P. 1
TUGAS PSI

TUGAS PSI

|Views: 7,145|Likes:

More info:

Published by: Ressi Winanda Rusman on Oct 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/09/2014

pdf

text

original

Sections

  • HAKIKAT PSIKOLOGI
  • Pengukuran dalam Psikologi
  • LANDASAN NEUROBIOLOGIS DARI PSIKOLOGI Unit-Unit Dasar dalam Sistem Saraf
  • Organisasi Sistem Saraf
  • Struktur Hirarki Otak
  • Belahan Otak
  • Sistem Saraf Otonom
  • Sistem Endokrin
  • Pengaruh Genetika Pada Perilaku
  • PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS
  • Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan
  • Usia Dini
  • Perkembangan kognitif
  • Perkembangan Kepribadian dan Perkembangan Sosial
  • Identifikasi
  • PROSES SENSORIK Ambang
  • Indera Penglihatan
  • Penglihatan Pola
  • Indera Pendengaran
  • Indera Lain
  • Proses Persepsual
  • Kesalahan dalam persepsi
  • Persepsi Jarak
  • Persepsi Gerak
  • Persepsi Total
  • Proses Kognitif dalam Persepsi
  • Gerakan Mata dan Membaca
  • Peran Belajar dalam Persersi
  • Persepsi Ekstra Sensorik
  • Kesadaran
  • Freud dan keadaan Tidak sadar
  • Lamunan
  • Tidur
  • Mimpi
  • Meditasi
  • Obat-obatan Psikoaktif
  • Hypnotis
  • Pengkondisian Klasikal
  • Konsep Penguatan
  • Belajar Kognitif
  • Belajar dengan Komputer
  • Perbedaan-Perbedaan dalam Ingatan
  • Ingatan Jangka Pendek
  • Ingatan Jangka Panjang
  • Meningkatkan Ingatan
  • Hubungan Antara Ingatan Jangka Pendek dan Jangka Panjang
  • Konsep-Konsep
  • Bahasa dan Komunikasi
  • Perkembangan Bahasa
  • DORONGAN DAN MOTIF DASAR
  • Pendekatan Teoritis Terhadap Motivasi
  • Lapar
  • Obesitas
  • Seks
  • Motif-Motif Dasar lainnya
  • Status Mutahir Konsep Motivasional
  • Teori Motivasi
  • Faktor Motivasi dalam Agresi
  • Emosi
  • Teori Emosi
  • KEMAMPUAN MENTAL DAN PENGUKURANNYA Jenis Tes Kemampuan
  • Syarat-Syarat Tes Yang Baik
  • Tes Kemampuan Intelektual
  • Kesahihan Prediktif Tes
  • Sifat Dasar Intelegensi
  • Pengaruh Genetik dan Lingkungan Terhadap Kemampuan
  • Pembentukan dan Kepribadian
  • Pendekatan Trait
  • Pendekatan Belajar Sosial
  • Pendekatan Psikoanalisis
  • Pendekatan Fenomenologis
  • Penilaian Kepribadian
  • Konsistensi Kepribadian
  • Menuju Pandangan yang Terpadu Tentang Kepribadian
  • KONFLIK DAN STRES Frustasi
  • Berbagai Reaksi Terhadap Frustasi
  • Kecemasan
  • Mekanisme Pertahanan
  • Stres
  • Perilaku Abnormal
  • Gangguan Kecemasan
  • Skisofrenia
  • Gangguan Kepribadian
  • Alkoholisme dan Ketergantungan Pada Obat

BAB I PSIKOLOGI SEBAGAI SUATU UPAYA ILMIAH DAN MANUSIAWI

HAKIKAT PSIKOLOGI

Pendekatan-Pendekatan Terhadap Psikologi
Pendekatan Neurobiologi Otak manusia dengan 12 milyar sel saraf dan jumlah penghubung yang hampir tidak terbatas, mungkin merupakan struktur yang paling rumit di alam ini. Pada pokoknya, kejadian-kejadian psikologi tergambar dalam kebiasaan yang digerakkan oleh otak dan sistem saraf. Pendekatan ini mencoba mengkhususkan proses neurobiologi yang mendasari perilaku dan kegiatan meproses belajar atau ketertarikan pada hal baru. Contohnya, ahli psikologi mendalami pendekatan neurobiologi terhadap perubahan sistem syaraf karena proses belajar atau proses ketertarikan pada sesuatu. Pendekatan Perilaku Ahli psikologi mempelajari individu dengan cara mengamati perilakunya dan bukan mengamati kegiatan bagian dalam tubuhnya. Seperti makan, jalan, berbicara, tertawa atau menangis. Pendapat ini dikemukakan oleh John B. Watson. Kalau menerut Skinner memperkenalkan stimulus-response atau rangsangan dantanggapan. Pandangan ini sangat sempit karena tidak mempertimbangkan pengalaman sadar dan ingatan. Pendekatan Kognitif Kognisi mengacu pada proses mental dari persepsi, ingatan dan pengolahan informasi yang memungkinkan seseorang memperoleh pengetahuan, memecahkan persoalan, dan merencanakan masa depan. Psikologi kognitif adalah studi ilmiah mengenai kognisi. Tujuannya ialah untuk mengadakan eksperimen dan mewujudkan teori yang menerangkan bagaimana proses mental disusun dan berfungsi. Pendekatan Psikoanalitik(sigmund freud) Konsep psikoanalitik mengenai perilaku manusia dikembangkan oleh sigmund freud. Dasar pemikiran teori freud ialah bahwa sebagian besar perilaku kita berasal dari proses yang tidak disadari (unconscious process). Yang dimaksud Freud 1

dengan proses yang tidak disadari ialah pemikiran, rasa takut, keinginan-keinginan seseorang yang tidak disadari seseorang tetapi membawa pengaruh terhadap perilakunya, dan ia juga percaya impuls pada masa anak-anak. Sub sadar (sub consciousness) Berisi hal-hal yang sewaktu-waktu bisa muncul dalam kesadaran. Kesadaran (consciousness) Segala sesuatu yang kita sadari yang menggerakkan tingkah laku individu yang berisi hal-hal yang disadari. Seperti belajar dan menulis. Pendapat lain yang disampaikan adalah id,ego, dan superego. Pendekatan Fenomenologis Pendekatan fenomenologis memusatkan perhatian pada pengalaman subjektif. Pendekatan ini berhubungan dengan pandangan pribadi mengenai dunia dan penafsiran mengenai berbagai kejadian yang dihadapinya–fenomenologi individu. Pendekatan ini mencoba memahami kejadian atau fenomena yang dialami individu tanpa adanya beban prakonsepsi atau ide teoritis. Para ahli pendekatan ini percaya bahwa kita dapat belajar lebih banyak mengenal kodrat manusia dengan mempelajari bagaimana manusia memandang diri dan dunia mereka daripada mengamati tindak tanduk mereka. Pendekatan Humanistik Kekuatan motivasi yang paling utama dari diri seseorang ialah kecenderungan terhadap pertumbuhan dan aktualisasi diri. Kita semua memiliki kebutuhan dasar untuk mengembangkan potensi diri maju melebihi apa yang didapat sekarang meski dihalangi oleh rintangan. Secara alamiah kita akan cenderung untuk tetap membuktikan dan mewujudkan potensi yang kita miliki. Semua itu dapat berkaitan dengan pengalaman kesadaran serta pengalaman mistik.

Ruang Lingkup Psikologi Kontemporer
Definisi Psikologi Para ahli Psikologi terdahulu, mendifinisikan bidang mereka sebagai “studi kegiatan mental”. Psikologi didefinisikan sebagai Dengan berkembangnya aliran behaviorisme pada awal abad ini dengan penekanan studinya hanya pada fenomena yang dapat diukur cecara obyektif, psikologi di definisikan sebagai “studi mengenai

2

perilaku”. Disini, kita mendefinisikan psikologi sebagai studi ilmiah mengenai proses perilaku dan proses mental. Bidang-Bidang Psikologi 1. Psikologi Eksperimental  Menggunakan metode eksperimen untuk pekerjaannya dan sering untuk Penelitian  Yang sering diteliti adalah tentang sensasi dan persepsi, proses kognitif, learning, motivasi, dan emosi 2. Psikologi Perkembangan  Membicarakan perkembangan psikis manusia dari lahir sampai tua. Psikologi yang khusus membicarakan tentang aktivitas manusia dalam hubungannya dengan situasi sosial. 4. Pikologi Kepribadian  Psikologi yang khusus psikologi khusus yang membicarakan tentang struktur, dinamika dan perkembangan kepribadian. 5. Psikologi Industri  Membicara aktivitas manusia yang berhubungan dengan industri dan organisasi. 6. Psikologi Klinis/Konseling  Mendiagnosa dan mentretment individu yang memiliki problem psikologi   Problem bisa berat bisa ringan Dilakukan oleh psikolog bergelar doktor dengan 3-4 tahun pengalaman kerjadan 1 tahun menekuni kesehatan mental. 7. Psikologi Pendidikan  Psikologi khusus yang menguraikan tentang aktivitas manusia dalam hubungannya dengan situasi pendidikan. 3. Psikologi Sosial 

3

Metode-Metode penelitian
1. Metode Longitudinal 2. Metode Cros-Sectional            Metode Introseksi Metode Ekstropeksi Metode Eksperimen Metode Kuesioner Metode Interview Metode Observasi Metode Biografi Metode Analisis Karya Metode Klinis Metode testing Metode Statistik

Tujuan meneliti Motivasi utama semua penelitian ilmiah yaitu untuk mendapatkan kebenaran ilmiah. Ada dua kategori besar kebenaran ilmiah : 1. Tujuan ilmiah (scientific objective), yaitu untuk memperkaya khasanah-khasanah Ilmu pengetahuan. 2. Tujuan praktikal (practical objective),untuk memecahkan problem-problem Praktikal. Langkah-langkah penelitian 1.Perrmasalahan 2.Telaah pustaka 3. Hipotesis 4. Variabel 5. Instrunen atau metode 6. Rancangan penelitian 7. Sampel 8. Analisis data 9. Hasil 10. Kesimpulan/konklusi

4

Pengukuran dalam Psikologi Setiap metode yang dipakai para ahli psikologi, cepat atau lambat mengharuskan mereka untuk mengrluarkan pertnyataan mengenai jumlah atau kuantitas. Semua variabel harus dinilai dengan cara yang objektif sehingga setiap penyelidikan dapat di ulangi kembali dan dibuktikan kebenarannya melalui penyelidikan lain. Kadang-kadang sebuah variabel dapat dimasukkan kelas (kelompok), atau kategori. Seperti pengelompokkan laki-laki dan wanita. Kadangkadang variabelnya menunjukkan pengukuran fisik biasa. Kadang-kadang setiap variabel harus diukur dengan cara menempatkannya dalam suatu susunan. Rancangan Eksperimental Ungkapan rancangan eksperimental dipakai untuk menggambarkan langkah kerja yang direncanakan sebelum suatu eksperimen dilakukan. Rancangan eksperimental yang paling sederhana adalah rancangan yang memungkinkan peneliti itu mengolah sebuah variabel (variabel bebas) dan mempelajari pengaruhnya terhadap variabel lain (variabel tak bebas). Kadang-kadang suatu eksperimen hanya berfokus pada pengaruh satu kondisi, yang dapat muncul atau tidak muncul. Dalam hal ini rancangan eksperimen mengharuskan adanya kelompok eksperimental dengan adanya kondisi dan kelompok kontrol dengan tidak adanya kondisi itu. Menafsirkan laporan statistik Unsur statistik yang paling umum adalah mean. Mean (merata) semata-mata merupakan istilah teknis untuk perhitungan rata-rata. Jumlah penambahan seperangkat skor di bagi dengan banyaknya skor yang dijumlahkan. Dalam setiap studi yang menyangkut kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, terdapat dua mean yang harus dibandingkan . Mean dari skor yang dicapai subjek kelompok eksperimen dan mean dari skor yang dipakai subjek kelompok kontrol. Korelasi sebagai altenatif terhadap eksperimen Metode yang menyelidiki antara veriabel disebut korelasi. Hasil studi mengenai korelasi dapat dirangkum memakai koefisien korelasi, biasanya dinyatakan dengan simbol huruf r. Koefisien korelasi Ciri koefisien korelasi dapat diperjelas dengan cara mempelajari grafik yag menunjukkan data dari studi yang betul-betul dijalankan. Dalam studi ini subjek dites untuk menguji respon menguji respon mereka terhadap pengaruh hipnose dan 5

diberi skor. skor rendah menunjukkan respon minimal sedangkan skor tinggi menunjukkan bahwa subjek tersebut mudah dihipnotis. 6 .

kuliy. Sistem somatik. Reseptor merupakan sel khusus dalam organ pengindraan. Interneuron. terdiri dari saraf-saraf yang menghubungkan otak dan sum-sum tulang belakang dengan bagian tubuh lain. Disebut neuron karena neuron merupakan kunci dari kegiatan belajar dan serta berfungsinya mental. dan tekanan. yaitu unit dasar sistem saraf. suhu. Neuron Sensorik. Neuron motorik. otot. Kecepatan degub jantung dan pencernaan. Neuron dan Saraf Terdapat tiga jenis neuron 1. 7 . 2.BAB II PROSES BIOLOGIS DAN PROSES PERKEMBANGAN LANDASAN NEUROBIOLOGIS DARI PSIKOLOGI Unit-Unit Dasar dalam Sistem Saraf Otak manusia terdiri dari 12 milyar atau lebih sel khusus yang disebut neuron. Dan untuk menyambungkan antar neuron diperlukan neurotransmiter yang bertanggung jawab untuk mengirimkan sinyal atau impuls dari satu neuron ke neuron yang lain. Sistem saraf pusat. 3. Letaknya di otot dan mata. dibagi dalam dua macam : a. Saraf otonom bergerak ke organ bagian dalam. Pembagian sistem saraf 1. dll. fungsinya menghantarkan informasi mengenai rangsangan luar kulit. Urat syaraf merupakan kumpulan dari akson yang direntangkan. Sistem saraf ini. fungsinya mengirim impuls yang diterima reseptor ke pusat saraf. dan sendi ke sistem saraf pusat sehingga membuat kita sadar akan rasa sakit. fungsinya menerima isyarat dari neuron sensorik dan mengirimkan impuls interneuron lain ke neuron motorik. mencakup semua neuron dalam otak dan sum-sum tulang belakang 2. yang terdapat dalam beratus-ratus dan beribu-ribu neuron. otot. b. fungsinya membawa isyarat dari otak ke sum-sum tulang belakang ke efektor yaitu otoy dan kelenjar. Sistem saraf periferal. mengatur setiap proses seperti respirasi.

Sistem Limbik Berkembang lambat pada core pada tahap evolusi lanjut. c.Asosiasi posterior Belahan Otak Sejak tahun 1861. 8 . Hipotalamus. Korteks serebral .Asosiasi frontal (bagian lipatan frontal didepan bagian motorik) . Paul Broca memeriksa otak seorang pasiaen yang menderita kehilangan kemampuan berbicara dan menemukan kerusakan pada suatu bagian di sebelah kiri tepat diatas celah lateral lipatan frontal. d. Sistem saraf periferal dibagi dalam sistem somatik dan sistem otonom. yang terlibat dalam produksi suara ucapan. 3. Talamus. Serebrum Bertanggung jawab pada proses mental yang lebih tinggi.Bagian auditoris b. Struktur Hirarki Otak Terdapat tiga struktur otak manusia 1. Selebrum (cerebrum). adalah : a.Bagian motorik . Daerah ini dikenal dengan Daerah Bronca. dan sebagian besar berisi neuron tubuh. Sistem retikular. 2. bertindak sebagai pemancar informasi sensorik yang masuk. Area asosiasi .Bagian visual .Bagian somatosensorik . b. Serebrum di bagi dalam beberapa belahan serebral. yaitu : a. Sistem saraf Periferal terdiri dari saraf-saraf yang menghubungkan otak dan sum-sum belakang dengan bagian tubuh lainnya. berperan dalam hal emosi dan mempertahankan homeostasis. berfungsi mengkoordinasikan gerak dan strukturnya pada manusia. mengendalikan keadaan organisme dalam keadaan jaga. Sentral Core Yang termasuk dalam sentral core.Organisasi Sistem Saraf Sistem saraf pusat mencakup semua neuron dalam otak dan sum-sum belakang. ahli antropologi Prancis.

ukuran energi. dan memperlambat detak jantung. Kelenjar ini mengeluarkan kelenjar enpineprine yang dikenal dengan adrenalin. bagian ini mempercepat detak jantung. otot. Sistem somatik yang mengendalikan otot skeletal dan menerima informasi dari kulit. Bagian ini juga mengaktifkan kelenjar endokrin tertentu sampai hormon pengeluaran selanjutnya meningkatkan rangsangan. otak berfungsi sebagai satu kesatuan. selama kena rangsangan emosional. mempersempit pembuluh darah kulit dan organ setiap pencernaan. dan menyebabkan keluarnya keringat. Sistem otonom mengendalikan kelenjar dan otot halus. informasi dari satu belahan segera dipindahkan ke belahan lain melalui satu pita lebar penyambung benang saraf yang disebut korpuskolosum.Pada individu normal. Kelenjar ini merupakan kelenjar utama karena mengeluarkan kelenjar endokrin lain seperti thyroid. simpatetik dan para simpatetik yang kegiatannya sering saling berlawanan.bagian pertumbuhan otak yang menggabungkan diri tepat di bawah hipotalamus. merangsang keluarnya air liur. Sistem simpatetik cenderung bergerak sebagai satu unit. Sistem Saraf Otonom Sebelumnya telah dikemukakan bahwa sistem saraf pariferal terdiri dari dua bagian. dan beberapa reseptor sensorik. termasuk jantung. kemampuan menangani stress. sistem para simpatetik mengecilkan upil mata. Misalnya. Sedangkan belahan otak kanan dapat mengerti sebagian unsur bahasa tetapi tidak dapat berkomunikasi dengan ucapan. memperlebar pembuluh darah dari otot skeletal dan otot jantung. Sistem Endokrin Kelenjar endokrin mengeluarkan hormon yang di angkut ke seluruh tubuh oleh aliran darah. memegang peran penting dalam menentukan mood (keadaan perasaan) individu. . Sistem saraf otonom memiliki dua bagian. 9 .Kelenjar Pituitrin. belahan ini mempunyai pengindraan spasial dan pola yang berkembang pesat. Kelenjar dalam tubuh . dan lapisan perut serta usus.Kelenjar Adrenal. pembuluh darah.

Kromosom manusia terdiri dari 23 pasang kromosom. kelompok sosial dan keluarga tempat mereka dibesarkan. temperamen. XXY secara fisik laki-laki memiliki penis dan testis tetapi ciri kewanitaan sangat dominan. Pasangan ke 23 ini menentukan jenis kelamin. Keabnormalan kromosom lain karena kelebihan hormon Y. buah dada membesar dan tidak mengeluarkan sperma. yang kemudian dikenal dengan kromosom. Gen adalah zat DNA (deoxyridoncleic acid). Pria memiliki kromosom Y dan wanita memiliki kromosom X. Kromosom dan Gen Unit Hereditas didapat dari orang tua. agresifitas. Semua karakteristik psikologis tergantung pada interaksi antara hereditas dan lingkungan.Pengaruh Genetika Pada Perilaku Bidang genetik perilaku (disebut juga psikogenetik) menggabungkan setiap metode genetik dengan psikologi untuk mempelajari setiap karakteristik behavior yang diturunkan. Bila kromosom terakir XY maka yang lahir laki-laki dan bila kromosom teakhir adalah XX maka yang lahir adalah wanita. Setiap kromosom terdiri dari banyak unit hereditas yang disebut gen. Mereka banyak ditemukan dipenjara karena keagresifannya. 10 . seperti kemampuan. PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS Perkembangan adalah adanya perubahan progresif untuk perkembangan yang sifatnya psikologis. Pertumbuhan adalah perubahan fisik. Perkembangan dan pertumbuhan dipengaruhi oleh gen dan lingkungan. Kemasakan adalah periode dimana fungsi fisik sudah mulai berfungsi(akhil balig). emosi. dan mereka cenderung melakukan agresi dan kekerasan. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan Perkembangan manusia ditentukan oleh interaksi berkelanjutan antara lingkungan dan hereditas. Perkembangan juga dipengaruhi pada kebudayaan. XXY/XYY. dan perasaan. Keabnormalan Kromosom Keabnormalan kromosom terjadi bila kromosom ke 23 gagal membelah dua sempurna akibatnya terjadi kelebihan kromosom X atau Y. Para ahli genetik behavioral menaruh perhatian pada seberapa jauh karakteristik psikologis. badannya lebih tinggi dan sangat agresif. dan stabilitas emosi diturunkan dari orang tua pada anaknya..

konsep tahapan menunjukkan bahwa (1) Perilaku pada tahap tertentu diatur sekitar tema dominan. Bahkan mereka bisa membedakan tingkatan rasa manis. mereka mempunyai konsep yang lebih tepat dalam pemikiran mereka. masa kanak-kanak. masa remaja. dimana faktor biologis saling berinteraksi dengan proses belajar yang menghasilkan perubahan perilaku yang mulus dan berkesinambungan. Anak yang berumur dua tahun memiliki masa tahapan negatif (mengatakan ”tidak” pada setiap permintaan) atau anak remaja yang sedang berada dalam masa tahapan ”memberontak” (menantang kekuasaan orangtua). para ahli lebih senang menafsirkan urutan itu sebagai proses berkesinanbungan. Bayi juga lebih suka denagan bau-bauan harum daripada bau asam. Usia Dini Bayi yang baru lahir mempunyai selera rasa manis dibandingkan rasa asin. dan masa dewasa. ketika diberi dua pilihan antara air susu ibu dengan formula susu sapi yang lebih manis. Urutan dan Tahap Perkembangan Dalam menjelaskan urutan perkembangan. atau tawar. juga terjadi pada masa menua (tumbuhnya rambut putih. Pematangan yang mengacu pada urutan pertumbuhan secara alamiah atau perubahan jasmaniah yang secara relatif bebas dari peristiwa pengaruh lingkungan. Meskipun pematangan jelas terlihat dalam masa kanak-kanak. Biasanya orang tua mengacu istilah tahapan untuk anak mereka. Beberapa perubahan yang terjadi pada masa akil balig. 1977). Jika kita bagi rentang kehiduupan dalam masa yang berurutan dari masa bayi. 11 . bayi lebih memilih susu ibu (MacFarlane. Tetapi sebagian ahli psikologi tidak sependapat dengan proses yang berkesinambungan tetapu mereka memprkenalkan konsep tahapan.Maturasi (pematangan) Determinan genetik terungkap melalui proses pematangan. Tetapi sedit membingungkan. misalnya) ditentukan oleh jadwal waktu yang ditentukan secara biologis. Bayi yang baru lahir juga menaruh minat pada suara manusia daripada suara lain. pahit. proses itu terus berlangsung dalam kehidupan dewasa. Jika para ahli psikologi menunjuk pada tahapan perkembangan. Bahkan bayi sanggup menunjukkan perbedaan yang sangat halus pada bau-bauan. (2) Semua perilaku pada satu tahap secara kualitatif berbeda dengan perilaku yang muncul pada tahap awal atau kemudian dan (3) semua anak melalui tahap yang sama dengan urutan yang sama.

meraih benda-benda. Berfikir masih bersifat egosentris (fokus pada diri sendiri) memiliki kesulitan menerima pandangan orang lain. dan bagian tubuh lain. ini ditandai dengan kemampuan menerka benda berdasarkan bentuk. .12 tahun) Karakterisasi Mampu berfikir logis. seperti mempelajari jarak yang harus dicapai untuk meraih sebuah benda. merangkak dan berjalan tergantung pada pematangan otot. Rata-rata bayi akan tersenyum ketika ia melihat wajah ibunya. berlangsung dengansangat cepat. dengan snyum dan mengeluarkan suara-suara. Perkembangan Kepribadian dan Perkembangan Sosial Perilaku Sosial Usia dini .Dimulai pada masa bayi masih berumur 2 bulan. Karakterisasi Membedakan diri sendiri dengan setiap objek. mengenai objek dan kejadiaa. mengenal diri sendiri sebagai pelaku kegiatan dan mulai bertindak dengan tujuan tertentu. Sistem saraf. 12 .Pengalaman awal dan perkembangan bayi Perkembangan sejak bayi yang tak berdaya sampai pada usia dua tahun dan dapat berjalan srta berbicara. ukuran atau warna. Tahapan Praoperasional (2-7 tahun) Karakterisasi Belajar menggunakan bahasa dan menggambarkan objek dengan imajinasi dan kata-kata.Pada bulan ketiga atau keempat bayi mulai memperlihatkan kalau mereka mulai mengenal dan menyenangi anggota keluarga. Pengalaman Awal dan Perkembangan Selanjutnya Pentingnya lingkungan yang memberi stimulasi dalam tahun-tahun pertama bagi perkembangan intelektual digambarkan dengan studi klasik oleh Skeels dan Dye (1939) Perkembangan kognitif Tahapan sensomotorik (sejak lahir sampai usia 2 thn). Tahapan operasional (7. Kerja operasional adalah kegiatan mental yang rutin untuk memindahkan informasi dan sebaliknya. Kemampuan fisik seperti duduk. Respon yang ditunjukkan oleh bayi ini sangat berperan penting pada hubungan antara si ibu dan anak. Dapat dikatakan ini sebagai dialog antara ibu dan anak.

Anak mulai berkenalan dengan konsep benar atau salah dan konsep ini akan dan dapat berubah seiring dengan pertambahan usia atau kedewasaan. seperti meminta. Kohlberg (1969 1973). pola. 13 . Para ahli memandang proses identifikasi adalah suatu bentuk kegiatan belajar. Dalam interaksi ini anak belajar mengenai kemampuan sosial mereka. Dalam teori psikoanalisa. membagi pengalaman bersama.Pada usia mencapai 3 thn sebagian anak sudah merasa cukup aman tanpa kehadiran orang tuanya. dan ini dapat terjadi hingga usia 14-18 bulan. Dalam interaksi ini teman sebaya dapat menjadi model untuk ditiru. Sebab identifikasi merupakan proses yang berkelanjutan pada saat respon baru diperoleh sebagai hasil dari pengalaman langsung atau tidak bersama orang tua atau teman. juga menunjukan keengganan bila ditinggal ditempat atau dengan orang asing.. dan perilaku) orang lain.Pada usia 8 bulan penerimaan yang tanpa perbedaaan mulai berubah. Kemampuan anak mempertimbangkan masalah moral berhubungan dengan perkembangan kognitif. . bayi mulai memperlihatkan kehati-hatian atau lebih khawatir jika didekati oleh orang asing. Anak yang lebih tua akan lebih mampu berfikir abstrak dan menarik kesimpulan logis mengenai hubungan sosial dibanding anak yang lebih muda. Interaksi dengan anak-anak lain memegang peran penting bagi perkembangan emosi anak. mereka mulai dapat berinteraksi dengan teman atau orang dewasa lain.emosi. Memahami nilai2 yang mengontrol perilaku dalam suatu masyarakat dan mengatur perilaku seseorang secara benar merupakan bagian penting dari perkembangan. Interaksi dengan sesama anak. identifikasi dihubungkan dengan proses yang tidak disadari (unconsiousness) dalam meniru karakteristik (sikap. Pikiran dan Perilaku Moral. yang dipengaruhi oleh perkembangan kognitif dari Pieget. Identifikasi Konsep identifikasi berasal dari psikoanalisa yang disampaikan oleh Freud. saling menyenangi tindakan masingmasing serta mengerti perasaan masing-masing.Keterikatan kecendrungan anak untuk dekat dengan orang-orang tertentu dan merasa lebih aman dengan kehadiran mereka.

pada usia 13 sampai akhir belasan tahun. ekonomi. Sedangkan penelitian anak tunggal lebih tinggi skor tes intelegensinya dan lebih berhasil dalam pendidikan. Seperti anak laki-laki bermain mobil-mobilan. banyak bicara. anak laki2 yang lambat matang mengalami kesulitan dalam penyesuaian yang disebabkan oleh pentingnya kekuatan dan keunggulan fisik dalam kegiatan sesama teman. ketika pertumbuahn jasmani hampir selesai mereka belum diberi hak istimewa orang dewasa. dan beberapa perilaku seks lainya. Dan sekarang menjadi lebih terbuka yang dulu dianggap tabu. Sedangkan perempuan bermain dengan boneka. 14 .sampai pada masa tertentu. Masa Remaja Masa rmaja adalah masa transisi dari masa anak2 kemasa dewasa. senang membantu ayah. Orang tua sebagai tokoh identifikasi utama. Seiring dengan perkembangan zaman teradi pergeseran pandangan terutama pada perempuan dengan tuntutan persamaan gender baik dalam lingkungan sosial. Dan bila anak laki-laki yang memiliki kakak prempuan cenderung kurang agresif.Peran menurut jenis kelamin Setiap budaya menjabarkan setiap cara yang harus dilakukan laki-laki dan perempaun tentang perilaku yang harus dilakukan. Perkembangan seksual Pada masa ini mengalami perkembangan jasmani yang sangat pesat. homoseksual. Anak perempuan lebih cepat matang dari laki2. pandangan mengenai hubungan seks sebelum menikah. senang membuat sesuatu. saudara kandung juga memegang peran penting. Penggolongan tipe seks Penggolongan ini mengacu pada diperolehnya karakteristik dan perilaku yang dianggap wajar bagi perempuan atau laki-laki dalam suatu kebiasaaan. terjadi pergeseran yang sangat besar yang terjadi secara global yakni pandangan dan perubahan sikap terhadap kegiatan seksual. Identifikasi dengan saudara kandung. tidak pernah memukul. dbandingkan dengan yang memiliki kakak laki-laki. diiringi dengan perkembangan organ2 reproduksi. atau politik. senang menolong ibu. Anak perempuan yang memilki saudara kandung laki-laki cenderung lebih maskulin dan lebih senang bersaing daripada anak perempuan yang memiliki kakak perempuan. Standar dan perilaku seksual Dalam 20 thn terahir.

Masa pensiun yang memberi waktu luang untuk diisi. 15 . Masa Tua. seperti anak muda. mengenai membimbing dan persiapan bagi generasi yang akan datang. Laki-laki cenderung lebih cepat jatuh cinta dari pada perempuan dan sudah puas dengan calon pasangan mereka. jenis masalah yang harus dihadapi yang terus ada sepanjang hidup. Perkembangan sebagai suatu proses seumur hidup Tidak hanya berakhir sampai pada kematangan fisik semata. perilaku individu. tidak hanya perkembanagn badaniah semata tetapi proses kognitif. penyakit melemahkan membuat mereka tidak berdaya. tidak lagi memandang kehidupan dalam pengertian waktu. Masa pertengahan dewasa Berada diusia 40-65. bagi pria biasanya dia berada pada puncak karir. Erikson menyebutkan pada masa ini timbul satu kekhawatiran yang disebut generativity. Dalam membina hubungan. penurunan kekuatan fisik membatasi kegiatan. tapi berkelanjutan.Mencari Identitas Mengembangkan identitas adalah bagian penting dalam kehidupan remaja (sense of individual identity) untuk menemukan jawaban “siapa saya” dan “kemana saya akan pergi” memutuskan mana yang penting. Usia diatas 65 thn. tetapi memikirkan waktu yang tersisa dan membangun kembali kehidupan dengan memprioritaskan apa yang harus dilakukan dalam waktu yang tersisa. merupakan masa paling produktif. Pada usia 50 thun cara pandang mengenai kehidupan mulai berubah. yang didalamnya termasuk harga diri dan kompetensi diri. menikah atau membina hubungan yang serius. dan wanita lebih sedikit tanggung jawab karena anak sudah mulai dewasa. sebaliknya perempuan lebih praktis dan berhati-hati. Masa awal kedewasaan Seseorang mengikat diri pada pekerjaan.

sampai seberapa sejauh suatu objek tidak dapat diamati lagi oleh individu 2. (minimal Absolut Treshold). Different Treshold (ambang perbedaan). syarafsyaraf. Tes semacam ini memudahkan ahli mata untuk menentukan sebuah ambang untuk rincian yang paling kecil yang dapat dideteksi oleh subjek yang dites. Alat tubuh yang digunakan untuk melihat adalah mata. Penglihatan Pola Kapasitas untuk melihat suatu pola disebut resolusi penglihatan. Indera Penglihatan Penglihatan adalah kemampuan untuk mengenali cahaya dan menafsirkannya. 2. salah satu dari indra. hal ini dilakukan terutama oleh sistem pendengaran yang terdiri dari telinga. Ambang mutlak / Absolut bawah. biasanya dalam konsentrasi yang sangat kecil.BAB III PERSEPSI DAN KESADARAN PROSES SENSORIK Ambang 1. dan otak. disebut dengan bau. 16 . Indera Lain Indera Penciuman Penciuman atau olfaksi adalah penangkapan atau perasaan bau. Perasaan ini dimediasi oleh sel sensor tespesialisasi pada rongga hidung. Zat kimia yang mengaktifkan sistem olfaktori. Indera Pendengaran Pendengaran adalah kemampuan untuk mengenali suara manusia dan binatang. Ambang mutlak maksimum/ atas (maximum Absolut Treshold). Biasanya resolusi ini diukur dengan meminta subjek untuk menetap sebuah bagan dimana pola tersebut makin lama makin mengecil. sampai seberapa jauh jarak perbedaan antara ambang stimlus yang satu dengan objek yang lain. sampai sejauh mana atau seberapa jauh suatu rangsangan dapat diamati oleh alat indra. Manusia yang daya penglihatannya menurun dapat menggunakan alat bantu atau menjalani operasi untuk memperbaiki penglihatannya.

Dalam hal ini. begitu juga berinteraksi dengan "closure". Stimulus didapat dari proses penginderaan terhadap objek. Pada manusia dan banyak hewan lain. penginterpretasian terhadap stimulus yang diindranya sehingga merupakan sesuatu yang berarti. penginterpretasian terhadap stimulus yang diindranya sehingga merupakan sesuatu yang berarti. Persepsi adalah suatu proses pengamatan seseorang yang berasal dari suatu kondisi secara terus-menerus yang dipengaruhi oleh arus informasi dari lingkungannya. Sesuai dengan teori persepsi yang dikemukakan oleh para ahli tersebut dapat disimpulkan 17 . rasa sakit (pain). peristiwa. Proses Persepsual Proses pembentukan persepsi dijelaskan oleh Feigi sebagai pemaknaan hasil pengamatan yang diawali dengan adanya stimuli. Indera Kulit (Peraba) Yang kita kenal sebagai indera peraba bukanlah indera tunggal tetapi sekurangkurangnya terdiri dari empat. yaitu peraba pressure. Indera ini merujuk pada kemampuan mendeteksi rasa suatu zat seperti makanan atau racun. indera pengecapan terkait dengan indra penciuman pada persepsi otak terhadap rasa. Setelah mendapat stimuli. sehingga orang dapat cenderung menafsirkan perilaku seseorang dengan keadaannya sendiri. pada tahap selanjutnya terjadi seleksi yang berinteraksi dengan "interpretation". Walgito (1991) yang menyatakan bahwa persepsi itu merupakan pengorganisasian. atau hubungan-hubungan antar gejala yang selanjutnya diproses oleh otak. persepsi mencakup penerimaan stimulus (inputs) pengorganisasian stimulus dan penerjemahan atau penafsiran stimulus yang telah diorganisasi dengan cara yang dapat mempengaruhi perilaku dan sikap. dan merupakan respon yang integrated dalam diri individu. PERSEPSI Persepsi adalah proses pemahaman atau pemberian makna atas suatu informasi terhadap stimulus.Indera Pengecapan Pengecapan atau gustasi merupakan satu dari lima indra tradisional. panas dan dingin. dan merupakan respon yang diintegrated dalam diri individu. yang menyatakan bahwa persepsi itu merupakan pengorganisasian.

Ambang mutlak / Absolut bawah.Dalam keterkaitan proses persepsi ada 3 komponen yang sangat terkait (Hill G. menentukan objek apa yang diamati. 18 . Different Treshold (ambang perbedaan) Sampai seberapa jauh jarak perbedaan antara ambang stimlus yang satu dengan objek yang lain.Persepsi menyangkut dua masalah.bahwa. 2. . . berwujud atau tidak. . di mana dari segi fisiologis sistem syaraf harus dalam keadaan baik. Lokalisasi. menentukan dimana letak suatu objek 2. 2000) diantaranya 1. Ambang mutlak maksimum/ atas (maximum Absolut Treshold) Sampai seberapa sejauh suatu objek tidak dapat diamati lagi oleh individu 3. Melalui kedekatan antara figure dengan reseptor 2. 1. Learning dari pengalaman organism terhadap stimulus 2. . stimulus harus cukup kuat melampaui ambang batas.Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi 1.Batas atau Ambang penerimaan Indra. suatu figur akan dapat ditetapkan dengan : 1. Terang gelapnya suatu objek 3. peristiwa orang lain berdasarkan pengalaman masa lampau. Pengenalan objek. pembentukan persepsi tersebut sangat dipengaruhi oleh pengamatan. Mengenai stimulus agar dapat dipersepsi. pengindraan terhadap proses berpikir yang dapat mewujudkan suatu kenyataan yang diinginkan oleh seseorang terhadap suatu obyek yang diamati. Dengan demikian persepsi merupakan proses penilaian terhadap suatu obyek. . (minimal Absolut Treshold) sampai sejauh mana atau seberapa jauh suatu rangsangan dapat diamati oleh alat indra. Pusat perhatian. Through dari komponen satu dan dua (learning and memory). situasi.Persepsi berkaitan dengan objek dan latar belakang objek. sedangkan secara psikologis. sikap. Memory dari organisme 3. yaitu : 1. 2. harapan dan nilai yang ada pada diri individu. Keadaan individu dari segi fisiologis dan psikologis.

Sebagian lagi ada di dalam stimuls pada setiap mata (isyarat monokular). cahaya akan memberikan gambaran sesuai dengan pantulan tersebut yang tidak sesuai dengan objek pantulan benda tersebut. mereka cenderung menganggapnya sebagai apa yang dihayati oleh indera perseorangan yang disebut ”percept”. maka objek dengan lingkungan yang melatar belakanginya merupakan kesatuan yang sulit dipisahkan. Persepsi jarak menjadi sangat rumit karena persepsi ini sangat tergantung pada sejumlah besar faktor. Penyebab terjadinya ilusi 1. saat stimulus baru diterima otak dan belum diorganisasikan dengan stimulus lainnya dan ingatan-ingatan yang berhubungan dengan stimulus tersebut. Ilusi Individu memperoleh kesan yang salah mengenaii fakta-fakta yang objektif seperti yang diperoleh panca indera. Faktor Eksternal Pantulan gelombang cahaya. Hal ini disebut isyarat jarak (distance cues). 19 . Ahhirnya ditemukan bahwa stimulus visual juga mempunyai ciri-ciri yang berkaitan dengan jarak pengamat. Pribadi (person) 2. Halusinasi Persepsi Jarak Bagi teoritikus persepsi. kerangka acuan. di mana bila objeknya manusia. . Perilaku (behavior) Kesalahan dalam persepsi Sensasi Sensasi hanya berupa kesan sesaat. 2.Persepsi Sosial terdiri dari tiga elemen 1.pengalaman. Lingkungan atau situasi. perasaan. Situasi (situation) 3. 3. Faktor Internal Berisi harapan atau kesesuaian mental. yang berkaitan dengan bayangan selaput jala dua dimensi. Sebagian faktor ini hanya ada bila suatu penglihatan dipandang dengan kedua mata (isyarat binokular). kemampuan berpikir dan motivasi akan berpengaruh dalam persepsi seseorang.

kedua mata bekerja sama hingga kita mendapatkan perasaan dalam (depth) dan jarak yang jauh lebih tepat. termasuk konfigurasi tiga dimensi. tetapi masih banyak lagi hal yang lain. Individu dengan penglihatan satu mata mendapatkan pengalaman visual yang hampir sama dengan individu yang menggunakan dua mata. Isyarat Monokular Walaupun kedua mata membantu kita menghayati adanya kedalaman dan jarak.Isyarat Binokular Banyak aspek yang dipelajari dengan membahas fenomena yang ada dengan satu mata saja. Mereka yang memiliki satu mata dapat melihat warna. Para seniman mampu memberikan kedalaman suatu gambar karena mereka memanfaatlan banyak isyarat monukular yang menggambarkan jarak dan objek. Situasi semacam ini dapat meninggalkan isyarat yang taksa (ambigous) sehingga dapat menyebabkan suatu persepsi yang keliru. dan hubungan jarak. memang akan menyebabkan hilangnya ketepatan gambar. Contoh dari gerak yang tampak semacam ini. Persepsi Gerak Gibson (1968) mengemukakan bahwa isyarat persepsi gerak ada di sekitarnya. Kita melihat bagian baru ketika bagian lain hilang dari pandangan. Dengan menutup satu mata. bentuk. Dalam penglihatan stereokopik. Kita juga melihat benda-benda bergerak ketika berubah jaraknya. kita sama sekali tidak terbatas pada efek binokular dalam persepsi dan kedalaman jarak. Gerak yang tampak Gerak mungkin pula dihayati tanpa adanya suatu pola stimulasi yang bergerak. Alat yang dinamakan stereoskop dapat digunakan untuk mendemonstrasikan bahwa kerjasama kedua mata benar-benar menghasilkan suatu pengalaman dalam jarak. dan mereka mendapatkan manfaat penglihatan stereoskopik. Kita melihat sebuah benda yang bergerak karena ketika benda itu bergerak sebagian menutupi dan sebagian tidak menutupi latar belakangnya yang tidak bergerak. Akan tetapi. yang kita kenal sebagai dasar 20 . Suatu hal yang terjadi bila seluruh medan penglihatan bergerak. orang yang mwempunyai dua mata mempunyai kelebihan yang sangat besar dibandingkan mereka yang memiliki satu mata. Keseluruhan medan penglihatan lebih besar (sehingga lebih banyak hal yang dilakukan sekaligus).

salah seorang pemuka psikologi Gestalt. Gerak ini tergantung dari hubungan antara setiap objek dalam medan penglihatan dengan tafsiran kita tentang hubungan ini. Gerakan Nyata Persepsi gerak nyata lebih kompleks dari gerak tampak.pembuatan film hidup. penghayatan berkaitan dengan stimulus yang termudah dan termungkin. di acu sebagai gerak Stroboskopik. Pengalaman gerak yang ditimbulkan oleh serangkaian gambar diam yang dilihat dengan kecepatan tinggi tidak terdapat pada gambar tersebut secara terpisah. menggunakan gerak stroboskopik untuk menggambarkan prinsip ini. Kita biasanya menghayati benda yang kita kenal sebagai benda yang permanen dan stabil yang tidak terpengaruh oleh kondisi penerangan. Konstansi persepsi (perceptual constancy). pengalamam itu membentuk dunia benda yang dapat dikenali. Kebanyakan fenomena ini termasuk dari tiga kelas/tingkat yang ada : organisasi persepsi (perceptual organization). Diantara fenomena organisasi persepsi terdapat dampak gambar dan latar (figure and ground effect) serta pengelompokkan persepsi (perceptual grouping) Konstansi Persepsi Pengalaman persepsi kita tidak berdiri sendiri. Bayangan gerak terjadi bila stimulus yang terpisah dan yang tidak bergerak. posisi darimana kita melihatnya atau jaraknya dari kita. dan ilusi persepsi (perceptual illusion). Ilusi Persepsi 21 . Persepsi Total Signifikan teoritis pengorganisasian stimilus dalam mengahasilkan suatu pengalaman persepsi ditemukan sejak awal oleh para pendukung Ilmu Jiwa Gestalt. Organisasi Persepsi Para ahli psikologi Gestalt menemukan sejulah fenomena persepsi yang berhubungan dengan bagaimana suatu bagian dari sebuah stimulus muncul sehubungan dengan stimulus lain. benda-benda abadi sehingga kita akan menjumpai benda yang sama. suatu cabang psikologi yang berkembang di Jerman pada awl abad ke-20. Tetapi pengalaman itu timbul dari hubungan antara jawaban tersebut. Contoh asumsi Gestalt tentang organisasi persepsi adalah hukum kesederhanan (Law of simplicity) . Max Wertheimer. Mereka menunjukkan hal ini sebagai contoh organisasi persepsi dan melanjutkan dengan sejumlah hukum untuk menerangkannya. disajikan secara berturut-turut.

Saat selama mata tidak bergerak disebut fiksasi(fixation) dan gerakan yang cepat diantara fiksasi tersebut disebut ’peralihan’. bila kita pelajari bentuk itu. Gagasan dibalik kursus seperti ini adalah melatih pembaca membuat sedikit mungkin fiksasi mata dan menangkap beberapa kata atau seluruh frasa dalam setiap fiksasi. dan seperti semua keterampilan lain. diam lahi. terlihat jelas bahwa mata tersebut tidak akan tinggal diam tetapi terlibat dalam proses scanning (meneliti/menamati). seperti patahnya batang yang kita lihat dalam air atau bayangan menyimpang yang kita lihat pada kaca ”fun-house” dapat dihayati secara fisik (physical) : semua bayangan ini disebabkan adanya penyimpangan stimulus yang mencapai reseptor kita. Peran Belajar dalam Persersi Kelompok para nativi (termasuk Descartes dan Kant).Beberapa ilusi. dan seterusnya. persepsi kita akan berubah. kemudian beralih ke posisi lain. Sebaliknya 22 . Pengamatan ini merupakan dasar kursus membaca cepat yang menyatakan akan meningkatkan membaca cepat dan membaca dengan pemahaman (Reading comprehension). membaca dapat ditingkatkan ketepatan dan kecepatannya dengan latihan. kita sendiri akan sulit menentukan mana bagian depan dan belakang di antara dua perspektif tersebut. Membaca Membaca adalah keterampilan yang kimpleks. Begitu kita tahu kubus berubah secara perspektif. Ilusi lain menyangkut persepsi sehingga bayangan tersebut tampak dalam ilusi persepsi kita. melainkan mata diam untuk suatu saat singkat. kita membuat lebih lebih sedikit fiksasi mata dibandingkan bila kita membaca dengan lebih tekun. Akan kita dapatkan bahwa bidang yang berwarna kadang-kadanng tampak sebagai bidang yang berwarna kadang-kadang tampak sebagai bagian depan kubus dan kadang-kadang sebagai bagian belakang. Membaca cepat (speed reading) Bila kita membaca sepintas suatu teks. menyatakan bahwa kita dilahirkan dengan kemampuan menghayati apa-apa yang kita hayati. Gerakan Mata dan Membaca Fiksasi dan ”Peralihan” Bila kita perhatikan mata seseorang yang sedang melihat gambar atau benda. Proses Kognitif dalam Persepsi Sebuah kubus yang salah satu bidangnya diberi wana. Namun scanning bukanlah merupakan gerakan mata yang lurus dan tetap.

Fungsi kesadaran 1. ’Chairvoyance’ (kemampuan melihat pikiran seseorang dan apa yang terjadi pada jarak jauh). b. Fenomena ini dapat di uraikan sebagai berikut. memanipulasi objek secara mental tanpa menyentuhnya. artinya kesiapan terhadap peristiwa lingkungan dan sensasi tubuh (pengamatan Indra) dan memori ingatan. KEADAAN KESADARAN Kesadaran Merupakan tingkatan kesiapan individu pada usia dini terhadap stimulus internal dan eksternal. 1. Telepati. dan ESP sendiri termasuk dalam kelas fenomena yang lebih besar yang disebut fenomena parapsikologi. 2.yaitu mengendalikan diri dan lingkungan sehingga kita mampu memulai dan mengakhiri aktifitas perilaku dan kognitif. Tidak seorangpun kini meragukan bahwa praktek dan pengalaman mempengaruhi persepsi. dipresentasikan/ ditampilkan dalam kesadaran. Masalahnya adalah seberapa jauh kapasitas yang diperoleh sebagai hasil pengalaman terdapat beberapa kawasan penyelidikan yang memberi informasi tentang pesan belajar dalam perseps. ’Precognition’. Persepsi Ekstra Sensorus (ESP) a. atau persepsi akan kejadian yang akan datang. atau pemindahan pikiran dari satu orang ke orang lainnya. Pengendalian diri. c. 2. (Misalnya.para empiris (termasuk Berkeley dan Locke) mempertahankan bahwa kita mempelajari cara menghayati sesuatu melalui pengalaman berngai dengan benda dalam dunia kita. Persepsi Ekstra Sensorik Persepsi Ekstra Sensorik (ESP) terdiri dari 3 macam. Beberapa Kesadaran Aktif dan pasif 23 . ”kehendak” akan munculnya nomer tertentu pada waktu dadu dilempar). yaitu pemantau pada diri sendiri dan lingkungan sehingga persepsi memori dan proses berfikir. Pemantau. Psikokinesis (PK).

Menurut teori psikoanalisa freud. . Freud dan keadaan Tidak sadar Ingatan yang sudah tersimpan dapat dipanggil kembali atau Recall. sementara kesadaran aktif yaitu menitikberatkan pada inisiatif dan mencari atau merencanakan berbagai kemungkinan dimasa depan. Deikman 1971.Kesadaran pasif. Salah satu sumbernya adalah kebudayaan yang bermacam-macam tentang dongeng.Stadium 2. Perbedaan keduanya tidaklah terlalu jauh. Hal ini dilakukan setiap orang untuk menggunakan waktunya untuk berfikir dan membayangkan. 24 .Stadium 3. Tingkat kedalaman tidur seseorang terbagi 5 stadium: . menciptakan. merencanakan.Stadium 1. dan berbagai peristiwa penting lainya. menjadi seseorang yang kuat berhasil. Lamunan Membayangkan sesuatu yang menyenangkan. berbagai bukti yang mereka kemukakan merupakan masalah penting bagi penapsiran kejiwaan. ditandai dengan gelombang pelan (gelombang delta) dan sulit terjaga akibat rangsang dari luar. orang mulai tertidur tidur tahap pertama. sebab dalam kehidupan fikiran manusia bergerak melaui kedua jalur kesadaran ini dan dalam kedua jalur ini pula alur berfiikir sangat dekat dengan kesadaran. Keadaaan kesadaran semacam ini dinamakan Melamun (daydreaming). Manusia dewasa tidur rata-rata 8 jam perhari. mengingat kembali masa lalu atau membiarkan fikiran terbang tanpa arah. kelahiran. dll. Sedangkan menurut Karl Jung ketidaksadaran diwarisi dan dipunyai oleh setiap orang. terdapat pula ingatan lain yang tidak dapat atau sangat sulit diingat kembali. Tidur Tidur membuat tingkat kesadaran berkurang.Stadium 4. ditandai gelombang otak menjadi tidak teratur dan berkurang getaranya.yaitu dimana seseorang bersikap menerima apa yang terjadi pada saat itu. seseorang menutup mata dan rileks dengan gelombang otak antara 8–9 getaran (Hz) perdetik (hal ini disebut gelombang otak). kepercayaan rakyat yang berhubungan dengan symbol-simbol penciptaan. kaya. . Meskipun 2 teori ini bertolak belakang. Teori psikoanalisa menanamkan ingatan semacam ini dengan “tidak sadar”. tidur terlelap .

tidak mengadakan usaha apapun. bersantailah sepenuhnya dan biarkan pikiran serta badan melangkah keluar dari arus ide dan perasaaan yang selalu berubah-ubah memenuhi pikiran kita. Dalam penelitian pada tahap REM subjek melaporkan mereka telah bermimpi. dimana manfaatnya dapat diperoleh melalui mengikuti beberapa benda. perasaaan berusaha menembus cakrawala.Apnea. yang berasal dari budhisme cina dan jepang. Beberapa gangguan Tidur: . . bebas terbang seperti burung.Stadium 5. Kesulitan untuk tidur sehingga secara kualitas dan kuantitas individu mengalami kurang tidur.Insomnia. Dua teknik yang umum meditasi  meditasi terbuka (opening up meditation). dan jangan tenggelam dalam arus tersebut. perhatian. . bukan merincikan bagian perbagian tetapi melihat pot tersebut sebagai benda yang kenyataan luar.Menurut freud mimpi terjadi karena dorongan ketidaksadaran yang direpres yang kemudian muncul dalam citra bayangan otak. ide.. Mempelajari konsentrasi.Somnabolisme. Perhatikan laju aliran tersebut.Narkolepsi. Pendekatan ini dimulai dengan memutuskan untuk tidak berbuat apa-apa. Mimpi Adalah perubahan kesadaran dimana bayangan yang diingat dan fantasi tercampur dengan Meditasi Meditasi adalah memusatkan pikiran pada suatu objek sehingga rangsangan dari luar tidak bisa dipantau. suatu sistem yang berdasarkan agama hindu/zen.  meditasi konservatif.Meditasi tradisional mengikuti praktek yoga. individu yang begitu cepat masuk pada stadium dalam sehingga individu cepat tidur. Dengan berkonsentrasi pada sebuah objek. 25 . masuk kedalam stadium Rapit Eye Movement (REM) gerakan mata dan non REM (Tidur tidak dengan gerakan mata yang cepat). kata atau ide. gangguan pernafasan pada saat tidur karena otak tidak mengirim sinyal sinyal ke organ tubuh sehingga otak kekurangan O2 karena selaput pernafasan menutupi alat pernafasan.tidur berjalan. dimana subjek membersihkan pikiranya untuk menerima pengalaman baru. .

tidak mengantuk. Heroin merupakan getah tanaman opium yg telah dikeringkan. Mengatur perasaan. stimulan merupakan obat untuk merangsang gairah. Obat-obatan Psikoaktif .Stimulan Berlawan dengan depressant. Dengan kemampuanya untuk mengatur perasaan dan mengurangi kecemasan.Amphetamin Stimulan yang ampuh. perasaan atau suara-suara/sensasi-sensasi lain. meningkatkan percaya diri (self confidence) merupakan motivasi utama orang menggunakan amphetamin. Pada konsentrasi 0.Heroin Dikenal sebagai candu. relaksasi dan pelepasan berbagai hambatan. membuat obat ini tidak sah. Inti dari semua metode meditasi adalah kedamaian fikiran. .1% fungsi sensorik dan motorik mulai terganggu. yaitu obat2tan yang mengurangi sensasi fisik dan kemampuan memberikan respon pada stimulan karena tertekannya sistem saraf pusat. dan pada 4% menyebabkan kematian. Heroin mengandung zat kimia termasuk morfin dan kodein. Menimbulkan kepeningan. dengan menyingkirkan semua pikiran. .heroin digunakan untuk menghilangakn rasa sakit. Dimana keduanya 26 .sedangkan ucapan dan kontrol gerakan pada knsentrasi 2% sudah tidak mampu mengerjakan apa-apa. dengan konsentrasi 0. dan rasa tentram. Dapat meningkatkan energi dan kepercayaan diri serta mengurangi kepenatan dan nafsu makan. perasaan damai.05 %. Meditasi untuk rileksasi Meditasi modern dan lebih komersil dengan teknik yang lebih sederhana. Dalam bidang medis. .Kokain Diperoleh dari dedaunan kering tanaman koka. Efek dari obat ini adalah peningkatan kewaspadaan (alertness).ada dalam bentuknya sendiri tanpa ada hubungan dengan orang lain. dengan nama meditasi transendental (transcendental meditation). alkohol dapat meningkatkan energi dan membuat orang lebih merasa bergairah dan ramah. serta mengurangi rasa lelah dan bosan.03 – 0. .Alkohol Dalam jumlah sedikit.

menyebabkan penyakit paranoid yang akut. Bahan aktif dalam mariyuana adalah THC (Tetrahydracannubinol).Halusinogen LSD (Lysergic Acid Diethylamide). Menurut ahli psikoanalisis. atau melayang (out of body) Dampak dari zat adiktif ini memberikan efek pada kesadaran. serta perubahan objektif dan perilaku (berkurangnya rasa penat dan dorongan semangat yang tergantung pada dosisnya) Hypnotis Hypnotis adalah keadaan santai dan responsif dimana perhatian seseorang berada diluar jangkauan tuntutan lingkungan atau dipusatkan pada ahli hipnotis dan sarannya. 27 . dan persepsi berupa rasa gembira.Mariyuana atau ganja berasal dari tanaman rami (hemp plant). bila digunakan dlm jumlah 5-10 miligram menimbulkan perasaan ringan. sehat. hipnotis adalah keadaan regresi sebagian dimana objek kekurangan kendali yang ada dalam keadaan sadar yang nyata dan karenanya bertindak secara impulsif dan terlibat dalam pembuatan fantasi. pemakai obat ini sering berhalusinasi. memberikan pengalaman yang subjektif. . Perubahan kesadaran ini menyebabkan si pemakai sangat tidak rasional dan berperilaku membingungkan serta membuat si pemakai menjadi panik dan merasa dirinya tidak dapat mengendalikan apa yang dikerjakan dan dipikirkan. 30-70 miligram menghasilkan efek hampir halusinogen. pemakai menggunakan ganja untuk mendapatkan keadaan santai. terjadi perubahan sensor. .

Konsep Penguatan Dalam pengkondisian klasik. Pada pengkondisian operan penguatan berarti terjadinya suatu kejadian (makanan atau minuman). menurutnya makanan bukan sebagai penguatan tetapi aktivitas. sebab setiap aktivitas yang dilakukan oleh organisme dapat menguatkan aktivitas lain. MENGINGAT. Penkondisian Operan (Operant Conditioning) Operant Conditioning adalah suatu proses perilaku operant ( penguatan positif atau negatif) yang dapat mengakibatkan perilaku tersebut dapat berulang kembali atau menghilang sesuai dengan keinginan. DAN BERFIKIR BELAJAR Belajar dapat diartikan sebagai sebuah bentuk pemahaman dari perilaku yang tampak. Dengan menerapkan strategi Pavlov ternyata individu dapat dikendalikan melalui cara mengganti stimulus alami dengan stimulus yang tepat untuk mendapatkan pengulangan respon yang diinginkan. 28 . Tokohnya Skinner.BAB IV BELAJAR. sementara individu tidak menyadari bahwa ia dikendalikan oleh stimulus yang berasal dari luar dirinya. walupun pengutan berbeda-beda ada pembatasan penguatan bilakukan untuk melihat adanya kemungkinan meningkatkan respon. Belajar dalam psikologi berkaitan dengan masalah fundamental seperti perkembangan emosi. Menurut Premack penguatan dapat dianggap dan bermanfaat sebagai (aktivitas). terdapat istilah penguatan untuk penyajian pasangan stimulus yang dikondisikan dan tidak dikondisikan. perilaku sosial. dan kepribadian. motivasi. Pengkondisian Klasikal Eksperimen ini dilakukan oleh Pavlov.

Eksperimen insight pernah dilakukan oleh Wolfgang Kohler. untuk menentukan kemampuan simpanse dalam memecahkan masalah. dan bila salah komputer mengdiaknosa kesalahan yang dibuat dan memberikan perbaikan yang tepat.Para psikolog mengemukakan bahwa membentuk struktur kognitif dalam memori yang mempertahankan dan mengorganisasi informasi tentang berbagai macam keadian yang terjadi dalam situasi belajar. dapat belajar dengan kecepatanya sendiri. Bagi anak hukuman yang paling efektif adalah yang bersifat informatif sehingga anak tahu mana yang boleh dilakukan dan tidak boleh.Jumlah dan Penundaan Penguatan Para psikolog telah menyelidiki secara sistematis ternyata Jumlah penguatan menjkadi penting. mengorganisasikan dan mengulangi informasi dalam usaha menguasai topik baru. adalah dengan memberikan imbalan atau hukuman segera setelah terjadinya respon. karena bila tepat komputer beralih kepengajaran lain. Dan 29 . sampai pada batas2 tertentu. Ciri pengajaran komputer adalah pengajaran ini memberikan kesempatan yang tinggi pada individualitas siswa. jika respon alternatif mendapatkan imbalan. Peran Hukuman dalam Belajar Dalam belajar hukuman dapat dengan efektif mengurangi respon yang tidak dikehendaki. Belajar dengan Komputer Dengan munculnya komputer alat pengajaran lebih fleksibel dan responsif. Eksperimen Insight. Belajar Kognitif Proses kognitif adalah bagaimana individu menghayati. Insight yaitu memecahkan masalah tidak dengan percobaan dan kesalahan (trial and error). Penundaan Penguatan. tetapi dengan menghayati hubungan yang penting untuk memecahkan masalah. dan hukuman dapat bersifat informatif perilaku yang berbahaya. terkadang anak mengetes batas hukuman. dan hukuman yang informatif dapat mengarahkan kembali perilaku. koreksi guru pada pelajaran siswa juga termasuk bentuk hukuman. tetap lebih informatif. Hukuman dapat mengingatkan anak untuk menghindari respon negatif untuk menghindari hukuman. semakin besar jumlah penguatan semakin cepat laju kecepatan belajar yang terjadi. asumsinya adalah untuk melatih binatang atau anak kecil. Dan bila tetap dilakukan dapat diberikan disiplin tegas tetpi tidak kaku dengan segera dan ajeg.

komputer dapat mengecek hasil evaluasi kemajuan siswa dan menentukan kesulitan siswa. Ingatan Jangka Panjang . kita harus memperhatikan informasi tersebut. dan pencarian ini berlangsung sangat cepat sedemikian cepat sehingga kita tidak menyadari. . . tetapi informasi itu masuk dalam ingatan dalam bentuk tertentu atau kode. ingatan jangka pendek hanya berisi apa yang kita pilih. tetapi subjek yang diulang memiliki kemungkinan bertahan lebih lama. ekseprimen ini dilakukan oleh Stenberg (1966) dengan menggunakan alat yang memiliki ketepatan dalam milidetik (seperseribu detik).Penyimpanan (Storage) Ingatan yang paling depan harus mengalah dengan informasi yang paling baru. ini dikarenakan pengulangan mengkin dapat menghindari perkodean baru dalam ingatan.Pemasukan Pesan Dalam Ingatan/ Penyusuanan Kode (encoding) Informasi jangka panjang meliputi informasi yang telah disimpan dalam ingatan Penyimpanan Pengingatan kembali memperoleh dari ingatan mempertahankan dalam Ingatan 30 .Pengingatan Kembali (Retrieval) Untuk mengingat kembali diperlukan pencarian penggalian ingatan jangka pendek dimana kode atau butir2 itu tersimpan. INGATAN (MEMORY) Perbedaan-Perbedaan dalam Ingatan Tiga Tahapan Ingatan Penyusunan kode Memasukkan dalam ingatan Dua jenis ingatan Ingatan Jangka Pendek . Pemasukan Ingatan tidak hanya pemasukan informasi saja.Pemasukan Pesan Dalam Ingatan (Encoding) Untuk dapat menyimpan informasi dalam ingatan jangka pendek.

Motivaed forgeted.Memilih Konteks Hubungan Antara Ingatan Jangka Pendek dan Jangka Panjang Agar kode informasi dapat disusun menjadi ingatan jangaka panjang. Berfikir adalah proses penarikan kesimpulan dan merupakan salah satu proses penafsiran terhadap stimuli. Meningkatkan Ingatan .dengan rentang waktu beberapa menit.Membayangkan. BAHASA DAN PIKIRAN Bahasa adalah bentuk kode yang merupakan gabungan fonem (bunyi) sehingga membentuk kata dan menjadi kalimat yang memiliki arti. individu merepres hal2 yang menimbulkan kecemasan. Theory inter referensi. disebabkan pengalaman yang membuat orang tersebut tidak nyaman. karena proses waktu yang lama dan tertumpuk 4. 2.dll). Ingatan itu hanyalah sulit dicapai dan memerlukan semacam isyarat pengingat kembali. proses lupa terjadi karena proses informasi yang baru menutup informasi yang lama 3.Penyimpanan dan Pengingatan Kembali (Storage and Retrieval) Banyak kasus mengenai proses lupa dari ingatan jangka panjang. bukan karena tidak adanya informasi. ini merupakan akibat dari tidak adanya cara mencapai informasi. info tersebut harus di transfer terlebih dahulu dalam ingatan jangaka pendek. individu gagal mengungkapkan kembali informasi yang ada.Penguraiaan dan penyusunan kode . atau sepanjang hidup (kenangan tentang masa kanak2. . Konsep-Konsep Konsep Klasik dan Konsep Probilistik 31 . Hal ini menjadi penting dalam menghubungkan keduanya. Beberapa teori lupa 1. . Theory failure. Decoy Theory. sekolah. suatu pasang kata dengan kata lain. jejak-jejak ingatan mulai haus.

setiap sifat harus dimiliki setiap contoh. Anak mulai punya konsep tentang orang tua. Proses Belajar Tiga hal yang paling memungkinkan proses belajar terjadi : 1. Pengujian Hipotesis 2. Sedangkan konsep probilistik. makanan. komunikasi Diagonal 32 . bila subjek mengacu pada hirarki. dan anggota badan tetapi mereka belum tahu namanya. setiap sifat hanya perlu dimiliki sebagian contoh.Mendapatkan konsep tentang sesuatu berarti mengetahui sifat-sifatnya. Memperoleh Konsep 1. Untuk konsep klasik. Peniruan (imitation) 2. maksud. maka orang akan mencari jalur yang menghubungkan berbagai konsep. atau menggolongkan sebuah objek menurut peringkat dari masingmasing objek atau peristiwa. Hirarki Konsep Ketika kita memiliki konsep. Pengkondisian (conditioning) 3. mainan.anak mulai memberi nama benda-benda. dll. dan bagaimana konsep itu berhubungan. Pengaruh dalam pengujian hipotesis 3. Komunikasi Horizontal 3. Komunikasi Vertikal 2. binatang piaraan. Pengujian hipotesis (Hypothesis test) Bentuk komunikasi 1. Belajar melalui contoh atau patokan Bahasa dan Komunikasi Bahasa salah satu alat yang sangat dibutuhkan sebagai sebuah bentuk penyampaian gagasan. Bahasa merupakan bagian penting dari komunikasi Perkembangan Bahasa Kata dan Konsep Pada usia kira-kira 1 tahun.

Kebutuhan dan dorongan Selama tahun 1920-an teori naluri digantikan oleh konsep dorongan. Beberapa psikolog merasa bahwa motivasi hanya mempertanggungjawabkan pe4nguatan aspek-aspek perilaku. Penganut terkuat dari teori naluri. namun “kebutuhan” lebih sering mengacu pada keadaan fisiologis dari hilangnya jaringan-jaringan. atau menghindari sakit. 1975). Beberapa lainnya bahwa berargumentasi bahwa konsep motivasi itu tidak perlu (Bolles. seks. Teori Homeostasis dan Dorongan 33 . dan bahwa mekanisme lainnya (yaitu belajar dan kognisi) berlaku untuk pengarahan perilaku. air. seperti kebutuhan akan makanan. menyatakan bahwa semua pikiran dan perilaku kita merupakan hasil dari naluri yang diwariskan – pemaksaan sumbersumber perilaku yang dapat dimodifikasi dengan belajar dan pengalaman. Pendekatan Teoritis Terhadap Motivasi Teori motivasi Naluri (insting) Naluri ialah suatu kegiatan biologis bawaan yang mempengaruhi organisme untuk berlaku dengan cara tertentu dalam keadaan yamg tepat. dan “dorongan” mengacu pada akibat psikologis dari suatu kebutuhan. yaitu psikolog William McDougall.BAB V MOTIVASI DAN EMOSI DORONGAN DAN MOTIF DASAR Suatu organisme yang dimotivasi akan terjun dalam suatu aktivitas secara lebih giat dan lebih efisien daripada yang tanpa dimotivasi. Kadang. Dorongan ialah suatu keadaan yang timbul sebagai hasil dari beberapa kebutuhan biologis.kadang istilah “kebutuhan” dan “dorongan” digunakan secara bergantian.

dan getaran/gigilan menimbulkan panas. Pendekatan yang lebih baru terhadap teori motivasi memfokuskan perhatian pada peran insentif – yaitu memotivasi objek atau dalam keadaan lingkungannya. Dorongan emosional Orang gemuk seringkali mengatakan bahwa mereka cenderung makan lebih banyak apabila mereka tegang atau cemas. Hipostalamus Lateral (HL) menggerakkan makan (yaitu “awal” Obesitas Studi merupakan masalah kasehatan yang utama. Faktor-faktor yang mempengaruhi makan 1. yang disebut hipotalamus. yang disebut insentif. Respon terhadap isyarat makan Cara menghidangkan. para psikolog mulai meragukan teori reduksi-dorongan dari motivasi sebagai penjelasan tentang semua jenis perilaku. pembuluh darah mengerut pada permukaan tubuh untuk mempertahankan kehangatan darah. Insentif Selama tahun 1950-an. stimuli eksternal. 2. Studi tentang obesitas dewasa ini mempermasalahkan faktor-faktor situasional yang menyebabkan makan berlebih. Kemudian jelaslah bahwa organisme itu tidak didorong untuk beraktivitas oleh dorongan internal sematamata. aroma. Lapar Pusat-pusat pengaturan dalam hipotalamus Sistem pengontrol yang mengatur perilaku makan terletak pada suatu bagian dari otak. juga memegang peranan penting dalam menggugah perilaku. dan eksperimen membuktikan 34 atau “pusat makan”). dalam menghadapi udara yang dingin. Organisme itu mendekati insentif positif dan menjauhi insentif negatif. Sebuah pandangan populer ialah bahwa obesitas bermula dari masalah emosional yang tidak teratasi. Misalnya.Yang mendasar dari konsep dorongan ialah prinsip homeostasis – kecendrungan tubuh untuk mempertahankan/memelihara lingkungan internal yang konstan. dan kelezatan makanan mempengaruhi banyaknya dan kapan kita makan. Ada dua hipostalamus yang mempengaruhi penyerapan makanan. Hipostalamus Ventromedial (HVM) merintangi/menghalangi makan (yaitu ”pemberhentian” atau “pusat kekenyangan”) .

Perilaku keibuan 4. MOTIVASI DAN EMOSI Teori Motivasi 1. serta perasaan-perasaan yang dibangkitkan oleh makanan. yang mendorong individu kearah kehancuran.naluri kematian. Freud yakin seks dan agresi dua motif dasar perilaku manusia. Perilaku seksual lebih menggunakan energi daripada menyimpannya kembali.kebenarannya. .naluri kehidupan. 3. Teori Belajar Sosial Teori belajar sosial menekankan interaksi antara perilaku dan lingkungan. Menghindari rasa sakit 3. kebutuhan fisiologis. Seks Seks tidak vital terhadap kelangsungan hidup organisme. Rasa ingin tahu dan pencarian rangsangan. Motif-Motif Dasar lainnya 1. 2. Teori Psikoanalisis (freud) Dorongan naluriah . bunuh diri. rasa takut sedikit memainkan peran dalam teorinya. Pengendalian makan secara sadar Orang gemuk cenderung lebih respontif daripada orang dengan berat badan normal terhadap rasa dan penampilan hidangan. yang 35 . tetapi penting bagi kelangsungan hidup spesies. Perilaku seksual tergantung pada kombinasi dari faktor internal (mekanisme hormon dan otak) dan faktor eksternal (rangsangan lingkungan yang disadari atau tidak disadari). yang meningatkan kehidupan dan pertumbuhan seseorang. Dahaga 2. Status Mutahir Konsep Motivasional Rangsangan internal dan eksternal yang menghasilkan banyak sekali perubahan dari tingkatan dorongan optimal memotivasi organisme untuk melakukan sesuatu untuk memulihkan keseimbangan.

sakit. Emosi merupakan keadaan yang ditimbulkan oleh situasi tertentu/khusus. dan emosi cenderung terjadi dalam kaitannya dengan perilaku yang mengarah (approach) atau menyingkiri (avoidance) terhadap sesuatu. Faktor Motivasi dalam Agresi Agresi didefinisikan sebagai perilaku yang melukai orang lain (fisik atau verbal).Teori sentral mengenai emosi (Woodworth& Maarquis. Para pakar psikologi membuat perbedaan antara agresi permusuhan(hostile agression) yang semata-mata dilakukan dengan maksud menyakiti orang lain. dan disertai ekspresi kejasmanian. sehingga orang lain dapat mengetahui bahwa seseorang sedang emosi. yang disertai perubahan menyeluruh dalam fisiologis tubuh. duka. tersiksa dan sedih.Emosi bergantung pada aktivitas otak/sentral .perilaku tertentu yang menimbulkan akibat eksternal.Berbeda dengan teori James-Lange. menimbulkan reaksi evaluasi diri. 1957) .memusatkan diri pada pola perilaku yang dikenbangkan individu untuk menguasai lingkungan dan bukan pada dorongan naluriah. dan agresi instrumental (instrumental aggression) untuk mendapatkan ganjaran selain penderitaan korbanya. . emosi tidak bergantung gejala kejasmanian 2.Pengaturan diri (self Regulation). Teori Cannon-Bard . Agresi sebagai suatu dorongan 2. 1.Belajar dari orang lain (vicarious learning). . Teori Schachter-Singer . Teori Emosi 1.Dikemukakan oleh Cannon atas dasar penelitian Bard . seperti rasa tidak senang.Emosi merupakan interpretasi dari gejala kejasamnian (bodily states) 36 . Agresi sebagai suatu respon yang dipelajari Emosi Emosi adalah keadaan perasaan yang sudah terlalu melampaui batas sehingga memungkinkan hubungan dengan sekitarnya terganggu. Emosi dapat diklasifikasikan berdasarkan intensitasnya. dan secara pribadi sudah mengganggu sehingga tidak dapat menguasai diri. belajar dari observasi perilaku orang lain dan akibat yang ditimbulkannya.

Eksperimen : film mengenai sunat pada Aborigin yang disertai bunyi.Reaksi emosionil pada satu orang dengan orang lain berbeda karena berbeda . . .Perbedaan penafsiran terhadap stimulus .Richard Lazarus : emosi menekankan pada penafsiran atau pengertian mengenai informasi yang datang sari beeberapa sumber.3. 37 . tanpa bunyi. Teori kognitif mengenai emosi . komentar ilmiah.Darwin : ekspresi muka dalam kaiatnnaya dengan emosi.Interpretasi mengandung cognition →teori kognisi mengenai emosi . traumatis.

mengemudi. yang dirancang untuk memprediksi apa yang dilakukan seseorang bila dilatih. sebuah tes dikatakan bermanfaat bila skornya sahih (validitas) dan andal (reliabelitas). yang dirancang untuk mengukur ketrampilan yang telah dicapai dan menunjukkan apa yang dapat dilakukan seseorang pada saat ini. Bakat dan Prestasi .Tes prestasi (achievement test). Tes Kemampuan Intelektual Orang yang pertama mengembangkan tes kemampuan intelekual atau intelegensi adalah Sir Francis Galton. konsep abstrak pemecahan masalah. dapat berupa uji kecakapan (SAT).Tes khusus yaitu kemampuan yang cukup spesifik. Intelegensi adalah masalah 38 . kemampuan mengetik. matematis. tes intelegensi sebagai tes bakat untuk melihat serangkaiaan kemampuan. 2.kemapuan praktis.Tes umum. Skornya harus mencerminkan pengetahuan dan keterampilan peserta tes secara tepat. Menurut Galton.BAB VI KEPRIBADIAN DAN INDIVIDUALITAS KEMAMPUAN MENTAL DAN PENGUKURANNYA Jenis Tes Kemampuan 1. . tes kemampuan. mengukur perkembangan pendidikan. Umum dan Khusus . .Tes Bakat(amplitude test). Syarat-Syarat Tes Yang Baik Tes harus mengukur apa yang hendak diukur. soal yg membutuhkan analisis. Seperti : Musical Aptitude Profile.

Kesahihan Prediktif Tes Skor tes intelegensi cukup tinggi dengan ukuran prestasi akademis (nilai. kelanjutan sekolah). Usia mental anak yang cerdas berada di atas usia kronologisnya. atau faktor. Pendekatan Konvensional Pendekatan konvensional digambarkan melalui hasil kerja Sternberg91981. Namun perkiraan hereditas berbeda-beda. Tes kemampuan dalam Perspektif 39 . skor tes prestasi. Sifat Dasar Intelegensi Pendekatan Faktorial Kemampuan yang menentukan penampilan pada tes intelegensi adalah analisis faktor. Pengaruh lingkungan Faktor lingkungan seperti nutrisi.perseptual-motorik yang luar biasa.1982). Pengaruh Genetik dan Lingkungan Terhadap Kemampuan Hubungan genetik dan intelegensi Hereditas memainkan peran penting dalam intelegensi. Kita akan segera melihat bahwa salah satu faktor. yang diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya. Penurunan nilai koefisien kesahihan yang terjadi ketika jenjang pendidikan semakin meningkat disebabkan oleh beberapa faktor. stimulasi intelektual dan iklim emosional rumah akan mempengaruhi dimana letak IQ seseorang dalam rentang reaksi yang ditentukan oleh hereditas. yang berasumsi bahwa peserta tes memiliki serangkaian proses psikologis tang disebut komponen. Tes intelegensi yang dikembangkan oleh psikolog Perancis Alfred Binet mengemukakan konsep usia mental. Analisis faktor merupakan teknis matematis yang digunakan untuk menetapkan jumlah dimensi. Kita akan segera melihat bahwa salaj satu faktor yang paling penting adalah seleksi. yang menimbulkan hubungan(korelasi) yang tampak diantara respon subjek pada sejumlah tes yang berbeda.

emosi dan agresifitas. yang masing-masing menunjukkan suatu trait. stabilitas. 40 . yang menentukan penyesuaiaan diri seseorang terhadap lingkungan. Perilaku dikendalikan secara internal dan secara eksternal.Meskipun memiliki keterbatasan. Tetapi skor tes harus mempertimbangkan bersama informasi lain. tes kemampuan masih merupakan metode yang paling objektif untuk menilai kemampuan individu. Intelegensi dan kemampaun khusus (bakat musik. Perbedaan reaktivitas emosi tergantung bawaan. Pengalaman Unik. Jadi kita dapat menilai seseorang berdasarkan skala intelegensi.Kepribadaian sebagai pola perilaku dan cara berfikif yang khas.Perilaku merupakan hasil interaksi antara karakteristik kepribadian dan kondisi lingkungan serta kondisi sosial. yang kita maksudkan adalah kepribadian umum (publik personality) dan kepribadian pribadi (private personality). Pendekatan Trait Teori trait berasumsi bahwa orang yang mempunyai perbedaan beberapa dimensi. Bila kita membahas perilaku. Pengalaman Umum 3. KEPRIBADIAN DAN PENILAIANNYA Kepribadian menyangkut perbedaaan individual.seni) tergantung pada hereditas (keturunan) 2. Pembentukan dan Kepribadian 1. Pengaruh Biologis 2. Faktor Pembentukan Kepribadian 1. karakteristik yang membedakan satu individu dengan individu lain. Karekteristik fisik yang ditentukan 2. dan sebagainya. atau skala kepribadian.

2. pengurangan kondisi aversi). Dari orang lain (pengamatan terhadap orang yang menerima hukuman karena melakukan suatu perilaku) 41 . Langsung (ganjaran nyata.Tabel menentukan trait dasar Dimensi Trait Ekstraversi Pasangan Kata Sifat Deskriptif Banyak cakap – Pendiam Terbuka – Penuh rahasia Keramahan Berani – Hati-hati Baik hati – Lekas marah Lemah lembut – Keras kepala Kecermatan Kooperatif – Negativistik Rapi – Ceroboh Bertanggung jawab – Tidak dapat dipercaya Stabilitas Emosi Tekun – Tidak tekun Tenang – Cemas Tidak Nervous – Nervous Kebudayaan Tidak hipokrondiakal – Hipokondriakal Peka secara artistik – Tidak peka secara artistik Sopan – Tidak sopan Cerdas – Bebal Pendekatan Belajar Sosial Teori belajar sosial menekankan makna penting faktor penentu perilaku yang bersifat situasional atau dari lingkungan. Penguatan dan belajar sosial Penguatan yang mengendalikan ekspresi perilaku yang dipelajari bisa bersifat : 1. dukungan atau celaan sosial.

yang . Kompetensi 2.Id. Interaksi orang – situasi Tindakan seseorang dalam situasi tertentu tergantung pada karakteristik khusus situasi tersebut. adalah gambaran internalisasi nilai dan moral masyarakat yang diajarkan orang tua dan orang lain pada anak. Masyarakat mengutuk ekspresi bebas. Beberapa perbedaan individual. 1.3. Semakin banyak larangan masyarakat terhadap ekspresi impuls. Struktur Kepribadian . Kecemasan dan pertahanan kecemasan Freud yakin konflik antara impuls id (terutama naluri seksual dan naluri agresif) dan pengaruh ego serta superego merupakan sumber motivasi sebagian besar perilaku. semakin besar kemungkianan terjadinya konflik diantara ketiga bagian kepribadian tsb. Orang belajar untuk membedakan situasi dimana perilaku tertentu dianggap tepat dan situasi dimana perilaku itu dianggap tidak tepat. yang berinteraksi dengan kondisi situasional untuk mempengaruhi perilaku disajikan di bawah ini. Strategi kognitif 3. 42 yang merupakan gudang impuls. dan perilaku seksual yang dilakukan oleh individu. . Keinginan id merupakan kekuatan yang harus di ekspresikan dengan cara tertentu. merupakan bagian kepribadain yg paling primitif. Bagian yang lebih bersar bi bawah permukaan air menggambarkan ketidaksadaran mempengaruhi pikiran dan perilaku kita. Melakukan sendir (evaluasi tentang penamplan diri sendiri dengan memuji atau mencela diri). ingatan yang tidak terjangkau. nafsu. agresi. Bagian kecil yang tampak di atas permukaan air menggambarkan pengalaman sadar. Nilai-nilai subyektif 5. Dugaan 4.Ego. Rencana dan sistem pengaturan diri Pendekatan Psikoanalisis Teori psikonalisis mengupas kepribadian dari satu pandang yang sangat berbeda dengan kedua teori yang telah dibahas. . mempertimbangkan tuntutan realita. Freud membandingkan pikiran manusia dengan gunung es.atau variabel orang.Superego.

Orang yg melakukan sesuatu yg terlarang akan merasa cemas. untuk mereduksinya mengekspresikan impuls tersebut dalam bentuk tersamar. Penilaian Kepribadian Metode observasional Pengamatan terhadap subjek dalam keadaan alami. atau dapat mengalihkan impul ini pada kegiatan lain. demi menjadi manusia yang beradap. Sixteen Personality Factor Questionnaire (16 PF) menghasilkan profil kepribadian (sifat. dengan menekan impuls-impuls kebebasan. ciri pembawaan) yang menunjukkan skor individu pada sejumlah trait yang berbeda. dan nilai yg menentukan karakteristik “I” atau “me”. serta mencangkup kesadaran tentang “siapa saya” dan “apa yang dapat saya lakuakan”. sehingga terhindar dari hukuman masyarakat. Misalnya. pengalaman yg tidak pantas akan dikeluarkan dalam konsep diri Aktualisasi diri Karakteristik aktualisasi diri 1. Perkembangan self Orang belajar membedakan antara pikiran dan tindakan yg dianggap pantas atau tidak pantas. Pendekatan Fenomenologis Pendekatan ini memfokuskan pada bagaimana seseorang mengamati dan menginterpretasikan kejadian. 2. 43 . 6. persepsi. Inventori Kepribadian Inventori kepribadian pada dasarnya merupakan kuesioner dimana orang menyatakan reaksi atau perasaannya dalam situasi tertentu. Berorientasi pada masalah dan bukan pada diri sendiri 5. atau dengan wawancara. Mampu memandang kehidupan dari sudut pandang objektif. Teori Self Self merupakan gagasan. bisa berstruktur atau tak berstruktur. Cara lain mereduksi kecemasan dgn mekanisme pertahanan (defense mechanism). Karakter. Kreatif. Mempersepsikan realitas secara efisien & dpt menghadapi ketidakpastian. Meneriam diri sendiri dan orang lain 3. Spontan dalam pemikiran dan perilaku 4.

terdiri dari 10 kartu. Herman Rorschach tahun 1920-an. Tes ini menggali imajinasi seseorang melalui hasil imajinatif. Konsistensi Kepribadian Asumsi yang menjadi dasar sebagian besar teori kepribadian adalah bahwa orang melakukan perilaku secara konsisten dari situasi yang satu ke situasi yang lain dan disepanjang waktu. dan sosialisasi) Teknik Proyektif . untuk mengukur kepribadian yg lebih normal seperti ( dominasi. reaksi emosi. berusaha menelaah kepribadian pribadi dan membuka peluang bagi individu untuk terlibat dalam jawaban.ini untuk membantu pakar klinis dlm mengdiaknosa gangguan kepribadian California Psychological Inventory CPI. . tanggung jawab. Menuju Pandangan yang Terpadu Tentang Kepribadian Untuk mengukur makna penting relatif perbedaan individual dan kondisi lingkungan dalam menentukan perilaku. 44 . gejala fisik dan psikologis dan pengalaman masa lalu).Tes Roarhach Tes ini dikembangkan oleh psikiater swiss. .Minnesota multiphasic personality inventori mimpi.Tes The matic Apperception Test (TAT) Tes ini dikembangkan oleh Henry Murray tahun 1930-an. sosibilitas. penerimaan diri. Tes yg didasarkan pada metode konstruksi empiris.Tes proyeksi. terdiri dari 550 pertanyaan (tentang sikap. menganggap situasi sebagai pemberi informasi. mengguanakan beberapa pertanyaan yg sama dengan MMPI. disumsikan orang itu mengungkap sesuatu tentang dirinya. terdiri dari 20 gambar orang yang bermakna ambigu.

tetapi sehari sebelum penerjunan. Hambatan untuk mencapai tujaan tersebut bisa dari keterbatasan individu sendiri. perasaan mencintai sekaligus membenci. Penelitian tentang reaksi para penerjun payung. pada penerjunan pertama mereka menunjukkan bahwa perasaan negatif (takut mati atau cedera). Sehingga untuk mengatasi diperlukan gaji yang yang besar.konflik menyebabkan tujuan yang menyenagkan dan tidak menyenangkan. Berbagai Reaksi Terhadap Frustasi Frustasi dapat disebabkan oleh hambatan lingkungan. pribadi atau konflik. Keeterbatasan fisik. Contoh. pengungkapan verbal. agresif. Kepuasan motif yang satu akan menimbulkan frustasi motif yang lain. Mendekat dan menghindar Penelitian tentang konflik mendekat dan menghindar menunjukkan bahwa kedua motif yang muncul agak berbeda. DAN KESEHATAN MENTAL KONFLIK DAN STRES Frustasi Frustasi terjadi bila gerak ke arah tujuan yang diinginkan terhambat atau tertunda.BAB VII KONFLIK PENYESUAIAN. yang dapat mengganggu usaha seseorang untuk mencapai tujuan. Konflik Konflik terjadi karena adanya dua motif yang saling bertentangan. orang yang mendapatkan pekerjaan tetapi gaji yang diharapkan tidak memuaskan sehingga tidak mampu mencukupi biaya hidup. Frustasi sebagai perilaku menjadi terganggu. Hambatan nya bisa karen afaktor eksternal dan faktor internal. perasaan yang bertentangan. marah mengganggu konsentrasi. 45 . dengan mengikatkan kem ampuan dan skil individu. Sikap ambivalen. perasan positif (kegembiraan dan kegairahan untuk terjun) menjadi dominan.

Agresi Dalam situasi frustasi. biasanya anak tampak gelisah dan tidak senang. Kecemasan Frustasi dan bentuk bebtuk-bentuk lain dari stres menimbulkan kecemasan. oleh sebab itu individu akan mencari target yang akan menjadikan tempat atau objek untuk diserang karena ledakan rasa marah. Teori Kecemasan Freud membedakan kecemasan kecemasan objektif (takut pada ancaman eksternal) dari kecemasan neurotik (akibat dari konflik internal yang tidak disadari antara impuls id. dengan mencari jalan untuk mengurangi perasaan cemas.Menitikberatkan masalah. Kadangkadang agresi diekspresikan secara langsung terhadap orang atau benda yang menjadi sumber frustasi. Teori belajar sosial beranggapan bahwa perasan perasan gelisah merupakan respon yang diperoleh terhadap situasi tertentu ketimbang akibat dari konflik internal. ini dapat terjadi untuk pengalihan pada kejadian yang sebenarnya untuk mencari kambing hitam. Atau prasangka pada kaum minoritas. Penanggulangan kecemasan . Mekanisme pertahanan diri : Penolakan (denial) 46 . Perasaan tidak berdaya dan ketiadaan kontrol merupakan hal pokok bagi kebanyakan teori tentang kecemasan. Apati Apati adalah sikap acuh tak acuh dan menarik diri. Mekanisme Pertahanan Freud menggunakan istilah mekanisme pertahanan (defense mechanism) untuk menunjukkan proses tak sadar yang melindungi seseorang dari kecemasan melalui pemutarbalikkan kenyataan. dengan mengubah atau menghindari situasi yang menciptakan perasaan cemas. ego. . dan superego). bisa jadi sumbernya tidak jelas.Menitikberatkan emosi. Regresi Regresi didefinisikan sebagai tindakan kembali ke bentuk perilaku yang tidak matang perilaku yang khas pada usia yang lebih muda. Agresi yang di alihkan Orang yang mengalami agresi tidak dapat mengekspresikan agresi terhadap sumber frustasi.

Penekanan (represi) Bila seseorang berusaha agar dorongan dan emosi yang menyakitkan tidak disadari. Mekanisme bela diri lainnya yang membantu usaha represi adalah rasionalisasi. meliputi 47 . intelektualisasi. tekanan darah tinggi. . sakit jantung. perasaan mampu dan adanya dukungan masyarakat. keabnormalan didefinisikan sebagai perilaku yang mencolok. dan remaja.Bila seseorang mengabaikan kenyataan dunia luar sehingga hal itu tampak kurang membahayakan. Gangguan yang terlihat pada masa bayi. kebnormalan didefinisikan sebagai orang yang cerdas atau sangat gembira. memberi definisi keabnormalan berdasarkan hal-hal yang menyimpang. Pengelompokkan perilaku abnormal 1. pengendalian perilaku. PSIKOLOGI ABNORMAL Perilaku Abnormal Definisi Keabnormalan Definisiisi keabnormalan dapat dilihat beberapa sisi : . anak-anak. Stres Stres yang berkepanjangan dapat menimbulkan gangguan jasmani dan rohani. pengetahuan diri. Apakah kenormalan? Ciri-ciri yang menunjukkan kenormalan mencakup persepsi kenyataan yang efisien. evaluasi kognitif perseorangan..Penyimpangan dari norma statistik. pembentukan reaksi. kekuatan kontrol. dan pengalihan. .Penyimpangan dari norma sosial. Faktor-faktor yang mempengaruhi kerasnya stress Kerasnya stres tergantung pada kemampuan memperkirakan situasi. dan kemampuan mengikuti hubungan kasih sayang dan produktivitas. Ganguan fisiologis Ganggun fisik ini bisa berupa bisul.Perilaku maladaptif. proyeksi. harga diri.

berkeringat. 3.keterbelakangan mental. yaitu gangguan yang ditandai dengan hilangnya konta dengan realitas. Dia selalu merasa serba salah atau khawatir dan cenderung memberi reaksi yang berlebihan pada stres yang ringan. Gangguan kepribadian. sehingga pikiran. Pada saat serangan panik. Gangguan Kecemasan Gangguan kecemasan merupakan sekelompok gangguan dalam. Gangguan Afektif 48 . atau kompulsi.misal nya al-zheimer. dll. Gangguan paranoid 6. Gangguan kecemasan. otot-otot bergetar. dimana rasa cemas merupakan gejala utama (kecemasan merata dan gangguan panik) atau kecemasan dialami bilamana individu berupaya mengendalikan perilaku maladaptif tertentunya (gangguan fobia dan gangguan obsesif-kompulsif). kehabisan nafas. Gangguan afektif. Obsesif kompulsif adalah pikiran yang bukan-bukan yang selalu menghantui obsesif yang digabung dengan desakan-desakan. seperti masalah perkawinan. misalnya gangguan kepribadian antosial dan narsistik. gejalanya bersifat fisik. kesulitan orang tua terhadap anak. sifilis. homoseksual. untuk melakukan tindakan-tindakan tertentu. tetapi tidak terdapat dasar organik dan faktor-faktor psikologis nampaknya memainkan peran utamanya. hiperaktif. misalnya amnesia. 2. persepsi. 9. dan rasa muak. Gangguan jiwa organik. dll. seperti fobia 8. Gangguan psikoseksual. individu secara mendadak akan menjadi sangat takut yang ditandai dengan jantung berdebar-debar. Gangguan skisofrenik. misalnya transeksualisme. cemas masa anak-anak. misalnya penggunaan alkohol. 10. Gangguan disosiatif. 5. kepusingan. 11. 12. 4. gangguan suasana hati (mood) 7. Fobia dan obsesif-kompulsif Fobia merupakan gangguan yang takut pada benda atau situasi tertentu yang tidak masuk akal. Kondisi yang tidak dicantumkan sebagai gangguan jiwa. dll. Gangguan penggunaan zat-zat. dan perilakunya aneh. Gangguan kecemasan merata dan gangguan panik Seorang yang menderita gangguan kecemasan merata setiap hari hidup dalam keadaan tegang. Gangguan somatoform.

dan seringkali melanggar hukum. Situasi yang paling sering menyebabkan depresi adalah kegagalan di sekolah atau di tempat kerja. Kepribadian antisosial Orang-orang yang digolongkan kepribadian antisosial bersifat impulsif. distorsi realita. hanya mementingkan dirinya sendiri. yang memecahkan masalah. kehilangan seseorang yang dicintai. Skisofrenia Skisofrenia merupakan nama yang diberikan pada beberapa gangguan yang ditandai dengan parahnya kekacauan kepribadian. Gangguan Kepribadian Gangguan kepribadian merupakan pola perilaku maladaptif yang sudah kuno. Orang yang mengalami episode manik yang parah (mania) berperilaku seperti konsep yang terkenal ”raving maniak”. ketidakmampuan pantang dari minuman keras atau berhenti setelah minum satu atau dua kali menandakan seseorang sebagai pecandu alkohol. Orang yang terganggu ini dapat mengalami depresi atau mamik (girang yang tidak wajar) yang parah atau dapat berganti-ganti antara saat-saat depresi atau saat-saat mamik. Alkohol Alkohol merupakan obat yang digunakan paling luas. tidak begitu menunjukkan rasa bersalah. Mereka selalu bersemangat dan harus selalu aktif. Episode manik Dalam episode manik ringan (hipomania) orang tersebut penuh dengan energi. dan ketidakmampuan untuk berfungsi dalam kehidupan sehari-hari. dan kesadaran bahwa penyakitnya menghabiskan uang seseorang. antusias atau percaya diri. Depresi Depresi merupakan respon normal terhadap berbagai stres kehidupan. Alkoholisme dan Ketergantungan Pada Obat Penggunakan alkohol dan obat-obatan psiaktif lainnya dapat menyebabkan ketergantungan psikologis (dorongan menggunakan obat guna mengurangi kecemasan) dan ketergantungan fisik (gejala-gejala makin kebal terhadap obat dan mengasingkan diri). 49 .Merupakan gangguan pada afeksi atau suasana hati (mood).

50 . pengaruh teman sebaya.Ketergantungan pada obat Sejumlah faktor yang mempengaruhi orang menggunakan obat-obatan yang terlarang adalah kehidupan rumah tangga yang tidak bahagia. Dengan menggunakan obat yang terus menerus ketergantungan fisik terbentuk. orang tua yang selalu permisif . yang dapat menumbuhkan suatu kebutuhan baru yabg harus di puaskan. dan tidak adanya konformitas sosial.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->