You are on page 1of 34

Good Corporate Governance Tata Kelola Perusahaan

BCI recognizes the importance of practicing Good Corporate Governance (GCG) and has committed to establishing a framework consistent with that of its shareholders.

BCI menyadari pentingnya menjalankan Tata Kelola Perusahaan yang baik dan berkomitmen untuk menciptakan kerangka kerja sesuai dengan amanat yang digariskan pemegang saham. Sepanjang tahun 2008 BCI terus berupaya meningkatkan kualitas pelaksanaan tata kelola perusahaan dengan pembentukan perangkat tata kelola yang baik dan proses pengelolaan yang sehat. Secara umum BCI telah mengikuti semua ketentuan yang diisyaratkan oleh peraturan maupun pedoman tata kelola yang berlaku. Walaupun demikian masih terdapat hal-hal yang perlu ditingkatkan menyangkut pemahaman dan disiplin karyawan maupun sistem control atas implementasi peraturan yang berlaku, dengan demikian perbaikan yang berkesinambungan tetap terus dilakukan agar penerapan praktek-praktek prinsip tata kelola perusahaan dan praktek kepatuhan benar-benar melekat dalam kegiatan kerja Bank sehari-hari. Tata kelola perusahaan di lingkungan BCI diselenggarakan oleh Dewan Direktur dan pelaksanaannya di pastikan oleh Dewan Komisaris, masing-masing dengan kewenangan dan tanggung jawab yang terpisah secara jelas sebagaimana tertuang dalam Anggaran Dasar, yang dari waktu ke waktu dapat mengalami penyesuaian yang dianggap perlu oleh Rapat Umum Pemegang Saham.

Throughout 2008 BCI continued to make concentrated efforts to improve the quality of its Corporate Governance by establishing required infrastructure for good governance and a sound management process. In general, BCI has complied with the prevailing governance codes and regulatory requirement. However, there are still rooms for improvements related to employees know-how and discipline, as well as, control system over the implementation of prevailing regulations. Therefore, the continuous improvements are still ongoing to ensure that GCG principles and compliance practices become an adherence part of the Banks daily activities.

BCIs corporate governance is carried out by the Board of Directors (BOD) and the implementation is ensured by the Board of Commissioners (BOC), each authorities and responsibilities is clearly segregated and defined under the Banks Articles of Association, which from time to time, may be amended as needed by the General Meeting of Shareholders.

General Meeting of Shareholders


The General Meeting of Shareholders (GMS) represents the highest body in the hierarchical structure of BCI. The GMS is responsible for, among other things, appointing and dismissing members of the BOC and BOD with respect to the companys goals and objectives, approving changes to the Articles of Association, endorsing the Annual Report submitted by the BOD, determining the allocation of profit and appointing independent auditor. In 2008, BCI conducted one time Annual General Meeting of Shareholders (AGMS) and two Extra-Ordinary Shareholders Meetings dealing with the adjustment of the Banks Articles of Association and the Banks Board composition.

Rapat Umum Pemegang Saham


Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan organ tertinggi dalam hirarki organisasi BCI. RUPS memiliki wewenang antara lain untuk mengangkat dan memberhentikan anggota Dewan Komisaris dan Direksi, mengevaluasi kinerja Dewan Komisaris dan Direksi berkaitan dengan pencapaian tujuan-tujuan BCI, menyetujui perubahan Anggaran Dasar, menyetujui laporan tahunan dan perhitungan tahunan yang diserahkan oleh Direksi, persetujuan pemanfaatan laba serta penunjukkan akuntan publik. Pada tahun 2008, BCI menyelenggarakan 1 kali Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Selain itu, diselenggarakan 2 kali RUPS Luar Biasa berkaitan dengan penyesuaian Anggaran Dasar dan Susunan Pengurus Bank.

Selection of Board of Commissioners (BOC) and Board of Directors (BOD)


The membership of the BOC and BOD is nominated, elected and terminated by the GMS, where diversity in background, competencies, and experience will be taken into consideration when selecting BOC and BOD membership. The current Commissioners and Directors of BCI come from various

Pengangkatan anggota Dewan Komisaris dan Direksi


Keanggotaan Dewan Komisaris dan Direksi dicalonkan, diangkat dan diberhentikan oleh RUPS, dimana pertimbangan latar belakang, kompetensi, serta pengalaman akan mempengaruhi pengangkatan keanggotaan Dewan Komisaris dan Direksi. Dewan Komisaris dan Direksi BCI berasal dari

27

Annual Report 2008 Laporan Tahunan

Good Corporate Governance Tata Kelola Perusahaan

professional backgrounds, hence are capable to provide valuable insight and expertise to the Banks oversight and management. All BOC and BOD members have met the criteria regulated in Bank Indonesias regulation. They have passed Bank Indonesias fit and proper test, which indicated that the members of the BOC and BOD has competency, integrity, reputation, good character and strong moral. In line with Bank Indonesia regulation, members of all BOD and the BOC are independent from any family ties either vertically, as well as, horizontally.

latar belakang professional yang beragam, sehingga mampu memberikan bobot maupun ketrampilan pada pelaksanaan fungsi pengawasan dan pengelolaan Bank. Seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi telah memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam peraturan Bank Indonesia. Mereka telah mengikuti dan dinyatakan lulus dalam uji kepatutan dan kelayakan oleh Bank Indonesia, yang mengindikasikan bahwa anggota Dewan Komisaris dan Direksi memiliki kompetensi, integritas, reputasi, akhlak, dan moral yang baik. Dan sesuai ketentuan Bank Indonesia, sesama anggota Direksi atau antar anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris tidak ada yang memiliki hubungan keluarga baik vertikal maupun horizontal. Sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik, seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi harus bersedia menjalani proses nominasi dan pemilihan kembali pada selang waktu tertentu, yaitu pada RUPS Tahunan yang kedua setelah pengangkatan mereka. Namun demikian pemegang saham berhak mengganti setiap Komisaris maupun Direktur sebelum masa tugasnya berakhir karena lalai atau tidak mampu menjalankan tugasnya melalui keputusan RUPS.

In accordance with the GCG principle, all members of the BOC and BOD are required to undergo the process of renomination and re-election at regular intervals, which falls at the second AGMS after their appointment. Shareholders may, however, remove any Commissioner or Director due to negligence or ineptitude prior to the expiration of their office through the resolution of GMS.

The Implementation of the Duties and Responsibilities of the Board of Commissioners


As at year-end 2008 the BOC of BCI is comprised of 6 (six) board members and chaired by the President Commissioner. The BOC were appointed to represent shareholders, in monitoring and giving advice and recommendation to the BOD on how they should manage the company in line with the principles of GCG. This includes ensuring that the Bank charts a course in line with the stated goals and business strategy, supervising the risk management implementation of the Bank, overseeing external and internal audit works, following up on the audit findings, ensuring accuracy and timely disclosure of material information, and ensuring proper conduct of business.

Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris


Pada akhir tahun 2008, jumlah Dewan Komisaris terdiri dari 6 (enam) anggota dan di ketuai oleh Presiden Komisaris. Dewan Komisaris ditunjuk untuk mewakili pemegang saham dalam melakukan pengawasan dan memberikan nasihat dan rekomendasi kepada Dewan Direksi dalam rangka menjalankan kepengurusan perusahaan berdasarkan prinsipprinsip Tata Kelola Perusahaan. Hal ini termasuk memastikan keselarasan operasional Bank dengan tujuan serta strategi bisnis yang ditetapkan, memantau pengelolaan risiko oleh Bank, mengawasi kinerja audit external dan internal, memastikan bahwa penemuan audit tersebut ditindak lanjuti, memastikan keakuratan dan kelayakan informasi yang akan dipublikasikan, serta menjamin perilaku bisnis secara etis. Sesuai dengan peraturan Bank Indonesia No. 8/4/PBI/2006 tentang Tata Kelola Perusahaan bagi Bank Umum, BCI memiliki 3 (tiga) orang Komisaris Independen yang tidak mempunyai keterkaitan dengan BCI dan pemegang saham selain penugasannya sebagai Komisaris sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Bank. Selain menjalankan kegiatan rutin sebagai anggota Dewan Komisaris, Komisaris Independen bertanggung jawab untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan perusahaan dan juga memastikan perlakuan yang adil terhadap pemegang saham minoritas dan stakeholder yang lain.

In compliance with Bank Indonesia regulation No. 8/4/PBI/2006 concerning Good Corporate Governance Implementation by Commercial Banks, BCI has 3 (three) Commissioners independent from BCI and the shareholders, other than their designation as a Commissioner under provision of the Articles of Association of the Bank. In addition to the general duties of the BOC, the Independent Commissioner is responsible for ensuring the transparency and accountability of the companys financial report and also ensuring fair treatment to minority shareholders and other stakeholders.

28

Bank Chinatrust Indonesia

All members of BOC can act and make independent decision. The duties and responsibilities of the BOC have fairly complied with the good corporate governance principles and are relatively effective. The BOC meeting has been conducted effectively and efficiently. The transparency aspect of members of BOC is good and never violates prevailing rules and regulations.

Seluruh anggota Dewan Komisaris mampu bertindak dan mengambil keputusan secara independen. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris cukup memenuhi prinsip-prinsip tata kelola perusahaan dan cukup efektif. Rapat Dewan Komisaris terselenggara secara efektif dan efisien. Aspek transparansi anggota Dewan Komisaris baik dan tidak pernah melanggar ketentuan/perundangan yang berlaku. Komposisi Komisaris Independen telah memenuhi ketentuan Bank Indonesia bahwa sedikitnya 50% dari keanggotaan Dewan Komisaris harus independen. Bank juga telah memenuhi peraturan bahwa 50% atau lebih dari total anggota Dewan Komisaris wajib berkewarganegaraan Indonesia.

The composition of Independent Commissioners has complied with Bank Indonesia regulation, which stipulates that independent members must represent at least 50% of the membership of the BOC. BCI has also met the requirement that 50% or more of the members of Commissioner shall be Indonesian nationality.

Members of the Board of Commissioners and Meeting Frequency Anggota Dewan Komisaris dan Frekuensi Kehadiran Rapat Name Nama Dr. Jeffrey L.S. Koo James Chen William Hon Inghie Kwik * Andreas Andhika Bunanta Irwan Siregar ** Imbang Jaya Mangkuto **
* **

Position Jabatan President Commissioner Presiden Komisaris Commissioner Komisaris Commissioner Komisaris Independent Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Komisaris Independen

Frequency of Attendance Frekuensi Kehadiran 5 5 5 4 5 1 1

Percentage of Attendance Persentase Kehadiran 100% 100% 100% 80% 100% 20% 20%

Resigned since 30 August 2008 Mengundurkan diri sejak 30 Agustus 2008 Appointed by the EGMS in September 2008 and approved by BI in December 2008 Diangkat pada RUPSLB bulan September 2008 dan mendapat persetujuan BI bulan Desember 2008

29

Annual Report 2008 Laporan Tahunan

Good Corporate Governance Tata Kelola Perusahaan

The Implementation of the Duties and Responsibilities of the Board of Directors


As at year-end 2008, the BOD of BCI is comprised of 6 (six) board members and chaired by the President Director. The BOD is responsible for the day-to-day management of the Bank. This includes formulation of the Banks short and long-term business plans; execution and achievement of annual budget; implementation of the Banks policies; monitoring and managing risks; developing and managing resources; hiring and terminating personnel; report to shareholders at the Annual General Meeting of Shareholders on the overall performance of the Bank; forming and assigning management committees to assist the BOD in specific duties. All members of BOD can act and make independent decision.

Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Direksi


Pada akhir tahun 2008, jumlah keanggotaan Direksi BCI terdiri dari 6 (enam) orang dan di ketuai oleh Presiden Direktur. Dewan Direksi bertanggung jawab mengelola keseharian Bank. Hal ini termasuk formulasi rencana kerja jangka pendek dan jangka panjang; pelaksanaan dan perolehan anggaran tahunan; penerapan kebijakan Bank; memonitor dan mengelola risiko; mengembangkan dan mengelola sumber daya; memperkerjakan dan memberhentikan karyawan; lapor kepada pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham mengenai keseluruhan kinerja Bank; membentuk dan menugaskan komite manajemen untuk membantu Dewan Direksi dalam tugas khusus.

Member of the Board of Directors and Meeting Frequency Anggota Direksi dan Frekuensi Kehadiran Rapat BOD Meeting Rapat Dewan Direksi Name Nama Position Jabatan BOD & Executive Officer Meeting Rapat Anggota Direksi Beserta Pejabat Eksekutif

Frequency of % of Frequency of % of Attendance Attendance Attendance Attendance Frekuensi % Kehadiran Frekuensi % Kehadiran Kehadiran Kehadiran 10 10 5 5 9 5 100% 100% 71% 50% 90% 50% 35 30 28 16 29 16 100% 86% 70% 46% 83% 46%

Peter Liu Andre Lo * Tantina Repi Liliana Masa Paskalis Lingga *** Tony Wonsonegoro ****
* ** *** ****

President Director/Presiden Direktur Vice President Director/Wakil Presiden Direktur Compliance Director/Direktur Kepatuhan Director/Direktur Director/Direktur

Oscar Hsu ** Director/Direktur

Director/Direktur

0%

0%

Appointed by the EGMS in September 2008 and effective as of 21 October 2008 Ditunjuk pada RUPSLB bulan September 2008 dan efektif sejak 21 Oktober 2008 Resigned since 30 August 2008 Mengundurkan diri sejak 30 Agustus 2008 Appointed by the EGMS in April 2008 and approved by BI in July 2008 Diangkat pada RUPSLB bulan April 2008 dan mendapat persetujuan BI bulan Juli 2008 Appointed by the EGMS in September 2008 and approved by BI in December 2008 Diangkat pada RUPSLB bulan September 2008 dan mendapat persetujuan BI bulan December 2008.

The duties and responsibilities of the BOD have fairly complied with the good corporate governance principles and are fairly effective, but there are weaknesses which if not remedied immediately may cause a downgrading of the rating Factor. The BOD meeting has been conducted fairly effective and

Seluruh Direksi mampu bertindak dan mengambil keputusan secara independen. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi cukup memenuhi prinsip-prinsip tata kelola perusahaan dan berjalan cukup efektif, tetapi masih terdapat kelemahankelemahan yang apabila tidak segera diperbaiki dapat mengakibatkan penurunan Peringkat Faktor. Rapat Direksi

30

Bank Chinatrust Indonesia

efficient. The transparency aspect of members of BOD is quite good, but there are violations in the prevailing rules and regulation. The composition of BOD has complied with Bank Indonesia regulation, which regulated that the majority of the BOD must be Indonesian citizen.

terselenggara secara cukup efektif dan cukup efisien. Aspek transparansi anggota Direksi cukup baik, tetapi masih terdapat pelanggaran terhadap ketentuan/perundangan yang berlaku. Komposisi anggota Dewan Direksi telah memenuhi ketentuan Bank Indonesia yang mensyaratkan bahwa mayoritas anggota Direksi wajib berkewarganegaraan Indonesia.

The Completion and Implementation of the duties of the Committees


During the year, to uphold best GCG practice, BCI established a Remuneration and Nomination Committee which will augment the Banks existing committees, the Audit and Risk Monitoring Committee. This is in line with BI Regulation No.8/4/PBI/2006, which has been updated by BI Regulation No.8/14/PBI/2006 regarding the implementation of GCG for Commercial Banks.

Kelengkapan dan pelaksanaan tugas KomiteKomite


Selama tahun 2008, dalam upaya memenuhi best practice GCG, BCI membentuk Komite Remunerasi dan Nominasi untuk melengkapi komite yang sudah ada terlebih dahulu yaitu Komite Audit dan Komite Pemantau Risiko. Hal ini selaras dengan PBI Nomor 8/4/PBI/2006 yang telah disempurnakan dengan PBI No.8/14/PBI/2006 tentang pelaksanaan GCG bagi Bank Umum.

Audit Committee
Audit Committee consists of an Independent Commissioner as Chairman, one Commissioner, and two independent members who have vast experience in banking and finance. The main duties and responsibilities of the Audit Committee are to assist the BOC in monitoring and evaluating the audit plan & its exercises, including the monitoring and evaluation of the follow-up on audit results which cover the sufficiency of the internal control including the financial reporting process. The frequency of the Audit Committee meeting shall be at least twice in a year, however in the certain circumstances that require further discussion, the meeting frequency may be increased. The Audit Committee shall submit all written evaluation report and Minutes of Meeting to BOC at least 1 (one) month after it is performed.

Komite Audit
Komite Audit terdiri dari Komisaris Independen sebagai ketua, satu orang Komisaris, dan dua orang anggota independen yang berpengalaman di bidang perbankan dan keuangan. Tugas dan tanggung jawab utama Komite Audit adalah untuk membantu Dewan Komisaris melakukan pemantauan dan evaluasi atas perencanaan dan pelaksanaan audit serta pemantauan atas tindak lanjut hasil audit dalam rangka menilai kecukupan pengendalian intern termasuk kecukupan proses pelaporan keuangan. Frekuensi rapat Komite Audit adalah sekurang-kurangnya 2 (dua) kali dalam satu tahun, dengan catatan jika ada situasi khusus yang memerlukan lebih banyak diskusi, frekuensi rapat dapat ditambah. Komite Audit akan menyerahkan semua laporan evaluasi dan risalah rapat kepada Dewan Komisaris paling lambat 1 (satu) bulan setelah rapat diadakan.

Risk Monitoring Committee


Risk Monitoring Committee consists of an Independent Commissioner as Chairman, one Commissioner, and two independent members who have vast experience in financial and risk management. The main duties and responsibilities for the Risk Monitoring Committee are to assist the BOC in: 1. Evaluating the policy and implementation of the risk management;

Komite Pemantau Risiko


Komite Pemantau Risiko terdiri dari Komisaris Independen sebagai ketua, satu orang Komisaris, dan dua orang anggota independen yang berpengalaman di bidang keuangan dan manajemen risiko. Tugas dan tanggung jawab utama Komite Pemantau Risiko adalah untuk membantu Dewan Komisaris dalam: 1. Mengevaluasi kebijakan dan pelaksanaan manajemen risiko; dan

31

Annual Report 2008 Laporan Tahunan

Good Corporate Governance Tata Kelola Perusahaan

2. Monitoring and evaluating the implementation of the duties of the Risk Management Committee and the Risk Management Unit. The meeting frequency of the Risk Monitoring Committee is at minimum twice a year. However, The Committee has conducted 4 (four) meetings during the 2008 in anticipation of possible extreme impacts from the prevailing crisis in the global market to the banks liquidity and lending portfolios.

2. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan tugas Komite Manajemen Risiko dan Satuan Kerja Manajemen Risiko.

Frekuensi rapat Komite Pemantau Risiko adalah minimum 2 (dua) kali dalam satu tahun. Namun pada tahun 2008, Komite telah mengadakan 4 (empat) kali rapat sebagai antisipasi terhadap kemungkinan adanya pengaruh ekstrim dari krisis pasar global saat itu pada kondisi likuiditas dan portfolio kredit bank. Komite Pemantau Risiko telah mempersiapkan laporan selfassessment Komite Pemantau Risiko pada setiap akhir tahun dan telah mensahkannya dalam salah satu rapat Komite Pemantau Risiko. Komite Pemantau Risiko telah menyerahkan semua laporan evaluasi dan risalah rapat kepada Dewan Komisaris paling lambat 1 (satu) bulan setelah rapat diadakan.

The Risk Monitoring Committee has also completed the Risk Monitoring Committee Self-Assessment at the end of the book year and formalized it in one of its meetings.

The Risk Monitoring Committee has submitted all written evaluation reports and Minutes of Meeting to BOC at the latest 1 (one) month after it is performed.

Remuneration and Nomination Committee


Remuneration and Nomination Committee has been formed since 23 May 2008, but has only fully functioned in December 2008, which was after Bank Indonesias approval of the appointment of Independent Commissioner, who has been appointed as the Committee Chairman. Therefore, the committee will implement its duties and responsibilities which are in line with Bank Indonesia regulation in 2009.

Komite Remunerasi dan Nominasi


Komite Remunerasi dan Nominasi terbentuk sejak 23 Mei 2008, namun baru berfungsi secara penuh pada bulan Desember 2008 setelah Bank Indonesia menyetujui pengangkatan Komisaris Independen yang kemudian menjabat sebagai Ketua Komite. Oleh karena itu, Komite Remunerasi dan Nominasi baru akan melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagaimana diatur dalam ketentuan Bank Indonesia pada tahun 2009. Komite Remunerasi dan Nominasi terdiri dari Komisaris Independen sebagai ketua, satu orang Komisaris, dan seorang perwakilan karyawan. Tugas dan tanggung jawab utama Komite Remunerasi dan Nominasi adalah memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan ke RUPS tentang calon anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi, serta memberikan rekomendasi tentang Pihak Independen yang akan menjadi anggota Komite yang dibentuk Dewan Komisaris. Selain itu, Komite juga melakukan evaluasi kebijakan remunerasi dan memberikan rekomendasi kebijakan remunerasi baik bagi Dewan Komisaris dan Direksi untuk disampaikan dalam RUPS, maupun bagi Pejabat Eksekutif dan karyawan secara keseluruhan untuk disampaikan kepada Direksi. Lebih jauh, Komite wajib memastikan bahwa remunerasi BCI telah sesuai dengan kinerja keuangan dan besarnya wajar antara satu dengan lainnya, serta sesuai dengan sasaran dan strategi jangka panjang BCI.

Remuneration and Nomination consists of an Independent Commissioner as Chairman, a Commissioner, and an employees representative. The main duties and responsibilities for the Remuneration and Nomination Committee are to give recommendations to the BOC regarding candidates for BOC and/or Directors to be submitted to the General Meeting of Shareholders, and to recommend about the independent parties who will become committee members in the committees set up by the BOC. This committee also evaluates the remuneration policy for Commissioners and Directors to be further presented in the General Meeting of Shareholders, and also for Executive Officers and employees to be presented to the Board of Directors Moreover, the Committee must guarantee that the remuneration at BCI is in line with its financial performance; ensure parity to peer group; and ensure that it is aligned with the long-term goal and strategies of the Bank.

32

Bank Chinatrust Indonesia

The frequency of the Remuneration and Nomination Committee meeting shall be at least twice in a year, however in the certain circumstances that require further discussion, the meeting frequency may be increased if deemed necessary. The Remuneration and Nomination Committee shall submit all recommendations, evaluation results, and Minutes of Meeting to BOC at least 1 (one) month after it is performed. The composition and competency of the members of the Committees are appropriate compared to the size and complexity of the Banks business. The committees have also carried out its duty effectively. The recommendations of the committees are constructive and could be used as reference in BOCs decision making. The meeting of the committees has also been held effectively and efficiently according to internal guidelines.

Frekuensi rapat Komite Remunerasi dan Nominasi adalah minimum 2 (dua) kali dalam satu tahun, jika ada situasi khusus yang memerlukan lebih banyak diskusi, frekuensi rapat dapat ditambah jika diperlukan. Komite Remunerasi dan Nominasi akan menyerahkan semua rekomendasi, hasil evaluasi dan risalah rapat kepada Dewan Komisaris paling lambat 1 (satu) bulan setelah rapat diadakan. Komposisi dan kompetensi anggota Komite-Komite sesuai dibandingkan dengan ukuran dan kompleksitas usaha Bank. Pelaksanaan tugas komite-komite tersebut juga telah berjalan efektif. Rekomendasi komite-komite bermanfaat dan dapat dipergunakan sebagai bahan acuan keputusan Dewan Komisaris. Sedangkan penyelenggaraan rapat komite-komite juga berjalan sesuai dengan pedoman intern dan terselenggara secara efektif dan efisien.

The Compliance Function


The Banks compliance level to all prevailing regulations and legislation and the compliance of the commitment to the authorities is classified as good. The violations are not material and have been rectified and most of the commitments have been fulfilled in accordance with the target date.

Fungsi Kepatuhan
Tingkat kepatuhan Bank terhadap seluruh ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta pemenuhan komitmen dengan otoritas yang berwewenang tergolong baik. Pelanggaran yang ada tidak material dan telah diselesaikan, serta sebagian besar komitmen telah dipenuhi sesuai target waktu yang ditetapkan. Pedoman, sistem dan prosedur seluruh jenjang organisasi tersedia lengkap, kini dan sesuai dengan ketentuan dan perundang undangan yang berlaku. Pelaksanaan tugas dan independensi Direktur Kepatuhan dan Satuan Kerja Kepatuhan berjalan efektif. Direktur Kepatuhan dan Satuan Kerja Kepatuhan melakukan review secara berkala mengenai kepatuhan mayoritas satuan kerja operasional.

Up-to-date and comprehensive business guidelines and procedure at all level are available, and comply with the prevailing laws and regulations. The implementation of the duties and independency of the Compliance Director and Compliance Unit is effective. The Compliance Director and Compliance Unit periodically review the compliance at the majority of operational unit.

The Internal Audit Function


The internal control that functions as an important part of Banks internal control is handled by Internal Audit Work Unit (SKAI), which is responsible to the President Director and Board of Commissioners. SKAI has duties to assist the Management to ensure objectives achievement and business continuity with the following: Providing constructive recommendations in order to achieve efficient and effective internal control, Evaluating the adherence to the internal regulations, Good Corporate Governance (GCG) and prevailing external regulations, Monitoring the corrective actions done by the auditee(s), Facilitating the smoothness of audit activities done by external auditors.

Fungsi Audit Intern


Fungsi pengawasan internal sebagai bagian penting dari pengendalian intern Bank dijalankan oleh Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) yang bertanggung jawab kepada Presiden Direktur dan Dewan Komisaris. SKAI bertugas membantu Manajemen untuk memastikan pencapaian tujuan dan kelangsungan usaha dengan: Memberikan saran-saran perbaikan guna tercapainya pengendalian intern yang efisien dan efektif, Melakukan evaluasi kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan internal, pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik dan perundang-undangan yang berlaku, Melakukan pemantauan terhadap tindakan koreksi yang dilakukan oleh pihak-pihak yang diaudit, Memfasilitasi kelancaran pelaksanaan audit oleh auditor eksternal

33

Annual Report 2008 Laporan Tahunan

Good Corporate Governance Tata Kelola Perusahaan

SKAI performs its work based on an annual audit plan which has been approved by the Audit Committee. The SKAI audit findings are reported directly to the President Director, with copies forwarded to the Audit Committee, which in turn report these findings to the BOC with recommendation on follow-up actions. Afterward, the BOC will oversee and ensure whether the Management has taken necessary and proper action on those audit findings.

SKAI bekerja berdasarkan pada rencana audit tahunan yang sebelumnya telah disetujui oleh Komite Audit. Hasil temuan SKAI dilaporkan langsung kepada Presiden Direktur dengan tembusan kepada Komite Audit, yang kemudian melaporkan hasil-hasil tersebut kepada Dewan Komisaris beserta rekomendasi untuk tindak lanjutnya. Selanjutnya, Dewan Komisaris akan mengawasi dan memastikan apakah manajemen telah mengambil langkah-langkah seperlunya dan memadai atas hasil temuan audit tersebut. Sampai akhir tahun 2008, pelaksanaan fungsi audit intern BCI berjalan cukup efektif, dimana SKAI menjalankan fungsinya secara cukup independen dan obyektif. Bank telah memiliki pedoman internal audit yang pada umumnya sesuai dengan standar minimum yang ditetapkan dalam Standard Pelaksanaan Fungsi Audit Internal Bank (SPFAIB) namun masih terdapat kelemahan minor yang apabila tidak segera diatasi dapat menurunkan kualitas pelaksanaan fungsi audit intern.

Up until end of 2008, the implementation of BCIs internal audit function is fairly effective. SKAI has carried out its duty relatively independently and objectively. Bank has an internal audit manual, which generally conforms to the minimum standard regulated in the Standard Implementation of Banks Internal Audit Function (SPFAIB), however there is minor weakness, which if not immediately conquer may cause the downgrading of the quality of the internal audit function.

The External Audit Function


The Public Accountant Firm which is in the approved list of Bank Indonesia, Siddharta Siddharta & Widjaja, an affiliate of KPMG was appointed to audit the Banks financial statement for book year ended 31 December 2008. The audit by public account as stated above is effective and according to the minimum requirement stated in the regulation. The quality and scope of audit is good, in which the audit is carried out independently and has fulfilled all the required criteria. The Public Accountant has been engaged to perform the audit on BCIs financial statements since 2006. And to ensure independency, the appointment of the Public Accountant Office shall be no more than 5 (five) years, as stated in PBI no. 3/22/PBI/2001 concerning the Transparency of Banks Financial Condition.

Fungsi Audit Ekstern


Kantor Akuntan Public yang terdaftar di Bank Indonesia, Siddharta Siddharta & Widjaja yang berafiliasi dengan KPMG, telah ditunjuk untuk mengaudit laporan keuangan BCI untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2008. Pelaksanaan audit oleh Akuntan Publik tersebut diatas efektif dan sesuai dengan persyaratan minimum yang ditetapkan dalam ketentuan. Kualitas dan cakupan hasil audit baik, dimana pelaksanaan telah independen dan memenuhi kriteria yang ditetapkan. Akuntan Publik dimaksud telah melakukan audit atas laporan keuangan BCI sejak tahun 2006. Dan untuk menjamin independensi, penunjukkan Kantor Akuntan Publik maksimal 5 (lima) tahun berturut-turut, sesuai dengan PBI no. 3/22/PBI/2001 tentang Transparansi Kondisi Keuangan Bank.

The Risk Management Implementation Including the Internal Control System


The management is fairly adequate in identifying and controlling all Banks risks, and fairly active in supervising the policy, procedure, establishment of limits. Bank also has comprehensive Risk Management information system and is quite effective to maintain a sound internal Bank condition.

Penerapan Manajemen Risiko Termasuk Sistem Pengendalian Intern


Manajemen cukup efektif mengidentifikasikan, mengendalikan seluruh risiko Bank dan cukup aktif memantau kebijakan, prosedur, penetapan limit, serta memiliki sistem informasi Manajemen Risiko yang komprehensif dan cukup efektif untuk memelihara kondisi internal Bank yang sehat.

34

Bank Chinatrust Indonesia

Bank has comprehensive procedure and its internal control system is sufficient when considering the goal, size and complexity of business, and risk of the Bank. Banks Management has quite effectively supervised the condition of the Bank according to the sound banking principle and fairly complies with the prevailing laws and regulation and the internal policies and procedure of the Bank. The application of internal control revealed that there are non-material weaknesses and corrective actions have been taken to avoid significant effects on banks condition.

Bank memiliki prosedur dan sistem pengendalian intern yang menyeluruh dan cukup sesuai dengan tujuan, ukuran dan kompleksitas usaha dan risiko yang dihadapi Bank. Manajemen cukup efektif dalam memantau kesesuaian kondisi Bank dengan prinsip pengelolaan Bank yang sehat dan ketentuan yang berlaku serta cukup sesuai dengan kebijakan dan prosedur intern Bank. Sedangkan, penerapan pengendalian intern menunjukkan adanya kelemahan yang tidak material, namun telah dilakukan tindakan korektif sehingga tidak menimbulkan pengaruh significant terhadap kondisi bank.

Facilities to Related Parties and Large Exposures


The Banks already has relatively up-to-date and comprehensive policy, system and procedures on Provisions of Funds to Related Parties and/or large exposures. There is no violation of Legal Lending Limit (LLL) or prudential principles. Diversification of provision of funds is fairly even, in which the decision on Provisions of Funds to Related Parties and/or large exposures is made very independently.

Penyediaan Dana Kepada Pihak Terkait dan Dana Besar


Bank telah memiliki kebijakan, sistem dan prosedur tertulis yang cukup up-to-date dan cukup lengkap untuk penyediaan dana kepada pihak terkait dan penyediaan dana besar. Tidak pernah ada pelanggaran dan pelampauan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) maupun prinsip kehati-hatian. Diversifikasi penyediaan dana cukup merata dimana pengambilan keputusan dalam penyediaan dana kepada pihak terkait dan penyediaan dana besar dilakukan dengan sangat independen.

The Banks Strategic Plan


The Banks Strategic Plan generally aligned with Banks vision and mission. Banks Corporate and Business Plan have been realistically formulated and addressed the external and internal factors, prudential, and sound banking principles.

Rencana Strategis Bank


Rencana Bisnis Bank telah cukup sesuai dengan visi dan misi Bank. Rencana Jangka Panjang dan Rencana Jangka Menengah dan Pendek disusun secara realistis dengan memperhatikan seluruh faktor eksternal dan internal, prinsip kehati-hatian dan azas perbankan yang sehat. Bank belum sepenuhnya mencapai target yang ditetapkan, namun masih dalam batas kewajaran. Target-target yang belum tercapai termasuk penghimpunan dana, penyaluran kredit, kualitas asset, biaya pendidikan dan rencana pembukaan 1 (satu) kantor cabang pembantu. Untuk target-target yang belum sepenuhnya tercapai, Dewan Direksi, melalui pertemuan rutin telah memberikan pengarahan terhadap manajemen senior terkait untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar dapat mengoptimalkan realisasi Rencana Bisnis, serta meningkatkan kinerja untuk mencapai hasil yang direncanakan pada akhir tahun 2009.

Bank has not achieved some of its predetermined targets. However, its still within acceptable limit. The targets not yet achieved include funds collection plan, loan disbursement plan, assets quality, training expense, and the opening of 1 (one) sub-branch office. For the unrealized targets, Banks BOD has provided directions for the senior management through routine meetings in order to optimal the realization of Business Plan and to improve the performance to achieve the target for 2009.

35

Annual Report 2008 Laporan Tahunan

Good Corporate Governance Tata Kelola Perusahaan

The transparency of the financial and non financial condition


BCI regularly provides timely and complete information regarding its financial and non-financial performance to the public through its homepage (http://www.chinatrust.co.id) and other media. The scope of financial and non-financial reports is provided in a timely manner and is complete, accurate, and up-to-date. Bank is transparent in delivering information regarding its products and services, implement customer complaints management effectively and maintain customers private data and information adequately. The scope of the report of the Good Corporate Governance has fulfilled the requirements and has been timely delivered to the shareholder according to the prevailing regulation. Banks Information Management System, especially Banks Internal Report System, is capable to provide data and information in a timely manner and is effective to assist the management in decision making.

Transparansi kondisi keuangan dan non keuangan Bank


BCI secara teratur memberikan informasi yang tepat waktu dan lengkap mengenai informasi keuangan dan nonkeuangan kepada publik melalui homepage (http://www.chinatrust.co.id) dan media yang memadai. Cakupan informasi keuangan dan non-keuangan tersedia secara tepat waktu, lengkap, akurat dan terkini. Bank transparan menyampaikan informasi produk dan jasa, menerapkan pengelolaan pengaduan nasabah dengan efektif serta memelihara data dan informasi pribadi nasabah secara memadai. Cakupan laporan pelaksanaan tata kelola perusahaan sesuai yang dipersyaratkan dan telah disampaikan secara tepat waktu kepada shareholder sesuai ketentuan yang berlaku. Sistem Informasi Manajemen Bank khususnya terkait Sistem Pelaporan Internal Bank mampu menyediakan data dan informasi dengan tepat waktu dan efektif untuk pengambilan keputusan manajemen.

The remuneration package/policy for the members of the Board of Commissioners and Directors
For fiscal year 2008, total remuneration and benefits provided to members of the BOC and BOD were as follows:

Paket/Kebijakan remunerasi bagi anggota Dewan Komisaris dan Direksi


Untuk tahun buku 2008, remunerasi dan tunjangan bagi anggota Dewan Komisaris dan Direksi adalah sebagai berikut:

Total Received in 1 Year/Jumlah Diterima dalam 1 Tahun Types of Remuneration and other Facilities Jenis Remunerasi dan Fasilitas lain
Board of Commissioners Dewan Komisaris Person Orang
1. Remuneration (salary, bonus, routine allowances, tantiem and other facilities in the form of non in kind) Remunerasi (gaji, bonus, tunjangan rutin, tantiem, dan fasilitas lainnya dalam bentuk non-natura) 2. Other facilities in the form of in kind (housing, transportation, health insurance, etc.) which *) Fasilitas lain dalam bentuk natura (perumahan, transportasi, asuransi kesehatan dan sebagainya) yang*): a. can be owned/dapat dimiliki b. can not be owned/tidak dapat dimiliki Total/Jumlah

Board of Directors Dewan Direksi Person Orang Rupiah Rupiah

Rupiah Rupiah

499,769,730

4,598,459,749

3 6

1,043,032,694
(Insurance Premium/ Premi Asuransi)

117,024,600

499,769,730

5,758,517,043

*Note: Only Independent Commissioners who received remuneration from BCI.

*Catatan: Hanya Komisaris Independen yang mendapatkan remunerasi di BCI.

36

Bank Chinatrust Indonesia

Corporate Governance Self Assessment


To assess BCIs governance practices and to comply with Bank Indonesia guideline concerning GCG implementation by Commercial Banks, in 2008 BCI conducted a Corporate Governance self assessment and assessed 11 (eleven) different aspects as follow:

Penilaian Tata Kelola Perusahaan Secara Mandiri


Untuk menilai pelaksanaan tata kelola BCI dan kepatuhan terhadap ketentuan Bank Indonesia dalam pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik oleh Bank Umum, pada tahun 2008 BCI mengadakan self assessment tentang praktek Tata Kelola Perusahannya dengan melakukan penilaian terhadap 11 (sebelas) aspek sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi Kelengkapan dan pelaksanaan tugas Komite

1.

The implementation of the duties and responsibilities of the Board of Commissioners 2. The implementation of the duties and responsibilities of the Board of Directors 3. The completion and implementation of the duties of the Committees 4. The handling of the conflict of interest 5. The implementation of the compliance function 6. The implementation of the internal audit function 7. The implementation of the external audit function 8. The implementation of risk management including the internal control system 9. The facilities to related parties and large exposures 10. The transparency of the financial and non-financial conditions of the Bank, the reports on the implementation of GCG and the internal reporting 11. The Banks strategic plan Ratings for these aspects will be based on the performance of GCG implementation versus the minimum criteria set up by Bank Indonesia. The self assessment results revealed that GCG implementation in BCI has reached the Fair rating with an overall composite score of 2.53 (scale of the highest composite score is <1.5)

Penanganan benturan kepentingan Penerapan fungsi kepatuhan Bank Penerapan fungsi audit intern Penerapan fungsi audit ekstern Fungsi manajemen risiko termasuk sistem pengendalian intern 9. Penyediaan dana kepada pihak terkait dan debitur besar 10. Transparansi kondisi keuangan dan non keuangan, laporan pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan dan pelaporan internal 11. Rencana strategis Bank Pemeringkat dari seluruh aspek di atas dilakukan dengan membandingkan antara kinerja pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan dan kriteria minimum yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia. Penilaian secara mandiri tersebut menyimpulkan bahwa pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan di dalam BCI mendapatkan peringkat Cukup Baik dengan total nilai komposit mencapai 2.53 (skala nilai komposit tertinggi adalah <1.5).

37

Annual Report 2008 Laporan Tahunan

Report of Risk Monitoring Committee Laporan Komite Pemantau Risiko

To implement Good Corporate Governance, BCI has formed a Risk Monitoring Committee which has been functioning effectively to support the Board of Commissioners (BOC) in supervising the Banks risks. The formation of the Risk Monitoring Committee of the Bank is in line with Bank Indonesia Regulation No. 8/4/PBI/2006 dated 30 January 2006 concerning Implementation of Good Corporate Governance for Commercial Banks, and Bank Indonesia Regulation No. 8/14/PBI/2006 dated 05 October 2006 concer ning Amendment to Regulation of Implementation of Good Corporate Governance for Commercial Banks. All members of the Risk Monitoring Committee are independent to the Directors. The Risk Monitoring Committee members consist of 1(one) Independent Commissioner, who serves as Chairman of the Risk Monitoring Committee, 1 (one) Commissioner, and 2 (two) members from independent parties. The Risk Monitoring Committee is responsible for providing recommendations to the BOC on the risk management issues, by conducting evaluation of the consistency between risk management policies with the implementation of the policy, monitoring and evaluating of the implementation of the Risk M a n a g e m e n t C o m m i t t e e s t a s k s , a n d p ro v i d e recommendations to the BOC in regard to enhance the effectiveness of implementing risk management within BCI. As of the end of 2008, members of the Risk Monitoring Committee comprise of:

Dalam rangka menyelenggarakan tata kelola perusahaan yang baik, BCI telah memiliki Komite Pemantau Risiko yang berfungsi secara efektif untuk mendukung Dewan Komisaris (DK) dalam mengawasi risiko-risiko yang dihadapi Bank. Pembentukan Komite Pemantau Risiko BCI sejalan dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/4/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum dan Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/14/PBI/2006 tanggal 5 Oktober 2006 tentang Perubahan Atas Peraturan Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum. Seluruh anggota Komite Pemantau Risiko bersifat independen terhadap Direksi. Anggota Komite Pemantau Risiko terdiri dari 1 (satu) orang Komisaris Independen yang menjabat sebagai Ketua Komite Pemantau Risiko, 1 (satu) orang Komisaris dan 2 (dua) orang dari pihak independen.

Komite Pemantau Risiko bertanggung-jawab untuk memberikan rekomendasi kepada DK mengenai hal-hal pengelolaan risiko dengan melakukan evaluasi tentang kesesuaian antara kebijakan risiko dengan pelaksanaan kebijakan tersebut serta melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan tugas Komite Manajemen Risiko untuk selanjutnya memberikan rekomendasi kepada DK guna peningkatan efektivitas pelaksanaan manajemen risiko BCI. Pada akhir tahun 2008, susunan anggota Komite Pemantau Risiko adalah sebagai berikut:

Members of the Risk Monitoring Committee Anggota Komite Pemantau Risiko Chairman/Ketua Member/Anggota Imbang Jaya Mangkuto Zairyanto Poedjiaty Hans Tedjasaputra William Hon Independent Commissioner/Komisaris Independen Independent Party/Pihak Independen Independent Party/Pihak Independen Commissioner/Komisaris

During 2008, the Risk Monitoring Committee performed the following activities: 1. Evaluated and reviewed risk management policy and internal regulations.

Hal-hal yang telah dilakukan Komite Pemantau Risiko selama tahun 2008 sebagai berikut: 1. Melakukan evaluasi dan mengkaji ulang atas kebijakan dan peraturan internal tentang kebijakan manajemen risiko

38

Bank Chinatrust Indonesia

2. Provided recommendation to the BOC in the establishment and revision to risk management policy. 3. Evaluated BODs report towards Risk Management policy implementation.

2. Memberikan masukan kepada DK dalam penyusunan dan perbaikan kebijakan manajemen risiko. 3. Melakukan evaluasi terhadap laporan pertanggungjawaban Direksi atas pelaksanaan kebijakan manajemen risiko. 4. Mengevaluasi langkah-langkah yang diambil oleh Direksi dalam rangka memenuhi peraturan Bank Indonesia dan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam rangka pelaksanaan prinsip kehati-hatian yang berkaitan dengan manajemen risiko. 5. Melakukan evaluasi atas Laporan Profil Risiko Triwulanan yang disampaikan oleh Direksi kepada Bank Indonesia dan memberikan masukan kepada Direksi melalui DK mengenai upaya peningkatan pengukuran risiko komposit sehingga benar-benar mencerminkan tingkat risiko yang harus dikelola oleh BCI. 6. Memantau program perbaikan kredit bermasalah (NPL) dan mewajibkan Bank untuk melakukan uji ketahanan kredit sekali dalam 6 bulan. 7. Memantau rencana pendukung untuk menjaga kondisi likuiditas dan mewajibkan Bank untuk melakukan analisa sensitivitas. Dalam melaksanakan kegiatan diatas, selama tahun 2008 Komite Pemantau Risiko telah melakukan 4 (empat) kali rapat dengan tingkat kehadiran 100%.

4. Evaluated BODs actions in fulfilling Bank Indonesias regulations and other prevailing regulations with regard to prudential principles related to risk management.

5. Evaluated the Quarterly Risk Profile Report submitted to Bank Indonesia, and provided recommendation to improve composite risk measurement, so that it reflects the risk level to be managed by the Bank.

6. Monitored the program to improve NPL level and required bank to conduct semi-annual credit stress test.

7. Monitored the action plan to sustain the liquidity level and required bank to conduct sensitivity analysis.

To accomplish the above activities, during 2008 the Risk Monitoring Committee has held 4 (four) meetings with 100% attendance level.

Risk Monitoring Committee/Komite Pemantau Risiko

Imbang Jaya Mangkuto Chairman/Ketua

39

Annual Report 2008 Laporan Tahunan

Report of Audit Committee Laporan Komite Audit

To implement good corporate governance, BCI has formed an Audit Committee which is functioning effectively.

Dalam rangka menyelenggarakan tata kelola perusahaan yang baik, BCI telah memiliki Komite Audit yang berfungsi secara efektif. Komite Audit BCI dibentuk sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/4/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum dan Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/14/PBI/2006 tanggal 5 Oktober 2006 tentang Perubahan Atas Peraturan Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum.

An Audit Committee of the bank has been formed pursuant to Bank Indonesia Regulation No. 8/4/PBI/2006 dated 30 January 2006 concerning Implementation of Good Corporate Governance for Commercial Banks, and Bank Indonesia Regulation No. 8/14/PBI/2006 dated 05 October 2006 concer ning Amendment to Regulation of Implementation of Good Corporate Governance for Commercial Banks. The Audit Committee is responsible for providing independent professional opinion to the Board of Commissioners (BOC) on the report and other information submitted by the Board of Directors (BOD), and to identify issues which might require the attention of the BOC. The Audit Committee conducts its duties based on the Audit Committee Guidelines. All members of the Audit Committee are independent to the Directors as well as to external auditors, and include an Independent Commissioner who serves as Chairman of the Audit Committee. The composition of the Audit Committee as of 31 December 2008 was as follows:

Komite Audit bertugas memberikan pendapat professional yang independen kepada Dewan Komisaris (DK) mengenai laporan dan informasi lain yang disampaikan oleh Direksi, dan mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian DK. Komite Audit melaksanakan tugas-tugasnya berdasarkan Panduan Komite Audit. Seluruh anggota Komite Audit bersifat independen terhadap Direksi maupun auditor eksternal, dan beranggotakan seorang Komisaris Independen yang menjabat sebagai Ketua Komite Audit.

Berdasarkan posisi per 31 Desember 2008 susunan Komite Audit adalah sebagai berikut:

Composition of the Audit Committee Susunan Komite Audit Chairman/Ketua Member/Anggota Irwan Siregar Zairyanto Poedjiaty Hans Tedjasaputra William Hon Independent Commissioner/Komisaris Independen Independent Party/Pihak Independen Independent Party/Pihak Independen Commissioner/Komisaris

Activities and reviews of the Audit Committee during 2008 among other things included: 1. Review the level of adequacy and effectiveness of BCIs internal control mechanism. 2. Review the level of adequacy of measures taken by management to follow-up recommendations made by the internal audit unit, external auditors, and Bank Indonesia.

Kegiatan dan hasil kerja Komite Audit selama tahun 2008 antara lain sebagai berikut: 1. Menelaah tingkat kecukupan dan efektivitas pengendalian internal BCI. 2. Menelaah tingkat kecukupan upaya manajemen dalam menindak lanjuti rekomendasi dari internal audit, eksternal audit dan hasil pemeriksaan Bank Indonesia.

40

Bank Chinatrust Indonesia

3. Review the quality of the internal audit function by evaluating the plans, performance, results, and effectiveness of the implementation of the follow-up action to the internal audit findings. 4. To evaluate the execution of audit standards, including a review of the independency and objectivity of the external auditors as well as a review of the adequacy of the audit works performed to ensure that all critical risks have been considered. 5. Provide recommendation to the BOC on the appointment of a Public Accountant which shall then be presented to the Annual General Meeting of Shareholders for approval.

3. Menelaah kualitas pelaksanaan fungsi audit internal yaitu dengan melakukan evaluasi atas rencana kerja dan kinerja Internal Audit, dan efektivitas dari pelaksanaan tindak lanjut hasil temuan Internal Audit. 4. Melakukan evaluasi atas efektivitas audit, termasuk menelaah independensi dan obyektivitas auditor ekstern serta menelaah kecukupan pemeriksaan yang dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh risiko yang penting telah dipertimbangkan. 5. Memberikan rekomendasi kepada DK berkaitan dengan penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk kemudian dapat disetujui pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan. Dalam melaksanakan kegiatan diatas, selama tahun 2008 Komite Audit telah melakukan 4 (empat) kali rapat dengan tingkat kehadiran 100%.

To accomplish the above activities, during 2008 the Audit Committee has held 4 (four) meetings with 100% attendance level.

Audit Committee/Komite Audit

Irwan Siregar Chairman/Ketua

41

Annual Report 2008 Laporan Tahunan

Corporate Social Responsibilities Tanggung Jawab Sosial

As a company that operates in Indonesia, BCI strives to continue its tradition in implementing its Corporate Social Responsibilities (CSR) program to increase its social awareness of the surrounding environments. Perceiving itself to be a member of the community where the Company is operationally established, BCI implements a spirit of solidarity and brotherhood in form of selected and well considered social activities during 2008 as follows:

Sebagai perusahaan yang beroperasi di Indonesia, BCI senantiasa berupaya untuk melanjutkan tradisi melaksanakan program tanggung jawab sosial perusahaan guna meningkatkan rasa kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Hal ini dilaksanakan mengingat BCI merupakan bagian dari komunitas tempatnya beroperasi, dan sebagai perwujudan dari sikap solidaritas dan persaudaraan dalam bentuk kegiatan sosial yang terseleksi dan terencana dengan baik, sepanjang tahun 2008, sebagai berikut: Sebagaimana di tahun-tahun sebelumnya, karyawan BCI kembali menunjukan kepeduliannya dengan melakukan kegiatan pengumpulan dana untuk membantu sesama yang kurang beruntung. Selanjutnya, pada tanggal 15 Maret 2008 karyawan BCI juga menyumbangkan alatalat perlengkapan sekolah, makanan, pakaian, mainan dan uang tunai kepada TK Citra Mulia, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dalam rangka memperingati HUT ke-11, pada tanggal 15 Mei 2008 BCI berkerja sama dengan PMI kembali menyelenggarakan aksi sosial donor darah yang diikuti oleh sekitar 70 karyawan dari jajaran Direksi sampai staff, termasuk ekspatriat. Acara ini diselenggarakan di kantor pusat BCI di Sudirman. Melalui acara ini, perseroan berharap sumbangan ini dapat membantu PMI dalam menyediakan kebutuhan darah bagi mereka yang membutuhkan. Setetes darah dapat menyelamatkan jiwa sesama. Itulah yang menjadikan pemikiran untuk melaksanakan kegiatan donor darah tersebut. Acara ini juga direncanakan untuk menjadi salah satu agenda kegiatan rutin CSR tahunan dari Perusahaan. Kegiatan ini adalah merupakan suatu contoh untuk mengimplementasikan CSR dengan partisipasi penuh dari seluruh karyawan Perusahaan. Sedangkan untuk karyawan, BCI melanjutkan kegiatan internal seperti family gathering, olah-raga, buka puasa bersama, halal bihalal dan sebagainya yang dimaksudkan untuk meningkatkan hubungan yang harmonis diantara segenap jajaran BCI guna membangun kerjasama tim yang kuat dalam Perusahaan.

As in the previous years, BCI employees showed their care by conducting fund raising activities to help the poor and underprivileged communities. Furthermore, on 15 March 2008, BCI employees also donated school stationeries, learning and writing utensils, food, clothing, toys and cash to TK Citra Mulia, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

In celebration of BCIs 11th Anniversary celebration, on 15 May 2008 in cooperation with Indonesias Red Cross (PMI), BCI organized blood donations social activity which were participated by approximately 70 employees, from managerial to staff levels, including the expatriates. This activity was held at the BCI Head Office in Sudirman. Through this program, BCI hopes that the donation may assist the PMI to provide blood supply to those in needs. One drop of blood can save others lives; this was the motive to implement the blood donation activity. This activity is also planned to be one of the routine annual CSR programs of the Company. It is an example of CSR implementation with full participation of its employees.

Whereas for employees, BCI continues to hold internal events such as family gathering, sports activities, fastbreaking together, religious gathering events and many others things, all of which shall be strengthening the relations at all levels at BCI toward a solid team within the Company.

42

Bank Chinatrust Indonesia

Undeniably, when referring to the ideal CSRs concepts, what we have done so far up to the end of year 2008 is not perfect. However, we always strive to continue making improvements and doing the best. BCI believes that all programs implemented, shall contribute positively to the corporate image, shareholders values and BCI business development and continuous success in the future. We hope that those programs could benefit the society we care for.

Memang apa yang kami lakukan sampai akhir tahun 2008 ini belumlah sempurna sesuai konsep ideal dari CSR, namun kami memiliki semangat untuk terus melakukan perbaikan dan pembenahan. BCI yakin bahwa semua program yang telah dijalankan tersebut pada akhirnya akan memberikan kontribusi positif bagi corporate image yang akan meningkatkan nilai pemegang saham yang berdampak pada peningkatan bisnis dan sukses yang berkelanjutan bagi Bank Chinatrust Indonesia. Merupakan harapan kami bahwa apa yang telah kami lakukan bisa bermanfaat bagi masyarakat.

43

Annual Report 2008 Laporan Tahunan

Compliance Kepatuhan

BCI is committed to provide all its customers with security of their assets through maintaining a highly professional management team and performance standard to achieve an optimal balance between the prudent banking practice and the sustainable growth. Prudential has long been and will continue to be the tradition and the hallmark of BCI. Management aims to avoid compliance risk and to sustain the bank's image as a responsible company as well as to maintain discipline and business ethics, which represent the score of BCI's compliance culture. BCI has established an independent Compliance Function within the bank organization. The functional head has a direct reporting channel to the President Director and can communicate directly to the Board of Commissioners. The function is responsible for ensuring bank fully addresses to all regulatory requirements. In addition to the formal function established, bank also provides policy and programmes to monitor business activities, as well as in liaison with all relevant external bodies. Compliance function advises the Management on all changes in the regulatory framework as well as responsible for disseminating this information within the bank.

BCI berkomitmen untuk menjaga keamanan aset semua nasabahnya dengan menyediakan tim manajemen yang sangat profesional dan berperforma tinggi untuk mencapai keseimbangan optimal antara praktik perbankan yang hatihati dan pertumbuhan yang stabil. Sikap hati-hati ini telah lama dan akan terus menjadi tradisi dan ciri khas BCI. Manajemen berusaha menghindari risiko kepatuhan dan mempertahankan citra bank sebagai perusahaan yang bertanggung jawab serta memelihara disiplin dan etika bisnis yang merupakan inti dari budaya kepatuhan BCI. BCI memiliki unit kepatuhan yang berfungsi independen di dalam organisasi bank. Kepala unit kepatuhan melapor secara langsung kepada Presiden Direktur dan dapat berkomunikasi langsung dengan Dewan Komisaris. Fungsi kepatuhan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa bank mematuhi semua ketentuan yang berlaku. Selain membentuk unit kepatuhan, bank juga memiliki kebijakan dan program untuk memonitor kegiatan usaha dan juga berkerja sama dengan semua badan eksternal yang terkait. Fungsi Kepatuhan menginformasikan kepada Manajemen perubahan-perubahan terhadap ketentuan yang ada dan menginformasikannya pula ke semua jajaran terkait didalam bank. BCI memenuhi standar kepatuhan sesuai dengan peraturan Bank Indonesia dan pemerintah negara Indonesia yang berlaku. Kepatuhan internal mencakup kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur kehati-hatian serta standard etika. Sedangkan kepatuhan eksternal mencakup semua peraturan dan undangundang yang dikeluarkan pihak berwenang di bidang keuangan dan perbankan serta praktek pasar.

BCI is in full compliance with the prevailing regulations and laws.

Internal compliance covers prudential policy and procedure and the application of ethical standard bank wide. External compliance covers all banking and finance authority regulations and laws as well as market practice.

Regulatory Compliance:
Capital Adequacy Ratio: The bank's CAR as at 31 December 2008 was 33.76%, above the minimum requirement by the Bank Indonesia of 8%.

Peraturan Perundang-undangan:
Rasio Kecukupan Modal: Rasio Kecukupan Modal pada tanggal 31 Desember 2008 adalah sebesar 33,76%. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan dengan angka minimum 8% yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Kredit Bermasalah: Kredit Bermasalah Bruto per tanggal 31 Desember 2008 sebesar 4,02%, yang mana ketentuan Bank Indonesia adalah sebesar 5%. Dan rasio Kredit Bermasalah Neto adalah sebesar 2,30%.

Non Performing Loan: The gross NPL ratio as of 31 December 2008 was 4.02% compared with the limit of 5% set by the Bank Indonesia. And the net NPL ratio was 2.30%.

44

Bank Chinatrust Indonesia

Net Open Position: The bank's NOP ratio at reporting date was 2.01% compared with the Bank Indonesia maximum limit of 20% of Capital. Legal Lending Limit: Bank Indonesia set maximum limits on the percentages of a banks credit which could be granted to related parties maximum 10% of the bank's capital, non related parties one borrower maximum 20% of bank's capital, and maximum 25% of bank's capital to one group of borrower. As of 31 December 2008, there were no loans excess and violation to the LLL requirements set by Bank Indonesia. Anti Money Laundering & Know Your Customer Principles : BCI is in full compliance with the Anti Money Laundering legislation and Bank Indonesia regulation concerning KYC Principles.

Posisi Devisa Neto: Rasio Posisi Devisa Neto Bank adalah sebesar 2,01% sementara batas maksimum yang ditetapkan oleh Bank Indonesia adalah 20% dari modal. Batas Maksimum Pemberian Kredit: Bank Indonesia menetapkan Batas maksimum prosentase kredit yang boleh diberikan bank kepada nasabah pihak terkait maksimum 10% dari modal bank, nasabah tidak terkait satu peminjam maksimum 20% dari modal bank, serta maksimum 25% dari modal bank untuk satu kelompok peminjam tidak terkait. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2008 tidak ada pelampauan atau pelanggaran diatas Batas Maksimum Pemberian Kredit yang ditentukan Bank Indonesia. Anti Pencucian Uang & Prinsip Mengenal Nasabah: BCI mematuhi sepenuhnya peraturan perundangundangan mengenai praktek pencucian uang dan peraturan Bank Indonesia tentang Prinsip Mengenal Nasabah. Disamping adanya pengawasan aktif dari Manjemen terhadap pelaksanaan Anti Pencucian Uang dan Prinsip Mengenal Nasabah, Bank telah membentuk Unit Kerja Pengenalan Nasabah, menyediakan Kebijakan dan Prosedur terkait Anti Pencucian Uang dan Prinsip Mengenal Nasabah, membentuk data base dari nasabah, memberikan pelatihan secara teratur kepada karyawan, memastikan pengembangan IT System agar lebih menunjang pelaksanaan prinsip mengenal nasabah. Giro Wajib Minimum (GWM) Bank Indonesia menetapkan GWM dalam rupiah sebesar 5% dari Dana Pihak Ketiga (DPK) dalam rupiah, serta tambahan GWM dalam rupiah yang besarnya ditetapkan berdasarkan DPK dan LDR. Sedangkan untuk GWM dalam valuta asing ditetapkan sebesar 1% dari DPK dalam valuta asing.

In addition to the Management's active supervision to the implementation of Anti Money Laundering and KYC Principles, Bank has also set a KYC Working Unit, provided required Policy & Procedure, set-up customer profile data base, conducted regular AML & KYC training to its employees, enhanced its IT System to support the implementation of KYC principles.

Statutory Reserve Bank Indonesia stipulates The Statutory Reserve requirement in rupiahs at 5% of Third Party Funds in rupiahs and in addition to fulfilling the requirement, Banks are required to hold additional Statutory Reserves in rupiahs determined on the basis of Third Party Fund and Loan to Deposit Ratio. Statutory Reserve in foreign currencies is stipulated at 1% of Third Party Fund in Foreign Currencies. As of 31 December 2008, Bank has complied with the obligation to maintain the required Statutory Reserve.

Per tanggal 31 Desember 2008, Bank telah memenuhi kewajiban memelihara GWM tersebut.

45

Annual Report 2008 Laporan Tahunan

Human Resources Management Manajemen Sumber Daya Manusia

BCI always prioritizes competencies and professionalism in Human Resource management. The improvement of the professionalism of the Banks management and employees is our priority in order to optimize their abilities and contribution in carrying out their duties in year 2008 responsibly, and to comply with any other principles and regulation in Indonesian banking industry.

BCI selalu mengutamakan kompetensi dan profesionalitas didalam manajemen Sumber Daya Manusia. Peningkatan profesionalisme dari seluruh pengurus dan karyawan Bank adalah prioritas kami agar dapat memaksimalkan kemampuan dan kontribusi di dalam menjalankan tugas-tugas mereka sepanjang tahun 2008 baik secara bertanggung jawab, serta memenuhi kaidah-kaidah dan peraturan-peraturan yang berlaku di industri perbankan Indonesia.

Recruitment
Our total staff increased by 3.6% at the end of 2008 when compared with end of 2007 or early 2008 numbers. The detail is as followed:

Rekruitmen
Total karyawan kami meningkat sebanyak 3,6% pada akhir 2008 dibandingkan angka akhir 2007/awal 2008. Adapun perinciannya adalah sebagai berikut:

31 Dec 2006 31 Dec 2007 Number of Employees Jumlah Karyawan Length of Experience Lama Pengalaman 0 - 3 years/tahun 3 - 6 years/tahun 6 - 9 years/tahun above 9 years/diatas 9 tahun Last Education Pendidikan Terakhir Other School Certificate/SD-SMP Senior High School/SMA Diploma/(D1-D3) Bachelor/S1 Degree/S2 238 278

31 Dec 2008 288

127 73 26 12 4 19 34 168 13

147 57 47 27 1 14 37 207 19

139 62 44 43 1 14 36 217 20

Training
During 2008, Bank has conducted many of internal and external trainings/workshops. The employees have been sent to overseas and to CTCB Taipei to attend some workshops or trainings. In addition to the mentioned training, we also provide other technical training for the staff. Total investment made to the human resources development is IDR 2.43 billion a year. In year 2008, the total of BCI training expenses only achieved 4.26% from total employee expenses and according to Decision Letter of Director of Bank Indonesia which stated that every Bank should allocate its training budget at no less than 5% of total employee expenses. And if Bank does not

Pelatihan
Selama tahun 2008, Bank telah melaksanakan berbagai macam pelatihan baik internal maupun eksternal. Beberapa karyawan telah dikirimkan ke luar negeri dan ke CTCB Taipei untuk mengikuti beberapa pelatihan. Bank juga telah melaksanakan beberapa pelatihan teknis untuk seluruh karyawan. Jumlah investasi untuk pengembangan SDM BCI berjumlah IDR Rp. 2,43 milyar per tahun. Pada tahun 2008, total biaya pelatihan BCI baru mencapai 4.26% dari total biaya ketenagakerjaan, sedangkan berdasarkan Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No. 31/310/KEP/DIR menyebutkan bahwa Bank diwajibkan untuk menyediakan dana pendidikan sekurang-kurangnya 5% dari total biaya karyawan, dan apabila Bank tidak mencapai 5%,

46

Bank Chinatrust Indonesia

achieved 5% for training expenses, then the remaining budget should be allocated in the Training Budget for the incoming year or transfer it to Indonesia Bankers Institute (IBI). Therefore BCI has allocated its remaining training budget in 2008 as amount of Rp. 443,934,000 in the training budget for 2009. In order to increase risk awareness in the organization, we noted that Banks has worked to improve and expand employees knowledge in Risk Management. In 2008, total 77 staffs have passed the level I Risk Management Certification examination, 23 staffs have passed the level 2 Risk Management Certification examination and 3 staffs have passed the level 3 Risk Management Certification examination.

maka kekurangan biaya pendidikan tersebut di tambahkan ke dalam biaya pendidikan tahun berikutnya atau dikirimkan ke Institut Bankir Indonesia (IBI). Sehingga BCI telah mengalokasikan kekurangan biaya pendidikan tahun 2008 tersebut sebesar Rp. 443.934.000 ke dalam biaya pendidikan tahun 2009. Dalam hal meningkatkan pengetahuan akan risiko yang timbul dalam organisasi, Bank telah berusaha untuk mengembangkan dan melanjutkan pengetahuan karyawan BCI di dalam Manajemen Risiko. Selama tahun 2008, total 77 orang karyawan dinyatakan lulus ujian Sertifikasi Manajemen Risiko Level 1, 23 orang karyawan dinyatakan lulus ujian Level 2 dan 3 orang karyawan dinyatakan lulus Level 3. Bank telah melaksanakan sertifikasi lainnya antara lain AAJI, Bankassurance, WAPERD bagi karyawan Bank yang diwajibkan bersamaan dengan rencana strategis Bank untuk mengeluarkan berbagai macam produk Bank. Selain dengan berbagai macam pelatihan yang disebutkan diatas, Bank juga telah melaksanakan pelatihan teknis untuk karyawan-karyawan Bank.

Other certification such as AAJI, Bankassurance and WAPERD certification for the required function and position has also been completed along with Banks strategic plan to have a wider range of products. In addition to the mentioned training, we also provide other technical training for the staff.

Performance Appraisal
Performance Appraisal for employee in BCI can be performed once a year in order to evaluate employees duties and responsibilities given for 1 (one) year. Performance Appraisal is also for employees promotion based on achievement of employees goals and objectives.

Penilaian Kinerja
Penilaian kinerja setiap karyawan pada BCI dilakukan setiap tahun guna menilai karyawan dalam memenuhi tugas dan tanggung jawab yang diberikan selama 1 (satu) tahun. Penilaian karyawan ini juga untuk menentukan peningkatan jabatan bagi setiap karyawan yang memenuhi tugas dan tanggung jawab yang diberikan.

47

Annual Report 2008 Laporan Tahunan

Information Technology Teknologi Informasi

In accordance with the business plan, in 2008, the technology development to support the growth of Treasurys business along with a good Market Risk Management has been conducted successfully. Treasury Business Unit could start developing new products according to its customers needs.

Sesuai dengan perencanaan, di tahun 2008 ini, Pengembangan Teknologi untuk menunjang bisnis Treasury dengan Pengendalian Risiko Pasar yang memadai, telah terlaksana dengan baik. Bisnis Unit Treasury telah dapat menerbitkan produk-produk baru untuk bisa disesuaikan dengan kebutuhan nasabahnya. Di area Wealth Management, sejalan dengan kebutuhan pengembangan bisnis, pengembangan sistem Wealth management juga terus berjalan. Pemenuhan kepatuhan terhadap regulasi Bank Indonesia telah mendapat dukungan yang baik dari Teknologi Informasi dengan terus dikembangkannya sistem KYC dan pelaporan anti pencucian uang serta sistem pelaporan bulanan Basel-2. Beberapa rencana pengembangan berikutnya di area peningkatan layanan kepada nasabah seperti Cash Management, Internet Banking dan lain-lain telah menjadi prioritas utama.

In the Wealth management business area, in line with the business plan, the Wealth Management system is continuously being developed and improved. Information Technology also provided good supports for bank compliances with regard to Bank Indonesias regulation especially in developing KYC & anti money laundering and Basel-2 monthly reporting system.

Other improvement in the customer service area, such as Cash Management, Internet Banking, and other areas have also become our main priority.

48

Bank Chinatrust Indonesia

Network Jaringan Usaha

Head Office/Kantor Pusat


Wisma Tamara, 15th-17th. Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav. 24 Jakarta 12920, Indonesia Tel : (62-21) 255 78787 (hunting) Fax : (62-21) 520 6378 (general) (62-21) 520 6767 (Marketing) i-Telex : 760266 CTCB IA SWIFT : CTCBIDJA E-mail : contact@chinatrust.co.id Website : www.chinatrust.co.id

Sub Branches/Kantor Cabang Pembantu


Cikarang Komplek Ruko Union, Blok A No. 2 Jl. M.H. Thamrin, Lippo Cikarang Bekasi 17550 - Indonesia Tel : (62-21) 8990 6688 Fax : (62-21) 8990 6868 Karawaci Karawaci Office Park (Ruko Pinangsia) Blok M No.19 Lippo Karawaci 1200 Tangerang 15811- Indonesia Tel : (62-21) 5576 4558 Fax : (62-21) 5576 4556 Kelapa Gading Jl. Boulevard Barat Raya Blok XC.09 No. 1 2 Kelapa Gading Jakarta 14240, Indonesia Tel : (62-21) 4587 7078 Fax : (62-21) 4587 7077 Mangga Dua Komplek Ruko Textile Blok E4 No. 2 Jl. Mangga Dua Raya Jakarta 14230, Indonesia Tel : (62-21) 612 5058 Fax : (62-21) 612 5056 Functional Office/Kantor Fungsional Gedung Plaza Kaha, Room 201-202 Jl. KH Abdullah Syafei No. 20 Jakarta 12840, Indonesia Tel : (62-21) 837 04 031

Branches/Kantor Cabang
Bandung Wisma Lippo, 7th. Floor, Jl. Gatot Subroto No. 2 Bandung 40262, Indonesia Tel : (62-22) 730 5900 (hunting) Fax : (62-22) 730 8878 (general) (62-22) 731 6888 (Marketing) SWIFT : CTCBIDJABDG Surabaya Wisma Dharmala, 6th. Floor, Jl. Panglima Sudirman 101-103 Surabaya 60271, Indonesia Tel : (62-31) 534 8008 (hunting) Fax : (62-31) 534 8007 SWIFT : CTCBIDJASBY

49

Annual Report 2008 Laporan Tahunan

Profile of Board of Commissioners Profil Dewan Komisaris

DR. Jeffrey Len Song Koo President Commissioner Presiden Komisaris Dr. Koo graduated from New York University and received an honorary Ph.D. from De La Salle University, Philippines. Besides holding the Chairman position at Chinatrust Financial Holding Company Ltd in Taiwan, Dr. Koo is also actively involved in promoting multilateral trade and regional economic development. He chairs more than 50 bilateral cooperation around the world.

Dr. Koo lulus dari New York University dan memperoleh gelar Ph.D. dari De La Salle University, Filipina. Selain menjabat posisi sebagai Chairman di Chinatrust Financial Holding Company Ltd di Taiwan, Dr. Koo juga berpartisipasi secara aktif dalam memajukan perdagangan multilateral dan pengembangan ekonomi regional. Beliau mengetuai lebih dari 50 kerjasama bilateral dalam bidang ekonomi di seluruh dunia.

James Chen Commissioner Komisaris Mr. Chen was effectively appointed as PT Bank Chinatrust Indonesias commissioner starting from 26 July 2006. He graduated from The City University of New York in year 1990 and received an MBA degree. His career in Chinatrust Commercial Bank started in 1999 as the Vice President for Regional Offices in Taipei. Prior to that, he was Vice President at ABN Amro Bank, Taipei. Currently he is the President and holds the concurrent position of Standing Executive of Executive Committee of Chinatrust Financial Holding Company. Mr. Chen also holds the position as Director of Chinatrust Bank (U.S.A.) and President of Institutional Banking Group in Chinatrust Commercial Bank.

Mr. Chen resmi menjadi Komisaris PT Bank Chinatrust Indonesia sejak tanggal 26 Juli tahun 2006. Beliau lulus dari The City University of New York pada tahun 1990 dan memperoleh gelar Master. Pada tahun 1999, beliau bergabung dengan Chinatrust Commercial Bank dengan jabatan Vice President di kantor regional, Taipei. Sebelum itu, beliau menjabat sebagai Vice President di Bank ABN Amro, Taipei. Saat ini, beliau adalah Presiden dari Institutional Banking Grup di Chinatrust Commercial Bank.

50

Bank Chinatrust Indonesia

William Hon Commissioner Komisaris Effective 07 February 2006, Mr. Hon becomes commissioner of PT Bank Chinatrust Indonesia. He holds a BAA Degree from Lecole des Hautes Etudes Commerciales and an MBA degree from Concordia University. Mr. Hon has more than 25 years of banking experiences and joined Chinatrusts US subsidiary as its President and CEO in 2002. Presently, he is the Managing Director of Corporate Banking Division, International of Chinatrust Commercial Bank and holds the concurrent position of Director of Chinatrust Bank (U.S.A.) and Chairman of Chinatrust (Phils.) Commercial Bank Corporation and Chairman of CTC Bank of Canada.

Terhitung sejak tanggal 7 Februari 2006, Mr.Hon resmi menjadi Komisaris PT Bank Chinatrust Indonesia. Beliau memperoleh gelar BAA Degree dari Lecole des Hautes Etudes Commerciales dan MBA dari Universitas Concordia. Mr.Hon memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun dalam bidang perbankan dan bergabung dengan subsidiari Chinatrust USA sebagai Presiden dan CEO pada tahun 2002. Saat ini Beliau menjabat sebagai Executive Vice President of Financial Holding Company dan CEO di Chinatrust Bank (U.S.A.). Beliau juga sebagai Chairman di Chinatrust (Phils.) Commercial Bank Corporation dan Chairman di CTC Bank of Canada.

Irwan Siregar Independent Commissioner Komisaris Independen Irwan Siregar has been the Banks Independent Commissioner since December 2008. He graduated with a Bachelor of Arts (Honours) degree in Economics from University of Staffordshire, England in 1982. After having worked in the International Tin Council, London in 1983, he joined the state bank, Bank Bumi Daya-International Division, in Jakarta in 1985 to begin his banking career. In late 1986, he joined ABN Amro Bank and worked in the various areas of the bank, namely in International Correspondent Banking Unit, Commodity and Trade Finance Unit, and as Manager in Corporate Banking Department. In 1992, he joined the Chase Manhattan Bank as Vice President in Corporate Finance, and thereafter moved to American Express Bank in 1994 to head a marketing unit as a Director in Corporate Banking. In 1998, he joined the Indonesian Bank Restructuring Agency (IBRA), reaching the position of Deputy Chairman in charge of Asset Management Credit in early 2000. From 2000-2001, he also served as member of the Board of Commissioners of Bank Danamon. In December 2001, he left IBRA to set up his own financial advisory firm, PT Amaco Asia, which he currently heads as President Director.

Irwan Siregar menjabat sebagai Komisaris Independen PT Bank Chinatrust Indonesia sejak bulan Desember 2008. Memperoleh gelar Bachelor of Arts (Honours) dari Fakultas Ekonomi, Universitas Staffordshire, Inggris pada tahun 1982. Setelah bekerja di International Tin Council di London pada tahun 1983, bergabung dengan bank pemerintah, Bank Bumi Daya Urusan Luar Negeri, di Jakarta pada tahun 1985 untuk memulai karirnya di perbankan. Pada tahun 1986, pindah ke ABN Amro Bank dan bekerja di beberapa bagian, yaitu International Correspondent Banking Unit, Commodity and Trade Finance Unit, dan sebagai Manager di Corporate Banking. Pada tahun 1992, bergabung dengan Chase Manhattan Bank sebagai Vice President di Corporate Finance, dan pindah ke American Express Bank pada tahun 1994 untuk memimpin satu unit marketing sebagai Direktur di Corporate Banking. Pada tahun 1998, bergabung dengan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), dan dilantik sebagai Deputi Chairman untuk bidang Aset Manajemen Kredit pada awal tahun 2000. Pada periode yang sama, Ia juga duduk sebagai anggota komisaris Bank Danamon dari tahun 2000 sampai awal 2002. Pada akhir 2001, mengakhiri karirnya di BPPN, dan mendirikan usahanya sendiri di bidang financial advisory, PT Amaco Asia, yang sampai sekarang ia pimpin sebagai Presiden Direktur.

51

Annual Report 2008 Laporan Tahunan

Profile of Board of Commissioners Profil Dewan Komisaris

Andreas Andhika Bunanta Independent Commissioner Komisaris Independen Andreas Andhika Bunanta has been an Independent Commissioner since October 2007. He graduated from the Faculty of Engineering, University of Trisakti in 1990 and earned a Master in Business Administration from the University of Michigan, USA, in 1993. He started his career in the Financial Planning Department at Procter and Gamble International in 1992, before entering into banking career in 1993 with The Chase Manhattan Bank, N.A. Three years later (1996), he was Assistant Vice President at PT Bank Indonesia Raya, Tbk. In 1998, he joint the Indonesian Bank Restructuring Agency (IBRA) as Vice President and Group Head, then in 2000, served as Senior Vice President of PT Bank Danamon Indonesia, Tbk. He became Director at PT Hudson Advisors Indonesia from 2001 to 2004. His present position is Managing Director of PT. GCI Capital Indonesia.

Andreas Andhika Bunanta menjabat sebagai Komisaris Independen PT Bank Chinatrust Indonesia sejak bulan Oktober 2007. Lulus dari Fakultas Teknik, Universitas Trisakti pada tahun 1990 dan mendapat gelar Master of Business Administration dari University of Michigan, USA pada tahun 1993. Memulai karirnya di bidang Perencana Keuangan di Procter and Gamble Internasional pada tahun 1992, sebelum terjun di dunia perbankan pada tahun 1993 di The Chase Manhattan Bank, N.A. Tiga tahun kemudian (1996) bergabung dengan PT Bank Indonesia Raya, Tbk. sebagai Assistant Vice President. Pada tahun 1998 menempati posisi Vice President dan Group Head di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), kemudian pada tahun 2000 menjadi Senior Vice President di PT Bank Danamon Indonesia, Tbk. Bergabung dengan PT Hudson Advisors Indonesia sebagai Direktur dari tahun 2001 hingga 2004. Saat ini menjabat sebagai Managing Director PT GCI Capital Indonesia.

Imbang Jaya Mangkuto Independent Commissioner Komisaris Independen Imbang Jaya Mangkuto has been an Independent Commissioner since December 2008. He received his Masters degree in Finance from University of Oregon in 1989 and in Syariah Economic and Finance from University of Indonesia in 2004. He joined several short domestic and international courses. He joined Bank Umum Nasional in 1984 serving as Foreign Exchange Trader. He then joined Citibank NA in 1989 and subsequently served as Treasury Manager at the Jakarta Branch and Citibank Singapore Asia Pacific Treasury Office in 1990. In 1995, he moved to Bakrie Finance Corporation, and served in several capacities, including Vice President Planning and Business Development, Finance and Compliance Director. His final position at Bakrie Finance Corporation was as President Director. He then joined Muamalat Institute in 2002 as Senior Advisor Syariah Finance. From 2006 through 2008, he was the Dean of the Bakrie School of Management. He is currently partner of Mitra Interjasa Finance Consulting, member of Madani Professional Community, as well as Executive Director of Bakrie Education Foundation.

Imbang Jaya Mangkuto menjabat sebagai Komisaris Independen PT Bank Chinatrust Indonesia sejak bulan Desember 2008. Mendapat gelar MBA di bidang Finance dari University of Oregon pada tahun 1989, dan di bidang Ekonomi Syariah dan Keuangan Universitas Indonesia pada tahun 2004. Mengikuti pelatihan dan kursus-kursus di dalam dan luar negeri. Bergabung dengan Bank Umum Nasioanl tahun 1984 sebagai Foreign Exchange Trader. Selanjutnya beliau bergabung dengan Citibank NA pada tahun 1989 dan berturut-turut menjabat sebagai Treasury Manager di Jakarta dan Citibank Singapore Asia Pacific Treasury Office tahun 1990. Tahun 1995 beliau bergabung dengan Bakrie Finance Corporation, dan menduduki berbagai posisi diantaranya Vice President Planning and Business Development, Direktur Keuangan dan Compliance, dengan jabatan terakhir sebagai Presiden Direktur. Selanjutnya beliau bergabung dengan Muamalat Institute pada tahun 2002 sebagai Senior Advisor Syariah Finance. Tahun 2006-2008 beliau menjabat Dekan di Bakrie School of Management. Saat ini beliau menjabat sebagai partner Mitra Interjasa Finance Consulting, anggota Masyarakat Profesional Madani, juga menjabat sebagai Executive Director Barkrie Education Foundation.

52

Bank Chinatrust Indonesia

Profile of Board of Directors Profil Dewan Direktur

Peter Liu (Liu Chin Chung) President Director Presiden Direktur Mr. Liu has been the Banks President Director since June 2006. He graduated from the Faculty of Business, majoring in Banking from National Taiwan University and earned his MBA from the National Taiwan University of Science & Technology in 2000. He also attended various international banking and management courses. He started his career in Taiwan finance industry in 1980 and worked for several local and international banks before he joined Chinatrust Commercial Bank in 2003 as Managing Director of International Business Division. Prior to his appointment as President Director, he was the Commissioner of PT Bank Chinatrust Indonesia from 2003-2004.

Mr. Liu resmi menjadi Presiden Direktur Bank ini sejak Juni 2006. Beliau lulus dari Fakultas Bisnis, jurusan Perbankan dari Universitas Nasional Taiwan dan memperoleh gelar MBA dari Universitas Nasional Taiwan jurusan Sains dan Teknologi tahun 2000. Beliau juga menghadiri berbagai macam kursus international dan manajemen perbankan. Beliau memulai karirnya di Taiwan Finance Industry tahun 1980 dan bekerja untuk beberapa bank lokal dan internasional sebelum bergabung dengan Chinatrust Commercial Bank tahun 2003 sebagai Managing Director dari Divisi Bisnis Internasional. Sebelum penunjukkannya sebagai President Direktur, beliau adalah Komisaris dari PT Bank Chinatrust Indonesia dari tahun 2003-2004. Tugas Utama: Menentukan arah perbankan, termasuk perumusan strategi bisnis jangka pendek dan jangka panjang; menentukan strategi marketing yang tepat termasuk pengembangan dari produk dan jasa-jasa untuk memenuhi permintaan dan kebutuhan pasar yang sesuai dengan bisnis segmen bank seperti Corporate Banking, Consumer Banking, Branch Banking, dan bisnis segmen lainnya. Peran lainnya termasuk menentukan arah yang baik dan petunjuk untuk semua kebijakan-kebijakan dalam dorongan operational dan Jasa perbankan, teknologi informasi, aspek legal, kontrol keuangan dan sumber daya manusia, juga termasuk, memastikan kepatuhan dari keseluruhan operasi perbankan dengan maksud untuk mematuhi pedoman Tata kelola Perusahaan dan praktik Prudential Banking.

Main function: Sets the Banks direction, including formulation of the Banks short and long-term business strategies; determines appropriate marketing strategies which include development of product and services to meet market demand and needs within the Banks business segments such as Corporate Banking, Consumer Banking, Branch Banking, and other business segments. Other roles include determining proper direction and guidelines for all policies on operational support and banking services, information technology, legal aspects, financial control and human resources, as well as, ensuring compliance of overall banking operations in order to follow the principles of Good Corporate Governance and Prudential Banking practices.

Andre Lo (Lo Yao Han) Vice President Director Wakil Presiden Direktur Andre Lo has been the Banks Vice President Director of PT Bank Chinatrust Indonesia since 21 October 2008. Previously he was Retail Banking Director of PT Bank Chinatrust Indonesia since October 2006. Graduated from Chinese Culture University, majoring in International Trade. He joined Chinatrust Commercial Bank, Taiwan in 1990 as a Manager in Corporate Banking Group. In 2000, Mr. Lo was appointed

Andre Lo menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur PT Bank Chinatrust Indonesia sejak 21 Oktober 2008. Sebelumnya Beliau menjabat Direktur Retail Banking sejak Oktober 2006. Lulus dari Universitas Chinese Culture, jurusan International Trade. Beliau bergabung dengan Chinatrust Commercial Bank, Taiwan tahun 1990 sebagai Corporate Banking Manager. Tahun 2000, Mr. Lo ditugaskan sebagai Assistant Vice President

53

Annual Report 2008 Laporan Tahunan

Profile of Board of Directors Profil Dewan Direktur

as AVP Branch Manager with Bank Chinatrust Philippine, hosting Carmona and Subic Branch in sequence. In 2003, he was appointed as Marketing Group Head at PT Bank Chinatrust Indonesia. Main function: Together with the President Director, setting the Companys long-term strategies and assisting other assignments and tasks of the President Director, particularly in formulating marketing strategies and banking products and services development in Retail Banking including Indonesia Overseas Workers (IOW) Business, in order to achieve the Banks target for growth, benefits, and competitive market position. It includes giving strategic directions in customers service development.

di Chinatrust Commercial Bank, Filipina, berturut-turut di cabang Carmona dan Subic. Tahun 2003, beliau ditunjuk sebagai Marketing Group Head di PT Bank Chinatrust Indonesia. Tugas Utama: Bersama Presiden Direktur menetapkan strategi jangka panjang Perusahaan, membantu pelaksanaan dan tugas Presiden Direktur, khususnya dalam melakukan penentuan strategi dalam bidang pemasaran serta pengembangan produk dan jasa perbankan pada segmen bisnis Retail Banking termasuk bisnis pembiayaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI), guna mencapai target pertumbuhan, keuntungan dan posisi yang kompetitif di pasar. Memberikan arahan strategis dalam hal pengembangan pelayanan kepada nasabah.

Liliana Director Direktur Liliana has been a Director elect of the bank since 2007. She graduated from Faculty of Economics, majoring in Finance, Catholic University of Atmajaya, in 1991. She started her banking career with Bank Bali in 1992. She managed a marketing team of Corporate and Commercial Banking at Bank Bali, Jakarta Region. She actively involved at various product development projects, initiated new business and also as facilitator & instructor in various training courses. In 2002, she joined Bank Chinatrust Indonesia as Local Marketing Department Head. Her most recent position was Head of the Corporate Banking before she was appointed as Director of the Bank.

Liliana menjabat sebagai Direktur PT Bank Chinatrust Indonesia sejak 2007. Lulus dari Fakultas Ekonomi Bidang Keuangan, Universitas Atmajaya. Memulai karir di Bank Bali pada tahun 1992. Mengelola sebuah tim marketing dari Divisi Bisnis Korporasi dan Komersial untuk Wilayah Jakarta. Ikut serta secara aktif dalam berbagai proyek pengembangan produk, berinisiatif dalam pengembangan bisnis dan juga sebagai fasilitator dan instruktur dalam berbagai pelatihan & pendidikan. Sejak tahun 2002 bergabung dengan Bank Chinatrust Indonesia sebagai Kepala Bagian Marketing Lokal dan terakhir menjabat sebagai Kepala Divisi Bisnis Korporasi. Diangkat sebagai anggota Direksi PT Bank Chinatrust Indonesia sejak Oktober 2007. Tugas utama: Beliau bertanggung jawab atas Bisnis Korporasi dan Financial Institution. Merumuskan dan melaksanakan strategi dan kebijakan bisnis untuk marketing dan pengembangan produk dan jasa terutama dari bisnis korporasi guna memastikan pencapaian sasaran dan tujuan usaha. Memperbaiki posisi dalam bisnis trade services untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan terus mengembangkan kerjasama dengan bank koresponden di berbagai Negara.

Main function: She is responsible for Corporate Banking & Financial Institutional. Establishing business strategy and implementation for marketing and development of products and services particularly of the Corporate lending in order to achieve business objectives and targets. Strengthen the position in trade services to support business growth and continuously develop relationship with correspondent banks in the region.

54

Bank Chinatrust Indonesia

Masa Paskalis Lingga Director Direktur Masa Paskalis Lingga has been a Director of the Bank since 2008. He earned his degree in Accounting from the Faculty of Economy at the University of North Sumatera. He started his career with Bank Bali since 1989 and holding various positions in branches in several cities across Indonesia, and Head Office in credit card business, payment services, centralized processing for 14 (fourteen) years with his last position as Assistant Vice President in Corporate Internal Audit Group of Permata Bank the merged bank of Bank Bali with four other banks. He joined Bank Chinatrust Indonesia in March 2003 as Head of Internal Audit (Kepala SKAI) and as the Management of Indonesian Overseas Worker Financing Business from 2005 to 2006. His last position was the Operation Group Head before he was appointed as Director of the Bank in July 2008.

Masa Paskalis Lingga menjabat sebagai Direktur PT Bank Chinatrust Indonesia sejak 2008. Meraih gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi dari Universitas Sumatra Utara. Memulai karir di Bank Bali pada tahun 1989 dan menempati berbagai posisi di berbagai cabang pada beberapa kota di Indonesia, untuk kemudian kembali ke Kantor Pusat di bagian Kartu Kredit, layanan pembayaran, dan proses sentralisasi selama 14 (empat belas) tahun dengan posisi terakhir sebagai Assistant Vice President Corporate Internal Audit Group Permata Bank, bank hasil merger antara Bank Bali dengan 4 bank lain. Pada bulan Maret 2003, bergabung dengan PT Bank Chinatrust Indonesia, sebagai Kepala SKAI kemudian ditunjuk untuk bertanggung jawab atas bisnis Pembiayaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Luar Negeri tahun 2005-2006. Terakhir menjabat sebagai Group Head Operation, sebelum diangkat sebagai anggota Direksi PT Bank Chinatrust Indonesia pada bulan Juli 2008. Tugas utama: Memberikan arahan yang bersifat strategis dalam hal pengelolaan proses administrasi dari seluruh transaksi perbankan, perencanaan dan pengelolaan fasilitas pendukung kegiatan operasional perbankan. Menentukan prioritas dan kebijakan dari fungsi-fungsi yang dikelola guna menjamin aplikabilitas, reliabilitas, kepatuhan dan layanan operasional yang berkualitas, serta memastikan kontribusi yang optimal dalam mendukung kebutuhan dan kegiatan operasional perusahaan.

Main function: Providing strategic direction for operational processes in all banking transactions, planning and banking operations management. Setting the priority and policies of the functions under his responsibility to ensure applicability and reliability of quality, adherence and efficient operational services that can guarantee optimum contribution in support of the companys needs and activities.

Tony Wongsonegoro Director Direktur Tony Wongsonegoro has been a Director elect since December 2008. He earned a degree at the Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Jakarta in 2000, and a Master degree in Business Law from the University of Pelita Harapan, Jakarta in 2003. He started his career with Bank Lippo, Tbk. as Account Officer, following which he served as Credit Department Head. In 2005, he joined Bank NISP Tbk. as Branch and Marketing Coordinator, his last post as Treasury Marketing Head. He

Tony Wongsonegoro menjabat sebagai Direktur PT Bank Chinatrust Indonesia sejak Desember 2008. Lulusan dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Jakarta tahun 2000 dan S2 dari Universitas Pelita Harapan, Jakarta tahun 2003. Memulai karir di Bank Lippo Tbk. sebagai Account Officer, kemudian menjabat sebagai Credit Department Head. Pada tahun 2005, bergabung dengan Bank NISP Tbk. sebagai Branch and Marketing Coordinator dan terakhir menjabat sebagai Treasury Marketing Head. Pada Juni 2006-Desember

55

Annual Report 2008 Laporan Tahunan

Profile of Board of Directors Profil Dewan Direktur

served as Marketing and Credit Director of PT Bank Mitraniaga from June 2006 until December 2007. He joined the Bank in January 2008 as Branch Banking Group Head.

2007 menduduki posisi Direktur Marketing dan Credit pada PT Bank Mitraniaga. Pada bulan Januari 2008, bergabung dengan Bank Chinatrust Indonesia, menjabat sebagai Branch Banking Group Head. Tugas utama: Mengarahkan perencanaan kerja dan prioritas pencapaian target pendanaan. Memberikan arahan dan petunjuk strategis dalam pengembangan produk pendanaan melalui metode penelitian dan analisa pasar yang mendalam agar sesuai kebutuhan nasabah. Mengembangkan kebijakan, system maupun infrastruktur untuk menunjang kegiatan bisnis dalam rangka pencapaian target pertumbuhan dan keuntungan yang optimal bagi Perusahaan.

Main function: Formulating business plan and priority achievement of funding target. Determining strategic direction in funding product development through research method and market analysis to cope with customers needs. Developing policies, system, and infrastructure to support business activities in achieving target growth and optimum profits for the Company.

Tantina Repi Compliance Director Direktur Kepatuhan Since 1995, Ms. Tantina Repi has been working with PT Bank Chinatrust Indonesia. Her current position is the Compliance Director of the Bank. She was formerly the Director in-charge in the Operating Group. Ms. Repi has more than 20 years of banking experiences. Previously, She worked for Arthur Andersen Consulting, IBJ Indonesia Bank and UOB Indonesia Bank. Ms. Repi graduated as The Best Graduate from Faculty of Economics, majoring in Accounting, Diponegoro University.

Sejak tahun 1995, Ibu Tantina Repi telah bekerja di PT Bank Chinatrust Indonesia. Sekarang ini Beliau menjabat sebagai Direktur Kepatuhan. Sebelumnya Ibu Tantina menjabat sebagai Direktur yang berwewenang di Grup Operasi. Beliau telah memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dalam bidang perbankan. Sebelumnya, Beliau bekerja untuk Arthur Andersen Consulting, Bank IBJ Indonesia dan Bank UOB Indonesia. Beliau lulus sebagai Sarjana Terbaik dari Universitas Diponegoro di bidang Ekonomi (Accounting). Tugas utama: Sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia No. 1/6/PBI/1999, Direktur Kepatuhan bertugas untuk menetapkan langkah-langkah yang diperlukan guna memastikankepatuhan Bank terhadap peraturan Bank Indonesia, peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku dan perjanjian serta komitmen dengan Bank Indonesia.

Main function: In accordance with the BI regulation No. 1/6/PBI/1999, Compliance Director is assigned the task of determining measures required to ensure the compliance of the bank with Bank Indonesia regulations, other prevailing laws and regulations, as well as agreements and commitments with Bank Indonesia.

56

Bank Chinatrust Indonesia

Executive Officers Pejabat Eksekutif

Treasury Group Head Simon Christophel

Financial Control Group Head Merie Boenawan

Information Technology Group Head Elvira Saputra

Administration Group Head Devina Veryano *

Consumer Lending Group Head Jeng Hung kao (James Kao)

Credit Risk management Group Head Chen Hsuan Min (Robert Chen) **

Internal Audit Deparment Head Suryanto Santoso

Compliance Deparment Head Entin Rostini ***

Bandung Branch Manager Fenny Lendra Putri

Surabaya Branch Manager Ong Andre Yuwono

* Effective on 6 January 2009/ Efektif sejak tanggal 6 Januari 2009 ** Effective on 6 March 2009/ Efektif sejak tanggal 6 Maret 2009 *** Effective on 1 April 2009/ Efektif sejak tanggal 1 April 2009

57

Annual Report 2008 Laporan Tahunan

Products and Services Produk dan Layanan

DEPOSITS Current Account Savings Account Time Deposits Deposit On Call TREASURY SERVICES Money Market Foreign Exchange - Spot - Forward FX Option Interest Rate Swap Cross Currency Swap CORPORATE LOANS Short Term Loans Medium Term Loans Long Term Loans Working Capital Loans Pre-shipment Loans Syndication Loans Project Finance Account Receivable Financing CONSUMER LOANS IOW Loan Personal Loan TRADE FINANCE Letter of Credit Issuance Letter of Credit Advising Letter of Credit Confirmation Letter of Credit Negotiation Bills Collection Bank Guarantees/ Standby Letter of Credit D/A and D/P Financing Packing Credit/Pre Export Loan REMITTANCE Inward Telegraphic Transfers Outward Telegraphic Transfers Demand Draft Cheque Collections Travellers Cheque OTHER SERVICES Foreign Currency Bank Notes Buy/Sell

DEPOSITO Rekening Giro Rekening Tabungan Deposito Berjangka Deposito On Call TREASURY Pasar Uang Transaksi Valuta Asing - Spot - Forward FX Option Interest Rate Swap Cross Currency Swap PINJAMAN KORPORASI Pinjaman Jangka Pendek Pinjaman Jangka Menengah Pinjaman Jangka Panjang Pinjaman Modal Kerja Pinjaman Pra-Pengiriman Pinjaman Sindikasi Pembiayaan Proyek Pembiayaan Piutang Usaha PINJAMAN KONSUMSI Kredit kepada TKI Pinjaman Multiguna PERDAGANGAN INTERNASIONAL Pembukaan LC Penerusan LC Konfirmasi LC Pengambilalihan wesel Ekspor Inkaso Wesel Garansi Bank/ Standby LC Pembiayaan D/A dan D/P Packing Credit/Pre Export Loan PENGIRIMAN UANG Penerimaan Uang Masuk Penerimaan Uang Keluar Wesel Bank Cek yang Diinkasokan Travellers Cheque LAYANAN LAIN Pembelian/Penjualan Fisik Mata Uang Asing

58

Bank Chinatrust Indonesia

Organizational Structure Struktur Organisasi


BOARD OF COMMISSIONER BOARD OF DIRECTORS PRESIDENT DIRECTOR Corporate Secretary INTERNAL AUDIT

MARKETING DIRECTOR (IOW)

BRANCH BANKING DIRECTOR

OPERATION DIRECTOR

CORPORATE BANKING DIRECTOR

COMPLIANCE DIRECTOR

TREASURY GROUP

IT GROUP

ADMINISTRATION GROUP

FINANCIAL CONTROL GROUP

CREDIT RISK MANAGEMENT GROUP

CONSUMER LENDING GROUP

Business Promotion & Sales Corporate Sales Project Impl. & Maintenance Accounting Human Resources

Risk Management

Product & Marketing/ Business Coordinator Trade Finance Trading Security & Help Desk General Affairs MIS

Loan Operation

Credit Acceptance

Product & Marketing

Product & Marketing

Compliance

Marketing Intelligence & Support Treasury Operation Funding & Gapping IT Operation

Market Risk

Credit Architecture

Sales

Team Leader (s)

KYC

Operation Risk

Branch Manager (s)

Budget, Plan & Control

Credit Administration

Financial Institution

Payment Process System Arch. & Tech. Support

Credit Remedial

Funding Process

Legal

Operation Support

Consumer Lending Credit

Operation Head Bandung

59

Operation Head Surabaya

Annual Report 2008 Laporan Tahunan

Responsibility for Financial Reporting Tanggung Jawab Pelaporan Keuangan

This Annual Report and the accompanying financial statements and related financial information, are the responsibility of the Management of Bank Chinatrust Indonesia and have been approved by members of the Board of Commissioners and the Board of Directors whose signatures appear below.

Laporan Tahunan ini, berikut laporan keuangan dan informasi lainnya yang terkait, merupakan tanggung jawab Manajemen Bank Chinatrust Indonesia dan telah disetujui oleh seluruh anggota Dewan Komisaris dan DIreksi dengan membubuhkan tandatangannya masing-masing dibawah ini.

Board of Commissioners Dewan Komisaris

Dr. Jeffrey Len Song Koo President Commissioner Presiden Komisaris

James Chen Commissioner Komisaris

William Hon Commissioner Komisaris

Andreas Andhika Bunanta Independent Commissioner Komisaris Independen

Irwan Siregar Independent Commissioner Komisaris Independen

Imbang Jaya Mangkuto Independent Commissioner Komisaris Independen

Board of Directors Dewan Direksi

Peter Liu President Director Presiden Direktur

Andre Lo Vice President Director Wakil Presiden Direktur

Tantina Repi Compliance Director Direktur Kepatuhan

Liliana Director Direktur

Masa Paskalis Lingga Director Direktur

Tony Wongsonegoro Director Direktur

60

Bank Chinatrust Indonesia