You are on page 1of 6

Role Play Peran Perawat Jiwa Perawat Gadar Dokter Klien Teman dekat klien Orang tua Dosen

Bapak A : Meri : Desi : Gina : Neng maria : Goni : Dhita : Eva : Toni

A adalah seorang mahasiswa tingkat akhir disalah satu universitas bogor yang sedang menyusun sebuah tugas akhir kuliah. Disaat sedang mengerjakan tugas akhir banyak masalah yang dihadapi oleh A. sehingga mengganggu konsentrasi A dalam menyusun tugas akhirnya. Di kelas (Berjalan menuju bangku kelas) A B A : Aduh gimana nih? judul gu Ditolak mulu... loe gimana ? : gue sih udah oke.. Alhamdulillah banget udah di acc : Aduh gue bener bener bingung banget. Kemaren udah ngajuin beberapa judul, masa ga ada yang di acc. B A : (tersenyum heran)Ah yang bener lo. : Iya bener sekalinya ada judul yang di acc buku referensinya ga ada. Gimana gue ga parno coba.

: Yauda lu lebih banyak cari cari di internet aja siapa tau lu dapet ilham disana.

(Saat Mata kuliah sedang berlangsung) Dosen satu ya A : selamat pagi semua, bisa kita mulai pelajaran hari ini? Sesuai dengan silabus, ibu akan memeriksa BAB I riset kalian. Nanti ibu panggil satu kedepan sesuai absen. : Aduh mampus gimana nih, gue belum sama sekali. Judul aja belum dapet. gimana dong.? B :(tersenyum mencoba menenangkan) Udah selow aja.. dia baik ko, lu bilang aja terus terang. Sapa tau dikasih masukan. Dosen memanggil mahasiswa satu persatu dan A mulai dipannggil. Dosen A : A. coba ibu liat BAB I riset kamu. : Aduh bu gimana ya? saya belum ngerjain sama sekali. Saya mentok sama judul. Dosen : Ya kamu harusnya lebih banyak cari referensi lain cari di internet dan harus

lebih sering ke perpustakaan. Judul yang kamu ajukan ke ibu kemaren referensinya ada atau tidak. Jangan ambil judul yang referensinya tidak ada, nanti malah mempersulit kamu. A : Ya Bu judul yang kemarin saya ajukan referensinya sedikit. Jadi saya mentok di referensi. Dosen : Ya kalau memang begitu lebih baik kamu ganti judul. Nanti kalau kamu sudah dapet judul ajukan lagi A Di Rumah (Kedua Orang tua A sedang bertengkar) : Ya bu

Ibu

: Gimana nih pa kebutuhan rumah tangga udah pada abis semua, beras, sabun sama yang lainnya. Ibu butuh uang buat belanja..

Bapak

: Ibu kan tau bapak abis di PHK. Bapak punya uang dari mana. Ibu harusnya bisa ngertiin bapak. Bukan bisanya Cuma marah marah.

Ibu

: gimana ibu ga marah marah, kita tuh butuh makan belum lagi biaya biaya yang lain. Tuh si A butuh biaya buat kuliah.

(Ditengah percakapan kedua orang tuanya A datang dengan raut wajah yang murung kesal). A Ibu A Ibu : Assalamualaikum : Jam segini kamu baru pulang. Dari mana aja? : Biasanya kan pulang jam segini. Lagian ini baru jam 3 ko.. : alasan aja.. udah masuk kamar.

(sesaat setelah A memasuki kamarnya, A langsung menelepon pacarnya). A Pacar : yang, aku mau ketemu ada waktu ga? : aku ga ada acara ko, yaudah ketemu dimana..? nanti aku jemput yah.

(singkat cerita A bertemu dengan pacarnya ditempat yang telah mereka tentukan) A Pacar A Pacar A : aku pusing sama tugas akhirku. Kamu bantuin aku dong. : kan aku ga ngerti tentang kuliah kamu. Mau gimana bantuinnya. : Ya kamu bantuin aku kek cari judul buat tugas akhir aku. : Aku kan sibuk kerja. Kamu harusnya ngertiin aku. : (mendadak emosi dengan suasana hati yang labil) Jadi menurut kamu selama ini aku gabisa ngertiin kamu..? Begitu kompleks masalah yang bertubi datang seperti ribuan jarum yang menusuk tepat di ulu hati A kala itu.

Perasaan yang tak menentu dalam fikiran A. otaknya terasa bagai diserang hama serangga yang menggerogoti terus menerus. 6 bulan berlalu, klien masih sibuk dengan tugas akhirnya yang tak kunjung selesai. Ditambah dengan orang tuanya yang telah bercerai. Tentu ini sangat membuatnya semakin terpukul, batin yang dirasakan hanyalah kehancuran yang menyiksa mentalnya. sehingga saat ini sikap klien sering menyendiri.

: mengapa,,, apa,,, bagaimana,,,?

Hanya itu yang selalu terlintas dalam fikirnya, penuh tanda Tanya, penuh teka-teki dan semua jawaban yang tak pernah nyata. Merenung, menyendiri dan bicara sendiri, itulah yang sehati-hari kadang ia lakukan tiap kali merasa kesepian saat pulang kuliah. A : mengapa semua harus berjalan dan terjadi seperti ini,,,? Apa aku memang pantas dengan kenyataan yang serba hancur bagai piung yang tak memiliki bentuk jelas? Bagaimana dan apa caranya? Aku benci aku benci dunia dan semua kehidupan tentangnya (teriak dalam kegelisahan penuh emosi) Tuhan tak pernah adil aku benci,,,,,,, aku benci!!! Berkali-kali dan terus berulang hampir setiap hari selalu seperti itu, ini tentu saja membuat syarafnya secara perlahan menjadi terganggu dan hamper mengalami gangguan mental. (sungguh malang) Hari bergulir mengalir seperti air, kampus dan bangku kuliah menanti dengan segudang tugas yang belum berakhir. B : (menyapa sembari duduk disamping A yang telah datang lebih dulu) hey,, gimana, tugasnya udah selesai?

A hanya tersenyum sesaat dan kemudian menunduk. Nampak mimik dan ekspresinya penuh lesu dibalut gelisah, sesaat panic tak begitu jelas. B A : lo napa? Ada masalah? : bego banget ya gue..? Tugas segitu lamanya gak kelar-kelar. B A : lo belum ngrjain sama sekali? : belum..

A tersenyum tipis mencoba menetralisir beban psikologis yang menggumpal dalam hati dan fikirannya. A : ya mungkin kapasitas otak gue sangat terbatas kali hahaaaaaaa..(tibatiba ia tertawa dengan suara yang memecah suasana ruang kelas) Spontan semua pandangan tertuju pada sosok A. bagaimana tidak, A yang selama ini dikenal cukup pendiam dan murah senyum tiba-tiba terlihat sangat berbeda belakangan. Gemuruh seketika suasana saat itu. Tak lama berselang, dosen memasuki ruangan dan sontak suasana berubah hening seketika. Dosen evaluasi Ok silakan dikumpulkan. Serentak semua mahasiswa mengeluarkan hasil tugas yang telah mereka selesaikan sesuai intriksi dari dosen. A Nampak sangat kebingungan panik ga karuan, hal itu tentu saja mengundang tanda Tanya. Dosen : A, ada apa??? Mana tugas kamu??? : pagi, seperti yang sudah jadwalkan, bahwa pada hari ini tugas riset kalian akan d

A Dosen A Dosen

: ehmmmm anu bu. : kenapa, ada masalah??? : saya belum menyelesaikan tugas bu!!! : apa maksud kamu??? Tugas ini sudah diberikan selama berbulan-bulan ngapan

aja kamu semalama ini. A Dosen : sayasaya..ehmmmm : saya apa!!!!! Dari awal tugas ini diberikan kamu sudah bermasalah, lalu kamu

itu bisanya apa? Berarti selama ini kamu tidak memperhatikan materi yang saya berikan A tersentak dengan kalimat-kalimat yang terlontar dari dosen bahkan iya tidak diberikan kesempatan bersuara. Hatinya terpukul bahkan merasa tidak dihargai terlebih lagi hampir seluruh mahasiswa menertawakan si A A pun merasa malu, serentak ia meninggalkan ruangan ia merasa bahwa tidak ada namanya kasih sayang,tidak ada namanya perhatian dan kesempurnaan. Mulai saat itu ia benci dengan semua orang termasuk keluarga bahkan kerabatnya.batinnya yang kala itu bergulung beban semakin bertambah bahkan ia A menjadi semakin terpuruk.(batinnya bergejolak semakin tak menentu seluruh lapisan otak dilapisi emosi yang sedang memuncak) semua berujung pada gangguan syaraf yang mengakibatkan A mengalami gangguan jiwa. Ia hanya bisa menghabiskan waktu dengan menyendiri dan tidak mau bersosialisasi. Dan itu mengharuskan A agar dirawat di RS Jiwa.