Tugas Makalah: “180 HARI PERTAMA DAKWAH KANTORKU”

180 HARI PERTAMA DAKWAH KANTORKU
by: Muhammad Arif Budiman*
“Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki.....” (QS. Al Anfal: 60)

PENDAHULUAN Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh, Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar! Ya, segala puji hanya bagi Allah yang telah memberikan kenikmatan pengetahuan sehingga Ana akan segera menemui tantangan baru di dunia pekerjaan kantor. InsyaAllah di dunia birokrasi pemerintahan, walaupun birokrasi telah mendapat predikat buruk dari opini publik. Semoga dengan semakin gencarnya dakwah fi sabilillah ini, dunia birokrasi tak lagi menjadi sarang oknum-oknum pengkhianat publik yang terus merongrong kekayaan negara hanya untuk kepentingan pribadi. Naudzubillahi min dzalik. Dakwah telah mengalir dengan deras ke penjuru negeri dan dunia untuk selalu terus meluruskan dan membuktikan kebenaran agama tauhid, Dienul Islam. Setiap pencapaianpencapaian yang dilalui tidak terlepas dari rencana besar para mujahid-mujahid dakwah yang selalu merelakan segenap fikiran, jiwa dan hartanya hanya untuk jalan kebenaran. Sebagai bagian terkecil dari dakwah ini, Ana ingin turut memberikan kontribusi bagi dakwah dengan apa yang Ana rasa telah pantas untuk diserahkan bagi kepentingan Islam. Perjuangan masih panjang, birokrasi adalah lahan dakwah yang merupakan bagian kecil dari kesuksesan ini. Namun, bagian-bagian kecil inilah yang diharapkan akan membangunkan ummat dari tidur panjangnya.
* Alumni DIII Akuntansi STAN 2006, Kader dakwah MBM yang sering keder (he10x). Tapi Alhamdulillah, Allah masih menjaganya di jalan dakwah hingga saat ini. Makalah ini ditulis sebagai tugas untuk memenuhi syarat Dauroh Pembekalan 1427.

DAUROH PEMBEKALAN, Tangerang, 1-3 September 2006

halaman 1 dari 5

Tugas Makalah: “180 HARI PERTAMA DAKWAH KANTORKU”

Apa yang Ana tulis di makalah ini merupakan rencana dakwah yang baru sempat Ana fikirkan sekarang. Apa yang Ana tuliskan ini masih berdasarkan pemahaman yang sangat dangkal mengenai dunia kerja nantinya. Seiring berjalannya waktu maka dakwah juga akan terus berkembang dan akan semakin dinamis. Masukan-masukan positif dari para ikhwan di jalan dakwah akan sangat membantu Ana untuk terus memperbaiki diri menuju makhluk yang lebih baik dan dapat mencapai keridhaan Allah swt. PEMBAHASAN Dalam pembahasan ini Ana mencoba memilah-milah 180 hari atau 6 bulan pertama di dunia kerja yang mungkin nanti akan dihadapi oleh para aktivis dakwah menjadi beberapa tahapan secara garis besar yang menurut Ana sangat penting. Tahapan ini mewakili aktivitasaktivitas lain yang lebih spesifik yang akan terdapat dalam penjelasan pada tiap bagian berikut. - 20 Hari Ma'rifatul Maidan Hal yang harus dilakukan pertama sekali di dunia kerja adalah mengenal lahan dakwah kita (ma'rifatul maidan). Mengumpulkan semua informasi yang terkait dengan kantor kita yang baru. Bagaimana budaya kerjanya, tingkat kepedulian sosialnya, kondusif atau tidak bagi dakwah, dll. Semua data-data itu nantinya dapat kita olah dan bisa kita spesifikasikan berdasarkan beberapa kemungkinan-kemungkinan berikut ini (afwan, ini berdasarkan nalar Ana saat ini jadi harap maklum kalau kurang realistis): Kemungkinan 1: Dakwah Telah Mendominasi Kondisi ini adalah kondisi yang umumnya diharapkan oleh para aktivis dakwah umumnya, mengingat aktivis juga manusia :). Kondisi dakwah yang sudah kondusif akan dapat lebih menjaga kondisi ruhiyah dari para aktivis sendiri. Selain itu, lingkungan kantor yang telah kondusif terhadap dakwah akan membuat aktivis bisa lebih aktif berkarya. Hal yang pertama perlu dilakukan ketika kita berada di lingkungan kantor seperti ini adalah berkonsultasi dengan sesepuh (he..he...) untuk mengetahui posisi dan peran yang akan kita mainkan dalam dakwah. Setelah itu kita pun dapat membuat media dakwah baru bersifat

DAUROH PEMBEKALAN, Tangerang, 1-3 September 2006

halaman 2 dari 5

Tugas Makalah: “180 HARI PERTAMA DAKWAH KANTORKU”

terobosan yang kreatif dan inovatif. Selanjutnya, perjuangan dakwah yang dilakukan sifatnya akan lebih kepada pengembangan dan perawatan. Walaupun terlihat mudah, ternyata dakwah seperti ini sebenarnya cukup berat. Namun, karena kita telah dominan maka jama'ah akan saling menjaga dan saling melengkapi. Kemungkinan 2: Dakwah dalam Tahap Awal Perkembangan Kemungkinan kedua ini tindaklanjutnya hampir sama dengan kemungkinan pertama. Begitu kita mengetahui kondisi medan dakwah, maka kita tinggal berkonsultasi dengan perintis dakwah yang sebelumnya telah ada disitu dan kita melanjutkan blue print yang telah dibuat. Bedanya terletak di perjuangan yang cenderung sedikit lebih berat karena jumlah kader jamaah masih terbatas. Pengembangan dakwah yang inovatif akan sangat membantu percepatan dakwah dalam kondisi ini. Contohnya apa yang akan Ana berikan nantinya lagi-lagi masih sangat fleksibel. Namun tipe seperti Ana sebenarnya lebih senang bermain di belakang layar dan terus menyumbangkan ide-ide pemikiran Ana dalam bentuk tulisan-tulisan seperti ini. (Tipe analis kali ye? Atau kritisi?! Tau ah!). Kemungkinan 3: Dakwah Belum Menyentuh Kantor Kemungkinan ketiga inilah kemungkinan yang paling banyak membutuhkan perjuangan. Dalam makalah ini Ana mengasumsikan bahwa dakwah kantor yang akan dihadapi adalah dakwah dengan kemungkinan ini. Hal ini dengan pertimbangan bahwa kedua kemungkinan yang disebutkan sebelumnya tidak membutuhkan dakwah seberat ini, karena tinggal memerlukan pengembangan dan perawatan. Sementara kondisi ketiga ini lebih dari sekedar kedua hal itu. Yaitu, merintis dakwah. Modal utama yang diperlukan adalah terus menjaga diri, menjaga kondisi ruhiyah dengan Tarbiyah dzatiyah. Hal ini menjadi sangat penting sekali. Kondisi ini memang sangat mengkhawatirkan para ikhwan, termasuk Ana. Karenanya, Ana cuma bisa berharap dan terus berusaha semoga Ana tetap berada dalam perlindungan Allah swt. Jika nantinya menemui lingkungan kerja yang tidak kondusif seperti ini. Amin..

DAUROH PEMBEKALAN, Tangerang, 1-3 September 2006

halaman 3 dari 5

Tugas Makalah: “180 HARI PERTAMA DAKWAH KANTORKU”

Setelah mampu menjaga kondisi ruhiyah secara berkesinambungan, maka hal berikut yang bisa dilakukan adalah mengukur kemampuan kita dengan medan yang akan dihadapi. Hal ini sangat penting mengingat segala sesuatu yang dilakukan dalam merintis dakwah haruslah dengan penuh kehati-hatian. Contohnya Interest Ana adalah di bidang IT, maka Ana lebih memfokuskan dakwah menggunakan kemampuan berdasarkan interest Ana tersebut. Walaupun, model-model dakwah lain tetap juga harus dilakukan. - 100 Hari Menunjukkan Keteladanan dan Dakwah Fardiyah Dalam kondisi terburuk, target 100 hari ini sebenarnya masih sangat fleksibel. Tergantung bagaimana respon lingkungan kantor terhadap kebenaran dakwah. Untuk masa-masa awal yang perlu dilakukan adalah menunjukkan keteladanan kita dalam pekerjaan seperti berusaha untuk bekerja secara profesional, menjunjung tinggi kejujuran, amanah, dll. Hal ini diharapkan dapat mengundang simpati pada figur kita sebagai dai. Semoga simpati yang diraih, karena dapat juga apa yang kita lakukan tersebut dapat mengundang antipati karena dunia mereka yang sudah lama berada dalam kondisi jauh dari nilai-nilai Islam itu merasa diusik tingkah laku kita. Untuk mencegah agar tidak timbul antipati yang keras terhadap dakwah kita maka perlu juga dilakukan beberapa langkah. Diantara yang diprioritaskan dari langkah tersebut adalah Dakwah Fardiyah ke tim dan orang-orang yang berpengaruh di kantor. Hal ini dapat mengurangi efek antipati yang dapat saja timbul. Dakwah fardiyah dapat dilakukan dengan melakukan silaturrahim ke rumah-rumah mereka, atau sering berkomunikasi/ bertukar fikiran di setiap kesempatan yang ada. Target yang diharapkan dari apa yang kita lakukan dengan tahapan ini adalah agar efek antipati dari target dakwah berkurang. Makanya, 100 hari itu sebenarnya bisa saja tepat, bisa lebih cepat dari itu, atau kemungkinan besar malah bisa lebih lama lagi. Wallahua'lam bishshawwab.

DAUROH PEMBEKALAN, Tangerang, 1-3 September 2006

halaman 4 dari 5

Tugas Makalah: “180 HARI PERTAMA DAKWAH KANTORKU”

- 30 Hari Merencanakan dan Merintis Dakwah Setelah tahap 100 hari di atas sukses (bisa saja lebih, tergantung situasi) maka tindakan yang selanjutnya adalah merencanakan dakwah. Perencanaan awal ini harus matang dan dikelola berdasarkan data-data selama 120 hari pertama, menyangkut kondisi kantor, orang-orang yang mendukung dan yang antipati, dll. Setelah semuanya direncanakan, baru kemudian dakwah pun dirintis dengan memanfaatkan fasilitas, sarana dan sumber daya yang tersedia. Menurut Ana sendiri waktu 30 hari ini untuk merintis dakwah kemungkinan sangat kurang, terkadang malah membutuhkan bulanan, tahunan dan bahkan puluhan tahun. Jadi di sini sangat penting modal kesabaran dan daya tahan kita. - 30 Hari Membuat Terobosan dan Menjalankan Dakwah Setelah semua yang dilakukan di atas terpenuhi dan dakwah mulai di terima, maka kreativitas kita berdakwah pun dituntut. Kultum, pengajian pekanan, buletin, kegiatan silaturrahim, kegiatan keagamaan, dan pemanfaatan media lainnya secara kreatif dan melibatkan semua sumber daya kader harus dilakukan. PENUTUP Sebagai penutup dari makalah singkat ini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa dakwah kantor itu sebenarnya sangat tergantung pada kondisi lingkungan kantor itu. Analisis kita terhadap faktor ini akan mempengaruhi tahapan-tahapan dakwah yang akan kita lakukan selanjutnya. Sehingga, yang paling penting dari ini semua adalah kemampuan analisis kita, kesabaran kita dan daya tahan ruhiyah kita. Wallahua'lam. "Dan Sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar." (Al Baqarah: 155) "Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orangorang yang berjihad dan bersabar di antara kamu." (Muhammad: 31)

DAUROH PEMBEKALAN, Tangerang, 1-3 September 2006

halaman 5 dari 5

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful