Makalah Farmakologi

Hipnotika Sedativa dan Analgesika

Oleh :

Hafiz Mustafa Harras 3311071121

Jurusan Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jenderal Achmad Yani 2009

Dianjurkan untuk melakukan gerak badan secara teratur. cahaya yang terang benderang. Hipnotika Hipnotika atau obat-obat tidur (bahasa Yunani: hypnos = tidur) adalah zat-zat yang diberikan pada malam hari dalam dosis terapi. misalnya batuk. Insomnia atau kesulitan tidur dapat diakibatkan oleh banyak gangguan fisik. ruangan yang berisik. menambah keinginan tidur atau mempermudah tidur (Anonim. jangan merokok dan minum kopi atau alkohol sebelum tidur. ventilasi yang jelek. atau sesak nafas. ternyata dapat mempermudah dan memperdalam tidur yang normal.1. memperpanjang waktu tidur dengan mengurangi frekuensi bangun. dapat mempertinggi keinginan faal dan normal untuk tidur. hingga yang berat (kecuali benzodiazepin) yaitu hilangnya kesadaran. Akan tetapi mempersingkat periode tidur REM (Rapid Eye Movement) (Tjay dan Rahardja. kualitas kasur yang dan bantal yang buruk. . 2002). 2002). serta memperbaiki kualitas (dalamnya) tidur. Gerak-jalan. Hipnotik efektif dalam mempercepat waktu menidurkan. Yang sangat penting pula adalah gangguan jiwa. minum susu hangat sebelum tidur. rasa nyeri. keadaan anestesi. Di samping faktor-faktor itu perlu juga diperbaiki cara hidup yang salah. melakukan kegiatan yang rileks. Hipnotika bekerja dengan cara mendepresi susunan saraf pusat (SSP) sehingga menyebabkan tidur. kecemasan atau depresi. mulai dari yang ringan yaitu menyebabkan tenang atau kantuk. cukup dalam dan lama. bergantung pada dosis. menidurkan. seperti emosi. serta suhu kamar yang tidak menunjang juga dapat menyulitkan tidur. perpanjangan masa tidur dan pengurangan jumlah periode bangun. Tidur yang baik. mempermudah atau menyebabkan tidur (Tjay dan Rahardja.Kebutuhan tidur dapat dianggap sebagai suatu perlindungan dari organisme untuk menghindari pengaruh yang merugikan tubuh karena kurang tidur. koma dan mati. mandi air panas. 1994) yang realtif tidak selektif. Obat-obat tertentu. Efek terpenting yang mempengaruhi kualitas tidur adalah penyingkatan waktu peniduran. ketegangan. misalnya melakukan kegiatan psikis yang melelahkan sebelum tidur.

yaitu benzodiazepin. dan alkohol (Ganiswarna dkk. hipnotik sedatif lain. lorazepam. contohnya: kloralhidrat.Jadi. tiopental.oleh metabolit aktifnya yang masa kerjanya panjang. Hasil dari uji klinik terkontrol telah menunjukkan bahwa Flurazepam menguarangi secara bermakna waktu induksi tidur. jumlah dan lama terbangun selama tidur . barbiturat. Efek residu sedasi di siang hari terjadi pada sebagian besar penderita. contohnya: fenobarbital. metiprilon. karena itu obat Fluarazepam cocok untuk pengobatan insomia jangka panjang dan insomnia jangka pendek yang disertai gejala ansietas di siang hari. Mula efek hipnotik rata-rata 17 menit setelah pemberian obat secara oral dan berakhir hingga 8 jam.2. 1995). 1995). bila obat-obat hipnotik menyebabkan kantuk dan tidur yang sulit dibangunkan disertai penurunan refleks hingga kadang-kadang kehilangan tonus otot (Djamhuri. obat-obat sedatif hanya menekan reaksi terhadap perangsangan emosi tanpa menimbulkan kantuk yang berat. meprobamat. Golongan obat hipnotik-sedatif dapat dibagi menjadi beberapa kelompok. Obat-obat Hipnotik Sedatif yang beredar di Indonesia : 1. butobarbital. triazolam. maupun lamanya tidur. contohnya: flurazepam. Flurazepam Flurazepam diindikasikan sebagai obat untuk mengatasi insomnia. temazepam. etklorvinol. glutetimid. yaitu obat-obat yang bekerja menekan reaksi terhadap perangsangan terutama rangsangan emosi tanpa menimbulkan kantuk yang berat. Sedativa Sedangkan Obat-obat sedatif/sedativa pada dasarnya segolongan dengan hipnotik. .

. menghilangka rasa cemas. Hal ini dilakukan agar pasien yang stres menjadi kooperatif dan mempermudahkan kerja alat medis yang membantu pernafasan. Jangan minum lebih dari dosis yang diberikan. dan membuat otot relaksasi. Estazolam dapat menyebabkan kecanduan. 3. Nitrazepam bekerja dengan meningkatkan aktivitas GABA. GABA adalah suatu senyawa kimia penghambat utama di otak yang menyebabkan rasa kantuk dan mengontrol kecemasan. lebih sering. Midazolam diberikan atas permintaan dokter dan penggunaannya sesuai dengan resep dokter. sehingga mengurangi fungsi otak pada area tertentu. Toleransi bisa terjad pada pemakaian jangka panjang dan berlebihan. rasa kantuk bisa tetap terjadi sehari kemudian. Dimana menimbulkan rasa kantuk. Estazolam biasanya digunakan sebelum tidur bila diperlukan. Nitrazepam bekerja pada reseptor di otak (reseptor GABA) yang menyebabkan pelepasan senyawa kimia GABA (gamma amino butyric acid). juga meningkatkan panjangnnya waktu tidur. Anda akan mengalami sulit tidur satu atau dua hari setelah berhenti menggunakan obat ini. Estazolam tersedia dalam bentuk tablet digunakan secara oral diminum sebelum atau sesudah makan. Dokter anda akan mengurangi dosis secara bertahap. 4. Nitrazepam mengurangi waktu terjaga sebelum tidur dan terbangun di malam hari. Midazolam Midazolam digunakan agar pemakai menjadi mengantuk atau tidur dan menghilangkan kecemasan sebelum pasien melakukan operasi atau untuk tujuan lainnya Midazolam kadang-kadang digunakan pada pasien di ruang ICU agar pasien menjadi pingsan.2. atau untuk waktu yang lebih lama daripada petunjuk resep. Estazolam Estazolam digunakan jangka pendek untuk membantu agar mudah tidur dan tetap tidur sepanjang malam. Seperti Nitrazepam ada dalam tubuh beberapa jam. Jangan gunakan lebih dari 12 minggu atau berhenti menggunakannnya tanpa konsultasi dengan dokter. Nitrazepam biasanya digunakan untuk mengobati insomnia. Penggunaannya harus sesuai dengan resep yang dibuat oleh dokter anda. Nitrazepam Nitrazepam juga termasuk golongan Benzodiazepine.

. Zolpidem disetujui untuk penggunaan jangka pendek (biasanya dua minggu) untuk mengobati insomnia. terutama oleh barbiturat. c) sembelit pada penggunaan lama. terutama barbiturat. mengurangi koordinasi otot dalam kemampuan/cara berbicara. Zolpidem Tartrate Zolpidem Tartrate bukan Hipnotika dari golongan Benzodiazepin tetapi merupakan turunan dari Imidazopyridine. terutama pada dosis tinggi.5. termasuk juga zat-zat benzodiazepin dan barbiturat yang disebut short-acting. Insomnia yang bertahan setelah 7 hingga 10 hari pengobatan menandakan adanya gangguan jiwa atau penyakit. gerakan. Efek Secara Umum & Metabolisme Sedativa-hipnotika mempengaruhi bagian-bagian tertentu pusat sistem syaraf secara spesifik. Insomnia bertambah buruk atau tingkah laku dan pikiran yang tidak normal secara tiba-tiba merupakan konsekwensi pada penderita dengan gangguan kejiwaan yang tidak diketahui atau gangguan fisik.Efek samping umum hipnotika mirip dengan efek samping morfin. Obat-obatan macam ini bekerja di beberapa tempat di otak dan digunakan sebagai obat tidur atau sebagai agen/zat anti-kecemasan. hilangnya panas tubuh. Hal ini disebabkan karena banyak hipnotika bekerja panjang (plasma-t½-nya panjang). Semua obat di atas pembelian harus menggunakan resep dan pengawasan dokter. yaitu: a) depresi pernafasan. serta ketangkasan manual. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet 10 mg. menyebabkan penggunanya tidur dan menurunkan fungsi tubuh seperti pernafasan dan koordinasi otot. menurunkan inhibisi. Beberapa sedativa digunakan sebagai hipnotika. demikian pula pada kloralhidrat dan paraldehida. Sedativa seperti Valium adalah obat yang menenangkan. mengurangi intensitas dari sensasi-sensasi tubuh. Sedativa mampu membantu relaksasi. Pengurangan waktu jaga dan peningkatan waktu tidur hingga 5 minggu telah dilakukan melalui uji klinik yang terkontrol. Benzodiazepin. perasaan ringan di kepala dan termangu. yaitu efek sisa pada keesokan harinya berupa mual. Hipnotika seperti barbiturat bekerja pada batang otak. Sifat ini paling ringan pada flurazepam dan zat-zat benzodiazepin lainnya. dan beberapa hipnotika digunakan sebagai sedativa. sehingga sulit untuk membedakan fungsi keduanya. b) tekanan darah menurun. d) “hang over”. bekerja pada transmisi syaraf GABA untuk membantu mengndalikan kecemasan dan kegelisahan. contohnya.

berbagai tingkat anestesia. sedangkan ambang rasa lainnya (raba. 1995). Pada beberapa individu dan dalam keadaan tertentu. Pemberian obat barbiturat yang hampir menyebabkan tidur.Kebanyakan obat tidur bersifat lipofil. Barbiturat sedikit menyebabkan sikap masa bodoh terhadap rangsangan luar (Ganiswarna dkk. . 1995).Barbiturat tidak dapat mengurangi nyeri tanpa disertai hilangnya kesadaran. relaksasi otot dan anti konvulsi. pengurangan terhadap rangsangan emosi/ansietas. tidak disertai mimpi yang mengganggu. misalnya adanya rasa nyeri. seperti cepatnya menidurkan. Efek hipnotiknya dapat dicapai dalam waktu 20-60 menit dengan dosis hipnotik. tetapi ternyata bahwa efek hipnotisnya semakin berkurang setelah pemakaian 1-2 minggu. Fase tidur REM dipersingkat. 1995). hipnosis. 2002). obat ini diduga tidak menimbulkan toleransi. Hal ini mungkin disebabkan adanya depresi pusat penghambatan (Ganiswarna dkk. semua senyawa benzodiazepin memiliki daya kerja yaitu khasiat anksiolitis. Semua tingkat depresi dapat dicapai. mudag melarut dan berkumulasi di jaringan lemak (Tjay. Efek utama barbiturat adalah depresi SSP. serta memperpanjang dan memperdalam tidur (Tjay.Pada umumnya. barbiturat tidak menyebabkan sedasi melainkan malah menimbulkan eksitasi (kegelisahan dan delirium). sedatif hipnotis. Hanya dua efek saja yang merupakan kerja golongan ini pada jaringan perifer: vasodilatasi koroner setelah pemberian dosis terapi benzodiazepin tertentu secara IV dan blokade neorumuskular yang hanya terjadi pada pemberian dosis sangat tinggi (Ganiswarna dkk. antikonvulsif dan daya relaksasi otot. Tidurnya menyerupai tidur fisiologis. mulai dari sedasi. 2002). hipnosis. Dulu. Keuntungan obat ini dibandingkan dengan barbital dan obat tidur lainnya adalah tidak atau hampir tidak merintangi tidur. koma sampai dengan kematian. dapat meningkatkan 20% ambang nyeri. Efek benzodiazepin hampir semua merupakan hasil kerja golongan ini pada SSP dengan efek utama: sedasi. vibrasi dan sebagainya) tidak dipengaruhi.

Tubuh bergetar (tremor kasar). Ciri – ciri orang yang terkena gejala sindrom putus sedativa :     Merasa gelisah dan bersifat hiperaktif. Banyak bicara dan arah pembicaraan tidak terarah. Bila pecandu sedativa menghentikan pemakaian sedativa secara tiba – tiba maka akan menyebabkan gejala sindrom putus sedativa atau gejala ketagihan dan ketergantungan. Tidak mampu berkonsentrasi dan daya ingat menurun drastis. Retardaksi psikomotor (kehilangan tenaga) atau menjadi pemalas. Merasa dirinya lebih hebat dan lebih kuat. Timbul perilaku maladaptive ( sifat curiga dan merasa terancam dari orang lain).Gangguan yang akan dialami bila memakai sedativa :     Emosi labil (mudah tersinggung). .

mendapatkan obat sedatif jenis difenilhidramin. gangguan tidur pada pasien sebaiknya diatasi dengan cara yang lebih aman. Gejala tersebut antara lain susah bicara. Karena itu Agostini menyarankan agar para dokter berhati-hati meresepkan difenilhidramin bagi pasien lanjut usia. ahli penyakit dalam dari Universitas Yale. Usai mengonsumsi sedatif yang biasanya tercampur dalam obat tidur. kurang konsentrasi. Agostini mendapati bahwa lebih dari 70 persen pasien yang mengonsumsi sedatif menunjukkan gejala delirium. seperti sakit kepala atau sendi. di Connecticut. parasetamol. Sebagian pasien. dan antalgin. Misalnya. Kondisi inilah yang menyebabkan beberapa obat analgesik disebut sebagai analgesikantiperitik. Mengingat efek sampingnya. Analgesik bersifat narkotik seperti opioid dan opidium bisa menekan sistem saraf utama dan mengubah persepsi terhadap kesakitan (noisepsi). Seperti dilaporkan Agostini dalam Archives of Internal Medicine edisi terbaru. naproksen. Kemudian. Adalah Joseph Agostini. Obat analgesik termasuk obat antiradang non-steroid (NSAID) seperti salisilat. dan mengalami kebingungan. Amerika Serikat. seperti. Agostini menganalisis kondisi kesehatan 470 pasien rawat inap yang berusia di atas 70 tahun. malah obat ini juga bisa mengurangi demam dan kepanasan. Daya konsentrasi mereka merosot sampai sepertiga. 3. yang menggelar riset mengenai efek sedatif. obat sedatif juga melambatkan proses pemulihan sehingga pasien harus tinggal di rumah sakit lebih lama.NSAID seperti aspirin. obat narkotika seperti morfin dan obat sintesis bersifat narkotik seperti tramadol. aspirin. dan ibuprofen bukan saja melegakan sakit. Obat jenis ini lebih berkesan mengurangi rasa sakit dibandingkan NSAID. para pasien lanjut usia berisiko memanen gejala yang disebut delirium.Pasien lanjut usia terbukti paling rentan terhadap zat penenang atau sedatif. sekitar 120 orang. . Analgesik Analgesik ialah istilah yang digunakan untuk mewakili sekelompok obat yang digunakan sebagai penahan sakit. dan kemampuan berbicara melorot hingga tinggal seperlima. mengupayakan konseling psikologis dan menyediakan lingkungan yang tenang. demikian hasil riset terbaru.

obat golongan analgesik-antiperitik dijual bebas di pasaran. Analgesik-antipiretik terdiri dari empat golongan. seperti influenza dan salesma. Obat ini juga bersifat mengurangi daya ikat sel-sel pembeku darah sehingga penting untuk segera diberikan pada penderita angina (serangan jantung). . atau obat antihistamin untuk alergi.Analgesik seringkali digunakan secara gabungan serentak. 1. misalnya bersama parasetamol dan kodein dijumpai di dalam obat penahan sakit (tanpa resep). Analgesik-antiperitik biasanya digunakan untuk mengobati penyakit dengan gejala demam (suhu tubuh meningkat) dan nyeri. aspirin mempunyai khasiat antiradang sehingga sering digunakan untuk mengobati radang sendi (rematik). Selain bekerja pada susunan syaraf pusat. penglihatan kabur. karena itu sebaiknya dikonsumsi setelah makan. untuk mencegah penyumbatan pembuluh darah jantung karena penggumpalan/pembekuan darah. analgesik-antiperitik dapat mencegah pembentukan prostaglandin. yaitu. Selain itu mampu melebarkan pembuluh darah kulit dan memicu produksi keringat sehingga semakin banyak panas yang dibuang. yakni zat yang menimbulkan rasa nyeri dan peningkatan suhu tubuh. tuli. Aspirin dapat menimbulkan nyeri dan perdarahan lambung. Dosis yang berlebihan dapat menyebabkan telinga berdenging. Dalam dosis tinggi. Karena mempunyai efek samping yang ringan. Saat dikonsumsi. Salisilat Salisilat di pasaran dikenal sebagai aspirin. obat analgesik ini bekerja di pusat pengatur suhu yang terletak pada batang otak. bahkan kematian. Gabungan obat ini juga turut dijumpai bersama obat pemvasocerut seperti pseudoefedrin untuk obat sinus.

neuralgin. Obat ini mempunyai khasiat antiradang yang jauh lebih lemah dari aspirin sehingga tidak bisa digunakan untuk mengobati rematik. nyeri sendi dan sakit ketika atau menjelang haid. namun lebih sering diresepkan untuk mengatasi sakit gigi. 3. 4. karena itu penggunaan analgesik yang mengandung piralozon perlu disertai resep dokter. asam mefenamat sebaiknya tidak diberikan pada pasien yang mengidap gangguan lambung. Asam-mefenamat Asam mefenamat termasuk obat pereda nyeri yang digolongkan sebagai NSAID (Non Steroidal Antiinflammatory Drugs). Asam mefenamat digunakan untuk mengatasi berbagai jenis rasa nyeri. asam mefenamat dapat menyebabkan efek samping. Salah satu efek samping asam mefenamat yang paling menonjol adalah merangsang dan merusak lambung.2. Sebab itu. Namun piralozon diketahui menimbulkan efek berbahaya yakni agranulositosis (berkurangnya sel darah putih). . Seperti juga obat lain. Asetaminofen Asetaminofen di pasaran dikenal sebagai parasetamol. Obat ini amat manjur sebagai penurun panas dan penghilang rasa nyeri. Asetaminofen tidak merangsang lambung sehingga dapat digunakan oleh penderita sakit lambung. dan novalgin. nyeri otot. Piralozon Di pasaran piralozon terdapat dalam antalgin.

Obat-Obat Penting.web. Tan Hoan dan kirana Rahardja.com http://www.id .eprints.id/1001/1/K100040076. 2008.Wikipedia. Elex Media Komputindo.htm http://www. http://www. Jakarta : PT.com/Health/Mengenal Analgesik.Google.ac. http://www.pdf.DAFTAR PUSTAKA Tjay.ums.Contique.PustakaOke.com http://etd.

WTSZ SSZ [TS` `Va^ TW^_XS` \[X aVSY WS^a` VSZ TW^aaS_ V S^ZYSZ WSS   XWTWZ [VS W\ZS\^_WaSW^a\SSZS_W^SY[[ZYSZZ\SVS  VWZYSZWXWa`SS_WVS_\Z[__\WZYa^SZYSZ`W^SVS\^SZY_SZYSZW[_ÈSZ_W`S_ ^WS_S_[`[`VSZSZ`[Zba_ SZ SVaSWXW_SS SZYW^a\SSZW^SY[[ZYSZZ \SVS S^ZYSZ \W^XW^ bS_[VS`S_ [^[ZW^ _W`WS \WTW^SZ V[__ `W^S\ TWZ [VS W\Z`W^`WZ`a_WUS^S VSZT[SVWZW[^aa_aS^ SZYSZ S`W^SV\SVS \WTW^SZV[___SZYS``ZYY SZ_cS^ZSV %%  SVSaaZ S_WaS_WZ ScS TWZ [VS W\Z W VS S W^S S`a S_S` SZ_[`_ _WVS`X \Z[`_ SZ`[Zba_X VSZ VS S ^WS_S_ [`[` WaZ`aZYSZ [TS` Z VTSZVZYSZ VWZYSZ TS^T`SVSZ[TS``Va^ SZZ S SVSS`VS S`Sa S\^`VS W^Z`SZY`Va^ aa [TS` Z VVaYS `VS WZTaSZ `[W^SZ_ `W`S\ `W^Z S`S TScS WXW \Z[`_Z S _WSZTW^a^SZY_W`WS\WSSSZ  ZYYa_W\W^`UW\S`Z SWZVa^SZ_W^`S W\W^\SZSZYVSZW\W^VSS`Va^S   XWa`SSTS^T`a^S`SVSSVW\^W_ WaS`ZYS`VW\^W_VS\S`VUS\S aSVS^_WVS_\Z[__TW^TSYS`ZYS`SZW_`W_S[S_S\SVWZYSZWS`SZ XW \Z[`Z S VS\S` VUS\S VSS cS`a   WZ` VWZYSZ V[__ \Z[` Va^Z SWZ W^a\S`Va^X_[[Y_`VSV_W^`S\ SZYWZYYSZYYa S_W`Va^   V\W^_ZYS` S^T`a^S` _WV` WZ WTSTSZ _S\ S_S T[V[ `W^SVS\ ^SZY_SZYSZ aS^  SZ_cS^ZS V %% S^T`a^S` `VS VS\S` WZYa^SZY Z W^ `SZ\S V_W^`S SZYZ S W_SVS^SZ WTW^SZ [TS` TS^T`a^S` SZY S\^ WZ WTSTSZ `Va^ VS\S` WZZYS`SZ  STSZY Z W^ _WVSZYSZ STSZY ^S_S SZZ S ^STS bT^S_ VSZ _WTSYSZ S `VS V\WZYS^a SVS TWTW^S\S ZVbVa VSZ VSS WSVSSZ `W^`WZ`a _SZ S SVSZ S ^S_S Z W^ TS^T`a^S` `VS WZ WTSTSZ _WVS_ WSZSZ SS WZTaSZ W_`S_ WYW_SSZ VSZ VW^a S Z aZYZV_WTSTSZSVSZ SVW\^W_\a_S`\WZYSTS`SZ SZ_cS^ZSV %%    .

SZYYaSZ SZYSSZVSSTSWSS_WVS`bS  O [_STaVS`W^_ZYYaZY  O W^S_SV^Z SWTWTS`VSZWTaS`  O SZ STUS^SVSZS^S\WTUS^SSZ`VS`W^S^S  O VSS\aTW^[Z_WZ`^S_VSZVS SZYS`WZa^aZV^S_`_  S \WUSZVa _WVS`bS WZYWZ`SZ \WSSSZ _WVS`bS _WUS^S `TS Ê `TS SS SSZ WZ WTSTSZ YWSS _ZV^[ \a`a_ _WVS`bS S`Sa YWSS W`SYSZ VSZ W`W^YSZ`aZYSZ ^ÊU^[^SZY SZY`W^WZSYWSS_ZV^[\a`a__WVS`bS  O W^S_SYW_SVSZTW^_XS`\W^S`X  O W`S^VS_\_[[`[^WSZYSZ`WZSYSS`SaWZSV\WSS_  O Ta\W^SaSSVS\`bW_XS`Ua^YSVSZW^S_S`W^SZUSVS^[^SZYSZ  O aTaTW^YW`S^`^W[^S_S^     .

S_WZSZa`a_S`W^Ta`\SZY^WZ`SZ`W^SVS\ S`\WZWZSZYS`Sa_WVS`X_S WZY[Z_a_ _WVS`X SZY TS_SZ S `W^US\a^ VSS [TS` `Va^ VWSZ S_ ^_W` `W^TS^a\S^S\S_WZSZa`a_STW^_[WSZWZYWSS SZYV_WTa`VW^a WSS `W^_WTa` SZ`S^S SZ _a_S TUS^S a^SZY [Z_WZ`^S_ VSZ WZYSS WTZYaZYSZ VSS [_W\ Y[_`Z S \WZ S` VSS VS^ ZbW^_`S_ SW V [ZZWU`Ua` W^S W^S` SZY WZYYWS^ ^_W` WZYWZS WXW _WVS`X Y[_`Z WZYSZS__ [ZV_ W_WS`SZ \S_WZ _W`S^  \S_WZ ^ScS` ZS\ SZY TW^a_S V S`S_  `SaZ WTSYSZ  [^SZY WZVS\S`SZ [TS` _WVS`X WZ_ VXWZV^SZ WaVSZ  \W^_WZ \S_WZ SZY WZY[Z_a_ _WVS`X Y[_`Z WZVS\S` TScS WT VS^ WZaZaSZYWSSVW^aS S[Z_WZ`^S_W^WSW^[_[`_S\S_W\W^`YSVSZ WS\aSZ TW^TUS^S W[^[` ZYYS `ZYYS _W\W^S W\W^` VS\[^SZ Y[_`Z VSS ^UbW_ [X Z`W^ZS WVUZW WV_ `W^TS^a [TS` _WVS`X aYS WSTS`SZ \^[_W_\WaSZ _WZYYS \S_WZ S^a_`ZYYSV ^aS_S`WTSS S^WZS`a Y[_`Z WZ S^SZSZ SYS^ \S^S V[`W^ TW^S`S` W^W_W\SZ VXWZV^SZ TSY \S_WZ SZa`a_S WZYZYS` WXW_S\ZYZ SYSZYYaSZ`Va^\SVS \S_WZ _WTSZ S VS`S_VWZYSZUS^S SZYWTSSZ _SZ SWZYa\S SSZ[Z_WZY\_[[Y_VSZ WZ WVSSZZYaZYSZ SZY`WZSZY ZSYW_ ZSYW_ SS _`S SZY VYaZSSZ aZ`a WcS _WW[\[ [TS` SZY VYaZSSZ _WTSYS \WZSSZ _S` _W\W^` _S` W\SS S`Sa _WZV .

TS` SZSYW_ `W^S_a [TS` SZ`^SVSZY Z[Z_`W^[V  _W\W^`_S_S` [TS`ZS^[`S_W\W^` [^XZ VSZ [TS` _Z`W__ TW^_XS` ZS^[` _W\W^` `^SSV[   _W\W^` S_\^Z ZS\^[_WZ VSZ Ta\^[XWZ TaSZ _SS WWYSSZ _S` SS [TS` Z aYS T_S WZYa^SZY VWS VSZ W\SZS_SZ ZSYW_ TW^_XS` ZS^[` _W\W^` [\[V VSZ [\VaT_SWZWSZ__`W_S^SXa`SSVSZWZYaTS\W^_W\_`W^SVS\W_S`SZ Z[_W\_ .

TS` WZ_ Z WT TW^W_SZ WZYa^SZY ^S_S _S` VTSZVZYSZ   [ZV_ ZS SZY WZ WTSTSZ TWTW^S\S [TS` SZSYW_ V_WTa` _WTSYS SZSYW_ SZ`\W^`_W\W^`S_\^Z\S^S_W`S[VSZSZ`SYZ   .

ZSYW_ _W^ZYS VYaZSSZ _WUS^S YSTaZYSZ _W^WZ`S _SZ S TW^_SS \S^S_W`S[VSZ[VWZVa\SVVSS[TS`\WZSSZ_S``SZ\S^W_W\ STaZYSZ [TS` Z aYS `a^a` Va\S TW^_SS [TS` \WbS_[UW^a` _W\W^` \_WaV[WXWV^Z aZ`a [TS` _Za_ S`Sa [TS` SZ`_`SZ aZ`a SW^Y ZSYW_SZ`\W^` TS_SZ S VYaZSSZ aZ`a WZY[TS` \WZ S` VWZYSZ YWSS VWS _aa `aTa WZZYS` VSZZ W^_W\W^`ZXaWZ SVSZ_SW_S S^WZSW\aZ SWXW_S\ZY SZY^ZYSZ [TS`Y[[ZYSZSZSYW_SZ`\W^`VaSTWTS_V\S_S^SZ SS`V[Z_a_[TS`SZSYW_ZTWW^SV\a_S`\WZYS`a^_aa SZY`W^W`S \SVS TS`SZY [`S WSZ `a S\a WWTS^SZ \WTaa VS^S a` VSZ WUa \^[Va_ W^ZYS` _WZYYS _WSZ TSZ S \SZS_ SZY VTaSZY WSZ TWW^S \SVS _a_aZSZ _ S^SX \a_S` SZSYW_SZ`\W^` VS\S` WZUWYS \WTWZ`aSZ \^[_`SYSZVZ SZ S` SZYWZTaSZ^S_SZ W^ VSZ\WZZYS`SZ_aa`aTa ZSYW_SZ`\^W``W^V^VS^W\S`Y[[ZYSZ S`a   S_S` S_S` V \S_S^SZ VWZS _WTSYS S_\^Z SS  V[__ `ZYY S_\^Z W\aZ S S_S` SZ`^SVSZY _WZYYS _W^ZY VYaZSSZ aZ`a WZY[TS` ^SVSZY _WZV ^WS` .

TS` Z aYS TW^_XS` WZYa^SZY VS S S` _W_W \WTWa VS^S _WZYYS \WZ`ZY aZ`a _WYW^S VTW^SZ \SVS \WZVW^`S SZYZS _W^SZYSZ SZ`aZY aZ`a WZUWYS \WZ aTS`SZ \WTaa VS^S SZ`aZY S^WZS \WZYYa\SSZÈ\WTWaSZ VS^S _\^Z VS\S` WZTaSZ Z W^ VSZ \W^VS^SSZ STaZYS^WZS`a_WTSZ SV[Z_a__W`WSSSZ[__ SZYTW^WTSZVS\S` WZ WTSTSZ`WZYSTW^VWZYZY`a\WZYS`SZSTa^TSSZWS`SZ   .

 _W`SZ[XWZ _W`SZ[XWZ V \S_S^SZ VWZS _WTSYS \S^S_W`S[ .

TS` Z W\aZ S S_S` SZ`^SVSZY SZY Sa WT WS VS^ S_\^Z _WZYYS `VS T_S VYaZSSZ aZ`a WZY[TS` ^WS` _W`SZ[XWZ `VS W^SZY_SZY STaZY _WZYYS VS\S` VYaZSSZ[W\WZVW^`S_S`STaZY  ^S[ [Z \S_S^SZ\^S[ [Z`W^VS\S`VSS SZ`SYZ ZWa^SYZVSZZ[bSYZ .

TS`Z SS` SZa^ _WTSYS \WZa^aZ \SZS_ VSZ \WZYSZY ^S_S Z W^ SaZ \^S[ [Z VW`SaWZTaSZWXWTW^TSS S SZSY^SZa[_`[__TW^a^SZYZ S_WVS^S \a` S^WZS `a \WZYYaZSSZ SZSYW_ SZY WZYSZVaZY \^S[ [Z \W^a V_W^`S ^W_W\V[`W^  _SWXWZSS` _S WXWZSS` `W^S_a[TS`\W^WVSZ W^ SZYVY[[ZYSZ _WTSYS    [Z`W^[VSZ`ZXSS`[^ ^aY__SWXWZSS`VYaZSSZaZ`aWZYS`S_ TW^TSYS WZ_ ^S_S Z W^ ZSaZ WT _W^ZY V^W_W\SZ aZ`a WZYS`S_ _S` YY Z W^[`[`Z W^_WZVVSZ_S`W`SS`SaWZWSZYSVW\W^`aYS[TS`SZS_S WXWZSS` VS\S` WZ WTSTSZ WXW _S\ZY SS _S`a WXW _S\ZY S_S WXWZSS` SZY\SZYWZ[Z[SVSSW^SZY_SZYVSZW^a_SSTaZYWTST`a S_S WXWZSS` _WTSZ S `VS VTW^SZ \SVS \S_WZ SZY WZYVS\ YSZYYaSZ STaZY   .

    @©f @f°f° f°f°fff ©f   f  f9 °°– fff 9@  . f ¯½°   ½ $$ .

°– °f°f– ¾ ¯ ½ $$ – n¯ ½ $$ J½ f n¯ ½ $$  ½°¾ ¯¾ fn  $$$ ½ €  ½ $$ 9¾ff    .° n¯$ f$.