You are on page 1of 14

PERKEMBANGAN KOMPUTER DIBIDANG RADIOLOGI MSCT (Multi Slice Computed Tomography

)

O L E H M.Ikhsan Ariananda (713001S09042)

AKADEMI TEKNIK RADIODIAGNOSTIK DAN RADIOTERAPI CITRA INTAN PERSADA BANJARMASIN 2011

PERKEMBANGAN KOMPUTER DI BIDANG RADIOLOGI

Perkembangan

ilmu

kesehatan

dewasa

ini

semakin

maju,

termasuk

perkembangan ilmu dibidang radiologi. Kemajuan ini dipengaruhi dengan semakin berkembangnya teknologi-teknologi modern yang lain. Radiologi merupakan salah satu penunjang yang dibutuhkan dalam bidang kesehatan untuk dapat menambah keakuratan dalam membaca hasil diagnosa sehingga diagosa akan lebih mudah ditegakan. Perkembangan dunia IT (Information Technology) berimbas pada

perkembangan berbagai macam aspek kehidupan manusia. Salah satu aspek yang terkena efek perkembangan dunia IT adalah kesehatan. Dewasa ini dunia kesehatan modern telah memanfaatkan perkembangan teknologi untuk meningkatkan efisiensi serta efektivitas di dunia kesehatan. Salah satu contoh pengaplikasian dunia IT di dunia kesehatan adalah penggunaan alat-alat kedokteran yang mempergunakan aplikasi komputer, salah satunya adalah CT-Scan (Computerised Tomography Scaner) Computed Tomography (CT Scan) telah berkembang menjadi sebuah metode pencitraan medis yang sangat diperlukan dalam pemeriksaan radiodiagnostik seharihari. Perkembangan CT Scan dimulai pada awal tahun 1970-an dimana pada 1972, Sir Godfrey Newbold Hounsfield dan Ambrose, di London, Inggris berhasil menghasilkan sebuah gambaran klinis pertama CT Scan Kepala. Sejak itulah peralatan Computed Tomography yang merupakan perpaduan peralatan pencitraan sinar X dengan komputer pengolah data sehingga dapat menampilkan potongan melintang (tranversal/axial)

bagian tubuh manusia berkembang dengan sangat cepat dan menjadi teknologi imaging yang sangat mengagumkan. Inovasi dalam perkembangan teknologi CT Scan berkembang bersamaan dengan perkembangan teknologi komputer. Tehnik pemeriksaan CT Scan menjadi sebuah pemeriksaan radiodiagnostik yang bersifat non invasive yang mampu menampilkan gambar bagian dalam tubuh manusia yang tidak terpengaruh oleh super posisi dari struktur anatomi yang berbeda. Hal ini dimungkinkan karena pada teknik pencitraan ini di dapat dari seluruh informasi obyek yang diproyeksikan pada bidang dua dimensi dengan menggunakan teknik algoritma rekontruksi gambar dan diolah dengan bantuan computer. Sehingga dapat diperoleh sebuah gambaran 2 dimensi tanpa kehilangan informasi 3 dimensinya. Tak pelak, tehnik pemeriksaan CT scan pun berkembang menjadi sebuah pemeriksaan radiodiagnostik yang menunjang semua bidang klinik, Neurology (Sistem Syaraf), Oncology, Cardiology dan Vascular (pembuluh darah) serta kasusAcuteCare(Emergency). Perkembangan ini menjadikan tehnik pemeriksaan CT scan menjadi sebuah kebutuhan pokok untuk dapat dikuasai oleh tenaga radiographer dan dokter ahli radiology.

Perkembangan Teknologi CT Scan Arah perkembangan teknologi CT Scan pada saat ini lebih diutamakan pada peningkatan kecepatan pencitraan dengan adanya multi detector, peningkatan resolusi gambar, dan pengurangan dosis radiasi yang diterima oleh pasien. Beberapa Vendor

berlomba untuk dapat membuat sebuah pesawat CT Scan yang memenuhi ketiga tujuan diatas tadi. Sedangkan pada bidang aplikasinya lebih dipengaruhi oleh teknologi pengolahan citra digital yaitu teknologi software (Komputer) baik dari gambaran 2 dimensi maupun gambaran 3 dimensi. Salah satu perkembangan dari Ct-Scan yaitu MSCT (Multi Slice Computed Tomography).

Gambar MSCT (http://luu.thietkeviet.com/msct/images/msct64.jpg)

MSCT Scan merupakan alat diagnosis radiologi dengan menggunakan komputer untuk mendeteksi suatu gangguan atau kelainan suatu organ tubuh secara detail. MSCT Scan 64 Slices adalah alat diagnostik radiologis canggih yang menggunakan sinar X melalui teknik tomografi dan komputerisasi yang modern. Sinar X menembus tubuh manusia untuk menggambarkan organ dalam tubuh dalam bentuk potongan penampang tipis horizontal.

Sinar tersebut menembus tubuh lalu direkam detektor dalam bentuk data-data digital. Operator yang berada di ruang komputer akan mengolah data tersebut untuk menjadi potongan- potongan organ tubuh. Pemeriksaan MSCT Scan sangat baik untuk pencitraan pembuluh darah seluruh tubuh, terutama pembuluh darah jantung koroner. Karena itu, ini merupakan alat canggih untuk mendeteksi dini penyakit jantung, stroke, dan kanker. Bahkan di masa depan, kemungkinan besar MSCT Scan semakin digunakan oleh para dokter dan pasien untuk “membongkar” sumber penyakit secara akurat. Keunggulan MSCT Scan dibanding radiografi konvensional adalah pada daya serap jaringan tubuh sewaktu sinar X menembusnya, sehingga memungkinkan membedakan kepadatan dan spesifikasi berbagai jaringan tubuh. Kekuatan ini dapat menghasilkan diferensiasi gambar yang baik berupa potongan-potongan penampang jaringan atau organ tubuh tanpa tumpang tindih, sehingga memungkinkan terlihat jelas terutama jika ada kelainan. Selain itu, waktu pemeriksaan lebih cepat. Metode diagnosisnya pun menerapkan sistem noninvasif. Dalam arti, proses pencitraan organ atau jaringan tubuh tidak perlu harus dilakukan manipulasi pada tubuh seseorang, kecuali hanya melakukan infus dengan media kontras untuk memper- jelas pencitraan. “Dengan kata lain, metode pencitraan ini dapat dipakai untuk melakukan skrining kesehatan tanpa menunggu timbulnya gejala klinis suatu penyakit,” kata dr

Rusli Muljadi, SpRAD, dokter Spesialis Radiologi Siloam Hospitals Lippo Karawaci dan juga dosen di Universitas Pelita Harapan (UPH). Sebagai contoh konkret, dengan CT scan canggih ini pasien yang menjalani pemeriksaan pembuluh darah koroner jantung tak perlu langsung menggunakan metode katerisasi untuk mendeteksi penyakit jantung koroner, karena juga lebih berbahaya dan berbiaya mahal, demikian juga memudahkan pada deteksi penyakit usus besar (tanpa colonoskopi), saluran pernafasan (tanpa bronkoskopi), dan struktur pembuluh darah. “Sebenarnya, yang lebih penting lagi adalah faktor keamanan pasien lebih terjaga,” paparnya. Sudah ada beberapa contoh kasus yang menunjukkan bahwa sistem katerisasi untuk penyakit jantung atau stroke mempunyai tingkat risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan MSCT Scan. Hal itu karena dalam pemeriksaan dengan MSCT Scan tidak ada pemasukan benda ke dalam tubuh, selain cairan kontras. Ini berbeda dengan katerisasi, yang harus memasukkan alat deteksi ke dalam tubuh, terutama jantung, melalui pembuluh darah. “MSCT Scan telah mengubah pola deteksi penyakit jantung koroner yang lebih aman dengan hasil yang cukup akurat,” katanya. Manfaat

Alat ini bukan hanya untuk melakukan pemeriksaan rutin seperti pemeriksaan kepala, dada, perut, dan leher, tetapi bisa pula untuk memeriksa pembuluh darah berupa CT Angiography dan rekonstruksi gambaran tiga dimensi (3-D). MSCT dapat memberikan gambaran circulus wilisi, pembuluh darah koroner, carotis, aorta, dan cabang- cabangnya serta arteri perifer. MSCT juga bisa digunakan untuk melakukan pemeriksaan CT virtual colonoscopy dan mampu melakukan pemeriksaan CT perfusi yang berfungsi sebagai deteksi stroke. Gambar-gambar beresolusi tinggi ini memberikan gambaran akurat akan adanya kelainan pada pembuluh darahnya. Dengan deteksi dini, pasien dapat segera ditangani dengan benar, sehingga dapat mengurangi resiko kecacatan maupun kematian. Inilah manfaat besar dari MSCT Scan. Keunggulan :

Dapat mengurangi dosis radiasi sebanyak kurang lebih 70% tanpa

mengurangi akurasi hasil pemeriksaan untuk CT Scan jantung dengan menggunakan 'Prospective ECG gating'.

Deteksi awal stroke non pendarahan dengan 'CT perfusion' sehingga pasien dapat ditangani pada 'golden period' dan gejala sisa (sekuele) stroke dapat diminimalkan.

Dengan 'CT perfusion', perfusi jaringan otak dan pembuluh darah otak dapat dinilai pada saatyang bersamaan dengan area yang lebih luas. Hal ini

menghindarkan anda dari pemberian kontras dan dosis radiasi ulangan yang berlebihan.

Dapat mendeteksi 3 penyebab nyeri dada akut secara bersamaan dengan menggunakan 'Tiple Rule Out'. Tiga kelainan tersebut yaitu penyakit jantung koroner, emboli paru dan dissecting aorta.

Pemeriksaan usus besar tanpa memasukkan alat ke dalam usus yang diperiksa (CT colonscopy).

Evaluasi ukuran benjolan / tumor jinak atau ganas secara 3 dimensi dengan akurat. Komponen-Komponen MSCT Meja Pemeriksaan Meja pemeriksaan merupakan tempat pasien diposisikan untuk dilakukannya

pemeriksaan CT-Scan. Bentuknya kurva dan terbuat dari Carbon Graphite Fiber. Setiap scanning satu slice selesai, maka meja pemeriksaan akan bergeser sesuai ketebalan slice ( slice thickness ). Meja pemeriksaan terletak dipertengahan gantry dengan posisi horizontal dan dapat digerakkan maju, mundur, naik dan turun dengan cara menekan tombol yang melambangkannmaju, mundur, naik, san turun yang terdapat pada gantry. b. Gantry

Gantry (http://msct.fh-hagenberg.at/images/ct/ct4.png) Gantry merupakan komponen pesawat CT-Scan yang didalamnya terdapat tabung sinar-x, filter, detektor, DAS ( Data Acquisition System ). Serta lampu indikator untuk sentrasi. Pada gantry ini juga dilengkapi denganindikator data digital yang memberi informasi tentang ketinggian meja pemeriksaan, posisi objek dan kemiringan gantry. Pada pertengahan gantry diletakkan pasien. Tabung sinar-x dan detektor yang letaknya selalu berhadapan didalam gantry akan berputar mengelilingi objek yang akan dilakukan scanning. 1) Tabung sinar-x Berfungsi sebagai pembangkit sinar-X dengan sifat: 1. Bekerja pada tegangan tinggi diatas 100 kV 2. Ukuran focal spot kecil 10 – 1 mm 3. Tahan terhadap goncangan 2) Kolimator

Pada pesawat CT-Scan, umumnya terdapat dua buah kolimator, yaitu: - Kolimator pada tabunng sinar-x Fungsinya: untuk mengurangi dosis radiasi, sebagai pembatas luas lapangan penyinaran dan mengurangi bayangan penumbra dengan adanya focal spot kecil. - Kolimator pada detektor Fungsinya: untuk pengarah radiasi menuju ke detektor, pengontrol radiasi hambur dan menentukan ketebalan lapisan ( slice thickness ). 3) Detektor dan DAS ( Data Acqusition system ) Setelah sinar-x menembus objek, maka akan diterima oleh detector yang selanjutnya dan dilakukan proses pengolahan data oleh DAS. Adapun fungsi detector dan DAS secara garis besar adalah: untuk menangkap sinar-x yang telah menembua objek, mengubah sinar-x dalam bentuk cahaya tampak, kemudian mengubah cahaya tampak tersebut menjadi sinyal-sinyal electron, lalu kemudian menguatkan sinyalsinyal electron tersebut dan mengubah sinyal electron tersebut kedalam bentuk data digital.

c. Komputer

http://2.imimg.com/data2/GK/WB/HELLOTD-1971698/ct_scan_machine250x250.jpg Merupakan pengendali dari semua instrument pada CT-Scan. Berfungsi untuk melakukan proses scanning, rekonstruksi atau pengolahan data, menampilkan ( display ) gambar serta untuk menganalisa gambar. Adapun elemen-elemen pada computer adalah sebagai berikut: 1) Input Device Adalah unit yang menterjemahkan data-data dari luar kedalam bahasa computer sehingga dapat menjalankan program atau instruksi. 2) CPU ( Central Procesing Unit ) Merupakan pusat pengolahan dan pengelolaan dari kesseluruhan system computer yang sedang bekerja. Terdiri atas :

- ALU ( Arithmetic Logic Unit ) Berfungsi untuk melaksanakan proses berupa arithmetic operation seperti penambahan, pengurangan, pembagian, serta perkalian. - Control Unit Berfungsi untuk mengontrol keseluruhan system computer dalam melakukan pengolahandata. - Memory Unit Berfungsi sebagai tempat penyimpanan data ataupun instruksi yang sedang dikerjakan. 3) Output Device Digunakan untuk menampilkan hasil program atau instruksi sehingga dapat dengan mudah dilihat oleh personilyang mengoperasikannya, misalnya CRT (Cathoda Ray Tube). d. Layar TV Monitor Berfungsi sebagai alat untuk menampilkan gambar dari objek yang diperiksa serta menampilkan instruksi-instruksi atau program yang diberikan. e. Image Recording

Berfungsi untuk menyimpan program hasil kerja dari computer ketika melakukan scanning, rekonstruksi dan display gambar. digunakan: 1) Magnetik Disk Digunakan untuk penyimpanan sementara dari data atau gambaran, apabila gambaran akan ditampilkan dan diproses. Magnetic disk dapat menyimpan dan mengirim data dengan cepat, bentuknya berupa piringan yang dilapisi bahan ferromagnetic. Kapasitasnya sangat besar. 2) Floppy Disk Biasa disebut dengan disket, merupakan modifikasi dari magnetic disk, bentuknya kecil dan fleksibel atau lentur. Floppy disk mudah dibawa dan disimpan. Kapaasitasnya relative kecil (sekarang sudah tidak digunakan lagi). f. Operator Terminal Merupakan pusat semua kegiatan scanning atau pengoperasian system secara umum serta berfungsi untuk merekonstruksi hasil gambaran sesuai dengan kebutuhan. g. Multiformat Kamera Digunakan untuk memperoleh gambaran permanen pada film. Pada satu film dapat dihasilkan beberapa irisan gambar tergantung jenis pesawat CT dan film yang digunakan.

DAFTAR PUSTAKA

Wahyudi, Ridho. 2010. Prinsip Kerja dan komponen CT-Scan. http://ridowahyudi.students-blog.undip.ac.id/2010/01/06/prinsip-kerja-dan-komponenct-scan/. Diakses pada tanggal 21 September 2011 Anonim. 2008. MSCT-Scan Revolusi pencitraan tubuh. http://www.elithaeri.net/2008/10/19/msct-scan-revolusi-pencitraan-organ-tubuh/. Diakses pada tanggal 21 September 2011

Anonim. 2011. MSCT Scan 64 Slice Lightspeed VCT-XT . http://pluithospital.com/index.php?option=com_content&view=article&id=13:msct-scan-64-slicelightspeed-vct-xt-&catid=15&Itemid=9. Diakses pada tanggal 21 September 2011 Anonim. 2010. Computed Tomography History and Technology. http://aplikasimsct.blogspot.com/2009_07_01_archive.html. Diakses pada tanggal 21 September 2011