Puasa bagi Penyandang Diabetes

Ditulis oleh : Dr. Zwasta Pribadi Mahardhika

Puasa Ramadhan merupakan kewajiban bagi seluruh umat islam. Puasa juga dapat membuat kita lebih sehat. Ada salah satu kondisi yang diperbolehkan seorang muslim untuk tidak berpuasa Ramadhan yaitu ketika ia sakit, baik sakit yang sifatnya sementara ataupun menetap. Namun tidak semua kondisi sakit menghalangi seorang muslim untuk tetap berpuasa, contohnya penyandang diabetes atau penderita kencing manis. Berikut beberapa hal yang perlu diketahui bagi penyandang diabetes yang ingin tetap menjalankan ibadah puasa Ramadhan: Apakah berpuasa di bulan Ramadhan memungkinkan bagi penyandang diabetes? Penyandang diabetes tetap dapat berpuasa seperti orang sehat lainnya namun perlu memperhatikan beberapa hal agar puasa yang dijalaninya tidak membuat kondisi diabetesnya semakin buruk atau sebaliknya diabetes menjadikan puasa yang dijalani menjadi kurang sempurna. Penting bagi penyandang diabetes untuk mengkonsultasikan penyakitnya kepada dokter sebelum dan selama bulan Ramadhan. Apa sajakah yang harus diperhatikan apabila penyandang diabetes menjalankan puasa? Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah: Pertama, kondisi penyakit sebelum memasuki bulan puasa yaitu tingkat kontrol dari kadar gula darah, gejala yang dirasakan, pengobatan yang telah dijalani, dan komplikasi yang telah ada. Jika berdasarkan penilaian dokter tidak masalah maka anda tetap dapat berpuasa. Kedua, pola makan baik saat sahur maupun berbuka serta asupan di antaranya. Pola makan meliputi jumlah, jenis, jadwal makan/minum. Ketiga, obat yang dikonsumsi (jika harus menggunakan obat) baik yang oral maupun suntikan serta penyesuaian dari segi jenis, dosis, dan waktu pemberian. Keempat, aktivitas selama puasa, baik aktivitas yang biasa dilakukan maupun olah raga. Apakah risiko yang mungkin terjadi jika penyandang diabetes berpuasa? Apabila penyandang diabetes telah mengkonsultasikan kondisinya terlebih dahulu kepada dokter yang menangani, maka kemungkinan terjadi risiko adalah kecil. Risiko utama yang mungkin terjadi adalah hipoglikemi (kadar gula darah kurang dari normal yaitu <60 mg/dL), hiperglikemi (kadar gula darah saat puasa lebih dari normal yaitu >126 mg/dL), penyulit akut berupa ketoasidosis diabetik (kadar keasaman darah meningkat), dehidrasi, dan trombus (penyumbatan pembuluh darah). Penyandang diabetes usia lanjut mempunyai kecenderungan dehidrasi, oleh karena itu dianjurkan minum yang cukup. Perlu peningkatan kewaspadaan terhadap gejala hipoglikemia (berdebar, banyak keringat, gemetar, rasa lapar,

Untuk penyandang diabetes DM tipe 2 yang menggunakan insulin. Perlu pemantauan yang lebih ketat disertai penyesuaian dosis dan jadwal suntikan insulin. . kesadaran menurun sampai koma) dan apabila terjadi segera minta pertolongan ke fasilitas kesehatan terdekat.perlu dicermati adanya perubahan jadwal. Sebaiknya momentum puasa Ramadhan ini digunakan untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan ketaatan berobat para penyandang diabetes. Selama berpuasa Ramadhan.pusing. Bila terjadi gejala hipoglikemia. juga tidak mengalami kesulitan untuk berpuasa. Bagaimana puasanya bagi penyandang diabetes pengguna insulin? Penggunaan suntikan insulin diperbolehkan karena tidak membatalkan puasa. Berdasarkan uraian di atas jelas bahwa penyandang diabetes tetap dapat berpuasa dengan syarat konsultasikan kondisi anda baik sebelum. jumlah dan komposisi asupan makanan. Bagaimana pengaturan pola makan bagi penyandang diabetes yang menjalankan puasa? Penyandang diabetes yang terkendali dengan pengaturan makan saja tidak akan mengalami kesulitan untuk berpuasa. OHO diberikan saat berbuka puasa. Bagaimana pengaturan minum obat bagi penyandang diabetes yang menjalankan puasa? Penyandang diabetes yang cukup terkendali dengan obat antidiabetes (OHO = Obat Hipoglikemik Oral) dosis tunggal. Bagaimana pengaturan aktivitas sehari-hari termasuk olahraga? Sebaiknya kurangi aktivitas fisik pada siang hari dan bila beraktivitas fisik dianjurkan pada sore hari untuk menghindari terjadinya penyulit. Untuk pasien yang harus menggunakan insulin dosis multipel dianjurkan untuk tidak berpuasa dalam bulan Ramadhan karena risiko untuk terjadinya komplikasi meningkat. Diperlukan kewaspadaan yang lebih tinggi terhadap terjadinya hipoglikemia pada penyandang diabetes pengguna insulin. Bagi yang terkendali dengan OHO dosis terbagi. Untuk menghindarkan terjadinya hipoglikemia pada siang hari. gelisah. dianjurkan jadwal makan sahur mendekati waktu imsak/subuh. Berpuasa Ramadhan juga dapat menurunkan risiko terjadinya komplikasi dengan menciptakan rasa lebih sehat bagi penyandang diabetes. Oleh sebab itu penting untuk berkonsultasi dengan dokter anda apabila diperlukan penyesuaian konsumsi obat. pengaturan dosis obat diberikan sedemikian rupa sehingga dosis sebelum berbuka lebih besar dari pada dosis sahur. puasa dihentikan. selama dan sesudah puasa Ramadhan. dipakai insulin kerja menengah yang diberikan saat berbuka saja.

Berpuasa Ramadhan juga dapat menurunkan risiko terjadinya komplikasi dengan menciptakan rasa lebih sehat bagi penyandang diabetes. puasa dihentikan. dipakai insulin kerja menengah yang diberikan saat berbuka saja. Berdasarkan uraian di atas jelas bahwa penyandang diabetes tetap dapat berpuasa dengan syarat konsultasikan kondisi anda baik sebelum. Diperlukan kewaspadaan yang lebih tinggi terhadap terjadinya hipoglikemia pada penyandang diabetes pengguna insulin. Sebaiknya momentum puasa Ramadhan ini digunakan untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan ketaatan berobat para penyandang diabetes. Bila terjadi gejala hipoglikemia. kurangi aktivitas fisik pada siang hari dan bila beraktivitas fisik dianjurkan pada sore hari untuk menghindari terjadinya Bagaimana puasanya bagi penyandang diabetes pengguna insulin? Penggunaan suntikan insulin diperbolehkan karena tidak membatalkan puasa. Perlu pemantauan yang lebih ketat disertai penyesuaian dosis dan jadwal suntikan insulin. .Sebaiknya penyulit. Untuk pasien yang harus menggunakan insulin dosis multipel dianjurkan untuk tidak berpuasa dalam bulan Ramadhan karena risiko untuk terjadinya komplikasi meningkat. selama dan sesudah puasa Ramadhan. Untuk penyandang diabetes DM tipe 2 yang menggunakan insulin.