P. 1
EKOWISATA.

EKOWISATA.

|Views: 47|Likes:
Published by Dw Kristianto

More info:

Published by: Dw Kristianto on Oct 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/06/2012

pdf

text

original

JUMA DELENG RESORT & MEETING CENTER

Out-door Activity, Education and Trining Center

0|Page

PENDAHULUAN
Diusulkan Oleh Nama Lembaga : ARTIFACTS Penanggung Jawab : Hendra Irawan Pusat Informasi : Jl.Sekip/agusalim Gg.sederhana No.22a Medan 20118 E-mail : ixindiana@yahoo.com.id Contact person : Hendra Irawan HP (+6281-370429952)

Pengantar Umum
isata alam atau pariwisata ekologis adalah perjalanan ketempat-tempat alami yang relatif masih belum terganggu atau terkontaminasi (tercemari) dengan tujuan untuk mempelajari, mengagumi dan menikmati pemandangan, tumbuh-tumbuhan dan satwa liar, serta bentuk-bentuk manifestasi budaya masyarakat yang ada, baik dari masa lampau maupun masa kini. The International Ecotourism Society, (1990) menyampaikan bahwa Ekowisata adalah perjalanan yang bertanggung jawab ketempat-tempat yang alami dengan menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahtraan penduduk setempat.

W

Pada intinya menurut TIES Ekowisata merupakan upaya untuk memaksimalkan dan sekaligus melestarikan pontensi sumber-sumber alam dan budaya untuk dijadikan sebagai sumber pendapatan yang berkesinambungan. Dengan kata lain ekowisata adalah kegiatan wisata alam plus plus. Definisi di atas telah telah diterima luas oleh para pelaku ekowisata. Unsur lebuh di atas yaitu kepudulian, tanggung jawab dan komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahtraan masyarakat setempat ditimbulkan oleh:  Kekuatiran akan makin rusaknya lingkungan oleh pembangunan yang bersifat eksploatatif terhadap sumber daya alam.  Asumsi bahwa pariwisata membutuhkan lingkungan yang baik dan sehat.  Kelestarian lingkungan tidak mungkin dijaga tanpa partisipasi aktif masyarakat setempat.  Partisipasi masyarakat lokal akan timbul jika mereka dapat memperoleh manfaat ekonomi ('economical benefit') dari lingkungan yang lestari.  Kehadiran wisatawan (khususnya ekowisatawan) ke tempat-tempat yang masih alami itu memberikan peluas bagi penduduk setempat untuk mendapatkan penghasilan alternatif dengan menjadi pemandu wisata, porter, membuka homestay, pondok ekowisata (ecolodge), warung dan usaha-usaha lain yang berkaitan dengan ekowisata, sehingga dapat meningkatkan kesejahtraan mereka atau meningkatkan kualitas hidpu penduduk lokal, baik secara materiil, spirituil, kulturil maupun intelektual. Sedangkan pengertian Ekowisata Berbasis Komunitas (community-based ecotourism) merupakan usaha ekowisata yang dimiliki, dikelola dan diawasi oleh masyarakat setempat. Masyarakat berperan aktif dalam kegiatan pengembangan ekowisata dari mulai perencanaan, implementasi, monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan ekowisata sebanyak mungkin dinikmati oleh masyarakat setempat. Jadi dalam hal ini masyarakat memiliki wewenang yang memadai untuk mengendalikan kegiatan ekowisata. 1|Page

Khusus
Kota medan merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia setelah kota Jakarta dan Surabaya. Kemajuan kota Medan ini ditandai dengan suburnya bidang industri dan perdagangan, mulai dari perdagangan/indusri yang sederhana hingga modern, hal tersebut yang mendorong laju pertumbuhan ekonomi yang begitu cepat di bagian Utara Pulau Sumatera. Sebagai salah satu kota terbesar di Indonesai, kota Medan tentunya tak lepas dari permasalahan sosial. Arus modernisasi mendorong masyarakat medan untuk konsumtif, selain itu berbagai aktivitas industri menjadikan kota Medan menghadapai permasalahan polusi, mulai dari polusi udara, air, suara dan hadirnya sampah yang mengunung setiap saat. Hal tersebut berdampak pada ketenangan dan kenyamanan hidup sulit didapatkan. Hal ini juga berbanding lurus dengan pesatnya pertumbuhan kota, bahkan daerah pinggiran kota Medan saja telah berdiri pusat-pusat perbelanjaan yang modern, berdiri pula perumahan-perumahan elit. Kemacetan lalulintas juga menjadi masalah yang dihadapi sehari-hari masyarakat medan maka kemacetan di daerah perkotaan sudah menjadi pemandangan yang biasa bagi masyarakat Medan. Kondisi tersebut tentunya melahirkan satu kebutuhan khusus untuk memenuhi kebutuhan jasmani ataupun rohani. Dimana kehadiran tempat wisata yang menghadirkan kondisi alam yang sejuk, tertata dan memberi ruang privasi menjadi satu hal yang dibutuhkan bagi masyarakat Medan yang kesehariannya penuh dengan rutinitas kerja dan aktivitas kota besar yang melelahkan. Juma Deleng Resort and Meeting Centre, merupakan satu kawasan wisata alam, tampat peristirahatan sekaligus untuk kegiatan meeting maupun training. Dikemas dalam satu lokasi dengan pembagian lokasi yang disesuaikan dengan peruntukan dan fungsi. Dengan lokasi yang relatif masih alami dan dilengkapi dengan panorama yang menawan di sekitaran gunung

Tujuan 1. Membangun kawasan wisata alam yang atratif dan memberikan pilihan kepada pengunjung melalui berbagai fasilitas yang dibangun. 2. Mendukung program konservasi alam dan pelestarian lingkungan khusunya di kawasan gunung Sebayak. Lokasi Tolong diisi ............... Aktifitas dalam masing-masing Kegiatan antara lain : 1. Resort & Meeting Center
Juma Meeting Center & Resort merupakan tempat yang tenang dan gaya. Tempat ini menawarkan lingkungan alam santai yang menarik. Sungai, hutan dan pedesaan tropis memberikan ruang eksplorasi bagi pengunjung . Menawarkan privasi dengan bangunan berbentuk cottage  Juma Deleng Resort memiliki semua kenyamanan dari hotel ber-bintang tiga menawarkan 24 kamar tidur yang dapat menampung 48 tamu, Bed ukuran King dan Twin Bed yang tersedia.

2|Page

2. Juma Information Centre
Tempat ini nantinya akan menjadi pusat data base tentang potensi sumber daya alam yang ada di kawasan Gunung sibayak, dan informasi-informasi tentang kawasan wisata yang ada didaerah tanah karo, sehingga wisatawan dan pengunjung dapat melihat informasi tempat dan daerah wisata yang akan mereka kunjungi dan sebagai media pembelajaran pengunjung terhadap potensi kawasan yang ada dikawasan hutan sibayak. Bangunan ini didesai pada lokasi paling depan dari seluruh bangunan yang akan dibangun, dengan fasilitas pendukung yang memadai menjadikan tamu bisa mendapatkan informasi dan pelayanan yang memanjakan pengunjung.

3. Juma Training Centre Juma Training Centre adalah fasilitas yang dibangun khusus disiapkan bagi para pengunjung yang akan melakukan kegiatan Diklat, Training, dan berbagi kegiatan yang lain dengan jumlah peserta yang banyak. Target pasar/konsumen dari Juma Training Centre ini adalah :
3|Page

-

Pemerintah baik pusat maupun daerah yang berencana melakukan kegiatan meeting, training dan kegiatan lain dengan jumlah peserta cukup bangyak. Juma Training Centre merupakan satu paket yang akan melengkapi Juma Outdoor Training. Dengan didukung fasilitas kegiatan outbond activity dan ruang terbuka hijau yang diselaraskan dengan kebutuhan dengan kombinasi taman yang alami. Pilihan desain bangunan lihat gambar berikut.

4. Juma Outdoor Training
Sebuah Kampus alam yang fasilitas nya dilengkapi dengan peralatan pendukung buat beraktifitas dialam bebas, kampus ini nantinya mempunyai setiap kelas khusus antara lain:  Juma Outdoor Specialist : sebuah kelas pendidikan dan latihan yang mengajak peserta mengenal beberapa kegiatan dialam terbuka seperti Navigasi, Survival , Rock Climbing, lief no trace, SAR, Vertcal Rescue, Pertolangan Pertama. Kelas Juma outdoor specialis ini akan disesuaikan waktu pelatihannya atau ditentukan sesuai permintaan dari clien untuk membuat kelas khusus dengan waktu dan jumblah peserta yg ditentukan. Juma Outdoor activity : Sebuah kelas khusus buat pendidikan dan latihan yang dirancang dan diciptakan berdasarkan kesepakatan dan kebutuhan klien. (pelatihan satpam, pramugari, pramuka, dll)

5. Juma Conservation Education
Kelas mengajak setiap peserta untuk membangun kesadaran kepedulia terhadap kepedulian lingkungan yng meliputi beberapa pilihan program.    Ekosistem Hutan Tropis Pencemaran Lingkungan (air, udara, tanah dan makanan) Indikator Pencemaran (pengamatan kehidupan air dan tanah)

4|Page

       

Sosial – Ekonomi Pedesaan (lingkungan Keluarga Pedesaan) Pembangkit Listrik Tenaga Air Skala Kecil (Micro Hydro Power) Pengelolaan sampah Souvenir dari bahan tak termanfaatkan Pertanian Ekologis Tanaman obat dan Pengobatan Tradisional/ Alternatif Makanan Ekologis Program terpadu untuk anak

Tahapan Pelaksanaan
1. Survai awal dan studi potensi Pada tahap ini, tim survey melakukan survey lapangan ke wilayah amatan studi sekaligus melakukan koordinasi dan konsultasi dengan daerah. 2. Pembuatan Desain lokasi dan gambar bangunan. Ini menjadi kunci dari seluruh proses pembangunan gedung dan fasilitas JUMA DELENG RESORT & MEETING CENTER “Out-door Activity, Education and Trining Center”. 3. Proses pembangunan sarana dan prasarana fisik. Proses pembangunan bangunan fisik mengacu pada gambar yang disusun, dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan dana. 4. Rekrutmen dan Training Karyawan Salah satu kunci dari dipilihnya JUMA DELENG RESORT & MEETING CENTER “Out-door Activity, Education and Trining Center”. Untuk dikunjungi adalah pelayanan dan servis dari pengelola. 5. Promosi Promosi dilakukan untuk menenalkan keberadaan JUMA DELENG RESORT & MEETING CENTER “Out-door Activity, Education and Trining Center”. Kegiatan ini bisa dilakukan dengan berbagai kegiatan dan media yang secara teknis proposal akan disusun berikutnya.

Penutup
Semoga proposal ini bisa memberi gambaran awal untuk pembuatan JUMA DELENG RESORT & MEETING CENTER “Out-door Activity, Education and Trining Center”. Secara rinci gambar dan desain lokasi akan disusun setelah konsep awal dari proposal ini disepakati. Sebagai gambaran awal tentunya proposal ini bisa berubah sesuai dengan perkembangan dan keinginan dari pihak pemilik dan investor.

5|Page

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->