TUGAS STUDI KASUS SKIZOFRENIA YTT

Oleh :
1. Diah Arum Prihatin 2. Ira Yulyatin 3. Izniarti 4. M. Wahid Nurohman 5. Priesda Dhita Melinda 6. Wita Febritus

NPM 0713052023 NPM 0713052031 NPM 0713052033 NPM 0713052034 NPM 0713052041 NPM 0713052051

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG 2010

1

Kecamatan Kemiling. Pancasila Sakti. perahu dan dibawa ke suatu tempat yang besar. PERMASALAHAN Subjek terkena gangguan skizofrenia. Kelurahan Sumberjo. topik pembicaraan subjek sama yaitu tentang pengangkutan barang. sarjana pertanian. Subjek sering bercerita kalau dia sering membawa barang-barang dengan mobil. Ketika bercerita. dan kalau diajak berbicara subjek sering menceritakan hal-hal yang tidak masuk akal. ke tanah miliknya yang luas. tetapi apa yang diceritakan berbeda. Jenis Kelamin Usia Agama Pendidikan Alamat II. 1 . Subjek juga sering berkata kalau dia adalah seorang marinir. buku-buku sejarah karena dia disuruh orang. kapal. misalnya dia bercerita tentang pengangkutan ikan. Subjek sering berbicara sendiri. petinju dan lain sebagainya. Identitas Subjek : SMS : Laki-laki : 45 tahun : Kristen protestan : SMP : Panti Rehabilitasi dan Cacat Mental Yayasan Aulia Rahma Jl. TUJUAN PEMERIKSAAN Mengetahui latar belakang permasalahan subjek dan mengupayakan penyelesaian permasalahan tersebut. Nama IDENTITAS A.I. mobil yang diambil begitu saja tetapi beberapa menit kemudian dia bercerita kalau dia mengangkut garam. Subjek juga pernah mengaku kalau dia seorang dokter dan perawat. III.

Kulit subjek sawo matang dan terlihat agak bersih. Tangan bagian kanannya terdapat tanda lahir berwarna hitam. dimana kamar 2 . dan suara yang kuat. komat-kamit. ruang penginapan untuk pegawai. Rambut subjek pendek. Subjek berbicara dengan logat palembang. Gigi depan atas tidak ada. misalnya dia bercerita tentang letak suatu tempat. Apabila subjek tertawa.IV. halaman untuk oleh raga. 2) Observasi Perilaku Subjek terlihat sering berbicara sendiri. ruang makan. Saat diajak ngobrol. 1) HASIL PENGAMBILAN DATA A. hitam dan ada beberapa rambut putih atau uban yang terlihat. Di panti tersebut terbagi menjadi beberpa ruangan. ruang televisi. Ketika bercerita. ruang tamu untuk pembesuk. dan terlihat bersih. gigi yang ada juga terlihat agak hitam. Subjek sering senyum-senyum sendiri. subjek juga menggerakkan tangannya. dan tiduran. Subjek sering terlihat merokok. dan kamar pasien yang ukurannya luas. 3) Observasi Tempat Tinggal Panti yang menjadi tempat tinggal subjek ukurannya cukup luas. tatapan matanya kosong. Kukunya pendek dan terlihat kotor. kamar mandi. Wajah subjek lonjong agak keriput. maka mulutnya terbuka sangat lebar hingga giginya yang ompong terlihat semua. Observasi Observasi Fisik Subjek memiliki tinggi sekitar 170 cm dengan berat 60 kg. maka dia akan mengarahkan dimana tempat itu berada dengan tangannya. subjek sering menarik-narik celananya yang panjang sampai ke lutut. cukup bersih dan rapi. subjek terlihat serius namun tatapannya kosong dan sering terlihat senyum-senyum sendiri tanpa ada sebab. berjalan-jalan sendiri dan bolak-balik. Kadang juga berbicara bersama temannya. Ketika duduk. diantaranya ada kantor. dapur. Subjek terlihat terawat.

Wawancara dengan subjek Menurut pengakuan subjek ia memiliki rumah di daerah di Way Kandis.tersebut digunakan untuk tempat tidur semua pasien tak terkecuali subjek. Wawancara 1. diantaranya buku-buku sejarah. Di dalam kamar besar tersebut terdapat kasur. Ia mengatakan bahwa nenek moyangnya adalah keturunan nabi. 4) Kesimpulan Observasi Subjek tinggal di panti yang bersih dan cukup luas. bantal. kemudian barang yang dia angkut diletakkan di suatu tempat tanah kosong. Subjek mengaku pernah menjadi petinju sambil menunjukkan sebuah tanda hitam di tangan sebelah kanannya. tangannya patah dan ketika tangannya 3 . Ketika diajak mengobrol suaranya terdengar keras dengan logat Palembang dan terlihat serius. dan selimut yang diletakkan di lantai (tanpa ranjang) sesuai jumlah pasien. Di bagian pojok kamar besar tersebut terdapat ruang kecil yang disekat menggunakan triplek untuk tempat solat. menurutnya tidak ada orang yang mampu membeli kamera itu selain dia. Ayah dan ibunya orang Batak. Subjek sering berjalanjalan di panti. baju-baju. tidur-tiduran dan sering mandi sehingga terlihat cukup bersih dan rapi. Subjek bercerita ia pernah dibanting oleh almarhumah uwaknya yang menyebabkan kepalanya pecah. karena sedari kecil ia tinggal di Palembang. B. tapi ia bersikukuh bahwa ia adalah orang Palembang. berbucara sendiri. Saat pertama kali ditanya mengenai pekerjaannya terdahulu. dimana itu adalah tanah nenek moyang yang sangat luas. Ia lahir di Palembang. namun tak lama kemudian subjek mengatakan bahwa ia dahulu adalah seorang marinir. Subjek juga mengaku pernah menjadi fotografer. dan kegiatannya adalah mengangkut barang. ia menjawab bahwa ia tidak memiliki pekerjaan. dan memiliki kamera yang sangat bagus dan sangat mahal.

subjek juga sering mandi. Kepala panti juga mengatakan bahwa subjek sering mondar-mandir. Wawancara Dengan Perawat Perawat menuturkan bahwa subjek selalu mengikuti kegiatan panti. jalan-jalan di sekitar panti. dan mondar-mandir. semuanya di minum satu kali satu hari. setiap pukul 08.00 minum obat. Subjek mengatakan pernah menamatkan pendidikannya sampai tingkat sarjana pertanian di Palembang dan ia bersekolah selama 25 tahun. Pada saat itu panti mendapat rujukan dari rumah sakit dengan diagnosis subjek mengalami gangguan skizophrenia dengan pencetus gangguan keseimbangan emosional. Subjek juga mengatakan bahwa ingin mempunyai seorang istri. pegawai bengkel. Tengkorak kepalanya diganti dengan kepala orang lain. 3. Dia juga mengatakan bahwa ia juga mempunyai foto scan kepala yang jumlahnya banyak. Trihexipenidil 2 mg. saat berusia 30 tahun. Subjek mengatakan bahwa ingin sekali menjadi pegawai. Clorpromazin 100 mg. 2. Menurut perawat. 4 .ditimbang beratnya sepuluh ribu kilo gram. pegawi bank. Wawancara dengan Kepala Panti Kepala panti mengatakan bahwa subjek datang ke panti sejak tahun 2003. Menurut kepala panti dahulu subjek menginginkan menjadi marinir namun tidak tercapai. sarapan pagi. dan jika tidak meminum obat subjek terlihat bingung. sehingga ia merasa bahwa kepalanya yang sekarang bukanlah bagian dari bagian tubuhnya yang asli. Kakak subjek mengunjungi subjek setiap tahun sekali. yaitu setiap pagi berolah raga. Kegiatan sehari-harinya adalah tidur-tiduran. Obatnya adalah Haloperidol 5 mg.

dan halusinasi. demikian pula tidak ada satu pola perilaku yang selalu pada penderita skizoprenia. 1995. ia membrikan keterangan yang berbeda–beda tentang pekerjaan yang ia inginkan. 2000). ragland dkk 1999). pada satu atau lain waktu. dan perilaku (Arango. namun tidak selalu semua tampil pada saat bersamaan. Perbedaan–perbedaan tersebut para peneliti memperkirakan bahwa laki – laki dan perempuan cendrung mengembangkan bentuk skizofrenia yang berbeda. Penderita skizofrenia mungkin menunjukkan waham. Laki-laki penderita skizofren tampak berbeda dari perempuan yang mengalami gangguan ini dalam beberapa hal. dicirikan oleh pola. membentuk pertemanan. Dalam kasus subjek dia mengalami symtom yang menunjukkan pada perilaku skizofrenia. atau memperhatikan kebersihan pribadi mereka.V. afek. mempertahankan pekerjaan. Namun demikian tidak ada satu pola peilaku yang unik pada skizoprenia. Mereka mungkin mengalami kesulitan mempertahankan pembicaraan. Juga terdapat ragam atau jenis skizofrenia. ANALISIS KASUS A. Subjek juga mengalami waham. defisit tingkah laku dan reaksi yang lebih buruk terhadap terapi obat dibandingkan perempuan yang skizofrenia (Gorwood dkk. memiliki tingkat penyesuaian diri yang lebih buruk sebelum menunjukkan tanda gangguan. masalah dalam berfikir asosiatif. mencakup kognisi. Orang-orang dengan skizoprenia menunjukkan kemunduran yang jelas dalam fungsi pekerjaan dan social. skizofren yang diderita subjek diduga sudah lama karena subjek merupakan pasien 5 . Pengertan Skizofrenia Skizofrenia adalah penyakit pervasive yang mempengaruhi lingkup yang luas dari proses psikologis. kirkpartrick & Buchanan. Isi pembicaraan subjek tidak jelas dan tidak logis karena dipenuhi dengan halusinasinya. dan memiliki lebih banyak hendaya kognitif. Seperti yang terjadi pada subjek. Mereka cenderung mengalami onset pada usia yang lebih muda. berupa hendaya sosial yang nyata dalam hubungannya dengan lingkungan dan ketidakmampuan berperan pada semua aspek pekrjaan.pola perilaku yang berbeda.

impuls – “orang-orang di TV menjadikan saya sebagai bahan lelucon”) impuls. atau tindakannya dikendalikan oleh kekuatan dari luar seperti suruhan setan). Berikut bentuk pengaruh skizofrenia pada pikiran. Mungkin skizofrenia mempengaruhi daerah otak yang berbeda pada laki–laki dan perempuan. Waham ini cenderung tidak tergoyahkan meskipun dihadapkan pada bukti yang bertentangan. 6 . Beberapa yang umum adalah: • • • Waham persekusi (misalnya. “CIA tiba untuk menangkap saya”) Waham referensi (“orang – orang di bis membicarakan saya “ atau Waham dikendalikan (meyakini bahwa pikiran.rujukan dari rumah sakit jiwa. Gangguan dalam pikiran dan pembicaraan Skizofrenia ditandai dengan gangguan dalam pemikiran dan dalam mengekspresikan pikiran melalui pembicaraan yang koheren dan bermakna. serta perilaku yang disengaja. Gangguan dalam berfikir dapat ditemukan baik pada isi maupun bentuk pikiran. perasaan. pembicaraan. atau keyakinan yang salah yang menetap pada pikiran seseorang tanpa mempertimbangkan dasar yang tidak logis dan tidak hanya bukti untuk mendukung keyakinan tersebut. isi pikiran subjek berbeda-beda dan subjek menceritakan isi pikirannya itu dengan serius dan seolah-olah pikirannya itu memang benar dan logis. yang mungkin menjelaskan perbedaan–perbedaan dalam bentuk atau ciri – ciri gangguan antar gender. dan ketika masuk ke panti umur subjek 32 tahun. Hal ini dilihat dari subjek yang sering berbicara tidak logis. subjek juga pernah di rawat di Rumah Sakit Jiwa Palembang. Gangguan dalam isi pikiran Gangguan yang paling nyata pada isi pikiran mencakup waham. Waham dapat memiliki bentuk yang berbeda. Sebelum masuk ke rumah sakit jiwa Lampung. Jadi diperkirakan subjek sudah menderita gangguan ini sejak umur 20 tahunan. proses atensi dan persepsi. proses emosi.

waham.• Waham kebesaran (meyakini bahwa dirinya sebagai Yesus atau meyakini dirinya sedang dalam misi khusus. atau perilaku yang kacau atau tidak terorganisasi. perilaku yang aneh. seperti halusinasi. 7 . penarikan diri secara social. dkk. 2003). Mereka sering mengabaikan penampilan dan kebersihan mereka dan kehilangan control terhadap kandung kemih dan saluran penbuangan makanan. cekikikan dan berbicara yang tidak-tidak. dan paranoid. Subtype Skizofrenia Keyakinan bahwa terdapat perbedaan bentuk atau jenis-jenis skizofrenia berawal dari Kraepelin yang mendata tiga tipe skizofrenia: paranoid. DSM-IV mencatat tiga tipe khusus dari skizofrenia: disorganisasi. karena subjek sering berbicara sendiri. Tipe Tidak Terorganisasi Skizofrenia tipe tidak terorganisasi (disorganized type) dihubungkan dengan cirri-ciri seperti perilaku yang kacau. pembicaraan yang tidak koheren. dan hebefrenik (sekarang disebut tipe tidak terorganisir). efek tumpul atau tidak sesuai. keyakinan atau pikiran yang aneh) akan digolongkan sebagai tipe residual dari skizofrenia. Orang-orang lain yang tidak memiliki cirri-ciri psikotik yang jelas pada waktu penilaian namun memiliki beberapa cirri residual ( contohnya. halusinasi yang jelas dan sering melibatkan tema-tema seksual atau religious. Tipe ini terdapat pada subjek. atau memiliki rencana yang hebat namun tidak logis untuk menyelamatkan dunia). katatonik. Orang-orang yang mengalami skizofrenia dan menunjukkan cirriciri psikotik aktif. Hendaya sosial sering ditemui pada orang dengan skizofrenia tidak terorganisasi. Subjek juga sering cekikan dan kalau berbicara tidak logis. Mereka juga dengan menunjukkan kedunguan dan mood yang gamang. pembiraan yang tidak koheren. namun tidak memenuhi spesifikasi dari jenis-jenis lain dianggap sebagai tipe tidak terdiferensasi. Berikut ini tipe-tipe khusus dari skizofrenia yang dikenal dalam system DSM. dan sering komat kamit. katatonik.. (Nevid.

Masalah dengan primary support group ( keluarga ) Orang tuanya meninggal dunia. Jadi subjek mengalami gangguan Skizofrenia Yang Tidak Tergolongkan selain itu subjek juga mengalami gangguan emosional yang tak stabil. Hal-hal yang Mendukung 1. Dukungan obat-obatan : positif Obat-obat yang diminum subjek dapat membantu untuk mengendalikan perilakunya.Masalah pekerjaan Tidak mempunyai pekerjaan.3 Gangguan emosional tak stabil : Tidak ada : . PROGNOSIS A. Kepala panti yang juga membantu memperhatikan subjek. .VI. 2. VII.9 Skizofrenia YTT (unspecified) : F 60. hal ini terjadi karena orang tua subjek meninggal dan subjek juga pengangguran. komunikasi dan pengambilan keputusan terganggu tidak mampu brfungsi diseluruh area pekerjaan. 8 . Dukungan perawat dan kepala panti : positif Perawat yang selalu merawat subjek dan selalu ada setiap hari. DIAGNOSIS Diagnosis yang diberikan pada subjek adalah : Aksis I Aksis II Aksis III Aksis IV : F 20. Saat ini tingkah laku subjek dipengaruhi oleh delusi dan halusinasi. komunikasi dan pengambilan keputusan terganggu. Aksis V : 30-21 Tingkah laku dipengaruhi oleh delusi & halusinasi.

TREATMEN a. Untuk subjek 2. Yang Sudah Dilakukan Subjek diajak mengobrol oleh perawat Subjek diberi obat setiap harinya 1.B. Untuk kepala panti Memperhatikan subjek dengan memastikan apakah subjek sudah Mengajak mengobrol diberi obat atau belum 4. Untuk perawat Memperhatikan subjek dengan mengajak mengobrol Memberikan obat setiap hari kepada subjek 3. 3. VIII. 2. Dukungan keluarga : negatif Orang tuanya sudah meninggal dan kakaknya jarang mengunjungi subjek yaitu satu tahun sekali. Untuk kakak subjek Mendukung subjek dengan membesuk subjek setiap 1 tahun sekali 9 . Hal-hal yang Menghambat 1. Gangguan yang dialami : negatif Gangguan yang dialami oleh subjek sudah divonis menetap dan tidak dapat disembuhkan lagi. Aktivitas : negatif Aktivitas yang dilakukan sedikit sehingga membuatnya dia sering berhalusinasi.

Untuk subjek 2. - Yang direkomendasikan Subjek minum obat setiap harinya Melakukan aktivitas yang dianjurkan panti atau aktivitas lainnya 1.b. Untuk kepala panti Tetap memperhatikan subjek dengan memastikan apakah subjek Tetap mengajak mengobrol Memberikan aktivitas kepada subjek supaya tidak terus sudah diberi obat atau belum berhalusinasi 4. Untuk perawat Tetap memperhatikan subjek dengan mengajak mengobrol Tetap memberikan obat setiap hari kepada subjek Memberikan aktivitas kepada subjek supaya tidak terus berhalusinasi 3. Untuk kakak subjek Mendukung subjek dengan membesuk subjek dengan frekuensi yang tinggi misalnya dalam 1 tahun 4 – 5 kali datang ke panti 10 .

html Maslim. http://consultationroom. Psikologi Abnormal. Jakarta : Erlangga.dkk. Jakarta : Ikatan Dokter Indonesia. 11 . 2001. Rujukan Ringka Dari PPDGJ – III. Jeffrey S.blogspot. Rusdi. 2003. Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa.DAFTAR PUSTAKA Nevid.com/2009/08/gangguan-skizofrenia..

12 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful