P. 1
Kultur Organisasi PPt

Kultur Organisasi PPt

|Views: 235|Likes:
Published by lenin888
Mata Kuliah Perilaku Organisasi
Mata Kuliah Perilaku Organisasi

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: lenin888 on Oct 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/12/2014

pdf

text

original

Kul|ur Or¸anisasi

Syaeful Bachri ( S1-0209 073
Duduh Sa'duloh (S1-)209 044
Kultur Organisasi
I Kultur Organisasi
· I.1 Arti Kultur Organisasi
· Kultur organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang di
anut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi
lainnya.
· Kultur adalah sebuah istilah deskriptiI dan berbeda dengan konsep
kepuasan kerja karena kepuasan kerja berusaha mengukur respon eIektiI
terhadap lingkungan kerja. kepuasan kerja berhubungan dengan bagaimana
karyawan merasakan ekspektasi organisasi, praktik praktik imbalan dan
sebagainya dengan kata lain kepuasan kerja bersiIat evaluatiI.
· Kultur organisasi mewakili sebuah persepsi yang sama dari para
anggota organisasi oleh karena itu bahwa individu individu yang berbeda
atau berada pada tingkatan yang sama dalam organisasi akan memahami
kultur organisasi dengan pengertian yang serupa.
Kultur Organisasi
I.2 DeIinisi Kultur Organisasi
1. Inovasi dan keberanian mengambil resiko. Sejauh mana karyawan didorong
untuk bersikap inovatiI dan berani mengambil resiko.
2. perhatikan pada Hal- hal rinci. Sejauh mana karyawan diharapkan
menjalankan presisi, analisis, dan perhatikan pada hal-hal detail.
3. Orientasi Hasil. Sejauh mana manjemen berIokus lebih pada hasil
ketimbang oada teknik dan proses yang di gunakan untuk mencapai hasil
tersebut
4. Orientasi Orang, Sejauh mana keputusan keputusan manajemen
memepertimbangkan eIek dari hasil tersebut atas orang yang ada dalam
organisasi.
5. Organisasi Tim, Sejauh mana kegiatan kegiatan kerja di organisasikan
pada tim ketimbang pada individu individu.
6. KeagresiIan , Sejauh mana orang bersiIat agresiI dan kompetitiIe
ketimbang santai.
7. Stabilitas, Sejauh mana kegiatan kegiatan organisasin menekankan di
pertahankannya status quo dalam perbandingannya dengan pertumbuhan.
Kultur Organisasi
I.3 Fungsi Fungsi kultur
1. Kultur memiliki sejumlah Iungsi dalam sebuah organisasi:
2. Hal ini berperan sebagai penentu batas batas artinya kultur menciptakan
perbedaan antara suatu organisasi dengan organisasi lainnya.
3. Memuat rasa identitas anggota organisasi
4. Kultur memIalitisasi lahirnya komitmen terhadap sesuatu yang lebih besar
dari pada kepentingan individu.
5. Kultur meningkatakan stabilitas social.
6. Kultur adalah perekat social yang membantu menyatukan organisasi
dengan cara yang menyediakan standar mengenai apa yang sebaiknya
dikatakan dan dilakukan karyawan,
7. Kultur bertindak sebagai mekanisme serta kendali yang menuntun dan
membentuk sikap dan perilaku karyawan
Kultur Organisasi
II. Menciptakan dan Mempertahankan Kultur
1 Asal Muasal dan Bagaimana Kultur Organisasi Terbangun
Secara tradisional, pendiri organisasi memiliki pengaruh besar
terhadap kultur awal organisasi tersebut mereka memiliki Visi
tentang akan menjadi apa nantinya organisasi tersebut proses
penciptaan kultur terjadi dalam 3(tiga) cara:
· Pendiri hanya merekrut dan mempertahankan karyawan yang
sepikiran dan seperasaan dengan mereka
· mereka melakukan indokrinasi dan menyosialisasikan cara pikir dan
berperilaku mereka kepada karyawan
· Perilaku pendiri sendiri bertindak sebagai model peran yang
mendorong karyawan untuk mengidentifikasi diri dan dengan
demikian menginternalsasi keyakinan, nilai, dan asumsi pendiri
tersebut
· Apabila Organisasi mencapai kesuksesan, Visi pendiri lalu di
pandang sebagai factor penentu utama keberhasilan itu di titik ini
seluruh kepribadian para pendiri jadi melekat dalam kultur
organisasi
Kultur Organisasi
3 Bagaimana Kultur Terbangun
· Kultur asli brasal dari filosofi pendirinyafilosofi ini, pada
gilirannya berpengaruh kuat terhadap kriteria yang di gunakan
dalam perekrutan Tindakan- tindakan yang di ambil manajemen
puncak membangun suasana umum terkait perilaku apa yang dapat
di terima dan yang tidak dalam organinasai
Kultur Organisasi
Filosofi pendiri
organisasi
Kultur
Organisasi
Kriteria
Seleksi
Sosialisasi
Manajemen
Puncak
4 Mempertahankan Hidup suatu kultur
suatu kultur sudah terbentuk, dibutuhkan praktik yang
berfungsi memelihara dan memperthankannya dengan cara
membuat karyawan memiliki pengalaman yang sama, Ada 3(tiga)
hal yang memainkan peran sangat penting dalam mempertahankan
sebuah kultur :
· Seleksi : yaitu mengidentifikasi dan merekrut individu ÷ individu
yang memiiki pengetahuan, keterampilan dan kemampuan untuk
berhasil dalam mejalankan pekerjaan di dalam organisasi
· Manjemen puncak : Tindakan manajemen puncak juga memiliki
dampak besar terhadap kultur organisai, melalui apa yang mereka
katakana dan bagaimana mereka berperilaku
· Sosialisasi : dalam organisasi harus membantu para karyawan
baru untuk beradaptasi
Kultur Organisasi
Menciptakan Kultur Organisasi yang Etis
· Gabungan dari praktik ÷ praktik untuk menciptakan kultur yang
lebih etis:
1 adilah model peran yang visible : Perilaku manjemen puncak akan
menjadi standar untuk menentukan perilaku yang semestinya mereka
ambil, Ketika karyawan senior dianggap mengambil peran jalan yang
etis , hal ini akan memberi pesan positif bagi semua karyawan
2 Komunikasi harapan ÷ harapan yang etis : Kode etik yang menyatakan
nila- nilai utama organisasi dan berbagai aturan etis yang di harapakan
akan di patuhi para karyawan
3 Memberikan pelatihan etis : Gunakan sesi ÷ sesi pelatihan, untuk
memperkuat standar tuntutan organisasi menjelaskan yang di
perbolehkan dan yang tidak, dan menangani dilema etika yang
mungkin muncul
4 Memberikan penghargaan atas tindakan etis dan memberikan
hukuman terhadap tindakan yang tidak etis
Memberikan mekanisme perlindungan, organisasi perlu memiliki
mekasnisme formal sehingga karyawan dapat mendiskusikan dilema ÷
dilema etika dan melaporkan perilaku tidak etis tanpa takut
Kultur Organisasi
V Spiritualisasi dan Kultur Organisas
Organisasi yang mendukung kutur spiritual mengakui bahwa
manusia memiliki pikiran dan jiwa, berusaha mencari makna dan tujuan
dalam pekerjaan mereka, dan hasrat untuk berhubungan dengan orang
lain, serta menjadi bagian dari sebuah komunitas
· Lima karakteristik kultur yang cenderung ada dalam organisiasi
spiritual
1 Kesadaran akan tujuan yang kuat, Organisasi spiritual mendasarkan
kultur pada suatu tujuan yang bermakna
2 Fokus terhadap pengembangan individual, Organisasi tidak hanya
menyediakan pekerjaan tetapi menciptakan kultur di mana karyawan
dapat terus belajar dan tumbuh
3 Kepercayaan dan respek, Organisasi spiritual di cirikan oleh tumbuhnya
sikap saling percaya , jujur dan , terbuka
4 Praktik kerja yang manusiawi, melipu jaminan hak- hak pekerja,
pemberdayaan karyawan dan keamanan kerja dll
Toleransi bagi ekspresi karyawan, Tidak menekan sisi emosional
karyawan, memberi ruang bagi karyawan untuk menjadi diri mereka
sendiri untuk mengutarakan suasana hati dan perasaan mereka
·
Kultur Organisasi
Kesimpulan
Kultur adalah sebuah istilah deskriptif dan berbeda dengan
konsep kepuasan kerja karena kepuasan kerja berusaha mengkur
respon efektif terhadap lingkungan kerja Kultur organisasi mewakili
sebuah persepsi yang sama dari para anggota organisasi oleh
karena itu bahwa individu ÷ individu yang berbeda atau berada
pada tingkatan yang sama dalam organisasi akan memahami kultur
organisasi dengan pengertian yang serupa
Secara tradisional, pendiri organisasi memiliki pengaruh besar
terhadap kultur awal organisasi tersebut mereka memiliki Visi
tentang akan menjadi apa nantinya organisasi tersebut Kultur
organisasi yang kuat akan lebih mempengaruhi karyawan dari pada
kultur yang lemah, jika kulturnya yang kuat mak akan mendorong
standar etika yang tinggi, dan pasti akan berpengaruh positif
tehadap perilaku karyawan
Kultur Organisasi

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->