SAKRAL DAN PROFAN A. Pendahuluan sakral dan profan tidak bisa terlepas dari diri manusia.

Karena manusia adalah makhluk sosial yang serba berubah dan suka mencoba sesuatu hal yang belum diketahuinya yang biasa juga disebut dengan trial and arror atau mencoba-coba sesuatu. Rasa ingin tahu manusia sampai kepada sesuatu hal yang sakral atau yang dia anggap sakral. Ketika sesuatu itu di luar kemampuannya dan mereka tidak sanggup menembusnya, lalu mereka anggap suci, maka mereka anggaplah itu sesuatu yang sakral, namun apabila masih dapat dijangkaunya, dia menganggap sesuatu itu biasa-biasa saja. Sikap sakral dan profan ini terus menjalar dalam kehidupan manusia, sehingga pemahaman tentang sesuatu yang disakralkan itu menyimpang dari ajaran yang dibawa Nabi Muhammad Saw. Hal ini terjadi disebabkan mereka yang beragama ardhi (bumi) masuk ke dalam agama Islam, namun ajaran-ajaran atai ritualritual yang ada di dalam agama mereka terikut dalam praktek ibadah mereka seharihari, ditambah lagi dengan pengetahuan umat Islam yang kurang tentang pemahaman akidah sehingga praktek-praketk adat yang salah yang berlaku dikalangan mereka, mereka masukkan dalam praktek ibadah mereka. Jadi mereka salah atau keliru dalam memandang sesuatu itu, yang profan dan anggapan mereka adalah suci, itulah yang sakral, dan sebaliknya sesuatu yang sakral dianggap hanya profan (duniawi) saja. Sampai saat sekarang ini sebagian orang atau masyarakat menganggap sesuatu yang sakral itu profan (duniawi), bahkan yang nyata-nyata profan (duniawi) malah mereka menganggapnya sakral. Penghormatan yang berlebihan terhadap seseorang juga merupakan pensakralan yang menyimpang dari ajaran Islam. Pandangan ini sangat keliru sekali dan merupakan pola piker yang salah yang harus dibetulkan. Oleh karena itu, di dalam makalah yang tipis ini Penulis akan menjelaskan semampu daya penulis, yang mana seharusnya dianggap sakral dan mana yang bukan sakral.

1

negeri yang mayoritas penduduknya beragama Katolik itu. katanya. bertanya apa yang terjadi. Sakral dan Profan Sebelum kami menjelaskan tentang sacral dan profan ada baiknya kami mulai makalah ini dengan sebuah contoh. Kalau orang mengherani apa yang menandai kekatolikan pesta itu. Turis-turis berhenti. sebagian membawa benda-benda religius. dan semua menyanyikan lagu-lagu agamawi. Arah yang satu masih boleh dilewati untuk sementara. Bukannya pejabat tinggi akan lewat dengan mobil yang didahului petugas pembuka jalan dengan motor bersirine yang membuat lalu lintas bagian kota yang ramai turis itu dihentikan. Di Portugal itu ditandai dengan berbagai pesta dan ritual. membuat peserta prosesi bisa menyanyi bersama mengikuti. Prosesi sangat panjang suatu hari di bulan Juni itu adalah untuk memperingati Tubuh Kristus. manakah yang dianggap sacral dan manapula yang profan. Yang akan lewat adalah sebuah iring-iringan orang berjalan perlahanlahan. Seorang polisi lalu lintas berbadan besar itu memarkir sepeda motor besarnya di salah satu bagian perempatan jalan. seperti pesta dan parade Hari Santo Antonio pada 12 Juni.B. menutup lalu lintas salah satu arah di kawasan Baixa. orang mungkin bisa menyebut bahwa namanya yang peringatan hari Santo Antonio itu yang menandai. Prosesi religius adalah hal yang kerap dijumpai pengunjung yang datang ke Portugal. tanpa satu kelompok mendahului yang lain. sebagian membawa bunga dan lilin. 2 . Yang membuat pengunjung menyadari bahwa ritual ini adalah bagian penting dalam hidup keagamaan mereka adalah bahwa upacara "disiarkan" sampai ke sudut-sudut kawasan itu lewat pengeras suara yang dipasang di lantai dua gedung-gedung sepanjang jalanjalan kawasan Baixa. baik yang termasuk suci seperti prosesi Tubuh Kristus itu. serta yang termasuk profan. Dari sebuah contoh ini. Bulan Juni adalah juga saat peringatan orang-orang suci Katolik. Lisabon itu. Suara pemimpin upacara menggema di mana-mana.

seorang dosen yang bernama Sulhawi Ruba. Di hadapan 20 mahasiswa fakultas dakwah.3 Ada kasus yang terjadi di Surabaya yaitu. Suaramerdeka.). h. Dengan demikian. Dalam Islam. 553. Islam justru merupakan agama yang boleh dikatakan sangat peduli pada kehidupan duniawi (yang profan?). tapi tulisannya tidak sakral. nilai-nilai keagamaan tidak bisa digunakan untuk mengatur kehidupan duniawi. telah sengaja menginjak-injak lafaz Allah yang ditulisnya pada secarik kertas. Pada waktu ia mengajar mata kuliah sejarah peradaban Islam (SPI) pada mahasiswa semester II. "Sebagai budaya. tt. 1Sedangkan profan adalah sesuatu yang bersifat duniawi dijadikan sakral. Alasannya sangat klasik. "Al-Quran dipandang sakral secara substansi. Kaum sekuler berangkat dari anggapan bahwa agama dan kehidupan duniawi tidak bisa dibaurkan. meskipun belum pasti menghayati pemahaman itu. Ia lalu menuliskan lafaz Allah pada secarik kertas sebesar telapak tangan dan menginjaknya dengan sepatu. ia menerangkan posisi Al-Quran sebagai hasil budaya manusia.com 3 .Sebagaimana kita ketahui bahwa sakral adalah sesuatu yang keramat atau suci . 601. termasuk negara.. posisi Al-Quran tidak berbeda dengan rumput. pada 5 Mei 2006 lalu. 1 Burhani MS dan Hasbi Lawrens. tidak satu pun institusi duniawi. Tentu saja yang dimaksud dalam hal ini adalah sisi ritual agama itu. dengan mata yang sedikit membelalak. ( Jombang: Lintas Media. h. berhak mengatur kehidupan keagamaan. yaitu agama bersifat sakral.2 Di sini kami tuliskan hal-hal yang bersifat sakral dianggap profan dan yang profan dianggap sakral. tidak ada pandangan tentang pemisahan kehidupan agama dari duniawi. 51 tahun." ujarnya. sedangkan kehidupan duniawi bersifat profan. Demikian pula sebaliknya. Sebagian besar ajaran Islam berisi cara menata kehidupan duniawi dengan tata nilai agamawi." katanya setengah berteriak. Kamus Ilmiah Populer. Para intelektual Islam mana pun pasti mengetahui itu. 2 3 Ibid. sebagaimana perbedaan antara sakral dan profan.

Al-Quran tidak sakral. Jadi tubuh perempuan itu milik siapa? Milik perempuankah atau milik laki-laki hidung belang? Ketahuilah sesungguhnya kehidupan diawali oleh tubuh perempuan. Dari mana lagi ia harus mengenal kehidupan? Sejarah payudara. Al-Quran sebagai kalam Allah adalah makhluk ciptaanNya. Tetapi kemudian kehidupan telah memenjarakannya ke dalam dua dunia yang berbeda. Bayangkan bila seorang bayi tidak menyusu. Yang sakral adalah kalamullah secara substantif." tuturnya. dan celakanya keduanya sama-sama tidak menguntungkan. oleh karena itu bila tubuhnya telihat begitu indah. Sebab Alquran dan Hadis secara material merupakan hal yang profan juga. dan dari tatapan serta bibirnya ia membuat jantung lelaki berdebar keras dan segera meninggalkan istri-istri mereka. ia harus ditangkap. Dunia sakral atau ‘kesucian’ menjerat perempuan pada proteksi terhadap tubuh karenanya harus ditutupi setiap bagiannya agar tidak tersentuh agar tetap menjadi bersih. Dunia profan atau kebejatan sebaliknya. "Sebagai budaya.5 Menurut Ahmad Wahib yang termasuk profane adalah Alquran dan Hadis.com 4 . Karena dari payudaranya ia meracuni kesusilaan.com Aliansimawarputih. dan kertas merupakan hasil karya cipta manusia. hasil 4 5 Hidayatullah. huruf hijaiyah. sejarah tubuh perempuan adalah sejarah umat manusia. mengadili tubuh perempuan sebagai godaan sekaligus hinaan.4 Sebagian orang berpandangan bahwa perempuan telah dipenjarakan oleh dunia profan dan dunia sacral. yaitu dunia profan dan dunia sakral. sehinggaga perempuan tidak bisa mengekpresikan keinginannya. sebuah tanda mati lambang kejujuran perempuan lajang dalam memasuki perkawinan dan hanya dengan selaput tipis itu para suami mengukur dan menilai kejujuran sang istri. dari kedua pahanya dan selangkangannya ia membuat lelaki tergiur memperkosa. sedangkan Al-Quran sebagai mushaf adalah budaya karena bahasa Arab.Menurut Sulhawi. Dunia sakral atau kesucian begitu mengagungkan ‘keperawanan’.

pikiran. padahal Islam memandang seks sebagai hal yang alami dan tidak ada unsur penghinaan di dalamnya? Bukankah praktek itu menunjukkan sikap negatif yang terselubung ? Inilah merupakan salah satu pertanyaan yang tidak setuju mengatakan bahwa hubungan seksual adalah sakral.com 5 . merupakan suatu niat yang beradab. Orang tua dulu berkata. suatu hubungan sakral yang seharusnya dijaga dari unsur pengaruh lingkungan yang nuansanya negatif. Islam versi kita. Kewajiban bersuci setelah janabah adalah karena ia 6 7 Islamlib. bahwa setiap pertemuan antara dua jenis manusia. kita sepertinya kembali pada nilai seperti hewan. memang sudah merupakan Ciptaan dari Yang Maha Pencipta. tapi merupakan Islam yang menyejarah. kebebasan menentukan keinginan yang berbeda dari makhluk yang mempunyai kesadaran terbatas. Kita termasuk spesis kehidupan didalam bumi. yang bermufakat hendak mendirikan rumah tangga. atau setelah keluarnya mani melalui istimna’ tidak disebabkan oleh kekotoran hubungan seksual. Karenanya apa yang kita anut selama ini bukanlah Islam dalam pengertian Islam menurut Tuhan. dan tidak dipengaruhi oleh persoalan fisik dan biologis. sehingga bergerak melalui insting dan bukan intuisi. Pertanyaan ini dapat kita jawab bahwa masalah bersuci setelah hubungan seksual sempurna yang terjadi antara laki-laki dan perempuan. karena manusia yang lemah yang serbakekurangan. Perkawinan merupakan kondisi antara dua jenis kelamin manusia yang beradab. Ada orang yang mengatakan. mengapa kita harus mandi janabah setelah melakukan hubungan seksual?. Namun demikian dalam Alquran dan Hadis termuat nilai-nilai tertinggi (ultimate values) yang abadi sepanjang jaman dan tempat.com Indosiar. Ketidak mungkinan manusia meraih Islam yang sesungguhnya disebabkan keterbatasan manusia dalam segala hal.7 Begitu juga hubungan seksual adalah sacral. Bahwa untuk mendapatkan keturunan. tapi yang diberkati dengan akal.6 Adapun hal-hal yang bersifat sacral di antranya adalah perkawinan dan hubungan seksual.sintesa problem kemasyarakatan dan respon umat saat itu. Hubungan antar mereka dijaga benar dengan rasa kasih sayang yang sangat tinggi.

berbeda dengan benda-benda lain yang keluar darinya. Tradisi ini dimulai dengan ritual mengambil tanah dari Pantai Nala. Janabah merupakan hadas besar. masalah bersuci dari janabah mengandung dimensi mistik . Janabah tidak menajiskan badan . yang seakan-akan menjadikan manusia merasa kotor meskipun dari tabi’at benda yang keluar (mani). merupakan hadas yang menggerakkan seluruh badan. Ibid.merupakan najasah yang membebani roh. sebab thaharah bukan hanya persoalan menghilangkan kotoran . namun benda yang keluar dari seorang laki-laki itulah yang najis persis sebagaimana keadaan buang air kecil . 8 Tujuan disyari’atkannya mandi janabah adalah: Pertama. Ini terkait dengan masalah rohani yang mistik (mas’alah ruhiyyah iyhaiyyah). Tradisi Tabot mengakar dari kematian Husein bin Ali bin Abi Thalib. Badan tetap suci kecuali tempat janabah itu. Thaharah merupakan bagian dari syari’at yang diperintahkan oleh Allah mencakup lingkup rohani. Kemudian duduk penja (benda yang 8 9 Pesantrenonline. Oleh karena itu dari sisi kenajisan fisik (alnajasah al-jasadiyah). dan seakan-akan keluar kotoran dari badan manusia setelahnya menjadikan seks terwarnai oleh dimens I spiritual yang mengungguli dimensi materinya. Islam ingin menciptakan kesempatan-kesempatan untuk memperoleh kesucian fisik. 6 .9 Adapun hal-hal yang dianggap sakral seperti tradisi Tabot (kotak atau peti) yang dilaksanakan di Bengkulu. kenajisan tersebut tidak mengenai badan secara keseluruhan pada saat terjadi janabah. Dan seseorang bias saja menyucikan tempat ini dengan cara yang biasa seperti ketika ia menyucikan badannya ketika terkena najis apa pun. Tetapi. Kedua. namun benda yang keluar. tetapi juga untuk “memenuhi” rohani manusia. karena ia janabah menggoncangkan keseluruhan badan pada saat keluarnya dari badan.com. Tradisi kematian Husein ini dinamakan Tabot. manusia perlu bersuci darinya agar ia keluar (bebas) dari najasah. membebaskan manusia dari perasaan yang tidak alami yang berupa ransangan seks yang dirasakannya ketika melakukan hubungan seks.

sesajian dikeluarkan sebagai wujud rasa syukur. Dalam ritual ulang tahun itu. pada Pendapa Ageng Sasana Sewaka. ia menjadi semakin profan.org. Semakin ke inti kedhaton. seseorang semakin disucikan dan sebaliknya. Bhendaya Ketawang. Dan kemudian melakukan soja (penghormatan) dengan dua tabot kecil yang statusnya di tuakan.diibaratkan potongan tangan Husein) yang sebelumnya mengadakan ritual menjara semalam suntuk. serta sesajian sayur 7 rupa). Esoknya mengadakan sesajian khusus untuk mengarak seroban (kain putih yang dilipat menyerupai bentuk kepala Husein) dengan nasi kejri (nasi yang dibuat dari campuran beras dan kacang hijau. yaitu menyempurnakan kembali Tabot yang mereka buat dengan menyambungkan bagian bawah dengan puncahTabot. Konsep tatanan Keraton Surakarta Hadiningrat mengambil bentuk konsentris yang berdaya ghaib dan memiliki wilayah energi. Pencapaian energi tersebut harus melalui tahapan.com. Pada saat itu juga digelar tarian yang disakralkan. 12 Seperti halnya 10 11 12 News@Indosiar. Jawapalace. Ratu Kidul. Setelah diarak. seroban di simpan di Gerga. Malamnya penja kembali melakukan penghormatan. lalu menuju lapangan merdeka. yaitu ritual menguburkan kembali potongan-potongan tubuh Husein. raja menjadi objek paling utama dan suci. Ibid. 10 Di sini juga terdapat ritual Tabot Naik Pangkek. Sebagai upaya pengukuhan otoritas raja saat dimunculkannya aktualisasi simbolisasi ikatan perjanjian antara penguasa Mataram dan penguasa Laut Selatan. semakin jauh dari kedhaton. 7 .11 Hal serupa juga terdapat dalam tata cara Tingalan Dalem Jumenengan (ulang tahun penobatan raja) yang dilakukan setiap tanggal 2 Ruwah (sya’ban) penanggalan jawa di Keraton Surakarta Hadiningrat. Kemudian mengarak penja yang sudah didudukkan di dalam Tabot yang dipikul oleh 17 kelompok dan diarak disekeliling kampong. Yang kemudian dilanjutkan dengan Tabot Tabuang. dan dari dirinyalah seluruh system berputar.

tentang hegemoni kalangan konservatif yang sudah lama bercokol. IV. 14Sesuatu yang sangat sakral lagi dapat dijumpai di dalam Tarikat Naqsyabandi ketika menjelaskan adab murid terhadap syekh. Pemikiran yang seperti ini adalah pemikiran yang keliru. Menanggalkan ikhtiar diri dan menyatukannya dalam ikhtiar syekh dalam segala urusan baik ibadat maupun adapt kebiasaan. 2005). Cet. Tidak boleh mengawini seorang wanita yang syekh cenderung hendak mengawininya. Fikih sebagai produk intelektual pada masa dan dalam kontek tertentu yang bersifat dinamis kini berubah menjadi stagnan dan kaku. Fuad Said. 3.Mukaddimah UUD 1945 juga disakralkan oleh sebagian orang dan mengatakan bahwa tidak boleh merubah apalagi mengganti Mukaddimah UUD dan tidak dimungkinkan. baik bercerai dengan talak maunpun bercerai mati. 13 Hal yang sama terjadi dalam kemandekan fikih. Di situ disebutkan di antaranya adalah: 15 1. Ketiga. Ada tiga penyebab mengerasnya kecenderungan mempertahankan produk fikih klasik sampai kini. (Pustaka Al-Husna Baru. Dan juga bahwa Pendiri republic ini bukannya tidak dapat berbuat salah. sehingga dianggap memiliki otoritas tertinggi dalam menentukan hokum-hukum agama. 113-115.com. dan tidak pula boleh mengawini janda syekh. sebab itu keliru membuat atau menganggapnya sakral atau keramat. h. lahir dan batin. Pertama. 8 . 13 14 Suarapembaruan. Murid harus menghormati syekhnya. Dia harus yakin bahwa maksudnya tidak akan tercapai melainkan di tangan syekh. Islamlib. niscaya tertutuplah limpahan syekh syekh kepadanya dan dia tidak akan memperoleh sesuatu dari padanyan 2. Kedua. menyangkut asumsi tentang sakralitas fikih. sebab UUD adalah ciptaan manusia.com. 15 A. fikih diidentikkan dengan syari’at. Apabila pandangannya cenderung kepada syekh yang lain.Hakikat Tarikat Naqsyabandiah. akan tetapi mereka bias saja salah dalam berbuat atau apa yang mereka tulis tidak lagi sesuai dengan perkembangan zaman sekarang ini.

17 Baru-baru ini juga diadakan perayaan peringatan Hul ke-82 Tuan Guru Babussalam Syekh Abdul Wahab Rokan. yaitu menghadirkan rupa guru atau syekh ketika berzikir di depan mata. 1988). sebagaimana Nabi Muhammad digelar dengan dengan Nabi yang terakhir. 17 9 . Kesimpulan Dari paparan di atas dapatlah penulis simpulkan bahwa sakral adalah sesuatu yang keramat atau suci sedangkan profan adalah sesuatu yang bersifat duniawi . C.18 Demikianlah beberapa macam bentuk sakral dan profan yang dianggap sakral oleh sebagian orang. ada yang mencoba disebarkan.. Ktanya: “kata orang nasi itu diberkahi. Senin 19 Juni 2006. (Jakarta: U-I Press. 18 Waspada. 178. Daftar Pustaka 16 Ibid. Simuh. Namun terkadang orang menjadikan yang sakral diangga profan dan yang profan dianggap sakral. Pemikiran seperti ini adalah pemikiran yang salah dan dibetulkan agar tidak jatuh ke dalam kesesatan. Mistik Islam Kejawen. Dia disejajaran oleh pengikutnya dengan Nabi Muhammad dengan mengatakan pujangga penutup. h. h. seperti Imas. bahwa nasi bungkus itu akan dibawanya pulang dan disebarkan di ladangnya. di situ diadakan pemberian nasi berkah kepada 1000 orang. bulan berikutnya lading itu subur dan ada yang bilang untuk obat dan sebagainya”. hingga seterusnya. 3.Dalam tarikat juga ada namanya rabithah. Di antara mereka. di gambarkan di kiri dan di kanan. warga Pekan Baru. mudah-mudahan ini dapat kita cermati bersama dan dapat kita diskusikan bersama. 16 Dalam masyarakat jawa yang Islam Kejawen terdapat wiri yang bernama Wirid Hidayat Jati yang merupakan hasil karya Raden Ngabehi Ranggawarsita.

h. 2005). IV.com Islamlib. (Pustaka Al-Husna Baru. . Pesantrenonline.com Indosiar. Senin 19 Juni 2006. 3. 1988.com Aliansimawarputih. Burhani MS dan Hasbi Lawrens. Islamlib. Waspada. Jakarta: U-I Press.Hakikat Tarikat Naqsyabandiah. Suarapembaruan.com Hidayatullah. Kamus Ilmiah Populer. h. Jawapalace.com. Mistik Islam Kejawen. Fuad Said.com. tt.org.A.Simuh. 113-115.com. Suaramerdeka.com. News@Indosiar. ( Jombang: Lintas Media.com Sacra dan profan 10 . Cet.

KATIMIN MA. SYUKUR KHALIL MA DR.Diajukan untuk memenuhi perbaikan tugas mandiri pada mata kuliah Issu-issu Kontemporer DISUSUN Oleh : Abdul Majid 05 HUKI 890 Dosen Pembimbing DR.PAGAR PROGRAM PASCA SARJANA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA MEDAN 2006 11 .g DR.

12 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful