h Wakhinuddin S Tes adalah alat untuk memperoleh data tentang perilaku individu ( Allen dan Yen, 1979: 1).

Karena itu, didlam tes terdapat sekumpulan pertanyaan yang harus dijawab atau tugas yang harus dikerjakan, yang akan memberikan informasi mengenai aspek psikologis tertentu ( sampel perilaku ) berdasarkan jawaban yang diberikan individu yang dikenaites tersebut ( anastari, 1982:22 ). Pada buku psychological Testing, Anastari, ( 1982:22 ) menyatakan tes merupakan pengukuran yang obyektif dan standard. Cronbach menanbahkan bahwa tes adalah prosedur yang sitematis guna mengopservasi dan member deskripsi sejumblah atau lebih cirri seseorang dengan bantuan skala numerik atau suatu system kategoris. Dengan demikian cepat dinyatakan bahwa tes adalah prosedur yang sistematis. Ini berarti butir tes disusun berdasarkan cara dan aturan tertentu, pemberian skor harus jelas dan dilakukukan secara yrtperinci, serta individu yang menempuh tes tersebut harus mendapat butir tes yang sama dan dalam kondisi yang sebanding. Selain itu tes berisi sampelm perilaku, yang berarti kelayakan tes tergantung pada sejauh mana butir tes siswa adalah tes pelajaran matematika yang pada umumnya disusun oeh guru sendiri. Peranan tes prestasi belajar paling signifikan adalh padaa program pengajaran di sekolah. Jadi tes prestasi menjadi bagian integral PBM dan berpengaruh langsung rehadap perkembangan belajar siswa. Dalam hal ini, baik tes prestasi belajar buatan guru maupun standar, keduanya mengukur prestasi siswa di kelas. Tetapi tes buatan guru paling dominan dan banyak digunakan ( Gronlund, 1968:1 ) . Selanjutnya, Gronlund ( 1968: 4-11 ) merumusakan beberapa prinsip sasar pengukuran prinsip pelajaran, yaitu tes harus mengukur hasil belajar yang sesuai deengantujuan instruksional, merupakan sampel yang respresentataif dari materi pelajaran, berisi butuir tes dengan tipe yang paling tepat, dirancang sesuai tujuan, mempunyai reliabilitas dan validitas yang baik sehingga hasilnya ditafsirkan dengan tepat guna meningkatkan hasil belajar siswa. • Salah satu alat penilaian kemapuan mengajar guru di sekolah adalah kemampuan guru untuk melaksanakan evaluasi belajar siswa dalam PBM yang dilaksanakan. Pada umumnya, evaluasi yang dilaksanakan berupa evaluasi formatif, sumatif, dan remedial/her ( perbaikan). Evaluasi formatif digunakan oleh guru dan siswa. Untuk guru, formatif merupakan umpan balik untuk mengetahui penguasan siswa akan pelajaran yang diberikan (indikator) menilai keberhasilan metode mengajar, meramalkan nilai penilaian sumatif. Untuk siswa, membantu merencanakan urutan belajar dan perbaikan kelemahan penguasan pelajaran. Evaluasi ini menitikberatkan pad pengukura ketercapaian indikator yang telah ditentukan, dan system yang digunakan adalah Criterion Referencedtest (CRT) atau penilaian Acuan Patokan (PAP) (Woolfolk dan nicolich, 1984:566). Evaliasi sumatif digunakan untuk menentukan nilai siswa, keterangan tentang keterampilan dan kecakapan, keberhasilan belajar siswa, titik tolak peljaran berikutnya, indicator prestasi siswa dalam kelompoknya. Evaluasi ini menitik beratkan pada status individu siswa alm kelompok. Pada umumnya, sitem penilaian adalah norm referenced Test (NRT) atau Penilaian Acuan Norma (PAN) (Woolfolk dan Nicolich, 1984:570). Sedangkan her (perbaikan) digunakan memperbaiki skor siswa yang diperoleh dalm tes sumatif. Dengan mempertimbangakan prinsip dasar tes prestasi dan fungsinya dalm evaluasi belajar siswa di sekolah maka jelas bahwa tes buatan guru yang digunkan (formatif, sumatif, dan her) penting peranananya menentukan prestasi siswa, keberhasialn PBM yang dikelola guru, program

pengajran di sekolah dan selakigus menentukan mutu pendidikan. Karena itu, dalam membuat dan mengembangka tes, guru harus menyusunnya dengan baik. Dengan demikian mempertimbangkan hal itu maka guru harus mengetahui kriteia tes yang baik, pedoman pengembanhan tes, dan teknik pemberian skor.

PENGERTIAN TES, JENIS-JENIS TES,
16 Dec

DAN KRITERIA SUATU INSTRUMEN TES YANG BAIK

Penilaian pendidikan bukanlah semata-mata penilaian hasil belajar, tetapi mencangkup aspek yang lebih luas yaitu input/komponen, proses, produk dan program pendidikan. Untuk dapat menilai aspek-aspek tersebut dengan komponen-komponen yang menyertainya, maka instrumeninstrumen penilaian pendidikan yang digunakan harus terkait dengan aspek yang dinilai dan tujuan pada masing-masing aspek tersebut. Secara garis besar instrumen evaluasi dapat diklasifikasikan atas dua bagian yaitu tes dan non tes. Perbedaan yang prinsip antara tes dan non tes, terletak pada jawaban yang diberikan. Dalam suatu tes hanya ada kemungkinan benar atau salah, sedangkan untuk non tes tidak ada jawaban benar atau salah, semuanya tergantung kepada keadaan seseorang. Selanjutnya akan diuraikan lebih rinci mengenai tes sebagai sebagai alat evaluasi hasil belajar.

A. Pengertian Tes Tes merupakan alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dalam suasana, dengan cara dan aturan-aturan yang sudah ditentukan. Tes hasil belajar adalah sekelompok pertanyaan atau tugas-tugas yang harus dijawab atau diselesaikan oleh siswa dengan tujuan untuk mengukur kemajuan belajar siswa.

B. Jenis-Jenis Tes 1. a. Dari segi bentuk pelaksanaannya Tes Tertulis ( paper and pencil test)

Tes tertulis dalam pelaksanaannya lebih menekankan pada penggunaan kertas dan pencil sebagai instrumen utamanya, sehingga tes mengerjakan soal atau jawaban ujian pada kertas ujian secara tertulis, baik dengan tulisan tangan maupun menggunakan komputer. b. Tes Lisan ( oral test)

Tes lisan dilakukan dengan pembicaraan atau wawancara tatap muka antara guru dan murid. c. Tes Perbuatan (performance test)

Tes perbuatan mengacu pada proses penampilan seseorang dalam melakukan sesuatu unit kerja. Tes perbuatan mengutamakan pelaksanaan perbuatan peserta didik. 2. a. Dari segi bentuk soal dan kemungkinan jawabannya Tes Essay (uraian)

Tes Essay adalah tes yang disusun dalam bentuk pertanyaan terstruktur dan siswa menyusun, mengorganisasikan sendiri jawaban tiap pertanyaan itu dengan bahasa sendiri. Tes essay ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan dalam menjelaskan atau mengungkapkan suatu pendapat dalam bahasa sendiri. b. Tes Objektif

Tes objektif adalah tes yang disusun sedemikian rupa dan telah disediakan alternatif jawabannya. Tes ini terdiri dariberbagai macam bentuk, antara lain ; Tes Betul-Salah (TrueFalse) Tes Pilihan Ganda (Multiple Choice) Tes Menjodohkan (Matching) Tes Analisa Hubungan (Relationship Analysis) 3. a. Dari segi fungsi tes di sekolah Tes Formatif

Tes Formatif, yaitu tes yang diberikan untuk memonitor kemajuan belajar selama proses pembelajaran berlangsung. Tes ini diberikankan dalam tiap satuan unit pembelajaran. Manfaat tes formatif bagi peserta didik adalah : Untuk mengetahui apakah peserta didik sudah menguasai materi dalam tiap unit pembelajaran. Merupakan penguatan bagi peserta didik.

Merupakan usaha perbaikan bagi siswa, karena dengan tes formatif peserta didik mengetahui kelemahan-kelemahan yang dimilikinya. Peserta didik dapat mengetahui bagian dari bahan yang mana yang belum dikuasainya. b. Tes Summatif

Tes sumatif diberikan dengan maksud untuk mengetahui penguasaan atau pencapaian peserta didik dalam bidang tertentu. Tes sumatif dilaksanakan pada tengah atau akhir semester. c. Tes Penempatan

Tes penempatan adalah tes yang diberikan dalam rangka menentukan jurusan yang akan dimasuki peserta didik atau kelompok mana yang paling baik ditempati atau dimasuki peserta didik dalam belajar. d. Tes Diagnostik

Tes diagnostik adalah tes yang digunakan untuk mendiagosis penyebab kesulitan yang dihadapi seseorang baik dari segi intelektual, emosi, fisik dan lain-lain yang mengganggu kegiatan belajarnya.

C.

Ciri-ciri Tes Yang Baik

Sebuah tes dikatakan baik jika memenuhi persyaratan: 1. Bersifat valid atau memiliki validitas yang cukup tinggi. Suatu tes dikatakan valid bila tes itu isinya dapat mengukur apa yang seharusnya di ukur, artinya alat ukur yang digunakan tepat 2. Bersifat reliable, atau memiliki reliabelitas yang baik. Reliabelitas sering diartikan dengan keterandalan. Suatu tes dikatakan relliabel jika tes itu diberikan berulang-ulang memberikan hasil yang sama. 3. Bersifat praktis atau memiliki kepraktisan. Tes memiliki sifat kepraktisan artinya praktis dari segi perencanaan, pelaksanaan tes dan memiliki nilai ekonomi tetapi harus tetap mempertimbangkan kerahasiaan tes. Namun syarat minimum yang harus dimiliki oleh sebuah tes yang baik adalah valid dan reliable.

D. Langkah-langkah Pengembangan Tes Ada enam tahap dalam merencanakan dan menyusun tes agar diperoleh tes yang baik,yaitu:

1)

Pengembangan spesifikasi tes

Spesifikasi tes adalah suatu ukuran yang menunjukkan keseluruhan kualitas tes dan ciri-ciri yang harus dimiliki oleh tes yang akan dikembangkan. Hal yang perlu diperhatikan adalah : a) Menentukan tujuan, tujuan pembelajaran yang baik hendaklah berorientasi kepada peserta didik, bersifat menguraikan hasil belajar, harus jelas dan dapat dimengerti, mengandung kata kerja yang jelas (kata kerja operasional), serta dapat diamati dan dapat di ukur. b) Menyusun kisi-kisi soal, penyusunan kisi-kisi soal bertujuan untuk merumuskan setepat mungkin ruang lingkup, tekanan dan bagian-bagian tes sehingga perumusan tersebut dapat menjadi petunjuk yang efektif bagi penyusun tes. c) Memilih tipe soal, dalam memilih tipe soal perlu diperhatikan kesesuaian antara tipe soal dengan materi, tujuan evaluasi, skoring, pengelolaan hasil evaluasi, penyelenggaraan tes, serta ketersediaan dana dan kepraktisan. d) Merencanakan tingkat kesukaran soal, untuk soal objektif dapat diketahui melalui uji coba atau dapat juga diperkirakan berdasarkan berat ringannya beban penyeleaian soal tersebut e) f) 2) Merencanakan banyak soal Merencanakan jadwal penerbitan soal Penulisan soal

3) Penelaahan soal, yaitu menguji validitas soal yang bertujuan untuk mencermati apakah butir-butir soal yang disusun sudah tepat untuk mengukur tujuan pembelajaran yang sudah dirumuskan, ditinjau dari segi isi/materi, kriteria dan psikologis. 4) Pengujian butir-butir soal secara empiris, kegiatan ini sangat penting jika soal yang dibuat akan dibakukan. 5) 6) Penganalisisan hasil uji coba. Pengadministrasian soal

E. Menganalisis Tes Menganalisis instrument (alat evaluasi) bertujuan untuk mengetahui apakah alat ukur yang digunakan atau yang akan digunakan sudah memenuhi syarat-syarat sebagai alat ukur yang baik, tepat mengukur sesuatu sesuai tujuan yang telah dirumuskan. Sebuah instrument dikatakan baik jika memenuhi syarat validitas, reliabelitas dan bersifat praktis.

atau tes itu mempunyai daya prediksi yang cukup kuat. Jika terdapat korelasi yang positif antara kedua tes tersbut. Misalnya. Aspek konstruksi 2). . Validitas ramalan (predictive validity) Suatu tes dikatakan memiliki validitas ramalan. Valid disebut juga sahih. Aspek bahasa 3. Penelaahan butir soal secara umum ditinjau dari tiga aspek yaitu: 1. apabila tes tersebut mempunyai kesesuaian dengan hasil pengukuran lain yang dilaksanakan saat itu.1. Penganalisisan validitas ini dapat dilakukan dengan jalan melakukan pencocokan antara aspek berpikir yang dikehendaki diungkapkan oleh tujuan pembelajaran.Construct validity (validitas konstruk) Validitas konstruk artinya butir-butir soal dalam tes tersebut membangun setiap aspek berpikir seperti yang tercantum dalam tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Aspek materi 2. Validitas isi (content validity) Validitas isi sering juga disebut validitas logis atau validitas rasional. Validitas isi dapat dianalisis dengan bantuan kisi-kisi tes dan pedoman penelaahan butir soal. 3) Validitas bandingan (concurent validity) Suatu tes dikatakan memiliki validitas concurrent. apabila hasil pengukuran yang dilakukan dengan tes itu dapat digunakan untuk meramalkan. berarti soal tes yang dibuat mempunyai validitas concurrent. Untuk mengetahui apakah suatu tes hasil belajar dapat dinyatakan sebagai tes yang memiliki validitas ramalan dapat dilakukan dengan mengkorelasikan tes hasil belajar yang sedang diuji dengan kriterium yang ada. terandalkan atau tepat. Tes hasil belajar yang valid. 4). yaitu melalui penelaahan butir-butir soal. harus dapat menggambarkan hasil belajar yang di ukur Macam-macam validitas 1). 1. Validitas Tes Suatu tes dikatakan valid jika tes itu dapat mengukur apa yang seharusnya diukur. membandingkan hasil tes dari soal yang sedang dicari validitasnya dengan hasil tes dari soal standar.

.  Cara menentukan validitas instrumen Validitas instrument dapat diketahui dengan mencari korelasi hasil instrument dengan dengan kriterium atau melakukan analisis butir. tidak dipilah-pilah sebagai jenis validitas.Meski terdapat beberapa jenis validitas. sebagai berikut : v Rumus Angka Kasar Keterangan : = Koefisien korelasi antara instrument X dan instrument Y v Rumus untuk skor deviasi Kriteria. Apabila data yang digunakan adalah data interval maka dapat digunakan rumus Product Moment Korelasi. 2005:75).kriteria hasil validitas : Antara sangat tinggi Antara tinggi Antara cukup Antara rendah Antara sangat rendah (Yusuf. dalam periode terakhir validitas dianggap sebagai suatu konsep utuh.

2. Cara menentukan validitas tiap butir soal Tinggi rendahnya validitas soal secara keseluruhan berhubungan dengan validitas tiap butir soal. Jumlahkan skor total untuk tiap individu.seorang penilai hanya melakukan ujian satu kali terhadap sejumlah peserta. Konstruksi item yang tidak tepat. sedangkan yang salah diberi angka nol. e. konsisten. 2. c. Koefisien reliabilitas akan menunjukkan internal konsistensi dari pada butir soal . sehingga tidak ada pengaruh dari instrumen yang terdahulu. 1) Dalam pelaksanaanya. d. Reliabilitas Suatu alat ukur dikatakan reliabel. Gunakan rumus product moment correlation atau korelasi biserial. Skor suatu instrument dengan baik dan teliti Untuk individu yang benar diberi angka 1. sehingga tidak dapat mempunyai daya pembeda yang kuat. b. Jumlah butir soal yang diberikan harus genap sehingga dapat dibagi dua dan tiap kelompok mempunyai jumlah butir yang sama. Validitas butir soal dapat dicari dalam hubungannya dengan skor total tiap individu yang ikut serta dalam evaluasi.  Faktor-faktor yang mempengaruhi reliabilitas a. apabila alat ukur itu dicobakan kepada objek yang sama secara berulang-ulang maka hasilnya akan tetap sama. Teknik pengujian reliabilitas tes hasil belajar Bentuk objektif Metode Belah dua a. f. 3.  Panjang/pendeknya suatu instrumen Evaluasi yang surjektif akan menurunkan reliabilitas Ketidaktepatan waktu yang diberikan Kemampuan yang ada dalam kelompok Luas/tidaknya sampel yang diambil. Langkah-langkah yang ditempuh sebagai berikut : 1. stabil atau relatif sama.

Rumus yang digunakan untuk menentukan metode ulangan ini adalah Product Moment Correlation. Tidak akan menunjukkan ekivalensi dalam kesukaran butir dan isi. dengan memiliki tingkat kesukaran yang sama. Kedua bentuk instrumen yang diberikan mengukura hal yang sama. Cara membelah dua instrumen tersebut dapat dilakukan dengan cara nomor genap dan ganjil. yaitu : Dimana: : Koefisien reliabilitas tes n : banyaknya butir item yang dikeluarkan dalam tes : Jumlah variansi skor dari tiap-tiap butir item . Bentuk essay Rumus yang digunakan untuk mengukur reliabilitas tes berbentuk uraian dinamakan rumus Alpha. tetapi koefisien yang dihasilkan hanya menggambarkan ekivalensi antara kedua instrumen. b. sebagai berikut : Keterangan : : koefisien reliabilitas r : korelasi antara bagian instrumen 2) Metode Ulangan Pelaksanaannya dilakukan dua kali kepada sejumlah subjek yang sama. sedangkan untuk mencari reliabilitas keseluruhan instrumen dapat digunakan rumus Spearman Brown. Rumus yang dapat digunakan untuk menentukan reliabilitas instrumen dalam bentuk paralel ini adalah product moment correlation dan Rank order correlation. Reliabilitas metode ulangan ini untuk melihat bagaimana stabilnya skor setiap individu apabila dilakukan pengujian dalam waktu yang berbeda. tetapi dalam bentuk pertanyaan yang berbeda. dalam waktu yang berbeda. dengan kondisi dan perlengkapan yang sama/ hampir bersamaan. pengetahuan dan keterangpilan yang sama dengan sistematika yang tidak berbeda antara kedua bentuk instrumen tersebut. 3) Metode Bentuk Paralel Bentuk ini dapat digunakan untuk memperkirakan reliabilitas dari semua tipe.dalam keseluruhan instrumen. awal dan akhir. Untuk menentukan reliabilitas kedua bagian instrumen tersebut dapat digunakan Product Moment Coorelation.

20 < r11 £ 0.80 0. maka dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Daya pembeda Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai dengan siswa yang bodoh.40 0.00 < r11 £ 0.:Variansitotal Interpretasi terhadap koefisien reliabilitas tes pada umumnya digunakan patokan sebagai berikut: 0.00 0.20 reliabilitas sangat tinggi reliabilitas tinggi reliabilitas sedang reliabilitas rendah reliabilitas sangat rendah Nilai r yang diperoleh dibandingkan dengan rtabel. Untuk menentukan daya pembeda soal dapat dilakukan seperti yang dikemukakan oleh Prawironegoro (1985:11): Terlebih dahulu dicari degress of freedom (df) dengan rumus: df = (nt – 1) + (nr – 1) dimana: nt = nr = 27% x N kemudian digunakan rumus: dimana: Ip = daya pembeda soal .60 < r11 £ 0. Angka yang menunjukkan besarnya daya pembeda disebut indek diskriminan. Jika rhitung > rtabel maka dapat disimpulkan bahwa soal tes reliabel.40 < r11 £ 0.80 < r11 £ 1.60 0. Analisis soal tes Untuk mendapatkan kualitas soal yang baik. 3.

setiap soal harus diselidiki tingkat kesukarannya yaitu apakah soal tersebut termasuk soal yang mudah. jika 3) Penerimaan soal 27% £ Ik £ 73% Ik > 73% 0% £ Ik < 27% . 2) Indek kesukaran. jika sedang. Agar tes dapat digunakan secara luas.Mt = rata-rata skor dari kelompok tinggi Mr = rata-rata skor dari kelompok rendah = jumlah kuadrat deviasi skor kelompok tinggi = jumlah kuadrat deviasi skor kelompok rendah n N = 27% x N = banyak pengikut tes Soal mempunyai daya pembeda yang berarti (signifikan) jika Ip hitung ³ Ip tabel pada derajat kebebasan yang sudah ditentukan. Untuk menentukan indek kesukaran digunakan rumus yang dikemukakan Prawironegoro (1985:14) yaitu: dimana: Ik = indeks kesukaran Dt = jumlah skor dari kelompok tinggi Dr = jumlah skor dari kelompok rendah m = skor setiap soal jika benar n = 27% x N N = banyak pengikut tes Soal dinyatakan sukar. sedang atau sukar. jika mudah.

Macam-macam tes berdasar tujuan dan fungsinya Sesuai dengan fungsinya ada bermacam tes. Soal diperbaiki jika: Ip signifikan dan Ik = 100% atau Ik = 0%. . Soal diganti jika Ip tidak signifikan dan Ik = 100% atau Ik = 0%. Tes Sumatif d. Jenis-jenis pra test antara lain: 1.Setiap soal yang telah dianalisa perlu diklasifikasikan menjadi soal yang tetap dipakai. • Test Formatif. Test ini bertujuan untuk mengetahui sejauh manakah materi yang akan diajarkan telah dapat dikuasai oleh peserta didik. Test untuk mengetahui kemajuan belajar siswa selama pengajaran berlangsung. a. direvisi atau dibuang.Macam Tes 1. Macam-macam tes menurut waktu diberikannya test terbagi atas:  Pra test (pre test). Untuk mengetahui sejauh mana siswa telah mencapai mencapai tujuan yang telah di tetapkan. c) Soal yang baik akan tetap dipakai jika Ip signifikan dan 0% < Ik £ 100%. ii. Tes formatif c. • Test Sumatif. Test persyaratan (Test of entering behavior). Tes Akhir tahun pembelajaran • Test Diagnostik. Menurut Prawironegoro (1985:16) tentang klasifikasi soal: a) b) i. yaitu test yang diberikan sebelum proses pembelajaran.Evaluasi ini lebih mendetail dari pada tes formatif. Untuk mengetahui pencapaian kompetensi yang telah ditentukan / yang minimal harus di kuasai siswa 2. Tes diagnostic b. yaitu tes yang dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan dasar yang menjadi syarat guna memasuki suatu kegiatan tertentu. Ip tidak signifikan dan 0% < Ik < 100%. • Test Akhir tahun Pembelajaran. Untuk mengetahui kesulitan belajar siswa yang secara terus menerus ada padanya. Macam .

v Objekti test tidak memperdulikan penguasaan bahasa. Tes tersebut bertujuan untuk mengetahui tingkat kemajuan intelektual (tingkat penguasaan materi) peserta didik.v Tidak ada informasi diagnostic dari jawaban yang salah.v Banyak memakan biaya. karena samplingnya lebih luas. yaitu test yang diberikan setelah dilaksanakan proses pembelajaran. Kelemahan Test Objektif yaitu :v Murid sering menerka-nerka dalam memberikan jawaban. yaitu tes yang mengajukan pertanyan-pertanyaan dengan menghendaki jawaban secara lisan. TEST OBJEKTIF 1.2. yaitu test yang mengajukan butir-butir pertanyaan dengan mengharapkan jawaban tertulis.B. Biasanya test ini digunakan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. yaitu test yang digunakan menentukan kegiatan belajar yang relevan. kelemahan dan kelebihan tes objektif TEST OBJEKTIF 1.2.v Validity test objektif lebih tinggi dari essay test.murid cukup banyak. Kelebihan S. karena penilainnya bersifatobjektif.v Tidak biasa mengajak murid untuk berpikir taraf tinggi. yaitu tes yang mengajukan pertanyan-pertanyaan dengan menghendaki jawaban dalam bentuk perbuatan.hasil. Test ini juga dilakukan untuk aspek kognitif peserta didik. karena mereka belum menguasai bahan pelajaran tersebut.v Tuntutan kurang ditekankan pada kemampuan baca.B yaitu :v Soal ini baik untuk hasil. Input test (test of input competence).False (T. dan hanyamembutuhkan waktu yang relative singkat untuk menjawabnya.F)1. Macam-macam tes berdasar pelaksanaannya dalam praktek test terbagi atas:    Tes tulisan (written tes). Kelebihan Test Objektif yaitu:v Untuk menjawab test objektif tidak banyak memakai waktu. dimana hanya ada dua alternative jawaban. 3. Test ini digunakan untuk menilai aspek psikomotor/ keterampilan peserta didik.v Reabilitynya lebih tinggi kalau di bandingkan dengan test Essay.2. karena lembaran item. Kelemahan S.v Jawaban soal tidak memberikan bukti bahwa siswa mengetahui dengan baik.B yaitu : v Sulit menuliskan soal diluar tingkat pengetahuan yang bebas dari maksud ganda.v Penilaian mudah.v Memang test sampling yang diajukan kepada murid.v Pemberian nilai dan cara menilai test objektif lebih cepat dan mudah karena tidak menuntutkeahlian khusus dari pada si pemberi nilai.v Sejumlah soal relative dapat dijawab dalam tipe test secara berkala. SALAH. objektif dan dapat dipercaya.  Test akhir (Post test). Biasanya test ini berisi pertanyaan yang sama dengan pra test. Test perbuatan (performance test).item test harus sebanyak jumlah pengikut test.BENAR atau True. Test lisan (oral test).v Memungkinkan dan mendorong siswa          . berhubungan dengan kemampuan dasar yang telah dimiliki oleh peserta didik. sehingga mudah dilaksanakan.

D. TES ESSAI Keunggulan dan kelemahan tes bentuk essai.F. Kelemahan Pilihan Berganda yaitu:v Menyusunnya membutuhkan waktu yang lama.v Tidak cocok untuk mengukur hasil.v Penilaian mudah. b. PILIHAN BERGANDA atau Multiple Choise ( M.kata yang jawabannya hanya satu.v Persyaratan komprehensif dapat dipenuhi oleh test model ini. Kelemahan Isian atau Completion yaitu :v Lebih cenderung mengungkap daya ingat atau aspek hafalan saja. Kelemahan Menjodohkan yaitu:v Materi soal dibatsi oleh factor ingatan/ pengetahuan yang sederhana dan kurang dapat dipakaiuntuk mengukur penguasaan yang bersifat   pengertian dan kemampuan membuat tafsiran .butir item dari test model ini kurang relevan untuk diajukan.v Terstruktur dan petunjuknya jelas.2. .2.v Waktu membaca dan merespon relative singkat.v Alternatif jawaban yang salah dapat memberikan informasi diagnostik.C. 1. JAWABAN SINGKAT atau SHORT ANSWER 1.Ch)1.soal hitunganv Hasil. ISIAN atau Completion1. objektif dan dapat dipercaya.v Nilai dapat dipengaruhi dengan kemampuan baca.v Digunakan untuk mengukur berbagai taraf kompetensi dan tidak sekedar mengungkap taraf pengenalan atau hafalan saja. Jawabannya berupa uraian yang disusun sendiri oleh siswa (testee). dapat dikemukakan sebagai berikut : a.hasil belajar yang komplek.hasil pengetahuan dapat diukur secara luas2.v Kurang efektif mengukur beberapa tipe pemecahan masalah. Kelemahan Jawaban Singkat yaitu:v Sulit menyusun kata. Menurut testi maupun pengajaran mengenal kembali dan mampu mengintegrasikan segala apa yang telah dipelajari.1 Keunggulan tes bentuk essai. MENJODOHKAN atau MATCHING1.v Sulit menemukan pengacau.E.v Butir.v Tidak dimungkinkan untuk menerka jawaban. Kelebihan Isian atau Completion yaitu :v Sangat mudah dalam penyusunannya.v Penilaian mudah. Kelebihan Menjodohkan yaitu:v Suatu bentuk yang efisien diberikan dimana sekelompok respon sama menyesuaikan denganrangkaian isi soal. kemampuan untuk mengorganisir dan mengekspresikan ide.v Mudah untuk dibuat. Kelebihan Pilihan Berganda yaitu:v Hasil belajae yang sederhana sampai yang komplek dapat diukur.v Lebih menghemat tempat ( menghemat kertas ).v Tester kurang berhati-hati dalam menyusun kalimat dalam soal.v Penilaian menjemukan da memerlukan waktu banyak. 1. untuk menerka-nerka. objektif dan dapat dipercaya. Kelebihan Jawaban Singkat yaitu :v Mdah dalam perbuatanv Kemungknan menebak jawaban sangat sulitv Cocok untuk soal. 2.

Cara memeriksanya lebih mudah dan relatif cepat. b. d. lebih menekankan pada pengintegrasian/pengaplikasian berfikir dan pemecahan masalah. d. Proses berfikir testi dapat dialack. Mutu jawaban sangat tergantung pada kemampuan siswa (testee) dalam memilih kata-kata atau kalimat. Soal tes bentuk essai. Pemeriksaannya dapat diserahkan kepada orang lain. Penyusunan relatif mudah. g. b. Skor soal tes bentuk essai kurang reliabel. Jumlah soal relatif sedikit. a. karena menggunakan kunci jawaban. Hasil belajar yang kompleks. Testi lebih mementingkan panjang jawaban dari pada mutu jawaban. Mengundang lebih banyak segi-segi positifnya. Kemungkinan testee menebak sangat kecil. 2. . karena lebihrepresentatif mewakili isi dan luasnya materi pembelajaran dan dapat menghindari campur tangan unsur-unsur suubyektif. 1. c. Dalam pemeriksaan soal unsur-unsur subyektif dapat ditekan sekecil mungkin. Umumnya hanya dapat dikoreksi oleh penyusunan sendiri.2 Kelemahan tes bentuk essai. e.1 Keunggulan tes bentuk obyektif. 2. e. TES OBYEKTIF 2.c. namun penyelesaiannya memerlukan waktu dan energi yang relatif besar. tidak dapat dievaluasi dengan bentuk tes yang lain. f. c.2 Kelemahan soal tes obyektif a. a. d.karena jumlah item soal relatif banyak dan harus teliti untuk menghindari kelemahan-kelemahan yang lain. g. Tingkat kebenaran jawaban relatif subyektif. f. baik dari segi siswa maupun dari segi guru yang memeriksanya. dibandingkan dengan tes essai. bahkan alat-alat dari hasil kemajuan teknologi. kemungkinan testi mengemukakan hal-hal tidak relevan dengan pernyataan. Persiapan dalam penyusunan soal jauh lebih rumit.

4. c. Hasil tes acapkali disalahgunakan. maka kontruksi tesnya membutuhkan waktu dan keterampilan yang tinggi. Hasil tes kerap dianggap sebagai gambaran yang sahih dari kemampuan dan pengetuan seseorang. Tes hasil belajar harus dapat mengukur hasil belajar yang diperoleh setelah proses balajarmengajar sesuai dengan tujuan instruksional yang tercantum dalam kurikulum.blogspot. Butir tes hasil belajar harus disusun sedemikian rupa sehingga perangkat tes yang terbentuk benar-benar mewakili keseluruhan bahan yang tekah dipelajari. dalam pelajaran agama. Dalam proses pelaksanaannya. Karena memang pada hakikatnya hasil tes itu selalu berubah. Misal. Kelemahan tersebut antara lain : 1.Item soal cenderung mengungkapkan ingatan dan daya pengenalan kembali saja. 3. Kalaupun ia dapat mengukur hasil belajar yang esensial. 2. Sungguhpun kadar kecemasan yang timbul pada setiap orang tidak sama. 3. tes selalu menimbulkan kecemasan. Perangkat tes hasil belajar hendaknya disusun dari berbagai bentuk dan tipe butir soal sesuai dengan hakikat hasil belajar yang diharapkan.. “Kerja sama” antar siswa pada waktu mengerjakan soal tes lebih terbuka.com) Tes hasil belajar adalah salah satuan alat ukur yang paling banyak digunakan untuk mengetahui hasil belajar seseorang dalam proses belajar-mengajar atau suatu program pendidikan. Mengukur hasil belajar December 5th. 5. d. maka ada baiknya bila kita mengetahui kelemahan dan kekurangan tes sebagai alat ukur hasil belajar. 2009 by catur Penulis : Eri Sarimanah (http://eri-s-unpak. Interpretasi hasil belajar disesuaikan degan pendekatan pengukuran yang dianut apakah mengacu pada norma kelompok (norm reference) ataukah mengacu pada patokan criteria tertentu (criterion reference) . Sedagkan sesungguhnya hasil tes selalu berubah. dapat berkembang atau berkurang. Karena sedemikian banyak tes itu digunakan dalam dunia pendidikan. Tes hasil belajar sangat sukar untuk dapat mengukur tingkat keimanan dan ketakwaan seseorang. Disamping itu hasil tes acapkali dianggap sebagai suatu yang permanen. namun tetap saja kecemasan tersebut dapat mengakibatkan hasil tes yang diperoleh dalam tes menyimpang dari kenyataan yang ada dalam diri peserta tes. Banyak kesempatan untuk main untung-untungan. 2. Sedangkan butir soal tes hanya mengukur suatu serpihan pengetahuan atau keterampilan yang sangat kecil dari suatu keutuhan pengetahuan dan keterampilan seseorang. Adapun dasar-dasar penyusunan tes hasil belajar adalah sebagai berikut : 1. Hampir semua tes hanya dapat mengukur hasil belajar yang bersifat kognitif dan keterampilan sederhana. dan sukar untuk mengukur proses mental yang tinggi. Perangkat tes hasil belajar hendaknya mengukur keseluruhan aspek kompetensi yang diharapkan dan keseluruhan tingkat kemampuan hasil belajar yang diharapkan.

Hasil tes hasil belajar hendaknya dapat digunakan untuk memperbaiki proses belajarmengajar. penyusunan kalimat. Kemudahan ini . penyusunan paragraf dan susunan rangkain paragraf dalam suatu keutuhan pikiran. Adapun kelebihan soal uraian adalah : 1. Setiap peserta tes dapat memilih. Bentuk tes uraian lebih meningkatkan motivasi peserta didik untuk melahirkan kepribadiannya dan watak sendiri. menghubungkan. Apabila yang diukur adalah kemampuan hasil bekajar yang sederhana. Untuk dapat mengekspresikan pemahaman dan penguasaan bahan dalam jawaban tes. Penguasaan bahan yang tanggung atau parsial dapat dideteksi dengan mudah. Jadi perbedaan utama tes objektif dan uraian dalah siapa yang menyediakan jawaban atau alternative jawaban sudah disediakan oleh pembuat soal. Dengan pengertian diatas maka pemberian skor terhadap soal uraian tidak mungkin dilakukan secara objektif. selanjutbya Anda harus memahami bentuk dan bagaimana penulisan butir soal. tetapi dipasok oleh peserta tes. Tanpa dukungan kemampuan mengekspresikan buah pikiran secara teratur dan taat asas. 3. Cirri khas tes uraian ialah jawaban terhadap soal tersebut tidak disediakan oleh orang yang mengkontruksi butir soal. Seorang peserta tes yang mengerjakan tes uraian dengan penguasaan bahan parsial akan tidak mampu menjawab soal dengan benar atau akan berusaha dengan cara membual. Karena itu untuk menjawab tes uraian dengan baik peserta tes akan berusaha menguasai bahan yang diperkirakannya akan diujikan dalam tes secara tuntas. Tes Uraian/esai Pengertian tes uraian adalah butiran soal yang mengandung pertanyaan atau tugas yang jawaban atau pengerjaan soal tersebut harus dilakukan dengan cara mengekspresikan pikiran peserta tes secara naratif. yaitu memilih suatu yang lebih benar atau yang lebih tepat.6. 2. Peserta tes bebas untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. sesuai dengan sifat tes uraian yang menuntut kemampuan siswa untuk mengekspresikan jawaban dalam kata-kata sendiri. maka kemampuan tidak terlihat secara utuh. Lebih jauh tentang keduan tes tersebut akan dijelaskan dibawah ini. yang disertai dengan keterampilan pemecahan masalah. Hasil belajar yang kompleks tidak hanya membedakan yang benar dari yang salah. Integrasi buah pikiran itu membutuhkan dukungan kemampuan untuk mengekspresikannya. penggunaan tanda baca. Bahkan kemampuan itu secara sederhana sudah akan dapat kelihatan dengan jelas dalam pemilihan kata. 4. maka bentuk tes uraian menuntut penguasaan bahan secara utuh. Hasil belajar yang kompleks artinya hasil belajar yang tidak sederhana. dan atau menyampaikan gagasan dengan menggunakan kata-katanya sendiri. Setiap bentuk butir soal memiliki kelebihan dan kekurangan. maka sebaiknya menggunakan tes objektif. Tes bentuk uraian terutama menekankan kepada pengukuran kemampuan dan kemampuan mengintegrasikan berbagi buah pikiran dan sumber informasi kedalam suatu pola berpikir tertentu. Secara garis besar bentuk tes dibagi dalam dua kelompok besar yaitu tes uraian dan tes objektif. Tes uraian dapat dengan baik mengukur hasil belajar yang kompleks. Setelah anda memahami dasar-dasar penyusunan tes. Kelebihan lain tes uraian ialah memudahkan guru untuk menusun butir soal. tetapi juga dapat mengekspresikan pemikiran peserta tes serta pemilihan kata yang dapat memberi arti yang spesifik pada suatu pemahaman tertentu.

walaupun telah diusahakan untuk menentukan batasan-batasan yang cukup ketat. 2. Jawaban peserta tes kadang-kadang disertai bualan-bualan. yaitu pertama. Untuk menyelesaikan tes uraian guru dan siswa membutuhkan waktu yang banyak. Dalam arti yang positif tes uraian akan sangat mendorong siswa dan guru untuk belajar dan mengajar. guru tidak selalu harus memasok jawaban atau kemungkinan jawaban yang benar sehingga akan sangat menghemat waktu konstruksi soal. Ebel A. menulis dan menyatakan pikiran dan gagasannya. Pembedaan kedua tipe tes uraian ini adalah atas dasar besarnya kebebasan yang yang diberikan kepada peserta tes untuk mengorganisasikan. 2. Selanjutnya akan dijelaskan kedua tipe tes uraian tersebut. Anda harus mempertimbangkan bagaimana tes uraian digunakan. yaitu : 1. Kedua. Tetapi hal ini tidak berarti butir soal uraian dapat dikontruksikan secara asal-asalan. seperti : sikap. Bagi siswa yang tidak mempunyai kemampuan menulis. Sebagaimana telah dikemukakan. Dengan demikian diharapkan kemampuan para peserta didik dalam menyatakan pikiran secara tertulis akan meningkat. Ketiga. 5. 3. batas-bayastugas yang harus dikerjakan oleh peserta tes sangat longgar. penekanan yang berlebihan terhadap penggunaan tes uraian yang sangat menekankan kepada kemampuan menyatakan pikiran dalam bentuk tulisan yang dapat menjadikan tes sebagai alat ukur yang tidak adil dan tidak reliable. Tes uraian di samping memiliki kelebihan terdapat pula kelemahan-kelemahannya. subjektifitas penskoran yang dilakukan oleh pemeriksa tes. jumlah butir soal tidak perlu banyak dan kedua. Kaidah penyusunan tes uraian tidaklah lebih sederhana dari kaidah penyusunan tes objektif. Frisbie (1986 : 129) terdapat tiga hal yang menyebabkan tes uraian realibilitasnya rendah yaitu pertama keterbatasan sampel bahan yang tercakup dalam soal tes. Hal ini merupakn kebaikan sekaligus kelemahannya. Guru ingin memperoleh hasil pengalaman belajar siswanya. 4. Bentuk tes uraian dapat diklasifikasi ke dalam dua tipe yaitu tes uraian bebas (extended response) dan tes uraian terbatas (restricted response). Waktu yang dipunyai guru untuk mempersiapkan soal sangat terbatas. nilai. Setelah Anda memahami kelemahan dan kelebihan bentuk tes uraian. Sebaiknya tes uraian digunakan apabila : 1. atau pendapat. tetapi harus digunakan dengan sangat hati-hati oleh guru. 3. Tujuan instruksional yang ingin dicapai adalah kemampuan mengekspresikan pikiran dalam bentuk tertulis. akan menjadi beban.terutama disebabkan oleh dua hal. Tetapi dilihat dari segi lain. menguji kemampuan dengan baik. Soal uraian dapat digunakan untuk memperoleh informasi langsung tersebut. Kemampuan menyatakan pikiran secara tertulis menjadi hal yang paling membedakan prestasi belajar siswa. Guru ingin memperoleh informasi yang tidak tertulis secara langsung di dalam soal ujian tetapi dapat disimpulkan sari tulisan peserta tes. Menurut Robert L. perbedaan utama antara tes uraian bebas dan uraian terbatas tergantung kepada kebebasan . Reliabilitasnya rendah artinya skor yang dicapai oleh peserta tes tidak konsisten bila tes yang sama atau tes yang parallel yang diuji ulang beberapa kali. serta menyatakan pikiran secara tertulis. 5. Jumlah siswa atau peserta tes terbatas. Tes uraian sangat menekankan kemampuan menulis. atau penggunaan kemampuan penggunaan bahasa secara tertib. 4.

2. Peserta tes harus selalu memberikan penilaian absolut. Contoh uraian bebas : Uraikanlah perlawanan-perlawanan yang dilakukan oleh bangsa Indonesia terhadap penjajah Belanda pada masa sebelum abad ke-20. Jawaban yang diberikan oleh peserta tes dalam tes uraian bebas hampirhampir tidak ada pembatasan. 4. Jadi jawaban siswa bersifat terbuka. Peserta tes memiliki kebebasan yang luas sekali untuk mengorganisasikan dan mengekspresikan pikiran dan gagasannya dalam menjawab soal tersebut. Dalam menjawab soal tersebut siswa diberikan kebebasan untuk menjawab. Pilihan ganda (multiple choice) Tipe butir soal benar-salah adalah butir soal yang terdiri dari pernyataan yang disertai dengan alternative menyatakan pernyataan tersebut salah atau benar. Perangkat soal dapat mewakili seluruh pokok bahasan. Terlalu menekankan kepada ingatan. Untuk menjawab contoh soal tersebut dibutuhkan kemampuan belajar siswa yang kompleks. Bentuk tes objektif secara umum memiliki 3 tipe yaitu a. 2. Mendorong peserta tes untuk menebak jawaban. 3. Butir soal benar-salah memiliki kekuatan antara lain : 1.memberikan jawaban. dan tidak tersrtuktur. Kemampuan membuat narasi dengan kata-katanya sendiri merupakan kemampuan dalam kategori jenjang yang tinggi. Mejodohkan (matching) c. Beberapa petunjuk yang merupakan persyaratan dalam penulisan butir soal benar-salah yaitu : 1. fleksibel. Benar-salah (true false) b. Setiap butir soal harus menguji atau mengukur hasil belajar peserta tes yang penting dan . Uraian anda hendaknya tidak melebihi 2 halaman folio. Mudah diskor. Pembatasan jawaban hanya terletak pada banyaknya uraian yang harus dibuat untuk mempertimbangkan waktu yang digunakan dalam tes. Tes Objektif Pengertian tes objektif adalah tes atau butir soal yang telah mengandung kemungkinan jawaban yang harus dipilih atau dikerjakan oleh peserta tes. atau keharusan memilih satu dari dua alternatif jawaban lainnya. Alat yang baik untuk mengukur fakta dan hasil belajar langsung terutama berkenaan dengan ingatan. Dengan demikian kompleksitas jawaban pada soal uraian bebas terletak pada tercakupnya berbagai jenjang kemampuan. kemudian mengorganisasikan dalam pikiran dan bahasanya sendiri kedalam bentuk yang logis dan argumentative dalam bentuk narasi. 3. Mudah dikontruksi. Peserta tes hanya harus memilih jawaban dari alternatif jawaban yang disediakan. Jawaban yang diberikan oleh siswa mulai pengetahuan fakta sampai mengevaluasi terhadap fakta-fakta yang diketahuinya. Adapun kelemahan butir soal tipe benar-salah adalah : 1. Dalam uraian ini Anda hendaknya disertai dengan latar belakang dan contoh para pemimpinnya.

bermakna. program pendidikan vokasional tertentu atau bidang pekerjaan tertentu. Kemampuan khusus yang diteliti itu mencakup unsur-unsur intelegensi. hasil belajar. 2. Setiap soal haruslah menguji pemahaman. Butir soal tidaklah dianjurkan untuk menguji kemampuan mengingat kata atau frase yang terdapat dalam buku ajar atau bacaan lainya. Kunci jawaban yang ditentukan haruslah benar. tidak menanyakan hal yang remeh (trivial). Misalnya: Lemah : Haji Samanhudi seorang pedagang batik dari solo Lebih baik : Haji Samanhudi adalah pendiri Syarekat Dagang Islam. Aptitude Test ). 6. . Tes Minat Tes minat. mengukur kegiatan-kegiatan macam apa paling disukai seseorang. lingkupnya lebih terbatas dari tes kemampuan intelektual (Test of Specific Ability. tidak hanya pengukuran terhadap daya ingat. 2. Scholastic Aptitude Test). soal pertama hanya menguji ingatan tentang hokum penawaran dan permintaan dalam ekonomi. mengukur taraf kemampuan berfikir. Tes Bakat Tes kemampuan bakat. minat dan kepribadian yang bersama-sama memungkinkan untuk maju dan berhasil dalam suatu bidang tertentu dan mengambil manfaat dari pengalaman belajar dibidang itu. mengukur taraf kemampuan seseorang untuk berhasil dalam bidang studi tertentu. Butir soal yang baik haruslah jelas bagi seseorang peserta tes yang belajar dan jawaban yang salah kelihatan seakan-akan benar bagi peserta tes yang tidak belajar dengan baik. Sedangkan dalam soal berikutnya peserta tes diuji dengan penerapan dari hokum permintaan dan penawaran. Misalnya: Lemah : B-S : Bila penawaran banyak sedangkan permintaan sedikit maka harga akan turun. Tes macam ini bertujuan membantu orang muda dalam memilih macam pekerjaan yang kiranya paling sesuai baginya (Test of Vocational Interest). Contoh. Jenis data yang dapat diambil dari tes ini adalah kemampuan intelektual atau kemampuan akademik. Academic Ability Test. Butir soal benar-salah dapat dimodifikasi sehingga dapat meningkatkan daya bedanya dan mengurangi kelemahan utamanya yaitu mendorong penerkaan. terutama berkaitan dengan potensi untuk mencapi taraf prestasi tertentu dalam belajar di sekolah (Mental ability Test. Jenis-jenis Tes 1. Tes Intelegensi Tes kemampuan intelektual. Pernyataan dalam butir soal harus dinyatakan secara jelas dan menggunakan bahasa yang baik dan benar. 3. . Lebih baik : B-S : Pak udi membeli pakaian sangat murah karena di pasar barang itu tersedia banyak sedangkan yang membeli sangat jarang. Intelegence Test. 4. 7. 3. 5.

meneliti sifat-sifat kepribadian seseorangmelalui reaksi-reaksinya terhadap suatu kisah. 5. . meneliti berbagai ciri kepribadian seseorang dengan menganalisa jawaban-jawaban tertulis atas sejumlah pertanyaan untuk menemukan suatu pola bersikap. Observasi Observasi diartikan pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. relasirelasi social dengan orang lain. Kejadian yang serempak dapat diamati dan dan dicatat serempak pula dengan memperbanyak observer. yang khas untuk orang itu. kesehatan mental. yang ternyata sangat menentukan hasil penelitian. suatu gambar atau suatu kata. Banyak kejadian yang dipandang kecil yang tidak dapat ditangkap oleh alat pengumpul data yang lain. Tes Kepribadian Tes kepribadian. Tes Perkembangan Vokasional Tes vokasional. corak kehidupan emosional. A. bermotivasi atau bereaksi emosional. serta bidang-bidang kehidupan yang menimbulkan kesukaran dalam penyesuaian diri. Kelebihan tes semacam ini meneliti taraf kedewasaan orang muda dalam mempersiapkan diri bagi partisipasinya dalam dunia pekerjaan (career maturity). angket kepribadian. Pengumpulan Data Dengan Metode Non Test Untuk melengkapi data hasil tes akan lebih akurat hasilnya bila dipadukan dengan data. 6. misalnya terlalu sibuk dan kurang waktu untuk diwawancarai atau menisci kuisioner. Berikut alat dan cara melaksanakan observasi : Keunggulan metode ini adalah : Banyak gejala yang hanya dapat diselidiki dengan observasi.data yang dihasilkan dengan menggunakan tehnik yang berbeda. sifat temperamen. Tes Proyektif. berikut disajikan alat pengumpul data dalam bentuk non tes.4. jenis data yang dapat diambil menggunakan tes hasil belajar (Achievement Test) ini adalah taraf prestasi dalam belajar. II. mengukur taraf perkembangan orang muda dalam hal kesadaran kelak akan memangku suatu pekerjaan atau jabatan (vocation). B. Banyak objek yang hanya bersedia diambil datanya hanya dengan observasi. seperti sifat karakter. dalam memikirkan hubungan antara memangku suatu jabatan dan cirri-ciri kepribadiannya serta tuntutan-tuntutan social-ekonomis. mengukur ciri-ciri kepribadian yang bukan khas bersifat kognitif. hasilnya lebih akurat dan sulit dibantah. dan dalam menyusun serta mengimplementasikan rencana pembangunan masa depannya sendiri. Tes Hasil Belajar (Achievement Test) Tes yang mengukur apa yang telah dipelajari pada berbagai bidang studi. Kelemahan Tes Proyektif hanya diadministrasi oleh seorang psikolog yang berpengalaman dalam menggunakan alat itu dan ahli dalam menafsirkannya.

Catatan ini melengkapi data kuantitatif dan memperkaya penafsiran perilaku. bukan pendapat pencatat tentang kejadian tersebut. Oberservasi sering menjumpai observee yang bertingkah laku baik dan menyenangkan karena tahu bahwa ia sedang diobservasi. Catatan tentang perilaku yang jelas akan menghasilkan pemahaman yang lebih tepat mengenai subyek. Catatan Anekdot (Anecdotal Record ) Alat untuk mencatat gejala-gejala khusus atau luar biasa menurut urutan kejadian. Catatan ini mendorong guru untuk tertarik dan mendapatkan informasi tentang individu. Kelemahan-kelemahan observer dalam pencatatan. Beberapa kejadian yang dialami subyek sehari-hari cenderung menjadi bahan observasi dan dicatat. Kejadian ini menimbulkan kesan tentang subyek itu diluar proporsi kepentingannya. Banyak gejala yang hanya dapat diamati dalam kondisi lingkungan tertentu. terlalu luas. dan tidak dilengkapi bukti kuat. guru. Catatan ini bisa menciptakan masalah serius bagi personel sekolah berkaitan dengan undang-undang yaitu (Undang-Undang dan Privasi Pendidikan Keluarga 1974) yang diciptakan untuk melindungi hak privasi siswa. biasanya dalam berbagai situasi yang berbeda. Banyak kejadian dan keadaan objek yang sulit diobservasi. 1. Keuntungan : Catatan ini menggambarkan perilaku individu.Kelemahan metode ini adalah : Observasi tergantung pada kemampuan pengamatan dan mengingat. sehingga dapat menyumbangkan pemahaman yang lebih besar tentang kepribadian individu tersebut. . Pencatatan dan penggambaran perilaku yang tidak representative mungkin akan mempengaruhi perilaku individu yang lain. dan petugas sekolah. melainkan pada waktu tertentu dan terbatas pula pada jangka waktu yang telah ditetapkan untuk tiap-tiap kali pengamatan. Catatan Berkala (Incidental Record) Pencatatan berkala walaupun dilakukan berurutan menurut waktu munculnya suatu gejala tetapi tidak dilakukan terus menerus. terutama yang menyangkut kehidupan peribadi yang sangat rahasia. Pencatatan ini dilakukan terhadap bagaimana kejadiannya. catatan dibuat segera setelah peristiwa terjadi. Pencatatan data tentang orang tua atau anak dpat berdampak sangat berbahaya. sehingga dapat terjadi gangguan yang menyebabkan observasi tidak dapat dilakukan. Catatan anecdotal banyak memakan waktu dalam penulisan dan pemrosesannya. daripada generalisasi yang tidak jelas. Hal ini jelas menambah beban konselor. 2. Kelemahan : Catatan ini dapat berguna hanya jika penggambaran pengamatannya akurat dan komprehensif.

asalkan mereka memiliki pengetahuan yang sama tentang individu yang sedang dinilai. dengan demikian akan memperbesar reliabilitas penilaian. Perbedaannya terletak pada kategorisasi gejala yang dicatat. Penilaian yang sama dari beberapa penilai. Kelemahan: Kesalahan bias personal. efek halo. dan kesalahan logis. kecenderungan sentral. Namun. biasanya hasilnya lebih baik daripada penilaian yang hanya dilakukan satu orang. karena sebagian atau seluruh peristiwa direkan dengan alat elektronik sesuai dengan keperluan. 4. kekurangan itu cukup dikenal oleh mereka yang merancang dan menggunakannya. Angket Tertulis Alat ini memuat sejumlah item atau pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa secara PROSEDUR PENYUSUNAN HASIL BELAJAR Posted on 30 Juni 2008 by Abdul Majid .3. Peralatan Mekanis (Mechanical Device) Pencatatan dengan alat ini tidak dilakukan pada saat observasi berlangsung. 5. B. Keuntungan : Kelebihan skala pengukuran adalah karena merupakan alat perhitungan observasi dan merupakan alat yang bagi pengamat dapat digunakan untuk menilai individu yang sama. Dalam rating scale tidak hanya terdapat nama objek yang diobservasi dan gejala yang akan diselidiki akan tetapi tercantum kolom-kolom yang menunjukkan tingkatan atau jenjang setiap gejal tersebut. Daftar Chek (Check List ) Penataan data dilakukan dengan menggunakan sebuah daftar yang memuat nama observer dan jenis gejala yang diamati. jenis-jenis kesalahan itu bisa saja terjadi dengan berbagai bentuk berdasarkan observasi yang dilakukan. Skala Penilaian (Rating Scale) Pencatatan data dengan alat ini dilakukan seperti chek list. Karena skala penilaian telah digunakan secara luas selama bertahun-tahun.

Langkah-Langkah dalam Penyusunan Tes Hasil Belajar Adapun beberapa Langkah-langkah dalam penyusunan tes hasil belajar adalah : 1. Pada tes ini tester mengajukan persoalan secara lisan dan testi harus menjawab pertanyaan-pertanyaan secara lisan pula. 4. merevisi soal 8. Jenis Tes Hasil Belajar Secara garis besar terdapat tiga jenis hasil belajar yakni : tes tertulis. Hal yang harus disiapkan disini adalah petunjuk atau intruksi tentang kegiatan yang harus dilakukan. Sedangakan didalalam tes lisan dilakukan dalam suatu komunikasi langsung antara tester dan testi. menyusun kisi-kisi 3. isi uji dalam tes tindakan tidak disajikan dalam bentuk pertannyaan melainkan dalam bentuk tugas. Dalam hal ini testi melakukan suatu kegiatan berdasarkan intruksi atau petunjuk tertentu dan tester mengamati keterampilan testi dalam menyelesaikan tugas tersebut.1. membuat petunjuk pengerjaan soal. Perangkat yang digunakan adalah pokok-pokok pertanyaan yang akan diajukan dan pedoman penyekoran jawaban. membuat atau menulis soal sekaligus dengan kunci jawaban. Dalam tes tertulis ada dua perangkat alat yang harus disediakan yakni lembar soal yang sudah lengkap dengan petunjuk pegerjaannya dan lembar jawaban yang akan diisi oleh siswa. 5. dan . memperbanyak soal 2. tes lisan dan tes tindakan. Berdeda dengan kedua tes diatas. mengadakan uji coba (try out) 7. 6. mendefinisikan tujuan-tujuan pembelajaran dan lingkup bahan ajar yang mestinya diungkap 2. Mengadakan pemeriksaan terhaadap butir soal secara rasional. mengorganisasikan kembali soal dalam bentuk final 9. mengorganisasikan tes menurut tipe-tipe soal yang dibuat.

Dapat melihat jalan pikiran siswa dalam menjawab persoalan. serta pedoman pengamatan (pedoman penilaian). Penyusunan Tes Hasil Belajar a. Kedua : pertimbangan terhadapa waktu yang tersedia. Dapat mengungkap aspek-aspek pengetahuan atau perilaku yang kompleks secara leluasa Menuntut siswa untuk mengintegrasikan pengetahuan dalam menjawab persoalan Menunutut kreatifitas siswa untuk mengorganisasikan sendiri jawabannya. Peryusunan Tes Tertulis Pada dasarnya ada dua bentuk soal tes tertulis yang lazim kita gunakan yakni: tes uraian dan tes objektif. 3. Adapun keunggulan dan kelemahan tes uraian yaitu: Keunggulan : a. . Dalam tes ini memungkinkan timbulnya variasi dalam jawaban yang diberikan oleh testi (siswa) karena jawaban yang diberikan bersifat subjektif. Tes Uraian Tes uraian merupakan suatu bentuk soal yang harus dijawab atau dipecahkan oleh testi dengan cara mengemukan pendapat secara terurai. Tidak memberi kesempatan kepada siswa untuk menebak jawaban. 1. Keempat : pertimbangan terhadap kelengkapan fasilitas yang dibutuhkan. Pemiihan jenis-jenis ts yang harus digunakan tergantung pada banyak factor yang perlu dipertimbangkan: Pertama : pertimbangan terhadap aspek perilaku atau bahan ajar yang akan diungkap. c. Lazimnya tes tindakan ini disebut ujian praktek. d. Ketiga : pertimbangan jumblah peserta tes.perlengkapan atau alat-alat praktek yang diperlukan. b. Tes uraian biasanya digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif yang relative tinggi dan kompleks. e.

Tes lisan dilakukan dalam suatu komunikasi langsung antara tester dan testi. Jika bahan ajar yang diajukan sama maka ideal . b. Terdapat kemungkinan untuk dapat menebak jawaban dengan tepat. Adapun keunggulan-keunggulan dan kelemahan-kelemahan tes objektif adalah : Keunggulan : a.Kelemahan: a. c. Tidak dapat mengetahui jalan pikiran testi dalam menjawab suatu pesoalan. Tes Objektif Berbeda dengan tes uraian. Proses penilaian dapat dilakukan secara objektif karena kunci jawaban sudah dapat ditentukan secara pasti. Proses pensekoran dapat dilakukan secara mudah karena kunci jawaban dapat dibuat secara pasti d. Memungkinkan timbulnya keragaman dalam memberikan jawaban sehingga tidak ada rumusan benar yang pasti. Penyusunan Tes Lisan Pada dasarnya tes lisan sama dengan tes uraian. perbedaannya terletak pada pelaksanaannya. Kelemahan : a. Tes lisan digunakan untuk mengevaluasi hasil belajar berupa kemampuan untuk mengemukakan pendapat-pendapat atau gagasan-gagasan secara lisan. Lebih memberikan peluang untuk bersifat subjektif d. sehingga jawaban terhadap soal-soal tersebut sudah dapat ditentukan secara pasti. c. Proses penyekoran sering terganggu oeh factor-faktor lain diluar maksut pengukuran. pada umumnya lebih terbatas pada hal-hal yang factual. tugas-tugas dan persoalan-pesoalan dalam tes objektif sudah terstruktur. b. b. 2. misalnya keindahan dan kerapian tulisan. Bahan ajar yang diungkap dengan ts objektif. Ruang lingkup yang diungkap sangat terbatas. Waktu yang dibutuhkan relative lebih singkat b. Membatasi kreativitas siswa dalam menyusun jawaban sendiri. Panjang pendeknya suatu tes (banyak sedikitnya butir soal) bisa berpengaruh terhadap kadar reliabilitas c.

Tak ada kesempatan untuk menyontek Kelemahan : 1. 1. 2. 5. Memungkinkan untuk melakukan pengecekan 3. teori. Memerlukan waktu yang relatif. dan keterampilan mempraktekkannya. Pada intinya ada dua unsur yang yang bisa dijadikan bahan penilaian dalam tes tidakan yaitu: proses dan produk. Adapun keunggulan-keunggulan dan kelemahan dari tes lisan adalah : Keunggulan : a. tetapi hal ini sulit untuk dilakukan secara serempak terhadap semua testi oleh tester yang sama. 3. 2. Mengukur kemampuan berpikir taraf tinggi secara lebih leluasa. 4. Lebih sulitdalam mengadakan pengukuran 2. Tak ada kesempatan untuk menyontek Kelemahan : 1. Penyusunan Tes Tindakan Tes tindakan dimaksutkan untuk mengukur keterampilan siswa dalam melakukan suatu kegiatan. Cocok untuk mengukur aspek perilaku psikomotor 2. 3. . Dapat digunakan untuk mengecek kesesuaian antara pengetahuan. Memerlukan biaya yang relative lebih besar 3. c. Dalam tes tindakan persoalan disajikan dalam bentuk tugas yang harus dikerjakan oleh testi. Adapun keunggulan dan kelemahan dari tes tindakan ini adalah : Keunggulan : 1. Lebih memungkinkan untuk terjadinya ketidakadilan Memungkinkan penguji untuk menyimpang dari lingkup bahan ajar yang diujikan Membutuhkan waktu yang relative lebih lama Memerlukan banyak format intrumen Peluang subjektivitas dalam penilaian lebih terbuka.sekali kalau siswa mendapat perangkat soal yang sama.

maka para ahli memberikan berbagai macam klasifikasi tes yang berbeda tergantung perspektif sang ahli tersebut. Berdasarkan banyaknya orang yang mengikuti maka tes dibedakan menjadi tes individu dan tes kelompok. Hasil tes kemudian biasa digunakan untuk memantau perkembangan mutu pendidikan. tes akhir. tes kemampuan. Jika digolongkan berdasarkan waktu yang disediakan. tes merupakan alat untuk menaksir tingkat kemampuan seseorang secara tidak langsung melalui respon yang diberikannya atas soal-soal yang terdapat dalam tes. Beberapa klasifikasi tersebut disebutkan di bawah ini. Karenanya kelayakan sebuah tes ditentukan oleh sejauhmana butirbutir soal yang terdapat dalam tes tersebut mewakili kawasan (domain) yang hendak diukur. tes kepribadian dan tes hasil belajar. 3. Klasifikasi tes yang lebih lengkap disampaikan oleh Anas Sudijono (2005: 68 . Jika tes digolongkan berdasarkan fungsi sebagai alat ukur perkembangan. . maka akan ada dua jenis tes yaitu power test dan speed test. tes formatif dan tes sumatif. 2. (2) tes intelegensi. Dan jika ditinjau dari cara mengajukan pertanyaan. tidak semua yang ingin diukur dapat tercakup dalam tes. 2. Hal yang ingin diukur oleh tes adalah prilaku. Sumadi Suryabrata (2005: 14) membuat penggolongan tes berdasarkan atribut psikologis menjadi : (1) tes kepribadian. Hal ini bermakna bahwa butir-butir yang terdapat dalam tes bermaksud menunjukkan apa yang diketahui peserta tes.Pengertian Tes 1. akan ada dua tes yaitu tes tertulis dan tes lisan. tes diagnostik. Cangelosi (1995: 23) membedakan tes menjadi 2 buah yaitu tes baku dan tes buatan guru. Sebagai salah satu alat untuk mengkuantifikasi sampel prilaku. tes sikap.75) yang mengklasifikasikan tes berdasarkan perspektif tertentu. Berdasarkan aspek psikis yang ingin dinilai. Hal ini bermakna. Ditinjau dari segi respon tes dapat dibedakan menjadi dua bentuk yaitu tes verbal dan tes non verbal. Prosedur yang digunakan dalam penyusunan tes adalah sistematis. Prosedur yang sistematis itu sendiri bermakna ada aturan-aturan tertentu yang harus dipenuhi dalam penyusunan tes mencakup pengertian obyektif. tes awal. maka ada 6 jenis tes yaitu : tes seleksi. (3) tes potensi intelektual dan (4) tes hasil belajar. Jawaban peserta tes merupakan sumber utama untuk menemukan apa yang sebenarnya diinginkan oleh tes. standar dan syarat-syarat kualitas lainnya. Isi tes merupakan sample dari hal yang hendak diukur. Cronbach (1970) sebagaimana dikutip Saifuddin Azwar (2004: 5) membedakan tes menjadi dua kelompok besar yaitu tes yang mengukur performansi maksimal (maximal performance) dan tes yang mengukur performansi tipikal (typical performance). tes dibedakan menjadi tes intelegensi. Klasifikasi Tes Ada dua cara yang sering digunakan untuk mengukur aspek psikologi seseorang termasuk belajar yaitu dengan tes dan nontes. Sebagai salah satu alat ukur dalam bidang ilmu sosial khususnya pendidikan.

Salah satu cara untuk melihat peningkatan kemampuan tersebut adalah dengan melakukan tes. Dari beberapa pengertian di atas. Tugas peserta tes adalah menentukan apakah pernyataan tersebut benar atau salah.Dari sekian banyak pengklasifikasian tes yang telah dilakukan. Biasanya ada dua pilihan jawaban yaitu huruf B yang berarti pernyataan tersebut benar dan S yang berarti pernyataan tersebut salah. Tes bentuk uraian dapat digolongkan kedalam dua bagian yaitu tes uraian bentuk terbuka dan tes uraian terbatas. Meskipun tes bukanlah satu-satunya cara untuk mengungkap hasil belajar siswa. alat pengukur dalam ilmu-ilmu sosial dapat terdiri lebih dari satu macam. Menurut Anas Sudijono (2005: 73) tes prestasi hasil belajar adalah tes yang digunakan untuk mengungkap tingkat pencapaian belajar. Tes yang berkaitan dengan tujuan ini sering disebut tes prestasi hasil belajar (TPHB). Pada tes uraian terbuka setiap peserta tes sepenuhnya memiliki kebebasan untuk menjawab sesuai dengan yang dipikirkannya. tetapi ia merupakan alat yang paling sering digunakan karena kepraktisan penggunaannya serta biaya yang murah. Contoh salah satu tes bentuk uraian adalah : . Tes benar salah Tes benar salah adalah bentuk tes yang mengajukan beberapa pernyataan yang bernilai benar atau salah. 3. ada satu benang merah yang sepertinya disepakati yaitu bahwa tes prestasi hasil belajar merupakan salah satu cara untuk menelusuri kemampuan-kemampuan yang telah dimiliki siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar selama waktu tertentu. Disebut tes obyektif karena siapapun yang memeriksa hasil tes akan menghasilkan skor yang sama sedangkan tes uraian hasilnya dipengaruhi oleh pemberi skor. Sedangkan tes uraian terbatas jawaban yang dikehendaki adalah jawaban yang sifatnya sudah dibatasi. maka jenis tes yang akan dikaji dan digunakan adalah jenis tes prestasi hasil belajar (achievement test). Tidak seperti alat pengukur ilmu alam yang tunggal. Teknik Penulisan Tes Setiap kegiatan belajar harus diketahui sejauhmana proses belajar tersebut telah memberikan nilai tambah bagi kemampuan siswa. ada beberapa penggolongan tes obyektif yaitu : a. Saifuddin Azwar (2003: 9) menyatakan bahwa tes prestasi hasil belajar adalah tes yang disusun secara terencana untuk mengungkap informasi subyek atas bahan-bahan yang telah diajarkan. Tes bentuk obyektif memiliki model yang lebih banyak dan variatif dibandingkan tes bentuk uraian. maka jika dikaitkan dengan penelitian ini. karena itulah tes obyektif lebih sering digunakan dalam tes prestasi hasil belajar dibandingkan tes bentuk uraian. Tes sendiri jika ditinjau dari bentuk soalnya dapat dibedakan menjadi 2 yaitu tes hasil belajar dalam bentuk uraian (non obyektif dan tes hasil belajar bentuk obyektif.

B S : Manado adalah Ibukota propinsi Sulawesi Utara b. yang mencoba memadukan kedua pendapat berbeda itu. Tes Isian Tes bentuk isian dapat digunakan dalam bentuk paragraf-paragraf yang merupakan rangkaian cerita atau karangan atau berupa satu pernyataan. Tugas peserta tes adalah memilih jawaban dari pilihan yang tersedia dan paling sesuai dengan pernyataan yang ada dalam soal. Yang merupakan nama asli dari Sultan Hamengkubuwono X adalah …. Aliran ……………. maupun yang inderawi. Beberapa bagian kalimatnya yang merupakan kata-kata penting telah dikosongkan terlebih dahulu. Pedoman utama dalam pembuatan butir soal bentuk pilihan ganda adalah: . 2. Salah satu contoh tes isian adalah sebagai berikut : 1.. Tes Menjodohkan Tes menjodohkan ini memiliki satu seri pertanyaan dan satu seri jawaban. tetapi dari diri manusia sendiri. Aliran ………………..B S : Ibukota Peru berjumlah lima buah. Tugas peserta tes adalah mencari pasangan setiap pertanyaan yang terdapat dalam seri pertanyaan dan seri jawaban. Contoh bentuk tes menjodohkan adalah : c. Namun tentang aspek mana yang berperan ada beda pendapat. Tes Pilihan ganda Tes bentuk pilihan ganda merupakan tes yang memiliki satu pemberitahuan tentang suatu materi tertentu yang belum sempurna serta beberapa alternatif jawaban yang terdiri dari kunci jawaban dan pengecoh. meyakini pengalamanlah sumber pengetahuan itu. Lalu muncul aliran ……………. sebaliknya. Tugas peserta tes adalah mengisi bagian-bagian yang kosong dengan jawaban yang sesuai. Para filsuf zaman modern menegaskan bahwa pengetahuan tidak berasal dari kitab suci atau ajaran agama. baik yang batin. beranggapan bahwa sumber pengetahuan adalah rasio: kebenaran pasti berasal dari rasio (akal). tidak juga dari para penguasa. d.

Ada beberapa pertimbangan yang diperlukan untuk memilih bentuk tes yang paling sesuai. . 6 tahun Dari beberapa bentuk tes yang tersedia. Pemilihan Presiden di Indonesia dilaksanakan setiap berapa tahun? a. Contoh bentuk soal pilihan ganda adalah : 1. tidak semuanya dapat digunakan secara bersamaan dalam satu kesempatan. 3 tahun b. cakupan materi tes dan karakteristik mata pelajaran yang diujikan.1) Pokok soal harus jelas 2) Pilihan jawaban homogen dalam arti isi 3) Panjang kalimat pilihan jawaban relatif sama 4) Tidak ada petunjuk jawaban benar 5) Hindari menggunakan pilihan jawaban: semua benar atau semua salah 6) Pilihan jawaban angka diurutkan 7) Semua pilihan jawaban logis 8) Jangan menggunakan negatif ganda 9) Kalimat yang digunakan sesuai dengan tingkat perkembangan peserta tes 10) Bahasa Indonesia yang digunakan baku 11) Letak pilihan jawaban benar ditentukan secara acak. 5 tahun d. 4 tahun c. jumlah peserta. Menurut Djemari Mardapi (2004: 73) pemilihan bentuk tes yang tepat ditentukan oleh tujuan tes. waktu yang tersedia untuk pemeriksaan lembar jawaban.

Kedua jenis variabel ini dapat dijelaskan sebagai berikut. Arti kata ini menunjukkan bahwa variabel merupakan sesuatu yang di dalamnya terdapat atribut-atribut. maksudnya konsep yang sudah sangat dekat dengan fenomena-fenomena atau obyek-obyek yang teramati. Pada hakikatnya. Karena itu tidak semua konsep disebut variabel. setiap variabel adalah suatu konsep. pembuatan instrumen pengumpul data. Secara leksikal. dimensidimensi atau nilai-nilai yang beragam. Jadi. pada dasarnya tidak ada . Kerlinger mendefinisikan variabel sebagai „suatu sifat yang dapat memiliki bermacam nilai”. atau “simbol/lambang yang padanya dilekatkan bilangan atau nilai”. perumusan hipotesis. variabel ini disebut juga variabel kualatitatif. Included terms atau idividu-individu yang terdapat pada konsep itu dikelompokkan berdasarkan ciri tertentu. B. unit-unit. variabel menjadi penting artinya untuk menentukan bermututidaknya suatu hasil penelitian. Pengertian Pemahaman terhadap variabel dan hubungan antar variabel merupakan salah-satu kunci penting dalam penelitian kuantitatif. Sehubungan dengan posisi penting ini. Yang dimaksud dengan konsep variabel di sini adalah konsep yang bersifatobservati bl e. Banyak ahli yang menyebutnya dengan konsep variabel. • Variabel kategori adalah konsep yang memiliki beberapa gejala yang dapat dibedakan satu sama lain berdasarkan label. sampai pada analisisnya. Variabel Kategori dan Dimensi Sebagai konsep yang mengandung nilai. variabel dapat dikelompokkan pada variabel kategori dan variabel dimensi. atribut atau unsur formal dari gejala itu. tanpa melihat peringkatnya. dimensi atau nilai yang perlu diamati. Variabel kategori adalah variabel mengandung nilai-nilai yang tidak dapat diutarakan dalam bentuk angka. tetapi dalam bentuk kategori-kategori. yaitu konsep yang bersifat khusus yang mengandung variasi nilai. Karena itu. istilah variabel dapat diartikan sebagai sesuatu yang dapat beragam (bervariasi). karena masih terdapat konsep-konsep yang tidak mengandung memenuhi ciri seperti itu. Posisi variabel yang senteral menempatkannya sebagai dasar dari semua proses peneltian. Jadi konsep variabel itu merupakan sebutan umum yang mewakili semua atribut. mulai dari perumusan masalah.VARIABEL PENELITIAN By: Darmawan Soegandar* A.

artinya semua unsur dari variabel tersebut harus dapat dimasukkan ke dalam salah satu kategori. Pada era perkembangan ilmu yang pesat belakangan ini.himpunan. dan 2) bersifat mutually exlusive. maka seorang peneliti dapat membentuk kategori sendiri. Konsep ini sudah spesifik. 1) bersifatexhaustive. Setiap jenis gejala pada „pengamalan agama‟ adalah satu variabel. kepatuhan kepada orangtua. Sebagai contoh. Ada dua ketentuan dalam membentuk kategori dari suatu variabel. seperti pelaksanaan shalat fardhu. • Variabel dimensi adalah konsep yang menunjukkan suatu gejala berdasarkan nilai atau tingkatan. pelaksanaan shalat sunat. pelaksanaan zakat. pelaksanan puasa. Mengkategorisasikan berarti menempatkan suatu obyek ke dalam sub. sebagai bagian dari himpunan. individu-individu yang termasuk dalam sub-kategori hanya mungkin dihitung secara nominal. artinya satu usnur hanya dapat dimasukkan ke dalam salah satu kategori. hubungan antara sesama dan banyak lagi yang lain. sekalipun tetap menyadari bahwa tidak semuanya dapat diangkakan.kelebihan peringkat nilai satu sub-himpunan dari sub-himpunan lainnya. umumnya yang dipilih sebagai variabel adalah konsep berdimensi tunggal. Tetapi jika sistem kategori yang baku belum ditemukan. zikir dan sebagainya. dan perbedaan antara satu sama lain hanya karena ciri atributnya (bukan harganya). Konsep „pengamalan agama‟ mengandung banyak jenis gejala. karena itu sangat kompleks dan sulit untuk . pelaksanaan shalat fardhu. terdapat beberapa jenis variabel kualitatif yang dapat dihitung dengan angka-angka. Pembuatan kategori yang terbaik adalah dengan merujuk teori yang sudah ada. maka konsep ini termasuk kategori berdimensi majemuk (multidimensional). para peneliti telah berusaha untuk mengkuantifikasi variabel-variabel kualitatif. Pada penelitian kuantitatif. karena tidak bercampur aduk dengan shalat sunat. Contoh variabel kategori ini adalah jenis kelamin (memiliki dua gejala. Jika variabel penelitian adalah seperti „pengamalan agama‟. Ini berarti bahwa variabel dimensi itu mengandung dimensi-dimensi yang dapat diukur dan diberi skore dengan angka. laki-laki dan perempuan). Menurut para ahli ini. Konsep berdimensi tunggal (unidimensional) adalah konsep yang spesifik (bukan bersifat general) yang hanya mengandung satu jenis gejala. Cara yang lazim digunakan untuk mengkuantifikasi vaiabel kualitatif adalah dengan membentuk indeks dan skala. Karena itu variabel dimensi ini disebut juga variabel kuantitatif. Karena itu.

Secara literal. 4. Secara umum. tiap nilai variabel dipisahkan oleh satu kesatuan tententu. dan skala ordinal.diskret dankontinu. Variabel dimensi dapat dibedakan pada dua jenis. Dengan demikian. konsep multidimensional hanya mungkin dijadikan variabel dalam penelitian yang berskala besar dan bermaksud untuk menperoleh hasil yang mendalam. sebab konsep ini juga masih dapat dianalisis dengan statistik non. perbedaan antara kedua jenis variabel ini adalah bahwa. Karena itu. Dalam penelitian kuantitatif.51.5 meter dan 1. variabel yang paling baik adalah konsep dimensi. variabel diskret merupakan hasil perhitungan sedangkan variabel kontinu merupakan hasil pengukuran. Data yang diperoleh dari variabel kontinu ini terdiri dari data skala rasio. diskret berarti tidak mempunyai pecahan (utuh).pertama. danke dua. dan 2) konsep dimensi akan menghasilkan data berbentuk skala sehingga lebih mungkin untuk dianalisis dengan metode-metode statistik yang lebih akurat. variabel diskret hanya dapat dinyatakan dalam satuan-satuan (satu. Alasannya. data yang diperoleh dari variabel ini adalah data nominal. Hal ini bukan berarti konsep kategori tidak berguna. adalah karena 1) konsep dimensi dapat diterapkan untuk semua budaya. artinya di antara dua unit ukuran masih terdapat unit-unit ukuran lain yang secara teoritik tidak terhingga banyaknya. dalam variabel kuantitatif diskret (discrete quantitative variables). dua. harga-harga suatu variabel kontinu mencerminkan suatu urutan peringkat (rank order).prametrik dengan hasil perhitungan kasar atau dapat juga diubah dengan cara-cara tertentu menjadi konsep dimensi. Maksudnya. Jadi. ukuran-ukuran kontinu termuat dalam suatu range dan setiap individu mendapat skor yang ada dalam range itu. Sedangkan variabel kuantitatif kontinu (continuous quantitative variables) adalah variabel yang bersambungan. bahwa variabel kontinu itu memiliki sehimpunan harga yang teratur dalam suatu cakupan (range) tertentu. Populasi dan Sampel . Contohnya. Harga yang lebih besar menunjukkan lebih banyak sifat tertentu yang dimilikinya dibanding dengan harga yang lebih kecil. enam).52 dan seterusnya.diuji dengan metoda statistik. 1. Ini menunjukkan. di antara 1. dan satuan-satuan itu tidak dapat dibagi lagi ke dalam satuan yang lebih kecil. Kerlinger menyatakan. skala interval.6 meter masih terdapat ukuran 1. 3.

Populasi Populasi adalah seluruh kumpulan elemen yang dapat digunakan untuk membuat beberapa kesimpulan (Cooper dan Emory.1. Anggota populasi adalah elemen populasi.4. Adapun alasan pemilihan perusahaan Automotive dan allied product Go Publik pada Bursa Efek Indonesia sebagai populasi dalam penelitian di karnakan laba dan harga saham perusahaanperusahaan ini sangat fluktuatif selain itu perusahaan Automotive dan allied product Go Publik merupakan 43 . 1997:214). Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaaan automotive and allied product yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.3.

Sampel Sampel adalah bagian dari populasi (Nazir.perusahaan yang berkembang pesat pada akhir dekade ini serta data perusahaan Automotive dan allied product Go Publik memenuhi kriteria dalam penelitian ini. Proportionate stratified random sampling Teknik pengambilan sampel bila populasi tidak homogen dan berstrata secara proporsional c. Probabiliy sampling Teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) opulasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Sampel yang tidak akurat dan tidak tepat akan memberikan simpulan riset yang tidak diharapkan atau dapat menghasilkan simpulan yang salah dan menyesatkan (Hartono. kelemahan metode ini adalah pada hasil analisis yang 44 Definisi : Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya Sedang sampel adalah bagian dari jumlah dan karkateristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiono. Ide dasar pengambilan sampel (sampling) adalah bahwa dengan menyeleksi bagian dari elemen-elemen populasi sehingga diperoleh simpulan tentang keseluruhan populasi (Cooper dan Emory. Sampling sistematis .2. Judgment sampling adalah purposive sampling yang tipe pemilihannya secara tidak acak.2006:90) Teknik sampling Teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian antara lain : A. yaitu penentuan sampel dari populasi yang ada berdasarkan kriteria tertentu. Penentuan kriteria sampel ini diperlukan untuk menghindari timbulnya miss-spesifikasi dalam penentuan sampel penelitian yang selanjutnya akan berpengaruh terhadap hasil analisa. Penelitian ini menggunakan judgment sampling. bila populasi berstrtata tapi kurang proporsional d. Disproportionate staratified ramdom sampling Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel. Faktor kepraktisan merupakan pertimbangan pokok dalam pemilihan metode ini. 3. Meskipun demikian. Cluster sampling Teknik sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel bila objek ayang akan diteliti atau sumber data sangat luas. Teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. a. 1999:137). Proses pengambilan sampel harus dapat menghasilkan sampel yang akurat dan tepat. 2005:73). Dengan sayarat anggota populasi homogen. b. Teknik pengambilan sampel dari populasi sangat sederhana dengan cara mengambil acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi. Simple random sampling. 1997:214). B. umumnya disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian. Sampel diperoleh dengan menggunakan pertimbangan tertentu. Sampel dalam penelitian ini dipilih dengan metode purposive sampling (pengambilan sampel bertujuan). a. misalnya penduduk suatu negara. Non-probability sampling.4.

Menentukan ukuran sampel Ketentuan : 1. 8. Populasi sampling adalah keseluruhan objek yang diteliti. Snowball sampling Teknik penentuan sampel yang mula-muala jumlahnya kecil. Berapa jumlah sampel tergantung pada tingkat ketelitian atau kesalahan yang dikehendaki selain tergantung pada dana. makin besar jumlah sampel mendekati populasi maka peluang kesalahan generalisasi semakin kecil. Sampling jenuh Teknik pennetuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel f. Sampling insidental Teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel. penelitian tentang kualitas makanan maka sampelnya orang ahli makanan. sedangkan seluruh mahasiswa yang aktif dalam lembaga kemahasiswaan adalah populasi sasaran. 5. dan sebagainya (terutama jika penelitian kita menggunakan teknik analisis isi (content analysis). KONSEP DASAR POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 6. sedangkan populasi sasaran adalah populasi yang benar-benar dijadikan sumber data. Sebagai contoh. Populasi dalam penelitian (penelitian komunikasi) bisa berupa orang (individu. misalnya kita akan meneliti bagaimana rata-rata tingkat prestasi akademik mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad dan kita hanya akan memokuskan penelitian kita pada mahasiswa yang aktif di lembaga-lembaga kemahasiswaan. kelompok. 7. tenaga dan wak 4. maka seluruh mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad adalah populasi sampling. populasi juga sering diartikan sebagai kumpulan objek penelitian dari mana data akan dijaring atau dikumpulkan.Teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. komunitas. Ciri-ciri populasi disebut parameter. Populasi atau sering juga disebut universe adalah keseluruhan atau totalitas objek yang diteliti yang ciri-cirinya akan diduga atau ditaksir (estimated). 9. 2. organisasi. jumlah rubrik. Jumlah sampel diharapkan 100% mewakili populasi atau sama dengan populasi itu sendiri. kemudian membesar. misalnya jumlah terbitan media massa. atau masyarakat) maupun benda. Oleh karena itu. b. Sampling kuota Teknik menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah yang diinginkan. c. jumlah artikel dalam media massa. d. . Populasi penelitian terdiri dari populasi sampling dan populasi sasaran. 3. Sampling purposive Teknik penetuan sampel dengan pertimbangan tertentu. e.

dan biaya yang dimiliki oleh peneliti. 14. Namun demikian. yang jumlahnya sama dengan jumlah populasi (k=K). 15. yang dilambangkan dengan huruf N. jumlah populasinya ada tiga. Sampel atau juga sering disebut contoh adalah wakil dari populasi yang ciricirinya akan diungkapkan dan akan digunakan untuk menaksir ciri-ciri populasi. tetapi ciri-ciri sampel itu harus dapat digunakan untuk menaksir populasi. dan staf administratif. yakni kategori mahasiswa. Sementara itu. Ukuran populasi adalah banyaknya unsur atau unit yang terkandung dalam sebuah kategori populasi tertentu. keterbatasan waktu. Jadi. bila dikaitkan dengan fokus penelitian. sebab jumlah sampel dan sifat sampel yang diteliti (terutama untuk penelitian eksplanatif. Jumlah sampel adalah banyaknya kategori sampel yang diteliti yang dilambangkan dengan huruf k. maka jumlah populasinya sebanyak kategori yang terkandung dalam konsep sivitas akademika. maka jumlah populasinya adalah satu. Dalam keadaan peneliti tidak memungkinkan untuk melakukan sensus. sebab dengan menggunakan seluruh unsur populasi sebagai sumber data. maka jumlah populasinya adalah satu dan ukuran populasinya 8. Misalnya. Sensus merupakan penelitian yang dianggap dapat mengungkapkan ciri-ciri populasi (parameter) secara akurat dan komprehensif. sebaikbaiknya penelitian adalah penelitian sensus.236 orang (sesuai dengan jumlah mahasiswa yang terdaftar resmi di Fikom Unpad). maka gambaran tentang populasi tersebut secara utuh dan menyeluruh akan diperoleh. terutama jika dihubungkan dengan ketersedian sumber daya yang ada pada peneliti. Jika kita menggunakan seluruh unsur populasi sebagai sumber data. dosen. maka peneliti boleh mengambil sebagian saja dari unsur populasi untuk dijadikan objek penelitiannya atau sumber data. ketika kita meneliti tingkat rata-rata prestasi akademik mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad (Fikom Unpad). Misalnya. Jumlah populasi adalah banyaknya kategori populasi yang dijadikan objek penelitian yang dinotasikan dengan huruf K. Ciri-ciri sampel disebut statistik. misalnya terdiri dari kategori mahasiswa. jika kita menggunakan sampel sebagai sumber data. ketika kita meneliti bagaimana rata-rata tingkat prestasi akademik mahasiswa Fikom Unpad. 11. Sedangkan ukuran sampel (dilambangkan dengan huruf n) adalah besarnya unsur populasi yang dijadikan sampel. Konsep lainnya yang harus dipahami-dan tidak boleh dikelirukan. Oleh karena itu. Misalnya. Mengapa kita harus benar-benar memahami (tidak mengelirukan) pengertian istilah jumlah sampel dengan ukuran sampel. Sebagian unsur populasi yang dijadikan objek penelitian itu disebut sampel. tenaga. jika kita meneliti sikap sivitas akademika Fikom Unpad terhadap kebijakan rektor dalam menaikkan biaya pendidikan. 12. maka yang akan kita peroleh adalah ciri-ciri sampel bukan ciri-ciri populasi. dalam sampel pun ada konsep jumlah sampel dan ukuran sampel. dalam batas-batas tertentu sensus kadang-kadang tidak efektif dan tidak efisien. Oleh karena itu. misalnya penelitian korelasional) akan sangat menentukan uji statistik inferensial yang mana yang harus digunakan untuk menguji .adalah jumlah populasi (population numbers) dan ukuran populasi (population size).10. maka penelitian kita disebut sensus. 13. Sama halnya dengan populasi. yang jumlahnya selalui lebih kecil daripada ukuran populasi (n<N).

Tingkat kerepresentatifan sampel yang diambil dari populasi tertentu sangat tergantung pada jenis sampel yang digunakan. 22. Metode Penelitian Survai (1989). 24. I Gusti Bagoes Mantra dan Kasto dalam buku yang ditulis oleh Masri Singarimbun dan Sofian Effendi. dua sampel independen. Cara atau prosedur yang digunakan untuk mengambil sampel dari populasi tertentu disebut teknik sampling. 26. Jika tinggi tingkat homogenitas populasinya tinggi atau bahkan sempurna. Dalam menguji korelasi di antara variabel-variabel yang diteliti. 16. misalnya. Dalam menentukan menentukan ukuran sampel (n) yang harus diambil dari populasi agar memenuhi persyaratan kerepresentatifan. sebagaimana diungkapkan di atas. 1. Derajat Keseragaman Populasi (degree of homogenity). Sampel representatif adalah sampel yang memiliki ciri karakteristik yang sama atau relatif sama dengan ciri karakteristik populasinya. Untuk . ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkan yaitu: 27. ukuran sampel yang diambil.hipotesis yang dirumuskan dalam penelitian kita. dan cara pengambilannya. maka ukuran sampel yang diambil boleh kecil. tidak ada kesepakatan bulat di antara para ahli metodolologi penelitian (hal ini wajar. dan k sampel independen atau k sampel berhubungan. 18. 19. dan sebagainya (Silakan baca buku Statistik Nonparametrik untuk IlmuIlmu Sosial tulisan Sidney Siegel). sebab dalam dunia ilmu yang ada adalah sepakat untuk tidak sepakat asal masing-masing konsisten dengan rujukan yang digunakannya. sehingga ilmu itu bisa terus berproses dan berkembang). Pendapat ini tentu saja sulit untuk dijelaskan apa alasannya jika ditinjau dari aspek metodologi penelitian. Sehubungan dengan hal itu. Ketepatan dalam memilih uji statistik inferensial itu merupakan salah satu unsur penentu validitas atau kesahihan penelitian kita. Karena data yang diperoleh dari sampel harus dapat digunakan untuk menaksir populasi. ada uji statistik inferensial yang hanya berlaku untuk menguji satu sampel. Pada umumnya. 17. merupakan salah satu faktor penentu tingkat kerepresentatifan sampel yang digunakan. Ukuran sampel atau besarnya sampel yang diambil dari populasi. buku-buku metodologi penelitian menyebut angka lima persen hingga 10 persen untuk menegaskan berapa ukuran sampel yang harus diambil dari sebuah populasi tertentu dalam penelitian sosial. sebaliknya jika tingkat homogenitas populasinya rendah (tingkat heterogenitasnya tinggi) maka ukuran sampel yang diambil harus besar. menyatakan bahwa sebelum kita menentukan berapa besar ukuran sampel yang harus diambil dari populasi tertentu. dua sampel berhubungan. 25. Pertanyaannya. berapa besar sampel harus diambil dari populasi agar memenuhi syarat kerepresentatifan? 23. maka dalam mengambil sampel dari populasi tertentu kita harus benar-benar bisa mengambil sampel yang dapat mewakili populasinya atau disebut sampel representatif. UKURAN SAMPEL 21. 20.

misalnya keterbatasan waktu. Rancangan analisis yang dimaksud adalah sesuatu yang berkaitan dengan pengolahan data. pengupasan data. rancangan penelitian deskriptif membutuhkan ukuran sampel yang lebih besar daripada rancangan penelitian eksplanatif. 31. 37.05 (5%) atau 0.01 maka ukuran sampel yang diambil harus lebih besar daripada ukuran sampel jika kita menggunakan taraf signifikansi 0.05. 4. (Catatan: Alasan ke-4 ini jangan digunakan sebagai pertimbangan utama dalam menentukan ukuran sampel. n = ukuran sampel . Jika kita menggunakan taraf signifikansi 0. 34. 43. sehingga keakuratan hasil penelitiannya (selang kepercayaannya) 1–α yakni bisa 95% atau 99%. Rumus Slovin di bawah ini dapat digunakan. Rumus Slovin: 39. maka ukuran sampelnya harus besar.01 (1%). Dengan kata lain. Jika kita menggunakan rancangan analisisnya hanya menggunakan analisis statistik inferensial. biaya. 38. 2. beberapa buku metode penelitian menyarankan digunakannya rumus tertentu untuk menentukan berapa besar sampel yang harus diambil dari populasi. terutama digunkan dalam penelitian eksplanatif. sebab hal ini lebih berkaitan dengan pertimbangan peneliti (tanpa akhiran an) dan bukan pertimbangan penelitian (metodologi). 28. Misalnya. Keterangan. 33.menentukan tingkat homogenitas populasi sebaiknya dilakukan uji homogenitas dengan menggunakan uji statistik tertentu. 3. dan penafsiran data yang akan ditempuh dalam penelitian. 35. Tingkat Presisi (level of precisions) yang digunakan. yakni suatu pernyataan peneliti tentang tingkat keakuratan hasil penelitian yang diinginkannya. 30. Selain mempertimbangkan faktor-faktor di atas. N 40. misalnya penelitian korelasional. tenaga. dan lain-lain. 1 + Ne² 42. maka ukuran sampelnya boleh lebih kecil dibandingkan apabila kita menggunakan rancangan analisis statistik deskriptif saja. penyajian data. Rancangan Analisis. sehingga tidak layak untuk dianalisis dengan asumsi-asumsi kotingensi. 36. Tingkat presisi. Alasan-alasan tertentu yang berkaitan dengan keterbatasan-keterbatasn yang ada pada peneliti. Tingkat presisi biasanya dinyatakan dengan taraf signifikansi (α) yang dalam penelitian sosial biasa berkisar 0. kita akan menggunkan teknik analisis data dengan statistik deskripti. 32. Hal ini untuk menghindarkan adanya sel dalam tabel tersebut yang datanya nol (kosong). 29. Jika ukuran populasinya diketahui dengan pasti. n = ——— 41. penyajian data menggunakan tabel-tabel distribusi frekuensi silang (tabel silang) atau tabel kontingensi dengan ukuran 3X3 atau lebih dimana pasti mengandung sel sebanyak 9 buah.

4000 58.000 orang. Sampel probabilitas atau disebut juga sampel random (sampel acak) adalah sampel yang pengambilannya berlandaskan pada prinsip teori peluang. 49. 48. 65. 4000 x (0. 47. 4%. 55. yakni prinsip memberikan peluang yang sama kepada seluruh unit populasi untuk dipilih sebagai sampel. sampel nonprobabilitas atau sampel nonrandom (sampel tak acak) .5%. d = batas toleransi kesalahan pengambilan sampel yang digunakan. dalam penggunaannya. 64. kerangka sampling adalah daftar nama-nama yang kerkandung dalam populasi penelitian. ada yang 1%.44. Berdasarkan prosedur atau cara yang digunakan dalam mengambil sampel dari populasi (teknik sampling). Kerangka sampling (sampling frame) adalah sebuah daftar yang memuat data mengenai seluruh unit atau unsur sampling yang terdapat pada populasi sampling. N = ukuran populasi 45. Di antara teknik-teknik sampling tersebut. ada yang mempersyaratkan tersedianya kerangka sampling. 62. 50. 3%. N 51. Presisi ditetapkan di antara 5% dengan tingkat kepercayaan 95%. Jika ukuran populasinya besar yang didapat dari pendugaan proporsi populasi. n = ———– 52. Batas kesalahan yang ditolelir ini untuk setiap populasi tidak sama. kita ingin menduga proporsi pembaca koran dari populasi 4. 54. kita dapat mengidentifikasi dua jenis sampel. 67. maka Rumus Yamane yang harus digunakan. yaitu: sampel probabilitas (probability sampling) dan sampel nonprobabilitas (nonprobability sampling). n= ————————.05)² + 1 60. 66. JENIS SAMPEL DAN TEKNIK SAMPLING 68. Nd² + 1 53. maka besarnya sampel adalah: 57. atau 10%.= 364 59. 56. 2%. KERANGKA SAMPLING (SAMPLING FRAME) 63. Di atas sudah ditegaskan. Sebaliknya. Secara gampang orang sering mengatakan. misalnya 5%. 46. bahwa tingkat krepresentatifan sampel selain ditentukan oleh ukuran sampel yang diambil juga ditentukan oleh teknik sampling yang digunakan. Misalnya. 69. e = kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang ditololerir. 61.

1. Teknis pelaksanaannya ada dua cara. mulai dari nomor terkecil hingga nomor ke-n (tergantung berapa besar ukuran populasinya). dimasukkan ke dalam toples yang diberi tutup dengan lubang sebesar kira-kira dapat dilalui oleh setiap gulungan kertas yang ada di dalamnya. dan ambil sejumlah gulungan kertas tersebut sebanyak ukuran sampel yang dikehendaki. Sampel acak sederhana adalah sebuah sampel yang diambil sedemikian rupa sehingga setiap unit penelitian atau satuan elementer dari populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel. antara lain (Singarimbun dan Effendy. Peluang yang dimiliki oleh setiap unit penelitian untuk dipilh sebagai sampel sebesar n/N. digulung. Nomornomr yang terambil itu menjadi unit elementer yang terpilih sebagai sampel. 80. Harus tersedia kerangka sampling atau memungkinkan untuk dibuatkan kerangka samplingnya (dalam kerangka sampling tidak boleh ada unsur sampel yang dihitung dua kali atau lebih). 76. 71. Gulungan kertas yang di dalamnya sudah berisi nomor unit elementer. Keadaan populasinya tidak terlalu tersebar secara geografis. 82. yakni: 85. yakni ukuran sampel yang dikehendaki dibagi dengan ukuran populasi. jika tidak. 83. Teknik Sampling Random Sederhana (Simple Random Sampling) 75. Selanjutnya masing-masing nomor unsur populasi itu ditulsikan dalam secarik kertas.adalah sampel yang pengambilannya didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan tertentu (bisa pertimbangan penelitian maupun pertimbangan peneliti). 4. Lalu lakukan pengocokan secara merata. a. 81. 1989): 79. 1. dan dimasukkan ke dalam sebuah kotak atau toples. 2. yakni pertimbanganpertimbangan tertentu. 72. 78. 70. artinya harus pasti berapa ukuran populasinya. 3. Langkah awal yang perlu dilakukan adalah menyusun semua unit penelitian atau unit elementer ke dalam kerangka sampling. Ukuran populasinya tidak tak terbatas. Sampel probabilitas cenderung memiliki tingkat representasi yang lebih tinggi daripada sampel nonprobabilitas. sedangkan untuk mengambil sampel nonprobabilitas atau sampel nonrandom digunakan teknik sampling nonprobabilitas. Lalu kocok berulang-ulang hingga keluar sejumlah gulungan kertas sesuai dengan ukuran sampel yang direncanakan. Pengundian juga dapat dilakukan seperti halnya ibu-ibu anggota kelompok arian menentukan pemenang arisannya. Dalam menggunakan Teknik Sampling Random Sederhana ini ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. 77. Penggunaan cara ini (cara pengundian) seringkali tidak . 84. 74. Sampel probabilitas diambil dengan menggunakan teknik sampling probabilitas atau teknik sampling random. Teknik Sampling Probabilitas (Teknik Sampling Random) 73. Dengan mengundi unsur-unsur penelitian atau satuan-satuan elementer dalam populasi. Sifat populasinya harus homogen. kemungkinan akan terjadi bias.

b. 92. Di samping itu. hingga tidak memungkinkan dilakukan pemilihan sampel dengan cara pengundian. hampir tidak mungkin kita dapat melakukan pengocokan secara saksama dan merata seluruh gulungan kertas undian. 93. Dengan menggunakan Tabel Angka Random. Persyaratan yang harus dipenuhi agar teknik sampling ini dapat digunakan. Bedanya. Dalam keadaan yang demikian. Interval sampel adalah angka yang menunjukkan jarak antara nomor-nomor urut yang terdapat dalam kerangka sampling yang akan . dari satuan elementer dlam populasi (N) yang besarnya 500 orang. pada teknik sampling sistematik perandoman atau pengundian hanya dilakukan satu kali. dan populasinya mempunyai pola beraturan yang memungkinkan untuk diberikan nomor urut serta bersifat homogen. Cara penggunaan teknik sampling random sistematik ini mirip dengan cara sampling random sederhana. juga lebih memberikan jaminan yang lebih besar bahwa setiap unit elementer mempunyai peluang yang sama untuk terpilih sebagai sampel. Penentuan unsur sampling selanjutnya ditempuh dengan cara memanfaatkan interval sampel. ada kecenderungan kita untuk tergoda memilih angka-angka tertentu. Selanjutnya lihat Tabel Angka Random atau Tabel Bilangan Random yang selalu ada pada lampiran buku-buku metodologi penelitian atau buku-buku metode statistika. atau ke samping mengikuti baris. 86. sama dengan persyaratan untuk sampel random sederhana. Cara ini dipilih karena selain meringankan pekerjaan. ke bawah mengikuti kolom. Selanjutnya. maka pemakai tabel tersebut dapat mulai melihatnya dari baris dan kolom mana saja. ia dapat juga mengikutinya ke arah mana saja. Angka random yang terkena oleh mata pensil tadi adalah unsur sampel pertama yang kita pilih. Karena angka-angka yang yang terdapat dalam Tabel Bilangan Random itu disusun secara kebetulan (randomly assorted). gunakan teknik kedua. Bilangan 500 ini terdiri dari tiga dijit (digit). misalnya. 91. 2. atau cara apa saja yang dianggap mudah. yakni dengan mengundi Tabel Angka Random. dan kedua. 87. terutama apabila ukuran populasinya relatif besar. kita dapat menentukan unsur sampel lainnya dengan cara berjalan ke atas mengikuti kolom yang sama. 89. Dalam keadaan populasi yang demikian. akan dipilih 50 satuan elementer sebagai sampel (n). yakni tersedianya kerangka sampling (ukuran populasinya diketahui dengan pasti). 88. Teknik Sampling Random Sistematik (Systematic Random Sampling) 90. sebab: pertama. Penentuan angka pertama dapat dilakukan. dengan cara menjatuhkan pensil dengan mata pensil mengarah ke bawah pada lembaran kertas yang di dalamnya terdapat tabel bilangan random yang kita gunakan. oleh karena itu dalam kerangka sampling satuan elementernya diberi nomor mulai dari 001 sampai 500. yakni ketika menentukan unsur pertama dari sampling yang akan diambil. Caranya adalah sebagai berikut: misalnya. gunakanlah teknik sampling random sistematik. maka teknik sampling random sederhana tidaklah tepat untuk digunakan.praktis. Apabila ukuran populasinya sangat besar.

populasi penelitian Anda adalah seluruh mahasiswa Unpad. dari populasi (N) berukuran 500 kita akan mengambil sampel (n) berkuran 50. Interval sampel atau juga disebut sampling rasio diperoleh dengan cara membagi ukuran populasi dengan ukuran sampel yang dikehendaki (N/n). 105. Dalam kenyataannya karakteristik mahasiswa Unpad tidak sama (tidak homogen) sebab di Unpad terdapat program pendidikan jenjang D3. mahasiswa Unpad sebagai populasi harus dibagi kedalam strata (subpopulasi) mahasiswa D3. Unsur keempat = s + 3k. dan S3 yang tentu saja karakteristik (terutama karakteristik akademisnya) berbeda-beda. 109. S1. 1989:162-163): 111. ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. 055. c. 1. 065. 025. Maka dalam keadaan populasi yang demikian. makin besar pula perbedaan sifat-sifat antara lapisan tersebut. antara lain (Singarimbun dan Effendi. Unsur kedua =s+k 99. 110. 106. dan seterusnya hingga unsur ke-n. Untuk dapat menggambarkan secara tepat tentang sifat-sifat populasi yang heterogen. Makin heterogen suatu populasi. S2. maka unsur-unsur selanjunya yang harus diambil adalah nomor 015. presisi dan tingkat kerepresentatifan sampel yang diambil dari suatu populasi antara lain dipengaruhi oleh derajat keseragaman (tingkat homogenitas) populasi yang bersangkutan. Teknik sampling ini digunakan apabila populasinya tidak homogen (heterogen). 97. Unsur ketiga = s + 2k 100. Untuk lebih jelasnya. dan dari setiap strata dapat diambil sampel secara random (acak). 035. dan seterusnya dengan berpatokan pada penambahan angka 10 dari nomor urut terakhir. Misalnya ukuran populasinya 500 (N=500) dan ukuran sampel yang akan diambil sebesar 50 (n=50). 102. di bawah ini diberikan contoh konkret. Unsur pertama =s 98. 108. 075. 045. maka interval samplingnya adalah 500/50=10 atau k =10. maka populasi yang bersangkutan harus dibagi-bagi kedalam lapisan-lapisan (strata) yang seragam atau homogen. Interval sampel biasanya dilambangkan dengan huruf k.dijadikan patokan dalam menentukan atau memilih unsur-unsur sampling kedua dan seterusnya hingga unsur ke-n. Teknik Sampling Random Berstrata (Stratified Random Sampling) 107. Andaikan saja unsur sampel pertama yang terpilih adalah nomor urut 005. maka pasti k = 10. Andaikan yang terpilih sebagai unsur sampling pertama adalah satuan elementer yang bernomor s. 101. . 95. Sebagai contoh. maka penentuan unsurunsur sampel berikutnya adalah: 96. 104. Padahal. 94. Untuk dapat menggunakan teknik sampling random strata. Misalnya. Harus ada kriteria yang jelas yang akan dipergunakan sebagai dasar untuk menstratifikasi populasi ke dalam lapisan-lapisan. 103. sebagaimana telah diungkapkan di atas.

116.500 orang mahasiswa.000. yang dapat dijadikan kriteria untuk pembagian strata itu ialah variabel-variabel yang akan diteliti atau variabel-variabel yang menurut peneliti mempunyai hubungan yang erat dengan variabel-variabel yang hendak diteliti itu. Pecahan sampling adalah angka yang menunjukkan persentase ukuran sampel yang akan diambil dari ukuran populasi tertentu. 117. Secara teoretis. (Harap dicatat. setelah sebelumnya dibuatkan kerangka sampling untuk setiap subpopulasinya. maka pecahan samplingnya adalah 0. Jumlah satuan elementer dari setiap strata (ukuran setiap subpopulasi) harus diketahui dengan pasti. tingkat motivasi belajar mahasiswa erat kaitannya dengan jenjang pendidikan yang diikutinya. Misalnya. perhatikan tabel di bawah ini. 121. Dengan demikian. bahwa teknik sampling random strata ini baru efektif dalam menentukan ukuran sampel yang harus diambil dari setiap strata dan belum mampu menentukan siapa saja sampel yang harus diambil untuk dijadikan responden penelitian). Untuk menentukan saampel sasaran atau responden masih perlu dilanjutkan dengan menggunakan teknik sampling random sederhana atau teknik sampling random sistematik. 114. data mengenai pembagian jenjang pendidikan pada mahasiswa Unpad didasarkan pada kenyataan bahwa di Unpad memang terdapat berbagai jenjang pendidikan. dan mahasiswa S3. Teknik sampling random strata proporsional digunakan apabila proporsi ukuran subpopulasi atau jumlah satuan elementer dalam setiap strata relatif seimbang atau relatif sama besar. Hal ini diperlukan agar peneliti dapat membuat kerangka sampling untuk setiap subpopulasi atau strata yang akan dijadikan sumber dalam menentukan sampel atau responden. 115.10 (10%) yang diperoleh dengan cara membagi ukuran sampel yang dikehendaki dengan ukuran populasinya (n/N). Berdasarkan perhitungan tertentu. sampel yang harus diambil sebesar 2. 2. Jenjang Ukuran % dalam Pecahan n % dalam . sehingga ukuran populasinya 25. 113. jumlah keseluruhan mahasiswa Unpad ada 25. yakni sampel strata proporsional dan sampel strata disproporsional. Sampel Berstrata Proporsional untuk Penelitian Motivasi Belajar 119. Sebagai contoh. Sampel strata terdiri dari dua macam. Tabel 1 118.000 orang. Untuk lebih jelasnya. Dalam sampel strata proporsional. mahasiswa S2. misalnya kita menggunakan Rumus Slovin. di Kalangan Mahasiswa Universitas Padjadjaran 120. jenjang pendidikan dijadikan dasar dalam menentukan strata populasi. Misalnya. dalam penelitian tentang motivasi belajar mahasiswa (misalnya). dari setiap strata diambil sampel yang sebanding dengan besar setiap strata dengan berpatokan pada pecahan sampling (sampling fraction) yang sama yang digunakan. 112.mahasiswa S1. 3. maka dari setiap lapisan populasi (strata) harus diambil sampel sebesar 10 % sehingga akhirnya diperoleh ukuran sampel secara keseluruhan yang merepresentasikan populasi. Jadi. Harus ada data pendahuluan dari populasi mengenai kriteria yang dipergunakan untuk menstratifikasi.

000 8% 0.10 800 32% 125. Setiap jenjang pendidikan diwakili dalam sampel proporsinya dalam populasi. D3 10. gunakanlah Teknik Sampling Random Strata Disproporsional. ada yang jumlahnya besar ada pula yang jumlahnya kecil.10 200 8% 127. data yang diperoleh dari sampel masing-masing strata harus dikalikan dengan bobot yang disesuaikan pada strata tersebut.500 150. _______ ______ ______ _____ 128. jika ukuran sampelnya sama dengan ukuran populasinya (total sampling atau sensus) maka data yang diperoleh dari sampel tersebut tidak bisa diolah atau dianalisis dengan menggunakan analisis statistik inferensial.500/25. _______ _____ _____ 149. 136.82 4 146. nanti pada waktu analisis data. Pendidikan Populasi Populasi Sampling Sampel Sampel 123. 25. 135. 137. S2 5. Satu hal yang perlu dicatat dan diingat. Sampel Berstrata Disproporsional untuk Penelitian Motivasi Belajar 140. Pada Sampel Strtata Disproporsional. S1 8.313 625 3. Ditentukan ukuran sampel 2.063 625 15. S2 5. Teknis pengambilan sampel strata disproporsional dapat dilihat pada contoh tabel di bawah ini.19 1 148. Jenjang Ukuran % dalam Pecahan n Bobot Bobot 143. Oleh karena itu. 25.000 = 0. 133.000 40% 0. 138. di Kalangan Mahasiswa Universitas Padjadjaran 141. S3 2.125 625 8 3 147.122.10 500 20% 126.000 32% 0. Pecahan sampling 2. Tabel 2 139.000 40% 124. 134. Keterangan: 130.000 100% 2.10 1. Padahal.10 132. .000 20% 0. jika menggunakan teknik sampling ini. sehingga kalau digunakan teknik sampling strata proporsional dapat kejadian ukuran subpopulasinya sama dengan ukuran sampelnya.078 625 12. Penggunaan Teknik Sampling Random Strata Proporsional agak kurang tepat jika proporsi ukuran subpopulasinya (jumlah satuan elementer pada strata) tidak seimbang. yang berbeda adalah pecahan samplingnya. S3 2. ukuran sampel yang diambil dari setiap subpopulasi (strata) sama besarnya. Pendidikan Populasi Populasi Sampling Sampel Disesuaikan 144.500 100% 129. dalam keadaan populasi yang demikian.000 100% 2.87 5 145.500 131.000 32% 0. D3 10.000 40% 0. 142.000 8% 0.000 20% 0. S1 8.

Barat.97. maka seluruh ibu rumah tangga yang berdomisi di delapan kecamatan terpilih itu adalah sampel penelitian kita.151. maka kita dapat memilih beberapa RW secara random untuk dijadikan wilayah penelitian dengan konsekuensi seluruh penduduk sasaran di RW itu harus dijadikan sampel (responden). kalaupun mungkin. Bandung Selatan. kecamatan. bobot dibulatkan dengan angka terrendah sebagai standar (bernilai 1). wilayah penelitian kita ada di Kelurahan Gunung Sampah. dua kecamatan dari setiap wilayah sehingga diperoleh delapan kecamatan. populasi puah penelitian kita adalah seluruh murid Sekolah Dasar (SD) yang ada di Wilayah Kota Bandung. Kota Bandung kita bagi dulu ke dalam Wilayah Bandung Timur. 155. maka kita boleh menjabarkan wilayah kecamatan terpilih itu menjadi kelurahankelurahan. maka pengambilan sampel tidak cukup hanya satu tahap. desa. 157. Tetapi jika kita merasa jumlahnya masih terlalu besar. dan sebagainya. Klater dapat berupa sekolah. Keterangan: 152. pasti daftar itu akan sangat panjang dan memerlukan waktu serta biaya yang tidak sedikit untuk menyusunnya.19 = 4. Kelompok anak SD itu disebut klaster. Ukuran sampel ditetapkan 2500. Teknik Sampling Random Klaster (Cluster Random Sampling) 158. Misalnya. RT. Untuk memudahkan perhitungan. RW. Pecahan sampling berbeda-beda pada setiap strata (n/N). Tidak mungkin kita dapat menghimpun semua data anak SD dalam sebuah daftar yang akurat. yang terdiri dari 10 RW. lalu ambil secara random. Dalam keadaan yang demikian gunakanlah teknik sampling klaster banyak tahap (multistage cluster sampling). sehingga wilayah kecamatan tadi kita jadikan populasi sampling. misalnya. maka data pada setiap strata harus dikalikan dengan bobot (bobot yang disesuaikan). 160. 153. Akan tetapi jika klasternya besar atau wilayah geografisnya besar. Karena sampel setiap strata tidak proporsional dengan strata yang bersangkutan dalam populasi. sehingga tidak memungkinkan untuk dibuatkan kerangka samplingnya. melainkan harus beberapa tahap. Bobot diperoleh dengan rumus: 1/ps atau satu dibagi pecahan smpling. Dari situ . Misalnya. d. Maka kelompok siswa SD itu kita buat berdasarkan nama sekolahnya. 15. 159. Dari setiap wilayah itu kita jabarkan lagi pada kecamatan-kecamatan. Populasi penelitiannya adalah seluruh ibu rumah tangga yang ada di Kota Bandung. dibagi rata pada setiap strata (625). kelas. Apabila kita berhenti sampai di sini. Misalnya kita akan meneliti pendapat seluruh ibu rumah tangga yang ada di wilayah Kota Bandung tentang konversi bahan bakar minyak tanah ke gas elpiji. 156. dan keberadaannya tersebar secara geografis atau terhimpun dalam klaster-klaster yang berbeda-beda. 154. Apabila klaster itu bersifat wilayah geografis yang kecil. dibulatkan menjadi 5. kelurahan. 161.87/3. Misalnya. Bandung. Teknik ini digunakan apabila ukuran populasinya tidak diketahui dengan pasti. dan Bandung Utara. maka pengambilan sampelnya dapat dilakukan satu tahap (simple cluster sampling).

Sebisa mungkin. karena rumus uji statistik inferensial tidak dapat diterapkan untuk data yang berasal dari sampel nonrandom. Sampel ini sering disebut sebagai sampel kebetulan yang pengambilannya didasarkan pada pertimbangan kemudahan bagi peneliti (bukan penelitian). Teknik Sampling Nonprobabilitas (Teknik Sampling Nonrandom) 165. . 163. 2. teknik sampling nonrandom ini tidak dapat digunakan apabila penelitian kita dirancang sebagai sebuah penelitian eksplanatif yang akan menguji hipotesis tertentu. untuk meneliti kualitas cerita Film Ayat-ayat Cinta kita memerlukan reponden yang memiliki kualifikasi komptensi dalam bidang perfilman atau bidang komunikasi. Caranya. 166. Ada beberapa jenis sampel nonrandom yang sering digunakan dalam penelitian sosial/penelitian komunikasi. Dalam menentukan sampel dengan menggunakan taknik sampling nonrandom. 170. tentukan ukuran sampel dari masing-masing strata lalu teliti siapa sejumlah orang yang sesuai dengan ukuran sampel yang ditentukan tadi. 167. Sampel Kuota (quota sampling). Dasar penentuannya adalah pertimbangan-pertimbangan tertentu dari peneliti atau dari penelitian. misalnya. Sampel Purposif (purposeful sampling). Sampel Aksidental (accidental sampling). jika kesimpulan penelitian kita ingin memperoleh kemampuan generalisasi yang tepat. sehingga sampel ini sering kali disebut convenience sampling atau sampel keenakan. 168. Sampel ini digunakan jika dalam upaya memperoleh data tentang fenomena atau masalah yang diteliti memerlukan sumber data yang memilki kualifikasi spesifik atau kriteria khusus berdasarkan penilaian tertentu. Sebagai konsekuensinya. hindari untuk menggunakan sampel ini. 171. Teknik sampling ini secara luas sering digunakan untuk penelitian-penelitian eksploratif atau penelitian deskriptif. Orang-orang ilmu statistika bahkan menyebutnya sebagai sampel kecelakaan. Dasar penetuan sampelnya adalah tujuan penelitian. 1. sehingga kita memiliki 16 kelurahan sebagai wilayah penelitian dengan konsekuensi seluruh ibu rumah tangga di 16 kelurahan itu harus dijadikan responden. tetapi menggunakan cara-cara kemudahan (convenience).secara random. 172. dan seterusnya dengan cara yang sama. 164. misalnya penelitian korelasional. di antaranya adalah: 169. 173. Jika dirasakan masih terlalu banyak jumlahnya. kita diperbolehkan untuk menurunkan lagi wilayah penelitian pada wilayah yang lebih kecil. siapa saja asal berasal dari strata tersebut. karena saking tidak representatifnya sampel tersebut. tidak menggunakan prinsip kerandoman (prinsip teori peluang). misalnya RW. 3. kita ambil dua kelurahan dri setiap kecamatan terpilih. Misalnya. 162. Teknik ini disebut juga judgemental sampling atau sampel pertimbangan bertujuan. tingkat signifikansi tertentu. Perbedaannya adalah ketika mengambil sampel dari setiap strata tidak menggunakan cara-cara random. Teknik sampling kuota merupakan teknik sampling yang sejenis dengan teknik sampling strata.

174. Ada penelitian yang dapat mentolerannsikan penyimpangan yang besar. Dalam suatu penelitian. 190. di antaranya adalah: 188. 189. seseorang mahasiswa yang telah ditetapkan sebagai sampel tidak bisa dihubungi pada waktu akan diwawancarai atau diminta untuk mengisi kuesioner. 2. maka perbedaan itu hanya disebabkan oleh pemakaian sampel. 175. Penyimpangan karena salah tafsir responden. 1. dan sebagainya. sebab penyimpangan yang besar dapat menimbulkan kesimpulan yang salah. Biasanya disebabkan karena responden sudah lupa akan masalah yang ditanyakan. 178. Seandainya tidak ada kesalahan pada pengamatan. 179. lalu kita menggantinya dengan mahasiswa yang lain. Mudah dimengerti bahwa semakin besar sampelnyang diambil. Penyimpangan karena responden sengaja salah dalam menjawab pertanyaan. 185. memberikan peluang penyimpangan atau kesalahan pada hasil penelitian. 180. Hal ini berkaitan dengan adanya perbedaan antara sampel yang diteliti dengan sampel yang ditetapkan. satuan-satuan ukuran. Apabila sampel itu sudah sama besar dengan populasi. Penyimpangan karena salah tafsir dari petugas pengumpulan data maupun responden. yaitu: 181. Penyimpangan Bukan oleh Pemakaian Sampel (Non-Sampling Error) 187. 191. pengolahan data. Penyimpangan karena Penggantian Sampel. Jenis penyimpangan ini dapat ditimbulkan oleh berbagai hal. 182. Hal ini dapat terjadi jika responden merasa curiga terhadap maksud dan . definisi operasinal variabel. 184. maka penyimpangan oleh pemakaian sampel pasti akan hilang. dan sebagainya. tidak tertutup kemungkinan untuk terjadi permasalahan atau penyimpangan. para ahli sinematografi. tergantung pada sifat penelitian itu sendiri. kriteria satuan-satuan ukuran.Maka sampelnya adalah para kritikus film. dan lain-lain. 186. 192. sebaliknya ada juga penelitian yang menghendaki penyimpangan yang kecil. yang dapat menyebabkan jawaban yang diperoleh dari responden menyimpang dari yang sebenarnya. Misalnya karena tidak tepatnya definisi operasional variabel. Penyimpangan karena Pemakaian Sampel (Sampling Error) 183. para dosen produksi film. Penyimpangan karena kesalahan perencanaan. Misalnya. Besarnya penyimpangan yang dapat ditoleransi dalam suatu penelitian. semakin kecil pula terjadi penyimpangan. Beberapa Masalah dalam Penelitian yang Berkaitan dengan Sampel 177. ada kemungkinan timbul dua macam penyimpangan. Dalam setiap penelitian. 176.

atau mungkin juga responden mempunyai maksud-maksud tertentu secara terselubung. 201. 211. 199. London. 5. 209. New Delhi: Sage Publications. Masri Singarimbun dan Sofian Effendi. 206. Inc. Inc. 2005. Misalnya. Jalaluddin Rakhmat. 210. Radjagrafindo Persada. Rachmat Kriyantono. Thousand Oaks. 194. 202. Metode Penelitian Komunikasi. 4. Research Methods in The Social Sciences. 1. masalah yang dihadapi dalam Pembuatan Kerangka Sampling. Bridget Somekh and Cathy Lewin. New Delhi: Sage Publications. Kerangka sampling yang kita miliki tidak selamanya sama dengan yang kita butuhkan. . jika kita ingin meneliti pelajar sekolah dasar yang bertempat tinggal di Kota A. 1989. Yakni jika data populasi yang diperoleh dari sesuatu sumber tidak sesuai dengan kenyataannya di lapangan. Jakarta: LP3ES. Hal ini disebabkan mungkin karena pendataannya yang tidak akurat atau datanya sudah kadaluarsa. Bandung: P. 6. 198. Blank Foreign Elements 197. 208. dan sebagainya. 1995. Sementara itu. Ketidaklengkapan kerangka sampling terjadi karena ada unsur populasi (orang) yang seharusnya masuk di dalamnya.tujuan penelitian. mengalikan. sehingga terjadi orang yang sudah terpilih sebagai sampel tidak ditemui di lapangan. 204. 193. Cluster of Elements 203. justeru tidak tercatat. Teknik Praktis Riset Komunikasi.T. 195. Incomplete Frame 200. Remaja Rosdakarya. Thousand Oaks.T. 2006. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. 2005. Arthur Asa Berger. Penyimpangan karena kesalahan pengolahan data. Buku-buku yang dianjurkan untuk dibaca: 207. di antaranya adalah sebagai berikut: 196. 2000. Jakarta: P. kita tidak akan memperoleh daftarnya. misalnya salah dalam menambahkan. London. Bambang Prasetyo dan Lina Miftahul Jannah. Metode Penelitian Survai. Metode Penelitian Kuantitatif: Teori dan Aplikasi. 205. Media and Communication Research Methods. yang kita temukan hanyalah daftar nama sekolah dasar yang ada di Kota A. 2. 3.

Perusahaan automotive and allied product go publik pada Bursa Efek Indonesia periode tahun 2004 sampai dengan tahun 2008. Terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2004 sampai dengan tahun 2008dan berturut-turut memenuhi pelaporan keuangan yang dipublikasikan selama periode tersebut. b. Perusahaan automotive and allied product go publik pada Bursa Efek Indonesia yang dijadikan sampel. Perusahaan automotive and allied product go publik pada Bursa Efek Indonesia yang tidak memenuhi kriteria pemilihan. c. Kriteria sampel pada penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Tabel 2 Perhitungan Kriteria Pengambilan Sampel Keterangan Perusahaan automotive and allied product go publik pada Bursa Efek Indonesia hingga akhir tahun 2008. Laporan keuangan harus mempunyai tahun buku yang berakhir pada periode 31 Desember. Perusahaan memperoleh laba selama periode tahun 2004 sampai 2007. Harga saham perusahaan diketahui dengan jelas. d.1999:31). e. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari adanya pengaruh waktu parsial dalam perhitungan rasio keuangan dan jika periode akuntansinya tidak sama akan mengakibatkan analisa bias dan tidak menunjukkan keadaan yang sebenarnya.kemampuan generalisasinya rendah (Indriantoro dan Bambang Supomo. Jumlah 15 (4) 11 .

.•ching •t •es •t •dapat kita ganti dengan istilah mempertandingk an. mencocokkan.

•M •a •t •ching •t •es •t .memasangkan.at au menjodohkan.

Masing-masing pertanyaan mempunyai jawaban yang tercantum dalam .•terdiri atas satu seri pertanyaan dan satu seri jawaban.

seri jawaban. Tugas murid ialahmencari dan menempatkan jawaban-jawaban sehingga sesuai atau cocok dengan .

4) Tes isian •( •comple •t •ion •t •es •t) .pertanyaannya.

• •C •omple •t •ion •t •es •t .

•biasa kita sebut dengan istilah tes isian. atau tesmelengkapi. •C •omple •t . tes menyempurnaka n.

.•ion •t •es •t •terdiri atas kalimat-kalimat yang ada bagianbagiannya yangdihilangkan.

Bagian yang dihilangkan atau yang harus diisi oleh murid ini adalah merupakan penge rtian yang kita minta dari murid.c) .

dkk (1986:58) menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan suatu tes tertulis ada beberapahal yang perlu .Pelaksanaan tes tertulis Nurkanca .

mendapat perhatian. Adapun hal-hal tersebut antara lain:1) Ruangan tempat tes di laksanakan hendaknya diusahakan .

setenang mungkin.2) Murid-murid harus diperingatkan bahwa mereka tidak boleh bekerja sebelum ada tendauntuk .

Hal ini untuk mengatur agar semua murid mulai bekerja pada saat yang sama.3) Selama muridmurid bekerja para pengawas .mulai.

tes dapat berjalan-jalan. untuk mengawasi apakah muridmurid bekerja secara wajar atau . dengan catatan tidak menggangg u suasana.

tidak.4) Apabila waktu yang ditentukan telah habis maka .Muridmurid yang melanggar tata tertib tes dapat dikeluarkan dari ruang tes.

Para pengawas .semua pengikut tes diperintahkan untuk berhenti bekerja dan segera meninggalkan ruangan tes secara tertib.

5) Setelah latalat .tes segeramengumpu lkan lembaranlembaran tes dan lembaranlembaran jawaban peserta tes.

• terkumpulkan maka pengawas tes supaya mengisi catatancatatan tentangkejadian penting yang terjadi selama tes berlangsung. .

• • •B. Test Lisan • 2.•1. •Pengertian tes lisanTes lisan adalah tes yang pelaksanaannya .

• dilakukan dengan mengadakan tanya jawab secaralangsung antara pendidik dan peserta didik. .1.

yaitu tes soal .•Macam-macam tes lisanThoha (2003:61) menjelaskan bahwa tes ini termasuk kelompok tes verbal.

tes lisan dapatdibedakan menjadi dua . Dari segi persiapan dan cara bertanya.dan jawabannya menggunakan bahasa lisan.

yakni:a) Tes lisan bebasYaitu pendidik dalam memberikan soal kepada peserta didik tanpa menggunakan pedoman yangdipersiapkan .

secara tertulis b) Tes lisan berpedomanPend idik menggunakan pedoman tertulis tentang apa yang akan ditanyakan kepada peserta .

Kelebihannya adalaha) Dapat menilai kemampuan dan tingkat .didik.Tes ini memiliki kelebihan dan kelemahan.

sikap.serta kepribadiannya karena dilakukan secara berhadapan langsung.pengetahuan yang dimiliki peserta didik. b) .

Bagi peserta didik yang kemampuan berpikirnya relatif lambat sehingga seringmengalami kesukaran dalam memahami .

pernyataan soal. tes bentuk ini dapat menolong sebab peserta didik dapat menanyakan langsung kejelasan pertanyaan yang .

Kelemahan nya adalaha) Subjektivitas pendidik sering mencemari hasil .c) Hasil tes dapat langsung diketahui peserta didik.dimaksud.

dkk (1986:60) menjelaskan bahwa hal-hal . b) Waktu pelaksanaan yang diperlukan. •Pelaksanaan tes lisan Nurkanca.• tes.1.

yang perlu mendapat perhatian dalam pelaksanaa n tes lisan antara lain adalah sebagai berikut:a) Pertahankanlah .

situasi evaluasi dalam pelaksanaan tes lisan. Guru harus tetap menyadari bahwa tujuan evaluasi adalah untuk mendapatkan .

• b) Janganlah guru membentakbentak seorang murid karena • .gambaran tentang prestasi belajar yang dicapaioleh murid-murid.

murid tersebut memberikan jaw aban yang menurut penilaian guru merupakan jawaban yang sangat ³tolol´.c) Jangan pula ada .

kecenderungan untuk membantu seoarang murid yang sedang di tesdengan memberikan kunci-kunci tertentu karena kita merasa .

kasihan atau simpati pada muridtersebut. Hal ini bertentangan dengan prinsipprinsip evaluasi karena kita bertindak tidak .

adilterhadap murid yang lain.d) Siapkanlah terlebih dahulu suatu rencana pertanyaan serta • sco •r .

Hal ini untuk menjaga agar guru jangan samapai terkecoh .•e •jawaban yang dimintauntuk setiap pertanyaan.

e) Laksanakanlah • sko •r •ing .oleh jawabanyang ngelantur dari murid-murid.

Hasil belajar yang kompleks. Penyusunan relatif mudah. pemecahan masalah. Soal tes bentuk essai. 1. tidak dapat dievaluasi dengan bentuk tes yang lain. f. d. Menurut testi maupun pengajaran mengenal kembali dan mampu mengintegrasikan segala apa yang telah dipelajari. TES ESSAI Keunggulan dan kelemahan tes bentuk essai. Jawabannya berupa uraian yang disusun sendiri oleh siswa (testee). 1. Kemungkinan testee menebak sangat kecil. c.•secara teliti terhadap setiap jawaban yang diberikan oleh murid. b. g. lebih menekankan pada pengintegrasian/pengaplikasian berfikir dan . dapat dikemukakan sebagai berikut : a.1 Keunggulan tes bentuk essai. Proses berfikir testi dapat dialack. e.

2009 by catur Penulis : Eri Sarimanah (http://eri-s-unpak. d. e. Mengundang lebih banyak segi-segi positifnya. namun penyelesaiannya memerlukan waktu dan energi yang relatif besar.2 Kelemahan tes bentuk essai. Banyak kesempatan untuk main untung-untungan.1 Keunggulan tes bentuk obyektif. a. b. Jumlah soal relatif sedikit. c. dan sukar untuk mengukur proses mental yang tinggi. karena menggunakan kunci jawaban. Skor soal tes bentuk essai kurang reliabel. dibandingkan dengan tes essai. Mutu jawaban sangat tergantung pada kemampuan siswa (testee) dalam memilih kata-kata atau kalimat.2 Kelemahan soal tes obyektif a. d.1. 2. c. f.karena jumlah item soal relatif banyak dan harus teliti untuk menghindari kelemahan-kelemahan yang lain. kemungkinan testi mengemukakan hal-hal tidak relevan dengan pernyataan. Tingkat kebenaran jawaban relatif subyektif. Mengukur hasil belajar December 5th. g. c. a. d.com) . “Kerja sama” antar siswa pada waktu mengerjakan soal tes lebih terbuka. Cara memeriksanya lebih mudah dan relatif cepat. b. Item soal cenderung mengungkapkan ingatan dan daya pengenalan kembali saja.blogspot. TES OBYEKTIF 2. Umumnya hanya dapat dikoreksi oleh penyusunan sendiri. Pemeriksaannya dapat diserahkan kepada orang lain. bahkan alat-alat dari hasil kemajuan teknologi. Persiapan dalam penyusunan soal jauh lebih rumit. Dalam pemeriksaan soal unsur-unsur subyektif dapat ditekan sekecil mungkin. 2. Testi lebih mementingkan panjang jawaban dari pada mutu jawaban. karena lebihrepresentatif mewakili isi dan luasnya materi pembelajaran dan dapat menghindari campur tangan unsur-unsur suubyektif. baik dari segi siswa maupun dari segi guru yang memeriksanya.

Peserta tes bebas untuk menjawab pertanyaan yang diajukan.Tes hasil belajar adalah salah satuan alat ukur yang paling banyak digunakan untuk mengetahui hasil belajar seseorang dalam proses belajar-mengajar atau suatu program pendidikan. Sedangkan butir soal tes hanya mengukur suatu serpihan pengetahuan atau keterampilan yang sangat kecil dari suatu keutuhan pengetahuan dan keterampilan seseorang. namun tetap saja kecemasan tersebut dapat mengakibatkan hasil tes yang diperoleh dalam tes menyimpang dari kenyataan yang ada dalam diri peserta tes. Karena sedemikian banyak tes itu digunakan dalam dunia pendidikan. 5. tetapi dipasok oleh peserta tes. Butir tes hasil belajar harus disusun sedemikian rupa sehingga perangkat tes yang terbentuk benar-benar mewakili keseluruhan bahan yang tekah dipelajari. Secara garis besar bentuk tes dibagi dalam dua kelompok besar yaitu tes uraian dan tes objektif. Dalam proses pelaksanaannya. dan atau menyampaikan gagasan dengan menggunakan kata-katanya sendiri. Jadi perbedaan utama tes objektif dan uraian dalah siapa yang menyediakan jawaban atau alternative jawaban sudah disediakan oleh pembuat soal. menghubungkan. Tes hasil belajar sangat sukar untuk dapat mengukur tingkat keimanan dan ketakwaan seseorang. dalam pelajaran agama. 3. maka kontruksi tesnya membutuhkan waktu dan keterampilan yang tinggi. Disamping itu hasil tes acapkali dianggap sebagai suatu yang permanen. Tes Uraian/esai Pengertian tes uraian adalah butiran soal yang mengandung pertanyaan atau tugas yang jawaban atau pengerjaan soal tersebut harus dilakukan dengan cara mengekspresikan pikiran peserta tes secara naratif. Kalaupun ia dapat mengukur hasil belajar yang esensial. Tes hasil belajar harus dapat mengukur hasil belajar yang diperoleh setelah proses balajarmengajar sesuai dengan tujuan instruksional yang tercantum dalam kurikulum. 4. Setiap peserta tes dapat memilih. Hampir semua tes hanya dapat mengukur hasil belajar yang bersifat kognitif dan keterampilan sederhana. Adapun dasar-dasar penyusunan tes hasil belajar adalah sebagai berikut : 1. 2. . Cirri khas tes uraian ialah jawaban terhadap soal tersebut tidak disediakan oleh orang yang mengkontruksi butir soal. Lebih jauh tentang keduan tes tersebut akan dijelaskan dibawah ini. Kelemahan tersebut antara lain : 1. Hasil tes acapkali disalahgunakan. Hasil tes kerap dianggap sebagai gambaran yang sahih dari kemampuan dan pengetuan seseorang. Dengan pengertian diatas maka pemberian skor terhadap soal uraian tidak mungkin dilakukan secara objektif. Karena memang pada hakikatnya hasil tes itu selalu berubah. Sungguhpun kadar kecemasan yang timbul pada setiap orang tidak sama. Setelah anda memahami dasar-dasar penyusunan tes. Hasil tes hasil belajar hendaknya dapat digunakan untuk memperbaiki proses belajarmengajar. selanjutbya Anda harus memahami bentuk dan bagaimana penulisan butir soal. 3. 2. Interpretasi hasil belajar disesuaikan degan pendekatan pengukuran yang dianut apakah mengacu pada norma kelompok (norm reference) ataukah mengacu pada patokan criteria tertentu (criterion reference) 6. tes selalu menimbulkan kecemasan. Perangkat tes hasil belajar hendaknya disusun dari berbagai bentuk dan tipe butir soal sesuai dengan hakikat hasil belajar yang diharapkan. Sedagkan sesungguhnya hasil tes selalu berubah. Misal.. dapat berkembang atau berkurang. maka ada baiknya bila kita mengetahui kelemahan dan kekurangan tes sebagai alat ukur hasil belajar. Perangkat tes hasil belajar hendaknya mengukur keseluruhan aspek kompetensi yang diharapkan dan keseluruhan tingkat kemampuan hasil belajar yang diharapkan.

Reliabilitasnya rendah artinya skor yang dicapai oleh peserta tes tidak konsisten bila tes yang sama atau tes yang parallel yang diuji ulang beberapa kali. Tetapi hal ini tidak berarti butir soal uraian dapat dikontruksikan secara asal-asalan. penggunaan tanda baca. Tes uraian sangat menekankan kemampuan menulis. Karena itu untuk menjawab tes uraian dengan baik peserta tes akan berusaha menguasai bahan yang diperkirakannya akan diujikan dalam tes secara tuntas. Tes bentuk uraian terutama menekankan kepada pengukuran kemampuan dan kemampuan mengintegrasikan berbagi buah pikiran dan sumber informasi kedalam suatu pola berpikir tertentu. Penguasaan bahan yang tanggung atau parsial dapat dideteksi dengan mudah. batas-bayastugas yang harus dikerjakan oleh peserta tes sangat longgar. Kedua. maka kemampuan tidak terlihat secara utuh. yaitu pertama. Tanpa dukungan kemampuan mengekspresikan buah pikiran secara teratur dan taat asas. 4. Integrasi buah pikiran itu membutuhkan dukungan kemampuan untuk mengekspresikannya. Seorang peserta tes yang mengerjakan tes uraian dengan penguasaan bahan parsial akan tidak mampu menjawab soal dengan benar atau akan berusaha dengan cara membual. Menurut Robert L. Untuk menyelesaikan tes uraian guru dan siswa membutuhkan waktu yang banyak. Tetapi dilihat dari segi lain. Ketiga. Hasil belajar yang kompleks tidak hanya membedakan yang benar dari yang salah. 2. serta menyatakan pikiran secara tertulis. Adapun kelebihan soal uraian adalah : 1. Kelebihan lain tes uraian ialah memudahkan guru untuk menusun butir soal. jumlah butir soal tidak perlu banyak dan kedua. Dengan demikian diharapkan kemampuan para peserta didik dalam menyatakan pikiran secara tertulis akan meningkat. 5. Hasil belajar yang kompleks artinya hasil belajar yang tidak sederhana. Dalam arti yang positif tes uraian akan sangat mendorong siswa dan guru untuk belajar dan mengajar. penyusunan paragraf dan susunan rangkain paragraf dalam suatu keutuhan pikiran. tetapi juga dapat mengekspresikan pemikiran peserta tes serta pemilihan kata yang dapat memberi arti yang spesifik pada suatu pemahaman tertentu. 3. Bagi siswa yang tidak mempunyai kemampuan menulis. Kaidah penyusunan tes uraian tidaklah lebih sederhana dari kaidah penyusunan tes objektif. Bahkan kemampuan itu secara sederhana sudah akan dapat kelihatan dengan jelas dalam pemilihan kata. Ebel A. Apabila yang diukur adalah kemampuan hasil bekajar yang sederhana. walaupun telah diusahakan untuk menentukan batasan-batasan yang cukup ketat. yaitu : 1. Frisbie (1986 : 129) terdapat tiga hal yang menyebabkan tes uraian realibilitasnya rendah yaitu pertama keterbatasan sampel bahan yang tercakup dalam soal tes. subjektifitas penskoran yang dilakukan oleh pemeriksa tes. Bentuk tes uraian lebih meningkatkan motivasi peserta didik untuk melahirkan kepribadiannya dan watak sendiri. sesuai dengan sifat tes uraian yang menuntut kemampuan siswa untuk mengekspresikan jawaban dalam kata-kata sendiri. guru tidak selalu harus memasok jawaban atau kemungkinan jawaban yang benar sehingga akan sangat menghemat waktu konstruksi soal. yaitu memilih suatu yang lebih benar atau yang lebih tepat. 2. Hal ini merupakn kebaikan sekaligus kelemahannya.Setiap bentuk butir soal memiliki kelebihan dan kekurangan. Untuk dapat mengekspresikan pemahaman dan penguasaan bahan dalam jawaban tes. penyusunan kalimat. maka bentuk tes uraian menuntut penguasaan bahan secara utuh. maka sebaiknya menggunakan tes objektif. Tes uraian dapat dengan baik mengukur hasil belajar yang kompleks. Kemudahan ini terutama disebabkan oleh dua hal. akan menjadi beban. yang disertai dengan keterampilan pemecahan masalah. penekanan yang berlebihan terhadap penggunaan tes uraian yang sangat menekankan kepada kemampuan menyatakan pikiran dalam bentuk tulisan yang dapat menjadikan tes sebagai alat ukur yang tidak adil dan tidak reliable. . Tes uraian di samping memiliki kelebihan terdapat pula kelemahan-kelemahannya.

Setelah Anda memahami kelemahan dan kelebihan bentuk tes uraian. dan tidak tersrtuktur. Peserta tes memiliki kebebasan yang luas sekali untuk mengorganisasikan dan mengekspresikan pikiran dan gagasannya dalam menjawab soal tersebut. Bentuk tes uraian dapat diklasifikasi ke dalam dua tipe yaitu tes uraian bebas (extended response) dan tes uraian terbatas (restricted response). Sebagaimana telah dikemukakan. Dalam uraian ini Anda hendaknya disertai dengan latar belakang dan contoh para pemimpinnya. Selanjutnya akan dijelaskan kedua tipe tes uraian tersebut. Bentuk tes objektif secara umum memiliki 3 tipe yaitu a. Kemampuan membuat narasi dengan kata-katanya sendiri merupakan kemampuan dalam kategori jenjang yang tinggi. Dengan demikian kompleksitas jawaban pada soal uraian bebas terletak pada tercakupnya berbagai jenjang kemampuan. 4. Pilihan ganda (multiple choice) Tipe butir soal benar-salah adalah butir soal yang terdiri dari pernyataan yang disertai dengan . Benar-salah (true false) b. Tes Objektif Pengertian tes objektif adalah tes atau butir soal yang telah mengandung kemungkinan jawaban yang harus dipilih atau dikerjakan oleh peserta tes. fleksibel. tetapi harus digunakan dengan sangat hati-hati oleh guru.3. nilai. Waktu yang dipunyai guru untuk mempersiapkan soal sangat terbatas. Jawaban yang diberikan oleh siswa mulai pengetahuan fakta sampai mengevaluasi terhadap fakta-fakta yang diketahuinya. menulis dan menyatakan pikiran dan gagasannya. Pembatasan jawaban hanya terletak pada banyaknya uraian yang harus dibuat untuk mempertimbangkan waktu yang digunakan dalam tes. Mejodohkan (matching) c. Anda harus mempertimbangkan bagaimana tes uraian digunakan. perbedaan utama antara tes uraian bebas dan uraian terbatas tergantung kepada kebebasan memberikan jawaban. Contoh uraian bebas : Uraikanlah perlawanan-perlawanan yang dilakukan oleh bangsa Indonesia terhadap penjajah Belanda pada masa sebelum abad ke-20. 2. Jadi jawaban siswa bersifat terbuka. Soal uraian dapat digunakan untuk memperoleh informasi langsung tersebut. Pembedaan kedua tipe tes uraian ini adalah atas dasar besarnya kebebasan yang yang diberikan kepada peserta tes untuk mengorganisasikan. atau pendapat. 5. Guru ingin memperoleh informasi yang tidak tertulis secara langsung di dalam soal ujian tetapi dapat disimpulkan sari tulisan peserta tes. Jawaban peserta tes kadang-kadang disertai bualan-bualan. Untuk menjawab contoh soal tersebut dibutuhkan kemampuan belajar siswa yang kompleks. Uraian anda hendaknya tidak melebihi 2 halaman folio. atau penggunaan kemampuan penggunaan bahasa secara tertib. seperti : sikap. menguji kemampuan dengan baik. 4. Tujuan instruksional yang ingin dicapai adalah kemampuan mengekspresikan pikiran dalam bentuk tertulis. Dalam menjawab soal tersebut siswa diberikan kebebasan untuk menjawab. kemudian mengorganisasikan dalam pikiran dan bahasanya sendiri kedalam bentuk yang logis dan argumentative dalam bentuk narasi. Sebaiknya tes uraian digunakan apabila : 1. Peserta tes hanya harus memilih jawaban dari alternatif jawaban yang disediakan. Jawaban yang diberikan oleh peserta tes dalam tes uraian bebas hampirhampir tidak ada pembatasan. Jumlah siswa atau peserta tes terbatas. Guru ingin memperoleh hasil pengalaman belajar siswanya. 3. Kemampuan menyatakan pikiran secara tertulis menjadi hal yang paling membedakan prestasi belajar siswa.

Tes Bakat Tes kemampuan bakat. 4. lingkupnya lebih terbatas dari tes kemampuan intelektual (Test of Specific Ability. Intelegence Test. Terlalu menekankan kepada ingatan. Mendorong peserta tes untuk menebak jawaban. Scholastic Aptitude Test). Kunci jawaban yang ditentukan haruslah benar. 5. 3. Academic Ability Test. Butir soal benar-salah dapat dimodifikasi sehingga dapat meningkatkan daya bedanya dan mengurangi kelemahan utamanya yaitu mendorong penerkaan. Aptitude Test ). Alat yang baik untuk mengukur fakta dan hasil belajar langsung terutama berkenaan dengan ingatan. 2. Setiap butir soal harus menguji atau mengukur hasil belajar peserta tes yang penting dan bermakna. Kemampuan khusus yang diteliti itu mencakup unsur-unsur . Jenis-jenis Tes 1. tidak menanyakan hal yang remeh (trivial). 4. Misalnya: Lemah : Haji Samanhudi seorang pedagang batik dari solo Lebih baik : Haji Samanhudi adalah pendiri Syarekat Dagang Islam. 7. Adapun kelemahan butir soal tipe benar-salah adalah : 1. 2. mengukur taraf kemampuan seseorang untuk berhasil dalam bidang studi tertentu. terutama berkaitan dengan potensi untuk mencapi taraf prestasi tertentu dalam belajar di sekolah (Mental ability Test.alternative menyatakan pernyataan tersebut salah atau benar. Sedangkan dalam soal berikutnya peserta tes diuji dengan penerapan dari hokum permintaan dan penawaran. 3. mengukur taraf kemampuan berfikir. Beberapa petunjuk yang merupakan persyaratan dalam penulisan butir soal benar-salah yaitu : 1. Contoh. Mudah diskor. 2. Butir soal yang baik haruslah jelas bagi seseorang peserta tes yang belajar dan jawaban yang salah kelihatan seakan-akan benar bagi peserta tes yang tidak belajar dengan baik. atau keharusan memilih satu dari dua alternatif jawaban lainnya. Lebih baik : B-S : Pak udi membeli pakaian sangat murah karena di pasar barang itu tersedia banyak sedangkan yang membeli sangat jarang. soal pertama hanya menguji ingatan tentang hokum penawaran dan permintaan dalam ekonomi. Pernyataan dalam butir soal harus dinyatakan secara jelas dan menggunakan bahasa yang baik dan benar. . Mudah dikontruksi. Butir soal tidaklah dianjurkan untuk menguji kemampuan mengingat kata atau frase yang terdapat dalam buku ajar atau bacaan lainya. Setiap soal haruslah menguji pemahaman. 6. program pendidikan vokasional tertentu atau bidang pekerjaan tertentu. tidak hanya pengukuran terhadap daya ingat. 3. 2. Jenis data yang dapat diambil dari tes ini adalah kemampuan intelektual atau kemampuan akademik. Butir soal benar-salah memiliki kekuatan antara lain : 1. Tes Intelegensi Tes kemampuan intelektual. Misalnya: Lemah : B-S : Bila penawaran banyak sedangkan permintaan sedikit maka harga akan turun. Perangkat soal dapat mewakili seluruh pokok bahasan. Peserta tes harus selalu memberikan penilaian absolut.

berikut disajikan alat pengumpul data dalam bentuk non tes. Pengumpulan Data Dengan Metode Non Test Untuk melengkapi data hasil tes akan lebih akurat hasilnya bila dipadukan dengan data. Berikut alat dan cara melaksanakan observasi : Keunggulan metode ini adalah : Banyak gejala yang hanya dapat diselidiki dengan observasi. mengukur taraf perkembangan orang muda dalam hal kesadaran kelak akan memangku suatu pekerjaan atau jabatan (vocation). jenis data yang dapat diambil menggunakan tes hasil belajar (Achievement Test) ini adalah taraf prestasi dalam belajar. Kelemahan Tes Proyektif hanya diadministrasi oleh seorang psikolog yang berpengalaman dalam menggunakan alat itu dan ahli dalam menafsirkannya. Tes Proyektif. Tes Minat Tes minat. kesehatan mental. hasilnya lebih akurat dan sulit dibantah. sifat temperamen. 5. dan dalam menyusun serta mengimplementasikan rencana pembangunan masa depannya sendiri. Kelebihan tes semacam ini meneliti taraf kedewasaan orang muda dalam mempersiapkan diri bagi partisipasinya dalam dunia pekerjaan (career maturity). 4. mengukur kegiatan-kegiatan macam apa paling disukai seseorang. angket kepribadian. 3. meneliti sifat-sifat kepribadian seseorangmelalui reaksi-reaksinya terhadap suatu kisah. Tes Hasil Belajar (Achievement Test) Tes yang mengukur apa yang telah dipelajari pada berbagai bidang studi. seperti sifat karakter. Tes macam ini bertujuan membantu orang muda dalam memilih macam pekerjaan yang kiranya paling sesuai baginya (Test of Vocational Interest). Banyak objek yang hanya bersedia diambil datanya hanya dengan observasi. corak kehidupan emosional. hasil belajar. Observasi Observasi diartikan pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. yang khas untuk orang itu. Tes Kepribadian Tes kepribadian. meneliti berbagai ciri kepribadian seseorang dengan menganalisa jawaban-jawaban tertulis atas sejumlah pertanyaan untuk menemukan suatu pola bersikap. mengukur ciri-ciri kepribadian yang bukan khas bersifat kognitif.data yang dihasilkan dengan menggunakan tehnik yang berbeda. II. B. dalam memikirkan hubungan antara memangku suatu jabatan dan cirri-ciri kepribadiannya serta tuntutan-tuntutan social-ekonomis. bermotivasi atau bereaksi emosional. Tes Perkembangan Vokasional Tes vokasional.intelegensi. A. 6. suatu gambar atau suatu kata. minat dan kepribadian yang bersama-sama memungkinkan untuk maju dan berhasil dalam suatu bidang tertentu dan mengambil manfaat dari pengalaman belajar dibidang itu. serta bidang-bidang kehidupan yang menimbulkan kesukaran dalam penyesuaian diri. relasirelasi social dengan orang lain. misalnya .

Oberservasi sering menjumpai observee yang bertingkah laku baik dan menyenangkan karena tahu bahwa ia sedang diobservasi. Kejadian ini menimbulkan kesan tentang subyek itu diluar proporsi kepentingannya. guru. sehingga dapat menyumbangkan pemahaman yang lebih besar tentang kepribadian individu tersebut. Kelemahan-kelemahan observer dalam pencatatan. Kejadian yang serempak dapat diamati dan dan dicatat serempak pula dengan memperbanyak observer. Keuntungan : Catatan ini menggambarkan perilaku individu. yang ternyata sangat menentukan hasil penelitian. Kelemahan : Catatan ini dapat berguna hanya jika penggambaran pengamatannya akurat dan komprehensif.terlalu sibuk dan kurang waktu untuk diwawancarai atau menisci kuisioner. dan tidak dilengkapi bukti kuat. sehingga dapat terjadi gangguan yang menyebabkan observasi tidak dapat dilakukan. Catatan Anekdot (Anecdotal Record ) Alat untuk mencatat gejala-gejala khusus atau luar biasa menurut urutan kejadian. dan petugas sekolah. Banyak gejala yang hanya dapat diamati dalam kondisi lingkungan tertentu. Beberapa kejadian yang dialami subyek sehari-hari cenderung menjadi bahan observasi dan dicatat. Pencatatan dan penggambaran perilaku yang tidak representative mungkin akan mempengaruhi perilaku individu yang lain. bukan pendapat pencatat tentang kejadian tersebut. Banyak kejadian yang dipandang kecil yang tidak dapat ditangkap oleh alat pengumpul data yang lain. Catatan tentang perilaku yang jelas akan menghasilkan pemahaman yang lebih tepat mengenai subyek. biasanya dalam berbagai situasi yang berbeda. Catatan ini melengkapi data kuantitatif dan memperkaya penafsiran perilaku. Catatan anecdotal banyak memakan waktu dalam penulisan dan pemrosesannya. terlalu luas. daripada generalisasi yang tidak jelas. . Catatan ini bisa menciptakan masalah serius bagi personel sekolah berkaitan dengan undang-undang yaitu (Undang-Undang dan Privasi Pendidikan Keluarga 1974) yang diciptakan untuk melindungi hak privasi siswa. Pencatatan ini dilakukan terhadap bagaimana kejadiannya. Banyak kejadian dan keadaan objek yang sulit diobservasi. Pencatatan data tentang orang tua atau anak dpat berdampak sangat berbahaya. catatan dibuat segera setelah peristiwa terjadi. 1. Hal ini jelas menambah beban konselor. Catatan ini mendorong guru untuk tertarik dan mendapatkan informasi tentang individu. terutama yang menyangkut kehidupan peribadi yang sangat rahasia. Kelemahan metode ini adalah : Observasi tergantung pada kemampuan pengamatan dan mengingat.

asalkan mereka memiliki pengetahuan yang sama tentang individu yang sedang dinilai. Karena skala penilaian telah digunakan secara luas selama bertahun-tahun. dengan demikian akan memperbesar reliabilitas penilaian. dan kesalahan logis. jenis-jenis kesalahan itu bisa saja terjadi dengan berbagai bentuk berdasarkan observasi yang dilakukan. Namun. B. Keuntungan : Kelebihan skala pengukuran adalah karena merupakan alat perhitungan observasi dan merupakan alat yang bagi pengamat dapat digunakan untuk menilai individu yang sama. biasanya hasilnya lebih baik daripada penilaian yang hanya dilakukan satu orang. 3. 4. Dalam rating scale tidak hanya terdapat nama objek yang diobservasi dan gejala yang akan diselidiki akan tetapi tercantum kolom-kolom yang menunjukkan tingkatan atau jenjang setiap gejal tersebut. Daftar Chek (Check List ) Penataan data dilakukan dengan menggunakan sebuah daftar yang memuat nama observer dan jenis gejala yang diamati. Skala Penilaian (Rating Scale) Pencatatan data dengan alat ini dilakukan seperti chek list. karena sebagian atau seluruh peristiwa direkan dengan alat elektronik sesuai dengan keperluan. Peralatan Mekanis (Mechanical Device) Pencatatan dengan alat ini tidak dilakukan pada saat observasi berlangsung. Angket Tertulis Alat ini memuat sejumlah item atau pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa secara PROSEDUR PENYUSUNAN HASIL BELAJAR Posted on 30 Juni 2008 by Abdul Majid . efek halo. melainkan pada waktu tertentu dan terbatas pula pada jangka waktu yang telah ditetapkan untuk tiap-tiap kali pengamatan. 5. kekurangan itu cukup dikenal oleh mereka yang merancang dan menggunakannya. Perbedaannya terletak pada kategorisasi gejala yang dicatat.2. Penilaian yang sama dari beberapa penilai. Catatan Berkala (Incidental Record) Pencatatan berkala walaupun dilakukan berurutan menurut waktu munculnya suatu gejala tetapi tidak dilakukan terus menerus. Kelemahan: Kesalahan bias personal. kecenderungan sentral.

tes lisan dan tes tindakan. memperbanyak soal 2. mengorganisasikan kembali soal dalam bentuk final 9. Hal yang harus disiapkan . mengorganisasikan tes menurut tipe-tipe soal yang dibuat. Dalam tes tertulis ada dua perangkat alat yang harus disediakan yakni lembar soal yang sudah lengkap dengan petunjuk pegerjaannya dan lembar jawaban yang akan diisi oleh siswa. Dalam hal ini testi melakukan suatu kegiatan berdasarkan intruksi atau petunjuk tertentu dan tester mengamati keterampilan testi dalam menyelesaikan tugas tersebut. Langkah-Langkah dalam Penyusunan Tes Hasil Belajar Adapun beberapa Langkah-langkah dalam penyusunan tes hasil belajar adalah : 1.1. Sedangakan didalalam tes lisan dilakukan dalam suatu komunikasi langsung antara tester dan testi. Perangkat yang digunakan adalah pokok-pokok pertanyaan yang akan diajukan dan pedoman penyekoran jawaban. merevisi soal 8. Jenis Tes Hasil Belajar Secara garis besar terdapat tiga jenis hasil belajar yakni : tes tertulis. Pada tes ini tester mengajukan persoalan secara lisan dan testi harus menjawab pertanyaan-pertanyaan secara lisan pula. 5. 6. mendefinisikan tujuan-tujuan pembelajaran dan lingkup bahan ajar yang mestinya diungkap 2. membuat atau menulis soal sekaligus dengan kunci jawaban. menyusun kisi-kisi 3. Berdeda dengan kedua tes diatas. Mengadakan pemeriksaan terhaadap butir soal secara rasional. membuat petunjuk pengerjaan soal. mengadakan uji coba (try out) 7. 4. isi uji dalam tes tindakan tidak disajikan dalam bentuk pertannyaan melainkan dalam bentuk tugas.

e. Lazimnya tes tindakan ini disebut ujian praktek. Tes uraian biasanya digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif yang relative tinggi dan kompleks.disini adalah petunjuk atau intruksi tentang kegiatan yang harus dilakukan. 1. Penyusunan Tes Hasil Belajar a. Kedua : pertimbangan terhadapa waktu yang tersedia. Tidak memberi kesempatan kepada siswa untuk menebak jawaban. Keempat : pertimbangan terhadap kelengkapan fasilitas yang dibutuhkan. . Kelemahan: a. d. Ketiga : pertimbangan jumblah peserta tes. Tes Uraian Tes uraian merupakan suatu bentuk soal yang harus dijawab atau dipecahkan oleh testi dengan cara mengemukan pendapat secara terurai. Menuntut siswa untuk mengintegrasikan pengetahuan dalam menjawab persoalan c. serta pedoman pengamatan (pedoman penilaian). 3. Dapat mengungkap aspek-aspek pengetahuan atau perilaku yang kompleks secara leluasa b. Pemiihan jenis-jenis ts yang harus digunakan tergantung pada banyak factor yang perlu dipertimbangkan: Pertama : pertimbangan terhadap aspek perilaku atau bahan ajar yang akan diungkap. Peryusunan Tes Tertulis Pada dasarnya ada dua bentuk soal tes tertulis yang lazim kita gunakan yakni: tes uraian dan tes objektif. Menunutut kreatifitas siswa untuk mengorganisasikan sendiri jawabannya. Dalam tes ini memungkinkan timbulnya variasi dalam jawaban yang diberikan oleh testi (siswa) karena jawaban yang diberikan bersifat subjektif. Dapat melihat jalan pikiran siswa dalam menjawab persoalan. Adapun keunggulan dan kelemahan tes uraian yaitu: Keunggulan : a. Ruang lingkup yang diungkap sangat terbatas. dan perlengkapan atau alat-alat praktek yang diperlukan.

Penyusunan Tes Lisan Pada dasarnya tes lisan sama dengan tes uraian. Kelemahan : a. misalnya keindahan dan kerapian tulisan. Tes Objektif Berbeda dengan tes uraian. Terdapat kemungkinan untuk dapat menebak jawaban dengan tepat. pada umumnya lebih terbatas pada hal-hal yang factual. sehingga jawaban terhadap soal-soal tersebut sudah dapat ditentukan secara pasti. c. Tes lisan digunakan untuk mengevaluasi hasil belajar berupa kemampuan untuk mengemukakan pendapat-pendapat atau gagasan-gagasan secara lisan. Tidak dapat mengetahui jalan pikiran testi dalam menjawab suatu pesoalan. b. 2. Tes lisan dilakukan dalam suatu komunikasi langsung antara tester dan testi. Bahan ajar yang diungkap dengan ts objektif. Memungkinkan timbulnya keragaman dalam memberikan jawaban sehingga tidak ada rumusan benar yang pasti. Lebih memberikan peluang untuk bersifat subjektif d. Jika bahan ajar yang diajukan sama maka ideal sekali kalau siswa mendapat perangkat soal yang sama. Panjang pendeknya suatu tes (banyak sedikitnya butir soal) bisa berpengaruh terhadap kadar reliabilitas c.b. tetapi hal ini sulit untuk dilakukan secara serempak terhadap semua testi oleh tester yang sama. Adapun keunggulan-keunggulan dan kelemahan dari tes lisan adalah : . c. Proses penilaian dapat dilakukan secara objektif karena kunci jawaban sudah dapat ditentukan secara pasti. Proses pensekoran dapat dilakukan secara mudah karena kunci jawaban dapat dibuat secara pasti d. Waktu yang dibutuhkan relative lebih singkat b. Adapun keunggulan-keunggulan dan kelemahan-kelemahan tes objektif adalah : Keunggulan : a. Membatasi kreativitas siswa dalam menyusun jawaban sendiri. perbedaannya terletak pada pelaksanaannya. tugas-tugas dan persoalan-pesoalan dalam tes objektif sudah terstruktur. Proses penyekoran sering terganggu oeh factor-faktor lain diluar maksut pengukuran. b.

Penyusunan Tes Tindakan Tes tindakan dimaksutkan untuk mengukur keterampilan siswa dalam melakukan suatu kegiatan. Dalam tes tindakan persoalan disajikan dalam bentuk tugas yang harus dikerjakan oleh testi. standar dan syaratsyarat kualitas lainnya. teori. Pengertian Tes 1. Memerlukan biaya yang relative lebih besar 3. Pada intinya ada dua unsur yang yang bisa dijadikan bahan penilaian dalam tes tidakan yaitu: proses dan produk. Cocok untuk mengukur aspek perilaku psikomotor 2. Prosedur yang digunakan dalam penyusunan tes adalah sistematis. 3. Tak ada kesempatan untuk menyontek Kelemahan : 1. 2. Lebih sulitdalam mengadakan pengukuran 2.Keunggulan : a. Peluang subjektivitas dalam penilaian lebih terbuka. . Mengukur kemampuan berpikir taraf tinggi secara lebih leluasa. dan keterampilan mempraktekkannya. c. Memerlukan waktu yang relatif. Memerlukan banyak format intrumen 5. Memungkinkan penguji untuk menyimpang dari lingkup bahan ajar yang diujikan 3. Tak ada kesempatan untuk menyontek Kelemahan : 1. Lebih memungkinkan untuk terjadinya ketidakadilan 2. Membutuhkan waktu yang relative lebih lama 4. Adapun keunggulan dan kelemahan dari tes tindakan ini adalah : Keunggulan : 1. Prosedur yang sistematis itu sendiri bermakna ada aturan-aturan tertentu yang harus dipenuhi dalam penyusunan tes mencakup pengertian obyektif. Memungkinkan untuk melakukan pengecekan 3. 1. Dapat digunakan untuk mengecek kesesuaian antara pengetahuan.

maka para ahli memberikan berbagai macam klasifikasi tes yang berbeda tergantung perspektif sang ahli tersebut.75) yang mengklasifikasikan tes berdasarkan perspektif tertentu. Hasil tes kemudian biasa digunakan untuk memantau perkembangan mutu pendidikan. Jawaban peserta tes merupakan sumber utama untuk menemukan apa yang sebenarnya diinginkan oleh tes. Beberapa klasifikasi tersebut disebutkan di bawah ini. Sebagai salah satu alat untuk mengkuantifikasi sampel prilaku. (2) tes intelegensi. Hal ini bermakna. tes awal. Ditinjau dari segi respon tes dapat dibedakan menjadi dua bentuk yaitu tes verbal dan tes non verbal. Klasifikasi tes yang lebih lengkap disampaikan oleh Anas Sudijono (2005: 68 . (3) tes potensi intelektual dan (4) tes hasil belajar. . Jika tes digolongkan berdasarkan fungsi sebagai alat ukur perkembangan. tidak semua yang ingin diukur dapat tercakup dalam tes. Cangelosi (1995: 23) membedakan tes menjadi 2 buah yaitu tes baku dan tes buatan guru. tes formatif dan tes sumatif. Karenanya kelayakan sebuah tes ditentukan oleh sejauhmana butir-butir soal yang terdapat dalam tes tersebut mewakili kawasan (domain) yang hendak diukur. tes kepribadian dan tes hasil belajar. akan ada dua tes yaitu tes tertulis dan tes lisan. Klasifikasi Tes Ada dua cara yang sering digunakan untuk mengukur aspek psikologi seseorang termasuk belajar yaitu dengan tes dan nontes. 3.2. tes kemampuan. 2. maka akan ada dua jenis tes yaitu power test dan speed test. Hal ini bermakna bahwa butir-butir yang terdapat dalam tes bermaksud menunjukkan apa yang diketahui peserta tes. Cronbach (1970) sebagaimana dikutip Saifuddin Azwar (2004: 5) membedakan tes menjadi dua kelompok besar yaitu tes yang mengukur performansi maksimal (maximal performance) dan tes yang mengukur performansi tipikal (typical performance). Berdasarkan aspek psikis yang ingin dinilai. tes akhir. tes diagnostik. Sumadi Suryabrata (2005: 14) membuat penggolongan tes berdasarkan atribut psikologis menjadi : (1) tes kepribadian. Berdasarkan banyaknya orang yang mengikuti maka tes dibedakan menjadi tes individu dan tes kelompok. Hal yang ingin diukur oleh tes adalah prilaku. Isi tes merupakan sample dari hal yang hendak diukur. Dan jika ditinjau dari cara mengajukan pertanyaan. tes sikap. tes merupakan alat untuk menaksir tingkat kemampuan seseorang secara tidak langsung melalui respon yang diberikannya atas soal-soal yang terdapat dalam tes. maka ada 6 jenis tes yaitu : tes seleksi. tes dibedakan menjadi tes intelegensi. Sebagai salah satu alat ukur dalam bidang ilmu sosial khususnya pendidikan. Jika digolongkan berdasarkan waktu yang disediakan.

Menurut Anas Sudijono (2005: 73) tes prestasi hasil belajar adalah tes yang digunakan untuk mengungkap tingkat pencapaian belajar. ada beberapa penggolongan tes obyektif yaitu : . Tes sendiri jika ditinjau dari bentuk soalnya dapat dibedakan menjadi 2 yaitu tes hasil belajar dalam bentuk uraian (non obyektif dan tes hasil belajar bentuk obyektif. Pada tes uraian terbuka setiap peserta tes sepenuhnya memiliki kebebasan untuk menjawab sesuai dengan yang dipikirkannya. karena itulah tes obyektif lebih sering digunakan dalam tes prestasi hasil belajar dibandingkan tes bentuk uraian.Dari sekian banyak pengklasifikasian tes yang telah dilakukan. Saifuddin Azwar (2003: 9) menyatakan bahwa tes prestasi hasil belajar adalah tes yang disusun secara terencana untuk mengungkap informasi subyek atas bahanbahan yang telah diajarkan. ada satu benang merah yang sepertinya disepakati yaitu bahwa tes prestasi hasil belajar merupakan salah satu cara untuk menelusuri kemampuan-kemampuan yang telah dimiliki siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar selama waktu tertentu. Meskipun tes bukanlah satusatunya cara untuk mengungkap hasil belajar siswa. tetapi ia merupakan alat yang paling sering digunakan karena kepraktisan penggunaannya serta biaya yang murah. Teknik Penulisan Tes Setiap kegiatan belajar harus diketahui sejauhmana proses belajar tersebut telah memberikan nilai tambah bagi kemampuan siswa. Tes bentuk uraian dapat digolongkan kedalam dua bagian yaitu tes uraian bentuk terbuka dan tes uraian terbatas. Tidak seperti alat pengukur ilmu alam yang tunggal. alat pengukur dalam ilmu-ilmu sosial dapat terdiri lebih dari satu macam. Tes yang berkaitan dengan tujuan ini sering disebut tes prestasi hasil belajar (TPHB). maka jenis tes yang akan dikaji dan digunakan adalah jenis tes prestasi hasil belajar (achievement test). Sedangkan tes uraian terbatas jawaban yang dikehendaki adalah jawaban yang sifatnya sudah dibatasi. 3. Tes bentuk obyektif memiliki model yang lebih banyak dan variatif dibandingkan tes bentuk uraian. maka jika dikaitkan dengan penelitian ini. Dari beberapa pengertian di atas. Salah satu cara untuk melihat peningkatan kemampuan tersebut adalah dengan melakukan tes. Disebut tes obyektif karena siapapun yang memeriksa hasil tes akan menghasilkan skor yang sama sedangkan tes uraian hasilnya dipengaruhi oleh pemberi skor.

Salah satu contoh tes isian adalah sebagai berikut : 1. tidak juga dari para penguasa. meyakini pengalamanlah sumber pengetahuan itu. Biasanya ada dua pilihan jawaban yaitu huruf B yang berarti pernyataan tersebut benar dan S yang berarti pernyataan tersebut salah.a. Tugas peserta tes adalah mengisi bagian-bagian yang kosong dengan jawaban yang sesuai.. Contoh salah satu tes bentuk uraian adalah : B S : Ibukota Peru berjumlah lima buah. Tes Menjodohkan Tes menjodohkan ini memiliki satu seri pertanyaan dan satu seri jawaban. maupun yang inderawi. beranggapan bahwa sumber pengetahuan adalah rasio: kebenaran pasti berasal dari rasio (akal). Yang merupakan nama asli dari Sultan Hamengkubuwono X adalah ….. B S : Manado adalah Ibukota propinsi Sulawesi Utara b. Tes Isian Tes bentuk isian dapat digunakan dalam bentuk paragraf-paragraf yang merupakan rangkaian cerita atau karangan atau berupa satu pernyataan. Namun tentang aspek mana yang berperan ada beda pendapat. Tugas peserta tes adalah mencari pasangan setiap pertanyaan yang terdapat dalam seri pertanyaan dan seri jawaban. Para filsuf zaman modern menegaskan bahwa pengetahuan tidak berasal dari kitab suci atau ajaran agama. baik yang batin. Tugas peserta tes adalah menentukan apakah pernyataan tersebut benar atau salah. . tetapi dari diri manusia sendiri. Aliran ………………. Tes benar salah Tes benar salah adalah bentuk tes yang mengajukan beberapa pernyataan yang bernilai benar atau salah. 2. sebaliknya. Beberapa bagian kalimatnya yang merupakan kata-kata penting telah dikosongkan terlebih dahulu. Aliran ……………. Contoh bentuk tes menjodohkan adalah : c.

3 tahun b. Tes Pilihan ganda Tes bentuk pilihan ganda merupakan tes yang memiliki satu pemberitahuan tentang suatu materi tertentu yang belum sempurna serta beberapa alternatif jawaban yang terdiri dari kunci jawaban dan pengecoh. yang mencoba memadukan kedua pendapat berbeda itu.Lalu muncul aliran ……………. Pemilihan Presiden di Indonesia dilaksanakan setiap berapa tahun? a. . tidak semuanya dapat digunakan secara bersamaan dalam satu kesempatan. Tugas peserta tes adalah memilih jawaban dari pilihan yang tersedia dan paling sesuai dengan pernyataan yang ada dalam soal. Pedoman utama dalam pembuatan butir soal bentuk pilihan ganda adalah: 1) Pokok soal harus jelas 2) Pilihan jawaban homogen dalam arti isi 3) Panjang kalimat pilihan jawaban relatif sama 4) Tidak ada petunjuk jawaban benar 5) Hindari menggunakan pilihan jawaban: semua benar atau semua salah 6) Pilihan jawaban angka diurutkan 7) Semua pilihan jawaban logis 8) Jangan menggunakan negatif ganda 9) Kalimat yang digunakan sesuai dengan tingkat perkembangan peserta tes 10) Bahasa Indonesia yang digunakan baku 11) Letak pilihan jawaban benar ditentukan secara acak. cakupan materi tes dan karakteristik mata pelajaran yang diujikan. 4 tahun c. d. 6 tahun Dari beberapa bentuk tes yang tersedia. jumlah peserta. waktu yang tersedia untuk pemeriksaan lembar jawaban. Menurut Djemari Mardapi (2004: 73) pemilihan bentuk tes yang tepat ditentukan oleh tujuan tes. Contoh bentuk soal pilihan ganda adalah : 1. 5 tahun d. Ada beberapa pertimbangan yang diperlukan untuk memilih bentuk tes yang paling sesuai.

yaitu konsep yang bersifat khusus yang mengandung variasi nilai. Banyak ahli yang menyebutnya dengan konsep variabel. Pada hakikatnya. atau “simbol/lambang yang padanya dilekatkan bilangan atau nilai”. perumusan hipotesis. dimensi atau nilai yang perlu diamati. tetapi dalam bentuk kategori-kategori. maksudnya konsep yang sudah sangat dekat dengan fenomena-fenomena atau obyek-obyek yang teramati. variabel menjadi penting artinya untuk menentukan bermututidaknya suatu hasil penelitian. • Variabel kategori adalah konsep yang memiliki beberapa gejala yang dapat dibedakan satu sama lain berdasarkan label. Kedua jenis variabel ini dapat dijelaskan sebagai berikut.VARIABEL PENELITIAN By: Darmawan Soegandar* A. Arti kata ini menunjukkan bahwa variabel merupakan sesuatu yang di dalamnya terdapat atribut-atribut. karena masih terdapat konsep-konsep yang tidak mengandung memenuhi ciri seperti itu. unit-unit. Secara leksikal. variabel dapat dikelompokkan pada variabel kategori dan variabel dimensi. Posisi variabel yang senteral menempatkannya sebagai dasar dari semua proses peneltian. setiap variabel adalah suatu konsep. mulai dari perumusan masalah. atribut atau unsur formal dari gejala itu. Variabel kategori adalah variabel mengandung nilai-nilai yang tidak dapat diutarakan dalam bentuk angka. istilah variabel dapat diartikan sebagai sesuatu yang dapat beragam (bervariasi). Jadi konsep variabel itu merupakan sebutan umum yang mewakili semua atribut. dimensidimensi atau nilai-nilai yang beragam. B. sampai pada analisisnya. Variabel Kategori dan Dimensi Sebagai konsep yang mengandung nilai. . Sehubungan dengan posisi penting ini. Karena itu tidak semua konsep disebut variabel. pembuatan instrumen pengumpul data. Pengertian Pemahaman terhadap variabel dan hubungan antar variabel merupakan salah-satu kunci penting dalam penelitian kuantitatif. Yang dimaksud dengan konsep variabel di sini adalah konsep yang bersifatobservati bl e. Kerlinger mendefinisikan variabel sebagai ‘suatu sifat yang dapat memiliki bermacam nilai”.

pelaksanan puasa. seperti pelaksanaan shalat fardhu. • Variabel dimensi adalah konsep yang menunjukkan suatu gejala berdasarkan nilai atau tingkatan. terdapat beberapa jenis variabel kualitatif yang dapat dihitung dengan angka-angka. Karena itu. Konsep ‘pengamalan agama’ mengandung banyak jenis gejala. umumnya yang dipilih sebagai variabel adalah konsep berdimensi tunggal. dan perbedaan antara satu sama lain hanya karena ciri atributnya (bukan harganya). artinya satu usnur hanya dapat dimasukkan ke dalam salah satu kategori. individu-individu yang termasuk dalam sub-kategori hanya mungkin dihitung secara nominal. karena itu sangat kompleks dan sulit untuk . laki-laki dan perempuan). maka konsep ini termasuk kategori berdimensi majemuk (multidimensional). Pada era perkembangan ilmu yang pesat belakangan ini. sekalipun tetap menyadari bahwa tidak semuanya dapat diangkakan. Mengkategorisasikan berarti menempatkan suatu obyek ke dalam sub. Pada penelitian kuantitatif. zikir dan sebagainya. tanpa melihat peringkatnya.himpunan. pelaksanaan shalat sunat. Menurut para ahli ini. sebagai bagian dari himpunan. variabel ini disebut juga variabel kualatitatif. Pembuatan kategori yang terbaik adalah dengan merujuk teori yang sudah ada. karena tidak bercampur aduk dengan shalat sunat. Jika variabel penelitian adalah seperti ‘pengamalan agama’. Jadi. hubungan antara sesama dan banyak lagi yang lain. pelaksanaan shalat fardhu. Setiap jenis gejala pada ‘pengamalan agama’ adalah satu variabel. para peneliti telah berusaha untuk mengkuantifikasi variabel-variabel kualitatif. artinya semua unsur dari variabel tersebut harus dapat dimasukkan ke dalam salah satu kategori. 1) bersifatexhaustive. Ini berarti bahwa variabel dimensi itu mengandung dimensi-dimensi yang dapat diukur dan diberi skore dengan angka. pelaksanaan zakat. Karena itu variabel dimensi ini disebut juga variabel kuantitatif. dan 2) bersifat mutually exlusive. Included terms atau idividu-individu yang terdapat pada konsep itu dikelompokkan berdasarkan ciri tertentu. Contoh variabel kategori ini adalah jenis kelamin (memiliki dua gejala.Karena itu. Tetapi jika sistem kategori yang baku belum ditemukan. pada dasarnya tidak ada kelebihan peringkat nilai satu sub-himpunan dari sub-himpunan lainnya. Konsep berdimensi tunggal (unidimensional) adalah konsep yang spesifik (bukan bersifat general) yang hanya mengandung satu jenis gejala. Konsep ini sudah spesifik. Ada dua ketentuan dalam membentuk kategori dari suatu variabel. maka seorang peneliti dapat membentuk kategori sendiri. kepatuhan kepada orangtua. Cara yang lazim digunakan untuk mengkuantifikasi vaiabel kualitatif adalah dengan membentuk indeks dan skala. Sebagai contoh.

1. Kerlinger menyatakan.diskret dankontinu. 3. dan 2) konsep dimensi akan menghasilkan data berbentuk skala sehingga lebih mungkin untuk dianalisis dengan metode-metode statistik yang lebih akurat. Dengan demikian. diskret berarti tidak mempunyai pecahan (utuh). harga-harga suatu variabel kontinu mencerminkan suatu urutan peringkat (rank order). adalah karena 1) konsep dimensi dapat diterapkan untuk semua budaya. variabel diskret hanya dapat dinyatakan dalam satuan-satuan (satu. artinya di antara dua unit ukuran masih terdapat unit-unit ukuran lain yang secara teoritik tidak terhingga banyaknya. ukuran-ukuran kontinu termuat dalam suatu range dan setiap individu mendapat skor yang ada dalam range itu. danke dua. tiap nilai variabel dipisahkan oleh satu kesatuan tententu. Data yang diperoleh dari variabel kontinu ini terdiri dari data skala rasio. Populasi . Secara umum. dan satuan-satuan itu tidak dapat dibagi lagi ke dalam satuan yang lebih kecil. dua. Alasannya.52 dan seterusnya. enam).6 meter masih terdapat ukuran 1. dan skala ordinal. 1. data yang diperoleh dari variabel ini adalah data nominal. variabel diskret merupakan hasil perhitungan sedangkan variabel kontinu merupakan hasil pengukuran. Populasi Populasi adalah seluruh kumpulan elemen yang dapat digunakan untuk membuat beberapa kesimpulan (Cooper dan Emory. Maksudnya. bahwa variabel kontinu itu memiliki sehimpunan harga yang teratur dalam suatu cakupan (range) tertentu. 4. Karena itu. Anggota populasi adalah elemen populasi. variabel yang paling baik adalah konsep dimensi. Sedangkan variabel kuantitatif kontinu (continuous quantitative variables) adalah variabel yang bersambungan. Hal ini bukan berarti konsep kategori tidak berguna.diuji dengan metoda statistik. Contohnya. konsep multidimensional hanya mungkin dijadikan variabel dalam penelitian yang berskala besar dan bermaksud untuk menperoleh hasil yang mendalam. Harga yang lebih besar menunjukkan lebih banyak sifat tertentu yang dimilikinya dibanding dengan harga yang lebih kecil. sebab konsep ini juga masih dapat dianalisis dengan statistik non.5 meter dan 1. Variabel dimensi dapat dibedakan pada dua jenis. Populasi dan Sampel 3. Secara literal. 1997:214). Jadi. di antara 1. Dalam penelitian kuantitatif. perbedaan antara kedua jenis variabel ini adalah bahwa.prametrik dengan hasil perhitungan kasar atau dapat juga diubah dengan cara-cara tertentu menjadi konsep dimensi.4. dalam variabel kuantitatif diskret (discrete quantitative variables).pertama.51. skala interval. Ini menunjukkan.

dalam penelitian ini adalah semua perusahaaan automotive and allied product yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Adapun alasan pemilihan perusahaan Automotive dan allied product Go Publik pada Bursa Efek Indonesia sebagai populasi dalam penelitian di karnakan laba dan harga saham perusahaanperusahaan ini sangat fluktuatif selain itu perusahaan Automotive dan allied product Go Publik merupakan 43 .

Sampel dalam penelitian ini dipilih dengan metode purposive sampling (pengambilan sampel bertujuan). 2005:73). Sampling sistematis Teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Penentuan kriteria sampel ini diperlukan untuk menghindari timbulnya miss-spesifikasi dalam penentuan sampel penelitian yang selanjutnya akan berpengaruh terhadap hasil analisa. Simple random sampling. bila populasi berstrtata tapi kurang proporsional d. a.perusahaan yang berkembang pesat pada akhir dekade ini serta data perusahaan Automotive dan allied product Go Publik memenuhi kriteria dalam penelitian ini.2006:90) Teknik sampling Teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian antara lain : A. Ide dasar pengambilan sampel (sampling) adalah bahwa dengan menyeleksi bagian dari elemen-elemen populasi sehingga diperoleh simpulan tentang keseluruhan populasi (Cooper dan Emory. yaitu penentuan sampel dari populasi yang ada berdasarkan kriteria tertentu. Sampel yang tidak akurat dan tidak tepat akan memberikan simpulan riset yang tidak diharapkan atau dapat menghasilkan simpulan yang salah dan menyesatkan (Hartono. Non-probability sampling. Sampel diperoleh dengan menggunakan pertimbangan tertentu. Teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. B. Judgment sampling adalah purposive sampling yang tipe pemilihannya secara tidak acak. umumnya disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian. 1999:137). Sampel Sampel adalah bagian dari populasi (Nazir. b. Proportionate stratified random sampling Teknik pengambilan sampel bila populasi tidak homogen dan berstrata secara proporsional c. 1997:214). kelemahan metode ini adalah pada hasil analisis yang 44 Definisi : Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya Sedang sampel adalah bagian dari jumlah dan karkateristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiono. Probabiliy sampling Teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) opulasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. a. Teknik pengambilan sampel dari populasi sangat sederhana dengan cara mengambil acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi.2. 3. Faktor kepraktisan merupakan pertimbangan pokok dalam pemilihan metode ini. Meskipun demikian. Cluster sampling Teknik sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel bila objek ayang akan diteliti atau sumber data sangat luas. Dengan sayarat anggota populasi homogen. . Penelitian ini menggunakan judgment sampling. Disproportionate staratified ramdom sampling Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel. Proses pengambilan sampel harus dapat menghasilkan sampel yang akurat dan tepat.4. misalnya penduduk suatu negara.

Sampling jenuh Teknik pennetuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel f. kelompok. komunitas. Berapa jumlah sampel tergantung pada tingkat ketelitian atau kesalahan yang dikehendaki selain tergantung pada dana. jumlah artikel dalam media massa. organisasi. e. misalnya kita akan meneliti bagaimana rata-rata tingkat prestasi akademik mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad dan kita hanya akan memokuskan penelitian kita pada mahasiswa yang aktif di lembaga-lembaga kemahasiswaan. tenaga dan wak 4. Sampling insidental Teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel. maka seluruh mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad adalah . 2. 5. Populasi atau sering juga disebut universe adalah keseluruhan atau totalitas objek yang diteliti yang ciri-cirinya akan diduga atau ditaksir (estimated). 7. Populasi dalam penelitian (penelitian komunikasi) bisa berupa orang (individu. penelitian tentang kualitas makanan maka sampelnya orang ahli makanan. 9. 3. misalnya jumlah terbitan media massa. Snowball sampling Teknik penentuan sampel yang mula-muala jumlahnya kecil. Sampling kuota Teknik menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah yang diinginkan. sedangkan populasi sasaran adalah populasi yang benar-benar dijadikan sumber data. Ciri-ciri populasi disebut parameter. Oleh karena itu. makin besar jumlah sampel mendekati populasi maka peluang kesalahan generalisasi semakin kecil. Sebagai contoh. Populasi penelitian terdiri dari populasi sampling dan populasi sasaran. atau masyarakat) maupun benda. kemudian membesar. KONSEP DASAR POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 6. c. Populasi sampling adalah keseluruhan objek yang diteliti. Menentukan ukuran sampel Ketentuan : 1. jumlah rubrik. Jumlah sampel diharapkan 100% mewakili populasi atau sama dengan populasi itu sendiri. dan sebagainya (terutama jika penelitian kita menggunakan teknik analisis isi (content analysis). 8. d.b. Sampling purposive Teknik penetuan sampel dengan pertimbangan tertentu. populasi juga sering diartikan sebagai kumpulan objek penelitian dari mana data akan dijaring atau dikumpulkan.

ketika kita meneliti tingkat rata-rata prestasi akademik mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad (Fikom Unpad). Jika kita menggunakan seluruh unsur populasi sebagai sumber data.populasi sampling. dalam batas-batas tertentu sensus kadang-kadang tidak efektif dan tidak efisien. sedangkan seluruh mahasiswa yang aktif dalam lembaga kemahasiswaan adalah populasi sasaran. maka penelitian kita disebut sensus. Sensus merupakan penelitian yang dianggap dapat mengungkapkan ciri-ciri populasi (parameter) secara akurat dan komprehensif. maka jumlah populasinya adalah satu. Ciri-ciri sampel disebut statistik. jika kita meneliti sikap sivitas akademika Fikom Unpad terhadap kebijakan rektor dalam menaikkan biaya pendidikan. Sama halnya dengan populasi. maka jumlah populasinya adalah satu dan ukuran populasinya 8. Misalnya. Ukuran populasi adalah banyaknya unsur atau unit yang terkandung dalam sebuah kategori populasi tertentu. dan biaya yang dimiliki oleh peneliti. terutama jika dihubungkan dengan ketersedian sumber daya yang ada pada peneliti. Sampel atau juga sering disebut contoh adalah wakil dari populasi yang ciricirinya akan diungkapkan dan akan digunakan untuk menaksir ciri-ciri populasi. 15. Jadi. Misalnya. jumlah populasinya ada tiga. Oleh karena itu. bila dikaitkan dengan fokus penelitian. maka yang akan kita peroleh adalah ciri-ciri sampel bukan ciri-ciri populasi. ketika kita meneliti bagaimana rata-rata tingkat prestasi akademik mahasiswa Fikom Unpad. dan staf administratif. sebaik-baiknya penelitian adalah penelitian sensus. 14. keterbatasan waktu. Sementara itu. Namun demikian. Oleh karena itu. tenaga. 10. sebab dengan menggunakan seluruh unsur populasi sebagai sumber data.236 orang (sesuai dengan jumlah mahasiswa yang terdaftar resmi di Fikom Unpad). tetapi ciri-ciri sampel itu harus dapat digunakan untuk menaksir populasi. dosen. misalnya terdiri dari kategori mahasiswa. maka gambaran tentang populasi tersebut secara utuh dan menyeluruh akan diperoleh. 12. Konsep lainnya yang harus dipahami-dan tidak boleh dikelirukanadalah jumlah populasi (population numbers) dan ukuran populasi (population size). jika kita menggunakan sampel sebagai sumber data. Sebagian unsur populasi yang dijadikan objek penelitian itu disebut sampel. yang dilambangkan dengan huruf N. Jumlah populasi adalah banyaknya kategori populasi yang dijadikan objek penelitian yang dinotasikan dengan huruf K. dalam sampel pun ada konsep jumlah . maka peneliti boleh mengambil sebagian saja dari unsur populasi untuk dijadikan objek penelitiannya atau sumber data. Misalnya. 13. yakni kategori mahasiswa. Dalam keadaan peneliti tidak memungkinkan untuk melakukan sensus. maka jumlah populasinya sebanyak kategori yang terkandung dalam konsep sivitas akademika. 11.

24. Sampel representatif adalah sampel yang memiliki ciri karakteristik yang sama atau relatif sama dengan ciri karakteristik populasinya. 17. Dalam menentukan menentukan ukuran sampel (n) yang harus diambil dari populasi agar memenuhi persyaratan kerepresentatifan.UKURAN SAMPEL 21. Karena data yang diperoleh dari sampel harus dapat digunakan untuk menaksir populasi. Jumlah sampel adalah banyaknya kategori sampel yang diteliti yang dilambangkan dengan huruf k. dan cara pengambilannya. Ketepatan dalam memilih uji statistik inferensial itu merupakan salah satu unsur penentu validitas atau kesahihan penelitian kita. yang jumlahnya selalui lebih kecil daripada ukuran populasi (n<N).sampel dan ukuran sampel. 16. Pertanyaannya. Tingkat kerepresentatifan sampel yang diambil dari populasi tertentu sangat tergantung pada jenis sampel yang digunakan. sebagaimana diungkapkan di atas. merupakan salah satu faktor penentu tingkat kerepresentatifan sampel yang digunakan. tidak ada kesepakatan bulat di antara para ahli metodolologi penelitian (hal ini wajar. 20. misalnya penelitian korelasional) akan sangat menentukan uji statistik inferensial yang mana yang harus digunakan untuk menguji hipotesis yang dirumuskan dalam penelitian kita. dan sebagainya (Silakan baca buku Statistik Nonparametrik untuk Ilmu-Ilmu Sosial tulisan Sidney Siegel). dua sampel independen. 18. dua sampel berhubungan. dan k sampel independen atau k sampel berhubungan. berapa besar sampel harus diambil dari populasi agar memenuhi syarat kerepresentatifan? 23. Sedangkan ukuran sampel (dilambangkan dengan huruf n) adalah besarnya unsur populasi yang dijadikan sampel. misalnya. 19. Mengapa kita harus benar-benar memahami (tidak mengelirukan) pengertian istilah jumlah sampel dengan ukuran sampel. sebab jumlah sampel dan sifat sampel yang diteliti (terutama untuk penelitian eksplanatif. Cara atau prosedur yang digunakan untuk mengambil sampel dari populasi tertentu disebut teknik sampling. 22. Dalam menguji korelasi di antara variabel-variabel yang diteliti. sebab dalam dunia ilmu yang ada adalah sepakat untuk tidak sepakat asal masing-masing konsisten dengan rujukan yang . ada uji statistik inferensial yang hanya berlaku untuk menguji satu sampel. maka dalam mengambil sampel dari populasi tertentu kita harus benar-benar bisa mengambil sampel yang dapat mewakili populasinya atau disebut sampel representatif. ukuran sampel yang diambil.Ukuran sampel atau besarnya sampel yang diambil dari populasi. yang jumlahnya sama dengan jumlah populasi (k=K).

Metode Penelitian Survai (1989). Misalnya.digunakannya. maka ukuran sampelnya harus besar. Jika kita menggunakan taraf signifikansi 0.05 (5%) atau 0. I Gusti Bagoes Mantra dan Kasto dalam buku yang ditulis oleh Masri Singarimbun dan Sofian Effendi. Sehubungan dengan hal itu. terutama digunkan dalam penelitian eksplanatif. Rancangan Analisis. Rancangan analisis yang dimaksud adalah sesuatu yang berkaitan dengan pengolahan data. Pendapat ini tentu saja sulit untuk dijelaskan apa alasannya jika ditinjau dari aspek metodologi penelitian. .01 (1%). dan penafsiran data yang akan ditempuh dalam penelitian. buku-buku metodologi penelitian menyebut angka lima persen hingga 10 persen untuk menegaskan berapa ukuran sampel yang harus diambil dari sebuah populasi tertentu dalam penelitian sosial. Jika kita menggunakan rancangan analisisnya hanya menggunakan analisis statistik inferensial. kita akan menggunkan teknik analisis data dengan statistik deskripti. misalnya penelitian korelasional. Pada umumnya. Untuk menentukan tingkat homogenitas populasi sebaiknya dilakukan uji homogenitas dengan menggunakan uji statistik tertentu. ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkan yaitu: 27. 26. Tingkat presisi. penyajian data menggunakan tabel-tabel distribusi frekuensi silang (tabel silang) atau tabel kontingensi dengan ukuran 3X3 atau lebih dimana pasti mengandung sel sebanyak 9 buah. 2. 28. Derajat Keseragaman Populasi (degree of homogenity). Tingkat presisi biasanya dinyatakan dengan taraf signifikansi (α) yang dalam penelitian sosial biasa berkisar 0. Dengan kata lain.01 maka ukuran sampel yang diambil harus lebih besar daripada ukuran sampel jika kita menggunakan taraf signifikansi 0. sehingga ilmu itu bisa terus berproses dan berkembang). Jika tinggi tingkat homogenitas populasinya tinggi atau bahkan sempurna. Tingkat Presisi (level of precisions) yang digunakan. sehingga keakuratan hasil penelitiannya (selang kepercayaannya) 1–α yakni bisa 95% atau 99%. rancangan penelitian deskriptif membutuhkan ukuran sampel yang lebih besar daripada rancangan penelitian eksplanatif. 29. pengupasan data. 25. penyajian data. maka ukuran sampelnya boleh lebih kecil dibandingkan apabila kita menggunakan rancangan analisis statistik deskriptif saja. yakni suatu pernyataan peneliti tentang tingkat keakuratan hasil penelitian yang diinginkannya. 1. menyatakan bahwa sebelum kita menentukan berapa besar ukuran sampel yang harus diambil dari populasi tertentu.05. Hal ini untuk menghindarkan adanya sel dalam tabel tersebut yang datanya nol (kosong). sebaliknya jika tingkat homogenitas populasinya rendah (tingkat heterogenitasnya tinggi) maka ukuran sampel yang diambil harus besar. sehingga tidak layak untuk dianalisis dengan asumsi-asumsi kotingensi. maka ukuran sampel yang diambil boleh kecil. 3.

n = ———– 52. 4%.d = batas toleransi kesalahan pengambilan sampel yang digunakan. 32. 4000 58.n = ukuran sampel 44. 3%. atau 10%. . Misalnya. misalnya 5%. (Catatan: Alasan ke-4 ini jangan digunakan sebagai pertimbangan utama dalam menentukan ukuran sampel. biaya. Batas kesalahan yang ditolelir ini untuk setiap populasi tidak sama. 4000 x (0. dan lain-lain. Rumus Slovin di bawah ini dapat digunakan. N 40. maka besarnya sampel adalah: 57. 36. 2%. 56. 46. sebab hal ini lebih berkaitan dengan pertimbangan peneliti (tanpa akhiran an) dan bukan pertimbangan penelitian (metodologi).Keterangan. misalnya keterbatasan waktu. n= ————————= 364 59. 50. maka Rumus Yamane yang harus digunakan. 48. N 51. 33. 1 + Ne² 42. ada yang 1%. 38.05)² + 1 60.e = kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang ditololerir. 4. 54. Jika ukuran populasinya besar yang didapat dari pendugaan proporsi populasi. Jika ukuran populasinya diketahui dengan pasti.30.000 orang. 31. 35.5%. Selain mempertimbangkan faktor-faktor di atas.N = ukuran populasi 45. 47. 43. tenaga. Nd² + 1 53. kita ingin menduga proporsi pembaca koran dari populasi 4.Rumus Slovin: 39. Presisi ditetapkan di antara 5% dengan tingkat kepercayaan 95%. 55. n = ——— 41. 34. 61. 37. 49. beberapa buku metode penelitian menyarankan digunakannya rumus tertentu untuk menentukan berapa besar sampel yang harus diambil dari populasi. Alasan-alasan tertentu yang berkaitan dengan keterbatasanketerbatasn yang ada pada peneliti.

kita dapat mengidentifikasi dua jenis sampel. Kerangka sampling (sampling frame) adalah sebuah daftar yang memuat data mengenai seluruh unit atau unsur sampling yang terdapat pada populasi sampling. Sampel probabilitas atau disebut juga sampel random (sampel acak) adalah sampel yang pengambilannya berlandaskan pada prinsip teori peluang.JENIS SAMPEL DAN TEKNIK SAMPLING 68. Sampel acak sederhana adalah sebuah sampel yang diambil sedemikian rupa sehingga setiap unit penelitian atau satuan elementer dari populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel. sampel nonprobabilitas atau sampel nonrandom (sampel tak acak) adalah sampel yang pengambilannya didasarkan pada pertimbanganpertimbangan tertentu (bisa pertimbangan penelitian maupun pertimbangan peneliti). 64. 71. Secara gampang orang sering mengatakan. bahwa tingkat krepresentatifan sampel selain ditentukan oleh ukuran sampel yang diambil juga ditentukan oleh teknik sampling yang digunakan. ada yang mempersyaratkan tersedianya kerangka sampling. Berdasarkan prosedur atau cara yang digunakan dalam mengambil sampel dari populasi (teknik sampling). Di antara teknik-teknik sampling tersebut. 69. Sebaliknya. yakni pertimbangan-pertimbangan tertentu. yakni prinsip memberikan peluang yang sama kepada seluruh unit populasi untuk dipilih sebagai sampel. 67. Teknik Sampling Random Sederhana (Simple Random Sampling) 75. 66. Sampel probabilitas diambil dengan menggunakan teknik sampling probabilitas atau teknik sampling random. Sampel probabilitas cenderung memiliki tingkat representasi yang lebih tinggi daripada sampel nonprobabilitas. 74. 65. 70.62. sedangkan untuk mengambil sampel nonprobabilitas atau sampel nonrandom digunakan teknik sampling nonprobabilitas. dalam penggunaannya. yaitu: sampel probabilitas (probability sampling) dan sampel nonprobabilitas (nonprobability sampling). KERANGKA SAMPLING (SAMPLING FRAME) 63. 72. yakni ukuran sampel yang dikehendaki dibagi dengan ukuran populasi. Di atas sudah ditegaskan. 76. Peluang yang dimiliki oleh setiap unit penelitian untuk dipilh sebagai sampel sebesar n/N. . a. kerangka sampling adalah daftar nama-nama yang kerkandung dalam populasi penelitian.Teknik Sampling Probabilitas (Teknik Sampling Random) 73.

terutama apabila ukuran populasinya relatif besar. Nomornomr yang terambil itu menjadi unit elementer yang terpilih sebagai sampel. 84. yakni dengan mengundi Tabel Angka Random. digulung. mulai dari nomor terkecil hingga nomor ke-n (tergantung berapa besar ukuran populasinya). gunakan teknik kedua. Langkah awal yang perlu dilakukan adalah menyusun semua unit penelitian atau unit elementer ke dalam kerangka sampling. 1. 4. yakni: 85. Pengundian juga dapat dilakukan seperti halnya ibu-ibu anggota kelompok arian menentukan pemenang arisannya.Dalam menggunakan Teknik Sampling Random Sederhana ini ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. dari satuan elementer dlam populasi (N) yang besarnya 500 orang. ada kecenderungan kita untuk tergoda memilih angka-angka tertentu. 3. Selanjutnya masingmasing nomor unsur populasi itu ditulsikan dalam secarik kertas. 83. Sifat populasinya harus homogen. Keadaan populasinya tidak terlalu tersebar secara geografis. 1989): 79. dimasukkan ke dalam toples yang diberi tutup dengan lubang sebesar kira-kira dapat dilalui oleh setiap gulungan kertas yang ada di dalamnya. Bilangan 500 ini terdiri dari tiga dijit (digit). hampir tidak mungkin kita dapat melakukan pengocokan secara saksama dan merata seluruh gulungan kertas undian. dan ambil sejumlah gulungan kertas tersebut sebanyak ukuran sampel yang dikehendaki. Ukuran populasinya tidak tak terbatas. Penggunaan cara ini (cara pengundian) seringkali tidak praktis. oleh karena itu dalam . Cara ini dipilih karena selain meringankan pekerjaan. Gulungan kertas yang di dalamnya sudah berisi nomor unit elementer. 81. 1. jika tidak. 86. dan dimasukkan ke dalam sebuah kotak atau toples. Caranya adalah sebagai berikut: misalnya. dan kedua. Lalu lakukan pengocokan secara merata. Dengan mengundi unsur-unsur penelitian atau satuan-satuan elementer dalam populasi. 80. Harus tersedia kerangka sampling atau memungkinkan untuk dibuatkan kerangka samplingnya (dalam kerangka sampling tidak boleh ada unsur sampel yang dihitung dua kali atau lebih). Dengan menggunakan Tabel Angka Random. kemungkinan akan terjadi bias. 2. sebab: pertama. juga lebih memberikan jaminan yang lebih besar bahwa setiap unit elementer mempunyai peluang yang sama untuk terpilih sebagai sampel. artinya harus pasti berapa ukuran populasinya.Teknis pelaksanaannya ada dua cara. 78. Dalam keadaan yang demikian. 82. 2. antara lain (Singarimbun dan Effendy.77. akan dipilih 50 satuan elementer sebagai sampel (n). 87. Lalu kocok berulang-ulang hingga keluar sejumlah gulungan kertas sesuai dengan ukuran sampel yang direncanakan.

Cara penggunaan teknik sampling random sistematik ini mirip dengan cara sampling random sederhana. 88. dan populasinya mempunyai pola beraturan yang memungkinkan untuk diberikan nomor urut serta bersifat homogen. 95. 91. Interval sampel adalah angka yang menunjukkan jarak antara nomor-nomor urut yang terdapat dalam kerangka sampling yang akan dijadikan patokan dalam menentukan atau memilih unsur-unsur sampling kedua dan seterusnya hingga unsur ke-n. Angka random yang terkena oleh mata pensil tadi adalah unsur sampel pertama yang kita pilih. ke bawah mengikuti kolom. pada teknik sampling sistematik perandoman atau pengundian hanya dilakukan satu kali. gunakanlah teknik sampling random sistematik. Di samping itu. ia dapat juga mengikutinya ke arah mana saja. Bedanya. 89. Persyaratan yang harus dipenuhi agar teknik sampling ini dapat digunakan. Karena angka-angka yang yang terdapat dalam Tabel Bilangan Random itu disusun secara kebetulan (randomly assorted). Apabila ukuran populasinya sangat besar. misalnya. 93. sama dengan persyaratan untuk sampel random sederhana. yakni tersedianya kerangka sampling (ukuran populasinya diketahui dengan pasti). Selanjutnya lihat Tabel Angka Random atau Tabel Bilangan Random yang selalu ada pada lampiran buku-buku metodologi penelitian atau buku-buku metode statistika.kerangka sampling satuan elementernya diberi nomor mulai dari 001 sampai 500. Penentuan angka pertama dapat dilakukan. Penentuan unsur sampling selanjutnya ditempuh dengan cara memanfaatkan interval sampel. Selanjutnya. maka pemakai tabel tersebut dapat mulai melihatnya dari baris dan kolom mana saja. dengan cara menjatuhkan pensil dengan mata pensil mengarah ke bawah pada lembaran kertas yang di dalamnya terdapat tabel bilangan random yang kita gunakan. atau cara apa saja yang dianggap mudah. 92. atau ke samping mengikuti baris. yakni ketika menentukan unsur pertama dari sampling yang akan diambil. maka teknik sampling random sederhana tidaklah tepat untuk digunakan. 94. Interval sampel atau juga disebut sampling rasio diperoleh dengan cara membagi ukuran populasi dengan ukuran sampel yang dikehendaki (N/n). Misalnya. kita dapat menentukan unsur sampel lainnya dengan cara berjalan ke atas mengikuti kolom yang sama. hingga tidak memungkinkan dilakukan pemilihan sampel dengan cara pengundian. Dalam keadaan populasi yang demikian. dari populasi (N) berukuran 500 kita akan mengambil sampel (n) berkuran 50. b. maka interval samplingnya adalah . Teknik Sampling Random Sistematik (Systematic Random Sampling) 90. Interval sampel biasanya dilambangkan dengan huruf k.

102. 97. mahasiswa S1. ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Andaikan saja unsur sampel pertama yang terpilih adalah nomor urut 005. Makin heterogen suatu populasi. Sebagai contoh. Andaikan yang terpilih sebagai unsur sampling pertama adalah satuan elementer yang bernomor s. maka penentuan unsur-unsur sampel berikutnya adalah: 96. dan seterusnya hingga unsur ke-n. 105. 1989:162-163): 111.Teknik sampling ini digunakan apabila populasinya tidak homogen (heterogen). 109. 025. Untuk dapat menggambarkan secara tepat tentang sifat-sifat populasi yang heterogen. Unsur pertama =s 98. S2.Untuk dapat menggunakan teknik sampling random strata. 103.500/50=10 atau k =10.Misalnya ukuran populasinya 500 (N=500) dan ukuran sampel yang akan diambil sebesar 50 (n=50). dan . 106. Teknik Sampling Random Berstrata (Stratified Random Sampling) 107. sebagaimana telah diungkapkan di atas. populasi penelitian Anda adalah seluruh mahasiswa Unpad. Unsur ketiga = s + 2k 100. maka pasti k = 10. S1. di bawah ini diberikan contoh konkret. mahasiswa S2. Maka dalam keadaan populasi yang demikian.1. mahasiswa Unpad sebagai populasi harus dibagi kedalam strata (subpopulasi) mahasiswa D3. maka unsur-unsur selanjunya yang harus diambil adalah nomor 015. dan seterusnya dengan berpatokan pada penambahan angka 10 dari nomor urut terakhir. 035. 110. Padahal. dan S3 yang tentu saja karakteristik (terutama karakteristik akademisnya) berbeda-beda. 108. makin besar pula perbedaan sifat-sifat antara lapisan tersebut. 104. 065. dan dari setiap strata dapat diambil sampel secara random (acak).c.Untuk lebih jelasnya. 101. Dalam kenyataannya karakteristik mahasiswa Unpad tidak sama (tidak homogen) sebab di Unpad terdapat program pendidikan jenjang D3. maka populasi yang bersangkutan harus dibagi-bagi kedalam lapisan-lapisan (strata) yang seragam atau homogen. Harus ada kriteria yang jelas yang akan dipergunakan sebagai dasar untuk menstratifikasi populasi ke dalam lapisan-lapisan. 055. Unsur kedua =s+k 99. Unsur keempat = s + 3k. 045. antara lain (Singarimbun dan Effendi. 075. presisi dan tingkat kerepresentatifan sampel yang diambil dari suatu populasi antara lain dipengaruhi oleh derajat keseragaman (tingkat homogenitas) populasi yang bersangkutan.

mahasiswa S3. Jumlah satuan elementer dari setiap strata (ukuran setiap subpopulasi) harus diketahui dengan pasti. Hal ini diperlukan agar peneliti dapat membuat kerangka sampling untuk setiap subpopulasi atau strata yang akan dijadikan sumber dalam menentukan sampel atau responden. data mengenai pembagian jenjang pendidikan pada mahasiswa Unpad didasarkan pada kenyataan bahwa di Unpad memang terdapat berbagai jenjang pendidikan. jenjang pendidikan dijadikan dasar dalam menentukan strata populasi. misalnya kita menggunakan Rumus Slovin.000. jumlah keseluruhan mahasiswa Unpad ada 25. Untuk menentukan saampel sasaran atau responden masih perlu dilanjutkan dengan menggunakan teknik sampling random sederhana atau teknik sampling random sistematik. Dengan demikian.Sampel strata terdiri dari dua macam. yakni sampel strata proporsional dan sampel strata disproporsional. setelah sebelumnya dibuatkan kerangka sampling untuk setiap subpopulasinya. Sebagai contoh. 113. 114. (Harap dicatat.2. maka pecahan samplingnya adalah 0.10 (10%) yang diperoleh dengan cara membagi ukuran sampel yang dikehendaki dengan ukuran populasinya (n/N). sehingga ukuran populasinya 25.500 orang mahasiswa. Jadi. yang dapat dijadikan kriteria untuk pembagian strata itu ialah variabel-variabel yang akan diteliti atau variabel-variabel yang menurut peneliti mempunyai hubungan yang erat dengan variabel-variabel yang hendak diteliti itu. dari setiap strata diambil sampel yang sebanding dengan besar setiap strata dengan berpatokan pada pecahan sampling (sampling fraction) yang sama yang digunakan. maka dari setiap lapisan populasi (strata) harus diambil sampel sebesar 10 % sehingga akhirnya diperoleh ukuran sampel secara keseluruhan yang .000 orang. Harus ada data pendahuluan dari populasi mengenai kriteria yang dipergunakan untuk menstratifikasi.3. Pecahan sampling adalah angka yang menunjukkan persentase ukuran sampel yang akan diambil dari ukuran populasi tertentu. Misalnya. Misalnya. tingkat motivasi belajar mahasiswa erat kaitannya dengan jenjang pendidikan yang diikutinya. bahwa teknik sampling random strata ini baru efektif dalam menentukan ukuran sampel yang harus diambil dari setiap strata dan belum mampu menentukan siapa saja sampel yang harus diambil untuk dijadikan responden penelitian). 112. 115. Secara teoretis. Teknik sampling random strata proporsional digunakan apabila proporsi ukuran subpopulasi atau jumlah satuan elementer dalam setiap strata relatif seimbang atau relatif sama besar. Berdasarkan perhitungan tertentu. dalam penelitian tentang motivasi belajar mahasiswa (misalnya). Dalam sampel strata proporsional. sampel yang harus diambil sebesar 2.

Sampel Berstrata Proporsional untuk Penelitian Motivasi Belajar 119.Keterangan: 130. ada yang jumlahnya besar ada pula yang jumlahnya kecil. nanti pada waktu analisis data.Tabel 1 118. jika ukuran sampelnya sama dengan ukuran populasinya (total sampling atau sensus) maka data yang diperoleh dari sampel tersebut tidak bisa diolah atau dianalisis dengan menggunakan analisis statistik inferensial.merepresentasikan populasi.000 20% 0.10 132.Pada Sampel Strtata Disproporsional. jika menggunakan teknik sampling ini. 133. dalam keadaan populasi yang demikian. 25. yang berbeda adalah pecahan samplingnya. S2 5. Padahal. S1 8. 134. Untuk lebih jelasnya.000 100% 2. Oleh karena itu. 116.• Setiap jenjang pendidikan diwakili dalam sampel proporsinya dalam populasi. 121.• Pecahan sampling 2.000 32% 0.000 = 0.500/25. Satu hal yang perlu dicatat dan diingat.10 1.Jenjang Ukuran % dalam Pecahan n % dalam 122.500 131. D3 10. _______ ______ ______ _____ 128. ukuran sampel yang diambil dari setiap subpopulasi (strata) sama besarnya. 136. gunakanlah Teknik Sampling Random Strata Disproporsional. sehingga kalau digunakan teknik sampling strata proporsional dapat kejadian ukuran subpopulasinya sama dengan ukuran sampelnya.10 800 32% 125.10 200 8% 127.10 500 20% 126.• Ditentukan ukuran sampel 2. 135. S3 2.di Kalangan Mahasiswa Universitas Padjadjaran 120.Pendidikan Populasi Populasi Sampling Sampel Sampel 123.500 100% 129.Penggunaan Teknik Sampling Random Strata Proporsional agak kurang tepat jika proporsi ukuran subpopulasinya (jumlah satuan elementer pada strata) tidak seimbang.000 8% 0. 117. data yang diperoleh dari sampel masing-masing strata harus dikalikan . perhatikan tabel di bawah ini.000 40% 124.000 40% 0.

159. Misalnya.000 100% 2.Keterangan: 152.97. bobot dibulatkan dengan angka terrendah sebagai standar (bernilai 1).000 32% 0.063 625 15.d. maka data pada setiap strata harus dikalikan dengan bobot (bobot yang disesuaikan). populasi puah penelitian kita adalah seluruh murid Sekolah Dasar (SD) yang ada di Wilayah Kota Bandung. 25. 154.87/3.19 = 4.078 625 12. dan keberadaannya tersebar secara geografis atau terhimpun dalam klaster-klaster yang berbeda-beda. Tidak mungkin kita dapat .Tabel 2 139.19 1 148. dibagi rata pada setiap strata (625).313 625 3.87 5 145. 138. 155.000 40% 0. _______ _____ _____ 149. Bobot diperoleh dengan rumus: 1/ps atau satu dibagi pecahan smpling. 157.dengan bobot yang disesuaikan pada strata tersebut.Pendidikan Populasi Populasi Sampling Sampel Disesuaikan 144.000 20% 0.• Pecahan sampling berbeda-beda pada setiap strata (n/N). Untuk memudahkan perhitungan. 137. D3 10.• Ukuran sampel ditetapkan 2500. 156.125 625 8 3 147.di Kalangan Mahasiswa Universitas Padjadjaran 141. 153. S2 5.82 4 146.• Karena sampel setiap strata tidak proporsional dengan strata yang bersangkutan dalam populasi. Teknis pengambilan sampel strata disproporsional dapat dilihat pada contoh tabel di bawah ini.Sampel Berstrata Disproporsional untuk Penelitian Motivasi Belajar 140. sehingga tidak memungkinkan untuk dibuatkan kerangka samplingnya. S3 2. S1 8. 15. 142.Teknik ini digunakan apabila ukuran populasinya tidak diketahui dengan pasti.500 150. Teknik Sampling Random Klaster (Cluster Random Sampling) 158. Misalnya. 151.Jenjang Ukuran % dalam Pecahan n Bobot Bobot 143.000 8% 0. dibulatkan menjadi 5.

Akan tetapi jika klasternya besar atau wilayah geografisnya besar. Kota Bandung kita bagi dulu ke dalam Wilayah Bandung Timur. maka kita boleh menjabarkan wilayah kecamatan terpilih itu menjadi kelurahan-kelurahan. Misalnya. 162. desa. maka pengambilan sampelnya dapat dilakukan satu tahap (simple cluster sampling).Teknik Sampling Nonprobabilitas (Teknik Sampling Nonrandom) 165. sehingga kita memiliki 16 kelurahan sebagai wilayah penelitian dengan konsekuensi seluruh ibu rumah tangga di 16 kelurahan itu harus dijadikan responden. Populasi penelitiannya adalah seluruh ibu rumah tangga yang ada di Kota Bandung. 160. Bandung. Dari situ secara random. 161. Misalnya kita akan meneliti pendapat seluruh ibu rumah tangga yang ada di wilayah Kota Bandung tentang konversi bahan bakar minyak tanah ke gas elpiji. 163. dan sebagainya. Barat. RW. Apabila kita berhenti sampai di sini. misalnya. kita ambil dua kelurahan dri setiap kecamatan terpilih. tidak menggunakan prinsip kerandoman (prinsip teori peluang). RT. misalnya. kita diperbolehkan untuk menurunkan lagi wilayah penelitian pada wilayah yang lebih kecil. sehingga wilayah kecamatan tadi kita jadikan populasi sampling. Dari setiap wilayah itu kita jabarkan lagi pada kecamatan-kecamatan. kelurahan. misalnya RW. Tetapi jika kita merasa jumlahnya masih terlalu besar. Jika dirasakan masih terlalu banyak jumlahnya. kelas. pasti daftar itu akan sangat panjang dan memerlukan waktu serta biaya yang tidak sedikit untuk menyusunnya. lalu ambil secara random. Dasar penentuannya adalah pertimbangan-pertimbangan . Bandung Selatan. yang terdiri dari 10 RW. Apabila klaster itu bersifat wilayah geografis yang kecil. Dalam keadaan yang demikian gunakanlah teknik sampling klaster banyak tahap (multistage cluster sampling). melainkan harus beberapa tahap. Kelompok anak SD itu disebut klaster. kecamatan. 164. maka seluruh ibu rumah tangga yang berdomisi di delapan kecamatan terpilih itu adalah sampel penelitian kita. maka kita dapat memilih beberapa RW secara random untuk dijadikan wilayah penelitian dengan konsekuensi seluruh penduduk sasaran di RW itu harus dijadikan sampel (responden). kalaupun mungkin. maka pengambilan sampel tidak cukup hanya satu tahap. Maka kelompok siswa SD itu kita buat berdasarkan nama sekolahnya. dan Bandung Utara. 166. dua kecamatan dari setiap wilayah sehingga diperoleh delapan kecamatan.Dalam menentukan sampel dengan menggunakan taknik sampling nonrandom. Klater dapat berupa sekolah. dan seterusnya dengan cara yang sama.menghimpun semua data anak SD dalam sebuah daftar yang akurat. wilayah penelitian kita ada di Kelurahan Gunung Sampah.

Ada beberapa jenis sampel nonrandom yang sering digunakan dalam penelitian sosial/penelitian komunikasi.2. Maka sampelnya adalah para kritikus film. Sampel Kuota (quota sampling). Teknik sampling kuota merupakan teknik sampling yang sejenis dengan teknik sampling strata. sehingga sampel ini sering kali disebut convenience sampling atau sampel keenakan. karena saking tidak representatifnya sampel tersebut. 168. tetapi menggunakan cara-cara kemudahan (convenience). teknik sampling nonrandom ini tidak dapat digunakan apabila penelitian kita dirancang sebagai sebuah penelitian eksplanatif yang akan menguji hipotesis tertentu. Orang-orang ilmu statistika bahkan menyebutnya sebagai sampel kecelakaan. 167. karena rumus uji statistik inferensial tidak dapat diterapkan untuk data yang berasal dari sampel nonrandom. 171. .1. Sampel Purposif (purposeful sampling). 170. para ahli sinematografi. hindari untuk menggunakan sampel ini. Sampel Aksidental (accidental sampling). di antaranya adalah: 169. tingkat signifikansi tertentu. Sampel ini sering disebut sebagai sampel kebetulan yang pengambilannya didasarkan pada pertimbangan kemudahan bagi peneliti (bukan penelitian). 174. 173. Caranya. Misalnya. jika kesimpulan penelitian kita ingin memperoleh kemampuan generalisasi yang tepat. Sebagai konsekuensinya. Dasar penetuan sampelnya adalah tujuan penelitian.tertentu dari peneliti atau dari penelitian. Teknik sampling ini secara luas sering digunakan untuk penelitianpenelitian eksploratif atau penelitian deskriptif. untuk meneliti kualitas cerita Film Ayat-ayat Cinta kita memerlukan reponden yang memiliki kualifikasi komptensi dalam bidang perfilman atau bidang komunikasi. para dosen produksi film. 172. 176. siapa saja asal berasal dari strata tersebut. 175. dan lain-lain. Perbedaannya adalah ketika mengambil sampel dari setiap strata tidak menggunakan cara-cara random.Beberapa Masalah dalam Penelitian yang Berkaitan dengan Sampel 177. Sampel ini digunakan jika dalam upaya memperoleh data tentang fenomena atau masalah yang diteliti memerlukan sumber data yang memilki kualifikasi spesifik atau kriteria khusus berdasarkan penilaian tertentu. Sebisa mungkin.3. Teknik ini disebut juga judgemental sampling atau sampel pertimbangan bertujuan. tentukan ukuran sampel dari masing-masing strata lalu teliti siapa sejumlah orang yang sesuai dengan ukuran sampel yang ditentukan tadi. misalnya penelitian korelasional.

182. memberikan peluang penyimpangan atau kesalahan pada hasil penelitian. 189.178. ada kemungkinan timbul dua macam penyimpangan. yang dapat menyebabkan jawaban yang diperoleh dari responden menyimpang dari yang sebenarnya. Biasanya disebabkan karena responden sudah lupa akan masalah yang ditanyakan. sebaliknya ada juga penelitian yang menghendaki penyimpangan yang kecil. 185. Misalnya karena tidak tepatnya definisi operasional variabel. maka penyimpangan oleh pemakaian sampel pasti akan hilang. .• Penyimpangan karena salah tafsir dari petugas pengumpulan data maupun responden. 179. 180.Dalam setiap penelitian. atau mungkin juga responden mempunyai maksud-maksud tertentu secara terselubung.• Penyimpangan karena salah tafsir responden. 192. tidak tertutup kemungkinan untuk terjadi permasalahan atau penyimpangan. 186. Ada penelitian yang dapat mentolerannsikan penyimpangan yang besar. dan sebagainya.1. 190.• Penyimpangan karena responden sengaja salah dalam menjawab pertanyaan. Misalnya. Apabila sampel itu sudah sama besar dengan populasi. 191. di antaranya adalah: 188. dan sebagainya.Dalam suatu penelitian. tergantung pada sifat penelitian itu sendiri. semakin kecil pula terjadi penyimpangan. Penyimpangan karena Pemakaian Sampel (Sampling Error) 183. maka perbedaan itu hanya disebabkan oleh pemakaian sampel.Seandainya tidak ada kesalahan pada pengamatan. sebab penyimpangan yang besar dapat menimbulkan kesimpulan yang salah. yaitu: 181.Jenis penyimpangan ini dapat ditimbulkan oleh berbagai hal. Mudah dimengerti bahwa semakin besar sampelnyang diambil.• Penyimpangan karena kesalahan perencanaan. Hal ini dapat terjadi jika responden merasa curiga terhadap maksud dan tujuan penelitian.2. Besarnya penyimpangan yang dapat ditoleransi dalam suatu penelitian. seseorang mahasiswa yang telah ditetapkan sebagai sampel tidak bisa dihubungi pada waktu akan diwawancarai atau diminta untuk mengisi kuesioner. kriteria satuan-satuan ukuran. 184. Hal ini berkaitan dengan adanya perbedaan antara sampel yang diteliti dengan sampel yang ditetapkan.• Penyimpangan karena Penggantian Sampel. pengolahan data. satuan-satuan ukuran. Penyimpangan Bukan oleh Pemakaian Sampel (Non-Sampling Error) 187. definisi operasinal variabel. lalu kita menggantinya dengan mahasiswa yang lain.

• Cluster of Elements 203. Jakarta: P. dan sebagainya. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Jakarta: LP3ES.T. Thousand Oaks. Radjagrafindo Persada. 2005. 209. mengalikan. 208. 6. 202. 1989.193. 194. Hal ini disebabkan mungkin karena pendataannya yang tidak akurat atau datanya sudah kadaluarsa. 201. Rachmat Kriyantono. . 211. New Delhi: Sage Publications.1. Media and Communication Research Methods. 205. misalnya salah dalam menambahkan.Sementara itu. London. 2005.T. 198.5.2. Masri Singarimbun dan Sofian Effendi. sehingga terjadi orang yang sudah terpilih sebagai sampel tidak ditemui di lapangan. 206. Inc. yang kita temukan hanyalah daftar nama sekolah dasar yang ada di Kota A. Teknik Praktis Riset Komunikasi. justeru tidak tercatat. London. Metode Penelitian Survai. jika kita ingin meneliti pelajar sekolah dasar yang bertempat tinggal di Kota A. 2000. kita tidak akan memperoleh daftarnya. Bandung: P. 195. Remaja Rosdakarya.Ketidaklengkapan kerangka sampling terjadi karena ada unsur populasi (orang) yang seharusnya masuk di dalamnya. di antaranya adalah sebagai berikut: 196. 2006. Research Methods in The Social Sciences.• Incomplete Frame 200. 210. 204. Jalaluddin Rakhmat. masalah yang dihadapi dalam Pembuatan Kerangka Sampling.Buku-buku yang dianjurkan untuk dibaca: 207. Bambang Prasetyo dan Lina Miftahul Jannah. Inc. Arthur Asa Berger. Metode Penelitian Kuantitatif: Teori dan Aplikasi. Bridget Somekh and Cathy Lewin.4.3. New Delhi: Sage Publications.• Penyimpangan karena kesalahan pengolahan data.Kerangka sampling yang kita miliki tidak selamanya sama dengan yang kita butuhkan. 1995.• Blank Foreign Elements 197. Thousand Oaks. Misalnya.Yakni jika data populasi yang diperoleh dari sesuatu sumber tidak sesuai dengan kenyataannya di lapangan. 199. Metode Penelitian Komunikasi.

Kriteria sampel pada penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Harga saham perusahaan diketahui dengan jelas. d. Perusahaan automotive and allied product go publik pada Bursa Efek Indonesia yang dijadikan sampel. Perusahaan automotive and allied product go publik pada Bursa Efek Indonesia yang tidak memenuhi kriteria pemilihan. e. Terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2004 sampai dengan tahun 2008dan berturut-turut memenuhi pelaporan keuangan yang dipublikasikan selama periode tersebut. Jumlah 15 (4) 11 C. . jenis variabel (dilihat dari sifat hubungan antar variabel) dapat dibedakan pada variabel indenpenden dan variabel dependen. Kedua variabel ini diperlukan oleh setiap penelitian kuantitatif.1999:31). Hal ini dimaksudkan untuk menghindari adanya pengaruh waktu parsial dalam perhitungan rasio keuangan dan jika periode akuntansinya tidak sama akan mengakibatkan analisa bias dan tidak menunjukkan keadaan yang sebenarnya. Istilah variabel independen dan variabel dependen berasal dari logika matematika. Adapun sifat hubungan itu ada yang bersifat kausal. Sebab dalam kenyataan. b. Tabel 2 Perhitungan Kriteria Pengambilan Sampel Keterangan Perusahaan automotive and allied product go publik pada Bursa Efek Indonesia hingga akhir tahun 2008. khususnya dalam penelitian ilmu-ilmu sosial. Perusahaan memperoleh laba selama periode tahun 2004 sampai 2007. Laporan keuangan harus mempunyai tahun buku yang berakhir pada periode 31 Desember. c. bahwa terdapat variabel yang saling berhubungan. di mana X dinyatakan sebagai yang ‘mempengaruhi atau sebab’ dan Y sebagai yang ‘dipengaruhi atau akibat’.kemampuan generalisasinya rendah (Indriantoro dan Bambang Supomo. hubungan antar variabel tidak selalu merupakan hubungan kausal. Variabel Independen dan Variabel Dependen Secara umum. Perusahaan automotive and allied product go publik pada Bursa Efek Indonesia periode tahun 2004 sampai dengan tahun 2008. Namun pengertian ini tentu tidak selalu menggambarkan hakikat yang sebenarnya dari konsep variabel independen dan dependen. Yang dapat dipastikan adalah. di satu pihak ada yang disebut variabel independen dan di pihak lain ada yang disebut variabel dependen. dan ada yang tidak demikian.

selain variabel independen dan dependen masih ada lagi sejumlah variabel lainnya yang menempati posisi tertentu dalam hubungan antar variabel. Di sini dianut keyakinan. dapat dimanipulasi oleh peneliti. independen dan dependen. ada yang ditempatkan sebelum variabel independen dan ada yang berada di antara variabel independen-dependen. khususnya dalam eksperimen. yaitu suatu variabel yang menghubungkan antara variabel independen dengan variabel dependen. untuk. Disebut variabel kontrol. bahwa variabel independen adalah variabel yangmeramalkan. Bila seorang ahli farmakologi.Selain itu ada beberapa catatan yang perlu dipahami dalam mempelajari dua variabel. ingin tahu dosis pemakaian dan khasiat suatu obat yang baru diraciknya. dan atau b) menjembatani hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. bahwa variabel dependen akan diketahui tingkat perubahannya bila variabel terlebih dahulu dipersiapkan. tanpa mempersoalkan ‘mengapa’ variabel independen itu demikian. keberadaan variabel independen adalah sesuatu yang harus diterima. maka ia harus terlebih dahulu menakar obat yang akan diberikannya kepada ‘kelinci’ percobaannya. Secara umum. Ini dapat dinyatakan sebagai suatu kepastian. . maka ia akan berubah posisi menjadi variabel antara (intervening variabel). Dalam suatu hubungan antar kedua variabel itu. sedangkan variabel dependen adalah variabel yangdi ramal k an. misalnya. Karena itu variabel kontrol dapat menempati posisi-posisi tertentu dalam hubungan antar variabel. karena variabel tersebut berfungsi untuk mengontrol variabel independen dan atau variabel dependen. Karena itu dapat pula dikatakan. Dalam penelitian yang menggunakan tiga variabel atau lebih (multivariat). a) menetralisir pengaruh variabelvariabel luar yang tidak perlu. • Variabel independen. sebab jika suatu variabel masih dicaritahu hal-ihwal pembentuknya. Tujuan dari pemunculan variabel kontrol yang paling penting adalah. variabel-variabel itu disebut variabel kontrol.

No Lama waktu senggang Dalam Jam/minggu Rata-rata lama menonton TV Dalam menit/minggu 1 >61 600 2 51-60 534 3 41-50 340 4 31-40 287 5 <30 210 . Contoh penyebaran data tanpa variabel penekan/pengganggu. sedangkan variabel kontrol yang berada di antara variabel independen-dependen adalah variabel antara (intervening variable).Variabel kontrol yang ditempatkan sebelum variabel independen adalah variabel penekan (suppressor variable) atau variabel pengganggu (distorter variable). Berikut adalah gambaran penyebaran data tanpa dan dengan menggunakan variabel penekan/pengganngu. diasumiskan akan berbeda antara suami dengan isteri. Ketika peneliti mengasumsikan bahwa selain variabel X dan Y masih ada faktor lain yang sangat menentukan untuk mengetahui hubungan antarvaribel yang sebenarnya. Penelitian mengenai hubungan antara “lama waktu senggang (di rumah) dengan lama menonton televisi”. Karena itu. • Variabel Penekan atau pengganggu. variabel ‘jenis kelamin’ dapat dijadikan sebagai variabe l penekan/pengganggu. maka di sini perlu menyertakan faktor itu sebagai variabel penekan atau pengganggu dalam pengujian. Tujuan penyertaan variabel penekan ini adalah untuk mengeleminir kemungkinan kesalahan dalam pengambilan kesimpulan. misalnya.

Contoh penyebaran data dengan variabel Jenis Kelamin sebagai penekan/pengganngu. Bahwa hubungan antarvariabel tetap sama. . 1 >61 450 150 2 51-60 412 122 3 41-50 223 117 4 31-40 175 112 5 <30 109 101 Ada beberapa informasi baru yang dapat diperoleh dari hubungan variabel yang dimasuki oleh variabel kontrol pada contoh kedua ini. No Lama waktu senggang Dalam jam/minggu Rata-rata lama menonton tv Dalam menit/minggu Laki-laki Peremp. yaitu menunjukkan relasi.

hubungan yang menunjukkan perubahan pada kedua variabel dengan arah semakin membesar dan tetapi intensitas perubahan tidak bersifat konstan. • Variabel Antara. 1.Lama waktu senggang berhubungan secara signifikan dengan lama menonton tv bagi laki-laki. hubungan determinasi. Berdasarkan penjelasan terakhir. Pola kurva linear dan negatif. 5. 2) tidak ada teori yang mendukung adanya hubungan antar keduanya. 3. dan sedikit sekali hubungannya bagi perempuan. 4. 1) secara logika tidak mungkin kedua variabel berhubungan secara langsung. dan 3) diasumsikan ada variabel lain yang dapat digunakan untuk menghubungkan kedua variabel itu. hubungan yang menunjukkan perubahan pada kedua variabel dengan arah yang berbeda. yaitu. Pola kurva linear dan positif. namun tidak bersifat konstan dan bahkan bila sampai pada titik tertentu perubahan kedua variabel menuju arah yang sama. Pada dasarnya ide pemunculan variabel antara berawal dari asumsi bahwa variabel independen memiliki hubungan kausal dengan variabel dependen. Zamari mencatat sejumlah pola hubungan variabel independen-dependen dalam penelitian sosial. suatu hubungan bersifat negatif power apabila perubahan kedua variabel ke arah yang berlawanan dan intensitas perubahan tidak konstan. 1. Hubungan yang paling dasar adalah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen (X dengan Y). Sedikit berbeda dari pendekatan di atas. Dr. dikatakan hubungan posisitf power apabila perubahan kedua variabel ke arah yang lebih besar dengan intensitas yang semakin lama semakin kuat atau besar. Karena itu variabel ini diperlukan bilamana. Pola posisitf power. 6. yang satu bertambah yang lain berkurang. yaitu antara 109-450 (=341) dengan 101-150 (=49). hubungan yang menunjukkan perubahan pada kedua variabel dengan arah yang berbeda. Hubungan antar Variabel Pada hakikatnya inti dari setiap kegiatan penelitian ilmiah adalah mencari hubungan antar variabel. Pola negatif power. yaitu hubungan yang mengandung konotasi . yang satu bertambah dan yang lain berkurang atau sebaliknya. C. Rank lama penontonan tv sangat berbeda antara laki-laki dengan perempuan. Pola linear dan negatif. hubungan yang menunjukkan perubahan pada kedua variabel dengan arah semakin membesar dan intensitas perubahan bersifat konstan. bahkan bila sampai titik tertentu bisa berubah ke arah berlawanan. Pola linear dan posisitf. 2. Zetterberg mengungkap beberapa pola hubungan antar variabel.

· Hubungan antara tujuan dan cara. 5. 4. hubungan tambahan. yaitu hubungan yang menunjukkan bahwa sesuatu pasti terjadi setelah sesuatu yang lain terjadi. hubungan kecukupan. hubungan keharusan. hubungan kesetaraan. · Hubungan antara ciri individu dan disposisi atau tingkah laku. hubungan gabungan. · Hubungan antra disposisi dan respons. yaitu hubungan yang menunjukkan perlunya beberapa alternatif untuk terjadinya sesuatu yang lain. yaitu simetris. Hubungan Simetrik. Dua dari tiga jenis hubungan ini masih dapat dibedakan pada beberapa kategori. 3. hubungan berurutan. 6. · Hubungan yang kebetulan semata-mata. timbal-balik (reciprocal).bahwa sesuatu akan selalu terjadi apabila ada sesuatu yang lain. yaitu hubungan yang menunjukkan bahwa sesuatu akan terjadi apa ada sesuatu yang mendahului dan ditambah dengan adanya kejadian lain. yaitu hubungan yang menunjukkan bahwa jika sesuatu terjadi maka sesuatu yang lain akan mengikuti. terdiri dari: · Kedua variabel merupakan indikator untuk konsep yang sama. hubungan kebersamaan. 8. Dari sudut pandang yang lain masih ada jenis hubungan antar variabel yang perlu dikteahui. Hubungan Asimetrik. 2. · Kedua variabel merupakan akibat dari faktor yang sama. 1. · Hubungan yang imanen. yaitu hubungan yang menunjukkan bahwa untuk terjadinya sesuatu perlu adanya sesuatu yang lain muncul terlebih dahulu. Hubungan timbal-balik (korelasi) . 3. 7. 2. · Kedua variabel berkaitan secara fungsional. yaitu hubungan yang apabila sesuatu konsep variabel mengandung keumungkinan setara atau tidak setara antara satu sama lain. yaitu hubungan yang tidak menunjukkan dimensi waktu. dan asimetris. sehingga dua kejadian bisa terjadi dalam waktu yang sama. terdiri dari: · Hubungan antara stimulus dan respons.

Posedur pengukuran variabel dimulai dari pembuatan definisi operasional konsep variabel.Seperti yang sudah dikemukakan. pola-pola hubungan itu perlu disederhanakan. Definisi operasional terukur memaparkan cara pengukuran suatu variabel. regresi dan variasi. dimensi atau taraf dari sesuatu obyek/gejala yang diukur.dapat diberikan dengan menyatakan secara rinci bagaimana subyek-subyek diberi penguat (imbalan) dan tidak diberi penguat (tidak diberi imbalan) karena melaksanakan tingkah laku tertentu. Mengukur adalah sebuah proses kuantifikasi. karena itu setiap kegiatan pengukuran berkaitan dengan jumlah. hubungan antara variabel X dan Y cukup banyak ragamnya. Contoh di atas adalah definisi oprerasional terukur. dan ada yang sulit. Hasil dari pengukuran itu biasanya dilambangkan dalam bentuk bilangan. seperti konsep ‘jenis kelamin’. terukur dan eksprimental. karena pengukuran itu merupakan jembatan untuk sampai pada observasi. Kerlinger mengungkapkan. “apa yang diukur” atau “bagaimana cara merubah konsep. Pengukuran variabel itu ada yang mudah. Penjelasan mengenai ketiga jenis variabel ini akan dikemukakan pada pembahasan tentang Uji Statistik Inferensial. dan “apa alat ukurnya”. jenis-jenis hubungan dimaksud ada tiga kategori. Pengukuran Variabel Pengukuran merupakan keniscayaan dalam penelitian ilmiah. Atau dengan ungkapan lain. D. sedangkan definisi operasional eksperimental menyebutkan rincianrincian hal yang dilakukan peneliti dalam memanipulasi sesuatu variabel. Penelitian selalu mengharuskan pengukuran variabel dalam relasi yang dipelajarinya. Secara garis besar. Pengukuran variabel merupakan tahap awal dari kegiatan pengukuran dalam penelitian. definisi operasional merupakan spesifikasi kegiatan peneliti dalam mengukur suatu variabel atau memanipulasaikannya. . Tujuan pengukuran variabel ini baru pada tahap menjawab pertanyaan “bagaimana cara untuk mengukur variabel tersebut”? Selanjutnya muncul pertanyaan lanjutan. Ada dua cara pembuatan definisi operasional. Suatu contoh definisi operasional yang sederhana (kasar) dari konsep ‘inteligensi’ adalah skor yan dicapai pada tes intelegensi X. bahwa definisi operasional itu melekatkan arti pada suatu konsep variabel dengan cara menetapkan kegiatan.kegiatan atau tindakan-tindakan yang perlu untuk mengukur suatu konsep variabel itu. korelasi. namun untuk mensinkronkan dengan kebutuhan pengujian secara statistik. sedangkan contoh definisi eksperimental untuk konsep ‘penguatan’ (reinforcement). seperti konsep inteligensi.

seperti keterangan tentang keluarga. kesehatan jasmani. Nominal Dikotomus. Non Dikotomus (non kategori) 2. Dengan mengisi angket ini siswa memberikan keterangan tentang sejumlah hal yang relevan bagi keperluan bimbingan. Variabel Rasio : tertulis juga. Variabel Terikat atau Dependent atau variable Output atau Kriteria atau Konsekuen. pengalaman belajar sekolah dan dirumah. Variabel Interval : Untuk data interval angka yang digunakan adalah nilai yang dapat di dentikkan dengan bilangan riil. 3. MACAM-MACAM VARIABEL 1. oleh karena itu maka angka dalam data interval dapat dioperasikan dengan operasi hitung. rencana pendidikan lanjutan. 4. riwayat pendidikan. pergaulan social. hobi dan mungkin . Variabel Prediktor atau Antiseden. Adalah variable yang menyebabkan timbulnya variable terikat. Adalah variable yang mempengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variable bebas. 4. Berdasarkan dari hasil pengukuran terdapat 4 tingkat variable. Variabel Moderator Adalah variable yang mempengaruhi (bisa memperkuat atau memperlemah) hubungan antara variable bebas dan variable terikat. yaitu : 1. dalam variable ini tidak mengenal jenjang atau bertingkat. kegiatan diluar sekolah. Variabel Ordinal : Yaitu variable yang tersusun menurut jenjang dalam atribut tertentu .Adalah konsep yang bervariasi atau konsep yang memiliki nilai ganda atau suatu factor yang jika diukur akan menghasilkan nilai yang bervariasi. 3. Variabel Nominal : Yaitu variable yang hanya mampu membedakan ciri atau sifat antara unit yang satu dengan yang lainnya. Variabel Anteseden Variabel ini mempunyai persamaan dengan variable antar yaitu mempunyai hasil yang lebih mendalam dari penelusuran. 5. Pada variable ini menunjukkan urutan atau bertingkat. jadi variable bebas mempengaruhi variable terikat melalui variable antara 6. Variabel Intervening / Antara Adalah variable yang dipengaruhi leh variable bebas kemudian mempengaruhi variable variable terikat. Variabel juga dapat didefinisikan sebagai atribut seseorang yang atau objek yang mempunyai variasi antara satu orang dengan yang lain atau suatu objek dengan objek yang lain. variable Bebas atau variable Stimulus. ada gradasi atau peringkat. Variabel Kontrol Adalah variable yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga pengaruh variable bebas terhadap variable terikat tidak dipengaruhi oleh factor luar yang tidak diteliti. dan Var. 2. Variabel Nominal dapat di kategorikan : Var.

Keunggulan : Dalam waktu singkat diperoleh banyak keterangan. Proses wawancara dilakukan dengan cara tatap muka secara langsung dengan siswa. dan pengalaman mereka. C. pembuatan catatan memberikan kesan kepada siswa bahwa dia sedang berhadapan dengan petugas kepolisian. Keunggulan : Diperoleh informasi dalam suasana komunikasi secara langsung. harapan. Pengisiannya dapat dilakukan dikelas. siswa dapat menjawab sesuai dengan keadaannya tanpa dipengaruhi oleh orang lain. ambisi dan hal afektif lain yang menyusun studi kasus ini. dan perasaan.kesukaran yang mungkin dihadapi. Interview dapat menjadikan sumber kesalahan. corak pergaulan dengan saudara kandung dan teman sebaya. tidak hanya merngenai item-item yang factual seperti yang biasa tercakup pada kuesioner pengumpul data-siswa. Fact-Finding interview dapat digunakan karena data sebelumnya tidak jelas atau karena perasaan yang mendasari perlu ditemukan dan dipahami. pikiran. Kelemahan Siswa tidak dapat memberikan keterangan lebih lanjut karena jawaban terbatas pada halhal yang ditanyakan. Interview mungkin mengubah informasi mengenai interview mereka sendiri. namun juga mengenai sikap. reaksi mereka. Dapat ditanyakan hal-hal yang bersifat sensitive. Kelemahan : Memakan banyak waktu bagi petugas bimbingan. Siswa berprasangka terhadap petugas bimbingan dan memberikan informasi yang tidak sesuai dengan kenyataan. Mereka dapat mencatat informasi karena . yang memungkinkan siswa selain memberikan data factual seperti yang ditulis dalan angket. dsb. pengalaman seksual. Interview penting untuk memperoleh informasi. juga mengungkapkan sikap. Siswa dapat menjawab tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya jika dia menghendaki demikian. Jawaban hanya mengungkap keadaan siswa pada saat angket diisi. Wawancara Informasi Wawancara informasi merupakan salah satu metode pengumpulan data untuk memperoleh data dan informasi dari siswa secara lisan. Selama proses wawancara petugas bimbingan mengajukan pertanyaan. meminta penjelasan dan jawaban dari pertanyaan yang diberikan dan membuat catatan mengenai hal-hal yang diungkapkan kepadanya. Petugas bimbingan mendengarkan terlalu selektif atau bertanya-tanya dengan cara yang sugestif. penggunaan bahan narkotika. Rumusan pertanyaan dapat disesuaikan dengan daya tangkap siswa. seperti suasana keluarga.

Kelemahan : Unsur sujektifitas juga menimbulkan kesulitan bagi interpretasi. karena siswa cenderung melebihkan-lebihkan kebaikan atau kelemahan sendiri dan menilai peranan orang lain secara berat sebelah. Berunsur subjektifitas sehingga siswa menggambarkan duniaini. Sosiometri Sosiometri merupakan suatu metode untuk memperoleh data tentang jaringan social dalam suatu kelompok. tidak memberikan jawaban yang pasti. yang berukuran kecil antara 10-50 orang.“pendengaran yang selektif”. Menolong Konselor memahami kehidupan batin siswa dan membantu siswa menyadari garis besar riwayat perkembangannya sampai sekarang. dimana informasi ini tidak dapat diperoleh dari sumber yang lain. Siswa cenderung memilih bukan atas dasar pertimbangan dengan siapa dia akan paling berhasil dalam melakukan kegiatan (sosiogroup) melainkan atas dasar simpati dan antipati (psychogrou . Keunggulan : Mungkin kelebihan terbesar teknik sosiometri adalah teknik ini memberikan informasi obyektif mengenai fungsi-fungsi individu dalam kelompoknya. Riwayat hidup itu dapat mencakup keseluruhan hidupnya dimasa lamoau atau hanya beberapa aspek kehidupannya saja. Keunggulan : Disamping menceritakan kejadian-kejadian dimasa lalu terungkap pula pikiran dan perasaan subjektif tentang kejadian tersebut. E. Seluruh teori sosiometri atau postulatnya belum dites dan dikembangkan sampai pada tingkat yang tak tersangkal kebenarannya. sikap atau ide tentang situasi mereka sendiri. Tes ini hanya bisa memberikan indikasi struktur social atau petunjuk bagi peneliti tentang individu pada periode tertentu. Mungkin mereka hanya gagal mendengarkan pernyataan interviewee yang bertentangan dengan opini.reaksi. D. dilihat dari sudut pandang sendiri (internal frame of reference). Kelemahan : Perlu diketahui bahwa tes sosiometri. Otobiografi Otobiografi merupakan karangan yang dibuat oleh siswa mengenai riwayat hidupnya sampai pada saat sekarang. data diambil berdasarkan preferensi pribadi antara anggota kelompok. Memerlukan waktu yang lama.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful