PANDUAN PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP

)

OLEH DR. HJ. SRI ENDAH INDRIWATI, M.Pd

JURUSAN BIOLOGI FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG 2010

DAFTAR ISI

Daftar Isi ……………………………………………………………………………….. A. Pendahuluan ………………………………………………………………………... B. Landasan Hukum …………………………………………………………………... C. Prinsip-prinsip Penyusunan RPP …………………………………………………... D. Komponen RPP ……………………………………………………………………. a. Identitas Mata Pelajaran ………………………………………………………... b. Standar Kompetensi ………………………………………………………......... c. Kompetensi Dasar ………………………………………………………... …… d. Indikator Pencapaian Kompetensi ...…………………………………………... e. Tujuan Pembelajaran …………………………………………………………... f. Materi Ajar ………………………………………………………... ………….. g. Alokasi Waktu ………………………………………………………... ………. h. Metode Pembelajaran ………………………………………………………….. i. Kegiatan Pembelajaran ………………………………………………………... j. Penilaian Hasil Belajar …………………………………………………………. k. Sumber Belajar ………………………………………………………………... E. Langkah-langkah Penyusunan RPP ……………………………………………….. F. Format RPP ……………………………………………………………………….. G. Contoh RPP ……………………………………………………………………….. Lampiran-lampiran ……………………………………………………………………...

Halaman i 1 4

PANDUAN PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

A. Pendahuluan Dalam Permen no 22 tahun 2006 tentang standar isi (SI), dimuat Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) sebagai acuan bagi pembuatan silabus. Guru membuat silabus berdasarkan SK dan KD yang tertera pada SI dalam Permen tersebut. SI merupakan lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Termasuk dalam SI adalah: kerangka dasar dan struktur kurikulum, Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran pada setiap semester dari setiap jenis dan jenjang pendidikan dasar dan menengah. SI ditetapkan dengan Kepmendiknas No. 22 Tahun 2006. Setelah silabus dibuat, guru kemudian menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebagai operasionalisasi dari silabus untuk mencapai tiap Kompetensi Dasar. Sebelum lebih jauh membahas mengenai penyusunan RPP, lebih baik kita pahami esensi silabus yang menjadi titik tolak pengembangan RPP. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, materi pokok pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/ bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Dalam penyusunan silabus, jabaran KD yang berupa indikator-indikator menentukan pemilihan materi pelajaran, kegiatan pembelajaran, alokasi waktu, penilaian dan sumber/media pembelajaran. Menurut Susanto (2008) terdapat beberapa pemikiran yang melandasi penyusunan silabus. 1. Pelaksanaan pembelajaran hanya akan berlangsung efektif apabila indikatorindikator dari suatu KD telah dirumuskan dalam silabus dengan baik;

1

2. Indikator-indikator dari KD menunjukkan apa yang harus diajarkan, bagaimana diajarkannya; serta bagaimana dinilai Silabus biasanya dibuat dalam bentuk tabel yang terdiri dari kolom-kolom yang masing-masing memerikan tentang: 1) Kompetensi Dasar, 2) Materi pokok pembelajaran, 3) Kegiatan pembelajaran, 4) Indikator, 5) Penilaian, 6) Alokasi waktu, 7) Sumber/bahan/alat belajar. Secara sederhana, narasi di atas disusun secara hierarkis sebagai berikut.

Setelah menterjemahkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ke dalam bentuk silabus, kegiatan guru selanjutnya adalah membuat rincian pembelajaran ke dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Rencana pelaksanaan pembelajaran merupakan upaya guru dalam membuat skenario pembelajaran untuk diimplementasikan di kelas agar pembelajaran bisa terlaksana dengan baik. Rencana pelaksanaan pembelajaran merupakan pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium, dan/atau lapangan untuk setiap Kompetensi Dasar. Oleh karena itu, apa yang tertuang di dalam RPP memuat hal-hal yang langsung berkait dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu Kompetensi Dasar.

2

Rencana pelaksanaan pembelajaran harus dibuat agar kegiatan pembelajaran berjalan sistematis dan mencapai tujuan pembelajaran, tanpa rencana pelaksanaan pembelajaran kegiatan pembelajaran di kelas biasanya tidak terarah. Oleh karena itu guru harus mampu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran berdasarkan silabus yang disusunnya. Rencana pelaksanaan pembelajaran sedapat mungkin mencerminkan pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAIKEM). Adanya RPP, diharapkan, selain guru memiliki pegangan dalam melaksanakan pembelajaran, guru pun bisa melakukan evaluasi berkaitan dengan rencana yang telah disusunnya sejak awal. RPP bukan hanya sekadar dokumen mati yang dibuat, dilaksanakan dan dibiarkan. Seyogyanya, RPP yang telah dibuat dan diimplementasikan pada suatu pertemuan di kelas, dievaluasi oleh guru sendiri, kemudian direvisi berdasarkan hasil interaksi dengan para peserta didik dan hal yang berkaitan dengan pembelajaran tersebut. Rencana ini akan menggambarkan prosedur dan langkahlangkah pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar berdasarkan standar isi yang telah ditetapkan dalam silabus. Ruang lingkup RPP mencakup 1 (satu) Kompetensi Dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih. Perencanaan merupakan langkah yang sangat penting sebelum pelaksanaan kegiatan. Kegiatan belajar mengajar (KBM) membutuhkan perencanaan yang matang agar proses belajar mengajar dapat berjalan secara efektif. Perencanaan tersebut dituangkan ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau beberapa istilah lain yang digunakan, seperti rencana mengajar atau lesson plan, desain pembelajaran, skenario pembelajaran, yang memuat seluruh kompetensi dasar yang dijabarkan dari standar kompetensi, materi pelajaran, dan indikator yang akan dicapai, langkah pembelajaran, waktu, media dan sumber belajar serta penilaian untuk setiap kompetensi dasar. Sebelum diuraikan secara lebih terperinci mengenai pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran, terlebih dahulu kita petik beberapa landasan hukum mengenai rambu-rambu yang berkaitan dengan pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran berikut ini.

3

B. Landasan Hukum Berikut merupakan landasan hukum yang berkaitan dengan pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran. 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan; 3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi; 4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetesnsi Lulusan; 5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 dan 23 Tahun 2006; 6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 6 Tahun 2007 tentang Perubahan Permendiknas Nomor 24 Taun 2006; 7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan; 8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian; 9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana Prasarana; 10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses.

C. Prinsip-prinsip Penyusunan RPP Sebelum menyusun RPP yang akan diterjemahkan dari silabus, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan berkaitan dengan elemen-elemen pembuatan RPP. Adapun elemen-elemen yang harus diperhatikan adalah: memperhatikan perbedaan individu peserta didik, mendorong partisipasi aktif peserta didik, mengembangkan budaya membaca dan menulis, memberikan umpan balik dan tindak lanjut, keterkaitan dan keterpaduan, serta menerapkan teknologi informasi dan komunikasi. Berikut merupakan penjabaran dari elemen-elemen tersebut.

4

1. Memperhatikan Perbedaan Individu Peserta Didik Sebelum guru menyusun RPP, ia harus mempertimbangkan kondisi demografis calon peserta didiknya. Sehingga, RPP yang akan disusun akan lebih mengena serta sekaligus sesuai sasaran. Adapun hal-hal yang harus dipertimbangkan sebelum menyusun RPP yang berkaitan dengan perbedaan individu peserta didik meliputi: 1) Perbedaan jenis kelamin, 2) Kemampuan awal, 3) Tingkat intelektual, 4) Minat, 5) Motivasi belajar, 6) Bakat, 7) Potensi, 8) Kemampuan sosial, 9) Emosi, 10) Gaya belajar, 11) Kebutuhan khusus, 12) Kecepatan belajar, 13) Latar belakang budaya, norma, nilai, serta 14) Lingkungan peserta didik. Dengan memperhatikan perbedaan individu peserta didik di atas, diharapkan RPP yang akan disusun bisa memfasilitasi pelbagai perbedaan tersebut dan menjadikannya sebagai potensi pembelajaran yang memadai. Dengan demikian, sebelum RPP disusun, seyogyanya guru terlebih dahulu mengetahui gambarangambaran perbedaan individu di atas agar bisa menyusun RPP dengan baik yang bisa memfasilitasi perbedaan-perbedaan itu.

2. Mendorong Partisipasi Aktif Peserta Didik Tidak seperti proses pembelajaran tradisional—di mana pembelajaran terpusat pada guru—pembelajaran sekarang lebih mengedepankan peserta didik sebagai pusat pembelajaran. Dengan menjadikan peserta didik sebagai pusat pembelajaran, di-

harapkan, dalam proses pembelajaran, para peserta didik memiliki: 1) Motivasi, 2) Minat, 3) Kreativitas, 4) Inisiatif, 5) Inspirasi, 6) Kemandirian, serta 7) Semangat belajar. Sebagai sebuah proses, pendidikan seharusnya bisa menumbuhkan motivasi, minat, kreatifitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian serta semangat belajar. Karena halhal inilah yang akan senantiasa membuat peserta didik terus belajar. Dengan senantiasa diiringi oleh pembelajaran yang menyenangkan, diharapkan dalam diri peserta didik tumbuh hasrat untuk memiliki sifat long-life learning. Hal ini bisa muncul apabila dalam diri para peserta didik tumbuh kesenangan dalam belajar.

5

3. Mengembangkan Budaya Membaca Dan Menulis Kegiatan baca-tulis (literasi) merupakan akar dari semua kegiatan belajar di semua tingkat satuan pendidikan. Kegiatan baca tulis ini harus mampu mendasari semua kegiatan pembelajaran sejak usia dini. Karena misinya adalah mengembangkan ’budaya’ membaca dan menulis, maka hendaknya ’kebiasaan’ itu betulbetul harus ditanamkan sejak peserta didik masuk sekolah. Pembiasaan membaca harus menjadi hobi, bukan hanya berlaku untuk sebagian peserta didik, akan tetapi untuk semua peserta didik. Pembiasaan baca ini diharapkan mampu menghasilkan pembiasaan menulis—yang juga merupakan hasil sintesa bacaannya.

4. Memberikan Umpan Balik dan Tindak Lanjut Seperti telah disinggung sebelumnya, RPP yang disusun betul-betul merupakan ’rencana’ pembelajaran dengan memperhitungkan beberapa hal—seperti telah disinggung juga sebelumnya. Karena ini merupakan rencana, maka, setelah rencana itu dilaksanakan, harus ada evaluasi berupa umpan balik positif, penguatan atas rencana yang telah dilaksanakan, atau pengayaan materi, metode atau penambahan lainnya ataupun dalam bentuk remidi.

5. Keterkaitan dan Keterpaduan RPP yang disusun harus terintegrasi. Ini berarti bahwa penyusunan RPP harus mempertimbangkan unsur-unsur baik yang ada di dalam silabus atau di dalam RPP itu sendiri, maupun unsur–unsur yang ada di luar itu. Dalam penyusunan RPP harus diperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara: 1) Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar, 2) Materi pembelajaran, 3) Kegiatan pembelajaran, 4) Indikator pencapaian kompetensi, 5) Penilaian, dan 6) Sumber belajar. Keenam unsur yang ada dalam RPP itu sendiri harus terintegrasi dalam satu keutuhan pengalaman belajar. Dengan demikian, pemahaman semua unsur itu tidak akan dipahami secara parsial. Sehingga integritas pemahamannya akan diperoleh pada waktu yang bersamaan. Selain integritas internal, penyusunan RPP juga harus mengakomodasi keterpaduan dalam pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas

6

aspek belajar, dan keragaman budaya. Hal ini akan mempermudah, sekaligus menekankan kesalingterkaitan antara satu dengan yang lainnya.

6. Menerapkan Teknologi Informasi dan Komunikasi Seiring dengan perkembangan zaman, di mana teknologi informasi dan komunikasi sudah mulai merebak, seyogyanya, pengembangan penyusunan RPP harus menerapkan teknologi informasi dan komunikasi, untuk mempermudah, mengefektifkan serta mengefisienkan waktu dan tenaga agar semuanya bisa tepat sasaran.

D. Komponen-komponen RPP RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan. Pada bagian ini akan diterangkan komponen-komponen RPP disertai dengan deskripsi singkat mengenai komponen tersebut. Dalam menyusun RPP, hendaknya guru menyusun secara lengkap komponen-komponen yang ada. Adapun komponenkomponen itu terdiri atas: Identitas Matapelajaran (Nama Matapelajaran, Satuan Pendidikan, Kelas/Semester, Alokasi Waktu dan Jumlah pertemuan), Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator Pencapaian Kompetensi, Tujuan pembelajaran, Materi ajar, Metode Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, Alat Bahan - Sumber Belajar dan Penilaian Hasil Belajar.

7

1. Identitas Mata Pelajaran Identitas mata pelajaran adalah subjek pembeda dari semua mata pelajaran yang ada. Sebelum identitas mata pelajaran, pencantuman satuan pendidikan bisa diletakkan di atasnya sebagai payung yang membawahi mata pelajaran. Hal ini bagus untuk dicantumkan, terlebih jika pada satuan pendidikan tersebut memiliki keunggulan tertentu yang mungkin bisa tertuang dalam mata pelajaran tersebut. Setelah dicantumkannya mata pelajaran, satuan pendidikan, kelas/semester, alokasi waktu dan jumlah pertemuan, maka standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator pencapaian bisa diletakkan setelahnya. Ini dicantumkan sebagai rincian setelah mata pelajaran. Sistematika dan cara menulisnya diuraikan sebagai berikut. 1) Mata Pelajaran Mata pelajaran diisi dengan nama mata pelajaran IPA SMP/Mts atau Biologi SMA/MA. 2) Kelas/Semester Kelas diisi dengan kelas I/II/III pada satuan pendidikan SMP/Mts atau SMA/ MA, dan Semester diisi dengan semester I/II atau Gasal/Genap. 3) Alokasi Waktu dan Jumlah Pertemuan Alokasi waktu merupakan hal penting yang harus diperhatikan, mengingat waktu yang tersedia baik dalam hitungan semester, minggu atau pun pertemuan akan sangat menentukan ketuntasan pembelajaran. Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar. Pada struktur kurikulum SMP/Mts (bab II standar isi), dijelaskan bahwa jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Selanjutnya, dijelaskan bahwa alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 40 menit, dan minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) sebanyak 34-38 minggu. Untuk matapelajaran IPA, alokasi waktu yang disediakan untuk kelas VII, VIII, IX per-minggu selama 1 (satu) semester sebanyak 4 jam (2 x 40 menit) pembelajaran. Pada struktur kurikulum SMA/MA (bab II standar isi), dijelaskan pula bahwa alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 45 menit, dan minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) sebanyak 34-38 minggu. Untuk matapelajaran Bio-

8

logi, alokasi waktu yang disediakan untuk kelas X per-minggu selama 1 (satu) semester sebanyak 2 jam (2 x 45 menit) pembelajaran, sementara kelas XI dan XII per-minggu selama satu semester sebanyak 4 jam (4 x 45 menit) pembelajaran. Penulisan alokasi waktu dan jumlah pertemuan pada identitas dapat dilakukan dengan cara mengutip langsung alokasi waktu yang direncanakan dalam silabus. Dalam menentukan alokasi waktu, guru bisa menghitung dengan cara: (1) Menghitung hari efektif belajar pada setiap semester/tahun dan jam pembelajaran yang dialokasikan pada tiap satuan pendidikan, kemudian dikalikan. Misal, hari efektif belajar untuk kelas X pada semester gasal ada 17 minggu dan jam pembelajaran yang dialokasikan sebanyak 2x45 menit, maka jumlah jam pembelajaran yang tersedia sebanyak 17x90 menit = 1.530 menit; (2) Menghitung kompetensi dasar (KD) dari setiap standar kompetensi (SK) dan menjumlahkan kompetensi-kompetensi dasar yang akan dicapai pada setiap semester/tahun. Misal KD untuk SK 1 sebanyak 2, KD untuk SK 2 sebanyak 4, sehingga jumlah KD untuk SK 1 dan SK 2 sebanyak 6 KD; (3) Menghitung alokasi waktu pencapaian setiap KD dapat dilakukan dengan membagi antara seluruh alokasi jam pembelajaran pada setiap semester/tahun dengan seluruh kompetensi dasar. Alokasi waktu yang dihitung ini merupakan alokasi waktu prediktif yang sifatnya tentatif. Misal, waktu yang tersedia untuk kelas X sebanyak 1.530 menit dan jumlah KD sebanyak 6, maka perkiraan alokasi waktu tiap KD sebesar 1.530 : 6 = 260 menit atau kurang lebih 2-3 kali pertemuan; (4) Mengkaji ulang semua alokasi waktu prediktif, untuk memperbaiki segala kemungkinan yang dianggap kurang tepat dan akurat. Alokasi waktu yang sudah diperoleh melalui cara di atas, dijadikan dasar penentuan jumlah pertemuan untuk tiap KD. Dengan demikian, dalam melaksanakan pembelajaran guru tahu alokasi waktu dan jumlah pertemuan yang akan dipergunakan selama pembelajaran

9

2. Standar Kompetensi (SK) Dalam pencantuman standar kompetensi, guru dapat mengambilnya dari silabus yang sudah ada. Dengan kata lain, dalam penyusunan RPP, standar kompetensi tidak ditulis secara mandiri, tetapi harus mengacu pada silabus yang telah ada. Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran. Contoh: SK 1 Kelas XII/Semester 1 bunyinya “Melakukan percobaan pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan”. SK ini dikutip langsung dari silabus, atau Permen 22 tahun 2006 pada standar isi.

3. Kompetensi Dasar (KD) Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi dalam suatu pelajaran. Kompetensi dasar juga merupakan turunan dari standar kompetensi yang ada pada silabus. Seperti halnya juga standar kompetensi, kompetensi dasar tidak dibuat secara mandiri oleh guru, melainkan dikutip dari silabus yang sudah ada. Contoh: KD 1.1 dari SK 1 Kelas XII/Semester 1 bunyinya “Merencanakan percobaan pengaruh faktor luar terhadap pertumbuhan tumbuhan”.

4. Indikator Kompetensi (IK) Pencantuman indikator pencapaian kompetensi merupakan unsur yang tak kalah pentingnya dengan dua unsur sebelumnya, karena indikator pencapaian kompetensi merupakan sinyal atau penanda yang bisa dilihat oleh guru guna memperoleh data ketercapaian SK—KD yang telah dicanangkan. Indikator kompetensi dijabarkan oleh guru atas dasar analisis terhadap KD yang telah ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), dan digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. Indikator kompetensi merupakan penjabaran kompetensi dasar yang menunjukkan tanda-tanda, perbuatan dan/atau respon yang dilakukan atau ditampil-

10

kan oleh peserta didik. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan, potensi daerah dan peserta didik. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional spesifik yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Pernyataan tentang indikator kompetensi dapat dikutip pada silabus yang telah dikembangkan. Langkah-langkah menyusun indikator dapat dijelaskan sebagai berikut. (1) Tulis rumusan kompetensi dasar (KD) sesuai dengan bunyi KD pada BSNP, lengkap dengan penomorannya. Contoh KD 1.2 untuk kelas XII: Melaksanakan percobaan pengaruh faktor luar terhadap pertumbuhan tumbuhan; (2) Mengkaji KD untuk mengidentifikasi indikatornya. Rumuskan indikator yang dianggap relevan tanpa memikirkan urutannya lebih dulu dengan cara menuliskan pengalaman yang paling mengesankan dengan menggunakan pilihan kata dan kalimat efektif. Contoh indikator kompetensi yang sesuai dengan bunyi KD di atas. a. mengidentifikasi faktor-faktor luar pertumbuhan b. memilih faktor luar pertumbuhan c. menetapkan alat percobaan d. menyusun alat percobaan e. mengorganisasi percobaan (3) Mengkaji ulang semua indikator kompetensi yang mempresentasikan bunyi KD. Jika pada pengkajian ditemukan indikator-indikator lain yang kemungkinan belum teridentifikasi, maka tambahkan indikator lain tersebut; atau jika bunyi rumusan indikator sebelumnya dianggap kurang tepat dan akurat, maka ubahlah rumusan yang kurang tepat dengan rumusan yang lebih tepat dan akurat, dan pertimbangkan urutannya. (4) Sampai tahap ini, penjabaran KD menjadi indikator-indikator kompetensi dianggap selesai.

11

f. Tujuan pembelajaran Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar. Tidak hanya hasil yang dijadikan tolok ukur dalam melihat hasil belajar, proses yang terjadi selama pembelajaran bisa merupakan tujuan pembelajaran pula. Justru, proses inilah yang berakumulasi berulang-ulang menjadi sebuah hasil dari tujuan pembelajaran. Dengan demikian, tujuan merupakan arahan guna terlaksananya pembelajaran yang berhasil. Tujuan pembelajaran seyogyanya memuat unsur-unsur: 1) siswa yang menjadi sasaran belajar, 2) tingkahlaku belajar (kognitif, afektif, dan psikomotor) yang menjadi target pencapaian, 3) kondisi belajar, dan 4) tuntutan minimal kedalaman/keluasan pembelajaran materi pelajaran. Unsur siswa yang menjadi agar guru sasaran selalu

sebaiknya

disebut

jenjang

pendidikannya,

memperhatikan karakter dan kemampuan rata-rata siswa sesuai dengan tingkat perkembangan umurnya. Unsur perubahan tingkahlaku merupakan penjabaran dari unsur tingkahlaku belajar pada kompetensi dasar, artinya perubahan tingkahlaku yang diharapkan dapat diamati. Kondisi pembelajaran yang direncanakan merupakan kegiatan pembelajaran yang menunjang tercapainya ketrampilan proses, ketrampilan inkuiri, dan ketrampilan-ketrampilan lain yang disebutkan dalam kompetensi dasar. Tuntutan materi pelajaran adalah menunjukkan kedalaman/keluasan prinsip/subkonsep/fakta yang merupakan isi dari konsep yang diajarkan, sesuai dengan karakter dan kemampuan rata-rata siswa.

g. Materi ajar Materi ajar merupakan inti dari pembelajaran. Pada materi ajar, guru harus memasukkan fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi. Materi ajar berupa fakta, konsep, prinsip dan prosedur yang relevan sebaiknya disampaikan secara hierarkis. Selain untuk memudahkan siswa, hierarikis ilmu yang diberikan juga akan diperoleh secara gradual menuju ke arah yang lebih komprehensif.

12

h. Metode pembelajaran Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran. Metode pembelajaran yang hendak diimplementasikan sebaiknya tidak monoton. Dengan beberapa metode pembelajaran yang beragam, diharapkan para guru mengkolaborasikannya dan mengimplementasikannya secara tepat, sesuai dengan konteks yang terjadi.

i. Kegiatan pembelajaran Dalam kegiatan pembelajaran, rencana detail haruslah diatur sedemikian rupa sehingga bisa sinkron baik dengan SK, KD, alokasi waktu serta metode yang diimplementasikan. Dalam kegiatan pembelajaran, terdapat tiga unsur yang terdiri dari pendahuluan, inti dan penutup. Berikut merupakan deskripsi singkat mengenai ketiganya. 1). Pendahuluan Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Dalam kegiatan pendahuluan, guru: (1) menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran; (2) mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari; (3) menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai; (4) menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.

13

2). Inti Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses.eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. (1) Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru: a. melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber; b. menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain; c. memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya; d. melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; e. memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

(2) Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru: a. membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugastugas tertentu yang bermakna; b. memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis; c. memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut; d. memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;

14

e. memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar; f. rnemfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan balk lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok; g. memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan eksplorasi; kerja individual maupun kelompok; h. memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan; i. memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

(3) Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru: a. memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik, b. memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber, c. memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan, d. memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar: e. berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar; f. membantu menyelesaikan masalah; g. memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi; h. memberi informasi untuk bereksplorasi Iebih jauh; i. memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

15

3). Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru: (1) bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran; (2) melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram; (3) memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran; (4) merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; (5) menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

j. Penilaian hasil belajar Penilaian hasil belajar merupakan salah satu evaluasi yang harus dilakukan oleh guru sebagai evaluator. Dalam hal ini, penilaian hasil belajar harus dicantumkah dalam RPP karena penilaian hasil belajar tidaklah sama. Penilaian bisa dilakukan atas individu-individu berdasarkan nilai normatif, kerjasama, perilaku ataupun penilaian lainnya. Adapun prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada Standar Penilaian. Penilaian dilakukan oleh guru terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik, serta digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar, dan memperbaiki proses pembelajaran. Penilaian dilakukan secara konsisten, sistematik, dan terprogram dengan menggunakan tes dan nontes dalam bentuk tertulis atau lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, portofolio, dan penilaian diri. Penilaian hasil pembelajaran

menggunakan Standar Penilaian Pendidikan dan Panduan Penilaian Kelompok Mata Pelajaran.

16

k. Sumber belajar Sumber belajar bisa bervariasi. Adapun penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi. Dalam hal ini, guru—dengan update keilmuannya—bisa mengembangkan sumber belajar baik yang klasik atau pun yang kontemporer yang bisa menunjang semua pengetahuan yang diperlukan.

E. Langkah-langkah Penyusunan RPP Setelah mengetahui seluk beluk komponen penyusunan RPP, berikut, merupakan langkah-langkah riil dan sederhana dalam penyusunannya. Seperti telah dikatakan di muka, bahwa hal pertama yang harus diisi adalah mencantumkan identitas. Perhatikan sistematika dan rambu-rambu yang perlu ditulis dalam identitas. 1. Identitas, meliputi: 1) Nama sekolah: (diisi sesuai dengan nama sekolah di mana guru melaksanakan tugas); 2) Mata Pelajaran: (diisi nama matapelajaran yang diampu oleh guru); 3) Kelas/Semester: (diisi kelas I/II/III dan semester gasal/genap); 4) Standar Kompetensi: (diisi lengkap sesuai dengan bunyi dari setiap Standar Kompetensi yang ada pada silabus, disertai dengan penomorannya) 5) Kompetensi Dasar: (diisi lengkap sesuai dengan bunyi dari Standar Kompetensi yang ada pada silabus, disertai dengan penomorannya. Penomoran perlu dilakukan untuk melihat keutuhan dari Kompetensi Dasar yang disajikan pada kurun waktu tertentu (setiap semester), terutama bila terjadi perubahan urutan) 6) Indikator Kompetensi: (diisi sesuai dengan bunyi Indikator Kompetensi dengan cara mengambil Indikator Kompetensi yang ada pada silabus) 7) Alokasi Waktu: (diisi dengan cara menuliskan kembali alokasi waktu sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan pada silabus)

17

1. Mencantumkan Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran berisi penguasaan kompetensi yang operasional yang ditargetkan/dicapai dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Tujuan pembelajaran dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang operasional dari kompetensi dasar. Apabila rumusan kompetensi dasar sudah operasional, rumusan tersebutlah yang dijadikan dasar dalam merumuskan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran dapat terdiri atas sebuah tujuan atau beberapa tujuan.

2. Mencantumkan Materi Pembelajaran Materi pembelajaran adalah materi yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Materi pembelajaran dikembangkan dengan mengacu pada materi pokok yang ada dalam silabus.

3. Mencantumkan Metode Pembelajaran Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih. 4. Mencantumkan Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Untuk mencapai suatu kompetensi dasar harus dicantumkan langkahlangkah kegiatan setiap pertemuan. Pada dasarnya, langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Akan tetapi, dimungkinkan dalam seluruh rangkaian kegiatan, sesuai dengan karakteristik model yang dipilih, menggunakan urutan sintaks sesuai dengan modelnya. Oleh karena itu, kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup tidak harus ada dalam setiap pertemuan.

5. Mencantumkan Sumber Belajar Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan oleh satuan pendidikan. Sumber belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber, alat, dan bahan. Sumber

18

belajar dituliskan secara lebih operasional. Misalnya, sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referensi, dalam RPP harus dicantumkan judul buku teks tersebut, pengarang, dan halaman yang diacu.

6. Mencantumkan Penilaian Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian, bentuk instrumen, dan instrumen yang dipakai untuk mengumpulkan data. Dalam sajiannya dapat dituangkan dalam bentuk matriks horisontal atau vertikal. Apabila penilaian menggunakan teknik tes tertulis uraian, tes unjuk kerja, dan tugas rumah yang berupa proyek harus disertai rubrik penilaian.

2. Format RPP RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SMP/MTs. Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator pencapaian Alokasi Waktu A. Tujuan pembelajaran B. Materi ajar C. Metode Pembelajaran D. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 Pertemuan 2 dst F. Penilaian E. Sumber Belajar : ................................... : ................................... : ................................... : ................................... : ................................... : ................................... : ..... x 40 menit (… pertemuan)

19

3. CONTOH RPP Mata Pelajaran : Biologi

Satuan Pendidikan : SMA Kelas/Semester Alokasi Waktu : XI/2 : 180 Menit (4 x 45 menit jam pembelajaran)

A. Standar Kompetensi Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan dan/atau penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada Salingtemas

B. Kompetensi dasar: Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/ penyakit yang dapat terjadi pada sistem pernapasan pada manusia dan hewan (misalnya burung)

C. Materi Ajar Materi Pokok I: sistem pernapasan pada manusia Sub-sub materi: Struktur organ pernapasan manusia Fungsi organ pernapasan pada manusia Proses pernapasan pada manusia Kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan manusia Pencegahan gangguan dan penyakit pernapasan manusia

Materi pokok II: sistem pernapasan pada hewan Sub-sub materi: ........................ ........................

D. Indikator

20

Mendeskripsikan bagian-bagian organ pernapasan dan memperkirakan letaknya pada tubuh sendiri. Menjelaskan fungsi organ-organ pernapasan: rongga hidung, faring (anak tekak), trakea (batang tenggorok), bronkhus, bronkheolus dan alveolus. Menjelaskan proses keluar/masuknya udara dari/ke paru-paru (inpirasi dan ekspirasi) pada manusia. Menjelaskan mekanisme pernapasan perut dan pernapasan dada Menjelaskan kandungan gas yang keluar dari paru-paru dan menjelaskan reaksi kimia Mendata contoh gejala, dan penyebab penyakit pada sistem pernapasan yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari Menjelaskan cara pencegahan gangguan dan penyakit pernapasan manusia dan upaya mengatasinya.

E. Tujuan Pembelajaran Siswa diharapkan mampu: Mendeskripsikan bagian-bagian organ pernapasan dan memperkirakan letaknya pada tubuh sendiri setelah mengamati model/gambar organ pernapasan. Menjelaskan fungsi rongga hidung, faring (anak tekak), laring, trakea (batang tenggorok), bronkhus dan alveolus setelah membaca buku dan berdiskusi. Menjelaskan proses pernafasan pada manusia (inspirasi dan ekspirasi) setelah melakukan percobaan dengan alat aspiratory vacum pump. Menjelaskan mekanisme pernapasan perut dan pernapasan dada dengan menunjukkan hubungan antara gerakan perut/dada dengan keluar/masuknya udara dari/ke paru-paru setelah melakukan percobaan. Menjelaskan kandungan gas yang keluar dari paru-paru dan menjelaskan reaksi kimia setelah melakukan percobaan sederhana dengan menggunakan air kapur dan cermin. Mendata contoh gejala, dan penyebab penyakit pada sistem pernapasan yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari melalui diskusi.

21

Menjelaskan cara pencegahan gangguan dan penyakit pernapasan manusia dan upaya mengatasinya setelah memperoleh informasi dan berdiskusi dengan para medis.

F. Langkah-Langkah Pembelajaran

Pertemuan 1. Pernapasan pada manusia 1. Kegiatan Awal 1) Siswa secara bersama-sama diminta untuk menekuk dadanya ke depan, manahan napas, kemudian menarik dadanya ke belakang. Kemudian guru bertanya: “Apa yang terasa dihidung ketika kalian menarik dada ke belakang? 2) Siswa diminta duduk dengan posisi tubuh tegak, menahan napas, kemudian diminta menekuk dada ke depan: “Apa yang terasa di hidung ketika kalian menekuk dada ke depan?

Masalah: (1) Dari mana dan kemana udara yang keluar/masuk melalui hidung? (2) Gas apa yang keluar/masuk melalui hidung? (3) Bagaimana prosesnya sehingga udara dapat keluar/masuk melalui hidung? (4) Adakah kelainan atau penyakit yang menyebabkan gangguan pada keluar/masuknya udara melalui hidung? Bagaimana pencegahannya?

2. Kegiatan Inti (Eksplorasi, Elaborasi dan Konfirmasi)

Kegiatan 1. Struktur organ pernapasan 1) Siswa diminta mengamati torso organ pernapasan dan peta anatomi organ pernapasan. 2) Siswa mengidentifikasi bagian-bagian organ pernapasan mulai dari rongga hidung sampai ke paru-paru (alveolus).

22

3) Siswa memproyeksikan letak bagian-bagian organ pernapasaan pada tubuhnya sendiri.

Kegiatan 2. Fungsi organ pernapasan 1) Siswa membaca buku teks untuk mencari informasi mengenai fungsi bagianbagian organ pernapasan: hidung, trakea, bronkhus, bronkheolus, alveolus (paru-paru). 2) Siswa berdiskusi dengan temannya dan mengerjakan LKS

Kegiatan 3. Mekanisme keluar/masuknya udara pernapasan Siswa melakukan percobaan keluar/masuknya udara dari dan ke paru-paru dengan menggunakan aspirometer.

1) Guru mendemonstrasikan jalannya percobaan 2) Siswa diberi kesempatan untuk melakukan percobaan. 3) Siswa berdiskusi: menemukan mekanisme keluar/masuknya udara sehingga menggembung/mengempiskan balon di dalam aspirometer. Aspiratory vacuum pump 4) Siswa berdiskusi untuk memproyeksikan kerja aspirometer kepada mekanisme parnapasan dalam tubuhnya sendiri..

Kegiatan 4. Pernapasan dada dan pernapasan perut Siswa melakukan percobaan pada tubuh sendiri: 1) Mengembang-kempiskan perut sambil merasakan gerakan udara di hidung. 2) Menaikkan dan menurunkan dada sambil merasakan gerakan udara di hidung. 3) Berdiskusi untuk menunjukkan hubungan antara kembang-kempisnya perut atau naik-turunnya dada dengan keluar/masuknya udara dari/ke paru-paru 4) Berdiskusi untuk menjelaskan perubahan tekanan di dalam rongga dada sebagai akibat dari kembang-kempisnya perut dan naik-turunnya dada, serta hubungannya dengan tekanan udara di atmosfer, sehingga udara keluar/masuk melalui hidung.

23

Perut menggembung – udara masuk melalui hidung. Perut mengempis – udara Kegiatan 5. Kandungan(pernapasan perut). keluar melalui hidung gas dalam udara pernapasan Dada naik – udara masuk melalui hidung, dada turun – udara keluar melalui 1) Siswa melakukan percobaan untuk menunjukkan kandungan gas yang keluar hidung (pernapasan dada). dari paru-paru dengan menggunakan air kapur (Prosedur kerja pada LKS, terlampir). 2) Siswa berdiskusi kelompok sampai menemukan kesimpulan: Gas CO2 (dari pernapasana) yang menyebabkan air kapur keruh: Ca (OH)2 + CO2 Ca CO3 + H2O

3) Siswa melakukan percobaan dengan cermin untuk menunjukkan bahwa Udara yang keluar pernapasan mengandung uap air.

4) Siswa berdiskusi untuk menemukan reaksi kimia pernapasan, yaitu:

C6H12O6 + 6 O2

6 CO2 + 6 H2O + Energi

Kegiatan 6. Gangguan dan penyakit pernapasan, serta penyebabnya. 1) Siswa berdiskusi dan mendata gangguan atau penyakit pernapasan yang pernah di derita, dan mendiskusikan penyebabnya. Misalnya: influenza 2) Siswa membuat kliping dari koran tentang macam-macam gangguan dan penyakit pernapasan yang banyak diderita masyarakat dan penyebabnya, misalnya: infeksi saluran pernapasan atas (ispa), flu burung.

Kegiatan 7. Pencegahan gangguan dan penyebab penyakit pernapasan a. Siswa mengikuti ceramah dari dokter PUSKESMAS tentang macam-macam penyakit pernapasan dan cara pencegahannya.

24

b. Berdiskusi cara mencegah berjangkitnya penyakit pernapasan berdasarkan penyebabnya.

3. Kegiatan Penutup Siswa membuat poster tentang “FLU BURUNG” 1) Gejala penyakit flu burung pada unggas (ayam) 2) Sumber dan cara penularan penyakit flu burung 3) Cara pencegahan penularan penyakit flu burung 4) Kerugian yang diderita peternak unggas akibat wabah flu burung.

Pertemuan 2. Pernapasan pada hewan (insekta, pisces, amfibi, aves) 1. Kegiatan Awal (Eksplorasi) : …………………………………………………. 2. Kegiatan Inti (Elaborasi dan Konfirmasi) :

…………………………………………………. 3. Kegiatan Penutup : ………………………………………….

4. Evaluasi: ………………………………………………………………………..

E. Alat, Bahan dan Sumber Belajar 1. Sumber/narasumber: dokter puskesmas, buku teks biologi SMA 2. Alat.bahan: gelas plastik, sedotan minuman mineral, air kapur.

F. Evaluasi

1. Tes Kognitif a. Tunjukkan dengan gambar bagian-bagian organ pernapasan pada manusia b. Jelaskan fungsi bagian-bagian organ pernapasan: rongga hidung, bulu hidung, faring (anak tekak), trakea, bronchus, alveolus. c. Sebutkan 3 macam penyakit pernapasan

25

d. Jelaskan cara pencegahan penyakit flu burung.

2. Tes Unjuk Kerja a. Praktikum dengan aspiratory vacuum pump.

No

Nama Siswa Keaktifan/ketrampilan membuat aspirometer

Ketrampilan melakukan percobaan

Ketrampilan menjelaskan mekanisme pernapasan

1 2 Dst

b. Praktikum pernapasan dada dan pernapasan perut 1) Lakukan pernapasan dada, dan jelaskan proses/mekanisme keluar/ masuknya udara pernapasan. 2) Lakukan pernapasan perut, dan jelaskan proses/mekanisme keluar/ masuknya udara pernapasan.

c. Praktikum percobaan pernapasan dengan air kapur No Nama Siswa Keaktifan/ketrampilan merangkai alat/bahan percobaan Ketrampilan melakukan percobaan Ketrampilan menjelaskan penyebab dan reaksi perubahan air kapur

1 2 Dst

3. Portofolio a. Tulisan tentang pengalaman pribadi menderita gangguan/penyakit pernapasan: penyebab, gejala, pengobatan

26

b. Buat kliping (koran dan berita TV): penyakit ispa dan flu burung (gejala penyakit, penyebab, pencegahan, pengobatan)

Lembar Kerja Siswa (LKS)

Percobaan 1. a. Siswa melakukan percobaan: ♦ Menghembuskan napas ke air kapur (Gambar 1) ♦ Mengamati perubahan air kapur ♦ Mencatat data hasil pengamatan b. Guru menjelaskan bahwa CO2 menyebabkan air kapur menjadi keruh, karena air kapur (Ca(OH)2 berubah menjadi endapan kapur (CaCO2). c. Siswa berdiskusi: “Apa gas yang keluar dari pernapasan?”

dihembuskan udara pernapasan

Air kapur Gambar 1 Percobaan 2. a. Siswa melakukan percobaan: ♦ Menghembuskan napas ke cermin (Gambar 2) ♦ Mengamati permukaan cermin, melihat atau meraba permukaan cermin yang baru dihembus ♦ Mengidentifikasi zat yang menempel di cermin b. Siswa mendiskusikan macam zat yang keluar dari paru-paru, yang teridentifikasi

27

pada permukaan cermin

dihembuskan udara pernapasan

Cermin

Gambar 2

Setelah percobaan selesai, guru membimbing siswa untuk berdiskusi kelas bahwa: 1. Di dalam tubuh ada zat gula (glukosa = C6H12O6) yang berasal dari zat tepung yang dimakan 2. Ketika menarik napas menghirup gas oksigen (O2) 3. Ketika O2 bertemu dengan C6H12O6 terjadilah reaksi kimia menjadi zat yng diamati pada Percobaan 1 dan Percobaan 2.

Demikianlah tata cara penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Penyusunan RPP ini bukan membuat guru menjadi sulit dalam mengajar, akan tetapi sebaliknya. Pembuatan RPP ini adalah untuk mempermudah guru dalam melaksanakan tugasnya dalam mengajar. Adanya RPP ini akan menjadi sumber acuan di setiap langkah guru mengajar. Penulis berharap bahwa tulisan ini bermanfaat bagi guru dalam membuat RPP mata pelajaran yang diasuhnya. Amiin.

28

Lampiran-lampiran

29

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2006

TENTANG STANDAR ISI UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, Menimbang : bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 8 ayat (3), Pasal 10 ayat (3), Pasal 11 ayat (4), Pasal 12 ayat (2), dan Pasal 18 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah; Mengingat :1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301); 2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496); 3. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tatakerja Kementrian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2005; 4. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005;

30

Memperhatikan : Surat Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan Nomor 0141/BSNP/III/2006 tanggal 13 Maret 2006 dan Nomor 0212/BSNP/V/2006 tanggal 2 Mei; MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG STANDAR ISI UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH. Pasal 1 (1) Standar Isi untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang selanjutnya disebut Standar Isi mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. (2) Standar Isi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum pada Lampiran Peraturan Menteri ini. Pasal 2 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 23 Mei 2006 MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, TTD. BAMBANG SUDIBYO

31

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN ASIONAL, Menimbang : bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 24 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;

Mengingat

:

1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301); 2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496) ; 3. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, clan Tatakerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2005; 4. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 31/P Tahun 2007;

32

MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH. Pasal 1 Standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah mencakup perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran. Standar Proses sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum pada Lampiran Peraturan Menteri ini. Pasal 2 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 23 November 2007 MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, TTD. BAMBANG SUDIBYO Salinan sesuai dengan aslinya. Biro Hukum dan Organisasi Departemen Pendidikan Nasional, Kepala Bagian Penyusunan Rancangan Perundang-undangan dan Bantuan Hukum I,

(1)

(2)

Muslikh, S.H. NIP 131479478

SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 41 TAHUN 2007 TANGGAL 23 NOVEMBER 2007

STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH I. PENDAHULUAN Dalam rangka pembaharuan sistem pendidikan nasional telah ditetapkan visi, misi dan strategi pembangunan pendidikan nasional. Visi pendidikan nasional adalah terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Terkait dengan visi tersebut telah ditetapkan serangkaian prinsip penyelenggaraan pendidikan untuk dijadikan landasan dalam pelaksanaan reformasi pendidikan. Salah satu prinsip tersebut adalah pendidikan diselenggarakan sebagai proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Dalam proses tersebut diperlukan guru yang memberikan keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik. Implikasi dari prinsip ini adalah pergeseran paradigma proses pendidikan, yaitu dari paradigma pengajaran ke paradigma pembelajaran. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Proses pembelajaran perlu direncanakan, dilaksanakan, dinilai, dan diawasi agar terlaksana secara efektif dan efisien. Mengingat kebhinekaan budaya, keragaman latar belakang dan karakteristik peserta didik, serta tuntutan untuk menghasilkan lulusan yang bermutu, proses pembelajaran untuk setiap mata pelajaran harus fleksibel, bervariasi, dan memenuhi standar. Proses pembelajaran pada setiap satuan pendidikan dasar dan menengah harus interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan salah satu standar yang harus dikembangkan adalah standar proses. Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai kompetensi lulusan. Standar proses berisi kriteria minimal proses pembelajaran pada satuan pendidikan dasar dan menengah di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Standar proses ini berlaku untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah pada jalur formal, balk pada sistem paket maupun pada sistem kredit semester. Standar proses meliputi perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan
1

proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.

II. PERENCANAAN PROSES PEMBELAJARAN Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran, standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan sumber belajar. A. Silabus Silabus sebagai acuan pengembangan RPP memuat identitas mata pelajaran atau tema pelajaran, SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Silabus dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), serta panduan penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dalam pelaksanaannya, pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah/ madrasah atau beberapa sekolah, kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau Pusat Kegiatan Guru (PKG), dan Dinas Pendidikan. Pengembangan silabus disusun di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD dan SMP, dan divas provinsi yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SMA dan SMK, serta departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI, MTs, MA, dan MAK. B. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan. Komponen RPP adalah 1. Identitas mata pelajaran Identitas mata pelajaran, meliputi: satuan pendidikan, kelas, semester, program/program keahlian, mata pelajaran atau tema pelajaran, jumlah pertemuan.

2

2. Standar kompetensi Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran. 3. Kompetensi dasar Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik•dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi dalam suatu pelajaran. 4. Indikator pencapaian kompetensi Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan. 5. Tujuan pembelajaran Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar. 6. Materi ajar Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi. 7. Alokasi waktu Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar. 8. Metode pembelajaran Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran. Pendekatan pembelajaran tematik digunakan untuk peserta didik kelas 1 sampai kelas 3 SD/M I. 9. Kegiatan pembelajaran a. Pendahuluan Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. b. Inti Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses.eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.
3

c. Penutup Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindaklanjut. 10. Penilaian hasil belajar Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada Standar Penilaian. 11. Sumber belajar Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi. C. Prinsip-prinsip Penyusunan RPP 1. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan jenis kelamin, kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik. Mendorong partisipasi aktif peserta didik Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk mendorong motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian, dan semangat belajar. Mengembangkan budaya membaca dan menulis Proses pembelajaran dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi. Keterkaitan dan keterpaduan RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pernlielajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.

2.

3.

4.

5.

6.

4

III. PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN A. Persyaratan Pelaksanaan Proses Pembelajaran 1. Rombongan belajar Jumlah maksimal peserta didik setiap rombongan belajar adalah: a. SD/MI : 28 peserta didik b. SMP/MT : 32 peserta didik c. SMA/MA : 32 peserta did 1k d. SMK/MAK : 32 peserta didik 2. Beban kerja minimal guru a. beban kerja guru mencakup kegiatan pokok yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik, serta melaksanakan tugas tambahan; b. beban kerja guru sebagaimana dimaksud pada huruf a di atas adalah se kurang-kurang nya 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu. 3. Buku teks pelajaran a. buku teks pelajaran yang akan digunakan oleh sekolah/madrasah dipilih melalui rapat guru dengan pertimbangan komite sekolah/madrasah dari bukubuku teks pelajaran yang ditetapkan oleh Menteri; b. rasio buku teks pelajaran untuk peserta didik adalah 1 : 1 per mata pelajaran; c. selain buku teks pelajaran, guru menggunakan buku panduan guru, buku pengayaan, buku referensi dan sumber belajar lainnya; d. guru membiasakan peserta didik menggunakan buku-buku dan sumber belajar lain yang ada di perpustakaan sekolah/madrasah. 4. Pengelolaan kelas a. guru mengatur tempat duduk sesuai dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran, sertaaktivitas pembelajaran yang akan dilakukan; b. volume dan intonasi suara guru dalam proses pembelajaran harus dapat didengar dengan baik oleh peserta didik; c. tutur kata guru santun dan dapat dimengerti oleh peserta didik; d. guru menyesuaikan materi pelajaran dengan kecepatan dan kemampuan belajar peserta didik; e. guru menciptakan ketertiban, kedisiplinan, kenyamanan, keselamatan, dankeputusan pada peraturan dalam menyelenggarakan proses pembelajaran; f. guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap respons dan hasil belajar peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung; h. guru menghargai pendapat peserta didik; i. guru memakai pakaian yang sopan, bersih, dan rapi; j. pada tiap awal semester, guru menyampaikan silabus mata pelajaran
5

yang diampunya; dan k . guru memulai dan mengakhiri proses pembelajaran sesuai dengan waktu yang dijadwalkan. B. Pelaksanaan Pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP. Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. 1. Kegiatan Pendahuluan Dalam kegiatan pendahuluan, guru: (5) menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran; (6) mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari; c. menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai; d. menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus. 2. Kegiatan Inti Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. a. Eksplorasi Dalam kegiatan eksplorasi, guru: 1) melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber; 2) menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain; 3) memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya; 4) melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan 5) memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan. b. Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi, guru: 1) membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui
6

2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9)

tugas-tugas tertentu yang bermakna; memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis; memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut; memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif; memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar; rnemfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan balk lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok; memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan eksplorasi; kerja individual maupun kelompok; memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan; memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.

c. Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi, guru: 1) memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik, 2) memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber, 3) memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan, 4) memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar: a) berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar; b) membantu menyelesaikan masalah; c) memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi; d) memberi informasi untuk bereksplorasi Iebih jauh; e) memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif. 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru: a. bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran; b. melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram; c. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;

7

d. merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; e. menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

IV. PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN Penilaian dilakukan oleh guru terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik, serta digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar, dan memperbaiki proses pembelajaran. Penilaian dilakukan secara konsisten, sistematik, dan terprogram dengan menggunakan tes dan nontes dalam bentuk tertulis atau lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, portofolio, dan penilaian diri. Penilaian hasil pembelajaran menggunakan Standar Penilaian Pendidikan dan Panduan Penilaian Kelompok Mata Pelajaran.

V. PENGAWASAN PROSES PEMBELAJARAN A. Pemantauan 1. Pemantauan proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran. 2. Pemantauan dilakukan dengan cara diskusi kelompok terfokus, pengamatan, pencatatan, perekaman, wawancara, dan dokumentasi. 3. Kegiatan pemantauan dilaksanakan oleh kepala dan pengawas satuan pendidikan. B. Supervisi 1. Supervisi proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran. 2. Supervisi pembelajaran diselenggarakan dengan cara pemberian contoh, diskusi, pelatihan, dan konsultasi. 3. Kegiatan supervisi dilakukan oleh kepala dan pengawas satuan pendidikan. C. Evaluasi 1. Evaluasi proses pembelajaran dilakukan untuk menentukan kualitas pembelajaran secara keseluruhan, mencakup tahap perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran. 2. Evaluasi proses pembelajaran diselenggarakan dengan cara: a. membandingkan proses pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan standar proses, b. mengidentifikasi kinerja guru dalam proses pembelajaran sesuai dengan kompetensi guru.
8

3. Evaluasi proses pembelajaran memusatkan pada keseluruhan kinerja guru dalam proses pembelajaran. D. Pelaporan Hasil kegiatan pemantauan, supervisi, dan evaluasi proses pembelajaran dilaporkan kepada pemangku kepentingan. E. Tindak lanjut 1. Penguatan dan penghargaan diberikan kepada guru yang telah memenuhi standar. 2. Teguran yang bersifat mendidik diberikan kepada guru yang belum memenuhi standar. 3. Guru diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan/penataran Iebih lanjut. MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, TTD.

BAMBANG SUDIBYO

Salinan sesuai dengan aslinya. Biro Hukum dan Organisasi Departemen Pendidikan Nasional, Kepala Bagian Penyusunan Rancangan Peraturan Perundang-undangan dan Bantuan Hukum I,

Muslikh, S.H NIP. 131479478

9

GLOSARIUM Afektif Alam takam bang jadi guru Beban kerja guru : Berkaitan dengan sikap, perasaan dan nilai. : Menjadikan alam dalam lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, tempat berguru. : 1. Sekurang-kurangnya 24 jam tatap muka dalam satu minggu, mencakup kegiatan pokok merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik, serta melaksanakan tugas tambahan (UU No. 14 Tahun 2005 Pasal 35 ayat 1 dan 2). 2. Beban maksimal dalam mengorganisasikan proses belajar dan pembelajaran yang bermutu : SD/MI/SDLB 27 jam @ 35 menit, SMP/MTs/SMPLB 18 jam @ 40 menit, SMA/MIIISMK/MAK/SMALB 18 jam @ 45 menit (Standar Proses). : Perubahan yang relatif permanen dalam kapasitas pribadi seseorang sebagai akibat pengolahan atas pengalaman yang diperolehnya dan praktik yang dilakukannya. : Kegiatan mengolah pengalaman dan atau praktik dengan cara mendengar, membaca, menulis, mendiskusikan, merefleksi rangsangan, dan memecahkan masalah. : Kegiatan atas prakarsa sendiri dalam menginternalisasi pengetahuan, sikap dan keterampilan, tanpa tergantung atau mendapat bimbingan langsung dari orang lain.

Belajar

Belajar aktif

Belajar mandiri

: Semua kegiatan yang berkenaan dengan kemampuan berbahasa (mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis). Proses penulisan dilakukan dengan keterlibatan peserta didik dengan tahapan kegiatan: pra penulisan, buram 1, revisi, buram 2, pengecekan tanda baca, dan terakhir publikasi di mana peserta didik menentukan karyanya dimuat di buku kelas, mading, majalah sekolah, atau majalah yang ada di daerah setempat. Daya saing : Kemampuan untuk menunjukkan hasil lebih baik, lebih cepat atau Iebih bermakna. Indikator kompetensi : Bukti yang menunjukkan telah dikuasainya kompetensi dasar Budaya membaca menulis Klasikal : Cara mengelola kegiatan belajar dengan sejumlah peserta didik dalam suatu kelas, yang memungkinkan belajar bersama, berkelompok dan individual. : Berkaitan dengan atau meliputi proses rasional untuk menguasai pengetahuan dan pemahaman konseptual. Periksa taksonomi tujuan belajar kognitif. : Kerjasama dalam pemecahan masalah dan atau penyelesaian suatu tugas dimana tiap anggota melaksanakan fungsi yang saling mengisi dan melengkapi.

Kognitif

Kolaboratif

Kolokium

Kompetensi

Kompetensi Dasar (KD) Kooperatif Metakognisi

: Suatu kegiatan akademik dimana seseorang mempresentasikan apa yang telah dipelajari kepada suatu kelompok atau kelas, dan menjawab pertanyaan mengenai presentasinya dari anggota kelompok atau kelas. : 1.Seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugastugas di bidang pekerjaan tertentu. 2.Keseluruhan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang dinyatakan dengan ciri yang dapat diukur. : Kemampuan minimal yang diperlukan untuk melaksanakan tugas atau pekerjaan dengan efektif, : Kegiatan yang dilakukan dalam kelompok demi untuk kepentingan bersama (mutual benefit). : Kognisi yang lebih komprehensif, meliputi pengetahuan strategik (mampu membuat ringkasan, menyusun struktur pengetahuan), pengetahuan tentang tugas kognitif mengetahui tuntutan kognitif untuk berbagai keperluan), dan pengetahuan tentang diri (Briggs menggunakan istilah "prinsip"). : Cara pandang dan berpikir yang mendasar. : 1. Proses interaksi peserta didik dengan guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UU Sisdiknas); 2. Usaha sengaja, terarah dan bertujuan oleh seseorang atau sekelompok orang (terma suk guru dan penulis buku pelajaran) agar orang lain (termasuk peserta didik), dapat memperoleh pengalaman yang bermakna. Usaha ini merupakan kegiatan yang berpu sat pada kepentingan peserta didik. : Pengorganisasian proses belajar yang dikaitkan dengan masalah konkret yang dapat ditinjau dari herbagai disiplin keilmuan atau mata pelajaran. Misalnya rnasalah "bencana alam" yang ditinjau dari pelajaran Bahasa Indonesia, IPA, IPS, dan

Paradigma Pembelajaran

Pembelajaran ber basis masalah

: Pengorganisasian proses belajar yang dikaitkan dengan Pembelajaran suatu objek konkret yang dapat ditinjau dari berbagai ber- basis proyek disiplin keilmuan atau mata pelajaran. Misalnya objek "sepeda" yang ditinjau dari pelajaran Bahasa, IPA, IPS, dan Penjasorkes. Penilaian : Usaha untuk mengukur atau memberikan penghargaan Otentik atas kemampuan seseorang yang benar-benar menggambarkan apa yang dikuasairya. Penilaian ini dilakukan dengan berbagai cara seperti tes tertulis, kolokium, portofolio, unjuk kerja, unjuk tindak (berdikusi, berargumentasi, dan lain-lain), observasi dan lain-lain. Portofolio Prakarsa : Suatu berkas karya yang disusun berdasarkan sistematika tertentu, sebagai bukti penguasaan atas tujuan belajar. Saya atau kemampuan seseorang atau lembaga untuk me: mulai sesuatu yang berdampak positif terhadap diri dan lingkungannya. : Berkaitan dengan usaha untuk mengolah atau mentransformasikan rangsangan dari penginderaan dengan pengalaman, pengetahuan, dan kepercayaan yang telah dimiliki. : Usaha yang dilakukan secara berurutan agar tujuan dapat dicapai dengan efektif dan efisien. Holistik: cara memandang segala sesuatu sebagai bagian yang tidak terpisahkan dengan bagian lain yang lebih luas. : Ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu (PP 19 Tahun 2005). : Ketentuan pokok untuk dijabarkan lebih lanjut dalam serangkaian kemampuan untuk melaksanakan tugas atau pekerjaan secara efektif. : Ketentuan pokok untuk menunjukkan kemampuan melaksanakan tugas atau pekerjaan setelah mengikuti serangkaian program pembelajaran. : Pendekatan menyeluruh yang berupa pedoman umum dan kerangka kegiatan untuk mencapai suatu tujuan dan biasanya dijabarkan dari pandangan falsafah atau teori tertentu. : Segala sesuatu yang mengandung pesan, baik yang sengaja dikembangkan atau yang dapat dimanfaatkan untuk memberikan pengalaman dan atau praktik yang memungkinkan terjadinya belajar. Sumber belajar dapat berupa nara sumber, buku, media non-buku, teknik dan lingkungan.

Reflektif

Sistematik Sistemik

Standar Isi (SI)

Standar Kompetensi (SK) Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Strategi

Sumber belajar

Taksonomi tujuan : 1.Meliputi pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi (Benjamin Bloom dkk, 1956). belajar kognitif 2.Terdiri atas dua dimensi, yaitu dimensi pengetahuan yang terdiri atas faktual, konseptual, prosedural, dan metakognisi, dan dimensi proses kognitif yang meliputi mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi dan mencipta (Lorin W. Anderson dkk, 2001, sebagai revisi dari taksonomi Bloom dkk.). Tematik : Berkaitan dengan suatu tema yang berupa subjek atau topik yang dijadikan pokok pembahasan. Contoh: pembelajaran tematik di kelas I SD dengan tema "Aku dan Keluargaku". Tema tersebut dijadikan dasar untuk berbagai mata pelajaran, termasuk Bahasa Indonesia, Agama, Matematika dan lain-lain.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful