You are on page 1of 15

Kompetensi Mahasiswa mampu merancang metode seleksi pada tanaman menyerbuk sendiri

Tanaman menyerbuk sendiri?


penyerbukan sendiri penyerbukan silangnya kecil lebih dari 95% umumnya kurang dari 5%

Contoh padi, tomat, kedelai, kacang hijau, kacang panjang, terung, kelapa genjah, dan cabai

Metode seleksi tanaman menyerbuk sendiri:


Domestikasi dan introduksi
Seleksi (tanpa didahului oleh persilangan buatan) Seleksi massa Seleksi galur murni Seleksi (didahului oleh persilangan buatan) Seleksi pedigree Seleksi bulk Seleksi single seed descent Seleksi backcross

Seleksi Massa : pemurnian atau pembentukan populasi baru


Populasi campuran atau kultivar tidak murni

Musim 1

Bulk (dicampur)

Dipilih beberapa tanaman dengan penampilan sama dan biji dicampur untuk ditanaman pada musim 2 Uji hasil pendahuluan bisa beberapa ulangan kultivar parental Galur

Musim 2

ulangan

Kultivar lokal/ kontrol

Musim 3 6

Kontrol

Pengujian hasil lanjutan untuk daya adaptasi dan penampilan (plot lebih besar dan beberapa ulangan)

Musim 7

Perbanyakan biji

Untuk dilepas ke petani

Macam Seleksi Massa


1. Seleksi masa positif (tanaman yang terseleksi ditandai dan dipanen biji/buahnya, yang tidak terpilih dibiarkan tumbuh untuk dikonsumsi).

2. Seleksi masa negatif (tanaman yang terseleksi ditandai dan dipanen biji/buahnya, yang tidak terpilih dibuang).
3. Seleksi masa Hallet (seleksi dilakukan pada pertanaman dengan kondisi optimum). 4. Seleksi masa Rimpau (seleksi dilakukan pada pertanaman dengan kondisi tercekam)

Seleksi Galur Murni


Musim 1

Dalam plot atau barisan berjauhan Dipilih 200 1000 tan. Biji dipanen terpisah Biji-biji dari masing tanaman terpilih ditanam dalam baris/ plot terpisah Keturunan superior dipanen dan biji dari tanaman dalam satu baris di campur dan ditanam X X X dibuang Ditanam dalam plot-plot obsevasi/ uji hasil pendahuluan dg ulangan dan kultivar kontrol bila biji cukup X Kultivar lokal/ kontrol Menanam yg superior saja Dilanjutkan dengan pengujian hasil, bisa dalam beberapa ulangan

Musim 2

Musim 3

Musim 4 7

Kontrol

X
Musim 8

Perbanyakan biji

Dipilih galur yang terbaik saja dan disebarluaskan untuk petani

Hibridisasi/ Persilangan
a. b. c. d. Kastrasi Emaskulasi Polinasi Fertilisasi

Beberapa pertanyaan penting: Apakah kastrasi dan emaskulasi? Mengapa perlu emaskulasi? Apakah polinasi dan fertilisasi? Apa perbedaan polinasi dan fertilisasi? Apakah setiap kejadian polinasi pasti diikuti fertilisasi?

BEBERAPA HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PROGRAM PERSILANGAN TANAMAN MENYERBUK SENDIRI

1. Sasaran tujuan pemuliaan yang ingin dicapai misal : produksi tinggi, katahanan terhadap hama penyakit, kualitas biji 2. Pemilihan tetua-tetua Peluang keberhasilan bergantung pada : Ketepatan pemilihan tetua (keberadaan gen yang ingin digabung atau dipindahkan) Kompleksitas dari morfologi dan fisiologi bunga (menentukan teknik persilangan buatan) Cara seleksi yang tepat

A
F1

x
Bulk

Seleksi Pedigree
Tanam semua biji hasil persilangan dalam satu plot Semua tanaman F1 ditanam lagi di F2 Diseleksi tanaman tunggal superior dan masing masing dipanen terpisah Biji tanaman F2 terpilih ditanam dalam 1 baris/ plot Diseleksi 3 5 tanaman superior dalam tiap baris Usahakan terdapat 50 100 famili terbaik pada akhir F 3. : terseleksi
dst

F2

F3

F46

Tanam dalam plot biji tan. F3 terpilih dan seleksi famili yang superior dan seragam untuk dilanjutkan pada F7 Uji daya hasil pendahuluan dari galur-galur terpilih F6 dengan menyertakan kontrol
Kultivar kontrol

F7

F 8 - 12

Uji daya hasil lanjutan dan diadakan pengujian di beberapa lokasi dan menggunakan kultivar komersial sebagai pembanding.

A
F1 F2 F36

x
Bulk Bulk Bulk

Seleksi Bulk
Tanam 50 100 tanaman F1

Tanam semua biji dari F1 dan semua biji dicampur


Tanam semua biji dari generasi sebelumnya tanpa seleksi Pada F6 seleksi tanaman superior Biji tanaman terseleksi pada F6 masing- masing di tanam dalam satu barisan Biji tanaman dari barisan tanaman terpilih F7 di campur Uji daya hasil pendahuluan
dst

F7

X
F8

F9

Pengujian daya hasil lanjutan

Tanaman kontrol

A
F1

x
Bulk

Single Seed Descent (SSD)


Tanam 50 100 tanaman F1 Panen satu biji dari setiap tanaman untuk di tanam pada generasi selanjutnya Panen satu biji dari setiap tanaman untuk di tanam pada generasi selanjutnya
Pertanaman tunggal

F25

F6

Panen satu biji dari setiap tanaman untuk di tanam pada generasi selanjutnya Pertanaman tunggal Seleksi tanaman superior di F5 dan bijinya dispisah

F7

Biji tanaman terpilih ditanam dalam satu baris Seleksi baris-baris tanaman yang mempunyai sifat baik

X
F 8 12

X X

X
Uji daya hasil pendahuluan dan lanjut. Galur yang berdaya hasil tinggi dapat dicalonkan sebagai kultivar unggul

Kapan menggunakan Metode Back Cross (silang balik)? Untuk memperbaiki kultivar yang hanya kekurangan satu atau beberapa karakter sifat baik Mentransfer satu atau beberapa karakter yang pewarisannya sederhana ke suatu kultivar yang dikenhendaki

Metode Back Cross (silang balik) Gen donor dominan


Generasi back cross

Tetua Recurrent

Tetua Donor

A
Peka penyakit

X F1
Rr

B
RR
Gen dominan mengontrol siffat tahan penyakit

rr

BC1
BC2

rr

Membawa gen dominan, tahan penyakit

A
rr

X BC1
Rr rr
Homozigot resesif, peka penyakit , dibuang Di silang balik dg tetua A terus untuk mengembalikan sifat-sifat baik dari tetua A sampai BC5

BC5

A
rr

X BC4
Rr
rr

Homozigot resesif, peka penyakit , dibuang

BC6
BC6F1

BC5
RR
X

Diselfing/ menyerbuk sendiri

Homozigot resesif, peka penyakit , dibuang

Rr
X

rr

Masing-masing di selfing untuk memisahkan yang homozigot dan heterozigot Bersegregasi, ada yang tahan dan peka shg tetua dan keturunannya tidak diteruskan/ tdk diseleksi

BC6F2

RR

Rr

rr

Metode Back Cross (silang balik) Gen donor resesif


Generasi back cross

Tetua Recurrent

Tetua Donor

A
Peka penyakit

X F1
Rr

B
rr
Gen resesif mengontrol siffat tahan penyakit

RR

BC1F1

A
RR
X

Membawa gen dominan, tahan penyakit

BC1F1

RR

Rr

Uji keturunan untuk mendapatkan tanaman tahan (homozigos resesif)

Keturunannya peka semua, dibuang

RR rr

Keturunannya ada peka dan tahan. Yang tahan dilanjutkan

A
RR BC2F2
X

X BC1F2
rr BC2F2 Rr
Diselfing/ serbuk sendiri

Uji keturunan untuk mendapatkan tanaman tahan (homozigos resesif)


Dengan langkah yg sama dilanjutkan smp. BC4F2

BC4F2

BC4F2

Dievaluasi untuk karakter-karakter penting dibandingkan dengan tetua recurrent