You are on page 1of 32

Salam Redaksi

Aman, Maju, Mandiri, Sejahtera dan Tangguh
PELINDUNG 1. Bupati Kapuas Ir.MUHAMMAD MAWARDI, MM 2. Wakil Bupati Kapuas SURARIA NAHAN, Dipl.ATP.,ST PEMBINA Sekretaris daerah Kabupaten Kapuas Ir. MUHAJIRIN, MP PENASEHAT/PENGARAH 1. Asisten Pemerintahan dan KESRA Drs.RADEN LEDI K.R. MATHIAS 2. Asisten Ekonomi dan Pembangunan Ir. GUNG LINTAR ALFIAN,Ms.Tr. 3. Asisten Administrasi Umum Drs. DJOHANSYAH M.D.A 4. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ir. AMRY BAHARUDDIN 5. Direktur PDAM Kapuas H. KASIYAN, BA.,SH.,SE.,MM.
PENANGGUNG JAWAB PEMIMPIN REDAKSI

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Wahai Pembaca yang Budiman. Syukur alhamdulillah,edisi perdana Majalah Pemerintah Kabupaten Kapuas dengan nama “AMANAH KAPUAS” dapat diterbitkan. Diusia Pemerintah Kabupaten Kapuas yang ke-58 tahun, ini kali pertama Majalah Pemerintah Kabupaten Kapuas sebagai media publikasi dapat diwujudkan dan yang pertama kali juga sebagai media cetak yang dirancang sebagai majalah masuk desa dibagi secara GRATIS dengan daya 3.000 eksemplar. Kami berharap ini merupakan langkah awal persiapan berlakunya UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) serta proses pencerahan dalam rangka pembangunan Kapuas,semoga bisa menjembatani kelemahan media cetak yang lain dalam menembus wilayah Desa. Paling tidak ada 3 argumentasi yang dapat diangkat sebagai alasan mengapa majalah ini perlu diterbitkan sebagai media komunikasi, yaitu :

Kepala Bagian HUMAS dan Protokol Drs. M. Hafizi

SEKRETARIS REDAKSI : 1. Sekretaris Redaksi Pemerintahan Budi Kurniawan,S.Sos.,M.Si 2. Sekretaris Redaksi Hukum Nanang Taufik Adi Pramudya,SH.,M.Hum 3. Sekretaris Redaksi Pembangunan Muh Indra Jaya, S.STP 4. Sekretaris Redaksi Kemasyarakatan Yan Safriansyah,S.STP.,M.Si BENDAHARA 1. M. Romansyah 2. Nerylia Paulina, S.STP PELIPUT/PHOTO GRAFER DAN DISTRIBUSI 1. Sapto Subagio 2. Pangeran S.Pandiangan,S.Hut 3. L u n d i, S.Sos 4. Suwigyo, SH 5. M. Kardin 6. M. Akhmad 7. S u w a n d i 8. M. Solikhin LAYOUT/DESIGN GRAFIS 1. Abdul Rohim, SE 2. Iwan Pahruji, SE 3. R a k h m a n, SE ALAMAT REDAKSI Bagian HUMAS Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas Jl. Pemuda Km.5,5 No.01 Kuala Kapuas

1. Bahwa ada dinamika pemerintahan yang berjalan terus menerus, berbenah dalam perbaikan segala bidang dan kebijakan-kebijakan yang lebih bermutu. Mulai dari perijinan, pendidikan, kesehatan Pertanian dsb. Begitu juga pembangunan infrastruktur fisik dan kemasyarakatan dalam hubungan dan tujuan bersama yang harus diketahui semua pihak. 2. Bahwa untuk mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi adalah penting, tetapi juga sama pentingnya mengurangi kesenjangan pemahaman antara semua pihak disemua lapisan masyarakat terhadap pemerintahan dalam arti luas. 3. Bahwa ada gairah memupuk percaya diri sebagai warga Kapuas, bahwa kita bisa lebih baik dan optimis menatap dan meraih masa depan di Bumi Panunjung Tarung yang tercinta ini dengan semangat, etos kerja dan cinta berbagi manfaat untuk sesama. Wassalamu’alaikum Wr.Wb Pemimpin Redaksi Drs. M. HAFIZI 7. Produksi Padi……………….... 10. Peresmian Pabrik Pupuk……. 12. Pencanangan DPM………….. 13. Panen Semangka……………. 14. Kesehatan Gratis…................ 16. Misi ke -6 RPJM ……………… 18. Penutupan Prajabatan………. 19. Bantuan Keagamaan………... 20. Pengukuhan Drum Band……. 21. Lomba TK…………………….. 22. Pemadam Kebakaran ………... 24. Parade Sya’ir Maulid………... 26. Batas Daerah ……………….. 28. Menatap UU.KIP…………….. 29. Nikah Massal ………………... 30. Percepat Tiga Jalan Strategis.……………. 31. Pembangunan Plabuhan Batanjung……………

DAFTAR ISI
2. Salam Redaksi…………….. 3. Visi dan Misi………………..

4. Satu Tahun Menuju Amahan…
6. 8 Program dan BMW...

2

3

jadi ke-203 Kota Kuala Kapuas dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Pemerintah Kabupaten Kapuas menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat Kapuas. Ini lantaran peristiwa bersejarah itu beriringan dengan satu tahun usia kepemimpinan Bupati Kapuas Ir. H. M. Mawardi, MM. dan Suraria Nahan, Dipl., ATP., ST. Satu tahun lalu, tepatnya 26 Maret 2008 usia kota Kuala Kapuas masih 202 tahun, Kabupaten Kapuas menginjakkan usia ke-57. pada saat itu pula warga Kuala Kapuas memiliki pemimpin yang dipilih secara langsung dalam pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2008. Ini merupakan kali pertama setelah Kuala Kapuas berusia dua abad lebih, sejak ditetapkannya 21 Maret menjadi hari jadi kota Kuala Kapuas dan hari jadi Pemerintah Kabupaten Kapuas. Kendati usia kepemimpinan Mawardi-Suran masih relatif sangat muda, namun keduanya bersama masyarakat Kuala Kapuas telah melakukan banyak hal dalam mewujudkan Kuala Kapuas yang AMANAH (Aman, Maju, Mandiri, Sejahtera Dan Tangguh). Tidak heran, bila sekarang Kuala Kapuas seolah bagaikan gadis cantik, yang banyak dilirik oleh investor yang ingin verinvestasi di daerah ini.(adv)

Hari

Peringkat VI Nasional Keseriusan Mawardi-Suran dalam mengurus Pemerintah Kabupaten Kapuas, ditandai dengan gebrakan anggaran. Jika sebelumnya APBD hanya berkisar Rp.650 Miliar per tahun, sekarang sudah tembus menjadi Rp.750 Miliar pertahun. Dengan ketekunan dan profesionalisme yang melandasi kinerjanya, mereka yakin bahwa tahun mendatang jumlah itu masih mampu terdongkrak lebih tinggi. Dengan anggaran yang sangat jauh lebih memadai, ditunjang dengan penanganan dan pelayanan yang transparan dan akuntabel, diyakini akan mampu lebih menggeliatkan Kuala Kapuas yang AMANAH. Terkait pelayanan dimaksud, Kabupaten Kapuas sepanjang kepemimpinan Mawardi terus menunjukkan kesungguhan dalam melakukan terobosan program pelayanan prima yang diberi slogan BMW. Slogan yang mirip nama merk mobil mewah Eropa itu, merupakan kepanjangan dari Biaya transparan, Mudah dalam proses pelayanannya dan Waktu pelayanan yang cepat dan tepat. “Jika bisa mudah jangan dipersulit,” kata Mawardi.

Program itu juga dibarengi dengan pengukuhan pelayanan terpadu yang mengandung prinsip efisiensi dan efektifitas. Dimana masyarakat menjadi lebih mudah dalam mengurus perijinan, mengingat pengurusan perijinan meng gunakan metode pelayanan satu atap. Perlahan namun pasti program ini membawa Kuala Kapuas mampu dinobatkan KPK sebagai kabupaten yang berada di peringkat VI terbaik se Indonesia untuk kategori pelayanan publik. Pertama Kali Canangkan KTP Gratis Tak dipungkiri, komitmen MawardiSuran beserta jajarannya dalam memberikan yang terbaik kepada masyarakat dilakukan dengan sepenuh hati. Salah satu contoh kecil adalah biaya pembuatan menggratiskan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Bahkan, untuk menjangkau pelayanan masyarakat yang berada di pelosok, juga akan disiapkan armada khusus yang keliling melayani pembuatan KTP di berbagai daerah Kuala Kapuas.

4

Kesehatan dan Pendidikan. Kegelisahan masyarakat Kuala Kapuas terhadap minimnya fasilitas pendidikan dan kesehatan, mampu diserap oleh Pemerintah Kabupaten Kapuas di bawah kepemim-pinan Mawardi-Suran. Hal ini dibuktikan dengan pembangunan dan rehab gedung SD/MI dan Puskesmas Pembantu (Pustu) maupun Polindes. Tahun 2008 kemarin melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah berhasil mereali-sasikan pembangunan maupun rehab berat sekitar 65 gedung sekolah. Sedangkan ditahun 2009 ini sekitar 75 gedung sekolah SD/MI akan segera diselesaikan. Demikian halnya terhadap fasilitas kesehatan seperti Pustu dan Polindes juga akan Perlahan tapi pasti terealisasi. Pemerintah bertekad melengkapi fasilitas dan sarana yang menjadi hak dasar masyarakat. Swasembada Pangan Data yang terangkum menunjukkan, 80 persen penduduk Kuala Kapuas adalah petani. Hal ini yang mendorong Pemerintah setempat memberikan porsi pembinaan dan perhatian besar terhadap dunia pertanian di daerah ini. Sentuhan kebijakan Pemerintah ternyata berbuah manis, tren kenaikan produksi beras dari data yang dilansir 2008 yang lalu, Kapuas mampu berproduksi 258 ribu ton. Jika dibandingkan produksi beras di 14 kabupaten dan kota se-Kalteng, Kabupaten Kapuas hingga saat ini masih tidak tertandingi. Bahkan pada akhir 2008 yang lalu, Bupati Kapuas Ir. H. M. Mawardi, MM. yang belum genap satu tahun menjabat sebagai Bupati Kapuas mendapat penghargaan atas Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) dari Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono. Penghargaan dari Presiden itu, mampu memupuk motivasi Pemerintah Kapuas untuk terus mengoptimalkan potensi pertanian yang dimilikinya. Diawal 2009 produksi padi sawah mencapai 3,3 ton per hektar. Selain itu untuk meningkat-kan produktivitas pertanian, Pemerintah Kabupaten Kapuas telah mampu mem-bangun pabrik pupuk organik dan pabrik beras terbesar di Kalteng dengan kapasitas produksi 9 ton per hari.

Dan kini pabrik yang berlokasi di Kapuas Timur itu dikelola Gapoktan (gabungan kelompok tani). Untuk lebih mampu berswasembada pangan, saat ini Pemerintah telah membuat terobosan mekanisasi pertanian. Di tingkat perencanaan, program itu hampir rampung. Perikanan dan Peternakan Di sektor perikanan dan peternakan terobosan yang dilakukan Pemerintah dalam membantu masyarakat juga membuahkan hasil positif. Beberapa bulan lalu, Kapuas berhasil surplus ikan patin hingga mencapai 1.050 ton. Jumlah ini signifikan dibanding tahun 2007 yang hanya 174 ton. Dengan ketekunan pembinaan yang telah dan terus dilakukan, diproyek sikan 2009 panen ikan di Kuala Kapuas akan mencapai 150 ribu ton. Kondisi perikanan yang melimpah ini, tak dipungkiri telah mampu menjangkau pasar dibeberapa provinsi tetangga. Sedangkan di sektor peternakan, Pemerintah menargetkan 2010 akan panen sapi secara serentak hingga angka 1000 ekor mendekati kelahiran. Hal ini sesuai terobosan yang dirintis Pemerintah dalam gebrakan mengawinkan sapi dengan metode suntik secara serentak. Bahkan program itu mampu mendetaksi kelahiran yang diinginkan. “Misalnya kita menginginkan kelahiran sapi jantan atau betina itu bisa diprogram” kata Kadis Peternakan Kapuas, Ir. Yansi Rani. Saat ini, untuk mencukupi kebutuhan petani, Kapuas harus masih mengandalkan suplay sapi dari provinsi lain, namun program bantuan ratusan bibit sapi pengembangan dan penggemukan yang telah disalurkan beberapa bulan silam, akan mampu mengurangi keter-gantungan itu. Jika program pengaturan angka kalahiran ternak itu berhasil, maka ketergantungan itu akan sirna dengan sendirinya, Kapuas akan mampu berswasembada daging. Geliat Infrastruktur Fasilitas distribusi dan transpor tasi, disadari memang masih menjadi hambatan bagi lajunya kemajuan daerah ini. Namun, Pemerintahan Mawardi-Suran telah memiliki solusi. Salah satunya pemba-ngunan jalan Timpah-Pujon-Sei Hanyo dan Anjir Palampai.

Pembangunan ruas jalan senilai Rp.200 miliar itu menggunakan sistem multi years kontrak hingga 2012. Hal ini diyakini lebih menjamin adanya kepastian penyelesaian. Wilayah Kabupaten Kapuas yang sangat luas dengan anggaran yang dimiliki terbatas, selama ini masih menjadi kendala besar bagi percepatan pembangunan infrastruktur di daerah ini. Namun di tangan Pemerintahan Mawardi-Suran, kondisi itu bisa disiasati. Salah satu contohnya rencana pembangunan jalan dan jembatan industri mulai dari Tanjung Kelanis hingga HPH Mandau Talawang yang panjangnya mencapai 219,35 Km. Mengingat keterbatasan APBD, kecil kemungkinan Kapuas mampu menyelesaikan proyek itu. Namun mulai 2009 ini Pemerintah setempat telah melakukan penjajakan kerja sama konsorsium dengan pihak perusahaan besar swasta yang dilalui jalur industri itu, terkait pendanaannya. Bak gayung bersambut, pihak perusahaan pun menyambut baik gagasan itu. Selain infrastruktur jalan, untuk distribusi barang dan hasil alam, ditahun 2008 Pemerintahan Mawardi-Suran juga berhasil membuka akses transportasi laut, berupa pembangunan pelabuhan laut Batanjung. Di tingkat perencanaan pelabuhan Batanjung telah rampung, rencana tersebut menyangkut studi kelayakan, SID, master plan dan studi kedalaman. “Semua perencanaan sudah selesai, dan dari berbagai aspek yang diteliti, termasuk kedalaman, Batanjung memang layak untuk pelabuhan laut. Dan sekarang tinggal realisasinya saja” Kata Kepala Bappeda Kapuas, Ir.Herson Aden. Agar pembangunan pelabuhan Batanjung ini terealisasi dl waktu segera, Pemerintah Kapuas akan kembali meyakinkan pusat. Adanya pelabuhan Batanjung berarti akan membuka akses baru yang juga mampu mengakomodir kepentingan 9 Kabupaten dan Kota se-Kalteng. Terpenting lagi, pelabuhan Batanjung juga akan lebih mampu menggeliatkan pembangunan dan ekonomi kerakyatan menuju Kapuas yang AMANAH(HumasPro dan telah diekspose Kalteng Pos 21-3-09)

5

Amun Tau Jeleng, Ela mampahali Kalau Bisa Cepat, Jangan dipersulit

6

“Walaupun diakui produktivitasnya masih rendah, namun melihat potensi yang ada, upaya peningkatan produksi baik melalui peningkatan produktivitas maupun perluasan areal tanam, masih sangat memungkinkan, kata Bupati Kapuas Ir. H. M. Mawardi,MM belum lama ini. Bupati mengatakan, untuk mendukung perwujudan pengembangan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada agribisnis dan agroindustri, diantara nya dibangun pabrik pupuk organik, BUPATI KAPUAS yang dikelola oleh perusahaan Ir. H. Muhammad Mawardi, MM daerah, pabrik beras, pusat promosi unggulan usaha Kabupaten Kapuas merupakan produk-produk mikro, kecil menengah, dan salah satu sentra produksi padi di Kalimantan Tengah (Kalteng). Setiap tahun lebih dari 52,8 persen produksi padi berasal dari daerah ini, kontribusi pangan khususnya beras di Kabupaten Kapuas setiap tahunnya terus

kedepan akan lebih difokuskan pada pengembangan usaha usaha ekonomi masyarakat yang sudah ada, dan diharapkan akan sinergi dengan program-program yang juga dilaksanakan oleh pemerintah provinsi dan pusat. Dia mengatakan, untuk komoditas perikanan di Kabupaten Kapuas terdiri dari perikanan laut dan perikanan darat (sungai, rawa, danau), produksi perikanan pada tahun 2008 sebesar 11.090 ton. Produksi ini meningkat sebanyak 833 ton atau 8,12 persen, dibanding kan pada tahun 2007 sebesar 10.257 ton.

meningkat. Pada tahun 2007 sebesar 258.663 ton, dan tahun 2008 sebesar 275.621 ton atau mengalami kenaikan sebesar 7 persen jika dibandingkan dengan tahun 2007.

7

Langkah strategis ke depan kata bupati, selain melakukan pengem bangan kawasan sentra produksi perikanan di kawasan non pasang surut, yaitu Kecamatan Timpah dan Kecamatan Kapuas Tengah, juga melakukan peningkatan sarana dan prasarana perikanan darat dan laut, yang telah ada serta melakukan pembinaan budidaya potensi peluang terhadap perikanan pengembangan Kapuas, yang usaha usaha-usaha masyarakat. ternak baik di

Lebih lanjut Mawardi mengatakan, Kabupaten memberikan bagi

peningkatan perekonomian masyarakat.

8

Dari segi populasi ternak, cenderung mengalami peningkatan yang cukup signifikan diantaranya ternak sapi pada tahun 2007 sebanyak 7.773 ekor menjadi 9.057 ekor, pada tahun 2008 atau terjadi kenaikan sebesar 16,51 persen. Demikian juga halnya kambing sebanyak 9.046 ekor pada tahun 2007, menjadi 11.016 ekor pada tahun 2008, atau meningkat sebesar 21,77 persen. Berdasarkan potensi yang ada, maka pemerintah Kabupaten Kapuas, secara konsisten mengembangkan lima kawasan pengembangan komoditas unggulan peternakan yakni Kecamatan Basarang dengan komoditi unggulan ternak sapi potong dan ayam broiler. Kecamatan Selat, Kecamatan Kapuas Kuala dengan komoditas unggulan ternak sapi, ayam arab dan itik. Kecamatan Kapuas Murung dengan komoditas unggulan ternak sapi, kambing dan kerbau, Kecamatan Mantangai dengan komoditas unggulan ternak kambing dan sapi, Kecamatan Timpah, Kecamatan Kapuas Tengah, Kecamatan Kapuas Hulu dengan komoditas sapi dan babi. (HumasPro dan telah diekspose Kalteng Pos 7-4-09)

9

abrik pupuk organik di Desa Tambun Raya Km. 4,5 Kecamatan Basarang diresmikan Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang, Sabtu (21/3). Dengan beroperasinya pabrik tersebut diharapkan dapat mengatasi permasalah-an pupuk di wilayah ini. “Pupuk merupakan kebu-tuhan pokok bagi petani, dan kebutuhan pupuk di Kalteng, khususnya di Kabupaten Kapuas sangat luar biasa. Saya berharap beroperasinya pabrik pupuk organik ini dapat membantu para petani mencukupi kebutuhan pupuk di daerah ini,” ujar Teras saat peresmian hasil-hasil pembangunan Kabupaten Kapuas pada 2008 di Kecamatan Basarang.

P

Menurut Teras, untuk memajukan daerah seorang pemimpin harus dapat membuat program terobosan untuk kemajuan daerah.Ia mencontohkan salah satu terobosan yang dilakukan adalah dengan membuat kontrak kerja multi years, seperti apa yang dilakukan Bupati Kapuas untuk penanganan jalan hulu dari Sei Hanyo Kecamatan Kapuas Tengah sampai Batanjung Kecamatan Kapuas Kuala yang menggunakan sistem multi years. “Ini yang namanya terobosan. Kalau menunggu dana APBD untuk mem-bangun bisa bosan rakyat menunggunya,” ucap Teras. ada kesempatan yang sama, Bupati Kapuas Ir. H. M. Mawardi, MM. mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kapuas menyadari tidak semua keinginan masyarakat terpenuhi dengan pembangunan yang dilaksanakan. “Hal ini karena keterbatasan dana dan luasnya wilayah Kabupaten Kapuas.” ujar Mawardi. Sehingga,lanjutnya, pembangunan yang dilaksanakan harus berdasar kan skala prioritas yang benar-benar menyentuh kepentingan sebagian besar masyarakat sehingga mempunyai dampak positif pada kegiatan sosial ekonomi masyarakat dan diutamakan untuk kesejahteraan masyarakat. “Keberhasilan pembangunan tidak hanya selesai dalam bentuk fisik, tetapi diutamakan manfaatnya bagi masyarakat setempat dan daerah Kapuas pada umumnya,” tuturnya.

P

10

Sementara itu Kepala Bappeda Kabupaten Kapuas Ir. Herson B. Aden, M.Si mengungkapkan, pengambil-an lokasi pabrik pupuk organis di Kecamatan Basarang dengan beberapa alasan. Diantaranya kecamat-an ini telah ditetapkan sebagai kawasan agropolitan dengan komoditi unggulan ternak sapi, mudah memperoleh bahan baku baik dari wilayah Basarang sendiri maupun dari wilayah sekitarnya. “Jika ditinjau dari aksesibilitas dan lokasinya dapat menjangkau ke beberapa wilayah baik Kabupaten Kapuas maupun kabupaten lain di Kalteng dan Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Dikatakannya, pembangunan pabrik pupuk organik sebagai salah satu upaya mengatasi permasalahan yang dihadapi petani pada musim tanam yang sering mengalami kesulitan memperoleh pupuk. Untuk mendorong peningkatan produktivitas pertanian atau usaha tani di Kabupaten Kapuas dan Kalteng pada umumnya. Ia mengungkapkan, pabrik pupuk organik perusahaan daerah Panunjung Tarung Kabupaten Kapuas itu, didirikan atas kerja sama dengan PT. Petrokimia, Gresik

sebagai realisasi dari nota kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Kapuas dengan PT. Petrokimia, Gresik tanggal 8 September 2008 dengan nomor : 521.33/1501/PDPT/ 2008; Nomor: 1296/TU.04.06 /67/SP 2008 dan nomor: 2693/IX/TU.04.06/AJG. PGK /2008. “Pemasaran hasil produksi seluruhnya dibeli oleh PT. Petrokimia Gresik dan diutamakan untuk keperluan konsumen lokal.”ungkapnya. (HumasPro & telah diekspose Kalteng Pos 23-3-09).

11

12

Suraria Nahan, Dipl., ATP., ST.
Wakil Bupati Kapuas

Drs. YUSRANSYAH Camat Kapuas Murung

Panen Semangka di Desa Palingkau Sejahtera SP-3 Kecamatan Kapuas Murung. untuk 1 Ha ditanam sebanyak 3.150 rumpun menghasilkan buah per rumpun 5-10 Kg harga ditempat pedagang yang membeli Rp.2.000/Kg diperkirakan untuk 1 Ha keuntungan bersih yang didapat oleh Petani Rp.16.000.000,- lebih

ATP.,

Mayor CECEP. WM Kasdim 1011 KLK

Wakil Bupati Kapuas Suraria Nahan, Dipl., ST ketika memimpin Panen Semangka dalam dialognya dengan masyarakat mengatakan akan berusaha di lokasi tersebut dijadikan sentra produksi Holtikultura.

Pada kesempatan yang sama Camat Kapuas Murung Drs. YUSRANSYAH dalam laporannya mengatakan bahwa wilayah Kecamatan Kapuas Murung ada dataran tinggi/pematang yang cocok untuk jenis tanaman Holtikultura ( Sayur-sayuran dan Buah-buahan), yang termasuk dataran tinggi tersebut antara lain meliputi ; - Desa Palingkau Asri SP-2 - Desa Palingkau Sejahtera SP-3 - Desa Sumber Alaska G-1 - Desa Dadahup Raya G-2 - Desa Menteng Karya G-3 - Desa Bumi Rahayu G-4 - Desa Manggala Permai G-5 (HumasPro)

13

Kapuas Gratiskan
Mawardi : Kesehatan Adalah Hak Setiap Insan
Menurut Mawardi program itu harus diluncurkan karena kesehatan adalah hak setiap insan dimuka bumi. Tak terkecuali rakya di Kabupaten Kapuas. Jangan sampai timbul sindiran “orang miskin dilarang sakit”. Orientasi dari pelayanan kesehatan adalah harkat kemanusiaan, itulah yang fundamental dan perlu dikedepankan tambahnya. Ia mengungkapkan, di Kabupaten Kapuas terdapat 23 buah puskesmas. Sebanyak empat diantaranya merupakan puskesmas rawat inap dan mampu menangani obstetric dan neonatal dasar upati Kapuas Ir.H.Muhammad yang didukung dengan puskesmas Mawardi,MM mencanangkan program pembantu (pustu) sebanyak 120 buah kesehatan dasar gratis. Program dan polindes/poskedes 115 buah. berobat cuma-cuma untuk penduduk kurang mampu itu diluncurkan di Puskesmas Anjir Serapat Km. 8, Kecamatan Kapuas Timur. Pada kesempatan itu, Mawardi mengatakan pelayanan kesehatan daar gratis berupa perlindungan terhadap seluruh masyarakat Kabupaten Kapuas baik melalui Askes (Asuransi Kesehatan), Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) bagi keluarga miskin maupun Jamsostek (jaminan sosial tenaga kerja). Program ini menggratis-kan 11 jenis pelayanan kesehatan dasar di puskesmas dan jajarannya, serta pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kelas III. “Pelayanan kesehatan dasar gratis ini nanti masuk dalam program kesehatan jaminan masyarakat daerah (Jamkesda) Kabupaten Kapuas.” ujar Mawardi. “Disamping itu, semua puskesmas telah dilengkapi pula dengan sarana puskesmas keliling roda empat maupun sarana puskesmas keliling (pusling) air.” ungkapnya. Lebih lanjut Mawardi mengungka pkan, kebijakan pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Jamkesda ini diambil sebagai salah satu upaya dan langkah maju Pemerintah Kabupaten Kapuas untuk selalu membangun dan berpihak kepada rakyat sebagai sumber kapital sosial dalam upaya mewujudkan masyarakat yang mandiri dan hidup sehat.

B

Pemerintah telah berupaya memberdayakan masyarakat di bidang kesehatan melalui program Desa Siaga maupun Mahaga Lewu. “Sampai saat ini Kabupaten Kapuas, telah melatih bidan desa siaga di 92 desa dan bidan desa mahaga lewu di 6 desa,” terangnya. Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas dr. Ani Hadiningroem mengaku, sebelumnya pihaknya telah melakukan sosialisasi ke 23 puskesmas di Kabupaten Kapuas.

14

“Melalui 23 puskesmas tersebut kami berharap program pelayanan kesehatan dasar bebas biaya dapat tersebar luas di seluruh pelosok wilayah Kabupaten Kapuas.” ucapnya. Ia menerangkan, sebelas pelayanan kesehatan dasar gratis ini meliputi, konsultasi medis dan penyuluhan kesehatan, pemeriksaan fisik, laboratorium sederhana di Puskesmas atas indikasi dokter, tindakan medis sederhana, pemeriksaan dan pengobatan gigi, pemeriksaan ibu hamil/nifas/menyusui bayi dan balita, pemberian obat-obatan sesuai ketentuan, pelayanan KB dan penanganan efek samping-nya, pelayanan gawat darurat, paket pelayanan rawat inap dan pertolongan persalinan. Lebih lanjut ia menerangkan, pembayaran terhadap pelayanan yang diberikan dengan menggunakan sistem klaim, yang kemudian disetorkan kembali ke kas daerah dengan memperhitung kan porsi pembayaran yang dikembalikan ke pengelola. “Dengan adanya program ini, kami berharap jangkauan dan cakupan pelayanan kesehatan dasar di Kabupaten Kapuas,” tandasnya. (HumasPro dan telah diekspose Kalteng Pos 7-4-09)

embangunan bidang keagamaan rencana merupakan misi ke-6 pembangunan jangka menengah (RPJM) Daerah Kabupaten Kapuas, tahun 2008-2013. Pemerintah menyadari betul bahwa pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM), tidak hanya berbicara masalah pendidikan dan kesehatan saja, akan tetapi yang sangat penting dan strategis, juga pemba-ngunan mental dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal tersebut disampaikan Bupati Kapuas Ir. HM Mawardi MM, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati Kapuas Ir. Suraria Nahan, Dipl., ATP., ST, pada acara pelepasan Pawai Paskah Gereja-gereja se Kota Kuala Kapuas, Sabtu (11/4) pagi. Menurut bupati, dengan iman, mental dan taqwa yang baik, maka kita sebagai objek dan subjek pembangunan akan dapat berpartisipasi dan berbuat yang terbaik, untuk menunjang pembangunan di daerah. Dia berharap, umat Kristiani dapat menjadi duta perdamaian, dalam setiap keadaan dan keberadaan, sesuai dengan profesi dan talenta yang telah diberikan Tuhan kepada setiap individu. Saya berharap kepada semua pemangku kepentingan terkait di Kabupaten Kapuas ini, termasuk umat Kristiani dapat menjadi pelaku aktif dalam setiap proses pembangunan di daerah ini, ujarnya. Bupati mengungkapkan, peristiwa Paskah menurut kepercayaan umat Kristiani, merupakan peristiwa yang sangat bersejarah, karena peristiwa Paskah merupakan kebangkitan Isa AlMasih dari kematiannya, di salib untuk menebus dosa-dosa manusia.

P

Oleh karena itu saya berharap hal ini dapat dimaknai secara mendalam, ungkapnya. Dia juga berharap, pawai paskah yang diikuti segenap umat Kristiani tersebut, bukan hanya sekedar kumpulkumpul dan jalan-jalan saja, akan tetapi benar-benar diresapi secara baik dan benar. Dengan demikian, kegiatan pawai paskah bukan hanya menjadi rutinitas dan formalitas beragama saja. Usai kegiatan, Wakil Bupati Kapuas Suraria Nahan kepada wartawan mengatakan, kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Kapuas, hingga saat ini masih terjalin dengan harmonis. Tanpa kerjasama tidak akan terwujud kerukunan antar umat beragama, dengan kegiatan tersebut semua lapisan masyarakat dapat berpartisipasi dan itulah wujud kerukunan, kata Suran, sapaan akrabnya.

Suraria Nahan, Dipl., ATP., ST.
Wakil Bupati Kapuas

16

Sementara itu, Ketua Panitia Harihari Besar Kristiani (PHBK) Kabupaten Kapuas, Drs. Ferly H. Sangen mengatakan, Pawai Paskah seperti yang dilaksanakan itu beberapa tahun lalu pernah dilaksanakan. Pawai Paskah ini diikuti kurang lebih tiga ribu umat nasrani dari berbagai gereja dan sekolah di sekitar Kota Kuala Kapuas, dan kami harapkan kedepannya kegiatan seperti ini dapat kita tingkatkan lagi, harapnya. Para peserta pawai melalui rute yang sudah ditetapkan yakni dari depan rumah jabatan Bupati Kapuas, Jalan Letjen Soeprapto, Jalan Jend. A. Yani, Jalan Kol. Soegiono, Jalan Kapten Piere Tendean, DI Pandjaitan, RA Kartini dan finis di Gereja Shinta Jalan A. Yani. Sebagian besar peserta pawai menampilkan peristiwa paskah seperti Tuhan Yesus berdo’a di Taman Getsemani, yang ditampilkan oleh Jemaat Lingkungan 1 GKE Kuala Kapuas, maupun ketika Yesus memikul salib yang ditampilkan oleh Lansia GKE Selat dan SMA 1 Kuala Kapuas(HumasPro dan telah diekspose Kalteng Pos 13-4-09)

17

esudah mengikuti pendidikan dan latihan (Diklat) Prajabatan, Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus memiliki nilai tambah. Kerena itu sudah semestinya PNS lebih tanggap dan punya kemampuan dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang baik (Good Governance). Harapan tersebut disampaikan Bupati Kapuas Ir. H. M. Mawardi, MM., dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Ir. H. Muhajirin, MP. pada penutupan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Prajabatan CPNS Golongan I dan II Tahun 2009 di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Kapuas, Senin (6/4) di . Aula Kantor Bupati Kapuas. “Sebagai aparatur negara, abdi negara dan abdi masyarakat, kita dituntut untuk memberikan pelayanan yang sebaik mungkin kepada masya rakat, lebih-lebih dalam hal pelayanan langsung kepada masyarakat,” ujarnya.

S

Bupati meminta para Pegawai Negeri Sipil, untuk bersungguh-sungguh memperhatikan aspek-aspek yang berkaitan dengan pelayanan publik, yang antara lain harus memiliki komitmen tinggi, jujur dan adil serta bertanggung jawab terhadap tugas yang diemban. “Sebagai PNS,dalam melaksanakan tugas harus selalu berpedoman pada ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku, arahan atau petunjuk serta bimbingan pimpinan pada unit/satuan kerja,” ucapnya. Disamping itu, yang perlu diperhati kan seperti nilai-nilai budaya dan kearifan lokal, yang masih terpelihara dengan baik oleh masyarakat.

“Apabila hal ini dapat dilakukan dengan baik, saya yakin tidak ada lagi hal-hal lain yang akan menimbulkan kesalahan dalam melaksanakan tugas yang dapat merugikan diri sendiri maupun terhadap orang lain,” tuturnya. Dikatakannya, memang disadari bahwa disamping tugas sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, PNS juga mempunyai tugas dan tanggung jawab terhadap keluarga. Untuk itu, hendaknya dapat membedakan antara kepentingan pribadi dan kepentingan masyarakat, sehingga dapat menempat kan jati diri sebagai pamong praja. Terlebih lagi bagi guru-guru, penyuluh dan tenaga para medis yang langsung melayani masyarakat. Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Suhardjo, SH mengatakan, Diklat Prajabatan tersebut diikuti 140 orang peserta dan berlangsung mulai tanggal 16-27 Maret 2009 untuk CPNS umum/reguler dan tanggal 16 Maret 2/d 6 April 2009 untuk CPNS eks honorer. “Masing-masing peserta dinyatakan lulus semua dan akan diberikan Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL),” kata pria yang juga menjabat Kepala Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Kapuas ini. Penutupan Diklat Prajabatan tersebut ditandai dengan pelepasan tanda peserta secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Ir. H. Muhajirin, MP. (HumasPro dan telah diekspose Kalteng Pos 7-4-09)

18

Kabag Admin KESRA setda Kab Kapuas Sebagai bentuk refleksi kepedulian Pemerintah Kabupaten Kapuas sebagaimana termaktub dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Kabupaten Kapuas 2008 – 2013 point 6 yaitu “ Keagamaan, sosial politik dan budaya kehidupan dengan mewujudkan keagamaan dan kehidupan politik, social budaya yang dinamis, kreatif dan toleran.”

Drs. H. MASRANI

serta Visi dan Misi Kabupaten Kapuas Tahun 2008-20013 mengenai sarana dan prasarana umum wilayah serta mendorong terwujudnya masyarakat yang bermoral, beretika dan berbudaya, maka dapat dilihat pada kegiatan Bantuan Sarana Kehidupan Beragama. Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) murni tahun 2008 telah menganggarkan sekitar Rp. 5.238.400.000,-. Dengan rincian untuk kegiatan keagamaan telah dialokasikan dana Rp. 2.428.400.000,- berupa 38 item kegiatan diantaranya : Bantuan untuk Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kab.Kapuas, Bantuan untuk Pengembangan Pesparawi (LPPD) Kab.Kapuas, Bantuan untuk Kab.Kapuas, Lembaga MD-AH Bantuan untuk Kegiatan PHDI Kab.KApuas, serta Bantuan untuk Lembaga Pengembangan Dharma Gita Kab.Kapuas. Sedangkan untuk Bantuan Rumah Ibadah telah dianggarkan sebanyak Rp. 2.810.000.000,- dengan perincian :

a. 122 buah Masjid di 11 Kecamatan b. 157 buah Langgar/Mushola di 12 kecamatan c. 57 buah Gereja Kristen Protestan di 10 kecamatan d. 9 buah Gereja Kristen Katolik di 3 kecamtan e. 30 buah Balai Hindu Kaharingan di 7 kecamatan f. 12 buah Pura Hindu Bali di 5 kecamatan Selain melalui APBD murni tahun 2008, Pemerintah Kabupaten Kapuas juga telah mengalokasikan sejumlah Rp. 60.000.000,- melalui ABT Tahun 2008. Dengan peruntukkan berupa bantuan : 7 buah Langgar/Mushola di 5 Kecamatan dan 3 buah Gereja Kristen Protestan di 2 Kecamatan, serta 1 buah Balai Hindu Kaharingan di 1 Kecamatan. Dengan telah teralokasikannya sejumlah dana sebagaimana tersebut di atas, maka diharapkan dapat menambah keimanan kita semua sesuai keyakinan masing-masing serta dapat lebih memupuk persatuan dan kesatuan ditengah keberagaman. (Yan Safriansyah,SSTP., Msi dan H.Yahya, S.Ag.S.Sos)

19

embina Drum Band Bahana Gita Praja (DBBGP), yang diprakarsai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas Hj. Aliyah Mawardi, secara resmi telah dikukuhkan Bupati Kapuas Ir. H. M. Mawardi, MM., Rabu (18/3) di Gandang Gedung Kesenian Garantung. Kepada anggota DBBGP bupati berpesan untuk selalu mampu menanamkan jiwa disiplin. “Selain disiplin pada diri sendiri, juga dilakukan dalam kelompok. Miliki kreatifitas, tanggung jawab, percaya diri, semangat juang kerjasama dan inilah yang prestasi. Hal-hal diharapkan oleh setiap orang tua, bangsa dan negara,” kata bupati.

P

Ia berharap, kegiatan tersebut dapat membawa nama baik pemerintah daerah, dan berkesinambungan serta tetap didukung dari semua pihak, guna menunjang kemajuan pembinaan generasi muda, lebih-lebih yang terhimpun dalam drum band yang dibina dalam TP PKK Kabupaten Kapuas ini. “Drum band ini diharapkan tidak hanya membantu pemerintah, tetapi sebagai wadah pembinaan generasi muda penerus bangsa,” harapnya. Ia juga berharap, tim drum band tersebut dapat berprestasi di tingkat Kabupaten Kapuas, maupun Provinsi Kalteng dan di tingkat Nasional.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas

Hj. Aliyah Mawardi

Dengan adanya DBBGP harap bupati, drum band yang lain lebih bersemangat dan terpacu. Dengan demikian kata dia, akan tercipta suatu kompetisi yang sehat dan dapat mengangkat nama Kabupaten Kapuas. Hal senada juga disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Kapuas Hj Aliyah Mawardi. Ia berharap drum band tersebut dapat menjadi wadah pembinaan generasi muda kearah yang lebih positif, terhindar dari segala bentuk sikap dan perilaku yang dapat merusak dan menjerumuskan generasi muda.

Menurutnya, pembinaan yang diberikan pihaknya kepada DBBGP, merupakan bentuk kepedulian TP PKK Kabupaten Kapuas, untuk membina generasi muda dan merupakan Program TP PKK Kabupaten Kapuas, dalam proses pembinaan, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Dikatakannya, tahun ini, kejuaraan drum band Gubernur Cup akan dilaksa nakan di Kabupaten Barito Selatan. Rencananya, DBBGP akan dipersiapkan untuk mengikuti kegiatan tersebut. “Anak-anak sekalian, siapkan mental, semangat untuk bisa tampil dengan penuh kebanggaan.” Pintanya. (HumasPro dan telah diekspose Kalteng Pos 19-3-09)

20

Ir. Suraria Nahan, Dipl., ATP., ST.
Wakil Bupati Kapuas

Lomba Gerak, Lagu dan menggambar Bebas Taman Kanak-kanak yang dilaksanakan oleh TK Negeri “ PEMBINA “ pada tanggal 19 Mei 2009, diikuti 22 TK se Kota Kuala Kapuas. Peserta menggambar Bebas dikuti oleh 216 anak Acara tersebut dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas, Hj. Aliyah Mawardi. (HumasPro )

21

BANTUAN PEMKAB KAPUAS. - 6 Unit Motor Roda Tiga untuk Pemadam Kebakaran Swasta di Kuala Kapuas. - 1 Unit Mobil Operasional Pengawalan untuk POLRES Kapuas - 1 Unit Mobil Operasional Kejaksaan Negeri Kapuas - 1 Unit Mobil Operasional untuk Pengadilan Negeri Kapuas Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan pada tanggal 7 Mei 2009 di Halaman Kantor Pemkab oleh Bupati kapuas.

22

Sumber Foto – Humas Pro

23

Ir.H.M. M AW ARDI, MM Bupati Kapuas

Bupati Kapuas setelah memberi pengarahan dilanjutkan dengan menabuh Tarbang sebagai tanda dibukanya acara Parade Sya’ir Maulid ke 4 di Lapangan Bukit Ngalangkang Kuala Kapuas pada tanggal 21 s/d 23 Agustus 2008, yang diikuti oleh 60 Group Sya’ir Maulid.

Laporan Ketua Panitia oleh

Miftahul Aqli,S.Sos.I

Untuk Parade Sya’ir Maulid ke 5 akan dilaksanakan pada tanggal 3 s/d 8 Agustus 2009 di Lapangan Bukit Ngalangkang Kuala Kapuas. Pendaftaran Peserta dibuka mulai tanggal 8 Juni s/d 18 Juli 2009. Insya Allah Acara akan dibuka oleh Bupati Kapuas seperti tahun lalu. (HumasPro)

24

25

BATAS DAERAH

menegaskan yurisdiksi memperkokoh eksistensi

TPBD Kabupaten Kapuas saat melacak PBU-30 Batas Kapuas-Batola

Keberadaan batas wilayah sejak digulirkannya otonomi daerah,menjadi sebuah kegiatan pemerintahan yang memiliki arti yang sangat strategis terlebih ketika di era otonomi, pemerintah daerah diberikan kewenangan yang besar untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Penyerahan kewenangan dan sebagian urusan pemerintahan kepada daerah ini membawa konsekwensi logis terhadap perlunya penataan batasbatas yurisdiksi formal terhadap penyelenggaraan kewenangan dan urusan tersebut, disinilah kemudian peran penataan dan penegasan batas wilayah memiliki makna yang sangat menentukan yang tidak jarang dalam prakteknya berujung pada sengketa

dan konflik kepentingan antar daerah. Tertatanya batas daerah tentu akan mempermudah banyak pihak baik pemerintah, swasta maupun masyarakat dalam melaksanakan berbagai aktivitas, karena batas daerah yang didalamnya juga menyangkut luasan wilayah adalah data pemerintahan yang bersifat statis, sementara data penggunaan dan pemanfaatan lahan adalah data yang bersifat dinamis yang dapat berubah sesuai kepentingan, peruntukkan dan potensi yang terkandung didalamnya. Bagi pemerintah Kabupaten Kapuas yang secara administrasi pemerintahan terbagi atas 12 Kecamatan ( dan 5 Kecamatan baru yang masih dalam proses pembentukan),

14 Kelurahan dan 153 Desa, serta berbatasan dengan 5 Kabupaten dan 1 Propinsi dengan panjang track batas berdasarkan pengukuran secara digital diatas peta sepanjang + 988,32 Km dan panjang garis pantai 26,36 Km, penataan dan penegasan batas telah menjadi salah satu kegiatan yang dilaksanakan secara berkelanjutan yang secara teknis berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2006 tentang Pedoman Penegasan Batas Daerah. Namun demikian dalam praktek nya, penetapan dan penegasan bukanlah sesuatu hal yang mudah. Perebutan kepentingan, besarnya potensi diwilayah perbatasan ditambah dengan belum jelas dan tegasnya batas di unit pemerintahan terdepan

26

yakni desa yang berbatasan sering menjadi kendala utama dalam penetapan dan penegasan batas daerah. Dalam pelaksanaan kegiatan penataan dan penegasan batas daerah, permasalahan batas daerah cenderung disebabkan oleh 2 hal, yakni faktor teknis dan faktor non teknis. Faktor teknis umumnya terkendala karena adanya keterbatasan dan perbedaan penggunaan dokumen dasar penentuan batas termasuk peta dasar sehingga melahirkan multipersepsi atas peta-peta yang digunakan, serta kondisi cuaca dan topografi medan di kawasan perbatasan yang cukup menantang sedangkan faktor non teknis lebih cenderung disebabkan karena adanya kepentingan dan perebutan pengelolaan potensi khususnya sumber daya alam di sekitar kawasan perbatasan. Dalam kerangka penegasan dan penetapan batas daerah, setidaknya terdapat 5 tahapan penting yang menjadi kerangka acuan kerja dalam melaksanakan kegiatan penetapan dan penegasan batas daerah, yakni tahap penelitian dokumen dan tahap pelacakan batas diatas peta yang kemudian disebut sebagai penetapan batas wilayah sementara tahap selanjutnya adalah pelacakan batas dilapangan, meliputi tahapan pengukuran posisi, pemasangan patok batas,

pembangunan pilar batas dan pemetaan batas wilayah yang kemudian disebut sebagai tahap penegasan batas wilayah. Setiap tahapan merupakan satu rangkaian yang tidak terpisahkan serta guna memberikan payung hukumnya, setiap tahapan tersebut dipertegas dengan membuat Berita Acara. Hingga akhir tahun 2008, Pemerintah Kabupaten Kapuas telah berhasil melacak 60 pilar batas utama (PBU) antara Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Barito Kuala sekaligus antar propinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan yang meliputi track batas sepanjang 133,04 Km terletak di 5 Kecamatan dan 17 Desa dan 3 Kelurahan yang hasilnya disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten Barito Kuala dengan rencana pembangunan 10 PBU yang terletak di 3 Kecamatan pada tahun 2009. Kemudian berhasil disepakati dan dibangun 6 PBU antar Kabupaten Kapuas dan Kabupaten lainnya di Propinsi Kalimantan Tengah, yakni 1 PBU di Puruk Batu Tondok yang juga merupakan titik kunci batas 3 Kabupaten yakni Kabupaten Kapuas, Gunung Mas dan Murung Raya, 1 PBU di Bukit Sungai Ketang yang juga merupakan titik kunci batas 3 Kabupaten yakni Kabupaten Kapuas, Murung Raya dan Barito Utara, 2 PBU di Sepanjang Handil Batas Desa Anjir Kelampan

Kecamatan Kapuas Barat yang merupakan batas antara Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau, serta 2 PBU yang terletak di Desa Lungkuh Layang Kecamatan Timpah dan Desa Tambak Bajai Kecamatan Kapuas Murung yang merupakan batas antara Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Barito Selatan. Kedepan, secara bertahap diren canakan akan ditata dan ditegaskan batas wilayah antara Kabupaten Kapuas dengan Kabupaten Gunung Mas sebanyak 16 titik dengan track sepanjang + 138,66 Km, Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Murung Raya sebanyak 15 titik dengan track sepanjang + 146,19 Km, Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Barito Utara sebanyak 7 titik dengan track sepanjang 78,53 km, Kabupaten Kapuas dengan Kabupaten Barito Selatan sebanyak 16 titik dengan track sepanjang 176,06 km dan antara Kabupaten Kapuas dengan Kabupaten Pulang Pisau sebanyak 32 titik dengan track sepanjang 281,21 Km. Bukan pekerjaan yang mudah memang, namun demi mewujudkan salah satu misi pembangunan daerah Kabupaten Kapuas khususnya misi yang ke-8 yakni melakukan penataan ruang dan wilayah yang berwawasan lingkungan dan demi menjamin kepastian hukum terhadap batas daerah serta demi mempertegas yurisdiksi dan memperkokoh eksistensi, pekerjaan ini tetap harus dilaksanakan. (Budi Kurniawan,S.Sos.,M.Si)

Banyak kejadian yang menarik entah itu fenomena alam, mistis atau supranatural pada saat menjelajah rimba, mengarungi sungai dan jeram, mendaki bukit dan menjajal rawa untuk melacak titik batas. Salah satunya adalah fenomena penampakkan yang tertangkap kamera pada saat berfoto di titik batas. Kejadian ini bermula ketika Tim Pembina Batas Daerah Kabupaten Kapuas melakukan pelacakan terhadap keberadaan sekaligus pengukuran nilai koordinat Pilar Batas Utama (PBU) antara Kabupaten Kapuas Propinsi Kalimantan Tengah dan Kabupaten Barito Kuala Propinsi Kalimantan Selatan tepatnya di PBU-10 Desa Lupak Timur Kecamatan Kapuas Kuala. Pada saat Tim berhasil menemukan keberadaan PBU-10 kemudian diambil nilai koordinatnya, Tim berfoto untuk kepentingan dokumentasi kegiatan. Pada saat difoto blitz (lampu kilat kamera) tidak berfungsi, sehingga ketika dilihat hasilnya foto tersebut gelap karena kurangnya cahaya. Alhasil, foto kemudian di-editing dengan menggunakan perangkat lunak digital photograpy yang ternyata hasilnya memperlihatkan bayangan hitam yang berdiri menyamping diantara anggota tim yang berfoto. Memang tidak dapat dibuktikan secara ilmiah apa sebenarnya bayangan hitam tersebut, namun paling tidak ini adalah pengalaman yang menarik untuk diceritakan.

Sebelum editing

Sesudah editing (perhatikan gambar bayang hitam yang ditandai)

27

MENATAP UU No.14 TAHUN 2008
Tentang “ KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK” (KIP)

Kapan Berlaku Efektif ? Undang-Undang No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) akan diberlakukan efektif pada Bulan April 2010 Apa itu Badan Publik ? Menurut UU No.14 Tahun 2008 dijelaskan bahwa Badan Publik Adalah Lembaga Eksekutif,Legislatif, Yudikatif serta Badan lain yang fungsi dan Tugas Pokoknya berkaitan dengan penyelenggaraan Negara yang sebagaian atau seluruh dananya bersumber dari APBN/APBD, atau Lembaga Non Pemerintah Baik sebagian atau seluruh dananya APBN/APBD, sumbangan bersumber dari masyarakat dan atau Luar Negeri Apa itu Informasi Publik ? Menurut UU No.14 Tahun 2008 dijelaskan bahwa Informasi Publik Adalah Informasi yang dihasilkan,

disimpan, dikelola, dikirim, dan atau diterima oleh suatu badan public yang berkaitan dengan penyelenggaraan Negara dan atau penyelenggaraan Badan Publik lainnya, yang terkait dengan kepentingan publik. Pengecualian : Berdasarkan UU No.14 2008 tentang KIP tersebut, Informasi yang dikecualikan adalah : - Informasi yang apabila diberikan dapat menghambat atau mengganggu proses Penegakan Hukum. - Informasi yang apabila dibuka dan diberikan dapat mengganggu jalannya penyidikan. - Rahasia Negara. Apa Implikasinya ? Implikasinya adalah ada Hak dan Kewajiban dalam UU KIP yaitu : - Hak untuk tahu - Kewajiban untuk memberitahu Bagaimana kita menghadapi diberlakukannya UU KIP tersebut ? Paling tidak ada kesiapan 1. Organisasi dan pejabat yang mengelola dokumentasi dan Informasi termasuk kompetensi yang bersangkutan 2. Membangun tata kelola informasi - Prosedur proses permintaan Informasi - Sistem Dokumentasi 3. Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia. ( Sumber Workshop Menpan Deputi IV Tata Kelola, 27 Mei 2009 HumasPro)

28

Nikah Massal

Dalam rangka memperingati HUT Kuala Kapuas ke-203 dan HUT Pemerintah Kabupaten Kapuas ke-58, Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas menyelenggarakan nikah massal

Hj. ALIYAH MAWARDI Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kuala Kapuas ke203 dan HUT Pemerintah Kabupaten Kapuas ke-58, Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas menyelenggarakan nikah massal yang diikuti oleh 2 kecamatan sebanyak 40 pasangan. Yaitu dari Kecamatan Selat 20 pasangan dan Kecamatan Basarang 20 pasangan. Acara tersebut berlangsung di Masjid Agung Al-Mukaram, pada Kamis (5/3/09). Dalam sambutannya, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kab.Kapuas, Hj. Aliyah Mawardi mengatakan “ TP PKK Kab.Kapuas sesuai dengan kapasitasnya selalu pro aktif meningkatkan peran dan fungsinya sebagai program kerja diantaranya di bidang keagamaan, sosial kemasyarakatan dan salah satunya dengan melaksanakan nikah massal ini”. Ditempat yang sama Bupati Kapuas, Ir. HM. Mawardi, MM dalam sambutannya mengatakan “ Menurut Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 bahwa tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku”. Beliau juga mengatakan bahwa “ Keluarga yang menjadi idaman

dari semua orang adalah keluarga yang memberikan sumbangan yang terindah untuk keturunan, generasi penerusnya, keluarga dan masyarakat sampai pada sebuah ukuran yg luas yaitu Negara dan untuk memperoleh semua ini diantaranya harus memiliki buku akta nikah”. “Kepada pasangan suami-istri yang pada hari ini dinikahkan, agar senantiasa memelihara keutuhan rumah tangga,

ciptakan suasana yang harmonis dalam rumah tangga kalian, saling cinta kasih, saling harga menghargai, carilah kelebihan suami dan istri, jangan saling mencari kekurangan karena setiap manusia mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing”, harap Bupati. Kegiatan ini dimaksudkan untuk membantu masyarakat Kabupaten Kapuas, khususnya di Kecamatan Selat dan Basarang yang karena alasan-alasan tertentu sampai saat ini belum memiliki Buku Nikah. Sebelumnya pada awal januari 2009 juga telah dilaksanakan acara serupa yaitu 79 pasang suami isteri mengikuti Nikah Massal. Penyelenggara Depag dan Pemkab Kapuas. (Yan Safriansyah,SSTP.,Msi)

29

Bupati Kapuas Ir. H. M. Mawardi, MM. menegaskan pada tahun 2009 ini, Pemerintah Kabupaten Kapuas melakukan percepatan peningkatan tiga ruas jalan stategis kabupaten, yaitu Anjir Serapat-Palampai dengan panjang 70 Km, Timpah-Pujon 54 Km dan Pujon-Sei Hanyo 60 Km dengan pola kontrak tahun jamak. Penegasan tersebut disampaikan Mawardi pada araca peresmian hasil-hasil pembangunan Kabupaten Kapuas Tahun Anggaran 2008 di Kecamatan Basarang akhir bulan lalu. (HumasPro dan telah diekspose Kalteng Pos 24-3-09)

Peresmian Jembatan Murui dan Mangkutup Oleh Gubernur Kalteng

Pengaspalan Jalan Kota Kuala Kapuas Photo tanggal 26 Mei 2009

30

emerintah Kabupaten Kapuas serius berupaya mereaslisasikan pem bangunan pelabuhan Batanjung di Lupak Dalam Kecamatan Kapuas Kuala. Bupati Kapuas Ir. H. M. Mawardi, MM didampingi Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, Kamis (2/4) meninjau lokasi pemba ngunan Pelabuhan Batanjung. Melalui kesempatan itu Bupati Kapuas bersama rombongan yang terdiri dari anggota DPR-RI Sabam Sirait dan Kepala BP3MD Ir. Herson B. Aden, M.Si, Kepala Dinas PU Ir. Amri Baharudin serta Kepala Dishub Kominfo Drs.Oka Ariawan. Perjalanan air dengan menggunakan speed boat menuju lokasi mencapai satu jam, namun jika nantinya jalan darat tembus menuju Pelabuhan Batanjung maka waktu yang ditempuh relatif singkat, dari ruas jalan negara di Basarang. Pada kesempatan itu Mawardi dihadapan Kepala Desa, Lurah dan Camat di Kantor Camat Kapuas Kuala mengatakan jika pembangunan pelabuhan Batanjung terealisasi, maka akan terjadi ledakan ekonomi di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Kapuas akan menjadi pintu gerbang perekonomian Kalteng di Wilayah Timur. “Artinya pusat perekonomian di Kabupaten Kapuas, dan khususnya di Desa Batanjung akan berkembang pesat.” ujar Mawardi.

P

Pasalnya, lanjut Mawardi saat ini sebagian besar bongkar muat barang masih terfokus di Pelabuhan Tri Sakti Banjarmasin, Kalimantan Selatan. “Kedepan jika Pelabuhan Batanjung terwujud maka Kota Kapuas dapat menjadi pusat perekonomian di wilayah Kalteng. Khususnya dalam melayani jasa angkutan, baik barang maupun orang.” tambahnya. Untuk mewujudkan keinginan tersebut, pihak Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui APBD Tingkat II telah mengalokasikan dana untuk membangun badan jalan menuju Pelabuhan Batanjung. “Saya berharap seluruh perangkat Pemerintahan yang ada di Kecamatan Kapuas Kuala dapat mendukung rencana ini.” ucap Bupati. Sementara itu, anggota DPR-RI Sabam Sirait mengatakan pelabuhan Laut Batanjung tidak hanya menjadi program Kabupaten atau Provinsi tetapi Program Nasional. Sebab, mempunyai peranan penting dalam perekonomian. Untuk itu perlu ada sinergisitas antara Pemerintah Daerah ( Kabupaten / Provinsi ) dengan Pemerintah Pusat dalam hal pendanaan. “Saya senang jika pelabuhan ini terwujud, karena akan dapat melayani sembilan Kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah. Apalagi Kalteng terkenal dengan sumber daya alam yang melimpah seperti perkebunan dan tambang,” kata Sabam.

Ir. H. M. Mawardi, MM
Bupati Kapuas Ditempat yang sama Kepala BP3MD Kabupaten Kapuas Herson B. Aden menuturkan studi kelayanan Pelabuhan Batanjung telah selesai dilaksanakan pada tahun 2008. Dia berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi dalam mewujudkan keinginan ini. “Dalam waktu dekat kami bersama Bapak Bupati akan melakukan ekspos Pelabuhan Batanjung dihadapan Bapak Gubernur Kalteng,” kata Herson. Untuk pembangunan tahap pertama, Pemerintah Kabupaten akan mengusul kan dana Rp.25 miliar kepada Pemerin tah Provinsi. “Mudah-mudahan pada tahun 2010 pembangunan pelabuhan ini dapat dimulai,” ucapnya. Dengan dibangunnya Pelabuhan Batanjung, tidak hanya akan meningkat kan perekonomian di sektor jasa, akan tetapi sektor pariwisata juga terjadi peningkatan. Mengingat di Batanjung memiliki pantai lepas di perairan laut Jawa, sehingga kebutuhan sarana hiburan dan pariwisata warga Kuala Kapuas dan sekitarnya akan terwujud. Dengan demikian secara otomatis Pendapatan Asli Daerah di sektor pariwisata akan terdongkrak dan perekonomian masyarakat setempat juga akan turut tumbuh. (HumasPro & telah diekspose Kalteng Pos 4-4-09)

31

Informasi Pemesanan “Danum “ Koperasi Karyawan Tirta Mulya Jl. Mahakam No.55 Kuala Kapuas Tlp.22033 Hp.0811504028, 081352964115, 08125179821 dan Flexi 6707629