P. 1
Evaluasi,Assesmen Dan Penelitian

Evaluasi,Assesmen Dan Penelitian

|Views: 276|Likes:
Published by Ma Wix

More info:

Published by: Ma Wix on Oct 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/25/2012

pdf

text

original

Sections

  • 1.1 Keunggulan tes bentuk essai, dapat dikemukakan sebagai berikut :
  • 1.2 Kelemahan tes bentuk essai
  • 2.1 Keunggulan tes bentuk obyektif
  • 2.2 Kelemahan soal tes obyektif
  • 3.4.1. Populasi
  • 3.4.2. Sampel

h Wakhinuddin S Tes adalah alat untuk memperoleh data tentang perilaku individu ( Allen dan Yen, 1979: 1).

Karena itu, didlam tes terdapat sekumpulan pertanyaan yang harus dijawab atau tugas yang harus dikerjakan, yang akan memberikan informasi mengenai aspek psikologis tertentu ( sampel perilaku ) berdasarkan jawaban yang diberikan individu yang dikenaites tersebut ( anastari, 1982:22 ). Pada buku psychological Testing, Anastari, ( 1982:22 ) menyatakan tes merupakan pengukuran yang obyektif dan standard. Cronbach menanbahkan bahwa tes adalah prosedur yang sitematis guna mengopservasi dan member deskripsi sejumblah atau lebih cirri seseorang dengan bantuan skala numerik atau suatu system kategoris. Dengan demikian cepat dinyatakan bahwa tes adalah prosedur yang sistematis. Ini berarti butir tes disusun berdasarkan cara dan aturan tertentu, pemberian skor harus jelas dan dilakukukan secara yrtperinci, serta individu yang menempuh tes tersebut harus mendapat butir tes yang sama dan dalam kondisi yang sebanding. Selain itu tes berisi sampelm perilaku, yang berarti kelayakan tes tergantung pada sejauh mana butir tes siswa adalah tes pelajaran matematika yang pada umumnya disusun oeh guru sendiri. Peranan tes prestasi belajar paling signifikan adalh padaa program pengajaran di sekolah. Jadi tes prestasi menjadi bagian integral PBM dan berpengaruh langsung rehadap perkembangan belajar siswa. Dalam hal ini, baik tes prestasi belajar buatan guru maupun standar, keduanya mengukur prestasi siswa di kelas. Tetapi tes buatan guru paling dominan dan banyak digunakan ( Gronlund, 1968:1 ) . Selanjutnya, Gronlund ( 1968: 4-11 ) merumusakan beberapa prinsip sasar pengukuran prinsip pelajaran, yaitu tes harus mengukur hasil belajar yang sesuai deengantujuan instruksional, merupakan sampel yang respresentataif dari materi pelajaran, berisi butuir tes dengan tipe yang paling tepat, dirancang sesuai tujuan, mempunyai reliabilitas dan validitas yang baik sehingga hasilnya ditafsirkan dengan tepat guna meningkatkan hasil belajar siswa. • Salah satu alat penilaian kemapuan mengajar guru di sekolah adalah kemampuan guru untuk melaksanakan evaluasi belajar siswa dalam PBM yang dilaksanakan. Pada umumnya, evaluasi yang dilaksanakan berupa evaluasi formatif, sumatif, dan remedial/her ( perbaikan). Evaluasi formatif digunakan oleh guru dan siswa. Untuk guru, formatif merupakan umpan balik untuk mengetahui penguasan siswa akan pelajaran yang diberikan (indikator) menilai keberhasilan metode mengajar, meramalkan nilai penilaian sumatif. Untuk siswa, membantu merencanakan urutan belajar dan perbaikan kelemahan penguasan pelajaran. Evaluasi ini menitikberatkan pad pengukura ketercapaian indikator yang telah ditentukan, dan system yang digunakan adalah Criterion Referencedtest (CRT) atau penilaian Acuan Patokan (PAP) (Woolfolk dan nicolich, 1984:566). Evaliasi sumatif digunakan untuk menentukan nilai siswa, keterangan tentang keterampilan dan kecakapan, keberhasilan belajar siswa, titik tolak peljaran berikutnya, indicator prestasi siswa dalam kelompoknya. Evaluasi ini menitik beratkan pada status individu siswa alm kelompok. Pada umumnya, sitem penilaian adalah norm referenced Test (NRT) atau Penilaian Acuan Norma (PAN) (Woolfolk dan Nicolich, 1984:570). Sedangkan her (perbaikan) digunakan memperbaiki skor siswa yang diperoleh dalm tes sumatif. Dengan mempertimbangakan prinsip dasar tes prestasi dan fungsinya dalm evaluasi belajar siswa di sekolah maka jelas bahwa tes buatan guru yang digunkan (formatif, sumatif, dan her) penting peranananya menentukan prestasi siswa, keberhasialn PBM yang dikelola guru, program

pengajran di sekolah dan selakigus menentukan mutu pendidikan. Karena itu, dalam membuat dan mengembangka tes, guru harus menyusunnya dengan baik. Dengan demikian mempertimbangkan hal itu maka guru harus mengetahui kriteia tes yang baik, pedoman pengembanhan tes, dan teknik pemberian skor.

PENGERTIAN TES, JENIS-JENIS TES,
16 Dec

DAN KRITERIA SUATU INSTRUMEN TES YANG BAIK

Penilaian pendidikan bukanlah semata-mata penilaian hasil belajar, tetapi mencangkup aspek yang lebih luas yaitu input/komponen, proses, produk dan program pendidikan. Untuk dapat menilai aspek-aspek tersebut dengan komponen-komponen yang menyertainya, maka instrumeninstrumen penilaian pendidikan yang digunakan harus terkait dengan aspek yang dinilai dan tujuan pada masing-masing aspek tersebut. Secara garis besar instrumen evaluasi dapat diklasifikasikan atas dua bagian yaitu tes dan non tes. Perbedaan yang prinsip antara tes dan non tes, terletak pada jawaban yang diberikan. Dalam suatu tes hanya ada kemungkinan benar atau salah, sedangkan untuk non tes tidak ada jawaban benar atau salah, semuanya tergantung kepada keadaan seseorang. Selanjutnya akan diuraikan lebih rinci mengenai tes sebagai sebagai alat evaluasi hasil belajar.

A. Pengertian Tes Tes merupakan alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dalam suasana, dengan cara dan aturan-aturan yang sudah ditentukan. Tes hasil belajar adalah sekelompok pertanyaan atau tugas-tugas yang harus dijawab atau diselesaikan oleh siswa dengan tujuan untuk mengukur kemajuan belajar siswa.

B. Jenis-Jenis Tes 1. a. Dari segi bentuk pelaksanaannya Tes Tertulis ( paper and pencil test)

Tes tertulis dalam pelaksanaannya lebih menekankan pada penggunaan kertas dan pencil sebagai instrumen utamanya, sehingga tes mengerjakan soal atau jawaban ujian pada kertas ujian secara tertulis, baik dengan tulisan tangan maupun menggunakan komputer. b. Tes Lisan ( oral test)

Tes lisan dilakukan dengan pembicaraan atau wawancara tatap muka antara guru dan murid. c. Tes Perbuatan (performance test)

Tes perbuatan mengacu pada proses penampilan seseorang dalam melakukan sesuatu unit kerja. Tes perbuatan mengutamakan pelaksanaan perbuatan peserta didik. 2. a. Dari segi bentuk soal dan kemungkinan jawabannya Tes Essay (uraian)

Tes Essay adalah tes yang disusun dalam bentuk pertanyaan terstruktur dan siswa menyusun, mengorganisasikan sendiri jawaban tiap pertanyaan itu dengan bahasa sendiri. Tes essay ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan dalam menjelaskan atau mengungkapkan suatu pendapat dalam bahasa sendiri. b. Tes Objektif

Tes objektif adalah tes yang disusun sedemikian rupa dan telah disediakan alternatif jawabannya. Tes ini terdiri dariberbagai macam bentuk, antara lain ; Tes Betul-Salah (TrueFalse) Tes Pilihan Ganda (Multiple Choice) Tes Menjodohkan (Matching) Tes Analisa Hubungan (Relationship Analysis) 3. a. Dari segi fungsi tes di sekolah Tes Formatif

Tes Formatif, yaitu tes yang diberikan untuk memonitor kemajuan belajar selama proses pembelajaran berlangsung. Tes ini diberikankan dalam tiap satuan unit pembelajaran. Manfaat tes formatif bagi peserta didik adalah : Untuk mengetahui apakah peserta didik sudah menguasai materi dalam tiap unit pembelajaran. Merupakan penguatan bagi peserta didik.

Merupakan usaha perbaikan bagi siswa, karena dengan tes formatif peserta didik mengetahui kelemahan-kelemahan yang dimilikinya. Peserta didik dapat mengetahui bagian dari bahan yang mana yang belum dikuasainya. b. Tes Summatif

Tes sumatif diberikan dengan maksud untuk mengetahui penguasaan atau pencapaian peserta didik dalam bidang tertentu. Tes sumatif dilaksanakan pada tengah atau akhir semester. c. Tes Penempatan

Tes penempatan adalah tes yang diberikan dalam rangka menentukan jurusan yang akan dimasuki peserta didik atau kelompok mana yang paling baik ditempati atau dimasuki peserta didik dalam belajar. d. Tes Diagnostik

Tes diagnostik adalah tes yang digunakan untuk mendiagosis penyebab kesulitan yang dihadapi seseorang baik dari segi intelektual, emosi, fisik dan lain-lain yang mengganggu kegiatan belajarnya.

C.

Ciri-ciri Tes Yang Baik

Sebuah tes dikatakan baik jika memenuhi persyaratan: 1. Bersifat valid atau memiliki validitas yang cukup tinggi. Suatu tes dikatakan valid bila tes itu isinya dapat mengukur apa yang seharusnya di ukur, artinya alat ukur yang digunakan tepat 2. Bersifat reliable, atau memiliki reliabelitas yang baik. Reliabelitas sering diartikan dengan keterandalan. Suatu tes dikatakan relliabel jika tes itu diberikan berulang-ulang memberikan hasil yang sama. 3. Bersifat praktis atau memiliki kepraktisan. Tes memiliki sifat kepraktisan artinya praktis dari segi perencanaan, pelaksanaan tes dan memiliki nilai ekonomi tetapi harus tetap mempertimbangkan kerahasiaan tes. Namun syarat minimum yang harus dimiliki oleh sebuah tes yang baik adalah valid dan reliable.

D. Langkah-langkah Pengembangan Tes Ada enam tahap dalam merencanakan dan menyusun tes agar diperoleh tes yang baik,yaitu:

1)

Pengembangan spesifikasi tes

Spesifikasi tes adalah suatu ukuran yang menunjukkan keseluruhan kualitas tes dan ciri-ciri yang harus dimiliki oleh tes yang akan dikembangkan. Hal yang perlu diperhatikan adalah : a) Menentukan tujuan, tujuan pembelajaran yang baik hendaklah berorientasi kepada peserta didik, bersifat menguraikan hasil belajar, harus jelas dan dapat dimengerti, mengandung kata kerja yang jelas (kata kerja operasional), serta dapat diamati dan dapat di ukur. b) Menyusun kisi-kisi soal, penyusunan kisi-kisi soal bertujuan untuk merumuskan setepat mungkin ruang lingkup, tekanan dan bagian-bagian tes sehingga perumusan tersebut dapat menjadi petunjuk yang efektif bagi penyusun tes. c) Memilih tipe soal, dalam memilih tipe soal perlu diperhatikan kesesuaian antara tipe soal dengan materi, tujuan evaluasi, skoring, pengelolaan hasil evaluasi, penyelenggaraan tes, serta ketersediaan dana dan kepraktisan. d) Merencanakan tingkat kesukaran soal, untuk soal objektif dapat diketahui melalui uji coba atau dapat juga diperkirakan berdasarkan berat ringannya beban penyeleaian soal tersebut e) f) 2) Merencanakan banyak soal Merencanakan jadwal penerbitan soal Penulisan soal

3) Penelaahan soal, yaitu menguji validitas soal yang bertujuan untuk mencermati apakah butir-butir soal yang disusun sudah tepat untuk mengukur tujuan pembelajaran yang sudah dirumuskan, ditinjau dari segi isi/materi, kriteria dan psikologis. 4) Pengujian butir-butir soal secara empiris, kegiatan ini sangat penting jika soal yang dibuat akan dibakukan. 5) 6) Penganalisisan hasil uji coba. Pengadministrasian soal

E. Menganalisis Tes Menganalisis instrument (alat evaluasi) bertujuan untuk mengetahui apakah alat ukur yang digunakan atau yang akan digunakan sudah memenuhi syarat-syarat sebagai alat ukur yang baik, tepat mengukur sesuatu sesuai tujuan yang telah dirumuskan. Sebuah instrument dikatakan baik jika memenuhi syarat validitas, reliabelitas dan bersifat praktis.

apabila tes tersebut mempunyai kesesuaian dengan hasil pengukuran lain yang dilaksanakan saat itu. harus dapat menggambarkan hasil belajar yang di ukur Macam-macam validitas 1). Untuk mengetahui apakah suatu tes hasil belajar dapat dinyatakan sebagai tes yang memiliki validitas ramalan dapat dilakukan dengan mengkorelasikan tes hasil belajar yang sedang diuji dengan kriterium yang ada. Tes hasil belajar yang valid. Aspek materi 2. berarti soal tes yang dibuat mempunyai validitas concurrent. Penelaahan butir soal secara umum ditinjau dari tiga aspek yaitu: 1.Construct validity (validitas konstruk) Validitas konstruk artinya butir-butir soal dalam tes tersebut membangun setiap aspek berpikir seperti yang tercantum dalam tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Penganalisisan validitas ini dapat dilakukan dengan jalan melakukan pencocokan antara aspek berpikir yang dikehendaki diungkapkan oleh tujuan pembelajaran. atau tes itu mempunyai daya prediksi yang cukup kuat. 4). . Validitas ramalan (predictive validity) Suatu tes dikatakan memiliki validitas ramalan. Misalnya. terandalkan atau tepat. Validitas Tes Suatu tes dikatakan valid jika tes itu dapat mengukur apa yang seharusnya diukur. apabila hasil pengukuran yang dilakukan dengan tes itu dapat digunakan untuk meramalkan. 1. Jika terdapat korelasi yang positif antara kedua tes tersbut. Validitas isi dapat dianalisis dengan bantuan kisi-kisi tes dan pedoman penelaahan butir soal. yaitu melalui penelaahan butir-butir soal. Valid disebut juga sahih. Aspek konstruksi 2). membandingkan hasil tes dari soal yang sedang dicari validitasnya dengan hasil tes dari soal standar. Aspek bahasa 3.1. Validitas isi (content validity) Validitas isi sering juga disebut validitas logis atau validitas rasional. 3) Validitas bandingan (concurent validity) Suatu tes dikatakan memiliki validitas concurrent.

Meski terdapat beberapa jenis validitas. sebagai berikut : v Rumus Angka Kasar Keterangan : = Koefisien korelasi antara instrument X dan instrument Y v Rumus untuk skor deviasi Kriteria.  Cara menentukan validitas instrumen Validitas instrument dapat diketahui dengan mencari korelasi hasil instrument dengan dengan kriterium atau melakukan analisis butir. . Apabila data yang digunakan adalah data interval maka dapat digunakan rumus Product Moment Korelasi. dalam periode terakhir validitas dianggap sebagai suatu konsep utuh.kriteria hasil validitas : Antara sangat tinggi Antara tinggi Antara cukup Antara rendah Antara sangat rendah (Yusuf. tidak dipilah-pilah sebagai jenis validitas. 2005:75).

stabil atau relatif sama. konsisten. Cara menentukan validitas tiap butir soal Tinggi rendahnya validitas soal secara keseluruhan berhubungan dengan validitas tiap butir soal. e. apabila alat ukur itu dicobakan kepada objek yang sama secara berulang-ulang maka hasilnya akan tetap sama.  Faktor-faktor yang mempengaruhi reliabilitas a. f. d. Gunakan rumus product moment correlation atau korelasi biserial. Jumlahkan skor total untuk tiap individu. 3. Reliabilitas Suatu alat ukur dikatakan reliabel. Koefisien reliabilitas akan menunjukkan internal konsistensi dari pada butir soal . Skor suatu instrument dengan baik dan teliti Untuk individu yang benar diberi angka 1. c.  Panjang/pendeknya suatu instrumen Evaluasi yang surjektif akan menurunkan reliabilitas Ketidaktepatan waktu yang diberikan Kemampuan yang ada dalam kelompok Luas/tidaknya sampel yang diambil. Teknik pengujian reliabilitas tes hasil belajar Bentuk objektif Metode Belah dua a. Jumlah butir soal yang diberikan harus genap sehingga dapat dibagi dua dan tiap kelompok mempunyai jumlah butir yang sama. b. Konstruksi item yang tidak tepat. 2. 2. Langkah-langkah yang ditempuh sebagai berikut : 1. sehingga tidak dapat mempunyai daya pembeda yang kuat. sedangkan yang salah diberi angka nol.seorang penilai hanya melakukan ujian satu kali terhadap sejumlah peserta. sehingga tidak ada pengaruh dari instrumen yang terdahulu. 1) Dalam pelaksanaanya. Validitas butir soal dapat dicari dalam hubungannya dengan skor total tiap individu yang ikut serta dalam evaluasi.

Cara membelah dua instrumen tersebut dapat dilakukan dengan cara nomor genap dan ganjil. Rumus yang dapat digunakan untuk menentukan reliabilitas instrumen dalam bentuk paralel ini adalah product moment correlation dan Rank order correlation. sedangkan untuk mencari reliabilitas keseluruhan instrumen dapat digunakan rumus Spearman Brown. Bentuk essay Rumus yang digunakan untuk mengukur reliabilitas tes berbentuk uraian dinamakan rumus Alpha. dengan memiliki tingkat kesukaran yang sama. tetapi koefisien yang dihasilkan hanya menggambarkan ekivalensi antara kedua instrumen. Tidak akan menunjukkan ekivalensi dalam kesukaran butir dan isi. dengan kondisi dan perlengkapan yang sama/ hampir bersamaan. tetapi dalam bentuk pertanyaan yang berbeda. Untuk menentukan reliabilitas kedua bagian instrumen tersebut dapat digunakan Product Moment Coorelation. Reliabilitas metode ulangan ini untuk melihat bagaimana stabilnya skor setiap individu apabila dilakukan pengujian dalam waktu yang berbeda. awal dan akhir. yaitu : Dimana: : Koefisien reliabilitas tes n : banyaknya butir item yang dikeluarkan dalam tes : Jumlah variansi skor dari tiap-tiap butir item . pengetahuan dan keterangpilan yang sama dengan sistematika yang tidak berbeda antara kedua bentuk instrumen tersebut. sebagai berikut : Keterangan : : koefisien reliabilitas r : korelasi antara bagian instrumen 2) Metode Ulangan Pelaksanaannya dilakukan dua kali kepada sejumlah subjek yang sama. b. dalam waktu yang berbeda. Kedua bentuk instrumen yang diberikan mengukura hal yang sama. 3) Metode Bentuk Paralel Bentuk ini dapat digunakan untuk memperkirakan reliabilitas dari semua tipe. Rumus yang digunakan untuk menentukan metode ulangan ini adalah Product Moment Correlation.dalam keseluruhan instrumen.

40 < r11 £ 0.60 < r11 £ 0. Jika rhitung > rtabel maka dapat disimpulkan bahwa soal tes reliabel. Angka yang menunjukkan besarnya daya pembeda disebut indek diskriminan.40 0.:Variansitotal Interpretasi terhadap koefisien reliabilitas tes pada umumnya digunakan patokan sebagai berikut: 0.20 < r11 £ 0.20 reliabilitas sangat tinggi reliabilitas tinggi reliabilitas sedang reliabilitas rendah reliabilitas sangat rendah Nilai r yang diperoleh dibandingkan dengan rtabel. maka dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Daya pembeda Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai dengan siswa yang bodoh. Untuk menentukan daya pembeda soal dapat dilakukan seperti yang dikemukakan oleh Prawironegoro (1985:11): Terlebih dahulu dicari degress of freedom (df) dengan rumus: df = (nt – 1) + (nr – 1) dimana: nt = nr = 27% x N kemudian digunakan rumus: dimana: Ip = daya pembeda soal .00 0. Analisis soal tes Untuk mendapatkan kualitas soal yang baik.80 0.80 < r11 £ 1.60 0.00 < r11 £ 0. 3.

2) Indek kesukaran.Mt = rata-rata skor dari kelompok tinggi Mr = rata-rata skor dari kelompok rendah = jumlah kuadrat deviasi skor kelompok tinggi = jumlah kuadrat deviasi skor kelompok rendah n N = 27% x N = banyak pengikut tes Soal mempunyai daya pembeda yang berarti (signifikan) jika Ip hitung ³ Ip tabel pada derajat kebebasan yang sudah ditentukan. setiap soal harus diselidiki tingkat kesukarannya yaitu apakah soal tersebut termasuk soal yang mudah. sedang atau sukar. jika 3) Penerimaan soal 27% £ Ik £ 73% Ik > 73% 0% £ Ik < 27% . jika mudah. Agar tes dapat digunakan secara luas. jika sedang. Untuk menentukan indek kesukaran digunakan rumus yang dikemukakan Prawironegoro (1985:14) yaitu: dimana: Ik = indeks kesukaran Dt = jumlah skor dari kelompok tinggi Dr = jumlah skor dari kelompok rendah m = skor setiap soal jika benar n = 27% x N N = banyak pengikut tes Soal dinyatakan sukar.

Test ini bertujuan untuk mengetahui sejauh manakah materi yang akan diajarkan telah dapat dikuasai oleh peserta didik.Macam Tes 1. Soal diganti jika Ip tidak signifikan dan Ik = 100% atau Ik = 0%. .Evaluasi ini lebih mendetail dari pada tes formatif. Tes Akhir tahun pembelajaran • Test Diagnostik. Menurut Prawironegoro (1985:16) tentang klasifikasi soal: a) b) i. yaitu tes yang dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan dasar yang menjadi syarat guna memasuki suatu kegiatan tertentu. Tes formatif c. Test untuk mengetahui kemajuan belajar siswa selama pengajaran berlangsung. Untuk mengetahui kesulitan belajar siswa yang secara terus menerus ada padanya.Setiap soal yang telah dianalisa perlu diklasifikasikan menjadi soal yang tetap dipakai. c) Soal yang baik akan tetap dipakai jika Ip signifikan dan 0% < Ik £ 100%. yaitu test yang diberikan sebelum proses pembelajaran. • Test Formatif. • Test Akhir tahun Pembelajaran. Untuk mengetahui pencapaian kompetensi yang telah ditentukan / yang minimal harus di kuasai siswa 2. Untuk mengetahui sejauh mana siswa telah mencapai mencapai tujuan yang telah di tetapkan. • Test Sumatif. Test persyaratan (Test of entering behavior). Macam-macam tes berdasar tujuan dan fungsinya Sesuai dengan fungsinya ada bermacam tes. a. Macam-macam tes menurut waktu diberikannya test terbagi atas:  Pra test (pre test). direvisi atau dibuang. Macam . Tes Sumatif d. Ip tidak signifikan dan 0% < Ik < 100%. Jenis-jenis pra test antara lain: 1. Tes diagnostic b. ii. Soal diperbaiki jika: Ip signifikan dan Ik = 100% atau Ik = 0%.

v Tidak biasa mengajak murid untuk berpikir taraf tinggi. yaitu test yang digunakan menentukan kegiatan belajar yang relevan.v Memungkinkan dan mendorong siswa          . Input test (test of input competence). yaitu test yang diberikan setelah dilaksanakan proses pembelajaran.B yaitu :v Soal ini baik untuk hasil. karena mereka belum menguasai bahan pelajaran tersebut.v Penilaian mudah. yaitu tes yang mengajukan pertanyan-pertanyaan dengan menghendaki jawaban dalam bentuk perbuatan. Kelebihan S. SALAH. objektif dan dapat dipercaya. Kelebihan Test Objektif yaitu:v Untuk menjawab test objektif tidak banyak memakai waktu.  Test akhir (Post test).v Memang test sampling yang diajukan kepada murid. Kelemahan Test Objektif yaitu :v Murid sering menerka-nerka dalam memberikan jawaban.2. Tes tersebut bertujuan untuk mengetahui tingkat kemajuan intelektual (tingkat penguasaan materi) peserta didik. Test lisan (oral test).v Pemberian nilai dan cara menilai test objektif lebih cepat dan mudah karena tidak menuntutkeahlian khusus dari pada si pemberi nilai. karena penilainnya bersifatobjektif.False (T. dan hanyamembutuhkan waktu yang relative singkat untuk menjawabnya. Biasanya test ini berisi pertanyaan yang sama dengan pra test. Kelemahan S.2. Test ini digunakan untuk menilai aspek psikomotor/ keterampilan peserta didik. dimana hanya ada dua alternative jawaban. sehingga mudah dilaksanakan.F)1.v Reabilitynya lebih tinggi kalau di bandingkan dengan test Essay.v Tuntutan kurang ditekankan pada kemampuan baca. berhubungan dengan kemampuan dasar yang telah dimiliki oleh peserta didik. kelemahan dan kelebihan tes objektif TEST OBJEKTIF 1.v Sejumlah soal relative dapat dijawab dalam tipe test secara berkala.v Objekti test tidak memperdulikan penguasaan bahasa. Test ini juga dilakukan untuk aspek kognitif peserta didik. TEST OBJEKTIF 1. yaitu tes yang mengajukan pertanyan-pertanyaan dengan menghendaki jawaban secara lisan.v Validity test objektif lebih tinggi dari essay test.2. 3.v Jawaban soal tidak memberikan bukti bahwa siswa mengetahui dengan baik.item test harus sebanyak jumlah pengikut test. yaitu test yang mengajukan butir-butir pertanyaan dengan mengharapkan jawaban tertulis. Macam-macam tes berdasar pelaksanaannya dalam praktek test terbagi atas:    Tes tulisan (written tes).v Banyak memakan biaya.v Tidak ada informasi diagnostic dari jawaban yang salah.B. karena lembaran item.BENAR atau True. Test perbuatan (performance test).hasil. Biasanya test ini digunakan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik.B yaitu : v Sulit menuliskan soal diluar tingkat pengetahuan yang bebas dari maksud ganda. karena samplingnya lebih luas.murid cukup banyak.

Ch)1. Kelebihan Pilihan Berganda yaitu:v Hasil belajae yang sederhana sampai yang komplek dapat diukur. PILIHAN BERGANDA atau Multiple Choise ( M.butir item dari test model ini kurang relevan untuk diajukan. 1. untuk menerka-nerka. ISIAN atau Completion1. kemampuan untuk mengorganisir dan mengekspresikan ide.v Penilaian menjemukan da memerlukan waktu banyak.v Terstruktur dan petunjuknya jelas. 2. MENJODOHKAN atau MATCHING1.E. 1.v Tidak cocok untuk mengukur hasil. Menurut testi maupun pengajaran mengenal kembali dan mampu mengintegrasikan segala apa yang telah dipelajari.v Nilai dapat dipengaruhi dengan kemampuan baca.v Butir. Kelemahan Isian atau Completion yaitu :v Lebih cenderung mengungkap daya ingat atau aspek hafalan saja.2.v Kurang efektif mengukur beberapa tipe pemecahan masalah. objektif dan dapat dipercaya.v Alternatif jawaban yang salah dapat memberikan informasi diagnostik.v Lebih menghemat tempat ( menghemat kertas ).v Penilaian mudah. Kelemahan Jawaban Singkat yaitu:v Sulit menyusun kata.hasil pengetahuan dapat diukur secara luas2.2. .v Waktu membaca dan merespon relative singkat. Kelemahan Pilihan Berganda yaitu:v Menyusunnya membutuhkan waktu yang lama. Jawabannya berupa uraian yang disusun sendiri oleh siswa (testee).D.v Digunakan untuk mengukur berbagai taraf kompetensi dan tidak sekedar mengungkap taraf pengenalan atau hafalan saja.1 Keunggulan tes bentuk essai. Kelebihan Isian atau Completion yaitu :v Sangat mudah dalam penyusunannya.v Mudah untuk dibuat.v Tidak dimungkinkan untuk menerka jawaban.v Penilaian mudah. Kelebihan Menjodohkan yaitu:v Suatu bentuk yang efisien diberikan dimana sekelompok respon sama menyesuaikan denganrangkaian isi soal. JAWABAN SINGKAT atau SHORT ANSWER 1. Kelebihan Jawaban Singkat yaitu :v Mdah dalam perbuatanv Kemungknan menebak jawaban sangat sulitv Cocok untuk soal.v Sulit menemukan pengacau.F. dapat dikemukakan sebagai berikut : a.v Persyaratan komprehensif dapat dipenuhi oleh test model ini. Kelemahan Menjodohkan yaitu:v Materi soal dibatsi oleh factor ingatan/ pengetahuan yang sederhana dan kurang dapat dipakaiuntuk mengukur penguasaan yang bersifat   pengertian dan kemampuan membuat tafsiran . b. TES ESSAI Keunggulan dan kelemahan tes bentuk essai.kata yang jawabannya hanya satu. objektif dan dapat dipercaya.v Tester kurang berhati-hati dalam menyusun kalimat dalam soal.soal hitunganv Hasil.hasil belajar yang komplek.C.

dibandingkan dengan tes essai. Tingkat kebenaran jawaban relatif subyektif. 2. Pemeriksaannya dapat diserahkan kepada orang lain. Kemungkinan testee menebak sangat kecil. Hasil belajar yang kompleks. . 1.c. namun penyelesaiannya memerlukan waktu dan energi yang relatif besar.karena jumlah item soal relatif banyak dan harus teliti untuk menghindari kelemahan-kelemahan yang lain. TES OBYEKTIF 2. Persiapan dalam penyusunan soal jauh lebih rumit.2 Kelemahan soal tes obyektif a. Jumlah soal relatif sedikit. d. Mengundang lebih banyak segi-segi positifnya. g. Testi lebih mementingkan panjang jawaban dari pada mutu jawaban. lebih menekankan pada pengintegrasian/pengaplikasian berfikir dan pemecahan masalah. Dalam pemeriksaan soal unsur-unsur subyektif dapat ditekan sekecil mungkin. kemungkinan testi mengemukakan hal-hal tidak relevan dengan pernyataan. Skor soal tes bentuk essai kurang reliabel. a. b. e. g. Proses berfikir testi dapat dialack. c. karena lebihrepresentatif mewakili isi dan luasnya materi pembelajaran dan dapat menghindari campur tangan unsur-unsur suubyektif. Cara memeriksanya lebih mudah dan relatif cepat. d. d. Soal tes bentuk essai. f. tidak dapat dievaluasi dengan bentuk tes yang lain. a. karena menggunakan kunci jawaban. Umumnya hanya dapat dikoreksi oleh penyusunan sendiri. Mutu jawaban sangat tergantung pada kemampuan siswa (testee) dalam memilih kata-kata atau kalimat. Penyusunan relatif mudah. b.2 Kelemahan tes bentuk essai. c. e. bahkan alat-alat dari hasil kemajuan teknologi. f. 2.1 Keunggulan tes bentuk obyektif. baik dari segi siswa maupun dari segi guru yang memeriksanya.

namun tetap saja kecemasan tersebut dapat mengakibatkan hasil tes yang diperoleh dalam tes menyimpang dari kenyataan yang ada dalam diri peserta tes. 2.Item soal cenderung mengungkapkan ingatan dan daya pengenalan kembali saja. Perangkat tes hasil belajar hendaknya mengukur keseluruhan aspek kompetensi yang diharapkan dan keseluruhan tingkat kemampuan hasil belajar yang diharapkan. Karena memang pada hakikatnya hasil tes itu selalu berubah.. 5. Tes hasil belajar harus dapat mengukur hasil belajar yang diperoleh setelah proses balajarmengajar sesuai dengan tujuan instruksional yang tercantum dalam kurikulum. Karena sedemikian banyak tes itu digunakan dalam dunia pendidikan. Butir tes hasil belajar harus disusun sedemikian rupa sehingga perangkat tes yang terbentuk benar-benar mewakili keseluruhan bahan yang tekah dipelajari. Hasil tes acapkali disalahgunakan. Sungguhpun kadar kecemasan yang timbul pada setiap orang tidak sama. Dalam proses pelaksanaannya. 2. Misal. tes selalu menimbulkan kecemasan.com) Tes hasil belajar adalah salah satuan alat ukur yang paling banyak digunakan untuk mengetahui hasil belajar seseorang dalam proses belajar-mengajar atau suatu program pendidikan. Hasil tes kerap dianggap sebagai gambaran yang sahih dari kemampuan dan pengetuan seseorang. 3. Kalaupun ia dapat mengukur hasil belajar yang esensial. Banyak kesempatan untuk main untung-untungan. maka kontruksi tesnya membutuhkan waktu dan keterampilan yang tinggi. Sedangkan butir soal tes hanya mengukur suatu serpihan pengetahuan atau keterampilan yang sangat kecil dari suatu keutuhan pengetahuan dan keterampilan seseorang. Kelemahan tersebut antara lain : 1. 4. d. Mengukur hasil belajar December 5th. Hampir semua tes hanya dapat mengukur hasil belajar yang bersifat kognitif dan keterampilan sederhana. dan sukar untuk mengukur proses mental yang tinggi. Tes hasil belajar sangat sukar untuk dapat mengukur tingkat keimanan dan ketakwaan seseorang. 3. Perangkat tes hasil belajar hendaknya disusun dari berbagai bentuk dan tipe butir soal sesuai dengan hakikat hasil belajar yang diharapkan. Interpretasi hasil belajar disesuaikan degan pendekatan pengukuran yang dianut apakah mengacu pada norma kelompok (norm reference) ataukah mengacu pada patokan criteria tertentu (criterion reference) . 2009 by catur Penulis : Eri Sarimanah (http://eri-s-unpak. c. dapat berkembang atau berkurang. Disamping itu hasil tes acapkali dianggap sebagai suatu yang permanen.blogspot. dalam pelajaran agama. Sedagkan sesungguhnya hasil tes selalu berubah. “Kerja sama” antar siswa pada waktu mengerjakan soal tes lebih terbuka. maka ada baiknya bila kita mengetahui kelemahan dan kekurangan tes sebagai alat ukur hasil belajar. Adapun dasar-dasar penyusunan tes hasil belajar adalah sebagai berikut : 1.

yaitu memilih suatu yang lebih benar atau yang lebih tepat. Jadi perbedaan utama tes objektif dan uraian dalah siapa yang menyediakan jawaban atau alternative jawaban sudah disediakan oleh pembuat soal. Bahkan kemampuan itu secara sederhana sudah akan dapat kelihatan dengan jelas dalam pemilihan kata. Tes Uraian/esai Pengertian tes uraian adalah butiran soal yang mengandung pertanyaan atau tugas yang jawaban atau pengerjaan soal tersebut harus dilakukan dengan cara mengekspresikan pikiran peserta tes secara naratif. Tes uraian dapat dengan baik mengukur hasil belajar yang kompleks. Hasil belajar yang kompleks tidak hanya membedakan yang benar dari yang salah. Hasil belajar yang kompleks artinya hasil belajar yang tidak sederhana. Bentuk tes uraian lebih meningkatkan motivasi peserta didik untuk melahirkan kepribadiannya dan watak sendiri. sesuai dengan sifat tes uraian yang menuntut kemampuan siswa untuk mengekspresikan jawaban dalam kata-kata sendiri. Adapun kelebihan soal uraian adalah : 1. Untuk dapat mengekspresikan pemahaman dan penguasaan bahan dalam jawaban tes. Kelebihan lain tes uraian ialah memudahkan guru untuk menusun butir soal. penyusunan kalimat. Cirri khas tes uraian ialah jawaban terhadap soal tersebut tidak disediakan oleh orang yang mengkontruksi butir soal. maka bentuk tes uraian menuntut penguasaan bahan secara utuh. Seorang peserta tes yang mengerjakan tes uraian dengan penguasaan bahan parsial akan tidak mampu menjawab soal dengan benar atau akan berusaha dengan cara membual. Integrasi buah pikiran itu membutuhkan dukungan kemampuan untuk mengekspresikannya.6. tetapi dipasok oleh peserta tes. 2. Secara garis besar bentuk tes dibagi dalam dua kelompok besar yaitu tes uraian dan tes objektif. maka sebaiknya menggunakan tes objektif. Setiap peserta tes dapat memilih. tetapi juga dapat mengekspresikan pemikiran peserta tes serta pemilihan kata yang dapat memberi arti yang spesifik pada suatu pemahaman tertentu. Peserta tes bebas untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. menghubungkan. Setiap bentuk butir soal memiliki kelebihan dan kekurangan. Setelah anda memahami dasar-dasar penyusunan tes. Kemudahan ini . penyusunan paragraf dan susunan rangkain paragraf dalam suatu keutuhan pikiran. Dengan pengertian diatas maka pemberian skor terhadap soal uraian tidak mungkin dilakukan secara objektif. Hasil tes hasil belajar hendaknya dapat digunakan untuk memperbaiki proses belajarmengajar. dan atau menyampaikan gagasan dengan menggunakan kata-katanya sendiri. selanjutbya Anda harus memahami bentuk dan bagaimana penulisan butir soal. maka kemampuan tidak terlihat secara utuh. yang disertai dengan keterampilan pemecahan masalah. Tes bentuk uraian terutama menekankan kepada pengukuran kemampuan dan kemampuan mengintegrasikan berbagi buah pikiran dan sumber informasi kedalam suatu pola berpikir tertentu. penggunaan tanda baca. 4. Lebih jauh tentang keduan tes tersebut akan dijelaskan dibawah ini. Apabila yang diukur adalah kemampuan hasil bekajar yang sederhana. Karena itu untuk menjawab tes uraian dengan baik peserta tes akan berusaha menguasai bahan yang diperkirakannya akan diujikan dalam tes secara tuntas. Penguasaan bahan yang tanggung atau parsial dapat dideteksi dengan mudah. Tanpa dukungan kemampuan mengekspresikan buah pikiran secara teratur dan taat asas. 3.

Anda harus mempertimbangkan bagaimana tes uraian digunakan. Guru ingin memperoleh informasi yang tidak tertulis secara langsung di dalam soal ujian tetapi dapat disimpulkan sari tulisan peserta tes. serta menyatakan pikiran secara tertulis. seperti : sikap. Kedua. Sebaiknya tes uraian digunakan apabila : 1. batas-bayastugas yang harus dikerjakan oleh peserta tes sangat longgar. Soal uraian dapat digunakan untuk memperoleh informasi langsung tersebut. menulis dan menyatakan pikiran dan gagasannya. Ebel A. atau penggunaan kemampuan penggunaan bahasa secara tertib. Menurut Robert L. menguji kemampuan dengan baik. guru tidak selalu harus memasok jawaban atau kemungkinan jawaban yang benar sehingga akan sangat menghemat waktu konstruksi soal. Bagi siswa yang tidak mempunyai kemampuan menulis. Untuk menyelesaikan tes uraian guru dan siswa membutuhkan waktu yang banyak. 3. Setelah Anda memahami kelemahan dan kelebihan bentuk tes uraian. Ketiga. Tetapi hal ini tidak berarti butir soal uraian dapat dikontruksikan secara asal-asalan. Tes uraian di samping memiliki kelebihan terdapat pula kelemahan-kelemahannya. 2. Reliabilitasnya rendah artinya skor yang dicapai oleh peserta tes tidak konsisten bila tes yang sama atau tes yang parallel yang diuji ulang beberapa kali. Tetapi dilihat dari segi lain. Jumlah siswa atau peserta tes terbatas. Dengan demikian diharapkan kemampuan para peserta didik dalam menyatakan pikiran secara tertulis akan meningkat. Tes uraian sangat menekankan kemampuan menulis. 3. nilai. 5. yaitu pertama. 4. akan menjadi beban. 5. Waktu yang dipunyai guru untuk mempersiapkan soal sangat terbatas.terutama disebabkan oleh dua hal. Jawaban peserta tes kadang-kadang disertai bualan-bualan. yaitu : 1. jumlah butir soal tidak perlu banyak dan kedua. tetapi harus digunakan dengan sangat hati-hati oleh guru. Dalam arti yang positif tes uraian akan sangat mendorong siswa dan guru untuk belajar dan mengajar. Hal ini merupakn kebaikan sekaligus kelemahannya. 2. Pembedaan kedua tipe tes uraian ini adalah atas dasar besarnya kebebasan yang yang diberikan kepada peserta tes untuk mengorganisasikan. penekanan yang berlebihan terhadap penggunaan tes uraian yang sangat menekankan kepada kemampuan menyatakan pikiran dalam bentuk tulisan yang dapat menjadikan tes sebagai alat ukur yang tidak adil dan tidak reliable. Selanjutnya akan dijelaskan kedua tipe tes uraian tersebut. Tujuan instruksional yang ingin dicapai adalah kemampuan mengekspresikan pikiran dalam bentuk tertulis. atau pendapat. Bentuk tes uraian dapat diklasifikasi ke dalam dua tipe yaitu tes uraian bebas (extended response) dan tes uraian terbatas (restricted response). Kemampuan menyatakan pikiran secara tertulis menjadi hal yang paling membedakan prestasi belajar siswa. perbedaan utama antara tes uraian bebas dan uraian terbatas tergantung kepada kebebasan . subjektifitas penskoran yang dilakukan oleh pemeriksa tes. 4. Kaidah penyusunan tes uraian tidaklah lebih sederhana dari kaidah penyusunan tes objektif. Sebagaimana telah dikemukakan. walaupun telah diusahakan untuk menentukan batasan-batasan yang cukup ketat. Guru ingin memperoleh hasil pengalaman belajar siswanya. Frisbie (1986 : 129) terdapat tiga hal yang menyebabkan tes uraian realibilitasnya rendah yaitu pertama keterbatasan sampel bahan yang tercakup dalam soal tes.

Kemampuan membuat narasi dengan kata-katanya sendiri merupakan kemampuan dalam kategori jenjang yang tinggi. Untuk menjawab contoh soal tersebut dibutuhkan kemampuan belajar siswa yang kompleks. Peserta tes harus selalu memberikan penilaian absolut. Bentuk tes objektif secara umum memiliki 3 tipe yaitu a. Jadi jawaban siswa bersifat terbuka. Alat yang baik untuk mengukur fakta dan hasil belajar langsung terutama berkenaan dengan ingatan. Mejodohkan (matching) c. Butir soal benar-salah memiliki kekuatan antara lain : 1. Jawaban yang diberikan oleh peserta tes dalam tes uraian bebas hampirhampir tidak ada pembatasan. Peserta tes memiliki kebebasan yang luas sekali untuk mengorganisasikan dan mengekspresikan pikiran dan gagasannya dalam menjawab soal tersebut. Dalam menjawab soal tersebut siswa diberikan kebebasan untuk menjawab. Mendorong peserta tes untuk menebak jawaban. fleksibel. 2. Setiap butir soal harus menguji atau mengukur hasil belajar peserta tes yang penting dan . Adapun kelemahan butir soal tipe benar-salah adalah : 1. Perangkat soal dapat mewakili seluruh pokok bahasan. Dalam uraian ini Anda hendaknya disertai dengan latar belakang dan contoh para pemimpinnya. Jawaban yang diberikan oleh siswa mulai pengetahuan fakta sampai mengevaluasi terhadap fakta-fakta yang diketahuinya. Terlalu menekankan kepada ingatan. 3. Dengan demikian kompleksitas jawaban pada soal uraian bebas terletak pada tercakupnya berbagai jenjang kemampuan. Contoh uraian bebas : Uraikanlah perlawanan-perlawanan yang dilakukan oleh bangsa Indonesia terhadap penjajah Belanda pada masa sebelum abad ke-20. dan tidak tersrtuktur. Pilihan ganda (multiple choice) Tipe butir soal benar-salah adalah butir soal yang terdiri dari pernyataan yang disertai dengan alternative menyatakan pernyataan tersebut salah atau benar. Tes Objektif Pengertian tes objektif adalah tes atau butir soal yang telah mengandung kemungkinan jawaban yang harus dipilih atau dikerjakan oleh peserta tes.memberikan jawaban. Mudah dikontruksi. Pembatasan jawaban hanya terletak pada banyaknya uraian yang harus dibuat untuk mempertimbangkan waktu yang digunakan dalam tes. Peserta tes hanya harus memilih jawaban dari alternatif jawaban yang disediakan. Benar-salah (true false) b. kemudian mengorganisasikan dalam pikiran dan bahasanya sendiri kedalam bentuk yang logis dan argumentative dalam bentuk narasi. 4. atau keharusan memilih satu dari dua alternatif jawaban lainnya. 2. Mudah diskor. Beberapa petunjuk yang merupakan persyaratan dalam penulisan butir soal benar-salah yaitu : 1. Uraian anda hendaknya tidak melebihi 2 halaman folio. 3.

tidak hanya pengukuran terhadap daya ingat. . program pendidikan vokasional tertentu atau bidang pekerjaan tertentu. Aptitude Test ). Intelegence Test. Scholastic Aptitude Test). Lebih baik : B-S : Pak udi membeli pakaian sangat murah karena di pasar barang itu tersedia banyak sedangkan yang membeli sangat jarang. Setiap soal haruslah menguji pemahaman. Tes Intelegensi Tes kemampuan intelektual. terutama berkaitan dengan potensi untuk mencapi taraf prestasi tertentu dalam belajar di sekolah (Mental ability Test. Tes Minat Tes minat. mengukur kegiatan-kegiatan macam apa paling disukai seseorang. 2. minat dan kepribadian yang bersama-sama memungkinkan untuk maju dan berhasil dalam suatu bidang tertentu dan mengambil manfaat dari pengalaman belajar dibidang itu. Tes macam ini bertujuan membantu orang muda dalam memilih macam pekerjaan yang kiranya paling sesuai baginya (Test of Vocational Interest). hasil belajar. Contoh. Kemampuan khusus yang diteliti itu mencakup unsur-unsur intelegensi. 5. 6. Butir soal benar-salah dapat dimodifikasi sehingga dapat meningkatkan daya bedanya dan mengurangi kelemahan utamanya yaitu mendorong penerkaan. Kunci jawaban yang ditentukan haruslah benar. Jenis-jenis Tes 1. Academic Ability Test. Butir soal tidaklah dianjurkan untuk menguji kemampuan mengingat kata atau frase yang terdapat dalam buku ajar atau bacaan lainya. Misalnya: Lemah : Haji Samanhudi seorang pedagang batik dari solo Lebih baik : Haji Samanhudi adalah pendiri Syarekat Dagang Islam. 3. mengukur taraf kemampuan seseorang untuk berhasil dalam bidang studi tertentu. Pernyataan dalam butir soal harus dinyatakan secara jelas dan menggunakan bahasa yang baik dan benar. soal pertama hanya menguji ingatan tentang hokum penawaran dan permintaan dalam ekonomi. 2. 3. lingkupnya lebih terbatas dari tes kemampuan intelektual (Test of Specific Ability. Butir soal yang baik haruslah jelas bagi seseorang peserta tes yang belajar dan jawaban yang salah kelihatan seakan-akan benar bagi peserta tes yang tidak belajar dengan baik. mengukur taraf kemampuan berfikir. 7. Jenis data yang dapat diambil dari tes ini adalah kemampuan intelektual atau kemampuan akademik. 4. .bermakna. Tes Bakat Tes kemampuan bakat. tidak menanyakan hal yang remeh (trivial). Sedangkan dalam soal berikutnya peserta tes diuji dengan penerapan dari hokum permintaan dan penawaran. Misalnya: Lemah : B-S : Bila penawaran banyak sedangkan permintaan sedikit maka harga akan turun.

Tes Kepribadian Tes kepribadian. Kelemahan Tes Proyektif hanya diadministrasi oleh seorang psikolog yang berpengalaman dalam menggunakan alat itu dan ahli dalam menafsirkannya. II. Banyak kejadian yang dipandang kecil yang tidak dapat ditangkap oleh alat pengumpul data yang lain. serta bidang-bidang kehidupan yang menimbulkan kesukaran dalam penyesuaian diri. relasirelasi social dengan orang lain. Kelebihan tes semacam ini meneliti taraf kedewasaan orang muda dalam mempersiapkan diri bagi partisipasinya dalam dunia pekerjaan (career maturity).4. corak kehidupan emosional. angket kepribadian. yang khas untuk orang itu. Tes Perkembangan Vokasional Tes vokasional. bermotivasi atau bereaksi emosional. mengukur ciri-ciri kepribadian yang bukan khas bersifat kognitif. seperti sifat karakter. berikut disajikan alat pengumpul data dalam bentuk non tes. Pengumpulan Data Dengan Metode Non Test Untuk melengkapi data hasil tes akan lebih akurat hasilnya bila dipadukan dengan data. dan dalam menyusun serta mengimplementasikan rencana pembangunan masa depannya sendiri. Berikut alat dan cara melaksanakan observasi : Keunggulan metode ini adalah : Banyak gejala yang hanya dapat diselidiki dengan observasi. meneliti sifat-sifat kepribadian seseorangmelalui reaksi-reaksinya terhadap suatu kisah. B. A. Tes Hasil Belajar (Achievement Test) Tes yang mengukur apa yang telah dipelajari pada berbagai bidang studi. hasilnya lebih akurat dan sulit dibantah. . sifat temperamen. yang ternyata sangat menentukan hasil penelitian. 5. misalnya terlalu sibuk dan kurang waktu untuk diwawancarai atau menisci kuisioner. 6.data yang dihasilkan dengan menggunakan tehnik yang berbeda. suatu gambar atau suatu kata. Banyak objek yang hanya bersedia diambil datanya hanya dengan observasi. Tes Proyektif. Observasi Observasi diartikan pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. dalam memikirkan hubungan antara memangku suatu jabatan dan cirri-ciri kepribadiannya serta tuntutan-tuntutan social-ekonomis. meneliti berbagai ciri kepribadian seseorang dengan menganalisa jawaban-jawaban tertulis atas sejumlah pertanyaan untuk menemukan suatu pola bersikap. kesehatan mental. mengukur taraf perkembangan orang muda dalam hal kesadaran kelak akan memangku suatu pekerjaan atau jabatan (vocation). Kejadian yang serempak dapat diamati dan dan dicatat serempak pula dengan memperbanyak observer. jenis data yang dapat diambil menggunakan tes hasil belajar (Achievement Test) ini adalah taraf prestasi dalam belajar.

catatan dibuat segera setelah peristiwa terjadi. terlalu luas. Pencatatan dan penggambaran perilaku yang tidak representative mungkin akan mempengaruhi perilaku individu yang lain.Kelemahan metode ini adalah : Observasi tergantung pada kemampuan pengamatan dan mengingat. Catatan ini melengkapi data kuantitatif dan memperkaya penafsiran perilaku. bukan pendapat pencatat tentang kejadian tersebut. . Hal ini jelas menambah beban konselor. Catatan ini bisa menciptakan masalah serius bagi personel sekolah berkaitan dengan undang-undang yaitu (Undang-Undang dan Privasi Pendidikan Keluarga 1974) yang diciptakan untuk melindungi hak privasi siswa. 2. Catatan tentang perilaku yang jelas akan menghasilkan pemahaman yang lebih tepat mengenai subyek. Pencatatan data tentang orang tua atau anak dpat berdampak sangat berbahaya. biasanya dalam berbagai situasi yang berbeda. Catatan anecdotal banyak memakan waktu dalam penulisan dan pemrosesannya. melainkan pada waktu tertentu dan terbatas pula pada jangka waktu yang telah ditetapkan untuk tiap-tiap kali pengamatan. Pencatatan ini dilakukan terhadap bagaimana kejadiannya. sehingga dapat terjadi gangguan yang menyebabkan observasi tidak dapat dilakukan. daripada generalisasi yang tidak jelas. Kejadian ini menimbulkan kesan tentang subyek itu diluar proporsi kepentingannya. guru. Banyak kejadian dan keadaan objek yang sulit diobservasi. 1. terutama yang menyangkut kehidupan peribadi yang sangat rahasia. dan tidak dilengkapi bukti kuat. Catatan ini mendorong guru untuk tertarik dan mendapatkan informasi tentang individu. Keuntungan : Catatan ini menggambarkan perilaku individu. Oberservasi sering menjumpai observee yang bertingkah laku baik dan menyenangkan karena tahu bahwa ia sedang diobservasi. dan petugas sekolah. Kelemahan : Catatan ini dapat berguna hanya jika penggambaran pengamatannya akurat dan komprehensif. Catatan Berkala (Incidental Record) Pencatatan berkala walaupun dilakukan berurutan menurut waktu munculnya suatu gejala tetapi tidak dilakukan terus menerus. Banyak gejala yang hanya dapat diamati dalam kondisi lingkungan tertentu. Catatan Anekdot (Anecdotal Record ) Alat untuk mencatat gejala-gejala khusus atau luar biasa menurut urutan kejadian. Kelemahan-kelemahan observer dalam pencatatan. sehingga dapat menyumbangkan pemahaman yang lebih besar tentang kepribadian individu tersebut. Beberapa kejadian yang dialami subyek sehari-hari cenderung menjadi bahan observasi dan dicatat.

Keuntungan : Kelebihan skala pengukuran adalah karena merupakan alat perhitungan observasi dan merupakan alat yang bagi pengamat dapat digunakan untuk menilai individu yang sama. Karena skala penilaian telah digunakan secara luas selama bertahun-tahun. Perbedaannya terletak pada kategorisasi gejala yang dicatat. kecenderungan sentral. 4. Penilaian yang sama dari beberapa penilai. biasanya hasilnya lebih baik daripada penilaian yang hanya dilakukan satu orang. Dalam rating scale tidak hanya terdapat nama objek yang diobservasi dan gejala yang akan diselidiki akan tetapi tercantum kolom-kolom yang menunjukkan tingkatan atau jenjang setiap gejal tersebut. Daftar Chek (Check List ) Penataan data dilakukan dengan menggunakan sebuah daftar yang memuat nama observer dan jenis gejala yang diamati. asalkan mereka memiliki pengetahuan yang sama tentang individu yang sedang dinilai. 5. Kelemahan: Kesalahan bias personal. karena sebagian atau seluruh peristiwa direkan dengan alat elektronik sesuai dengan keperluan. dengan demikian akan memperbesar reliabilitas penilaian. Skala Penilaian (Rating Scale) Pencatatan data dengan alat ini dilakukan seperti chek list. jenis-jenis kesalahan itu bisa saja terjadi dengan berbagai bentuk berdasarkan observasi yang dilakukan. kekurangan itu cukup dikenal oleh mereka yang merancang dan menggunakannya. B. Angket Tertulis Alat ini memuat sejumlah item atau pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa secara PROSEDUR PENYUSUNAN HASIL BELAJAR Posted on 30 Juni 2008 by Abdul Majid . efek halo. Peralatan Mekanis (Mechanical Device) Pencatatan dengan alat ini tidak dilakukan pada saat observasi berlangsung.3. Namun. dan kesalahan logis.

isi uji dalam tes tindakan tidak disajikan dalam bentuk pertannyaan melainkan dalam bentuk tugas. Sedangakan didalalam tes lisan dilakukan dalam suatu komunikasi langsung antara tester dan testi. menyusun kisi-kisi 3. mengorganisasikan kembali soal dalam bentuk final 9. memperbanyak soal 2. Pada tes ini tester mengajukan persoalan secara lisan dan testi harus menjawab pertanyaan-pertanyaan secara lisan pula. membuat petunjuk pengerjaan soal.1. Hal yang harus disiapkan disini adalah petunjuk atau intruksi tentang kegiatan yang harus dilakukan. 6. membuat atau menulis soal sekaligus dengan kunci jawaban. Mengadakan pemeriksaan terhaadap butir soal secara rasional. dan . Dalam hal ini testi melakukan suatu kegiatan berdasarkan intruksi atau petunjuk tertentu dan tester mengamati keterampilan testi dalam menyelesaikan tugas tersebut. merevisi soal 8. mendefinisikan tujuan-tujuan pembelajaran dan lingkup bahan ajar yang mestinya diungkap 2. Jenis Tes Hasil Belajar Secara garis besar terdapat tiga jenis hasil belajar yakni : tes tertulis. Langkah-Langkah dalam Penyusunan Tes Hasil Belajar Adapun beberapa Langkah-langkah dalam penyusunan tes hasil belajar adalah : 1. mengorganisasikan tes menurut tipe-tipe soal yang dibuat. tes lisan dan tes tindakan. Perangkat yang digunakan adalah pokok-pokok pertanyaan yang akan diajukan dan pedoman penyekoran jawaban. 4. Dalam tes tertulis ada dua perangkat alat yang harus disediakan yakni lembar soal yang sudah lengkap dengan petunjuk pegerjaannya dan lembar jawaban yang akan diisi oleh siswa. mengadakan uji coba (try out) 7. Berdeda dengan kedua tes diatas. 5.

Dapat melihat jalan pikiran siswa dalam menjawab persoalan. Keempat : pertimbangan terhadap kelengkapan fasilitas yang dibutuhkan. Lazimnya tes tindakan ini disebut ujian praktek.perlengkapan atau alat-alat praktek yang diperlukan. Tes uraian biasanya digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif yang relative tinggi dan kompleks. Pemiihan jenis-jenis ts yang harus digunakan tergantung pada banyak factor yang perlu dipertimbangkan: Pertama : pertimbangan terhadap aspek perilaku atau bahan ajar yang akan diungkap. b. e. Tes Uraian Tes uraian merupakan suatu bentuk soal yang harus dijawab atau dipecahkan oleh testi dengan cara mengemukan pendapat secara terurai. . Dapat mengungkap aspek-aspek pengetahuan atau perilaku yang kompleks secara leluasa Menuntut siswa untuk mengintegrasikan pengetahuan dalam menjawab persoalan Menunutut kreatifitas siswa untuk mengorganisasikan sendiri jawabannya. Kedua : pertimbangan terhadapa waktu yang tersedia. Penyusunan Tes Hasil Belajar a. Dalam tes ini memungkinkan timbulnya variasi dalam jawaban yang diberikan oleh testi (siswa) karena jawaban yang diberikan bersifat subjektif. 1. c. serta pedoman pengamatan (pedoman penilaian). Peryusunan Tes Tertulis Pada dasarnya ada dua bentuk soal tes tertulis yang lazim kita gunakan yakni: tes uraian dan tes objektif. d. 3. Ketiga : pertimbangan jumblah peserta tes. Tidak memberi kesempatan kepada siswa untuk menebak jawaban. Adapun keunggulan dan kelemahan tes uraian yaitu: Keunggulan : a.

Penyusunan Tes Lisan Pada dasarnya tes lisan sama dengan tes uraian. Proses pensekoran dapat dilakukan secara mudah karena kunci jawaban dapat dibuat secara pasti d. c. tugas-tugas dan persoalan-pesoalan dalam tes objektif sudah terstruktur. Proses penyekoran sering terganggu oeh factor-faktor lain diluar maksut pengukuran. Kelemahan : a. sehingga jawaban terhadap soal-soal tersebut sudah dapat ditentukan secara pasti. Waktu yang dibutuhkan relative lebih singkat b.Kelemahan: a. misalnya keindahan dan kerapian tulisan. Tes Objektif Berbeda dengan tes uraian. Tes lisan digunakan untuk mengevaluasi hasil belajar berupa kemampuan untuk mengemukakan pendapat-pendapat atau gagasan-gagasan secara lisan. Bahan ajar yang diungkap dengan ts objektif. b. Jika bahan ajar yang diajukan sama maka ideal . b. 2. Adapun keunggulan-keunggulan dan kelemahan-kelemahan tes objektif adalah : Keunggulan : a. Ruang lingkup yang diungkap sangat terbatas. Terdapat kemungkinan untuk dapat menebak jawaban dengan tepat. Panjang pendeknya suatu tes (banyak sedikitnya butir soal) bisa berpengaruh terhadap kadar reliabilitas c. Memungkinkan timbulnya keragaman dalam memberikan jawaban sehingga tidak ada rumusan benar yang pasti. Lebih memberikan peluang untuk bersifat subjektif d. perbedaannya terletak pada pelaksanaannya. c. Tes lisan dilakukan dalam suatu komunikasi langsung antara tester dan testi. Proses penilaian dapat dilakukan secara objektif karena kunci jawaban sudah dapat ditentukan secara pasti. b. Membatasi kreativitas siswa dalam menyusun jawaban sendiri. pada umumnya lebih terbatas pada hal-hal yang factual. Tidak dapat mengetahui jalan pikiran testi dalam menjawab suatu pesoalan.

sekali kalau siswa mendapat perangkat soal yang sama. 2. Tak ada kesempatan untuk menyontek Kelemahan : 1. Dalam tes tindakan persoalan disajikan dalam bentuk tugas yang harus dikerjakan oleh testi. 3. 4. . Pada intinya ada dua unsur yang yang bisa dijadikan bahan penilaian dalam tes tidakan yaitu: proses dan produk. dan keterampilan mempraktekkannya. Tak ada kesempatan untuk menyontek Kelemahan : 1. Adapun keunggulan dan kelemahan dari tes tindakan ini adalah : Keunggulan : 1. Dapat digunakan untuk mengecek kesesuaian antara pengetahuan. 5. Mengukur kemampuan berpikir taraf tinggi secara lebih leluasa. 1. Memungkinkan untuk melakukan pengecekan 3. Adapun keunggulan-keunggulan dan kelemahan dari tes lisan adalah : Keunggulan : a. Lebih sulitdalam mengadakan pengukuran 2. 2. teori. Lebih memungkinkan untuk terjadinya ketidakadilan Memungkinkan penguji untuk menyimpang dari lingkup bahan ajar yang diujikan Membutuhkan waktu yang relative lebih lama Memerlukan banyak format intrumen Peluang subjektivitas dalam penilaian lebih terbuka. Penyusunan Tes Tindakan Tes tindakan dimaksutkan untuk mengukur keterampilan siswa dalam melakukan suatu kegiatan. Memerlukan biaya yang relative lebih besar 3. c. Cocok untuk mengukur aspek perilaku psikomotor 2. tetapi hal ini sulit untuk dilakukan secara serempak terhadap semua testi oleh tester yang sama. Memerlukan waktu yang relatif. 3.

Karenanya kelayakan sebuah tes ditentukan oleh sejauhmana butirbutir soal yang terdapat dalam tes tersebut mewakili kawasan (domain) yang hendak diukur. maka para ahli memberikan berbagai macam klasifikasi tes yang berbeda tergantung perspektif sang ahli tersebut. 2. standar dan syarat-syarat kualitas lainnya. Beberapa klasifikasi tersebut disebutkan di bawah ini. tes awal. . Klasifikasi tes yang lebih lengkap disampaikan oleh Anas Sudijono (2005: 68 . tes kepribadian dan tes hasil belajar. 3. tes merupakan alat untuk menaksir tingkat kemampuan seseorang secara tidak langsung melalui respon yang diberikannya atas soal-soal yang terdapat dalam tes. akan ada dua tes yaitu tes tertulis dan tes lisan. Prosedur yang sistematis itu sendiri bermakna ada aturan-aturan tertentu yang harus dipenuhi dalam penyusunan tes mencakup pengertian obyektif. Hal ini bermakna bahwa butir-butir yang terdapat dalam tes bermaksud menunjukkan apa yang diketahui peserta tes. tes sikap. 2. (2) tes intelegensi. Sumadi Suryabrata (2005: 14) membuat penggolongan tes berdasarkan atribut psikologis menjadi : (1) tes kepribadian. Hal yang ingin diukur oleh tes adalah prilaku. Cangelosi (1995: 23) membedakan tes menjadi 2 buah yaitu tes baku dan tes buatan guru. tes diagnostik. Sebagai salah satu alat untuk mengkuantifikasi sampel prilaku. maka ada 6 jenis tes yaitu : tes seleksi. Jawaban peserta tes merupakan sumber utama untuk menemukan apa yang sebenarnya diinginkan oleh tes. Ditinjau dari segi respon tes dapat dibedakan menjadi dua bentuk yaitu tes verbal dan tes non verbal. Prosedur yang digunakan dalam penyusunan tes adalah sistematis. Berdasarkan banyaknya orang yang mengikuti maka tes dibedakan menjadi tes individu dan tes kelompok. Klasifikasi Tes Ada dua cara yang sering digunakan untuk mengukur aspek psikologi seseorang termasuk belajar yaitu dengan tes dan nontes. tes dibedakan menjadi tes intelegensi. tes akhir. Sebagai salah satu alat ukur dalam bidang ilmu sosial khususnya pendidikan. Cronbach (1970) sebagaimana dikutip Saifuddin Azwar (2004: 5) membedakan tes menjadi dua kelompok besar yaitu tes yang mengukur performansi maksimal (maximal performance) dan tes yang mengukur performansi tipikal (typical performance).75) yang mengklasifikasikan tes berdasarkan perspektif tertentu. Hal ini bermakna. Jika tes digolongkan berdasarkan fungsi sebagai alat ukur perkembangan. tidak semua yang ingin diukur dapat tercakup dalam tes. (3) tes potensi intelektual dan (4) tes hasil belajar. tes formatif dan tes sumatif. Isi tes merupakan sample dari hal yang hendak diukur. Jika digolongkan berdasarkan waktu yang disediakan. maka akan ada dua jenis tes yaitu power test dan speed test.Pengertian Tes 1. Dan jika ditinjau dari cara mengajukan pertanyaan. Berdasarkan aspek psikis yang ingin dinilai. tes kemampuan. Hasil tes kemudian biasa digunakan untuk memantau perkembangan mutu pendidikan.

Tes sendiri jika ditinjau dari bentuk soalnya dapat dibedakan menjadi 2 yaitu tes hasil belajar dalam bentuk uraian (non obyektif dan tes hasil belajar bentuk obyektif. maka jenis tes yang akan dikaji dan digunakan adalah jenis tes prestasi hasil belajar (achievement test). Salah satu cara untuk melihat peningkatan kemampuan tersebut adalah dengan melakukan tes. ada satu benang merah yang sepertinya disepakati yaitu bahwa tes prestasi hasil belajar merupakan salah satu cara untuk menelusuri kemampuan-kemampuan yang telah dimiliki siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar selama waktu tertentu. 3. Biasanya ada dua pilihan jawaban yaitu huruf B yang berarti pernyataan tersebut benar dan S yang berarti pernyataan tersebut salah. Tes yang berkaitan dengan tujuan ini sering disebut tes prestasi hasil belajar (TPHB). tetapi ia merupakan alat yang paling sering digunakan karena kepraktisan penggunaannya serta biaya yang murah. Tes bentuk uraian dapat digolongkan kedalam dua bagian yaitu tes uraian bentuk terbuka dan tes uraian terbatas. maka jika dikaitkan dengan penelitian ini. Meskipun tes bukanlah satu-satunya cara untuk mengungkap hasil belajar siswa. Saifuddin Azwar (2003: 9) menyatakan bahwa tes prestasi hasil belajar adalah tes yang disusun secara terencana untuk mengungkap informasi subyek atas bahan-bahan yang telah diajarkan. Tidak seperti alat pengukur ilmu alam yang tunggal. Tes benar salah Tes benar salah adalah bentuk tes yang mengajukan beberapa pernyataan yang bernilai benar atau salah. alat pengukur dalam ilmu-ilmu sosial dapat terdiri lebih dari satu macam. Dari beberapa pengertian di atas. ada beberapa penggolongan tes obyektif yaitu : a. Tugas peserta tes adalah menentukan apakah pernyataan tersebut benar atau salah. Disebut tes obyektif karena siapapun yang memeriksa hasil tes akan menghasilkan skor yang sama sedangkan tes uraian hasilnya dipengaruhi oleh pemberi skor. Menurut Anas Sudijono (2005: 73) tes prestasi hasil belajar adalah tes yang digunakan untuk mengungkap tingkat pencapaian belajar. karena itulah tes obyektif lebih sering digunakan dalam tes prestasi hasil belajar dibandingkan tes bentuk uraian. Pada tes uraian terbuka setiap peserta tes sepenuhnya memiliki kebebasan untuk menjawab sesuai dengan yang dipikirkannya. Teknik Penulisan Tes Setiap kegiatan belajar harus diketahui sejauhmana proses belajar tersebut telah memberikan nilai tambah bagi kemampuan siswa.Dari sekian banyak pengklasifikasian tes yang telah dilakukan. Tes bentuk obyektif memiliki model yang lebih banyak dan variatif dibandingkan tes bentuk uraian. Sedangkan tes uraian terbatas jawaban yang dikehendaki adalah jawaban yang sifatnya sudah dibatasi. Contoh salah satu tes bentuk uraian adalah : .

baik yang batin. sebaliknya. Contoh bentuk tes menjodohkan adalah : c. Pedoman utama dalam pembuatan butir soal bentuk pilihan ganda adalah: . Beberapa bagian kalimatnya yang merupakan kata-kata penting telah dikosongkan terlebih dahulu. Tes Isian Tes bentuk isian dapat digunakan dalam bentuk paragraf-paragraf yang merupakan rangkaian cerita atau karangan atau berupa satu pernyataan. Salah satu contoh tes isian adalah sebagai berikut : 1. d. yang mencoba memadukan kedua pendapat berbeda itu.B S : Ibukota Peru berjumlah lima buah. meyakini pengalamanlah sumber pengetahuan itu. beranggapan bahwa sumber pengetahuan adalah rasio: kebenaran pasti berasal dari rasio (akal). Tes Menjodohkan Tes menjodohkan ini memiliki satu seri pertanyaan dan satu seri jawaban. B S : Manado adalah Ibukota propinsi Sulawesi Utara b. 2. Tugas peserta tes adalah memilih jawaban dari pilihan yang tersedia dan paling sesuai dengan pernyataan yang ada dalam soal. Aliran ……………. Namun tentang aspek mana yang berperan ada beda pendapat. Aliran ………………. tidak juga dari para penguasa. Para filsuf zaman modern menegaskan bahwa pengetahuan tidak berasal dari kitab suci atau ajaran agama.. Tugas peserta tes adalah mengisi bagian-bagian yang kosong dengan jawaban yang sesuai. maupun yang inderawi. tetapi dari diri manusia sendiri. Tugas peserta tes adalah mencari pasangan setiap pertanyaan yang terdapat dalam seri pertanyaan dan seri jawaban. Tes Pilihan ganda Tes bentuk pilihan ganda merupakan tes yang memiliki satu pemberitahuan tentang suatu materi tertentu yang belum sempurna serta beberapa alternatif jawaban yang terdiri dari kunci jawaban dan pengecoh.. Yang merupakan nama asli dari Sultan Hamengkubuwono X adalah …. Lalu muncul aliran …………….

Ada beberapa pertimbangan yang diperlukan untuk memilih bentuk tes yang paling sesuai.1) Pokok soal harus jelas 2) Pilihan jawaban homogen dalam arti isi 3) Panjang kalimat pilihan jawaban relatif sama 4) Tidak ada petunjuk jawaban benar 5) Hindari menggunakan pilihan jawaban: semua benar atau semua salah 6) Pilihan jawaban angka diurutkan 7) Semua pilihan jawaban logis 8) Jangan menggunakan negatif ganda 9) Kalimat yang digunakan sesuai dengan tingkat perkembangan peserta tes 10) Bahasa Indonesia yang digunakan baku 11) Letak pilihan jawaban benar ditentukan secara acak. 6 tahun Dari beberapa bentuk tes yang tersedia. tidak semuanya dapat digunakan secara bersamaan dalam satu kesempatan. 4 tahun c. waktu yang tersedia untuk pemeriksaan lembar jawaban. Menurut Djemari Mardapi (2004: 73) pemilihan bentuk tes yang tepat ditentukan oleh tujuan tes. 3 tahun b. Pemilihan Presiden di Indonesia dilaksanakan setiap berapa tahun? a. cakupan materi tes dan karakteristik mata pelajaran yang diujikan. 5 tahun d. jumlah peserta. . Contoh bentuk soal pilihan ganda adalah : 1.

Secara leksikal. Arti kata ini menunjukkan bahwa variabel merupakan sesuatu yang di dalamnya terdapat atribut-atribut. Kerlinger mendefinisikan variabel sebagai „suatu sifat yang dapat memiliki bermacam nilai”. maksudnya konsep yang sudah sangat dekat dengan fenomena-fenomena atau obyek-obyek yang teramati. Variabel Kategori dan Dimensi Sebagai konsep yang mengandung nilai. • Variabel kategori adalah konsep yang memiliki beberapa gejala yang dapat dibedakan satu sama lain berdasarkan label. perumusan hipotesis. karena masih terdapat konsep-konsep yang tidak mengandung memenuhi ciri seperti itu.VARIABEL PENELITIAN By: Darmawan Soegandar* A. dimensidimensi atau nilai-nilai yang beragam. mulai dari perumusan masalah. setiap variabel adalah suatu konsep. Yang dimaksud dengan konsep variabel di sini adalah konsep yang bersifatobservati bl e. Pada hakikatnya. B. Kedua jenis variabel ini dapat dijelaskan sebagai berikut. tetapi dalam bentuk kategori-kategori. Jadi konsep variabel itu merupakan sebutan umum yang mewakili semua atribut. tanpa melihat peringkatnya. dimensi atau nilai yang perlu diamati. unit-unit. Karena itu tidak semua konsep disebut variabel. Jadi. atribut atau unsur formal dari gejala itu. variabel dapat dikelompokkan pada variabel kategori dan variabel dimensi. Posisi variabel yang senteral menempatkannya sebagai dasar dari semua proses peneltian. variabel ini disebut juga variabel kualatitatif. Included terms atau idividu-individu yang terdapat pada konsep itu dikelompokkan berdasarkan ciri tertentu. pembuatan instrumen pengumpul data. Banyak ahli yang menyebutnya dengan konsep variabel. Sehubungan dengan posisi penting ini. Variabel kategori adalah variabel mengandung nilai-nilai yang tidak dapat diutarakan dalam bentuk angka. pada dasarnya tidak ada . Pengertian Pemahaman terhadap variabel dan hubungan antar variabel merupakan salah-satu kunci penting dalam penelitian kuantitatif. Karena itu. sampai pada analisisnya. atau “simbol/lambang yang padanya dilekatkan bilangan atau nilai”. istilah variabel dapat diartikan sebagai sesuatu yang dapat beragam (bervariasi). yaitu konsep yang bersifat khusus yang mengandung variasi nilai. variabel menjadi penting artinya untuk menentukan bermututidaknya suatu hasil penelitian.

terdapat beberapa jenis variabel kualitatif yang dapat dihitung dengan angka-angka. Jika variabel penelitian adalah seperti „pengamalan agama‟. pelaksanaan shalat fardhu. zikir dan sebagainya. sekalipun tetap menyadari bahwa tidak semuanya dapat diangkakan. kepatuhan kepada orangtua.kelebihan peringkat nilai satu sub-himpunan dari sub-himpunan lainnya. artinya satu usnur hanya dapat dimasukkan ke dalam salah satu kategori.himpunan. maka seorang peneliti dapat membentuk kategori sendiri. Karena itu variabel dimensi ini disebut juga variabel kuantitatif. dan 2) bersifat mutually exlusive. dan perbedaan antara satu sama lain hanya karena ciri atributnya (bukan harganya). karena itu sangat kompleks dan sulit untuk . Konsep „pengamalan agama‟ mengandung banyak jenis gejala. Cara yang lazim digunakan untuk mengkuantifikasi vaiabel kualitatif adalah dengan membentuk indeks dan skala. pelaksanan puasa. • Variabel dimensi adalah konsep yang menunjukkan suatu gejala berdasarkan nilai atau tingkatan. Menurut para ahli ini. Pada era perkembangan ilmu yang pesat belakangan ini. Ini berarti bahwa variabel dimensi itu mengandung dimensi-dimensi yang dapat diukur dan diberi skore dengan angka. Contoh variabel kategori ini adalah jenis kelamin (memiliki dua gejala. umumnya yang dipilih sebagai variabel adalah konsep berdimensi tunggal. Karena itu. Pada penelitian kuantitatif. Setiap jenis gejala pada „pengamalan agama‟ adalah satu variabel. laki-laki dan perempuan). hubungan antara sesama dan banyak lagi yang lain. Sebagai contoh. Ada dua ketentuan dalam membentuk kategori dari suatu variabel. seperti pelaksanaan shalat fardhu. individu-individu yang termasuk dalam sub-kategori hanya mungkin dihitung secara nominal. pelaksanaan zakat. pelaksanaan shalat sunat. artinya semua unsur dari variabel tersebut harus dapat dimasukkan ke dalam salah satu kategori. Pembuatan kategori yang terbaik adalah dengan merujuk teori yang sudah ada. sebagai bagian dari himpunan. karena tidak bercampur aduk dengan shalat sunat. Tetapi jika sistem kategori yang baku belum ditemukan. 1) bersifatexhaustive. Konsep berdimensi tunggal (unidimensional) adalah konsep yang spesifik (bukan bersifat general) yang hanya mengandung satu jenis gejala. Mengkategorisasikan berarti menempatkan suatu obyek ke dalam sub. maka konsep ini termasuk kategori berdimensi majemuk (multidimensional). Konsep ini sudah spesifik. para peneliti telah berusaha untuk mengkuantifikasi variabel-variabel kualitatif.

Alasannya.51. dan skala ordinal. Ini menunjukkan. dan 2) konsep dimensi akan menghasilkan data berbentuk skala sehingga lebih mungkin untuk dianalisis dengan metode-metode statistik yang lebih akurat. 3. diskret berarti tidak mempunyai pecahan (utuh). data yang diperoleh dari variabel ini adalah data nominal. variabel diskret hanya dapat dinyatakan dalam satuan-satuan (satu. dalam variabel kuantitatif diskret (discrete quantitative variables). danke dua.diskret dankontinu. Hal ini bukan berarti konsep kategori tidak berguna. Jadi.pertama. Karena itu. Sedangkan variabel kuantitatif kontinu (continuous quantitative variables) adalah variabel yang bersambungan. Secara literal. Contohnya.52 dan seterusnya. perbedaan antara kedua jenis variabel ini adalah bahwa. sebab konsep ini juga masih dapat dianalisis dengan statistik non. Data yang diperoleh dari variabel kontinu ini terdiri dari data skala rasio. bahwa variabel kontinu itu memiliki sehimpunan harga yang teratur dalam suatu cakupan (range) tertentu. Dalam penelitian kuantitatif. adalah karena 1) konsep dimensi dapat diterapkan untuk semua budaya. Secara umum. 1. variabel diskret merupakan hasil perhitungan sedangkan variabel kontinu merupakan hasil pengukuran. Populasi dan Sampel . harga-harga suatu variabel kontinu mencerminkan suatu urutan peringkat (rank order). ukuran-ukuran kontinu termuat dalam suatu range dan setiap individu mendapat skor yang ada dalam range itu. Maksudnya. Kerlinger menyatakan.diuji dengan metoda statistik. dan satuan-satuan itu tidak dapat dibagi lagi ke dalam satuan yang lebih kecil. enam). tiap nilai variabel dipisahkan oleh satu kesatuan tententu. artinya di antara dua unit ukuran masih terdapat unit-unit ukuran lain yang secara teoritik tidak terhingga banyaknya. dua. Dengan demikian.prametrik dengan hasil perhitungan kasar atau dapat juga diubah dengan cara-cara tertentu menjadi konsep dimensi. konsep multidimensional hanya mungkin dijadikan variabel dalam penelitian yang berskala besar dan bermaksud untuk menperoleh hasil yang mendalam. skala interval.6 meter masih terdapat ukuran 1. di antara 1. Harga yang lebih besar menunjukkan lebih banyak sifat tertentu yang dimilikinya dibanding dengan harga yang lebih kecil.5 meter dan 1. variabel yang paling baik adalah konsep dimensi. Variabel dimensi dapat dibedakan pada dua jenis. 4.

Populasi Populasi adalah seluruh kumpulan elemen yang dapat digunakan untuk membuat beberapa kesimpulan (Cooper dan Emory. Adapun alasan pemilihan perusahaan Automotive dan allied product Go Publik pada Bursa Efek Indonesia sebagai populasi dalam penelitian di karnakan laba dan harga saham perusahaanperusahaan ini sangat fluktuatif selain itu perusahaan Automotive dan allied product Go Publik merupakan 43 . Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaaan automotive and allied product yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. 1997:214).1.3. Anggota populasi adalah elemen populasi.4.

Dengan sayarat anggota populasi homogen. Sampel diperoleh dengan menggunakan pertimbangan tertentu. B. Sampel dalam penelitian ini dipilih dengan metode purposive sampling (pengambilan sampel bertujuan). 3. Sampel yang tidak akurat dan tidak tepat akan memberikan simpulan riset yang tidak diharapkan atau dapat menghasilkan simpulan yang salah dan menyesatkan (Hartono. 2005:73). Proses pengambilan sampel harus dapat menghasilkan sampel yang akurat dan tepat.perusahaan yang berkembang pesat pada akhir dekade ini serta data perusahaan Automotive dan allied product Go Publik memenuhi kriteria dalam penelitian ini. Meskipun demikian. b. Sampel Sampel adalah bagian dari populasi (Nazir. Sampling sistematis . Cluster sampling Teknik sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel bila objek ayang akan diteliti atau sumber data sangat luas. Disproportionate staratified ramdom sampling Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel. Probabiliy sampling Teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) opulasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. yaitu penentuan sampel dari populasi yang ada berdasarkan kriteria tertentu. Faktor kepraktisan merupakan pertimbangan pokok dalam pemilihan metode ini. Penentuan kriteria sampel ini diperlukan untuk menghindari timbulnya miss-spesifikasi dalam penentuan sampel penelitian yang selanjutnya akan berpengaruh terhadap hasil analisa.2. 1999:137). Penelitian ini menggunakan judgment sampling. a. Teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. kelemahan metode ini adalah pada hasil analisis yang 44 Definisi : Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya Sedang sampel adalah bagian dari jumlah dan karkateristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiono. Judgment sampling adalah purposive sampling yang tipe pemilihannya secara tidak acak. Ide dasar pengambilan sampel (sampling) adalah bahwa dengan menyeleksi bagian dari elemen-elemen populasi sehingga diperoleh simpulan tentang keseluruhan populasi (Cooper dan Emory. Teknik pengambilan sampel dari populasi sangat sederhana dengan cara mengambil acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi. bila populasi berstrtata tapi kurang proporsional d.4. Proportionate stratified random sampling Teknik pengambilan sampel bila populasi tidak homogen dan berstrata secara proporsional c. misalnya penduduk suatu negara. Simple random sampling. 1997:214).2006:90) Teknik sampling Teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian antara lain : A. Non-probability sampling. umumnya disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian. a.

misalnya kita akan meneliti bagaimana rata-rata tingkat prestasi akademik mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad dan kita hanya akan memokuskan penelitian kita pada mahasiswa yang aktif di lembaga-lembaga kemahasiswaan. 9. kemudian membesar. maka seluruh mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad adalah populasi sampling. dan sebagainya (terutama jika penelitian kita menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Populasi dalam penelitian (penelitian komunikasi) bisa berupa orang (individu. Ciri-ciri populasi disebut parameter. 5. Sampling jenuh Teknik pennetuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel f. c. sedangkan seluruh mahasiswa yang aktif dalam lembaga kemahasiswaan adalah populasi sasaran. misalnya jumlah terbitan media massa. tenaga dan wak 4. b. jumlah artikel dalam media massa. d. organisasi. 8. e. penelitian tentang kualitas makanan maka sampelnya orang ahli makanan. Menentukan ukuran sampel Ketentuan : 1.Teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. . 2. Populasi penelitian terdiri dari populasi sampling dan populasi sasaran. Jumlah sampel diharapkan 100% mewakili populasi atau sama dengan populasi itu sendiri. Snowball sampling Teknik penentuan sampel yang mula-muala jumlahnya kecil. populasi juga sering diartikan sebagai kumpulan objek penelitian dari mana data akan dijaring atau dikumpulkan. 3. Berapa jumlah sampel tergantung pada tingkat ketelitian atau kesalahan yang dikehendaki selain tergantung pada dana. Populasi sampling adalah keseluruhan objek yang diteliti. Sampling insidental Teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel. KONSEP DASAR POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 6. komunitas. Sampling kuota Teknik menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah yang diinginkan. sedangkan populasi sasaran adalah populasi yang benar-benar dijadikan sumber data. 7. jumlah rubrik. Sampling purposive Teknik penetuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Oleh karena itu. kelompok. Sebagai contoh. atau masyarakat) maupun benda. makin besar jumlah sampel mendekati populasi maka peluang kesalahan generalisasi semakin kecil. Populasi atau sering juga disebut universe adalah keseluruhan atau totalitas objek yang diteliti yang ciri-cirinya akan diduga atau ditaksir (estimated).

misalnya terdiri dari kategori mahasiswa. Sementara itu. dan staf administratif. 14. jika kita menggunakan sampel sebagai sumber data. yang dilambangkan dengan huruf N. yakni kategori mahasiswa. 12. Konsep lainnya yang harus dipahami-dan tidak boleh dikelirukan. jika kita meneliti sikap sivitas akademika Fikom Unpad terhadap kebijakan rektor dalam menaikkan biaya pendidikan. Ciri-ciri sampel disebut statistik. Jumlah populasi adalah banyaknya kategori populasi yang dijadikan objek penelitian yang dinotasikan dengan huruf K. Sedangkan ukuran sampel (dilambangkan dengan huruf n) adalah besarnya unsur populasi yang dijadikan sampel. maka jumlah populasinya sebanyak kategori yang terkandung dalam konsep sivitas akademika. Sebagian unsur populasi yang dijadikan objek penelitian itu disebut sampel. maka penelitian kita disebut sensus. yang jumlahnya selalui lebih kecil daripada ukuran populasi (n<N). Sensus merupakan penelitian yang dianggap dapat mengungkapkan ciri-ciri populasi (parameter) secara akurat dan komprehensif. Jika kita menggunakan seluruh unsur populasi sebagai sumber data. maka gambaran tentang populasi tersebut secara utuh dan menyeluruh akan diperoleh. 13.236 orang (sesuai dengan jumlah mahasiswa yang terdaftar resmi di Fikom Unpad). sebaikbaiknya penelitian adalah penelitian sensus. Misalnya. ketika kita meneliti tingkat rata-rata prestasi akademik mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad (Fikom Unpad). Ukuran populasi adalah banyaknya unsur atau unit yang terkandung dalam sebuah kategori populasi tertentu. Jadi. Jumlah sampel adalah banyaknya kategori sampel yang diteliti yang dilambangkan dengan huruf k. maka jumlah populasinya adalah satu dan ukuran populasinya 8. yang jumlahnya sama dengan jumlah populasi (k=K). Misalnya. sebab dengan menggunakan seluruh unsur populasi sebagai sumber data. Oleh karena itu. Mengapa kita harus benar-benar memahami (tidak mengelirukan) pengertian istilah jumlah sampel dengan ukuran sampel. maka yang akan kita peroleh adalah ciri-ciri sampel bukan ciri-ciri populasi. maka jumlah populasinya adalah satu. maka peneliti boleh mengambil sebagian saja dari unsur populasi untuk dijadikan objek penelitiannya atau sumber data.10. Namun demikian. Misalnya. 15. Sampel atau juga sering disebut contoh adalah wakil dari populasi yang ciricirinya akan diungkapkan dan akan digunakan untuk menaksir ciri-ciri populasi. dalam batas-batas tertentu sensus kadang-kadang tidak efektif dan tidak efisien. dan biaya yang dimiliki oleh peneliti. terutama jika dihubungkan dengan ketersedian sumber daya yang ada pada peneliti. tetapi ciri-ciri sampel itu harus dapat digunakan untuk menaksir populasi. dosen. Sama halnya dengan populasi. dalam sampel pun ada konsep jumlah sampel dan ukuran sampel.adalah jumlah populasi (population numbers) dan ukuran populasi (population size). misalnya penelitian korelasional) akan sangat menentukan uji statistik inferensial yang mana yang harus digunakan untuk menguji . keterbatasan waktu. ketika kita meneliti bagaimana rata-rata tingkat prestasi akademik mahasiswa Fikom Unpad. jumlah populasinya ada tiga. tenaga. sebab jumlah sampel dan sifat sampel yang diteliti (terutama untuk penelitian eksplanatif. Oleh karena itu. bila dikaitkan dengan fokus penelitian. Dalam keadaan peneliti tidak memungkinkan untuk melakukan sensus. 11.

dan k sampel independen atau k sampel berhubungan. I Gusti Bagoes Mantra dan Kasto dalam buku yang ditulis oleh Masri Singarimbun dan Sofian Effendi. 17. Tingkat kerepresentatifan sampel yang diambil dari populasi tertentu sangat tergantung pada jenis sampel yang digunakan. Pendapat ini tentu saja sulit untuk dijelaskan apa alasannya jika ditinjau dari aspek metodologi penelitian. dua sampel berhubungan. Sampel representatif adalah sampel yang memiliki ciri karakteristik yang sama atau relatif sama dengan ciri karakteristik populasinya. Cara atau prosedur yang digunakan untuk mengambil sampel dari populasi tertentu disebut teknik sampling. Ketepatan dalam memilih uji statistik inferensial itu merupakan salah satu unsur penentu validitas atau kesahihan penelitian kita. 20. dua sampel independen. Dalam menentukan menentukan ukuran sampel (n) yang harus diambil dari populasi agar memenuhi persyaratan kerepresentatifan. sebagaimana diungkapkan di atas. Dalam menguji korelasi di antara variabel-variabel yang diteliti. UKURAN SAMPEL 21. sehingga ilmu itu bisa terus berproses dan berkembang). Sehubungan dengan hal itu. buku-buku metodologi penelitian menyebut angka lima persen hingga 10 persen untuk menegaskan berapa ukuran sampel yang harus diambil dari sebuah populasi tertentu dalam penelitian sosial. ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkan yaitu: 27. 22. berapa besar sampel harus diambil dari populasi agar memenuhi syarat kerepresentatifan? 23. 25. ada uji statistik inferensial yang hanya berlaku untuk menguji satu sampel. sebaliknya jika tingkat homogenitas populasinya rendah (tingkat heterogenitasnya tinggi) maka ukuran sampel yang diambil harus besar. Jika tinggi tingkat homogenitas populasinya tinggi atau bahkan sempurna. 26. tidak ada kesepakatan bulat di antara para ahli metodolologi penelitian (hal ini wajar. Untuk . Derajat Keseragaman Populasi (degree of homogenity). 16. sebab dalam dunia ilmu yang ada adalah sepakat untuk tidak sepakat asal masing-masing konsisten dengan rujukan yang digunakannya. dan sebagainya (Silakan baca buku Statistik Nonparametrik untuk IlmuIlmu Sosial tulisan Sidney Siegel). 1.hipotesis yang dirumuskan dalam penelitian kita. Karena data yang diperoleh dari sampel harus dapat digunakan untuk menaksir populasi. maka dalam mengambil sampel dari populasi tertentu kita harus benar-benar bisa mengambil sampel yang dapat mewakili populasinya atau disebut sampel representatif. Ukuran sampel atau besarnya sampel yang diambil dari populasi. 19. misalnya. 18. Metode Penelitian Survai (1989). Pada umumnya. 24. Pertanyaannya. maka ukuran sampel yang diambil boleh kecil. ukuran sampel yang diambil. menyatakan bahwa sebelum kita menentukan berapa besar ukuran sampel yang harus diambil dari populasi tertentu. dan cara pengambilannya. merupakan salah satu faktor penentu tingkat kerepresentatifan sampel yang digunakan.

N 40. Tingkat Presisi (level of precisions) yang digunakan. Tingkat presisi. Keterangan. Selain mempertimbangkan faktor-faktor di atas.05. Rumus Slovin: 39. sehingga keakuratan hasil penelitiannya (selang kepercayaannya) 1–α yakni bisa 95% atau 99%. sebab hal ini lebih berkaitan dengan pertimbangan peneliti (tanpa akhiran an) dan bukan pertimbangan penelitian (metodologi). Alasan-alasan tertentu yang berkaitan dengan keterbatasan-keterbatasn yang ada pada peneliti. n = ukuran sampel . biaya. 30. dan penafsiran data yang akan ditempuh dalam penelitian. (Catatan: Alasan ke-4 ini jangan digunakan sebagai pertimbangan utama dalam menentukan ukuran sampel. penyajian data menggunakan tabel-tabel distribusi frekuensi silang (tabel silang) atau tabel kontingensi dengan ukuran 3X3 atau lebih dimana pasti mengandung sel sebanyak 9 buah. Jika kita menggunakan taraf signifikansi 0. Dengan kata lain. maka ukuran sampelnya boleh lebih kecil dibandingkan apabila kita menggunakan rancangan analisis statistik deskriptif saja.01 maka ukuran sampel yang diambil harus lebih besar daripada ukuran sampel jika kita menggunakan taraf signifikansi 0. rancangan penelitian deskriptif membutuhkan ukuran sampel yang lebih besar daripada rancangan penelitian eksplanatif. 37. tenaga.menentukan tingkat homogenitas populasi sebaiknya dilakukan uji homogenitas dengan menggunakan uji statistik tertentu. Tingkat presisi biasanya dinyatakan dengan taraf signifikansi (α) yang dalam penelitian sosial biasa berkisar 0. n = ——— 41.05 (5%) atau 0. 38. 1 + Ne² 42. 4. dan lain-lain. Hal ini untuk menghindarkan adanya sel dalam tabel tersebut yang datanya nol (kosong). 29. 35. Rumus Slovin di bawah ini dapat digunakan. Misalnya. terutama digunkan dalam penelitian eksplanatif. kita akan menggunkan teknik analisis data dengan statistik deskripti.01 (1%). Jika kita menggunakan rancangan analisisnya hanya menggunakan analisis statistik inferensial. penyajian data. 3. Jika ukuran populasinya diketahui dengan pasti. 28. sehingga tidak layak untuk dianalisis dengan asumsi-asumsi kotingensi. 43. yakni suatu pernyataan peneliti tentang tingkat keakuratan hasil penelitian yang diinginkannya. 31. 2. beberapa buku metode penelitian menyarankan digunakannya rumus tertentu untuk menentukan berapa besar sampel yang harus diambil dari populasi. maka ukuran sampelnya harus besar. Rancangan analisis yang dimaksud adalah sesuatu yang berkaitan dengan pengolahan data. pengupasan data. misalnya penelitian korelasional. 32. misalnya keterbatasan waktu. 36. 34. 33. Rancangan Analisis.

Presisi ditetapkan di antara 5% dengan tingkat kepercayaan 95%. 61. sampel nonprobabilitas atau sampel nonrandom (sampel tak acak) . Sebaliknya. kita dapat mengidentifikasi dua jenis sampel. yakni prinsip memberikan peluang yang sama kepada seluruh unit populasi untuk dipilih sebagai sampel. ada yang 1%.44. 69. bahwa tingkat krepresentatifan sampel selain ditentukan oleh ukuran sampel yang diambil juga ditentukan oleh teknik sampling yang digunakan. yaitu: sampel probabilitas (probability sampling) dan sampel nonprobabilitas (nonprobability sampling). n= ————————. dalam penggunaannya. Berdasarkan prosedur atau cara yang digunakan dalam mengambil sampel dari populasi (teknik sampling). N 51. 2%. 54. Jika ukuran populasinya besar yang didapat dari pendugaan proporsi populasi. 46. 4000 58. 4000 x (0. JENIS SAMPEL DAN TEKNIK SAMPLING 68. Kerangka sampling (sampling frame) adalah sebuah daftar yang memuat data mengenai seluruh unit atau unsur sampling yang terdapat pada populasi sampling.05)² + 1 60.000 orang. Di atas sudah ditegaskan. n = ———– 52.= 364 59. 49. atau 10%. 47. Misalnya. 66. 3%. maka Rumus Yamane yang harus digunakan. 67. kita ingin menduga proporsi pembaca koran dari populasi 4. 50. 4%. 65. e = kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang ditololerir. ada yang mempersyaratkan tersedianya kerangka sampling. maka besarnya sampel adalah: 57. Di antara teknik-teknik sampling tersebut. d = batas toleransi kesalahan pengambilan sampel yang digunakan. 48. 56. KERANGKA SAMPLING (SAMPLING FRAME) 63. Nd² + 1 53. kerangka sampling adalah daftar nama-nama yang kerkandung dalam populasi penelitian. Sampel probabilitas atau disebut juga sampel random (sampel acak) adalah sampel yang pengambilannya berlandaskan pada prinsip teori peluang. 55. Secara gampang orang sering mengatakan. Batas kesalahan yang ditolelir ini untuk setiap populasi tidak sama.5%. misalnya 5%. 62. N = ukuran populasi 45. 64.

84. Sampel probabilitas diambil dengan menggunakan teknik sampling probabilitas atau teknik sampling random. yakni: 85. 77. 74. Pengundian juga dapat dilakukan seperti halnya ibu-ibu anggota kelompok arian menentukan pemenang arisannya. Lalu lakukan pengocokan secara merata. 1989): 79. 2. 83. 4. 71. dan ambil sejumlah gulungan kertas tersebut sebanyak ukuran sampel yang dikehendaki. Nomornomr yang terambil itu menjadi unit elementer yang terpilih sebagai sampel. Dalam menggunakan Teknik Sampling Random Sederhana ini ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. 82. Keadaan populasinya tidak terlalu tersebar secara geografis. Sampel acak sederhana adalah sebuah sampel yang diambil sedemikian rupa sehingga setiap unit penelitian atau satuan elementer dari populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel.adalah sampel yang pengambilannya didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan tertentu (bisa pertimbangan penelitian maupun pertimbangan peneliti). digulung. 76. Gulungan kertas yang di dalamnya sudah berisi nomor unit elementer. antara lain (Singarimbun dan Effendy. Lalu kocok berulang-ulang hingga keluar sejumlah gulungan kertas sesuai dengan ukuran sampel yang direncanakan. yakni pertimbanganpertimbangan tertentu. 70. 1. Teknis pelaksanaannya ada dua cara. Dengan mengundi unsur-unsur penelitian atau satuan-satuan elementer dalam populasi. sedangkan untuk mengambil sampel nonprobabilitas atau sampel nonrandom digunakan teknik sampling nonprobabilitas. Penggunaan cara ini (cara pengundian) seringkali tidak . jika tidak. 78. 1. Sifat populasinya harus homogen. Teknik Sampling Probabilitas (Teknik Sampling Random) 73. 3. Ukuran populasinya tidak tak terbatas. Teknik Sampling Random Sederhana (Simple Random Sampling) 75. mulai dari nomor terkecil hingga nomor ke-n (tergantung berapa besar ukuran populasinya). Harus tersedia kerangka sampling atau memungkinkan untuk dibuatkan kerangka samplingnya (dalam kerangka sampling tidak boleh ada unsur sampel yang dihitung dua kali atau lebih). kemungkinan akan terjadi bias. 80. Peluang yang dimiliki oleh setiap unit penelitian untuk dipilh sebagai sampel sebesar n/N. 81. yakni ukuran sampel yang dikehendaki dibagi dengan ukuran populasi. Langkah awal yang perlu dilakukan adalah menyusun semua unit penelitian atau unit elementer ke dalam kerangka sampling. dan dimasukkan ke dalam sebuah kotak atau toples. a. dimasukkan ke dalam toples yang diberi tutup dengan lubang sebesar kira-kira dapat dilalui oleh setiap gulungan kertas yang ada di dalamnya. Selanjutnya masing-masing nomor unsur populasi itu ditulsikan dalam secarik kertas. 72. Sampel probabilitas cenderung memiliki tingkat representasi yang lebih tinggi daripada sampel nonprobabilitas. artinya harus pasti berapa ukuran populasinya.

Selanjutnya. hampir tidak mungkin kita dapat melakukan pengocokan secara saksama dan merata seluruh gulungan kertas undian. dari satuan elementer dlam populasi (N) yang besarnya 500 orang. Persyaratan yang harus dipenuhi agar teknik sampling ini dapat digunakan. gunakanlah teknik sampling random sistematik. Penentuan unsur sampling selanjutnya ditempuh dengan cara memanfaatkan interval sampel. Caranya adalah sebagai berikut: misalnya. Angka random yang terkena oleh mata pensil tadi adalah unsur sampel pertama yang kita pilih. dengan cara menjatuhkan pensil dengan mata pensil mengarah ke bawah pada lembaran kertas yang di dalamnya terdapat tabel bilangan random yang kita gunakan. 2. Dalam keadaan yang demikian. hingga tidak memungkinkan dilakukan pemilihan sampel dengan cara pengundian. sebab: pertama. b. Interval sampel adalah angka yang menunjukkan jarak antara nomor-nomor urut yang terdapat dalam kerangka sampling yang akan . yakni ketika menentukan unsur pertama dari sampling yang akan diambil. Penentuan angka pertama dapat dilakukan. Dengan menggunakan Tabel Angka Random. sama dengan persyaratan untuk sampel random sederhana. Dalam keadaan populasi yang demikian. oleh karena itu dalam kerangka sampling satuan elementernya diberi nomor mulai dari 001 sampai 500. ada kecenderungan kita untuk tergoda memilih angka-angka tertentu. Selanjutnya lihat Tabel Angka Random atau Tabel Bilangan Random yang selalu ada pada lampiran buku-buku metodologi penelitian atau buku-buku metode statistika. Teknik Sampling Random Sistematik (Systematic Random Sampling) 90. Bilangan 500 ini terdiri dari tiga dijit (digit). dan kedua. 86. akan dipilih 50 satuan elementer sebagai sampel (n). Di samping itu. yakni tersedianya kerangka sampling (ukuran populasinya diketahui dengan pasti). ia dapat juga mengikutinya ke arah mana saja. kita dapat menentukan unsur sampel lainnya dengan cara berjalan ke atas mengikuti kolom yang sama. Karena angka-angka yang yang terdapat dalam Tabel Bilangan Random itu disusun secara kebetulan (randomly assorted). Apabila ukuran populasinya sangat besar. maka teknik sampling random sederhana tidaklah tepat untuk digunakan. juga lebih memberikan jaminan yang lebih besar bahwa setiap unit elementer mempunyai peluang yang sama untuk terpilih sebagai sampel. atau cara apa saja yang dianggap mudah. Cara penggunaan teknik sampling random sistematik ini mirip dengan cara sampling random sederhana. dan populasinya mempunyai pola beraturan yang memungkinkan untuk diberikan nomor urut serta bersifat homogen. pada teknik sampling sistematik perandoman atau pengundian hanya dilakukan satu kali. atau ke samping mengikuti baris. maka pemakai tabel tersebut dapat mulai melihatnya dari baris dan kolom mana saja. 88. 93.praktis. 92. Bedanya. misalnya. ke bawah mengikuti kolom. gunakan teknik kedua. Cara ini dipilih karena selain meringankan pekerjaan. 89. 87. yakni dengan mengundi Tabel Angka Random. 91. terutama apabila ukuran populasinya relatif besar.

. Untuk dapat menggunakan teknik sampling random strata. Unsur pertama =s 98. 108. S1. maka interval samplingnya adalah 500/50=10 atau k =10. Maka dalam keadaan populasi yang demikian. 065. 103. Interval sampel atau juga disebut sampling rasio diperoleh dengan cara membagi ukuran populasi dengan ukuran sampel yang dikehendaki (N/n). Misalnya. 101. makin besar pula perbedaan sifat-sifat antara lapisan tersebut. dan seterusnya hingga unsur ke-n. maka unsur-unsur selanjunya yang harus diambil adalah nomor 015.dijadikan patokan dalam menentukan atau memilih unsur-unsur sampling kedua dan seterusnya hingga unsur ke-n. Misalnya ukuran populasinya 500 (N=500) dan ukuran sampel yang akan diambil sebesar 50 (n=50). 1. sebagaimana telah diungkapkan di atas. 105. Teknik sampling ini digunakan apabila populasinya tidak homogen (heterogen). Sebagai contoh. 97. 102. 106. 94. di bawah ini diberikan contoh konkret. Untuk dapat menggambarkan secara tepat tentang sifat-sifat populasi yang heterogen. populasi penelitian Anda adalah seluruh mahasiswa Unpad. Untuk lebih jelasnya. maka penentuan unsurunsur sampel berikutnya adalah: 96. 035. Teknik Sampling Random Berstrata (Stratified Random Sampling) 107. mahasiswa Unpad sebagai populasi harus dibagi kedalam strata (subpopulasi) mahasiswa D3. Dalam kenyataannya karakteristik mahasiswa Unpad tidak sama (tidak homogen) sebab di Unpad terdapat program pendidikan jenjang D3. dari populasi (N) berukuran 500 kita akan mengambil sampel (n) berkuran 50. Andaikan saja unsur sampel pertama yang terpilih adalah nomor urut 005. dan dari setiap strata dapat diambil sampel secara random (acak). Padahal. ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Unsur ketiga = s + 2k 100. 95. Unsur keempat = s + 3k. 025. 075. maka pasti k = 10. Interval sampel biasanya dilambangkan dengan huruf k. Andaikan yang terpilih sebagai unsur sampling pertama adalah satuan elementer yang bernomor s. 045. presisi dan tingkat kerepresentatifan sampel yang diambil dari suatu populasi antara lain dipengaruhi oleh derajat keseragaman (tingkat homogenitas) populasi yang bersangkutan. antara lain (Singarimbun dan Effendi. Makin heterogen suatu populasi. c. Unsur kedua =s+k 99. 055. S2. maka populasi yang bersangkutan harus dibagi-bagi kedalam lapisan-lapisan (strata) yang seragam atau homogen. 104. 109. 110. 1989:162-163): 111. Harus ada kriteria yang jelas yang akan dipergunakan sebagai dasar untuk menstratifikasi populasi ke dalam lapisan-lapisan. dan S3 yang tentu saja karakteristik (terutama karakteristik akademisnya) berbeda-beda. dan seterusnya dengan berpatokan pada penambahan angka 10 dari nomor urut terakhir.

Pecahan sampling adalah angka yang menunjukkan persentase ukuran sampel yang akan diambil dari ukuran populasi tertentu.500 orang mahasiswa. 121. data mengenai pembagian jenjang pendidikan pada mahasiswa Unpad didasarkan pada kenyataan bahwa di Unpad memang terdapat berbagai jenjang pendidikan. Hal ini diperlukan agar peneliti dapat membuat kerangka sampling untuk setiap subpopulasi atau strata yang akan dijadikan sumber dalam menentukan sampel atau responden. Secara teoretis. 117. Harus ada data pendahuluan dari populasi mengenai kriteria yang dipergunakan untuk menstratifikasi. Berdasarkan perhitungan tertentu. Jenjang Ukuran % dalam Pecahan n % dalam . misalnya kita menggunakan Rumus Slovin. jenjang pendidikan dijadikan dasar dalam menentukan strata populasi.mahasiswa S1. 3. Untuk lebih jelasnya. yang dapat dijadikan kriteria untuk pembagian strata itu ialah variabel-variabel yang akan diteliti atau variabel-variabel yang menurut peneliti mempunyai hubungan yang erat dengan variabel-variabel yang hendak diteliti itu.10 (10%) yang diperoleh dengan cara membagi ukuran sampel yang dikehendaki dengan ukuran populasinya (n/N). 113. sehingga ukuran populasinya 25.000 orang. 115.000. sampel yang harus diambil sebesar 2. Jumlah satuan elementer dari setiap strata (ukuran setiap subpopulasi) harus diketahui dengan pasti. di Kalangan Mahasiswa Universitas Padjadjaran 120. Sampel strata terdiri dari dua macam. dari setiap strata diambil sampel yang sebanding dengan besar setiap strata dengan berpatokan pada pecahan sampling (sampling fraction) yang sama yang digunakan. 114. Sebagai contoh. setelah sebelumnya dibuatkan kerangka sampling untuk setiap subpopulasinya. yakni sampel strata proporsional dan sampel strata disproporsional. 2. perhatikan tabel di bawah ini. Misalnya. Jadi. Teknik sampling random strata proporsional digunakan apabila proporsi ukuran subpopulasi atau jumlah satuan elementer dalam setiap strata relatif seimbang atau relatif sama besar. Sampel Berstrata Proporsional untuk Penelitian Motivasi Belajar 119. bahwa teknik sampling random strata ini baru efektif dalam menentukan ukuran sampel yang harus diambil dari setiap strata dan belum mampu menentukan siapa saja sampel yang harus diambil untuk dijadikan responden penelitian). tingkat motivasi belajar mahasiswa erat kaitannya dengan jenjang pendidikan yang diikutinya. (Harap dicatat. Tabel 1 118. dan mahasiswa S3. 116. Dalam sampel strata proporsional. Misalnya. maka dari setiap lapisan populasi (strata) harus diambil sampel sebesar 10 % sehingga akhirnya diperoleh ukuran sampel secara keseluruhan yang merepresentasikan populasi. mahasiswa S2. Dengan demikian. maka pecahan samplingnya adalah 0. jumlah keseluruhan mahasiswa Unpad ada 25. Untuk menentukan saampel sasaran atau responden masih perlu dilanjutkan dengan menggunakan teknik sampling random sederhana atau teknik sampling random sistematik. dalam penelitian tentang motivasi belajar mahasiswa (misalnya). 112.

Sampel Berstrata Disproporsional untuk Penelitian Motivasi Belajar 140.10 200 8% 127.122.125 625 8 3 147.000 32% 0. S3 2. sehingga kalau digunakan teknik sampling strata proporsional dapat kejadian ukuran subpopulasinya sama dengan ukuran sampelnya. ukuran sampel yang diambil dari setiap subpopulasi (strata) sama besarnya.19 1 148.000 40% 124. 137.063 625 15. D3 10. Pendidikan Populasi Populasi Sampling Sampel Disesuaikan 144.313 625 3.000 20% 0.000 32% 0. S3 2. Teknis pengambilan sampel strata disproporsional dapat dilihat pada contoh tabel di bawah ini. S2 5. S1 8.078 625 12.500/25. 25. Setiap jenjang pendidikan diwakili dalam sampel proporsinya dalam populasi. 133.82 4 146. Pada Sampel Strtata Disproporsional.500 131.10 1. S1 8. 136. D3 10. gunakanlah Teknik Sampling Random Strata Disproporsional. ada yang jumlahnya besar ada pula yang jumlahnya kecil. Keterangan: 130. 142. Ditentukan ukuran sampel 2.87 5 145.000 100% 2. jika menggunakan teknik sampling ini. Oleh karena itu. Pecahan sampling 2. 25. Jenjang Ukuran % dalam Pecahan n Bobot Bobot 143.500 150. nanti pada waktu analisis data. _______ _____ _____ 149. Tabel 2 139. jika ukuran sampelnya sama dengan ukuran populasinya (total sampling atau sensus) maka data yang diperoleh dari sampel tersebut tidak bisa diolah atau dianalisis dengan menggunakan analisis statistik inferensial.000 20% 0. _______ ______ ______ _____ 128. Penggunaan Teknik Sampling Random Strata Proporsional agak kurang tepat jika proporsi ukuran subpopulasinya (jumlah satuan elementer pada strata) tidak seimbang.000 40% 0.000 40% 0. Pendidikan Populasi Populasi Sampling Sampel Sampel 123.000 8% 0.000 = 0.10 800 32% 125. 138. yang berbeda adalah pecahan samplingnya.10 132.10 500 20% 126. 134.500 100% 129. 135. Satu hal yang perlu dicatat dan diingat. S2 5. data yang diperoleh dari sampel masing-masing strata harus dikalikan dengan bobot yang disesuaikan pada strata tersebut. Padahal. di Kalangan Mahasiswa Universitas Padjadjaran 141.000 8% 0. dalam keadaan populasi yang demikian. .000 100% 2.

Teknik ini digunakan apabila ukuran populasinya tidak diketahui dengan pasti. d. wilayah penelitian kita ada di Kelurahan Gunung Sampah. melainkan harus beberapa tahap.97. maka data pada setiap strata harus dikalikan dengan bobot (bobot yang disesuaikan). Bandung. lalu ambil secara random. Populasi penelitiannya adalah seluruh ibu rumah tangga yang ada di Kota Bandung.151. Ukuran sampel ditetapkan 2500. Bandung Selatan. kelas. Kelompok anak SD itu disebut klaster. Dalam keadaan yang demikian gunakanlah teknik sampling klaster banyak tahap (multistage cluster sampling). Pecahan sampling berbeda-beda pada setiap strata (n/N). Teknik Sampling Random Klaster (Cluster Random Sampling) 158. 159.19 = 4. bobot dibulatkan dengan angka terrendah sebagai standar (bernilai 1). 155. Misalnya. Dari setiap wilayah itu kita jabarkan lagi pada kecamatan-kecamatan. Misalnya. maka seluruh ibu rumah tangga yang berdomisi di delapan kecamatan terpilih itu adalah sampel penelitian kita. pasti daftar itu akan sangat panjang dan memerlukan waktu serta biaya yang tidak sedikit untuk menyusunnya. Apabila klaster itu bersifat wilayah geografis yang kecil. dua kecamatan dari setiap wilayah sehingga diperoleh delapan kecamatan. Tidak mungkin kita dapat menghimpun semua data anak SD dalam sebuah daftar yang akurat. sehingga tidak memungkinkan untuk dibuatkan kerangka samplingnya. 161. 156. RT. kelurahan. Tetapi jika kita merasa jumlahnya masih terlalu besar. maka pengambilan sampelnya dapat dilakukan satu tahap (simple cluster sampling). yang terdiri dari 10 RW. dan sebagainya. maka kita boleh menjabarkan wilayah kecamatan terpilih itu menjadi kelurahankelurahan. Kota Bandung kita bagi dulu ke dalam Wilayah Bandung Timur. dan Bandung Utara. dibulatkan menjadi 5. maka kita dapat memilih beberapa RW secara random untuk dijadikan wilayah penelitian dengan konsekuensi seluruh penduduk sasaran di RW itu harus dijadikan sampel (responden). RW. dibagi rata pada setiap strata (625).87/3. kecamatan. Misalnya kita akan meneliti pendapat seluruh ibu rumah tangga yang ada di wilayah Kota Bandung tentang konversi bahan bakar minyak tanah ke gas elpiji. Barat. dan keberadaannya tersebar secara geografis atau terhimpun dalam klaster-klaster yang berbeda-beda. kalaupun mungkin. Misalnya. 160. Keterangan: 152. sehingga wilayah kecamatan tadi kita jadikan populasi sampling. maka pengambilan sampel tidak cukup hanya satu tahap. Maka kelompok siswa SD itu kita buat berdasarkan nama sekolahnya. Dari situ . 154. Apabila kita berhenti sampai di sini. misalnya. Klater dapat berupa sekolah. Akan tetapi jika klasternya besar atau wilayah geografisnya besar. 15. Bobot diperoleh dengan rumus: 1/ps atau satu dibagi pecahan smpling. Karena sampel setiap strata tidak proporsional dengan strata yang bersangkutan dalam populasi. 157. 153. desa. Untuk memudahkan perhitungan. populasi puah penelitian kita adalah seluruh murid Sekolah Dasar (SD) yang ada di Wilayah Kota Bandung.

kita ambil dua kelurahan dri setiap kecamatan terpilih. Caranya. Jika dirasakan masih terlalu banyak jumlahnya. Orang-orang ilmu statistika bahkan menyebutnya sebagai sampel kecelakaan. misalnya penelitian korelasional. Dasar penentuannya adalah pertimbangan-pertimbangan tertentu dari peneliti atau dari penelitian. kita diperbolehkan untuk menurunkan lagi wilayah penelitian pada wilayah yang lebih kecil. 3. Teknik ini disebut juga judgemental sampling atau sampel pertimbangan bertujuan. Sampel Kuota (quota sampling). Teknik Sampling Nonprobabilitas (Teknik Sampling Nonrandom) 165. Perbedaannya adalah ketika mengambil sampel dari setiap strata tidak menggunakan cara-cara random. 1. 172. 171. sehingga sampel ini sering kali disebut convenience sampling atau sampel keenakan. karena saking tidak representatifnya sampel tersebut. . hindari untuk menggunakan sampel ini. 164. 173. Sampel ini sering disebut sebagai sampel kebetulan yang pengambilannya didasarkan pada pertimbangan kemudahan bagi peneliti (bukan penelitian). tidak menggunakan prinsip kerandoman (prinsip teori peluang). 168. karena rumus uji statistik inferensial tidak dapat diterapkan untuk data yang berasal dari sampel nonrandom. Sebisa mungkin. tetapi menggunakan cara-cara kemudahan (convenience). teknik sampling nonrandom ini tidak dapat digunakan apabila penelitian kita dirancang sebagai sebuah penelitian eksplanatif yang akan menguji hipotesis tertentu. Teknik sampling kuota merupakan teknik sampling yang sejenis dengan teknik sampling strata. Teknik sampling ini secara luas sering digunakan untuk penelitian-penelitian eksploratif atau penelitian deskriptif. dan seterusnya dengan cara yang sama. untuk meneliti kualitas cerita Film Ayat-ayat Cinta kita memerlukan reponden yang memiliki kualifikasi komptensi dalam bidang perfilman atau bidang komunikasi.secara random. Misalnya. 2. misalnya. di antaranya adalah: 169. Sampel Aksidental (accidental sampling). 162. tentukan ukuran sampel dari masing-masing strata lalu teliti siapa sejumlah orang yang sesuai dengan ukuran sampel yang ditentukan tadi. siapa saja asal berasal dari strata tersebut. Dalam menentukan sampel dengan menggunakan taknik sampling nonrandom. tingkat signifikansi tertentu. jika kesimpulan penelitian kita ingin memperoleh kemampuan generalisasi yang tepat. Sampel Purposif (purposeful sampling). Dasar penetuan sampelnya adalah tujuan penelitian. 166. Ada beberapa jenis sampel nonrandom yang sering digunakan dalam penelitian sosial/penelitian komunikasi. sehingga kita memiliki 16 kelurahan sebagai wilayah penelitian dengan konsekuensi seluruh ibu rumah tangga di 16 kelurahan itu harus dijadikan responden. misalnya RW. Sebagai konsekuensinya. 163. Sampel ini digunakan jika dalam upaya memperoleh data tentang fenomena atau masalah yang diteliti memerlukan sumber data yang memilki kualifikasi spesifik atau kriteria khusus berdasarkan penilaian tertentu. 170. 167.

184. Misalnya. pengolahan data. 175. definisi operasinal variabel. Penyimpangan karena kesalahan perencanaan. Penyimpangan karena salah tafsir responden. 180. Penyimpangan Bukan oleh Pemakaian Sampel (Non-Sampling Error) 187. para dosen produksi film. 174. Misalnya karena tidak tepatnya definisi operasional variabel. maka perbedaan itu hanya disebabkan oleh pemakaian sampel. sebab penyimpangan yang besar dapat menimbulkan kesimpulan yang salah. Hal ini berkaitan dengan adanya perbedaan antara sampel yang diteliti dengan sampel yang ditetapkan.Maka sampelnya adalah para kritikus film. Mudah dimengerti bahwa semakin besar sampelnyang diambil. 182. Seandainya tidak ada kesalahan pada pengamatan. Biasanya disebabkan karena responden sudah lupa akan masalah yang ditanyakan. Penyimpangan karena responden sengaja salah dalam menjawab pertanyaan. Ada penelitian yang dapat mentolerannsikan penyimpangan yang besar. lalu kita menggantinya dengan mahasiswa yang lain. satuan-satuan ukuran. Apabila sampel itu sudah sama besar dengan populasi. 186. tidak tertutup kemungkinan untuk terjadi permasalahan atau penyimpangan. Penyimpangan karena salah tafsir dari petugas pengumpulan data maupun responden. kriteria satuan-satuan ukuran. para ahli sinematografi. 176. 189. Besarnya penyimpangan yang dapat ditoleransi dalam suatu penelitian. 190. yang dapat menyebabkan jawaban yang diperoleh dari responden menyimpang dari yang sebenarnya. memberikan peluang penyimpangan atau kesalahan pada hasil penelitian. di antaranya adalah: 188. 178. dan sebagainya. 1. maka penyimpangan oleh pemakaian sampel pasti akan hilang. ada kemungkinan timbul dua macam penyimpangan. yaitu: 181. 179. Penyimpangan karena Pemakaian Sampel (Sampling Error) 183. seseorang mahasiswa yang telah ditetapkan sebagai sampel tidak bisa dihubungi pada waktu akan diwawancarai atau diminta untuk mengisi kuesioner. 191. tergantung pada sifat penelitian itu sendiri. Dalam setiap penelitian. Beberapa Masalah dalam Penelitian yang Berkaitan dengan Sampel 177. Penyimpangan karena Penggantian Sampel. Jenis penyimpangan ini dapat ditimbulkan oleh berbagai hal. 2. sebaliknya ada juga penelitian yang menghendaki penyimpangan yang kecil. semakin kecil pula terjadi penyimpangan. Dalam suatu penelitian. 192. 185. dan lain-lain. dan sebagainya. Hal ini dapat terjadi jika responden merasa curiga terhadap maksud dan .

Inc. Incomplete Frame 200. 204. 2006.T. di antaranya adalah sebagai berikut: 196. Ketidaklengkapan kerangka sampling terjadi karena ada unsur populasi (orang) yang seharusnya masuk di dalamnya. 3. Buku-buku yang dianjurkan untuk dibaca: 207. Bambang Prasetyo dan Lina Miftahul Jannah. atau mungkin juga responden mempunyai maksud-maksud tertentu secara terselubung. Blank Foreign Elements 197. 205. jika kita ingin meneliti pelajar sekolah dasar yang bertempat tinggal di Kota A. London. Bandung: P. Inc. 2005. justeru tidak tercatat. Cluster of Elements 203. Masri Singarimbun dan Sofian Effendi. Metode Penelitian Kuantitatif: Teori dan Aplikasi. 202. 206. Sementara itu. Yakni jika data populasi yang diperoleh dari sesuatu sumber tidak sesuai dengan kenyataannya di lapangan. Jalaluddin Rakhmat. mengalikan. Hal ini disebabkan mungkin karena pendataannya yang tidak akurat atau datanya sudah kadaluarsa. kita tidak akan memperoleh daftarnya. Teknik Praktis Riset Komunikasi. 210. Research Methods in The Social Sciences. 2000. 1989. 211. 1995. 209. 193. New Delhi: Sage Publications. Rachmat Kriyantono. yang kita temukan hanyalah daftar nama sekolah dasar yang ada di Kota A.T. 208. 194. masalah yang dihadapi dalam Pembuatan Kerangka Sampling. 1. 4. Remaja Rosdakarya. 198. Media and Communication Research Methods.tujuan penelitian. Jakarta: P. 5. 2005. 201. Kerangka sampling yang kita miliki tidak selamanya sama dengan yang kita butuhkan. . Misalnya. sehingga terjadi orang yang sudah terpilih sebagai sampel tidak ditemui di lapangan. Metode Penelitian Survai. 2. Thousand Oaks. London. Radjagrafindo Persada. Jakarta: LP3ES. 195. Bridget Somekh and Cathy Lewin. Metode Penelitian Komunikasi. Arthur Asa Berger. Penyimpangan karena kesalahan pengolahan data. Thousand Oaks. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. 6. misalnya salah dalam menambahkan. New Delhi: Sage Publications. dan sebagainya. 199.

Terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2004 sampai dengan tahun 2008dan berturut-turut memenuhi pelaporan keuangan yang dipublikasikan selama periode tersebut. Perusahaan automotive and allied product go publik pada Bursa Efek Indonesia yang tidak memenuhi kriteria pemilihan. Perusahaan memperoleh laba selama periode tahun 2004 sampai 2007. Perusahaan automotive and allied product go publik pada Bursa Efek Indonesia yang dijadikan sampel. Laporan keuangan harus mempunyai tahun buku yang berakhir pada periode 31 Desember. Jumlah 15 (4) 11 . c.1999:31). Hal ini dimaksudkan untuk menghindari adanya pengaruh waktu parsial dalam perhitungan rasio keuangan dan jika periode akuntansinya tidak sama akan mengakibatkan analisa bias dan tidak menunjukkan keadaan yang sebenarnya. Tabel 2 Perhitungan Kriteria Pengambilan Sampel Keterangan Perusahaan automotive and allied product go publik pada Bursa Efek Indonesia hingga akhir tahun 2008. d. Harga saham perusahaan diketahui dengan jelas. e. Kriteria sampel pada penelitian ini adalah sebagai berikut : a.kemampuan generalisasinya rendah (Indriantoro dan Bambang Supomo. Perusahaan automotive and allied product go publik pada Bursa Efek Indonesia periode tahun 2004 sampai dengan tahun 2008. b.

mencocokkan. .•ching •t •es •t •dapat kita ganti dengan istilah mempertandingk an.

•M •a •t •ching •t •es •t .memasangkan.at au menjodohkan.

Masing-masing pertanyaan mempunyai jawaban yang tercantum dalam .•terdiri atas satu seri pertanyaan dan satu seri jawaban.

seri jawaban. Tugas murid ialahmencari dan menempatkan jawaban-jawaban sehingga sesuai atau cocok dengan .

pertanyaannya.4) Tes isian •( •comple •t •ion •t •es •t) .

• •C •omple •t •ion •t •es •t .

•C •omple •t .•biasa kita sebut dengan istilah tes isian. atau tesmelengkapi. tes menyempurnaka n.

•ion •t •es •t •terdiri atas kalimat-kalimat yang ada bagianbagiannya yangdihilangkan. .

Bagian yang dihilangkan atau yang harus diisi oleh murid ini adalah merupakan penge rtian yang kita minta dari murid.c) .

dkk (1986:58) menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan suatu tes tertulis ada beberapahal yang perlu .Pelaksanaan tes tertulis Nurkanca .

mendapat perhatian. Adapun hal-hal tersebut antara lain:1) Ruangan tempat tes di laksanakan hendaknya diusahakan .

2) Murid-murid harus diperingatkan bahwa mereka tidak boleh bekerja sebelum ada tendauntuk .setenang mungkin.

Hal ini untuk mengatur agar semua murid mulai bekerja pada saat yang sama.3) Selama muridmurid bekerja para pengawas .mulai.

dengan catatan tidak menggangg u suasana. untuk mengawasi apakah muridmurid bekerja secara wajar atau .tes dapat berjalan-jalan.

Muridmurid yang melanggar tata tertib tes dapat dikeluarkan dari ruang tes.tidak.4) Apabila waktu yang ditentukan telah habis maka .

semua pengikut tes diperintahkan untuk berhenti bekerja dan segera meninggalkan ruangan tes secara tertib. Para pengawas .

5) Setelah latalat .tes segeramengumpu lkan lembaranlembaran tes dan lembaranlembaran jawaban peserta tes.

.• terkumpulkan maka pengawas tes supaya mengisi catatancatatan tentangkejadian penting yang terjadi selama tes berlangsung.

•1. Test Lisan • 2. •Pengertian tes lisanTes lisan adalah tes yang pelaksanaannya . • • •B.

• dilakukan dengan mengadakan tanya jawab secaralangsung antara pendidik dan peserta didik.1. .

yaitu tes soal .•Macam-macam tes lisanThoha (2003:61) menjelaskan bahwa tes ini termasuk kelompok tes verbal.

dan jawabannya menggunakan bahasa lisan. Dari segi persiapan dan cara bertanya. tes lisan dapatdibedakan menjadi dua .

yakni:a) Tes lisan bebasYaitu pendidik dalam memberikan soal kepada peserta didik tanpa menggunakan pedoman yangdipersiapkan .

secara tertulis b) Tes lisan berpedomanPend idik menggunakan pedoman tertulis tentang apa yang akan ditanyakan kepada peserta .

Kelebihannya adalaha) Dapat menilai kemampuan dan tingkat .didik.Tes ini memiliki kelebihan dan kelemahan.

sikap. b) .serta kepribadiannya karena dilakukan secara berhadapan langsung.pengetahuan yang dimiliki peserta didik.

Bagi peserta didik yang kemampuan berpikirnya relatif lambat sehingga seringmengalami kesukaran dalam memahami .

tes bentuk ini dapat menolong sebab peserta didik dapat menanyakan langsung kejelasan pertanyaan yang .pernyataan soal.

c) Hasil tes dapat langsung diketahui peserta didik.dimaksud.Kelemahan nya adalaha) Subjektivitas pendidik sering mencemari hasil .

dkk (1986:60) menjelaskan bahwa hal-hal .1. •Pelaksanaan tes lisan Nurkanca. b) Waktu pelaksanaan yang diperlukan.• tes.

yang perlu mendapat perhatian dalam pelaksanaa n tes lisan antara lain adalah sebagai berikut:a) Pertahankanlah .

situasi evaluasi dalam pelaksanaan tes lisan. Guru harus tetap menyadari bahwa tujuan evaluasi adalah untuk mendapatkan .

gambaran tentang prestasi belajar yang dicapaioleh murid-murid. • b) Janganlah guru membentakbentak seorang murid karena • .

c) Jangan pula ada .murid tersebut memberikan jaw aban yang menurut penilaian guru merupakan jawaban yang sangat ³tolol´.

kecenderungan untuk membantu seoarang murid yang sedang di tesdengan memberikan kunci-kunci tertentu karena kita merasa .

kasihan atau simpati pada muridtersebut. Hal ini bertentangan dengan prinsipprinsip evaluasi karena kita bertindak tidak .

d) Siapkanlah terlebih dahulu suatu rencana pertanyaan serta • sco •r .adilterhadap murid yang lain.

Hal ini untuk menjaga agar guru jangan samapai terkecoh .•e •jawaban yang dimintauntuk setiap pertanyaan.

oleh jawabanyang ngelantur dari murid-murid.e) Laksanakanlah • sko •r •ing .

lebih menekankan pada pengintegrasian/pengaplikasian berfikir dan . 1. Jawabannya berupa uraian yang disusun sendiri oleh siswa (testee). f. Proses berfikir testi dapat dialack. Kemungkinan testee menebak sangat kecil. c. dapat dikemukakan sebagai berikut : a. pemecahan masalah. 1. Menurut testi maupun pengajaran mengenal kembali dan mampu mengintegrasikan segala apa yang telah dipelajari.1 Keunggulan tes bentuk essai. TES ESSAI Keunggulan dan kelemahan tes bentuk essai. Soal tes bentuk essai. e. Hasil belajar yang kompleks. tidak dapat dievaluasi dengan bentuk tes yang lain.•secara teliti terhadap setiap jawaban yang diberikan oleh murid. Penyusunan relatif mudah. b. g. d.

a. karena lebihrepresentatif mewakili isi dan luasnya materi pembelajaran dan dapat menghindari campur tangan unsur-unsur suubyektif. 2.2 Kelemahan soal tes obyektif a. Mutu jawaban sangat tergantung pada kemampuan siswa (testee) dalam memilih kata-kata atau kalimat. Mengundang lebih banyak segi-segi positifnya. 2. f. Persiapan dalam penyusunan soal jauh lebih rumit. Banyak kesempatan untuk main untung-untungan. namun penyelesaiannya memerlukan waktu dan energi yang relatif besar. Pemeriksaannya dapat diserahkan kepada orang lain. bahkan alat-alat dari hasil kemajuan teknologi. Skor soal tes bentuk essai kurang reliabel. g. c. c. e.blogspot. “Kerja sama” antar siswa pada waktu mengerjakan soal tes lebih terbuka. Jumlah soal relatif sedikit. Testi lebih mementingkan panjang jawaban dari pada mutu jawaban.com) . 2009 by catur Penulis : Eri Sarimanah (http://eri-s-unpak. c.karena jumlah item soal relatif banyak dan harus teliti untuk menghindari kelemahan-kelemahan yang lain. Cara memeriksanya lebih mudah dan relatif cepat. dibandingkan dengan tes essai. baik dari segi siswa maupun dari segi guru yang memeriksanya. a. d. Tingkat kebenaran jawaban relatif subyektif.2 Kelemahan tes bentuk essai. TES OBYEKTIF 2. kemungkinan testi mengemukakan hal-hal tidak relevan dengan pernyataan. b. Umumnya hanya dapat dikoreksi oleh penyusunan sendiri. d.1. b. dan sukar untuk mengukur proses mental yang tinggi. Item soal cenderung mengungkapkan ingatan dan daya pengenalan kembali saja. Dalam pemeriksaan soal unsur-unsur subyektif dapat ditekan sekecil mungkin.1 Keunggulan tes bentuk obyektif. Mengukur hasil belajar December 5th. d. karena menggunakan kunci jawaban.

dan atau menyampaikan gagasan dengan menggunakan kata-katanya sendiri. Hasil tes acapkali disalahgunakan. Setiap peserta tes dapat memilih. Hasil tes hasil belajar hendaknya dapat digunakan untuk memperbaiki proses belajarmengajar. Karena sedemikian banyak tes itu digunakan dalam dunia pendidikan. Adapun dasar-dasar penyusunan tes hasil belajar adalah sebagai berikut : 1. Setelah anda memahami dasar-dasar penyusunan tes. 4. 5.Tes hasil belajar adalah salah satuan alat ukur yang paling banyak digunakan untuk mengetahui hasil belajar seseorang dalam proses belajar-mengajar atau suatu program pendidikan. Perangkat tes hasil belajar hendaknya disusun dari berbagai bentuk dan tipe butir soal sesuai dengan hakikat hasil belajar yang diharapkan. Misal. namun tetap saja kecemasan tersebut dapat mengakibatkan hasil tes yang diperoleh dalam tes menyimpang dari kenyataan yang ada dalam diri peserta tes. 2. maka ada baiknya bila kita mengetahui kelemahan dan kekurangan tes sebagai alat ukur hasil belajar. Dalam proses pelaksanaannya. tetapi dipasok oleh peserta tes. Interpretasi hasil belajar disesuaikan degan pendekatan pengukuran yang dianut apakah mengacu pada norma kelompok (norm reference) ataukah mengacu pada patokan criteria tertentu (criterion reference) 6. Kalaupun ia dapat mengukur hasil belajar yang esensial. . Hampir semua tes hanya dapat mengukur hasil belajar yang bersifat kognitif dan keterampilan sederhana. Perangkat tes hasil belajar hendaknya mengukur keseluruhan aspek kompetensi yang diharapkan dan keseluruhan tingkat kemampuan hasil belajar yang diharapkan. Tes hasil belajar harus dapat mengukur hasil belajar yang diperoleh setelah proses balajarmengajar sesuai dengan tujuan instruksional yang tercantum dalam kurikulum. Cirri khas tes uraian ialah jawaban terhadap soal tersebut tidak disediakan oleh orang yang mengkontruksi butir soal. Karena memang pada hakikatnya hasil tes itu selalu berubah. Sedagkan sesungguhnya hasil tes selalu berubah. Sedangkan butir soal tes hanya mengukur suatu serpihan pengetahuan atau keterampilan yang sangat kecil dari suatu keutuhan pengetahuan dan keterampilan seseorang. Tes hasil belajar sangat sukar untuk dapat mengukur tingkat keimanan dan ketakwaan seseorang. dalam pelajaran agama. 2. Butir tes hasil belajar harus disusun sedemikian rupa sehingga perangkat tes yang terbentuk benar-benar mewakili keseluruhan bahan yang tekah dipelajari. Peserta tes bebas untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. maka kontruksi tesnya membutuhkan waktu dan keterampilan yang tinggi. Secara garis besar bentuk tes dibagi dalam dua kelompok besar yaitu tes uraian dan tes objektif.. Sungguhpun kadar kecemasan yang timbul pada setiap orang tidak sama. Dengan pengertian diatas maka pemberian skor terhadap soal uraian tidak mungkin dilakukan secara objektif. 3. selanjutbya Anda harus memahami bentuk dan bagaimana penulisan butir soal. dapat berkembang atau berkurang. tes selalu menimbulkan kecemasan. Disamping itu hasil tes acapkali dianggap sebagai suatu yang permanen. Kelemahan tersebut antara lain : 1. Tes Uraian/esai Pengertian tes uraian adalah butiran soal yang mengandung pertanyaan atau tugas yang jawaban atau pengerjaan soal tersebut harus dilakukan dengan cara mengekspresikan pikiran peserta tes secara naratif. Lebih jauh tentang keduan tes tersebut akan dijelaskan dibawah ini. menghubungkan. Jadi perbedaan utama tes objektif dan uraian dalah siapa yang menyediakan jawaban atau alternative jawaban sudah disediakan oleh pembuat soal. Hasil tes kerap dianggap sebagai gambaran yang sahih dari kemampuan dan pengetuan seseorang. 3.

Tes bentuk uraian terutama menekankan kepada pengukuran kemampuan dan kemampuan mengintegrasikan berbagi buah pikiran dan sumber informasi kedalam suatu pola berpikir tertentu. yang disertai dengan keterampilan pemecahan masalah. penekanan yang berlebihan terhadap penggunaan tes uraian yang sangat menekankan kepada kemampuan menyatakan pikiran dalam bentuk tulisan yang dapat menjadikan tes sebagai alat ukur yang tidak adil dan tidak reliable. yaitu memilih suatu yang lebih benar atau yang lebih tepat. Hasil belajar yang kompleks tidak hanya membedakan yang benar dari yang salah. Bagi siswa yang tidak mempunyai kemampuan menulis. Integrasi buah pikiran itu membutuhkan dukungan kemampuan untuk mengekspresikannya. Kaidah penyusunan tes uraian tidaklah lebih sederhana dari kaidah penyusunan tes objektif. Untuk dapat mengekspresikan pemahaman dan penguasaan bahan dalam jawaban tes. Kelebihan lain tes uraian ialah memudahkan guru untuk menusun butir soal. Kemudahan ini terutama disebabkan oleh dua hal. Bentuk tes uraian lebih meningkatkan motivasi peserta didik untuk melahirkan kepribadiannya dan watak sendiri. Karena itu untuk menjawab tes uraian dengan baik peserta tes akan berusaha menguasai bahan yang diperkirakannya akan diujikan dalam tes secara tuntas. sesuai dengan sifat tes uraian yang menuntut kemampuan siswa untuk mengekspresikan jawaban dalam kata-kata sendiri. penggunaan tanda baca. Tes uraian di samping memiliki kelebihan terdapat pula kelemahan-kelemahannya. tetapi juga dapat mengekspresikan pemikiran peserta tes serta pemilihan kata yang dapat memberi arti yang spesifik pada suatu pemahaman tertentu. 3. . Menurut Robert L. Reliabilitasnya rendah artinya skor yang dicapai oleh peserta tes tidak konsisten bila tes yang sama atau tes yang parallel yang diuji ulang beberapa kali. Penguasaan bahan yang tanggung atau parsial dapat dideteksi dengan mudah. 2. 2. yaitu pertama. yaitu : 1. Tanpa dukungan kemampuan mengekspresikan buah pikiran secara teratur dan taat asas. Kedua. Apabila yang diukur adalah kemampuan hasil bekajar yang sederhana. subjektifitas penskoran yang dilakukan oleh pemeriksa tes. maka kemampuan tidak terlihat secara utuh. batas-bayastugas yang harus dikerjakan oleh peserta tes sangat longgar. Frisbie (1986 : 129) terdapat tiga hal yang menyebabkan tes uraian realibilitasnya rendah yaitu pertama keterbatasan sampel bahan yang tercakup dalam soal tes. walaupun telah diusahakan untuk menentukan batasan-batasan yang cukup ketat. serta menyatakan pikiran secara tertulis. Tes uraian sangat menekankan kemampuan menulis. penyusunan kalimat. Tetapi dilihat dari segi lain. maka bentuk tes uraian menuntut penguasaan bahan secara utuh. 4. akan menjadi beban. Bahkan kemampuan itu secara sederhana sudah akan dapat kelihatan dengan jelas dalam pemilihan kata. Seorang peserta tes yang mengerjakan tes uraian dengan penguasaan bahan parsial akan tidak mampu menjawab soal dengan benar atau akan berusaha dengan cara membual. Dalam arti yang positif tes uraian akan sangat mendorong siswa dan guru untuk belajar dan mengajar. Adapun kelebihan soal uraian adalah : 1. Ketiga. maka sebaiknya menggunakan tes objektif. Tetapi hal ini tidak berarti butir soal uraian dapat dikontruksikan secara asal-asalan. Tes uraian dapat dengan baik mengukur hasil belajar yang kompleks. jumlah butir soal tidak perlu banyak dan kedua. 5.Setiap bentuk butir soal memiliki kelebihan dan kekurangan. Dengan demikian diharapkan kemampuan para peserta didik dalam menyatakan pikiran secara tertulis akan meningkat. Hal ini merupakn kebaikan sekaligus kelemahannya. Ebel A. guru tidak selalu harus memasok jawaban atau kemungkinan jawaban yang benar sehingga akan sangat menghemat waktu konstruksi soal. penyusunan paragraf dan susunan rangkain paragraf dalam suatu keutuhan pikiran. Untuk menyelesaikan tes uraian guru dan siswa membutuhkan waktu yang banyak. Hasil belajar yang kompleks artinya hasil belajar yang tidak sederhana.

Jumlah siswa atau peserta tes terbatas. Guru ingin memperoleh informasi yang tidak tertulis secara langsung di dalam soal ujian tetapi dapat disimpulkan sari tulisan peserta tes. Uraian anda hendaknya tidak melebihi 2 halaman folio. Waktu yang dipunyai guru untuk mempersiapkan soal sangat terbatas. Dalam menjawab soal tersebut siswa diberikan kebebasan untuk menjawab. kemudian mengorganisasikan dalam pikiran dan bahasanya sendiri kedalam bentuk yang logis dan argumentative dalam bentuk narasi. atau penggunaan kemampuan penggunaan bahasa secara tertib. 2. Contoh uraian bebas : Uraikanlah perlawanan-perlawanan yang dilakukan oleh bangsa Indonesia terhadap penjajah Belanda pada masa sebelum abad ke-20. Setelah Anda memahami kelemahan dan kelebihan bentuk tes uraian. Pembedaan kedua tipe tes uraian ini adalah atas dasar besarnya kebebasan yang yang diberikan kepada peserta tes untuk mengorganisasikan. fleksibel. Sebagaimana telah dikemukakan. Peserta tes memiliki kebebasan yang luas sekali untuk mengorganisasikan dan mengekspresikan pikiran dan gagasannya dalam menjawab soal tersebut. 5. perbedaan utama antara tes uraian bebas dan uraian terbatas tergantung kepada kebebasan memberikan jawaban. Bentuk tes objektif secara umum memiliki 3 tipe yaitu a. Jawaban yang diberikan oleh peserta tes dalam tes uraian bebas hampirhampir tidak ada pembatasan. menulis dan menyatakan pikiran dan gagasannya. Jawaban yang diberikan oleh siswa mulai pengetahuan fakta sampai mengevaluasi terhadap fakta-fakta yang diketahuinya. Peserta tes hanya harus memilih jawaban dari alternatif jawaban yang disediakan. atau pendapat. dan tidak tersrtuktur. Anda harus mempertimbangkan bagaimana tes uraian digunakan. Bentuk tes uraian dapat diklasifikasi ke dalam dua tipe yaitu tes uraian bebas (extended response) dan tes uraian terbatas (restricted response). 4. Benar-salah (true false) b. Guru ingin memperoleh hasil pengalaman belajar siswanya. Dengan demikian kompleksitas jawaban pada soal uraian bebas terletak pada tercakupnya berbagai jenjang kemampuan. Sebaiknya tes uraian digunakan apabila : 1. Untuk menjawab contoh soal tersebut dibutuhkan kemampuan belajar siswa yang kompleks. 4. Jadi jawaban siswa bersifat terbuka. menguji kemampuan dengan baik. Pilihan ganda (multiple choice) Tipe butir soal benar-salah adalah butir soal yang terdiri dari pernyataan yang disertai dengan .3. Tes Objektif Pengertian tes objektif adalah tes atau butir soal yang telah mengandung kemungkinan jawaban yang harus dipilih atau dikerjakan oleh peserta tes. Kemampuan menyatakan pikiran secara tertulis menjadi hal yang paling membedakan prestasi belajar siswa. Dalam uraian ini Anda hendaknya disertai dengan latar belakang dan contoh para pemimpinnya. Tujuan instruksional yang ingin dicapai adalah kemampuan mengekspresikan pikiran dalam bentuk tertulis. Jawaban peserta tes kadang-kadang disertai bualan-bualan. tetapi harus digunakan dengan sangat hati-hati oleh guru. nilai. Kemampuan membuat narasi dengan kata-katanya sendiri merupakan kemampuan dalam kategori jenjang yang tinggi. 3. seperti : sikap. Pembatasan jawaban hanya terletak pada banyaknya uraian yang harus dibuat untuk mempertimbangkan waktu yang digunakan dalam tes. Mejodohkan (matching) c. Selanjutnya akan dijelaskan kedua tipe tes uraian tersebut. Soal uraian dapat digunakan untuk memperoleh informasi langsung tersebut.

3. 3. Beberapa petunjuk yang merupakan persyaratan dalam penulisan butir soal benar-salah yaitu : 1. tidak menanyakan hal yang remeh (trivial). 2. Aptitude Test ). Contoh. 2. 6. Misalnya: Lemah : Haji Samanhudi seorang pedagang batik dari solo Lebih baik : Haji Samanhudi adalah pendiri Syarekat Dagang Islam. Setiap butir soal harus menguji atau mengukur hasil belajar peserta tes yang penting dan bermakna. Tes Intelegensi Tes kemampuan intelektual. Kunci jawaban yang ditentukan haruslah benar. atau keharusan memilih satu dari dua alternatif jawaban lainnya. mengukur taraf kemampuan berfikir. terutama berkaitan dengan potensi untuk mencapi taraf prestasi tertentu dalam belajar di sekolah (Mental ability Test. tidak hanya pengukuran terhadap daya ingat. Setiap soal haruslah menguji pemahaman. Butir soal benar-salah dapat dimodifikasi sehingga dapat meningkatkan daya bedanya dan mengurangi kelemahan utamanya yaitu mendorong penerkaan. lingkupnya lebih terbatas dari tes kemampuan intelektual (Test of Specific Ability. Misalnya: Lemah : B-S : Bila penawaran banyak sedangkan permintaan sedikit maka harga akan turun. . Tes Bakat Tes kemampuan bakat. Mudah diskor. Sedangkan dalam soal berikutnya peserta tes diuji dengan penerapan dari hokum permintaan dan penawaran. Peserta tes harus selalu memberikan penilaian absolut. Kemampuan khusus yang diteliti itu mencakup unsur-unsur . Intelegence Test. 3. Butir soal benar-salah memiliki kekuatan antara lain : 1. Scholastic Aptitude Test). 4. program pendidikan vokasional tertentu atau bidang pekerjaan tertentu. Perangkat soal dapat mewakili seluruh pokok bahasan. Terlalu menekankan kepada ingatan. 7. Butir soal yang baik haruslah jelas bagi seseorang peserta tes yang belajar dan jawaban yang salah kelihatan seakan-akan benar bagi peserta tes yang tidak belajar dengan baik. 2. Jenis-jenis Tes 1.alternative menyatakan pernyataan tersebut salah atau benar. Butir soal tidaklah dianjurkan untuk menguji kemampuan mengingat kata atau frase yang terdapat dalam buku ajar atau bacaan lainya. Jenis data yang dapat diambil dari tes ini adalah kemampuan intelektual atau kemampuan akademik. Alat yang baik untuk mengukur fakta dan hasil belajar langsung terutama berkenaan dengan ingatan. 5. Academic Ability Test. Mendorong peserta tes untuk menebak jawaban. 4. mengukur taraf kemampuan seseorang untuk berhasil dalam bidang studi tertentu. Pernyataan dalam butir soal harus dinyatakan secara jelas dan menggunakan bahasa yang baik dan benar. soal pertama hanya menguji ingatan tentang hokum penawaran dan permintaan dalam ekonomi. Mudah dikontruksi. Adapun kelemahan butir soal tipe benar-salah adalah : 1. Lebih baik : B-S : Pak udi membeli pakaian sangat murah karena di pasar barang itu tersedia banyak sedangkan yang membeli sangat jarang. 2.

Kelemahan Tes Proyektif hanya diadministrasi oleh seorang psikolog yang berpengalaman dalam menggunakan alat itu dan ahli dalam menafsirkannya. dan dalam menyusun serta mengimplementasikan rencana pembangunan masa depannya sendiri. sifat temperamen. hasilnya lebih akurat dan sulit dibantah. Pengumpulan Data Dengan Metode Non Test Untuk melengkapi data hasil tes akan lebih akurat hasilnya bila dipadukan dengan data. minat dan kepribadian yang bersama-sama memungkinkan untuk maju dan berhasil dalam suatu bidang tertentu dan mengambil manfaat dari pengalaman belajar dibidang itu. Banyak objek yang hanya bersedia diambil datanya hanya dengan observasi. dalam memikirkan hubungan antara memangku suatu jabatan dan cirri-ciri kepribadiannya serta tuntutan-tuntutan social-ekonomis. serta bidang-bidang kehidupan yang menimbulkan kesukaran dalam penyesuaian diri. Tes Hasil Belajar (Achievement Test) Tes yang mengukur apa yang telah dipelajari pada berbagai bidang studi. B. berikut disajikan alat pengumpul data dalam bentuk non tes. jenis data yang dapat diambil menggunakan tes hasil belajar (Achievement Test) ini adalah taraf prestasi dalam belajar. seperti sifat karakter. 3. mengukur taraf perkembangan orang muda dalam hal kesadaran kelak akan memangku suatu pekerjaan atau jabatan (vocation). suatu gambar atau suatu kata. Tes Kepribadian Tes kepribadian. 6. mengukur kegiatan-kegiatan macam apa paling disukai seseorang. Tes Perkembangan Vokasional Tes vokasional. 5.data yang dihasilkan dengan menggunakan tehnik yang berbeda. meneliti sifat-sifat kepribadian seseorangmelalui reaksi-reaksinya terhadap suatu kisah.intelegensi. corak kehidupan emosional. II. Berikut alat dan cara melaksanakan observasi : Keunggulan metode ini adalah : Banyak gejala yang hanya dapat diselidiki dengan observasi. A. mengukur ciri-ciri kepribadian yang bukan khas bersifat kognitif. 4. Tes macam ini bertujuan membantu orang muda dalam memilih macam pekerjaan yang kiranya paling sesuai baginya (Test of Vocational Interest). bermotivasi atau bereaksi emosional. Observasi Observasi diartikan pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. kesehatan mental. hasil belajar. angket kepribadian. meneliti berbagai ciri kepribadian seseorang dengan menganalisa jawaban-jawaban tertulis atas sejumlah pertanyaan untuk menemukan suatu pola bersikap. yang khas untuk orang itu. Tes Proyektif. relasirelasi social dengan orang lain. misalnya . Kelebihan tes semacam ini meneliti taraf kedewasaan orang muda dalam mempersiapkan diri bagi partisipasinya dalam dunia pekerjaan (career maturity). Tes Minat Tes minat.

Hal ini jelas menambah beban konselor. yang ternyata sangat menentukan hasil penelitian. Kelemahan-kelemahan observer dalam pencatatan. Banyak kejadian yang dipandang kecil yang tidak dapat ditangkap oleh alat pengumpul data yang lain. Pencatatan dan penggambaran perilaku yang tidak representative mungkin akan mempengaruhi perilaku individu yang lain. Banyak kejadian dan keadaan objek yang sulit diobservasi. catatan dibuat segera setelah peristiwa terjadi. Pencatatan ini dilakukan terhadap bagaimana kejadiannya. biasanya dalam berbagai situasi yang berbeda. Kelemahan : Catatan ini dapat berguna hanya jika penggambaran pengamatannya akurat dan komprehensif. Banyak gejala yang hanya dapat diamati dalam kondisi lingkungan tertentu. Catatan Anekdot (Anecdotal Record ) Alat untuk mencatat gejala-gejala khusus atau luar biasa menurut urutan kejadian. terutama yang menyangkut kehidupan peribadi yang sangat rahasia. Kejadian ini menimbulkan kesan tentang subyek itu diluar proporsi kepentingannya. Pencatatan data tentang orang tua atau anak dpat berdampak sangat berbahaya. sehingga dapat menyumbangkan pemahaman yang lebih besar tentang kepribadian individu tersebut. . Kelemahan metode ini adalah : Observasi tergantung pada kemampuan pengamatan dan mengingat. Kejadian yang serempak dapat diamati dan dan dicatat serempak pula dengan memperbanyak observer. dan petugas sekolah. Catatan tentang perilaku yang jelas akan menghasilkan pemahaman yang lebih tepat mengenai subyek. bukan pendapat pencatat tentang kejadian tersebut. dan tidak dilengkapi bukti kuat. 1. Beberapa kejadian yang dialami subyek sehari-hari cenderung menjadi bahan observasi dan dicatat. Catatan anecdotal banyak memakan waktu dalam penulisan dan pemrosesannya. daripada generalisasi yang tidak jelas.terlalu sibuk dan kurang waktu untuk diwawancarai atau menisci kuisioner. Keuntungan : Catatan ini menggambarkan perilaku individu. sehingga dapat terjadi gangguan yang menyebabkan observasi tidak dapat dilakukan. terlalu luas. Catatan ini bisa menciptakan masalah serius bagi personel sekolah berkaitan dengan undang-undang yaitu (Undang-Undang dan Privasi Pendidikan Keluarga 1974) yang diciptakan untuk melindungi hak privasi siswa. Catatan ini mendorong guru untuk tertarik dan mendapatkan informasi tentang individu. Oberservasi sering menjumpai observee yang bertingkah laku baik dan menyenangkan karena tahu bahwa ia sedang diobservasi. Catatan ini melengkapi data kuantitatif dan memperkaya penafsiran perilaku. guru.

karena sebagian atau seluruh peristiwa direkan dengan alat elektronik sesuai dengan keperluan. B. 3. efek halo. melainkan pada waktu tertentu dan terbatas pula pada jangka waktu yang telah ditetapkan untuk tiap-tiap kali pengamatan. kecenderungan sentral. biasanya hasilnya lebih baik daripada penilaian yang hanya dilakukan satu orang. Peralatan Mekanis (Mechanical Device) Pencatatan dengan alat ini tidak dilakukan pada saat observasi berlangsung.2. Perbedaannya terletak pada kategorisasi gejala yang dicatat. jenis-jenis kesalahan itu bisa saja terjadi dengan berbagai bentuk berdasarkan observasi yang dilakukan. dengan demikian akan memperbesar reliabilitas penilaian. Dalam rating scale tidak hanya terdapat nama objek yang diobservasi dan gejala yang akan diselidiki akan tetapi tercantum kolom-kolom yang menunjukkan tingkatan atau jenjang setiap gejal tersebut. Daftar Chek (Check List ) Penataan data dilakukan dengan menggunakan sebuah daftar yang memuat nama observer dan jenis gejala yang diamati. dan kesalahan logis. Namun. 5. Kelemahan: Kesalahan bias personal. Penilaian yang sama dari beberapa penilai. kekurangan itu cukup dikenal oleh mereka yang merancang dan menggunakannya. Karena skala penilaian telah digunakan secara luas selama bertahun-tahun. Catatan Berkala (Incidental Record) Pencatatan berkala walaupun dilakukan berurutan menurut waktu munculnya suatu gejala tetapi tidak dilakukan terus menerus. Skala Penilaian (Rating Scale) Pencatatan data dengan alat ini dilakukan seperti chek list. Angket Tertulis Alat ini memuat sejumlah item atau pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa secara PROSEDUR PENYUSUNAN HASIL BELAJAR Posted on 30 Juni 2008 by Abdul Majid . 4. Keuntungan : Kelebihan skala pengukuran adalah karena merupakan alat perhitungan observasi dan merupakan alat yang bagi pengamat dapat digunakan untuk menilai individu yang sama. asalkan mereka memiliki pengetahuan yang sama tentang individu yang sedang dinilai.

5. Mengadakan pemeriksaan terhaadap butir soal secara rasional. isi uji dalam tes tindakan tidak disajikan dalam bentuk pertannyaan melainkan dalam bentuk tugas. Jenis Tes Hasil Belajar Secara garis besar terdapat tiga jenis hasil belajar yakni : tes tertulis. Pada tes ini tester mengajukan persoalan secara lisan dan testi harus menjawab pertanyaan-pertanyaan secara lisan pula. Hal yang harus disiapkan . Sedangakan didalalam tes lisan dilakukan dalam suatu komunikasi langsung antara tester dan testi. 4. Dalam tes tertulis ada dua perangkat alat yang harus disediakan yakni lembar soal yang sudah lengkap dengan petunjuk pegerjaannya dan lembar jawaban yang akan diisi oleh siswa. mengorganisasikan tes menurut tipe-tipe soal yang dibuat. memperbanyak soal 2. mengorganisasikan kembali soal dalam bentuk final 9. Langkah-Langkah dalam Penyusunan Tes Hasil Belajar Adapun beberapa Langkah-langkah dalam penyusunan tes hasil belajar adalah : 1. menyusun kisi-kisi 3. mengadakan uji coba (try out) 7. 6. membuat atau menulis soal sekaligus dengan kunci jawaban. mendefinisikan tujuan-tujuan pembelajaran dan lingkup bahan ajar yang mestinya diungkap 2. Dalam hal ini testi melakukan suatu kegiatan berdasarkan intruksi atau petunjuk tertentu dan tester mengamati keterampilan testi dalam menyelesaikan tugas tersebut. membuat petunjuk pengerjaan soal. Perangkat yang digunakan adalah pokok-pokok pertanyaan yang akan diajukan dan pedoman penyekoran jawaban. tes lisan dan tes tindakan. merevisi soal 8.1. Berdeda dengan kedua tes diatas.

dan perlengkapan atau alat-alat praktek yang diperlukan. Penyusunan Tes Hasil Belajar a. Kedua : pertimbangan terhadapa waktu yang tersedia. Adapun keunggulan dan kelemahan tes uraian yaitu: Keunggulan : a. Dapat melihat jalan pikiran siswa dalam menjawab persoalan. Kelemahan: a. Menunutut kreatifitas siswa untuk mengorganisasikan sendiri jawabannya. . Tes Uraian Tes uraian merupakan suatu bentuk soal yang harus dijawab atau dipecahkan oleh testi dengan cara mengemukan pendapat secara terurai. Lazimnya tes tindakan ini disebut ujian praktek. Tidak memberi kesempatan kepada siswa untuk menebak jawaban. Ketiga : pertimbangan jumblah peserta tes. Peryusunan Tes Tertulis Pada dasarnya ada dua bentuk soal tes tertulis yang lazim kita gunakan yakni: tes uraian dan tes objektif.disini adalah petunjuk atau intruksi tentang kegiatan yang harus dilakukan. 3. Ruang lingkup yang diungkap sangat terbatas. Keempat : pertimbangan terhadap kelengkapan fasilitas yang dibutuhkan. Dapat mengungkap aspek-aspek pengetahuan atau perilaku yang kompleks secara leluasa b. 1. Tes uraian biasanya digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif yang relative tinggi dan kompleks. Pemiihan jenis-jenis ts yang harus digunakan tergantung pada banyak factor yang perlu dipertimbangkan: Pertama : pertimbangan terhadap aspek perilaku atau bahan ajar yang akan diungkap. Dalam tes ini memungkinkan timbulnya variasi dalam jawaban yang diberikan oleh testi (siswa) karena jawaban yang diberikan bersifat subjektif. e. d. serta pedoman pengamatan (pedoman penilaian). Menuntut siswa untuk mengintegrasikan pengetahuan dalam menjawab persoalan c.

Tes Objektif Berbeda dengan tes uraian. 2. tetapi hal ini sulit untuk dilakukan secara serempak terhadap semua testi oleh tester yang sama. c.b. pada umumnya lebih terbatas pada hal-hal yang factual. Panjang pendeknya suatu tes (banyak sedikitnya butir soal) bisa berpengaruh terhadap kadar reliabilitas c. Memungkinkan timbulnya keragaman dalam memberikan jawaban sehingga tidak ada rumusan benar yang pasti. Adapun keunggulan-keunggulan dan kelemahan-kelemahan tes objektif adalah : Keunggulan : a. tugas-tugas dan persoalan-pesoalan dalam tes objektif sudah terstruktur. Bahan ajar yang diungkap dengan ts objektif. Tidak dapat mengetahui jalan pikiran testi dalam menjawab suatu pesoalan. b. Proses penyekoran sering terganggu oeh factor-faktor lain diluar maksut pengukuran. Tes lisan digunakan untuk mengevaluasi hasil belajar berupa kemampuan untuk mengemukakan pendapat-pendapat atau gagasan-gagasan secara lisan. Adapun keunggulan-keunggulan dan kelemahan dari tes lisan adalah : . Proses pensekoran dapat dilakukan secara mudah karena kunci jawaban dapat dibuat secara pasti d. Terdapat kemungkinan untuk dapat menebak jawaban dengan tepat. Kelemahan : a. c. Proses penilaian dapat dilakukan secara objektif karena kunci jawaban sudah dapat ditentukan secara pasti. Waktu yang dibutuhkan relative lebih singkat b. Lebih memberikan peluang untuk bersifat subjektif d. sehingga jawaban terhadap soal-soal tersebut sudah dapat ditentukan secara pasti. perbedaannya terletak pada pelaksanaannya. Penyusunan Tes Lisan Pada dasarnya tes lisan sama dengan tes uraian. Tes lisan dilakukan dalam suatu komunikasi langsung antara tester dan testi. misalnya keindahan dan kerapian tulisan. Membatasi kreativitas siswa dalam menyusun jawaban sendiri. Jika bahan ajar yang diajukan sama maka ideal sekali kalau siswa mendapat perangkat soal yang sama. b.

Memungkinkan untuk melakukan pengecekan 3. Peluang subjektivitas dalam penilaian lebih terbuka. Tak ada kesempatan untuk menyontek Kelemahan : 1. Lebih memungkinkan untuk terjadinya ketidakadilan 2. c. Mengukur kemampuan berpikir taraf tinggi secara lebih leluasa. dan keterampilan mempraktekkannya. Memerlukan banyak format intrumen 5. 3. Pengertian Tes 1.Keunggulan : a. 1. Lebih sulitdalam mengadakan pengukuran 2. Tak ada kesempatan untuk menyontek Kelemahan : 1. Memerlukan biaya yang relative lebih besar 3. Memungkinkan penguji untuk menyimpang dari lingkup bahan ajar yang diujikan 3. Memerlukan waktu yang relatif. Dapat digunakan untuk mengecek kesesuaian antara pengetahuan. Dalam tes tindakan persoalan disajikan dalam bentuk tugas yang harus dikerjakan oleh testi. Pada intinya ada dua unsur yang yang bisa dijadikan bahan penilaian dalam tes tidakan yaitu: proses dan produk. standar dan syaratsyarat kualitas lainnya. Penyusunan Tes Tindakan Tes tindakan dimaksutkan untuk mengukur keterampilan siswa dalam melakukan suatu kegiatan. . Adapun keunggulan dan kelemahan dari tes tindakan ini adalah : Keunggulan : 1. Prosedur yang digunakan dalam penyusunan tes adalah sistematis. teori. 2. Cocok untuk mengukur aspek perilaku psikomotor 2. Membutuhkan waktu yang relative lebih lama 4. Prosedur yang sistematis itu sendiri bermakna ada aturan-aturan tertentu yang harus dipenuhi dalam penyusunan tes mencakup pengertian obyektif.

Ditinjau dari segi respon tes dapat dibedakan menjadi dua bentuk yaitu tes verbal dan tes non verbal.75) yang mengklasifikasikan tes berdasarkan perspektif tertentu. tes merupakan alat untuk menaksir tingkat kemampuan seseorang secara tidak langsung melalui respon yang diberikannya atas soal-soal yang terdapat dalam tes. Berdasarkan banyaknya orang yang mengikuti maka tes dibedakan menjadi tes individu dan tes kelompok. tes kemampuan. akan ada dua tes yaitu tes tertulis dan tes lisan. Dan jika ditinjau dari cara mengajukan pertanyaan. Klasifikasi Tes Ada dua cara yang sering digunakan untuk mengukur aspek psikologi seseorang termasuk belajar yaitu dengan tes dan nontes. tes sikap. tes kepribadian dan tes hasil belajar. tes awal. Sumadi Suryabrata (2005: 14) membuat penggolongan tes berdasarkan atribut psikologis menjadi : (1) tes kepribadian. Klasifikasi tes yang lebih lengkap disampaikan oleh Anas Sudijono (2005: 68 . Sebagai salah satu alat ukur dalam bidang ilmu sosial khususnya pendidikan. Jawaban peserta tes merupakan sumber utama untuk menemukan apa yang sebenarnya diinginkan oleh tes. Beberapa klasifikasi tersebut disebutkan di bawah ini. tidak semua yang ingin diukur dapat tercakup dalam tes. Sebagai salah satu alat untuk mengkuantifikasi sampel prilaku. maka akan ada dua jenis tes yaitu power test dan speed test. Jika digolongkan berdasarkan waktu yang disediakan. Cronbach (1970) sebagaimana dikutip Saifuddin Azwar (2004: 5) membedakan tes menjadi dua kelompok besar yaitu tes yang mengukur performansi maksimal (maximal performance) dan tes yang mengukur performansi tipikal (typical performance). 3. (3) tes potensi intelektual dan (4) tes hasil belajar. maka para ahli memberikan berbagai macam klasifikasi tes yang berbeda tergantung perspektif sang ahli tersebut. Hasil tes kemudian biasa digunakan untuk memantau perkembangan mutu pendidikan. tes diagnostik. Jika tes digolongkan berdasarkan fungsi sebagai alat ukur perkembangan. Karenanya kelayakan sebuah tes ditentukan oleh sejauhmana butir-butir soal yang terdapat dalam tes tersebut mewakili kawasan (domain) yang hendak diukur. tes akhir. Berdasarkan aspek psikis yang ingin dinilai. Hal ini bermakna bahwa butir-butir yang terdapat dalam tes bermaksud menunjukkan apa yang diketahui peserta tes. 2. Isi tes merupakan sample dari hal yang hendak diukur. maka ada 6 jenis tes yaitu : tes seleksi. Hal ini bermakna. (2) tes intelegensi. tes dibedakan menjadi tes intelegensi. . Cangelosi (1995: 23) membedakan tes menjadi 2 buah yaitu tes baku dan tes buatan guru. Hal yang ingin diukur oleh tes adalah prilaku. tes formatif dan tes sumatif.2.

Salah satu cara untuk melihat peningkatan kemampuan tersebut adalah dengan melakukan tes. ada beberapa penggolongan tes obyektif yaitu : . Tes yang berkaitan dengan tujuan ini sering disebut tes prestasi hasil belajar (TPHB). Dari beberapa pengertian di atas. maka jika dikaitkan dengan penelitian ini.Dari sekian banyak pengklasifikasian tes yang telah dilakukan. tetapi ia merupakan alat yang paling sering digunakan karena kepraktisan penggunaannya serta biaya yang murah. Pada tes uraian terbuka setiap peserta tes sepenuhnya memiliki kebebasan untuk menjawab sesuai dengan yang dipikirkannya. Tes sendiri jika ditinjau dari bentuk soalnya dapat dibedakan menjadi 2 yaitu tes hasil belajar dalam bentuk uraian (non obyektif dan tes hasil belajar bentuk obyektif. maka jenis tes yang akan dikaji dan digunakan adalah jenis tes prestasi hasil belajar (achievement test). alat pengukur dalam ilmu-ilmu sosial dapat terdiri lebih dari satu macam. Teknik Penulisan Tes Setiap kegiatan belajar harus diketahui sejauhmana proses belajar tersebut telah memberikan nilai tambah bagi kemampuan siswa. karena itulah tes obyektif lebih sering digunakan dalam tes prestasi hasil belajar dibandingkan tes bentuk uraian. Tes bentuk uraian dapat digolongkan kedalam dua bagian yaitu tes uraian bentuk terbuka dan tes uraian terbatas. Menurut Anas Sudijono (2005: 73) tes prestasi hasil belajar adalah tes yang digunakan untuk mengungkap tingkat pencapaian belajar. Sedangkan tes uraian terbatas jawaban yang dikehendaki adalah jawaban yang sifatnya sudah dibatasi. Disebut tes obyektif karena siapapun yang memeriksa hasil tes akan menghasilkan skor yang sama sedangkan tes uraian hasilnya dipengaruhi oleh pemberi skor. Tes bentuk obyektif memiliki model yang lebih banyak dan variatif dibandingkan tes bentuk uraian. 3. Tidak seperti alat pengukur ilmu alam yang tunggal. Saifuddin Azwar (2003: 9) menyatakan bahwa tes prestasi hasil belajar adalah tes yang disusun secara terencana untuk mengungkap informasi subyek atas bahanbahan yang telah diajarkan. ada satu benang merah yang sepertinya disepakati yaitu bahwa tes prestasi hasil belajar merupakan salah satu cara untuk menelusuri kemampuan-kemampuan yang telah dimiliki siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar selama waktu tertentu. Meskipun tes bukanlah satusatunya cara untuk mengungkap hasil belajar siswa.

B S : Manado adalah Ibukota propinsi Sulawesi Utara b. Biasanya ada dua pilihan jawaban yaitu huruf B yang berarti pernyataan tersebut benar dan S yang berarti pernyataan tersebut salah. meyakini pengalamanlah sumber pengetahuan itu. Tugas peserta tes adalah menentukan apakah pernyataan tersebut benar atau salah. Tes Isian Tes bentuk isian dapat digunakan dalam bentuk paragraf-paragraf yang merupakan rangkaian cerita atau karangan atau berupa satu pernyataan.. Tes Menjodohkan Tes menjodohkan ini memiliki satu seri pertanyaan dan satu seri jawaban. Para filsuf zaman modern menegaskan bahwa pengetahuan tidak berasal dari kitab suci atau ajaran agama. Salah satu contoh tes isian adalah sebagai berikut : 1. Contoh salah satu tes bentuk uraian adalah : B S : Ibukota Peru berjumlah lima buah.. Contoh bentuk tes menjodohkan adalah : c. Beberapa bagian kalimatnya yang merupakan kata-kata penting telah dikosongkan terlebih dahulu. Aliran ………………. tidak juga dari para penguasa. Tugas peserta tes adalah mencari pasangan setiap pertanyaan yang terdapat dalam seri pertanyaan dan seri jawaban. Tes benar salah Tes benar salah adalah bentuk tes yang mengajukan beberapa pernyataan yang bernilai benar atau salah. baik yang batin. tetapi dari diri manusia sendiri. Yang merupakan nama asli dari Sultan Hamengkubuwono X adalah …. 2. Namun tentang aspek mana yang berperan ada beda pendapat.a. maupun yang inderawi. beranggapan bahwa sumber pengetahuan adalah rasio: kebenaran pasti berasal dari rasio (akal). sebaliknya. . Aliran ……………. Tugas peserta tes adalah mengisi bagian-bagian yang kosong dengan jawaban yang sesuai.

d. Ada beberapa pertimbangan yang diperlukan untuk memilih bentuk tes yang paling sesuai. tidak semuanya dapat digunakan secara bersamaan dalam satu kesempatan. waktu yang tersedia untuk pemeriksaan lembar jawaban. 4 tahun c. . Pemilihan Presiden di Indonesia dilaksanakan setiap berapa tahun? a.Lalu muncul aliran ……………. yang mencoba memadukan kedua pendapat berbeda itu. Tes Pilihan ganda Tes bentuk pilihan ganda merupakan tes yang memiliki satu pemberitahuan tentang suatu materi tertentu yang belum sempurna serta beberapa alternatif jawaban yang terdiri dari kunci jawaban dan pengecoh. Tugas peserta tes adalah memilih jawaban dari pilihan yang tersedia dan paling sesuai dengan pernyataan yang ada dalam soal. 3 tahun b. Menurut Djemari Mardapi (2004: 73) pemilihan bentuk tes yang tepat ditentukan oleh tujuan tes. 5 tahun d. 6 tahun Dari beberapa bentuk tes yang tersedia. jumlah peserta. cakupan materi tes dan karakteristik mata pelajaran yang diujikan. Contoh bentuk soal pilihan ganda adalah : 1. Pedoman utama dalam pembuatan butir soal bentuk pilihan ganda adalah: 1) Pokok soal harus jelas 2) Pilihan jawaban homogen dalam arti isi 3) Panjang kalimat pilihan jawaban relatif sama 4) Tidak ada petunjuk jawaban benar 5) Hindari menggunakan pilihan jawaban: semua benar atau semua salah 6) Pilihan jawaban angka diurutkan 7) Semua pilihan jawaban logis 8) Jangan menggunakan negatif ganda 9) Kalimat yang digunakan sesuai dengan tingkat perkembangan peserta tes 10) Bahasa Indonesia yang digunakan baku 11) Letak pilihan jawaban benar ditentukan secara acak.

dimensidimensi atau nilai-nilai yang beragam. unit-unit. Secara leksikal. yaitu konsep yang bersifat khusus yang mengandung variasi nilai. Jadi konsep variabel itu merupakan sebutan umum yang mewakili semua atribut. pembuatan instrumen pengumpul data. Arti kata ini menunjukkan bahwa variabel merupakan sesuatu yang di dalamnya terdapat atribut-atribut. atau “simbol/lambang yang padanya dilekatkan bilangan atau nilai”. sampai pada analisisnya. tetapi dalam bentuk kategori-kategori. atribut atau unsur formal dari gejala itu. Pada hakikatnya. dimensi atau nilai yang perlu diamati. Karena itu tidak semua konsep disebut variabel. istilah variabel dapat diartikan sebagai sesuatu yang dapat beragam (bervariasi). Yang dimaksud dengan konsep variabel di sini adalah konsep yang bersifatobservati bl e. B. variabel menjadi penting artinya untuk menentukan bermututidaknya suatu hasil penelitian. perumusan hipotesis. karena masih terdapat konsep-konsep yang tidak mengandung memenuhi ciri seperti itu. mulai dari perumusan masalah. Kerlinger mendefinisikan variabel sebagai ‘suatu sifat yang dapat memiliki bermacam nilai”. maksudnya konsep yang sudah sangat dekat dengan fenomena-fenomena atau obyek-obyek yang teramati. Variabel kategori adalah variabel mengandung nilai-nilai yang tidak dapat diutarakan dalam bentuk angka. variabel dapat dikelompokkan pada variabel kategori dan variabel dimensi. • Variabel kategori adalah konsep yang memiliki beberapa gejala yang dapat dibedakan satu sama lain berdasarkan label.VARIABEL PENELITIAN By: Darmawan Soegandar* A. Banyak ahli yang menyebutnya dengan konsep variabel. Kedua jenis variabel ini dapat dijelaskan sebagai berikut. Posisi variabel yang senteral menempatkannya sebagai dasar dari semua proses peneltian. Sehubungan dengan posisi penting ini. setiap variabel adalah suatu konsep. Pengertian Pemahaman terhadap variabel dan hubungan antar variabel merupakan salah-satu kunci penting dalam penelitian kuantitatif. Variabel Kategori dan Dimensi Sebagai konsep yang mengandung nilai. .

Menurut para ahli ini. hubungan antara sesama dan banyak lagi yang lain. maka konsep ini termasuk kategori berdimensi majemuk (multidimensional). sebagai bagian dari himpunan. Pembuatan kategori yang terbaik adalah dengan merujuk teori yang sudah ada. sekalipun tetap menyadari bahwa tidak semuanya dapat diangkakan. individu-individu yang termasuk dalam sub-kategori hanya mungkin dihitung secara nominal. Pada penelitian kuantitatif. Contoh variabel kategori ini adalah jenis kelamin (memiliki dua gejala. maka seorang peneliti dapat membentuk kategori sendiri. pelaksanan puasa. Included terms atau idividu-individu yang terdapat pada konsep itu dikelompokkan berdasarkan ciri tertentu. Sebagai contoh. pelaksanaan zakat. Jika variabel penelitian adalah seperti ‘pengamalan agama’. terdapat beberapa jenis variabel kualitatif yang dapat dihitung dengan angka-angka. Karena itu variabel dimensi ini disebut juga variabel kuantitatif. 1) bersifatexhaustive. pelaksanaan shalat fardhu. Jadi. Setiap jenis gejala pada ‘pengamalan agama’ adalah satu variabel.himpunan. variabel ini disebut juga variabel kualatitatif. seperti pelaksanaan shalat fardhu. kepatuhan kepada orangtua. dan perbedaan antara satu sama lain hanya karena ciri atributnya (bukan harganya). Tetapi jika sistem kategori yang baku belum ditemukan. karena itu sangat kompleks dan sulit untuk . Konsep berdimensi tunggal (unidimensional) adalah konsep yang spesifik (bukan bersifat general) yang hanya mengandung satu jenis gejala. karena tidak bercampur aduk dengan shalat sunat. Ada dua ketentuan dalam membentuk kategori dari suatu variabel. Konsep ini sudah spesifik. pada dasarnya tidak ada kelebihan peringkat nilai satu sub-himpunan dari sub-himpunan lainnya. Pada era perkembangan ilmu yang pesat belakangan ini.Karena itu. umumnya yang dipilih sebagai variabel adalah konsep berdimensi tunggal. Karena itu. dan 2) bersifat mutually exlusive. artinya satu usnur hanya dapat dimasukkan ke dalam salah satu kategori. para peneliti telah berusaha untuk mengkuantifikasi variabel-variabel kualitatif. pelaksanaan shalat sunat. • Variabel dimensi adalah konsep yang menunjukkan suatu gejala berdasarkan nilai atau tingkatan. tanpa melihat peringkatnya. artinya semua unsur dari variabel tersebut harus dapat dimasukkan ke dalam salah satu kategori. laki-laki dan perempuan). Ini berarti bahwa variabel dimensi itu mengandung dimensi-dimensi yang dapat diukur dan diberi skore dengan angka. Mengkategorisasikan berarti menempatkan suatu obyek ke dalam sub. Konsep ‘pengamalan agama’ mengandung banyak jenis gejala. Cara yang lazim digunakan untuk mengkuantifikasi vaiabel kualitatif adalah dengan membentuk indeks dan skala. zikir dan sebagainya.

skala interval. Karena itu. Populasi . bahwa variabel kontinu itu memiliki sehimpunan harga yang teratur dalam suatu cakupan (range) tertentu. di antara 1.diuji dengan metoda statistik. variabel yang paling baik adalah konsep dimensi. Maksudnya. variabel diskret hanya dapat dinyatakan dalam satuan-satuan (satu. Dalam penelitian kuantitatif. 1. 4. 1997:214).prametrik dengan hasil perhitungan kasar atau dapat juga diubah dengan cara-cara tertentu menjadi konsep dimensi.1. Variabel dimensi dapat dibedakan pada dua jenis. Ini menunjukkan. Anggota populasi adalah elemen populasi. Populasi dan Sampel 3.diskret dankontinu. perbedaan antara kedua jenis variabel ini adalah bahwa. Sedangkan variabel kuantitatif kontinu (continuous quantitative variables) adalah variabel yang bersambungan. dalam variabel kuantitatif diskret (discrete quantitative variables). Data yang diperoleh dari variabel kontinu ini terdiri dari data skala rasio.51. sebab konsep ini juga masih dapat dianalisis dengan statistik non. danke dua. konsep multidimensional hanya mungkin dijadikan variabel dalam penelitian yang berskala besar dan bermaksud untuk menperoleh hasil yang mendalam.pertama.5 meter dan 1. tiap nilai variabel dipisahkan oleh satu kesatuan tententu. harga-harga suatu variabel kontinu mencerminkan suatu urutan peringkat (rank order). Secara umum. Secara literal. Kerlinger menyatakan. adalah karena 1) konsep dimensi dapat diterapkan untuk semua budaya. Dengan demikian. 3.52 dan seterusnya. dua. dan 2) konsep dimensi akan menghasilkan data berbentuk skala sehingga lebih mungkin untuk dianalisis dengan metode-metode statistik yang lebih akurat. enam). Contohnya. artinya di antara dua unit ukuran masih terdapat unit-unit ukuran lain yang secara teoritik tidak terhingga banyaknya.6 meter masih terdapat ukuran 1.4. Hal ini bukan berarti konsep kategori tidak berguna. Populasi Populasi adalah seluruh kumpulan elemen yang dapat digunakan untuk membuat beberapa kesimpulan (Cooper dan Emory. diskret berarti tidak mempunyai pecahan (utuh). ukuran-ukuran kontinu termuat dalam suatu range dan setiap individu mendapat skor yang ada dalam range itu. Alasannya. Jadi. Harga yang lebih besar menunjukkan lebih banyak sifat tertentu yang dimilikinya dibanding dengan harga yang lebih kecil. variabel diskret merupakan hasil perhitungan sedangkan variabel kontinu merupakan hasil pengukuran. data yang diperoleh dari variabel ini adalah data nominal. dan satuan-satuan itu tidak dapat dibagi lagi ke dalam satuan yang lebih kecil. dan skala ordinal.

dalam penelitian ini adalah semua perusahaaan automotive and allied product yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Adapun alasan pemilihan perusahaan Automotive dan allied product Go Publik pada Bursa Efek Indonesia sebagai populasi dalam penelitian di karnakan laba dan harga saham perusahaanperusahaan ini sangat fluktuatif selain itu perusahaan Automotive dan allied product Go Publik merupakan 43 .

Dengan sayarat anggota populasi homogen.perusahaan yang berkembang pesat pada akhir dekade ini serta data perusahaan Automotive dan allied product Go Publik memenuhi kriteria dalam penelitian ini. Non-probability sampling. Teknik pengambilan sampel dari populasi sangat sederhana dengan cara mengambil acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi. Probabiliy sampling Teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) opulasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Penelitian ini menggunakan judgment sampling.4. Sampel Sampel adalah bagian dari populasi (Nazir. Simple random sampling. Disproportionate staratified ramdom sampling Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel. B. Ide dasar pengambilan sampel (sampling) adalah bahwa dengan menyeleksi bagian dari elemen-elemen populasi sehingga diperoleh simpulan tentang keseluruhan populasi (Cooper dan Emory. Teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. a. Meskipun demikian. Penentuan kriteria sampel ini diperlukan untuk menghindari timbulnya miss-spesifikasi dalam penentuan sampel penelitian yang selanjutnya akan berpengaruh terhadap hasil analisa. bila populasi berstrtata tapi kurang proporsional d. .2006:90) Teknik sampling Teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian antara lain : A. Sampel dalam penelitian ini dipilih dengan metode purposive sampling (pengambilan sampel bertujuan). yaitu penentuan sampel dari populasi yang ada berdasarkan kriteria tertentu. 2005:73). Faktor kepraktisan merupakan pertimbangan pokok dalam pemilihan metode ini. b. Proses pengambilan sampel harus dapat menghasilkan sampel yang akurat dan tepat. 1997:214). umumnya disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian. Judgment sampling adalah purposive sampling yang tipe pemilihannya secara tidak acak. misalnya penduduk suatu negara.2. kelemahan metode ini adalah pada hasil analisis yang 44 Definisi : Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya Sedang sampel adalah bagian dari jumlah dan karkateristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiono. 3. Sampling sistematis Teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. 1999:137). Sampel diperoleh dengan menggunakan pertimbangan tertentu. Cluster sampling Teknik sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel bila objek ayang akan diteliti atau sumber data sangat luas. Proportionate stratified random sampling Teknik pengambilan sampel bila populasi tidak homogen dan berstrata secara proporsional c. a. Sampel yang tidak akurat dan tidak tepat akan memberikan simpulan riset yang tidak diharapkan atau dapat menghasilkan simpulan yang salah dan menyesatkan (Hartono.

KONSEP DASAR POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 6. 3. Populasi sampling adalah keseluruhan objek yang diteliti. atau masyarakat) maupun benda. komunitas. kelompok. Populasi atau sering juga disebut universe adalah keseluruhan atau totalitas objek yang diteliti yang ciri-cirinya akan diduga atau ditaksir (estimated). populasi juga sering diartikan sebagai kumpulan objek penelitian dari mana data akan dijaring atau dikumpulkan. Oleh karena itu. Berapa jumlah sampel tergantung pada tingkat ketelitian atau kesalahan yang dikehendaki selain tergantung pada dana. Jumlah sampel diharapkan 100% mewakili populasi atau sama dengan populasi itu sendiri. Sebagai contoh. tenaga dan wak 4.b. misalnya kita akan meneliti bagaimana rata-rata tingkat prestasi akademik mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad dan kita hanya akan memokuskan penelitian kita pada mahasiswa yang aktif di lembaga-lembaga kemahasiswaan. dan sebagainya (terutama jika penelitian kita menggunakan teknik analisis isi (content analysis). 7. d. Populasi penelitian terdiri dari populasi sampling dan populasi sasaran. sedangkan populasi sasaran adalah populasi yang benar-benar dijadikan sumber data. Ciri-ciri populasi disebut parameter. Populasi dalam penelitian (penelitian komunikasi) bisa berupa orang (individu. Sampling insidental Teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel. organisasi. misalnya jumlah terbitan media massa. jumlah artikel dalam media massa. 9. maka seluruh mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad adalah . jumlah rubrik. makin besar jumlah sampel mendekati populasi maka peluang kesalahan generalisasi semakin kecil. Sampling jenuh Teknik pennetuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel f. penelitian tentang kualitas makanan maka sampelnya orang ahli makanan. 2. Snowball sampling Teknik penentuan sampel yang mula-muala jumlahnya kecil. e. 8. kemudian membesar. 5. c. Sampling purposive Teknik penetuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Sampling kuota Teknik menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah yang diinginkan. Menentukan ukuran sampel Ketentuan : 1.

14. Dalam keadaan peneliti tidak memungkinkan untuk melakukan sensus. Ukuran populasi adalah banyaknya unsur atau unit yang terkandung dalam sebuah kategori populasi tertentu. Misalnya. Sampel atau juga sering disebut contoh adalah wakil dari populasi yang ciricirinya akan diungkapkan dan akan digunakan untuk menaksir ciri-ciri populasi. 12. jika kita menggunakan sampel sebagai sumber data.populasi sampling. tenaga. Jika kita menggunakan seluruh unsur populasi sebagai sumber data. sedangkan seluruh mahasiswa yang aktif dalam lembaga kemahasiswaan adalah populasi sasaran. bila dikaitkan dengan fokus penelitian. misalnya terdiri dari kategori mahasiswa. maka jumlah populasinya adalah satu. Konsep lainnya yang harus dipahami-dan tidak boleh dikelirukanadalah jumlah populasi (population numbers) dan ukuran populasi (population size). sebaik-baiknya penelitian adalah penelitian sensus. yakni kategori mahasiswa. Sementara itu. dosen. maka gambaran tentang populasi tersebut secara utuh dan menyeluruh akan diperoleh. terutama jika dihubungkan dengan ketersedian sumber daya yang ada pada peneliti. dan staf administratif. Namun demikian. Misalnya. Sebagian unsur populasi yang dijadikan objek penelitian itu disebut sampel. Oleh karena itu. Jumlah populasi adalah banyaknya kategori populasi yang dijadikan objek penelitian yang dinotasikan dengan huruf K. maka yang akan kita peroleh adalah ciri-ciri sampel bukan ciri-ciri populasi. ketika kita meneliti tingkat rata-rata prestasi akademik mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad (Fikom Unpad). 15. ketika kita meneliti bagaimana rata-rata tingkat prestasi akademik mahasiswa Fikom Unpad. Ciri-ciri sampel disebut statistik. 11. yang dilambangkan dengan huruf N. Sensus merupakan penelitian yang dianggap dapat mengungkapkan ciri-ciri populasi (parameter) secara akurat dan komprehensif. dalam sampel pun ada konsep jumlah . maka jumlah populasinya sebanyak kategori yang terkandung dalam konsep sivitas akademika. maka jumlah populasinya adalah satu dan ukuran populasinya 8. 10. 13. maka penelitian kita disebut sensus. jumlah populasinya ada tiga.236 orang (sesuai dengan jumlah mahasiswa yang terdaftar resmi di Fikom Unpad). jika kita meneliti sikap sivitas akademika Fikom Unpad terhadap kebijakan rektor dalam menaikkan biaya pendidikan. Jadi. sebab dengan menggunakan seluruh unsur populasi sebagai sumber data. dan biaya yang dimiliki oleh peneliti. Sama halnya dengan populasi. tetapi ciri-ciri sampel itu harus dapat digunakan untuk menaksir populasi. keterbatasan waktu. Oleh karena itu. Misalnya. maka peneliti boleh mengambil sebagian saja dari unsur populasi untuk dijadikan objek penelitiannya atau sumber data. dalam batas-batas tertentu sensus kadang-kadang tidak efektif dan tidak efisien.

dua sampel independen.UKURAN SAMPEL 21. Sampel representatif adalah sampel yang memiliki ciri karakteristik yang sama atau relatif sama dengan ciri karakteristik populasinya. sebagaimana diungkapkan di atas. yang jumlahnya sama dengan jumlah populasi (k=K). Cara atau prosedur yang digunakan untuk mengambil sampel dari populasi tertentu disebut teknik sampling. 17. Karena data yang diperoleh dari sampel harus dapat digunakan untuk menaksir populasi. ada uji statistik inferensial yang hanya berlaku untuk menguji satu sampel. dua sampel berhubungan. berapa besar sampel harus diambil dari populasi agar memenuhi syarat kerepresentatifan? 23. Ketepatan dalam memilih uji statistik inferensial itu merupakan salah satu unsur penentu validitas atau kesahihan penelitian kita.Ukuran sampel atau besarnya sampel yang diambil dari populasi. merupakan salah satu faktor penentu tingkat kerepresentatifan sampel yang digunakan. 19. maka dalam mengambil sampel dari populasi tertentu kita harus benar-benar bisa mengambil sampel yang dapat mewakili populasinya atau disebut sampel representatif. misalnya. Jumlah sampel adalah banyaknya kategori sampel yang diteliti yang dilambangkan dengan huruf k. sebab jumlah sampel dan sifat sampel yang diteliti (terutama untuk penelitian eksplanatif. dan cara pengambilannya. dan k sampel independen atau k sampel berhubungan. Pertanyaannya. Mengapa kita harus benar-benar memahami (tidak mengelirukan) pengertian istilah jumlah sampel dengan ukuran sampel. yang jumlahnya selalui lebih kecil daripada ukuran populasi (n<N). Sedangkan ukuran sampel (dilambangkan dengan huruf n) adalah besarnya unsur populasi yang dijadikan sampel.sampel dan ukuran sampel. tidak ada kesepakatan bulat di antara para ahli metodolologi penelitian (hal ini wajar. Dalam menentukan menentukan ukuran sampel (n) yang harus diambil dari populasi agar memenuhi persyaratan kerepresentatifan. 18. misalnya penelitian korelasional) akan sangat menentukan uji statistik inferensial yang mana yang harus digunakan untuk menguji hipotesis yang dirumuskan dalam penelitian kita. 22. Dalam menguji korelasi di antara variabel-variabel yang diteliti. 24. 20. ukuran sampel yang diambil. sebab dalam dunia ilmu yang ada adalah sepakat untuk tidak sepakat asal masing-masing konsisten dengan rujukan yang . Tingkat kerepresentatifan sampel yang diambil dari populasi tertentu sangat tergantung pada jenis sampel yang digunakan. dan sebagainya (Silakan baca buku Statistik Nonparametrik untuk Ilmu-Ilmu Sosial tulisan Sidney Siegel). 16.

Jika kita menggunakan rancangan analisisnya hanya menggunakan analisis statistik inferensial. Jika kita menggunakan taraf signifikansi 0. Pada umumnya. Tingkat presisi. 3. Rancangan analisis yang dimaksud adalah sesuatu yang berkaitan dengan pengolahan data. Derajat Keseragaman Populasi (degree of homogenity). maka ukuran sampelnya harus besar.01 (1%). dan penafsiran data yang akan ditempuh dalam penelitian. maka ukuran sampelnya boleh lebih kecil dibandingkan apabila kita menggunakan rancangan analisis statistik deskriptif saja. sehingga keakuratan hasil penelitiannya (selang kepercayaannya) 1–α yakni bisa 95% atau 99%. 25. sehingga ilmu itu bisa terus berproses dan berkembang). 1. sebaliknya jika tingkat homogenitas populasinya rendah (tingkat heterogenitasnya tinggi) maka ukuran sampel yang diambil harus besar. yakni suatu pernyataan peneliti tentang tingkat keakuratan hasil penelitian yang diinginkannya. buku-buku metodologi penelitian menyebut angka lima persen hingga 10 persen untuk menegaskan berapa ukuran sampel yang harus diambil dari sebuah populasi tertentu dalam penelitian sosial. rancangan penelitian deskriptif membutuhkan ukuran sampel yang lebih besar daripada rancangan penelitian eksplanatif. Jika tinggi tingkat homogenitas populasinya tinggi atau bahkan sempurna.digunakannya. menyatakan bahwa sebelum kita menentukan berapa besar ukuran sampel yang harus diambil dari populasi tertentu.05 (5%) atau 0. 28. Pendapat ini tentu saja sulit untuk dijelaskan apa alasannya jika ditinjau dari aspek metodologi penelitian.01 maka ukuran sampel yang diambil harus lebih besar daripada ukuran sampel jika kita menggunakan taraf signifikansi 0.05. sehingga tidak layak untuk dianalisis dengan asumsi-asumsi kotingensi. penyajian data menggunakan tabel-tabel distribusi frekuensi silang (tabel silang) atau tabel kontingensi dengan ukuran 3X3 atau lebih dimana pasti mengandung sel sebanyak 9 buah. . Metode Penelitian Survai (1989). pengupasan data. 26. ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkan yaitu: 27. terutama digunkan dalam penelitian eksplanatif. Hal ini untuk menghindarkan adanya sel dalam tabel tersebut yang datanya nol (kosong). Rancangan Analisis. misalnya penelitian korelasional. kita akan menggunkan teknik analisis data dengan statistik deskripti. Tingkat Presisi (level of precisions) yang digunakan. maka ukuran sampel yang diambil boleh kecil. 2. 29. Dengan kata lain. Tingkat presisi biasanya dinyatakan dengan taraf signifikansi (α) yang dalam penelitian sosial biasa berkisar 0. Misalnya. Sehubungan dengan hal itu. I Gusti Bagoes Mantra dan Kasto dalam buku yang ditulis oleh Masri Singarimbun dan Sofian Effendi. penyajian data. Untuk menentukan tingkat homogenitas populasi sebaiknya dilakukan uji homogenitas dengan menggunakan uji statistik tertentu.

4%. 56. 4. 36. 54. tenaga. 47. Selain mempertimbangkan faktor-faktor di atas. 33. Misalnya. misalnya 5%. ada yang 1%. 50. misalnya keterbatasan waktu. Alasan-alasan tertentu yang berkaitan dengan keterbatasanketerbatasn yang ada pada peneliti. 49. dan lain-lain. 48.Keterangan. biaya. maka besarnya sampel adalah: 57.n = ukuran sampel 44. n= ————————= 364 59. 4000 58. 3%. atau 10%. 4000 x (0.5%.N = ukuran populasi 45.05)² + 1 60. n = ——— 41. kita ingin menduga proporsi pembaca koran dari populasi 4. Nd² + 1 53. 31.000 orang. 32. N 51.e = kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang ditololerir. Batas kesalahan yang ditolelir ini untuk setiap populasi tidak sama. beberapa buku metode penelitian menyarankan digunakannya rumus tertentu untuk menentukan berapa besar sampel yang harus diambil dari populasi. 55. Jika ukuran populasinya besar yang didapat dari pendugaan proporsi populasi. sebab hal ini lebih berkaitan dengan pertimbangan peneliti (tanpa akhiran an) dan bukan pertimbangan penelitian (metodologi). 35. Rumus Slovin di bawah ini dapat digunakan. N 40. n = ———– 52. maka Rumus Yamane yang harus digunakan. 38. Jika ukuran populasinya diketahui dengan pasti.30. 1 + Ne² 42.d = batas toleransi kesalahan pengambilan sampel yang digunakan. 34. 2%. 37. . 43. Presisi ditetapkan di antara 5% dengan tingkat kepercayaan 95%. 46. 61. (Catatan: Alasan ke-4 ini jangan digunakan sebagai pertimbangan utama dalam menentukan ukuran sampel.Rumus Slovin: 39.

sampel nonprobabilitas atau sampel nonrandom (sampel tak acak) adalah sampel yang pengambilannya didasarkan pada pertimbanganpertimbangan tertentu (bisa pertimbangan penelitian maupun pertimbangan peneliti). 76. Sampel probabilitas atau disebut juga sampel random (sampel acak) adalah sampel yang pengambilannya berlandaskan pada prinsip teori peluang. 66. sedangkan untuk mengambil sampel nonprobabilitas atau sampel nonrandom digunakan teknik sampling nonprobabilitas. KERANGKA SAMPLING (SAMPLING FRAME) 63. 65. 69. yakni pertimbangan-pertimbangan tertentu.62. Di atas sudah ditegaskan. Kerangka sampling (sampling frame) adalah sebuah daftar yang memuat data mengenai seluruh unit atau unsur sampling yang terdapat pada populasi sampling. 64.JENIS SAMPEL DAN TEKNIK SAMPLING 68. 74. Di antara teknik-teknik sampling tersebut. Peluang yang dimiliki oleh setiap unit penelitian untuk dipilh sebagai sampel sebesar n/N. a. .Teknik Sampling Probabilitas (Teknik Sampling Random) 73. 72. dalam penggunaannya. Sampel probabilitas diambil dengan menggunakan teknik sampling probabilitas atau teknik sampling random. Sampel acak sederhana adalah sebuah sampel yang diambil sedemikian rupa sehingga setiap unit penelitian atau satuan elementer dari populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel. kerangka sampling adalah daftar nama-nama yang kerkandung dalam populasi penelitian. ada yang mempersyaratkan tersedianya kerangka sampling. kita dapat mengidentifikasi dua jenis sampel. yakni ukuran sampel yang dikehendaki dibagi dengan ukuran populasi. yaitu: sampel probabilitas (probability sampling) dan sampel nonprobabilitas (nonprobability sampling). Berdasarkan prosedur atau cara yang digunakan dalam mengambil sampel dari populasi (teknik sampling). 70. 67. Sebaliknya. yakni prinsip memberikan peluang yang sama kepada seluruh unit populasi untuk dipilih sebagai sampel. bahwa tingkat krepresentatifan sampel selain ditentukan oleh ukuran sampel yang diambil juga ditentukan oleh teknik sampling yang digunakan. Sampel probabilitas cenderung memiliki tingkat representasi yang lebih tinggi daripada sampel nonprobabilitas. Secara gampang orang sering mengatakan. Teknik Sampling Random Sederhana (Simple Random Sampling) 75. 71.

akan dipilih 50 satuan elementer sebagai sampel (n). Cara ini dipilih karena selain meringankan pekerjaan. 1.Teknis pelaksanaannya ada dua cara. terutama apabila ukuran populasinya relatif besar. artinya harus pasti berapa ukuran populasinya. gunakan teknik kedua. juga lebih memberikan jaminan yang lebih besar bahwa setiap unit elementer mempunyai peluang yang sama untuk terpilih sebagai sampel. 80. Pengundian juga dapat dilakukan seperti halnya ibu-ibu anggota kelompok arian menentukan pemenang arisannya. Ukuran populasinya tidak tak terbatas. yakni: 85. mulai dari nomor terkecil hingga nomor ke-n (tergantung berapa besar ukuran populasinya). Dengan menggunakan Tabel Angka Random. Harus tersedia kerangka sampling atau memungkinkan untuk dibuatkan kerangka samplingnya (dalam kerangka sampling tidak boleh ada unsur sampel yang dihitung dua kali atau lebih). 2. Bilangan 500 ini terdiri dari tiga dijit (digit). Penggunaan cara ini (cara pengundian) seringkali tidak praktis. 81. antara lain (Singarimbun dan Effendy. sebab: pertama. Dalam keadaan yang demikian. 86.77. Dengan mengundi unsur-unsur penelitian atau satuan-satuan elementer dalam populasi. jika tidak. 1. Sifat populasinya harus homogen. oleh karena itu dalam . kemungkinan akan terjadi bias. 4. 87. hampir tidak mungkin kita dapat melakukan pengocokan secara saksama dan merata seluruh gulungan kertas undian. yakni dengan mengundi Tabel Angka Random. dan dimasukkan ke dalam sebuah kotak atau toples. dari satuan elementer dlam populasi (N) yang besarnya 500 orang. Langkah awal yang perlu dilakukan adalah menyusun semua unit penelitian atau unit elementer ke dalam kerangka sampling. digulung. 82. Gulungan kertas yang di dalamnya sudah berisi nomor unit elementer. Selanjutnya masingmasing nomor unsur populasi itu ditulsikan dalam secarik kertas. 3. Lalu lakukan pengocokan secara merata. 1989): 79. Lalu kocok berulang-ulang hingga keluar sejumlah gulungan kertas sesuai dengan ukuran sampel yang direncanakan. Nomornomr yang terambil itu menjadi unit elementer yang terpilih sebagai sampel. Keadaan populasinya tidak terlalu tersebar secara geografis. dan ambil sejumlah gulungan kertas tersebut sebanyak ukuran sampel yang dikehendaki. dimasukkan ke dalam toples yang diberi tutup dengan lubang sebesar kira-kira dapat dilalui oleh setiap gulungan kertas yang ada di dalamnya. 2. 84.Dalam menggunakan Teknik Sampling Random Sederhana ini ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. 83. ada kecenderungan kita untuk tergoda memilih angka-angka tertentu. Caranya adalah sebagai berikut: misalnya. 78. dan kedua.

Dalam keadaan populasi yang demikian. Karena angka-angka yang yang terdapat dalam Tabel Bilangan Random itu disusun secara kebetulan (randomly assorted). gunakanlah teknik sampling random sistematik. 94. 91. Selanjutnya. pada teknik sampling sistematik perandoman atau pengundian hanya dilakukan satu kali. 88. Interval sampel biasanya dilambangkan dengan huruf k. 92. sama dengan persyaratan untuk sampel random sederhana. ia dapat juga mengikutinya ke arah mana saja. kita dapat menentukan unsur sampel lainnya dengan cara berjalan ke atas mengikuti kolom yang sama. ke bawah mengikuti kolom. Persyaratan yang harus dipenuhi agar teknik sampling ini dapat digunakan. Apabila ukuran populasinya sangat besar. Penentuan angka pertama dapat dilakukan. 93. atau ke samping mengikuti baris. Angka random yang terkena oleh mata pensil tadi adalah unsur sampel pertama yang kita pilih. maka teknik sampling random sederhana tidaklah tepat untuk digunakan. yakni tersedianya kerangka sampling (ukuran populasinya diketahui dengan pasti). Teknik Sampling Random Sistematik (Systematic Random Sampling) 90. 89. Cara penggunaan teknik sampling random sistematik ini mirip dengan cara sampling random sederhana. maka interval samplingnya adalah . yakni ketika menentukan unsur pertama dari sampling yang akan diambil. b. Interval sampel adalah angka yang menunjukkan jarak antara nomor-nomor urut yang terdapat dalam kerangka sampling yang akan dijadikan patokan dalam menentukan atau memilih unsur-unsur sampling kedua dan seterusnya hingga unsur ke-n. Bedanya. Penentuan unsur sampling selanjutnya ditempuh dengan cara memanfaatkan interval sampel. 95. Misalnya. misalnya. Selanjutnya lihat Tabel Angka Random atau Tabel Bilangan Random yang selalu ada pada lampiran buku-buku metodologi penelitian atau buku-buku metode statistika. dengan cara menjatuhkan pensil dengan mata pensil mengarah ke bawah pada lembaran kertas yang di dalamnya terdapat tabel bilangan random yang kita gunakan. atau cara apa saja yang dianggap mudah. dari populasi (N) berukuran 500 kita akan mengambil sampel (n) berkuran 50. maka pemakai tabel tersebut dapat mulai melihatnya dari baris dan kolom mana saja. hingga tidak memungkinkan dilakukan pemilihan sampel dengan cara pengundian. Di samping itu. dan populasinya mempunyai pola beraturan yang memungkinkan untuk diberikan nomor urut serta bersifat homogen.kerangka sampling satuan elementernya diberi nomor mulai dari 001 sampai 500. Interval sampel atau juga disebut sampling rasio diperoleh dengan cara membagi ukuran populasi dengan ukuran sampel yang dikehendaki (N/n).

055. 075.Untuk lebih jelasnya. makin besar pula perbedaan sifat-sifat antara lapisan tersebut. 104.500/50=10 atau k =10. S1. Teknik Sampling Random Berstrata (Stratified Random Sampling) 107. antara lain (Singarimbun dan Effendi.c. Dalam kenyataannya karakteristik mahasiswa Unpad tidak sama (tidak homogen) sebab di Unpad terdapat program pendidikan jenjang D3. dan S3 yang tentu saja karakteristik (terutama karakteristik akademisnya) berbeda-beda. Untuk dapat menggambarkan secara tepat tentang sifat-sifat populasi yang heterogen. 109. maka pasti k = 10. ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. dan seterusnya hingga unsur ke-n. Andaikan yang terpilih sebagai unsur sampling pertama adalah satuan elementer yang bernomor s. 97. 1989:162-163): 111. 108. maka populasi yang bersangkutan harus dibagi-bagi kedalam lapisan-lapisan (strata) yang seragam atau homogen. 101. 025. mahasiswa S1. 103. Maka dalam keadaan populasi yang demikian. 102. 065. S2. Unsur ketiga = s + 2k 100. 045. dan seterusnya dengan berpatokan pada penambahan angka 10 dari nomor urut terakhir. populasi penelitian Anda adalah seluruh mahasiswa Unpad. Andaikan saja unsur sampel pertama yang terpilih adalah nomor urut 005. mahasiswa Unpad sebagai populasi harus dibagi kedalam strata (subpopulasi) mahasiswa D3.1. di bawah ini diberikan contoh konkret. dan dari setiap strata dapat diambil sampel secara random (acak). maka penentuan unsur-unsur sampel berikutnya adalah: 96. Padahal.Untuk dapat menggunakan teknik sampling random strata. Makin heterogen suatu populasi. 110.Misalnya ukuran populasinya 500 (N=500) dan ukuran sampel yang akan diambil sebesar 50 (n=50). Unsur keempat = s + 3k. dan . 106. Harus ada kriteria yang jelas yang akan dipergunakan sebagai dasar untuk menstratifikasi populasi ke dalam lapisan-lapisan. mahasiswa S2.Teknik sampling ini digunakan apabila populasinya tidak homogen (heterogen). 105. sebagaimana telah diungkapkan di atas. Unsur pertama =s 98. presisi dan tingkat kerepresentatifan sampel yang diambil dari suatu populasi antara lain dipengaruhi oleh derajat keseragaman (tingkat homogenitas) populasi yang bersangkutan. 035. Sebagai contoh. Unsur kedua =s+k 99. maka unsur-unsur selanjunya yang harus diambil adalah nomor 015.

bahwa teknik sampling random strata ini baru efektif dalam menentukan ukuran sampel yang harus diambil dari setiap strata dan belum mampu menentukan siapa saja sampel yang harus diambil untuk dijadikan responden penelitian). Teknik sampling random strata proporsional digunakan apabila proporsi ukuran subpopulasi atau jumlah satuan elementer dalam setiap strata relatif seimbang atau relatif sama besar. yang dapat dijadikan kriteria untuk pembagian strata itu ialah variabel-variabel yang akan diteliti atau variabel-variabel yang menurut peneliti mempunyai hubungan yang erat dengan variabel-variabel yang hendak diteliti itu. Dalam sampel strata proporsional. (Harap dicatat. 113. maka pecahan samplingnya adalah 0. Dengan demikian. yakni sampel strata proporsional dan sampel strata disproporsional. Sebagai contoh.3. misalnya kita menggunakan Rumus Slovin. Harus ada data pendahuluan dari populasi mengenai kriteria yang dipergunakan untuk menstratifikasi. Secara teoretis. sampel yang harus diambil sebesar 2.000 orang. Jadi. tingkat motivasi belajar mahasiswa erat kaitannya dengan jenjang pendidikan yang diikutinya. 114.500 orang mahasiswa. 115. Misalnya. setelah sebelumnya dibuatkan kerangka sampling untuk setiap subpopulasinya.Sampel strata terdiri dari dua macam. dalam penelitian tentang motivasi belajar mahasiswa (misalnya). data mengenai pembagian jenjang pendidikan pada mahasiswa Unpad didasarkan pada kenyataan bahwa di Unpad memang terdapat berbagai jenjang pendidikan.000. sehingga ukuran populasinya 25.mahasiswa S3. Pecahan sampling adalah angka yang menunjukkan persentase ukuran sampel yang akan diambil dari ukuran populasi tertentu. jenjang pendidikan dijadikan dasar dalam menentukan strata populasi. Hal ini diperlukan agar peneliti dapat membuat kerangka sampling untuk setiap subpopulasi atau strata yang akan dijadikan sumber dalam menentukan sampel atau responden. Untuk menentukan saampel sasaran atau responden masih perlu dilanjutkan dengan menggunakan teknik sampling random sederhana atau teknik sampling random sistematik. Jumlah satuan elementer dari setiap strata (ukuran setiap subpopulasi) harus diketahui dengan pasti. 112.2. jumlah keseluruhan mahasiswa Unpad ada 25.10 (10%) yang diperoleh dengan cara membagi ukuran sampel yang dikehendaki dengan ukuran populasinya (n/N). Misalnya. Berdasarkan perhitungan tertentu. dari setiap strata diambil sampel yang sebanding dengan besar setiap strata dengan berpatokan pada pecahan sampling (sampling fraction) yang sama yang digunakan. maka dari setiap lapisan populasi (strata) harus diambil sampel sebesar 10 % sehingga akhirnya diperoleh ukuran sampel secara keseluruhan yang .

di Kalangan Mahasiswa Universitas Padjadjaran 120. 134. yang berbeda adalah pecahan samplingnya.Pada Sampel Strtata Disproporsional.• Ditentukan ukuran sampel 2. nanti pada waktu analisis data. D3 10.000 20% 0. 136.• Setiap jenjang pendidikan diwakili dalam sampel proporsinya dalam populasi. 135.000 40% 124. jika menggunakan teknik sampling ini.000 40% 0. 133. ukuran sampel yang diambil dari setiap subpopulasi (strata) sama besarnya.Sampel Berstrata Proporsional untuk Penelitian Motivasi Belajar 119.Keterangan: 130.10 500 20% 126.• Pecahan sampling 2. dalam keadaan populasi yang demikian.000 100% 2.000 = 0.000 32% 0. Satu hal yang perlu dicatat dan diingat. 121. data yang diperoleh dari sampel masing-masing strata harus dikalikan .10 1. perhatikan tabel di bawah ini. Untuk lebih jelasnya. sehingga kalau digunakan teknik sampling strata proporsional dapat kejadian ukuran subpopulasinya sama dengan ukuran sampelnya.500 100% 129. _______ ______ ______ _____ 128.000 8% 0. Padahal.500 131. 25.10 800 32% 125.10 132. 117. S3 2. Oleh karena itu.Tabel 1 118. gunakanlah Teknik Sampling Random Strata Disproporsional.merepresentasikan populasi. ada yang jumlahnya besar ada pula yang jumlahnya kecil.Penggunaan Teknik Sampling Random Strata Proporsional agak kurang tepat jika proporsi ukuran subpopulasinya (jumlah satuan elementer pada strata) tidak seimbang.Pendidikan Populasi Populasi Sampling Sampel Sampel 123. 116.Jenjang Ukuran % dalam Pecahan n % dalam 122. S1 8.10 200 8% 127.500/25. S2 5. jika ukuran sampelnya sama dengan ukuran populasinya (total sampling atau sensus) maka data yang diperoleh dari sampel tersebut tidak bisa diolah atau dianalisis dengan menggunakan analisis statistik inferensial.

063 625 15. sehingga tidak memungkinkan untuk dibuatkan kerangka samplingnya.• Karena sampel setiap strata tidak proporsional dengan strata yang bersangkutan dalam populasi. 159. populasi puah penelitian kita adalah seluruh murid Sekolah Dasar (SD) yang ada di Wilayah Kota Bandung.• Pecahan sampling berbeda-beda pada setiap strata (n/N). dibulatkan menjadi 5.dengan bobot yang disesuaikan pada strata tersebut.500 150.87 5 145. Bobot diperoleh dengan rumus: 1/ps atau satu dibagi pecahan smpling. dibagi rata pada setiap strata (625).000 20% 0.Pendidikan Populasi Populasi Sampling Sampel Disesuaikan 144. 151.Jenjang Ukuran % dalam Pecahan n Bobot Bobot 143. 137. 154. maka data pada setiap strata harus dikalikan dengan bobot (bobot yang disesuaikan).82 4 146. S2 5. Misalnya. Teknik Sampling Random Klaster (Cluster Random Sampling) 158.078 625 12. 142.313 625 3.Tabel 2 139. S1 8.19 1 148.• Ukuran sampel ditetapkan 2500. Untuk memudahkan perhitungan. 138. Teknis pengambilan sampel strata disproporsional dapat dilihat pada contoh tabel di bawah ini. Tidak mungkin kita dapat . 156. Misalnya.97.Keterangan: 152. 157.000 40% 0. bobot dibulatkan dengan angka terrendah sebagai standar (bernilai 1). D3 10.87/3.000 8% 0.000 32% 0. 155. dan keberadaannya tersebar secara geografis atau terhimpun dalam klaster-klaster yang berbeda-beda. _______ _____ _____ 149.125 625 8 3 147.000 100% 2. 153.di Kalangan Mahasiswa Universitas Padjadjaran 141. S3 2.Teknik ini digunakan apabila ukuran populasinya tidak diketahui dengan pasti. 15.d.Sampel Berstrata Disproporsional untuk Penelitian Motivasi Belajar 140. 25.19 = 4.

desa. Klater dapat berupa sekolah. RT. Apabila kita berhenti sampai di sini. misalnya. maka pengambilan sampelnya dapat dilakukan satu tahap (simple cluster sampling). Apabila klaster itu bersifat wilayah geografis yang kecil. Dasar penentuannya adalah pertimbangan-pertimbangan . Dalam keadaan yang demikian gunakanlah teknik sampling klaster banyak tahap (multistage cluster sampling). 166. Barat. melainkan harus beberapa tahap.Dalam menentukan sampel dengan menggunakan taknik sampling nonrandom. Kota Bandung kita bagi dulu ke dalam Wilayah Bandung Timur. sehingga wilayah kecamatan tadi kita jadikan populasi sampling. Dari setiap wilayah itu kita jabarkan lagi pada kecamatan-kecamatan. dan sebagainya. misalnya RW. maka kita dapat memilih beberapa RW secara random untuk dijadikan wilayah penelitian dengan konsekuensi seluruh penduduk sasaran di RW itu harus dijadikan sampel (responden). misalnya. maka kita boleh menjabarkan wilayah kecamatan terpilih itu menjadi kelurahan-kelurahan. dua kecamatan dari setiap wilayah sehingga diperoleh delapan kecamatan. 162. lalu ambil secara random. wilayah penelitian kita ada di Kelurahan Gunung Sampah. Dari situ secara random. Jika dirasakan masih terlalu banyak jumlahnya. RW. pasti daftar itu akan sangat panjang dan memerlukan waktu serta biaya yang tidak sedikit untuk menyusunnya. 164. Populasi penelitiannya adalah seluruh ibu rumah tangga yang ada di Kota Bandung. Misalnya kita akan meneliti pendapat seluruh ibu rumah tangga yang ada di wilayah Kota Bandung tentang konversi bahan bakar minyak tanah ke gas elpiji.menghimpun semua data anak SD dalam sebuah daftar yang akurat. tidak menggunakan prinsip kerandoman (prinsip teori peluang). Misalnya. Bandung Selatan. kita ambil dua kelurahan dri setiap kecamatan terpilih. Kelompok anak SD itu disebut klaster.Teknik Sampling Nonprobabilitas (Teknik Sampling Nonrandom) 165. kecamatan. yang terdiri dari 10 RW. sehingga kita memiliki 16 kelurahan sebagai wilayah penelitian dengan konsekuensi seluruh ibu rumah tangga di 16 kelurahan itu harus dijadikan responden. 161. dan seterusnya dengan cara yang sama. 163.Akan tetapi jika klasternya besar atau wilayah geografisnya besar. dan Bandung Utara. kelurahan. Maka kelompok siswa SD itu kita buat berdasarkan nama sekolahnya. 160. kelas. kita diperbolehkan untuk menurunkan lagi wilayah penelitian pada wilayah yang lebih kecil. kalaupun mungkin. maka pengambilan sampel tidak cukup hanya satu tahap. Bandung. maka seluruh ibu rumah tangga yang berdomisi di delapan kecamatan terpilih itu adalah sampel penelitian kita. Tetapi jika kita merasa jumlahnya masih terlalu besar.

Teknik ini disebut juga judgemental sampling atau sampel pertimbangan bertujuan. karena rumus uji statistik inferensial tidak dapat diterapkan untuk data yang berasal dari sampel nonrandom. 173. tetapi menggunakan cara-cara kemudahan (convenience). tingkat signifikansi tertentu. Sampel ini digunakan jika dalam upaya memperoleh data tentang fenomena atau masalah yang diteliti memerlukan sumber data yang memilki kualifikasi spesifik atau kriteria khusus berdasarkan penilaian tertentu. 170. Maka sampelnya adalah para kritikus film. siapa saja asal berasal dari strata tersebut. Sampel ini sering disebut sebagai sampel kebetulan yang pengambilannya didasarkan pada pertimbangan kemudahan bagi peneliti (bukan penelitian). . 167. Sampel Kuota (quota sampling). di antaranya adalah: 169. karena saking tidak representatifnya sampel tersebut. Sebagai konsekuensinya. Sampel Purposif (purposeful sampling). 171. Teknik sampling ini secara luas sering digunakan untuk penelitianpenelitian eksploratif atau penelitian deskriptif.1.3. untuk meneliti kualitas cerita Film Ayat-ayat Cinta kita memerlukan reponden yang memiliki kualifikasi komptensi dalam bidang perfilman atau bidang komunikasi. 174. 172. 168. Orang-orang ilmu statistika bahkan menyebutnya sebagai sampel kecelakaan. Sampel Aksidental (accidental sampling). hindari untuk menggunakan sampel ini. misalnya penelitian korelasional. Sebisa mungkin. 175. Dasar penetuan sampelnya adalah tujuan penelitian.2. Caranya. para dosen produksi film. jika kesimpulan penelitian kita ingin memperoleh kemampuan generalisasi yang tepat. Misalnya. Perbedaannya adalah ketika mengambil sampel dari setiap strata tidak menggunakan cara-cara random.Beberapa Masalah dalam Penelitian yang Berkaitan dengan Sampel 177. teknik sampling nonrandom ini tidak dapat digunakan apabila penelitian kita dirancang sebagai sebuah penelitian eksplanatif yang akan menguji hipotesis tertentu. tentukan ukuran sampel dari masing-masing strata lalu teliti siapa sejumlah orang yang sesuai dengan ukuran sampel yang ditentukan tadi. sehingga sampel ini sering kali disebut convenience sampling atau sampel keenakan. Teknik sampling kuota merupakan teknik sampling yang sejenis dengan teknik sampling strata.Ada beberapa jenis sampel nonrandom yang sering digunakan dalam penelitian sosial/penelitian komunikasi. para ahli sinematografi. 176. dan lain-lain.tertentu dari peneliti atau dari penelitian.

ada kemungkinan timbul dua macam penyimpangan. 185.Dalam suatu penelitian. sebaliknya ada juga penelitian yang menghendaki penyimpangan yang kecil. Besarnya penyimpangan yang dapat ditoleransi dalam suatu penelitian. Hal ini dapat terjadi jika responden merasa curiga terhadap maksud dan tujuan penelitian. Apabila sampel itu sudah sama besar dengan populasi. 189. memberikan peluang penyimpangan atau kesalahan pada hasil penelitian. . definisi operasinal variabel.Seandainya tidak ada kesalahan pada pengamatan. lalu kita menggantinya dengan mahasiswa yang lain.• Penyimpangan karena salah tafsir responden. 184. Misalnya karena tidak tepatnya definisi operasional variabel. tidak tertutup kemungkinan untuk terjadi permasalahan atau penyimpangan.• Penyimpangan karena salah tafsir dari petugas pengumpulan data maupun responden. maka perbedaan itu hanya disebabkan oleh pemakaian sampel. Mudah dimengerti bahwa semakin besar sampelnyang diambil. sebab penyimpangan yang besar dapat menimbulkan kesimpulan yang salah. 190. yang dapat menyebabkan jawaban yang diperoleh dari responden menyimpang dari yang sebenarnya. atau mungkin juga responden mempunyai maksud-maksud tertentu secara terselubung. 191. pengolahan data. Penyimpangan karena Pemakaian Sampel (Sampling Error) 183. Misalnya.• Penyimpangan karena responden sengaja salah dalam menjawab pertanyaan. Biasanya disebabkan karena responden sudah lupa akan masalah yang ditanyakan. maka penyimpangan oleh pemakaian sampel pasti akan hilang.• Penyimpangan karena kesalahan perencanaan. tergantung pada sifat penelitian itu sendiri. 182. dan sebagainya. yaitu: 181. dan sebagainya. 186. Penyimpangan Bukan oleh Pemakaian Sampel (Non-Sampling Error) 187.Jenis penyimpangan ini dapat ditimbulkan oleh berbagai hal.Dalam setiap penelitian.• Penyimpangan karena Penggantian Sampel.1. satuan-satuan ukuran. 192. di antaranya adalah: 188. 180.178. semakin kecil pula terjadi penyimpangan. Hal ini berkaitan dengan adanya perbedaan antara sampel yang diteliti dengan sampel yang ditetapkan. Ada penelitian yang dapat mentolerannsikan penyimpangan yang besar.2. 179. kriteria satuan-satuan ukuran. seseorang mahasiswa yang telah ditetapkan sebagai sampel tidak bisa dihubungi pada waktu akan diwawancarai atau diminta untuk mengisi kuesioner.

Metode Penelitian Kuantitatif: Teori dan Aplikasi. 2005. jika kita ingin meneliti pelajar sekolah dasar yang bertempat tinggal di Kota A. sehingga terjadi orang yang sudah terpilih sebagai sampel tidak ditemui di lapangan. 208. Arthur Asa Berger. Jakarta: P. justeru tidak tercatat. 1989. 2000. Jalaluddin Rakhmat. Remaja Rosdakarya.4. kita tidak akan memperoleh daftarnya. 201. . London.1. Research Methods in The Social Sciences. Thousand Oaks.• Penyimpangan karena kesalahan pengolahan data. Metode Penelitian Komunikasi. masalah yang dihadapi dalam Pembuatan Kerangka Sampling.• Cluster of Elements 203. misalnya salah dalam menambahkan.Kerangka sampling yang kita miliki tidak selamanya sama dengan yang kita butuhkan. yang kita temukan hanyalah daftar nama sekolah dasar yang ada di Kota A. Bandung: P.Buku-buku yang dianjurkan untuk dibaca: 207. 211.3. 2006. dan sebagainya. Bridget Somekh and Cathy Lewin. 198. 210. Masri Singarimbun dan Sofian Effendi. 209.Sementara itu.T. Teknik Praktis Riset Komunikasi. 202. Inc. Metode Penelitian Survai. Rachmat Kriyantono.5. 204. 1995.2. di antaranya adalah sebagai berikut: 196. Thousand Oaks. 2005.Ketidaklengkapan kerangka sampling terjadi karena ada unsur populasi (orang) yang seharusnya masuk di dalamnya. Bambang Prasetyo dan Lina Miftahul Jannah.193.• Blank Foreign Elements 197.T. Jakarta: LP3ES. Hal ini disebabkan mungkin karena pendataannya yang tidak akurat atau datanya sudah kadaluarsa. New Delhi: Sage Publications. New Delhi: Sage Publications.Yakni jika data populasi yang diperoleh dari sesuatu sumber tidak sesuai dengan kenyataannya di lapangan. 195. 199. London. 194. 6. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. 206. mengalikan. Media and Communication Research Methods.• Incomplete Frame 200. Inc. 205. Radjagrafindo Persada. Misalnya.

jenis variabel (dilihat dari sifat hubungan antar variabel) dapat dibedakan pada variabel indenpenden dan variabel dependen. Tabel 2 Perhitungan Kriteria Pengambilan Sampel Keterangan Perusahaan automotive and allied product go publik pada Bursa Efek Indonesia hingga akhir tahun 2008. Perusahaan automotive and allied product go publik pada Bursa Efek Indonesia periode tahun 2004 sampai dengan tahun 2008. dan ada yang tidak demikian. Yang dapat dipastikan adalah. e. Laporan keuangan harus mempunyai tahun buku yang berakhir pada periode 31 Desember. Kedua variabel ini diperlukan oleh setiap penelitian kuantitatif. bahwa terdapat variabel yang saling berhubungan. Terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2004 sampai dengan tahun 2008dan berturut-turut memenuhi pelaporan keuangan yang dipublikasikan selama periode tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari adanya pengaruh waktu parsial dalam perhitungan rasio keuangan dan jika periode akuntansinya tidak sama akan mengakibatkan analisa bias dan tidak menunjukkan keadaan yang sebenarnya. Perusahaan memperoleh laba selama periode tahun 2004 sampai 2007. khususnya dalam penelitian ilmu-ilmu sosial. Perusahaan automotive and allied product go publik pada Bursa Efek Indonesia yang tidak memenuhi kriteria pemilihan.1999:31). c. Sebab dalam kenyataan. Namun pengertian ini tentu tidak selalu menggambarkan hakikat yang sebenarnya dari konsep variabel independen dan dependen. di satu pihak ada yang disebut variabel independen dan di pihak lain ada yang disebut variabel dependen. di mana X dinyatakan sebagai yang ‘mempengaruhi atau sebab’ dan Y sebagai yang ‘dipengaruhi atau akibat’.kemampuan generalisasinya rendah (Indriantoro dan Bambang Supomo. Jumlah 15 (4) 11 C. Perusahaan automotive and allied product go publik pada Bursa Efek Indonesia yang dijadikan sampel. b. Kriteria sampel pada penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Harga saham perusahaan diketahui dengan jelas. Istilah variabel independen dan variabel dependen berasal dari logika matematika. Variabel Independen dan Variabel Dependen Secara umum. Adapun sifat hubungan itu ada yang bersifat kausal. hubungan antar variabel tidak selalu merupakan hubungan kausal. . d.

yaitu suatu variabel yang menghubungkan antara variabel independen dengan variabel dependen. untuk. ingin tahu dosis pemakaian dan khasiat suatu obat yang baru diraciknya. Karena itu variabel kontrol dapat menempati posisi-posisi tertentu dalam hubungan antar variabel.Selain itu ada beberapa catatan yang perlu dipahami dalam mempelajari dua variabel. karena variabel tersebut berfungsi untuk mengontrol variabel independen dan atau variabel dependen. Disebut variabel kontrol. maka ia akan berubah posisi menjadi variabel antara (intervening variabel). Karena itu dapat pula dikatakan. khususnya dalam eksperimen. variabel-variabel itu disebut variabel kontrol. Dalam suatu hubungan antar kedua variabel itu. sebab jika suatu variabel masih dicaritahu hal-ihwal pembentuknya. bahwa variabel independen adalah variabel yangmeramalkan. ada yang ditempatkan sebelum variabel independen dan ada yang berada di antara variabel independen-dependen. sedangkan variabel dependen adalah variabel yangdi ramal k an. selain variabel independen dan dependen masih ada lagi sejumlah variabel lainnya yang menempati posisi tertentu dalam hubungan antar variabel. Ini dapat dinyatakan sebagai suatu kepastian. independen dan dependen. Bila seorang ahli farmakologi. bahwa variabel dependen akan diketahui tingkat perubahannya bila variabel terlebih dahulu dipersiapkan. maka ia harus terlebih dahulu menakar obat yang akan diberikannya kepada ‘kelinci’ percobaannya. Dalam penelitian yang menggunakan tiga variabel atau lebih (multivariat). Secara umum. Di sini dianut keyakinan. dan atau b) menjembatani hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. Tujuan dari pemunculan variabel kontrol yang paling penting adalah. misalnya. a) menetralisir pengaruh variabelvariabel luar yang tidak perlu. . keberadaan variabel independen adalah sesuatu yang harus diterima. tanpa mempersoalkan ‘mengapa’ variabel independen itu demikian. • Variabel independen. dapat dimanipulasi oleh peneliti.

Variabel kontrol yang ditempatkan sebelum variabel independen adalah variabel penekan (suppressor variable) atau variabel pengganggu (distorter variable). misalnya. Berikut adalah gambaran penyebaran data tanpa dan dengan menggunakan variabel penekan/pengganngu. Contoh penyebaran data tanpa variabel penekan/pengganggu. diasumiskan akan berbeda antara suami dengan isteri. Penelitian mengenai hubungan antara “lama waktu senggang (di rumah) dengan lama menonton televisi”. • Variabel Penekan atau pengganggu. sedangkan variabel kontrol yang berada di antara variabel independen-dependen adalah variabel antara (intervening variable). Karena itu. No Lama waktu senggang Dalam Jam/minggu Rata-rata lama menonton TV Dalam menit/minggu 1 >61 600 2 51-60 534 3 41-50 340 4 31-40 287 5 <30 210 . Ketika peneliti mengasumsikan bahwa selain variabel X dan Y masih ada faktor lain yang sangat menentukan untuk mengetahui hubungan antarvaribel yang sebenarnya. Tujuan penyertaan variabel penekan ini adalah untuk mengeleminir kemungkinan kesalahan dalam pengambilan kesimpulan. variabel ‘jenis kelamin’ dapat dijadikan sebagai variabe l penekan/pengganggu. maka di sini perlu menyertakan faktor itu sebagai variabel penekan atau pengganggu dalam pengujian.

Contoh penyebaran data dengan variabel Jenis Kelamin sebagai penekan/pengganngu. No Lama waktu senggang Dalam jam/minggu Rata-rata lama menonton tv Dalam menit/minggu Laki-laki Peremp. . 1 >61 450 150 2 51-60 412 122 3 41-50 223 117 4 31-40 175 112 5 <30 109 101 Ada beberapa informasi baru yang dapat diperoleh dari hubungan variabel yang dimasuki oleh variabel kontrol pada contoh kedua ini. yaitu menunjukkan relasi. Bahwa hubungan antarvariabel tetap sama.

hubungan yang menunjukkan perubahan pada kedua variabel dengan arah yang berbeda. Berdasarkan penjelasan terakhir. Pola linear dan posisitf.Lama waktu senggang berhubungan secara signifikan dengan lama menonton tv bagi laki-laki. hubungan yang menunjukkan perubahan pada kedua variabel dengan arah semakin membesar dan tetapi intensitas perubahan tidak bersifat konstan. C. Pada dasarnya ide pemunculan variabel antara berawal dari asumsi bahwa variabel independen memiliki hubungan kausal dengan variabel dependen. Zetterberg mengungkap beberapa pola hubungan antar variabel. • Variabel Antara. 2. dan 3) diasumsikan ada variabel lain yang dapat digunakan untuk menghubungkan kedua variabel itu. Zamari mencatat sejumlah pola hubungan variabel independen-dependen dalam penelitian sosial. Rank lama penontonan tv sangat berbeda antara laki-laki dengan perempuan. 1. Karena itu variabel ini diperlukan bilamana. yaitu hubungan yang mengandung konotasi . yaitu. 1. Hubungan yang paling dasar adalah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen (X dengan Y). yang satu bertambah yang lain berkurang. yaitu antara 109-450 (=341) dengan 101-150 (=49). Hubungan antar Variabel Pada hakikatnya inti dari setiap kegiatan penelitian ilmiah adalah mencari hubungan antar variabel. Sedikit berbeda dari pendekatan di atas. dikatakan hubungan posisitf power apabila perubahan kedua variabel ke arah yang lebih besar dengan intensitas yang semakin lama semakin kuat atau besar. Pola posisitf power. 4. 5. hubungan yang menunjukkan perubahan pada kedua variabel dengan arah yang berbeda. Pola linear dan negatif. 6. 3. yang satu bertambah dan yang lain berkurang atau sebaliknya. 1) secara logika tidak mungkin kedua variabel berhubungan secara langsung. bahkan bila sampai titik tertentu bisa berubah ke arah berlawanan. suatu hubungan bersifat negatif power apabila perubahan kedua variabel ke arah yang berlawanan dan intensitas perubahan tidak konstan. dan sedikit sekali hubungannya bagi perempuan. Pola kurva linear dan negatif. namun tidak bersifat konstan dan bahkan bila sampai pada titik tertentu perubahan kedua variabel menuju arah yang sama. hubungan yang menunjukkan perubahan pada kedua variabel dengan arah semakin membesar dan intensitas perubahan bersifat konstan. Pola negatif power. hubungan determinasi. 2) tidak ada teori yang mendukung adanya hubungan antar keduanya. Pola kurva linear dan positif. Dr.

· Hubungan antra disposisi dan respons. Dari sudut pandang yang lain masih ada jenis hubungan antar variabel yang perlu dikteahui. hubungan kebersamaan. 6. 4. 1. terdiri dari: · Hubungan antara stimulus dan respons. yaitu hubungan yang menunjukkan perlunya beberapa alternatif untuk terjadinya sesuatu yang lain. · Hubungan antara ciri individu dan disposisi atau tingkah laku. 2. · Hubungan yang imanen. hubungan keharusan. yaitu hubungan yang menunjukkan bahwa sesuatu akan terjadi apa ada sesuatu yang mendahului dan ditambah dengan adanya kejadian lain. sehingga dua kejadian bisa terjadi dalam waktu yang sama. yaitu hubungan yang menunjukkan bahwa sesuatu pasti terjadi setelah sesuatu yang lain terjadi. dan asimetris. Hubungan timbal-balik (korelasi) . yaitu simetris. · Hubungan yang kebetulan semata-mata. terdiri dari: · Kedua variabel merupakan indikator untuk konsep yang sama. Hubungan Simetrik. · Hubungan antara tujuan dan cara. hubungan kecukupan. 3. 3. Hubungan Asimetrik. hubungan tambahan. 2.bahwa sesuatu akan selalu terjadi apabila ada sesuatu yang lain. hubungan kesetaraan. Dua dari tiga jenis hubungan ini masih dapat dibedakan pada beberapa kategori. 5. 7. yaitu hubungan yang apabila sesuatu konsep variabel mengandung keumungkinan setara atau tidak setara antara satu sama lain. timbal-balik (reciprocal). yaitu hubungan yang tidak menunjukkan dimensi waktu. · Kedua variabel merupakan akibat dari faktor yang sama. yaitu hubungan yang menunjukkan bahwa untuk terjadinya sesuatu perlu adanya sesuatu yang lain muncul terlebih dahulu. hubungan gabungan. yaitu hubungan yang menunjukkan bahwa jika sesuatu terjadi maka sesuatu yang lain akan mengikuti. hubungan berurutan. · Kedua variabel berkaitan secara fungsional. 8.

Pengukuran variabel merupakan tahap awal dari kegiatan pengukuran dalam penelitian. namun untuk mensinkronkan dengan kebutuhan pengujian secara statistik. Penjelasan mengenai ketiga jenis variabel ini akan dikemukakan pada pembahasan tentang Uji Statistik Inferensial. Kerlinger mengungkapkan. Secara garis besar. regresi dan variasi. D. Ada dua cara pembuatan definisi operasional.dapat diberikan dengan menyatakan secara rinci bagaimana subyek-subyek diberi penguat (imbalan) dan tidak diberi penguat (tidak diberi imbalan) karena melaksanakan tingkah laku tertentu. seperti konsep inteligensi. seperti konsep ‘jenis kelamin’. Pengukuran variabel itu ada yang mudah. sedangkan contoh definisi eksperimental untuk konsep ‘penguatan’ (reinforcement). dimensi atau taraf dari sesuatu obyek/gejala yang diukur. karena pengukuran itu merupakan jembatan untuk sampai pada observasi. pola-pola hubungan itu perlu disederhanakan. dan “apa alat ukurnya”. Posedur pengukuran variabel dimulai dari pembuatan definisi operasional konsep variabel. Atau dengan ungkapan lain. Tujuan pengukuran variabel ini baru pada tahap menjawab pertanyaan “bagaimana cara untuk mengukur variabel tersebut”? Selanjutnya muncul pertanyaan lanjutan. korelasi. Suatu contoh definisi operasional yang sederhana (kasar) dari konsep ‘inteligensi’ adalah skor yan dicapai pada tes intelegensi X. terukur dan eksprimental. karena itu setiap kegiatan pengukuran berkaitan dengan jumlah.Seperti yang sudah dikemukakan. Definisi operasional terukur memaparkan cara pengukuran suatu variabel. . dan ada yang sulit. hubungan antara variabel X dan Y cukup banyak ragamnya.kegiatan atau tindakan-tindakan yang perlu untuk mengukur suatu konsep variabel itu. Penelitian selalu mengharuskan pengukuran variabel dalam relasi yang dipelajarinya. sedangkan definisi operasional eksperimental menyebutkan rincianrincian hal yang dilakukan peneliti dalam memanipulasi sesuatu variabel. jenis-jenis hubungan dimaksud ada tiga kategori. Mengukur adalah sebuah proses kuantifikasi. “apa yang diukur” atau “bagaimana cara merubah konsep. Hasil dari pengukuran itu biasanya dilambangkan dalam bentuk bilangan. Contoh di atas adalah definisi oprerasional terukur. definisi operasional merupakan spesifikasi kegiatan peneliti dalam mengukur suatu variabel atau memanipulasaikannya. Pengukuran Variabel Pengukuran merupakan keniscayaan dalam penelitian ilmiah. bahwa definisi operasional itu melekatkan arti pada suatu konsep variabel dengan cara menetapkan kegiatan.

yaitu : 1. pengalaman belajar sekolah dan dirumah.Adalah konsep yang bervariasi atau konsep yang memiliki nilai ganda atau suatu factor yang jika diukur akan menghasilkan nilai yang bervariasi. MACAM-MACAM VARIABEL 1. Variabel Anteseden Variabel ini mempunyai persamaan dengan variable antar yaitu mempunyai hasil yang lebih mendalam dari penelusuran. variable Bebas atau variable Stimulus. Variabel juga dapat didefinisikan sebagai atribut seseorang yang atau objek yang mempunyai variasi antara satu orang dengan yang lain atau suatu objek dengan objek yang lain. Adalah variable yang mempengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variable bebas. Non Dikotomus (non kategori) 2. Berdasarkan dari hasil pengukuran terdapat 4 tingkat variable. dan Var. 2. Variabel Prediktor atau Antiseden. Variabel Moderator Adalah variable yang mempengaruhi (bisa memperkuat atau memperlemah) hubungan antara variable bebas dan variable terikat. rencana pendidikan lanjutan. seperti keterangan tentang keluarga. oleh karena itu maka angka dalam data interval dapat dioperasikan dengan operasi hitung. Variabel Nominal dapat di kategorikan : Var. Variabel Terikat atau Dependent atau variable Output atau Kriteria atau Konsekuen. Variabel Interval : Untuk data interval angka yang digunakan adalah nilai yang dapat di dentikkan dengan bilangan riil. pergaulan social. Dengan mengisi angket ini siswa memberikan keterangan tentang sejumlah hal yang relevan bagi keperluan bimbingan. Pada variable ini menunjukkan urutan atau bertingkat. kesehatan jasmani. hobi dan mungkin . jadi variable bebas mempengaruhi variable terikat melalui variable antara 6. 4. Adalah variable yang menyebabkan timbulnya variable terikat. Variabel Ordinal : Yaitu variable yang tersusun menurut jenjang dalam atribut tertentu . Variabel Nominal : Yaitu variable yang hanya mampu membedakan ciri atau sifat antara unit yang satu dengan yang lainnya. riwayat pendidikan. 3. Nominal Dikotomus. Variabel Rasio : tertulis juga. 3. 5. ada gradasi atau peringkat. 4. Variabel Intervening / Antara Adalah variable yang dipengaruhi leh variable bebas kemudian mempengaruhi variable variable terikat. dalam variable ini tidak mengenal jenjang atau bertingkat. kegiatan diluar sekolah. Variabel Kontrol Adalah variable yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga pengaruh variable bebas terhadap variable terikat tidak dipengaruhi oleh factor luar yang tidak diteliti.

Kelemahan Siswa tidak dapat memberikan keterangan lebih lanjut karena jawaban terbatas pada halhal yang ditanyakan. Interview dapat menjadikan sumber kesalahan.kesukaran yang mungkin dihadapi. Mereka dapat mencatat informasi karena . tidak hanya merngenai item-item yang factual seperti yang biasa tercakup pada kuesioner pengumpul data-siswa. Wawancara Informasi Wawancara informasi merupakan salah satu metode pengumpulan data untuk memperoleh data dan informasi dari siswa secara lisan. namun juga mengenai sikap. Rumusan pertanyaan dapat disesuaikan dengan daya tangkap siswa. Dapat ditanyakan hal-hal yang bersifat sensitive. Kelemahan : Memakan banyak waktu bagi petugas bimbingan. pengalaman seksual. Keunggulan : Dalam waktu singkat diperoleh banyak keterangan. siswa dapat menjawab sesuai dengan keadaannya tanpa dipengaruhi oleh orang lain. reaksi mereka. pembuatan catatan memberikan kesan kepada siswa bahwa dia sedang berhadapan dengan petugas kepolisian. dan perasaan. Petugas bimbingan mendengarkan terlalu selektif atau bertanya-tanya dengan cara yang sugestif. seperti suasana keluarga. dsb. Siswa berprasangka terhadap petugas bimbingan dan memberikan informasi yang tidak sesuai dengan kenyataan. dan pengalaman mereka. meminta penjelasan dan jawaban dari pertanyaan yang diberikan dan membuat catatan mengenai hal-hal yang diungkapkan kepadanya. penggunaan bahan narkotika. pikiran. ambisi dan hal afektif lain yang menyusun studi kasus ini. Siswa dapat menjawab tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya jika dia menghendaki demikian. harapan. Interview mungkin mengubah informasi mengenai interview mereka sendiri. Selama proses wawancara petugas bimbingan mengajukan pertanyaan. C. yang memungkinkan siswa selain memberikan data factual seperti yang ditulis dalan angket. Proses wawancara dilakukan dengan cara tatap muka secara langsung dengan siswa. Fact-Finding interview dapat digunakan karena data sebelumnya tidak jelas atau karena perasaan yang mendasari perlu ditemukan dan dipahami. Jawaban hanya mengungkap keadaan siswa pada saat angket diisi. Interview penting untuk memperoleh informasi. corak pergaulan dengan saudara kandung dan teman sebaya. juga mengungkapkan sikap. Keunggulan : Diperoleh informasi dalam suasana komunikasi secara langsung. Pengisiannya dapat dilakukan dikelas.

Otobiografi Otobiografi merupakan karangan yang dibuat oleh siswa mengenai riwayat hidupnya sampai pada saat sekarang.“pendengaran yang selektif”. E. sikap atau ide tentang situasi mereka sendiri. tidak memberikan jawaban yang pasti. dilihat dari sudut pandang sendiri (internal frame of reference). Sosiometri Sosiometri merupakan suatu metode untuk memperoleh data tentang jaringan social dalam suatu kelompok. Siswa cenderung memilih bukan atas dasar pertimbangan dengan siapa dia akan paling berhasil dalam melakukan kegiatan (sosiogroup) melainkan atas dasar simpati dan antipati (psychogrou . karena siswa cenderung melebihkan-lebihkan kebaikan atau kelemahan sendiri dan menilai peranan orang lain secara berat sebelah. Memerlukan waktu yang lama. Menolong Konselor memahami kehidupan batin siswa dan membantu siswa menyadari garis besar riwayat perkembangannya sampai sekarang. dimana informasi ini tidak dapat diperoleh dari sumber yang lain. Berunsur subjektifitas sehingga siswa menggambarkan duniaini. yang berukuran kecil antara 10-50 orang. Mungkin mereka hanya gagal mendengarkan pernyataan interviewee yang bertentangan dengan opini. Seluruh teori sosiometri atau postulatnya belum dites dan dikembangkan sampai pada tingkat yang tak tersangkal kebenarannya. Kelemahan : Perlu diketahui bahwa tes sosiometri. Keunggulan : Mungkin kelebihan terbesar teknik sosiometri adalah teknik ini memberikan informasi obyektif mengenai fungsi-fungsi individu dalam kelompoknya. Riwayat hidup itu dapat mencakup keseluruhan hidupnya dimasa lamoau atau hanya beberapa aspek kehidupannya saja. Keunggulan : Disamping menceritakan kejadian-kejadian dimasa lalu terungkap pula pikiran dan perasaan subjektif tentang kejadian tersebut. Kelemahan : Unsur sujektifitas juga menimbulkan kesulitan bagi interpretasi. D.reaksi. data diambil berdasarkan preferensi pribadi antara anggota kelompok. Tes ini hanya bisa memberikan indikasi struktur social atau petunjuk bagi peneliti tentang individu pada periode tertentu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->