasien 5. Integrasikan aktifitas pengelolaan risiko 4. Mempraktikkan belajar sepanjang hayat • Mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan yang baru. Kembangkan sistem pelaporan 5. sejawat. Bangun kesadaran akan nilai keselamatan pasien 2. personal dan masalah yang berkaitan dengan kesehatannya yang dapat mempengaruhi kemampuan profesinya • Menyesuaikan diri dengan tekanan yang dialami selama pendidikan dan praktik kedokteran • Menyadari peran hubungan interpersonal dalam lingkungan profesi dan pribadi • Mendengarkan secara akurat dan bereaksi sewajarnya atas kritik yang membangun dari pasien. instruktur. Komunikasi yang merupakan kunci bagi staf untuk mencapai keselamatan pasien Menerapkan 7 (tujuh) langkah keselamatan pasien : 1.

dan mengimplementasikan penelitian untuk menemukan jawaban dari pertanyaan penelitian. • Menuliskan hasil penelitian sesuai dengan kaidah artikel ilmiah • Membuat presentasi ilmiah dari hasil penelitiannya 15 . merancang.• Berperan aktif dalam Program Pendidikan dan Pelatihan Kedokteran Berkelanjutan (PPPKB) dan pengalaman belajar lainnya • Menunjukkan sikap kritis terhadap praktik kedokteran berbasis bukti (Evidence- Based Medicine) • Mengambil keputusan apakah akan memanfaatkan informasi atau evidence untuk penanganan pasien dan justifikasi alasan keputusan yang diambil • Menanggapi secara kritis literatur kedokteran dan relevansinya terhadap pasiennya • Menyadari kinerja professionalitas diri dan mengidentifikasi kebutuhan belajarnya 9. Mengembangkan pengetahuan baru • Mengidentifikasi kesenjangan dari ilmu pengetahuan yang sudah ada dan mengembangkannya menjadi pertanyaan penelitian yang tepat • Merencanakan.

15. Wirawan.55. Filsafat Kedokteran. 2007. 16 .55. Jangan remehkan Peran dokter Umum. Kapitalis.com. Jogjakarta: Palmall. pukul 03. Purnawan. 2007. 2010. Junadi.ilunifk83. Rumah Sakit Kita Beraliran Sosialis. 2010. Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik. Sudoyo.id. 2009. Jakarta: Interna Publishing. Henrik R. pukul 02.co. Jurnal medika. Junadi. 2010. Kelas Rumah Sakit dan Jasa Medis.web. Wulf.sumeks.ac. 2010. Kode Etik Kedokteran. http://www. http://www. http://wwirawan. Ujung Tombak Pelayanan Primer di Indonesia. Purnawan. pukul 04. 2010. Tanggal akses: 24 November 2010. Widodo. Jurnal medika. 2010.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Tanggal akses: 24 November 2010.id. Purnawan. Aru W. Junadi. Dokter Umum. Edisi No 04 Vol XXXVI – 2010. Gleadle. Anonim. Edisi No 04 Vol XXXVI – 2010. Peran Dokter Umum Direvitalisasi. dkk. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi No 06 Vol XXXVI – 2010. Jakarta: Erlangga. atau Pancasilais? Jurnal medika. Jonathan.ugm. Tanggal akses: 24 November 2010.