P. 1
Metode Kualitatif Penerapannya Dalam Penelitian[1]

Metode Kualitatif Penerapannya Dalam Penelitian[1]

4.71

|Views: 1,397|Likes:
Published by anon-611028

More info:

Published by: anon-611028 on Oct 17, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2014

pdf

text

original

Djoko Dwiyanto – www.inparametric.

com
1
ML1ODL KUALI1A1II:
PLNLRAPANNYA DALAM PLNLLI1IAN

oleh : Djoko Dwivanto
lakultas Ilmu Budava Uni·ersitas Gadjah Mada
djoko_dwiv(ugm.ac.id

I. PLNGAN1AR

Di antara berbagai elemen vang sekaligus dapat menjadi penanda kemandirian bidang ilmu
pengetahuan adalah teori dan metodologi. Dengan demikian adakalanva metode penelitian menjadi ciri
khas dari ilmu pengetahuan vang bersangkutan. sehingga sangat jamak menjadi sebutan atau sindiran`
dalam diskusi di kalangan akademisi. Bagi sementara pihak seringkali diberi konotasi baik dan tidak
baik. mempunvai kelebihan dan kekurangan. dan seterusnva.
Pada masa vang lalu metode kualitatií dan metode kuantitatií juga sering digunakan sebagai
penciri. penanda. dan pembeda antara antropologi dan sosiologi J. Vredenbregt. 19¯8 : 3 - 9,. Kesan
itu muncul ketika masing-masing disiplin ilmu itu secara konsisten dan terus menerus selalu
menggunakan metode di atas. vaitu antropologi sering menggunakan metode kualitatií dan sosiologi
hampir selalu menggunakan metode kuantitatií. Asumsi ini didasarkan atas kenvataan bahwa
antropologi ingin memperoleh deskripsi´mendeskripsikan. menginterpretasikan. dan mengklasi-
íikasikan masvarakat vang masih tradisional dalam bentuk monograíi. (iri-ciri masvarakat seperti itu
masih memiliki sistem tertutup. terisolasikan. umumnva menggunakan pertalian tatap muka. peran
sosial masih sederhana. dan pola interaksi vang sederhana. Pengertian seperti ini seolah-olah
menempatkan antropologi dalam posisi hanva memiliki satu` pendekatan. vaitu interpretasi atau
penaísiran. Pada hal dalam perkembangannva . baik objek material dan objek íormal antropologi telah
mengalami kemajuan vang pesat. sehingga penaísiran atau hermeneutik hanva salah satu dari model
pendekatan penelitiannva. Demikian pula objek material antropologi tidak hanva terbatas pada
masvarakat tradisional di pedesaan atau daerah tertinggal. tetapi juga masvarakat modern vang tinggal di
perkotaan.
Sementara itu sosiologi vang sudah terlanjur dikenal selalu menggunakan metode kuantitatií
dan melakukan penelitian terhadap masvarakat modern vang sangat kompleks. sehingga seolah-olah
terbelenggu oleh pembatasan itu. Pada hal. pada kenvataannva para ahli sosiologi juga ada vang
menaruh perhatian kepada masvarakat tertinggal. masvarakat tradisional. masvarakat terpinggirkan. baik
vang tinggal di pedesaan maupun di perkotaan. Demikian pula kesan bahwa penelitian sosiologis vang
menggunakan metode kuantitatií biasanva menggarap masvarakat dalam representati·itasnva. pada hal
dalam perkembangannva sangat banvak penelitian sosiologis vang cakupannva juga populasi dan
sekaligus menggambarkan monograíi masvarakat vang diteliti. Oleh karena itu sudah selavaknva
masing-masing disiplin ilmu di atas saling terbuka untuk menggunakan metode vang ditentukan. baik
kualitatií maupun kuantitatií sesuai dengan tujuan penelitiannva.
Sebagai gambaran ringkas perbedaan dan perbandingan ciri-ciri metode kualitatií dan
kuantitatií dalam suatu penelitian. meskipun kadang-kadang tidak dapat dibedakan secara tegas
dipaparkan di bawah ini. Perbandingan ini sekedar untuk memberikan gambaran tentang
kecenderungan atau kebiasaan masing-masing metode agar dapat membantu peneliti dalam
menentukan pemilihan metodenva. lal vang perlu diperhatikan adalah ketika menentukan pilihan
metode penelitian sevogvanva disesuaikan dengan tujuan penelitian. hasil vang diharapkan. dan kondisi
kelompok sasaran penelitian atau objek materialnva.

II. PLRBANDINGAN CIRI-CIRI PLNLLI1IAN
KUALI1A1II DAN KUAN1I1A1II

Metode kualitatií dan kuantitatií pada hakikatnva adalah pilihan-pilihan vang disediakan dalam
sebuah penelitian sesuai dengan objek íormal dan objek material vang dihadapi serta hasil vang
diharapkan. Sebagai gambaran singkat perbandingan ciri-ciri di antara keduanva dapat dilihat dalam
matriks di bawah ini.

Djoko Dwiyanto – www.inparametric.com
2
No Penelitian KUALI1A1II No Penelitian KUAN1I1A1II
1. Dilandasi oleh kekuatan narasi 1. Dilandasi oleh kekuatan angka
2. Kajian dalam situasi alamiah 2. Mengambil jarak dari situasi alamiah
3. Kontak langsung di lapangan 3. Menjaga jarak dari vang diteliti
4. (ara beríikir induktií 4. (ara beríikir deduktií
5. Perspektií holistik 5. Perspektií reduktií
6. Perspektií perkembangan dinamis 6. Perspektií keajegan. statis. mekanistis
¯. Orientasi pada kasus unik ¯. Orientasi pada jumlah. generalisasi. dan
uni·ersalitas
8. Pemerolehan data: netral-empatis 8. Pemerolehan data: menjaga objekti·itas`
9. Desain íleksibel´luwes 9. Desain tegas. ketat. ditetapkan sejak awal
10. Sirkuler 10. Linier
11. Peneliti: instrumen kunci 11. Peneliti: satu aspek di antara vang lain
Sumber : Rahavu lidavat. 2002.

Selain perbedaan ciri-ciri di atas. di dalam penelitian kualitatií juga dikenal tata cara
pengumpulan data vang lazim. vaitu melalui studi pustaka dan studi lapangan. Studi pustaka berbeda
dengan 1injauan Pustaka, dilakukan dengan cara mengkaji sumber tertulis seperti dokumen. laporan
tahunan. peraturan perundangan. dan diploma´sertiíikat. Sumber tertulis ini dapat merupakan sumber
primer maupun sekunder. sehingga data vang diperoleh juga dapat bersiíat primer atau sekunder.
Pengumpulan data melalui studi lapangan terkait dengan situasi alamiah. Peneliti mengumpulkan data
dengan cara bersentuhan langsung dengan situasi lapangan. misalnva mengamati obser·asi,.
wawancara mendalam. diskusi kelompok IRFXVHGJURXSGLVFXVVLRQ,. atau terlibat langsung dalam penilaian.
Selanjutnva teknik analisis dan interpretasi dalam penelitian kualitatií vang tidak berhubungan
langsung dengan angka biasanva berbentuk ·erbal narasi. deskripsi. atau cerita, dan seringkali
berbentuk ·isual íoto atau gambar,. Selain itu penelitian kualitatií tidak memiliki rumus vang bersiíat
mutlak untuk mengolah dan menginterpretasikan data. tetapi berupa pedoman untuk
mengorganisasikan data. pengkodean kodiíikasi, dan analisis data. penghavatan dan pengkavaan teori.
serta interpretasi data.


III. PLNLRAPAN ML1ODL PLNLLI1IAN KUALI1A1II

Seperti telah disebut di muka. maka pilihan metode tidak tergantung pada jenis disiplin ilmu
secara kaku. tetapi lebih kepada tujuan penelitian atau hasil vang ingin dicapai. cara memperoleh data
dan menganalisis data untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu sebelum metode kualitatií diterapkan
dalam suatu penelitian sosial dan humaniora perlu diperhatikan hal-hal penting sebagai berikut.

J. Alasan penggunaan penelitian kualitatif.
Sebelum melakukan penelitian perlu diuraikan dengan jelas bahwa rancangan penelitian vang
bersiíat kualitatií memang benar-benar sesuai dengan tujuan umum penelitian mengapa melakukan
penelitian, dan dengan tujuan khusus pertanvaan-pertanvaan penelitian,.

2. Penyusunan rencana penelitian yang luwes/fleksibel.
Sebagai langkah awal perlu disajikan suatu rencana vang memberikan segala sesuatu vang akan
dilakukan sejak awal sampai akhir pengkajian. Dalam prosedur tertentu harus tanggap terhadap
kejadian vang sebenarnva selama pengumpulan data atau jenis data vang mulai terhimpun.

3. Mengonstruksi kerangka pikir.
Penvajian kerangka konseptual dapat membantu peneliti dalam menjelaskan dan
mengklariíikasi rancangan vang diajukan dalam penelitian. Perlu dideíinisikan beberapa pemikiran dasar
dan ditunjukkan hubungan di antaranva. hubungannva dengan masalah penelitian. metodologi. dan
dengan pustaka vang terkait.


Djoko Dwiyanto – www.inparametric.com
3
4. Penguraian bagian-bagian.
Setiap kali melakukan pencatatan diusahakan menulis secara singkat tetapi dijelaskan secara
eksplisit hubungan antara bagian-bagian usulan. Pada saat membahas penulisan disarankan
menggunakan kata ganti saya atau kami penelitian kelompok,.

5. Perencanaan penyahihan (validity).
Di dalam usulan perlu dijelaskan secara langsung tentang kesahihan YDOLGLW\,. sehingga penilai
UHYLHZHU, tidak perlu meragukan atau mempertanvakan. Setidak-tidaknva peneliti siap dengan jawaban
vang meragukan kesahihan. misalnva jaminan bahwa deskripsi tentang partisipan dan konteks adalah
akurat dan lengkap: jaminan tidak terjadi bias pribadi: dan jaminan atas kadar reaksi partisipan terhadap
peneliti dapat mempengaruhi kesahihan data dan rencana penanggulangannva.

6. Penggambaran berbagai analisis yang diperlukan dalam penelitian.
Perlu dipaparkan rencana analisis data vang mencakup lingkup analisis dan unit analisis,.
teknik analisis. dan disertai contoh jika perlu.

7. Perencanaan perekaman.
Perlu dilakukan pemaparan dengan jelas bagaimana cara pencatatan. mensistematisasikan
kategori-kategori. menganalisis transkripsi. perekaman sumber vang tepat untuk setiap kategori.
Demikian pula jika diperlukan re·isi. sevogvanva disiapkan dokumentasi untuk keperluan re·isi itu.
misalnva rekaman tentang data. partisipan. telaah. dan pendapat pribadi peneliti.

8. Penjelasan prosedur.
Meskipun penelitian kualitatií sering penuh dengan jargon-jargon. tetapi diusahakan tidak
digunakan istilah hebat. dan istilah serapan lain vang sulit dipahami. Lebih baik disampaikan langkah-
langkah penelitian vang disusun dengan bahasa sendiri secara sederhana.

9. 1idak mengantisipasi temuan.
Salah satu bias vang biasanva terjadi dan sevogvanva dicegah adalah prosedur penelitian vang
seolah-olah sudah mengantisipasi temuan. Setiap peneliti pasti memiliki dugaan tentang objek vang
sedang diteliti dan seringkali tercermin dalam rumusan kerangka pikir. 1etapi. disarankan dugaan itu
tidak dieksplisitkan dalam kerangka pikir agar tidak berada dalam posisi terpojok pada menvusun
panduan wawancara.

J0. Pengkuantifikasian secara benar.
Apabila di dalam pengumpulan iníormasi diputuskan untuk diperlukan jumlah. írekuensi.
pengukuran asosiasi. maka hendaknva dapat dipastikan bahwa jumlah itu memang benar adanva.
Jumlah vang tidak tepat dapat mempengaruhi analisis dan hasil penelitian secara keseluruhan.

JJ. Perencanaan jalan masuk dan jalan keluar
Penvusunan prosedur penelitian vang mencakup jalan masuk dan jalan keluar hendaknva dapat
djelaskan dalam usulan penelitian. karena hal ini dapat mempengaruhi konteks penelitian dan kegiatan
penelitian selanjutnva.

J2. Pengalihan secara cermat.
Apabila harus dilakukan generalisasi terhadap hasil penelitian hendaknva disesuaikan dengan
prosedur penelitian. sehingga cocok dengan pemilihan partisipan dalam usulan penelitian.

J3. Penyebutan sudut pandang (perspektif).
Sebagai upava untuk menunjukkan originalitas usulan penelitian. sevogvanva disebutkan secara
eksplisit sudut pandang penelitian vang akan dilakukan. Di dalam penvebutan ini dapat diuraikan
pengalaman penelitian vang pernah dilakukan dan segala komponen vang mendukungnva.


Djoko Dwiyanto – www.inparametric.com
4
Berdasarkan 13 hal penting vang perlu diperhatikan di atas. maka metode kualitatií vang
diterapkan di dalam bidang ilmu-ilmu sosial dan humaniora secara ringkas dapat digambarkan sebagai
berikut.

1IPL UN1UK SIAPA 1UJUAN SAJIAN DA1A
Deskriptií Pemerintah Dokumen pemerinthan Laporan tertulis. dít.
in·entaris
Analitik Akademisi Meningkatkan khasanah
pengetahuan
Laporan Peneliian.
artikel ilmiah. dll.
L·aluatií Pemerintah´swasta´
in·estor
Penilai perubahan kondisi
masvarakat
Lokakarva. pelatihan.
(D. dll.
Kaji 1indak Masvarakat Pemberdavaan masv. Publikasi. paparan.
sarasehan. dll.
Catatan : dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan.


IV. LANGKAH PLNYUSUNAN USULAN PLNLLI1IAN
KUALI1A1II

Secara umum Usulan Penelitian Proposal, dengan menggunakan metode kualitatií tidak
banvak berbeda dengan metode kuantitatií. tetapi ada langkah-langkah vang alurnva sangat khas
sehingga sekaligus menjadi ciri dari penelitian kualitatií ini. Secara keseluruhan tahap-tahap
sintakmatik, penvusunan Usulan Penelitian Kualitatií dapat dilihat dalam Bagan Alir di belakang.

Keterangan Bagan Alir :
1. Langkah 1 dan 2 tidak perlu dijelaskan. karena cukup jelas.
2. Langkah ke-3 : Memíokuskan tentang ´apa yang ingin diketahui¨. Proses íokusing ini
dimulai dari hal-hal vang umum kepada vang khsusus. vang luas kepada vang sempit. vang
besar kepada vang kecil. Langkah ini dipandu dengan sumber acuan dan jenis masalah vang
diteliti. misalnva dari mana akan dimulai. dalam masvarakat apa. dalam keadaaan apa. kapan. di
mana lokasinva. pengamatan terhadap peristiwa apa. dan seterusnva.
3. Langkah ke-4 : cukup jelas. Langkah ke-5 : Identifikasi jawaban atas berbagai alasan.
Usulan Penelitian ditempatkan dalam sudut pandang ilmu pengetahuan dan masvarakat artinva
seberapa besar kontribusi penelitian ini bagi ilmu pengtahuan dan kepada masvarakat.
4. Langkah ke-6 : 1injauan Pustaka. Ulasan terhadap sumber rujukan vang dapat digunakan
sebagai bahan pustaka vang diperlukan dalam penlitian vang direncanakan. Langkah ke-¯
sampai dengan ke-15 cukup jelas.
5. Langkah ke-16. Diskusi dan berbagai pengalaman dengan rekan dan Pembimbing. lal
ini perlu ditekankan karena pada umumnva mahasiswa enggan berdiskusi dan konsultasi
dengan Dosen Pembimbing. Padahal kritik dan saran vang diberikan oleh rekan dan dosen
pembimbing sangat berguna bagi pengavaan hasil penelitian. Langkah ke-1¯ dan ke-18 cukup
jelas.
6. Langkah ke-19 : Penyajian hasil penelitian kepada yag berhak (Panitia Ujian/Institusi
Penelitian/Penyandang Dana).
¯. Langkah ke-20 : Penghimpunan data, pengolahan dan penafsiran sesuai dengan Usulan
Penelitian. Begitu pentingnva usulan penelitian. maka ada sebagian pihak vang berpendapat
bahwa Usulan Penelitian sama dengan ¯5 persen dari penelitiannva sendiri.


V. PLNU1UP

Demikianlah uraian singkat tentang Metode Kualitatií dan penerapannva dalam penelitian
sekedar sebagai pengantar diskusi. Semoga dapat dijadikan bahan pembahasan dalam rangka Ino·asi
Pembimbingan Skripsi. khususnva dalam penvusunan Usulan Penelitian untuk Penulisan Skripsi.


Djoko Dwiyanto – www.inparametric.com
5
PUS1AKA ACUAN :

Moesono. A. 2001. Metode Pengumpulan Data Kualitatií: locus Group Discussion`. Pelatihan
Metode Peneliian Kualitatif 1ingkat Lanjut. Pusat Peneliian Kemasvarakatan dan Budava.
LPUI.

Permana. (.L.. 2001. Metode Pengumpulan Data Kualitatií¨, Participatory Rural Appraisal (PRA),
Pusat Penelitian Kemasvarakatan dan Budava. LPUI.

Poerwandari. L.K.. 2001. Penelitian Kualitatií: Analisis dan Interpretasi`. Pelatihan Metode
Penelitian Kualitatif 1ingkat Lanjut. Pusat PenelitianKemasvarakatan dan Budava. LPUI.

Rahavu lidavat. 2002. Metodologi Penelitian Gender - Kualitatií`. Penataran dan Lokakarya
Metodologi Penelitian Gender. DP3. Ditjen Dikti. Batu-Malang. 2002.

Vredenbreg. J.. 19¯8. Metode dan 1eknik Penelitian Masyarakat. Jakarta: P1. Gramedia.
Djoko Dwiyanto – www.inparametric.com
6


















































Browse,
Diskusi,
Pikir
Ide bermunculan
“Andaikan?”
“Mengapa?”

Fokuskan:
“Saya mau tahu apa?”
Ajukan pertanyaan
spesifik dan jelas
Penting identifikasi
jawaban atas alasan
Survei pustaka
relevan
Tinjau pustaka
secara intenstif
Pikirkan bentuk
penelitian
Tulis draf
rancangan penelitian
Pikirkan metode
pengumpulan data

Ada alasan
untuk
meneruskan?

Alasan
mungkin
dijelaskan?
(E)

Ada yang
paling tepat ?
(G)

Jelas alasan
tiada
jawaban?
(D)

Ada yang
paling tepat?
(F)

Tersedia
jawaban
jelas?
(B)

Jawaban
terkenal?
(C)
Tulis artikel;
Kirim ke jurnal

Ya
Tidak
Ya
Ya
Ya
Tidak
Tidak
Tidak
Ya
Tidak
Ya
Tidak
Ya
Tidak
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
Djoko Dwiyanto – www.inparametric.com
7




































KELUAR DI SINI



CA1A1AN: Kotak~langkah utama: garis utuh~urutan langkah: Lingkaran~masalah pokok vang
dihadapi: garis putus~konsekuensi ganti prosedur dengan pertanvaan \A atau 1IDAK /RFNHHWDO 20,








Pikirkan metode
analisis
Tinjau dan perhalus
rancangan
Perinci segala
prosedur
Siapkan draf
proposal lengkap
Diskusikan dg rekan
dan pembimbing
Lakukan kajian awal,
analisis data dan tinjau
semua prosedur
Revisi
draf usulan
Ajukan ke panitia,
pertahankan
Himpun data, olah dan
interpetasi sesuai
dengan rencana

Ada yang
paling tepat?
(G)

Makna segala
hasil jelas?
(I)

Ada resiko
gagal?
(J)
Balik ke langkah 8-14
jika mungkin diperbaiki

Ada masalah
substansial?
(K)

Perlu revisi
besar?
(L)
DARI
PERTANYAAN
(G)
Tidak
Ya
Tidak
Tidak
Tidak
Ya
Ya
Ya
Tidak
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->