You are on page 1of 82

BAB I.

PENGERTIAN ILMU EKONOMI Mempelajari ilmu ekonomi itu penting, karena persoalan-persoalan hidup seseorang atau negara, sering ditenggarai oleh persoalan cara berfikir yang keliru seperti pemborosan dan distribusi pendapatan yang tidak adil oleh penguasa yang dzalim A. lain: 1. Memperbaiki cara berpikir yang membantu dalam pengambilan keputusan Dengan pikiran kita mampu menganalisis, menilai benar-salah, baik-buruk dan menentukan pilihan. Metode-metode, teknik berpikir dalam ilmu ekonomi akan meningkatkan kemampuan berpikir dan mengambil keputusan. 2. Membantu memahami masyarakat Sejarah ekonomi mengajarkan bahwa melalui pertukaran, manusia berupaya mengatasi kelangkaan, selanjutnya mengembangkan teknologi dan sistem kemasyarakatan. 3. Membantu memahami masalah-masalah internasional (global) Dengan mempelajari ilmu ekonomi, kita dapat mengerti lebih dalam mengenai permasalahan ekonomi global. Kita dapat mengerti mengapa pada saat negaranegara Asia Timur (Indonesia) mengalami krisis ekonomi tahun 1998, negaranegara maju (Eropa Barat, USA dan Jepang) mau memberi bantuan. 4. Bermanfaat dalam membangun masyarakat demokrasi Ekonom memandang demokratisasi sangat penting dalam rangka memperbaiki proses alokasi sumber daya, karena lebih mencerminkan aspirasi masyarakt kebanyakan. Mengapa Belajar Ilmu Ekonomi? Menurut Case dan Fair (1996) ada beberapa manfaat dari studi ekonomi, antara

B.

Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi Dalam ilmu ekonomi ada dua hal besar yang dibahas, yaitu ekonomi mikro dan

ekonomi makro. Ekonomi mikro membahas proses alokasi sumber daya secara efisien di tingkat individu, perusahaan dan industri (kumpulan perusahaan yang menghasilkan barang sejenis). Efisiensi di tingkat mikro belum tentu baik untuk keseluruhan. Misalnya, agar harga-harga produk industri murah, sebaiknya teknologi yang digunakan padat modal. Tetapi pilihan ini menghilangkan kesempatan kerja sehingga menimbulkan pengangguran. Jika tidak ada yang bekerja, pasaran lokal tidak ada, karena tidak ada daya beli. Ternyata pilihan teknologi padat modal, merugikan industri-pemilik modal. Terlihat bahwa pilihan teknologi padat modal, memungkinkan efisiensi tingkàt industri tetapi tidak secara keseluruhan. Banyak sumber daya manusia yang tidak teralokasi. Masalahmasalah ini dibahas dalam ekonomi makro. C. Pengertian Barang dan Jasa Barang adalah benda-benda yang berwujud atau tak berwujud, yang digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya atau untuk menghasilkan benda lain yang akan memenuhi kebutuhan masyarakat. Sedangkan jasa tidak dapat digolongkan sebagai suatu barang, karena tidak berwujud, tetapi dapat memberikan kepuasan dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Contoh jasa ialah jasa perbankan, jasa bengkel, jasa dokter, dan pengajaran yang diberikan oleh guru. D. Masalah-masalah Ekonomi Masalah ekonomi adalah masalah pilihan alokasi sumberdaya yang langka. Ilmu ekonomi akan senantiasa bermanfaat, selama masalah yang dihadapi adalah alokasi sumberdaya yang langka. Ada beberapa masalah yang dihadapi, antara lain: 1. Apa yang Harus Diproduksi dan Berapa Banyak? Produksi berupa barang dan jasa adalah hasil transformasi berbagai faktor produksi. Barang dan jasa memberikan kegunaan/manfaat bagi pemakai/konsumen. Pertanyaan apa yang harus diproduksi bermakna barang apa yang harus disediakan? Berapa banyak agar kesejahteraan masyarakat meningkat?

2.

Bagaimana Memproduksinya? Setelah memutuskan barang dan jasa apa saja yang harus diproduksi, pertanyaan

berikut adalah, “Bagaimana memproduksinya?” Metode dan teknologi apa yang digunakan dalam proses produksi? Ilmu ekonomi memandang teknologi sebagai faktor penting dalam proses produksi. 3. Untuk Siapa Barang dan Jasa Diproduksi? Pertanyaan ini berdimensi keadilan dan pemerataan. Sebab apa gunanya produksi melimpah karena menggunakan teknologi tinggi, berskala besar dan efisien, bila hanya dinikmati segelintir anggota masyarakat saja? Keputusan untuk siapa barang dan jasa diproduksi berkaitan erat dengan konsep keadilan masyarakat bersangkutan. Bagi masyarakat egaliter, keadilan berarti setiap individu memperoleh jumlah yang sama. Sedangkan masyarakat utilitarian tidak terlalu mementingkan keadilan dalam jumlah.

SOAL LATIHAN 1. Mengapa kita perlu belajar ilmu ekonomi ? 2. Apa hubungannya antara masalah perekonomian dengan keadilan distribusi pendapatan ? 3. Apa perbedaan antara ekonomi mikro dan ekonomi makro ? 4. Jelaskan definisi barang dan jasa ! 5. Mengapa pemborosan dalam memanfaatkan sumberdaya-sumberdaya ekonomi merupakan salah satu masalah dalam perekonomian ?

BAB II. MEKANISME PASAR: PERMINTAAN DAN PENAWARAN Persoalan rendahnya daya beli masyarakat, tidak sekedar dipengaruhi oleh peningkatan harga barang dan jasa, melainkan dipengaruhi oleh faktor rendahnya tingkat pendapatan konsumen. Untuk meningkatkan pendapatan individu (personal income), diperlukan peningkatan sumberdaya manusia (SDM) yang memiliki produktivitas yang tinggi yang tidak menggantungkan hidupnya pada orang lain. A. Hakikat Jumlah yang Diminta Jumlah total dari suatu komoditi yang ingin dibeli oleh semua rumah tangga dinamakan jumlah yang diminta dari komoditi tersebut. Sehubungan dengan konsep ini, ada tiga aspek yang perlu diperhatikan. Pertama, jumlah yang diinginkan adalah suatu jumlah yang diinginkan pada tingkat harga komoditi tersebut dan pada harga komoditi lain, pendapatan konsumen dan sebagainya yang sudah tertentu. Jumlah ini kemungkinan tidak sama dengan jumlah yang benar-benar dibeli oleh konsumen. Ini dapat terjadi bila jumlah yang tersedia di pasar tidak cukup, sehingga jumlah yang ingin dibeli melebihi jumlah yang benar-benar dibeli. Untuk lebih jelasnya, istilah jumlah yang diminta digunakan untuk menerangkan jumlah yang ingin dibeli, dan jumlah yang benar-benar dibeli untuk menerangkan jumlah yang sebenarnya dibeli. Kedua, kata “diinginkan” mengandung makna bahwa jumlah tersebut dalam batas jangkauan daya beli rumah tangga. Ketiga, jumlah yang diminta menunjukkan pada arus pembelian yang terus menerus, atau sering disebut konsep flow, artinya, jumlah yang diminta berhubungan dengan suatu dimensi waktu atau jangka waktu tertentu.

B. yaitu: 1.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi permintaan suatu barang, Harga Barang Itu Sendiri Jika harga suatu barang semakin murah, maka permintaan terhadap barang itu bertambah. Begitu juga sebaliknya.

Selera atau Kebiasaan Selera atau kebiasaan juga dapat mempengaruhi permintaan terhadap suatu barang. maka permintaan akan beras berhubungan positif dengan jumlah penduduk. sel. Dengan fungsi permintaan. permintaan akan beras makin banyak. Walaupun harganya sama. Harga Barang Lain yang Terkait Harga barang lain juga dapat mempengaruhi permintaan akan suatu barang. 4. Tingkat Pendapatan Per Kapita Tingkat pendapatan per kapita dapat mencerminkan daya beli. Keterkaitan dua macam barang dapat bersifat substitusi (pengganti) dan bersifat komplemen (penggenap). Bentuk persamaan matematis yang menjelaskan hubungan antara tingkat permintaan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan ialah: Dx = f(Px. sehingga permintaan terhadap suatu barang meningkat. Makin tinggi tingkat pendapatan. Fungsi Permintaan Fungsi permintaan adalah permintaan yang dinyatakan dalam hubungan matematis dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya. maka kita dapat mengetahui hubungan antara variabel tidak bebas (dependent variable) dan variabel-variabel bebas (independent variables). C. Jumlah Penduduk Kita ambil contoh beras lagi. Beras misalnya. Py. Y/cap. pen) di mana: Dx Px = permintaan akan harang X = harga X . 5. tetapi kedua macam barang tersebut mempunyai keterkaitan. daya beli makin kuat. 3. Sebagai makanan pokok rakyat Indonesia. Mengapa? Karena orang-orang Maluku lebih menyukai sagu (sejak kecil mereka makan sagu).2. permintaan beras per tahun di propinsi Maluku lebih rendah dibanding dengan di Sumatra Utara. Makin banyak jumlah penduduk.

maka penawaran akan suatu barang berkurang. D. antara lain: 1. Harga Barang Lain yang Terkait Secara umum dapat dikatakan bahwa apabila harga barang substitusi naik. harga barang lain dan pendapatan. 3. Biasanya yang diperhitungkan adalah yang pengaruhnya besar dan langsung. Sedangkan untuk barang komplemen. yaitu yang berada di sisi kanan persamaan. karena besar nilainya tidak tergantung besarnya nilai variabel lain. maka penawaran suatu barang akan bertambah. 2. dan sebaliknya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi penawaran akan suatu barang. serta faktor-faktor lainnya yang dapat disederhanakan sebagai faktor nonharga. maka produsen cenderung akan menambah jumlah barang yang dihasilkan. Harga Faktor Produksi .Py Y/cap sel pen = harga Y (barang substitusi atau komplemen) = pendapatan per kapita = selera atau kebiasaan = jumlah penduduk Dx adalah variabel tidak bebas (dependent variable). Harga Barang Itu Sendiri Jika harga suatu barang naik. dan sebaliknya. Dalam analisis ekonomi tidak semua variabel diperhitungkan. Variabel-variabel ini disebut variabel bebas (independent variable). Dalam hal ini variabel yang dianggap mempengaruhi permintaan akan suatu barang adalah harga barang itu sendiri. karena besar nilainya ditentukan oleh variabel-variabel lain. Faktor-faktor yang menentukan tingkat penawaran adalah harga jual barang yang bersangkutan. Pengertian Penawaran Penawaran adalah jumlah barang yang produsen ingin tawarkan (jual) pada berbagai tingkat harga selama satu periode tertentu. dapat kita nyatakan bahwa apabila harga barang komplemen naik.

mereka akan pindah ke industri lain. Jumlah Pedagang/Penjual Apabila jumlah penjual suatu produk tertentu semakin banyak. kemajuan teknologi menyebabkan kenaikan dalam penawaran akan barang. bukan memaksimumkan hasil produksinya. beras merupakan makanan utama. Apabila tingkat laba suatu industri tidak menarik lagi. Dalam hubungannya dengan penawaran akan suatu barang. Persamaan matematis yang menjelaskan hubungan antara tingkat penawaran dengan faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran adalah: . 5. menyebabkan para petani menanam padi tertentu yang memberikan hasil banyak setiap panennya. 6. Kebijakan Pemerintah Kebijakan pemerintah juga dapat mempengaruhi penawaran akan suatu barang. Di Indonesia. maka penawaran akan barang tersebut akan bertambah. Akibatnya. 7. Tujuan Perusahaan Tujuan perusahaan adalah memaksimumkan laba. bila biaya produksi meningkat (apakah dikarenakan kenaikan harga faktor produksi atau penyebab lainnya). Teknologi Produksi Kemajuan teknologi menyebabkan penurunan biaya produksi. Fungsi penawaran adalah penawaran yang dinyatakan dalam hubungan matematis dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya. tetapi akan menggunakannya pada tingkat produksi yang memberikan keuntungan maksimum. Kebijakan ini jelas menambah supply beras dan keperluan impor beras dapat dikurangi. 4. tiap produsen tidak berusaha untuk memanfaatkan kapasitas produksinya secara maksimum. Kebijakan pemerintah untuk mengurangi impor beras dan meningkatkan produksi dalam negeri guna tercapainya swasembada beras.Kenaikan harga faktor produksi akan mengurangi laba perusahaan. dan hal ini akan mengakibatkan berkurangnya penawaran akan barang. berarti penawaran akan barang itu berkurang. maka produsen akan mengurangi hasil produksinya. dan menciptakan barang-barang baru. Biaya Produksi Kenaikan harga input menyebabkan kenaikan biaya produksi. 8. Dengan demikian.

Sx = f(Px, Py, Pi, C, tek, ped, tuj, kebij) di mana: Sx = penawaran akan barang X Px = hargaX Py = harga Y (barang substitusi atau komplementer) Pi C tek tuj = harga input / faktor produksi = biaya produksi = teknologi produksi = tujuan perusahaan

ped = jumlah pedagang/penjual kebij = kebijakan pemerintah

SOAL LATIHAN 1. Apa yang Anda ketahui dengan definisi permintaan (demand) ? 2. Faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi tingkat permintaan seseorang terhadap barang dan jasa yang akan dikonsumsinya ? 3. Apa yang Anda ketahui dengan penawaran (supply) ? 4. Faktor-faktor apa yang dapat mempengaruhi penawaran ? 5. Mengapa kebijakan pemerintah dapat mempengaruhi besar kecilnya tingkat penawaran produsen ?

BAB III. KONSEP ELASTISITAS: ELASTISITAS HARGA DAN PENAWARAN Kecenderungan masyarakat untuk tetap membeli barang pangan yang relatif mahal dalam proporsi yang masih tinggi, mengindikasikan bahwa barang pangan seperti beras, tepung terigu, telur, daging ayam dan minyak goreng merupakan kebutuhan pokok hidup masyarakat. Pemerintah berkewajiban menstabilkan haraga-harga kebutuhan pokok masyarakat, karena tingkat harga dan ketersediaan barang-barang pokok dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan publik kepada pemerintah A. Pengertian Elastisitas Permintaan Elastisitas permintaan mengukur perubahan relatif dalam jumlah unit barang yang dibeli sebagai akibat perubahan salah satu faktor yang mempengaruhinya (ceteris paribus). Elastisitas yang dikaitkan dengan harga barang itu sendiri disebut elastisitas harga (price elasticity of demand). Sedangkan elastisitas yang dikaitkan dengan harga barang lain disebut elastisitas silang (cross elasticity), dan bila dikaitkan dengan pendapatan disebut elastisitas pendapatan (income elasticity). • Elastisitas Harga (Ep) Mengukur berapa persen permintaan terhadap suatu barang berubah bila harganya berubah sebesar satu persen.

Persentase perubahan jumlah barang yang diminta Ep = Persentase perubahan harga

Angka-angka elastisitas harga:

1. 2.

Inelastis (Ep < 1) Perubahan permintaan (dalam persentase) lebih kecil daripada perubahan harga. Elastis (Ep > 1) Permintaan terhadap suatu barang dikatakan elastis bila perubahan harga suatu barang menyebabkan perubahan permintaan yang besar.

3. 4.

Elastis unitari (Ep = 1) Jika harga naik 10%, permintaan turun 10% juga. Inelastis sempurna (Ep = 0) Berapapun harga suatu barang, orang akan tetap membeli jumlah yang dibutuhkan.

5.

Elastis tak terhingga (Ep = x) Perubahan harga sedikit saja menyebabkan perubahan permintaan tak terbilang besarnya.

Elastisitas Silang (Ec) Mengukur persentase perubahan permintaan akan suatu barang sebagai akibat perubahan harga barang lain sebesar satu persen. Persentase perubahan jumlah barang X yang diminta Ec = Persentase perubahan harga barang X Atau

Nilal Ec mencerminkan hubungan antara barang X dengan Y. Bila Ec > 0, X merupakan substitusi Y. Kenaikan harga Y menyebabkan harga relatif X lebih murah,

sehingga permintaan terhadap X meningkat. Nilai Ec < 0 menunjukkan hubungan X dan Y adalah komplementer. X hanya bisa digunakan bersama-sama Y. Penambahan atau pengurangan terhadap X, menyebabkan penambahan atau pengurangan terhadap Y. Kenaikan harga Y menyebabkan permintaan terhadap Y menurun, yang menyebabkan permintaan terhadap X ikut menurun. • Elastisitas Pendapatan (Ei) Mengukur berapa persen permintaan terhadap suatu barang berubah bila pendapatan berubah sebesar satu persen. Persentase perubahan jumlah barang yang diminta Ei = Persentase perubahan pendapatan Atau

Umumnya nilai Ei positif, karena kenaikan pendapatan (nyata) akan meningkatkan permintaan. Makin besar nilai Ei, elastisitas pendapatannya makin besar. Barang dengan Ei > 0 merupakan barang normal (normal goods). Bila nilai Ei antara 0 sampai 1, barang tersebut merupakan kebutuhan pokok (essential goods). Barang dengan nilai Ei > 1 merupakan barang mewah (luxurius goods). Ada barang dengan Ei <0. Permintaan terhadap barang tersebut justru menurun pada saat pendapatan nyata meningkat. Barang ini disebut barang inferior (inferior good). B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Elastisitas Harga Ada beberapa faktor yang menentukan tingkat elastisitas harga: 1. Tingkat substitusi. Makin sulit mencari substitusi suatu barang, permintaan makin inelastis.

Sementara kurva penawaran produk industri umumnya elastis. Apakah biaya produksi akan meningkat dengan cepat atau lambat apabila produksi ditambah. 2. seperti tingkat bunga. permintaan akan suatu barang makin inelastis. Makin banyak jumlah pemakai. Elastisitas penawaran. Jangka waktu permintaan atas suatu barang juga mempunyai pengaruh terhadap elastisitas harga. sebab mampu berespons cepat terhadap perubahan harga. Jumlah pemakai. Sifat perubahan biaya produksi. Jangka waktu. Namun hal ini tergantung pada apakah barangnya durabel atau nondurabel. antara lain: . Definisi Elastisitas Penawaran Elastisitas penawaran dapat didefinisikan dengan analogi logika yang sama dengan elastisitas permintaan. 4. penawaran akan bersifat elastis. bila harga barang berubah satu persen. Penawaran akan bersifat inelastis bila kenaikan penawaran hanya dapat dilakukan dengan mengeluarkan biaya yang sangat tinggi. C. tingkat upah. Bila penawaran dapat ditambah dengan pengeluaran biaya tambahan yang tidak terlalu besar. Jika harga beras naik 10%.2. 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas penawaran antara lain: 1. Elastisitas penawaran adalah angka yang menunjukkan berapa persen jumlah barang yang ditawarkan berubah. Kurva penawaran produk pertanian umumnya inelastis. Bila harga tekstil meningkat. harga bahan baku dan harga bahan antara lainnya. Selain tergantung pada jenis produknya. menambah pekerja harian atau memberikan kesempatan lembur. Bila proporsi tersebut besar. elastisitas penawaran dipengaruhi juga oleh sifat perubahan biaya produksi. pabrik tekstil akan memperpanjang jam kerja mesin. tergantung pada beberapa faktor. Proporsi kenaikan harga terhadap pendapatan konsumen. Jenis produk. juga dapat dikaitkan dengan faktor-faktor atau variabelvariabel lain yang dianggap mempengaruhinya. sebab produsen tidak mampu memberikan respons yang cepat terhadap perubahan harga. maka permintaan cenderung lebih e1astis. petani harus menanam dahulu dan baru 3-4 bulan kemudian dapat memanen hasil.

SOAL LATIHAN 1. Mengapa kenaikanharga BBM di Indonesia tidak membuat permintaan terhadap BBM menjadi berkurang ? 5. Jangka waktu.a) Tingkat penggunaan kapasitas perusahaan. Apabila kapasitasnya telah mencapai tingkat yang tinggi. b) Kemudahan memperoleh faktor-. Mengapa beras merupakan barang inelastis ? Kemukakan alasan Anda ! 4. Penawaran akan menjadi inelastis apabila faktor-faktor produksi yang diperlukan untuk menaikkan produksi sulit diperoleh. Jangka waktu juga dapat mempengaruhi besarnya elastisitas penawaran.faktor produksi. Dalam keadaan mi kurva penawaran akan menjadi inelastis. Jelaskan pula apa yang dimaksud dengan elastisitas silang ? berikan contohnya ! 3. 3. Apa yang dimaksud dengan elastisitas penawaran ? Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas penawaran ! . Dapatkah Anda menjelaskan definisi elastisitas harga ? Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas harga ! 2. investasi baru harus dilakukan untuk menambah produksi.

• Hukum Pertambahan Manfaat yang Makin Menurun (The Law of Diminishing Marginal Utility) Pada awalnya penambahan konsumsi suatu barang akan memberi tambahan utilitas yang besar. Karena dasar analisisnya . • Pengertian-pengertian dan Asumsi Utama Barang (Commodities) Barang adalah benda dan jasa yang dikonsumsi untuk memperoleh manfaat atau kegunaan. Utilitas merupakan ukuran manfaat suatu barang dibanding dengan alternatif penggunaannya. tetapi lebih dari itu. TEORI PERILAKU KONSUMEN Konsumsi barang maupun jasa yang berlebihan tidak hanya akan menurunkan nilai manfaat/utilitas barang dan jasa itu sendiri. bahkan menjadi negatif. menjerumuskan manusia pada kesesatan. berlebihlebihan dalam mengkonsusmsi barang atau jasa tanpa ada pengendalian. Utilitas marjinal (marginal utility/MU) adalah tambahan manfaat yang diperoleh karena menambah konsumsi sebanyak satu unit barang.BAB IV. tetapi makin lama pertambahan itu bukan saja makin menurun. Dalam analisis perilaku konsumen. Islam mengatur manusia untuk hidup hemat dan memanfaatkan barang dan jasa yang Allah SWT berikan dengan kadar yang cukup tanpa berlebih-lebihan A. Utilitas total (total utility/TU) adalah manfaat total yang diperoleh dan seluruh barang yang dikonsumsi. • Utilitas (Utility) Utilitas adalah manfaat yang diperoleh karena mengonsumsi barang. gejala LDMU dilihat dan makin menurunnya nilai utilitas marjinal. Bila seseorang mengonsumsi lebih dan satu barang dan jasa. Gejala itu disebut sebagai Hukum Pertambahan Manfaat yang Makin Menurun (The Law of Diminshing Marginal Utility. Utilitas digugakan sebagai dasar pengambilan keputusan oleh konsumen. seluruhnya digabungkan dalam bundel barang (commodities bundle). Good sudah berubah menjadi bad. Barang yang dikonsumsi mempunyai sifat makin banyak dikonsumsi makin besar manfaat yang diperoleh (good). untuk selanjutnya disingkat LDMU).

1. B. sebagaimana kita menilai kecantikan atau kepandaian seseorang. Total uang yang harus dikeluarkan untuk konsumsi adalah jumlah unit barang dikalikan harga per unit. Untuk setiap unit tambahan konsumsi. Teori Kardinal (Cardinal Theory) Teori Kardinal menyatakan bahwa kegunaan dapat dihitung secara nominal. Keputusan untuk mengonsumsi suatu barang berdasarkan perbandingan antara manfaat yang diperoleh dengan biaya yang harus dikeluarkan. Untuk menjelaskan pendapatnya. Nilai kegunaan yang diperoleh dan konsumsi disebut utilitas total (TU). yaitu lebih suka (prefer) dan atau sama-sama disukai (indifference). C. Teori Ordinal (Ordinal Theory) Kurva Indiferensi (Indifference Curve) Menurut Teori Ordinal. teknologi yang digunakan dan harga barang di pasar. • Pengetahuan Sempurna (Perfect Knowledge) Konsumen diasumsikan memiliki informasi atau pengetahuan yang sempurna berkaitan dengan keputusan konsumsinya. Minimal ada dua sikap yang berkaitan dengan preferensi konsumen. Hanya dapat dibandingkan. • Konsistensi Preferensi (Transitivity) Konsep preferensi berkaitan dengan kemampuan konsumen menyusun prioritas pilihan agar dapat mengambil keputusan. analisis ini dikenal sebagai analisis marjinal (marginal analysis). Mereka mampu memprediksi jumlah penerimaan untuk suatu periode konsumsi.adalah perubahan utilitas marjinal. Tambahan kegunaan dan penambahan satu unit barang yang dikonsumsi disebut utilitas marjinal (MU). kapasitas produksi. Kurva indiferensi adalah kurva yang menunjukkan berbagai kombinasi konsumsi dua macam barang yang memberikan tingkat kepuasan yang sama bagi seorang konsumen. kegunaan tidak dapat dihitung. Teori Ordinal menggunakan kurva indiferensi. Sedangkan satuan ukuran kegunaan (utility) adalah util. Mereka tahu persis kualitas barang. tambahan biaya yang harus dikeluarkan sama dengan harga barang per unit. Suatu .

dihadapi oleh hanya seorang konsumen. Walaupun telah dinyatakan bahwa menurut teori ordinal kegunaan atau kepuasan tidak dapat dihitung. namun untuk keperluan studi (agar menjadi lebih jelas). tidaklah salah bila kita mengasumsikan bahwa informasi dan kurva indiferensi dapat diterjemahkan dalam persamaan kuantitatif. Makan Bakso (mangkok per bulan) 25 20 10 5 4 Makan Sate (porsi per bulan) 4 5 10 20 25 Nilai Kepuasan 100 100 100 100 100 Jika kombinasi itu disajikan dalam kurva akan diperoleh kurva indiferensi (IC) seperti ditunjukkan oleh kurva berikut. beberapa kombinasi yang mungkin dicantumkan dalam tabel berikut ini. Misalnya nilai kegunaan (kepuasan) Sutarno dan mengonsumsi makan bakso dan makan sate per bulan dapat ditulis sebagai U = X.kurva indiferensi atau sekumpulan kurva indiferensi (yang disebut peta indiferensi atau indifference map).Y di mana U = tingkat kepuasan X = makan bakso (mangkok per bulan) Y = makan sate (porsi per bulan) Untuk mencapai tingkat kepuasan 100 (U = 100). Kurva Indiferensi .

Asumsi-asumsi kurva indiferensi antara lain: a. semakin tinggi tingkat kepuasannya. jumlah Y yang ingin dikorbankan makin kecil pada saat jumlahnya makin sedikit (langka). tingkat kepuasannya makin tinggi. Kurva indiferensi menurun dan kiri atas ke kanan bawah (downward sloping). Kumpulan kurva indiferensi hanya mengatakan bahwa makin ke kanan atas. Asumsi ini menjelaskan bahwa konsumen dapat membandingkan pilihannya terpenuhi. Asumsi ini menggambarkan adanya kelangkaan. Himpunan Kurva Indiferinsi b. dan cembung ke titik origin (convex to origin). Semakin jauh kurva indiferensi dan titik origin. tidak berarti tingkat kepuasan yang diberikan IC3 adalah tiga kali lipat IC1.0) adalah tiga kali IC1. Misalnya. tetapi tidak dapat mengatakan berapa kali lipat. . Hal ini dijelaskan dalam konsep Marginal Rate of Substitution (MRSyx yang menjelaskan berapa banyak barang Y harus dikorbankan untuk menambah 1 unit barang X demi menjaga tingkat kepuasan yang sama. Yang dapat dikatakan adalah IC3 memberi tingkat kepuasan Iebih besar dan IC1. Berdasarkan hukum LDMU. harganya makin mahal. Bila suatu barang makin Iangka. walaupun IC3 jaraknya terhadap titik (0.

karena jumlah Y yang dimiliki makin sedikit (langka). jumlah Y yang ingin dikorbankan menjadi lebih kecil (OY2OY3). Sehingga besarnya MRSyx adalah . Tingkat penggantian marjinal menggambarkan besarnya pengorbanan atas konsumsi suatu barang untuk menambah konsumsi barang lainnya dengan tetap mempertahankan tingkat kepuasan yang diperoleh. Kurva indiferensi tidak saling berpotongan. c. Pada saat ingin menambah 1 unit X lagi (dan OX2 ke OX3). sehingga nilai MRSyx berubah. Jumlah Y yang ingin dikorbankan menurun.Kurva indiferensi yang cembung ke arah titik origin menjelaskan kadar penggantian marjinal. .(OY1-OY2 / OX1-OX2). pada awalnya jumlah Y yang ingin dikorbankan untuk memperoleh tambahan satu unit X adalah OY1-0Y2. Asumsi ini penting agar asumsi transitivitas terpenuhi. Kurva Marginal Rate of Substitution Dalam kurva diatas.

padahal di titik A. sedangkan harga sebagai P (Px untuk X dan Py untuk Y) dan jumlah barang yang dikonsumsi adalah Q (Qx untuk X dan Qy untuk Y).Qy Kemiringan (slope) kurva BL adalah negatif. Asumsi transitivitas hanya terpenuhi bila IC1 dan IC2 tidak saling berpotongan (gambar b).Qx + Py. yang merupakan rasio Px dan Py. IC2 > IC1. IC1 dan IC2 berpotongan di titik B.M)/(1/Px. berarti IC1 = IC2. Sehingga slope kurva garis anggaran adalah: . Misalnya garis anggaran dinotasikan sebagai BL.M) = -Px/Py .(1/Py. Keadaan itu tidak sesuai dengan asumsi transitivitas yang mengatakan: Bila A > B dan B > C. Di titik C. Kurva Garis Anggaran (Budget Line Curve) Garis anggaran ada1ah kurva yang menunjukkan kombinasi konsumsi dua macam barang yang rnernbutuhkan biaya (anggaran) yang sama besar. kita melihat bahwa OY sama dengan besarnya pendapatan (M) dibagi harga Y. IC1 > IC2.(OY/OX) = . 2. maka BL = Px. maka A > C.Posisi Kurva Indefirens Dikaitkan dengan Konsistensi Preferensi (Transitivitas) Pada gambar diatas. sedangkan OX sama dengan besarnya pendapatan (M) dibagi harga X. Pada gambar dibawah ini.

Y2 = Px. Coba Anda jelaskan mengenai barang baik (good goods) dan barang buruk (bad goods) ! 2.X2 + Py.X3 + Py. Dapatkah Anda menjelaskan apa yang dimaksud dengan manfaat (utility) suatu barang ? 3.Y1= Px. TEORI PRODUKSI DAN KONSEP BIAYA . Mengapa pertambahan konsumsi suatu barang atau jasa secara terus menerus akan mengurangi manfaat barang atau jasa yang dikonsumsinya ? 4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan garis anggaran ? BAB V.Kurva Garis Anggaran (Budget Line Curve) Dari kurva diatas : Px.Y3 SOAL LATIHAN 1. Apa yang Anda ketahui dengan kurva indiferen beserta asumsi-asumsinya ! 5.X1+ Py.

Jangka sangat panjang bila waktunya lebih dan 25 tahun. tetapi sebaliknya memberdayakan buruh sebagai aset perusahaan yang harus dilindungi. Teori produksi tidak mendefinisikan jangka pendek dan jangka panjang secara kronologis. periode jangka pendeknya barangkali lima tahun. Periode jangka pendek adalah periode produksi dimana perusahaan tidak mampu dengan segera melakukan penyesuaian jumlah penggunaan salah satu atau beberapa faktor produksi. Sebab perusahaan membutuhkan waktu minimal lima tahun untuk menambah kapasitas produksi dengan menambah mesin. periode jangka pendeknya barangkali hanya dua atau tiga tahun. serta dengan terus mengikuti perkembangan teknologi produksi dapat mempertahankan kemampuan output perusahaan pada level yang diinginkan. A. Dalam konteks manajemen. Perusahaan yang mengolah makanan kalengan. Perusahaan yang memproduksi barang-barang modal. Kemampuan perusahaan dalam memelihara barang modal khususnya mesin dan peralatan. Perusahaan yang bergerak di industri pengolahan. • Model Produksi Satu Faktor Produksi Variabel . jangka panjang dan jangka sangat panjang berkaitan dengan ukuran waktu kronologis. Perusahaan dapat menambah atau mengurangi kapasitas produksi dengan menambah atau mengurangi mesin produksi. Tenggang waktu jangka pendek setiap perusahaan berbeda-beda tergantung jenis usahanya. B.Perusahaan yang efisien adalah perusahaan yang memanfaatkan dan memelihara sumberdaya-sumberdaya produksinya secara adil. Dimensi Jangka Pendek dan Jangka Panjang Dalam jangka panjang (long run) dan sangat panjang (very long run) semua faktor produksi sifatnya variabel. periode jangka pendeknya lebih singkat. Periode jangka panjang adalah periode produksi di mana semua faktor produksi menjadi faktor produksi variabel. Misalnya ada kualifikasi yang menyatakan bahwa jangka panjang berkisar antara 5-25 tahun. Tidak mengeksploitasi buruh.

Produksi Total Usaha Tekstil Tradisional (Dua Faktor Produksi Variabel) Tenaga Kerja 2 3 4 20 45 80 45 105 150 105 150 180 135 180 240 Mesin 1 2 3 4 1 5 30 80 105 5 105 135 150 210 Kita melihat bahwa tingkat produksi 105 bal tekstil dapat dicapai dengan beberapa kombinasi faktor produksi. ekonomi membagi faktor produksi menjadi barang modal (capital) dan tenaga kerja (labour).Pengertian produksi dengan satu faktor produksi variabel adalah pengertian analisis jangka pendek. barang modal dianggap faktor produksi tetap. Misalnya. di mana ada faktor produksi yang tidak dapat diubah. Sebab dalam kenyataan. • Dua Faktor Produksi Variabel Dalam bagian ini kita melonggarkan asumsi adanya faktor produksi tetap. Selanjutnya kita dapat menurunkan kurva isokuan seperti berikut ini. yaitu 1 mesin dengan 5 tenaga kerja. . yang menghasilkan tingkat produksi yang sama. Keputusan produksi ditentukan berdasarkan alokasi efisiensi tenaga kerja. 1. Isokuan (Isoquant) Isokuan adalah kurva yang menggambarkan berbagai kombinasi penggunaan dua macam faktor produksi variabel secara efisien dengan tingkat teknologi tertentu. Dalam model produksi satu faktor produksi variabel. Namun yang harus diingat bahwa pelonggaran asumsi ini masih tetap terlalu menyederhanakan persoalan. 2 mesin dengan 3 tenaga kerja dan seterusnya. kasus usaha tekstil tradisional dengan asumsi mesin dapat ditambah. faktor produksi variabel yang digunakan dalam proses produksi lebih dari dua macam. Ketika mencoba memahami proses alokasi faktor produksi oleh perusahaan. Baik barang modal maupun tenaga kerja sekarang bersifat variabel.

Produsen dapat melakukan berbagai kombinasi penggunaan dua macam faktor produksi untuk menjaga agar tingkat produksi tetap. MRTS konstan bila kedua faktor produksi bersifat substitusi sempurna (perfect substitution). nilai MRTS akan konstan atau nol. Dalam kasuskasus tertentu. maka MRTSIk adalah berapa unit tenaga kerja yang harus dikorbankan untuk menambah 1 unit mesian. MRTSIk adalah bilangan yang menunjukkan berapa unit faktor produksi I harus dikorbankan untuk menambah 1 unit faktor produksi k pada tingkat produksi yang sama.Kurva Isokuan (Isoquant) Asumsi-asumsi isokuan: a. demi menjaga produksi pada tingkat yang sama. Itulah sebabnya mengapa nilai MRTSlk makin menurun (hukum LDR). Jika I adalah tenaga kerja dan k adalah barang modal (mesin). yaitu kurva indiferensi yang menurun dan kiri atas ke kanan bawah (down ward sloping). b. Penurunan Nilai MRTS (Diminishing of MRTS) Produsen menganggap makin mahal faktor produksi yang semakin langka. Konektivitas (Conectivity) Asumsi koneksitas analogi dengan asumsi pada pembahasan perilaku konsumen. . Kesediaan produsen untuk mengorbankan faktor produksi yang satu demi menambah penggunaan faktor produksi yang lain untuk menjaga tingkat produksi pada isokuan yang sama disebut Derajat Teknik Substitusi Faktor Produksi atau Marginal Rate of Technical Substitution (MRTS).

Kurva Anggaran Produksi (Isocost) . d. Perkembangan Teknologi Kemajuan teknologi memungkinkan peningkatan efisiensi penggunaan faktor produksi. Hukum Pertambahan Hasil yang Semakin Menurun (The Law of Diminishing Return) Asumsi ini menjelaskan bahwa penambahan jumlah tenaga kerja dengan jumlah mesin yang tetap. 4. fungsi produksi memiliki karakter Skala Hasil Menaik (Increasing Return to Scale). fungsi produksi memiliki karakter skala hasil menurun.c. b. Daerah Produksi yang Ekonomis (Relevance Range of Production) 2. a. Skala Hasil Menurun (Decreasing Return to Scale) Jika penambahan 1 unit factor produksi menyebabkan output bertambah kurang dari 1 unit. c. fungsi produksi memiliki karakter skala hasil konstan. 3. Perubahan Output Karena Perubahan Skala Penggunaan Faktor Produksi (Return to Scale). justru megurangi tingkat pertambahan output. Perubahan Output Karena Perubahan Skala Penggunaan Faktor Produksi adalah konsep yang ingin menjelaskan seberapa besar output berubah bila jumlah faktor produksi di lipat gandakan (doubling). Skala Hasil Menaik (Increasing Return to Scale) Jika penambahan faktor produksi sebanyak 1 unit menyebabkan output meningkat lebih dan satu unit. Skala Hasil Konstan (Constant Return to Scale) Jika pelipatgandaan faktor produksi menambah output sebanyak dua kali lipat juga. Tingkat produksi yang sama dapat dicapai dengan penggunaan faktor produksi yang Iebih sedikit.

Biasanya perusahaan menetapkan target yang akan dicapai setiap tahunnya. Keseimbangan Produsen Keseimbangan produsen terjadi ketika kurva I bersinggungan dengan kurva Q. Prinsip minimalisasi biaya menyatakan target ouput yang sudah ditetapkan harus dicapai dengan biaya minimum.Kurva anggaran produksi (isocost) adalah kurva yang menggambarkan berbagai kombinasi penggunaan dua macam faktor produksi yang memerlukan biaya yang sama. . Keseimbangan dapat berubah karena perubahan kemampuan anggaran maupun harga faktor produksi. maka kurva isocost (I) adalah: I = rK + wL 5. dalam jangka pendek maupun jangka panjang perusahaan harus tetap mempertahankan efisiensinya. yaitu maksimalisasi output (output maximalization) atau minimalisasi biaya (cost minimalization). Di titik persinggungan itu kombinasi penggunaan kedua faktor produksi akan memberikan hasil output yang maksimum. Pola Jalur Ekspansi (Expantion Path) Tujuan perusahaan adalah maksimalisasi laba. Jika harga faktor produksi tenaga kerja adalah upah (w) dan harga faktor produksi barang modal adalah sewa (r). Dalam mencapai keseimbangannya produsen selalu berdasarkan prinsip efisiensi. dicapai output. Prinsip maksimalisasi output menyatakan bahwa dengan anggaran yang sudah ditentukan. Karena itu produsen juga mengenal faktor produksi inferior. Dalam jangka panjang perusahaan memiliki tingkat fleksibilitas lebih tinggi dalam mengombinasikan faktor produksi. 6. yaitu faktor produksi yang penggunaannya justru menurun bila kemampuan anggaran perusahaan meningkat (kemampuan memproduksi meningkat). Untuk mencapai tujuan itu. Analisis perubahan keseimbangan produsen analogis dengan analisis perilaku konsumen. Perubahan jumlah faktor produksi yang digunakan merupakan interaksi kekuatan efek substitusi (substitution effect) dan efek skala produksi (output effect). yang harus dicapai dengan biaya minimum.

Biaya Tetap. Biaya Produksi Jangka Pendek Biaya Total. menunjukkan hubungan terbalik antara tingkat produktivitas dengan besarnya biaya. Biaya tetap (fixed cost) adalah biaya yang besarnya tidak tergantung pada jumlah produksi. 1.C. Biaya Tetap dan Biaya Variabel Biaya total jangka pendek (total cost) sama dengan biaya tetap ditambah biaya variabel. Kurva VC membentuk huruf S terbalik. TC=FC + VC di mana: TC = biaya total jangka pendek FC = biaya tetap jangka pendek VC = biaya variabel jangka pendek Kurva-kurva Biaya Total. Biaya Variabel Kurva FC mendatar menunjukkan bahwa besarnya biaya tetap tidak tergantung pada jumlah produksi. Biaya Rata-rata . Biaya variabel (variable cost) adalah biaya yang besarnya tergantung pada tingkat produksi. Kurva TC sejajar dengan VC menunjukkan bahwa dalam jangka pendek. 2. perubahan biaya total semata-mata ditentukan oleh perubahan biaya variabel.

Besarnya biaya rata-rata adalah biaya total dibagi jumlah output. namun tidak pernah bersentuhan (asimptot). Kurva AC mula-mula menurun lalu naik. Pola ini berkaitan dengan hukum LDR (law of diminishing return). Tetapi kurva AFC tidak pernah menyentuh sumbu horizontal (asimptot). Kurva AVC juga mula-mula menurun selanjutnya menaik dan terus mendekati kurva AC. maka biaya rata-rata (average cost) sama dengan biaya tetap rata-rata (average fixed cost) ditambah biaya variabel rata-rata (average variable cost). sepola dengan pergerakan kurva AVC. AC = AFC + AVC atau TC = Q di mana: Q AC AFC FC + Q = biaya rata-rata jangka pendek = biaya tetap rata-rata jangka pendek VC AVC = biaya variabel rata-rata jangka pendek Kurva Biaya Rata-rata Kurva AFC terus menurun. Artinya nilai AFC tidak pernah negatif.Biaya rata-rata adalah biaya yang harus dikeluarkan untuk memproduksi satu unit output. Karena dalam jangka pendek TC = PC + VC. Makin kecilnya . menunjukkan bahwa AFC makin menurun bila produksi ditambah.

Bila harga per unit tenaga kerja adalah P.jarak AVC dengan AC karena makin mengecilnya AFC. Gambar b menunjukkan kurva MC yang diturunkan dari gambar a. Hubungan Antar Kurva-kurva Biaya . begitu sebaliknya. maka AVC = P/AP. nilai MC makin mengecil. c dan seterusnya menunjukkan besarnya MC. Begitu sebaliknya. Dan persamaan mi terlihat pada saat nilai AP meningkat. Biaya Marjinal (Marginal Cost) Biaya marjinal (MC) adalah tambahan biaya karena menambah produksi sebanyak satu unit output. nilai AVC menurun. 3. Pergerakan kurva AVC berkaitan dengan pergerakan kurva AP (average product). b. 4. Kurva Biaya Marjinal Gambar diatas menggambarkan bahwa garis singgung a. Bila garis singgung makin mendatar.

setelah itu terus menaik.Kurva-kurva Biaya a. b. karena AFC terus menurun. Setelah titik itu nilai MC Iebih besar dari nilai AC dan AVC. kemudian menaik mendekati kurva AC namun tidak pernah bersentuhan (titik 5). Kurva AFC terus menurun berbentuk garis asimptot pada sumbu vertikal dan horizontal (titik I dan 2). Kurva AC awalnya menurun sampai mencapai minimum di titik 4. sampai mencapai minimum (titik 3) pada saat AP maksimum. Kurva MC pada awalnya juga menurun hingga mencapai minimum di titik 6. tapi tidak pernah sampai menyinggung atau memotong sumbu horizontal. c. Kurva AVC mula-mula menurun. d. . Selanjutnya kurva MC menaik dan memotong kurva AVC dan AC pada saat keduanya minimum (titik 3 dan 4).

Apa yang Anda ketahui dengan faktor-faktor produksi ? Sebutkan contohnya ! 2. Mengapa adopsi teknologi berpotensi meningkatkan efisiensi produksi ? BAB VI. biaya tetap (fixed cost) ! sebutkan contohnya ! 4. Jelaskan pengertian isokuan (isoquant) dan sebutkan asumsi-asumsinya ! 3. Jelaskan pula apa yang dimaksud dengan biaya total (total cost) . . Jelaskan apa yang Anda ketahui dengan dan biaya variabel (variable cost) ? berikan contohnya ! 5.SOAL LATIHAN 1.

Pengetahuan Sempurna (Perfect Knowledge) Para pelaku ekonomi (konsumen dan produsen) memiliki pengetahuan sempurna tentang harga produk dan input yang dijual. Tetapi kekuatan tengkulak besar yang menekan harga jual gabah kering giling petani dan kelemahan Bulog dalam mengatisipasi pasar gelap beras. Demikian halnya dengan perusahaan. A. Contoh bentuk pasar yang mendekati persaingan sempurna di Indonesia adalah pasar komoditas pangan beras. baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. berpotensi merugikan petani dan konsumen. harga yang berlaku adalah sama. Konsumen tidak membeli merek barang tetapi kegunaan barang. Dengan dernikian konsumen tidak akan mengalami perlakuan harga jual yang berbeda dan satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Yang mungkin terjadi adalah bentuk pasar yang mendekati pemenuhan asumsi-asumsi pasar persaingan sempurna. Output Perusahaan Relatif Kecil (Small Relatively Output) Semua perusahaan dalam industri (pasar) dianggap berproduksi efisien (biaya rata-rata terendah). Dan siapa pun produk dibeli. 1. Perusahaan Menerima Harga Yang Ditentukan Pasar (Price Taker) . 3.PASAR PERSAINGAN SEMPURNA (PPS) Asumsi-asumsi pasar persaingan sempurna di era kontemporer saat ini sulit untuk ditemukan secara mutlak. 2. 4. dimana banyak penjual dan banyak pembel beras di Indonesia. Karena itu semua perusahaan dianggap mampu memproduksi barang dan jasa dengan kualitas dan karakteristik yang sama. hanya akan menghadapi satu harga yang sania dan berbagai pemilik faktor produksi. Kendatipun demikian jumlah output setiap perusahaan secara individu dianggap relatif kecil dibanding jumlah output seluruh perusahaan dalam industri. Karakteristik PPS Homogenitas Produk (Homogeneous Product) Yang dimaksud dengan produk yang homogen adalah produk yang mampu memberikan kepuasaan (utilitas) kepada konsumen tanpa perlu mengetahui siapa produsennya.

Bila tidak tertarik lagi atau gagal. Jika perusahaan tertarik di satu industri (dalam industri masih memberikan laba). 5. 1. tanpa biaya. Maksudnya faktor produksi seperti tenaga kerja mudah dipindahkan dan satu tempat ke tempat lainnya atau dan satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya. Hal tersebut menyebabkan perusahaan leluasa untuk masuk-keluar pasar. Misalkan kita berbicara tentang pasar pakaian anak-anak. seperti digambarkan dalam kurva dibawah ini (kurva a). Pengertian mobilitas mencakup pengertian geografis dan antarpekerjaan. Permintaan dan Penerimaan dalam PPS Permintaan Tingkat harga dalam pasar persaingan sempurna ditentukan oleh permintaan dan penawaran. . maka harga pakaian anak-anak ditentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran pakaian anakanak.Konsekuensi dari asumsi ketiga adalah bahwa perusahaan menjual produknya dengan berpatokan pada harga yang ditetapkan pasar (price taker). Karena secara individu perusahaan tidak mampu mempengaruhi harga pasar. Keleluasaan Masuk-Keluar Pasar (Free Entry and Exit) Pemikiran yang mendasari asumsi ini adalah dalam pasar persaingan sempurna faktor produksi mobilitasnya tidak terbatas dan tidak ada biaya yang harus dikeluarkan untuk memindahkan faktor produksi. dengan segera dapat keluar. B. dengan segera dapat masuk. Yang dapat dilakukan perusahaan adalah menyesuaikan jumlah output untuk mencapai laba maksimum.

Karena harga telah ditetapkan.a dibawah ini. Karena jumlah output perusahaan relatif sangat kecil dibanding output pasar. Karena itu kurva permintaan yang dihadapi perusahaan secara individu berbentuk garis lurus horizontal (kurva b). 2.Kurva Permintaan Industri dan Perusahaan (Pakaian Anak-anak) dalam PPS Perusahaan secara individu harus menerima harga tersebut sebagai harga jual. Penerimaan Penerimaan total (total revenue) perusahaan sama dengan jumlah output (Q) dikali harga jual (P). maka berapa pun yang dijual perusahaan. . penerimaan rata-rata (average revenue) dan penerimaan marjinal (marginal revenue) adalah sama dengan harga. seperti pada gambar. Dengan demikian kurva permintaan (D) sama dengan kurva penerimaan rata-rata (AR) sama dengan kurva penerimaan marjinal (MR) dan sama dengan harga (P). harga relatif tidak berubah.

Kurva Penerimaan: TR. seperti ditunjukkan oleh gambar b. agar mencapai laba maksimum perusahaan berproduksi pada saat MR = MC atau MR P. Berdasarkan hal tersebut dapat dikonstruksi kurva penawaran perusahaan. Jumlah output yang ditawarkan perusahaan adalah jumlah yang menghasilkan laba maksimum (MR = MC). Q3 dan Q4 agar mencapai laba maksimum. . Kurva Penawaran Jangka Pendek Gambar a dibawah ini menunjukkan jika harga di bawah P0. sehingga jumlah output adalah Q1. Dengan demikian dalam pasar persaingan sempurna kurva MC setelah melewati titik potong dengan minimum kurva AVC adalah juga kurva penawaran jangka pendek (gambar b). perusahaan tidak mau berproduksi (tidak ada penawaran) karena harga masih lebih kecil dari biaya vaniabel per unit yang paling rendah (AVC berpotongan dengan MC). Jika harga naik ke P. Jika harga jual terus meningkat. baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. maka perusahaan harus memproduksi Q2. P3 dan P4.0). C. misalnya ke P2. MR dalam PPS Kurva penerimaan total berbentuk garis lurus dengan sudut kemiringan positif. bergerak mulai dan titik (0. 1. Penawaran Perusahaan PPS Penawaran industri adalah total penawaran perusahaan-perusahaan. AR. Kurva MC menunjukkan hubungan antara tingkat harga dengan jumlah output yang ditawarkan.

tidak akan menaikkan harga faktor produksi. Kurva Penawaran Jangka Panjang a. Karenanya kurva-kurva biaya perusahaan yang sudah ada tidak berubah. Kurva penawaran jangka panjang adalah LS yang berbentuk garis lurus sejajar sumbu horizontal.Kurva Penawaran Jangka Pendek 2. Kurva Penawaran Jangka Panjang Industri Skala Biaya Konstan b. Industri Skala Biaya Menaik (Increasing Cost Industry) . Dalam industri skala biaya konstan (constant cost industry) penambahan penggunaan faktor produksi karena masuknya perusahaan-perusahaan baru.

Pada industri skala biaya menaik. Akibatnya dalam industri kurva penawaran bergeser ke S2 dengan tingkat harga P3 dan output Q3. Kurva a adalah struktur biaya sebelum masuknya perusahaan lain. sehingga terjadi perubahan struktur biaya dan pergeseran titik keseimbangan. Meningkatnya permintaan (D1 ke D2) pada gambar c menaikkan harga jual ke P2 yang mengundang masuknya perusahaan perusahaan lain. masuknya perusahaan-perusahaan baru menyebabkan harga faktor produksi naik. Kurva b adalah struktur biaya setelah masuknya perusahaan lain. Karena itu kurva penawaran jangka panjang adalah LS yang mempunyai sudut kemiringan positif. menaikkan harga ke P2 yang mengundang masuknya perusahaan-perusahaan lain ke dalam industri. Dengan struktur biaya yang . pada industri skala biaya menurun masuknya perusahaan-perusahaan lain ke dalam industri justru menurunkan harga faktor produksi karena efisiensi skala besar (large scale economies). Kurva Penawaran Jangka Panjang Industri Skala Biaya Menaik Kurva c menunjukkan peningkatan permintaan (D1 ke D2). Pada saat itu perusahaan menikmati laba normal yang menyebabkan gerak masuk-keluar terhenti. Akibatnya struktur biaya berubah menjadi lebih murah (kurva a ke kurva b). Akibatnya struktur biaya perusahaan berubah menjadi lebih mahal. Industri Skala Biaya Menurun (Decreasing Cost Industry) Dalam kurva dibawah ini. Perubahan struktur biaya menyebabkan titik potong MR dan MC bergeser dan mendesak perusahaan mengubah jumlah output yang ditawarkan. c.

. dimana dibuktikan bahwa perusahaan berproduksi dalam skala yang efisien dengan harga produksi yang paling murah. 1. pasar persaingan sempuma memberikan penjelasan tentang perilaku perusahaan dalam dunia ideal. Pasar persaingan sempurna juga memungkinkan output yang maksimum dibanding pasar lainnya. Kurva Penawaran Jangka Panjang Industri Skala Biaya Menurun D. Kekuatan dan Kelemahan PPS Kekuatan Sebagai sebuah model ekonomi. Jumlah output paling banyak sehingga rasio output per penduduk maksimal (kemakmuran maksimal). Konsekuensi model pasar persaingan sempurna bagi masyarakat adalah pasar ini memberikan tingkat kemakmuran dan kenikmatan (utilitas hidup) yang maksimal. Masyarakat merasa nyaman dalam mengonsumsi karena tidak perlu membuang waktu untuk memilih barang dan jasa (produk yang homogen) dan tidak takut ditipu dalam kualitas dan harga (informasi sempurna).baru keseimbangan pun bergeser yang menyebabkan kurva penawaran bergeser (S1 ke S2). Jumlah penawaran industri adalah Q3. Kurva penawaran jangka panjang adalah LS yang mempunyai sudut kemiringan negatif. karena: • • • Harga jual barang dan jasa adalah yang termurah.

Karena industrinya masih amat muda atau dalam tahap awal perkembangan (infant industry). Tetapi hal ini menimbulkan masalah jika diterapkan dalam kehidupan nyata.2. Keterbatasan itu menyebabkan perpindahan faktor produksi dan pengumpulan informasi membutuhkan biaya. industri di NSB akan ambruk karena kalah bersaing. Hasil (output dan informasi) yang diperoleh pun tidak homogen dan sempurna. Masalahnya apakah dengan laba normal perusahaan dapat melakukan kegiatan riset dan pengembangan. . Rakyat di NSB kemakmuran dan kesejahteraannya tidak akan meningkat dibanding di negara maju. • Kelemahan Asumsi-asumsi yang dipakai dalam pasar persaingan sempuma mustahil terwujud. • Konflik Efisiensi-Keadilan Pasar persingan sempurna sangat menekankan efisiensi. Kelemahan Dalam Hal Asumsi • Kelemahan dalam Pengembangan Teknologi Model pasar persaingan sempurna menyatakan bahwa keseimbangan dalam jangka panjang akan tercapai dan setiap perusahaan memperoleh laba normal. biaya produksinya (biaya rata-rata) jelas lebih tinggi daripada industri di negara maju. Padahal kegiatan riset dan pengembangan arnat dibutuhkan untuk memperoleh teknologi produksi yang meningkatkan efisiensi produksi. Muncul masalah ketidakadilan! Agar tidak kalah bersaing. Jika dibiarkan bersaingan dalam pasar global. karena dalam dunia nyata manusia (produsen dan konsumen) dibatasi oleh dimensi waktu dan tempat. Misalnya kasus industrialisasi di negara sedang berkembang (NSB). industri di NSB butuh perlindungan (protection) sementara. Tetapi hal ini akan menimbulkan masalah inefisiensi.

Mengapa PPS menjadi idaman setipa konsumen di seluruh dunia ? . Mengapa perusahaan dalam PPS dapat masuk dan keluar secara bebas (ree entry and free exit) ! 3.SOAL LATIHAN 1. Jelaskanlah apa yang dimaksud dengan homogenitas produk dalam pasar persaingan sempurna (PPS) ! 2. Sebutkan dan jelaskan kekuatan dan kelemahan PPS ! 5. seangkan kurva industri dalam PPs berslop negartif ! 4. Mengapa kurva permintaan perusahaan dalam PPS berbentuk horizontal.

air bersih. biaya marjinal makin menurun. sehingga biaya produksi per unit (AC) makin rendah (decreasing MC and AC). • • Perusahaan memiliki kemampuan dan atau pengetahuan khusus (special knowidge) yang memungkinkan berproduksi sangat efisien. tetapi juga menghilangkan kesejahteraan konsumen. Dalam kehidupan sehari-hari kita menemukan perusahaan-perusahaan yang tidak efisien tetapi memiliki daya monopoli. . Tingginya tingkat efisiensi memungkinkan perusahaan monopolis mempunyai kurva biaya (MC dan AC) yang menurun. Kehadiran perusahaan monopolis hanya dapat ditolelir sebatas pada perusahaan negara/Badan Usaha Milik Negara atau Daerah (BUMN/BUMD) yang khusus menyediakan kebutuhan publik seperti penyediaan listrik. • Perusahaan memiliki kemampuan kontrol sumber faktor produksi. Makin besar skala produksi. sumber daya manusia maupun lokasi produksi. baik berupa sumber daya alam. Faktor-faktor Penyebab Terbentuknya Monopoli Hambatan Teknis Ketidakmampuan bersaing secara teknis menyebabkan perusahaan lain sulit bersaing dengan perusahaan yang sudah ada (existing firm). dan gas. • 2. sebaagi akibat pengaturan harga yang tinggi yang ditetapkan oleh perusahaan tunggal. Keunggulan secara teknis ini disebabkan oleh beberapa hal.BAB VII. Di Indonesia. Hal itu dimungkinkan karena secara hukum mereka diberi hak monopoli (legal monopoly). 1. Prasyarat mutlak yang harus BUMN/BUMD tersebut adalah mereka harus efisien dan terhindar dari praktek-praktek KKN. sehingga kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi dengan harga yang terjangkau A. contohnya ialah BUMN. PASAR MONOPOLI Pasar monopoli tidak hanya menutup peluang perusahaan lain untuk ikut bersaing dan menikmati keuntungan. Hambatan Legalitas (Legal Barriers to Entry) Undang-undang dan Hak Khusus Tidak semua perusahaan mempunyai daya monopoli karena kemampuan teknis.

B. Penerimaan Total dan Penerimaan Marjinal Penerimaan marjinal perusahaan monopoli lebih kecil dari harga jual (MR < P). maka ia memiliki hak monopoli atas penemuannya itu. Karena itu perusahaan mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi harga pasar dengan mengatur jumlah output. 2. Posisi perusahaan monopolis adalah penentu harga (price setter). Kurva dibawah ini menunjukkan bahwa untuk meningkatkan output yang dijual (Q1 ke Q2) perusahaan harus menurunkan harga jual (P1 ke P2). Permintaan dan Penerimaan Perusahaan Monopoli Permintaan Dalam pasar monopoli permintaan terhadap output perusahaan (firm’s demand) merupakan permintaan industri.• Hak Paten (Patent Right) atau Hak Cipta Tidak semua monopoli berdasarkan hukum (undang-undang) mengakibatkan inefisiensi. Contohnya ialah orang yang menemukan sesuatu. Hak paten atau hak cipta adalah monopoli berdasarkan hukum karena pengetahuan-kemampuan khusus (special knowledge) yang menciptakan daya monopoli secara teknik. 1. Kurva MR dalam Perusahaan Monopoli .

. P4 dan seterusnya. Penjelasan yang sama dapat diterapkan bila perusahaan bergerak ke P3. Jika elastisitas harga Iebih besar dan satu (elastis). Penambahan jumlah output menambah TR seluas daerah segi empat B. Pada saat itu nilai TR maksimum. yang artinya MR = 0. TR tidak bertambah. Jika elastisitas harga Iebih kecil dan satu (inelastis). harga harus diturunkan 1% juga. Dalam pasar persaingan sempurna kurva TR berbentuk garis lurus dimulai dan titik (0. Jika elastisitas harga sama dengan satu. Akibatnya TR naik yang berarti MR positif. c.0). Dengan demikian MR = -A + B yang nilainya lebih kecil dan harga. harga harus diturunkan Iebih dan 1%. Dalam pasar monopoli besarnya TR sangat tergantung pada besarnya elastisitas harga. harga diturunkan Iebih kecil dan 1%. yang artinya MR < 0 (negatif). Karena itu kurva MR berada di bawah kurva harga (permintaan) seperti pada gambar b. untuk menaikkan output 1%. Akibatnya TR turun. b. untuk menambah output 1%.Penurunan harga jual menyebabkan penerimaan total (TR) berkurang sebanyak luas daerah segi empat A. a. untuk menambah output 1%.

1. antara lain: Hilang atau Berkurangnya Kesejahteraan Konsumen (dead weigth loss) Kurva dibawah ini menunjukkan dalam pasar monopoli keseimbangan perusahaan tercapai pada titik A. Biaya Sosial Monopoli Ada beberapa hal negatif yang ditimbulkan oleh adanya monopoli.Kurva TR dan MR dalam Perusahaan Monopoli C. .

Surplus konsumen sebesar luas segi empat PkPmAC dieksploitasi menjadi tambahan laba perusahaan. maka secara makro jumlah output (riel output) akan lebih sedikit daripada kemampuan sebenarnya (potential output). 2. Jumlah output adalab Qk yang lebih banyak dan Qm. Memburuknya Kondisi Makro Ekonomi Nasional Jika di setiap industri muncul gejala monopoli. keseimbangan perusahaan tercapai di titik B (D = MR = AR = P = MC). Tambahan laba bersih yang dinikmati perusahaan monopolis adalah sebesar luas segiempat PkPmAC dikurangi luas segitiga FCB. Keputusan perusahaan juga menyebabkan perusahaan kehilangan surplus produsen sebesar luas segi tiga FCB. surplus konsumen besarnya seluas segi tiga PkEB. surplus konsumen tinggal sebesar luas segi tiga PmEA. Sebab bila perusahaan bergerak dalam pasar persaingan sempurna. sehingga total kesejahteraan yang hilang (total dead weight loss) adalah sebesar luas segi tiga FAB yang sama dengan luas segi tiga CAB + FCB. Tetapi karena monopoli. Sedangkan harga jual adalah Pk yang Iebih murah dan Pm. Naniun kehilangan surplus produsen lebih kecil daripada tambahan laba. Sikap yang diambil perusahaan menyebabkan konsumen kehilangan kesejahteraan sebesar luas segi tiga ACB. Padahal jika perusahaan bergerak dalam pasar persaingan sempurna.Dead Weight Loss pada Perusahaan Monopoli Perusahaan hanya memproduksi sejumlah Qm dengan harga Pm. Keseimbangan makro terjadi di bawah keseimbangan ekonomi (under full-employment .

Karena sahamnya dimiliki pihak swasta. dimana pertumbuhan ekonomi mandek. Tetapi optimisme terhadap perdagangan bebas harus ditinjau ulang. tujuan perusahaan ini adalah maksimalisasi laba. tingkat inflasi juga tinggi. menciutkan pasar. Akan tetapi pengangguran tenaga kerja (unemployment) maupun faktor-faktor produksi yang lain. yang memaksa perusahaan memproduksi lebih sedikit lagi. Memburuknya Perekonomian Internasional Tuntutan perdagangan bebas diakui dapat meningkatkan efisiensi. akan menggilas perusahaan-perusahaan yang ada di NSB. Karenanya jika dibiarkan bersaing bebas. Jelaskan asumsi-asumsi dari pasar monopoli ! 2. 3. Begitu seterusnya sehingga perekonomian secara makro dapat mengalami keadaaan stagflasi (stagnasi dan inflasi). Dapatkah Anda menjelaskan dampak negatif monopoli berupa hilangnya kesejahteraan konsumen (deadweight loss) ? 5. Kemudian daya beli menurun. Apa yang dimaksud dengan hambatan teknis dalam pasar monopoli ? berikan contohnya ! 4. SOAL LATIHAN 1. Upaya apa yang harus dilakukan oleh pemerintah untuk menghapus praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat ? . pengangguran tinggi.equilibrium) karena tidak seluruh faktor produksi terpakai sesuai dengan kapasitas produksi. Apa yang dimaksud dengan hambatan legal dalam pasar monopoli ? berikan contohnya ! 3. karena fakta menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan yang besar telah menjadi perusahaan monopoli alamiah.

PENDAPATAN NASIONAL: METODE PENGHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL Tingginya pendapatan nasional memang merupakan salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara. Pembayaran Bunga. Sewa Ekspor Dunia Internasional Impor .BAB VIII. Namun untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi diperlukan sinergitas antarpelaku ekonomi. Circular Flow Pembelian Barang dan Jasa Pembelian Barang dan Jasa Pajak Perusahaan Pemerintah Rumah Tangga Pajak Gaji. Upah. perusahaan-pemerintah dan rumah tangga-dunia internasional A. Deviden. Siklus Aliran Pendapatan (Circular Flow) Siklus aliran pendapatan seperti ditunjukkan oleh gambar dibawah ini adalah sebuah model yang menggambarkan bagaimana interaksi antar para pelaku ekonomi menghasilkan pendapatan yang digunakan sebagai pengeluaran dalam upaya memaksimalkan nilai kegunaan (utility) masing-masing pelaku ekonomi. Penghasilan Non Balas Jasa (Transfer Payment) Gaji.

3. yang terdiri atas sekumpulan individu yang dianggap homogen dan identik. Sektor Perusahaan (Firms Sector). jika tidak berhati-hati akan terjadi penghitungan ganda (double counting) atau bahkan multiple counting. di mana perekonomian melakukan transaksi ekspor-impor. yang memiliki kewenangan politik untuk mengatur kegiatan masyarakat dan perusahaan. ada kemungkinan bahwa output yang dihasilkan suatu sektor perekonomian berasal dari output sektor lain. Sektor Rumah Tangga (Households Sector). Untuk menghindarkan hal di atas. Cara penghitungan dalam praktik adalah dengan membagi-bagi perekonomian menjadi beberapa sektor produksi (industrial origin). Yang dimaksud nilai tambah adalah selisih antara nilai output dengan nilai input antara. PDB adalah total output (produksi) yang dihasilkan oleh suatu perekonomian. Atau bisa juga merupakan input bagi sektor ekonomi yang lain lagi. Metode-metode Perhitungan Pendapatan Nasional Metode Output (Output Approach) atau Metode Produksi Menurut metode ini. Metode Pendapatan (Income Approach) Metode pendapatan memandang nilai output perekonomian sebagai nilai total balas jasa atas faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi. Jumlah output masing-masing sektor merupakan jumlah output seluruh perekonomian.Model Circular Flow membagi perekonomian menjadi empat sektor: 1. Sektor Pemerintah (Government Sector). 2. maka dalam perhitungan PDB dengan metode produksi. 2. barang modal dan uang yang banyak tidak akan menghasilkan apa-apa jika tidak ada kemampuan entrepreneur. Dengan kata lain. yang dijumlahkan adalah nilai tambah (value added) masing-masing sektor. Hanya saja. Jumlah tenaga kerja. Akibatnya angka PDB bisa menggelembung beberapa kali lipat dan angka yang sebenarnya. yang terdiri atas sekumpulan perusahaan yang memproduksi barang dan jasa. Sektor Luar Negeri (Foreign Sector). yaitu sektor perekonomian dunia. B. 4. 1. Kemampuan entrepreneur ini adalah kemampuan dan .

Total balas jasa atas seluruh faktor produksi disebut Pendapatan Nasional (PN). Ekspor Neto (Net Export) C. nilai PDB merupakan nilai total pengeluaran dalam perekonomian selama periode tertentu. Metode Pengeluaran (Expenditure Approach) Menurut metode pengeluaran. Konsumsi Rumah Tangga (Household Consumption) b. Untuk pemilik uang atau aset finansial adalah pendapatan bunga. Konsumsi Pemerintah (Government Consumption) c. Untuk barang modal adalah pendapatan sewa. 3. barang modal dan uang untuk menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat. Menurut metode ini ada beberapa jenis pengeluaran agregat dalam suatu perekonomian: a. PDB Riil Versus PDB Nominal Para ahli ekonomi menggunakan nilai output total barang dan jasa perekonomian untuk menghitung PDB. Sedangkan untuk pengusaha adalah keuntungan. PDB akan . perusahaan. Pengeluaran Investasi (Investment Expenditure) d.keberanian mengombinasikan tenaga kerja. Ukuran ini tidak secara akurat mencerminkan sejauh mana perekonomian bisa memuaskan permintaan rumah tangga. Jika seluruh harga digandakan. Dalam perekonomian ini PDB adalah jumlah dari nilai seluruh apel dan seluruh jeruk yang diproduksi. Yaitu: PDB = (Harga Apel x Jumlah Apel) + (Harga Jeruk x Jumlah Jeruk) Lihatlah bahwa PDB bisa meningkat karena harga meningkat atau karena jurnlah produk meningkat. tanpa perubahan dalam jumlah. Balas jasa untuk tenaga kerja adalah upah atau gaji. Dengan rnudah kita bisa melihat bahwa PDB yang dihitung dengan cara ini bukan ukuran kemakmuran ekonomi yang baik. dan pemerintah. Tetapi apakah PDB merupakan ukuran yang baik dari kemakmuran ekonomi? Perhatikanlah perekonomian yang hanya memproduksi apel dan jeruk.

PDB Per Kapita dan Masalah Produktivitas Sarnpai batas-batas tertentu. Ukuran kemakmuran ekonomi yang lehih baik akan menghitung output barang dan jasa perekonomian dan tidak akan dipengaruhi oleh perubahan harga. sementara penduduk Filipina mencapai 75 juta jiwa (tahun 1999). Sebagian besar PDB Brunei berasal dari hasil . Yaitu. Hal ini karena penduduk Brunei hanya 300. angka PDB per kapita dapat mencerminkan tingkat produktivitas suatu negara. Barang dan jasa lalu ditambahkan dengan menggunakan harga dasar tahunan ini untuk menilai barang-barang yang berbeda di kedua tahun. bayangkan kita ingin membandingkan output pada tahun 1998 dan output pada tahun 1999 dalam perekonomian apel dan jeruk kita. yang nilai barang dan jasanya diukur dengan menggunakan harga konstan. Kita bisa rnulai dengan memilih sekumpulan harga.berlipat ganda. disebut harga dasar-tahunan (base-year prices). PDB riil menunjukkan apa yang akan terjadi terhadap pengeluaran pada output jika jumlah berubah tetapi harga tidak. karena jumlah setiap produk yang diproduksi tetap sama. Para ekonom menyebut nilai barang dan jasa yang diukur dengan harga berlaku sebagai PDB nominal. Tetapi tepatkah bila kita mengatakan bahwa produktivitas penduduk Brunei Darussalam lebih tinggi dibanding penduduk Filipina? Jawabannya: sulit untuk membandingkan tingkat produktivitas rakyat Brunei dengan rakyat Filipina. Untuk melihat bagaimana GDP riil dihitung.000 jiwa. seperti harga berlaku pada tahun 1998. para ekonom menggunakan PDB riil (real GDP). Untuk tujuan ini. PDB riil untuk tahun 1998 adalah: PDB Riil = (Harga Apel 1998 x Jurnlah Ape! 1998) + (Harga Jeruk 1998 x Jumlah Jeruk 1998) Demikian pula PDB riil pada tahun 1999 adalah: PDB Riil = (Harga Apel 1998 x Jurnlah Ape! 1999) + (Harga Jeruk 1998 x Jumlah Jeruk 1999) D. Tetapi tidak benar untuk mengatakan bahwa kemampuan perekonomian untuk memuaskan permintaan telah berlipat ganda.

ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan: 1. Jumlah dan komposisi penduduk. Perusahaan 1 memproduksi baja. Brunei hanya perlu menjual minyak senilai US$ 360 juta (yaitu jumlah penduduk Brunei dikalikan US$ 1. Untuk memperoleh perbandingan produktivitas antar negara. maka tingkat output dan produktivitasnya dapat makin baik. 2. Nilai Tambah dan Pendapatan Ada tiga pemikiran mengenai PDB. sementara perusahaan 2 memproduksi mobil. Perusahaan 2 menjual mobil hasil produksinya sebesar $210. antara lain: PDB adalah nilai dari barang jadi Disini artinya PDB dihitung berdasarkan nilai dari barang jadi. yang masuk ke dalam perhitungan GDP adalah nilai akhir/ harga mobil ($210). Dari ilustrasi tersebut. diasumsikan dalam sebuah perekonomian terdapat dua buah perusahaan. sedangkan komposisinya sebagian besar adalah penduduk usia kerja (15-64 tahun) dan berpendidikan tinggi (> SLA). karena ekspor minyaknya saja mencapai angka miliaran US dollar per tahun.00). Sebagai ilustrasi. Faktor-faktor nonekonomi. Tetapi komposisi kerja pun mempengaruhi tingkat produktivitas.200. . faktor kebudayaan dan sejarah perkembangan. 3.00). sehingga memilki keuntungan sebesar $20. Perusahaan 1 mengeluarkan upah untuk pekerja sebesar $80. Jumlah dan struktur kesempatan kerja. Hal itu amat mudah bagi Brunei. sebesar $100 untuk membeli baja. sehingga memperoleh keuntungan sebesar $40. Untuk mencapai pendapatan per kapita setingkat Filipina (US$ 1. Jumlah kesempatan kerja yang makin besar memperbanyak penduduk usia kerja yang dapat terlibat dalam proses produksi. Perusahaan 1 menjual baja kepada perusahaan 2 seharga $100. bukan penjumlahan antara harga baja dengan harga mobil ($310). $70 untuk upah pekerja .penjualan minyak bumi. E. tata nilai.200. PDB. Dari $210. 1. Yang tercakup dalam faktor-faktor nonekonomi antara lain etika kerja. bukan barang antara. Bila jumlah penduduk makin besar.

perusahaan baja memiliki nilai tambah sebesar $100. diasumsikan tidak ada pajak. Dari $210. nilai itu diperoleh karena perusahaan tersebut tidak menggunakan barang antara. sehingga memilki keuntungan sebesar $20. Sementara perusahaan mobil memiliki nilai tambah sebesar $210 . Sehingga nilai yang dimasukkan kedalam PDB adalah sebesar $210 ($60 + $150). . pendapatan untuk pekerja.$100 = $110. Dari ilustrasi sebelumnya. Perusahaan 2 menjual mobil hasil produksinya sebesar $210. Dalam pandangan ini.2. Dari nilai penjualan sebesar $100. PDB adalah penjumlahan dari pendapatan Pendapatan yang diperoleh dari hasil produksi diterima oleh tiga pihak. Total nilai tambah adalah sebesar $210.yaitu keuntungan kepada perusahaan. $70 untuk upah pekerja . Artinya nilai PDB berasal dari penjumlahan nilai tambah dari barang setengah jadi dan barang jadi. nilai tambah total inilah yang dimasukkan ke dalam PDB. sehingga memperoleh keuntungan sebesar $40. PDB adalah penjumlahan dari nilai tambah. Dari ilustrasi pada poin 1. nilai PDB dihitung dari jumlah keuntungan kedua perusahaan sebesar $60 ($20 + $40) dan jumlah pendapatan pekerja kedua perusahaan sebesar $150 ($80 + $70). Nilai tambah adalah nilai hasil produksi dikurangi nilai barang input (barang antara). perusahaan 1 mengeluarkan upah untuk pekerja sebesar $80. 3. dan pajak kepada pemerintah. artinya pendapatan hanya didapatkan oleh perusahaan dan pekerja. sebesar $100 untuk membeli baja.

Jelaskan metode penghitungan pendapatan nasional berdasarkan pendekatan output (output approach) ! 5.SOAL LATIHAN 1. Jelaskan metode penghitungan pendapatan nasional berdasarkan pendekatan pengeluaran (expenditure approach) ! 4. Jelaskan perbedan antara PDB dan PNB ! . Apa yang Anda ketahui dengan sektor rumah tangga ? Apakah ektor rumah tangga pemiilik faktor produksi atau pengguna faktor produksi ? 2. Apa yang menjadi kekuatan pemerintah dalam mengatur perekonomian ? 3.

merupakan otoritas yang memiliki tanggungjawab untuk mengendalikan inflasi dari sisi pengaturan jumlah uang beredar A. Kestabilan moneter sangat dipengaruhi oleh kestabilan jumlah uang beredar dalam mengendalikan tingkat inflasi. 2. uang (money) merupakan stok aset-aset yang digunakan untuk transaksi. Uang adalah sesuatu yang diterima/dipercaya masyarakat sebagai alat pembayaran atau transaksi. sehingga syarat terpenuhinya double coincidence of wants (kehendak ganda yang selaras) tidak diperlukan lagi. Uang fiat dan uang komoditas adalah uang yang likuid sempurna. B. namun nilai nominalnya jauh lebih besar dari nilai komoditas itu sendiri. Pengertian Uang Dari sudut pandang ekonomi. Uang Fiat (Fiat Money atau Token Money) Uang fiat adalah komoditas yang diterima sebagai uang. Bank Indonesia sebagai Bank Sentral. 1. Fungsi Uang Ada beberapa fungsi uang. Uang Komoditas (Commodity Money) Uang komoditas adalah uang yang nilainya sebesar nilai komoditas itu sendiri. 3.BAB IX UANG DAN LEMBAGA KEUANGAN Lembaga keuangan yang sehat dapat menciptakan kestabilan moneter. Karena itu uang dapat berbentuk apa saja. . sehingga untuk dapat digunakan tidak perlu ditukarkan atau dicairkan terlebih dahulu. Uang Hampir Likuid Sempurna (Near Money) Salah satu syarat suatu aset untuk dapat digunakan sebagai uang adalah likuiditasnya. antara lain: Satuan Hitung (Unit of Account) Yang dimaksud uang sebagai satuan hitung adalah uang dapat memberikan harga suatu komoditas berdasarkan satu ukuran umum. Ada beberapa jenis uang. antara lain: 1. tetapi tidak berarti segala sesuatu itu adalah uang.

2. uang amat mempermudah dan mempercepat kegiatan pertukaran dalam perekonomian modern. 3. Penyimpan Nilai (Store of Value) Fungsi uang sebagai penyimpan nilai dikaitkan dengan kemampuan uang menyimpan hasil transaksi atau pemberian yang meningkatkan daya beli. bank didefinisikan sebagai badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya. Para pegawai umumnya setelah bekerja sebulan penuh baru mendapat gaji. Contoh lain adalah transaksi utang-piutang. Standar Pembayaran Di Masa Mendatang (Standard of Deferred Payment) Banyak sekali kegiatan ekonomi yang balas jasanya tidak diberikan saat itu juga. Pembayaran untuk masa mendatang tersebut dimungkinkan karena uang memiliki fungsi standar pembayaran di masa mendatang (standard of deferred payment). Dalam perekonomian modern ini. Alat Transaksi (Medium of Exchange) Uang juga berfungsi sebagai alat transaksi. Dengan fungsi tersebut berapa balas jasa atau pembayaran di masa mendatang menjadi lebih mudah dihitung. uang harus diterima/mendapat jaminan kepercayaan. karena diukur dengan daya beli (purchasing power). 4. 10/1998) tentang Perbankan. Untuk dapat berfungsi sebagai alat tukar. C. . yaitu Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). jaminan kepercayaan itu diberikan oleh pemerintah berdasarkan undang-undang atau keputusan yang berkekuatan hukum. sehingga semua transaksi tidak perlu dihabiskan saat itu juga. Selanjutnya undang-undang tersebut mengklasifikasikan bank menjadi dua kelompok. Lembaga Keuangan Perbankan (Banking Financial Institution) Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7/1992 (sebagaimana diubah dengan UU No. Dengan fungsinya sebagai alat transaksi. dibanding bila diukur dengan nilai komoditas tertentu. mungkin baru dapat diselesaikan tuntas dalam tempo belasan tahun.

1. Agen fiskal pemerintah (Fiscal agent of government) Bank sentral berfungsi sebagai penasihat dan memberi bantuan untuk mengelola berbagai masalah/transaksi keuangan pemerintah. bank sentral menjalankan banyak fungsi mulai dan penanganan penyelesaian giro (clearing and collecting check) sampai kepada pemberian izin. 2. Bank Perkreditan Rakyat Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah. tabungan dan atau bentuk lainnya yang dapat dipersamakan dengan itu. Fungsi utama paling mendasar dari sebuah bank sentral suatu negara adalah mengatur jumlah uang beredar dalam perekonomian (to manage nations money supply). Ada beberapa fungsi utama bank sentral. Banknya bank (Banker of bank) Bank sentral memberi bantuan kepada bank-bank yang mengalami kesulitan likuiditas. Dalam sebuah perekonomian negara. dibutuhkan peran bank sentral. Fungsi ini juga dikenal sebagai lender of last resort. 2. evaluasi dan pembinaan perbankan (Supervision. yang dalam kegiatannya memberi jasa dalam lalu-lintas pembayaran. 3. Bank Umum Bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah. Tetapi dalam praktiknya. pembinaan dan pengawasan perbankan. Menentukan kebijakan moneter (Monetary policy maker) Mengendalkian jurnlah uang beredar sebagai bagian dan kebijakan ekonomi yang bertujuan mengarahkan kondisi makro ekonomi ke arah yang lebih baik dan atau diinginkan. Jadi BPR adalah bank yang menerima simpanan dalam bentuk deposito berjangka. antara lain: 1. 4. yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu-lintas pembayaran. examination and regulation of members bank) Melalui fungsi ini bank sentral akan meminimumkan eksternalitas merugikan (dan memaksimumkan eksternalitas menguntungkan) dari industri perbankan. Pengawasan. .

yang merupakan konsekuensi dari perkembangan sejarah. politik dan ekonomi di Indonesia. Riset-riset ekonomi (Economic research) Riset-riset ekonomi yang dilakukan bank sentral terutama ada!ah yang berkaitan dengan masalah-masalah dan perkembangan sektor moneter.5. 6. Perubahan pertama dilakukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 13/1968. Dasar hukum pendirian BI adalah UndangUndang Nomor 11/1953. Dilihat dan perubahan undangundangnya. Bank sentral yang terdapat di Indonesia ialah Bank Indonesia (BI). Didirikan pada tahun 1953 dengan mengubah status De Javasche Bank N. sejak 1953 BI telah mengalami dua kali perubahan kedudukan dan fungsi pokok. Sama halnya dengan bank sentral di negara-negara Iainnya. Penanganan transaksi giro (The clearing and collection of checks) Dengan fungsi ini bank sentral mengefisienkan kegiatan-kegiatan transaksi yang menggunakan alat pembayaran giro. dan antarnegara. Riset-riset ini dibutuhkan sebagai masukan dalam penentuan kebijakan ekonomi. (yang dinasionalisasi di tahun 1951) menjadi bank sentral Indonesia. khususnya kebijakan moneter. sebab transaksi tersebut terjadi dalam jumlah yang besar. sedangkan perubahan kedua berdasarkan Undang-Undang Nomor 23/1999. antarwilayah. BI mengalami perubahan kedudukan dan fungsi pokoknya. .V. antarbank. Perubahanperubahan tersebut diringkas dalam tabel berikut.

11/1953 UU No. 13/1968 UU No. Berdasarkan Undang-Undang tentang Bank Sentral UU No. maksimum 30% dari penghasilan selama satu tahun anggota Dapat memberikan uang muka (kredit) sesuai dengan kebutuhan pemerintah dengan mengenakan bunga 3% per tahun • Dilarang memberikan kredit kepada pemerintah • BI membagi sisa surplus usahanya kepada pemerintah. 23/1999 Dewan Direksi Dewan Gubernur • Dewan Moneter • Dewan Direksi • Dewan Penasihat • Bank sentral • Bank sentral • Bank sentral mengatur • Mengatur • Menetapkan dan peredaran uang peredaran uang melaksanakan • Pemegang Kas kebijakan moneter • Pemegang kas Negara negara • Mengatur dan menjaga kelancaran • Pengelola sistem pembayaran devisa negara • Mengatur dan mengawasi bank Dapat memberikan uang muka (kredit) kepada pemerintah. 10% cadangan umum dengan ketentuan setelah dipotong terlebih dahulu kewajiban pemerintah kepada BI Hubungan Keuangan dengan Pemerintah Sumber: Rahardja (2001) . setelah dipotong 30% cadangan tujuan.Kepemimpinan Status dan Tugas-tugas Utama Perkembangan Status dan Fungsi Pokok Bank Indonesia.

Mengapa BI memiliki tanggungjawab yang besar dalam mengendalikan inflasi dan jumlah uang beredar ? . Dapatkah Anda menjelaskan fungsi Bank Indonesia (BI) berdasarkan UU No. 23 Tahun 1999 ? 5. Apa yang Anda ketahui dengan fungsi-fungsi uang ? 3. BPRS. dan Bank Umum ? 4. Jelaskan perbedaan antara lembaga BPR. Jelaskan definisi uang sebatas yang Anda ketahui ! 2.LATIHAN SOAL 1.

nilai PDB yang digunakan adalah PDB berdasarkan harga konstan. dengan menggunakan harga konstan.PDBRt-1) Gt = PDBRt-1 x 100% di mana: Gt = pertumbuhan ekonomi periode t (triwulanan atau tahunan) PDBRt = Produk Domestik Bruto Riil periode t (berdasarkan harga konstan) PDBRti = PDBR satu periode sebelumnya Jika interval waktunya Iebih dan satu periode. sehingga sekalipun angka yang muncul adalah nilai uang dan total output barang dan jasa. Tetapi pertumbuhan ekonomi seringkali gagal menciptakan pemerataan kesejahteraan. yaitu: (PDBRt .BAB X PERTUMBUHAN EKONOMI Pertumbuhan ekonomi hanya salah satu indikator untuk melihat kemakmuran sebuah bangsa. jika selang waktu pertumbuhan hanya satu periode. Cara menghitung tingkat pertumbuhan cukup sederhana. Pertumbuhan Ekonomi: Konsep dan Pengukuran Suatu perekonomian dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi jika jumlah produksi barang dan jasanya atau output meningkat. perubahan nilai PDB sekaligus menunjukkan perubahan jumlah kuantitas barang dan jasa yang dihasilkan selama periode pengamatan. Angka yang digunakan untuk menaksir perubahan output adalah nilai moneternya (uang) yang tercermin dalam nilai Produk Domestik Bruto (PDB). pengaruh perubahan harga telah dihilangkan. penghitungan tingkat pertumbuhan ekonomi dapat menggunakan persamaan eksponensial: . Sebab. Untuk mengukur pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang semu ini disebabkan oleh peningkatan output oleh sekelompok pelaku ekonomi yang tidak diimbangi oleh peningkatan pendapatan labor. A.

Pertumbuhan Ekonomi dan Kesempatan Kerja Kesempatan kerja akan meningkat bila output meningkat. Dalam literatur ekonomi makro. Sebab. kesempatan kerja. Pentingnya Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan ekonomi sangat penting dan dibutuhkan. makin sejahtera masyarakat. Konsekuensi pemikiran Okun adalah pentingnya menjaga perekonomian agar berada dalam keadaan kesempatan kerja penuh. Pertumbuhan ekonomi juga penting untuk merripersiapkan perekonomian menjalani tahapan kemajuan selanjutnya. Angka Elastisitas Kesempatan Kerja r = tingkat pertumbuhan t = jarak periode . 2.PDBRt = PDBR0 (1 + r)t di mana: PDBRt = PDBR periode t PDBR0 = PDBR periode awal B. Makin tinggi PDB per kapita. Hubungan antara kesempatan kerja dan output dapat dilihat berdasarkan rasio kesempatan kerjaoutput dan angka elastisitas kesempatan kerja. Pertumbuhan dan Peningkatan Kesejahteraan Rakyat dikatakan makin sejahtera jika setidak-tidaknya output per kapita meningkat. 1. maka perekonomian harus terus bertumbuh dan harus lebih tinggi daripada tingkat pertambahan penduduk Jika pertambahan penduduk suatu negara adalah 2% per tahun. produktivitas dan distribusi pendapatan. a. tingkat kesejahteraan tersebut diukur dengan PDB per kapita. tanpa pertumbuhan tidak akan terjadi peningkatan kesejahteraan. Agar PDB per kapita terus meningkat.Output Menurut Arthur Okun. maka pertumbuhan PDB harus lebih besar daripada 2% per tahun. b. tingkat pengangguran yang minimal (4% per tahun) akan tercapai bila seluruh kapasitas produksi terpakai (kesempatan kerja penuh atau full employment). Rasio Kesempatan Kerja .

Pertumbuhan ekonomi hanya akan menghasilkan perbaikan distribusi pendapatan bila memenuhi setidak-tidaknya dua syarat. antara lain: Barang Modal Agar ekonomi bertumbuh. Dengan meluasnya kesempatan kerja. Faktor-faktor Penentu Pertumbuhan Ekonomi Ada beberapa faktor yang menentukan pertumbuhan ekonomi. 3. Untuk menunjang pertumbuhan jangka panjang. Persiapan Bagi Tahapan Kemajuan Selanjutnya Pertumbuhan ekonomi merupakan tangga untuk mencapai tahapan kemajuan ekonomi selanjutnya. Angka ini menunjukkan berapa persen kesempatan kerja akan bertambah. 1. umumnya telah memiliki kemampuan untuk menjadi modern. sebuah perekonomian yang mampu terus-menerus bertumbuh dalam jangka panjang (setidak-tidaknya dalam tempo lima puluh tahun). Yang juga harus diingat adalah pertumbuhan ekonomi baru dimungkinkan jika investasi neto lebih besar daripada nol. C. Sebab. yang terjadi adalah pemerataan kemiskinan. perekonomian hanya dapat berproduksi pada tingkat sebelumnya. melainkan juga kelembagaan-kelembagaan ekonomi dan sosial yang modern. stok barang modal harus ditambah. jika penambahan kuantitas barang modal juga disertai peningkatan kualitas. bahan baku dan teknologi.Alat analisis lain yang digunakan untuk melihat hubungan antara kesempatan kerja dan pertumbuhan ekonomi adalah. Akan lebih baik lagi. yang dibutuhkan bukan saja tenaga kerja. 4. angka elastisitas kesempatan kerja. untuk setiap 1% pertumbuhan ekonomi. Sebab. jika investasi neto sama dengan nol. Pertumbuhan Ekonomi dan Perbaikan Distribusi Pendapatan Distribusi pendapatan yang baik adalah yang makin merata. maka akses rakyat untuk memperoleh penghasilan makin besar. . yaitu memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan produktivitas. Tetapi tanpa adanya pertumbuhan ekonomi. Karena itu salah satu upaya pokok untuk meningkatkan investasi adalah menangani faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat investasi. Penambahan stok barang modal dilakukan lewat investasi.

dapat dihasilkan output yang lebih besar jika penggunaannya efisien. 4. uang yang berlimpah dan teknologi tinggi. Uang bagi perekonomian ibarat darah dalam tubuh manusia. Untuk itu. 3. terutama bagi perekonomian yang sangat mengandalkan mekanisme pasar. Sedangkan cepat atau lambatnya proses TLDR sangat ditentukan oleh kualitas SDM dan keterkaitannya dengan kemajuan teknologi produksi. Hal itu sangat tergantung dari seberapa cepat tejadinya The Law of Diminishing Return (TLDR). Uang Dalam perekonomian modern. uang memegang peranan dan fungsi sentral. 5. . terkadang jauh lebih berguna dibanding barang modal yang banyak. Sistem manajemen yang balk. dengan teknologi dapat menggantikan peran manusia sebagai tenaga kerja. Akan tetapi hal tersebut akan menjadi berbahaya bagi pertumbuhan ekonomi jika tidak diimbangi dengan kesempatan kerja. makin besar output yang dihasilkan. Tenaga Kerja Penambahan tenaga kerja umumnya sangat berpengaruh terhadap peningkatan output. penggunaan teknologi yang tepat guna sangat diperlukan. Manajemen Manajemen adalah peralatan yang sangat dibutuhkan untuk mengelola perekonomian modern. Tetapi dengan jumlah uang yang sama. Yang menjadi persoalan adalah sampai berapa banyak penambahan TK akan terus meningkatkan output. Teknologi Jika hanya dilihat dari peningkatan output. Sebab.. hampir dapat dipastikan bahwa penggunaan teknologi yang makin tinggi sangat memacu pertumbuhan ekonomi. penambahan TK akan memacu pertumbuhan ekonomi. Tidak mengherankan makin banyak uang yang digunakan dalam proses produksi.2. Selama ada sinergi antara TK dan teknologi.

Para pengusaha mempunyai perkiraan yang matang bahwa inputs yang dikombinasikannya akan menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat. 7. . Informasi Syarat agar pasar berfungsi sebagai alat alokasi sumber daya ekonomi yang efisien adalah adanya informasi yang sempurna dan seimbang (perfect and simetric information). para pelaku ekonomi dapat mengambil keputusan dengan lebih cepat dan lebih baik.6. Sehingga dengan sumber daya yang sama. Keberanian itu bukan asal-asalan. atau menjadi barang dan jasa yang akan dibutuhkan masyarakat. alokasi sumber daya ekonomi makin efisien. Kemarnpuan mengombinasikan inputs ini dapat disebut sebagai kemampuan inovasi. Kegagalan pasar merupakan akibat tidak terpenuhinya asumsi ini. semakin benar dan semakin seimbang arus informasi. Semakin banyak. Kewirausahaan (Entrepreneurship) Kewirausahaan didefinisikan sebagai kemampuan dan keberanian mengambil risiko guna memperoleh keuntungan. dihasiikan output yang lebih banyak.

Jelaskan pemahaman menganai hukum penambahan tenaga kerja yang dapat mengurangi pendapatan perusahaan (law of diminishing return) ! Mengapa hal itu dapat terjadi ? 4. Mengapa faktor teknologi dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara ? 5. Apakah tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat menjamin terciptanya pemerataan pendapatan per kapita ? 3. Jelaskan faktor-faktor lain yang dapat mempengruhi pertumbuhan ekonomi suatu negara ! . Mengapa pertumbuhan ekonomi penting diperhatikan oleh pemerintah setiap negara ? 2.SOAL LATIHAN 1.

BAB XI INFLASI DAN PENGANGGURAN Salah satu penyakit perekonomian yang tidak dikendaki oleh setiap rezim pemerintahan manapun adalah inflasi dan pengangguran. Pengertian Inflasi Inflasi adalah gejala kenaikan harga barang-barang yang bersifat umum dan terus- menerus. Sebab dalam sebulan akan terlihat apakah kenaikan harga bersifat umum dan terus-menerus. Pengangguran bukan hanya berdampak negatif terhadap pelemahan pendapatan nasional. Pengangguran Menganggur tidak sama dengan tidak bekerja atau tidak mau bekerja. Inflasi akan mengurangi daya beli masyarakat. Orang yang tidak mau bekerja. pengangguran yang tidak terkendali memicu konflik sosial dan kestabilan nasional. tidak dapat dikatakan sebagai pengangguran. jika terjadinya hanya sesaat. • Bersifat Umum Kenaikan harga suatu komoditas belum dapat dikatakan inflasi jika kenaikan tersebut tidak menyebabkan harga-harga secara umum naik. A. Dari definisi ini. Sebab jika dia mencari . tetapi lebih dari itu. B. Karena itu perhitungan inflasi dilakukan dalam rentang waktu minimal bulanan. • Berlangsung Terus-menerus Kenaikan harga yang bersifat umum juga belum akan memunculkan inflasi. yang akan berdampak buruk pada peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat. ada tiga komponen yang harus dipenuhi agar dapat dikatakan telah terjadi inflasi: • Kenaikan Harga Harga suatu komoditas dikatakan naik jika menjadi lebih tinggi daripada harga periode sebelumnya.

2. Dalam ilmu kependudukan (demografi). yaitu: Jumlah yang menganggur Tingkat pengangguran = Jumlah angkatan kerja Menurut pendekatan pemanfaatan tenaga kerja (Labour Utilization Approach). yakni: 1. Bekerja Penuh (Employed). tidak masuk angkatan kerja. Definisi ekonomi tentang pengangguran tidak identik dengan tidak (mau) bekerja. entah karena harus mengurus keluarga atau sekolah. orang yang mencari kerja masuk dalam kelompok penduduk yang disebut angkatan kerja. Tingkat pengangguran adalah persentase angkatan kerja yang tidak/belum mendapatkan pekerjaan. biasanya terjadi karena adanya kesenjangan waktu. yaitu mereka yang sama sekali tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan. Jenis-jenis pengangguran: 1. sedangkan yang tidak mencari kerja. 3. x 100% . Artinya jam kerja mereka dalam seminggu kurang dan 35 jam. Seseorang baru dikatakan menganggur bila dia ingin bekerja dan telah berusaha mencari kerja. informasi maupun karena kondisi geografis antara pencari kerja dan kesempatan (lowongan) kerja. namun tidak mendapatkannya. Pengangguran Friksional (Frictional Unemployment) Pengangguran ini bersifat sementara. umumnya rela menganggur (voluntary unemployment) untuk mendapat pekerjaan. Untuk menghitung besarnya tingkat pengangguran cukup mudah. yaitu mereka yang bekerja. Yang dihitung sebagai angkatan kerja adalah penduduk berusia 15-64 tahun dan sedang mencari kerja. Menganggur (Unemployed). tetapi belum dimanfaatkan secara penuh. Mereka yang masuk dalam kategori pengangguran sementara. yaitu orang-orang yang bekerja penuh atau jam kerjanya mencapai 35 jam per minggu.pekerjaan (ingin bekerja). mungkin dengan segera mendapatkannya. angkatan kerja dibedakan menjadi tiga kelompok. Setengah Menganggur (Underemployed).

Hubungan antara Tingkat Upah dan Pengangguran Dari gambar di atas terlihat biaya dari pengurangan tingkat pengangguran adalah inflasi (naiknya tingkat upah). Hal ini terjadi dalam perekonomian yang berkembang pesat. C. Pengangguran Struktural (Structural Unemployment) Dikatakan pengangguran struktural karena sifatnya yang mendasar. Misalnya. di luar musim tanam dan panen. Misalnya. petani umumnya menganggur. kondisi awal yang dihadapi adalah titik B.2. Pengangguran Musiman (Seasonal Unemployment) Pengangguran ini berkaitan erat dengan fluktuasi kegiatan ekonomi jangka pendek. Jika tingkat pengangguran ingin . di mana tingkat upah W2 dan tingkat pengangguran U2. 3. seperti dalam gambar di bawah ini. Pencari kerja tidak mampu memenuhi persyaratan yang dibutuhkan untuk lowongan pekerjaan yang tersedia. sampai menunggu musim tanam dan panen berikutnya. terutama terjadi di sektor pertanian. Hubungan antara Inflasi dan Pengangguran Hasil penelitian Profesor Philip tentang perekonomian Inggris periode 1861-1957 menunjukkan adanya hubungan negatif dan non linier antara kenaikan tingkat upah / inflasi tingkat upah (wage inflation) dengan pengangguran.

Seandainya yang ditargetkan adalah penurunan inflasi. Apa perbedaan antara menganggur (unemployed) dan setengah menganggur (underemployed) ? 4.dikurangi menjadi U1. Namun harga yang harus dibayar adalah meningkatnya pengangguran. SOAL LATIHAN 1. Jelaskan asumsi-asumsi terjadinya inflasi ! 2. Bagaimana hubungan antara inflasi dan pengangguran berdasarkan pemahaman Prof. Berarti terjadi inflasi. Philip ? . secara grafis yang harus dilakukan adalah mengubah titik B ke titik C. Mengapa inflasi dapat mengurangi kesejahteraan hidup setiap individu dan masyarakat suatu bangsa ? 3. karena U3 > U2. Apa perbedaan antara pengangguran friksional dan pengangguran struktural ? 5. karena W3 < W2. tingkat upah naik menjadi W1.

Secara ekonomi. Walaupun pajak sifatnya memaksa. Perbedaannya terletak pada instrumen kebijakannya. Jika pungutan . B. KEBIJAKAN FISKAL Salah satu upaya yang harus dilakukan oleh pemerintah dalam meningkatkan penerimaan negara dari sektor pajak adalah menggugah kesadaran masyarakat untuk memahami akan pentingnya ketaatan untuk membayar pajak dengan benar.BAB XII. Definisi Kebijakan Fiskal Kebijakan fiskal adalah kebijakan ekonomi yang digunakan pemerintah untuk mengelola atau mengarahkan perekonomian ke kondisi yang lebih baik atau yang diinginkan dengan cara mengubah-ubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Penerimaan pemerintah dari sektor pajak menjadi tidak bermakna apaapa. Penerimaan pemerintah berasal dari pajak (tax) dengan notasi T. sementara untuk pengeluaran pemerintah (goverment expenditure) notasinya G. A. pajak dapat didefinisikan sebagai iuran wajib kepada pemerintah yang bersifat memaksa dan legal (berdasarkan undang-undang). pajak dapat didefinisikan sebagai pemindahan sumber daya yang ada di sektor rumah tangga dan perusahaan (dunia usaha) ke sektor pemerintah melalui mekanisme pemungutan tanpa wajib memberi balas jasa langsung. sehingga pemerintah mempunyai kekuatan hukum (misalnya denda atau kurungan penjara) untuk menindak wajib pajak yang tidak memenuhi kewajibannya. Pajak dipungut untuk menjalankan roda pemerintahan. kebijakan fiskal mempunyai tujuan yang sama persis dengan kebijakan moneter. pemerintah tidak mempunyai kewajiban untuk membalas jasa secara langsung kepada para pembayar pajak. maka dalam kebijakan fiskal pemerintah mengendalikan penerimaan dan pengeluarannya. Pajak Secara hukum. Jadi.seandainya penggunaannya tidak efektif dan efisien sesuai dengan kaidah-kaidah penggunaan keuangan negara. Jika dalam kebijakan moneter pemerintah mengendalikan jumlah uang beredar.

Biasanya bila kemampuan wajib pajak makin besar. tarif persentasenya tetap. Pajak Persentase Pada pajak persentase. Jadi pembayar pajak langsung adalah pembayar pajak terakhir (last tax payer). Klasifikasi Pajak a. Pajak Nominal Pajak nominal adalah pajak yang pengenaannya berdasar sejumlah nilai nominal tertentu. maka pungutan tersebut disebut retribusi. Pajak Subjektif Pajak subjektif adalah pajak yang dipungut dengan melihat kemampuan wajib pajak.pemerintah sifatnya memberikan balas jasa Iangsung. beban pajaknya makin besar. Misalnya pajak penghasilan di katakan proporsional bila berapapun besarnya penghasilan. . Pajak penghasilan dikatakan progresif bila tarifnya makin tinggi pada saat pendapatan meningkat. Pajak Langsung Pajak langsung adalah pajak yang beban pajaknya tidak dapat digeser kepada wajib pajak yang lain (no tax incidence). beban pajaknya ditetapkan berdasarkan persentase tertentu dan dasar pengenaan pajak. Pajak Objektif Pajak objektif adalah pajak yang dikenakan berdasarkan aktivitas ekonomi para wajib pajak. Pajak Tidak Langsung Pajak tidak langsung adalah pajak yang beban pajaknya dapat digeser kepada wajib pajak yang lain (tax incidence). Pajak persentase terdiri dari: (1) Pajak proporsional. b. 2. (2) Pajak progresif tarifnya makin tinggi bila dasar pengenaan pajaknya makin tinggi. c. d. Tarif Pajak a. tarif pajaknya tetap 20%. b. 1.

bT + bY Dari persamaan di atas terlihat bahwa pajak nominal tidak mengubah nilai MPC. sehingga fungsi konsumsi menjadi: C = C0 + bYd = C0 + b(Y-T) = C0 + bY . Artinya pajak nominal tidak mengubah sensitivitas konsumsi akibat perubahan pendapatan. Yang berubah adalah konsumsi otonomus. 2.bT = C0 . sedangkan konsumsi otonomus tetap.C. Pajak Proporsional Jika pajak penghasilan yang dikenakan adalah proporsional (t).T. maka pendapatan disposabel: Ya =Y-T Fungsi konsumsi menurut model Keynes adalah: C = C0+bYd Dengan adanya pajak nominal. 1. Jika pendapatan adalah Y dan pajak nominal adalah T. maka d = Y . pertama kali mempengaruhi pendapatan disposabel. . di mana pajak nominal menyebabkan konsumsi otonomus menjadi lebih kecil sebesar bT. Pengaruh Pajak Terhadap Pendapatan dan Konsumsi Pajak Nominal Pajak nominal. maka pendapatan disposabel menjadi: Yd = Y-tY = Y(1-t) Akibatnya fungsi konsumsi berubah menjadi: C = C0+bYd = C0+b{Y(1-t)} = C0+bY-btY = C0+(b-bt)Y Ternyata pajak proporsional menyebabkan MPC menjadi (b-bt) atau lebih kecil sebesar bt.

Politik anggaran defisit. Hasil yang dicapai dari kebijakan fiskal merupakan interaksi dari dampak pajak dan pengeluaran pemerintah terhadap output keseimbangan. Karena AG > 0 dan ΔG > ΔT. bila pemerintah menempuh anggaran defisit.D. Anggaran Surplus (Surplus Budget) Kebalikan dan anggaran defisit. maka ΔG > ΔT. di mana ΔG ekspansif. Hal ini umumnya dilakukan bila perekonornian berada dalam kondisi resesi. Dengan asumsi kondisi awal anggaran pemerintah adalah anggaran berimbang (G = T). sebab pengeluaran pemerintah direncanakan lebih besar dan penerimaan pemerintah (T < G atau C > T). di mana . Politik Anggaran Dilihat dan perbandingan nilai penerimaan (T) dan pengeluaran (G). Pengaruh perubahan pengeluaran pemerintah terhadap perubahan pendapatan keseimbangan. dalam anggaran surplus pemerintah 0 dan ΔT 0. adalah: ΔG ΔY = (1-b) Sedangkan pengaruh pajak terhadap pendapatan adalah: bΔT ΔY = (1-b) 1. Anggaran Defisit (Deficit Budget) Anggaran defisit adalah anggaran yang memang direncanakan untuk defisit. pemerintah dianggap memilih kebijakan fiskal merencanakan penerimaan lebih besar dari pengeluaran (T > G atau G < T). Atau dapat juga dikatakan pemerintah menempuh politik anggaran surplus bila ΔG < ΔT. maka jika pemerintah menempuh politik anggaran defisit. biasanya ditempuh bila pemerintah ingin menstimulir pertumbuhan ekonomi. 2. politik anggaran dapat dibedakan menjadi anggaran tidak berimbang dan anggaran berimbang.

Pengaruh anggaran surplus terhadap output keseimbangan adalah kebalikan dari pengaruh anggaran defisit. Coba Anda jelaskan apa yang dimaksud dengan kebijakan fiskal ? 2. politik anggaran surplus sering diidentikkan dengan kebijakan fiskal kontraktif. Politik anggaran surplus dilakukan bila perekonomian sedang dalam tahap ekspansi dan terus memanas (overheating). Untuk apa pajak dikumpulkan oleh pemerinytah ? 3. Anggaran Berimbang (Balanced Budget) Pemerintah dikatakan menempuh politik anggaran berimbang bila pengeluaran direncanakan akan sama dengan penerimaan (G = T dan atau ΔG = ΔT). Jelaskan apa yang dimaksud dengan politik anggran defisit ? .ΔG dan ΔT 0. Apa perbedaan antara pajak langsung dan pajak tidaklangsung ? Berikan contohnya ! 4. Namun bila pemerintah memilih politik anggaran berimbang. Karena itu juga. dua hal utama yang ingin dicapai adalah peningkatan disiplin dan kepastian anggaran. Melalui anggaran surplus pemerintah mengerem pengeluarannya untuk menurunkan tekanan permintaan atau mengurangi daya beli dengan menaikkan pajak. pajak (T) diasumsikan sebagai sumber penerimaan pemerintah. Tidak ada ketentuan pokok. Upaya-uapaya apa yang harus dilakukan pemerintah dalam rangka meningkatkan kedasaran membayar pajak warganya ? 5. 3. dalam kondisi ekonomi seperti apa politik anggaran berimbang ditempuh. SOAL LATIHAN 1. Dalam kebijkan fiskal.

pemerintah menempuh kebijakan moneter kontraktif (monetary contractive). Istilah lain untuk kebijakan moneter kontraktif adalah kebijakan uang ketat (tight money policy). Jika ingin mengurangi jumlah uang beredar. 1. sehingga jumlah uang beredar berkurang. maka pemerintah dikatakan menempuh kebijakan moneter ekspansif (monetary expansive). Dengan demikian uang yang ada dalam masyarakat mengalir ke otoritas moneter. B. KEBIJAKAN MONETER Kebijakan moneter identik dengan pengendalian inflasi dari sisi pengendalian jumlah uang beredar. maka pemerintah menjual surat-surat berharga (open market selling). . Sebaliknya jika jumlah uang beredar dikurangi. menambah atau mengurangi jumlah uang beredar dalam upaya mempertahankan kemampuan ekonomi bertumbuh.BAB XIII. sekaligus mengendalikan inflasi. Tetapi untuk mengendalikan tingkat inflasi tidak hanya mengandalkan instrumen kebijakan moneter. Bank Indonesia bertanggungjawab dalam mengatur jumlah beredar untuk meredam tingkat inflasi A. Instrumen Kebijakan Moneter Operasi Pasar Terbuka (OPT) Operasi pasar terbuka (open market operation) adalah pemerintah mengendalikan jumlah uang beredar dengan cara menjual atau membeli surat-surat berharga milik pemerintah (government securities). Definisi Kebijakan Moneter Yang dimaksud dengan kebijakan moneter adalah upaya mengendalikan atau mengarahkan perekonornian makro ke kondisi yang diinginkan (yang lebih baik) dengan mengatur jumlah uang beredar. Melalui kebijakan moneter pemerintah dapat mempertahankan. Yang dimaksud dengan kondisi lebih baik adalah meningkatnya output keseimbangan dan atau terpeliharanya stabilitas harga (inflasi terkontrol). Jika yang dilakukan adalah menambah jumlah uang beredar.

2. Guna lebih mengefektifkan operasi pasar terbuka ini.Jika ingin menambah jumlah uang beredar. Dalam kondisi tertentu. 3. maka pemerintah membeli kembali surat-surat berharga tersebut (open market buying). sehingga mereka harus meminjam kepada bank sentral. bank-bank mengalami kekurangan uang. otoritas moneter mencoba mengarahkan atau mengendalikan jumlah uang beredar. sehingga saat ini dikenal SBI repo dan SBPU repo. jika rasio cadangan wajib mulanya hanya 10%. Gubernur Bank Indonesia dapat memberi . 4. Bila pemerintah ingin menambah jumlah uang beredar. Misalnya. sehingga pertambahan jumlah uang beredar dapat ditekan. maka untuk setiap unit deposito yang diterima. maka keinginan bank-bank untuk meminjam uang dari bank sentral menjadi lebih besar. Dengan demikian angka multiplier uang dari sistem perbankan adalah 10. Dengan tingkat bunga pinjaman yang lebih murah. maka kemampuan bank memberikan kredit akan lebih kecil dibanding sebelumnya. Hal ini akan mengurangi keinginan bank-bank meminjam uang dari bank sentral. sehingga jumlah uang beredar bertambah. Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio) Penetapan rasio cadangan wajib juga dapat mengubah jumlah uang beredar. Jika rasio cadangan wajib diperbesar. dan sebaliknya. Kebutuhan ini dapat dimanfaatkan oleh pemerintah untuk mengurangi atau menambah jumlah uang beredar. Imbauan Moral (Moral Persuasion) Dengan imbauan moral. Jika pemerintah ingin menurunkan jumlah uang yang beredar. maka pemerintah menurunkan tingkat bunga pinjaman (tingkat diskonto). Sebaliknya bila ingin menahan laju pertambahan jumlah uang beredar. pemerintah menaikkan bunga pinjarnan. perbankan dapat mengalirkan pinjaman sebesar 90% dari deposito yang diterima perbankan. maka pemerintah menaikkan rasio cadangan wajib. Bank Indonesia telah mengembangkan kedua instrumen tersebut dengan menambahkan fasilitas repurchase agreement (repo) ke masing-masing instrumen. Fasilitas Diskonto (Discount Rate) Tingkat bunga diskonto adalah tingkat bunga yang ditetapkan pemerintah atas bank-bank umum yang meminjam ke bank sentral. Misalnya.

Lembaga apa yang bertanggungjawab dalam mengendalikan jumlah uang beradar di Indonesia ? 4.saran agar perbankan berhati-hati dengan kreditnya atau membatasi keinginannya meminjam uang dan bank sentral. Mengapa pemerintah perlu mengendalikan jumlah uang beredar ? 3. Apa yang harus dilakukan oleh Bank Sentral dalam manambah jumlah uang beredar dari sisi Operasi Pasar Terbuka ? 5. SOAL LATIHAN 1. Apa yang Anda ketahui dengan kebijakan moneter ? 2. Apa yang harus dilakukan oleh Bank Sentral dalam manambah jumlah uang beredar dari sisi fasilitas diskonto ? .

Salah satu jalan untuk mempercepat pembangunan industri adalah SI. Terutama untuk barang-barang kebutuhan pokok atau yang menghasilkan produk antara. Dengan demikian tenaga kerja yang melimpah di sektor pertanian akan diserap oleh sektor industri tanpa mengurangi output sektor pertanian. Memperkuat sektor industri. khususnya pembangunan industri. 3. di mana pemerintah memberikan fasilitas yang memperbesar minat dan kemampuan swasta u ntuk berinvestasi. Untuk memperoleh peningkatan devisa pemerintah dari ekspor. antara lain: 1. Pengembangan sektor industri diperlukan untuk memperkuat perekonomian.BAB XIV. Sebab industri tersebut relatif sesuai dengan kualitas SDM di NSB. 2. . Memperluas kesempatan kerja. Lagipula industri-industri tersebut dapat menghasilkan keunggulan komparatif. KEBIJAKAN EKONOMI DALAM ERA GLOBALISASI Kebijakan promosi ekspor hanya dapat dilakukan apabila kebutuhan atau permintaan dalam negeri telah terpenuhi. Mengurangi ketergantungan pada impor. Ada beberapa manfaat positif yang diperoleh dan kebijakan substitusi impor. Bertumbuhnya sektor industri juga dapat memperluas kesempatan kerja. A. Kebijakan Substitusi Impor (SI) Kebijakan substitusi impor (import substitution) adalah kebijakan memproduksi di dalam negeri terhadap barang-barang yang tadinya diimpor. Kebijakan ini paling sering ditempuh pada tahap awal pembangunan ekonomi. Industri-industri yang dibangun berdasarkan kebijakan SI pada tahap awaln umumnya adalah yang bersifat padat karya dan atau berteknologi rendah. pemenuhan kualitas barang sesuai standar internasional menjadi prasyarat mutlak harus dipenuhi oleh perusahaan Indonesia yang ingin bersaing di pasar internasional.

Artinya. 3.4. Akibatnya kebijakan SI justru menimbulkan ketergantungan baru terhadap impor. 4. karena memperoleh proteksi di balik benteng tarif dan memperoleh fasilitas keringanan pajak. Menguntungkan perusahaan asing. Perbaikan neraca pembayaran ini akan memberikan efek multiplikasi perekonomian domestik. Tidak mengherankan bila struktur industri di NSB umumnya monopoli atau oligopoli yang berdasarkan kekuatan hukum. misalnya yang dapat menyediakan mesin-mesin dan bahan-bahan baku. Perusahaan asing yang menanamkan modal di sektor industri substitusi impor akan memperoleh keuntungan. . skala pasar domestik relatif kecil sehingga cepat jenuh. Yang menjadi persoalan besar dalam kebijakan SI adalah tidak tersedianya industri pendukung. karena impor makin mengecil. melainkan aspek permintaan. 2. Rendahnya pendapatan per kapita penduduk NSB menyebabkan permintaan domestik akan produk-produk industri amat kecil. serta insentif penanaman modal. Ketergantungan yang makin besar terhadap impor. Kecilnya skala pasar domestik menyebabkan para investor meminta jaminan kepastian pasar agar skala jual produksi mereka mencapai tingkat efisiensi ekonomis. Perbaikan neraca pembayaran umumnya dilihat dan surplus neraca perdagangan atau menurunnya defisit neraca perdagangan. sekaligus memperbaiki posisi di perekonomian dunia. antara lain: 1. Impor bahan baku dan barang modal justru meningkat jika target pertumbuhan output industri atau ekononii ditingkatkan. Pasar domestik cepat jenuh. bahkan dapat memberikan keuntungan supernormal (supernormal profit). Memunculkan atau memperkuat gejala monopoli dan atau oligopoli. Penghematan devisa berarti memperbaiki neraca pembayaran. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa para investor menuntut hak monopoli (legal) atau pembatasan jumlah produsen berdasarkan ketentuan hukum. Menghemat devisa. SI juga memilki keterbatasan-keterbatasan. Titik lemah dari kebijakan SI bukanlah pada aspek penawaran. Disamping manfaat-manfaat tersebut. di mana modal masuk lebih besar daripada modal keluar. Atau dapat juga dilihat dalam neraca modal.

5. sebab pasar luar negeri relatif jauh lebih besar daripada pasar domestik. sehingga pasarnya relatif tetap. B. karena harga impor makin mahal dan atau permintaan impor yang makin besar. 3. maka permintaan sektor industri terhadap sektor pertanian tetap dapat dipertahankan. Cepat jenuhnya pasar internasional disebabkan oleh faktor permintaan dan penawaran. Dampak kekurangan devisa atas pertumbuhan ekonomi dapat diatasi. makanan olahan. sehingga dapat diproduksi secara manufaktur/ masal. Makin kuatnya kebijakan proteksi oleh negara-negara maju. umumnya merupakan barang kebutuhan pokok bagi negara maju. Sekalipun negaranegara maju memiliki keunggulan komparatif dalam produksi teknologi padat modal dan ilmu pengetahuan. Skala ekonomi (economies of scale) dapat dicapai karena permintaan ekspor yang skalanya cukup besar. misalnya agroindustri yang berkembang karena berorientasi pada bahan baku pertanian. Pemborosan devisa. Meskipun kebijakan PE memberikan manfaat. 4. mereka tetap melakukan proteksi terhadap industriindustri yang berteknologi sederhana. . namun juga ada beberapa masalah: Cepat jenuhnya pasar internasional. Dengan adanya kaitan ini. Ada empat faktor yang dapat menjelaskan bahwa kebijakan PE mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih pesat dibandingkan kebijakan SI. Kebijakan PE umumnya dilakukan setelah berhasil melaksanakan SI. 1. Akibat lebih lanjut dari ketergantungan impor adalah makin besarnya devisa yang harus dikeluarkan. barang-barang elektronik sederhana. Sebagai barang kebutuhan pokok. kendati ada juga yang melakukan secara bersamaan. 2. bahkan kendaraan. 2. Dilihat dan sisi permintaan. elastisitas permintaannya (elastisitas harga dan elastisitas pendapatan) sangat rendah. Meningkatnya persaingan atas prestasi perusahaan karena kuatnya persaingan pada pasar dunia. Kebijakan Promosi Ekspor (Export Promotion Policy) Promosi ekspor (PE) merupakan salah satu alternatif mengatasi cepat jenuhnya pasar domestik. Kaitan sektor pertanian dengan sektor industri. apa yang diekspor oleh NSB seperti pakaian. yaitu: 1.

Kebijakan Proteksi Tahap kebijakan substitusi impor (SI) dan promosi ekspor (PE) dijembatani oleh proteksi. 1. Ada beberapa jenis tarif. Misalnya harga domestik produk mobil adalah Rp 60 juta per unit. maka yang perlu . Perubahan nilai tambah karena proteksi inilah yang disebut sebagai tarif perlindungan efektif (effective rate of protection). Dengan demikian besarnya tingkat perlindungan (tarif) adalah 100%. sedangkan harga di pasar internasional hanya sebesar Rp 30 juta. Dan data tersebut. Tarif akan diberlakukan bila harga pasar internasional lebih rendah danpada harga domestik. Tarif Nominal (Nominal Tariff) Tarif nominal adalah tarif yang dihitung berdasarkan perbedaan harga domestik dengan harga internasional. Tarif (Tariff) Tarif adalah pajak untuk komoditas impor. sehingga dapat menjalani tahap pembelajaran (learning process).C. Karena tujuan penetapan TPE adalah peningkatan nilai tambah faktor produksi domestik. industri domestik dilindungi dari sisi harga produk dan skala produksi. Tarif Efektif (Effective Tariff) Tarif nominal hanya memberikan informasi tentang perubahan harga barang jadi. Dengan tarif harga barang impor menjadi lebih mahal. b. Padahal yang lebih penting lagi adalah perubahan nilai tambah karena adanya proteksi. Dengan proteksi. alasan proteksi adalah perlindungan sementara industri-industri yang masih dalam tahap awal perkembangan (infant industries argument). antara lain: a. Bagi NSB. sehingga produsen lokal dapat meningkatkan daya saing harga. maka setiap unit mobil impor dikenakan pajak Rp 30 juta. agar industri mobil domestik mampu bersaing dengan mobil impor.

Kuota (Quota) Kebijakan kuota adalah kebijakan pembatasan jumlah barang impor yang boleh masuk ke pasar domestik. dengan kuota pemerintah tidak memperoleh penerimaan pajak. bila dalam kebijakan tarif pemerintah mempengaruhi harga sehingga mempengaruhi jumlah permintaan dan penawaran. Prasyarat apa yang harus dipenuhi oleh perusahaan apabila produknya dapat bersaing di pasar internasional ? .diperhatikan adalah berapa besar komponen impor dan setiap unit produk domestik. Karena itu menganalisis pengaruh kuota dapat menggunakan diagram untuk analisis pengaruh tarif nominal. sehingga akhirnya mempengaruhi permintaan dan penawaran domestik. Apa yang Anda ketahui dengan kebijakan susbstitusi impor ? 2. Perbedaannya. Apa yang Anda ketahui dengan kebijakan promosi ekspor ? 3. Mengapa kebijakan promosi ekspor diprediksi dapat meningkatkan petumbuhan ekonomi ? 4. Pengaruh kuota terhadap permintaan dan penawaran domestik adalah sama persis dengan pengaruh tarif. yang dapat mempengaruhi harga jual domestik. 2. dengan arah yang berbeda. SOAL LATIHAN 1. Maksudnya. maka dengan kebijakan kuota pemerintah menetapkan terlebih dahulu jumlah impor.

5. Apa perbedaan antara tarif nominal dan tarif efektif ? .