You are on page 1of 2

RUKUN KEMATIAN (RKM) USULAN PENGELOLAAN

 Hal Mengaktifkan Kembali Rukun Kematian :
Bahwa urusan kematian bukanlah hanya menjadi tanggung jawab institusi yang berafiliasi pada keagamaan saja akan tetapi sebaiknya (seharusnya) menjadi concern semua orang yang dalam hal ini dipresentasikan oleh lembaga pemerintahan (dr RT dst). Hal ini karena : 1. Bahwa kematian tidaklah inklusif akan tetapi akan tetapi milik & terjadi pada semua orang tanpa kecuali. 2. Bahwa penangan kematian tidaklahnya menyentuh hal keagamaan secara pengertian mikro akan tetapi juga hal pada kehidupan social-ekonomi dimana pada hal-hal tertentu akan melibatkan aparat pemerintahan secara mendalam. 3. Pada umumnya yang memiliki jaringan pasti hingga komunitas sosial resmi terkecil (Rukun Tetangga /RT) adalah pemerintahan. (di Setiamulya fungsi jaringan ini nampak tidak berfungsi optimal, bisa digantikan dengan jaringan komunitas sosial-religius yaitu taklim dan mushola) 4. Kerjasama Umara-Ulama yang baik akan hal-hal yang haq akan membuat umat menjadi baik, terarah, berdaya & kuat.  Pengelolaan RKM : Mendasari adanya suatu system yang selama ini telah berlangsung bahwa urusan kematian dari A s/d Z (kecuali mungkin legalitas dokument kematian) adalah dibawah naungan/pengelolaan yayasan termasuk didalamnya “tempat pemakaman”. Maka dikemudian pola system ini sebaiknya tetap dipertahankan akan tetapi dengan modifikasi di beberapa bagian tekhnisnya. Modifikasi itu meliputi : A. Legalitas gerakan : Keberadan RKM adalah hasil kolaborasi antara yayasan (ulama) dan pemerintahan stempat (Umara). Kolaborasi ini diperlukan untuk, 1. Memperkuat legalitas keberadaan RKM. 2. Mengaktifkan/memberdayakan semua lembaga yang ada urusannya dengan kemasyarakatan 3. Mempunyai daya tekan yang lebih kuat untuk ditaati oleh masyarakat. 4. Semakin banyak yang tahu & bertanggung jawab maka akan semakin banyak yang mengawasi yang hal tersebut insyaAllah dapat mempersempit adanya penyimpangan. Restribusi / iuran : 1. Iuran dikenakan kepada setiap kepala keluarga produktif dan bersifat mengikat (wajib). 2. Jika dalam satu rumah terdapat lebih dari satu kepala keluarga produktif, maka semua dikenakan iuran. Pertimbangannya adalah untuk mengcover kepala keluarga yang tidak lagi produktif, jompo, janda-janda tidak mampu & anak-anak dalam asuhan (yatim/piatu dll). Untuk point didepan akan gugur jika ternyata memiliki anak dalam status bujang & produktif. 3. Besaran iuran ditentukan oleh perbadingan antara bentuk bantuan yang akan diberikan dan banyaknya kepala keluarga tertanggung 4. Besarnya iuran dibagi 2 : a. Iuran Pertama/ Perdana, i. Dikenakan pada peiode pertama penarikan bagi setiap kepala keluarga baru tertanggung ii. Besarannya diproyekkan minimal 5x besaran iuran reguler, dengan pertimbangan jangan sampai kas kosong karena adanya lebih dari 1 musibah kematian dalam kurun 1 periode penarikan. b. Iuran Reguler/ Biasa, Yaitu besaran iuran sesungguhnya yang telah disepakati. 5. Penarikan iuran disertai dengan kupon berpengaman khusus. Bentuk Bantuan : Prioritas pertama – Kain kafan & keperluan-keperluan lain yg secara langsung diperlukan dalam proses pensucian pengurusan jenazah + kayu penutup liang lahat & nisan. Prioritas kedua – Bantuan biaya pemakaman (administrasi pemakaian tanah makam dll). Bantuan diatas bukanlah berarti 100% biaya pemakaman ditanggung RKM melainkan sejumlah bantuan untuk meringankan.

B.

C.

Dengan kata lain. Pengelolaan keuangan : 1. akan tetapi untuk mengeluarkan dananya harus ada tanda-tangan orang lain (lebih dari 1 tanda tangan). Uang kas dibagi 2 yaitu a. 2. selain kas kecil maka seluruh dana RKM dititipkan ke bank. System Operasional Kas Besar Dibuat System Joint Validasi. Kas kecil/kas ditangan/Patty kas yang besarnya selalu pada jumlah 1 paket bantuan (misalnya diputuskan bahwa total bantuan per-1 kasus kematian jika di rupiahkan adalah Rp. yaitu rekenening bank bisa atas nama sesesorang atau lembaga.000.00 – maka kas hanya sejulah itulah uang kas yang kecil yang selalu di pegang oleh bendahara. 400. b. Kas besar adalah dipegang oleh bank.Prioritas ketiga – Bantuan biaya mengaji D. . Kas Besar.