 MELAMIN

OLEH KELOMPOK 4 1. Muthiah Hidayat (0910442060) 2. Arizola Septi Vandria (0910442064) 3. Fauziyah Amini (0910442084)

4/28/12

1

Hingga sekitar tahun 1960.W. sesuai persamaan reaksi: 3 H2NC(NH)NHCN + 2 C2N6H dicyanamide melamine Pada awal 1940. Pada tahun 1885 A. Mackay mendapati bahwa melamin juga bisa disintesa 4/28/12 dari urea pada suhu 400 C dengan atau tanpa katalis. Proses ini berlangsung di dalam autoclave pada tekanan 10 MPa dan suhu 400 C dengan kehadiran gas ammonia. Von Hoffmann mempublikasikan struktur molekul melamin. melamin diproduksi dari dicyanamid. Sejak saat itu melamin 4/28/12 2 . sebagai: Selanjutnya melamin banyak dijumpai pada aplikasi industri untuk proses produksi resin melamin-formaldehid. Liebig mendapatkan melamin melalui proses fusi antara potassium tiosianat dengan ammonium klorida.Melamin pertama kali dipelajari dan diuraikan oleh Liebig pada tahun 1834.

Bila kedua senyawa bergabung.6-triamina. Ia hanya sedikit larut dalam air. yaitu 3 .Sekilas tentang Melamin  Melamin adalah senyawa basa organik dengan rumus kimia C3H6N6 dan memiliki nama IUPAC 1. sifat racun formaldehid akan hilang karena 4/28/12 terlebur menjadi satu senyawa.4.3. Melamin merupakan persenyawaan (polimerisasi) kimia antara monomer formaldehid dan monomer fenol.5triazina-2.

Sintesis & Reaksinya Saat ini kebanyakan pabrik industri menggunakan urea untuk membuat melamin dengan Reaksinya sebagai berikut : 4/28/12 4 .

13 g/mol 4/28/12 5 .Sifat Fisik Melamin  Rumus Molekul : C3N6H6 Massa Molar : 126.

76–9. dalam polimerisasi yang kurang sempurna dapat terjadi residu. Permasalahannya.Komposisi Melamin Berdasarkan kerja sama penelitian antara Universitas Indonesia dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). yaitu sisa monomer 4/28/12 formaldehid atau fenol yang tidak 6 .22 miligram per liter. diketahui kandungan formaldehid dalam perkakas melamin mencapai 4.

Pengaruh Melamin bagi kesehatan :  Apabila komposisi antara formaldehide dengan fenol tidak seimbang maka akan terjadi residu. Sisa monomer formaldehide inilah yang 4/28/12 7 . yaitu monomer formaldehide atau fenol yang tidak bersenyawa sempurna.

melamin dapat digunakan selama 6-10 tahun.Perbedaan melamin asli dan palsu  Secara fisik melamin asli lebih tebal daripada melamin palsu. sedangkan melamin palsu akan mudah meninggalkan noda pada pangan berwarna. bunyi yang dihasilkan akan lebih keras dibandingkan melamin palsu. Bila sesama melamin asli dibenturkan. Kalau digunakan dengan baik. Melamin tahan di rentang suhu 120 derajat celcius 4/28/12 8 . Permukaan melamin asli lebih licin dan berkilau.

leather tanning. tekstil. dan lain -lain 4/28/12 9 . pelapis kertas. bahan sintesa organik. bahan pencampur cat.Kegunaan Melamin Melamin diantaranya digunakan sebagai bahan baku pembuat melamin resin.

Industri Adhesive Merupakan industri yang memproduksi adhesive untuk keperluan industri woodworking seperti industri playwood. Industri moulding Merupakan industri yang 4/28/12 10 .sektor industri yang menggunakan bahan baku melamin. 1. 2. industri Particleboard. industri blockboard.

TERIMA KASIH 4/28/12 11 .

     .

a^WSWSZS[ZS US^T[ZV[_VS aS` .

`[TW^ .

f¯° aa_ [Wa S__S [S^  YÈ[ ` WW [ SZS_ WTWZ`aSZ    È[ SZS_ WTSS^SZ  %  È[ SZS_aTS_   È[ WZ_`   YÈU S\S_`S_ SZS_\ SVS     Y   SVS     Y   SVS     Y   WS^a`SZVSS_aa VSSY^È \SVS `SZ[  YÈ UU UW`[Z  YÈ UU ^  YÈ UU Z`^[\  %   [ aS` .€f¾.

`[TW^ .

8:/.2507.8.2../.7.3/:3.3-07-.39/..    27.7.8.-07803. 080.302-.2434207 1472.  /09..22.3.9907.8 3/4308.9070-.-.9.33.2.3:8.¯½¾¾.3:7.90720. aS` .23203.8.0789.5.&3.820...8.307.:1034./0/.5.23 $8.438:203 3/4308..//./708/: .50309.3. /..29:-:2.9:88..3.. 24342071472./..9.5.3 8025:73..-.:..2542078. f¯° 07/..31472..8./0/ /. 803.39.2507907  !072./0/3.

`[TW^ .

f¯° f– ¾ ff° \STS[\[__SZ`S^SX[^SVWVWVWZYSZXWZ[`VS _WTSZYSSSSZ`W^SV^W_Va S`a[Z[W^ X[^SVWVWS`SaXWZ[ SZY`VSTW^_WZ ScS_W\a^ZS_S [Z[W^X[^SVWVWZS SZYTW^TSS STSYW_WS`SZ `aTa WUaZ ST_STW^a\S\S\S^SZ\SZS__ZS^a`^Sb[W` YW_WSZVSZ`W^YW^a_Z S\W^aSSZ W_WSZ`W^SVS\\W^SS`SZWSZaYSTW^\[`WZ_ WW\S_SZ^W_VaX[^SVWVW [^SVWVWS`Sa SZY`SWZS_WTSYSX[^SZ W^a\SSZVW_ZXW`SZ SZY_W^ZY\aSVYaZSSZ_WTSYS TSSZ\WZYScW`S S` SZY_SZYS`aVSS_aWVSS `aTaWcS`Sa^[^SÈaa`_Sa^SZ\W^ZSXS_SZVSZ \WTaaVS^S [^SVWV SZYS_aWVSS`aTaVS\S`WZYYSZYYa XaZY__WWZYWZ`SZ\^[Va_S^WZUZYWYSYSSZ YZSTSSZVS\S`\aSWZYSTS`SZWS`SZ_W aS` .9 °–f.

`[TW^ .

9  ff°¯ f¯°f¾ f°½f¾ WUS^SX_WSZS_WT`WTSVS^\SVS WSZ\S_aS_W_SSWSZS_ VTWZ`a^SZTaZ  SZYVS_SZSSZWT W^S_VTSZVZYSZWSZ\S_a W^aSSZ WSZS_WTUZVSZTW^Sa_WVSZYSZ WSZ\S_aSSZaVSWZZYYSSZZ[VS \SVS\SZYSZTW^cS^ZS SSaVYaZSSZVWZYSZ TSWSZVS\S`VYaZSSZ_WSS  `SaZ WSZ`SSZV^WZ`SZY_aa VW^SS`UWUa_ ZYYS VW^SS`VTScSZ[ aS` .

`[TW^ % .

 –°ff°. f¯° WSZVSZ`S^SZ SVYaZSSZ_WTSYS TSSZTSa\WTaS`WSZ^W_ZTSSZ _Z`W_S[^YSZTSSZ\WZUS\a^US` \WS\_W^`S_`W_`WS`W^`SZZZYVSZ SZSZ aS` .

`[TW^ % .

¾ ° ¾f°–¯ °––°ff° ff° f¯ f¯°  ZVa_`^VW_bW W^a\SSZZVa_`^ SZYW\^[Va_SVW_bWaZ`aW\W^aSZ ZVa_`^ c[[Vc[^ZY_W\W^`ZVa_`^\S c[[VZVa_`^T[UT[S^V ZVa_`^ S^`UWT[S^V  ZVa_`^[aVZY W^a\SSZZVa_`^ SZYVSZ`S^SZ SWZYS_SZSS` W\W^aSZ^aS `SZYYS  ZVa_`^_a^XSUWU[S`ZY VSSZVa_`^ SZYWZYS_SZUS``ZZW^VW\a  ZVa_`^SZS_ ZVa_`^ SZYWZYS_SZXa^Z`a^W aS` .

`[TW^ .

%#$ aS` .

`[TW^ .