Konfigurasi DHCP Server Di Debian

Konfigurasi DHCP server Di Debian

Bagi Anda yang ingin membangun jaringan yang besar, bila Anda tidak ingin mengisi ip kepada host-host atau client Anda secara manual dan melelahkan (karena harus mengisi satu-satu) inilah solusinya. Dengan menggunakan DHCP (Dinamyc Host Configuration Protocol) Anda akan sangat terbantu karena pengisian ip dilaksanakan otomatis. berikut caranya : 1. masuk sebagai Root 2. Menginstal DHCP #apt-get install dhcp3-server 3. backup file dhcpd.conf (opsional/antisipasi kesalahan setting) #cp /etc/dhcp3/dhcpd.conf /etc/dhcp3/dhcp.conf.bak 4. Pertama kali tentukan interface mesin anda dengan mengedit file /etc/default/dhcp3-server menggunakan editor kesukaan anda (kalo saya biasa pake pico or nano) # nano /etc/default/dhcp3-server Pada baris INTERFACES, masukkan ethernet yang anda gunakan untuk melayani permintaan dhcp dari client. Jika ada lebih dari satu interface gunakan spasi. INTERFACE=”eth0″ 5. edit dhcp.conf, caranya: ketik mc masuk directory /etc/dhcp3/ sorot dhcp.conf lalu tekan F4 6. Berikut ini contoh dari file konfigurasi tersebut : subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 { range 192.168.1.2 192.168.1.200; option domain-name-servers 192.168.100.1; option domain-name “smktelkom.edu”; option routers 192.168.1.1; option broadcast-address 192.168.1.255; default-lease-time 600; max-lease-time 7200; } 7. Baris-baris diatas kurang lebih mengandukng makna sebagai berikut : - subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 alamat network (subnet) yang digunakan - range 192.168.1.2 192.168.1.200; range ip address yang diterima client dalam hal ini mulai 192.168.1.2 s/d 192.168.1.200 - option domain-name-servers 192.168.100.1; alamat DNS server pada network kita - option domain-name “internal.example.org”; nama domain kita - option routers 192.168.1.1; alamat ip server dhcp yang berperan juga sebagai router - option broadcast-address 192.168.1.255; alamat broadcast - default-lease-time 600; waktu peminjaman 600 detik = 10 menit - max-lease-time 7200; maksimum waktu peminjaman 7200 detik = 2 jam 8. Setelah semua konfigurasi benar dan sesuai dengan konfigurasi network anda, selanjutnya jalankan layanan dhcp server # /etc/init.d/dhcp3-server start 9. Ok… konfigurasi telah sukses, tinggal setting TCP/IP pada client menjadi automaticall

maildan 8 seperti gambar 2.anas Pada kotak dialog ini tambahkan subdomain untuk nama domain anas. Gambar 1 4. seperti gambar 1.1. Gambar 2 7.bak.conf /etc/bind/named. Masukkan DVD Debian 5 kemudian tentukan resource penginstalan dengan perintah : apt-cdrom add. Salin file db.anasreverse. 2. 3.Disini penulis menggunakan nama domain anas.com .conf.127 /etc/bind/db.anasreverse seperti gambar3.local untuk konfigurasi foward nama domain kita dan db. Install paket bind9 dengan mengetikkan perintah : apt-get install bind9.com yaitu www. Buka terminal dan masuk sebagai root atau super user dengan cara ketik su pada terminal dan masukkan password super user atau root.conf.anas dan cp /etc/bind/db. Kemudian konfigurasi file db.local /etc/bind/db. 5. Backup file named.anasreverse dengan perintah :nano /etc/bind/db. untuk keluar dari editor nano tekanctrl+x kemudian tekan y untuk keluar dan simpan perubahan atau n untuk keluar tanpa menyimpan kemudian tekan enter.bak pada direktori yang sama dengan perintah : cp /etc/bind/named. . Kemudian konfigurasi file db.127 untuk konfigurasi reverse nama domain kita yang berada pada direktori /etc/bind/ dengan perintah : cp /etc/bind/db.conf pada direktori /etc/bind/ menjadi file named. 6.anas dengan perintah : nano /etc/bind/db.

Gambar 5 10. searchsesuai nama domain kita dan nameserver sesuai dengan IP yang kita gunakan sebagai IP server seperti gambar 5. Kemudian restart bind9 agar bisa membaca file yang baru saja kita konfigurasi tadi dengan perintah : /etc/init.conf dengan perintah : nano /etc/bind/named. Konfigurasi file named.conf setting domain sesuai dengan nama domain kita. Gambar 4 9.Gambar 3 8.conf pada direktori /etc/ dengan perintah : nano /etc/resolv.d/bind9 restart. tambahkan perintah seperti gambar 4. Konfigurasi file resolv.conf. .

anas. Cek juga konektivitas terhadap subdomain yang telah kita buat tadi yaitu: www.com seperti gambar 7. 14. Gambar 6 12. Kemudian kita cek keberhasilan konfigurasi DNS server yang baru kita buat dengan perintah : dig anas. mail dan 8. Gambar 7 13. ping mail. .com seperti gambar 9. ping www. Kemudian cek konektivitas terhadap DNS yang baru saja kita buat dengan mengetikkan perintah pada terminal : ping anas.anas.11.com seperti gambar 6. Gambar 8 15.com seperti gambar 8.

Gambar 10 17. Alhamdulillah. ping 8.com seperti gambar 10. .anas.Gambar 9 16. sekarang kita telah sukses mengkonfigurasiDNS Server.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful