BAB 1 PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang Tingginya harga minyak bumi dunia (yang mencapai 145 USD per barel), diikuti dengan meningkatnya harga bahan bakar fosil lain. Selain itu , maraknya isu lingkungan global yang menuntut tingkat kualitas lingkungan yang lebih baik, mendorong berbagai ilmuwan untuk mengembangkan energi yang lebih ramah lingkungan tanpa mengurangi pasokan sumber energi secara berkesinambungan.Para pakar energi di negara-negara maju seperti Amerika, Jepang dan Eropa sepakat bahwa hidrogen sangat dimungkinkan menjadi alternatif bahan bakar masa depan. (Finahari, 2008). Peningkatan jumlah konsumsi hidrogen dunia terus meningkat pesat, misalnya pada industri pupuk dan kilang minyak, saat ini laju permintaan hidrogen sekitar 4-10% per tahun dengan permintaannya mencapai 50 juta ton per tahun, dan diprediksi akan meningkat terus dengan laju yang lebih cepat. Pada kilang minyak, pemanfaatan hidrogen digunakan untuk menghasilkan bahan bakar transportasi dengan kadar hidrogen sekitar 15% sehingga diperoleh bahan bakar transportasi (gasoline, jetfuel) yang ramah lingkungan. Sementara itu, tingkat pencemaran limbah yang cukup tinggi khususnya limbah cair sagu dengan nilai COD yang cukup tinggi akan menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. Parameter yang digunakan dalam limbah cair sagu yang paling penting adalah COD (Chemical Oxygen Demand) merupakan kebutuhan oksigen kimia pada reaksi oksidasi terhadap bahan buangan di dalam air. Salah satu penanganan limbah cair tersebut yaitu dengan menggunakan bioreaktor hibrid anaerob yang merupakan, pengolahan limbah cair yang memanfaatkan aktivitas mikroorganisme untuk menghilangkan atau mengurangi kandungan senyawa di dalam limbah cair industri. Pengolahan limbah cair secara anaerobik ini membutuhkan WTH sekitar 55-110 hari untuk mereduksi COD sebesar 95% (Ahmad, 1992). Sistem tersebut dinilai tidak efesien dan ekonomis karena membutuhkan waktu yang lama dan lahan yang besar dalam pengolahannya. Oleh sebab itu, dibutuhkan alternatif lain untuk

menurunkan nilai COD pada limbah cair sagu yaitu dengan menggunakan bioreaktor hibrid anaerob bermedia batu. Untuk itu diperlukan penanganan limbah yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis. Penelitian ini diarahkan untuk menentukan waktu tinggal hidrolik (WTH) substrat yang terbaik pada pengolahan limbah cair sagu. . sehingga hal ini bisa membahayakan lingkungan serta masyarakat yang bermukim disekitar pembuangan limbah cair sagu tersebut. Penelitian ini sangat penting dilakukan mengingat tingginya tingkat pencemaran limbah cair sagu yang belum bisa ditangani dengan baik. Hal ini dikarenakan tingginya tingkat toksik yang terkandung dalam limbah sagu yang dapat membahayakan kesehatan.

BAB III TUJUAN PENELITIAN Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Memanfaatkan limbah cair sagu menjadi produk biohidrogen dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan menggunakan bioreaktor hibrid anaerob yang merupakan sumber energi alternatif yang bernilai ekonomis. .

Menentukan WTH yang optimum dengan penyisihan kadar COD yang tinggi. Menciptakan teknologi pengolahan limbah cair sagu yang aman bagi lingkungan.2. 3. .